Back to announcement
20260228_WIKA_Informasi Transaksi Afiliasi_32039932_lamp6.pdf
Asset transaction Needs review WIKASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 70
Page 1
Laporan No. 00005/2.0118-00/BS/03/0596/1/I/2026
File No. 004.1/IDR/DO.2/BFO/I/2026
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
RENCANA TRANSAKSI PENJUALAN SAHAM
MILIK PT WIJAYA KARYA REALTY
(PERUSAHAAN TERKENDALI PT WIJAYA KARYA (PERSERO) Tbk)
PADA PT HOTEL INDONESIA GROUP
KEPADA PT HOTEL INDONESIA NATOUR
KJPP ISKANDAR DAN REKAN
2026
Page 2
Laporan No. 00005/2.0118-00/BS/03/0596/1/I/2026
File No. 004.1/IDR/DO.2/BFO/I/2026 Jakarta, 9 Januari 2026
Kepada Yth.
Direksi
PT WIJAYA KARYA (PERSERO) Tbk
WIKA Tower II
Jalan D.I. Panjaitan Kav. 9-10
Jakarta, 13340
Dengan hormat,
Perihal : Laporan Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Penjualan Saham milik PT
Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) pada
PT Hotel Indonesia Group kepada PT Hotel Indonesia Natour seperti yang
tertuang dalam laporan ini.
Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (KJPP IDR atau Penilai atau Kami) telah memperoleh izin
usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No. 772/KM.1/2013 tanggal 12
November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat No. S-
774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013 dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar
Modal No. STTD.PPB-43/PJ-1/PM.02/2023 tanggal 6 Juli 2023 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis
di Pasar Modal.
Berdasarkan surat proposal/kontrak perjanjian kerja yang telah disepakati antara KJPP IDR dengan PT
Wijaya Karya (Persero) Tbk No. 188.3/IDR/DO.2/Pr-FO/XI/2025 tanggal 14 November 2025 dan
Perjanjian Pengadaan Jasa No. TP.01.03/A.FIN.00011.F/2025 tanggal 2 Desember 2025, KJPP IDR telah
melaksanakan Penilaian untuk Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Penjualan Saham milik PT
Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) pada PT Hotel Indonesia
Group kepada PT Hotel Indonesia Natour seperti yang tertuang dalam laporan ini.
Latar Belakang
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (selanjutnya disebut Perseroan atau Perusahaan atau Pemberi Tugas
atau WIKA) merupakan perusahaan terbuka yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (selanjutnya
disebut BEI). WIKA memiliki perusahaan terkendali yaitu PT Wijaya Karya Realty (selanjutnya disebut
WR) dengan kepemilikan 95,10% saham.
WR memiliki penyertaan sebesar 49,00% saham pada PT Hotel Indonesia Group (selanjutnya disebut
HIG). Dalam rangka penyehatan dan perbaikan rasio keuangan WR serta merupakan bagian dari
inisiasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (selanjutnya disebut KBUMN) / Badan Pengelola
Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (selanjutnya disebut Danantara) dalam integrasi entitas-
entitas usaha yang beroperasi dalam lini bisnis pariwisata dan perhotelan, WR berencana menjual
49,00% saham miliknya pada HIG kepada PT Hotel Indonesia Natour (selanjutnya disebut HIN).
Rencana penjualan saham milik WR (perusahaan terkendali WIKA) pada HIG kepada HIN selanjutnya
disebut Rencana Transaksi.
i
Page 3
Sebagai perusahaan terbuka, Perseroan wajib menaati Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melaksanakan transaksi tersebut, terutama Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha dan Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan. Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut, Perseroan telah menunjuk serta menggunakan pendapat dari Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (selanjutnya disebut KJPP IDR atau Penilai atau Kami), selaku Penilai Independen yang memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi tersebut. KJPP IDR telah memperoleh izin usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No. 772/KM.1/2013 tanggal 12 November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut OJK) berdasarkan Surat No. S-774/PM.25/20 13 tanggal 27 November 2013 dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD.PPB-43/PJ-1/PM.02/2023 tanggal 6 Juli 2023 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis di Pasar Modal. Objek Penilaian Objek Penilaian adalah rencana transaksi penjualan saham milik WR (perusahaan terkendali WIKA) pada HIG kepada HIN. Pihak-Pihak Yang Bertransaksi Pihak-pihak yang bertransaksi adalah WR dengan HIN, dimana WR sebagai penjual yang memiliki 49,00% saham HIG dan HIN sebagai pembeli 49,00% saham WR pada HIG. Maksud dan Tujuan Penilaian Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan penilaian independen atas pendapat kewajaran (Fairness Opinion) atas Rencana Transaksi dengan tujuan pelaksanaan transaksi. Tanggal Penilaian Tanggal penilaian 31 Agustus 2025 ditetapkan berdasarkan laporan keuangan Perseroan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2025 yang telah reviu oleh Akuntan Publik Slamet Riyanto dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Slamet Riyanto, Aryanto & Rekan yang terdaftar di OJK. Asumsi dan Kondisi Pembatas • Laporan Penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion. • Penilai melakukan penelaahan atas status hukum dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penilaian. • Data dan informasi berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya. • Proyeksi keuangan yang digunakan adalah proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty), jika penilaian menggunakan proyeksi keuangan. • Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan. • Laporan Penilaian ini terbuka untuk publik kecuali informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional perusahaan. • Penilai bertanggung jawab atas laporan penilaian dan kesimpulan nilai akhir. • Penilai memperoleh informasi atas status hukum Objek Penilaian dari Pemberi Tugas. • Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas lainnya diungkapkan dalam laporan. Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) ii
Page 4
Pendekatan dan Metode Sesuai dengan ruang lingkup penilaian, pendekatan dan metode yang digunakan adalah: a. Melakukan analisis transaksi. b. Melakukan analisis kualitatif atas Rencana Transaksi. c. Melakukan analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi. d. Melakukan analisis kewajaran nilai transaksi. e. Melakukan analisis atas faktor lain yang relevan. Kejadian Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) Sejak tanggal penilaian hingga tanggal penerbitan laporan ini tidak terjadi perubahan yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian yang dapat secara signifikan mempengaruhi hasil penilaian. Bahwa pengungkapan kejadian penting setelah tanggal penilaian jika ada, tidak dimaksudkan untuk memengaruhi penentuan nilai pada tanggal penilaian, kecuali dinyatakan didalam asumsi dan asumsi khusus. Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) iii
Page 5
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi
Hasil analisis atas nilai transaksi penjualan saham milik WR (perusahaan terkendali WIKA) pada HIG
kepada HIN adalah nilai transaksi diatas dari Nilai Pasarnya, namun masih dalam kisaran wajar. Dengan
demikian nila i transaksi adalah wajar.
Hasil analisis atas dampak keuangan dari transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan
pemegang saham memberikan kes impulan bahwa dengan dilakukannya transaksi akan meningkatkan
laba, likuiditas dan solvabilitas Perseroan yang dapat memberikan nilai tam bah bagi Perseroan secara
konsolidasi, dengan demikian sesuai dengan kepentingan pemegang saham.
Hasil analisis atas pertimbangan bisnis dari manajemen terkait dengan transaksi terhadap kepentingan
pemegang saham adalah mendukung inisiasi Danantara dalam integrasi entitas-entitas usaha yang
beroperasi dalam lini bisnis pariwisata dan perhotelan memberikan kesimpulan bahwa pertimbangan
bisnis dari manajemen tersebut sejalan dengan kepentingan pemegang saham .
Berdasarkan kesimpulan dari hasil analisis tersebut diatas, maka Kami berpendapat bahwa transaksi
adalah wajar.
0, S.I.Kom., S.H., M.M., M.H., MAPPI (Cert.)
Pemimpin Rekan
Penilai Praperti/ Aset dan Bisnis
MAPPI No. : 11-5-03079
RMK-2017.00547
NIPP Menkeu No. B -1 .21.00596
NIPP Menkeu No. P - 1.16.00463
5TTO OJK No: 5TTO.PPB-43/ PJ-1/ PM. 02/ 2023
Pendapat Kewaj aran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persera) Tbk) iv
Page 6
PERNYATAAN PENILAI
1. Bahwa penugasan penilaian Pendapat Kewajaran dilakukan atas Rencana Transaksi.
2. Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini Kami telah bertindak secara independen
tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, maupun pemegang saham
Perseroan ataupun pihak-pihak yang terkait dengan Perseroan tersebut. Kami juga tidak
mempunyai kepentingan ataupun keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini.
Selanjutnya, laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
atau kerugian pada pihak mana pun .
3. Bahwa perhitungan dan analisis dalam pemberian pendapat kewajaran telah dilakukan
dengan benar sebagaimana diungkapkan dalam laporan ini.
4. Bahwa penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku .
5. Penilai menaati Kode Etik Penilai Indonesia dan penilaian dilakukan sesuai dengan Standar
Penilaian Indonesia (KEPI & SPI VII -2018)
6. Bahwa penilaian yang dihasilkan dalam penugasan penilaian professional telah disajikan sebagai
kesimpulan.
7. Bahwa lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan .
8. Bahwa kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran.
9. Bahwa kesimpulan penilaian telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.
10. Bahwa data ekonomi dan industri dalam laporan ini diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini
penilai dapat dipertanggungjawabkan.
Penilai Publik,
Adhitya Anindito, S.I.Kom., S.H., M.M., M .H., MAPPI (Cert.)
MAPPI No.: 11-S-03079
RMK-2017.00547
NIPP Menkeu No. B -1 .21 .00596
NIPP Menkeu No. P -1.16.00463
STTD OJK No : STTD.PPB-43/ PJ-1/ PM.02/2023
Reviuer,
Radithe Pramudito, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
MAPPI No.: 10-S-02670
RMK-2017.00316
Sigit E. Purnomo, S.E .
MAPPI No.: 19-T-09657
RMK-2020.03575
Penilai,
Ryan Suradireja, S.Ak.
MAPPI No.: 19-P-09941
RMK-2021 .03692
Syafika Firdausha, S.Ak.
MAPPI No.: 21-T-ll013
RMK- 2022 .04256
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perus ahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Perseroj Tbkj V
Page 7
DAFTAR ISI
SURAT LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI .......................................... i
PERNYATAAN PENILAI .................................................................................................................. v
DAFTAR ISI .................................................................................................................................. vi
BAB I PENDAHULUAN................................................................................................................. I-1
1.1. Latar Belakang ............................................................................................................................ I-1
1.2. Identitas Pemberi Tugas ............................................................................................................. I-1
1.3. Objek Penilaian ........................................................................................................................... I-2
1.4. Maksud dan Tujuan Penilaian..................................................................................................... I-2
1.5. Tanggal Penilaian ........................................................................................................................ I-2
1.6. Ruang Lingkup Penilaian ............................................................................................................. I-2
1.7. Pendekatan dan Metode ............................................................................................................ I-2
1.8. Pihak-Pihak Yang Bertransaksi .................................................................................................... I-3
1.9. Pernyataan Independensi dan Tidak Adanya Benturan Kepentingan ........................................ I-3
1.10. Uraian Mengenai Penilai Usaha Dan/Atau Penilai Properti Serta Hasil Penilaian Oleh ................
Penilai Usaha Dan/Atau Penilai Properti Yang Menjadi Dasar Dalam Pemberian ........................
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi ............................................................................ I-3
1.11. Sumber Data ............................................................................................................................... I-3
1.12. Informasi Mengenai Identitas Dan Jabatan Pihak-Pihak Yang Telah Diwawancarai .....................
Dan Hubungannya Dengan Objek Penilaian ............................................................................... I-4
1.13. Asumsi dan Kondisi Pembatas .................................................................................................... I-4
1.14. Kejadian Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) ............................................................ I-6
1.15. Definisi dan Istilah ...................................................................................................................... I-6
BAB II ANALISIS TRANSAKSI ....................................................................................................... II-1
2.1. Analisis Pengaruh Transaksi Terhadap Keuangan Perseroan .................................................... II-1
2.2. Analisis likuiditas Dari Transaksi ................................................................................................ II-1
2.3. Nilai Transaksi ............................................................................................................................ II-1
2.4. Materialitas Nilai Transaksi........................................................................................................ II-1
2.5. Hubungan Antara Pihak-Pihak Yang Bertransaksi ..................................................................... II-2
2.6. Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Telah Disepakati ...................................................... II-3
2.7. Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Transaksi ............................................................................... II-4
BAB III ANALISIS KUALITATIF .................................................................................................... III-1
3.1. Riwayat Singkat Perusahaan Dan Kegiatan Usaha ................................................................... III-1
3.2. Analisis Industri dan Lingkungan .............................................................................................. III-4
3.3. Alasan Dilakukannya Transaksi ............................................................................................... III-10
3.4. Keuntungan Dan Kerugian Yang Bersifat Kualitatif Atas Transaksi Yang Akan Dilakukan ...... III-10
BAB IV ANALISIS KUANTITATIF ................................................................................................. IV-1
4.1. Penilaian Atas Potensi Pendapatan, Aset, Kewajiban dan Kondisi Keuangan ......................... IV-1
4.2. Analisis Inkremental .............................................................................................................. IV-25
BAB V ANALISIS KEWAJARAN NILAI TRANSAKSI ......................................................................... V-1
5.1. Hasil Penilaian Objek Transaksi ................................................................................................ V-1
5.2. Nilai Transaksi ........................................................................................................................... V-1
5.3. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi ............................................................................................ V-1
5.4. Analisis Bahwa Nilai Transaksi Memberikan Nilai Tambah dari Transaksi Yang Dilakukan ..... V-1
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) vi
Page 8
BAB VI ANALISIS ATAS FAKTOR LAIN YANG RELEVAN ................................................................ VI-1 6.1. Analisis Ketidakpastian Rencana Pembiayaan Dalam Rencana Transaksi ............................... VI-1 6.2. Analisis Ketidakpastian Nilai Tukar Mata Uang ....................................................................... VI-1 6.3. Analisis Ketidakpastian Risiko Pasar ......................................................................................... VI-1 6.4. Analisis Faktor Lain Yang Berpengaruh.................................................................................... VI-2 BAB VII KESIMPULAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI ............................................. VII-1 LAMPIRAN Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) vii
Page 9
DEFINISI DAN ISTILAH
Arus Kas Bersih : Jumlah kas yang tersedia setelah terpenuhinya kebutuhan kas untuk kegiatan
operasional; merupakan arus kas yang tersedia bagi penyedia modal yang terdiri
dari utang dan ekuitas; dan telah bebas dari kewajiban untuk mempertahankan
operasi saat ini dan untuk mengantisipasi pertumbuhan perusahaan
Asumsi : Sesuatu yang dianggap akan terjadi termasuk fakta, syarat, atau keadaan yang
mungkin dapat mempengaruhi objek Penilaian atau pendekatan penilaian dan
kewajarannya telah dianalisis oleh Penilai Bisnis sebagai bagian dari proses
Penilaian
BEI : Bursa Efek Indonesia
Business Interest : Kepemilikan dalam perusahaan yang meliputi penyertaan dalam perusahaan,
surat berharga, aset keuangan lainnya, dan aset tak berwujud
Dasar Penilaian : Suatu penjelasan dan/atau pendefinisian tentang jenis Nilai yang sedang diteliti
berdasarkan kriteria tertentu
Diskon Likuiditas Pasar : Suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari Nilai suatu
ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya likuiditas objek Penilaian
Diskon Tanpa : Suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari Nilai suatu
Pengendalian ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya tingkat pengendalian atas objek Penilaian
Faktor Kapitalisasi : Semua jenis rasio yang digunakan untuk mengkonversi pendapatan menjadi suatu
Nilai
Holding Company : Suatu perusahaan yang sebagian besar pendapatannya atau seluruhnya berasal
dari penyertaan pada perusahaan lain
KAP : Kantor Akuntan Publik
KJPP IDR : Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan
Kapitalisasi : Pengkonversian arus kas bersih atau penghasilan bersih lain, baik yang bersifat
aktual maupun perkiraan, selama periode tertentu yang ekuivalen dengan Nilai
aset pada suatu tanggal tertentu atau pengakuan atas suatu pengeluaran modal
Kelangsungan Usaha : Suatu kondisi yang mencerminkan usaha yang sedang beroperasi atau dalam
konstruksi, atau suatu premis dalam Penilaian, dimana Penilai Bisnis menganggap
suatu perusahaan akan terus melanjutkan operasinya secara berkelanjutan
KEPI : Kode Etik Penilai Indonesia
Laporan Penilaian Bisnis : laporan tertulis yang dibuat oleh Penilai Bisnis yang memuat pendapat Penilai
Bisnis mengenai objek Penilaian serta menyajikan informasi tentang proses
Penilaian
Metode Kapitalisasi : Metode Penilaian yang mendasarkan pada suatu pendapatan yang dianggap
Pendapatan mewakili kemampuan di masa mendatang dari suatu perusahaan atau Business
Interest yang dinilai, dibagi dengan suatu tingkat kapitalisasi atau dikali dengan
Faktor Kapitalisasi, sehingga menjadi suatu indikasi Nilai dari perusahaan atau
Business Interest
Metode Penilaian : Suatu cara atau rangkaian cara tertentu dalam melakukan Penilaian
Modal Investasi : Jumlah utang jangka panjang dan ekuitas pada suatu perusahaan
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) viii
Page 10
Nilai : Perkiraan harga yang diinginkan oleh penjual dan/atau pembeli atas suatu barang
atau jasa dan merupakan jumlah manfaat ekonomi berdasarkan nilai pasar yang
akan diperoleh dari objek Penilaian pada tanggal Penilaian
Nilai Aset Bersih : Total nilai pasar aset dikurangi total nilai pasar liabilitas
Nilai Buku : Hasil kapitalisasi atas biaya perolehan aset, dikurangi akumulasi depresiasi,
deplesi, amortisasi atau penurunan nilai sebagaimana yang tercatat dalam laporan
keuangan atau selisih antara total aset dikurangi dengan total liabilitas dari
perusahaan sebagaimana tercatat dalam laporan keuangan
Nilai Pasar (OJK) : Estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau
liabilitas pada Tanggal Penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan
penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang
pemasarannya dilakukan secara layak, di mana kedua Pihak masing–masing
bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa
paksaan
Nilai Pasar (SPI) : Estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar untuk penukaran suatu
aset atau liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli
dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang
pemasarannya dilakukan secara layak, dimana kedua pihak masing-masing
bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian dan tanpa
paksaan (SPI 101 Edisi VII-2018 angka 3.1).
Nilai Terminal : Nilai dari jumlah arus kas untuk periode setelah periode waktu tetap, dimana arus
kas yang diterapkan dapat menggunakan model ekuitas atau Modal Investasi
OJK : Otoritas Jasa Keuangan
Pendapat Kewajaran : Suatu pernyataan yang diberikan oleh Penilai Bisnis untuk menyatakan bahwa
suatu transaksi yang akan dilakukan adalah wajar atau tidak wajar
Pendapat Kewajaran : Suatu pernyataan yang diberikan oleh Penilai Bisnis untuk menyatakan bahwa
atas Transaksi Pinjam- transaksi pinjam-meminjam dana dan/atau penjaminan adalah wajar atau tidak
Meminjam Dana wajar
dan/atau Penjaminan
Pendekatan Aset : Pendekatan Penilaian berdasarkan laporan keuangan historis objek Penilaian yang
telah diaudit, dengan cara menyesuaikan seluruh aset dan liabilitas menjadi Nilai
Pasar sesuai dengan Premis Nilai yang digunakan dalam Penilaian Bisnis
Pendekatan Pasar : Pendekatan Penilaian dengan cara membandingkan objek Penilaian dengan objek
lain yang sebanding dan sejenis serta telah tersedia informasi harga transaksi atau
penawaran
Pendekatan Pendapatan : Pendekatan Penilaian dengan cara mengkonversi manfaat ekonomis atau
pendapatan yang diperkirakan akan dihasilkan oleh objek Penilaian dengan tingkat
diskonto tertentu
Pendekatan Penilaian : Suatu cara untuk memperkirakan Nilai dengan menggunakan satu atau lebih
metode penilaian
Penilai : Orang perseorangan yang dengan keahliannya menjalankan kegiatan Penilaian di
pasar modal
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) ix
Page 11
Penilai Bisnis : Penilai yang melakukan kegiatan penilaian bisnis sebagaimana dimaksud dalam
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai Penilai yang melakukan kegiatan di
pasar modal
Penilai Properti : Penilai yang melakukan kegiatan Penilaian properti sebagaimana dimaksud dalam
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai Penilai yang melakukan kegiatan di
pasar modal
Penilaian : Proses pekerjaan untuk memberikan opini tertulis atas nilai ekonomi suatu objek
penilaian
Penilaian Bisnis : Proses pekerjaan untuk memberikan opini tertulis atas objek Penilaian Bisnis
sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai Penilai
yang melakukan kegiatan di pasar modal
Penugasan Penilaian : Penugasan yang diterima oleh Penilai dari pemberi penugasan untuk melakukan
Profesional Penilaian atas objek, tujuan Penilaian, dan tanggal tertentu dimana Penilai
mendasarkan opininya, yang disajikan dalam laporan Penilaian
Pihak : Orang perseorangan, perusahaan, usaha bersama, asosiasi, atau kelompok yang
terorganisasi
Premi Pengendalian : Suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan penambah dari Nilai suatu
ekuitas sebagai cerminan dari tingkat pengendalian atas objek Penilaian
Premis Nilai : Asumsi Nilai yang berhubungan dengan suatu kondisi transaksi yang dapat
digunakan pada objek Penilaian
RUPS : Rapat Umum Pemegang Saham
SPI : Standar Penilaian Indonesia
Studi Kelayakan Bisnis : Suatu Penugasan Penilaian Profesional yang diberikan oleh Penilai Bisnis berupa
pendapat untuk menyatakan kelayakan suatu usaha atau proyek
Tanggal Laporan : Tanggal ditandatanganinya Laporan Penilaian Bisnis oleh Penilai Bisnis
Penilaian Bisnis
Tanggal Penilaian : Tanggal pada saat Nilai, hasil Penilaian, atau perhitungan manfaat ekonomi
adalah dinyatakan
Tenaga Ahli : Orang yang mempunyai keahlian dan kualifikasi pada suatu bidang tertentu di luar
ruang lingkup kegiatan Penilaian dan tidak bekerja pada kantor jasa Penilai publik
Tingkat Diskonto : Suatu Tingkat Imbal Balik untuk mengkonversikan nilai di masa depan ke nilai
sekarang yang mencerminkan nilai waktu dari uang dan ketidakpastian atas
terealisasinya pendapatan ekonomi
Tingkat Imbal Balik : Jumlah laba atau rugi dan/atau perubahan nilai yang direalisasikan atau
diharapkan dari suatu investasi yang dinyatakan dalam persentase
Tingkat Kapitalisasi : Jumlah pembagi yang digunakan untuk mengkonversi pendapatan menjadi Nilai
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) x
Page 12
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (selanjutnya disebut Perseroan atau Perusahaan atau Pemberi
Tugas atau WIKA) merupakan perusahaan terbuka yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia
(selanjutnya disebut BEI). WIKA memiliki perusahaan terkendali yaitu PT Wijaya Karya Realty
(selanjutnya disebut WR) dengan kepemilikan 95,10% saham.
WR memiliki penyertaan sebesar 49,00% saham pada PT Hotel Indonesia Group (selanjutnya
disebut HIG). Dalam rangka penyehatan dan perbaikan rasio keuangan WR serta merupakan
bagian dari inisiasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (selanjutnya disebut KBUMN) /
Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (selanjutnya disebut Danantara) dalam
integrasi entitas-entitas usaha yang beroperasi dalam lini bisnis pariwisata dan perhotelan, WR
berencana menjual 49,00% saham miliknya pada HIG kepada PT Hotel Indonesia Natour
(selanjutnya disebut HIN). Rencana penjualan saham milik WR (perusahaan terkendali WIKA)
pada HIG kepada HIN selanjutnya disebut Rencana Transaksi.
Sebagai perusahaan terbuka, Perseroan wajib menaati Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
untuk melaksanakan transaksi tersebut, terutama Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang
Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha dan Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020
tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut, Perseroan telah menunjuk serta
menggunakan pendapat dari Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (selanjutnya disebut
KJPP IDR atau Penilai atau Kami), selaku Penilai Independen yang memberikan pendapat
kewajaran atas Rencana Transaksi tersebut.
KJPP IDR telah memperoleh izin usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya
No. 772/KM.1/2013 tanggal 12 November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan
(selanjutnya disebut OJK) berdasarkan Surat No. S-774/PM.25/20 13 tanggal 27 November 2013
dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD.PPB-43/PJ-
1/PM.02/2023 tanggal 6 Juli 2023 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis di Pasar Modal.
1.2. Identitas Pemberi Tugas
Nama Pemberi Tugas : PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
Bidang Usaha : Industri konstruksi, industri pabrikasi, jasa penyewaan, jasa
keagenan, investasi, agro industri, industri energi, energi
terbarukan dan energi konversi, penyelenggaraan
perkeretaapian, penyelenggaraan pelabuhan, penyelenggaraan
kebandarudaraan, logistik, perdagangan, engineering
procurement construction, pengembangan dan pengelolaan
kawasan, layanan peningkatan kemampuan dibidang jasa
konstruksi, teknologi informasi, jasa enjinering dan
perencanaan, investasi dan pengelolaan usaha dibidang
prasarana dan sarana dasar (infrastruktur) untuk menghasilkan
barang dan/ atau jasa
Alamat Kantor : WIKA Tower II Jalan D.I. Panjaitan Kav. 9-10 Jakarta, 13340
No. Telepon/Faksimile : 021 – 8067 9200
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) I-1
Page 13
E-mail : adwijaya@wika.co.id
Situs Web : www.wika.co.id
1.3. Objek Penilaian
Objek Penilaian adalah rencana transaksi penjualan saham milik WR (perusahaan terkendali
WIKA) pada HIG kepada HIN.
1.4. Maksud dan Tujuan Penilaian
Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan penilaian independen atas pendapat
kewajaran (Fairness Opinion) atas Rencana Transaksi dengan tujuan pelaksanaan transaksi.
1.5. Tanggal Penilaian
Tanggal penilaian 31 Agustus 2025 ditetapkan berdasarkan laporan keuangan Perseroan yang
berakhir pada tanggal 31 Agustus 2025 yang telah reviu oleh Akuntan Publik Slamet Riyanto dari
Kantor Akuntan Publik (KAP) Slamet Riyanto, Aryanto & Rekan yang terdaftar di OJK.
1.6. Ruang Lingkup Penilaian
Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) merupakan suatu pernyataan yang diberikan oleh
Penilai Usaha untuk menyatakan bahwa suatu transaksi yang akan dilakukan adalah wajar atau
tidak wajar. Ruang lingkup penilaian, antara lain:
a. Identifikasi masalah (identifikasi asumsi dan kondisi pembatas, tujuan dan objek penilaian,
definisi penilaian dan tanggal penilaian),
b. Pengumpulan data,
c. Analisis data,
d. Estimasi nilai sesuai dengan dasar nilai dan premis nilai yang digunakan dengan
menggunakan pendekatan penilaian,
e. Penulisan laporan.
Sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian
dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, pemberian pendapat kewajaran setelah
dilakukan analisis atas:
a. Nilai dari objek yang ditransaksikan.
b. Dampak keuangan dari transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan pemegang
saham.
c. Pertimbangan bisnis yang digunakan oleh manajemen perusahaan terkait dengan Rencana
Transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan pemegang saham.
Sifat Rencana Transaksi terkait dengan ada atau tidak adanya hubungan antara pihak-pihak yang
bertransaksi diatur sesuai dengan Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi
dan Transaksi Benturan Kepentingan dan nilai materialitas Rencana Transaksi diatur sesuai
dengan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha.
Sehubungan dengan peraturan-peraturan tersebut berkaitan dengan penunjukan KJPP IDR
untuk memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, maka ruang lingkup pendapat
kewajaran berdasarkan pada analisis atas kewajaran dari Rencana Transaksi tersebut.
1.7. Pendekatan dan Metode
Sesuai dengan ruang lingkup penilaian, pendekatan dan metode yang digunakan adalah:
a. Melakukan analisis transaksi.
b. Melakukan analisis kualitatif atas Rencana Transaksi.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) I-2
Page 14
c. Melakukan analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi.
d. Melakukan analisis kewajaran nilai transaksi.
e. Melakukan analisis atas faktor lain yang relevan.
1.8. Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi adalah WR dengan HIN, dimana WR sebagai penjual yang
memiliki 49,00% saham HIG dan HIN sebagai pembeli 49,00% saham WR pada HIG.
1.9. Pernyataan Independensi dan Tidak Adanya Benturan Kepentingan
1. Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini Kami tidak ada benturan
kepentingan dengan Perseroan maupun pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan
transaksi yang akan dilakukan Perseroan.
2. Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini Kami telah bertindak secara
independen tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, maupun pemegang
saham Perseroan ataupun pihak-pihak yang terkait dengan Perseroan tersebut. Kami juga
tidak mempunyai kepentingan ataupun keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan
ini. Selanjutnya, laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan
keuntungan atau kerugian pada pihak manapun.
3. Tidak ada satupun dari pemilik ataupun pegawai Kami yang memiliki kepentingan dalam
bentuk apapun yang dapat menghalangi Kami untuk melakukan penilaian secara
independen terhadap pendapat kewajaran ini. Kompensasi dan honorarium Kami tidak
bergantung kepada kejadian maupun kesimpulan yang diambil oleh Perseroan sebagai
akibat dari laporan Kami ini.
1.10. Uraian Mengenai Penilai Usaha Dan/Atau Penilai Properti Serta Hasil Penilaian Oleh Penilai
Usaha Dan/Atau Penilai Properti Yang Menjadi Dasar Dalam Pemberian Pendapat Kewajaran
Atas Rencana Transaksi
Dalam pendapat kewajaran ini Kami menggunakan hasil penilaian dari Penilai Usaha yang telah
melakukan penilaian terhadap objek transaksi. Objek transaksi adalah 49,00% saham milik WR
pada HIG.
Berdasarkan Laporan Penilaian Saham milik WR pada HIG No. 00230/2.0118-
00/BS/03/0596/1/XII/2025 tanggal 29 Desember 2025 yang diterbitkan oleh KJPP Iskandar
dan Rekan, menyatakan bahwa Nilai Pasar 1.470 saham atau 49,00% saham milik WR pada HIG
per 31 Agustus 2025 adalah Rp 7.700.000.000,- atau untuk setiap saham adalah Rp 5.238.095,-
1.11. Sumber Data
Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, Kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:
a) Copy legalitas dan perizinan WIKA.
b) Copy legalitas dan perizinan WR.
c) Copy legalitas dan perizinan HIN.
d) Copy legalitas dan perizinan HIG.
e) Laporan keuangan WIKA untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2025 yang
telah direviu oleh Akuntan Publik Slamet Riyanto dari KAP Slamet Riyanto, Aryanto &
Rekan.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) I-3
Page 15
f) Laporan keuangan WIKA untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Eishennoraz dari KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto,
Mawar & Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
g) Laporan keuangan WIKA untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Benny Andria dari KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto,
Mawar & Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
h) Laporan keuangan WIKA untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Benny Andria dari KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto,
Mawar & Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
i) Laporan keuangan WIKA untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Benny Andria dari KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto,
Mawar & Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
j) Laporan keuangan WIKA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang
yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Rudi Hartono Purba dari KAP Amir Abadi Jusuf,
Aryanto, Mawar & Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
k) Laporan keuangan proforma WIKA per 31 Agustus 2025 sebelum dan setelah transaksi dari
manajemen Perseroan.
l) Laporan Penilaian milik WR pada HIG No. 00230/2.0118-00/BS/03/0596/1/XII/2025
tanggal 29 Desember 2025 yang diterbitkan oleh KJPP Iskandar dan Rekan.
m) Berita Acara Negosiasi Kesepakatan Harga No. HK.02.03/A.DIR.5408/WIRA/2025 tanggal
29 Desember 2025 antara WR dengan HIN.
n) Proyeksi keuangan dari manajemen Perseroan.
o) Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan mengenai alasan, latar belakang,
dan hal-hal lain yang terkait dengan Transaksi.
1.12. Informasi Mengenai Identitas Dan Jabatan Pihak-Pihak Yang Telah Diwawancarai Dan
Hubungannya Dengan Objek Penilaian
Kami telah melakukan diskusi dan wawancara dengan manajemen Perseroan pada tanggal 17
November 2025 – 7 Januari 2026. Identitas yang Kami wawancarai adalah Bapak Farid Nur Aidy
sebagai Senior Vice President Finance Division WIKA.
1.13. Asumsi dan Kondisi Pembatas
a. Laporan Penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion.
b. Penilai melakukan penelaahan atas status hukum dokumen-dokumen yang digunakan
dalam proses penilaian.
c. Data dan informasi berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.
d. Proyeksi keuangan yang digunakan adalah proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan
kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty), jika penilaian menggunakan proyeksi
keuangan.
e. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan.
f. Laporan Penilaian ini terbuka untuk publik kecuali informasi yang bersifat rahasia, yang
dapat memengaruhi operasional perusahaan.
g. Penilai bertanggung jawab atas laporan penilaian dan kesimpulan nilai akhir.
h. Penilai memperoleh informasi atas status hukum Objek Penilaian dari Pemberi Tugas.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) I-4
Page 16
i. KJPP IDR mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan pendapat ini sampai dengan
terjadinya Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara
material terhadap Rencana Transaksi.
j. Pendapat ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan bahwa penggunaan sebagian dari
analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat
menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat
tersebut. Penyusunan pendapat ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak
dapat dilakukan melalui analisis yang tidak lengkap.
k. Pendapat Kewajaran tersebut disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan
perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah pada
tanggal Pendapat ini dikeluarkan. Penilaian Kewajaran ini hanya dilakukan terhadap
Rencana Transaksi seperti yang diuraikan di atas.
l. KJPP IDR tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi
pendapatnya karena peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.
m. Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan prinsip integritas informasi dan data. Dalam
menyusun Pendapat Kewajaran ini, KJPP IDR melandaskan dan berdasarkan pada informasi
dan data sebagaimana diberikan manajemen Perseroan yang mana berdasarkan hakikat
kewajaran adalah benar, lengkap, dapat diandalkan, serta tidak menyesatkan. KJPP IDR
tidak melakukan audit ataupun uji kepatuhan secara mendetail atas penjelasan maupun
data-data yang diberikan oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun tulisan, dan
dengan demikian KJPP IDR tidak dapat memberikan jaminan atau bertanggung-jawab
terhadap kebenaran dan kelengkapan dari informasi atau penjelasan tersebut.
n. Sebagai dasar bagi KJPP IDR untuk melakukan analisis dalam mempersiapkan Pendapat
Kewajaran atas Rencana Transaksi, KJPP IDR menggunakan data-data sebagaimana
tercantum pada Sumber Data pada laporan pendapat kewajaran sebagai bahan
pertimbangan.
o. Segala perubahan terhadap data-data tersebut di atas dapat memengaruhi hasil penilaian
KJPP IDR secara material. Oleh karena itu, KJPP IDR tidak dapat menerima tanggung jawab
atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data
tersebut.
p. Pendapat Kewajaran ini disusun hanya dengan mempertimbangkan sudut pandang
pemegang saham Perseroan dan tidak mempertimbangkan sudut pandang stakeholders
lain serta aspek-aspek lainnya.
q. KJPP IDR menganggap bahwa sejak tanggal penerbitan laporan pendapat kewajaran ini
sampai dengan tanggal terjadinya Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan yang sangat
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam laporan
pendapat kewajaran.
r. Dengan ini KJPP IDR menyatakan bahwa penugasan KJPP IDR tidak termasuk menganalisis
transaksi-transaksi di luar Rencana Transaksi yang mungkin tersedia bagi Perseroan serta
pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap Rencana Transaksi.
s. KJPP IDR tidak melakukan penelitian atas keabsahan Rencana Transaksi dari segi hukum
dan implikasi aspek perpajakan dari Rencana Transaksi tersebut.
t. Mengingat bahwa adanya kemungkinan terjadinya perbedaan waktu dari tanggal laporan
ini dengan pelaksanaan Rencana Transaksi, maka kesimpulan di atas berlaku bila tidak ada
perubahan yang memiliki dampak yang signifikan terhadap nilai dari Rencana Transaksi.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) I-5
Page 17
Perubahan tersebut termasuk perubahan baik secara internal pada masing-masing
perusahaan maupun secara eksternal meliputi: kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah Indonesia setelah tanggal laporan
ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal laporan ini dikeluarkan terjadi perubahan
tersebut di atas, maka pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi ini mungkin berbeda.
u. Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan Rencana Transaksi
dan tidak dapat dipergunakan untuk kepentingan lain maupun pihak lain.
v. Pendapat Kewajaran ini juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk
menyetujui atau tidak menyetujui Rencana Transaksi atau mengambil tindakan tertentu
atas Rencana Transaksi tersebut.
w. KJPP IDR juga berpegang kepada surat pernyataan manajemen Perseroan (management
representation letter) atas penugasan KJPP IDR untuk mempersiapkan laporan pendapat
kewajaran, bahwa Perseroan telah menyampaikan seluruh informasi penting dan relevan
berkenaan dengan Rencana Transaksi dan sepanjang pengetahuan manajemen Perseroan
tidak ada faktor material yang belum diungkapkan dan dapat menyesatkan.
x. Data dan informasi yang diterima Penilai dari Pemberi Tugas diasumsikan benar dan dapat
dipertanggungjawabkan, antara lain termasuk penunjukan letak lokasi tempat, spesifikasi
jenis dan jumlah aset objek penilaian dan apabila data dan informasi tersebut tidak benar
maka Pemberi Tugas membebaskan Penilai dari tanggung jawab atas hasil penilaian yang
tidak tepat dikarenakan kesalahan tersebut.
y. Informasi yang telah diberikan pihak lain kepada Penilai seperti yang telah disebutkan
dalam laporan penilaian dianggap layak dan dipercaya, tetapi Penilai tidak
bertanggungjawab jika ternyata informasi yang diberikan itu terbukti tidak sesuai dengan
hal yang sesungguhnya. Tanggung jawab untuk memeriksa kembali kebenaran informasi
tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemberi Tugas.
z. Adalah bukan tugas Penilai untuk melakukan uji tuntas (due diligence) dari aspek hukum
atas catatan publik serta catatan kepemilikan.
aa. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas dari laporan penilaian yang dibuat terpisah sebagai
satu kesatuan dari laporan ini akan dituangkan di dalam laporan penilaian yang dibuat
terpisah tersebut.
bb. Laporan ini tidak sah jika tidak dibubuhi tandatangan asli/basah Pemimpin Rekan/Rekan
dan stempel/seal perusahaan KJPP Iskandar dan Rekan serta tidak dapat
dipertanggungjawabkan bilamana Pemberi Tugas tidak melunasi imbalan jasa atas
pekerjaan penilaian ini.
cc. Asumsi-asumsi dan kondisi pembatas ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan
(integral) dari laporan ini.
1.14. Kejadian Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)
Sejak tanggal penilaian hingga tanggal penerbitan laporan ini tidak terjadi perubahan yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian yang
dapat secara signifikan mempengaruhi hasil penilaian.
Bahwa pengungkapan kejadian penting setelah tanggal penilaian jika ada, tidak dimaksudkan
untuk memengaruhi penentuan nilai pada tanggal penilaian, kecuali dinyatakan didalam asumsi
dan asumsi khusus.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) I-6
Page 18
BAB II
ANALISIS TRANSAKSI
2.1. Analisis Pengaruh Transaksi Terhadap Keuangan Perseroan
Berdasarkan proforma posisi keuangan dan proyeksi keuangan, dengan dilakukannya transaksi
likuiditas Perseroan yang diukur dengan current ratio dan solvabilitas Perseroan yang diukur
dengan debt to equity ratio dan debt to asset ratio mengalami peningkatan.
2.2. Analisis likuiditas Dari Transaksi
Berdasarkan analisis proforma posisi keuangan dan proyeksi keuangan Perseroan dengan
dilakukannya transaksi likuiditas Perseroan mengalami peningkatan.
2.3. Nilai Transaksi
Berdasarkan Berita Acara Negosiasi Kesepakatan Harga antara WR dengan HIN tanggal 29
Desember 2025 harga jual beli 1.470 saham atau 49,00% saham milik WR pada HIG sebesar
Rp 7.800.000.000,-. Dengan demikian nilai transaksi adalah sebesar Rp 7.800.000.000,-.
2.4. Materialitas Nilai Transaksi
Berdasarkan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha, suatu transaksi dikategorikan sebagai transaksi material apabila nilai transaksi
sama dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas perusahaan terbuka.
Dalam hal perusahaan terbuka memiliki ekuitas negatif transaksi dikategorikan sebagai
transaksi material apabila nilai transaksi sama dengan 10% atau lebih dari total aset perusahaan
terbuka.
Perusahaan terbuka yang akan melakukan transaksi material wajib terlebih dahulu memperoleh
persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dalam hal:
1. Transaksi material lebih dari 50% terhadap ekuitas atau aset atau laba bersih atau
pendapatan usaha Perseroan.
2. Transaksi material lebih dari 25% terhadap aset Perseroan apabila ekuitas Perseroan
negatif.
3. Laporan Penilai menyatakan bahwa transaksi material yang akan dilakukan tidak wajar.
Berdasarkan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha, transaksi berupa perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen
operasi dikategorikan sebagai transaksi material dalam hal:
a. Nilai transaksi sama dengan 20% atau lebih dari ekuitas perusahaan terbuka;
b. Total aset yang menjadi objek transaksi dibagi total aset perusahaan terbuka nilainya sama
dengan atau lebih dari 20%;
c. Laba bersih objek transaksi dibagi dengan laba bersih perusahaan terbuka nilainya sama
dengan atau lebih dari 20%; atau
d. Pendapatan usaha objek transaksi dibagi dengan pendapatan usaha perusahaan terbuka
nilainya sama dengan atau lebih dari 20%.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) II-1
Page 19
Nilai transaksi atas Rencana Transaksi adalah sebesar Rp 7.800.000.000,- dan ekuitas Perseroan
berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Slamet Riyanto dari KAP
Slamet Riyanto, Aryanto & Rekan per 31 Desember 2024 adalah sebesar Rp
11.871.419.792.000,-, dengan demikian materialitas nilai transaksi 0,07% dari ekuitas
Perseroan.
Dari uraian tersebut diatas, Rencana Transaksi tidak termasuk transaksi material dan tidak
memerlukan persetujuan RUPS sesuai dengan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang
Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
2.5. Hubungan Antara Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi adalah WR dengan HIN, dimana WR sebagai penjual yang
memiliki 49,00% saham HIG dan HIN sebagai pembeli 49,00% saham WR pada HIG.
Hubungan Kepemilikan Saham
Keterangan
RI : Pemerintah Republik Indonesia
WIKA : PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
WR : PT Wijaya Karya Realty
HIN : PT Hotel Indonesia Natour
HIG : PT Hotel Indonesia Group
Berdasarkan analisis hubungan kepemilikan saham, terdapat hubungan kepemilikan saham
antara WR dengan HIN yaitu RI sebagai pemegang saham tidak langsung WR melalui WIKA juga
merupakan pemegang saham HIN. Dengan demikian antara WR dengan HIN terdapat hubungan
kepemilikan.
Hubungan Kepengurusan
Hubungan kepengurusan antara WIKA, WR dan HIN adalah sebagai berikut:
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) II-2
Page 20
Nama WIKA WR HIN
Jarot Widyoko KU
Firdaus Ali K
Harris Arthur Hedar KI
Adityawarman KI
Suryo Hapsoro Tri Utomo KI
Rusmanto KI
Sumadi D
Hadjar Seti Adji D
Fafan Khoirul Fanani D
Hananto Aji D
Andie Hermawan KU
Edi Mulia K
David Herson Tonius KI
Mangapul Silalahi KI
Fery Safaria PD
Yoppi Priatmoko D
Adhi Priyanto Putro D
Bonny Anang Dwijanto KU & KI
Nanang Hadiyanto KI
Riska Natalia Dewi KI
Ichsan Soelistio KI
Haryo Indratno K
Christine Hutabarat DU
Putri Eka Sukmawati D
Peter Alexander Fritz D
Eppy Dhanianto Wibowo D
Keterangan:
KU : Komisaris Utama
K : Komisaris
KI : Komisaris Independen
DU : Direktur Utama
D : Direktur
Berdasarkan analisis hubungan kepengurusan, tidak terdapat hubungan kepengurusan antara
WIKA, WR dan HIN.
Dengan demikian Rencana Transaksi termasuk transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam
Peraturan OJK No. 42 /POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan.
Uraian mengenai ada atau tidak adanya benturan kepentingan atas transaksi yang akan
dilakukan Perseroan dinyatakan dalam Surat Pernyataan Direksi dan Dewan Komisaris
Perseroan.
2.6. Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Telah Disepakati
Berdasarkan Berita Acara Negosiasi Kesepakatan Harga antara WR, HIN tanggal 29 Desember
2025 (selanjutnya disebut draft), hal-hal pokok dalam draft tersebut adalah sebagai berikut:
a) Jumlah saham yang dijual adalah seluruh saham milik WR pada HIG sebanyak 1.470 saham
atau mewakili 49,00% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor secara penuh dalam HIG.
b) Harga jual beli yang disepakati WR dan HIN adalah Rp 7.800.000.000,-.
Dengan demikian susunan pemegang saham HIG sebelum dan setelah transaksi dengan asumsi
efektif per 31 Agustus 2025 adalah sebagai berikut:
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) II-3
Page 21
PT HOTEL INDONESIA GROUP
Sebelum dilakukannya transaksi
Jumlah Saham Persentase Jumlah
No. Pemegang Saham
(Lembar) (%) (Rp)
1 PT Hotel Indonesia Natour 1.530 51,00% 1.530.000.000
2 PT Wijaya Karya Realty 1.470 49,00% 1.470.000.000
Jumlah 3.000 100,00% 3.000.000.000
PT HOTEL INDONESIA GROUP
Setelah dilakukannya transaksi
Jumlah Saham Persentase Jumlah
No. Pemegang Saham
(Lembar) (%) (Rp)
1 PT Hotel Indonesia Natour 3.000 100,00% 3.000.000.000
Jumlah 3.000 100,00% 3.000.000.000
Dokumen transaksi yang ada masih berupa draft, pihak-pihak yang bertransaksi belum memiliki
perjanjian dan persyaratan tertulis yang telah disepakati dan mengikat.
2.7. Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Transaksi
Manfaat transaksi adalah sebagai berikut:
• Dengan dilakukannya transaksi, WR akan menerima kas atas penjualan saham HIG yang
akan meningkatkan likuiditas Perseroan secara konsolidasi.
Risiko transaksi adalah sebagai berikut:
• Dengan dilakukannya transaksi, Perseroan secara konsolidasi berpotensi kehilangan
kontribusi peningkatan kinerja keuangan jika HIG dimasa mendatang dapat beroperasi
secara optimal dan menghasilkan laba.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) II-4
Page 22
BAB III
ANALISIS KUALITATIF
3.1. Riwayat Singkat Perusahaan Dan Kegiatan Usaha
Perseroan
a) Riwayat Singkat
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk didirikan pada tanggal 29 Maret 1961 berdasarkan Peraturan
Pemerintah No. 64 tahun 1961.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 40 tahun 1971, status Perusahaan berubah dari
Perusahaan Negara menjadi Perusahaan (Persero). Selanjutnya, Perusahaan dinamakan PT
Wijaya Karya (Persero) berdasarkan Akta Perusahaan Terbatas No. 110 tanggal 20 Desember
1972 dari Dian Paramita Tamzil, pengganti Djojo Muljadi, S.H., Notaris di Jakarta, dan
perubahan naskah pendirian Perseroan Terbatas dari Kartini Muljadi, S.H., Notaris di Jakarta
berdasarkan Akta No. 106 tanggal 17 April 1973. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri
Kehakiman Republik Indonesia pada tanggal 8 Mei 1973 dengan Surat Keputusan No.
Y.A.5/165/14 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 76 tanggal 21
September 1973, tambahan Berita Negara No. 683.
Anggaran Dasar WIKA telah mengalami beberapa kali perubahan dan terakhir kali diubah
dengan Akta No. 7 tanggal 17 Januari 2024 dan Akta No. 37 tanggal 24 Juni 2024 dibuat di
hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, tentang peningkatan modal dasar dan modal
ditempatkan dan disetor.
b) Kegiatan Usaha
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar WIKA, maksud dan tujuan WIKA adalah berusaha
dalam industri konstruksi, industri pabrikasi, jasa penyewaan, jasa keagenan, investasi, agro
industri, industri energi, energi terbarukan dan energi konversi, penyelenggaraan
perkeretaapian, penyelenggaraan pelabuhan, penyelenggaraan kebandarudaraan, logistik,
perdagangan, engineering procurement construction, pengembangan dan pengelolaan
kawasan, layanan peningkatan kemampuan dibidang jasa konstruksi, teknologi informasi,
jasa enjinering dan perencanaan, investasi dan pengelolaan usaha dibidang prasarana dan
sarana dasar (infrastruktur) untuk menghasilkan barang dan/atau jasa.
c) Susunan Pemegang Saham
Susunan Pemegang saham WIKA berdasarkan laporan keuangan reviu periode 31 Agustus
2025 adalah sebagai berikut:
Jumlah Saham Persentase Jumlah
No. Pemegang Saham
(Lembar) (%) (Rp.000)
1 Saham Preferen (Seri A Dwiwarna) 1 0,00% 0
2 Saham Biasa (Seri B) Pemerintah Republik Indonesia 36.291.702.781 91,02% 3.629.170.278
3 Agung Budi Waskito (Dirut) 1.434.200 0,00% 143.420
4 Hananto Aji 1.269.000 0,00% 126.900
5 Harum Akhmad Zuhdi 1.269.000 0,00% 126.900
6 Hadjar Seti Adji 510.000 0,00% 51.000
7 Sumadi 850.000 0,00% 85.000
8 Masyarakat 3.576.028.878 8,97% 357.602.888
Jumlah 39.873.063.860 100,00% 3.987.306.386
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) III-1
Page 23
d) Susunan Pengurus
Susunan pengurus WIKA berdasarkan laporan keuangan reviu periode 31 Agustus 2025
adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Jarot Widyoko
Komisaris : Firdaus Ali
Komisaris Independen : Harris Arthur Hedar
Komisaris Independen : Adityawarman
Komisaris Independen : Suryo Hapsoro Tri Utomo
Komisaris Independen : Rusmanto
Direksi
Direktur Utama : Agung Budi Waskito
Direktur Keuangan : Sumadi
Direktur Manajemen Sumber Daya
: Hadjar Seti Adji
Manusia dan Transformasi
Direktur Manajemen Risiko dan Legal : Fafan Khoirul Fanani
Direktur Operasi : Hananto Aji
PT Wijaya Karya Realty (WR)
a) Riwayat Singkat
PT Wijaya Karya Realty didirikan tanggal 20 Januari 2000 berdasarkan Akta Notaris Imas
Fatimah, S.H., No. 17, yang telah diubah dengan Akta No. 19 tanggal 20 April 2000 dari
Notaris Noordjasmani Soeyasa Besar, S.H., pengganti Imas Fatimah, S.H., Notaris di Jakarta,
yang telah memperoleh persetujuan Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan
Surat Keputusan No. C-20856 HT.01.01.TH.2000 tanggal 15 Desember 2000, yang telah
didaftarkan dalam Daftar Perusahaan sesuai UU No. 3 tahun 1982 tentang Wajib Daftar
Perusahaan dengan TDP. 09.04.1.68.15594 di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta
Timur No. 986/BH.09.04/XII/2000 tanggal 20 Desember 2000, serta telah diumumkan dalam
Tambahan No. 1682, Berita Negara Republik Indonesia No. 22 tanggal 16 Maret 2001.
Anggaran Dasar WR telah beberapa kali mengalami perubahan yang terakhir dengan Akta
Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Diluar Rapat PT Wijaya Karya Realty No. 83 tanggal
27 Desember 2022, dibuat di hadapan Ryan Bayu Candra, S.H., M.Kn Notaris di Jakarta, yang
telah mendapatkan persetujuan perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas PT Wijaya
Karya Realty dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. AHU-0129961.AH.01.02. Tahun 2022 Tanggal 28 Desember 2022.
Atas perubahan susunan pemegang saham WR terakhir sebagaimana dimuat dalam Akta
Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Diluar Rapat Umum PT Wijaya Karya Realty No. 20
tanggal 19 Desember 2024, dibuat di hadapan Fessy Farizqoh Alwi. S.H., M.Kn, Notaris
Jakarta, yang telah mendapatkan Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan
dari Menteri Hukum Republik Indonesia dalam Surat No. AHU-AH.01.09- 0290785 tanggal 19
Desember 2024 perihal Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan PT Wijaya
Karya Realty.
b) Kegiatan Usaha
Maksud dan tujuan Perusahaan sesuai dengan Anggaran Dasar WR adalah realti, properti
dan jasa, kecuali jasa dalam bidang hukum dan pajak.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) III-2
Page 24
c) Susunan Pemegang Saham
Susunan Pemegang saham WR adalah sebagai berikut:
Jumlah Saham Persentase Jumlah
No. Pemegang Saham
(Lembar) (%) (Rp)
1 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 69.782.299.624 95,09% 6.978.229.962.400
2 Koperasi Karya Mitra Satya 2.013.658.609 2,74% 201.365.860.900
3 PT Aero Wisata 1.537.411.113 2,09% 153.741.111.300
4 Yayasan Wijaya Karya 54.022.524 0,07% 5.402.252.400
Jumlah 73.387.391.870 100,00% 7.338.739.187.000
d) Susunan Pengurus
Susunan pengurus WR adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Andie Hermawan
Komisaris : Edi Mulia
Komisaris Independen : David Herson Tonius
Komisaris Independen : Mangapul Silalahi
Direksi
President Director : Fery Safaria
Director of Finance, Human Capital, and Risk Management : Yoppi Priatmoko
Director of Development and Marketing : Adhi Priyanto Putro
PT Hotel Indonesia Natour (HIN)
a) Riwayat Singkat
Anggaran Dasar HIN telah mengalami beberapa kali perubahan, perubahan terakhir
berdasarkan Akta Notaris Ilmiawan Dekrit S, S.H., M.H. No. 40 tertanggal 30 Juni 2025
tentang perubahan Anggaran Dasar serta susunan pengurus dan telah mendapatkan
persetujuan dari Menteri Hukum Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-
AH.01.09-0309568 tahun 2025 tanggal 10 Juli 2025.
b) Kegiatan Usaha
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar HIN, maksud dan tujuan HIN adalah melakukan usaha
dibidang industri jasa perhotelan dan optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki
untuk menghasilkan barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat untuk
mendapatkan/mengejar keuntungan guna meningkatkan nilai HIN dengan menerapkan
prinsip-prinsip Perseroan Terbatas.
c) Susunan Pemegang Saham
Susunan Pemegang saham HIN berdasarkan Akta No. 49 tanggal 26 Februari 2025 adalah
sebagai berikut:
Jumlah Saham Persentase Jumlah
No. Pemegang Saham
(Lembar) (%) (Rp)
1 Pemerintah Republik Indonesia
1 0,0004% 1.000.000
(Seri A Dwiwarna)
2 PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero)
243.809 99,9996% 243.809.000.000
(Seri B)
Jumlah 243.810 100,00% 243.810.000.000
d) Susunan Pengurus
Susunan pengurus HIN berdasarkan Akta No. 40 tanggal 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) III-3
Page 25
Dewan Komisaris
Komisaris Utama & Komisaris Independen : Bonny Anang Dwijanto
Komisaris Independen : Nanang Hadiyanto
Komisaris Independen : Riska Natalia Dewi
Komisaris Independen : Ichsan Soelistio
Komisaris : Haryo Indratno
Direksi
Direktur Utama & Plt. Direktur Komersil : Christine Hutabarat
Direktur Pengembangan Usaha : Putri Eka Sukmawati
Direktur Operasi : Peter Alexander Fritz
Direktur Keuangan dan Manajemen Resiko : Eppy Dhanianto Wibowo
3.2. Analisis Industri dan Lingkungan
3.2.1. Tinjauan Makro Ekonomi
PDB Menurut Lapangan Usaha
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2025 Terhadap Triwulan II-2025 (Q-to-Q)
Ekonomi Indonesia triwulan III-2025 dibanding triwulan II-2025 (q-to-q) tumbuh sebesar 1,43%.
Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 5,42%;
diikuti oleh Konstruksi sebesar 5,28%; serta Industri Pengolahan sebesar 4,09%. Sementara itu,
beberapa lapangan usaha yang mengalami kontraksi diantaranya Administrasi Pemerintahan,
Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 17,15% serta Jasa Keuangan dan Asuransi sebesar
4,13%.
Gambar 1. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (Q-to-Q) (%),
Triwulan III-2024, Triwulan II-2025, dan Triwulan III-2025
Sumber: Badan Pusat Statistik
Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku triwulan III-2025 tidak
menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh Lapangan
Usaha Industri Pengolahan sebesar 19,15%; diikuti oleh Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
sebesar 14,35%; Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar
13,19%; Konstruksi sebesar 9,82%; serta Pertambangan dan Penggalian sebesar 8,51%. Peranan
kelima lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Indonesia mencapai 65,02 %.
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2025 Terhadap Triwulan III-2024 (Y-on-Y)
Ekonomi Indonesia triwulan III-2025 terhadap triwulan III-2024 (y-on-y) tumbuh sebesar 5,04%.
Pertumbuhan terjadi pada hampir seluruh lapangan usaha, kecuali Pertambangan dan
Penggalian yang terkontraksi sebesar 1,98%. Lapangan usaha yang tumbuh signifikan adalah
Jasa Pendidikan sebesar 10,59%; diikuti oleh Jasa Perusahaan sebesar 9,94%. Sementara itu,
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) III-4
Page 26
Industri Pengolahan yang memiliki peran dominan terhadap perekonomian Indonesia tumbuh
sebesar 5,54%.
Gambar 2. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (Y-on-Y) (%),
Triwulan III-2024, Triwulan II-2025, dan Triwulan III-2025
Sumber: Badan Pusat Statistik
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2024 Terhadap Triwulan III-2024 (Q-to-Q)
Ekonomi Indonesia triwulan IV-2024 tumbuh sebesar 0,53% (q-to-q). Pertumbuhan terjadi pada
beberapa lapangan usaha. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan
diantaranya Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 16,63%;
diikuti oleh Jasa Pendidikan sebesar 14,94%; serta Jasa Lainnya sebesar 8,40%. Sementara itu,
lapangan usaha yang mengalami kontraksi terdalam adalah Pertanian, Kehutanan, dan
Perikanan sebesar 18,49%.
Gambar 3. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (Q-to-Q) (%),
Triwulan IV-2023, Triwulan III-2024, dan Triwulan IV-2024
Sumber: Badan Pusat Statistik
PDB Menurut Pengeluaran
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2025 Terhadap Triwulan II-2025 (Q-to-Q)
Ekonomi Indonesia triwulan III-2025 dibanding triwulan II-2025 (q-to-q) tumbuh sebesar 1,43%.
Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 6,77%; diikuti
oleh Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 6,37%; dan Komponen
Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) sebesar 4,60%. Beberapa komponen mengalami
kontraksi, seperti Komponen Pengeluaran Konsumsi LNPRT (PK-LNPRT) dan Komponen
Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) yang masing-masing terkontraksi sebesar 3,44%
dan 0,56%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa (yang merupakan faktor
pengurang dalam PDB menurut pengeluaran) juga terkontraksi sebesar 0,74%.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) III-5
Page 27
Gambar 4. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (Q-to-Q) (%),
Triwulan III-2024, Triwulan II-2025, dan Triwulan III-2025
Sumber: Badan Pusat Statistik
Struktur PDB Indonesia menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku pada triwulan III-2025
tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh
Komponen PK-RT yang mencakup lebih dari separuh PDB Indonesia yaitu sebesar 53,14%; diikuti
oleh Komponen PMTB sebesar 29,09%; Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 23,64%;
Komponen PK-P sebesar 7,17%; Komponen Perubahan Inventori sebesar 1,69%; dan Komponen
PK-LNPRT sebesar 1,29%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa sebagai faktor
pengurang dalam PDB Pengeluaran memiliki peran sebesar 20,17%.
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2025 Terhadap Triwulan III-2024 (Y-on-Y)
Ekonomi Indonesia triwulan III-2025 terhadap triwulan III-2024 (y-on-y) tumbuh sebesar 5,04%.
Pertumbuhan terjadi pada seluruh komponen pengeluaran. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada
Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 9,91%; diikuti Komponen PK-P sebesar 5,49%;
Komponen PMTB sebesar 5,04%; Komponen PK-RT sebesar 4,89%; dan Komponen PK-LNPRT
sebesar 4,28%. Komponen Impor Barang dan Jasa (yang merupakan faktor pengurang dalam
PDB menurut Pengeluaran) juga tumbuh sebesar 1,18%.
Gambar 5. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (Y-on-Y) (%),
Triwulan III-2024, Triwulan II-2025, dan Triwulan III-2025
Sumber: Badan Pusat Statistik
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I s.d. Triwulan III-2025 Terhadap Triwulan I s.d. Triwulan III-
2024 (C-to-C)
Ekonomi Indonesia sampai dengan triwulan III-2025 (c-to-c) tumbuh sebesar 5,01%.
Pertumbuhan terjadi pada seluruh komponen pengeluaran. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh
Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 9,13%; diikuti Komponen PK-LNPRT sebesar 5,03%;
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) III-6
Page 28
Komponen PK-RT sebesar 4,94%; Komponen PMTB sebesar 4,72%; dan Komponen PK-P sebesar
1,40%. Komponen Impor Barang dan Jasa (yang merupakan faktor pengurang dalam PDB
menurut Pengeluaran) juga tumbuh sebesar 5,43%.
Gambar 6. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (C-to-C) (%),
Triwulan III-2024, Triwulan II-2025, dan Triwulan III-2025
Sumber: Badan Pusat Statistik
3.2.2. Perkembangan Industri
Perkembangan Industri Konstruksi di Indonesia
Sektor konstruksi memiliki peran strategis terhadap perekonomian Indonesia pada kuartal II
2025. Tak hanya berkontribusi pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga sebagai
penyedia lapangan kerja yang signifikan bagi masyarakat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat
sektor kontruksi menyerap sebanyak 8,7 juta tenaga kerja. Jumlah itu setara dengan 5,97% dari
total penduduk bekerja di Indonesia. Sektor kontruksi juga berkontribusi signifikan pada Produk
Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Pada kuartal II/2025, sektor konstruksi menjadi penyumbang
keempat terbesar terhadap PDB dengan kontribusi sebesar 9,48%.
Pemerintah telah menetapkan target pembangunan satu juta rumah tapak dan dua juta hunian
vertikal setiap tahun. Program ini bukan hanya untuk mengatasi backlog perumahan, tetapi juga
menjadi katalis utama bagi sektor konstruksi. Selain itu, proyek strategis nasional seperti jalan
tol, transportasi massal, serta infrastruktur energi terbarukan diproyeksikan memperkuat
pertumbuhan pada paruh kedua 2025.
Salah satu indikator penting yang mencerminkan fluktuasi aktivitas konstruksi di Indonesia
adalah Indeks Nilai Konstruksi yang Diselesaikan. Indeks ini memberikan gambaran
perkembangan realisasi fisik pekerjaan konstruksi yang berhasil diselesaikan dalam satu
triwulan pada suatu wilayah tertentu, sehingga menjadi indikator utama dalam menilai
dinamika sektor konstruksi. Pergerakan dan fluktuasi Indeks Nilai Konstruksi yang Diselesaikan
dapat diamati lebih lanjut pada Grafik 1, yang memberikan visualisasi tren jangka pendek dan
panjang, sekaligus menjadi referensi untuk analisis dinamika sektor konstruksi di Indonesia.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) III-7
Page 29
Grafik 1. Indeks (2016=100) dan Pertumbuhan (q-to-q) Nilai Konstruksi yang Diselesaikan,
Triwulan II/2024–Triwulan II/2025
Sumber: Badan Pusat Statistik
Pada triwulan II tahun 2024, indeks nilai konstruksi yang diselesaikan tercatat sebesar 166,57,
dan meningkat menjadi 172,22 pada triwulan II tahun 2025. Kenaikan ini mencerminkan
pertumbuhan sebesar 3,39% secara tahunan (y-on-y), yang menunjukkan adanya peningkatan
signifikan dalam nilai konstruksi yang diselesaikan dibandingkan periode yang sama tahun
sebelumnya. Secara triwulanan (q-to-q), indeks pada triwulan II tahun 2025 juga tumbuh
sebesar 2,92% dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Pertumbuhan q-to-q ini lebih tinggi
dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan II tahun 2024 yang tercatat sebesar 2,55%.
Kondisi ini mengindikasikan adanya percepatan aktivitas penyelesaian konstruksi pada
pertengahan tahun 2025. Perkembangan ini mencerminkan semakin kuatnya dinamika sektor
konstruksi yang didorong oleh proyek-proyek pembangunan yang berjalan.
Di wilayah Jabodetabek, nilai proyek konstruksi baru hingga pertengahan 2025 diperkirakan
mencapai Rp26,33 triliun. Dari angka tersebut, wilayah barat Jakarta menyumbang hampir 45%,
mencerminkan tren urbanisasi yang terus menguat. Sementara itu, kawasan industri di
Karawang, Subang, hingga Batang diprediksi menjadi pusat pertumbuhan baru, khususnya
dalam mendukung ekosistem kendaraan listrik.
Proyek infrastruktur bernilai besar memerlukan skema pembiayaan kreatif. Pemerintah kini
semakin mendorong keterlibatan swasta melalui skema Public Private Partnership (PPP). Dalam
skema ini, kontraktor dituntut tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga mampu
memahami aspek keuangan dan hukum. Dalam menghadapi dinamika industri konstruksi,
adopsi teknologi konstruksi mutakhir menjadi semakin penting, mulai dari Building Information
Modeling (BIM), Internet of Things (IoT), hingga konstruksi hijau. Transformasi ini diyakini dapat
meningkatkan efisiensi, menekan biaya, dan memperbaiki kualitas hasil pembangunan.
3.1.1. Analisis Operasional Dan Prospek Perusahaan
Ditinjau dari segi kinerja keuangan tahun 2024, terjadi penurunan pendapatan 14,59% dari
semula pada tahun 2023 dan laba kotor mengalami penurunan 16,28% dan laba bersih
mengalami penurunan 67,87%. Dari sisi aset dan ekuitas, Perseroan mengalami penurunan aset
pada tahun 2024 sebesar -3,68%, namun ekuitas Perseroan meningkat 24,03%.
Industri konstruksi Indonesia tengah berada di jalur pertumbuhan positif. Menurut BCI Central,
pasar konstruksi diperkirakan naik 5,48% pada 2025, ditopang oleh permintaan stabil di sektor
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) III-8
Page 30
bangunan. Pemerintah juga memproyeksikan kebutuhan investasi infrastruktur nasional
periode 2025–2029 mencapai USD625,37 miliar atau sekitar Rp10.312 triliun. Investasi ini
meliputi pembangunan konektivitas, pengendalian banjir, hingga pasokan air. Sektor konstruksi
sendiri menjadi penyerap tenaga kerja signifikan, dengan 13,8 juta orang per tahun atau 9,6%
dari total angkatan kerja nasional, menurut riset LPEM FEB UI.
Data Badan Pusat Statistik mencatat konstruksi menyumbang lebih dari sepuluh persen pada
Produk Domestik Bruto kuartal akhir 2024. Kontribusi besar ini diperkuat oleh proyeksi
pertumbuhan jangka panjang yang menempatkan Indonesia sebagai pasar konstruksi terbesar
di Asia Tenggara. Laporan ASEAN Briefing memperkirakan nilai pasar konstruksi Indonesia dapat
melampaui USD535 miliar pada 2030. Pendorong utama datang dari pembangunan
infrastruktur, perumahan, energi, dan kawasan industri yang terus berkembang seiring
kebutuhan populasi dan urbanisasi.
Pemerintah memegang peranan besar dalam menjaga akselerasi ini. Pagu anggaran
Kementerian PUPR tahun 2025 mencapai Rp75,63 triliun, kemudian diperkuat menjadi
Rp116,23 triliun melalui pembahasan RAPBN. Fokus utamanya meliputi pembangunan
infrastruktur ketahanan pangan, ketahanan energi, renovasi sarana pendidikan, serta
keberlanjutan pembangunan Ibu Kota Nusantara. Belanja infrastruktur ini bukan hanya
mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka peluang luas bagi kontraktor
nasional.
Sejumlah proyek prioritas yang tercatat dalam Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur
Prioritas memperlihatkan arah kebijakan jelas. Proyek transportasi, ketenagalistrikan, energi,
dan jalan tol menjadi tulang punggung. Skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha
semakin digalakkan untuk menutup kebutuhan pembiayaan. Kontraktor dituntut tidak hanya
menyiapkan kapasitas teknis, tetapi juga memahami model pembiayaan dan mitigasi risiko yang
terkait.
Ibu Kota Nusantara menjadi katalis utama. Pembangunan kawasan inti pusat pemerintahan
telah berjalan dengan berbagai paket pekerjaan fisik, mulai dari gedung kementerian,
perumahan ASN, jaringan jalan, hingga fasilitas dasar seperti SPAM dan sanitasi. Kontraktor yang
terlibat mendapatkan kesempatan strategis untuk menunjukkan kemampuan dalam proyek
skala besar dan kompleks yang menjadi etalase pembangunan nasional.
Selain inovasi digital, tren global menuntut pembangunan berkelanjutan. Green Building Council
Indonesia aktif mengkampanyekan sertifikasi Greenship dan Net Zero untuk gedung baru
maupun eksisting. International Finance Corporation (IFC) melalui Excellence in Design for
Greater Efficiencies (EDGE) mendorong pengembang membuktikan efisiensi energi, air, dan
material. Kontraktor yang mampu mengintegrasikan standar hijau sejak tahap desain akan lebih
mudah mendapatkan kepercayaan investor dan akses pembiayaan internasional.
Dorongan dekarbonisasi memberi peluang baru sekaligus tantangan. Kontraktor harus mampu
menyesuaikan spesifikasi material, efisiensi energi, dan manajemen limbah konstruksi. Regulasi
dan kesadaran publik membuat standar ini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Penerapan
konsep hijau juga berpotensi membuka akses pasar baru, terutama dari investor global yang
semakin memperhatikan aspek ESG.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) III-9
Page 31
Meski prospek cerah, tantangan tetap nyata. Volatilitas harga material akibat fluktuasi nilai
tukar dan perubahan suku bunga dapat mengganggu margin proyek. Kontraktor harus
menyiapkan strategi lindung nilai, menyusun klausul eskalasi harga yang transparan, serta
menjaga likuiditas dengan pengaturan termin pembayaran yang realistis. Selain itu, kesiapan
tenaga kerja menjadi faktor penting. Data BPS menunjukkan sektor konstruksi menyerap lebih
dari delapan juta tenaga kerja, tetapi sebagian besar masih membutuhkan sertifikasi resmi.
Program pelatihan dan sertifikasi kompetensi harus dipercepat agar produktivitas meningkat
seiring kompleksitas proyek.
Peluang di segmen perumahan tetap besar, mengingat backlog yang tinggi dan urbanisasi yang
cepat. Infrastruktur transportasi dan energi akan terus menjadi prioritas, sejalan dengan strategi
pemerintah untuk memperkuat konektivitas dan transisi energi. Kawasan industri baru,
termasuk data center dan fasilitas logistik, akan membuka ruang bagi kontraktor spesialis.
Semua ini menegaskan bahwa kontraktor perlu membangun kapabilitas lintas disiplin dan
beradaptasi dengan standar global.
3.3. Alasan Dilakukannya Transaksi
Alasan dilakukannya transaksi antara lain adalah:
− Mendukung inisiasi Danantara dalam integrasi entitas-entitas usaha yang beroperasi dalam
lini bisnis pariwisata dan perhotelan.
3.4. Keuntungan Dan Kerugian Yang Bersifat Kualitatif Atas Transaksi Yang Akan Dilakukan
Keuntungan Perseroan yang bersifat kualitatif adalah Perseroan sebagai induk WR dapat
membantu memperbaiki kemampuan keuangan WR sehingga Perseroan dapat memperoleh
reputasi sebagai induk perusahaan yang profesional dalam mengelola group Perseroan.
Kerugian Perseroan yang bersifat kualitatif atas transaksi yang dilakukan tidak ada.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) III-10
Page 32
BAB IV
ANALISIS KUANTITATIF
4.1. Penilaian Atas Potensi Pendapatan, Aset, Kewajiban dan Kondisi Keuangan
4.1.1. Penilaian Kinerja Historis
Kinerja historis diperoleh dari laporan keuangan WIKA periode 31 Desember 2020 – 2024
(audited) oleh KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dan 31 Agustus 2025 (reviu) oleh
KAP Slamet Riyanto, Aryanto & Rekan.
Laporan Laba Rugi
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Laba Rugi (Rp.Juta)
Tahun
Uraian
2020 2021 2022 2023 2024 Jan-Ags 2025
PENDAPATAN BERSIH 16.536.382 17.809.718 21.480.792 22.530.356 19.242.727 7.713.769
BEBAN POKOK PENDAPATAN (15.011.596) (16.115.148) (19.278.402) (20.668.209) (17.724.124) (7.119.885)
LABA KOTOR 1.524.785 1.694.570 2.202.390 1.862.146 1.518.602 593.884
Beban usaha
Umum dan administrasi (883.293) (779.834) (722.177) (973.998) (1.223.876) (762.543)
Penjualan (11.276) (8.579) (4.762) (10.271) (20.059) (9.099)
LABA (RUGI) USAHA 630.216 906.156 1.475.451 877.878 274.667 (177.758)
Pendapatan lain-lain 3.067.647 1.471.688 1.557.288 663.475 5.445.684 953.458
Beban lain-lain (2.233.922) (1.254.860) (1.317.587) (5.369.804) (3.734.349) (968.147)
Beban keuangan (1.221.502) (1.157.284) (1.371.878) (3.206.109) (3.282.891) (1.854.304)
Beban pajak penghasilan final (400.877) (412.524) (374.564) (500.558) (336.804) (145.491)
Bagian rugi entitas asosiasi (3.459) (28.886) (99.355) (91.144) (221.037) (96.999)
Bagian laba entitas ventura bersama 472.172 672.373 306.726 (139.283) (606.662) 341.927
Bagian rugi pengendalian bersama - - - - - (814.274)
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK 310.276 196.664 176.081 (7.765.545) (2.461.392) (2.761.588)
PAJAK 12.067 17.760 (163.494) (58.994) (52.422) (17.199)
LABA (RUGI) BERSIH 322.343 214.425 12.586 (7.824.539) (2.513.814) (2.778.788)
Penghasilan Komprehensif Lain (20.775) 22.375 5.284 (74.396) (79.215) -
LABA KOMPREHENSIF 301.567 236.800 17.871 (7.898.935) (2.593.029) (2.778.788)
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
2020-2024
Margin Laba Kotor 9,03% 9,22% 9,51% 10,25% 8,27% 7,89% 7,70%
Margin Laba Usaha 4,22% 3,81% 5,09% 6,87% 3,90% 1,43% -2,30%
Margin Laba Sebelum Pajak -8,69% 1,88% 1,10% 0,82% -34,47% -12,79% -35,80%
Margin Laba Bersih -8,92% 1,95% 1,20% 0,06% -34,73% -13,06% -36,02%
Sumber : Laporan Keuangan tahun 2020 – 2024 (audited), Laporan Keuangan periode 31 Agustus 2025 (reviu)
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) IV-1
Page 33
Laporan laba rugi yang telah disesuaikan pencatatannya yang meliputi EBITDA adalah sebagai
berikut:
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Laba Rugi Penyesuaian (Rp.Juta)
Tahun
Uraian
2020 2021 2022 2023 2024 Jan-Ags 2025
PENDAPATAN BERSIH 16.536.382 17.809.718 21.480.792 22.530.356 19.242.727 7.713.769
BEBAN POKOK PENDAPATAN (14.496.897) (14.889.974) (18.787.282) (20.176.539) (17.272.199) (7.055.076)
LABA KOTOR 2.039.485 2.919.744 2.693.509 2.353.817 1.970.528 658.693
Beban usaha
Umum dan administrasi (883.293) (779.834) (722.177) (929.683) (1.205.437) (725.752)
Penjualan (11.276) (8.579) (4.762) (10.271) (20.059) (9.099)
EBITDA 1.144.916 2.131.331 1.966.570 1.413.863 745.032 (76.157)
Depresiasi (514.699) (1.225.174) (491.120) (535.985) (470.365) (101.601)
EBIT 630.216 906.156 1.475.451 877.878 274.667 (177.758)
Pendapatan lain-lain 3.067.647 1.471.688 1.557.288 663.475 5.445.684 953.458
Beban lain-lain (2.233.922) (1.254.860) (1.317.587) (5.369.804) (3.734.349) (968.147)
Beban keuangan (1.221.502) (1.157.284) (1.371.878) (3.206.109) (3.282.891) (1.854.304)
Beban pajak penghasilan final (400.877) (412.524) (374.564) (500.558) (336.804) (145.491)
Bagian rugi entitas asosiasi (3.459) (28.886) (99.355) (91.144) (221.037) (96.999)
Bagian laba entitas ventura bersama 472.172 672.373 306.726 (139.283) (606.662) 341.927
Bagian rugi pengendalian bersama - - - - - (814.274)
Beban bunga WTJJ
EBT 310.276 196.664 176.081 (7.765.545) (2.461.392) (2.761.588)
PAJAK 12.067 17.760 (163.494) (58.994) (52.422) (17.199)
LABA BERSIH (EAT) 322.343 214.425 12.586 (7.824.539) (2.513.814) (2.778.788)
Penghasilan Komprehensif Lain (20.775) 22.375 5.284 (74.396) (79.215) -
LABA KOMPREHENSIF 301.567 236.800 17.871 (7.898.935) (2.593.029) (2.778.788)
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
2020-2024
EBITDA/Sales 7,64% 6,92% 11,97% 9,16% 6,28% 3,87% -0,99%
EBIT/Sales 4,22% 3,81% 5,09% 6,87% 3,90% 1,43% -2,30%
EBT/Sales -8,69% 1,88% 1,10% 0,82% -34,47% -12,79% -35,80%
EAT/Sales -8,92% 1,95% 1,20% 0,06% -34,73% -13,06% -36,02%
Analisis vertikal laporan laba rugi penyesuaian adalah sebagai berikut:
Analisis Vertikal Laba Rugi Penyesuaian
Tahun Rata-rata
Uraian
2020 2021 2022 2023 2024 Jan-Ags 2025 2020-2024
PENDAPATAN BERSIH 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
BEBAN POKOK PENDAPATAN -87,67% -83,61% -87,46% -89,55% -89,76% -91,46% -87,61%
LABA KOTOR 12,33% 16,39% 12,54% 10,45% 10,24% 8,54% 12,39%
Beban usaha
Umum dan administrasi -5,34% -4,38% -3,36% -4,13% -6,26% -9,41% -4,69%
Penjualan -0,07% -0,05% -0,02% -0,05% -0,10% -0,12% -0,06%
EBITDA 6,92% 11,97% 9,16% 6,28% 3,87% -0,99% 7,64%
Depresiasi -3,11% -6,88% -2,29% -2,38% -2,44% -1,32% -3,42%
EBIT 3,81% 5,09% 6,87% 3,90% 1,43% -2,30% 4,22%
Pendapatan lain-lain 18,55% 8,26% 7,25% 2,94% 28,30% 12,36% 13,06%
Beban lain-lain -13,51% -7,05% -6,13% -23,83% -19,41% -12,55% -13,99%
Beban keuangan -7,39% -6,50% -6,39% -14,23% -17,06% -24,04% -10,31%
Beban pajak penghasilan final -2,42% -2,32% -1,74% -2,22% -1,75% -1,89% -2,09%
Bagian rugi entitas asosiasi -0,02% -0,16% -0,46% -0,40% -1,15% -1,26% -0,44%
Bagian laba entitas ventura bersama 2,86% 3,78% 1,43% -0,62% -3,15% 4,43% 0,86%
Bagian rugi pengendalian bersama 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% -10,56% 0,00%
EBT 1,88% 1,10% 0,82% -34,47% -12,79% -35,80% -8,69%
PAJAK 0,07% 0,10% -0,76% -0,26% -0,27% -0,22% -0,22%
LABA BERSIH (EAT) 1,95% 1,20% 0,06% -34,73% -13,06% -36,02% -8,92%
Penghasilan Komprehensif Lain -0,13% 0,13% 0,02% -0,33% -0,41% 0,00% -0,14%
LABA KOMPREHENSIF 1,82% 1,33% 0,08% -35,06% -13,48% -36,02% -9,06%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) IV-2
Page 34
Analisis horizontal laba rugi penyesuaian adalah sebagai berikut:
Analisis Horizontal Laba Rugi Penyesuaian
Tahun Rata-rata
Uraian
2020 2021 2022 2023 2024 Jan-Ags 2025 2020-2024
PENDAPATAN BERSIH n/a 7,70% 20,61% 4,89% -14,59% -59,91% 4,65%
BEBAN POKOK PENDAPATAN n/a 2,71% 26,17% 7,39% -14,39% -59,15% 5,47%
LABA KOTOR n/a 43,16% -7,75% -12,61% -16,28% -66,57% 1,63%
Beban usaha
Umum dan administrasi n/a -11,71% -7,39% 28,73% 29,66% -39,79% 9,82%
Penjualan n/a -23,91% -44,49% 115,67% 95,30% -54,64% 35,64%
EBITDA n/a 86,16% -7,73% -28,11% -47,31% -110,22% 0,75%
Depresiasi n/a 138,04% -59,91% 9,14% -12,24% -78,40% 18,75%
EBIT n/a 43,78% 62,83% -40,50% -68,71% -164,72% -0,65%
Pendapatan lain-lain n/a -52,03% 5,82% -57,40% 720,78% -82,49% 154,29%
Beban lain-lain n/a -43,83% 5,00% 307,55% -30,46% -74,07% 59,57%
Beban keuangan n/a -5,26% 18,54% 133,70% 2,39% -43,52% 37,35%
Beban pajak penghasilan final n/a 2,91% -9,20% 33,64% -32,71% -56,80% -1,34%
Bagian rugi entitas asosiasi n/a 735,10% 243,96% -8,26% 142,52% -56,12% 278,33%
Bagian laba entitas ventura bersama n/a 42,40% -54,38% -145,41% 335,56% -156,36% 44,54%
Bagian rugi pengendalian bersama n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
EBT n/a -36,62% -10,47% -4510,21% -68,30% 12,20% -1156,40%
PAJAK n/a 47,18% -1020,56% -63,92% -11,14% -67,19% -262,11%
LABA BERSIH (EAT) n/a -33,48% -94,13% -62266,44% -67,87% 10,54% -15615,48%
Penghasilan Komprehensif Lain n/a -207,70% -76,38% -1507,83% 6,48% -100,00% -446,36%
LABA KOMPREHENSIF n/a -21,48% -92,45% -44300,07% -67,17% 7,16% -11120,29%
Berdasarkan analisis horizontal laba rugi penyesuaian, pertumbuhan pendapatan bersih
Perseroan selama tahun 2020 – 2024 cenderung fluktuatif dengan rata-rata pertumbuhan
positif sebesar 4,65%. Kemudian, berdasarkan analisis vertikal laba rugi penyesuaian, beban
pokok pendapatan cenderung berfluktuasi dari 87,67% terhadap pendapatan di tahun 2020
menjadi 89,76% pada tahun 2024. Pada periode 31 Agustus 2025, berdasarkan analisis vertikal
laba rugi penyesuaian, beban pokok pendapatan sebesar 91,46%.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) IV-3
Page 35
Laporan Posisi Keuangan
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Posisi Keuangan (Rp.Juta)
Tahun
Uraian
2020 2021 2022 2023 2024 Ags 2025
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 14.951.761 6.983.870 5.669.693 3.233.071 3.361.003 1.649.968
Bank dibatasi penggunaannya - - - - 2.392.794 1.178.701
Piutang usaha 2.175.553 2.266.835 2.828.398 3.310.322 2.330.251 2.364.174
Piutang retensi 1.649.588 1.256.818 1.264.153 1.572.096 1.283.805 1.017.133
Tagihan bruto pemberi kerja 8.356.967 4.067.667 4.537.979 2.463.049 1.743.506 1.572.714
Persediaan 9.813.054 10.934.221 12.012.496 11.411.412 11.507.714 11.317.394
Piutang yang belum ditagih 2.301.754 2.214.485 1.316.134 754.219 709.597 439.708
Piutang lain-lain - bag. lancar 4.826.182 1.083.748 1.309.839 299.796 404.014 297.857
Uang muka - bag. lancar 862.323 773.692 1.095.052 879.097 594.733 569.467
Jaminan usaha 97.722 111.047 339.808 342.873 372.139 49.118
Aset keuangan - - - - - -
Pajak dibayar dimuka 2.139.156 1.724.203 1.547.098 1.567.878 1.309.123 1.381.260
Biaya dibayar dimuka 806.886 929.061 1.280.008 965.398 649.385 680.743
Aset lancar lain-lain - - - - 267.906 314.502
Pekerjaan dalam proses - 4.840.988 6.434.138 4.002.444 3.312.548 3.720.906
Jumlah Aset Lancar 47.980.946 37.186.634 39.634.795 30.801.656 30.238.519 26.553.645
Aset Tidak Lancar
Aset tetap
Nilai perolehan 7.727.439 12.614.919 12.579.010 12.821.067 9.209.732 9.159.385
Akumulasi penyusutan 2.556.883 3.782.057 4.273.176 4.705.367 3.879.285 4.028.978
Nilai buku 5.170.557 8.832.862 8.305.834 8.115.700 5.330.447 5.130.407
Piutang usaha - bag. tidak lancar - - - - - -
Piutang lain-lain - bag. tidak lancar - - - - - -
Piutang belum ditagih - bag. tidak lancar - - - - - -
Uang muka - bag. tidak lancar 280.000 3.885.355 - - - 36.852
Aset real estat 1.215.038 2.033.627 2.081.813 2.103.448 1.438.576 1.428.674
Investasi pada entitas asosiasi 1.709.108 1.864.824 2.059.784 1.854.701 2.708.297 2.414.436
Investasi pada ventura bersama 4.622.540 6.371.991 11.636.485 12.022.212 11.388.954 9.426.120
Properti investasi - neto 2.022.806 1.919.753 1.978.947 1.308.364 1.319.968 1.319.968
Aset kerjasama operasi - 422.499 920.306 267.839 256.993 249.717
Goodwill 4.847 4.847 4.847 4.847 4.847 4.847
Investasi jangka panjang lainnya 781.391 1.044.858 1.010.545 1.029.675 1.034.566 1.034.566
Aset takberwujud 3.864.332 5.128.200 6.484.152 7.601.854 9.138.764 9.239.314
Aset pajak tangguhan 63.689 90.880 68.072 32.193 18.261 13.944
Aset tidak lancar lain-lain 393.931 599.463 884.027 838.747 678.151 602.929
Jumlah Aset Tidak Lancar 20.128.239 32.199.160 35.434.810 35.179.580 33.317.824 30.901.776
JUMLAH ASET 68.109.185 69.385.794 75.069.604 65.981.236 63.556.343 57.455.421
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Pinjaman jangka pendek 15.363.351 14.089.945 14.782.733 17.613.134 553.144 81.800
Utang usaha 14.241.491 12.824.151 12.816.199 9.339.844 6.054.267 5.234.569
Utang lain-lain 475.183 1.221.329 1.224.052 942.284 1.019.695 1.135.170
Kewajiban bruto pemberi kerja - - - - - -
Utang pajak 329.076 409.939 367.499 757.471 316.513 473.415
Uang muka dari pelanggan jangka pendek 1.495.257 645.718 297.056 602.423 1.284.705 1.046.155
Beban akrual 6.503.697 5.776.223 5.731.970 5.399.695 5.515.316 5.399.382
Pendapatan diterima dimuka 111.220 93.115 196.106 294.179 183.079 148.208
Bagian jangka pendek dari:
Pinjaman jangka menengah 5.605.000 1.345.000 255.000 1.545.000 - -
Liabilitas sewa 44.194 100.152 73.170 44.130 30.605 2.423
Pinjaman jangka panjang - 463.998 391.546 189.334 1.651.001 1.136.403
Obligasi - - - 1.066.000 1.733.750 1.733.750
Sukuk mudharabah - - - 643.800 681.225 681.225
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 44.168.468 36.969.570 36.135.331 38.437.294 19.023.300 17.072.499
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan paska kerja 180.733 219.811 163.441 269.871 272.216 270.093
Liabilitas pajak tangguhan 98.483 91.021 116.144 77.043 102.581 114.473
Uang muka dari pelanggan jangka panjang - 317.844 448.831 239.959 77.806 81.119
Uang muka proyek jangka panjang 1.434.956 1.262.797 2.001.511 1.390.092 856.919 734.714
Utang lain-lain 304.164 124.514 129.491 108.252 378.872 585.879
Bagian jangka panjang dikurangi
bagian jangka
Pinjaman pendek:
jangka menengah 1.789.410 545.000 1.545.000 235.000 1.705.000 1.630.000
Liabilitas sewa 116.620 248.981 178.933 110.643 9.821 18.819
Pinjaman jangka panjang 1.367.695 4.186.190 4.730.088 5.723.225 21.309.859 19.999.201
Utang ventura bersama - 528.702 681.250 77.287 84.764 20.165
Obligasi 1.491.232 5.706.287 8.664.562 7.602.943 6.272.696 6.249.391
Sukuk mudharabah 500.000 1.750.000 2.781.815 2.138.015 1.591.090 1.591.090
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 7.283.292 14.981.147 21.441.067 17.972.329 32.661.623 31.294.943
JUMLAH LIABILITAS 51.451.760 51.950.717 57.576.398 56.409.623 51.684.923 48.367.443
Ekuitas
Modal saham 896.995 896.995 896.995 896.995 3.987.306 3.987.306
Modal saham diperoleh kembali (110) (110) (110) (110) (110) (110)
Tambahan modal disetor 6.555.499 6.555.499 6.555.499 6.555.499 9.040.356 9.040.356
Perubahan ekuitas entitas anak 1.238.084 1.137.690 1.139.038 1.121.143 1.003.022 1.003.022
Saldo (defisit) laba 4.390.063 4.457.009 4.372.391 (2.823.649) (5.161.894) (7.868.491)
Surat berharga perpetual 597.600 - - - -
Kepentingan non pengendali 2.979.294 4.387.995 4.529.394 3.821.735 3.002.739 2.925.894
Jumlah Ekuitas 16.657.425 17.435.078 17.493.206 9.571.613 11.871.420 9.087.979
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 68.109.185 69.385.794 75.069.604 65.981.236 63.556.343 57.455.421
Rata-rata
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
2020-2024
Current Ratio 111,60% 108,63% 100,59% 109,68% 80,13% 158,96% 155,53%
Debt to Equity Ratio 392,14% 308,88% 297,97% 329,14% 589,34% 435,37% 532,21%
Debt to Asset Ratio 78,79% 75,54% 74,87% 76,70% 85,49% 81,32% 84,18%
Sumber : Laporan Keuangan tahun 2020 – 2024 (audited), Laporan Keuangan periode 31 Agustus 2025 (reviu)
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) IV-4
Page 36
Laporan Arus Kas
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Laporan Arus Kas (Rp.Juta)
Tahun
Uraian
2020 2021 2022 2023 2024 Ags 2025
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 19.238.418 13.865.691 22.163.558 23.763.968 20.049.349 8.093.431
Pembayaran kepada pemasok (16.185.826) (15.610.594) (23.028.964) (24.598.626) (17.598.941) (7.687.035)
Pembayaran kepada direksi dan karyawan (1.804.821) (1.571.681) (1.754.577) (1.649.915) (1.531.227) (1.025.163)
Penerimaan (pembayaran) pajak-pajak (1.106.492) (762.103) (335.280) (562.392) (967.634) (536.486)
Penerimaan restitusi pajak - 338.642 73.668 151.731 116.676 -
Penerimaan bunga - - - - - -
Pembayaran bunga pinjaman - - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Operasi 141.279 (3.740.044) (2.881.595) (2.895.234) 68.223 (1.155.253)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penambahan aset takberwujud (2.369.202) (1.266.288) (1.236.338) (1.221.363) (1.349.270) (240.608)
Pengembalian (penambahan) jaminan usaha 8.101 (13.325) (228.761) (3.066) (29.546) (2.043)
Penambahan (pengurangan) dana yang dibatasi penggunaannya - - - - - 1.261.666
Pembelian aset tetap (652.239) (596.714) (176.469) (164.644) (300.320) (8.020)
Penjualan aset tetap - - - 2.098 2.053 6.473
Penerimaan Dividen dari Entitas Asosiasi - - - - - 10.290
Penambahan properti investasi (159.068) (1.887) - - - -
Penjualan aset kerjasama operasi - - - 644.813 - -
Penambahan aset kerjasama operasi - (155.775) (112.957) - - -
Penempatan saham pada entitas asosiasi (65.830) (82.651) (132.591) - (100.556) -
Penjualan saham pada entitas asosiasi - 100.480 - - - -
Penambahan pinjaman jangka panjang kepada entitas asosiasi (922.524) (18.798) (280.596) 80.422 - 35.000
Pengembalian setoran modal entitas asosiasi - - - 50.000 - -
Pengembalian (penambahan) investasi ventura bersama (389.345) (548.376) 278.854 (645.561) 318.361 1.287.966
Penjualan saham pada investasi lainnya - - 239.087 - - -
Penambahan uang muka investasi (111.190) - (1.503.624) (10.000) (36.852) -
Penjualan saham pada entitas anak 192.000 - - -
Pengembalian (penambahan) aset lain-lain 36.391 (26.351) 11.147 (11.936) (5.007) (432)
Penempatan bank dibatasi penggunaannya - - - - (2.392.794) -
Penambahan aset real estat (154.293) - - - - -
Penambahan tanah untuk pengembangan - (813.745) (91.202) (74.669) (811) -
Penambahan tanah yang sedang dikembangkan (292.546) (329.368) (124.738) - - -
Penerimaan bunga 173.807 107.023 1.310.226 34.360 76.064 48.451
Penambahan investasi lainnya (161.642) (65.273) (111.079) (16.500) - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Investasi (5.059.580) (3.711.048) (1.967.043) (1.336.045) (3.818.677) 2.398.742
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pinjaman jangka pendek
Penerimaan pinjaman 23.839.153 - 692.788 3.007.314 - 10.008
Pembayaran pinjaman (13.584.652) (1.273.405) - - (119) (367.940)
Pinjaman jangka menengah
Penerimaan pinjaman - - - - - -
Pembayaran pinjaman (750.000) (5.599.410) (90.000) (20.000) (25.000) (25.000)
Pinjaman Jangka panjang
Penerimaan pinjaman 243.111 3.270.377 827.859 951.718 885.061 -
Pembayaran pinjaman (498.837) (440.455) (356.412) (337.707) (229.250) (1.582.506)
Pinjaman jangka panjang
Penerimaan obligasi 1.500.000 4.250.000 2.954.880 - - (30.000)
Pembayaran liabilitas sewa (84.992) (95.167) (97.030) (97.331) (25.808) (16.857)
Pembayaran utang sewa pembiayaan - - - - - -
Penerimaan sukuk mudharabah 500.000 1.250.000 1.031.815 - - -
Biaya emisi penyertaan modal negara - - - - (10.920) -
Penerimaan modal disetor pada entitas anak - - - - 28.667 -
Pembayaran obligasi - - - - (671.000) -
Pembayaran biaya emisi obligasi (8.768) (38.161) (36.958) - - -
Pembayaran biaya sukuk mudharabah (2.923) (14.437) (11.803) - - -
Pembayaran sukuk mudharabah - - - - (509.500) -
Penerimaan surat berharga perpetual - (600.000) - - - -
Penjualan modal saham diperoleh kembali - - - - - -
Penambahan saham entitas anak 159.845 - - - - -
Pembayaran dividen perusahaan (457.008) - - - - -
Pembayaran dividen entitas anak (91.562) (21.720) (16.057) (22.649) (5.686) (4.654)
Pembayaran bunga perpetual (63.000) (63.000) - - - -
Penerimaan modal disetor - - - - 6.087.913 -
Setoran modal dari entitas non pengendali - 8.600 - - - -
Modal saham diperoleh kembali (918) - - - - -
Pembayaran bunga pinjaman (1.221.502) (1.157.284) (1.371.878) (1.675.221) (1.536.824) (930.259)
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Pendanaan 9.477.948 (524.062) 3.527.203 1.806.126 3.987.534 (2.947.208)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS & SETARA KAS 4.559.647 (7.975.154) (1.321.435) (2.425.153) 237.080 (1.703.719)
KAS & SETARA KAS AWAL TAHUN 10.346.735 14.951.761 6.983.870 5.669.694 3.233.072 3.361.003
Pengaruh perubahan kurs mata uang asing 45.380 7.262 7.259 (11.469) 4.013 (7.316)
Kas dan bank pengaruh divestasi entitas anak tidak langsung - - - (113.161)
KAS & SETARA KAS AKHIR TAHUN 14.951.761 6.983.870 5.669.694 3.233.072 3.361.003 1.649.968
Sumber : Laporan Keuangan tahun 2020 – 2024 (audited), Laporan Keuangan periode 31 Agustus 2025 (reviu)
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) IV-5
Page 37
Pendapatan
Komposisi pendapatan berdasarkan segmen pendapatan dalam periode 31 Desember 2020 –
31 Agustus 2025 adalah sebagai berikut:
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Komposisi Pendapatan Berdasarkan Segmen Pendapatan
Tahun
Rata-rata
Uraian Jan-Ags
2020 2021 2022 2023 2024 2020-2024
2025
Komposisi Pendapatan
(%)
Infrastruktur dan Gedung 51,36% 52,95% 50,24% 52,63% 48,93% 38,57% 51,22%
Industri Beton 30,61% 25,83% 26,49% 22,27% 27,52% 29,95% 26,54%
Energi dan Industrial Plant 14,81% 18,61% 18,04% 18,20% 17,33% 25,51% 17,40%
Hotel 0,00% 1,28% 3,30% 3,86% 4,56% 2,50% 2,60%
Realty dan Properti 3,22% 1,29% 1,05% 2,66% 0,85% 2,20% 1,82%
Investasi 0,00% 0,04% 0,89% 0,37% 0,80% 1,27% 0,42%
Jumlah 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
(Rp.Juta)
Infrastruktur dan Gedung 8.492.522 9.430.244 10.792.249 11.857.978 9.415.344 2.975.207
Industri Beton 5.061.921 4.601.080 5.689.399 5.017.322 5.295.532 2.309.978
Energi dan Industrial Plant 2.448.889 3.313.902 3.875.611 4.101.581 3.334.977 1.968.149
Hotel - 228.179 708.176 869.199 878.147 193.073
Realty dan Properti 533.049 229.717 224.896 600.410 163.915 169.674
Investasi - 6.597 190.460 83.865 154.811 97.688
Jumlah 16.536.382 17.809.718 21.480.792 22.530.356 19.242.727 7.713.769
Komposisi pendapatan Perseroan terdiri atas pendapatan infrastruktur dan gedung, industri
beton, energi dan industrial plant, hotel, realty dan properti serta investasi. Selama tahun 2020
– 2024 komposisi pendapatan didominasi oleh pendapatan infrastruktur dan gedung dengan
rata-rata terhadap seluruh pendapatan sebesar 51,22% diikuti oleh pendapatan industri beton
dengan rata-rata sebesar 26,54%, pendapatan energi dan industrial plant dengan rata-rata
sebesar 17,40%, pendapatan hotel dengan rata-rata sebesar 2,60%, pendapatan realty dan
properti dengan rata-rata sebesar 1,82%, dan pendapatan investasi dengan rata-rata sebesar
0,42%. Tahun 2023, komposisi pendapatan Perseroan terdiri dari pendapatan atas infrastruktur
dan gedung dengan sebesar 52,63% diikuti oleh pendapatan industri beton sebesar 22,27%,
pendapatan energi dan industrial plant sebesar 18,20%, pendapatan realty dan properti sebesar
2,66%, pendapatan hotel sebesar 3,86% dan pendapatan investasi sebesar 0,37%. Tahun 2024,
komposisi pendapatan Perseroan terdiri dari pendapatan atas infrastruktur dan gedung dengan
sebesar 48,93% diikuti oleh pendapatan industri beton sebesar 27,52%, pendapatan energi dan
industrial plant sebesar 17,33%, pendapatan hotel sebesar 4,56%, pendapatan realty dan
properti sebesar 0,85%, dan pendapatan investasi sebesar 0,80%. Periode 31 Agustus 2025,
komposisi pendapatan Perseroan terdiri dari pendapatan atas infrastruktur dan gedung dengan
sebesar 38,57% diikuti oleh pendapatan industri beton sebesar 29,95%, pendapatan energi dan
industrial plant sebesar 25,51%, pendapatan hotel sebesar 2,50%, pendapatan realty dan
properti sebesar 2,20%, dan pendapatan investasi sebesar 1,27%.
Pertumbuhan pendapatan berdasarkan segmen pendapatan dalam periode 31 Desember 2020
– 31 Agustus 2025 adalah sebagai berikut:
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) IV-6
Page 38
Pertumbuhan Pendapatan Berdasarkan Segmen Pendapatan
Tahun
Rata-rata
Uraian Jan-Ags
2020 2021 2022 2023 2024 2020-2024
2025
(%)
Infrastruktur dan Gedung n/a 11,04% 14,44% 9,87% -20,60% -68,40% 3,69%
Industri Beton n/a -9,10% 23,65% -11,81% 5,54% -56,38% 2,07%
Energi dan Industrial Plant n/a 35,32% 16,95% 5,83% -18,69% -40,98% 9,85%
Hotel n/a n/a n/a 22,74% 1,03% -78,01% 11,88%
Realty dan Properti n/a -56,91% -2,10% 166,97% -72,70% 3,51% 8,82%
Investasi n/a n/a n/a -55,97% 84,60% -36,90% 14,31%
Jumlah n/a 7,70% 20,61% 4,89% -14,59% -59,91% -8,26%
Perseroan mencatatkan pendapatan tahun 2020 sebesar Rp 16.536.382 juta. Tahun 2021,
pertumbuhan pendapatan meningkat 7,70% sehingga total pendapatan menjadi Rp 17.809.718
juta. Pada tahun 2022, pertumbuhan pendapatan kembali meningkat 20,61% menjadi
Rp 21.480.792 juta. Pada tahun 2023, pertumbuhan pendapatan kembali mengalami
peningkatan 4,89% menjadi Rp 22.530.356 juta. Tahun 2024, pertumbuhan pendapatan
mengalami penurunan 14,59% menjadi Rp 19.242.727 juta. Pada periode 31 Agustus 2025,
pendapatan Perseroan tercatat sebesar Rp 7.713.769 juta.
Aset
Perkembangan komposisi aset perusahaan dalam periode 31 Desember 2020 – 31 Agustus 2025
adalah sebagai berikut:
Komposisi Aset
Tahun Rata-rata
Uraian
2020 2021 2022 2023 2024 Ags 2025 2020-2024
(%)
Aset Lancar 70,45% 53,59% 52,80% 46,68% 47,58% 46,22% 54,22%
Aset Tidak Lancar 29,55% 46,41% 47,20% 53,32% 52,42% 53,78% 45,78%
Jumlah 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
(Rp.Juta)
Aset Lancar 47.980.946 37.186.634 39.634.795 30.801.656 30.238.519 26.553.645
Aset Tidak Lancar 20.128.239 32.199.160 35.434.810 35.179.580 33.317.824 30.901.776
Jumlah 68.109.185 69.385.794 75.069.604 65.981.236 63.556.343 57.455.421
Pada tahun 2020 – 2024, mayoritas komposisi aset Perseroan berupa aset lancar dengan rata-
rata proporsi terhadap total aset sebesar 54,22% aset lancar dan 45,78% aset tidak lancar.
Komposisi aset lancar terbesar berupa persediaan, sedangkan komposisi aset tidak lancar
didominasi utamanya oleh investasi pada ventura bersama. Di tahun 2023, komposisi aset
Perseroan terdiri dari 46,68% aset lancar dan 53,32% aset tidak lancar. Pada tahun 2024,
komposisi aset Perseroan terdiri dari 47,58% aset lancar dan 52,42% aset tidak lancar. Pada
periode 31 Agustus 2025, komposisi aset Perseroan masing-masing tercatat sebesar 46,22%
aset lancar dan 53,78% aset tidak lancar.
Selanjutnya, pertumbuhan aset perusahaan disajikan sebagai berikut:
Pertumbuhan Aset
Tahun Rata-rata
Uraian
2020 2021 2022 2023 2024 Ags 2025 2020-2024
(%)
Aset Lancar n/a -22,50% 6,58% -22,29% -1,83% -12,19% -10,01%
Aset Tidak Lancar n/a 59,97% 10,05% -0,72% -5,29% -7,25% 16,00%
Jumlah n/a 1,87% 8,19% -12,11% -3,68% -9,60% -1,43%
Selama tahun 2020 – 2024, pertumbuhan aset Perseroan cenderung fluktuatif dengan tingkat
pertumbuhan rata-rata sebesar negatif 1,43%. Di tahun 2020, Perseroan membukukan aset
sebesar Rp 68.109.185 juta yang terdiri Rp 47.980.946 juta aset lancar dan Rp 20.128.239 juta
aset tidak lancar, hingga tahun 2024 aset Perseroan menjadi Rp 63.556.343 juta yang terdiri dari
Rp 30.238.519 juta aset lancar dan Rp 33.317.824 juta aset tidak lancar. Pada Periode 31 Agustus
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) IV-7
Page 39
2025, aset Perseroan tercatat Rp 57.455.421 juta yang terdiri dari 26.553.645 juta aset lancar
dan Rp 30.901.776 juta aset tidak lancar.
Liabilitas
Perkembangan komposisi liabilitas dalam periode 31 Desember 2020 – 31 Agustus 2025 adalah
sebagai berikut:
Komposisi Liabilitas
Tahun Rata-rata
Uraian
2020 2021 2022 2023 2024 Ags 2025 2020-2024
(%)
Liabilitas Jangka Pendek 85,84% 71,16% 62,76% 68,14% 36,81% 35,30% 64,94%
Liabilitas Jangka Panjang 14,16% 28,84% 37,24% 31,86% 63,19% 64,70% 35,06%
Jumlah 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
(Rp.Juta)
Liabilitas Jangka Pendek 44.168.468 36.969.570 36.135.331 38.437.294 19.023.300 17.072.499
Liabilitas Jangka Panjang 7.283.292 14.981.147 21.441.067 17.972.329 32.661.623 31.294.943
Jumlah 51.451.760 51.950.717 57.576.398 56.409.623 51.684.923 48.367.443
Pada tahun 2020 – 2024, komposisi liabilitas Perseroan rata-rata didominasi oleh liabilitas
jangka pendek dengan rata-rata proporsi terhadap total liabilitas sebesar 64,94% diikuti liabilitas
jangka panjang sebesar 35,06%. Komposisi liabilitas jangka pendek didominasi utamanya oleh
pinjaman jangka pendek, sedangkan komposisi liabilitas jangka panjang terbesar berupa
obligasi. Di tahun 2023, komposisi liabilitas Perseroan terdiri dari 68,14% liabilitas jangka pendek
dan 31,86% liabilitas jangka panjang. Pada tahun 2024, terjadi perubahan pada komposisi
liabilitas Perseroan sehingga liabilitas Perseroan terdiri dari 36,81% liabilitas jangka pendek dan
63,19% liabilitas jangka panjang. Pada periode 31 Agustus 2025, komposisi liabilitas Perseroan
terdiri dari 35,30% liabilitas jangka pendek dan 64,70% liabilitas jangka panjang.
Selanjutnya, pertumbuhan liabilitas Perseroan disajikan sebagai berikut:
Pertumbuhan Liabilitas
Tahun Rata-rata
Uraian
2020 2021 2022 2023 2024 Ags 2025 2020-2024
(%)
Liabilitas Jangka Pendek n/a -16,30% -2,26% 6,37% -50,51% -10,25% -15,67%
Liabilitas Jangka Panjang n/a 105,69% 43,12% -16,18% 81,73% -4,18% 53,59%
Jumlah n/a 0,97% 10,83% -2,03% -8,38% -6,42% 0,35%
Selama tahun 2020 – 2024, pertumbuhan liabilitas Perseroan cenderung fluktuatif dengan
tingkat pertumbuhan liabilitas rata-rata sebesar 0,35%. Tahun 2020, Perseroan membukukan
liabilitas sebesar Rp 51.451.760 juta. Di tahun 2021, pertumbuhan liabilitas Perseroan kembali
meningkat 0,97% menjadi Rp 51.950.717 juta. Tahun 2022, pertumbuhan liabilitas Perseroan
kembali mengalami peningkatan 10,83% sehingga total liabilitas menjadi Rp 57.576.398 juta. Di
tahun 2023, pertumbuhan liabilitas Perseroan menurun -2,03% sehingga total liabilitas menjadi
Rp 56.409.623 juta. Tahun 2024, pertumbuhan liabilitas Perseroan kembali mengalami
penurunan 8,38% sehingga total liabilitas menjadi Rp 51.684.923 juta. Pada periode 31 Agustus
2025, liabilitas perseroan tercatat Rp 48.367.443 juta.
Penilaian Arus Kas
Di tahun 2020, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas operasi sebesar Rp 141.279 juta yang
utamanya berasal dari penerimaan kas dari pelanggan. Di tahun 2021, Perseroan menggunakan
kas untuk aktivitas operasi sebesar Rp 3.740.044 juta yang utamanya disebabkan oleh
pembayaran kepada pemasok. Pada tahun 2022, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas
operasi sebesar Rp 2.881.595 juta utamanya untuk pembayaran kepada pemasok. Tahun 2023,
Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas operasi sebesar Rp 2.895.234 juta utamanya untuk
pembayaran kepada pemasok. Tahun 2024, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas operasi
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) IV-8
Page 40
sebesar Rp 68.223 juta utamanya dari penerimaan kas dari pelanggan. Pada periode 31 Agustus
2025, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas operasi sebesar Rp 1.155.253 juta utamanya
untuk pembayaran kepada pemasok.
Selanjutnya tahun 2020, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar
Rp 5.059.580 juta utamanya untuk penambahan aset takberwujud. Pada tahun 2021, Perseroan
menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp 3.711.048 juta utamanya untuk
penambahan aset takberwujud. Di tahun 2022, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas
investasi sebesar Rp 1.967.043 juta utamanya untuk penambahan uang muka investasi. Tahun
2023, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp 1.336.045 juta utamanya
untuk penambahan aset takberwujud. Tahun 2024, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas
investasi sebesar Rp 3.818.677 juta utamanya untuk penempatan bank dibatasi
penggunaannya. Pada periode 31 Agustus 2025, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas
investasi sebesar Rp 2.398.742 juta utamanya berasal dari pengembalian investasi ventura
bersama.
Tahun 2020, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 9.477.948 juta
utamanya berasal dari penerimaan pinjaman jangka pendek. Di tahun 2021, Perseroan
menggunakan kas untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp 524.062 juta utamanya untuk
pembayaran pinjaman jangka menengah. Tahun 2022, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas
pendanaan sebesar Rp 3.527.203 juta utamanya berasal dari penerimaan obligasi pinjaman
jangka panjang. Tahun 2023, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas pendanaan sebesar Rp
1.806.126 juta utamanya berasal dari penerimaan pinjaman jangka pendek. Tahun 2024,
Perseroan memperoleh kas dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 3.987.534 juta utamanya
berasal dari penerimaan modal disetor. Pada periode 31 Agustus 2025, Perseroan menggunakan
kas untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp 2.947.208 juta utamanya untuk pembayaran
pinjaman jangka panjang.
Kas Perseroan di tahun 2020 tercatat sebesar Rp 14.951.761 juta yang disebabkan oleh
perolehan kas dari aktivitas pendanaan. Tahun 2021 kas Perseroan mengalami penurunan
-53,29% menjadi Rp 6.983.870 juta yang utamanya karena kas aktivitas pendanaan yang negatif.
Pada tahun 2022 kas Perseroan kembali menurun -18,82% menjadi Rp 5.669.693 juta yang
utamanya karena kas aktivitas operasi yang negatif. Tahun 2023 kas Perseroan mengalami
penurunan -42,98% menjadi Rp 3.233.071 juta yang utamanya disebabkan oleh arus kas
aktivitas operasi negatif. Tahun 2024 kas Perseroan mengalami peningkatan 3,96% menjadi
Rp 3.361.003 juta yang utamanya disebabkan oleh arus kas aktivitas investasi negatif. Pada
periode 31 Agustus 2025, kas Perseroan tercatat sebesar Rp 1.649.968 juta.
Saldo kas pada setiap tahun selalu positif karena kebutuhan kas untuk operasi dan investasi
disesuaikan dengan pendanaannya.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) IV-9
Page 41
4.1.2. Analisis Rasio Keuangan
Rasio keuangan disajikan sebagai berikut:
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Analisis Rasio
Tahun Rata-rata
Uraian
2020 2021 2022 2023 2024 Ags 2025 2020-2024
Pertumbuhan Pendapatan n/a 7,70% 20,61% 4,89% -14,59% -59,91% 4,65%
Rasio Profitabilitas
EBITDA/Sales 6,92% 11,97% 9,16% 6,28% 3,87% -0,99% 7,64%
EBIT/Sales 3,81% 5,09% 6,87% 3,90% 1,43% -2,30% 4,22%
EBT/Sales 1,88% 1,10% 0,82% -34,47% -12,79% -35,80% -8,69%
EAT/Sales 1,95% 1,20% 0,06% -34,73% -13,06% -36,02% -8,92%
ROE 1,94% 1,23% 0,07% -81,75% -21,18% -30,58% -19,94%
ROA 0,47% 0,31% 0,02% -11,86% -3,96% -4,84% -3,00%
Rasio Efektivitas
Perputaran Piutang Usaha 7,60 x 7,86 x 7,59 x 6,81 x 8,26 x 3,26 x 7,62 x
Perputaran Persediaan 1,48 x 1,36 x 1,56 x 1,77 x 1,50 x 0,62 x 1,53 x
Perputaran Aset 0,24 x 0,26 x 0,29 x 0,34 x 0,30 x 0,13 x 0,29 x
Perputaran Utang Usaha 1,02 x 1,16 x 1,47 x 2,16 x 2,85 x 1,35 x 1,73 x
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
Current Ratio 1,09 x 1,01 x 1,10 x 0,80 x 1,59 x 1,56 x 1,12 x
Debt to Equity 3,09 x 2,98 x 3,29 x 5,89 x 4,35 x 5,32 x 3,92 x
Debt to Asset 0,76 x 0,75 x 0,77 x 0,85 x 0,81 x 0,84 x 0,79 x
Rasio Profitabilitas
Profitabilitas Perseroan selama tahun 2020 – 2024 cenderung berfluktuasi, yang ditunjukkan
oleh EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales, dan EAT/Sales dengan rata-rata masing-masing
7,64%, 4,22%, -8,69% dan -8,92%, artinya Perseroan rata-rata memperoleh laba masing-masing
Rp 0,0764 EBITDA, Rp 0,0422 EBIT, dan memperoleh rugi rata-rata masing-masing Rp 0,0869
EBT, dan Rp 0,0892 EAT atas setiap Rp 1 pendapatan yang berhasil dilakukan. Pada tahun 2024,
EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales, dan EAT/Sales masing-masing sebesar 3,87%, 1,43%,
-12,79% dan -13,06%. Pada periode 31 Agustus 2025, EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales, dan
EAT/Sales masing-masing sebesar -0,99%, -2,30%, -35,80% dan -36,02%.
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek yang
harus dibayar dengan aset lancarnya maka dalam mengukur tingkat likuiditas perusahaan,
digunakan Current Ratio (CR). Semakin tinggi CR maka semakin tinggi likuiditas perusahaan.
Pada tahun 2020 – 2024, likuiditas perusahaan cenderung fluktuatif dengan Current Ratio tahun
2024 sebesar 1,59x, artinya Perseroan memiliki Rp 1,59 aset lancar yang dapat digunakan untuk
memenuhi setiap Rp 1 utang lancarnya. CR Perseroan periode 31 Agustus 2025 sebesar 1,56x.
Solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk melunasi seluruh kewajibannya ketika
dilikuidasi yang diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt to Asset Ratio (DAR). Semakin
tinggi DER dan DAR maka semakin rendah solvabilitas perusahaan. Semakin tinggi solvabilitas
perusahaan, maka semakin rendah risiko kebangkrutan perusahaan. Solvabilitas Perseroan
tahun 2020 – 2024 cenderung fluktuatif, dengan Debt to Equity dan Debt to Asset pada tahun
2024 masing-masing adalah 4,35x dan 0,81x. Artinya, perusahaan memiliki utang Rp 4,35 untuk
setiap Rp 1 ekuitas yang dimilikinya serta setiap Rp 1 aset perusahaan dibiayai oleh utang
sebesar Rp 0,81. Debt to Equity dan Debt to Asset periode 31 Agustus 2025 masing-masing
adalah sebesar 5,32x dan 0,84x.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) IV-10
Page 42
4.1.3. Analisis Laporan Keuangan Sebelum Transaksi dan Proforma Laporan Keuangan Setelah
Transaksi
Analisis dilakukan mencakup analisis dampak Transaksi terhadap laporan keuangan Perseroan
yang dilakukan berdasarkan informasi Keuangan Proforma Perseroan sebelum dan setelah
Transaksi pada tanggal 31 Agustus 2025 dari manajemen Perseroan. Tujuan Informasi Keuangan
Proforma adalah untuk memperlihatkan dampak signifikan Transaksi yang terjadi atas informasi
keuangan historis. Namun, Informasi Keuangan Proforma bukan merupakan petunjuk hasil
usaha atau dampak yang berkaitan atas posisi keuangan sebagai akibat dari transaksi yang telah
terjadi sebelumnya. Informasi keuangan proforma disusun dengan menggunakan asumsi-
asumsi sebagai berikut:
• Laporan posisi keuangan sebelum transaksi diambil dari laporan keuangan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2025 yang telah direviu oleh Akuntan Publik
Slamet Riyanto dari KAP Slamet Riyanto, Aryanto & Rekan
• Pelaksanaan transaksi telah berlaku efektif pada tanggal 31 Agustus 2025.
• Pelaksanaan transaksi telah efektif dan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang
berlaku.
Informasi keuangan proforma tersebut adalah sebagai berikut:
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Laporan Posisi Keuangan Proforma (Rp.Juta)
Sebelum Setelah
Uraian Transaksi Penyesuaian Transaksi
31 Ags 2025 31 Ags 2025
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 1.649.968 7.800 a) 1.657.768
Bank dibatasi penggunaannya 1.178.701 - 1.178.701
Piutang usaha 2.364.174 - 2.364.174
Piutang retensi 1.017.133 - 1.017.133
Tagihan bruto pemberi kerja 1.572.714 - 1.572.714
Persediaan 11.317.394 - 11.317.394
Piutang yang belum ditagih 439.708 - 439.708
Piutang lain-lain - bag. lancar 297.857 - 297.857
Uang muka - bag. lancar 569.467 - 569.467
Jaminan usaha 49.118 - 49.118
Aset keuangan - - -
Pajak dibayar dimuka 1.381.260 - 1.381.260
Biaya dibayar dimuka 680.743 - 680.743
Aset lancar lain-lain 314.502 - 314.502
Pekerjaan dalam proses 3.720.906 - 3.720.906
Jumlah Aset Lancar 26.553.645 7.800 26.561.445
Aset Tidak Lancar
Aset tetap 5.130.407 - 5.130.407
Piutang usaha - bag. tidak lancar - - -
Piutang lain-lain - bag. tidak lancar - - -
Piutang belum ditagih - bag. tidak lancar - - -
Uang muka - bag. tidak lancar 36.852 - 36.852
Aset real estat 1.428.674 - 1.428.674
Investasi pada entitas asosiasi 2.414.436 (6.480) 2.407.956
Investasi pada PT Hotel Indonesia Group 6.480 (6.480) b) -
Investasi pada entitas asosiasi lain-lain 2.407.956 - 2.407.956
Investasi pada ventura bersama 9.426.120 - 9.426.120
Properti investasi - neto 1.319.968 - 1.319.968
Aset kerjasama operasi 249.717 - 249.717
Goodwill 4.847 - 4.847
Investasi jangka panjang lainnya 1.034.566 - 1.034.566
Aset takberwujud 9.239.314 - 9.239.314
Aset pajak tangguhan 13.944 - 13.944
Aset tidak lancar lain-lain 602.929 - 602.929
Jumlah Aset Tidak Lancar 30.901.776 (6.480) 30.895.296
JUMLAH ASET 57.455.421 1.320 57.456.741
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) IV-11
Page 43
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Laporan Posisi Keuangan Proforma (Rp.Juta)
Sebelum Setelah
Uraian Transaksi Penyesuaian Transaksi
31 Ags 2025 31 Ags 2025
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Pinjaman jangka pendek 81.800 - 81.800
Utang usaha 5.234.569 - 5.234.569
Utang lain-lain 1.135.170 - 1.135.170
Kewajiban bruto pemberi kerja - - -
Utang pajak 473.415 - 473.415
Uang muka dari pelanggan jangka pendek 1.046.155 - 1.046.155
Beban akrual 5.399.382 - 5.399.382
Pendapatan diterima dimuka 148.208 - 148.208
Bagian jangka pendek dari:
Pinjaman jangka menengah - - -
Liabilitas sewa 2.423 - 2.423
Pinjaman jangka panjang 1.136.403 - 1.136.403
Obligasi 1.733.750 - 1.733.750
Sukuk mudharabah 681.225 - 681.225
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 17.072.499 - 17.072.499
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan paska kerja 270.093 - 270.093
Liabilitas pajak tangguhan 114.473 - 114.473
Uang muka dari pelanggan jangka panjang 81.119 - 81.119
Uang muka proyek jangka panjang 734.714 - 734.714
Utang lain-lain 585.879 - 585.879
Bagian jangka panjang dikurangi bagian jangka
pendek:
Pinjaman jangka menengah 1.630.000 - 1.630.000
Liabilitas sewa 18.819 - 18.819
Pinjaman jangka panjang 19.999.201 - 19.999.201
Utang ventura bersama 20.165 - 20.165
Obligasi 6.249.391 - 6.249.391
Sukuk mudharabah 1.591.090 - 1.591.090
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 31.294.943 - 31.294.943
JUMLAH LIABILITAS 48.367.443 - 48.367.443
Ekuitas
Modal saham 3.987.306 - 3.987.306
Modal saham diperoleh kembali (110) - (110)
Tambahan modal disetor 9.040.356 - 9.040.356
Perubahan ekuitas entitas anak 1.003.022 - 1.003.022
Saldo (defisit) laba (7.868.491) 1.320 c) (7.867.171)
Surat berharga perpetual - - -
Kepentingan non pengendali 2.925.894 - 2.925.894
Jumlah Ekuitas 9.087.979 1.320 9.089.298
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 57.455.421 1.320 57.456.741
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
Current Ratio 155,53% 155,58%
Debt to Equity Ratio 532,21% 532,14%
Debt to Asset Ratio 84,18% 84,18%
Keterangan:
a) Jumlah kas yang diterima WR atas transaksi penjualan saham HIG
b) Nilai buku atas investasi WR pada saham HIG
c) Keuntungan atas penjualan saham milik WR pada HIG
Sumber: Manajemen Perseroan
Berikut adalah analisis singkat atas informasi posisi keuangan proforma Perseroan per 31
Agustus 2025 atas transaksi:
• Proforma aset lancar mengalami peningkatan 0,03% dari Rp 26.553.645 juta menjadi Rp
26.561.445 juta.
• Proforma aset tidak lancar mengalami penurunan 0,02% dari Rp 30.901.776 juta menjadi
Rp 30.895.296 juta.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) IV-12
Page 44
• Secara keseluruhan proforma aset Perseroan setelah dilakukannya Rencana Transaksi
mengalami peningkatan 0,002%.
• Proforma liabilitas jangka pendek tidak mengalami perubahan.
• Proforma liabilitas jangka panjang tidak mengalami perubahan.
• Secara keseluruhan proforma liabilitas Perseroan tidak mengalami perubahan.
• Proforma ekuitas mengalami peningkatan 0,01% dari Rp 9.087.979 juta menjadi Rp
9.089.298 juta.
• Proforma current ratio mengalami peningkatan dari 155,53% menjadi 155,58%.
• Proforma debt to equity ratio mengalami penurunan dari 532,21% menjadi 532,14%.
• Proforma debt to asset ratio mengalami penurunan dari 84,183% menjadi 84,181%.
Berdasarkan uraian tersebut diatas dapat disimpulkan dengan dilakukannya transaksi kondisi
likuiditas yang diukur dengan current ratio dan solvabilitas yang diukur dengan debt to equity
ratio dan debt to asset ratio Perseroan mengalami peningkatan.
4.1.4. Penilaian Atas Proyeksi Keuangan yang Diperoleh dari Manajemen
Kami telah menerima proyeksi keuangan tanpa dan dengan transaksi dari manajemen. Proyeksi
keuangan tersebut telah Kami sesuaikan. Berdasarkan penilaian Kami, proyeksi keuangan
tersebut yang telah disesuaikan telah mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat
oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya. Proyeksi keuangan yang digunakan
adalah proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
a. Proyeksi Keuangan Perseroan Tanpa Transaksi
Proyeksi keuangan WIKA dari manajemen yang telah disesuaikan adalah sebagai berikut:
Asumsi – Asumsi
Proyeksi WIKA secara konsolidasi dengan asumsi tanpa dilakukannya transaksi yaitu tidak
dilakukannya penjualan saham WR pada HIG sehingga WR tetap menjadi pemegang saham
HIG, dengan demikian tidak terjadi dampak terhadap laporan keuangan WIKA secara
konsolidasi.
Jangka Waktu Proyeksi
Periode proyeksi pendapatan ekonomis wajib dilakukan dalam jangka waktu paling singkat
5 (lima) tahun ke depan. Proyeksi keuangan disajikan mulai dari 1 September 2025 – 31
Desember 2030.
Laporan Laba (Rugi)
▪ Pendapatan periode 1 September 2025 – 31 Desember 2030 adalah proporsi periode 1
Januari 2025 – 31 Agustus 2025, dan selanjutnya diasumsikan meningkat 3,00% setiap
tahun.
▪ Beban pokok pendapatan diasumsikan sebesar 90,00% dari pendapatan.
▪ Beban umum dan administrasi diasumsikan sebesar 5,00% dari pendapatan.
▪ Beban penjualan sebesar 0,10% dari pendapatan.
▪ Perhitungan penyusutan dan amortisasi dengan metode garis lurus dengan sisa umur
ekonomis yang wajar disajikan pada lampiran 1.
▪ Pendapatan lain-lain diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Beban lain-lain diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Perhitungan beban pendanaan dari pinjaman jangka pendek, pinjaman jangka
menengah, pinjaman jangka panjang, obligasi dan sukuk mudharabah disajikan pada
lampiran 2.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) IV-13
Page 45
▪ Beban pajak penghasilan final diasumsikan 2,00% dari pendapatan.
▪ Bagian rugi entitas asosiasi diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Bagian laba entitas ventura bersama diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Tarif pajak diasumsikan sebesar 22,00% dari laba sebelum pajak dengan menerapkan tax
loss carry forward.
Laporan Posisi Keuangan
▪ Aset lancar
− Bank dibatasi penggunaannya diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
2025.
− Piutang usaha diasumsikan 50 hari dari pendapatan setiap tahun.
− Piutang retensi diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
− Tagihan bruto pemberi kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
− Persediaan periode 1 September 2025 – 31 Desember 2025 diasumsikan 390 hari
dari beban pokok pendapatan. Persediaan tahun 2026 diasumsikan 365 hari dari
beban pokok pendapatan. Persediaan tahun 2027 diasumsikan 300 hari dari beban
pokok pendapatan. Persediaan tahun 2028 diasumsikan 240 hari dari beban pokok
pendapatan. Persediaan tahun 2029 diasumsikan 150 hari dari beban pokok
pendapatan. Persediaan tahun 2030 diasumsikan 100 hari dari beban pokok
pendapatan.
− Piutang yang belum ditagih diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
− Piutang lain-lain bagian lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
2025.
− Uang muka - bagian lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
− Jaminan usaha - bagian lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
2025.
− Aset keuangan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
− Pajak dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
− Biaya dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
− Aset lancar lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
− Pekerjaan dalam proses dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
2025.
▪ Aset tidak lancar
− Aset tetap
Nilai perolehan diasumsikan meningkat per tahun dari tahun sebelumnya sebagai
capex. Akumulasi penyusutan dihitung dengan menambahkan akumulasi
penyusutan tahun sebelumnya dengan penyusutan tahun berjalan disajikan pada
lampiran 1.
− Piutang usaha – bagian tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
2025.
− Piutang lain-lain – bagian tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Agustus 2025.
− Piutang belum ditagih – bagian tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Agustus 2025.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) IV-14
Page 46
− Uang muka - bagian tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
2025.
− Aset real estat diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
− Investasi pada entitas asosiasi diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
2025.
− Investasi pada ventura bersama diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
2025.
− Properti investasi – neto diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
− Aset kerjasama operasi diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
− Goodwill diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
− Investasi jangka panjang lainnya diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
2025.
− Aset takberwujud diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
− Aset pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
− Aset lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
▪ Liabilitas jangka pendek
− Perhitungan pinjaman jangka pendek disajikan pada lampiran 2.
− Utang usaha periode 1 September 2025 – 31 Desember 2025 diasumsikan 181 hari
dari beban pokok pendapatan. Persediaan tahun 2026 dan selanjutnya diasumsikan
250 hari dari beban pokok pendapatan.
− Utang lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
− Kewajiban bruto pemberi kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
2025.
− Utang pajak diasumsikan tetap diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
2025.
− Uang muka pelanggan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
− Beban akrual diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
− Pendapatan diterima dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 31 Agustus
2025.
− Liabilitas sewa diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
− Perhitungan bagian jangka pendek dari pinjaman jangka menengah, pinjaman
jangka panjang, obligasi dan sukuk mudharabah disajikan pada lampiran 2.
▪ Liabilitas jangka panjang
− Liabilitas imbalan pasca kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
− Liabilitas pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
− Uang muka dari pelanggan jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Agustus 2025.
− Uang muka proyek jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
2025.
− Utang lain-lain jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
2025.
− Liabilitas sewa diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) IV-15
Page 47
− Perhitungan bagian jangka panjang dari pinjaman jangka menengah, pinjaman
jangka panjang, obligasi dan sukuk mudharabah disajikan pada lampiran 2.
− Utang ventura bersama diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
▪ Ekuitas
− Modal saham diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
− Modal saham diperoleh kembali diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
2025.
− Tambahan modal disetor diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
− Perubahan ekuitas entitas anak diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
2025.
− Saldo (defisit) laba adalah penjumlahan antara laba (rugi) bersih periode berjalan
dengan saldo (rugi) laba periode sebelumnya.
− Surat berharga perpetual diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
− Kepentingan non pengendali diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
Asumsi – asumsi yang digunakan yang terkait langsung dengan kegiatan usaha dalam
proyeksi posisi keuangan adalah wajar.
Proyeksi Laba Rugi Tanpa Dilakukannya Transaksi
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Laba Rugi Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
Jan-Ags 2025 Sep-Des 2025 2026 2027 2028 2029 2030
PENDAPATAN BERSIH 7.713.769 3.856.885 11.917.773 12.275.306 12.643.566 13.022.873 13.413.559
BEBAN POKOK PENDAPATAN (7.055.076) (3.471.196) (10.725.996) (11.047.776) (11.379.209) (11.720.585) (12.072.203)
LABA KOTOR 658.693 385.688 1.191.777 1.227.531 1.264.357 1.302.287 1.341.356
Beban usaha
Umum dan administrasi (725.752) (192.844) (595.889) (613.765) (632.178) (651.144) (670.678)
Penjualan (9.099) (3.857) (11.918) (12.275) (12.644) (13.023) (13.414)
EBITDA (76.157) 188.987 583.971 601.490 619.535 638.121 657.264
Depresiasi (101.601) (150.978) (436.988) (436.340) (454.919) (473.498) (199.621)
EBIT (177.758) 38.010 146.983 165.150 164.616 164.623 457.643
Pendapatan lain-lain 953.458 - - - - - -
Beban lain-lain (968.147) - - - - - -
Beban keuangan (1.854.304) (522.067) (1.559.068) (1.410.794) (1.316.817) (1.244.346) (1.156.148)
Beban pajak penghasilan final (145.491) (77.138) (238.355) (245.506) (252.871) (260.457) (268.271)
Bagian rugi entitas asosiasi (96.999) - - - - - -
Bagian laba entitas ventura bersama 341.927 - - - - - -
Bagian rugi pengendalian bersama (814.274) - - - - - -
EBT (2.761.588) (561.195) (1.650.441) (1.491.151) (1.405.073) (1.340.180) (966.776)
PAJAK (17.199) - - - - - -
LABA BERSIH (EAT) (2.778.788) (561.195) (1.650.441) (1.491.151) (1.405.073) (1.340.180) (966.776)
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
2026-2030
EBITDA/Sales 4,90% -0,99% 4,90% 4,90% 4,90% 4,90% 4,90% 4,90%
EBIT/Sales 1,71% -2,30% 0,99% 1,23% 1,35% 1,30% 1,26% 3,41%
EBT/Sales -10,92% -35,80% -14,55% -13,85% -12,15% -11,11% -10,29% -7,21%
EAT/Sales -10,92% -36,02% -14,55% -13,85% -12,15% -11,11% -10,29% -7,21%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) IV-16
Page 48
Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Dilakukannya Transaksi
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
Ags 2025 Des 2025 2026 2027 2028 2029 2030
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 1.649.968 1.905.856 1.423.117 1.007.066 956.463 1.640.043 612.251
Bank dibatasi penggunaannya 1.178.701 1.178.701 1.178.701 1.178.701 1.178.701 1.178.701 1.178.701
Piutang usaha 2.364.174 1.585.021 1.632.572 1.681.549 1.731.995 1.783.955 1.837.474
Piutang retensi 1.017.133 1.017.133 1.017.133 1.017.133 1.017.133 1.017.133 1.017.133
Tagihan bruto pemberi kerja 1.572.714 1.572.714 1.572.714 1.572.714 1.572.714 1.572.714 1.572.714
Persediaan 11.317.394 11.247.249 10.725.996 9.080.364 7.482.220 4.816.679 3.307.453
Piutang yang belum ditagih 439.708 439.708 439.708 439.708 439.708 439.708 439.708
Piutang lain-lain - bag. lancar 297.857 297.857 297.857 297.857 297.857 297.857 297.857
Uang muka - bag. lancar 569.467 569.467 569.467 569.467 569.467 569.467 569.467
Jaminan usaha 49.118 49.118 49.118 49.118 49.118 49.118 49.118
Aset keuangan - - - - - - -
Pajak dibayar dimuka 1.381.260 1.381.260 1.381.260 1.381.260 1.381.260 1.381.260 1.381.260
Biaya dibayar dimuka 680.743 680.743 680.743 680.743 680.743 680.743 680.743
Aset lancar lain-lain 314.502 314.502 314.502 314.502 314.502 314.502 314.502
Pekerjaan dalam proses 3.720.906 3.720.906 3.720.906 3.720.906 3.720.906 3.720.906 3.720.906
Jumlah Aset Lancar 26.553.645 25.960.236 25.003.794 22.991.088 21.392.788 19.462.786 16.979.288
Aset Tidak Lancar
Aset tetap
Nilai perolehan 9.159.385 9.246.085 9.506.187 9.766.288 10.026.389 10.286.490 10.546.591
Akumulasi penyusutan 4.028.978 4.179.955 4.616.943 5.053.284 5.508.203 5.981.701 6.181.322
Nilai buku 5.130.407 5.066.130 4.889.243 4.713.004 4.518.186 4.304.789 4.365.269
Piutang usaha - bag. tidak lancar - - - - - - -
Piutang lain-lain - bag. tidak lancar - - - - - - -
Piutang belum ditagih - bag. tidak lancar - - - - - - -
Uang muka - bag. tidak lancar 36.852 36.852 36.852 36.852 36.852 36.852 36.852
Aset real estat 1.428.674 1.428.674 1.428.674 1.428.674 1.428.674 1.428.674 1.428.674
Investasi pada entitas asosiasi 2.414.436 2.414.436 2.414.436 2.414.436 2.414.436 2.414.436 2.414.436
Investasi pada ventura bersama 9.426.120 9.426.120 9.426.120 9.426.120 9.426.120 9.426.120 9.426.120
Properti investasi - neto 1.319.968 1.319.968 1.319.968 1.319.968 1.319.968 1.319.968 1.319.968
Aset kerjasama operasi 249.717 249.717 249.717 249.717 249.717 249.717 249.717
Goodwill 4.847 4.847 4.847 4.847 4.847 4.847 4.847
Investasi jangka panjang lainnya 1.034.566 1.034.566 1.034.566 1.034.566 1.034.566 1.034.566 1.034.566
Aset takberwujud 9.239.314 9.239.314 9.239.314 9.239.314 9.239.314 9.239.314 9.239.314
Aset pajak tangguhan 13.944 13.944 13.944 13.944 13.944 13.944 13.944
Aset tidak lancar lain-lain 602.929 602.929 602.929 602.929 602.929 602.929 602.929
Jumlah Aset Tidak Lancar 30.901.776 30.837.499 30.660.612 30.484.372 30.289.554 30.076.158 30.136.637
JUMLAH ASET 57.455.421 56.797.735 55.664.406 53.475.461 51.682.342 49.538.944 47.115.925
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Pinjaman jangka pendek 81.800 - - - - - -
Utang usaha 5.234.569 5.219.877 7.346.573 7.566.970 7.793.979 8.027.798 8.268.632
Utang lain-lain 1.135.170 1.135.170 1.135.170 1.135.170 1.135.170 1.135.170 1.135.170
Kewajiban bruto pemberi kerja - - - - - - -
Utang pajak 473.415 473.415 473.415 473.415 473.415 473.415 473.415
Uang muka dari pelanggan jangka pendek 1.046.155 1.046.155 1.046.155 1.046.155 1.046.155 1.046.155 1.046.155
Beban akrual 5.399.382 5.399.382 5.399.382 5.399.382 5.399.382 5.399.382 5.399.382
Pendapatan diterima dimuka 148.208 148.208 148.208 148.208 148.208 148.208 148.208
Bagian jangka pendek dari: -
Pinjaman jangka menengah - - - 185.000 495.000 950.000 -
Liabilitas sewa 2.423 2.423 2.423 2.423 2.423 2.423 2.423
Pinjaman jangka panjang 1.136.403 - - - - - -
Obligasi 1.733.750 847.959 734.053 352.688 455.558 598.207 598.207
Sukuk mudharabah 681.225 761.624 184.139 77.367 86.479 148.870 148.870
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 17.072.499 15.034.213 16.469.517 16.386.777 17.035.768 17.929.628 17.220.462
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan paska kerja 270.093 270.093 270.093 270.093 270.093 270.093 270.093
Liabilitas pajak tangguhan 114.473 114.473 114.473 114.473 114.473 114.473 114.473
Uang muka dari pelanggan jangka panjang 81.119 81.119 81.119 81.119 81.119 81.119 81.119
Uang muka proyek jangka panjang 734.714 734.714 734.714 734.714 734.714 734.714 734.714
Utang lain-lain 585.879 585.879 585.879 585.879 585.879 585.879 585.879
Bagian jangka panjang dikurangi
bagian jangka
Pinjaman pendek:
jangka menengah 1.630.000 1.630.000 1.630.000 1.445.000 950.000 - -
Liabilitas sewa 18.819 18.819 18.819 18.819 18.819 18.819 18.819
Pinjaman jangka panjang 19.999.201 21.135.604 21.135.604 21.135.604 21.135.604 21.135.604 21.135.604
Utang ventura bersama 20.165 20.165 20.165 20.165 20.165 20.165 20.165
Obligasi 6.249.391 7.135.182 6.401.129 6.048.441 5.592.883 4.994.676 4.396.469
Sukuk mudharabah 1.591.090 1.510.691 1.326.552 1.249.185 1.162.706 1.013.836 864.966
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 31.294.943 33.236.739 32.318.547 31.703.492 30.666.455 28.969.378 28.222.301
JUMLAH LIABILITAS 48.367.443 48.270.951 48.788.064 48.090.269 47.702.223 46.899.005 45.442.762
Ekuitas
Modal saham 3.987.306 3.987.306 3.987.306 3.987.306 3.987.306 3.987.306 3.987.306
Modal saham diperoleh kembali (110) (110) (110) (110) (110) (110) (110)
Tambahan modal disetor 9.040.356 9.040.356 9.040.356 9.040.356 9.040.356 9.040.356 9.040.356
Perubahan ekuitas entitas anak 1.003.022 1.003.022 1.003.022 1.003.022 1.003.022 1.003.022 1.003.022
Saldo (defisit) laba (7.868.491) (8.429.686) (10.080.127) (11.571.277) (12.976.350) (14.316.530) (15.283.306)
Surat berharga perpetual - - - - - -
Kepentingan non pengendali 2.925.894 2.925.894 2.925.894 2.925.894 2.925.894 2.925.894 2.925.894
Jumlah Ekuitas 9.087.979 8.526.783 6.876.342 5.385.192 3.980.119 2.639.939 1.673.163
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 57.455.421 56.797.735 55.664.406 53.475.461 51.682.342 49.538.944 47.115.925
Rata-rata
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
2026-2030
Current Ratio 124,97% 155,53% 172,67% 151,82% 140,30% 125,58% 108,55% 98,60%
Debt to Equity Ratio 1458,71% 532,21% 566,11% 709,51% 893,01% 1198,51% 1776,52% 2715,98%
Debt to Asset Ratio 92,20% 84,18% 84,99% 87,65% 89,93% 92,30% 94,67% 96,45%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) IV-17
Page 49
Proyeksi Arus Kas Tanpa Dilakukannya Transaksi
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Arus Kas Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian
Des 2025 2026 2027 2028 2029 2030
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba Bersih (561.195) (1.650.441) (1.491.151) (1.405.073) (1.340.180) (966.776)
Depresiasi 150.978 436.988 436.340 454.919 473.498 199.621
Perubahan Modal Kerja :
(Kenaikan) Penurunan Piutang usaha 779.153 (47.551) (48.977) (50.446) (51.960) (53.519)
(Kenaikan) Penurunan Piutang retensi - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Tagihan bruto pemberi kerja - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Persediaan 70.145 521.253 1.645.632 1.598.144 2.665.541 1.509.226
(Kenaikan) Penurunan Piutang yang belum ditagih - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang lain-lain - bag. lancar - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Uang muka - bag. lancar - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Jaminan usaha - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset keuangan - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Pajak dibayar dimuka - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Biaya dibayar dimuka - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang usaha - bag. tidak lancar - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang lain-lain - bag. tidak lancar - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang belum ditagih - bag. tidak lancar - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Uang muka - bag. tidak lancar - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset pajak tangguhan - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset lancar lain-lain - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset tidak lancar lain-lain - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang usaha (14.691) 2.126.695 220.397 227.009 233.819 240.834
Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Kewajiban bruto pemberi kerja - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang pajak - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Uang muka dari pelanggan jangka pendek - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Beban akrual - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Pendapatan diterima dimuka - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas imbalan paska kerja - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas pajak tangguhan - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Uang muka dari pelanggan jangka panjang - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Uang muka proyek jangka panjang - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain - - - - - -
Perubahan Modal Kerja 834.606 2.600.398 1.817.052 1.774.707 2.847.400 1.696.541
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Operasi 424.389 1.386.945 762.242 824.553 1.980.718 929.387
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
(Kenaikan) Penurunan Bank dibatasi penggunaannya - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Pekerjaan dalam proses - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset tetap (86.700) (260.101) (260.101) (260.101) (260.101) (260.101)
(Kenaikan) Penurunan Aset real estat - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Investasi pada entitas asosiasi - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Investasi pada ventura bersama - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Properti investasi - neto - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset kerjasama operasi - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Goodwill - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Investasi jangka panjang lainnya - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset takberwujud - - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Investasi (86.700) (260.101) (260.101) (260.101) (260.101) (260.101)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Kenaikan (Penurunan) Pinjaman jangka pendek (81.800) - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Bagian jangka pendek dari:
Pinjaman jangka menengah - - 185.000 310.000 455.000 (950.000)
Liabilitas sewa - - - - - -
Pinjaman jangka panjang (1.136.403) - - - - -
Obligasi (885.791) (113.906) (381.365) 102.870 142.649 -
Sukuk mudharabah 80.399 (577.485) (106.772) 9.112 62.391 -
Kenaikan (Penurunan) Bagian jangka panjang dikurangi bagian
jangka pendek:
Pinjaman jangka menengah - - (185.000) (495.000) (950.000) -
Liabilitas sewa - - - - - -
Pinjaman jangka panjang 1.136.403 - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang ventura bersama - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Obligasi 885.791 (734.053) (352.688) (455.558) (598.207) (598.207)
Kenaikan (Penurunan) Sukuk mudharabah (80.399) (184.139) (77.367) (86.479) (148.870) (148.870)
Kenaikan (Penurunan) Modal saham - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Modal saham diperoleh kembali - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Tambahan modal disetor - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Perubahan ekuitas entitas anak - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Surat berharga perpetual - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Kepentingan non pengendali - - - - - -
Penyesuaian - - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Pendanaan (81.800) (1.609.583) (918.192) (615.055) (1.037.037) (1.697.077)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN BANK 255.888 (482.739) (416.051) (50.603) 683.580 (1.027.791)
KAS DAN BANK AWAL TAHUN 1.649.968 1.905.856 1.423.117 1.007.066 956.463 1.640.043
KAS DAN BANK AKHIR TAHUN 1.905.856 1.423.117 1.007.066 956.463 1.640.043 612.251
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) IV-18
Page 50
b. Proyeksi Keuangan Perseroan Dengan Transaksi
Proyeksi keuangan WIKA dari manajemen yang telah disesuaikan adalah sebagai berikut:
Asumsi – Asumsi
Proyeksi WIKA secara konsolidasi dengan asumsi tanpa dilakukannya transaksi yaitu tidak
dilakukannya penjualan saham WR pada HIG sehingga WR tetap menjadi pemegang saham
HIG, dengan demikian tidak terjadi dampak terhadap laporan keuangan WIKA secara
konsolidasi.
Proyeksi WIKA secara konsolidasi dengan asumsi dengan dilakukannya transaksi yaitu
dilakukannya penjualan saham WR pada HIG kepada HIN, sehingga WR tidak lagi menjadi
pemegang saham HIG, dengan demikian terjadi dampak terhadap laporan keuangan WIKA
secara konsolidasi yaitu peningkatan kas dan setara kas, penurunan investasi pada entitas
asosiasi HIG dan adanya laba atas penjualan saham WR pada HIG.
Jangka Waktu Proyeksi
Periode proyeksi pendapatan ekonomis wajib dilakukan dalam jangka waktu paling singkat
5 (lima) tahun ke depan. Proyeksi keuangan disajikan mulai dari 1 September 2025 – 31
Desember 2030.
Laporan Laba (Rugi)
▪ Pendapatan periode 1 September 2025 – 31 Desember 2030 adalah proporsi periode 1
Januari 2025 – 31 Agustus 2025, dan selanjutnya diasumsikan meningkat 3,00% setiap
tahun.
▪ Beban pokok pendapatan diasumsikan sebesar 90,00% dari pendapatan.
▪ Beban umum dan administrasi diasumsikan sebesar 5,00% dari pendapatan.
▪ Beban penjualan sebesar 0,10% dari pendapatan.
▪ Perhitungan penyusutan dan amortisasi dengan metode garis lurus dengan sisa umur
ekonomis yang wajar disajikan pada lampiran 1.
▪ Pendapatan lain-lain diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Beban lain-lain diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Perhitungan beban pendanaan dari pinjaman jangka pendek, pinjaman jangka
menengah, pinjaman jangka panjang, obligasi dan sukuk mudharabah disajikan pada
lampiran 2.
▪ Beban pajak penghasilan final diasumsikan 2,00% dari pendapatan.
▪ Bagian rugi entitas asosiasi diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Laba atas penjualan saham WR pada HIG sebesar Rp 1.320 juta yang diperoleh dari
penjualan saham WR pada HIG kepada HIN.
▪ Bagian laba entitas ventura bersama diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Tarif pajak diasumsikan sebesar 22,00% dari laba sebelum pajak dengan menerapkan tax
loss carry forward.
Laporan Posisi Keuangan
▪ Aset lancar
− Bank dibatasi penggunaannya diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
2025.
− Piutang usaha diasumsikan 50 hari dari pendapatan setiap tahun.
− Piutang retensi diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
− Tagihan bruto pemberi kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) IV-19
Page 51
− Persediaan periode 1 September 2025 – 31 Desember 2025 diasumsikan 390 hari
dari beban pokok pendapatan. Persediaan tahun 2026 diasumsikan 365 hari dari
beban pokok pendapatan. Persediaan tahun 2027 diasumsikan 300 hari dari beban
pokok pendapatan. Persediaan tahun 2028 diasumsikan 240 hari dari beban pokok
pendapatan. Persediaan tahun 2029 diasumsikan 150 hari dari beban pokok
pendapatan. Persediaan tahun 2030 diasumsikan 100 hari dari beban pokok
pendapatan.
− Piutang yang belum ditagih diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
− Piutang lain-lain bagian lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
2025.
− Uang muka - bagian lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
− Jaminan usaha - bagian lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
2025.
− Aset keuangan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
− Pajak dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
− Biaya dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
− Aset lancar lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
− Pekerjaan dalam proses dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
2025.
▪ Aset tidak lancar
− Aset tetap
Nilai perolehan diasumsikan meningkat per tahun dari tahun sebelumnya sebagai
capex. Akumulasi penyusutan dihitung dengan menambahkan akumulasi
penyusutan tahun sebelumnya dengan penyusutan tahun berjalan disajikan pada
lampiran 1.
− Piutang usaha – bagian tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
2025.
− Piutang lain-lain – bagian tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Agustus 2025.
− Piutang belum ditagih – bagian tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Agustus 2025.
− Uang muka - bagian tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
2025.
− Aset real estat diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
− Investasi pada entitas asosiasi diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
2025.
− Investasi pada ventura bersama diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
2025.
− Properti investasi – neto diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
− Aset kerjasama operasi diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
− Goodwill diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
− Investasi jangka panjang lainnya diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
2025.
− Aset takberwujud diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) IV-20
Page 52
− Aset pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
− Aset lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
▪ Liabilitas jangka pendek
− Perhitungan pinjaman jangka pendek disajikan pada lampiran 2.
− Utang usaha periode 1 September 2025 – 31 Desember 2025 diasumsikan 181 hari
dari beban pokok pendapatan. Persediaan tahun 2026 dan selanjutnya diasumsikan
250 hari dari beban pokok pendapatan.
− Utang lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
− Kewajiban bruto pemberi kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
2025.
− Utang pajak diasumsikan tetap diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
2025.
− Uang muka pelanggan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
− Beban akrual diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
− Pendapatan diterima dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 31 31 Agustus
2025.
− Liabilitas sewa diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
− Perhitungan bagian jangka pendek dari pinjaman jangka menengah, pinjaman
jangka panjang, obligasi dan sukuk mudharabah disajikan pada lampiran 2.
▪ Liabilitas jangka panjang
− Liabilitas imbalan pasca kerja diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
− Liabilitas pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
− Uang muka dari pelanggan jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan per 31
Agustus 2025.
− Uang muka proyek jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
2025.
− Utang lain-lain jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
2025.
− Liabilitas sewa diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
− Perhitungan bagian jangka panjang dari pinjaman jangka menengah, pinjaman
jangka panjang, obligasi dan sukuk mudharabah disajikan pada lampiran 2.
− Utang ventura bersama diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
▪ Ekuitas
− Modal saham diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
− Modal saham diperoleh kembali diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
2025.
− Tambahan modal disetor diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
− Perubahan ekuitas entitas anak diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus
2025.
− Saldo (defisit) laba adalah penjumlahan antara laba (rugi) bersih periode berjalan
dengan saldo (rugi) laba periode sebelumnya.
− Surat berharga perpetual diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
− Kepentingan non pengendali diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Agustus 2025.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) IV-21
Page 53
Asumsi – asumsi yang digunakan yang terkait langsung dengan kegiatan usaha dalam
proyeksi posisi keuangan adalah wajar.
Proyeksi Laba Rugi Dengan Dilakukannya Transaksi
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Laba Rugi Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
Jan-Ags 2025 Sep-Des 2025 2026 2027 2028 2029 2030
PENDAPATAN BERSIH 7.713.769 3.856.885 11.917.773 12.275.306 12.643.566 13.022.873 13.413.559
BEBAN POKOK PENDAPATAN (7.055.076) (3.471.196) (10.725.996) (11.047.776) (11.379.209) (11.720.585) (12.072.203)
LABA KOTOR 658.693 385.688 1.191.777 1.227.531 1.264.357 1.302.287 1.341.356
Beban usaha
Umum dan administrasi (725.752) (192.844) (595.889) (613.765) (632.178) (651.144) (670.678)
Penjualan (9.099) (3.857) (11.918) (12.275) (12.644) (13.023) (13.414)
EBITDA (76.157) 188.987 583.971 601.490 619.535 638.121 657.264
Depresiasi (101.601) (150.978) (436.988) (436.340) (454.919) (473.498) (199.621)
EBIT (177.758) 38.010 146.983 165.150 164.616 164.623 457.643
Pendapatan lain-lain 953.458 - - - - - -
Beban lain-lain (968.147) - - - - - -
Beban keuangan (1.854.304) (522.067) (1.559.068) (1.410.794) (1.316.817) (1.244.346) (1.156.148)
Beban pajak penghasilan final (145.491) (77.138) (238.355) (245.506) (252.871) (260.457) (268.271)
Bagian rugi entitas asosiasi (96.999) - - - - - -
Laba atas penjualan saham WR pada HIG - 1.320 - - - - -
Bagian laba entitas ventura bersama 341.927 - - - - - -
Bagian rugi pengendalian bersama (814.274) - - - - - -
EBT (2.761.588) (559.876) (1.650.441) (1.491.151) (1.405.073) (1.340.180) (966.776)
PAJAK (17.199) - - - - - -
LABA BERSIH (EAT) (2.778.788) (559.876) (1.650.441) (1.491.151) (1.405.073) (1.340.180) (966.776)
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
2026-2030
EBITDA/Sales 4,90% -0,99% 4,90% 4,90% 4,90% 4,90% 4,90% 4,90%
EBIT/Sales 1,71% -2,30% 0,99% 1,23% 1,35% 1,30% 1,26% 3,41%
EBT/Sales -10,92% -35,80% -14,52% -13,85% -12,15% -11,11% -10,29% -7,21%
EAT/Sales -10,92% -36,02% -14,52% -13,85% -12,15% -11,11% -10,29% -7,21%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) IV-22
Page 54
Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Dilakukannya Transaksi
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
Ags 2025 Des 2025 2026 2027 2028 2029 2030
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 1.649.968 1.913.656 1.430.917 1.014.866 964.263 1.647.843 620.051
Bank dibatasi penggunaannya 1.178.701 1.178.701 1.178.701 1.178.701 1.178.701 1.178.701 1.178.701
Piutang usaha 2.364.174 1.585.021 1.632.572 1.681.549 1.731.995 1.783.955 1.837.474
Piutang retensi 1.017.133 1.017.133 1.017.133 1.017.133 1.017.133 1.017.133 1.017.133
Tagihan bruto pemberi kerja 1.572.714 1.572.714 1.572.714 1.572.714 1.572.714 1.572.714 1.572.714
Persediaan 11.317.394 11.247.249 10.725.996 9.080.364 7.482.220 4.816.679 3.307.453
Piutang yang belum ditagih 439.708 439.708 439.708 439.708 439.708 439.708 439.708
Piutang lain-lain - bag. lancar 297.857 297.857 297.857 297.857 297.857 297.857 297.857
Uang muka - bag. lancar 569.467 569.467 569.467 569.467 569.467 569.467 569.467
Jaminan usaha 49.118 49.118 49.118 49.118 49.118 49.118 49.118
Aset keuangan - - - - - - -
Pajak dibayar dimuka 1.381.260 1.381.260 1.381.260 1.381.260 1.381.260 1.381.260 1.381.260
Biaya dibayar dimuka 680.743 680.743 680.743 680.743 680.743 680.743 680.743
Aset lancar lain-lain 314.502 314.502 314.502 314.502 314.502 314.502 314.502
Pekerjaan dalam proses 3.720.906 3.720.906 3.720.906 3.720.906 3.720.906 3.720.906 3.720.906
Jumlah Aset Lancar 26.553.645 25.968.036 25.011.594 22.998.888 21.400.588 19.470.586 16.987.088
Aset Tidak Lancar
Aset tetap
Nilai perolehan 9.159.385 9.246.085 9.506.187 9.766.288 10.026.389 10.286.490 10.546.591
Akumulasi penyusutan 4.028.978 4.179.955 4.616.943 5.053.284 5.508.203 5.981.701 6.181.322
Nilai buku 5.130.407 5.066.130 4.889.243 4.713.004 4.518.186 4.304.789 4.365.269
Piutang usaha - bag. tidak lancar - - - - - - -
Piutang lain-lain - bag. tidak lancar - - - - - - -
Piutang belum ditagih - bag. tidak lancar - - - - - - -
Uang muka - bag. tidak lancar 36.852 36.852 36.852 36.852 36.852 36.852 36.852
Aset real estat 1.428.674 1.428.674 1.428.674 1.428.674 1.428.674 1.428.674 1.428.674
Investasi pada entitas asosiasi 2.414.436 2.407.956 2.407.956 2.407.956 2.407.956 2.407.956 2.407.956
Investasi pada ventura bersama 9.426.120 9.426.120 9.426.120 9.426.120 9.426.120 9.426.120 9.426.120
Properti investasi - neto 1.319.968 1.319.968 1.319.968 1.319.968 1.319.968 1.319.968 1.319.968
Aset kerjasama operasi 249.717 249.717 249.717 249.717 249.717 249.717 249.717
Goodwill 4.847 4.847 4.847 4.847 4.847 4.847 4.847
Investasi jangka panjang lainnya 1.034.566 1.034.566 1.034.566 1.034.566 1.034.566 1.034.566 1.034.566
Aset takberwujud 9.239.314 9.239.314 9.239.314 9.239.314 9.239.314 9.239.314 9.239.314
Aset pajak tangguhan 13.944 13.944 13.944 13.944 13.944 13.944 13.944
Aset tidak lancar lain-lain 602.929 602.929 602.929 602.929 602.929 602.929 602.929
Jumlah Aset Tidak Lancar 30.901.776 30.831.018 30.654.131 30.477.892 30.283.074 30.069.677 30.130.157
JUMLAH ASET 57.455.421 56.799.054 55.665.726 53.476.780 51.683.662 49.540.264 47.117.245
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Pinjaman jangka pendek 81.800 - - - - - -
Utang usaha 5.234.569 5.219.877 7.346.573 7.566.970 7.793.979 8.027.798 8.268.632
Utang lain-lain 1.135.170 1.135.170 1.135.170 1.135.170 1.135.170 1.135.170 1.135.170
Kewajiban bruto pemberi kerja - - - - - - -
Utang pajak 473.415 473.415 473.415 473.415 473.415 473.415 473.415
Uang muka dari pelanggan jangka pendek 1.046.155 1.046.155 1.046.155 1.046.155 1.046.155 1.046.155 1.046.155
Beban akrual 5.399.382 5.399.382 5.399.382 5.399.382 5.399.382 5.399.382 5.399.382
Pendapatan diterima dimuka 148.208 148.208 148.208 148.208 148.208 148.208 148.208
Bagian jangka pendek dari:
Pinjaman jangka menengah - - - 185.000 495.000 950.000 -
Liabilitas sewa 2.423 2.423 2.423 2.423 2.423 2.423 2.423
Pinjaman jangka panjang 1.136.403 - - - - - -
Obligasi 1.733.750 847.959 734.053 352.688 455.558 598.207 598.207
Sukuk mudharabah 681.225 761.624 184.139 77.367 86.479 148.870 148.870
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 17.072.499 15.034.213 16.469.517 16.386.777 17.035.768 17.929.628 17.220.462
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan paska kerja 270.093 270.093 270.093 270.093 270.093 270.093 270.093
Liabilitas pajak tangguhan 114.473 114.473 114.473 114.473 114.473 114.473 114.473
Uang muka dari pelanggan jangka panjang 81.119 81.119 81.119 81.119 81.119 81.119 81.119
Uang muka proyek jangka panjang 734.714 734.714 734.714 734.714 734.714 734.714 734.714
Utang lain-lain 585.879 585.879 585.879 585.879 585.879 585.879 585.879
Bagian jangka panjang dikurangi bagian jangka
pendek:
Pinjaman jangka menengah 1.630.000 1.630.000 1.630.000 1.445.000 950.000 - -
Liabilitas sewa 18.819 18.819 18.819 18.819 18.819 18.819 18.819
Pinjaman jangka panjang 19.999.201 21.135.604 21.135.604 21.135.604 21.135.604 21.135.604 21.135.604
Utang ventura bersama 20.165 20.165 20.165 20.165 20.165 20.165 20.165
Obligasi 6.249.391 7.135.182 6.401.129 6.048.441 5.592.883 4.994.676 4.396.469
Sukuk mudharabah 1.591.090 1.510.691 1.326.552 1.249.185 1.162.706 1.013.836 864.966
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 31.294.943 33.236.739 32.318.547 31.703.492 30.666.455 28.969.378 28.222.301
JUMLAH LIABILITAS 48.367.443 48.270.951 48.788.064 48.090.269 47.702.223 46.899.005 45.442.762
Ekuitas
Modal saham 3.987.306 3.987.306 3.987.306 3.987.306 3.987.306 3.987.306 3.987.306
Modal saham diperoleh kembali (110) (110) (110) (110) (110) (110) (110)
Tambahan modal disetor 9.040.356 9.040.356 9.040.356 9.040.356 9.040.356 9.040.356 9.040.356
Perubahan ekuitas entitas anak 1.003.022 1.003.022 1.003.022 1.003.022 1.003.022 1.003.022 1.003.022
Saldo (defisit) laba (7.868.491) (8.428.366) (10.078.807) (11.569.958) (12.975.030) (14.315.211) (15.281.987)
Surat berharga perpetual - - - - - - -
Kepentingan non pengendali 2.925.894 2.925.894 2.925.894 2.925.894 2.925.894 2.925.894 2.925.894
Jumlah Ekuitas 9.087.979 8.528.103 6.877.662 5.386.511 3.981.439 2.641.258 1.674.482
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 57.455.421 56.799.054 55.665.726 53.476.780 51.683.662 49.540.264 47.117.245
Rata-rata
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
2026-2030
Current Ratio 125,02% 155,53% 172,73% 151,87% 140,35% 125,62% 108,59% 98,64%
Debt to Equity Ratio 1457,95% 532,21% 566,02% 709,37% 892,79% 1198,12% 1775,63% 2713,84%
Debt to Asset Ratio 92,20% 84,18% 84,99% 87,64% 89,93% 92,30% 94,67% 96,45%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) IV-23
Page 55
Proyeksi Arus Kas Dengan Dilakukannya Transaksi
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Arus Kas Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian
Des 2025 2026 2027 2028 2029 2030
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba Bersih (559.876) (1.650.441) (1.491.151) (1.405.073) (1.340.180) (966.776)
Depresiasi dan Amortisasi 150.978 436.988 436.340 454.919 473.498 199.621
Perubahan Modal Kerja :
(Kenaikan) Penurunan Piutang usaha 779.153 (47.551) (48.977) (50.446) (51.960) (53.519)
(Kenaikan) Penurunan Piutang retensi - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Tagihan bruto pemberi kerja - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Persediaan 70.145 521.253 1.645.632 1.598.144 2.665.541 1.509.226
(Kenaikan) Penurunan Piutang yang belum ditagih - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang lain-lain - bag. lancar - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Uang muka - bag. lancar - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Jaminan usaha - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset keuangan - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Pajak dibayar dimuka - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Biaya dibayar dimuka - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang usaha - bag. tidak lancar - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang lain-lain - bag. tidak lancar - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang belum ditagih - bag. tidak lancar - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Uang muka - bag. tidak lancar - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset pajak tangguhan - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset lancar lain-lain - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset tidak lancar lain-lain - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang usaha (14.691) 2.126.695 220.397 227.009 233.819 240.834
Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Kewajiban bruto pemberi kerja - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang pajak - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Uang muka dari pelanggan jangka pendek - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Beban akrual - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Pendapatan diterima dimuka - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas imbalan paska kerja - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas pajak tangguhan - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Uang muka dari pelanggan jangka panjang - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Uang muka proyek jangka panjang - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain - - - - - -
Perubahan Modal Kerja 834.606 2.600.398 1.817.052 1.774.707 2.847.400 1.696.541
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Operasi 425.708 1.386.945 762.242 824.553 1.980.718 929.387
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
(Kenaikan) Penurunan Bank dibatasi penggunaannya - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Pekerjaan dalam proses - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset tetap (86.700) (260.101) (260.101) (260.101) (260.101) (260.101)
(Kenaikan) Penurunan Aset real estat - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Investasi pada entitas asosiasi 6.480 - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Investasi pada ventura bersama - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Properti investasi - neto - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset kerjasama operasi - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Goodwill - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Investasi jangka panjang lainnya - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset takberwujud - - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Investasi (80.220) (260.101) (260.101) (260.101) (260.101) (260.101)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Kenaikan (Penurunan) Pinjaman jangka pendek (81.800) - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Bagian jangka pendek dari:
Pinjaman jangka menengah - - 185.000 310.000 455.000 (950.000)
Liabilitas sewa - - - - - -
Pinjaman jangka panjang (1.136.403) - - - - -
Obligasi (885.791) (113.906) (381.365) 102.870 142.649 -
Sukuk mudharabah 80.399 (577.485) (106.772) 9.112 62.391 -
Kenaikan (Penurunan) Bagian jangka panjang dikurangi bagian
jangka pendek:
Pinjaman jangka menengah - - (185.000) (495.000) (950.000) -
Liabilitas sewa - - - - - -
Pinjaman jangka panjang 1.136.403 - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang ventura bersama - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Obligasi 885.791 (734.053) (352.688) (455.558) (598.207) (598.207)
Kenaikan (Penurunan) Sukuk mudharabah (80.399) (184.139) (77.367) (86.479) (148.870) (148.870)
Kenaikan (Penurunan) Modal saham - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Modal saham diperoleh kembali - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Tambahan modal disetor - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Perubahan ekuitas entitas anak - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Surat berharga perpetual - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Kepentingan non pengendali - - - - - -
Penyesuaian - - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Pendanaan (81.800) (1.609.583) (918.192) (615.055) (1.037.037) (1.697.077)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN BANK 263.688 (482.739) (416.051) (50.603) 683.580 (1.027.791)
KAS DAN BANK AWAL TAHUN 1.649.968 1.913.656 1.430.917 1.014.866 964.263 1.647.843
KAS DAN BANK AKHIR TAHUN 1.913.656 1.430.917 1.014.866 964.263 1.647.843 620.051
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) IV-24
Page 56
Tanpa dilakukannya transaksi rata-rata EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales dan EAT/Sales
Perseroan masing-masing sebesar 4,90%, 1,71%, -10,92% dan -10,92%. Sedangkan dengan
dilakukannya transaksi rata-rata EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales dan EAT/Sales
Perseroan setiap tahun masing-masing sebesar 4,90%, 1,71%, -10,92% dan -10,92%. Dengan
demikian dengan dilakukannya transaksi profitabilitas EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales
dan EAT/Sales Perseroan tidak mengalami perubahan.
Tanpa dilakukannya transaksi likuiditas Perseroan yang diukur dengan rata-rata Current
Ratio (CR) sebesar 124,97% sedangkan dengan dilakukannya transaksi CR Perseroan menjadi
sebesar 125,02%.
Tanpa dilakukannya transaksi solvabilitas Perseroan yang diukur dengan rata-rata Debt to
Equity Ratio (DER) dan Debt to Assets Ratio (DAR) masing-masing 1458,71% dan 92,20%
sedangkan dengan dilakukannya transaksi DER dan DAR Perseroan masing-masing menjadi
1457,95% dan 92,20%.
Dengan transaksi, proyeksi posisi keuangan Perseroan menunjukan bahwa likuiditas yang
diukur dari current ratio dan solvabilitas yang diukur dari debt to equity ratio dan debt to
asset ratio mengalami peningkatan.
Selain itu tanpa transaksi dan dengan transaksi proyeksi arus kas Perseroan tidak
menunjukkan adanya cash deficiency.
4.2. Analisis Inkremental
Analisis inkremental untuk mengukur nilai tambah dari transaksi dengan mempertimbangkan:
− Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi dan dampaknya
terhadap proyeksi keuangan.
− Biaya dan pendapatan yang relevan.
− Informasi non keuangan yang relevan.
− Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan rencana dan nilai
transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.
− Hal-hal material lain.
4.2.1. Kontribusi Nilai Tambah
Kontribusi nilai tambah dari rencana transaksi dapat diukur dari peningkatan laba, profitabilitas,
likuiditas dan solvabilitas Perseroan.
Berdasarkan proyeksi laba rugi, perhitungan kontribusi nilai tambah terhadap laba Perseroan
adalah sebagai berikut:
Kontribusi Nilai Tambah Terhadap Laba Perseroan (Rp.Juta)
Tahun
Uraian Jumlah
Sep-Des 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Dengan Transaksi (1)
EBT (559.876) (1.650.441) (1.491.151) (1.405.073) (1.340.180) (966.776) (6.446.720)
EAT (559.876) (1.650.441) (1.491.151) (1.405.073) (1.340.180) (966.776) (6.446.720)
Tanpa Transaksi (2)
EBT (561.195) (1.650.441) (1.491.151) (1.405.073) (1.340.180) (966.776) (6.448.040)
EAT (561.195) (1.650.441) (1.491.151) (1.405.073) (1.340.180) (966.776) (6.448.040)
Kontribusi Nilai Tambah (1-2)
EBT 1.320 - - - - - 1.320
EAT 1.320 - - - - - 1.320
Berdasarkan hasil perhitungan, terlihat bahwa dengan dilakukannya transaksi memberikan
kontribusi nilai tambah terhadap laba Perseroan. Dengan dilakukannya transaksi, kontribusi
nilai tambah selama tahun periode 1 September 2025 – 31 Desember 2030 terhadap laba EBT
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) IV-25
Page 57
dan EAT Perseroan masing-masing sebesar Rp 1.320 juta dan Rp 1.320 juta. Kontribusi nilai
tambah tersebut berasal dari laba atas penjualan saham milik WR pada HIG.
Analisis kontribusi nilai tambah terhadap solvabilitas dan likuiditas Perseroan dapat dihitung
sebagai berikut:
Kontribusi Nilai Tambah Terhadap Likuiditas dan Solvabilitas Perseroan
Tahun Proyeksi Rata-rata
Uraian
Des 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2026-2030
Dengan Transaksi (1)
Current Ratio 172,73% 151,87% 140,35% 125,62% 108,59% 98,64% 125,02%
Debt to Equity Ratio 566,02% 709,37% 892,79% 1198,12% 1775,63% 2713,84% 1457,95%
Debt to Asset Ratio 84,99% 87,64% 89,93% 92,30% 94,67% 96,45% 92,20%
Tanpa Transaksi (2)
Current Ratio 172,67% 151,82% 140,30% 125,58% 108,55% 98,60% 124,97%
Debt to Equity Ratio 566,11% 709,51% 893,01% 1198,51% 1776,52% 2715,98% 1458,71%
Debt to Asset Ratio 84,99% 87,65% 89,93% 92,30% 94,67% 96,45% 92,20%
Kontribusi Nilai Tambah (1-2)
Current Ratio 0,03% 0,03% 0,03% 0,04% 0,04% 0,05% 0,04%
Debt to Equity Ratio 0,02% 0,02% 0,02% 0,03% 0,05% 0,08% 0,05%
Debt to Asset Ratio 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Berdasarkan hasil perhitungan, terlihat bahwa dengan dilakukannya transaksi memberikan
kontribusi nilai tambah terhadap peningkatan likuiditas dan solvabilitas Perseroan. Dengan
dilakukannya transaksi, kontribusi nilai tambah periode 1 September 2025 – 31 Desember 2030
terhadap likuiditas current ratio sebesar 0,04% dan solvabilitas debt to equity ratio (DER) dan
debt to asset ratio (DAR) masing-masing sebesar 0,05% dan 0,00%.
Berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan dilakukannya transaksi,
Perseroan akan memperoleh nilai tambah berupa peningkatan laba, likuiditas dan solvabilitas
yang akan menguntungkan Perseroan secara konsolidasi.
4.2.2. Biaya dan Pendapatan yang Relevan
Perseroan akan memperhatikan biaya dan pendapatan yang relevan sesuai dengan keadaan
industri dan margin laba yang diharapkan. Apabila pendapatan berkurang Perseroan akan
menurunkan biaya secara proporsional hingga margin laba yang diharapkan dapat tercapai.
Dengan demikian transaksi yang dilakukan memberikan nilai tambah bagi Perseroan.
4.2.3. Informasi Non Keuangan yang Relevan
Informasi non keuangan yang relevan adalah dengan dilakukannya transaksi, dapat
meningkatkan reputasi Perseroan sebagai induk perusahaan yang profesional dengan terus
mendukung kelancaran operasional group Perseroan.
4.2.4. Prosedur Pengambilan Keputusan Oleh Perseroan Dalam Menentukan Rencana Transaksi dan
Nilai Transaksi dengan Memperhatikan Alternatif lain
Prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dalam menentukan rencana transaksi dan
nilai transaksi adalah dilakukan oleh Direksi dengan pengawasan Komisaris Perseroan. Rencana
transaksi dan nilai transaksi dengan persyaratan yang mudah, transparan dan akuntabel yang
dapat dipenuhi Perseroan sesuai dengan Peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Alternatif lain dari rencana transaksi, apabila dilakukan dengan pihak lain, tidak ada dan
Perseroan tidak mengenal pihak lain tersebut, sehingga rencana transaksi tidak dapat
dilaksanakan.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) IV-26
Page 58
4.2.5. Hal-Hal Material Lainnya
Hal-hal material lainnya terkait dengan analisis inkremental dari rencana transaksi tidak ada.
Dengan analisis inkremental yang telah dilakukan, Penilai meyakini bahwa rencana transaksi
adalah wajar dan memberikan nilai tambah bagi Perseroan.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) IV-27
Page 59
BAB V
ANALISIS KEWAJARAN NILAI TRANSAKSI
Analisis kewajaran nilai transaksi meliputi :
a. Perbandingan antara nilai transaksi dengan hasil penilaian atas transaksi yang dilakukan.
b. Analisis untuk memastikan bahwa nilai transaksi memberikan nilai tambah dari transaksi yang
dilakukan.
5.1. Hasil Penilaian Objek Transaksi
Berdasarkan Laporan Penilaian Saham milik WR pada HIG No. 00230/2.0118-
00/BS/03/0596/1/XII/2025 tanggal 29 Desember 2025 yang diterbitkan oleh KJPP Iskandar
dan Rekan, menyatakan bahwa Nilai Pasar 1.470 saham atau 49,00% saham milik WR pada HIG
per 31 Agustus 2025 adalah Rp 7.700.000.000,- atau untuk setiap saham adalah Rp 5.238.095,-
5.2. Nilai Transaksi
Berdasarkan Berita Acara Negosiasi Kesepakatan Harga antara WR dengan HIN tanggal 29
Desember 2025 harga jual beli 1.470 saham atau 49,00% saham milik WR pada HIG sebesar
Rp 7.800.000.000,-. Dengan demikian nilai transaksi adalah sebesar Rp 7.800.000.000,-.
5.3. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
Dengan nilai transaksi sebesar Rp 7.800.000.000,- dan Nilai Pasar adalah Rp 7.700.000.000,-
maka nilai transaksi lebih tinggi 1,30% dari Nilai Pasarnya namun masih dalam kisaran wajar.
5.4. Analisis Bahwa Nilai Transaksi Memberikan Nilai Tambah dari Transaksi Yang Dilakukan
Berdasarkan hasil analisis dapat dipastikan bahwa nilai transaksi memberikan nilai tambah
sebagai berikut:
• Dengan dilakukannya transaksi, kontribusi nilai tambah selama tahun periode 1 September
2025 – 31 Desember 2030 terhadap laba EBT dan EAT Perseroan masing-masing sebesar Rp
1.320 juta dan Rp 1.320 juta. Kontribusi nilai tambah tersebut berasal dari laba atas
penjualan saham milik WR pada HIG.
• Dengan dilakukannya transaksi, kontribusi nilai tambah periode 1 September 2025 – 31
Desember 2030 terhadap likuiditas current ratio sebesar 0,04% dan solvabilitas debt to
equity ratio (DER) dan debt to asset ratio (DAR) masing-masing sebesar 0,05% dan 0,00%.
Berdasarkan analisis tersebut, Kami berpendapat bahwa nilai transaksi adalah wajar.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) V-1
Page 60
BAB VI
ANALISIS ATAS FAKTOR LAIN YANG RELEVAN
6.1. Analisis Ketidakpastian Rencana Pembiayaan Dalam Rencana Transaksi
Rencana Transaksi merupakan penjualan saham milik WR (perusahaan terkendali WIKA) pada
HIG kepada HIN. Berdasarkan Informasi Perseroan sumber pendanaan atas Rencana Transaksi
seluruhnya berasal dari kas internal HIN.
6.2. Analisis Ketidakpastian Nilai Tukar Mata Uang
Laporan keuangan Perseoan menggunakan Rupiah.
Analisis kemampuan uang adalah suatu proses evaluasi yang mencakup sejumlah faktor penting
yang mempengaruhi kinerja uang antara lain stabilitas nilai, likuiditas, penerimaan oleh
masyarakat, portabilitas dan kepercayaan.
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 19-20 Agustus 2025 memutuskan untuk
menurunkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,00%, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps
menjadi 4,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 5,75%. Keputusan ini
konsisten dengan tetap rendahnya prakiraan inflasi tahun 2025 dan 2026 dalam sasaran 2,5±1%,
terjaganya stabilitas nilai tukar Rupiah, dan perlunya mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai
dengan kapasitas perekonomian. Ke depan, Bank Indonesia akan terus mencermati ruang
penurunan suku bunga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi sejalan
dengan rendahnya prakiraan inflasi dengan tetap mempertahankan stabilitas nilai tukar Rupiah.
6.3. Analisis Ketidakpastian Risiko Pasar
Ketidakpastian risiko pasar dalam industri konstruksi dapat berasal dari berbagai faktor dan
faktor-faktor ini dapat sangat beragam. Berikut adalah beberapa faktor utama yang dapat
menyebabkan ketidakpastian risiko pasar dalam industri konstruksi:
1. Perubahan Ekonomi Makro: Fluktuasi dalam ekonomi makro, seperti resesi atau
pertumbuhan ekonomi yang lambat, dapat mengurangi permintaan untuk proyek
konstruksi. Kondisi ekonomi yang buruk dapat mengakibatkan penurunan investasi di sektor
ini.
2. Inflasi: Kenaikan biaya bahan bangunan dan tenaga kerja akibat inflasi dapat mengurangi
margin keuntungan proyek konstruksi. Biaya yang meningkat tanpa disertai peningkatan
harga kontrak dapat menyebabkan kerugian finansial.
3. Suku Bunga: Kenaikan suku bunga dapat meningkatkan biaya pembiayaan proyek
konstruksi, sehingga mengurangi profitabilitas dan mempengaruhi kemampuan perusahaan
untuk mendapatkan pembiayaan.
4. Keterlambatan Pembayaran: Keterlambatan dalam pembayaran oleh klien atau kontraktor
utama dapat menyebabkan masalah likuiditas bagi perusahaan konstruksi. Aliran kas yang
tidak stabil dapat menghambat kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban
finansialnya.
5. Manajemen Proyek: Kesalahan dalam manajemen proyek, termasuk estimasi biaya yang
tidak akurat dan penjadwalan yang buruk, dapat menyebabkan pembengkakan biaya dan
penundaan yang merugikan secara finansial.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) VI-1
Page 61
6.4. Analisis Faktor Lain Yang Berpengaruh
Pendapat kewajaran ini disusun berdasarkan asumsi bahwa transaksi yang akan dilakukan oleh
manajemen Perseroan sesuai dengan Rencana Transaksi.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) VI-2
Page 62
BAB VII
KESIMPULAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI
Hasil analisis atas nilai transaksi penjualan saham milik WR (perusahaan terkendali WIKA) pada
HIG kepada HIN adalah nilai transaksi diatas dari Nilai Pasarnya, namun masih dalam kisaran
wajar. Dengan demikian nilai transaksi adalah wajar.
Hasil analisis atas dampak keuangan dari transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan
pemegang saham memberikan kesimpulan bahwa dengan dilakukannya transaksi akan
meningkatkan laba, likuiditas dan solvabilitas Perseroan yang dapat memberikan nilai tambah
bagi Perseroan secara konsolidasi, dengan demikian sesuai dengan kepentingan pemegang
saham.
Hasil analisis atas pertimbangan bisnis dari manajemen terkait dengan transaksi terhadap
kepentingan pemegang saham adalah mendukung inisiasi Danantara dalam integrasi entitas-
entitas usaha yang beroperasi dalam lini bisnis pariwisata dan perhotelan memberikan
kesimpulan bahwa pertimbangan bisnis dari manajemen tersebut sejalan dengan kepentingan
pemegang saham.
Berdasarkan kesimpulan dari hasil analisis tersebut diatas, maka Kami berpendapat bahwa
transaksi adalah wajar.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) VII-1
Page 63
LAMPIRAN Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) VII-1
Page 64
Lampiran 1
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Nilai Perolehan, Penyusutan dan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap (Rp.Juta)
Umur Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
Ekonomis Ags 2025 Des 2025 2026 2027 2028 2029 2030
NILAI PEROLEHAN
Aset Tetap
Hak atas tanah 2.606.729 2.606.729 2.606.729 2.606.729 2.606.729 2.606.729 2.606.729
Lahan tambang 78.578 78.578 78.578 78.578 78.578 78.578 78.578
Bangunan 1.549.811 1.549.811 1.549.811 1.549.811 1.549.811 1.549.811 1.549.811
Prasarana 567.179 567.179 567.179 567.179 567.179 567.179 567.179
Perlengkapan kantor 157.061 157.061 157.061 157.061 157.061 157.061 157.061
Peralatan pabrik dan proyek 4.139.405 4.139.405 4.139.405 4.139.405 4.139.405 4.139.405 4.139.405
Kendaraan 10.494 10.494 10.494 10.494 10.494 10.494 10.494
Aset dalam penyelesaian
Aset dalam penyelesaian 50.129 50.129 50.129 50.129 50.129 50.129 50.129
Capex 86.700 260.101 260.101 260.101 260.101 260.101
Akumulasi Capex 86.700 346.801 606.903 867.004 1.127.105 1.387.206
Jumlah Nilai Perolehan 9.159.385 9.246.085 9.506.187 9.766.288 10.026.389 10.286.490 10.546.591
PENYUSUTAN
Aset Tetap
Lahan tambang 20 1.310 3.929 3.929 3.929 3.929 3.929
Bangunan 15 34.440 103.321 103.321 103.321 103.321 103.321
Prasarana 20 9.453 28.359 28.359 28.359 28.359 28.359
Perlengkapan kantor 4 13.088 18.480 - - - -
Peralatan pabrik dan proyek 15 91.987 275.960 275.960 275.960 275.960 2.084
Kendaraan 5 700 746 - - - -
Capex 14 6.193 24.772 43.350 61.929 61.929
Jumlah Penyusutan Aset Tetap 150.978 436.988 436.340 454.919 473.498 199.621
AKUMULASI PENYUSUTAN
Aset Tetap
Lahan tambang 21.468 22.778 26.707 30.636 34.564 38.493 42.422
Bangunan 595.630 630.071 733.391 836.712 940.033 1.043.354 1.146.674
Prasarana 335.846 345.299 373.658 402.017 430.376 458.734 487.093
Perlengkapan kantor 125.492 138.580 157.061 157.061 157.061 157.061 157.061
Peralatan pabrik dan proyek 2.941.493 3.033.479 3.309.440 3.585.400 3.861.360 4.137.321 4.139.405
Kendaraan 9.049 9.748 10.494 10.494 10.494 10.494 10.494
Capex - 6.193 30.964 74.315 136.243 198.172
Jumlah Akumulasi Penyusutan 4.028.978 4.179.955 4.616.943 5.053.284 5.508.203 5.981.701 6.181.322
NILAI BUKU
Aset Tetap
Hak atas tanah 2.606.729 2.606.729 2.606.729 2.606.729 2.606.729 2.606.729 2.606.729
Lahan tambang 57.109 55.800 51.871 47.942 44.013 40.084 36.155
Bangunan 954.181 919.741 816.420 713.099 609.778 506.458 403.137
Prasarana 231.333 221.880 193.521 165.162 136.803 108.444 80.085
Perlengkapan kantor 31.569 18.480 - - - - -
Peralatan pabrik dan proyek 1.197.912 1.105.925 829.965 554.005 278.044 2.084 -
Kendaraan 1.446 746 - - - - -
Aset dalam penyelesaian
Aset dalam penyelesaian 50.129 50.129 50.129 50.129 50.129 50.129 50.129
Capex - 86.700 340.609 575.938 792.689 990.861 1.189.034
Jumlah Nilai Buku 5.130.407 5.066.130 4.889.243 4.713.004 4.518.186 4.304.789 4.365.269
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) VII-1
Page 65
Lampiran 2
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Utang Jangka Pendek (Rp. Juta)
Tahun Tahun
Uraian
Ags 2025 Des 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Penarikan kredit - - - - - -
Jumlah Utang 81.800 - - - - -
Bunga 8,72% 2.378 - - - - -
Angsuran Pokok 81.800 - - - - -
Saldo 81.800 - - - - - -
Catatan :
Suku bunga berdasarkan suku bunga rata-rata untuk pembiayaan modal kerja dari Bank Pemerintah (sumber : www.bi.go.id).
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pinjaman Jangka Menengah (Rp. Juta)
Tahun Tahun
Uraian
Ags 2025 Des 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Penarikan kredit - - - - - -
Jumlah Utang 1.630.000 1.630.000 1.630.000 1.630.000 1.445.000 950.000
Bunga 62.667 188.000 188.000 178.416 145.458 106.400
Angsuran Pokok - - - 185.000 495.000 950.000
Saldo 1.630.000 1.630.000 1.630.000 1.630.000 1.445.000 950.000 -
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pokok dan Bunga Obligasi dengan Opsi Konversi I (Rp. Juta)
Tahun
Uraian
Ags 2025 Des 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Penarikan kredit - - - - - -
Jumlah Utang 950.000 950.000 950.000 950.000 950.000 950.000
Bunga 11,20% 35.467 106.400 106.400 106.400 106.400 106.400
Angsuran Pokok - - - - - 950.000
Saldo 950.000 950.000 950.000 950.000 950.000 950.000 -
Catatan :
Suku bunga berdasarkan informasi dari laporan keuangan Perseroan per 31 Agustus 2025 dan jatuh tempo 20 Desember 2038
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pokok dan Bunga MTN IX Wika Realty Tahun 2019 (Rp. Juta)
Tahun
Uraian
Ags 2025 Des 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Penarikan kredit - - - - - -
Jumlah Utang 495.000 495.000 495.000 495.000 495.000 -
Bunga 12,00% 19.800 59.400 59.400 59.400 39.058 -
Angsuran Pokok - - - - 495.000 -
Saldo 495.000 495.000 495.000 495.000 495.000 - -
Catatan :
Suku bunga berdasarkan informasi dari laporan keuangan Perseroan per 31 Agustus 2025 dan jatuh tempo 28 Agustus 2029
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pokok dan Bunga MTN VIII Wika Realty Tahun 2019 (Rp. Juta)
Tahun
Uraian
Ags 2025 Des 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Penarikan kredit - - - - - -
Jumlah Utang 185.000 185.000 185.000 185.000 - -
Bunga 12,00% 7.400 22.200 22.200 12.616 - -
Angsuran Pokok - - - 185.000 - -
Saldo 185.000 185.000 185.000 185.000 - - -
Catatan :
Suku bunga berdasarkan informasi dari laporan keuangan Perseroan per 31 Agustus 2025 dan jatuh tempo 26 Juli 2028
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pokok dan Bunga Pinjaman Jangka Panjang (Rp. Juta)
Tahun Tahun
Uraian
Ags 2025 Des 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Penarikan kredit - - - - -
Jumlah Utang 21.135.604 21.135.604 21.135.604 21.135.604 21.135.604 21.135.604
Bunga 1,50% 105.678 317.034 317.034 317.034 317.034 317.034
Angsuran Pokok - - - - - -
Saldo 21.135.604 21.135.604 21.135.604 21.135.604 21.135.604 21.135.604 21.135.604
Catatan :
Suku bunga berdasarkan suku bunga restrukturisasi pinjaman WIKA.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) VII-2
Page 66
Lampiran 2 (lanjutan)
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pokok Bunga Obligasi (Rp. Juta)
Tahun Tahun
Uraian
Ags 2025 Des 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Penarikan kredit - - - - - -
Jumlah Utang 7.983.141 7.983.141 7.135.182 6.401.129 6.048.441 5.592.883
Bunga 245.346 736.039 658.686 591.438 559.129 518.040
Angsuran Pokok - 847.959 734.053 352.688 455.558 598.207
Saldo 7.983.141 7.983.141 7.135.182 6.401.129 6.048.441 5.592.883 4.994.676
Catatan :
Suku bunga obligasi berdasarkan suku bunga obligasi WIKA
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pokok Bunga Obligasi Seri A (Rp. Juta)
Tahun Tahun
Uraian
Ags 2025 Des 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Penarikan kredit - - - - - -
Jumlah Utang 1.799.750 1.799.750 1.593.068 1.428.367 1.349.140 1.184.314
Bunga 8,38% 50.243 150.729 133.419 119.626 112.990 99.186
Angsuran Pokok - 206.682 164.701 79.227 164.826 134.208
Saldo 1.799.750 1.799.750 1.593.068 1.428.367 1.349.140 1.184.314 1.050.106
Catatan :
Suku bunga obligasi berdasarkan suku bunga rata-rata obligasi WIKA
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pokok Bunga Obligasi Seri B (Rp. Juta)
Tahun Tahun
Uraian
Ags 2025 Des 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Penarikan kredit - - - - - -
Jumlah Utang 2.377.630 2.377.630 2.104.644 1.887.318 1.782.870 1.669.994
Bunga 9,03% 71.567 214.700 190.049 170.425 160.993 150.800
Angsuran Pokok - 272.986 217.326 104.448 112.876 177.103
Saldo 2.377.630 2.377.630 2.104.644 1.887.318 1.782.870 1.669.994 1.492.891
Catatan :
Suku bunga obligasi berdasarkan suku bunga rata-rata obligasi WIKA
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pokok Bunga Obligasi Seri C (Rp. Juta)
Tahun Tahun
Uraian
Ags 2025 Des 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Penarikan kredit - - - - - -
Jumlah Utang 3.856.500 3.856.500 3.488.209 3.136.183 2.967.170 2.789.314
Bunga 9,61% 123.537 370.610 335.217 301.387 285.145 268.053
Angsuran Pokok - 368.291 352.026 169.013 177.856 286.896
Saldo 3.856.500 3.856.500 3.488.209 3.136.183 2.967.170 2.789.314 2.502.418
Catatan :
Suku bunga obligasi berdasarkan suku bunga rata-rata obligasi WIKA
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pokok Bunga Sukuk Mudharabah(Rp. Juta)
Tahun Tahun
Uraian
Ags 2025 Des 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Penarikan kredit - - - - - -
Jumlah Utang 2.272.315 2.272.315 1.510.691 1.326.552 1.249.185 1.162.706
Imbal Hasil 70.532 211.596 140.674 123.529 116.326 108.274
Angsuran Pokok - 761.624 184.139 77.367 86.479 148.870
Saldo 2.272.315 2.272.315 1.510.691 1.326.552 1.249.185 1.162.706 1.013.836
Catatan :
Suku bunga berdasarkan tingkat rata-rata imbal hasil sukuk mudharabah WIKA
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pokok Bunga Sukuk Mudharabah Seri A (Rp. Juta)
Tahun Tahun
Uraian
Ags 2025 Des 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Penarikan kredit - - - - - -
Jumlah Utang 656.525 656.525 436.442 383.099 360.627 335.528
Bunga 8,60% 18.820 56.461 37.534 32.947 31.014 28.855
Angsuran Pokok - 220.083 53.343 22.472 25.099 43.120
Saldo 656.525 656.525 436.442 383.099 360.627 335.528 292.408
Catatan :
Suku Bunga berdasarkan Indikasi bagi hasil per tahun Dana Sukuk Mudharabah Seri A
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) VII-3
Page 67
Lampiran 2 (lanjutan)
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pokok Bunga Sukuk Mudharabah Seri B (Rp. Juta)
Tahun Tahun
Uraian
Ags 2025 Des 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Penarikan kredit - - - - - -
Jumlah Utang 670.150 670.150 445.546 391.300 368.534 343.078
Bunga 9,25% 20.663 61.989 41.213 36.195 34.089 31.735
Angsuran Pokok - 224.604 54.246 22.766 25.456 43.858
Saldo 670.150 670.150 445.546 391.300 368.534 343.078 299.220
Catatan :
Suku Bunga berdasarkan Indikasi bagi hasil per tahun Dana Sukuk Mudharabah Seri B
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Pokok Bunga Sukuk Mudharabah Seri C (Rp. Juta)
Tahun Tahun
Uraian
Ags 2025 Des 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Penarikan kredit - - - - - -
Jumlah Utang 945.640 945.640 628.703 552.153 520.024 484.100
Bunga 9,85% 31.049 93.146 61.927 54.387 51.222 47.684
Angsuran Pokok - 316.937 76.550 32.129 35.924 61.892
Saldo 945.640 945.640 628.703 552.153 520.024 484.100 422.208
Catatan :
Suku Bunga berdasarkan Indikasi bagi hasil per tahun Dana Sukuk Mudharabah Seri C
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Wijaya Karya Realty (Perusahaan Terkendali PT Wijaya Karya (Persero) Tbk) VII-4
Page 68
SURAT PENGANTAR
Laporan No. 00230/2.0118-00/BS/03/0596/1/XII/2025
File No. 101.1/IDR/DO.2/BS/XII/2025 Jakarta, 29 Desember 2025
Kepada Yth.
PT WIJAYA KARYA REALTY
Tamansari Hive Office
Jalan DI Panjaitan Kav.2 Lt.12
Cawang, Jakarta Timur
Dengan Hormat,
Perihal: Laporan Penilaian Saham Milik PT Wijaya Karya Realty pada PT Hotel
Indonesia Group per 31 Agustus 2025
Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (IDR atau Penilai atau Kami) telah memperoleh
izin usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No. 772/KM.1/2013
tanggal 12 November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan
Surat No. S-774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013 dengan Surat Tanda Terdaftar
Profesi Penunjang Pasar Modal yang telah dilakukan pendaftaran ulang dengan No.
STTD.PPB-43/PJ-1/PM.02/2023 tanggal 6 Juli 2023 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis di
Pasar Modal.
Berdasarkan surat proposal/kontrak perjanjian kerja yang telah disepakati antara IDR dengan
PT Wijaya Karya Realty No. 180.6/IDR/DO.2/Pr-BS/X/2025 tanggal 30 Oktober 2025, No.
180.7/IDR/DO.2/Pr-BS/X/2025 tanggal 30 Oktober 2025, serta Perjanjian Pelaksanaan
Pekerjaan Nomor Pihak Pertama: TP.01.03/A.CFSM.00088.A.WIRA/2025 dan Nomor Pihak
Kedua: 114.1/IDR/Sek/XI/2025 tanggal 4 November 2025, IDR telah melaksanakan penilaian
saham milik PT Wijaya Karya Realty pada PT Hotel Indonesia Group per 31 Agustus 2025,
seperti yang tertuang dalam laporan ini.
Latar Belakang
PT Wijaya Karya Realty (selanjutnya disebut WR atau Pemberi Tugas) merupakan pemegang
saham PT Hotel Indonesia Group (selanjutnya disebut HIG atau Objek Penilaian atau
Perusahaan atau Perseroan). HIG merupakan penyedia jasa pengelolaan hotel, konsultasi
bidang perhotelan, perdagangan dan properti, dimana saat ini HIG mengelola sebanyak 29
hotel. WR berencana melakukan penilaian 49,00% saham miliknya pada HIG dalam rangka
melakukan transaksi divestasi atas saham miliknya pada HIG. Untuk keperluan tersebut maka
diperlukan penilaian saham oleh Penilai Independen. HIG merupakan perusahaan tunggal
bukan holding company.
Objek Penilaian
Objek penilaian adalah 1.470 saham atau 49,00% saham milik WR pada HIG per 31 Agustus
2025.
Page 69
Maksud dan Tujuan Penilaian
Maksud penilaian adalah untuk memberikan penilaian independen atas Nilai Pasar objek
penilaian per 31 Agustus 2025 berdasarkan laporan keuangan perusahaan (audited) yang
dinyatakan dalam mata uang sesuai dengan laporan keuangan, dalam rangka melakukan
transaksi divestasi, maka berdasarkan Standar Penilaian Indonesia (SPI) untuk tujuan
penilaian tersebut akan dilakukan penyetaraan menjadi Jual - Beli (Transfer of Ownership).
Pendekatan dan Metode Penilaian
Dalam melakukan penilaian saham Perusahaan kami menggunakan dua pendekatan, yaitu
pendekatan pendapatan (income-based approach) dan pendekatan pasar (market-based
approach).
Pertimbangan menggunakan pendekatan pendapatan adalah karena perusahaan telah
beroperasi secara komersial dan pendapatannya di masa mendatang dapat diperkirakan.
Sedangkan pertimbangan menggunakan pendekatan pasar karena data pasar perusahaan
untuk industri yang sejenis cukup tersedia.
Metode yang digunakan untuk pendekatan pendapatan adalah metode diskonto untuk
pendapatan mendatang (Multi Period of Income Discounting), adalah metode penilaian yang
digunakan untuk menentukan nilai sekarang suatu pendapatan yang akan diterima di masa
yang akan datang atas objek penilaian, dengan suatu tingkat diskonto atau metode
Discounted Cash Flow (DCF).
Metode yang digunakan untuk pendekatan pasar adalah metode pembanding perusahaan
tercatat di bursa efek (Guideline Publicly Traded Company Method) adalah metode
menghitung nilai dengan rasio penilaian atau key valuation ratio yang dicari dari perusahaan
pembanding yang sahamnya telah memiliki Nilai Pasar.
Pendekatan dan metode penilaian diatas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen Objek
Penilaian dan Pemberi Tugas.
Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
melakukan pembobotan untuk menghasilkan kesimpulan nilai.
Independensi Penilai
• Dalam mempersiapkan laporan ini kami tidak ada benturan kepentingan dengan
Perseroan maupun pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan transaksi yang akan
dilakukan Perseroan.
• Dalam mempersiapkan laporan ini kami telah bertindak secara independen tanpa adanya
konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, maupun pemegang saham Perseroan
ataupun pihak-pihak yang terkait dengan Perseroan tersebut. Kami juga tidak mempunyai
kepentingan ataupun keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya,
laporan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak
manapun.
• Tidak ada satupun dari pemilik ataupun pegawai kami yang memiliki kepentingan dalam
bentuk apapun yang dapat menghalangi kami untuk melakukan penilaian secara
independen. Kompensasi dan honorarium kami tidak bergantung kepada kejadian
maupun kesimpulan yang diambil oleh perseroan sebagai akibat dari laporan kami ini.
Penilaian Saham Milik PT Wijaya Karya Realty pada PT Hotel Indonesia Group ii
Page 70
Kejadian Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)
Sejak tanggal penilaian hingga tanggal penerbitan laporan ini tidak terjadi perubahan yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian yang
dapat secara signifikan mempengaruhi hasil penilaian .
Bahwa pengungkapan kejadian penting setelah tanggal penilaian jika ada, tidak dimaksudkan
untuk memengaruhi penentuan nilai pada tanggal penilaian , kecual i dinyatakan didalam
asumsi dan asumsi khusus .
Kesimpulan Nilai
Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan dengan
mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi penilaian, maka
menurut pendapat kami Nilai Pasar 1.470 saham atau 49,00% saham milik WR pada HIG per
31 Agustus 2025 adalah sebesar :
Rp7.700.000.000,-
(TUJUH MillAR TUJUH RATUS JUTA RUPIAH)
atau untuk setiap saham adalah:
Rp5.238.095,-
(LIMA JUTA DUA RATUS TIGA PULUH DELAPAN RIBU SEMBILAN PULUH LIMA RUPIAH)
Demikian kami sampaikan, atas kepercayaan yang diberikan, kami ucapkan terima kasih.
Adhitya A'1ummb, S.I.Kom, S.H., M.M., M.H., MAPPI (Cert.)
Pemimpin Rekan
Penilai Properti/ Aset dan Bisnis
MAPPI No .: 11-5-03079
RMK-2017. 0054 7
NIPP Menkeu No . P-1 .16.00463
NIPP Menkeu No . 8-1.18.00596
5TTD OJK No : 5TTD .PP8 -43/ PJ-1 / PM.02/ 2023
Penilaian 5aham Milik PT Wijaya Karya Realty pada PT Hotel Indonesia Group iii
Names mentioned 72 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT HOTEL INDONESIA NATOUR KJPP ISKANDAR DAN REKAN
p.1
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan
p.2 ×5
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar
p.2 ×5
unresolved
org
KJPP IDR
p.2 ×23
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.2 ×4
unresolved
org
Kementerian Badan Usaha Milik Negara
p.2 ×2
unresolved
org
Pengelola Investasi
p.2 ×2
unresolved
org
Aryanto & Rekan
p.3 ×6
unresolved
person
Radithe Pramudito
p.6
unresolved
person
Sigit E. Purnomo
p.6
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik KJPP IDR
p.9
unresolved
org
KJPP Iskandar dan Rekan
p.14 ×4
unresolved
org
Slamet Riyanto
p.14 ×4
unresolved
org
Mawar & Rekan
p.15 ×6
unresolved
person
Farid Nur Aidy
p.15
unresolved
org
PT Wijaya Karya Realty HIN
p.19
unresolved
org
PT Hotel Indonesia Natour HIG
p.19
unresolved
—
II-4
p.21
unresolved
person
Djojo Muljadi
p.22
unresolved
person
Kartini Muljadi
p.22
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.22 ×2
unresolved
person
Fathiah Helmi
· Notaris
p.22
unresolved
—
III-1
p.22
unresolved
person
Akta Notaris Imas Fatimah
p.23 ×2
unresolved
person
Noordjasmani Soeyasa Besar
p.23
unresolved
person
Ryan Bayu Candra
· Notaris
p.23
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.23
unresolved
person
Fessy Farizqoh Alwi. S.H.
· Notaris
p.23
unresolved
org
Menteri Hukum Republik Indonesia
p.23 ×2
unresolved
org
Koperasi Karya Mitra Satya
p.24
unresolved
org
Yayasan Wijaya Karya
p.24
unresolved
—
: Andie Hermawan
p.24
unresolved
—
: Edi Mulia
p.24
unresolved
—
: David Herson Tonius
p.24
unresolved
—
: Mangapul Silalahi
p.24
unresolved
—
: Fery Safaria
p.24
unresolved
—
: Adhi Priyanto Putro
p.24
unresolved
person
Akta Notaris Ilmiawan Dekrit S
p.24
unresolved
org
PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero)
p.24
unresolved
—
III-3
p.24
unresolved
person
Bonny Anang Dwijanto
· Komisaris Independen
p.25
unresolved
person
Christine Hutabarat
· Direktur Komersil
p.25
unresolved
org
Pusat Statistik Struktur PDB Indonesia
p.25 ×2
unresolved
org
Pusat Statistik Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-
p.26
unresolved
org
Pusat Statistik Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I
p.27
unresolved
org
Pusat Statistik
p.28 ×4
unresolved
org
Kementerian PUPR
p.30
unresolved
org
Kota Nusantara. Belanja
p.30
unresolved
org
Kota Nusantara
p.30
unresolved
org
Bank Indonesia
p.60 ×2
unresolved
org
PT WIJAYA KARYA REALTY Tamansari Hive Office
p.68
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.364
23127 ms
12 Sep 2026 22:31
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [{'area_sqm': None,
'category': 'OTHER',
'description': '................................................................................................ '
'V-1'}],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '................................................................................................ '
'V-1',
'object_truncated': True,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}