Back to announcement
20260219_ADMF_Penyampaian Bukti Iklan_32027935_lamp1.pdf
Other Text extracted ADMFSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 1
Page 1
3 MONEY & BANKING
KAMIS, 19 FEBRUARI 2026
NIM Perbankan Kian Terkikis
JAKARTA, ID – Sejumlah bank memproyeksi margin bunga bersih (net interest margin/NIM) tahun ini akan melanjutkan penurunan. Tekanan
penurunan suku bunga acuan, masih tingginya biaya dana, serta imbal hasil pinjaman yang kompetitif membuat ruang margin bank kian terbatas.
Oleh Nida Sahara Negara Indonesia (Persero) Tbk menyebut bahwa NIM perbankan Dia juga menyoroti lambatnya gin keuntungan bank di tanah air.
(BNI) menyoroti potensi kembali Indonesia merupakan yang ter- transmisi penurunan BI Rate ke “Ini kan masalah di perbankan
D
mengetatnya likuiditas dengan tinggi di dunia. Kondisi pasar di suku bunga kredit, dia bahkan kita sudah mungkin 30 tahun,
irektur PT Bank Cen- kemungkinan ditarik kembalinya Indonesia menurut dia menganut menggunakan istilah satire untuk 40 tahun seperti ini. Di mana net
tral Asia Tbk (BCA) penempatan dana pemerintah oligopolis, yakni struktur pasar menggam- barkan interest margin kita besar, ter-
Vera Eve Lim menga- dari Himbara. “Risiko pengetat- yang didominasi oleh sedikit besarnya tinggi di dunia dan akhirat,” ujar
takan bahwa perse- an likuiditas ini turut menjadi perusahaan besar yang melayani mar- Purbaya.
roan memprediksi faktor di balik target NIM yang banyak nasabah. Untuk mendukung penurunan
NIM melandai tahun ini, seiring lebih rendah pada 2026, selain suku bunga lebih lanjut, Menkeu
dampak lanjutan pemangkasan potensi kelanjutan penurunan berkomitmen memastikan keter-
suku bunga acuan Bank Indonesia
(BI). Pada akhir 2025, NIM BCA
yield kredit seiring lagging effect
dari penurunan BI Rate,” tulis
Rasio sediaan likuiditas di pasar tetap
terjaga. Menurut dia, perputaran
tercatat di level 5,7%, tekanan
margin dinilai makin terasa di
Stockbit Sekuritas. Adapun,
NIM BNI pada akhir 2025 ber-
Profitabilitas Bank uang dari program pembangunan
pemerintah akan kembali masuk
tahun ini. ada di level 3,8%, turun 40 bps Rasio Des’23 Nov’24 Des’24 Nov’25 Des’25 sistem perbankan. “Kami pas-
“NIM tahun lalu di 5,7%, de- dibandingkan tahun sebelumnya tikan likuiditas cukup di pasar.
ngan prediksi penurunan bunga di posisi 4,2%. NIM (%) 4.81 4.59 4.62 4.56 4.56 Jadi harusnya ruang ke arah
acuan BI, dampaknya terasa di Menteri Keuangan Purba- ROA (%) 2.74 2.69 2.69 2.51 2.53 bunga yang lebih rendah akan
tahun ini. Guidance kami NIM ya Yudhi Sadewa sebelumnya terbuka lagi,” tutur dia.
di 5,4-5,6%, jadi menurun kami SUMBER: OJK
ekspektasi tahun ini,” ucap Vera,
dikutip Rabu (18/2/2026).
Penurunan NIM mencermin-
kan penyesuaian imbal hasil
kredit di tengah tren suku bunga
yang lebih rendah. Di sisi lain,
penurunan biaya dana perbankan
tidak serta merta secepat penye-
LAPORAN POSISI KEUANGAN LAPORAN ARUS KAS
suaian yield kredit, alhasil margin 31 Desember 2025 dan 2024 Untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
berpotensi terkikis. (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Meski NIM diproyeksi terkikis 31 Desember 2024 31 Desember 2024
KETERANGAN 31 Desember 2025 KETERANGAN 31 Desember 2025
10-30 basis poin (bps) pada 2026, Disajikan kembali*) Disajikan kembali*)
BCA tetap optimistis terhadap ASET ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Kas dan setara kas Penerimaan kas dari:
pertumbuhan kredit. Sepanjang Kas 77.878 152.014
Kas di bank Transaksi pembiayaan 54.190.389 51.676.828
tahun 2025, kredit BCA tumbuh Pihak ketiga 176.714 849.959 Pembiayaan bersama 17.125.475 17.383.114
7,7% secara year on year (yoy), un- Pihak berelasi
Piutang pembiayaan konsumen - setelah dikurangi cadangan kerugian
566.324 957.246
Bunga bank 38.567 78.681
tuk tahun ini kredit ditargetkan penurunan nilai sebesar Rp1.389.258 (2024: Rp1.458.878) Pengeluaran kas untuk:
Pihak ketiga 25.748.579 23.914.664 Transaksi pembiayaan (43.822.398) (41.676.190)
tumbuh 8-10% (yoy). Perseroan Pihak berelasi 4.994 6.972
Pokok pembiayaan bersama (15.242.847) (15.195.447)
Piutang pembiayaan murabahah - setelah dikurangi cadangan kerugian
melihat perkembangan ekono- penurunan nilai sebesar Rp395.583 (2024: Rp403.056) Bunga pembiayaan bersama (3.336.230) (3.254.389)
mi dan permintaan kredit yang Pihak ketiga
Pihak berelasi
5.533.732
1.657
6.517.899
785
Gaji dan tunjangan (3.312.249) (2.971.200)
menunjukkan sinyal lebih positif Piutang pembiayaan mursyarakah mutanaqisah - setelah dikurangi nilai cadangan Beban umum dan administrasi (1.922.428) (2.086.311)
kerugian penurunan sebesar Rp82.263 (2024: Rp57.207) 743.479 1.151.408 Premi asuransi (1.603.581) (1.682.163)
tahun lalu, diharapkan akselerasi Piutang sewa pembiayaan - setelah dikurangi cadangan kerugian Beban bunga dan provisi bank (830.025) (949.092)
penurunan nilai sebesar Rp117.711 (2024: Rp74.454) 3.111.787 2.235.399
terlihat sejak kuartal I. Beban dibayar dimuka Pajak penghasilan dan lainnya (824.479) (832.033)
“Kami upgrade guidance kredit Pihak ketiga
Pihak berelasi
168.416
51.805
178.301
44.187
Beban bunga utang obligasi (464.268) (399.029)
Bagi hasil sukuk mudharabah (74.868) (93.212)
jadi 8-10%, kami lebih positif Piutang lain-lain - neto
Pihak ketiga 180.651 139.845 Tantiem Dewan Komisaris dan Direksi (22.858) (28.986)
lihat perkembangan tahun ini. Pihak berelasi 56.465 54.239 Beban bunga liabilitas sewa (9.786) (11.212)
Aset derivatif
Mudah-mudahan bisa lebih cepat Pihak ketiga 59.539 71.069 Penerimaan kas dari lain-lain - neto 565.265 318.191
dari tahun lalu mulai kuartal I,” Pihak berelasi
Pajak dibayar dimuka
857
70.878
-
73.809
Kas neto diperoleh dari aktivitas operasi 453.679 277.550
jelas Vera. Investasi dalam saham, pihak berelasi 420.717 396.870 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar
Selain BCA, PT Bank Mandiri Rp777.848 (2024: Rp885.904) 461.209 463.934 Hasil penjualan aset tetap 11.962 26.350
Aset hak guna - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar
(Persero) Tbk juga memproyeksi Rp291.148 (2024: Rp275.334) 248.394 294.738
Penyesuaian nilai investasi dalam saham 2.021 1.782
Pembelian aset tak berwujud (155.019) (177.093)
NIM secara konsolidasi berada di Aset tak berwujud - setelah dikurangi akumulasi amortisasi sebesar
Rp604.012 (2024: Rp540.169) 334.387 345.323 Pembelian aset tetap (95.845) (128.369)
level 4,6-4,8%, atau turun sekitar Aset pajak tangguhan 462.015 479.111 Penempatan investasi pada entitas asosiasi (sebelum penggabungan usaha) (378) (880.653)
Aset lain-lain 48.718 45.157
10-30 bps dibandingkan 2025 Kas neto digunakan untuk aktivitas investasi (237.259) (1.157.983)
TOTAL ASET 38.529.195 38.372.929
yang berada di posisi 4,89%. Hal LIABILITAS ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
ini mencerminkan tekanan berke- Pinjaman yang diterima Penerimaan pinjaman bank 10.524.775 17.471.024
Pihak ketiga 4.554.416 6.772.108
lanjutan pada imbal hasil pinjam- Pihak berelasi 5.330.550 5.866.114 Penerimaan dari penerbitan obligasi 4.916.993 3.600.000
Beban yang masih harus dibayar Penerimaan dari penerbitan sukuk mudharabah 1.000.000 400.000
an di tengah pasar yang kompeti- Pihak ketiga 678.487 592.274 Pembayaran pinjaman bank (13.382.267) (15.616.459)
tif, khususnya segmen wholesale, Pihak berelasi
Utang obligasi - neto
77.109 91.784
Pembayaran pokok utang obligasi (2.694.204) (3.606.140)
selain itu juga diperkirakan akan Pihak ketiga 8.412.975 6.191.030 Pembayaran dividen kas (982.466) (972.000)
Pihak berelasi 183.050 186.800
ada pemangkasan BI Rate sebesar Utang lain-lain
Pembayaran pokok sukuk mudharabah (584.480) (727.170)
Pembelian saham treasuri (93.749) -
50 bps tahun ini. Pihak ketiga
Pihak berelasi
445.710
881.618
689.460
715.195 Pembayaran pokok liabilitas sewa (28.549) (20.037)
Proyeksi Bank Mandiri ini Liabilitas sewa 109.665 137.978
Pembayaran biaya emisi obligasi (17.082) (10.628)
Utang pajak 184.088 245.089
dibuat dengan menyertakan Liabilitas derivatif Pembayaran biaya transaksi pinjaman bank (8.816) (11.322)
Pihak ketiga 16.035 75.416 Pembayaran biaya emisi sukuk mudharabah (3.859) (1.375)
asumsi kehati-hatian pada biaya Pihak berelasi 1.711 -
Pembayaran biaya transaksi pinjaman mudharabah (1.019) (500)
dana, dengan potensi pening- Liabilitas imbalan kerja
Sukuk mudharabah
979.493 1.032.320
Kas neto (digunakan untuk)/diperoleh dari aktivitas pendanaan (1.354.723) 505.393
katan apabila kondisi likuiditas Pihak ketiga 1.613.850 1.198.330
Pihak berelasi 30.000 30.000 PENURUNAN NETO KAS DAN SETARA KAS (1.138.303) (375.040)
membaik melebihi ekspektasi, TOTAL LIABILITAS 23.498.757 23.823.898
meskipun tidak termasuk dalam EKUITAS
Efek merging entity - 898.768
skenario dasar perseroan. Untuk Modal saham - nilai nominal Rp100 (nilai penuh) per saham KAS DAN SETARA KAS, AWAL TAHUN 1.959.219 1.435.491
Modal dasar 4.000.000.000 saham
kredit, bank berlogo pita emas ini Modal ditempatkan dan disetor penuh 1.235.803.109 saham KAS DAN SETARA KAS, AKHIR TAHUN 820.916 1.959.219
(2024: 1.000.000.000 saham) 123.580 100.000
memasang target pertumbuhan Saham treasuri (88.746) -
sekitar 7-9% (yoy) pada 2026. Tambahan modal disetor 2.847.942 6.750 SUSUNAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI PERSEROAN
Ekuitas merging entity - 2.993.287 31 Desember 2025
Lembaga pemeringkat Mood- Saldo laba
Telah ditentukan penggunaannya 256.645 242.578
y’s, juga memperkirakan NIM Belum ditentukan penggunaannya 11.913.471 11.208.198 DEWAN KOMISARIS
Perubahan nilai wajar atas investasi dalam saham yang diukur
bank-bank besar seperti BCA, pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain 29.765 9.588
Komisaris Utama Daisuke Ejima
Komisaris Independen Krisna Wijaya
Bank Mandiri, PT Bank Rakyat Kerugian kumulatif atas instrumen derivatif untuk lindung nilai arus kas - neto (52.219) (11.370)
Komisaris Independen Manggi Taruna Habir
EKUITAS - NETO 15.030.438 14.549.031
Indonesia (Persero) Tbk (BRI) Komisaris Congsin Congcar
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 38.529.195 38.372.929 Komisaris Honggo Widjojo Kangmasto
mengalami tren penurunan tahun
ini, seiring dengan biaya dana DIREKSI
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN Direktur Utama I Dewa Made Susila
yang masih cukup tinggi. Untuk Untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2025 dan 2024 Direktur Swandajani Gunadi
BRI, NIM kuartal III-2025 berada (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) Direktur Niko Kurniawan Bonggowarsito
Direktur Harry Latif *)
di level 7,7%, sedangkan akhir KETERANGAN 31 Desember 2025
31 Desember 2024 Direktur Denny Riza Farib
Disajikan kembali*)
2024 di posisi 7,9%. Direktur Sigit Hendra Gunawan
Direktur Sylvanus Gani Kukuh Mendrofa
Berdasarkan data Otoritas PENDAPATAN
Pembiayaan konsumen 7.557.015 7.155.547 Direktur Ricky Gunawan
Jasa Keuangan (OJK) per De- Marjin murabahah 1.710.232 1.938.892
Bagi hasil musyarakah mutanaqisah 394.321 350.110 *) Telah mengajukan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Direktur Perseroan pada tanggal 31 Oktober 2025. Pengunduran diri tersebut telah
sember 2025, NIM rata-rata Sewa pembiayaan 421.506 266.455 memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diselenggarakan pada tanggal 27 Januari 2026.
Lain-lain 2.046.008 2.076.873
perbankan nasional berada di
TOTAL PENDAPATAN 12.129.082 11.787.877 SUSUNAN PEMEGANG SAHAM PERSEROAN
posisi 4,56%, menunjukkan tren BEBAN 31 Desember 2025
penurunan dari tahun-tahun Gaji dan tunjangan (3.338.390) (2.908.028)
Beban bunga dan keuangan (1.371.733) (1.422.426) Nama Pemegang Saham Lembar Saham Nilai Penuh Rupiah
sebelumnya. Di mana, pada posisi Penyisihan kerugian penurunan nilai
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 920.700.000 92.070.000.000
Desember 2023 NIM perbankan Pembiayaan konsumen
Pembiayaan murabahah
(1.897.413)
(500.478)
(1.946.862)
(561.408) MUFG Bank, Ltd 233.863.559 23.386.355.900
masih berada di level 4,81%, lalu Pembiayaan musyarakah mutanaqisah (151.342) (56.056)
PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk 4.204.800 420.480.000
Sewa pembiayaan (99.021) (51.501)
turun ke 4,62% per akhir Desem- Umum dan administrasi (1.976.913) (1.773.850) PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (saham treasuri) 9.816.154 981.615.400
Pemasaran (709.729) (671.991)
ber 2024. Bagi hasil sukuk mudharabah (79.147) (92.771) Lain-lain (masing-masing dengan kepemilikan di bawah 5%) 67.218.596 6.721.859.600
Selain itu, Stockbit Sekuritas Lain-lain (16.072) (16.612)
Jumlah 1.235.803.109 123.580.310.900
TOTAL BEBAN (10.140.238) (9.501.505)
menyampaikan bahwa PT Bank
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK PENGHASILAN 1.988.844 2.286.372 Catatan:
Beban Pajak Penghasilan (443.906) (475.571)
Informasi keuangan pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2025 diambil dari laporan keuangan
LABA TAHUN BERJALAN 1.544.938 1.810.801
yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Liana Ramon Xenia & Rekan (“”LRX””), yang telah memberikan opini
PENGUMUMAN RENCANA PEMBUBARAN DAN LIKUIDASI
REKSA DANA BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF REKSA DANA
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN tanpa modifikasian.
TERPROTEKSI BATAVIA PROTEKSI MAXIMA 59 Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi
(“BATAVIA PROTEKSI MAXIMA 59”) Perubahan nilai wajar atas investasi dalam saham yang diukur LRX adalah anggota (sebagaimana istilah tersebut digunakan dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 186/
pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain 25.868 12.292
PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen selaku Manajer Investasi BATAVIA PROTEKSI MAXIMA 59 (“Manajer PMK.01/2021 dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 9 Tahun 2023 (“Hukum yang Relevan”)) dari Deloitte
Investasi”) dengan ini mengumumkan rencana pembubaran dan likuidasi BATAVIA PROTEKSI MAXIMA 59. Pengukuran kembali atas program imbalan pasca-kerja 41.577 (9.941)
Berkaitan dengan rencana tersebut di atas, dengan ini Manajer Investasi menyampaikan hal-hal sebagai berikut: Pajak penghasilan terkait penghasilan komprehensif lain Southeast Asia Limited (“DSEAL”). DSEAL adalah Organisasi Audit Asing (“OAA”) terdaftar untuk LRX sesuai
1. Manajer Investasi dan PT Bank OCBC NISP Tbk selaku Bank Kustodian (”Bank Kustodian”) telah sepakat yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi (13.912) (517) dengan Hukum yang Relevan.
untuk melakukan pembubaran BATAVIA PROTEKSI MAXIMA 59, sebagaimana termaktub dalam Kesepakatan
Pembubaran BATAVIA PROTEKSI MAXIMA 59 tertanggal 19 Februari 2026.
Pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi
2. Pada tanggal 19 Februari 2026, Manajer Investasi telah memberitahukan rencana pembubaran dan likuidasi Bagian efektif atas perubahan nilai wajar LRX adalah entitas yang terpisah secara hukum dan independen yang bertanggung jawab atas tindakan dan
BATAVIA PROTEKSI MAXIMA 59 kepada Otoritas Jasa Keuangan dengan Surat Direksi PT Batavia Prosperindo instrumen derivatif - lindung nilai arus kas (52.371) (13.618) kelalaiannya sendiri, serta tidak memiliki kewenangan untuk menimbulkan kewajiban atau mengikat DSEAL
Aset Manajemen Nomor 048/DIR-BPAM/PD/II/2026 tanggal 19 Februari 2026.
Pajak penghasilan terkait penghasilan komprehensif lain
3. Pada tanggal 19 Februari 2026, Manajer Investasi melalui surat Nomor 049/DIR-BPAM/PD/II/2026, telah
menginstruksikan Bank Kustodian untuk menghentikan perhitungan Nilai Aktiva Bersih BATAVIA PROTEKSI yang akan direklasifikasi ke laba rugi 11.522 2.996 terhadap pihak ketiga.
MAXIMA 59 terhitung sejak tanggal 19 Februari 2026.
4. Pembubaran dan dimulainya proses likuidasi akan dilakukan dengan ditandatanganinya akta pembubaran
BATAVIA PROTEKSI MAXIMA 59 di hadapan notaris.
PENGHASILAN/(KERUGIAN) KOMPREHENSIF LAIN SETELAH PAJAK 12.684 (8.788)
Jakarta, 19 Februari 2026
Demikian pengumuman ini dibuat untuk dapat diketahui oleh publik. TOTAL PENGHASILAN KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 1.557.622 1.802.013
Jakarta, 19 Februari 2026
LABA PER SAHAM - DASAR (dinyatakan dalam nilai Rupiah penuh) 1.253 1.538
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk
Manajer Investasi selaku Likuidator
BATAVIA PROTEKSI MAXIMA 59
PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen
Direksi
*) Informasi komparatif telah disajikan kembali akibat dari penggabungan usaha yang dijelaskan pada Catatan 1d, Catatan 2y dan Catatan 52 dalam
Manajer Investasi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan Laporan Keuangan
2 X 50 mm Investor Daily_6x360_19 Feb 2026
Terbit di Harian Investor Daily
Names mentioned 35 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Negara Indonesia (Persero) Tbk
p.1
unresolved
org
PT Bank Cen-
p.1
unresolved
org
Asia Tbk
p.1
unresolved
org
Bank Indonesia
p.1
unresolved
org
Menteri Keuangan Purba-
p.1
unresolved
org
Indonesia (Persero) Tbk
p.1
unresolved
org
Zurich Asuransi Indonesia Tbk
p.1 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Liana Ramon Xenia & Rekan
p.1
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Liana Ramon Xenia
p.1
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.1
unresolved
org
PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen
p.1
unresolved
org
Southeast Asia Limited
p.1
unresolved
org
PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen Direksi
p.1
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.