Skip to content
Back to announcement

20260212_TRON_Laporan Informasi dan Fakta Material_32027316_lamp2.pdf

Other Text extracted TRON

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 108

Page 1
                                                                                       Kantor Pusat :
                                                                                       Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                                       Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                                    KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312


         Y D R
        2026
                                                                                       Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                                    Penilaian Properti & Bisnis
                                    Nomor Izin : 2.16.0138                             Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                                    Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                    Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                                                                                       Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                                       Telp : 0822-2501-2708
                                                                                       Email : satrio.kjppydr@gmail.com




                STUDI KELAYAKAN RENCANA PENAMBAHAN KLASIFIKASI
                      BAKU LAPANGAN USAHA INDONESIA (KBLI)
                       PT TEKNOLOGI KARYA DIGITAL NUSA TBK




Kantor Pusat:
Jalan KH. Guru Amin KM.17 No.12A, Kalibata, Pancoran,
Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
Telp    : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
Email : kjpp.ydr2@gmail.com
Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
Telp     : 0822-2501-2708
Email : satrio.kjppydr@gmail.com




                                                      Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 2
                                                                         Kantor Pusat :
                                                                         Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                         Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                      KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312


 Y D R
                                                                         Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                      Penilaian Properti & Bisnis
                      Nomor Izin : 2.16.0138                             Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                      Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                    Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                                                                         Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                         Telp : 0822-2501-2708
                                                                         Email : satrio.kjppydr@gmail.com

No. Laporan      : 00002/2.0138-00/JL/10/0370/1/II/2026                                      Jakarta, 10 Februari 2026

Kepada Yth.
Direksi PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
Gedung TKDN Tbk, Jl. Sunter Muara No. 8A,
Kel. Sunter Agung, Kec. Tanjung Priok,
Kota Adm. Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta. 14350

Perihal    :   Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
               Indonesia (KBLI) PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk.

Dengan hormat,

Memenuhi permintaan manajemen PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk (“TKDN atau Perseroan atau
Perusahaan”) sebagaimana yang kami terima, bahwa manajemen TKDN telah menunjuk Kantor Jasa Penilai
Publik Yufrizal, Deny Kamal dan Rekan (“KJPP YDR”) dengan Penawaran Jasa KJPP YDR Nomor: 04/YDR-
B/PNR-JL/XII/2025 tanggal 19 Desember 2025 dan Addendum Nomor: 01/YDR-B/ADD-TKDN/XII/2025 tanggal
22 Desember 2025 yang telah disetujui dan ditandatangani oleh TKDN, untuk melakukan Pekerjaan Studi
Kelayakan Rencana Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yaitu kegiatan aktivitas
usaha Penyimpanan Tenaga Listrik (KBLI 2025 No. 35132) berupa Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik
Umum (SPBKLU) dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Pengoperasian Fasilitas atau Stasiun
Pengisian Daya untuk Kendaraan dan Peralatan Listrik (KBLI 2025 No. 35133) berupa Stasiun Pengisian
Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Laporan ini merupakan revisi atas Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan
Usaha Indonesia (KBLI) PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk sebelumnya yaitu Laporan No. 00001/2.0138-
00/JL/10/0423/1/I/2026 tanggal 6 Januari 2026. Kami menyatakan bahwa membatalkan laporan sebelumnya.
Laporan revisi ini dibuat untuk menanggapi permintaan Manajemen TKDN dalam kaitannya terkait surat Otoritas
Jasa Keuangan (“OJK) No. S-1/PM.212/2026 tanggal 19 Januari 2026 perihal Perubahan dan/atau Tambahan
Informasi Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha oleh PT Teknologi karya Digital Nusa Tbk.

KJPP YDR adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang memiliki izin berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan
Republik Indonesia Nomor: 921/KM.1/2016 dengan nomor izin usaha 2.16.0138 tertanggal 2 September 2016.

1.    Latar Belakang Penugasan

      TKDN merupakan sebuah perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (public company) yang
      didirikan di Indonesia. Bidang usaha Perseroan Bergerak dalam bidang industri penyediaan solusi
      sistem informasi berbasis telematika dan Internet of Things (IoT) untuk pengembangan smart city..
      TKDN berdomisili di Gedung TKDN Tbk, Jl. Sunter Muara No. 8A Kelurahan Sunter Agung, Kec. Tanjung
      Priok Kota Adm. Jakarta Utara Provinsi DKI Jakarta. 14350 dengan nomor telepon (021) 38889045, alamat
      email: corporate.secretary@tkdn.co.id, dan alamat website www.tkdn.co.id.

      Berdasarkan informasi yang kami terima dari manajemen Perseroan, TKDN berencana untuk menambah
      kegiatan aktivitas usaha dikarenakan adanya peluang pasar, persaingan, dan potensi pertumbuhan. Untuk
      memanfatkan peluang pasar, persaingan, dan potensi pertumbuhan, Perseroan membutuhkan



                                        Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 3
                                                                             Kantor Pusat :
                                                                             Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                             Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                      KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                    Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312


Y D R
                                                                             Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                      Penilaian Properti & Bisnis
                      Nomor Izin : 2.16.0138                                 Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                      Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                        Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                                                                             Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                             Telp : 0822-2501-2708
                                                                             Email : satrio.kjppydr@gmail.com

     penambahan aktivitas usaha selain kegiatan usaha utama Perseroan, yaitu kegiatan aktivitas usaha
     Penyimpanan Tenaga Listrik (KBLI 2025 No. 35132) berupa Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik
     Umum (SPBKLU) dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Pengoperasian Fasilitas atau
     Stasiun Pengisian Daya untuk Kendaraan dan Peralatan Listrik (KBLI 2025 No. 35133) berupa Stasiun
     Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

     Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan, Rencana Perseroan akan mengakibatkan terjadinya
     penambahan kegiatan usaha penunjang Perseroan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa
     Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/POJK.04/2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan
     Kegiatan Usaha Utama” (“POJK No.17/2020”), mengingat bahwa Rencana Transaksi akan mengakibatkan
     terjadinya penambahan aktivitas usaha penunjang Perseroan yaitu kegiatan aktivitas usaha Penyimpanan
     Tenaga Listrik (KBLI 2025 No. 35132) berupa Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum
     (SPBKLU) dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Pengoperasian Fasilitas atau Stasiun
     Pengisian Daya untuk Kendaraan dan Peralatan Listrik (KBLI 2025 No. 35133) berupa Stasiun Pengisian
     Kendaraan Listrik Umum (SPKLU)

     Untuk transaksi yang menyebabkan terjadinya Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang, Peraturan POJK
     No.17/2020 mensyaratkan adanya laporan studi kelayakan tentang penambahan kegiatan usaha
     penunjang yang disusun oleh penilai independen. Dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi dan
     untuk memenuhi ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Peraturan POJK No.17/2020, maka Perseroan
     perlu menunjuk penilai untuk melaksanakan penyusunan studi kelayakan atas Rencana Penambahan
     Kegiatan Penunjang Usaha (“Studi Kelayakan”)

     Oleh karena itu, TKDN telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Yufrizal Deny Kamal dan Rekan
     (“KJPP YDR”) untuk melakukan Pekerjaan Kajian Studi Kelayakan tersebut dengan Penawaran Jasa
     Nomor: 04/YDR-B/PNR-JL/XII/2025 tanggal 19 Desember 2025 dan Addendum Nomor: 01/YDR-B/ADD-
     TKDN/XII/2025 tanggal 22 Desember 2025.

2.   Status Penilai

     Konsultan yang menandatangani laporan Penilaian ini merupakan Konsultan dengan Kompetensi dan
     klasifikasi Penilaian Bisnis bersertifikat MAPPI dan sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
     dengan perizinan sebagai berikut:

     Nama                                               :   Ir. Mahrani, M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
     No. Izin Penilai Publik                            :   B-1.15.00423
     No. MAPPI                                          :   98-S-01056
     No. RMK                                            :   RMK-2017.00379
     No. STTD OJK (Pasar Modal)                         :   STTD.PB-40/PM.02/2023
     No. STTD OJK (IKNB)                                :   342/PD.021/STTD-P/2025
     Kualifikasi Izin                                   :   Penilai Bisnis




                                        Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 4
                                                                             Kantor Pusat :
                                                                             Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                             Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                     KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                     Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312


Y D R
                                                                             Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                     Penilaian Properti & Bisnis
                     Nomor Izin : 2.16.0138                                  Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                     Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                         Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                                                                             Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                             Telp : 0822-2501-2708
                                                                             Email : satrio.kjppydr@gmail.com

     YDR adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan Pasar Modal serta
     memiliki kompetensi untuk melakukan penugasan ini.

     Dalam mempersiapkan laporan studi kelayakan ini kami bertindak secara profesional tanpa adanya
     benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan pemberi tugas, objek studi kelayakan ataupun pihak-
     pihak yang terafiliasi dengan pemberi tugas dan objek studi kelayakan. YDR juga tidak memiliki
     kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini

     Laporan studi kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
     manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan.

3.   Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

      Nama Pemberi Tugas                         :     PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
      Bidang Usaha                               :     Bergerak dalam bidang industri penyediaan solusi sistem
                                                       informasi berbasis telematika dan Internet of Things (IoT)
                                                       untuk pengembangan smart city
      Alamat                                     :     Gedung TKDN Tbk, Jl. Sunter Muara No. 8A, Kel. Sunter Agung,
                                                       Kec. Tanjung Priok, Kota Adm. Jakarta Utara Prov. DKI Jakarta.
      Telepon/Fax                                :     (021) 38889045
      Email                                      :     corporate.secretary@tkdn.co.id
      Website                                    :     www.tkdn.co.id

4.   Objek Studi Kelayakan dan Kepemilikan

     Yang dimaksud Objek Studi Kelayakan adalah analisis atas rencana penambahan kegiatan usaha
     dengan penambahan KBLI pada Pasal 3 Anggaran Dasar perusahaan yang akan dilakukan oleh
     PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk yaitu kegiatan aktivitas usaha Penyimpanan Tenaga Listrik (KBLI
     2025 No. 35132) berupa Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan Klasifikasi
     Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Pengoperasian Fasilitas atau Stasiun Pengisian Daya untuk
     Kendaraan dan Peralatan Listrik (KBLI 2025 No. 35133) berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum
     (SPKLU).

5.   Jenis Mata Uang yang Digunakan

     Laporan studi kelayakan ini dinyatakan dalam mata uang Rupiah. YDR tidak bertanggung jawab atas
     penggunaan Nilai Tukar selain yang tercantum pada laporan ini.

6.   Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan

     Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan Pendapat Kelayakan atas rencana TKDN yang akan
     melakukan penambahan kegiatan usaha dengan penambahan KBLI pada Pasal 3 Anggaran Dasar
     perusahaan dalam kaitannya memberikan pendapat kelayakan untuk kepentingan pasar modal dan
     tidak digunakan di luar konteks atau tujuan penugasan tersebut.




                                       Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 5
                                                                       Kantor Pusat :
                                                                       Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                       Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                    KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312


Y D R
                                                                       Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                    Penilaian Properti & Bisnis
                    Nomor Izin : 2.16.0138                             Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                    Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                    Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                                                                       Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                       Telp : 0822-2501-2708
                                                                       Email : satrio.kjppydr@gmail.com

     Studi ini juga bertujuan untuk mengkaji prospek usaha dari TKDN ditinjau dari berbagai aspek yang
     meliputi aspek kelayakan pasar, aspek teknis, aspek kelayakan Pola Bisnis, aspek Model Manajemen,
     serta aspek keuangan dengan memperkirakan tingkat kemampulabaan dari operasional rencana
     pengembangan bisnis ini, sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan untuk Pimpinan TKDN dapat
     menyetujui atas usulan penambahan kegiatan usaha dengan penambahan KBLI pada Pasal 3
     Anggaran Dasar perusahaan tersebut.

7.   Tanggal Sudi Kelayakan

     Tanggal efektif studi kelayakan adalah 30 September 2025, dimana batas tersebut diambil atas dasar
     pertimbangan kepentingan pemberi tugas dan tujuan studi kelayakan. Berdasarkan Pasal 6 ayat 2 (dua)
     POJK No. 17/POJK.04/2020 bahwa masa berlaku di Studi Kelayakan adalah selama 6 (enam) bulan sejak
     tanggal analisis dalam Studi Kelayakan. Sehingga masa berlaku laporan berakhir pada 31 Juni 2026.

8.   Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan

     Dalam melakukan studi kelayakan ini, YDR juga menggunakan informasi dari beberapa sumber informasi
     yang relevan dan handal, yaitu:

      •   Data internal perusahaan terkait dengan studi kelayakan
      •   Proyeksi keuangan TKDN untuk tahun 2025 sampai dengan 2030
      •   Proyeksi keuangan TKDN atas penambahan kegiatan usaha untuk tahun 2025 sampai dengan 2030
          yang disediakan manajemen Perseroan.
      •   Laporan keuangan inhouse PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk dan Entitas Anak per 30 September
          2025.
      •   Laporan keuangan audit PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk dan Entitas Anak Nomor:
          00027/3.0424/AU.1/05/1721-1/1/III/2025 dikeluarkan tanggal 28 Maret 2025, yang telah diaudit per
          31 Desember 2024 oleh Akuntan Pubik (“KAP”) Mujiono, SE, Ak., CA., CPA dari Kantor Akuntan
          Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan (BDO) dengan opini wajar dalam semua hal yang
          material.
      •   Laporan keuangan audit PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk dan Entitas Anak Nomor:
          00349/2.0459/AU.1/05/1482-1/1/III/2024 dikeluarkan tanggal 27 Maret 2024, yang telah diaudit per
          31 Desember 2023 oleh Akuntan Pubik (“KAP”) Yansyafrin, CA, CMA., CPA, CPI dari Kantor Akuntan
          Publik Heliantono & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
      •   Laporan keuangan audit PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk. Nomor: 00111/3.0428/AU.1/05/1725-
          2/1/IV/2023 dikeluarkan tanggal 11 April 2023, yang telah diaudit per 31 Desember 2022 oleh Akuntan
          Pubik (“KAP”) Deasy Roosiana Tresna Handayani dari Kantor Akuntan Publik Hadori Sugiarto Adi &
          Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material
      •   Laporan keuangan audit PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk. Nomor: 00155/3.0428/AU.1/05/1725-
          2/1/X/2022 dikeluarkan tanggal 3 Oktober 2022, yang telah diaudit per 31 Juli 2022 oleh Akuntan
          Pubik (“KAP”) Deasy Roosiana Tresna Handayani dari Kantor Akuntan Publik Hadori Sugiarto Adi &
          Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
      •   Laporan keuangan audit PT Teknologi Karya Digital Nusa Nomor: 00093/3.0428/AU.1/05/1725-
          1/1/IV/2022 dikeluarkan tanggal 27 April 2022, yang telah diaudit per 31 Desember 2021 oleh Akuntan




                                      Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 6
                                                                         Kantor Pusat :
                                                                         Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                         Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                      KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312


Y D R
                                                                         Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                      Penilaian Properti & Bisnis
                      Nomor Izin : 2.16.0138                             Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                      Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                    Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                                                                         Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                         Telp : 0822-2501-2708
                                                                         Email : satrio.kjppydr@gmail.com

            Pubik (“KAP”) Deasy Roosiana Tresna Handayani dari Kantor Akuntan Publik Hadori Sugiarto Adi &
            Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
       •    Laporan keuangan audit PT Teknologi Karya Digital Nusa (d/h PT Damai Harapan Sentosa) Nomor:
            00062/3.0291/AU.1/05/0824-1/1/V/2021 dikeluarkan tanggal 7 Mei 2021, yang telah diaudit per 31
            Desember 2020 oleh Akuntan Pubik (“KAP”) Sudirman Simangunsong, MSi, CPA dari Kantor Akuntan
            Publik Doli, Bambang, Sulistiyanto, Dadang dan Ali dengan opini wajar dalam semua hal yang
            material.
       •    Legalitas Perseroan.
       •    Data-data yang diperoleh dari S&P Capital IQ dan Damodaran.
       •    Data-data ekonomi yang bersifat makro ataupun mikro yang diperoleh dari instansi terkait seperti
            Bank Indonesia.
       •    Wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan sehubungan dengan penugasan Studi
            Kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha.
       •    Representation Letter Nomor 001/TKDN/I/2026 tanggal 02 Januari 2026 sehubungan dengan
            Penugasan Pekerjaan Studi Kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha.
       •    Data-data lain sebagai pendukung.

      YDR telah menerima proyeksi keuangan dimana proyeksi keuangan merupakan data yang diverifikasi
      terlebih dahulu yakni melakukan analisis kewajaran atas proyeksi yang disampaikan.

9.    Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi

      Laporan studi kelayakan ini ditujukan terkait POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang transaksi material dan
      perubahan kegiatan usaha yang dihasilkan sehingga untuk setiap publikasi terhadap keseluruhan atau
      sebagian dari laporan, atau referensi yang dipublikasikan, termasuk referensi mengenai laporan keuangan
      perusahaan/objek studi kelayakan, dan/atau laporan direksi/pimpinan perusahaan/objek studi kelayakan,
      dan/atau pernyataan atau kajian lainnya atau pernyataan/edaran apapun dari perusahaan/objek studi
      kelayakan dapat diakses oleh publik sesuai dengan keperluan atas Rencana Transaksi tersebut. Tanda
      tangan Penilai Publik dan cap YDR yang resmi merupakan syarat mutlak laporan studi kelayakan yang
      dihasilkan.

10.   Konfirmasi Bahwa Studi Kelayakan dilakukan berdasarkan OJK, SPI dan KEPI

      Studi kelayakan ini dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) Nomor
      35/POJK.04/2020 dan SEOJK No.17/SEOJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
      Bisnis di Pasar Modal dan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”)
      Edisi VII Tahun 2018 dan Edisi Revisi Tahun 2020.

11.   Metodologi

      Metodologi yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan berdasarkan POJK
      No.35/POJK.04/2020 dan SEOJK No.17/SEOJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
      Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian Indonesia
      (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan Edisi Revisi Tahun 2020 ini adalah:




                                        Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 7
                                                                   Kantor Pusat :
                                                                   Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                   Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312


Y D R
                                                                   Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                Penilaian Properti & Bisnis
                Nomor Izin : 2.16.0138                             Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                    Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                                                                   Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                   Telp : 0822-2501-2708
                                                                   Email : satrio.kjppydr@gmail.com

 Pengumpulan Data

  • Pengumpulan data-data primer atas rencana penambahan kegiatan usaha meliputi data-data rencana
    investasi dan rencana usaha serta data-data lainnya yang relevan. Data-data primer ini diperoleh
    secara langsung melalui wawancara dengan berbagai pihak, terutama dari manjemen TKDN pada saat
    dilakukan investigasi lapangan.
  • Pengumpulan data sekunder yang diperoleh dari berbagai instansi atau pihak ketiga dalam bentuk
    angka-angka statistik dan berbagai data pendukung yang relevan dengan tujuan penugasan seperti
    analisis makro ekonomi, analisis industri dan analisis manajemen risiko, untuk mengevaluasi
    pengaruh dari faktor tersebut di masa mendatang.

  Analisis Kelayakan

  Melakukan analisis kelayakan penambahan kegiatan usaha yang mengacu pada Pasal V SEOJK
  No.17/SEOJK.04/2020 meliputi:

      a. Analisis Kelayakan Pasar; Analisis kelayakan pasar dilakukan terhadap analisis kondisi pasar,
         seperti pangsa pasar, kesinambungan (sustainability), potensi pasar, sasaran, potensi nilai
         pasar, pesaing usaha, dan strategi pemasaran.

      b. Analisis Kelayakan Teknis; Analisis kelayakan teknis dilakukan terhadap analisis Ketersediaan
         dan Kualitas Sumber Daya; Proses Bisnis Kegiatan Usaha Baru.

      c. Analisis Kelayakan Pola Bisnis; Analisis kelayakan pola bisnis dilakukan terhadap analisis
         Keunggulan Kompetitif TKDN,Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk TKDN; Kemampuan
         Untuk Menciptakan Nilai Penambahan Kegiatan Usaha.

      d. Analisis Kelayakan Model Manajemen; Analisis kelayakan model manajemen dilakukan
         terhadap analisis ketersediaan tenaga kerja, manajemen kekayaan intelektual, manajemen
         risiko, kapasitas dan kemampuan manajemen, dan kesesuaian struktur organisasi dan
         manajemen.

      e. Analisis Kelayakan Keuangan; Analisis kelayakan keuangan dilakukan terhadap analisis
         keuangan seperti analisis titik impas (Break Even Analysis), Analisis Profitabilitas (Overall
         Profitability), Tingkat Balikan Investasi (Overall Return on Investment), Analisis Kelayakan
         Finansial denganNet Present Value (“NPV”), Internal Rate of Return (“IRR”), Payback Period,
         Profitability Index dan analisis sensitivitas.

  Kesimpulan Hasil Kelayakan

  Memberikan Kesimpulan dan pendapat kelayakan atas hasil studi kelayakan penambahan
  kegiatan usaha.




                                  Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 8
                                                                         Kantor Pusat :
                                                                         Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                         Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                      KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312


Y D R
                                                                         Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                      Penilaian Properti & Bisnis
                      Nomor Izin : 2.16.0138                             Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                      Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                    Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                                                                         Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                         Telp : 0822-2501-2708
                                                                         Email : satrio.kjppydr@gmail.com

12.   Pernyataan Independensi Penilai

      Dalam mempersiapkan laporan studi kelayakan kami bertindak secara profesional tanpa adanya benturan
      kepentingan dan tidak terafiliasi dengan pemberi tugas ataupun pihak- pihak yang terafiliasi dengan
      pemberi tugas.

      KJPP Yufrizal, Deny Kamal dan Rekan (“YDR”) juga tidak memiliki benturan kepentingan ataupun
      keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan ini tidak dilakukan untuk memberikan
      keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak
      dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan

13.   Asumsi dan Kondisi Pembatas

       1.    Laporan studi kelayakan penambahan kegiatan usaha bersifat non-disclaimer opinion.
       2.    YDR telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses pemberian
             pendapat kelayakan dalam studi kelayakan penambahan kegiatan usaha ini.
       3.    Dalam menyusun laporan ini, YDR mengandalkan keakuratan dan kelengkapan informasi yang
             disediakan oleh manajemen TKDN dan/atau data yang diperoleh dari informasi yang tersedia untuk
             publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami anggap relevan. YDR tidak terlibat dan tidak
             melakukan audit ataupun verifikasi atas informasi yang disediakan tersebut.
       4.    Dalam Menyusun laporan ini YDR menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh TKDN
             serta telah disesuaikan sehingga mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dengan kemampuan
             pencapaiannya (fiduciary duty).
       5.    YDR bertanggung jawab atas kewajaran proyeksi keuangan yang telah disesuaikan dalam laporan
             studi kelayakan ini.
       6.    Laporan ini ditujukan untuk kepentingan pasar modal yang terbuka untuk publik, kecuali terdapat
             informasi yang bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
       7.    YDR bertanggung jawab atas Kesimpulan pendapat kelayakan yang dihasilkan dalam laporan studi
             kelayakan ini.
       8.    YDR telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari pemberi tugas.

14.   Tanda Tangan pimpinan dan Cap KJPP YDR Yang Resmi Merupakan Syarat Mutlak Sahnya Laporan
      Studi Kelayakan Yang Terlampir

      Tanda tangan pimpinan dan cap KJPP YDR yang resmi merupakan syarat mutlak sahnya laporan studi
      kelayakan yang terlampir.

15.   Konfirmasi Bahwa Objek Studi Tidak Sedang atau Telah Dinilai Dalam Jangka Waktu 2 (dua) Bulan

      Dengan ini, Pemberi Tugas memberikan konfirmasi bahwa objek studi kelayakan tidak sedang atau telah
      dianalisis oleh Penilai Publik lainnya untuk maksud, tujuan, pengguna laporan dan tanggal studi yang sama
      atau berdekatan (dalam jangka waktu tidak lebih dari dua bulan). Apabila Pemberi Tugas terbukti
      memberikan informasi yang tidak benar, maka Laporan Studi Kelayakan dinyatakan tidak berlaku.

      Tidak ada KJPP berizin selain KJPP YDR yang diminta oleh Pemberi Tugas dalam waktu yang bersamaan
      untuk melakukan studi kelayakan atas objek yang dimaksud, sampai Laporan Studi Kelayakan diterbitkan.



                                        Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 9
                                                                             Kantor Pusat :
                                                                             Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                             Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                       KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                   Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312


Y D R
                                                                             Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                       Penilaian Properti & Bisnis
                       Nomor Izin : 2.16.0138                                Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                       Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                       Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                                                                             Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                             Telp : 0822-2501-2708
                                                                             Email : satrio.kjppydr@gmail.com

16.   Tingkat Kedalaman Investigasi

      • Inspeksi.

         Dalam penugasan ini, kami telah melakukan investigasi dengan melakukan Inspeksi terhadap
         Perseroan dan melakukan wawancara dengan Pemberi Tugas, maupun pihak lain yang relevan guna
         mengumpulkan data dan informasi yang relevan untuk mendapatkan keyakinan yang memadai terkait
         dengan maksud dan tujuan penugasan. Dalam melakukan inspeksi kami tidak mengalami keterbatasan
         untuk mengamati kegiatan operasional Perseroan.

      • Penelaahan

         Dari hasil inspeksi maupun wawancara dan data / informasi yang diterima maka setelah dilakukan
         penelaahan, kami tidak menemui data atau informasi yang tidak jelas dan tidak dapat diverifikasi kepada
         pihak manajemen Perseroan atau pihak terkait lainnya.

      Berikut adalah pihak yang diwawancarai dalam hubungannya dengan penugasan yaitu:

                     Nama                                      Jabatan                                     Perusahaan
       David Santoso                                        Direktur Utama                                    TKDN
       Rudy Budiman Setiawan                                    Direktur                                      TKDN
       Shinta Budiarti Santoso                  Senior Manager Finance Accounting & Tax                       TKDN
       Zaid Zar Lubis                                       Manager Legal                                     TKDN

17.   Hal Lain yang Penting untuk Diungkapkan

      Dalam penugasan ini KJPP YDR bertindak sebagai konsultan penyusunan kajian kelayakan bagi TKDN.
      Penugasan ini bukanlah merupakan jasa penilaian tetapi adalah jasa lainnya yaitu sebagai konsultan
      penyusunan kajian kelayakan. Sebagai informasi dalam penugasan ini KJPP YDR telah bekerja secara
      profesional dan kolaraboratif dengan manajemen TKDN. KJPP YDR menolak bertanggung jawab atas
      kerugian akibat kesalahan penggunaan isi dokumen ini, validitas data/informasi dari pihak ketiga, ataupun
      kesalahpahaman interpretasi atas informasi di dalam dokumen ini. Hasil pekerjaan ini dapat digunakan
      sebagai bahan perkembangan dan masukan bagi Manajemen TKDN dalam rencana Penambahan
      Kegiatan Usaha TKDN dan oleh karenanya tidak membatasi atau mengurangi kewenangan yang dimiliki
      oleh Manajemen TKDN jika memutuskan hal lain.

      Semua informasi yang terkandung didalam dokumen laporan ini telah dicek dan disetujui oleh TKDN. Hasil
      pekerjaan telah dipaparkan secara lengkap dan menyeluruh kepada TKDN. Penerima atau pemegang
      dokumen ini dilarang mendistribusikan, mereplikasi atau mempublikasi sebagian atau seluruh dokumen ini
      tanpa izin dari TKDN.

18.   Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan

      Dari tanggal Studi Kelayakan, yaitu per tanggal 30 September 2025 sampai dengan tanggal penerbitan
      laporan ini, tidak terdapat kejadian penting dalam perseroan yang dapat berpengaruh signifikan terhadap
      hasil studi kelayakan.



                                         Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 10
                                                                         Kantor Pusat :
                                                                         Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                         Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                      KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312


Y D R
                                                                         Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                      Penilaian Properti & Bisnis
                      Nomor Izin : 2.16.0138                             Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                      Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                    Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                                                                         Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                         Telp : 0822-2501-2708
                                                                         Email : satrio.kjppydr@gmail.com

19.   Analisis Kelayakan

      a. Analisis Kelayakan Pasar

         Dari Kajian Analisis Kelayakan Pasar bahwa Pemerintah Indonesia telah menunjukkan komitmen kuat
         untuk mendorong pengembangan industri kendaraan ramah lingkungan melalui berbagai aturan dan
         peraturan. Langkah strategis ini sejalan dengan target nasional yang menargetkan pengurangan emisi
         gas rumah kaca sebesar 29% pada 2030 dalam skenario bisnis seperti biasa, atau bahkan 41% dengan
         dukungan internasional. Salah satu kebijakan fundamental adalah Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun
         2019 mengenai percepatan program kendaraan listrik berbasis baterai untuk transportasi darat. Aturan
         ini menjadi landasan bagi perkembangan ekosistem mobil ramah lingkungan di Indonesia, meliputi
         aspek produksi, penggunaan, dan infrastruktur pendukung.

         Persaingan usaha dalam industri Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun
         Penukaran/Pengisian Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) untuk kendaraan roda empat
         menunjukkan karakteristik pasar yang sedang berada pada fase pertumbuhan awal (early growth stage)
         dengan struktur persaingan cenderung terkonsentrasi pada pelaku usaha berskala besar, khususnya
         badan usaha milik negara dan perusahaan energi terintegrasi yang memiliki keunggulan permodalan,
         akses infrastruktur kelistrikan, jaringan lokasi strategis, serta kemudahan perizinan. Kondisi tersebut
         menciptakan hambatan masuk (barriers to entry) yang relatif tinggi bagi pelaku baru, mengingat
         kebutuhan investasi awal (capital expenditure) yang signifikan, persyaratan teknis penyambungan daya
         menengah–tinggi, kepatuhan terhadap standar keselamatan ketenagalistrikan, serta kebutuhan
         penguasaan lahan dan teknologi pengisian cepat. Di sisi lain, dukungan regulasi pemerintah
         memberikan prospek pertumbuhan yang positif melalui Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019
         tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai, Peraturan Menteri ESDM
         Nomor 13 Tahun 2020 sebagaimana diubah terakhir dengan Permen ESDM Nomor 1 Tahun 2023
         mengenai penyediaan infrastruktur pengisian listrik, yang mencakup kemudahan perizinan, skema kerja
         sama dengan PLN, serta pengaturan tarif tenaga listrik khusus SPKLU. Selain itu, pemerintah juga
         memberikan berbagai insentif fiskal dan nonfiskal berupa pengurangan atau pembebasan PPnBM dan
         PPN untuk kendaraan listrik, tax holiday dan tax allowance bagi industri baterai dan komponen,
         pembebasan bea masuk mesin dan bahan baku, serta pengembangan ekosistem hilirisasi mineral nikel
         dan manufaktur baterai nasional.

         Pangsa Pasar industri ini adalah pengguna kendaraan Listrik, salah satunya adalah Kendaraan Listrik
         untuk Transportasi umum seperti Taxi, angkot, bus dan lainnya. Dengan berbagai insentif pajak yang
         diberikan pemerintah, penjualan kendaraan listrik di Indonesia diprediksi akan kembali bertumbuh pada
         2025. Khususnya untuk pembelian wholesale (dari produsen ke dealer) mobil listrik BEV yang bebas
         PPnBM dan bea masuk impor. Meski begitu, jumlah penjualan mobil hybrid diproyeksikan masih
         mendapat porsi lebih besar dibanding BEV, TKDN yang memiliki basis bisnis existing yaitu solusi
         ITS/IoT transportasi yang menyasar operator transportasi publik, logistik, instansi pemerintah, dan
         korporasi yang sudah menjadi klien/fleet user Perseroan menjadi target utama dalam rencana
         penambahan kegiatan usaha yang akan dilaksanakan oleh Perseroan.

         Di tengah tantangan global, Tren global yang membawa ke arah moda transportasi yang lebih
         memperhatikan lingkungan telah menjadi katalis utama bagi perkembangan industri kendaraan listrik di


                                        Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 11
                                                                    Kantor Pusat :
                                                                    Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                    Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                 KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312


Y D R
                                                                    Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                 Penilaian Properti & Bisnis
                 Nomor Izin : 2.16.0138                             Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                 Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                    Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                                                                    Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                    Telp : 0822-2501-2708
                                                                    Email : satrio.kjppydr@gmail.com

    berbagai negara, termasuk Indonesia. Kesadaran akan dampak perubahan iklim dan kebutuhan untuk
    mengurangi emisi karbon telah mendorong banyak negara untuk mengadopsi kebijakan yang
    mendukung elektrifikasi sektor transportasi Tren global ini memiliki implikasi signifikan bagi Indonesia.
    Sebagai negara dengan populasi besar dan pasar otomotif yang berkembang, Indonesia memiliki
    potensi besar untuk menjadi pemain kunci dalam industri mobil listrik di kawasan Asia Tenggara.
    Namun, untuk mencapai hal tersebut, diperlukan strategi yang komprehensif yang melibatkan
    pemerintah, industri, dan Masyarakat.

    Kombinasi antara dukungan kebijakan dan peningkatan adopsi kendaraan listrik berpotensi mendorong
    pertumbuhan permintaan infrastruktur pengisian, Dengan kombinasi faktor tersebut, bisnis SPKLU dan
    SPBKLU memiliki karakteristik pendapatan berulang (recurring revenue), potensi utilisasi yang
    meningkat seiring pertumbuhan populasi kendaraan listrik, serta peluang integrasi layanan bernilai
    tambah berbasis teknologi digital, sehingga memberikan landasan yang kuat bagi terciptanya arus kas
    yang stabil, skalabilitas usaha, dan imbal hasil investasi yang kompetitif. Oleh karena itu,
    pengembangan infrastruktur pengisian kendaraan listrik oleh perusahaan dipandang sebagai peluang
    strategis yang selaras dengan arah kebijakan nasional dan tren global, sekaligus menawarkan prospek
    pertumbuhan jangka panjang yang menarik bagi investor.

    Dengan analisis kelayakan pasar tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa Penambahan Kegiatan
    Usaha pada aspek kelayakan pasar adalah layak.


 b. Analisis Kelayakan Teknis

    Analisis Kelayakan teknis ditinjau dengan melihat aspek kemampuan perusahaan dalam memastikan
    bahwa proyek dapat dibangun, dioperasikan, dan dipelihara secara andal, aman, serta sesuai dengan
    ketentuan peraturan perundang-undangan, sehingga risiko operasional dapat diminimalkan.

    Dari sisi pengalaman, ketersediaan dan kualitas sumber daya manusia, TKDN memiliki keahlian khusus
    dalam bidang IT untuk transportasi, sehingga Perseroan berencana untuk menambah kegiatan usaha
    yaitu kegiatan aktivitas usaha Penyimpanan Tenaga Listrik (KBLI 2025 No. 35132) berupa Stasiun
    Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
    Indonesia (KBLI) Pengoperasian Fasilitas atau Stasiun Pengisian Daya untuk Kendaraan dan Peralatan
    Listrik (KBLI 2025 No. 35133) berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dimana hal
    ini sangat dibutuhkan untuk bisnis transportasi.

    Penambahan Kegiatan usaha terkait aktivitas usaha Penyimpanan Tenaga Listrik (KBLI 2025 No.
    35132) berupa Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU), direncanakan
    Perseroan dengan membangun SPBKLU sehingga kendaraan yang sepenuhnya menggunakan tenaga
    listrik dari baterai dan tidak menghasilkan emisi berupa Battery Electric Vehicle (BEV) dengan skema
    Battery as a Service (BaaS), yang menawarkan solusi praktis dan efisien melalui sistem penukaran
    baterai yang didukung oleh pembangunan ekosistem strategis termasuk stasiun penukaran baterai.

    Perseroan berencana untuk memasuki sektor tenaga listrik, yang meliputi pengembangan Klasifikasi
    Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Pengoperasian Fasilitas atau Stasiun Pengisian Daya untuk



                                   Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 12
                                                                    Kantor Pusat :
                                                                    Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                    Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                 KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312


Y D R
                                                                    Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                 Penilaian Properti & Bisnis
                 Nomor Izin : 2.16.0138                             Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                 Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                    Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                                                                    Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                    Telp : 0822-2501-2708
                                                                    Email : satrio.kjppydr@gmail.com

    Kendaraan dan Peralatan Listrik (KBLI 2025 No. 35133) berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik
    Umum (SPKLU). Perseroan akan melakukan kerjasama kemitraan yang tersedia sesuai kemitraan
    dengan PLN atas penggunaan stasiun pengisian cepat (SPKLU) dengan spesifikasi DC Fast Charging
    50 kW, dimana spesifikasi teknis SPKLU yang direncanakan akan dibangun Perseroan adalah sebagai
    berikut :

    ▪    Output power : Maksimal 50 kW (DC)
    ▪    Tegangan : 150 - 1000 VDC
    ▪    Arus : Hingga 125 A
    ▪    Kapasitas charge per sesi : Rata-rata 48,44 kWh (80% dari rata-rata baterai mobil listrik Indonesia
         60,55 kWh)
    ▪    Waktu charge : ± 0,97 jam per sesi (untuk 48 kWh)
    ▪    Kapasitas harian maksimal : 1.162 kWh/hari

    Didorong oleh Pertumbuhan sektor bisnis dan industri yang pesat dari penggunaan kendaraan Listrik
    terutama untuk transportasi publik, kebutuhan akan infrastruktur pengisian kendaraan listrik di berbagai
    wilayah meningkat tajam, sehingga membuka peluang usaha yang signifikan bagi Perseroan.

    Berdasarkan evaluasi terhadap aspek teknis dimana TKDN memiliki kapasitas dan pengalaman yang
    mencukupi dan TKDN berencana untuk menambah KBLI dengan tujuan memperluas jenis pekerjaan.
    Dengan analisis kelayakan teknis tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa Penambahan Kegiatan
    Usaha pada aspek kelayakan teknis adalah layak.

 c. Analisis Kelayakan Pola Bisnis

    Pada dasarnya Perseroan merupakan perusahaan yang bergerak di bidang solusi sistem layanan
    teknologi untuk transportasi yang dimana penambahan kegiatan usaha utama ini masih bersinergi
    dengan bisnis Perseroan yang sedang berlangsung saat ini. Pengalaman jangka panjang di industri
    eksisting, dimana Perseroan telah membentuk competitive moat yang terukur, tercermin dari hubungan
    jangka panjang dengan mitra institusional, sehingga memungkinkan integrasi yang efisien dengan sistem
    transportasi dan infrastruktur eksisting, menurunkan implementation risk dan mempercepat time-to-
    market dibandingkan kompetitor selama ini dapat memberikan keunggulan kompetitif bagi Perseroan
    dalam menjalankan kegiatan bisnis dalam penambahan kegiatan usaha utama ini.

    Industri infrastruktur transportasi ini adalah sektor yang sangat kompetitif, walaupun saat ini belum ada
    di Indonesia, namun kemungkinan akan banyak perusahaan yang akan meniru produk dan
    menawarkan layanan yang memiliki keunggulan kompetitif lain di seluruh Indonesia. Perseroan harus
    berinovasi dan menciptakan layanan dalam proyek yang akan dikerjakan ini. Untuk itu, Perseroan
    berkomitmen untuk memberikan layanan yang terbaik demi menjaga kepuasan pelanggan.

    Sebagai upaya mitigasi, Perseroan secara selektif melakukan penyesuaian strategi harga dengan tetap
    mempertimbangkan keberlanjutan margin, optimalisasi utilisasi aset existing, serta pengendalian biaya
    operasional. Selain itu, Perseroan memfokuskan upaya pada penguatan hubungan jangka panjang
    dengan mitra lokasi dan peningkatan kualitas layanan guna mengurangi ketergantungan pada




                                   Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 13
                                                                  Kantor Pusat :
                                                                  Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                  Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
               KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312


Y D R
                                                                  Email : kjpp.ydr2@gmail.com
               Penilaian Properti & Bisnis
               Nomor Izin : 2.16.0138                             Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
               Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                    Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                                                                  Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                  Telp : 0822-2501-2708
                                                                  Email : satrio.kjppydr@gmail.com

  kompetisi berbasis harga. Beberapa risiko dan mitigasi yang dapat Perseroan lakukan atas ancaman
  yang mungkin timbul akibat rencana penambahan kegiatan usaha adalah sebagai berikut :

  1. Belum ada standarisasi baterai nasional sehingga terdapat risiko seperti :
     ▪ Banyak tipe baterai yang membuat swap tidak kompatibel
     ▪ Adanya risiko terkait inventory dengan harga yang cukup tinggi
     ▪ Adanya risiko apabila utilisasi rendah
     Strategi mitigasi yang akan dilakukan perseroan adalah :
     ▪ Perusahaan akan mempersiapkan Modular & multi-format design dengan cara membuat desain
         swap station fleksibel (slot adjustable),dapat mendukung beberapa tipe baterai sekaligus,
         menghindari single standard risk.
     ▪ Apabila model bisnis usang (obsolete) maka perusahaan akan melakukan strategi B2B
         Partnership melalui Kolaborasi OEM / produsen EV, MoU dengan 2–3 produsen utama,
         menyesuaikan dengan pasar yaitu ikut dengan pemain terbesar dalam bisnis swap battery.
     ▪ Dengan konsep subscription fee dan surcharge fee maka perusahaan memberikan konsep
         bisnis yaitu Leasing baterai bukan jual baterai sehingga perusahaan pegang kendali spesifikasi
         baterai, dapat melakukan kontrol standardisasi sendiri, dimana konsep ini sudah banyak
         diadopsi oleh negara lain dan di Indonesia, sudah terdapat beberapa pesaing di bidang swap
         battery terutama kendaraan listrik roda dua.

  2. Disrupsi kompatibilitas Ultra-Fast Charging (UFC) sehingga terdapat risiko seperti:
     ▪ Waktu charging yang relevan lebih singkat yaitu 5–10 menit sehingga battery swap tidak relevan
     ▪ Pelanggan cenderung memilih fast charge
     Strategi mitigasi yang akan dilakukan perseroan adalah :
     ▪ Strategi perusahaan sejalan dengan studi kelayakan ini untuk mengantisipasi bisnis SPKLU dan
         SPBKLU di masa depan dengan cara perusahaan membangun SPBKLU dan SPKLU di 1 lokasi
         yang sama dengan tujuan untuk memberikan pilihan bagi pelanggan.
     ▪ Perusahaan berencana untuk meng-konversi lokasi menjadi energy hub apabila terdapat
         ancaman keusangan bisnis swap battery atau SPBKLU dimana lokasi SPKLU dan SPBKLU
         perusahaan dapat menjadi :
         - fast charging hub
         - mini SPBU Listrik
         - battery storage
         - retail/komersial
     ▪ Mempersiapkan Diversifikasi Bisnis dengan melakukan diversifikasi revenue melalui advertising,
         F&B tenant partnership, data services for loyal customer (loyalty program), battery-as-a-service,
         dan lain - lain.

  Upaya mitigasi lain yang dapat dilakukan oleh Perseroan diantaranya sebagai berikut:

  • Meningkatkan kualitas produk dan layanan
  • Terus melakukan penelitian, pengembangan, serta inovasi produk dan layanan
  • Membangun dan memperkuat loyalitas pelanggan pada produk dan jasa Perseroan




                                 Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 14
                                                                   Kantor Pusat :
                                                                   Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                   Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312


Y D R
                                                                   Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                Penilaian Properti & Bisnis
                Nomor Izin : 2.16.0138                             Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                    Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                                                                   Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                   Telp : 0822-2501-2708
                                                                   Email : satrio.kjppydr@gmail.com

   Dengan rencana penambahan kegiatan usaha ini, Perseroan bertekad untuk mengambil bagian aktif
   dalam memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat. Melalui proyek ini, Perseroan akan menjawab
   kebutuhan masyarakat yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Dalam melakukan semua kegiatan ini,
   Perseroan akan tetap mengedepankan prinsip kualitas, keamanan, dan ketepatan waktu dalam setiap
   proyek yang dikerjakan. Ini juga akan menjadi langkah strategis bagi Perseroan untuk memasuki
   segmen-segmen pasar baru, sehingga memperkuat posisinya sebagai salah satu Perusahaan
   terkemuka di Indonesia

   Dengan keunggulan kompetitif yang sudah dimiliki, Perseroan dapat menciptakan nilai yaitu menambah
   kegiatan usaha baru dengan cakupan yang lebih luas dengan mempertimbangkan kesinambungan dari
   permintaan pasar, menambah sumber pendapatan baru, dan meningkatkan kinerja keuangan sehingga
   memberikan tambahan laba Perseroan.

   Dengan analisis kelayakan pola bisnis tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa Penambahan Kegiatan
   Usaha pada aspek kelayakan pola bisnis adalah layak.

 d. Kelayakan Model Manajemen

   Karyawan merupakan aset penting bagi Perseroan, oleh karena itu Perseroan sangat memperhatikan
   kesejahteraan karyawan dengan mematuhi regulasi yang berlaku dan memperhatikan keamanan serta
   kenyamanan dalam bekerja. Perseroan menggunakan tenaga kerja yang sudah ada baik tenaga ahli,
   tenaga produksi, tenaga sales & marketing dan tenaga finance & accounting untuk penambahan
   kegiatan usaha baru, yang dialokasikan sesuai dengan kompleksitas proyek.

   Jumlah karyawan yang dipekerjakan oleh Perseroan per 30 September 2025 tercatat sebanyak 51
   orang, selama tahun 2024 karyawan perusahaan sebanyak 54 orang, menurun dibandingkan karyawan
   yang dipekerjakan di tahun 2023 yang berjumlah 73 orang. Pada Tahun 2022 jumlah karyawan 58
   orang. Sepanjang tahun 2025, Perseroan terus berkomitmen untuk meningkatkan kapabilitas dan daya
   saing SDM melalui berbagai program pengembangan kompetensi karyawan, khususnya melalui
   pelatihan internal yang terstruktur dan berkelanjutan. Pelatihan internal difokuskan pada peningkatan
   keahlian teknis, manajerial, serta soft skills yang relevan dengan kebutuhan dan perkembangan industri.
   Program ini dirancang untuk membekali karyawan dengan pengetahuan dan keterampilan terkini agar
   dapat menghadapi tantangan bisnis yang dinamis serta mendorong inovasi di lingkungan kerja.

   Perseroan menerapkan pendekatan pengelolaan yang menitikberatkan pada optimalisasi kapasitas
   internal melalui penguatan fungsi lintas unit, peningkatan produktivitas, serta pengendalian
   kompleksitas operasional secara bertahap. Kebijakan pemenuhan kompetensi melalui kombinasi
   kepemilikan sertifikasi oleh karyawan internal, perekrutan SDM baru dan/atau dukungan tenaga ahli
   bersertifikasi dari pihak ketiga, dilakukan Perseroan sesuai dengan kebutuhan operasional.

   Terkait Hak Atas Kekayaaan Intelektual, manajemen berkomitmen untuk menghormati paten yang
   dimiliki oleh pihak lain karena salah satu kegiatan utama Perseroan ialah perusahaan yang bergerak di
   bidang solusi sistem layanan teknologi untuk transportasi.




                                  Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 15
                                                                                       Kantor Pusat :
                                                                                       Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                                       Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                          KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                          Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312


Y D R
                                                                                       Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                          Penilaian Properti & Bisnis
                          Nomor Izin : 2.16.0138                                       Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                          Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                              Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                                                                                       Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                                       Telp : 0822-2501-2708
                                                                                       Email : satrio.kjppydr@gmail.com

      Dalam menjalankan usahanya, Perseroan menghadapi beberapa risiko yang dapat memengaruhi
      kinerja Perseroan. Risiko yang dihadapi Perseroan antara lain:
      a. Risiko Ketersediaan Bahan Baku
      b. Risiko Perkembangan Teknologi
      c. Risiko Keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM)
      d. Risiko Atas Reputasi Perseroan
      e. Risiko Persaingan
      f. Risiko Kredit
      g. Risiko Likuiditas
      h. Risiko Perizinan
      i. Risiko Kebijakan Pemerintah
      j. Risiko Gugatan Hukum
      k. Risiko Kepatuhan Terhadap Peraturan Perundang- Undangan yang Berlaku
      l. Risiko Standarisasi Keselamatan
      m. Risiko Perekonomian Secara Makro atau Global
      Upaya Perseroan dalam mencegah dan meminimalisir dampak maupun kerugian akibat potensi risiko
      utama adalah dengan menerapkan strategi mitigasi risiko yang efektif dengan identifikasi, evaluasi, dan
      pengendalian risiko yang sesuai. Strategi mitigasi risiko diintegrasikan ke dalam kebijakan, prosedur,
      dan kegiatan operasional Perseroan sesuai dengan tingkat risiko yang dihadapi.

      Dengan analisis kelayakan model manajemen tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa Penambahan
      Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan model manajemen adalah layak.

 e. Kelayakan Keuangan

 ▪ Analisis Kelayakan Usaha (NPV, IRR, PI dan Payback Period) Penambahan Bidang Usaha

      Hasil analisis kelayakan usaha nilai tambah (incremental) atas penambahan bidang usaha dapat dilihat
      pada Tabel sebagai berikut:
                                                                                                                                        (Dalam Rupiah Penuh)
                                    Present        Proyeksi        Proyeksi          Proyeksi            Proyeksi             Proyeksi             Proyeksi
          Deskripsi
                                  30 Sep 2025        2025            2026              2027                2028                 2029                   2030

 Laba bersih                                                  0    -4.329.822.935    5.228.067.622     14.110.784.971       23.277.631.860         32.735.495.830
 Add: beban bukan tunai                                       0   15.109.260.000    15.109.260.000     15.109.260.000       15.109.260.000         15.109.260.000
 Capital Expenditure                                          0   -75.546.300.000                 0                    0                    0                  0
 Perubahan Modal Kerja Bersih                                 0     -429.166.875      -822.703.362      -1.228.913.484       -1.648.105.168        -2.080.593.001
 Add / Less : Financing                                       0                0                  0                    0                    0                  0
 Jumlah Prooceds                                              0   -65.196.029.810   19.514.624.260     27.991.131.487       36.738.786.692         45.764.162.830
 Terminal Value                          0,00%                                                                                                    509.303.503.479
 Periode proyeksi (Tahun)                            0,25             1,25             2,25                3,25                  4,25                  5,25
 Discount Factor (CoE)                   8,99%       0,979           0,898            0,824                0,756                0,694                  0,637
 Jumlah Free Cash Flow                                        0   -65.196.029.810   19.514.624.260     27.991.131.487       36.738.786.692 555.067.666.309
 Present Value                                                0   -58.547.663.384   16.079.751.963     21.162.664.161       25.486.220.091 353.311.101.202
 Analisis Kelayakan




                                            Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 16
                                                                                   Kantor Pusat :
                                                                                   Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                                   Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                           KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                     Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312


Y D R
                                                                                   Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                           Penilaian Properti & Bisnis
                           Nomor Izin : 2.16.0138                                  Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                           Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                         Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                                                                                   Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                                   Telp : 0822-2501-2708
                                                                                   Email : satrio.kjppydr@gmail.com

                                     Present        Proyeksi         Proyeksi    Proyeksi            Proyeksi             Proyeksi            Proyeksi
           Deskripsi
                                   30 Sep 2025        2025            2026         2027                2028                 2029                   2030

 1. NPV                                        357.492.074.033
 2. IRR                                                48,907%
 3. Profitability Index (PI)                                 5,51
 4. Payback Period                             3 Tahun 11 Bulan



      Berdasarkan analisis kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha dengan mempertimbangkan asumsi-
      asumsi yang telah dilakukan diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut :

          ▪ Net Present Value (NPV)                            :    Rp357.492.074.033,-
          ▪ Internal Rate of Return (IRR)                      :    48,907%
          ▪ Profitability Index (PI)                           :    5,51
          ▪ Payback Period (PP)                                :    3 Tahun 11 Bulan

      Analisis Net Present Value (NPV)
      Berdasarkan perhitungan dan analisis yang dilakukan terhadap rencana penambahan kegiatan usaha
      ini, Hasil perhitungan NPV pada discount rate 8,99% menunjukkan nilai "Positif" sebesar
      Rp357.492.074.033 dengan demikian proyek ini Layak.

      Analisis Internal Rate of Return (IRR)
      Internal Rate of Return (IRR) adalah tingkat balikan suatu investasi dimana pada saat itu Net Present
      Value adalah 0 (Nol). Suatu Investasi dapat dikatakan layak dan menguntungkan untuk dijalankan
      apabila nilai IRR lebih besar dari Cost of Capital yang ditentukan. Analisa Internal Rate of Return (IRR)
      pada proyek ini menghasilkan nilai perhitungan 48,907%. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa IRR
      yang diperoleh lebih besar dibandingkan dengan tingkat diskonto (discount rate) yang ditetapkan yaitu
      sebesar 8,99% sehingga proyek tersebut Layak.

      Analisis Payback Period (PP)
      Berdasarkan perhitungan dan analisis yang dilakukan atas penambahan kegiatan usaha baru payback
      period dapat dicapai dalam jangka waktu 3 Tahun 11 Bulan.

      Analisis Profitability Index (PI)
      Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan pada indikator PI menunjukkan nilai 5,51 pada discount
      rate sebesar 8,99% atau lebih "besar" dari 1 (satu). Dengan demikian, penambahan kegiatan usaha
      perseroan ini menguntungkan.

      Analisis sensitivitas berutujuan untuk mengetahui seberapa sensitiv proyeksi kinerja proyek atas setiap
      perubahan variable penting yang dipilih dimana akan mempengaruhi kelayakan proyek. Hasil analisis
      sensitivitas proyek ini adalah sebagai berikut:

                                                                                                                   (Dalam Rupiah Penuh)




                                             Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 17
                                                                           Kantor Pusat :
                                                                           Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                           Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                 KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                       Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312


Y D R
                                                                           Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                 Penilaian Properti & Bisnis
                 Nomor Izin : 2.16.0138                                    Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                 Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                           Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                                                                           Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                           Telp : 0822-2501-2708
                                                                           Email : satrio.kjppydr@gmail.com

                                                        Skenario Perubahan Incremental Laba Bersih
          VARIABEL
                                           0%                  -75%               -124,242%                       -150%
   Des 2025                                         0                     0                         0                                 0
   2026                                -4.329.822.935         -7.577.190.136       -9.709.271.399                -10.824.557.337
   2027                                 5.228.067.622         1.307.016.905        -1.267.375.901                 -2.614.033.811
   2028                                14.110.784.971         3.527.696.243        -3.420.703.424                 -7.055.392.485
   2029                                23.277.631.860         5.819.407.965        -5.642.908.965                -11.638.815.930
   2030                                32.735.495.830         8.183.873.958        -7.935.662.184                -16.367.747.915
   NPV                               357.492.074.033        141.687.787.834                         0            -74.116.498.364
                                                                                   Break even
    Kelayakan                            Layak               Layak                                            Tidak Layak
                                                                                      Point


  Dalam tabel analisis sensitivitas ini terlihat variable sensitivitas Penurunan Laba Bersih yang
  memberikan informasi, bahwa proyek akan mencapai titik Break even saat Penurunan Laba Bersih
  mengalami penurunan maksimal sebesar 124,242%, dan proyek menjadi tidak layak saat penurunan
  perubahan laba bersih melampaui 124,242%, dengan catatan variable lain tetap (ceteris paribus).

                                                                                                           (Dalam Rupiah Penuh)
                                                        Skenario Perubahan Incremental Pendapatan
              VARIABEL
                                         0,00%                -15,00%              -34,184%                      -50,00%
   Des 2025                                         0                     0                         0                                 0
   2026                                23.290.487.065        19.796.914.005       15.328.757.526                  11.645.243.533
   2027                                44.752.753.099        38.039.840.134       29.454.261.689                  22.376.376.549
   2028                                66.906.230.451        56.870.295.883       44.034.690.245                  33.453.115.226
   2029                                89.767.713.475        76.302.556.454       59.081.096.488                  44.883.856.738
   2030                              113.354.359.776         96.351.205.810       74.604.772.785                  56.677.179.888
   NPV                               357.492.074.033        200.626.072.392                         0          -165.394.598.104
                                                                                   Break even
              Kelayakan                   Layak                Layak                                          Tidak Layak
                                                                                      Point


  Dalam tabel analisis sensitivitas ini terlihat variable sensitivitas Penurunan Pendapatan yang
  memberikan informasi, bahwa proyek akan mencapai titik Breakeven saat Penurunan Pendapatan
  mengalami penurunan maksimal sebesar 34,184%, dan proyek menjadi tidak layak saat penurunan
  perubahan pendapatan melampaui 34,184%, dengan catatan variable lain tetap (ceteris paribus).

                                                                                                           (Dalam Rupiah penuh)
                                                   Skenario Perubahan Incremental Beban Operasional
          VARIABLE
                                           0%                 25,00%                53,412%                      75,00%
   Des 2025                                         0                     0                         0                                 0
   2026                               -27.620.310.000        -34.525.387.500     -42.372.778.212                 -48.335.542.500
   2027                               -38.050.102.302        -47.562.627.877     -58.373.296.525                 -66.587.679.028
   2028                               -48.815.480.488        -61.019.350.610     -74.888.642.742                 -85.427.090.854
   2029                               -59.924.595.707        -74.905.744.633     -91.931.321.672               -104.868.042.486
   2030                               -71.385.775.379        -89.232.219.223    -109.514.108.552               -124.925.106.913
   NPV                               357.492.074.033        185.195.169.124                         0            -76.760.258.301
                                                                                  Break even
          Kelayakan                       Layak                Layak                                          Tidak Layak
                                                                                     Point




                                   Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 18
                                                                    Kantor Pusat :
                                                                    Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                    Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                 KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312


Y D R
                                                                    Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                 Penilaian Properti & Bisnis
                 Nomor Izin : 2.16.0138                             Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                 Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                    Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                                                                    Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                    Telp : 0822-2501-2708
                                                                    Email : satrio.kjppydr@gmail.com



   Dalam tabel analisis sensitivitas ini terlihat variable sensitivitas Penambahan Beban Operasional setelah
   Penambahan Usaha yang memberikan informasi, bahwa proyek akan mencapai titik Break even saat
   Beban Operasional setelah Penambahan Usaha mengalami peningkatan maksimal sebesar 53,412%,
   dan proyek menjadi tidak layak saat peningkatan Beban Operasional setelah Penambahan Usaha
   melampaui 53,412%, dengan catatan variable lain tetap (ceteris paribus).

   Dengan analisis kelayakan keuangan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa Penambahan Kegiatan
   Usaha pada aspek kelayakan keuangan adalah layak.

 f. Kesimpulan

   Analisis sudah dilakukan terhadap masing - masing KBLI yang akan ditambahkan dan sudah
   menggambarkan atas masing - masing KBLI yang akan ditambahkan.

   Dengan demikian, Berdasarkan kajian, evaluasi, Analisis kelayakan pasar, Analisis kelayakan teknis,
   Analisis kelayakan pola bisnis, Analisis kelayakan model manajemen, dan Analisis kelayakan keuangan
   serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi,
   maka dapat disimpulkan bahwa rencana penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa
   Tbk yaitu kegiatan aktivitas usaha Penyimpanan Tenaga Listrik (KBLI 2025 No. 35132) berupa Stasiun
   Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
   Indonesia (KBLI) Pengoperasian Fasilitas atau Stasiun Pengisian Daya untuk Kendaraan dan Peralatan
   Listrik (KBLI 2025 No. 35133) berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang akan
   dilaksanakan oleh Perseroan adalah layak.

   Kesimpulan akhir di atas berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang memiliki dampak material
   terhadap Studi Kelayakan Usaha. Perubahan tersebut termasuk, namun tidak terbatas pada,
   perubahan kondisi baik secara internal maupun secara eksternal yaitu kondisi pasar dan perekonomian,
   kondisi umum bisnis, perdagangan dan keuangan serta peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan
   peraturan terkait lainnya setelah tanggal Laporan Studi Kelayakan Usaha ini dikeluarkan. Bilamana
   setelah tanggal Laporan Studi Kelayakan Usaha ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut
   di atas, maka kesimpulan mengenai layak atau tidaknya studi ini mungkin berbeda.




                                   Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 19

          
Page 20

          
Page 21

          
Page 22
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk

                                                                           DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ............................................................................................................................................................. i
DAFTAR TABEL ....................................................................................................................................................iii
DAFTAR GRAFIK.................................................................................................................................................. iv
DAFTAR GAMBAR ................................................................................................................................................ v
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................................................................... 1
    1.1. Latar Belakang Penugasan ................................................................................................................... 1
    1.2. Status Penilai......................................................................................................................................... 2
    1.3. Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ................................................................................. 2
    1.4. Objek Studi Kelayakan dan Kepemilikan ............................................................................................... 2
    1.5. Jenis Mata Uang yang Digunakan ......................................................................................................... 3
    1.6. Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan .................................................................................................... 3
    1.7. Tanggal Efektif Studi Kelayakan ............................................................................................................ 3
    1.8. Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan ............................................................................. 3
    1.9. Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi ...................................................................................... 3
    1.10.Konfirmasi bahwa Studi Kelayakan dilakukan berdasarkan OJK, SPI dan KEPI .................................. 4
    1.11.Metodologi Studi Kelayakan .................................................................................................................. 4
    1.12.Pernyataan Independensi Penilai .......................................................................................................... 5
    1.13.Asumsi dan Kondisi Pembatas .............................................................................................................. 5
    1.14.Tanda Tangan Pimpinan dan Cap KJPP Yang Resmi Merupakan Syarat Mutlak Sahnya Laporan
         Studi Kelayakan Yang Terlampir ........................................................................................................... 5
  1.15. Tingkat Kedalaman Investigasi .............................................................................................................. 6
  1.16. Hal Lain yang Penting untuk Diungkapkan ............................................................................................ 6
BAB II ANALISIS INTERNAL PEMBERI TUGAS.................................................................................................. 7
  2.1.    Gambaran Umum Pemberi Tugas ......................................................................................................... 7
  2.2.    Aktivitas Usaha ...................................................................................................................................... 8
  2.3.    Susunan Pemegang Saham .................................................................................................................. 9
  2.4.    Susunan Komisaris dan Direksi ............................................................................................................. 9
  2.5.    Perizinan-Perizinan dan Legalitas ......................................................................................................... 9
  2.6.    Informasi Penambahan Kegiatan Aktivitas Usaha KBLI 35132 dan KBLI 35133 ................................ 11
  2.7.    Analisis Kinerja Keuangan Historis ...................................................................................................... 11
BAB III KAJIAN EKONOMI MAKRO ................................................................................................................... 19
  3.1.   Tinjauan Ekonomi Makro ..................................................................................................................... 19
  3.2.   Tinjauan Industri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) ........................................... 29
BAB IV ANALISIS KELAYAKAN PASAR ........................................................................................................... 32
  4.1.  Perkembangan Industri Infrastruktur Kendaraan Listrik....................................................................... 32
  4.2.  Pangsa Pasar ...................................................................................................................................... 39
  4.3.  Kesinambungan................................................................................................................................... 39
  4.4.  Potensi Pasar. ..................................................................................................................................... 40
  4.5.  Sasaran................................................................................................................................................ 41
  4.6.  Potensi Nilai Pasar .............................................................................................................................. 43
  4.7.  Pesaing Usaha .................................................................................................................................... 43
  4.8.  Strategi Pemasaran ............................................................................................................................. 46
BAB V ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS............................................................................................................ 48
  5.1.   Bisnis TKDN ........................................................................................................................................ 48
  5.2.   Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya ............................................................................................ 48
  5.3.   Proses Bisnis Penambahan KBLI ........................................................................................................ 50
  5.4.   Rencana Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) ...................................... 51
BAB VI ANALISIS KELAYAKAN POLA BISNIS ................................................................................................. 54



                                                                                                                                                                             i
Page 23
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk

  6.1    Keunggulan Kompetitif......................................................................................................................... 54
  6.2    Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk ........................................................................................ 56
  6.3    Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai ................................................................................................. 56
  6.4    Analisa SWOT ..................................................................................................................................... 57
BAB VII ANALISIS ASPEK MODEL MANAJEMEN ............................................................................................ 60
  7.1.    Ketersediaan Tenaga Kerja ................................................................................................................. 60
  7.2.    Kapasitas dan Kemampuan Manajemen setelah Adanya Penambahan KBLI..................................... 61
  7.3.    Manajemen Hak Atas Kekayaan Intelektual ........................................................................................ 62
  7.4.    Peraturan Perundang-undangan yang Terkait ..................................................................................... 64
  7.5.    Analisis Manajemen Risiko .................................................................................................................. 64
  7.6.    Kapasitas dan Kemampuan Manajemen ............................................................................................. 66
  7.7.    Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen ............................................................................... 66
BAB VIII ANALISIS KELAYAKAN USAHA ......................................................................................................... 68
   8.1.        Asumsi – Asumsi Proyeksi Keuangan ................................................................................................. 68
   8.2.        Proyeksi Laba Rugi.............................................................................................................................. 70
   8.3.        Proyeksi Posisi Keuangan ................................................................................................................... 71
   8.4.        Incremental Laporan Laba Rugi Dan Laporan Posisi Keuangan ......................................................... 73
   8.5.        Analisis Terhadap Laporan Keuangan Proforma Perseroan ............................................................... 75
   8.6.        Cut Off Date dalam Analisis Studi Kelayakan ...................................................................................... 77
   8.7.        Penetapan Tingkat Diskonto ............................................................................................................... 77
   8.8.        Analisis Kelayakan Proyek .................................................................................................................. 79
   8.9.        Analisis Sensitivitas Kelayakan Penambahan KBLI baru..................................................................... 81
   8.10.       Kesimpulan .......................................................................................................................................... 82




                                                                                                                                                                          ii
Page 24
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk

                                                                       DAFTAR TABEL

Tabel 1 - 1: Pihak yang Diwawancarai .................................................................................................................... 6
Tabel 2 - 1: Susunan Pemegang Saham TKDN ..................................................................................................... 9
Tabel 2 - 2 : Tabel Komparasi Kegiatan Usaha yang Telah Berjalan dan Belum dijalankan ................................ 11
Tabel 2 - 3: Kinerja Laba Rugi Historis ................................................................................................................. 11
Tabel 2 - 4: Laporan Posisi Keuangan TKDN ....................................................................................................... 13
Tabel 2 - 5: Laporan Arus Kas TKDN ................................................................................................................... 15
Tabel 2 - 6: Analisis Rasio Keuangan TKDN ........................................................................................................ 16
Tabel 2 - 7: Analisis Vertikal Laba Rugi TKDN...................................................................................................... 17
Tabel 2 - 8: Analisis Horizontal Laba Rugi TKDN ................................................................................................. 18
Tabel 3 - 1: Pertumbuhan PDB Dunia................................................................................................................... 19
Tabel 3 - 2: Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran ......................................... 21
Tabel 3 - 3: Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha .................................. 22
Tabel 3 - 4: Neraca Pembayaran Indonesia ......................................................................................................... 23
Tabel 3 - 5 : ringkasan indikator makroekonomi dan indikator sektoral yang relevan terhadap prospek
pengembangan industri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) .................................................. 30
Tabel 4 - 1 : benchmarking tarif pengisian dan kapasitas perangkat antara rencana Perseroan dengan
kompetitor eksisting .............................................................................................................................................. 45
Tabel 5 - 1: Tim Personil Proyek Penambahan KBLI ............................................................................................ 51
Tabel 7 - 1: Komposisi Karyawan berdasarkan Jenis Kelamin dan Latar Belakang Pendidikan.......................... 61
Tabel 8 - 1 : Biaya Pendirian (start-up costs) Pembangunan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik
(SPBKLU) ............................................................................................................................................................. 68
Tabel 8 - 2 : Biaya Pendirian (start-up costs) Pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik (SPKLU) ...... 69
Tabel 8 - 3 : Proyeksi Pendapatan Penambahan KBLI 35132 dan KBLI 35133 ................................................... 69
Tabel 8 - 4 : Proyeksi Beban Operasional Penambahan KBLI 35132 dan KBLI 35133 ........................................ 70
Tabel 8 - 5 : Proyeksi Laba Rugi dengan Penambahan Kegiatan Usaha ............................................................. 70
Tabel 8 - 6: Proyeksi Laba Rugi tanpa Penambahan Kegiatan Usaha ................................................................. 70
Tabel 8 - 7 : Proyeksi Posisi Keuangan dengan Penambahan Kegiatan Usaha................................................... 71
Tabel 8 - 8: Proyeksi Posisi Keuangan tanpa Penambahan Kegiatan Usaha....................................................... 72
Tabel 8 - 9 : Incremental Proyeksi Laba Rugi TKDN ............................................................................................ 73
Tabel 8 - 10: Incremental Proyeksi Posisi Keuangan TKDN ................................................................................. 74
Tabel 8 - 11 : Laporan Laba/Rugi Proforma Perseroan (dalam jutaan rupiah) ..................................................... 75
Tabel 8 - 12 : Laporan Posisi Keuangan Proforma Perseroan (dalam jutaan rupiah) ........................................... 76
Tabel 8 - 13 : Beta Perusahaan Pembanding ....................................................................................................... 78
Tabel 8 - 14: Cost of Equity................................................................................................................................... 79
Tabel 8 - 15 : Analisa Kelayakan Proyek Penambahan KBLI 35132 dan KBLI 35133.......................................... 79
Tabel 8 - 16 : Analisis Sensitivitas terhadap Perubahan Incremental Laba Bersih (Laba Bersih setelah proyek
dikurangi Laba Bersih sebelum proyek) ................................................................................................................ 81
Tabel 8 - 17: Analisis Sensitivitas terhadap Perubahan Incremental Pendapatan (Pendapatan setelah proyek
dikurangi Pendapatan sebelum proyek) ................................................................................................................ 81
Tabel 8 - 18: Analisis Sensitivitas terhadap Perubahan Incremental Beban Operasional (Beban Operasional
setelah proyek dikurangi Beban Operasional sebelum proyek) ............................................................................ 82




                                                                                                                                                                            iii
Page 25
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk

                                                                    DAFTAR GRAFIK

Grafik 3 - 1: Indeks Ketidakpastian Global ............................................................................................................ 19
Grafik 3 - 2: Inflasi Global...................................................................................................................................... 20
Grafik 3 - 3: Yield UST 10Y dan JGB 10Y serta Indeks Saham AS ...................................................................... 20
Grafik 3 - 4: Aliran Modal ke Negara Berkembang................................................................................................ 20
Grafik 3 - 5: Neraca Perdagangan ........................................................................................................................ 23
Grafik 3 - 6: Aliran Modal Asing ............................................................................................................................ 23
Grafik 3 - 7: Cadangan Devisa .............................................................................................................................. 24
Grafik 3 - 8: Rupiah vs Negara Kawasan .............................................................................................................. 24
Grafik 3 - 9: Ekspektasi Inflasi............................................................................................................................... 25
Grafik 3 - 10: Inflasi IHK dan Komponen ............................................................................................................... 25
Grafik 3 - 11: Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan IndONIA ..................................................................... 26
Grafik 3 - 12: Suku Bunga Perbankan .................................................................................................................. 26
Grafik 3 - 13: Perkembangan Kredit dan DPK ...................................................................................................... 27
Grafik 3 - 14: Perkembangan Rasio AL/DPK Perbankan ...................................................................................... 28
Grafik 3 - 16: Rasio Kredit Bermasalah (NPL) ...................................................................................................... 28
Grafik 3 - 17: Nilai Transaksi Digital Banking dan Nilai Transaksi Uang Elektronik .............................................. 29
Grafik 3 - 18: Nilai dan Volume Transaksi QRIS dan Nilai Transaksi ATM/Debit dan Kartu Kredit ....................... 29
Grafik 3 - 19: Uang yang Diedarkan...................................................................................................................... 29




                                                                                                                                                                        iv
Page 26
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk

                                                               DAFTAR GAMBAR

Gambar 3 - 1: Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan II 2025 ......................................................................... 22
Gambar 4 - 1: Capaian Penyediaan Infrastuktur Pengisian Listrik KBLBB 2024 .................................................. 34
Gambar 4 - 2: Proyeksi Sebaran Lokasi SPKLU 2025-2030 ................................................................................ 35
Gambar 4 - 3 : Jaringan Bisnis dan Wilayah Operasional Perseroan ................................................................... 42
Gambar 4 - 4 : Mitra Bisnis Perseroan .................................................................................................................. 43
Gambar 5 - 1: Alur Operasional Kegiatan Usaha Perseroan ................................................................................ 50
Gambar 7 - 1: Team Manajemen dan Tenaga Ahli Perseroan ............................................................................. 62
Gambar 7 - 2: Struktur Organisasi Perseroan ....................................................................................................... 66




                                                                                                                                                              v
Page 27
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                               BAB I
                                          PENDAHULUAN

1.1.    Latar Belakang Penugasan

        PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk. (TKDN atau Perseroan) adalah sebuah perusahaan yang bergerak
        di bidang IT yang pada awalnya terjun di sektor Transportasi dalam hal penyediaan Transport
        Management Solutions dengan fokus pada Safety and Monitoring Fleets dan menawarkan solusi tersebut
        kepada para produsen kendaraan dan juga operator Transportasi. Kini perseroan menghadirkan solusi
        sistem dan platform dengan menggabungkan teknologi terbaru yang akan membantu sektor transportasi
        lebih komprehensif, sekaligus mendukung terwujudnya Smart City. Perseroan berdomisili di Gedung
        TKDN Tbk. Jl. Sunter Muara No. 8A, Kelurahan Sunter Agung, Kec. Tanjung Priok, Kota Adm. Jakarta
        Utara Provinsi DKI Jakarta. 14350, dengan nomor telepon (021) 38889045, alamat email:
        corporate.secretary@tkdn.co.id, dan alamat website www.tkdn.co.id.

        Berdasarkan informasi yang kami terima dari manajemen Perseroan, TKDN berencana untuk menambah
        kegiatan aktivitas usaha dikarenakan adanya peluang pasar, persaingan, dan potensi pertumbuhan.
        Untuk memanfatkan peluang pasar, persaingan, dan potensi pertumbuhan, Perseroan membutuhkan
        penambahan aktivitas usaha selain kegiatan usaha Perseroan, yaitu Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
        Indonesia (KBLI) Penyimpanan Tenaga Listrik (KBLI 2025 No. 35132) berupa Stasiun Penukaran Baterai
        Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI)
        Pengoperasian Fasilitas atau Stasiun Pengisian Daya untuk Kendaraan dan Peralatan Listrik (KBLI 2025
        No. 35133) berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

        Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan, Rencana Perseroan akan mengakibatkan terjadinya
        penambahan kegiatan usaha penunjang Perseroan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas
        Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/POJK.04/2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan
        Kegiatan Usaha Utama” (“POJK No.17/2020”), mengingat bahwa Rencana Transaksi akan
        mengakibatkan terjadinya penambahan aktivitas usaha penunjang Perseroan yaitu kegiatan aktivitas
        usaha Penyimpanan Tenaga Listrik (KBLI 2025 No. 35132) berupa Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan
        Listrik Umum (SPBKLU) dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Pengoperasian Fasilitas
        atau Stasiun Pengisian Daya untuk Kendaraan dan Peralatan Listrik (KBLI 2025 No. 35133) berupa
        Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

        Untuk transaksi yang menyebabkan terjadinya Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang, Peraturan
        POJK No.17/2020 mensyaratkan adanya laporan studi kelayakan tentang penambahan kegiatan usaha
        penunjang yang disusun oleh penilai independen. Dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi dan
        untuk memenuhi ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Peraturan POJK No.17/2020, maka Perseroan
        perlu menunjuk penilai untuk melaksanakan penyusunan studi kelayakan atas Rencana Penambahan
        Kegiatan Penunjang Usaha (“Studi Kelayakan”)

        Oleh karena itu, TKDN telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Yufrizal Deny Kamal dan Rekan (“KJPP
        YDR”) untuk melakukan Pekerjaan Kajian Studi tersebut dengan Penawaran Jasa Nomor: 04/YDR-
        B/PNR-JL/XII/2025 tanggal 19 Desember 2025 dan Addendum Nomor: 01/YDR-B/ADD-TKDN/XII/2025
        tanggal 22 Desember 2025.




                                                                                                               1
Page 28
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
1.2.     Status Penilai

        Konsultan yang menandatangani laporan Penilaian ini merupakan Konsultan dengan Kompetensi dan
        klasifikasi Penilaian Bisnis bersertifikat MAPPI dan sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
        dengan perizinan sebagai berikut:

         Nama                                       :   Ir. Mahrani, M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
         No. Izin Penilai Publik                    :   B-1.15.00423
         No. MAPPI                                  :   98-S-01056
         No. RMK                                    :   RMK-2017.00379
         No. STTD OJK (Pasar Modal)                 :   STTD.PB-40/PM.02/2023
         No. STTD OJK (IKNB)                        :   342/PD.021/STTD-P/2025
         Kualifikasi Izin                           :   Penilai Bisnis

        YDR adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan Pasar Modal serta
        memiliki kompetensi untuk melakukan penugasan ini.

        Dalam mempersiapkan laporan studi kelayakan ini kami bertindak secara profesional tanpa adanya
        benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan pemberi tugas, objek studi kelayakan ataupun pihak-
        pihak yang terafiliasi dengan pemberi tugas dan objek studi kelayakan. YDR juga tidak memiliki
        kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini

        Laporan studi kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
        manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan.

        Untuk transaksi yang menyebabkan terjadinya Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang, Peraturan
        POJK No.17/2020 mensyaratkan adanya laporan studi kelayakan tentang penambahan kegiatan usaha
        penunjang yang disusun oleh penilai independen. Dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi dan
        untuk memenuhi ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Peraturan POJK No.17/2020, maka Perseroan
        perlu menunjuk penilai untuk melaksanakan penyusunan studi kelayakan atas Rencana Penambahan
        Kegiatan Penunjang Usaha (“Studi Kelayakan”).

1.3.    Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

        Nama Pemberi Tugas            :   PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
        Bidang Usaha                  :   Bergerak dalam bidang industri penyediaan solusi sistem informasi
                                          berbasis telematika dan Internet of Things (IoT) untuk
                                          pengembangan smart city
        Alamat                        :   Gedung TKDN Tbk, Jl. Sunter Muara No. 8A,
                                          Kelurahan Sunter Agung, Kec. Tanjung Priok,
                                          Kota Adm. Jakarta Utara Provinsi DKI Jakarta. 14350

1.4.    Objek Studi Kelayakan dan Kepemilikan

        Yang dimaksud Objek Studi Kelayakan adalah analisis atas rencana penambahan kegiatan usaha dengan
        penambahan KBLI pada Pasal 3 Anggaran Dasar perusahaan yang akan dilakukan oleh TKDN yaitu
        kegiatan aktivitas usaha Penyimpanan Tenaga Listrik (KBLI 2025 No. 35132) berupa Stasiun Penukaran
        Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI)




                                                                                                                2
Page 29
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
         Pengoperasian Fasilitas atau Stasiun Pengisian Daya untuk Kendaraan dan Peralatan Listrik (KBLI 2025
         No. 35133) berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

1.5.    Jenis Mata Uang yang Digunakan

        Laporan studi kelayakan ini dinyatakan dalam mata uang Rupiah. YDR tidak bertanggung jawab atas
        penggunaan Nilai Tukar selain yang tercantum pada laporan ini.

1.6.    Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan

        Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan Pendapat Kelayakan atas rencana TKDN yang
        akan melakukan penambahan kegiatan usaha dengan penambahan KBLI pada Pasal 3 Anggaran
        Dasar perusahaan dalam kaitannya memberikan pendapat kelayakan untuk kepentingan pasar
        modal dan tidak digunakan di luar konteks atau tujuan penugasan tersebut.

        Studi ini juga bertujuan untuk mengkaji prospek usaha dari TKDN ditinjau dari berbagai aspek yang
        meliputi aspek kelayakan pasar, aspek teknis, aspek kelayakan Pola Bisnis, aspek Model
        Manajemen, serta aspek keuangan dengan memperkirakan tingkat kemampulabaan dari
        operasional rencana pengembangan bisnis ini, sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan untuk
        Pimpinan TKDN dapat menyetujui atas usulan penambahan kegiatan usaha dengan penambahan
        KBLI pada Pasal 3 Anggaran Dasar perusahaan tersebut.

1.7.    Tanggal Efektif Studi Kelayakan

        Tanggal efektif studi kelayakan adalah 30 September 2025, dimana batas tersebut diambil atas dasar
        pertimbangan kepentingan pemberi tugas dan tujuan studi kelayakan. Berdasarkan Pasal 6 ayat 2 (dua)
        POJK No. 17/POJK.04/2020 bahwa masa berlaku di Studi Kelayakan adalah selama 6 (enam) bulan sejak
        tanggal analisis dalam Studi Kelayakan. Sehingga masa berlaku laporan berakhir pada 31 Maret 2026.

1.8.    Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan

        Dalam melakukan studi kelayakan ini, YDR juga menggunakan informasi dari beberapa sumber informasi
        yang relevan dan handal, yaitu:

        •   Data internal perusahaan terkait dengan studi kelayakan
        •   Proyeksi keuangan atas penambahan kegiatan usaha
        •   Data-data yang diperoleh dari S&P Capital IQ dan Damodaran
        •   Data-data ekonomi yang bersifat makro ataupun mikro yang diperoleh dari instansi terkait
            seperti Bank Indonesia
        •   Data-data lain sebagai pendukung

        YDR telah menerima proyeksi keuangan dimana proyeksi keuangan merupakan data yang diverifikasi
        terlebih dahulu yakni melakukan analisis kewajaran atas proyeksi yang disampaikan.

1.9.    Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi

        Laporan studi kelayakan ini ditujukan terkait POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang transaksi material dan
        perubahan kegiatan usaha yang dihasilkan sehingga untuk setiap publikasi terhadap keseluruhan atau
        sebagian dari laporan, atau referensi yang dipublikasikan, termasuk referensi mengenai laporan
        keuangan perusahaan/objek studi kelayakan, dan/atau laporan direksi/pimpinan perusahaan/objek studi


                                                                                                                3
Page 30
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
         kelayakan, dan/atau pernyataan atau kajian lainnya atau pernyataan/edaran apapun dari
         perusahaan/objek studi kelayakan dapat diakses oleh publik sesuai dengan keperluan atas Rencana
         Penambahan Kegiatan Usaha tersebut. Tanda tangan Penilai Publik dan cap YDR yang resmi merupakan
         syarat mutlak laporan studi kelayakan yang dihasilkan.

1.10.   Konfirmasi bahwa Studi Kelayakan dilakukan berdasarkan OJK, SPI dan KEPI

        Studi kelayakan ini dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) Nomor
        35/POJK.04/2020 dan SEOJK No.17/SEOJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
        Bisnis di Pasar Modal dan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”)
        Edisi VII Tahun 2018 dan Edisi Revisi Tahun 2020.

1.11.   Metodologi Studi Kelayakan

        Metodologi yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan berdasarkan POJK
        No.35/POJK.04/2020 dan SEOJK No.17/SEOJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
        Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian
        Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan Edisi Revisi Tahun 2020 ini adalah:

        Pengumpulan Data

        • Pengumpulan data-data primer atas rencana penambahan kegiatan usaha meliputi data-data rencana
          investasi dan rencana usaha serta data-data lainnya yang relevan. Data-data primer ini diperoleh
          secara langsung melalui wawancara dengan berbagai pihak, terutama dari manjemen TKDN pada saat
          dilakukan investigasi lapangan.

        • Pengumpulan data sekunder yang diperoleh dari berbagai instansi atau pihak ketiga dalam bentuk
          angka-angka statistik dan berbagai data pendukung yang relevan dengan tujuan penugasan seperti
          analisis makro ekonomi, analisis industri dan analisis manajemen risiko, untuk mengevaluasi
          pengaruh dari faktor tersebut di masa mendatang.

        Analisis Kelayakan

        Melakukan analisis kelayakan penambahan kegiatan usaha yang mengacu pada Pasal V SEOJK
        No.17/SEOJK.04/2020 meliputi:

        a.   Analisis Kelayakan Pasar; Analisis kelayakan pasar dilakukan terhadap analisis kondisi pasar,
             seperti pangsa pasar, kesinambungan (sustainability), potensi pasar, sasaran, dan potensi nilai
             pasar, pesaing usaha, dan strategi pemasaran.

        b.   Analisis Kelayakan Teknis; Analisis kelayakan teknis dilakukan terhadap analisis Ketersediaan
             dan Kualitas Sumber Daya; Proses Bisnis Kegiatan Usaha Baru.

        c.   Analisis Kelayakan Pola Bisnis; Analisis kelayakan pola bisnis dilakukan terhadap analisis
             Keunggulan Kompetitif TKDN, Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk TKDN; Kemampuan
             Untuk Menciptakan Nilai Penambahan Kegiatan Usaha.

        d.   Analisis Kelayakan Model Manajemen; Analisis kelayakan model manajemen dilakukan terhadap
             analisis ketersediaan tenaga kerja, manajemen kekayaan intelektual, manajemen risiko, kapasitas
             dan kemampuan manajemen, dan kesesuaian struktur organisasi dan manajemen.



                                                                                                                   4
Page 31
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
         e. Analisis Kelayakan Keuangan; Analisis kelayakan keuangan dilakukan terhadap analisis
             keuangan seperti analisis titik impas (Break Even Analysis), Analisis Profitabilitas (Overall
             Profitability), TingkatBalikan Investasi (Overall Return on Investment), Analisis Kelayakan Finansial
             denganNet Present Value (“NPV”), Internal Rate of Return (“IRR”), Payback Period, Profitability
             Index dan analisis sensitivitas.

        Kesimpulan Hasil Kelayakan

        Memberikan Kesimpulan hasil studi kelayakan penambahan kegiatan usaha.

1.12.    Pernyataan Independensi Penilai

         Dalam mempersiapkan laporan studi kelayakan kami bertindak secara profesional tanpa adanya benturan
         kepentingan dan tidak terafiliasi dengan pemberi tugas ataupun pihak- pihak yang terafiliasi dengan
         pemberi tugas.

         KJPP Yufrizal, Deny Kamal dan Rekan (“YDR”) juga tidak memiliki benturan kepentingan ataupun
         keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan ini tidak dilakukan untuk memberikan
         keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak
         dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan.

1.13.    Asumsi dan Kondisi Pembatas

        1.    Laporan studi kelayakan penambahan kegiatan usaha bersifat non-disclaimer opinion.
        2.    YDR telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses pemberian
              pendapat kelayakan dalam studi kelayakan penambahan kegiatan usaha ini.
        3.    Dalam menyusun laporan ini, YDR mengandalkan keakuratan dan kelengkapan informasi yang
              disediakan oleh manajemen TKDN dan/atau data yang diperoleh dari informasi yang tersedia untuk
              publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami anggap relevan. YDR tidak terlibat dan tidak
              melakukan audit ataupun verifikasi atas informasi yang disediakan tersebut.
        4.    Dalam Menyusun laporan ini YDR menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh TKDN
              serta telah disesuaikan sehingga mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dengan kemampuan
              pencapaiannya (fiduciary duty).
        5.    YDR bertanggung jawab atas kewajaran proyeksi keuangan yang telah disesuaikan dalam laporan
              studi kelayakan ini.
        6.    Laporan ini ditujukan untuk kepentingan pasar modal yang terbuka untuk publik, kecuali terdapat
              informasi yang bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
        7.    YDR bertanggung jawab atas Kesimpulan pendapat kelayakan yang dihasilkan dalam laporan studi
              kelayakan ini.
        8.    YDR telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari pemberi tugas.

1.14.   Tanda Tangan Pimpinan dan Cap KJPP Yang Resmi Merupakan Syarat Mutlak Sahnya Laporan
        Studi Kelayakan Yang Terlampir

        Tanda tangan pimpinan dan cap KJPP yang resmi merupakan syarat mutlak sahnya laporan studi
        kelayakan yang terlampir.




                                                                                                                     5
Page 32
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
1.15. Tingkat Kedalaman Investigasi

         •   Inspeksi.

             Dalam penugasan ini, kami telah melakukan investigasi dengan melakukan Inspeksi terhadap
             Perseroan dan melakukan wawancara dengan Pemberi Tugas, maupun pihak lain yang relevan
             guna mengumpulkan data dan informasi yang relevan untuk mendapatkan keyakinan yang memadai
             terkait dengan maksud dan tujuan penugasan. Dalam melakukan inspeksi kami tidak mengalami
             keterbatasan untuk mengamati kegiatan operasional Perseroan.

         •   Penelaahan

             Dari hasil inspeksi maupun wawancarai dan data / informasi yang diterima maka setelah dilakukan
             penelaahan, kami tidak menemui data atau informasi yang tidak jelas dan tidak dapat diverifikasi
             kepada pihak manajemen Perseroan atau pihak terkait lainnya.

          Berikut adalah pihak yang diwawancarai dalam hubungannya dengan penugasan yaitu:

                                          Tabel 1 - 1: Pihak yang Diwawancarai
                          Nama                                   Jabatan                   Perusahaan
             David Santoso                                 Direktur Utama                     TKDN
             Rudy Budiman Setiawan                             Direktur                       TKDN
             Shinta Budiarti Santoso           Senior Manager Finance Accounting & Tax        TKDN
             Zaid Zar Lubis                                Manager Legal                      TKDN



1.16.   Hal Lain yang Penting untuk Diungkapkan

        Dalam penugasan ini KJPP YDR bertindak sebagai konsultan penyusunan kajian kelayakan bagi TKDN.
        Penugasan ini bukanlah merupakan jasa penilaian tetapi adalah jasa lainnya yaitu sebagai konsultan
        penyusunan kajian kelayakan. Sebagai informasi dalam penugasan ini KJPP YDR telah bekerja secara
        profesional dan kolaraboratif dengan tim TKDN. KJPP YDR menolak bertanggung jawab atas kerugian
        akibat kesalahan penggunaan isi dokumen ini, validitas data/informasi dari pihak ketiga, ataupun
        kesalahpahaman interpretasi atas informasi di dalam dokumen ini. Hasil pekerjaan ini dapat digunakan
        sebagai bahan perkemmbangan dan masukan bagi Manajemen TKDN dalam rencana Penambahan
        Kegiatan Usaha TKDN dan oleh karenanya tidak membatasi atau mengurangi kewenangan yang dimiliki
        oleh Manajemen TKDN jika memutuskan hal lain.

        Semua informasi yang terkandung didalam dokumen laporan ini telah dicek dan disetujui oleh TKDN.
        Hasil pekerjaan telah dipaparkan secara lengkap dan menyeluruh kepada TKDN. Penerima atau
        pemegang dokumen ini dilarang mendistribusikan, mereplikasi atau mempublikasi sebagian atau seluruh
        dokumen ini tanpa izin dari TKDN.




                                                                                                                6
Page 33
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                               BAB II
                                 ANALISIS INTERNAL PEMBERI TUGAS

2.1.   Gambaran Umum Pemberi Tugas

       PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk (“TKDN atau Perseroan”) adalah sebuah perusahaan yang
       bergerak di bidang IT yang pada awalnya terjun di sektor Transportasi dalam hal penyediaan Transport
       Management Solutions dengan fokus pada Safety and Monitoring Fleets dan menawarkan solusi tersebut
       kepada para produsen kendaraan dan juga operator Transportasi. Kini kami menghadirkan solusi sistem
       dan platform dengan menggabungkan teknologi terbaru yang akan membantu sektor transportasi lebih
       komprehensif, sekaligus mendukung terwujudnya Smart City.

       Pendirian Perusahaan dan Informasi Umum PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk didirikan berdasarkan
       Akta Notaris No. 25, tanggal 7 Januari 2011 dari Tjoa Karina Juwita S.H., Notaris di Jakarta. Akta tersebut
       telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
       No. AHU-19005.AH.01.01. Tahun 2011, tanggal 15 April 2011. Anggaran Dasar Perusahaan telah
       mengalami beberapa kali perubahan, terakhir mengenai perubahan direksi dan komisaris dan disetor
       Perusahaan setelah penawaran umum berdasarkan Akta Notaris dari Dr. Sugih Haryati, S.H., M.Kn., No.
       80, tanggal 25 Juni 2025. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
       Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.09.0308003 Tahun 2025, tanggal 08 Juli
       2025.

       Perseroan mencatatkan sahamnya melalui Penawaran Umum Perdana Saham pada PT Bursa Efek
       Indonesia (BEI) pada tanggal 8 Maret 2023 dengan kode saham “TRON”. Saham TRON diperdagangkan
       di level tertinggi pada Rp426 per lembar saham di bulan Agustus 2023 dan menyentuh level terendah pada
       Rp220 per lembar saham di bulan Oktober 2023.

       Selama lebih dari satu dekade, Perseroan telah membangun reputasi sebagai penyedia solusi terintegrasi
       dalam sistem layanan dan perangkat teknologi transportasi. Perseroan menghadirkan kombinasi solusi
       sistem layanan transportasi dan manajemen armada yang didukung oleh teknologi terkini, guna mendukung
       efisiensi dan kemudahan operasional bisnis di sektor transportasi. Perseroan, yang didirikan oleh para
       pakar, praktisi, danakademisi di bidang transportasi, telah berkembang menjadi perusahaan berbasis
       teknologi informasi (IT) pertama dan satu-satunya di Indonesia yang memusatkan bisnisnya pada Sistem
       Transportasi Cerdas (Intelligent Transport System). Sistem ini didukung oleh teknologi IT dan telematika
       transportasi yang mencakup solusi untuk angkutan penumpang maupun ngkutan barang. Selain itu,
       Perseroan juga berkontribusi dalam mendukung industri teknologi rantai pasok (supply chain technology)
       yang menjadi kebutuhan utama para klien. Beberapa layanan unggulan yang ditawarkan meliputi TAM
       Fleet, layanan Cloud SaaS, dan berbagai solusi lainnya.

       Perseroan berkomitmen mendukung pembangunan dan pengembangan Smart City melalui pemanfaatan
       teknologi informasi dan komunikasi berbasis Internet of Things (IoT) yang terintegrasi. Solusi yang
       ditawarkan Perseroan dirancang untuk membantu klien dalam meningkatkan standar keselamatan,
       keamanan, dan kelayakan armada transportasi. Ketiga aspek ini menjadi perhatian utama bagi para
       pemangku kepentingan, termasuk penyedia fasilitas dan pengguna layanan transportasi.

       Saat ini, Perseroan telah membangun kemitraan dengan berbagai instansi pemerintah untuk menghadirkan
       teknologi yang tepat guna dan memberikan solusi menyeluruh (end-to-end solution). Inisiatif ini mendukung
       operasional transportasi publik di lebih dari 13 kota besar di Indonesia, termasuk wilayah Jawa Barat,


                                                                                                                     7
Page 34
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
       Banten, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Riau, Kalimantan Timur, Aceh,
       Sumatra Selatan, Sumatra Utara, hingga Papua. Secara keseluruhan, solusi Perseroan telah mendukung
       operasional lebih dari 3.000 unit transportasi umum. Perseroan optimis terhadap peluang pengembangan
       bisnis di masa depan, seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan teknologi informasi (IT) dan telematika
       dalam manajemen transportasi. Kebutuhan ini semakin relevan, baik di lingkungan pemerintah maupun
       sektor bisnis, untuk mendukung penyediaan layanan publik bagi masyarakat serta jasa perusahaan bagi
       pelanggan

       Dalam rangka pengembangan usaha, TKDN mempelajari peluang usaha baru dan menciptakan kerjasama
       berdasarkan kondisi pasar yang berkembang saat ini serta dalam rangka memperluas portofolio
       perusahaan, yaitu dengan rencana Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang
       baru, yang akan dikembangkan oleh TKDN dengan tujuan untuk memperoleh pendapat pihak independen
       mengenai kelayakan pelaksanaan pembangunan tersebut ditinjau dari berbagai aspek terkait secara
       komprehensif, memperoleh pendapat berdasarkan praktik terbaik (best practice) pembangunan
       Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) dalam peningkatan pendapatan
       usaha serta dalam rangka memenuhi Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
       Perubahan Kegiatan Usaha Utama.

       Sehubungan dengan hal-hal tersebut, KJPP YDR ditunjuk oleh TKDN untuk melakukan Pekerjaan Kajian
       Studi Kelayakan Rencana Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yaitu
       kegiatan aktivitas usaha Penyimpanan Tenaga Listrik (KBLI 2025 No. 35132) berupa Stasiun Penukaran
       Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI)
       Pengoperasian Fasilitas atau Stasiun Pengisian Daya untuk Kendaraan dan Peralatan Listrik (KBLI 2025
       No. 35133) berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

       Saat ini TKDN beralamat di Gedung TKDN Tbk, Jl. Sunter Muara No. 8A. Kelurahan Sunter Agung, Kec.
       Tanjung Priok Kota Adm. Jakarta Utara Provinsi DKI Jakarta. 14350.

2.2.   Aktivitas Usaha

       Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar, Perusahaan bergerak dalam bidang usaha perdagangan, aktivitas
       pengolahan data, aktivitas konsultasi, aktivitas manajemen, pemrograman komputer dan platform digital
       serta periklanan. Perusahaan berkedudukan di Jakarta Utara Saat ini, bisnis utama Perusahaan adalah di
       bidang pemrograman komputer lainnya, konsultasi dan perancangan internet of things dan komputer dan
       manajemen fasilitas komputer lainnya Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2015.
       TKDN merupakan Perusahaan Induk, dimana David Santoso merupakan pemilik manfaat utama mulai
       tahun 2020.

       Dalam rangka mencapai maksud dan tujuan tersebut, Perseroan dapat menjalankan kegiatan usaha
       sebagai berikut:

       a.   Kegiatan Usaha Utama:
            1. Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya (62019)
            2. Aktivitas Pemrograman Berbasis Kecerdasan Artifisial (62015)
            3. Aktivitas Konsultasi dan Perancangan Internet of Things (Iot) (62024)
            4. Aktivitas Konsultasi Komputer dan Manajemen
            5. Fasilitas Komputer Lainnya (62029)




                                                                                                                  8
Page 35
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
       b. Kegiatan Usaha Penunjang:
            1. Perdagangan Besar Komputer dan Perlengkapan Komputer (46511)
            2. Perdagangan Besar Atas Dasar Balas Jasa (Fee) Atau Kontrak (46100)
            3. Perdagangan Besar Piranti Lunak (46512)
            4. Portal Web dan/atau Platform Digital dengan Tujuan Komersial (63122)
            5. Penerbitan Piranti Lunak (Software) (58200)
            6. Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi (46523)
            7. Perdagangan Besar Mesin, Peralatan dan Perlengkapan Lainnya (46599)
            8. Perdagangan Besar Sepeda Motor Baru (45401)
            9. Perdagangan Besar Sepeda Motor Bekas (45402)
            10. Perdagangan Besar Suku Cadang Sepeda Motor dan Aksesorisnya (45405)
            11. Perdagangan Besar Suku Cadang Elektronik (46521)
            12. Aktivitas Teknologi Informasi dan Jasa Komputer Lainnya (62090)
            13. Aktivitas Pengolahan Data (63111)
            14. Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya (70209)

2.3.   Susunan Pemegang Saham
       Berdasarkan laporan keuangan audit TKDN per 30 September 2025, susunan pemegang saham TKDN
       adalah sebagai berikut:

                                      Tabel 2 - 1: Susunan Pemegang Saham TKDN
                                                    Jumlah                              Jumlah Modal
                  Pemegang Saham                                     Persentase
                                                    Saham                                 Disetor
        PT Daya Kemilau Nusantara Investama       2.176.695.700           73,75%            43.278.000.000
        Masyarakat                                  770.232.748           26,10%            15.660.536.960
        David Santoso                                 3.168.000            0,11%                63.360.000
        Rudy Budiman Setiawan                         1.232.000            0,04%                24.640.000
                        Jumlah                    2.951.328.448          100,00%            59.026.568.960
       Sumber: Laporan Keuangan Inhouse TKDN Per 30 September 2025

2.4.   Susunan Komisaris dan Direksi
       Susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi TKDN berdasarkan informasi dari Laporan Keuangan
       inhouse TKDN per 30 September 2025 adalah sebagai berikut:

       Dewan Komisaris
       Komisaris Utama                 :   Mirza Whibowo
       Komisaris                       :   Drs. Thomson E Batubara
       Komisaris Independen            :   Noerman Taufik

       Dewan Direksi
       Direktur Utama                  :   David Santoso
       Direktur                        :   Rudy Budiman Setiawan
       Direktur                            Wendy Jolanda Waas
                                           Sultan Satria

2.5.   Perizinan-Perizinan dan Legalitas
       Data dan dokumen legalitas yang kami terima dalam rangka penyusunan laporan studi kelayakan ini adalah
       sebagai berikut:


                                                                                                                9
Page 36
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
         1. Akta Pendirian No. 25, tanggal 7 Januari 2011 oleh Notaris Tjoa Karina Juwita S.H., Notaris di
             Jakarta. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
             Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-19005.AH.01.01.Tahun 2011, tanggal 15 April 2011.
             Atas nama PT Damai Harapan Sentosa.
         2. Akta Perubahan No. 80, tanggal 25 Juni 2025 oleh Notaris dari Dr. Sugih Haryati, S.H., M.Kn.,. Akta
             tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
             berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-AH.09.0308003. Tahun 2025, tanggal 08 Juli 2025.
         3. Nomor Induk Berusaha (NIB) nomor 0220106143418 yang dikeluarkan oleh Menteri
             Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal pada tanggal terbit Izin Usaha 16 Oktober
             2020 dengan Perubahan ke 17 tanggal 11 Februari 2021.
         4. Nomor Induk Berusaha (NIB) nomor 0220106143418 yang dikeluarkan oleh Menteri
             Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal pada tanggal terbit Izin Usaha 31 Januari
             2020, dicetak tanggal 9 April 2025.
         5. Perizinan Berusaha untuk menunjang kegiatan usaha. Persetujuan tipe alat ukur, alat takar, alat
             timbang dan alat perlengkapan, PB-UMKU: 022010614341800070015 dikeluarkan oleh a.n. Menteri
             Perdagangan, Menteri Investasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, diterbitkan tanggal
             8 Agustus 2024, dicetak tanggal 8 Agustus 2024.
         6. Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, Nomor: 02201061434180008 dikeluarkan oleh a.n. Gubernur
             DKI Jakarta, Kepala UP. PMPTST Kota Administrasi Jakarta Utara tanggal 12 Desember 2024,
             dicetak tanggal 27 Desember 2024.
         7. Persetujuan Prinsip Pencatatan Efek Bersifat Ekuitas, No. S-00672/BEI.PP3/01-2023. Dikeluarkan
             oleh IDX, Indonesia Stock Exchange.
         8. Keputusan Dewan Komisioner OJK Tentang Penetapan Saham Efek Syariah TKDN dengan No.
             KEP_24/D.04/2023 dikeluarkan oleh Dewan Komisioner OJK.
         9. Surat dari Balai Pengujian alat Uku, Alat Takar, Alat Timbang dan Alat Perlengkapan, Surat
             Keterangan Hasil Pemeriksaan Type Nomor: P.T. 106/PKTN.4.5/DL/07/2024 dikeluarkan oleh
             Kementrian Perdagangan Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kepala Balai Pengujian
             UTTP tanggal 15 Juli 2024.
         10. Surat Konfirmasi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang untuk kegiatan berusaha Nomor:
             09042510113172199 (KBLI 58200) tanggal 09 April 2025 dikeluarkan oleh a.n. Gubernur DKI
             Jakarta, Kepala DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta.
         11. Surat Konfirmasi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang untuk kegiatan berusaha Nomor:
             28032510113172097 (KBLI 62019) tanggal 28 Maret 2025 dikeluarkan oleh a.n. Gubernur DKI
             Jakarta, Kepala DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta.
         12. Surat Konfirmasi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang untuk kegiatan berusaha Nomor:
             12122410113172055 (KBLI 62029) tanggal 12 Desember 2024 dikeluarkan oleh a.n. Gubernur DKI
             Jakarta, Kepala DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta.
         13. Surat Keterangan Nomor 26/SKPBKI/PWI/I/2025 yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal
             Ketahanan, Perwilayahan dan akses Industri Internasional tanggal 24 Januari 2025.
         14. Hasil Penapisan Otomatis Sistem Informasi Dokumen Lingkungan Hidup Amdal, Aktivitas
             Konsultasi Komputer Dan Manajemen Fasilitas Komputer Lainnya No. Registrasi: 677f5f080990f
             Tanggal 09 Januari 2025 Dicetak Tanggal 09 Januari 2025.
         15. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Nomor: 31.316.790.0-074.000. Tanggal terdaftar 05 Mei 2011
         16. Surat Keterangan Terdaftar Nomor: S-3126/KT/KKP.210203/2023 dikeluarkan tanggal 3 Agustus
             2023 a.n. Kepala Kantor Plh. Kepala Seksi Pelayanan, Kantor Wilayah DPJ Jakarta Utara, KKP
             Pratama Jakarta Pandemangan.




                                                                                                                  10
Page 37
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
         17. Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak Nomor: S-242/PKP/KKP.210203/2023 dikeluarkan
             tanggal 3 Agustus 2023 a.n. Kepala Kantor Plh. Kepala Seksi Pelayanan, Kantor Wilayah DPJ
             Jakarta Utara, KKP Pratama Jakarta Pandemangan

2.6.   Informasi Penambahan Kegiatan Aktivitas Usaha KBLI 35132 dan KBLI 35133
       Perseroan akan melakukan penyesuaian pasal 3 anggaran dasar setelah persetujuan RUPSLB. Berikut
       disajikan tabel komparasi kegiatan usaha yang telah berjalan dan yang belum dijalankan.

                     Tabel 2 - 2 : Tabel Komparasi Kegiatan Usaha yang Telah Berjalan dan Belum dijalankan
         No               Kegiatan Usaha                  KBLI Eksisting      Status        KBLI Baru     Pasal 3 AD
        1      Aktivitas pemrograman berbasis           62015              Running        -              Ayat 1
               kecerdasan artifisial
        2      Aktivitas konsultasi dan perancangan 62024                  Running        -              Ayat 2
               dan Internet of Things (IoT)
        3      Penyimpanan Tenaga Listrik               -                  Belum          35132
               (SPBKLU)
        4      Penjualan Listrik (SPKLU)                -                  Belum          35133

       Perseroan akan mematuhi implikasi hukum dan bisnis yang timbul apabila persetujuan RUPSLB tidak
       diperoleh.

2.7.   Analisis Kinerja Keuangan Historis
       Tinjauan Laba Rugi

                                             Tabel 2 - 3: Kinerja Laba Rugi Historis
                                                                                                   (Dalam Jutaan Rupiah)
                                   2020        2021         2022        2023           2024      Sep 2024     Sep 2025
              DESKRIPSI
                                  Audited     Audited     Audited      Audited     Audited       Inhouse      Inhouse
        Penjualan                  32.703      45.628     107.517      187.502     152.933         117.696       59.389
        Beban Pokok
        Penjualan                  -25.135     -30.375     -73.054     -141.480    -120.395        -92.164      -55.051
        LABA (RUGI) KOTOR            7.568      15.253      34.463       46.022      32.539         25.532        4.338
        BEBAN USAHA
        Beban Penjualan               -757        -259       -1.495      -1.057          -635         -636         -238
        Beban Umum dan
        Administrasi                -3.530      -5.078     -11.552      -18.585        -22.964     -13.999      -16.951
        Beban Keuangan              -1.336        -983        -834       -2.130         -3.798      -2.586       -1.765
        Beban lain-lain - Neto         -18        -373        -646         -568         -1.376        -290      -16.971
        Laba Sebelum (Beban)
        Manfaat Pajak
        Penghasilan                  1.926       8.559      19.936       23.682         3.766        8.019      -31.587
        (Beban) Manfaat Pajak
        Penghasilan Kini              -500      -1.991       -4.752      -6.057         -1.663           0             0
        (Beban) Manfaat Pajak
        Penghasilan
        Tangguhan                       26         110         311          453           302            0            0
        LABA (RUGI) BERSIH           1.451       6.678      15.496       18.078         2.405        8.019      -31.587
        Penghasilan
        Komprehensif Lain




                                                                                                                           11
Page 38
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
        Pos yang tidak akan
        direklasifikasi ke laba
        rugi :
        Pengukuran kembali
        liabilitas imbalan
        pascakerja                  385        -334       -547       959        412                          0
        Rugi dekonsolidasi
        entitas anak                   0          0       -161          0          0            0            0
        Pajak penghasilan
        terkait                      -85        72        120        -211        -91            0            0
        Penghasilan
        Komprehensif Lain-
        Setelah Pajak              1.751      6.416    14.909     18.826       2.726        8.019       -31.587


      Berdasarkan data laporan keuangan historis TKDN selama periode 2020 hingga September 2025, terlihat
      adanya fluktuasi kinerja pada sisi pendapatan, beban usaha, dan laba periode berjalan. Pendapatan
      perusahaan mengalami kenaikan sebesar 39,52% pada tahun 2021 menjadi Rp45,63 miliar, kemudian naik
      sebesar 135,64% pada 2022 menjadi Rp107,52 miliar, dan naik kembali sebesar 74,39% di tahun 2023 ke
      Rp187,50 miliar. Namun, pada 2024, pendapatan mengalami penurunan sebesar 18,44%. menjadi
      Rp152,93 miliar. Pada September 2025 pendapatan mengalami penurunan menjadi Rp59,39 miliar.
      Penurunan tajam ini kemungkinan dipengaruhi oleh berkurangnya volume penjualan produk yang
      berdampak langsung terhadap pendapatan operasional perusahaan.

      Pada sisi beban usaha, pola pergerakan cenderung mengikuti tren pendapatan, meskipun dalam beberapa
      tahun perubahannya tidak simetris. Beban usaha naik sebesar 20,85% menjadi Rp30,38 miliar di 2021, lalu
      meningkat sebesar 140,51% menjadi Rp 73,05 miliar di 2022, dan kembali naik sebesar 93,67% menjadi
      Rp. 141,48 miliar pada 2023. Namun, tahun 2024 mencatat penurunan beban usaha paling signifikan
      sebesar -14,90% menjadi Rp120,39 miliar, seiring dengan penurunan pendapatan. Demikian juga pada
      September 2025 perseroan mencatat penurunan beban usaha sebesar Rp55,05 miliar. Penurunan ini
      menunjukkan bahwa perusahaan melakukan efisiensi operasional atau pengurangan biaya sebagai
      respons terhadap penurunan pendapatan. Strategi pengendalian biaya ini menjadi faktor penting dalam
      menjaga profitabilitas perusahaan.

      Berdasarkan laporan keuangan inhouse Perseroan untuk periode yang berakhir pada 30 September 2024
      dan 30 September 2025, terdapat perubahan kinerja usaha yang tercermin pada penurunan pendapatan,
      laba kotor, serta hasil usaha periode berjalan. Penjualan tercatat sebesar Rp117,70 miliar pada September
      2024 dan menurun menjadi Rp59,39 miliar pada September 2025 atau mengalami penurunan sebesar
      49,54%. Sejalan dengan penurunan tersebut, Beban Pokok Penjualan juga menurun dari Rp92,16 miliar
      menjadi Rp55,05 miliar atau turun sebesar 40,27%. Namun demikian, penurunan beban pokok tidak
      sebanding dengan penurunan pendapatan sehingga laba kotor menurun dari Rp25,53 miliar menjadi
      Rp4,34 miliar atau turun sebesar 83,01%, yang berdampak pada penurunan margin kotor Perseroan.

      Pada komponen beban usaha, beban penjualan mengalami penurunan dari Rp636 juta menjadi Rp238 juta,
      dan beban keuangan menurun dari Rp2,59 miliar menjadi Rp1,77 miliar. Sebaliknya, beban umum dan
      administrasi meningkat dari Rp14,00 miliar menjadi Rp16,95 miliar atau naik sebesar 21,09%, serta beban
      lain-lain neto meningkat dari Rp290 juta menjadi Rp16,97 miliar. Peningkatan pada beban umum dan
      administrasi serta beban lain-lain tersebut menyebabkan total beban usaha secara keseluruhan meningkat,
      sehingga memberikan tekanan terhadap hasil operasi Perseroan pada periode berjalan.




                                                                                                                  12
Page 39
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
       Laba Sebelum Pajak

      Laba Sebelum (Beban) Manfaat Pajak Penghasilan naik sebesar 344,40% menjadi Rp8,56 miliar di tahun
      2021, lalu meningkat sebesar 132,91% menjadi Rp 19,94 miliar di tahun 2022, dan kembali naik sebesar
      18,79% menjadi Rp23,68 miliar pada tahun 2023. Namun, tahun 2024 mencatat penurunan Laba Sebelum
      (Beban) Manfaat Pajak Penghasilan paling signifikan sebesar -84,10% menjadi Rp3,77 miliar. Demikian
      juga pada September 2025 perseroan mencatat Rugi Sebelum (Beban) Manfaat Pajak Penghasilan
      sebesar Rp31,59 miliar.

      Pada Laporan Inhouse Perseroan untuk periode yang berakhir pada 30 September 2024 dan 30 September
      2025 tersebut terlihat pada Laba Sebelum (Beban) Manfaat Pajak Penghasilan, di mana Perseroan
      mencatat laba sebesar Rp8,02 miliar pada September 2024 dan berubah menjadi rugi sebesar Rp31,59
      miliar pada September 2025. Selanjutnya, tidak terdapat beban pajak penghasilan maupun penghasilan
      komprehensif lain yang material pada kedua periode

      Laba Bersih Komprehensive

      Berdasarkan data laporan keuangan historis TKDN selama periode 2020 hingga September 2025, terlihat
      adanya fluktuasi. Laba Bersih Komprehensive pada tahun 2020 tercatat sebesar Rp1,75 miliar. Pada tahun
      2021 naik sebesar 266,35% menjadi Rp 6,42 miliar. Pada tahun 2022 kembali naik sebesar 132,35%
      menjadi Rp14,90 miliar. Pada tahun 2023 kembali mengalami peningkatan sebesar 26,27% menjadi
      Rp18,83 miliar, dan pada tahun 2024 menurun sebesar 85,52% menjadi Rp2,73 miliar rupiah dan pada
      September 2025 perseroan mengalami kerugian yang cukup signifikan. Rugi bersih Bersih Komprehensive
      tercatat sebesar Rp 31,59 miliar.

      Laba (Rugi) Bersih dan Laba (Rugi) Komprehensif pada periode yang berakhir pada 30 September 2024
      dan 30 September 2025 sejalan dengan hasil sebelum pajak. Dengan demikian, Perseroan membukukan
      laba komprehensif sebesar Rp8,02 miliar pada September 2024 dan rugi komprehensif sebesar Rp31,59
      miliar pada September 2025.

      Tinjauan Posisi Keuangan

                                           Tabel 2 - 4: Laporan Posisi Keuangan TKDN
                                                                                                    (Dalam Jutaan Rupiah)
                                                                                                                     Sep
                          DESKRIPSI                    2020        2021          2022        2023        2024        2025
                                                     Audited      Audited       Audited     Audited     Audited     Inhouse
        ASET
        Aset Lancar
        Kas dan setara kas                              9.657        6.544        5.891      41.294       5.135        112
        Piutang usaha pihak ketiga                      3.106       13.493       35.331      54.255      51.720      83.740
        Piutang lain-lain pihak ketiga                        0      7.463          331         452         296        442
        Piutang lain-lain pihak berelasi                1.930        9.477          593       1.980             0           0
        Persediaan                                      2.472        3.354        7.346      26.531      30.943      21.514
        Pajak dibayar dimuka                                  0             0       954       2.557       4.929       8.356
        Uang Muka Pembelian Pihak Ketiga                  502             99            0    18.674      20.121      10.801
        Aset Lancar Lainnya                                   0           50      3.422         351          31      10.057
        Total Aset Lancar                              17.667       40.481       53.868     146.094     113.175     135.022
        Aset Tidak Lancar




                                                                                                                                13
Page 40
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                                                                                                       Sep
                             DESKRIPSI                   2020        2021          2022        2023        2024        2025
                                                        Audited     Audited       Audited     Audited     Audited     Inhouse
        Aset Pajak Tangguhan                                 44          226          658         901       1.112       1.112
        Uang Muka Pembelian Pihak Ketiga                        0             0     1.429       7.480      18.756      18.754
        Uang Muka Pembelian Pihak berelasi                      0             0     5.500      10.826      14.179       6.757
        Investasi Pada Entitas Asosiasi                         0             0     3.595       3.026       1.828       1.336
        Aset Hak-Guna                                        55             52         83         163         59         192
        Aset Takberwujud                                 13.128       10.334       19.511      27.175      81.309      51.399
        Aset tetap                                           76        1.100        1.098      43.982      44.989      43.747
        Properti Investasi                                      0             0           0     7.500       7.814       7.772
        Total Aset Tidak Lancar                          13.303       11.713       31.875     101.052     170.046     131.069
        TOTAL ASET                                       30.970       52.194       85.743     247.146     283.221     266.091
        LIABILITAS DAN EKUITAS
        LIABILITAS
        LIABILITAS JANGKA PENDEK
        Pinjaman Bank Jangka Pendek                       7.400        1.000        4.797             0    24.962      19.826
        Utang Usaha Pihak Ketiga                            711       15.120        8.795       3.983       5.592      14.032
        Utang Lain-lain pihak ketiga                      2.160        4.376        2.380       1.032       3.134         41
        Liabilitas Kontrak Pihak ketiga                         0             0        17         413       1.110       1.391
        Liabilitas Kontrak Pihak Berelasi                       0             0           0       305             0           0
        Biaya Masih Harus dibayar                           631               4       493       1.003       1.529       6.127
        Utang Pajak                                         755        1.920        4.459       4.643       5.008      11.369
        Utang Jangka Panjang - bagian jangka pendek :
        Pinjaman Bank                                           0             0           0     3.484       3.515       6.730
        Utang Jangka Panjang - bagian jangka pendek :
        Pinjaman Lembaga Keuangan                               0        178          219          84        228          70
        Total Liabilitas Jangka Pendek                   11.657       22.599       21.162      14.947      45.078      59.586
        Liabilitas Jangka Panjang
        Utang Jangka Panjang Setelah Dikurangi
        Bagian Jangka Pendek : Pinjaman Bank                    0             0           0    19.447      16.138      16.138
        Utang Jangka Panjang Setelah Dikurangi
        Bagian Jangka Pendek : Pinjaman Lembaga
        Keuangan                                                0        303           84             0      159         101
        Liabilitas Imbalan Pascakerja                       145          707        2.004       1.578       2.105       2.105
        Total Liabilitas jangka panjang                     145        1.011        2.088      21.026      18.402      18.344
        TOTAL LIABILITAS                                 11.802       23.609       23.250      35.973      63.480      77.930
        EKUITAS
        Modal Saham                                      15.000       15.000       44.000      59.000      59.000      59.027
        Tambahan Modal Disetor                                  0      3.000              0   114.853     114.853     115.159
        Uang Muka Setoran Modal dari Pelaksanaan
        Waran                                                   0             0           0           0      325              0
        Saldo Laba Telah ditentukan Penggunaannya               0             0     1.000      11.800      22.600      22.600
        Saldo Laba Belum Ditentukan Penggunaannya         3.895       10.573       17.908      25.186      16.838     -14.188
        Penghasilan Komprehensif Lain                       273             12       -415         333        655         655
        Kepentingan Non-pengendali                              0             0           0           0     5.471       4.910
        TOTAL EKUITAS                                    19.168       28.585       62.493     211.173     219.741     188.161
        TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                     30.970       52.194       85.743     247.146     283.221     266.091




                                                                                                                                  14
Page 41
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
       Aset
      Pergerakan total aset TKDN menunjukkan tren pertumbuhan tahunan yang impresif. Pada tahun 2020 total
      aset tercatat sebesar Rp30,97 miliar. Pada tahun 2021 naik sebesar 68,53% menjadi Rp52,93 miliar. Pada
      tahun 2022 kembali naik sebesar 64,28% menjadi 85,74 miliar. Pada tahun 2023 kembali naik sebesar
      188,26% menjadi Rp247,14 miliar, dan pada tahun 2024 naik kembali sebesar 14,59% menjadi 183,22
      miliar. Kenaikan yang konsisten ini mencerminkan ekspansi usaha yang aktif dan strategi investasi yang
      agresif dalam memperkuat posisi perusahaan. Pada September 2025 total aset tercatat sebesar Rp266,09
      miliar. Hal ini akibat dari menurunnya total aset tidak lancar.

      Liabilitas dan Ekuitas
      Liabilitas perusahaan mengalami fluktuasi yang relatif stabil sepanjang lima tahun terakhir. Pada tahun
      2020 tercatat sebesar Rp11,80 miliar. Pada tahun 2021 naik sebesar 100,04% menjadi Rp23,61 miliar.
      Pada tahun 2022 turun sebesar 1,52% menjadi Rp23,25 miliar. Pada tahun 2023 naik sebesar 54,79%
      menjadi Rp35,99 miliar, dan pada tahun 2024 naik sebesar 76,39% menjadi Rp63,48 miliar. Pada
      September 2025 liabilitas tercatat sebesar Rp77,93 miliar.

      Dari sisi ekuitas, tren pertumbuhan juga terlihat konsisten dengan peningkatan nilai perusahaan yang stabil.
      Pada tahun 2020 tercatat sebesar Rp19,17 miliar. Pada tahun 2021 naik sebesar 49,12% menjadi
      Rp28,58miliar. Pada tahun 2022 turun sebesar 118,63% menjadi Rp62,49 miliar. Pada tahun 2023 naik
      sebesar 237,91% menjadi Rp211,17 miliar, dan pada tahun 2024 naik sebesar 4,06% menjadi Rp219,74
      miliar. Kenaikan ini mengindikasikan akumulasi laba ditahan dan peningkatan kekuatan modal perusahaan,
      serta mencerminkan kinerja keuangan yang membaik secara menyeluruh. Pada September 2025 ekuitas
      tercatat sebesar Rp188,16 miliar.

      Tinjauan Arus Kas
                                                  Tabel 2 - 5: Laporan Arus Kas TKDN
                                                                                                   (Dalam Jutaan Rupiah)
                                                                                                                 Sep
                      DESKRIPSI                        2020         2021       2022       2023       2024       2025
                                                      Audited     Audited     Audited    Audited   Audited    Inhouse
        Total Arus kas dari aktivitas operasi            1.650       9.064       -622    -33.961    12.120      -34.447
        Total Arus kas dari aktivitas investasi         -17.197      -2.123    -14.247   -81.005    -72.101     31.554
        Total Arus kas dari aktivitas pendanaan         23.482      -10.054    14.216    150.368     23.821      -2.130
        Total perubahan arus kas                         7.895       -3.113       -653    35.403    -36.160      -5.023
        Kas di awal periode                              1.762        9.657     6.544      5.891     41.294      5.135
        Kas di akhir periode                             9.657        6.544     5.891     41.294      5.135        112


      Arus kas dari aktivitas operasi
      Kegiatan aktivitas ini diperoleh dari penerimaan pelanggan serta pembayaran-pembayaran. Adapun tahun
      2024 kas dari aktivitas operasi yang diterima oleh Perusahaan cukup tinggi yaitu sebesar
      Rp12,12 miliar yang disebabkan meningkatnya adanya laba yang diterima cukup tinggi yaitu sebesar
      Rp 730.698.187 ribu yang disebabkan meningkatnya adanya laba yang diterima. Pada September 2025
      kas dari aktivitas operasi sebesar -Rp34,45 miliar.




                                                                                                                           15
Page 42
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
       Arus kas dari aktivitas investasi
      Pada September 2025 perusahaan menunjukkan adanya kas keluar untuk aktivitas investasi sebesar
      Rp31,55 miliar.

      Arus kas dari aktivitas pendanaan
      Pada September 2025 perusahaan menunjukkan adanya kas keluar untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp
      2,13 miliar.

      Rasio Keuangan
                                          Tabel 2 - 6: Analisis Rasio Keuangan TKDN
                                        2020        2021         2022         2023        2024       Sep 2025
                DESKRIPSI
                                       Audited     Audited      Audited      Audited     Audited     Inhouse
        Rasio Likuiditas
        Rasio Kas(X)                        0,83        0,29         0,28         2,76        0,11       0,002
        Rasio Lancar (X)                    1,52        1,76         2,55         9,77        2,51        2,27
        Rasio Cepat (X)                     1,30        1,64         2,20         8,00        1,82        1,90
        Rasio Solvabilitas
        Net Debt to Equity Ratio (X)        0,62        0,83         0,37         0,17        0,29        0,41
        Net Debt to Asset Ratio (X)         0,38        0,45         0,27         0,15        0,22        0,29
        Rasio Profitabilitas
        Margin Laba Usaha                23,14%      33,43%        32,05%      24,54%      21,28%        7,30%
        Margin Laba Bersih                4,44%      14,64%        14,41%       9,64%       1,57%      -53,19%
        ROA                               4,69%      12,79%        18,07%       7,31%       0,85%      -11,87%
        ROE                               7,57%      23,36%        24,80%       8,56%       1,09%      -16,79%


      Berdasarkan data rasio keuangan dari tahun 2020 hingga 2024, dapat dilakukan analisis menyeluruh
      terhadap tiga aspek utama: solvabilitas, profitabilitas, dan likuiditas perusahaan.

      Rasio Solvabilitas

      Rasio solvabilitas dapat diukur dengan membandingkan liabilitas terhadap aset (Debt to Asset Ratio/DAR)
      dan liabilitas terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio/DER). Pada tahun 2024, Perseroan mencatat nilai DAR
      sebesar 22,41x dan DER sebesar 29x. Pencapaian ini menunjukkan peningkatan tingkat solvabilitas
      dibandingkan tahun 2023, yang masing-masing sebesar 1,56x untuk DAR dan 17,04x untuk DER.
      Peningkatan ini mencerminkan pertumbuhan aset Perseroan yang signifikan disertai dengan penurunan
      jumlah utang, sehingga memperkuat struktur permodalan dan posisi keuangan perusahaan secara
      keseluruhan.

      Rasio Profitabilitas

      Profitabilitas perusahaan cenderung menurun, Pada tahun 2022 tercatat ROA sebesar 23,25%. Sedangkan
      pada tahun 2023 RoA turun menjadi 7,31% dan pada tahun 2024 ROA turun menjadi 0,85%. Return on
      Asset (ROA) mengalami penurunan, yang menandakan bahwa kemampuan perusahaan dalam
      menghasilkan laba dari asetnya mengalami penurunan efisiensi.

      Demikian pula, Return on Equity (ROE) menunjukkan penurunan dari tahun 2022 sebesar 24,53%,
      kemudian tahun 2023 sebesar 8,56%, dan pada tahun 2024 tercatat menjadi 1,09%. Hal ini menunjukkan
      penurunan imbal hasil kepada pemegang saham.



                                                                                                                  16
Page 43
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
       Rasio Likuiditas

      Kondisi perusahaan tampaknya mengalami fluktuasi. Rasio kas pada tahun 2022 tercatat sebesar 0,28x,
      sedangkan pada tahun 2023 meningkat menjadi 2,76x, dan pada tahun 2024 turun kembali menjadi 0,11x.
      Rasio cepat dan rasio lancar, yang mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka
      pendeknya, dimana perusahaan mengalami fluktuasi dari tahun 2022 sampai 2024. Rasio Lancar pada
      tahun 2022 tercatat sebesar 2,55x, sedangkan pad tahun 2023 naik menjadi 9,77x, dan pada tahun 2024
      turun kembali menjadi 2,51x. Rasio Cepat juga menunjukkan fluktuasi dari tahun 2022 sampai 2024. Rasio
      Cepat pada tahun 2022 tercatat sebesar 2,19x, sedangkan pad tahun 2023 naik menjadi 7,99x, dan pada
      tahun 2024 turun kembali menjadi 0,11x.

      Secara keseluruhan, TKDN. menunjukkan kinerja yang cukup baik dalam mengelola struktur
      permodalannya dan tetap menjaga margin keuntungan yang tinggi. Namun, terdapat penurunan signifikan
      pada efisiensi penggunaan aset dan ekuitas serta penurunan likuiditas yang memerlukan perhatian
      manajemen, terutama dalam menghadapi potensi tekanan arus kas di masa depan. Strategi peningkatan
      efisiensi aset dan penguatan posisi kas akan menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan
      perusahaan.

      Common Size Laporan Keuangan Periode 31 Desember 2020 sampai dengan 30 September 2025

      Berikut common size/analisis vertikal dan horizontal laporan keuangan periode 31 Desember 2020 sampai
      dengan 30 September 2025.

      Analisis Vertikal

      Analisis vertikal pada dasarnya adalah bagian dari analisis laporan keuangan dengan cara menyajikan
      kembali laporan keuangan dalam bentuk persentase, dimana laporan laba rugi dinyatakan dalam bentuk
      persentase terhadap pendapatan, sedangkan laporan posisi keuangan dinyatakan dalam persentase
      terhadap total aset maupun liabilitas dan ekuitas.

                                      Tabel 2 - 7: Analisis Vertikal Laba Rugi TKDN
                                          2020          2021        2022         2023      2024     Sep-25
                 DESKRIPSI
                                         Audited      Audited     Audited      Audited    Audited   Inhouse
        Penjualan                        100,00%      100,00%     100,00%      100,00%    100,00%   100,00%
        Beban Pokok Penjualan             76,86%       66,57%      67,95%       75,46%     78,72%    92,70%
        BEBAN USAHA
        Beban Penjualan                     2,32%        0,57%       1,39%        0,56%    -0,42%    -0,40%
        Beban Umum dan Administrasi        10,79%       11,13%      10,74%        9,91%   -15,02%   -28,54%
        Beban Keuangan                      4,09%        2,16%       0,78%        1,14%    -2,48%    -2,97%
        Beban lain-lain - Neto              0,06%        0,82%       0,60%        0,30%    -0,90%   -28,58%
        Laba Sebelum Pajak
                                            5,89%       18,76%      18,54%       12,63%     2,46%   -53,19%
        Penghasilan
        LABA (RUGI) BERSIH                  4,44%       14,64%      14,41%        9,64%     1,57%   -53,19%

      Analisis Horizontal

      Analisis horizontal pada dasarnya adalah bagian dari analisis laporan keuangan dengan cara
      membandingkan data keuangan dari dua atau lebih periode yang berbeda untuk melihat perubahan nominal
      maupun persentase dari setiap pos akun. Tujuan dari analisis ini adalah untuk mengidentifikasi tren



                                                                                                               17
Page 44
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
       pertumbuhan, penurunan, atau anomali dalam kinerja keuangan perusahaan dari waktu ke waktu. Analisis
       ini biasanya diterapkan pada laporan laba rugi dan laporan posisi keuangan guna mengevaluasi
       konsistensi, stabilitas, serta arah perkembangan keuangan perusahaan.

                                     Tabel 2 - 8: Analisis Horizontal Laba Rugi TKDN
                                              2021             2022          2023       2024      Sep-25
                  DESKRIPSI
                                            Audited          Audited        Audited    Audited   Inhouse
        Penjualan                              39,52%         135,64%        74,39%    -18,44%     -61,17%
        Beban Pokok Penjualan                  20,85%         140,51%        93,67%    -14,90%     -54,27%
        BEBAN USAHA
        Beban Penjualan                      -65,75%          476,37%       -29,29%    -39,95%     -62,56%
        Beban Umum dan Administrasi           43,85%          127,50%        60,88%     23,56%     -26,18%
        Beban Keuangan                       -26,40%          -15,19%       155,42%     78,28%     -53,52%
        Beban lain-lain - Neto              1950,94%           73,16%       -12,07%    142,37%    1133,52%
        Laba Sebelum Pajak Penghasilan       344,40%          132,91%        18,79%    -84,10%    -938,77%
        LABA (RUGI) BERSIH                   360,10%          132,05%        16,66%    -86,70%   -1413,49%




                                                                                                              18
Page 45
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                                   BAB III
                                         KAJIAN EKONOMI MAKRO

3.1. Tinjauan Ekonomi Makro

    1. Perekonomian Global dan Domestik

        Perekonomian dunia masih dalam tren melambat akibat dampak tarif Amerika Serikat (AS) yang
        mendorong ketidakpastian tetap tinggi. AS kembali mengenakan tambahan tarif kepada sektor farmasi,
        mebel, dan otomotif sejak 1 Oktober 2025 serta mengumumkan rencana pengenaan tarif tambahan
        sebesar 100% terhadap produk asal Tiongkok. Berbagai indikator menunjukkan kebijaka tarif AS
        memperlemah kinerja perdagangan global, tecermin dari melambatnya ekspor dan impor di sebagian
        besar negara.

        Di AS, pertumbuhan ekonomi masih lemah sehingga mendorong berlanjutnya penurunan kondisi
        ketenagakerjaan. Ekonomi Jepang, Eropa, dan India belum kuat dipengaruhi oleh konsumsi rumah
        tangga, di tengah stimulus fiskal-moneter yang telah dilakukan. Sementara itu, perekonomian Tiongkok
        pada triwulan Ill 2025 meningkat didorong oleh stimulus fiskal. Mempertimbangkan berbagai
        perkembangan dan dinamika global terkini, Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi dunia
        2025 sebesar 3, 1%, sedikit di atas prakiraan sebelumnya 3,0%.

                                           Tabel 3 - 1: Pertumbuhan PDB Dunia




        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III-2025


                                         Grafik 3 - 1: Indeks Ketidakpastian Global




        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III-2025

        Inflasi AS pada bulan Juni 2024 lebih rendah dari prakiraan dipengaruhi oleh inflasi energi dan perumahan
        yang menurun. Hal ini mendorong prakiraan penurunan suku bunga kebijakan AS (Fed Funds Rate/FFR)



                                                                                                                    19
Page 46
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
         dapat lebih cepat dari proyeksi sebelumnya pada akhir tahun mengakibatkan aliran modal ke negara
         berkembang relatif terbatas. Perkembangan ini berimplikasi pada perlu terusnya penguatan respons
         kebijakan untuk memitigasi dampak negatif dari rambatan ketidakpastian global terhadap perekonomian
         negara berkembang, termasuk Indonesia. Di tengah yield US Treasury 10 tahun kembali menurun dan
         indeks mata uang dolar AS (DXY) cenderung melemah. Aliran modal ke emerging market (EM) masih
         berfluktuasi seiring dengan tingginya ketidakpastian pasar keuangan global. Perkembangan ini menuntut
         kewaspadaan dan penguatan respons kebijakan untuk memitigasi dampak rambatan ketidakpastian
         perekonomian dan pasar keuangan global yang masih tinggi tersebut terhadap perekonomian domestik.

                                                 Grafik 3 - 2: Inflasi Global




        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III-2025
                             Grafik 3 - 3: Yield UST 10Y dan JGB 10Y serta Indeks Saham AS




        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III-2025
                                    Grafik 3 - 4: Aliran Modal ke Negara Berkembang




        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III-2025




                                                                                                                 20
Page 47
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
         Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan perlu terus didorong agar sesuai dengan kapasitas
         perekonomian. Perkembangan terkini menunjukkan pertumbuhan ekonomi pada triwulan Ill 2025 ditopang
         oleh kenaikan ekspor sebagai antisipasi terhadap pengenaan tarif resiprokal AS, terutama terjadi pada
         komoditas minyak kelapa sawit (CPO) dan besi baja.

        Sementara itu, permintaan domestik masih perlu terus diperkuat sehingga dapat meningkatkan konsumsi
        rumah tangga dan investasi. Belanja Pemerintah berkontribusi pada penguatan permintaan domestik dan
        pertumbuhan ekonomi triwulan Ill 2025. Berdasarkan Lapangan Usaha (LU), pertumbuhan ekonomi
        didorong oleh kinerja produksi LU Pertanian, LU Industri Pengolahan, dan LU Perdagangan yang tetap
        baik. Secara spasial, pertumbuhan wilayah Jawa dan Sumatera diprakirakan lebih baik dari prakiraan
        didorong oleh LU Industri Pengolahan dan LU Pertanian.

                     Tabel 3 - 2: Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran




        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III-2025

        Dari domestik, Bank Indonesia akan terus memperkuat bauran kebijakan melalui penguatan bauran
        kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi dengan kebijakan stimulus
        fiskal dan sektor riil Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

        Pertumbuhan ekonomi keseluruhan tahun 2025 diprakirakan berada sedikit di atas titik tengah kisaran 4,6
        - 5,4% dan meningkat pada 2026. Ketahanan eksternal ekonomi Indonesia juga diprakirakan tetap terjaga
        dan nilai tukar Rupiah diprakirakan tetap stabil didukung komitmen Bank Indonesia dalam menjaga
        stabilitas nilai tukar Rupiah, imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan tetap baiknya prospek
        pertumbuhan ekonomi Indonesia. lnflasi tahun 2025 dan 2026 tetap terjaga rendah dalam sasaran
        2,5±1%. Dengan perkembangan kredit sampai dengan September 2025, Bank Indonesia memprakirakan
        pertumbuhan kredit 2025 berada pada batas bawah kisaran 8-11 % dan akan meningkat pada 2026.




                                                                                                                  21
Page 48
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                   Tabel 3 - 3: Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha




        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III-2025


                                  Gambar 3 - 1: Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan II 2025




        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III-2025

        Neraca Pembayaran Indonesia

        Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap terjaga dan mendukung ketahanan eksternal. Transaksi
        berjalan pada triwulan Ill 2025 diprakirakan mencatat surplus ditopang oleh berlanjutnya surplus neraca
        perdagangan pada September 2025. Ekspor nonmigas meningkat di tengah perlambatan ekonomi global
        sejalan dengan antisipasi eksportir terhadap tarif resiprokal AS, termasuk ekspor ke India dan Tiongkok
        untuk komoditas minyak kelapa sawit (CPO) dan besi baja. Kinerja transaksi modal dan finansial
        diprakirakan mengalami defisit dengan terjadinya net outflows investasi portofolio seiring tingginya
        ketidakpastian global dan pembayaran utang luar negeri, di tengah tetap positifnya penanaman modal
        langsung. Sejak September 2025 hingga 20 Oktober 2025, investasi portofolio tercatat net outflows
        sebesar 5,26 miliar dollar AS yang mengharuskan Bank Indonesia untuk melakukan intervensi dalam
        rangka stabilisasi nilai tukar Rupiah. Posisi cadangan devisa pada akhir September 2025 tetap kuat
        sebesar 148, 7 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor atau 6,0 bulan impor dan
        pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar
        3 bulan impor.




                                                                                                                  22
Page 49
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk

                                        Tabel 3 - 4: Neraca Pembayaran Indonesia




        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III-2025

                                             Grafik 3 - 5: Neraca Perdagangan




        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III-2025

                                              Grafik 3 - 6: Aliran Modal Asing




        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III-2025

        Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2025 tetap kuat sebesar 148,7 miliar dolar AS,
        setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor atau 6,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri
        Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. NPI 2025
        diprakirakan tetap berdaya tahan, dengan defisit transaksi berjalan keseluruhan tahun 2025 diprakirakan
        lebih rendah dari proyeksi sebelumnya. Pada tahun 2026, NPI diprakirakan juga tetap akan baik didukung
        defisit transaksi berjalan yang sehat dan aliran modal yang meningkat sejalan prospek ekonomi Indonesia
        yang tetap terjaga.




                                                                                                                  23
Page 50
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                              Grafik 3 - 7: Cadangan Devisa




        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III-2025

        Nilai Tukar Rupiah

        Nilai tukar Rupiah tetap terkendali di tengah ketidakpastian global, didukung oleh kebijakan stabilisasi
        Bank Indonesia. Nilai tukar Rupiah pada 21 Oktober 2025 tercatat sebesar Rp16.585 per dolar AS, atau
        menguat 0,45% (ptp) dibandingkan dengan level pada akhir September 2025. Rupiah sempat melemah
        pada September 2025 sebesar 1,05% (ptp) dibandingkan dengan level pada akhir Agustus 2025 sejalan
        dengan ketidakpastian yang cukup tinggi. Guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, Bank Indonesia
        menempuh langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar spotdan pasar NDF baik di off-shore maupun
        on shore (DNDF), serta pembelian SBN di pasar sekunder. Respons kebijakan ini memberikan hasil
        positif, tecermin dari perkembangan Rupiah yang kembali menguat pada Oktober 2025. Peningkatan
        konversi valas ke Rupiah oleh eksportir seiring penerapan penguatan kebijakan Devisa Hasil Ekspor
        Sumber Daya Alam (DHE SDA) juga mendukung tetap terkendalinya nilai tukar Rupiah.

                                         Grafik 3 - 8: Rupiah vs Negara Kawasan




        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III-2025

        Inflasi

        Inflasi menurun dan tetap terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%. Tekanan inflasi secara umum tetap
        terjaga dalam kisaran sasaran. lnflasi IHK September tercatat sebesar 2,65% (yoy). lnflasi inti tetap
        rendah sebesar 2,19% (yoy), dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi yang masih di bawah kapasitas
        serta didukung konsistensi suku bunga kebijakan moneter Bank Indonesia dalam menjangkar ekspektasi



                                                                                                                   24
Page 51
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
         inflasi sesuai dengan sasarannya dan imported inflation yang rendah. lnflasi kelompok administered
         prices (AP) juga tetap rendah sebesar 1,10% (yoy) seiring menurunnya tarif angkutan dan bensin di
         tengah kenaikan harga jual eceran rokok. Sementara itu, inflasi kelompok volatile food (VF) meningkat
         menjadi 6,44% (yoy) didorong terutama oleh kenaikan harga komoditas cabai, bawang, beras, dan
         daging ayam ras seiring berakhirnya masa panen dan peningkatan biaya input produksi.

        Bank Indonesia meyakini inflasi tahun 2025 dan 2026 tetap terjaga rendah dalam sasaran 2,5±1%.
        lnflasi inti diprakirakan tetap rendah seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran, kapasitas
        ekonomi yang masih besar, imported inflation yang terkendali, dan dampak positif dari digitalisasi.
        Sementara itu, inflasi VF diprakirakan tetap terkendali didukung oleh sinergi pengendalian inflasi oleh
        Tim Pengendalian lnflasi Pusat/Daerah (TPIP/TPID) dan penguatan implementasi Gerakan Nasional
        Pengendalian lnflasi Pangan (GNPIP).

                                               Grafik 3 - 9: Ekspektasi Inflasi




        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III-2025

                                           Grafik 3 - 10: Inflasi IHK dan Komponen




        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III-2025

        Suku Bunga

        Kebijakan moneter ditempuh melalui penurunan suku bunga Bl Rate, stabilisasi nilai tukar Rupiah, dan
        ekspansi likuiditas moneter. Bl-Rate telah turun sebesar 150bps sejak September 2024 menjadi 4,75%,
        yang merupakan level terendah sejak tahun 2022. Kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah terus diperkuat
        dengan intervensi di pasar off-shore melalui NDF dan intervensi di pasar domestik melalui pasar spot,
        DNDF, serta pembelian SBN di pasar sekunder. Sejalan dengan itu, Bank Indonesia menetapkan suku
        bunga instrument moneter valas yang kompetitif untuk menjaga daya tarik penempatan dana di Indonesia
        yang dapat mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah. Ekspansi likuiditas Rupiah juga ditempuh Bank
        Indonesia melalui penurunan posisi instrumen moneter SRBI dari Rp916,97 triliun pada awal tahun 2025
        menjadi Rp707,05 triliun pada 21 Oktober 2025.


                                                                                                                     25
Page 52
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
         Selain itu, Bank Indonesia membeli SBN sebagai bentuk sinergi erat antara kebijakan moneter dan
         kebijakan fiskal, yang hingga 21 Oktober 2025 mencapai Rp268,36 triliun, termasuk pembelian di pasar
         sekunder dan program debt switching dengan Pemerintah sebesar Rp199,45 triliun. Pembelian SBN di
         pasar sekunder dilakukan sesuai mekanisme pasar, terukur, transparan, dan konsisten dengan program
         moneter dalam menjaga stabilitas perekonomian sehingga dapat terus menjaga kredibilitas kebijakan
         moneter. Kebijakan moneter juga didukung oleh kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM) dan
         akselerasi digitalisasi sistem pembayaran guna mendorong pertumbuhan ekonomi.

        Bank Indonesia memandang penurunan suku bunga perbankan perlu terus didorong sejalan dengan
        pelonggaran kebijakan moneter yang telah ditempuh dan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL)
        Pemerintah di perbankan. Seiring dengan penurunan Bl-Rate sebesar 150 bps sejak September 2024
        dan ekspansi likuiditas moneter Bank Indonesia, suku bunga INDONIA turun sebesar 204 bps dari 6,03%
        pada awal 2025 menjadi 3,99% pada 21 Oktober 2025. Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan
        juga menurun masing-masing sebesar 251 bps, 254 bps, dan 257 bps sejak awal 2025 menjadi 4,65%;
        4,67%; dan 4, 70% pada 17 Oktober 2025. lmbal hasil SBN untuk tenor 2 tahun menurun sebesar 218
        bps dari 6,96% pada awal 2025 menjadi 4,78% pada 21 Oktober 2025, sementara untuk tenor 10 tahun
        menurun sebesar 132 bps dari tingkat tertinggi 7,26% pada pertengahan Januari 2025 menjadi 5,94%.
        Namun demikian, penurunan suku bunga perbankan masih berjalan lambat dan karenanya perlu
        dipercepat. Dibandingkan dengan penurunan Bl-Rate sebesar 150 bps, suku bunga deposito 1 bulan
        hanya turun sebesar 29 bps dari 4,81 % pada awal 2025 menjadi 4,52% pada September 2025, terutama
        dipengaruhi oleh pemberian special rate kepada deposan besar yang mencapai 26% dari total DPK bank.
        Penurunan suku bunga kredit perbankan bahkan berjalan lebih lambat, yaitu sebesar 15 bps dari 9,20%
        pada awal 2025 menjadi sebesar 9,05% pada September 2025.

                              Grafik 3 - 11: Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan IndONIA




        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III-2025

                                            Grafik 3 - 12: Suku Bunga Perbankan




        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III-2025

        Kredit perbankan perlu terus ditingkatkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Bank Indonesia akan
        terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan KSSK untuk meningkatkan pertumbuhan



                                                                                                                 26
Page 53
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
         kredit/pembiayaan perbankan serta memperbaiki struktur suku bunga. Kebijakan KLM akan terus
         diperkuat untuk mendorong pertumbuhan kredit/pembiayaan perbankan melalui implementasi penguatan
         KLM berorientasi ke depan guna mendorong pertumbuhan kredit lebih tinggi. Lebih dari itu, pemberian
         insentif KLM juga didasarkan pada kecepatan perbankan dalam menyesuaikan suku bunga
         kredit/pembiayaan terhadap suku bunga kebijakan Bank Indonesia untuk mempercepat transmisi
         penurunan suku bunga perbankan. Bank Indonesia juga akan terus memperkuat sinergi kebijakan
         bersama KSSK dalam memitigasi berbagai risiko ekonomi global dan domestik yang berpotensi
         mengganggu stabilitas sistem keuangan. Secara keseluruhan, Bank Indonesia memprakirakan
         pertumbuhan kredit 2025 berada pada batas bawah kisaran 8-11 % dan akan meningkat pada 2026.
         Sejalan dengan itu, jumlah uang yang beredar diprakirakan meningkat sejalan dengan ekspansi kebijakan
         fiskal Pemerintah.

                                        Grafik 3 - 13: Perkembangan Kredit dan DPK




        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III-2025

        Ketahanan perbankan tetap kuat. Permodalan terjaga pada level tinggi, likuiditas perbankan tetap
        memadai, dan risiko kredit rendah. Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy
        Ratio/CAR) perbankan pada Agustus 2025 meningkat menjadi sebesar 26,03% sehingga semakin kuat
        dalam menyerap risiko. Rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) perbankan terjaga rendah
        sebesar 2,28% (bruto) dan 0,87% (neto) pada Agustus 2025. NPL (bruto) UMKM sudah mulai menurun
        dari 4,55% pada Agustus 2025 menjadi 4,46% pada September 2025, meskipun masih pada level yang
        tinggi. Hasil stress test Bank Indonesia menunjukkan ketahanan perbankan tetap kuat, ditopang oleh
        kemampuan bayar dan profitabilitas korporasi yang terjaga.

        Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital pada triwulan III 2025 terus meningkat, didukung oleh
        sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal. Volume transaksi pembayaran digital'mencapai 12,99
        miliar transaksi atau tumbuh 38,08% (y0y) pada triwulan Ill 2025 didukung oleh perluasan akseptasi dan
        kanal pembayaran digital. Volume transaksi aplikasi mobiledan intemet masing-masing tumbuh sebesar
        13,11 % (yoy) dan 17,80% (y0y), termasuk transaksi QRIS yang tumbuh 147,65% (yoy). Kinerja positif
        tersebut didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant. Dari sisi infrastruktur, volume
        transaksi ritel yang diproses melalui Bl-FAST mencapai 1.223,82 juta atau tumbuh 32,34% (yoy) dengan
        nilai transaksi menyentuh Rp3.024,08 triliun pada triwulan Ill 2025. Volume transaksi nilai besar yang
        diproses melalui Sistem BI-RTGS tercatat sebanyak 2,76 juta transaksi, dengan nilai sebesar
        Rp56.422,87 triliun pada triwulan Ill 2025. Sementara dari sisi pengelolaan uang Rupiah, Uang Kartal
        Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 13,49% (yoy) menjadi Rp1 .200,05 triliun pada triwulan Ill 2025.




                                                                                                                 27
Page 54
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                   Grafik 3 - 14: Perkembangan Rasio AL/DPK Perbankan




        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III-2025

                                        Grafik 3 - 15: Rasio Kredit Bermasalah (NPL)




        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III-2025

        Stabilitas sistem pembayaran tetap terjaga, ditopang oleh infrastruktur yang stabil dan struktur industri
        yang sehat. lnfrastruktur yang stabil tercermin pada penyelenggaraan Sistem Pembayaran Bank
        Indonesia (SPBI) dan sistem pembayaran industri yang lancar dan andal serta kecukupan pasokan uang
        dalam jumlah dan kualitas yang memadai pada triwulan Ill 2025.

        Struktur industri yang sehat tergambar pada interkoneksi antarpelaku dalam sistem pembayaran yang
        terus menguat dan diikuti oleh ekosistem Ekonomi Keuangan Digital (EKD) yang meluas. Perluasan
        adopsi Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP) mendukung penguatan interkoneksi, tecermin
        dari transaksi pembayaran berbasis SNAP yang terus meningkat. Ke depan, Bank Indonesia akan terus
        memastikan keamanan dan keandalan infrastruktur SPBI, baik ritel maupun wholesale, serta infrastruktur
        sistem pembayaran industri. Selain itu, struktur industri sistem pembayaran akan terus diperkuat dengan
        fokus pada aspek manajemen risiko operasional dan infrastruktur teknologi pelaku industri dan ekosistem
        ekonomi keuangan digital. Bank Indonesia terus menjaga ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang
        cukup dengan kualitas yang layak edar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),
        termasuk daerah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T).




                                                                                                                    28
Page 55
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                        Grafik 3 - 16: Nilai Transaksi Digital Banking dan Nilai Transaksi Uang Elektronik




        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III-2025

                 Grafik 3 - 17: Nilai dan Volume Transaksi QRIS dan Nilai Transaksi ATM/Debit dan Kartu Kredit




        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III-2025


                                              Grafik 3 - 18: Uang yang Diedarkan




         Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III-2025

    3.2. Tinjauan Industri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB)

        Kondisi makroekonomi global saat ini menunjukkan fase penyesuaian pasca-periode volatilitas yang
        ditandai oleh perlambatan pertumbuhan di sejumlah negara maju, normalisasi rantai pasok, serta
        dinamika suku bunga global yang masih dipengaruhi arah kebijakan moneter negara-negara utama.
        Prospek perekonomian dunia pada horizon jangka menengah tetap didukung oleh transformasi energi,
        digitalisasi, dan reorientasi investasi manufaktur, namun menghadapi risiko eksternal seperti
        ketidakpastian geopolitik, fluktuasi harga komoditas dan energi, serta potensi pengetatan kondisi
        keuangan global. Dalam konteks Indonesia, fundamental perekonomian secara umum tetap terjaga
        dengan dukungan konsumsi domestik, belanja pemerintah, dan kontribusi investasi, disertai peran sektor
        komoditas yang masih relevan terhadap penerimaan negara dan neraca perdagangan. Ke depan, arah


                                                                                                                 29
Page 56
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
         kebijakan pemerintah tetap menekankan penguatan daya saing industri, hilirisasi sumber daya alam,
         percepatan transisi energi, dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik sebagai bagian dari agenda
         pembangunan berkelanjutan. Sejalan dengan hal tersebut, pemerintah menyediakan kerangka kebijakan
         dan insentif untuk mempercepat industri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB), termasuk
         melalui Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 yang menjadi payung percepatan program KBLBB dan
         mendorong pengembangan ekosistem hulu–hilir (industri baterai, kendaraan, dan infrastruktur pengisian).
         Kebijakan tersebut secara konseptual memperkuat prospek permintaan terhadap infrastruktur
         SPKLU/SPBKLU melalui peningkatan adopsi kendaraan listrik, sekaligus memberikan sinyal kebijakan
         yang pro-investasi melalui dukungan fiskal/nonfiskal (misalnya insentif perpajakan, fasilitasi investasi, dan
         harmonisasi peran pemangku kepentingan). Dengan mempertimbangkan tren global transisi energi dan
         arah kebijakan nasional tersebut, pengembangan bisnis terkait infrastruktur pengisian kendaraan listrik
         dipandang selaras dengan perkembangan makro dan prioritas pemerintah, sehingga memiliki landasan
         prospektif untuk pertumbuhan permintaan jangka menengah–panjang, sepanjang Perseroan menjaga
         implementasi yang disiplin terhadap aspek kepatuhan, efisiensi investasi, dan peningkatan utilisasi
         layanan.

         Berikut disajikan ringkasan indikator makroekonomi dan indikator sektoral yang relevan terhadap prospek
         pengembangan industri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) serta kebutuhan
         infrastruktur SPKLU/SPBKLU. Indikator ini menunjukkan bahwa fundamental ekonomi domestik yang
         stabil, dukungan kebijakan pemerintah, serta pertumbuhan populasi kendaraan listrik memberikan
         landasan permintaan yang positif bagi pengembangan bisnis pengisian daya kendaraan listrik.

                 Tabel 3 - 5 : ringkasan indikator makroekonomi dan indikator sektoral yang relevan terhadap prospek
                             pengembangan industri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB)
                 Indikator            Satuan        2023       2024        2025E        Prospek/Target        Sumber
          Pertumbuhan GDP                                                                                 IMF WEO (Apr
                                     %            3,0        3,2         3,1            Stabil moderat
          Global                                                                                          2025)
          Pertumbuhan GDP                                                               >5%        jangka
                                     %            5,05       5,10        5,1–5,2                          BPS
          Indonesia                                                                     menengah
          Inflasi Indonesia                                                             Dalam target BI
                                     %            2,61       2,8         2,5–3,0                          BPS / BI
          (CPI)                                                                         (2–4%)
                                                                                        Potensi
          BI-Rate (akhir
                                     %            6,00       6,25        6,00           pelonggaran       BI RDG
          periode)
                                                                                        bertahap
          Nilai Tukar Rupiah                                             15.500–
                                     Rp/USD       15.300     15.600                     Stabil terkendali BI
          (rata-rata)                                                    15.800
          Realisasi Investasi
          Nasional                   Rp triliun 1.418        1.650       ±1.750         Meningkat         BKPM
          (PMA+PMDN)
          Populasi Mobil                                                 ±70.000– Bertumbuh               Kemenperin
                                     unit         ±23.000    ±43.000
          Listrik Nasional                                               80.000         signifikan        /Gaikindo
          Pertumbuhan                                                                   Positif
                                     %            65%        80%         50–60%                           Gaikindo
          Penjualan EV (YoY)                                                            berkelanjutan
          Jumlah SPKLU                                                   ±2.800–
                                     unit         ±1.100     ±1.900                     Ekspansi cepat    PLN/ESDM
          terpasang nasional                                             3.000
          Target SPKLU
                                                                                        Sesuai roadmap
          Nasional                   unit         –          –           >10.000                          ESDM/RUPTL
                                                                                        KBLBB
          (menengah)
          Kapasitas Industri                                                            Bertahap          Kemenperin
                                     GWh          10         15          >20
          Baterai Domestik                                                              meningkat         /IBC



                                                                                                                         30
Page 57
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
         Berdasarkan indikator tersebut, perekonomian Indonesia menunjukkan fundamental yang relatif stabil
         dengan pertumbuhan PDB di atas 5%, inflasi dalam rentang sasaran Bank Indonesia, serta peningkatan
         realisasi investasi nasional. Di sisi sektoral, adopsi kendaraan listrik mengalami pertumbuhan signifikan
         yang tercermin dari peningkatan populasi mobil listrik dan perluasan jumlah SPKLU secara nasional. Tren
         tersebut didukung oleh kebijakan pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 beserta
         regulasi turunannya yang memberikan insentif fiskal dan kemudahan investasi bagi industri KBLBB dan
         infrastruktur pengisian daya. Kombinasi kondisi makroekonomi yang kondusif, dukungan kebijakan, serta
         pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik tersebut memberikan dasar prospektif terhadap peningkatan
         permintaan layanan SPKLU/SPBKLU dalam jangka menengah–panjang, sehingga mendukung
         kelayakan pengembangan usaha Perseroan.




                                                                                                                     31
Page 58
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                                   BAB IV
                                       ANALISIS KELAYAKAN PASAR

4.1. Perkembangan Industri Infrastruktur Kendaraan Listrik
     Penerapan Kendaraan listrik dalam skala besar bergantung pada peluncuran pengisian daya yang terjangkau
     dan mudah diakses secara bersamaan. Para pengguna awal mobil listrik cenderung tinggal di rumah yang
     terpisah dengan akses pengisian daya di rumah yang terjangkau dan mudah. Akibatnya, sebagian besar
     pengisian daya hingga saat ini bersifat privat (di rumah dan lokasi privat lainnya). Pada saat yang sama,
     pengisi daya umum cenderung dipasang di daerah perkotaan, yang tingkat pemanfaatannya cenderung lebih
     tinggi. Namun, ke depannya, pengisi daya juga harus dipasang di luar daerah perkotaan agar penggunaannya
     dapat dinikmati oleh masyarakat yang tinggal di luar kota dan pinggiran kota.

     Dalam survei, pengemudi Kendaraan listrik di Inggris Raya tahun 2021, lebih dari 90% responden melaporkan
     memiliki akses ke pengisi daya rumah, sedangkan studi tahun 2023 menunjukkan bahwa hanya
     55% konsumen India yang memiliki akses tersebut. Pembangunan pengisian daya di tempat kerja dan area
     yang dapat diakses publik akan menjadi kunci untuk meningkatkan adopsi di antara kelompok-kelompok yang
     tidak memiliki akses ke pengisian daya di rumah. Kecepatan pengisian daya – lambat atau cepat – juga
     merupakan pertimbangan penting bagi konsumen yang ingin beralih ke listrik, terutama saat
     mempertimbangkan kendaraan untuk perjalanan jauh. Layanan pengisian daya juga harus mudah digunakan,
     handal dan harganya transparan. Lebih jauh, memastikan interoperabilitas penting saat melakukan investasi
     dalam infrastruktur dan layanan pengisian daya, sehingga basis pelanggan yang luas dapat memperoleh
     manfaat.

     Dalam Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan APS (Automatic Power Supply), jumlah titik
     pengisian daya publik global melampaui 15 juta pada tahun 2030, naik empat kali lipat dibandingkan dengan
     hampir 4 juta yang beroperasi pada tahun 2023. Pada tahun 2035, jumlah ini mencapai hampir 25 juta di
     APS, peningkatan enam kali lipat dibandingkan dengan tahun 2023.

     Di antara pasar kendaraan listrik utama saat ini, Tiongkok adalah tempat di mana akses penduduk terhadap
     pengisian daya di rumah paling terbatas dan tempat pengisian daya publik telah diluncurkan paling luas
     sebagai hasilnya. Tiongkok menyumbang 70% dari pengisian daya LDV (Light Duty Vehicle) publik global
     pada tahun 2023 dan diharapkan tetap menjadi pemimpin dengan pangsa yang sama pada tahun 2035 di
     SPKLU. Sementara ketersediaan pengisi daya publik saat ini di Tiongkok tampaknya sudah di atas rata-rata
     global (<10 LDV listrik per titik pengisian daya publik), pemerintah baru-baru ini mengeluarkan pedoman baru
     untuk menyebarkan infrastruktur pengisian daya berkualitas tinggi. Jumlah LDV listrik per titik pengisian daya
     publik meningkat dari sekitar 10 pada tahun 2023 menjadi sekitar 15 pada tahun 2035 di APS, tetap lebih
     rendah daripada pasar utama lainnya.

     Saat ini, Tiongkok memiliki salah satu pangsa pengisi daya cepat tertinggi dari total stok pengisian daya
     publik, yaitu sekitar 45%. Baik di SPKLU maupun APS, stok pengisi daya cepat publik mencapai sekitar 7,5
     juta pada tahun 2035, hampir enam kali lipat dari level tahun 2023. Jumlah pengisi daya lambat mencapai
     8,2 juta pada tahun 2035 di APS.

     Bagi operator kendaraan komersial, sama halnya dengan pemilik kendaraan listrik pribadi, pengisian daya
     kendaraan listrik HDV listrik di depo pada malam hari menawarkan cara yang mudah untuk mengisi daya
     kendaraan yang tidak bergerak. Pengisian daya pada malam hari juga memiliki manfaat karena dapat mengisi




                                                                                                                      32
Page 59
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
     daya pada daya yang relatif rendah mengingat jumlah waktu yang tersedia. Strategi pengisian daya seperti
     ini memerlukan rasio pengisi daya depo per kendaraan listrik HDV yang mendekati satu banding satu.
     Dalam jangka pendek, diharapkan elektrifikasi HDV akan berjalan paling cepat untuk segmen dengan rute
     harian yang relatif pendek (di bawah 200 km/hari) dan dapat diprediksi, seperti bus kota, angkutan kota, dan
     bahkan beberapa layanan pengiriman regional. Pengisian daya di depo pada malam hari kemungkinan dapat
     memenuhi sebagian besar kebutuhan armada ini.

     Selain itu, pengisi daya peluang juga akan berperan. Pengisi daya peluang dapat berada di ujung jalur bus
     atau di dermaga pemuatan truk, tempat kendaraan dapat memanfaatkan waktu tunggu untuk mengisi daya
     tanpa mengganggu operasi yang biasa. Pengisi daya peluang juga mencakup pengisi daya umum di
     sepanjang jalan tol yang memungkinkan pengisian daya dalam perjalanan. Untuk beberapa HDV, seperti bus
     antarkota dan truk jarak jauh, pengisian daya cepat dalam perjalanan mungkin diperlukan untuk melengkapi
     pengisian daya depo agar dapat berkendara jarak jauh. Meskipun segmen ini mungkin lebih lambat untuk
     dialiri listrik, pangsa aktivitasnya yang relatif tinggi saat ini – dan dengan demikian emisinya – berarti mereka
     akan menjadi penting untuk didekarbonisasi.

     Pilihan selain pengisian daya kabel juga dapat digunakan untuk mendukung kendaraan listrik HDV, seperti
     sistem jalan raya listrik dan penggantian baterai. Khususnya di Tiongkok, penggantian baterai untuk truk
     dapat menjadi cara pengisian daya yang meluas. Akan tetapi, analisis kebutuhan pengisi daya saat ini tidak
     memperhitungkan pilihan pengisian daya tanpa kabel, karena peran teknologi alternatif ini di masa
     mendatang masih belum pasti.

     Perkembangan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia sedang pesat, didorong oleh komitmen pemerintah
     dan investasi swasta. Pembangunan SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) terus ditingkatkan,
     dengan jumlah SPKLU yang telah melonjak signifikan. Pemerintah juga menargetkan peningkatan jumlah
     kendaraan listrik, termasuk motor dan mobil listrik, hingga tahun 2030.

     Saat ini, jumlah SPKLU di berbagai wilayah Indonesia yang tercatat di aplikasi resmi PLN Mobile adalah
     sebanyak 3.356 unit. Angka tersebut baru memenuhi 10,53 persen target jumlah SPKLU dari pemerintah
     untuk 2030, yaitu 31.859 unit. Pada 2025, PLN menargetkan penambahan 1.100 SPKLU hingga mencapai
     total 4.300 unit

     Perkembangan Industri Mobil listrik di Indonesia.

     Industri mobil listrik di tanah air semakin berkembang dengan pesat dalam beberapa tahun belakangan.
     Kehadiran kendaraan ramah lingkungan ini menjadi bagian dari upaya nasional untuk mengurangi emisi dan
     mengubah ketergantungan atas bahan bakar fosil. Data yang dirilis Kementerian Perindustrian menunjukkan
     penjualan mobil hijau meningkat drastis dari hanya 229 unit pada 2019 menjadi 2.693 unit pada 2022.
     Pertumbuhan ini memperlihatkan minat masyarakat Indonesia yang semakin besar terhadap teknologi ramah
     lingkungan.

     Perkembangan industri ini tak lepas dari dukungan pemerintah lewat berbagai kebijakan dan insentif. Salah
     satu langkah penting adalah dikeluarkannya Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 mengenai
     percepatan program kendaraan listrik berbasis baterai. Aturan ini menjadi dasar bagi pengembangan
     ekosistem mobil ramah lingkungan di Indonesia, termasuk produksi, infrastruktur pendukung, hingga insentif
     produsen dan konsumen.




                                                                                                                         33
Page 60
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
     Namun, industri ini masih dihadapkan berbagai tantangan. Infrastruktur pengisian daya yang masih terbatas,
     harga kendaraan yang mahal, serta persepsi masyarakat yang belum sepenuhnya paham menjadi kendala
     utama lajunya adopsi mobil hijau. Studi yang dilakukan Putra et al. mengungkap rasio Stasiun Pengisian
     Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan kendaraan listrik di Indonesia pada 2020 hanya 1:250, jauh dari
     memadai.

     Bisnis Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan
     Listrik Umum (SPBKLU) semakin berkembang pesat, didorong oleh kebijakan pemerintah yang semakin
     mendukung serta penyederhanaan regulasi perizinan. Pemerintah kini membuka pintu lebih lebar bagi
     investor yang ingin terjun ke sektor ini. Dengan prosedur yang lebih simpel serta berbagai insentif menarik,
     bisnis ini menjadi peluang emas bagi para pelaku usaha. Kesempatan dalam bisnis SPKLU dan SPBKLU
     saat ini sangat besar. Pemerintah telah menciptakan ekosistem yang memudahkan investor, dari perizinan
     yang lebih cepat hingga dukungan finansial dan infrastruktur.

     Dengan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik di Indonesia, kebutuhan terhadap infrastruktur
     pendukung juga ikut melonjak. Bisnis ini bukan sekadar peluang ekonomi, tetapi juga bagian dari upaya
     mempercepat dekarbonisasi sektor transportasi nasional. Selain dari sisi bisnis yang menguntungkan,
     ekspansi SPKLU dan SPBKLU juga mempercepat pencapaian target net zero emission Indonesia. Semakin
     banyak fasilitas ini tersedia, semakin cepat pula kita beralih ke energi bersih. Mengacu pada Peraturan
     Menteri ESDM No. 24 Tahun 2025, pemerintah menargetkan peningkatan drastis jumlah kendaraan listrik di
     Indonesia. Hingga 2030, diproyeksikan ada sekitar 900 ribu unit kendaraan listrik roda empat dan 13 juta unit
     roda dua yang beroperasi di Tanah Air. Dengan pertumbuhan yang pesat ini, ketersediaan SPKLU dan
     SPBKLU menjadi faktor kunci dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik. Para pelaku usaha yang masuk
     ke sektor ini sejak dini berpotensi mendapatkan keuntungan besar seiring bertambahnya pengguna
     kendaraan listrik. Perkembangan kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Infrastruktur
     pendukung seperti SPKLU dan SPBKLU harus tumbuh seiring peningkatan jumlah kendaraan listrik agar
     transisi energi bersih berjalan lancar.

                         Gambar 4 - 1: Capaian Penyediaan Infrastuktur Pengisian Listrik KBLBB 2024




              Sumber : gatrik.esdm.go.id

     Dalam upaya mempercepat pembangunan infrastruktur kendaraan listrik, ENTREV (Enhancing Readiness
     for The Transition to Electric Vehicles in Indonesia) menjadi salah satu proyek strategis yang melibatkan kerja



                                                                                                                       34
Page 61
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
     sama antara United Nations Development Programme (UNDP) dan Kementerian ESDM melalui Direktorat
     Jenderal Ketenagalistrikan (GATRIK). Program ini bertujuan untuk menguatkan ekosistem kendaraan listrik
     di Indonesia, memastikan regulasi yang mendukung, serta menarik lebih banyak investasi ke dalam industri
     ini. Dengan dukungan kebijakan yang semakin matang serta pertumbuhan kendaraan listrik yang pesat,
     bisnis SPKLU dan SPBKLU kini menjadi sektor yang sangat menjanjikan bagi investor dan pelaku usaha
     yang ingin ikut serta dalam revolusi transportasi ramah lingkungan.

                                Gambar 4 - 2: Proyeksi Sebaran Lokasi SPKLU 2025-2030




             Sumber : gatrik.esdm.go.id

     Di sisi produsen, beberapa perusahaan otomotif mulai berinvestasi dalam pengembangan dan produksi mobil
     ramah lingkungan di Indonesia. Wuling Motors telah meluncurkan Air EV diproduksi lokal di pabrik Cikarang.
     Langkah serupa juga diambil Hyundai dengan membangun pabrik di Cikarang untuk memproduksi IONIQ 5.
     Inisiatif ini menunjukkan komitmen industri otomotif dalam mengembangkan kapasitas produksi lokal untuk
     kendaraan hijau.

     Kebijakan Pemerintah terkait Pengembangan Mobil Listrik di Tanah Air

     Pemerintah Indonesia telah menunjukkan komitmen kuat untuk mendorong pengembangan industri
     kendaraan ramah lingkungan melalui berbagai aturan dan peraturan. Langkah strategis ini sejalan dengan
     target nasional yang menargetkan pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 29% pada 2030 dalam
     skenario bisnis seperti biasa, atau bahkan 41% dengan dukungan internasional.

     Salah satu kebijakan fundamental adalah Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 mengenai percepatan
     program kendaraan listrik berbasis baterai untuk transportasi darat. Aturan ini menjadi landasan bagi
     perkembangan ekosistem mobil ramah lingkungan di Indonesia, meliputi aspek produksi, penggunaan, dan
     infrastruktur pendukung. Beberapa poin penting dalam kebijakan ini mencakup:

     • Insentif fiskal dan non-fiskal bagi produsen mobil listrik, termasuk pengurangan pajak impor untuk
       komponen yang belum dapat diproduksi di dalam negeri.
     • Dukungan pengembangan infrastruktur pengisian daya, meliputi kerja sama antara pemerintah dan
       swasta dalam membangun stasiun pengisian daya umum.
     • Standardisasi komponen dan kendaraan ramah lingkungan untuk menjamin keamanan dan mutu produk.



                                                                                                                  35
Page 62
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
     • Program konversi kendaraan berbasis bahan bakar minyak (BBM) menjadi kendaraan listrik berbasis
       baterai.

     Untuk memperkuat implementasi kebijakan tersebut, pemerintah telah mengeluarkan berbagai peraturan
     turunan. Salah satunya adalah Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 13 Tahun 2020
     mengenai penyediaan infrastruktur pengisian listrik untuk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Aturan
     ini mengatur aspek teknis dan bisnis dalam pengembangan infrastruktur pengisian daya, termasuk tarif listrik
     khusus untuk SPKLU.

     Dari sisi insentif fiskal, pemerintah telah memberikan berbagai insentif pajak untuk mendorong adopsi
     kendaraan ramah lingkungan. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 120/PMK.010/2021 mengatur tentang
     pembebasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor listrik berbasis
     baterai dengan kapasitas motor penggerak listrik hingga 150 kW. Kebijakan ini bertujuan untuk menurunkan
     harga jual mobil listrik di pasar domestik, sehingga lebih terjangkau bagi konsumen. Selain itu, pemerintah
     juga mendorong pengembangan industri baterai kendaraan listrik di dalam negeri. Melalui Peraturan Presiden
     Nomor 98 Tahun 2021 tentang Dinamika Persaingan dan Prospek Industri Mobil Listrik di Indonesia.

     Sebagai penyedia listrik utama di Indonesia, PLN memainkan peran sentral dalam pengembangan
     infrastruktur EV. PLN adalah tulang punggung yang memastikan pasokan Listrik untuk untuk SPKLU stabil
     dan mencukupi. PLN tidak hanya menyediakan listrik, tetapi juga membangun danmengoperasikan
     SPKLU mereka sendiri di berbagai lokasi strategis. Mereka juga terus berinovasi, mengembangkan aplikasi
     yang memudahkan pengguna untuk menemukan lokasi SPKLU, memantau status pengisian, dan melakukan
     pembayaran secara digital.

     Partisipasi sektor swasta dalam membangun SPKLU sangat krusial. Perusahaan swasta, mulai dari
     produsen otomotif hingga pengelola properti, ikut berinvestasi dalam pengadaan stasiun pengisian
     kendaraan listrik di area mereka. Ini menciptakan kompetisi yang sehat dan mendorong inovasi, baik dari
     segi teknologi pengisian maupun layanan tambahan yang ditawarkan. Di samping pemain besar, kehadiran
     startup energi juga memberikan solusi kreatif. Mereka seringkali fokus pada segmen pasar yang spesifik,
     seperti pengisian daya di perumahan, perkantoran, atau bahkan menyediakan layanan pengisian daya
     bergerak. Fleksibilitas dan kecepatan adaptasi startup ini melengkapi upaya dari pihak BUMN dan swasta,
     memastikan bahwa kebutuhan pengguna mobil listrik dapat terpenuhi secara menyeluruh.

     Keunggulan dan Kekurangan SPBKLU dan SPKLU:

     Dalam ekosistem infrastruktur transportasi Indonesia, Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum
     (SPBKLU) bersaing dengan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), dimana masing – masing
     produk memiliki tantangan dan peluangnya yang berbeda. SPBKLU dan SPKLU memiliki keunggulan dan
     kekurangan, yang akan mempengaruhi pilihan konsumen dan pengusaha dalam memilih model pengisian
     atau tukar energi kendaraan.

     Berikut Analisis Perbandingan SPBKLU dan SPKLU:

              Fitur Penting                        SPBKLU                                  SPKLU

                                                                               Bervariasi (30 menit - beberapa
        • Waktu Pengisian                Sangat cepat (1-5 menit)
                                                                               jam)
                                         Lebih rendah (tanpa membeli           Lebih tinggi (termasuk harga
        • Biaya Awal Kendaraan
                                         baterai)                              baterai)



                                                                                                                     36
Page 63
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk

              Fitur Penting                        SPBKLU                                SPKLU

                                        Tergantung jaringan stasiun swap     Lebih fleksibel (bisa di rumah,
        • Ketersediaan
                                        yang terbatas saat ini               kantor, SPKLU)
                                        Ditangani penyedia layanan           Tanggung jawab pemilik
        • Pengelolaan Baterai
                                        (terjamin)                           (perawatan, penggantian)
                                        Terbatas pada lokasi stasiun
        • Fleksibilitas Lokasi                                               Lebih luas, selama ada akses listrik
                                        swap
                                        Membutuhkan stasiun swap             Stasiun pengisian lebih sederhana,
        • Investasi Infrastruktur
                                        khusus (lebih kompleks)              bisa colokan biasa
                                                                             Tergantung pada sumber energi
                                        Potensi manajemen daur ulang
        • Dampak Lingkungan                                                  listrik dan pengelolaan baterai
                                        baterai lebih baik secara terpusat
                                                                             individu


     Meskipun memiliki banyak keunggulan, implementasi SPBKLU berupa swap batery juga menghadapi
     beberapa tantangan yaitu:
    •   Standardisasi Baterai
        Salah satu tantangan terbesar adalah penyeragaman ukuran dan spesifikasi baterai antar produsen
        kendaraan. Tanpa standardisasi, setiap jenis kendaraan mungkin memerlukan baterai dan stasiun swap
        yang berbeda, menghambat skalabilitas. Namun, saat ini delapan perusahaan kendaraan listrik sedang
        dalam tahap diskusi untuk menyamakan ukuran baterai.
    •   Investasi Infrastruktur Awal yang Tinggi.
        Pembangunan stasiun swap battery membutuhkan investasi yang signifikan untuk lahan, peralatan
        robotik, dan persediaan baterai.
    •   Logistik dan Manajemen Baterai
        Membutuhkan sistem logistik yang efisien untuk mendistribusikan, menyimpan, mengisi daya, dan
        memelihara ribuan baterai.
    •   Ketersediaan Jaringan Stasiun:
        Meskipun terus berkembang (misalnya Pertamina Patra Niaga telah mengoperasikan Battery Swapping
        Station untuk kendaraan sepeda motor), jumlah stasiun swap masih terbatas dibandingkan dengan
        SPKLU atau akses listrik konvensional.
    •   Model Bisnis dan Regulasi
        Diperlukan kerangka regulasi dan model bisnis yang jelas untuk mengatur kepemilikan baterai, biaya
        sewa, dan layanan penukaran.

     Untuk kendaraan komersial, sistem swap battery menawarkan solusi yang sangat menarik, terutama dalam
     hal kecepatan pengisian dan efisiensi operasional. Potensinya untuk meningkatkan produktivitas armada,
     mengurangi range anxiety, dan menurunkan biaya awal kendaraan sangat besar. Meskipun ada tantangan
     dalam standardisasi dan pembangunan infrastruktur, perkembangan teknologi dan dukungan pemerintah
     menunjukkan bahwa swap battery akan menjadi pilar penting dalam ekosistem kendaraan listrik di masa
     depan, khususnya untuk sektor komersial yang mengutamakan waktu dan efisiensi.

     Sedangkan dibalik perkembangan SPKLU yang pesat, ada beberapa kendala yang masih perlu diatasi.

    •   Lokasi yang Belum Merata: Konsentrasi SPKLU masih terpusat di kota-kota besar di Pulau Jawa. Di luar
        Jawa, jumlahnya masih sangat minim, membuat perjalanan jarak jauh menjadi sebuah tantangan.
    •   Biaya Instalasi: Biaya untuk membangun satu unit stasiun pengisian kendaraan listrik masih cukup mahal.
        Ini menjadi hambatan bagi pihak swasta untuk berinvestasi lebih luas.


                                                                                                                    37
Page 64
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
    • Tantangan Teknologi: Ada berbagai jenis konektor dan standar pengisian daya yang digunakan oleh
         produsen mobil listrik yang berbeda. Hal ini dapat membingungkan pengguna dan mempersulit
         standardisasi.
     Ketersediaan Daya: Di beberapa daerah, ketersediaan pasokan listrik yang stabil dan kuat untuk
     mendukung SPKLU masih menjadi isu.

     Analisis Tren dan Implikasi

     Pelaksanaan Nilai Ekonomi Karbon, pemerintah memberikan insentif bagi pengembangan industri baterai
     yang memanfaatkan sumber daya mineral lokal, seperti nikel (Sekretariat Kabinet RI, 2021). Langkah ini
     diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia dan memperkuat rantai pasok
     industri kendaraan ramah lingkungan nasional.

     Meskipun berbagai kebijakan telah dilaksanakan, efektivitas dan dampaknya terhadap pertumbuhan industri
     mobil listrik masih perlu dievaluasi secara berkala. Meskipun kebijakan pemerintah telah memberikan
     dampak positif terhadap pertumbuhan industri, masih terdapat beberapa tantangan dalam implementasinya.
     Salah satunya adalah koordinasi antar lembaga pemerintah yang perlu ditingkatkan untuk memastikan
     konsistensi dan sinergi kebijakan. Penjualan kendaraan listrik dalam negeri diprediksi tetap bertumbuh pada
     2025. Infrastruktur pendukungnya masih minim. Ambisi pemerintah meningkatkan populasi kendaraan listrik
     di Indonesia masih menghadapi tantangan pada 2025. Meski ada proyeksi penjualan kendaraan listrik
     kembali meningkat tahun ini, jumlah mobil dan motor listrik yang beredar pada awal 2025 masih berada di
     sekitar 200 ribuan. Angka tersebut masih sangat jauh dari target pemerintah.

     Berdasarkan data sistem sertifikasi registrasi uji tipe (SRUT) Kementerian Perhubungan hingga November
     2024, ada 195.084 kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) di Indonesia. Jumlah itu terdiri dari
     160.578 unit motor listik, 33.555 unit mobil listrik, dan 951 unit kendaraan listrik lainnya. Target jangka panjang
     pemerintah menambah populasi kendaraan listrik pun masih jauh dari kenyataan. Saat ini, populasi mobil
     listrik yang ada hanya memenuhi 1,67 persen dari target tahun 2030 sebesar 2 juta unit. Sementara jumlah
     motor listrik baru mencapai 1,23 persen dari target 13 juta unit.

     Diskon Pajak Kendaraan Listrik 2025

     Tahun ini, pemerintah kembali berupaya mendongkrak penjualan kendaraan listrik melalui berbagai insentif.
     Kementerian Keuangan memperpanjang pemberian insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM)
     ditanggung pemerintah sebesar 100 persen untuk impor mobil listrik pada 2025. Kebijakan tersebut
     sebelumnya telah berlaku pada 2024. Artinya, perusahaan pengimpor mobil listrik tak perlu membayar
     PPnBM sebesar 12 persen saat membawa masuk produk KBLBB ke Indonesia. Insentif ini berlaku bagi
     merek mobil listrik pabrikan global yang berkomitmen membangun unit produksi di Indonesia. Dengan
     demikian, pengimpor mobil listrik bisa mematok harga lebih murah di dalam negeri karena tidak terbebani
     pajak barang mewah.

     Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 135 Tahun 2024 yang merupakan
     perpanjangan insentif pajak tahun sebelumnya. Selain PPnBM ditanggung pemerintah, mobil listrik impor
     juga mendapatkan insentif bea masuk nol persen. Untuk pembeli retail atau konsumen akhir, pemerintah
     memberikan insentif PPnBM DTP sebesar 10 persen untuk kendaraan baterai listrik atau battery electric
     vehicle (BEV). Diskon pajak tersebut juga telah berlaku dari tahun sebelumnya dan diperpanjang untuk satu
     tahun ke depan. BEV adalah tipe kendaraan listrik yang menggunakan baterai sebagai satu-satunya sumber
     tenaga, seperti BYD M6 dan Wuling Binguo EV yang menempati posisi paling atas kendaraan BEV terlaris di


                                                                                                                           38
Page 65
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
     Indonesia pada 2024. Sementara itu, mobil hybrid memiliki mesin pembakaran internal dan motor listrik yang
     berfungsi bersamaan. Namun, baterai mobil hybrid tidak dapat diisi ulang dengan pengisi daya listrik. Adapun
     mobil hybrid paling laris pada 2024 adalah model Toyota Kijang Innova Zenix dan Suzuki XL7 Hybrid.

     Konsumen BEV hanya perlu membayar PPnBM sebesar 2 persen dari total 12 persen karena sisanya
     ditanggung pemerintah. Angka tersebut lebih besar dari tahun sebelumnya karena terpengaruh kenaikan
     PPnBM dari 11 persen menjadi 12 persen yang berlaku sejak 1 Januari lalu. Adapun untuk mobil listrik hybrid,
     diskon PPnBM bagi konsumen pada 2025 adalah sebesar 3 persen. Sedangkan untuk insentif kendaraan
     listrik roda dua, pemerintah saat ini tengah memformulasikan skema baru pada 2025. Pada 2024, pemerintah
     memberikan subsidi sebesar Rp 7 juta untuk 60 ribu unit motor listrik yang ada di pasaran.

     Berdasarkan laman sistem informasi bantuan pembelian kendaraan bermotor listrik roda dua (Sisapira),
     sebanyak 63.146 unit produk motor listrik telah terjual menggunakan subsidi tersebut pada tahun lalu.
     Kementerian Perindustrian kemudian mengusulkan skema baru untuk penjualan motor listrik melalui diskon
     pajak PPN DTP, mirip insentif mobil listrik untuk 2025.

4.2. Pangsa Pasar
     Pangsa Pasar industri ini adalah pengguna kendaraan Listrik, khususnya Kendaraan Listrik untuk
     Transportasi Publik seperti Taxi, angkot, bus dan lainnya. Dengan berbagai insentif pajak yang diberikan
     pemerintah, penjualan kendaraan listrik di Indonesia diprediksi akan kembali bertumbuh pada 2025.
     Khususnya untuk pembelian wholesale (dari produsen ke dealer) mobil listrik BEV yang bebas PPnBM dan
     bea masuk impor. Meski begitu, jumlah penjualan mobil hybrid diproyeksikan masih mendapat porsi lebih
     besar dibanding BEV.

     Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memperkirakan pembelian wholesale mobil
     listrik pada 2025 bisa mencapai 45.000 unit untuk BEV dan 65.000 unit untuk jenis hybrid. Jumlah tersebut
     meningkat dari penjualan wholesale 2024, yaitu 43.188 unit BEV dan 59.903 unit hybrid. Sementara itu, mobil
     hybrid dengan total penjualan 59.903 unit memenuhi 6,9 persen penjualan mobil nasional.

     Kendati jumlahnya masih bertumbuh, data Gaikindo menunjukkan kontribusi penjualan BEV terhadap total
     penjualan mobil di Tanah Air pada 2024 masih minim. Penjualan 43.188 unit BEV tahun lalu hanya sebesar
     4,98 persen jika dibandingkan penjualan mobil di Indonesia yang mencapai 865.723 unit. Sementara itu,
     penjualan motor listrik pada awal 2025 tidak sekencang tahun sebelumnya. Salah satu penyebabnya adalah
     belum adanya kepastian keberlanjutan subsidi pembelian motor listrik dari pemerintah.

     Untuk saat ini Perseroan yang memiliki basis bisnis existing yaitu solusi ITS/IoT transportasi yang menyasar
     operator transportasi publik, logistik, instansi pemerintah, dan korporasi yang sudah menjadi klien/fleet user
     Perseroan akan menjadi target utama dalam rencana penambahan kegiatan usaha SPKLU dan SPBKLU
     yang akan segera dilaksanakan oleh Perseroan. Hingga saat ini, TKDN belum menjalin kontrak,Letter of
     Intent dan kerjasama lainnya terkait rencana penambahan kegiatan usaha berupa SPKLU dan SPBKLU.

4.3. Kesinambungan
     Perseroan berkomitmen untuk menerapkan prinsip kesinambungan sebagai bagian dari strategi bisnis jangka
     panjang. Perseroan meyakini bahwa keberlanjutan bukan hanya tentang pencapaian kinerja keuangan yang
     kuat, tetapi juga tentang menciptakan dampak positif bagi lingkungan, sosial, serta tata kelola perusahaan
     yang baik (Environmental, Social, and Governance – ESG). Dalam aspek lingkungan, Perseroan terus
     mengupayakan efisiensi energi dan pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab, khususnya dalam



                                                                                                                      39
Page 66
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
     infrastruktur digital dan pusat data (data center). Perseroan secara aktif mengadopsi teknologi ramah
     lingkungan, termasuk optimalisasi konsumsi energi dalam sistem komputasi awan (cloud computing) serta
     penerapan solusi berbasis AI dan otomatisasi untuk mengurangi jejak karbon operasional.

     Dari sisi sosial, Perseroan menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai prioritas utama.
     Perseroan berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, mendukung kesejahteraan
     karyawan, serta meningkatkan kapabilitas mereka melalui berbagai program pelatihan dan pengembangan
     keahlian digital. Selain itu, Perseroan juga aktif dalam program literasi digital dan edukasi teknologi bagi
     masyarakat, guna mendukung transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan.

     Dalam aspek tata kelola, Perseroan terus memperkuat penerapan prinsip GCG sebagai landasan utama
     dalam menjalankan bisnis yang transparan, akuntabel, dan berintegritas. Perseroan memastikan kepatuhan
     terhadap regulasi yang berlaku, meningkatkan perlindungan data pelanggan, serta terus mengembangkan
     sistem manajemen risiko yang efektif guna mengantisipasi tantangan industri digital yang semakin dinamis

     Penambahan kegiatan usaha Penyimpanan Tenaga Listrik (KBLI 2025 No. 35132) berupa Stasiun Penukaran
     Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan Pengoperasian Fasilitas atau Stasiun Pengisian Daya untuk
     Kendaraan dan Peralatan Listrik (KBLI 2025 No. 35133) berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum
     (SPKLU) merupakan langkah strategis yang mencerminkan adaptasi terhadap dinamika pasar dan
     kebutuhan infrastruktur yang berkembang. Dengan pengalaman dan kapabilitas yang dimiliki dalam
     mendukung operasional Perseroan, Perseroan dapat memanfaatkan keahlian dan sumber daya yang dimiliki
     untuk menyediakan solusi dalam pembangunan Pembangkit, Transmisi, Distribusi dan Penjualan Tenaga
     Listrik. Penambahan kegiatan usaha tersebut dapat memperluas portofolio usaha dan meningkatkan
     diversifikasi pendapatan.

     Dengan memprioritaskan kesinambungan usaha dalam rencana penambahan kegiatan usaha ini, Perseroan
     dapat memperkuat posisinya di pasar, meningkatkan daya saing, dan memberikan kontribusi yang
     berkelanjutan terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Industri Infrastruktur Kendaraan Listrik di
     Indonesia.

4.4. Potensi Pasar.

     Bisnis Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan
     Listrik Umum (SPBKLU) semakin berkembang pesat, didorong oleh kebijakan pemerintah yang semakin
     mendukung serta penyederhanaan regulasi perizinan. Dengan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik
     di Indonesia, kebutuhan terhadap infrastruktur pendukung juga ikut melonjak. Bisnis ini bukan sekadar
     peluang ekonomi, tetapi juga bagian dari upaya mempercepat dekarbonisasi sektor transportasi nasional.
     Selain dari sisi bisnis yang menguntungkan, ekspansi SPKLU dan SPBKLU juga mempercepat pencapaian
     target net zero emission Indonesia. Semakin banyak fasilitas ini tersedia, semakin cepat pula kita beralih ke
     energi bersih.

     Mengacu pada Peraturan Menteri ESDM No. 24 Tahun 2025, pemerintah menargetkan peningkatan drastis
     jumlah kendaraan listrik di Indonesia. Hingga 2030, diproyeksikan ada sekitar 900 ribu unit kendaraan listrik
     roda empat dan 13 juta unit roda dua yang beroperasi di Tanah Air. Dengan pertumbuhan yang pesat ini,
     ketersediaan SPKLU dan SPBKLU menjadi faktor kunci dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik. Para
     pelaku usaha yang masuk ke sektor ini sejak dini berpotensi mendapatkan keuntungan besar seiring
     bertambahnya pengguna kendaraan listrik.




                                                                                                                     40
Page 67
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
     Perkembangan kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Infrastruktur pendukung seperti
     SPKLU dan SPBKLU harus tumbuh seiring peningkatan jumlah kendaraan listrik agar transisi energi bersih
     berjalan lancar. Dalam upaya mempercepat pembangunan infrastruktur kendaraan listrik, ENTREV
     (Enhancing Readiness for The Transition to Electric Vehicles in Indonesia) menjadi salah satu proyek
     strategis yang melibatkan kerja sama antara United Nations Development Programme (UNDP) dan
     Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (GATRIK). Program ini bertujuan untuk
     menguatkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, memastikan regulasi yang mendukung, serta menarik
     lebih banyak investasi ke dalam industri ini.

     Dengan semakin banyaknya SPKLU, masyarakat akan lebih mudah mengakses fasilitas pengisian daya,
     sehingga penggunaan kendaraan listrik menjadi semakin praktis. Hal ini diharapkan dapat mengatasi salah
     satu tantangan utama dalam adopsi kendaraan listrik, yaitu keterbatasan infrastruktur pengisian. Dalam hal
     ini pemerintah melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
     (ESDM) terus melakukan pembangunan SPKLU seiring dengan tren pertumbumbuhan populasi mobil
     listrik di Tanah Air. Menurut Pelaksana tugas Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan, Ditjen
     Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM, menyebutkan hingga akhir Juli 2025 jumlah SPKLU yang terbangun
     di Indonesia sebanyak 4.186 unit. SPKLU tersebut tersebar di 2.789 lokasi. Jumlah tersebut belum termasuk
     tempat tukar atau fasilitas swap baterai yang jumlahnya telah mencapai 1.902 unit.

     Melihat data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan selama tujuh bulan
     pertama 2025 jumlah mobil listrik berbasis baterai (BEV) yang terjual di Indonesia mencapai 42.178 unit.
     Angka total penjualan selama tujuh bulan itu hampir melampaui total penjualan sepanjang tahun 2024 yang
     sebanyak 43.188 unit.

     Dengan pembangunan SPKLU yang masif, pemerintah berharap adopsi kendaraan listrik semakin
     meningkat, baik untuk transportasi pribadi, kendaraan umum, maupun sektor logistik. Langkah ini menjadi
     bagian penting dari upaya mewujudkan mobilitas ramah lingkungan sekaligus mendukung ketahanan energi
     nasional.

     PLN menyediakan SPBKLU dengan jenis standar charging, medium charging, fast charging, hingga ultra fast
     charging agar mampu menjangkau kebutuhan beragam pengguna kendaraan listrik di seluruh wilayah.
     Sebagai pemegang penugasan dari pemerintah, PLN bertanggung jawab memastikan masyarakat nyaman
     dan percaya diri untuk mulai menggunakan kendaraan listrik dalam aktivitas sehari-hari mereka. Membangun
     infrastruktur pengisian daya membutuhkan investasi besar, sehingga PLN mengembangkan berbagai model
     kemitraan sejak tahun 2020 untuk mempercepat pertumbuhan ekosistem EV nasional. PLN terus
     mengembangkan skema kemitraan agar pertumbuhan EV dapat terakselerasi secara sehat dan seimbang
     melalui kolaborasi yang saling menguntungkan antara perusahaan dan mitra

     Dengan dukungan kebijakan yang semakin matang serta pertumbuhan kendaraan listrik yang pesat, bisnis
     SPKLU dan SPBKLU kini menjadi sektor yang sangat menjanjikan bagi investor dan pelaku usaha yang ingin
     ikut serta dalam revolusi transportasi ramah lingkungan.

4.5. Sasaran

     Rencana penambahan kegiatan usaha ini memiliki sasaran utama pengguna infrastruktur kendaraan listrik
     berupa Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan Stasiun Pengisian Kendaraan
     Listrik Umum (SPKLU) adalah Kendaraan untuk Transportasi Publik atau Trasportasi Komersial. Infrastruktur
     pengisian daya sangat penting bagi mereka agar dapat mengisi daya kendaraan listrik. Selain itu sasaran



                                                                                                                   41
Page 68
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
     pengguna infrastruktur kendaraan listrik berupa Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum
     (SPBKLU) dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) ini adalah semua pihak yang terlibat
     dalam penggunaan kendaraan listrik, baik secara pribadi maupun dalam konteks transportasi umum.
     Perseroan memiliki jaringan bisnis di seluruh Indonesia.

     Hal itu memungkinkan untuk menjadi sasaran pengguna infrastuktur kendaraan Listrik berupa Stasiun
     Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum
     (SPKLU ini, dimana pemerintah Indonesia menargetkan dua juta kendaraan listrik dapat digunakan oleh
     masyarakat pada tahun 2025 sebagai bagian dari upaya penerapan energi terbarukan. Untuk mencapai
     target tersebut, pengembangan infrastruktur pengisian dan penukaran baterai akan terus ditingkatkan. Selain
     itu, standarisasi baterai diharapkan dapat segera diterapkan untuk mendukung interoperabilitas antar
     berbagai merek kendaraan Listrik. Program pemerintah ini juga menjadi sasaran pasar dari bisnis yang akan
     dijalankan.

     Dalam hal penambahan Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yaitu kegiatan
     aktivitas usaha Penyimpanan Tenaga Listrik (KBLI 2025 No. 35132) berupa Stasiun Penukaran Baterai
     Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Pengoperasian
     Fasilitas atau Stasiun Pengisian Daya untuk Kendaraan dan Peralatan Listrik (KBLI 2025 No. 35133) berupa
     Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) ini, Perseroan telah memiliki jaringan bisnis di berbagai
     provinsi di Indonesia dan Perseroan juga memiliki mitra bisnis yang cukup banyak. Sehingga hal tersebut
     bisa menjadi sasaran Perseroan dalam bisnis ini.

                            Gambar 4 - 3 : Jaringan Bisnis dan Wilayah Operasional Perseroan




     Sumber: Manajemen Perseroan




                                                                                                                   42
Page 69
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                           Gambar 4 - 4 : Mitra Bisnis Perseroan




     Sumber: Manajemen Perseroan



4.6. Potensi Nilai Pasar
     Berdasarkan proyeksi keuangan atas kegiatan usaha induk termasuk adanya penambahan KBLI baru,
     Perseroan diproyeksikan mencatatkan pendapatan sebesar Rp19,769 miliar pada interim ke-4 tahun 2025,
     Rp124,6 miliar pada tahun 2026, Rp156,05 miliar pada tahun 2027, Rp188,39 miliar pada tahun 2028,
     Rp224,60 miliar pada tahun 2029, dan Rp263,79 miliar pada tahun 2030.

     Atas adanya kontribusi laba usaha dari penambahan kegiatan usaha, menjadi potensi penambahan pada
     nilai pasar bagi Perseroan.

4.7. Pesaing Usaha
     Persaingan bisnis adalah kondisi saat dua pelaku usaha atau lebih saling berkompetisi untuk mencapai tujuan
     bisnis. Umumnya, tujuan perusahaan untuk saling bersaing adalah untuk mendapatkan konsumen,
     memperbesar pangsa pasar, atau meraih keuntungan yang lebih banyak dari kompetitor. Kompetitor yang
     terus berkembang menuntut perusahaan untuk lebih inovatif dan adaptif dalam menjalankan strategi
     bisnisnya.

     Oleh karena itu, memahami cara menghadapi persaingan bisnis secara efektif menjadi kunci agar sebuah
     perusahaan dapat bertahan dan berkembang di pasar yang dinamis. Dengan pendekatan yang tepat,
     persaingan bisnis tidak hanya menjadi tantangan, tetapi juga peluang untuk menciptakan nilai tambah dan
     pertumbuhan usaha yang lebih optimal.

     Persaingan usaha dalam industri Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun
     Penukaran/Pengisian Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) untuk kendaraan roda empat menunjukkan
     karakteristik pasar yang sedang berada pada fase pertumbuhan awal (early growth stage) dengan struktur
     persaingan cenderung terkonsentrasi pada pelaku usaha berskala besar, khususnya badan usaha milik
     negara dan perusahaan energi terintegrasi yang memiliki keunggulan permodalan, akses infrastruktur



                                                                                                                   43
Page 70
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
     kelistrikan, jaringan lokasi strategis, serta kemudahan perizinan. Kondisi tersebut menciptakan hambatan
     masuk (barriers to entry) yang relatif tinggi bagi pelaku baru, mengingat kebutuhan investasi awal (capital
     expenditure) yang signifikan, persyaratan teknis penyambungan daya menengah–tinggi, kepatuhan terhadap
     standar keselamatan ketenagalistrikan, serta kebutuhan penguasaan lahan dan teknologi pengisian cepat.
     Di sisi lain, dukungan regulasi pemerintah memberikan prospek pertumbuhan yang positif melalui Peraturan
     Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai,
     Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2020 sebagaimana diubah terakhir dengan Permen ESDM Nomor
     1 Tahun 2023 mengenai penyediaan infrastruktur pengisian listrik, yang mencakup kemudahan perizinan,
     skema kerja sama dengan PLN, serta pengaturan tarif tenaga listrik khusus SPKLU. Selain itu, pemerintah
     juga memberikan berbagai insentif fiskal dan nonfiskal berupa pengurangan atau pembebasan PPnBM dan
     PPN untuk kendaraan listrik, tax holiday dan tax allowance bagi industri baterai dan komponen, pembebasan
     bea masuk mesin dan bahan baku, serta pengembangan ekosistem hilirisasi mineral nikel dan manufaktur
     baterai nasional.

     Rencana pembangunan SPKLU tidak hanya dilakukan pemerintah dan BUMN. Pihak swasta pun berencana
     membuka layanan SPKLU untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik. Selain PLN, beberapa perusahaan
     besar sudah serius memasuki bisnis SPKLU ini. Menyadari hal tersebut, banyak brand terkemuka yang
     meresponsnya dengan membangun jaringan stasiun pengisian daya yang mudah diakses oleh pengguna
     mobil listrik. Berikut adalah beberapa brand yang telah merambah pasar lokal Indonesia:

     1. PLN. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN mencatat hingga awal 2024 telah membangun
        1.124 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), 1.839 unit Stasiun Penukaran Baterai
        Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan 9.558 Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) yang tersebar di
        seluruh Indonesia.
     2. Casion. Dengan menggandeng perusahaan teknologi terkemuka BB, Jenama Electric Vehicle berhasil
        menghadirkan stasiun pengisian daya kendaraan listrik terbaru mereka di pusat perbelanjaan Cilandak
        Town Square (Citos) dan Talavera Office Park, Jakarta. Pada tahun 2023, charging station Casion dapat
        digunakan secara gratis oleh pemilik kendaraan listrik atau jenis PHEV. Kedepannya, selain memperluas
        jaringan EV charging station, Casion juga akan merilis aplikasi khusus di Android dan iOS yang dapat
        digunakan para pengguna EV untuk mencari lokasi charger Casion terdekat, memonitor status pengisian
        daya, dan melakukan pembayaran via e-wallet.
     3. Starvo. PT Starvo Global Energi yang membawahi Starvo Indonesia terhitung memiliki 50 stasiun
        pengisian baterai (EV Charging) untuk kendaraan listrik. Lokasi EV Charging tersebut tersebar dari mulai
        Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, hingga Bali. Starvo EV Charging dapat digunakan oleh berbagai
        jenis mobil listrik terkemuka, termasuk Tesla, BMW, Hyundai, Kia, Wuling, Mercedes-Benz, dan Toyota.
     4. Shell Recharge. Shell menyediakan layanan Shell Recharge yang merupakan Stasiun Pengisian
        Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di SPU Shell Pluit Selatan 1 (Jakarta Utara), SPBU SHell Antasari 1
        (Jakarta Selatan) dan SPBU Shell Jagorawi KM 21 (Bogor) serta Mall Pacific Place.
     5. Medco (Electric Vehicle Ecosystem). PT Medco Power Indonesia (MPI) resmi masuk ekosistem
        kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) dengan meluncurkan program Electric Vehicle
        Ecosystem. Langkah awal dari program tersebut adalah PT MPI membangun unit charging station di
        Energy Building, SCBD.
     6. Astra Otopower. Astra Otopower merupakan jaringan pengisian daya KBLBB yang menyediakan tiga
        tipe mesin pengisian, mulai dari wall mount charging hingga mesin pengisian ultra-fast charging dengan
        tiga konektor. Per 2024, Astra Otopower memiliki 23 titik lokasi pengisian yang tersebar di seluruh Pulau
        Jawa yang dapat melayani berbagai merek mobil listrik yang ada di Indonesia. Charging machine yang
        digunakan Astra Otopower juga diketahui diproduksi sendiri dan diperkenalkan pertama kamui pada
        pertengahan tahun 2022. Astra Otopower juga telah menyediakan sebanyak 26 charger yang tersebar di


                                                                                                                    44
Page 71
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
         23 titik di Pulau Jawa. Saat ini, siapapun dapat menggunakan fasilitas pengisian daya Astra Otopower
         karena sifatnya masih non-komersial yang tersebar di pulau Jawa. Maka, pengguna dapat melakukan
         pengecasan secara gratis hanya dengan memindai QR Code. Untuk memakai charging mesinnya, para
         pengguna cukup dengan memindai QR Code yang tertera pada mesin, kemudian sign in, masukan kode
         voucher, lalu klik tombol “Mulai Pengisian”, maka charging machine dapat digunakan.


     Dalam bisnis SPKLU, terdapat beberapa pesaing usaha yang sudah melaksanakan bisnis SPKLU, berikut
     disajikan benchmarking tarif pengisian dan kapasitas perangkat antara rencana Perseroan dengan
     kompetitor eksisting (PLN dan penyedia swasta lainnya).

         Tabel 4 - 1 : benchmarking tarif pengisian dan kapasitas perangkat antara rencana Perseroan dengan kompetitor
                                                             eksisting
                                Metode
      Operator /       Jenis               Besaran tarif          Biaya layanan         Kapasitas tipikal
                                 tarif                                                                             Catatan utama
      Rencana        layanan                 saat ini               tambahan              perangkat
                                utama

      PLN        –   Normal &   Per kWh   ±Rp 2.466/kWh       Fast charging: ±Rp       Umum: 25–50 kW        Jaringan terbesar dan
      SPKLU          fast                 untuk pengisian     25.000 per pengisian;    (medium), 50–100      tersebar nasional, prioritas
                     charging             reguler (tarif      ultra‑fast: ±Rp 57.000   kW (fast), 150 kW     koridor utama dan fasilitas
                                          layanan khusus)     per pengisian (batas     (ultra‑fast)          publik; fokus B2C dan umum
                                                              maksimum biaya           tergantung lokasi     juga melayani fleet
                                                              layanan Permen ESDM
                                                              1/2023)

      Shell          Fast       Per kWh   ±Rp 2.166/kWh       ±Rp 25.000 per           Umumnya 50–100        Posisi sebagai layanan
      Recharge       charging                                 transaksi                kW per connector      premium di SPBU dan pusat
      (swasta)                                                                         (lokasi premium di    kota; mengandalkan
                                                                                       SPBU dan mal)         kenyamanan lokasi

      Casion         Fast       Per       ±Rp 1.000/menit     Tidak disebut biaya      40–60 kW (umum)       Skema tarif waktu (per
                     charging   menit     (durasi             tetap tambahan dalam     – artinya sekitar     menit) berisiko lebih mahal
                                          tergantung daya     sumber yang sama         0,66–1 kWh/menit      untuk mobil dengan
                                          dan SOC awal)                                pada beban optimal    kemampuan charge rendah,
                                                                                                             tetapi menarik untuk
                                                                                                             pengisian singkat berdaya
                                                                                                             besar

      Voltron        Fast       Per kWh   ±Rp 2.467/kWh       Biaya admin ±Rp 4.000    Fast 50–100 kW        Efektif biaya per kWh sedikit
                     charging                                 + 5% PJU + PPN per       (umum)                lebih tinggi dari PLN setelah
                                                              transaksi                                      penambahan admin dan PJU

      Starvo         Fast       Per kWh   ±Rp 1.800–          Umumnya tanpa biaya      Banyak titik 25–60    Lebih agresif di harga,
                     charging             2.200/kWh           layanan tetap per        kW; beberapa titik    menyasar pengguna yang
                                          (variasi lokasi &   transaksi (berbasis      >60 kW                price‑sensitive di luar
                                          daya)               kWh saja)                                      jaringan PLN

      Terra          Fast       Per kWh   ±Rp 3.022/kWh       Tidak disebut biaya      Fast charging, ~50–   Tarif premium;
      Charge         charging                                 layanan tambahan         100 kW                mengandalkan lokasi
                                                              dalam sumber yang        (disejajarkan         tertentu dan kemitraan
                                                              sama                     dengan fast lain)     properti




     Secara keseluruhan, kombinasi antara dukungan kebijakan dan peningkatan adopsi kendaraan listrik
     berpotensi mendorong pertumbuhan permintaan infrastruktur pengisian, Dengan kombinasi faktor tersebut,
     bisnis SPKLU dan SPBKLU memiliki karakteristik pendapatan berulang (recurring revenue), potensi utilisasi
     yang meningkat seiring pertumbuhan populasi kendaraan listrik, serta peluang integrasi layanan bernilai


                                                                                                                                             45
Page 72
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
     tambah berbasis teknologi digital, sehingga memberikan landasan yang kuat bagi terciptanya arus kas yang
     stabil, skalabilitas usaha, dan imbal hasil investasi yang kompetitif. Oleh karena itu, pengembangan
     infrastruktur pengisian kendaraan listrik oleh perusahaan dipandang sebagai peluang strategis yang selaras
     dengan arah kebijakan nasional dan tren global, sekaligus menawarkan prospek pertumbuhan jangka
     panjang yang menarik bagi investor.

4.8. Strategi Pemasaran
     Kegiatan pemasaran memiliki peran penting dalam membangun kesadaran publik luas akan produk dan jasa
     yang dihasilkan oleh Perseroan, baik produk yang sudah dimiliki Perseroan, maupun aktifitas bisnis yang
     akan dilakukan Perseroan yaitu kegiatan aktivitas usaha Penyimpanan Tenaga Listrik (KBLI 2025 No. 35132)
     berupa Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
     Indonesia (KBLI) Pengoperasian Fasilitas atau Stasiun Pengisian Daya untuk Kendaraan dan Peralatan
     Listrik (KBLI 2025 No. 35133) berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

     Strategi pemasaran dalam bisnis Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun
     Penukaran/Pengisian Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) untuk kendaraan roda empat perlu
     difokuskan pada pendekatan berbasis ekosistem, kemitraan strategis, serta peningkatan pengalaman
     pengguna guna memaksimalkan utilisasi aset dan mempercepat akuisisi pelanggan, mengingat industri
     kendaraan listrik nasional tengah berada pada fase pertumbuhan akseleratif dengan dukungan kebijakan
     pemerintah yang kuat. Secara komersial, strategi yang efektif mencakup penempatan lokasi di area dengan
     lalu lintas tinggi seperti rest area tol, pusat perbelanjaan, kawasan perkantoran, hotel, dan kawasan hunian
     terpadu; kolaborasi dengan PLN, pengembang properti, operator parkir, serta produsen/dealer kendaraan
     listrik untuk skema bundling layanan; penerapan aplikasi digital terintegrasi untuk reservasi, pembayaran non-
     tunai, roaming network, dan program loyalitas; penyediaan fasilitas pendukung (ruang tunggu, Wi-Fi, ritel,
     F&B) untuk meningkatkan dwell time value; serta skema tarif kompetitif dan paket berlangganan guna
     menciptakan pendapatan berulang (recurring revenue). Strategi tersebut diperkuat oleh kerangka regulasi
     nasional, antara lain Perpres No. 55 Tahun 2019 tentang percepatan KBLBB dan Permen ESDM No. 13
     Tahun 2020 sebagaimana telah diperbarui, yang memberikan kemudahan perizinan, peluang kemitraan
     dengan PLN, serta pengaturan tarif tenaga listrik khusus SPKLU, disertai berbagai insentif fiskal seperti
     pembebasan/penurunan PPnBM dan PPN kendaraan listrik, tax holiday dan tax allowance industri baterai
     dan komponen, pembebasan bea masuk mesin, serta program hilirisasi nikel dan pengembangan manufaktur
     baterai nasional yang mendorong peningkatan populasi kendaraan listrik sebagai basis permintaan
     infrastruktur pengisian. Dengan sinergi antara strategi pemasaran yang proaktif dan dukungan kebijakan
     pemerintah tersebut, bisnis SPKLU dan SPBKLU memiliki potensi untuk membangun brand positioning yang
     kuat, memperluas jaringan secara cepat, meningkatkan tingkat okupansi, serta menghasilkan arus kas yang
     berkelanjutan, sehingga memberikan nilai tambah dan daya tarik investasi jangka panjang.

     Berikut strategi pemasaran yang akan dilakukan oleh perusahaan :

      ▪     Target Segmen yang akan diambil adalah lokasi - lokasi high-traffic.
      ▪     Menyediakan Area Tunggu yang nyaman.
      ▪     Menyiapkan charging station untuk hp & laptop bagi para penunggu.
      ▪     Akan bekerjasama dengan Tenant F&B / Minimarket kedepannya.
      ▪     Membuat Penunjuk arah, Marka, dan Plang yang jelas agar mudah di notice oleh pelanggan
      ▪     Membuat listing untuk Lokasi SPKLU dan SPBKLU yang akan dibangun di berbagai aplikasi pemetaan
            web seperti google map, waze, dan lain-lain.
      ▪     Menjaga kebersihan dan kerapihan sesuai standar.




                                                                                                                      46
Page 73
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
       ▪ Membuat Standar Operasional Prosedur untuk menjaga semua fasilitas agar tetap baik dan
            beroperasi maksimal.
       ▪ Menjaga pencahayaan dan keamanan yang baik sesuai standar.
       ▪ Menyediakan promo - promo dan paket - paket hemat apabila dibutuhkan.
       ▪ Melakukan analisis pasar untuk memahami tren dan kebutuhan Smart Infrastructure Technology di
            sektor Infrastruktur mobil listrik sebagai exit close apabila terdapat bisnis disrupsi atas penambahan
            kegiatan usaha berupa SPKLU dan SPBKLU yang akan dijalankan oleh perseroan.
       ▪ Melakukan Identifikasi dan meninjau potensi ekspansi ke wilayah atau instansi pemerintah dan industri
            baru yang dapat mengadopsi solusi IoT Smart Fleet maupun kendaraan EV untuk manajemen
            armada.
       ▪ Meninjau potensi ekspansi ke kota-kota baru atau proyek Smart City yang akan datang dan identifikasi
            potensi kerjasama dengan pihak Pemerintah atau Mitra lainnya.
       ▪ Melakukan ekspansi pada potensi pasar yang menyeluruh di industri Smart City Build relationship ke
            Dinas Perhubungan untuk proyek Parkir on Street di 5 wilayah (Bogor, Bandung, Surabaya, Yogya,
            Medan).
       ▪ Pendekatan ke Dinas Binamarga untuk potensi CCTV berbasis AI di JPO yang dikelola oleh Dinas
            Binamarga.
       ▪ Mengidentifikasi calon pelanggan potensial, seperti perusahaan logistik, transportasi umum, atau
            pengelola armada.
       ▪ Identifikasi peluang kemitraan dengan perusahaan otomotif, penyedia asuransi, atau penyedia
            layanan teknologi terkait.
       ▪ Membuat listing calon pelanggan yang potensial terhadap bisnis pilar smart Infrastruktur atas rencana
            penambahan kegiatan usaha.

     Melalui sinergi strategi ini, Perseroan memiliki kemampuan bisnis yang lebih dinamis dan berdaya saing
     tinggi, serta berpotensi untuk meraih proyek- proyek yang signifikan dalam kegiatan aktivitas usaha
     Penyimpanan Tenaga Listrik (KBLI 2025 No. 35132) berupa Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik
     Umum (SPBKLU) dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Pengoperasian Fasilitas atau
     Stasiun Pengisian Daya untuk Kendaraan dan Peralatan Listrik (KBLI 2025 No. 35133) berupa Stasiun
     Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).




                                                                                                                     47
Page 74
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                               BAB V
                                    ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS

5.1.   Bisnis TKDN

       PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk. adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang IT yang pada
       awalnya terjun di sektor Transportasi dalam hal penyediaan Transport Management Solutions dengan
       fokus pada Safety and Monitoring Fleets dan menawarkan solusi tersebut kepada para produsen
       kendaraan dan juga operator Transportasi. Kini perseroan menghadirkan solusi sistem dan platform dengan
       menggabungkan teknologi terbaru yang akan membantu sektor transportasi lebih komprehensif, sekaligus
       mendukung terwujudnya Smart City.

       Solusi-solusi yang perseroan tawarkan meliputi:
        • Smart Fleet Solutions (Solusi Sistem Manajemen Armada dan perangkat IoT termasuk Command
          Center dan software pendukung)
        • Electric Vehicle Dealership (Solusi kendaraan listrik untuk kebutuhan bisnis maupun personal)
        • Fleet Rental Platform (Solusi penyewaan armada taksi EV yang dilengkapi perangkat & sistem
          manajemen operasional)
        • Smart Transport Infrastructure (Solusi perangkat pendukung dan sistem transportasi cerdas yang
          terintegrasi)
        • Digital Payment Ecosystem (Solusi sistem dan perangkat pendukung pembayaran nontunai).

       Jangkauan market korporasi saat ini sudah menjalin kerjasama dengan berbagai operator bus nasional
       yang menyediakan pelayanan transportasi umum di 13 kota besar di Indonesia dengan jumlah armada yang
       sudah beroperasi sebanyak >3,000 unit, dan akan merambah terus ke kota-kota besar lainnya.

       Pendapatan Perseroan berasal dari:
        • Penjualan product TAM Fleet
        • Layanan SaaS (subscription)
        • Pendapatan atas penyedia layanan Solusi IT infrastruktur pendukung transportasi.

       Pangsa Pasar TKDN mencakup:
        • Armada-armada Bus Transportasi yang dijalankan oleh para Operator Bus dalam Kota, Bus Antar
          Kota Antar Provinsi (AKAP) dan juga Bus Pariwisata
        • Perusahaan Karoseri pembuat rangka badan Bus & Truck
        • Perusahaan Truck Logistik barang umum dan Logistik B3
        • Armada Truck angkutan barang pertambangan
        • Instansi Pemerintahan dan Perusahaan Swasta yang berfokus pada program dan solusi ICT
          (Information and Communications Technology).

5.2.   Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya

       ▪ Bahan Baku Mentah

          Kegiatan usaha yang akan dilakukan oleh Perseroan adalah aktivitas usaha yang bergerak di bidang
          pembangunan kegiatan aktivitas usaha Penyimpanan Tenaga Listrik (KBLI 2025 No. 35132) berupa
          Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha


                                                                                                                 48
Page 75
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
          Indonesia (KBLI) Pengoperasian Fasilitas atau Stasiun Pengisian Daya untuk Kendaraan dan Peralatan
          Listrik (KBLI 2025 No. 35133) berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang akan
          dibangun, sehingga tidak terlibat dalam pengolahan bahan baku mentah.

      ▪ Teknologi yang Digunakan

          Dalam penambahan kegiatan usaha yang bergerak di bidang pembangunan kegiatan aktivitas usaha
          Penyimpanan Tenaga Listrik (KBLI 2025 No. 35132) berupa Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan
          Listrik Umum (SPBKLU) dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Pengoperasian
          Fasilitas atau Stasiun Pengisian Daya untuk Kendaraan dan Peralatan Listrik (KBLI 2025 No. 35133)
          berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), tidak ada teknologi khusus yang
          dipersiapkan untuk menjalankan kegiatan usaha barunya, karena perusahaan hanya akan
          mengoperasikan kegiatan aktivitas usaha Penyimpanan Tenaga Listrik (KBLI 2025 No. 35132) berupa
          Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
          Indonesia (KBLI) Pengoperasian Fasilitas atau Stasiun Pengisian Daya untuk Kendaraan dan Peralatan
          Listrik (KBLI 2025 No. 35133) berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang akan
          dibangun.

      ▪ Tenaga Ahli Profesional

          Tenaga ahli mencerminkan pentingnya kontribusi dalam membawa pengetahuan mendalam dan
          pengalaman praktis untuk menyediakan berbagai solusi bagi proyek yang sedang berjalan di Perseroan.
          Bersumber dari manajemen Perseroan, beberapa tenaga ahli terkait penambahan kegiatan usaha
          memiliki rincian riwayat hidup sebagai berikut:

          1. Nama                     : David Santoso.
             Tempat/Tanggal Lahir     : Semarang, 19 desember 1974
             Pendidikan               : Master Degree, General Management, Institute of Management
                                        Development (2005-2008)
                                        UNA Certification (Akuntan Sertifikat) (200-2002)
                                        Bachelor’s Degree, Accounting & Finance, Sekolah Tinggi
                                        Ilmu Ekonomi Institute Bisnis Indonesia (STIE IBII) (1993-1998)
             Pengalaman kerja         : • (2019-sekarang) PT. Teknologi Karya Digital Nusa Tbk sebagai
                                           Direktur Utama
                                        • (2018-2019) Kas Pro sebagai Chief Financial Officer
                                        • (2017-2018) PayPro Indonesia sebagai Chief Financial Officer
                                        • (2015-2017) Express Group sebagai Commercial and business
                                           Development Director


          2. Nama                     :   Rudy Budiman setiawan
             Tanggal Lahir            :   04 May 1968
             Pendidikan               :   STIE Perbanas, Jakarta, First Degree (S1) in Accountancy
                                          Graduated 1992
             Pengalaman kerja             • (2022-sekarang) PT. Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                             sebagai Direktur
                                          • (2022-sekarang) PT Daya Kemilau Nusantara Investama
                                             sebagai Direktur


                                                                                                                49
Page 76
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                             • (2019-2022) PT Damai Harapan Sentosa sebagai Direktur
                                             • (2007-2017) PT Express Transindo Utama (Rajawali
                                               Group)


5.3.   Proses Bisnis Penambahan KBLI


                                 Gambar 5 - 1: Alur Operasional Kegiatan Usaha Perseroan




       Sumber: Manajemen Perseroan, diolah

       Setelah diumumkan sebagai pemenang tender, Perseroan akan segera membentuk dan menetapkan
       tenaga ahli dan personel utama dengan kualifikasi sesuai dengan persyaratan yang diminta oleh
       perusahaan pelanggan dengan membentuk Tim. Tim terdiri dari Manajemen Proyek, Tim Rekayasa Proyek,
       Tim Pengadaan, Tim Pelaksanaan, dan Kontrol dan Pengawas Proyek.

       Tim Manajemen Proyek bertanggung jawab untuk melaksanakan koordinasi internal untuk menyusun
       program menyeluruh, prosedur komunikasi, strategi pengadaan barang, strategi pelaksanaan proyek,
       rencana pelatihan operasi sistem dan urutan kerja yang dituangkan dalam jadwal dan sesuai waktu yang
       telah disepakati. Kemudian Tim Rekayasa akan melakukan pengecekan hasil perhitungan, gambar, dan
       dokumen lain yang setelah diverifikasi baru dapat diimplementasikan. Selanjutnya Tim Pengadaan Proyek
       yang bertanggung jawab memesan dan menerima proyek yang disepakati. Setelah pekerjaan Tim
       Pengadaan Proyek selesai melaksanakan tugasnya, tim Pelaksana, melaksanakan bisnis tersebut.

       Tim Kontrol dan Pengawasan diharuskan untuk selalu mendahulukan keselamatan dan kesehatan kerja
       serta keamanan lingkungan, dengan tidak melupakan mutu/kualitas hasil pekerjaan. Selama masa kontrak,
       pengawas proyek akan bertanggung jawab untuk selalu memonitor dan mengontrol kegiatan proyek.




                                                                                                               50
Page 77
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
       Adapun Tim yang sudah dipersiapkan untuk Proyek Penambahan KBLI ini antara lain sebagai berikut:

                                    Tabel 5 - 1: Tim Personil Proyek Penambahan KBLI
                                 Jabatan                                     Jumlah Personil
            Project Manager (PM)                                                       1
            Project Control (PC)                                                       3
            PLC & HMI Engineer                                                         3
            Mechanical Engineer                                                        5
            Instrument & Control Engineer                                              3
            Electrical Engineer                                                        2
            QA/QC                                                                      5
            HSE man                                                                    5
       Sumber : Manajemen Perseroan

5.4.   Rencana Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI)

       Perusahaan berencana melakukan penambahan KBLI yaitu Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia
       (KBLI) Penyimpanan Tenaga Listrik (KBLI 2025 No. 35132) berupa Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan
       Listrik Umum (SPBKLU) dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Pengoperasian Fasilitas
       atau Stasiun Pengisian Daya untuk Kendaraan dan Peralatan Listrik (KBLI 2025 No. 35133) berupa Stasiun
       Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

       Melalui penambahan KBLI ini, perusahaan berupaya merambah ke sektor Stasiun Penukaran Baterai
       Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

       Rencana pekerjaan ini adalah sebagai berikut :

       Perusahaan saat ini berupaya untuk memasuki sektor tenaga listrik, yang meliputi pengembangan Stasiun
       Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum
       (SPKLU) untuk penyaluran tenaga listrik melalui jaringan transmisi dan distribusi, serta penjualan tenaga
       listrik langsung kepada konsumen akhir. Didorong oleh Pertumbuhan sektor bisnis dan industri yang pesat
       dari penggunaan kendaraan Listrik terutama untuk transportasi publik, kebutuhan akan infrastruktur
       pengisian kendaraan listrik di berbagai wilayah meningkat tajam, sehingga membuka peluang usaha yang
       signifikan bagi Perseroan.

       Mempertegas komitmen terhadap masa depan yang berkelanjutan, terkait penambahan KBLI yaitu kegiatan
       aktivitas usaha Penyimpanan Tenaga Listrik (KBLI 2025 No. 35132) berupa Stasiun Penukaran Baterai
       Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Pengoperasian
       Fasilitas atau Stasiun Pengisian Daya untuk Kendaraan dan Peralatan Listrik (KBLI 2025 No. 35133) berupa
       Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), Perseroan memperluas cakupannya melalui
       Renewable Energy Solutions. Lini ini akan berfokus pada inovasi dalam sektor transportasi dengan dua
       sub-bisnis utama. Melalui lini bisnis ini, perusahaan tidak hanya mendukung program Net Zero Emission
       2060, tetapi juga aktif membangun ekosistem transportasi yang berkelanjutan dan inovatif di Indonesia.




                                                                                                                   51
Page 78
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
       Berikut rencana Proyek Penambahan KBLI ini sebagai berikut:

     1. Pembangunan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU)

          Perseroan akan membangun SPBKLU sehingga kendaraan yang sepenuhnya menggunakan tenaga
          listrik dari baterai dan tidak menghasilkan emisi berupa Battery Electric Vehicle (BEV) dengan skema
          Battery as a Service (BaaS), yang menawarkan solusi praktis dan efisien melalui sistem penukaran
          baterai yang didukung oleh pembangunan ekosistem strategis termasuk stasiun penukaran baterai.

                                  Gambar 5 - 1: Rencana Proyek Jasa Penggantian Baterai




                  Sumber: Manajemen Perseroan

     2. Pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU)

          Perseroan akan melakukan kerjasama kemitraan yang tersedia sesuai kemitraan dengan PLN atas
          penggunaan stasiun pengisian cepat (SPKLU) dengan spesifikasi DC Fast Charging 50 kW, dimana
          spesifikasi teknis SPKLU yang direncanakan akan dibangun Perseroan adalah sebagai berikut :

          ▪    Output power : Maksimal 50 kW (DC)
          ▪    Tegangan : 150 - 1000 VDC
          ▪    Arus : Hingga 125 A
          ▪    Kapasitas charge per sesi : Rata-rata 48,44 kWh (80% dari rata-rata baterai mobil listrik Indonesia
               60,55 kWh)
          ▪    Waktu charge : ± 0,97 jam per sesi (untuk 48 kWh)
          ▪    Kapasitas harian maksimal : 1.162 kWh/hari




                                                                                                                     52
Page 79
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                    Gambar 5 - 2: Rencana Proyek Pembangunan SPKLU




                   Sumber: https://layanan.pln.co.id/




                                                                                                 53
Page 80
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk

                                               BAB VI
                                   ANALISIS KELAYAKAN POLA BISNIS
6.1     Keunggulan Kompetitif

        Selama lebih dari satu dekade, Perseroan telah membangun reputasi sebagai penyedia solusi
        terintegrasi dalam sistem layanan dan perangkat teknologi transportasi. Perseroan menghadirkan
        kombinasi solusi sistem layanan transportasi dan manajemen armada yang didukung oleh teknologi
        terkini, guna mendukung efisiensi dan kemudahan operasional bisnis di sektor transportasi.

        Pada dasarnya Perseroan merupakan perusahaan yang bergerak di bidang solusi sistem layanan
        teknologi untuk transportasi yang dimana penambahan kegiatan usaha utama ini masih bersinergi
        dengan bisnis Perseroan yang sedang berlangsung saat ini. Pengalaman jangka panjang di industri
        eksiting selama ini dapat memberikan keunggulan kompetitif bagi Perseroan dalam menjalankan kegiatan
        bisnis dalam penambahan kegiatan usaha utama ini.

        Keunggulan kompetitif yang dimiliki Perseroan adalah sebagai berikut:

        1. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN)
           Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia memiliki
           target yang ditetapkan pemerintah. Untuk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB), seperti
           mobil dan motor listrik, pemerintah menetapkan target TKDN minimal 40% sejak tahun 2019 untuk
           roda dua dan 35% untuk roda empat, dengan target yang meningkat secara bertahap. Tahun 2022-
           2029, target TKDN untuk kendaraan roda empat dinaikkan menjadi 40%, kemudian 60% pada tahun
           2027-2029, dan 80% pada tahun 2030 dan seterusnya.

           Kebijakan TKDN bertujuan untuk:
           • Mendorong industri komponen dalam negeri.
           • Membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
           • Meningkatkan daya saing industri otomotif

           Perseroan fokus pada solusi transportasi dan teknologi, dimana Tingkat Komponen Dalam Negeri
           (TKDN) Perseroan akan mencakup penggunaan komponen dan teknologi lokal dalam solusi bisnis
           yang ditawarkan seperti sistem manajemen transportasi dan sistem pemantauan armada.

        2. Kualitas Produk
           Perseroan meningkatkan kualitas produknya dengan fokus pada inovasi teknologi, efisiensi energi,
           dan keselamatan publik, serta berkomitmen untuk menghadirkan solusi smart city yang terpadu.
           Perseroan terus berinovasi dalam menyediakan solusi transportasi dan infrastruktur kota yang
           modern, seperti sistem Intelligent Transportation System (ITS) yang terintegrasi.

           Berikut beberapa poin penting terkait keunggulan kompetitif Perseroan dalam meningkatkan kualitas
           produk:
           • Inovasi Teknologi. Perseroan terus berinovasi dalam menyediakan solusi transportasi dan
              infrastruktur kota yang modern, seperti sistem Intelligent Transportation System (ITS) yang
              terintegrasi.



                                                                                                                   54
Page 81
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
            • Efisiensi Energi. Smart PJU (Penerangan Jalan Umum) yang dikembangkan oleh Perseroan
               menawarkan efisiensi energi hingga 80%, mengurangi biaya operasional dan perawatan hingga
               50%.
           • Keselamatan Publik. Smart PJU juga meningkatkan keselamatan dan keamanan publik melalui
               penerangan yang lebih baik dan teknologi cerdas.
           • Smart City Solution. Perseroan berkomitmen untuk memberikan solusi Smart City yang terpadu,
               termasuk ITS dan Smart PJU, yang mendukung pengembangan kota cerdas dan berkelanjutan.
           • Komitmen terhadap Pemangku Kepentingan. Perseroan berkomitmen untuk menghadirkan
               inovasi yang relevan dan memberikan nilai lebih bagi pelanggan, sekaligus menetapkan standar
               baru di industri.
           Produk yang akan dikembangkan Perseroan saat ini belum ada di Indonesia. Namun Perseroan
           berkomitmen untuk menjaga kualitas produk yang berkualitas tinggi.

        3. Komitmen Layanan Kepuasan Pelanggan
           Untuk meningkatkan komitmen layanan dan kepuasan pelanggan, Perseroan telah melakukan
           beberapa langkah seperti memberikan pelatihan karyawan yang fokus pada layanan pelanggan,
           mendengarkan dan menindaklanjuti umpan balik pelanggan, serta menciptakan pengalaman
           pelanggan yang dipersonalisasi.

           Beberapa hal yang dilakukan perseroan untuk dapat meningkatkan layanan kepuasan pelanggan:

           a. Pelatihan Karyawan. Perseroan melatih karyawan dalam hal:
              ▪ Keterampilan Layanan Pelanggan tentang cara berinteraksi dengan pelanggan, menangani
                 keluhan, dan memberikan solusi yang efektif.
              ▪ Pengetahuan Produk. Perseroan memastikan karyawan memahami produk atau layanan yang
                 ditawarkan agar dapat memberikan informasi yang akurat dan membantu pelanggan.
              ▪ Komunikasi dengan cara meningkatkan kemampuan komunikasi karyawan, termasuk
                 kemampuan mendengarkan, menyampaikan informasi, dan menyelesaikan masalah.

           b. Mendengarkan dan Menindaklanjuti Umpan Balik:
              • Survey untuk mengumpulkan umpan balik pelanggan secara teratur.
              • Review Online dengan memantau review online dan media sosial untuk memahami persepsi
                pelanggan.
              • Feedback Langsung dengan memberikan kesempatan bagi pelanggan untuk memberikan
                feedback secara langsung melalui berbagai saluran.

           c. Penanganan Keluhan dengan menangani keluhan pelanggan dengan cepat dan efektif, dan
              pastikan ada tindak lanjut yang jelas:
              • Informasi Pelanggan dengan menggunakan data pelanggan untuk memahami kebutuhan dan
                 preferensi mereka
              • Rekomendasi Produk dengan memberikan rekomendasi produk atau layanan yang relevan
                 dengan kebutuhan pelanggan.
              • Penawaran Khusus dengan menawarkan penawaran khusus atau diskon kepada pelanggan
                 yang loyal




                                                                                                              55
Page 82
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
6.2     Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk

        Industri infrastruktur transportasi ini adalah sektor yang sangat kompetitif, walaupun saat ini bisnis
        Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) untuk Transportasi Publik belum ada di
        Indonesia, namun kemungkinan akan banyak perusahaan yang akan meniru produk dan menawarkan
        layanan yang memiliki keunggulan kompetitif lain di seluruh Indonesia. Perseroan harus berinovasi dan
        menciptakan layanan dalam proyek yang akan dikerjakan ini. Untuk itu, Perseroan berkomitmen untuk
        memberikan layanan yang terbaik demi menjaga kepuasan pelanggan. Demikian juga untuk bisnis
        Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang sudah ada di Indonesia, Perseroan juga harus
        berinovasi dan menciptakan layanan dalam proyek yang akan dikerjakan ini.

        Upaya mitigasi lain yang dapat dilakukan oleh Perseroan diantaranya sebagai berikut:
         • Meningkatkan kualitas produk dan layanan.
         • Terus melakukan penelitian, pengembangan, serta inovasi produk dan layanan.
         • Membangun dan memperkuat loyalitas pelanggan pada produk dan jasa Perseroan.

6.3     Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai

        Dengan adanya penambahan Kode Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang baru, Perseroan
        berkomitmen untuk memperluas kegiatan usahanya dalam sektor infrastruktur kendaraan listrik.
        Perseroan memiliki kemampuan yang kuat untuk mengelola proyek Pembangunan infrastruktur
        kendaraan listrik.

        Dengan rencana penambahan kegiatan usaha ini, Perseroan bertekad untuk mengambil bagian aktif
        dalam memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat. Melalui proyek ini, Perseroan akan menjawab
        kebutuhan masyarakat yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Dalam melakukan semua kegiatan ini,
        Perseroan akan tetap mengedepankan prinsip kualitas, keamanan, dan ketepatan waktu dalam setiap
        proyek yang dikerjakan. Ini juga akan menjadi langkah strategis bagi Perseroan untuk memasuki
        segmen-segmen pasar baru, sehingga memperkuat posisinya sebagai salah satu Perusahaan
        terkemuka di Indonesia. Dengan keunggulan kompetitif yang sudah dimiliki, Perseroan dapat
        menciptakan nilai yang diantaranya:

        • Menambahan kegiatan usaha baru
           Teknologi dalam kegiatan usaha infrastruktur kendaraan listrik akan memberikan dampak positif
           terhadap potensi pasar yang berkelanjutan. Hal ini akan berdampak pada permintaan beragamnya
           jasa infrastruktur kendaraan listrik sehingga Perseroan berpeluang untuk mengembangkan kegiatan
           usahanya lebih luas lagi dengan mempertimbangkan permintaan yang berkesinambungan dari
           pasar.
        • Menambah sumber pendapatan baru
           Permintaan yang berkesinambungan dari pasar dapat dimanfaatkan oleh Perseroan atas
           penambahan kegiatan usaha yang akan dijalankan sehingga dapat menambah sumber pendapatan
           baru bagi Perseroan.
        • Meningkatkan kinerja keuangan Perseroan
           Penjualan atas penambahan kegiatan usaha yang dijalankan Perseroan akan menghasilkan laba
           bagi Perseroan sehingga akan meningkatkan kinerja keuangan Perseroan.



                                                                                                                 56
Page 83
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
        Ketiga hal di atas dapat memberikan kontribusi yang positif dan nilai tambah bagi Perseroan. Dengan
        bertambahnya segmen usaha ini, Perseroan dalam kegiatan jasa infrastruktur kendaraan listrik,
        Perseroan mengharapkan terciptanya suatu sinergi yang dapat memberikan kontribusi positif dengan
        adanya penambahan KBLI tersebut. Rencana penambahan kegiatan usaha baru yang dilakukan
        Perseroan akan meningkatkan kinerja keuangan Perseroan dan memberikan nilai tambah investasi bagi
        para pemegang saham Perseroan.

6.4     Analisa SWOT

        Analisis SWOT (strength, weakness, opportunity and threat) terdiri atas faktor internal yang bisa dikontrol
        dan faktor eksternal atau lingkungan yang mungkin sulit dikontrol. Kedua sisi dianalisis supaya dapat
        disusun suatu strategi sehingga tercapai keberhasilan dan mempunyai daya saing.Dari faktor internal
        bisa diidentifikasi kekuatan dan kelemahan (strength and weakness) sedangkan dari faktor eksternal
        berupa peluang dan ancaman (opportunity and threat).

        Berikut adalah analisa SWOT Perseroan setelah penambahan Kegiatan Usaha:
        ▪ Strengths

           ▪ Pengisian Cepat. SPKLU biasanya dilengkapi dengan teknologi pengisian cepat (fast charging),
             yang memungkinkan kendaraan listrik terisi penuh dalam waktu yang relatif singkat, seringkali
             hanya dalam hitungan menit hingga beberapa jam. Hal ini sangat menguntungkan bagi pengguna
             yang membutuhkan pengisian daya dalam waktu singkat. Untuk SPBKLU pengisian lebih cepat,
             dapat mencapai hitungan menit.
           ▪ Dukungan untuk Berbagai Jenis Kendaraan. SPKLU dan SPBKLU mumnya mendukung berbagai
             jenis kendaraan listrik, termasuk mobil, motor, dan bahkan bus listrik. Ini membuatnya sangat
             fleksibel dan dapat digunakan oleh banyak jenis kendaraan.
           ▪ Cocok untuk Kendaraan Operasional
             Sangat ideal untuk kendaraan operasional, dan transportasi publik yang membutuhkan waktu henti
             seminimal mungkin sehingga dapat Mengatasi Range Anxiety (Kecemasan Jarak Tempuh).
             Dengan ketersediaan SPKLU dan SPBKLU, pengemudi tidak perlu khawatir kehabisan daya di
             tengah jalan atau mencari stasiun pengisian yang kosong.

        ▪ Weakness

           ▪ Biaya Investasi dan Operasional Tinggi. Pembangunan dan pemeliharaan SPKLU dan SPBKLU
             memerlukan biaya yang cukup tinggi, baik dari segi infrastruktur maupun teknologi. Ini dapat
             berdampak pada biaya pengisian yang lebih tinggi bagi pengguna.
           ▪ Keterbatasan Infrastruktur. Meskipun jumlah SPKLU dan SPBKLU terus bertambah, infrastruktur
             pendukungnya masih terbatas di beberapa daerah, terutama di daerah terpencil. Hal ini dapat
             menyulitkan pengguna kendaraan listrik yang berada di luar kota besar.
           ▪ Ketergantungan pada Listrik. SPKLU dan SPBKLU membutuhkan pasokan listrik yang stabil dan
             cukup besar. Di daerah dengan suplai listrik yang tidak stabil, hal ini bisa menjadi tantangan
             tersendiri.
           ▪ Ketersediaan lahan dalam pembangunan SPKLU dan SPBKLU. Lahan yang dibutuhkan dalam
             pembangunan tak hanya untuk lokasi, tapi juga tempat parkir di sekitarnya.




                                                                                                                      57
Page 84
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
         ▪ Opportunities

           ▪ Pertumbuhan Kendaraan Listrik (EV).
             Meningkatnya adopsi motor dan mobil listrik, terutama di segmen komuter dan logistik,
             menciptakan permintaan besar untuk solusi pengisian.
           ▪ Dukungan Pemerintah
             Pemerintah Indonesia mendorong transisi ke kendaraan listrik dengan berbagai insentif (subsidi,
             PPnBM nol, insentif konversi motor bensin ke listrik) yang membuka peluang besar bagi bisnis
             SPKLU dan SPBKLU.
           ▪ Peluang Kolaborasi dengan OEM (produsen kendaraan listrik ) dan Pemerintah
             Potensi kerja sama dengan produsen kendaraan listrik, pengelola transportasi publik, dan
             pemerintah kota dalam proyek smart city atau green mobility.
           ▪ Peluang kemitraan dengan bisnis lain, seperti kafe, restoran, atau pusat perbelanjaan Begitu pula
             dengan layanan lainnya seperti cuci mobil, perawatan kendaraan atau ruang tunggu.

        ▪ Threats

           ▪ Standarisasi Baterai Belum Terwujud. Tidak adanya standar baterai nasional atau global
             menghambat interoperabilitas antar merek kendaraan listrik. Hal ini membatasi ekspansi dan
             kolaborasi antar pelaku industri.
           ▪ Regulasi dan Kepastian Hukum yang Lemah
             Belum adanya regulasi teknis, standar keselamatan, dan perlindungan konsumen yang jelas bisa
             membuat operasional terhambat atau berisiko tinggi.
           ▪ Tingginya Biaya Perawatan dan Operasional
             Sistem mekanik dan robotik untuk swap, serta manajemen baterai dan logistik yang kompleks,
             membuat biaya operasional tinggi. Ini bisa menggerus margin bisnis.
           ▪ Risiko Kebakaran dan Keamanan
             Penyimpanan baterai dalam jumlah besar di satu lokasi menimbulkan risiko kebakaran atau
             kecelakaan, terutama jika tidak ditangani dengan sistem keamanan memadai.
           ▪ Disrupsi Teknologi Masa Depan
             Kemajuan teknologi baru seperti baterai solid-state, wireless charging, atau ultra-fast charging bisa
             membuat model battery swap menjadi usang dalam 5–10 tahun.
           ▪ Pasokan listrik yang tidak stabil dapat menghambat pengoperasian SPKLU dengan daya tinggi
           ▪ Ketersediaan lahan juga menjadi kendala, mengingat pengisian daya kendaraan listrik
             membutuhkan waktu yang relatif lama sehingga diperlukan area parkir yang memadai.
           ▪ Standar teknologi SPKLU dan SPBKLU yang belum seragam di Indonesia. Ini dapat menyebabkan
             risiko keamanan serta ketidaksesuaian penggunaan antar kendaraan listrik.
           ▪ Meskipun pemerintah telah menunjukkan dukungan terhadap pengembangan kendaraan listrik,
             namun masih terdapat beberapa titik ketidakpastian terkait regulasi yang berpotensi
             mempengaruhi bisnis di jangka panjang.
           ▪ Pengembangan infrastruktur SPKLU dan SPBKLU memerlukan investasi yang besar dan
             kompleksitas operasional yang tinggi. Hal ini dapat meningkatkan risiko kegagalan bisnis jika tidak
             dikelola dengan baik.

        Sebagai langkah mitigasi, Perseroan secara selektif melakukan penyesuaian strategi harga dengan tetap
        mempertimbangkan keberlanjutan margin, optimalisasi utilisasi aset existing, serta pengendalian biaya
        operasional. Selain itu, Perseroan memfokuskan upaya pada penguatan hubungan jangka panjang
        dengan mitra lokasi dan peningkatan kualitas layanan guna mengurangi ketergantungan pada kompetisi


                                                                                                                     58
Page 85
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
         berbasis harga. Beberapa risiko dan mitigasi yang dapat Perseroan lakukan atas ancaman yang mungkin
         timbul akibat rencana penambahan kegiatan usaha adalah sebagai berikut :

        1. Belum ada standarisasi baterai nasional sehingga terdapat risiko seperti :
          ▪ Banyak tipe baterai yang membuat swap tidak kompatibel
          ▪ Adanya risiko terkait inventory dengan harga yang cukup tinggi
          ▪ Adanya risiko apabila utilisasi rendah
          Strategi mitigasi yang akan dilakukan perseroan adalah :
          ▪ Perusahaan akan mempersiapkan Modular & multi-format design dengan cara membuat desain
               swap station fleksibel (slot adjustable),dapat mendukung beberapa tipe baterai sekaligus,
               menghindari single standard risk
          ▪ Apabila model bisnis usang (obsolete) maka perusahaan akan melakukan strategi B2B
               Partnership melalui Kolaborasi OEM / produsen EV, MoU dengan 2–3 produsen utama,
               menyesuaikan dengan pasar yaitu ikut dengan pemain terbesar dalam bisnis swap battery
          ▪ Dengan konsep subscription fee dan surcharge fee maka perusahaan memberikan konsep bisnis
               yaitu Leasing baterai bukan jual baterai sehingga perusahaan pegang kendali spesifikasi baterai,
               dapat melakukan kontrol standardisasi sendiri, dimana konsep ini sudah banyak diadopsi oleh
               negara lain dan di Indonesia, sudah terdapat beberapa pesaing di bidang swap battery terutama
               kendaraan listrik roda dua.

        2. Disrupsi kompatibilitas Ultra-Fast Charging (UFC) sehingga terdapat risiko seperti:
          ▪ charging 5–10 menit sehingga battery swap tidak relevan
          ▪ Pelanggan cenderung memilih fast charge
          Strategi mitigasi yang akan dilakukan perseroan adalah :
          ▪ Strategi perusahaan sejalan dengan studi kelayakan ini untuk mengantisipasi bisnis SPKLU dan
               SPBKLU di masa depan dengan cara perusahaan membangun SPBKLU dan SPKLU di 1 lokasi
               yang sama dengan tujuan untuk memberikan pilihan bagi pelanggan.
          ▪ Perusahaan berencana untuk meng-konversi lokasi menjadi energy hub apabila terdapat ancaman
               keusangan bisnis swap battery atau SPBKLU dimana lokasi SPKLU dan SPBKLU perusahaan
               dapat menjadi :
               - fast charging hub
               - mini SPBU Listrik
               - battery storage
               - retail/komersial
          ▪ Mempersiapkan Diversifikasi Bisnis dengan melakukan diversifikasi revenue melalui advertising,
               F&B tenant partnership, data services for loyal customer (loyalty program), battery-as-a-service,
               dan lain - lain.




                                                                                                                   59
Page 86
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                              BAB VII
                                 ANALISIS ASPEK MODEL MANAJEMEN

7.1.   Ketersediaan Tenaga Kerja

       Untuk kelancaran dan keseimbangan dalam aktivitas Perusahaan dibutuhkan sumber daya manusia dengan
       kemampuan dan pengalaman yang sesuai dengan bidang yang telah ditetapkan dalam struktur organisasi
       perusahaan. Perseroan telah memiliki sumber daya manusia berkualitas untuk manajemen Perusahaan
       dengan latar belakang pendidikan serta penuh dengan pengalaman di bidang masing-masing yang
       ditempatkan dalam posisi strategis Perusahaan. Latar pendidikan dan pengalaman personil tersebut telah
       membantuk profesionalisme mereka dalam kemampuan atau skill individu yang berperan penting dalam
       mengatuh dan menjaga harmonisasi Perusahaan.

       Berikut susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan Hingga 30 September 2025:

       Dewan Komisaris
       Komisaris Utama                  :   Mirza Whibowo
       Komisaris                        :   Drs. Thomson E Batubara
       Komisaris Independen             :   Noerman Taufik

       Dewan Direksi
       Direktur Utama                   :   David Santoso
       Direktur                         :   Rudy Budiman Setiawan
       Direktur                             Wendy Jolanda Waas
                                            Sultan Satria

       Karyawan merupakan aset penting bagi Perseroan, oleh karena itu Perseroan sangat memperhatikan
       kesejahteraan karyawan dengan mematuhi regulasi yang berlaku dan memperhatikan keamanan serta
       kenyamanan dalam bekerja. Perseroan menggunakan tenaga kerja yang sudah ada baik tenaga ahli, tenaga
       produksi, tenaga sales & marketing dan tenaga finance & accounting untuk penambahan kegiatan usaha
       baru, yang dialokasikan sesuai dengan kompleksitas proyek.

       Jumlah karyawan yang dipekerjakan oleh Perseroan per 30 September 2025 tercatat sebanyak 51 orang,
       selama tahun 2024 karyawan perusahaan sebanyak 54 orang, menurun dibandingkan karyawan yang
       dipekerjakan di tahun 2023 yang berjumlah 73 orang. Pada Tahun 2022 jumlah karyawan 58 orang.

       Sepanjang tahun 2025, Perseroan terus berkomitmen untuk meningkatkan kapabilitas dan daya saing SDM
       melalui berbagai program pengembangan kompetensi karyawan, khususnya melalui pelatihan internal yang
       terstruktur dan berkelanjutan. Pelatihan internal difokuskan pada peningkatan keahlian teknis, manajerial,
       serta soft skills yang relevan dengan kebutuhan dan perkembangan industri. Program ini dirancang untuk
       membekali karyawan dengan pengetahuan dan keterampilan terkini agar dapat menghadapi tantangan
       bisnis yang dinamis serta mendorong inovasi di lingkungan kerja.




                                                                                                                    60
Page 87
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
       Berikut Komposisi Karyawan berdasarkan Jenis Kelamin dan Latar Belakang Pendidikan:

                     Tabel 7 - 1: Komposisi Karyawan berdasarkan Jenis Kelamin dan Latar Belakang Pendidikan
                                                                     Berdasarkan
             Berdasarkan
                               2025      2024      2023 2022       Latar Belakang        2025     2024      2023   2022
            Jenis Kelamin
                                                                      Pendidikan
           · Laki-laki             35      38       50      41    · Pasca Sarjana            1      5         6      5
                                                                   · Sarjana                32      37      52       38
           ·    Perempuan          16       16       23      17    · Diploma                1       4        8       6
                                                                   · SMA dan
                                                                                            17      8        7       9
                                                                   Sederajat
           Jumlah          51               54       73      58        Jumlah             51        54      73       58
       Sumber: Manajemen Perseroan


7.2.   Kapasitas dan Kemampuan Manajemen setelah Adanya Penambahan KBLI

       Dalam rencana penambahan KBLI baru ini diperlukan tenaga kerja yang berkompeten dibidangnya dalam
       kaitannya dengan penambahan KBLI baru. Saat ini Perusahaan telah memiliki tenaga ahli yang dapat
       mendukung kegiatan KBLI Baru tersebut, dimana tenaga ahli tersebut berkompeten dibidangnya. Dimana
       sebelum adanya penambahan jumlah karyawan perusahaan sebanyak 51 orang dan setelah adanya
       penambahan KBLI, Perseroan belum berencana menambah karyawan. Perseroan menerapkan
       pendekatan pengelolaan yang menitikberatkan pada optimalisasi kapasitas internal melalui penguatan
       fungsi lintas unit, peningkatan produktivitas, serta pengendalian kompleksitas operasional secara bertahap.

       Kebijakan pemenuhan kompetensi melalui kombinasi kepemilikan sertifikasi oleh karyawan internal,
       perekrutan SDM baru dan/atau dukungan tenaga ahli bersertifikasi dari pihak ketiga, dilakukan Perseroan
       sesuai dengan kebutuhan operasional. Dalam kegiatan SPKLU/SPBKLU, terdapat sejumlah sertifikasi
       teknis dan profesional yang secara umum dipersyaratkan oleh regulator maupun praktik terbaik industri,
       antara lain Sertifikasi Teknis SPKLU/SPBKLU sebagai bagian dari persyaratan penerbitan status Perseroan
       antara lain :

       ▪       Sertifikasi Teknis SPKLU/SPBKLU
       ▪       Posisi Sertifikasi Wajib Penerbit Status Perseroan
       ▪       SPKLU Technician LSK SPKLU Level 1 Dirjen Ketenagalistrikan 2 internal certified
       ▪       Battery Handler AHLI K3 Baterai Li-ion BNSP/Kemnaker Training Q1 2026
       ▪       Charging Integrator OCPP Certified Installer Open Charge Alliance 1 internal certified
       ▪       HSE Supervisor NEBOSH + K3 Listrik IOSH/BNSP 5 orang certified
       ▪       Sertifikasi Project Management
       ▪       Sertifikasi Jumlah Dibutuhkan Status
       ▪       PMP/PRINCE2 3 Project Manager 2 certified, 1 training
       ▪       LSK Instalasi Listrik Tegangan Menengah 4 Electrical Engineer In process




                                                                                                                         61
Page 88
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
       Adapun Team Manajemen dan Tenaga Ahli Perseroan adalah sebagai berikut :

                                  Gambar 7 - 1: Team Manajemen dan Tenaga Ahli Perseroan




         Sumber: Manajemen Perseroan



7.3.     Manajemen Hak Atas Kekayaan Intelektual

         Manajemen HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) perusahaan adalah proses sistematis untuk mengelola
         aset intelektual perusahaan agar memberikan perlindungan hukum, meningkatkan daya saing bisnis, dan
         menciptakan nilai ekonomi dari hasil inovasi dan kreativitas perusahaan. Berikut adalah Manajemen HAKI
         atas produk dan inovasi milik perseroan :

       1. Merek TRONLOGIX dengan nomor pendaftaran IDM001330334 kelas 9 terkait perpanjangan waktu
          perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 16 Oktober 2034 oleh Direktorat
          Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
       2. Merek TRONLOGIX dengan nomor pendaftaran IDM001330331 kelas 12 terkait perpanjangan waktu
          perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 16 Oktober 2034 oleh Direktorat
          Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
       3. Merek TRONLOGIX dengan nomor pendaftaran IDM001346910 kelas 35 terkait perpanjangan waktu
          perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 16 Oktober 2034 oleh Direktorat
          Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
       4. Merek TRONLOGIX dengan nomor pendaftaran IDM001330335 kelas 37 terkait perpanjangan waktu
          perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 16 Oktober 2034 oleh Direktorat
          Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
       5. Merek TRONLOGIX dengan nomor pendaftaran IDM001330332 kelas 39 terkait perpanjangan waktu
          perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 16 Oktober 2034 oleh Direktorat
          Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.




                                                                                                                  62
Page 89
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
    6. Merek TRONLOGIX dengan nomor pendaftaran IDM001330333 kelas 42 terkait perpanjangan waktu
         perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 16 Oktober 2034 oleh Direktorat
         Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
    7. Merek TRON X dengan nomor pendaftaran IDM001306977 kelas 37 terkait perpanjangan waktu
         perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 12 September 2034 oleh Direktorat
         Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
    8. Merek SANWEN dengan nomor pendaftaran IDM001073830 kelas 37 terkait perpanjangan waktu
         perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 19 Agustus 2032 oleh Direktorat
         Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
    9. Merek SANWEN dengan nomor pendaftaran IDM001073832 kelas 9 terkait perpanjangan waktu
         perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 19 Agustus 2032 oleh Direktorat
         Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum danHak Asasi Manusia Republik Indonesia.
    10. Merek SANWEN dengan nomor pendaftaran IDM001073829 kelas 42 terkait perpanjangan waktu
         perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 19 Agustus 2032 oleh Direktorat
         Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum danHak Asasi Manusia Republik Indonesia.
    11. Merek SANWEN dengan nomor pendaftaran IDM001073831 kelas 11 terkait perpanjangan waktu
         perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 19 Agustus 2032 oleh Direktorat
         Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum danHak Asasi Manusia Republik Indonesia.
    12. Merek TAM FLEET dengan nomor pendaftaran IDM001110878 kelas 9 terkait perpanjangan waktu
         perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 12 Juli 2032 oleh Direktorat Jenderal
         Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
    13. Merek TAM FLEET dengan nomor pendaftaran IDM001110877 kelas 39 terkait perpanjangan waktu
         perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 12 Juli 2032 oleh Direktorat Jenderal
         Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
    14. Merek TAM FLEET dengan nomor pendaftaran IDM001110876 kelas 41 terkait perpanjangan waktu
         perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 12 Juli 2032 oleh Direktorat Jenderal
         Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
    15. Merek TAM SOLUTION dengan nomor pendaftaran IDM001110873 kelas 39 terkait perpanjangan waktu
         perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 12 Juli 2032 oleh Direktorat Jenderal
         Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
    16. Merek T-AMO dengan nomor pendaftaran IDM00111069762 kelas 9 terkait perpanjangan waktu
         perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 12 Juli 2032 oleh Direktorat Jenderal
         Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
    17. Merek TAM dengan nomor pendaftaran IDM001069937 kelas 9 terkait perpanjangan waktu perlindungan
         merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 12 Juli 2032 oleh Direktorat Jenderal Kekayaan
         Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
    18. Merek TAM dengan nomor pendaftaran IDM001069767 kelas 39 terkait perpanjangan waktu
         perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 12 Juli 2032 oleh Direktorat Jenderal
         Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
    19. Merek TAM dengan nomor pendaftaran IDM001069765 kelas 41 terkait perpanjangan waktu
         perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 12 Juli 2032 oleh Direktorat Jenderal
         Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
    20. Merek T-Mobo dengan nomor pendaftaran IDM00717980 kelas 9 terkait perpanjangan waktu
         perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 19 April 2028 oleh Direktorat Jenderal
         Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

    Sementara ini perseroan tidak/belum memiliki HAKI untuk kegiatan usaha baru.



                                                                                                                  63
Page 90
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
7.4. Peraturan Perundang-undangan yang Terkait

       Beberapa peraturan perundangan-undangan yang terkait dengan pengembangan proyek dan penambahan
       kegiatan usaha Perseroan, antara lain adalah:

       1. Undang-Undang Perseroan Terbatas No 40 Tahun 2007;
       2. Peraturan perundang-undangan terkait penilaian adalah Undang-undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang
          Harmonisasi Peraturan Perpajakan.
       3. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 59/PMK.03/2022 tentang Perubahan atas PMK No.
          231/PMK.03/2019 tentang Tata Cara Pendaftaran Penghapusan NPWP, Pengukuhan dan Pencabutan
          Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, serta Pemotongan dan/atau Pemungutan, Penyetoran, dan
          Pelaporan Pajak Bagi Instansi Pemerintah.
       4. POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
       5. POJK No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham
          Perusahaan Terbuka.
       6. Peraturan BPS Nomor 7 Tahun 2025 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia.
       7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perizinan
          Berusaha Berbasis Risiko.

7.5.   Analisis Manajemen Risiko

       Risiko adalah suatu peristiwa yang mungkin terjadi dan memiliki dampak terhadap aktivitas operasional
       maupun target dari perusahaan. Untuk mengatasi ataupun meminimalkan risiko yang akan muncul, maka
       perlu dilakukan pengelolaan atau manajemen terhadap risiko yang dilaksanakan oleh semua pihak dalam
       perusahaan, dimulai dengan proses identifikasi kejadian potensial yang mungkin muncul selama
       operasional perusahaan hingga diperoleh berbagai strategi sebagai mitigasi risiko-risiko dari kejadian
       potensial tersebut.

       Kemungkinan risiko-risiko yang dapat terjadi selama operasional adalah sebagai berikut :

       Risiko Ketersediaan Bahan Baku
       Risiko yang mungkin timbul adalah terkait ketersediaan bahan baku dan sistem teknologi dari industri
       infrastruktur kendaraan Listrik berupa swap baterai.

       Risiko Perkembangan Teknologi
       Perkembangan teknologi yang berjalan semakin cepat seiring dengan perkembangan zaman dengan
       semakin maraknya digitalisasi di berbagai sektor. Teknologi yang akan digunakan merupakan teknologi
       yang memiliki pertumbuhan yang sangat cepat. Pertumbuhan teknologi yang sangat cepat akan memiliki
       pengaruh terhadap kebutuhan pasar, sehingga teknologi yang ada saat ini dapat ditinggalkan oleh pasar
       karena kehadiran teknologi yang lebih baru.

       Risiko Keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM)
       Dalam menjalankan kegiatan usahanya, salah satu aset penting bagi Perseroan adalah Sumber Daya
       Manusia (SDM) terutama karyawan yang memiliki kompetensi dalam bidang pelayanan usaha ini. Apabila
       terjadi tingkat pergantian staf profesional yang tinggi, maka dapat berdampak negatif terhadap rencana
       pertumbuhan agresif perusahaan untuk menjadi pemimpin pasar.




                                                                                                                64
Page 91
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
       Risiko Atas Reputasi Perseroan
      Risiko reputasi dapat timbul apabila pelanggan merasa tidak mendapatkan pelayanan yang baik. Apabila
      persepsi publik atas produk dan layanan Perseroan tidak memberikan hasil usaha yang memuaskan, maka
      hal ini dapat merusak reputasi Perseroan, menurunkan nilai dari brand Perseroan, mengurangi
      kepercayaan dan kredibilitas yang telah dibangun Perseroan dan menimbulkan dampak negatif terhadap
      kemampuan Perseroan untuk menarik pelanggan baru atau mempertahankan pelanggan yang telah ada.

      Risiko Persaingan
      Risiko Persaingan adalah adanya pesaing yang dapat mewujudkan kebutuhan pelanggan sesuai dengan
      tujuan utama pelanggan dalam menggunakan teknologi informasi. Apabila Perseroan tidak dapat bersaing
      secara flexible dalam memberikan solusi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan tersebut, maka hal ini
      dapat memberi dampak negatif bagi penetrasi pangsa pasar Perseroan dalam industri terkait.

      Risiko Kredit
      Risiko kredit adalah risiko Perseroan terjadinya kerugian keuangan yang disebabkan oleh ketidakmampuan
      counterparty untuk memenuhi liabilitas kontraktualnya.

      Risiko Likuiditas
      Melalui kegiatan operasi dan sumber dana yang ada, Perseroan dapat memenuhi seluruh liabilitas
      keuangannya pada saat jatuh tempo, karena Perseroan memiliki aset keuangan yang likuid dan tersedia
      untuk memenuhi kebutuhan likuiditasnya.

      Risiko Perizinan
      Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan diharuskan untuk memiliki lisensi dan penerbitan izin
      tertentu yang validitasnya harus diperbarui secara berkelanjutan dan Perseroan harus patuh dengan
      persyaratan tersebut.

      Risiko Kebijakan Pemerintah
      Regulasi yang belum jelas mengenai industri infrastruktur kendaraan listrik dapat menghambat
      pengembangan infrastruktur dan adopsi kendaraan listrik.

      Risiko Gugatan Hukum
      Perseroan dapat terlibat dalam sengketa dan proses hukum dalam menjalankan kegiatan usahanya,
      termasuk yang berhubungan dengan produk Perseroan, klaim dari pelanggan, sengketa perjanjian, atau
      sengketa lainnya yang dapat memiliki dampak material dan merugikan terhadap reputasi, operasional, dan
      kondisi keuangan Perseroan.

      Risiko Kepatuhan Terhadap Peraturan Perundang- Undangan yang Berlaku
      Risiko kepatuhan adalah risiko akibat Perseroan tidak mematuhi dan/atau tidak melaksanakan peraturan
      perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku. Pelanggaran terhadap ketentuan regulator dan/atau
      keterlambatan dalam pelaporan akan menyebabkan dikenakannya denda yang cukup besar terhadap
      Perseroan atau dibatasinya kegiatan usaha Perseroan atau turunnya reputasi Perseroan yang akan
      berpengaruh secara negatif terhadap kinerja Perseroan.




                                                                                                               65
Page 92
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
       Risiko Standarisasi Keselamatan
       Peraturan keselamatan yang ketat diperlukan untuk mencegah risiko kebakaran, sengatan listrik, dan
       kerusakan baterai.

       Risiko Perekonomian Secara Makro atau Global
       Perubahan kondisi ekonomi adalah suatu hal yang lazim dalam dinamika perekonomian nasional dan global,
       dimana suatu negara memiliki kecenderungan tren siklus bisnis yang naik atau turun.

7.6.   Kapasitas dan Kemampuan Manajemen

       Melihat pekerjaan yang telah selesai dilaksanakan Perseroan sebelumnya, Perseroan berkapasitas dan
       mampu dalam membentuk serta menetapkan tenaga ahli dan personel utama dengan kualifikasi sesuai
       dengan persyaratan yang diminta oleh perusahaan pelanggan. Dalam implementasinya, Perseroan mampu
       membentuk Tim Manajemen Proyek yang terorganisir agar pekerjaan terstruktur dengan hasil yang baik
       dan memuaskan pelanggan.

       Berdasarkan kapasitas dan kemampuan manajemen Perseroan yang sukses dalam menjalankan proyek-
       proyek yang telah diselesaikan sebelumnya, ditambah dengan ketersediaan tim yang terorganisir,
       menunjukkan bahwa manajemen Perseroan akan mampu menjalankan kegiatan usaha baru yaitu kegiatan
       aktivitas usaha Penyimpanan Tenaga Listrik (KBLI 2025 No. 35132) berupa Stasiun Penukaran Baterai
       Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Pengoperasian
       Fasilitas atau Stasiun Pengisian Daya untuk Kendaraan dan Peralatan Listrik (KBLI 2025 No. 35133) berupa
       Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) karena memiliki kapasitas kemampuan yang akan
       memberikan hasil yang baik dan memuaskan.

7.7.   Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen

       Berikut adalah struktur organisasi Perseroan adalah sebagai berikut:

                                        Gambar 7 - 2: Struktur Organisasi Perseroan




       Sumber: Manajemen Perseroan


                                                                                                                  66
Page 93
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
       Saat ini, Perseroan telah memiliki komisaris dan direksi yang cukup memadai untuk mendukung kegiatan
       usaha barunya yaitu aktivitas usaha Penyimpanan Tenaga Listrik (KBLI 2025 No. 35132) berupa Stasiun
       Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia
       (KBLI) Pengoperasian Fasilitas atau Stasiun Pengisian Daya untuk Kendaraan dan Peralatan Listrik (KBLI
       2025 No. 35133) berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Perseroan telah
       memperhatikan dan mempertimbangkan susunan manajemen yang lengkap dengan adanya pembagian
       konsentrasi manajerial di bidang utama yaitu Chief Corporate Officer (CCO), Chief Sales & Operations
       Officer (CSOO), Chief Technologi Officer (CTO) dan Chief Financal Officer (CFO). Menurut keterangan
       manajemen, pada penambahan kegiatan usaha baru sampai saat ini belum ada perubahan/penambahan
       struktur organisasi. Tetapi, mengoptimalkan dengan struktur yang ada.




                                                                                                                67
Page 94
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                              BAB VIII
                                    ANALISIS KELAYAKAN USAHA

8.1. Asumsi – Asumsi Proyeksi Keuangan

     Kami Telah menganalisis laporan keuangan historis dan Rencana Bisnis TKDN atas rencana penambahan
     kegiatan aktivitas usaha Penyimpanan Tenaga Listrik (KBLI 2025 No. 35132) berupa Stasiun Penukaran
     Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI)
     Pengoperasian Fasilitas atau Stasiun Pengisian Daya untuk Kendaraan dan Peralatan Listrik (KBLI 2025 No.
     35133) berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Dengan memperhatikan kondisi existing
     saat ini serta perkiraaan perkembangan kondisi dimasa akan datang yang dapat berpengaruh terhadap kinerja
     keuangan TKDN guna melihat kewajaran pencapaiannya. TKDN telah memberikan penjelasan guna
     mendapatkan keyakinan memadai bahwa semua asumsi-asumsi yang digunakan telah disusun secara wajar
     dan telah merefleksikan kompleksitas bisnis yang sesungguhnya.

     Berikut adalah asumsi-asumsi utama yang digunakan dalam penyusunan studi kelayakan Bisnis TKDN atas
     rencana penambahan kegiatan aktivitas usaha Penyimpanan Tenaga Listrik (KBLI 2025 No. 35132) berupa
     Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
     Indonesia (KBLI) Pengoperasian Fasilitas atau Stasiun Pengisian Daya untuk Kendaraan dan Peralatan Listrik
     (KBLI 2025 No. 35133) berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU):

   1.   Biaya Pendirian (start-up costs) diasumsikan sebesar Rp 75.546.300.000 dengan uraian sebagai berikut:

            Tabel 8 - 1 : Biaya Pendirian (start-up costs) Pembangunan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik
                                                             (SPBKLU)
                    Satuan                               Keterangan                            Nilai (IDR)
         Bangunan
         200 m²                         Sewa                                                               750.000.000
         200 m²                         Renovasi                                                           250.000.000
         1 ls                           Asuransi                                                            50.000.000
         1 ls                           Sambungan Listrik                                                  500.000.000
                             Total Investasi Bangunan SPBKLU (A)                                         1.550.000.000
         Baterai Swap
         24 unit                        Baterai 15Kwh                                                      742.500.000
         2 unit                         Rak Charging Isi 12                                                400.000.000
                               Total Investasi Baterai & Rak (B)                                         1.142.500.000
         Equipment & Asset
         1 Unit                    Komputer/ laptop                                                         10.000.000
         1 Unit                    Printer                                                                   3.500.000
         1 Unit                    Modem                                                                       500.000
         3 Unit                    CCTV (3 titik)                                                            3.300.000
         1 Unit                    Meja                                                                      1.250.000
         1 Unit                    Kursi tamu & kursi office                                                 1.500.000
         1 Unit                    Loading Ramp                                                             10.000.000
         1 Set                     Tools & hand forklift                                                    25.000.000
         2 Unit                    APAR powder 3 kg                                                          5.000.000
         1 Set                     Perlengkapan (gembok & supplies)                                          3.000.000
                        Total Investasi Equipment & Asset (C)                                               63.050.000
                       TOTAL INVESTASI 1 SPBKLU (A+B+C)                                                  2.755.550.000
         TARGET INVESTASI
         21                        SPBKLU                                                               57.866.550.000
                          TOTAL INVESTASI AWAL SPBKLU                                                   57.866.550.000




                                                                                                                         68
Page 95
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
            Tabel 8 - 2 : Biaya Pendirian (start-up costs) Pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik (SPKLU)
                    Satuan                                   Keterangan                                      Nilai (IDR)
         Bangunan
         100 m²                              Sewa                                                                           375.000.000
         100 m²                              Renovasi                                                                       100.000.000
         1 ls                                Asuransi                                                                        50.000.000
         1 Unit                              Paket Kemitraan SPKLU Fast Charging PLN                                        600.600.000
                                  Total Investasi Bangunan SPKLU (A)                                                      1.125.600.000
         Equipment & Asset
         1 Unit                    Komputer/ laptop                                                                          10.000.000
         1 Unit                    Printer                                                                                    3.500.000
         1 Unit                    Modem                                                                                        500.000
         3 Unit                    CCTV (3 titik)                                                                             3.300.000
         1 Unit                    Meja                                                                                       1.250.000
         1 Unit                    Kursi tamu & kursi office                                                                  1.500.000
         1 Set                     Tools & Pengecatan Marka                                                                  25.000.000
         2 Unit                    APAR powder 3 kg                                                                           5.000.000
         1 Set                     Perlengkapan (gembok & supplies)                                                           3.000.000
                        Total Investasi Equipment & Asset (B)                                                                53.050.000
                          TOTAL INVESTASI 1 SPKLU (A+B)                                                                   1.178.650.000
         TARGET INVESTASI
         15                        SPKLU                                                                                 17.679.750.000
                          TOTAL INVESTASI AWAL SPKLU                                                                     17.679.750.000


   2.   Sumber Pembiayaan dan Modal Kerja atas rencana penambahan kegiatan aktivitas usaha Penyimpanan
        Tenaga Listrik (KBLI 2025 No. 35132) berupa Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum
        (SPBKLU) dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Pengoperasian Fasilitas atau Stasiun
        Pengisian Daya untuk Kendaraan dan Peralatan Listrik (KBLI 2025 No. 35133) berupa Stasiun Pengisian
        Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) akan dibiayai menggunakan dana yang tersedia pada perusahaan.
   3.   Periode proyeksi eksplisit terhitung mulai 31 Oktober 2025 sampai dengan 31 Desember 2030 dengan
        menggunakan premis Kelangsungan Usaha (Going Concern) atau periode kekal yang dihitung dengan
        konsep terminal value.
   4.   Tingkat Kapitalisasi atas periode kekal (Terminal value) dari penambahan KBLI 35132 dan 35133 adalah
        0% dengan pertimbangan bahwa pada akhir periode proyeksi, tidak diperlukan tambahan investasi aset
        untuk mempertahankan kapasitas operasional perusahaan. Dengan demikian, nilai terminal
        merefleksikan kelanjutan arus kas tanpa kebutuhan reinvestasi modal. Apabila tingkat kapitalisasi
        diasumsikan lebih besar dari 0%, maka secara implisit akan muncul kebutuhan penambahan investasi
        atas aset guna menjaga keberlangsungan operasional, yang tidak menjadi asumsi dalam studi ini.
   5.   Pendapatan atas rencana penambahan kegiatan aktivitas usaha Penyimpanan Tenaga Listrik (KBLI 2025
        No. 35132) berupa Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan Klasifikasi Baku
        Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Pengoperasian Fasilitas atau Stasiun Pengisian Daya untuk
        Kendaraan dan Peralatan Listrik (KBLI 2025 No. 35133) berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik
        Umum (SPKLU) diasumsikan sebagai berikut :

                             Tabel 8 - 3 : Proyeksi Pendapatan Penambahan KBLI 35132 dan KBLI 35133
                                                                           Proyeksi (Rupiah Penuh)
                Keterangan
                                         Des 2025        2026             2027             2028             2029                2030
         Pendapatan Penjualan
         Tenaga Listrik (SPKLU)                  0    3.815.487.065    5.169.965.406    6.567.446.825    8.008.971.092       9.495.600.413
         Pendapatan Penjualan
         SPBKLU melalui :
         Subscription Fee                        0   18.562.500.000   37.728.138.462   57.511.613.405   77.927.941.232      98.992.463.193
         Surcharge Fee                           0      912.500.000    1.854.649.231    2.827.170.221    3.830.801.151       4.866.296.170
         Total Pendapatan                        0   23.290.487.065   44.752.753.099   66.906.230.451   89.767.713.475     113.354.359.776




                                                                                                                                             69
Page 96
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
   6. Beban Operasional diasumsikan sebagai berikut :

                              Tabel 8 - 4 : Proyeksi Beban Operasional Penambahan KBLI 35132 dan KBLI 35133
                                                                                     Proyeksi (Rupiah Penuh)
                      Keterangan
                                           Des 2025             2026                2027             2028                   2029             2030
           Beban Operasional Pengelolaan SPBKLU
           Biaya Listrik                          0        10.063.050.000      20.453.071.717      31.178.033.200     42.246.075.099     53.665.514.168
           Biaya Manpower & Operasional           0         1.224.000.000       1.243.885.292       1.264.093.644      1.284.630.304      1.305.500.606
           Biaya Depresiasi                       0        11.573.310.000      11.573.310.000      11.573.310.000     11.573.310.000     11.573.310.000
           Total Beban Operasional
           Pengelolaan SPBKLU                     0        22.860.360.000      33.270.267.009      44.015.436.844     55.104.015.403     66.544.324.773
           Beban Operasional Pengelolaan SPKLU
           Biaya Manpower & Operasional           0         1.224.000.000       1.243.885.292       1.264.093.644       1.284.630.304     1.305.500.606
           Biaya Depresiasi                       0         3.535.950.000       3.535.950.000       3.535.950.000       3.535.950.000     3.535.950.000
           Total Beban Operasional
           Pengelolaan SPKLU                      0         4.759.950.000       4.779.835.292       4.800.043.644       4.820.580.304     4.841.450.606
           Total Beban Pengelolaan
           SPBKLU & SPKLU                         0        27.620.310.000      38.050.102.302      48.815.480.488     59.924.595.707     71.385.775.379
   7.      Jumlah hari dalam 1 tahun diasumsikan 365 hari
   8.      Perputaran Piutang Usaha diasumsikan 21 hari
   9.      Perputaran Utang Usaha diasumsikan 14 hari
   10.     Tarif PPh Badan Pasal 17 diasumsikan sebesar 22%.

8.2. Proyeksi Laba Rugi

     Berikut disajikan proyeksi laba rugi rencana kegiatan aktivitas usaha Penyimpanan Tenaga Listrik (KBLI 2025
     No. 35132) berupa Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan Klasifikasi Baku
     Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Pengoperasian Fasilitas atau Stasiun Pengisian Daya untuk Kendaraan
     dan Peralatan Listrik (KBLI 2025 No. 35133) berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

                                     Tabel 8 - 5 : Proyeksi Laba Rugi dengan Penambahan Kegiatan Usaha
                                                                                                                                 (Dalam Rupiah Penuh)
                                       Proyeksi           Proyeksi            Proyeksi            Proyeksi            Proyeksi             Proyeksi
                Deskripsi
                                       Des 2025             2026                2027                2028                2029                 2030

         Penjualan                    19.796.371.531   124.630.575.317     156.046.061.163   188.385.804.975         224.602.203.805     263.794.476.769
         Beban Pokok Penjualan       -10.844.268.577   -65.576.209.717     -81.418.512.863   -97.723.416.564        -116.107.157.382    -136.075.213.888
         LABA (RUGI) KOTOR            8.952.102.954     59.054.365.600      74.627.548.301      90.662.388.410      108.495.046.422      127.719.262.881
         BEBAN USAHA
         Beban Penjualan                 -79.243.496      -800.483.710        -879.104.032        -959.565.185        -1.065.055.448      -1.188.324.040
         Beban Umum dan
         Administrasi                 -5.650.471.145   -24.692.820.741     -24.035.297.183   -23.070.540.777         -21.843.942.911     -20.410.530.453
         Beban Keuangan                 -588.435.668                 0                   0                 0                       0                   0
         Beban lain-lain - Neto       -5.656.900.598   -38.330.749.924     -38.940.224.721   -39.565.695.888         -40.207.583.266     -40.866.317.720
         Laba Sebelum (Beban)
         Manfaat Pajak Penghasilan    -3.022.947.953    -4.769.688.775      10.772.922.364      27.066.586.561       45.378.464.797       65.254.090.668
         (Beban) Manfaat Pajak
         Penghasilan Kini                         0                  0      -2.370.042.920      -5.954.649.043        -9.983.262.255     -14.355.899.947
         (Beban) Manfaat Pajak
         Penghasilan Tangguhan                     0                 0                   0                   0                    0                    0
         LABA (RUGI) BERSIH           -3.022.947.953    -4.769.688.775       8.402.879.444      21.111.937.517       35.395.202.541       50.898.190.721


                                      Tabel 8 - 6: Proyeksi Laba Rugi tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
                                                                                                                                 (Dalam Rupiah Penuh)
                                       Proyeksi           Proyeksi            Proyeksi            Proyeksi            Proyeksi             Proyeksi
                Deskripsi
                                       Des 2025             2026                2027                2028                2029                 2030

         Penjualan                    19.796.371.531     101.340.088.252   111.293.308.064   121.479.574.524        134.834.490.329      150.440.116.993
         Beban Pokok Penjualan       -10.844.268.577     -55.513.159.717   -60.965.441.146   -66.545.383.364        -73.861.082.284      -82.409.699.720
         LABA (RUGI) KOTOR            8.952.102.954       45.826.928.535    50.327.866.919      54.934.191.159       60.973.408.045       68.030.417.272
         BEBAN USAHA
         Beban Penjualan                 -79.243.496        -800.483.710      -879.104.032        -959.565.185        -1.065.055.448      -1.188.324.040
         Beban Umum dan
         Administrasi                 -5.650.471.145     -22.244.820.741   -21.547.526.599   -20.542.353.489         -19.274.682.303     -17.799.529.242




                                                                                                                                                           70
Page 97
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                             Proyeksi              Proyeksi              Proyeksi                Proyeksi                  Proyeksi               Proyeksi
                  Deskripsi
                                             Des 2025                2026                  2027                    2028                      2029                   2030
       Beban Keuangan                        -588.435.668                       0                    0                     0                         0                         0
       Beban lain-lain - Neto              -5.656.900.598         -23.221.489.924      -23.830.964.721       -24.456.435.888           -25.098.323.266           -25.757.057.720
       Laba Sebelum (Beban)
       Manfaat Pajak Penghasilan           -3.022.947.953            -439.865.840       4.070.271.567          8.975.836.598               15.535.347.028        23.285.506.271
       (Beban) Manfaat Pajak
       Penghasilan Kini                                0                         0       -895.459.745         -1.974.684.052               -3.417.776.346         -5.122.811.380
       (Beban) Manfaat Pajak
       Penghasilan Tangguhan                            0                       0                   0                      0                            0                     0
       LABA (RUGI) BERSIH                  -3.022.947.953            -439.865.840       3.174.811.822          7.001.152.546               12.117.570.682        18.162.694.891




8.3. Proyeksi Posisi Keuangan

                                        Tabel 8 - 7 : Proyeksi Posisi Keuangan dengan Penambahan Kegiatan Usaha
                                                                                                                                                      (Dalam Rupiah Penuh)
                                                               Proyeksi          Proyeksi             Proyeksi              Proyeksi            Proyeksi          Proyeksi
                           Deskripsi
                                                               Des 2025            2026                 2027                  2028                2029              2030

     ASET
     Aset Lancar
     Kas dan setara kas                                      24.286.595.605    12.046.892.120        5.755.312.125     34.269.893.623         95.047.397.652 159.621.196.525
     Piutang usaha pihak ketiga                              83.740.357.093    51.263.434.558       48.205.086.002     43.625.230.706         38.191.176.133    43.336.602.370
     Piutang lain-lain pihak ketiga                            262.126.325       335.464.316          368.412.284           402.131.703          446.340.247      497.999.279
     Piutang lain-lain pihak berelasi                          278.730.387       356.713.880          391.748.897           427.604.230          474.613.108      529.544.416
     Persediaan                                              16.246.509.029    20.791.975.138       22.834.080.118     24.923.999.346         27.664.031.274    30.865.842.198
     Pajak dibayar dimuka                                     3.995.846.680     5.113.809.045        5.616.067.000      6.130.084.922          6.803.998.774     7.591.487.675
     Uang Muka Pembelian Pihak Ketiga                         9.701.891.402    12.416.297.215       13.635.776.471     14.883.808.855         16.520.067.583    18.432.085.840
     Aset Lancar Lainnya                                      3.407.067.892     4.360.301.082        4.788.552.487      5.226.831.054          5.801.445.255     6.472.899.484
     Total aset lancar                                      141.919.124.412 106.684.887.354 101.595.035.385           129.889.584.438        190.949.070.025 267.347.657.787


     Aset tidak lancar
     Aset Pajak Tangguhan                                     1.112.241.144     1.112.241.144        1.112.241.144      1.112.241.144          1.112.241.144     1.112.241.144
     Uang Muka Pembelian Pihak Ketiga                        10.541.459.867    13.490.761.067       14.815.769.883     16.171.802.716         17.949.657.672    20.027.135.443
     Uang Muka Pembelian Pihak berelasi                       6.223.508.074     7.964.727.986        8.746.991.844      9.547.571.782         10.597.188.706    11.823.698.112
     Investasi Pada Entitas Asosiasi                          1.335.613.587     1.335.613.587        1.335.613.587      1.335.613.587          1.335.613.587     1.335.613.587
     Aset Hak-Guna                                             192.333.328       192.333.328          192.333.328           192.333.328          192.333.328      192.333.328
     Aset Takberwujud                                        46.904.736.556    25.976.648.588       56.254.457.689     46.152.521.326         36.050.584.962    25.948.648.599
     Aset tetap                                              43.383.329.855 103.036.267.249         87.927.007.249     72.129.382.646         56.331.758.044    40.534.133.441
     Properti Investasi                                       7.757.861.902     7.701.292.853        7.644.723.804      7.588.154.755          7.531.585.706     7.475.016.657
     Total aset tidak lancar                                117.451.084.313 160.809.885.802 178.029.138.528 154.229.621.283 131.100.963.149 108.448.820.310

     TOTAL ASET                                             259.370.208.725 267.494.773.156 279.624.173.913 284.119.205.722                  322.050.033.174 375.796.478.097

     LIABILITAS DAN EKUITAS


     LIABILITAS
     LIABILITAS JANGKA PENDEK
     Pinjaman Bank Jangka Pendek                              19.826.054.427    19.826.054.427       19.826.054.427     19.826.054.427         19.826.054.427    19.826.054.427
     Utang Usaha Pihak Ketiga                                 14.032.107.268    25.846.300.717       29.087.592.274     11.974.095.545         13.858.654.504    15.946.118.272
     Utang Lain-lain pihak ketiga                              699.789.247       895.577.050          983.537.060       1.073.556.584          1.191.578.546     1.329.490.811
     Liabilitas Kontrak Pihak ketiga                           713.371.885       912.959.853         1.002.627.134      1.094.393.901          1.214.706.624     1.355.295.713
     Liabilitas Kontrak Pihak Berelasi                                    0                  0                    0                    0                    0                0
     Biaya Masih Harus dibayar                                2.447.213.180     3.131.897.166        3.439.499.631      3.754.304.360          4.167.035.627     4.649.324.707
     Utang Pajak                                             11.369.332.622    11.369.332.622       11.369.332.622     11.369.332.622         11.369.332.622    11.369.332.622
     Utang Jangka Panjang - bagian jangka pendek :
     Pinjaman Bank                                            6.730.312.511     6.730.312.511        6.730.312.511      6.730.312.511          6.730.312.511     6.730.312.511
     Utang Jangka Panjang - bagian jangka pendek :
     Pinjaman Lembaga Keuangan                                  69.930.866           69.930.866          69.930.866          69.930.866           69.930.866        69.930.866
     Total Liabilitas Jangka Pendek                          55.888.112.006    68.782.365.212       72.508.886.525     55.891.980.817         58.427.605.728    61.275.859.930


     Liabilitas Jangka Panjang
     Utang Jangka Panjang Setelah Dikurangi Bagian           16.137.812.492    16.137.812.492       16.137.812.492     16.137.812.492         16.137.812.492    16.137.812.492




                                                                                                                                                                                   71
Page 98
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                                         Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi           Proyeksi           Proyeksi          Proyeksi
                           Deskripsi
                                                         Des 2025            2026              2027               2028               2029              2030
     Jangka Pendek : Pinjaman Bank
     Utang Jangka Panjang Setelah Dikurangi Bagian
     Jangka Pendek : Pinjaman Lembaga Keuangan           101.155.101       101.155.101       101.155.101        101.155.101        101.155.101       101.155.101
     Liabilitas Imbalan Pascakerja                      2.104.852.735     2.104.852.735     2.104.852.735      2.104.852.735      2.104.852.735     2.104.852.735
     Total Liabilitas jangka panjang                   18.343.820.328    18.343.820.328    18.343.820.328     18.343.820.328     18.343.820.328    18.343.820.328


     TOTAL LIABILITAS                                  74.231.932.334    87.126.185.540    90.852.706.853     74.235.801.145     76.771.426.056    79.619.680.258


     EKUITAS
     Modal Saham                                       59.026.568.960    59.026.568.960    59.026.568.960     59.026.568.960     59.026.568.960    59.026.568.960
     Tambahan Modal Disetor                           115.158.855.407 115.158.855.407 115.158.855.407 115.158.855.407           115.158.855.407 115.158.855.407
     Uang Muka Setoran Modal dari Pelaksanaan Waran                 0                 0                 0                  0                  0                 0
     Saldo Laba Telah ditentukan Penggunaannya          6.043.207.274     1.273.518.499     9.676.397.943     30.788.335.460     66.183.538.001 117.081.728.723
     Saldo Laba Belum Ditentukan Penggunaannya                      0                 0                 0                  0                  0                 0
     Penghasilan Komprehensif Lain                                  0                 0                 0                  0                  0                 0
     Kepentingan Non-pengendali                         4.909.644.750     4.909.644.750     4.909.644.750      4.909.644.750      4.909.644.750     4.909.644.750
     TOTAL EKUITAS                                    185.138.276.391 180.368.587.616 188.771.467.060 209.883.404.577           245.278.607.118 296.176.797.840


     TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                     259.370.208.725 267.494.773.156 279.624.173.913 284.119.205.722           322.050.033.174 375.796.478.097


                                         Tabel 8 - 8: Proyeksi Posisi Keuangan tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
                                                                                                                                       (Dalam Rupiah Penuh)
                                                         Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi           Proyeksi           Proyeksi          Proyeksi
                           Deskripsi
                                                         Des 2025            2026              2027               2028               2029              2030

     ASET
     Aset Lancar
     Kas dan setara kas                                24.286.595.605    77.242.921.930    51.007.550.800     50.708.297.449     73.518.101.302    90.679.632.178
     Piutang usaha pihak ketiga                        83.740.357.093    49.975.933.932    45.736.975.917     39.938.490.254     33.246.860.629    37.094.823.368
     Piutang lain-lain pihak ketiga                      262.126.325       335.464.316       368.412.284        402.131.703        446.340.247       497.999.279
     Piutang lain-lain pihak berelasi                    278.730.387       356.713.880       391.748.897        427.604.230        474.613.108       529.544.416
     Persediaan                                        16.246.509.029    20.791.975.138    22.834.080.118     24.923.999.346     27.664.031.274    30.865.842.198
     Pajak dibayar dimuka                               3.995.846.680     5.113.809.045     5.616.067.000      6.130.084.922      6.803.998.774     7.591.487.675
     Uang Muka Pembelian Pihak Ketiga                   9.701.891.402    12.416.297.215    13.635.776.471     14.883.808.855     16.520.067.583    18.432.085.840
     Aset Lancar Lainnya                                3.407.067.892     4.360.301.082     4.788.552.487      5.226.831.054      5.801.445.255     6.472.899.484
     Total aset lancar                                141.919.124.412 170.593.416.539 144.379.163.975        142.641.247.813    164.475.458.172 192.164.314.438


     Aset tidak lancar
     Aset Pajak Tangguhan                               1.112.241.144     1.112.241.144     1.112.241.144      1.112.241.144      1.112.241.144     1.112.241.144
     Uang Muka Pembelian Pihak Ketiga                  10.541.459.867    13.490.761.067    14.815.769.883     16.171.802.716     17.949.657.672    20.027.135.443
     Uang Muka Pembelian Pihak berelasi                 6.223.508.074     7.964.727.986     8.746.991.844      9.547.571.782     10.597.188.706    11.823.698.112
     Investasi Pada Entitas Asosiasi                    1.335.613.587     1.335.613.587     1.335.613.587      1.335.613.587      1.335.613.587     1.335.613.587
     Aset Hak-Guna                                       192.333.328       192.333.328       192.333.328        192.333.328        192.333.328       192.333.328
     Aset Takberwujud                                  46.904.736.556    25.976.648.588    56.254.457.689     46.152.521.326    36.050.584.962     25.948.648.599
     Aset tetap                                        43.383.329.855    42.599.227.249    42.599.227.249     41.910.862.646    41.222.498.044     40.534.133.441
     Properti Investasi                                 7.757.861.902     7.701.292.853     7.644.723.804      7.588.154.755      7.531.585.706     7.475.016.657
     Total aset tidak lancar                          117.451.084.313 100.372.845.802 132.701.358.528 124.011.101.283 115.991.703.149 108.448.820.310

     TOTAL ASET                                       259.370.208.725 270.966.262.341 277.080.522.502 266.652.349.096           280.467.161.321 300.613.134.748

     LIABILITAS DAN EKUITAS


     LIABILITAS
     LIABILITAS JANGKA PENDEK
     Pinjaman Bank Jangka Pendek                        19.826.054.427    19.826.054.427    19.826.054.427     19.826.054.427     19.826.054.427    19.826.054.427
     Utang Usaha Pihak Ketiga                           14.032.107.268    24.987.966.966    27.442.185.550      9.516.268.577     10.562.444.168    11.784.932.271
     Utang Lain-lain pihak ketiga                        699.789.247       895.577.050       983.537.060       1.073.556.584      1.191.578.546     1.329.490.811
     Liabilitas Kontrak Pihak ketiga                     713.371.885       912.959.853      1.002.627.134      1.094.393.901      1.214.706.624     1.355.295.713
     Liabilitas Kontrak Pihak Berelasi                              0                 0                 0                  0                  0                 0
     Biaya Masih Harus dibayar                          2.447.213.180     3.131.897.166     3.439.499.631      3.754.304.360      4.167.035.627     4.649.324.707
     Utang Pajak                                       11.369.332.622    11.369.332.622    11.369.332.622     11.369.332.622     11.369.332.622    11.369.332.622




                                                                                                                                                                     72
Page 99
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                                                Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi           Proyeksi            Proyeksi
                           Deskripsi
                                                                Des 2025            2026              2027              2028               2029                2030
     Utang Jangka Panjang - bagian jangka pendek :
     Pinjaman Bank                                             6.730.312.511     6.730.312.511     6.730.312.511     6.730.312.511      6.730.312.511      6.730.312.511
     Utang Jangka Panjang - bagian jangka pendek :
     Pinjaman Lembaga Keuangan                                    69.930.866        69.930.866        69.930.866        69.930.866         69.930.866         69.930.866
     Total Liabilitas Jangka Pendek                           55.888.112.006    67.924.031.462    70.863.479.801    53.434.153.849     55.131.395.392    57.114.673.928


     Liabilitas Jangka Panjang
     Utang Jangka Panjang Setelah Dikurangi Bagian
     Jangka Pendek : Pinjaman Bank                            16.137.812.492    16.137.812.492    16.137.812.492    16.137.812.492     16.137.812.492    16.137.812.492
     Utang Jangka Panjang Setelah Dikurangi Bagian
     Jangka Pendek : Pinjaman Lembaga Keuangan                  101.155.101       101.155.101       101.155.101       101.155.101         101.155.101        101.155.101
     Liabilitas Imbalan Pascakerja                             2.104.852.735     2.104.852.735     2.104.852.735     2.104.852.735      2.104.852.735      2.104.852.735
     Total Liabilitas jangka panjang                          18.343.820.328    18.343.820.328    18.343.820.328    18.343.820.328     18.343.820.328    18.343.820.328


     TOTAL LIABILITAS                                         74.231.932.334    86.267.851.790    89.207.300.129    71.777.974.177     73.475.215.720    75.458.494.256


     EKUITAS
     Modal Saham                                              59.026.568.960    59.026.568.960    59.026.568.960    59.026.568.960     59.026.568.960    59.026.568.960
     Tambahan Modal Disetor                                  115.158.855.407 115.158.855.407 115.158.855.407 115.158.855.407          115.158.855.407 115.158.855.407
     Uang Muka Setoran Modal dari Pelaksanaan Waran                         0                 0                 0                 0                  0                      0
     Saldo Laba Telah ditentukan Penggunaannya                 6.043.207.274     5.603.341.434     8.778.153.256    15.779.305.802     27.896.876.484    46.059.571.375
     Saldo Laba Belum Ditentukan Penggunaannya                              0                 0                 0                 0                  0                      0
     Penghasilan Komprehensif Lain                                          0                 0                 0                 0                  0                      0
     Kepentingan Non-pengendali                                4.909.644.750     4.909.644.750     4.909.644.750     4.909.644.750      4.909.644.750      4.909.644.750
     TOTAL EKUITAS                                           185.138.276.391 184.698.410.551 187.873.222.373 194.874.374.919          206.991.945.601 225.154.640.492


     TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                            259.370.208.725 270.966.262.341 277.080.522.502 266.652.349.096          280.467.161.321 300.613.134.748




8.4. Incremental Laporan Laba Rugi Dan Laporan Posisi Keuangan

                                                           Tabel 8 - 9 : Incremental Proyeksi Laba Rugi TKDN
                                                                                                                                              (Dalam Rupiah Penuh)
                                                Proyeksi         Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi           Proyeksi
                    Deskripsi                                                                                                                                Kumulatif
                                                Des 2025           2026              2027              2028              2029               2030

       Penjualan                                       0       23.290.487.065    44.752.753.099    66.906.230.451    89.767.713.475    113.354.359.776    338.071.543.867
       Beban Pokok Penjualan                           0      -10.063.050.000   -20.453.071.717   -31.178.033.200   -42.246.075.099    -53.665.514.168   -157.605.744.183

       LABA (RUGI) KOTOR                               0       13.227.437.065    24.299.681.382    35.728.197.251    47.521.638.377     59.688.845.609   180.465.799.683
       BEBAN USAHA

       Beban Penjualan                                 0                    0                 0                 0                 0                  0                  0
       Beban Umum dan Administrasi                     0       -2.448.000.000    -2.487.770.585    -2.528.187.288    -2.569.260.608     -2.611.001.211    -12.644.219.692
       Beban Keuangan                                  0                    0                 0                 0                 0                  0                  0
       Beban lain-lain - Neto                          0      -15.109.260.000   -15.109.260.000   -15.109.260.000   -15.109.260.000    -15.109.260.000    -75.546.300.000
       Laba Sebelum (Beban) Manfaat Pajak
       Penghasilan                                     0       -4.329.822.935     6.702.650.797    18.090.749.963    29.843.117.769     41.968.584.398     92.275.279.992
       (Beban) Manfaat Pajak Penghasilan Kini          0                    0    -1.474.583.175    -3.979.964.992    -6.565.485.909     -9.233.088.568    -21.253.122.644
       (Beban) Manfaat Pajak Penghasilan
       Tangguhan                                       0                    0                 0                 0                 0                  0         0
       LABA (RUGI) BERSIH                              0       -4.329.822.935     5.228.067.622    14.110.784.971    23.277.631.860     32.735.495.830    71.022.157.348




     Berdasarkan proyeksi laporan laba rugi inkremental yang merefleksikan selisih kinerja sebelum dan setelah
     penambahan kegiatan usaha SPKLU dan SPBKLU, dapat terlihat bahwa, potensi peningkatan kinerja
     keuangan perusahaan pada laporan laba rugi terjadi pada sisi penjualan, beban pokok, beban umum dan
     administrasi, beban lain-lain – Neto, serta peningkatan beban manfaat Pajak Penghasilan dan Laba Rugi
     (Bersih).

     Terlihat dari tabel Inkremental proyeksi laba rugi TKDN, penjualan diproyeksikan meningkat dari tahun 2026
     yaitu sebesar Rp23,29 miliar dan tumbuh berkelanjutan hingga Rp113,35 miliar pada 2030, dengan total
     kumulatif mencapai Rp338,07 miliar. Peningkatan skala usaha tersebut diikuti oleh perbaikan efisiensi biaya,
     tercermin dari struktur beban pokok penjualan yang terkendali sehingga menghasilkan laba kotor kumulatif
     sebesar Rp180,47 miliar atau margin kotor yang terus tumbuh sepanjang periode proyeksi. Dari sisi
     operasional, beban umum dan administrasi relatif stabil serta proporsional terhadap pertumbuhan


                                                                                                                                                                                73
Page 100
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
     pendapatan, sementara beban lain-lain bersifat tetap sehingga memberikan operating leverage positif ketika
     volume transaksi meningkat. Kondisi ini mendorong perbaikan kinerja laba secara bertahap, di mana
     Perseroan diproyeksikan mulai membukukan laba bersih sejak 2027 dan terus meningkat hingga mencapai
     Rp32,74 miliar pada 2030, dengan akumulasi laba bersih kumulatif sebesar Rp71,02 miliar.

                                                 Tabel 8 - 10: Incremental Proyeksi Posisi Keuangan TKDN
                                                                                                                                     (Dalam Rupiah Penuh)
                                                         Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi         Proyeksi         Proyeksi
                           Deskripsi
                                                         Des 2025            2026              2027              2028             2029             2030

     ASET
     Aset Lancar
     Kas dan setara kas                                             0   -65.196.029.810   -45.252.238.675   -16.438.403.826   21.529.296.350   68.941.564.347
     Piutang usaha pihak ketiga                                     0    1.287.500.626     2.468.110.086     3.686.740.452     4.944.315.504    6.241.779.002
     Piutang lain-lain pihak ketiga                                 0                 0                 0                 0                0                0
     Piutang lain-lain pihak berelasi                               0                 0                 0                 0                0                0
     Persediaan                                                     0                 0                 0                 0                0                0
     Pajak dibayar dimuka                                           0                 0                 0                 0                0                0
     Uang Muka Pembelian Pihak Ketiga                               0                 0                 0                 0                0                0
     Aset Lancar Lainnya                                            0                 0                 0                 0                0                0
     Total aset lancar                                              0   -63.908.529.185   -42.784.128.589   -12.751.663.374   26.473.611.853   75.183.343.349


     Aset tidak lancar
     Aset Pajak Tangguhan                                           0                 0                 0                 0                0                0
     Uang Muka Pembelian Pihak Ketiga                               0                 0                 0                 0                0                0
     Uang Muka Pembelian Pihak berelasi                             0                 0                 0                 0                0                0
     Investasi Pada Entitas Asosiasi                                0                 0                 0                 0                0                0
     Aset Hak-Guna                                                  0                 0                 0                 0                0                0
     Aset Takberwujud Setelah Dikurangi Akumulasi
     Amortisasi                                                     0                 0                 0                 0                0                0
     Aset tetap Setelah Dikurangi Akumulasi Penyusutan              0   60.437.040.000    45.327.780.000    30.218.520.000    15.109.260.000                0
     Properti Investasi Setelah Dikurangi Akumulasi
     Penyusutan                                                     0                 0                 0                 0                0                0
     Total aset tidak lancar                                        0   60.437.040.000    45.327.780.000    30.218.520.000    15.109.260.000                0

     TOTAL ASET                                                     0    -3.471.489.185    2.543.651.411    17.466.856.626    41.582.871.853   75.183.343.349

     LIABILITAS DAN EKUITAS


     LIABILITAS
     LIABILITAS JANGKA PENDEK
     Pinjaman Bank Jangka Pendek                                    0                 0                 0                 0                0                0
     Utang Usaha Pihak Ketiga                                       0      858.333.750     1.645.406.724     2.457.826.968     3.296.210.336    4.161.186.001
     Utang Lain-lain pihak ketiga                                   0                 0                 0                 0                0                0
     Liabilitas Kontrak Pihak ketiga                                0                 0                 0                 0                0                0
     Liabilitas Kontrak Pihak Berelasi                              0                 0                 0                 0                0                0
     Biaya Masih Harus dibayar                                      0                 0                 0                 0                0                0
     Utang Pajak                                                    0                 0                 0                 0                0                0
     Utang Jangka Panjang - bagian jangka pendek :
     Pinjaman Bank                                                  0                 0                 0                 0                0                0
     Utang Jangka Panjang - bagian jangka pendek :
     Pinjaman Lembaga Keuangan                                      0                 0                 0                 0                0                0
     Total Liabilitas Jangka Pendek                                 0      858.333.750     1.645.406.724     2.457.826.968     3.296.210.336    4.161.186.001


     Liabilitas Jangka Panjang
     Utang Jangka Panjang Setelah Dikurangi Bagian
     Jangka Pendek : Pinjaman Bank                                  0                 0                 0                 0                0                0
     Utang Jangka Panjang Setelah Dikurangi Bagian
     Jangka Pendek : Pinjaman Lembaga Keuangan                      0                 0                 0                 0                0                0
     Liabilitas Imbalan Pascakerja                                  0                 0                 0                 0                0                0
     Total Liabilitas jangka panjang                                0                 0                 0                 0                0                0


     TOTAL LIABILITAS                                               0      858.333.750     1.645.406.724     2.457.826.968     3.296.210.336    4.161.186.001




                                                                                                                                                                74
Page 101
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                                      Proyeksi          Proyeksi           Proyeksi         Proyeksi         Proyeksi         Proyeksi
                        Deskripsi
                                                      Des 2025            2026               2027             2028             2029             2030


     EKUITAS                                                     0                 0                  0                0                0                0
     Modal Saham                                                 0                 0                  0                0                0                0
     Tambahan Modal Disetor                                      0                 0                  0                0                0                0
     Uang Muka Setoran Modal dari Pelaksanaan Waran              0                 0                  0                0                0                0
     Saldo Laba Telah ditentukan Penggunaannya                   0    -4.329.822.935       898.244.687    15.009.029.658   38.286.661.518   71.022.157.348
     Saldo Laba Belum Ditentukan Penggunaannya                   0                 0                  0                0                0                0
     Penghasilan Komprehensif Lain                               0                 0                  0                0                0                0
     Kepentingan Non-pengendali                                  0                 0                  0                0                0                0
     TOTAL EKUITAS                                               0    -4.329.822.935       898.244.687    15.009.029.658   38.286.661.518   71.022.157.348


     TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                                0    -3.471.489.185      2.543.651.411   17.466.856.626   41.582.871.853   75.183.343.349




     Berdasarkan laporan posisi keuangan inkremental, penambahan kegiatan usaha SPKLU dan SPBKLU
     memberikan dampak struktural yang positif terhadap penguatan basis aset dan ekuitas Perseroan, dengan
     karakteristik awal berupa fase investasi yang secara bertahap bertransformasi menjadi peningkatan nilai
     bersih perusahaan. Pada tahap awal operasional (2026), terlihat peningkatan signifikan pada aset tidak lancar
     berupa aset tetap sebesar ±Rp60,44 miliar yang merepresentasikan belanja modal (capex) dan termasuk
     akumulasi depresiasi aset pada tahun 2026. pembangunan infrastruktur pengisian, instalasi kelistrikan, dan
     peralatan pendukung. Seiring berjalannya operasi, aset tetap mengalami penurunan bertahap akibat
     penyusutan, sementara aset lancar, terutama kas dan piutang usaha meningkat signifikan, tercermin dari
     saldo kas positif hingga ±Rp68,94 miliar pada 2030 dan piutang usaha yang tumbuh selaras dengan
     peningkatan penjualan, menunjukkan terbentuknya arus kas operasional yang sehat.

     Dari sisi liabilitas, tambahan kewajiban relatif terbatas dan terutama berasal dari utang usaha operasional
     yang mencapai ±Rp4,16 miliar pada 2030. Pada saat yang sama, akumulasi saldo laba inkremental
     meningkat progresif dari posisi negatif pada awal periode menjadi ±Rp71,02 miliar pada 2030, yang secara
     langsung memperkuat total ekuitas dan meningkatkan nilai buku perusahaan.


8.5. Analisis Terhadap Laporan Keuangan Proforma Perseroan

       Berikut Laporan Keuangan Proforma Perseroan per tanggal 30 September 2025, yang telah disiapkan oleh
       Perseroan.

                              Tabel 8 - 11 : Laporan Laba/Rugi Proforma Perseroan (dalam jutaan rupiah)
                                                                                                 Penyesuaian Proforma
                                                                     Laporan Keuangan                                             Proforma Setelah
                              KETERANGAN                                                             atas Rencana
                                                                     Per 30 September                                           Rencana Penambahan
                                                                                                   Penambahan KBLI
                                                                           2025                                                         KBLI
       Penjualan                                                                        59.389                                                        59.389
       Beban Pokok Penjualan                                                           -55.051                                                       -55.051
       LABA (RUGI) KOTOR                                                                 4.338                                                         4.338
       BEBAN USAHA
       Beban Penjualan                                                                    -238                                                          -238
       Beban Umum dan Administrasi                                                     -16.951                                                       -16.951
       Beban Keuangan                                                                   -1.765                                                        -1.765
       Beban lain-lain - Neto                                                          -16.971                                                       -16.971
       Laba Sebelum (Beban) Manfaat Pajak Penghasilan                                  -31.587                                                       -31.587
       (Beban) Manfaat Pajak Penghasilan Kini                                                0                                                             0
       (Beban) Manfaat Pajak Penghasilan Tangguhan                                           0                                                             0
       LABA (RUGI) BERSIH                                                              -31.587                                                       -31.587




                                                                                                                                                               75
Page 102
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                                                               Penyesuaian Proforma
                                                           Laporan Keuangan                             Proforma Setelah
                         KETERANGAN                                                atas Rencana
                                                           Per 30 September                           Rencana Penambahan
                                                                                 Penambahan KBLI
                                                                 2025                                         KBLI
      Penghasilan Komprehensif Lain
      Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi :
      Pengukuran kembali liabilitas imbalan pascakerja                     0                                             0
      Rugi dekonsolidasi entitas anak                                      0                                             0
      Pajak penghasilan terkait                                            0                                             0
      Penghasilan Komprehensif Lain-Setelah Pajak                    -31.587                                       -31.587
      Sumber: Manajemen Perseroan


                          Tabel 8 - 12 : Laporan Posisi Keuangan Proforma Perseroan (dalam jutaan rupiah)
                                                           Laporan Keuangan Penyesuaian Proforma         Proforma Setelah
                                                                                atas Rencana
                                                            Per 30 September                           Rencana Penambahan
                          KETERANGAN                                          Penambahan KBLI
                                                                  2025                                         KBLI
        ASET
        Aset Lancar
        Kas dan setara kas                                              112                  60.546                   112
                                                                                           (60.546)
         Piutang usaha pihak ketiga                                  83.740                (60.546)                 23.194
         Piutang lain-lain pihak ketiga                                 442                                            442
         Piutang lain-lain pihak berelasi                                 0                                              0
         Persediaan                                                  21.514                                         21.514
         Pajak dibayar dimuka                                         8.356                                          8.356
         Uang Muka Pembelian Pihak Ketiga                            10.801                                         10.801
         Aset Lancar Lainnya                                         10.057                                         10.057
         Total Aset Lancar                                          135.022                                         74.475
        Aset Tidak Lancar
        Aset Pajak Tangguhan                                          1.112                                          1.112
        Uang Muka Pembelian Pihak Ketiga                             18.754                (15.000)                  3.754
        Uang Muka Pembelian Pihak berelasi                            6.757                                          6.757
        Investasi Pada Entitas Asosiasi                               1.336                                          1.336
        Aset Hak-Guna                                                   192                                            192
        Aset Takberwujud                                             51.399                                         51.399
        Aset tetap                                                   43.747                 75.546                 119.293
        Properti Investasi                                            7.772                                          7.772
         Total Aset Tidak Lancar                                    131.069                                        191.616
        TOTAL ASET                                                  266.091                                        266.091
        LIABILITAS DAN EKUITAS
        LIABILITAS
        LIABILITAS JANGKA PENDEK
        Pinjaman Bank Jangka Pendek                                  19.826                                         19.826
        Utang Usaha Pihak Ketiga                                     14.032                                         14.032
        Utang Lain-lain pihak ketiga                                     41                                             41
        Liabilitas Kontrak Pihak ketiga                               1.391                                          1.391
        Liabilitas Kontrak Pihak Berelasi                                 0                                              0
        Biaya Masih Harus dibayar                                     6.127                                          6.127
        Utang Pajak                                                  11.369                                         11.369
        Utang Jangka Panjang - bagian jangka pendek :
        Pinjaman Bank                                                 6.730                                          6.730
        Utang Jangka Panjang - bagian jangka pendek :
        Pinjaman Lembaga Keuangan                                        70                                             70
        Total Liabilitas Jangka Pendek                               59.586                                         59.586
        Liabilitas Jangka Panjang
        Utang Jangka Panjang Setelah Dikurangi Bagian
        Jangka Pendek : Pinjaman Bank                                16.138                                         16.138
        Utang Jangka Panjang Setelah Dikurangi Bagian
        Jangka Pendek : Pinjaman Lembaga Keuangan                       101                                            101
        Liabilitas Imbalan Pascakerja                                 2.105                                          2.105



                                                                                                                             76
Page 103
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                                         Laporan Keuangan Penyesuaian Proforma     Proforma Setelah
                                                                              atas Rencana
                                                          Per 30 September                       Rencana Penambahan
                       KETERANGAN                                           Penambahan KBLI
                                                                2025                                     KBLI
        Total Liabilitas jangka panjang                            18.344                                    18.344
        TOTAL LIABILITAS                                           77.930                                    77.930
        EKUITAS
        Modal Saham                                                59.027                                    59.027
        Tambahan Modal Disetor                                    115.159                                   115.159
        Uang Muka Setoran Modal dari Pelaksanaan Waran                  0                                         0
        Saldo Laba Telah ditentukan Penggunaannya                  22.600                                    22.600
        Saldo Laba Belum Ditentukan Penggunaannya                 -14.188                                   -14.188
        Penghasilan Komprehensif Lain                                 655                                       655
        Kepentingan Non-pengendali                                  4.910                                     4.910
        TOTAL EKUITAS                                             188.161                                   188.161
        TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                              266.091                                   266.091
      Sumber: Manajemen Perseroan

8.6. Cut Off Date dalam Analisis Studi Kelayakan

     Dalam melakukan Analisis Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha ini, kami menggunakan cut off date
     30 September 2025 di mana batas tersebut diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan
     dilaksanakan studi kelayakan penambahan Kegiatan Usaha.

8.7. Penetapan Tingkat Diskonto

     Penentuan Biaya Modal untuk Ekuitas

     Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capital Asset Pricing Model (CAPM).
     Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas risiko ditambah premium unutk menutup risiko
     sistematis dari sekuritas saham. Dengan formula sebagai berikut:

                                           Ke = Rf + ß (Rm-Rf) Ke = Rf + ß Rp
     Di mana :
     Rf = tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko
     ß = risiko sistimatis
     Rm = tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas
     Rp = selisih antara Rm dengan Rf

     Rf (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak memiliki
     kemungkinan gagal bayar. Untuk kasus Indonesia, instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat
     bunga obligasi Pemerintah untuk jangka panjang.

     Terkait dengan tanggal Studi Kelayakan yang jatuh pada tanggal 30 September 2025, maka instrumen bebas
     risiko yang dipilih didasarkan pada obligasi Pemerintah dengan bunga tetap yang dikeluarkan oleh
     Pemerintah, yaitu Government Bond dalam mata uang rupiah yang bersumber dari S&P Capital IQ dengan
     tenor 30 tahun adalah sebesar 6,87%, maka yield tersebut akan digunakan sebagai tingkat kembalian bebas
     risiko (Rf). Menurut kami Government Bond dalam mata uang rupiah yang bersumber dari S&P Capital IQ
     dengan tenor 30 tahun dapat merefleksikan secara wajar tingkat balikan investasi bebas risiko (Rf) jangka
     panjang untuk Objek Studi Kelayakan ini dan angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat kembalian bebas
     risiko (Rf).




                                                                                                                      77
Page 104
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
     Rp (Equity Risk Premium - ERP), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat
     kembalian investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium memasukkan premi
     untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan
     base equity market risk premium. Dengan mengikutkan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang
     mengakomodasi perubahan- perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar negara berkembang
     (emerging market).
     Premi risiko pasar (Rm-Rf) ditentukan dengan menggunakan hasil riset/studi terkini dari Aswath Damodaran 1
     Juli 2025 yang memprediksi bahwa risk premium untuk pasar negara berkembang (emerging market) seperti
     Indonesia adalah 7,03% dengan Country Default Spread sebesar 1,87%.

     ß (Beta) Beta merupakan pengukur tingkat kepekaan pengembalian saham terhadap pengembalian pasar
     saham secara keseluruhan (seperti index yang dikeluarkan oleh S&P 500 atau IHSG). Untuk TKDN kami
     menggunakan Beta dari industri pada sektor yang sama yang terdapat di Bursa Efek Indonesia.
     Dalam perhitungan digunakan beta dari perusahaan-perusahaan tersebut sebagai beta untuk menghitung
     cost of equity TKDN, dimana beta tersebut dihitung dari rata-rata unlevered beta. Cara ini dilakukan untuk
     menetralisir pengaruh leverage yang ada di masing-masing perusahaan terhadap beta. Perusahaan yang
     sama dengan leverage yang berbeda akan memiliki cost of equity yang berbeda pula, oleh karena itu
     pengaruh leverage yang ada di tiap perusahaan perlu dinetralisir dengan cara menghitung unlevered beta.

     Unlevered beta dihitung dengan formula sebagai berikut :

                                                                  𝛽𝐿
                                                   𝛽𝑢 =
                                                          (1 + (1 − 𝑇)𝑥𝐷𝐸𝑅

          T              = Tarif Pajak Penghasilan Badan
          DER            = Debt to equity ratio
          βL             = Beta levered. yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara obyektif
                           dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan pengembalian
                           portofolio pasar apabila dibandingkan dengan portofolio pasar dengan pengaruh hutang
          βu             = Beta unlevered. yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara
                           obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan pengembalian
                           portofolio pasar apabila dibandingkan dengan portofolio pasar tanpa pengaruh hutang

        Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini kemudian di-
        relevered dengan tingkat leverage yang berlaku dipasar untuk memperoleh beta yang sesuai untuk
        mendiskonto tersebut dengan formula sebagai berikut:

                                             Tabel 8 - 13 : Beta Perusahaan Pembanding

                                    Nama Perusahaan                              Ticker       Beta Unlevered

               PT. Indika Energy Tbk                                             INDY               0,19
               Jiangsu Xinri E-Vehicle Co., Ltd.                                603787              0,15
               PT. Arkora Hydro Tbk                                              ARKO              -0,01
               China Datang Corporation Renewable Power Co., Limited              1798              0,23
               Shenzhen Desay Battery Technology Co., Ltd.                         49               1,06
               Guangdong Lvtong New Energy Electric Vehicle Technology
                                                                                301322              0,04
               Co., LTD
               ATP 30 Public Company Limited                                     ATP30              0,07


                                                                                                                        78
Page 105
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
               Zhejiang Taotao Vehicles Co., Ltd.                                             301345                    0,00
                                                    Average                                                             0,22

        Selanjutnya rata-rata beta unlevered perusahaan pembanding yang diperoleh yaitu sebesar 0,22
        kemudian di-levered-kan kembali dengan menggunakan tingkat leverage (DER) market yaitu sebesar
        116,69% dengan formula sebagai berikut:

                                                   𝛽𝐿 = 𝛽𝑢 × (1 + (1 − 𝑇)𝑥𝐷𝐸𝑅)

        Dengan persamaan tersebut diatas dan berdasarkan rata-rata beta unlevered dari perusahaan
        pembanding yaitu sebesar 0,22, dengan tarif pajak sebesar 22% dan DER sebesar 116,69 % maka
        diperoleh beta levered perusahaan sebesar 0,41.

        Berdasarkan uraian di atas, maka biaya modal ekuitas adalah:

                                                        Tabel 8 - 14: Cost of Equity
                                 Keterangan                                                      Jumlah
         Risk Free Rate (Rf)                                                                      6,87%
         Equity Risk Premium (Rpm)                                                                7,03%
         CDS                                                                                      1,87%
         β (Beta)                                                                                  0,41
         Cost of Equity                                                                           8,99%
        Sumber: Data Olahan

        Berdasarkan perhitungan diatas, maka Cost Of Equity yang digunakan dalam Studi Kelayakan ini adalah
        8,99%, menurut kami merupakan tingkat diskonto yang wajar.

8.8. Analisis Kelayakan Proyek

     Analisa kelayakan proyek, dilakukan dengan membandingkan antara pengorbanan ekonomis yang
     dilakukan TKDN dalam kaitannya penambahan kegiatan usaha yaitu kegiatan aktivitas usaha Penyimpanan
     Tenaga Listrik (KBLI 2025 No. 35132) berupa Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum
     (SPBKLU) dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Pengoperasian Fasilitas atau Stasiun
     Pengisian Daya untuk Kendaraan dan Peralatan Listrik (KBLI 2025 No. 35133) berupa Stasiun Pengisian
     Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

     Kelayakan dari Penambahan Kegiatan Usaha ini dihitung dari manfaat ekonomis yang diantisipasi dimasa
     mendatang dari Penambahan Kegiatan Usaha yang dihitung dari Free Cash Flow To Equity incremental atas
     Penambahan Kegiatan Usaha.

                            Tabel 8 - 15 : Analisa Kelayakan Proyek Penambahan KBLI 35132 dan KBLI 35133
                                                                                                                               (Dalam Rupiah Penuh)
                                      Present      Proyeksi        Proyeksi          Proyeksi           Proyeksi          Proyeksi        Proyeksi
               Deskripsi
                                     30 Sep 2025    2025             2026              2027               2028              2029            2030

      Laba bersih                                             0    -4.329.822.935    5.228.067.622     14.110.784.971    23.277.631.860   32.735.495.830
      Add: beban bukan tunai                                  0   15.109.260.000    15.109.260.000     15.109.260.000    15.109.260.000   15.109.260.000
      Capital Expenditure                                     0   -75.546.300.000                0                 0                  0               0
      Perubahan Modal Kerja Bersih                            0     -429.166.875      -822.703.362     -1.228.913.484    -1.648.105.168   -2.080.593.001
      Add / Less : Financing                                  0                0                 0                 0                  0               0




                                                                                                                                             79
Page 106
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                     Present        Proyeksi             Proyeksi          Proyeksi         Proyeksi         Proyeksi         Proyeksi
                Deskripsi
                                    30 Sep 2025       2025                 2026              2027             2028             2029              2030
      Jumlah Prooceds                                               0   -65.196.029.810   19.514.624.260   27.991.131.487   36.738.786.692    45.764.162.830
      Terminal Value                      0,00%                                                                                              509.303.503.479
      Periode proyeksi (Tahun)                        0,25                  1,25             2,25             3,25             4,25              5,25
      Discount Factor (CoE)               8,99%       0,979                0,898            0,824            0,756            0,694              0,637
      Jumlah Free Cash Flow                                         0   -65.196.029.810   19.514.624.260   27.991.131.487   36.738.786.692 555.067.666.309
      Present Value                                                 0   -58.547.663.384   16.079.751.963   21.162.664.161   25.486.220.091 353.311.101.202
      Analisis Kelayakan
      1. NPV                                   357.492.074.033
      2. IRR                                          48,907%
      3. Profitability Index (PI)                            5,51
      4. Payback Period                        3 Tahun 11 Bulan


     Berdasarkan analisis kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha dengan mempertimbangkan asumsi-asumsi
     yang telah dilakukan diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut :

               ▪ Net Present Value (NPV)                       :        Rp357.492.074.033,-
               ▪ Internal Rate of Return (IRR)                 :        48,907%
               ▪ Profitability Index (PI)                      :        5,51
               ▪ Payback Period (PP)                           :        3 Tahun 11 Bulan

     Analisis Net Present Value (NPV)
     Berdasarkan perhitungan dan analisis yang dilakukan terhadap rencana penambahan kegiatan usaha ini,
     Hasil perhitungan NPV pada discount rate 8,99% menunjukkan nilai "Positif" sebesar Rp357.492.074.033
     dengan demikian proyek ini Layak.

     Analisis Internal Rate of Return (IRR)
     Internal Rate of Return (IRR) adalah tingkat balikan suatu investasi dimana pada saat itu Net Present Value
     adalah 0 (Nol). Suatu Investasi dapat dikatakan layak dan menguntungkan untuk dijalankan apabila nilai IRR
     lebih besar dari Cost of Capital yang ditentukan. Analisa Internal Rate of Return (IRR) pada proyek ini
     menghasilkan nilai perhitungan 48,907%. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa IRR yang diperoleh lebih
     besar dibandingkan dengan tingkat diskonto (discount rate) yang ditetapkan yaitu sebesar 8,99% sehingga
     proyek tersebut Layak.

     Analisis Payback Period (PP)
     Berdasarkan perhitungan dan analisis yang dilakukan atas penambahan kegiatan usaha baru payback period
     dapat dicapai dalam jangka waktu 3 Tahun 11 Bulan.

     Analisis Profitability Index (PI)
     Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan pada indikator PI menunjukkan nilai 5,51 pada discount rate
     sebesar 8,99% atau lebih "besar" dari 1 (satu). Dengan demikian, penambahan kegiatan usaha perseroan
     ini menguntungkan.




                                                                                                                                                 80
Page 107
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
8.9. Analisis Sensitivitas Kelayakan Penambahan KBLI baru

     Analisis sensitivitas berutujuan untuk mengetahui seberapa sensitiv proyeksi kinerja proyek atas setiap
     perubahan variable penting yang dipilih dimana akan mempengaruhi kelayakan proyek. Hasil analisis
     sensitivitas proyek ini adalah sebagai berikut:

             Tabel 8 - 16 : Analisis Sensitivitas terhadap Perubahan Incremental Laba Bersih (Laba Bersih setelah proyek
                                                   dikurangi Laba Bersih sebelum proyek)
                                                                                                          (Dalam Rupiah Penuh)
                                                             Skenario Perubahan Incremental Laba Bersih
       VARIABLE
                                                0%                  -75%             -124,242%                -150%
      Des 2025                                           0                     0                  0                        0
      2026                                  -4.329.822.935         -7.577.190.136    -9.709.271.399          -10.824.557.337
      2027                                   5.228.067.622         1.307.016.905     -1.267.375.901           -2.614.033.811
      2028                                  14.110.784.971         3.527.696.243     -3.420.703.424           -7.055.392.485
      2029                                  23.277.631.860         5.819.407.965     -5.642.908.965          -11.638.815.930
      2030                                  32.735.495.830         8.183.873.958     -7.935.662.184          -16.367.747.915
      NPV                                  357.492.074.033       141.687.787.834                  0          -74.116.498.364
                                                                                     Break even
        Kelayakan                             Layak               Layak                                    Tidak Layak
                                                                                        Point


     Dalam tabel analisis sensitivitas ini terlihat variable sensitivitas Penurunan Laba Bersih yang memberikan
     informasi, bahwa proyek akan mencapai titik Break even saat Penurunan Laba Bersih mengalami penurunan
     maksimal sebesar 124,242%, dan proyek menjadi tidak layak saat penurunan perubahan laba bersih
     melampaui 124,242%, dengan catatan variable lain tetap (ceteris paribus).

             Tabel 8 - 17: Analisis Sensitivitas terhadap Perubahan Incremental Pendapatan (Pendapatan setelah proyek
                                                  dikurangi Pendapatan sebelum proyek)
                                                                                                          (Dalam Rupiah Penuh)
                                                             Skenario Perubahan Incremental Pendapatan
       VARIABLE
                                              0,00%                -15,00%            -34,184%               -50,00%
      Des 2025                                           0                     0                  0                        0
      2026                                  23.290.487.065        19.796.914.005     15.328.757.526           11.645.243.533
      2027                                  44.752.753.099        38.039.840.134     29.454.261.689           22.376.376.549
      2028                                  66.906.230.451        56.870.295.883     44.034.690.245           33.453.115.226
      2029                                  89.767.713.475        76.302.556.454     59.081.096.488           44.883.856.738
      2030                                 113.354.359.776        96.351.205.810     74.604.772.785           56.677.179.888
      NPV                                  357.492.074.033       200.626.072.392                  0         -165.394.598.104
                                                                                     Break even
        Kelayakan                             Layak               Layak                                    Tidak Layak
                                                                                        Point


     Dalam tabel analisis sensitivitas ini terlihat variable sensitivitas Penurunan Pendapatan yang memberikan
     informasi, bahwa proyek akan mencapai titik Breakeven saat Penurunan Pendapatan mengalami penurunan
     maksimal sebesar 34,184%, dan proyek menjadi tidak layak saat penurunan perubahan pendapatan
     melampaui 34,184%, dengan catatan variable lain tetap (ceteris paribus).




                                                                                                                                 81
Page 108
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
             Tabel 8 - 18: Analisis Sensitivitas terhadap Perubahan Incremental Beban Operasional (Beban Operasional
                                     setelah proyek dikurangi Beban Operasional sebelum proyek)
                                                                                                    (Dalam Rupiah penuh)
                                                      Skenario Perubahan Incremental Beban Operasional
       VARIABLE
                                              0%                25,00%             53,412%               75,00%
      Des 2025                                         0                    0                   0                      0
      2026                                -27.620.310.000      -34.525.387.500    -42.372.778.212        -48.335.542.500
      2027                                -38.050.102.302      -47.562.627.877    -58.373.296.525        -66.587.679.028
      2028                                -48.815.480.488      -61.019.350.610    -74.888.642.742        -85.427.090.854
      2029                                -59.924.595.707      -74.905.744.633    -91.931.321.672      -104.868.042.486
      2030                                -71.385.775.379      -89.232.219.223   -109.514.108.552      -124.925.106.913
      NPV                                 357.492.074.033     185.195.169.124                   0        -76.760.258.301
                                                                                   Break even
        Kelayakan                            Layak             Layak                                  Tidak Layak
                                                                                      Point


     Dalam tabel analisis sensitivitas ini terlihat variable sensitivitas Penambahan Beban Operasional setelah
     Penambahan Usaha yang memberikan informasi, bahwa proyek akan mencapai titik Break even saat Beban
     Operasional setelah Penambahan Usaha mengalami peningkatan maksimal sebesar 53,412%, dan proyek
     menjadi tidak layak saat peningkatan Beban Operasional setelah Penambahan Usaha melampaui 53,412%,
     dengan catatan variable lain tetap (ceteris paribus).

8.10. Kesimpulan

     Berdasarkan kajian, evaluasi, Analisis kelayakan pasar, Analisis kelayakan teknis, Analisis kelayakan pola
     bisnis, Analisis kelayakan model manajemen, dan Analisis kelayakan keuangan serta proyeksi-proyeksi
     lainnya dengan syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka dapat disimpulkan bahwa
     rencana penambahan Kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Perseroan adalah layak.




                                                                                                                           82

File

File Open PDF
Source IDX
Size6.53 MB
Published12 Feb 2026
Pages108
Characters408,250
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 76 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org TEKNOLOGI KARYA DIGITAL NUSA TBK · Direktur Utama p.1 ×320
linked person David Santoso · Direktur Utama p.9 ×9
linked person Rudy Budiman Setiawan · Direktur p.9 ×7
linked org Daya Kemilau p.35 ×2
linked person Noerman Taufik p.35 ×2
linked org Pertamina Patra Niaga p.63
linked org PT Medco Power Indonesia p.70
linked org PT Express Transindo Utama p.76
linked org Indika Energy Tbk p.104 ×2
linked org Arkora Hydro Tbk p.104 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×5
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.33 ×2
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.90
unresolved person KH. Guru Amin Km. p.1 ×19
unresolved org KJPP YUFRIZAL p.1 ×105
unresolved org DENY KAMAL dan REKAN p.1 ×21
unresolved org KJPP YDR p.2 ×14
unresolved org Digital Nusa Tbk. p.2
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.2
unresolved org Gedung TKDN Tbk p.2 ×5
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.3 ×2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Yufrizal Deny Kamal dan Rekan p.3 ×2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Yufrizal Deny Kamal p.3 ×2
unresolved person Ir. Mahrani p.3 ×4
unresolved — MAPPI p.3 ×2
unresolved — RMK p.3 ×2
unresolved — STTD p.3 ×2
unresolved — STTD OJK (IKNB) p.3 ×2
unresolved — Kualifikasi Izin p.3 ×2
unresolved org Kementerian Keuangan dan Pasar Modal p.4 ×2
unresolved person Mujiono p.5
unresolved org Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan p.5
unresolved person Yansyafrin p.5
unresolved person CMA. p.5
unresolved org Kantor Akuntan Publik Heliantono & Rekan p.5
unresolved org Kantor Akuntan Publik Hadori Sugiarto Adi & Rekan p.5 ×3
unresolved org Kantor Akuntan Publik Hadori Sugiarto Adi p.5 ×3
unresolved org PT Damai Harapan Sentosa · Direktur p.6 ×3
unresolved person MSi p.6
unresolved org Bank Indonesia p.6 ×27
unresolved org KJPP YDR Yang Resmi Merupakan Syarat Mutlak Sahnya p.8
unresolved person TKDN · Direktur Utama p.9 ×4
unresolved — Shinta Budiarti Santoso · Senior Manager Finance Accounting & Tax p.9 ×2
unresolved — Zaid Zar Lubis · Manager Legal p.9 ×2
unresolved org Menteri ESDM p.10 ×4
unresolved org KJPP Yang Resmi Merupakan Syarat Mutlak Sahnya p.22 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.33 ×20
unresolved person Dr. Sugih Haryati p.33 ×4
unresolved org PT Daya Kemilau Nusantara Investama · Direktur p.35 ×2
unresolved person Drs. Thomson E Batubara p.35 ×2
unresolved person Wendy Jolanda Waas · Direktur p.35 ×2
unresolved person Tjoa Karina Juwita S.H. · Notaris p.36
unresolved org Menteri Investasi p.36 ×3
unresolved org Koordinasi Penanaman Modal p.36 ×3
unresolved org Menteri Perdagangan p.36
unresolved org Indonesia Stock Exchange p.36
unresolved org Kementerian Perindustrian p.59 ×2
unresolved org Kementerian ESDM p.61 ×3
unresolved org Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral p.62
unresolved org Menteri Keuangan p.62 ×3
unresolved org Kementerian Perhubungan p.64
unresolved org Kementerian Keuangan p.64
unresolved org Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan p.67
unresolved org Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral p.67
unresolved org PT Starvo Global Energi p.70
unresolved org PT MPI p.70
unresolved org Menteri p.89 ×3
unresolved org Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual p.89 ×9
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Sementara p.89
unresolved org DER p.104
unresolved org Ticker · Nama Perusahaan p.104
unresolved org Jiangsu Xinri E-Vehicle Co., Ltd. p.104
unresolved org China Datang Corporation p.104
unresolved org Shenzhen Desay Battery Technology Co., Ltd. p.104
unresolved org Vehicles Co., Ltd. p.105

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result