Skip to content
Back to announcement

20260212_TRON_Laporan Informasi dan Fakta Material_32027316_lamp1.pdf

Other Text extracted TRON

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 16

Page 1 OCR 0.925
KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM
PT TEKNOLOGI KARYA DIGITAL NUSA Tbk.
SEHUBUNGAN DENGAN RENCANA PENAMBAHAN KEGIATAN
USAHA
DALAM RANGKA MEMENUHI KETENTUAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN
NOMOR 17/POJK.04/2020
(“Keterbukaan Informasi”)

Teknologi Karya Digital Nusa

PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
Berkedudukan di Jakarta, Indonesia
(“Perseroan”)

Kegiatan Usaha:
Perusahaan yang menyediakan solusi sistem informasi teknologi, dengan fokus utama pada
Transport Management Solutions yang memanfaatkan teknologi telematika dan Internet of
Things (IoT).

DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS PERSEROAN, BAIK SECARA SENDIRI- SENDIRI MAUPUN
IBERSAMA-SAMA, BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN DAN
IKELENGKAPAN INFORMASI SEBAGAIMANA DIUNGKAPKAN DI DALAM KETERBUKAAN
INFORMASI INI DAN SETELAH MELAKUKAN PENELITIAN SECARA SEKSAMA,
IMENEGASKAN BAHWA INFORMASI YANG DIMUAT DALAM KETERBUKAAN INFORMASI
INI ADALAH BENAR DAN TIDAK ADA FAKTA PENTING MATERIAL DAN RELEVAN YANG
(TIDAK DIUNGKAPKAN ATAU DIHILANGKAN SEHINGGA MENYEBABKAN INFORMASI
YANG DIBERIKAN DALAM KETERBUKAAN INFORMASI INI MENJADI TIDAK BENAR
IDAN/ATAU MENYESATKAN

Jakarta, 12 Februari 2026
Kantor Pusat
Gedung
TKDN, Tbk
Jl. Sunter Muara No. 8A, Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Kota
Administrasi Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta 14350
Tel. 021 38889045
Website : www.tkdn.co.id
Email : corporate.secretary@tkdn.co.id

Page 2 OCR 0.957
I. PENDAHULUAN

Keterbukaan Informasi dibuat dalam rangka memenuhi ketentuan Pasal 22 ayat 1 huruf (c) POJK
No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK
17/2020”), dimana Perseroan wajib mengumumkan Keterbukaan Informasi mengenai rencana
penambahan Kegiatan Usaha kepada pemegang saham bersamaan dengan pengumuman Rapat
Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”).

Keterbukaan Informasi memuat rencana Perseroan melakukan penambahan kegiatan usaha baru
berdasarkan KBLI tahun 2025 yang diatur dalam Peraturan Badan Pusat Statistik No. 7 tahun
2025 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia, yaitu penambahan kegiatan usaha :

1. KBLI 2025 No. 35132 berupa Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU)
dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Pengoperasian Fasilitas atau Stasiun
Pengisian Daya untuk Kendaraan dan Peralatan Listrik

2. KBLI 2025 No. 35133 berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Sehubungan dengan rencana Penambahan Kegiatan Usaha sebagaimana diungkapkan dalam
Keterbukaan Informasi ini, Perseroan menyatakan bahwa setelah memperoleh persetujuan dari
Pemegang Saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”), Perseroan akan
melanjutkan proses untuk memperoleh seluruh perizinan, persetujuan, pendaftaran, dan/atau
pemberitahuan yang diperlukan kepada instansi atau otoritas yang berwenang sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pelaksanaan Penambahan Kegiatan Usaha tersebut akan dilakukan dengan tetap memperhatikan
dan memenuhi seluruh ketentuan hukum dan regulasi yang berlaku, termasuk namun tidak
terbatas pada ketentuan di bidang perizinan berusaha dan peraturan sektoral terkait lainnya.

Sampai dengan tanggal diterbitkannya Keterbukaan Informasi ini, Perseroan menyatakan bahwa
tidak terdapat pihak-pihak tertentu, baik pemegang saham maupun pihak lainnya, yang
menyampaikan keberatan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan
sebagaimana diungkapkan dalam Keterbukaan Informasi ini.

Informasi sebagaimana tercantum dalam Keterbukaan Informasi ini disampaikan kepada Para
Pemegang Saham agar memperoleh informasi yang lengkap, jelas, dan memadai mengenai
rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan. Keterbukaan Informasi ini sekaligus menjadi
dasar pertimbangan bagi Para Pemegang Saham dalam memberikan persetujuan atas rencana
Penambahan Kegiatan Usaha tersebut dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
(“RUPSLB”) Perseroan.

II. Keterangan Mengenai Perseroan atau Uraian Singkat Perseroan
1. Profil Singkat Perseroan

PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk (TKDN Tbk), dengan kode saham TRON, merupakan
perusahaan teknologi yang berfokus pada solusi digitalisasi transportasi dan manajemen
armada. IPO pada tanggal 8 Maret 2023 perusahaan ini menyediakan layanan seperti Fleet
Management System (FMS), IoT Smart Bus, serta pengembangan teknologi untuk logistik dan
pertambangan. TKDN Tbk merencanakan ekspansi ke solusi energi terbarukan, khususnya
Battery as a Service (BAAS), dengan memanfaatkan teknologi Al untuk optimalisasi sumber
daya energi. Ekspansi ini mencakup pengembangan Stasiun Pengisian Pengisian Baterai
Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU)
guna mendukung infrastruktur kendaraan listrik dan percepatan net zero emission di
Indonesia.
Page 3 OCR 0.700
2. Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham

a. Akta yang mendasari struktur permodalan Perseroan:

e Akta Pendirian : Akta Nomor 25 tertanggal 7 Januari 2011

# Akta Perubahan : Akta Nomor 01 tertanggal 27 Maret 2017

e Akta Perubahan : Akta Nomor 44 tertanggal 28 Desember 2020

# Akta Perubahan : Akta Nomor 103 tertanggal 22 Maret 2022

# Akta Perubahan : Akta Nomor 154 tertanggal 27 April 2022

# Akta Perubahan : Akta Nomor 110 tertanggal 28 September 2022

e Akta Perubahan : Akta Nomor 53 tertanggal 13 Maret 2025

b. Struktur permodalan dan susunan pemegang saham terkini berdasarkan Daftar
Pemegang Saham yang dikeluarkan oleh Biro Administrasi Efek

DT ADIMIIRA

(Pi suana

(PT Yknokai Kaya Dp Musa To
Kompos
(Atas Dasar Daft Pernegang Saham Per 31 Desember 2025)
Xeman Komar Detak Iman Peartaa

Saran Sanam
Du mania" punah: yen, DEREnANg,

Do Sentero 3yen000

e »
Ea 0
& 0

Setan
hai
ALI. Parodi Nasi
peang
tanya
Se Toraa21
A22. Pemoesi pang
pacng
Lana 5
STetan22
Sun Tea A2

Tora ta)
|8-satam tam Peitpan Xotks PT KSEI
1. Pemegang Saham Pena
“Dang

Tomat 1 nenas

MADIMITRA
Administrasi riek

Ragry
Dee

c. Pengendali dan Pemilik Manfaat

e Nama Pengendali Perseroan : PT Daya Kemilau Nusantara Investama

# Nama Pemilik Manfaat : David Santoso

d. Saham Treasuri

Sampai dengan tanggal Keterbukaan Informasi ini diterbitkan, Perseroan tidak memiliki
saham treasuri.

e. Struktur kepemilikan Perseroan
Page 4 OCR 0.853
Struktur Hubungan Kepemilikan, Pengurusan dan & Teknologi Karya Digital Nusa
Pengawasan Perseroan Dengan Pemegang Saham
dan Perusahaan
Iinuari 2026
David Santoso Tan paanan Dowieliskanineo ugy Budiman
L.cooox L cosox

|
— oom —
PT Digitat Niaga Kapital

Publik
(ao.oe1)

3. Susunan Anggota Direksi dan Dewan Komisaris:

Direktur Utama David Santoso

Direktur Rudy Budiman Setiawan
Direktur Wendy Jolanda Waas
Direktur Sultan Satria

Komisaris Utama Mirzha Whibowo
Komisaris Drs. Thomson E Batubara
Komisaris Independen Noerman Taufik

a. Akta yang mendasari penetapan anggota Direksi dan Komisaris adalah Akta Nomor 80 Tanggal

25 Juni 2025.

b. Masa jabatan masing-masing anggota Direksi dan Komisaris adalah selama 5 Tahun.

Page 5 OCR 0.652
Pengungkapan terkait Ringkasan Ikhtisar Keuangan Penting untuk periode terkini dibandingkan

periode sebelumnya, antara lain:

a. Ringkasan Laporan Posisi Keuangan

PT Teknologi Karya Digital Nusa
Financial Statement
September 30. 2025

Properti investasi
Jumlah Aset Tidak Lancar
JUMLAH ASET

LIABILITIAS
Liabilitas Jangka Pendek

Pinjaman bank jangka pendek.

Utang usaha

Utang lain-lain

Liabelitas kontrak.

Beban masih harus dibayar

Utang pajak.

Ltarg jangka pariang - bagian jangka pendek

Jumlah Liabilitas Jangka Pendek.

Liabilitas Jangka Panjang

Pinjaman bank jangka panjang
ialuh tempo lebih dari salu tahun:

Bagian jangka pariang pinjaman.
Tembaga keuangan:

Liabilitas imbalan kerja

Jumlah Liabilitas Jangka Panjang

JUMLAH LIABILITAS

EKUITAS

Modal saham -rilai norminal
Rp20 per saham
Modal dasar
16000000000 lembar saham
Modal diternpatkan dan disetor penuh -
2950000000
lembar saham
Tambahan modal disetor
Uang muka pelaksangan waran
Saldo laba
Telah ditentukan penggunaannya
Belum ditentukan penggunaannya.
Penghasilan komprehensif lain:

Ekuitas yang dialibusikan kepada Pemilik Enlilas
Induk

Kepentingan non pengendali
JUMLAH EKUITAS

JUMLAH LIABILITAS AND EGUITY

STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION

30 31 Desember / Dec 31
2024
M574830 504673575
83740 357.093 51720483583
82740 357.033 51720483563
142236555 285.908.407
442236585 235.968.407
21512972550 30942905.723
2anmaa Aeon
10800942805 2001254054
W800942805 20121254054
10057235281 30.584.267
135.021.627.497 13. 174.518.518
111224143 1112241143
2551 14244 321934839298
1395613587 1828 380 712
192393328 58.666.660
51398 165583 81308 766573
Dretan angan
7772004 68 7814430951
191.069. 100.171 170.046.411.648
——5s5000727600 ———)ja2203M16
828.054 427 24962 126.083
M.032 107 268 5591530921
“070m Inaooeoe
1390676965 110.339554
61261568 337 1528510470
369 392622 5.008 322.10
6800243377 3743077778
59.585.682 996 45.078.001032
E137 812492 B07812492
015501 59014377
2104852735 2104852735
18.343.820.328 18.401.679.604
71.929.503.324 3.479.680.636
59026 563 S0 59000.000.000
1S 58255.407 M4 853424867
- 325202750
22.600.000.000 22.600.000.000
gaya Peng
654531075 654531075
mz 2m2mseas
Kanasaarsa sumsaron
188. 161.224.344 219.741.249.530

—35000727603 —— 2320345.

5

IncifDec) —X

320108735 62x

15023058683) Xx
Iome7sn 62x

(pa2372esn
(492 767 125)
102606.668

(28s03ec0 890

(12424501)
142.426:780)

158071656)

157859276) 64

26568960 ox
305430540 0
1825202750) “007

(31025879650) 8422

(919190629001 mx
156015422861 Mx

Page 6 OCR 0.627
b. Ringkasan Laporan Laba (Rugi) dan Penghasilan Komprehensif Lain:

(PT Teknologi Karya Digital Nusa
Financial Statement
September 30. 2025

PENDAPATAN
BEBAN POKOK PENDAPATAN
LABA KOTOR

Beban penjualan

Beban umum dan administrasi
Beban keuangan

Pendapatan iaindain
Bebanisiniain -neto

LABA SEBELUM MANFAAT (BEBANI PAJAK
PENGHASILAN

Manfaat (beban) pajak penghasilan
Kiri

Tangguhan
Jumlah beban paiak penghasilan

LABA TAHUN BERJALAN

PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN

POS YANG TIDAK AKAN DIREKLASIFIKASI
KE LABA RUGI

Pengukuran kembali liablias imbalan kerja pasti
PPaiak penghasilan terkait

Jumlah penghasilan (rugi) komprehensif lain

BERJALAN

Laba neto yang
diatribukan kepada:
Pernilik Ertitas Induk
Kepentingan nonpengendali

Jumlah

Penghasilan komprehensif neto
yang dapal datribusikan
K

epada
Persilik Ertitas Induk
Kepentingan nonpengendali

Jumlah

LABA PER SAHAM DASAR
LABA PER SAHAM DILUSIAN

'STATEMENT OF PROFIT OR LOSS
30 1Sep 30
59383 14.593 17696 2452
Ben 1921636003
4208320703 Benang
(ap Pn (626272821
(635148430) (R35)
11785:307 004 (2506:587.3921
2652570 705927 094
ET EA) 11000623077)
(81506821937) 2019068774
Ko1506 Bo1937) 201058774
K31506. 821937) 01960774
(025e73es0)
1560942226)
(E1586:801937) 8018068774
(Groosersesn
15601942286
Ka1s06. 71337) 801068774
2070 29
27 237

Ine (Des F3
SEM7M7AN S1
PM204573 0x
(RNISAn0S106) BIC

388543322612
RSSMOK 21x

21208 324

W0027a520 9x
NSMTI.26I EX
(P3OSBO7IN) age

Gse0sega7n) 4904

Gasosega7 aka

@r.0e5g73es0” s01v0
1650942 226)” HOIVOI

0360580) 484

(n.0ese7seso1" siwa
15601942 286)" #DIMOI

Basasegann) 44
Page 7 OCR 0.669
c. Ringkasan Laporan Arus Kas

'STATEMENTS OF CASH FLOW (DIRECT)

30 SeptemberSeptember 30
30 mbertS. 30 Ine (Des) -
2025 2024
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan 366891552 332 220658721 160730 206 383) 62x
Pembayaran kas untuk operasional (37 80.794.230) 184981934521 47801140232 5624
Penerimaan dari pendapatan bunga. B6 756.737 448 301307 1811.544570) €x
Pembayaran beban keuangan. 11765 307.004) 12.506:587.992) 821280968 PA
Pembayaran gai dan tunjangan 1610278396) (6705775861 2601599200 30
Pembayaran parak penghasilan badan 2 1397. 59560) 397.359 588 022
Pembayaran umum dan adrnirustrasi. (6552353) 1980 370683) 16634938470) 64026
Penerimaan Ipembayaran) kas lainnya 123117592002) 2 Ram7532002)” #DINOI
Arus kas neto digunakan untuk aktivitas operasi 137.856.411775) 316 189.648 188172601423) “07324.
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset hak guna 12665658) - nsessesa” s0m0
Penghapusan (Perolehan) aset takberwujud 23.903.600 390 120.326. 025.000) 50235625990 24724
“Aset lainnya 49276725 : 492767125” 1DIMOI
Perjalan (Perolehan) aset tetap 1212458 M3 (1685384) 2876220 15x
Penjualan aset tetap 270467 - 127104167” #DIVOI
Realisasi (pembayaran) uang muka aset tetap dan software 1466 51938 16 980 431 496) 14 446583334 “20724
Arus kas neto digunakan untuk aklivitas investasi 39.104.415.645 128 961.630.342) 681066 0451987 “25X
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penambahan piutang lain-lain - Pihak berelasi 1146 248 148) MSM BI 1.367 285021 I
Pembayaran utang bari. 15291960550) (78000009 W555952555 6m
Penambahan utang barik 3215062458 BO30a7 — (MEMOTAN 5
Pembayaran utang lain-lain - Pihak ketiga 1622394 046) (1032 #8257) 409774211 4021
Penambahan utang lain-lain - Pihak berelasi 20.000.000 - 200000007 ADM
Pembayaran utang lain-lain - Pihak berelasi (2451000000) . 12491.0000001” #DIMOI
Pembayaran utang lembaga keuangan: WES #16M 85 160453054) ana
(Penambahan modal disetor 11053 703.403) - Wosaros ang” 0D
(Arus kas neto digunakan untuk aktivitas pendanaan 162102553) 9990382457 (16:201.495010 aa
KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN SETARA K/: (so25osne3n MB7SOA2IN MEN MISA 7
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 504673575 4129421 198 106159528623) Bh
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 111.574.892 22.579 163.961 122 467 589059) “No
d. Rasio Keuangan Penting
31/09/2025
Profitabilitas
Return On Asset (ROA) Lababersih -  -Rp  31.586821.93657 3 10025» -012
Total Asset Rp 266.090.727.668,60
Return On Eguity (ROE) Lababersih -  -Rp  31.586.821.936.57 ” 10026 - — -017
Total Eguity Rp  188.161.224.34420
Net Profit Margin Lababersih - -Rp 39158682193657 , 10026 - -053
Penjualan Rp 59.389114.593.00
Likuiditas
Current Ratio AsettLancar - Rp 135.021.627.497,44 2 1O02o « — -2.27
Penjualan -Rp — 59.389.114.593,00
Leverage
Debt To Eguity TotalLiabiliy- Rp 7782950332448 , 1002 - 041
Total Ekuitas Rp 188.161.224.34420
Debtto Asset Total Liability - Rp 77.929.503.324.48 n. 10024 - 029

TotL Aset Rp

265.090.727.668.60

Page 8 OCR 0.939
Ringkasan Laporan Studi Kelayakan

1.

Identitas Penilai dan Laporan Studi Kelayakan

Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik (“KJPP”) Yufrizal, Deny Kamal dan Rekan
(KJPP YDR) sebagai penilai independen untuk menyusun Laporan Studi Kelayakan atas rencana
Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan.

KJPP YDR memiliki Nomor Izin Usaha 2.16.0138 dan terdaftar pada Kementerian Keuangan
Republik Indonesia serta Otoritas Jasa Keuangan Penilai yang bertanggung jawab atas laporan
tersebut adalah:

Nama : Ir. Mahrani, M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
No. Izin Penilai Publik : B-1.15.00423

No. MAPPI : 98-S-01056

No. STTD OJK (Pasar Modal) : STTD.PB-40/PM.02/2023

No. STTD OJK (IKNB) :342/PD.021/STTD-P/2025
Kualifikasi Izin : Penilai Bisnis

Laporan Studi Kelayakan diterbitkan dengan:

Nomor Laporan :00002/2.0138-00/JL/10/0370/1/11/2026
Tanggal Laporan :10 Februari 2026

. Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan

Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan pendapat kelayakan atas rencana Perseroan
melakukan Penambahan Kegiatan Usaha melalui penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
Indonesia (KBLI) pada Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, dalam kaitannya dengan kepentingan
pasar modal. Laporan ini tidak digunakan di luar konteks atau tujuan penugasan tersebut.

Studi kelayakan ini bertujuan untuk mengkaji prospek usaha Perseroan dari berbagai aspek,
yaitu:

Analisis kelayakan pasar,

Analisis kelayakan teknis,

Analisis kelayakan pola bisnis,

Analisis kelayakan model manajemen: dan
Analisis kelayakan keuangan,

yang selanjutnya menjadi dasar bagi penilai dalam memberikan pendapat atas kelayakan
rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan.

Objek Studi Kelayakan
Objek Studi Kelayakan adalah rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan berupa:

e KBLI 35132 - Penyimpanan Tenaga Listrik, berupa Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan
Listrik Umum (SPBKLU): dan

e KBLI 35133 - Pengoperasian Fasilitas atau Stasiun Pengisian Daya untuk Kendaraan
dan Peralatan Listrik, berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Tanggal Efektif Studi Kelayakan
Tanggal efektif Studi Kelayakan adalah 30 September 2025. Sesuai dengan Pasal 6 ayat (2) POJK

No. 17/POJK.04/2020, masa berlaku Studi Kelayakan adalah selama 6 (enam) bulan sejak tanggal
analisis dalam Studi Kelayakan.

Page 9 OCR 0.942
5. Asumsi dan Kondisi Pembatas

Dalam menyusun Laporan Studi Kelayakan, KJPP YDR menggunakan asumsi dan kondisi
pembatas antara lain sebagai berikut:

Laporan Studi Kelayakan bersifat non-disclaimer opinion.

Penilai mengandalkan keakuratan dan kelengkapan data yang diberikan oleh manajemen
Perseroan serta data yang tersedia untuk publik dan sumber lainnya yang dianggap relevan.
Penilai tidak melakukan audit atau verifikasi independen atas informasi yang diberikan.
Proyeksi keuangan yang digunakan telah disesuaikan sehingga mencerminkan kewajaran
dengan mempertimbangkan kemampuan pencapaiannya.

Laporan ini disusun untuk kepentingan pasar modal sesuai ketentuan yang berlaku.

Studi Kelayakan dilakukan berdasarkan POJK No. 35/POJK.04/2020, SEOJK No.
17/SEOJK.04/2020, Standar Penilaian Indonesia (SPI), dan Kode Etik Penilai Indonesia
(KEPI).

6. Pendekatan dan Metode Analisis yang Digunakan
Metodologi yang digunakan dalam Studi Kelayakan meliputi:
a. Pengumpulan Data

e Data primer melalui wawancara dan investigasi lapangan,
e Data sekunder berupa data makro ekonomi, industri, dan data pendukung lainnya.

b. Proses Analisis Kelayakan
e Analisis Kelayakan Pasar
Meliputi analisis kondisi pasar, pangsa pasar, kesinambungan usaha, potensi pasar,
pesaing usaha, dan strategi pemasaran. Berdasarkan analisis tersebut, Penambahan

Kegiatan Usaha dinilai memiliki prospek pertumbuhan yang baik dan dinyatakan layak
dari aspek pasar.

e Analisis Kelayakan Teknis
Meliputi analisis ketersediaan dan kualitas sumber daya, kesiapan operasional,
spesifikasi teknis fasilitas SPKLU dan SPBKLU, serta rencana kemitraan strategis.

Berdasarkan evaluasi tersebut, rencana Penambahan Kegiatan Usaha dinyatakan layak
secara teknis.

# Analisis Kelayakan Pola Bisnis
Meliputi analisis keunggulan kompetitif Perseroan, sinergi dengan bisnis eksisting,
kemampuan menciptakan nilai tambah, serta strategi mitigasi risiko. Berdasarkan
analisis tersebut, model bisnis dinilai berkelanjutan dan layak.

# Analisis Kelayakan Model Manajemen
Meliputi analisis ketersediaan dan kompetensi sumber daya manusia, struktur

organisasi, manajemen risiko, serta kepatuhan terhadap regulasi. Berdasarkan analisis
tersebut, aspek manajemen dinyatakan memadai dan layak.

e Analisis Kelayakan Keuangan
Page 10 OCR 0.947
Berdasarkan hasil analisis proyeksi keuangan atas Penambahan Kegiatan Usaha
diperoleh indikator sebagai berikut:

- Net Present Value (NPV): Rp357.492.074.033 (positif)
- Internal Rate of Return (IRR): 48,907Y6

-  Profitability Index (PI): 5,51

-  Payback Period: 3 Tahun 11 Bulan

Dengan NPV positif, IRR lebih besar dari tingkat diskonto yang digunakan, serta PI lebih besar
dari 1 (satu), maka Penambahan Kegiatan Usaha dinyatakan layak secara finansial.

7. Pendapat atas Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha

Berdasarkan kajian, evaluasi, Analisis kelayakan pasar, Analisis kelayakan teknis, Analisis
kelayakan pola bisnis, Analisis kelayakan model manajemen, dan Analisis kelayakan keuangan
serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat
terpenuhi, maka dapat disimpulkan bahwa rencana penambahan Kegiatan Usaha yang akan
dilaksanakan oleh Perseroan adalah layak.

Kesimpulan tersebut berlaku sepanjang tidak terdapat perubahan material terhadap asumsi-
asumsi yang digunakan dalam penyusunan Studi Kelayakan.

IV. Ketersediaan Tenaga Ahli Terkait Perubahan Kegiatan Usaha:
1. Penyesuaian Substansi Penyajian dan Pengungkapan
Berdasarkan Studi Kelayakan pada aspek Model Manajemen, Perseroan telah
memiliki sumber daya manusia yang memadai dan berpengalaman di bidang
teknologi informasi dan sistem transportasi. Penambahan kegiatan usaha KBLI
35132 (SPBKLU) dan KBLI 35133 (SPKLU) dinilai layak dari aspek organisasi dan
pengelolaan SDM, dengan pendekatan optimalisasi kapasitas internal serta
penguatan fungsi lintas unit untuk mendukung operasional kegiatan usaha baru.

2. Jumlah Tenaga Kerja, Kualifikasi, dan Struktur Organisasi

Per 30 September 2025, Perseroan memiliki 51 karyawan. Untuk mendukung
penambahan kegiatan usaha, Perseroan akan:

a. Mengalokasikan tenaga kerja internal (tenaga ahli IT, operasional, sales &
marketing, serta finance & accounting) sesuai kebutuhan dan kompleksitas
proyek,

b. Melakukan perekrutan SDM baru apabila diperlukan: dan/atau

Menggunakan dukungan tenaga ahli bersertifikasi dari pihak ketiga.

d. Struktur organisasi tetap berada di bawah pengawasan Direksi dengan

penguatan fungsi teknis operasional SPBKLU dan SPKLU, yang terintegrasi
dengan unit bisnis eksisting Perseroan.

is)

3. Pelatihan dan Sertifikasi

a. Perseroan secara berkelanjutan melaksanakan program pelatihan internal yang
terstruktur untuk meningkatkan kompetensi teknis, manajerial, dan soft skills
karyawan.

b. Dalam rangka menjalankan kegiatan usaha baru, pemenuhan kompetensi
dilakukan melalui:

e Kepemilikan sertifikasi oleh karyawan internal:
e Pelatihan tambahan sesuai kebutuhan teknis ketenagalistrikan dan
operasional SPKLU/SPBKLU: dan/atau
10
Page 11 OCR 0.931
e Dukungan tenaga ahli bersertifikasi dari pihak ketiga sesuai regulasi yang
berlaku

4. Tenaga Ahli Profesional dan Status Kepegawaian
Perseroan dapat menunjuk tenaga ahli profesional sesuai kebutuhan kegiatan usaha
baru, baik dalam status:
e# Karyawan tetap Perseroan,
e Karyawan kontrak/rekrutmen baru: maupun
e  Konsultan/tenaga ahli independen dari pihak ketiga (misalnya untuk aspek
teknis kelistrikan, sertifikasi, dan kepatuhan regulasi).

« Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan
perundang-undangan, standar keselamatan, serta efektivitas operasional
kegiatan usaha SPBKLU dan SPKLU.

V. Penjelasan, Pertimbangan, dan Alasan Dilakukannya Perubahan Kegiatan

Usaha

1. Uraian Singkat Penambahan Kegiatan Usaha
Perseroan berencana menambah kegiatan usaha melalui penambahan KBLI
35132 (Penyimpanan Tenaga Listrik - SPBKLU) dan KBLI 35133 (Pengoperasian
Fasilitas/Stasiun Pengisian Daya - SPKLU).
Penambahan ini merupakan kegiatan usaha penunjang yang masih memiliki
sinergi dengan kegiatan usaha utama Perseroan di bidang solusi sistem
transportasi berbasis IT, IoT, dan Intelligent Transport System (ITS).
Infrastruktur SPKLU dan SPBKLU akan terintegrasi dengan ekosistem
transportasi dan pelanggan eksisting Perseroan, khususnya operator
transportasi publik dan fleet management.

2. Tujuan Penambahan Kegiatan Usaha
Tujuan penambahan kegiatan usaha adalah:

»« Memperluas portofolio usaha dan menciptakan sumber pendapatan baru
(recurring revenue).

e Memperkuat posisi Perseroan sebagai penyedia solusi transportasi
terintegrasi berbasis teknologi.

e Meningkatkan daya saing melalui integrasi infrastruktur pengisian kendaraan
listrik dengan sistem manajemen armada yang telah dimiliki.

e Menciptakan keunggulan kompetitif melalui sinergi teknologi, jaringan klien
eksisting, dan pengembangan energy hub berbasis digital.

Dengan demikian, penambahan kegiatan usaha diharapkan meningkatkan nilai
tambah dan kinerja keuangan Perseroan secara berkelanjutan .

3. Kondisi Pasar Global, Domestik, dan Kebijakan Pemerintah

Secara global, tren transisi energi dan elektrifikasi sektor transportasi terus
meningkat seiring komitmen pengurangan emisi karbon.

Secara domestik, Pemerintah Indonesia menunjukkan dukungan kuat melalui:

e Peraturan Presiden No. 55 Tahun 2019 tentang percepatan kendaraan listrik
berbasis baterai:

« Permen ESDM terkait penyediaan infrastruktur pengisian kendaraan listrik:

e Insentif fiskal dan nonfiskal bagi kendaraan listrik dan industri

pendukungnya.
1

Page 12 OCR 0.936
Pertumbuhan kendaraan listrik dan dukungan regulasi tersebut menciptakan
peluang signifikan bagi pengembangan infrastruktur SPKLU dan SPBKLU,
sehingga menjadi dasar pertimbangan Perseroan dalam melakukan penambahan
kegiatan usaha.

Rencana Sumber Pendanaan dan Estimasi Kebutuhan Dana

Berdasarkan proyeksi dalam Studi Kelayakan, estimasi kebutuhan investasi
(capital expenditure) untuk penambahan kegiatan usaha sekitar Rp75,55 miliar.

Sumber pendanaan direncanakan berasal dari kombinasi kas internal dan/atau
sumber pendanaan lain yang sah sesuai ketentuan peraturan perundang-
undangan. Hasil analisis kelayakan menunjukkan proyek layak secara finansial
dengan NPV positif dan IRR di atas tingkat diskonto yang ditetapkan .

Strategi dan Rencana Bisnis serta Estimasi Pelaksanaan

Strategi Perseroan meliputi:

» Pengembangan SPBKLU dengan skema Battery as a Service (BaaS):
« Pengembangan SPKLU dengan spesifikasi DC Fast Charging:

# Sinergi dengan mitra strategis, termasuk kerja sama dengan PLN:

e Diversifikasi model pendapatan (subscription fee, surcharge fee, advertising,
data services dan lain-lain).

Estimasi pelaksanaan kegiatan usaha dimulai setelah memperoleh persetujuan
RUPSLB dan pemenuhan seluruh perizinan yang diperlukan .

. Profil Singkat Perseroan dan Kesiapan Menjalankan Usaha Baru

Secara posisi pasar, Perseroan berada pada segmen solusi transportasi digital dan
memiliki basis klien eksisting yang menjadi kekuatan strategis dalam
pengembangan infrastruktur SPKLU dan SPBKLU.

Dari sisi kapasitas dan sumber daya, Perseroan didukung manajemen
berpengalaman serta 51 karyawan per 30 September 2025, dengan kompetensi
di bidang IT, operasional, dan keuangan. Pemenuhan kebutuhan kompetensi
dilakukan melalui optimalisasi SDM internal, pelatihan berkelanjutan, serta
dukungan tenaga ahli profesional apabila diperlukan

Model bisnis Perseroan berbasis solusi terintegrasi dengan potensi pendapatan
berulang (recurring revenue). Penambahan kegiatan usaha memiliki sinergi
langsung dengan bisnis eksisting, sehingga mendukung kesiapan dan
keberlanjutan ekspansi usaha.

- Perizinan yang Dibutuhkan dan Komitmen Perseroan

Dalam rangka pengembangan SPKLU dan SPBKLU, Perseroan memerlukan
perizinan sesuai ketentuan sektor ketenagalistrikan dan perizinan berusaha
berbasis risiko, termasuk:

# Penyesuaian Anggaran Dasar (penambahan KBLI):

e Perizinan usaha ketenagalistrikan dan infrastruktur pengisian:
e Persetujuan teknis dan standar keselamatan,

e Perizinan lokasi dan kesesuaian pemanfaatan ruang.

12

Page 13 OCR 0.945
Perseroan berkomitmen untuk mengurus dan memenuhi seluruh perizinan yang
dipersyaratkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
sebelum operasional dimulai .

VI. Penjelasan Pengaruh Perubahan Kegiatan Usaha terhadap Posisi Keuangan
Perseroan

Berdasarkan Studi Kelayakan, penambahan kegiatan usaha KBLI 35132 (SPBKLU) dan
KBLI 35133 (SPKLU) memerlukan kebutuhan investasi awal (capital expenditure)
sebesar #Rp75,55 miliar, yang dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur dan
pengadaan peralatan. Selain itu, terdapat kebutuhan modal kerja yang tercermin
dalam proyeksi perubahan modal kerja bersih pada periode awal operasional.

Secara kuantitatif, berdasarkan proyeksi keuangan incremental:

e Total investasi awal tercermin pada belanja modal sebesar Rp75,55 miliar.

e Proyek menghasilkan Net Present Value (NPV) positif sebesar #Rp357,49 miliar.
e Internal Rate of Return (IRR) sebesar 48,90796, di atas tingkat diskonto 8,996.
e Payback Period sekitar 3 tahun 11 bulan

Dari sisi kinerja keuangan, setelah operasional berjalan, proyek diproyeksikan
meningkatkan pendapatan dan laba bersih secara bertahap, sehingga berdampak
positif terhadap total aset, ekuitas, dan arus kas Perseroan dalam jangka menengah
dan panjang.

VII. Hal Material Lainnya yang Berkaitan dengan Penambahan Kegiatan Usaha
1. RUPSLB dan Perubahan Anggaran Dasar

Penambahan kegiatan usaha KBLI 35132 (SPBKLU) dan KBLI 35133 (SPKLU) akan
dilakukan setelah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
(RUPSLB).

Persetujuan tersebut menjadi dasar untuk dilakukan perubahan Pasal 3 Anggaran
Dasar Perseroan terkait penambahan KBLI. Dengan demikian, RUPSLB dan Perubahan
Anggaran Dasar merupakan dua tindakan korporasi yang disajikan dan diungkapkan
secara terpisah, dimana perubahan Anggaran Dasar merupakan tindak lanjut dari
persetujuan RUPSLB.

2. Studi Kelayakan oleh Penilai Independen

Sebagai pemenuhan POJK No. 17/POJK.04/2020, Perseroan telah menunjuk Penilai
Independen, yaitu KJPP Yufrizal, Deny Kamal dan Rekan, untuk menyusun Studi
Kelayakan atas rencana penambahan kegiatan usaha.

Studi kelayakan tersebut mencakup analisis aspek pasar, teknis, pola bisnis, model
manajemen, dan keuangan. Berdasarkan hasil analisis tersebut, rencana penambahan
kegiatan usaha dinyatakan layak dengan indikator keuangan antara lain NPV positif,
IRR di atas tingkat diskonto, serta Payback Period dalam jangka waktu wajar

13
Page 14 OCR 0.955
3. Kepatuhan Regulasi

Rencana penambahan kegiatan usaha dilaksanakan dengan mengacu pada ketentuan
POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
Usaha Utama serta peraturan perundang-undangan lain yang berlaku.

Pengungkapan terkait kepatuhan regulasi telah disampaikan pada bagian awal
Keterbukaan Informasi. Selanjutnya, Perseroan berkomitmen untuk memenuhi
seluruh ketentuan regulasi yang relevan, termasuk perizinan sektor ketenagalistrikan
dan perubahan Anggaran Dasar sebelum operasional dimulai.

4. Risiko Usaha dan Langkah Mitigasi

Sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha, terdapat beberapa risiko
material sebagai berikut:

a. Risiko Regulasi
Perubahan kebijakan pemerintah, perizinan, dan standar ketenagalistrikan dapat
mempengaruhi operasional.

Mitigasi: Perseroan berkomitmen mematuhi seluruh regulasi, melakukan
koordinasi dengan regulator, serta memastikan pemenuhan standar keselamatan
dan teknis yang berlaku.

b. Risiko Teknologi dan Infrastruktur
Perkembangan teknologi pengisian cepat (ultra-fast charging), kompatibilitas
baterai, dan standar teknis dapat mempengaruhi model bisnis.

Mitigasi: Pengembangan desain modular, diversifikasi model bisnis (SPKLU dan
SPBKLU dalam satu lokasi/energy hub), serta kerja sama strategis dengan mitra
industri

c. Risiko Tingkat Utilisasi
Utilisasi SPKLU/SPBKLU dapat lebih rendah dari proyeksi apabila pertumbuhan
kendaraan listrik tidak sesuai ekspektasi.

Mitigasi: Fokus pada segmen B2B dan pelanggan eksisting (fleet dan transportasi
publik), penerapan skema subscription/BaaS, serta diversifikasi pendapatan
(advertising, data services, dll.)

d. Risiko Pengembalian Investasi
Risiko tidak tercapainya proyeksi pendapatan dan laba yang berdampak pada
pengembalian investasi.
Mitigasi: Analisis sensitivitas telah dilakukan dalam studi kelayakan, proyek
masih layak dalam batas penurunan pendapatan dan kenaikan beban tertentu,
sehingga risiko dapat dikelola secara terukur

VII. Informasi Mengenai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)

a. Pendahuluan

Sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan berupa KBLI
35132 (Penyimpanan Tenaga Listrik - SPBKLU) dan KBLI 35133 (Pengoperasian
Fasilitas/Stasiun Pengisian Daya - SPKLU), yang merupakan kegiatan usaha
penunjang sebagaimana dianalisis dalam Studi Kelayakan oleh Penilai Independen.

14
Page 15 OCR 0.937
Perseroan perlu melakukan perubahan terhadap Pasal 3 Anggaran Dasar mengenai
Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha.

Sesuai dengan ketentuan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha Utama, perubahan tersebut wajib memperoleh
persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham. Oleh karena itu, Perseroan mengajukan
permohonan persetujuan atas perubahan Anggaran Dasar melalui Rapat Umum
Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

b. Dasar Pelaksanaan RUPSLB
Pelaksanaan RUPSLB mengacu pada:
@e Anggaran Dasar Perseroan,

e POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
Usaha Utama,

e POJK No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan RUPS
Perusahaan Terbuka,

» POJK No. 14 Tahun 2025 tentang Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham,
Rapat Umum Pemegang Obligasi, Dan Rapat Umum Pemegang Sukuk Secara
Elektronik, Serta

e Peraturan perundang-undangan lain yang berlaku di bidang pasar modal dan
perseroan terbatas.

c. Jadwal Pelaksanaan RUPSLB

Rencana jadwal pelaksanaan RUPSLB disajikan dalam tabel berikut:
No Kegiatan Tanggal
if Pengumuman RUPSLB 08 Januari 2026

Keterbukaan Informasi atas rencana penambahan

2 kegiatan usaha 08 Januari 2026
3 Recording Date RUPSLB 22 Januari 2026
4 Pemanggilan RUPSLB 23 Januari 2026
5) Pelaksanaan RUPSLB 18 Februari 2026
6 Ringkasan Risalah RUPSLB 20 Februari 2026
7 Risalah RUPSLB 22 Maret 2026

d. Kourum Kehadiran dan Pengambilan Keputusan

Kuorum kehadiran dan kuorum pengambilan keputusan dalam RUPSLB mengacu
pada POJK No. 15/POJK.04/2020 dan Anggaran Dasar Perseroan, sebagai berikut:

e Kuorum Kehadiran

Untuk perubahan anggaran dasar sehubungan dengan untuk penambahan kegiatan
usaha, RUPSLB sah apabila dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili lebih dari
2/3 (dua pertiga) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah.

» Kuorum Pengambilan Keputusan

Untuk perubahan anggaran dasar sehubungan dengan untuk penambahan kegiatan
usaha, keputusan RUPSLB sah apabila disetujui oleh lebih dari 2/3 (dua pertiga)
bagian dari seluruh saham dengan hak suara yang hadir dalam RUPSLB.

15

Page 16 OCR 0.950
Dalam hal kuorum kehadiran tidak tercapai, maka:

e Dapat dilakukan RUPS kedua sesuai ketentuan POJK dan Anggaran Dasar
Perseroan,

e Apabila pada RUPS kedua masih tidak tercapai kuorum, maka dapat dilakukan
RUPS ketiga sesuai ketentuan yang berlaku.

IX. Informasi Tambahan

Bagi Pemegang Saham yang memerlukan informasi lebih lanjut sehubungan dengan
Keterbukaan Informasi ini, dapat menghubungi pihak yang ditunjuk oleh Perseroan, yaitu:

Wendy Jolanda Waas (Corporate Secretary)
PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk

Kantor Pusat

Gedung TKDN, Tbk

Jl. Sunter Muara No. 8A

Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok

Kota Administrasi Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta 14350

Telp. : 021 38889045
Website : www.tkdn.co.id
Email : corporate.secretary @tkdn.co.id

X. Ketentuan Apabila Tidak Memperoleh Persetujuan RUPS

Sesuai dengan Pasal 26 POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha Utama, dalam hal perubahan Kegiatan Usaha tidak
memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), maka rencana
perubahan Kegiatan Usaha tersebut baru dapat dimintakan persetujuan kembali melalui
RUPS paling singkat 12 (dua belas) bulan setelah pelaksanaan RUPS yang tidak menyetujui
perubahan Kegiatan Usaha dimaksud.

Demikian Keterbukaan Informasi ini Perseroan sampaikan.

Jakarta, 12 Februari 2026
PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk

Rudy Budiman Setiawan
Direktur

16

File

File Open PDF
Source IDX
Size6.36 MB
Published12 Feb 2026
Pages16
Characters34,703
Text sourceOCR
OCR confidence0.866

Names mentioned 18 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org TEKNOLOGI KARYA DIGITAL NUSA Tbk. p.1 ×18
linked org Daya Kemilau p.3
linked person David Santoso p.3 ×3
linked person Rudy Budiman Setiawan · Direktur p.4 ×2
linked person Noerman Taufik p.4
possible org OTORITAS JASA KEUANGAN p.1 ×2
unresolved org Pusat Statistik p.2
unresolved org PT Yknokai Kaya Dp Musa To Kompos p.3
unresolved org PT Daya Kemilau Nusantara Investama p.3
unresolved org PT Digitat Niaga Kapital Publik p.4
unresolved person Drs. Thomson E Batubara p.4
unresolved org PT Teknologi Karya Digital Nusa Financial Statement p.5 ×2
unresolved — Identit · Penilai p.8
unresolved org Deny Kamal dan Rekan p.8 ×2
unresolved org KJPP YDR p.8 ×3
unresolved org Kementerian Keuangan Republik Indonesia p.8
unresolved person Ir. Mahrani p.8 ×2
unresolved org KJPP Yufrizal p.13

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result