Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 179
Page 1 OCR 0.944
2025 Sustainability Report Sailing Stronger Towards Excellenxe & Sustainability
Page 2
Page 3 OCR 0.903
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report Daftar Isi Table of Contents II Tentang Laporan Keberlanjutan About The Sustainability Report IV Sanggahan dan Batasan Jawab Disclaimer and Limitation of Liability V Milestone Milestone VII Sailing Strongers Towards Excellence & Sustainability Sa Strongers Towards Excellence & Sustainability BAB1 Strategi Keberlanjutan Sustainability Strategy 3. Strategi Keberlanjutan 1 2! 2 Sustainability Strategy BAB 2 Ikhtisar Kinerja Aspek Keberlanjutan Overview Of Sustainability Performance 5. Aspek Ekonomi Economic Aspect 0. Aspek Lingkungan Hidup Environmental Aspect 7. Aspek Sosial Social Aspect BAB 3 Profil Perusahaan Company Profile 35. Informasi Umum 3 3 General Information 7. Visi & Misi Vision & Mission 8. Budaya Perusahaan Corporate Culture 39. Skala Usaha 4 Business Scale 7. Produk, Layanan dan Kegiatan" Usaha yang Dijalankan Products, Services, and Business Activities 48. Keanggotaan pada Asosiasi 5 Membership in Associations - Perubahan Emiten dan Perusahaan Publik yang Bersifat Signifikan Significant Changes in Issuers and Public Companies BAB 4 Penjelasan Direksi Board Of Directors' Explanation tp 1g SRE Ng, BAB 5 Tata Kelola Kebei Sustainal 67. Penanggung jawab Penerapan Keuangan Berkelanjutan Responsibility for the Implementation of Sustainable Finance 68. Pengembangan Kompetensi Terkait Keuangan Berkelanjutan kampar nak Development Related to Sustainable Finance 69. Penilaian Risiko atas Penerapan Keungan Berkelanjutan Risk Assessment on the Implementation of Sustainable Finance 71. Hubungan dengan Pemangku Kepentingan Engagement with Stakeholders 77. Permasalahan Terhadap Penerapan Keuangan Berkelanjutan Challenges in Implementing Sustainable Finance 79. Bantuan Financial yang diterima dari Pemerintah Financial Assistance Received from the Government BAB 6 Kinerja Keberlanjutan Sustainability Performance 8: & . Kegiatan Membangun Budaya Keberlanjutan Activities to Foster a Sustainability Culture 8 g Kinerja Ekonomi Economic Performance 8 g Perbandingan Target dan Kinerja Produksi, Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi Pendapatan dan Laba Rugi Comparison between Targets and Performance of Production, Portfolio, Financing Targets, or Investments, Revenue, and Profit or Loss 8: £ . Perbandingan Target dan Kinerja Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi pada Instrumen Keuangan atau Proyek yang Sejalan dengan Keuangan Berkelanjutan Comparison between Targets and Performance of Portfolios, Financing Targets, or Investments in Financial Instruments or Projects Aligned with Sustainable Finance - Kinerja Lingkungan Hidup Environmental Performance 8 & 86. Biaya Lingkungan Hidup Environmental Costs 87. Penggunaan Material yang Ramah Lingkungan Use of Environmentally Friendly Materials
Page 4 OCR 0.922
90. Jumlah dan Intensitas Energi yang Digunakan 'Amount and Intensity of Energy Consumption 92. Upaya dan Pencapaian Efisiensi Energi dan Penggunaan Energi Terbarukan Efforts and Achievements in Energy Efficieney and the Use of Renewable Energy 100. Penggunaan Air Water Usage 102. Dampak dari Wilayah Operasional Dekat atau Berada di Daerah Konservasi atau Memiliki Keanekaragaman Hayati Impact of Operations Located Nearor Within Conservation Areas or Areas with Biodiversity Value 103. Usaha Konservasi Keanekaragaman Hayati Biodiversity Conservation Initiatives 104. Jumlah dan Intensitas Emisi yang Dihasilkan Berdasarkan Jenisnya Amount and Intensity of Emissions Generated by Type 106. Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi PA Dilakukan . fforts and Achievemenis in Emission Reduction 107. Jumlah Limbah dan Efluen yang Dihasilkan Berdasarkan Jenis 'Amount of Waste and Effluent Generated by Type 108. Mekanisme Pengelolaan Limbah dan Efluen Waste and Effluent Management Mechanisms 114. Tumpahan yang Terjadi (jika ada) Spill Incidents (if any) 115. Jumlah dan Materi Pengaduan Lingkungan Hidup yang Diterima dan Diselesaikan Number and Substance of Environmental Complaints Received and Resolved 115. Kinerja Sosial Social Performance 115. Komitmen untuk Memberikan Layanan atas Produk dan/atau Jasa yang Setara kepada Konsumen Commitment to Providing Egual Service Guality for Consumers 117, Kesetaraan Kesempatan Bekerja Egual Employment Opportunities 117. Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa Child Labor and Forced Labor 118. Upah Minimum Regional Regional Minimum Wage Compliance 118. Lingkungan Bekerja yang Layak dan Aman Decent and Safe Working Environment 119. Pelatihan dan Pengembangan Kemampuan Pegawai Employee Training and Competency Development 120. Dampak Operasi Terhadap Masyarakat Sekitar Impact of Operations on Surrounding Communities 121. Pengaduan Masyarakat Community Complaints 12 & 130. 13 13: 2 137. 140. 141 159. 161 . Verifikasi Tertulis dari Pihak Independen (jika ada) PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk | 8 | SRE | & Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan, Corporate Social and Environmental Responsibility Inovasi dan Pengembangan Produk/Jasa Keuangan Berkelanjutan Innovation and Development of Sustainable Finance Products/Services Produk/Jasa yang Sudah Dievaluasi Keamanannya bagi Pelanggan Products/Services Evaluated for Customer Safety Dampak Produk/Jasa Product/Service Impacts . Jumlah Produk yang Ditarik Kembali Number of Products Recalled Survei Kepuasan Pelanggan Terhadap Produk dan/atau Jasa Keuangan Berkelanjutan Customer Satisfaction Survey on Sustainable Finance Products and/or Services BAB 7 Lain - Lain Others Written Verification by an Independent Party (if any) Lembar Umpan Balik Feedback Form Tanggapan Terhadap Umpan Balik Laporan Keberlanjutan Tahun Sebelumnya Response to Feedback on the Previous Year's Sustainability Report Daftar Pengungkapan Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emitan dan Perusahaan Disclosure Index in Accordance with Financial Services Authority Regulation Number 51/POJK.03/2017 on he Implementation of Sustainable Finance for Financial Services Institutions, Issuers, and Public Companies . Daftar Pengungkapan GRI List of GRI Standard Disclosures Index SASB SASB Index Penerapan SDGs Implementasion of SDGs Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 5 OCR 0.924
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report Tentang Laporan Keberlanjutan Laporan Keberlanjutan PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025 disusun berdasarkan — Peraturan Otoritas — Jasa Keuangan (POJK) No. 29/POJK.04/2016 mengenai Laporan Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) No. 16/SEOJK.04/2021 tentang Bentuk dan Isi Laporan Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik, serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan nomor 51/POJK:P3/2017 — tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik. Dalam laporan tahunan ini, istilah “PNEP”, “ELPI”, “Perusahaan”, “Perseroan”, atau “Kami” seluruhnya merujuk pada PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk, kecuali apabila disebutkan secara berbeda. The Sustainability Report of PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk for the fiscal year ending December 31, 2025, was prepared in accordance with Financial Services Authority Regulation (POJK) No. 29/POJK.04/2016 concerning Annual Reports of Issuers or Public Companies, Financial Services Authority Circular Letter (SEOJK) No. 16/SEOJK.04/2021 concerning the Form and Content of Annual Reports of Issuers or Public Companies, as well as Financial Services Authority Regulation No. 51/POJK.03/2017 concerning the Implementation of Sustainable Finance for Financial Services Institutions, Issuers, and Public Companies. In this annual report, the terms “PNEP”, “ELPP, “Company”, “Corporation', or “We” all referto PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk, unless otherwise stated.
Page 6 OCR 0.934
Sanggahan dan Batasan Tanggung Jawab Perseroan — dalam menyusun — Laporan Keberlanjutan tahun buku 2025 berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan nomor 29/POJK.04/2016 tentang Laporan Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan nomor 16/SEOJK.04/2021 tentang Bentuk dan Isi Laporan Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik, serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan nomor 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik. Laporan ini memuat sejumlah pernyataan yang bersifat prospektif (forward-looking statements) yang mencerminkan pandangan dan ekspektasi Perseroan atas kondisi dan kinerja di masa mendatang. Realisasi atas pernyataan tersebut dapat berbeda secara material dari hasil yang diharapkan, mengingat adanya berbagai faktor risiko dan ketidakpastian yang berada di luar kendali Perseroan. Seluruh informasi dalam laporan keberlanjutan telah disusun berdasarkan data dan kajian internal yang diyakini keakuratan dan kewajarannya pada saat laporan diterbitkan. Perlu adanya pemahaman bahwa hasil aktual di masa mendatang tidak sepenuhnya sesuai dengan pernyataan prospektif tersebut. Oleh karena itu, laporan ini hendaknya dipahami sebagai bagian dari informasi komprehensif dan tidak dimaksudkan sebagai satu-satunya dasar dalam pengambilan keputusan. Sebagai wujud komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas, Perseroan senantiasa mengedepankan penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Govemance/GCG) dalam setiap aspek kegiatan usaha. Laporan Keberlanjutan ini disusun untuk memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kinerja ekonomi, sosial, dan lingkungan Perseroan, sehingga dapat menjadi referensi yang relevan bagi para pemangku kepentingan dalam melakukan evaluasi, pengawasan, maupun pengambilan keputusan yang berkaitan dengan keberlanjutan Perseroan. Laporan Keberlajutan dapat diunduh melalui website resmi Perseroan https://elpi.co.id/documents/laporan-keberlanjut an app | “ut SRE| & The Company prepared its Sustainability Report for the 2025 fiscal year based on Financial Services Authority Regulation No. 29/POJK.04/2016 concerning Annual Reports of Issuers or Public Companies, Financial Services Authority Circular Letter No. 16/SEOJK.04/2021 concerning the Form and Content of Annual Reports of Issuers or Public Companies, and Financial Services Authority Regulation No. 51/POJK.03/2017 concerning the Implementation of Sustainable Finance for Financial Services Institutions, Issuers, and Public Companies. This report contains a number of forward-looking statements that reflect the Company's views and expectations regarding future conditions and performance. The realization of these statements may differ materially from the expected results, given the various risk factors and uncertainties beyond the Company's control. All information in the sustainability report has been compiled based on internal data and studies that are believed to be accurate and reasonable at the time of publication. It should be understood that actual results in the future may not fully correspond to these forward-looking statements. Therefore, this report should be understood as part of comprehensive information and is not intended to be the sole basis for decision making. As a manifestation of its commitment to transparency and accountability, the Company always prioritizes the implementation of Good Corporate Governance (GCG) in every aspect of its business activities. This Sustainability Report has been prepared to provide a more comprehensive overview of the Company's economic, social, and environmental performance, so that it can serve as a relevant reference for stakeholders in evaluating, monitoring, and making decisions related to the Company's sustainability. The Sustainability Report can be downloaded from the Company's official website https://elpi.co.id/documents/laporan-keberlanjut an PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Susta it ri
Page 7 OCR 0.934
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report V 2007 Pengoprasian Kapal Aluminium Pertama Kali Operation of the first aluminum vessel 2002 Pembuatan kapal LCT pertama dengan nama EfiLYA Construction of the first LCT ship named EfiLYA ( 2005 Pendirian perusahaan afiliasi di bidang galangan (Eka Multi Bahari) Establishment of an affiliate company in the shipbuilding sector (Eka Multi Bahari) Pendirian perusahaan afiliasi di bidang galangan (Orela Shipyard) Establishment of an affiliate company in the shipbuilding sector (Orela Shipyard)
Page 8 OCR 0.923
Kontrak pertama pada Total E & P Indonesia First contract with Total E & P Indonesia 2019 Pembaruan Logo Perusahaan dan Re-branding Renewal of the company logo and re-branding Millestone @ Pendirian Perseroan dengan domisili di kota Ambon Establishment ofa company domiciled in the city of Ambon @ Memiliki kapal pertama dengan nama Eka Owned its first vessel named Eka 2022 '@ Menjadi Perusahaan Terbuka dan terdaftar di Bursa Saham Indonesia Becoming a public company and listed on the Indonesia Stock Exchange @ Mendirikan ENA dibidang Tug & Barge Establishing ENA in the Tug & Barge sector 2023 @ Memperluas usaha melalui SLSA dibidang Bulk dan Transhipment Expanding business through SLSA in the Bulk and Transhipment sector @ Akuisisi Kazo Marine Sdn Bhd Malaysia Acguisition Kazo Marine Sdn Bhd Malaysia 2017 Perpindahan domisi perseroan ke kota Surabaya Relocation of the companys domicile to the city of Surabaya
Page 9 OCR 0.917
VI PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report SAILING STRONGER TOWARDS EXCELLENCE & SUSTAINABILITY Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan dan sosial, dunia bisnis kini dituntut untuk lebih bertanggung jawab pada aspek lingkungan dan sekitarnya bukan hanya sekedar kepentingan bisnis dan operasionalnya. Perseroan menyadari bahwa keberlanjutan bukan lagi sekadar kerelaan dan dijalankan untuk sekedar memenuhi kewajiban tetapi Perseroan telah meningkatkan menjadi suatu program yang wajib dimiliki. Monitoring, review, dan improvement menjadi parameter bisnis yang selalu Perseroan gaungkan dalam menjalankan operasionalnya. Aspek keberlanjutan menjadi salah satu improvement besar yang terjadi di tahun 2024 dan 2025 dimana Perseroan telah memasukan wording “keberlanjutan” sebagai visi-nya yaitu, “To be a world-class company with Indonesian Pride offering Sustainable Marine Solutions”. Amidst growing concern for environmental and social issues, the business world is now reguired to be more responsible for environmental and surrounding aspects, not just business and operational interests. The Company realizes that sustainability is no longer just a matter of willingness and is carried out merely to fulfill obligations, but the Company has elevated it to a mandatory program. Monitoring, review, and «improvement are business parameters that the Company always emphasizes in carrying out its Operations. Sustainability is one of the major improvements that will take place in 2024 and 2025, with the Company including the word “sustainability? in its vision, which is “To be a world-class company with Indonesian Pride offering Sustainable Marine Solutions”.
Page 10 OCR 0.921
Perseroan telah memasukan Environment,
Social, Governance (“ESG”) ke dalam
Destination Statement termasuk pencapainnya
dalam Roadmap hingga tahun 2030. ESG
bukan hanya sekedar hal yang baik untuk
dimiliki, melainkan kompas yang menuntun
arah bisnis menuju keuangan keberlanjutan.
Perseroan berkomitmen dan memastikan setiap
setiap keputusan, proses, dan kegiatan
operasionalnya akan dijalankan dalam rangka
mendukung segala hal terkait ESG dan prinsip
taksonomi keuangan berkelanjutan Indonesia
(TKBI)
TKBI merupakan klasifikasi aktivitas ekonomi
yang mendukung upaya dan Tujuan
Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs)
Indonesia yang mencakup aspek ekonomi,
lingkungan hidup, dan sosial. TKBI digunakan
sebagai panduan untuk mendorong alokasi
modal dan pembiayaan berkelanjutan dalam
mendukung pencapaian target Net Zero
Emission (“NZE”) Indonesia.
Perseroan meyakini bahwa keunggulan
operasional harus sejalan dengan praktik bisnis
etik dan berkelanjutan yang memberikan nilai
tambah terutama bagi Perseroan, pemangku
kepentingan dalam perjalanannya akan
menjadi suatu legacy dan keunggulan.
Keseimbangkan —.kinerja bisnis — dengan
kepedulian sosial dan-lingkungan, menjadikan
ELPI dapat terus berlayar lebih kuat, relevan,
dan tangguh di hadapan. tantangan masa
depan.
“Sailing,...Stronger Towards. Excellence &
Sustainability merupakan DNA bukan hanya
sebuah tema"
Ambon, Surabaya, Indonesia, Malaysia, Uni
Emirate Arab telah kami capai dan menjadi
bagian legacy di tahun 2025.
The Company has incorporated Environment,
Social, Governance ("ESC") into its Destination
Statement, including its achievements in the
Roadmap until 2030. ESG is not just a good
thing to have, but a compass that guides the
direction of business towards financial
sustainability, The Company is committed. to
ensuring that every decision, process, and
operational activity is carried out in a manner
that supports all matters related to ESG and the
principles of Indonesia's sustainable finance
taxonomy ("TKBI").
TKBI is an economic activity classification that
supports Indonesia's efforts and TPB/SDGs
covering economic, environmental, and social
aspects.TKBI is used as a guide to encourage
sustainable capital allocation and financing in
support of Indonesia's Net Zero Emission
("NZE") target.
The Company believes that operational
excellence must go hand in hand with ethical
and sustainable business practices that provide
added value, especially for the Company and its
stakeholders, and will become a legacy and
strength. Balancing business performance with
social and environmental concerns enables
ELPI to continue to sail stronger, more relevant,
and more resilient in the face of future
challenges.
“Sailing Stronger Towards Excellence &
Sustainability is our DNA, not just a theme.”
Ambon, Surabaya, Indonesia, Malaysia, and
the United Arab Emirates have been achieved
and. will become part of our legacy in 2025.
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 11 OCR 0.460
| A
Page 12 OCR 0.615
NV UN NV
Page 13 OCR 0.907
urnamasari Tbk bility Report A. Implementasi Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia dan Hasil yang Ingin Dicapai Dengan core business offshore support vessel (OSW') dengan jumlah armada entitas dan afiliasi sebanyak lebih dari 115 armada, Perseroan menyadari pentingnya atas upaya dalam rangka mendukung terkait keberlanjutan lingkungan dan tujuan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (“TKBI") yang telah dicanangkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) khususnya dalam upaya mendukung pencapaian target Net Zero Emissions (“NZE”) Indonesia pada tahun 2060. Seiring dengan TKBI, Perseroan telah membuat kerangka ESG yang meliputi framework, materiality topic, materiality matrix, dan roadmap untuk tahun 2026-2030. ESG Framework telah dibuat Perseroan merupakan turunan dari visi dan misi, tema, Key Performance Indicator (“KPI”) Korporat, hingga KPI departemen. Termasuk di dalamnya adalah target keberlanjutan Perseroan hingga tahun 2030 dan upaya serta target pada setiap tahunnya. Dengan framework dan roadmap ESG akan menjadi panduan bagi Perseroan dalam menuju establish secara bisnis namun selaras dengan program — keberlanjutan sebagaimana dalam TKBI dan TPB/SDGs. Safe, Reliable, and Efficient Workforce with Indonesian Pride Integrity and Accountability with National Values Implementasi visi & misi terhadap penerapan TKBI dan TPB/SDGs, di tahun 2025 Perseroan telah merancang dan membuat strategi keberlanjutan yang menjadi bagian dari operasional ke depannya. 24 “ tp 1g SRE Empowered and Egual A. Implementation of Indonesia's Sustainable Finance Taxonomy and Desired Outcomes With its core business being offshore support vessels (OSVs) and a fleet of more than 115 vessels owned by the company and its affiliates, the Company recognizes the importance of supporting environmental sustainability and the TKBI objectives announced by the OJK, particularly in supporting Indonesia's Net Zero Emissions (NZE) target for 2060. In line with TKBI, the Company has created an ESG framework that includes a framework, materiality topics, a materiality matrix, and a roadmap for 2026-2030. The ESG Framework created by the Company is derived from its vision and mission, themes, Corporate Key Performance — Indicators — (KPIs), — and departmental KPIs. This includes the Company's sustainability targets until 2030 and efforts and targets for each year. The ESG framework and roadmap will serve as a guide for the Company in establishing its business while aligning with sustainability programs as outlined in TKBI and TPB/SDGs. | Focus Initiative Indicators | Strengthening Implementing energy. (esa) | clean and Gak Sek | responsible 'ram: | maritime | workforce nsuring ethical, | transparent, and | compliant | business practices of the vision Implementation and mision regarding the application of TKBI and TPB/SDGs, in 2025 the company has designed and created a sustainability strategy that will be part of its future operations.
Page 14 OCR 0.928
Strategi keberlanjutan ini disusun sebagai panduan strategi kebijakan pada tahun 2026-2030 dengan dilakukan sinkronisasi dengan upaya yang dilakukan Perseroan di tahun 2025 untuk menuju program Enviromental, Social, and Governance (“ESG”). Adapun kerangka ESG dan target yang telah ditetapkan sebagai KPI Korporat dan KPI departemen untuk tahun 2026-2030 adalah sebagai berikut: 1. Lingkungan Perseroan terus memperkuat kinerja lingkungan sebagai bagian dari upaya untuk menjadi perusahaan pelayaran yang unggul dan berkelanjutan. Sejalan dengan misi Perseroan untuk menghadirkan layanan yang Safe, Reliable & Efficient (“SRE), bertanggung jawab, dan memberikan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan, berbagai langkah strategis dilakukan untuk memastikan bahwa pertumbuhan usaha berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan. Adapun langkah-langkah strategis tersebut meliputi: " Pengurangan Jejak Karbon Dalam mendukung misi peningkatan efisiensi operasional, Perseroan berkomitmen mengurangi emisi karbon melalui investasi pada teknologi armada yang lebih ramah lingkungan. Selain itu, untuk operasional di kantor Perseroan juga melakukan pengurangan jejak karbon atas segala energi yang dihasilkan baik pada penggunaan listrik, air, dan pengelolaan limbah termasuk kampanye — untuk pelaksanaannya agar menjadi suatu budaya bagi karyawan. Ca SE " Efisiensi dan Optimalisasi Penggunaan Bahan Bakar Sebagai shipping company dengan armada lebih dari 115 kapal, konsumsi bahan bakar tentunya menjadi perhatian dalam usaha menuju keberlanjutan. Perseroan telah menetapkan target pengurangan bahan bakar (fuel consumption) pada kapal-kapal baru. Efisiensi dan optimalisasi yang dilakukan Perseroan dalam bentuk research & development pada desain kapal, penggunaan material, Optimalisasi penggunaan horsepower mesin kapal, dan rekayasa pola operasi yang ditujukan untuk penghematan bahan bakar. app | “ut SRE| & This sustainability strategy is formulated as a policy strategy guide for 2026-2030, synchronized with the Company's efforts in 2025 to move towards the Environmental, Social, and Governance (ESG) program. The ESG framework and targets that have been set as Corporate KPIs and departmental KPIs for 2026-2030 are as follows: 1. Environmental the company continues to strengthen its environmental performance as part of its efforts to become a leading and sustainable shipping company. in line with the company's mission to provide Safe, Reliable & Efficient (SRE) services, be responsible, and deliver value to all stakeholders, various strategic steps are being taken to ensure that business growth goes hand in hand with environmental preservation. These strategic steps include: “ Carbon Footprint Reduction In support of its mission to improve operational efficiency, the Company is committed to reducing carbon emissions through investment in more environmentally friendly fleet technology. In addition, the Company's offices are also reducing their carbon footprint in terms of energy consumption, including electricity, water, and waste management, and are promoting campaigns to make this a part of the corporate culture. “ Fuel Efficiency and Optimization As a shipping company with a fleet of more than 115 vessels, fuel consumption is certainy a concem in the pursuit of sustainability. The Company has set fuel consumption reduction targets for new ships. The Company's efficiency and Optimization efforts take the form of research and development in ship design, material usage, optimization of ship engine horsepower, and operational pattern engineering aimed at fuel savings. PT Pelayaran Nasional Ekalya P Laporan Keberlanjutan 2025
Page 15 OCR 0.916
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report “ Pengendalian Limbah dan Polusi Sebagai implementasi misi untuk menjaga keselamatan dan kelestarian lingkungan, Perseroan — meningkatkan — manajemen limbah dan polusi melalui sistem pemantauan yang lebih ketat. Upaya ini memastikan bahwa seluruh aktivitas offshore tidak menimbulkan timbulan limbah yang berdampak signifikan terhadap ekosistem dan lingkungan. Perseroan memastikan monitoring dan evaluasi atas timbulan limbah dan dampak signifikan terkait limbah, manajemen — dampak signifikan terkait limbah, timbulan limbah, limbah yang dialihkan dari pembuangan akhir, limbah yang dikirimkan ke pembuangan akhir. 2. Komitmen Sosial Dalam menjalankan operasionalnya tidak akan lepas adanya hubungan dan interaksi dengan komunitas, organisasi, dan masyarakat di wilayah tempat Perseroan beroperasi, termasuk dukungan dari karyawan dan pemangku kepentingan. Perseroan selalu mendukung upaya keterlibatan stakeholder untuk mencapai tujuan bersama dalam kerangka TKBI. Di bidang sosial, untuk keberlanjutan Perseroan memiliki kebijakan diantaranya: " Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja Perseroan mengikuti aturan ketat untuk menjaga keselamatan pekerja di offshore dengan berdasarkan MARPOL (Marine Pollution) dan peraturan terkait keselamatan dan kesehatan kerja oleh pemerintah maupun kebijakan dari klien. Dari personil, kelengkapan bekerja, Alat Pelindung Diri (“APD”), dan sarana prasarana untuk mendukung keselamatan kerja hingga kebijakan terkait Stop Work telah menjadi kebijakan dan budaya bekerja. Hal ini merupakan bagian dari misi Perseroan yaitu Safe, Reliable, and Efficient (SRE”) untuk menjaga operasional yang aman dan memastikan tidak adanya insiden fatal. hp sp & " Control of Waste and Pollution As part of its mission to maintain safety and environmental sustainability, the Company has improved its waste and pollution management through a more stringent monitoring system. These efforts ensure that all offshore activities do not generate waste that has a significant impact on the ecosystem and the environment. The Company ensures the monitoring and evaluation of waste generation and significant impacts related to waste, management of significant impacts related to waste, waste generation, waste diverted from final disposal, and waste sent to final disposal. 2. Social Commitment In carrying out its operations, the Company will inevitably interact and engage with communities, organizations, and societies in the areas where it operates, including support from employees and stakeholders. The Company always supports stakeholder engagement efforts to achieve common goals within the framework of TKBI. In the social sector, the Company has the following policies for sustainability: " Occupational Safety and Health Standars The company follows strict rules to maintain worker safety offshore based on MARPOL (Marine Pollution) and regulations related to occupational safety and health by the government and client policies. From personnel, work eguipment, Personal Protective — Eguipment — (PPE), and infrastructure to support work safety to policies related to Stop Work, these have become policies and work culture. This is part of the Company's mission of being safe, reliable, and efficient (SRE) to maintain safe Operations and ensure there are no fatal incidents.
Page 16 OCR 0.922
“ Membangun Budaya Keragaman dan Inklusi Perseroan mendukung kebijakan yang mempromosikan kesetaraan — gender, kesempatan yang adil, dan perekrutan pekerja lokal untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih beragam. Langkah-langkah ini merupakan bagian dari komitmen untuk membangun tenaga kerja yang kuat dan adaptif yang berbagi nilai-nilai keberlanjutan. “ Developing a Culture of Diversity and Inclusion RE @ The company supports policies that promote gender eguality, egual opportunities, and the recruitment of local workers to create a more diverse work environment. These measures are part of a commitment to building a strong and adaptive workforce that shares the values of sustainability KATEGORI PERORANGAN PEMIMPIN ESG WANITA INSPIRATIF PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnama: EFILYA KUSUMADEWI Laporan Keberlanjutan 2025 Su
Page 17 OCR 0.926
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report " Pendidikan dan Ekonomi Komunitas Lahir dan besar di Ambon, Perseroan telah memberikan jejak dan komitmen pada peningkatan pendidikan dan ekomoni komunitas — di Ambon. Mahasiswa merupakan generasi penerus dan calon pemimpin bangsa sehingga Perseroan memberikan perhatian lebih kepada mereka dalam bentuk beasiswa, magang riset, perbaikan sarana, hingga pendirian vokasi pelayaran di bawah naungan Universitas Pattimura. 3. Kebijakan Tata Kelola Perseroan sangat berkomitmen — untuk menerapkan praktik tata kelola yang baik sebagai landasan dalam mencapai visi dan misinya, terutama dalam menjaga kepercayaan pemangku kepentingan dan memastikan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Dalam rangka mewujudkan hal ini, Perseroan terus melakukan review terkait kebijakan atas tata kelola Perseroan seiring dengan kepentingan internal, kebutuhan pemangku kepentingan khususnya klien, dan perkembangan peraturan perundangan. Saat ini Perseroan telah memiliki kebijakan tata kelola Perseroan yang terdiri atas Good Corporate Governance (“GCG”), Code of Conduct (“COC”), Conflict of Interest (“COI”), Anti-Bribery & Corruption (“ABC”), dan Whistleblowing System. « Etika Bisnis dan Anti Korupsi Segala operasional yang dijalankan oleh Perseroan wajib tunduk dan patuh kepada kebijakan yang telah ditetapkan berdasarkan tata kelola Perseroan yang secara detail terdapat pada kode etik dan perilaku. Dalam kode etik dan perilaku, Perseroan telah merumuskan hubungan etika bisnis, etika kerja, benturan kepentingan, anti pencucian uang (anti money laundry), Sistem Manajemen Anti Penyuapan (“SMAP”), Pakta Integritas, dan Whistleblowing System. “ Keterbukaan & Tranparansi Sebagai Emiten Perusahaan Publik (“EPP”), Perseroan telah mempunyai kode etik dan perilaku bahwa segala aktivitas hp & spE & “ Community Education and Economy Born and raised in Ambon, the company has made its mark and commitment to improving education and the economy of the Ambon community. Students are the next generation and future leaders of the nation, s0 company pays special attention to them in the form of scholarships, research internships, facility improvements, and the establishment of a maritime vocational program under the Pattimura University. 3. Governance Policy The Company is strongly committed to implementing good governance practices as the foundation for achieving its vision and mission, particularly in maintaining stakeholder trust and ensuring sustainable business growth. To this end, the Company continuously reviews its governance policies in line with internal interests, stakeholder needs, especially those of clients, and developments in legislation. Currently, the Company has corporate governance policies consisting of Good Corporate Governance (“GCG”), Code of Conduct (“COC”), Conflict of Interest (“COI"), Anti-Bribery & Corruption (“ABC”), and Whistleblowing System. “ Business Ethics and Anti-corruption All operations carried out by the Company must comply with and adhere to the policies established based on the Company's governance, which are detailed in the code Of ethics and conduct. In the code of ethics and conduct, the Company has formulated business ethics, work ethics, conflicts of interest, anti-money laundering, Anti-Bribery Management System (“ABMS”), Integrity Pact, and Whistleblowing System. “ Openness & Transparency As a Public Company Issuer (“EPP”), the Company has a code of ethics and conduct that all activities
Page 18 OCR 0.928
dan kegiatan yang dilakukan oleh Perseroan maupun entitas anak wajib mematuhi keterbukaan informasi dan transparansi yang wajib diungkap pada publik. Perseroan mengumumkan keterbukaan dan transparansi melalui Sistem Pelaporan Elektronik — (“SPE OJK-IDX"), dan Press Release yang mana atas keterbukaan informasi dapat dilihat dan diakses pada Website Perseroan. Transaparansi menjadi concern Perseroan kepada publik yang ditujukan untuk membangun kepercayaan dan budaya tumbuh bersama menuju keberlanjutan yang sesungguhnya membutuhkan arahan dan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan. “ Manajemen Kecelakaan dan Keselamatan Dengan core bisnis Offshore Support Vessel (“OSW), aspek keselamatan dan kesehatan kerja menjadi parameter utama dan sangat ketat atau zero tolerance. Manajemen kecelakaan dan keselamatan kerja telah ditetapkan oleh Perseroan kepada departemen Health, Safety, and Environment (“HSE”) yang mempunyai tugas dan tanggung jawab membuat kebijakan dan memonitoring — serta implementasi atas faktor HSE pada offshore maupun onshore meliputi kantor pusat, warehouse, dan site (HSE Program). Selain itu, terkait mandatory dan compliance dengan klien departemen HSE juga membuat dan monitoring & evaluasi (monev) HSE plan yang meliputi diantaranya Kepemimpinan dan Komitmen, Tujuan Kebijakan dan Strategi AHSSE, Struktur Organisasi, Manajemen Risiko, Perencanaan dan Prosedur, Implementasi dan Pemantauan Kinerja, Audit dan Tinjauan, serta Manajemen Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lindungan Lingkungan (“K3LL”). Hingga saat ini dalam HSE statistik telah terdapat 1 (satu) marine incidents. Dalam HSE Statistik, Perseroan menyajikan terkait jam kerja, jumlah jam kerja selamat, jumlah karyawan, jumlah incident yang mengakibatkan fatality rate dan terjadinya Lost Time Injury Rate (“LTIR”). Hingga saat ini tidak terjadi fatality rate dimana hal ini sebagai bukti bahwa — manajemen kecelakaan dan keselamatan telah berjalan dengan baik dan sebagaimana mestinya. PT Pelayaran Nasional Ekalya P app | “ut SRE| & and operations carried out by the Company and its subsidiaries must comply with the disclosure of information and transparency that must be disclosed to the public. The Company announces its disclosure and transparency through the Electronic Reporting System (“SPE OJK-IDX”) and Press Releases, which can be viewed and accessed on the Company's website. Transparency is a concern of the Company to the public, aimed at building trust and a culture of growing together towards sustainability, which truly reguires guidance and support from all stakeholders. “ Accident and Safety Management With offshore support vessel (“OSV”) as its core business, occupational safety and health aspects are key parameters and are strictly enforced with zero tolerance. Accident management and occupational safety have been assigned by the Company to the Health, Safety, and Environment (HSE) department, which is tasked with developing policies and monitoring and implementing HSE factors both offshore and onshore, including at the head office, warehouse, and site (HSE Program). In addition, in relation to mandatory reguirements and compliance with clients, the HSE department also creates, monitors, and evaluates (“monev”) the HSE plan, which includes, among other things Leadership and Commitment, HSE Policy Objectives and Strategy, Organizational Structure, Risk Management, Planning and Procedures, Implementation and Performance Monitoring, Audit and Review, and Occupational Health, Safety, and Environmental (OHSE) Management. To date, there has been one marine incident in the HSE statistics. In the HSE Statistics, the Company presents data related to working hours, number of safe working hours, number of employees, number of incidents resulting in fatality rates and Lost Time Injury Rates (“LTIR”). To date, there have been no fatality rates, which is proof that accident and safety management has been running well and as it should. Laporan Keberlanjutan 2025 Su
Page 19 OCR 0.929
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report " Penilaian Sosial Pemasok Pemasok atau supplier merupakan rantai pasok yang memberikan pengaruh terhadap pelaksanaan dari tata kelola Perseroan. Dalam COC telah ditetapkan etika Perseroan kepada pemasok atau Supplier yaitu menghargai seluruh pemasok atau supplier dengan kedudukan yang adil dan setara serta menjunjung tinggi profesionalisme, integritas, dan independensi dalam setiap hubungan kerja maupun pengambilan keputusan bisnis. Dengan kedudukan pemasok atau supplier yang dapat mempengaruhi etika dan perilaku maka Perseroan telah menetapkan dan memutuskan pentingnya — untuk mengetahui pemasok atau supplier melalui penilaian berkala setiap tahun dan pelaksanaan audit. Dengan adanya penilaian dan audit maka Perseroan akan mendapatkan pemasok atau supplier yang gualified, memiliki legalitas, dan fairness dalam memberikan harga dan jasa kepada Perseroan termasuk meminimalisir potensi terjadinya conflict of interest dan ABC. B. Pengelolaan Risiko Tujuan Pembangunan Berkerlanjutan (“TPB”) dan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (“TKBI”) yang dicanangkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) telah Perseroan implementasikan dalam kerangka Perseroan dengan target sejak 2026 hingga 2030. Hal ini ditujukan Perseroan untuk melakukan mitigasi dan pengelolaan risiko. Langkah dan upaya yang telah dilakukan Perseroan untuk pengelolaan risiko di antaranya: “ Roadmap Guna mencapai target keberlanjutan sebagaimana dalam kerangka maka Perseroan telah membuat roadmap atau target pencapaian setiap tahunnya dimulai sejak tahun 2026 hingga 2030. Roadmap tersebut meliputi pencapaian pada masing-masing parameter dari lingkungan, sosial, dan tata kelola. Dengan adanya roadmap maka Perseroan dapat fokus untuk melakukan pencapaian setiap tahunnya. hp sp & “ Supplier Social Assessment Suppliers are part of the supply chain that influences the implementation of the Company's governance. The COC stipulates the Company's ethics towards suppliers, namely to respect all suppliers with fair and egual treatment and to uphold professionalism, integrity, and independence in every working relationship and business decision-making. Given that suppliers can influence ethics and behavior, the Company has determined and decided on the importance of getting to know suppliers through periodic assessments each year and conducting audits. With these assessments and audits, the Company will obtain gualified suppliers who are legal and fair in providing prices and services to the Company, including minimizing the potential for conflicts of interest and ABC. B. Risk Management The Sustainable Development Goals (SDGs) and Indonesian Sustainable Finance Taxonomy (TKBI) launched by the Financial Services Authority (OJK) have been implemented by the Company within the Company's framework with targets from 2026 to 2030. This is intended for the Company to mitigate and manage risks. The steps and efforts taken by the Company for risk management include: “ Roadmap In order to achieve the sustainability targets set out in the framework, the Company has created a roadmap or annual targets for each year from 2026 to 2030. The roadmap covers achievements in each of the environmental, social, and governance parameters. With this roadmap in place, the Company can focus on achieving its annual targets.
Page 20 OCR 0.921
Perseroan telah menetapkan — dan menurunkan target korporat di tahun 2030 menjadi target korporat setiap tahun termasuk hingga target divisi atau departemen yang menjadi Key Performance Indicator (“KPI”). Hal ini ditujukan untuk menjadi dasar pencapaian target agar konsisten dan tercapai. “ Tanggung jawab departemen Dalam rangka memastikan pencapaian target keberlanjutan Perseroan secara konsisten dan terukur, — Perseroan menetapkan tanggung jawab yang jelas pada masing-masing departemen sesuai dengan fungsi dan perannya. Departemen Corporate Secretary bertanggung jawab untuk melakukan sosialisasi, monitoring dan evaluasi (“Monev”) terhadap kerangka dan roadmap ESG termasuk pelaporan masing-masing departemen secara berkala untuk disampaikan kepada Direksi atas pencapaian dan /atau kendala terhadap pelaksanaannya. Setiap departemen bertanggung jawab untuk menerjemahkan strategi dan target keberlanjutan Perseroan ke dalam program kerja, melaksanakan inisiatif yang telah ditetapkan, serta melakukan pemantauan dan pelaporan atas capaian kinerja. Corporate Secretary berperan sebagai koordinator utama dalam semua aspek Iingkunga, sosial, dan tata kelola (“ESG!). Kepatuhan dan keterbukaan informasi, serta memastikan keselarasan kebijakan dan konsistensi pengungkapan keberlanjutan kepada pemangku kepentingan. “ Review Implementasi Corporate Secretary melakukan penilaian atas kinerja implementasi ESG pada masing-masing departemen secara berkala setiap 3 (tiga) bulan guna memastikan pelaksanaan program dan pencapaian target berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Selanjutnya, setiap semester dilakukan evaluasi atas kinerja dan pencapaian ESG masing-masing departemen untuk dilaporkan kepada Direksi guna mendapatkan justifikasi dan latau toleransi serta impact dari kinerja berdasarkan masing-masing KPI. app | “ut SRE| & The Company has set and broken down its 2030 corporate targets into annual corporate targets, including division or department targets, which serve as key performance indicators (“KPIs”). This is intended to provide a basis for consistent and achievable targets. " Departmental responsibilities In order to ensure the consistent and measurable achievement of the Company's sustainability targets, the Company has established clear responsibilities for each department in accordance with their respective functions and roles. The Corporate Secretary Department is responsible for disseminating information, monitoring and evaluating (“Monev”) the ESG framework and roadmap, including regular reporting by each department to the Board of Directors on the achievements and/or obstacles to its implementation. Each department is responsible for translating the Company's sustainability strategies and targets into work programs, implementing established initiatives, and monitoring and reporting on performance achievements. The Corporate Secretary acts as the main coordinator in all environmental, social, and governance ((ESG") aspects. Compliance — and information disclosure, as well as ensuring policy alignment and consistency in sustainability disclosure to stakeholders. “ Review of Implementation The Corporate Secretary assesses the performance of ESG implementation in each department on a regular basis every three (3) months to ensure that the program implementation and target achievement are in accordance with the established plan. Furthermore, every semester, an evaluation of the ESG performance and achievements of each department is conducted and reported to the Board of Directors to obtain justification and/or tolerance as well as the impact of performance based on each KPI. PT Pelayaran Nasional Ekalya P Laporan Keberlanjutan 2025
Page 21 OCR 0.909
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlar 2025 Sustainability Report
Review ini mencakup penilaian atas
progres masing-masing inisiatif, efektivitas
pelaksanaan di tingkat departemen, serta
identifikasi kendala dan area yang
memerlukan perbaikan. Hasil review
semester digunakan sebagai dasar
pengambilan — keputusan manajemen,
penyempurnaan strategi, serta
penyesuaian rencana kerja agar tetap
selaras dengan target keberlanjutan
Perseroan. Melalui mekanisme evaluasi
berkala ini, ' Perseroan — memastikan
penerapan ESG dilakukan secara
konsisten, terukur, dan berkelanjutan.
“ Komite ESG
Sebagai bentuk komitmen Perseroan dalam
mengimplementasikan prinsip keberlanjutan
secara terstruktur dan terkoordinasi,
Perseroan membentuk Komite
Environmental, Social, and Governance
("(ESG”) sebagai support dan koordinasi
lintas internal di antara entitas anak dan
afiliasi. Komite ESG terdiri dari perwakilan
manajemen lintas entitas anak dan afiliasi
yang memiliki peran dan tanggung jawab
sesuai dengan bidang masing-masing,
dengan Corporate Secretary sebagai ketua
Komite. Fungsi dan tugas komite ESG untuk
memastikan keselarasan kebijakan,
kepatuhan terhadap regulasi, serta
konsistensi pelaporan dan keterbukaan
informasi. Pembentukan komite ESG
bertujuan untuk memperkuat koordinasi
internal, memastikan pelaksanaan program
keberlanjutan berjalan efektif, serta
memantau dan mengevaluasi pencapaian
target ESG Perseroan secara
berkelanjutan. Dengan adanya komite ESG,
Perseroan dapat mengintegrasikan strategi
keberlanjutan ke dalam proses bisnis dan
pengambilan keputusan, serta memastikan
akuntabilitas dan konsistensi pelaksanaan
di seluruh lini Perseroan dan entitas anak.
hp sp &
This review includes an assessment of the
progress of each initiative, the
effectiveness of implementation at the
departmental level, and the identification of
obstacles and areas that need
improvement. The results of the semester
review are used as a basis for
management decision-making, strategy
refinement, and work plan adjustments to
remain in line with the Company's
sustainability targets. Through this periodic
evaluation mechanism, the Company
ensures that ESG implementation is
carried out consistently, measurably, and
sustainably.
“ ESG Committee
As a form of the Company's commitment to
implementing sustainability principles in a
structured and coordinated manner, the
Company has formed an Environmental,
Social, and Governance (“ESC”)
Committee to provide support and
coordination cross subsidiaries and
affiiates. The ESG Committee consists of
representatives from the management of
subsidiaries and affiliates who have roles
and responsibilities in accordance with
their respective fields, with the Corporate
Secretary as the chair of the Committee.
The functions and duties of the ESG
committee are to ensure policy alignment,
regulatory compliance, and consistency in
reporting and information disclosure. The
establishment of the ESG Committee aims
to strengthen internal coordination, ensure
the effective implementation of
sustainability programs, and monitor and
evaluate the Company's ESG target
achievements on an ongoing basis. With
the ESG Committee in place, the Company
can integrate its sustainability strategy into
its business processes and
decision-making, as well as ensure
accountability and consistency of
implementation across all lines of the
Company and its subsidiaries.
Page 22 OCR 0.969
12
Page 23 OCR 0.829
&
Page 24 OCR 0.395
TONVYWNAO441d! AI daa SNS JO MTINYINO NY: : MINI AVSILHNI ava
Page 25 OCR 0.803
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk 1S | Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report GRI20 Aspek Ekonomi Economic aspect 1.205.219 1.078.642 —— Pendapatan Revenue 252373 155.854 2 II Laba Tahun Berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk Current Annual Profit attributable to owners of the parent entity 3.000.000 22646.020 ibu Ia 12.362.602 2 Ma Total Asset Total Assets Ta II Pendapatan Offshore Offshore Revenue hp W& sp & 161.190 1.869.031 “ Dalam Jutaan Rupiah in millions of rupiah 263.982 — (2025) Laba Tahun Berjalan Annual Profit 2.200.000 2.106.803 Pi (2025 MI 2022 MM 2025) Total Ekuitas Total Eguity Total Liabilitas Total Liabilities 2 Pendapatan Dry Bulk Dry Bulk Revenue
Page 26 OCR 0.909
app | “ut SRE| & Jumlah Armada Number of Fleets Tahun ar Tug&Barge |” Mother Vessel Tug & Barge (Subsidiary (Subsidiary ETC) ENA) 2025 107 pn PE 94,790 2024 106 Pa Bana - 97,336 2023 106 2 Tugboats - 92Y9 Sertifikasi khas Kapal Perseroan Ship Class Certification in Corporation Badan Klasifikasi Indonesia Indonesian Classification Board Bureau Veritas Produk Ramah Lingkungan Environmentally Friendly Products Perseroan berkomitmen atas operasional di offshore maupun onshore dalam rangka menuju produk dan/atau jasa yang ramah lingkungan, seperti penggunaan bahan bakar B35 yang ramah lingkungan sebagaimana disyaratkan dalam Peraturan Menteri ESDM No. 295.K/EK.01/MEM.E/2022 tentang Penahapan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati Jenis Biodiesel sebagai Campuran Bahan Bakar Minyak (BBM) Jenis Solar dalam Kerangka Pembiayaan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) yang diperkuat dengan Surat Edaran (SE) Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) The Company is committed to offshore and onshore operations in order to produce environmentally friendly products and/or services, such as the use of environmentally friendly B35 fuel as reguired by Minister of Energy and Mineral Resources Regulation No. 295.K/EK.01/MEM. EE/2022 concerning the Phasing of the Use of Biodiesel as a Blend of Diesel Fuel in the Framework of Financing by the Palm Oil Plantation Fund Management Agency (BPDPKS), which is reinforced by the Circular Letter (SE) of the Directorate General of New Renewable Energy and Energy Conservation (Dirjen EBTKE) PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 16
Page 27 OCR 0.936
IYA PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report Kementerian ESDM Nomor 10.E/EK.0S/DJE/2022 tentang Implementasi Penahapan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati Jenis Biodiesel sebagai Campuran Bahan Bakar Minyak Jenis Solar dalam Kerangka Pembiayaan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit. Selanjutnya, Perseroan juga telah meningkatkan produk ramah lingkungan, yaitu bahan bakar menjadi B40, berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 341.K/EK.01/MEM.E/2024 tentang Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati Jenis Biodiesel Sebagai Campuran Bahan Bakar Minyak Jenis Minyak Solar Dalam Rangka Pembiayaan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit Sebesar 40 Persen. Segala sarana dan prasarana yang digunakan pada Grha KCT sebagai kantor pusat telah memenuhi standar Permendag No. 12 Tahun 2020 tentang Barang Dilarang Ekspor dan Barang Dilarang Impor yang menggunakan Klorofluorokarbon (“CFC”) dan Hidroklorofluorokarbon — (“HCFC") yang merupakan senyawa kimia yang digunakan sebagai pendingin (refrigeran), namun dapat merusak lapisan ozon. of the Ministry of Energy and Mineral Resources Number 10.E/EK.05/DJE/2022 concerning the Implementation of Phased Utilization of Biodiesel as a Diesel Fuel Blend within the Framework of Financing by the Palm Oil Plantation Fund Management Agency. Furthermore, the Company has also improved its environmentally friendly products, namely fuel, to B40, based on the Minister of Energy and Mineral Resources Decree No. 341.K/EK.01/MEM. E/2024 concerning the Use of Biodiesel as a Blend in Diesel Fuel for Financing by the Palm Oil Plantation Fund Management Agency at a rate of 40 percent. All facilities and infrastructure used at Grha KCT as the head office have met the standards of Minister of Trade Regulation No. 12 of 2020 concerning Prohibited Export Goods and Prohibited Import Goods that use Chlorofluorocarbons (“CFC”) and Hydrochlorofluorocarbons (“HCFCs”), which are chemical compounds used as refrigerants but can damage the ozone layer. Penggunaan Kertas Paper Usage 2025 Kertas (Ton) 2024 2023 CI CD Pelibatan pihak lokal yang berkaitan dengan proses bisnis Keuangan Berkelanjutan Engagement with Local Parties Related to Sustainable Finance Business Processes Pelibatan pemangku kepentingan merupakan salah satu kunci keberhasilan Perseroan dalam memenuhi ekspektasi dari Pemegang Saham yaitu bisnis berkembang bersama pemangku kepentingan, salah satunya adalah masyarakat. Perseroan aktif melibatkan dan menggunakan produk dan /atau jasa yang dihasilkan oleh pihak lokal yang mempunyai kemampuan dan berkembang bersama. hp sp & Stakeholder involvement is one of the keys to the Company's success in meeting shareholder expectations, namely that the business grows together with stakeholders, one of which is the community. The Company actively involves and uses products and/or services produced by local parties that have the capability and are growing together.
Page 28 OCR 0.935
Sarana dan prasarana yang digunakan untuk mendukung pekerjaan seperti seragam, Pakaian Dinas Lapangan (“PDL”), Pakaian Dinas Harian (“PDH”), merchandise, hingga artwork merupakan hasil produk lokal skala kecil dan menengah. Hal ini ditujukan sebagai upaya Perseroan untuk memajukan dan maju bersama dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (“UMKM”) termasuk beberapa spare-part yang dibutuhkan oleh kapal dalam proses pemeliharaan dan perbaikan, termasuk pemenuhan man-power dan/atau badan usaha penyedia man-power. The facilities and infrastructure used to support work, such as uniforms, Field Service Clothing (“PDL”), Daily Service Clothing (“PDH”), merchandise, and artwork, are the products of small and medium-scale local businesses. This is intended as an effort by the Company to promote and advance together with Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs), including several spare parts needed by ships in the maintenance and repair process, including the fulfilment of manpower and/or manpower provider businesses. lah Pemasok Lokal 2025 al suppliet 25 2024 25 2023 25 Dalam proses tender pada Kontraktor Kontrak Kerjasama (“K3S”) yang diikuti oleh Perseroan, komitmen atas implementasi — Tingkat Kandungan Dalam Negeri (“TKDN”) mendekati 9072. Hal ini menunjukkan bahwa keberpihakan dan usaha-usaha Perseroan mendukung upaya pemerintah untuk pemanfaatan bahan dan industri dalam negeri. In the tender process for Cooperation Contract Contractors (“K3S”) participated in by the Company, the commitment to implementing the Domestic Content Level (“TKDN”) is approaching 906. This demonstrates the Company's commitment and efforts to support the government's efforts to utilize domestic materials and industries. PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 18
Page 29 OCR 0.850
19 PTP, elayaran Nasional Ek: alya Purnamasari Tbk utan 2025 S bi ore Tingkat Kandungan Dalam Negeri (Average) 2022 75.71 89,80 2023 85,00 88,15 2024 83.75 89.02 2025 86,68 89.12 LC Kategori Sanksi SANKSI T
Page 30 OCR 0.935
JK B.2 Aspek Lingkungan Hidup Enviromental aspect Penggunaan energi Dalam menjalankan operasional, Perseroan memerlukan, menggunakan, dan memanfaatkan energi yang dibeli kepada regulator dan /atau pihak yang mempunyai kewenangan oleh Peraturan Pemerintah. Energi yang digunakan Perseroan meliputi penggunaan bahan bakar, listrik, dan air. Perseroan menyadari pemanfaatan atas energi tersebut mempunyai batas / limitasi dalam pemenuhannya sehingga Perseroan semaksimal mungkin menggunakan sarana dan prasarana yang ramah lingkungan. Hal tersebut ditujukan untuk mendukung kebijakan NDC Pemerintah Indonesia. Terkait diversifikasi yang telah dilakukan pada entitas anak dan afiliasi termasuk jenis dan bidang usaha serta untuk efektivitas operasional, secara bisnis Perseroan membagi atau memberikan kategori bidang usaha menjadi 3 yaitu: 1. Smali Marine Ditujukan untuk armada kapal tipe crewboat dan untuk operasional di Indonesia 2. Big Marine Seluruh armada di luar kapal jenis crewboat seperti Anchor Handling Tug (“AHT”), Anchor Handling Tug Supply (“AHTS”) vessel, Platform Support Vessel (“PSV), Utility Vessel & Specialized Vessel 3. Dry bulk Merupakan kapal di luar bidang offshore yang khusus untuk transportasi kargo, curah kering dengan jenis kapal Tug & Barge dan Mother Vessel Penggunaan energi, seperti bahan bakar, listrik dan air, merupakan komponen penting dalam mendukung keberlangsungan dan efektivitas kegiatan operasional Perseroan. Energi digunakan dalam berbagai proses kerja sehari-hari, mulai dari operasional perkantoran hingga aktivitas pendukung lainnya. Energy use In conducting its operations, the Company reguires, uses, and utilizes energy purchased from regulators and/or parties authorized by Government Regulations. The energy used by the Company includes fuel, electricity, and water. The Company realizes that the utilization of such energy has limits/restrictions in its fulfilment, so the Company maximizes the use of environmentally friendly facilitiess and infrastructure. This is aimed at supporting the Indonesian Government's NDC policy. Regarding the diversification that has been carried out in subsidiaries and affiliates, including the types and fields of business, as well as for operational effectiveness, the Company divides or categorizes its business fields into 3 categories, namely: 1. Small Marine Intended for crewboat fleets and for operations in Indonesia 2. Big Marine All fleets other than crewboats, such as Anchor Handling Tugs (AHTs), Anchor Handling Tug Supply (AHTS) vessels, Platform Support Vessels (PSVs), Utility Vessel & Specialized Vessel 3. Dry bulk Ships outside the offshore sector that specialize in the transportation of dry bulk cargo, using Tug & Barge and Mother Vessel types of vessels. The use of energy, such as fuel, electricity, and water, is an important component in supporting the sustainability and effectiveness of the Company's operational activities. Energy is used in various daily work processes, ranging from office operations to other supporting activities. PT Pelayaran Nasional Ekalya P Laporan Keberlanjutan 2025 Su
Page 31 OCR 0.928
2 PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report Pengelolaan penggunaan energi yang baik berkontribusi terhadap efisiensi operasional, pengendalian biaya, serta kelancaran pencapaian target kinerja Perseroan secara berkelanjutan. Sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen terhadap prinsip keberlanjutan, Perseroan secara berkelanjutan berupaya mengelola konsumsi energi secara lebih efisien dan bertanggung jawab. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan efisiensi operasioanal di kapal, kesadaran internal, pengendalian penggunaan listrik dan air, serta penerapan praktik operasional dengan berbasis safe reliable efficient (“SRE”) yang mendorong penghematan energi. Komitmen ini sejalan dengan upaya Perseroan dalam meminimalkan dampak lingkungan dan mendukung pembangunan berkelanjutan. Langkah efisiensi penggunaan air yang dilakukan oleh kapal-kapal Drybulk adalah dengan menggunakan mesin freshwater maker di MV yang dapat mengolah air laut menjadi air tawar yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sedangkan untuk kapal-kapal Tugboat terdapat mesin filtrasi air tawar untuk memfilter air sungai di area operasi yang berwarna kuning menjadi bersih sehingga dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Good energy management contributes to operational efficiency, cost control, and the smooth achievement of the Company's performance targets on an ongoing basis. As a form of responsibility and commitment to the principle of sustainability, the Company continuously strives to manage energy consumption more efficiently and responsibly. These efforts are carried out through improving operational efficiency on Ships, internal awareness, controlling electricity and water usage, and implementing safe, reliable, and efficient (“SRE”) operational practices that encourage energy — conservation. This commitment is in line with the Company's efforts to minimize environmental impact and support sustainable development. The water efficiency measures implemented by Drybulk vessels involve the use of freshwater makers on MVs that can process seawater into fresh water for daily use. Meanwhile, tugboats are eguipped with fresh water filtration machines to filter yellowish river water in the area of operation so that it can be used for daily needs. Konsumsi Energi Energy Consumption Konsumsi Air Kantor (liter) Water Consumption Office (liter) 2025 129.590 6 2024 13.762 2023 14.921 Tahun Konsumsi Energi Kantor (GJ) Year Office Energy Consumption ( 2025 3.301,59 2024 2.214,48 2023 2.451,27 Tahun Konsumsi Bahan Bakar Kapal (G. Year Vessel Fuel umption (GJ) 2025 121964 2024 1146,78 2023 1.260,14 SRE »
Page 32 OCR 0.911
| szouce2 Menisos) SASB TR-MT-110a.1 Pengurangan emisi 83Yo kapal yang dimiliki Perseroan adalah kapal jenis crewboat dengan karakteristik operasional berupa aktivitas yang intensif guna mendukung mobilisasi personel serta logistik kegiatan offshore. Dengan pola operasi jarak pendek hingga menengah, frekuensi perjalanan yang tinggi, serta tingkat aktivitas operasional yang berulang, Perseroan menerapkan strategi pengelolaan energi secara terintegrasi yang mencakup penggunaan bahan bakar (“BBM”), listrik, dan air sebagai upaya pengurangan e Inisiatif operasional dan teknis, Perseroan menerapkan pengaturan kecepatan optimal (eco-speed) yang disesuaikan — dengan karakteristik rute perairan dimana kapal beroperasi yang masing-masing mempunyai karakteristik. Selain itu, kondisi cuaca juga mempengaruhi pola operasi untuk penghematan BBM termasuk kondisi perairan di kepulauan di antaranya, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, maupun Papua. Perseroan juga melakukan rekayasa pola dan jadwal mobilisasi personel yang cukup memberikan dampak pada penggunaan BBM namun tanpa mengurangi layanan andal. Hal yang terpenting dalam upaya melakukan efisiensi penggunaan BBM adalah kepastian dilakukan pemeliharaan rutin mesin dan sistem pendukung untuk memastikan performa mesin tetap efisien dan stabil selama pola operasi harian yang berulang. Dalam upaya mengurangi emisi dari operasional armada kapal offshore kami, Perseroan telah mengimplementasikan berbagai langkah konkret yang meliputi aspek teknis dan operasional. 1. Inisiatif teknis, Perseroan menjalankan program pemeliharaan rutin berupa adjust valve, intercooler cleaning, periodic oil sampling dan injector test, serta telah mengimplementasikan sistem monitoring digital real-time untuk memantau konsumsi bahan bakar dari setiap kapal yang memungkinkan identifikasi cepat terhadap inefisiensi operasional yang mungkin terjadi. “G8 | SRE | & Emission Reduction 83”6 of the Company's vessels are crewboats with operational characteristics involving intensive activities to support personnel mobilization and offshore logistics. With short to medium-distance operations, high travel freguency, the Company implements an integrated energy management strategy that includes the use of fuel, electricity, and water as part of its efforts to reduce emissions. In terms of operational and technical iatives, the Company implements optimal speed settings (eco-speed) tailored to the characteristics of the waterways where the ships operate, each of which has its own characteristics. In addition, weather conditions also affect fuel saving operation patterns, including water conditions in the islands of Kalimantan, Sulawesi, Java, and Papua. The Company also engineers personnel mobilization patterns and schedules that have a significant impact on fuel consumption without compromising reliable service. The most important factor in fuel efficiency efforts is ensuring that routine maintenance of engines and support systems is carried out to maintain efficient and stable engine performance during daily repetitive operating patterns. In an effort to mitigate gas emissions from our offshore vessel fleet operations, the company has implemented various concrete measures encompassing both technical and operational aspects. 1. As a technical initiative, the Company implements a routine maintenance program consisting of valve adjustment, intercooler cleaning, periodic oil sampling, and injector testing. It has also implemented monitoring system real-time — digital to monitor fuel
Page 33 OCR 0.924
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlar 2025 Sustainability Report 2. Perseroan menerapkan optimalisasi rute pelayaran melalui speed optimization, serta saat kapal standby kami melaksanakan kebijakan untuk menggunakan harbour generator yang dapat mengurangi konsumsi bahan bakar 5Y4 hingga 1096. 3. Komitmen, Melalui pendekatan ini, Perseroan berkomitmen untuk terus menurunkan intensitas emisi sambil memastikan kepatuhan penuh terhadap regulasi lingkungan nasional maupun internasional. Terkait dengan upaya pengurangan emisi yang dilakukan oleh Drybulk yakni dengan langkah-langkah efisiensi bahan bakar yakni dengan menghitung penggunaan bahan bakar sebelum rute dijalankan (untuk rute baru), memonitor pengunaan bahan bakar saat proyek telah dijalankan, serta langkah tindakan evaluasi atas penggunaan bahan bakar secara berkala untuk mengukur efisiensi dan efektifitas konsumsi. Selain itu di akhir tahun 2025 Dry Bulk sedang dalam proses pemasangan peralatan monitoring penggunaan bahan bakar yang nantinya akan dapat diakses secara online menggunakan fuel monitoring system (support by PTS) sehingga evaluasi dan penggunaan bahan di masa mendatang dapat dilakukan dengan lebih efektif. Emisi Emission Reduction 2.Operational Initiatives, The company enforces route optimization through speed optimization strategies, and has adopted a policy of utilizing a harbour genset when vessels are standby. This policy is projected to reduce fuel consumption by 10Y6 to 15Y4 3.Commitment, Through this comprehensive approach, the company is committed to continually reducing its carbon emission intensity while ensuring full compliance with national and international environmental regulations. In relation to Drybulk efforts to reduce emissions, fuel efficiency measures include calculating fuel consumption before a route is implemented (for new routes), monitoring fuel consumption once a project is underway, and periodically evaluating fuel consumption to measure efficiency and effectiveness. In addition, at the end of 2025, Dry Bulk is in the process of installing fuel consumption monitoring eguipment that will be accessible online using wa fuel monitoring system (supported by PTS) so that future evaluation and fuel consumption can be carried out more effectively. Emisi Kantor ( Office Emission ( 2025 52513 212618 2024 22784 1.980,95 2023 250,93 2.176,76
Page 34 OCR 0.936
SASB TR-M Pengurangan limbah dan efluen Dalam operasional offshore dan non offshore Perseroan selalu mematuhi segala hal yang berkaitan dengan pengelolaan limbah dan turunannya. Untuk offshore — Perseroan memastikan setiap kapal telah mematuhi apa yang disyaratkan dalam International Safety Management Code (“ISM Code”) dan Marine Pollution (“MARPOL”), dimana hingga saat ini tidak terdapat laporan atas tidak terpenuhinya dari ISM Code dan MARPOL. ISM Code merupakan sistem manajemen keselamatan perusahaan pelayaran dan operasional kapal untuk mencegah kecelakaan. ISM Code merupakan standar internasional yang mengatur pengelolaan dan keamanan operasional kapal laut. /SM Code mensyaratkan kesiapan fisik dan mental dari kru kapal yang bertugas dimana hal tersebut dilakukan dengan adanya bukti hasil pemeriksaan medical check-up sebelum on-board. Sedangkan MARPOL adalah — konvensi internasional yang fokus spesifik pada pencegahan pencemaran laut dari kapal. MARPOL mengatur pencegahan pencemaran lingkungan laut oleh armada kapal dari penyebab operasional atau tidak disengaja. Hal ini melibatkan pengelolaan limbah tidak berbahaya dan berbahaya serta polusi udara yang dihasilkan dari kapal. ISM Code dan MARPOL merupakan produk hukum dari International Maritime Organization (“IMO”) dari salah satu badan Persatuan Bangsa Banga (“PBB”) yang mempunyai tugas dan fungsi mengatur keselamatan, keamanan, dan efisiensi pelayaran internasional serta mencegah polusi laut dari kapal, dengan menetapkan kerangka kerja regulasi global. Sehingga, Perseroan sebagai anggota IMO dan negara Indonesia yang meratifikasi maka wajib mematuhi segala aspek /SM Code dan MARPOL dalam melaksanakan operasionalnya. Untuk Grha KCT sebagai Perseroan yang patuh terhadap SLF Gedung dan IPAL, sebagaimana tercatat dalam perundang-undangan bahwa pengelolaan limbah cair dilakukan secara bertanggung jawab. Waste and effluent reduction In its offshore and non-offshore operations, the Company always complies with all matters relating to waste management and its derivatives. For offshore operations, the Company ensures that every vessel complies with the reguirements of the International Safety Management Code (“ISM Code”) and Marine Pollution (“MARPOL”), and to date there have been no reports of non-compliance with the ISM Code and MARPOL. The ISM Code is a safety management system for shipping companies and ship operations to prevent accidents. The ISM Code is an international standard that regulates the management and safety of maritime operations. The ISM Code reguires the physical and mental readiness of the ship's crew, which is demonstrated by the results of a medical check-up before going on board. Meanmhile, MARPOL is an international convention that focuses specifically on the prevention of marine pollution from vessels. MARPOL regulates the prevention of marine environmental pollution by fleets of vessels from operational or unintentional causes. This involves the management of non-hazardous and hazardous waste as well as air pollution generated by vessels. The ISM Code and MARPOL are legal products of the International Maritime Organization (IMO), one of the United Nations (UN) agencies tasked with regulating the safety, security, and efficiency of international shipping and preventing marine pollution from ships by establishing a global regulatory framework. Therefore, as a member of the IMO and a ratifying country, the Company is reguired to comply with all aspects of the ISM Code and MARPOL in carrying out its operations. Grha KCT, as a company that complies with the Building Fire Safety and Wastewater Treatment Plant regulations, manages its liguid waste responsibly, as stipulated in the legislation. PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Laporan Keberlanjutan 2025 Sustai
Page 35 OCR 0.927
25 Purnamasari Tbk bility Report PT Pelayaran Nasional Ekal: Laporan Keberlanjutan 2025 S Sebelum dialirkan ke sistem pembuangan, limbah cair yang dihasilkan telah melalui proses pengendalian dan pengujian sehingga memenuhi yang syaratkan, sesuai dengan ketentuan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 12 Tahun 2016. Before being discharged into the sewage system, the liguid waste produced has undergone a control and testing process to ensure it meets the reguirements, in accordance with the provisions of Surabaya City Regulation Number 12 of 2016. Pengurangan Limbah dan Efluen Waste and Effluent Reduction B TR-MT-1602.1 Pelestarian keanekaragaman hayati A. Smali Marine Operasional kapal-kapal Small Marine Perseroan dilaksanakan di wilayah kerja yang tidak bersinggungan langsung dengan kawasan konservasi maupun area yang memiliki nilai keanekaragaman hayati tinggi, termasuk taman nasional, kawasan wisata alam, dan hutan lindung. B. Big Marine Dengan armada AHT, AHTS, PSV yang beroperasi di offshore atau laut lepas, faktor keanekaragaman hayati juga menjadi fokus dalam melaksanakan operasionalnya sesuai ketentuan dalam ISM Code dan MARPOL. C. Drybulk Sebagai transportir untuk kargo curah kering (batu bara) yang berasal dari tambang manajemen limbah dan efluen dilakukan sesuai dengan kebijakan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (“KLHK”). Seluruh kegiatan pada small marine, big marine dan dry bulk, Perseroan memastikan bahwa telah memenuhi standar MARPOL. Selain itu, Perseroan juga tunduk pada berbagai ketentuan mengenai Limbah dan Polusi yang diatur oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut termasuk sertifikasi ISO 14001 untuk Sistem Manajemen Lingkungan. hp sp & Biodiversity conservation A. Small Marine The Company's Small Marine vessels operate in areas that do not directly intersect with conservation areas or areas with high biodiversity value, including national parks, nature tourism areas, and protected forests. B. Big Marine With its fleet of AHT, AHTS, and PSV vessels operating offshore or in the open sea, biodiversity is also a focus in carrying out operations in accordance with the provisions of the ISM Code and MARPOL. C. Drybulk As a transporter of dry bulk cargo (coal) originating from mines, waste and effluent management is carried out in accordance with the policies of the Ministry of Environment and Forestry (KLHK?) For all activities involving small marine, big marine, and dry bulk, the Company ensures that it has met MARPOL standards. In addition, the Company also complies with various provisions regarding Waste and Pollution regulated by the Directorate General of Sea Transportation, including ISO 14001 certification for Environmental Management Systems.
Page 36 OCR 0.916
Dalam upaya menjaga konservasi keanekaragaman hayati, Perseroan dan Entitas Anak melakukan beberapa upaya diantaranya: 1.Menggunakan cat TBT-free anti-fouling system pada saat docking kapal yang ditujukan untuk mencegah organisme laut, seperti ganggang dan moluska, menempel pada lambung kapal sehingga memperlambat kapal dan meningkatkan konsumsi bahan bakar, ataupun menimbulkan kebocoran pada dinding kapal. 2. Pengelolaan water ballast system pada armada 3. Tidak terdapat operasional atau kontrak Perseroan dengan klien yang melintasi wilayah dengan keanekaragaman hayati tinggi atau area yang dilindungi 4. Pelestarian biota laut dan pencegahan abrasi melalui program penanaman terumbu karang dan mangrove Sepanjang tahun 2025, Perseroan berhasil mematuhi regulasi internasional, MARPOL dan nasional, KLHK tanpa adanya pelanggaran atau pengaduan. app | “ut SRE| & In an effort to preserve biodiversity, the Company and its Subsidiaries have made several efforts, including: 1.Using a TBT-free anti-fouling system when docking ships to prevent marine organisms, such as algae and mollusks, from attaching to the hull, which slows down the vessel and increases fuel consumption, or causes leaks in the ship's walls. 2. Management of the water ballast system in the big marine fleet 3.There are no Company operations or contracts with clients that cross areas with high biodiversity or protected areas. 4.Preservation of marine life and prevention of abrasion through coral reef and mangrove planting programs. Throughout 2025, the Company successfully complied with international regulations, MARPOL and national regulations, KL. PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 26
Page 37 OCR 0.920
27 PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlar 2025 Sustainability Report Aspek Sosial Social Aspects C3 CE Sejak awal berdiri hingga saat ini, Perseroan secara konsisten berkomitmen — untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi seluruh karyawan. Dalam periode pelaporan tahun 2025, kinerja keselamatan kerja Perseroan menunjukkan adanya Lost Time Incident Rate (“LTIR”) sebesar 0,05. Perseroan melakukan investigasi secara menyeluruh terhadap insiden tersebut untuk mengidentifikasi akar penyebab serta faktor-faktor yang berkontribusi, dan selanjutnya menetapkan langkah-langkah perbaikan dan pencegahan yang diperlukan. SB TR-MT-540a.1 Hasil investigasi dijadikan sebagai pembelajaran untuk memperkuat penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (“K3”), meningkatkan — kesadaran keselamatan, serta mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. Perseroan juga memastikan bahwa seluruh tindak lanjut perbaikan dilaksanakan secara terpantau dan berkelanjutan, sejalan dengan komitmen Perseroan — dalam menjaga keselamatan sebagai prioritas utama di setiap aktivitas operasional. Perseroan berkomitmen untuk terus menekan tingkat insiden kerja dan menjaga keselamatan sebagai prioritas utama, sejalan dengan upaya menciptakan tempat kerja yang aman, produktif, dan berkelanjutan. Implementasi keuangan berkelanjutan memiliki dampak positif melalui program program yang meningkatkan kesejahteran masyarakat, menciptakan lapangan pekerjaan, dan pelestarian lingkungan dengan cara konservasi sumber daya dan menggunakan energi terbarukan. Dari segi dana, pengalokasian lebih diarahakan untuk program-program berkelanjutan. Perseroan melakukan analisis risiko secara menyeluruh, melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan, dan menyediakan program bimbingan secara mekanisme pengaduan untuk menangani dampak negatif yang mungkin terjadi. Berbagai langkah ini memastikan bahwa proses transisi berlangsung adil dan terbuka bagi seluruh pihak. hp sp & Since its establishment, the Company has consistently demonstrated its commitment to providing a safe and healthy working environment for all employees. During the 2025 reporting period, the Company recorded a Lost Time Incident Rate (LTIR) of 0.05. In response to the incident, the Company conducted a comprehensive investigation to identify the root causes and contributing factors, followed by the implementation of the necessary corrective and preventive measures. The findings of the investigation have been utilized as learning opportunities to further strengthen the implementation of the occupational health and safety management system, enhance safety awareness, and prevent the recurrence of similar incidents in the future. The Company also ensures that all corrective actions are monitored — and implemented on an ongoing basis, in line with its commitment to maintaining safety as a top priority across all operational activities. The Company remains committed to continuously reducing workplace incident rates and upholding safety as a core priority, in support of creating a safe, productive, and sustainable workplace. The implementation of sustainable finance has a positive impact through programs that improve community welfare, create jobs, and preserve the environment through resource conservation and the use of renewable energy. In terms of funding, allocations are directed more towards sustainable programs. The company conducts comprehensive risk analysis, involves the community in decision-making, and provides guidance through a complaint mechanism to address any negative impacts that may occur. These various measures ensure that the transition process is fair and open to all stakeholders.
Page 38 OCR 0.540
| | SRE | & Tahun Year 2025 0,05 2024 0 2023 0 Dela Fatal Incident Rate Year 2025 Oo 2024 Oo 2023 0 RIfA CERTIFICATE No. OHS-4964 I IS MEISY COM IMA Ike CELUPANONAL MEAL IMAN SAN LIY BAMAOAMNI SYSENOL PT PELAYARAN NASIONAL EKALYA Panen PURNAMASARI TBK 83 IL W.R Supratman no.2 (Graha KCT) Kekranan Or Boetama. Kec Tegisat 60264 Surabaya INDONESIA WM POLO OMLNOKAL MIS (JL WLR Supratman no.23 (Graha KCT, Kebrahan Dr Sostoma. Kec Tegalsari. 60254 Surabaya INDONESIA ISO 45001:2013 Fadlan HASAN enanosesongas MUG O0tate an engan Vote. YAOI taneyuata ttnson at arang Semu Kania Asnracne Coraten og RINA Services Wen Ten MAC PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk 28 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 39 OCR 0.934
29 Purnamasari Tbk nability Report PT Pelayaran Nasional Ekal: Laporan Keberlai an 2025 Sus C3 GD Kutipan visi “Indonesian Pride” bukan hanya suatu angan atau cita-cita tetapi telah diimplementasikan dalam operasional Perseroan pada semua bidang khususnya bidang Sumber Daya Manusia (“SDM”) dan Pengadaan. Perseroan selalu melibatkan sosial ekonomi pada area operasional dimana Perseroan berdiri dan/atau menjalankan bidang usahanya. Perseroan memaksimalkan potensi SDM dan penggunaan local content yang gualified untuk dilibatkan sehingga masyarakat merasakan manfaat positif dari Perseroan. Termasuk di dalamnya Perseroan memiliki program peningkatan bagi SDM local content yang memang belum memenuhi reguirements dan menjadi calon pemimpin serta sebagai motivasi untuk yang lain. Dengan total karyawan & 800-900 karyawan yang tersebar di berbagai offshore di Indonesia, berbagai etnik dan suku, serta kebudayaan yang berbeda, Perseroan mampu menyatukan dalam budaya yaitu STRONG Culture. Engangement karyawan menjadi fokus bagi departemen SDM dimana hal tersebut ditandai dengan adanya penurunan employee turnover setiap tahunnya. Dunia offshore identik dengan kaum laki-laki, namun Perseroan sejak tahun 2 tahun ini telah mempunyai kebijakan untuk pemberdayaan perempuan melalui kerangka Environment, Social, and Governance (“ESG”). Komitmen atas pemberdayaan perempuan diwujudkan dalam roadmap gender eguality yaitu peningkatan peran perempuan untuk sejajar dalam pekerjaan di bidang offshore khususnya. Perseroan yakin kaum perempuan memiliki kapasitas dan kapabilitas serta keilmuan yang setara dan sejajar dengan kaum laki-laki. Saat ini Perseroan mempunyai target dari 2026-2030 sebagaimana dalam roadmap ESG untuk gender eguality melalui program “female crew” yaitu pemenuhan kualifikasi kaum perempuan untuk kru kapal pada klien Perseroan dengan target 40 orang. hp W& sp & The vision statement “Indonesian Pride" is not just a dream or aspiration, but has been implemented in the Company's operations in all areas, particularly in Human Resources (“HR”) and Procurement. The Company always involves the socio-economic aspects of the operational areas where the Company is established and/or conducts its business. The Company maximizes the potential of its HR and the use of gualified local content to be involved s0 that the community feels the positive benefits of the Company. This includes the Company's program to improve local content human resources who do not yet meet the reguirements and become future leaders, as well as to motivate others. With a total of approximately 800-900 employees spread across various offshore locations in Indonesia, representing various ethnicities, tribes, and cultures, the Company is able to unite them under a common culture, namely STRONG Culture. — Employee engagement is a focus for the HR department, as evidenced by the decline in employee turnover each year. The offshore world is synonymous with men, but for the past two years, the Company has had a policy to empower women through its Environment, Social, and Governance (ESG) framework. The commitment to women's empowerment is manifested in a gender eguality roadmap, which aims to increase the role of women so that they are on an egual footing in offshore work in particular. The Company believes that women have the same capacity, capabilities, and knowledge as men. Currently, the Company has a target for 2026-2030, as outlined in the ESG roadmap for gender eguality, through the “female crew” program, which aims to meet the gualifications of women for Ship crews at the Company's clients, with a target of 40 people.
Page 40 OCR 0.733
Ihp || SRE| & NAVIGATING ESG IN GLOBAL ECONOMY UNCERTAINTY ANUGERe8i 2025 PI GA 3 5 «. ks 1 2025 8,60 2024 17,240 2023 20,4Yo Jumlah Kru Perempuan Number of Female 2025 2 7 21 2024 2 - 4 2023 1 - 4 aran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk 2025 30
Page 41 OCR 0.917
3 Purnamasari Tbk bility Report PT Pelayaran Nasional Ekal: Laporan Keberlanjutan 2025 S Salah satu parameter dalam ESG yaitu Social yang mewajibkan — Perseroan untuk melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (“TJSL”). TJSL adalah komitmen Perseroan untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan — kualitas — kehidupan — dan lingkungan yang bermanfaat, baik bagi Perseroan sendiri, komunitas setempat, maupun masyarakat pada umumnya. Dalam 1 tahun anggaran, Perseroan telah merencanakan dan menganggarkan program-program TJSL berdasarkan sebaran area operasi dan kebutuhan masyarakat sekitar. Anggaran yang dikeluarkan bukan hanya dalam bentuk sumbangan dan bidang sosial tetapi juga diwujudkan melalui program di bidang pendidikan, kesehatan, dan keagamaan. Komitmen Perseroan terhadap TJSL tetap dijaga melalui pendanaan rutin dan konsisten setiap tahunnya. Pada tahun 2023 dan 2024, Perseroan — menyalurkan — dana — senilai ?Rp200.000.000,- setiap tahunnya untuk berbagai program masyarakat dan pelestarian lingkungan. Sementara di tahun 2025 anggaran yang telah dialokasikan dan nilai penyalurannya mencapai »Rp300.000.000,- Tahun One of the parameters in ESG is Social, which reguires the Company to implement Social and Environmental Responsibility (“SER”). SER is the Company's commitment to participate in sustainable economic development to improve the guality of life and environment that is beneficial to the Company itself, the local community, and society in general. Within one fiscal year, the Company has planned and budgeted TJSL programs based on the distribution of its operational areas and the needs of the surrounding communities. The budget is not only allocated in the form of donations and social activities, but also through programs in the fields of education, health, and religion. The Company's commitment to TJSL is maintained through regular and consistent funding every year. In 2023 and 2024, the Company will distribute funds worth »Rp200,000,000 per year for various community and environmental conservation programs. Meanwhile, in 2025, the allocated budget and distribution value will reach »Rp300,000,000. Biaya Tanggung Jawab Sosial Lingkungan yang disalurkan Disbursed 2025 2 300.000.000 2024 2200.000.000 2023 »200.000.000 GRI205 -MT-51022 Ikhitasar Tata Kelola Govemance Overview Perseroan telah mempunyai kebijakan mulai Good Corporate Governance (“GCG”), Code of Conduct (“CoC”), Anti-Bribery and Corruption (“ABC”), dan Whistleblowing system yang dapat diakses melalui website Perseroan. Pemangku kepentingan dapat melakukan pengawasan atas pelaksanaan Good Corporate Governance dan turunannya melalui email maupun pelaporan melalui website secara online https://elpi.co.id/documents/elpiprit hp sp & The Company has policies on Good Corporate Govemance (“GCG”), Code of Conduct (“CoC'), Anti-Bribery and Corruption (“ABC”), and a Whistleblowing system that can be accessed through the Company's website. Stakeholders can monitor the implementation of Good Corporate Governance and its derivatives via email or online reporting through the website https://elpi.co.id/documents/elpiprit
Page 42 OCR 0.880
Semua pelaporan yang masuk melalui Whistleblowing System akan dilakukan investigasi dan penyelesainnya, serta terjaminnya kerahasiaan identitas pelapor. Dari tahun 2023 hingga 2025 tidak terdapat pengaduan atas adanya indikasi penyimpangan dan/atau pelanggaran pada penerapan GCG Perseroan. Hal ini menunjukkan bahwa tata kelola perusahaan dan sistem pengelolaan keluhan berfungsi dengan baik. “IS | SRE | & All reports — submitted — through — the Whistleblowing System will be investigated and resolved, and the confidentiality of the reporter's identity is guaranteed. From 2023 to 2025, there were no complaints regarding indications of irregularities — and/or violations in the implementation of the Company's GCG. This shows that corporate governance and the complaint management system are functioning properly. Tahun umlah Pengaduan Yea er of Commplaints 2025 0 2024 0 2023 ke) PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 43 OCR 0.741
Pan ma 3 | PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report —
Page 44 OCR 0.439
! 3 - A0) va d ANYdNOI dna Pad —
Page 45 OCR 0.882
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk 35 | Laporan Keberlanjutan 2025 S Informasi Umum General Information Nama Perseroan PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Company Name Pen Akta Pendirian No. 11 tanggal 20 April 1992 yang kemudian Akta Pendirian Establishment disahkan dengan Akta No. 1 tanggal 10 Januari 2001 dan disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. C-1304 anO 01.TH.2001 tanggal 16 November : 2001 ishment deed No. 11 dk y Deed No. 1 dated Ji ustice and Human Rights 01.TH.2001 dated N' Perubahan terakhir menjadi perusahaan Terbuka sebagaimana dalam Akta Pernyataan Keputusan Nomor 18 Tanggal 5 April 2022, yang ditanda tangani di hadapan Jimmy Tanal, S.H., M.Kn. Notaris: di Jakarta Selatan. TF st change to a public n Tr rent Number 18 c Notary in South Je IA Akta sebagaimana dimaksud telah mendapatkan Pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui Keputusan Nomor AHU-0024469.AH.01.02. TAHUN 2022 pada Gagal Dah 2022 d referred to above Selain itu akta juga telah dilaporkan sebagaimana dalam pemberitahuan perubahan data Perseroan dengan nomor AHU-AH.01.06-0001513 pada tanggal 5 April 2022 on, the deed h: ge notification with s also been Kegiatan Usaha Pelayaran, penyewaan kapal, pekerjaan lepas pantai, pengelolaan kapal, Business Activities logistic dan Engineering Procurement Construction. ng, vessel charterii ineering Procu ogistics, Permodalan Modal Dasar : Rp 2.520 000, 200 000,- Capital IDR 2 Modal Ditempatkan dan pa Rp 741. -200. 000. 000,- Issued and Paid-up Capital: IDR 741,200,000,0C Alamat Kantor Pusat Address Graha KCT , Jl. WR Supratman No. 23 Saaaa Go264 Graha KCT, WR Supratman Street No. 3 aye AB SRE &
Page 46 OCR 0.922
Telepon Phone Situs Website Sekretaris Perusahaan Corporate Secretary Keanggotaan Asosiasi Association Membership hp B sRE & Area Operasional Samarinda Jalan Sultan Sulaiman RT 011 Kelurahan Sambutan Kecamatan Sambutan Kota Samarinda Balikpapan Komplek Balikpapan Baru Sentra Eropa Blok AC-3 No 12 RT 022 Kelurahan Damai Baru Kecamatan Balikpapan Selatan Irian Jaya Jalan Danau Sentani RT 004 RW 003 Kelurahan Rufeik Distrik Sorong Barat Kampung Sidomakmur Distrik Aroba Kabupaten Teluk Bintuni (031) 5680121 www.elpi.co.id Wawan Heri Purnomo corsec@elpi.co.id wawan@elpi.co.id Indonesia National Shipowners Association (INSA) Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Indonesia Corporate Secretary Association (ICSA) 36 PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 S
Page 47 OCR 0.911
37 PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report SEOJKC.1 Visi & Misi Vission & Mission VISI Memberikan layanan solusi kemaritiman yang aman, andal dan efisien kepada pelanggan melalui sumber daya manusia STRONG dan keandalan operasional yang tercermin dalam terintegrasi — dan dengan kompetensi sistem manajemen pengembangan teknologi mutakhir To deliver safe, reliable and efficient (SRE) marine solutions fo our valuable customer through STRONG human resources and operational excellence enabled by integrated advance MISI management system and technology development. ? |gg|s ES Menjadi perusahaan berkelas dunia dengan kebanggaan Indonesia yang menawarkan solusi maritim berkelanjutan To be a world-class company with Indonesian Pride offering sustainable marine solutions
Page 48 OCR 0.921
Kami berkomitmen — untuk membangun lingkungan kerja yang inklusif, beriorientasi hasil, adaptif terhadap perubahan, serta berkontribusi positif bagi karyawan, pelanggan, masyarakat dan lingkungan. Nilai-nilai ini tidak hanya menjadi prinsip yang kami pegang, tetapi juga panduan dalam perilaku sehari-hari di seluruh lini organisasi. Mulai dari cara kami bekerja, memimpin, berkolaborasi hingga memastikan keselamatan, kepatuhan dan kinerja yang berkelanjutan. Striving For Excellence Memiliki sikap penuh semangat dan menunjukkan kegigihan dalam mencapai tujuan serta menerapkan pola pikir bertumbuh Shows passion and perseverance toward achieving goals and maintains a growth mindset Respect Each Other Menghargai setiap perbedaan yang ada dan mampu memberikan masukan serta apresiasi dengan tulus Respects workplace diversity and provides constructive input and genuine appreciation Noble In Action Menjadi agen perubahan dengan cara yang menginspirasi, memengaruhi dan mengembangkan rekan kerja serta membangun hubungan jangka panjang Act as a change agent by inspiring, influencing and developing team members, and buliding long-term relationship PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk | 1g | SRE | We are committed to build an inclusive, high-performing, and change-ready workplace, while making positive contributions to our people, customers, communities and the environment. These values are not merely guiding principles, they are translated into day-to-day behaviors across the organization. From how we woek, lead, and collaborate, to how we uphold safety, compliance and sustainable performance. Trustworthy Professional Memiliki kerangka berpikir yang jelas dan bermakna dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, serta bertanggungjawab untuk menyelesaikan pekerjaan hingga tuntas Has a clear professional and personal goals and consistently takes ownership to finish tasks on time and to standard. Organic Family Menciptakan lingkungan kerja yang aman, mendukung pengembangan serta membangun kolaborasi dan sinergi Creates a work environment that promotes safety, fosters development, and strengthens teamwork and synergy Grateful Menunjukkan rasa syukur dan rendah hati, memberi kembali dengan mendukung serta mengembangkan orang lain, serta secara konsisten memberikan apresiasi yang tulus Demonstrates gratitude and humility, gives back by supporting and developing others, and consistently shows genuine appreciatio Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 38
Page 49 OCR 0.901
39 PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report Skala Usaha Business Scale Perseroan memiliki total aset dan total kewajiban yang mencerminkan kapasitas serta struktur permodalan dalam menjalankan kegiatan usaha. Dalam mendukung operasional, Perseroan didukung oleh sumber daya manusia yang tersebar pada berbagai jenjang jabatan dengan komposisi berdasarkan jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, dan status ketenagakerjaan. Struktur kepemilikan saham Perseroan terdiri atas para pemegang saham dengan persentase — kepemilikan — masing-masing sebagaimana diungkapkan pada bagian ini. Selain itu, Perseroan menjalankan kegiatan usaha di berbagai wilayah operasional, termasuk melalui entitas anak yang berada dalam cakupan konsolidasi. The Company has total assets and total liabilities that reflect its capacity and capital structure in conducting its business activities. To support its operations, the Company is supported by human resources spread across various levels of positions with a composition based on gender, age, education level, and employment status. The Company's share ownership structure consists of shareholders with respective ownership percentages as disclosed in this section. In addition, the Company conducts business activities in various operational areas, including through subsidiaries that are within the scope of consolidation. Total Asset atau Kapitalisasi Aset dan Total Kewajiban Total Assets or Asset Capitalization and Total Liabiilities 3.384.576 2.646.020 2.362.602 Ja baba 664.032 539.217 493.572 ah EKotan 2.700.544 2.106.803 1.860.030 Bea san 209.192 263.982 161.190 Ikan dalam jutaan Rupiah kecuali dinyatakan lain nted in s of Rupiah unless otherwise stated Jumlah Karyawan berdasarkan Status Kepegawaian Karyawan Darat Number of Employees by Employement Status 161 178 Ground Karyawan Tetap Permanent Employees 13 53 ka Karyawan Kontrak Contract Employee kana 108 112 Karyawan Laut 733 679 676 Marine Employee Karyawan Tetap . . Permanent Employees Karyawan Kontrak 733 679 676 Contract Employee 819 906
Page 50 OCR 0.879
| 1g | SRE | Jumlah Karyawan berdasarkan Level Organisasi Number of Employees by Organizational Level Komisaris Commisioner 2 2 2 Direktur Director 2 3 2 General Manager General Manager 5 2 3 Manager Manager 18 14 13 Supervisor Supervisor 33 28 35 Specialist Specialist 46 34 40 Staff Staff 104 78 81 Perwira Perwira 332 308 304 Rating Rating 401 250 424 Total Summary 943 819 908 Jumlah Karyawan berdasarkan Tingkat Pendidikan Number of Employees by Education Level ANT 16 15 16 ANT II 27 32 34 ANT INI 56 43 45 ANTIV 25 12 8 ANTV 6 3 2 ATT! " 12 18 ATTII 22 28 28 ATT IN 29 36 22 ATTIV 25 35 7 ATTV 8 2 1 Electrician Oficer 5 8 8 Rating 220 214 E Rating Deck 93 79 274 Rating Engine 39 36 118 SKK 133 135 129 Diploma 37 20 35 SPPB - - 2 SLTA 50 33 33 SLTP 3 4 3 sD - 1 - Total 943 319 906 PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 40
Page 51 OCR 0.835
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk A1 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report Jumlah Karyawan berdasarkan Usia Number of Employees by Age 25 tahun Dan jea 124 107 10 26 — 30 tahun 26-30 years 1 123 Tea 31 - 40 tahun Ti A0 ane 324 284 319 J0 tahun 303 272 282 2 40years Total 943 319 906 Jumlah Karyawan berdasarkan Wilayah Number of Employees by Region Sumatera 56 23 37 Maluku 20 1 - Papua 67 64 75 Kalimantan 229 453 603 Jawa 320 232 191 Sulawesi 211 45 - Bali & Nusa Tenggara 9 E - Malaysia - 1 - Total 943 819 906 Jumlah Karyawan berdasarkan Jenis Kelamin Number of Employees by Gender Perempiani 87 59 83 Female Total 943 819 906 SRE »
Page 52 OCR 0.834
| 1g | SRE | Jumlah Karyawan berdasarkan Level Organisasi dan Jenis Kelamin Number of Employees by Organizational Level and Gender Jabatan Po ja Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Male Femal Male Female Male Female Komisaris Commisioner 1 1 1 1 1 1 Direktur Director 1 1 1 1 1 1 General Manager General Manager 5 - 1 1 2 4 Manager Menata 4 F 8 6 15 3 Eri Sibertsor 22 1 12 8 29 16 Specialist Specialist 35 1 16 10 38 12 Staff Staff 62 42 36 32 62 39 P pesad 318 14 311 4 303 53 Rating Rating 401 - 367 5 375 4 Total Saman 856 87 753 66 826 80 Nama Pemegang Saham dan Persentase Kepemilikan Saham Name of Shareholders and Percentage of Share Ownership Jumlah Saham Sa ena Number of Shares Percantaga - » Lembar IDR Percentage Shareholder Name naa PT Kreasi Cipta Timur 6.104.700.000 610.470.000.000.000 82,36Y2 Tan Christian Taniputra 189.000.000 18.900.000.000 2,55Yo Eka Taniputa 6.300.000 630.000.000 0,095 Masyarakat 1.112.000.000 111.200.000.000 15,0090 PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 42
Page 53 OCR 0.911
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk 43 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report Area Operasional ELPI Domestik OPERATIONAL OFFICE Sanipah SHIPYARD & MAINTENANCE FACILITY Samarinda BRANCH OFFICE Balikpapan ' Natuna 2 OSES Project WMO dan Kangean Project BRANCH OFFICE Jakarta HEAD OFFICE & SHIPYARD Surabaya
Page 54 OCR 0.760
hp | mSpE| & OPERATIONAL OFFICE Sorong Obi Island “ OR ( Baturube & Luwuk Project OPERATIONAL OFFICE & - BRANCH OFFICE Ambon 5 MAINTENANCE FACILITY Varita - Bintuni PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 44
Page 55 OCR 0.894
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk 45 tan 2025 Sustainability Re Area Operasional ELPI Internasional - Malaysia OPERATIONAL Kemaman Project NKA ENERGY BHD East Malaysia Affiliated Entity BRANCH OFFICE & :. MAINTENANCE FACILITY Miri HEAD OFFICE - KAZO MARINE SDN BHD Kuala Lumpur - Malaysia OPERATIONAL Sabah Project OPERATIONAL Sarawak Project
Page 56 OCR 0.798
hp || SpE | & Area Operasional ELPI Internasional - Middle East & Indoa OPERATIONAL Sharjah United Arab Emirates OPERATIONAL Ras Tanura Project Saudi Arabia f 2 | PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk L6 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 57 OCR 0.915
4T tapo PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (eberlanjutan 2025 Sustainability Report Produk, Layanan, dan Kegiatan Usaha yang Dijalankan Prodi and business activi Cc sd Bidang usaha Perseroan bergerak di bidang pelayaran dengan fokus pada kapal penunjang kegiatan angkutan lepas pantai bagi industri minyak dan gas bumi. Perseroan menyediakan armada penunjang kegiatan angkutan bagi perusahaan-perusahaan minyak dan gas lepas pantai (offshore support vessel) untuk menunjang kegiatan logistik '— operasional perusahaan tersebut. Mayoritas armada Perseroan disewakan berdasarkan time charter dalam industri minyak dan gas. Klien utama adalah perusahaan-perusahaan minyak terkemuka yang beroperasi di Indonesia seperti Pertamina, BP, ExxonMobil, Shell, Petronas dan Kangean Energy. Hingga saat ini perseroan memiliki kurang lebih 115 Armada yang mampu menjawab kebutuhan klien di bidang offshore dengan berbagai jenis feet diantaranya adalah: “ Crewboat merupakan kapal fast crew boat / fast utility boat merupakan kapal penumpang yang mempunyai kecepatan tinggi dengan kapasitas penumpang maksimal Anchor Handling Tug and Supply (AHTS) adalah kapal multi fungsi untuk melakukan pekerjaan anchor handling, towing, dan supply cargo untuk aktivitas pengeboran lepas pantai. Platform Support Vessel (PSV) adalah kapal yang dirancang khusus untuk memasok platform minyak & gas lepas pantai. Kapal Utility dan kapal Anchor Handling Tug (AHT) adalah kapal khusus yang dirancang untuk memasok kebutuhan rig dan platform lepas pantai. Specialized Vessel dengan fungsi khusus yang digunakan — untuk mendukung aktivitas pengeboran lepas pantai. Lingkup Servis dan Operasional Perseroan saat ini mampu untuk melayani kebutuhan klien di seluruh wilayah Indonesia, yang saat ini tersebar pada area area Jawa, Papua, Kalimantan dan Maluku. Layanan dan kegiatan usaha yang dimiliki oleh Perseroan yaitu: dp srE & The Company's business is in shipping, focusing on vessels that support offshore transportation activities for the oil and gas industry, The Company provides a fleet to support transportation activities for offshore oil and gas companies (offshore support vessel) to support the operational logistics of these companies. The majority of the Company's fleet is leased on a time charter basis in the oil and gas industry. Its main clients are leading oil companies operating in Indonesia, such as Pertamina, BP, ExxonMobil, Shell, Petronas, and Kangean Energy. To date, the Company has approximately 115 vessels capable of meeting client needs in the offshore sector with various types of fleets, including: “ Acrewboat is a fast crew boat/fast utility boat, a passenger vessel with high speed and maximum passenger capacity. - Anchor Handling Tug and Supply (AHTS) is a multi-functional vessel for performing anchor handling, towing, and cargo supply for offshore drilling activities. - Platiorm Support Vessel (PSV) is a vessel specifically designed to supply offshore oil and gas platforms. “ Utility vessels and Anchor Handling Tugs (AHT) are specialized vessels designed to supply offshore rigs and platforms. " Specialized vessels with specific functions used to support offshore drilling activities. The Company's current scope of services and operations is capable of serving the needs of clients throughout Indonesia, which are currently spread across Java, Papua, Kalimantan, and Maluku. The Company's services and business activities include:
Page 58 OCR 0.913
“ Penyewaan Kapal » Dukungan Pekerjaan Lepas Pantai dan Pengeboran “ Logistik « Engineering, Procurement, and Construction (EPC) » Pelatihan dan Pengembangan Keanggotaan pada Asosiasi Membership in associations Perseroan saat ini tercatat sebagai anggota beberapa organisasi dan asosiasi profesi yang berhubungan dengan status sebagai Perusahaan Terbuka, lini bisnis, dan bidang usaha. Perseroan tidak melibatkan diri pada organisasi politik praktis dan /atau organisasi turunannya. Salah satu cara dalam rangka menuju going concern, Perseroan menjadi anggota pada asosiasi organisasi yaitu: 1.Indonesian National Associations (“INSA”) INSA merupakan organisasi sebagai wadah para pengusaha pelayaran yang didirikan pada tahun 1967. Perseroan sebagai shipping company yang mempunyai armada lebih dari 115 (entitas anak dan afiliasi) terlibat aktif dan sebagai anggota INSA. Salah satu tujuan Perseroan menjadi anggota INSA adalah untuk memberikan ide, saran, dan masukan untuk memberikan kontribusi bagi kemajuan bisnis kemaritiman secara menyeluruh. Hal tersebut sejalan dengan tujuan organisasi INSA yaitu: Shipsowner's 1. Turut aktif memperjuangkan terlaksananya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. 2. Mewujudkan sistem angkutan laut yang terpadu. 3. Mempersatukan dan mengembangkan potensi pelayaran niaga nasional untuk mencapai efisiensi yang semaksimal mungkin. 4. Mendorong dan memelihara penyediaan jasa-jasa terhadap pertumbuhan dan perkembangan perekonomian Indonesia, baik dalam negeri maupun luar negeri. hp | mSpE| & “ Vessel Chartering # Offshore and Drilling Support » Logistics « Engineering, Procurement, and Construction (EPC) # Training and Development The Company is currently registered as a member of several organizations and professional associations related to its status as a publicly listed company, line of business, and field of business. The Company does not involve itself in practical political organizations and/or their subsidiaries. As part of its efforts to become a going concern, the Company has become a member of the following associations: 1.Indonesian — National Association (“INSA”) INSA is an organization that serves as a forum for shipping — entrepreneurs, established in 1967. The Company, as a shipping company with a fleet of more than 115 vessels (subsidiaries and affiliates), is actively involved and is a member of INSA. One of the Company's objectives in becoming a member of INSA is to provide ideas, suggestions, and input to contribute to the overall advancement of the maritime business. This is in line with the objectives of the INSA organization, as follows: Shipowners' 1. Actively participating in the struggle to realize a just and prosperous society based on Pancasila and the 1945 Constitution. 2. Realizing an integrated sea transportation system. 3. Unite and develop the potential of national commercial shipping to achieve maximum efficiency. 4. Encourage and maintain the provision of services for the growth and development of the Indonesian economy, both domestically and abroad. PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 48
Page 59 OCR 0.933
49 PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk K an 2025 Sustainability F 5. Membantu memperbaiki posisi neraca pembayaran luar negeri Indonesia. 6. Memelihara kesatuan ekonomi negara nusantara Indonesia guna mengurangi ketergantungan ekonomi pada luar negeri dalam perdagangan melalui laut. Sejak tahun 2023, Perseroan melalui Direktur Utama terpilih menjadi Ketua Bidang Kapal Offshore untuk kepengurusan tahun 2023-2028. 5.Help improve Indonesia's balance of payments. 6.Maintain the economic unity of the Indonesian archipelago in order to reduce economic dependence on foreign countries in maritime trade. foreign Since 2023, the Company, through its President Director, has been elected as Chair of the Offshore Vessels Division for the 2023-2028 term. 2. Asosiasi Emiten Indonesia (“AEI”) AEI adalah organisasi yang beranggotakan Emiten Perusahaan Publik (“EPP”) dan emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Tujuan AEI adalah untuk meningkatkan peran Asosiasi Emiten Indonesia sebagai mitra Pemerintah dalam mewujudkan pasar modal yang transparan, efisien dan kredibel, serta membantu para emiten dalam menghadapi berbagai tantangan. Dalam organisasi AEI juga menjadi wadah EPP dalam memahami regulasi baru, mengembangkan strategi perusahaan publik, dan menerapkan praktik terbaik dalam tata kelola perusahaan oleh para ahli berpengalaman yang memahami seluk-beluk pasar modal. RE 2. Asosiasi Emiten Indonesia (“AEI”) AEI is an organization whose members are Public Company Issuers (“EPP”) and issuers listed on the Indonesia Stock Exchange. AEI's objective is to enhance the role of the Indonesian Issuers Association as aa partner of the Government in realizing a transparent, efficient, and credible capital market, as well as assisting issuers in facing various challenges. Within the AEI organization, it also serves as a forum for PCE to understand new regulations, develop public company strategies, and implement best practices in corporate governance by experienced experts who understand the ins and outs of the capital market.
Page 60 OCR 0.923
Keikutsertaan sebagai anggota sejak tahun 2022 pada AEI digunakan Perseroan untuk memberikan usulan terkait isu dan concern di bidang offshore pada peraturan OJK atau BEI yang mempunyai dampak secara langsung maupun — tidak — langsung — kepada Perseroan. Selain itu, AEI juga menjadi business matching bagi Perseroan dalam rangka menjalin opportunity dan ekspansi bisnis yang mana anggota AEI terdiri dari berbagai bidang usaha. .Ikatan Corporate Secretary Indonesia (ICSA”). ICSA merupakan organisasi bagi Corporate Secretary untuk Emiten Perusahaan Publik. ICSA merupakan mitra OJK, IDX, KSEI, KPEI, dan asosiasi profesional lainnya di pasar modal untuk mempromosikan tata kelola perusahaan yang baik di Indonesia. Tujuan didirikannya ICSA adalah untuk meningkatkan profesionalisme Corporate Secretary di Indonesia dan mendukung upaya pengembangan tata kelola perusahaan yang baik, melalui pengembangan pengetahuan dan keterampilan, pertukaran informasi, serta forum komunikasi antara Sekretaris Perusahaan, regulator, dan pemangku kepentingan lainnya. Perseroan berperan aktif di kepengurusan tahun 2024-2027 sebagai anggota bidang pengkajian melalui Corporate Secretary. hp | mSpE| & The Company has been a member of AEI since 2022 and uses this membership to provide suggestions related to issues and concerns in the offshore sector regarding OJK or IDX regulations that have a direct or indirect impact on the Company. In addition, AEI also serves as a business matching platform for the Company in order to establish opportunities and business expansion, as AEI members come from various business fields. 3.Indonesian Corporate Association (“ICSA”). ICSA is an organization for Corporate Secretaries of Public Companies. ICSA is a partner of OJK, IDX, KSEI, KPEI, and other professional associations in the capital market to promote good corporate governance in Indonesia. Secretary The purpose of establishing ICSA is to improve the professionalism of Corporate Secretaries in Indonesia and support efforts to develop good corporate governance through the development of knowledge — and skills, — information exchange, and communication forums between Corporate Secretaries, regulators, and other stakeholders. The Company plays an active role in the 2024-2027 management as a member of the assessment division through the Corporate Secretary. PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 50
Page 61 OCR 0.948
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk SI Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report Perubahan Emiten dan Perusahaan yang Bersifat Signifikan t changes in issuers and public Hingga per 31 Desember 2025, Perseroan tidak mengalami perubahan yang tempat kedudukan & domisili, struktur modal, bidang usaha, hingga susunan Direksi dan Komisaris tidak mengalami perubahan. Perubahan selama tahun buku 2025 adalah adanya penambahan entitas anak pada bulan Februari yaitu pembentukan entitas anak afiliasi Perseroan Terbatas PT ELPI Trans Cargo yang bergerak dibidang tug & barge atau drybulk. Selain itu, penyertaaan saham pada entitas anak tidak langsung mengalami perubahan dimana PT Samudra Luas Sejahtera Abadi per Juli 2025 telah melakukan penjualan dan pemindahan saham kepada Michael CD Thorion. Dengan penjualan dan pemindahan saham tersebut maka PT Unggul Maritim Indonesia bukan merupakan entitas dengan penyertaan tidak langsung Atas aksi korporasi tersebut telah disampaikan kepada publik sebagaimana berturut pada sistem peleporan elektronik pada tanggal 13 Februari dan 29 Juli 2025 As of December 31, 2025, the Company has not undergone any changes in its domicile, capital structure, business fields, or composition of the Board of Directors and Board of Commissioners. The change during fiscal year 2025 was the addition of a subsidiary in February, namely the establishment of a subsidiary affiliated with PT ELPI Trans Cargo, a limited liability company engaged in tug & barge or dry bulk operations. In addition, there has been no change in the shareholding in the indirect subsidiary, whereby PT Samudra Luas Sejahtera Abadi sold and transferred its shares to Michael CD Thorion in July 2025. With the sale and transfer of shares, PT Unggul Maritim Indonesia is no longer an indirect subsidiary. The corporate action has been disclosed to the public as reported in the electronic reporting system on February 13 and July 29, 2025.
Page 62
Page 63
Page 64 OCR 0.322
Ai SYOLIJHIG JO Jne me — Ea —— pan: Ta
Page 65
Page 66 OCR 0.919
“G8 | SRE | & € “Keberlanjutan merupakan proses panjang yang dibangun melalui kesadaran, cita-cita tulus, dan komitmen untuk menciptakan manfaat yang seimbang bagi Perseroan, lingkungan, dan masyarakat”. “Sustainability is a long process that is built through awareness, sincere aspirations, and a commitment to creating balanced benefits for the Company, the environment, and society.”
Page 67 OCR 0.931
57 PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report Para Pemegang Saham dan Kepentingan, Pemangku Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunia-Nya, Perseroan dapat menjalankan kegiatan usaha sepanjang periode pelaporan dengan tetap menjaga kesinambungan kinerja dan komitmen terhadap penerapan Keuangan Berkelanjutan. Direksi ' menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Para Pemegang Saham, Dewan Komisaris, mitra usaha, pelanggan, regulator, serta seluruh pemangku kepentingan atas dukungan dan kepercayaan yang terus diberikan kepada Perseroan. Dalam beberapa tahun terakhir, Perseroan beroperasi di tengah dinamika industri pelayaran yang dipengaruhi oleh fluktuasi perekonomian global, perubahan regulasi, perkembangan teknologi, serta meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan hidup dan sosial. Kondisi tersebut mendorong Perseroan untuk tidak hanya berfokus pada pencapaian kinerja keuangan, tetapi juga memastikan bahwa seluruh aktivitas usaha dijalankan secara bertanggung jawab, berkelanjutan, dan selaras dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Direksi meyakini bahwa penerapan Keuangan Berkelanjutan merupakan fondasi penting dalam menjaga ketahanan usaha Perseroan. Keberlanjutan tidak dipandang sebagai kewajiban semata, melainkan sebagai bagian integral dari strategi jangka panjang Perseroan untuk menciptakan nilai tambah yang berkesinambungan bagi Para Pemegang Saham serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan hidup dan masyarakat. Nilai Keberlanjutan Perseroan Perseroan menganut nilai keberlanjutan yang menempatkan keseimbangan antara kinerja ekonomi, kepedulian terhadap lingkungan hidup, serta tanggung jawab sosial sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Nilai-nilai tersebut — berkembang seiring — dengan perjalanan usaha Perseroan dan selaras dengan visi Perseroan untuk — menjadi perusahaan pelayaran nasional yang andal, berdaya saing, dan bertanggung jawab. To the EEsteemed Shareholders and Stakeholders, We praise and give thanks to God Almighty, for itis through His grace and blessings that the Company has been able to carry out its business activities throughout the reporting period while maintaining its performance and commitment to the implementation of Sustainable Finance. The Board of Directors would like to express its highest appreciation to the Shareholders, Board of Commissioners, business partners, customers, regulators, and all stakeholders for their continued support and trust in the Company. In recent years, the Company has operated amid the dynamics of the shipping industry, which has been affected by global economic fluctuations, regulatory changes, technological developments, and increased attention to environmental and social issues. These conditions have encouraged the Company to not only focus on achieving financial performance, but also to ensure that all business activities are carried out in a responsible, sustainable manner and in line with the principles of good corporate govemance. The Board of Directors believes that the implementation of Sustainable Finance is an important foundation in maintaining the Company's business resilience. Sustainability is not seen as an obligation, but as an integral part of the Company's long-term strategy to create sustainable added value for Shareholders and make a positive contribution to the environment and society. The Company's Sustainability Values The Company upholds sustainability values that emphasize a balanced integration of economic performance, environmental stewardship, and social responsibility as an inseparable whole. These values have evolved alongside the Company's business journey and are aligned with its vision to become a reliable, competitive, and responsible national shipping company.
Page 68 OCR 0.928
Pengembangan nilai keberlanjutan dilakukan melalui integrasi prinsip-prinsip keberlanjutan ke dalam kebijakan internal, strategi bisnis, serta proses pengambilan keputusan. Direksi bersama Dewan Komisaris secara berkala melakukan pembahasan dan persetujuan atas kebijakan strategis yang berkaitan dengan keberlanjutan, termasuk penguatan tata kelola, manajemen risiko, serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Perseroan Respon Keuangan Berkelanjutan terhadap Isu Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor pelayaran, Perseroan menghadapi berbagai isu keberlanjutan, antara lain efisiensi penggunaan energi, pengelolaan emisi dan limbah Operasional, keselamatan dan kesehatan kerja, serta pengembangan sumber daya manusia. Perseroan juga mencermati potensi risiko dan peluang yang timbul dari perubahan regulasi dan tuntutan pasar terhadap praktik usaha yang berkelanjutan. Dalam merespon isu-isu tersebut, Perseroan telah melakukan berbagai langkah, antara lain peningkatan efisiensi operasional armada, penerapan prosedur keselamatan dan lingkungan yang lebih ketat, serta penguatan sistem pengendalian internal. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan hidup dan sosial, sekaligus menjaga keberlangsungan usaha Perseroan. Perseroan melalui entitas anak dan afiliasi memberikan perhatian khusus dalam upaya-upaya pengurangan emisi karbon dan konsumsi bahan bakar dalam bentuk research & development. Salah satu proyek Perseroan dalam upaya pengurangan emisi karbon, Converter Diesel-Dual Fuel telah dapat diluncurkan pada tahun 2024 dan menjadi rintisan teknologi dalam upaya menuju Net Zero Emissions yang dicanangkan oleh IMO maupun Indonesia. “G8 | SRE | & The development of sustainability values is carried out through the integration of sustainability principles into internal policies, business strategies, and decision-making processes. The Board of Directors, together with the Board of Commissioners, regulariy discusses and approves strategic policies related to sustainability, including the strengthening of corporate governance, risk management, and compliance with applicable laws and regulations. The Company's Response to Sustainable Finance Issues As a company operating in the shipping sector, the Company faces various sustainability-related issues, including energy efficiency, the management of emissions and Operational waste, occupational health and safety, and human capital development. The Company also carefully considers potential risks and opportunities arising from regulatory changes and increasing market demands for sustainable business practices. In response to these issues, the Company has undertaken various initiatives, — including improving — fleet operational — efficiency, implementing stricter safety and environmental procedures, and strengthening its internal control systems. These measures are expected to minimize negative environmental and social impacts while ensuring the long-term sustainability of the Company's business. The Company, through its subsidiaries and affiliates, pays special attention to efforts to reduce carbon emissions and fuel consumption in the form of research and development. One of the Company's projects in its efforts to reduce carbon 'emissions, the Diesel-Dual Fuel Converter, was launched in 2024 and has become a technological pioneer in the efforts towards Net Zero Emissions as announced by the IMO and Indonesia. PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 S abilit
Page 69 OCR 0.932
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sus lity Report Komitmen Pimpinan terhadap Keuangan Berkelanjutan Direksi berkomitmen penuh dalam mendorong penerapan Keuangan Berkelanjutan di seluruh lini organisasi. Komitmen tersebut tercermin dalam penetapan kebijakan, pengawasan pelaksanaan program keberlanjutan, serta pengintegrasian aspek keberlanjutan ke dalam strategi bisnis dan perencanaan jangka panjang Perseroan. Direksi juga memastikan bahwa prinsip keberlanjutan dipahami dan diterapkan oleh seluruh karyawan melalui komunikasi internal, pelatihan, serta penerapan budaya kerja yang menjunjung tinggi keselamatan, kepatuhan, dan tanggung jawab. Kami menyadari bahwa sustainability perlu komitmen secara penuh dalam implementasinya, untuk itulah kami telah memberikan pendelegasian wewenang terkait penanggung jawab penerapan keuangan berkelanjutan kepada departemen Corporate Secretary guna menyusun, merealisasikan, memonitoring, — dan mengevaluasi atas pelaksanaan kerangka ESG Perseroan. Selain itu, juga dibentuk Komite ESG yang diketuai oleh Corporate Secretary untuk menjangkau entitas afiliasi agar membantu mengimplementasikan komitmen Keuangan Berkelanjutan. Dalam mencapai tujuan penerapan keuangan berkelanjutan juga telah didetailkan tujuan setiap tahun dalam bentuk kerangka, material topik, material matrix, dan roadmap yang berlaku untuk entitas anak dan afiliasi. Corporate Secretary dan Komite ESG wajib memberikan laporan kepada Direksi dan Dewan Komisaris terkait rekomendasi, monitoring dan evaluasi setiap tahunnya serta memastikan pelaksanaan ESG secara transparan dan akuntabel, termasuk pelaporannya kepada regulator dan pemangku kepentingan. hp » spE & Management Commitment to Sustainable Finance The Board of Directors are fully committed to promoting the implementation of Sustainable Finance across all lines of the organization. This commitment is reflected in the establishment of policies, supervision of sustainability program implementation, and integration of sustainability aspects into the Company's business strategy and long-term planning. The Board of Directors also ensures that sustainability principles are understood and applied by all employees through internal communication, training, and the implementation of a work culture that upholds safety, compliance, and responsibility. We realize that sustainability reguires full commitment in its implementation. Therefore, we have delegated authority related to the responsibility for implementing sustainable finance to the Corporate Secretary department to formulate, realize, monitor, and evaluate the implementation of the Company's ESG framework. In addition, an ESG Committee chaired by the Corporate Secretary has been formed to reach out to affiliated entities to assist in implementing the Sustainable Finance commitment. In order to achieve the objectives of sustainable finance implementation, annual objectives have also been detailed in the form of a framework, material topics, a material matrix, and a roadmap that applies to subsidiaries and @ffiliates. The Corporate Secretary and ESG Committee are reguired to report to the Board of Directors and Board of Commissioners on recommendations, monitoring, and evaluation each year and ensure the transparent and accountable implementation of ESG, including reporting to regulators and stakeholders.
Page 70 OCR 0.919
KD.tt Pencapaian Kinerja Keberlanjutan Sepanjang periode pelaporan, Perseroan mencatat berbagai capaian dalam penerapan Keuangan Berkelanjutan, baik dari aspek ekonomi, lingkungan hidup, maupun sosial. Dari aspek ekonomi, Perseroan berupaya menjaga kinerja usaha yang sehat dan berkelanjutan. Dari aspek lingkungan hidup, Perseroan melakukan upaya efisiensi energi dan pengelolaan limbah operasional. Dari aspek sosial, Perseroan terus — meningkatkan penerapan keselamatan kerja serta pengembangan kompetensi karyawan. Perseroan telah melakuan research & development dalam rangka pengurangan emisi karbon salah satunya adalah dengan membangun Diesel-Dual Fuel yaitu program yang menggunakan mesin diesel dengan berbahan bakar ganda sehingga kapal dapat bekerja dengan bahan bakar gas (LNG) dan diesel secara bersamaan. Dengan adanya teknologi ini kapal mampu melakukan penghematan energi fuel antara # 8096. Hal ini tentunya akan memberikan penurunan emisi yang cukup fantastis dan efisien. Pada tahun ini, Perseroan juga melakukan research & development dan tahap pembangunan kapal Multicat. Kapal Multicat merupakan gabungan dari 4 fungsi kapal yaitu fire boat, watch dog, towing vessel, dan AHTS vessel yang mana dapat menurunkan konsumsi bahan bakar & 44X dan penurunan emisi karbon £ 39,0172. Dengan 2 inovasi tersebut, Perseroan berharap adanya peran dan partisipasi dari Pemerintah dan regulator untuk memberikan porsi dan kewajiban — kepada Kontraktor — Kontrak Kerjasama (“K3S”) untuk mulai menggunakan kapal dengan teknologi Diesel Dual Fuel atau Multicat yang akan memberikan manfaat bagi lingkungan dan keuangan dalam charter rate. Dalam hal inovasi yang dilakukan, melalui entitas afiliasi, Perseroan memiliki Hak paten atas “Lambung Tambahan pada Haluan Kapal Cepat yang Disempurnakan”. Dengan tambahan hull pada kapal crewboat memberikan optimalisasi atas kecepatan kapal sehingga terdapat efisiensi penggunaan bahan bakar. app | “ut SRE| & Sustainability Achievements Performance Throughout the reporting period, the Company recorded various achievements in the implementation of Sustainable Finance, both from economic, environmental, and social aspects. From an economic perspective, the Company strives to maintain healthy and sustainable business performance. From an environmental perspective, the Company has made efforts to improve energy efficiency and manage operational waste. From a social perspective, the Company continues to improve the implementation of occupational safety and the development of employee competencies. The Company has conducted research and development in order to reduce carbon emissions, one of which is by building Diesel-Dual Fuel, a program that uses diesel engines with dual fuel so that ships can run on gas (LNG) and diesel fuel simultaneously. With this technology, ships are able to save fuel energy by & 806. This will certainly result in a fantastic and efficient reduction in emissions. This year, the Company also conducted research and development and began construction of a Multicat vessel. The Multicat vessel combines four functions: fire boat, watch dog, towing vessel, and AHTS vessel, which can reduce fuel consumption by & 4446 and carbon emissions by & 39.017. With these two innovations, the Company hopes that the Government and regulators will play a role and participate in providing guotas and obligations to Cooperation Contract Contractors (“K3S”) to start using ships with Diesel Dual Fuel or Multicat technology, which will provide environmental and financial benefits in charter rates. In terms of innovation, through its affiliated entities, the Company holds a patent for “Additional Hull on an Improved Fast Ship Bow”. The addition of a hull to crewboats optimizes ship speed, resulting in fuel efficiency. PT Pelayaran Nasional Ekalya P Laporan Keberlanjutan 2025
Page 71 OCR 0.926
s1 PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report Exxonmobil Ruby Award 2024 dan Anugerah ESG 2025 dengan tema Navigating ESG in Global Economy Uncertainty — sebagai Inspirational Women Leaders adalah persembahan kami untuk para kru kapal di offshore yang telah menunjukkan dedikasinya sehingga mendapatkan penghargaan terkait fast respons dalam situasi kritis saat terjadi kerusakan pada kapal utama milik klien, sehingga operasi lifting tetap berjalan tanpa gangguan dan dapat menghindari potensi penurunan produksi. Kegigihan dan kapabilitas dari female crew saat bertugas menjadikan kaum hawa sebagai sosok yang mampu dan sejajar dengan kaum pria. Perseroam memberikan panggung untuk kaum hawa dan merealisasikannya dalam destination — statement dan framework ESG-Gender Eguality untuk memberikan porsi lebih dan tanggung jawab serta kepercayaan kepada kaum hawa untuk menjadi leader di manajemen baik offshore maupun onshore berdasarkan kompetensi, komitmen, dan integritas, bukan gendernya dan saat ini telah terdapat 44Yo female manager dan 5,29Y6 female crew. Tantangan dalam Keuangan Berkelanjutan Penerapan Direksi menyadari bahwa penerapan Keuangan Berkelanjutan menghadapi berbagai tantangan, antara lain kebutuhan investasi untuk peningkatan teknologi ramah lingkungan, adaptasi terhadap regulasi yang terus berkembang, serta peningkatan kesadaran dan kompetensi sumber daya manusia. Tantangan tersebut menjadi perhatian Perseroan dalam menetapkan target jangka pendek, menengah, dan panjang. Perseroan juga mengharapkan adanya regulasi yang memberikan insentif bagi usaha-usaha dan rintisan teknologi yang ditujukan untuk keberlanjutan baik dalam bentuk research maupun dalam aplikasinya. Selain itu, perlu adanya regulasi yang mewajibkan secara bertahap untuk penggunaan kapal dengan teknologi ramah lingkungan sehingga terjadi simbiosis mutualisme antara rintisan teknologi dengan end-user atau teknologi dapat diberdayagunakan. hp sp & The Exxonmobil Ruby Award 2024 and ESG Award 2025 with the theme Navigating ESG in Global Economy Uncertainty as Inspirational Women Leaders are our tribute to the offshore ship crews who have shown their dedication and received awards for their fast response in critical situations when damage occurred to the clients main ship, so that lifting operations continued without interruption and potential production declines were avoided. The persistence and capabilities of female crew members on duty make women capable and egual to men. Perseroam provides a platform for women and realizes this in its destination statement and ESG-Gender Eguality framework to give women more opportunities, responsibilities, and trust to become leaders in both offshore and onshore management based on their competence, commitment, and integrity, not their gender. Currentiy, 4476 of managers and 5.296 of crew members are women. Challenges in Sustainable Finance Implementing The Board of Directors recognizes that the implementation of Sustainable Finance faces various challenges, including the need for investment in — environmentally friendly technology upgrades, adaptation to evolving regulations, and increased awareness and competence of human resources. These challenges are taken into account by the Company in setting its short, medium, and long-term targets. The Company also expects regulations that provide incentives for businesses and technological initiatives aimed at sustainability, both in terms of research and application. In addition, there is a need for regulations that gradually reguire the use of ships with environmentally friendly technology so that there is mutual symbiosis between technological initiatives and end-users, or so that the technology can be utilized.
Page 72 OCR 0.936
Penerapan Keuangan Berkelanjutan dan Strategi ke Depan Perseroan secara bertahap menerapkan Keuangan Berkelanjutan melalui penetapan target kinerja, pemantauan capaian, serta evaluasi berkelanjutan. Dalam pengelolaan risiko, Perseroan mengidentifikasi risiko ekonomi, lingkungan, dan sosial yang berpotensi mempengaruhi keberlangsungan usaha, serta menetapkan langkah mitigasi yang sesuai. Perseroan juga memanfaatkan peluang usaha yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan, termasuk pengembangan armada, diversifikasi layanan, serta ekspansi pasar. Selain itu, Perseroan mencermati faktor eksternal seperti kondisi ekonomi global, isu lingkungan, dan dinamika sosial yang dapat mempengaruhi keberlanjutan usaha. Direksi optimistis bahwa dengan komitmen yang kuat, tata kelola yang baik, dan bisnis yang dibangun dengan keberlanjutan bagi lingkungan dan masyarakat sekitar, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan, Perseroan dapat terus meningkatkan kinerja Keuangan Berkelanjutan dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang yang selaras dengan prinsip keberlanjutan, Perseroan juga tengah menjalankan diversifikasi di bidang dry bulk melalui entitas anak PT Samudra Luas Sejahtera Abadi, PT ELPI Nusantara Armada, dan PT ELPI Trans Cargo. Ketiga entitas anak dan afiliasi dibentuk dan ditujukan untuk memperkuat pangsa pasar transporter kargo curah kering sehingga kedepannya akan menjadi tambahan pendapatan di luar bidang offshore. Pengembangan armada — untuk — proyek Perseroan tidak hanya ditujukan untuk memastikan kepastian layanan dan visibilitas pendapatan jangka panjang, tetapi juga menjadi sarana implementasi nyata komitmen ESG Perseroan. Dari aspek lingkungan, armada dirancang dengan memperhatikan efisiensi energi, pengendalian emisi, serta pencegahan insiden pencemaran laut. app | “ut SRE| & Implementation of Sustainable Finance and Future Strategy The Company is gradually implementing Sustainable Finance through the setting of performance targets, monitoring of achievements, and continuous evaluation. In risk management, the Company identifies economic, environmental, and social risks that could potentially affect business continuity and establishes appropriate mitigation measures. The Company also takes advantage of business opportunities that are in line with sustainability principles, including fleet development, service diversification, and market expansion. In addition, the Company pays close attention to external factors such as global economic conditions, environmental issues, and social dynamics that may affect business sustainability. The Board of Directors is optimistic that with strong commitment, good governance, and a business built on sustainability for the environment and surrounding communities, as well as the support of all stakeholders, the Company can continue to improve its Sustainable Finance performance and create long-term value for all stakeholders. As part of a long-term growth strategy aligned with sustainability principles, the Company is also diversifying into the dry bulk sector through its subsidiaries PT Samudra Luas Sejahtera Abadi, PT ELPI Nusantara Armada, and PT ELPI Trans Cargo. These three subsidiaries and affiliates were established with the aim of strengthening the dry bulk cargo transporter market share, which will generate additional revenue outside the offshore sector in the future. The development of the Company's fleet is not only intended to ensure service certainty and long-term revenue visibility, but also serves as a means of implementing the Company's ESG commitments. From an environmental perspective, the fleet is designed with energy efficiency, emission control, and prevention of marine pollution incidents in mind. PT Pelayaran Nasional Ekalya P Laporan Keberlanjutan 2025
Page 73 OCR 0.924
63 PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report Dari aspek sosial, proyek ini mendorong penciptaan lapangan kerja, peningkatan kompetensi pelaut dan kru nasional, serta penerapan standar — keselamatan — dan kesehatan kerja yang tinggi. Sementara dari aspek tata kelola, proyek dijalankan dengan prinsip integritas, kepatuhan — terhadap peraturan, serta sistem pengawasan dan manajemen risiko yang terstruktur. Setiap keikutsertaan Perseroan dalam proyek menjadi tonggak penting yang memperkuat kontribusi Perseroan dalam mendukung ketahanan energi nasional — sekaligus menegaskan arah transformasi Perseroan menuju perusahaan pelayaran nasional berkelas dunia yang menjunjung tinggi nilai keberlanjutan dan penciptaan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya. Perseroan akan selalu berusaha dan pasti akan memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitar karena sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya Apreasiasi setinggi-tingginya kepada STRONG People yang telah bersama-sama menyongsong dan mewujudkan kerangka ESG 2026-2030. Let's Stronger with ELPI. Eka Taniputra Direktur Utama President Director From a social perspective, this project encourages job creation, improves the competence of national sailors and crews, and implements high standards of occupational safety and health. Meanwhile, from a@ governance perspective, the project is carried out with principles of integrity, regulatory compliance, and a structured risk management and monitoring system. Each of the Company's participations in the project is an important milestone that strengthens the Company's contribution in supporting national energy security while affiming the Company's transformation towards becoming a world-class national shipping company that upholds the values of sustainability and long-term value creation for shareholders and other stakeholders. The company will always strive and certainly provide benefits to the environment and surrounding communities because the best human beings are those who are most beneficial to others. Our highest appreciation goes to STRONG People who have worked together to welcome and realize the 2026-2030 ESG framework. Let's be stronger with ELPI.
Page 74 OCR 0.683
y BIIS Numon V Madrrrrization t SFRONG standard e mest STRONG standard agonrent £ yg naa "pT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk I (itaporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 75
Page 76
Page 77 OCR 0.915
67 PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report Penanggung Jawab Penerapan Keuangan Berkelanjutan Person in Charge of Sustain: ty Aspects Implementing Hingga tahun 2025, Direksi terus menyusun rencana keberlanjutan Perseroan serta mengimplementasikan berbagai kebijakan dan inisiatif — lingkungan. — Dalam menjaga kesinambungan usaha, manajemen memastikan bahwa aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (“ESG”) terintegrasi dalam aktivitas operasional sehari-hari. Selain itu, Direksi bersama manajemen telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk pengembangan keberlanjutan di masa mendatang. Direksi telah mendelegasikan kewenangan terkait penanggung jawab penerapan keuangan berkelanjutan kepada departemen Corporate Secretary guna menyusun, merealisasikan, memonitoring, — dan mengevaluasi atas pelaksanaan kerangka ESG Perseroan. Selain itu, juga dibentuk Komite ESG yang diketuai oleh Corporate Secretary untuk menjangkau entitas afiliasi agar membantu mengimplementasikan komitmen Keuangan Berkelanjutan. Dalam mencapai tujuan penerapan keuangan berkelanjutan juga telah didetailkan tujuan setiap tahun dalam bentuk kerangka, material topik, material matrix, dan roadmap yang berlaku untuk entitas anak dan afiliasi. Corporate Secretary dan Komite ESG wajib memberikan laporan kepada Direksi dan Dewan Komisaris terkait rekomendasi, monitoring dan evaluasi setiap tahunnya serta memastikan pelaksanaan ESG secara transparan — dan — akuntabel, — termasuk pelaporannya kepada regulator dan pemangku kepentingan. hp W& sp & Until 2025, the Board of Directors will continue to develop the Company's sustainability plans and implement various environmental policies and initiatives. In maintaining business continuity, management ensures — that environmental, social, and governance (“ESC”) aspects are integrated into daily operational activities. In addition, the Board of Directors and management have prepared strategic steps for future sustainability development. The Board of Directors has delegated authority related to the implementation of sustainable finance to the Corporate Secretary department to prepare, realize, monitor, and evaluate the implementation of the Companys ESG framework. In addition, an ESG Committee chaired by the Corporate Secretary has been formed to reach out to affiliated entities to assist in implementing the Sustainable Finance commitment. In achieving the objectives of sustainable finance implementation, annual targets have also been detailed in the form of a framework, material topics, a material matrix, and a roadmap applicable to subsidiaries and @ffiliates. The Corporate Secretary and ESG Committee are reguired to report to the Board of Directors and Board of Commissioners on recommendations, monitoring, and evaluation each year and ensure the transparent and
Page 78 OCR 0.924
Penanggung Jawab Penerapan Keuangan Berkelanjutan Risk A t on the Implementation of Corporate Secretary sebagai penanggung jawab utama dengan dibantu Komite ESG dalam penerapan keberlanjutan — yang mendapatkan pendelegasian dari Direksi untuk membuat kerangka Environmental, Social, and Governance (“ESG”) sebagai tujuan Perseroan dalam rangka mendukung program pemerintah, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (“TPB”) dan Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia (“TKBI”). Pada tahun ini Corporate Secretary membuat kerangka, material topik, material matrix, dan roadmap Perseroan untuk tahun 2026-2030 dan telah mensosialisasikannya kepada departemen terkait sebagai Key Performance Indicator (“KPI”) masing-masing departemen. Sebagai penanggung jawab penerapan keberlanjutan dan dalam rangka peningkatan serta updating perkembangan bisnis berkelanjutan di dunia Indonesia dan dunia Internasional, Corporate Secretary mengikuti beberapa pelatihan terkait ESG, di antaranya: 1.ESG Disclosure: Peran Corporate Secretary dalam Penyampaian ESG Metrics melalui SPE-IDXnet 2. Peran Perusahaan Publik dalam Keuangan Berkelanjutan: Memahami Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia Versi 2 3. Menavigasi Tantangan ESG melalui Penguatan Kebijakan Good Corporate Governance 4. Langkah Awal Inisiatif ESG: Perusahaan dalam — Membangun Panduan — Praktis 5. Advancing Corporate Environmental Initiatives through — Natural Climate Solutions 6. Workshop “From Policy to Practice: Embedding ESG into Business Strategy" 7.“A Risk-Based Approach to ESG: Building Resilient, Responsible Businesses" The Corporate Secretary, as the main responsible person assisted by the ESG Committee, is delegated by the Board of Directors to develop an Environmental, Social, and Governance (“ESG”) framework as the Company's objective in supporting government programs, Sustainable Development Goals (SDGs'), and the Indonesian Taxonomy for Sustainable Finance (“TKB”). This year, the Corporate Secretary developed the framework, material topics, material matrix, and roadmap for the Company for 2026-2030 and has disseminated it to the relevant departments as Key Performance Indicators (“KPI”) for each department. As the person responsible for implementing sustainability and in order to improve and update sustainable business developments in Indonesia and internationally, the Corporate Secretary participates in several ESG-related training courses, including: 1. ESG Disclosure: The Role of the Corporate Secretary in Communicating ESG Metrics through SPE-IDXnet 2. The Role of Public Companies in Sustainable Finance: Understanding the Taxonomy for Indonesian Sustainable Finance Version 2 3. Navigating ES& Challenges through Strengthening Good Corporate Governance Policies 4. First Steps in Building ESG Initiatives: A Practical Guide for Companies 5. Advancing Corporate Environmental Initiatives through Natural Climate Solutions 6. Workshop “From Policy to Practice: Embedding ESG into Business Strategy" 7.“A Risk-Based Approach to ESG: Building Resilient, Responsible Businesses" PT Pelayaran Nasional Ekalya P Laporan Keberlanjutan 2025 Su
Page 79 OCR 0.922
69 PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 8. Webinar "From Policy to Impact: Best Practice in ESG Journey" 9. Webinar “Empowering Communities, Strengthening Sustainability" 10. Webinar — “From Compliance to Confidence: Redefining ACGS through ESG and Digital Governance” Perkembangan penerapan ESG di tingkat internasional digunakan sebagai benchmark bagi Corporate Secretary dan Perseroan dalam melakukan monitoring dan evaluasi penerapan ESG Perseroan. Hasil evaluasi tersebut, termasuk alasan apabila target belum tercapai, disampaikan kepada Direksi dengan pengawasan Dewan Komisaris sebagai bahan pertimbangan dalam pelaksanaan strategi, pencapaian tujuan korporasi, mitigasi risiko, serta pengambilan keputusan Perseroan guna meningkatkan praktik keberlanjutan. CD CD Penilaian Risiko atas Keuangan Berkelanjutan Penerapan Risk Assessment on the Implementation of Sustainable e Penerapan atas penilaian risiko dari operasional — dalam rangka — penerapan keuangan berkelanjutan di Perseroan dilakukan dalam bentuk pengawasan pada masing-masing unit kerja secara mandiri berdasarkan kebijakan pada kode etik dan perilaku antara lain etika bisnis, etika kerja, benturan kepentingan, anti pencucian uang, Sistem Manajemen Anti Penyuapan (“SMAP”) & Anti-Bribery and Corruption (“ABC”), serta Pakta Integritas yang dapat diakses pada website Perseroan atau terdapat pada tautan https://elpi.co.id/documents/pedoman-kode-etik -dan-perilaku/view/pedoman-kode-etik-dan-peri laku Atas kebijakan tersebut menjadi pondasi bagi seluruh unit kerja sehingga menjadi self reminder dan awamess bahwa pengawasan pengelolaan, dan penilaian risiko bukan hanya menjadi tanggung jawab Direksi, Dewan Komisaris, Corporate Secretary, dan Komite Audit sebagai pembuat kebijakan Good Corporate Governance (“GCG”). hp sp & 8. Webinar “From Policy to Impact: Best Practice in ESG Journey” 9. Webinar “Empowering Communities, Strengthening Sustainability" 10.Webinar — “From Compliance to Confidence: Redefining ACGS through ESG and Digital Governance” The development of ESG implementation at the international level is used as a benchmark for Corporate Secretaries and Companies in monitoring and evaluating the Company's ESG implementation. The results of the evaluation, including the reasons if the targets have not been achieved, are submitted to the Board of Directors under the supervision of the Board of Commissioners as material for consideration in the implementation of strategies, achievement of corporate goals, risk mitigation, and decision-making by the Company to improve sustainability practices. The implementation of operational risk assessment in the context of sustainable finance at the Company is carried out in the form of independent supervision of each work unit based on policies in the code of ethics and conduct, including business ethics, work ethics, conflicts of interest, anti-money laundering, Anti-Bribery Management System (“ABMS”) & Anti-Corruption (“ABC”), as well as the Integrity Pact, which can be accessed on the Company's website or found at the link https://elpi.co.id/documents/pedoman-kode-etik -dan-perilaku/view/pedoman-kode-etik-dan-peri laku This regulation serves as a foundation for all work units, acting as a self-reminder and awareness that management oversight and risk assessment are not only the responsibility of the Board of Directors, Board of Commissioners, Corporate Secretary, and Audit Committee as the makers of Good Corporate Governance (“GCG”) policies.
Page 80 OCR 0.904
Fungsi pengelolaan dan penilaian risiko juga dilakukan oleh Corporate Secretary, Komite Audit, dan Komisaris Independen sebagai Ketua Komite Audit yang diimplementasikan dalam rapat berkala membahas berbagai hal di antaranya kerangka ESG, penunjukan Akuntan Publik & Kantor Akuntan Publik, Rencana Kerja & Anggaran Perseroan, review kinerja Perseroan, hingga pengawasan dan penerapan GCG. Meskipun Perseroan belum memiliki unit khusus yang bertanggung jawab secara tersendiri dalam pengelolaan risiko, fungsi tersebut tetap dijalankan secara terintegrasi dalam struktur dan proses kerja Perseroan. Perseroan memiliki komitmen yang kuat dalam pengelolaan dan penilaian risiko, yang diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi dan kampanye SMAP secara rutin kepada seluruh jajaran Perseroan maupun para pemangku kepentingan. Ke depan, Perseroan akan memperkuat komitmen tersebut secara nyata dengan melaksanakan penilaian oleh pihak ketiga terhadap penerapan SMAP di lingkungan Perseroan. Kolusi dan nepotisme (ADC) Penyimpangan GCG & Coc Benturan kepentingan Benyalangunaan 'ang/kekuasaan petanggaran lainnya yang 'enaganggu keamanan dan yamanan di tempat kerja BILA MENJUMPAI/MELIHAT/MENGALAMI pneprit@pnep.co.id DR | Hertoreecornen.coid app | “ut SRE| & Risk management and assessment functions are also carried out by the Corporate Secretary, Audit Committee, — and — Independent Commissioners as Chair of the Audit Committee, which are implemented in periodic meetings to discuss various matters, including the ESG framework, the appointment of Public Accountants & Public Accounting Firms, the Company's Work Plan & Budget, review of the Company's performance, and supervision and implementation of GCG. Although the Company does not yet have a specific unit responsible for risk management, this function is still carried out in an integrated manner within the Company's structure and work processes. The Company has a strong commitment to risk management and assessment, which is manifested through regular SMAP socialization and campaign activities for all Company personnel and stakeholders. Going forward, the Company will strengthen this commitment by conducting third-party assessments of SMAP implementation within the Company. DEAR PNEPRIT. PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Laporan Keberlanjutan 2025 Su: ility Re
Page 81 OCR 0.937
yA! PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report Hubungan dengan Pemangku Kepentingan Relationships with Stakeholders Sebagai Emiten Perusahaan Publik (“EPP”) yang berdomisili di Surabaya, pemangku kepentingan sesungguhnya bukan hanya masyarakat Surabaya dan sekitarnya, namun pemegang saham dan pemangku kepentingan Perseroan adalah seluruh warga negara Indonesia bahkan termasuk warga negara asing. Pemegang saham dan pemangku kepentingan secara tidak langsung menjadi pengawas Perseroan dalam menjalankan praktik Good Corporate Governance (“GCG”) dan kepatuhan terhadap peraturan di pasar modal. Hal tersebut menjadi salah satu pertimbangan yang mewajibkan Perseroan untuk melakukan identifikasi terkait keterlibatan pemangku kepentingan meliputi harapan & keinginan, dan tujuan, serta bagaimana cara Perseroan untuk mengakomodir dan melibatkan para pemangku kepentingan. Perseroan yakin dengan melibatkan pemangku kepentingan, segala operasional dan tujuan yang menjadi roadmap bisnis akan dapat terwujud karena mendapatkan support system dari pemangku kepentingan baik dalam negeri untuk kepentingan diversifikasi dan luar negeri dalam usaha menuju ekspansi bisnis. Support system secara regulator yang memberikan dukungan bagi iklim investasi dapat dibangun melalui keterlibatan dan hubungan antara pemangku kepentingan yaitu, seli-regulatory organization (BEI, KSEI, KPEI), pemerintah, organisasi, asosiasi, profesi, media, dan masyarakat serta dunia pendidikan. Untuk itu, Perseroan merasa perlu untuk melibatkan pemangku kepentingan dalam segala aktivitas dan operasional dalam berbagai macam bentuk pelibatan, tujuan, topik, dan metode pelibatan sebagaimana dijelaskan di bawah ini hp sp & As a Public Company Issuer (“EPP”) domiciled in Surabaya, the actual stakeholders are not only the people of Surabaya and its surrounding areas, but the shareholders and stakeholders of the Company are all Indonesian citizens, including foreign nationals. Shareholders and stakeholders indirectly supervise the Company in implementing Good Corporate Governance (“GCG”) practices and compliance with capital market regulations. This is one of the considerations that reguire the Company to identify stakeholder involvement, including their expectations, desires, and objectives, as well as how the Company can accommodate and involve stakeholders. The Company believes that by invloving stakeholders, all operations and objectives outlined in the businness roadmap can be realized thanks to the support system provided by domestic stakeholders for diversification purposes and foreign stakeholders for business expansion efforts. A regulatory support system that fosters a favorable investment climate can be developed through engagement and relationships between stakeholders, namely self-regulatory organizations (IDX, KSEI, KPEI), the government, organizations, associations, professions, the media, the public, and the education sector. To that end, the Company feels it is necessary to involve stakeholders in all activities and operations in various forms of engagement, objectives, topics, and methods of engagement as described below.
Page 82 OCR 0.884
STRONG People (Karyawan Perseroan) STRONG People (Employees of the Company) Tujuan Pelibatan Rasa memiliki dan peningkatan kinerja Perseroan di internal termasuk penyelarasan dan pemahaman dengan strategi, kebijakan, serta nilai Perseroan. Asense of belonging and improved performance of the Company internally, including alignment and understanding of the Company's strategies, policies, and values. opik dar Harapan Arah dan target jagemer « Townhall meeting kinerja Perseroan « Forum Kebijakan internal — peningkatan dan tata kelola Lingkungan kerja yang menjamin keamanan, kesehatan, dan " Kinerja » Outbond karyawan Bulan K3 keselamatan kerja Pengembangan kompetensi karyawan Direction and “ Town hall performance meeting targets of the » Improvement Company forum Internal policies » Training and governance performance Safe and » Employee conducive outbound working " K3 Month environment Employee competency development pelatihan/training | | SRE | & Minimal satu tahun sekali untuk townhall, outbond, dan bulan K3 Pelatihan/training need analyst berdasarkan kebutuhan masing-masing departemen Town hall meetings, outbound activities, and K3 month at least once ayear Training/training needs analysis based on the needs of each department Pemegang Saham dan Investor Meningkatkan nilai, kepercayaan, dan branding Perseroan pada publik dengan transparansi dan akuntabilitas Kinerja keuangan - Rapat Umum dan operasiona Perseroan Pembagian dividen Aksi korporasi | Pemegang Saham (RUPS) » Paparan publik / Public Expose Minimal satu kali setahun Shareholders and Enhancing the « Financial and - General Meeting At least once a Investors Company's value, operational of Shareholders year credibility and performance of (GMS) branding for public the Company » Public Expose through “ Dividend transparency and distribution accountability « Corporate actions Regulator Khusus di Pemenuhan « Kepatuhan « Penyampaian Secara berkala dan Bidang Pasar Modal kepatuhan terhadap laporan berkala sesuai kebutuhan terhadap regulasi peraturan pasar dan insidental pasar modal serta — modal melalui Sistem penerapan tata » Ketepatan waktu Pelaporan kelola perusahaan — dan akurasi Elektronik (SPE yang baik dan penyampaian OJK-IDX), benar laporan Website, dan “ Transparansi dan — platform saham keterbukaan " Webinar atau informasi Workshop PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 72
Page 83 OCR 0.892
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk 73 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report Specialised Capital Compliance with» Compliance with — « Submission of Periodically and as Market Regulator Capital market capital market periodic and needed regulations and regulations incidental reports implementation of « Punctuality and through the soundand proper — accuracy of Electronic corporate report delivery Reporting System governance “ Transparency (SPE OJK-IDX), and openness of website, and information Stock platform - Webinars or workshops Pemerintah dan Membangun « Kepatuhan “ Penyampaian Secara berkala dan Regulator hubungan yang hukum dan laporan dan sesuai kebutuhan harmonis serta perizinan perizinan memastikan « Dukungan “ Pembaruan kepatuhan terhadap sertifikasi terhadap kebijakan « Kolaborasi peraturan pemerintah program ESG perundang-undan » Kontribusi gan terhadap pembangunan berkelanjutan Government and Building “ Legal compliance - Legal compliance Periodically and as Regulators harmonious and licensing and licensing needed relationships and “ Support for “ Support for ensuring government government compliance with policies policies laws and - Contribution to “ Contribution to regulations sustainable sustainable development development Asosiasi, Organisasi Peningkatan “ Perkembangan » Keanggotaan Secara berkala dan Profesi, Pendidikan, branding, regulasi dan aktif dalam sesuai kebutuhan dan Keanggotaan mendapatkan standar profesi asosiasi dan talent, relasi serta kesempatan kerja sama dengan Galeri Bursa Efek Indonesia dan fatau bisnis dalam rangka menuju diversifikasi Associations, Enhanced Professional branding, talent Organizations, acguisition, Education, and relationships, and Membership opportunities for cooperation with the Indonesia Stock Exchange and/or businesses in order to achieve diversification. tp 1g SRE Peningkatan kapasitas dan sertifikasi profesional Kerja sama pendidikan, penelitian, dan pengembangan SDM Kontribusi Perseroan dalam forum keanggotaan dan asosiasi Development of regulations and professional standards Improvement of professional capacity and certification Cooperation in education, research, and human resource development " organisasi profesi Partisipasi dalam seminar, workshop, dan forum diskusi Kolaborasi dengan institusi pendidikan (kuliah tamu, magang, riset) Pertemuan koordinasi dan komunikasi formal/nonformal Active membership in professional associations and organizations Participation in seminars, workshops, and discussion forums Periodically and as needed
Page 84 OCR 0.875
The Company's contribution to | 38 | SRE | & Formal/informal coordination and membership communication forums and meetings associations Pemasok dan Mitra Menjalin kerja » Kepatuhan Pertemuan Secara berkala dan Bisnis sama yang legalitas dan koordinasi sesuai kebutuhan berkelanjutan, perizinan « Kontrak dan transparan, dan pemasok perjanjian kerja saling » Fairness pricing sama menguntungkan dan term of " Evaluasi kinerja payment pemasok « Kepatuhan » Audit supplier terhadap standar mutu, keselamatan, dan etika bisnis (ABC) Suppliers and Business Establishing » Supplier legal “ Coordination Periodically and as Partners sustainable, and licensing meetings needed transparent, and compliance - Contracts and mutually beneficial « Fair pricing and cooperation cooperation terms of payment — agreements “ Compliance with « Supplier guality, safety, performance and business evaluations ethics standards - Supplier audits (ABC) Klien dan KKKS Menjaga « Pemenuhan " Kontrak kerja Secara berkala dan kepercayaan klien ' dokumen kontrak — sama sesuai kebutuhan melalui pelayanan dan teknis " Pertemuan Clients and KKKS yang andal dan berkelanjutan Maintaining client trust through reliable and consistent service Kualitas layanan dan ketepatan waktu Keselamatan dan kepatuhan operasional Keberlanjutan hubungan kerja sama Compliance with contractual and technical documents Service guality and timeliness Safety and operational compliance Sustainability of cooperative relationships koordinasi dan evaluasi (PA, PB, PRM) Komunikasi operasional rutin Cooperation Periodically and as contract needed Coordination and evaluation meetings (PA, PB, PRM) Routine operational communication PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 74
Page 85 OCR 0.854
75 PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report Masyarakat dan Komunitas Lokal Membangun . hubungan yang Dampak sosial . dan lingkungan Sosialisasi dan dialog dengan Secara berkala dan sesuai kebutuhan harmonis serta kegiatan masyarakat mendukung operasional » Pelaksanaan pemberdayaan » Program program TJSL dan kesejahteraan Tanggung Jawab - Koordinasi masyarakat sekitar Sosial dan dengan tokoh wilayah Lingkungan masyarakat dan Operasional. (TJSL) pemerintah “ Kesempatan setempat kerja dan pemberdayaan masyarakat “ Komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan People and Local Building “ Social and » Socialization and Periodically and as Communities harmonious environmental dialogue with the needed relationships and impact of community supporting the operational « Implementation of empowermentand activities TJSL programs welfare of « Social and » Coordination with communities inthe — Environmental community surrounding « Responsibility leaders and local operational areas. — Program (TJSL) government “ Employment opportunities and community empowerment “ Open and continuous communication Media Menyampaikan “ Kinerja dan » Rapat Umum Secara berkala dan informasi dan kegiatan Pemegang sesuai kebutuhan kinerja untuk operasional Saham (RUPS) membangun citra Perseroan « Paparan publik dan reputasi « Informasi material - Siaran pers Perseroan dan keterbukaan informasi “ Program keberlanjutan dan TJSL Associations, Communicating « Company « General Meeting Periodically and as Professional information and performance and of Shareholders needed Organizations, performance to operational (GMS) Education, and build the activities « Public Expose Membership Company's image - Material » Press release and reputation information and information disclosure “ Sustainability and TJSL programs hp sp &
Page 86 OCR 0.900
wo1 smaRinG session Strategic Corporate Secretary: Workshop & Managing Transparency, Sharing Session Control, and Compliance in Public Companies. Strategic Corporate Secretary : Managing Transparency Control, and Compliance in Public Companies PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk...
Page 87 OCR 0.913
urnamasari Tbk bility Report Oipoeor kseiO SEMINAR IPO: » GO BIG WITH GO PUBLIC Blitar, 20 Febryggsi 2025 SPEAKENS: Permasalahan Terhadap Penerapan Keuangan Berkelanjutan Issues regarding the implementation of sustainable finance Setiap tahun Perseoan telah membuat Rencana Kerja dan Anggaran Perseroan (“RKAP”) yang di dalamnya telah terdapat alokasi untuk — penerapakan keuangan berkelanjutan melalui program Environment, Social, Governance (“ESG”). Program ESG disusun berdasarkan area operasi, kebutuhan masyarakat setempat, dan kewajiban atas pemenuhan kontrak dengan klien. Perseroan dalam menyusun program ESG melibatkan dan berkolaborasi dengan regulator, klien, dan masyarakat setempat, serta pemerintah daerah. Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa kendala yang menjadi perhatian dan perbaikan untuk tahun selanjutnya, di antaranya: 1. Kompleksitas Peraturan Perseroan secara aktif ' memantau perkembangan kebijakan dan ketentuan dari regulator. Dinamika regulasi keberlanjutan yang terus berubah menuntut perhatian berkelanjutan serta penyesuaian kepatuhan agar tetap sejalan dengan ketentuan yang berlaku. 2. Beban Operasional Sebagai Perseroan yang bergerak di bidang Offshore Support Vessel (“OSW), klien pada wilayah operasional kerap mensyaratkan pelaksanaan program CSR. Namun, karena kegiatan tersebut tidak selalu tercakup dalam nilai kontrak, Perseroan perlu mengelola keseimbangan antara beban operasional dan alokasi biaya untuk pemenuhan aspek ESG. hp mw spE & ELPI HMI Jember Every year, the Company has prepared a Corporate Work Plan and Budget (RKAP) which includes allocations for the implementation of sustainable finance through Environment, Social, Governance (ESG) programs. ESG programs are developed based on operational areas, local community needs, and obligations to fulfill contracts with clients. In developing its ESG program, the Company involves and collaborates with regulators, clients, local — communities, and local governments. In its implementation, there are several obstacles that reguire attention and improvement for the following year, including: 1. Regulatory Complexity The Company actively monitors policy developments and regulations from regulators. The ever-changing dynamics of sustainability regulations reguire continuous attention and compliance adjustments to remain in line with applicable provisions. 2. Operational Costs As a company engaged in the Offshore Support Vessel (OSV) business, clients in the operational area often reguire the implementation of CSR programs. However, as these activities are not always covered in the contract value, the Company needs to manage the balance between operational costs and cost allocation for ESG compliance.
Page 88 OCR 0.928
3. Keahlian Teknologi Seiring dengan perkembangan era digital, Perseroan terus beradaptasi menuju ekosistem bisnis berbasis digital. Proses ini menghadirkan tantangan, terutama terkait kebutuhan investasi yang relatif besar serta kesiapan sumber daya manusia dalam mengimplementasikan teknologi secara optimal. 4. Kompetensi Perseroan memandang kompetensi sumber daya manusia sebagai aset tidak berwujud yang bernilai strategis. SDM yang kompeten berkontribusi langsung terhadap peningkatan nilai Perseroan. Tantangan yang dihadapi saat ini adalah masih terbatasnya pemahaman dan kesadaran bahwa keberlanjutan merupakan aspek yang krusial, sehingga proses pengumpulan, pemantauan, dan pengukuran data ESG terus disempurnakan untuk mencapai metode yang lebih efektif. 5. Insentif Belum tersedianya insentif yang memadai bagi Perseroan yang mampu menjalankan penerapan keuangan berkelanjutan secara baik dan andal turut memengaruhi tingkat motivasi dalam pengembangan laporan tahunan dan laporan keberlanjutan. 6. Peran Masyarakat Dalam pelaksanaan program ESG, masyarakat pada umumnya masih memandang bantuan dalam bentuk finansial dan /atau produk jadi sebagai pendekatan utama. Sementara itu, Perseroan lebih — mengedepankan pelaksanaan penerapan keuangan berkelanjutan melalui program sosial dan lingkungan, serta kegiatan yang berkelanjutan yang dapat memberikan dampak jangka panjang dan wajib dikelola oleh masyarakat sendiri dalam “G8 | SRE | & 3. Technological Expertise In line with the development of the digital era, the Company continues to adapt to a digital-based business ecosystem. This process presents challenges, particularly in relation to the relatively large investment reguirements and the readiness of human resources to implement technology optimally. 4. Competence The Company views human resource competence as a strategic intangible asset. Competent human resources contribute directly to increasing the Company's value. The challenge currentiy faced is the limited understanding and awareness that sustainability is a crucial aspect, so that the process of collecting, monitoring, and measuring ESG data continues to be refined to achieve more effective methods. 5. Incentives The lack of adeguate incentives for companies that are able to implement sustainable finance properly and reliably also affects the level of motivation in developing annual reports and sustainability reports. 6. The Role of the Community In the implementation of ESG programs, the community generally still views assistance in the form of financial and/or finished products as the main approach. Meanmhile, the Company prioritizes the implementation of sustainable finance through social and environmental programs, as well as sustainable activities that can have a long-term impact and must be managed by the community itself in the form of education, cultivation, facilities, and/or bentuk pendidikan, budidaya, fasilitas infrastructure. dan/atau sarana prasarana. Dalam menghadapi tantangan penerapan In addressing the challenges of implementing keuangan berkelanjutan, Perseroan sustainable finance, the company has adopted menerapkan beberapa strategi diantaranya: several strategies, including: PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 S' abilit
Page 89 OCR 0.932
79 PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 1. Pemantauan regulasi, — penguatan kepatuhan, serta penyesuaian kebijakan internal melalui Corporate Affairs & Compliance 2. Segala beban biaya dimaksimalkan untuk dapat memenuhi program-program ESG yang telah dibuat dalam bentuk RKAP sehingga terdapat pemenuhan dalam persentase yang cukup 3. Memaksimalkan kolaborasi dengan pemangku kepentingan dalam rangka research & development serta potensial pendanaan program rintisan teknologi, termasuk di dalamnya adalah memaksimalkan peningkatan potensi sumber daya manusia dengan adanya training need analyst dan program magang riset Dengan strategi tersebut, maka Perseroan berkeyakinan bahwa atas penerapan keuangan berkelanjutan akan mengalami peningkatan dan mempunyai dampak, perubahan bentuk, serta dapat memberikan kontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (“TPB-SDGs”) dan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (“TKBI”) Bantuan Financial yang diterima dari Pemerintah Financial Aid Received From The Goverment Perseroan berkomitmen untuk mematuhi seluruh regulasi yang berlaku serta menjunjung tinggi transparansi dan akuntabilitas keuangan. Sepanjang tahun 2025, Perseroan tidak menerima bantuan finansial dalam bentuk apa pun dari Pemerintah, termasuk pembebasan pajak, royalti, maupun hibah dari pemerintah. 1. Monitoring regulations, strengthening compliance, and adjusting internal policies through Corporate Affairs & Compliance 2. All costs are maximized to fulfill ESG programs that have been created in the form of RKAP so that there is sufficient fulfillment in percentage terms 3. Maximizing collaboration with stakeholders in research & development and potential funding for technology start-up programs, including maximizing the potential of human resources through training needs analysts and research internship programs With this strategy, the company believes that the implementation of sustainable finance will improve and have an impact, bring about change, and contribute to the Sustainable Development Goals (SDGs) and the Indonesian Sustainable Finance Taxonomy (TKBI). The Company is committed to complying with all applicable regulations and upholding financial transparency and accountability. Throughout 2025, the Company did not receive any financial assistance from the Government, including tax exemptions, royalties, or grants from the government.
Page 90 OCR 0.681
IL | 08 | SRE| & PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (| Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report I 1
Page 91
Page 92 OCR 0.378
DN VraANDI vg
Page 93 OCR 0.921
83 PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk 2025 Kegiatan Membangun Budaya Keberlanjutan Sustainable culture building activities Perseroan secara konsisten membangun budaya keberlanjutan di lingkungan internal sebagai bagian dari komitmen terhadap penerapan prinsip keberlanjutan — dalam kegiatan usaha. Upaya tersebut dilakukan melalui integrasi nilai-nilai keberlanjutan ke dalam kebijakan, tata kelola, serta proses operasional Perseroan, sehingga prinsip keberlanjutan menjadi landasan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan usaha. Selama periode pelaporan, Perseroan melaksanakan berbagai kegiatan internal yang bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran karyawan terhadap aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola. Kegiatan ini dilaksanakan melalui sosialisasi, komunikasi internal, serta penerapan praktik kerja yang bertanggung — jawab, guna mendorong partisipasi aktif seluruh karyawan dan memastikan penerapan budaya keberlanjutan secara konsisten dan berkelanjutan di lingkungan Perseroan. Guna mendukung komitmen membangun budaya keberlanjutan, — Direksi — melalui Corporate Secretary telah memasukkan ke dalam kebijakan “Pedoman Manajemen Keberlanjutan” dan menjadikannya dalam Key Performance Indicator Corporate hingga level departemen, termasuk adanya review kuartal dan semester. The Company consistently builds a culture of sustainability within its internal environment as part of its commitment to applying sustainability principles in its business activities. These efforts are carried out by integrating sustainability values into the Companys policies, governance, and operational processes, so that sustainability principles become the foundation for planning, implementing, and evaluating business activities. During the reporting period, the Company carried out various internal activities aimed at increasing employee understanding and awareness of environmental, social, and governance aspects. These activities were carried out through socialization, internal communication, and the implementation of responsible work practices, in order to encourage the active participation of all employees and ensure the consistent and sustainable implementation of a culture of sustainability within the Company. To support the commitment to building a culture of sustainability, the Board of Directors, through the Corporate Secretary, has incorporated it into the “Sustainability Management Guidelines” policy and made it a Corporate Key Performance Indicator down to the department level, including guarterly and semester reviews.
Page 94 OCR 0.917
Kinerja Ekonomi Economic performance ap | “ut SRE| & Perbandingan Target dan Kinerja Produksi, Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi, Pendapatan dan Laba Rugi. Comparision of Targets and Performance in Production, Portfolio, Financing or Investment Targets, Revenue and Profits, and Loss Pada tahun 2025, Perseroan hampir mencapai target yang telah ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Pendapatan yang ditargetkan sebesar Rp1,39 triliun terealisasi menjadi Rp1,01 triliun, atau mencapai 73Y4 dari target yang direncanakan. Selain itu, Laba Bersih Tahun Berjalan juga menunjukkan kinerja yang cukup baik, dengan realisasi sebesar Rp209,19 miliar, atau 6394 dari target yang ditetapkan sebesar Rp333,64 miliar. In 2025, the Company nearly achieved the target set in the Corporate Work Plan and Budget (RKAP). The targeted revenue of Rp1.39 trillion was realized at Rp1.01 trillion, or 734 of the target. Furthermore, Net Profit for the Current Year also demonstrated guite good performance, with a realization of Rp209.19 billion, or 63Y4 of the target of Rp333.64 billion. “ Dalam Jutaan Rupiah in millions of rupiah Pendapatan Revenue 1.013.750 1.205.219 (15,89)95 Laba Tahun Berjalan Profit For The Year 209.192 263.982 (20,75)96 GRI 2014 Perbandingan Target dan Kinerja Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi pada Instrumen Keuangan atau Proyek yang Sejalan dengan Keuangan Berkelanjutan. Comparison of targets and performance of portfolios, financing targets, or investments in financial instrumens or project in line with sustainable finance Keuangan berkelanjutan kini menjadi salah satu prioritas utama dalam pengelolaan portofolio dan strategi investasi Perseroan. Integrasi prinsip — keberlanjutan dalam kebijakan pembiayaan dan pengembangan aset dilakukan secara sistematis guna memastikan pertumbuhan usaha yang tidak hanya berorientasi pada profitabilitas, tetapi juga pada dampak lingkungan dan sosial jangka panjang. Sebagai implementasi konkret dari komitmen tersebut, Perseroan mulai mengembangkan proyek berbasis teknologi ramah lingkungan, antara lain Diesel Dual Fuel (DDF) dan Multicat Hybrid. Sustainable finance is now one of the top priorities in the Companys portfolio management and investment strategy. The integration of sustainability principles into financing and asset development policies is carried out systematically to ensure business growth that is not only profit-oriented, but also focused on long-term environmental and social impacts. As a@ concrete implementation of this commitment, the Company has begun to develop environmentally friendly technology-based projects, including Diesel Dual Fuel (DDF) and Multicat Hybrid. PT Pelayaran Nasional Ekalya P Laporan Keberlanjutan 2025
Page 95 OCR 0.919
85 PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk anjutan 2025 Sustainability Report Program Diesel Dual Fuel (DDF) merupakan inisiatif konversi mesin kapal menjadi sistem bahan bakar ganda, yang memungkinkan penggunaan gas (LNG) dan diesel secara simultan. Melalui penerapan teknologi ini, kapal mampu mencapai efisiensi energi hingga sekitar 805, yang berdampak pada optimalisasi konsumsi bahan bakar serta penurunan biaya operasional secara signifikan. Sementara itu, kapal Multicat dirancang sebagai kapal multifungsi yang mengintegrasikan empat fungsi sekaligus, yaitu fire boat, watch dog, towing vessel, dan AHTS vessel. Model operasional terpadu ini memungkinkan efisiensi penggunaan armada, dengan potensi penurunan konsumsi bahan bakar sekitar t44”s serta pengurangan emisi The Diesel Dual Fuel (DDF) program is an initiative to convert ship engines to a dual fuel system, which allows the simultaneous use of gas (LNG) and diesel. Through the application of this technology, ships are able to achieve energy efficiency of up to around 8074, which results in optimized fuel consumption and a significant reduction in operating costs. Meanmhile, Multicat vessels are designed as multifunctional ships that integrate four functions at once, namely fire boat, watch dog, towing vessel, and AHTS vessel. This integrated operational model allows for efficient use of the fleet, with the potential to reduce fuel consumption by approximately #44Y6 and carbon emissions by up to 39.01. This karbon hingga 439,0146. Inovasi tersebut innovation reflects the Company's strategic mencerminkan langkah strategis Perseroan steps in promoting efficiency while supporting dalam mendorong efisiensi sekaligus the maritime industry's decarbonization agenda. mendukung agenda dekarbonisasi industri maritim. Pembiayaan Kinerja Investasi pada Proyek Berwawasan Lingkungan Financing Investment Performance in Environmentally Sound Projects Keterangan (Rp Juta) Bi (IDR Millions) Tahun Realisasi Year Realization 2023 #3M Conferter Diesel Dual Fuel (DDF) & 2024 £13,5M Multicat Hybrid 2025 t31,5M
Page 96 OCR 0.904
Kinerja Lingkungan Hidup Environmental performance CD CD Biaya Lingkungan Hidup Segala kegiatan operasional yang dilakukan oleh seluruh Perusahaan di dunia baik skala besar maupun kecil akan terdapat baik positif maupun negatif, khususnya dampak pada lingkungan hidup meskipun terdapat dampak positif pada aspek ekonomi-sosial. Menyadari hal tersebut, Perseroan secara konsisten menerapkan prinsip pencegahan dini melalui berbagai kebijakan dan program yang bertujuan untuk memitigasi dampak lingkungan yang timbul dari aktivitas operasional. Sebagai bagian dari komitmen terhadap perlindungan lingkungan — dan keberlanjutan — usaha, Perseroan mengalokasikan biaya lingkungan hidup yang digunakan untuk mendukung upaya pencegahan, pengendalian, serta pemulihan dampak lingkungan. Biaya tersebut mencakup pengelolaan limbah dan pemantauan kualitas lingkungan. Melalui pengeluaran biaya lingkungan hidup ini, Perseroan berupaya memastikan bahwa seluruh kegiatan operasional dilaksanakan secara bertanggung jawab, — mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. w ag |SRE | & Enviromental cost All operational activities carried out by companies around the world, whether large or small, will have both positive and negative impacts, particularly on the environment, even if there are positive impacts on economic and social aspects. Recognizing this, the Company consistently applies the principle of early prevention through various policies and programs aimed at mitigating the environmental impact of its operational activities. As part of its commitment to environmental protection and business sustainability, — the Company allocates environmental costs to support efforts to prevent, control, and restore environmental impacts. These costs include waste management and environmental guality monitoring. Through these environmental — expenditures, — the Company strives to ensure that all operational activities are carried out responsibly and in compliance with applicable laws and regulations.
Page 97 OCR 0.921
ran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk lanjutan 2025 Sustainability Report Nomor Uraian Nominal Number Description Nominal 1 Biaya Pembuangan Sampah B3 Rp33.233.913 Hazardous waste disposal cost 2 Biaya Pembuangan Sampah Non B3 Rp28.200.000 Non hazardouz waste disposal cost 3 Upaya Pemantauan Kualitas Air Rp2.289.000 Water @uality Monitoring Efforts 4 Green Horizon Rp55.635.000 Green Horizon 5 Penanaman Terumbu Karang dan Mangrove Rp5.000.000 Coral Reef and Mangrove Pianting 6 Pembagian Jaring kepada Nelayan Rp5.000.000 Distribution of Nets to Fishermen Total Rp129.357.913 Total Penggunaan Material yang Ramah Lingkungan Dampak lingkungan pasti akan terjadi namun terkait besaran dampak bagi lingkungan dapat diminimalisasi dari setiap perusahaan untuk itulah dibutuhkan peran serta dan partisipasi yang dapat dimulai dalam segala hal meskipun merupakan kegiatan kecil. Perseroan telah memulai langkah kecil yang sesungguhnya akan mempunyai kontribusi yang besar bagi pengurangan dampak lingkungan mulai dari pekerjaan di offshore maupun di onshore di antaranya: hp » spE & Use of enviromentally sustainable materials Environmental impacts are inevitable, but the extent of these impacts can be minimized by each company. This reguires involvement and participation that can begin with small steps. The company has taken small steps that will actually make a big contribution to reducing environmental impacts, starting with offshore and onshore operations, including:
Page 98 OCR 0.921
1. Cat ramah lingkungan Grha KCT dibangun dengan menggunakan cat ramah lingkungan yang Low odour yaitu tidak menimbulkan bau menyengat dan Low VOC yang menawarkan kadar emisi kimia yang lebih rendah, sehingga lebih aman untuk ruang tertutup yang sering digunakan sehari-hari dan tidak mengandung merkuri yang merupakan zat kimia berbahaya. Selain itu, seluruh armada juga menggunakan cat dengan greenlabel singapore yaitu produk industri dan konsumen yang terbukti ramah lingkungan, aman bagi kesehatan, dan memiliki dampak — lingkungan lebih rendah, mendorong konsumsi ekologis dan memberi nilai tambah bagi produsen yang berkomitmen pada praktik berkelanjutan. 2.Bebas CFC dan HCFC Segala produk pendingin pada Grha KCT dan kapal telah menggunakan zat pendingin (refrigeran) yang tidak mengandung Chlorofluorocarbon (CFC) dan Hidroklorofluorokarbon (HCFC), yaitu senyawa kimia buatan yang banyak dipakai sebagai pendingin (freon), semprotan aerosol, dan busa, namun keduanya perusak lapisan ozon dan penyumbang efek rumah kaca serta pemanasan global. 3.Eco energy label Perangkat elektronik yang dgunakan untuk mendukung pekerjaan di Grha KCT khususnya lemari es telah menggunakan label tanda hemat energi sebagai salah satu cara Perseroan untuk mengurangi penggunaan energi listrik dan energi baru terbarukan secara tidak langsung. ap | “ut SRE| & 1.Environmentally friendly paint Grha KCT was built using environmentally friendly paint that is low in odor, meaning it does not produce a pungent smell, and low in VOC, offering lower chemical emissions, making it safer for enclosed spaces that are used daily and does not contain mercury, which is a hazardous chemical. In addition, the entire fleet also uses paint with the Singapore Green Label, which is an industrial and consumer product that is proven to be environmentally friendly, safe for health, and has a lower environmental impact, encouraging ecological consumption and adding value to manufacturers committed to sustainable practices. 2.CFC and HCFC Free All cooling products at Grha KCT and on ships use refrigerants that do not contain chlorofluorocarbons (CFCs) and hydrochlorofluorocarbons (HCFCs), which are synthetic chemicals widely used as coolants (freon), aerosol sprays, and foams. but both are ozone-depleting substances and contributors to the greenhouse effect and global warming. 3. Eco energy label Electronic devices used to support work at Grha KCT, particularly refrigerators, have been labeled with an energy-saving label as one of the Company's ways to indirectly reduce the use of electricity and renewable energy. PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 88
Page 99 OCR 0.903
89 PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report mane Hemat Er ma mean Tram — Apa yang telah dilakukan oleh Perseroan di atas — tentunya akan memberikan pengurangan dampak lingkungan yang diharapkan juga menjadi trigger bagi perusahaan lain untuk dapat memberikan kontribusi bersama sebagaimana dalam Penerapan SKEM dan Pencantuman Label Tanda Hemat Energi Untuk Peranti Pengkondisi Udara diatur dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 57 Tahun 2017. Label Tanda Hemat Energi menunjukkan tingkat hemat energi pada Peranti Pengkondisi Udara yang digambarkan dalam jumlah bintang, semakin banyak bintang nya, maka semakin hemat peralatan tersebut demi mendukung pelaksanaan konservasi energi di Indonesia. KEBIJAKAN ENERGI The actions taken by the Company above will certainly reduce the expected environmental impact and also trigger other companies to contribute together as stipulated in the Implementation of SKEM and the Inclusion of Energy Efficiency Labels for Air Conditioning Devices as regulated in Regulation of the Minister of Energy and Mineral Resources Number 57 of 2017. The Energy Efficiency Label indicates the energy efficiency level of air conditioning eguipment, represented by a number of stars. The more stars, the more energy efficient the eguipment is, thereby supporting energy conservation efforts in Indonesia. PENCANTUMAN SKEM DAN LABEL HEMAT ENERGI Batas minimum lisiensi yang diizinkan sebagai syarat SKEM (Standar Kinerja Energi Minimum) adalah KRITERIA LABEL TANDI HEMAT ENERGI: 096 2 EER « 10
Page 100 OCR 0.926
CD CI CD Jumlah dan Intensitas Energi yang Digunakan Dalam rangka memantau jumlah dan intensitas penggunaan energi pada armada, Perseroan telah memiliki sistem monitoring yang disebut Vessel Daily Operation Record (“VDOR”) yang digunakan untuk memantau aktivitas harian kapal dan penggunaan energi armada secara keseluruhan. VDOR yang wajib diisi dan dikirimkan setiap hari oleh seluruh kapal. Sejalan dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 295.K/EK.01/MEM.E/2022, yang diperkuat melalui Surat Edaran Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Nomor 10.E/EK.05/DJE/2022, serta Keputusan Menteri ESDM Nomor 341.K/EK.01/MEM.E/2024 mengenai pemanfaatan biodiesel sebagai campuran bahan bakar minyak jenis solar hingga sebesar 4096, Perseroan secara konsisten menyesuaikan kebijakan penggunaan — energi — dalam kegiatan operasional. Penyesuaian ini dilakukan dengan mengadopsi bahan bakar B35 dan secara bertahap B40 sebagai sumber energi utama, khususnya pada aktivitas operasional yang menggunakan BBM jenis solar. Penggunaan B35 dan B40 tersebut menjadi bagian dari upaya Perseroan dalam mengelola jumlah dan intensitas konsumsi energi agar tetap efisien, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil murni. Melalui pemanfaatan biodiesel dengan kandungan energi terbarukan yang lebih tinggi, Perseroan berkomitmen untuk menurunkan intensitas emisi dari penggunaan energi, meningkatkan porsi energi terbarukan dalam bauran energi operasional, serta mendukung pencapaian target keberlanjutan nasional dan transisi menuju ekonomi rendah karbon. ap | “ut SRE| & The amount and intensity of energy used In order to monitor the amount and intensity of energy use in the fleet, the Company has a monitoring system called the Vessel Daily Operation Record (VDOR”) which is used to monitor daily vessel activities and overall fleet energy use. The VDOR must be completed and submitted daily by all vessels. In line with the provisions of Minister of Energy and Mineral Resources Regulation Number 295.K/EK.01/MEM.E/2022, reinforced by Circular Letter of the Director General of New, Renewable Energy and Energy Conservation (EBTKE) of the Ministry of Energy and Mineral Resources Number 10. E/EK.05/DJE/2022, as well as Minister of Energy and Mineral Resources Decree No. 341.K/EK.01/MEM.E/2024 concerning the use of biodiesel as a blend of diesel fuel up to 40Y5, the Company consistently adjusts its energy use policy in its operational activities. This adjustment is carried out by adopting B35 and gradually B40 fuels as the main energy source, particularly in operational activities that use diesel fuel. The use of B35 and B40 is part of the Company's efforts to manage the amount and intensity of energy consumption to remain efficient, while reducing dependence on pure fossil fuels. Through the use of biodiesel with higher renewable energy content, the Company is committed to reducing the intensity of emissions from energy use, increasing the share of renewable energy in the operational energy mix, and supporting the achievement of national sustainability targets and the transition toa low-carbon economy. PT Pelayaran Nasional Ekalya P Laporan Keberlanjutan 2025
Page 101 OCR 0.909
3 PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report Kantor (termasuk HO Surabaya, Margomulyo, dan seluruh site di Kaltim dan Papua Barat) Office (Including HO Surabaya, Margomulyo, and all sites in East Kalimantan and West Papua) Jenis Sumber-Energi (dalam gigaJoule) Solar/Genset Solar/Generator 171112 1.229,60 1.351,15 Bensin 465,41 407 1. Petrol Listrik PLN PLN electricity 1.097,95 575 627 Air Water 27,12 2,88 3,12 Jumlah Total 3.301,59 2.214,48 2.451,27 Jumlah karyawan Total employees 210 161 178 Intensitas energi (gigaJoule/orang) 15,72 13,75 1377 Energy Intensity (gigaJoule/person) Armada Jenis Sumber-Energi (dalam gigaJoule) Type of Energy Source in gigaJoules) Fleet Bahan Bakar Fuel 1.219,64 1.146,78 1.260,14 Air Water 14,30 8,16 4,34 Jumlah Total 1.233,94 1154,94 1.264,48 Jumlah Armada Number of fleet 15 12 109 Intensitas energi ((gigaJoule/orang) Energy Intensity (gigaJoule/person) 10,73 10,31 11,60 AB SRE &
Page 102 OCR 0.934
Upaya dan Pencapaian Efi ap | “ut SRE| & iensi Energi dan Penggunaan Energi Terbarukan Energy efficiency efforts and echievements and renewable energy use A. Operasional Fleet Pada segmen offshore, Perseroan menerapkan berbagai upaya efisiensi energi dalam pengoperasian armada kapal berukuran kecil yang mendukung mobilisasi personel dan logistik ringan untuk operasional offshore. Upaya tersebut meliputi pengelolaan pola operasi kapal yang lebih optimal, pengaturan penggunaan kapal sesuai kebutuhan operasional untuk kapal-kapal dengan tema charter COB. Penerapan langkah-langkah ini menghasilkan tingkat pemanfaatan armada yang stabil, mencerminkan efektivitas pengelolaan energi serta kontribusi Perseroan dalam mendukung operasional yang lebih berkelanjutan. Sedangkan, untuk segmen transhipment, efisiensi energi terbarukan yang dilakukan oleh ELPI melalui transhipment adalah dengan pengolahan air disekitar area operasi untuk dapat digunakan dalam menunjang operasional kapal, yakni penggunaan mesin freshwater maker di Mother Vessel (“MV”) dan mesin filtrasi air tawar di tugboat. B. Operasional Kantor Grha KCT sebagai kantor pusat atas segala operasional Perseroan mempunyai kebijakan dan telah diterapkan atas upaya pengurangan energi. Selain itu, dalam upaya optimalisasi program pengurangan energi telah melakukan kampanye kepada karyawan. Langkah dan upaya yang telah dijalankan Perseroan dalam mendukung program tersebut diantaranya: 1. Desain gedung Grha KCT dibangun dengan konsep menuju ke arah keberlanjutan yaitu dengan desain yang memperbanyak area/ruang terbuka untuk cahaya agar bisa masuk dan menerangi area gedung dan tempat kerja. Hal ini memberikan benefit penggunaan listrik dan sumbangsih kepada pengurangan energi untuk penerangan A. Operational Fleet In the offshore segment, the Company implements various energy efficiency measures in the operation of its small fleet of vessels that support the mobilization of personnel and light logistics for offshore operations. These efforts include optimizing vessel operation patterns and regulating vessel usage according to operational needs for vessels with COB charter themes. The implementation of these measures has resulted in stable fleet utilization, reflecting the effectiveness of energy management and the Company's contribution to supporting more sustainable operations. Meanmhile, for the transhipment segment, ELPI's renewable energy efficiency efforts through transhipment involve processing water around the operational area for use in supporting vessel operations, namely the use of freshwater maker machines on Mother Vessels (“MV”) and freshwater filtration machines on tugboats. B. Operational Office Grha KCT, as the headguarters for all of the Company's operations, has policies in place and has implemented energy reduction measures. In addition, to optimize the energy reduction program, it has conducted campaigns targeting employees. The steps and efforts undertaken by the Company in support of this program include: 1. Building design Grha KCT was built with a concept of sustainability, with a design that maximizes open areas/spaces to allow light to enter and illuminate the building and workspaces. This provides benefits in terms of electricity usage and contributes to reducing energy consumption for lighting. PT Pelayaran Nasional Ekalya P Laporan Keberlanjutan 2025
Page 103 OCR 0.906
28 PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk 2025 2. Material ramah lingkungan Untuk — penerangan kantor, — semua penerangan menggunakan lampu LED dan pendingin ruangan dengan jenis inverter yang mana bisa hemat listrik 30-40Y6 dibanding AC biasa, yang berarti mengurangi beban listrik dan emisi CO, Selain itu, dengan penggunaan refrigeran R32 yang lebih ramah lingkungan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca. 2. Eco-friendly material For office lighting, all lighting uses LED lamps and air conditioners with inverters, which can save 30-40” electricity compared to conventional air conditioners, — thereby reducing electricity consumption and CO, emissions. In addition, the use of the more environmentally friendly R32 refrigerant can reduce greenhouse gas emissions. 3. Kebijakan penggunaan lift Meskipun kantor pusat terdiri dari 6 lantai namun Perseroan — telah mengatur penggunaan lift bagi karyawan dengan ketentuan lift hanya digunakan untuk kepentingan mobilisasi di atas 2 lantai. Karyawan dengan mobilisasi 1 lantai wajib menggunakan tangga dan hal ini telah menjadi budaya. 3. Elevator use policy Although the head office consists of six floors, the Company has regulated the use of elevators for employees, stipulating that elevators may only be used for movement between floors above the second floor. Employees moving between floors on the same level must use the stairs, and this has become standard practice. NX
Page 104 OCR 0.917
4. Kendaraan Operasional Saat ini untuk kendaraan operasional realisasinya telah mengarah dan menggunakan kendaraan hybrid hingga electronic vehicle (EV). 5. Pemilahan sampah Seluruh area kerja telah tersedia tempat pembuangan sampah yang telah terklasifikasi sampah organik dan non organik Sea 6. Hemat energi kerja Energi listrik yang digunakan merupakan pembelian kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang mana akan terdapat keterbatasan ke depannya. Perseroan — membantu pengurangan/pembelian kepada PLN dengan cara: “ Setiap pukul 12.00-13.00 WIB (waktu istirahat) seluruh AC dan lampu kerja wajib dimatikan. “ Selain itu, operasional jam kantor ditetapkan sejak pukul 07.45-19.00 WIB sehingga segala aktivitas atau penggunaan energi wajib berhenti atau dimatikan kecuali pada kondisi khusus. - Pengaturan suhu ruangan pada setiap area ditetapkan pada suhu 23”C sehingga mampu memberikan efisiensi penggunaan listrik dan pengurangan emisi. ap | us SRE| & 4. Operational vehicle Currently, operational vehicles are shifting towards and utilizing hybrid vehicles and electric vehicles (EVs). 5. Waste sorting All work areas have waste disposal bins that are classified as organic and non-organic waste. 6. Energy saving The electricity used is purchased from the State Electricity Company (PLN), which will face limitations in the future. The Company assists in reducing/purchasing from PLN by: “ Every day from 12:00 p.m. to 1:00 p.m. (break time), all air conditioners and work lights must be turned off. “ In addition, office hours are set from 7:45 a.m. to 6:00 p.m., s0 all activities or energy use must stop or be turned off except under special circumstances. » The room temperature in each area is set at 23”C to provide efficient electricity usage and reduce emissions. PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Su: ility Report 94
Page 105 OCR 0.925
95 PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 7. Kampanye energi Upaya yang dilakukan dari poin 1-6 agar menjadi budaya, Perseroan telah melakukan kampanye penghematan energi kepada seluruh karyawan. Salah satu yang telah menjadi budaya atau habit adalah kesadaran untuk tidak memakai lift pada mobilisasi karyawan 1 lantai dan mematikan energi pada pukul 12.00-13.00 WIB (istirahat). ELpI Yu HEMAT ENERGI SELAMATKAN BUMI bersama: 7. Energy campaign In order to make the efforts outlined in points 1-6 part of the corporate culture, the Company has conducted an energy conservation campaign for all employees. One of the practices that has become part of the culture or habit is the awareness not to use the elevator when moving between floors within the same building and to turn off the lights from 12:00 p.m. to 1:00 p.m. (break time). ELpi Ng ! HEMAT ENERGI SELAMATKAN BUMI BERSAMA, KITA BISA MEMBUAT PERUBAHAN Setiap karyawan KET Group memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan dan menghemat energi. Berikut beberapa cara-cara sederhana yang dapat kita lakukan 8. Digitalisasi Aktivitas operasional Perseroan saat ini telah terintegrasi secara digital sebagai bagian dari strategi peningkatan efisiensi dan penerapan prinsip keberlanjutan. Digitalisasi proses kerja dibangun — dan dikembangkan — oleh Departemen Teknologi Informasi Development (“IT Dev”) yang telah mampu menghasilkan sistem program web basis seperti Promiset dan Shimos. Kelebihan dari digitalisasi yang dibangun oleh IT Dev adalah sifatnya yang customize dan terintegrasi, serta dapat — menjadikan beberapa modul menjadi satu program/surface, termasuk jika terdapat tambahan modul baru dari hasil improvement atau permintaan dari departemen. “8 SRE & 8. Digitization The Company's current operational activities have been digitally integrated as part of its strategy to improve efficiency and implement sustainability principles. The digitization of work processes was built and developed by the Information Technology Development (“IT Dev”) Department, which has been able to produce web-based program systems such as Promiset and Shimos. The advantages of the digitalization developed by IT Dev are its customizable and integrated nature, as well as its ability to combine several modules into one program/interface, including if there are new modules added as a result of improvements or reguests from departments.
Page 106 OCR 0.923
Digitalisasi tidak hanya berkontribusi pada pengurangan penggunaan kertas dan alat tulis kantor, tetapi juga mendorong efisiensi energi — melalui — optimalisasi — proses, pengurangan aktivitas administratif manual, serta minimisasi kebutuhan mobilitas internal. Selain itu, sistem digital memungkinkan pendokumentasian yang lebih tertata, akurat, dan mudah ditelusuri, sehingga mendukung pengambilan keputusan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Sejalan dengan komitmen Perseroan dalam mendukung efisiensi energi dan pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, berbagai platform digital telah diimplementasikan untuk menunjang operasional yang lebih efisien dan adaptif. Beberapa program digital yang telah digunakan Perseroan antara lain: 1. Promise Plus Aplikasi berbasis web yang dikembangkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan kertas dan komunikasi konvensional seperti telepon. Melalui integrasi berbagai aktivitas operasional secara daring, Promiset mendukung efisiensi sumber daya serta konsumsi energi yang lebih terkendali. aplikasi ini terintegrasi dengan aplikasi internal diantaranya dengan V2RP dan Sunfish (HR System). Adapun fitur-fitur utama yang tersedia diantaranya sebagai berikut: a. Booking Management yang merupakan fitur untuk penggunaan ruang rapat, penginapan (boarding house) sampai dengan sarana transportasi. b. Asset Management yang menyediakan monitoring asset yang ada di kantor. Asset dibagi 2 yakni asset department dan asset individu. Selain itu juga menyediakan fitur maintenance asset. c. Company Management berisi kompilasi dokumen legalitas ap | “ut SRE| & Digitalization not only contributes to reducing the use of paper and office stationery, but also promotes energy efficiency through process Optimization, reduction of manual administrative activities, and minimization of internal mobility needs. In addition, digital systems enable more organized, — accurate, and — traceable documentation, thereby supporting more effective and sustainable decision-making. In line with the Companys commitment to supporting energy efficiency and the use of environmentally friendly technology, various digital platforms have been implemented to support more efficient and adaptive Operations. Some of the digital programs that have been used by the Company include: 1. Promise Plus A web-based application developed to reduce dependence on paper and conventional communication methods such as telephone. Through the integration of various online operational activities, Promiset supports resource efficiency and more controlled energy consumption. This application is integrated with internal applications including V2RP and Sunfish (HR System). The main features available include the following: a. Booking Management a feature for booking meeting rooms, boarding houses, and transportation. b. Asset Management which provides monitoring of assets in the Office. Assets are divided into two categories: departmental assets and individual assets. It also provides an asset maintenance feature. c. Company Management contains a compilation of legal documents. PT Pelayaran Nasional Ekalya P Laporan Keberlanjutan 2025
Page 107 OCR 0.930
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk anjutan 2025 Sustainability Report d. Crew Management secara garis besar terbagi dalam 4 kategori, diantaranya sebagai berikut: - Recruitment Crew - Timesheet Crew - Scheduling Crew - Appraisal Crew e. E-Ticketing System untuk pelaporan tiket jika ada kendala yang harus diselesaikan antar departement. Di dalamnya terdapat SLA yang harus dipenuhi dari masing-masing department. ETS awalnya juga digunakan untuk penilaian KPI dari hasil rating yang diberikan setelah tiket itu dianggap selesai. Rating itu sendiri terdiri dari 3 kategori, diantaranya sebagai berikut: - Work Result - Finish Time (SLA) - STRONG Appraisal f.Task Improvement adalah bentuk project management modern, dimana didalamnya terdapat: - Module - Task List - Task Card Ketiga layer diatas diharapkan mempunyai peranan masing-masing sesuai namanya, dimana project dinyatakan finish apabila total dari task card yang ada dalam kondisi closed. g9g- PMS (planned maintenance system) adalah monitoring, perawatan atau pemeliharaan mesin yang diorganisir melalui sistem untuk mengurangi terjadinya suatu masalah atau kerusakan pada mesin kapal. h. Tapersip adalah tata persuratan dan kearsipan sebagai produk segala hal yang berkaitan dengan kesekretariatan untuk entitas dan afiliasi. i.Vessel Certificate adalah sistem monitoring dan renewal untuk sertifikat kapal, lengkap dengan informasi due datenya , approval, issued by sampai dengan agent yang mengesahkan. j- Audit & Inspection adalah sistem untuk memonitor inspeksi di kapal dan mencatat seluruh temuan yang dihasilkan selama inspeksi berlangsung. hp » spE & d. Crew Management is broadly divided into four categories, including the following: - Recruitment Crew - Timesheet Crew - Scheduling Crew - Appraisal Crew e. E-Ticketing System for reporting tickets if there are issues that need to be resolved between departments. It includes SLAS that must be met by each department. ETS was also initially used for KPI assessment based on ratings given after a ticket was considered complete. The ratings themselves consist of 3 categories, including the following: - Work Result - Finish Time (SLA) - STRONG Appraisal f.Task Improvement is a form of modern project management, which includes - Module - Task List - Task Card The three layers above are expected to have their respective roles as indicated by their names, where a project is declared finished when all task cards are in a closed status. g- PMS (planned maintenance system) is the monitoring, maintenance, or servicing of machinery organized through a system to reduce the occurrence of problems or damage to ship machinery. h. Tapersip is a correspondence and filing system for all matters related to secretarial work for entities and affiliates. i.Vessel Certificate is a monitoring and renewal system for ship certificates, complete with information on due dates, approvals, issuers, and certifying agents. j. Audit & Inspection is a system for monitoring inspections on ships and recording all findings during the inspection process.
Page 108 OCR 0.932
k. Management of Change (MoC) adalah sistem yang digunakan untuk mengelola, — mendokumentasikan, — dan mengendalikan setiap perubahan kebijakan, prosedur, sistem, maupun operasional, baik yang bersifat permanen maupun sementara. I.Vessel Particular adalah aplikasi yang digunakan untuk mencatat, mengelola, dan menyajikan profil serta spesifikasi teknis kapal secara terpusat dan terstruktur. Data yang tersimpan dalam aplikasi ini menjadi referensi utama untuk kebutuhan dokumen tender, evaluasi teknis, serta verifikasi kesesuaian kapal terhadap persyaratan (reguirement) yang ditetapkan oleh charterer, owner, atau pihak regulator. 2. Crew Document Self Service Aplikasi web based yang ditujukan untuk crew, mulai dari tampilan sampai fitur yang disediakan sederhana mengingat untuk mempermudah crew dalam mengoperasikan meskipun dalam kondisi koneksi yang kurang stabil. Fitur utamanya diantaranya adalah - Add certificate document - Renewal certificate document - Monitoring certificate document PROKSE rem Docamnt at saree k. Management of Change (MoC) isa system used to manage, document, and control any changes in policies, procedures, systems, and operations, whether permanent or temporary. I.Vessel Particular is an application used to record, manage, and present vessel profiles and technical specifications in a centralized and structured manner. The data stored in this application serves as the main reference for tender documents, technical evaluations, and verification of vessel compliance with reguirements set by charterers, owners, or regulatory authorities. 2. Crew Document Self Service A web-based application designed for crew members, with a simple interface and features to make it easy for crew to operate even in unstable connection conditions. Its main features include: - Add certificate document - Renewal certificate document - Monitoring certificate document PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability rt
Page 109 OCR 0.932
99 PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 3. Shimos Aplikasi web based untuk pemantauan kapal yang dikembangkan sejak tahun 2014. SHIMOS dirancang untuk mempermudah pekerjaan kru kapal sekaligus meningkatkan efektivitas pengawasan oleh tim darat terhadap seluruh aktivitas operasional kapal secara real time, termasuk kinerja peralatan dan mesin. Implementasi sistem ini berkontribusi pada efisiensi penggunaan energi melalui pemantauan operasional yang lebih presisi, pencegahan potensi pemborosan energi, serta optimalisasi kinerja mesin kapal yang berkelanjutan. aa — 4. V2RP Sebuah sistem Enterprise Resources Planning (ERP) yang dibangun secara in-house sejak tahun 2018. V2RP dirancang untuk mengintegrasikan berbagai proses bisnis kritikal secara menyeluruh, sehingga meningkatkan efisiensi operasional, transparansi data, serta pengelolaan sumber daya yang lebih optimal. Melalui integrasi sistem ini, Perseroan dapat mengurangi proses berulang, meminimalkan penggunaan energi yang tidak efisien, serta mendukung perencanaan operasional yang selaras dengan upaya pengurangan jejak lingkungan dan pengembangan praktik energi yang lebih berkelanjutan. 3. Shimos A web-based application for ship monitoring developed since 2014. SHIMOS is designed to simplify the work of ship crews while improving the effectiveness of land-based teams in monitoring all ship operations in real time, including eguipment and engine performance. The implementation of this system contributes to energy efficiency through more precise operational monitoring, prevention of potential energy waste, and optimization of sustainable ship engine performance. 4. V2RP is an Enterprise Resources Planning (ERP) system that has been developed in-house since 2018. V2RP is designed to comprehensively integrate various critical business processes, thereby improving operational efficiency, data transparency, and more optimal resource management. Through this system integration, the Company can reduce repetitive processes, minimize inefficient energy use, and support operational planning that is aligned with efforts to reduce its environmental footprint and develop more sustainable energy practices.
Page 110 OCR 0.930
CD Penggunaan Air Perseroan — memiliki komitmen —— dalam pengelolaan penggunaan air secara efisien dan bertanggung jawab di seluruh armada operasional. Perseroan mengelola penggunaan air secara efisien sesuai dengan karakteristik dan fungsi operasional kapal. Kapal-kapal — dalam armada Perseroan menggunakan dua sumber air utama, yaitu air laut untuk keperluan operasional non-konsumsi dan air tawar (fresh water) untuk kebutuhan konsumsi awak kapal serta operasional tertentu. Dalam upaya efisiensi penggunaan air tawar, Perseroan menerapkan beberapa strategi pengelolaan, antara lain: 1. Pemasangan sistem desalinasi atau fresh water generator pada beberapa armada kapal kami, sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasokan air tawar dari darat. 2. Penerapan sistem manajemen air bertekanan (pressurized water system) dengan untuk mencegah pemborosan. 3. Pemisahan sistem air abu-abu (grey water) dan 'air hitam (black water) untuk memungkinkan pengolahan dan potensi daur ulang air abu-abu untuk keperluan operasional non-konsumsi seperti pembersihan dek. Sebagian kapal Small Marine (Crewboat) tidak dilengkapi dengan tangki fresh water karena kapal tersebut difungsikan sebagai moda transportasi, bukan sebagai tempat tinggal awak kapal. Oleh karena itu, kebutuhan konsumsi air minum bagi kru dipenuhi menggunakan air mineral siap konsumsi. Perseroan secara rutin melakukan monitoring konsumsi air secara berkala — untuk mengidentifikasi peluang peningkatan efisiensi. Pendekatan ini diterapkan sebagai bentuk efisiensi penggunaan air tawar serta pengelolaan sumber daya air yang bertanggung jawab. “G8 | SRE | & Water usage The company is committed to efficient and responsible water management across its entire operational fleet. The company manages water usage efficiently in accordance with the characteristics and operational functions of each vessel. The Company's fleet of vessels uses two main sources of water, namely seawater for non-consumptive operational purposes and fresh water for the consumption needs of the crew and certain operational purposes. In an effort to use fresh water efficiently, the Company implements several management strategies, including: 1. Installation of desalination systems or fresh water generators on several of our ships, thereby reducing dependence on fresh water supplies from land. 2. Implementation of a pressurized water system to prevent waste. 3. Separation of grey water and black water systems to enable the treatment and potential recycling of grey water for non-consumable operational purposes such as deck cleaning. Some Small Marine (Crewboat) vessels are not eguipped with fresh water tanks because they are used as a mode of transportation, not as a place for the crew to live. Therefore, the crew's drinking water needs are met using ready-to-drink mineral water. The company routinely monitors water consumption on a regular basis to identify opportunities for efficiency improvements. This approach is implemented as a form of efficient freshwater use and responsible water resource management.
Page 111 OCR 0.905
101 PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report Sementara itu, pemenuhan kebutuhan air di Grha KCT sebagai kantor pusat Perseroan bersumber dari Perusahaan Daerah Air Minum Surya Sembada (“PDAM”) Surabaya termasuk kantor operasional di Kalimantan melalui PDAM Samarinda dan PDAM Balikpapan yang dikelola secara terukur sebagai bagian dari upaya efisiensi penggunaan air. Sedangkan untuk kantor operasional di Papua menggunakan air bersih yang bersumber dari sumber air tanah. Meanmwhile, water supply at Grha KCT, the Company's head office, is sourced from Perusahaan Daerah Air Minum Surya Sembada (“PDAM”) Surabaya, including operational offices in Kalimantan through PDAM Samarinda and PDAM Balikpapan, which are managed in a measured manner as part of efforts to improve water efficiency. As for operational offices in Papua, they use clean water sourced from groundwater. Kantor (liter) Armada (liter) Office (litre) Fleet (litre) Head Office — Kalimantan 2025 68.323 121.744 7.082 734 Presentase Percentage 75,19Y60 4.658,66Y6 -32,44Yo 1,949 2024 39.000 2.559 10.483 720 Presentase Percentage 88,166 “6,954 “8,910 -20,8846 2023 20.727 2.750 11.261 M0
Page 112 OCR 0.935
CE TI TA “G8 | SRE | & Dampak dari Wilayah Operasional yang Dekat atau Berada di Daerah Konservasi atau Memi Keanekaragaman Hayati Impact of Operational Areas that are Close to or Located in Conservation Areas or Have Biodiversity A. Small Marine Wilayah operasional armada Small Marine Perseroan, yang meliputi kapal crewboat, sea truck, seabus, dan kapal pendukung lainnya, tersebar di perairan Kalimantan (PHM Area), Samarinda, Handil, serta beberapa wilayah di Papua seperti Varita dan sekitarnya, dengan mayoritas aktivitas berada di perairan Kalimantan untuk mendukung mobilisasi personel dan logistik ringan pada kegiatan industri dan operasional offshore. Berdasarkan hasil pemetaan dan evaluasi, seluruh rute pelayaran dan area kerja armada Small Marine Perseroan berada di luar kawasan konservasi laut, taman nasional laut, kawasan perlindungan biota laut, maupun area dengan nilai keanekaragaman hayati tinggi. Operasional kapal di wilayah Papua dan Papua Barat juga tidak memasuki kawasan konservasi, sejalan dengan penerapan standar MARPOL yang mengatur batasan jarak operasional terhadap area konservasi dan kawasan sensitif lingkungan. B. Big Marine Wilayah — operasional armada offshore Perseroan, yang meliputi layanan AHT, AHTS, dan PSV berada di perairan lepas pantai Indonesia yang diperuntukkan bagi kegiatan industri migas dan offshore. Berdasarkan pemetaan dan evaluasi area operasional, seluruh rute pelayaran dan lokasi operasi armada Perseroan tidak berada di dalam atau berdekatan langsung dengan kawasan konservasi laut, taman nasional laut, kawasan perlindungan biota laut, maupun area yang ditetapkan sebagai kawasan keanekaragaman hayati tinggi. Oleh karena itu, operasional Perseroan tidak menimbulkan dampak langsung terhadap daerah konservasi atau ekosistem yang dilindungi. A. Small Marine The operational area of the Company's Small Marine fleet, which includes crewboats, sea trucks, seabuses, and other support vessels, covers the waters of Kalimantan (PHM Area), Samarinda, Handil, and several areas in Papua such as Varita and its surroundings, with the majority of activities taking place in the waters of Kalimantan to support the mobilization of personnel and light logistics for offshore industrial and operational activities. Based on mapping and evaluation results, all of the Company's Small Marine fleets shipping routes and working areas are located outside marine conservation areas, marine national parks, marine biota protection areas, and areas with high biodiversity value. Vessel operations in the Papua and West Papua regions also do not enter conservation areas, in line with the implementation of MARPOL standards that regulate operational distance limits from conservation areas and environmentally sensitive areas. B. Big Marine The Company's offshore fleet operational area, which includes AHT, AHTS, and PSV services, is located in Indonesian offshore waters designated for oil and gas and offshore industrial activities. Based on mapping and evaluation of operational areas, all of the Company's fleet sailing routes and operating locations are not located within or in close proximity to marine conservation areas, marine national parks, marine biota protection areas, or areas designated as high biodiversity areas. Therefore, the Company's operations do not have a direct impact on conservation areas or protected ecosystems.
Page 113 OCR 0.927
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk 103 ( sporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report C. Dry bulk Seperti halnya small marine dan big marine, area operasi dari dry bulk berada dan /atau dekat dengan daerah konservasi. Keseluruhan lini bisnis Perseroan tidak memiliki dampak negatif terhadap lingkungan hidup sekitar operasional. Terdapat dampak positif pada aspek sosial yaitu pemberdayaan dan pelibatan masyarakat sekitar wilayah operasional. Meskipun demikian, Perseroan tetap berkomitmen menerapkan standar lingkungan internasional '— MARPOL dalam setiap operasional untuk meminimalkan jejak lingkungan, termasuk pengelolaan limbah, pencegahan tumpahan, dan pengendalian emisi. Perseroan juga secara berkala melakukan evaluasi rute operasional dan koordinasi dengan otoritas maritim untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi perlindungan lingkungan laut serta menghindari area-area sensitif yang mungkin ditetapkan di masa mendatang. CI CD CEO Usaha Konservasi Keanekaragaman Hayati Biodiversity Conservation Efforts Berdasarkan hasil pemetaan wilayah operasional, segala kegiatan Perseroan baik lini bisnis offshore dan drybulk tidak beroperasi di dalam maupun berdekatan langsung dengan kawasan konservasi, taman nasional laut, kawasan perlindungan biota laut, maupun area yang ditetapkan sebagai kawasan keanekaragaman hayati tinggi. Khususnya, untuk big marine tidak akan bersinggungan karena berada di perairan lepas pantai Indonesia yang diperuntukkan bagi kegiatan industri migas dan offshore Oleh karena itu, tidak terdapat dampak langsung terhadap kawasan konservasi maupun terhadap spesies flora dan fauna yang dilindungi atau ekosistem yang dilindungi akibat aktivitas operasional armada. hp » spE & C. Dry bulk As with small marine and big marine, the dry bulk business operates in and/or near conservation areas. The Company's entire line of business has no negative impact on the environment surrounding its operations. There is a positive impact on social aspects, namely the empowerment and involvement of communities surrounding the operational areas. Nevertheless, the Company remains committed to implementing the MARPOL international environmental standards in all operations to minimize its environmental footprint, including waste management, spill prevention, and emission control. The Company also periodically evaluates its operational routes and coordinates with maritime authorities to ensure compliance with — marine — environmental protection regulations and avoid sensitive areas that may be designated in the future. Based on the results of operational area mapping, all of the Company's activities, both in the offshore and dry bulk business lines, do not operate within or in close proximity to conservation areas, marine national parks, marine biodiversity protection areas, or areas designated as high biodiversity areas. In particular, big marine will not interfere because it is located in Indonesian offshore waters designated for oil and gas and offshore activities. Therefore, there is no direct impact on conservation areas or on protected flora and fauna species or protected ecosystems as a result of the fleet's operational activities.
Page 114 OCR 0.922
Namun demikian, Perseroan secara konsisten berpartisipasi dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati yang dilaksanakan di tingkat grup, antara lain melalui kegiatan rehabilitasi lingkungan seperti penanaman mangrove dan program pelestarian ekosistem terumbu karang. Kegaiatan ini ditujukan untuk mendukung perlindungan habitat alami serta menjaga keberlanjutan ekosistem laut, termasuk habitat bagi berbagai spesies flora dan fauna. PN CN CI TN AM 'SASB TR-MT110a. SB TR-MT110a.3 hp | BspE| & However, the Company consistently participates in biodiversity conservation efforts Carried out at the group level, including through environmental rehabilitation activities such as mangrove planting and coral reef ecosystem conservation programs. These activities are aimed at supporting the protection of natural habitats and maintaining the sustainability of marine ecosystems, including habitats for various species of flora and fauna. Jumlah dan Intensitas Emisi yang Dihasilkan Berdasarkan Jenisnya Amount and Intensity of Emissions Produced Based on Type Dengan core business offshore support vessel (“OSY”) yang membutuhkan bahan bakar solar dan support operasional di kantor maupun di site, tentunya akan terdapat emisi gas rumah kaca (“GRK”) yang dihasilkan.” Namun, Perseroan selalu berupaya untuk berkontribusi dalam kegiatan untuk mengurangi GRK pada setiap operasional diantaranya pengaturan eco-speed, rekayasa pola operasional, pemeliharaan dan perbaikan rutin termasuk adjustment valve, intercooler cleaning, periodic oil sampling dan injector test. Selain itu, Perseroan juga menggunakan bahan bakar (“BBM”) B40 yang berdampak positif signifikan bagi GRK dengan mengurangi emisi karbon secara substansial dibanding solar biasa, mendukung komitmen iklim nasional dan global (Paris Agreement). Sama dengan periode pelaporan tahun lalu, Perseroan saat ini baru menghitung GRK untuk scope 1 dan 2 baik untuk armada maupun kantor operasional. Namun, Perseroan berkomitmen ke depannya untuk berupaya dapat menyajikan data GRK untuk scope 3. With its core business of offshore support vessels (OSVs) reguiring diesel fuel and operational support at the office and on site, greenhouse gas (GHG) emissions are inevitably generated. However, the Company always strives to contribute to activities that reduce GHG in every operation, including eco-speed settings, operational pattern engineering, routine maintenance and repairs, including valve adjustment, intercooler cleaning, periodic oil sampling, and injector testing. In addition, the Company also uses B40 fuel, which has a significant positive impact on GHG by substantially reducing carbon emissions compared to regular diesel fuel, supporting national and global climate commitments (Paris Agreement). Similar to the reporting period last year, the Company currently only calculates GHG for scope 1 and 2 for both its fleet and operational Offices. However, the Company is committed to striving to present GHG data for scope 3 in the future. PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 104
Page 115 OCR 0.902
Nasional Ekalya Purnamasari Tbk utan 2025 Sustainability Report Kantor (termasuk HO Surabaya, Margomulyo, dan seluruh site di Kaltim dan Papua Barat) Office (Including HO Surabaya, Margomulyo, and all sites in East Kalimantan and West Papua) Jenis Sumber Emi: (dalam Ton CO?egv) Typ Emissions Sourc (in Ton COegv) Emisi Emksioni 525,13 227,84 250,93 Jumlah karyawan Total employees 210 161 178 Intensitas emisi (Ton CCregviorang) 2,50 1,42 1,41 Emissions Intensity (Ton CO2egyv /person) Armada Fleet Jenis Sumber Emi: (dalam Ton CO?egv) ons Sou in Ton CO'egv) Emisi Emission 2.126,18 1.980,95 2.176,76 Jumlah armada Total of feet 15 112 109 Intensitas emisi (Ton CO?egv/unit) Emissions Intensity (Ton CO2egv /unit) 18,49 17,69 19,97
Page 116 OCR 0.929
TN CI TN FE ap | “ut SRE| & Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi yang Dilakukan Efforts and Achievements in Emission Reduction A. Operasional Fleet Pada segmen offshore, kapal dengan tingkat utilisasi charter yang relatif rendah umumnya dioperasikan menggunakan skema charter COB. Selain sebagai bentuk efisiensi pelanggan, penerapan skema ini memungkinkan pengoperasian kapal yang lebih optimal sesuai dengan tingkat keterpakaian, sehingga emisi yang dihasilkan dapat dikendalikan secara lebih efektif. Perseroan menerapkan upaya pengurangan emisi melalui pemantauan konsumsi bahan bakar selama pelaksanaan — operasi, serta — evaluasi penggunaan bahan bakar setelah kegiatan selesai yang biasanya dilakukan pada akhir kontrak. Pada segmen transhipment, salah satu upaya pengurangan emisi yang dilakukan oleh lini Drybulk adalah upaya penurunan konsumsi bahan bakar secara berkala baik di Mother Vessel (“MV”) maupun di tugboat-tongkang, upaya ini meliputi perhitungan estimasi penggunaan bahan bakar dalam proyek, monitoring penggunaan bahan bakar dalam kegiatan operasi serta evaluasi penggunaan bahan bakar setelah proyek, upaya efisiensi konsumsi selain berdampak pada lebih rendahnya emisi, juga akan berdampak pada rendahnya biaya produksi. B. Operasional Kantor Pada Grha KCT mulai dari desain sampai dengan sarana & prasarana ditujukan untuk upaya dan /atau kegiatan baik secara langsung maupun tidak langsung dalam rangka mendukung upaya dan pencapaian pengurangan emisi Perseroan, di antaranya: ramah 1. Penggunaan material Perseroan secara konsisten mengadopsi penggunaan material dan perangkat yang lebih ramah lingkungan dalam kegiatan operasional. Seluruh sistem pencahayaan kantor telah menggunakan lampu LED, serta pendingin ruangan tipe inverter yang mampu menghemat konsumsi listrik hingga sekitar 4076 dibandingkan AC biasa. A. Fleet Operations In the offshore segment, vessels with relatively low charter utilization rates are generally operated using a COB charter scheme. In addition to customer efficiency, the application of this scheme enables more optimal vessel operation in accordance with utilization rates, thereby allowing for more effective control of emissions. The Company implements emission reduction efforts by monitoring fuel consumption during operations and evaluating fuel usage after activities are completed, which is usually done at the end of the contract. In the transhipment segment, one of the emission reduction efforts carried out by the Drybulk line is the effort to periodically reduce fuel consumption in both Mother Vessels (“MV”) and tugboats. These efforts include calculating estimated fuel usage in projects, monitoring fuel usage during operations, and evaluating fuel usage after projects. Efforts to improve fuel efficiency not only result in lower emissions, but also lower production costs. B. Office operations At Grha KCT, everything from design to facilities and infrastructure is aimed at efforts and/or activities, both directly and indirectly, to support the Company's emission reduction efforts and achievements, which include: 1. use of eco-friendly materials The Company consistently adopts the use of more environmentally friendly materials and eguipment in its operational activities. All office lighting systems use LED lights, as well as inverter-type air conditioners that can save up to 40Yo in electricity consumption compared to conventional air conditioners. PT Pelayaran Nasional Ekalya P Laporan Keberlanjutan 2025 Su
Page 117 OCR 0.917
107 PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report Upaya ini berkontribusi pada penurunan beban listrik sekaligus pengurangan emisi karbon. Selain itu, penggunaan refrigeran G32 yang memiliki potensi pemanasan global lebih rendah turut mendukung upaya Perseroan dalam menekan emisi gas rumah kaca. 2. Efisiensi dan Penghematan Energi di Lingkungan Kerja Perseroan menerapkan kebijakan penghematan energi melalui pengaturan penggunaan fasilitas kantor secara bijak. Penggunaan lift dibatasi untuk mobilisasi di atas 2 lantai, sementara pendingin ruangan dimatikan pada saat jam istirahat karyawan. Kebijakan ini mencerminkan komitmen Perseroan dalam mengoptimalkan konsumsi energi sekaligus meminimalkan emisi yang dihasilkan dari aktivitas operasional. 3. Kendaraan Operasional Berkelanjutan Dalam mendukung transisi — menuju operasional yang lebih berkelanjutan, Perseroan — secara bertahap telah memanfaatkan kendaraan operasional berbasis hybrid hingga kendaraan listrik (electric — vehicle/EV). — Langkah — ini menunjukkan arah dan keseriusan Perseroan dalam mengurangi jejak karbon serta mendukung penerapan praktik ramah lingkungan secara berkelanjutan. CD CD These efforts contribute to reducing electricity consumption and — carbon emissions. In addition, the use of G32 refrigerant, which has a lower global warming potential, supports the Company's efforts to reduce greenhouse gas emissions. 2. Energy Efficiency and Conservation in the Workplace The Company implements an energy conservation policy through the prudent use of office facilities. The use of elevators is limited to movement between floors above the second floor, while air conditioning is turned off during employee breaks. This policy reflects the Company's commitment to optimizing energy consumption while minimizing emissions from operational activities. 3. Sustainable Operational Vehicles In supporting the transition to more sustainable operations, the Company has gradually utilized hybrid-based operational vehicles and electric vehicles (EVs). This step demonstrates the Company's direction and seriousness in reducing its carbon footprint and supporting the implementation of sustainable environmentally friendly practices. Jumlah Limbah dan Efluen yang Dihasilkan Berdasarkan Jenis Amount of Waste and Effluent Produced by Type Seiring dengan peningkatan — aktivitas operasional pada tahun pelaporan, Perseroan mencatat adanya perubahan pada jumlah limbah dan efluen yang dihasilkan dibandingkan dengan periode sebelumnya. Perseroan memastikan bahwa seluruh limbah dan efluen yang dihasilkan dikelola melalui upaya pemilahan, pengolahan, serta pembuangan akhir yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. In line with the increase in operational activities during the reporting year, the Company recorded changes in the volume of waste and effluents generated compared to the previous period. The Company ensures that all waste and effluents are managed through appropriate segregation, treatment, and final disposal processes in compliance with applicable laws and regulations.
Page 118 OCR 0.894
Jenis Satuan Type Unit ap | ut SRE| & Cair ton 410 1,77 Liguid Padat ton 0,35 0,11 Solid Ca C3 C3 Mekanisme Pengelolaan Limbah dan Efluen Waste and Effluent Management Mechanism Perseroan memastikan bahwa seluruh program pengelolaan lingkungan hidup dilaksanakan secara konsisten dalam setiap kegiatan operasional, baik di darat maupun di kapal. Pengelolaan limbah dan efluen dilakukan dengan mengacu pada peraturan pemerintah serta standar — internasional, — termasuk International Convention for the Prevention of Pollution from Ships (MARPOL), yang mengatur pencegahan pencemaran lingkungan dari limbah berbahaya, limbah non-B3, dan emisi udara akibat kegiatan pelayaran. Sebagai bentuk kepatuhan terhadap konvensi tersebut, armada Perseroan dilengkapi dengan berbagai sertifikasi lingkungan yang relevan, antara lain: “ International Maritime Dangerous Goods (IMDG) — Penanganan barang berbahaya “ International Air Pollution Prevention (IAPP) — Pencegahan polusi udara » International Garbage Pollution Prevention (IGPP) — Pencegahan polusi sampah laut “ International Oil Pollution — Prevention (IOPP) — Pencegahan pencemaran minyak “ International Sewage Pollution Prevention (ISPP) - Pencegahan pencemaran air limbah kapal The Company ensures that all environmental management programs are consistently implemented across its operational activities, both onshore and offshore. Waste and effluent management is carried out in compliance with applicable government regulations — and international standards, including the International Convention for the Prevention of Pollution from Ships (MARPOL), which governs the prevention of environmental pollution from hazardous waste, non-hazardous waste, and air emissions generated from marine operations. As part of compliance with this convention, the Company's fleet is eguipped with various environmental certifications, including: “ International Maritime Dangerous Goods (IMDG) — Handling of dangerous goods “ International Air Pollution Prevention (IAPP) — Prevention of air pollution » International Garbage Pollution Prevention (IGPP) — Prevention of garbage pollution in marine environments “ International Oil Pollution Prevention (IOPP) - Prevention of oil pollution at sea “ International Sewage Pollution Prevention (ISPP) - Prevention of sewage pollution from ships PT Pelayaran Nasional Ekalya P' Laporan Keberlanjutan 2025
Page 119 OCR 0.908
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk 109 | aporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report “ Noxious Liguid Substance (NLS) - Pengelolaan bahan cair berbahaya # Ballast Water Management Certificate (BWM Certificate) - Pengendalian dan pengelolaan air ballast “ Sertifikat Nasional Pencegahan Pencemaran (SNPP) —- Pemenuhan persyaratan nasional terkait pencegahan pencemaran Saat ini atas limbah yang dihasilkan operasional kapal terklasifikasi sebagai berikut: a. Bilge water/oil engine Merupakan limbah dari operasional kapal termasuk di dalamnya adalah air yang terkumpul di bagian paling bawah kapal (disebut bilge), campuran air laut, air hujan, oli. b. Cooking oil Limbah yang berasal dari hasil minyak goreng bekas pakai untuk kepentingan kru kapal. c. Food waste Adalah limbah sisa makanan yang terbuang. d. Plastic waste Segala jenis sampah plastik yang berada di kapal e. Hazardous waste Limbah B3 kapal seperti oli dan pelumas bekas, sparepart, filter, limbah bekas medis, cat, dan lain sebagainya. Pada Grha KCT limbah berasal dari kegiatan standar operasional perkantoran — yang dikategorikan sebagai berikut: a. Limbah non-organik merupakan limbah dalam bentuk kaleng, plastik, botol, karet, aluminium foil makanan lakban, dan lain sebagainya. b. Limbah organik Adalah limbah sisa makanan yang dapat didaur ulang dalam bentuk ampas makanan atau minuman, kulit buah, dan lain sebagainya. c. Limbah Sanitasi Limbah yang berasal dari limbah urinoil, cuci dapur, dan toilet. hp » spE & “ Noxious Liguid Substance (NLS) - Management of hazardous — liguid substances “ Ballast Water Management Certificate (BWM Certificate) - Control and management of ballast water “ National Pollution Prevention Certificate (SNPP) - Compliance with national regulations on pollution prevention Currently, waste generated by vessel operations is classified as follows: a.Bilge water/oil engine This is waste from vessel operations, including water collected at the bottom of the vessel (called bilge), a mixture of seawater, rainwater, and oil. b.Cooking oil Waste originating from used cooking oil for the crew's needs. c.Food waste This is waste food that is discarded. d.Plastic waste All types of plastic waste on the vessel. e.Hazardous waste This includes hazardous waste from vessels such as used oil and lubricants, spare parts, filters, used medical waste, paint, and so on. At Grha KCT, waste comes from standard office Operations and is categorized as follows: a. Non-organic waste is waste in the form of cans, plastic, bottles, rubber, aluminum foil food , duct tape, and so on. b. Organic waste is food waste that can be recycled in the form of food or beverage pulp, fruit peels, and so on. C. Sanitation waste Waste originating from urine, kitchen cleaning, and toilets.
Page 120 OCR 0.932
d. Limbah B3 Limbah dengan kategori B3 operasional kantor yaitu kaca, baterai, tinta, pita printer, dan cairan pembersih Perseroan menyediakan — Manual/Prosedur Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 serta peralatan pendukung untuk memastikan penanganan limbah dari kapal maupun fasilitas darat dilakukan secara aman dan sesuai karakteristiknya. Pemantauan terhadap kegiatan yang berpotensi menghasilkan limbah dilakukan secara berkala untuk memastikan efektivitas pengendalian. Dalam pengelolaan limbah B3, Perseroan menunjuk pihak ketiga berizin untuk pengangkutan dan pengolahan limbah lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku. Seluruh proses pengelolaan limbah dicatat dan dilaporkan kepada otoritas terkait guna menjamin kepatuhan dan akuntabilitas terhadap standar lingkungan hidup secara berkelanjutan. Seluruh pengelolaan limbah pada kapal dilaksanakan oleh pihak ketiga yang terdaftar pada Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (“KLHK”). Perseroan memastikan seluruh proses pengelolaan limbah pada kapal meliputi pengangkutan, pengumpulan, dan pengolahan / pemanfaatan sudah memenuhi standar dan kriteria yang ditetapkan oleh KLHK dan peraturan perundangan yang berlaku. Saat ini limbah yang dihasilkan dari operasional kapal di bawah 50 kg/hari sehingga untuk pengangkutan limbah oleh pihak ketiga dilakukan maksimal 180 hari sejak limbah dihasilkan sesuai dengan Peraturan Menteri (“Permen”) LHK No. 6 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Limbah B3 dan Peraturan Pemerintah (“PP”) No. 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. ap | “ut SRE| & d.B3 Waste Waste categorized as B3 office waste, such as glass, batteries, ink, printer ribbons, and cleaning fluids. The Company has established Waste and Hazardous Waste (B3) Handling Manuals/Procedures and provides the reguired pollution prevention eguipment to ensure proper waste handling in both marine vessels and onshore facilities. Regular monitoring is conducted to oversee activities that have the potential to generate waste and to ensure proper implementation. In managing hazardous (B3) waste, the Company appoints licensed — third-party contractors for transportation and further treatment of waste in accordance with applicable regulations. All waste management activities are documented and reported to the relevant authorities to ensure compliance and maintain accountability in line with sustainable environmental protection standards. All waste management on ships is carried out by third parties registered with the Ministry of Environment and Forestry (“KLHK”). The Company ensures that all waste management processes on ships, including transportation, collection, and treatment/utilization, comply with the standards and criteria set by KLHK and applicable laws and regulations. Currently, the waste generated from vessel operations is less than 50 kg/day, so the transportation of waste by third parties is carried out a maximum of 180 days after the waste is generated in accordance with the Ministerial Regulation (“Permen”) LHK No. 6 of 2021 concerning the Management of Hazardous Waste and Government Regulation (“PP”) No. 22 of 2021 concerning the Implementation of Environmental Protection and Management.
Page 121 OCR 0.924
m Nasional Ekalya Purnamasari anjutan 2025 Sustainability Gedung Grha KCT merupakan kantor operasional dan kantor pusat untuk segala aktivitas operasional Perseroan baik offshore maupun onshore. Perseroan memastikan operasional pada Grha KCT sudah memenuhi Sertifikat Laik Fungsi (“SLF”) yang terdiri atas 4 aspek antara lain: a. Keselamatan: Struktur, pencegahan bahaya kebakaran, penangkal petir, dil. b.Kesehatan: Pencahayaan, penghawaan (ventilasi), sanitasi, bahan bangunan. The Grha KCT building is the operational office and headguarters for all of the Company's offshore and onshore operational activities. The Company ensures that operations at Grha KCT comply with the Functionality Certificate (“SLF”), which consists of 4 aspects, including: a. Safety: Structure, fire prevention, lightning protection, etc. 1 | b.Health: Lighting, ventilation, sanitation, building materials. c.Kenyamanan: Tata ruang, kebisingan, getaran. d. Kemudahan: Aksesibilitas (difabel), sistem drainase, pengelolaan limbah. c. Comfort: Layout, noise, vibration. d. Convenience: Accessibility (for people with disabilities), drainage system, waste management.
Page 122 OCR 0.924
Menindaklanjuti manual prosedur pengelolaan limbah, Perseroan telah memiliki organ yang mempunyai tugas dan tanggung jawab pengelolaan limbah dan efluen. Adapun detail organ yang bertanggung jawab atas hal tersebut, meliputi: a. Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Saat ini departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) / HSE Gedung mempunyai job desk yang bertanggung jawab dalam membuat, monitoring, dan evaluasi (MONEV) atas pelaksanaan pengelolaan limbah dan efluen di Grha KCT. Departemen K3/HSE Gedung terdiri atas 3 orang yang cakap dan memenuhi prasyarat sebagai HSE termasuk telah mendapatkan sertifikasi umum HSE. ap | “ut SRE| & Following up on the waste management procedure manual, the Company has established an organ with duties and responsibilities for waste and effluent management. The details of the organ responsible for this include: a. Occupational Department Safety and Healih (K3) Currently, the Occupational Safety and Health (K3) / HSE Department has a job desk responsible for creating, monitoring, and evaluating (MONEV) the implementation of waste and effluent management at Grha KCT. The K3/HSE Department consists of 3 people who are competent and meet the prereguisites as HSE, including having obtained general HSE certification. N b. Sarana Prasarana Grha KCT telah mempunyai fasilitas sarana dan prasarana yang telah disyaratkan seperti, tempat pembuangan sementara, tempat sampah terpilah, dan tempat sampah B3 khusus sebagaimana disyaratkan pada Peraturan Menteri (“Permen”) LHK No. 6 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Limbah B3. Berdasarkan dokumen yang diterbitkan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, Graha KCT dinyatakan layak secara lingkungan, dengan tetap memenuhi ketentuan pengelolaan lingkungan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. b. Facilities and Infrastructure Graha KCT has facilities and infrastructure that meet the reguirements, such as temporary disposal sites, separate waste bins, and special hazardous waste bins as reguired by Minister of Environment and Forestry Regulation No. 6 of 2021 concerning Hazardous Waste Management. Based on documents issued by the Surabaya City Environmental Agency, Grha KCT has been declared environmentally compliant, while continuing to meet environmental management reguirements in accordance with applicable laws and regulations. PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 12
Page 123 OCR 0.915
13 PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report Pengangkutan dan Pengelolaan limbah B3 yang dihasilkan oleh Grha KCT dilakukan melalui pihak ketiga (vendor limbah B3) yang memiliki izin resmi, serta pengambilan limbah B3 dilakukan secara berkala dan tidak melebihi batas waktu penyimpanan (masa simpan) limbah B3 sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan — yang berlaku. The transportation and management of hazardous waste generated by Graha KCT is carried out by a third party (hazardous waste vendor) that has an official permit, and the collection of hazardous waste is carried out periodically and does not exceed the storage period (shelf life) of hazardous waste in accordance with the provisions of applicable laws and regulations. c. Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) IPAL merupakan sebuah struktur yang dirancang untuk membuang limbah biologis dan kimiawi dari air, — sehingga memungkinkan air tersebut — dapat digunakan pada aktivitas lain. Fungsi IPAL sendiri mencakup: -pengolahan air limbah perkotaan, untuk membuang limbah manusia dan limbah rumah tangga lainnya -pengolahan limbah industri, untuk mengolah limbah cair hasil dari aktivitas manufaktur sebuah industri dan komersial termasuk juga aktivitas pertambangan. Grha KCT sebagai kantor pusat Perseroan telah melaksanakan implementasi IPAL berdasarkan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Air Limbah (“Perda Limbah”). Dalam Perda Limbah, pengelolaan limbah cair dilakukan secara bertanggung jawab termasuk sebelum dialirkan ke sistem pembuangan, limbah cair yang dihasilkan telah melalui proses pengendalian dan pengujian sehingga memenuhi yang syaratkan. hp » spE & c. Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) IPAL is a structure designed to remove biological and chemical waste from water, allowing the water to be used for other activities. The functions of a IPAL include: - Urban wastewater treatment, to dispose of human waste and other household waste. - Industrial waste treatment, to treat Iiguid — waste resulting — from manufacturing — and commercial activities, including mining activities. In the Waste Regulation, liguid waste management is carried out responsibly, including before it is discharged into the sewage system, the liguid waste produced has undergone a control and testing process so that it meets the reguirements. Currently, IPAL management is carried out by a third party and there is no industrial waste that reguires guality testing so that cleaning or draining can be carried out directly by a third party.
Page 124 OCR 0.914
Saat ini pengelolaan IPAL dilakukan oleh pihak ketiga dan tidak terdapat limbah industri yang memerlukan tes baku mutu sehingga dapat langsung dilakukan pembersihan atau pengurasan oleh pihak ketiga. hp | BspE| & Currentty, IPAL management is carried out by a third party and there is no industrial waste that reguires guality testing so that cleaning or draining can be carried out directly by a third party. SASB TR-MT-160a.3 CD CD Tumpahan yang Terjadi Spills Occurred Sepanjang tahun 2025, Perseroan tidak mencatat adanya insiden tumpahan bahan kimia, minyak, dan bahan bakar di area operasional maupun di perairan tempat beroperasinya armada kapal. Hal ini menunjukkan efektivitas sistem pengelolaan operasional dan kepatuhan terhadap standar keselamatan — maritim yang — diterapkan Perseroan. Dalam upaya pencegahan tumpahan, seluruh kapal dalam armada Perseroan dilengkapi dengan peralatan penanganan darurat sesuai standar MARPOL (Marine Pollution) dan menjalani inspeksi rutin berkala untuk memastikan integritas sistem bahan bakar dan tangki penyimpanan. Selain itu, Perseroan menerapkan protokol operasional yang ketat dalam penanganan, penyimpanan, dan transfer bahan bakar maupun material operasional lainnya. Seluruh awak kapal juga telah mengikuti pelatihan tanggap darurat tumpahan untuk memastikan kesiapan dalam menghadapi potensi insiden. Meskipun tidak terjadi tumpahan pada tahun 2025, Perseroan tetap berkomitmen untuk terus meningkatkan sistem pencegahan dan kesiapsiagaan dalam pengelolaan risiko lingkungan di seluruh area operasional. Throughout 2025, the Company has not recorded any incidents of chemical, oil, or fuel Spills in operational areas or in the waters where the vessel fleet operates. This demonstrates the effectiveness of the operational management system and compliance with maritime safety standards implemented by the Company. In spill prevention efforts, all vessels in the Company's fleet are eguipped with emergency response eguipment in accordance with MARPOL (Marine Pollution) standards and undergo regular periodic inspections to ensure the integrity of fuel systems and storage tanks. In addition, the Company implements strict operational protocols in the handling, storage, and transfer of fuel and other operational materials. All crew members have also completed spill emergency response training to ensure preparedness in facing potential incidents. Although no spills occurred in 2025, the Company remains committed to continuously improving prevention systems and preparedness in environmental risk management across all operational areas. PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report N4
Page 125 OCR 0.931
Ns PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report Jumlah dan Materi Pengaduan Lingkungan Hidup yang Diterima dan Diselesaikan Number and Subject Matter of Environmental Complaints Received and Resolved Sepanjang tahun 2025, tidak terdapat pengaduan terkait dampak lingkungan hidup dari kegiatan operasional transportasi laut dan jasa offshore. Hal ini menunjukkan komitmen Perseroan dalam menjalankan operasional yang sesuai dengan standar lingkungan dan peraturan yang berlaku, termasuk penerapan konvensi Marine Pollution (“MARPOL”) serta kepatuhan terhadap regulasi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengenai pengelolaan limbah dan polusi. Perseroan secara proaktif melakukan pemantauan dan evaluasi berkala terhadap seluruh aktivitas operasional armada untuk memastikan tidak ada dampak negatif terhadap lingkungan laut. Meskipun tidak ada pengaduan yang diterima, Perseroan tetap menyediakan mekanisme pelaporan pengaduan melalui berbagai saluran komunikasi yang dapat diakses oleh masyarakat dan pemangku kepentingan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan lingkungan hidup. Kinerja Sosial Social Performance Throughout 2025, there were no complaints regarding the environmental impact of maritime transportation and offshore services operations. This demonstrates the Company's commitment to conducting operations in accordance with environmental standards and applicable regulations, including the implementation of the MARPOL (Marine Pollution) convention and compliance with the Directorate General of Sea Transportation regulations concerning waste and pollution management. The Company proactively conducts regular monitoring and evaluation of all fleet operational activities to ensure there are no negative impacts on the marine environment. Although no complaints have been received, the Company continues to provide a complaint reporting mechanism through various communication channels accessible to the public and stakeholders to ensure transparency and accountability in environmental management. Komitmen untuk Memberikan Layanan atas Produk dan/atau Jasa yang Setara kepada Konsumen Commitment to Provide Egual Products and/or Services to Consumers Perseroan berkomitmen untuk menyediakan layanan transportasi laut dan jasa offshore yang setara kepada seluruh konsumen tanpa memandang latar belakang, lokasi operasional, maupun skala bisnis klien. Komitmen ini diwujudkan melalui penerapan standar pelayanan yang tidak membedakan konsumen berdasarkan ukuran usaha, lokasi operasional, maupun status perusahaan. Perseroan memastikan bahwa seluruh armada kapal yang dioperasikan, mulai crewboat, AHT, AHTS, PSV, dan jenis layanan lainnya, memenuhi standar keselamatan dan kualitas layanan yang sama, baik untuk klien korporasi besar maupun perusahaan menengah. hp » spE & The Company is committed to providing eguitable maritime transportation and offshore services to all consumers regardless of background, operational location, or client business scale. This commitment is realized through the implementation of service standards that do not discriminate consumers based on business size, operational location, or company status. Company ensures that all operated vessel fleets, including crewboats, AHTS (Anchor Handling Tug Supply), PSV (Platform Supply Vessel), and other types of services, meet the same safety and service guality standards, whether for large corporate clients or medium-sized enterprises.
Page 126 OCR 0.940
Pada tahun 2023, Perseroan memasuki pasar internasional baru, namun ekspansi tersebut tidak mengubah prinsip dasar pelayanan. Baik klien dalam negeri maupun luar negeri tetap memperoleh tingkat layanan yang sama melalui penerapan prinsip egual service. Dalam memastikan kesetaraan layanan, Perseroan menjadikan prinsip — keadilan, integritas, dan transparansi sebagai dasar dalam setiap proses bisnis, mulai dari mekanisme tender hingga penyediaan jasa. Sebagai bentuk implementasi nyata, Perseroan menerapkan prinsip egual service dalam merespon layanan pelanggan, dimana setiap permintaan informasi, keluhan, atau kebutuhan Operasional dari seluruh klien ditangani dengan standar waktu respons yang sama, yaitu maksimal 24 jam untuk penanganan awal dan eskalasi sesuai prosedur yang berlaku tanpa membedakan skala bisnis klien maupun jenis layanan yang digunakan. Selain itu, Perseroan juga menyediakan akses platform digital monitoring yang dapat digunakan oleh seluruh klien untuk memantau posisi kapal, jadwal operasional, dan status pengiriman secara real-time, memastikan transparansi operasional yang setara bagi semua klien yang menggunakan layanan crewboat, AHT, AHTS, PSV, maupun jenis kapal lainnya. Melalui sistem ini, baik seluruh klien memperoleh informasi yang sama mengenai performa layanan, sehingga setiap klien dapat melakukan evaluasi dan perencanaan bisnis dengan dasar data yang akurat dan terkini. Melalui pendekatan ini, Perseroan memastikan bahwa setiap klien memperoleh tingkat layanan yang setara dan berkualitas tinggi sesuai berprinsip SRE dengan tetap mengedepankan standar mutu tinggi, keselamatan kerja, dan kepatuhan terhadap regulasi industri yang berlaku dengan standar industri maritim intemasional. Sesuai dengan visi dan misi, upaya, penggunaan teknologi, layanan yang andal, dan dukungan sumber daya manusia yang kompeten dalam budaya STRONG yang telah diimplementasikan kepada seluruh klien (dalam & luar negeri) menjadi salah satu kunci sukses Perseroan untuk mendukung pencapaian tujuan keberlanjutan. “G8 | SRE | & In 2023, the Company entered new international markets, but this expansion did not change its basic service principles. Both domestic and foreign clients continue to receive the same level of service through the application of the principle of egual service. In ensuring service eguality, the Company bases every business process, from tender mechanisms to service provision, on the principles of fairness, integrity, — and transparency. As a concrete implementation, the Company applies the egual service principle in responding to customer service, where every reguest for information, complaint, or operational need from all clients is handled with the same response time standard, which is a maximum of 24 hours for initial handling and escalation according to applicable procedures without differentiating client business scale or type of service used. In addition, the Company provides access to a digital monitoring platform that can be used by all clients to track vessel positions, operational schedules, and delivery status in real-time, ensuring egual operational transparency for all clients using crewboat, AHTS, PSV, or other types of vessel services. Through this system, all clients receive the same information regarding service performance, enabling every client to conduct evaluation and business planning based on accurate and up-to-date data. Through this approach, the Company ensures that every clients receives an egual and high-guality level of service in accordance with SRE principles, while maintaining high guality standards, work safety, and compliance with applicable industry regulations and international maritime industry standards. In line with its vision and mission, efforts, use of technology, reliable services, and support from competent human resources in a STRONG culture that has been implemented for all clients (domestic and foreign) are among the keys to the Company's success in supporting the achievement of its sustainability goals PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report n6
Page 127 OCR 0.926
17 PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report Kesetaraan Kesempatan Bekerja Egual Employment Opportunity Perusahaan menetapkan kebijakan kesetaraan kesempatan kerja yang diatur dalam Peraturan Perusahaan, termasuk ketentuan terkait pengembangan karir dan promosi. Dalam pelaksanaan promosi, Perusahaan memastikan seluruh karyawan memperoleh kesempatan yang sama tanpa membedakan jenis kelamin, golongan, suku, maupun ras. Pemenuhan posisi pada level yang lebih tinggi diprioritaskan melalui sumber internal dengan mempertimbangkan kinerja, kompetensi dan persyaratan jabatan, serta dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku untuk menjaga transparansi, objektivitas dan keadilan. Sepanjang tahun 2025, sebanyak 9 (sembilan) karyawan mengikuti proses promosi dari level staf ke level supervisor atau spesialis sesuai ketentuan yang berlaku. Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa Child Labor and Forced Labor Sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang ketenagakerjaan, Perusahaan melarang penggunaan tenaga kerja anak dan tenaga kerja paksa. Berdasarkan pemantauan dan data ketenagakerjaan Perusahaan selama tahun 2025, tidak terdapat pekerja anak maupun tenaga kerja paksa. Upaya pencegahan yang dilakukan perusahaan meliputi penerapan proses rekrutmen yang terstandarisasi dan terdokumentasi, termasuk verifikasi identitas serta usia kandidat pada tahap seleksi. Selain itu pengelolaan data karyawan melalui sistem Human Resources Information System (HRIS) memastikan kepatuhan terhadap ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku sehingga meminimalkan resiko penggunaan pekerja anak maupun tenaga kerja paksa. hp » spE & The Company has established an egual employment opportunity policy as set out in the Company Regulation, including provisions on career development and employee promotion. In implementing promotions, the Company ensures that all employess have egual opporunities regardless of gender, group/class, ethnicity or race. Vacancies at higher levels are prioritized to be filed through internal sources (internal promotion), based on performance, competencies, and job reguirements, and are carried out in accordance with applicable procedures to maintain transparency, objectivity and fairness. Throughout 2025, a total of 9 (nine) employees participated in the promotion process in accordance with the applicable provisions. In accordance with applicable labor regulations, the Company prohibits the employment of child labor and forced labor. Based on the Company's monitoring and workforce records during 2025, there were no cases of child labor or forced labor. Preventive measures Company include aa standardized and documented recruitment process, including identity and age verification during the selection stages. Also, employee data management was managed through the Human Resources Information System (HRIS) to ensure compliance with applicable labor reguirements and to minimize the risk of child labor and forced labor. implemented by the
Page 128 OCR 0.928
Selain itu, Perseroan telah memasukkan pelarangan perbudakan (slavery) dan tenaga kerja anak dalam Pedoman Kode Etik dan Perilaku (“CoC”) tentang — keterbukaan rekrutmen, yaitu “Perseroan melarang adanya perbudakkan (slavery) ataupun eksploitasi tenaga kerja dan penggunaan tenaga kerja anak di lingkup Perseroan dan Pemasok yang dilarang oleh Undang-undang ketenagakerjaan” CD CI GI Upah Minimum Regional Regional Minimum Wage Perseroan berkomitmen untuk menerapkan praktik ketenagakerjaan yang adil dan patuh terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk ketentuan Upah Minimum Regional (“UMR”). Komitmen ini merupakan bagian dari upaya Perusahaan dalam menjaga kesejahteraan karyawan, menciptakan hubungan kerja yang sehat, serta memastikan keberlanjutan operasional yang bertanggungjawab. Sebagai bentuk kepatuhan tersebut, Perseroan melakukan pemantauan dan peninjauan berkala terhadap struktur upah dan remunerasi, khususnya pada tingkat jabatan terendah, agar tetap selaras dengan ketentuan UMR sesuai wilayah operasional Perusahaan. Pada tahun 2025, remunerasi pegawai tetap pada tingkat terendah tercatat 1006 telah memenuhi ketentuan UMR yang berlaku. Lingkungan Bekerja yang Layak dan Aman Decent and Safe Working Environment Perseroan berkomitmen menyediakan jaminan kesehatan dan keselamatan kerja serta lingkungan bekerja yang aman, layak dan inklusif bagi seluruh pekerja. Komitmen ini diwujudkan melalui pemenuhan program jaminan sosial ketenagakerjaan, penyediaan fasilitas kerja yang memadai, serta penerapan standar keselamatan di area kerja. Perseroan memberikan kepesertaan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang diaktifkan sejak karyawan mulai bekerja. ap | “ut SRE| & In addition, the Company has included the prohibition of slavery and child labor in its Code of Conduct and Ethics (“CoC”) on recruitment transparency, namely “The Company prohibits slavery or labor exploitation and the use of child labor within the scope of the Company and Suppliers as prohibited by labor laws.” The Company is committed to implementing fair labor practices and complying with applicable regulations, including the Regional Minimum Wage (UMR) reguirements. This commitment reflects the Company's efforts to safeguard employee welfare, maintain healthy industrial relations and support responsible and sustainable business operations. To ensure compliance, the Company conducts periodic monitoring and reviews of its wage and remuneration structure, particularly for the lowest-level permanent employees, to remain aligned with the applicable UMR across the Company's operating areas. In 2025, the remuneration for the Company's lowest-level permanent employees was 10094 of the UMR reguirement. The Company is committed to providing health and occupational safety assurance and maintaining a safe, decent and inclusive working environment for all employees. This commitment is implemented through compliance with mandatory social security programs, the provisions of adeguate workplace facilities and the application of safety standards across the workplace. The Company enrolls employees in BPJS Kesehatan and BPJS Ketenagakerjaan in accordance with applicable regulations, which are activated upon the employee's commencement of employment. PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report ns
Page 129 OCR 0.920
Nasional Ekalya Purnamasari Tbk utan 2025 Sustainability Report Selain itu, Perseroan menyediakan asuransi kesehatan tambahan bagi pegawai tetap sebagai bentuk peningkatan manfaat kesehatan untuk mendukung kesejahteraan karyawan dan keluarganya sesuai ketentuan yang berlaku di Perseroan. Untuk memastikan lingkungan kerja yang layak, Perseroan menyediakan serta memelihara fasilitas kerja yang bersih dan nyaman. Fasilitas yang tersedia meliputi toilet di setiap lantai, ruang makan, serta ruang menyusui sebagai fasilitas pendukung bagi ibu bekerja. Perseroan juga melengkapi area kerja dengan sarana keselamatan dan mitigasi kebakaran, termasuk alat deteksi asap dan fasilitas pemadam kebakaran. Selain itu tempat ibadah juga tersedia guna mendukung kebutuhan spiritual karyawan. —— Perseroan melakukan pemantauan secara berkala terhadap kondisi fasilitas dan penerapan — aspek keselamatan untuk memastikan seluruh pekerja dapat bekerja dalam lingkungan yang aman dan mendukung produktivitas. In addition, the Company provides supplementary health insurance for permanent employees as an enhanced health benefit to support employee welfare, subject to the Company's applicable provisions. To ensure a safe and decent workplace, the Company provides and maintains clean and comfortable facilities. These facilities include restrooms on each floor, a dining area, and a lactation room to support working moms. The workplace is also eguipped with fire safety and emergency mitigation facilities, including smoke detectors and firefighting eguipment. In addition a prayer facilities are provided to support employees' spiritual needs. The Company conducts periodic monitoring of facility conditions and the implementation of safety measures to ensure employees can work in a safe environment that supports productivity. 1 Pelatihan dan Pengembangan Kemampuan Pegawai Employee Training and Development Perseroan menyelenggarakan kegiatan pelatihan dan pengembangan kemampuan pegawai sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi dan penguatan kapabilitas internal — dalam — mendukung penerapan keberlanjutan. hp » spE & The Company conducted employee training and capability development programs as part of its efforts to strengthen competencies and internal capacity in supporting — the implementation of sustainability.
Page 130 OCR 0.931
Pelatihan dilaksanakan melalui program internal yang difasilitasi oleh Perseroan serta program eksternal yang diikuti pada lembaga atau penyelenggara pelatihan sesuai kebutuhan fungsi dan relevansi materi. Perseroan juga melakukan pencatatan dan evaluasi partisipasi pelatihan untuk memastikan efektivitas program dan kesinambungan pengembangan kompetensi Pada tahun 2025, jumlah pegawai yang mengikuti pelatihan internal adalah 99 orang. Jumlah pegawai yang mengikuti pelatihan eksternal sebanyak 75 orang. Total jam belajar pegawai selama periode pelaporan tercatat sebesar 1029,5 jam. ap | “ut SRE| & Training was delivered through internal programs facilitated by the Company as well as external programs provided by thrid-party training institutions, based on functional needs and the relevance of the learning materials. The Company also records and evaluates training participation to ensure program effectiveness and continuous competency development. In 2025, the number of employees participating in internal training was 99 . The number of employees participating in external training was 75 . Total employee learning hours during the reporting period amounted to 1029,5 hours. Dampak Operasi Terhadap Masyarakat Sekitar Impact of Operations on Surrounding Communities Perseroan memastikan bahwa kegiatan operasional dilakukan dengan menjaga kelestarian lingkungan, terutama ekosistem bawah air dengan tidak membuang sampah atau limbah ke perairan sekitar pemukiman sesuai dengan aturan yang tertulis dalam MARPOL yang mengatur pencegahan pencemaran laut oleh kapal. Di sisi lain, kegiatan operasional Perseroan juga memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar diantaranya: 1. Kegiatan keagamaan Bantuan pengadaan kebutuhan perjamuan (mis. roti, anggur, dan perlengkapan terkait) untuk mendukung kelancaran ibadah dan kegiatan rohani, sebagai wujud dukungan ELPI terhadap kegiatan keagamaan. Kegiatan ini diselenggarakan di Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. N . ELPI Sharing (Bakti sosial) Program kepedulian sosial dilaksanakan di Samarinda dan Balikpapan yang mana merupakan lokasi operasional perseroan. Bakti sosial dilakukan kepada anak panti asuhan melalui bantuan kebutuhan dasar (sembako), alat tulis/perlengkapan sekolah, serta dukungan layanan kesehatan/edukasi untuk mendukung tumbuh kembang anak dan mempererat hubungan dengan komunitas. The company ensures that its operations are conducted in a manner that preserves the environment, particularly the underwater ecosystem, by not dumping waste or sewage into the waters surrounding residential areas, in accordance with the provisions of MARPOL, which regulates the prevention of marine pollution by vessels. On the other hand, the Company's operational activities also have a positive economic impact on the surrounding community, including: 1. Religious activities Assistance in procuring banguet supplies (e.g., bread, wine, and related eguipment) to support the smooth running of worship and spiritual activities, as a form of ELPI's support for religious activities. This activity was held in the Talaud Islands, North Sulawesi. N . ELPI Sharing (Social service) Social awareness programs are carried out in Samarinda and Balikpapan, which are the locations of ELPI's operations. Social service is provided to children in orphanages through assistance with basic necessities (food, clothing, and shelter), stationery/school supplies, and health/education support to support child development and strengthen relationships with the community. PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 120
Page 131 OCR 0.918
' Nasional Ekalya Purnamasari Tbk utan 2025 Sustainability Report 3. ELPI Peduli (Bakti sosial Warakawuri) Kegiatan sosial untuk — memberikan apresiasi dan dukungan moral kepada Warakawuri (istri purnawirawan/alm. anggota Polri) dalam rangka HUT Bhayangkari Jawa Timur. Kegiatan dilakukan di Surabaya dimana lokasi kantor pusat Perseroan berada. 4. Program Dukungan Kesehatan Program dukungan kesehatan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Nusakambangan melalui penyediaan obat-obatan dan dukungan kesehatan lain yang dibutuhkan, guna membantu akses layanan kesehatan dan meringankan kebutuhan medis masyarakat. 5. Pembukaan Lapangan Kerja Perseroan memberikan porsi lebih besar dan mengutamakan masyarakat sekitar atas pemenuhan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan klien termasuk potensial jenjang karir ke depannya. 6. Pelibatan Masyarakat Lokal Atas produk dan/atau jasa yang dihasilkan oleh masyarakat setempat digunakan oleh Perseroan untuk memenuhi kebutuhan opersional barang dan/atau jasa seperti sembako, spare part, dan transportasi darat, hingga penyewaan boat. Program-program tersebut disusun berdasarkan kebutuhan lokal dan dilaksanakan secara kolaboratif — dengan — pemangku kepentingan setempat. Selain itu, Perseroan juga melakukan improvement terkait program-program ESG khususnya untuk parameter sosial dan terus berupaya memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan wilayah operasional Perseroan termasuk meningkatkan — kesejahteraan masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasional. hp » spE & 3. ELPI Peduli (Warakawuri Social Service) Social activities to provide appreciation and moral support to Warakawuri (wives of retired/deceased ' members of the Indonesian National Police) in commemoration of the anniversary of Bhayangkari East Java. The activities were carried out in Surabaya, where the Company's head office is located. & . Health Support Program A health support program to improve health services in Nusakambangan by providing medicines and other necessary health support to help access health services and alleviate the medical needs of the community. 5. Job Opportunities The Company gives greater priority to the surrounding community in fulfilling its workforce needs in accordance with client reguirements, including potential future career paths. 6. Local Community Involvement The Company uses products and/or services produced by the local community to meet its operational needs for goods and/or services such as basic necessities, spare parts, and land transportation, as well as boat rentals. These programs are designed based on local needs and implemented collaboratively with local stakeholders. In addition, the Company also makes improvements related to ESG programs, particularly for social parameters, and continues to strive to provide sustainable benefits to the community while supporting the development of the Company's operational areas, including improving community welfare and preserving the environment around the operational areas.
Page 132 OCR 0.923
Pengaduan Masyarakat
Public Complaints
Salah satu pilar di Good Corporate Governance
("GCG") adalah transparansi yang berarti
Perseroan menjamin pengungkapan informasi
material dan relevan mengenai kinerja, kondisi
keuangan dan informasi lainnya secara jelas,
memadai, akurat, dapat diperbandingkan, tepat
waktu serta mudah diakses oleh pemangku
kepentingan sesuai dengan haknya.
GCG, Code of Conduct (“CoC”), Conflict of
Interest (“Col”), dan Pakta Integritas telah
diungkapkan, dapat diakses secara terbuka dan
mudah melalui website Perseroan
https://elpi.co.id/
Bahwa apa yang telah menjadi kebijakan di
dalam GCG, CoC, Col, dan Pakta Integritas
wajib dijalankan dan dipatuhi oleh Dewan
Komisaris, Direksi, dan seluruh karyawan.
Perseroan menyadari sebagai Emiten
Perusahaan Publik (“EPP”) — tentunya
membutuhkan pengawasan internal dan
eksternal melalui publik dalam bentuk
transparansi sebagaimana diungkapkan di
atas.
Untuk itu, Perseroan telah mempunyai fungsi
kontrol eksternal yang dapat diakses oleh publik
melalui saluran Sistem Pelaporan Pelanggaran
atau Whistleblowing system yaitu ELPIPTrit.
Sistem pelaporan melalui ELPIPrit juga dapat
diakses pada website Perseroan maupun
melalui email. Adapun detail jika terdapat
indikasi dan /atau terjadinya pelanggaran dapat
diadukan melalui metode yaitu:
melalui email
co.id
1. Pelaporan
el el)
kepada
2. Push email pada website Perseroan melalui
menu governasi korporatELPIPrit atau
dapat klik tautan
https://elpi.co.id/'documents/elpiprit
Hingga 31 Desember 2025 tidak terdapat
pengaduan terkait indikasi, pelanggaran
dan/atau ketidaksesuaian dari GCG, CoC, dan
Col oleh Dewan Komisaris, Direksi, dan
karyawan.
One of the pillars of Good Corporate
Govemance (“GCG”) is transparency, which
means that the Company guarantees the
disclosure of material and relevant information
regarding its performance, financial condition,
and other information in a manner that is clear,
adeguate, accurate, comparable, timely, and
easily accessible to stakeholders in accordance
with their rights.
GCG, Code of Conduct (“CoC”), Conflict of
Interest (“CoI”), and Integrity Pact have been
disclosed and are openly and easily accessible
through the Company's website
https://elpi.co.id/
The policies contained in the GCG, CoC, Col,
and Integrity Pact must be implemented and
complied with by the Board of Commissioners,
Board of Directors, and all employees.
The Company realizes that as a Public
Company Issuer (“EPP”), it reguires internal and
external supervision by the public in the form of
transparency as disclosed above.
To that end, the Company has established an
external control function that is accessible to the
public through the ELPIPrit Violation Reporting
System or Whistleblowing system.
The reporting system through ELPIPrit can also
be accessed on the Company's website or via
email. Details of any indications and/or
occurrences of violations can be reported
through the following methods:
1. Reporting via email to elpiprit@elpi.co.id
2.Push email on the Company's website
through the corporate governancelELPIPrit
menu or click the link
https://elpi.co.id/idocuments/elpiprit
As of December 31, 2025, there have been no
complaints regarding indications, violations,
and/or non-compliance with GCG, CoC, and
Col by the Board of Commissioners, Board of
Directors, and employees.
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
Laporan Keberlanjutan 2025 Sust: ility Report
122
Page 133 OCR 0.923
| Nasional Ekalya Purnamasari Tbk utan 2025 Sustainability Report C3 CD CI Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) Environmental Social Responsibility Activities (TJSL) Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (“TJSL”) merupakan salah satu parameter atau bagian dari ESG yaitu parameter Social. Seiring dengan perkembangan dan kepatuhan atas pelaksanaan ESG, untuk TJSL atau Corporate Social Responsibilty (“CSR”) Perseroan telah meningkatkan bentuk TJSL menjadi suatu program dan kegiatan yang bukan hanya berfokus pada pemberian dana tetapi bertujuan memberikan asas manfaat dari program TJSL yang dilaksanakan. Sepanjang tahun 2025, beberapa program TJSL/CSR yang dilaksanakan Perseroan bukan hanya pada kantor pusat di Surabaya tetapi mempunyai cakupan dan sebaran pada area operasional dimana Perseroan beroperasi. Adapun program TJSL/CSR yang telah terealisasi adalah sebagai berikut : 1. ELPI Caring (Donor Darah) Program CSR Donor Darah merupakan wujud kepedulian Perseroan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan kesehatan masyarakat. Melalui kolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI), kegiatan ini mengajak karyawan dan masyarakat sekitar untuk bersama-sama — berbagi harapan — dan menyelamatkan sesama melalui aksi donor darah. Partisipasi aktif dalam program ini tidak hanya membangun solidaritas sosial, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dan kepedulian terhadap kehidupan orang lain. Inisiatif ini mencerminkan komitmen Perseroan dalam menjalankan tanggung jawab sosial yang berorientasi pada keberlanjutan, khususnya dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Pilar 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-Being). Melalui pelaksanaan donor darah secara rutin, Perseroan berkontribusi nyata dalam menjaga ketersediaan stok darah nasional, sekaligus memperkuat peran Perseroan sebagai entitas yang hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat. hp » spE & Social and Environmental Responsibility (“SER”) is one of the parameters or components of ESG, namely the Social parameter. In line with the development and compliance with ESG implementation, the Company has upgraded its SER or Corporate Social Responsibility (“CSR”) into a program and activities that not only focus on providing funds but also aim to deliver the benefits of the SER program implemented. Throughout 2025, several TJSL/CSR programs implemented by the Company were not only carried out at the head office in Surabaya but also covered and spread across the operational areas where the Company operates. The TJSL/CSR programs that have been realized are as follows: 1. ELPI Caring (Blood Donation) The Blood Donation CSR Program is a manifestation of the Company's concern for humanitarian values and public health. Through collaboration with the Palang Merah Indonesia (PMI), this activity invites employees and the surrounding community to share hope and save others through blood donation. Active participation in this program not only builds social solidarity, but also fosters awareness of the importance of maintaining health and caring for the lives of others. This initiative reflecis the Companys commitment to carrying out its social responsibility with a focus on sustainability, particularly — in supporting Sustainable Development Goal (SDG) Pillar 3: Good Health and Well-Being. Through regular blood donation drives, the Company makes a tangible contribution to maintaining the national blood supply, while strengthening its role as an entity that is present and beneficial to the community.
Page 134 OCR 0.930
GO0O MAL AND WELI BENG 2. Mangrove Program CSR Penanaman Mangrove merupakan wujud kepedulian Perseroan terhadap keberlanjutan lingkungan — dan keseimbangan ekosistem pesisir. Melalui inisiatif ini, Perseroan berupaya menjaga alam sebagai ruang hidup bersama dengan menanam mangrove yang berperan penting dalam menyerap emisi karbon, melindungi garis pantai dari abrasi, serta menjaga keberlangsungan ekosistem laut. Program ini sekaligus mencerminkan komitmen Perseroan dalam mendukung agenda Net Zero Emission dan upaya global dalam menghadapi perubahan iklim. Pelaksanaan kegiatan melibatkan kolaborasi aktif antara karyawan, masyarakat pesisir, serta pemerintah daerah atau lembaga swadaya masyarakat (LSM) lingkungan. — Selain memberikan dampak ekologis, program ini juga menjadi sarana edukasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan, baik dari sisi sosial maupun ekonomi. Inisiatif penanaman mangrove ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Pilar 13: Penanganan Perubahan Iklim (Climate Action), Pilar 14: Ekosistem Lautan (Life Below Water), serta Pilar 15: Ekosistem Daratan (Life on Land). Melalui program ini, Perseroan menegaskan perannya sebagai entitas yang tidak hanya berorientasi pada kinerja usaha, tetapi juga bertanggung jawab dalam menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang. 2. Mangrove The Mangrove Planting CSR Program is a manifestation of the Company's concern for environmental sustainability and coastal ecosystem balance. Through this initiative, the Company strives to preserve nature as a shared living space by planting mangroves, which play an important role in absorbing carbon emissions, protecting coastlines from abrasion, and maintaining the sustainability of marine ecosystems. This program also reflects the Company's commitment to supporting the Net Zero Emission agenda and global efforts to combat climate change. The implementation of this activity involves active collaboration between employees, coastal communities, and local governments or environmental non-governmental organizations (NGOS). In addition to its ecological impact, this program also serves as a means of environmental education and community empowerment, so that its benefits can be felt in a sustainable manner, both socially and economically. This mangrove planting initiative is in line with the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly Pillar 13: Climate Action, Pillar 14: Life Below Water, and Pillar 15: Life on Land. Through this program, the Company affirms its role as an entity that is not only oriented towards business performance, but also responsible for preserving the environment for future generations. PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 124
Page 135 OCR 0.924
| Nasional Ekalya Purnamasari Tbk utan 2025 Sustainability Report 14 maowmarr 3. Green Horizon Dalam rangka peringatan ulang tahun ke-33, Perseroan melaksanakan inisiatif keberlanjutan bertajuk Green Horizon. Program ini berupa penyaluran Pertamax Green kepada 330 pengemudi ojek online roda dua sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perseroan yang berfokus pada aspek lingkungan dan sosial. Kegiatan Green Horizon dilaksanakan pada 15 Juni 2025 di SPBU Pertamina Tegalsari, Surabaya, dengan total penyaluran 990 liter bahan bakar rendah emisi, di mana setiap penerima memperoleh kupon sebesar 3 liter Pertamax Green. Pemanfaatan bahan bakar rendah emisi ini ditujukan untuk mendukung upaya pengurangan emisi karbon serta mendorong penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan. Pelaksanaan program ini mencerminkan pendekatan Perseroan dalam mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam kegiatan non-operasional — melalui keterlibatan pemangku kepentingan eksternal. Program Green Horizon dilaksanakan sebagai bagian dari kontribusi Perseroan terhadap penguatan praktik keberlanjutan di masyarakat. Program ini selaras dengan — Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Pilar 7: Energi Bersih dan Terjangkau (Affordable and Clean Energy), Pilar 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan (Sustainable Cities and Communities), serta Pilar 13: Penanganan Perubahan Iklim (Climate Action). hp » spE & 3. Green Horizon In commemoration of its 33rd anniversary, the Company launched a sustainability initiative called Green Horizon. This program involved the distribution of Pertamax Green to 330 online motorcycle taxi drivers as part of the Company's Social and — Environmental Responsibility (SER) program, which focuses on environmental and social aspects. The Green Horizon activity was held on June 15, 2025, atthe Pertamina Tegalsari gas station in Surabaya, with a total distribution of 990 liters of low-emission fuel, where each recipient received a coupon for 3 liters of Pertamax Green. The use of low-emission fuel is intended to support carbon emission reduction efforts and encourage the use of more environmentally friendly energy. The implementation of this program reflects the Company's approach in integrating sustainability aspects into non-operational activities through the involvement of external stakeholders. The Green Horizon program is carried out as part of the Companys contribution to strengthening sustainability practices in the community. This program is in line with the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly Pillar 7: Affordable and Clean Energy, Pillar 11: Sustainable Cities and Communities, and Pillar 13: Climate Action.
Page 136 OCR 0.924
AND COMMUNTIES A5 DD 4. ELPI Peduli (Berbagi dengan Warakawuri) Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Bhayangkari — Jawa — Timur, Perseroan menyelenggarakan kegiatan sosial bertajuk “Berbagi dengan Warakawuri Polri”. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan apresiasi serta dukungan sosial kepada para Warakawuri, yaitu istri purnawirawan maupun almarhum anggota Kepolisian Republik Indonesia, atas kontribusi dan peran mereka dalam mendukung institusi Kepolisian. Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Perseroan dalam menjalankan Tanggung Jawab Sosial yang berfokus pada penguatan aspek sosial dan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Pilar 1: Tanpa Kemiskinan (No Poverty), Pilar 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-Being), serta Pilar 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh (Peace, Justice, and Strong Institutions). 4. ELPI Cares (Sharing with Warakawuri) In commemoration of the East Java Bhayangkari Anniversary, the Company held a social event titled “Sharing with Warakawuri Polri”. This event aimed to show appreciation and provide social support to Warakawuri, the wives of retired and deceased members of the Indonesian National Police, for their contributions and roles in supporting the Police institution. The implementation of this activity is part of the Company's commitment to carrying out its Social Responsibility, which focuses on strengthening social aspects and community welfare. This activity is in line with the Sustainable Development Goals (SDGs), particulary Pillar 1: No Poverty, Pillar 3: Good Health and Well-Being, and Pillar 16: Peace, Justice, and Strong Institutions. PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 126
Page 137 OCR 0.915
Nasional Ekalya Purnamasari Tbk utan 2025 Sustainability Report 1 heh Bi 6000 MEAUTH AND WELI-BEING PEACE. JUSTICE ANDSTRONG INSTITUTIONS 5. ELPI Sharing (Bakti Sosial Panti Asuhan)) Program CSR “Berbagi di Panti Asuhan" merupakan bagian dari pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perseroan di bidang sosial kemasyarakatan. Program ini ditujukan kepada anak-anak yang berada di bawah pengasuhan panti asuhan melalui penyaluran bantuan kebutuhan dasar, antara lain sembako, alat tulis, perlengkapan sekolah, serta dukungan layanan kesehatan dan/atau edukasi. Pelaksanaan program ini bertujuan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar dan proses tumbuh kembang anak, sekaligus memperkuat keterlibatan Perseroan dengan komunitas sekitar. Kegiatan dilakukan dengan melibatkan karyawan serta berkoordinasi dengan pengelola panti asuhan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Program ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Pilar 1: Tanpa Kemiskinan (No Poverty), Pilar 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-Being), serta Pilar 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh (Peace, Justice, and Strong Institutions). hp » spE & 5. ELPI Sharing (Social Service at the Orphanage) The CSR program “Sharing at Orphanages" is part of the Company's Social and Environmental Responsibility (SER) implementation in the social community sector. This program is aimed at children under the care of orphanages through the distribution of basic necessities, including food, stationery, school supplies, and health and/or educational support services. The implementation of this program aims to support the fulfilment of basic needs and the growth and development of children, while strengthening the Company's involvement with the surrounding community. Activities are carried out by involving employees and coordinating with orphanage managers in accordance with applicable regulations. This program is in line with the Sustainable Development Goals (SDGs), particulary Pillar 1: No Poverty, Pillar 3: Good Health and Well-Being, and Pillar 16: Peace, Justice, and Strong Institutions.
Page 138 OCR 0.937
6. Laut ELPI (Terumbu karang) Program CSR Penanaman Terumbu Karang merupakan bagian dari inisiatif keberlanjutan Perseroan yang berfokus pada pelestarian ekosistem laut dan peningkatan kualitas lingkungan pesisir. Program ini bertujuan untuk mendukung pemulihan habitat bawah laut, menjaga keanekaragaman hayati laut, serta berkontribusi terhadap upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui kerja sama dengan komunitas penyelam, dan masyarakat pesisir. Inisiatif ini merupakan bagian dari implementasi pilar Environmental dalam kerangka Environmental, Social, and Governance (ESG) Perseroan dan selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Pilar 13: Penanganan Perubahan Iklim (Climate Action), Pilar 14: Ekosistem Lautan (Life Below Water), serta Pilar 15: Ekosistem Daratan (Life on Land). 6. ELPI Sea (Coral reef) The Coral Reef Planting CSR Program is part of the Company's sustainability initiative that focuses on preserving marine ecosystems and improving coastal environmental guality. This program aims to support the restoration of underwater habitats, preserve marine biodiversity, and contribute to climate change adaptation and mitigation efforts. The activities are carried out in collaboration with diving communities and coastal communities. This initiative is part of the implementation of the Environmental pillar within the Company's Environmental, Social, and Governance (ESG) framework and is aligned with the Sustainable Development Goals (SDGs), specifically Pillar 13: Climate Action, Pillar 14: Life Below Water, and Pillar 15: Life on Land. ional Ekalya Purnamasari Tbk njutan 2025 Susta Repar 128
Page 139 OCR 0.934
| Nasional Ekalya Purnamasari Tbk utan 2025 Sustainability Report 7. Universitas Pattimura Perseroan menempatkan dan memberikan prioritas utama kepada Universitas Pattimura sebagai TJSL untuk peningkatan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat sekitar melalui beberapa program multi years di antaranya: a. Beasiswa Perseroan menyediakan program beasiswa bagi mahasiswa Universitas Pattimura sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan akses dan kualitas pendidikan. Program ini ditujukan bagi mahasiswa berprestasi — maupun mahasiswa dari latar belakang ekonomi kurang mampu, guna mendorong keberlanjutan studi, peningkatan kompetensi akademik, serta pengembangan potensi sumber daya manusia di wilayah sekitar operasional Perseroan. b.Sarana & Prasarana Perseroan berkontribusi dalam pengembangan dan peningkatan sarana serta prasarana pendidikan di Universitas Pattimura, baik berupa fasilitas pendukung pembelajaran, laboratorium, maupun infrastruktur akademik lainnya. Dukungan ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang lebih representatif, kondusif, dan selaras dengan kebutuhan pendidikan serta perkembangan industri. c.Magang Riset Melalui program magang riset, Perseroan memberikan kesempatan kepada mahasiswa Universitas Pattimura untuk dapat terlibat langsung dan merasakan dunia profesional. Program ini bertujuan menjembatani dunia akademik dan praktik industri, mendapatkan talent, serta menghasilkan rekomendasi dan inovasi yang aplikatif bagi pengembangan Perseroan dan masyarakat. d.Vokasi Pelayaran Perseroan mendukung program vokasi pelayaran yang berfokus pada penguatan keterampilan teknis dan kesiapan kerja di bidang maritim. Vokasi pelayaran ini terdiri dari 3 (tiga) program studim di antaranya, Prodi Teknologi Rekayasa Permesinan Kapal (TRPK/Teknika), Prodi Manajemen Pelabuhan & Logistik Maritim (MPLM/Tata Laksana), dan Prodi Teknologi Rekayasa Operasi Kapal (TROK/Nautika). hp » spE & 7. Pattimura University The Company places and gives top priority to Pattimura University as a TJSL for improving education and empowering the surrounding community through several — multi-year programs, including: a.Scholarship The Company provides scholarship programs for Pattimura University students as a form of support for improving access to and guality of education. This program is intended for outstanding students and students from economically disadvantaged backgrounds, in order to encourage them to continue their studies, improve their academic competence, and develop human resource potential in the areas surrounding the Company's operations. b.Facilities and Infrastructure The company contributes to the development and improvement of educational facilities and infrastructure at Pattimura University, including learning support facilities, laboratories, and other academic infrastructure. This support aims to create a learning environment that is more representative, conducive, and in line with educational needs and industrial developments. c.research internship Through the research internship program, the Company provides opportunities for Pattimura University students to be directly involved and experience the professional world. This program aims to bridge the academic world and industrial practice, acguire talent, and produce recommendations and innovations that are applicable for the development of the Company and society. @.vocational maritime studies The company supports maritime vocational programs that focus on strengthening technical skills and work readiness in the maritime sector. These maritime vocational programs consist of three study programs, including Ship Machinery Engineering Technology (TRPK/Teknika), Port Management & Maritime Logistics (MPLM/Tata Laksana), and Ship Operation Engineering Technology (TROK/Nautika).
Page 140 OCR 0.924
Adapun, proses pendirian vokasi pelayaran ini dalam proses perizinan — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Program ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal melalui pembelajaran berbasis praktik dan pemahaman standar industri pelayaran, sehingga lulusan memiliki daya saing tinggi dan siap diserap oleh dunia kerja. Program TJSL Perseroan bersama Universitas Pattimura tersebut selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Pilar 4: Pendidikan Berkualitas (@uality Education), Pilar 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth), serta Pilar 17: Kemitraan untuk mencapai Tujuan (Partnership for the goals) OWALITY EDUCATION 1 PARTNERSHIPS FOR THE GOALS ap | “ut SRE| & The establishment of this maritime vocational program is currently undergoing the licensing process with the Ministry of Higher Education, Science, and Technology (Kemdiktisaintek). This program is designed to enhance the competencies of the local workforce through practice-based learning and an understanding of maritime industry standards, so that graduates are highly competitive and ready to be absorbed by the world of work. The TJSL Program of the Company in collaboration with Pattimura University is aligned with the Sustainable Development Goals (SDGs), specifically Pillar 4: @uality Education, Pillar 8: Decent Work and Economic Growth, and Pillar 17: Partnerships for the Goals. Inovasi dan Pengembangan Produk/Jasa Keuangan Berkelanjutan Innovation and Development of Sustainable Financial Products/Services Perseroan secara berkelanjutan melakukan inovasi dalam menjalankan proses bisnis yang berorientasi pada keberlanjutan, khususnya pada tahap pengembangan produk dan proses operasional. Seiring dengan pertumbuhan industri pelayaran yang menuntut efisiensi dan optimasi biaya operasional, — Perseroan mengembangkan kapal-kapal — crewboat generasi baru yang lebih ramah lingkungan sebagai bagian dari strategi menjaga keberlanjutan bisnis. The Company continuously innovates in implementing sustainability-oriented business processes, particularly in product development and operational processes. In line with the growth of the shipping industry, which demands efficiency and optimization of operational costs, the Company has developed a new generation of more environmentally friendly crewboats as part of its strategy to maintain business sustainability. PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 130
Page 141 OCR 0.915
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk 131 Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report Saat ini, Perseroan tengah mengembangkan kapal ramah lingkungan melalui penerapan inovasi teknologi Go Green, Muiticat Hybrid, yaitu fungsi 4 kapal dapat dilaksanakan oleh 1 kapal. Multicat Hybrid dapat menjalankan fungsi sebagai fire boat, watch dog, utility vessel, AHTS vessel. Pengembangan inovasi kapal Multicat Hybrid ini — bertujuan — untuk meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar, menurunkan emisi gas buang, serta mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil konvensional. Saat ini kapal Multicat telah dalam proses launching dengan nama “Gurion”. Inisiatif tersebut mencerminkan komitmen Perseroan dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam proses pengembangan armada dan penyediaan layanan pelayaran yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Currently, the Company is developing environmentally friendly vessels through the application of Go Green technological innovation, Multicat Hybrid, whereby the functions of four vessels can be performed by one vessel. Multicat Hybrid can function as afire boat, watch dog, utility vessel, and AHTS vessel. The development of the Multicat Hybrid ship innovation aims to increase fuel consumption efficiency, reduce exhaust emissions, and reduce dependence on conventional fossil fuels. Currentily, the Multicat vessel is in the process of being launched under the name “Gurion.” This initiative reflects the Company's commitment to integrating sustainability principles into the process of developing its fleet and providing more environmentally responsible shipping services. GRI 4161 Produk/Jasa yang Sudah Dievaluasi Keamanannya bagi Pelanggan Products/Services That Have Been Evaluated for Customer Safety Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor pelayaran, Perseroan menempatkan aspek keselamatan dan keamanan operasional sebagai prioritas utama dalam penyediaan layanan kepada pelanggan. Seluruh unit armada yang dioperasikan dan disewakan telah melalui proses evaluasi keamanan secara komprehensif, yang mencakup kelayakan teknis kapal, integritas struktur, sistem keselamatan, serta kesiapan peralatan penunjang Operasional sesuai dengan peraturan nasional dan standar internasional. Hal ini selaras dengan kebijakan Perseroan: hp » spE & As a company operating in the maritime industry, PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk places operational safety and security as a top priority in delivering services to its customers. All fleet units operated and chartered by the Company have undergone a comprehensive safety evaluation process, covering vessel technical feasibility, structural integrity, safety systems, and the readiness of operational support eguipment in accordance with national regulations and international standards. This commitment is reflected in ELPI's policies:
Page 142 OCR 0.915
1.ELPI-POL-02-B Kebijakan Kesehatan, Keselamatan Kerja 2. ELPI-POL-03 Kebijakan Operasi Perusahaan 3.ELPI-POL-03-A Kebijakan Keamanan Kapal 4. ELPI-POL-03-E Kebijakan — Berlayar Dengan Aman 5. ELPI-POL-03-F Kebijakan Dek Aman Proses evaluasi keamanan dilakukan dengan mengacu pada ketentuan International Safety Management (“ISM”) Code, Safety Life at Sea (“SOLAS”), Marine Pollution ((MARPOL”), serta persyaratan klasifikasi kapal dari Biro Klasifikasi Nasional atau Internasional. Perseroan juga melaksanakan Operational Readiness Check sebelum kapal melakukan mobilisasi. Proses ini mencakup pengecekan kondisi mesin, peralatan navigasi, sistem komunikasi, steering gear, alat keselamatan (life-saving appliances), serta fire-fighting appliances untuk memastikan bahwa kapal dalam kondisi optimal dan aman untuk digunakan oleh pelanggan. Sebagai bagian dari komitmen peningkatan berkelanjutan, Perseroan terus memperkuat sistem evaluasi keamanan melalui pembaruan Standar Operasional Prosedur (“SOP”), integrasi planned maintenance system berbasis digital, peningkatan kompetensi kru melalui pelatihan berstandar internasional, serta peningkatan pengawasan terhadap implementasi Safety Management System di seluruh armada kapal. Langkah ini memastikan bahwa layanan yang diberikan kepada pelanggan selalu memenuhi standar keselamatan tertinggi serta memberikan nilai tambah yang berkelanjutan dalam operasional maritim. Hal ini dapat dilihat dari hasil penilaian klien dimana Perseroan mendapatkan skor baik dan memenuhi standar keselamatan atau lulus pada penilaian bersama, penilaian akhir, dan performance review management. ap | “ut SRE| & 1.ELPI-POL-02-B Occupational Health and Safety Policy 2. ELPI-POL-03 Company Operation Policy 3. ELPI-POL-03-A Vessel Security Policy 4. ELPI-POL-03-E Safe Sailing Policy 5. ELPI-POL-03-F Clear Deck Policy The safety evaluation process is conducted with reference to the International Safety Management (“ISM”) Code, Safety Life at Sea (“SOLAS”), Marine Pollution (“MARPOL”), and vessel classification reguirements issued by national or international classification societies. Company also conducts an Operational Readiness Check prior to vessel mobilization. This process includes an assessment of engine condition, navigation eguipment, communication systems, steering gear, life-saving — appliances, and fire-fighting appliances to ensure that the vessel is in optimal and safe operating condition for customer use. As part of its commitment to continuous improvement, ELPI consistently strengthens its safety evaluation system through updates to Standard Operating Procedures (SOPSs), integration of a digita-based planned maintenance system, enhancement of crew competence through internationally certified training, and reinforced oversight of Safety Management System implementation across the entire fleet. This step ensures that the services provided to customers always meet the highest safety standards and provide sustainable added value in maritime operations. This can be seen from the results of client assessments, in which the Company received good scores and met safety standards or passed joint assessments, final assessments, and management performance reviews. PT Pelayaran Nasional Ekalya P Laporan Keberlanjutan 2025 132
Page 143 OCR 0.916
| Nasional Ekalya Purnamasari Tbk utan 2025 Sustainability Report Dampak Produk/Jasa Product/Service Impact Terkait dampak terhadap — Lingkungan Perseroan berkomitmen untuk meminimalisir dampak lingkungan melalui penerapan Sistem Manajemen Lingkungan yang secara aktif memantau aspek-aspek lingkungan, mengidentifikasi — dampak — dan risiko, menetapkan langkah mitigasi, serta melakukan pengawasan. Perseroan telah melakukan serangkaian inisiatif dalam mengevaluasi keamanan kapal sebelum disewakan ke pihak ketiga, dengan menerapkan standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (“K3”) yang tinggi untuk memastikan keselamatan dan keamanan kapal, termasuk mencegah kecelakaan kapal, tumpahan minyak, pencemaran oleh emisi dan sampah, serta penggunaan bahan bakar kapal yang ramah lingkungan. Sistem Perawatan Terencana kami bekerja secara paralel guna memastikan armada dan peralatan melalui perawatan terjadwal untuk meningkatkan efisiensi dan — mengurangi dampak lingkungan. Sepanjang periode pelaporan, Perseroan tidak menerima laporan negatif atau keluhan terkait dampak operasional kami terhadap masyarakat maupun lingkungan. Selain itu, seluruh kapal Perseroan juga telah menerapkan International Safety Management (“ISM Code”) dan International Organization for Standardization (“ISO”) 45001:2018 untuk mengatur pengelolaan dan keamanan Operasional kapal laut dimana pada tahun 2025, tidak terdapat insiden ketidakpatuhan yang terkait dengan keselamatan kapal. Hal ini menandakan apa yang menjadi komitmen manajemen telah menjadi DNA operasi di seluruh armada Perseroan sehingga tidak terjadi dampak negatif atas operasional. CD CD Jumlah Produk yang Ditarik Kembali (TJSL) Number of Product Recalis Atas jasa yang diberikan kepada klien untuk Offshore Support Vessel (“OSW”) hingga saat ini tidak terdapat kapal Perseroan yang ditarik atau dikembalikan oleh klien. hp » spE & Regarding environmental impact, the Company is committed to minimizing environmental impact through the implementation of an Environmental Management System that actively monitors environmental aspects, identifies impacts and risks, establishes mitigation measures, and conducts monitoring. The Company has undertaken a series of initiatives to evaluate the safety of vessels before leasing them to third parties, by applying high Occupational Health and Safety “OHS”) standards to ensure the safety and security of vessels, including preventing vessel accidents, Oil spills, pollution from emissions and waste, and the use of environmentally friendly marine fuels. Our Planned Maintenance System works in parallel to ensure that our fleet and eguipment undergo scheduled maintenance to improve efficiency and reduce environmental impact. Throughout the reporting period, the Company did not receive any negative reports or complaints regarding the impact of our operations on the community or the environment. In addition, all of the Company's vessels have implemented the International Safety Management (“ISM Code”) and International Organization for Standardization (“ISO”) 45001:2018 to regulate the management and safety of marine vessel operations, with no incidents of non-compliance related to vessel safety in 2025. This demonstrates that — management's commitment has become part of the DNA of the Company's entire fleet, ensuring that there are no negative impacts on operations. For the services provided to clients for offshore support vessels (“OSV”) to date, none of the Company's vessels have been withdrawn or returned by clients.
Page 144 OCR 0.929
Survei Kepuasan Pelanggan Terhadap Produk dan/atau Jasa Keuangan Berkelanjutan Customer satisfaction survey on sustainable financial products and/or services Pada tahun 2025 Perseroan mendapatkan nilai kepuasan klien sebesar .... Hal ini menunjukkan kepuasan dari klien kepada Perseroan. Adapun parameter survei yang telah diberikan kepada klien meliputi: a. Administrasi b. Komunikasi c. Kinerja Proyek d. Kinerja Sumber Daya Manusia Dari survei klien terdapat beberapa masukan diantaranya: a. Optimalisasi proses administrasi melalui sistem digital agar lebih efektif dan efisien. b. Pelaksanaan pemeliharaan (maintenance) kapal agar tetap dilakukan secara konsisten — untuk — menjaga keandalan operasional. Cc. Terkait penggunaan backup boat, diharapkan dukungan terhadap kesiapan kapal yang akan digunakan, khususnya dalam memastikan kondisi mesin dan aspek teknis lainnya, sehingga tidak menghambat jadwal — keberangkatan maupun operasional di lapangan. d. Peningkatan kualitas layanan penyediaan crew boat guna meminimalkan potensi insiden. In 2025, the Company achieved a client satisfaction rating of .... This demonstrates the level of satisfaction among the Company's clients. The survey parameters provided to clients included: a. Administration b. Communication C. Project Performance d. Human Resource Performance The client survey yielded several suggestions, including: a. Optimizing administrative processes through digital systems to be more effective and efficient. b. Consistent maintenance reliability. implementation of ship to maintain operational c. Regarding the use of backup boats, support is expected for the readiness of the boats to be used, particularly in ensuring the condition of the engines and other technical aspects, so as not to hinder departure schedules or field operations. d. Improvement of the guality of crew boat services to minimize the potential for incidents. PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report B4
Page 145 OCR 0.336
Wa | NP — — Ld yr ai aa — RN ( — a
Page 146
Page 147 OCR 0.933
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report Verifikasi Tertulis dari Pihak Independen Laporan Keberlanjutan tahun buku 2025 ini dibuat mandiri oleh Perseroan berdasarkan POJK nomor 29/POJK.04/2016 tentang Laporan Tahunan Emiten dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan nomor 16/SEOJK.04/2021 tentang Bentuk dan Isi Laporan Tahunan Emitan atau Perusahaan Publik. Selain itu Perseroan juga dalam menyusun laporan mengikuti standar dari Global Reporting Initiative — dan Sustainability — Accounting Standards Board. Hingga saat ini atas laporan keberlanjutan belum dilakuan verifikasi yang dilakukan oleh penyedia jasa assurance Lembar Umpan Balik Lembar Umpan Balik merupakan salah satu bentuk tanggung jawab Perseroan untuk selalu melakukan improvemen dari segala hal kegiatan yang telah dilaksanakan dalam bidang enviromental, social & governance (“ESG”) sebagaimana kami laporkan dalam laporan keberlanjutan ini. Perseroan menyadari bahwa upaya-upaya dalam membangun ESG membutuhkan dukungan, arahan dan umpan balik dari seluruh para pemangku kepentingan agar dapat memberikan asas manfat dan berdampak secara tepat sehingga tercipta hubungan sosial kemasyarakatan yang berkelanjutan. Adalah suatu penghargaan bagi kami, atas segala umpan balik dari pemangku kepentingan yang mana hal tersebut memberikan suatu kepercayaan sebagai emiten perusahaan publik untuk memberikan sumbagsih dan selalu meningkatkan upaya-upaya menuju keberlanjutan. Terlampir kami sampaikan form isian lembar umpan balik atau Feedback Form yang kami harapkan dapat menjadikan Perseroan yang selalu memberikan inovasi dengan program-progam ESG. hp sp & Written Verification from an independent source This Sustainability Report for the 2025 fiscal year was prepared independently by the Company based on POJK No. 29/POJK.04/2016 concerning Issuers' Annual Reports and Financial Services Authority Circular — Letter No. 16/SEOJK.04/2021 concerning the Form and Content of Annual Reports of Issuers or Public Companies. In addition, the Company also prepares its reports in accordance with the standards of the Global Reporting Initiative and the Sustainability Accounting Standards Board. To date, the sustainability report has not been verified by an assurance service provider. Feedback form The Feedback Form is one of the Company's responsibilities to continuously improve all activities carried out in the areas of environmental, social, and governance (“ESG”) as reported in this sustainability report. The Company recognizes that efforts to develop ESG reguire support, direction, and feedback from all stakeholders in order to provide appropriate benefits and impact, thereby creating sustainable social relationships. We are grateful for all feedback from stakeholders, which gives us confidence as a public company to contribute and continuously improve our efforts towards sustainability. Attached is a feedback form, which we hope will enable the Company to continue innovating with ESG programs.
Page 148 OCR 0.887
1.
Identitas Pemangku Kepentingan
" Nama:
" Kontak HP & Email :
“ Status :
« Pemegang Saham
« Non Pemegang saham
» Pekerjaan (PNS/non PNS/Entreprenur)
» Pendidikan (S1, S2, S3)
e Usia (20th-30th, 31th-40th, 40th keatas)
» Domisili (Sumatera & sekitarnya, Pulau
Jawa-Bali-Madura, Kalimatan &
sekitarnya, Sulawesi & sekitarnya,
Papua & sekitarnya)
2. Saran/Masukan
A. Umum
- Apakah laporan keberlanjutan saat ini
telah lengkap, mudah dipahami,
terstruktur dan sesuai dengan kaidah
penyusunan (Setuju, Standar, Tidak
setuju)
" Jika Tidak Setuju mohon dapat
menyampaikan bagian dimaksud
Standar Pelaporan yang menjadi
paramater dalam laporan
keberlanjutan ini apakah sudah
memenuhi keinginan sebagai
pemegang saham dan pemangku
kepentingan? (Setuju, Standar, Tidak
setuju)
B. Aspek Lingkungan ("Enviromental”)
“ Upaya dan langkah yang dilakukan
Perseroan dengan core business
offshore support vessel apakah
cukup memberikan gambaran upaya
Perseroan dalam mengelola dampak
lingkungan (Setuju,Standar, Tidak
setuju)
“ Apakah langkah yang dilakuan
Perseroan dapat memberikan
kontribusi dan mengurai dampak
Gas Rumah Kaca? (Dapat, Standar,
Kurang)
» Education
PT Pelayaran Nasional Ekalya P
hp || SRE| &
1. Stakeholder Identity
“ Name :
" Phone & Email Contact:
“ Status :
» Shareholders
» Non-shareholders
» Occupation — (civil
servant/non-civil
servant/entrepreneur)
(Bachelors, Master's,
Doctorate)
» Age (20s-30s, 31s-40s, 40s and above)
» Residence (Sumatra and surrounding
areas, Java-Bali-Madura, Kalimantan
and surrounding areas, Sulawesi and
surrounding — areas, Papua and
surrounding areas)
2. Suggestions/Feedback
A. General
- General Is the current sustainability
report complete, easy to understand,
well-structured, and in accordance
with the rules of preparation (Agree,
Standard, Disagree)
" If you disagree, please convey
your opinion.
Do the reporting standards used as
parameters in this sustainability
report meet the expectations of
shareholders and stakeholders?
(Agree, Standard, Disagree)
B. Environmental Aspects
« Are the efforts and measures taken
by the Company with its core
business of offshore support vessels
sufficient to illustrate the Company's
efforts in managing environmental
impacts (Agree, Standard,
Disagree)?
Can the measures taken by the
Company contribute to and mitigate
the impact of greenhouse gases?
(Yes, Standard, Poor)
Laporan Keberlanjutan 2025
ke 38
Page 149 OCR 0.900
Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
anjutan 2025 Sustainability Report
C. Aspek Sosial ("Social")
“ Apakah penyajian laporan ini dapat &
cukup memberikan gambaran
keterlibatan Perseroan dalam
kegiatan sosial kemasyarakatan
(Cukup, Standar, Tidak cukup)
» Dalam pengelolaan Keselamatan dan
Kesehatan Kerja, apakah dalam
laporan telah diungkapkan secara
jelas, dapat dipahami secara jelas
atas kebijkan/policy , kewajiban K3
dan pencegahan kecelakaan kerja?
(Jelas, Standar, Kurang jelas)
D. Aspek Tata Kelola (“Governance”)
» Apakah Perseroan telah
melaksanakan operasionalnya telah
menjalankan Tata Kelola Perusahaan
yang baik dan benar berdasarkan
prinsip dalam GCG yaitu transparan,
akuntabilitas, responsibilitas,
independensi — dan — kesetaraan
(Setuju, Standar, Tidak setuju)
Peran, fungsi dan tugas dari Direksi,
Dewan Komisaris dan Komite apakah
telah jelas tergambarkan dalam
laporan ini (Jelas, Standar, Kurang
jelas)
C. Social Aspects
“ Does the presentation of this report
adeguately describe the Company's
involvement in social activities
(Adeguate, Standard, Inadeguate)?
In occupational safety and health
management, are the policies, OSH
obligations, and workplace accident
prevention measures clearly and
comprehensively disclosed in the
report? (Clear, Standard, Unclear)
D. Governance Aspects
“ Has the Company implemented its
Operations in accordance with good
and proper corporate governance
based on the principles of GCG,
namely transparency, accountability,
responsibility, independence, and
eguality? (Agree, Standard,
Disagree)
Are the roles, functions, and duties of
the Board of Directors, Board of
Commissioners, and Committees
clearly described in this report (Clear,
Standard, Unclear)
3. Penutup 3. Cover
Secara keseluruhan atas laporan keberlanjutan Overall sustainability report
- Apakah — memberikan — manfaat
pengetahuan dan pemahaman terkait
kinerja ESG Perseroan (Setuju,
Standar, Tidak Setuju)
Dari ketiga aspek, aspek apa yang
perlu dan utama untuk ditingkatkan
untuk kinerja ESG kedepannya
(Aspek Lingkungan, Aspek Social,
Aspek Tata Kelola)
Apakah terdapat masukan terkait
masing-masing aspek atas upaya
yang sudah dilakukan — untuk
ditingkatkan atau upaya/langkah
baru:
» Lingkungan:
» Social :.
» Tata Kelola
- Does it provide knowledge and
understanding — related '” to the
Companys ESG performance
(Agree, Neutral, Disagree)
Of the three aspects, which aspect
needs to be improved and is most
important for future ESG performance
(Environmental Aspect, Social
Aspect, Governance Aspect)
Are there any suggestions regarding
each aspect of the efforts that have
been made to improve or new
efforts/measures:
» Lingkungan:
» Social
» Tata Kelola
Page 150 OCR 0.955
Tanggapan Terhadap Umpan Balik Laporan Keberlanjutan Tahun Sebelumnya Atas Laporan Keberlanjutan untuk periode tahun buku 2024, yang telah dilaporkan melalui SPE dan juga ter upload pada website Perseroan www.elpi.co.id tidak terdapat umpan balik dari pemangku kepentingan. Response to Feedback on Previous Year's Sustainability Report The Sustainability Report for the 2024 fiscal year, which has been reported through SPE and also uploaded on the Company's website www.elpi.co.id, has not received any feedback from stakeholders. PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 140
Page 151 OCR 0.915
Nasional Ekalya Purnamasari Tbk lanjutan 2025 Sustainability Report Daftar Pengungkapan Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten dan Perusahaan Publik List of Disclosures in accordance with Financial Services Authority Regulation Number 51/POJK.03/2017 concerning the Implementation of Sustainable Finance for Financial Services Institutions, Issuers, and Public Companies Isi Halaman Content Page A Strategi Keberlanjutan 2 Sustainability Strateoy AA Penjelasan Strategi Keberlanjutan 3-11 Explanation of Sustainability Strategy B Ikhtisar Kinerja Aspek Keberlanjutan 14 Overview of Sustainability Performance B1 Aspek Ekonomi Economic Aspect 15 a. Kuantitas Produksi atau Jasa yang dijual Guantity of Production or Services Sold 15 b. Pendapatan atau penjualan Revenue or sales 15 c. Laba atau rugi bersih Net profit or loss 15 d. Produk ramah lingkungan Environmentally friendly products 16-17 e. Pelibatan pihak lokal yang berkaitan dengan proses bisnis Keuangan Berkelanjutan 1749 Involvement of local parties related to the business process of Sustainable B.2 Aspek Lingkungan Hidup 20 Enviromental aspects a. Penggunaan energi Energy consumption 20-22 b. Pengurangan emisi yang dihasilkan 22.23 Emissions reduction achieved hp » spE &
Page 152 OCR 0.909
| 1g | SRE | & Isi Halaman Content Page c. Pengurangan limbah dan efluen 24 Waste and effluent reduction d. Pelestarian keanekaragaman hayati 25-26 Biodiversity conservation B.3 Aspek Sosial 27-29 Social aspects c Profil Perusahaan 34 Company Profile C4 Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan 37.38 Vision, mission, and values of sustainability Cc.2 Alamat Perusahaan Company address 35-36 Cc.3 Skala Usaha Business scale 39 a. Total aset atau kapitalisasi aset dan total kewajiban Total assets or asset capitalization and total liabilities 39 b. Jumlah karyawan menurut jenis kelamin, jabatan, usia, pendidikan, dan status ketenagakerjaan 39-42 Number of employees by gender, position, age, education, and employment status Cc. Nama pemegang saham dan persentase kepemilikan 42 saham Name of shareholder and share ownership percentage d. Wilayah operasional 43-46 Operational area c.4 Produk, Layanan, dan Kegiatan Usaha yang Dijalankan 47 products, services, and business activities carried out Cc.5 Keanggotaan pada Asosiasi 48-50 Membership in an association C.6 Perubahan Emiten dan Perusahaan Publik yang Bersifat 51 Signifikan Significant changes in issuers and public companies PT Pelayaran Nasional Ekalya P' Laporan Keberlanjutan 2025 Su:
Page 153 OCR 0.913
Nasional Ekalya Purnamasari Tbk utan 2025 Sustainability Report Isi Halaman Content Page D Penjelasan Direksi 54 explanation from the board of directors D.1 Penjelasan Direksi 56 explanation from the board of directors a. Kebijakan untuk merespon tantangan dalam pemenuhan 57, 61 strategi keberlanjutan policies to respond to challenges in fulfilling sustainability strategies b. Penerapan Keuangan Berkelanjutan 60 Implementation of sustainable finance Cc. Strategi pencapaian target 59, 62 Target achievement strategy E Tata Kelola Keberlanjutan 66 sustainability management E1 Penanggung Jawab Penerapan Keuangan Berkelanjutan 67 responsible for implementing sustainable finance E.2 Pengembangan Kompetensi Terkait Keuangan Berkelanjutan 68 development of competencies related to sustainable finance E.3 Penilaian Risiko Atas Penerapan Keuangan Berkelanjutan 69-70 Risk Assessment on the Implementation of Sustainable Finance E.4 Hubungan Dengan Pemangku Kepentingan 747 Relationships with Stakeholders " E.5 Permasalahan Terhadap Penerapan Keuangan Berkelanjutan 77-79 Issues Regarding the Implementation of Sustainable Finance FP F Kinerja Keberlanjutan Sustainability Performance 3 F1 Kegiatan Membangun Budaya Keberlanjutan Building a Culture of Sustainability 83 Kinerja Ekonomi Economic performance 84 F2 Perbandingan Target dan Kinerja Produksi, Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi, Pendapatan dan Laba Rugi 84 Comparison of Targets and Performance in Production, Portfolio, Financing or Investment Targets, Revenue and Profit and Loss hp » spE &
Page 154 OCR 0.941
Content Halaman Page F.3 Perbandingan Target dan Kinerja Portofolio, Target 84-85 Pembiayaan, atau Investasi pada Instrumen Keuangan atau Proyek yang Sejalan dengan Keuangan Berkelanjutan Comparison of Targets and Performance of Portfolios, Financing Targets, or Investments in Financial Instruments or Projects in Line with Sustainable Finance Kinerja Lingkungan Hidup 86 Environmental performance F4 Aspek Umum 86-87 Biaya Lingkungan Hidup F5 Aspek Material Material aspect 87-89 Penggunaan Material yang Ramah Lingkungan The Use of Environmentally Friendly Materials F.6 Aspek Energi 90-91 Energy Aspects Jumlah dan Intensitas Energi yang Digunakan Amount and Intensity of Energy Used F7 Aspek Energi 92-99 Energy Aspects Upaya dan Pencapaian Efisiensi Energi dan Penggunaan Energi Terbarukan Efforts and Achievements in Energy Efficiency and Renewable Energy Use F.8 Aspek Air Water Aspects 100-101 Penggunaan Air Water Usage F.9 Aspek Keanekaragaman Hayati 102 Aspects of Biodiversity Dampak dari Wilayah Operasional yang Dekat atau Berada di Daerah Konservasi atau Memiliki Keanekaragaman Hayati Impact of Operational Areas that are Close to or Located in Conservation Areas or Areas with Biodiversity PT Pelayaran Nasional Ekalya P' Laporan Keberlanjutan 2025 Su:
Page 155 OCR 0.915
Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report Isi Halaman Content Page F10 Aspek Keanekaragaman Hayati 103 Aspects of Biodiversity Usaha Konservasi Keanekaragaman Hayati TBiodiversity Conservation Efforts F11 Aspek Emi: Emissions Aspects 103-105 Jumlah dan Intensitas Emisi yang Dihasilkan Berdasarkan Jenisnya Ouantity and Intensity of Emissions Produced Based on Type F12 Aspek Emi: Emissions Aspects 106 Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi yang Dilakukan Initiatives and Achievements in Emissions Reduction F13 Aspek Limbah Dan Efluen 107 Waste and Effluent Aspects Jumlah Limbah dan Efluen yang Dihasilkan Berdasarkan Jenis Amount of Waste and Effluent Produced by Type F14 Aspek Limbah Dan Efluen Waste and Effluent Aspects Jo Mekanisme Pengelolaan Limbah dan Efluen Waste and Effluent Management Mechanism F15 Aspek Limbah Dan Efluen Waste and Effluent Aspects 14 Tumpahan yang Terjadi (jika ada) Spills that Occur (if any) F16 Aspek Pengaduan Terkait Lingkungan Hidup Environmental Complaints 115 Jumlah dan Materi Pengaduan Lingkungan Hidup yang Diterima dan Diselesaikan Number and Subject Matter of Environmental Complaints Received and Resolved Kinerja Sosial 15 Social Performance F17 Mekanisme Pengelolaan Limbah dan Efluen 115 Waste and Effluent Management Mechanism hp » spE &
Page 156 OCR 0.919
| 38 | SRE | & Isi Halaman Content Page F18 Aspek Ketenagakerjaan 117 Employment Aspects Kesetaraan Kesempatan Bekerja Egual Employment Opportunity F19 Aspek Ketenagakerjaan 117 Employment Aspects Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa Child Labor and Compulsory Labor F.20 Aspek Ketenagakerjaan 118 Employment Aspects Upah Minimum Regional IRegional Minimum Wage F.21 Aspek Ketenagakerjaan 18 Employment Aspects Lingkungan Bekerja yang Layak dan Aman A Decent and Safe Working Environment F.22 Aspek Ketenagakerjaan Employment Aspects 119 Pelatihan dan Pengembangan Kemampuan Pegawai Employee Training and Development F.23 Aspek Masyarakat Social Aspects 120 Dampak Operasi Terhadap Masyarakat Sekitar Impact of Operations on Surrounding Communities F.24 Aspek Masyarakat Social Aspects 122 Pengaduan Masyarakat Public Complaints F.25 Aspek Masyarakat 123-130 Social Aspects Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) Environmental Social Responsibility Activities (TJSL) PT Pelayaran Nasional Ekalya Pi Laporan Keberlanjutan 2025 Si
Page 157 OCR 0.913
ran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk anjutan 2025 Sustainability Report Isi Halaman Content Page F.26 Tanggung Jawab Pengembangan Produk/Jasa 130 Berkelanjutan Responsibility for Sustainable Product/Service Development Inovasi dan Pengembangan Produk/Jasa Keuangan Berkelanjutan Innovation and Development of Sustainable Financial Products/Services F.27 Tanggung Jawab Pengembangan Produk/Jasa 131 Berkelanjutan Responsibility for Sustainable Product/Service Development Produk/Jasa yang Sudah Dievaluasi Keamanannya bagi Pelanggan Products/Services That Have Been Evaluated for Customer Safety F.28 Tanggung Jawab Pengembangan Produk/Jasa 133 Berkelanjutan Responsibility for Sustainable Product/Service Development Dampak Produk/Jasa Impact of Products/Services F.29 Tanggung Jawab Pengembangan Produk/Jasa 133 Berkelanjutan Responsibility for Sustainable Product/Service Development Jumlah Produk yang Ditarik Kembali Number of Products Recalled F.30 Tanggung Jawab Pengembangan Produk/Jasa 134 Berkelanjutan Responsibility for Sustainable Product/Service Development Survei Kepuasan Pelanggan Terhadap Produk dan/atau Jasa Keuangan Berkelanjutan Customer Satisfaction Survey on Sustainable Financial Products and/or Services G Lain-lain 136 Others hp » spE &
Page 158 OCR 0.918
| 1g | SRE | & Isi Halaman Content Page GA Verifikasi Tertulis dari Pihak Independen (jika ada) 137 Written Verification from an Independent Source (if any) G.2 Lembar Umpan Balik Feedback Sheet 137 G.3 Tanggapan Terhadap Umpan Balik Laporan Keberlanjutan 140 Tahun Sebelumnya Response to Feedback on Previous Year's Sustainability Report G4 Daftar Pengungkapan Sesuai Peraturan Otoritas Jasa 141 Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik. List of Disclosures in accordance with Financial Services Authority Regulation Number 51/POJK.03/2017 concerning the Implementation of Sustainable Finance for Financial Services Institutions, Issuers, and Public Companies. PT Pelayaran Nasional Ekalya Pu Laporan Keberlanjutan 2025 Susi
Page 159 OCR 0.943
Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
utan 2025 Sustainability Report
Indeks Global Reporting Initiative ("GRI")
Global Reporting Initiative ("GRI") Index
Daftar Pengungkapan GRI
List of GRI Standard Disclosures
Standard GRI Indikator Pengungkapan Halaman
GRI Standard Indicator Disclosure Page
GRI 2: Pengungkapan 2-1 Rincian Organisasi 35, 43
Umum 2021 Organizational Details
GRI 2: General
Disclosure 2021
2-2 Entitas yang dimasukkan
dalam pelaporan N/A
keberlanjutan organisasi
Entities included in the
organization's
sustainability reporting
2-3 Periode, frekuensi, dan NIA
titik kontak pelaporan
Reporting period,
freguency, and contact
point
2-4 Penyajian kembali
informasi N/A
Restatement of
information
2-5 Penjaminan eksternal
External assurance 137
2-6 Aktivitas, rantai nilai, dan
hubungan bisnis lainnya 47, 51
Activities, value chain, J
and other business
relationships
2-7 Tenaga kerja
Workforce N/A
2-8 Pekerja yang bukan
pekerja langsung NIA
Non-direct employees
2-9 Struktur dan komposisi
tata kelola N/A
Governance structure
and composition
2-10 Pencalonan dan
pemilihan badan tata NA
kelola tertinggi
Nomination and election
of the highest
governance body
Page 160 OCR 0.931
| 1g | SRE | & Standard GRI Pengungkapan Halaman GRI Standard Disclosure Page 2-11 Ketua badan tata N/A kelola tertinggi Chair of the highest governance board 2-12 Peran badan tata kelola 67, 69 tertinggi dalam mengawasi manajemen dampak Role of the highest governance body in overseeing impact management 2-13 Delegasi tanggung 67 jawab untuk mengelola dampak Delegation of responsibility for managing impact 2-14 Peran badan tata kelola tertinggi dalam 67 pelaporan keberlanjutan Role of the highest governance body in sustainability reporting 2-16 Komunikasi masalah N/A penting Communication of important issues 2-17 Pengetahuan kolektif badan tata kelola N/A tertinggi Collective knowledge of the highest governance body 2-18 Evaluasi kinerja badan tata kelola tertinggi Performance evaluation of the highest governance body N/A 2-19 Kebijakan remunerasi 118 Remuneration policy 2-20 Proses untuk menentukan remunerasi Process for determining remuneration N/A PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 150
Page 161 OCR 0.942
Standard GRI GRI Standard Nasional Ekalya Purnamasari Tbk utan 2025 Sustainability Report 2-21 Indikator Indicator Pengungkapan Disclosure Rasio kompensasi total tahunan Annual total compensation ratio Halaman Page N/A 2-22 Pernyataan tentang strategi pembangunan berkelanjutan Statement on sustainable development strategy 2-23 Komitmen kebijakan Policy commitment 83 2-24 Menanamkan komitmen kebijakan Instilling policy commitment 83 2-25 Proses untuk memperbaiki dampak negatif IProcess for mitigating negative impacts 122 2-26 Mekanisme untuk mencari nasihat dan mengemukakan masalah Mechanisms for seeking advice and raising concerns 122 2-27 Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan Compliance with laws and regulations N/A 2-28 Asosiasi keanggoataan Membership associations 35, 48 2-29 Pendekatan untuk keterlibatan pemangku kepentingan Approach to stakeholder engagement Fl 2-30 Perjanjian perundingan kolektif Collective bargaining agreement N/A AB SRE &
Page 162 OCR 0.939
Standard GRI Pengungkapan Halaman GRI Standard Disclosure Page GRI 3: Topik Material Proses untuk 2021 menentukan topik GRI 3: Material Topics material 021 Process for determining material topics N/A 3-2 Daftar topik material List of material topics N/A Manajemen topik material 69, 77, 120, 123 Management of material topics GRI 201: Kinerja 201- Nilai ekonomi langsung Ekonomi 2016 yang dihasilakn dan 15, 30, 84, 86 GRI 201: Economic didistribusikan Performance 2016 Direct economic value generated and distributed 201-2 Dampak keuangan dan risiko dan peluang N/A lainnya terkait perubahan iklim Financial impacts and other risks and opportunities related to climate change 201-3 Kewajiban program manfaat pasti dan N/A rencana pensiun lainnya Defined benefit plans and other retirement plans 201-4 Bantuan finansial yang diterima dari pemerintah 12 Financial assistance received from the government GRI 205: 205-1 Operasi-operasi yang Anti Korupsi 2016 dinilai memiliki risiko GRI 205: terkait korupsi 'Anti-Corruption 2016 Operations assessed as having corruption-related risks N/A PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk ., Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 163 OCR 0.950
lasional Ekalya Purnamasari Tbk utan 2025 Sustainability Report Standard GRI Indikator Pengungkapan Halaman GRI Standard Indicator Disclosure Page 205-2 Komunikasi dan pelatihan tentang kebijakan dan prosedur antikorupsi Communication and training on anti-corruption policies and procedures 7,8 205-3 Insiden korupsi yang terbukti dan tindakan yang diambil Proven incidents of corruption and actions taken N/A GRI 301: Material GRI 301: Material 301-1 Material yang digunakan berdasarkan berat atau volume Materials used based on weight or volume 87 301-2 Material input dari daur ulang yang digunakan Recycled material inputs used N/A 301-3 Produk pemerolehan ulang dan material kemasannya Reciaimed products and their packaging materials N/A GRI 302: Energi GRI 302: Energy 302-1 Konsumsi energi dalam organisasi Energy consumption within the organization 4, 20, 90 302-2 Konsumsi energi di luar organisasi Energy consumption outside the organization N/A 302-3 Intensitas energi Energy intensity 90 302-4 Pengurangan konsumsi energi Reduction in energy consumption 92
Page 164 OCR 0.935
Standard GRI GRI Standard | 1g | SRE | & Pengungkapan Disclosure Halaman Page Pengurangan pada energi yang dibutuhkan untuk produk dan jasa Reduction in energy reguired for products and services N/A GRI 303: Air dan Efluen GRI 303: water and effluent 303-4 Interaksi dengan air sebagai sumber daya bersama Interaction with water as a shared resource N/A 303-2 Manajemen dampak yang berkaitan dengan pembuangan air Management of impacts related to water discharge N/A 303-3 Pengambilan air Water withdrawal N/A 303-4 Pembuangan air Water discharge N/A 303-5 Konsumsi air Water consumption 100 GRI 304: Keanekaragaman Hayati GRI 304: Biodiversity 304-1 Lokasi operasi yang dimiliki, disewa, dikelola, atau berdekatan dengan, kawasan lindung dan kawasan dengan nilai keanekaragaman hayati tinggi di luar kawasan lindung Operating locations owned, leased, managed, or adjacent to protected areas and areas with high biodiversity value outside protected areas 25 304-2 Dampak signifikan dari aktivitas, produk, dan jasa oada keanekaragaman hayati Significant impacts of activities, products, and services on biodiversity 102, 103 PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 154
Page 165 OCR 0.939
Nasional Ekalya Purnamasari Tbk utan 2025 Sustainability Report Standard GRI Indikator Indicator GRI Standard Pengungkapan Disclosure Halaman Page 304-3 Habitat yang dilindungi atau direstorasi Protected or restored habitats 102, 103 304-4 Spesies Daftar Merah IUCN dan spesies daftar konservasi nasional dengan habitat dalama wilayah yang terkena efek operasi JUCN Red List species and nationally conserved species with habitats within the area affected by operations N/A GRI 305: Emisi 305-1 GRI 305: Emissions Emisi GRK (Cakupan 1) langsung Direct GHG emissions (Scope 1) 305-2 Emisi engeri GRK (Cakupan 2) tidak langsung Indirect GHG energy emissions (Scope 2) 305-3 Emisi GRK (Cakupan 3) tidak langsung lainnya Other indirect GHG emissions (Scope 3) N/A 305-4 Intensitas emisi GRK GHG emission intensity 104 305-5 Pengurangan emisi GRK Reduction of GHG emissions 4, 106 305-6 Emisi zat perusak ozon (ODS) Emissions of ozone-depleting substances (ODS) N/A 305-7 Nitrogen oksida (NOx), belerang oksida (SOx), dan emisi udara signifikan lainnya Nitrogen oxides (NOx), sulfur oxides (SOx), and other significant air emissions N/A AB SRE &
Page 166 OCR 0.926
Standard GRI GRI Standard GRI 401: Kepegawaian GRI 401: Employment Perekrutan karyawan | 1g | SRE | & Halaman Pengungkapan Page Disclosure 29 abru dan pergantian karyawan Recruitment of new employees and employee turnover 401-2 Tunjangan yang diberikan kepada 118 karyawan purnawaktu yang tidak diberikan kepada karyawan pada kurun waktu tertentu atau paruh waktu Benefits provided to full-time employees that are not provided to employees on fixed-term or part-time contracts N/A 401-3 Cuti melahirkan Maternity leave GRI 403: Kesehatan dan Keselamatan Kerja GRI 403: Occupational Health and Safety 403-1 Sistem manajemen 5, 118 kesehatan dan keselamatan kerja Occupational health and safety management system 403-2 Pengidentifikasian bahaya, penilaian risiko, N/A dan investigasi insiden Hazard identification, risk assessment, and incident investigation 403-3 Layanan kesehatan kerja N/A: Occupational health services 403-4 Partisipasi, konsultasi, dan komunikasi pekerja N/A tentang kesehatan dan keselamatan kerja Worker participation, consultation, and communication on occupational health and safety PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 156
Page 167 OCR 0.922
Nasional Ekalya Purnamasari Tbk utan 2025 Sustainability Report Pengungkapan Disclosure Halaman Page Pelatihan pekerja mengenai kesehatan dan keselamatan kerja Worker training on occupational health and safety N/A Peningkatan kualitas kesehatan pekerja Improvement of worker health N/A Pencegahan dan mitigasi dampak-dampak kesehatan dan keselamatan kerja yang secara langsung terkait hubungan bisnis Prevention and mitigation of occupational health and safety impacts directly related to business relationships N/A Pekerja yang tercakup dalam sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja Workers covered by the occupational health and safety management system N/A Kecelakaan kerja Workplace accidents Penyakit Akibat Kerja Occupational diseases N/A Keanekaragaman badan tata kelola dan karyawan Diversity of governance bodies and employees 6, 29 Standard GRI Indikator GRI Standard Indicator 403-5 403-6 403-7 403-8 403-9 403-10 GRI 405: 405-1 Keanekaragaman & Ksesempatan yang sama GRI 405: Diversity & Egual Opportunity 405-2 Rasio gaji pokok dan remunerasi perempuan dibandingkan perempuan Ratio of basic salary and remuneration for women compared to women N/A hp » spE &
Page 168 OCR 0.923
|“ | SRE | & Standard GRI Pengungkapan Halaman GRI Standard Disclosure Page GRI 416: Kesehatan & 416-1 Penilaian dampak 27, 131, 133 Keselamatan Pelanggan kesehatan dan GRI 416: Customer keselamatan dari Health & Safety berbagai kategori produk dan jasa Assessment of the health and safety impact of various categories of products and services 416-2 Insiden ketidakpatuhan seubungan dengan N/A dampak kesehatan dan keselamatan dari produk dan jasa Incidents of non-compliance related to the health and safety impact of products and services PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk ., Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report
Page 169 OCR 0.901
Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
utan 2025 Sustainability Report
Indeks Sustainability Accounting Standards Board ("SASB"”)
Sustainability Accounting Standards Board ("SASB") Index
Standar SASB Indikator Pengungkapan Halaman
SASB Standard Indicator Disclosure Page
Greenhouse Gas TR-MT-110a.1 Gross global Scope 1 22
Emissions emissions
TR-MT-110a.2 Discussion of long- and 4,22
short-term
strategy or plan to
manage Scope 1
emissions, emissions
reduction targets,
and an analysis of
performance against
those targets
TR-MT-110a.3 (1) Total energy
consumed, 22, 90
(2) percentage heavy
fuel oil and
(3) percentage
renewable
TR-MT-110a.4 Average Energy NA
Efficiency Design Index
(EEDI) for new ships
Air Ouality TR-MT-120a.1 Air emissions of the
following pollutants:
(1) NOx (excluding
N20), (2) SOx, and
(3) particulate matter
(PM10)
N/A
Ecological TR-MT-160a.1 Shipping duration in
Impacts marine protected 25, 102, 103
areas orareas of
protected conservation
status
TR-MT-160a.2 Percentage of fleet
implementing ballast N/A
TR-MT-160a.3 (1) Number and (2)
aggregate volume of
spills and releases to
the environment
5, 24, 14
hp ag spE &
Page 170 OCR 0.926
Standard SASB Pengungkapan Halaman SASB Standard Indicator Disclosure Page Workforce TR-MT-320a.1 Lost time incident rate 5,27 Health & (LTIR) Safety Business TR-MT-510a.1 Number of calls at ports N/A Ethics in countries that have the 20 lowest rankings in Transparency Intenational's Corruption Perception Index TR-MT-510a.2 Total amount of 7,8, 31 monetary losses as a result of legal proceedings associated with bribery or corruption TR-MT-540a.1 TR-MT-540a.1 (1) Number of marine 27 casualties, (2) percentage classified as very serious TR-MT-540a.2 Number of Conditions of Class or Recommendations 16 TR-MT-540a.3 Number of port state control (1) deficiencies and (2) detentions N/A PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 160
Page 171 OCR 0.938
lasional Ekalya Purnamasari Tbk
utan 2025 Sustainability Report
Penerapan Sustainable Development Goals ("SDGs")
Implementation of Sustainable Development Goals ("SDGs")
No Pilar
SDG 1 — Tanpa
Kemiskinan
SDG 1- No
Poverty
Kegiatan
Perseroan melaksanakan program ELPI Peduli dan ELPI Sharing
sebagai bagian dari komitmen penguatan perlindungan sosial bagi
kelompok masyarakat rentan. Bantuan yang diberikan meliputi
kebutuhan dasar, dukungan sosial, serta kontribusi kesejahteraan bagi
Warakawuri Polri dan anak-anak panti asuhan di wilayah operasional.
Program ini bertujuan membantu meringankan beban ekonomi,
memperkuat ketahanan sosial, serta menciptakan dampak
keberlanjutan yang inklusif bagi masyarakat.
The company implements the ELPI Peduli and ELPI Sharing programs
as part of its commitment to strengthening social protection for
vulnerable groups. The assistance provided includes basic needs,
social support, and welfare contributions for Warakawuri Polri and
children in orphanages in the operational area. This program aims to
help case the economic burden, strengthen social resilience, and create
an inclusive and sustainable impact on the community.
K3
SDG 2 - Tanpa
Kelaparan
SDG 2- Zero
Hunger
Melalui kegiatan bakti sosial dan distribusi bantuan pangan kepada
panti asuhan dan masyarakat sekitar (ELPI Caring & ELPI Sharing),
Perseroan berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi dasar.
Inisiatif ini menjadi bagian dari peran aktif Perseroan dalam mendukung
ketahanan pangan komunitas lokal.
Through social service activities and food distribution to orphanages and
Surrounding communities (ELPI Caring & ELPI Sharing), the Company
contributes to meeting basic nutritional needs. This initiative is part of
the Company's active role in supporting local community food security.
SDG3-
Kehidupan
Sehat dan
3 Sejahtera
SDG 3 - Good
Health and
Well-being
Program ELPI Caring (Donor Darah) yang dilaksanakan bekerja sama
dengan PMI merupakan wujud kontribusi Perseroan dalam mendukung
sistem kesehatan nasional. Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif
karyawan dan masyarakat sekitar guna menjaga ketersediaan stok
darah serta meningkatkan kesadaran pentingnya kesehatan dan
solidaritas sosial.
The ELPI Caring (Blood Donation) program, implemented in
collaboration with the Indonesian Red Cross, is a manifestation of the
Company's contribution to supporting the national health system. This
activity involves the active participation of employees and the
Surrounding community in order to maintain blood supply and raise
awareness of the importance of health and social solidarity.
Page 172 OCR 0.931
No Pilar SDG 4- Pendidikan Berkualitas SDG 4- Guality Education | | SRE | & tan Perseroan menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Pattimura melalui program beasiswa, pengembangan sarana dan prasarana pendidikan, magang riset, serta dukungan pendirian vokasi pelayaran. Program multi years ini bertujuan meningkatkan akses dan kualitas pendidikan, memperkuat kapasitas akademik, serta menghasilkan lulusan yang kompeten dan relevan dengan kebutuhan industri maritim. The company has established a strategic partnership with Pattimura University through scholarship programs, development of educational facilities and infrastructure, research internships, and support for the establishment of maritime vocational programs. This multi-year program aims to improve access to and guality of education, strengthen academic capacity, and produce graduates who are competent and relevant to the needs of the maritime industry. ii SDG5- Kesetaraan Gender SDG5- Gender Eguality Perseroan menerapkan prinsip kesetaraan dan inklusivitas dalam seluruh proses manajemen sumber daya manusia, termasuk rekrutmen, pengembangan kompetensi, hingga promosi jabatan tanpa diskriminasi gender. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah female crew dan karyawan perempuan di lingkungan operasional menunjukkan tren peningkatan setiap tahunnya dan menjadi salah satu target strategis Perseroan dalam penguatan keberagaman tenaga kerja. The Company applies the principles of eguality and inclusiveness in all human resource management processes, including recruitment, competency development, and promotion without gender discrimination. In recent years, the number of female crew and employees in the operational environment has shown an upward trend each year and has become one of the Company's strategic targets in strengthening workforce diversity. SDG 6 —Air Bersih dan Sanitasi Layak SDG 6&- Clean Water and Sanitation Perseroan memastikan bahwa seluruh pengelolaan limbah operasional kapal, termasuk limbah cair, limbah domestik, dan limbah B3, dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sistem pengelolaan limbah dilaksanakan secara terkontrol untuk mencegah pencemaran dan menjaga kualitas perairan di sekitar wilayah operasional. The Company ensures that all management of ship operational waste, including liguid waste, domestic waste, and hazardous waste, is carried out in accordance with applicable laws and regulations. The waste management system is implemented in a controlled manner to prevent pollution and maintain the guality of the waters around the operational area. PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 162
Page 173 OCR 0.931
163 PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlai No Pilar SDG 7 - Energi Bersih dan Terjangkau SDG 7 - Clean and Affordable Energy utan 2025 Sustainability Report tan Melalui program Green Horizon, Perseroan mendorong penggunaan bahan bakar rendah emisi dengan menyalurkan Pertamax Green kepada 330 pengemudi ojek online sebagai bagian dari upaya peningkatan kesadaran terhadap energi yang lebih bersih. Selain itu, Perseroan juga menjalankan program pembangunan dan modernisasi vessel dengan teknologi yang lebih efisien dalam konsumsi bahan bakar. Desain kapal yang lebih optimal, sistem mesin yang hemat energi, serta pengelolaan operasional berbasis efisiensi menjadi bagian dari strategi pengurangan intensitas energi dan emisi karbon. Through the Green Horizon program, the Company encourages the use Of low-emission fuels by distributing Pertamax Green to 330 online motorcycle taxi drivers as part of'its efforts to raise awareness of cleaner energy. In addition, the Company is also implementing a vessel construction and modernization program with more fuel-efficient technology. More optimal ship design, energy-efficient engine systems, and efficiency-based operational management are part of the strategy to reduce energy intensity and carbon emissions. SDG8- Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi SDG 8-— Decent Work and Economic Growth Perseroan berkomitmen menciptakan lapangan kerja yang layak dengan memastikan pemenuhan standar keselamatan kerja, kesejahteraan karyawan, serta kesempatan pengembangan kompetensi yang berkelanjutan. Melalui dukungan terhadap program vokasi pelayaran (TRPK, MPLM, TROK), Perseroan turut berperan dalam menyiapkan tenaga kerja maritim yang siap kerja dan berdaya saing tinggi. Selain itu, kegiatan operasional Perseroan di berbagai wilayah turut memberikan multiplier effect terhadap perekonomian lokal melalui penciptaan lapangan kerja tidak langsung dan kemitraan dengan penyedia jasa lokal. The Company is committed to creating decent jobs by ensuring compliance with occupational safety standards, employee welfare, and opportunities for continuous competency development. Through its Support for maritime vocational programs (TRPK, MPLM, TROK), the Company plays a role in preparing a highly competitive and ready-to-work maritime workforce. In addition, the Company's operational activities in various regions also provide a multiplier effect on the local economy through the creation of indirect employment and partnerships with local service providers. AB SRE &
Page 174 OCR 0.938
No Pilar SDG 9- Industri, Inovasi, dan Infrastruktur SDG 9- Industry, Innovation, and Infrastructure | | SRE | & tan Perseroan mendukung penguatan infrastruktur industri maritim nasional melalui investasi pada pengembangan armada dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Program magang riset bersama Universitas Pattimura menjadi sarana integrasi antara dunia akademik dan praktik industri guna mendorong inovasi yang aplikatif. Selain itu, pengembangan vokasi pelayaran merupakan bagian dari kontribusi Perseroan dalam membangun ekosistem pendidikan maritim yang berkelanjutan dan selaras dengan kebutuhan industri. The Company supports the strengthening of national maritime industry infrastructure through investment in fleet development and human resource capacity building. The joint research internship program with Pattimura University serves as a means of integration between academia and industrial practice to encourage applicable innovation. In addition, the development of vocational shipping is part of the Company's contribution to building a sustainable maritime education ecosystem that is in line with industry needs. SDG 10-— Berkurangnya Kesenjangan 10 SDG 10-— Reduced Inegualities Perseroan berkomitmen mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi melalui pemberian akses pendidikan yang lebih luas kepada mahasiswa berprestasi dan mahasiswa dari latar belakang ekonomi kurang mampu melalui program beasiswa Universitas Pattimura. Selain itu, pendekatan inklusif dalam kebijakan ketenagakerjaan memastikan setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang tanpa membedakan latar belakang sosial, gender, maupun daerah asal. The company is committed to reducing social and economic ineguality by providing broader access to education for high-achieving students and students from economically disadvantaged backgrounds through the Pattimura University scholarship program. In addition, an inclusive approach to employment policy ensures that every individual has the Same opportunity to develop regardless of social background, gender, or region of origin. SDG 11 - Kota dan Permukiman 41 Berkelanjutan SDG 11 -— Sustainable Cities and Communities Program Green Horizon menjadi bagian dari kontribusi Perseroan dalam mendukung mobilitas perkotaan yang lebih ramah lingkungan melalui penggunaan bahan bakar rendah emisi. Inisiatif ini tidak hanya berkontribusi pada pengurangan emisi karbon di wilayah perkotaan, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya transisi energi bersih. The Green Horizon program is part of the Company's contribution to Supporting more environmentally friendly urban mobility through the use of low-emission fuels. This initiative not only contributes to reducing carbon emissions in urban areas, but also raises public awareness of the importance of clean energy transition. PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 164
Page 175 OCR 0.932
165 Laporan Keberla No Pilar SDG 12- Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab 12 SDG 12- Responsible Consumption and Production PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk utan 2025 Sustainability Report tan Perseroan mengintegrasikan prinsip konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab dalam operasionalnya, termasuk optimalisasi penggunaan bahan bakar, efisiensi energi pada armada, serta pengelolaan limbah sesuai regulasi. Upaya ini juga tercermin dalam modemisasi kapal dengan teknologi yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan. Dengan pendekatan tersebut, Perseroan berupaya meminimalkan dampak lingkungan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional secara berkelanjutan. The Company integrates the principles of responsible consumption and production into its operations, including optimizing fuel use, improving energy efficiency in its fleet, and managing waste in accordance with regulations. These efforts are also reflected in the modernization of Ships with more energy-efficient and environmentally friendly technologies. With this approach, the Company strives to minimize its environmental impact while improving operational efficiency in a sustainable manner. SDG 13 - Penanganan Perubahan 13 Iklim SDG 13- Climate Action Program penanaman mangrove dan transplantasi terumbu karang menjadi bagian dari strategi mitigasi perubahan iklim Perseroan. Mangrove berperan dalam penyerapan karbon (carbon sink), sementara terumbu karang mendukung ketahanan ekosistem pesisir terhadap dampak perubahan iklim. Selain itu, efisiensi bahan bakar pada armada dan penggunaan energi rendah emisi turut memperkuat kontribusi Perseroan terhadap agenda Net Zero Emission dan pengurangan jejak karbon. The mangrove planting and coral reef transplantation programs are part of the Company's climate change mitigation strategy. Mangroves play a role in carbon seguestration (carbon sink), while coral reefs support the resilience of coastal ecosystems to the impacts of climate change. In addition, fuel efficiency in the fleet and the use of low-emission energy further strengthen the Company's contribution to the Net Zero Emission agenda and carbon footprint reduction.
Page 176 OCR 0.931
No Pilar | | SRE | & tan Melalui program Laut ELPI, Perseroan melaksanakan transplantasi terumbu karang guna mendukung pemulihan habitat bawah laut dan menjaga keanekaragaman hayati. Pengelolaan limbah kapal yang sesuai regulasi juga menjadi langkah preventif dalam mencegah pencemaran laut. SDG 14- Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor maritim, Perseroan Ekosistem menyadari pentingnya menjaga keberlanjutan ekosistem laut sebagai Lautan bagian dari keberlanjutan bisnis. 14 SDG 14- Life Through the Laut ELPI program, the Company carries out coral reef Below Water transplantation to support the restoration of underwater habitats and preserve biodiversity, Regulatory compliance in ship waste management is also a preventive measure to prevent marine pollution. As a company engaged in the maritime sector, the Company recognizes the importance of preserving the sustainability of marine ecosystems as part of business sustainability. Penanaman mangrove yang dilakukan Perseroan berkontribusi pada perlindungan ekosistem pesisir dan daratan, mencegah abrasi, serta menjaga keseimbangan lingkungan. Program ini juga memberikan nilai tambah sosial melalui keterlibatan masyarakat pesisir dalam proses "| pelaksanaan dan pemeliharaan. SDG 15- Dengan demikian, manfaat program tidak hanya berdampak pada Ekosistem lingkungan, tetapi juga pada aspek pemberdayaan sosial dan ekonomi Daratan lokal. 15 SDG 15- The mangrove planting carried out by the Company contributes to the Terrestrial protection of coastal and terrestrial ecosystems, prevents abrasion, and Ecosystems maintains environmental balance. This program also provides social added value through the involvement of coastal communities in the implementation and maintenance process. Thus, the benefits of the program not only impact the environment, but also local social and economic empowerment. PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Laporan Keberlanjutan 2025 Sustainability Report 166
Page 177 OCR 0.931
No Pilar SDG 16 - Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh 16 SDG 16 -— Peace, Justice, and Strong Institutions lasional Ekalya Purnamasari Tbk utan 2025 Sustainability Report tan Perseroan melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan secara transparan, terencana, dan akuntabel sebagai bagian dari implementasi tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance). Pendekatan ini menunjukkan bahwa keberlanjutan tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan dan sosial, tetapi juga pada penguatan tata kelola dan kelembagaan yang bertanggung jawab. The Company implements its Environmental Social Responsibility program in a transparent, planned, and accountable manner as part of its implementation of good corporate governance. This approach demonstrates that sustainability focuses not only on environmental and social aspects, but also on strengthening responsible governance and institutions. Kemitraan untuk Mencapai Tujuan 17: Partnership to 'Achieve Goals Perseroan menjalin kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Universitas Pattimura, PMI, komunitas lingkungan, serta pemerintah daerah dalam pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan multi years. Kolaborasi ini memungkinkan terciptanya sinergi antara sektor swasta, akademisi, dan masyarakat dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan secara lebih efektif dan terukur. Melalui pendekatan kolaboratif tersebut, Perseroan menegaskan bahwa keberhasilan program keberlanjutan memerlukan kemitraan yang kuat dan berkelanjutan. The Company has established strategic partnerships with various stakeholders, including Pattimura University, PMI, environmental communities, and local governments in the implementation of multi-year Environmental Social Responsibility programs. This collaboration enables synergy between the private sector, academia, and the community in achieving sustainable development goals more effectively and measurably. Through this collaborative approach, the Company emphasizes that the Success of sustainability programs reguires strong and sustainable partnerships. hp » spE &
Page 178 OCR 0.538
ayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk PA Laporan Keberlanjutan Sega 'SusteiMability Report an " PL. F 1|7-— 2-7 Ka LD. ny “3
Page 179 OCR 0.923
Laporan Keberlanjutan Sustainability Report ELpI PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Grha KCT Jl. W.R Supratman No.23 Surabaya, East Java - Indonesia
Names mentioned 55 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
p.3 ×213
unresolved
org
Financial Services Authority
p.4 ×11
unresolved
org
Indonesia Stock Exchange
p.8 ×3
unresolved
org
Akuisisi Kazo Marine Sdn Bhd
p.8
unresolved
org
Malaysia Acguisition Kazo Marine Sdn Bhd
p.8
unresolved
org
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnama
p.16
unresolved
org
Departemen Corporate
p.20
unresolved
org
Klasifikasi Indonesia Indonesian Classification Board Bureau Veritas Produk Ramah Lingkungan
p.26
unresolved
org
Menteri ESDM
p.26 ×4
unresolved
org
Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit
p.26
unresolved
org
Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan
p.26
unresolved
org
Minister of Energy and Mineral Resources Regulation
p.26 ×2
unresolved
org
Kementerian ESDM
p.27 ×2
unresolved
org
Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit. Selanjutnya
p.27
unresolved
org
Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit Sebesar
p.27
unresolved
org
Ministry of Energy and Mineral Resources
p.27 ×2
unresolved
org
Minister of Energy and Mineral Resources Decree
p.27 ×2
unresolved
org
Minister of Trade Regulation
p.27
unresolved
org
Purnamasari Tbk
p.29 ×4
unresolved
org
PT Pelayaran Nasional Ekal
p.35 ×3
unresolved
org
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
p.35
unresolved
org
Ministry of Environment and Forestry
p.35 ×2
unresolved
org
Directorate General of Sea Transportation
p.35 ×2
unresolved
org
PELAYARAN NASIONAL EKALYA Panen PURNAMASARI TBK
p.38 ×2
unresolved
org
Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
p.40 ×20
unresolved
org
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. C-
p.45
unresolved
person
Jimmy Tanal
· Notaris
p.45
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.45
unresolved
org
KPEI
p.60 ×4
unresolved
org
PT ELPI Trans Cargo
p.61 ×3
unresolved
org
PT Samudra Luas Sejahtera Abadi
p.61 ×4
unresolved
org
PT Unggul Maritim Indonesia
p.61 ×2
unresolved
org
PT ELPI Nusantara Armada
p.72 ×2
unresolved
org
PT ELPI Trans Cargo. These
p.72
unresolved
person
Workshop
· Corporate Secretary
p.86
unresolved
org
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
p.99
unresolved
org
Minister of Energy and Mineral Resources
p.99
unresolved
org
Departemen Teknologi Informasi Development
p.105
unresolved
org
Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
p.122
unresolved
org
Departemen K
p.122
unresolved
org
Minister of Environment
p.122
unresolved
org
Ekalya Purnamasari Tbk
p.138 ×4
unresolved
org
Kementerian Pendidikan Tinggi
p.140
unresolved
org
Ministry of Higher Education
p.140
unresolved
org
PT Pelayaran Nasional Ekalya Pi
p.156
unresolved
org
PT Pelayaran Nasional Ekalya Pu
p.158
unresolved
org
Standard GRI GRI Standard Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
p.161
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.