Back to announcement
20260219_PTMP_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32028117_lamp1.pdf
Other Text extracted PTMPSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 9
Page 1
Jakarta, 19 Februari 2026
Nomor : 026/DIR-SP/II/2026
Perihal : Jawaban Permintaan Penjelasan Bursa
Kepada Yth.
PT Bursa Efek Indonesia
Up. Bapak Adi Pratomo Aryanto
Kepala Divisi Penilai Perusahaan 2
di tempat
Dengan Hormat,
Sehubungan dengan surat dari PT Bursa Efek Indonesia dengan nomor surat No.: S-
02013/BEI.PP2/02-2026 tertanggal 11 Februari 2026 mengenai Permintaan Penjelasan, dengan ini kami
akan menjawab pertanyaan tersebut sebagai berikut:
1. Sehubungan dengan rencana divestasi PT Master Print Tbk (PTMR) dari Perseroan dengan nilai
transaksi atas penjualan 76.42% saham PTMR sesuai dengan Perjanjian Jual Beli Saham adalah Rp.
141.356.160.000,- sesuai dengan laporan penilaian saham PTMR No. 00002/2.0113-
03/BS/05/0340/1/I/2026 yang dibuat oleh KJPP Syarif, Endang dan Rekan, agar dapat dijelaskan
mengenai:
a. Rencana penggunaan dana hasil divestasi tersebut secara rinci beserta timeline pelaksanaan
rencana penggunaan dana tersebut.
Jawaban:
Rencana penggunaan dana hasil divestasi akan dialokasikan untuk hal-hal sebagai berikut:
1. Pembelian seluruh aktiva dan kewajiban PTMR dengan nilai Rp102.184.994.617 (seratus
dua miliar seratus delapan puluh empat juta sembilan ratus sembilan puluh empat ribu
enam ratus tujuh belas rupiah) (“Transaksi Pembelian Aktiva dan Kewajiban”); dan
2. Pembelian aset tetap milik Sdr. Ardi Kusuma dengan nilai sekitar Rp37.430.100.000 (tiga
puluh tujuh miliar empat ratus tiga puluh juta seratus ribu rupiah) (“Transaksi Pembelian
Aset Tetap”).
Target pelaksanaan Transaksi Pembelian Aktiva dan Kewajiban serta Transaksi Pembelian
Aset Tetap direncanakan paling lambat H+1 setelah Rapat Umum Pemegang saham Luar Biasa
dan Rapat Umum Pemegang Saham Independen Perseroan yang diagendakan akan
dilaksanakan pada 3 Maret 2026
b. Apakah terdapat rencana penggunaan dana untuk modal kerja atau ekspansi operasional
Perseroan? Agar dijelaskan lebih detil.
Jawaban:
Page 2
Perseroan berencana untuk menggunakan sisa dana hasil divestasi sebesar sekitar Rp
1.741.065.383 (satu miliar tujuh ratus empat puluh satu juta enam puluh lima ribu tiga ratus
delapan puluh tiga rupiah) untuk modal kerja setelah dikurangi dengan biaya-biaya lain
sehubungan transaksi divestasi seperti biaya perpajakan dan biaya profesi penunjang.
Rencana penggunaan dana hasil divestasi untuk modal kerja tersebut dilakukan untuk
mendukung kegiatan operasional Perseroan yang telah berjalan, termasuk namun tidak
terbatas pada pembiayaan operasional rutin, pengelolaan arus kas, serta pemenuhan kewajiban
usaha jangka pendek, sehingga dapat menjaga likuiditas dan kelangsungan kegiatan usaha
Perseroan.
2. Salah satu transaksi yang akan dilakukan Perseroan adalah pembelian aset tetap yang dimiliki oleh
Ardi Kusuma yaitu rumah kantor SHGB No. 3410 & No. 3656 a.n Ardi Kusumo, gedung kantor
SHM No 761 & 762 a.n. Ardi Kusuma dan Gudang SHM No. 1861 & HGB No. 340 a.n Ardi
Kusuma. Agar dapat dijelaskan:
a. Latar belakang pembelian aset tetap tersebut;
Jawaban:
Pembelian aset tetap milik Ardi Kusuma oleh Perseroan (“Transaksi Pembelian Aset Tetap”)
dilakukan dalam rangka mendukung efektivitas kegiatan operasional dan optimalisasi
penggunaan aset yang diproyeksikan memberikan dampak finansial yang positif terhadap
struktur aset Perseroan. Perseroan memiliki nilai strategis serta relevan dengan kebutuhan
usaha Perseroan saat ini dan di masa yang akan datang.
b. Urgensi pembelian aset tetap pemegang saham dilakukan saat ini dibandingkan dengan
melakukan ekspansi bisnis;
Jawaban:
Pembelian aset tetap dari pemegang saham dinilai lebih mendesak untuk dilakukan saat ini
dibandingkan dengan ekspansi bisnis, karena aset tersebut secara langsung dibutuhkan untuk
mendukung tingkat efektivitas serta kelancaran kegiatan operasional Perseroan khususnya
dalam penyimpanan persediaan, pengelolaan distribusi, pengendalian logistik serta kegiatan
administrasi dan manajerial.
Sebelumnya, aset tersebut merupakan aset sewa yang diperoleh berdasarkan perjanjian sewa
dan dicatat pada laporan keuangan sebagai aset hak guna dan liabilitas sewa. Setelah
Perseroan mengakuisisi kepemilikan aset tersebut, maka Perseroan tidak lagi mencatat
liabilitas sewa dan akan mengurangi biaya sewa. Selanjutnya, status aset hak guna juga akan
beralih menjadi aset hak milik Perseroan.
2
Page 3
Aset yang diperoleh memiliki nilai strategis dan relevan dengan kebutuhan usaha Perseroan
saat ini, serta berfungsi sebagai pendukung kegiatan operasional sebelum Perseroan
melakukan pengembangan usaha di masa mendatang.
c. Peruntukkan atau penggunaan masing-masing aset tetap tersebut saat ini;
Jawaban:
Peruntukan atau penggunaan masing-masing aset tetap Sdr. Ardi Kusuma saat ini adalah
sebagai berikut:
1. SHGB No. 3410 & No. 3656 digunakan sebagai kantor operasional Perseroan.
2. SHM No. 1861 & HGB No. 340 digunakan sebagai gudang penyimpanan barang dan
kegiatan logistik Perseroan.
3. SHM No 761 & 762 a.n. Sdr. Ardi Kusuma digunakan sebagai kantor operasional
sekaligus gudang Perseroan.
d. Kontribusi yang diharapkan jika Perseroan telah memperoleh aset tetap tersebut secara
operasional dan secara finansial;
Jawaban:
Setelah Perseroan memperoleh aset tetap tersebut, secara operasional aset tersebut diharapkan
tetap dapat mendukung tingkat efektivitas dan kelancaran kegiatan operasional Perseroan,
khususnya dalam penyimpanan persediaan, pengelolaan distribusi, pengendalian logistik serta
kegiatan administrasi serta mengoptimalkan pemanfaatan aset yang dimiliki. Aset yang
diperoleh memiliki nilai strategis dan relevan dengan kebutuhan usaha Perseroan, baik untuk
mendukung kegiatan usaha saat ini maupun pengembangan usaha di masa mendatang.
Secara finansial, transaksi pembelian aset tetap ini diharapkan mampu memberikan kontribusi
positif terhadap kinerja keuangan Perseroan melalui penguatan struktur aset dan penggunaan
aset tetap, serta dukungan terhadap operasional utama Perseroan.
e. Sumber dana pembelian aset tetap senilai Rp 37,43 miliar tersebut.
Jawaban:
Sumber dana pembelian aset tetap senilai Rp37.430.100.000 (tiga puluh tujuh miliar empat
ratus tiga puluh juta seratus ribu rupiah) berasal dari hasil divestasi Perseroan atas PTMR.
3. Perseroan menyampaikan dalam laporan penilaian dari Kantor Jasa Penilai Publik terkait asset kantor
yang dimiliki oleh Ardi Kusuma beralamat di Jl. DR. Sitanala RT 001 RW 002, Kel. Karang Sari,
Kec. Neglasari, Kota Tangerang, Banten, dengan menggunakan pendekatan pendapatan dan
pendekatan biaya. Agar dapat dijelaskan:
3
Page 4
a. Sehubungan dengan pendekatan pendapatan tersebut, agar dapat dijelaskan apakah aset kantor
tersebut disewakan atau tidak?
Jawaban:
Aset kantor tersebut disewakan kepada PT Master Print Tbk.
b. Latar belakang penggunaan pendekatan pendapatan atas aset kantor tersebut dibandingkan
pendekatan yang lain.
Jawaban:
Atas aset kantor tersebut, Penilai Aset menggunakan Pendekatan Pendapatan selain
Pendekatan Biaya, yaitu dengan latar belakang bahwa aset kantor tersebut memiliki
kemampuan untuk menghasilkan pendapatan, selain itu juga aset kantor tersebut dapat
memenuhi prinsip penggunaan tertinggi dan terbaik (highest and best use) sebagai properti
yang menghasilkan pendapatan untuk disewakan
4. Terkait dengan rencana transaksi pembelian Aktiva dan Kewajiban PTMR termasuk kepemilikan
saham PT Global Putra Kusuma (GPK) dengan total asset neto sebesar Rp. 102.184.994.167,- agar
dapat dijelaskan:
a. Konfirmasi urutan transaksi yang dilakukan, apakah melakukan transaksi pembelian aktiva
dan kewajiban aset neto PTMR lebih dahulu dibandingkan transaksi PTMR yang dilakukan
oleh Deep Source Pte. Ltd?
Jawaban:
Perseroan menyampaikan bahwa berdasarkan uraian rencana transaksi sebagaimana telah
diungkapkan dalam Perubahan dan/atau Perbaikan Keterbukaan Informasi, transaksi akuisisi
PTMR yang dilakukan oleh Deep Source Pte. Ltd akan dilakukan terlebih dahulu.
Setelah transaksi tersebut diselesaikan dan berlaku efektif, Perseroan baru akan melaksanakan
transaksi pembelian aktiva dan kewajiban aset neto PTMR.
b. Penjelasan lebih detil dari Nilai transaksi sebesar Rp. 102.184.994.167, -, mengingat penilai
dari KJPP atas 99% saham GPK hanya sebesar Rp. 29.601.000.000, - dan penilaian aset-aset
PTMR hanya sebesar Rp. 26.758.966.500, -.
Jawaban:
Nilai transaksi (koreksi) adalah sebesar Rp102.184.994.617 (seratus dua miliar seratus delapan
puluh empat juta sembilan ratus sembilan puluh empat ribu enam ratus tujuh belas rupiah))
merupakan nilai pengalihan aset neto PTMR, yang merupakan nilai pengalihan aset neto
PTMR, terdiri dari seluruh aktiva dan kewajiban PTMR sebagaimana disepakati dalam
perjanjian antara Perseroan dan PTMR.
4
Page 5
Dalam penentuan nilai transaksi tersebut, Perseroan menggunakan hasil penilaian KJPP
terhadap akun-akun tertentu yang berdasarkan standar akuntansi wajib dinilai pada nilai wajar,
yaitu:
- Investasi saham PTMR di GPK sebesar Rp29.601.000.000 (dua puluh sembilan miliar
enam ratus satu juta rupiah); dan
- Persediaan dan Aset Tetap PTMR sebesar Rp26.758.966.500 (dua puluh enam miliar tujuh
ratus lima puluh delapan juta sembilan ratus enam puluh enam ribu lima ratus rupiah).
Adapun terhadap akun-akun lainnya sebagaimana tercantum dalam Laporan Keuangan PTMR
Auditan per 30 September 2025 yang merupakan bagian dari aset neto PTMR, termasuk
namun tidak terbatas pada:
- Kas dan Bank sebesar Rp2.312.694.978,- (dua miliar tiga ratus dua belas juta enam ratus
sembilan puluh empat ribu sembilan ratus tujuh puluh delapan rupiah);
- Piutang sebesar Rp51.524.576.185,-(lima puluh satu miliar lima ratus dua puluh empat
juta lima ratus tujuh puluh enam ribu seratus delapan puluh lima rupiah);
- Biaya dibayar dimuka sebesar Rp413.994.018,- (empat ratus tiga belas juta sembilan ratus
sembilan puluh empat ribu delapan belas rupiah);
- Uang muka sebesar Rp33.468.406.988,- (tiga puluh tiga miliar empat ratus enam puluh
delapan juta empat ratus enam ribu sembilan ratus delapan puluh delapan rupiah);
- Aset Hak Guna sebesar Rp4.116.700.998,- (empat miliar seratus enam belas juta tujuh
ratus ribu sembilan ratu sembilan puluh delapan rupiah);
- Kewajiban sebesar Rp46.011.345.050,- (empat puluh enam miliar sebelas juta tiga ratus
empat puluh lima ribu lima puluh rupiah),
tidak dilakukan penilaian oleh KJPP. Akun-akun tersebut telah dinyatakan dan disajikan secara
wajar pada laporan keuangan Perseroan.
c. Sumber dana Perseroan untuk melakukan pembelian aset neto PTMR sebesar Rp.
102.184.994.167 tersebut.
Jawaban:
Sumber dana pembelian aset neto PTMR sebesar Rp102.184.994.617 (seratus dua miliar
seratus delapan puluh empat juta sembilan ratus sembilan puluh empat ribu enam ratus tujuh
belas rupiah) berasal dari hasil divestasi Perseroan atas PTMR.
d. Kontribusi Perseroan secara operasional dan ekonomis terkait dengan rencana pembelian aset
neto PTMR tersebut.
Jawaban:
Melalui rencana pembelian aset neto PTMR, Perseroan berencana untuk berkontribusi secara
operasional dengan penguatan struktur aset serta pengelolaan kewajiban yang diperoleh dari
transaksi agar selaras dengan kebutuhan dan struktur kegiatan usaha Perseroan, sehingga
langkah tersebut diharapkan dapat memberikan dampak ekonomis ke depan yang mendukung
keberlanjutan kinerja dan kepentingan jangka panjang Perseroan.
5
Page 6
e. Bagaimana pembedaan kegiatan operasional PMTR dan GPK saat ini? Agar dijelaskan juga
terkait strategi kegiatan operasional Perseroan dan GPK ke depannya.
Jawaban:
Saat ini, kegiatan operasional PTMR dan GPK berada pada segmen usaha yang berbeda.
PTMR berfokus pada segmen korporasi dan industri, termasuk perusahaan multinasional dan
sektor industri, sedangkan GPK berfokus pada segmen usaha mikro, kecil, dan menengah
(UMKM).
Ke depan, strategi operasional Perseroan adalah melakukan konsolidasi kegiatan operasional
melalui GPK, di mana GPK akan mengelola dan mengintegrasikan aktivitas usaha dari kedua
segmen tersebut, baik segmen korporasi/industri maupun segmen UMKM. Strategi ini
diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat sinergi bisnis antar
segmen, serta memperluas jangkauan dan basis pasar Perseroan.
f. Selain pembelian aset, dalam transaksi ini juga terdapat pengalihan liabilitas. Agar dijelaskan
mengenai mekanisme pengalihan fasilitas pinjaman perbankan milik PMTR dan GPK dari
BCA dan Bank Mandiri.
Jawaban:
PTMR telah melunasi pemberian fasilitas pinjaman perbankan dari Bank Mandiri.
Tidak terdapat pengalihan fasilitas pinjaman perbankan GPK dari Bank BCA. GPK telah
memperoleh persetujuan Bank BCA atas rencana pengalihan saham GPK oleh PTMR kepada
Perseroan. Pengalihan saham tersebut tidak mengakibatkan perubahan atau penyesuaian
terhadap ketentuan dalam perjanjian kredit yang berlaku serta tidak mempengaruhi
kemampuan GPK dalam memenuhi kewajiban berdasarkan perjanjian kredit tersebut.
5. Dalam Laporan Ringkas Penilaian Saham PT Global Putra Kusuma (GPK) No. 00003/2.0113-
03/BS/05/0340/1/I/2026 tanggal 7 Januari 2026 disampaikan bahwa dalam pemilihan metodologi
penilaian, pendekatan kedua yang digunakan dalam penetapan Nilai Pasar adalah Pendekatan
Berbasis Pasar (Market Based Approach) dengan metode Guideline Publicly Traded Company
(GPTC). Pada metode ini, Perseroan memiliki beberapa Perusahaan sejenis yang terdaftar di bursa
saham. Agar dapat dijelaskan maksud dari Perseroan mengenai memiliki beberapa Perusahaan
sejenis yang terdaftar di bursa saham serta menyebutkan Perusahaan-perusahaan dimaksud.
Jawaban:
Dalam menggunakan metode Guideline Publicly Traded Company (GPTC) pada Pendekatan
Berbasis Pasar (Market Based Approach), Penilai terlebih dahulu melakukan proses screening
terhadap perusahaan-perusahaan yang tercantum dalam list perusahaan terbuka yang
dikelompokkan berdasarkan industri dan secara berkala yang dirilis oleh Aswath Damodaran.
6
Page 7
Berdasarkan proses identifikasi awal, diperoleh daftar perusahaan pembanding sebagai
berikut:
1. PT Agro Yasa Lestari Tbk 10. PT Sumber Global Energy Tbk
2. PT Arita Prima Indonesia Tbk 11. PT Surya Pertiwi Tbk
3. PT Berkah Prima Perkasa Tbk 12. PT Tira Austenite Tbk
4. PT Bintang Mitra Semestaraya Tbk 13. Reece Limited
5. PT Hexindo Adiperkasa Tbk 14. Redox Limited
6. PT Intraco Penta Tbk 15. IPD Group Limited
7. PT Kobexindo Tractors Tbk 16. Coventry Group Ltd
8. PT Kokoh Inti Arebama Tbk 17. Stealth Group Holdings
9. PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk 18. NTAW Holdings Limited
Selanjutnya, Penilai melakukan seleksi lanjutan dengan mengacu pada ketentuan POJK No.
35/POJK.04/2020, terkait prinsip kesebandingan perusahaan pembanding dengan objek
penilaian.
Berdasarkan hasil screening dan evaluasi tersebut, diperoleh perusahaan-perusahaan yang
dinilai paling representatif untuk digunakan sebagai pembanding, yaitu:
1. PT Berkah Prima Perkasa Tbk 5. Reece Limited
(BLUE.JK)
2. PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA.JK) 6. Redox Limited
3. PT Surya Pertiwi Tbk (SPTO.JK) 7. IPD Group Limited
4. PT Tira Austenite Tbk (TIRA.JK) 8. Stealth Group Holding Limited
Perusahaan-perusahaan tersebut selanjutnya digunakan sebagai dasar dalam perhitungan
valuation multiples, seperti Price to Earnings (PE), Price to Sales (PS), dan Price to Book
Value (PBV), dalam rangka memperoleh indikasi Nilai Pasar melalui pendekatan GPTC.
6. Pemegang saham PT Global Putra Kusuma dengan kepemilikan 1% dari total saham yang ada adalah
PT Kencana Usaha Sentosa. Agar dapat dijelaskan:
a. Bidang usaha PT Kencana Usaha Sentosa;
Jawaban:
Bidang usaha PT Kencana Usaha Sentosa adalah usaha konstruksi gedung hunian, gedung
industri, gedung perkantoran, gedung industri, gedung pendidikan, gedung kesehatan dan
gedung lainnya.
b. Jajaran manajemen PT Kencana Usaha Sentosa;
Jawaban:
7
Page 8
Berikut adalah susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris PT Kencana Usaha Sentosa:
Direksi:
Direktur Utama : Ardi Kusuma
Direktur : Edward Kusuma
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Cindy Kusuma
Komisaris : Jessica Kusuma
c. Pemilik manfaat akhir dari PT Kencana Usaha Sentosa dalam level individu.
Jawaban:
Pemilik manfaat akhir dari PT Kencana Usaha Sentosa adalah Sdr. Ardi Kusuma
7. Sehubungan dengan rencana transaksi divestasi PTMR, pembelian aset tetap milik Ardi Kusuma dan
pembelian aktiva dan kewajiban milik PTMR yang akan dimintakan persetujuan pada Rapat Umum
Pemegang Saham Luar Biasa/ Independen pada tanggal 3 Maret 2026, agar dapat dijelaskan
mengenai:
a. Apakah transaksi tersebut dapat memengaruhi kelangsungan usaha (going concern)
Perseroan?
Jawaban:
Transaksi divestasi PTMR, Transaksi Pembelian Aktiva dan Kewajiban, serta Transaksi
Pembelian Aset Tetap tidak mempengaruhi kelangsungan usaha Perseroan. Berdasarkan
analisis proforma, setelah pelaksanaan transaksi divestasi PTMR, Perseroan mengalami
penurunan pendapatan sekitar 49,6% dan kenaikan laba (rugi) bersih sekitar 80,8%
sebagaimana tersaji dalam analisis berikut:
b. Strategi bisnis yang akan dilakukan Perseroan ke depannya pasca ketiga transaksi tersebut.
8
Page 9
Jawaban:
Pasca pelaksanaan transaksi divestasi PTMR, Transaksi Pembelian Aset Tetap, dan Transaksi
Pembelian Aktiva dan Kewajiban,, Perseroan akan memfokuskan langkah bisnis pada
penguatan pengelolaan usaha dan optimalisasi aset yang diperoleh dari Transaksi Pembelian
Aset Tetap, dan Transaksi Pembelian Aktiva dan Kewajiban. Selain itu, dampak dari transaksi
tersebut yaitu Perseroan akan melakukan konsolidasi pelaporan keuangan GPK sesuai dengan
ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
8. Fakta/informasi material/kejadian penting yang dapat berpengaruh signifikan terhadap Perseroan
serta dipandang dapat mempengaruhi fluktuasi perdagangan saham Perseroan yang belum
diungkapkan kepada publik dan wajib untuk segera diungkapkan kepada publik
Jawaban:
Tidak terdapat fakta/informasi material/kejadian penting yang dapat berpengaruh signifikan terhadap
Perseroan serta dipandang dapat mempengaruhi fluktuasi perdagangan saham Perseroan yang belum
diungkapkan kepada publik.
Perseroan akan menyampaikan informasi lebih lanjut apabila telah terdapat perkembangan material
sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.
Demikian tanggapan dari Kami dan atas perhatian Bapak kami ucapkan terima kasih.
Hormat Kami,
PT Mitra Pack Tbk
Ardi Kusuma
Direktur Utama
9
Names mentioned 40 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Bursa Efek Indonesia Up. Bapak Adi Pratomo
p.1
unresolved
person
Adi Pratomo Aryanto Kepala Divisi Penilai
p.1
unresolved
org
KJPP Syarif
p.1
unresolved
org
Endang dan Rekan
p.1
unresolved
person
DR. Sitanala
p.3
unresolved
org
Deep Source Pte. Ltd
p.4 ×2
unresolved
org
Bank Mandiri. Jawaban
p.6
unresolved
org
Bank BCA. GPK
p.6
unresolved
org
Bank BCA
p.6
unresolved
—
Ringk
· Penilai
p.6
unresolved
org
Agro Yasa Lestari Tbk
p.7 ×2
unresolved
org
Reece Limited
p.7 ×2
unresolved
org
Redox Limited
p.7 ×2
unresolved
org
IPD Group Limited
p.7 ×2
unresolved
org
Coventry Group Ltd
p.7
unresolved
org
NTAW Holdings Limited
p.7
unresolved
org
Stealth Group Holding Limited
p.7
unresolved
org
PT Kencana Usaha Sentosa. Agar
p.7
unresolved
org
PT Kencana Usaha Sentosa
p.7 ×6
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.