Skip to content
Back to announcement

20260220_JGLE_Keterbukaan Informasi terkait Aksi Korporasi_32028258_lamp3.pdf

Other Text extracted JGLE

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 83

Page 1

          
Page 2
                  Kantor Jasa Penilai Publik                                                                       The Manhattan Square
                  FERDINAND, DANAR, ICHSAN DAN REKAN                                                   Lt. 16, Suite D, Jl. TB Simatupang
                                                                                                       Cilandak, Jakarta Selatan, 12560
                  Property, Business Valuation & Advisory
                                                                                                       E-Mail: infoadmin@fdipartners.co
                  Licence No. 2.22.0176
                                                                                                          Website: www.fdipartners.co.id
                  KMK 460/KM.1/2022
                                                                                                                Phone (62 21) 27875910
                  Wilayah Kerja : Seluruh Indonesia

Jakarta, 10 Februari 2026

Kepada Yth.

PT. Graha Andrasentra Propertindo, Tbk.
Jalan Bogor Nirwana Raya (Dreded – Pahlawan)
Bogor Selatan, Kota Bogor
Jawa Barat 16132

No. Laporan     : 00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Hal             : Pendapat Kewajaran

Dengan hormat,

LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
RENCANA TRANSAKSI PENGAMBILALIHAN 61,86% SAHAM PT JUNGLELAND ASIA (JLA) YANG DIMILIKI
OLEH PT ADIPROTEK ENVIRODUNIA (AE).

Berdasarkan persetujuan atas Surat Penawaran No. 018/FDI/PB-FO/XII/2025 tertanggal 11 Desember
2025, KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP FDI&R” atau “Kami”)
mendapat penugasan dari PT. Graha Andrasentra Propertindo, Tbk. (selanjutnya disebut “Perseroan”
atau “GAP”), untuk memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi berupa Pengambilalihan
61,86% Saham PT Jungleland Asia (“JLA”) yang dimiliki oleh PT Adiprotek Envirodunia (“AE”), selanjutnya
disebut sebagai “Rencana Transaksi”.

Rencana Transaksi yang akan dilaksanakan bersifat Material dalam kaitannya dengan Pemenuhan
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) Republik Indonesia No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK 17”).

Maksud pemberian pendapat kewajaran adalah untuk memberikan laporan hasil analisis tentang
Kewajaran atas Rencana Transaksi di Perusahaan Terbuka untuk transaksi Material, dimana dalam hal
ini Pengambilalihan Saham JLA tersebut mengakibatkan terkonsolidasinya buku JLA pada buku
Perseroan, dimana total aset JLA dibagi total aset Perseroan sama dengan 25,28% (dua puluh lima
koma dua puluh delapan persen). Pendapat Kewajaran ini diperlukan dalam rangka memenuhi
peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) d/h BAPEPAM-LK.

Tujuan pemberian pendapat kewajaran adalah untuk kepentingan Perseroan dalam rangka memenuhi
POJK 17.

Objek Pendapat Kewajaran adalah Transaksi Pengambilalihan sebanyak 14.783.475.782 (empat belas
miliar tujuh ratus delapan puluh tiga juta empat ratus tujuh puluh lima ribu tujuh ratus delapan puluh
dua) lembar saham atau setara 61,86% saham JLA milik AE oleh Perseroan, dengan menggunakan
dana hasil PMHMETD I Perseroan.

Dalam hal PHMETD I, Perseroan akan melakukan Penawaran Umum sebanyak 8.280.033.448 Saham
Biasa (Saham Seri B) dengan nilai nominal Rp10,- (Sepuluh Rupiah) setiap saham, yang ditawarkan
dengan Harga Pelaksanaan sebesar Rp50,- (Lima Puluh Rupiah) setiap saham sehingga seluruhnya
berjumlah sebanyak Rp414.001.672.400 (empat ratus empat belas miliar satu juta enam ratus tujuh
puluh dua ribu empat ratus Rupiah) yang berasal dari portepel akan dicatatkan di PT Bursa Efek
Indonesia. Saham hasil pelaksanaan PMHMETD I akan memiliki hak yang sama dan sederajat dengan




                                 Kantor Pusat (Properti dan Bisnis); Kantor Cabang Semarang (Properti); Kantor Cabang Jakarta (Bisnis)
Page 3
saham lainnya yang telah dikeluarkan oleh Perseroan. PMHMETD I ini tidak menyebabkan terjadinya
perubahan pengendali di Perseroan. Antara saham seri B dan saham seri A tidak ada perbedaan
kualifikasi, melainkan hanya perbedaan pada nilai nominal per sahamnya saja.

Dalam PMHMETD I Perseroan, AE juga merupakan pihak yang akan bertindak sebagai pembeli siaga
berdasarkan Berdasarkan Perjanjian Pengikatan Jual-beli Saham yang dibuat dan ditandatangani pada
hari Senin, 9 Februari 2026 oleh dan antara AE dan Perseoran (selanjutnya disebut sebagai "Perjanjian
Rencana Transaksi"). Bahwa sisa saham yang tidak diambil bagian oleh para pemegang PMHMETD,
seluruhnya akan diambil oleh AE pada harga yang sama dengan harga PMHMETD I dengan
menggunakan setoran aset (inbreng) oleh pemegang saham JLA, yaitu AE, berupa sebanyak-banyaknya
14.783.475.782 (empat belas miliar tujuh ratus delapan puluh tiga juta empat ratus tujuh puluh lima
ribu tujuh ratus delapan puluh dua) saham JLA, ke dalam Perseroan.

Rencana transaksi merupakan transaksi Material yang didefinisikan dalam POJK 17, karena nilai
transaksi mewakili 38,03% dari total Ekuitas Perseroan, dan total aset JLA dibandingkan total aset
Perseroan sama dengan 25,28% (dua puluh lima koma dua puluh delapan persen) total aset Perseroan.

Pendapat Kewajaran akan dilakukan berdasarkan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian
Indonesia Tahun 2018 Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII.2018) dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
35/POJK.04/2020 Tentang Penilaian Dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis Di Pasar Modal (“POJK
35”).

Dalam melakukan analisis, sebagai dasar dan pertimbangan bagi kami dalam memberikan pendapat
kewajaran atas Rencana Transaksi tersebut, kami melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan
data sebagaimana diberikan oleh manajemen Perseroan, yang mana kami mengasumsikan bahwa
informasi dan data yang telah diberikan oleh manajemen Perseroan adalah benar, lengkap, dapat
diandalkan, dan tidak menyesatkan. Kami tidak melakukan audit ataupun verifikasi secara mendetail
atas semua informasi dan data yang telah diberikan oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun
tulisan, dan dengan demikian kami tidak dapat memberikan jaminan atau bertanggung-jawab apabila
informasi dan data yang diberikan tersebut menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Pendekatan dan metode penilaian yang kami gunakan dalam menilai kewajaran atas Rencana Transaksi
adalah dengan menggunakan metodologi analisis transaksi, analisis kualitatif dan analisis kuantitatif
atas rencana transaksi, analisis atas kewajaran nilai transaksi dan analisis atas faktor lain yang relevan
SEOJK No. 17/2020 dan POJK No. 35/2020.

Analisis kualitatif berupa analisis terhadap latar belakang dan manfaat serta risiko Rencana Transaksi,
analisis terhadap Perseroan, serta analisis terhadap kondisi industri dan prospek industri atau bidang
usaha yang dijalankan Perseroan. Analisis kuantitatif berupa analisis kinerja historis, analisis laporan
keuangan sebelum dan sesudah transaksi (Proforma) dari sisi Perseroan untuk mengetahui dampak
keuangan dari transaksi yang dilakukan, serta analisis inkremental dan analisis sensitivitas atas Rencana
Transaksi.

1. Laporan pendapat kewajaran disusun berdasarkan pada prinsip integritas informasi dan data. Dalam
   menyusun laporan ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan data sebagaimana
   diberikan manajemen Perseroan, yang mana berdasarkan hakekat kewajaran adalah benar,
   lengkap, dapat diandalkan serta tidak menyesatkan.
2. Kami tidak melakukan audit ataupun uji kepatuhan secara mendetail atas penjelasan maupun data-
   data yang diberikan oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun tulisan, dan dengan demikian




Halaman 2
                                                                00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 4
   kami tidak dapat memberikan jaminan atau bertanggungjawab terhadap kebenaran dan
   kelengkapan dari informasi atau penjelasan tersebut.
3. Segala perubahan terhadap data-data yang telah diberikan manajemen Perseroan pada kami,
   sebagaimana tercantum pada bagian sumber data dan Informasi, dapat mempengaruhi hasil
   penilaian secara material. Oleh karena itu, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas
   kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data tersebut.
4. Laporan pendapat kewajaran ini disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan
   perkonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan Pemerintah pada tanggal Laporan
   ini dikeluarkan.
5. Kami menganggap bahwa sejak tanggal penerbitan Laporan pendapat kewajaran ini tidak terjadi
   perubahan yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam
   Laporan penilaian ini. Laporan pendapat kewajaran ini hanya dipersiapkan untuk dapat
   dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan dalam laporan ini, dan tidak dapat
   dipergunakan untuk tujuan lainnya.
6. Laporan pendapat kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
   analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat
   menyebabkan pandangan yang menyesatkan.
7. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
   peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini.
8. Rencana Transaksi merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam POJK 17 tentang
   Transaksi Material dan perubahan Kegiatan Usaha dimana nilai transaksi sama dengan 20% (dua
   puluh persen atau lebih dari ekuitas Perseroan).
Perseroan adalah perusahaan bergerak dalam bidang pembangunan, perdagangan dan jasa yang
berhubungan dengan real estat, properti dan pengelolaan taman hiburan/rekreasi, serta pengelolaan
Hotel berbintang.

PT Adiprotek Envirodunia (AE) adalah perusahaan yang bergerak pada bidang Pertambangan dan
Penggalian, Industri Pengolahan, Treatment Air, Treatment Air Limbah, Treatment dan Pemulihan
Material Sampah dan Aktivitas Remediasi, Konstruksi, Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi dan
Perawatan Mobil dan Sepeda Motor, Aktivitas Profesional, Ilmiah dan Teknis, Aktivitas Penyewaan dan
Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi, Ketenagakerjaan, Agen Perjalanan dan Penunjang Usaha Lainnya.
Kegiatan usaha JLA adalah membangun dan/atau mengelola kawasan rekreasi dan pariwisata (taman
bermain).

Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 42/POJK.04/2020 tanggal
2 Juli 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK 42”), Transaksi bukan
merupakan transaksi yang bersifat afiliasi karena AE sebagai pihak yang bertransaksi langsung dengan
Perseroan, merupakan pihak yang tidak terafiliasi dengan Perseroan. Berdasarkan informasi dari
manajemen Perseroan, Rencana Transaksi bukan merupakan transaksi yang mengandung unsur
benturan kepentingan karena tidak terdapat perbedaan kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi,
anggota Dewan Komisaris atau pemegang saham utama yang dapat merugikan Perseroan.

Berdasarkan analisa kualitatif, Rencana Transaksi akan mendukung kegiatan operasional Perseroan,
konsolidasi JLA berpotensi memperkuat cadangan lahan strategis Perseroan serta membuka peluang
pengembangan usaha di masa mendatang. Struktur usaha Perseroan yang mengombinasikan
pendapatan berulang dari segmen rekreasi dan hotel dengan potensi pertumbuhan dari proyek properti
dinilai dapat mendukung keberlanjutan usaha secara umum.


Halaman 3
                                                              00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 5
Berdasarkan analisa kuantitatif, dampak keuangan atas Rencana Transaksi dalam proforma keuangan
konsolidasian Perseroan per tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
 1. Pada sisi laba (rugi) usaha berdasarkan laporan keuangan proforma Perseroan, terjadi
    peningkatan penghasilan non operasi senilai Rp570.803 juta dimana hal tersebut terjadi karena
    adanya Laba pengukuran kembali nilai wajar Investasi yang belum terealisasi sebesar Rp255.193
    Juta dan perolehan Laba atas pembelian diskon sebesar Rp315.610 Juta.
 2. Pada sisi Aset Lancar, Kas mengalami peningkatan sebesar RpRp457 Juta akibat adanya
    penerimaan kas dengan modal saham serta tambahan modal disetor melalui PMHMTD I sebesar
    Rp 64 Juta dan Konsolidasi atas Kas JLA sebesar Rp393 Juta. Selanjutnya, dikarenakan adanya
    transaksi atas saham JLA menyebabkan terkonsolidasinya laporan keuangan JLA ke dalam
    Perseroan, sehingga dalam hal ini seluruh akun Aset Lancar (selain kas) JLA juga menjadi
    penambah atas keseluruhan akun Aset Lancar Perseoran, diantaranya, Piutang Usaha sebesar
    Rp950 Juta, Piutang lain-lain bagian lancar Rp63 Juta, Persediaan sebesar Rp1.474 Juta dan uang
    muka dan biaya dibayar dimuka Rp471 Juta. Secara total, Aset Lancar mengalami peningkatan
    sebesar Rp3.415 Juta.
 3. Pada sisi Aset tidak lancar, Aset Tetap bertambah sebesar Rp1.059.289 Juta, sedangkan untuk Aset
    tak berwujud bertambah sebesar Rp2 Juta.
 4. Pada sisi liabilitas jangka pendek berdasarkan laporan keuangan proforma Perseroan, terjadi
    peningkatan pada akun Utang usaha sebesar Rp15.599 Juta, Utang lain-lain-Pihak ke-3 sebesar
    Rp700 Juta, Uang Muka Pelanggan dan Pendapatan ditangguhkan sebesar Rp3.529 Juta, Beban
    yang masih harus dibayar Rp3.683 Juta, Utang pajak Rp1.452 Juta dan Utang lain-lain jangka
    Panjang sebesar Rp9.444 Juta. Total keseluruhan sebesar Rp34.407 Juta.
 5. Dari sisi Liabilitas Jangka Panjang, Utang pihak berelasi akan bertambah sebesar Rp20.435 Juta
    dan Utang Lain-lain Jangka Panjang bertambah sebesar Rp23.060 Juta.
 6. Pada sisi ekuitas berdasarkan laporan keuangan proforma Perseroan, ekuitas mengalami
    peningkatan sebesar senilai Rp984.804 Juta dimana hal tersebut terjadi sebagai dampak investasi
    saham JLA dan penerimaan kas dengan modal saham serta tambahan modal disetor Perusahaan.

Analisa inkremental menunjukkan bahwa secara umum Rencana Transaksi akan meningkatkan kinerja
keuangan Perseroan, dimana terjadi peningkatan atas aset, liabilitas, ekuitas, dan laba bersih selama
periode proyeksi keuangan. Berdasarkan analisa sensitivitas yang dilakukan terhadap Proyeksi
pendapatan Perseroan, Perseroan tetap mencatatkan laba meskipun terjadi penurunan atau kenaikan
Beban Operasional sebesar 5%.

Berdasarkan POJK 35, analisis atas kewajaran nilai transaksi dilakukan berdasarkan perbandingan
antara rencana nilai transaksi dengan hasil penilaian atas transaksi yang dilakukan, dimana rencana
nilai transaksi berada dalam kisaran nilai yang didapatkan dari hasil penilaian.

Analisis kewajaran nilai Rencana Transaksi dilakukan dengan menilai Pasar Saham Objek per tanggal
penilaian, kemudian membandingkannya dengan nilai transaksi. Berdasarkan hasil perbandingan, selisih
antara nilai transaksi dan nilai pasar adalah sebesar 2,15%, sehingga masih dalam batas kewajaran dan
tidak melebihi 7,5% dari Nilai Pasar Saham yang dijadikan sebagai acuan, sebagaimana diatur dalam
POJK 35.

Atas dasar analisis transaksi, analisis kualitatif, analisis kuantitatif dan analisis kewajaran Rencana
Transaksi, kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi Pengambilalihan 61,86% Saham JLA milik AE
oleh Perseroan adalah WAJAR.




Halaman 4
                                                              00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 6
Kami menyatakan dengan sesungguhnya, bahwa dalam melaksanakan penugasan ini, kami bertindak
sebagai pihak independen yang tidak terikat dengan kepentingan apapun, baik saat ini maupun di masa
datang terkait dengan usaha Perseroan maupun atas transaksi yang dilakukan.

Demikian laporan pendapat kewajaran ini kami sampaikan, atas Penyediaan Jasa dan kepercayaan
yang telah diberikan kepada kami untuk penugasan ini kami ucapkan terima kasih.



Hormat kami,
KJPP FERDINAND, DANAR, ICHSAN DAN REKAN
Pimpinan Rekan




M. Ichsan Suud, SP., MBA., MAPPI (Cert)
Izin Penilai Bisnis No. : B-1.16.00453
MAPPI No.               : 10-S-02571
STTD Bapepam No.        : STTD.PB-50/PJ-1/PM.021/2025
RMK                     : RMK-2017.00526




Halaman 5
                                                            00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 7
                                                            DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................................... 7
  1.1     Uraian Mengenai Penugasan ..................................................................................... 7
  1.2     Identifikasi Status Penilai ............................................................................................. 7
  1.3     Identifikasi Pemberi Tugas .......................................................................................... 7
  1.4     Identifikasi Pengguna Laporan.................................................................................... 7
  1.5     Jenis Mata Uang yang Digunakan .............................................................................. 8
  1.6     Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran .................................................. 8
  1.7     Tanggal Pendapat Kewajaran (Cut Off Date) .............................................................. 8
  1.8     Tingkat Kedalaman Investigasi.................................................................................... 8
  1.9     Obyek Analisis Kewajaran .......................................................................................... 8
  1.10 Dampak Keuangan (Proforma) dari Transaksi yang Akan Dilakukan ........................... 9
  1.11 Pertimbangan Bisnis Yang Digunakan oleh Manajemen Terkait dengan Rencana
          Transaksi.................................................................................................................. 10
  1.12 Keterkaitan Rencana Transaksi Dengan Otoritas Jasa Keuangan ............................... 10
  1.13 Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran......................................................................... 10
  1.14 Sumber Data dan Informasi...................................................................................... 10
  1.15 Metodologi Analisis Kewajaran Transaksi .................................................................. 11
  1.16 Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli ........................................................... 11
  1.17 Pernyataan Independensi Penilai............................................................................... 12
  1.18 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) ................................ 12
BAB II ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI ..................................................................... 13
  2.1     Latar Belakang Transaksi.......................................................................................... 13
  2.2     Obyek Rencana Transaksi ........................................................................................ 14
  2.3     Identifikasi Pihak-Pihak Yang Bertransaksi................................................................. 14
  2.4     Nilai Rencana Transaksi ........................................................................................... 20
  2.5     Hubungan Pihak-Pihak Yang Bertransaksi................................................................. 20
  2.6     Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi.................................... 21
BAB III ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF ................................................................ 25
  3.1     Analisis dan Rencana Transaksi ................................................................................ 25
  3.2     Analisis Kualitatif Atas Rencana Transaksi ................................................................. 27
  3.3     Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi................................................................ 40
  3.4     Analisis Faktor Lain yang relevan .............................................................................. 55
BAB IV ANALISIS TENTANG KEWAJARAN TRANSAKSI ......................................................... 59
  4.1     Pendekatan dan Metode Analisis yang Digunakan .................................................... 59
  4.2     Analisis Kewajaran Nilai Transaksi ............................................................................ 59
  4.3     Kesimpulan .............................................................................................................. 60
ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS .................................................................... 61
PERNYATAAN PENILAI .................................................................................................... 62
LAMPIRAN..................................................................................................................... 64




Halaman 6
                                                                                        00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 8
                                              BAB I
                                          PENDAHULUAN

1.1   Uraian Mengenai Penugasan

      Berdasarkan persetujuan atas Surat Penawaran No. 018/FDI/PB-FO/XII/2025 tertanggal
      11 Desember 2025, KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP FDI&R”
      atau “Kami”) mendapat penugasan dari PT. Graha Andrasentra Propertindo, Tbk. (selanjutnya
      disebut “Perseroan” atau “GAP”), untuk memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi
      berupa pengambilalihan 61,86% Saham PT Jungleland Asia (“JLA”) yang dimiliki PT Adiprotek
      Envirodunia (“AE”), selanjutnya disebut sebagai “Rencana Transaksi”.

1.2   Identifikasi Status Penilai

      Pendapat Kewajaran ini dilakukan oleh KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan, selaku Penilai
      Independen untuk memberikan pendapat kewajaran yang Objektif dan tidak memihak, sesuai
      KEPI; memiliki kompetensi untuk memberikan pendapat kewajaran atas Objek yang dimaksud.
      KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang memegang Izin
      Usaha No.2.22.0176 tanggal 21 April 2022 dari Menteri Keuangan Republik Indonesia dan
      mempunyai Penilai Publik sebagai berikut:

      a. Pemimpin Rekan, Mochamad Ichsan Suud, adalah seorang Penilai Publik untuk klasifikasi
         penilaian bisnis dengan Izin No. B-1.16.00453 dari Menteri Keuangan Republik Indonesia,
         dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi
         Penunjang Pasar Modal (Penilai Bisnis) No. STTD.PB-50/PJ-1/PM.021/2025. Beliau adalah
         anggota dari Masyarakat Profesi Penilai Indonesia.
      b. Penugasan Pendapat Kewajaran ini bersifat independen, tidak memiliki keterlibatan material
         atau benturan kepentingan baik aktual maupun potensial dengan Objek penilaian dan/ atau
         pemilik aset/properti/ekuitas, menjunjung tinggi Objektifitas, profesional dan tidak memihak.
      c. Seluruh Penilai, tenaga ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini adalah satu kesatuan
         tim penugasan di bawah kordinator Penilai berizin atau penanggung jawab laporan pendapat
         kewajaran ini.

1.3   Identifikasi Pemberi Tugas

      Pemberi tugas adalah pihak dimana Penilai mengikatkan diri dalam hubungan kontraktual,
      dalam hal ini adalah:

      Nama             :   PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk.
      Alamat           :   Jalan Bogor Nirwana Raya (Dreded – Pahlawan)
                           Bogor Selatan, Kota Bogor Jawa Barat 16132
      Bidang usaha     :   Pengembang Properti
      Telepon/Fax      :   -
      Email            :   -
      PIC/Contact      :   Dewan Direksi

1.4   Identifikasi Pengguna Laporan

      Pengguna laporan dalam hal ini adalah sama dengan Pemberi Tugas.




Halaman 7
                                                              00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 9
1.5   Jenis Mata Uang yang Digunakan

      Mata uang yang digunakan dalam penugasan ini, sesuai dengan mata uang fungsional dalam
      laporan keuangan Objek Pendapat Kewajaran dan dinyatakan kembali dalam mata uang Rupiah
      (dalam hal mata uang fungsional bukan Rupiah).

1.6   Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran

      Maksud pemberian pendapat kewajaran adalah untuk memberikan laporan hasil analisis tentang
      Kewajaran atas Rencana Transaksi di Perusahaan Terbuka untuk transaksi Material, dimana
      dalam hal ini pengambilalihan 61,86% saham JLA milik AE oleh Perseroan, dengan
      menggunakan dana hasil PMHMETD I Perseroan. Tujuan pemberian pendapat kewajaran adalah
      untuk kepentingan Perseroan dalam rangka memenuhi POJK 17 /POJK.04/2020 tentang
      “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha” mengingat karena nilai transaksi mewakili
      38,03% dari total Ekuitas Perseroan, dan total aset JLA dibandingkan total aset Perseroan sama
      dengan 25,28% (dua puluh lima koma dua puluh delapan persen).

      Laporan pendapat kewajaran ini digunakan untuk penggunaan di pasar modal, dan tidak
      digunakan untuk di luar maksud dan tujuan Pendapat Kewajaran tersebut, maupun penggunaan
      dalam tujuan lainnya. Dalam penugasan ini, bilamana dianggap perlu, penilai akan
      menggunakan bantuan dari luar maupun profesi lainnya.

1.7   Tanggal Pendapat Kewajaran (Cut Off Date)

      Tanggal Penilaian (Cut Off Date) dalam penugasan ini adalah 31 Desember 2025.

      Berdasarkan POJK Nomor 35/POJK.04/2020, bahwa Laporan Penilaian Bisnis berlaku selama 6
      (enam) bulan sejak tanggal Penilaian (cut off), maka masa berlaku Laporan Pendapat Kewajaran
      ini akan berakhir 6 (enam) bulan sejak 31 Desember 2025.

1.8   Tingkat Kedalaman Investigasi

      a. Data dan informasi menyangkut dokumen atas Objek Pendapat Kewajaran/penugasan yang
         kami terima dari pemberi tugas.
      b. Verifikasi yang kami lakukan terhadap Objek Pendapat Kewajaran adalah merupakan
         bagian dari keperluan dan kepentingan pelaksanaan Pendapat Kewajaran.
      c. Proses pengumpulan dan analisis data dilakukan secara lengkap pada Objek Pendapat
         Kewajaran. Bila terdapat keterbatasan dalam hal dokumen atau identifikasi secara
         keseluruhan, maka kami menggunakan data dan dokumen secara sampling secukupnya
         (data yang relevan).
      d. Inspeksi dapat dilakukan tanpa ada pembatasan akses ke lokasi termasuk data yang harus
         disediakan oleh pemberi tugas dan/ atau pihak terkait lainnya kepada penilai dalam
         melakukan inspeksi, penelaahan, penghitungan dan analisis untuk tujuan Pendapat
         Kewajaran.

1.9   Obyek Analisis Kewajaran

      Objek Pendapat Kewajaran adalah Rencana Transaksi pengambilalihan sebanyak
      14.783.475.782 (empat belas miliar tujuh ratus delapan puluh tiga juta empat ratus tujuh puluh
      lima ribu tujuh ratus delapan puluh dua) lembar saham atau setara 61,86% saham JLA milik AE
      oleh Perseroan, dengan menggunakan dana hasil PMHMETD I Perseroan.

Halaman 8
                                                            00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 10
     Dalam hal PHMETD I, Perseroan akan melakukan Penawaran Umum sebanyak 8.280.033.448
     Saham Biasa (Saham Seri B) dengan nilai nominal Rp10,- (Sepuluh Rupiah) setiap saham, yang
     ditawarkan dengan Harga Pelaksanaan sebesar Rp50,- (Lima Puluh Rupiah) setiap saham
     sehingga seluruhnya berjumlah sebanyak Rp414.001.672.400 (empat ratus empat belas miliar
     satu juta enam ratus tujuh puluh dua ribu empat ratus Rupiah) yang berasal dari portepel
     Perseroan dan akan dicatatkan di PT Bursa Efek Indonesia.

     Dalam PMHMETD I Perseroan, AE juga merupakan pihak yang akan bertindak sebagai pembeli
     siaga berdasarkan Berdasarkan Perjanjian Pengikatan Jual-beli Saham yang dibuat dan
     ditandatangani pada hari Senin, 9 Februari 2026 oleh dan antara AE dan Perseoran (selanjutnya
     disebut sebagai "Perjanjian Rencana Transaksi"). Bahwa sisa saham yang tidak diambil bagian
     oleh para pemegang PMHMETD, seluruhnya akan diambil oleh AE pada harga yang sama
     dengan harga PMHMETD I dengan menggunakan setoran aset (inbreng) oleh pemegang saham
     JLA, yaitu AE, berupa sebanyak-banyaknya 14.783.475.782 (empat belas miliar tujuh ratus
     delapan puluh tiga juta empat ratus tujuh puluh lima ribu tujuh ratus delapan puluh dua) saham
     JLA, ke dalam Perseroan.

1.10 Dampak Keuangan (Proforma) dari Transaksi yang Akan Dilakukan

     Sehubungan dengan Rencana Transaksi serta mengacu pada informasi keuangan konsolidasian
     proforma Perseroan untuk periode 31 Desember 2025, maka dampak Rencana Transaksi dapat
     disajikan sebagai berikut:
      1. Pada sisi laba (rugi) usaha berdasarkan laporan keuangan proforma Perseroan, terjadi
          peningkatan penghasilan non operasi senilai Rp570.803 juta dimana hal tersebut terjadi
          karena adanya Laba pengukuran kembali nilai wajar Investasi yang belum terealisasi sebesar
          Rp255.193 Juta dan perolehan Laba atas pembelian diskon sebesar Rp315.610 Juta.
      2. Pada sisi Aset Lancar, Kas mengalami peningkatan sebesar RpRp457 Juta akibat adanya
          penerimaan kas dengan modal saham serta tambahan modal disetor melalui PMHMTD I
          sebesar Rp 64 Juta dan Konsolidasi atas Kas JLA sebesar Rp393 Juta. Selanjutnya,
          dikarenakan adanya transaksi atas saham JLA menyebabkan terkonsolidasinya laporan
          keuangan JLA ke dalam Perseroan, sehingga dalam hal ini seluruh akun Aset Lancar (selain
          kas) JLA juga menjadi penambah atas keseluruhan akun Aset Lancar Perseoran, diantaranya,
          Piutang Usaha sebesar Rp950 Juta, Piutang lain-lain bagian lancar Rp63 Juta, Persediaan
          sebesar Rp1.474 Juta dan uang muka dan biaya dibayar dimuka Rp471 Juta. Secara total,
          Aset Lancar mengalami peningkatan sebesar Rp3.415 Juta.
      3. Pada sisi Aset tidak lancar, Aset Tetap bertambah sebesar Rp1.059.289 Juta, sedangkan
          untuk Aset tak berwujud bertambah sebesar Rp2 Juta.
      4. Pada sisi liabilitas jangka pendek berdasarkan laporan keuangan proforma Perseroan,
          terjadi peningkatan pada akun Utang usaha sebesar Rp15.599 Juta, Utang lain-lain-Pihak
          ke-3 sebesar Rp700 Juta, Uang Muka Pelanggan dan Pendapatan ditangguhkan sebesar
          Rp3.529 Juta, Beban yang masih harus dibayar Rp3.683 Juta, Utang pajak Rp1.452 Juta
          dan Utang lain-lain jangka Panjang sebesar Rp9.444 Juta. Total keseluruhan sebesar
          Rp34.407 Juta.
      5. Dari sisi Liabilitas Jangka Panjang, Utang pihak berelasi akan bertambah sebesar Rp20.435
          Juta dan Utang Lain-lain Jangka Panjang bertambah sebesar Rp23.060 Juta.
      6. Pada sisi ekuitas berdasarkan laporan keuangan proforma Perseroan, ekuitas mengalami
          peningkatan sebesar senilai Rp984.804 Juta dimana hal tersebut terjadi sebagai dampak
          investasi saham JLA dan penerimaan kas dengan modal saham serta tambahan modal
          disetor Perusahaan.


Halaman 9
                                                            00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 11
1.11 Pertimbangan Bisnis Yang Digunakan oleh Manajemen Terkait dengan Rencana Transaksi

     Dengan tidak optimalnya pertumbuhan pendapatan Perseroan dalam beberapa tahun terakhir,
     Perseroan merasa perlu untuk mengambil langkah yang dapat meningkatkan kinerja keuangan
     perusahaan sekaligus menambah jumlah lahan guna mengurangi resiko usaha. Saat ini
     Pendapatan Perseroan sangat bergantung pada satu lokasi yakni di Bogor, sehingga guna
     diversifikasi lokasi yang lebih beragam Perseroan perlu menambah jumlah land bank di lokasi
     lain. Dengan melakukan rencana peningkatan kepemilikan saham pada JLA melalui transaksi
     Pengambilalihan saham AE di JLA, diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan dan
     pengembalian bagi pemegang saham. Dengan Rencana Transaksi ini diharapkan juga akan
     adanya kemudahan bagi investor/pemegang saham dalam melakukan transaksi jual beli saham
     Perseroan yang dukung oleh peningkatan likuiditas saham dan kapitalisasi pasar saham
     Perseoran yang didukung bertambahnya jumlah saham Perseroan pasca penerbitan saham baru.

1.12 Keterkaitan Rencana Transaksi Dengan Otoritas Jasa Keuangan

     Berdasarkan POJK 17, Penggunaan Dana untuk Pembelian Saham JLA merupakan Transaksi
     Material, karena Pengambilalihan Saham JLA tersebut mengakibatkan terkonsolidasinya buku JLA
     pada buku Perseroan, dimana total aset JLA dibagi total aset Perseroan sama dengan 25,28%
     (dua puluh lima koma dua puluh delapan persen).

     Selanjutnya, Rencana Transaksi dalam laporan ini bukan merupakan transaksi afiliasi
     sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 42 tentang
     Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.

     Berdasarkan POJK 42 Rencana Transaksi bukan merupakan transaksi yang bersifat afiliasi karena
     AE sebagai pihak yang bertransaksi langsung dengan Perseroan, merupakan pihak yang tidak
     terafiliasi dengan Perseroan. Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana
     Transaksi bukan merupakan transaksi yang mengandung unsur benturan kepentingan karena
     tidak terdapat perbedaan kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi, anggota Dewan
     Komisaris atau pemegang saham utama yang dapat merugikan Perseroan.

1.13 Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran

     Mengacu pada POJK 35 pasal 17, ruang lingkup pendapat kewajaran akan didasarkan pada
     analisis atas kewajaran dari Rencana Transaksi untuk tujuan pemberian pendapat kewajaran
     Rencana Transaksi Jual Beli Saham, dalam rangka pemenuhan POJK 17.

     Ruang lingkup Pendapat Kewajaran antara lain: identifikasi masalah (identifikasi batasan,
     maksud, dan tujuan serta objek), pengumpulan data dan wawancara, analisis hak dan kewajiban
     atas penyediaan Jasa dari pihak afiliasi, analisis kewajaran biaya yang dikenakan, penyusunan
     laporan pendapat kewajaran.

1.14 Sumber Data dan Informasi

     a. Laporan Keuangan Audit Konsolidasian Perseroan yang berakhir pada tanggal
        31 Desember 2025 No. 00004/2.0902/AU.1/03/0384-5/1/II/2026 tanggal 4 Februari 2026
        yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Y Santosa & rekan, dan ditandatangani oleh
        Tjiendradjaja Yamin, dengan pendapat wajar dalam semua hal yang material;
     b. Laporan Keuangan Audit Konsolidasian Perseroan yang berakhir pada tanggal
        31 Desember 2024 No. 00018/2.0902/AU.1/03/0384-4/1/III/2025 tanggal 24 Maret 2025

Halaman 10
                                                           00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 12
         yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Y Santosa & rekan, dan ditandatangani oleh
         Tjiendradjaja Yamin, dengan pendapat wajar dalam semua hal yang material;
      c. Laporan Keuangan Audit Konsolidasian Perseroan yang berakhir pada tanggal
         31 Desember 2023 No. 00010/2.0902/AU.1/03/0384-3/1/III/2024 tanggal 25 Maret 2024
         yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Y Santosa & rekan, dan ditandatangani oleh
         Tjiendradjaja Yamin, dengan pendapat wajar dalam semua hal yang material;
      d. Laporan Keuangan Audit Konsolidasian Perseroan yang berakhir pada tanggal
         31 Desember 2022 No. 00009/2.0902/AU.1/03/0457-1/1/III/2023 tanggal 20 Maret 2023
         yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Y Santosa & rekan, dan ditandatangani oleh Hilda
         Ong, dengan pendapat wajar dalam semua hal yang material;
      e. Laporan Keuangan Audit Konsolidasian Perseroan yang berakhir pada tanggal
         31 Desember 2021 No. 00040/2.0902/AU.1/03/0384-2/1/IV/2022 tanggal 25 April 2022
         yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Y Santosa & rekan, dan ditandatangani oleh
         Tjiendradjaja Yamin, dengan pendapat wajar dalam semua hal yang material;
      f. Laporan      Penilaian    Aset    No.     00059/2.0047-15/PI/03/0614/1/I/2026      tanggal
         27 Januari 2026, oleh KJPP Iwan Bachron dan Rekan;
      g. Laporan Penilaian Saham No. 00088/2.0109-05/BS/03/0069/1/II/2026 tanggal
         6 Februari 2026 oleh KJPP Febriman Siregar dan Rekan;
      h. Perjanjian Pengikatan Jual-beli Saham yang dibuat dan ditandatangani pada hari Senin,
         9 Februari 2026 oleh dan antara AE dan Perseoran (selanjutnya disebut sebagai "Perjanjian
         Rencana Transaksi");
      i. Laporan Reviu atas Informasi Keuangan Proforma Perseroan yang berakhir pada tanggal 31
         Desember 2025 No. NA26/P.TY/09.02.01, tanggal 9 Februari 2026, oleh Kantor Akuntan
         Publik Y Santosa & rekan, dan ditandatangani oleh Tjiendradjaja Yamin;
      j. Surat    Pernyataan     Manajemen       Perseroan   (management     representation letter),
         No. 005/GAP-RA/DIR/II/2026, tanggal 9 Februari 2026, perihal Pernyataan Manajemen atas
         kebenaran data dan informasi yang diberikan terkait penugasan Pendapat Kewajaran atas
         rencana transaksi pengambilalihan 61,86% Saham JLA yang dimiliki oleh AE;
      k. Hasil wawancara dengan pihak Perseroan dan pihak lain yang kami anggap layak dan relevan
         guna mengumpulkan dan menganalisis data dan informasi untuk keperluan proses penilaian;
      l. Data dan Informasi pendukung lainnya dari pihak eksternal Perseroan baik dari media cetak
         maupun media elektronik mengenai kondisi pasar dan industri. Data dan informasi pendukung
         lainnya dari pihak eksternal baik dari media cetak maupun media elektronik mengenai kondisi
         pasar dan industri.

1.15 Metodologi Analisis Kewajaran Transaksi

      Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah melakukan
      analisis melalui pendekatan dan prosedur penilaian Rencana Transaksi yang mencakup hal–hal
      sebagai berikut:
      a. Analisis atas Rencana Transaksi;
      b. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Rencana Transaksi;
      c. Analisis Atas Kewajaran Rencana Transaksi;
      d. Analisis atas faktor lain yang relevan.

1.16 Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli

      Dalam memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, dalam laporan ini
      menggunakan hasil pekerjaan tenaga ahli berupa :
      • Laporan Penilaian Saham No. 00088/2.0109-05/BS/03/0069/1/II/2026 tanggal
          6 Februari 2026 oleh KJPP Febriman Siregar dan Rekan.

Halaman 11
                                                            00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 13
      •   Laporan Penilaian Aset No. 00059/2.0047-15/PI/03/0614/1/I/2026 tanggal
          27 Januari 2026 oleh KJPP Iwan Bachron & Rekan.
      •   Laporan Reviu atas Informasi Keuangan Proforma Perseroan yang berakhir pada tanggal 31
          Desember 2025 No. NA26/P.TY/09.02.01, tanggal 9 Februari 2026, oleh Kantor Akuntan
          Publik Y Santosa & rekan, dan ditandatangani oleh Tjiendradjaja Yamin.

1.17 Pernyataan Independensi Penilai

      Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini, KJPP FDI&R bertindak secara
      independen tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun
      pihak - pihak lainnya yang terafiliasi dengan Perseroan. KJPP FDI&R juga tidak memiliki
      kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan pendapat
      kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun.
      Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang dihasilkan
      dari proses analisis kewajaran ini.

1.18 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)

      Setelah tanggal penilaian (cut off date) sampai dengan Laporan ini diterbitkan, terjadi kejadian
      penting terkait dengan rencana transaksi, yaitu berupa penandatanganan Perjanjian Pengikatan
      Jual-beli Saham yang ditandatangani pada tanggal 9 Februari 2026.




Halaman 12
                                                              00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 14
                                               BAB II
                                 ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI



2.1   Latar Belakang Transaksi

      Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak akhir tahun 2019 telah memberikan dampak signifikan
      terhadap kegiatan usaha Perseroan, khususnya pada unit usaha taman rekreasi The Jungle
      Waterpark Bogor dan Jungleland Adventure Theme Park Sentul. Sejalan dengan kebijakan
      Pemerintah Republik Indonesia dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19, Perseroan
      menghentikan seluruh kegiatan operasional kedua taman rekreasi tersebut sejak awal tahun
      2020.

      Penghentian kegiatan operasional tersebut berdampak pada hilangnya pendapatan dan arus kas
      Perseroan, sementara beban operasional tetap seperti gaji karyawan, pemeliharaan wahana dan
      mesin permainan, serta pembayaran bunga pinjaman kepada kreditur perbankan tetap harus
      dipenuhi.

      Dalam rangka menjaga keberlangsungan usaha, JLA yang merupakan entitas anak yang
      mengelola Jungleland Adventure Theme Park Sentul telah melakukan restrukturisasi fasilitas kredit
      dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) pada 7 Desember 2021. Berdasarkan
      kesepakatan tersebut, JLA wajib memenuhi komitmen pembayaran bunga dan pokok sesuai
      jadwal yang telah disepakati.

      Meskipun kondisi perekonomian nasional berangsur pulih, proses pemulihan kinerja operasional
      dan keuangan Perseroan serta JLA tidak dapat berlangsung secara instan. Untuk mendukung
      pemenuhan komitmen restrukturisasi dan memperkuat permodalan JLA, Perseroan telah
      mengundang investor strategis untuk melakukan penyetoran modal tambahan pada JLA. Sebagai
      konsekuensi atas partisipasi investor strategis tersebut, porsi kepemilikan saham Perseroan di JLA
      terdilusi, sehingga Perseroan tidak lagi menjadi pemegang saham pengendali di JLA. Namun
      demikian, langkah ini memberikan dampak positif bagi struktur permodalan Perseroan secara
      konsolidasi melalui penurunan kewajiban kepada kreditur perbankan secara signifikan. Dengan
      berkurangnya beban keuangan, Perseroan dapat memfokuskan sumber daya yang dimiliki untuk
      pengembangan dan optimalisasi aset operasional lainnya, serta memperkuat fundamental
      keuangan Perseroan dalam jangka menengah dan panjang.

      JLA memiliki aset tanah di Sentul seluas 35 Ha yang sebagian digunakan untuk taman rekreasi
      Jungeland Adventure Themepark. Lokasi tanah ini sangat strategis karena memiliki akses tol dan
      dekat dengan berbagai fasilitas premium seperti AEON mall, IKEA, RS EMC, masjid Andalusia,
      pasar bersih, berbagai institusi pendidikan, lapangan golf, dan lainnya.

      Dengan kelebihan ini, sebagian tanah JLA tersebut sangat baik untuk dikembangkan sebagai
      proyek perumahan. Namun begitu, tanah JLA tersebut tidak dapat dikembangkan karena
      digunakan sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman yang diberikan oleh BRI untuk JLA.

      Dengan melihat potensi pengembangan yang sangat baik atas tanah JLA tersebut, Perseroan dan
      AE sepakat untuk mempercepat pembayaran hutang ke BRI sehingga jaminan atas tanah JLA
      dapat dilepaskan dan tanah tersebut dapat dikembangkan. Percepatan pembayaran hutang JLA
      di BRI tersebut dilakukan melalui peningkatan setoran modal AE di JLA.




Halaman 13
                                                               00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 15
      Untuk mendapatkan manfaat yang optimal dari pengembangan tanah JLA tersebut, Perseroan
      yang didukung dengan pendanaan PMHMETD ini berencana untuk meningkatkan kepemilikan di
      JLA melalui Pengambilalihan saham AE di JLA sehingga pada akhirnya JLA kembali terkonsolidasi
      di Perseroan.

      Pengambilalihan Saham JLA oleh Perseroan dari AE yang mengakibatkan terkonsolidasinya JLA
      pada Perseroan, dilakukan sebagai bagian dari rencana pertumbuhan bisnis dan dalam rangka
      meningkatkan nilai Perseroan serta sejalan dengan strategi Perseroan untuk terus
      mengembangkan kegiatan usaha yang dapat memberikan nilai tambah kepada Perseroan dan
      pemegang Saham.

2.2   Obyek Rencana Transaksi

      Objek Rencana Transaksi adalah Pengambilalihan sebanyak 14.783.475.782 (empat belas miliar
      tujuh ratus delapan puluh tiga juta empat ratus tujuh puluh lima ribu tujuh ratus delapan puluh
      dua) lembar saham JLA, berupa 9.653.846.153 (sembilan miliar enam ratus lima puluh tiga juta
      delapan ratus empat puluh enam ribu seratus lima puluh tiga) lembar seri B dan 5.129.629.629
      (lima miliar seratus dua puluh sembilan juta enam ratus dua puluh sembilan ribu enam ratus dua
      puluh sembilan) lembar seri C oleh Perseroan, dengan menggunakan dana hasil PMHMETD I
      Perseroan.

      Dalam PMHMETD I Perseroan, AE juga merupakan pihak yang akan bertindak sebagai pembeli
      siaga berdasarkan Perjanjian Pengikatan Jual-beli Saham yang dibuat dan ditandatangani pada
      hari Senin, 9 Februari 2026 oleh dan antara AE dan Perseoran (selanjutnya disebut sebagai
      "Perjanjian Rencana Transaksi"), Bahwa sisa saham yang tidak diambil bagian oleh para
      pemegang PMHMETD, seluruhnya akan diambil oleh AE pada harga yang sama dengan harga
      PMHMETD I dengan menggunakan setoran aset (inbreng) oleh pemegang saham JLA, yaitu AE,
      berupa sebanyak-banyaknya 14.783.475.782 (empat belas miliar tujuh ratus delapan puluh tiga
      juta empat ratus tujuh puluh lima ribu tujuh ratus delapan puluh dua) saham JLA, ke dalam
      Perseroan.

2.3   Identifikasi Pihak-Pihak Yang Bertransaksi

      a. PT Graha Andrasentra Propertindo TBK. (“Perseroan” atau “GAP”)

         Perseroan merupakan pihak yang bertindak sebagai Pembeli dalam Rencana Transaksi.

         Riwayat Singkat

         Perseroan didirikan pada tanggal 15 Juni 1988 dengan Akta Notaris Ny. Yetty Taher, S.H.,
         No. 42. Akta Pendirian Perseroan disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam
         Surat Keputusan No. C2-8942-HT.01.01.TH.88 tanggal 20 September 1988 dan diumumkan
         dalam Tambahan No. 1147 Lembaran Berita Negara Republik Indonesia No. 11 tanggal
         7 Februari 1995. Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan,
         antara lain, mengenai perubahan nama dari PT Aliyah Pancahafat menjadi PT Graha
         Andrasentra Propertindo, yang diaktakan dengan Akta Notaris Ny. Toety Juniarto, S.H., No.
         93 tanggal 23 Juni 1997, dan telah memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik
         Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-5976 HT.01.04.Th.97 tanggal 2 Juli 1997.
         Selanjutnya, Anggaran Dasar Perseroan telah disesuaikan dengan ketentuan Undang-undang
         No. 40 Tahun 2007 tentang Perusahaan Terbatas, sebagaimana tertuang dalam Akta Notaris
         Nur Nadia Tadjoedin, S.H., Notaris di Kota Bogor, No. 18 tanggal 22 April 2008, yang telah

Halaman 14
                                                             00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 16
        disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
        Keputusan No. AHU 39052.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 7 Juli 2008 dan telah
        didaftarkan di dalam daftar Perseroan No.AHU-0056266.AH.01.09.Tahun 2008 tanggal
        7 Juli 2008 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 18 tanggal
        31 Maret 2015, Tambahan No. 4952.

        Selanjutnya, perubahan mengenai peningkatan modal ditempatkan dan disetor Perseroan
        adalah sebagaimana termuat dalam Akta Notaris Elizabeth Karina Leonita S.H., M.Kn., No.
        37 tanggal 15 April 2016. Perubahan tersebut telah mendapatkan bukti Penerimaan
        Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
        Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.01.03-0041991 tanggal 21 April 2016 dan telah
        didaftarkan dalam daftar Perseroan No. AHU 0049857.AH.01.11.Tahun 2016 tanggal
        21 April 2016 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 84 tanggal
        20 Oktober 2023, Tambahan No. 32429. Perubahan Anggaran Dasar selanjutnya termuat
        dalam Akta Pernyataan Keputusan Sirkuler Para Pemegang Saham No. 43 tanggal
        21 April 2016, yang dibuat dihadapan Notaris Elizabeth Karina Leonita, S.H., M.Kn., Notaris
        di Kota Bogor dan telah mendapatkan bukti Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data
        Perseroan No. AHU-AH.01.03.0041992 tanggal 21 April 2016 dan telah didaftarkan dalam
        daftar Perseroan No. AHU 0049858.AH.01.11.Tahun 2016 tanggal 21 April 2016.

        Perubahan Anggaran Dasar terakhir termuat dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 69
        tanggal 14 September 2021, yang dibuat dihadapan Notaris Elizabeth Karina Leonita, S.H.,
        M.Kn., Notaris di Kota Bogor dan telah mendapatkan Persetujuan dari Menteri Hukum dan
        Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan No.
        AHU-0054321.AH.01.02. Tahun 2021 tanggal 4 Oktober 2021 dan telah diumumkan dalam
        Berita Negara Republik Indonesia No. 84 tanggal 20 Oktober 2023, Tambahan No. 32428.

        Susunan Dewan Komisaris dan Direksi terakhir tercantum dalam Akta Pernyataan Keputusan
        Rapat Umum Pemegang Saham PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk No. 17 tanggal 12
        Juni 2025 yang dibuat di hadapan Nitra Reza, S.H., M.Kn., Notaris di Kota Bogor, yang telah
        menerima Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.09-
        0302430 tanggal 24 Juni 2025 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-
        0140484.AH.01.11.Tahun 2025 tanggal 24 Juni 2025.

        Kegiatan Usaha

        Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak
        dalam bidang pembangunan, perdagangan dan jasa yang berhubungan dengan real estat,
        properti dan pengelolaan taman hiburan/rekreasi, serta pengelolaan Hotel berbintang.
        Perseroan berkedudukan di Kota Bogor dan memiliki proyek perumahan “Bogor Nirwana
        Residence”, mengelola taman rekreasi air the Jungle di Kota Bogor, taman rekreasi Rivera
        Outbound & Edutainment di Kota Bogor, dan taman rekreasi JungleSea di Lampung Selatan,
        serta mengelola Aston Bogor Hotel & Resort, yang berlokasi di dalam Kawasan Perumahan
        Bogor Nirwana Residence, Kota Bogor.

        Perizinan

        Perseroan telah melengkapi dokumen perizinan dan persetujuan serta pendaftaran dan
        pelaporan yang harus dilakukan Perseroan dalam melakukan kegiatan usahanya di Indonesia,
        Adapun dokumen tersebut antara lain:


Halaman 15
                                                           00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 17
        •    Akta Pendirian No. 42 tanggal 15 Juni 1988 yang dibuat di hadapan Ny. Yetty Taher,
             S.H., No. 42. Notaris di Jakarta, dan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik
             Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-8942-HT.01.01.TH.88 tanggal 20 September
             1988;
        •    Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 69, yang dibuat dihadapan Notaris Elizabeth
             Karina Leonita, S.H., M.Kn, tanggal 14 September 2021.
        •    Keputusan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
             0054321.AH.01.02.Tahun 2021 Tentang Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar
             Perseroan Terbatas PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk.
        •    Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) 01.332.635.0-431.000 yang dikeluarkan oleh KPP
             Madya Bogor;

        Susunan Pemegang Saham

        Berdasarkan laporan keuangan audit Perseroan per 31 Desember 2025, susunan pemengang
        saham Perseroan adalah sebagai berikut:

       Tabel 2.1   Struktur Pemegang Saham Perseroan
                                                             Nilai
                                         Jumlah Lembar      Nominal                        Keterangan
                                                                        Nilai Nominal
             Pemegang Saham                  Saham            Per                           (Persentase
                                                                       Saham (Rp Juta)
                                          (Juta lembar)     Lembar                         Kepemilikan)
                                                              (Rp)
         PT Surya Global Nusantara               8.753         100,-           875.304       38,76%
         Banque De Luxembourg                    2.768         100,-           276.792       12,26%
         EFG Bank AG                             1.823         100,-           182.259        8,07%
         Siauw Yunus Subandi                     1.235         100,-           123.486        5,47%
         Masyarakat (masing-
         masing                                  8.003         100,-           800.350       35,44%
         kurang dari 5%)
                               Total            22.582                        2.258.191     100,00%


        Susunan Manajemen

        Berdasarkan laporan keuangan audit Perseroan per 31 Desember 2025, susunan dewan
        komisaris dan direksi Perseroan adalah sebagai berikut:

        Dewan Komisaris
        Komisaris Utama                : Cahyono Cahya Angkasa
        Komisaris                      : Adika Nuraga Bakrie
        Komisaris Independen           : Diyan Hapsari
        Komisaris Independen           : Ori Setianto

        Anggota Direksi
        Direktur Utama                 : Resza Adikreshna
        Direktur                       : Melky Aliandri

        Rencana PMHMETD I

        Perseroan akan melakukan Penawaran Umum sebanyak 8.280.033.448 (delapan miliar dua
        ratus delapan puluh juta tiga puluh tiga ribu empat ratus empat puluh delapan) Saham Biasa
        dengan nilai nominal Rp10 (sepuluh Rupiah) setiap saham, yang ditawarkan dengan Harga

Halaman 16
                                                                   00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 18
        Pelaksanaan sebesar Rp50 (lima puluh Rupiah) setiap saham sehingga seluruhnya berjumlah
        sebanyak Rp414.001.672.400 (empat ratus empat belas miliar satu juta enam ratus tujuh
        puluh dua ribu empat ratus Rupiah) yang berasal dari portepel akan dicatatkan di PT Bursa
        Efek Indonesia. Saham Baru akan memiliki hak yang sama dengan saham-saham Perseroan
        lainnya yang telah dikeluarkan oleh Perseroan. PMHMETD I ini tidak menyebabkan terjadinya
        perubahan pengendali di Perseroan.

        Rencana Penggunaan Dana

       Perseroan bermaksud menggunakan seluruh dana yang diterima dari PMHMETD I rencananya
       akan digunakan untuk:
       1. Sebesar Rp413.937.321.896 (empat ratus tiga belas miliar sembilan ratus tiga puluh tujuh
          juta tiga ratus dua puluh satu ribu delapan ratus sembilan puluh enam Rupiah) untuk
          membeli 14.783.475.782 (empat belas miliar tujuh ratus delapan puluh tiga juta empat
          ratus tujuh puluh lima ribu tujuh ratus delapan puluh dua) saham JLA yang dimiliki oleh AE
          atau 61,86% (enam puluh satu koma delapan puluh enam persen) dari seluruh saham JLA
          yang telah ditempatkan dan disetor penuh (selanjutnya disebut “Pembelian Saham JLA”).
      2. Sisanya Rp64.350.504 (enam puluh empat juta tiga ratus lima puluh ribu lima ratus (empat
          Rupiah) akan digunakan untuk modal kerja Perseroan.

     b. PT Adiprotek Envirodunia (“AE”)

        AE merupakan pihak yang bertindak sebagai Penjual dalam Rencana Transaksi.

        Riwayat Singkat

        AE didirikan berdasarkan Akta Nomor 6 tanggal 01 November 1991 dihadapan Agus Madjid,
        SH., notaris di Jakarta dengan nama ”PT Protek Environment Dunia” dan telah mendapatkan
        pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia No. C2-14421 HT.01.01.TH.93
        tanggal 28 Desember 1993. Perusahaan kemudian mengganti nama nya menjadi
        ”PT Adiprotek Envirodunia” berdasarkan Akta Nomor 130 tanggal 14 Desember 1993
        dihadapan Agus Madjid, SH., notaris di Jakarta dan telah mendapatkan pengesahan dari
        Menteri Kehakiman Republik Indonesia No. C2-14421.HT.01.01.TH.93., tertanggal
        28 Desember 1993.

        Anggaran Dasar AE terakhir diubah berdasarkan Akta Nomor 64 tanggal 22 Oktober 2025
        yang dibuat dihadapan Yunita Aristina, SH., MK.n., notaris di Jakarta Utara yang mana
        pemberitahuan akta tersebut telah diterima oleh Kementerian Hukum berdasarkan surat
        penerimaan pemberitahuan nomor AHU-AH.01.09-0353839 tertanggal 23 Oktober 2025.
        Saat ini AE beralamat di gedung Graha KOMANDO 3rd Floor, Jl. Cipinang Indah Raya No.
        1, Jakarta Timur – 13420.

        Kegiatan Usaha

        Berdasarkan Akta Nomor 62 tanggal 20 Oktober 2025 yang dibuat dihadapan Yunita Aristina,
        SH., MK.n., notaris di Jakarta Utara yang mana akta tersebut telah mendapatkan pengesahan
        dari    Menteri      Hukum       Republik    Indonesia     melalui    keputusan    Nomor
        AHU-0071159.AH.01.02.TAHUN 2025 tertanggal 20 Oktober 2025, Perusahaan bergerak
        pada bidang usaha, sebagai berikut:
         1. Pertambangan dan Penggalian;
         2. Industri Pengolahan;

Halaman 17
                                                            00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 19
        3. Treatment Air, Treatment Air Limbah, Treatment dan Pemulihan Material Sampah dan
           Aktivitas Remediasi;
        4. Konstruksi;
        5. Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor;
        6. Aktivitas Profesional, Ilmiah dan Teknis;
        7. Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi, Ketenagakerjaan, Agen
           Perjalanan dan Penunjang Usaha Lainnya.

        Perizinan

        AE telah melengkapi dokumen perizinan dan persetujuan serta pendaftaran dan pelaporan
        yang harus dilakukan AE dalam melakukan kegiatan usahanya di Indonesia. Adapun dokumen
        tersebut antara lain:
        •    Akta Pendirian No. 6 tanggal 1 Nopember 1991 yang dibuat di hadapan 1991
             dihadapan Agus Madjid, SH., notaris di Jakarta;
        •    Akta Perubahan terakhir Nomor 64 tanggal 22 Oktober 2025 yang dibuat dihadapan
             Yunita Aristina, SH., MK.n., notaris di Jakarta Utara;
        •    Nomor Induk Berusaha (NIB) 9120402210446;
        •    Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) 01.572.726.6-007.000.

        Susunan Pemegang Saham

        Susunan pemegang saham AE pada 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

        Tabel 2.2      Struktur Pemegang Saham AE
                                                            Nilai
                                                                         Nilai
                                                           Nominal                   Keterangan
                                          Jumlah Lembar                Nominal
                   Pemegang Saham                            Per                      (Persentase
                                             Saham                      Saham
                                                           Lembar                    Kepemilikan)
                                                                       (Rp Juta)
                                                             (Rp)
         PT Anugrah Mahajaya Nusantara         950.000    100.000,-      950.000        95%
         PT Magifera Indika Indonesia            50.000   100.000,-        50.000        5%
                        Total                 1.000.000                1.000.000      100,00%


        Susunan Manajemen

        Susunan dewan komisaris dan direksi AE pada 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

        Dewan Komisaris
        Komisaris               : Tuan Bahrul Karim

        Direksi
        Direktur                : Tuan Ivi Sumarna Suryana

     c. PT Jungleland Asia (JLA) (Perusahaan Target)

        JLA merupakan pihak yang sahamnya diperjualbelikan antara AE dan Perseroan dalam
        Rencana Transaksi




Halaman 18
                                                             00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 20
        Riwayat Singkat

         JLA didirikan pertama kali dengan nama PT Garda Mulia Persada dengan Akta Notaris Jimmy
        Tanal, S.H., sebagai pengganti dari Hasbullah Abdul Rasyid, S.H., M.Kn.,Notaris pengganti di
        Jakarta, No. 133 tanggal 31 Maret 2011. Akta Pendirian ini telah disetujui oleh Menteri Hukum
        dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-
        21163.AH.01.01 Tahun 2011 tanggal 27 April 2011 dan telah didaftarkan dalam Daftar
        Perseroan No. AHU-0033663.AH.01.09.Tahun 2011 tanggal 27 April 2011.

        Sejak didirikan, nama JLA telah mengalami perubahan menjadi PT Jungleland Asia
        berdasarkan Akta Notaris Jimmy Tanal, S.H., Notaris pengganti di Jakarta, No. 10 tanggal 7
        September 2011. Perubahan nama Perusahaan telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak
        Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-45579.AH.01.02 Tahun
        2011 tanggal 19 September 2011 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-
        0075116.AH.01.09.Tahun 2011 tanggal 19 September 2011.

        Perubahan terakhir Anggaran Dasar termuat dalam Akta Pernyataan Keputusan Sirkuler Para
        Pemegang Saham di Luar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Jungleland Asia No.
        104 tanggal 23 Desember 2025 yang dibuat di hadapan Elizabeth Karina Leonita, S.H., M.Kn.,
        Notaris di Jakarta Selatan. Di dalam akta tersebut telah dinyatakan persetujuan konversi
        piutang PT Adiprotek Envirodunia pada JLA sebesar Rp138.499.999.983,- (seratus tiga puluh
        delapan miliar empat ratus sembilan puluh sembilan juta sembilan ratus sembilan puluh
        sembilan ribu sembilan ratus delapan puluh tiga Rupiah) menjadi penambahan setoran modal
        PT Adiprotek Envirodunia pada JLA, persetujuan peningkatan modal dasar JLA menjadi
        Rp2.000.000.000.021,- (dua triliun dua puluh satu Rupiah) dan persetujuan peningkatan
        modal ditempatkan dan modal disetor dalam JLA dengan menerbitkan saham Seri C sebanyak
        5.129.629.629 (lima miliar seratus dua puluh sembilan juta enam ratus dua puluh sembilan
        ribu enam ratus dua puluh sembilan) saham Seri C, sehingga modal ditempatkan dan modal
        disetor menjadi sebesar 65,045% atau sejumlah 23.897.498.925 saham dengan nilai nominal
        seluruhnya Rp1.300.902.314.261,-, dengan komposisi kepemilikan saham menjadi
        Perseroan sebanyak 9.114.022.143 saham Seri A, PT Andrasentra Properti Services sebanyak
        1.000 saham Seri A dan PT Adiprotek Envirodunia sebanyak 9.653.846.153 saham Seri B dan
        5.129.629.629 saham Seri C. Perubahan ini yang telah disetujui oleh Menteri Hukum Republik
        Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0086116.AH.01.02.Tahun 2025 tanggal
        29 Desember 2025, sudah mendapatkan bukti Penerimaan Pemberitahuan Perubahan
        Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-0259155 tanggal 29 Desember 2025 dan telah
        didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-0294004.AH.01.11.Tahun 2025 tanggal 29
        Desember 2025.

        Kegiatan Usaha

        Berdasarkan pasal 3 dari Anggaran Dasar JLA, maksud dan tujuan kegiatan JLA adalah
        membangun dan/atau mengelola kawasan rekreasi dan pariwisata (taman bermain).

        Perizinan

        JLA telah melengkapi dokumen perizinan dan persetujuan serta pendaftaran dan pelaporan
        yang harus dilakukan JLA dalam melakukan kegiatan usahanya di Indonesia. Adapun
        dokumen tersebut antara lain:




Halaman 19
                                                             00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 21
         •      Akta Pendirian JLA atas nama PT Garda Mulia Persada (GMP) No. 133 tanggal
                31 Maret 2011 yang dibuat di hadapan Jimmy Tanal, notaris penganti dari Hasbullah
                Abdul Rasyid., notaris di Jakarta;
         •      Akta Perubahan No. 10 tanggal 7 September 2011 perihal peralihan menjadi
                PT Jungleland Asia berdasarkan Akta Notaris Jimmy Tanal, S.H., Notaris pengganti di
                Jakarta;
         •      Akta Perubahan terakhir No. 40 tanggal 19 November 2021 yang dibuat di hadapan
                Elizabeth Karina Leonita, SH., MK., Notaris di Kota Bogor.
         •      Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) 31.309.695.0-012.000 yang diterbitkan pada tanggal
                5 Juli 2011.
         •      Nomor Induk Berusaha (NIB) No. 9120305101853 yang diterbitkan pada tanggal
                20 Oktober 2023;

         Susunan Pemegang Saham

         Susunan pemegang saham JLA pada 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

         Tabel 2.3      Struktur Pemegang Saham JLA
                                                                                  Presentase Kepemilikan
                            Pemegang Saham                    Lembar Saham
                                                                                            (%)
             PT Adiprotek Envirodunia                          14.783.475.782                    61,86%
             PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk.              9.114.022.143                    38,14%
             PT Andrasentra Properti Services                           1.000                     0,00%
             Total                                             23.897.498.925                   100,00%


         Susunan Manajemen

         Susunan dewan komisaris dan direksi JLA pada 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

         Dewan Komisaris
         Komisaris Utama           : ABD Nafi
         Komisaris                 : Desi Safitri

         Direksi
         Direktur Utama           : Resza Adikreshna
         Direktur                 : Meta Arinda

2.4   Nilai Rencana Transaksi

      Berdasarkan Perjanjian Rencana Transaksi, harga pengambilalihan saham JLA milik AE oleh
      Perseroan adalah sebesar Rp 28,- (dua puluh delapan Rupiah) per saham dengan total nilai
      Rencana Transaksi untuk 61,86% saham JLA adalah sebesar Rp413.937.321.896 (empat ratus
      tiga belas miliar sembilan ratus tiga puluh tujuh juta tiga ratus dua puluh satu ribu delapan ratus
      sembilan puluh enam Rupiah).

2.5   Hubungan Pihak-Pihak Yang Bertransaksi

      Rencana Transaksi dalam laporan ini bukan merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud
      dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 42 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
      Benturan Kepentingan.



Halaman 20
                                                               00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 22
      Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 42/POJK.04/2020
      tanggal 2 Juli 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK 42”)
      Rencana Transaksi bukan merupakan transaksi yang bersifat afiliasi karena AE sebagai pihak
      yang bertransaksi langsung dengan Perseroan, merupakan pihak yang tidak terafiliasi dengan
      Perseroan. Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi bukan
      merupakan transaksi yang mengandung unsur benturan kepentingan karena tidak terdapat
      perbedaan kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris atau
      pemegang saham utama yang dapat merugikan Perseroan.

2.6   Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi

      Berdasarkan Perjanjian Rencana Transaksi, berikut merupakan beberapa hal yang ditentukan
      dalam Perjanjian Rencana Transaksi antara lain adalah:

      Para Pihak
      1. AE (Penjual) selanjutnya disebut sebagai “Pihak Pertama”;
      2. Perseroan (Pembeli) selanjutnya disebut sebagai “Pihak Kedua”.

      Latar Belakang
       • BAHWA, AE merupakan pemegang saham PT Jungleland Asia (“JLA”) sebanyak
           9.653.846.153 (sembilan miliar enam ratus lima puluh tiga juta delapan ratus empat puluh
           enam ribu seratus lima puluh tiga) lembar seri B dengan nilai nominal Rp26,- (dua puluh
           enam Rupiah) atau seluruhnya Rp250.999.999.978,- (dua ratus lima puluh miliar sembilan
           ratus sembilan puluh sembilan juta sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu sembilan
           ratus tujuh puluh delapan Rupiah) dan 5.129.629.629 (lima miliar seratus dua puluh
           sembilan juta enam ratus dua puluh sembilan ribu enam ratus dua puluh sembilan) lembar
           seri C dengan nilai nominal Rp27,- (dua puluh tujuh Rupiah) atau seluruhnya
           Rp138.499.999.983,- (seratus tiga puluh delapan miliar empat ratus sembilan puluh
           sembilan juta sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu sembilan ratus delapan puluh
           tiga Rupiah) (“Saham JLA”);
       • BAHWA, AE bermaksud untuk menjual dan mengalihkan Saham JLA kepada Perseroan dan
           Perseroan menyatakan kesanggupannya untuk membeli Saham JLA dengan tunduk pada
           syarat dan ketentuan yang termuat dalam Perjanjian;
       • BAHWA; Para Pihak telah menunjuk pihak independen dalam hal ini Kantor Jasa Penilai
           Publik (“KJPP”) Febriman Siregar dan Rekan, untuk melakukan penilaian atas Harga Saham
           JLA yang akan digunakan sebagai perhitungan nilai Saham JLA milik AE;
       • BAHWA, KJPP Febriman Siregar dan Rekan telah melaksanakan penilaian atas nilai Saham
           JLA dan telah memberikan Laporan Penilaian tersebut kepada Pembeli berdasarkan laporan
           nomor 00088/2.0109-05/BS/03/0069/1/II/2026 tanggal 6 Februari 2026;
       • BAHWA, Para Pihak telah setuju dan sepakat untuk mengikatkan diri dan melaksanakan
           ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian;

      Objek Perjanjian
      • Para Pihak dengan ini sepakat bahwa Saham JLA yang akan dibeli oleh Perseroan sebanyak
          9.653.846.153 (sembilan miliar enam ratus lima puluh tiga juta delapan ratus empat puluh
          enam ribu seratus lima puluh tiga) lembar seri B dan 5.129.629.629 (lima miliar seratus dua
          puluh sembilan juta enam ratus dua puluh sembilan ribu enam ratus dua puluh sembilan)
          lembar seri C (selanjutnya disebut sebagai “Saham Yang Dijual”).
      • AE dengan ini menjamin dan menyatakan bahwa AE merupakan pemilik sah atas Saham
          Yang Dijual sehingga memiliki kapasitas penuh untuk melakukan pengalihan hak,


Halaman 21
                                                             00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 23
         kewajiban, dan kepentingan atas atau sehubungan dengan Saham yang Dijual tersebut,
         yang bebas dari setiap tuntutan, pembebanan, atau hak-hak pihak ketiga lainnya serta
         Penjual telah memperoleh semua persetujuan yang dibutuhkan dalam mengalihkan hak atas
         Saham Yang Dijual.

     Harga Pembelian
     • Para Pihak sepakat bahwa harga Saham Yang Dijual adalah sejumlah Rp413.937.321.896.-
         (empat ratus tiga belas miliar sembilan ratus tiga puluh tujuh juta tiga ratus dua puluh satu
         ribu delapan ratus sembilan puluh enam Rupiah) yang akan dibayarkan oleh Perseroan
         setelah dipenuhinya Persyaratan Pendahuluan sebagaimana diatur dalam Pasal 4 (untuk
         selanjutnya disebut sebagai “Harga Pembelian”).
     • Para Pihak telah setuju bahwa Harga Pembelian sebagaimana dimaksud dalam Ayat 2.1 di
         atas akan dibayar oleh Perseroan dengan cara Perseroan menerbitkan saham baru dalam
         Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu Pembeli
         (“PMHMETD I”), dan akan membayar Harga Pembelian kepada AE dengan:
          - Pembayaran tunai dengan dana yang diperoleh dari nilai pelaksanaan dari Hak
              Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) yang akan diterima dalam PMHMETD I
              Perseroan, dan/atau
          - Dengan sejumlah saham yang diterbitkan Perseroan dengan nilai sebanyak-banyaknya
              setara dengan Harga Pembelian pada harga pelaksanaan per saham dalam
              PMHMETD.
         Demikian sehingga pada saat pelaksanaan jual beli atas Saham Yang Dijual, AE akan
         menerima penuh seluruh jumlah Harga Pembelian, baik seluruhnya berupa uang tunai, atau
         seluruhnya berupa saham yang diterbitkan Perseroan, atau sebagian berupa uang tunai dan
         sebagian berupa saham yang diterbitkan Perseroan.
     • Para Pihak sepakat bahwa seluruh pajak, pungutan atau biaya yang timbul sehubungan
         dengan penjualan, pengalihan, dan pembelian atas Saham Yang Dijual akan menjadi
         tanggung jawab masing-masing Pihak.

     Jangka Waktu Perjanjian
     Perjanjian berlaku sejak tanggal ditandatanganinya Perjanjian dan berlaku sampai dengan
     Penyelesaian sebagaimana dimaksud dalam Perjanjian.

     Persyaratan Pendahuluan Dan Penyelesaian
      • Para Pihak sepakat transaksi jual beli atas Saham Yang Dijual akan dilaksanakan pada saat
          seluruh ketentuan-ketentuan di bawah ini telah dipenuhi (untuk selanjutnya disebut sebagai
          “Persyaratan Pendahuluan”):
          -   Para Pihak telah mendapatkan persetujuan dari pihak lainnya termasuk namun tidak
              terbatas pada otoritas pemerintah, badan pasar modal dan/atau kreditor telah
              didapatkan untuk melakukan transaksi jual beli Saham Yang Dijual (apabila ada);
          -   JLA telah melakukan pengumuman koran sehubungan dengan rencana
              pengambilalihan oleh Pembeli;
          -   JLA telah memperoleh seluruh persetujuan yang dibutuhkan dari pihak ketiga lainnya
              termasuk pemberitahuan kepada pihak ketiga lainnya atas rencana pengambilalihan
              oleh Pembeli (apabila diperlukan)
          -   Pembeli telah memperoleh persetujuan dari keputusan Rapat Umum Pemegang Saham
              Luar Biasa yang menyetujui rencana PMHMETD I sesuai dengan hukum dan peraturan
              yang berlaku;
          -   Pembeli telah selesai melaksanakan PMHMETD I; dan



Halaman 22
                                                             00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 24
          -    Para Pihak akan menandatangani Akta Jual Beli Saham atas jual beli Saham Yang Dijual
               ini yang dibuat di hadapan Notaris yang berwenang.
      •   Setelah transaksi antara Para Pihak berhasil diselesaikan (selanjutnya disebut sebagai
          “Penyelesaian”), Para Pihak akan:
           - Memastikan JLA untuk melakukan pemberitahuan-pemberitahuan yang perlu kepada
               pihak ketiga terkait (apabila ada);
           - Memastikan JLA untuk melakukan penyesuaian terhadap susunan pemegang saham
               dalam anggaran dasar JLA beserta pemberitahuannya kepada Menteri Hukum (sesuai
               ketentuan yang berlaku); dan
           - Memastikan JLA mendaftarkan komposisi pemegang saham baru dalam Daftar
               Pemegang Saham JLA.
      •   Dalam hal sebagian atau seluruh Persyaratan Pendahuluan tidak terpenuhi, maka Para Pihak
          tidak berkewajiban untuk melaksanakan kewajibannya berdasarkan Perjanjian ini.
      •   Terhitung sejak ditandatanganinya Perjanjian ini, Penjual wajib dari waktu ke waktu untuk
          memastikan JLA tidak melakukan tindakan-tindakan korporasi dan tindakan-tindakan
          lainnya yang dapat mengakibatkan pemberian Pernyataan dan Jaminan dari Penjual
          menjadi tidak benar.

     Kerahasiaan
     Setiap Pihak sepakat bahwa dirinya akan memperlakukan seluruh informasi yang diterima atau
     didapatkan oleh atau sebagai hasil dari penandatanganan atau pelaksanaan dari Perjanjian
     sebagai hal yang rahasia termasuk informasi yang berkaitan dengan ketentuan-ketentuan dalam
     Perjanjian, negosiasi-negosiasi yang mengarah pada terbentuknya Perjanjian, subjek dari
     Perjanjian atau usaha atau masalah-masalah dari pihak lainnya, dan bahwa informasi tersebut
     tidak akan dalam setiap waktu digunakan untuk atau diungkapkan atau diberitahukan kepada
     pihak manapun tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Para Pihak dan akan, dengan
     usaha terbaiknya, mencegah publikasi atau pengungkapan informasi tersebut, kecuali apabila (i)
     informasi tersebut sudah diketahui oleh Pihak tersebut yang mana tidak terikat untuk
     merahasiakan atau informasi tersebut menjadi tersedia untuk publik yang mana bukan
     merupakan kesalahan Pihak tersebut, (ii) penggunaan informasi tersebut diperlukan atau wajar
     untuk mengajukan atau mendapatkan kesepakatan atau persetujuan yang dipersyaratkan untuk
     menjalankan transaksi-transaksi berdasarkan Perjanjian, termasuk tetapi tidak terbatas pada,
     informasi yang akan diungkapkan pada proses PMHMETD I Pembeli, (iii) pemberian atau
     penggunaan informasi tersebut dipersyaratkan berdasarkan peraturan perundang-undangan
     yang berlaku mengenai pasar modal, hukum perundang-undangan, atau diperlukan atau wajar
     berkaitan dengan Proses Pengadilan, atau (iv) informasi tersebut diungkapkan kepada direktur,
     auditor, pejabat-pejabat eksekutif, karyawan, kuasa, akuntan publik dan konsultan pajak,
     sepanjang mana secara wajar dipersyaratkan untuk pelaksanaan dan pengesahan Perjanjian ini.

     Pengakhiran
     •   Dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian ini, Para Pihak dapat
         mengakhiri Perjanjian ini apabila Pihak lainnya melanggar ketentuan Perjanjian dan gagal
         untuk melakukan upaya perbaikan.
     •   Setiap Pihak akan, segera mengetahui adanya pelanggaran kewajiban, perjanjian,
         pernyataan, pernyataan atau jaminan, atau janji Pihak lain berdasarkan Perjanjian ini,
         memberitahukan secara tertulis kepada Pihak tersebut dan memberikan rincian mengenai
         pelanggaran tersebut.
     •   Setiap Pihak yang menerima pemberitahuan sebagaimana diatur dalam Pasal 8.2 akan
         melakukan upaya terbaik untuk melakukan perbaikan atas pelanggaran tersebut dalam
         jangka waktu 14 (empat belas) Hari Kerja setelah diterimanya pemberitahuan tersebut.


Halaman 23
                                                            00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 25
         Kegagalan untuk melakukan perbaikan atas pelanggaran tersebut, dalam jangka waktu
         disebut diatas, memberikan hak kepada, tetapi bukan merupakan suatu kewajiban, Pihak
         yang tidak melakukan pelanggaran untuk segera mengakhiri Perjanjian ini dan menentukan
         Kerugian berdasarkan hukum dan peraturan yang berlaku, termasuk mensyaratkan
         pengembalian segala pembayaran yang telah dilakukan oleh Pihak lainnya.
     •   Para Pihak dapat, berdasarkan perjanjian tertulis, mengakhiri Perjanjian ini berdasarkan
         alasan yang diatur dalam Perjanjian ini atau alasan-alasan lainnya. Sehubungan dengan
         pengakhiran Perjanjian ini dengan alasan apapun oleh Pihak, Para Pihak dengan ini secara
         tegas mengesampingkan ketentuan Pasal 1266 Kitab Undang-undang Hukum Perdata
         Indonesia yang mewajibkan Para Pihak untuk memperoleh putusan pengadilan untuk
         pengakhiran Perjanjian ini.




Halaman 24
                                                          00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 26
                                             BAB III
                              ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF



3.1   Analisis dan Rencana Transaksi

      a. Latar belakang Rencana Transaksi

         Perseroan adalah perusahaan bergerak dalam bidang pembangunan, perdagangan dan jasa
         yang berhubungan dengan real estat, properti dan pengelolaan taman hiburan/rekreasi, serta
         pengelolaan Hotel berbintang. Perseroan berkedudukan di Kota Bogor dan memiliki proyek
         perumahan “Bogor Nirwana Residence”, mengelola taman rekreasi air the Jungle di Kota
         Bogor, taman rekreasi Rivera Outbound & Edutainment di Kota Bogor, dan taman rekreasi
         JungleSea di Lampung Selatan, serta mengelola Aston Bogor Hotel & Resort, yang berlokasi di
         dalam Kawasan Perumahan Bogor Nirwana Residence, Kota Bogor.

         Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak akhir tahun 2019 telah memberikan dampak signifikan
         terhadap kegiatan usaha Perseroan, khususnya pada unit usaha taman rekreasi The Jungle
         Waterpark Bogor dan Jungleland Adventure Theme Park Sentul. Sejalan dengan kebijakan
         Pemerintah Republik Indonesia dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19, Perseroan
         menghentikan seluruh kegiatan operasional kedua taman rekreasi tersebut sejak awal tahun
         2020. Penghentian kegiatan operasional tersebut berdampak pada hilangnya pendapatan
         dan arus kas Perseroan, sementara beban operasional tetap seperti gaji karyawan,
         pemeliharaan wahana dan mesin permainan, serta pembayaran bunga pinjaman kepada
         kreditur perbankan tetap harus dipenuhi. Dalam rangka menjaga keberlangsungan usaha,
         JLA yang merupakan entitas anak yang mengelola Jungleland Adventure Theme Park Sentul
         telah melakukan restrukturisasi fasilitas kredit dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
         (BRI) pada 7 Desember 2021. Berdasarkan kesepakatan tersebut, JLA wajib memenuhi
         komitmen pembayaran bunga dan pokok sesuai jadwal yang telah disepakati.

         Meskipun kondisi perekonomian nasional berangsur pulih, proses pemulihan kinerja
         operasional dan keuangan Perseroan serta JLA tidak dapat berlangsung secara instan. Untuk
         mendukung pemenuhan komitmen restrukturisasi dan memperkuat permodalan JLA,
         Perseroan telah mengundang investor strategis untuk melakukan penyetoran modal tambahan
         pada JLA. Sebagai konsekuensi atas partisipasi investor strategis tersebut, porsi kepemilikan
         saham Perseroan di JLA terdilusi, sehingga Perseroan tidak lagi menjadi pemegang saham
         pengendali di JLA. Namun demikian, langkah ini memberikan dampak positif bagi struktur
         permodalan Perseroan secara konsolidasi melalui penurunan kewajiban kepada kreditur
         perbankan secara signifikan. Dengan berkurangnya beban keuangan, Perseroan dapat
         memfokuskan sumber daya yang dimiliki untuk pengembangan dan optimalisasi aset
         operasional lainnya, serta memperkuat fundamental keuangan Perseroan dalam jangka
         menengah dan panjang.

         JLA memiliki aset tanah di Sentul seluas 35 Ha yang sebagian digunakan untuk taman rekreasi
         Jungeland Adventure Themepark. Lokasi tanah ini sangat strategis karena memiliki akses tol
         dan dekat dengan berbagai fasilitas premium seperti AEON mall, IKEA, RS EMC, masjid
         Andalusia, pasar bersih, berbagai institusi pendidikan, lapangan golf, dan lainnya.

         Dengan kelebihan ini, sebagian tanah JLA tersebut sangat baik untuk dikembangkan sebagai
         proyek perumahan. Namun begitu, tanah JLA tersebut tidak dapat dikembangkan karena


Halaman 25
                                                               00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 27
        digunakan sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman yang diberikan oleh BRI untuk JLA.
        Perseroan dan AE sebelumnya telah sepakat untuk mempercepat pembayaran hutang ke BRI
        sehingga jaminan atas tanah JLA dapat dilepaskan dan tanah tersebut dapat dikembangkan.
        Percepatan pembayaran hutang JLA di BRI tersebut dilakukan melalui peningkatan setoran
        modal oleh AE kepada JLA.

        Untuk mendapatkan manfaat yang optimal dari pengembangan tanah JLA tersebut, Perseroan
        yang didukung dengan pendanaan PMHMETD ini berencana untuk meningkatkan kepemilikan
        di JLA melalui pembelian seluruh saham JLA milik AE sehingga pada akhirnya JLA kembali
        terkonsolidasi di Perseroan. Pembelian seluruh saham JLA milik AE oleh Perseroan yang
        mengakibatkan terkonsolidasinya JLA pada Perseroan, dilakukan sebagai bagian dari rencana
        pertumbuhan bisnis dan dalam rangka meningkatkan nilai Perseroan serta sejalan dengan
        strategi Perseroan untuk terus mengembangkan kegiatan usaha yang dapat memberikan nilai
        tambah kepada Perseroan dan pemegang saham.

        Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan memandang perlu untuk memperoleh Pendapat
        Kewajaran (Fairness Opinion) yang independen atas rencana transaksi jual beli saham
        dimaksud. Pendapat Kewajaran ini bertujuan untuk menilai apakah transaksi dilakukan secara
        wajar dari sudut pandang ekonomi dan keuangan, serta tidak merugikan Perseroan maupun
        pemegang saham non-pengendali.

        Selain itu, untuk mendukung analisis kewajaran transaksi, dilakukan pula penilaian saham
        yang menjadi objek transaksi. Penilaian aset tersebut bertujuan untuk memperoleh indikasi
        Nilai Pasar yang dapat digunakan sebagai dasar dalam menentukan nilai transaksi dan
        sebagai input utama dalam analisis Pendapat Kewajaran.

     b. Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi

        1. Analisis Manfaat Rencana Transaksi
            a. Rencana Transaksi akan mencatatkan laba atas pembelian diskon (Gain on Bargain
                Purchase) sebesar Rp315,6 miliar dan laba pengukuran kembali nilai wajar saham
                JLA sebesar Rp255,2 miliar. Peningkatan kepemilikan di JLA akan menghasilkan
                keuntungan atas transaksi total sebesar Rp570,8 miliar. Sehingga dapat mengurangi
                saldo defisit yang signifikan dan memperkuat posisi keuangan Perseroan.
             b. Perseroan dapat mengkonsolidasi JLA yang memiliki aset tanah seluas 35 Ha yang
                berada di lokasi strategis dan tidak memiliki utang bank.
             c. Pada tahun 2026, JLA memiliki rencana untuk mulai memasarkan proyek residensial
                di tanah yang telah dimiliki yakni di daerah Sentul. Tanah ini memiliki lokasi yang
                sangat strategis karena memiliki akses tol yang dekat dan berbagai fasilitas premium
                seperti AEON mall, IKEA, RS EMC, mesjid Andalusia, pasar bersih, berbagai sekolah,
                lapangan golf, dan lainnya. Dengan kondisi ini, potensi pendapatan terlihat sangat
                baik yang pada akhirnya mendukung pertumbuhan pendapatan Perseroan.
             d. Tanah Perseroan meningkat sehingga dapat menopang keberlangsungan usaha.
             e. Meningkatkan nilai aset Perseroan, sehingga valuasi Perseroan dapat meningkat di
                mata investor.
             f. Perseroan akan memiliki tanah yang dapat melengkapi rencana pengembangan
                bisnis yang sedang dikembangkan oleh Perseroan. Lebih lanjut, tanah untuk
                pengembangan perumahan Perseroan lebih tersebar sehingga Perseroan memiliki
                portofolio investasi yang lebih aman dan tidak bergantung pada satu lokasi saja.
             g. Rasio hutang Perseroan terhadap modal akan semakin baik sehingga mendukung
                Perseroan dalam mendapatkan pinjaman untuk menopang pertumbuhan.
             h. Peningkatan kepemilikan di JLA akan menghasilkan keuntungan atas transaksi


Halaman 26
                                                            00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 28
                    sebesar Rp570,80 miliar yang terdiri dari laba pengukuran kembali nilai wajar
                    saham JLA yang belum direalisasi dan laba atas pembelian diskon. Keuntungan
                    transaksi dapat mengurangi saldo laba ditahan negatif Perseroan.
               i.   Jumlah saham Perseroan akan meningkat sehingga dapat meningkatkan kapitalisasi
                    pasar dan likuiditas saham Perseroan.

         2.    Analisis Risiko Rencana Transaksi

               Rencana Transaksi ini akan mengakibatkan laporan keuangan JLA dikonsolidasikan ke
               dalam laporan keuangan Perseroan. Apabila JLA mengalami kerugian maka akan
               berdampak terhadap menurunnya kinerja keuangan Perseroan secara konsolidasi. Risiko
               ini dapat dimitigasi dengan penerapan strategi usaha yang dapat meningkatkan sinergi
               usaha antara JLA dan grup usaha Perseroan lainnya serta pengawasan secara berkala
               oleh Perseroan.

3.2   Analisis Kualitatif Atas Rencana Transaksi

      Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi dilakukan dengan melihat kondisi perekonomian dan
      tinjauan terhadap kinerja industri bidang usaha yang dijalankan serta melihat potensi atau
      prospek usaha kedepannya.

      a. Tinjauan Ekonomi Makro Indonesia

         Pertumbuhan Ekonomi

         Perekonomian global jangka pendek membaik namun dengan ketidakpastian yang perlu
         terus diwaspadai. Pertumbuhan ekonomi dunia 2025 diprakirakan menjadi sekitar 3,2%
         dipengaruhi oleh kenaikan ekonomi Jepang dan India yang didukung konsumsi rumah tangga
         dan kebijakan stimulus fiskal. Prospek ekonomi kawasan Eropa tetap baik ditopang konsumsi
         rumah tangga, investasi, dan kondisi ketenagakerjaan. Sementara itu, ekonomi AS pada 2025
         masih melambat dipengaruhi dampak temporary government shutdown dan pelemahan
         pasar tenaga kerja. Prospek ekonomi Tiongkok juga terus melambat dipengaruhi permintaan
         domestik yang tetap lemah. Di pasar keuangan global, Fed Funds Rate (FFR) turun 25 bps
         pada Desember 2025 dengan kecenderungan penurunan yang lebih terbatas ke depan.
         Tingkat imbal hasil (yield) US Treasury tenor 2 tahun cenderung bergerak naik,
         sementara yield US Treasury tenor 10 tahun tetap tinggi sejalan dengan tingginya tingkat
         utang Pemerintah AS. Perkembangan ini menyebabkan indeks mata uang AS (DXY) masih
         tinggi dan tetap terbatasnya aliran masuk modal asing ke emerging market (EM).

         Pertumbuhan ekonomi Indonesia membaik dan perlu terus didorong agar sesuai dengan
         kapasitas perekonomian. Konsumsi rumah tangga triwulan IV 2025 membaik didukung oleh
         belanja sosial Pemerintah, serta keyakinan rumah tangga terhadap kondisi penghasilan dan
         ketersediaan lapangan kerja yang terus meningkat. Perkembangan ini mendorong
         meningkatnya penjualan eceran pada berbagai kelompok barang. Investasi, khususnya
         nonbangunan, membaik dipengaruhi oleh meningkatnya keyakinan pelaku usaha yang
         tecermin pada pola ekspansi Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur. Permintaan
         domestik tersebut perlu makin diperkuat sejalan dengan kinerja ekspor yang diprakirakan
         melambat seiring berakhirnya frontloading ekspor ke AS serta menurunnya ekspor besi baja
         ke Tiongkok dan minyak kelapa sawit (CPO) ke India. Secara sektoral, Lapangan Usaha (LU)
         utama, yakni LU Industri Pengolahan, LU Perdagangan Besar dan Eceran, LU Transportasi dan



Halaman 27
                                                            00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 29
        Pergudangan, serta LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum menunjukkan kinerja
        positif.
         Tabel 3-1  Pertumbuhan Ekonomi Sisi Pengeluaran




        Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)

        Inflasi

        Inflasi secara umum tetap terjaga dalam kisaran sasaran, dengan inflasi IHK pada November
        2025 tercatat sebesar 2,72% (yoy). Perkembangan ini dipengaruhi inflasi inti yang tetap
        terjaga sebesar 2,36% (yoy), sejalan pertumbuhan ekonomi yang masih di bawah kapasitas
        serta didukung konsistensi suku bunga kebijakan moneter Bank Indonesia dalam menjangkar
        ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya dan imported inflation yang tetap terkendali.
        Inflasi kelompok administered prices (AP) terjaga rendah sebesar 1,58% (yoy). Sementara itu,
        inflasi kelompok volatile food (VF) masih relatif tinggi sebesar 5,48% (yoy) disumbang
        terutama oleh komoditas bawang merah seiring pasokan yang terbatas akibat gangguan
        cuaca dan kenaikan harga benih.

         Grafik 3.1   Perkembangan Inflasi IHK dan Komponen




        Sumber: International Monetary Fund (IMF), diolah

        Nilai Tukar Rupiah

        Nilai tukar Rupiah terkendali didukung kebijakan stabilisasi Bank Indonesia dan aliran masuk
        modal asing ke instrumen keuangan domestik. Nilai tukar Rupiah pada 16 Desember 2025


Halaman 28
                                                            00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 30
        tercatat sebesar Rp16.685 per dolar AS, relatif stabil bila dibandingkan dengan level akhir
        November 2025. Perkembangan nilai tukar Rupiah masih sejalan dengan pergerakan mata
        uang regional dan mitra dagang Indonesia, bahkan tercatat menguat bila dibandingkan
        dengan mata uang negara maju, kecuali AS. Perkembangan ini didukung oleh langkah
        stabilisasi Bank Indonesia melalui intervensi pasar NDF baik di off-shore maupun on-
        shore (DNDF), di pasar spot, dan pembelian SBN di pasar sekunder serta inflows pada
        saham dan SRBI. Selain itu, tambahan pasokan valas dari korporasi, termasuk dari
        peningkatan konversi valas ke Rupiah oleh eksportir seiring penerapan penguatan kebijakan
        Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA), juga mendukung tetap terkendalinya nilai
        tukar Rupiah.

        Grafik 3.2    Indeks Rupiah terhadap USD, Negara Maju kecuali AS dan Negara
                      Berkembang




        Sumber: Bank Indonesia, 2024

        Suku Bunga

        Pelonggaran kebijakan moneter yang telah ditempuh Bank Indonesia dan penempatan dana
        Saldo Anggaran Lebih (SAL) Pemerintah di perbankan perlu diikuti dengan penurunan suku
        bunga perbankan lebih cepat. Seiring dengan penurunan BI-Rate sebesar 125 bps selama
        tahun 2025 dan ekspansi likuiditas moneter Bank Indonesia, suku bunga INDONIA turun
        sebesar 191 bps dari 6,03% pada awal 2025 menjadi 4,12% pada 16 Desember 2025. Suku
        bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan juga menurun masing-masing sebesar 226 bps,
        226 bps, dan 228 bps sejak awal Januari 2025 menjadi 4,90%; 4,94%; dan 4,98% pada 12
        Desember 2025. Imbal hasil SBN untuk tenor 2 tahun menurun sebesar 199 bps dari 6,96%
        pada awal 2025 menjadi 4,97% pada 16 Desember 2025, sementara untuk tenor 10 tahun
        menurun sebesar 110 bps dari tingkat tertinggi 7,26% pada pertengahan Januari 2025
        menjadi 6,16%. Transmisi penurunan BI-Rate terhadap suku bunga perbankan terus berlanjut,
        terutama pada suku bunga dana. Suku bunga deposito 1 bulan turun sebesar 67 bps dari
        4,81% pada awal 2025 menjadi 4,14% pada November 2025. Namun, penurunan suku
        bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat dan karenanya perlu terus didorong, yaitu
        sebesar 24 bps dari 9,20% pada awal 2025 menjadi sebesar 8,96% pada November 2025.




Halaman 29
                                                           00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 31
        Grafik 3.3   Tingkat Suku Bunga /Interest Rate




        Sumber: Bank Indonesia

        Kredit perbankan pada November 2025 tercatat tumbuh sebesar 7,74% (yoy), meningkat dari
        7,36% (yoy) pada bulan sebelumnya. Permintaan kredit terindikasi belum kuat dipengaruhi
        oleh perilaku wait and see dari pelaku usaha, optimalisasi pembiayaan internal oleh
        korporasi, serta penurunan suku bunga kredit yang masih lambat. Fasilitas pinjaman yang
        belum dicairkan (undisbursed loan) pada November 2025 masih besar, yaitu mencapai
        Rp2.509,4 triliun atau 23,18% dari plafon kredit yang tersedia. Sementara dari sisi penawaran,
        kapasitas pembiayaan bank tetap memadai ditopang oleh rasio Alat Likuid terhadap Dana
        Pihak Ketiga (AL/DPK) yang meningkat menjadi sebesar 29,67% dan DPK yang tumbuh
        sebesar 12,03% (yoy) pada November 2025. Perkembangan ini turut didorong oleh ekspansi
        likuiditas moneter dan pelonggaran KLM Bank Indonesia, serta ekspansi keuangan Pemerintah
        termasuk penempatan dana Pemerintah pada beberapa bank besar. Minat penyaluran kredit
        perbankan umumnya juga masih baik yang tecermin pada persyaratan pemberian
        kredit (lending requirement) yang semakin longgar, kecuali pada segmen kredit konsumsi
        dan UMKM akibat peningkatan risiko kredit pada kedua segmen tersebut. Kondisi ini
        memengaruhi pertumbuhan kredit UMKM November 2025 yang terkontraksi sebesar 0,64%
        (yoy).

        Proyeksi Perekonomian Global dan Domestik

        Dari domestik, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan perlu terus didorong agar
        sesuai dengan kapasitas perekonomian. Pada keseluruhan semester II 2025, pertumbuhan
        ekonomi diprakirakan membaik sejalan dengan implementasi proyek prioritas Pemerintah
        terkait program ketahanan pangan, energi, pertahanan dan keamanan, serta Paket Kebijakan
        Ekonomi Pemerintah 2025 termasuk bantuan sosial yang akan disalurkan pada triwulan IV
        2025. Bank Indonesia juga akan terus memperkuat bauran kebijakan melalui penguatan
        bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi dengan
        kebijakan stimulus fiskal dan sektor riil Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi
        nasional. Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi keseluruhan tahun 2025
        berada sedikit di atas titik tengah kisaran 4,6–5,4% dan meningkat pada 2026.

        International Monetary Foundation (IMF) merilis proyeksi pada bulan Oktober 2025.
        Pertumbuhan ekonomi global tahun 2026 dan diproyeksikan meningkat, menjadi 2,90%
        dibandingkan proyeksi tahun sebelumnya. Kemudian menurun menjadi 2,50% pada 2027 dan
        diperkirakan stabil hingga 2030.


Halaman 30
                                                             00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 32
        Grafik 3.4     Proyeksi Perekonomian Global/ Global Economic Projections


               4,90%           4,90%         5,00%          5,00%          5,10%          5,10%




                               2,90%
                                             2,50%          2,50%          2,50%          2,50%
               1,80%



                2025           2026           2027           2028           2029           2030

                                                 GDP        Inflation

        Sumber: WEO, IMF

     b. Tinjauan Industri Properti dan Real Estate

        Industri real estate secara umum merupakan sektor yang mencakup kegiatan pembangunan,
        pembelian, penjualan, penyewaan, dan pengelolaan properti, baik dalam bentuk tanah
        maupun bangunan. Sektor ini mencakup berbagai jenis properti seperti perumahan,
        perkantoran, pusat perbelanjaan, kawasan industri, hingga properti khusus seperti hotel dan
        fasilitas umum. Real estate memainkan peran penting dalam perekonomian karena
        berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja, mendorong pertumbuhan infrastruktur, serta
        menjadi salah satu instrumen investasi jangka panjang yang diminati oleh individu maupun
        institusi.

        Pertumbuhan industri real estate sangat dipengaruhi oleh dinamika ekonomi makro, kebijakan
        pemerintah, demografi, serta perkembangan teknologi. Faktor-faktor seperti pertumbuhan
        populasi, urbanisasi, suku bunga, dan kemudahan akses pembiayaan sangat menentukan
        permintaan dan penawaran properti. Di era modern, tren digitalisasi dan pembangunan
        berkelanjutan turut membentuk arah baru industri ini, termasuk meningkatnya minat terhadap
        properti ramah lingkungan dan kawasan terpadu. Sebagai sektor yang kompleks dan padat
        modal, industri real estate menuntut sinergi antara pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat
        untuk menciptakan pasar yang sehat dan berkelanjutan.

        ▪    Perkembangan Properti Komersial

        Perkembangan Permintaan Properti Komersial

        Indeks Permintaan Properti Komersial untuk kategori jual pada triwulan III 2025 tumbuh
        sebesar 0,67% (yoy), relatif stabil dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar
        0,45% (yoy). Hal ini didukung oleh peningkatan permintaan segmen lahan industri di Bodebek
        dan Banten serta segmen perkantoran jual di Jakarta. Di sisi lain, indeks Permintaan Properti
        Komersial katergori sewa pada triwulan III 2025 secara tahunan terkontraksi 1,53% (yoy), lebih
        dalam dari kontraksi 0,18% (yoy) pada triwulan II 2025. Penurunan permintaan terutama
        terjadi pada segmen convention hall di Jakarta dan Palembang.




Halaman 31
                                                             00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 33
        Grafik 3.5    Pertumbuhan Tahunan Indeks Permintaan Kategori Sewa (% yoy)




        Sumber: Bank Indonesia, 2025

        Bank Indonesia mencatatkan pertumbuhan Indeks Permintaan Properti Komersial kategori jual
        pada Triwulan II 2025 tumbuh sebesar 0,26% (qtq), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan
        0,06% (qtq) pada triwulan sebelumnya. Kenaikan permintaan tersebut terutama didorong oleh
        kenaikan permintaan segmen lahan industri wilayah Bodebek. Lebih lanjut, Indeks Permintaan
        Properti Komersial kategori sewa secara triwulan tumbuh sebesar 1,19% (qtq), meningkat
        dibandingkan 0,33% (qtq) pada triwulan sebelumnya. Kenaikan tersebut didorong oleh
        peningkatan pada segmen hotel pada mayoritas kota dan perkantoran sewa di Jakarta dan
        Surabaya.

        Grafik 3.6    Pertumbuhan Tahunan Indeks Permintaan Kategori Jual (% yoy)




        Sumber: Bank Indonesia, 2025

        Perkembangan Pasokan Properti Komersial

        Indeks Pasokan Properti Komersial untuk kategori jual pada triwulan III 2025 tercatat
        meningkat sebesar 1,00% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 0,15% (yoy) pada
        triwulan II 2025. Kenaikan ini terutama didorong oleh pembukaan lahan industri baru di
        kawasan Bodetabek. Pada saat yang sama, Indeks Pasokan Properti Komersial kategori sewa
        tumbuh sebesar 2,02% (yoy), sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan triwulan
        sebelumnya yang mencapai 1,97% (yoy). Kenaikan tersebut terutama berasal dari peningkatan
        pasokan pada segmen hotel di wilayah Jabodetabek, Surabaya, dan Palembang.


Halaman 32
                                                           00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 34
        Grafik 3.7     Pertumbuhan Tahunan Indeks Pasokan Kategori Sewa (% yoy)




        Sumber: Bank Indonesia, 2025

        Secara triwulanan, Indeks Pasokan Properti Komersial kategori jual pada triwulan III 2025 naik
        0,89% (qtq), yang dipicu oleh bertambahnya pasokan pada segmen lahan industri di wilayah
        Bodetabek. Sementara itu, pasokan kategori sewa tumbuh sebesar 0,33% (qtq), melambat dari
        pertumbuhan 0,42% (qtq) pada triwulan II 2025. Perlambatan terutama terjadi pada segmen
        ritel sewa di kota Semarang.

        Grafik 3.8     Pertumbuhan Tahunan Indeks Pasokan Kategori Jual (% yoy)




        Sumber: Bank Indonesia, 2025

        Perkembangan Harga Properti Komersial

        Pada kategori jual, Indeks Harga Properti Komersial pada triwulan III 2025 meningkat sebesar
        0,45% (yoy), relatif sama dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 0,43% (yoy).
        Sementara itu, harga pada kategori sewa mengalami kontraksi sebesar 0,49% (yoy) setelah
        sebelumnya tumbuh 1,14% (yoy) pada triwulan II 2025. Penurunan harga sewa terutama
        disebabkan oleh turunnya harga pada segmen hotel sebagai upaya pengembang untuk
        menjaga tingkat permintaan.

        Secara triwulanan, Indeks Harga Properti Komersial kategori jual pada triwulan III 2025
        terkoreksi 0,02% (qtq), setelah pada triwulan sebelumnya naik 0,16% (qtq). Kontraksi tersebut
        terutama berasal dari penurunan harga pada segmen lahan industri di kawasan Bodetabek,


Halaman 33
                                                             00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 35
        yang dipengaruhi oleh penguatan nilai tukar rupiah karena harga lahan industri umumnya
        mengacu pada dolar AS. Pada kategori sewa, harga juga turun 0,08% (qtq) setelah meningkat
        0,11% (qtq) pada triwulan sebelumnya. Penurunan tersebut dipicu oleh melemahnya harga
        pada segmen hotel, khususnya di wilayah Jabodetabek dan Semarang.

        Grafik 3.9    Pertumbuhan Tahunan Indeks Harga Kategori Jual (% yoy)




        Sumber: Bank Indonesia, 2025

        Grafik 3.10   Pertumbuhan Tahunan Indeks Harga Kategori Jual (% yoy)




        Sumber: Bank Indonesia, 2025

        ▪    Perkembangan Properti Residensial

        Harga Properti Residensial Triwulan III 2025

        Berdasarkan Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia menunjukkan bahwa
        harga properti residensial di pasar primer masih mengalami perlambatan. Hal ini tercermin
        dari Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada triwulan III 2025 yang tumbuh 0,84% (yoy),
        sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 0,90% (yoy) pada triwulan II 2025.
        Perlambatan ini terutama dipengaruhi oleh melambatnya kenaikan harga rumah kecil dan
        menengah, yang masing-masing hanya meningkat 0,71% (yoy) dan 1,18% (yoy), turun dari
        1,04% (yoy) dan 1,25% (yoy) pada triwulan sebelumnya. Sementara itu, harga rumah tipe
        besar naik 0,72% (yoy) pada triwulan III 2025, relatif stabil dibandingkan pertumbuhan 0,70%
        (yoy) pada triwulan II 2025.


Halaman 34
                                                            00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 36
        Grafik 3.11   Perkembangan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR)




        Sumber: Bank Indonesia, 2025

        Secara spasial, dari 18 kota yang disurvei, 11 kota mencatat perlambatan pertumbuhan IHPR
        secara tahunan. Penurunan terbesar terjadi di Surabaya yang mengalami kontraksi 0,02%
        (yoy), setelah tumbuh 0,44% (yoy) pada triwulan sebelumnya. Sebaliknya, harga rumah di
        Pekanbaru tumbuh 0,31% (yoy), lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 1,67% (yoy) pada
        triwulan II 2025. Selain itu, harga rumah di Pontianak dan Yogyakarta masing-masing
        meningkat dari 2,28% (yoy) menjadi 3,74% (yoy) serta dari 0,84% (yoy) menjadi 1,92% (yoy)
        pada triwulan III 2025.

        Secara triwulanan, IHPR pasar primer pada triwulan III 2025 naik 0,22% (qtq), sedikit lebih
        tinggi dibandingkan 0,18% (qtq) pada triwulan sebelumnya. Peningkatan ini terutama
        didorong oleh kenaikan harga rumah tipe kecil dan tipe besar yang masing-masing tumbuh
        0,16% (qtq) dan 0,18% (qtq), lebih tinggi dibandingkan 0,10% (qtq) dan 0,08% (qtq) pada
        triwulan II 2025 (Grafik 2 dan 3). Sementara itu, harga rumah tipe menengah tumbuh sebesar
        0,33% (qtq), melambat dibandingkan 0.44% (qtq) pada triwulan sebelumnya.

        Grafik 3.12 Perkembangan Harga Properti Residensial Triwulan III 2025 secara Tahunan
        per Wilayah (%, yoy)




        Sumber: Bank Indonesia, 2025




Halaman 35
                                                           00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 37
        Penjualan Properti Residensial Triwulan III 2025

        Penjualan properti residensial di pasar primer pada triwulan III 2025 masih menunjukkan
        kontraksi secara tahunan. Penjualan tercatat turun 1,29% (yoy), membaik dibandingkan
        kontraksi 3,80% (yoy) pada triwulan II 2025. Penurunan penjualan rumah primer ini terutama
        dipengaruhi oleh melemahnya penjualan rumah tipe besar yang terkontraksi 23,00% (yoy),
        lebih dalam dibandingkan kontraksi 14,95% (yoy) pada triwulan sebelumnya. Penjualan rumah
        tipe menengah juga mencatat penurunan sebesar 12,27% (yoy), meskipun kontraksinya tidak
        sedalam triwulan II 2025 yang mencapai 17,69% (yoy). Sementara itu, penjualan rumah tipe
        kecil justru tumbuh 14,95% (yoy), meningkat dari pertumbuhan 6,70% (yoy) pada triwulan
        sebelumnya.


        Grafik 3.13    Pertumbuhan Tahunan Penjualan Rumah (%, yoy)




        Sumber: Bank Indonesia, 2025

        Tantangan dan Prospek Industri Real Estate

        Industri real estate di Indonesia menghadapi berbagai tantangan. Salah satu tantangan utama
        adalah tingginya harga tanah, terutama di kota-kota besar, yang membuat biaya
        pengembangan properti menjadi tinggi dan berdampak pada harga jual yang sulit dijangkau
        masyarakat. Selain itu, ketidakpastian regulasi, perizinan yang masih rumit di beberapa
        daerah, serta perubahan kebijakan fiskal dan moneter seperti kenaikan suku bunga juga
        memengaruhi daya beli dan minat investasi. Tantangan lain termasuk ketimpangan antara
        pasokan dan permintaan pada segmen tertentu, terutama di hunian mewah yang oversupply,
        serta perubahan perilaku konsumen yang kini lebih selektif dan menuntut fleksibilitas serta
        keberlanjutan lingkungan.

        Di sisi lain, prospek industri ini tetap menjanjikan seiring dengan pertumbuhan populasi,
        urbanisasi yang terus berlangsung, serta peningkatan kebutuhan tempat tinggal dan ruang
        usaha. Pemerintah juga aktif mendorong pengembangan sektor ini melalui program seperti
        sejuta rumah, pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK), serta pembangunan
        infrastruktur yang membuka akses ke wilayah baru. Selain itu, tren seperti digitalisasi
        pemasaran properti, green building, dan proyek-proyek strategis nasional seperti Ibu Kota


Halaman 36
                                                           00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 38
        Negara (IKN) menjadi katalis positif untuk pertumbuhan jangka panjang. Dengan pendekatan
        yang adaptif dan inovatif, industri real estate di Indonesia memiliki peluang besar untuk terus
        berkembang secara berkelanjutan.

     c. Tinjauan Industri Rekreasi dan Taman Hiburan

        Perkembangan industri rekreasi dan taman hiburan sejalan dan didukung oleh pertumbuhan
        sektor pariwisata. Saat ini, ketidakpastian geopolitik dan perlambatan ekonomi global masih
        akan menjadi faktor yang membayangi prospek kinerja pariwisata global. Sepanjang 2024
        dan 2025, meningkatknya ketegangan di berbagai kawasan (terutama Rusia–Ukraina dan
        Palestina–Israel) turut memengaruhi arus mobilitas wisatawan internasional. Di sisi lain, industri
        rekreasi taman hiburan di Indonesia berada dalam fase pemulihan dan transformasi seiring
        membaiknya sektor pariwisata nasional. Hal ini tercermin dalam Laporan Indonesia Tourism
        Outlook 2025/2026 yang mencatat bahwa kapasitas penerbangan internasional pada tahun
        2025 telah melampaui level prapandemi, sementara permintaan wisata domestik tetap
        menjadi penopang utama industri pariwisata nasional. Kondisi ini mendorong peningkatan
        kunjungan ke berbagai atraksi wisata, termasuk fasilitas rekreasi dan hiburan, yang berfungsi
        sebagai amenitas utama dalam ekosistem destinasi pariwisata.

        Seiring dengan pemulihan dan pertumbuhan aktivitas pariwisata, kontribusi sektor pariwisata
        terhadap PDB Indonoesia terus mengalami peningkatan. Pemulihan kontribusi sektor
        pariwisata mulai terjadi pada 2022 yang tercatat sebesar 3,72%, dan terus meningkat ke
        kisaran 3,90% pada 2023, hingga dapat kembali mencapai 4,0% pada 2024. Perbaikan
        kontribusi tersebut menunjukkan bahwa pariwisata tidak hanya telah pulih, tetapi juga
        bertransformasi sebagai sektor yang kembali memainkan peran penting dalam ekonomi
        nasional. Ke depan, kontribusi pariwisata terhadap PDB diprakirakan terus meningkat dan
        akan berada pada kisaran 4,2–4,3% pada 2025. Namun, upaya untuk terus meningkatkan
        kontribusi pariwisata terhadap perekonomian tidak lagi hanya dapat bergantung pada
        peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga pada kemampuan pariwisata dalam
        mendorong belanja per wisatawan dan lama masa tinggal.

        Grafik 3.14    Kontribusi Sektor Pariwisata terhadap PDB (%)




        Sumber: BPS & Kemenpar, 2025

        Pertumbuhan industri rekreasi dan taman hiburan dipengaruhi oleh perubahan preferensi
        wisatawan yang semakin berorientasi pada pengalaman (experience-based tourism), yaitu
        antara lain personalisasi dan transformasi digital, pariwisata berkelanjutan, wellness tourism,

Halaman 37
                                                               00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 39
        serta penguatan atraksi tematik dan edukatif. Tren ini meningkatkan permintaan terhadap
        wahana rekreasi, taman hiburan tematik, dan atraksi berbasis edukasi yang mampu
        menawarkan pengalaman imersif bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Selain itu,
        dominasi wisatawan Generasi Z dan Milenial yang mengutamakan pengalaman bernilai,
        atraksi interaktif, dan integrasi teknologi digital turut menjadi pendorong utama pertumbuhan
        industri rekreasi di kawasan destinasi wisata.

        Grafik 3.15    Prediksi Tren Berrwisata Wisman dan Wisnus di Indonesia (%)




        Sumber: BPS & Kemenpar, 2025

        Tantangan dan Prospek Industri Rekreasi dan Taman Hiburan

        Meskipun industri rekreasi dan taman hiburan menunjukkan pemulihan yang positif seiring
        membaiknya kinerja sektor pariwisata, industri ini masih menghadapi sejumlah tantangan
        struktural yang berpotensi memengaruhi laju pertumbuhannya. Laporan Indonesia Tourism
        Outlook 2025/2026 menyoroti bahwa pemulihan konektivitas transportasi domestik belum
        sepenuhnya merata, sehingga membatasi aksesibilitas ke beberapa destinasi wisata dan
        berdampak pada tingkat kunjungan ke atraksi rekreasi di wilayah tertentu. Selain itu, industri
        rekreasi menghadapi tantangan terkait kebutuhan investasi yang relatif besar untuk
        pembangunan dan pemeliharaan wahana berstandar tinggi, serta tuntutan penerapan standar
        keselamatan, keamanan, dan mitigasi bencana, mengingat banyak destinasi wisata di
        Indonesia berada di wilayah rawan bencana alam.

        Di sisi lain, tantangan yang dihadapi industri rekreasi dan taman hiburan justru membuka
        peluang transformasi menuju pengembangan yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.
        Pemerintah mendorong diversifikasi atraksi wisata, peningkatan kualitas amenitas, serta
        penguatan atraksi tematik dan edukatif sebagai strategi utama untuk meningkatkan daya saing
        destinasi pariwisata. Dalam konteks tersebut, taman hiburan dan fasilitas rekreasi memiliki
        potensi sebagai value driver penting dalam meningkatkan lama tinggal dan belanja
        wisatawan. Didukung oleh tren investasi pariwisata yang semakin selektif dan berorientasi
        pada destinasi berdaya saing tinggi, industri rekreasi diproyeksikan tumbuh secara
        berkelanjutan, terutama di destinasi prioritas dan kawasan perkotaan yang didukung oleh
        permintaan wisata domestik yang kuat.




Halaman 38
                                                             00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 40
     c. Analisis operasional dan prospek Perseroan

        Analisis Operasional

        Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak
        dalam bidang pembangunan, perdagangan dan jasa yang berhubungan dengan real estat,
        properti dan pengelolaan taman hiburan/rekreasi, serta pengelolaan Hotel berbintang.
        Perseroan berkedudukan di Kota Bogor dan memiliki proyek perumahan “Bogor Nirwana
        Residence”, mengelola taman rekreasi air the Jungle di Kota Bogor, taman rekreasi Rivera
        Outbound & Edutainment di Kota Bogor, dan taman rekreasi JungleSea di Lampung Selatan,
        serta mengelola Aston Bogor Hotel & Resort, yang berlokasi di dalam Kawasan Perumahan
        Bogor Nirwana Residence, Kota Bogor.

        Prospek Perseroan

        Perseroan berada pada posisi yang baik dalam mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan
        laba secara berkelanjutan, didukung oleh portofolio aset yang terdiversifikasi di segmen
        rekreasi, hotel dan properti. Dengan model bisnis yang saling melengkapi antara pendapatan
        berulang (recurring income) dan pengembangan perumahan yang memiliki potensi
        permintaan tinggi, Perseroan memiliki peluang yang baik dalam meningkatkan nilai
        perusahaan dan pengembalian kepada Pemegang saham.

        Di segmen taman rekreasi, Perseroan di tahun 2025 mulai mengoperasikan taman rekreasi
        baru yakni JungleSea yang berlokasi di Lampung yang akan menjadi sumber pendapatan
        tambahan bagi Perseroan. Taman rekreasi yang pertama yang dikembangkan oleh Perseroan
        yakni the Jungle Waterpark kembali kembali masuk ke dalam Top 20 Waterpark di Asia Pasifik
        dan merupakan waterpark dengan jumlah pengunjung terbesar di Indonesia di tahun 2024.
        (sumber: AECOM)

        Di segmen properti, setelah meluncurkan cluster perumahan Sayana I di Bogor Nirwana
        Residence (BNR), Perseroan berencana meluncurkan Sayana II di tahun 2026 dan diikuti oleh
        Sayana III di tahun 2027. Proyek perumahan Sayana ini memiliki potensi permintaan yang
        baik, didukung oleh fasilitas yang lengkap dan rencana pengembangan jalan Bogor Inner Ring
        Road (BIRR) yang akan mulai dibangun di tahun 2027. Di samping proyek perumahan di BNR,
        Perseroan berencana mengembangkan proyek perumahan baru yang berlokasi di Sentul.
        Lokasi proyek perumahan baru ini sangat strategis karena memiliki akses tol dan dekat dengan
        berbagai fasilitas premium seperti AEON mall, IKEA, RS EMC, mesjid Andalusia, pasar bersih,
        berbagai institusi pendidikan, lapangan golf, dan lainnya. Kawasan Sentul sendiri terus
        berkembang sebagai salah satu koridor properti premium penyangga Jakarta, sehingga
        memberikan potensi kenaikan nilai aset yang baik.

        Sementara itu, Aston Bogor Hotel & Resort (ABHR) yang merupakan unit usaha Perseroan di
        bidang hotel, di tahun 2025 kembali mencatatkan kinerja yang menggembirakan yang
        tercermin dari penghargaan sebagai hotel terbaik di Kota Bogor yang diterima dari Dinas
        Pariwisata & Kebudayaan Kota Bogor. Ke depan, kinerja ABHR diharapkan lebih baik lagi
        setelah Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri kembali mengizinkan Pemerintah
        Daerah (Pemda) untuk menggelar rapat, seminar, dan kegiatan lain di hotel dan restoran,
        sebagai upaya mendukung sektor perhotelan dan restoran yang sebelumnya terdampak oleh
        pembatasan belanja daerah.



Halaman 39
                                                            00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 41
         Dengan kombinasi pendapatan berulang dari bisnis taman rekreasi & hotel, potensi
         pertumbuhan dari proyek properti yang sedang dan akan dikembangkan, serta fokus
         manajemen pada efisiensi operasional dan penguatan merek, Perseroan optimistis dapat
         memiliki prospek usaha yang baik dan menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi
         para pemegang saham.

      d. Keuntungan dan kerugian atas Rencana Transaksi

         Keuntungan Rencana Transaksi adalah:
         • Rencana Transaksi akan memberikan manfaat keuntungan Gain on Bargain Purchase,
            sehingga dapat memperkuat posisi keuangan Perseroan.
         • Perseroan dapat mengkonsolidasi JLA yang memiliki aset tanah seluas 35 Ha yang berada
            di lokasi strategis dan tidak memiliki utang bank.
         • Pada tahun 2026, JLA memiliki rencana untuk mulai memasarkan proyek residensial di
            tanah yang telah dimiliki yakni di daerah Sentul. Tanah ini memiliki lokasi yang sangat
            strategis karena memiliki akses tol yang dekat dan berbagai fasilitas premium seperti AEON
            mall, IKEA, RS EMC, mesjid Andalusia, pasar bersih, berbagai sekolah, lapangan golf, dan
            lainnya. Dengan kondisi ini, potensi pendapatan terlihat sangat baik yang pada akhirnya
            mendukung pertumbuhan pendapatan Perseroan.
         • Tanah Perseroan meningkat sehingga dapat menopang keberlangsungan usaha.
         • Meningkatkan nilai aset Perseroan, sehingga valuasi Perseroan dapat meningkat di mata
            investor.
         • Perseroan akan memiliki tanah yang dapat melengkapi rencana pengembangan bisnis
            yang sedang dikembangkan oleh Perseroan. Lebih lanjut, tanah untuk pengembangan
            perumahan Perseroan lebih tersebar sehingga Perseroan memiliki portofolio investasi yang
            lebih aman dan tidak bergantung pada satu lokasi saja.
         • Rasio hutang Perseroan terhadap modal akan semakin baik sehingga mendukung
            Perseroan dalam mendapatkan pinjaman untuk menopang pertumbuhan.

         Kerugian Rencana Transaksi adalah:

         Rencana Transaksi tidak memberikan kerugian terhadap Perseroan, mengingat rencana
         transaksi akan membuat Perseroan mengkonsolidasi JLA yang merupakan perusahaan
         dengan lahan yang besar yakni lebih kurang 35 Ha, berlokasi strategis, dan memiliki potensi
         pengembangan usaha yang menjanjikan.

3.3   Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi

      Berikut ini adalah analisa kuantitatif atas Rencana Transaksi, sebagai berikut:

      a. Penilaian kinerja historis

         Tabel 3-1 Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan (Dalam Juta Rupiah)
                                         Des          Des           Des           Des         Des
                        Uraian
                                        2021          2022         2023          2024        2025
          Aset Lancar                 1.016.791     1.017.212      987.677        186.442    210.147
          Aset Tidak Lancar           2.033.344       693.235      633.260      1.352.980   1.308.085
          Total Aset                  3.050.135     1.710.447     1.620.937     1.539.422   1.518.232
          Liabilitas Jk. Pendek         471.375       292.398      272.753        167.048    240.389
          Liabilitas Jk. Panjang        630.970       228.950      209.697        260.126    189.325


Halaman 40
                                                                00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 42
                                          Des         Des           Des          Des          Des
                      Uraian
                                         2021        2022          2023         2024         2025
         Total Liabilitas               1.102.345    521.348       482.450      427.174      429.714
         Total Ekuitas                  1.947.790   1.189.099     1.138.487    1.112.248    1.088.518
         Total Liabilitas dan Ekuitas   3.050.135   1.710.447     1.620.937   1.539.422    1.518.232


        Aset Lancar
        Aset Lancar Perseroan secara konsolidasi pada periode 31 Desember 2021 hingga
        31 Desember 2025 mengalami trend penurunan dengan tingkat CAGR sebesar negatif
        27,04%. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2025, dengan tingkat pertumbuhan hingga
        13,25%. Pada tahun tersebut pertumbuhan terjadi disebabkan oleh peningkatan aset lancar
        berupa persdediaan menjadi factor dominan yang menyebabkan pertumbuhan. Sampai
        dengan 31 Desember 2025, aset lancar tercatat sebesar Rp210.147 Juta.

        Aset Tidak Lancar
        Total aset tidak lancar Perseroan secara konsolidasi diselama periode 31 Desember 2021
        hingga 31 Desember 2025 juga cenderung mengalami penurunan dengan tingkat CAGR
        sebesar negatif 8,44%. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2024 yaitu mencapai
        113.65% (yoy) disebabkan oleh peningkatan reklasifikasi Piutang lain-lain ke aset tidak lancar.
        Sampai dengan 31 Desember 2025, aset tidak lancar tercatat sebesar Rp1.308.085 Juta.

        Total Aset
        Total aset Perseroan secara konsolidasi pada periode 31 Desember 2021 hingga
        31 Desember 2025 mengalami trend penurunan dengan tingkat CAGR sebesar negatif
        13,02%. Jumlah aset Perseroan secara konsolidasi terus menunjukkan penurunan setiap sejak
        Desember 2021 sampai dengan Desember 2025. Sampai dengan 31 Desember 2025, total
        aset tercatat sebesar Rp1.518.232 Juta.

        Liabilitas Jangka Pendek
        Total Liabilitas Jangka Pendek Perseroan secara konsolidasi diselama 31 Desember 2021
        hingga 31 Desember 2025 mengalami penurunan dengan tingkat CAGR sebesar negatif
        12,60%. Peningkatan liabilitas jangka pendek tertinggi terjadi pada 2025, dengan tingkat
        pertumbuhan hingga 43,90% disebabkan oleh peningkatan pada akun utang-lain-lain.
        Sampai dengan 31 Desember 2025, liabilitas jangka pendek tercatat sebesar Rp240.389 Juta.

        Liabilitas Jangka Panjang
        Total Liabilitas Jangka Panjang Perseroan secara konsolidasi pada periode 31 Desember 2021
        hingga 31 Desember 2025, mengalami penurunan dengan tingkat CAGR sebesar negatif
        21,40%. penurunan tertinggi pada liabilitas jangka panjang terjadi pada 2025 yang
        disebabkan adanya pembayaran hutang bank. Sampai dengan 31 Desember 2025, liabilitas
        jangka panjang tercatat sebesar Rp189.325 Juta.

        Total Liabilitas
        Total Liabilitas Perseroan secara konsolidasi pada periode 31 Desember 2021 hingga
        31 Desember 2025 mengalami trend penurunan dengan tingkat CAGR sebesar negatif
        17,17%. Total liabilitas terendah terjadi pada Desember 2025 yaitu senilai Rp429.714 Juta.




Halaman 41
                                                                00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 43
        Ekuitas
        Perkembangan ekuitas Perseroan secara konsolidasi dari 31 Desember 2021 hingga
        31 Desember 2025 menunjukan penurunan dari tahun ke tahun dengan CAGR negatif
        10,99%. penurunan tertinggi terjadi pada Desember 2022 dengan tingkat penurunan sebesar
        negatif 38,95% atau tercatat sebesar Rp1.189.099 Juta. Sampai dengan 31 Desember 2025,
        ekuitas tercatat sebesar Rp1.088.518 Juta.

        Tabel 3-2 Laporan Laporan Laba Rugi Konsolidasian Perseroan (Dalam Juta Rupiah)
                                               Des              Des             Des             Des          Des
                    Uraian
                                              2021              2022            2023            2024         2025
         Pendapatan                            86.780           191.996       154.753           165.623      155.776
         Beban Pokok Pendapatan                73.872           100.120         40.251           47.650       55.010
         Laba Kotor                            12.908            91.876       114.502           117.973      100.766
         Laba (Rugi) Usaha                    (61.465)          (18.020)        33.274           22.847        7.787
         Rugi) Tahun Berjalan                (101.505)       (758.291)        (41.539)          (26.651)     (46.423)


        Pendapatan
        Secara konsolidasi, Perseroan mencatatkan pertumbuhan CAGR sebesar 12,41%, dari
        sebelumnya Rp86.780 Juta pada 2021 dan bertumbuh menjadi Rp155.776 Juta pada 2025.
        Pada periode Januari-Juni 2025, Perseroan secara konsolidasi melakukan pendapatan
        sebesar USD83.786. Pertumbuhan pendapatan tertinggi terjadi pada 2022 dengan tingkat
        pertumbuhan 121,24%.

        Beban Pokok Pendapatan
        Pada 2021 beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp73.872 Juta dan mengalami
        penurunan secara CAGR sebesar 5,73%. Penurunan tertinggi terjadi pada Januari Desember
        2023 seiring dengan penurunan penjualan di tahun yang sama. Pada periode Januari –
        Desember 2025, Harga Pokok Penjualan tercatat sebear Rp55.010 Juta.

        Laba Kotor
        Perseroan secara konsolidasi mencatatkan laba kotor pada tahun 2021 sebesar Rp12.908
        Juta dan meningkat menjadi Rp100.766 Juta pada periode Januari - Desember 2025.
        Pertumbuhan tertinggi di capai pada 2022 sedangkan penurunan Laba Kotor tertinggi terjadi
        pada periode Januari – Desember 2025.

        Rugi Tahun Berjalan
        Selama periode 2021 sampai dengan 2025, Perseroan cenderung mencatatkan kerugian
        namun perlahan menurun pada periode Januari – Desember 2025, Perseroan mencatatkan
        Rugi bersih sebesar Rp46.423 Juta.

        Tabel 3-3 Laporan Arus Kas Perseroan Konsolidasian (Dalam Juta Rupiah)
                                                          Des           Des             Des        Des         Des
                           Uraian
                                                         2021          2022            2023       2024        2025
         Arus kas dari aktivitas operasi                 (6.211)        6.777           2.609      (6.589)      4.067
         Arus kas dari aktivitas investasi                8.193         2.681      (47.168)        (5.829)     (2.335)
         Arus kas dari aktivitas pendanaan               50.912        11.969           8.106    (16.205)      (6.396)
         Kenaikan bersih kas dan setara kas              52.894        21.427      (36.453)      (28.623)      (4.664)
         Kas dan setara kas pada awal tahun              11.122        64.016          85.443     48.990       20.367



Halaman 42
                                                                           00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 44
                                                          Des          Des          Des         Des        Des
                            Uraian
                                                         2021         2022         2023        2024       2025
         Kas dan setara kas pada akhir tahun             64.016       85.443       48.990      20.367     15.703


        Arus kas Perseroan dari aktivitas operasi merupakan arus kas masuk dan keluar dari aktivitas
        operasi. Pada periode 31 Desember 2025, Perseroan membukukan arus kas masuk dari
        aktivitas operasional sebesar Rp4.067 juta.

        Arus kas keluar Perseroan untuk aktivitas investasi merupakan arus kas untuk pembelian aset
        tetap, dan aset explorasi dan evaluasi. Pada periode 31 Desember 2025, Perseroan
        membukukan arus kas keluar untuk aktivitas investasi sebesar Rp2.335.

        Arus kas masuk Perseroan dari aktivitas pendanaan merupakan arus kas yang berasal dari
        pemilik entitas induk. Pada periode 31 Desember 2025, Perseroan membukukan arus kas
        keluar untuk aktivitas pendanaan sebesar negative Rp6.396 juta.

     b. Analisis Laporan Keuangan

        Commonsize Statement

        Common size statement merupakan salah satu metode analisis terhadap laporan keuangan
        Perseroan secara konsolidasi untuk mengetahui persentase investasi pada masing-masing aset
        terhadap total asetnya, dan juga untuk mengetahui struktur permodalan serta komposisi biaya
        biaya atau beban terhadap total pendapatan. Berikut adalah hasil analisis laporan keuangan
        perusahaan dengan menggunakan metode Common Size Statement Analysis:

        Tabel 3-4 Analisis Commonsize Statement - Laporan Posisi Keuangan Perseroan
                                                  Des          Des          Des         Des       Des
                        Uraian                                                                           Average
                                                 2021         2022         2023        2024      2025
         Aset Lancar                            33,34%       59,47%       60,93%      12,11%    13,84%    36,52%
         Aset Tidak Lancar                      66,66%       40,53%       39,07%      87,89%    86,16%    63,48%
         Total Aset                            100,00%      100,00%      100,00%     100,00%   100,00%   100,00%
         Liabilitas Jk. Pendek                  15,45%       17,09%       16,83%      10,85%    15,83%    13,84%
         Liabilitas Jk. Panjang                 20,69%       13,39%       12,94%      16,90%    12,47%    14,92%
         Total Liabilitas                       36,14%       30,48%       29,76%      27,75%    28,30%    28,76%
         Total Ekuitas                          63,86%       69,52%       70,24%      72,25%    71,70%    71,24%
         Total Liabilitas dan Ekuitas          100,00%      100,00%      100,00%     100,00%   100,00%   100,00%


        Mengacu pada laporan posisi keuangan secara konsolidasi, berdasarkan analisis common
        size statement, dapat dilihat bahwa rata-rata proporsi jumlah aset lancar dan aset tidak lancar
        terhadap jumlah aset selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025
        adalah sebesar 36,52% : 63,48%. Sedangkan pada periode 31 Desember 2025, Perseroan
        secara konsolidasi mencatatkan proporsi aset lancar dan aset tidak lancar sebesar 13,84% :
        86,16%.

        Di sisi liabilitas, rata-rata proporsi jumlah liabilitas terhadap aset selama periode 31 Desember
        2021 sampai dengan 31 Desember 2025 adalah sebesar 28,76 % dengan liabilitas jangka
        pendek yang tercatat sebesar 13,48% dan liabilitas jangka Panjang 14,92%. Di sisi ekuitas,
        rata-rata proporsi jumlah ekuitas Perseroan secara konsolidasi terhadap jumlah aset selama
        periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2024 adalah sebesar 71,24%.




Halaman 43
                                                                        00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 45
        Tabel 3-5 Analisis Commonsize Statement - Laporan Laba (Rugi) Perseroan
                                                  Des         Des          Des           Des           Des
                     Uraian                                                                                       Average
                                                 2021        2022         2023          2024          2025
         Pendapatan                            100,00%     100,00%      100,00%       100,00%       100,00%       100,00%
         Beban Pokok Pendapatan                 85,13%      52,15%       26,01%        28,77%        35,31%        27,39%
         Laba (Rugi) Kotor                      14,87%      47,85%       73,99%        71,23%        64,69%        72,61%
         Laba (Rugi) Usaha                     (70,83%)     (9,39%)      21,50%        13,79%         5,00%        17,65%
         Laba (Rugi) Tahun Berjalan           (105,46%)   (394,95%)     (26,84%)      (16,09%)      (21,91%)      (21,47%)


        Berdasarkan tabel common-size laporan laba rugi di atas, dapat dilihat bahwa Perseroan
        secara konsolidasi mencatatkan fluktuatif pertumbuhan. Meskipun secara margin, Perseroan
        cenderung mencatatkan rugi, namun perlahan perusahaan mencatatkan kinerja yang cukup
        baik, dimana pada 2021 Perseroan mencatatkan margin rugi bersih hingga mencapai negatif
        105,46% sedangkan pada periode Januari-Desember 2025, margin rugi bersih perseoran
        adalah sebesar negatif 21,91%. Secara rata-rata rugi bersih Perseroan di selama periode
        historis adalah sebesar negatif 21,27%.

        Ratio Analysis

        Ratio Analysis atau analisis rasio merupakan salah satu bentuk teknis analisis laporan
        keuangan yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos pos tertentu dari laporan
        posisi keuangan dan laporan laba rugi secara individu atau kombinasi antara keduanya.
        Berikut adalah tabel rasio keuangan yang kami gunakan dalam analisis rasio keuangan
        Perseoran:

        Tabel 3-6 Analisis Rasio Keuangan Perseroan
                                                     31 Des     31 Des       31 Des        31 Des       31 Des
                   Pemegang Saham                                                                                  Average
                                                      2021       2022         2023          2024         2025
         Rasio Aktivitas (x)
         Rasio perputaran piutang                    17,76      69,19         24,18        20,02         n/a        32,13
         Rasio perputaran persediaan                  0,59       0,79          0,32         0,33         n/a         0,48
         Rasio perputaran utang                       1,91       6,72          3,05         4,05         4,61        4,07
         Rasio Likuiditas (x)
         Rasio lancar                                 2,16       3,48         3,62          1,12         0,87        2,25
         Rasio cepat                                  1,89       3,05         3,16          0,25         0,24        1,72
         Rasio kas                                    0,14       0,29         0,18          0,12         0,07        0,16
         Rasio Profitabilitas (%)
         Rasio laba atas aset                        -3,00%    -44,33%       -2,56%        -1,73%        -3,06%     -10,94%
         Rasio laba atas ekuitas                     -4,70%    -63,77%       -3,65%        -2,40%        -4,26%     -15,76%
         Rasio Solvabilitas (%)
         Rasio total Liabilitas / total aset         36,14%     30,48%       29,76%       27,75%       28,30%      30,49%
         Rasio total Liabilitas / total ekuitas      56,59%     43,84%       42,38%       38,41%       39,48%      44,14%


        Rasio Aktivitas

        Rasio Aktivitas merupakan suatu rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur efektivitas
        perusahaan dalam menggunakan aset atau sumberdaya yang dimilikinya.

        1. Rasio Perputaran Piutang
           Rasio ini menunjukan berapa kali bisnis dapat mengkonversi piutang menjadi kas.
           Berdasarkan tabel analisis rasio keuangan di atas, rata-rata rasio perputaran piutang
           usaha dari tahun 2021 sampai dengan 2025 adalah sebesar 32,13 kali.




Halaman 44
                                                                           00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 46
        2. Rasio Perputaran Persediaan
           Rasio ini menunjukan berapa kali bisnis dapat mengkonversi persediaan menjadi kas.
           Berdasarkan tabel analisis rasio keuangan di atas, rata-rata rasio perputaran piutang
           usaha dari tahun 2021 sampai dengan 2025 adalah sebesar 0,48 kali.

        3. Rasio Perputaran Utang
           Rasio perputaran utang usaha adalah rasio yang mencerminkan seberapa lama hutang
           usaha perusahaan dapat dibayarkan dalam satu periode. Rata-rata rasio perputaran
           piutang usaha dari tahun 2021 sampai dengan 2025 adalah sebesar 4,07 kali.

        Rasio Likuiditas
        Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang bertujuan untuk mengetahui sejauh
        mana kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya. Beberapa rasio
        keuangan yang masuk dalam kategori ini antara lain adalah:

       1. Rasio Lancar (current ratio)
          Rasio ini merupakan perbandingan antara aset lancar dengan hutang lancar. Rasio ini
          bertujuan untuk mengetahui sampai seberapa jauh jumlah aset lancar perusahaan dapat
          menjamin utang jangka pendek dari kreditor. Secara umum semakin tinggi rasio lancar
          maka semakin aman perusahaan. Rasio lancar Perseroan secara konsolidasi rata-rata
          sebesar 2,25 kali dari tahun 2021 sampai dengan 2025. Pada periode periode 31
          Desember 2025, rasio lancar Perseroan secara konsolidasi tercatat sebesar 0,87 kali.

       2. Rasio Cepat (quick ratio)
          Rasio cepat pada dasarnya mempunyai tujuan yang sama dengan rasio lancar, namun
          sebagian orang merasa bahwa hasil perhitungan rasio lancar yang menghitung seluruh
          aset lancar kurang tajam, oleh karena itu beberapa pos seperti persediaan yang dianggap
          kurang lancar, dikeluarkan dalam perhitungan rasio cepat. Rasio cepat Perseroan secara
          konsolidasi juga menunjukkan tren yang sama dengan rasio lancar dengan rata-rata
          sebesar 1,72 kali dari tahun 2021 sampai dengan 2025, sedangkan pada periode periode
          31 Desember 2025, rasio cepat tercatat sebesar 0,24 kali.

       3. Rasio Kas (cash ratio)
          Rasio ini untuk mengukur jumlah kas tersedia dibanding dengan hutang lancar. Rasio kas
          Perseroan secara konsolidasi pada periode periode 31 Desember 2025 sebesar 0,07 kali
          dengan rata-rata dari tahun 2021 sampai dengan 2025 sebesar 0,16 sebesar kali.

        Rasio Profitabilitas

        Rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan
        laba. Beberapa rasio perusahaan yang termasuk dalam kategori ini antara lain adalah:

        1. Rasio laba atas aset
           Rasio ini digunakan untuk mengetahui sampai seberapa jauh aset yang digunakan dapat
           menghasilkan laba. Rasio laba atas aset Perseroan secara konsolidasi pada periode
           periode 31 Desember 2025 adalah sebesar negatif 3,06%, sementara itu dari tahun 2021
           sampai dengan 2025 secara rata-rata adalah sebesar negatif 10,94%.

        2. Rasio laba atas ekuitas
           Rasio ini digunakan untuk mengetahui sampai seberapa jauh hasil atau keuntungan yang
           diperoleh dari setiap modal yang ditanamkan. Adapun tingkat rasio laba atas ekuitas

Halaman 45
                                                          00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 47
              Perseroan secara konsolidasi pada periode periode 31 Desember 2025 adalah sebesar
              negatif 4,26% sementara itu dari tahun 2021 sampai dengan 2025 secara rata-rata
              adalah sebesar negatif 15,76%.

        Rasio Solvabilitas

        Rasio solvabilitas (solvency ratio) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan
        perusahaan untuk melunasi hutang-hutangnya. Berikut adalah rasio yang termasuk dalam
        kategori ini.

        1. Rasio total liabilitas terhadap total aset
           Rasio ini merupakan perbandingan antara total liabilitas terhadap total aset suatu
           perusahaan. Semakin tinggi rasio ini semakin tinggi pula risiko keuangan suatu
           perusahaan. Adapun tingkat rasio liabilitas terhadap total aset Perseroan secara
           konsolidasi pada periode periode 31 Desember 2025 adalah sebesar 28,3% dengan
           rata-rata dari tahun 2021 sampai dengan 2025 adalah sebesar 30,49%.

        2. Rasio total liabilitas terhadap total ekuitas
           Rasio ini merupakan perbandingan antara total liabilitas terhadap total ekuitas atau
           modal suatu perusahaan. Rasio satu menunjukkan jumlah liabilitas sama dengan jumlah
           ekuitas. Berdasarkan tabel rasio keuangan Perseroan secara konsolidasi di atas dapat
           dilihat bahwa rasio liabilitas terhadap ekuitas pada periode periode 31 Desember 2025
           adalah 39,48% dengan rata-rata dari tahun 2021 sampai dengan 2025 adalah sebesar
           44,14%.

     c. Penilaian atas proyeksi keuangan yang diperoleh dari pihak manajemen Perseroan

        Atas dasar Rencana Transaksi, berikut merupakan proyeksi keuangan yang disusun oleh
        Manajemen Perseroan:

        Tabel 3-7 Proyeksi Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan dengan Rencana Transaksi
                  (dalam Jutaan Rupiah)
                                              31 Des     31 Des      31 Des      31 Des      31 Des
                             Uraian
                                              2026        2027        2028        2029        2030
         Aset lancar                          368.950    435.733     471.449     362.540     337.027
         Aset tidak lancar                  2.230.928   2.227.672   2.264.109   2.530.751   3.016.781
         Total Aset                         2.599.878   2.663.405   2.735.558   2.893.291   3.353.808
         Liabilitas jangka pendek             251.398    351.430     396.368     368.930     427.123
         Liabilitas jangka panjang            419.304    362.553     287.490     279.468     346.603
         Total Liabilitas                     670.703    713.983     683.858     648.398     773.726
         Total Ekuitas                      1.929.175   1.949.422   2.051.699   2.244.893   2.580.082
         Total Liabilitas dan Ekuitas       2.599.878   2.663.405   2.735.558   2.893.291   3.353.808


        Aset Lancar

        Aset lancar Perseroan diproyeksikan mengalami peningkatan dengan tingkat CAGR sebesar
        14,21% dari sebelumnya Rp173.408 Juta pada 2025 tumbuh menjadi Rp337.027 Juta pada
        2030. Setelah kenaikan 2026, peningkatan aset lancar diproyeksikan akan mencapai
        pertumbuhan tertinggi periode 2028 dengan tingkat pertumbuhan sebesar 18,10% (y.o.y)
        yang diakibatkan oleh peningkatan kas dan setara kas.


Halaman 46
                                                           00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 48
        Aset Tidak Lancar
        Dari tabel di atas aset tidak lancar diproyeksikan akan meningkat dari Rp1.344.824 Juta pada
        2025 menjadi Rp3.016.781 Juta pada 2030, dengan CAGR 17,54%. Setelah tahun 2026,
        lonjakan terbesar akan terjadi pada 2029–2030, ketika aset tidak lancar naik dari sebelumnya
        sebesar Rp2.264.109 Juta menjadi Rp3.016.781 juta dalam waktu dua tahun, mencerminkan
        adanya ekspansi besar dalam investasi jangka panjang.

        Total Aset
        Kombinasi pertumbuhan aset lancar dan tidak lancar mendorong total aset naik dari
        Rp1.518.232 Juta di 2025 menjadi Rp3.353.808 Juta pada 2030, dengan tingkat CAGR
        sebesar 17,18%. Peningkatan ini mengindikasikan ekspansi bisnis yang kuat dan skala operasi
        yang semakin besar.

        Liabilitas Lancar
        Liabilitas lancar meningkat dari Rp123.324 Juta di 2025 menjadi Rp427.123 juta pada 2030,
        dengan CAGR 28,20%. Pertumbuhan ini stabil dan terjaga, relatif sejalan dengan
        perkembangan aset lancar, sehingga mencerminkan kewajiban jangka pendek yang masih
        terkendali.


        Liabilitas Tidak Lancar
        Liabilitas tidak lancar turun dari Rp306.390 juta pada 2026 hingga mencapai sebesar
        Rp346.603 juta pada 2030. Dengan demikian, rata-rata pertumbuhan hanya CAGR 2,50%.
        Pembayaran Pembiayaan Musyarakah dan pembayaran utang pembelian aset tetap menjadi
        penggerak utama dari penurunan Liabilitas tidak lancar ini.

        Total Liabilitas
        Total liabilitas diproyeksikan akan terus mengalami kenaikan hingga 2030. Tingkat
        pertumbuhan total liabilitas diproyeksikan meningkat dengan tingkat pertumbuhan seara
        CAGR sebesar 12,48%.

        Total Ekuitas
        Ekuitas tumbuh signifikan dari Rp1.088.518 Juta di 2025 menjadi Rp2.580.082 Juta di 2030,
        dengan CAGR 18,84%. Lonjakan ekuitas ini mengindikasikan profitabilitas yang kuat serta
        kebijakan reinvestasi laba yang konsisten, sehingga struktur pendanaan Perseroan semakin
        bergeser dari berbasis utang ke modal sendiri.

        Tabel 3-8 Proyeksi Laba (Rugi) Konsolidasi Perseroan dengan Rencana Transaksi (dalam
                  Jutaan Rupiah)
                                               Jan – Dec   Jan – Dec   Jan – Dec   Jan – Dec   Jan – Dec
                             Uraian
                                                 2026        2027        2028        2029        2030
         Pendapatan                            (198.602)    459.168     567.725     818.578     914.569
         Beban pokok pendapatan                  66.625    (226.828)   (237.886)   (329.500)   (322.478)
         Laba (Rugi) Kotor                     (198.602)    232.340     329.839     489.078     592.091
         Laba (Rugi) sebelum Pajak              433.221      30.636      89.476     184.055     321.530
         Beban pajak                             (4.930)    (10.566)    (14.320)    (16.189)    (25.769)
         Laba (rugi) Tahun Berjalan             428.291      20.070      75.156     167.866     295.761




Halaman 47
                                                             00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 49
        Pendapatan
        Berdasarkan tabel proyeksi laba rugi konsolidasian, pendapatan Perseroan menunjukkan tren
        pertumbuhan yang sangat pesat sejak tahun 2025 hingga 2030. Pendapatan pada periode
        Januari-Desember 2025 tercatat sebesar Rp155.776 Juta, kemudian meningkat menjadi
        Rp914.569 Juta pada periode Januari-Desember 2030. Hal ini merepresentasikan CAGR
        sebesar 42,48%.

        Laba Kotor
        Laba Kotor Perseroan diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan secara CAGR sebesar
        42,5% selama periode Januari-Desember 2025 hingga Januari-Desember 2030, dengan
        pertumbuhan sebesar 248,75% akan dicapai pada 2027, tumbuh dari sebelumnya sebesar
        Rp66.625 Juta di periode Januari-Desember 2026 menjadi Rp232.340 Juta pada periode
        Januari-Desember 2027. Pada periode Januari-Desember 2030, Laba kotor di proyeksikan
        akan mencapai Rp592.091 Juta.

        Laba Bersih
        Laba bersih juga menunjukkan perbaikan signifikan. Meski pada periode Januari-Desember
        2025 Perseroan mencatatkan rugi bersih, namun pada periode proyeksi Januari-Desember
        2026 hingga Januari-Desember 2030 Perseroan memproyeksikan pencapaian laba
        disepanjang periode proyeksi. Hingga periode Januari - Desember 2030, Perseroan
        memproyeksikan capaian laba bersih sebesar Rp295.761 Juta.

        Tabel 3-9 Proyeksi Arus Kas Konsolidasian Perseroan dengan Rencana Transaksi (dalam
                  Jutaan Rupiah)
                                               Jan – Dec   Jan – Dec   Jan – Dec   Jan – Dec   Jan – Dec
                            Uraian
                                                 2026        2027        2028        2029        2030
         Arus kas dari aktivitas operasi         28.811     165.988     205.418     329.012     489.770
         Arus kas dari aktivitas investasi       (2.938)    (23.657)    (92.016)   (240.153)   (455.480)
         Arus kas dari aktivitas pendanaan      (10.637)   (119.186)   (102.783)    (78.706)    (24.000)
         Kenaikan bersih kas dan setara kas      15.236      23.145      10.618      10.153      10.290
         Kas dan setara kas pada awal tahun      22.539      37.776      60.920      71.539      81.692
         Kas dan setara kas pada akhir tahun     37.776      60.920      71.539      81.692      91.982


        Selama periode proyeksi Desember 2026 – Desember 2030, kas yang diperoleh dari aktivitas
        operasional diproyeksikan turun pada setiap tahunnya. Penerimaan kas dari aktivitas
        operasional pada akhir tahun 2026 diproyeksikan sebesar Rp35.255 Juta dan di akhir tahun
        2030 adalah sebesar Rp489.770 Juta.

        Di sisi aktivitas investasi, selama periode proyeksi tahun Desember 2026 – Desember 2030,
        kas yang digunakan untuk aktivitas investasi menunjukkan pengeluaran, dimana pada akhir
        tahun 2026 pengeluaran atas aktivitas investasi adalah sebesar Rp2.938 Juta dan pada akhir
        tahun 2030 sebesar Rp455.480 Juta. Aktivitas investasi terbesar selama masa proyeksi
        terbesar adalah pada tahun 2029 dan 2030.

        Arus kas diperoleh dan digunakan dari (untuk) aktivitas pendanaan selama periode proyeksi
        menunjukkan pergerakan yang berfluktuatif. Arus Kas Pendanaan masuk pada 2030
        diproyeksikan mencapai sebesar Rp24.000 Juta.




Halaman 48
                                                              00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 50
     d. Analisis Rasio Keuangan

        Analisis rasio merupakan salah satu bentuk teknis analisis laporan keuangan yang digunakan
        untuk mengetahui hubungan dari pos - pos tertentu dari laporan posisi keuangan dan laporan
        laba rugi secara individu atau kombinasi antara keduanya. Berikut adalah tabel berbagai
        macam rasio keuangan Perseroan.

        Tabel 3-10 Proyeksi Rasio Keuangan Perseroan setelah transaksi
                                                                                                   Rata-
                       Rasio Keuangan             2026     2027         2028     2029     2030
                                                                                                    rata
         Rasio Aktifitas (x)
         Rasio perputaran piutang                 17,99    30,61       37,85    54,62    60,44    40,30
         Rasio perputaran persediaan              0,62     0,63        0,62     1,24     1,40      0,90
         Rasio perputaran utang usaha             3,25     3,80        5,58     14,29    14,48     8,28
         Rasio Likuiditas (x)
         Rasio lancar                              1,47     1,24        1,19     0,98     0,79     1,13
         Rasio cepat                               0,21     0,22        0,22     0,26     0,25     0,23
         Rasio kas                                 0,15     0,17        0,18     0,22     0,22     0,19
         Rasio Profitabilitas (%)
         Rasio laba atas aset                     16,47%   0,75%       2,75%    5,80%     8,82%   6,92%
         Rasio laba atas ekuitas                  22,20%   1,03%       3,66%    7,48%    11,46%   9,17%
         Rasio Solvabilitas (%)
         Rasio total Liabilitas / total aset      25,80%   26,81%      25,00%   22,41%   23,07%   24,62%
         Rasio total Liabilitas / total ekuitas   34,77%   36,63%      33,33%   28,88%   29,99%   32,72%


        Rasio Aktivitas

        Rasio Aktivitas merupakan suatu rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur efektivitas
        perusahaan dalam menggunakan aktiva atau sumberdaya yang dimilikinya.

        ▪ Rasio Perputaran Piutang Usaha
          Rasio perputaran piutang usaha adalah rasio yang mencerminkan kecepatan piutang
          usaha berhasil ditagih oleh perusahaan dalam satu periode. Rata-rata perputaran piutang
          usaha periode 31 Desember 2026 – 31 Desember 2030 sebesar 40,30 kali.

        ▪ Rasio Perputaran Persediaan
          Rasio perputaran persediaan adalah rasio yang mencerminkan seberapa lama persediaan
          tersimpan dalam satu periode. Perputaran persediaan periode 31 Desember 2026 –
          31 Desember 2030 rata-rata sebesar 0,90 kali.

        ▪ Rasio Perputaran Utang Usaha
          Rasio perputaran utang usaha adalah rasio yang mencerminkan seberapa lama hutang
          usaha perusahaan dapat dibayarkan dalam satu periode. Rata-rata rasio perputaran utang
          usaha selama periode 31 Desember 2026 – 31 Desember 2030 sebesar 8,28 kali.

        Rasio Likuiditas

        Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang bertujuan untuk mengetahui sejauh
        mana kemampuan Perseroan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya. Selama periode
        31 Desember 2026 – 31 Desember 2030, rata-rata rasio lancar, rasio cepat dan rasio kas
        selama 5 (lima) tahun terakhir sebesar 1,13 kali, 0,23 kali dan 0,19 kali.




Halaman 49
                                                                    00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 51
        Rasio Profitabilitas

        Rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan Perseroan dalam menghasilkan
        laba. Rasio laba atas aset (Return on Assets /ROA) Perseroan selama periode 31 Desember
        2026 – 31 Desember 2030 rata-rata 6,92% per tahun.
        Ratio laba atas ekuitas (Return on Ekuitas / ROE) Perseroan selama periode 31 Desember 2026
        – 31 Desember 2030 rata-rata sebesar 9,17% per tahun.

        Rasio Solvabilitas

        Rasio solvabilitas (solvency ratio) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan
        Perseroan untuk melunasi utang-utangnya dengan ekuitas atau aset yang dimiliki jika
        dilikuidasi.

        Rasio rata-rata jumlah kewajiban terhadap jumlah aset dan rasio rata-rata jumlah kewajiban
        terhadap jumlah ekuitas Perseroan selama periode 31 Desember 2025 – 31 Desember 2030
        masing-masing adalah sebesar 24,62% dan 32,72%.

     e. Analisis Dampak Likuiditas pada Keuangan Perseroan di masa yang akan Datang

        Mengacu pada proyeksi dan laporan keuangan proforma Perseroan, Rencana Transaksi
        memberikan dampat pada penurunan liabilitas Perseroan dikarenakan adanya pembayaran
        liabilitas berupa beban akrual setelah penerimaan kas atas Rencana Transaksi.

        Berdasarkan analisa rasio likuiditas dapat dilihat pada tabel dibawah ini, bahwa setelah
        adanya transaksi, tingkat current ratio dan quick ratio pada tahun proyeksi mengalami
        peningkatan sebagai berikut:

                 Rasio Keuangan                  2026     2027   2028      2029      2030     Average
         Rasio Likuiditas Sebelum Rencana Transaksi (x)
         Rasio lancar                            1,59     1,40   1,25      0,99      0,89      1,22
         Rasio cepat                             0,24     0,21   0,20      0,22      0,23      0,22
         Rasio Likuiditas Setelah Rencana Transaksi (x)
         Rasio lancar                            1,47     1,24   1,19      0,98      0,79      1,13
         Rasio cepat                             0,21     0,22   0,22      0,26      0,25      0,23


        Dengan melihat Analisa diatas, Rencana Transaksi memberkan dampat posistif terhadap
        likuiditas Perseroan yang ditunjukkan pada peningkatan rasio likuiditas berupa rasio lancar
        dan rasio cepat akibat Rencana Transaksi.

     f. Analisis laporan keuangan sebelum transaksi dan proforma laporan keuangan setelah
        transaksi dilakukan

        Mengacu pada Laporan Reviu atas Informasi Keuangan Proforma Perseroan yang berakhir
        pada tanggal 31 Desember 2025 No. NA26/P.TY/09.02.01, tanggal 9 Februari 2026, oleh
        Kantor Akuntan Publik Y Santosa & rekan, dan ditandatangani oleh Tjiendradjaja Yamin ,
        maka dampak keuangan atas Rencana Transaksi tercermin dalam tabel dibawah ini:




Halaman 50
                                                                 00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 52
        Tabel 3-11 Laporan Posisi Keuangan Proforma Perseroan (dalam Jutaan Rupiah)
                                                                         31 Desember 2025
                                                                                             Laporan
                             Uraian               Satuan      Laporan
                                                                                              Posisi
                                                               Posisi      Penyesuaian
                                                                                            Keuangan
                                                             Keuangan
                                                                                            Proforma
         ASET
         Aset Lancar
         Kas dan bank                             Rp Juta       15.703            457          16.160
         Piutang usaha                            Rp Juta        5.282            950           6.232
         Piutang lain-lain - bagian lancar        Rp Juta       33.333              63         33.396
         Persediaan                               Rp Juta      152.423           1.474        153.897
         Uang muka dan biaya dibayar dimuka       Rp Juta        3.406            471           3.877
         Total Aset Lancar                        Rp Juta      210.147           3.415        213.562


         Aset Tidak Lancar
         Dana Dalam Pembatasan                    Rp Juta        1.244                          1.244
         Piutang pihak berelasi - neto            Rp Juta           20               -             20
         Tanah untuk pengembangan                 Rp Juta      922.933               -        922.933
         Aset tetap - neto                        Rp Juta      382.852       1.059.289      1.442.141
         Aset takberwujud                         Rp Juta           94               2             96
         Aset tidak lancar lainnya                Rp Juta          942               -            942
         Total Aset Tidak Lancar                  Rp Juta    1.308.085       1.059.291      2.367.376
         TOTAL ASET                               Rp Juta    1.518.232       1.062.706      2.580.938


         LIABILITAS DAN EKUITAS
         Liabilitas Jangka Pendek
         Utang usaha                              Rp Juta       11.924         15.599          27.523
         Utang lain-lain-Pihak ke-3               Rp Juta       12.173            700          12.873
         Uang Muka Pelanggan dan Pendapatan
                                                  Rp Juta       22.814           3.529         26.343
         ditangguhkan
         Beban yang masih harus dibayar           Rp Juta       54.048           3.683         57.731
         Utang pajak                              Rp Juta       34.538           1.452         35.990
         Liabilitas Imbalan Kerja                 Rp Juta       22.830               -         22.830
         Utang lain-lain jangka panjang           Rp Juta       69.700           9.444         79.144
         Utang Bank                               Rp Juta        8.210                          8.210
         Pembiayaan Musyarakah                    Rp Juta        4.050                          4.050
         Utang Pembelian Aset Tetap               Rp Juta          102                            102
         Total Liabilitas Jangka Pendek           Rp Juta      240.389         34.407         274.796


         Utang Pihak Berelasi                     Rp Juta       48.099         20.435          68.534
         Utang lain-lain Jangka Panjang           Rp Juta                      23.060          23.060
         Utang Bank                               Rp Juta       75.087                         75.087
         Pembiayaan Musyarakah                    Rp Juta       53.681                         53.681
         Liabilitas Sewa                          Rp Juta          700                            700
         Liabilitas imbalan pasca-kerja           Rp Juta       11.758                         11.758
         Liabilitas Jangka Panjang                Rp Juta      189.325         43.495         232.820
         Total Liabilitas                         Rp Juta      429.714         77.902         507.616


         EKUITAS
         Modal saham                              Rp Juta    2.258.191         82.800       2.340.991


Halaman 51
                                                            00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 53
                                                                             31 Desember 2025
                                                                                                   Laporan
                          Uraian                   Satuan        Laporan
                                                                                                    Posisi
                                                                  Posisi       Penyesuaian
                                                                                                  Keuangan
                                                                Keuangan
                                                                                                  Proforma
         Tambahan Modal Disetor                    Rp Juta       (370.532)         331.201           (39.331)
         Komponen ekuitas lainnya                  Rp Juta          3.329                   -           3.329
         Akumulasi kerugian                        Rp Juta       (802.915)         570.803          (232.112)
         Kepentingan Non Pengendali                Rp Juta            445                   -             445
         Ekuitas                                   Rp Juta      1.088.518          984.804         2.073.322
         TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS              Rp Juta      1.518.232        1.062.706         2.580.938


        Sebagai akibat dari transaksi, kepemilikan Perseroan pada JLA menjadi 61,86% sehingga
        Perseroan memperoleh pengendalian dan akan melakukan konsolidasi atas JLA. Mengacu
        pada Laporan Posisi Keuangan Proforma Konsolidasian Perseroan yang telah disusun oleh
        manajemen Perseroan untuk periode 31 Desember 2025, dampak keuangan atas Rencana
        Transaksi adalah sebagai berikut :
         1. Pada sisi Aset Lancar, Kas mengalami peningkatan sebesar RpRp457 Juta akibat adanya
             penerimaan kas dengan modal saham serta tambahan modal disetor melalui PMHMTD I
             sebesar Rp 64 Juta dan Konsolidasi atas Kas JLA sebesar Rp393 Juta. Selanjutnya,
             dikarenakan adanya transaksi atas saham JLA menyebabkan terkonsolidasinya laporan
             keuangan JLA ke dalam Perseroan, sehingga dalam hal ini seluruh akun Aset Lancar
             (selain kas) JLA juga menjadi penambah atas keseluruhan akun Aset Lancar Perseoran,
             diantaranya, Piutang Usaha sebesar Rp950 Juta, Piutang lain-lain bagian lancar Rp63
             Juta, Persediaan sebesar Rp1.474 Juta dan uang muka dan biaya dibayar dimuka Rp471
             Juta. Secara total, Aset Lancar mengalami peningkatan sebesar Rp3.415 Juta.
         2. Pada sisi Aset tidak lancar, Aset Tetap bertambah sebesar Rp1.059.289 Juta, sedangkan
             untuk Aset tak berwujud bertambah sebesar Rp2 Juta.
         3. Pada sisi liabilitas jangka pendek berdasarkan laporan keuangan proforma Perseroan,
             terjadi peningkatan pada akun Utang usaha sebesar Rp15.599 Juta, Utang lain-lain-
             Pihak ke-3 sebesar Rp700 Juta, Uang Muka Pelanggan dan Pendapatan ditangguhkan
             sebesar Rp3.529 Juta, Beban yang masih harus dibayar Rp3.683 Juta, Utang pajak
             Rp1.452 Juta dan Utang lain-lain jangka Panjang sebesar Rp9.444 Juta. Total
             keseluruhan sebesar Rp34.407 Juta.
         4. Dari sisi Liabilitas Jangka Panjang, Utang pihak berelasi akan bertambah sebesar
             Rp20.435 Juta dan Utang Lain-lain Jangka Panjang bertambah sebesar Rp23.060 Juta.
         5. Pada sisi ekuitas berdasarkan laporan keuangan proforma Perseroan, ekuitas mengalami
             peningkatan sebesar senilai Rp984.804 Juta dimana hal tersebut terjadi sebagai dampak
             investasi saham JLA dan penerimaan kas dengan modal saham serta tambahan modal
             disetor Perusahaan.

        Tabel 3-12 Laporan Laba (Rugi) Proforma Perseroan (dalam Jutaan Rupiah)
                                                                             Jan-Des 2025
                         Uraian                 Satuan                                          Laba (Rugi)
                                                             Laba (Rugi)     Penyesuaian
                                                                                                 Proforma
         Pendapatan                             Rp Juta         155.776                 -          155.776
         Beban pokok pendapatan                 Rp Juta         (55.010)                -          (55.010)
         Laba (Rugi) Bruto                      Rp Juta         100.766                 -          100.766

         Beban Penjualan                        Rp Juta           (8.437)                            (8.437)
         Beban umum dan administrasi            Rp Juta         (84.542)                -          (84.542)
         Laba (Rugi) Usaha                      Rp Juta            7.787                -             7.787



Halaman 52
                                                              00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 54
                                                                                     Jan-Des 2025
                                   Uraian             Satuan                                             Laba (Rugi)
                                                                  Laba (Rugi)         Penyesuaian
                                                                                                          Proforma
         Pendapatan (Beban) lain-lain
         Laba pengukuran kembali nilai wajar          Rp Juta                   -            255.193        255.193
         Kerugian Neto atas pengendalian Entitas
                                                      Rp Juta        (46.566)                      -        (46.566)
         anak
         Kerugian Neto atas pembongkaran
                                                      Rp Juta                   -                  -                -
         Bangunan
         Beban Bunga dan Keuangan                     Rp Juta        (10.214)                      -        (10.214)
         Laba atas Pembelian Diskon                   Rp Juta         12.102                 315.610        327.712
         Lain-lain Neto                               Rp Juta          (9.532)                                (9.532)
         Laba (Rugi) Sebelum Manfaat (beban)
                                                      Rp Juta        (46.423)                570.803        524.379
         Pajak Penghasilan
         Manfaat (Beban) pajak penghasilan            Rp Juta                                      -              -
         Laba (Rugi) Bersih Tahun Berjalan            Rp Juta        (46.423)                570.803        524.379



        Pada sisi laba (rugi) usaha berdasarkan laporan keuangan proforma Perseroan, terjadi
        peningkatan penghasilan non operasi senilai Rp570.803 juta dimana hal tersebut terjadi
        karena adanya Laba pengukuran kembali nilai wajar Investasi yang belum terealisasi sebesar
        Rp255.193 Juta dan perolehan Laba atas pembelian diskon sebesar Rp315.610 Juta.

     g. Proyeksi Keuangan Konsolidasian Perseroan

        Proyeksi keuangan yang digunakan dalam pendapat kewajaran ini mengacu pada proyeksi
        keuangan / rencana usaha (business plan) yang dibuat oleh manajemen Perseroan. Lebih
        lanjut, manajemen Perseroan telah memberikan proyeksi keuangan untuk skenario tanpa
        Rencana Transaksi dan dengan Rencana Transaksi. Berikut adalah proyeksi keuangan
        Perseroan untuk kedua scenario usaha tersebut:

        Tabel 3-13 Proyeksi Keuangan Perseroan secara Konsolidasi sebelum Rencana Transaksi
                   (dalam Juta Rp)
                                                   31 Des       31 Des      31 Des              31 Des       31 Des
                              Uraian
                                                    2026         2027        2028                2029         2030
         LAPORAN POSISI KEUANGAN
         Aset Lancar                                290.049      331.714        341.856         268.254      249.872
         Aset Tidak Lancar                         1.982.259    2.033.204   2.083.710          2.245.129    2.496.427
         Total Aset                                2.272.308    2.364.918   2.425.566          2.513.383    2.746.299
         Liabilitas Lancar                          182.724      236.568        272.645         269.633      282.007
         Liabilitas Tidak Lancar                    344.170      324.238        264.936         260.813      327.948
         Total Liabilitas                           526.894      560.807        537.580         530.446      609.955
         Total Ekuitas                             1.745.414    1.804.112   1.887.985          1.982.937    2.136.344
         Total Liabilitas dan Ekuitas              2.272.307    2.364.918   2.425.566          2.513.383    2.746.299


                                                   Jan-Des      Jan-Des     Jan-Des            Jan-Des      Jan-Des
                              Uraian
                                                    2026         2027        2028               2029         2030
         LABA RUGI
         Pendapatan                                 230.602      361.552        398.098         499.279      530.153
         Laba (Rugi) Usaha                           33.929      108.625        135.264         195.056      204.934
         Laba (Rugi) Bersih                         233.844       58.698            83.874       94.952      153.407


         ARUS KAS
         Arus Kas Operasional                        46.129      107.172        149.272         169.202      241.860
         Arus Kas Investasi                           1.957      (20.048)       (56.691)        (89.762)    (213.019)
         Arus Kas Pendanaan                         (32.457)     (82.366)       (87.023)        (74.806)     (24.000)


Halaman 53
                                                                   00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 55
                                                   Jan-Des       Jan-Des         Jan-Des        Jan-Des      Jan-Des
                             Uraian
                                                    2026          2027            2028           2029         2030
         Kenaikan (Penurunan) Kas                    15.629             4.758           5.557       4.635       4.841
         Saldo Awal Kas                              15.703            31.332       36.090        41.647       46.282
         Saldo Akhir Kas                             31.332            36.090       41.647        46.282       51.124
        Sumber: Perseroan, diolah

        Tabel 3-14 Proyeksi Keuangan Perseroan secara konsolidasi dengan Rencana Transaksi
                   (Dalam Juta Rp)
                                                   31 Des         31 Des          31 Des        31 Des       31 Des
                             Uraian
                                                    2026           2027            2028          2029         2030
         LAPORAN POSISI KEUANGAN
         Aset Lancar                                368.950        435.733        471.449        362.540      337.027
         Aset Tidak Lancar                     2.230.928         2.227.672       2.264.109      2.530.751    3.016.781
         Total Aset                            2.599.878         2.663.405       2.735.558      2.893.291    3.353.808
         Liabilitas Lancar                          251.398        351.430        396.368        368.930      427.123
         Liabilitas Tidak Lancar                    419.304        362.553        287.490        279.468      346.603
         Total Liabilitas                           670.703        713.983        683.858        648.398      773.726
         Total Ekuitas                         1.929.175         1.949.422       2.051.699      2.244.893    2.580.082
         Total Liabilitas dan Ekuitas          2.599.878         2.663.405       2.735.558      2.893.291    3.353.808


                                                   Jan-Des       Jan-Des         Jan-Des        Jan-Des      Jan-Des
                             Uraian
                                                    2026          2027            2028           2029         2030
         LABA RUGI
         Pendapatan                                 265.227        459.168        567.725        818.578      914.569
         Laba (Rugi) Usaha                          (72.933)        73.059        148.551        274.707      355.534
         Laba (Rugi) Bersih                         301.436         20.070         75.156        167.866      295.761

         ARUS KAS
         Arus Kas Operasional                        28.811       165.988         205.418        329.012      489.770
         Arus Kas Investasi                          (2.938)       (23.657)        (92.016)     (240.153)    (455.480)
         Arus Kas Pendanaan                         (10.637)     (119.186)       (102.783)        (78.706)     (24.000)
         Kenaikan (Penurunan) Kas                    15.236         23.145          10.618         10.153       10.290
         Saldo Awal Kas                              22.539         37.776          60.920         71.539       81.692
         Saldo Akhir Kas                             37.776         60.920          71.539         81.692       91.982
        Sumber: Perseroan, diolah

     h. Analisis Rasio Proyeksi Keuangan

        Berdasarkan Rencana Transaksi, terjadi perubahan pada beberapa rasio keuangan proyeksi
        Perseroan, berikut merupakan perubahan yang terjadi pada rasio keuangan tanpa dan
        dengan Rencana Transaksi.

        Tabel 3-15 Rasio Keuangan sebelum Rencana Transaksi
                                           31 Des            31 Des             31 Des          31 Des        31 Des
                          Uraian
                                            2026              2027               2028            2029          2030
         Rasio Aktivitas (x)
         Rasio perputaran piutang          17,55               26,99            29,73           37,31          39,19
         Rasio perputaran persediaan        0,31               0,46              0,45            0,73           0,87
         Rasio perputaran utang usaha       5,98               10,54            10,26           12,05          12,82
         Rasio Likuiditas (x)
         Rasio lancar                       1,59               1,40              1,25            0,99           0,89
         Rasio cepat                        0,24               0,21              0,20            0,22           0,23
         Rasio kas                          0,17               0,15              0,15            0,17           0,18
         Rasio Profitabilitas (%)



Halaman 54
                                                                       00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 56
                                                   31 Des   31 Des         31 Des      31 Des      31 Des
                         Uraian
                                                    2026     2027           2028        2029        2030
          Rasio total Liabilitas / total aset      10,69%   2,48%          3,46%       3,78%       5,59%
          Rasio total Liabilitas / total
                                                   13,92%   3,25%          4,44%       4,79%       7,18%
          ekuitas
          Rasio Solvabilitas (%)
          Rasio total Liabilitas / total aset      23,19%   23,71%         22,16%      21,10%      22,21%
          Rasio total Liabilitas / total
                                                   30,19%   31,08%         28,47%      26,75%      28,55%
          ekuitas

         Tabel 3-16 Rasio Keuangan sesudah Rencana Transaksi
                                                   31 Des   31 Des         31 Des      31 Des      31 Des
                         Uraian
                                                    2026     2027           2028        2029        2030
          Rasio Aktivitas (x)
          Rasio perputaran piutang                 17,99    30,61          37,85       54,62       60,44
          Rasio perputaran persediaan               0,62     0,63           0,62        1,24        1,40
          Rasio perputaran utang usaha              3,25     3,80           5,58       14,29       14,48
          Rasio Likuiditas (x)
          Rasio lancar                              1,47     1,24           1,19        0,98        0,79
          Rasio cepat                               0,21     0,22           0,22        0,26        0,25
          Rasio kas                                 0,15     0,17           0,18        0,22        0,22
          Rasio Profitabilitas (%)
          Rasio total Liabilitas / total aset      16,47%   0,75%          2,75%       5,80%       8,82%
          Rasio total Liabilitas / total ekuitas   22,20%   1,03%          3,66%       7,48%       11,46%
          Rasio Solvabilitas (%)
          Rasio total Liabilitas / total aset      25,80%   26,81%         25,00%      22,41%      23,07%
          Rasio total Liabilitas / total ekuitas   34,77%   36,63%         33,33%      28,88%      29,99%


         Rasio Aktivitas
         Berdasarkan analisis inkremental atas rasio aktivitas, rencana transaksi meningkatkan rasio
         aktifitas Perseroan secara konsolidasi. Peningkatan operasional dengan adanya rencana
         tranaksi mengakibatkan rasio perputaran piutang dan persediaan masing-masing secara rata-
         rata meningkat dengan selisih peningkatan sebesar 10,14 dan 0,34 kali. Sedangkan untuk
         perputaran Utang Usaha justru mengalami penurunan untuk periode 2026 hingga 2028,
         sehingga untuk utang usaha secara rata-rata mengalami selisih penurunan sebesar 2,25 kali.

         Rasio Likuiditas
         Dari sisi likuiditas, hasil analisis inkremental menunjukkan bahwa rasio lancar setelah transaksi
         cenderung lebih kecil dibandingkan sebelum transaksi, sedangkan rasio cepat dan rasio kas
         cenderung lebih besar setelah transaksi. Secara rata-rata incremental dari masing-masing
         rasio adalah sebesar negative 0,09, 0,01 dan 0,02 kali.

         Rasio Profitabilitas
         Pada aspek profitabilitas, rasio laba atas aset (ROA) dan rasio laba atas ekuitas (ROE) secara
         inkremental menunjukkan perubahan yaitu masing masing secara rata-rata sebesar 1,72%
         dan 2,45%.

3.4   Analisis Faktor Lain yang relevan

      Analisis dilakukan dengan melihat dampak Rencana Transaksi kepada proyeksi keuangan
      Konsolidasian Perseroan periode 2026-2030.




Halaman 55
                                                                     00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 57
     a. Analisis Inkremental

        Analisis Nilai Tambah (Incremental Analysis) dilakukan untuk melihat manfaat Rencana
        Transaksi bagi Perseroan. Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan periode 2026-2030
        yang dibuat oleh Manajemen Perseroan, Analisa nilai tambah sebelum dan setelah Rencana
        Transaksi adalah sebagai berikut:

        Tabel 3-17      Inkremental Proyeksi Konsolidasi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                      31 Des     31 Des      31 Des      31 Des      31 Des      31 Des
                   Uraian
                                       2025       2026        2027        2028        2029        2030
         Aset Lancar
         Sebelum Transaksi            173.408     290.049     331.714     341.856     268.254     249.872
         Setelah Transaksi            173.408     368.950     435.733     471.449     362.540     337.027
         Inkremental                        -      78.901     104.019     129.593      94.286      87.154
         Aset Tidak Lancar
         Sebelum Transaksi           1.344.824   1.982.259   2.033.204   2.083.710   2.245.129   2.496.427
         Setelah Transaksi           1.344.824   2.230.928   2.227.672   2.264.109   2.530.751   3.016.781
         Inkremental                         -     248.669     194.468     180.399     285.622     520.354
         Jumlah Aset
         Sebelum Transaksi           1.518.232   2.272.308   2.364.918   2.425.566   2.513.383   2.746.299
         Setelah Transaksi           1.518.232   2.599.878   2.663.405   2.735.558   2.893.291   3.353.808
         Inkremental                         -     327.570     298.487     309.992     379.908     607.509
         Liabilitas Jangka Pendek
         Sebelum Transaksi            123.324     182.724     236.568     272.645     269.633     282.007
         Setelah Transaksi            123.324     251.398     351.430     396.368     368.930     427.123
         Inkremental                        -      68.674     114.862     123.723      99.297     145.116

         Liabilitas Jangka Panjang
         Sebelum Transaksi            306.390     344.170     324.238     264.936     260.813     327.948
         Setelah Transaksi            306.390     419.304     362.553     287.490     279.468     346.603
         Inkremental                        -      75.135      38.315      22.555      18.655      18.655
         Jumlah Liabilitas
         Sebelum Transaksi            429.714     526.894     560.807     537.580     530.446     609.955
         Setelah Transaksi            429.714     670.703     713.983     683.858     648.398     773.726
         Inkremental                        -     143.809     153.177     146.278     117.952     163.771
         Ekuitas
         Sebelum Transaksi           1.088.518   1.745.414   1.804.112   1.887.985   1.982.937   2.136.344
         Setelah Transaksi           1.088.518   1.929.175   1.949.422   2.051.699   2.244.893   2.580.082
         Inkremental                         -     183.762     145.311     163.714     261.955     443.738


        Berdasarkan tabel Analisis Inkremental Proyeksi Konsolidasian, nilai tambah dengan
        terlaksananya Rencana Transaksi berupa peningkatan pada Aset, liabilitas dan Ekuitas
        Perseroan.

        Tabel 3-18 Inkremental Proyeksi Laba (Rugi) Konsolidasi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                     Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des
                   Uraian
                                      2025        2026        2027        2028        2029        2030
         Pendapatan
         Sebelum Transaksi           155.776     230.602     361.552     398.098     499.279     530.153
         Setelah Transaksi           155.776     265.227     459.168     567.725     818.578     914.569
         Inkremental                       -      34.625      97.616     169.628     319.299     384.416
         Biaya Operasional
         Sebelum Transaksi             92.979    120.276     121.693     134.470     152.886     163.571
         Setelah Transaksi             92.979    141.197     159.281     181.289     214.371     236.557
         Inkremental                        -     20.921      37.587      46.818      61.485      72.986
         Laba (Rugi) Tahun
         Berjalan
         Sebelum Transaksi           (46.423)    242.958      58.698       83.874     94.952     153.407
         Setelah Transaksi           (46.423)    428.291      20.070       75.156    167.866     295.761
         Inkremental                        -    185.333     (38.628)      (8.718)    72.914     142.354




Halaman 56
                                                                00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 58
    b. Analisis Biaya atau pendapatan yang relevan

        Biaya-biaya atau pendapatan yang relevan yang muncul akibat dilaksanakannya Rencana
        Transaksi telah diperhitungkan dalam proyeksi keuangan Perseroan yang disusun oleh
        manajemen Perseroan.

     c. Informasi non keuangan yang relevan

        Transaksi ini merupakan bagian dari strategi Perseroan dalam rangka mendukung ekspansi
        dan kelancaran operasional Perseroan. Tujuan dari Akuisisi saham ini adalah untuk
        memperkuat struktur pendanaan dan mendukung pertumbuhan bisnis Perseroan, termasuk
        namun tidak terbatas pada peningkatan kapasitas operasional dan pengembangan jaringan
        usaha.

     d. Analisis Sensitivitas (Sensitivity Analysis)

        Analisis Sensitivitas

        Analisis sensitivitas Rencana Transaksi dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang
        memengaruhi terhadap kinerja keuangan Perseroan. Dengan melakukan perubahan penurunan
        dan atau kenaikan sebesar 2,5% terhadap pendapatan dan beban pokok penjualan Perseroan,
        sehingga dapat diketahui seberapa besar sensitivitas Rencana Transaksi terhadap laba (rugi)
        usaha, laba (rugi) bersih Perseroan. Analisis sensitivitas tersebut disajikan sebagai berikut:

        Tabel 3-19        Analisis Sensitivitas
                                              Des         Des           Des          Des          Des
                       URAIAN
                                             2026        2027          2028         2029         2030
          Kondisi Normal
          Pendapatan                        265.227      459.168       567.725      818.578     914.569
          Beban Operasional                (124.973)    (309.553)     (357.789)    (471.063)   (489.878)
          EBITDA                            140.254      149.615       209.936      347.515     424.691
          Depresiasi                       (213.186)     (76.555)      (61.385)     (72.808)     (69.157)
          EBIT                              (72.933)      73.059       148.551      274.707     355.534
          Pendapatan (beban) Non
                                            506.153      (42.424)      (59.075)     (90.652)     (34.004)
          Operasional
          EBT                               433.221       30.635         89.476     184.055     321.530
          Beban Pajak                         (4.930)    (10.566)      (14.320)     (16.189)     (25.769)
          Laba Tahun Berjalan               428.291       20.070         75.156     167.866     295.761
          Beban Operasional Naik 5%
          Pendapatan                        265.227      459.168       567.725      818.578     914.569
          Beban Operasional                (124.973)    (309.553)     (375.679)    (494.616)   (514.372)
          EBITDA                            140.254      149.615       192.047      323.962     400.197
          Depresiasi                       (213.186)     (76.555)      (61.385)     (72.808)     (69.157)
          EBIT                              (72.933)      73.059       130.661      251.154     331.040
          Pendapatan (beban) Non
                                            506.153      (42.424)      (59.075)     (90.652)     (34.004)
          Operasional
          EBT                               433.221       30.635         71.587     160.502     297.036
          Beban Pajak                       (95.309)      (6.740)      (15.749)     (35.310)     (65.348)
          Laba Tahun Berjalan               337.912       23.896         55.837     125.191     231.688
          Beban Operasional turun 5%



Halaman 57
                                                                    00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 59
                                       Des          Des           Des          Des          Des
                      URAIAN
                                      2026         2027          2028         2029         2030
         Pendapatan                   265.227      459.168       567.725      818.578     914.569
         Beban Operasional           (124.973)    (294.075)     (339.900)    (447.509)   (465.384)
         EBITDA                       140.254      165.092       227.825      371.068     449.185
         Depresiasi                  (213.186)     (76.555)      (61.385)     (72.808)     (69.157)
         EBIT                         (72.933)      88.537       166.440      298.260     380.028
         Pendapatan (beban) Non
                                      506.153      (42.424)      (59.075)     (90.652)     (34.004)
         Operasional
         EBT                          433.221       46.113       107.365      207.608     346.024
         Beban Pajak                  (95.309)     (10.145)      (23.620)     (45.674)     (76.125)
         Laba Tahun Berjalan          337.912       35.968         83.745     161.934     269.899


        Berdasarkan tabel di atas, baik kenaikan maupun penurunan 5% terhadap beban Operasional
        Perseroan tidak berdampak secara signifikan pada laba bersih tahun berjalan. Perseroan tetap
        mampu mencatatkan kinerja yang baik, hal tersebut ditunjukan bahwa Perseroan masih
        mencatatkan laba bersih tahun berjalan yang serta memiliki trend kenaikan selama periode
        pengamatan.




Halaman 58
                                                              00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 60
                                            BAB IV
                            ANALISIS TENTANG KEWAJARAN TRANSAKSI


4.1   Pendekatan dan Metode Analisis yang Digunakan

      Berdasarkan POJK 35, dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi
      ini, kami melakukan analisis melalui pendekatan dan prosedur penilaian Rencana Transaksi yang
      mencakup hal–hal sebagai berikut:

      a. Analisis Rencana Transaksi
      b. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Rencana Transaksi
      c. Analisis Atas Kewajaran nilai Transaksi
      d. Analisis atas Faktor Lain dan Relevan

4.2   Analisis Kewajaran Nilai Transaksi

      Berdasarkan SEOJK 17, analisis atas kewajaran nilai transaksi dilakukan berdasarkan
      perbandingan antara rencana nilai transaksi dengan hasil penilaian atas transaksi yang
      dilakukan, dimana rencana nilai transaksi berada dalam kisaran nilai yang didapatkan dari hasil
      penilaian.
      Analisis Kewajaran atas Rencana Transaksi dilakukan dengan melihat adanya incremental atau
      nilai tambah yang dapat dihasilkan atas Rencana Transaksi.

      a. Nilai Rencana Transaksi

         Berdasarkan Perjanjian Rencana Transaksi, harga pengambilalihan saham JLA milik AE oleh
         Perseroan adalah sebesar Rp 28,- (dua puluh delapan Rupiah) per saham dengan total nilai
         Rencana Transaksi untuk 61,86% saham JLA adalah sebesar Rp413.937.321.896 (empat ratus
         tiga belas miliar sembilan ratus tiga puluh tujuh juta tiga ratus dua puluh satu ribu delapan
         ratus sembilan puluh enam Rupiah).


      b. Hasil Laporan Penilaian Saham Obyek Rencana Transaksi

         Berdasarkan kepada Laporan Penilaian Saham berupa valuasi nilai saham yang diterbitkan
         oleh KJPP Febriman Siregar dan Rekan, No. 00088/2.0109-05/BS/03/0069/1/II/2026
         tanggal 6 Februari 2026 diperoleh hasil penilaian sebagai berikut:

         Tabel 4-1   Hasil Penilaian Saham
                                           Uraian                               Satuan    Nilai Pasar

          Nilai Pasar 61,86% Saham JLA per 31 Desember 2025                     Rp Juta       422.821




      c. Analisis Kewajaran Nilai Rencana Transaksi

         Analisis kewajaran nilai transaksi dilakukan dengan membandingkan Nilai Pasar 61,86%
         Ekuitas JLA milik AE oleh Penilai Independen dengan Nilai Rencana Transaksi sebagai berikut:




Halaman 59
                                                                00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 61
         Tabel 4-2   Kewajaran Nilai Rencana Transaksi

                                        Keterangan                                      Nilai (Rp)

          Nilai Pasar Saham JLA                                                        422.821.468.000
          Batas Atas (7,5%)                                                            444.982.621.038
          Batas Bawah (7,5%)                                                           382.892.022.754
          Rencana Nilai Transaksi                                                    Rp413.937.321.896
          Selisih Nilai Rencana Transaksi Terhadap Nilai Pasar Saham                             2,15%


         Berdasarkan uraian di atas, bahwa Nilai Rencana Transaksi adalah 2,15% diatas nilai pasar
         dimana berada pada kisaran nilai yang sesuai dengan POJK 35/2020 mengenai batas atas
         dan batas bawah untuk kisaran nilai transaksi tidak melebihi 7,5% sehingga Nilai Rencana
         Transaksi adalah Wajar.

4.3   Kesimpulan

      Dengan mempertimbangkan analisis kewajaran atas Transaksi yang dilakukan meliputi analisis
      kualitatif dan analisis kuantitatif, dan analisis inkremental, maka dari segi ekonomis dan
      keuangan, menurut pendapat kami Rencana Transaksi pengambilalihan 61,86% saham JLA milik
      AE oleh Perseroan, adalah Wajar.

      Demikian laporan pendapat kewajaran ini kami sampaikan. Kami menyatakan dengan
      sesungguhnya, bahwa dalam melaksanakan penugasan ini, kami bertindak sebagai pihak
      independent yang tidak terikat dengan kepentingan apapun, baik saat ini maupun dimasa datang
      terkait dengan usaha Perseroan maupun pihak-pihak terkait atas Rencana Transaksi yang
      dilakukan.




Halaman 60
                                                                 00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 62
                             ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS

 1. Laporan pendapat kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
 2. Penilai Bisnis telah melakukan penelahaan atas dokumen yang digunakan dalam proses analisis
     pendapat kewajaran.
 3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya
 4. Penilai mengunakan proyeksi keuangan yang dibuat oleh manejemen.
 5. Laporan Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik.
 6. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan pendapat kewajaran telah
     disusun sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) No. 35/POJK.04/2020 tentang
     Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan ketentuan Standar
     Penilaian Indonesia (SPI), Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
 7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan Pendapat kewajaran dan Kesimpulan Opini Akhir.
 8. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum Objek Analisis Pendapat Kewajaran dari
     Pemberi Tugas.
 9. Semua sengketa dalam bentuk perkara pidana maupun perdata (baik di dalam maupun di luar
     pengadilan) yang berkaitan dengan objek penilaian tidak menjadi tanggung jawab kami.
 10. Kami ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab kami secara khusus
     hanya terbatas pada aspek nilai atas objek penilaian, diluar dari aspek perpajakan dan hukum
     karena hal tersebut berada diluar lingkup penugasan kami.
 11. Perubahan-perubahan yang dilakukan oleh pihak Pemerintah maupun swasta yang berkaitan
     dengan kondisi Objek Analisis Pendapat Kewajaran , dalam hal ini kondisi pasar dan sebagainya
     bukan menjadi tanggung jawab kami.
 12. Laporan pendapat kewajaran ini disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di dalam
     laporan dan tidak dapat digunakan untuk maksud dan tujuan lainnya dan kami tidak bertanggung
     jawab jika laporan ini digunakan untuk tujuan lain.
 13. Laporan pendapat kewajaran ini sebagai salah satu informasi untuk dijadikan dasar pemikiran
     dalam mengambil keputusan, akan tetapi tidak mengikat dan tidak dapat dijadikan sebagai dasar
     penentu suatu keputusan yang berakibat hukum, karena laporan pendapat kewajaran ini semata-
     mata dibuat berdasarkan kajian disiplin ilmu dan kemampuan yang kami miliki.
 14. Laporan pendapat kewajaran ini tidak berlaku dan tidak sah apabila tidak terdapat tanda tangan
     penilai berijin beserta stempel perusahaan (corporate seal) yang resmi dari KJPP Ferdinand, Danar,
     Ichsan & Rekan.
15. Laporan pendapat kewajaran ini dibuat dan ditujukan hanya kepada pemberi tugas, sesuai dengan
     maksud dan tujuan yang diungkapkan dalam laporan pendapat kewajaran.




Halaman 61
                                                              00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 63
                                      PERNYATAAN PENILAI

Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Independen, kami yang bertanda tangan
di bawah ini menerangkan bahwa:

1.  Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan pendapat kewajarab adalah benar sesuai
    dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
2. Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan.
3. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang, maupun
    memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada terhadap Objek Analisis Pendapat
    Kewajaran.
4. Imbalan Jasa Penilai tidak berkaitan dengan hasil pendapat kewajaran yang dilaporkan.
5. Pendapat Kewajaran dilakukan dengan memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) No.
    35/POJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
    Modal dan ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI) dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
6. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan professional yang ditentukan dan/atau
    diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
7. Penilai memiliki pemahaman mengenai jenis usaha atau industri yang menjadi objek analisis
    pendapat kewajaran.
8. Tidak ada Penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam
    pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang dinyatakan
    dalam laporan pendapat kewajaran ini.
9. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
    Kewajaran.
10. Kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran yang telah kami susun berdasarkan
    data yang telah diberikan kepada kami oleh Pemberi tugas dan kami anggap akurat serta lengkap.
11. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil laporan ini apabila data-data, dokumen dan informasi
    dari Pemberi Tugas yang diberikan kepada kami tidak sah/legal sehingga menjadi tidak lengkap
    atau menyesatkan.
12. Penugasan pendapat kewajaran telah dilakukan terhadap objek analisis pendapat kewajaran pada
    tanggal penilaian (cut off date).
13. Analisis dan kesimpulan yang dihasilkan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan
    pendapat kewajaran.
14. Kesimpulan pendapat kewajaran yang dihasilkan dalam penugasan pemberian pendapat
    kewajaran profesional telah disajikan sebagai kesimpulan kewajaran rencana transaksi.
15. Penilai melakukan sesuai dengan Lingkup Penugasan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
16. Kesimpulan pendapat kewajaran telah sesuai dengan asumsi dan kondisi pembatas.
17. Data ekonomi dan industri yang tercantum dalam laporan kami peroleh dari sumber yang telah
    terpublikasi dan diyakini kebenarannya.




Halaman 62
                                                           00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 64
                          Penilai                                    Tanda Tangan
 Penanggung Jawab:
 M. Ichsan Suud, S.P., M.B.A., MAPPI (Cert.)
 Izin Penil
 ai Bisnis No.           : B-1.16.00453
 MAPPI No.               : 10-S-02571
 STTD Bapepam No.        : STTD.PB-50/PJ-1/PM.021/2025
 RMK No.                 : RMK-2017-00526

 Pemeriksa:
 Bangkit Widhi Raharjo, S.E.
 MAPPI No.               : 15-T-06112
 RMK No.                 : RMK-2017.01119




 Penilai:
 Yus Dwiantoro, S.Kom.
 MAPPI No.             : 21-P-10897
 RMK No.               : RMK-2023.04530




 Asisten Penilai:
 Ratu Ayu Okta K., S.Ak.
 MAPPI No.               : 24-A-12454




Halaman 63
                                                         00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 65
             LAMPIRAN




Halaman 64
                    00030/2.0176-00/BS/03/0453/1/II/2026
Page 66
Lampiran 1
ANALISA RENCANA TRANSAKSI
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pembelian Saham JLA
Per tanggal 31 Desember 2025

A. Analisa Kewajaran
                           Keterangan                           Nilai (Rp)
Nilai Pasar Saham JLA                                         422.821.468.000
Batas Atas (7,5%)                                             444.982.621.038
Batas Bawah (7,5%)                                            382.892.022.754
Rencana Nilai Transaksi                                       Rp413.937.321.896
Selisih Nilai Rencana Transaksi Terhadap Nilai Pasar Saham                   2,15%


B. Analisa Materialitas
                           Keterangan                           Nilai (Rp.)
Nilai Buku GAP Des 2025                                      1.088.518.000.000
Rencana Nilai Transaksi                                        413.937.321.896
Persentase Rencana Nilai Transaksi terhadap Nilai Buku                  38,03%
Page 67
Lampiran 2
PROFORMA LAPORAN POSISI KEUANGAN
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pembelian Saham JLA
Per tanggal 31 Desember 2025

                                                                         31 Desember 2025
                     Uraian                  Satuan
                                                           Neraca          Penyesuaian      Neraca Proforma
ASET
Aset Lancar
Kas dan bank                                 Rp Juta           15.703                 457            16.160
Piutang usaha                                Rp Juta            5.282                 950             6.232
Piutang lain-lain - bagian lancar            Rp Juta           33.333                  63            33.396
Persediaan                                   Rp Juta          152.423               1.474           153.897
Uang muka dan biaya dibayar dimuka           Rp Juta            3.406                 471             3.877
Total Aset Lancar                            Rp Juta          210.147               3.415           213.562

Aset Tidak Lancar
Dana Dalam Pembatasan                        Rp Juta            1.244                                 1.244
Piutang lain-lain - bagian tidak lancar      Rp Juta                -                   -                 -
Piutang pihak berelasi - neto                Rp Juta               20                   -                20
Tanah untuk pengembangan                     Rp Juta          922.933                   -           922.933
Uang muka pembelian tanah                    Rp Juta                -                   -                 -
Aset tetap - neto                            Rp Juta          382.852           1.059.289         1.442.141
Aset takberwujud                             Rp Juta               94                   2                96
Investasi pada asosiasi                      Rp Juta                -                                     -
Aset tidak lancar lainnya                    Rp Juta              942                   -               942
Total Aset Tidak Lancar                      Rp Juta        1.308.085           1.059.291         2.367.376
TOTAL ASET                                   Rp Juta        1.518.232           1.062.706         2.580.938

LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha                                  Rp Juta           11.924              15.599            27.523
Utang lain-lain-Pihak ke-3                   Rp Juta           12.173                 700            12.873
Uang Muka Pelanggan dan Pendapatan
                                             Rp Juta           22.814               3.529            26.343
ditangguhkan
Beban yang masih harus dibayar               Rp Juta           54.048               3.683            57.731
Utang pajak                                  Rp Juta           34.538               1.452            35.990
Liabilitas Imbalan Kerja                     Rp Juta           22.830                   -            22.830
Utang lain-lain jangka panjang               Rp Juta           69.700               9.444            79.144
Utang Bank                                   Rp Juta            8.210                                 8.210
Pembiayaan Musyarakah                        Rp Juta            4.050                                 4.050
Utang Pembelian Aset Tetap                   Rp Juta              102                                   102
Total Liabilitas Jangka Pendek               Rp Juta          240.389             34.407            274.796

Utang Pihak Berelasi                         Rp Juta           48.099              20.435            68.534
Utang lain-lain Jangka Panjang               Rp Juta                               23.060            23.060
Utang Bank                                   Rp Juta           75.087                                75.087
Pembiayaan Musyarakah                        Rp Juta           53.681                                53.681
Liabilitas Sewa                              Rp Juta              700                                   700
Liabilitas imbalan pasca-kerja               Rp Juta           11.758                                11.758
Liabilitas Jangka Panjang                    Rp Juta          189.325             43.495            232.820
Total Liabilitas                             Rp Juta          429.714             77.902            507.616

EKUITAS
Modal saham                                  Rp Juta        2.258.191              82.800         2.340.991
Tambahan Modal Disetor                       Rp Juta         (370.532)            331.201            (39.331)
Komponen ekuitas lainnya                     Rp Juta            3.329                   -              3.329
Keuntungan Aktuaria                          Rp Juta                 -                                      -
Akumulasi kerugian                           Rp Juta         (802.915)            570.803          (232.112)
Kepentingan Non Pengendali                   Rp Juta              445                   -                445
Ekuitas                                      Rp Juta        1.088.518             984.804         2.073.322
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                 Rp Juta        1.518.232           1.062.706         2.580.938
Page 68
Lampiran 3
PROFORMA LAPORAN LABA(RUGI)
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pembelian Saham JLA
Per tanggal 31 Desember 2025

                                                                                 Jan-Des 2025
                      Uraian                         Satuan                                        Laba (Rugi)
                                                               Laba (Rugi)       Penyesuaian
                                                                                                    Proforma
Pendapatan                                           Rp Juta       155.776                     -       155.776
Beban pokok pendapatan                               Rp Juta        (55.010)                   -        (55.010)
Laba (Rugi) Bruto                                    Rp Juta       100.766                     -       100.766

Beban Penjualan                                      Rp Juta          (8.437)                            (8.437)
Beban umum dan administrasi                          Rp Juta        (84.542)                   -       (84.542)
                                                     Rp Juta           7.787                   -          7.787

Pendapatan (Beban) lain-lain
Pendapatan Bunga dan Keuangan                        Rp Juta                 -             -                   -
Laba pengukuran kembali nilai wajar                  Rp Juta                         255.193           255.193
Keuntungan atas pengalihan Utang                     Rp Juta              -                                    -
Kerugian Neto atas pengendalian Entitas anak         Rp Juta       (46.566)                    -        (46.566)
Beban Bunga dan Keuangan                             Rp Juta       (10.214)                    -        (10.214)
Rugi atas pembatalan penjualan                       Rp Juta              -                                    -
kerugian Neto Entitas Asosiasi                       Rp Juta              -                                    -
Pemulihan Penurunan nilai aset tetap                 Rp Juta              -                                    -
Pemulihan Penyisihan Piutang Berelasi                Rp Juta              -                                    -
Laba atas Pembelian Diskon                           Rp Juta        12.102           315.610           327.712
Lain-lain Neto                                       Rp Juta         (9.532)                              (9.532)
Laba (Rugi) Sebelum Manfaat (beban) Pajak PenghasilanRp Juta       (46.423)          570.803           524.380

Manfaat (Beban) pajak penghasilan                    Rp Juta                                   -               -

Laba (Rugi) Bersih Tahun Berjalan                    Rp Juta       (46.423)          570.803           524.380
Page 69
Lampiran 4
PROYEKSI LAPORAN POSISI KEUANGAN
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pembelian Saham JLA
Per tanggal 31 Desember 2025
(dalam Juta Rupiah)
                                   1000000                             (0)           0            0            0               (0)            -            0            (0)          (0)         (0)               (0)
         LAPORAN POSISI KEUANGAN                                        PROYEKSI LAPORAN KEUANGAN SEBELUM TRANSAKSI                                        PROYEKSI LAPORAN KEUANGAN SESUDAH TRANSAKSI                                                  INKREMENTAL
                                                 31 Des       31 Des         31 Des        31 Des       31 Des        31 Des         31 Des       31 Des         31 Des       31 Des      31 Des          31 Des         31 Des       31 Des        31 Des       31 Des         31 Des        31 Des
                    Uraian
                                                  2025         2026           2027          2028         2029          2030           2025         2026           2027         2028        2029            2030           2025         2026          2027         2028           2029          2030
ASSETS
Cash and Cash Equivalents                            15.703      31.332         36.092       41.649       46.284         51.125         15.703       37.776         60.922       71.541        81.694        91.984               -        6.443        24.830        29.892        35.410        40.859
Account Receivables - net                             5.282      13.139         13.395       13.392       13.381         13.527          5.282       14.745         15.001       14.998        14.987        15.133               -        1.606          1.606        1.606         1.606         1.606
Inventories                                         152.423     245.577        282.227      286.815      208.589        185.220        152.423      316.429        359.810      384.911       265.859       229.910               -       70.852        77.583        98.095        57.270        44.690
Aset Lancar                                        173.408      290.049        331.714      341.856      268.254        249.872        173.408      368.950        435.733      471.449       362.540       337.027               -       78.901      104.019       129.593         94.286        87.154
                                                                                                                                             -                                                                                    -            -              -            -             -             -
Investment                                               -      669.130        669.130       669.130      669.130       669.130              -            0              0             0            0             0               -    (669.130)     (669.130)     (669.130)     (669.130)     (669.130)
Land for development                               922.933      939.509      1.006.509     1.068.509    1.206.509     1.410.509        922.933      939.509      1.006.509     1.068.509    1.206.509     1.410.509               -            -              -            -             -             -
Fixed Assets - net                                 382.946      364.744        347.313       329.220      309.980       290.097        382.946    1.280.149      1.209.549     1.177.476    1.263.520     1.478.369               -     915.405       862.236       848.256       953.540     1.188.273
Other Assets                                        38.945        8.875         10.251        16.850       59.510       126.691         38.945       11.269         11.614        18.124       60.721       127.902               -        2.394          1.363        1.274         1.211         1.211
Aset Tidak Lancar                                1.344.824    1.982.259      2.033.204     2.083.710    2.245.129     2.496.427      1.344.824    2.230.928      2.227.672     2.264.109    2.530.751     3.016.781               -     248.669       194.468       180.400       285.622       520.354
Total Aset                                       1.518.232    2.272.308      2.364.918     2.425.566    2.513.383     2.746.299      1.518.232    2.599.878      2.663.405     2.735.558    2.893.291     3.353.808               -     327.570       298.488       309.992       379.908       607.509
LIABILITIES AND EQUITY                                                                                                                       -                                                                                    -            -              -            -             -             -
LIABILITIES                                                                                                                                  -                                                                                    -            -              -            -             -             -
Trade Payables                                     11.924        12.773         12.456       12.517       12.563         12.611         11.924       60.675         59.638       42.644        23.054        22.275               -       47.902        47.182        30.127        10.491         9.664
Advance form Customer                              22.814        51.983        106.382      141.552      137.621        157.844         22.814       67.806        170.553      232.140       226.428       293.296               -       15.823        64.171        90.588        88.807      135.452
Accrued Expenses                                   88.586       117.968        117.730      118.576      119.448        111.552         88.586      122.918        121.239      121.584       119.448       111.552               -        4.950          3.508        3.008             0             0
Hutang Jangka Pendek                              123.324       182.724        236.568      272.645      269.633        282.007        123.324      251.398        351.430      396.368       368.930       427.123               -       68.674      114.862       123.723         99.297      145.116
                                                                                                                                                                                                                                  -            -              -            -             -             -
Bank Loans                                        141.028       128.974        112.415       46.692            -              -         141.028     150.974        134.235       46.692             -             -               -       22.000        21.820             -             -             -
Other Liabilties                                  165.362       215.196        211.823      218.243      260.813        327.948         165.362     268.330        228.318      240.798       279.468       346.603               -       53.135        16.495        22.555        18.655        18.655
Hutang Jangka Panjang                             306.390       344.170        324.238      264.936      260.813        327.948        306.390      419.304        362.553      287.490       279.468       346.603               -       75.135        38.315        22.555        18.655        18.655
TOTAl LIABILITIES                                 429.714       526.894        560.807      537.580      530.446        609.955        429.714      670.703        713.983      683.858       648.398       773.726               -     143.809       153.177       146.278       117.952       163.771
EQUITY                                                                                                                                        -                                                                                   -            -              -            -             -             -
Capital Stock                                    2.258.191    2.672.128       2.672.128    2.672.128    2.672.128     2.672.128      2.258.191    2.672.128      2.672.128     2.672.128    2.672.128     2.672.128               -            0              0            0             0             0
Other Equity                                      (367.203)   (366.758)       (366.758)    (366.758)    (366.758)     (366.758)       (367.203)    (405.271)      (405.271)     (405.271)    (405.271)     (405.271)              -      (38.513)      (38.513)      (38.513)      (38.513)      (38.513)
Minority Interest                                       445                                                                                 445      (17.506)        (4.571)        7.805        44.890       71.083              -      (17.506)        (4.571)       7.805        44.890        71.083
Retained Earning                                  (802.915)    (559.957)      (501.259)     (417.385)    (322.433)     (169.026)      (802.915)    (320.176)      (312.865)     (222.963)      (66.855)      242.141              -     239.781       188.394       194.422       255.578       411.167
TOTAL EQUITY                                     1.088.518    1.745.414      1.804.112     1.887.985    1.982.937     2.136.344      1.088.518    1.929.175      1.949.422     2.051.699    2.244.893     2.580.082               -     183.762       145.311       163.714       261.955       443.738
TOTAl LIABILITIES & EQUITY                       1.518.232    2.272.307      2.364.918     2.425.566    2.513.383     2.746.299      1.518.232    2.599.878      2.663.405     2.735.558    2.893.291     3.353.808               -     327.571       298.487       309.992       379.907       607.509
Page 70
Lampiran 5
PROYEKSI LAPORAN LABA(RUGI)
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pembelian Saham JLA
Per tanggal 31 Desember 2025
(dalam USD)

             LAPORAN LABA(RUGI)                                         PROYEKSI LAPORAN KEUANGAN SEBELUM TRANSAKSI                                          PROYEKSI LAPORAN KEUANGAN SESUDAH TRANSAKSI                                                               INKREMENTAL
                                              Jan-Des          Jan-Des       Jan-Des       Jan-Des     Jan-Des      Jan-Des         Jan-Des        Jan- Des       Jan-Des       Jan-Des     Jan-Des      Jan-Des         Jan-Des       Jan- Des         Jan-Des           Jan-Des        Jan-Des       Jan-Des
                   Uraian
                                               2025             2026          2027          2028        2029         2030            2025            2026          2027          2028        2029         2030            2025           2026            2027              2028           2029          2030
PENDAPATAN                                       155.776          230.602        361.552       398.098     499.279      530.153        155.776          265.227       459.168       567.725     818.578      914.569               -         34.625          97.616           169.628        319.299       384.416
 COGS                                            (55.010)         (76.397)     (131.233)     (128.364)   (151.336)    (161.647)        (55.010)       (198.602)     (226.828)     (237.886)   (329.500)    (322.478)               -      (122.205)        (95.595)         (109.522)      (178.164)     (160.831)
 Laba/Rugi Kotor                                 100.766          154.205       230.319       269.734     347.942      368.506         100.766           66.625       232.340      329.839     489.078      592.091                -       (87.580)           2.021            60.105       141.136       223.586

 Beban Penjualan                                   (8.437)       (24.586)      (22.965)       (32.951)     (35.470)      (39.511)        (8.437)       (29.340)      (41.095)     (56.803)      (70.072)      (82.576)                        (4.754)      (18.130)          (23.852)      (34.602)      (43.065)
 Beban Adm & Umum                                (84.542)        (95.690)      (98.728)     (101.519)    (117.416)     (124.061)       (84.542)      (111.857)     (118.185)    (124.485)     (144.299)     (153.981)                       (16.167)       (19.457)          (22.966)      (26.883)      (29.920)
LABA (RUGI) USAHA                                   7.787         33.929       108.625       135.264      195.056       204.934           7.787       (74.572)        73.059     148.551       274.707       355.534               -     (108.501)        (35.566)            13.287        79.651       150.600
                                                                                                                                                                                                                                   -                -              -                 -             -             -
 Pendapatan (Beban) Non Operasional               (54.210)       213.959        (40.795)     (40.205)      (90.685)     (34.038)       (54.210)       507.792       (42.424)      (59.075)      (90.652)     (34.004)              -        293.834          (1.629)         (18.870)             33            34
Total Pendapatan (beban) Lain-lain               (54.210)        213.959       (40.795)     (40.205)      (90.685)     (34.038)       (54.210)        507.792      (42.424)      (59.075)      (90.652)     (34.004)               -       293.834          (1.629)         (18.870)             33            34
LABA SEBELUM PAJAK                               (46.423)        247.888         67.830       95.059      104.371      170.896        (46.423)        433.221        30.635        89.476      184.055      321.530                -       185.333        (37.195)            (5.583)       79.684       150.634
                                                                                                                                                                                                                                   -                -              -                 -             -             -
                                                                                                                                                                                                                                   -                -              -                 -             -             -
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan                          -      (4.930)       (9.132)      (11.185)      (9.419)      (17.489)               -       (4.930)      (10.566)     (14.320)      (16.189)      (25.769)              -                -        (1.433)           (3.135)       (6.769)       (8.279)
                                                                                                                                                                                                                                   -                -              -                 -             -             -
LABA TAHUN BERJALAN                              (46.423)        242.958        58.698        83.874       94.952      153.407        (46.423)        428.291        20.070       75.156       167.866      295.761                -       185.333        (38.628)            (8.718)       72.914       142.354
                                                                                                                                                                                                                                   -                -              -                 -             -             -
EBIT                                                 7.787        33.929       108.625      135.264       195.056      204.934            7.787       (74.572)      73.059       148.551       274.707      355.534                -      (108.501)        (35.566)            13.287        79.651      150.600
Depresiasi                                        (35.601)        18.970        19.600       20.195        21.290       22.001         (35.601)       216.465       76.555        61.385        72.808       69.157                -        197.494          56.955            41.190        51.518        47.157
EBITDA                                           (27.814)         52.900       128.226      155.459       216.347      226.935        (27.814)        141.893      149.615       209.936       347.515      424.691                -         88.993         21.389            54.477       131.169       197.756
                                                                                                                                                                                                                                   -                -              -                 -             -             -
Page 71
Lampiran 6
PROYEKSI LAPORAN ARUS KAS
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pembelian Saham JLA
Per tanggal 31 Desember 2025
(dalam USD)
                                        1.000.000
                LAPORAN ARUS KAS                              PROYEKSI LAPORAN KEUANGAN SEBELUM TRANSAKSI                               PROYEKSI LAPORAN KEUANGAN SESUDAH TRANSAKSI                                              INKREMENTAL
                                                      Jan-Des       Jan-Des      Jan-Des    Jan-Des     Jan-Des                  Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des    Jan-Des      Jan-Des           Jan-Des       Jan-Des          Jan-Des      Jan-Des       Jan-Des
                      Uraian
                                                       2026          2027         2028       2029         2030                    2026          2027        2028       2029         2030              2026          2027             2028         2029          2030

Arus Kas dari aktivitas operasi
Penerimaan kas dari pelanggan                                    288.457     409.004      474.553      559.649      621.386        336.786      570.692      691.796      911.691      1.099.421       (48.329)     (161.689)       (217.243)     (352.042)     (478.035)
Pembayaran kas kepada pemasok                                    (84.476)   (117.865)    (122.447)    (111.718)    (123.757)      (118.111)    (178.370)    (233.064)    (232.879)      (272.946)       33.635         60.505        110.617       121.161       149.189
                                                                 (65.511)     (75.416)     (91.387)   (116.308)    (129.315)        (80.774)     (98.281)   (120.328)    (156.567)      (178.512)       15.263         22.865          28.941       40.259        49.198
Pembayaran kas kepada karyawan                                   (62.208)     (63.546)     (65.082)     (66.691)     (68.200)       (73.886)     (77.825)     (82.298)     (87.039)       (90.866)      11.678         14.279          17.215       20.347        22.667
Penerimaan (Pembayaran) kas operasional lainnya                  (30.132)     (45.005)     (46.365)     (95.729)     (58.255)       (35.204)     (50.229)     (50.689)   (106.195)        (67.327)       5.072          5.223           4.324       10.465         9.072
Kas Neto yang Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi  46.129     107.172      149.272      169.202      241.860          28.811     165.988      205.418      329.012        489.770        17.318        (58.815)        (56.146)    (159.810)     (247.910)
                                                                                                                                                                                                              -              -               -            -             -
Arus Kas dari Aktivitas investasi                                                                                                                                                                             -              -               -            -             -
Penerimaan dari (pembayaran untuk) piutang pihak berelasi         7.550       54.800       14.000        57.000              -        7.550       54.800       14.000        57.000              -            -              -               -            -             -
                                                                       -             -            -            -             -            -             -            -             -             -            -              -               -            -             -
Penerimaan neto piutang lain-lain                                      -             -            -            -             -            -             -            -             -             -            -              -               -            -             -
Penerimaan neto dana dalam pembatasan                             1.222           597             -            -             -        1.222          597             -             -             -            -              -               -            -             -
Penerimaan neto atas pelepasan aset tetap                              -             -            -            -             -            -             -            -             -             -            -              -               -            -             -
Perolehan aset tetap                                             (6.815)       (8.445)      (8.691)      (8.762)       (9.019)     (11.710)      (12.054)     (10.016)      (10.153)      (10.480)       4.895          3.609           1.325        1.391         1.461
Perolehan tanah                                                        -     (67.000)     (62.000)    (138.000)     (204.000)             -      (67.000)     (96.000)    (287.000)     (445.000)             -              -         34.000      149.000       241.000
Kas Neto yang Digunakan untuk Aktivitas Investasi                 1.957     (20.048)     (56.691)      (89.762)    (213.019)        (2.938)     (23.657)     (92.016)    (240.153)     (455.480)         4.895          3.609          35.325      150.391       242.461
                                                                                                                                                                                                              -              -               -            -             -
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan                                                                                                                                                                             -              -               -            -             -
Pembayaran neto untuk Pinjaman Bank                             (16.260)     (16.559)     (65.523)     (46.681)            -         5.560      (38.379)     (65.523)     (46.681)              -      (21.820)        21.820                -            -             -
Penerimaan Dana dari Entitas anak                               (16.197)     (65.807)     (21.500)     (28.125)     (24.000)       (16.197)     (65.807)     (21.500)     (32.025)       (24.000)             -              -               -       3.900              -
Penerimaan dari (pembayaran untuk) utang pihak berelasi                                                                                   -     (15.000)     (15.760)            -              -             -        15.000          15.760             -             -
Pembayaran utang lain-lain
Kas Neto yang Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan              (32.457)     (82.366)     (87.023)     (74.806)      (24.000)       (10.637)    (119.186)    (102.783)     (78.706)      (24.000)       (21.820)       36.820          15.760          3.900              -
                                                                                                                                                                                                               -             -               -             -             -
Penurunan Neto Kas dan Setara Kas                                15.629        4.758        5.557        4.635        4.841         15.236       23.145       10.618       10.153         10.290            393      (18.387)          (5.061)       (5.518)       (5.449)
Kas dan Setara Kas Awal Tahun                                    15.703       31.332       36.090       41.647       46.282         22.539       37.776       60.920       71.539         81.692         (6.836)       (6.443)       (24.830)      (29.891)      (35.409)
Kas dan Setara Kas Akhir Tahun                                   31.332       36.090       41.647       46.282       51.124         37.776       60.920       71.539       81.692         91.982         (6.443)     (24.830)        (29.891)      (35.409)      (40.858)
Page 72
Lampiran 7
ANALISA INKREMENTAL LAPORAN POSISI KEUANGAN
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pembelian Saham JLA
Per tanggal 31 Desember 2025

                                           31 Des          31 Des        31 Des        31 Des        31 Des        31 Des
                Uraian
                                            2025            2026          2027          2028          2029          2030
Aset Lancar
Sebelum Transaksi                              173.408         290.049      331.714       341.856        268.254       249.872
Setelah Transaksi                              173.408         368.950      435.733       471.449        362.540       337.027
Inkremental                                          -          78.901      104.019       129.593         94.286        87.154

Aset Tidak Lancar
                                              1.344.824      1.982.259     2.033.204     2.083.710     2.245.129     2.496.427
Setelah Transaksi                             1.344.824      2.230.928     2.227.672     2.264.109     2.530.751     3.016.781
Inkremental                                           -       248.669       194.468       180.400       285.622       520.354

Jumlah Aset
Sebelum Transaksi                             1.518.232      2.272.308     2.364.918     2.425.566     2.513.383     2.746.299
Setelah Transaksi                             1.518.232      2.599.878     2.663.405     2.735.558     2.893.291     3.353.808
                                                      -       327.570       298.488       309.992       379.908       607.509

Liabilitas Jangka Pendek
Sebelum Transaksi                              123.324         182.724      236.568       272.645        269.633      282.007
Setelah Transaksi                              123.324         251.398      351.430       396.368        368.930      427.123
Inkremental                                          -          68.674      114.862       123.723         99.297      145.116

Liabilitas Jangka Panjang
Sebelum Transaksi                              306.390         344.170       324.238       264.936       260.813       327.948
Setelah Transaksi                              306.390         419.304       362.553       287.490       279.468       346.603
Inkremental                                          -          75.135        38.315        22.555        18.655        18.655

Jumlah Liabilitas
Sebelum Transaksi                              429.714        526.894       560.807       537.580       530.446       609.955
Setelah Transaksi                              429.714        670.703       713.983       683.858       648.398       773.726
Inkremental                                          -        143.809       153.177       146.278       117.952       163.771

Ekuitas
Sebelum Transaksi                             1.088.518      1.745.414     1.804.112     1.887.985     1.982.937     2.136.344
Setelah Transaksi                             1.088.518      1.929.175     1.949.422     2.051.699     2.244.893     2.580.082
Inkremental                                           -       183.762       145.311       163.714       261.955       443.738
Page 73
Lampiran 8
ANALISA INKREMENTAL LAPORAN LABA(RUGI)
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pembelian Saham JLA
Per tanggal 31 Desember 2025

                                          Jan-Des          31 Des        31 Des        31 Des        31 Des        31 Des
               Uraian
                                           2025             2026          2027          2028          2029          2030
Pendapatan
Sebelum Transaksi                              155.776         230.602       361.552      398.098       499.279       530.153
Setelah Transaksi                              155.776         265.227       459.168      567.725       818.578       914.569
Inkremental                                          -          34.625        97.616      169.628       319.299       384.416

Biaya Operasional
Sebelum Transaksi                                92.979        120.276       121.693       134.470       152.886       163.571
Setelah Transaksi                                92.979        141.197       159.281       181.289       214.371       236.557
Inkremental                                           -         20.921        37.587        46.818        61.485        72.986

Laba (Rugi) Tahun Berjalan
Sebelum Transaksi                              (46.423)       242.958         58.698       83.874         94.952      153.407
Setelah Transaksi                              (46.423)       428.291         20.070       75.156        167.866      295.761
Inkremental                                           -       185.333       (38.628)       (8.718)        72.914      142.354
Page 74
Lampiran 9
ANALISA INKREMENTAL LAPORAN ARUS KAS
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pembelian Saham JLA
Per tanggal 31 Desember 2025

                                           31 Des           31 Des         31 Des         31 Des         31 Des
                Uraian
                                            2026             2027           2028           2029           2030
Arus Kas dari Kegiatan Operasional
Sebelum Transaksi                                   7.550        54.800         14.000         57.000               -
Setelah Transaksi                                   7.550        54.800         14.000         57.000               -
Inkremental                                             -             -              -              -               -

Arus Kas dari Kegiatan Investasi
Sebelum Transaksi                                       -       (67.000)       (62.000)      (138.000)      (204.000)
Setelah Transaksi                                       -       (67.000)       (96.000)      (287.000)      (445.000)
Inkremental                                             -              -      (34.000)      (149.000)      (241.000)

Arus Kas dari Kegiatan Pendanaan
Sebelum Transaksi                                       -              -              -              -              -
Setelah Transaksi                                       -       (15.000)       (15.760)              -              -
Inkremental                                             -      (15.000)       (15.760)               -              -
Page 75
Lampiran 10
ANALISA SENSITIVITAS PENDAPATAN
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pembelian Saham JLA
Per tanggal 31 Desember 2025
(dalam USD)

Kondisi Normal
                                         Jan - Des         Jan - Des       Jan - Des         Jan - Des        Jan - Des        Jan - Des
         Uraian
                                           2025              2026            2027              2028             2029             2030
Pendapatan                                   155.776            265.227          459.168           567.725          818.578           914.569
Beban Operasional                           (183.590)         (123.334)        (309.553)         (357.789)        (471.063)         (489.878)
EBITDA                                       (27.814)          141.893          149.615           209.936          347.515           424.691
Depresiasi                                     35.601         (216.465)          (76.555)          (61.385)         (72.808)          (69.157)
EBIT                                            7.787          (74.572)           73.059          148.551          274.707           355.534
Pendapatan (beban) Non Operasional            (54.210)         507.792           (42.424)          (59.075)         (90.652)          (34.004)
EBT                                          (46.423)          433.221            30.635            89.476         184.055           321.530
Beban Pajak                                         -            (4.930)         (10.566)          (14.320)         (16.189)          (25.769)
Laba Tahun Berjalan                          (46.423)          428.291            20.070            75.156         167.866           295.761

Beban Operasional Naik 5%
                                         Jan - Des         Jan - Des       Jan - Des         Jan - Des        Jan - Des        Jan - Des
         Uraian
                                           2025              2026            2027              2028             2029             2030
Pendapatan                                   155.776            265.227          459.168           567.725          818.578           914.569
Beban Operasional                           (183.590)         (123.334)        (309.553)         (375.679)        (494.616)         (514.372)
EBITDA                                       (27.814)          141.893          149.615           192.047          323.962           400.197
Depresiasi                                     35.601         (216.465)          (76.555)          (61.385)         (72.808)          (69.157)
EBIT                                            7.787          (74.572)           73.059          130.661          251.154           331.040
Pendapatan (beban) Non Operasional            (54.210)          507.792          (42.424)          (59.075)         (90.652)          (34.004)
EBT                                          (46.423)          433.221            30.635            71.587         160.502           297.036
Beban Pajak                                         -           (95.309)           (6.740)         (15.749)         (35.310)          (65.348)
Laba Tahun Berjalan                          (46.423)          337.912            23.896            55.837         125.191           231.688

Beban Operasional Turun 5%
                                         Jan - Des         Jan - Des       Jan - Des         Jan - Des        Jan - Des        Jan - Des
         Uraian
                                           2025              2026            2027              2028             2029             2030
Pendapatan                                   155.776            265.227          459.168           567.725          818.578           914.569
Beban Operasional                           (183.590)         (123.334)        (294.075)         (339.900)        (447.509)         (465.384)
EBITDA                                       (27.814)          141.893          165.092           227.825          371.068           449.185
Depresiasi                                     35.601         (216.465)          (76.555)          (61.385)         (72.808)          (69.157)
EBIT                                            7.787          (74.572)           88.537          166.440          298.260           380.028
Pendapatan (beban) Non Operasional            (54.210)          507.792          (42.424)          (59.075)         (90.652)          (34.004)
EBT                                          (46.423)          433.221            46.113          107.365          207.608           346.024
Beban Pajak                                         -           (95.309)         (10.145)          (23.620)         (45.674)          (76.125)
Laba Tahun Berjalan                          (46.423)          337.912            35.968            83.745         161.934           269.899
Page 76
Lampiran 11
ANALISA RASIO PROYEKSI KEUANGAN SEBELUM RENCANA TRANSAKSI
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pembelian Saham JLA
Per tanggal 31 Desember 2025

                                       Des       Des       Des        Des       Des      Rata - rata
          RASIO KEUANGAN
                                      2026      2027      2028       2029      2030
Rasio Aktivitas (x)
Rasio perputaran piutang                17,55     26,99     29,73      37,31    39,19         33,31
Rasio perputaran persediaan              0,31      0,46      0,45       0,73     0,87          0,56
Rasio perputaran utang usaha             5,98     10,54     10,26      12,05    12,82         10,33
Rasio Likuiditas (x)
Rasio lancar                             1,59      1,40      1,25       0,99     0,89          1,22
Rasio cepat                              0,24      0,21      0,20       0,22     0,23          0,22
Rasio kas                                0,17      0,15      0,15       0,17     0,18          0,17
Rasio Profitabilitas (%)
Rasio laba atas aset                   10,69%     2,48%      3,46%     3,78%     5,59%         0,05
Rasio laba atas ekuitas                13,92%     3,25%      4,44%     4,79%     7,18%         0,07
Rasio Solvabilitas (%)
Rasio total Liabilitas / total aset    23,19%    23,71%     22,16%    21,10%    22,21%         0,22
                                       30,19%    31,08%     28,47%    26,75%    28,55%         0,29
Page 77
Lampiran 12
ANALISA RASIO PROYEKSI KEUANGAN SETELAH RENCANA TRANSAKSI
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pembelian Saham JLA
Per tanggal 31 Desember 2025

                                          Des       Des       Des       Des       Des      Rata - rata
          RASIO KEUANGAN
                                         2026      2027      2028      2029      2030
Rasio Aktivitas (x)
Rasio perputaran piutang                   17,99     30,61     37,85     54,62    60,44         40,30
Rasio perputaran persediaan                 0,63      0,63      0,62      1,24     1,40          0,90
Rasio perputaran utang usaha                3,27      3,80      5,58     14,29    14,48          8,28
Rasio Likuiditas (x)
Rasio lancar                                1,47      1,24      1,19      0,98     0,79          1,13
Rasio cepat                                 0,21      0,22      0,22      0,26     0,25          0,23
Rasio kas                                   0,15      0,17      0,18      0,22     0,22          0,19
Rasio Profitabilitas (%)
Rasio laba atas aset                      16,47%     0,75%     2,75%     5,80%     8,82%        6,92%
Rasio laba atas ekuitas                   22,20%     1,03%     3,66%     7,48%    11,46%        9,17%
Rasio Solvabilitas (%)
Rasio total Liabilitas / total aset       25,80%    26,81%    25,00%    22,41%    23,07%       24,62%
Rasio total Liabilitas / total ekuitas    34,77%    36,63%    33,33%    28,88%    29,99%       32,72%
Page 78
Lampiran 13
HISTORIS POSISI KEUANGAN / NERACA
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pembelian Saham JLA
Per tanggal 31 Desember 2025

KONSOLIDASIAN
                                                                Des          Des          Des           Des           Des
                       DESKRIPSI                    SATUAN
                                                               2021         2022         2023          2024          2025
ASET
Aset Lancar
Kas dan bank                                        IDR Juta      64.016       85.443      48.990        20.367        15.703
Piutang usaha                                       IDR Juta       4.886        2.775       6.399         8.274         5.282
Piutang lain-lain - bagian lancar                   IDR Juta     820.315      799.986     795.286         9.947        33.333
                                                    IDR Juta     124.959      126.365     126.903       144.851       152.423
Uang muka dan biaya dibayar dimuka                  IDR Juta       2.615        2.643      10.099         3.003         3.406
Total Aset Lancar                                   IDR Juta   1.016.791    1.017.212     987.677       186.442       210.147

Aset Tidak Lancar
Dana Dalam Pembatasan                               IDR Juta       5.256        3.832        3.092         2.694         1.244
Piutang lain-lain - bagian tidak lancar             IDR Juta                                             771.846             -
                                                    IDR Juta       3.581        3.961        3.997         3.335            20
Tanah untuk pengembangan                            IDR Juta      81.424       55.653      173.023       160.164       922.933
Uang muka pembelian tanah                           IDR Juta      50.215       50.215       13.695
Aset tetap - neto                                   IDR Juta   1.892.070      480.444      397.446       389.966       382.852
Aset takberwujud                                    IDR Juta                                     -           133            94
Investasi pada asosiasi                             IDR Juta          24       98.849       41.692        23.117             -
Aset tidak lancar lainnya                           IDR Juta         774          281          315         1.725           942
Total Aset Tidak Lancar                             IDR Juta   2.033.344      693.235      633.260     1.352.980     1.308.085
TOTAL ASET                                          IDR Juta   3.050.135    1.710.447    1.620.937     1.539.422     1.518.232

LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha                                         IDR Juta     38.704        14.907       13.199        11.775       11.924
Utang lain-lain-Pihak ke-3                          IDR Juta     85.054       122.088      102.048        13.998       12.173
Uang Muka Pelanggan dan Pendapatan ditangguhkan     IDR Juta     90.976        24.403       20.530        13.266       22.814
Beban yang masih harus dibayar                      IDR Juta    129.213        51.650       57.719        52.124       54.048
Utang pajak                                         IDR Juta     64.217        48.373       40.958        37.734       34.538
Liabilitas Imbalan Kerja                            IDR Juta     40.099        24.275       22.848        22.747       22.830
Utang lain-lain jangka panjang                      IDR Juta                                                           69.700
Utang Bank                                          IDR Juta      23.112        4.692      10.992         11.024        8.210
Pembiayaan Musyarakah                               IDR Juta                    2.010       4.423          4.380        4.050
Utang Pembelian Aset Tetap                          IDR Juta                                   36                         102
Total Liabilitas Jangka Pendek                      IDR Juta    471.375      292.398      272.753       167.048       240.389

Liabilitas Jangka Panjang
Utang Pihak Berelasi                                IDR Juta       4.000                    48.071        43.465       48.099
Utang Lain-lain Pihak ke-3                          IDR Juta      81.685       46.946                     69.700            -
Utang Bank                                          IDR Juta     438.598      101.287      90.295         80.375       75.087
Pembiayaan Musyarakah                               IDR Juta      68.839       66.829      59.609         55.229       53.681
Utang Pembelian Aset Tetap                          IDR Juta      15.645       13.888         145                         700
Liabilitas imbalan pasca-kerja                      IDR Juta      22.203                   11.577        11.357        11.758
Total Liabilitas Jangka Panjang                                  630.970     228.950      209.697       260.126       189.325
TOTAL LIABILITAS                                    IDR Juta   1.102.345     521.348      482.450       427.174       429.714

EKUITAS
Modal saham                                         IDR Juta   2.258.191    2.258.191    2.258.191     2.258.191     2.258.191
Tambahan Modal Disetor                              IDR Juta    (368.994)    (370.532)    (370.532)     (370.532)     (370.532)
Komponen ekuitas lainnya                            IDR Juta         941        2.036        (7.037)       (6.625)       3.329
Keuntungan Aktuaria                                 IDR Juta
Akumulasi kerugian                                  IDR Juta      57.601     (700.596)    (742.135)     (768.786)      (802.915)
Kepentingan Non Pengendali                          IDR Juta          51                                                    445
TOTAL EKUITAS                                       IDR Juta   1.947.790    1.189.099    1.138.487     1.112.248     1.088.518
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                        IDR Juta   3.050.135    1.710.447    1.620.937     1.539.422     1.518.232
Balance Sheet Check                                                    -            -             -             -             -
Page 79
Lampiran 14
HISTORIS LABA (RUGI)
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pembelian Saham JLA
Per tanggal 31 Desember 2025

KONSOLIDASIAN
                                                                Jan-Des         Jan-Des        Jan-Des         Jan-Des         Jan-Des
                      DESKRIPSI                      SATUAN
                                                                 2021            2022           2023            2024            2025
PENDAPATAN                                            Rp Juta        86.780         191.996       154.753         165.623         155.776
BEBAN POKOK PENDAPATAN                                Rp Juta       (73.872)       (100.120)       (40.251)        (47.650)        (55.010)
LABA BRUTO                                            Rp Juta        12.908          91.876       114.502         117.973         100.766

Beban Penjualan                                       Rp Juta        (2.519)         (3.971)         (3.259)         (5.446)         (8.437)
                                                      Rp Juta      (71.854)       (105.925)        (77.969)        (89.680)        (84.542)
LABA USAHA                                            Rp Juta      (61.465)        (18.020)         33.274          22.847            7.787

Pendapatan Bunga dan Keuangan                         Rp Juta
Keuntungan atas pengalihan Utang                      Rp Juta                        19.794
Kerugian Neto atas pengendalian Entitas anak          Rp Juta                     (641.688)        (46.035)        (18.542)        (46.566)
Kerugian Neto atas pembongkaran Bangunan              Rp Juta         (9.640)       (35.889)
                                                      Rp Juta       (20.045)        (26.173)       (15.700)        (15.538)        (10.214)
Rugi atas pembatalan penjualan                        Rp Juta           (498)       (25.570)
kerugian Neto Entitas Asosiasi                        Rp Juta                       (16.226)
Pemulihan Penurunan nilai aset tetap                  Rp Juta
Pemulihan Penyisihan Piutang Berelasi                 Rp Juta
Laba (Rugi) Pembelian Diskon                          Rp Juta                                                                      12.102
Lain-lain Neto                                        Rp Juta        2.145          (14.519)      (13.078)        (15.418)          (9.532)
Pendapatan (Beban Non Operasional)                    Rp Juta      (28.038)       (740.271)       (74.813)        (49.498)        (54.210)
LABA SEBELUM PAJAK                                    Rp Juta      (89.503)       (758.291)       (41.539)        (26.651)        (46.423)


Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan                     Rp Juta        (2.018)

LABA TAHUN BERJALAN                                   Rp Juta      (91.521)       (758.291)       (41.539)        (26.651)        (46.423)
Page 80
Lampiran 15
HISTORIS ARUS KAS
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pembelian Saham JLA               01-Jul-24
Per tanggal 31 Desember 2025                                          31-Dec-24
                                                                            183
KONSOLIDASIAN
                                                                     Jan-Des         Jan-Des        Jan-Des        Jan-Des        Jan-Des        Jan-Des
                           DESKRIPSI                       SATUAN
                                                                      2020            2021           2022           2023           2024           2025
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan                                  Rp Juta     101.531           90.965       222.550        150.688        156.626        164.677
Pembayaran kas kepada pemasok                              Rp Juta      (33.686)        (42.679)       (76.782)       (33.780)       (45.012)       (48.612)
Pembayaran kas untuk beban umum & adm                      Rp Juta      (11.654)        (23.240)       (45.330)       (41.443)       (18.338)       (41.677)
Pembayaran kas kepada karyawan                             Rp Juta      (45.479)        (23.245)       (71.310)       (50.726)       (61.405)       (56.642)
                                                           Rp Juta       10.712            1.801        29.128         24.739         31.871         17.746
Penerimaan penghasilan bunga                               Rp Juta           463             301            764          1.515         1.173             363
Pembayaran pajak penghasilan                               Rp Juta        (5.613)         (6.617)        (8.919)        (8.322)      (21.764)         (3.532)
Pembayaran beban bunga dan keuangan                        Rp Juta        (6.485)         (1.696)      (14.196)       (15.323)       (17.869)       (10.509)
Arus Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi          Rp Juta          (923)        (6.211)          6.777          2.609        (6.589)          4.068

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI

Penerimaan neto piutang Pihak Berelasi                     Rp Juta                                                                                    4.370
Penerimaan neto piutang lain-lain                          Rp Juta            142         6.735          3.424          1.782          3.880          2.285
Penerimaan neto dana dalam pembatasan                      Rp Juta            161           589          1.424            740            398          1.450
Perolehan aset tetap                                       Rp Juta           (189)         (697)        (1.448)       (10.548)        (9.943)           130
Perolehan aset takberwujud                                 Rp Juta                                                                      (155)       (10.570)
Kenaikan neto piutang Berelasi                             Rp Juta                                        (656)            (37)            (9)
Penerimaan neto atas Aset Tetap                            Rp Juta           286          1.616          1.526          1.527
Kas neto dekonsolidasi entitas anak                        Rp Juta                           (50)       (1.589)
Perolehan tanah untuk pengembangan                         Rp Juta                                                    (40.632)
Arus Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi        Rp Juta           400         8.193          2.681         (47.168)        (5.829)        (2.335)

ARUS KAS ARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pinjaman bank jangka panjang                               Rp Juta         (200)        (10.286)       (19.837)        (4.692)         (9.888)       (8.102)
Pembiayaan Musyarakah                                      Rp Juta         (100)             (10)                      (4.807)         (4.423)       (1.878)
Utang pembelian aset tetap                                 Rp Juta           (51)                                                        (181)         (226)
Kenaikan (penurunan) neto Utang Pihak Berelasi             Rp Juta         (467)        (15.153)       (24.224)        1.125           (1.243)        5.634
Penerimaan (pembayaran) neto utang lain-lain               Rp Juta       (3.050)         76.361         56.030        16.480             (470)       (1.825)
Arus Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan        Rp Juta       (3.868)         50.912         11.969         8.106         (16.205)        (6.397)

PENINGKATAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS          Rp Juta       (4.391)        52.894         21.427         (36.453)       (28.623)        (4.664)

SALDO KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                        Rp Juta      15.513          11.122         64.016         85.443         48.990         20.367

Efek nilai tukar mata uang asing terhadap kas dan bank     Rp Juta

SALDO KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                       Rp Juta      11.122          64.016         85.443         48.990         20.367         15.703
                                                                     #REF!           #REF!          #REF!          #REF!          #REF!          #REF!
Page 81

          
Page 82

          
Page 83

          

File

File Open PDF
Source IDX
Size3.52 MB
Published20 Feb 2026
Pages83
Characters266,054
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 70 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Graha Andrasentra p.2 ×9
linked org Surya Global p.17
linked org EFG Bank p.17
linked person Siauw Yunus Subandi p.17
linked person Cahyono Cahya p.17
linked person Adika Nuraga Bakrie p.17
linked person Diyan Hapsari p.17
linked person Ori Setianto p.17
linked person Resza Adikreshna p.17 ×2
linked person Melky Aliandri p.17
linked org Negara Maju p.30
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×10
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.2 ×3
possible person Mochamad Ichsan p.8
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.14 ×2
possible org Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. p.14 ×5
possible org Negara Republik Indonesia p.15 ×4
unresolved org PT. Graha Andrasentra Propertindo p.2 ×14
unresolved org PT JUNGLELAND ASIA p.2 ×8
unresolved org PT ADIPROTEK ENVIRODUNIA p.2 ×10
unresolved org KJPP Ferdinand p.2 ×6
unresolved org Ichsan dan Rekan p.2 ×4
unresolved org KJPP FDI p.2 ×4
unresolved org BAPEPAM-LK p.2 ×2
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.4 ×2
unresolved person MBA. p.6 ×2
unresolved org Bapepam p.6 ×4
unresolved org Rekan · Penilai p.8
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.8 ×2
unresolved — Telepon/Fax p.8
unresolved — PIC/Contact p.8
unresolved org PT Bursa Efek Indonesia. Dalam PMHMETD I p.10
unresolved org Kantor Akuntan Publik Y Santosa p.11 ×6
unresolved org KJPP Iwan Bachron dan Rekan p.12
unresolved org KJPP Iwan Bachron p.12 ×2
unresolved org KJPP Febriman Siregar dan Rekan p.12 ×5
unresolved org KJPP Febriman Siregar p.12 ×4
unresolved org KJPP Iwan Bachron & Rekan p.13
unresolved person Akta Notaris Ny. Yetty Taher p.15 ×3
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.15 ×3
unresolved org PT Aliyah Pancahafat p.15
unresolved person Akta Notaris Ny. Toety Juniarto p.15 ×2
unresolved person Akta Notaris Nur Nadia Tadjoedin p.15
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.16 ×3
unresolved person Akta Notaris Elizabeth Karina Leonita S.H. · Notaris p.16 ×9
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH. p.16
unresolved org Menteri p.16 ×2
unresolved person Nitra Reza · Notaris p.16
unresolved org Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU- p.17
unresolved org PT Surya Global Nusantara p.17
unresolved person Agus Madjid p.18 ×3
unresolved org PT Protek Environment Dunia p.18
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia No. C p.18 ×2
unresolved person Yunita Aristina p.18 ×3
unresolved org Kementerian p.18
unresolved org PT Anugrah Mahajaya Nusantara p.19
unresolved org PT Magifera Indika Indonesia p.19
unresolved person Bahrul Karim p.19
unresolved person Ivi Sumarna Suryana p.19
unresolved org PT Garda Mulia Persada p.20 ×2
unresolved person Akta Notaris Jimmy Tanal p.20 ×3
unresolved person Hasbullah Abdul Rasyid p.20
unresolved org PT Andrasentra Properti Services p.20 ×2
unresolved org Menteri Hukum Republik Indonesia p.20
unresolved org Pusat Statistik p.29
unresolved org Bank Indonesia p.29 ×20
unresolved org Kementerian Dalam Negeri p.40
unresolved org Ichsan & Rekan p.62
unresolved person Bangkit Widhi Raharjo p.64
unresolved person Yus Dwiantoro p.64

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result