Skip to content
Back to announcement

20260228_WIKA_Informasi Transaksi Afiliasi_32039932_lamp6.pdf

Asset transaction Needs review WIKA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 70

Page 1
    Laporan No. 00005/2.0118-00/BS/03/0596/1/I/2026
           File No. 004.1/IDR/DO.2/BFO/I/2026
            LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
        RENCANA TRANSAKSI PENJUALAN SAHAM
              MILIK PT WIJAYA KARYA REALTY
(PERUSAHAAN TERKENDALI PT WIJAYA KARYA (PERSERO) Tbk)
            PADA PT HOTEL INDONESIA GROUP
          KEPADA PT HOTEL INDONESIA NATOUR




            KJPP ISKANDAR DAN REKAN
                      2026
Page 2
Laporan No. 00005/2.0118-00/BS/03/0596/1/I/2026
File No. 004.1/IDR/DO.2/BFO/I/2026                                              Jakarta, 9 Januari 2026

Kepada Yth.
Direksi
PT WIJAYA KARYA (PERSERO) Tbk
WIKA Tower II
Jalan D.I. Panjaitan Kav. 9-10
Jakarta, 13340


Dengan hormat,

       Perihal : Laporan Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Penjualan Saham milik PT
                 Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) pada
                 PT Hotel Indonesia Group kepada PT Hotel Indonesia Natour seperti yang
                 tertuang dalam laporan ini.

Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (KJPP IDR atau Penilai atau Kami) telah memperoleh izin
usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No. 772/KM.1/2013 tanggal 12
November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat No. S-
774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013 dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar
Modal No. STTD.PPB-43/PJ-1/PM.02/2023 tanggal 6 Juli 2023 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis
di Pasar Modal.
Berdasarkan surat proposal/kontrak perjanjian kerja yang telah disepakati antara KJPP IDR dengan PT
Wijaya Karya (Persero) Tbk No. 188.3/IDR/DO.2/Pr-FO/XI/2025 tanggal 14 November 2025 dan
Perjanjian Pengadaan Jasa No. TP.01.03/A.FIN.00011.F/2025 tanggal 2 Desember 2025, KJPP IDR telah
melaksanakan Penilaian untuk Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Penjualan Saham milik PT
Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) pada PT Hotel Indonesia
Group kepada PT Hotel Indonesia Natour seperti yang tertuang dalam laporan ini.
Latar Belakang
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (selanjutnya disebut Perseroan atau Perusahaan atau Pemberi Tugas
atau WIKA) merupakan perusahaan terbuka yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (selanjutnya
disebut BEI). WIKA memiliki perusahaan terkendali yaitu PT Wijaya Karya Realty (selanjutnya disebut
WR) dengan kepemilikan 95,10% saham.
WR memiliki penyertaan sebesar 49,00% saham pada PT Hotel Indonesia Group (selanjutnya disebut
HIG). Dalam rangka penyehatan dan perbaikan rasio keuangan WR serta merupakan bagian dari
inisiasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (selanjutnya disebut KBUMN) / Badan Pengelola
Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (selanjutnya disebut Danantara) dalam integrasi entitas-
entitas usaha yang beroperasi dalam lini bisnis pariwisata dan perhotelan, WR berencana menjual
49,00% saham miliknya pada HIG kepada PT Hotel Indonesia Natour (selanjutnya disebut HIN).
Rencana penjualan saham milik WR (perusahaan terkendali WIKA) pada HIG kepada HIN selanjutnya
disebut Rencana Transaksi.




                                                                                                    i
Page 3
Sebagai perusahaan terbuka, Perseroan wajib menaati Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk
melaksanakan transaksi tersebut, terutama Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha dan Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut, Perseroan telah menunjuk serta menggunakan
pendapat dari Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (selanjutnya disebut KJPP IDR atau Penilai
atau Kami), selaku Penilai Independen yang memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi
tersebut.
KJPP IDR telah memperoleh izin usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No.
772/KM.1/2013 tanggal 12 November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya
disebut OJK) berdasarkan Surat No. S-774/PM.25/20 13 tanggal 27 November 2013 dengan Surat
Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD.PPB-43/PJ-1/PM.02/2023 tanggal 6 Juli
2023 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis di Pasar Modal.
Objek Penilaian
Objek Penilaian adalah rencana transaksi penjualan saham milik WR (perusahaan terkendali WIKA)
pada HIG kepada HIN.
Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi adalah WR dengan HIN, dimana WR sebagai penjual yang memiliki
49,00% saham HIG dan HIN sebagai pembeli 49,00% saham WR pada HIG.
Maksud dan Tujuan Penilaian
Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan penilaian independen atas pendapat kewajaran
(Fairness Opinion) atas Rencana Transaksi dengan tujuan pelaksanaan transaksi.
Tanggal Penilaian
Tanggal penilaian 31 Agustus 2025 ditetapkan berdasarkan laporan keuangan Perseroan yang berakhir
pada tanggal 31 Agustus 2025 yang telah reviu oleh Akuntan Publik Slamet Riyanto dari Kantor
Akuntan Publik (KAP) Slamet Riyanto, Aryanto & Rekan yang terdaftar di OJK.
Asumsi dan Kondisi Pembatas
• Laporan Penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion.
• Penilai melakukan penelaahan atas status hukum dokumen-dokumen yang digunakan dalam
   proses penilaian.
• Data dan informasi berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.
• Proyeksi keuangan yang digunakan adalah proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
   mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
   pencapaiannya (fiduciary duty), jika penilaian menggunakan proyeksi keuangan.
• Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan.
• Laporan Penilaian ini terbuka untuk publik kecuali informasi yang bersifat rahasia, yang dapat
   memengaruhi operasional perusahaan.
• Penilai bertanggung jawab atas laporan penilaian dan kesimpulan nilai akhir.
• Penilai memperoleh informasi atas status hukum Objek Penilaian dari Pemberi Tugas.
• Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas lainnya diungkapkan dalam laporan.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)   ii
Page 4
Pendekatan dan Metode
Sesuai dengan ruang lingkup penilaian, pendekatan dan metode yang digunakan adalah:
a. Melakukan analisis transaksi.
b. Melakukan analisis kualitatif atas Rencana Transaksi.
c. Melakukan analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi.
d. Melakukan analisis kewajaran nilai transaksi.
e. Melakukan analisis atas faktor lain yang relevan.
Kejadian Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)
Sejak tanggal penilaian hingga tanggal penerbitan laporan ini tidak terjadi perubahan yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian yang dapat
secara signifikan mempengaruhi hasil penilaian.
Bahwa pengungkapan kejadian penting setelah tanggal penilaian jika ada, tidak dimaksudkan untuk
memengaruhi penentuan nilai pada tanggal penilaian, kecuali dinyatakan didalam asumsi dan asumsi
khusus.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)   iii
Page 5
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi
Hasil analisis atas nilai transaksi penjualan saham milik WR (perusahaan terkendali WIKA) pada HIG
kepada HIN adalah nilai transaksi diatas dari Nilai Pasarnya, namun masih dalam kisaran wajar. Dengan
demikian nila i transaksi adalah wajar.

Hasil analisis atas dampak keuangan dari transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan
pemegang saham memberikan kes impulan bahwa dengan dilakukannya transaksi akan meningkatkan
laba, likuiditas dan solvabilitas Perseroan yang dapat memberikan nilai tam bah bagi Perseroan secara
konsolidasi, dengan demikian sesuai dengan kepentingan pemegang saham.

Hasil analisis atas pertimbangan bisnis dari manajemen terkait dengan transaksi terhadap kepentingan
pemegang saham adalah mendukung inisiasi Danantara dalam integrasi entitas-entitas usaha yang
beroperasi dalam lini bisnis pariwisata dan perhotelan memberikan kesimpulan bahwa pertimbangan
bisnis dari manajemen tersebut sejalan dengan kepentingan pemegang saham .

Berdasarkan kesimpulan dari hasil analisis tersebut diatas, maka Kami berpendapat bahwa transaksi
adalah wajar.




                    0, S.I.Kom., S.H., M.M., M.H., MAPPI (Cert.)
Pemimpin Rekan
Penilai Praperti/ Aset dan Bisnis
MAPPI No. : 11-5-03079
RMK-2017.00547
NIPP Menkeu No. B -1 .21.00596
NIPP Menkeu No. P - 1.16.00463
5TTO OJK No: 5TTO.PPB-43/ PJ-1/ PM. 02/ 2023




Pendapat Kewaj aran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persera) Tbk)   iv
Page 6
                                                PERNYATAAN PENILAI


1.   Bahwa penugasan penilaian Pendapat Kewajaran dilakukan atas Rencana Transaksi.
2.   Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini Kami telah bertindak secara independen
     tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, maupun pemegang saham
     Perseroan ataupun pihak-pihak yang terkait dengan Perseroan tersebut. Kami juga tidak
     mempunyai kepentingan ataupun keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini.
     Selanjutnya, laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
     atau kerugian pada pihak mana pun .
3.    Bahwa perhitungan dan analisis dalam pemberian pendapat kewajaran telah dilakukan
     dengan benar sebagaimana diungkapkan dalam laporan ini.
4.    Bahwa penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan
      perundang-undangan yang berlaku .
5.    Penilai menaati Kode Etik Penilai Indonesia dan penilaian dilakukan sesuai dengan Standar
      Penilaian Indonesia (KEPI & SPI VII -2018)
6.    Bahwa penilaian yang dihasilkan dalam penugasan penilaian professional telah disajikan sebagai
      kesimpulan.
7.    Bahwa lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan .
8.    Bahwa kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran.
9.    Bahwa kesimpulan penilaian telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.
10. Bahwa data ekonomi dan industri dalam laporan ini diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini
      penilai dapat dipertanggungjawabkan.

      Penilai Publik,
      Adhitya Anindito, S.I.Kom., S.H., M.M., M .H., MAPPI (Cert.)
     MAPPI No.: 11-S-03079
     RMK-2017.00547
     NIPP Menkeu No. B -1 .21 .00596
     NIPP Menkeu No. P -1.16.00463
     STTD OJK No : STTD.PPB-43/ PJ-1/ PM.02/2023


      Reviuer,
      Radithe Pramudito, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
     MAPPI No.: 10-S-02670
     RMK-2017.00316



      Sigit E. Purnomo, S.E .
      MAPPI No.: 19-T-09657
      RMK-2020.03575


      Penilai,
      Ryan Suradireja, S.Ak.
      MAPPI No.: 19-P-09941
      RMK-2021 .03692




      Syafika Firdausha, S.Ak.
      MAPPI No.: 21-T-ll013
      RMK- 2022 .04256




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perus ahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Perseroj Tbkj   V
Page 7
                                                                 DAFTAR ISI

SURAT LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI .......................................... i
PERNYATAAN PENILAI .................................................................................................................. v
DAFTAR ISI .................................................................................................................................. vi

BAB I PENDAHULUAN................................................................................................................. I-1
1.1. Latar Belakang ............................................................................................................................ I-1
1.2. Identitas Pemberi Tugas ............................................................................................................. I-1
1.3. Objek Penilaian ........................................................................................................................... I-2
1.4. Maksud dan Tujuan Penilaian..................................................................................................... I-2
1.5. Tanggal Penilaian ........................................................................................................................ I-2
1.6. Ruang Lingkup Penilaian ............................................................................................................. I-2
1.7. Pendekatan dan Metode ............................................................................................................ I-2
1.8. Pihak-Pihak Yang Bertransaksi .................................................................................................... I-3
1.9. Pernyataan Independensi dan Tidak Adanya Benturan Kepentingan ........................................ I-3
1.10. Uraian Mengenai Penilai Usaha Dan/Atau Penilai Properti Serta Hasil Penilaian Oleh ................
      Penilai Usaha Dan/Atau Penilai Properti Yang Menjadi Dasar Dalam Pemberian ........................
      Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi ............................................................................ I-3
1.11. Sumber Data ............................................................................................................................... I-3
1.12. Informasi Mengenai Identitas Dan Jabatan Pihak-Pihak Yang Telah Diwawancarai .....................
      Dan Hubungannya Dengan Objek Penilaian ............................................................................... I-4
1.13. Asumsi dan Kondisi Pembatas .................................................................................................... I-4
1.14. Kejadian Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) ............................................................ I-6
1.15. Definisi dan Istilah ...................................................................................................................... I-6

BAB II ANALISIS TRANSAKSI ....................................................................................................... II-1
2.1. Analisis Pengaruh Transaksi Terhadap Keuangan Perseroan .................................................... II-1
2.2. Analisis likuiditas Dari Transaksi ................................................................................................ II-1
2.3. Nilai Transaksi ............................................................................................................................ II-1
2.4. Materialitas Nilai Transaksi........................................................................................................ II-1
2.5. Hubungan Antara Pihak-Pihak Yang Bertransaksi ..................................................................... II-2
2.6. Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Telah Disepakati ...................................................... II-3
2.7. Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Transaksi ............................................................................... II-4

BAB III ANALISIS KUALITATIF .................................................................................................... III-1
3.1. Riwayat Singkat Perusahaan Dan Kegiatan Usaha ................................................................... III-1
3.2. Analisis Industri dan Lingkungan .............................................................................................. III-4
3.3. Alasan Dilakukannya Transaksi ............................................................................................... III-10
3.4. Keuntungan Dan Kerugian Yang Bersifat Kualitatif Atas Transaksi Yang Akan Dilakukan ...... III-10

BAB IV ANALISIS KUANTITATIF ................................................................................................. IV-1
4.1. Penilaian Atas Potensi Pendapatan, Aset, Kewajiban dan Kondisi Keuangan ......................... IV-1
4.2. Analisis Inkremental .............................................................................................................. IV-25

BAB V ANALISIS KEWAJARAN NILAI TRANSAKSI ......................................................................... V-1
5.1. Hasil Penilaian Objek Transaksi ................................................................................................ V-1
5.2. Nilai Transaksi ........................................................................................................................... V-1
5.3. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi ............................................................................................ V-1
5.4. Analisis Bahwa Nilai Transaksi Memberikan Nilai Tambah dari Transaksi Yang Dilakukan ..... V-1




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)                             vi
Page 8
BAB VI ANALISIS ATAS FAKTOR LAIN YANG RELEVAN ................................................................ VI-1
6.1. Analisis Ketidakpastian Rencana Pembiayaan Dalam Rencana Transaksi ............................... VI-1
6.2. Analisis Ketidakpastian Nilai Tukar Mata Uang ....................................................................... VI-1
6.3. Analisis Ketidakpastian Risiko Pasar ......................................................................................... VI-1
6.4. Analisis Faktor Lain Yang Berpengaruh.................................................................................... VI-2

BAB VII KESIMPULAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI ............................................. VII-1

LAMPIRAN




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)               vii
Page 9
                                                DEFINISI DAN ISTILAH

Arus Kas Bersih                   : Jumlah kas yang tersedia setelah terpenuhinya kebutuhan kas untuk kegiatan
                                    operasional; merupakan arus kas yang tersedia bagi penyedia modal yang terdiri
                                    dari utang dan ekuitas; dan telah bebas dari kewajiban untuk mempertahankan
                                    operasi saat ini dan untuk mengantisipasi pertumbuhan perusahaan
Asumsi                            : Sesuatu yang dianggap akan terjadi termasuk fakta, syarat, atau keadaan yang
                                    mungkin dapat mempengaruhi objek Penilaian atau pendekatan penilaian dan
                                    kewajarannya telah dianalisis oleh Penilai Bisnis sebagai bagian dari proses
                                    Penilaian
BEI                               : Bursa Efek Indonesia

Business Interest                 : Kepemilikan dalam perusahaan yang meliputi penyertaan dalam perusahaan,
                                    surat berharga, aset keuangan lainnya, dan aset tak berwujud
Dasar Penilaian                   : Suatu penjelasan dan/atau pendefinisian tentang jenis Nilai yang sedang diteliti
                                    berdasarkan kriteria tertentu
Diskon Likuiditas Pasar           : Suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari Nilai suatu
                                    ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya likuiditas objek Penilaian
Diskon Tanpa                      : Suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari Nilai suatu
Pengendalian                        ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya tingkat pengendalian atas objek Penilaian
Faktor Kapitalisasi               : Semua jenis rasio yang digunakan untuk mengkonversi pendapatan menjadi suatu
                                    Nilai
Holding Company                   : Suatu perusahaan yang sebagian besar pendapatannya atau seluruhnya berasal
                                    dari penyertaan pada perusahaan lain
KAP                               : Kantor Akuntan Publik
KJPP IDR                          : Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan
Kapitalisasi                      : Pengkonversian arus kas bersih atau penghasilan bersih lain, baik yang bersifat
                                    aktual maupun perkiraan, selama periode tertentu yang ekuivalen dengan Nilai
                                    aset pada suatu tanggal tertentu atau pengakuan atas suatu pengeluaran modal
Kelangsungan Usaha                : Suatu kondisi yang mencerminkan usaha yang sedang beroperasi atau dalam
                                    konstruksi, atau suatu premis dalam Penilaian, dimana Penilai Bisnis menganggap
                                    suatu perusahaan akan terus melanjutkan operasinya secara berkelanjutan
KEPI                              : Kode Etik Penilai Indonesia

Laporan Penilaian Bisnis          : laporan tertulis yang dibuat oleh Penilai Bisnis yang memuat pendapat Penilai
                                    Bisnis mengenai objek Penilaian serta menyajikan informasi tentang proses
                                    Penilaian
Metode Kapitalisasi               : Metode Penilaian yang mendasarkan pada suatu pendapatan yang dianggap
Pendapatan                          mewakili kemampuan di masa mendatang dari suatu perusahaan atau Business
                                    Interest yang dinilai, dibagi dengan suatu tingkat kapitalisasi atau dikali dengan
                                    Faktor Kapitalisasi, sehingga menjadi suatu indikasi Nilai dari perusahaan atau
                                    Business Interest
Metode Penilaian                  : Suatu cara atau rangkaian cara tertentu dalam melakukan Penilaian
Modal Investasi                   : Jumlah utang jangka panjang dan ekuitas pada suatu perusahaan



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)   viii
Page 10
Nilai                             : Perkiraan harga yang diinginkan oleh penjual dan/atau pembeli atas suatu barang
                                    atau jasa dan merupakan jumlah manfaat ekonomi berdasarkan nilai pasar yang
                                    akan diperoleh dari objek Penilaian pada tanggal Penilaian
Nilai Aset Bersih                 : Total nilai pasar aset dikurangi total nilai pasar liabilitas
Nilai Buku                        : Hasil kapitalisasi atas biaya perolehan aset, dikurangi akumulasi depresiasi,
                                    deplesi, amortisasi atau penurunan nilai sebagaimana yang tercatat dalam laporan
                                    keuangan atau selisih antara total aset dikurangi dengan total liabilitas dari
                                    perusahaan sebagaimana tercatat dalam laporan keuangan
Nilai Pasar (OJK)                 : Estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau
                                    liabilitas pada Tanggal Penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan
                                    penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang
                                    pemasarannya dilakukan secara layak, di mana kedua Pihak masing–masing
                                    bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa
                                    paksaan
Nilai Pasar (SPI)                 : Estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar untuk penukaran suatu
                                    aset atau liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli
                                    dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang
                                    pemasarannya dilakukan secara layak, dimana kedua pihak masing-masing
                                    bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian dan tanpa
                                    paksaan (SPI 101 Edisi VII-2018 angka 3.1).
Nilai Terminal                    : Nilai dari jumlah arus kas untuk periode setelah periode waktu tetap, dimana arus
                                    kas yang diterapkan dapat menggunakan model ekuitas atau Modal Investasi
OJK                               : Otoritas Jasa Keuangan

Pendapat Kewajaran                : Suatu pernyataan yang diberikan oleh Penilai Bisnis untuk menyatakan bahwa
                                    suatu transaksi yang akan dilakukan adalah wajar atau tidak wajar
Pendapat Kewajaran                : Suatu pernyataan yang diberikan oleh Penilai Bisnis untuk menyatakan bahwa
atas Transaksi Pinjam-              transaksi pinjam-meminjam dana dan/atau penjaminan adalah wajar atau tidak
Meminjam Dana                       wajar
dan/atau Penjaminan
Pendekatan Aset       : Pendekatan Penilaian berdasarkan laporan keuangan historis objek Penilaian yang
                        telah diaudit, dengan cara menyesuaikan seluruh aset dan liabilitas menjadi Nilai
                        Pasar sesuai dengan Premis Nilai yang digunakan dalam Penilaian Bisnis
Pendekatan Pasar      : Pendekatan Penilaian dengan cara membandingkan objek Penilaian dengan objek
                        lain yang sebanding dan sejenis serta telah tersedia informasi harga transaksi atau
                        penawaran
Pendekatan Pendapatan : Pendekatan Penilaian dengan cara mengkonversi manfaat ekonomis atau
                        pendapatan yang diperkirakan akan dihasilkan oleh objek Penilaian dengan tingkat
                        diskonto tertentu
Pendekatan Penilaian  : Suatu cara untuk memperkirakan Nilai dengan menggunakan satu atau lebih
                        metode penilaian
Penilai               : Orang perseorangan yang dengan keahliannya menjalankan kegiatan Penilaian di
                        pasar modal




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)   ix
Page 11
Penilai Bisnis                    : Penilai yang melakukan kegiatan penilaian bisnis sebagaimana dimaksud dalam
                                    Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai Penilai yang melakukan kegiatan di
                                    pasar modal
Penilai Properti                  : Penilai yang melakukan kegiatan Penilaian properti sebagaimana dimaksud dalam
                                    Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai Penilai yang melakukan kegiatan di
                                    pasar modal
Penilaian                         : Proses pekerjaan untuk memberikan opini tertulis atas nilai ekonomi suatu objek
                                    penilaian
Penilaian Bisnis                  : Proses pekerjaan untuk memberikan opini tertulis atas objek Penilaian Bisnis
                                    sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai Penilai
                                    yang melakukan kegiatan di pasar modal
Penugasan Penilaian               : Penugasan yang diterima oleh Penilai dari pemberi penugasan untuk melakukan
Profesional                         Penilaian atas objek, tujuan Penilaian, dan tanggal tertentu dimana Penilai
                                    mendasarkan opininya, yang disajikan dalam laporan Penilaian
Pihak                             : Orang perseorangan, perusahaan, usaha bersama, asosiasi, atau kelompok yang
                                    terorganisasi
Premi Pengendalian                : Suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan penambah dari Nilai suatu
                                    ekuitas sebagai cerminan dari tingkat pengendalian atas objek Penilaian
Premis Nilai                      : Asumsi Nilai yang berhubungan dengan suatu kondisi transaksi yang dapat
                                    digunakan pada objek Penilaian
RUPS                              : Rapat Umum Pemegang Saham
SPI                               : Standar Penilaian Indonesia
Studi Kelayakan Bisnis            : Suatu Penugasan Penilaian Profesional yang diberikan oleh Penilai Bisnis berupa
                                    pendapat untuk menyatakan kelayakan suatu usaha atau proyek
Tanggal Laporan                   : Tanggal ditandatanganinya Laporan Penilaian Bisnis oleh Penilai Bisnis
Penilaian Bisnis
Tanggal Penilaian                 : Tanggal pada saat Nilai, hasil Penilaian, atau perhitungan manfaat ekonomi
adalah                              dinyatakan
Tenaga Ahli                       : Orang yang mempunyai keahlian dan kualifikasi pada suatu bidang tertentu di luar
                                    ruang lingkup kegiatan Penilaian dan tidak bekerja pada kantor jasa Penilai publik
Tingkat Diskonto                  : Suatu Tingkat Imbal Balik untuk mengkonversikan nilai di masa depan ke nilai
                                    sekarang yang mencerminkan nilai waktu dari uang dan ketidakpastian atas
                                    terealisasinya pendapatan ekonomi
Tingkat Imbal Balik               : Jumlah laba atau rugi dan/atau perubahan nilai yang direalisasikan atau
                                    diharapkan dari suatu investasi yang dinyatakan dalam persentase
Tingkat Kapitalisasi              : Jumlah pembagi yang digunakan untuk mengkonversi pendapatan menjadi Nilai




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)   x
Page 12
                                                         BAB I
                                                     PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
     PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (selanjutnya disebut Perseroan atau Perusahaan atau Pemberi
     Tugas atau WIKA) merupakan perusahaan terbuka yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia
     (selanjutnya disebut BEI). WIKA memiliki perusahaan terkendali yaitu PT Wijaya Karya Realty
     (selanjutnya disebut WR) dengan kepemilikan 95,10% saham.
       WR memiliki penyertaan sebesar 49,00% saham pada PT Hotel Indonesia Group (selanjutnya
       disebut HIG). Dalam rangka penyehatan dan perbaikan rasio keuangan WR serta merupakan
       bagian dari inisiasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (selanjutnya disebut KBUMN) /
       Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (selanjutnya disebut Danantara) dalam
       integrasi entitas-entitas usaha yang beroperasi dalam lini bisnis pariwisata dan perhotelan, WR
       berencana menjual 49,00% saham miliknya pada HIG kepada PT Hotel Indonesia Natour
       (selanjutnya disebut HIN). Rencana penjualan saham milik WR (perusahaan terkendali WIKA)
       pada HIG kepada HIN selanjutnya disebut Rencana Transaksi.
       Sebagai perusahaan terbuka, Perseroan wajib menaati Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
       untuk melaksanakan transaksi tersebut, terutama Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang
       Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha dan Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020
       tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
       Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut, Perseroan telah menunjuk serta
       menggunakan pendapat dari Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (selanjutnya disebut
       KJPP IDR atau Penilai atau Kami), selaku Penilai Independen yang memberikan pendapat
       kewajaran atas Rencana Transaksi tersebut.
       KJPP IDR telah memperoleh izin usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya
       No. 772/KM.1/2013 tanggal 12 November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan
       (selanjutnya disebut OJK) berdasarkan Surat No. S-774/PM.25/20 13 tanggal 27 November 2013
       dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD.PPB-43/PJ-
       1/PM.02/2023 tanggal 6 Juli 2023 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis di Pasar Modal.
1.2. Identitas Pemberi Tugas
     Nama Pemberi Tugas : PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
     Bidang Usaha          : Industri konstruksi, industri pabrikasi, jasa penyewaan, jasa
                             keagenan, investasi, agro industri, industri energi, energi
                             terbarukan      dan        energi     konversi,       penyelenggaraan
                             perkeretaapian, penyelenggaraan pelabuhan, penyelenggaraan
                             kebandarudaraan,         logistik,     perdagangan,       engineering
                             procurement construction, pengembangan dan pengelolaan
                             kawasan, layanan peningkatan kemampuan dibidang jasa
                             konstruksi,   teknologi       informasi,    jasa    enjinering    dan
                             perencanaan, investasi dan pengelolaan usaha dibidang
                             prasarana dan sarana dasar (infrastruktur) untuk menghasilkan
                             barang dan/ atau jasa
     Alamat Kantor         : WIKA Tower II Jalan D.I. Panjaitan Kav. 9-10 Jakarta, 13340
     No. Telepon/Faksimile : 021 – 8067 9200



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)   I-1
Page 13
       E-mail                        : adwijaya@wika.co.id
       Situs Web                     : www.wika.co.id
1.3. Objek Penilaian
     Objek Penilaian adalah rencana transaksi penjualan saham milik WR (perusahaan terkendali
     WIKA) pada HIG kepada HIN.
1.4. Maksud dan Tujuan Penilaian
     Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan penilaian independen atas pendapat
     kewajaran (Fairness Opinion) atas Rencana Transaksi dengan tujuan pelaksanaan transaksi.
1.5. Tanggal Penilaian
     Tanggal penilaian 31 Agustus 2025 ditetapkan berdasarkan laporan keuangan Perseroan yang
     berakhir pada tanggal 31 Agustus 2025 yang telah reviu oleh Akuntan Publik Slamet Riyanto dari
     Kantor Akuntan Publik (KAP) Slamet Riyanto, Aryanto & Rekan yang terdaftar di OJK.
1.6. Ruang Lingkup Penilaian
     Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) merupakan suatu pernyataan yang diberikan oleh
     Penilai Usaha untuk menyatakan bahwa suatu transaksi yang akan dilakukan adalah wajar atau
     tidak wajar. Ruang lingkup penilaian, antara lain:
       a. Identifikasi masalah (identifikasi asumsi dan kondisi pembatas, tujuan dan objek penilaian,
           definisi penilaian dan tanggal penilaian),
       b. Pengumpulan data,
       c. Analisis data,
       d. Estimasi nilai sesuai dengan dasar nilai dan premis nilai yang digunakan dengan
           menggunakan pendekatan penilaian,
       e. Penulisan laporan.
       Sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian
       dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, pemberian pendapat kewajaran setelah
       dilakukan analisis atas:
       a. Nilai dari objek yang ditransaksikan.
       b. Dampak keuangan dari transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan pemegang
           saham.
       c. Pertimbangan bisnis yang digunakan oleh manajemen perusahaan terkait dengan Rencana
           Transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan pemegang saham.
       Sifat Rencana Transaksi terkait dengan ada atau tidak adanya hubungan antara pihak-pihak yang
       bertransaksi diatur sesuai dengan Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi
       dan Transaksi Benturan Kepentingan dan nilai materialitas Rencana Transaksi diatur sesuai
       dengan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
       Kegiatan Usaha.
       Sehubungan dengan peraturan-peraturan tersebut berkaitan dengan penunjukan KJPP IDR
       untuk memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, maka ruang lingkup pendapat
       kewajaran berdasarkan pada analisis atas kewajaran dari Rencana Transaksi tersebut.
1.7. Pendekatan dan Metode
     Sesuai dengan ruang lingkup penilaian, pendekatan dan metode yang digunakan adalah:
     a. Melakukan analisis transaksi.
     b. Melakukan analisis kualitatif atas Rencana Transaksi.



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)   I-2
Page 14
        c. Melakukan analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi.
        d. Melakukan analisis kewajaran nilai transaksi.
        e. Melakukan analisis atas faktor lain yang relevan.
1.8. Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
     Pihak-pihak yang bertransaksi adalah WR dengan HIN, dimana WR sebagai penjual yang
     memiliki 49,00% saham HIG dan HIN sebagai pembeli 49,00% saham WR pada HIG.
1.9. Pernyataan Independensi dan Tidak Adanya Benturan Kepentingan
     1. Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini Kami tidak ada benturan
         kepentingan dengan Perseroan maupun pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan
         transaksi yang akan dilakukan Perseroan.
       2. Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini Kami telah bertindak secara
          independen tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, maupun pemegang
          saham Perseroan ataupun pihak-pihak yang terkait dengan Perseroan tersebut. Kami juga
          tidak mempunyai kepentingan ataupun keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan
          ini. Selanjutnya, laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan
          keuntungan atau kerugian pada pihak manapun.
       3. Tidak ada satupun dari pemilik ataupun pegawai Kami yang memiliki kepentingan dalam
          bentuk apapun yang dapat menghalangi Kami untuk melakukan penilaian secara
          independen terhadap pendapat kewajaran ini. Kompensasi dan honorarium Kami tidak
          bergantung kepada kejadian maupun kesimpulan yang diambil oleh Perseroan sebagai
          akibat dari laporan Kami ini.
1.10. Uraian Mengenai Penilai Usaha Dan/Atau Penilai Properti Serta Hasil Penilaian Oleh Penilai
      Usaha Dan/Atau Penilai Properti Yang Menjadi Dasar Dalam Pemberian Pendapat Kewajaran
      Atas Rencana Transaksi
      Dalam pendapat kewajaran ini Kami menggunakan hasil penilaian dari Penilai Usaha yang telah
      melakukan penilaian terhadap objek transaksi. Objek transaksi adalah 49,00% saham milik WR
      pada HIG.
       Berdasarkan Laporan Penilaian Saham milik WR pada HIG No. 00230/2.0118-
       00/BS/03/0596/1/XII/2025 tanggal 29 Desember 2025 yang diterbitkan oleh KJPP Iskandar
       dan Rekan, menyatakan bahwa Nilai Pasar 1.470 saham atau 49,00% saham milik WR pada HIG
       per 31 Agustus 2025 adalah Rp 7.700.000.000,- atau untuk setiap saham adalah Rp 5.238.095,-
1.11. Sumber Data
      Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, Kami telah menelaah, mempertimbangkan,
      mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:
       a) Copy legalitas dan perizinan WIKA.
       b) Copy legalitas dan perizinan WR.
       c) Copy legalitas dan perizinan HIN.
       d) Copy legalitas dan perizinan HIG.
       e) Laporan keuangan WIKA untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2025 yang
          telah direviu oleh Akuntan Publik Slamet Riyanto dari KAP Slamet Riyanto, Aryanto &
          Rekan.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)   I-3
Page 15
         f) Laporan keuangan WIKA untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
            yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Eishennoraz dari KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto,
            Mawar & Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
         g) Laporan keuangan WIKA untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
            yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Benny Andria dari KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto,
            Mawar & Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
         h) Laporan keuangan WIKA untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
            yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Benny Andria dari KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto,
            Mawar & Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
         i) Laporan keuangan WIKA untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
            yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Benny Andria dari KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto,
            Mawar & Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
         j) Laporan keuangan WIKA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang
            yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Rudi Hartono Purba dari KAP Amir Abadi Jusuf,
            Aryanto, Mawar & Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
         k) Laporan keuangan proforma WIKA per 31 Agustus 2025 sebelum dan setelah transaksi dari
            manajemen Perseroan.
         l) Laporan Penilaian milik WR pada HIG No. 00230/2.0118-00/BS/03/0596/1/XII/2025
            tanggal 29 Desember 2025 yang diterbitkan oleh KJPP Iskandar dan Rekan.
         m) Berita Acara Negosiasi Kesepakatan Harga No. HK.02.03/A.DIR.5408/WIRA/2025 tanggal
            29 Desember 2025 antara WR dengan HIN.
         n) Proyeksi keuangan dari manajemen Perseroan.
         o) Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan mengenai alasan, latar belakang,
            dan hal-hal lain yang terkait dengan Transaksi.
1.12. Informasi Mengenai Identitas Dan Jabatan Pihak-Pihak Yang Telah Diwawancarai Dan
      Hubungannya Dengan Objek Penilaian
      Kami telah melakukan diskusi dan wawancara dengan manajemen Perseroan pada tanggal 17
      November 2025 – 7 Januari 2026. Identitas yang Kami wawancarai adalah Bapak Farid Nur Aidy
      sebagai Senior Vice President Finance Division WIKA.
1.13. Asumsi dan Kondisi Pembatas
       a. Laporan Penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion.
       b. Penilai melakukan penelaahan atas status hukum dokumen-dokumen yang digunakan
          dalam proses penilaian.
       c. Data dan informasi berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.
       d. Proyeksi keuangan yang digunakan adalah proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
          mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan
          kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty), jika penilaian menggunakan proyeksi
          keuangan.
       e. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan.
       f. Laporan Penilaian ini terbuka untuk publik kecuali informasi yang bersifat rahasia, yang
          dapat memengaruhi operasional perusahaan.
       g. Penilai bertanggung jawab atas laporan penilaian dan kesimpulan nilai akhir.
       h. Penilai memperoleh informasi atas status hukum Objek Penilaian dari Pemberi Tugas.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)   I-4
Page 16
         i. KJPP IDR mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan pendapat ini sampai dengan
            terjadinya Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara
            material terhadap Rencana Transaksi.
         j. Pendapat ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan bahwa penggunaan sebagian dari
            analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat
            menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat
            tersebut. Penyusunan pendapat ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak
            dapat dilakukan melalui analisis yang tidak lengkap.
         k. Pendapat Kewajaran tersebut disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan
            perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah pada
            tanggal Pendapat ini dikeluarkan. Penilaian Kewajaran ini hanya dilakukan terhadap
            Rencana Transaksi seperti yang diuraikan di atas.
         l. KJPP IDR tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi
            pendapatnya karena peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.
         m. Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan prinsip integritas informasi dan data. Dalam
            menyusun Pendapat Kewajaran ini, KJPP IDR melandaskan dan berdasarkan pada informasi
            dan data sebagaimana diberikan manajemen Perseroan yang mana berdasarkan hakikat
            kewajaran adalah benar, lengkap, dapat diandalkan, serta tidak menyesatkan. KJPP IDR
            tidak melakukan audit ataupun uji kepatuhan secara mendetail atas penjelasan maupun
            data-data yang diberikan oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun tulisan, dan
            dengan demikian KJPP IDR tidak dapat memberikan jaminan atau bertanggung-jawab
            terhadap kebenaran dan kelengkapan dari informasi atau penjelasan tersebut.
         n. Sebagai dasar bagi KJPP IDR untuk melakukan analisis dalam mempersiapkan Pendapat
            Kewajaran atas Rencana Transaksi, KJPP IDR menggunakan data-data sebagaimana
            tercantum pada Sumber Data pada laporan pendapat kewajaran sebagai bahan
            pertimbangan.
         o. Segala perubahan terhadap data-data tersebut di atas dapat memengaruhi hasil penilaian
            KJPP IDR secara material. Oleh karena itu, KJPP IDR tidak dapat menerima tanggung jawab
            atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data
            tersebut.
         p. Pendapat Kewajaran ini disusun hanya dengan mempertimbangkan sudut pandang
            pemegang saham Perseroan dan tidak mempertimbangkan sudut pandang stakeholders
            lain serta aspek-aspek lainnya.
         q. KJPP IDR menganggap bahwa sejak tanggal penerbitan laporan pendapat kewajaran ini
            sampai dengan tanggal terjadinya Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan yang sangat
            berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam laporan
            pendapat kewajaran.
         r. Dengan ini KJPP IDR menyatakan bahwa penugasan KJPP IDR tidak termasuk menganalisis
            transaksi-transaksi di luar Rencana Transaksi yang mungkin tersedia bagi Perseroan serta
            pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap Rencana Transaksi.
         s. KJPP IDR tidak melakukan penelitian atas keabsahan Rencana Transaksi dari segi hukum
            dan implikasi aspek perpajakan dari Rencana Transaksi tersebut.
         t. Mengingat bahwa adanya kemungkinan terjadinya perbedaan waktu dari tanggal laporan
            ini dengan pelaksanaan Rencana Transaksi, maka kesimpulan di atas berlaku bila tidak ada
            perubahan yang memiliki dampak yang signifikan terhadap nilai dari Rencana Transaksi.


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)   I-5
Page 17
             Perubahan tersebut termasuk perubahan baik secara internal pada masing-masing
             perusahaan maupun secara eksternal meliputi: kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
             umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah Indonesia setelah tanggal laporan
             ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal laporan ini dikeluarkan terjadi perubahan
             tersebut di atas, maka pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi ini mungkin berbeda.
         u. Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan Rencana Transaksi
             dan tidak dapat dipergunakan untuk kepentingan lain maupun pihak lain.
         v. Pendapat Kewajaran ini juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk
             menyetujui atau tidak menyetujui Rencana Transaksi atau mengambil tindakan tertentu
             atas Rencana Transaksi tersebut.
         w. KJPP IDR juga berpegang kepada surat pernyataan manajemen Perseroan (management
             representation letter) atas penugasan KJPP IDR untuk mempersiapkan laporan pendapat
             kewajaran, bahwa Perseroan telah menyampaikan seluruh informasi penting dan relevan
             berkenaan dengan Rencana Transaksi dan sepanjang pengetahuan manajemen Perseroan
             tidak ada faktor material yang belum diungkapkan dan dapat menyesatkan.
         x. Data dan informasi yang diterima Penilai dari Pemberi Tugas diasumsikan benar dan dapat
             dipertanggungjawabkan, antara lain termasuk penunjukan letak lokasi tempat, spesifikasi
             jenis dan jumlah aset objek penilaian dan apabila data dan informasi tersebut tidak benar
             maka Pemberi Tugas membebaskan Penilai dari tanggung jawab atas hasil penilaian yang
             tidak tepat dikarenakan kesalahan tersebut.
         y. Informasi yang telah diberikan pihak lain kepada Penilai seperti yang telah disebutkan
             dalam laporan penilaian dianggap layak dan dipercaya, tetapi Penilai tidak
             bertanggungjawab jika ternyata informasi yang diberikan itu terbukti tidak sesuai dengan
             hal yang sesungguhnya. Tanggung jawab untuk memeriksa kembali kebenaran informasi
             tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemberi Tugas.
         z. Adalah bukan tugas Penilai untuk melakukan uji tuntas (due diligence) dari aspek hukum
             atas catatan publik serta catatan kepemilikan.
         aa. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas dari laporan penilaian yang dibuat terpisah sebagai
             satu kesatuan dari laporan ini akan dituangkan di dalam laporan penilaian yang dibuat
             terpisah tersebut.
         bb. Laporan ini tidak sah jika tidak dibubuhi tandatangan asli/basah Pemimpin Rekan/Rekan
             dan stempel/seal perusahaan KJPP Iskandar dan Rekan serta tidak dapat
             dipertanggungjawabkan bilamana Pemberi Tugas tidak melunasi imbalan jasa atas
             pekerjaan penilaian ini.
         cc. Asumsi-asumsi dan kondisi pembatas ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan
             (integral) dari laporan ini.
1.14. Kejadian Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)
      Sejak tanggal penilaian hingga tanggal penerbitan laporan ini tidak terjadi perubahan yang
      berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian yang
      dapat secara signifikan mempengaruhi hasil penilaian.
       Bahwa pengungkapan kejadian penting setelah tanggal penilaian jika ada, tidak dimaksudkan
       untuk memengaruhi penentuan nilai pada tanggal penilaian, kecuali dinyatakan didalam asumsi
       dan asumsi khusus.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)   I-6
Page 18
                                                       BAB II
                                                 ANALISIS TRANSAKSI


2.1. Analisis Pengaruh Transaksi Terhadap Keuangan Perseroan
     Berdasarkan proforma posisi keuangan dan proyeksi keuangan, dengan dilakukannya transaksi
     likuiditas Perseroan yang diukur dengan current ratio dan solvabilitas Perseroan yang diukur
     dengan debt to equity ratio dan debt to asset ratio mengalami peningkatan.

2.2. Analisis likuiditas Dari Transaksi
     Berdasarkan analisis proforma posisi keuangan dan proyeksi keuangan Perseroan dengan
     dilakukannya transaksi likuiditas Perseroan mengalami peningkatan.

2.3. Nilai Transaksi
     Berdasarkan Berita Acara Negosiasi Kesepakatan Harga antara WR dengan HIN tanggal 29
     Desember 2025 harga jual beli 1.470 saham atau 49,00% saham milik WR pada HIG sebesar
     Rp 7.800.000.000,-. Dengan demikian nilai transaksi adalah sebesar Rp 7.800.000.000,-.

2.4. Materialitas Nilai Transaksi
     Berdasarkan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
     Kegiatan Usaha, suatu transaksi dikategorikan sebagai transaksi material apabila nilai transaksi
     sama dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas perusahaan terbuka.
       Dalam hal perusahaan terbuka memiliki ekuitas negatif transaksi dikategorikan sebagai
       transaksi material apabila nilai transaksi sama dengan 10% atau lebih dari total aset perusahaan
       terbuka.
       Perusahaan terbuka yang akan melakukan transaksi material wajib terlebih dahulu memperoleh
       persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dalam hal:
       1. Transaksi material lebih dari 50% terhadap ekuitas atau aset atau laba bersih atau
          pendapatan usaha Perseroan.
       2. Transaksi material lebih dari 25% terhadap aset Perseroan apabila ekuitas Perseroan
          negatif.
       3. Laporan Penilai menyatakan bahwa transaksi material yang akan dilakukan tidak wajar.
       Berdasarkan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
       Kegiatan Usaha, transaksi berupa perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen
       operasi dikategorikan sebagai transaksi material dalam hal:
       a. Nilai transaksi sama dengan 20% atau lebih dari ekuitas perusahaan terbuka;
       b. Total aset yang menjadi objek transaksi dibagi total aset perusahaan terbuka nilainya sama
          dengan atau lebih dari 20%;
       c. Laba bersih objek transaksi dibagi dengan laba bersih perusahaan terbuka nilainya sama
          dengan atau lebih dari 20%; atau
       d. Pendapatan usaha objek transaksi dibagi dengan pendapatan usaha perusahaan terbuka
          nilainya sama dengan atau lebih dari 20%.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)   II-1
Page 19
       Nilai transaksi atas Rencana Transaksi adalah sebesar Rp 7.800.000.000,- dan ekuitas Perseroan
       berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Slamet Riyanto dari KAP
       Slamet Riyanto, Aryanto & Rekan per 31 Desember 2024 adalah sebesar Rp
       11.871.419.792.000,-, dengan demikian materialitas nilai transaksi 0,07% dari ekuitas
       Perseroan.
       Dari uraian tersebut diatas, Rencana Transaksi tidak termasuk transaksi material dan tidak
       memerlukan persetujuan RUPS sesuai dengan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang
       Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.

2.5. Hubungan Antara Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
     Pihak-pihak yang bertransaksi adalah WR dengan HIN, dimana WR sebagai penjual yang
     memiliki 49,00% saham HIG dan HIN sebagai pembeli 49,00% saham WR pada HIG.

       Hubungan Kepemilikan Saham




       Keterangan
       RI            : Pemerintah Republik Indonesia
       WIKA          : PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
       WR            : PT Wijaya Karya Realty
       HIN           : PT Hotel Indonesia Natour
       HIG           : PT Hotel Indonesia Group

       Berdasarkan analisis hubungan kepemilikan saham, terdapat hubungan kepemilikan saham
       antara WR dengan HIN yaitu RI sebagai pemegang saham tidak langsung WR melalui WIKA juga
       merupakan pemegang saham HIN. Dengan demikian antara WR dengan HIN terdapat hubungan
       kepemilikan.
       Hubungan Kepengurusan
       Hubungan kepengurusan antara WIKA, WR dan HIN adalah sebagai berikut:




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)   II-2
Page 20
                    Nama              WIKA      WR       HIN
        Jarot Widyoko                  KU
        Firdaus Ali                     K
        Harris Arthur Hedar            KI
        Adityawarman                   KI
        Suryo Hapsoro Tri Utomo        KI
        Rusmanto                       KI
        Sumadi                          D
        Hadjar Seti Adji                D
        Fafan Khoirul Fanani            D
        Hananto Aji                     D
        Andie Hermawan                          KU
        Edi Mulia                                K
        David Herson Tonius                     KI
        Mangapul Silalahi                       KI
        Fery Safaria                            PD
        Yoppi Priatmoko                          D
        Adhi Priyanto Putro                      D
        Bonny Anang Dwijanto                           KU & KI
        Nanang Hadiyanto                                 KI
        Riska Natalia Dewi                               KI
        Ichsan Soelistio                                 KI
        Haryo Indratno                                    K
        Christine Hutabarat                              DU
        Putri Eka Sukmawati                               D
        Peter Alexander Fritz                             D
        Eppy Dhanianto Wibowo                             D
       Keterangan:
       KU : Komisaris Utama
       K     : Komisaris
       KI    : Komisaris Independen
       DU : Direktur Utama
       D     : Direktur

       Berdasarkan analisis hubungan kepengurusan, tidak terdapat hubungan kepengurusan antara
       WIKA, WR dan HIN.
       Dengan demikian Rencana Transaksi termasuk transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam
       Peraturan OJK No. 42 /POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
       Kepentingan.
       Uraian mengenai ada atau tidak adanya benturan kepentingan atas transaksi yang akan
       dilakukan Perseroan dinyatakan dalam Surat Pernyataan Direksi dan Dewan Komisaris
       Perseroan.
2.6. Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Telah Disepakati
     Berdasarkan Berita Acara Negosiasi Kesepakatan Harga antara WR, HIN tanggal 29 Desember
     2025 (selanjutnya disebut draft), hal-hal pokok dalam draft tersebut adalah sebagai berikut:
       a) Jumlah saham yang dijual adalah seluruh saham milik WR pada HIG sebanyak 1.470 saham
          atau mewakili 49,00% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor secara penuh dalam HIG.
       b) Harga jual beli yang disepakati WR dan HIN adalah Rp 7.800.000.000,-.
       Dengan demikian susunan pemegang saham HIG sebelum dan setelah transaksi dengan asumsi
       efektif per 31 Agustus 2025 adalah sebagai berikut:




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)   II-3
Page 21
        PT HOTEL INDONESIA GROUP
        Sebelum dilakukannya transaksi
                                                        Jumlah Saham       Persentase           Jumlah
        No.             Pemegang Saham
                                                          (Lembar)            (%)                (Rp)
          1 PT Hotel Indonesia Natour                             1.530         51,00%        1.530.000.000
          2 PT Wijaya Karya Realty                                1.470         49,00%        1.470.000.000
            Jumlah                                                3.000        100,00%        3.000.000.000

        PT HOTEL INDONESIA GROUP
        Setelah dilakukannya transaksi
                                                        Jumlah Saham       Persentase           Jumlah
        No.             Pemegang Saham
                                                          (Lembar)            (%)                (Rp)
          1 PT Hotel Indonesia Natour                             3.000        100,00%        3.000.000.000
            Jumlah                                                3.000        100,00%        3.000.000.000

       Dokumen transaksi yang ada masih berupa draft, pihak-pihak yang bertransaksi belum memiliki
       perjanjian dan persyaratan tertulis yang telah disepakati dan mengikat.
2.7. Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Transaksi
     Manfaat transaksi adalah sebagai berikut:
      • Dengan dilakukannya transaksi, WR akan menerima kas atas penjualan saham HIG yang
          akan meningkatkan likuiditas Perseroan secara konsolidasi.
       Risiko transaksi adalah sebagai berikut:
        • Dengan dilakukannya transaksi, Perseroan secara konsolidasi berpotensi kehilangan
            kontribusi peningkatan kinerja keuangan jika HIG dimasa mendatang dapat beroperasi
            secara optimal dan menghasilkan laba.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)   II-4
Page 22
                                                       BAB III
                                                 ANALISIS KUALITATIF


  3.1. Riwayat Singkat Perusahaan Dan Kegiatan Usaha
       Perseroan
       a) Riwayat Singkat
          PT Wijaya Karya (Persero) Tbk didirikan pada tanggal 29 Maret 1961 berdasarkan Peraturan
          Pemerintah No. 64 tahun 1961.
            Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 40 tahun 1971, status Perusahaan berubah dari
            Perusahaan Negara menjadi Perusahaan (Persero). Selanjutnya, Perusahaan dinamakan PT
            Wijaya Karya (Persero) berdasarkan Akta Perusahaan Terbatas No. 110 tanggal 20 Desember
            1972 dari Dian Paramita Tamzil, pengganti Djojo Muljadi, S.H., Notaris di Jakarta, dan
            perubahan naskah pendirian Perseroan Terbatas dari Kartini Muljadi, S.H., Notaris di Jakarta
            berdasarkan Akta No. 106 tanggal 17 April 1973. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri
            Kehakiman Republik Indonesia pada tanggal 8 Mei 1973 dengan Surat Keputusan No.
            Y.A.5/165/14 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 76 tanggal 21
            September 1973, tambahan Berita Negara No. 683.
            Anggaran Dasar WIKA telah mengalami beberapa kali perubahan dan terakhir kali diubah
            dengan Akta No. 7 tanggal 17 Januari 2024 dan Akta No. 37 tanggal 24 Juni 2024 dibuat di
            hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, tentang peningkatan modal dasar dan modal
            ditempatkan dan disetor.
        b) Kegiatan Usaha
           Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar WIKA, maksud dan tujuan WIKA adalah berusaha
           dalam industri konstruksi, industri pabrikasi, jasa penyewaan, jasa keagenan, investasi, agro
           industri, industri energi, energi terbarukan dan energi konversi, penyelenggaraan
           perkeretaapian, penyelenggaraan pelabuhan, penyelenggaraan kebandarudaraan, logistik,
           perdagangan, engineering procurement construction, pengembangan dan pengelolaan
           kawasan, layanan peningkatan kemampuan dibidang jasa konstruksi, teknologi informasi,
           jasa enjinering dan perencanaan, investasi dan pengelolaan usaha dibidang prasarana dan
           sarana dasar (infrastruktur) untuk menghasilkan barang dan/atau jasa.
        c) Susunan Pemegang Saham
           Susunan Pemegang saham WIKA berdasarkan laporan keuangan reviu periode 31 Agustus
           2025 adalah sebagai berikut:
                                                                                 Jumlah Saham        Persentase            Jumlah
             No.                       Pemegang Saham
                                                                                   (Lembar)              (%)              (Rp.000)
              1    Saham Preferen (Seri A Dwiwarna)                                           1             0,00%                    0
              2    Saham Biasa (Seri B) Pemerintah Republik Indonesia            36.291.702.781            91,02%        3.629.170.278
              3    Agung Budi Waskito (Dirut)                                         1.434.200             0,00%              143.420
              4    Hananto Aji                                                        1.269.000             0,00%              126.900
              5    Harum Akhmad Zuhdi                                                 1.269.000             0,00%              126.900
              6    Hadjar Seti Adji                                                     510.000             0,00%               51.000
              7    Sumadi                                                               850.000             0,00%               85.000
              8    Masyarakat                                                     3.576.028.878             8,97%          357.602.888
                   Jumlah                                                        39.873.063.860           100,00%        3.987.306.386




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)        III-1
Page 23
        d) Susunan Pengurus
           Susunan pengurus WIKA berdasarkan laporan keuangan reviu periode 31 Agustus 2025
           adalah sebagai berikut:
             Dewan Komisaris
             Komisaris Utama                                      : Jarot Widyoko
             Komisaris                                            : Firdaus Ali
             Komisaris Independen                                 : Harris Arthur Hedar
             Komisaris Independen                                 : Adityawarman
             Komisaris Independen                                 : Suryo Hapsoro Tri Utomo
             Komisaris Independen                                 : Rusmanto
             Direksi
             Direktur Utama                                       : Agung Budi Waskito
             Direktur Keuangan                                    : Sumadi
             Direktur Manajemen Sumber Daya
                                                                  : Hadjar Seti Adji
             Manusia dan Transformasi
             Direktur Manajemen Risiko dan Legal                  : Fafan Khoirul Fanani
             Direktur Operasi                                     : Hananto Aji

       PT Wijaya Karya Realty (WR)
       a) Riwayat Singkat
          PT Wijaya Karya Realty didirikan tanggal 20 Januari 2000 berdasarkan Akta Notaris Imas
          Fatimah, S.H., No. 17, yang telah diubah dengan Akta No. 19 tanggal 20 April 2000 dari
          Notaris Noordjasmani Soeyasa Besar, S.H., pengganti Imas Fatimah, S.H., Notaris di Jakarta,
          yang telah memperoleh persetujuan Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan
          Surat Keputusan No. C-20856 HT.01.01.TH.2000 tanggal 15 Desember 2000, yang telah
          didaftarkan dalam Daftar Perusahaan sesuai UU No. 3 tahun 1982 tentang Wajib Daftar
          Perusahaan dengan TDP. 09.04.1.68.15594 di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta
          Timur No. 986/BH.09.04/XII/2000 tanggal 20 Desember 2000, serta telah diumumkan dalam
          Tambahan No. 1682, Berita Negara Republik Indonesia No. 22 tanggal 16 Maret 2001.
           Anggaran Dasar WR telah beberapa kali mengalami perubahan yang terakhir dengan Akta
           Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Diluar Rapat PT Wijaya Karya Realty No. 83 tanggal
           27 Desember 2022, dibuat di hadapan Ryan Bayu Candra, S.H., M.Kn Notaris di Jakarta, yang
           telah mendapatkan persetujuan perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas PT Wijaya
           Karya Realty dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
           Keputusan No. AHU-0129961.AH.01.02. Tahun 2022 Tanggal 28 Desember 2022.
           Atas perubahan susunan pemegang saham WR terakhir sebagaimana dimuat dalam Akta
           Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Diluar Rapat Umum PT Wijaya Karya Realty No. 20
           tanggal 19 Desember 2024, dibuat di hadapan Fessy Farizqoh Alwi. S.H., M.Kn, Notaris
           Jakarta, yang telah mendapatkan Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan
           dari Menteri Hukum Republik Indonesia dalam Surat No. AHU-AH.01.09- 0290785 tanggal 19
           Desember 2024 perihal Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan PT Wijaya
           Karya Realty.
        b) Kegiatan Usaha
           Maksud dan tujuan Perusahaan sesuai dengan Anggaran Dasar WR adalah realti, properti
           dan jasa, kecuali jasa dalam bidang hukum dan pajak.



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)   III-2
Page 24
        c) Susunan Pemegang Saham
           Susunan Pemegang saham WR adalah sebagai berikut:
                                                               Jumlah Saham         Persentase         Jumlah
             No.              Pemegang Saham
                                                                 (Lembar)              (%)              (Rp)
               1   PT Wijaya Karya (Persero) Tbk               69.782.299.624           95,09%    6.978.229.962.400
               2   Koperasi Karya Mitra Satya                   2.013.658.609            2,74%      201.365.860.900
               3   PT Aero Wisata                               1.537.411.113            2,09%      153.741.111.300
               4   Yayasan Wijaya Karya                            54.022.524            0,07%        5.402.252.400
                   Jumlah                                      73.387.391.870          100,00%    7.338.739.187.000

        d) Susunan Pengurus
           Susunan pengurus WR adalah sebagai berikut:
             Dewan Komisaris
             Komisaris Utama                                         : Andie Hermawan
             Komisaris                                               : Edi Mulia
             Komisaris Independen                                    : David Herson Tonius
             Komisaris Independen                                    : Mangapul Silalahi
             Direksi
             President Director                                      : Fery Safaria
             Director of Finance, Human Capital, and Risk Management : Yoppi Priatmoko
             Director of Development and Marketing                   : Adhi Priyanto Putro

        PT Hotel Indonesia Natour (HIN)
        a) Riwayat Singkat
           Anggaran Dasar HIN telah mengalami beberapa kali perubahan, perubahan terakhir
           berdasarkan Akta Notaris Ilmiawan Dekrit S, S.H., M.H. No. 40 tertanggal 30 Juni 2025
           tentang perubahan Anggaran Dasar serta susunan pengurus dan telah mendapatkan
           persetujuan dari Menteri Hukum Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-
           AH.01.09-0309568 tahun 2025 tanggal 10 Juli 2025.
        b) Kegiatan Usaha
           Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar HIN, maksud dan tujuan HIN adalah melakukan usaha
           dibidang industri jasa perhotelan dan optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki
           untuk menghasilkan barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat untuk
           mendapatkan/mengejar keuntungan guna meningkatkan nilai HIN dengan menerapkan
           prinsip-prinsip Perseroan Terbatas.
        c) Susunan Pemegang Saham
           Susunan Pemegang saham HIN berdasarkan Akta No. 49 tanggal 26 Februari 2025 adalah
           sebagai berikut:
                                                                  Jumlah Saham Persentase                  Jumlah
             No.               Pemegang Saham
                                                                    (Lembar)      (%)                       (Rp)
              1 Pemerintah Republik Indonesia
                                                                                1         0,0004%             1.000.000
                (Seri A Dwiwarna)
              2 PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero)
                                                                        243.809          99,9996%     243.809.000.000
                (Seri B)
                Jumlah                                                  243.810           100,00%     243.810.000.000

        d) Susunan Pengurus
           Susunan pengurus HIN berdasarkan Akta No. 40 tanggal 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)    III-3
Page 25
             Dewan Komisaris
             Komisaris Utama & Komisaris Independen : Bonny Anang Dwijanto
             Komisaris Independen                    : Nanang Hadiyanto
             Komisaris Independen                    : Riska Natalia Dewi
             Komisaris Independen                    : Ichsan Soelistio
             Komisaris                               : Haryo Indratno
             Direksi
             Direktur Utama & Plt. Direktur Komersil : Christine Hutabarat
             Direktur Pengembangan Usaha             : Putri Eka Sukmawati
             Direktur Operasi                        : Peter Alexander Fritz
             Direktur Keuangan dan Manajemen Resiko : Eppy Dhanianto Wibowo


3.2. Analisis Industri dan Lingkungan
3.2.1. Tinjauan Makro Ekonomi
       PDB Menurut Lapangan Usaha
       Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2025 Terhadap Triwulan II-2025 (Q-to-Q)
       Ekonomi Indonesia triwulan III-2025 dibanding triwulan II-2025 (q-to-q) tumbuh sebesar 1,43%.
       Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 5,42%;
       diikuti oleh Konstruksi sebesar 5,28%; serta Industri Pengolahan sebesar 4,09%. Sementara itu,
       beberapa lapangan usaha yang mengalami kontraksi diantaranya Administrasi Pemerintahan,
       Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 17,15% serta Jasa Keuangan dan Asuransi sebesar
       4,13%.




                                Gambar 1. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (Q-to-Q) (%),
                                     Triwulan III-2024, Triwulan II-2025, dan Triwulan III-2025
                                                   Sumber: Badan Pusat Statistik
       Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku triwulan III-2025 tidak
       menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh Lapangan
       Usaha Industri Pengolahan sebesar 19,15%; diikuti oleh Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
       sebesar 14,35%; Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar
       13,19%; Konstruksi sebesar 9,82%; serta Pertambangan dan Penggalian sebesar 8,51%. Peranan
       kelima lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Indonesia mencapai 65,02 %.
       Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2025 Terhadap Triwulan III-2024 (Y-on-Y)
       Ekonomi Indonesia triwulan III-2025 terhadap triwulan III-2024 (y-on-y) tumbuh sebesar 5,04%.
       Pertumbuhan terjadi pada hampir seluruh lapangan usaha, kecuali Pertambangan dan
       Penggalian yang terkontraksi sebesar 1,98%. Lapangan usaha yang tumbuh signifikan adalah
       Jasa Pendidikan sebesar 10,59%; diikuti oleh Jasa Perusahaan sebesar 9,94%. Sementara itu,


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)   III-4
Page 26
       Industri Pengolahan yang memiliki peran dominan terhadap perekonomian Indonesia tumbuh
       sebesar 5,54%.




                                Gambar 2. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (Y-on-Y) (%),
                                    Triwulan III-2024, Triwulan II-2025, dan Triwulan III-2025
                                                  Sumber: Badan Pusat Statistik

       Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2024 Terhadap Triwulan III-2024 (Q-to-Q)
       Ekonomi Indonesia triwulan IV-2024 tumbuh sebesar 0,53% (q-to-q). Pertumbuhan terjadi pada
       beberapa lapangan usaha. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan
       diantaranya Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 16,63%;
       diikuti oleh Jasa Pendidikan sebesar 14,94%; serta Jasa Lainnya sebesar 8,40%. Sementara itu,
       lapangan usaha yang mengalami kontraksi terdalam adalah Pertanian, Kehutanan, dan
       Perikanan sebesar 18,49%.




                                Gambar 3. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (Q-to-Q) (%),
                                    Triwulan IV-2023, Triwulan III-2024, dan Triwulan IV-2024
                                                 Sumber: Badan Pusat Statistik
       PDB Menurut Pengeluaran
       Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2025 Terhadap Triwulan II-2025 (Q-to-Q)
       Ekonomi Indonesia triwulan III-2025 dibanding triwulan II-2025 (q-to-q) tumbuh sebesar 1,43%.
       Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 6,77%; diikuti
       oleh Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 6,37%; dan Komponen
       Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) sebesar 4,60%. Beberapa komponen mengalami
       kontraksi, seperti Komponen Pengeluaran Konsumsi LNPRT (PK-LNPRT) dan Komponen
       Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) yang masing-masing terkontraksi sebesar 3,44%
       dan 0,56%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa (yang merupakan faktor
       pengurang dalam PDB menurut pengeluaran) juga terkontraksi sebesar 0,74%.



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)   III-5
Page 27
                            Gambar 4. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (Q-to-Q) (%),
                                     Triwulan III-2024, Triwulan II-2025, dan Triwulan III-2025
                                                   Sumber: Badan Pusat Statistik

       Struktur PDB Indonesia menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku pada triwulan III-2025
       tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh
       Komponen PK-RT yang mencakup lebih dari separuh PDB Indonesia yaitu sebesar 53,14%; diikuti
       oleh Komponen PMTB sebesar 29,09%; Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 23,64%;
       Komponen PK-P sebesar 7,17%; Komponen Perubahan Inventori sebesar 1,69%; dan Komponen
       PK-LNPRT sebesar 1,29%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa sebagai faktor
       pengurang dalam PDB Pengeluaran memiliki peran sebesar 20,17%.


       Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2025 Terhadap Triwulan III-2024 (Y-on-Y)
       Ekonomi Indonesia triwulan III-2025 terhadap triwulan III-2024 (y-on-y) tumbuh sebesar 5,04%.
       Pertumbuhan terjadi pada seluruh komponen pengeluaran. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada
       Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 9,91%; diikuti Komponen PK-P sebesar 5,49%;
       Komponen PMTB sebesar 5,04%; Komponen PK-RT sebesar 4,89%; dan Komponen PK-LNPRT
       sebesar 4,28%. Komponen Impor Barang dan Jasa (yang merupakan faktor pengurang dalam
       PDB menurut Pengeluaran) juga tumbuh sebesar 1,18%.




                            Gambar 5. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (Y-on-Y) (%),
                                     Triwulan III-2024, Triwulan II-2025, dan Triwulan III-2025
                                                   Sumber: Badan Pusat Statistik

       Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I s.d. Triwulan III-2025 Terhadap Triwulan I s.d. Triwulan III-
       2024 (C-to-C)
       Ekonomi Indonesia sampai dengan triwulan III-2025 (c-to-c) tumbuh sebesar 5,01%.
       Pertumbuhan terjadi pada seluruh komponen pengeluaran. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh
       Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 9,13%; diikuti Komponen PK-LNPRT sebesar 5,03%;



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)   III-6
Page 28
        Komponen PK-RT sebesar 4,94%; Komponen PMTB sebesar 4,72%; dan Komponen PK-P sebesar
        1,40%. Komponen Impor Barang dan Jasa (yang merupakan faktor pengurang dalam PDB
        menurut Pengeluaran) juga tumbuh sebesar 5,43%.




                             Gambar 6. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (C-to-C) (%),
                                     Triwulan III-2024, Triwulan II-2025, dan Triwulan III-2025
                                                   Sumber: Badan Pusat Statistik

3.2.2. Perkembangan Industri
       Perkembangan Industri Konstruksi di Indonesia
       Sektor konstruksi memiliki peran strategis terhadap perekonomian Indonesia pada kuartal II
       2025. Tak hanya berkontribusi pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga sebagai
       penyedia lapangan kerja yang signifikan bagi masyarakat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat
       sektor kontruksi menyerap sebanyak 8,7 juta tenaga kerja. Jumlah itu setara dengan 5,97% dari
       total penduduk bekerja di Indonesia. Sektor kontruksi juga berkontribusi signifikan pada Produk
       Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Pada kuartal II/2025, sektor konstruksi menjadi penyumbang
       keempat terbesar terhadap PDB dengan kontribusi sebesar 9,48%.
        Pemerintah telah menetapkan target pembangunan satu juta rumah tapak dan dua juta hunian
        vertikal setiap tahun. Program ini bukan hanya untuk mengatasi backlog perumahan, tetapi juga
        menjadi katalis utama bagi sektor konstruksi. Selain itu, proyek strategis nasional seperti jalan
        tol, transportasi massal, serta infrastruktur energi terbarukan diproyeksikan memperkuat
        pertumbuhan pada paruh kedua 2025.
        Salah satu indikator penting yang mencerminkan fluktuasi aktivitas konstruksi di Indonesia
        adalah Indeks Nilai Konstruksi yang Diselesaikan. Indeks ini memberikan gambaran
        perkembangan realisasi fisik pekerjaan konstruksi yang berhasil diselesaikan dalam satu
        triwulan pada suatu wilayah tertentu, sehingga menjadi indikator utama dalam menilai
        dinamika sektor konstruksi. Pergerakan dan fluktuasi Indeks Nilai Konstruksi yang Diselesaikan
        dapat diamati lebih lanjut pada Grafik 1, yang memberikan visualisasi tren jangka pendek dan
        panjang, sekaligus menjadi referensi untuk analisis dinamika sektor konstruksi di Indonesia.




 Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)   III-7
Page 29
                      Grafik 1. Indeks (2016=100) dan Pertumbuhan (q-to-q) Nilai Konstruksi yang Diselesaikan,
                                                 Triwulan II/2024–Triwulan II/2025
                                                   Sumber: Badan Pusat Statistik
       Pada triwulan II tahun 2024, indeks nilai konstruksi yang diselesaikan tercatat sebesar 166,57,
       dan meningkat menjadi 172,22 pada triwulan II tahun 2025. Kenaikan ini mencerminkan
       pertumbuhan sebesar 3,39% secara tahunan (y-on-y), yang menunjukkan adanya peningkatan
       signifikan dalam nilai konstruksi yang diselesaikan dibandingkan periode yang sama tahun
       sebelumnya. Secara triwulanan (q-to-q), indeks pada triwulan II tahun 2025 juga tumbuh
       sebesar 2,92% dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Pertumbuhan q-to-q ini lebih tinggi
       dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan II tahun 2024 yang tercatat sebesar 2,55%.
       Kondisi ini mengindikasikan adanya percepatan aktivitas penyelesaian konstruksi pada
       pertengahan tahun 2025. Perkembangan ini mencerminkan semakin kuatnya dinamika sektor
       konstruksi yang didorong oleh proyek-proyek pembangunan yang berjalan.
       Di wilayah Jabodetabek, nilai proyek konstruksi baru hingga pertengahan 2025 diperkirakan
       mencapai Rp26,33 triliun. Dari angka tersebut, wilayah barat Jakarta menyumbang hampir 45%,
       mencerminkan tren urbanisasi yang terus menguat. Sementara itu, kawasan industri di
       Karawang, Subang, hingga Batang diprediksi menjadi pusat pertumbuhan baru, khususnya
       dalam mendukung ekosistem kendaraan listrik.
       Proyek infrastruktur bernilai besar memerlukan skema pembiayaan kreatif. Pemerintah kini
       semakin mendorong keterlibatan swasta melalui skema Public Private Partnership (PPP). Dalam
       skema ini, kontraktor dituntut tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga mampu
       memahami aspek keuangan dan hukum. Dalam menghadapi dinamika industri konstruksi,
       adopsi teknologi konstruksi mutakhir menjadi semakin penting, mulai dari Building Information
       Modeling (BIM), Internet of Things (IoT), hingga konstruksi hijau. Transformasi ini diyakini dapat
       meningkatkan efisiensi, menekan biaya, dan memperbaiki kualitas hasil pembangunan.
3.1.1. Analisis Operasional Dan Prospek Perusahaan
       Ditinjau dari segi kinerja keuangan tahun 2024, terjadi penurunan pendapatan 14,59% dari
       semula pada tahun 2023 dan laba kotor mengalami penurunan 16,28% dan laba bersih
       mengalami penurunan 67,87%. Dari sisi aset dan ekuitas, Perseroan mengalami penurunan aset
       pada tahun 2024 sebesar -3,68%, namun ekuitas Perseroan meningkat 24,03%.
       Industri konstruksi Indonesia tengah berada di jalur pertumbuhan positif. Menurut BCI Central,
       pasar konstruksi diperkirakan naik 5,48% pada 2025, ditopang oleh permintaan stabil di sektor


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)   III-8
Page 30
       bangunan. Pemerintah juga memproyeksikan kebutuhan investasi infrastruktur nasional
       periode 2025–2029 mencapai USD625,37 miliar atau sekitar Rp10.312 triliun. Investasi ini
       meliputi pembangunan konektivitas, pengendalian banjir, hingga pasokan air. Sektor konstruksi
       sendiri menjadi penyerap tenaga kerja signifikan, dengan 13,8 juta orang per tahun atau 9,6%
       dari total angkatan kerja nasional, menurut riset LPEM FEB UI.
       Data Badan Pusat Statistik mencatat konstruksi menyumbang lebih dari sepuluh persen pada
       Produk Domestik Bruto kuartal akhir 2024. Kontribusi besar ini diperkuat oleh proyeksi
       pertumbuhan jangka panjang yang menempatkan Indonesia sebagai pasar konstruksi terbesar
       di Asia Tenggara. Laporan ASEAN Briefing memperkirakan nilai pasar konstruksi Indonesia dapat
       melampaui USD535 miliar pada 2030. Pendorong utama datang dari pembangunan
       infrastruktur, perumahan, energi, dan kawasan industri yang terus berkembang seiring
       kebutuhan populasi dan urbanisasi.
       Pemerintah memegang peranan besar dalam menjaga akselerasi ini. Pagu anggaran
       Kementerian PUPR tahun 2025 mencapai Rp75,63 triliun, kemudian diperkuat menjadi
       Rp116,23 triliun melalui pembahasan RAPBN. Fokus utamanya meliputi pembangunan
       infrastruktur ketahanan pangan, ketahanan energi, renovasi sarana pendidikan, serta
       keberlanjutan pembangunan Ibu Kota Nusantara. Belanja infrastruktur ini bukan hanya
       mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka peluang luas bagi kontraktor
       nasional.
       Sejumlah proyek prioritas yang tercatat dalam Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur
       Prioritas memperlihatkan arah kebijakan jelas. Proyek transportasi, ketenagalistrikan, energi,
       dan jalan tol menjadi tulang punggung. Skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha
       semakin digalakkan untuk menutup kebutuhan pembiayaan. Kontraktor dituntut tidak hanya
       menyiapkan kapasitas teknis, tetapi juga memahami model pembiayaan dan mitigasi risiko yang
       terkait.
       Ibu Kota Nusantara menjadi katalis utama. Pembangunan kawasan inti pusat pemerintahan
       telah berjalan dengan berbagai paket pekerjaan fisik, mulai dari gedung kementerian,
       perumahan ASN, jaringan jalan, hingga fasilitas dasar seperti SPAM dan sanitasi. Kontraktor yang
       terlibat mendapatkan kesempatan strategis untuk menunjukkan kemampuan dalam proyek
       skala besar dan kompleks yang menjadi etalase pembangunan nasional.
       Selain inovasi digital, tren global menuntut pembangunan berkelanjutan. Green Building Council
       Indonesia aktif mengkampanyekan sertifikasi Greenship dan Net Zero untuk gedung baru
       maupun eksisting. International Finance Corporation (IFC) melalui Excellence in Design for
       Greater Efficiencies (EDGE) mendorong pengembang membuktikan efisiensi energi, air, dan
       material. Kontraktor yang mampu mengintegrasikan standar hijau sejak tahap desain akan lebih
       mudah mendapatkan kepercayaan investor dan akses pembiayaan internasional.
       Dorongan dekarbonisasi memberi peluang baru sekaligus tantangan. Kontraktor harus mampu
       menyesuaikan spesifikasi material, efisiensi energi, dan manajemen limbah konstruksi. Regulasi
       dan kesadaran publik membuat standar ini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Penerapan
       konsep hijau juga berpotensi membuka akses pasar baru, terutama dari investor global yang
       semakin memperhatikan aspek ESG.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)   III-9
Page 31
       Meski prospek cerah, tantangan tetap nyata. Volatilitas harga material akibat fluktuasi nilai
       tukar dan perubahan suku bunga dapat mengganggu margin proyek. Kontraktor harus
       menyiapkan strategi lindung nilai, menyusun klausul eskalasi harga yang transparan, serta
       menjaga likuiditas dengan pengaturan termin pembayaran yang realistis. Selain itu, kesiapan
       tenaga kerja menjadi faktor penting. Data BPS menunjukkan sektor konstruksi menyerap lebih
       dari delapan juta tenaga kerja, tetapi sebagian besar masih membutuhkan sertifikasi resmi.
       Program pelatihan dan sertifikasi kompetensi harus dipercepat agar produktivitas meningkat
       seiring kompleksitas proyek.
       Peluang di segmen perumahan tetap besar, mengingat backlog yang tinggi dan urbanisasi yang
       cepat. Infrastruktur transportasi dan energi akan terus menjadi prioritas, sejalan dengan strategi
       pemerintah untuk memperkuat konektivitas dan transisi energi. Kawasan industri baru,
       termasuk data center dan fasilitas logistik, akan membuka ruang bagi kontraktor spesialis.
       Semua ini menegaskan bahwa kontraktor perlu membangun kapabilitas lintas disiplin dan
       beradaptasi dengan standar global.

3.3. Alasan Dilakukannya Transaksi
     Alasan dilakukannya transaksi antara lain adalah:
     − Mendukung inisiasi Danantara dalam integrasi entitas-entitas usaha yang beroperasi dalam
         lini bisnis pariwisata dan perhotelan.

3.4. Keuntungan Dan Kerugian Yang Bersifat Kualitatif Atas Transaksi Yang Akan Dilakukan
     Keuntungan Perseroan yang bersifat kualitatif adalah Perseroan sebagai induk WR dapat
     membantu memperbaiki kemampuan keuangan WR sehingga Perseroan dapat memperoleh
     reputasi sebagai induk perusahaan yang profesional dalam mengelola group Perseroan.
       Kerugian Perseroan yang bersifat kualitatif atas transaksi yang dilakukan tidak ada.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)   III-10
Page 32
                                                        BAB IV
                                                 ANALISIS KUANTITATIF

4.1. Penilaian Atas Potensi Pendapatan, Aset, Kewajiban dan Kondisi Keuangan
4.1.1. Penilaian Kinerja Historis
       Kinerja historis diperoleh dari laporan keuangan WIKA periode 31 Desember 2020 – 2024
       (audited) oleh KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dan 31 Agustus 2025 (reviu) oleh
       KAP Slamet Riyanto, Aryanto & Rekan.
       Laporan Laba Rugi
        PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
        Laba Rugi (Rp.Juta)
                                                                                             Tahun
                         Uraian
                                                        2020           2021           2022          2023           2024      Jan-Ags 2025
        PENDAPATAN BERSIH                             16.536.382     17.809.718     21.480.792   22.530.356      19.242.727     7.713.769
        BEBAN POKOK PENDAPATAN                       (15.011.596)   (16.115.148)   (19.278.402) (20.668.209)    (17.724.124)   (7.119.885)
        LABA KOTOR                                     1.524.785      1.694.570      2.202.390     1.862.146      1.518.602       593.884
        Beban usaha
          Umum dan administrasi                         (883.293)      (779.834)      (722.177)     (973.998)    (1.223.876)     (762.543)
          Penjualan                                      (11.276)        (8.579)        (4.762)      (10.271)       (20.059)       (9.099)
        LABA (RUGI) USAHA                                630.216        906.156      1.475.451       877.878        274.667      (177.758)
        Pendapatan lain-lain                           3.067.647      1.471.688      1.557.288       663.475      5.445.684       953.458
        Beban lain-lain                               (2.233.922)    (1.254.860)    (1.317.587)   (5.369.804)    (3.734.349)     (968.147)
        Beban keuangan                                (1.221.502)    (1.157.284)    (1.371.878)   (3.206.109)    (3.282.891)   (1.854.304)
        Beban pajak penghasilan final                   (400.877)      (412.524)      (374.564)     (500.558)      (336.804)     (145.491)
        Bagian rugi entitas asosiasi                      (3.459)       (28.886)       (99.355)      (91.144)      (221.037)      (96.999)
        Bagian laba entitas ventura bersama              472.172        672.373        306.726      (139.283)      (606.662)      341.927
        Bagian rugi pengendalian bersama                     -              -              -             -              -        (814.274)
        LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK                        310.276        196.664        176.081    (7.765.545)    (2.461.392)   (2.761.588)
        PAJAK                                             12.067         17.760       (163.494)      (58.994)       (52.422)      (17.199)
        LABA (RUGI) BERSIH                               322.343        214.425         12.586    (7.824.539)    (2.513.814)   (2.778.788)
        Penghasilan Komprehensif Lain                    (20.775)        22.375          5.284       (74.396)       (79.215)          -
        LABA KOMPREHENSIF                                301.567        236.800         17.871    (7.898.935)    (2.593.029)   (2.778.788)
                                        Rata-rata
        Rasio Profitabilitas
                                        2020-2024
        Margin Laba Kotor                    9,03%         9,22%          9,51%        10,25%         8,27%           7,89%         7,70%
        Margin Laba Usaha                    4,22%         3,81%          5,09%         6,87%         3,90%           1,43%        -2,30%
        Margin Laba Sebelum Pajak           -8,69%         1,88%          1,10%         0,82%       -34,47%         -12,79%       -35,80%
        Margin Laba Bersih                  -8,92%         1,95%          1,20%         0,06%       -34,73%         -13,06%       -36,02%
       Sumber : Laporan Keuangan tahun 2020 – 2024 (audited), Laporan Keuangan periode 31 Agustus 2025 (reviu)




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)               IV-1
Page 33
       Laporan laba rugi yang telah disesuaikan pencatatannya yang meliputi EBITDA adalah sebagai
       berikut:
        PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
        Laba Rugi Penyesuaian (Rp.Juta)
                                                                                                Tahun
                           Uraian
                                                       2020           2021               2022              2023            2024         Jan-Ags 2025
        PENDAPATAN BERSIH                           16.536.382      17.809.718       21.480.792       22.530.356          19.242.727       7.713.769
        BEBAN POKOK PENDAPATAN                     (14.496.897)    (14.889.974)     (18.787.282)     (20.176.539)        (17.272.199)     (7.055.076)
        LABA KOTOR                                   2.039.485       2.919.744        2.693.509        2.353.817           1.970.528         658.693
        Beban usaha
          Umum dan administrasi                       (883.293)        (779.834)       (722.177)            (929.683)     (1.205.437)       (725.752)
          Penjualan                                    (11.276)          (8.579)         (4.762)             (10.271)        (20.059)         (9.099)
        EBITDA                                       1.144.916        2.131.331       1.966.570            1.413.863         745.032         (76.157)
        Depresiasi                                    (514.699)      (1.225.174)       (491.120)            (535.985)       (470.365)       (101.601)
        EBIT                                           630.216          906.156       1.475.451              877.878         274.667        (177.758)
        Pendapatan lain-lain                         3.067.647        1.471.688       1.557.288              663.475       5.445.684         953.458
        Beban lain-lain                             (2.233.922)      (1.254.860)     (1.317.587)          (5.369.804)     (3.734.349)       (968.147)
        Beban keuangan                              (1.221.502)      (1.157.284)     (1.371.878)          (3.206.109)     (3.282.891)     (1.854.304)
        Beban pajak penghasilan final                 (400.877)        (412.524)       (374.564)            (500.558)       (336.804)       (145.491)
        Bagian rugi entitas asosiasi                    (3.459)         (28.886)        (99.355)             (91.144)       (221.037)        (96.999)
        Bagian laba entitas ventura bersama            472.172          672.373         306.726             (139.283)       (606.662)        341.927
        Bagian rugi pengendalian bersama                   -                -               -                    -               -          (814.274)
        Beban bunga WTJJ
        EBT                                            310.276         196.664            176.081         (7.765.545)     (2.461.392)     (2.761.588)
        PAJAK                                           12.067          17.760           (163.494)           (58.994)        (52.422)        (17.199)
        LABA BERSIH (EAT)                              322.343         214.425             12.586         (7.824.539)     (2.513.814)     (2.778.788)
        Penghasilan Komprehensif Lain                  (20.775)         22.375              5.284            (74.396)        (79.215)            -
        LABA KOMPREHENSIF                              301.567         236.800             17.871         (7.898.935)     (2.593.029)     (2.778.788)
                                        Rata-rata
        Rasio Profitabilitas
                                        2020-2024
        EBITDA/Sales                         7,64%       6,92%             11,97%           9,16%             6,28%            3,87%          -0,99%
        EBIT/Sales                           4,22%       3,81%              5,09%           6,87%             3,90%            1,43%          -2,30%
        EBT/Sales                           -8,69%       1,88%              1,10%           0,82%           -34,47%          -12,79%         -35,80%
        EAT/Sales                           -8,92%       1,95%              1,20%           0,06%           -34,73%          -13,06%         -36,02%

       Analisis vertikal laporan laba rugi penyesuaian adalah sebagai berikut:
        Analisis Vertikal Laba Rugi Penyesuaian
                                                                                     Tahun                                               Rata-rata
                         Uraian
                                                  2020        2021            2022         2023               2024     Jan-Ags 2025      2020-2024
        PENDAPATAN BERSIH                         100,00%      100,00%         100,00%      100,00%            100,00%      100,00%         100,00%
        BEBAN POKOK PENDAPATAN                     -87,67%     -83,61%         -87,46%      -89,55%            -89,76%      -91,46%          -87,61%
        LABA KOTOR                                  12,33%      16,39%          12,54%       10,45%             10,24%        8,54%           12,39%
        Beban usaha
          Umum dan administrasi                    -5,34%         -4,38%        -3,36%           -4,13%         -6,26%         -9,41%         -4,69%
          Penjualan                                -0,07%         -0,05%        -0,02%           -0,05%         -0,10%         -0,12%         -0,06%
        EBITDA                                      6,92%         11,97%         9,16%            6,28%          3,87%         -0,99%          7,64%
        Depresiasi                                 -3,11%         -6,88%        -2,29%           -2,38%         -2,44%         -1,32%         -3,42%
        EBIT                                        3,81%          5,09%         6,87%            3,90%          1,43%         -2,30%          4,22%
        Pendapatan lain-lain                       18,55%          8,26%         7,25%            2,94%         28,30%         12,36%         13,06%
        Beban lain-lain                           -13,51%         -7,05%        -6,13%          -23,83%        -19,41%        -12,55%        -13,99%
        Beban keuangan                             -7,39%         -6,50%        -6,39%          -14,23%        -17,06%        -24,04%        -10,31%
        Beban pajak penghasilan final              -2,42%         -2,32%        -1,74%           -2,22%         -1,75%         -1,89%         -2,09%
        Bagian rugi entitas asosiasi               -0,02%         -0,16%        -0,46%           -0,40%         -1,15%         -1,26%         -0,44%
        Bagian laba entitas ventura bersama         2,86%          3,78%         1,43%           -0,62%         -3,15%          4,43%          0,86%
        Bagian rugi pengendalian bersama            0,00%          0,00%         0,00%            0,00%          0,00%        -10,56%          0,00%
        EBT                                         1,88%          1,10%         0,82%          -34,47%        -12,79%        -35,80%         -8,69%
        PAJAK                                       0,07%          0,10%        -0,76%           -0,26%         -0,27%         -0,22%         -0,22%
        LABA BERSIH (EAT)                           1,95%          1,20%         0,06%          -34,73%        -13,06%        -36,02%         -8,92%
        Penghasilan Komprehensif Lain              -0,13%          0,13%         0,02%           -0,33%         -0,41%          0,00%         -0,14%
        LABA KOMPREHENSIF                           1,82%          1,33%         0,08%          -35,06%        -13,48%        -36,02%         -9,06%




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)                         IV-2
Page 34
       Analisis horizontal laba rugi penyesuaian adalah sebagai berikut:
        Analisis Horizontal Laba Rugi Penyesuaian
                                                                                     Tahun                                      Rata-rata
                         Uraian
                                                    2020         2021         2022         2023         2024     Jan-Ags 2025   2020-2024
        PENDAPATAN BERSIH                                  n/a      7,70%       20,61%        4,89%      -14,59%      -59,91%        4,65%
        BEBAN POKOK PENDAPATAN                             n/a      2,71%       26,17%        7,39%      -14,39%      -59,15%        5,47%
        LABA KOTOR                                         n/a     43,16%       -7,75%      -12,61%      -16,28%      -66,57%        1,63%
        Beban usaha
          Umum dan administrasi                            n/a    -11,71%       -7,39%        28,73%     29,66%      -39,79%         9,82%
          Penjualan                                        n/a    -23,91%      -44,49%       115,67%     95,30%      -54,64%        35,64%
        EBITDA                                             n/a     86,16%       -7,73%       -28,11%    -47,31%     -110,22%         0,75%
        Depresiasi                                         n/a    138,04%      -59,91%         9,14%    -12,24%      -78,40%        18,75%
        EBIT                                               n/a     43,78%       62,83%       -40,50%    -68,71%     -164,72%        -0,65%
        Pendapatan lain-lain                               n/a    -52,03%        5,82%       -57,40%    720,78%      -82,49%       154,29%
        Beban lain-lain                                    n/a    -43,83%        5,00%       307,55%    -30,46%      -74,07%        59,57%
        Beban keuangan                                     n/a     -5,26%       18,54%       133,70%      2,39%      -43,52%        37,35%
        Beban pajak penghasilan final                      n/a      2,91%       -9,20%        33,64%    -32,71%      -56,80%        -1,34%
        Bagian rugi entitas asosiasi                       n/a    735,10%      243,96%        -8,26%    142,52%      -56,12%       278,33%
        Bagian laba entitas ventura bersama                n/a     42,40%      -54,38%      -145,41%    335,56%     -156,36%        44,54%
        Bagian rugi pengendalian bersama                   n/a         n/a          n/a           n/a        n/a          n/a           n/a
        EBT                                                n/a    -36,62%      -10,47%     -4510,21%    -68,30%       12,20%     -1156,40%
        PAJAK                                              n/a     47,18%    -1020,56%       -63,92%    -11,14%      -67,19%      -262,11%
        LABA BERSIH (EAT)                                  n/a    -33,48%      -94,13%    -62266,44%    -67,87%       10,54%    -15615,48%
        Penghasilan Komprehensif Lain                      n/a   -207,70%      -76,38%     -1507,83%      6,48%     -100,00%      -446,36%
        LABA KOMPREHENSIF                                  n/a    -21,48%      -92,45%    -44300,07%    -67,17%        7,16%    -11120,29%

       Berdasarkan analisis horizontal laba rugi penyesuaian, pertumbuhan pendapatan bersih
       Perseroan selama tahun 2020 – 2024 cenderung fluktuatif dengan rata-rata pertumbuhan
       positif sebesar 4,65%. Kemudian, berdasarkan analisis vertikal laba rugi penyesuaian, beban
       pokok pendapatan cenderung berfluktuasi dari 87,67% terhadap pendapatan di tahun 2020
       menjadi 89,76% pada tahun 2024. Pada periode 31 Agustus 2025, berdasarkan analisis vertikal
       laba rugi penyesuaian, beban pokok pendapatan sebesar 91,46%.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)                IV-3
Page 35
       Laporan Posisi Keuangan
        PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
        Posisi Keuangan (Rp.Juta)
                                                                                                 Tahun
                              Uraian
                                                                2020         2021         2022           2023        2024       Ags 2025
        ASET
        Aset Lancar
        Kas dan setara kas                                    14.951.761    6.983.870    5.669.693    3.233.071     3.361.003    1.649.968
        Bank dibatasi penggunaannya                                  -            -            -            -       2.392.794    1.178.701
        Piutang usaha                                          2.175.553    2.266.835    2.828.398    3.310.322     2.330.251    2.364.174
        Piutang retensi                                        1.649.588    1.256.818    1.264.153    1.572.096     1.283.805    1.017.133
        Tagihan bruto pemberi kerja                            8.356.967    4.067.667    4.537.979    2.463.049     1.743.506    1.572.714
        Persediaan                                             9.813.054   10.934.221   12.012.496   11.411.412    11.507.714   11.317.394
        Piutang yang belum ditagih                             2.301.754    2.214.485    1.316.134      754.219       709.597      439.708
        Piutang lain-lain - bag. lancar                        4.826.182    1.083.748    1.309.839      299.796       404.014      297.857
        Uang muka - bag. lancar                                  862.323      773.692    1.095.052      879.097       594.733      569.467
        Jaminan usaha                                             97.722      111.047      339.808      342.873       372.139       49.118
        Aset keuangan                                                -            -            -            -             -            -
        Pajak dibayar dimuka                                   2.139.156    1.724.203    1.547.098    1.567.878     1.309.123    1.381.260
        Biaya dibayar dimuka                                     806.886      929.061    1.280.008      965.398       649.385      680.743
        Aset lancar lain-lain                                        -            -            -            -         267.906      314.502
        Pekerjaan dalam proses                                       -      4.840.988    6.434.138    4.002.444     3.312.548    3.720.906
        Jumlah Aset Lancar                                    47.980.946   37.186.634   39.634.795   30.801.656    30.238.519   26.553.645
        Aset Tidak Lancar
        Aset tetap
           Nilai perolehan                                     7.727.439   12.614.919   12.579.010   12.821.067     9.209.732    9.159.385
           Akumulasi penyusutan                                2.556.883    3.782.057    4.273.176    4.705.367     3.879.285    4.028.978
           Nilai buku                                          5.170.557    8.832.862    8.305.834    8.115.700     5.330.447    5.130.407
        Piutang usaha - bag. tidak lancar                            -            -            -            -             -            -
        Piutang lain-lain - bag. tidak lancar                        -            -            -            -             -            -
        Piutang belum ditagih - bag. tidak lancar                    -            -            -            -             -            -
        Uang muka - bag. tidak lancar                            280.000    3.885.355          -            -             -         36.852
        Aset real estat                                        1.215.038    2.033.627    2.081.813    2.103.448     1.438.576    1.428.674
        Investasi pada entitas asosiasi                        1.709.108    1.864.824    2.059.784    1.854.701     2.708.297    2.414.436
        Investasi pada ventura bersama                         4.622.540    6.371.991   11.636.485   12.022.212    11.388.954    9.426.120
        Properti investasi - neto                              2.022.806    1.919.753    1.978.947    1.308.364     1.319.968    1.319.968
        Aset kerjasama operasi                                       -        422.499      920.306      267.839       256.993      249.717
        Goodwill                                                   4.847        4.847        4.847        4.847         4.847        4.847
        Investasi jangka panjang lainnya                         781.391    1.044.858    1.010.545    1.029.675     1.034.566    1.034.566
        Aset takberwujud                                       3.864.332    5.128.200    6.484.152    7.601.854     9.138.764    9.239.314
        Aset pajak tangguhan                                      63.689       90.880       68.072       32.193        18.261       13.944
        Aset tidak lancar lain-lain                              393.931      599.463      884.027      838.747       678.151      602.929
        Jumlah Aset Tidak Lancar                              20.128.239   32.199.160   35.434.810   35.179.580    33.317.824   30.901.776
        JUMLAH ASET                                           68.109.185   69.385.794   75.069.604   65.981.236    63.556.343   57.455.421
        LIABILITAS DAN EKUITAS
        Liabilitas Jangka Pendek
        Pinjaman jangka pendek                                15.363.351   14.089.945   14.782.733   17.613.134       553.144       81.800
        Utang usaha                                           14.241.491   12.824.151   12.816.199    9.339.844     6.054.267    5.234.569
        Utang lain-lain                                          475.183    1.221.329    1.224.052      942.284     1.019.695    1.135.170
        Kewajiban bruto pemberi kerja                                -            -            -            -             -            -
        Utang pajak                                              329.076      409.939      367.499      757.471       316.513      473.415
        Uang muka dari pelanggan jangka pendek                 1.495.257      645.718      297.056      602.423     1.284.705    1.046.155
        Beban akrual                                           6.503.697    5.776.223    5.731.970    5.399.695     5.515.316    5.399.382
        Pendapatan diterima dimuka                               111.220       93.115      196.106      294.179       183.079      148.208
        Bagian jangka pendek dari:
           Pinjaman jangka menengah                            5.605.000    1.345.000      255.000    1.545.000           -            -
           Liabilitas sewa                                        44.194      100.152       73.170       44.130        30.605        2.423
           Pinjaman jangka panjang                                   -        463.998      391.546      189.334     1.651.001    1.136.403
           Obligasi                                                  -            -            -      1.066.000     1.733.750    1.733.750
           Sukuk mudharabah                                          -            -            -        643.800       681.225      681.225
        Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                       44.168.468   36.969.570   36.135.331   38.437.294    19.023.300   17.072.499
        Liabilitas Jangka Panjang
        Liabilitas imbalan paska kerja                           180.733      219.811      163.441      269.871      272.216      270.093
        Liabilitas pajak tangguhan                                98.483       91.021      116.144       77.043      102.581      114.473
        Uang muka dari pelanggan jangka panjang                      -        317.844      448.831      239.959       77.806       81.119
        Uang muka proyek jangka panjang                        1.434.956    1.262.797    2.001.511    1.390.092      856.919      734.714
        Utang lain-lain                                          304.164      124.514      129.491      108.252      378.872      585.879
        Bagian jangka panjang dikurangi
        bagian   jangka
           Pinjaman      pendek:
                       jangka menengah                         1.789.410      545.000    1.545.000      235.000     1.705.000    1.630.000
           Liabilitas sewa                                       116.620      248.981      178.933      110.643         9.821       18.819
           Pinjaman jangka panjang                             1.367.695    4.186.190    4.730.088    5.723.225    21.309.859   19.999.201
        Utang ventura bersama                                        -        528.702      681.250       77.287        84.764       20.165
        Obligasi                                               1.491.232    5.706.287    8.664.562    7.602.943     6.272.696    6.249.391
        Sukuk mudharabah                                         500.000    1.750.000    2.781.815    2.138.015     1.591.090    1.591.090
        Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                       7.283.292   14.981.147   21.441.067   17.972.329    32.661.623   31.294.943
        JUMLAH LIABILITAS                                     51.451.760   51.950.717   57.576.398   56.409.623    51.684.923   48.367.443
        Ekuitas
        Modal saham                                              896.995    896.995    896.995    896.995   3.987.306            3.987.306
        Modal saham diperoleh kembali                               (110)      (110)      (110)      (110)       (110)                (110)
        Tambahan modal disetor                                 6.555.499  6.555.499  6.555.499  6.555.499   9.040.356            9.040.356
        Perubahan ekuitas entitas anak                         1.238.084  1.137.690  1.139.038  1.121.143   1.003.022            1.003.022
        Saldo (defisit) laba                                   4.390.063  4.457.009  4.372.391 (2.823.649) (5.161.894)          (7.868.491)
        Surat berharga perpetual                                 597.600        -          -          -           -
        Kepentingan non pengendali                             2.979.294  4.387.995  4.529.394  3.821.735   3.002.739            2.925.894
        Jumlah Ekuitas                                        16.657.425 17.435.078 17.493.206  9.571.613 11.871.420             9.087.979
        JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                         68.109.185 69.385.794 75.069.604 65.981.236 63.556.343            57.455.421
                                                 Rata-rata
        Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
                                                2020-2024
        Current Ratio                               111,60%     108,63%      100,59%      109,68%         80,13%     158,96%      155,53%
        Debt to Equity Ratio                        392,14%     308,88%      297,97%      329,14%        589,34%     435,37%      532,21%
        Debt to Asset Ratio                          78,79%      75,54%       74,87%       76,70%         85,49%      81,32%       84,18%

       Sumber : Laporan Keuangan tahun 2020 – 2024 (audited), Laporan Keuangan periode 31 Agustus 2025 (reviu)



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)                        IV-4
Page 36
       Laporan Arus Kas
        PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
        Laporan Arus Kas (Rp.Juta)
                                                                                                               Tahun
                                    Uraian
                                                                         2020           2021            2022            2023          2024         Ags 2025
        ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
        Penerimaan kas dari pelanggan                                  19.238.418 13.865.691 22.163.558 23.763.968 20.049.349                       8.093.431
        Pembayaran kepada pemasok                                     (16.185.826) (15.610.594) (23.028.964) (24.598.626) (17.598.941)             (7.687.035)
        Pembayaran kepada direksi dan karyawan                         (1.804.821) (1.571.681) (1.754.577) (1.649.915) (1.531.227)                 (1.025.163)
        Penerimaan (pembayaran) pajak-pajak                            (1.106.492)    (762.103)    (335.280)    (562.392)    (967.634)               (536.486)
        Penerimaan restitusi pajak                                            -        338.642       73.668      151.731      116.676                     -
        Penerimaan bunga                                                      -            -            -            -             -                      -
        Pembayaran bunga pinjaman                                             -            -            -            -             -                      -
        Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Operasi          141.279 (3.740.044) (2.881.595) (2.895.234)          68.223              (1.155.253)
        ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
        Penambahan aset takberwujud                                    (2.369.202)    (1.266.288)     (1.236.338)    (1.221.363)    (1.349.270)     (240.608)
        Pengembalian (penambahan) jaminan usaha                             8.101        (13.325)       (228.761)         (3.066)       (29.546)      (2.043)
        Penambahan (pengurangan) dana yang dibatasi penggunaannya             -              -                -              -              -      1.261.666
        Pembelian aset tetap                                             (652.239)      (596.714)       (176.469)      (164.644)      (300.320)       (8.020)
        Penjualan aset tetap                                                  -              -                -            2.098          2.053        6.473
        Penerimaan Dividen dari Entitas Asosiasi                              -              -                -              -              -         10.290
        Penambahan properti investasi                                    (159.068)        (1.887)             -              -              -            -
        Penjualan aset kerjasama operasi                                      -              -                -         644.813             -            -
        Penambahan aset kerjasama operasi                                     -         (155.775)       (112.957)            -              -            -
        Penempatan saham pada entitas asosiasi                            (65.830)       (82.651)       (132.591)            -        (100.556)          -
        Penjualan saham pada entitas asosiasi                                 -          100.480              -              -              -            -
        Penambahan pinjaman jangka panjang kepada entitas asosiasi       (922.524)       (18.798)       (280.596)         80.422            -         35.000
        Pengembalian setoran modal entitas asosiasi                           -              -                -           50.000            -            -
        Pengembalian (penambahan) investasi ventura bersama              (389.345)      (548.376)        278.854       (645.561)       318.361     1.287.966
        Penjualan saham pada investasi lainnya                                -              -           239.087             -              -            -
        Penambahan uang muka investasi                                   (111.190)           -        (1.503.624)        (10.000)       (36.852)         -
        Penjualan saham pada entitas anak                                                                192.000             -              -            -
        Pengembalian (penambahan) aset lain-lain                           36.391         (26.351)         11.147        (11.936)        (5.007)        (432)
        Penempatan bank dibatasi penggunaannya                                -               -               -              -      (2.392.794)          -
        Penambahan aset real estat                                       (154.293)            -               -              -              -            -
        Penambahan tanah untuk pengembangan                                   -         (813.745)         (91.202)       (74.669)          (811)         -
        Penambahan tanah yang sedang dikembangkan                        (292.546)      (329.368)       (124.738)            -              -            -
        Penerimaan bunga                                                  173.807        107.023       1.310.226          34.360         76.064       48.451
        Penambahan investasi lainnya                                     (161.642)        (65.273)      (111.079)        (16.500)           -            -
        Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Investasi    (5.059.580)     (3.711.048)     (1.967.043)    (1.336.045)    (3.818.677)    2.398.742
        ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
        Pinjaman jangka pendek
          Penerimaan pinjaman                                          23.839.153            -          692.788        3.007.314           -           10.008
          Pembayaran pinjaman                                         (13.584.652)    (1.273.405)           -                -            (119)      (367.940)
        Pinjaman jangka menengah
          Penerimaan pinjaman                                                -               -               -               -             -              -
          Pembayaran pinjaman                                           (750.000)     (5.599.410)        (90.000)        (20.000)      (25.000)       (25.000)
        Pinjaman Jangka panjang
          Penerimaan pinjaman                                            243.111       3.270.377         827.859         951.718       885.061            -
          Pembayaran pinjaman                                           (498.837)       (440.455)       (356.412)       (337.707)     (229.250)    (1.582.506)
        Pinjaman jangka panjang
          Penerimaan obligasi                                           1.500.000       4.250.000      2.954.880             -              -          (30.000)
          Pembayaran liabilitas sewa                                       (84.992)        (95.167)       (97.030)       (97.331)       (25.808)       (16.857)
        Pembayaran utang sewa pembiayaan                                       -               -              -              -              -              -
        Penerimaan sukuk mudharabah                                       500.000       1.250.000      1.031.815             -              -              -
        Biaya emisi penyertaan modal negara                                    -               -              -              -          (10.920)           -
        Penerimaan modal disetor pada entitas anak                             -               -              -              -           28.667            -
        Pembayaran obligasi                                                    -               -              -              -        (671.000)            -
        Pembayaran biaya emisi obligasi                                     (8.768)        (38.161)       (36.958)           -              -              -
        Pembayaran biaya sukuk mudharabah                                   (2.923)        (14.437)       (11.803)           -              -              -
        Pembayaran sukuk mudharabah                                            -               -              -              -        (509.500)            -
        Penerimaan surat berharga perpetual                                    -         (600.000)            -              -              -              -
        Penjualan modal saham diperoleh kembali                                -               -              -              -              -              -
        Penambahan saham entitas anak                                     159.845              -              -              -              -              -
        Pembayaran dividen perusahaan                                    (457.008)             -              -              -              -              -
        Pembayaran dividen entitas anak                                    (91.562)        (21.720)       (16.057)       (22.649)        (5.686)        (4.654)
        Pembayaran bunga perpetual                                         (63.000)        (63.000)           -              -              -              -
        Penerimaan modal disetor                                               -               -              -              -       6.087.913             -
        Setoran modal dari entitas non pengendali                              -             8.600            -              -              -              -
        Modal saham diperoleh kembali                                         (918)            -              -              -              -              -
        Pembayaran bunga pinjaman                                      (1.221.502)     (1.157.284)    (1.371.878)    (1.675.221)    (1.536.824)      (930.259)
        Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Pendanaan      9.477.948        (524.062)     3.527.203      1.806.126      3.987.534     (2.947.208)
        KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS & SETARA KAS                    4.559.647     (7.975.154)     (1.321.435)    (2.425.153)       237.080     (1.703.719)
        KAS & SETARA KAS AWAL TAHUN                                   10.346.735      14.951.761       6.983.870      5.669.694      3.233.072      3.361.003
        Pengaruh perubahan kurs mata uang asing                             45.380           7.262          7.259        (11.469)         4.013         (7.316)
        Kas dan bank pengaruh divestasi entitas anak tidak langsung                            -              -              -        (113.161)
        KAS & SETARA KAS AKHIR TAHUN                                  14.951.761        6.983.870      5.669.694      3.233.072      3.361.003     1.649.968
       Sumber : Laporan Keuangan tahun 2020 – 2024 (audited), Laporan Keuangan periode 31 Agustus 2025 (reviu)




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)                                        IV-5
Page 37
       Pendapatan
       Komposisi pendapatan berdasarkan segmen pendapatan dalam periode 31 Desember 2020 –
       31 Agustus 2025 adalah sebagai berikut:
        PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
        Komposisi Pendapatan Berdasarkan Segmen Pendapatan
                                                                             Tahun
                                                                                                                         Rata-rata
                   Uraian                                                                                    Jan-Ags
                                           2020         2021          2022           2023        2024                    2020-2024
                                                                                                               2025
        Komposisi Pendapatan
        (%)
          Infrastruktur dan Gedung          51,36%        52,95%       50,24%         52,63%      48,93%        38,57%      51,22%
          Industri Beton                    30,61%        25,83%       26,49%         22,27%      27,52%        29,95%      26,54%
          Energi dan Industrial Plant       14,81%        18,61%       18,04%         18,20%      17,33%        25,51%      17,40%
          Hotel                              0,00%         1,28%        3,30%          3,86%       4,56%         2,50%       2,60%
          Realty dan Properti                3,22%         1,29%        1,05%          2,66%       0,85%         2,20%       1,82%
          Investasi                          0,00%         0,04%        0,89%          0,37%       0,80%         1,27%       0,42%
          Jumlah                           100,00%       100,00%      100,00%        100,00%     100,00%       100,00%     100,00%
        (Rp.Juta)
          Infrastruktur dan Gedung       8.492.522    9.430.244    10.792.249    11.857.978     9.415.344    2.975.207
          Industri Beton                 5.061.921    4.601.080     5.689.399     5.017.322     5.295.532    2.309.978
          Energi dan Industrial Plant    2.448.889    3.313.902     3.875.611     4.101.581     3.334.977    1.968.149
          Hotel                                -        228.179       708.176       869.199       878.147      193.073
          Realty dan Properti              533.049      229.717       224.896       600.410       163.915      169.674
          Investasi                            -          6.597       190.460        83.865       154.811       97.688
          Jumlah                        16.536.382   17.809.718    21.480.792    22.530.356    19.242.727    7.713.769

       Komposisi pendapatan Perseroan terdiri atas pendapatan infrastruktur dan gedung, industri
       beton, energi dan industrial plant, hotel, realty dan properti serta investasi. Selama tahun 2020
       – 2024 komposisi pendapatan didominasi oleh pendapatan infrastruktur dan gedung dengan
       rata-rata terhadap seluruh pendapatan sebesar 51,22% diikuti oleh pendapatan industri beton
       dengan rata-rata sebesar 26,54%, pendapatan energi dan industrial plant dengan rata-rata
       sebesar 17,40%, pendapatan hotel dengan rata-rata sebesar 2,60%, pendapatan realty dan
       properti dengan rata-rata sebesar 1,82%, dan pendapatan investasi dengan rata-rata sebesar
       0,42%. Tahun 2023, komposisi pendapatan Perseroan terdiri dari pendapatan atas infrastruktur
       dan gedung dengan sebesar 52,63% diikuti oleh pendapatan industri beton sebesar 22,27%,
       pendapatan energi dan industrial plant sebesar 18,20%, pendapatan realty dan properti sebesar
       2,66%, pendapatan hotel sebesar 3,86% dan pendapatan investasi sebesar 0,37%. Tahun 2024,
       komposisi pendapatan Perseroan terdiri dari pendapatan atas infrastruktur dan gedung dengan
       sebesar 48,93% diikuti oleh pendapatan industri beton sebesar 27,52%, pendapatan energi dan
       industrial plant sebesar 17,33%, pendapatan hotel sebesar 4,56%, pendapatan realty dan
       properti sebesar 0,85%, dan pendapatan investasi sebesar 0,80%. Periode 31 Agustus 2025,
       komposisi pendapatan Perseroan terdiri dari pendapatan atas infrastruktur dan gedung dengan
       sebesar 38,57% diikuti oleh pendapatan industri beton sebesar 29,95%, pendapatan energi dan
       industrial plant sebesar 25,51%, pendapatan hotel sebesar 2,50%, pendapatan realty dan
       properti sebesar 2,20%, dan pendapatan investasi sebesar 1,27%.
       Pertumbuhan pendapatan berdasarkan segmen pendapatan dalam periode 31 Desember 2020
       – 31 Agustus 2025 adalah sebagai berikut:




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)       IV-6
Page 38
        Pertumbuhan Pendapatan Berdasarkan Segmen Pendapatan
                                                                              Tahun
                                                                                                                          Rata-rata
                   Uraian                                                                                    Jan-Ags
                                          2020           2021          2022           2023        2024                    2020-2024
                                                                                                               2025
        (%)
          Infrastruktur dan Gedung               n/a       11,04%       14,44%          9,87%      -20,60%      -68,40%        3,69%
          Industri Beton                         n/a       -9,10%       23,65%        -11,81%        5,54%      -56,38%        2,07%
          Energi dan Industrial Plant            n/a       35,32%       16,95%          5,83%      -18,69%      -40,98%        9,85%
          Hotel                                  n/a           n/a          n/a        22,74%        1,03%      -78,01%       11,88%
          Realty dan Properti                    n/a      -56,91%       -2,10%        166,97%      -72,70%        3,51%        8,82%
          Investasi                              n/a           n/a          n/a       -55,97%       84,60%      -36,90%       14,31%
          Jumlah                                 n/a        7,70%       20,61%          4,89%      -14,59%      -59,91%       -8,26%

       Perseroan mencatatkan pendapatan tahun 2020 sebesar Rp 16.536.382 juta. Tahun 2021,
       pertumbuhan pendapatan meningkat 7,70% sehingga total pendapatan menjadi Rp 17.809.718
       juta. Pada tahun 2022, pertumbuhan pendapatan kembali meningkat 20,61% menjadi
       Rp 21.480.792 juta. Pada tahun 2023, pertumbuhan pendapatan kembali mengalami
       peningkatan 4,89% menjadi Rp 22.530.356 juta. Tahun 2024, pertumbuhan pendapatan
       mengalami penurunan 14,59% menjadi Rp 19.242.727 juta. Pada periode 31 Agustus 2025,
       pendapatan Perseroan tercatat sebesar Rp 7.713.769 juta.
       Aset
       Perkembangan komposisi aset perusahaan dalam periode 31 Desember 2020 – 31 Agustus 2025
       adalah sebagai berikut:
        Komposisi Aset
                                                                              Tahun                                       Rata-rata
                   Uraian
                                          2020           2021          2022           2023        2024       Ags 2025     2020-2024
        (%)
        Aset Lancar                        70,45%         53,59%        52,80%         46,68%      47,58%       46,22%       54,22%
        Aset Tidak Lancar                  29,55%         46,41%        47,20%         53,32%      52,42%       53,78%       45,78%
          Jumlah                          100,00%        100,00%       100,00%        100,00%     100,00%      100,00%      100,00%
        (Rp.Juta)
        Aset Lancar                     47.980.946     37.186.634    39.634.795   30.801.656    30.238.519   26.553.645
        Aset Tidak Lancar               20.128.239     32.199.160    35.434.810   35.179.580    33.317.824   30.901.776
          Jumlah                        68.109.185     69.385.794    75.069.604   65.981.236    63.556.343   57.455.421
       Pada tahun 2020 – 2024, mayoritas komposisi aset Perseroan berupa aset lancar dengan rata-
       rata proporsi terhadap total aset sebesar 54,22% aset lancar dan 45,78% aset tidak lancar.
       Komposisi aset lancar terbesar berupa persediaan, sedangkan komposisi aset tidak lancar
       didominasi utamanya oleh investasi pada ventura bersama. Di tahun 2023, komposisi aset
       Perseroan terdiri dari 46,68% aset lancar dan 53,32% aset tidak lancar. Pada tahun 2024,
       komposisi aset Perseroan terdiri dari 47,58% aset lancar dan 52,42% aset tidak lancar. Pada
       periode 31 Agustus 2025, komposisi aset Perseroan masing-masing tercatat sebesar 46,22%
       aset lancar dan 53,78% aset tidak lancar.
       Selanjutnya, pertumbuhan aset perusahaan disajikan sebagai berikut:
        Pertumbuhan Aset
                                                                              Tahun                                       Rata-rata
                   Uraian
                                          2020           2021          2022           2023        2024       Ags 2025     2020-2024
        (%)
        Aset Lancar                              n/a      -22,50%        6,58%        -22,29%      -1,83%      -12,19%      -10,01%
        Aset Tidak Lancar                        n/a       59,97%       10,05%         -0,72%      -5,29%       -7,25%       16,00%
          Jumlah                                 n/a        1,87%        8,19%        -12,11%      -3,68%       -9,60%       -1,43%

       Selama tahun 2020 – 2024, pertumbuhan aset Perseroan cenderung fluktuatif dengan tingkat
       pertumbuhan rata-rata sebesar negatif 1,43%. Di tahun 2020, Perseroan membukukan aset
       sebesar Rp 68.109.185 juta yang terdiri Rp 47.980.946 juta aset lancar dan Rp 20.128.239 juta
       aset tidak lancar, hingga tahun 2024 aset Perseroan menjadi Rp 63.556.343 juta yang terdiri dari
       Rp 30.238.519 juta aset lancar dan Rp 33.317.824 juta aset tidak lancar. Pada Periode 31 Agustus


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)          IV-7
Page 39
       2025, aset Perseroan tercatat Rp 57.455.421 juta yang terdiri dari 26.553.645 juta aset lancar
       dan Rp 30.901.776 juta aset tidak lancar.
       Liabilitas
       Perkembangan komposisi liabilitas dalam periode 31 Desember 2020 – 31 Agustus 2025 adalah
       sebagai berikut:
        Komposisi Liabilitas
                                                                            Tahun                                        Rata-rata
                    Uraian
                                          2020          2021         2022           2023         2024       Ags 2025     2020-2024
        (%)
        Liabilitas Jangka Pendek           85,84%        71,16%       62,76%         68,14%       36,81%       35,30%        64,94%
        Liabilitas Jangka Panjang          14,16%        28,84%       37,24%         31,86%       63,19%       64,70%        35,06%
           Jumlah                         100,00%       100,00%      100,00%        100,00%      100,00%      100,00%       100,00%
        (Rp.Juta)
        Liabilitas Jangka Pendek       44.168.468     36.969.570   36.135.331     38.437.294   19.023.300   17.072.499
        Liabilitas Jangka Panjang       7.283.292     14.981.147   21.441.067     17.972.329   32.661.623   31.294.943
           Jumlah                      51.451.760     51.950.717   57.576.398     56.409.623   51.684.923   48.367.443

       Pada tahun 2020 – 2024, komposisi liabilitas Perseroan rata-rata didominasi oleh liabilitas
       jangka pendek dengan rata-rata proporsi terhadap total liabilitas sebesar 64,94% diikuti liabilitas
       jangka panjang sebesar 35,06%. Komposisi liabilitas jangka pendek didominasi utamanya oleh
       pinjaman jangka pendek, sedangkan komposisi liabilitas jangka panjang terbesar berupa
       obligasi. Di tahun 2023, komposisi liabilitas Perseroan terdiri dari 68,14% liabilitas jangka pendek
       dan 31,86% liabilitas jangka panjang. Pada tahun 2024, terjadi perubahan pada komposisi
       liabilitas Perseroan sehingga liabilitas Perseroan terdiri dari 36,81% liabilitas jangka pendek dan
       63,19% liabilitas jangka panjang. Pada periode 31 Agustus 2025, komposisi liabilitas Perseroan
       terdiri dari 35,30% liabilitas jangka pendek dan 64,70% liabilitas jangka panjang.
       Selanjutnya, pertumbuhan liabilitas Perseroan disajikan sebagai berikut:
        Pertumbuhan Liabilitas
                                                                          Tahun                                       Rata-rata
                   Uraian
                                         2020          2021        2022           2023         2024      Ags 2025     2020-2024
        (%)
        Liabilitas Jangka Pendek                n/a    -16,30%      -2,26%          6,37%      -50,51%      -10,25%      -15,67%
        Liabilitas Jangka Panjang               n/a    105,69%      43,12%        -16,18%       81,73%       -4,18%       53,59%
           Jumlah                               n/a      0,97%      10,83%         -2,03%       -8,38%       -6,42%        0,35%

       Selama tahun 2020 – 2024, pertumbuhan liabilitas Perseroan cenderung fluktuatif dengan
       tingkat pertumbuhan liabilitas rata-rata sebesar 0,35%. Tahun 2020, Perseroan membukukan
       liabilitas sebesar Rp 51.451.760 juta. Di tahun 2021, pertumbuhan liabilitas Perseroan kembali
       meningkat 0,97% menjadi Rp 51.950.717 juta. Tahun 2022, pertumbuhan liabilitas Perseroan
       kembali mengalami peningkatan 10,83% sehingga total liabilitas menjadi Rp 57.576.398 juta. Di
       tahun 2023, pertumbuhan liabilitas Perseroan menurun -2,03% sehingga total liabilitas menjadi
       Rp 56.409.623 juta. Tahun 2024, pertumbuhan liabilitas Perseroan kembali mengalami
       penurunan 8,38% sehingga total liabilitas menjadi Rp 51.684.923 juta. Pada periode 31 Agustus
       2025, liabilitas perseroan tercatat Rp 48.367.443 juta.
       Penilaian Arus Kas
       Di tahun 2020, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas operasi sebesar Rp 141.279 juta yang
       utamanya berasal dari penerimaan kas dari pelanggan. Di tahun 2021, Perseroan menggunakan
       kas untuk aktivitas operasi sebesar Rp 3.740.044 juta yang utamanya disebabkan oleh
       pembayaran kepada pemasok. Pada tahun 2022, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas
       operasi sebesar Rp 2.881.595 juta utamanya untuk pembayaran kepada pemasok. Tahun 2023,
       Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas operasi sebesar Rp 2.895.234 juta utamanya untuk
       pembayaran kepada pemasok. Tahun 2024, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas operasi


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)            IV-8
Page 40
       sebesar Rp 68.223 juta utamanya dari penerimaan kas dari pelanggan. Pada periode 31 Agustus
       2025, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas operasi sebesar Rp 1.155.253 juta utamanya
       untuk pembayaran kepada pemasok.
       Selanjutnya tahun 2020, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar
       Rp 5.059.580 juta utamanya untuk penambahan aset takberwujud. Pada tahun 2021, Perseroan
       menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp 3.711.048 juta utamanya untuk
       penambahan aset takberwujud. Di tahun 2022, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas
       investasi sebesar Rp 1.967.043 juta utamanya untuk penambahan uang muka investasi. Tahun
       2023, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp 1.336.045 juta utamanya
       untuk penambahan aset takberwujud. Tahun 2024, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas
       investasi sebesar Rp 3.818.677 juta utamanya untuk penempatan bank dibatasi
       penggunaannya. Pada periode 31 Agustus 2025, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas
       investasi sebesar Rp 2.398.742 juta utamanya berasal dari pengembalian investasi ventura
       bersama.
       Tahun 2020, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 9.477.948 juta
       utamanya berasal dari penerimaan pinjaman jangka pendek. Di tahun 2021, Perseroan
       menggunakan kas untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp 524.062 juta utamanya untuk
       pembayaran pinjaman jangka menengah. Tahun 2022, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas
       pendanaan sebesar Rp 3.527.203 juta utamanya berasal dari penerimaan obligasi pinjaman
       jangka panjang. Tahun 2023, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas pendanaan sebesar Rp
       1.806.126 juta utamanya berasal dari penerimaan pinjaman jangka pendek. Tahun 2024,
       Perseroan memperoleh kas dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 3.987.534 juta utamanya
       berasal dari penerimaan modal disetor. Pada periode 31 Agustus 2025, Perseroan menggunakan
       kas untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp 2.947.208 juta utamanya untuk pembayaran
       pinjaman jangka panjang.
       Kas Perseroan di tahun 2020 tercatat sebesar Rp 14.951.761 juta yang disebabkan oleh
       perolehan kas dari aktivitas pendanaan. Tahun 2021 kas Perseroan mengalami penurunan
       -53,29% menjadi Rp 6.983.870 juta yang utamanya karena kas aktivitas pendanaan yang negatif.
       Pada tahun 2022 kas Perseroan kembali menurun -18,82% menjadi Rp 5.669.693 juta yang
       utamanya karena kas aktivitas operasi yang negatif. Tahun 2023 kas Perseroan mengalami
       penurunan -42,98% menjadi Rp 3.233.071 juta yang utamanya disebabkan oleh arus kas
       aktivitas operasi negatif. Tahun 2024 kas Perseroan mengalami peningkatan 3,96% menjadi
       Rp 3.361.003 juta yang utamanya disebabkan oleh arus kas aktivitas investasi negatif. Pada
       periode 31 Agustus 2025, kas Perseroan tercatat sebesar Rp 1.649.968 juta.
       Saldo kas pada setiap tahun selalu positif karena kebutuhan kas untuk operasi dan investasi
       disesuaikan dengan pendanaannya.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)   IV-9
Page 41
4.1.2. Analisis Rasio Keuangan
       Rasio keuangan disajikan sebagai berikut:
        PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
        Analisis Rasio
                                                                     Tahun                     Rata-rata
                       Uraian
                                               2020      2021   2022    2023    2024  Ags 2025 2020-2024
        Pertumbuhan Pendapatan                    n/a     7,70% 20,61%   4,89% -14,59% -59,91%      4,65%
        Rasio Profitabilitas
        EBITDA/Sales                           6,92% 11,97%       9,16%       6,28%   3,87%       -0,99%        7,64%
        EBIT/Sales                             3,81% 5,09%        6,87%       3,90%   1,43%       -2,30%        4,22%
        EBT/Sales                              1,88% 1,10%        0,82%     -34,47% -12,79%      -35,80%       -8,69%
        EAT/Sales                              1,95% 1,20%        0,06%     -34,73% -13,06%      -36,02%       -8,92%
        ROE                                    1,94% 1,23%        0,07%     -81,75% -21,18%      -30,58%      -19,94%
        ROA                                    0,47% 0,31%        0,02%     -11,86% -3,96%        -4,84%       -3,00%
        Rasio Efektivitas
        Perputaran Piutang Usaha                7,60 x   7,86 x    7,59 x    6,81 x     8,26 x     3,26 x        7,62 x
        Perputaran Persediaan                   1,48 x   1,36 x    1,56 x    1,77 x     1,50 x     0,62 x        1,53 x
        Perputaran Aset                         0,24 x   0,26 x    0,29 x    0,34 x     0,30 x     0,13 x        0,29 x
        Perputaran Utang Usaha                  1,02 x   1,16 x    1,47 x    2,16 x     2,85 x     1,35 x        1,73 x
        Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
        Current Ratio                           1,09 x   1,01 x    1,10 x    0,80 x     1,59 x     1,56 x        1,12 x
        Debt to Equity                          3,09 x   2,98 x    3,29 x    5,89 x     4,35 x     5,32 x        3,92 x
        Debt to Asset                           0,76 x   0,75 x    0,77 x    0,85 x     0,81 x     0,84 x        0,79 x
       Rasio Profitabilitas
       Profitabilitas Perseroan selama tahun 2020 – 2024 cenderung berfluktuasi, yang ditunjukkan
       oleh EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales, dan EAT/Sales dengan rata-rata masing-masing
       7,64%, 4,22%, -8,69% dan -8,92%, artinya Perseroan rata-rata memperoleh laba masing-masing
       Rp 0,0764 EBITDA, Rp 0,0422 EBIT, dan memperoleh rugi rata-rata masing-masing Rp 0,0869
       EBT, dan Rp 0,0892 EAT atas setiap Rp 1 pendapatan yang berhasil dilakukan. Pada tahun 2024,
       EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales, dan EAT/Sales masing-masing sebesar 3,87%, 1,43%,
       -12,79% dan -13,06%. Pada periode 31 Agustus 2025, EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales, dan
       EAT/Sales masing-masing sebesar -0,99%, -2,30%, -35,80% dan -36,02%.
       Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
       Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek yang
       harus dibayar dengan aset lancarnya maka dalam mengukur tingkat likuiditas perusahaan,
       digunakan Current Ratio (CR). Semakin tinggi CR maka semakin tinggi likuiditas perusahaan.
       Pada tahun 2020 – 2024, likuiditas perusahaan cenderung fluktuatif dengan Current Ratio tahun
       2024 sebesar 1,59x, artinya Perseroan memiliki Rp 1,59 aset lancar yang dapat digunakan untuk
       memenuhi setiap Rp 1 utang lancarnya. CR Perseroan periode 31 Agustus 2025 sebesar 1,56x.
       Solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk melunasi seluruh kewajibannya ketika
       dilikuidasi yang diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt to Asset Ratio (DAR). Semakin
       tinggi DER dan DAR maka semakin rendah solvabilitas perusahaan. Semakin tinggi solvabilitas
       perusahaan, maka semakin rendah risiko kebangkrutan perusahaan. Solvabilitas Perseroan
       tahun 2020 – 2024 cenderung fluktuatif, dengan Debt to Equity dan Debt to Asset pada tahun
       2024 masing-masing adalah 4,35x dan 0,81x. Artinya, perusahaan memiliki utang Rp 4,35 untuk
       setiap Rp 1 ekuitas yang dimilikinya serta setiap Rp 1 aset perusahaan dibiayai oleh utang
       sebesar Rp 0,81. Debt to Equity dan Debt to Asset periode 31 Agustus 2025 masing-masing
       adalah sebesar 5,32x dan 0,84x.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)    IV-10
Page 42
4.1.3. Analisis Laporan Keuangan Sebelum Transaksi dan Proforma Laporan Keuangan Setelah
       Transaksi
       Analisis dilakukan mencakup analisis dampak Transaksi terhadap laporan keuangan Perseroan
       yang dilakukan berdasarkan informasi Keuangan Proforma Perseroan sebelum dan setelah
       Transaksi pada tanggal 31 Agustus 2025 dari manajemen Perseroan. Tujuan Informasi Keuangan
       Proforma adalah untuk memperlihatkan dampak signifikan Transaksi yang terjadi atas informasi
       keuangan historis. Namun, Informasi Keuangan Proforma bukan merupakan petunjuk hasil
       usaha atau dampak yang berkaitan atas posisi keuangan sebagai akibat dari transaksi yang telah
       terjadi sebelumnya. Informasi keuangan proforma disusun dengan menggunakan asumsi-
       asumsi sebagai berikut:

         • Laporan posisi keuangan sebelum transaksi diambil dari laporan keuangan Perseroan untuk
           tahun yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2025 yang telah direviu oleh Akuntan Publik
           Slamet Riyanto dari KAP Slamet Riyanto, Aryanto & Rekan
         • Pelaksanaan transaksi telah berlaku efektif pada tanggal 31 Agustus 2025.
         • Pelaksanaan transaksi telah efektif dan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang
           berlaku.
       Informasi keuangan proforma tersebut adalah sebagai berikut:
        PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
        Laporan Posisi Keuangan Proforma (Rp.Juta)
                                                             Sebelum                              Setelah
                             Uraian                         Transaksi        Penyesuaian         Transaksi
                                                           31 Ags 2025                          31 Ags 2025
        ASET
        Aset Lancar
        Kas dan setara kas                                     1.649.968          7.800   a)         1.657.768
        Bank dibatasi penggunaannya                            1.178.701            -                1.178.701
        Piutang usaha                                          2.364.174            -                2.364.174
        Piutang retensi                                        1.017.133            -                1.017.133
        Tagihan bruto pemberi kerja                            1.572.714            -                1.572.714
        Persediaan                                            11.317.394            -               11.317.394
        Piutang yang belum ditagih                               439.708            -                  439.708
        Piutang lain-lain - bag. lancar                          297.857            -                  297.857
        Uang muka - bag. lancar                                  569.467            -                  569.467
        Jaminan usaha                                             49.118            -                   49.118
        Aset keuangan                                                -              -                      -
        Pajak dibayar dimuka                                   1.381.260            -                1.381.260
        Biaya dibayar dimuka                                     680.743            -                  680.743
        Aset lancar lain-lain                                    314.502            -                  314.502
        Pekerjaan dalam proses                                 3.720.906            -                3.720.906
        Jumlah Aset Lancar                                    26.553.645          7.800             26.561.445
        Aset Tidak Lancar
        Aset tetap                                             5.130.407             -               5.130.407
        Piutang usaha - bag. tidak lancar                            -               -                     -
        Piutang lain-lain - bag. tidak lancar                        -               -                     -
        Piutang belum ditagih - bag. tidak lancar                    -               -                     -
        Uang muka - bag. tidak lancar                             36.852             -                  36.852
        Aset real estat                                        1.428.674             -               1.428.674
        Investasi pada entitas asosiasi                        2.414.436          (6.480)            2.407.956
           Investasi pada PT Hotel Indonesia Group                 6.480          (6.480) b)               -
           Investasi pada entitas asosiasi lain-lain           2.407.956             -               2.407.956
        Investasi pada ventura bersama                         9.426.120             -               9.426.120
        Properti investasi - neto                              1.319.968             -               1.319.968
        Aset kerjasama operasi                                   249.717             -                 249.717
        Goodwill                                                   4.847             -                   4.847
        Investasi jangka panjang lainnya                       1.034.566             -               1.034.566
        Aset takberwujud                                       9.239.314             -               9.239.314
        Aset pajak tangguhan                                      13.944             -                  13.944
        Aset tidak lancar lain-lain                              602.929             -                 602.929
        Jumlah Aset Tidak Lancar                              30.901.776          (6.480)           30.895.296
        JUMLAH ASET                                           57.455.421          1.320             57.456.741




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)   IV-11
Page 43
        PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
        Laporan Posisi Keuangan Proforma (Rp.Juta)
                                                             Sebelum                             Setelah
                             Uraian                         Transaksi       Penyesuaian         Transaksi
                                                           31 Ags 2025                         31 Ags 2025
        LIABILITAS DAN EKUITAS
        Liabilitas Jangka Pendek
        Pinjaman jangka pendek                                    81.800            -                  81.800
        Utang usaha                                            5.234.569            -               5.234.569
        Utang lain-lain                                        1.135.170            -               1.135.170
        Kewajiban bruto pemberi kerja                                -              -                     -
        Utang pajak                                              473.415            -                 473.415
        Uang muka dari pelanggan jangka pendek                 1.046.155            -               1.046.155
        Beban akrual                                           5.399.382            -               5.399.382
        Pendapatan diterima dimuka                               148.208            -                 148.208
        Bagian jangka pendek dari:
          Pinjaman jangka menengah                                   -              -                     -
          Liabilitas sewa                                          2.423            -                   2.423
          Pinjaman jangka panjang                              1.136.403            -               1.136.403
          Obligasi                                             1.733.750            -               1.733.750
          Sukuk mudharabah                                       681.225            -                 681.225
        Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                       17.072.499            -              17.072.499
        Liabilitas Jangka Panjang
        Liabilitas imbalan paska kerja                           270.093            -                 270.093
        Liabilitas pajak tangguhan                               114.473            -                 114.473
        Uang muka dari pelanggan jangka panjang                   81.119            -                  81.119
        Uang muka proyek jangka panjang                          734.714            -                 734.714
        Utang lain-lain                                          585.879            -                 585.879
        Bagian jangka panjang dikurangi bagian jangka
        pendek:
           Pinjaman jangka menengah                            1.630.000            -               1.630.000
           Liabilitas sewa                                        18.819            -                  18.819
           Pinjaman jangka panjang                            19.999.201            -              19.999.201
        Utang ventura bersama                                     20.165            -                  20.165
        Obligasi                                               6.249.391            -               6.249.391
        Sukuk mudharabah                                       1.591.090            -               1.591.090
        Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                      31.294.943            -              31.294.943
        JUMLAH LIABILITAS                                     48.367.443            -              48.367.443
        Ekuitas
        Modal saham                                            3.987.306            -               3.987.306
        Modal saham diperoleh kembali                               (110)           -                    (110)
        Tambahan modal disetor                                 9.040.356            -               9.040.356
        Perubahan ekuitas entitas anak                         1.003.022            -               1.003.022
        Saldo (defisit) laba                                  (7.868.491)         1.320   c)       (7.867.171)
        Surat berharga perpetual                                     -              -                     -
        Kepentingan non pengendali                             2.925.894            -               2.925.894
        Jumlah Ekuitas                                         9.087.979          1.320             9.089.298
        JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                         57.455.421          1.320            57.456.741
        Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
        Current Ratio                                            155,53%                              155,58%
        Debt to Equity Ratio                                     532,21%                              532,14%
        Debt to Asset Ratio                                       84,18%                               84,18%

        Keterangan:
        a) Jumlah kas yang diterima WR atas transaksi penjualan saham HIG
        b) Nilai buku atas investasi WR pada saham HIG
        c) Keuntungan atas penjualan saham milik WR pada HIG
        Sumber: Manajemen Perseroan

       Berikut adalah analisis singkat atas informasi posisi keuangan proforma Perseroan per 31
       Agustus 2025 atas transaksi:
        • Proforma aset lancar mengalami peningkatan 0,03% dari Rp 26.553.645 juta menjadi Rp
            26.561.445 juta.
        • Proforma aset tidak lancar mengalami penurunan 0,02% dari Rp 30.901.776 juta menjadi
            Rp 30.895.296 juta.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)   IV-12
Page 44
         •    Secara keseluruhan proforma aset Perseroan setelah dilakukannya Rencana Transaksi
              mengalami peningkatan 0,002%.
         •    Proforma liabilitas jangka pendek tidak mengalami perubahan.
         •    Proforma liabilitas jangka panjang tidak mengalami perubahan.
         •    Secara keseluruhan proforma liabilitas Perseroan tidak mengalami perubahan.
         •    Proforma ekuitas mengalami peningkatan 0,01% dari Rp 9.087.979 juta menjadi Rp
              9.089.298 juta.
         •    Proforma current ratio mengalami peningkatan dari 155,53% menjadi 155,58%.
         •    Proforma debt to equity ratio mengalami penurunan dari 532,21% menjadi 532,14%.
         •    Proforma debt to asset ratio mengalami penurunan dari 84,183% menjadi 84,181%.
       Berdasarkan uraian tersebut diatas dapat disimpulkan dengan dilakukannya transaksi kondisi
       likuiditas yang diukur dengan current ratio dan solvabilitas yang diukur dengan debt to equity
       ratio dan debt to asset ratio Perseroan mengalami peningkatan.
4.1.4. Penilaian Atas Proyeksi Keuangan yang Diperoleh dari Manajemen
       Kami telah menerima proyeksi keuangan tanpa dan dengan transaksi dari manajemen. Proyeksi
       keuangan tersebut telah Kami sesuaikan. Berdasarkan penilaian Kami, proyeksi keuangan
       tersebut yang telah disesuaikan telah mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat
       oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya. Proyeksi keuangan yang digunakan
       adalah proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
       a. Proyeksi Keuangan Perseroan Tanpa Transaksi
          Proyeksi keuangan WIKA dari manajemen yang telah disesuaikan adalah sebagai berikut:
             Asumsi – Asumsi
             Proyeksi WIKA secara konsolidasi dengan asumsi tanpa dilakukannya transaksi yaitu tidak
             dilakukannya penjualan saham WR pada HIG sehingga WR tetap menjadi pemegang saham
             HIG, dengan demikian tidak terjadi dampak terhadap laporan keuangan WIKA secara
             konsolidasi.
             Jangka Waktu Proyeksi
             Periode proyeksi pendapatan ekonomis wajib dilakukan dalam jangka waktu paling singkat
             5 (lima) tahun ke depan. Proyeksi keuangan disajikan mulai dari 1 September 2025 – 31
             Desember 2030.
             Laporan Laba (Rugi)
             ▪ Pendapatan periode 1 September 2025 – 31 Desember 2030 adalah proporsi periode 1
                Januari 2025 – 31 Agustus 2025, dan selanjutnya diasumsikan meningkat 3,00% setiap
                tahun.
             ▪ Beban pokok pendapatan diasumsikan sebesar 90,00% dari pendapatan.
             ▪ Beban umum dan administrasi diasumsikan sebesar 5,00% dari pendapatan.
             ▪ Beban penjualan sebesar 0,10% dari pendapatan.
             ▪ Perhitungan penyusutan dan amortisasi dengan metode garis lurus dengan sisa umur
                ekonomis yang wajar disajikan pada lampiran 1.
             ▪ Pendapatan lain-lain diasumsikan nol atau tidak ada.
             ▪ Beban lain-lain diasumsikan nol atau tidak ada.
             ▪ Perhitungan beban pendanaan dari pinjaman jangka pendek, pinjaman jangka
                menengah, pinjaman jangka panjang, obligasi dan sukuk mudharabah disajikan pada
                lampiran 2.


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)   IV-13
Page 45
            ▪    Beban pajak penghasilan final diasumsikan 2,00% dari pendapatan.
            ▪    Bagian rugi entitas asosiasi diasumsikan nol atau tidak ada.
            ▪    Bagian laba entitas ventura bersama diasumsikan nol atau tidak ada.
            ▪    Tarif pajak diasumsikan sebesar 22,00% dari laba sebelum pajak dengan menerapkan tax
                 loss carry forward.
            Laporan Posisi Keuangan
             ▪ Aset lancar
                − Bank dibatasi penggunaannya diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
                    2025.
                − Piutang usaha diasumsikan 50 hari dari pendapatan setiap tahun.
                − Piutang retensi diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
                − Tagihan bruto pemberi kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
                − Persediaan periode 1 September 2025 – 31 Desember 2025 diasumsikan 390 hari
                    dari beban pokok pendapatan. Persediaan tahun 2026 diasumsikan 365 hari dari
                    beban pokok pendapatan. Persediaan tahun 2027 diasumsikan 300 hari dari beban
                    pokok pendapatan. Persediaan tahun 2028 diasumsikan 240 hari dari beban pokok
                    pendapatan. Persediaan tahun 2029 diasumsikan 150 hari dari beban pokok
                    pendapatan. Persediaan tahun 2030 diasumsikan 100 hari dari beban pokok
                    pendapatan.
                − Piutang yang belum ditagih diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
                − Piutang lain-lain bagian lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
                    2025.
                − Uang muka - bagian lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
                − Jaminan usaha - bagian lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
                    2025.
                − Aset keuangan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
                − Pajak dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
                − Biaya dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
                − Aset lancar lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
                − Pekerjaan dalam proses dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
                    2025.
             ▪    Aset tidak lancar
                  − Aset tetap
                      Nilai perolehan diasumsikan meningkat per tahun dari tahun sebelumnya sebagai
                      capex. Akumulasi penyusutan dihitung dengan menambahkan akumulasi
                      penyusutan tahun sebelumnya dengan penyusutan tahun berjalan disajikan pada
                      lampiran 1.
                  − Piutang usaha – bagian tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
                      2025.
                  − Piutang lain-lain – bagian tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31
                      Agustus 2025.
                  − Piutang belum ditagih – bagian tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31
                      Agustus 2025.



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)   IV-14
Page 46
                  −     Uang muka - bagian tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
                        2025.
                  −     Aset real estat diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
                  −     Investasi pada entitas asosiasi diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
                        2025.
                  −     Investasi pada ventura bersama diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
                        2025.
                  −     Properti investasi – neto diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
                  −     Aset kerjasama operasi diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
                  −     Goodwill diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
                  −     Investasi jangka panjang lainnya diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
                        2025.
                  −     Aset takberwujud diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
                  −     Aset pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
                  −     Aset lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
             ▪    Liabilitas jangka pendek
                  − Perhitungan pinjaman jangka pendek disajikan pada lampiran 2.
                  − Utang usaha periode 1 September 2025 – 31 Desember 2025 diasumsikan 181 hari
                      dari beban pokok pendapatan. Persediaan tahun 2026 dan selanjutnya diasumsikan
                      250 hari dari beban pokok pendapatan.
                  − Utang lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
                  − Kewajiban bruto pemberi kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
                      2025.
                  − Utang pajak diasumsikan tetap diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
                      2025.
                  − Uang muka pelanggan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
                  − Beban akrual diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
                  − Pendapatan diterima dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 31 Agustus
                      2025.
                  − Liabilitas sewa diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
                  − Perhitungan bagian jangka pendek dari pinjaman jangka menengah, pinjaman
                      jangka panjang, obligasi dan sukuk mudharabah disajikan pada lampiran 2.
             ▪    Liabilitas jangka panjang
                  − Liabilitas imbalan pasca kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
                  − Liabilitas pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
                  − Uang muka dari pelanggan jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan per 31
                      Agustus 2025.
                  − Uang muka proyek jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
                      2025.
                  − Utang lain-lain jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
                      2025.
                  − Liabilitas sewa diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)   IV-15
Page 47
                  −   Perhitungan bagian jangka panjang dari pinjaman jangka menengah, pinjaman
                      jangka panjang, obligasi dan sukuk mudharabah disajikan pada lampiran 2.
                  − Utang ventura bersama diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
             ▪    Ekuitas
                  − Modal saham diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
                  − Modal saham diperoleh kembali diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
                      2025.
                  − Tambahan modal disetor diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
                  − Perubahan ekuitas entitas anak diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
                      2025.
                  − Saldo (defisit) laba adalah penjumlahan antara laba (rugi) bersih periode berjalan
                      dengan saldo (rugi) laba periode sebelumnya.
                  − Surat berharga perpetual diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
                  − Kepentingan non pengendali diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
            Asumsi – asumsi yang digunakan yang terkait langsung dengan kegiatan usaha dalam
            proyeksi posisi keuangan adalah wajar.
            Proyeksi Laba Rugi Tanpa Dilakukannya Transaksi
            PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
            Proyeksi Laba Rugi Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
                                                  Tahun                                             Tahun Proyeksi
                          Uraian
                                               Jan-Ags 2025 Sep-Des 2025            2026           2027           2028           2029          2030
            PENDAPATAN BERSIH                          7.713.769     3.856.885     11.917.773     12.275.306     12.643.566     13.022.873   13.413.559
            BEBAN POKOK PENDAPATAN                    (7.055.076)   (3.471.196)   (10.725.996)   (11.047.776)   (11.379.209)   (11.720.585) (12.072.203)
            LABA KOTOR                                   658.693       385.688      1.191.777      1.227.531      1.264.357      1.302.287    1.341.356
            Beban usaha
              Umum dan administrasi                     (725.752)    (192.844)       (595.889)      (613.765)      (632.178)      (651.144)     (670.678)
              Penjualan                                   (9.099)      (3.857)        (11.918)       (12.275)       (12.644)       (13.023)      (13.414)
            EBITDA                                       (76.157)     188.987         583.971        601.490        619.535        638.121       657.264
            Depresiasi                                  (101.601)    (150.978)       (436.988)      (436.340)      (454.919)      (473.498)     (199.621)
            EBIT                                        (177.758)      38.010         146.983        165.150        164.616        164.623       457.643
            Pendapatan lain-lain                         953.458          -               -              -              -              -             -
            Beban lain-lain                             (968.147)         -               -              -              -              -             -
            Beban keuangan                            (1.854.304)    (522.067)     (1.559.068)    (1.410.794)    (1.316.817)    (1.244.346)   (1.156.148)
            Beban pajak penghasilan final               (145.491)     (77.138)       (238.355)      (245.506)      (252.871)      (260.457)     (268.271)
            Bagian rugi entitas asosiasi                 (96.999)         -               -              -              -              -             -
            Bagian laba entitas ventura bersama          341.927          -               -              -              -              -             -
            Bagian rugi pengendalian bersama            (814.274)         -               -              -              -              -             -
            EBT                                       (2.761.588)    (561.195)     (1.650.441)    (1.491.151)    (1.405.073)    (1.340.180)     (966.776)
            PAJAK                                        (17.199)         -               -              -              -              -             -
            LABA BERSIH (EAT)                         (2.778.788)    (561.195)     (1.650.441)    (1.491.151)    (1.405.073)    (1.340.180)     (966.776)
                                         Rata-rata
            Rasio Profitabilitas
                                       2026-2030
            EBITDA/Sales                      4,90%      -0,99%         4,90%           4,90%          4,90%          4,90%         4,90%          4,90%
            EBIT/Sales                        1,71%      -2,30%         0,99%           1,23%          1,35%          1,30%         1,26%          3,41%
            EBT/Sales                       -10,92%     -35,80%       -14,55%         -13,85%        -12,15%        -11,11%       -10,29%         -7,21%
            EAT/Sales                       -10,92%     -36,02%       -14,55%         -13,85%        -12,15%        -11,11%       -10,29%         -7,21%




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)              IV-16
Page 48
            Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Dilakukannya Transaksi
            PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
            Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
                                                                 Tahun                                    Tahun Proyeksi
                                     Uraian
                                                                Ags 2025    Des 2025        2026         2027          2028         2029         2030
            ASET
            Aset Lancar
            Kas dan setara kas                                   1.649.968    1.905.856    1.423.117    1.007.066      956.463    1.640.043      612.251
            Bank dibatasi penggunaannya                          1.178.701    1.178.701    1.178.701    1.178.701    1.178.701    1.178.701    1.178.701
            Piutang usaha                                        2.364.174    1.585.021    1.632.572    1.681.549    1.731.995    1.783.955    1.837.474
            Piutang retensi                                      1.017.133    1.017.133    1.017.133    1.017.133    1.017.133    1.017.133    1.017.133
            Tagihan bruto pemberi kerja                          1.572.714    1.572.714    1.572.714    1.572.714    1.572.714    1.572.714    1.572.714
            Persediaan                                          11.317.394  11.247.249 10.725.996       9.080.364    7.482.220    4.816.679    3.307.453
            Piutang yang belum ditagih                             439.708      439.708      439.708      439.708      439.708      439.708      439.708
            Piutang lain-lain - bag. lancar                        297.857      297.857      297.857      297.857      297.857      297.857      297.857
            Uang muka - bag. lancar                                569.467      569.467      569.467      569.467      569.467      569.467      569.467
            Jaminan usaha                                           49.118       49.118       49.118       49.118       49.118       49.118       49.118
            Aset keuangan                                              -            -            -            -             -            -            -
            Pajak dibayar dimuka                                 1.381.260    1.381.260    1.381.260    1.381.260    1.381.260    1.381.260    1.381.260
            Biaya dibayar dimuka                                   680.743      680.743      680.743      680.743      680.743      680.743      680.743
            Aset lancar lain-lain                                  314.502      314.502      314.502      314.502      314.502      314.502      314.502
            Pekerjaan dalam proses                               3.720.906    3.720.906    3.720.906    3.720.906    3.720.906    3.720.906    3.720.906
            Jumlah Aset Lancar                                  26.553.645  25.960.236 25.003.794      22.991.088 21.392.788 19.462.786 16.979.288
            Aset Tidak Lancar
            Aset tetap
               Nilai perolehan                                   9.159.385    9.246.085    9.506.187    9.766.288 10.026.389 10.286.490 10.546.591
               Akumulasi penyusutan                              4.028.978    4.179.955    4.616.943    5.053.284    5.508.203    5.981.701    6.181.322
               Nilai buku                                        5.130.407    5.066.130    4.889.243    4.713.004    4.518.186    4.304.789    4.365.269
            Piutang usaha - bag. tidak lancar                          -            -            -            -             -            -            -
            Piutang lain-lain - bag. tidak lancar                      -            -            -            -             -            -            -
            Piutang belum ditagih - bag. tidak lancar                  -            -            -            -             -            -            -
            Uang muka - bag. tidak lancar                           36.852       36.852       36.852       36.852       36.852       36.852       36.852
            Aset real estat                                      1.428.674    1.428.674    1.428.674    1.428.674    1.428.674    1.428.674    1.428.674
            Investasi pada entitas asosiasi                      2.414.436    2.414.436    2.414.436    2.414.436    2.414.436    2.414.436    2.414.436
            Investasi pada ventura bersama                       9.426.120    9.426.120    9.426.120    9.426.120    9.426.120    9.426.120    9.426.120
            Properti investasi - neto                            1.319.968    1.319.968    1.319.968    1.319.968    1.319.968    1.319.968    1.319.968
            Aset kerjasama operasi                                 249.717      249.717      249.717      249.717      249.717      249.717      249.717
            Goodwill                                                 4.847        4.847        4.847        4.847        4.847        4.847        4.847
            Investasi jangka panjang lainnya                     1.034.566    1.034.566    1.034.566    1.034.566    1.034.566    1.034.566    1.034.566
            Aset takberwujud                                     9.239.314    9.239.314    9.239.314    9.239.314    9.239.314    9.239.314    9.239.314
            Aset pajak tangguhan                                    13.944       13.944       13.944       13.944       13.944       13.944       13.944
            Aset tidak lancar lain-lain                            602.929      602.929      602.929      602.929      602.929      602.929      602.929
            Jumlah Aset Tidak Lancar                            30.901.776  30.837.499 30.660.612      30.484.372 30.289.554 30.076.158 30.136.637
            JUMLAH ASET                                         57.455.421  56.797.735 55.664.406      53.475.461 51.682.342 49.538.944 47.115.925
            LIABILITAS DAN EKUITAS
            Liabilitas Jangka Pendek
            Pinjaman jangka pendek                                  81.800          -            -            -             -            -            -
            Utang usaha                                          5.234.569    5.219.877    7.346.573    7.566.970    7.793.979    8.027.798    8.268.632
            Utang lain-lain                                      1.135.170    1.135.170    1.135.170    1.135.170    1.135.170    1.135.170    1.135.170
            Kewajiban bruto pemberi kerja                              -            -            -            -             -            -            -
            Utang pajak                                            473.415      473.415      473.415      473.415      473.415      473.415      473.415
            Uang muka dari pelanggan jangka pendek               1.046.155    1.046.155    1.046.155    1.046.155    1.046.155    1.046.155    1.046.155
            Beban akrual                                         5.399.382    5.399.382    5.399.382    5.399.382    5.399.382    5.399.382    5.399.382
            Pendapatan diterima dimuka                             148.208      148.208      148.208      148.208      148.208      148.208      148.208
            Bagian jangka pendek dari:                                                                                                                -
               Pinjaman jangka menengah                                -            -            -        185.000      495.000      950.000           -
               Liabilitas sewa                                       2.423        2.423        2.423        2.423        2.423        2.423        2.423
               Pinjaman jangka panjang                           1.136.403          -            -            -             -            -            -
               Obligasi                                          1.733.750      847.959      734.053      352.688      455.558      598.207      598.207
               Sukuk mudharabah                                    681.225      761.624      184.139       77.367       86.479      148.870      148.870
            Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                     17.072.499  15.034.213 16.469.517      16.386.777 17.035.768 17.929.628 17.220.462
            Liabilitas Jangka Panjang
            Liabilitas imbalan paska kerja                         270.093      270.093      270.093      270.093      270.093      270.093      270.093
            Liabilitas pajak tangguhan                             114.473      114.473      114.473      114.473      114.473      114.473      114.473
            Uang muka dari pelanggan jangka panjang                 81.119       81.119       81.119       81.119       81.119       81.119       81.119
            Uang muka proyek jangka panjang                        734.714      734.714      734.714      734.714      734.714      734.714      734.714
            Utang lain-lain                                        585.879      585.879      585.879      585.879      585.879      585.879      585.879
            Bagian jangka panjang dikurangi
            bagian   jangka
               Pinjaman      pendek:
                           jangka menengah                       1.630.000    1.630.000    1.630.000    1.445.000      950.000           -            -
               Liabilitas sewa                                      18.819       18.819       18.819       18.819       18.819       18.819       18.819
               Pinjaman jangka panjang                          19.999.201  21.135.604 21.135.604      21.135.604 21.135.604 21.135.604 21.135.604
            Utang ventura bersama                                   20.165       20.165       20.165       20.165       20.165       20.165       20.165
            Obligasi                                             6.249.391    7.135.182    6.401.129    6.048.441    5.592.883    4.994.676    4.396.469
            Sukuk mudharabah                                     1.591.090    1.510.691    1.326.552    1.249.185    1.162.706    1.013.836      864.966
            Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                    31.294.943  33.236.739 32.318.547      31.703.492 30.666.455 28.969.378 28.222.301
            JUMLAH LIABILITAS                                   48.367.443  48.270.951 48.788.064      48.090.269 47.702.223 46.899.005 45.442.762
            Ekuitas
            Modal saham                                          3.987.306    3.987.306    3.987.306    3.987.306    3.987.306    3.987.306    3.987.306
            Modal saham diperoleh kembali                             (110)        (110)        (110)        (110)        (110)        (110)        (110)
            Tambahan modal disetor                               9.040.356    9.040.356    9.040.356    9.040.356    9.040.356    9.040.356    9.040.356
            Perubahan ekuitas entitas anak                       1.003.022    1.003.022    1.003.022    1.003.022    1.003.022    1.003.022    1.003.022
            Saldo (defisit) laba                                (7.868.491)  (8.429.686) (10.080.127) (11.571.277) (12.976.350) (14.316.530) (15.283.306)
            Surat berharga perpetual                                                -            -            -             -            -            -
            Kepentingan non pengendali                           2.925.894    2.925.894    2.925.894    2.925.894    2.925.894    2.925.894    2.925.894
            Jumlah Ekuitas                                       9.087.979    8.526.783    6.876.342    5.385.192    3.980.119    2.639.939    1.673.163
            JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                       57.455.421  56.797.735 55.664.406      53.475.461 51.682.342 49.538.944 47.115.925
                                                     Rata-rata
            Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
                                                    2026-2030
            Current Ratio                               124,97%    155,53%      172,67%      151,82%      140,30%      125,58%      108,55%       98,60%
            Debt to Equity Ratio                       1458,71%    532,21%      566,11%      709,51%      893,01%     1198,51%     1776,52%     2715,98%
            Debt to Asset Ratio                          92,20%     84,18%       84,99%       87,65%       89,93%       92,30%       94,67%       96,45%




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)                                      IV-17
Page 49
            Proyeksi Arus Kas Tanpa Dilakukannya Transaksi
            PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
            Proyeksi Arus Kas Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
                                                                                                             Tahun Proyeksi
                                         Uraian
                                                                              Des 2025        2026          2027        2028            2029           2030
            ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
            Laba Bersih                                                        (561.195)    (1.650.441)   (1.491.151)   (1.405.073)   (1.340.180)      (966.776)
            Depresiasi                                                          150.978        436.988       436.340       454.919       473.498        199.621
            Perubahan Modal Kerja :
            (Kenaikan) Penurunan Piutang usaha                                  779.153       (47.551)      (48.977)      (50.446)      (51.960)        (53.519)
            (Kenaikan) Penurunan Piutang retensi                                    -             -             -             -             -               -
            (Kenaikan) Penurunan Tagihan bruto pemberi kerja                        -             -             -             -             -               -
            (Kenaikan) Penurunan Persediaan                                      70.145       521.253     1.645.632     1.598.144     2.665.541       1.509.226
            (Kenaikan) Penurunan Piutang yang belum ditagih                         -             -             -             -             -               -
            (Kenaikan) Penurunan Piutang lain-lain - bag. lancar                    -             -             -             -             -               -
            (Kenaikan) Penurunan Uang muka - bag. lancar                            -             -             -             -             -               -
            (Kenaikan) Penurunan Jaminan usaha                                      -             -             -             -             -               -
            (Kenaikan) Penurunan Aset keuangan                                      -             -             -             -             -               -
            (Kenaikan) Penurunan Pajak dibayar dimuka                               -             -             -             -             -               -
            (Kenaikan) Penurunan Biaya dibayar dimuka                               -             -             -             -             -               -
            (Kenaikan) Penurunan Piutang usaha - bag. tidak lancar                  -             -             -             -             -               -
            (Kenaikan) Penurunan Piutang lain-lain - bag. tidak lancar              -             -             -             -             -               -
            (Kenaikan) Penurunan Piutang belum ditagih - bag. tidak lancar          -             -             -             -             -               -
            (Kenaikan) Penurunan Uang muka - bag. tidak lancar                      -             -             -             -             -               -
            (Kenaikan) Penurunan Aset pajak tangguhan                               -             -             -             -             -               -
            (Kenaikan) Penurunan Aset lancar lain-lain                              -             -             -             -             -               -
            (Kenaikan) Penurunan Aset tidak lancar lain-lain                        -             -             -             -             -               -
            Kenaikan (Penurunan) Utang usaha                                    (14.691)    2.126.695       220.397       227.009       233.819         240.834
            Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain                                    -             -             -             -             -               -
            Kenaikan (Penurunan) Kewajiban bruto pemberi kerja                      -             -             -             -             -               -
            Kenaikan (Penurunan) Utang pajak                                        -             -             -             -             -               -
            Kenaikan (Penurunan) Uang muka dari pelanggan jangka pendek             -             -             -             -             -               -
            Kenaikan (Penurunan) Beban akrual                                       -             -             -             -             -               -
            Kenaikan (Penurunan) Pendapatan diterima dimuka                         -             -             -             -             -               -
            Kenaikan (Penurunan) Liabilitas imbalan paska kerja                     -             -             -             -             -               -
            Kenaikan (Penurunan) Liabilitas pajak tangguhan                         -             -             -             -             -               -
            Kenaikan (Penurunan) Uang muka dari pelanggan jangka panjang            -             -             -             -             -               -
            Kenaikan (Penurunan) Uang muka proyek jangka panjang                    -             -             -             -             -               -
            Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain                                    -             -             -             -             -               -
                                                     Perubahan Modal Kerja      834.606     2.600.398     1.817.052     1.774.707     2.847.400       1.696.541
                        Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Operasi      424.389     1.386.945       762.242       824.553     1.980.718        929.387
            ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
            (Kenaikan) Penurunan Bank dibatasi penggunaannya                        -             -             -             -             -               -
            (Kenaikan) Penurunan Pekerjaan dalam proses                             -             -             -             -             -               -
            (Kenaikan) Penurunan Aset tetap                                     (86.700)     (260.101)     (260.101)     (260.101)     (260.101)       (260.101)
            (Kenaikan) Penurunan Aset real estat                                    -             -             -             -             -               -
            (Kenaikan) Penurunan Investasi pada entitas asosiasi                    -             -             -             -             -               -
            (Kenaikan) Penurunan Investasi pada ventura bersama                     -             -             -             -             -               -
            (Kenaikan) Penurunan Properti investasi - neto                          -             -             -             -             -               -
            (Kenaikan) Penurunan Aset kerjasama operasi                             -             -             -             -             -               -
            (Kenaikan) Penurunan Goodwill                                           -             -             -             -             -               -
            (Kenaikan) Penurunan Investasi jangka panjang lainnya                   -             -             -             -             -               -
            (Kenaikan) Penurunan Aset takberwujud                                   -             -             -             -             -               -
                       Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Investasi     (86.700)     (260.101)     (260.101)     (260.101)     (260.101)       (260.101)
            ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
            Kenaikan (Penurunan) Pinjaman jangka pendek                         (81.800)             -           -             -               -              -
            Kenaikan (Penurunan) Bagian jangka pendek dari:
                                 Pinjaman jangka menengah                            -            -         185.000       310.000       455.000        (950.000)
                                 Liabilitas sewa                                     -            -             -             -             -               -
                                 Pinjaman jangka panjang                      (1.136.403)         -             -             -             -               -
                                 Obligasi                                       (885.791)    (113.906)     (381.365)      102.870       142.649             -
                                 Sukuk mudharabah                                 80.399     (577.485)     (106.772)        9.112        62.391             -
            Kenaikan (Penurunan) Bagian jangka panjang dikurangi bagian
                                 jangka pendek:
                                 Pinjaman jangka menengah                           -             -        (185.000)     (495.000)     (950.000)            -
                                 Liabilitas sewa                                    -             -             -             -             -               -
                                 Pinjaman jangka panjang                      1.136.403           -             -             -             -               -
            Kenaikan (Penurunan) Utang ventura bersama                              -             -             -             -             -               -
            Kenaikan (Penurunan) Obligasi                                       885.791      (734.053)     (352.688)     (455.558)     (598.207)       (598.207)
            Kenaikan (Penurunan) Sukuk mudharabah                               (80.399)     (184.139)      (77.367)      (86.479)     (148.870)       (148.870)
            Kenaikan (Penurunan) Modal saham                                        -             -             -             -             -               -
            Kenaikan (Penurunan) Modal saham diperoleh kembali                      -             -             -             -             -               -
            Kenaikan (Penurunan) Tambahan modal disetor                             -             -             -             -             -               -
            Kenaikan (Penurunan) Perubahan ekuitas entitas anak                     -             -             -             -             -               -
            Kenaikan (Penurunan) Surat berharga perpetual                           -             -             -             -             -               -
            Kenaikan (Penurunan) Kepentingan non pengendali                         -             -             -             -             -               -
            Penyesuaian                                                             -             -             -             -             -               -
                    Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Pendanaan        (81.800)    (1.609.583)    (918.192)     (615.055)    (1.037.037)    (1.697.077)
            KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN BANK                            255.888      (482.739)     (416.051)      (50.603)      683.580      (1.027.791)
            KAS DAN BANK AWAL TAHUN                                           1.649.968     1.905.856     1.423.117     1.007.066       956.463       1.640.043
            KAS DAN BANK AKHIR TAHUN                                          1.905.856     1.423.117     1.007.066       956.463     1.640.043        612.251




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)                             IV-18
Page 50
        b. Proyeksi Keuangan Perseroan Dengan Transaksi
           Proyeksi keuangan WIKA dari manajemen yang telah disesuaikan adalah sebagai berikut:
            Asumsi – Asumsi
            Proyeksi WIKA secara konsolidasi dengan asumsi tanpa dilakukannya transaksi yaitu tidak
            dilakukannya penjualan saham WR pada HIG sehingga WR tetap menjadi pemegang saham
            HIG, dengan demikian tidak terjadi dampak terhadap laporan keuangan WIKA secara
            konsolidasi.

            Proyeksi WIKA secara konsolidasi dengan asumsi dengan dilakukannya transaksi yaitu
            dilakukannya penjualan saham WR pada HIG kepada HIN, sehingga WR tidak lagi menjadi
            pemegang saham HIG, dengan demikian terjadi dampak terhadap laporan keuangan WIKA
            secara konsolidasi yaitu peningkatan kas dan setara kas, penurunan investasi pada entitas
            asosiasi HIG dan adanya laba atas penjualan saham WR pada HIG.
            Jangka Waktu Proyeksi
            Periode proyeksi pendapatan ekonomis wajib dilakukan dalam jangka waktu paling singkat
            5 (lima) tahun ke depan. Proyeksi keuangan disajikan mulai dari 1 September 2025 – 31
            Desember 2030.
            Laporan Laba (Rugi)
            ▪ Pendapatan periode 1 September 2025 – 31 Desember 2030 adalah proporsi periode 1
               Januari 2025 – 31 Agustus 2025, dan selanjutnya diasumsikan meningkat 3,00% setiap
               tahun.
            ▪ Beban pokok pendapatan diasumsikan sebesar 90,00% dari pendapatan.
            ▪ Beban umum dan administrasi diasumsikan sebesar 5,00% dari pendapatan.
            ▪ Beban penjualan sebesar 0,10% dari pendapatan.
            ▪ Perhitungan penyusutan dan amortisasi dengan metode garis lurus dengan sisa umur
               ekonomis yang wajar disajikan pada lampiran 1.
            ▪ Pendapatan lain-lain diasumsikan nol atau tidak ada.
            ▪ Beban lain-lain diasumsikan nol atau tidak ada.
            ▪ Perhitungan beban pendanaan dari pinjaman jangka pendek, pinjaman jangka
               menengah, pinjaman jangka panjang, obligasi dan sukuk mudharabah disajikan pada
               lampiran 2.
            ▪ Beban pajak penghasilan final diasumsikan 2,00% dari pendapatan.
            ▪ Bagian rugi entitas asosiasi diasumsikan nol atau tidak ada.
            ▪ Laba atas penjualan saham WR pada HIG sebesar Rp 1.320 juta yang diperoleh dari
               penjualan saham WR pada HIG kepada HIN.
            ▪ Bagian laba entitas ventura bersama diasumsikan nol atau tidak ada.
            ▪ Tarif pajak diasumsikan sebesar 22,00% dari laba sebelum pajak dengan menerapkan tax
               loss carry forward.
            Laporan Posisi Keuangan
             ▪ Aset lancar
                − Bank dibatasi penggunaannya diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
                    2025.
                − Piutang usaha diasumsikan 50 hari dari pendapatan setiap tahun.
                − Piutang retensi diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
                − Tagihan bruto pemberi kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)   IV-19
Page 51
                  −     Persediaan periode 1 September 2025 – 31 Desember 2025 diasumsikan 390 hari
                        dari beban pokok pendapatan. Persediaan tahun 2026 diasumsikan 365 hari dari
                        beban pokok pendapatan. Persediaan tahun 2027 diasumsikan 300 hari dari beban
                        pokok pendapatan. Persediaan tahun 2028 diasumsikan 240 hari dari beban pokok
                        pendapatan. Persediaan tahun 2029 diasumsikan 150 hari dari beban pokok
                        pendapatan. Persediaan tahun 2030 diasumsikan 100 hari dari beban pokok
                        pendapatan.
                  −     Piutang yang belum ditagih diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
                  −     Piutang lain-lain bagian lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
                        2025.
                  −     Uang muka - bagian lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
                  −     Jaminan usaha - bagian lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
                        2025.
                  −     Aset keuangan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
                  −     Pajak dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
                  −     Biaya dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
                  −     Aset lancar lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
                  −     Pekerjaan dalam proses dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
                        2025.
             ▪    Aset tidak lancar
                  − Aset tetap
                      Nilai perolehan diasumsikan meningkat per tahun dari tahun sebelumnya sebagai
                      capex. Akumulasi penyusutan dihitung dengan menambahkan akumulasi
                      penyusutan tahun sebelumnya dengan penyusutan tahun berjalan disajikan pada
                      lampiran 1.
                  − Piutang usaha – bagian tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
                      2025.
                  − Piutang lain-lain – bagian tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31
                      Agustus 2025.
                  − Piutang belum ditagih – bagian tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31
                      Agustus 2025.
                  − Uang muka - bagian tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
                      2025.
                  − Aset real estat diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
                  − Investasi pada entitas asosiasi diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
                      2025.
                  − Investasi pada ventura bersama diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
                      2025.
                  − Properti investasi – neto diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
                  − Aset kerjasama operasi diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
                  − Goodwill diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
                  − Investasi jangka panjang lainnya diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
                      2025.
                  − Aset takberwujud diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.


Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)   IV-20
Page 52
                  −     Aset pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
                  −     Aset lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
             ▪    Liabilitas jangka pendek
                  − Perhitungan pinjaman jangka pendek disajikan pada lampiran 2.
                  − Utang usaha periode 1 September 2025 – 31 Desember 2025 diasumsikan 181 hari
                      dari beban pokok pendapatan. Persediaan tahun 2026 dan selanjutnya diasumsikan
                      250 hari dari beban pokok pendapatan.
                  − Utang lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
                  − Kewajiban bruto pemberi kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
                      2025.
                  − Utang pajak diasumsikan tetap diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
                      2025.
                  − Uang muka pelanggan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
                  − Beban akrual diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
                  − Pendapatan diterima dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 31 Agustus
                      2025.
                  − Liabilitas sewa diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
                  − Perhitungan bagian jangka pendek dari pinjaman jangka menengah, pinjaman
                      jangka panjang, obligasi dan sukuk mudharabah disajikan pada lampiran 2.
             ▪    Liabilitas jangka panjang
                  − Liabilitas imbalan pasca kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
                  − Liabilitas pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
                  − Uang muka dari pelanggan jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan per 31
                      Agustus 2025.
                  − Uang muka proyek jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
                      2025.
                  − Utang lain-lain jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
                      2025.
                  − Liabilitas sewa diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
                  − Perhitungan bagian jangka panjang dari pinjaman jangka menengah, pinjaman
                      jangka panjang, obligasi dan sukuk mudharabah disajikan pada lampiran 2.
                  − Utang ventura bersama diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
             ▪    Ekuitas
                  − Modal saham diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
                  − Modal saham diperoleh kembali diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
                      2025.
                  − Tambahan modal disetor diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
                  − Perubahan ekuitas entitas anak diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
                      2025.
                  − Saldo (defisit) laba adalah penjumlahan antara laba (rugi) bersih periode berjalan
                      dengan saldo (rugi) laba periode sebelumnya.
                  − Surat berharga perpetual diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
                  − Kepentingan non pengendali diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)   IV-21
Page 53
            Asumsi – asumsi yang digunakan yang terkait langsung dengan kegiatan usaha dalam
            proyeksi posisi keuangan adalah wajar.
            Proyeksi Laba Rugi Dengan Dilakukannya Transaksi
            PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
            Proyeksi Laba Rugi Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
                                                       Tahun                                          Tahun Proyeksi
                            Uraian
                                                   Jan-Ags 2025 Sep-Des 2025          2026           2027         2028            2029         2030
            PENDAPATAN BERSIH                          7.713.769     3.856.885      11.917.773     12.275.306   12.643.566      13.022.873   13.413.559
            BEBAN POKOK PENDAPATAN                    (7.055.076)   (3.471.196)    (10.725.996)   (11.047.776) (11.379.209)    (11.720.585) (12.072.203)
            LABA KOTOR                                   658.693        385.688      1.191.777      1.227.531    1.264.357       1.302.287    1.341.356
            Beban usaha
              Umum dan administrasi                     (725.752)      (192.844)     (595.889)      (613.765)     (632.178)      (651.144)     (670.678)
              Penjualan                                   (9.099)        (3.857)      (11.918)       (12.275)      (12.644)       (13.023)      (13.414)
            EBITDA                                       (76.157)       188.987       583.971        601.490       619.535        638.121       657.264
            Depresiasi                                    (101.601)    (150.978)     (436.988)      (436.340)     (454.919)      (473.498)     (199.621)
            EBIT                                          (177.758)      38.010       146.983        165.150       164.616        164.623       457.643
            Pendapatan lain-lain                            953.458         -              -              -             -              -             -
            Beban lain-lain                                (968.147)        -              -              -             -              -             -
            Beban keuangan                               (1.854.304)   (522.067)    (1.559.068)    (1.410.794)   (1.316.817)    (1.244.346)   (1.156.148)
            Beban pajak penghasilan final                  (145.491)    (77.138)      (238.355)      (245.506)     (252.871)      (260.457)     (268.271)
            Bagian rugi entitas asosiasi                    (96.999)        -              -              -             -              -             -
            Laba atas penjualan saham WR pada HIG               -         1.320            -              -             -              -             -
            Bagian laba entitas ventura bersama             341.927         -              -              -             -              -             -
            Bagian rugi pengendalian bersama               (814.274)        -              -              -             -              -             -
            EBT                                          (2.761.588)   (559.876)    (1.650.441)    (1.491.151)   (1.405.073)    (1.340.180)     (966.776)
            PAJAK                                           (17.199)        -              -              -             -              -            -
            LABA BERSIH (EAT)                            (2.778.788)   (559.876)    (1.650.441)    (1.491.151)   (1.405.073)    (1.340.180)    (966.776)
                                             Rata-rata
                Rasio Profitabilitas
                                             2026-2030
            EBITDA/Sales                         4,90%      -0,99%        4,90%          4,90%         4,90%         4,90%          4,90%          4,90%
            EBIT/Sales                           1,71%      -2,30%        0,99%          1,23%         1,35%         1,30%          1,26%          3,41%
            EBT/Sales                          -10,92%     -35,80%      -14,52%        -13,85%       -12,15%       -11,11%        -10,29%         -7,21%
            EAT/Sales                          -10,92%     -36,02%      -14,52%        -13,85%       -12,15%       -11,11%        -10,29%         -7,21%




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)              IV-22
Page 54
            Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Dilakukannya Transaksi
            PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
            Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
                                                            Tahun                                      Tahun Proyeksi
                                     Uraian
                                                           Ags 2025      Des 2025        2026         2027         2028         2029         2030
            ASET
            Aset Lancar
            Kas dan setara kas                              1.649.968      1.913.656    1.430.917    1.014.866      964.263    1.647.843      620.051
            Bank dibatasi penggunaannya                     1.178.701      1.178.701    1.178.701    1.178.701    1.178.701    1.178.701    1.178.701
            Piutang usaha                                   2.364.174      1.585.021    1.632.572    1.681.549    1.731.995    1.783.955    1.837.474
            Piutang retensi                                 1.017.133      1.017.133    1.017.133    1.017.133    1.017.133    1.017.133    1.017.133
            Tagihan bruto pemberi kerja                     1.572.714      1.572.714    1.572.714    1.572.714    1.572.714    1.572.714    1.572.714
            Persediaan                                     11.317.394    11.247.249 10.725.996       9.080.364    7.482.220    4.816.679    3.307.453
            Piutang yang belum ditagih                        439.708        439.708      439.708      439.708      439.708      439.708      439.708
            Piutang lain-lain - bag. lancar                   297.857        297.857      297.857      297.857      297.857      297.857      297.857
            Uang muka - bag. lancar                           569.467        569.467      569.467      569.467      569.467      569.467      569.467
            Jaminan usaha                                      49.118         49.118       49.118       49.118       49.118       49.118       49.118
            Aset keuangan                                         -              -            -            -            -            -            -
            Pajak dibayar dimuka                            1.381.260      1.381.260    1.381.260    1.381.260    1.381.260    1.381.260    1.381.260
            Biaya dibayar dimuka                              680.743        680.743      680.743      680.743      680.743      680.743      680.743
            Aset lancar lain-lain                             314.502        314.502      314.502      314.502      314.502      314.502      314.502
            Pekerjaan dalam proses                          3.720.906      3.720.906    3.720.906    3.720.906    3.720.906    3.720.906    3.720.906
            Jumlah Aset Lancar                             26.553.645    25.968.036 25.011.594      22.998.888 21.400.588 19.470.586 16.987.088
            Aset Tidak Lancar
            Aset tetap
               Nilai perolehan                              9.159.385      9.246.085    9.506.187    9.766.288 10.026.389 10.286.490 10.546.591
               Akumulasi penyusutan                         4.028.978      4.179.955    4.616.943    5.053.284    5.508.203    5.981.701    6.181.322
               Nilai buku                                   5.130.407      5.066.130    4.889.243    4.713.004    4.518.186    4.304.789    4.365.269
            Piutang usaha - bag. tidak lancar                     -              -            -            -            -            -            -
            Piutang lain-lain - bag. tidak lancar                 -              -            -            -            -            -            -
            Piutang belum ditagih - bag. tidak lancar             -              -            -            -            -            -            -
            Uang muka - bag. tidak lancar                      36.852         36.852       36.852       36.852       36.852       36.852       36.852
            Aset real estat                                 1.428.674      1.428.674    1.428.674    1.428.674    1.428.674    1.428.674    1.428.674
            Investasi pada entitas asosiasi                 2.414.436      2.407.956    2.407.956    2.407.956    2.407.956    2.407.956    2.407.956
            Investasi pada ventura bersama                  9.426.120      9.426.120    9.426.120    9.426.120    9.426.120    9.426.120    9.426.120
            Properti investasi - neto                       1.319.968      1.319.968    1.319.968    1.319.968    1.319.968    1.319.968    1.319.968
            Aset kerjasama operasi                            249.717        249.717      249.717      249.717      249.717      249.717      249.717
            Goodwill                                            4.847          4.847        4.847        4.847        4.847        4.847        4.847
            Investasi jangka panjang lainnya                1.034.566      1.034.566    1.034.566    1.034.566    1.034.566    1.034.566    1.034.566
            Aset takberwujud                                9.239.314      9.239.314    9.239.314    9.239.314    9.239.314    9.239.314    9.239.314
            Aset pajak tangguhan                               13.944         13.944       13.944       13.944       13.944       13.944       13.944
            Aset tidak lancar lain-lain                       602.929        602.929      602.929      602.929      602.929      602.929      602.929
            Jumlah Aset Tidak Lancar                       30.901.776    30.831.018 30.654.131      30.477.892 30.283.074 30.069.677 30.130.157
            JUMLAH ASET                                    57.455.421    56.799.054 55.665.726      53.476.780 51.683.662 49.540.264 47.117.245
            LIABILITAS DAN EKUITAS
            Liabilitas Jangka Pendek
            Pinjaman jangka pendek                             81.800            -            -            -            -            -            -
            Utang usaha                                     5.234.569      5.219.877    7.346.573    7.566.970    7.793.979    8.027.798    8.268.632
            Utang lain-lain                                 1.135.170      1.135.170    1.135.170    1.135.170    1.135.170    1.135.170    1.135.170
            Kewajiban bruto pemberi kerja                         -              -            -            -            -            -            -
            Utang pajak                                       473.415        473.415      473.415      473.415      473.415      473.415      473.415
            Uang muka dari pelanggan jangka pendek          1.046.155      1.046.155    1.046.155    1.046.155    1.046.155    1.046.155    1.046.155
            Beban akrual                                    5.399.382      5.399.382    5.399.382    5.399.382    5.399.382    5.399.382    5.399.382
            Pendapatan diterima dimuka                        148.208        148.208      148.208      148.208      148.208      148.208      148.208
            Bagian jangka pendek dari:
               Pinjaman jangka menengah                           -              -            -        185.000      495.000      950.000          -
               Liabilitas sewa                                  2.423          2.423        2.423        2.423        2.423        2.423        2.423
               Pinjaman jangka panjang                      1.136.403            -            -            -            -            -            -
               Obligasi                                     1.733.750        847.959      734.053      352.688      455.558      598.207      598.207
               Sukuk mudharabah                               681.225        761.624      184.139       77.367       86.479      148.870      148.870
            Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                17.072.499    15.034.213 16.469.517      16.386.777 17.035.768 17.929.628 17.220.462
            Liabilitas Jangka Panjang
            Liabilitas imbalan paska kerja                    270.093        270.093      270.093      270.093      270.093      270.093      270.093
            Liabilitas pajak tangguhan                        114.473        114.473      114.473      114.473      114.473      114.473      114.473
            Uang muka dari pelanggan jangka panjang            81.119         81.119       81.119       81.119       81.119       81.119       81.119
            Uang muka proyek jangka panjang                   734.714        734.714      734.714      734.714      734.714      734.714      734.714
            Utang lain-lain                                   585.879        585.879      585.879      585.879      585.879      585.879      585.879
            Bagian jangka panjang dikurangi bagian jangka
            pendek:
               Pinjaman jangka menengah                     1.630.000      1.630.000    1.630.000    1.445.000      950.000          -            -
               Liabilitas sewa                                 18.819         18.819       18.819       18.819       18.819       18.819       18.819
               Pinjaman jangka panjang                     19.999.201    21.135.604 21.135.604      21.135.604 21.135.604 21.135.604 21.135.604
            Utang ventura bersama                              20.165         20.165       20.165       20.165       20.165       20.165       20.165
            Obligasi                                        6.249.391      7.135.182    6.401.129    6.048.441    5.592.883    4.994.676    4.396.469
            Sukuk mudharabah                                1.591.090      1.510.691    1.326.552    1.249.185    1.162.706    1.013.836      864.966
            Jumlah Liabilitas Jangka Panjang               31.294.943    33.236.739 32.318.547      31.703.492 30.666.455 28.969.378 28.222.301
            JUMLAH LIABILITAS                              48.367.443    48.270.951 48.788.064      48.090.269 47.702.223 46.899.005 45.442.762
            Ekuitas
            Modal saham                                     3.987.306      3.987.306    3.987.306    3.987.306    3.987.306    3.987.306    3.987.306
            Modal saham diperoleh kembali                        (110)          (110)        (110)        (110)        (110)        (110)        (110)
            Tambahan modal disetor                          9.040.356      9.040.356    9.040.356    9.040.356    9.040.356    9.040.356    9.040.356
            Perubahan ekuitas entitas anak                  1.003.022      1.003.022    1.003.022    1.003.022    1.003.022    1.003.022    1.003.022
            Saldo (defisit) laba                           (7.868.491)    (8.428.366) (10.078.807) (11.569.958) (12.975.030) (14.315.211) (15.281.987)
            Surat berharga perpetual                              -              -            -            -            -            -            -
            Kepentingan non pengendali                      2.925.894      2.925.894    2.925.894    2.925.894    2.925.894    2.925.894    2.925.894
            Jumlah Ekuitas                                  9.087.979      8.528.103    6.877.662    5.386.511    3.981.439    2.641.258    1.674.482
            JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                  57.455.421    56.799.054 55.665.726      53.476.780 51.683.662 49.540.264 47.117.245
                                                Rata-rata
            Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
                                                2026-2030
            Current Ratio                          125,02%     155,53%       172,73%      151,87%      140,35%      125,62%      108,59%       98,64%
            Debt to Equity Ratio                  1457,95%     532,21%       566,02%      709,37%      892,79%     1198,12%     1775,63%     2713,84%
            Debt to Asset Ratio                      92,20%     84,18%        84,99%       87,64%       89,93%       92,30%       94,67%       96,45%




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)                                   IV-23
Page 55
            Proyeksi Arus Kas Dengan Dilakukannya Transaksi
            PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
            Proyeksi Arus Kas Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
                                                                                                             Tahun Proyeksi
                                         Uraian
                                                                              Des 2025        2026          2027        2028            2029            2030
            ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
            Laba Bersih                                                        (559.876)    (1.650.441)   (1.491.151)   (1.405.073)   (1.340.180)      (966.776)
            Depresiasi dan Amortisasi                                           150.978        436.988       436.340       454.919       473.498        199.621
            Perubahan Modal Kerja :
            (Kenaikan) Penurunan Piutang usaha                                  779.153       (47.551)      (48.977)      (50.446)      (51.960)        (53.519)
            (Kenaikan) Penurunan Piutang retensi                                    -             -             -             -             -               -
            (Kenaikan) Penurunan Tagihan bruto pemberi kerja                        -             -             -             -             -               -
            (Kenaikan) Penurunan Persediaan                                      70.145       521.253     1.645.632     1.598.144     2.665.541       1.509.226
            (Kenaikan) Penurunan Piutang yang belum ditagih                         -             -             -             -             -               -
            (Kenaikan) Penurunan Piutang lain-lain - bag. lancar                    -             -             -             -             -               -
            (Kenaikan) Penurunan Uang muka - bag. lancar                            -             -             -             -             -               -
            (Kenaikan) Penurunan Jaminan usaha                                      -             -             -             -             -               -
            (Kenaikan) Penurunan Aset keuangan                                      -             -             -             -             -               -
            (Kenaikan) Penurunan Pajak dibayar dimuka                               -             -             -             -             -               -
            (Kenaikan) Penurunan Biaya dibayar dimuka                               -             -             -             -             -               -
            (Kenaikan) Penurunan Piutang usaha - bag. tidak lancar                  -             -             -             -             -               -
            (Kenaikan) Penurunan Piutang lain-lain - bag. tidak lancar              -             -             -             -             -               -
            (Kenaikan) Penurunan Piutang belum ditagih - bag. tidak lancar          -             -             -             -             -               -
            (Kenaikan) Penurunan Uang muka - bag. tidak lancar                      -             -             -             -             -               -
            (Kenaikan) Penurunan Aset pajak tangguhan                               -             -             -             -             -               -
            (Kenaikan) Penurunan Aset lancar lain-lain                              -             -             -             -             -
            (Kenaikan) Penurunan Aset tidak lancar lain-lain                        -             -             -             -             -               -
            Kenaikan (Penurunan) Utang usaha                                    (14.691)    2.126.695       220.397       227.009       233.819         240.834
            Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain                                    -             -             -             -             -               -
            Kenaikan (Penurunan) Kewajiban bruto pemberi kerja                      -             -             -             -             -               -
            Kenaikan (Penurunan) Utang pajak                                        -             -             -             -             -               -
            Kenaikan (Penurunan) Uang muka dari pelanggan jangka pendek             -             -             -             -             -               -
            Kenaikan (Penurunan) Beban akrual                                       -             -             -             -             -               -
            Kenaikan (Penurunan) Pendapatan diterima dimuka                         -             -             -             -             -               -
            Kenaikan (Penurunan) Liabilitas imbalan paska kerja                     -             -             -             -             -               -
            Kenaikan (Penurunan) Liabilitas pajak tangguhan                         -             -             -             -             -               -
            Kenaikan (Penurunan) Uang muka dari pelanggan jangka panjang            -             -             -             -             -               -
            Kenaikan (Penurunan) Uang muka proyek jangka panjang                    -             -             -             -             -               -
            Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain                                    -             -             -             -             -               -
                                                      Perubahan Modal Kerja     834.606     2.600.398     1.817.052     1.774.707     2.847.400       1.696.541
                        Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Operasi      425.708     1.386.945       762.242       824.553     1.980.718         929.387
            ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
            (Kenaikan) Penurunan Bank dibatasi penggunaannya                        -             -             -             -             -
            (Kenaikan) Penurunan Pekerjaan dalam proses                             -             -             -             -             -               -
            (Kenaikan) Penurunan Aset tetap                                     (86.700)     (260.101)     (260.101)     (260.101)     (260.101)       (260.101)
            (Kenaikan) Penurunan Aset real estat                                    -             -             -             -             -               -
            (Kenaikan) Penurunan Investasi pada entitas asosiasi                  6.480           -             -             -             -               -
            (Kenaikan) Penurunan Investasi pada ventura bersama                     -             -             -             -             -               -
            (Kenaikan) Penurunan Properti investasi - neto                          -             -             -             -             -               -
            (Kenaikan) Penurunan Aset kerjasama operasi                             -             -             -             -             -               -
            (Kenaikan) Penurunan Goodwill                                           -             -             -             -             -               -
            (Kenaikan) Penurunan Investasi jangka panjang lainnya                   -             -             -             -             -               -
            (Kenaikan) Penurunan Aset takberwujud                                   -             -             -             -             -               -
                       Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Investasi     (80.220)     (260.101)     (260.101)     (260.101)     (260.101)       (260.101)
            ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
            Kenaikan (Penurunan) Pinjaman jangka pendek                         (81.800)             -           -             -               -               -
            Kenaikan (Penurunan) Bagian jangka pendek dari:
                                 Pinjaman jangka menengah                            -            -         185.000       310.000       455.000        (950.000)
                                 Liabilitas sewa                                     -            -             -             -             -               -
                                 Pinjaman jangka panjang                      (1.136.403)         -             -             -             -               -
                                 Obligasi                                       (885.791)    (113.906)     (381.365)      102.870       142.649             -
                                 Sukuk mudharabah                                 80.399     (577.485)     (106.772)        9.112        62.391             -
            Kenaikan (Penurunan) Bagian jangka panjang dikurangi bagian
                                 jangka pendek:
                                 Pinjaman jangka menengah                           -              -       (185.000)     (495.000)      (950.000)            -
                                 Liabilitas sewa                                    -              -            -             -              -               -
                                 Pinjaman jangka panjang                      1.136.403            -            -             -              -               -
            Kenaikan (Penurunan) Utang ventura bersama                              -              -            -             -              -               -
            Kenaikan (Penurunan) Obligasi                                       885.791       (734.053)    (352.688)     (455.558)      (598.207)       (598.207)
            Kenaikan (Penurunan) Sukuk mudharabah                               (80.399)      (184.139)     (77.367)      (86.479)      (148.870)       (148.870)
            Kenaikan (Penurunan) Modal saham                                        -              -            -             -              -               -
            Kenaikan (Penurunan) Modal saham diperoleh kembali                      -              -            -             -              -               -
            Kenaikan (Penurunan) Tambahan modal disetor                             -              -            -             -              -               -
            Kenaikan (Penurunan) Perubahan ekuitas entitas anak                     -              -            -             -              -               -
            Kenaikan (Penurunan) Surat berharga perpetual                           -              -            -             -              -               -
            Kenaikan (Penurunan) Kepentingan non pengendali                         -              -            -             -              -               -
            Penyesuaian                                                             -              -            -             -              -               -
                    Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Pendanaan        (81.800)    (1.609.583)    (918.192)     (615.055)    (1.037.037)     (1.697.077)
            KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN BANK                            263.688       (482.739)    (416.051)      (50.603)       683.580      (1.027.791)
            KAS DAN BANK AWAL TAHUN                                           1.649.968     1.913.656     1.430.917     1.014.866       964.263       1.647.843
            KAS DAN BANK AKHIR TAHUN                                          1.913.656     1.430.917     1.014.866       964.263     1.647.843         620.051




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)                             IV-24
Page 56
            Tanpa dilakukannya transaksi rata-rata EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales dan EAT/Sales
            Perseroan masing-masing sebesar 4,90%, 1,71%, -10,92% dan -10,92%. Sedangkan dengan
            dilakukannya transaksi rata-rata EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales dan EAT/Sales
            Perseroan setiap tahun masing-masing sebesar 4,90%, 1,71%, -10,92% dan -10,92%. Dengan
            demikian dengan dilakukannya transaksi profitabilitas EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales
            dan EAT/Sales Perseroan tidak mengalami perubahan.
            Tanpa dilakukannya transaksi likuiditas Perseroan yang diukur dengan rata-rata Current
            Ratio (CR) sebesar 124,97% sedangkan dengan dilakukannya transaksi CR Perseroan menjadi
            sebesar 125,02%.
            Tanpa dilakukannya transaksi solvabilitas Perseroan yang diukur dengan rata-rata Debt to
            Equity Ratio (DER) dan Debt to Assets Ratio (DAR) masing-masing 1458,71% dan 92,20%
            sedangkan dengan dilakukannya transaksi DER dan DAR Perseroan masing-masing menjadi
            1457,95% dan 92,20%.
            Dengan transaksi, proyeksi posisi keuangan Perseroan menunjukan bahwa likuiditas yang
            diukur dari current ratio dan solvabilitas yang diukur dari debt to equity ratio dan debt to
            asset ratio mengalami peningkatan.
            Selain itu tanpa transaksi dan dengan transaksi proyeksi arus kas Perseroan tidak
            menunjukkan adanya cash deficiency.

4.2.   Analisis Inkremental
       Analisis inkremental untuk mengukur nilai tambah dari transaksi dengan mempertimbangkan:
       − Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi dan dampaknya
           terhadap proyeksi keuangan.
       − Biaya dan pendapatan yang relevan.
       − Informasi non keuangan yang relevan.
       − Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan rencana dan nilai
           transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.
       − Hal-hal material lain.
4.2.1. Kontribusi Nilai Tambah
       Kontribusi nilai tambah dari rencana transaksi dapat diukur dari peningkatan laba, profitabilitas,
       likuiditas dan solvabilitas Perseroan.
        Berdasarkan proyeksi laba rugi, perhitungan kontribusi nilai tambah terhadap laba Perseroan
        adalah sebagai berikut:
        Kontribusi Nilai Tambah Terhadap Laba Perseroan (Rp.Juta)
                                                                               Tahun
                     Uraian                                                                                                    Jumlah
                                        Sep-Des 2025      2026          2027            2028          2029         2030
        Dengan Transaksi (1)
        EBT                                  (559.876)   (1.650.441)   (1.491.151)     (1.405.073)   (1.340.180)   (966.776)   (6.446.720)
        EAT                                  (559.876)   (1.650.441)   (1.491.151)     (1.405.073)   (1.340.180)   (966.776)   (6.446.720)
        Tanpa Transaksi (2)
        EBT                                  (561.195)   (1.650.441)   (1.491.151)     (1.405.073)   (1.340.180)   (966.776)   (6.448.040)
        EAT                                  (561.195)   (1.650.441)   (1.491.151)     (1.405.073)   (1.340.180)   (966.776)   (6.448.040)
        Kontribusi Nilai Tambah (1-2)
        EBT                                     1.320            -             -               -             -            -        1.320
        EAT                                     1.320            -             -               -             -            -        1.320

        Berdasarkan hasil perhitungan, terlihat bahwa dengan dilakukannya transaksi memberikan
        kontribusi nilai tambah terhadap laba Perseroan. Dengan dilakukannya transaksi, kontribusi
        nilai tambah selama tahun periode 1 September 2025 – 31 Desember 2030 terhadap laba EBT



Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)            IV-25
Page 57
        dan EAT Perseroan masing-masing sebesar Rp 1.320 juta dan Rp 1.320 juta. Kontribusi nilai
        tambah tersebut berasal dari laba atas penjualan saham milik WR pada HIG.
        Analisis kontribusi nilai tambah terhadap solvabilitas dan likuiditas Perseroan dapat dihitung
        sebagai berikut:
        Kontribusi Nilai Tambah Terhadap Likuiditas dan Solvabilitas Perseroan
                                                                          Tahun Proyeksi                                 Rata-rata
                       Uraian
                                           Des 2025        2026          2027         2028        2029         2030      2026-2030
        Dengan Transaksi (1)
        Current Ratio                         172,73%       151,87%       140,35%     125,62%     108,59%       98,64%     125,02%
        Debt to Equity Ratio                  566,02%       709,37%       892,79%    1198,12%    1775,63%     2713,84%    1457,95%
        Debt to Asset Ratio                    84,99%        87,64%        89,93%      92,30%      94,67%       96,45%      92,20%
        Tanpa Transaksi (2)
        Current Ratio                         172,67%       151,82%       140,30%     125,58%     108,55%       98,60%     124,97%
        Debt to Equity Ratio                  566,11%       709,51%       893,01%    1198,51%    1776,52%     2715,98%    1458,71%
        Debt to Asset Ratio                    84,99%        87,65%        89,93%      92,30%      94,67%       96,45%      92,20%
        Kontribusi Nilai Tambah (1-2)
        Current Ratio                            0,03%        0,03%         0,03%        0,04%      0,04%        0,05%       0,04%
        Debt to Equity Ratio                     0,02%        0,02%         0,02%        0,03%      0,05%        0,08%       0,05%
        Debt to Asset Ratio                      0,00%        0,00%         0,00%        0,00%      0,00%        0,00%       0,00%

        Berdasarkan hasil perhitungan, terlihat bahwa dengan dilakukannya transaksi memberikan
        kontribusi nilai tambah terhadap peningkatan likuiditas dan solvabilitas Perseroan. Dengan
        dilakukannya transaksi, kontribusi nilai tambah periode 1 September 2025 – 31 Desember 2030
        terhadap likuiditas current ratio sebesar 0,04% dan solvabilitas debt to equity ratio (DER) dan
        debt to asset ratio (DAR) masing-masing sebesar 0,05% dan 0,00%.
        Berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan dilakukannya transaksi,
        Perseroan akan memperoleh nilai tambah berupa peningkatan laba, likuiditas dan solvabilitas
        yang akan menguntungkan Perseroan secara konsolidasi.
4.2.2. Biaya dan Pendapatan yang Relevan
       Perseroan akan memperhatikan biaya dan pendapatan yang relevan sesuai dengan keadaan
       industri dan margin laba yang diharapkan. Apabila pendapatan berkurang Perseroan akan
       menurunkan biaya secara proporsional hingga margin laba yang diharapkan dapat tercapai.
       Dengan demikian transaksi yang dilakukan memberikan nilai tambah bagi Perseroan.
4.2.3. Informasi Non Keuangan yang Relevan
       Informasi non keuangan yang relevan adalah dengan dilakukannya transaksi, dapat
       meningkatkan reputasi Perseroan sebagai induk perusahaan yang profesional dengan terus
       mendukung kelancaran operasional group Perseroan.
4.2.4. Prosedur Pengambilan Keputusan Oleh Perseroan Dalam Menentukan Rencana Transaksi dan
       Nilai Transaksi dengan Memperhatikan Alternatif lain
       Prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dalam menentukan rencana transaksi dan
       nilai transaksi adalah dilakukan oleh Direksi dengan pengawasan Komisaris Perseroan. Rencana
       transaksi dan nilai transaksi dengan persyaratan yang mudah, transparan dan akuntabel yang
       dapat dipenuhi Perseroan sesuai dengan Peraturan perundang-undangan yang berlaku.
       Alternatif lain dari rencana transaksi, apabila dilakukan dengan pihak lain, tidak ada dan
       Perseroan tidak mengenal pihak lain tersebut, sehingga rencana transaksi tidak dapat
       dilaksanakan.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)      IV-26
Page 58
4.2.5. Hal-Hal Material Lainnya
       Hal-hal material lainnya terkait dengan analisis inkremental dari rencana transaksi tidak ada.
       Dengan analisis inkremental yang telah dilakukan, Penilai meyakini bahwa rencana transaksi
       adalah wajar dan memberikan nilai tambah bagi Perseroan.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)   IV-27
Page 59
                                                BAB V
                                  ANALISIS KEWAJARAN NILAI TRANSAKSI

Analisis kewajaran nilai transaksi meliputi :
a. Perbandingan antara nilai transaksi dengan hasil penilaian atas transaksi yang dilakukan.
b. Analisis untuk memastikan bahwa nilai transaksi memberikan nilai tambah dari transaksi yang
   dilakukan.
5.1. Hasil Penilaian Objek Transaksi
     Berdasarkan Laporan Penilaian Saham milik WR pada HIG No. 00230/2.0118-
     00/BS/03/0596/1/XII/2025 tanggal 29 Desember 2025 yang diterbitkan oleh KJPP Iskandar
     dan Rekan, menyatakan bahwa Nilai Pasar 1.470 saham atau 49,00% saham milik WR pada HIG
     per 31 Agustus 2025 adalah Rp 7.700.000.000,- atau untuk setiap saham adalah Rp 5.238.095,-
5.2. Nilai Transaksi
     Berdasarkan Berita Acara Negosiasi Kesepakatan Harga antara WR dengan HIN tanggal 29
     Desember 2025 harga jual beli 1.470 saham atau 49,00% saham milik WR pada HIG sebesar
     Rp 7.800.000.000,-. Dengan demikian nilai transaksi adalah sebesar Rp 7.800.000.000,-.
5.3. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
     Dengan nilai transaksi sebesar Rp 7.800.000.000,- dan Nilai Pasar adalah Rp 7.700.000.000,-
     maka nilai transaksi lebih tinggi 1,30% dari Nilai Pasarnya namun masih dalam kisaran wajar.
5.4. Analisis Bahwa Nilai Transaksi Memberikan Nilai Tambah dari Transaksi Yang Dilakukan
     Berdasarkan hasil analisis dapat dipastikan bahwa nilai transaksi memberikan nilai tambah
     sebagai berikut:
       •     Dengan dilakukannya transaksi, kontribusi nilai tambah selama tahun periode 1 September
             2025 – 31 Desember 2030 terhadap laba EBT dan EAT Perseroan masing-masing sebesar Rp
             1.320 juta dan Rp 1.320 juta. Kontribusi nilai tambah tersebut berasal dari laba atas
             penjualan saham milik WR pada HIG.
       •     Dengan dilakukannya transaksi, kontribusi nilai tambah periode 1 September 2025 – 31
             Desember 2030 terhadap likuiditas current ratio sebesar 0,04% dan solvabilitas debt to
             equity ratio (DER) dan debt to asset ratio (DAR) masing-masing sebesar 0,05% dan 0,00%.
  Berdasarkan analisis tersebut, Kami berpendapat bahwa nilai transaksi adalah wajar.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)   V-1
Page 60
                                               BAB VI
                              ANALISIS ATAS FAKTOR LAIN YANG RELEVAN


6.1.   Analisis Ketidakpastian Rencana Pembiayaan Dalam Rencana Transaksi
       Rencana Transaksi merupakan penjualan saham milik WR (perusahaan terkendali WIKA) pada
       HIG kepada HIN. Berdasarkan Informasi Perseroan sumber pendanaan atas Rencana Transaksi
       seluruhnya berasal dari kas internal HIN.
6.2. Analisis Ketidakpastian Nilai Tukar Mata Uang
     Laporan keuangan Perseoan menggunakan Rupiah.
       Analisis kemampuan uang adalah suatu proses evaluasi yang mencakup sejumlah faktor penting
       yang mempengaruhi kinerja uang antara lain stabilitas nilai, likuiditas, penerimaan oleh
       masyarakat, portabilitas dan kepercayaan.
       Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 19-20 Agustus 2025 memutuskan untuk
       menurunkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,00%, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps
       menjadi 4,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 5,75%. Keputusan ini
       konsisten dengan tetap rendahnya prakiraan inflasi tahun 2025 dan 2026 dalam sasaran 2,5±1%,
       terjaganya stabilitas nilai tukar Rupiah, dan perlunya mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai
       dengan kapasitas perekonomian. Ke depan, Bank Indonesia akan terus mencermati ruang
       penurunan suku bunga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi sejalan
       dengan rendahnya prakiraan inflasi dengan tetap mempertahankan stabilitas nilai tukar Rupiah.

6.3.   Analisis Ketidakpastian Risiko Pasar
       Ketidakpastian risiko pasar dalam industri konstruksi dapat berasal dari berbagai faktor dan
       faktor-faktor ini dapat sangat beragam. Berikut adalah beberapa faktor utama yang dapat
       menyebabkan ketidakpastian risiko pasar dalam industri konstruksi:
       1. Perubahan Ekonomi Makro: Fluktuasi dalam ekonomi makro, seperti resesi atau
           pertumbuhan ekonomi yang lambat, dapat mengurangi permintaan untuk proyek
           konstruksi. Kondisi ekonomi yang buruk dapat mengakibatkan penurunan investasi di sektor
           ini.
       2. Inflasi: Kenaikan biaya bahan bangunan dan tenaga kerja akibat inflasi dapat mengurangi
           margin keuntungan proyek konstruksi. Biaya yang meningkat tanpa disertai peningkatan
           harga kontrak dapat menyebabkan kerugian finansial.
       3. Suku Bunga: Kenaikan suku bunga dapat meningkatkan biaya pembiayaan proyek
           konstruksi, sehingga mengurangi profitabilitas dan mempengaruhi kemampuan perusahaan
           untuk mendapatkan pembiayaan.
       4. Keterlambatan Pembayaran: Keterlambatan dalam pembayaran oleh klien atau kontraktor
           utama dapat menyebabkan masalah likuiditas bagi perusahaan konstruksi. Aliran kas yang
           tidak stabil dapat menghambat kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban
           finansialnya.
       5. Manajemen Proyek: Kesalahan dalam manajemen proyek, termasuk estimasi biaya yang
          tidak akurat dan penjadwalan yang buruk, dapat menyebabkan pembengkakan biaya dan
          penundaan yang merugikan secara finansial.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)   VI-1
Page 61
6.4.   Analisis Faktor Lain Yang Berpengaruh
       Pendapat kewajaran ini disusun berdasarkan asumsi bahwa transaksi yang akan dilakukan oleh
       manajemen Perseroan sesuai dengan Rencana Transaksi.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)   VI-2
Page 62
                                        BAB VII
                     KESIMPULAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI


        Hasil analisis atas nilai transaksi penjualan saham milik WR (perusahaan terkendali WIKA) pada
        HIG kepada HIN adalah nilai transaksi diatas dari Nilai Pasarnya, namun masih dalam kisaran
        wajar. Dengan demikian nilai transaksi adalah wajar.
        Hasil analisis atas dampak keuangan dari transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan
        pemegang saham memberikan kesimpulan bahwa dengan dilakukannya transaksi akan
        meningkatkan laba, likuiditas dan solvabilitas Perseroan yang dapat memberikan nilai tambah
        bagi Perseroan secara konsolidasi, dengan demikian sesuai dengan kepentingan pemegang
        saham.
        Hasil analisis atas pertimbangan bisnis dari manajemen terkait dengan transaksi terhadap
        kepentingan pemegang saham adalah mendukung inisiasi Danantara dalam integrasi entitas-
        entitas usaha yang beroperasi dalam lini bisnis pariwisata dan perhotelan memberikan
        kesimpulan bahwa pertimbangan bisnis dari manajemen tersebut sejalan dengan kepentingan
        pemegang saham.
        Berdasarkan kesimpulan dari hasil analisis tersebut diatas, maka Kami berpendapat bahwa
        transaksi adalah wajar.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)   VII-1
Page 63
                                                         LAMPIRAN




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)   VII-1
Page 64
Lampiran 1
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Nilai Perolehan, Penyusutan dan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap (Rp.Juta)
                                    Umur       Tahun                                 Tahun Proyeksi
             Uraian
                                  Ekonomis Ags 2025      Des 2025      2026         2027       2028             2029         2030
NILAI PEROLEHAN
Aset Tetap
  Hak atas tanah                               2.606.729    2.606.729   2.606.729    2.606.729    2.606.729    2.606.729    2.606.729
  Lahan tambang                                   78.578       78.578      78.578       78.578       78.578       78.578       78.578
  Bangunan                                     1.549.811    1.549.811   1.549.811    1.549.811    1.549.811    1.549.811    1.549.811
  Prasarana                                      567.179      567.179     567.179      567.179      567.179      567.179      567.179
  Perlengkapan kantor                            157.061      157.061     157.061      157.061      157.061      157.061      157.061
  Peralatan pabrik dan proyek                  4.139.405    4.139.405   4.139.405    4.139.405    4.139.405    4.139.405    4.139.405
  Kendaraan                                       10.494       10.494      10.494       10.494       10.494       10.494       10.494
Aset dalam penyelesaian
  Aset dalam penyelesaian                         50.129       50.129      50.129       50.129       50.129       50.129       50.129
Capex                                                          86.700     260.101      260.101      260.101      260.101      260.101
Akumulasi Capex                                                86.700     346.801      606.903      867.004    1.127.105    1.387.206
Jumlah Nilai Perolehan                         9.159.385    9.246.085   9.506.187    9.766.288   10.026.389   10.286.490   10.546.591
PENYUSUTAN
Aset Tetap
  Lahan tambang                       20                        1.310       3.929       3.929        3.929        3.929        3.929
  Bangunan                            15                       34.440     103.321     103.321      103.321      103.321      103.321
  Prasarana                           20                        9.453      28.359      28.359       28.359       28.359       28.359
  Perlengkapan kantor                  4                       13.088      18.480         -            -            -            -
  Peralatan pabrik dan proyek         15                       91.987     275.960     275.960      275.960      275.960        2.084
  Kendaraan                            5                          700         746         -            -            -            -
Capex                                 14                                    6.193      24.772       43.350       61.929       61.929
Jumlah Penyusutan Aset Tetap                                 150.978      436.988     436.340      454.919      473.498      199.621
AKUMULASI PENYUSUTAN
Aset Tetap
  Lahan tambang                                   21.468       22.778      26.707       30.636       34.564       38.493       42.422
  Bangunan                                       595.630      630.071     733.391      836.712      940.033    1.043.354    1.146.674
  Prasarana                                      335.846      345.299     373.658      402.017      430.376      458.734      487.093
  Perlengkapan kantor                            125.492      138.580     157.061      157.061      157.061      157.061      157.061
  Peralatan pabrik dan proyek                  2.941.493    3.033.479   3.309.440    3.585.400    3.861.360    4.137.321    4.139.405
  Kendaraan                                        9.049        9.748      10.494       10.494       10.494       10.494       10.494
Capex                                                             -         6.193       30.964       74.315      136.243      198.172
Jumlah Akumulasi Penyusutan                    4.028.978    4.179.955   4.616.943    5.053.284    5.508.203    5.981.701    6.181.322
NILAI BUKU
Aset Tetap
  Hak atas tanah                               2.606.729    2.606.729   2.606.729    2.606.729    2.606.729    2.606.729    2.606.729
  Lahan tambang                                   57.109       55.800      51.871       47.942       44.013       40.084       36.155
  Bangunan                                       954.181      919.741     816.420      713.099      609.778      506.458      403.137
  Prasarana                                      231.333      221.880     193.521      165.162      136.803      108.444       80.085
  Perlengkapan kantor                             31.569       18.480         -            -            -            -            -
  Peralatan pabrik dan proyek                  1.197.912    1.105.925     829.965      554.005      278.044        2.084          -
  Kendaraan                                        1.446          746         -            -            -            -            -
Aset dalam penyelesaian
  Aset dalam penyelesaian                         50.129       50.129      50.129       50.129       50.129       50.129       50.129
Capex                                                -         86.700     340.609      575.938      792.689      990.861    1.189.034
Jumlah Nilai Buku                              5.130.407    5.066.130   4.889.243    4.713.004    4.518.186    4.304.789    4.365.269




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)          VII-1
Page 65
Lampiran 2
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Utang Jangka Pendek (Rp. Juta)
                                    Tahun                                                  Tahun
              Uraian
                                   Ags 2025    Des 2025               2026          2027            2028         2029             2030
Penarikan kredit                                        -                    -             -               -            -                -
Jumlah Utang                                        81.800                   -             -               -            -                -
Bunga                     8,72%                       2.378                  -             -               -            -                -
Angsuran Pokok                                      81.800                   -             -               -            -                -
Saldo                                   81.800          -                    -             -               -            -                -
Catatan :
Suku bunga berdasarkan suku bunga rata-rata untuk pembiayaan modal kerja dari Bank Pemerintah (sumber : www.bi.go.id).

PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pinjaman Jangka Menengah (Rp. Juta)
                                    Tahun                                                  Tahun
              Uraian
                                   Ags 2025    Des 2025               2026          2027            2028         2029             2030
Penarikan kredit                                        -                   -             -                -            -               -
Jumlah Utang                                    1.630.000           1.630.000     1.630.000        1.630.000    1.445.000         950.000
Bunga                                              62.667             188.000       188.000          178.416      145.458         106.400
Angsuran Pokok                                          -                   -             -          185.000      495.000         950.000
Saldo                               1.630.000   1.630.000           1.630.000     1.630.000        1.445.000      950.000             -

PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pokok dan Bunga Obligasi dengan Opsi Konversi I (Rp. Juta)
                                                                             Tahun
              Uraian
                                   Ags 2025     Des 2025       2026            2027                 2028         2029             2030
Penarikan kredit                                         -              -             -                   -               -             -
Jumlah Utang                                       950.000     950.000         950.000              950.000         950.000       950.000
Bunga                   11,20%                      35.467     106.400         106.400              106.400         106.400       106.400
Angsuran Pokok                                         -             -              -                   -               -         950.000
Saldo                                 950.000      950.000     950.000         950.000              950.000         950.000             -
Catatan :
Suku bunga berdasarkan informasi dari laporan keuangan Perseroan per 31 Agustus 2025 dan jatuh tempo 20 Desember 2038

PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pokok dan Bunga MTN IX Wika Realty Tahun 2019 (Rp. Juta)
                                                                          Tahun
              Uraian
                                   Ags 2025    Des 2025       2026          2027                    2028         2029             2030
Penarikan kredit                                        -            -             -                      -               -                  -
Jumlah Utang                                     495.000      495.000        495.000                495.000         495.000                  -
Bunga                   12,00%                     19.800       59.400        59.400                 59.400          39.058                  -
Angsuran Pokok                                          -            -             -                      -         495.000              -
Saldo                                 495.000    495.000      495.000        495.000                495.000               -                  -
Catatan :
Suku bunga berdasarkan informasi dari laporan keuangan Perseroan per 31 Agustus 2025 dan jatuh tempo 28 Agustus 2029

PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pokok dan Bunga MTN VIII Wika Realty Tahun 2019 (Rp. Juta)
                                                                          Tahun
              Uraian
                                   Ags 2025    Des 2025        2026          2027                   2028         2029             2030
Penarikan kredit                                        -             -             -                     -                 -                -
Jumlah Utang                                     185.000       185.000       185.000                185.000                 -                -
Bunga                   12,00%                      7.400       22.200        22.200                 12.616                 -                -
Angsuran Pokok                                          -           -             -                 185.000             -                -
Saldo                                 185.000    185.000       185.000       185.000                      -                 -                -
Catatan :
Suku bunga berdasarkan informasi dari laporan keuangan Perseroan per 31 Agustus 2025 dan jatuh tempo 26 Juli 2028

PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pokok dan Bunga Pinjaman Jangka Panjang (Rp. Juta)
                                    Tahun                                      Tahun
              Uraian
                                   Ags 2025    Des 2025       2026        2027       2028                        2029             2030
Penarikan kredit                                        -             -          -                                      -                -
Jumlah Utang                                   21.135.604 21.135.604 21.135.604 21.135.604                     21.135.604       21.135.604
Bunga                     1,50%                   105.678     317.034     317.034    317.034                      317.034          317.034
Angsuran Pokok                                          -             -          -         -                            -                -
Saldo                              21.135.604  21.135.604 21.135.604 21.135.604 21.135.604                     21.135.604       21.135.604
Catatan :
Suku bunga berdasarkan suku bunga restrukturisasi pinjaman WIKA.




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)                           VII-2
Page 66
Lampiran 2 (lanjutan)
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pokok Bunga Obligasi (Rp. Juta)
                                    Tahun                                                   Tahun
              Uraian
                                   Ags 2025      Des 2025             2026           2027            2028        2029        2030
Penarikan kredit                                          -                  -              -               -           -           -
Jumlah Utang                                      7.983.141          7.983.141      7.135.182       6.401.129   6.048.441   5.592.883
Bunga                                               245.346            736.039        658.686         591.438     559.129     518.040
Angsuran Pokok                                            -            847.959        734.053         352.688     455.558     598.207
Saldo                               7.983.141     7.983.141          7.135.182      6.401.129       6.048.441   5.592.883   4.994.676
Catatan :
Suku bunga obligasi berdasarkan suku bunga obligasi WIKA

PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pokok Bunga Obligasi Seri A (Rp. Juta)
                                    Tahun                                                   Tahun
              Uraian
                                   Ags 2025      Des 2025             2026           2027            2028        2029        2030
Penarikan kredit                                            -                -              -               -           -           -
Jumlah Utang                                      1.799.750          1.799.750      1.593.068       1.428.367   1.349.140   1.184.314
Bunga                     8,38%                      50.243            150.729        133.419         119.626     112.990      99.186
Angsuran Pokok                                              -          206.682        164.701          79.227     164.826     134.208
Saldo                               1.799.750     1.799.750          1.593.068      1.428.367       1.349.140   1.184.314   1.050.106
Catatan :
Suku bunga obligasi berdasarkan suku bunga rata-rata obligasi WIKA

PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pokok Bunga Obligasi Seri B (Rp. Juta)
                                    Tahun                                                   Tahun
              Uraian
                                   Ags 2025      Des 2025             2026           2027            2028        2029        2030
Penarikan kredit                                            -                -              -               -           -           -
Jumlah Utang                                       2.377.630         2.377.630      2.104.644       1.887.318   1.782.870   1.669.994
Bunga                     9,03%                       71.567           214.700        190.049         170.425     160.993     150.800
Angsuran Pokok                                              -          272.986        217.326         104.448     112.876     177.103
Saldo                               2.377.630      2.377.630         2.104.644      1.887.318       1.782.870   1.669.994   1.492.891
Catatan :
Suku bunga obligasi berdasarkan suku bunga rata-rata obligasi WIKA

PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pokok Bunga Obligasi Seri C (Rp. Juta)
                                    Tahun                                                   Tahun
              Uraian
                                   Ags 2025      Des 2025             2026           2027            2028        2029        2030
Penarikan kredit                                            -                -              -               -           -           -
Jumlah Utang                                       3.856.500         3.856.500      3.488.209       3.136.183   2.967.170   2.789.314
Bunga                     9,61%                      123.537           370.610        335.217         301.387     285.145     268.053
Angsuran Pokok                                              -          368.291        352.026         169.013     177.856     286.896
Saldo                               3.856.500      3.856.500         3.488.209      3.136.183       2.967.170   2.789.314   2.502.418
Catatan :
Suku bunga obligasi berdasarkan suku bunga rata-rata obligasi WIKA

PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pokok Bunga Sukuk Mudharabah(Rp. Juta)
                                    Tahun                                                   Tahun
              Uraian
                                   Ags 2025    Des 2025       2026                   2027            2028        2029        2030
Penarikan kredit                                        -           -                       -               -           -           -
Jumlah Utang                                    2.272.315   2.272.315               1.510.691       1.326.552   1.249.185   1.162.706
Imbal Hasil                                        70.532     211.596                 140.674         123.529     116.326     108.274
Angsuran Pokok                                          -     761.624                 184.139          77.367      86.479     148.870
Saldo                               2.272.315   2.272.315   1.510.691               1.326.552       1.249.185   1.162.706   1.013.836
Catatan :
Suku bunga berdasarkan tingkat rata-rata imbal hasil sukuk mudharabah WIKA

PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pokok Bunga Sukuk Mudharabah Seri A (Rp. Juta)
                                    Tahun                                                   Tahun
              Uraian
                                   Ags 2025    Des 2025       2026                   2027            2028        2029        2030
Penarikan kredit                                        -             -                    -               -           -           -
Jumlah Utang                                     656.525      656.525                436.442         383.099     360.627     335.528
Bunga                     8,60%                    18.820       56.461                37.534          32.947      31.014      28.855
Angsuran Pokok                                          -     220.083                 53.343          22.472      25.099      43.120
Saldo                                 656.525    656.525      436.442                383.099         360.627     335.528     292.408
Catatan :
Suku Bunga berdasarkan Indikasi bagi hasil per tahun Dana Sukuk Mudharabah Seri A




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)                  VII-3
Page 67
Lampiran 2 (lanjutan)

PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pokok Bunga Sukuk Mudharabah Seri B (Rp. Juta)
                                    Tahun                                                  Tahun
              Uraian
                                   Ags 2025    Des 2025       2026                  2027           2028      2029      2030
Penarikan kredit                                        -             -                   -              -         -         -
Jumlah Utang                                     670.150      670.150               445.546        391.300   368.534   343.078
Bunga                     9,25%                    20.663       61.989               41.213         36.195    34.089    31.735
Angsuran Pokok                                          -     224.604                54.246         22.766    25.456    43.858
Saldo                                 670.150    670.150      445.546               391.300        368.534   343.078   299.220
Catatan :
Suku Bunga berdasarkan Indikasi bagi hasil per tahun Dana Sukuk Mudharabah Seri B

PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pokok Bunga Sukuk Mudharabah Seri C (Rp. Juta)
                                    Tahun                                                  Tahun
              Uraian
                                   Ags 2025    Des 2025       2026                  2027           2028      2029      2030
Penarikan kredit                                        -             -                   -              -         -         -
Jumlah Utang                                     945.640      945.640               628.703        552.153   520.024   484.100
Bunga                     9,85%                    31.049       93.146               61.927         54.387    51.222    47.684
Angsuran Pokok                                          -     316.937                76.550         32.129    35.924    61.892
Saldo                                 945.640    945.640      628.703               552.153        520.024   484.100   422.208
Catatan :
Suku Bunga berdasarkan Indikasi bagi hasil per tahun Dana Sukuk Mudharabah Seri C




Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)           VII-4
Page 68
                                   SURAT PENGANTAR

Laporan No. 00230/2.0118-00/BS/03/0596/1/XII/2025
File No. 101.1/IDR/DO.2/BS/XII/2025                             Jakarta, 29 Desember 2025

Kepada Yth.
PT WIJAYA KARYA REALTY
Tamansari Hive Office
Jalan DI Panjaitan Kav.2 Lt.12
Cawang, Jakarta Timur

Dengan Hormat,

    Perihal:   Laporan Penilaian Saham Milik PT Wijaya Karya Realty pada PT Hotel
               Indonesia Group per 31 Agustus 2025
Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (IDR atau Penilai atau Kami) telah memperoleh
izin usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No. 772/KM.1/2013
tanggal 12 November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan
Surat No. S-774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013 dengan Surat Tanda Terdaftar
Profesi Penunjang Pasar Modal yang telah dilakukan pendaftaran ulang dengan No.
STTD.PPB-43/PJ-1/PM.02/2023 tanggal 6 Juli 2023 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis di
Pasar Modal.
Berdasarkan surat proposal/kontrak perjanjian kerja yang telah disepakati antara IDR dengan
PT Wijaya Karya Realty No. 180.6/IDR/DO.2/Pr-BS/X/2025 tanggal 30 Oktober 2025, No.
180.7/IDR/DO.2/Pr-BS/X/2025 tanggal 30 Oktober 2025, serta Perjanjian Pelaksanaan
Pekerjaan Nomor Pihak Pertama: TP.01.03/A.CFSM.00088.A.WIRA/2025 dan Nomor Pihak
Kedua: 114.1/IDR/Sek/XI/2025 tanggal 4 November 2025, IDR telah melaksanakan penilaian
saham milik PT Wijaya Karya Realty pada PT Hotel Indonesia Group per 31 Agustus 2025,
seperti yang tertuang dalam laporan ini.
Latar Belakang
PT Wijaya Karya Realty (selanjutnya disebut WR atau Pemberi Tugas) merupakan pemegang
saham PT Hotel Indonesia Group (selanjutnya disebut HIG atau Objek Penilaian atau
Perusahaan atau Perseroan). HIG merupakan penyedia jasa pengelolaan hotel, konsultasi
bidang perhotelan, perdagangan dan properti, dimana saat ini HIG mengelola sebanyak 29
hotel. WR berencana melakukan penilaian 49,00% saham miliknya pada HIG dalam rangka
melakukan transaksi divestasi atas saham miliknya pada HIG. Untuk keperluan tersebut maka
diperlukan penilaian saham oleh Penilai Independen. HIG merupakan perusahaan tunggal
bukan holding company.
Objek Penilaian
Objek penilaian adalah 1.470 saham atau 49,00% saham milik WR pada HIG per 31 Agustus
2025.
Page 69
   Maksud dan Tujuan Penilaian
   Maksud penilaian adalah untuk memberikan penilaian independen atas Nilai Pasar objek
   penilaian per 31 Agustus 2025 berdasarkan laporan keuangan perusahaan (audited) yang
   dinyatakan dalam mata uang sesuai dengan laporan keuangan, dalam rangka melakukan
   transaksi divestasi, maka berdasarkan Standar Penilaian Indonesia (SPI) untuk tujuan
   penilaian tersebut akan dilakukan penyetaraan menjadi Jual - Beli (Transfer of Ownership).
   Pendekatan dan Metode Penilaian
   Dalam melakukan penilaian saham Perusahaan kami menggunakan dua pendekatan, yaitu
   pendekatan pendapatan (income-based approach) dan pendekatan pasar (market-based
   approach).
   Pertimbangan menggunakan pendekatan pendapatan adalah karena perusahaan telah
   beroperasi secara komersial dan pendapatannya di masa mendatang dapat diperkirakan.
   Sedangkan pertimbangan menggunakan pendekatan pasar karena data pasar perusahaan
   untuk industri yang sejenis cukup tersedia.
   Metode yang digunakan untuk pendekatan pendapatan adalah metode diskonto untuk
   pendapatan mendatang (Multi Period of Income Discounting), adalah metode penilaian yang
   digunakan untuk menentukan nilai sekarang suatu pendapatan yang akan diterima di masa
   yang akan datang atas objek penilaian, dengan suatu tingkat diskonto atau metode
   Discounted Cash Flow (DCF).
   Metode yang digunakan untuk pendekatan pasar adalah metode pembanding perusahaan
   tercatat di bursa efek (Guideline Publicly Traded Company Method) adalah metode
   menghitung nilai dengan rasio penilaian atau key valuation ratio yang dicari dari perusahaan
   pembanding yang sahamnya telah memiliki Nilai Pasar.
   Pendekatan dan metode penilaian diatas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
   diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen Objek
   Penilaian dan Pemberi Tugas.
   Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
   melakukan pembobotan untuk menghasilkan kesimpulan nilai.
   Independensi Penilai
   • Dalam mempersiapkan laporan ini kami tidak ada benturan kepentingan dengan
      Perseroan maupun pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan transaksi yang akan
      dilakukan Perseroan.
   • Dalam mempersiapkan laporan ini kami telah bertindak secara independen tanpa adanya
      konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, maupun pemegang saham Perseroan
      ataupun pihak-pihak yang terkait dengan Perseroan tersebut. Kami juga tidak mempunyai
      kepentingan ataupun keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya,
      laporan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak
      manapun.
   • Tidak ada satupun dari pemilik ataupun pegawai kami yang memiliki kepentingan dalam
      bentuk apapun yang dapat menghalangi kami untuk melakukan penilaian secara
      independen. Kompensasi dan honorarium kami tidak bergantung kepada kejadian
      maupun kesimpulan yang diambil oleh perseroan sebagai akibat dari laporan kami ini.




Penilaian Saham Milik PT Wijaya Karya Realty pada PT Hotel Indonesia Group                  ii
Page 70
  Kejadian Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)
  Sejak tanggal penilaian hingga tanggal penerbitan laporan ini tidak terjadi perubahan yang
  berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian yang
  dapat secara signifikan mempengaruhi hasil penilaian .
  Bahwa pengungkapan kejadian penting setelah tanggal penilaian jika ada, tidak dimaksudkan
  untuk memengaruhi penentuan nilai pada tanggal penilaian , kecual i dinyatakan didalam
  asumsi dan asumsi khusus .
  Kesimpulan Nilai
  Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan dengan
  mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi penilaian, maka
  menurut pendapat kami Nilai Pasar 1.470 saham atau 49,00% saham milik WR pada HIG per
  31 Agustus 2025 adalah sebesar :

                                                 Rp7.700.000.000,-
                                (TUJUH MillAR TUJUH RATUS JUTA RUPIAH)

  atau untuk setiap saham adalah:

                                                     Rp5.238.095,-
     (LIMA JUTA DUA RATUS TIGA PULUH DELAPAN RIBU SEMBILAN PULUH LIMA RUPIAH)

   Demikian kami sampaikan, atas kepercayaan yang diberikan, kami ucapkan terima kasih.




   Adhitya A'1ummb, S.I.Kom, S.H., M.M., M.H., MAPPI (Cert.)
   Pemimpin Rekan
   Penilai Properti/ Aset dan Bisnis
   MAPPI No .: 11-5-03079
   RMK-2017. 0054 7
   NIPP Menkeu No . P-1 .16.00463
   NIPP Menkeu No . 8-1.18.00596
   5TTD OJK No : 5TTD .PP8 -43/ PJ-1 / PM.02/ 2023




Penilaian 5aham Milik PT Wijaya Karya Realty pada PT Hotel Indonesia Group                  iii

File

File Open PDF
Source IDX
Size8.65 MB
Published28 Feb 2026
Pages70
Characters287,681
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 72 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PT WIJAYA KARYA REALTY p.1 ×167
linked org PT Hotel Indonesia Natour p.2 ×7
linked person Firdaus Ali p.20 ×2
linked person Harris Arthur Hedar p.20 ×2
linked person Suryo Hapsoro Tri Utomo p.20 ×2
linked person Fafan Khoirul Fanani p.20 ×2
linked person Hananto Aji p.20 ×3
linked person Agung Budi Waskito p.22 ×2
linked person Harum Akhmad Zuhdi p.22
linked org PT Aero Wisata p.24
possible org WIJAYA KARYA (PERSERO) Tbk p.1 ×315
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×11
possible org Bursa Efek Indonesia p.2 ×3
possible org KJPP Iskandar p.14 ×4
possible org Amir Abadi Jusuf p.15 ×11
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.19 ×3
possible person Jarot Widyoko p.20 ×2
possible person Hadjar Seti Adji p.20 ×3
possible person Dian Paramita p.22
possible org Negara Republik Indonesia p.22 ×2
unresolved org PT HOTEL INDONESIA NATOUR KJPP ISKANDAR DAN REKAN p.1
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan p.2 ×5
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar p.2 ×5
unresolved org KJPP IDR p.2 ×23
unresolved org Menteri Keuangan p.2 ×4
unresolved org Kementerian Badan Usaha Milik Negara p.2 ×2
unresolved org Pengelola Investasi p.2 ×2
unresolved org Aryanto & Rekan p.3 ×6
unresolved person Radithe Pramudito p.6
unresolved person Sigit E. Purnomo p.6
unresolved org Kantor Akuntan Publik KJPP IDR p.9
unresolved org KJPP Iskandar dan Rekan p.14 ×4
unresolved org Slamet Riyanto p.14 ×4
unresolved org Mawar & Rekan p.15 ×6
unresolved person Farid Nur Aidy p.15
unresolved org PT Wijaya Karya Realty HIN p.19
unresolved org PT Hotel Indonesia Natour HIG p.19
unresolved — II-4 p.21
unresolved person Djojo Muljadi p.22
unresolved person Kartini Muljadi p.22
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.22 ×2
unresolved person Fathiah Helmi · Notaris p.22
unresolved — III-1 p.22
unresolved person Akta Notaris Imas Fatimah p.23 ×2
unresolved person Noordjasmani Soeyasa Besar p.23
unresolved person Ryan Bayu Candra · Notaris p.23
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.23
unresolved person Fessy Farizqoh Alwi. S.H. · Notaris p.23
unresolved org Menteri Hukum Republik Indonesia p.23 ×2
unresolved org Koperasi Karya Mitra Satya p.24
unresolved org Yayasan Wijaya Karya p.24
unresolved — : Andie Hermawan p.24
unresolved — : Edi Mulia p.24
unresolved — : David Herson Tonius p.24
unresolved — : Mangapul Silalahi p.24
unresolved — : Fery Safaria p.24
unresolved — : Adhi Priyanto Putro p.24
unresolved person Akta Notaris Ilmiawan Dekrit S p.24
unresolved org PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) p.24
unresolved — III-3 p.24
unresolved person Bonny Anang Dwijanto · Komisaris Independen p.25
unresolved person Christine Hutabarat · Direktur Komersil p.25
unresolved org Pusat Statistik Struktur PDB Indonesia p.25 ×2
unresolved org Pusat Statistik Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV- p.26
unresolved org Pusat Statistik Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I p.27
unresolved org Pusat Statistik p.28 ×4
unresolved org Kementerian PUPR p.30
unresolved org Kota Nusantara. Belanja p.30
unresolved org Kota Nusantara p.30
unresolved org Bank Indonesia p.60 ×2
unresolved org PT WIJAYA KARYA REALTY Tamansari Hive Office p.68

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.364 23127 ms 12 Sep 2026 22:31
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': '................................................................................................ '
                            'V-1'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '................................................................................................ '
                'V-1',
 'object_truncated': True,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result