Skip to content
Back to announcement

AnnualReport2025-ELPI-att4.pdf

Other Text extracted ELPI

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 179

Page 1 OCR 0.944
2025

Sustainability
Report

Sailing Stronger Towards
Excellenxe & Sustainability

Page 2

          
Page 3 OCR 0.903
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

Daftar Isi

Table of Contents

II Tentang Laporan Keberlanjutan
About The Sustainability Report

IV Sanggahan dan Batasan Jawab

Disclaimer and Limitation of Liability

V Milestone

Milestone

VII Sailing Strongers Towards

Excellence & Sustainability
Sa Strongers Towards
Excellence & Sustainability

BAB1

Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy

3. Strategi Keberlanjutan

1

2!

2

Sustainability Strategy

BAB 2

Ikhtisar Kinerja
Aspek Keberlanjutan
Overview Of Sustainability
Performance

5. Aspek Ekonomi
Economic Aspect

0. Aspek Lingkungan Hidup
Environmental Aspect

7. Aspek Sosial
Social Aspect

BAB 3

Profil Perusahaan
Company Profile

35. Informasi Umum

3

3

General Information

7. Visi & Misi
Vision & Mission

8. Budaya Perusahaan
Corporate Culture

39. Skala Usaha

4

Business Scale

7. Produk, Layanan dan Kegiatan"
Usaha yang Dijalankan
Products, Services, and Business
Activities

48. Keanggotaan pada Asosiasi

5

Membership in Associations

- Perubahan Emiten dan
Perusahaan Publik yang
Bersifat Signifikan
Significant Changes in Issuers and
Public Companies

BAB 4

Penjelasan Direksi
Board Of Directors' Explanation

tp 1g SRE

Ng,

BAB 5

Tata Kelola Kebei
Sustainal

67. Penanggung jawab Penerapan
Keuangan Berkelanjutan
Responsibility for the Implementation
of Sustainable Finance

68. Pengembangan Kompetensi
Terkait Keuangan Berkelanjutan
kampar nak Development
Related to Sustainable Finance

69. Penilaian Risiko atas
Penerapan Keungan Berkelanjutan
Risk Assessment on the Implementation
of Sustainable Finance

71. Hubungan dengan
Pemangku Kepentingan
Engagement with
Stakeholders

77. Permasalahan Terhadap
Penerapan Keuangan Berkelanjutan
Challenges in Implementing
Sustainable Finance

79. Bantuan Financial yang
diterima dari Pemerintah
Financial Assistance
Received from the Government

BAB 6

Kinerja Keberlanjutan
Sustainability Performance

8:

&

. Kegiatan Membangun Budaya
Keberlanjutan

Activities to Foster a Sustainability
Culture

8

g

Kinerja Ekonomi
Economic Performance

8

g

Perbandingan Target dan Kinerja Produksi,
Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi
Pendapatan dan Laba Rugi

Comparison between Targets and Performance
of Production, Portfolio, Financing Targets,

or Investments, Revenue, and Profit or Loss

8:

£

. Perbandingan Target dan Kinerja Portofolio,

Target Pembiayaan, atau Investasi pada Instrumen
Keuangan atau Proyek yang Sejalan dengan
Keuangan Berkelanjutan

Comparison between Targets and Performance

of Portfolios, Financing Targets, or Investments

in Financial Instruments or Projects Aligned

with Sustainable Finance

- Kinerja Lingkungan Hidup
Environmental Performance

8

&

86. Biaya Lingkungan Hidup
Environmental Costs

87. Penggunaan Material yang Ramah Lingkungan
Use of Environmentally Friendly Materials
Page 4 OCR 0.922
90. Jumlah dan Intensitas Energi yang Digunakan
'Amount and Intensity of Energy Consumption

92. Upaya dan Pencapaian Efisiensi
Energi dan Penggunaan Energi Terbarukan
Efforts and Achievements in Energy
Efficieney and the Use of Renewable Energy

100. Penggunaan Air
Water Usage

102. Dampak dari Wilayah Operasional
Dekat atau Berada di Daerah Konservasi
atau Memiliki Keanekaragaman Hayati
Impact of Operations Located
Nearor Within Conservation Areas
or Areas with Biodiversity Value

103. Usaha Konservasi Keanekaragaman Hayati
Biodiversity Conservation Initiatives

104. Jumlah dan Intensitas Emisi yang Dihasilkan
Berdasarkan Jenisnya
Amount and Intensity of Emissions Generated
by Type

106. Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi
PA Dilakukan .
fforts and Achievemenis in Emission
Reduction

107. Jumlah Limbah dan Efluen yang Dihasilkan
Berdasarkan Jenis
'Amount of Waste and Effluent Generated
by Type

108. Mekanisme Pengelolaan Limbah dan Efluen
Waste and Effluent Management Mechanisms

114. Tumpahan yang Terjadi (jika ada)
Spill Incidents (if any)

115. Jumlah dan Materi Pengaduan Lingkungan
Hidup yang Diterima dan Diselesaikan
Number and Substance of Environmental
Complaints Received and Resolved

115. Kinerja Sosial
Social Performance

115. Komitmen untuk Memberikan Layanan atas
Produk dan/atau Jasa yang Setara kepada Konsumen
Commitment to Providing Egual
Service Guality for Consumers

117, Kesetaraan Kesempatan Bekerja
Egual Employment Opportunities

117. Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa
Child Labor and Forced Labor

118. Upah Minimum Regional
Regional Minimum Wage Compliance

118. Lingkungan Bekerja yang Layak dan Aman
Decent and Safe Working Environment

119. Pelatihan dan Pengembangan Kemampuan Pegawai
Employee Training and Competency Development

120. Dampak Operasi Terhadap Masyarakat Sekitar
Impact of Operations on Surrounding Communities

121. Pengaduan Masyarakat
Community Complaints

12

&

130.

13

13:

2

137.

140.

141

159.

161

. Verifikasi Tertulis dari Pihak Independen (jika ada)

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk

| 8 | SRE | &

Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan,
Corporate Social and Environmental Responsibility

Inovasi dan Pengembangan Produk/Jasa Keuangan
Berkelanjutan

Innovation and Development of Sustainable Finance
Products/Services

Produk/Jasa yang Sudah Dievaluasi Keamanannya
bagi Pelanggan

Products/Services Evaluated for

Customer Safety

Dampak Produk/Jasa
Product/Service Impacts

. Jumlah Produk yang Ditarik Kembali

Number of Products Recalled

Survei Kepuasan Pelanggan Terhadap Produk
dan/atau Jasa Keuangan Berkelanjutan
Customer Satisfaction Survey on Sustainable
Finance Products and/or Services

BAB 7

Lain - Lain
Others
Written Verification by an Independent Party (if any)

Lembar Umpan Balik
Feedback Form

Tanggapan Terhadap Umpan Balik Laporan
Keberlanjutan Tahun Sebelumnya
Response to Feedback on the Previous
Year's Sustainability Report

Daftar Pengungkapan Sesuai Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan
Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan,
Emitan dan Perusahaan

Disclosure Index in Accordance with Financial Services
Authority Regulation Number 51/POJK.03/2017 on

he Implementation of Sustainable Finance for

Financial Services Institutions, Issuers, and

Public Companies

. Daftar Pengungkapan GRI

List of GRI Standard Disclosures

Index SASB
SASB Index

Penerapan SDGs
Implementasion of SDGs

Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 5 OCR 0.924
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

Tentang Laporan Keberlanjutan

Laporan Keberlanjutan PT Pelayaran Nasional
Ekalya Purnamasari Tbk untuk tahun buku yang
berakhir pada 31 Desember 2025 disusun
berdasarkan — Peraturan Otoritas — Jasa
Keuangan (POJK) No. 29/POJK.04/2016
mengenai Laporan Tahunan Emiten atau
Perusahaan Publik, Surat Edaran Otoritas Jasa
Keuangan (SEOJK) No. 16/SEOJK.04/2021
tentang Bentuk dan Isi Laporan Tahunan
Emiten atau Perusahaan Publik, serta
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan nomor
51/POJK:P3/2017 — tentang Penerapan
Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa
Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik.

Dalam laporan tahunan ini, istilah “PNEP”,
“ELPI”, “Perusahaan”, “Perseroan”, atau “Kami”
seluruhnya merujuk pada PT Pelayaran
Nasional Ekalya Purnamasari Tbk, kecuali
apabila disebutkan secara berbeda.

The Sustainability Report of PT Pelayaran
Nasional Ekalya Purnamasari Tbk for the fiscal
year ending December 31, 2025, was prepared
in accordance with Financial Services Authority
Regulation (POJK) No. 29/POJK.04/2016
concerning Annual Reports of Issuers or Public
Companies, Financial Services Authority
Circular Letter (SEOJK) No. 16/SEOJK.04/2021
concerning the Form and Content of Annual
Reports of Issuers or Public Companies, as well
as Financial Services Authority Regulation No.
51/POJK.03/2017 concerning the
Implementation of Sustainable Finance for
Financial Services Institutions, Issuers, and
Public Companies.

In this annual report, the terms “PNEP”, “ELPP,
“Company”, “Corporation', or “We” all referto PT
Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk,
unless otherwise stated.
Page 6 OCR 0.934
Sanggahan dan Batasan Tanggung
Jawab

Perseroan — dalam menyusun — Laporan
Keberlanjutan tahun buku 2025 berdasarkan
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan nomor
29/POJK.04/2016 tentang Laporan Tahunan
Emiten atau Perusahaan Publik, Surat Edaran
Otoritas Jasa Keuangan nomor
16/SEOJK.04/2021 tentang Bentuk dan Isi
Laporan Tahunan Emiten atau Perusahaan
Publik, serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
nomor 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan
Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa
Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik.

Laporan ini memuat sejumlah pernyataan yang
bersifat prospektif (forward-looking statements)
yang mencerminkan pandangan dan
ekspektasi Perseroan atas kondisi dan kinerja
di masa mendatang. Realisasi atas pernyataan
tersebut dapat berbeda secara material dari
hasil yang diharapkan, mengingat adanya
berbagai faktor risiko dan ketidakpastian yang
berada di luar kendali Perseroan.

Seluruh informasi dalam laporan keberlanjutan
telah disusun berdasarkan data dan kajian
internal yang diyakini keakuratan dan
kewajarannya pada saat laporan diterbitkan.
Perlu adanya pemahaman bahwa hasil aktual di
masa mendatang tidak sepenuhnya sesuai
dengan pernyataan prospektif tersebut. Oleh
karena itu, laporan ini hendaknya dipahami
sebagai bagian dari informasi komprehensif dan
tidak dimaksudkan sebagai satu-satunya dasar
dalam pengambilan keputusan.

Sebagai wujud komitmen terhadap transparansi
dan akuntabilitas, Perseroan senantiasa
mengedepankan penerapan Tata Kelola
Perusahaan yang Baik (Good Corporate
Govemance/GCG) dalam setiap aspek
kegiatan usaha. Laporan Keberlanjutan ini
disusun untuk memberikan gambaran yang
lebih menyeluruh mengenai kinerja ekonomi,
sosial, dan lingkungan Perseroan, sehingga
dapat menjadi referensi yang relevan bagi para
pemangku kepentingan dalam melakukan
evaluasi, pengawasan, maupun pengambilan
keputusan yang berkaitan dengan
keberlanjutan Perseroan. Laporan Keberlajutan
dapat diunduh melalui website resmi Perseroan
https://elpi.co.id/documents/laporan-keberlanjut
an

app | “ut SRE| &

The Company prepared its Sustainability Report
for the 2025 fiscal year based on Financial
Services Authority Regulation No.
29/POJK.04/2016 concerning Annual Reports
of Issuers or Public Companies, Financial
Services Authority Circular Letter No.
16/SEOJK.04/2021 concerning the Form and
Content of Annual Reports of Issuers or Public
Companies, and Financial Services Authority
Regulation No. 51/POJK.03/2017 concerning
the Implementation of Sustainable Finance for

Financial Services Institutions, Issuers, and
Public Companies.
This report contains a number of

forward-looking statements that reflect the
Company's views and expectations regarding
future conditions and performance. The
realization of these statements may differ
materially from the expected results, given the
various risk factors and uncertainties beyond
the Company's control.

All information in the sustainability report has
been compiled based on internal data and
studies that are believed to be accurate and
reasonable at the time of publication. It should
be understood that actual results in the future
may not fully correspond to these
forward-looking statements. Therefore, this
report should be understood as part of
comprehensive information and is not intended
to be the sole basis for decision making.

As a manifestation of its commitment to
transparency and accountability, the Company
always prioritizes the implementation of Good
Corporate Governance (GCG) in every aspect
of its business activities. This Sustainability
Report has been prepared to provide a more
comprehensive overview of the Company's

economic, social, and environmental
performance, so that it can serve as a relevant
reference for stakeholders in evaluating,

monitoring, and making decisions related to the
Company's sustainability. The Sustainability
Report can be downloaded from the Company's
official website
https://elpi.co.id/documents/laporan-keberlanjut
an

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Susta it ri

Page 7 OCR 0.934
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

V

2007

Pengoprasian Kapal
Aluminium Pertama Kali
Operation of the first
aluminum vessel

2002

Pembuatan kapal LCT
pertama dengan nama
EfiLYA

Construction of the first

LCT ship named EfiLYA (

2005

Pendirian perusahaan afiliasi
di bidang galangan (Eka Multi Bahari)
Establishment of an affiliate
company in the shipbuilding
sector (Eka Multi Bahari)

Pendirian perusahaan afiliasi
di bidang galangan (Orela Shipyard)
Establishment of an affiliate

company in the shipbuilding

sector (Orela Shipyard)
Page 8 OCR 0.923
Kontrak pertama

pada Total E & P Indonesia
First contract

with Total E & P Indonesia

2019

Pembaruan Logo Perusahaan

dan Re-branding

Renewal of the company logo

and re-branding

Millestone

@ Pendirian Perseroan dengan
domisili di kota Ambon
Establishment ofa company
domiciled in the city of Ambon

@ Memiliki kapal pertama dengan
nama Eka
Owned its first vessel named Eka

2022

'@ Menjadi Perusahaan Terbuka dan
terdaftar di Bursa Saham Indonesia
Becoming a public company and
listed on the Indonesia Stock Exchange

@ Mendirikan ENA dibidang Tug & Barge
Establishing ENA in the Tug & Barge sector

2023

@ Memperluas usaha melalui SLSA
dibidang Bulk dan Transhipment
Expanding business through SLSA
in the Bulk and Transhipment sector

@ Akuisisi Kazo Marine Sdn Bhd Malaysia
Acguisition Kazo Marine Sdn Bhd Malaysia

2017

Perpindahan domisi
perseroan ke kota Surabaya
Relocation of the companys
domicile to the city of Surabaya

Page 9 OCR 0.917
VI

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

SAILING

STRONGER
TOWARDS
EXCELLENCE &
SUSTAINABILITY

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu
lingkungan dan sosial, dunia bisnis kini dituntut
untuk lebih bertanggung jawab pada aspek
lingkungan dan sekitarnya bukan hanya
sekedar kepentingan bisnis dan
operasionalnya. Perseroan menyadari bahwa
keberlanjutan bukan lagi sekadar kerelaan dan
dijalankan untuk sekedar memenuhi kewajiban
tetapi Perseroan telah meningkatkan menjadi
suatu program yang wajib dimiliki.

Monitoring, review, dan improvement menjadi
parameter bisnis yang selalu Perseroan
gaungkan dalam menjalankan operasionalnya.
Aspek keberlanjutan menjadi salah satu
improvement besar yang terjadi di tahun 2024
dan 2025 dimana Perseroan telah memasukan
wording “keberlanjutan” sebagai visi-nya yaitu,
“To be a world-class company with Indonesian
Pride offering Sustainable Marine Solutions”.

Amidst growing concern for environmental and
social issues, the business world is now
reguired to be more responsible for
environmental and surrounding aspects, not just
business and operational interests. The
Company realizes that sustainability is no
longer just a matter of willingness and is carried
out merely to fulfill obligations, but the Company
has elevated it to a mandatory program.

Monitoring, review, and «improvement are
business parameters that the Company always
emphasizes in carrying out its Operations.
Sustainability is one of the major improvements
that will take place in 2024 and 2025, with the
Company including the word “sustainability? in
its vision, which is “To be a world-class company
with Indonesian Pride offering Sustainable
Marine Solutions”.
Page 10 OCR 0.921
Perseroan telah memasukan Environment,
Social, Governance (“ESG”) ke dalam
Destination Statement termasuk pencapainnya
dalam Roadmap hingga tahun 2030. ESG
bukan hanya sekedar hal yang baik untuk
dimiliki, melainkan kompas yang menuntun
arah bisnis menuju keuangan keberlanjutan.
Perseroan berkomitmen dan memastikan setiap
setiap keputusan, proses, dan kegiatan
operasionalnya akan dijalankan dalam rangka
mendukung segala hal terkait ESG dan prinsip
taksonomi keuangan berkelanjutan Indonesia
(TKBI)

TKBI merupakan klasifikasi aktivitas ekonomi
yang mendukung upaya dan Tujuan
Pembangunan Berkelanjutan  (TPB/SDGs)
Indonesia yang mencakup aspek ekonomi,
lingkungan hidup, dan sosial. TKBI digunakan
sebagai panduan untuk mendorong alokasi
modal dan pembiayaan berkelanjutan dalam
mendukung pencapaian target Net Zero
Emission (“NZE”) Indonesia.

Perseroan meyakini bahwa keunggulan
operasional harus sejalan dengan praktik bisnis
etik dan berkelanjutan yang memberikan nilai
tambah terutama bagi Perseroan, pemangku
kepentingan dalam perjalanannya akan
menjadi suatu legacy dan keunggulan.
Keseimbangkan —.kinerja bisnis — dengan
kepedulian sosial dan-lingkungan, menjadikan
ELPI dapat terus berlayar lebih kuat, relevan,
dan tangguh di hadapan. tantangan masa
depan.

“Sailing,...Stronger Towards. Excellence &
Sustainability merupakan DNA bukan hanya
sebuah tema"

Ambon, Surabaya, Indonesia, Malaysia, Uni
Emirate Arab telah kami capai dan menjadi
bagian legacy di tahun 2025.

The Company has incorporated Environment,
Social, Governance ("ESC") into its Destination
Statement, including its achievements in the
Roadmap until 2030. ESG is not just a good
thing to have, but a compass that guides the
direction of business towards financial
sustainability, The Company is committed. to
ensuring that every decision, process, and
operational activity is carried out in a manner
that supports all matters related to ESG and the
principles of Indonesia's sustainable finance
taxonomy ("TKBI").

TKBI is an economic activity classification that
supports Indonesia's efforts and TPB/SDGs
covering economic, environmental, and social
aspects.TKBI is used as a guide to encourage
sustainable capital allocation and financing in
support of Indonesia's Net Zero Emission
("NZE") target.

The Company believes that operational
excellence must go hand in hand with ethical
and sustainable business practices that provide
added value, especially for the Company and its
stakeholders, and will become a legacy and
strength. Balancing business performance with
social and environmental concerns enables
ELPI to continue to sail stronger, more relevant,
and more resilient in the face of future
challenges.

“Sailing Stronger Towards Excellence &
Sustainability is our DNA, not just a theme.”

Ambon, Surabaya, Indonesia, Malaysia, and
the United Arab Emirates have been achieved
and. will become part of our legacy in 2025.

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 11 OCR 0.460
|
A
Page 12 OCR 0.615
NV UN NV

Page 13 OCR 0.907
urnamasari Tbk
bility Report

A. Implementasi Taksonomi
Keuangan Berkelanjutan Indonesia
dan Hasil yang Ingin Dicapai

Dengan core business offshore support vessel
(OSW') dengan jumlah armada entitas dan
afiliasi sebanyak lebih dari 115 armada,
Perseroan menyadari pentingnya atas upaya
dalam rangka mendukung terkait keberlanjutan
lingkungan dan tujuan Taksonomi Keuangan
Berkelanjutan Indonesia (“TKBI") yang telah
dicanangkan oleh Otoritas Jasa Keuangan
(“OJK”) khususnya dalam upaya mendukung
pencapaian target Net Zero Emissions (“NZE”)
Indonesia pada tahun 2060.

Seiring dengan TKBI, Perseroan telah membuat
kerangka ESG yang meliputi framework,
materiality topic, materiality matrix, dan
roadmap untuk tahun 2026-2030. ESG
Framework telah dibuat Perseroan merupakan
turunan dari visi dan misi, tema, Key
Performance Indicator (“KPI”) Korporat, hingga
KPI departemen. Termasuk di dalamnya adalah
target keberlanjutan Perseroan hingga tahun
2030 dan upaya serta target pada setiap
tahunnya. Dengan framework dan roadmap
ESG akan menjadi panduan bagi Perseroan
dalam menuju establish secara bisnis namun
selaras dengan program — keberlanjutan
sebagaimana dalam TKBI dan TPB/SDGs.

Safe, Reliable, and
Efficient

Workforce with
Indonesian Pride

Integrity and
Accountability
with National Values

Implementasi visi & misi terhadap penerapan
TKBI dan TPB/SDGs, di tahun 2025 Perseroan

telah merancang dan membuat strategi
keberlanjutan yang menjadi bagian dari
operasional ke depannya.

24

“

tp 1g SRE

Empowered and Egual

A. Implementation of Indonesia's
Sustainable Finance Taxonomy
and Desired Outcomes

With its core business being offshore support
vessels (OSVs) and a fleet of more than 115
vessels owned by the company and its affiliates,
the Company recognizes the importance of
supporting environmental sustainability and the
TKBI objectives announced by the OJK,
particularly in supporting Indonesia's Net Zero
Emissions (NZE) target for 2060.

In line with TKBI, the Company has created an
ESG framework that includes a framework,
materiality topics, a materiality matrix, and a
roadmap for 2026-2030. The ESG Framework
created by the Company is derived from its
vision and mission, themes, Corporate Key
Performance — Indicators — (KPIs), — and
departmental KPIs. This includes the
Company's sustainability targets until 2030 and
efforts and targets for each year. The ESG
framework and roadmap will serve as a guide
for the Company in establishing its business
while aligning with sustainability programs as
outlined in TKBI and TPB/SDGs.

| Focus Initiative Indicators
| Strengthening Implementing energy. (esa)
| clean and Gak Sek

| responsible 'ram:

| maritime

| workforce

nsuring ethical,
| transparent, and

| compliant

| business practices

of the vision

Implementation and mision
regarding the application of TKBI and
TPB/SDGs, in 2025 the company has designed
and created a sustainability strategy that will be
part of its future operations.
Page 14 OCR 0.928
Strategi keberlanjutan ini disusun sebagai
panduan strategi kebijakan pada tahun
2026-2030 dengan dilakukan sinkronisasi
dengan upaya yang dilakukan Perseroan di
tahun 2025 untuk menuju program
Enviromental, Social, and Governance (“ESG”).

Adapun kerangka ESG dan target yang telah
ditetapkan sebagai KPI Korporat dan KPI
departemen untuk tahun 2026-2030 adalah
sebagai berikut:

1. Lingkungan

Perseroan terus memperkuat kinerja
lingkungan sebagai bagian dari upaya untuk
menjadi perusahaan pelayaran yang unggul
dan berkelanjutan. Sejalan dengan misi
Perseroan untuk menghadirkan layanan yang
Safe, Reliable & Efficient (“SRE), bertanggung
jawab, dan memberikan nilai bagi seluruh
pemangku kepentingan, berbagai langkah
strategis dilakukan untuk memastikan bahwa
pertumbuhan usaha berjalan seiring dengan
pelestarian lingkungan. Adapun
langkah-langkah strategis tersebut meliputi:

" Pengurangan Jejak Karbon

Dalam mendukung misi peningkatan
efisiensi operasional, Perseroan
berkomitmen mengurangi emisi karbon
melalui investasi pada teknologi armada
yang lebih ramah lingkungan. Selain itu,
untuk operasional di kantor Perseroan juga
melakukan pengurangan jejak karbon atas
segala energi yang dihasilkan baik pada
penggunaan listrik, air, dan pengelolaan
limbah termasuk kampanye — untuk
pelaksanaannya agar menjadi suatu budaya
bagi karyawan.

Ca SE

" Efisiensi dan Optimalisasi
Penggunaan Bahan Bakar

Sebagai shipping company dengan armada
lebih dari 115 kapal, konsumsi bahan bakar
tentunya menjadi perhatian dalam usaha
menuju keberlanjutan. Perseroan telah
menetapkan target pengurangan bahan
bakar (fuel consumption) pada kapal-kapal
baru. Efisiensi dan optimalisasi yang
dilakukan Perseroan dalam bentuk research
& development pada desain kapal,
penggunaan material, Optimalisasi
penggunaan horsepower mesin kapal, dan
rekayasa pola operasi yang ditujukan untuk
penghematan bahan bakar.

app | “ut SRE| &

This sustainability strategy is formulated as a
policy strategy guide for 2026-2030,
synchronized with the Company's efforts in
2025 to move towards the Environmental,
Social, and Governance (ESG) program.

The ESG framework and targets that have been
set as Corporate KPIs and departmental KPIs
for 2026-2030 are as follows:

1. Environmental

the company continues to strengthen its
environmental performance as part of its efforts
to become a leading and sustainable shipping
company. in line with the company's mission to
provide Safe, Reliable & Efficient (SRE)
services, be responsible, and deliver value to all
stakeholders, various strategic steps are being
taken to ensure that business growth goes hand
in hand with environmental preservation. These
strategic steps include:

“ Carbon Footprint Reduction

In support of its mission to improve
operational efficiency, the Company is
committed to reducing carbon emissions
through investment in more environmentally
friendly fleet technology. In addition, the
Company's offices are also reducing their
carbon footprint in terms of energy
consumption, including electricity, water,
and waste management, and are promoting
campaigns to make this a part of the
corporate culture.

“ Fuel Efficiency and Optimization

As a shipping company with a fleet of more
than 115 vessels, fuel consumption is
certainy a concem in the pursuit of
sustainability. The Company has set fuel
consumption reduction targets for new
ships. The Company's efficiency and
Optimization efforts take the form of
research and development in ship design,
material usage, optimization of ship engine
horsepower, and operational pattern
engineering aimed at fuel savings.

PT Pelayaran Nasional Ekalya P
Laporan Keberlanjutan 2025

Page 15 OCR 0.916
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

“ Pengendalian Limbah dan Polusi

Sebagai implementasi misi untuk menjaga
keselamatan dan kelestarian lingkungan,
Perseroan — meningkatkan — manajemen
limbah dan polusi melalui sistem
pemantauan yang lebih ketat. Upaya ini
memastikan bahwa seluruh aktivitas
offshore tidak menimbulkan timbulan limbah
yang berdampak signifikan terhadap
ekosistem dan lingkungan. Perseroan
memastikan monitoring dan evaluasi atas
timbulan limbah dan dampak signifikan
terkait limbah, manajemen — dampak
signifikan terkait limbah, timbulan limbah,
limbah yang dialihkan dari pembuangan
akhir, limbah yang dikirimkan ke
pembuangan akhir.

2. Komitmen Sosial

Dalam menjalankan operasionalnya tidak akan
lepas adanya hubungan dan interaksi dengan
komunitas, organisasi, dan masyarakat di
wilayah tempat Perseroan beroperasi, termasuk
dukungan dari karyawan dan pemangku
kepentingan. Perseroan selalu mendukung
upaya keterlibatan stakeholder untuk mencapai
tujuan bersama dalam kerangka TKBI. Di
bidang sosial, untuk keberlanjutan Perseroan
memiliki kebijakan diantaranya:

" Standar Keselamatan dan
Kesehatan Kerja

Perseroan mengikuti aturan ketat untuk
menjaga keselamatan pekerja di offshore
dengan berdasarkan MARPOL (Marine
Pollution) dan peraturan terkait keselamatan
dan kesehatan kerja oleh pemerintah
maupun kebijakan dari klien.

Dari personil, kelengkapan bekerja, Alat
Pelindung Diri (“APD”), dan sarana
prasarana untuk mendukung keselamatan
kerja hingga kebijakan terkait Stop Work
telah menjadi kebijakan dan budaya
bekerja. Hal ini merupakan bagian dari misi
Perseroan yaitu Safe, Reliable, and Efficient
(SRE”) untuk menjaga operasional yang
aman dan memastikan tidak adanya insiden
fatal.

hp sp &

" Control of Waste and Pollution

As part of its mission to maintain safety and
environmental sustainability, the Company
has improved its waste and pollution
management through a more stringent
monitoring system. These efforts ensure
that all offshore activities do not generate
waste that has a significant impact on the
ecosystem and the environment. The
Company ensures the monitoring and
evaluation of waste generation and
significant impacts related to waste,
management of significant impacts related
to waste, waste generation, waste diverted
from final disposal, and waste sent to final
disposal.

2. Social Commitment

In carrying out its operations, the Company will
inevitably interact and  engage with
communities, organizations, and societies in the
areas where it operates, including support from
employees and stakeholders. The Company
always supports stakeholder engagement
efforts to achieve common goals within the
framework of TKBI. In the social sector, the
Company has the following policies for
sustainability:

" Occupational Safety and Health
Standars

The company follows strict rules to maintain
worker safety offshore based on MARPOL
(Marine Pollution) and regulations related to
occupational safety and health by the
government and client policies.

From personnel, work eguipment, Personal
Protective — Eguipment — (PPE), and
infrastructure to support work safety to
policies related to Stop Work, these have
become policies and work culture. This is
part of the Company's mission of being safe,
reliable, and efficient (SRE) to maintain safe
Operations and ensure there are no fatal
incidents.
Page 16 OCR 0.922
“ Membangun Budaya Keragaman
dan Inklusi

Perseroan mendukung kebijakan yang
mempromosikan kesetaraan — gender,
kesempatan yang adil, dan perekrutan
pekerja lokal untuk menciptakan lingkungan
kerja yang lebih beragam.
Langkah-langkah ini merupakan bagian dari
komitmen untuk membangun tenaga kerja
yang kuat dan adaptif yang berbagi
nilai-nilai keberlanjutan.

“ Developing a Culture of Diversity
and Inclusion

RE @

The company supports policies that promote
gender eguality, egual opportunities, and the
recruitment of local workers to create a more
diverse work environment. These measures
are part of a commitment to building a strong
and adaptive workforce that shares the
values of sustainability

KATEGORI PERORANGAN
PEMIMPIN ESG WANITA INSPIRATIF

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnama:

EFILYA KUSUMADEWI

Laporan Keberlanjutan 2025 Su
Page 17 OCR 0.926
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

" Pendidikan dan Ekonomi
Komunitas

Lahir dan besar di Ambon, Perseroan telah
memberikan jejak dan komitmen pada
peningkatan pendidikan dan  ekomoni
komunitas — di Ambon. Mahasiswa
merupakan generasi penerus dan calon
pemimpin bangsa sehingga Perseroan
memberikan perhatian lebih kepada
mereka dalam bentuk beasiswa, magang
riset, perbaikan sarana, hingga pendirian
vokasi pelayaran di bawah naungan
Universitas Pattimura.

3. Kebijakan Tata Kelola

Perseroan sangat berkomitmen — untuk
menerapkan praktik tata kelola yang baik
sebagai landasan dalam mencapai visi dan
misinya, terutama dalam menjaga kepercayaan
pemangku kepentingan dan memastikan
pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Dalam
rangka mewujudkan hal ini, Perseroan terus
melakukan review terkait kebijakan atas tata
kelola Perseroan seiring dengan kepentingan
internal, kebutuhan pemangku kepentingan
khususnya klien, dan perkembangan peraturan
perundangan. Saat ini Perseroan telah memiliki
kebijakan tata kelola Perseroan yang terdiri atas
Good Corporate Governance (“GCG”), Code of
Conduct (“COC”), Conflict of Interest (“COI”),
Anti-Bribery & Corruption (“ABC”), dan
Whistleblowing System.

« Etika Bisnis dan Anti Korupsi

Segala operasional yang dijalankan oleh
Perseroan wajib tunduk dan patuh kepada
kebijakan yang telah ditetapkan
berdasarkan tata kelola Perseroan yang
secara detail terdapat pada kode etik dan
perilaku. Dalam kode etik dan perilaku,
Perseroan telah merumuskan hubungan
etika bisnis, etika kerja, benturan
kepentingan, anti pencucian uang (anti
money laundry), Sistem Manajemen Anti
Penyuapan (“SMAP”), Pakta Integritas, dan
Whistleblowing System.

“ Keterbukaan & Tranparansi
Sebagai Emiten Perusahaan Publik (“EPP”),

Perseroan telah mempunyai kode etik dan
perilaku bahwa segala aktivitas

hp & spE &

“ Community Education and
Economy

Born and raised in Ambon, the company has
made its mark and commitment to improving
education and the economy of the Ambon
community. Students are the next
generation and future leaders of the nation,
s0 company pays special attention to them
in the form of scholarships, research
internships, facility improvements, and the
establishment of a maritime vocational
program under the Pattimura University.

3. Governance Policy

The Company is strongly committed to
implementing good governance practices as the
foundation for achieving its vision and mission,
particularly in maintaining stakeholder trust and
ensuring sustainable business growth. To this
end, the Company continuously reviews its
governance policies in line with internal
interests, stakeholder needs, especially those of
clients, and developments in legislation.
Currently, the Company has corporate
governance policies consisting of Good
Corporate Governance (“GCG”), Code of
Conduct (“COC”), Conflict of Interest (“COI"),
Anti-Bribery & Corruption (“ABC”), and
Whistleblowing System.

“ Business Ethics and
Anti-corruption

All operations carried out by the Company
must comply with and adhere to the policies
established based on the Company's
governance, which are detailed in the code
Of ethics and conduct. In the code of ethics
and conduct, the Company has formulated
business ethics, work ethics, conflicts of
interest, anti-money laundering, Anti-Bribery
Management System (“ABMS”), Integrity
Pact, and Whistleblowing System.

“ Openness & Transparency
As a Public Company Issuer (“EPP”), the

Company has a code of ethics and conduct
that all activities
Page 18 OCR 0.928
dan kegiatan yang dilakukan oleh
Perseroan maupun entitas anak wajib
mematuhi keterbukaan informasi dan
transparansi yang wajib diungkap pada
publik. Perseroan mengumumkan
keterbukaan dan transparansi melalui
Sistem Pelaporan Elektronik — (“SPE
OJK-IDX"), dan Press Release yang mana
atas keterbukaan informasi dapat dilihat
dan diakses pada Website Perseroan.
Transaparansi menjadi concern Perseroan
kepada publik yang ditujukan untuk
membangun kepercayaan dan budaya
tumbuh bersama menuju keberlanjutan
yang sesungguhnya membutuhkan arahan
dan dukungan dari seluruh pemangku
kepentingan.

“ Manajemen Kecelakaan dan
Keselamatan

Dengan core bisnis Offshore Support Vessel
(“OSW), aspek keselamatan dan kesehatan
kerja menjadi parameter utama dan sangat
ketat atau zero tolerance. Manajemen
kecelakaan dan keselamatan kerja telah
ditetapkan oleh Perseroan kepada
departemen Health, Safety, and
Environment (“HSE”) yang mempunyai
tugas dan tanggung jawab membuat
kebijakan dan memonitoring — serta
implementasi atas faktor HSE pada offshore
maupun onshore meliputi kantor pusat,
warehouse, dan site (HSE Program). Selain
itu, terkait mandatory dan compliance
dengan klien departemen HSE juga
membuat dan monitoring & evaluasi
(monev) HSE plan yang meliputi
diantaranya Kepemimpinan dan Komitmen,
Tujuan Kebijakan dan Strategi AHSSE,
Struktur Organisasi, Manajemen Risiko,
Perencanaan dan Prosedur, Implementasi
dan Pemantauan Kinerja, Audit dan
Tinjauan, serta Manajemen Kesehatan,
Keselamatan Kerja dan Lindungan
Lingkungan (“K3LL”).

Hingga saat ini dalam HSE statistik telah
terdapat 1 (satu) marine incidents. Dalam
HSE Statistik, Perseroan menyajikan terkait
jam kerja, jumlah jam kerja selamat, jumlah
karyawan, jumlah incident yang
mengakibatkan fatality rate dan terjadinya
Lost Time Injury Rate (“LTIR”). Hingga saat
ini tidak terjadi fatality rate dimana hal ini
sebagai bukti bahwa — manajemen
kecelakaan dan keselamatan telah berjalan
dengan baik dan sebagaimana mestinya.

PT Pelayaran Nasional Ekalya P

app | “ut SRE| &

and operations carried out by the Company
and its subsidiaries must comply with the
disclosure of information and transparency
that must be disclosed to the public. The
Company announces its disclosure and
transparency through the Electronic
Reporting System (“SPE OJK-IDX”) and
Press Releases, which can be viewed and
accessed on the Company's website.
Transparency is a concern of the Company
to the public, aimed at building trust and a
culture of growing together towards
sustainability, which truly reguires guidance
and support from all stakeholders.

“ Accident and Safety Management

With offshore support vessel (“OSV”) as its
core business, occupational safety and
health aspects are key parameters and are
strictly enforced with zero tolerance.
Accident management and occupational
safety have been assigned by the Company
to the Health, Safety, and Environment
(HSE) department, which is tasked with
developing policies and monitoring and
implementing HSE factors both offshore and
onshore, including at the head office,
warehouse, and site (HSE Program). In
addition, in relation to  mandatory
reguirements and compliance with clients,
the HSE department also creates, monitors,
and evaluates (“monev”) the HSE plan,
which includes, among other things
Leadership and Commitment, HSE Policy
Objectives and Strategy, Organizational
Structure, Risk Management, Planning and
Procedures, Implementation and
Performance Monitoring, Audit and Review,
and Occupational Health, Safety, and
Environmental (OHSE) Management.

To date, there has been one marine incident
in the HSE statistics. In the HSE Statistics,
the Company presents data related to
working hours, number of safe working
hours, number of employees, number of
incidents resulting in fatality rates and Lost
Time Injury Rates (“LTIR”). To date, there
have been no fatality rates, which is proof
that accident and safety management has
been running well and as it should.

Laporan Keberlanjutan 2025 Su
Page 19 OCR 0.929
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

" Penilaian Sosial Pemasok

Pemasok atau supplier merupakan rantai
pasok yang memberikan pengaruh
terhadap pelaksanaan dari tata kelola
Perseroan. Dalam COC telah ditetapkan
etika Perseroan kepada pemasok atau
Supplier yaitu menghargai seluruh pemasok
atau supplier dengan kedudukan yang adil
dan setara serta menjunjung tinggi
profesionalisme, integritas, dan
independensi dalam setiap hubungan kerja
maupun pengambilan keputusan bisnis.
Dengan kedudukan pemasok atau supplier
yang dapat mempengaruhi etika dan
perilaku maka Perseroan telah menetapkan
dan memutuskan pentingnya — untuk
mengetahui pemasok atau supplier melalui
penilaian berkala setiap tahun dan
pelaksanaan audit. Dengan adanya
penilaian dan audit maka Perseroan akan
mendapatkan pemasok atau supplier yang
gualified, memiliki legalitas, dan fairness
dalam memberikan harga dan jasa kepada
Perseroan termasuk meminimalisir potensi
terjadinya conflict of interest dan ABC.

B. Pengelolaan Risiko

Tujuan Pembangunan Berkerlanjutan (“TPB”)
dan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan
Indonesia (“TKBI”) yang dicanangkan oleh
Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) telah
Perseroan implementasikan dalam kerangka
Perseroan dengan target sejak 2026 hingga
2030. Hal ini ditujukan Perseroan untuk
melakukan mitigasi dan pengelolaan risiko.
Langkah dan upaya yang telah dilakukan
Perseroan untuk pengelolaan risiko di
antaranya:

“ Roadmap

Guna mencapai target keberlanjutan
sebagaimana dalam kerangka maka
Perseroan telah membuat roadmap atau
target pencapaian setiap tahunnya dimulai
sejak tahun 2026 hingga 2030. Roadmap
tersebut meliputi pencapaian pada
masing-masing parameter dari lingkungan,
sosial, dan tata kelola. Dengan adanya
roadmap maka Perseroan dapat fokus
untuk melakukan pencapaian setiap
tahunnya.

hp sp &

“ Supplier Social Assessment

Suppliers are part of the supply chain that
influences the implementation of the
Company's governance. The COC
stipulates the Company's ethics towards
suppliers, namely to respect all suppliers
with fair and egual treatment and to uphold

professionalism, integrity, and
independence in every working
relationship and business

decision-making. Given that suppliers can
influence ethics and behavior, the
Company has determined and decided on
the importance of getting to know suppliers
through periodic assessments each year
and conducting audits. With these
assessments and audits, the Company will
obtain gualified suppliers who are legal
and fair in providing prices and services to
the Company, including minimizing the
potential for conflicts of interest and ABC.

B. Risk Management

The Sustainable Development Goals (SDGs)
and Indonesian Sustainable Finance
Taxonomy (TKBI) launched by the Financial
Services Authority (OJK) have been
implemented by the Company within the
Company's framework with targets from 2026
to 2030. This is intended for the Company to
mitigate and manage risks. The steps and
efforts taken by the Company for risk
management include:

“ Roadmap

In order to achieve the sustainability
targets set out in the framework, the
Company has created a roadmap or
annual targets for each year from 2026 to
2030. The roadmap covers achievements
in each of the environmental, social, and
governance  parameters. With this
roadmap in place, the Company can focus
on achieving its annual targets.
Page 20 OCR 0.921
Perseroan telah menetapkan — dan
menurunkan target korporat di tahun 2030

menjadi target korporat setiap tahun
termasuk hingga target divisi atau
departemen yang menjadi Key

Performance Indicator (“KPI”). Hal ini
ditujukan untuk menjadi dasar pencapaian
target agar konsisten dan tercapai.

“ Tanggung jawab departemen

Dalam rangka memastikan pencapaian
target keberlanjutan Perseroan secara
konsisten dan terukur, — Perseroan
menetapkan tanggung jawab yang jelas
pada masing-masing departemen sesuai
dengan fungsi dan perannya. Departemen
Corporate Secretary bertanggung jawab
untuk melakukan sosialisasi, monitoring dan
evaluasi (“Monev”) terhadap kerangka dan
roadmap ESG termasuk pelaporan
masing-masing departemen secara berkala
untuk disampaikan kepada Direksi atas
pencapaian dan /atau kendala terhadap
pelaksanaannya.

Setiap departemen bertanggung jawab
untuk menerjemahkan strategi dan target
keberlanjutan Perseroan ke dalam program
kerja, melaksanakan inisiatif yang telah
ditetapkan, serta melakukan pemantauan
dan pelaporan atas capaian kinerja.
Corporate Secretary berperan sebagai
koordinator utama dalam semua aspek
Iingkunga, sosial, dan tata kelola (“ESG!).
Kepatuhan dan keterbukaan informasi,
serta memastikan keselarasan kebijakan

dan konsistensi pengungkapan
keberlanjutan kepada pemangku
kepentingan.

“ Review Implementasi

Corporate Secretary melakukan penilaian
atas kinerja implementasi ESG pada
masing-masing departemen secara berkala
setiap 3 (tiga) bulan guna memastikan
pelaksanaan program dan pencapaian
target berjalan sesuai dengan rencana yang
telah ditetapkan. Selanjutnya, setiap
semester dilakukan evaluasi atas kinerja
dan pencapaian ESG masing-masing
departemen untuk dilaporkan kepada
Direksi guna mendapatkan justifikasi dan
latau toleransi serta impact dari kinerja
berdasarkan masing-masing KPI.

app | “ut SRE| &

The Company has set and broken down its
2030 corporate targets into annual
corporate targets, including division or
department targets, which serve as key
performance indicators (“KPIs”). This is
intended to provide a basis for consistent
and achievable targets.

" Departmental responsibilities

In order to ensure the consistent and
measurable achievement of the Company's
sustainability targets, the Company has
established clear responsibilities for each
department in accordance with their
respective functions and roles. The
Corporate Secretary Department is
responsible for disseminating information,
monitoring and evaluating (“Monev”) the
ESG framework and roadmap, including
regular reporting by each department to the
Board of Directors on the achievements
and/or obstacles to its implementation.

Each department is responsible for
translating the Company's sustainability
strategies and targets into work programs,
implementing established initiatives, and
monitoring and reporting on performance
achievements. The Corporate Secretary
acts as the main coordinator in all
environmental, social, and governance
((ESG") aspects. Compliance — and
information disclosure, as well as ensuring
policy alignment and consistency in
sustainability disclosure to stakeholders.

“ Review of Implementation

The Corporate Secretary assesses the
performance of ESG implementation in
each department on a regular basis every
three (3) months to ensure that the program
implementation and target achievement are
in accordance with the established plan.
Furthermore, every semester, an evaluation
of the ESG performance and achievements
of each department is conducted and
reported to the Board of Directors to obtain
justification and/or tolerance as well as the
impact of performance based on each KPI.

PT Pelayaran Nasional Ekalya P
Laporan Keberlanjutan 2025

Page 21 OCR 0.909
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlar 2025 Sustainability Report

Review ini mencakup penilaian atas
progres masing-masing inisiatif, efektivitas
pelaksanaan di tingkat departemen, serta
identifikasi kendala dan area yang
memerlukan perbaikan. Hasil review
semester digunakan sebagai dasar
pengambilan — keputusan manajemen,
penyempurnaan strategi, serta
penyesuaian rencana kerja agar tetap
selaras dengan target keberlanjutan
Perseroan. Melalui mekanisme evaluasi
berkala ini, ' Perseroan — memastikan
penerapan ESG dilakukan secara
konsisten, terukur, dan berkelanjutan.

“ Komite ESG

Sebagai bentuk komitmen Perseroan dalam
mengimplementasikan prinsip keberlanjutan
secara terstruktur dan terkoordinasi,
Perseroan membentuk Komite
Environmental, Social, and Governance
("(ESG”) sebagai support dan koordinasi
lintas internal di antara entitas anak dan
afiliasi. Komite ESG terdiri dari perwakilan
manajemen lintas entitas anak dan afiliasi
yang memiliki peran dan tanggung jawab
sesuai dengan bidang masing-masing,
dengan Corporate Secretary sebagai ketua
Komite. Fungsi dan tugas komite ESG untuk
memastikan keselarasan kebijakan,
kepatuhan terhadap regulasi, serta
konsistensi pelaporan dan keterbukaan
informasi. Pembentukan komite ESG
bertujuan untuk memperkuat koordinasi
internal, memastikan pelaksanaan program
keberlanjutan berjalan efektif, serta
memantau dan mengevaluasi pencapaian
target ESG Perseroan secara
berkelanjutan. Dengan adanya komite ESG,
Perseroan dapat mengintegrasikan strategi
keberlanjutan ke dalam proses bisnis dan
pengambilan keputusan, serta memastikan
akuntabilitas dan konsistensi pelaksanaan
di seluruh lini Perseroan dan entitas anak.

hp sp &

This review includes an assessment of the
progress of each initiative, the
effectiveness of implementation at the
departmental level, and the identification of
obstacles and areas that need
improvement. The results of the semester
review are used as a basis for
management decision-making, strategy
refinement, and work plan adjustments to
remain in line with the Company's
sustainability targets. Through this periodic
evaluation mechanism, the Company
ensures that ESG implementation is
carried out consistently, measurably, and
sustainably.

“ ESG Committee

As a form of the Company's commitment to
implementing sustainability principles in a
structured and coordinated manner, the
Company has formed an Environmental,
Social, and Governance (“ESC”)
Committee to provide support and
coordination cross subsidiaries and
affiiates. The ESG Committee consists of
representatives from the management of
subsidiaries and affiliates who have roles
and responsibilities in accordance with
their respective fields, with the Corporate
Secretary as the chair of the Committee.
The functions and duties of the ESG
committee are to ensure policy alignment,
regulatory compliance, and consistency in
reporting and information disclosure. The
establishment of the ESG Committee aims
to strengthen internal coordination, ensure
the effective implementation of
sustainability programs, and monitor and
evaluate the Company's ESG target
achievements on an ongoing basis. With
the ESG Committee in place, the Company
can integrate its sustainability strategy into
its business processes and
decision-making, as well as ensure
accountability and  consistency of
implementation across all lines of the
Company and its subsidiaries.
Page 22 OCR 0.969
12
Page 23 OCR 0.829
&
Page 24 OCR 0.395
TONVYWNAO441d! AI daa SNS JO MTINYINO

NY: :
MINI AVSILHNI

ava

Page 25 OCR 0.803
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk

1S | Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

GRI20

Aspek Ekonomi
Economic aspect

1.205.219

1.078.642

——
Pendapatan

Revenue

252373

155.854

2 II

Laba Tahun Berjalan yang
diatribusikan kepada pemilik entitas
induk
Current Annual Profit attributable to owners of
the parent entity

3.000.000
22646.020 ibu
Ia

12.362.602

2 Ma

Total Asset
Total Assets

Ta II

Pendapatan Offshore
Offshore Revenue

hp W& sp &

161.190

1.869.031

“ Dalam Jutaan Rupiah
in millions of rupiah

263.982

— (2025)
Laba Tahun Berjalan

Annual Profit

2.200.000
2.106.803 Pi

(2025 MI 2022 MM 2025)

Total Ekuitas
Total Eguity

Total Liabilitas

Total Liabilities

2
Pendapatan Dry Bulk

Dry Bulk Revenue
Page 26 OCR 0.909
app | “ut SRE| &

Jumlah Armada
Number of Fleets

Tahun

ar

Tug&Barge |” Mother Vessel Tug & Barge
(Subsidiary (Subsidiary ETC)
ENA)
2025 107 pn PE 94,790
2024 106 Pa Bana - 97,336
2023 106 2 Tugboats - 92Y9

Sertifikasi khas Kapal Perseroan
Ship Class Certification in Corporation

Badan Klasifikasi
Indonesia

Indonesian
Classification
Board

Bureau Veritas

Produk Ramah Lingkungan
Environmentally Friendly Products

Perseroan berkomitmen atas operasional di
offshore maupun onshore dalam rangka
menuju produk dan/atau jasa yang ramah
lingkungan, seperti penggunaan bahan bakar
B35 yang ramah lingkungan sebagaimana
disyaratkan dalam Peraturan Menteri ESDM
No. 295.K/EK.01/MEM.E/2022 tentang
Penahapan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati
Jenis Biodiesel sebagai Campuran Bahan
Bakar Minyak (BBM) Jenis Solar dalam
Kerangka Pembiayaan oleh Badan Pengelola
Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS)
yang diperkuat dengan Surat Edaran (SE)
Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan
Konservasi Energi (Dirjen EBTKE)

The Company is committed to offshore and
onshore operations in order to produce
environmentally friendly products and/or
services, such as the use of environmentally
friendly B35 fuel as reguired by Minister of
Energy and Mineral Resources Regulation No.
295.K/EK.01/MEM. EE/2022 concerning the
Phasing of the Use of Biodiesel as a Blend of
Diesel Fuel in the Framework of Financing by
the Palm Oil Plantation Fund Management
Agency (BPDPKS), which is reinforced by the
Circular Letter (SE) of the Directorate General
of New Renewable Energy and Energy
Conservation (Dirjen EBTKE)

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

16
Page 27 OCR 0.936
IYA

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk

Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Kementerian ESDM Nomor
10.E/EK.0S/DJE/2022 tentang Implementasi

Penahapan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati
Jenis Biodiesel sebagai Campuran Bahan
Bakar Minyak Jenis Solar dalam Kerangka
Pembiayaan oleh Badan Pengelola Dana
Perkebunan Kelapa Sawit.

Selanjutnya, Perseroan juga telah
meningkatkan produk ramah lingkungan, yaitu
bahan bakar menjadi B40, berdasarkan
Keputusan Menteri ESDM Nomor
341.K/EK.01/MEM.E/2024 tentang
Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati Jenis
Biodiesel Sebagai Campuran Bahan Bakar
Minyak Jenis Minyak Solar Dalam Rangka
Pembiayaan oleh Badan Pengelola Dana
Perkebunan Kelapa Sawit Sebesar 40 Persen.

Segala sarana dan prasarana yang digunakan
pada Grha KCT sebagai kantor pusat telah
memenuhi standar Permendag No. 12 Tahun
2020 tentang Barang Dilarang Ekspor dan
Barang Dilarang Impor yang menggunakan
Klorofluorokarbon (“CFC”) dan
Hidroklorofluorokarbon — (“HCFC") yang
merupakan senyawa kimia yang digunakan
sebagai pendingin (refrigeran), namun dapat
merusak lapisan ozon.

of the Ministry of Energy and Mineral Resources
Number 10.E/EK.05/DJE/2022 concerning the
Implementation of Phased Utilization of
Biodiesel as a Diesel Fuel Blend within the
Framework of Financing by the Palm Oil
Plantation Fund Management Agency.

Furthermore, the Company has also improved
its environmentally friendly products, namely
fuel, to B40, based on the Minister of Energy
and Mineral Resources  Decree No.
341.K/EK.01/MEM. E/2024 concerning the Use
of Biodiesel as a Blend in Diesel Fuel for
Financing by the Palm Oil Plantation Fund
Management Agency at a rate of 40 percent.

All facilities and infrastructure used at Grha KCT
as the head office have met the standards of
Minister of Trade Regulation No. 12 of 2020
concerning Prohibited Export Goods and
Prohibited Import Goods that use
Chlorofluorocarbons (“CFC”) and
Hydrochlorofluorocarbons (“HCFCs”), which are
chemical compounds used as refrigerants but
can damage the ozone layer.

Penggunaan Kertas
Paper Usage

2025

Kertas (Ton)

2024

2023

CI CD

Pelibatan pihak lokal yang berkaitan
dengan proses bisnis Keuangan
Berkelanjutan

Engagement with Local Parties Related to
Sustainable Finance Business Processes

Pelibatan pemangku kepentingan merupakan
salah satu kunci keberhasilan Perseroan dalam
memenuhi ekspektasi dari Pemegang Saham
yaitu bisnis berkembang bersama pemangku
kepentingan, salah satunya adalah masyarakat.
Perseroan aktif melibatkan dan menggunakan
produk dan /atau jasa yang dihasilkan oleh
pihak lokal yang mempunyai kemampuan dan
berkembang bersama.

hp sp &

Stakeholder involvement is one of the keys to
the Company's success in meeting shareholder
expectations, namely that the business grows
together with stakeholders, one of which is the
community. The Company actively involves and
uses products and/or services produced by
local parties that have the capability and are
growing together.
Page 28 OCR 0.935
Sarana dan prasarana yang digunakan untuk
mendukung pekerjaan seperti seragam,
Pakaian Dinas Lapangan (“PDL”), Pakaian
Dinas Harian (“PDH”), merchandise, hingga
artwork merupakan hasil produk lokal skala
kecil dan menengah. Hal ini ditujukan sebagai
upaya Perseroan untuk memajukan dan maju
bersama dengan Usaha Mikro, Kecil, dan
Menengah (“UMKM”) termasuk beberapa
spare-part yang dibutuhkan oleh kapal dalam
proses pemeliharaan dan perbaikan, termasuk
pemenuhan man-power dan/atau badan usaha
penyedia man-power.

The facilities and infrastructure used to support
work, such as uniforms, Field Service Clothing
(“PDL”), Daily Service Clothing (“PDH”),
merchandise, and artwork, are the products of
small and medium-scale local businesses. This
is intended as an effort by the Company to
promote and advance together with Micro,
Small, and Medium Enterprises (MSMEs),
including several spare parts needed by ships in
the maintenance and repair process, including
the fulfilment of manpower and/or manpower
provider businesses.

lah Pemasok Lokal

2025

al suppliet
25

2024

25

2023

25

Dalam proses tender pada Kontraktor Kontrak
Kerjasama (“K3S”) yang diikuti oleh Perseroan,
komitmen atas implementasi — Tingkat
Kandungan Dalam Negeri (“TKDN”) mendekati
9072. Hal ini menunjukkan bahwa keberpihakan
dan usaha-usaha Perseroan mendukung upaya
pemerintah untuk pemanfaatan bahan dan
industri dalam negeri.

In the tender process for Cooperation Contract
Contractors (“K3S”) participated in by the
Company, the commitment to implementing the

Domestic Content Level (“TKDN”) is
approaching 906. This demonstrates the
Company's commitment and efforts to support
the government's efforts to utilize domestic
materials and industries.

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

18
Page 29 OCR 0.850
19

PTP,

elayaran Nasional Ek:

alya Purnamasari Tbk

utan 2025 S bi ore
Tingkat Kandungan Dalam Negeri (Average)
2022 75.71 89,80
2023 85,00 88,15
2024 83.75 89.02
2025 86,68 89.12

LC

Kategori Sanksi

SANKSI T

Page 30 OCR 0.935
JK B.2

Aspek Lingkungan Hidup
Enviromental aspect

Penggunaan energi

Dalam menjalankan operasional, Perseroan
memerlukan, menggunakan, dan
memanfaatkan energi yang dibeli kepada
regulator dan /atau pihak yang mempunyai
kewenangan oleh Peraturan Pemerintah.
Energi yang digunakan Perseroan meliputi
penggunaan bahan bakar, listrik, dan air.
Perseroan menyadari pemanfaatan atas energi
tersebut mempunyai batas / limitasi dalam
pemenuhannya sehingga Perseroan
semaksimal mungkin menggunakan sarana dan
prasarana yang ramah lingkungan. Hal tersebut
ditujukan untuk mendukung kebijakan NDC
Pemerintah Indonesia.

Terkait diversifikasi yang telah dilakukan pada
entitas anak dan afiliasi termasuk jenis dan
bidang usaha serta untuk efektivitas
operasional, secara bisnis Perseroan membagi
atau memberikan kategori bidang usaha
menjadi 3 yaitu:

1. Smali Marine
Ditujukan untuk armada kapal tipe
crewboat dan untuk operasional di
Indonesia

2. Big Marine
Seluruh armada di luar kapal jenis
crewboat seperti Anchor Handling Tug
(“AHT”), Anchor Handling Tug Supply
(“AHTS”) vessel, Platform Support
Vessel (“PSV),
Utility Vessel & Specialized Vessel

3. Dry bulk
Merupakan kapal di luar bidang
offshore yang khusus untuk transportasi
kargo, curah kering dengan jenis kapal
Tug & Barge dan Mother Vessel

Penggunaan energi, seperti bahan bakar, listrik
dan air, merupakan komponen penting dalam
mendukung keberlangsungan dan efektivitas
kegiatan operasional Perseroan. Energi
digunakan dalam berbagai proses kerja
sehari-hari, mulai dari operasional perkantoran
hingga aktivitas pendukung lainnya.

Energy use

In conducting its operations, the Company
reguires, uses, and utilizes energy purchased
from regulators and/or parties authorized by
Government Regulations. The energy used by
the Company includes fuel, electricity, and
water. The Company realizes that the utilization
of such energy has limits/restrictions in its
fulfilment, so the Company maximizes the use
of environmentally friendly facilitiess and
infrastructure. This is aimed at supporting the
Indonesian Government's NDC policy.

Regarding the diversification that has been
carried out in subsidiaries and affiliates,
including the types and fields of business, as
well as for operational effectiveness, the
Company divides or categorizes its business
fields into 3 categories, namely:

1. Small Marine
Intended for crewboat fleets and for
operations in Indonesia

2. Big Marine
All fleets other than crewboats, such as
Anchor Handling Tugs (AHTs), Anchor
Handling Tug Supply (AHTS) vessels,
Platform Support Vessels (PSVs), Utility
Vessel & Specialized Vessel

3. Dry bulk
Ships outside the offshore sector that
specialize in the transportation of dry
bulk cargo, using Tug & Barge and
Mother Vessel types of vessels.

The use of energy, such as fuel, electricity, and
water, is an important component in supporting
the sustainability and effectiveness of the
Company's operational activities. Energy is
used in various daily work processes, ranging
from office operations to other supporting
activities.

PT Pelayaran Nasional Ekalya P
Laporan Keberlanjutan 2025 Su
Page 31 OCR 0.928
2

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

Pengelolaan penggunaan energi yang baik
berkontribusi terhadap efisiensi operasional,
pengendalian biaya, serta kelancaran
pencapaian target kinerja Perseroan secara
berkelanjutan.

Sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen
terhadap prinsip keberlanjutan, Perseroan
secara berkelanjutan berupaya mengelola
konsumsi energi secara lebih efisien dan
bertanggung jawab. Upaya tersebut dilakukan
melalui peningkatan efisiensi operasioanal di
kapal, kesadaran internal, pengendalian
penggunaan listrik dan air, serta penerapan
praktik operasional dengan berbasis safe
reliable efficient (“SRE”) yang mendorong
penghematan energi. Komitmen ini sejalan
dengan upaya Perseroan dalam meminimalkan
dampak lingkungan dan mendukung
pembangunan berkelanjutan.

Langkah efisiensi penggunaan air yang
dilakukan oleh kapal-kapal Drybulk adalah
dengan menggunakan mesin freshwater maker
di MV yang dapat mengolah air laut menjadi air
tawar yang dapat digunakan untuk memenuhi
kebutuhan sehari-hari. Sedangkan untuk
kapal-kapal Tugboat terdapat mesin filtrasi air
tawar untuk memfilter air sungai di area operasi
yang berwarna kuning menjadi bersih sehingga
dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Good energy management contributes to
operational efficiency, cost control, and the
smooth achievement of the Company's
performance targets on an ongoing basis.

As a form of responsibility and commitment to
the principle of sustainability, the Company
continuously strives to manage energy
consumption more efficiently and responsibly.
These efforts are carried out through improving
operational efficiency on Ships, internal
awareness, controlling electricity and water
usage, and implementing safe, reliable, and
efficient (“SRE”) operational practices that
encourage energy — conservation. This
commitment is in line with the Company's efforts
to minimize environmental impact and support
sustainable development.

The water efficiency measures implemented by
Drybulk vessels involve the use of freshwater
makers on MVs that can process seawater into
fresh water for daily use. Meanwhile, tugboats
are eguipped with fresh water filtration
machines to filter yellowish river water in the
area of operation so that it can be used for daily
needs.

Konsumsi Energi
Energy Consumption

Konsumsi Air Kantor (liter)
Water Consumption Office (liter)

2025 129.590
6 2024 13.762
2023 14.921

Tahun Konsumsi Energi Kantor (GJ)
Year Office Energy Consumption (
2025 3.301,59
2024 2.214,48
2023 2.451,27

Tahun Konsumsi Bahan Bakar Kapal (G.
Year Vessel Fuel umption (GJ)
2025 121964
2024 1146,78
2023 1.260,14

SRE »
Page 32 OCR 0.911
| szouce2 Menisos) SASB TR-MT-110a.1

Pengurangan emisi

83Yo kapal yang dimiliki Perseroan adalah kapal
jenis crewboat dengan karakteristik operasional
berupa aktivitas yang intensif guna mendukung
mobilisasi personel serta logistik kegiatan
offshore. Dengan pola operasi jarak pendek
hingga menengah, frekuensi perjalanan yang
tinggi, serta tingkat aktivitas operasional yang
berulang, Perseroan menerapkan strategi
pengelolaan energi secara terintegrasi yang
mencakup penggunaan bahan bakar (“BBM”),
listrik, dan air sebagai upaya pengurangan
e

Inisiatif operasional dan teknis, Perseroan
menerapkan pengaturan kecepatan optimal
(eco-speed) yang disesuaikan — dengan
karakteristik rute perairan dimana kapal
beroperasi yang masing-masing mempunyai
karakteristik. Selain itu, kondisi cuaca juga
mempengaruhi pola operasi untuk
penghematan BBM termasuk kondisi perairan
di kepulauan di antaranya, Kalimantan,
Sulawesi, Jawa, maupun Papua.

Perseroan juga melakukan rekayasa pola dan
jadwal mobilisasi personel yang cukup
memberikan dampak pada penggunaan BBM
namun tanpa mengurangi layanan andal. Hal
yang terpenting dalam upaya melakukan
efisiensi penggunaan BBM adalah kepastian
dilakukan pemeliharaan rutin mesin dan sistem
pendukung untuk memastikan performa mesin
tetap efisien dan stabil selama pola operasi
harian yang berulang.

Dalam upaya mengurangi emisi dari
operasional armada kapal offshore kami,
Perseroan telah mengimplementasikan
berbagai langkah konkret yang meliputi aspek
teknis dan operasional.

1. Inisiatif teknis, Perseroan menjalankan
program pemeliharaan rutin berupa
adjust valve, intercooler cleaning,
periodic oil sampling dan injector test,
serta telah  mengimplementasikan
sistem monitoring digital real-time untuk
memantau konsumsi bahan bakar dari
setiap kapal yang memungkinkan
identifikasi cepat terhadap inefisiensi
operasional yang mungkin terjadi.

“G8 | SRE | &

Emission Reduction

83”6 of the Company's vessels are crewboats
with operational characteristics involving
intensive activities to support personnel
mobilization and offshore logistics. With short to
medium-distance  operations, high travel
freguency, the Company implements an
integrated energy management strategy that
includes the use of fuel, electricity, and water as
part of its efforts to reduce emissions.

In terms of operational and technical iatives,
the Company implements optimal speed
settings  (eco-speed)  tailored to the
characteristics of the waterways where the
ships operate, each of which has its own
characteristics. In addition, weather conditions
also affect fuel saving operation patterns,
including water conditions in the islands of
Kalimantan, Sulawesi, Java, and Papua.

The Company also engineers personnel
mobilization patterns and schedules that have a
significant impact on fuel consumption without
compromising reliable service. The most
important factor in fuel efficiency efforts is
ensuring that routine maintenance of engines
and support systems is carried out to maintain
efficient and stable engine performance during
daily repetitive operating patterns.

In an effort to mitigate gas emissions from our
offshore vessel fleet operations, the company
has implemented various concrete measures
encompassing both technical and operational
aspects.

1. As a technical initiative, the Company
implements a  routine maintenance
program consisting of valve adjustment,
intercooler cleaning,  periodic oil

sampling, and injector testing. It has also
implemented
monitoring system

real-time — digital
to monitor fuel

Page 33 OCR 0.924
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlar 2025 Sustainability Report

2. Perseroan menerapkan optimalisasi rute
pelayaran melalui speed optimization,
serta saat kapal standby kami
melaksanakan kebijakan untuk
menggunakan harbour generator yang
dapat mengurangi konsumsi bahan
bakar 5Y4 hingga 1096.

3. Komitmen, Melalui pendekatan ini,
Perseroan berkomitmen untuk terus
menurunkan intensitas emisi sambil
memastikan kepatuhan penuh terhadap
regulasi lingkungan nasional maupun
internasional.

Terkait dengan upaya pengurangan emisi yang
dilakukan oleh Drybulk yakni dengan
langkah-langkah efisiensi bahan bakar yakni
dengan menghitung penggunaan bahan bakar
sebelum rute dijalankan (untuk rute baru),
memonitor pengunaan bahan bakar saat
proyek telah dijalankan, serta langkah tindakan
evaluasi atas penggunaan bahan bakar secara
berkala untuk mengukur efisiensi dan efektifitas
konsumsi. Selain itu di akhir tahun 2025 Dry
Bulk sedang dalam proses pemasangan
peralatan monitoring penggunaan bahan bakar
yang nantinya akan dapat diakses secara
online menggunakan fuel monitoring system
(support by PTS) sehingga evaluasi dan
penggunaan bahan di masa mendatang dapat
dilakukan dengan lebih efektif.

Emisi
Emission Reduction

2.Operational Initiatives, The company
enforces route optimization through
speed optimization strategies, and has
adopted a policy of utilizing a harbour
genset when vessels are standby. This
policy is projected to reduce fuel
consumption by 10Y6 to 15Y4

3.Commitment, Through this
comprehensive approach, the company
is committed to continually reducing its
carbon  emission  intensity while
ensuring full compliance with national
and international environmental
regulations.

In relation to Drybulk efforts to reduce
emissions, fuel efficiency measures include
calculating fuel consumption before a route is
implemented (for new routes), monitoring fuel
consumption once a project is underway, and
periodically evaluating fuel consumption to
measure efficiency and effectiveness. In
addition, at the end of 2025, Dry Bulk is in the
process of installing fuel consumption
monitoring eguipment that will be accessible
online using wa fuel monitoring system
(supported by PTS) so that future evaluation
and fuel consumption can be carried out more
effectively.

Emisi Kantor (
Office Emission (
2025 52513 212618
2024 22784 1.980,95
2023 250,93 2.176,76

Page 34 OCR 0.936
SASB TR-M
Pengurangan limbah dan efluen

Dalam operasional offshore dan non offshore
Perseroan selalu mematuhi segala hal yang
berkaitan dengan pengelolaan limbah dan
turunannya. Untuk offshore — Perseroan
memastikan setiap kapal telah mematuhi apa
yang disyaratkan dalam International Safety
Management Code (“ISM Code”) dan Marine
Pollution (“MARPOL”), dimana hingga saat ini
tidak terdapat laporan atas tidak terpenuhinya
dari ISM Code dan MARPOL.

ISM Code merupakan sistem manajemen
keselamatan perusahaan pelayaran dan
operasional kapal untuk mencegah kecelakaan.
ISM Code merupakan standar internasional
yang mengatur pengelolaan dan keamanan
operasional kapal laut. /SM Code mensyaratkan
kesiapan fisik dan mental dari kru kapal yang
bertugas dimana hal tersebut dilakukan dengan
adanya bukti hasil pemeriksaan medical
check-up sebelum on-board.

Sedangkan  MARPOL adalah — konvensi
internasional yang fokus spesifik pada
pencegahan pencemaran laut dari kapal.
MARPOL mengatur pencegahan pencemaran
lingkungan laut oleh armada kapal dari
penyebab operasional atau tidak disengaja. Hal
ini melibatkan pengelolaan limbah tidak
berbahaya dan berbahaya serta polusi udara
yang dihasilkan dari kapal.

ISM Code dan MARPOL merupakan produk
hukum dari International Maritime Organization
(“IMO”) dari salah satu badan Persatuan
Bangsa Banga (“PBB”) yang mempunyai tugas
dan fungsi mengatur keselamatan, keamanan,
dan efisiensi pelayaran internasional serta
mencegah polusi laut dari kapal, dengan
menetapkan kerangka kerja regulasi global.
Sehingga, Perseroan sebagai anggota IMO dan
negara Indonesia yang meratifikasi maka wajib
mematuhi segala aspek /SM Code dan
MARPOL dalam melaksanakan
operasionalnya.

Untuk Grha KCT sebagai Perseroan yang patuh
terhadap SLF Gedung dan IPAL, sebagaimana
tercatat dalam perundang-undangan bahwa
pengelolaan limbah cair dilakukan secara
bertanggung jawab.

Waste and effluent reduction

In its offshore and non-offshore operations, the
Company always complies with all matters
relating to waste management and its
derivatives. For offshore operations, the
Company ensures that every vessel complies
with the reguirements of the International Safety
Management Code (“ISM Code”) and Marine
Pollution (“MARPOL”), and to date there have
been no reports of non-compliance with the ISM
Code and MARPOL.

The ISM Code is a safety management system
for shipping companies and ship operations to
prevent accidents. The ISM Code is an
international standard that regulates the
management and safety of maritime operations.
The ISM Code reguires the physical and mental
readiness of the ship's crew, which is
demonstrated by the results of a medical
check-up before going on board.

Meanmhile, MARPOL is an international
convention that focuses specifically on the
prevention of marine pollution from vessels.
MARPOL regulates the prevention of marine
environmental pollution by fleets of vessels from
operational or unintentional causes. This
involves the management of non-hazardous
and hazardous waste as well as air pollution
generated by vessels.

The ISM Code and MARPOL are legal products
of the International Maritime Organization
(IMO), one of the United Nations (UN) agencies
tasked with regulating the safety, security, and
efficiency of international shipping and
preventing marine pollution from ships by
establishing a global regulatory framework.
Therefore, as a member of the IMO and a
ratifying country, the Company is reguired to
comply with all aspects of the ISM Code and
MARPOL in carrying out its operations.

Grha KCT, as a company that complies with the
Building Fire Safety and Wastewater Treatment
Plant regulations, manages its liguid waste
responsibly, as stipulated in the legislation.

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustai

Page 35 OCR 0.927
25

Purnamasari Tbk
bility Report

PT Pelayaran Nasional Ekal:
Laporan Keberlanjutan 2025 S

Sebelum dialirkan ke sistem pembuangan,
limbah cair yang dihasilkan telah melalui
proses pengendalian dan pengujian sehingga
memenuhi yang syaratkan, sesuai dengan
ketentuan Peraturan Daerah Kota Surabaya
Nomor 12 Tahun 2016.

Before being discharged into the sewage
system, the liguid waste produced has
undergone a control and testing process to
ensure it meets the reguirements, in
accordance with the provisions of Surabaya
City Regulation Number 12 of 2016.

Pengurangan Limbah dan Efluen

Waste and Effluent Reduction

B TR-MT-1602.1

Pelestarian keanekaragaman hayati

A. Smali Marine
Operasional kapal-kapal Small Marine
Perseroan dilaksanakan di wilayah kerja
yang tidak bersinggungan langsung
dengan kawasan konservasi maupun
area yang memiliki nilai keanekaragaman
hayati tinggi, termasuk taman nasional,
kawasan wisata alam, dan hutan lindung.

B. Big Marine
Dengan armada AHT, AHTS, PSV yang
beroperasi di offshore atau laut lepas,
faktor keanekaragaman hayati juga
menjadi fokus dalam melaksanakan
operasionalnya sesuai ketentuan dalam
ISM Code dan MARPOL.

C. Drybulk
Sebagai transportir untuk kargo curah
kering (batu bara) yang berasal dari
tambang manajemen limbah dan efluen
dilakukan sesuai dengan kebijakan
Kementrian Lingkungan Hidup dan
Kehutanan (“KLHK”).

Seluruh kegiatan pada small marine, big marine
dan dry bulk, Perseroan memastikan bahwa
telah memenuhi standar MARPOL. Selain itu,
Perseroan juga tunduk pada berbagai
ketentuan mengenai Limbah dan Polusi yang
diatur oleh Direktorat Jenderal Perhubungan
Laut termasuk sertifikasi ISO 14001 untuk
Sistem Manajemen Lingkungan.

hp sp &

Biodiversity conservation

A. Small Marine
The Company's Small Marine vessels
operate in areas that do not directly
intersect with conservation areas or
areas with high biodiversity value,
including national parks, nature tourism
areas, and protected forests.

B. Big Marine
With its fleet of AHT, AHTS, and PSV
vessels operating offshore or in the open
sea, biodiversity is also a focus in
carrying out operations in accordance
with the provisions of the ISM Code and

MARPOL.

C. Drybulk
As a transporter of dry bulk cargo (coal)
originating from mines, waste and

effluent management is carried out in
accordance with the policies of the
Ministry of Environment and Forestry
(KLHK?)

For all activities involving small marine, big
marine, and dry bulk, the Company ensures that
it has met MARPOL standards. In addition, the
Company also complies with various provisions
regarding Waste and Pollution regulated by the
Directorate General of Sea Transportation,
including ISO 14001  certification for
Environmental Management Systems.
Page 36 OCR 0.916
Dalam upaya menjaga konservasi
keanekaragaman hayati, Perseroan dan Entitas
Anak melakukan beberapa upaya diantaranya:

1.Menggunakan cat TBT-free anti-fouling
system pada saat docking kapal yang
ditujukan untuk mencegah organisme
laut, seperti ganggang dan moluska,
menempel pada lambung kapal sehingga
memperlambat kapal dan meningkatkan

konsumsi bahan bakar, ataupun
menimbulkan kebocoran pada dinding
kapal.

2. Pengelolaan water ballast system pada
armada

3. Tidak terdapat operasional atau kontrak
Perseroan dengan klien yang melintasi
wilayah dengan keanekaragaman hayati
tinggi atau area yang dilindungi

4. Pelestarian biota laut dan pencegahan
abrasi melalui program penanaman
terumbu karang dan mangrove

Sepanjang tahun 2025, Perseroan berhasil
mematuhi regulasi internasional, MARPOL dan
nasional, KLHK tanpa adanya pelanggaran
atau pengaduan.

app | “ut SRE| &

In an effort to preserve biodiversity, the
Company and its Subsidiaries have made
several efforts, including:

1.Using a TBT-free anti-fouling system
when docking ships to prevent marine
organisms, such as algae and mollusks,
from attaching to the hull, which slows
down the vessel and increases fuel
consumption, or causes leaks in the
ship's walls.

2. Management of the water ballast system
in the big marine fleet

3.There are no Company operations or
contracts with clients that cross areas
with high biodiversity or protected areas.

4.Preservation of marine life and
prevention of abrasion through coral reef
and mangrove planting programs.

Throughout 2025, the Company successfully
complied with international  regulations,
MARPOL and national regulations, KL.

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

26
Page 37 OCR 0.920
27

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlar 2025 Sustainability Report

Aspek Sosial
Social Aspects

C3 CE

Sejak awal berdiri hingga saat ini, Perseroan
secara konsisten berkomitmen — untuk
menciptakan lingkungan kerja yang aman dan
sehat bagi seluruh karyawan. Dalam periode
pelaporan tahun 2025, kinerja keselamatan
kerja Perseroan menunjukkan adanya Lost
Time Incident Rate (“LTIR”) sebesar 0,05.
Perseroan melakukan investigasi secara
menyeluruh terhadap insiden tersebut untuk
mengidentifikasi akar penyebab serta
faktor-faktor yang berkontribusi, dan
selanjutnya menetapkan langkah-langkah
perbaikan dan pencegahan yang diperlukan.

SB TR-MT-540a.1

Hasil investigasi dijadikan sebagai
pembelajaran untuk memperkuat penerapan
sistem manajemen keselamatan dan kesehatan
kerja (“K3”), meningkatkan — kesadaran
keselamatan, serta mencegah terulangnya
kejadian serupa di masa mendatang.
Perseroan juga memastikan bahwa seluruh
tindak lanjut perbaikan dilaksanakan secara
terpantau dan berkelanjutan, sejalan dengan
komitmen Perseroan — dalam menjaga
keselamatan sebagai prioritas utama di setiap
aktivitas operasional.

Perseroan berkomitmen untuk terus menekan
tingkat insiden kerja dan menjaga keselamatan
sebagai prioritas utama, sejalan dengan upaya
menciptakan tempat kerja yang aman,
produktif, dan berkelanjutan.

Implementasi keuangan berkelanjutan memiliki
dampak positif melalui program program yang
meningkatkan kesejahteran masyarakat,
menciptakan lapangan pekerjaan, dan
pelestarian lingkungan dengan cara konservasi
sumber daya dan menggunakan energi
terbarukan. Dari segi dana, pengalokasian lebih
diarahakan untuk program-program
berkelanjutan.

Perseroan melakukan analisis risiko secara
menyeluruh, melibatkan masyarakat dalam
pengambilan keputusan, dan menyediakan
program bimbingan secara mekanisme
pengaduan untuk menangani dampak negatif
yang mungkin terjadi. Berbagai langkah ini
memastikan bahwa proses transisi berlangsung
adil dan terbuka bagi seluruh pihak.

hp sp &

Since its establishment, the Company has
consistently demonstrated its commitment to
providing a safe and healthy working
environment for all employees. During the 2025
reporting period, the Company recorded a Lost
Time Incident Rate (LTIR) of 0.05. In response
to the incident, the Company conducted a
comprehensive investigation to identify the root
causes and contributing factors, followed by the
implementation of the necessary corrective and
preventive measures.

The findings of the investigation have been
utilized as learning opportunities to further
strengthen the implementation of the
occupational health and safety management
system, enhance safety awareness, and
prevent the recurrence of similar incidents in the
future. The Company also ensures that all
corrective  actions are  monitored — and
implemented on an ongoing basis, in line with its
commitment to maintaining safety as a top
priority across all operational activities.

The Company remains committed to
continuously reducing workplace incident rates
and upholding safety as a core priority, in
support of creating a safe, productive, and
sustainable workplace.

The implementation of sustainable finance has
a positive impact through programs that
improve community welfare, create jobs, and
preserve the environment through resource
conservation and the use of renewable energy.
In terms of funding, allocations are directed
more towards sustainable programs.

The company conducts comprehensive risk
analysis, involves the community in
decision-making, and provides  guidance
through a complaint mechanism to address any
negative impacts that may occur. These various
measures ensure that the transition process is
fair and open to all stakeholders.
Page 38 OCR 0.540
| | SRE | &

Tahun

Year

2025 0,05

2024 0

2023 0

Dela Fatal Incident Rate
Year

2025 Oo

2024 Oo

2023 0

RIfA

CERTIFICATE No. OHS-4964

I IS MEISY COM IMA Ike CELUPANONAL MEAL IMAN SAN LIY BAMAOAMNI SYSENOL

PT PELAYARAN NASIONAL EKALYA Panen
PURNAMASARI TBK 83

IL W.R Supratman no.2 (Graha KCT) Kekranan Or Boetama. Kec Tegisat 60264 Surabaya
INDONESIA

WM POLO OMLNOKAL MIS

(JL WLR Supratman no.23 (Graha KCT, Kebrahan Dr Sostoma. Kec Tegalsari. 60254 Surabaya
INDONESIA

ISO 45001:2013

Fadlan HASAN enanosesongas MUG

O0tate an engan Vote. YAOI

taneyuata ttnson at arang

Semu Kania
Asnracne Coraten og

RINA Services
Wen Ten MAC

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk 28
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 39 OCR 0.934
29

Purnamasari Tbk
nability Report

PT Pelayaran Nasional Ekal:
Laporan Keberlai an 2025 Sus

C3 GD

Kutipan visi “Indonesian Pride” bukan hanya
suatu angan atau cita-cita tetapi telah
diimplementasikan dalam operasional
Perseroan pada semua bidang khususnya
bidang Sumber Daya Manusia (“SDM”) dan
Pengadaan. Perseroan selalu melibatkan sosial
ekonomi pada area operasional dimana
Perseroan berdiri dan/atau menjalankan bidang
usahanya. Perseroan memaksimalkan potensi
SDM dan penggunaan local content yang
gualified untuk dilibatkan sehingga masyarakat
merasakan manfaat positif dari Perseroan.

Termasuk di dalamnya Perseroan memiliki
program peningkatan bagi SDM local content
yang memang belum memenuhi reguirements
dan menjadi calon pemimpin serta sebagai
motivasi untuk yang lain.

Dengan total karyawan & 800-900 karyawan
yang tersebar di berbagai offshore di Indonesia,
berbagai etnik dan suku, serta kebudayaan
yang berbeda, Perseroan mampu menyatukan
dalam budaya yaitu STRONG Culture.
Engangement karyawan menjadi fokus bagi
departemen SDM dimana hal tersebut ditandai
dengan adanya penurunan employee turnover
setiap tahunnya.

Dunia offshore identik dengan kaum laki-laki,
namun Perseroan sejak tahun 2 tahun ini telah
mempunyai kebijakan untuk pemberdayaan
perempuan melalui kerangka Environment,
Social, and Governance (“ESG”). Komitmen
atas pemberdayaan perempuan diwujudkan
dalam roadmap gender  eguality yaitu
peningkatan peran perempuan untuk sejajar
dalam pekerjaan di bidang offshore khususnya.
Perseroan yakin kaum perempuan memiliki
kapasitas dan kapabilitas serta keilmuan yang
setara dan sejajar dengan kaum laki-laki.

Saat ini Perseroan mempunyai target dari
2026-2030 sebagaimana dalam roadmap ESG
untuk gender eguality melalui program “female
crew” yaitu pemenuhan kualifikasi kaum
perempuan untuk kru kapal pada klien
Perseroan dengan target 40 orang.

hp W& sp &

The vision statement “Indonesian Pride" is not
just a dream or aspiration, but has been
implemented in the Company's operations in all
areas, particularly in Human Resources (“HR”)
and Procurement. The Company always
involves the socio-economic aspects of the
operational areas where the Company is
established and/or conducts its business. The
Company maximizes the potential of its HR and
the use of gualified local content to be involved
s0 that the community feels the positive benefits
of the Company.

This includes the Company's program to
improve local content human resources who do
not yet meet the reguirements and become
future leaders, as well as to motivate others.

With a total of approximately 800-900
employees spread across various offshore
locations in Indonesia, representing various
ethnicities, tribes, and cultures, the Company is
able to unite them under a common culture,
namely STRONG Culture. — Employee
engagement is a focus for the HR department,
as evidenced by the decline in employee
turnover each year.

The offshore world is synonymous with men, but
for the past two years, the Company has had a
policy to empower women through its
Environment, Social, and Governance (ESG)
framework. The commitment to women's
empowerment is manifested in a gender
eguality roadmap, which aims to increase the
role of women so that they are on an egual
footing in offshore work in particular. The
Company believes that women have the same
capacity, capabilities, and knowledge as men.

Currently, the Company has a target for
2026-2030, as outlined in the ESG roadmap for
gender eguality, through the “female crew”
program, which aims to meet the gualifications
of women for Ship crews at the Company's
clients, with a target of 40 people.
Page 40 OCR 0.733
Ihp || SRE| &

NAVIGATING ESG
IN GLOBAL
ECONOMY
UNCERTAINTY

ANUGERe8i 2025

PI
GA 3

5
«. ks 1
2025 8,60
2024 17,240
2023 20,4Yo

Jumlah Kru
Perempuan

Number of Female

2025 2 7 21
2024 2 - 4
2023 1 - 4

aran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk

2025 30
Page 41 OCR 0.917
3

Purnamasari Tbk
bility Report

PT Pelayaran Nasional Ekal:
Laporan Keberlanjutan 2025 S

Salah satu parameter dalam ESG yaitu Social
yang mewajibkan — Perseroan untuk
melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan
Lingkungan (“TJSL”). TJSL adalah komitmen
Perseroan untuk berperan serta dalam
pembangunan ekonomi berkelanjutan guna
meningkatkan — kualitas — kehidupan — dan
lingkungan yang bermanfaat, baik bagi
Perseroan sendiri, komunitas setempat,
maupun masyarakat pada umumnya.

Dalam 1 tahun anggaran, Perseroan telah
merencanakan dan menganggarkan
program-program TJSL berdasarkan sebaran
area operasi dan kebutuhan masyarakat
sekitar. Anggaran yang dikeluarkan bukan
hanya dalam bentuk sumbangan dan bidang
sosial tetapi juga diwujudkan melalui program di
bidang pendidikan, kesehatan, dan
keagamaan.

Komitmen Perseroan terhadap TJSL tetap
dijaga melalui pendanaan rutin dan konsisten
setiap tahunnya. Pada tahun 2023 dan 2024,
Perseroan — menyalurkan — dana — senilai
?Rp200.000.000,- setiap tahunnya untuk
berbagai program masyarakat dan pelestarian
lingkungan. Sementara di tahun 2025 anggaran
yang telah dialokasikan dan nilai penyalurannya
mencapai »Rp300.000.000,-

Tahun

One of the parameters in ESG is Social, which
reguires the Company to implement Social and
Environmental Responsibility (“SER”). SER is
the Company's commitment to participate in
sustainable economic development to improve
the guality of life and environment that is
beneficial to the Company itself, the local
community, and society in general.

Within one fiscal year, the Company has
planned and budgeted TJSL programs based
on the distribution of its operational areas and
the needs of the surrounding communities. The
budget is not only allocated in the form of
donations and social activities, but also through
programs in the fields of education, health, and
religion.

The Company's commitment to TJSL is
maintained through regular and consistent
funding every year. In 2023 and 2024, the
Company will distribute  funds worth
»Rp200,000,000 per year for various
community and environmental conservation
programs. Meanwhile, in 2025, the allocated
budget and distribution value will reach
»Rp300,000,000.

Biaya Tanggung Jawab Sosial
Lingkungan yang disalurkan
Disbursed

2025 2 300.000.000
2024 2200.000.000
2023 »200.000.000

GRI205 -MT-51022

Ikhitasar Tata Kelola
Govemance Overview

Perseroan telah mempunyai kebijakan mulai
Good Corporate Governance (“GCG”), Code of
Conduct (“CoC”), Anti-Bribery and Corruption
(“ABC”), dan Whistleblowing system yang dapat
diakses melalui website Perseroan.

Pemangku kepentingan dapat melakukan
pengawasan atas pelaksanaan Good
Corporate Governance dan turunannya melalui
email maupun pelaporan melalui website
secara online
https://elpi.co.id/documents/elpiprit

hp sp &

The Company has policies on Good Corporate
Govemance (“GCG”), Code of Conduct (“CoC'),
Anti-Bribery and Corruption (“ABC”), and a
Whistleblowing system that can be accessed
through the Company's website.

Stakeholders can monitor the implementation of
Good Corporate Governance and its derivatives
via email or online reporting through the website
https://elpi.co.id/documents/elpiprit
Page 42 OCR 0.880
Semua pelaporan yang masuk melalui
Whistleblowing System akan dilakukan
investigasi dan  penyelesainnya, serta
terjaminnya kerahasiaan identitas pelapor. Dari
tahun 2023 hingga 2025 tidak terdapat
pengaduan atas adanya indikasi penyimpangan
dan/atau pelanggaran pada penerapan GCG
Perseroan. Hal ini menunjukkan bahwa tata
kelola perusahaan dan sistem pengelolaan
keluhan berfungsi dengan baik.

“IS | SRE | &

All reports — submitted — through — the
Whistleblowing System will be investigated and
resolved, and the confidentiality of the reporter's
identity is guaranteed. From 2023 to 2025, there
were no complaints regarding indications of
irregularities — and/or  violations in the
implementation of the Company's GCG. This
shows that corporate governance and the
complaint management system are functioning
properly.

Tahun umlah Pengaduan
Yea er of Commplaints
2025 0

2024 0

2023 ke)

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 43 OCR 0.741
Pan

ma

3 | PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report —

Page 44 OCR 0.439
! 3 -
A0)

va

d ANYdNOI

dna Pad —
Page 45 OCR 0.882
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk

35 | Laporan Keberlanjutan 2025 S

Informasi Umum
General Information

Nama Perseroan PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Company Name

Pen Akta Pendirian No. 11 tanggal 20 April 1992 yang kemudian Akta Pendirian
Establishment disahkan dengan Akta No. 1 tanggal 10 Januari 2001 dan disahkan oleh
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. C-1304
anO 01.TH.2001 tanggal 16 November : 2001

ishment deed No. 11 dk
y Deed No. 1 dated Ji
ustice and Human Rights
01.TH.2001 dated N'

Perubahan terakhir menjadi perusahaan Terbuka sebagaimana dalam Akta
Pernyataan Keputusan Nomor 18 Tanggal 5 April 2022, yang ditanda
tangani di hadapan Jimmy Tanal, S.H., M.Kn. Notaris: di Jakarta Selatan.

TF st change to a public n Tr
rent Number 18 c
Notary in South Je

IA

Akta sebagaimana dimaksud telah mendapatkan Pengesahan dari
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui Keputusan Nomor
AHU-0024469.AH.01.02. TAHUN 2022 pada Gagal Dah 2022

d referred to above

Selain itu akta juga telah dilaporkan sebagaimana dalam pemberitahuan
perubahan data Perseroan dengan nomor AHU-AH.01.06-0001513 pada
tanggal 5 April 2022

on, the deed h:
ge notification with

s also been

Kegiatan Usaha Pelayaran, penyewaan kapal, pekerjaan lepas pantai, pengelolaan kapal,
Business Activities logistic dan Engineering Procurement Construction.

ng, vessel charterii
ineering Procu

ogistics,

Permodalan Modal Dasar : Rp 2.520 000, 200 000,-
Capital IDR 2
Modal Ditempatkan dan pa Rp 741. -200. 000. 000,-

Issued and Paid-up Capital: IDR 741,200,000,0C

Alamat Kantor Pusat
Address

Graha KCT , Jl. WR Supratman No. 23 Saaaa Go264
Graha KCT, WR Supratman Street No. 3 aye

AB SRE &
Page 46 OCR 0.922
Telepon
Phone

Situs
Website

Sekretaris Perusahaan
Corporate Secretary

Keanggotaan Asosiasi
Association Membership

hp B sRE &

Area Operasional

Samarinda
Jalan Sultan Sulaiman RT 011 Kelurahan Sambutan Kecamatan Sambutan
Kota Samarinda

Balikpapan
Komplek Balikpapan Baru Sentra Eropa Blok AC-3 No 12 RT 022
Kelurahan Damai Baru Kecamatan Balikpapan Selatan

Irian Jaya
Jalan Danau Sentani RT 004 RW 003 Kelurahan Rufeik Distrik Sorong
Barat

Kampung Sidomakmur Distrik Aroba Kabupaten Teluk Bintuni

(031) 5680121

www.elpi.co.id

Wawan Heri Purnomo
corsec@elpi.co.id
wawan@elpi.co.id

Indonesia National Shipowners Association (INSA)
Asosiasi Emiten Indonesia (AEI)

Indonesia Corporate Secretary Association (ICSA)

36

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 S

Page 47 OCR 0.911
37

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

SEOJKC.1

Visi & Misi
Vission & Mission

VISI

Memberikan layanan solusi kemaritiman
yang aman, andal dan efisien kepada
pelanggan melalui sumber daya manusia
STRONG dan
keandalan operasional yang tercermin dalam
terintegrasi — dan

dengan kompetensi

sistem manajemen
pengembangan teknologi mutakhir

To deliver safe, reliable and efficient (SRE)
marine solutions fo our valuable customer
through STRONG human resources and
operational excellence enabled by integrated
advance

MISI

management system and
technology development.

? |gg|s ES

Menjadi perusahaan berkelas dunia dengan
kebanggaan Indonesia yang menawarkan
solusi maritim berkelanjutan

To be a world-class company with
Indonesian Pride offering sustainable marine
solutions
Page 48 OCR 0.921
Kami berkomitmen — untuk membangun
lingkungan kerja yang inklusif, beriorientasi
hasil, adaptif terhadap perubahan, serta
berkontribusi positif bagi karyawan, pelanggan,
masyarakat dan lingkungan. Nilai-nilai ini tidak
hanya menjadi prinsip yang kami pegang, tetapi
juga panduan dalam perilaku sehari-hari di
seluruh lini organisasi. Mulai dari cara kami
bekerja, memimpin, berkolaborasi hingga
memastikan keselamatan, kepatuhan dan
kinerja yang berkelanjutan.

Striving For Excellence

Memiliki sikap penuh semangat dan menunjukkan
kegigihan dalam mencapai tujuan serta menerapkan
pola pikir bertumbuh

Shows passion and perseverance toward achieving
goals and maintains a growth mindset

Respect Each Other

Menghargai setiap perbedaan yang ada dan mampu
memberikan masukan serta apresiasi dengan tulus
Respects workplace diversity and provides
constructive input and genuine appreciation

Noble In Action

Menjadi agen perubahan dengan cara yang
menginspirasi, memengaruhi dan mengembangkan
rekan kerja serta membangun hubungan jangka
panjang

Act as a change agent by inspiring, influencing and
developing team members, and buliding long-term
relationship

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk

| 1g | SRE |

We are committed to build an inclusive,
high-performing, and change-ready workplace,
while making positive contributions to our
people, customers, communities and the
environment. These values are not merely
guiding principles, they are translated into
day-to-day behaviors across the organization.
From how we woek, lead, and collaborate, to
how we uphold safety, compliance and
sustainable performance.

Trustworthy Professional

Memiliki kerangka berpikir yang jelas dan
bermakna dalam menjalankan kehidupan
sehari-hari, serta bertanggungjawab untuk
menyelesaikan pekerjaan hingga tuntas

Has a clear professional and personal goals and
consistently takes ownership to finish tasks on
time and to standard.

Organic Family

Menciptakan lingkungan kerja yang aman,
mendukung pengembangan serta membangun
kolaborasi dan sinergi

Creates a work environment that promotes safety,
fosters development, and strengthens teamwork
and synergy

Grateful

Menunjukkan rasa syukur dan rendah hati,
memberi kembali dengan mendukung serta
mengembangkan orang lain, serta secara
konsisten memberikan apresiasi yang tulus
Demonstrates gratitude and humility, gives back
by supporting and developing others, and
consistently shows genuine appreciatio

Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 38
Page 49 OCR 0.901
39 PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk

Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

Skala Usaha
Business Scale

Perseroan memiliki total aset dan total
kewajiban yang mencerminkan kapasitas serta
struktur permodalan dalam menjalankan
kegiatan usaha. Dalam mendukung
operasional, Perseroan didukung oleh sumber
daya manusia yang tersebar pada berbagai
jenjang jabatan dengan komposisi berdasarkan
jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, dan
status ketenagakerjaan.

Struktur kepemilikan saham Perseroan terdiri
atas para pemegang saham dengan
persentase — kepemilikan — masing-masing
sebagaimana diungkapkan pada bagian ini.
Selain itu, Perseroan menjalankan kegiatan
usaha di berbagai wilayah operasional,
termasuk melalui entitas anak yang berada
dalam cakupan konsolidasi.

The Company has total assets and total
liabilities that reflect its capacity and capital
structure in conducting its business activities. To
support its operations, the Company is
supported by human resources spread across
various levels of positions with a composition
based on gender, age, education level, and
employment status.

The Company's share ownership structure
consists of shareholders with respective
ownership percentages as disclosed in this
section. In addition, the Company conducts
business activities in various operational areas,
including through subsidiaries that are within
the scope of consolidation.

Total Asset atau Kapitalisasi Aset dan Total Kewajiban
Total Assets or Asset Capitalization and Total Liabiilities

3.384.576 2.646.020 2.362.602
Ja baba 664.032 539.217 493.572
ah EKotan 2.700.544 2.106.803 1.860.030
Bea san 209.192 263.982 161.190

Ikan dalam jutaan Rupiah kecuali dinyatakan lain

nted in

s of

Rupiah unless otherwise stated

Jumlah Karyawan berdasarkan Status Kepegawaian

Karyawan Darat

Number of Employees by Employement Status

161

178

Ground
Karyawan Tetap
Permanent Employees 13 53 ka
Karyawan Kontrak
Contract Employee kana 108 112
Karyawan Laut 733 679 676
Marine Employee
Karyawan Tetap . .
Permanent Employees
Karyawan Kontrak 733 679 676
Contract Employee

819 906

Page 50 OCR 0.879
| 1g | SRE |

Jumlah Karyawan berdasarkan Level Organisasi
Number of Employees by Organizational Level

Komisaris

Commisioner 2 2 2
Direktur

Director 2 3 2
General Manager

General Manager 5 2 3
Manager

Manager 18 14 13
Supervisor

Supervisor 33 28 35
Specialist

Specialist 46 34 40
Staff

Staff 104 78 81
Perwira

Perwira 332 308 304
Rating

Rating 401 250 424
Total

Summary 943 819 908

Jumlah Karyawan berdasarkan Tingkat Pendidikan
Number of Employees by Education Level

ANT 16 15 16
ANT II 27 32 34
ANT INI 56 43 45
ANTIV 25 12 8
ANTV 6 3 2
ATT! " 12 18
ATTII 22 28 28
ATT IN 29 36 22
ATTIV 25 35 7
ATTV 8 2 1
Electrician Oficer 5 8 8
Rating 220 214 E
Rating Deck 93 79 274
Rating Engine 39 36 118
SKK 133 135 129
Diploma 37 20 35
SPPB - - 2
SLTA 50 33 33
SLTP 3 4 3
sD - 1 -
Total 943 319 906

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk

Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 40
Page 51 OCR 0.835
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk

A1 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

Jumlah Karyawan berdasarkan Usia
Number of Employees by Age

25 tahun

Dan jea 124 107 10
26 — 30 tahun

26-30 years 1 123 Tea
31 - 40 tahun

Ti A0 ane 324 284 319
J0 tahun 303 272 282
2 40years

Total 943 319 906

Jumlah Karyawan berdasarkan Wilayah
Number of Employees by Region

Sumatera 56 23 37
Maluku 20 1 -
Papua 67 64 75
Kalimantan 229 453 603
Jawa 320 232 191
Sulawesi 211 45 -
Bali & Nusa Tenggara 9 E -
Malaysia - 1 -
Total 943 819 906

Jumlah Karyawan berdasarkan Jenis Kelamin
Number of Employees by Gender

Perempiani 87 59 83
Female
Total 943 819 906

SRE »

Page 52 OCR 0.834
| 1g | SRE |

Jumlah Karyawan berdasarkan Level Organisasi dan Jenis Kelamin
Number of Employees by Organizational Level and Gender

Jabatan
Po ja Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan

Male Femal Male Female Male Female

Komisaris

Commisioner 1 1 1 1 1 1

Direktur

Director 1 1 1 1 1 1

General Manager

General Manager 5 - 1 1 2 4

Manager

Menata 4 F 8 6 15 3

Eri

Sibertsor 22 1 12 8 29 16

Specialist

Specialist 35 1 16 10 38 12

Staff

Staff 62 42 36 32 62 39

P

pesad 318 14 311 4 303 53

Rating

Rating 401 - 367 5 375 4

Total

Saman 856 87 753 66 826 80

Nama Pemegang Saham dan Persentase Kepemilikan Saham
Name of Shareholders and Percentage of Share Ownership

Jumlah Saham

Sa ena Number of Shares Percantaga
- » Lembar IDR Percentage
Shareholder Name naa
PT Kreasi Cipta Timur 6.104.700.000 610.470.000.000.000 82,36Y2
Tan Christian Taniputra 189.000.000 18.900.000.000 2,55Yo
Eka Taniputa 6.300.000 630.000.000 0,095

Masyarakat 1.112.000.000 111.200.000.000 15,0090

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk

Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 42
Page 53 OCR 0.911
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk

43 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

Area Operasional
ELPI Domestik

OPERATIONAL OFFICE
Sanipah

SHIPYARD &
MAINTENANCE FACILITY
Samarinda

BRANCH OFFICE
Balikpapan

'

Natuna

2 OSES Project

WMO dan Kangean
Project

BRANCH OFFICE
Jakarta
HEAD OFFICE & SHIPYARD
Surabaya

Page 54 OCR 0.760
hp | mSpE| &

OPERATIONAL OFFICE
Sorong

Obi Island

“

OR (
Baturube &

Luwuk Project

OPERATIONAL OFFICE

&
- BRANCH OFFICE
Ambon 5 MAINTENANCE FACILITY

Varita - Bintuni

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk

Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 44
Page 55 OCR 0.894
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk

45 tan 2025 Sustainability Re

Area Operasional
ELPI Internasional - Malaysia

OPERATIONAL
Kemaman Project

NKA ENERGY BHD
East Malaysia
Affiliated Entity

BRANCH OFFICE & :.
MAINTENANCE FACILITY
Miri

HEAD OFFICE - KAZO MARINE SDN BHD
Kuala Lumpur - Malaysia

OPERATIONAL
Sabah Project

OPERATIONAL
Sarawak Project

Page 56 OCR 0.798
hp || SpE | &

Area Operasional
ELPI Internasional - Middle East & Indoa

OPERATIONAL
Sharjah
United Arab Emirates

OPERATIONAL
Ras Tanura Project

Saudi Arabia
f 2 |

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk L6
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 57 OCR 0.915
4T tapo

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
(eberlanjutan 2025 Sustainability Report

Produk, Layanan, dan Kegiatan
Usaha yang Dijalankan

Prodi and business activi
Cc

sd

Bidang usaha Perseroan bergerak di bidang
pelayaran dengan fokus pada kapal penunjang
kegiatan angkutan lepas pantai bagi industri
minyak dan gas bumi. Perseroan menyediakan
armada penunjang kegiatan angkutan bagi
perusahaan-perusahaan minyak dan gas lepas
pantai (offshore support vessel) untuk
menunjang kegiatan logistik '— operasional
perusahaan tersebut. Mayoritas armada
Perseroan disewakan berdasarkan time charter
dalam industri minyak dan gas.

Klien utama adalah perusahaan-perusahaan
minyak terkemuka yang beroperasi di Indonesia
seperti Pertamina, BP, ExxonMobil, Shell,
Petronas dan Kangean Energy. Hingga saat ini
perseroan memiliki kurang lebih 115 Armada
yang mampu menjawab kebutuhan klien di
bidang offshore dengan berbagai jenis feet
diantaranya adalah:

“ Crewboat merupakan kapal fast crew
boat / fast utility boat merupakan kapal
penumpang yang mempunyai
kecepatan tinggi dengan kapasitas
penumpang maksimal

Anchor Handling Tug and Supply
(AHTS) adalah kapal multi fungsi untuk
melakukan pekerjaan anchor handling,
towing, dan supply cargo untuk aktivitas
pengeboran lepas pantai.

Platform Support Vessel (PSV) adalah
kapal yang dirancang khusus untuk
memasok platform minyak & gas lepas
pantai.

Kapal Utility dan kapal Anchor Handling
Tug (AHT) adalah kapal khusus yang
dirancang untuk memasok kebutuhan
rig dan platform lepas pantai.
Specialized Vessel dengan fungsi
khusus yang digunakan — untuk
mendukung aktivitas pengeboran lepas
pantai.

Lingkup Servis dan Operasional Perseroan saat
ini mampu untuk melayani kebutuhan klien di
seluruh wilayah Indonesia, yang saat ini
tersebar pada area area Jawa, Papua,
Kalimantan dan Maluku. Layanan dan kegiatan
usaha yang dimiliki oleh Perseroan yaitu:

dp  srE &

The Company's business is in shipping,
focusing on vessels that support offshore
transportation activities for the oil and gas
industry, The Company provides a fleet to
support transportation activities for offshore oil
and gas companies (offshore support vessel) to
support the operational logistics of these
companies. The majority of the Company's fleet
is leased on a time charter basis in the oil and
gas industry.

Its main clients are leading oil companies
operating in Indonesia, such as Pertamina, BP,
ExxonMobil, Shell, Petronas, and Kangean
Energy. To date, the Company has
approximately 115 vessels capable of meeting
client needs in the offshore sector with various
types of fleets, including:

“ Acrewboat is a fast crew boat/fast utility
boat, a passenger vessel with high
speed and maximum passenger
capacity.

- Anchor Handling Tug and Supply
(AHTS) is a multi-functional vessel for
performing anchor handling, towing,
and cargo supply for offshore drilling
activities.

- Platiorm Support Vessel (PSV) is a
vessel specifically designed to supply
offshore oil and gas platforms.

“ Utility vessels and Anchor Handling
Tugs (AHT) are specialized vessels
designed to supply offshore rigs and
platforms.

" Specialized vessels with specific
functions used to support offshore
drilling activities.

The Company's current scope of services and
operations is capable of serving the needs of
clients throughout Indonesia, which are
currently spread  across Java, Papua,
Kalimantan, and Maluku. The Company's
services and business activities include:
Page 58 OCR 0.913
“ Penyewaan Kapal

» Dukungan Pekerjaan Lepas Pantai dan
Pengeboran

“ Logistik

« Engineering, Procurement, and
Construction (EPC)

» Pelatihan dan Pengembangan

Keanggotaan pada Asosiasi
Membership in associations

Perseroan saat ini tercatat sebagai anggota
beberapa organisasi dan asosiasi profesi yang
berhubungan dengan status sebagai
Perusahaan Terbuka, lini bisnis, dan bidang
usaha. Perseroan tidak melibatkan diri pada
organisasi politik praktis dan /atau organisasi
turunannya.

Salah satu cara dalam rangka menuju going
concern, Perseroan menjadi anggota pada
asosiasi organisasi yaitu:

1.Indonesian National
Associations (“INSA”)
INSA merupakan organisasi sebagai
wadah para pengusaha pelayaran yang
didirikan pada tahun 1967.
Perseroan sebagai shipping company
yang mempunyai armada lebih dari 115
(entitas anak dan afiliasi) terlibat aktif dan
sebagai anggota INSA. Salah satu tujuan
Perseroan menjadi anggota INSA adalah
untuk memberikan ide, saran, dan
masukan untuk memberikan kontribusi
bagi kemajuan bisnis kemaritiman secara
menyeluruh. Hal tersebut sejalan dengan
tujuan organisasi INSA yaitu:

Shipsowner's

1. Turut aktif memperjuangkan
terlaksananya masyarakat yang adil
dan makmur berdasarkan Pancasila
dan UUD 1945.

2. Mewujudkan sistem angkutan laut
yang terpadu.

3. Mempersatukan dan
mengembangkan potensi pelayaran
niaga nasional untuk mencapai
efisiensi yang semaksimal mungkin.

4. Mendorong dan memelihara
penyediaan jasa-jasa terhadap
pertumbuhan dan perkembangan
perekonomian Indonesia, baik dalam
negeri maupun luar negeri.

hp | mSpE| &

“ Vessel Chartering
# Offshore and Drilling Support

» Logistics

« Engineering, Procurement, and
Construction (EPC)

# Training and Development

The Company is currently registered as a
member of several organizations and
professional associations related to its
status as a publicly listed company, line of
business, and field of business. The
Company does not involve itself in practical
political  organizations and/or their
subsidiaries.

As part of its efforts to become a going
concern, the Company has become a
member of the following associations:

1.Indonesian — National
Association (“INSA”)
INSA is an organization that serves as a
forum for shipping — entrepreneurs,
established in 1967.
The Company, as a shipping company with
a fleet of more than 115 vessels
(subsidiaries and affiliates), is actively
involved and is a member of INSA. One of
the Company's objectives in becoming a
member of INSA is to provide ideas,
suggestions, and input to contribute to the
overall advancement of the maritime
business. This is in line with the objectives
of the INSA organization, as follows:

Shipowners'

1. Actively participating in the struggle
to realize a just and prosperous
society based on Pancasila and the
1945 Constitution.

2. Realizing an integrated sea
transportation system.

3. Unite and develop the potential of
national commercial shipping to
achieve maximum efficiency.

4. Encourage and  maintain the
provision of services for the growth
and development of the Indonesian
economy, both domestically and
abroad.

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

48
Page 59 OCR 0.933
49

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk

K an 2025 Sustainability F

5. Membantu memperbaiki posisi neraca
pembayaran luar negeri Indonesia.

6. Memelihara kesatuan ekonomi negara
nusantara Indonesia guna mengurangi
ketergantungan ekonomi pada luar
negeri dalam perdagangan melalui laut.

Sejak tahun 2023, Perseroan melalui
Direktur Utama terpilih menjadi Ketua
Bidang Kapal Offshore untuk
kepengurusan tahun 2023-2028.

5.Help improve Indonesia's
balance of payments.

6.Maintain the economic unity of the
Indonesian archipelago in order to
reduce economic dependence on
foreign countries in maritime trade.

foreign

Since 2023, the Company, through its
President Director, has been elected as
Chair of the Offshore Vessels Division for
the 2023-2028 term.

2. Asosiasi Emiten Indonesia (“AEI”)

AEI adalah organisasi yang
beranggotakan Emiten Perusahaan Publik
(“EPP”) dan emiten yang tercatat di Bursa
Efek Indonesia. Tujuan AEI adalah untuk
meningkatkan peran Asosiasi Emiten
Indonesia sebagai mitra Pemerintah dalam
mewujudkan pasar modal yang
transparan, efisien dan kredibel, serta
membantu para emiten dalam menghadapi
berbagai tantangan.

Dalam organisasi AEI juga menjadi wadah
EPP dalam memahami regulasi baru,
mengembangkan strategi perusahaan
publik, dan menerapkan praktik terbaik
dalam tata kelola perusahaan oleh para
ahli berpengalaman yang memahami
seluk-beluk pasar modal.

RE

2. Asosiasi Emiten Indonesia (“AEI”)

AEI is an organization whose members are
Public Company Issuers (“EPP”) and
issuers listed on the Indonesia Stock
Exchange. AEI's objective is to enhance
the role of the Indonesian Issuers
Association as aa partner of the
Government in realizing a transparent,
efficient, and credible capital market, as
well as assisting issuers in facing various
challenges.

Within the AEI organization, it also serves
as a forum for PCE to understand new
regulations, develop public company
strategies, and implement best practices in
corporate governance by experienced
experts who understand the ins and outs of
the capital market.
Page 60 OCR 0.923
Keikutsertaan sebagai anggota sejak
tahun 2022 pada AEI digunakan
Perseroan untuk memberikan usulan
terkait isu dan concern di bidang offshore
pada peraturan OJK atau BEI yang
mempunyai dampak secara langsung
maupun — tidak — langsung — kepada
Perseroan. Selain itu, AEI juga menjadi
business matching bagi Perseroan dalam
rangka menjalin opportunity dan ekspansi
bisnis yang mana anggota AEI terdiri dari
berbagai bidang usaha.

.Ikatan Corporate Secretary Indonesia

(ICSA”).
ICSA merupakan organisasi bagi
Corporate Secretary untuk Emiten

Perusahaan Publik. ICSA merupakan mitra
OJK, IDX, KSEI, KPEI, dan asosiasi
profesional lainnya di pasar modal untuk
mempromosikan tata kelola perusahaan
yang baik di Indonesia.

Tujuan didirikannya ICSA adalah untuk
meningkatkan profesionalisme Corporate
Secretary di Indonesia dan mendukung
upaya pengembangan tata kelola
perusahaan yang baik, melalui
pengembangan pengetahuan dan
keterampilan, pertukaran informasi, serta
forum komunikasi antara Sekretaris
Perusahaan, regulator, dan pemangku
kepentingan lainnya.

Perseroan berperan aktif di kepengurusan
tahun 2024-2027 sebagai anggota bidang
pengkajian melalui Corporate Secretary.

hp | mSpE| &

The Company has been a member of AEI
since 2022 and uses this membership to
provide suggestions related to issues and
concerns in the offshore sector regarding
OJK or IDX regulations that have a direct
or indirect impact on the Company. In
addition, AEI also serves as a business
matching platform for the Company in
order to establish opportunities and
business expansion, as AEI members
come from various business fields.

3.Indonesian Corporate
Association (“ICSA”).
ICSA is an organization for Corporate
Secretaries of Public Companies. ICSA is a
partner of OJK, IDX, KSEI, KPEI, and other
professional associations in the capital
market to promote good corporate
governance in Indonesia.

Secretary

The purpose of establishing ICSA is to
improve the professionalism of Corporate
Secretaries in Indonesia and support
efforts to develop good corporate
governance through the development of
knowledge — and skills, — information
exchange, and communication forums
between Corporate Secretaries,
regulators, and other stakeholders.

The Company plays an active role in the
2024-2027 management as a member of
the assessment division through the
Corporate Secretary.

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk

Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

50
Page 61 OCR 0.948
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk

SI Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

Perubahan Emiten dan Perusahaan
yang Bersifat Signifikan
t changes in issuers and public

Hingga per 31 Desember 2025, Perseroan tidak
mengalami perubahan yang tempat kedudukan
& domisili, struktur modal, bidang usaha,
hingga susunan Direksi dan Komisaris tidak
mengalami perubahan.

Perubahan selama tahun buku 2025 adalah
adanya penambahan entitas anak pada bulan
Februari yaitu pembentukan entitas anak afiliasi
Perseroan Terbatas PT ELPI Trans Cargo yang
bergerak dibidang tug & barge atau drybulk.

Selain itu, penyertaaan saham pada entitas
anak tidak langsung mengalami perubahan
dimana PT Samudra Luas Sejahtera Abadi per
Juli 2025 telah melakukan penjualan dan
pemindahan saham kepada Michael CD
Thorion. Dengan penjualan dan pemindahan
saham tersebut maka PT Unggul Maritim
Indonesia bukan merupakan entitas dengan
penyertaan tidak langsung

Atas aksi korporasi tersebut telah disampaikan
kepada publik sebagaimana berturut pada
sistem peleporan elektronik pada tanggal 13
Februari dan 29 Juli 2025

As of December 31, 2025, the Company has
not undergone any changes in its domicile,
capital structure, business fields, or
composition of the Board of Directors and
Board of Commissioners.

The change during fiscal year 2025 was the
addition of a subsidiary in February, namely the
establishment of a subsidiary affiliated with PT
ELPI Trans Cargo, a limited liability company
engaged in tug & barge or dry bulk operations.

In addition, there has been no change in the
shareholding in the indirect subsidiary,
whereby PT Samudra Luas Sejahtera Abadi
sold and transferred its shares to Michael CD
Thorion in July 2025. With the sale and transfer
of shares, PT Unggul Maritim Indonesia is no
longer an indirect subsidiary.

The corporate action has been disclosed to the
public as reported in the electronic reporting
system on February 13 and July 29, 2025.
Page 62

          
Page 63

          
Page 64 OCR 0.322
Ai SYOLIJHIG JO

Jne

me — Ea
——

pan: Ta

Page 65

          
Page 66 OCR 0.919
“G8 | SRE | &

€

“Keberlanjutan merupakan proses panjang
yang dibangun melalui kesadaran, cita-cita
tulus, dan komitmen untuk menciptakan
manfaat yang seimbang bagi Perseroan,
lingkungan, dan masyarakat”.

“Sustainability is a long process that is built
through awareness, sincere aspirations,
and a commitment to creating balanced
benefits for the Company, the environment,
and society.”
Page 67 OCR 0.931
57

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

Para Pemegang Saham dan
Kepentingan,

Pemangku

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat
Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan
karunia-Nya, Perseroan dapat menjalankan
kegiatan usaha sepanjang periode pelaporan
dengan tetap menjaga kesinambungan kinerja
dan komitmen terhadap penerapan Keuangan
Berkelanjutan.

Direksi ' menyampaikan apresiasi yang
setinggi-tingginya kepada Para Pemegang
Saham, Dewan Komisaris, mitra usaha,
pelanggan, regulator, serta seluruh pemangku
kepentingan atas dukungan dan kepercayaan
yang terus diberikan kepada Perseroan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Perseroan

beroperasi di tengah dinamika industri
pelayaran yang dipengaruhi oleh fluktuasi
perekonomian global, perubahan regulasi,

perkembangan teknologi, serta meningkatnya
perhatian terhadap isu lingkungan hidup dan
sosial. Kondisi tersebut mendorong Perseroan
untuk tidak hanya berfokus pada pencapaian
kinerja keuangan, tetapi juga memastikan
bahwa seluruh aktivitas usaha dijalankan
secara bertanggung jawab, berkelanjutan, dan
selaras dengan prinsip tata kelola perusahaan
yang baik.

Direksi meyakini bahwa penerapan Keuangan
Berkelanjutan merupakan fondasi penting
dalam menjaga ketahanan usaha Perseroan.
Keberlanjutan tidak dipandang sebagai
kewajiban semata, melainkan sebagai bagian
integral dari strategi jangka panjang Perseroan
untuk menciptakan nilai tambah yang
berkesinambungan bagi Para Pemegang
Saham serta memberikan kontribusi positif bagi
lingkungan hidup dan masyarakat.

Nilai Keberlanjutan Perseroan

Perseroan menganut nilai keberlanjutan yang
menempatkan keseimbangan antara kinerja
ekonomi, kepedulian terhadap lingkungan
hidup, serta tanggung jawab sosial sebagai
satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Nilai-nilai
tersebut — berkembang seiring — dengan
perjalanan usaha Perseroan dan selaras
dengan visi Perseroan untuk — menjadi
perusahaan pelayaran nasional yang andal,
berdaya saing, dan bertanggung jawab.

To the EEsteemed  Shareholders and

Stakeholders,

We praise and give thanks to God Almighty, for
itis through His grace and blessings that the
Company has been able to carry out its
business activities throughout the reporting
period while maintaining its performance and
commitment to the implementation of
Sustainable Finance.

The Board of Directors would like to express its
highest appreciation to the Shareholders, Board
of  Commissioners, business partners,
customers, regulators, and all stakeholders for
their continued support and trust in the
Company.

In recent years, the Company has operated
amid the dynamics of the shipping industry,
which has been affected by global economic
fluctuations, regulatory changes, technological
developments, and increased attention to
environmental and social issues. These
conditions have encouraged the Company to
not only focus on achieving financial
performance, but also to ensure that all
business activities are carried out in a
responsible, sustainable manner and in line with
the principles of good corporate govemance.

The Board of Directors believes that the
implementation of Sustainable Finance is an
important foundation in  maintaining the
Company's business resilience. Sustainability is
not seen as an obligation, but as an integral part
of the Company's long-term strategy to create
sustainable added value for Shareholders and
make a positive contribution to the environment
and society.

The Company's Sustainability Values

The Company upholds sustainability values that
emphasize a balanced integration of economic
performance, environmental stewardship, and
social responsibility as an inseparable whole.
These values have evolved alongside the
Company's business journey and are aligned
with its vision to become a reliable, competitive,
and responsible national shipping company.
Page 68 OCR 0.928
Pengembangan nilai keberlanjutan dilakukan
melalui integrasi prinsip-prinsip keberlanjutan
ke dalam kebijakan internal, strategi bisnis,
serta proses pengambilan keputusan. Direksi
bersama Dewan Komisaris secara berkala
melakukan pembahasan dan persetujuan atas
kebijakan strategis yang berkaitan dengan
keberlanjutan, termasuk penguatan tata kelola,
manajemen risiko, serta kepatuhan terhadap
peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Perseroan

Respon
Keuangan Berkelanjutan

terhadap Isu

Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor
pelayaran, Perseroan menghadapi berbagai isu
keberlanjutan, antara lain efisiensi penggunaan
energi, pengelolaan emisi dan limbah
Operasional, keselamatan dan kesehatan kerja,
serta pengembangan sumber daya manusia.
Perseroan juga mencermati potensi risiko dan
peluang yang timbul dari perubahan regulasi
dan tuntutan pasar terhadap praktik usaha yang
berkelanjutan.

Dalam merespon isu-isu tersebut, Perseroan
telah melakukan berbagai langkah, antara lain
peningkatan efisiensi operasional armada,
penerapan prosedur keselamatan dan
lingkungan yang lebih ketat, serta penguatan
sistem pengendalian internal. Langkah-langkah
tersebut diharapkan dapat meminimalkan
dampak negatif terhadap lingkungan hidup dan
sosial, sekaligus menjaga keberlangsungan
usaha Perseroan.

Perseroan melalui entitas anak dan afiliasi
memberikan perhatian khusus dalam
upaya-upaya pengurangan emisi karbon dan
konsumsi bahan bakar dalam bentuk research
& development. Salah satu proyek Perseroan
dalam upaya pengurangan emisi karbon,
Converter Diesel-Dual Fuel telah dapat
diluncurkan pada tahun 2024 dan menjadi
rintisan teknologi dalam upaya menuju Net Zero
Emissions yang dicanangkan oleh IMO maupun
Indonesia.

“G8 | SRE | &

The development of sustainability values is
carried out through the integration of
sustainability principles into internal policies,
business strategies, and  decision-making
processes. The Board of Directors, together
with the Board of Commissioners, regulariy
discusses and approves strategic policies
related to sustainability, including the
strengthening of corporate governance, risk
management, and compliance with applicable
laws and regulations.

The Company's Response to
Sustainable Finance Issues

As a company operating in the shipping sector,
the Company faces various
sustainability-related issues, including energy
efficiency, the management of emissions and
Operational waste, occupational health and
safety, and human capital development. The
Company also carefully considers potential
risks and opportunities arising from regulatory
changes and increasing market demands for
sustainable business practices.

In response to these issues, the Company has
undertaken various initiatives, — including
improving — fleet operational — efficiency,
implementing stricter safety and environmental
procedures, and strengthening its internal
control systems. These measures are expected
to minimize negative environmental and social
impacts while ensuring the long-term
sustainability of the Company's business.

The Company, through its subsidiaries and
affiliates, pays special attention to efforts to
reduce carbon emissions and fuel consumption
in the form of research and development. One
of the Company's projects in its efforts to reduce
carbon 'emissions, the Diesel-Dual Fuel
Converter, was launched in 2024 and has
become a technological pioneer in the efforts
towards Net Zero Emissions as announced by
the IMO and Indonesia.

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 S

abilit
Page 69 OCR 0.932
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sus lity Report

Komitmen Pimpinan terhadap

Keuangan Berkelanjutan

Direksi berkomitmen penuh dalam mendorong
penerapan Keuangan Berkelanjutan di seluruh
lini organisasi. Komitmen tersebut tercermin
dalam penetapan kebijakan, pengawasan
pelaksanaan program keberlanjutan, serta
pengintegrasian aspek keberlanjutan ke dalam
strategi bisnis dan perencanaan jangka panjang
Perseroan.

Direksi juga memastikan bahwa prinsip
keberlanjutan dipahami dan diterapkan oleh
seluruh karyawan melalui komunikasi internal,
pelatihan, serta penerapan budaya kerja yang
menjunjung tinggi keselamatan, kepatuhan,
dan tanggung jawab.

Kami menyadari bahwa sustainability perlu
komitmen secara penuh dalam
implementasinya, untuk itulah kami telah
memberikan pendelegasian wewenang terkait
penanggung jawab penerapan keuangan
berkelanjutan kepada departemen Corporate
Secretary guna menyusun, merealisasikan,
memonitoring, — dan mengevaluasi atas
pelaksanaan kerangka ESG Perseroan. Selain
itu, juga dibentuk Komite ESG yang diketuai
oleh Corporate Secretary untuk menjangkau
entitas afiliasi agar membantu
mengimplementasikan komitmen Keuangan
Berkelanjutan.

Dalam mencapai tujuan penerapan keuangan
berkelanjutan juga telah didetailkan tujuan
setiap tahun dalam bentuk kerangka, material
topik, material matrix, dan roadmap yang
berlaku untuk entitas anak dan afiliasi.

Corporate Secretary dan Komite ESG wajib
memberikan laporan kepada Direksi dan
Dewan Komisaris terkait rekomendasi,
monitoring dan evaluasi setiap tahunnya serta
memastikan pelaksanaan  ESG secara
transparan dan akuntabel, termasuk
pelaporannya kepada regulator dan pemangku
kepentingan.

hp » spE &

Management Commitment to
Sustainable Finance

The Board of Directors are fully committed to
promoting the implementation of Sustainable
Finance across all lines of the organization. This
commitment is reflected in the establishment of
policies, supervision of sustainability program
implementation, and integration of sustainability
aspects into the Company's business strategy
and long-term planning.

The Board of Directors also ensures that
sustainability principles are understood and
applied by all employees through internal
communication, training, and the
implementation of a work culture that upholds
safety, compliance, and responsibility.

We realize that sustainability reguires full
commitment in its implementation. Therefore,
we have delegated authority related to the
responsibility for implementing sustainable
finance to the Corporate Secretary department
to formulate, realize, monitor, and evaluate the
implementation of the Company's ESG
framework. In addition, an ESG Committee
chaired by the Corporate Secretary has been
formed to reach out to affiliated entities to assist
in implementing the Sustainable Finance
commitment.

In order to achieve the objectives of sustainable
finance implementation, annual objectives have
also been detailed in the form of a framework,
material topics, a material matrix, and a
roadmap that applies to subsidiaries and
@ffiliates.

The Corporate Secretary and ESG Committee
are reguired to report to the Board of Directors
and Board of  Commissioners on
recommendations, monitoring, and evaluation
each year and ensure the transparent and
accountable implementation of ESG, including
reporting to regulators and stakeholders.
Page 70 OCR 0.919
KD.tt

Pencapaian Kinerja Keberlanjutan

Sepanjang periode pelaporan, Perseroan
mencatat berbagai capaian dalam penerapan
Keuangan Berkelanjutan, baik dari aspek
ekonomi, lingkungan hidup, maupun sosial. Dari
aspek ekonomi, Perseroan berupaya menjaga
kinerja usaha yang sehat dan berkelanjutan.
Dari aspek lingkungan hidup, Perseroan
melakukan upaya efisiensi energi dan
pengelolaan limbah operasional. Dari aspek
sosial, Perseroan terus — meningkatkan
penerapan keselamatan kerja serta
pengembangan kompetensi karyawan.

Perseroan telah melakuan research &
development dalam rangka pengurangan emisi
karbon salah satunya adalah dengan
membangun Diesel-Dual Fuel yaitu program
yang menggunakan mesin diesel dengan
berbahan bakar ganda sehingga kapal dapat
bekerja dengan bahan bakar gas (LNG) dan
diesel secara bersamaan. Dengan adanya
teknologi ini kapal mampu melakukan
penghematan energi fuel antara # 8096. Hal ini
tentunya akan memberikan penurunan emisi
yang cukup fantastis dan efisien.

Pada tahun ini, Perseroan juga melakukan
research & development dan tahap
pembangunan kapal Multicat. Kapal Multicat
merupakan gabungan dari 4 fungsi kapal yaitu
fire boat, watch dog, towing vessel, dan AHTS
vessel yang mana dapat menurunkan konsumsi
bahan bakar & 44X dan penurunan emisi
karbon £ 39,0172.

Dengan 2 inovasi tersebut, Perseroan berharap
adanya peran dan partisipasi dari Pemerintah
dan regulator untuk memberikan porsi dan
kewajiban — kepada Kontraktor — Kontrak
Kerjasama (“K3S”) untuk mulai menggunakan
kapal dengan teknologi Diesel Dual Fuel atau
Multicat yang akan memberikan manfaat bagi
lingkungan dan keuangan dalam charter rate.

Dalam hal inovasi yang dilakukan, melalui
entitas afiliasi, Perseroan memiliki Hak paten
atas “Lambung Tambahan pada Haluan Kapal
Cepat yang  Disempurnakan”. Dengan
tambahan  hull pada kapal  crewboat
memberikan optimalisasi atas kecepatan kapal
sehingga terdapat efisiensi penggunaan bahan
bakar.

app | “ut SRE| &

Sustainability
Achievements

Performance

Throughout the reporting period, the Company
recorded various achievements in the
implementation of Sustainable Finance, both
from economic, environmental, and social
aspects. From an economic perspective, the
Company strives to maintain healthy and
sustainable business performance. From an
environmental perspective, the Company has
made efforts to improve energy efficiency and
manage operational waste. From a social
perspective, the Company continues to improve
the implementation of occupational safety and
the development of employee competencies.

The Company has conducted research and
development in order to reduce carbon
emissions, one of which is by building
Diesel-Dual Fuel, a program that uses diesel
engines with dual fuel so that ships can run on
gas (LNG) and diesel fuel simultaneously. With
this technology, ships are able to save fuel
energy by & 806. This will certainly result in a
fantastic and efficient reduction in emissions.

This year, the Company also conducted
research and development and began
construction of a Multicat vessel. The Multicat
vessel combines four functions: fire boat, watch
dog, towing vessel, and AHTS vessel, which
can reduce fuel consumption by & 4446 and
carbon emissions by & 39.017.

With these two innovations, the Company
hopes that the Government and regulators will
play a role and participate in providing guotas
and obligations to Cooperation Contract
Contractors (“K3S”) to start using ships with
Diesel Dual Fuel or Multicat technology, which
will provide environmental and financial benefits
in charter rates.

In terms of innovation, through its affiliated
entities, the Company holds a patent for
“Additional Hull on an Improved Fast Ship Bow”.
The addition of a hull to crewboats optimizes
ship speed, resulting in fuel efficiency.

PT Pelayaran Nasional Ekalya P
Laporan Keberlanjutan 2025

Page 71 OCR 0.926
s1

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

Exxonmobil Ruby Award 2024 dan Anugerah
ESG 2025 dengan tema Navigating ESG in
Global Economy  Uncertainty — sebagai
Inspirational Women Leaders adalah
persembahan kami untuk para kru kapal di
offshore yang telah menunjukkan dedikasinya
sehingga mendapatkan penghargaan terkait
fast respons dalam situasi kritis saat terjadi
kerusakan pada kapal utama milik klien,
sehingga operasi lifting tetap berjalan tanpa
gangguan dan dapat menghindari potensi
penurunan produksi.

Kegigihan dan kapabilitas dari female crew saat
bertugas menjadikan kaum hawa sebagai
sosok yang mampu dan sejajar dengan kaum
pria. Perseroam memberikan panggung untuk
kaum hawa dan merealisasikannya dalam
destination — statement dan framework
ESG-Gender Eguality untuk memberikan porsi
lebih dan tanggung jawab serta kepercayaan
kepada kaum hawa untuk menjadi leader di
manajemen baik offshore maupun onshore
berdasarkan kompetensi, komitmen, dan
integritas, bukan gendernya dan saat ini telah
terdapat 44Yo female manager dan 5,29Y6
female crew.

Tantangan dalam
Keuangan Berkelanjutan

Penerapan

Direksi menyadari bahwa penerapan Keuangan
Berkelanjutan menghadapi berbagai tantangan,
antara lain kebutuhan investasi untuk
peningkatan teknologi ramah lingkungan,
adaptasi terhadap regulasi yang terus
berkembang, serta peningkatan kesadaran dan
kompetensi sumber daya manusia. Tantangan
tersebut menjadi perhatian Perseroan dalam
menetapkan target jangka pendek, menengah,
dan panjang.

Perseroan juga mengharapkan adanya regulasi
yang memberikan insentif bagi usaha-usaha
dan rintisan teknologi yang ditujukan untuk
keberlanjutan baik dalam bentuk research
maupun dalam aplikasinya. Selain itu, perlu
adanya regulasi yang mewajibkan secara
bertahap untuk penggunaan kapal dengan
teknologi ramah lingkungan sehingga terjadi
simbiosis mutualisme antara rintisan teknologi
dengan end-user atau teknologi dapat
diberdayagunakan.

hp sp &

The Exxonmobil Ruby Award 2024 and ESG
Award 2025 with the theme Navigating ESG in
Global Economy Uncertainty as Inspirational
Women Leaders are our tribute to the offshore
ship crews who have shown their dedication
and received awards for their fast response in
critical situations when damage occurred to the
clients main ship, so that lifting operations
continued without interruption and potential
production declines were avoided.

The persistence and capabilities of female crew
members on duty make women capable and
egual to men. Perseroam provides a platform
for women and realizes this in its destination
statement and ESG-Gender Eguality framework
to give women more  opportunities,
responsibilities, and trust to become leaders in
both offshore and onshore management based
on their competence, commitment, and integrity,
not their gender. Currentiy, 4476 of managers
and 5.296 of crew members are women.

Challenges in
Sustainable Finance

Implementing

The Board of Directors recognizes that the
implementation of Sustainable Finance faces
various challenges, including the need for
investment in — environmentally friendly
technology upgrades, adaptation to evolving
regulations, and increased awareness and
competence of human resources. These
challenges are taken into account by the
Company in setting its short, medium, and
long-term targets.

The Company also expects regulations that
provide incentives for businesses and
technological initiatives aimed at sustainability,
both in terms of research and application. In
addition, there is a need for regulations that
gradually reguire the use of ships with
environmentally friendly technology so that
there is  mutual  symbiosis between
technological initiatives and end-users, or so
that the technology can be utilized.
Page 72 OCR 0.936
Penerapan Keuangan Berkelanjutan
dan Strategi ke Depan

Perseroan secara bertahap menerapkan
Keuangan Berkelanjutan melalui penetapan
target kinerja, pemantauan capaian, serta
evaluasi berkelanjutan. Dalam pengelolaan

risiko, Perseroan mengidentifikasi risiko
ekonomi, lingkungan, dan sosial yang
berpotensi mempengaruhi keberlangsungan

usaha, serta menetapkan langkah mitigasi yang
sesuai.

Perseroan juga memanfaatkan peluang usaha
yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan,
termasuk pengembangan armada, diversifikasi
layanan, serta ekspansi pasar. Selain itu,
Perseroan mencermati faktor eksternal seperti
kondisi ekonomi global, isu lingkungan, dan
dinamika sosial yang dapat mempengaruhi
keberlanjutan usaha.

Direksi optimistis bahwa dengan komitmen
yang kuat, tata kelola yang baik, dan bisnis
yang dibangun dengan keberlanjutan bagi
lingkungan dan masyarakat sekitar, serta
dukungan seluruh pemangku kepentingan,
Perseroan dapat terus meningkatkan kinerja
Keuangan Berkelanjutan dan menciptakan nilai
jangka panjang bagi seluruh pemangku
kepentingan.

Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan
jangka panjang yang selaras dengan prinsip
keberlanjutan, Perseroan juga tengah
menjalankan diversifikasi di bidang dry bulk
melalui entitas anak PT Samudra Luas
Sejahtera Abadi, PT ELPI Nusantara Armada,
dan PT ELPI Trans Cargo. Ketiga entitas anak
dan afiliasi dibentuk dan ditujukan untuk
memperkuat pangsa pasar transporter kargo
curah kering sehingga kedepannya akan
menjadi tambahan pendapatan di luar bidang
offshore.

Pengembangan armada — untuk — proyek
Perseroan tidak hanya ditujukan untuk
memastikan kepastian layanan dan visibilitas
pendapatan jangka panjang, tetapi juga
menjadi sarana implementasi nyata komitmen
ESG Perseroan. Dari aspek lingkungan,
armada dirancang dengan memperhatikan
efisiensi energi, pengendalian emisi, serta
pencegahan insiden pencemaran laut.

app | “ut SRE| &

Implementation of Sustainable
Finance and Future Strategy

The Company is gradually implementing
Sustainable Finance through the setting of
performance targets, monitoring of
achievements, and continuous evaluation. In
risk management, the Company identifies
economic, environmental, and social risks that
could potentially affect business continuity and
establishes appropriate mitigation measures.

The Company also takes advantage of business
opportunities that are in line with sustainability
principles, including fleet development, service
diversification, and market expansion. In
addition, the Company pays close attention to
external factors such as global economic
conditions, environmental issues, and social
dynamics that may  affect business
sustainability.

The Board of Directors is optimistic that with
strong commitment, good governance, and a
business built on sustainability for the
environment and surrounding communities, as
well as the support of all stakeholders, the
Company can continue to improve its
Sustainable Finance performance and create
long-term value for all stakeholders.

As part of a long-term growth strategy aligned
with sustainability principles, the Company is
also diversifying into the dry bulk sector through
its subsidiaries PT Samudra Luas Sejahtera
Abadi, PT ELPI Nusantara Armada, and PT
ELPI Trans Cargo. These three subsidiaries and
affiliates were established with the aim of
strengthening the dry bulk cargo transporter
market share, which will generate additional
revenue outside the offshore sector in the
future.

The development of the Company's fleet is not
only intended to ensure service certainty and
long-term revenue visibility, but also serves as a
means of implementing the Company's ESG
commitments. From an environmental
perspective, the fleet is designed with energy
efficiency, emission control, and prevention of
marine pollution incidents in mind.

PT Pelayaran Nasional Ekalya P
Laporan Keberlanjutan 2025

Page 73 OCR 0.924
63

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

Dari aspek sosial, proyek ini mendorong
penciptaan lapangan kerja, peningkatan
kompetensi pelaut dan kru nasional, serta
penerapan standar — keselamatan — dan
kesehatan kerja yang tinggi. Sementara dari
aspek tata kelola, proyek dijalankan dengan
prinsip integritas, kepatuhan — terhadap
peraturan, serta sistem pengawasan dan
manajemen risiko yang terstruktur.

Setiap keikutsertaan Perseroan dalam proyek
menjadi tonggak penting yang memperkuat

kontribusi Perseroan dalam mendukung
ketahanan energi nasional — sekaligus
menegaskan arah transformasi Perseroan
menuju perusahaan pelayaran nasional

berkelas dunia yang menjunjung tinggi nilai
keberlanjutan dan penciptaan nilai jangka
panjang bagi para pemegang saham dan
pemangku kepentingan lainnya.

Perseroan akan selalu berusaha dan pasti
akan memberikan manfaat bagi lingkungan dan
masyarakat sekitar karena sebaik-baik
manusia adalah yang paling bermanfaat
bagi manusia lainnya

Apreasiasi setinggi-tingginya kepada STRONG
People yang telah bersama-sama
menyongsong dan mewujudkan kerangka ESG
2026-2030. Let's Stronger with ELPI.

Eka Taniputra
Direktur Utama
President Director

From a social perspective, this project
encourages job creation, improves the
competence of national sailors and crews, and
implements high standards of occupational
safety and health. Meanwhile, from a@
governance perspective, the project is carried
out with principles of integrity, regulatory
compliance, and a structured risk management
and monitoring system.

Each of the Company's participations in the
project is an important milestone that
strengthens the Company's contribution in
supporting national energy security while
affiming the  Company's  transformation
towards becoming a world-class national
shipping company that upholds the values of
sustainability and long-term value creation for
shareholders and other stakeholders.

The company will always strive and certainly
provide benefits to the environment and
surrounding communities because the best
human beings are those who are most
beneficial to others.

Our highest appreciation goes to STRONG
People who have worked together to welcome
and realize the 2026-2030 ESG framework.
Let's be stronger with ELPI.
Page 74 OCR 0.683
y BIIS

Numon V Madrrrrization
t SFRONG standard
e mest STRONG standard

agonrent £

yg naa "pT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
I (itaporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 75

          
Page 76

          
Page 77 OCR 0.915
67

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

Penanggung Jawab Penerapan
Keuangan Berkelanjutan
Person in Charge of

Sustain: ty Aspects

Implementing

Hingga tahun 2025, Direksi terus menyusun
rencana keberlanjutan Perseroan serta
mengimplementasikan berbagai kebijakan dan
inisiatif — lingkungan. — Dalam menjaga
kesinambungan usaha, manajemen
memastikan bahwa aspek lingkungan, sosial,
dan tata kelola (“ESG”) terintegrasi dalam
aktivitas operasional sehari-hari. Selain itu,
Direksi bersama manajemen telah menyiapkan

langkah-langkah strategis untuk
pengembangan keberlanjutan di masa
mendatang.

Direksi telah mendelegasikan kewenangan
terkait penanggung jawab penerapan keuangan
berkelanjutan kepada departemen Corporate
Secretary guna menyusun, merealisasikan,
memonitoring, — dan mengevaluasi atas
pelaksanaan kerangka ESG Perseroan. Selain
itu, juga dibentuk Komite ESG yang diketuai
oleh Corporate Secretary untuk menjangkau
entitas afiliasi agar membantu
mengimplementasikan komitmen Keuangan
Berkelanjutan.

Dalam mencapai tujuan penerapan keuangan
berkelanjutan juga telah didetailkan tujuan
setiap tahun dalam bentuk kerangka, material
topik, material matrix, dan roadmap yang
berlaku untuk entitas anak dan afiliasi.

Corporate Secretary dan Komite ESG wajib
memberikan laporan kepada Direksi dan
Dewan Komisaris terkait rekomendasi,
monitoring dan evaluasi setiap tahunnya serta
memastikan pelaksanaan ESG secara
transparan — dan — akuntabel, — termasuk
pelaporannya kepada regulator dan pemangku
kepentingan.

hp W& sp &

Until 2025, the Board of Directors will continue
to develop the Company's sustainability plans
and implement various environmental policies
and initiatives. In  maintaining business
continuity, management  ensures — that
environmental, social, and governance (“ESC”)
aspects are integrated into daily operational
activities. In addition, the Board of Directors and
management have prepared strategic steps for
future sustainability development.

The Board of Directors has delegated authority
related to the implementation of sustainable
finance to the Corporate Secretary department
to prepare, realize, monitor, and evaluate the
implementation of the Companys ESG
framework. In addition, an ESG Committee
chaired by the Corporate Secretary has been
formed to reach out to affiliated entities to assist
in implementing the Sustainable Finance
commitment.

In achieving the objectives of sustainable
finance implementation, annual targets have
also been detailed in the form of a framework,
material topics, a material matrix, and a
roadmap applicable to subsidiaries and
@ffiliates.

The Corporate Secretary and ESG Committee
are reguired to report to the Board of Directors
and Board of  Commissioners on
recommendations, monitoring, and evaluation
each year and ensure the transparent and
Page 78 OCR 0.924
Penanggung Jawab Penerapan
Keuangan Berkelanjutan

Risk A t on the Implementation of
Corporate Secretary sebagai penanggung

jawab utama dengan dibantu Komite ESG
dalam penerapan keberlanjutan — yang
mendapatkan pendelegasian dari Direksi untuk
membuat kerangka Environmental, Social, and
Governance (“ESG”) sebagai tujuan Perseroan
dalam rangka mendukung program pemerintah,
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (“TPB”)
dan Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan
Indonesia (“TKBI”).

Pada tahun ini Corporate Secretary membuat
kerangka, material topik, material matrix, dan
roadmap Perseroan untuk tahun 2026-2030
dan telah mensosialisasikannya kepada
departemen terkait sebagai Key Performance
Indicator (“KPI”) masing-masing departemen.

Sebagai penanggung jawab penerapan
keberlanjutan dan dalam rangka peningkatan
serta updating perkembangan bisnis
berkelanjutan di dunia Indonesia dan dunia
Internasional, Corporate Secretary mengikuti
beberapa pelatihan terkait ESG, di antaranya:

1.ESG Disclosure: Peran Corporate
Secretary dalam Penyampaian ESG
Metrics melalui SPE-IDXnet

2. Peran Perusahaan Publik dalam
Keuangan Berkelanjutan: Memahami
Taksonomi untuk Keuangan

Berkelanjutan Indonesia Versi 2

3. Menavigasi Tantangan ESG melalui
Penguatan Kebijakan Good Corporate
Governance

4. Langkah Awal
Inisiatif ESG:
Perusahaan

dalam — Membangun
Panduan — Praktis

5. Advancing Corporate Environmental

Initiatives through — Natural Climate
Solutions
6. Workshop “From Policy to Practice:

Embedding ESG into Business Strategy"

7.“A Risk-Based Approach to ESG:
Building Resilient, Responsible
Businesses"

The Corporate Secretary, as the main
responsible person assisted by the ESG
Committee, is delegated by the Board of
Directors to develop an Environmental, Social,
and Governance (“ESG”) framework as the
Company's objective in supporting government
programs, Sustainable Development Goals
(SDGs'), and the Indonesian Taxonomy for
Sustainable Finance (“TKB”).

This year, the Corporate Secretary developed
the framework, material topics, material matrix,
and roadmap for the Company for 2026-2030
and has disseminated it to the relevant
departments as Key Performance Indicators
(“KPI”) for each department.

As the person responsible for implementing
sustainability and in order to improve and
update sustainable business developments in
Indonesia and internationally, the Corporate
Secretary participates in several ESG-related
training courses, including:

1. ESG Disclosure: The Role of the
Corporate Secretary in Communicating
ESG Metrics through SPE-IDXnet

2. The Role of Public Companies in
Sustainable Finance: Understanding the
Taxonomy for Indonesian Sustainable
Finance Version 2

3. Navigating ES& Challenges through
Strengthening Good Corporate
Governance Policies

4. First Steps in Building ESG Initiatives: A
Practical Guide for Companies

5. Advancing Corporate Environmental
Initiatives through Natural Climate
Solutions

6. Workshop “From Policy to Practice:
Embedding ESG into Business Strategy"

7.“A Risk-Based Approach to ESG:
Building Resilient, Responsible
Businesses"

PT Pelayaran Nasional Ekalya P
Laporan Keberlanjutan 2025 Su

Page 79 OCR 0.922
69

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

8. Webinar "From Policy to Impact: Best
Practice in ESG Journey"

9. Webinar “Empowering  Communities,
Strengthening Sustainability"

10. Webinar — “From Compliance to
Confidence: Redefining ACGS through
ESG and Digital Governance”

Perkembangan penerapan ESG di tingkat
internasional digunakan sebagai benchmark
bagi Corporate Secretary dan Perseroan dalam
melakukan monitoring dan evaluasi penerapan
ESG Perseroan. Hasil evaluasi tersebut,
termasuk alasan apabila target belum tercapai,
disampaikan kepada Direksi dengan
pengawasan Dewan Komisaris sebagai bahan
pertimbangan dalam pelaksanaan strategi,
pencapaian tujuan korporasi, mitigasi risiko,
serta pengambilan keputusan Perseroan guna
meningkatkan praktik keberlanjutan.

CD CD

Penilaian Risiko atas
Keuangan Berkelanjutan

Penerapan

Risk Assessment on the Implementation of
Sustainable e

Penerapan atas penilaian risiko dari
operasional — dalam rangka — penerapan
keuangan berkelanjutan di Perseroan dilakukan
dalam bentuk pengawasan pada

masing-masing unit kerja secara mandiri
berdasarkan kebijakan pada kode etik dan
perilaku antara lain etika bisnis, etika kerja,
benturan kepentingan, anti pencucian uang,
Sistem Manajemen Anti Penyuapan (“SMAP”) &
Anti-Bribery and Corruption (“ABC”), serta
Pakta Integritas yang dapat diakses pada
website Perseroan atau terdapat pada tautan

https://elpi.co.id/documents/pedoman-kode-etik
-dan-perilaku/view/pedoman-kode-etik-dan-peri
laku

Atas kebijakan tersebut menjadi pondasi bagi
seluruh unit kerja sehingga menjadi self
reminder dan awamess bahwa pengawasan
pengelolaan, dan penilaian risiko bukan hanya
menjadi tanggung jawab Direksi, Dewan
Komisaris, Corporate Secretary, dan Komite
Audit sebagai pembuat kebijakan Good
Corporate Governance (“GCG”).

hp sp &

8. Webinar “From Policy to Impact: Best
Practice in ESG Journey”

9. Webinar “Empowering  Communities,
Strengthening Sustainability"

10.Webinar — “From Compliance to
Confidence: Redefining ACGS through
ESG and Digital Governance”

The development of ESG implementation at the
international level is used as a benchmark for
Corporate Secretaries and Companies in
monitoring and evaluating the Company's ESG
implementation. The results of the evaluation,
including the reasons if the targets have not
been achieved, are submitted to the Board of
Directors under the supervision of the Board of
Commissioners as material for consideration in
the implementation of strategies, achievement
of corporate goals, risk mitigation, and
decision-making by the Company to improve
sustainability practices.

The implementation of operational risk
assessment in the context of sustainable
finance at the Company is carried out in the
form of independent supervision of each work
unit based on policies in the code of ethics and
conduct, including business ethics, work ethics,
conflicts of interest, anti-money laundering,
Anti-Bribery Management System (“ABMS”) &
Anti-Corruption (“ABC”), as well as the Integrity
Pact, which can be accessed on the Company's
website or found at the link

https://elpi.co.id/documents/pedoman-kode-etik
-dan-perilaku/view/pedoman-kode-etik-dan-peri
laku

This regulation serves as a foundation for all
work units, acting as a self-reminder and
awareness that management oversight and risk
assessment are not only the responsibility of the
Board of Directors, Board of Commissioners,
Corporate Secretary, and Audit Committee as
the makers of Good Corporate Governance
(“GCG”) policies.
Page 80 OCR 0.904
Fungsi pengelolaan dan penilaian risiko juga
dilakukan oleh Corporate Secretary, Komite
Audit, dan Komisaris Independen sebagai
Ketua Komite Audit yang diimplementasikan
dalam rapat berkala membahas berbagai hal di
antaranya kerangka ESG, penunjukan Akuntan
Publik & Kantor Akuntan Publik, Rencana Kerja
& Anggaran Perseroan, review kinerja
Perseroan, hingga pengawasan dan penerapan
GCG.

Meskipun Perseroan belum memiliki unit
khusus yang bertanggung jawab secara
tersendiri dalam pengelolaan risiko, fungsi
tersebut tetap dijalankan secara terintegrasi
dalam struktur dan proses kerja Perseroan.
Perseroan memiliki komitmen yang kuat dalam
pengelolaan dan penilaian risiko, yang
diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi dan
kampanye SMAP secara rutin kepada seluruh
jajaran Perseroan maupun para pemangku
kepentingan. Ke depan, Perseroan akan

memperkuat komitmen tersebut secara nyata
dengan melaksanakan penilaian oleh pihak
ketiga terhadap penerapan SMAP di lingkungan
Perseroan.

Kolusi dan nepotisme (ADC)

Penyimpangan GCG & Coc

Benturan kepentingan
Benyalangunaan
'ang/kekuasaan

petanggaran lainnya yang
'enaganggu keamanan dan
yamanan di tempat kerja

BILA MENJUMPAI/MELIHAT/MENGALAMI

pneprit@pnep.co.id
DR | Hertoreecornen.coid

app | “ut SRE| &

Risk management and assessment functions
are also carried out by the Corporate Secretary,
Audit Committee, — and — Independent
Commissioners as Chair of the Audit
Committee, which are implemented in periodic
meetings to discuss various matters, including
the ESG framework, the appointment of Public
Accountants & Public Accounting Firms, the
Company's Work Plan & Budget, review of the
Company's performance, and supervision and
implementation of GCG.

Although the Company does not yet have a
specific unit responsible for risk management,
this function is still carried out in an integrated
manner within the Company's structure and
work processes. The Company has a strong
commitment to risk management and
assessment, which is manifested through
regular SMAP socialization and campaign
activities for all Company personnel and
stakeholders. Going forward, the Company will
strengthen this commitment by conducting
third-party assessments of SMAP
implementation within the Company.

DEAR
PNEPRIT.

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari
Laporan Keberlanjutan 2025 Su: ility Re

Page 81 OCR 0.937
yA!

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

Hubungan dengan Pemangku
Kepentingan
Relationships with Stakeholders

Sebagai Emiten Perusahaan Publik (“EPP”)
yang berdomisili di Surabaya, pemangku
kepentingan sesungguhnya bukan hanya
masyarakat Surabaya dan sekitarnya, namun
pemegang saham dan pemangku kepentingan
Perseroan adalah seluruh warga negara
Indonesia bahkan termasuk warga negara
asing.

Pemegang saham dan pemangku kepentingan
secara tidak langsung menjadi pengawas
Perseroan dalam menjalankan praktik Good
Corporate Governance (“GCG”) dan kepatuhan
terhadap peraturan di pasar modal. Hal tersebut
menjadi salah satu pertimbangan yang
mewajibkan Perseroan untuk melakukan
identifikasi terkait keterlibatan pemangku
kepentingan meliputi harapan & keinginan, dan
tujuan, serta bagaimana cara Perseroan untuk
mengakomodir dan melibatkan para pemangku
kepentingan.

Perseroan yakin dengan melibatkan pemangku
kepentingan, segala operasional dan tujuan
yang menjadi roadmap bisnis akan dapat
terwujud karena mendapatkan support system
dari pemangku kepentingan baik dalam negeri
untuk kepentingan diversifikasi dan luar negeri
dalam usaha menuju ekspansi bisnis.

Support system secara regulator yang
memberikan dukungan bagi iklim investasi
dapat dibangun melalui keterlibatan dan
hubungan antara pemangku kepentingan yaitu,
seli-regulatory organization (BEI, KSEI, KPEI),
pemerintah, organisasi, asosiasi, profesi,
media, dan masyarakat serta dunia pendidikan.

Untuk itu, Perseroan merasa perlu untuk
melibatkan pemangku kepentingan dalam
segala aktivitas dan operasional dalam
berbagai macam bentuk pelibatan, tujuan,
topik, dan metode pelibatan sebagaimana
dijelaskan di bawah ini

hp sp &

As a Public Company Issuer (“EPP”) domiciled
in Surabaya, the actual stakeholders are not
only the people of Surabaya and its surrounding
areas, but the shareholders and stakeholders of
the Company are all Indonesian citizens,
including foreign nationals.

Shareholders and stakeholders indirectly
supervise the Company in implementing Good
Corporate Governance (“GCG”) practices and
compliance with capital market regulations. This
is one of the considerations that reguire the
Company to identify stakeholder involvement,
including their expectations, desires, and
objectives, as well as how the Company can
accommodate and involve stakeholders.

The Company believes that by invloving
stakeholders, all operations and objectives
outlined in the businness roadmap can be
realized thanks to the support system provided
by domestic stakeholders for diversification
purposes and foreign stakeholders for business
expansion efforts.

A regulatory support system that fosters a
favorable investment climate can be developed
through engagement and relationships between
stakeholders, namely self-regulatory
organizations (IDX, KSEI, KPEI), the
government, organizations, associations,
professions, the media, the public, and the
education sector.

To that end, the Company feels it is necessary
to involve stakeholders in all activities and
operations in various forms of engagement,
objectives, topics, and methods of engagement
as described below.
Page 82 OCR 0.884
STRONG People
(Karyawan Perseroan)

STRONG People
(Employees of the
Company)

Tujuan
Pelibatan

Rasa memiliki dan
peningkatan
kinerja Perseroan
di internal
termasuk
penyelarasan dan
pemahaman
dengan strategi,
kebijakan, serta
nilai Perseroan.

Asense of
belonging and
improved
performance of the
Company
internally, including
alignment and
understanding of
the Company's
strategies,
policies, and
values.

opik dar
Harapan

Arah dan target

jagemer

« Townhall meeting

kinerja Perseroan « Forum
Kebijakan internal — peningkatan

dan tata kelola

Lingkungan kerja

yang menjamin
keamanan,
kesehatan, dan

" Kinerja

» Outbond
karyawan
Bulan K3

keselamatan

kerja

Pengembangan

kompetensi

karyawan

Direction and “ Town hall
performance meeting
targets of the » Improvement
Company forum
Internal policies » Training
and governance performance
Safe and » Employee
conducive outbound
working " K3 Month
environment

Employee

competency

development

pelatihan/training

| | SRE | &

Minimal satu
tahun sekali
untuk townhall,
outbond, dan
bulan K3
Pelatihan/training
need analyst
berdasarkan
kebutuhan
masing-masing
departemen

Town hall
meetings,
outbound
activities, and K3
month at least
once ayear
Training/training
needs analysis
based on the
needs of each
department

Pemegang Saham dan
Investor

Meningkatkan
nilai, kepercayaan,
dan branding
Perseroan pada
publik dengan
transparansi dan
akuntabilitas

Kinerja keuangan - Rapat Umum

dan operasiona
Perseroan
Pembagian
dividen

Aksi korporasi

| Pemegang
Saham (RUPS)
» Paparan publik /
Public Expose

Minimal satu kali
setahun

Shareholders and Enhancing the « Financial and - General Meeting At least once a
Investors Company's value, operational of Shareholders year
credibility and performance of (GMS)
branding for public the Company » Public Expose
through “ Dividend
transparency and distribution
accountability « Corporate actions
Regulator Khusus di Pemenuhan « Kepatuhan « Penyampaian Secara berkala dan
Bidang Pasar Modal kepatuhan terhadap laporan berkala sesuai kebutuhan
terhadap regulasi peraturan pasar dan insidental
pasar modal serta — modal melalui Sistem
penerapan tata » Ketepatan waktu Pelaporan
kelola perusahaan — dan akurasi Elektronik (SPE
yang baik dan penyampaian OJK-IDX),
benar laporan Website, dan
“ Transparansi dan — platform saham
keterbukaan " Webinar atau
informasi Workshop

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

72
Page 83 OCR 0.892
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk

73 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Specialised Capital Compliance with» Compliance with — « Submission of Periodically and as
Market Regulator Capital market capital market periodic and needed
regulations and regulations incidental reports
implementation of « Punctuality and through the
soundand proper — accuracy of Electronic
corporate report delivery Reporting System
governance “ Transparency (SPE OJK-IDX),
and openness of website, and
information Stock platform
- Webinars or
workshops
Pemerintah dan Membangun « Kepatuhan “ Penyampaian Secara berkala dan
Regulator hubungan yang hukum dan laporan dan sesuai kebutuhan
harmonis serta perizinan perizinan
memastikan « Dukungan “ Pembaruan
kepatuhan terhadap sertifikasi
terhadap kebijakan « Kolaborasi
peraturan pemerintah program ESG
perundang-undan » Kontribusi
gan terhadap
pembangunan
berkelanjutan
Government and Building “ Legal compliance - Legal compliance Periodically and as
Regulators harmonious and licensing and licensing needed
relationships and “ Support for “ Support for
ensuring government government
compliance with policies policies
laws and - Contribution to “ Contribution to
regulations sustainable sustainable
development development
Asosiasi, Organisasi Peningkatan “ Perkembangan » Keanggotaan Secara berkala dan
Profesi, Pendidikan, branding, regulasi dan aktif dalam sesuai kebutuhan
dan Keanggotaan mendapatkan standar profesi asosiasi dan

talent, relasi serta
kesempatan kerja
sama dengan
Galeri Bursa Efek
Indonesia dan
fatau bisnis dalam
rangka menuju

diversifikasi
Associations, Enhanced
Professional branding, talent
Organizations, acguisition,
Education, and relationships, and
Membership opportunities for

cooperation with
the Indonesia
Stock Exchange
and/or businesses
in order to achieve
diversification.

tp 1g SRE

Peningkatan
kapasitas dan
sertifikasi
profesional

Kerja sama
pendidikan,
penelitian, dan
pengembangan
SDM

Kontribusi
Perseroan dalam
forum
keanggotaan dan
asosiasi

Development of
regulations and
professional
standards
Improvement of
professional
capacity and
certification
Cooperation in
education,
research, and
human resource
development

"

organisasi profesi
Partisipasi dalam
seminar,
workshop, dan
forum diskusi
Kolaborasi
dengan institusi
pendidikan
(kuliah tamu,
magang, riset)
Pertemuan
koordinasi dan
komunikasi
formal/nonformal

Active
membership in
professional
associations and
organizations
Participation in
seminars,
workshops, and
discussion
forums

Periodically and as
needed
Page 84 OCR 0.875
The Company's
contribution to

| 38 | SRE | &

Formal/informal
coordination and

membership communication
forums and meetings
associations
Pemasok dan Mitra Menjalin kerja » Kepatuhan Pertemuan Secara berkala dan
Bisnis sama yang legalitas dan koordinasi sesuai kebutuhan
berkelanjutan, perizinan « Kontrak dan
transparan, dan pemasok perjanjian kerja
saling » Fairness pricing sama
menguntungkan dan term of " Evaluasi kinerja
payment pemasok
« Kepatuhan » Audit supplier
terhadap standar
mutu,
keselamatan, dan
etika bisnis (ABC)
Suppliers and Business Establishing » Supplier legal “ Coordination Periodically and as
Partners sustainable, and licensing meetings needed
transparent, and compliance - Contracts and
mutually beneficial « Fair pricing and cooperation
cooperation terms of payment — agreements
“ Compliance with « Supplier
guality, safety, performance
and business evaluations
ethics standards - Supplier audits
(ABC)
Klien dan KKKS Menjaga « Pemenuhan " Kontrak kerja Secara berkala dan
kepercayaan klien ' dokumen kontrak — sama sesuai kebutuhan
melalui pelayanan dan teknis " Pertemuan

Clients and KKKS

yang andal dan
berkelanjutan

Maintaining client
trust through
reliable and
consistent service

Kualitas layanan
dan ketepatan
waktu
Keselamatan dan
kepatuhan
operasional
Keberlanjutan
hubungan kerja
sama

Compliance with
contractual and
technical
documents
Service guality
and timeliness
Safety and
operational
compliance
Sustainability of
cooperative
relationships

koordinasi dan
evaluasi (PA, PB,
PRM)
Komunikasi
operasional rutin

Cooperation Periodically and as
contract needed
Coordination and

evaluation

meetings (PA,

PB, PRM)

Routine

operational

communication

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk

Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

74
Page 85 OCR 0.854
75

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk

Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

Masyarakat dan
Komunitas Lokal

Membangun .
hubungan yang

Dampak sosial .
dan lingkungan

Sosialisasi dan
dialog dengan

Secara berkala dan
sesuai kebutuhan

harmonis serta kegiatan masyarakat
mendukung operasional » Pelaksanaan
pemberdayaan » Program program TJSL
dan kesejahteraan Tanggung Jawab - Koordinasi
masyarakat sekitar Sosial dan dengan tokoh
wilayah Lingkungan masyarakat dan
Operasional. (TJSL) pemerintah
“ Kesempatan setempat
kerja dan
pemberdayaan
masyarakat
“ Komunikasi yang
terbuka dan
berkelanjutan
People and Local Building “ Social and » Socialization and Periodically and as
Communities harmonious environmental dialogue with the needed
relationships and impact of community
supporting the operational « Implementation of
empowermentand activities TJSL programs
welfare of « Social and » Coordination with
communities inthe — Environmental community
surrounding « Responsibility leaders and local
operational areas. — Program (TJSL) government
“ Employment
opportunities and
community
empowerment
“ Open and
continuous
communication
Media Menyampaikan “ Kinerja dan » Rapat Umum Secara berkala dan
informasi dan kegiatan Pemegang sesuai kebutuhan
kinerja untuk operasional Saham (RUPS)
membangun citra Perseroan « Paparan publik
dan reputasi « Informasi material - Siaran pers
Perseroan dan keterbukaan
informasi
“ Program
keberlanjutan dan
TJSL
Associations, Communicating « Company « General Meeting Periodically and as
Professional information and performance and of Shareholders needed
Organizations, performance to operational (GMS)
Education, and build the activities « Public Expose
Membership Company's image - Material » Press release
and reputation information and
information
disclosure
“ Sustainability and
TJSL programs

hp sp &
Page 86 OCR 0.900
wo1 smaRinG session

Strategic Corporate Secretary: Workshop &
Managing Transparency, Sharing Session
Control, and Compliance in
Public Companies.

Strategic Corporate
Secretary : Managing
Transparency Control, and
Compliance in Public
Companies

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk...
Page 87 OCR 0.913
urnamasari Tbk
bility Report

Oipoeor kseiO

SEMINAR IPO:

» GO BIG WITH GO PUBLIC

Blitar, 20 Febryggsi 2025

SPEAKENS:

Permasalahan Terhadap Penerapan
Keuangan Berkelanjutan

Issues regarding the implementation of
sustainable finance

Setiap tahun Perseoan telah membuat
Rencana Kerja dan Anggaran Perseroan
(“RKAP”) yang di dalamnya telah terdapat
alokasi untuk — penerapakan keuangan
berkelanjutan melalui program Environment,
Social, Governance (“ESG”). Program ESG
disusun berdasarkan area operasi, kebutuhan
masyarakat setempat, dan kewajiban atas
pemenuhan kontrak dengan klien.

Perseroan dalam menyusun program ESG
melibatkan dan berkolaborasi dengan regulator,
klien, dan masyarakat setempat, serta
pemerintah daerah. Dalam pelaksanaannya,
terdapat beberapa kendala yang menjadi
perhatian dan perbaikan untuk tahun
selanjutnya, di antaranya:

1. Kompleksitas Peraturan
Perseroan secara aktif ' memantau
perkembangan kebijakan dan ketentuan
dari regulator. Dinamika regulasi
keberlanjutan yang terus berubah
menuntut perhatian berkelanjutan serta
penyesuaian kepatuhan agar tetap
sejalan dengan ketentuan yang berlaku.

2. Beban Operasional

Sebagai Perseroan yang bergerak di
bidang Offshore Support  Vessel
(“OSW), klien pada wilayah operasional
kerap mensyaratkan pelaksanaan
program CSR. Namun, karena kegiatan
tersebut tidak selalu tercakup dalam
nilai kontrak, Perseroan perlu mengelola
keseimbangan antara beban
operasional dan alokasi biaya untuk
pemenuhan aspek ESG.

hp mw spE &

ELPI HMI Jember

Every year, the Company has prepared a
Corporate Work Plan and Budget (RKAP) which
includes allocations for the implementation of
sustainable finance through Environment,
Social, Governance (ESG) programs. ESG
programs are developed based on operational
areas, local community needs, and obligations
to fulfill contracts with clients.

In developing its ESG program, the Company
involves and collaborates with regulators,
clients, local — communities, and local
governments. In its implementation, there are
several obstacles that reguire attention and
improvement for the following year, including:

1. Regulatory Complexity
The Company actively monitors policy
developments and regulations from
regulators. The ever-changing dynamics
of sustainability regulations reguire
continuous attention and compliance
adjustments to remain in line with
applicable provisions.

2. Operational Costs

As a company engaged in the Offshore
Support Vessel (OSV) business, clients
in the operational area often reguire the
implementation of CSR programs.
However, as these activities are not
always covered in the contract value, the
Company needs to manage the balance
between operational costs and cost
allocation for ESG compliance.
Page 88 OCR 0.928
3. Keahlian Teknologi

Seiring dengan perkembangan era
digital, Perseroan terus beradaptasi
menuju ekosistem bisnis berbasis
digital. Proses ini menghadirkan
tantangan, terutama terkait kebutuhan
investasi yang relatif besar serta
kesiapan sumber daya manusia dalam
mengimplementasikan teknologi secara
optimal.

4. Kompetensi

Perseroan memandang kompetensi
sumber daya manusia sebagai aset
tidak berwujud yang bernilai strategis.
SDM yang kompeten berkontribusi
langsung terhadap peningkatan nilai
Perseroan. Tantangan yang dihadapi
saat ini adalah masih terbatasnya
pemahaman dan kesadaran bahwa
keberlanjutan merupakan aspek yang
krusial, sehingga proses pengumpulan,
pemantauan, dan pengukuran data ESG
terus disempurnakan untuk mencapai
metode yang lebih efektif.

5. Insentif

Belum tersedianya insentif yang
memadai bagi Perseroan yang mampu
menjalankan penerapan keuangan
berkelanjutan secara baik dan andal
turut memengaruhi tingkat motivasi
dalam pengembangan laporan tahunan
dan laporan keberlanjutan.

6. Peran Masyarakat
Dalam pelaksanaan program ESG,
masyarakat pada umumnya masih
memandang bantuan dalam bentuk
finansial dan /atau produk jadi sebagai
pendekatan utama. Sementara itu,
Perseroan lebih — mengedepankan
pelaksanaan penerapan keuangan
berkelanjutan melalui program sosial
dan lingkungan, serta kegiatan yang
berkelanjutan yang dapat memberikan
dampak jangka panjang dan wajib
dikelola oleh masyarakat sendiri dalam

“G8 | SRE | &

3. Technological Expertise

In line with the development of the digital
era, the Company continues to adapt to
a digital-based business ecosystem.
This process presents challenges,
particularly in relation to the relatively
large investment reguirements and the
readiness of human resources to
implement technology optimally.

4. Competence

The Company views human resource
competence as a strategic intangible
asset. Competent human resources
contribute directly to increasing the
Company's value. The challenge
currentiy  faced is the limited
understanding and awareness that
sustainability is a crucial aspect, so that
the process of collecting, monitoring,
and measuring ESG data continues to
be refined to achieve more effective
methods.

5. Incentives
The lack of adeguate incentives for
companies that are able to implement
sustainable finance properly and reliably
also affects the level of motivation in
developing annual  reports and
sustainability reports.

6. The Role of the Community
In the implementation of ESG programs,
the community generally still views
assistance in the form of financial and/or
finished products as the main approach.
Meanmhile, the Company prioritizes the
implementation of sustainable finance
through social and environmental
programs, as well as sustainable
activities that can have a long-term
impact and must be managed by the
community itself in the form of
education, cultivation, facilities, and/or

bentuk pendidikan, budidaya, fasilitas infrastructure.

dan/atau sarana prasarana.
Dalam menghadapi tantangan penerapan In addressing the challenges of implementing
keuangan berkelanjutan, Perseroan sustainable finance, the company has adopted
menerapkan beberapa strategi diantaranya: several strategies, including:

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 S' abilit

Page 89 OCR 0.932
79

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

1. Pemantauan regulasi, — penguatan
kepatuhan, serta penyesuaian
kebijakan internal melalui Corporate
Affairs & Compliance

2. Segala beban biaya dimaksimalkan
untuk dapat memenuhi
program-program ESG yang telah
dibuat dalam bentuk RKAP sehingga
terdapat pemenuhan dalam persentase
yang cukup

3. Memaksimalkan kolaborasi dengan
pemangku kepentingan dalam rangka
research & development serta potensial
pendanaan program rintisan teknologi,
termasuk di dalamnya adalah
memaksimalkan peningkatan potensi
sumber daya manusia dengan adanya
training need analyst dan program
magang riset

Dengan strategi tersebut, maka Perseroan
berkeyakinan bahwa atas penerapan keuangan
berkelanjutan akan mengalami peningkatan
dan mempunyai dampak, perubahan bentuk,
serta dapat memberikan kontribusi pada Tujuan
Pembangunan Berkelanjutan (“TPB-SDGs”)
dan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan
Indonesia (“TKBI”)

Bantuan Financial yang diterima dari
Pemerintah
Financial Aid Received From The Goverment

Perseroan berkomitmen untuk mematuhi
seluruh regulasi yang berlaku serta menjunjung
tinggi transparansi dan akuntabilitas keuangan.
Sepanjang tahun 2025, Perseroan tidak
menerima bantuan finansial dalam bentuk apa
pun dari Pemerintah, termasuk pembebasan
pajak, royalti, maupun hibah dari pemerintah.

1. Monitoring regulations, strengthening
compliance, and adjusting internal
policies through Corporate Affairs &
Compliance

2. All costs are maximized to fulfill ESG
programs that have been created in the
form of RKAP so that there is sufficient
fulfillment in percentage terms

3.  Maximizing collaboration with
stakeholders in research & development
and potential funding for technology
start-up programs, including maximizing
the potential of human resources
through training needs analysts and
research internship programs

With this strategy, the company believes that
the implementation of sustainable finance will
improve and have an impact, bring about
change, and contribute to the Sustainable
Development Goals (SDGs) and the Indonesian
Sustainable Finance Taxonomy (TKBI).

The Company is committed to complying with
all applicable regulations and upholding
financial transparency and  accountability.
Throughout 2025, the Company did not receive
any financial assistance from the Government,
including tax exemptions, royalties, or grants
from the government.
Page 90 OCR 0.681
IL | 08 | SRE| &

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk

(| Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report I
1

Page 91

          
Page 92 OCR 0.378
DN VraANDI

vg

Page 93 OCR 0.921
83

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
2025

Kegiatan Membangun Budaya Keberlanjutan

Sustainable culture building activities

Perseroan secara konsisten membangun
budaya keberlanjutan di lingkungan internal
sebagai bagian dari komitmen terhadap
penerapan prinsip keberlanjutan — dalam
kegiatan usaha. Upaya tersebut dilakukan
melalui integrasi nilai-nilai keberlanjutan ke
dalam kebijakan, tata kelola, serta proses
operasional Perseroan, sehingga prinsip
keberlanjutan menjadi landasan dalam
perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi
kegiatan usaha.

Selama periode pelaporan, Perseroan
melaksanakan berbagai kegiatan internal yang
bertujuan meningkatkan pemahaman dan
kesadaran karyawan terhadap aspek
lingkungan, sosial, dan tata kelola. Kegiatan ini
dilaksanakan melalui sosialisasi, komunikasi
internal, serta penerapan praktik kerja yang
bertanggung — jawab, guna mendorong
partisipasi aktif seluruh karyawan dan
memastikan penerapan budaya keberlanjutan
secara konsisten dan berkelanjutan di
lingkungan Perseroan.

Guna mendukung komitmen membangun
budaya keberlanjutan, — Direksi — melalui
Corporate Secretary telah memasukkan ke
dalam kebijakan “Pedoman Manajemen

Keberlanjutan” dan menjadikannya dalam Key
Performance Indicator Corporate hingga level
departemen, termasuk adanya review kuartal
dan semester.

The Company consistently builds a culture of
sustainability within its internal environment as
part of its commitment to applying sustainability
principles in its business activities. These efforts
are carried out by integrating sustainability
values into the Companys  policies,
governance, and operational processes, so that
sustainability principles become the foundation
for planning, implementing, and evaluating
business activities.

During the reporting period, the Company
carried out various internal activities aimed at
increasing employee understanding and
awareness of environmental, social, and
governance aspects. These activities were
carried out through socialization, internal
communication, and the implementation of
responsible work practices, in order to
encourage the active participation of all
employees and ensure the consistent and
sustainable implementation of a culture of
sustainability within the Company.

To support the commitment to building a culture
of sustainability, the Board of Directors, through
the Corporate Secretary, has incorporated it into
the “Sustainability Management Guidelines”
policy and made it a Corporate Key
Performance Indicator down to the department
level, including guarterly and semester reviews.

Page 94 OCR 0.917
Kinerja Ekonomi
Economic performance

ap | “ut SRE| &

Perbandingan Target dan Kinerja Produksi, Portofolio, Target Pembiayaan, atau

Investasi, Pendapatan dan Laba Rugi.

Comparision of Targets and Performance in Production, Portfolio, Financing or
Investment Targets, Revenue and Profits, and Loss

Pada tahun 2025, Perseroan hampir mencapai
target yang telah ditetapkan dalam Rencana
Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).
Pendapatan yang ditargetkan sebesar Rp1,39
triliun terealisasi menjadi Rp1,01 triliun, atau
mencapai 73Y4 dari target yang direncanakan.

Selain itu, Laba Bersih Tahun Berjalan juga
menunjukkan kinerja yang cukup baik, dengan
realisasi sebesar Rp209,19 miliar, atau 6394
dari target yang ditetapkan sebesar Rp333,64
miliar.

In 2025, the Company nearly achieved the
target set in the Corporate Work Plan and
Budget (RKAP). The targeted revenue of
Rp1.39 trillion was realized at Rp1.01 trillion, or
734 of the target.

Furthermore, Net Profit for the Current Year also
demonstrated guite good performance, with a
realization of Rp209.19 billion, or 63Y4 of the
target of Rp333.64 billion.

“ Dalam Jutaan Rupiah
in millions of rupiah

Pendapatan
Revenue

1.013.750

1.205.219 (15,89)95

Laba Tahun Berjalan

Profit For The Year 209.192

263.982 (20,75)96

GRI 2014

Perbandingan Target dan Kinerja Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi
pada Instrumen Keuangan atau Proyek yang Sejalan dengan Keuangan

Berkelanjutan.

Comparison of targets and performance of portfolios, financing targets, or
investments in financial instrumens or project in line with sustainable finance

Keuangan berkelanjutan kini menjadi salah satu
prioritas utama dalam pengelolaan portofolio
dan strategi investasi Perseroan. Integrasi
prinsip — keberlanjutan dalam kebijakan
pembiayaan dan pengembangan aset
dilakukan secara sistematis guna memastikan
pertumbuhan usaha yang tidak hanya
berorientasi pada profitabilitas, tetapi juga pada
dampak lingkungan dan sosial jangka panjang.

Sebagai implementasi konkret dari komitmen
tersebut, Perseroan mulai mengembangkan
proyek berbasis teknologi ramah lingkungan,
antara lain Diesel Dual Fuel (DDF) dan Multicat
Hybrid.

Sustainable finance is now one of the top
priorities in the  Companys portfolio
management and investment strategy. The
integration of sustainability principles into
financing and asset development policies is
carried out systematically to ensure business
growth that is not only profit-oriented, but also
focused on long-term environmental and social
impacts.

As a@ concrete implementation of this
commitment, the Company has begun to
develop environmentally friendly

technology-based projects, including Diesel
Dual Fuel (DDF) and Multicat Hybrid.

PT Pelayaran Nasional Ekalya P
Laporan Keberlanjutan 2025

Page 95 OCR 0.919
85

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
anjutan 2025 Sustainability Report

Program Diesel Dual Fuel (DDF) merupakan
inisiatif konversi mesin kapal menjadi sistem
bahan bakar ganda, yang memungkinkan
penggunaan gas (LNG) dan diesel secara
simultan. Melalui penerapan teknologi ini, kapal
mampu mencapai efisiensi energi hingga
sekitar 805, yang berdampak pada optimalisasi
konsumsi bahan bakar serta penurunan biaya
operasional secara signifikan.

Sementara itu, kapal Multicat dirancang
sebagai kapal multifungsi yang
mengintegrasikan empat fungsi sekaligus, yaitu
fire boat, watch dog, towing vessel, dan AHTS
vessel. Model operasional terpadu ini
memungkinkan efisiensi penggunaan armada,
dengan potensi penurunan konsumsi bahan
bakar sekitar t44”s serta pengurangan emisi

The Diesel Dual Fuel (DDF) program is an
initiative to convert ship engines to a dual fuel
system, which allows the simultaneous use of
gas (LNG) and diesel. Through the application
of this technology, ships are able to achieve
energy efficiency of up to around 8074, which
results in optimized fuel consumption and a
significant reduction in operating costs.

Meanmhile, Multicat vessels are designed as
multifunctional ships that integrate four
functions at once, namely fire boat, watch dog,
towing vessel, and AHTS vessel. This
integrated operational model allows for efficient
use of the fleet, with the potential to reduce fuel
consumption by approximately #44Y6 and
carbon emissions by up to 39.01. This

karbon hingga 439,0146. Inovasi tersebut innovation reflects the Company's strategic
mencerminkan langkah strategis Perseroan steps in promoting efficiency while supporting
dalam mendorong efisiensi sekaligus the maritime industry's decarbonization agenda.
mendukung agenda dekarbonisasi industri

maritim.

Pembiayaan Kinerja Investasi pada Proyek Berwawasan

Lingkungan

Financing Investment Performance in Environmentally Sound Projects Keterangan
(Rp Juta) Bi
(IDR Millions)

Tahun Realisasi
Year Realization
2023 #3M

Conferter Diesel
Dual Fuel (DDF) &

2024 £13,5M Multicat Hybrid
2025 t31,5M

Page 96 OCR 0.904
Kinerja Lingkungan Hidup
Environmental performance

CD CD

Biaya Lingkungan Hidup

Segala kegiatan operasional yang dilakukan
oleh seluruh Perusahaan di dunia baik skala
besar maupun kecil akan terdapat baik positif
maupun negatif, khususnya dampak pada
lingkungan hidup meskipun terdapat dampak
positif pada aspek ekonomi-sosial.

Menyadari hal tersebut, Perseroan secara
konsisten menerapkan prinsip pencegahan dini
melalui berbagai kebijakan dan program yang
bertujuan untuk memitigasi dampak lingkungan
yang timbul dari aktivitas operasional. Sebagai
bagian dari komitmen terhadap perlindungan
lingkungan — dan keberlanjutan — usaha,
Perseroan mengalokasikan biaya lingkungan
hidup yang digunakan untuk mendukung upaya
pencegahan, pengendalian, serta pemulihan
dampak lingkungan.

Biaya tersebut mencakup pengelolaan limbah
dan pemantauan kualitas lingkungan. Melalui
pengeluaran biaya lingkungan hidup ini,
Perseroan berupaya memastikan bahwa
seluruh kegiatan operasional dilaksanakan
secara bertanggung jawab, — mematuhi
ketentuan peraturan  perundang-undangan
yang berlaku.

w

ag |SRE | &

Enviromental cost

All operational activities carried out by
companies around the world, whether large or
small, will have both positive and negative
impacts, particularly on the environment, even if
there are positive impacts on economic and
social aspects.

Recognizing this, the Company consistently
applies the principle of early prevention through
various policies and programs aimed at
mitigating the environmental impact of its
operational activities. As part of its commitment
to environmental protection and business
sustainability, — the Company  allocates
environmental costs to support efforts to
prevent, control, and restore environmental
impacts.

These costs include waste management and
environmental guality monitoring. Through
these environmental — expenditures, — the
Company strives to ensure that all operational
activities are carried out responsibly and in
compliance with  applicable laws and
regulations.

Page 97 OCR 0.921
ran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
lanjutan 2025 Sustainability Report

Nomor Uraian Nominal

Number Description Nominal

1 Biaya Pembuangan Sampah B3 Rp33.233.913
Hazardous waste disposal cost

2 Biaya Pembuangan Sampah Non B3 Rp28.200.000
Non hazardouz waste disposal cost

3 Upaya Pemantauan Kualitas Air Rp2.289.000
Water @uality Monitoring Efforts

4 Green Horizon Rp55.635.000
Green Horizon

5 Penanaman Terumbu Karang dan Mangrove Rp5.000.000
Coral Reef and Mangrove Pianting

6 Pembagian Jaring kepada Nelayan Rp5.000.000
Distribution of Nets to Fishermen

Total Rp129.357.913

Total

Penggunaan Material yang Ramah
Lingkungan

Dampak lingkungan pasti akan terjadi namun
terkait besaran dampak bagi lingkungan
dapat diminimalisasi dari setiap perusahaan
untuk itulah dibutuhkan peran serta dan
partisipasi yang dapat dimulai dalam segala
hal meskipun merupakan kegiatan kecil.
Perseroan telah memulai langkah kecil yang
sesungguhnya akan mempunyai kontribusi
yang besar bagi pengurangan dampak
lingkungan mulai dari pekerjaan di offshore
maupun di onshore di antaranya:

hp » spE &

Use of enviromentally sustainable
materials

Environmental impacts are inevitable, but the
extent of these impacts can be minimized by
each company. This reguires involvement and
participation that can begin with small steps.
The company has taken small steps that will
actually make a big contribution to reducing
environmental impacts, starting with offshore
and onshore operations, including:
Page 98 OCR 0.921
1. Cat ramah lingkungan

Grha KCT dibangun dengan menggunakan
cat ramah lingkungan yang Low odour yaitu
tidak menimbulkan bau menyengat dan
Low VOC yang menawarkan kadar emisi
kimia yang lebih rendah, sehingga lebih
aman untuk ruang tertutup yang sering
digunakan sehari-hari dan tidak
mengandung merkuri yang merupakan zat
kimia berbahaya.

Selain itu, seluruh armada juga
menggunakan cat dengan greenlabel
singapore yaitu produk industri dan
konsumen yang terbukti ramah lingkungan,
aman bagi kesehatan, dan memiliki
dampak — lingkungan lebih rendah,
mendorong konsumsi ekologis dan

memberi nilai tambah bagi produsen yang
berkomitmen pada praktik berkelanjutan.

2.Bebas CFC dan HCFC
Segala produk pendingin pada Grha KCT
dan kapal telah menggunakan zat
pendingin (refrigeran) yang tidak
mengandung Chlorofluorocarbon (CFC)
dan Hidroklorofluorokarbon (HCFC), yaitu
senyawa kimia buatan yang banyak dipakai
sebagai pendingin (freon), semprotan
aerosol, dan busa, namun keduanya
perusak lapisan ozon dan penyumbang
efek rumah kaca serta pemanasan global.

3.Eco energy label

Perangkat elektronik yang dgunakan untuk
mendukung pekerjaan di Grha KCT
khususnya lemari es telah menggunakan
label tanda hemat energi sebagai salah
satu cara Perseroan untuk mengurangi
penggunaan energi listrik dan energi baru
terbarukan secara tidak langsung.

ap | “ut SRE| &

1.Environmentally friendly paint

Grha KCT was built using environmentally
friendly paint that is low in odor, meaning it
does not produce a pungent smell, and low
in VOC, offering lower chemical emissions,
making it safer for enclosed spaces that are
used daily and does not contain mercury,
which is a hazardous chemical.

In addition, the entire fleet also uses paint
with the Singapore Green Label, which is
an industrial and consumer product that is
proven to be environmentally friendly, safe
for health, and has a lower environmental
impact, encouraging ecological
consumption and  adding value to
manufacturers committed to sustainable
practices.

2.CFC and HCFC Free

All cooling products at Grha KCT and on
ships use refrigerants that do not contain
chlorofluorocarbons (CFCs) and
hydrochlorofluorocarbons (HCFCs), which
are synthetic chemicals widely used as
coolants (freon), aerosol sprays, and
foams. but both are ozone-depleting
substances and contributors to the
greenhouse effect and global warming.

3. Eco energy label
Electronic devices used to support work at
Grha KCT, particularly refrigerators, have
been labeled with an energy-saving label as
one of the Company's ways to indirectly
reduce the use of electricity and renewable
energy.

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

88
Page 99 OCR 0.903
89

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

mane Hemat

Er

ma mean
Tram —

Apa yang telah dilakukan oleh Perseroan di

atas — tentunya akan memberikan
pengurangan dampak lingkungan yang
diharapkan juga menjadi trigger bagi

perusahaan lain untuk dapat memberikan
kontribusi bersama sebagaimana dalam
Penerapan SKEM dan Pencantuman Label
Tanda Hemat Energi Untuk  Peranti
Pengkondisi Udara diatur dalam Peraturan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
Nomor 57 Tahun 2017.

Label Tanda Hemat Energi menunjukkan
tingkat hemat energi pada  Peranti
Pengkondisi Udara yang digambarkan dalam
jumlah bintang, semakin banyak bintang nya,
maka semakin hemat peralatan tersebut demi
mendukung pelaksanaan konservasi energi
di Indonesia.

KEBIJAKAN ENERGI

The actions taken by the Company above will
certainly reduce the expected environmental
impact and also trigger other companies to
contribute together as stipulated in the
Implementation of SKEM and the Inclusion of
Energy Efficiency Labels for Air Conditioning
Devices as regulated in Regulation of the
Minister of Energy and Mineral Resources
Number 57 of 2017.

The Energy Efficiency Label indicates the
energy efficiency level of air conditioning
eguipment, represented by a number of stars.
The more stars, the more energy efficient the
eguipment is, thereby supporting energy
conservation efforts in Indonesia.

PENCANTUMAN SKEM DAN LABEL HEMAT ENERGI

Batas minimum
lisiensi yang
diizinkan sebagai
syarat SKEM
(Standar Kinerja
Energi Minimum)

adalah

KRITERIA LABEL TANDI
HEMAT ENERGI:

096 2 EER « 10
Page 100 OCR 0.926
CD CI CD

Jumlah dan Intensitas Energi yang
Digunakan

Dalam rangka memantau jumlah dan intensitas
penggunaan energi pada armada, Perseroan
telah memiliki sistem monitoring yang disebut
Vessel Daily Operation Record (“VDOR”) yang
digunakan untuk memantau aktivitas harian
kapal dan penggunaan energi armada secara
keseluruhan.  VDOR yang wajib diisi dan
dikirimkan setiap hari oleh seluruh kapal.

Sejalan dengan ketentuan dalam Peraturan
Menteri ESDM Nomor
295.K/EK.01/MEM.E/2022, yang diperkuat
melalui Surat Edaran Direktur Jenderal Energi
Baru Terbarukan dan Konservasi Energi
(EBTKE) Kementerian ESDM Nomor
10.E/EK.05/DJE/2022, serta Keputusan Menteri
ESDM Nomor  341.K/EK.01/MEM.E/2024
mengenai pemanfaatan biodiesel sebagai
campuran bahan bakar minyak jenis solar

hingga sebesar 4096, Perseroan secara
konsisten menyesuaikan kebijakan
penggunaan — energi — dalam kegiatan

operasional. Penyesuaian ini dilakukan dengan
mengadopsi bahan bakar B35 dan secara
bertahap B40 sebagai sumber energi utama,
khususnya pada aktivitas operasional yang
menggunakan BBM jenis solar.

Penggunaan B35 dan B40 tersebut menjadi
bagian dari upaya Perseroan dalam mengelola
jumlah dan intensitas konsumsi energi agar
tetap efisien, sekaligus mengurangi
ketergantungan terhadap bahan bakar fosil
murni. Melalui pemanfaatan biodiesel dengan
kandungan energi terbarukan yang lebih tinggi,
Perseroan berkomitmen untuk menurunkan
intensitas emisi dari penggunaan energi,
meningkatkan porsi energi terbarukan dalam
bauran energi operasional, serta mendukung
pencapaian target keberlanjutan nasional dan
transisi menuju ekonomi rendah karbon.

ap | “ut SRE| &

The amount and intensity of energy
used

In order to monitor the amount and intensity of
energy use in the fleet, the Company has a
monitoring system called the Vessel Daily
Operation Record (VDOR”) which is used to
monitor daily vessel activities and overall fleet
energy use. The VDOR must be completed and
submitted daily by all vessels.

In line with the provisions of Minister of Energy
and Mineral Resources Regulation Number
295.K/EK.01/MEM.E/2022, reinforced by
Circular Letter of the Director General of New,
Renewable Energy and Energy Conservation
(EBTKE) of the Ministry of Energy and Mineral
Resources Number 10. E/EK.05/DJE/2022, as
well as Minister of Energy and Mineral
Resources Decree No.
341.K/EK.01/MEM.E/2024 concerning the use
of biodiesel as a blend of diesel fuel up to 40Y5,
the Company consistently adjusts its energy
use policy in its operational activities. This
adjustment is carried out by adopting B35 and
gradually B40 fuels as the main energy source,
particularly in operational activities that use
diesel fuel.

The use of B35 and B40 is part of the
Company's efforts to manage the amount and
intensity of energy consumption to remain
efficient, while reducing dependence on pure
fossil fuels. Through the use of biodiesel with
higher renewable energy content, the Company
is committed to reducing the intensity of
emissions from energy use, increasing the
share of renewable energy in the operational
energy mix, and supporting the achievement of
national sustainability targets and the transition
toa low-carbon economy.

PT Pelayaran Nasional Ekalya P
Laporan Keberlanjutan 2025

Page 101 OCR 0.909
3

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

Kantor

(termasuk HO Surabaya, Margomulyo, dan seluruh site di Kaltim dan Papua Barat)

Office

(Including HO Surabaya, Margomulyo, and all sites in East Kalimantan and West Papua)

Jenis Sumber-Energi
(dalam gigaJoule)

Solar/Genset

Solar/Generator 171112 1.229,60 1.351,15
Bensin 465,41 407 1.
Petrol
Listrik PLN
PLN electricity 1.097,95 575 627
Air
Water 27,12 2,88 3,12
Jumlah
Total 3.301,59 2.214,48 2.451,27
Jumlah karyawan
Total employees 210 161 178
Intensitas energi
(gigaJoule/orang) 15,72 13,75 1377
Energy Intensity
(gigaJoule/person)
Armada

Jenis Sumber-Energi
(dalam gigaJoule)

Type of Energy Source
in gigaJoules)

Fleet

Bahan Bakar
Fuel

1.219,64

1.146,78

1.260,14

Air
Water

14,30

8,16

4,34

Jumlah
Total

1.233,94

1154,94

1.264,48

Jumlah Armada
Number of fleet

15

12

109

Intensitas energi
((gigaJoule/orang)
Energy Intensity
(gigaJoule/person)

10,73

10,31

11,60

AB SRE &
Page 102 OCR 0.934
Upaya dan Pencapaian Efi

ap | “ut SRE| &

iensi Energi dan Penggunaan Energi Terbarukan

Energy efficiency efforts and echievements and renewable energy use

A. Operasional Fleet

Pada segmen offshore, Perseroan menerapkan
berbagai upaya efisiensi energi dalam
pengoperasian armada kapal berukuran kecil
yang mendukung mobilisasi personel dan
logistik ringan untuk operasional offshore.
Upaya tersebut meliputi pengelolaan pola
operasi kapal yang lebih optimal, pengaturan
penggunaan kapal sesuai kebutuhan
operasional untuk kapal-kapal dengan tema
charter COB. Penerapan langkah-langkah ini
menghasilkan tingkat pemanfaatan armada
yang stabil, mencerminkan efektivitas
pengelolaan energi serta kontribusi Perseroan
dalam mendukung operasional yang lebih
berkelanjutan.

Sedangkan, untuk segmen  transhipment,
efisiensi energi terbarukan yang dilakukan oleh
ELPI melalui transhipment adalah dengan
pengolahan air disekitar area operasi untuk
dapat digunakan dalam menunjang operasional
kapal, yakni penggunaan mesin freshwater
maker di Mother Vessel (“MV”) dan mesin filtrasi
air tawar di tugboat.

B. Operasional Kantor

Grha KCT sebagai kantor pusat atas segala
operasional Perseroan mempunyai kebijakan
dan telah diterapkan atas upaya pengurangan
energi. Selain itu, dalam upaya optimalisasi
program pengurangan energi telah melakukan
kampanye kepada karyawan. Langkah dan
upaya yang telah dijalankan Perseroan dalam
mendukung program tersebut diantaranya:

1. Desain gedung

Grha KCT dibangun dengan konsep menuju
ke arah keberlanjutan yaitu dengan desain
yang memperbanyak area/ruang terbuka
untuk cahaya agar bisa masuk dan
menerangi area gedung dan tempat kerja. Hal
ini memberikan benefit penggunaan listrik
dan sumbangsih kepada pengurangan energi
untuk penerangan

A. Operational Fleet

In the offshore segment, the Company
implements various energy efficiency measures
in the operation of its small fleet of vessels that
support the mobilization of personnel and light
logistics for offshore operations. These efforts
include optimizing vessel operation patterns
and regulating vessel usage according to
operational needs for vessels with COB charter
themes. The implementation of these measures
has resulted in stable fleet utilization, reflecting
the effectiveness of energy management and
the Company's contribution to supporting more
sustainable operations.

Meanmhile, for the transhipment segment,
ELPI's renewable energy efficiency efforts
through transhipment involve processing water
around the operational area for use in
supporting vessel operations, namely the use of
freshwater maker machines on Mother Vessels
(“MV”) and freshwater filtration machines on
tugboats.

B. Operational Office

Grha KCT, as the headguarters for all of the
Company's operations, has policies in place
and has implemented energy reduction
measures. In addition, to optimize the energy
reduction program, it has conducted campaigns
targeting employees. The steps and efforts
undertaken by the Company in support of this
program include:

1. Building design

Grha KCT was built with a concept of
sustainability, with a design that maximizes
open areas/spaces to allow light to enter and
illuminate the building and workspaces. This
provides benefits in terms of electricity usage
and contributes to reducing energy
consumption for lighting.

PT Pelayaran Nasional Ekalya P
Laporan Keberlanjutan 2025

Page 103 OCR 0.906
28

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
2025

2. Material ramah lingkungan

Untuk — penerangan kantor, — semua
penerangan menggunakan lampu LED dan
pendingin ruangan dengan jenis inverter yang
mana bisa hemat listrik 30-40Y6 dibanding AC
biasa, yang berarti mengurangi beban listrik
dan emisi CO, Selain itu, dengan
penggunaan refrigeran R32 yang lebih ramah
lingkungan dapat mengurangi emisi gas
rumah kaca.

2. Eco-friendly material

For office lighting, all lighting uses LED lamps
and air conditioners with inverters, which can
save 30-40” electricity compared to
conventional air  conditioners, — thereby
reducing electricity consumption and CO,
emissions. In addition, the use of the more
environmentally friendly R32 refrigerant can
reduce greenhouse gas emissions.

3. Kebijakan penggunaan lift

Meskipun kantor pusat terdiri dari 6 lantai
namun Perseroan — telah mengatur
penggunaan lift bagi karyawan dengan
ketentuan lift hanya digunakan untuk
kepentingan mobilisasi di atas 2 lantai.
Karyawan dengan mobilisasi 1 lantai wajib
menggunakan tangga dan hal ini telah
menjadi budaya.

3. Elevator use policy

Although the head office consists of six floors,
the Company has regulated the use of
elevators for employees, stipulating that
elevators may only be used for movement
between floors above the second floor.
Employees moving between floors on the
same level must use the stairs, and this has
become standard practice.

NX
Page 104 OCR 0.917
4. Kendaraan Operasional

Saat ini untuk kendaraan operasional
realisasinya telah mengarah dan
menggunakan kendaraan hybrid hingga
electronic vehicle (EV).

5. Pemilahan sampah
Seluruh area kerja telah tersedia tempat

pembuangan sampah yang telah terklasifikasi
sampah organik dan non organik

Sea

6. Hemat energi kerja

Energi listrik yang digunakan merupakan
pembelian kepada Perusahaan Listrik Negara
(PLN) yang mana akan terdapat keterbatasan
ke depannya. Perseroan — membantu
pengurangan/pembelian kepada PLN dengan
cara:

“ Setiap pukul 12.00-13.00 WIB (waktu
istirahat) seluruh AC dan lampu kerja wajib
dimatikan.

“ Selain itu, operasional jam kantor
ditetapkan sejak pukul 07.45-19.00 WIB
sehingga segala aktivitas atau penggunaan
energi wajib berhenti atau dimatikan
kecuali pada kondisi khusus.

- Pengaturan suhu ruangan pada setiap
area ditetapkan pada suhu 23”C sehingga
mampu memberikan efisiensi penggunaan
listrik dan pengurangan emisi.

ap | us SRE| &

4. Operational vehicle

Currently, operational vehicles are shifting
towards and utilizing hybrid vehicles and
electric vehicles (EVs).

5. Waste sorting

All work areas have waste disposal bins that
are classified as organic and non-organic
waste.

6. Energy saving

The electricity used is purchased from the
State Electricity Company (PLN), which will
face limitations in the future. The Company
assists in reducing/purchasing from PLN by:

“ Every day from 12:00 p.m. to 1:00 p.m.
(break time), all air conditioners and work
lights must be turned off.

“ In addition, office hours are set from 7:45
a.m. to 6:00 p.m., s0 all activities or energy
use must stop or be turned off except under
special circumstances.

» The room temperature in each area is set
at 23”C to provide efficient electricity usage
and reduce emissions.

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Su: ility Report

94
Page 105 OCR 0.925
95

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

7. Kampanye energi

Upaya yang dilakukan dari poin 1-6 agar
menjadi budaya, Perseroan telah melakukan
kampanye penghematan energi kepada
seluruh karyawan. Salah satu yang telah
menjadi budaya atau habit adalah kesadaran
untuk tidak memakai lift pada mobilisasi
karyawan 1 lantai dan mematikan energi
pada pukul 12.00-13.00 WIB (istirahat).

ELpI Yu

HEMAT ENERGI
SELAMATKAN BUMI

bersama:

7. Energy campaign

In order to make the efforts outlined in points
1-6 part of the corporate culture, the
Company has conducted an energy
conservation campaign for all employees.
One of the practices that has become part of
the culture or habit is the awareness not to
use the elevator when moving between floors
within the same building and to turn off the
lights from 12:00 p.m. to 1:00 p.m. (break
time).

ELpi Ng !
HEMAT ENERGI

SELAMATKAN BUMI

BERSAMA, KITA BISA MEMBUAT PERUBAHAN

Setiap karyawan KET Group memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan dan
menghemat energi. Berikut beberapa cara-cara sederhana yang dapat kita lakukan

8. Digitalisasi

Aktivitas operasional Perseroan saat ini telah
terintegrasi secara digital sebagai bagian dari
strategi peningkatan efisiensi dan penerapan
prinsip keberlanjutan. Digitalisasi proses kerja
dibangun — dan dikembangkan — oleh
Departemen Teknologi Informasi
Development (“IT Dev”) yang telah mampu
menghasilkan sistem program web basis
seperti Promiset dan Shimos.

Kelebihan dari digitalisasi yang dibangun oleh
IT Dev adalah sifatnya yang customize dan
terintegrasi, serta dapat — menjadikan
beberapa modul menjadi satu
program/surface, termasuk jika terdapat
tambahan modul baru dari hasil improvement
atau permintaan dari departemen.

“8 SRE &

8. Digitization

The Company's current operational activities
have been digitally integrated as part of its
strategy to improve efficiency and implement
sustainability principles. The digitization of
work processes was built and developed by
the Information Technology Development (“IT
Dev”) Department, which has been able to
produce web-based program systems such
as Promiset and Shimos.

The advantages of the digitalization
developed by IT Dev are its customizable and
integrated nature, as well as its ability to
combine  several modules into one
program/interface, including if there are new
modules added as a result of improvements
or reguests from departments.
Page 106 OCR 0.923
Digitalisasi tidak hanya berkontribusi pada
pengurangan penggunaan kertas dan alat
tulis kantor, tetapi juga mendorong efisiensi
energi — melalui — optimalisasi — proses,
pengurangan aktivitas administratif manual,
serta minimisasi kebutuhan mobilitas internal.

Selain itu, sistem digital memungkinkan
pendokumentasian yang lebih tertata, akurat,
dan mudah ditelusuri, sehingga mendukung
pengambilan keputusan yang lebih efektif dan
berkelanjutan.

Sejalan dengan komitmen Perseroan dalam
mendukung efisiensi energi dan pemanfaatan
teknologi ramah lingkungan, berbagai
platform digital telah diimplementasikan untuk
menunjang operasional yang lebih efisien dan
adaptif. Beberapa program digital yang telah
digunakan Perseroan antara lain:

1. Promise Plus

Aplikasi berbasis web yang dikembangkan
untuk mengurangi ketergantungan terhadap

penggunaan kertas dan komunikasi
konvensional seperti telepon. Melalui
integrasi berbagai aktivitas operasional

secara daring, Promiset mendukung efisiensi
sumber daya serta konsumsi energi yang
lebih terkendali. aplikasi ini terintegrasi
dengan aplikasi internal diantaranya dengan
V2RP dan Sunfish (HR System). Adapun
fitur-fitur utama yang tersedia diantaranya
sebagai berikut:

a. Booking Management yang
merupakan fitur untuk penggunaan ruang
rapat, penginapan (boarding house) sampai
dengan sarana transportasi.

b. Asset Management yang
menyediakan monitoring asset yang ada di
kantor. Asset dibagi 2 yakni asset department
dan asset individu. Selain itu juga
menyediakan fitur maintenance asset.
c. Company Management berisi
kompilasi dokumen legalitas

ap | “ut SRE| &

Digitalization not only contributes to reducing
the use of paper and office stationery, but also
promotes energy efficiency through process
Optimization, reduction of manual
administrative activities, and minimization of
internal mobility needs.

In addition, digital systems enable more
organized, — accurate, and — traceable
documentation, thereby supporting more
effective and sustainable decision-making.

In line with the Companys commitment to
supporting energy efficiency and the use of
environmentally friendly technology, various
digital platforms have been implemented to
support more efficient and  adaptive
Operations. Some of the digital programs that
have been used by the Company include:

1. Promise Plus

A web-based application developed to
reduce dependence on paper and
conventional communication methods
such as telephone. Through the
integration of various online operational
activities, Promiset supports resource
efficiency and more controlled energy
consumption. This application is
integrated with internal applications
including V2RP and Sunfish (HR
System). The main features available
include the following:

a. Booking Management a feature
for booking meeting rooms, boarding
houses, and transportation.

b. Asset Management which
provides monitoring of assets in the
Office. Assets are divided into two
categories: departmental assets and
individual assets. It also provides an
asset maintenance feature.

c. Company Management contains
a compilation of legal documents.

PT Pelayaran Nasional Ekalya P
Laporan Keberlanjutan 2025

Page 107 OCR 0.930
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
anjutan 2025 Sustainability Report

d. Crew Management secara garis
besar terbagi dalam 4 kategori, diantaranya
sebagai berikut:

- Recruitment Crew
- Timesheet Crew
- Scheduling Crew
- Appraisal Crew

e. E-Ticketing System untuk pelaporan
tiket jika ada kendala yang harus diselesaikan
antar departement. Di dalamnya terdapat SLA
yang harus dipenuhi dari masing-masing
department. ETS awalnya juga digunakan
untuk penilaian KPI dari hasil rating yang
diberikan setelah tiket itu dianggap selesai.
Rating itu sendiri terdiri dari 3 kategori,
diantaranya sebagai berikut:

- Work Result
- Finish Time (SLA)
- STRONG Appraisal

f.Task Improvement adalah bentuk
project management modern, dimana
didalamnya terdapat:

- Module
- Task List
- Task Card

Ketiga layer diatas diharapkan mempunyai
peranan masing-masing sesuai namanya,
dimana project dinyatakan finish apabila total
dari task card yang ada dalam kondisi closed.

g9g- PMS (planned maintenance
system) adalah monitoring, perawatan atau
pemeliharaan mesin yang diorganisir melalui
sistem untuk mengurangi terjadinya suatu
masalah atau kerusakan pada mesin kapal.

h. Tapersip adalah tata persuratan dan
kearsipan sebagai produk segala hal yang
berkaitan dengan kesekretariatan untuk
entitas dan afiliasi.

i.Vessel Certificate adalah sistem
monitoring dan renewal untuk sertifikat kapal,
lengkap dengan informasi due datenya ,
approval, issued by sampai dengan agent
yang mengesahkan.

j- Audit & Inspection adalah sistem untuk
memonitor inspeksi di kapal dan mencatat
seluruh temuan yang dihasilkan selama
inspeksi berlangsung.

hp » spE &

d. Crew Management is broadly
divided into four categories, including the
following:

- Recruitment Crew
- Timesheet Crew
- Scheduling Crew
- Appraisal Crew

e. E-Ticketing System for reporting
tickets if there are issues that need to be
resolved between departments. It
includes SLAS that must be met by each
department. ETS was also initially used
for KPI assessment based on ratings
given after a ticket was considered
complete. The ratings themselves consist
of 3 categories, including the following:

- Work Result
- Finish Time (SLA)
- STRONG Appraisal

f.Task Improvement is a form of
modern project management, which
includes

- Module
- Task List
- Task Card

The three layers above are expected to
have their respective roles as indicated
by their names, where a project is
declared finished when all task cards are
in a closed status.

g- PMS (planned maintenance
system) is the monitoring,
maintenance, or servicing of machinery
organized through a system to reduce the
occurrence of problems or damage to
ship machinery.

h. Tapersip is a correspondence and
filing system for all matters related to
secretarial work for entities and affiliates.

i.Vessel Certificate is a monitoring
and renewal system for ship certificates,
complete with information on due dates,
approvals, issuers, and certifying agents.

j. Audit & Inspection is a system for
monitoring inspections on ships and
recording all findings during the
inspection process.
Page 108 OCR 0.932
k. Management of Change (MoC)
adalah sistem yang digunakan untuk
mengelola, — mendokumentasikan, — dan
mengendalikan setiap perubahan kebijakan,
prosedur, sistem, maupun operasional, baik
yang bersifat permanen maupun sementara.

I.Vessel Particular adalah aplikasi yang
digunakan untuk mencatat, mengelola, dan
menyajikan profil serta spesifikasi teknis
kapal secara terpusat dan terstruktur. Data
yang tersimpan dalam aplikasi ini menjadi
referensi utama untuk kebutuhan dokumen
tender, evaluasi teknis, serta verifikasi
kesesuaian kapal terhadap persyaratan
(reguirement) yang ditetapkan oleh charterer,
owner, atau pihak regulator.

2. Crew Document Self Service

Aplikasi web based yang ditujukan untuk
crew, mulai dari tampilan sampai fitur yang
disediakan sederhana mengingat untuk
mempermudah crew dalam mengoperasikan
meskipun dalam kondisi koneksi yang kurang
stabil. Fitur utamanya diantaranya adalah

- Add certificate document
- Renewal certificate document
- Monitoring certificate document

PROKSE
rem Docamnt at saree

k. Management of Change (MoC) isa
system used to manage, document, and
control any changes in policies, procedures,
systems, and operations, whether permanent
or temporary.

I.Vessel Particular is an application used
to record, manage, and present vessel
profiles and technical specifications in a
centralized and structured manner. The data
stored in this application serves as the main
reference for tender documents, technical
evaluations, and verification of vessel
compliance with reguirements set by
charterers, owners, or regulatory authorities.

2. Crew Document Self Service

A web-based application designed for crew
members, with a simple interface and
features to make it easy for crew to operate
even in unstable connection conditions. Its
main features include:

- Add certificate document
- Renewal certificate document
- Monitoring certificate document

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability rt

Page 109 OCR 0.932
99

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

3. Shimos

Aplikasi web based untuk pemantauan kapal
yang dikembangkan sejak tahun 2014.
SHIMOS dirancang untuk mempermudah
pekerjaan kru kapal sekaligus meningkatkan
efektivitas pengawasan oleh tim darat
terhadap seluruh aktivitas operasional kapal
secara real time, termasuk kinerja peralatan
dan mesin. Implementasi sistem ini
berkontribusi pada efisiensi penggunaan
energi melalui pemantauan operasional yang
lebih presisi, pencegahan potensi
pemborosan energi, serta optimalisasi kinerja
mesin kapal yang berkelanjutan.

aa
—
4. V2RP
Sebuah sistem Enterprise Resources

Planning (ERP) yang dibangun secara
in-house sejak tahun 2018. V2RP dirancang
untuk mengintegrasikan berbagai proses
bisnis kritikal secara menyeluruh, sehingga
meningkatkan efisiensi operasional,
transparansi data, serta pengelolaan sumber
daya yang lebih optimal. Melalui integrasi
sistem ini, Perseroan dapat mengurangi
proses berulang, meminimalkan penggunaan
energi yang tidak efisien, serta mendukung
perencanaan operasional yang selaras
dengan upaya pengurangan jejak lingkungan
dan pengembangan praktik energi yang lebih
berkelanjutan.

3. Shimos

A web-based application for ship monitoring
developed since 2014. SHIMOS is designed
to simplify the work of ship crews while
improving the effectiveness of land-based
teams in monitoring all ship operations in real
time, including eguipment and engine
performance. The implementation of this
system contributes to energy efficiency
through more precise operational monitoring,
prevention of potential energy waste, and
optimization of sustainable ship engine
performance.

4. V2RP

is an Enterprise Resources Planning (ERP)
system that has been developed in-house
since 2018. V2RP is designed to
comprehensively integrate various critical
business processes, thereby improving
operational efficiency, data transparency, and
more optimal resource management.
Through this system integration, the
Company can reduce repetitive processes,
minimize inefficient energy use, and support
operational planning that is aligned with
efforts to reduce its environmental footprint
and develop more sustainable energy
practices.
Page 110 OCR 0.930
CD
Penggunaan Air

Perseroan — memiliki komitmen —— dalam
pengelolaan penggunaan air secara efisien dan
bertanggung jawab di seluruh armada
operasional. Perseroan mengelola penggunaan
air secara efisien sesuai dengan karakteristik
dan fungsi operasional kapal.

Kapal-kapal — dalam armada Perseroan
menggunakan dua sumber air utama, yaitu air
laut untuk keperluan operasional non-konsumsi
dan air tawar (fresh water) untuk kebutuhan
konsumsi awak kapal serta operasional
tertentu. Dalam upaya efisiensi penggunaan air
tawar, Perseroan menerapkan beberapa
strategi pengelolaan, antara lain:

1. Pemasangan sistem desalinasi atau fresh
water generator pada beberapa armada
kapal kami, sehingga dapat mengurangi
ketergantungan terhadap pasokan air
tawar dari darat.

2. Penerapan sistem manajemen air
bertekanan (pressurized water system)
dengan untuk mencegah pemborosan.

3. Pemisahan sistem air abu-abu (grey water)
dan 'air hitam (black water) untuk
memungkinkan pengolahan dan potensi
daur ulang air abu-abu untuk keperluan
operasional non-konsumsi seperti
pembersihan dek.

Sebagian kapal Small Marine (Crewboat) tidak
dilengkapi dengan tangki fresh water karena
kapal tersebut difungsikan sebagai moda
transportasi, bukan sebagai tempat tinggal
awak kapal. Oleh karena itu, kebutuhan
konsumsi air minum bagi kru dipenuhi
menggunakan air mineral siap konsumsi.

Perseroan secara rutin melakukan monitoring
konsumsi air secara berkala — untuk
mengidentifikasi peluang peningkatan efisiensi.
Pendekatan ini diterapkan sebagai bentuk
efisiensi penggunaan air tawar serta
pengelolaan sumber daya air yang bertanggung
jawab.

“G8 | SRE | &

Water usage

The company is committed to efficient and
responsible water management across its entire
operational fleet. The company manages water
usage efficiently in accordance with the
characteristics and operational functions of
each vessel.

The Company's fleet of vessels uses two main
sources of water, namely seawater for
non-consumptive operational purposes and
fresh water for the consumption needs of the
crew and certain operational purposes. In an
effort to use fresh water efficiently, the Company
implements several management strategies,
including:

1. Installation of desalination systems or fresh
water generators on several of our ships,
thereby reducing dependence on fresh
water supplies from land.

2. Implementation of a pressurized water
system to prevent waste.

3. Separation of grey water and black water
systems to enable the treatment and
potential recycling of grey water for
non-consumable operational purposes
such as deck cleaning.

Some Small Marine (Crewboat) vessels are not
eguipped with fresh water tanks because they
are used as a mode of transportation, not as a
place for the crew to live. Therefore, the crew's
drinking water needs are met using
ready-to-drink mineral water.

The company routinely monitors water
consumption on a regular basis to identify
opportunities for efficiency improvements. This
approach is implemented as a form of efficient
freshwater use and responsible water resource
management.

Page 111 OCR 0.905
101

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

Sementara itu, pemenuhan kebutuhan air di
Grha KCT sebagai kantor pusat Perseroan
bersumber dari Perusahaan Daerah Air Minum
Surya Sembada (“PDAM”) Surabaya termasuk
kantor operasional di Kalimantan melalui PDAM
Samarinda dan PDAM Balikpapan yang dikelola
secara terukur sebagai bagian dari upaya
efisiensi penggunaan air. Sedangkan untuk
kantor operasional di Papua menggunakan air
bersih yang bersumber dari sumber air tanah.

Meanmwhile, water supply at Grha KCT, the
Company's head office, is sourced from
Perusahaan Daerah Air Minum Surya Sembada
(“PDAM”) Surabaya, including operational
offices in Kalimantan through PDAM Samarinda
and PDAM Balikpapan, which are managed in a
measured manner as part of efforts to improve
water efficiency. As for operational offices in
Papua, they use clean water sourced from
groundwater.

Kantor (liter)

Armada (liter) Office (litre)
Fleet (litre)
Head Office — Kalimantan
2025 68.323 121.744 7.082 734
Presentase
Percentage 75,19Y60 4.658,66Y6 -32,44Yo 1,949
2024 39.000 2.559 10.483 720
Presentase
Percentage 88,166 “6,954 “8,910 -20,8846
2023 20.727 2.750 11.261 M0

Page 112 OCR 0.935
CE TI TA

“G8 | SRE | &

Dampak dari Wilayah Operasional yang Dekat atau Berada di Daerah Konservasi

atau Memi Keanekaragaman Hayati

Impact of Operational Areas that are Close to or Located in Conservation Areas or Have Biodiversity

A. Small Marine

Wilayah operasional armada Small Marine
Perseroan, yang meliputi kapal crewboat, sea
truck, seabus, dan kapal pendukung lainnya,
tersebar di perairan Kalimantan (PHM Area),
Samarinda, Handil, serta beberapa wilayah di
Papua seperti Varita dan sekitarnya, dengan
mayoritas aktivitas berada di perairan
Kalimantan untuk mendukung mobilisasi
personel dan logistik ringan pada kegiatan
industri dan operasional offshore.

Berdasarkan hasil pemetaan dan evaluasi,
seluruh rute pelayaran dan area kerja armada
Small Marine Perseroan berada di luar kawasan
konservasi laut, taman nasional laut, kawasan
perlindungan biota laut, maupun area dengan
nilai keanekaragaman hayati tinggi.
Operasional kapal di wilayah Papua dan Papua
Barat juga tidak memasuki kawasan
konservasi, sejalan dengan penerapan standar
MARPOL yang mengatur batasan jarak
operasional terhadap area konservasi dan
kawasan sensitif lingkungan.

B. Big Marine

Wilayah — operasional armada offshore
Perseroan, yang meliputi layanan AHT, AHTS,
dan PSV berada di perairan lepas pantai
Indonesia yang diperuntukkan bagi kegiatan
industri migas dan offshore.

Berdasarkan pemetaan dan evaluasi area
operasional, seluruh rute pelayaran dan lokasi
operasi armada Perseroan tidak berada di
dalam atau berdekatan langsung dengan
kawasan konservasi laut, taman nasional laut,
kawasan perlindungan biota laut, maupun area
yang ditetapkan sebagai kawasan
keanekaragaman hayati tinggi. Oleh karena itu,
operasional Perseroan tidak menimbulkan
dampak langsung terhadap daerah konservasi
atau ekosistem yang dilindungi.

A. Small Marine

The operational area of the Company's Small
Marine fleet, which includes crewboats, sea
trucks, seabuses, and other support vessels,
covers the waters of Kalimantan (PHM Area),
Samarinda, Handil, and several areas in Papua
such as Varita and its surroundings, with the
majority of activities taking place in the waters of
Kalimantan to support the mobilization of
personnel and light logistics for offshore
industrial and operational activities.

Based on mapping and evaluation results, all of
the Company's Small Marine fleets shipping
routes and working areas are located outside
marine conservation areas, marine national
parks, marine biota protection areas, and areas
with high biodiversity value. Vessel operations
in the Papua and West Papua regions also do
not enter conservation areas, in line with the
implementation of MARPOL standards that
regulate operational distance limits from
conservation areas and  environmentally
sensitive areas.

B. Big Marine

The Company's offshore fleet operational area,
which includes AHT, AHTS, and PSV services,
is located in Indonesian offshore waters
designated for oil and gas and offshore
industrial activities.

Based on mapping and evaluation of
operational areas, all of the Company's fleet
sailing routes and operating locations are not
located within or in close proximity to marine
conservation areas, marine national parks,
marine biota protection areas, or areas
designated as high biodiversity areas.
Therefore, the Company's operations do not
have a direct impact on conservation areas or
protected ecosystems.

Page 113 OCR 0.927
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk

103 ( sporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

C. Dry bulk

Seperti halnya small marine dan big marine,
area operasi dari dry bulk berada dan /atau
dekat dengan daerah konservasi.

Keseluruhan lini bisnis Perseroan tidak memiliki
dampak negatif terhadap lingkungan hidup
sekitar operasional. Terdapat dampak positif
pada aspek sosial yaitu pemberdayaan dan

pelibatan masyarakat sekitar wilayah
operasional.
Meskipun demikian, Perseroan tetap

berkomitmen menerapkan standar lingkungan
internasional '— MARPOL dalam setiap
operasional untuk meminimalkan jejak
lingkungan, termasuk pengelolaan limbah,
pencegahan tumpahan, dan pengendalian
emisi. Perseroan juga secara berkala
melakukan evaluasi rute operasional dan
koordinasi dengan otoritas maritim untuk
memastikan kepatuhan terhadap regulasi
perlindungan lingkungan laut serta menghindari
area-area sensitif yang mungkin ditetapkan di
masa mendatang.

CI CD CEO

Usaha Konservasi Keanekaragaman Hayati

Biodiversity Conservation Efforts

Berdasarkan hasil pemetaan wilayah
operasional, segala kegiatan Perseroan baik lini
bisnis offshore dan drybulk tidak beroperasi di
dalam maupun berdekatan langsung dengan
kawasan konservasi, taman nasional laut,
kawasan perlindungan biota laut, maupun area
yang ditetapkan sebagai kawasan
keanekaragaman hayati tinggi. Khususnya,
untuk big marine tidak akan bersinggungan
karena berada di perairan lepas pantai
Indonesia yang diperuntukkan bagi kegiatan
industri migas dan offshore

Oleh karena itu, tidak terdapat dampak
langsung terhadap kawasan konservasi
maupun terhadap spesies flora dan fauna yang
dilindungi atau ekosistem yang dilindungi akibat
aktivitas operasional armada.

hp » spE &

C. Dry bulk

As with small marine and big marine, the dry
bulk business operates in and/or near
conservation areas.

The Company's entire line of business has no
negative impact on the environment
surrounding its operations. There is a positive
impact on social aspects, namely the
empowerment and involvement of communities
surrounding the operational areas.

Nevertheless, the Company remains committed
to implementing the MARPOL international
environmental standards in all operations to
minimize its environmental footprint, including
waste management, spill prevention, and
emission control. The Company also
periodically evaluates its operational routes and
coordinates with maritime authorities to ensure
compliance with — marine — environmental
protection regulations and avoid sensitive areas
that may be designated in the future.

Based on the results of operational area
mapping, all of the Company's activities, both in
the offshore and dry bulk business lines, do not
operate within or in close proximity to
conservation areas, marine national parks,
marine biodiversity protection areas, or areas
designated as high biodiversity areas. In
particular, big marine will not interfere because it
is located in Indonesian offshore waters
designated for oil and gas and offshore
activities.

Therefore, there is no direct impact on
conservation areas or on protected flora and
fauna species or protected ecosystems as a
result of the fleet's operational activities.
Page 114 OCR 0.922
Namun demikian, Perseroan secara konsisten
berpartisipasi dalam upaya konservasi
keanekaragaman hayati yang dilaksanakan di
tingkat grup, antara lain melalui kegiatan
rehabilitasi lingkungan seperti penanaman
mangrove dan program pelestarian ekosistem
terumbu karang. Kegaiatan ini ditujukan untuk
mendukung perlindungan habitat alami serta
menjaga keberlanjutan ekosistem laut,
termasuk habitat bagi berbagai spesies flora
dan fauna.

PN CN CI TN AM

'SASB TR-MT110a.

SB TR-MT110a.3

hp | BspE| &

However, the Company consistently
participates in biodiversity conservation efforts
Carried out at the group level, including through
environmental rehabilitation activities such as
mangrove planting and coral reef ecosystem
conservation programs. These activities are
aimed at supporting the protection of natural
habitats and maintaining the sustainability of
marine ecosystems, including habitats for
various species of flora and fauna.

Jumlah dan Intensitas Emisi yang Dihasilkan Berdasarkan Jenisnya
Amount and Intensity of Emissions Produced Based on Type

Dengan core business offshore support vessel
(“OSY”) yang membutuhkan bahan bakar solar
dan support operasional di kantor maupun di
site, tentunya akan terdapat emisi gas rumah
kaca (“GRK”) yang dihasilkan.” Namun,
Perseroan selalu berupaya untuk berkontribusi
dalam kegiatan untuk mengurangi GRK pada
setiap operasional diantaranya pengaturan
eco-speed, rekayasa pola operasional,
pemeliharaan dan perbaikan rutin termasuk
adjustment valve, intercooler cleaning, periodic
oil sampling dan injector test.

Selain itu, Perseroan juga menggunakan bahan
bakar (“BBM”) B40 yang berdampak positif
signifikan bagi GRK dengan mengurangi emisi
karbon secara substansial dibanding solar
biasa, mendukung komitmen iklim nasional dan
global (Paris Agreement).

Sama dengan periode pelaporan tahun lalu,
Perseroan saat ini baru menghitung GRK untuk
scope 1 dan 2 baik untuk armada maupun
kantor operasional. Namun, Perseroan
berkomitmen ke depannya untuk berupaya
dapat menyajikan data GRK untuk scope 3.

With its core business of offshore support
vessels (OSVs) reguiring diesel fuel and
operational support at the office and on site,
greenhouse gas (GHG) emissions are inevitably
generated. However, the Company always
strives to contribute to activities that reduce
GHG in every operation, including eco-speed
settings, operational pattern engineering,
routine maintenance and repairs, including
valve adjustment, intercooler cleaning, periodic
oil sampling, and injector testing.

In addition, the Company also uses B40 fuel,
which has a significant positive impact on GHG
by substantially reducing carbon emissions
compared to regular diesel fuel, supporting
national and global climate commitments (Paris
Agreement).

Similar to the reporting period last year, the
Company currently only calculates GHG for
scope 1 and 2 for both its fleet and operational
Offices. However, the Company is committed to
striving to present GHG data for scope 3 in the
future.

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

104
Page 115 OCR 0.902
Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
utan 2025 Sustainability Report

Kantor
(termasuk HO Surabaya, Margomulyo, dan seluruh site di Kaltim dan Papua Barat)
Office
(Including HO Surabaya, Margomulyo, and all sites in East Kalimantan and West Papua)

Jenis Sumber Emi:
(dalam Ton CO?egv)

Typ Emissions Sourc
(in Ton COegv)

Emisi

Emksioni 525,13 227,84 250,93

Jumlah karyawan

Total employees 210 161 178

Intensitas emisi (Ton
CCregviorang) 2,50 1,42 1,41
Emissions Intensity
(Ton CO2egyv /person)

Armada
Fleet

Jenis Sumber Emi:
(dalam Ton CO?egv)

ons Sou
in Ton CO'egv)

Emisi
Emission 2.126,18 1.980,95 2.176,76

Jumlah armada
Total of feet 15 112 109

Intensitas emisi (Ton
CO?egv/unit)
Emissions Intensity
(Ton CO2egv /unit)

18,49 17,69 19,97

Page 116 OCR 0.929
TN CI TN FE

ap | “ut SRE| &

Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi yang Dilakukan

Efforts and Achievements in Emission Reduction

A. Operasional Fleet

Pada segmen offshore, kapal dengan tingkat
utilisasi charter yang relatif rendah umumnya
dioperasikan menggunakan skema charter
COB. Selain sebagai bentuk efisiensi
pelanggan, penerapan skema ini
memungkinkan pengoperasian kapal yang lebih
optimal sesuai dengan tingkat keterpakaian,
sehingga emisi yang dihasilkan dapat
dikendalikan secara lebih efektif. Perseroan
menerapkan upaya pengurangan emisi melalui
pemantauan konsumsi bahan bakar selama
pelaksanaan — operasi, serta — evaluasi
penggunaan bahan bakar setelah kegiatan
selesai yang biasanya dilakukan pada akhir
kontrak.

Pada segmen transhipment, salah satu upaya
pengurangan emisi yang dilakukan oleh lini
Drybulk adalah upaya penurunan konsumsi
bahan bakar secara berkala baik di Mother
Vessel (“MV”) maupun di tugboat-tongkang,
upaya ini meliputi perhitungan estimasi
penggunaan bahan bakar dalam proyek,
monitoring penggunaan bahan bakar dalam
kegiatan operasi serta evaluasi penggunaan
bahan bakar setelah proyek, upaya efisiensi
konsumsi selain berdampak pada lebih
rendahnya emisi, juga akan berdampak pada
rendahnya biaya produksi.

B. Operasional Kantor

Pada Grha KCT mulai dari desain sampai
dengan sarana & prasarana ditujukan untuk
upaya dan /atau kegiatan baik secara langsung
maupun tidak langsung dalam rangka
mendukung upaya dan pencapaian
pengurangan emisi Perseroan, di antaranya:

ramah

1. Penggunaan material

Perseroan secara konsisten mengadopsi
penggunaan material dan perangkat yang
lebih ramah lingkungan dalam kegiatan
operasional. Seluruh sistem pencahayaan
kantor telah menggunakan lampu LED,
serta pendingin ruangan tipe inverter yang
mampu menghemat konsumsi listrik hingga
sekitar 4076 dibandingkan AC biasa.

A. Fleet Operations

In the offshore segment, vessels with relatively
low charter utilization rates are generally
operated using a COB charter scheme. In
addition to customer efficiency, the application
of this scheme enables more optimal vessel
operation in accordance with utilization rates,
thereby allowing for more effective control of
emissions. The Company implements emission
reduction efforts by monitoring fuel consumption
during operations and evaluating fuel usage
after activities are completed, which is usually
done at the end of the contract.

In the transhipment segment, one of the
emission reduction efforts carried out by the
Drybulk line is the effort to periodically reduce
fuel consumption in both Mother Vessels (“MV”)
and tugboats. These efforts include calculating
estimated fuel usage in projects, monitoring fuel
usage during operations, and evaluating fuel
usage after projects. Efforts to improve fuel
efficiency not only result in lower emissions, but
also lower production costs.

B. Office operations

At Grha KCT, everything from design to facilities
and infrastructure is aimed at efforts and/or
activities, both directly and indirectly, to support
the Company's emission reduction efforts and
achievements, which include:

1. use of eco-friendly materials

The Company consistently adopts the use
of more environmentally friendly materials
and eguipment in its operational activities.
All office lighting systems use LED lights, as
well as inverter-type air conditioners that
can save up to 40Yo in electricity
consumption compared to conventional air
conditioners.

PT Pelayaran Nasional Ekalya P
Laporan Keberlanjutan 2025 Su

Page 117 OCR 0.917
107

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

Upaya ini berkontribusi pada penurunan
beban listrik sekaligus pengurangan emisi
karbon. Selain itu, penggunaan refrigeran
G32 yang memiliki potensi pemanasan
global lebih rendah turut mendukung upaya
Perseroan dalam menekan emisi gas
rumah kaca.

2. Efisiensi dan Penghematan
Energi di Lingkungan Kerja

Perseroan menerapkan kebijakan
penghematan energi melalui pengaturan
penggunaan fasilitas kantor secara bijak.
Penggunaan lift dibatasi untuk mobilisasi di
atas 2 lantai, sementara pendingin ruangan
dimatikan pada saat jam istirahat karyawan.
Kebijakan ini mencerminkan komitmen
Perseroan dalam mengoptimalkan
konsumsi energi sekaligus meminimalkan
emisi yang dihasilkan dari aktivitas
operasional.

3. Kendaraan Operasional
Berkelanjutan

Dalam mendukung transisi — menuju
operasional yang lebih berkelanjutan,
Perseroan — secara bertahap telah
memanfaatkan kendaraan operasional
berbasis hybrid hingga kendaraan listrik
(electric — vehicle/EV). — Langkah — ini
menunjukkan arah dan keseriusan
Perseroan dalam mengurangi jejak karbon
serta mendukung penerapan praktik ramah
lingkungan secara berkelanjutan.

CD CD

These efforts contribute to reducing
electricity  consumption and — carbon
emissions. In addition, the use of G32
refrigerant, which has a lower global
warming potential, supports the Company's
efforts to reduce greenhouse gas
emissions.

2. Energy Efficiency and
Conservation in the Workplace

The Company implements an energy
conservation policy through the prudent use
of office facilities. The use of elevators is
limited to movement between floors above
the second floor, while air conditioning is
turned off during employee breaks. This
policy reflects the Company's commitment
to optimizing energy consumption while
minimizing emissions from operational
activities.

3. Sustainable Operational
Vehicles

In supporting the transition to more
sustainable operations, the Company has
gradually utilized hybrid-based operational
vehicles and electric vehicles (EVs). This
step demonstrates the Company's direction
and seriousness in reducing its carbon
footprint and supporting the implementation
of sustainable environmentally friendly
practices.

Jumlah Limbah dan Efluen yang Dihasilkan Berdasarkan Jenis

Amount of Waste and Effluent Produced by Type

Seiring dengan peningkatan — aktivitas
operasional pada tahun pelaporan, Perseroan
mencatat adanya perubahan pada jumlah
limbah dan efluen yang dihasilkan dibandingkan
dengan periode sebelumnya. Perseroan
memastikan bahwa seluruh limbah dan efluen
yang dihasilkan dikelola melalui upaya
pemilahan, pengolahan, serta pembuangan
akhir yang sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.

In line with the increase in operational activities
during the reporting year, the Company
recorded changes in the volume of waste and
effluents generated compared to the previous
period. The Company ensures that all waste
and effluents are managed through appropriate
segregation, treatment, and final disposal
processes in compliance with applicable laws
and regulations.
Page 118 OCR 0.894
Jenis Satuan

Type Unit

ap | ut SRE| &

Cair ton 410 1,77
Liguid
Padat ton 0,35 0,11
Solid

Ca C3 C3

Mekanisme Pengelolaan Limbah dan Efluen

Waste and Effluent Management Mechanism

Perseroan memastikan bahwa seluruh program
pengelolaan lingkungan hidup dilaksanakan
secara konsisten dalam setiap kegiatan
operasional, baik di darat maupun di kapal.
Pengelolaan limbah dan efluen dilakukan
dengan mengacu pada peraturan pemerintah
serta standar — internasional, — termasuk
International Convention for the Prevention of
Pollution from Ships (MARPOL), yang mengatur
pencegahan pencemaran lingkungan dari
limbah berbahaya, limbah non-B3, dan emisi
udara akibat kegiatan pelayaran.

Sebagai bentuk kepatuhan terhadap konvensi
tersebut, armada Perseroan dilengkapi dengan
berbagai sertifikasi lingkungan yang relevan,
antara lain:

“ International Maritime Dangerous Goods
(IMDG) — Penanganan barang berbahaya

“ International Air Pollution Prevention (IAPP)
— Pencegahan polusi udara

» International Garbage Pollution Prevention
(IGPP) — Pencegahan polusi sampah laut

“ International Oil Pollution — Prevention
(IOPP) — Pencegahan pencemaran minyak

“ International Sewage Pollution Prevention
(ISPP) - Pencegahan pencemaran air
limbah kapal

The Company ensures that all environmental
management programs are  consistently
implemented across its operational activities,
both onshore and offshore. Waste and effluent
management is carried out in compliance with
applicable government  regulations — and
international standards, including the
International Convention for the Prevention of
Pollution from Ships (MARPOL), which governs
the prevention of environmental pollution from
hazardous waste, non-hazardous waste, and air
emissions generated from marine operations.

As part of compliance with this convention, the
Company's fleet is eguipped with various
environmental certifications, including:

“ International Maritime Dangerous Goods
(IMDG) — Handling of dangerous goods

“ International Air Pollution Prevention (IAPP)
— Prevention of air pollution

» International Garbage Pollution Prevention
(IGPP) — Prevention of garbage pollution in
marine environments

“ International Oil Pollution Prevention
(IOPP) - Prevention of oil pollution at sea

“ International Sewage Pollution Prevention
(ISPP) - Prevention of sewage pollution
from ships

PT Pelayaran Nasional Ekalya P'
Laporan Keberlanjutan 2025

Page 119 OCR 0.908
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk

109 | aporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

“ Noxious Liguid Substance (NLS) -
Pengelolaan bahan cair berbahaya

# Ballast Water Management Certificate
(BWM Certificate) - Pengendalian dan
pengelolaan air ballast

“ Sertifikat Nasional Pencegahan
Pencemaran (SNPP) —- Pemenuhan
persyaratan nasional terkait pencegahan
pencemaran

Saat ini atas limbah yang dihasilkan operasional
kapal terklasifikasi sebagai berikut:

a. Bilge water/oil engine
Merupakan limbah dari operasional kapal
termasuk di dalamnya adalah air yang
terkumpul di bagian paling bawah kapal
(disebut bilge), campuran air laut, air hujan,
oli.

b. Cooking oil
Limbah yang berasal dari hasil minyak
goreng bekas pakai untuk kepentingan kru
kapal.

c. Food waste
Adalah limbah sisa makanan yang
terbuang.

d. Plastic waste
Segala jenis sampah plastik yang berada di
kapal

e. Hazardous waste
Limbah B3 kapal seperti oli dan pelumas
bekas, sparepart, filter, limbah bekas
medis, cat, dan lain sebagainya.

Pada Grha KCT limbah berasal dari kegiatan
standar operasional perkantoran — yang
dikategorikan sebagai berikut:

a. Limbah non-organik
merupakan limbah dalam bentuk kaleng,
plastik, botol, karet, aluminium foil makanan
lakban, dan lain sebagainya.

b. Limbah organik
Adalah limbah sisa makanan yang dapat
didaur ulang dalam bentuk ampas makanan
atau minuman, kulit buah, dan lain
sebagainya.

c. Limbah Sanitasi
Limbah yang berasal dari limbah urinoil,
cuci dapur, dan toilet.

hp » spE &

“ Noxious Liguid Substance (NLS) -
Management of hazardous — liguid
substances

“ Ballast Water Management Certificate
(BWM Certificate) - Control and
management of ballast water

“ National Pollution Prevention Certificate
(SNPP) - Compliance with national
regulations on pollution prevention

Currently, waste generated by vessel
operations is classified as follows:

a.Bilge water/oil engine
This is waste from vessel operations,
including water collected at the bottom of
the vessel (called bilge), a mixture of
seawater, rainwater, and oil.

b.Cooking oil
Waste originating from used cooking oil for
the crew's needs.

c.Food waste
This is waste food that is discarded.

d.Plastic waste
All types of plastic waste on the vessel.

e.Hazardous waste
This includes hazardous waste from
vessels such as used oil and lubricants,
spare parts, filters, used medical waste,
paint, and so on.

At Grha KCT, waste comes from standard office
Operations and is categorized as follows:

a. Non-organic waste
is waste in the form of cans, plastic, bottles,
rubber, aluminum foil food , duct tape, and
so on.

b. Organic waste
is food waste that can be recycled in the
form of food or beverage pulp, fruit peels,
and so on.

C. Sanitation waste
Waste originating from urine, kitchen
cleaning, and toilets.
Page 120 OCR 0.932
d. Limbah B3
Limbah dengan kategori B3 operasional
kantor yaitu kaca, baterai, tinta, pita printer,
dan cairan pembersih

Perseroan menyediakan — Manual/Prosedur
Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 serta
peralatan pendukung untuk memastikan
penanganan limbah dari kapal maupun fasilitas
darat dilakukan secara aman dan sesuai
karakteristiknya. Pemantauan terhadap
kegiatan yang berpotensi menghasilkan limbah
dilakukan secara berkala untuk memastikan
efektivitas pengendalian.

Dalam pengelolaan limbah B3, Perseroan
menunjuk pihak ketiga berizin untuk
pengangkutan dan pengolahan limbah lebih
lanjut sesuai ketentuan yang berlaku. Seluruh
proses pengelolaan limbah dicatat dan
dilaporkan kepada otoritas terkait guna
menjamin kepatuhan dan akuntabilitas terhadap
standar lingkungan hidup secara berkelanjutan.

Seluruh pengelolaan limbah pada kapal
dilaksanakan oleh pihak ketiga yang terdaftar
pada Kementrian Lingkungan Hidup dan
Kehutanan (“KLHK”). Perseroan memastikan
seluruh proses pengelolaan limbah pada kapal
meliputi pengangkutan, pengumpulan, dan
pengolahan / pemanfaatan sudah memenuhi
standar dan kriteria yang ditetapkan oleh KLHK
dan peraturan perundangan yang berlaku.

Saat ini limbah yang dihasilkan dari operasional
kapal di bawah 50 kg/hari sehingga untuk
pengangkutan limbah oleh pihak ketiga
dilakukan maksimal 180 hari sejak limbah
dihasilkan sesuai dengan Peraturan Menteri
(“Permen”) LHK No. 6 Tahun 2021 tentang
Pengelolaan Limbah B3 dan Peraturan
Pemerintah (“PP”) No. 22 Tahun 2021 tentang
Penyelenggaraan Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup.

ap | “ut SRE| &

d.B3 Waste
Waste categorized as B3 office waste, such
as glass, batteries, ink, printer ribbons, and
cleaning fluids.

The Company has established Waste and
Hazardous Waste (B3) Handling
Manuals/Procedures and provides the reguired
pollution prevention eguipment to ensure proper
waste handling in both marine vessels and
onshore facilities. Regular monitoring is
conducted to oversee activities that have the
potential to generate waste and to ensure
proper implementation.

In managing hazardous (B3) waste, the
Company  appoints licensed — third-party
contractors for transportation and further
treatment of waste in accordance with
applicable regulations. All waste management
activities are documented and reported to the
relevant authorities to ensure compliance and
maintain accountability in line with sustainable
environmental protection standards.

All waste management on ships is carried out by
third parties registered with the Ministry of
Environment and Forestry (“KLHK”). The
Company ensures that all waste management
processes on ships, including transportation,
collection, and treatment/utilization, comply with
the standards and criteria set by KLHK and
applicable laws and regulations.

Currently, the waste generated from vessel
operations is less than 50 kg/day, so the
transportation of waste by third parties is carried
out a maximum of 180 days after the waste is
generated in accordance with the Ministerial
Regulation (“Permen”) LHK No. 6 of 2021
concerning the Management of Hazardous
Waste and Government Regulation (“PP”) No.
22 of 2021 concerning the Implementation of
Environmental Protection and Management.

Page 121 OCR 0.924
m Nasional Ekalya Purnamasari

anjutan 2025 Sustainability

Gedung Grha KCT merupakan kantor
operasional dan kantor pusat untuk segala
aktivitas operasional Perseroan baik offshore
maupun onshore. Perseroan memastikan
operasional pada Grha KCT sudah memenuhi
Sertifikat Laik Fungsi (“SLF”) yang terdiri atas 4
aspek antara lain:

a. Keselamatan: Struktur, pencegahan
bahaya kebakaran, penangkal petir, dil.

b.Kesehatan: Pencahayaan, penghawaan
(ventilasi), sanitasi, bahan bangunan.

The Grha KCT building is the operational office
and headguarters for all of the Company's
offshore and onshore operational activities. The
Company ensures that operations at Grha KCT
comply with the Functionality Certificate (“SLF”),
which consists of 4 aspects, including:

a. Safety: Structure, fire prevention, lightning
protection, etc.

1 |

b.Health: Lighting, ventilation, sanitation,
building materials.

c.Kenyamanan: Tata ruang, kebisingan,
getaran.

d. Kemudahan: Aksesibilitas (difabel), sistem
drainase, pengelolaan limbah.

c. Comfort: Layout, noise, vibration.

d. Convenience: Accessibility (for people with
disabilities), drainage system, waste
management.
Page 122 OCR 0.924
Menindaklanjuti manual prosedur pengelolaan
limbah, Perseroan telah memiliki organ yang
mempunyai tugas dan tanggung jawab
pengelolaan limbah dan efluen. Adapun detail
organ yang bertanggung jawab atas hal
tersebut, meliputi:

a. Departemen Keselamatan dan Kesehatan
Kerja (K3)

Saat ini departemen Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (K3) / HSE Gedung
mempunyai job desk yang bertanggung
jawab dalam membuat, monitoring, dan
evaluasi (MONEV) atas pelaksanaan

pengelolaan limbah dan efluen di Grha
KCT. Departemen K3/HSE Gedung terdiri
atas 3 orang yang cakap dan memenuhi
prasyarat sebagai HSE termasuk telah
mendapatkan sertifikasi umum HSE.

ap | “ut SRE| &

Following up on the waste management
procedure manual, the Company has
established an organ with duties and
responsibilities for waste and  effluent
management. The details of the organ
responsible for this include:

a. Occupational
Department

Safety and Healih (K3)

Currently, the Occupational Safety and
Health (K3) / HSE Department has a job
desk responsible for creating, monitoring,
and evaluating (MONEV) the
implementation of waste and effluent
management at Grha KCT. The K3/HSE
Department consists of 3 people who are
competent and meet the prereguisites as
HSE, including having obtained general
HSE certification.

N

b. Sarana Prasarana

Grha KCT telah mempunyai fasilitas sarana
dan prasarana yang telah disyaratkan
seperti, tempat pembuangan sementara,
tempat sampah terpilah, dan tempat
sampah B3 khusus sebagaimana
disyaratkan pada Peraturan Menteri
(“Permen”) LHK No. 6 Tahun 2021 tentang
Pengelolaan Limbah B3. Berdasarkan
dokumen yang diterbitkan oleh Dinas
Lingkungan Hidup Kota Surabaya, Graha
KCT dinyatakan layak secara lingkungan,
dengan tetap memenuhi ketentuan
pengelolaan lingkungan sesuai peraturan
perundang-undangan yang berlaku.

b. Facilities and Infrastructure

Graha KCT has facilities and infrastructure
that meet the reguirements, such as
temporary disposal sites, separate waste
bins, and special hazardous waste bins as
reguired by Minister of Environment and
Forestry Regulation No. 6 of 2021
concerning Hazardous Waste
Management. Based on documents issued
by the Surabaya City Environmental
Agency, Grha KCT has been declared
environmentally compliant, while continuing
to meet environmental management
reguirements in accordance with applicable
laws and regulations.

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

12
Page 123 OCR 0.915
13

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

Pengangkutan dan Pengelolaan limbah B3
yang dihasilkan oleh Grha KCT dilakukan
melalui pihak ketiga (vendor limbah B3)
yang memiliki izin resmi, serta pengambilan
limbah B3 dilakukan secara berkala dan
tidak melebihi batas waktu penyimpanan
(masa simpan) limbah B3 sesuai ketentuan
peraturan  perundang-undangan — yang
berlaku.

The transportation and management of
hazardous waste generated by Graha KCT
is carried out by a third party (hazardous
waste vendor) that has an official permit,
and the collection of hazardous waste is
carried out periodically and does not
exceed the storage period (shelf life) of
hazardous waste in accordance with the
provisions of applicable laws and
regulations.

c. Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)

IPAL merupakan sebuah struktur yang
dirancang untuk membuang limbah biologis
dan kimiawi dari air, — sehingga
memungkinkan air tersebut — dapat
digunakan pada aktivitas lain. Fungsi IPAL
sendiri mencakup:

-pengolahan air limbah perkotaan,
untuk membuang limbah manusia dan
limbah rumah tangga lainnya

-pengolahan limbah industri, untuk
mengolah limbah cair hasil dari
aktivitas manufaktur sebuah industri
dan komersial termasuk juga aktivitas
pertambangan.

Grha KCT sebagai kantor pusat Perseroan
telah melaksanakan implementasi IPAL
berdasarkan Peraturan Daerah Kota
Surabaya Nomor 12 Tahun 2016 tentang
Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian
Air Limbah (“Perda Limbah”).

Dalam Perda Limbah, pengelolaan limbah
cair dilakukan secara bertanggung jawab
termasuk sebelum dialirkan ke sistem
pembuangan, limbah cair yang dihasilkan
telah melalui proses pengendalian dan
pengujian sehingga memenuhi yang
syaratkan.

hp » spE &

c. Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)

IPAL is a structure designed to remove
biological and chemical waste from water,
allowing the water to be used for other
activities. The functions of a IPAL include:

- Urban wastewater treatment, to
dispose of human waste and other
household waste.

- Industrial waste treatment, to treat
Iiguid — waste resulting — from
manufacturing — and commercial
activities, including mining activities.

In the Waste Regulation, liguid waste
management is carried out responsibly,
including before it is discharged into the
sewage system, the liguid waste produced
has undergone a control and testing
process so that it meets the reguirements.

Currently, IPAL management is carried out
by a third party and there is no industrial
waste that reguires guality testing so that
cleaning or draining can be carried out
directly by a third party.
Page 124 OCR 0.914
Saat ini pengelolaan IPAL dilakukan oleh
pihak ketiga dan tidak terdapat limbah industri
yang memerlukan tes baku mutu sehingga
dapat langsung dilakukan pembersihan atau
pengurasan oleh pihak ketiga.

hp | BspE| &

Currentty, IPAL management is carried out by
a third party and there is no industrial waste
that reguires guality testing so that cleaning or
draining can be carried out directly by a third
party.

SASB TR-MT-160a.3

CD CD

Tumpahan yang Terjadi
Spills Occurred

Sepanjang tahun 2025, Perseroan tidak
mencatat adanya insiden tumpahan bahan
kimia, minyak, dan bahan bakar di area
operasional maupun di perairan tempat
beroperasinya armada kapal. Hal ini
menunjukkan efektivitas sistem pengelolaan
operasional dan kepatuhan terhadap standar

keselamatan — maritim yang — diterapkan
Perseroan. Dalam upaya pencegahan
tumpahan, seluruh kapal dalam armada
Perseroan dilengkapi dengan peralatan

penanganan darurat sesuai standar MARPOL
(Marine Pollution) dan menjalani inspeksi rutin
berkala untuk memastikan integritas sistem
bahan bakar dan tangki penyimpanan. Selain
itu, Perseroan menerapkan protokol
operasional yang ketat dalam penanganan,
penyimpanan, dan transfer bahan bakar
maupun material operasional lainnya. Seluruh
awak kapal juga telah mengikuti pelatihan
tanggap darurat tumpahan untuk memastikan
kesiapan dalam menghadapi potensi insiden.
Meskipun tidak terjadi tumpahan pada tahun
2025, Perseroan tetap berkomitmen untuk terus
meningkatkan sistem pencegahan dan
kesiapsiagaan dalam pengelolaan risiko
lingkungan di seluruh area operasional.

Throughout 2025, the Company has not
recorded any incidents of chemical, oil, or fuel
Spills in operational areas or in the waters where
the vessel fleet operates. This demonstrates the
effectiveness of the operational management
system and compliance with maritime safety
standards implemented by the Company. In spill
prevention efforts, all vessels in the Company's
fleet are eguipped with emergency response
eguipment in accordance with MARPOL
(Marine Pollution) standards and undergo
regular periodic inspections to ensure the
integrity of fuel systems and storage tanks. In
addition, the Company implements strict
operational protocols in the handling, storage,
and transfer of fuel and other operational
materials. All crew members have also
completed spill emergency response training to
ensure preparedness in facing potential
incidents. Although no spills occurred in 2025,
the Company  remains  committed to
continuously improving prevention systems and
preparedness in environmental risk
management across all operational areas.

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

N4
Page 125 OCR 0.931
Ns

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

Jumlah dan Materi Pengaduan Lingkungan Hidup yang Diterima dan Diselesaikan
Number and Subject Matter of Environmental Complaints Received and Resolved

Sepanjang tahun 2025, tidak terdapat
pengaduan terkait dampak lingkungan hidup
dari kegiatan operasional transportasi laut dan
jasa offshore. Hal ini menunjukkan komitmen
Perseroan dalam menjalankan operasional
yang sesuai dengan standar lingkungan dan
peraturan yang berlaku, termasuk penerapan
konvensi Marine Pollution (“MARPOL”) serta
kepatuhan terhadap regulasi Direktorat
Jenderal Perhubungan Laut mengenai
pengelolaan limbah dan polusi. Perseroan
secara proaktif melakukan pemantauan dan
evaluasi berkala terhadap seluruh aktivitas
operasional armada untuk memastikan tidak
ada dampak negatif terhadap lingkungan laut.
Meskipun tidak ada pengaduan yang diterima,
Perseroan tetap menyediakan mekanisme
pelaporan pengaduan melalui berbagai saluran
komunikasi yang dapat diakses oleh
masyarakat dan pemangku kepentingan untuk
memastikan transparansi dan akuntabilitas
dalam pengelolaan lingkungan hidup.

Kinerja Sosial
Social Performance

Throughout 2025, there were no complaints
regarding the environmental impact of maritime
transportation and offshore services operations.
This demonstrates the Company's commitment
to conducting operations in accordance with
environmental  standards and  applicable
regulations, including the implementation of the
MARPOL (Marine Pollution) convention and
compliance with the Directorate General of Sea
Transportation regulations concerning waste
and pollution management. The Company
proactively conducts regular monitoring and
evaluation of all fleet operational activities to
ensure there are no negative impacts on the
marine environment. Although no complaints
have been received, the Company continues to
provide a complaint reporting mechanism
through various communication  channels
accessible to the public and stakeholders to
ensure transparency and accountability in
environmental management.

Komitmen untuk Memberikan Layanan atas Produk dan/atau Jasa yang Setara

kepada Konsumen

Commitment to Provide Egual Products and/or Services to Consumers

Perseroan berkomitmen untuk menyediakan
layanan transportasi laut dan jasa offshore yang
setara kepada seluruh konsumen tanpa
memandang latar belakang, lokasi operasional,
maupun skala bisnis klien. Komitmen ini
diwujudkan melalui penerapan standar
pelayanan yang tidak membedakan konsumen
berdasarkan ukuran usaha, lokasi operasional,
maupun status perusahaan.

Perseroan memastikan bahwa seluruh armada
kapal yang dioperasikan, mulai crewboat, AHT,
AHTS, PSV, dan jenis layanan lainnya,
memenuhi standar keselamatan dan kualitas
layanan yang sama, baik untuk klien korporasi
besar maupun perusahaan menengah.

hp » spE &

The Company is committed to providing
eguitable maritime transportation and offshore
services to all consumers regardless of
background, operational location, or client
business scale. This commitment is realized
through the implementation of service
standards that do not discriminate consumers
based on business size, operational location, or
company status.

Company ensures that all operated vessel
fleets, including crewboats, AHTS (Anchor
Handling Tug Supply), PSV (Platform Supply
Vessel), and other types of services, meet the
same safety and service guality standards,
whether for large corporate clients or
medium-sized enterprises.
Page 126 OCR 0.940
Pada tahun 2023, Perseroan memasuki pasar
internasional baru, namun ekspansi tersebut
tidak mengubah prinsip dasar pelayanan. Baik
klien dalam negeri maupun luar negeri tetap
memperoleh tingkat layanan yang sama melalui
penerapan prinsip egual service.

Dalam memastikan kesetaraan layanan,
Perseroan menjadikan prinsip — keadilan,
integritas, dan transparansi sebagai dasar
dalam setiap proses bisnis, mulai dari
mekanisme tender hingga penyediaan jasa.

Sebagai bentuk implementasi nyata, Perseroan
menerapkan prinsip egual service dalam
merespon layanan pelanggan, dimana setiap
permintaan informasi, keluhan, atau kebutuhan
Operasional dari seluruh klien ditangani dengan
standar waktu respons yang sama, yaitu
maksimal 24 jam untuk penanganan awal dan
eskalasi sesuai prosedur yang berlaku tanpa
membedakan skala bisnis klien maupun jenis
layanan yang digunakan.

Selain itu, Perseroan juga menyediakan akses
platform digital monitoring yang dapat
digunakan oleh seluruh klien untuk memantau
posisi kapal, jadwal operasional, dan status
pengiriman secara real-time, memastikan
transparansi operasional yang setara bagi
semua klien yang menggunakan layanan
crewboat, AHT, AHTS, PSV, maupun jenis kapal
lainnya. Melalui sistem ini, baik seluruh klien
memperoleh informasi yang sama mengenai
performa layanan, sehingga setiap klien dapat
melakukan evaluasi dan perencanaan bisnis
dengan dasar data yang akurat dan terkini.

Melalui pendekatan ini, Perseroan memastikan
bahwa setiap klien memperoleh tingkat layanan
yang setara dan berkualitas tinggi sesuai
berprinsip SRE dengan tetap mengedepankan
standar mutu tinggi, keselamatan kerja, dan
kepatuhan terhadap regulasi industri yang

berlaku dengan standar industri maritim
intemasional.
Sesuai dengan visi dan misi, upaya,

penggunaan teknologi, layanan yang andal, dan
dukungan sumber daya manusia yang
kompeten dalam budaya STRONG yang telah
diimplementasikan kepada seluruh klien (dalam
& luar negeri) menjadi salah satu kunci sukses
Perseroan untuk mendukung pencapaian tujuan
keberlanjutan.

“G8 | SRE | &

In 2023, the Company entered new
international markets, but this expansion did not
change its basic service principles. Both
domestic and foreign clients continue to receive
the same level of service through the application
of the principle of egual service.

In ensuring service eguality, the Company
bases every business process, from tender
mechanisms to service provision, on the
principles of  fairness, integrity, — and
transparency.

As a concrete implementation, the Company
applies the egual service principle in responding
to customer service, where every reguest for
information, complaint, or operational need from
all clients is handled with the same response
time standard, which is a maximum of 24 hours
for initial handling and escalation according to
applicable procedures without differentiating
client business scale or type of service used.

In addition, the Company provides access to a
digital monitoring platform that can be used by
all clients to track vessel positions, operational
schedules, and delivery status in real-time,
ensuring egual operational transparency for all
clients using crewboat, AHTS, PSV, or other
types of vessel services. Through this system,
all clients receive the same information
regarding service performance, enabling every
client to conduct evaluation and business
planning based on accurate and up-to-date
data.

Through this approach, the Company ensures
that every clients receives an egual and
high-guality level of service in accordance with
SRE principles, while maintaining high guality
standards, work safety, and compliance with
applicable industry regulations and international
maritime industry standards.

In line with its vision and mission, efforts, use of
technology, reliable services, and support from
competent human resources in a STRONG
culture that has been implemented for all clients
(domestic and foreign) are among the keys to
the Company's success in supporting the
achievement of its sustainability goals

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

n6
Page 127 OCR 0.926
17

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

Kesetaraan Kesempatan Bekerja
Egual Employment Opportunity

Perusahaan menetapkan kebijakan kesetaraan
kesempatan kerja yang diatur dalam Peraturan
Perusahaan, termasuk ketentuan terkait
pengembangan karir dan promosi. Dalam
pelaksanaan promosi, Perusahaan memastikan
seluruh karyawan memperoleh kesempatan
yang sama tanpa membedakan jenis kelamin,
golongan, suku, maupun ras.

Pemenuhan posisi pada level yang lebih tinggi
diprioritaskan melalui sumber internal dengan
mempertimbangkan kinerja, kompetensi dan
persyaratan jabatan, serta dilaksanakan sesuai
prosedur yang berlaku untuk menjaga
transparansi, objektivitas dan keadilan.
Sepanjang tahun 2025, sebanyak 9 (sembilan)
karyawan mengikuti proses promosi dari level
staf ke level supervisor atau spesialis sesuai
ketentuan yang berlaku.

Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa

Child Labor and Forced Labor

Sesuai ketentuan peraturan
perundang-undangan di bidang
ketenagakerjaan, Perusahaan melarang

penggunaan tenaga kerja anak dan tenaga
kerja paksa. Berdasarkan pemantauan dan data
ketenagakerjaan Perusahaan selama tahun
2025, tidak terdapat pekerja anak maupun
tenaga kerja paksa.

Upaya pencegahan yang dilakukan perusahaan
meliputi penerapan proses rekrutmen yang
terstandarisasi dan terdokumentasi, termasuk
verifikasi identitas serta usia kandidat pada
tahap seleksi. Selain itu pengelolaan data
karyawan melalui sistem Human Resources
Information System  (HRIS) memastikan
kepatuhan terhadap ketentuan ketenagakerjaan
yang berlaku sehingga meminimalkan resiko
penggunaan pekerja anak maupun tenaga kerja
paksa.

hp » spE &

The Company has established an egual
employment opportunity policy as set out in the
Company Regulation, including provisions on
career development and employee promotion.
In implementing promotions, the Company
ensures that all employess have egual
opporunities regardless of gender, group/class,
ethnicity or race.

Vacancies at higher levels are prioritized to be
filed through internal sources (internal
promotion), based on performance,
competencies, and job reguirements, and are
carried out in accordance with applicable
procedures to maintain transparency, objectivity
and fairness. Throughout 2025, a total of 9
(nine) employees participated in the promotion
process in accordance with the applicable
provisions.

In accordance with applicable labor regulations,
the Company prohibits the employment of child
labor and forced labor. Based on the Company's
monitoring and workforce records during 2025,
there were no cases of child labor or forced
labor.

Preventive measures
Company include aa  standardized and
documented recruitment process, including
identity and age verification during the selection
stages. Also, employee data management was
managed through the Human Resources
Information System  (HRIS) to ensure
compliance with applicable labor reguirements
and to minimize the risk of child labor and forced
labor.

implemented by the
Page 128 OCR 0.928
Selain itu, Perseroan telah memasukkan
pelarangan perbudakan (slavery) dan tenaga
kerja anak dalam Pedoman Kode Etik dan
Perilaku (“CoC”) tentang — keterbukaan
rekrutmen, yaitu “Perseroan melarang adanya
perbudakkan (slavery) ataupun eksploitasi
tenaga kerja dan penggunaan tenaga kerja
anak di lingkup Perseroan dan Pemasok yang
dilarang oleh Undang-undang ketenagakerjaan”

CD CI GI

Upah Minimum Regional
Regional Minimum Wage

Perseroan berkomitmen untuk menerapkan
praktik ketenagakerjaan yang adil dan patuh
terhadap peraturan perundang-undangan yang
berlaku, termasuk ketentuan Upah Minimum
Regional (“UMR”). Komitmen ini merupakan
bagian dari upaya Perusahaan dalam menjaga
kesejahteraan karyawan, menciptakan
hubungan kerja yang sehat, serta memastikan
keberlanjutan operasional yang
bertanggungjawab.

Sebagai bentuk kepatuhan tersebut, Perseroan
melakukan pemantauan dan peninjauan
berkala terhadap struktur upah dan remunerasi,
khususnya pada tingkat jabatan terendah, agar
tetap selaras dengan ketentuan UMR sesuai
wilayah operasional Perusahaan. Pada tahun
2025, remunerasi pegawai tetap pada tingkat
terendah tercatat 1006 telah memenuhi
ketentuan UMR yang berlaku.

Lingkungan Bekerja yang Layak dan Aman

Decent and Safe Working Environment

Perseroan berkomitmen menyediakan jaminan
kesehatan dan keselamatan kerja serta
lingkungan bekerja yang aman, layak dan
inklusif bagi seluruh pekerja. Komitmen ini
diwujudkan melalui pemenuhan program
jaminan sosial ketenagakerjaan, penyediaan
fasilitas kerja yang memadai, serta penerapan
standar keselamatan di area kerja.

Perseroan memberikan kepesertaan BPJS
Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan sesuai
ketentuan peraturan perundang-undangan yang
berlaku, yang diaktifkan sejak karyawan mulai
bekerja.

ap | “ut SRE| &

In addition, the Company has included the
prohibition of slavery and child labor in its Code
of Conduct and Ethics (“CoC”) on recruitment
transparency, namely “The Company prohibits
slavery or labor exploitation and the use of child
labor within the scope of the Company and
Suppliers as prohibited by labor laws.”

The Company is committed to implementing fair
labor practices and complying with applicable
regulations, including the Regional Minimum
Wage (UMR) reguirements. This commitment
reflects the Company's efforts to safeguard
employee welfare, maintain healthy industrial
relations and support responsible and
sustainable business operations.

To ensure compliance, the Company conducts
periodic monitoring and reviews of its wage and
remuneration structure, particularly for the
lowest-level permanent employees, to remain
aligned with the applicable UMR across the
Company's operating areas. In 2025, the
remuneration for the Company's lowest-level
permanent employees was 10094 of the UMR
reguirement.

The Company is committed to providing health
and occupational safety assurance and
maintaining a safe, decent and inclusive
working environment for all employees. This
commitment is implemented through
compliance with mandatory social security
programs, the provisions of adeguate workplace
facilities and the application of safety standards
across the workplace.

The Company enrolls employees in BPJS
Kesehatan and BPJS Ketenagakerjaan in
accordance with applicable regulations, which
are  activated upon the employee's
commencement of employment.

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

ns
Page 129 OCR 0.920
Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
utan 2025 Sustainability Report

Selain itu, Perseroan menyediakan asuransi
kesehatan tambahan bagi pegawai tetap
sebagai bentuk peningkatan manfaat kesehatan
untuk mendukung kesejahteraan karyawan dan
keluarganya sesuai ketentuan yang berlaku di
Perseroan.

Untuk memastikan lingkungan kerja yang layak,
Perseroan menyediakan serta memelihara
fasilitas kerja yang bersih dan nyaman. Fasilitas
yang tersedia meliputi toilet di setiap lantai,
ruang makan, serta ruang menyusui sebagai
fasilitas pendukung bagi ibu bekerja. Perseroan
juga melengkapi area kerja dengan sarana
keselamatan dan mitigasi kebakaran, termasuk
alat deteksi asap dan fasilitas pemadam
kebakaran. Selain itu tempat ibadah juga
tersedia guna mendukung kebutuhan spiritual
karyawan.

——

Perseroan melakukan pemantauan secara
berkala terhadap kondisi fasilitas dan
penerapan — aspek keselamatan untuk
memastikan seluruh pekerja dapat bekerja
dalam lingkungan yang aman dan mendukung
produktivitas.

In addition, the Company provides
supplementary health insurance for permanent
employees as an enhanced health benefit to
support employee welfare, subject to the
Company's applicable provisions.

To ensure a safe and decent workplace, the
Company provides and maintains clean and
comfortable facilities. These facilities include
restrooms on each floor, a dining area, and a
lactation room to support working moms. The
workplace is also eguipped with fire safety and
emergency mitigation facilities, including smoke
detectors and firefighting eguipment. In addition
a prayer facilities are provided to support
employees' spiritual needs.

The Company conducts periodic monitoring of
facility conditions and the implementation of
safety measures to ensure employees can work
in a safe environment that supports productivity.

1

Pelatihan dan Pengembangan Kemampuan Pegawai

Employee Training and Development

Perseroan menyelenggarakan kegiatan
pelatihan dan pengembangan kemampuan
pegawai sebagai bagian dari upaya
peningkatan kompetensi dan penguatan
kapabilitas internal — dalam — mendukung
penerapan keberlanjutan.

hp » spE &

The Company conducted employee training
and capability development programs as part of
its efforts to strengthen competencies and
internal capacity in supporting — the
implementation of sustainability.
Page 130 OCR 0.931
Pelatihan dilaksanakan melalui program internal
yang difasilitasi oleh Perseroan serta program
eksternal yang diikuti pada lembaga atau
penyelenggara pelatihan sesuai kebutuhan
fungsi dan relevansi materi.

Perseroan juga melakukan pencatatan dan
evaluasi partisipasi pelatihan untuk memastikan
efektivitas program dan kesinambungan
pengembangan kompetensi

Pada tahun 2025, jumlah pegawai yang
mengikuti pelatihan internal adalah 99 orang.
Jumlah pegawai yang mengikuti pelatihan
eksternal sebanyak 75 orang. Total jam belajar
pegawai selama periode pelaporan tercatat
sebesar 1029,5 jam.

ap | “ut SRE| &

Training was delivered through internal
programs facilitated by the Company as well as
external programs provided by thrid-party
training institutions, based on functional needs
and the relevance of the learning materials.

The Company also records and evaluates
training participation to ensure program
effectiveness and continuous  competency
development.

In 2025, the number of employees participating
in internal training was 99 . The number of
employees participating in external training was
75 . Total employee learning hours during the
reporting period amounted to 1029,5 hours.

Dampak Operasi Terhadap Masyarakat Sekitar

Impact of Operations on Surrounding Communities

Perseroan memastikan bahwa kegiatan
operasional dilakukan dengan menjaga
kelestarian lingkungan, terutama ekosistem

bawah air dengan tidak membuang sampah
atau limbah ke perairan sekitar pemukiman
sesuai dengan aturan yang tertulis dalam
MARPOL yang mengatur pencegahan
pencemaran laut oleh kapal.

Di sisi lain, kegiatan operasional Perseroan juga
memberikan dampak ekonomi positif bagi
masyarakat sekitar diantaranya:

1. Kegiatan keagamaan

Bantuan pengadaan kebutuhan perjamuan
(mis. roti, anggur, dan perlengkapan terkait)
untuk mendukung kelancaran ibadah dan
kegiatan rohani, sebagai wujud dukungan
ELPI terhadap kegiatan keagamaan.
Kegiatan ini diselenggarakan di Kepulauan
Talaud, Sulawesi Utara.

N

. ELPI Sharing (Bakti sosial)

Program kepedulian sosial dilaksanakan di
Samarinda dan Balikpapan yang mana
merupakan lokasi operasional perseroan.
Bakti sosial dilakukan kepada anak panti
asuhan melalui bantuan kebutuhan dasar
(sembako), alat tulis/perlengkapan sekolah,
serta dukungan layanan kesehatan/edukasi
untuk mendukung tumbuh kembang anak
dan mempererat hubungan dengan
komunitas.

The company ensures that its operations are
conducted in a manner that preserves the
environment,  particularly the underwater
ecosystem, by not dumping waste or sewage
into the waters surrounding residential areas, in
accordance with the provisions of MARPOL,
which regulates the prevention of marine
pollution by vessels.

On the other hand, the Company's operational
activities also have a positive economic impact
on the surrounding community, including:

1. Religious activities

Assistance in procuring banguet supplies
(e.g., bread, wine, and related eguipment)
to support the smooth running of worship
and spiritual activities, as a form of ELPI's
support for religious activities. This activity
was held in the Talaud Islands, North
Sulawesi.

N

. ELPI Sharing (Social service)

Social awareness programs are carried out
in Samarinda and Balikpapan, which are
the locations of ELPI's operations. Social
service is provided to children in
orphanages through assistance with basic
necessities (food, clothing, and shelter),
stationery/school supplies, and
health/education support to support child
development and strengthen relationships
with the community.

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

120
Page 131 OCR 0.918
' Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
utan 2025 Sustainability Report

3. ELPI Peduli (Bakti sosial Warakawuri)

Kegiatan sosial untuk — memberikan
apresiasi dan dukungan moral kepada
Warakawuri (istri purnawirawan/alm.
anggota Polri) dalam rangka HUT
Bhayangkari Jawa Timur. Kegiatan
dilakukan di Surabaya dimana lokasi kantor
pusat Perseroan berada.

4. Program Dukungan Kesehatan

Program dukungan kesehatan untuk
meningkatkan pelayanan kesehatan di
Nusakambangan melalui penyediaan
obat-obatan dan dukungan kesehatan lain
yang dibutuhkan, guna membantu akses
layanan kesehatan dan meringankan
kebutuhan medis masyarakat.

5. Pembukaan Lapangan Kerja

Perseroan memberikan porsi lebih besar
dan mengutamakan masyarakat sekitar
atas pemenuhan tenaga kerja sesuai
dengan kebutuhan klien termasuk potensial
jenjang karir ke depannya.

6. Pelibatan Masyarakat Lokal

Atas produk dan/atau jasa yang dihasilkan
oleh masyarakat setempat digunakan oleh
Perseroan untuk memenuhi kebutuhan
opersional barang dan/atau jasa seperti
sembako, spare part, dan transportasi
darat, hingga penyewaan boat.

Program-program tersebut disusun
berdasarkan kebutuhan lokal dan dilaksanakan
secara kolaboratif — dengan — pemangku
kepentingan setempat. Selain itu, Perseroan
juga melakukan improvement terkait
program-program  ESG khususnya untuk
parameter sosial dan terus berupaya
memberikan manfaat berkelanjutan bagi
masyarakat sekaligus mendukung
pengembangan wilayah operasional Perseroan
termasuk meningkatkan — kesejahteraan
masyarakat serta menjaga kelestarian
lingkungan di sekitar wilayah operasional.

hp » spE &

3. ELPI Peduli (Warakawuri Social Service)

Social activities to provide appreciation and
moral support to Warakawuri (wives of
retired/deceased ' members of the
Indonesian National Police) in
commemoration of the anniversary of
Bhayangkari East Java. The activities were
carried out in Surabaya, where the
Company's head office is located.

&

. Health Support Program

A health support program to improve health
services in Nusakambangan by providing
medicines and other necessary health
support to help access health services and
alleviate the medical needs of the
community.

5. Job Opportunities

The Company gives greater priority to the
surrounding community in fulfilling its
workforce needs in accordance with client
reguirements, including potential future
career paths.

6. Local Community Involvement

The Company uses products and/or
services produced by the local community
to meet its operational needs for goods
and/or services such as basic necessities,
spare parts, and land transportation, as well
as boat rentals.

These programs are designed based on local
needs and implemented collaboratively with
local stakeholders. In addition, the Company
also makes improvements related to ESG
programs, particularly for social parameters,
and continues to strive to provide sustainable
benefits to the community while supporting the
development of the Company's operational
areas, including improving community welfare
and preserving the environment around the
operational areas.
Page 132 OCR 0.923
Pengaduan Masyarakat
Public Complaints

Salah satu pilar di Good Corporate Governance
("GCG") adalah transparansi yang berarti
Perseroan menjamin pengungkapan informasi
material dan relevan mengenai kinerja, kondisi
keuangan dan informasi lainnya secara jelas,
memadai, akurat, dapat diperbandingkan, tepat
waktu serta mudah diakses oleh pemangku
kepentingan sesuai dengan haknya.

GCG, Code of Conduct (“CoC”), Conflict of
Interest (“Col”), dan Pakta Integritas telah
diungkapkan, dapat diakses secara terbuka dan
mudah melalui website Perseroan

https://elpi.co.id/

Bahwa apa yang telah menjadi kebijakan di
dalam GCG, CoC, Col, dan Pakta Integritas
wajib dijalankan dan dipatuhi oleh Dewan
Komisaris, Direksi, dan seluruh karyawan.

Perseroan menyadari sebagai Emiten
Perusahaan Publik  (“EPP”) — tentunya
membutuhkan pengawasan internal dan
eksternal melalui publik dalam bentuk
transparansi sebagaimana diungkapkan di
atas.

Untuk itu, Perseroan telah mempunyai fungsi
kontrol eksternal yang dapat diakses oleh publik
melalui saluran Sistem Pelaporan Pelanggaran
atau Whistleblowing system yaitu ELPIPTrit.

Sistem pelaporan melalui ELPIPrit juga dapat
diakses pada website Perseroan maupun
melalui email. Adapun detail jika terdapat
indikasi dan /atau terjadinya pelanggaran dapat
diadukan melalui metode yaitu:

melalui email

co.id

1. Pelaporan
el el)

kepada

2. Push email pada website Perseroan melalui
menu governasi korporatELPIPrit atau
dapat klik tautan
https://elpi.co.id/'documents/elpiprit

Hingga 31 Desember 2025 tidak terdapat
pengaduan terkait indikasi, pelanggaran
dan/atau ketidaksesuaian dari GCG, CoC, dan
Col oleh Dewan Komisaris, Direksi, dan
karyawan.

One of the pillars of Good Corporate
Govemance (“GCG”) is transparency, which
means that the Company guarantees the
disclosure of material and relevant information
regarding its performance, financial condition,
and other information in a manner that is clear,
adeguate, accurate, comparable, timely, and
easily accessible to stakeholders in accordance
with their rights.

GCG, Code of Conduct (“CoC”), Conflict of
Interest (“CoI”), and Integrity Pact have been
disclosed and are openly and easily accessible
through the Company's website

https://elpi.co.id/

The policies contained in the GCG, CoC, Col,
and Integrity Pact must be implemented and
complied with by the Board of Commissioners,
Board of Directors, and all employees.

The Company realizes that as a Public
Company Issuer (“EPP”), it reguires internal and
external supervision by the public in the form of
transparency as disclosed above.

To that end, the Company has established an
external control function that is accessible to the
public through the ELPIPrit Violation Reporting
System or Whistleblowing system.

The reporting system through ELPIPrit can also
be accessed on the Company's website or via
email. Details of any indications and/or
occurrences of violations can be reported
through the following methods:

1. Reporting via email to elpiprit@elpi.co.id

2.Push email on the Company's website
through the corporate governancelELPIPrit
menu or click the link
https://elpi.co.id/idocuments/elpiprit

As of December 31, 2025, there have been no
complaints regarding indications, violations,
and/or non-compliance with GCG, CoC, and
Col by the Board of Commissioners, Board of
Directors, and employees.

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sust: ility Report

122
Page 133 OCR 0.923
| Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
utan 2025 Sustainability Report

C3 CD CI

Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL)

Environmental Social Responsibility Activities (TJSL)

Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
(“TJSL”) merupakan salah satu parameter atau
bagian dari ESG yaitu parameter Social. Seiring
dengan perkembangan dan kepatuhan atas
pelaksanaan ESG, untuk TJSL atau Corporate
Social Responsibilty (“CSR”) Perseroan telah
meningkatkan bentuk TJSL menjadi suatu
program dan kegiatan yang bukan hanya
berfokus pada pemberian dana tetapi bertujuan
memberikan asas manfaat dari program TJSL
yang dilaksanakan.

Sepanjang tahun 2025, beberapa program
TJSL/CSR yang dilaksanakan Perseroan bukan
hanya pada kantor pusat di Surabaya tetapi
mempunyai cakupan dan sebaran pada area
operasional dimana Perseroan beroperasi.
Adapun program TJSL/CSR yang telah
terealisasi adalah sebagai berikut :

1. ELPI Caring (Donor Darah)

Program CSR Donor Darah merupakan wujud
kepedulian Perseroan terhadap nilai-nilai
kemanusiaan dan kesehatan masyarakat.
Melalui kolaborasi dengan Palang Merah
Indonesia (PMI), kegiatan ini mengajak
karyawan dan masyarakat sekitar untuk
bersama-sama — berbagi harapan — dan
menyelamatkan sesama melalui aksi donor
darah. Partisipasi aktif dalam program ini tidak
hanya membangun solidaritas sosial, tetapi juga
menumbuhkan kesadaran akan pentingnya
menjaga kesehatan dan kepedulian terhadap
kehidupan orang lain.

Inisiatif ini mencerminkan komitmen Perseroan
dalam menjalankan tanggung jawab sosial yang
berorientasi pada keberlanjutan, khususnya
dalam mendukung Tujuan Pembangunan
Berkelanjutan (SDGs) Pilar 3: Kehidupan Sehat
dan Sejahtera (Good Health and Well-Being).
Melalui pelaksanaan donor darah secara rutin,
Perseroan berkontribusi nyata dalam menjaga
ketersediaan stok darah nasional, sekaligus
memperkuat peran Perseroan sebagai entitas
yang hadir dan memberi manfaat bagi
masyarakat.

hp » spE &

Social and Environmental Responsibility
(“SER”) is one of the parameters or components
of ESG, namely the Social parameter. In line
with the development and compliance with ESG
implementation, the Company has upgraded its
SER or Corporate Social Responsibility (“CSR”)
into a program and activities that not only focus
on providing funds but also aim to deliver the
benefits of the SER program implemented.

Throughout 2025, several TJSL/CSR programs
implemented by the Company were not only
carried out at the head office in Surabaya but
also covered and spread across the operational
areas where the Company operates. The
TJSL/CSR programs that have been realized
are as follows:

1. ELPI Caring (Blood Donation)

The Blood Donation CSR Program is a
manifestation of the Company's concern for
humanitarian values and public health. Through
collaboration with the Palang Merah Indonesia
(PMI), this activity invites employees and the
surrounding community to share hope and save
others through blood  donation. Active
participation in this program not only builds
social solidarity, but also fosters awareness of
the importance of maintaining health and caring
for the lives of others.

This initiative reflecis the  Companys
commitment to carrying out its social
responsibility with a focus on sustainability,
particularly — in supporting Sustainable
Development Goal (SDG) Pillar 3: Good Health
and Well-Being. Through regular blood
donation drives, the Company makes a tangible
contribution to maintaining the national blood
supply, while strengthening its role as an entity
that is present and beneficial to the community.
Page 134 OCR 0.930
GO0O MAL
AND WELI BENG

2. Mangrove

Program CSR Penanaman Mangrove
merupakan wujud kepedulian Perseroan
terhadap keberlanjutan lingkungan — dan
keseimbangan ekosistem pesisir. Melalui
inisiatif ini, Perseroan berupaya menjaga alam
sebagai ruang hidup bersama dengan
menanam mangrove yang berperan penting
dalam menyerap emisi karbon, melindungi garis
pantai dari abrasi, serta menjaga
keberlangsungan ekosistem laut. Program ini
sekaligus mencerminkan komitmen Perseroan
dalam mendukung agenda Net Zero Emission
dan upaya global dalam menghadapi
perubahan iklim.

Pelaksanaan kegiatan melibatkan kolaborasi
aktif antara karyawan, masyarakat pesisir, serta
pemerintah daerah atau lembaga swadaya
masyarakat (LSM) lingkungan. — Selain
memberikan dampak ekologis, program ini juga
menjadi sarana edukasi lingkungan dan
pemberdayaan masyarakat, sehingga
manfaatnya dapat dirasakan secara
berkelanjutan, baik dari sisi sosial maupun
ekonomi.

Inisiatif penanaman mangrove ini sejalan
dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
(SDGs), khususnya Pilar 13: Penanganan
Perubahan Iklim (Climate Action), Pilar 14:
Ekosistem Lautan (Life Below Water), serta
Pilar 15: Ekosistem Daratan (Life on Land).
Melalui program ini, Perseroan menegaskan
perannya sebagai entitas yang tidak hanya
berorientasi pada kinerja usaha, tetapi juga
bertanggung jawab dalam menjaga kelestarian
lingkungan bagi generasi mendatang.

2. Mangrove

The Mangrove Planting CSR Program is a
manifestation of the Company's concern for
environmental sustainability and  coastal
ecosystem balance. Through this initiative, the
Company strives to preserve nature as a
shared living space by planting mangroves,
which play an important role in absorbing
carbon emissions, protecting coastlines from
abrasion, and maintaining the sustainability of
marine ecosystems. This program also reflects
the Company's commitment to supporting the
Net Zero Emission agenda and global efforts to
combat climate change.

The implementation of this activity involves
active collaboration between employees,
coastal communities, and local governments or
environmental non-governmental organizations
(NGOS). In addition to its ecological impact, this
program also serves as a means of
environmental education and community
empowerment, so that its benefits can be felt in
a sustainable manner, both socially and
economically.

This mangrove planting initiative is in line with
the Sustainable Development Goals (SDGs),
particularly Pillar 13: Climate Action, Pillar 14:
Life Below Water, and Pillar 15: Life on Land.
Through this program, the Company affirms its
role as an entity that is not only oriented
towards business performance, but also
responsible for preserving the environment for
future generations.

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

124
Page 135 OCR 0.924
| Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
utan 2025 Sustainability Report

14 maowmarr

3. Green Horizon

Dalam rangka peringatan ulang tahun ke-33,
Perseroan melaksanakan inisiatif keberlanjutan
bertajuk Green Horizon. Program ini berupa
penyaluran Pertamax Green kepada 330
pengemudi ojek online roda dua sebagai bagian
dari program Tanggung Jawab Sosial dan
Lingkungan (TJSL) Perseroan yang berfokus
pada aspek lingkungan dan sosial.

Kegiatan Green Horizon dilaksanakan pada 15
Juni 2025 di SPBU Pertamina Tegalsari,
Surabaya, dengan total penyaluran 990 liter
bahan bakar rendah emisi, di mana setiap
penerima memperoleh kupon sebesar 3 liter
Pertamax Green. Pemanfaatan bahan bakar
rendah emisi ini ditujukan untuk mendukung
upaya pengurangan emisi karbon serta
mendorong penggunaan energi yang lebih
ramah lingkungan.

Pelaksanaan program ini mencerminkan
pendekatan Perseroan dalam
mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke
dalam kegiatan  non-operasional — melalui
keterlibatan pemangku kepentingan eksternal.
Program Green Horizon dilaksanakan sebagai
bagian dari kontribusi Perseroan terhadap
penguatan praktik keberlanjutan di masyarakat.

Program ini selaras dengan — Tujuan
Pembangunan Berkelanjutan (SDGs),
khususnya Pilar 7: Energi Bersih dan
Terjangkau (Affordable and Clean Energy), Pilar
11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan
(Sustainable Cities and Communities), serta
Pilar 13: Penanganan Perubahan Iklim (Climate
Action).

hp » spE &

3. Green Horizon

In commemoration of its 33rd anniversary, the
Company launched a sustainability initiative
called Green Horizon. This program involved
the distribution of Pertamax Green to 330 online
motorcycle taxi drivers as part of the
Company's Social and — Environmental
Responsibility (SER) program, which focuses
on environmental and social aspects.

The Green Horizon activity was held on June
15, 2025, atthe Pertamina Tegalsari gas station
in Surabaya, with a total distribution of 990 liters
of low-emission fuel, where each recipient
received a coupon for 3 liters of Pertamax
Green. The use of low-emission fuel is intended
to support carbon emission reduction efforts
and encourage the use of more environmentally
friendly energy.

The implementation of this program reflects the
Company's approach in integrating
sustainability aspects into non-operational
activities through the involvement of external
stakeholders. The Green Horizon program is
carried out as part of the Companys
contribution to strengthening sustainability
practices in the community.

This program is in line with the Sustainable
Development Goals (SDGs), particularly Pillar
7: Affordable and Clean Energy, Pillar 11:
Sustainable Cities and Communities, and Pillar
13: Climate Action.
Page 136 OCR 0.924
AND COMMUNTIES

A5

DD

4. ELPI Peduli (Berbagi dengan
Warakawuri)

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun
Bhayangkari — Jawa — Timur, Perseroan
menyelenggarakan kegiatan sosial bertajuk
“Berbagi dengan Warakawuri Polri”. Kegiatan ini
bertujuan untuk memberikan apresiasi serta
dukungan sosial kepada para Warakawuri, yaitu
istri purnawirawan maupun almarhum anggota
Kepolisian Republik Indonesia, atas kontribusi
dan peran mereka dalam mendukung institusi
Kepolisian.

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bagian
dari komitmen Perseroan dalam menjalankan
Tanggung Jawab Sosial yang berfokus pada
penguatan aspek sosial dan kesejahteraan
masyarakat.

Kegiatan ini sejalan dengan Tujuan
Pembangunan Berkelanjutan (SDGs),
khususnya Pilar 1: Tanpa Kemiskinan (No
Poverty), Pilar 3: Kehidupan Sehat dan
Sejahtera (Good Health and Well-Being), serta
Pilar 16: Perdamaian, Keadilan, dan
Kelembagaan yang Tangguh (Peace, Justice,
and Strong Institutions).

4. ELPI Cares (Sharing with
Warakawuri)

In commemoration of the East Java
Bhayangkari Anniversary, the Company held a
social event titled “Sharing with Warakawuri
Polri”. This event aimed to show appreciation
and provide social support to Warakawuri, the
wives of retired and deceased members of the
Indonesian National Police, for their
contributions and roles in supporting the Police
institution.

The implementation of this activity is part of the
Company's commitment to carrying out its
Social Responsibility, which focuses on
strengthening social aspects and community
welfare.

This activity is in line with the Sustainable
Development Goals (SDGs), particulary Pillar
1: No Poverty, Pillar 3: Good Health and
Well-Being, and Pillar 16: Peace, Justice, and
Strong Institutions.

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

126
Page 137 OCR 0.915
Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
utan 2025 Sustainability Report

1 heh
Bi

6000 MEAUTH
AND WELI-BEING

PEACE. JUSTICE
ANDSTRONG
INSTITUTIONS

5. ELPI Sharing (Bakti Sosial Panti
Asuhan))

Program CSR “Berbagi di Panti Asuhan"
merupakan bagian dari pelaksanaan Tanggung
Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL)
Perseroan di bidang sosial kemasyarakatan.
Program ini ditujukan kepada anak-anak yang
berada di bawah pengasuhan panti asuhan
melalui penyaluran bantuan kebutuhan dasar,
antara lain sembako, alat tulis, perlengkapan
sekolah, serta dukungan layanan kesehatan
dan/atau edukasi.

Pelaksanaan program ini bertujuan untuk
mendukung pemenuhan kebutuhan dasar dan
proses tumbuh kembang anak, sekaligus
memperkuat keterlibatan Perseroan dengan
komunitas sekitar. Kegiatan dilakukan dengan
melibatkan karyawan serta berkoordinasi
dengan pengelola panti asuhan sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.

Program ini sejalan dengan Tujuan
Pembangunan Berkelanjutan (SDGs),
khususnya Pilar 1: Tanpa Kemiskinan (No
Poverty), Pilar 3: Kehidupan Sehat dan
Sejahtera (Good Health and Well-Being), serta
Pilar 16: Perdamaian, Keadilan, dan
Kelembagaan yang Tangguh (Peace, Justice,
and Strong Institutions).

hp » spE &

5. ELPI Sharing (Social Service at
the Orphanage)

The CSR program “Sharing at Orphanages" is
part of the Company's Social and
Environmental Responsibility (SER)
implementation in the social community sector.
This program is aimed at children under the
care of orphanages through the distribution of
basic necessities, including food, stationery,
school supplies, and health and/or educational
support services.

The implementation of this program aims to
support the fulfilment of basic needs and the
growth and development of children, while
strengthening the Company's involvement with
the surrounding community. Activities are
carried out by involving employees and
coordinating with orphanage managers in
accordance with applicable regulations.

This program is in line with the Sustainable
Development Goals (SDGs), particulary Pillar
1: No Poverty, Pillar 3: Good Health and
Well-Being, and Pillar 16: Peace, Justice, and
Strong Institutions.
Page 138 OCR 0.937
6. Laut ELPI (Terumbu karang)

Program CSR Penanaman Terumbu Karang
merupakan bagian dari inisiatif keberlanjutan
Perseroan yang berfokus pada pelestarian
ekosistem laut dan peningkatan kualitas
lingkungan pesisir. Program ini bertujuan untuk
mendukung pemulihan habitat bawah laut,
menjaga keanekaragaman hayati laut, serta
berkontribusi terhadap upaya adaptasi dan
mitigasi perubahan iklim. Pelaksanaan kegiatan
dilakukan melalui kerja sama dengan komunitas
penyelam, dan masyarakat pesisir.

Inisiatif ini merupakan bagian dari implementasi
pilar Environmental dalam kerangka
Environmental, Social, and Governance (ESG)
Perseroan dan selaras dengan Tujuan
Pembangunan Berkelanjutan (SDGs),
khususnya Pilar 13: Penanganan Perubahan
Iklim (Climate Action), Pilar 14: Ekosistem
Lautan (Life Below Water), serta Pilar 15:
Ekosistem Daratan (Life on Land).

6. ELPI Sea (Coral reef)

The Coral Reef Planting CSR Program is part of
the Company's sustainability initiative that
focuses on preserving marine ecosystems and
improving coastal environmental guality. This
program aims to support the restoration of
underwater  habitats,  preserve marine
biodiversity, and contribute to climate change
adaptation and mitigation efforts. The activities
are carried out in collaboration with diving
communities and coastal communities.

This initiative is part of the implementation of
the Environmental pillar within the Company's
Environmental, Social, and Governance (ESG)
framework and is aligned with the Sustainable
Development Goals (SDGs), specifically Pillar
13: Climate Action, Pillar 14: Life Below Water,
and Pillar 15: Life on Land.

ional Ekalya Purnamasari Tbk
njutan 2025 Susta Repar

128
Page 139 OCR 0.934
| Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
utan 2025 Sustainability Report

7. Universitas Pattimura

Perseroan menempatkan dan memberikan
prioritas utama kepada Universitas Pattimura
sebagai TJSL untuk peningkatan pendidikan
dan pemberdayaan masyarakat sekitar melalui
beberapa program multi years di antaranya:

a. Beasiswa

Perseroan menyediakan program beasiswa
bagi mahasiswa Universitas Pattimura sebagai
bentuk dukungan terhadap peningkatan akses
dan kualitas pendidikan. Program ini ditujukan
bagi mahasiswa berprestasi — maupun
mahasiswa dari latar belakang ekonomi kurang
mampu, guna mendorong keberlanjutan studi,
peningkatan kompetensi akademik, serta
pengembangan potensi sumber daya manusia
di wilayah sekitar operasional Perseroan.

b.Sarana & Prasarana

Perseroan berkontribusi dalam pengembangan
dan peningkatan sarana serta prasarana
pendidikan di Universitas Pattimura, baik
berupa fasilitas pendukung pembelajaran,
laboratorium, maupun infrastruktur akademik
lainnya. Dukungan ini bertujuan menciptakan
lingkungan belajar yang lebih representatif,
kondusif, dan selaras dengan kebutuhan
pendidikan serta perkembangan industri.

c.Magang Riset

Melalui program magang riset, Perseroan
memberikan kesempatan kepada mahasiswa
Universitas Pattimura untuk dapat terlibat
langsung dan merasakan dunia profesional.
Program ini bertujuan menjembatani dunia
akademik dan praktik industri, mendapatkan
talent, serta menghasilkan rekomendasi dan
inovasi yang aplikatif bagi pengembangan
Perseroan dan masyarakat.

d.Vokasi Pelayaran

Perseroan mendukung program vokasi
pelayaran yang berfokus pada penguatan
keterampilan teknis dan kesiapan kerja di
bidang maritim. Vokasi pelayaran ini terdiri dari
3 (tiga) program studim di antaranya,

Prodi Teknologi Rekayasa Permesinan Kapal
(TRPK/Teknika), Prodi Manajemen Pelabuhan
& Logistik Maritim (MPLM/Tata Laksana), dan
Prodi Teknologi Rekayasa Operasi Kapal
(TROK/Nautika).

hp » spE &

7. Pattimura University

The Company places and gives top priority to
Pattimura University as a TJSL for improving
education and empowering the surrounding
community through  several — multi-year
programs, including:

a.Scholarship

The Company provides scholarship programs
for Pattimura University students as a form of
support for improving access to and guality of
education. This program is intended for
outstanding students and students from
economically disadvantaged backgrounds, in
order to encourage them to continue their
studies, improve their academic competence,
and develop human resource potential in the
areas surrounding the Company's operations.

b.Facilities and Infrastructure

The company contributes to the development
and improvement of educational facilities and
infrastructure at Pattimura University, including
learning support facilities, laboratories, and
other academic infrastructure. This support
aims to create a learning environment that is
more representative, conducive, and in line with
educational needs and industrial developments.

c.research internship

Through the research internship program, the
Company provides opportunities for Pattimura
University students to be directly involved and
experience the professional world. This
program aims to bridge the academic world and
industrial practice, acguire talent, and produce
recommendations and innovations that are
applicable for the development of the Company
and society.

@.vocational maritime studies

The company supports maritime vocational
programs that focus on strengthening technical
skills and work readiness in the maritime sector.
These maritime vocational programs consist of
three study programs, including

Ship Machinery Engineering Technology
(TRPK/Teknika), Port Management & Maritime
Logistics (MPLM/Tata Laksana), and Ship
Operation Engineering Technology
(TROK/Nautika).
Page 140 OCR 0.924
Adapun, proses pendirian vokasi pelayaran ini
dalam proses perizinan — Kementerian
Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
(Kemdiktisaintek). Program ini dirancang untuk
meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal
melalui pembelajaran berbasis praktik dan
pemahaman standar industri pelayaran,
sehingga lulusan memiliki daya saing tinggi dan
siap diserap oleh dunia kerja.

Program TJSL Perseroan bersama Universitas
Pattimura tersebut selaras dengan Tujuan
Pembangunan Berkelanjutan (SDGs),
khususnya Pilar 4: Pendidikan Berkualitas
(@uality Education), Pilar 8: Pekerjaan Layak
dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and
Economic Growth), serta Pilar 17: Kemitraan
untuk mencapai Tujuan (Partnership for the
goals)

OWALITY
EDUCATION

1 PARTNERSHIPS
FOR THE GOALS

ap | “ut SRE| &

The establishment of this maritime vocational
program is currently undergoing the licensing
process with the Ministry of Higher Education,
Science, and Technology (Kemdiktisaintek).
This program is designed to enhance the
competencies of the local workforce through
practice-based learning and an understanding
of maritime industry standards, so that
graduates are highly competitive and ready to
be absorbed by the world of work.

The TJSL Program of the Company in
collaboration with Pattimura University is
aligned with the Sustainable Development
Goals (SDGs), specifically Pillar 4: @uality
Education, Pillar 8: Decent Work and Economic
Growth, and Pillar 17: Partnerships for the
Goals.

Inovasi dan Pengembangan Produk/Jasa Keuangan Berkelanjutan
Innovation and Development of Sustainable Financial Products/Services

Perseroan secara berkelanjutan melakukan
inovasi dalam menjalankan proses bisnis yang
berorientasi pada keberlanjutan, khususnya
pada tahap pengembangan produk dan proses
operasional. Seiring dengan pertumbuhan
industri pelayaran yang menuntut efisiensi dan
optimasi biaya operasional, — Perseroan
mengembangkan kapal-kapal — crewboat
generasi baru yang lebih ramah lingkungan
sebagai bagian dari strategi menjaga
keberlanjutan bisnis.

The Company continuously innovates in
implementing sustainability-oriented business
processes, particularly in product development
and operational processes. In line with the
growth of the shipping industry, which demands
efficiency and optimization of operational costs,
the Company has developed a new generation
of more environmentally friendly crewboats as
part of its strategy to maintain business
sustainability.

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

130
Page 141 OCR 0.915
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
131 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

Saat ini, Perseroan tengah mengembangkan
kapal ramah lingkungan melalui penerapan
inovasi teknologi Go Green, Muiticat Hybrid,
yaitu fungsi 4 kapal dapat dilaksanakan oleh 1
kapal. Multicat Hybrid dapat menjalankan fungsi
sebagai fire boat, watch dog, utility vessel,
AHTS vessel. Pengembangan inovasi kapal
Multicat Hybrid ini — bertujuan — untuk
meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar,
menurunkan emisi gas buang, serta
mengurangi ketergantungan pada bahan bakar
fosil konvensional.

Saat ini kapal Multicat telah dalam proses
launching dengan nama “Gurion”. Inisiatif
tersebut mencerminkan komitmen Perseroan
dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan
ke dalam proses pengembangan armada dan
penyediaan layanan pelayaran yang lebih
bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Currently, the Company is  developing
environmentally friendly vessels through the
application of Go Green  technological
innovation, Multicat Hybrid, whereby the
functions of four vessels can be performed by
one vessel. Multicat Hybrid can function as afire
boat, watch dog, utility vessel, and AHTS
vessel. The development of the Multicat Hybrid
ship innovation aims to increase fuel
consumption efficiency, reduce exhaust
emissions, and reduce dependence on
conventional fossil fuels.

Currentily, the Multicat vessel is in the process of
being launched under the name “Gurion.” This
initiative reflects the Company's commitment to
integrating sustainability principles into the
process of developing its fleet and providing
more environmentally responsible shipping
services.

GRI 4161

Produk/Jasa yang Sudah Dievaluasi Keamanannya bagi Pelanggan
Products/Services That Have Been Evaluated for Customer Safety

Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor
pelayaran, Perseroan menempatkan aspek
keselamatan dan keamanan operasional
sebagai prioritas utama dalam penyediaan
layanan kepada pelanggan. Seluruh unit
armada yang dioperasikan dan disewakan telah
melalui proses evaluasi keamanan secara
komprehensif, yang mencakup kelayakan teknis
kapal, integritas struktur, sistem keselamatan,
serta kesiapan peralatan penunjang
Operasional sesuai dengan peraturan nasional
dan standar internasional. Hal ini selaras
dengan kebijakan Perseroan:

hp » spE &

As a company operating in the maritime
industry, PT Pelayaran Nasional Ekalya
Purnamasari Tbk places operational safety and
security as a top priority in delivering services to
its customers. All fleet units operated and
chartered by the Company have undergone a
comprehensive safety evaluation process,
covering vessel technical feasibility, structural
integrity, safety systems, and the readiness of
operational support eguipment in accordance
with national regulations and international
standards. This commitment is reflected in
ELPI's policies:
Page 142 OCR 0.915
1.ELPI-POL-02-B Kebijakan Kesehatan,
Keselamatan Kerja

2. ELPI-POL-03 Kebijakan Operasi
Perusahaan

3.ELPI-POL-03-A Kebijakan Keamanan
Kapal

4. ELPI-POL-03-E Kebijakan — Berlayar
Dengan Aman

5. ELPI-POL-03-F Kebijakan Dek Aman

Proses evaluasi keamanan dilakukan dengan
mengacu pada ketentuan International Safety
Management (“ISM”) Code, Safety Life at Sea
(“SOLAS”), Marine Pollution ((MARPOL”), serta
persyaratan klasifikasi kapal dari Biro Klasifikasi
Nasional atau Internasional.

Perseroan juga melaksanakan Operational
Readiness Check sebelum kapal melakukan
mobilisasi. Proses ini mencakup pengecekan
kondisi mesin, peralatan navigasi, sistem
komunikasi, steering gear, alat keselamatan
(life-saving appliances), serta fire-fighting
appliances untuk memastikan bahwa kapal
dalam kondisi optimal dan aman untuk
digunakan oleh pelanggan.

Sebagai bagian dari komitmen peningkatan
berkelanjutan, Perseroan terus memperkuat
sistem evaluasi keamanan melalui pembaruan
Standar Operasional Prosedur (“SOP”),
integrasi planned maintenance system berbasis
digital, peningkatan kompetensi kru melalui
pelatihan berstandar internasional, serta
peningkatan pengawasan terhadap
implementasi Safety Management System di
seluruh armada kapal.

Langkah ini memastikan bahwa layanan yang
diberikan kepada pelanggan selalu memenuhi
standar keselamatan tertinggi serta
memberikan nilai tambah yang berkelanjutan
dalam operasional maritim. Hal ini dapat dilihat
dari hasil penilaian klien dimana Perseroan
mendapatkan skor baik dan memenuhi standar
keselamatan atau lulus pada penilaian
bersama, penilaian akhir, dan performance
review management.

ap | “ut SRE| &

1.ELPI-POL-02-B Occupational Health and
Safety Policy
2. ELPI-POL-03 Company Operation Policy

3. ELPI-POL-03-A Vessel Security Policy
4. ELPI-POL-03-E Safe Sailing Policy
5. ELPI-POL-03-F Clear Deck Policy

The safety evaluation process is conducted with
reference to the International Safety
Management (“ISM”) Code, Safety Life at Sea
(“SOLAS”), Marine Pollution (“MARPOL”), and
vessel classification reguirements issued by
national or international classification societies.

Company also conducts an Operational
Readiness Check prior to vessel mobilization.
This process includes an assessment of engine

condition, navigation eguipment,
communication systems, steering gear,
life-saving — appliances, and  fire-fighting

appliances to ensure that the vessel is in
optimal and safe operating condition for
customer use.

As part of its commitment to continuous
improvement, ELPI consistently strengthens its
safety evaluation system through updates to
Standard Operating Procedures (SOPSs),
integration of a  digita-based  planned
maintenance system, enhancement of crew
competence through internationally certified
training, and reinforced oversight of Safety
Management System implementation across
the entire fleet.

This step ensures that the services provided to
customers always meet the highest safety
standards and provide sustainable added value
in maritime operations. This can be seen from
the results of client assessments, in which the
Company received good scores and met safety
standards or passed joint assessments, final
assessments, and management performance
reviews.

PT Pelayaran Nasional Ekalya P
Laporan Keberlanjutan 2025

132
Page 143 OCR 0.916
| Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
utan 2025 Sustainability Report

Dampak Produk/Jasa
Product/Service Impact

Terkait dampak terhadap — Lingkungan
Perseroan berkomitmen untuk meminimalisir
dampak lingkungan melalui penerapan Sistem
Manajemen Lingkungan yang secara aktif
memantau aspek-aspek lingkungan,
mengidentifikasi — dampak — dan risiko,
menetapkan langkah mitigasi, serta melakukan
pengawasan. Perseroan telah melakukan
serangkaian inisiatif dalam mengevaluasi
keamanan kapal sebelum disewakan ke pihak
ketiga, dengan menerapkan standar Kesehatan
dan Keselamatan Kerja (“K3”) yang tinggi untuk
memastikan keselamatan dan keamanan kapal,
termasuk mencegah kecelakaan kapal,
tumpahan minyak, pencemaran oleh emisi dan
sampah, serta penggunaan bahan bakar kapal
yang ramah lingkungan.

Sistem Perawatan Terencana kami bekerja
secara paralel guna memastikan armada dan
peralatan melalui perawatan terjadwal untuk
meningkatkan efisiensi dan — mengurangi
dampak lingkungan. Sepanjang periode
pelaporan, Perseroan tidak menerima laporan
negatif atau keluhan terkait dampak operasional
kami terhadap masyarakat maupun lingkungan.

Selain itu, seluruh kapal Perseroan juga telah
menerapkan International Safety Management
(“ISM Code”) dan International Organization for
Standardization (“ISO”) 45001:2018 untuk
mengatur pengelolaan dan keamanan
Operasional kapal laut dimana pada tahun 2025,
tidak terdapat insiden ketidakpatuhan yang
terkait dengan keselamatan kapal.

Hal ini menandakan apa yang menjadi
komitmen manajemen telah menjadi DNA
operasi di seluruh armada Perseroan sehingga
tidak terjadi dampak negatif atas operasional.

CD CD

Jumlah Produk yang Ditarik Kembali (TJSL)

Number of Product Recalis

Atas jasa yang diberikan kepada klien untuk
Offshore Support Vessel (“OSW”) hingga saat ini
tidak terdapat kapal Perseroan yang ditarik atau
dikembalikan oleh klien.

hp » spE &

Regarding environmental impact, the Company
is committed to minimizing environmental
impact through the implementation of an
Environmental Management System that
actively monitors environmental aspects,
identifies impacts and risks, establishes
mitigation measures, and conducts monitoring.
The Company has undertaken a series of
initiatives to evaluate the safety of vessels
before leasing them to third parties, by applying
high Occupational Health and Safety “OHS”)
standards to ensure the safety and security of
vessels, including preventing vessel accidents,
Oil spills, pollution from emissions and waste,
and the use of environmentally friendly marine
fuels.

Our Planned Maintenance System works in
parallel to ensure that our fleet and eguipment
undergo scheduled maintenance to improve
efficiency and reduce environmental impact.
Throughout the reporting period, the Company
did not receive any negative reports or
complaints regarding the impact of our
operations on the community or the
environment.

In addition, all of the Company's vessels have
implemented the International Safety
Management (“ISM Code”) and International
Organization for Standardization (“ISO”)
45001:2018 to regulate the management and
safety of marine vessel operations, with no
incidents of non-compliance related to vessel
safety in 2025.

This  demonstrates that — management's
commitment has become part of the DNA of the
Company's entire fleet, ensuring that there are
no negative impacts on operations.

For the services provided to clients for offshore
support vessels (“OSV”) to date, none of the
Company's vessels have been withdrawn or
returned by clients.
Page 144 OCR 0.929
Survei Kepuasan Pelanggan Terhadap Produk dan/atau Jasa Keuangan

Berkelanjutan

Customer satisfaction survey on sustainable financial products and/or services

Pada tahun 2025 Perseroan mendapatkan nilai
kepuasan klien sebesar .... Hal ini menunjukkan
kepuasan dari klien kepada Perseroan. Adapun
parameter survei yang telah diberikan kepada
klien meliputi:

a. Administrasi

b. Komunikasi

c. Kinerja Proyek

d. Kinerja Sumber Daya Manusia

Dari survei klien terdapat beberapa masukan
diantaranya:

a. Optimalisasi proses administrasi melalui
sistem digital agar lebih efektif dan efisien.

b. Pelaksanaan pemeliharaan
(maintenance) kapal agar tetap dilakukan

secara konsisten — untuk — menjaga
keandalan operasional.
Cc. Terkait penggunaan backup boat,

diharapkan dukungan terhadap kesiapan
kapal yang akan digunakan, khususnya
dalam memastikan kondisi mesin dan
aspek teknis lainnya, sehingga tidak
menghambat jadwal — keberangkatan
maupun operasional di lapangan.

d. Peningkatan kualitas layanan penyediaan
crew boat guna meminimalkan potensi
insiden.

In 2025, the Company achieved a client
satisfaction rating of .... This demonstrates the
level of satisfaction among the Company's
clients. The survey parameters provided to
clients included:

a. Administration

b. Communication

C. Project Performance

d. Human Resource Performance

The client survey yielded several suggestions,
including:

a. Optimizing administrative  processes
through digital systems to be more
effective and efficient.

b. Consistent
maintenance
reliability.

implementation of ship
to maintain operational

c. Regarding the use of backup boats,
support is expected for the readiness of
the boats to be used, particularly in
ensuring the condition of the engines and
other technical aspects, so as not to hinder
departure schedules or field operations.

d. Improvement of the guality of crew boat
services to minimize the potential for
incidents.

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

B4
Page 145 OCR 0.336
Wa |

NP —

— Ld

yr ai

aa —
RN

(

—

a
Page 146

          
Page 147 OCR 0.933
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

Verifikasi Tertulis dari Pihak
Independen

Laporan Keberlanjutan tahun buku 2025 ini
dibuat mandiri oleh Perseroan berdasarkan
POJK nomor 29/POJK.04/2016 tentang
Laporan Tahunan Emiten dan Surat Edaran
Otoritas Jasa Keuangan nomor
16/SEOJK.04/2021 tentang Bentuk dan Isi
Laporan Tahunan Emitan atau Perusahaan
Publik.

Selain itu Perseroan juga dalam menyusun
laporan mengikuti standar dari Global Reporting
Initiative — dan Sustainability — Accounting
Standards Board.

Hingga saat ini atas laporan keberlanjutan
belum dilakuan verifikasi yang dilakukan oleh
penyedia jasa assurance

Lembar Umpan Balik

Lembar Umpan Balik merupakan salah satu
bentuk tanggung jawab Perseroan untuk selalu
melakukan improvemen dari segala hal
kegiatan yang telah dilaksanakan dalam bidang
enviromental, social & governance (“ESG”)
sebagaimana kami laporkan dalam laporan
keberlanjutan ini.

Perseroan menyadari bahwa upaya-upaya
dalam membangun ESG membutuhkan
dukungan, arahan dan umpan balik dari seluruh
para pemangku kepentingan agar dapat
memberikan asas manfat dan berdampak
secara tepat sehingga tercipta hubungan sosial
kemasyarakatan yang berkelanjutan.

Adalah suatu penghargaan bagi kami, atas
segala umpan balik dari pemangku kepentingan
yang mana hal tersebut memberikan suatu
kepercayaan sebagai emiten perusahaan
publik untuk memberikan sumbagsih dan selalu
meningkatkan upaya-upaya menuju
keberlanjutan. Terlampir kami sampaikan form
isian lembar umpan balik atau Feedback Form
yang kami harapkan dapat menjadikan
Perseroan yang selalu memberikan inovasi
dengan program-progam ESG.

hp sp &

Written Verification from an
independent source

This Sustainability Report for the 2025 fiscal
year was prepared independently by the
Company based on POJK No.
29/POJK.04/2016 concerning Issuers' Annual
Reports and Financial Services Authority
Circular — Letter No.  16/SEOJK.04/2021
concerning the Form and Content of Annual
Reports of Issuers or Public Companies.

In addition, the Company also prepares its
reports in accordance with the standards of the
Global Reporting Initiative and the Sustainability
Accounting Standards Board.

To date, the sustainability report has not been
verified by an assurance service provider.

Feedback form

The Feedback Form is one of the Company's
responsibilities to continuously improve all
activities carried out in the areas of
environmental, social, and governance (“ESG”)
as reported in this sustainability report.

The Company recognizes that efforts to develop
ESG reguire support, direction, and feedback
from all stakeholders in order to provide
appropriate benefits and impact, thereby
creating sustainable social relationships.

We are grateful for all feedback from
stakeholders, which gives us confidence as a
public company to contribute and continuously
improve our efforts towards sustainability.
Attached is a feedback form, which we hope will
enable the Company to continue innovating with
ESG programs.
Page 148 OCR 0.887
1.

Identitas Pemangku Kepentingan

" Nama:
" Kontak HP & Email :
“ Status :

« Pemegang Saham

« Non Pemegang saham

» Pekerjaan (PNS/non PNS/Entreprenur)

» Pendidikan (S1, S2, S3)

e Usia (20th-30th, 31th-40th, 40th keatas)
» Domisili (Sumatera & sekitarnya, Pulau

Jawa-Bali-Madura, Kalimatan &
sekitarnya, Sulawesi & sekitarnya,
Papua & sekitarnya)

2. Saran/Masukan

A. Umum

- Apakah laporan keberlanjutan saat ini
telah lengkap, mudah dipahami,
terstruktur dan sesuai dengan kaidah
penyusunan (Setuju, Standar, Tidak
setuju)

" Jika Tidak Setuju mohon dapat
menyampaikan bagian dimaksud

Standar Pelaporan yang menjadi
paramater dalam laporan
keberlanjutan ini apakah sudah
memenuhi keinginan sebagai
pemegang saham dan pemangku
kepentingan? (Setuju, Standar, Tidak
setuju)

B. Aspek Lingkungan ("Enviromental”)

“ Upaya dan langkah yang dilakukan
Perseroan dengan core business
offshore support vessel apakah
cukup memberikan gambaran upaya
Perseroan dalam mengelola dampak
lingkungan (Setuju,Standar, Tidak
setuju)

“ Apakah langkah yang dilakuan
Perseroan dapat memberikan
kontribusi dan mengurai dampak
Gas Rumah Kaca? (Dapat, Standar,
Kurang)

» Education

PT Pelayaran Nasional Ekalya P

hp || SRE| &
1. Stakeholder Identity

“ Name :
" Phone & Email Contact:
“ Status :

» Shareholders
» Non-shareholders
» Occupation — (civil

servant/non-civil
servant/entrepreneur)
(Bachelors, Master's,

Doctorate)

» Age (20s-30s, 31s-40s, 40s and above)
» Residence (Sumatra and surrounding

areas, Java-Bali-Madura, Kalimantan
and surrounding areas, Sulawesi and
surrounding — areas, Papua and
surrounding areas)

2. Suggestions/Feedback

A. General
- General Is the current sustainability

report complete, easy to understand,
well-structured, and in accordance
with the rules of preparation (Agree,
Standard, Disagree)

" If you disagree, please convey

your opinion.
Do the reporting standards used as

parameters in this sustainability
report meet the expectations of

shareholders and stakeholders?
(Agree, Standard, Disagree)

B. Environmental Aspects

« Are the efforts and measures taken
by the Company with its core
business of offshore support vessels
sufficient to illustrate the Company's
efforts in managing environmental
impacts (Agree, Standard,
Disagree)?

Can the measures taken by the
Company contribute to and mitigate
the impact of greenhouse gases?
(Yes, Standard, Poor)

Laporan Keberlanjutan 2025

ke 38
Page 149 OCR 0.900
Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
anjutan 2025 Sustainability Report

C. Aspek Sosial ("Social")

“ Apakah penyajian laporan ini dapat &
cukup memberikan gambaran
keterlibatan Perseroan dalam
kegiatan sosial kemasyarakatan
(Cukup, Standar, Tidak cukup)

» Dalam pengelolaan Keselamatan dan
Kesehatan Kerja, apakah dalam
laporan telah diungkapkan secara
jelas, dapat dipahami secara jelas
atas kebijkan/policy , kewajiban K3
dan pencegahan kecelakaan kerja?
(Jelas, Standar, Kurang jelas)

D. Aspek Tata Kelola (“Governance”)

» Apakah Perseroan telah
melaksanakan operasionalnya telah
menjalankan Tata Kelola Perusahaan
yang baik dan benar berdasarkan
prinsip dalam GCG yaitu transparan,
akuntabilitas, responsibilitas,
independensi — dan — kesetaraan
(Setuju, Standar, Tidak setuju)

Peran, fungsi dan tugas dari Direksi,
Dewan Komisaris dan Komite apakah
telah jelas tergambarkan dalam
laporan ini (Jelas, Standar, Kurang
jelas)

C. Social Aspects

“ Does the presentation of this report
adeguately describe the Company's
involvement in social activities
(Adeguate, Standard, Inadeguate)?

In occupational safety and health
management, are the policies, OSH
obligations, and workplace accident
prevention measures clearly and
comprehensively disclosed in the
report? (Clear, Standard, Unclear)

D. Governance Aspects

“ Has the Company implemented its
Operations in accordance with good
and proper corporate governance
based on the principles of GCG,
namely transparency, accountability,
responsibility, independence, and
eguality? (Agree, Standard,
Disagree)

Are the roles, functions, and duties of
the Board of Directors, Board of
Commissioners, and  Committees
clearly described in this report (Clear,
Standard, Unclear)

3. Penutup 3. Cover

Secara keseluruhan atas laporan keberlanjutan Overall sustainability report

- Apakah — memberikan — manfaat
pengetahuan dan pemahaman terkait
kinerja ESG Perseroan (Setuju,
Standar, Tidak Setuju)

Dari ketiga aspek, aspek apa yang
perlu dan utama untuk ditingkatkan
untuk kinerja ESG kedepannya
(Aspek Lingkungan, Aspek Social,
Aspek Tata Kelola)

Apakah terdapat masukan terkait
masing-masing aspek atas upaya
yang sudah dilakukan — untuk
ditingkatkan atau  upaya/langkah
baru:

» Lingkungan:
» Social :.
» Tata Kelola

- Does it provide knowledge and
understanding — related '” to the
Companys  ESG performance
(Agree, Neutral, Disagree)

Of the three aspects, which aspect
needs to be improved and is most
important for future ESG performance
(Environmental Aspect, Social
Aspect, Governance Aspect)

Are there any suggestions regarding
each aspect of the efforts that have
been made to improve or new
efforts/measures:

» Lingkungan:
» Social
» Tata Kelola

Page 150 OCR 0.955
Tanggapan Terhadap Umpan Balik
Laporan Keberlanjutan Tahun
Sebelumnya

Atas Laporan Keberlanjutan untuk periode
tahun buku 2024, yang telah dilaporkan melalui
SPE dan juga ter upload pada website
Perseroan www.elpi.co.id tidak terdapat umpan
balik dari pemangku kepentingan.

Response to Feedback on Previous
Year's Sustainability Report

The Sustainability Report for the 2024 fiscal
year, which has been reported through SPE and
also uploaded on the Company's website
www.elpi.co.id, has not received any feedback
from stakeholders.

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

140
Page 151 OCR 0.915
Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
lanjutan 2025 Sustainability Report

Daftar Pengungkapan Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa
Keuangan, Emiten dan Perusahaan Publik

List of Disclosures in accordance with Financial Services Authority Regulation
Number 51/POJK.03/2017 concerning the Implementation of Sustainable Finance
for Financial Services Institutions, Issuers, and Public Companies

Isi Halaman
Content Page
A Strategi Keberlanjutan 2
Sustainability Strateoy
AA Penjelasan Strategi Keberlanjutan 3-11
Explanation of Sustainability Strategy
B Ikhtisar Kinerja Aspek Keberlanjutan 14
Overview of Sustainability Performance
B1 Aspek Ekonomi
Economic Aspect 15
a. Kuantitas Produksi atau Jasa yang dijual
Guantity of Production or Services Sold 15
b. Pendapatan atau penjualan
Revenue or sales 15
c. Laba atau rugi bersih
Net profit or loss 15
d. Produk ramah lingkungan
Environmentally friendly products 16-17

e. Pelibatan pihak lokal yang berkaitan dengan proses bisnis
Keuangan Berkelanjutan 1749
Involvement of local parties related to the business process
of Sustainable

B.2 Aspek Lingkungan Hidup 20
Enviromental aspects
a. Penggunaan energi
Energy consumption 20-22
b. Pengurangan emisi yang dihasilkan 22.23

Emissions reduction achieved

hp » spE &
Page 152 OCR 0.909
| 1g | SRE | &

Isi Halaman

Content Page

c. Pengurangan limbah dan efluen 24
Waste and effluent reduction

d. Pelestarian keanekaragaman hayati 25-26
Biodiversity conservation

B.3 Aspek Sosial 27-29
Social aspects
c Profil Perusahaan 34
Company Profile
C4 Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan 37.38
Vision, mission, and values of sustainability
Cc.2 Alamat Perusahaan
Company address 35-36
Cc.3 Skala Usaha
Business scale 39
a. Total aset atau kapitalisasi aset dan total kewajiban
Total assets or asset capitalization and total liabilities 39
b. Jumlah karyawan menurut jenis kelamin, jabatan, usia,
pendidikan, dan status ketenagakerjaan 39-42
Number of employees by gender, position, age, education,
and employment status
Cc. Nama pemegang saham dan persentase kepemilikan 42
saham
Name of shareholder and share ownership percentage
d. Wilayah operasional 43-46
Operational area
c.4 Produk, Layanan, dan Kegiatan Usaha yang Dijalankan 47
products, services, and business activities carried out
Cc.5 Keanggotaan pada Asosiasi 48-50
Membership in an association
C.6 Perubahan Emiten dan Perusahaan Publik yang Bersifat 51
Signifikan

Significant changes in issuers and public companies

PT Pelayaran Nasional Ekalya P'
Laporan Keberlanjutan 2025 Su:

Page 153 OCR 0.913
Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
utan 2025 Sustainability Report

Isi Halaman

Content Page

D Penjelasan Direksi 54
explanation from the board of directors

D.1 Penjelasan Direksi 56
explanation from the board of directors

a. Kebijakan untuk merespon tantangan dalam pemenuhan 57, 61
strategi keberlanjutan
policies to respond to challenges in fulfilling sustainability
strategies

b. Penerapan Keuangan Berkelanjutan 60
Implementation of sustainable finance

Cc. Strategi pencapaian target 59, 62
Target achievement strategy
E Tata Kelola Keberlanjutan 66

sustainability management

E1 Penanggung Jawab Penerapan Keuangan Berkelanjutan 67
responsible for implementing sustainable finance

E.2 Pengembangan Kompetensi Terkait Keuangan Berkelanjutan 68
development of competencies related to sustainable finance

E.3 Penilaian Risiko Atas Penerapan Keuangan Berkelanjutan 69-70
Risk Assessment on the Implementation of Sustainable
Finance

E.4 Hubungan Dengan Pemangku Kepentingan 747
Relationships with Stakeholders "

E.5 Permasalahan Terhadap Penerapan Keuangan Berkelanjutan 77-79
Issues Regarding the Implementation of Sustainable Finance FP

F Kinerja Keberlanjutan

Sustainability Performance 3

F1 Kegiatan Membangun Budaya Keberlanjutan
Building a Culture of Sustainability 83
Kinerja Ekonomi
Economic performance 84

F2 Perbandingan Target dan Kinerja Produksi, Portofolio, Target
Pembiayaan, atau Investasi, Pendapatan dan Laba Rugi 84

Comparison of Targets and Performance in Production,
Portfolio, Financing or Investment Targets, Revenue and Profit
and Loss

hp » spE &

Page 154 OCR 0.941
Content

Halaman
Page

F.3 Perbandingan Target dan Kinerja Portofolio, Target 84-85
Pembiayaan, atau Investasi pada Instrumen Keuangan atau
Proyek yang Sejalan dengan Keuangan Berkelanjutan
Comparison of Targets and Performance of Portfolios,
Financing Targets, or Investments in Financial Instruments or
Projects in Line with Sustainable Finance
Kinerja Lingkungan Hidup 86
Environmental performance

F4 Aspek Umum 86-87
Biaya Lingkungan Hidup

F5 Aspek Material
Material aspect 87-89
Penggunaan Material yang Ramah Lingkungan
The Use of Environmentally Friendly Materials

F.6 Aspek Energi 90-91
Energy Aspects
Jumlah dan Intensitas Energi yang Digunakan
Amount and Intensity of Energy Used

F7 Aspek Energi 92-99
Energy Aspects
Upaya dan Pencapaian Efisiensi Energi dan Penggunaan
Energi Terbarukan
Efforts and Achievements in Energy Efficiency and Renewable
Energy Use

F.8 Aspek Air
Water Aspects 100-101
Penggunaan Air
Water Usage

F.9 Aspek Keanekaragaman Hayati 102

Aspects of Biodiversity

Dampak dari Wilayah Operasional yang Dekat atau Berada di
Daerah Konservasi atau Memiliki Keanekaragaman Hayati
Impact of Operational Areas that are Close to or Located in
Conservation Areas or Areas with Biodiversity

PT Pelayaran Nasional Ekalya P'
Laporan Keberlanjutan 2025 Su:

Page 155 OCR 0.915
Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

Isi Halaman

Content Page

F10 Aspek Keanekaragaman Hayati 103
Aspects of Biodiversity

Usaha Konservasi Keanekaragaman Hayati
TBiodiversity Conservation Efforts

F11 Aspek Emi:
Emissions Aspects 103-105

Jumlah dan Intensitas Emisi yang Dihasilkan Berdasarkan
Jenisnya
Ouantity and Intensity of Emissions Produced Based on Type

F12 Aspek Emi:
Emissions Aspects

106

Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi yang Dilakukan
Initiatives and Achievements in Emissions Reduction

F13 Aspek Limbah Dan Efluen 107
Waste and Effluent Aspects

Jumlah Limbah dan Efluen yang Dihasilkan Berdasarkan Jenis
Amount of Waste and Effluent Produced by Type

F14 Aspek Limbah Dan Efluen

Waste and Effluent Aspects Jo

Mekanisme Pengelolaan Limbah dan Efluen
Waste and Effluent Management Mechanism

F15 Aspek Limbah Dan Efluen

Waste and Effluent Aspects 14

Tumpahan yang Terjadi (jika ada)
Spills that Occur (if any)

F16 Aspek Pengaduan Terkait Lingkungan Hidup
Environmental Complaints 115

Jumlah dan Materi Pengaduan Lingkungan Hidup yang
Diterima dan Diselesaikan

Number and Subject Matter of Environmental Complaints
Received and Resolved

Kinerja Sosial 15
Social Performance

F17 Mekanisme Pengelolaan Limbah dan Efluen 115
Waste and Effluent Management Mechanism

hp » spE &

Page 156 OCR 0.919
| 38 | SRE | &

Isi Halaman
Content Page
F18 Aspek Ketenagakerjaan 117
Employment Aspects

Kesetaraan Kesempatan Bekerja
Egual Employment Opportunity

F19 Aspek Ketenagakerjaan 117
Employment Aspects

Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa
Child Labor and Compulsory Labor

F.20 Aspek Ketenagakerjaan 118
Employment Aspects

Upah Minimum Regional
IRegional Minimum Wage

F.21 Aspek Ketenagakerjaan 18
Employment Aspects

Lingkungan Bekerja yang Layak dan Aman
A Decent and Safe Working Environment

F.22 Aspek Ketenagakerjaan
Employment Aspects 119

Pelatihan dan Pengembangan Kemampuan Pegawai
Employee Training and Development

F.23 Aspek Masyarakat
Social Aspects 120

Dampak Operasi Terhadap Masyarakat Sekitar
Impact of Operations on Surrounding Communities

F.24 Aspek Masyarakat
Social Aspects 122

Pengaduan Masyarakat
Public Complaints

F.25 Aspek Masyarakat 123-130
Social Aspects

Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL)
Environmental Social Responsibility Activities (TJSL)

PT Pelayaran Nasional Ekalya Pi
Laporan Keberlanjutan 2025 Si

Page 157 OCR 0.913
ran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
anjutan 2025 Sustainability Report

Isi Halaman

Content Page

F.26 Tanggung Jawab Pengembangan Produk/Jasa 130
Berkelanjutan
Responsibility for Sustainable Product/Service
Development

Inovasi dan Pengembangan Produk/Jasa Keuangan
Berkelanjutan

Innovation and Development of Sustainable Financial
Products/Services

F.27 Tanggung Jawab Pengembangan Produk/Jasa 131
Berkelanjutan
Responsibility for Sustainable Product/Service
Development

Produk/Jasa yang Sudah Dievaluasi Keamanannya bagi
Pelanggan

Products/Services That Have Been Evaluated for Customer
Safety

F.28 Tanggung Jawab Pengembangan Produk/Jasa 133
Berkelanjutan
Responsibility for Sustainable Product/Service
Development

Dampak Produk/Jasa
Impact of Products/Services

F.29 Tanggung Jawab Pengembangan Produk/Jasa 133
Berkelanjutan
Responsibility for Sustainable Product/Service
Development

Jumlah Produk yang Ditarik Kembali
Number of Products Recalled

F.30 Tanggung Jawab Pengembangan Produk/Jasa 134
Berkelanjutan
Responsibility for Sustainable Product/Service
Development

Survei Kepuasan Pelanggan Terhadap Produk dan/atau Jasa
Keuangan Berkelanjutan

Customer Satisfaction Survey on Sustainable Financial
Products and/or Services

G Lain-lain 136
Others

hp » spE &

Page 158 OCR 0.918
| 1g | SRE | &

Isi Halaman
Content Page
GA Verifikasi Tertulis dari Pihak Independen (jika ada) 137
Written Verification from an Independent Source (if any)
G.2 Lembar Umpan Balik
Feedback Sheet 137
G.3 Tanggapan Terhadap Umpan Balik Laporan Keberlanjutan 140
Tahun Sebelumnya
Response to Feedback on Previous Year's Sustainability
Report
G4 Daftar Pengungkapan Sesuai Peraturan Otoritas Jasa 141

Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan
Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan,
Emiten, dan Perusahaan Publik.

List of Disclosures in accordance with Financial Services
Authority Regulation Number 51/POJK.03/2017 concerning the
Implementation of Sustainable Finance for Financial Services
Institutions, Issuers, and Public Companies.

PT Pelayaran Nasional Ekalya Pu
Laporan Keberlanjutan 2025 Susi

Page 159 OCR 0.943
Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
utan 2025 Sustainability Report

Indeks Global Reporting Initiative ("GRI")
Global Reporting Initiative ("GRI") Index

Daftar Pengungkapan GRI
List of GRI Standard Disclosures

Standard GRI Indikator Pengungkapan Halaman

GRI Standard Indicator Disclosure Page
GRI 2: Pengungkapan 2-1 Rincian Organisasi 35, 43

Umum 2021 Organizational Details
GRI 2: General
Disclosure 2021
2-2 Entitas yang dimasukkan
dalam pelaporan N/A

keberlanjutan organisasi

Entities included in the
organization's

sustainability reporting

2-3 Periode, frekuensi, dan NIA
titik kontak pelaporan
Reporting period,
freguency, and contact
point

2-4 Penyajian kembali
informasi N/A
Restatement of
information

2-5 Penjaminan eksternal
External assurance 137

2-6 Aktivitas, rantai nilai, dan
hubungan bisnis lainnya 47, 51
Activities, value chain, J
and other business
relationships

2-7 Tenaga kerja
Workforce N/A

2-8 Pekerja yang bukan
pekerja langsung NIA
Non-direct employees

2-9 Struktur dan komposisi
tata kelola N/A
Governance structure
and composition

2-10 Pencalonan dan
pemilihan badan tata NA
kelola tertinggi
Nomination and election
of the highest
governance body

Page 160 OCR 0.931
| 1g | SRE | &

Standard GRI Pengungkapan Halaman
GRI Standard Disclosure Page
2-11 Ketua badan tata N/A
kelola tertinggi
Chair of the highest

governance board

2-12 Peran badan tata kelola 67, 69
tertinggi dalam
mengawasi manajemen
dampak
Role of the highest
governance body in
overseeing impact
management

2-13 Delegasi tanggung 67
jawab untuk mengelola
dampak
Delegation of
responsibility for
managing impact

2-14 Peran badan tata kelola
tertinggi dalam 67
pelaporan keberlanjutan
Role of the highest
governance body in
sustainability reporting

2-16 Komunikasi masalah N/A
penting
Communication of
important issues

2-17 Pengetahuan kolektif
badan tata kelola N/A
tertinggi
Collective knowledge of
the highest governance
body

2-18 Evaluasi kinerja badan
tata kelola tertinggi
Performance evaluation
of the highest
governance body

N/A

2-19 Kebijakan remunerasi 118
Remuneration policy

2-20 Proses untuk
menentukan remunerasi
Process for determining

remuneration

N/A

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk

Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 150
Page 161 OCR 0.942
Standard GRI

GRI Standard

Nasional Ekalya Purnamasari Tbk

utan 2025 Sustainability Report

2-21

Indikator
Indicator

Pengungkapan
Disclosure

Rasio kompensasi total
tahunan
Annual total
compensation ratio

Halaman
Page

N/A

2-22

Pernyataan tentang
strategi pembangunan
berkelanjutan
Statement on
sustainable
development strategy

2-23

Komitmen kebijakan
Policy commitment

83

2-24

Menanamkan komitmen
kebijakan
Instilling policy
commitment

83

2-25

Proses untuk
memperbaiki dampak
negatif
IProcess for mitigating
negative impacts

122

2-26

Mekanisme untuk
mencari nasihat dan
mengemukakan
masalah
Mechanisms for seeking
advice and raising
concerns

122

2-27

Kepatuhan terhadap

hukum dan peraturan

Compliance with laws
and regulations

N/A

2-28

Asosiasi keanggoataan
Membership
associations

35, 48

2-29

Pendekatan untuk
keterlibatan pemangku
kepentingan
Approach to stakeholder
engagement

Fl

2-30

Perjanjian perundingan
kolektif
Collective bargaining
agreement

N/A

AB SRE &
Page 162 OCR 0.939
Standard GRI Pengungkapan Halaman
GRI Standard Disclosure

Page
GRI 3: Topik Material Proses untuk
2021 menentukan topik
GRI 3: Material Topics material
021 Process for determining
material topics

N/A

3-2 Daftar topik material

List of material topics N/A

Manajemen topik
material 69, 77, 120, 123
Management of material
topics

GRI 201: Kinerja 201- Nilai ekonomi langsung
Ekonomi 2016 yang dihasilakn dan 15, 30, 84, 86
GRI 201: Economic didistribusikan
Performance 2016 Direct economic value
generated and
distributed

201-2 Dampak keuangan dan

risiko dan peluang N/A
lainnya terkait
perubahan iklim
Financial impacts and
other risks and
opportunities related to
climate change

201-3 Kewajiban program

manfaat pasti dan N/A
rencana pensiun lainnya
Defined benefit plans
and other retirement
plans

201-4 Bantuan finansial yang

diterima dari pemerintah 12
Financial assistance
received from the
government
GRI 205: 205-1 Operasi-operasi yang
Anti Korupsi 2016 dinilai memiliki risiko
GRI 205: terkait korupsi
'Anti-Corruption 2016 Operations assessed as
having
corruption-related risks

N/A

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk .,
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 163 OCR 0.950
lasional Ekalya Purnamasari Tbk
utan 2025 Sustainability Report

Standard GRI Indikator Pengungkapan Halaman

GRI Standard

Indicator

Disclosure

Page

205-2

Komunikasi dan
pelatihan tentang
kebijakan dan prosedur
antikorupsi
Communication and
training on
anti-corruption policies
and procedures

7,8

205-3

Insiden korupsi yang
terbukti dan tindakan
yang diambil
Proven incidents of
corruption and actions
taken

N/A

GRI 301: Material
GRI 301: Material

301-1

Material yang digunakan
berdasarkan berat atau
volume
Materials used based on
weight or volume

87

301-2

Material input dari daur
ulang yang digunakan
Recycled material inputs
used

N/A

301-3

Produk pemerolehan
ulang dan material
kemasannya
Reciaimed products and
their packaging materials

N/A

GRI 302: Energi
GRI 302: Energy

302-1

Konsumsi energi dalam
organisasi
Energy consumption
within the organization

4, 20, 90

302-2

Konsumsi energi di luar
organisasi
Energy consumption
outside the organization

N/A

302-3

Intensitas energi
Energy intensity

90

302-4

Pengurangan konsumsi
energi
Reduction in energy
consumption

92

Page 164 OCR 0.935
Standard GRI
GRI Standard

| 1g | SRE | &

Pengungkapan

Disclosure

Halaman
Page

Pengurangan pada
energi yang dibutuhkan
untuk produk dan jasa
Reduction in energy
reguired for products
and services

N/A

GRI 303: Air dan Efluen
GRI 303: water and
effluent

303-4

Interaksi dengan air
sebagai sumber daya
bersama
Interaction with water as
a shared resource

N/A

303-2

Manajemen dampak
yang berkaitan dengan
pembuangan air
Management of impacts
related to water
discharge

N/A

303-3

Pengambilan air
Water withdrawal

N/A

303-4

Pembuangan air
Water discharge

N/A

303-5

Konsumsi air
Water consumption

100

GRI 304:
Keanekaragaman Hayati
GRI 304: Biodiversity

304-1

Lokasi operasi yang
dimiliki, disewa, dikelola,
atau berdekatan
dengan, kawasan
lindung dan kawasan
dengan nilai
keanekaragaman hayati
tinggi di luar kawasan
lindung
Operating locations
owned, leased,
managed, or adjacent to
protected areas and
areas with high
biodiversity value
outside protected areas

25

304-2

Dampak signifikan dari
aktivitas, produk, dan
jasa oada
keanekaragaman hayati
Significant impacts of
activities, products, and
services on biodiversity

102, 103

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

154
Page 165 OCR 0.939
Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
utan 2025 Sustainability Report

Standard GRI Indikator

Indicator

GRI Standard

Pengungkapan
Disclosure

Halaman
Page

304-3

Habitat yang dilindungi
atau direstorasi
Protected or restored
habitats

102, 103

304-4

Spesies Daftar Merah
IUCN dan spesies daftar
konservasi nasional
dengan habitat dalama
wilayah yang terkena
efek operasi
JUCN Red List species
and nationally
conserved species with
habitats within the area
affected by operations

N/A

GRI 305: Emisi 305-1
GRI 305: Emissions

Emisi GRK (Cakupan 1)
langsung

Direct GHG emissions
(Scope 1)

305-2

Emisi engeri GRK
(Cakupan 2) tidak
langsung
Indirect GHG energy
emissions (Scope 2)

305-3

Emisi GRK (Cakupan 3)
tidak langsung lainnya
Other indirect GHG
emissions (Scope 3)

N/A

305-4

Intensitas emisi GRK
GHG emission intensity

104

305-5

Pengurangan emisi
GRK
Reduction of GHG
emissions

4, 106

305-6

Emisi zat perusak ozon
(ODS)
Emissions of
ozone-depleting
substances (ODS)

N/A

305-7

Nitrogen oksida (NOx),
belerang oksida (SOx),
dan emisi udara
signifikan lainnya
Nitrogen oxides (NOx),
sulfur oxides (SOx), and
other significant air
emissions

N/A

AB SRE &
Page 166 OCR 0.926
Standard GRI
GRI Standard

GRI 401: Kepegawaian
GRI 401: Employment

Perekrutan karyawan

| 1g | SRE | &

Halaman

Pengungkapan
Page

Disclosure
29

abru dan pergantian
karyawan
Recruitment of new
employees and
employee turnover

401-2

Tunjangan yang
diberikan kepada 118
karyawan purnawaktu
yang tidak diberikan
kepada karyawan pada
kurun waktu tertentu
atau paruh waktu
Benefits provided to
full-time employees that
are not provided to
employees on
fixed-term or part-time
contracts

N/A

401-3

Cuti melahirkan
Maternity leave

GRI 403: Kesehatan dan
Keselamatan Kerja
GRI 403: Occupational
Health and Safety

403-1

Sistem manajemen 5, 118
kesehatan dan
keselamatan kerja
Occupational health and
safety management
system

403-2

Pengidentifikasian
bahaya, penilaian risiko, N/A
dan investigasi insiden
Hazard identification,
risk assessment, and
incident investigation

403-3

Layanan kesehatan
kerja N/A:
Occupational health
services

403-4

Partisipasi, konsultasi,
dan komunikasi pekerja N/A
tentang kesehatan dan
keselamatan kerja
Worker participation,
consultation, and
communication on
occupational health and
safety

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

156
Page 167 OCR 0.922
Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
utan 2025 Sustainability Report

Pengungkapan
Disclosure

Halaman
Page

Pelatihan pekerja
mengenai kesehatan
dan keselamatan kerja
Worker training on
occupational health and
safety

N/A

Peningkatan kualitas
kesehatan pekerja
Improvement of worker
health

N/A

Pencegahan dan
mitigasi
dampak-dampak
kesehatan dan
keselamatan kerja yang
secara langsung terkait
hubungan bisnis
Prevention and
mitigation of
occupational health and
safety impacts directly
related to business
relationships

N/A

Pekerja yang tercakup
dalam sistem
manajemen kesehatan
dan keselamatan kerja
Workers covered by the
occupational health and
safety management
system

N/A

Kecelakaan kerja
Workplace accidents

Penyakit Akibat Kerja
Occupational diseases

N/A

Keanekaragaman
badan tata kelola dan
karyawan
Diversity of governance
bodies and employees

6, 29

Standard GRI Indikator
GRI Standard Indicator
403-5
403-6
403-7
403-8
403-9
403-10
GRI 405: 405-1
Keanekaragaman &
Ksesempatan yang
sama
GRI 405: Diversity &
Egual Opportunity
405-2

Rasio gaji pokok dan
remunerasi perempuan
dibandingkan
perempuan
Ratio of basic salary
and remuneration for
women compared to
women

N/A

hp » spE &
Page 168 OCR 0.923
|“ | SRE | &

Standard GRI

Pengungkapan Halaman
GRI Standard Disclosure Page
GRI 416: Kesehatan & 416-1 Penilaian dampak 27, 131, 133
Keselamatan Pelanggan kesehatan dan

GRI 416: Customer

keselamatan dari
Health & Safety

berbagai kategori
produk dan jasa
Assessment of the
health and safety impact
of various categories of
products and services

416-2 Insiden ketidakpatuhan
seubungan dengan N/A

dampak kesehatan dan

keselamatan dari

produk dan jasa

Incidents of
non-compliance related
to the health and safety
impact of products and
services

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk .,
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 169 OCR 0.901
Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
utan 2025 Sustainability Report

Indeks Sustainability Accounting Standards Board ("SASB"”)
Sustainability Accounting Standards Board ("SASB") Index

Standar SASB Indikator Pengungkapan Halaman
SASB Standard Indicator Disclosure Page
Greenhouse Gas TR-MT-110a.1 Gross global Scope 1 22
Emissions emissions
TR-MT-110a.2 Discussion of long- and 4,22
short-term

strategy or plan to
manage Scope 1
emissions, emissions
reduction targets,
and an analysis of
performance against
those targets

TR-MT-110a.3 (1) Total energy
consumed, 22, 90
(2) percentage heavy
fuel oil and
(3) percentage
renewable

TR-MT-110a.4 Average Energy NA
Efficiency Design Index
(EEDI) for new ships

Air Ouality TR-MT-120a.1 Air emissions of the
following pollutants:
(1) NOx (excluding
N20), (2) SOx, and
(3) particulate matter
(PM10)

N/A

Ecological TR-MT-160a.1 Shipping duration in
Impacts marine protected 25, 102, 103
areas orareas of
protected conservation
status

TR-MT-160a.2 Percentage of fleet

implementing ballast N/A

TR-MT-160a.3 (1) Number and (2)
aggregate volume of
spills and releases to

the environment

5, 24, 14

hp ag spE &
Page 170 OCR 0.926
Standard SASB Pengungkapan Halaman

SASB Standard Indicator Disclosure Page
Workforce TR-MT-320a.1 Lost time incident rate 5,27
Health & (LTIR)
Safety
Business TR-MT-510a.1 Number of calls at ports N/A
Ethics in countries that
have the 20 lowest
rankings in
Transparency
Intenational's
Corruption

Perception Index

TR-MT-510a.2 Total amount of 7,8, 31
monetary losses as a
result of legal
proceedings associated
with
bribery or corruption

TR-MT-540a.1 TR-MT-540a.1 (1) Number of marine 27
casualties,
(2) percentage classified
as very
serious

TR-MT-540a.2 Number of Conditions of
Class or
Recommendations

16

TR-MT-540a.3 Number of port state
control
(1) deficiencies and
(2) detentions

N/A

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk

Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 160
Page 171 OCR 0.938
lasional Ekalya Purnamasari Tbk
utan 2025 Sustainability Report

Penerapan Sustainable Development Goals ("SDGs")
Implementation of Sustainable Development Goals ("SDGs")

No Pilar

SDG 1 — Tanpa
Kemiskinan

SDG 1- No
Poverty

Kegiatan

Perseroan melaksanakan program ELPI Peduli dan ELPI Sharing
sebagai bagian dari komitmen penguatan perlindungan sosial bagi
kelompok masyarakat rentan. Bantuan yang diberikan meliputi
kebutuhan dasar, dukungan sosial, serta kontribusi kesejahteraan bagi
Warakawuri Polri dan anak-anak panti asuhan di wilayah operasional.
Program ini bertujuan membantu meringankan beban ekonomi,
memperkuat ketahanan sosial, serta menciptakan dampak
keberlanjutan yang inklusif bagi masyarakat.

The company implements the ELPI Peduli and ELPI Sharing programs
as part of its commitment to strengthening social protection for
vulnerable groups. The assistance provided includes basic needs,
social support, and welfare contributions for Warakawuri Polri and
children in orphanages in the operational area. This program aims to
help case the economic burden, strengthen social resilience, and create
an inclusive and sustainable impact on the community.

K3

SDG 2 - Tanpa
Kelaparan

SDG 2- Zero
Hunger

Melalui kegiatan bakti sosial dan distribusi bantuan pangan kepada
panti asuhan dan masyarakat sekitar (ELPI Caring & ELPI Sharing),
Perseroan berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi dasar.
Inisiatif ini menjadi bagian dari peran aktif Perseroan dalam mendukung
ketahanan pangan komunitas lokal.

Through social service activities and food distribution to orphanages and
Surrounding communities (ELPI Caring & ELPI Sharing), the Company
contributes to meeting basic nutritional needs. This initiative is part of
the Company's active role in supporting local community food security.

SDG3-
Kehidupan
Sehat dan

3 Sejahtera

SDG 3 - Good
Health and
Well-being

Program ELPI Caring (Donor Darah) yang dilaksanakan bekerja sama
dengan PMI merupakan wujud kontribusi Perseroan dalam mendukung
sistem kesehatan nasional. Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif
karyawan dan masyarakat sekitar guna menjaga ketersediaan stok
darah serta meningkatkan kesadaran pentingnya kesehatan dan
solidaritas sosial.

The ELPI Caring (Blood Donation) program, implemented in
collaboration with the Indonesian Red Cross, is a manifestation of the
Company's contribution to supporting the national health system. This
activity involves the active participation of employees and the
Surrounding community in order to maintain blood supply and raise
awareness of the importance of health and social solidarity.

Page 172 OCR 0.931
No

Pilar

SDG 4-

Pendidikan
Berkualitas

SDG 4-
Guality
Education

| | SRE | &

tan

Perseroan menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Pattimura
melalui program beasiswa, pengembangan sarana dan prasarana
pendidikan, magang riset, serta dukungan pendirian vokasi pelayaran.
Program multi years ini bertujuan meningkatkan akses dan kualitas
pendidikan, memperkuat kapasitas akademik, serta menghasilkan
lulusan yang kompeten dan relevan dengan kebutuhan industri maritim.

The company has established a strategic partnership with Pattimura
University through scholarship programs, development of educational
facilities and infrastructure, research internships, and support for the
establishment of maritime vocational programs. This multi-year program
aims to improve access to and guality of education, strengthen
academic capacity, and produce graduates who are competent and
relevant to the needs of the maritime industry.

ii

SDG5-
Kesetaraan
Gender

SDG5-
Gender Eguality

Perseroan menerapkan prinsip kesetaraan dan inklusivitas dalam
seluruh proses manajemen sumber daya manusia, termasuk rekrutmen,
pengembangan kompetensi, hingga promosi jabatan tanpa diskriminasi
gender. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah female crew dan
karyawan perempuan di lingkungan operasional menunjukkan tren
peningkatan setiap tahunnya dan menjadi salah satu target strategis
Perseroan dalam penguatan keberagaman tenaga kerja.

The Company applies the principles of eguality and inclusiveness in all
human resource management processes, including recruitment,
competency development, and promotion without gender discrimination.
In recent years, the number of female crew and employees in the
operational environment has shown an upward trend each year and has
become one of the Company's strategic targets in strengthening
workforce diversity.

SDG 6 —Air
Bersih dan
Sanitasi Layak

SDG 6&- Clean
Water and
Sanitation

Perseroan memastikan bahwa seluruh pengelolaan limbah operasional
kapal, termasuk limbah cair, limbah domestik, dan limbah B3, dilakukan
sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sistem
pengelolaan limbah dilaksanakan secara terkontrol untuk mencegah
pencemaran dan menjaga kualitas perairan di sekitar wilayah
operasional.

The Company ensures that all management of ship operational waste,
including liguid waste, domestic waste, and hazardous waste, is carried
out in accordance with applicable laws and regulations. The waste
management system is implemented in a controlled manner to prevent
pollution and maintain the guality of the waters around the operational
area.

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

162
Page 173 OCR 0.931
163

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk

Laporan Keberlai

No

Pilar

SDG 7 - Energi

Bersih dan
Terjangkau

SDG 7 - Clean
and Affordable
Energy

utan 2025 Sustainability Report

tan

Melalui program Green Horizon, Perseroan mendorong penggunaan
bahan bakar rendah emisi dengan menyalurkan Pertamax Green
kepada 330 pengemudi ojek online sebagai bagian dari upaya
peningkatan kesadaran terhadap energi yang lebih bersih.

Selain itu, Perseroan juga menjalankan program pembangunan dan
modernisasi vessel dengan teknologi yang lebih efisien dalam konsumsi
bahan bakar. Desain kapal yang lebih optimal, sistem mesin yang hemat
energi, serta pengelolaan operasional berbasis efisiensi menjadi bagian
dari strategi pengurangan intensitas energi dan emisi karbon.

Through the Green Horizon program, the Company encourages the use
Of low-emission fuels by distributing Pertamax Green to 330 online
motorcycle taxi drivers as part of'its efforts to raise awareness of cleaner
energy.

In addition, the Company is also implementing a vessel construction and
modernization program with more fuel-efficient technology. More
optimal ship design, energy-efficient engine systems, and
efficiency-based operational management are part of the strategy to
reduce energy intensity and carbon emissions.

SDG8-
Pekerjaan
Layak dan

Pertumbuhan

Ekonomi

SDG 8-—
Decent Work
and Economic
Growth

Perseroan berkomitmen menciptakan lapangan kerja yang layak
dengan memastikan pemenuhan standar keselamatan kerja,
kesejahteraan karyawan, serta kesempatan pengembangan
kompetensi yang berkelanjutan. Melalui dukungan terhadap program
vokasi pelayaran (TRPK, MPLM, TROK), Perseroan turut berperan
dalam menyiapkan tenaga kerja maritim yang siap kerja dan berdaya
saing tinggi.

Selain itu, kegiatan operasional Perseroan di berbagai wilayah turut
memberikan multiplier effect terhadap perekonomian lokal melalui
penciptaan lapangan kerja tidak langsung dan kemitraan dengan
penyedia jasa lokal.

The Company is committed to creating decent jobs by ensuring
compliance with occupational safety standards, employee welfare, and
opportunities for continuous competency development. Through its
Support for maritime vocational programs (TRPK, MPLM, TROK), the
Company plays a role in preparing a highly competitive and
ready-to-work maritime workforce.

In addition, the Company's operational activities in various regions also
provide a multiplier effect on the local economy through the creation of
indirect employment and partnerships with local service providers.

AB SRE &
Page 174 OCR 0.938
No Pilar

SDG 9-
Industri,
Inovasi, dan
Infrastruktur

SDG 9-
Industry,
Innovation, and
Infrastructure

| | SRE | &

tan

Perseroan mendukung penguatan infrastruktur industri maritim nasional
melalui investasi pada pengembangan armada dan peningkatan
kapasitas sumber daya manusia. Program magang riset bersama
Universitas Pattimura menjadi sarana integrasi antara dunia akademik
dan praktik industri guna mendorong inovasi yang aplikatif.

Selain itu, pengembangan vokasi pelayaran merupakan bagian dari
kontribusi Perseroan dalam membangun ekosistem pendidikan maritim
yang berkelanjutan dan selaras dengan kebutuhan industri.

The Company supports the strengthening of national maritime industry
infrastructure through investment in fleet development and human
resource capacity building. The joint research internship program with
Pattimura University serves as a means of integration between

academia and industrial practice to encourage applicable innovation.

In addition, the development of vocational shipping is part of the
Company's contribution to building a sustainable maritime education
ecosystem that is in line with industry needs.

SDG 10-—
Berkurangnya
Kesenjangan
10
SDG 10-—
Reduced
Inegualities

Perseroan berkomitmen mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi
melalui pemberian akses pendidikan yang lebih luas kepada mahasiswa
berprestasi dan mahasiswa dari latar belakang ekonomi kurang mampu
melalui program beasiswa Universitas Pattimura. Selain itu, pendekatan
inklusif dalam kebijakan ketenagakerjaan memastikan setiap individu
memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang tanpa
membedakan latar belakang sosial, gender, maupun daerah asal.

The company is committed to reducing social and economic ineguality
by providing broader access to education for high-achieving students
and students from economically disadvantaged backgrounds through
the Pattimura University scholarship program. In addition, an inclusive
approach to employment policy ensures that every individual has the
Same opportunity to develop regardless of social background, gender, or
region of origin.

SDG 11 - Kota
dan
Permukiman
41 Berkelanjutan

SDG 11 -—
Sustainable
Cities and
Communities

Program Green Horizon menjadi bagian dari kontribusi Perseroan
dalam mendukung mobilitas perkotaan yang lebih ramah lingkungan
melalui penggunaan bahan bakar rendah emisi. Inisiatif ini tidak hanya
berkontribusi pada pengurangan emisi karbon di wilayah perkotaan,
tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya
transisi energi bersih.

The Green Horizon program is part of the Company's contribution to
Supporting more environmentally friendly urban mobility through the use
of low-emission fuels. This initiative not only contributes to reducing
carbon emissions in urban areas, but also raises public awareness of
the importance of clean energy transition.

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

164
Page 175 OCR 0.932
165 Laporan Keberla

No Pilar

SDG 12-
Konsumsi dan
Produksi yang

Bertanggung
Jawab
12
SDG 12-
Responsible
Consumption
and Production

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
utan 2025 Sustainability Report

tan

Perseroan mengintegrasikan prinsip konsumsi dan produksi yang
bertanggung jawab dalam operasionalnya, termasuk optimalisasi
penggunaan bahan bakar, efisiensi energi pada armada, serta
pengelolaan limbah sesuai regulasi.

Upaya ini juga tercermin dalam modemisasi kapal dengan teknologi
yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan. Dengan pendekatan
tersebut, Perseroan berupaya meminimalkan dampak lingkungan
sekaligus meningkatkan efisiensi operasional secara berkelanjutan.

The Company integrates the principles of responsible consumption and
production into its operations, including optimizing fuel use, improving
energy efficiency in its fleet, and managing waste in accordance with
regulations.

These efforts are also reflected in the modernization of Ships with more
energy-efficient and environmentally friendly technologies. With this
approach, the Company strives to minimize its environmental impact
while improving operational efficiency in a sustainable manner.

SDG 13 -
Penanganan
Perubahan
13 Iklim

SDG 13-
Climate Action

Program penanaman mangrove dan transplantasi terumbu karang
menjadi bagian dari strategi mitigasi perubahan iklim Perseroan.
Mangrove berperan dalam penyerapan karbon (carbon sink),
sementara terumbu karang mendukung ketahanan ekosistem pesisir
terhadap dampak perubahan iklim.

Selain itu, efisiensi bahan bakar pada armada dan penggunaan energi
rendah emisi turut memperkuat kontribusi Perseroan terhadap agenda
Net Zero Emission dan pengurangan jejak karbon.

The mangrove planting and coral reef transplantation programs are part
of the Company's climate change mitigation strategy. Mangroves play a
role in carbon seguestration (carbon sink), while coral reefs support the
resilience of coastal ecosystems to the impacts of climate change.

In addition, fuel efficiency in the fleet and the use of low-emission energy
further strengthen the Company's contribution to the Net Zero Emission
agenda and carbon footprint reduction.

Page 176 OCR 0.931
No Pilar

| | SRE | &

tan

Melalui program Laut ELPI, Perseroan melaksanakan transplantasi
terumbu karang guna mendukung pemulihan habitat bawah laut dan
menjaga keanekaragaman hayati. Pengelolaan limbah kapal yang
sesuai regulasi juga menjadi langkah preventif dalam mencegah
pencemaran laut.

SDG 14- Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor maritim, Perseroan
Ekosistem menyadari pentingnya menjaga keberlanjutan ekosistem laut sebagai
Lautan bagian dari keberlanjutan bisnis.
14
SDG 14- Life Through the Laut ELPI program, the Company carries out coral reef
Below Water transplantation to support the restoration of underwater habitats and
preserve biodiversity, Regulatory compliance in ship waste
management is also a preventive measure to prevent marine pollution.
As a company engaged in the maritime sector, the Company recognizes
the importance of preserving the sustainability of marine ecosystems as
part of business sustainability.
Penanaman mangrove yang dilakukan Perseroan berkontribusi pada
perlindungan ekosistem pesisir dan daratan, mencegah abrasi, serta
menjaga keseimbangan lingkungan. Program ini juga memberikan nilai
tambah sosial melalui keterlibatan masyarakat pesisir dalam proses
"| pelaksanaan dan pemeliharaan.
SDG 15- Dengan demikian, manfaat program tidak hanya berdampak pada
Ekosistem lingkungan, tetapi juga pada aspek pemberdayaan sosial dan ekonomi
Daratan lokal.
15
SDG 15- The mangrove planting carried out by the Company contributes to the
Terrestrial protection of coastal and terrestrial ecosystems, prevents abrasion, and
Ecosystems maintains environmental balance. This program also provides social

added value through the involvement of coastal communities in the
implementation and maintenance process.

Thus, the benefits of the program not only impact the environment, but
also local social and economic empowerment.

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report

166
Page 177 OCR 0.931
No Pilar

SDG 16 -
Perdamaian,
Keadilan, dan
Kelembagaan
yang Tangguh
16
SDG 16 -—
Peace, Justice,
and Strong
Institutions

lasional Ekalya Purnamasari Tbk
utan 2025 Sustainability Report

tan

Perseroan melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan
secara transparan, terencana, dan akuntabel sebagai bagian dari
implementasi tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate
Governance).

Pendekatan ini menunjukkan bahwa keberlanjutan tidak hanya berfokus
pada aspek lingkungan dan sosial, tetapi juga pada penguatan tata
kelola dan kelembagaan yang bertanggung jawab.

The Company implements its Environmental Social Responsibility
program in a transparent, planned, and accountable manner as part of
its implementation of good corporate governance.

This approach demonstrates that sustainability focuses not only on
environmental and social aspects, but also on strengthening responsible
governance and institutions.

Kemitraan
untuk Mencapai
Tujuan
17:
Partnership to
'Achieve Goals

Perseroan menjalin kemitraan strategis dengan berbagai pemangku
kepentingan, termasuk Universitas Pattimura, PMI, komunitas
lingkungan, serta pemerintah daerah dalam pelaksanaan program
Tanggung Jawab Sosial Lingkungan multi years.

Kolaborasi ini memungkinkan terciptanya sinergi antara sektor swasta,
akademisi, dan masyarakat dalam mencapai tujuan pembangunan
berkelanjutan secara lebih efektif dan terukur.

Melalui pendekatan kolaboratif tersebut, Perseroan menegaskan bahwa
keberhasilan program keberlanjutan memerlukan kemitraan yang kuat
dan berkelanjutan.

The Company has established strategic partnerships with various
stakeholders, including Pattimura University, PMI, environmental
communities, and local governments in the implementation of multi-year
Environmental Social Responsibility programs.

This collaboration enables synergy between the private sector,
academia, and the community in achieving sustainable development
goals more effectively and measurably.

Through this collaborative approach, the Company emphasizes that the
Success of sustainability programs reguires strong and sustainable
partnerships.

hp » spE &
Page 178 OCR 0.538
ayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk

PA Laporan Keberlanjutan Sega 'SusteiMability Report an

"
PL. F 1|7-— 2-7
Ka LD. ny “3
Page 179 OCR 0.923
Laporan Keberlanjutan
Sustainability Report

ELpI

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk

Grha KCT

Jl. W.R Supratman No.23
Surabaya, East Java - Indonesia

File

File Open PDF
Source IDX
Size48.41 MB
Published26 Feb 2026
Pages179
Characters358,968
Text sourceOCR
OCR confidence0.887

Names mentioned 55 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Pelayaran Nasional Ekalya p.3 ×129
linked person EFILYA KUSUMADEWI p.16
linked org PT Kreasi Cipta Timur p.52
linked — Tan Christian Taniputra p.52
linked person Eka Taniputra p.73
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.4 ×10
possible org PT Pelayaran Nasional Ekalya P p.14 ×17
possible org Bursa Efek Indonesia p.59 ×2
unresolved org Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk p.3 ×213
unresolved org Financial Services Authority p.4 ×11
unresolved org Indonesia Stock Exchange p.8 ×3
unresolved org Akuisisi Kazo Marine Sdn Bhd p.8
unresolved org Malaysia Acguisition Kazo Marine Sdn Bhd p.8
unresolved org PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnama p.16
unresolved org Departemen Corporate p.20
unresolved org Klasifikasi Indonesia Indonesian Classification Board Bureau Veritas Produk Ramah Lingkungan p.26
unresolved org Menteri ESDM p.26 ×4
unresolved org Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit p.26
unresolved org Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan p.26
unresolved org Minister of Energy and Mineral Resources Regulation p.26 ×2
unresolved org Kementerian ESDM p.27 ×2
unresolved org Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit. Selanjutnya p.27
unresolved org Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit Sebesar p.27
unresolved org Ministry of Energy and Mineral Resources p.27 ×2
unresolved org Minister of Energy and Mineral Resources Decree p.27 ×2
unresolved org Minister of Trade Regulation p.27
unresolved org Purnamasari Tbk p.29 ×4
unresolved org PT Pelayaran Nasional Ekal p.35 ×3
unresolved org Direktorat Jenderal Perhubungan Laut p.35
unresolved org Ministry of Environment and Forestry p.35 ×2
unresolved org Directorate General of Sea Transportation p.35 ×2
unresolved org PELAYARAN NASIONAL EKALYA Panen PURNAMASARI TBK p.38 ×2
unresolved org Nasional Ekalya Purnamasari Tbk p.40 ×20
unresolved org Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. C- p.45
unresolved person Jimmy Tanal · Notaris p.45
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia p.45
unresolved org KPEI p.60 ×4
unresolved org PT ELPI Trans Cargo p.61 ×3
unresolved org PT Samudra Luas Sejahtera Abadi p.61 ×4
unresolved org PT Unggul Maritim Indonesia p.61 ×2
unresolved org PT ELPI Nusantara Armada p.72 ×2
unresolved org PT ELPI Trans Cargo. These p.72
unresolved person Workshop · Corporate Secretary p.86
unresolved org Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral p.99
unresolved org Minister of Energy and Mineral Resources p.99
unresolved org Departemen Teknologi Informasi Development p.105
unresolved org Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja p.122
unresolved org Departemen K p.122
unresolved org Minister of Environment p.122
unresolved org Ekalya Purnamasari Tbk p.138 ×4
unresolved org Kementerian Pendidikan Tinggi p.140
unresolved org Ministry of Higher Education p.140
unresolved org PT Pelayaran Nasional Ekalya Pi p.156
unresolved org PT Pelayaran Nasional Ekalya Pu p.158
unresolved org Standard GRI GRI Standard Nasional Ekalya Purnamasari Tbk p.161

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result