Back to announcement
LK PT Satria Mega Kencana 31 Des 2025.pdf
Financial statement Text extracted SOTSSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 76
Page 1
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk & ENTITAS ANAK
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
31 Desember 2025 dan 2024
Beserta
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
Page 2
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
DAFTAR ISI
HALAMAN
SURAT PERNYATAAN DIREKSI
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
- LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASI 1-3
- LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN 4-5
- LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASI 6
- LAPORAN ARUS KAS KONSOLISASIAN 7
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 8 - 63
Lampiran
- Laporan Keuangan Entitas Induk
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2025 2024
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas 4 5.257.129.310 5.722.483.612
Piutang Usaha - Pihak Ketiga - Bersih 5 534.480.314 595.988.398
Piutang Lain-lain
- Pihak Ketiga 6 108.393.374 54.224.551
- Pihak Berelasi 6,12b 2.970.000 -
Persediaan 7 462.009.136 433.086.354
Perlengkapan 8 1.737.354.207 1.632.681.211
Pajak Dibayar Dimuka 16a 4.833.757.189 4.805.481.987
Uang Muka dan Biaya Dibayar di Muka 9 706.516.501 832.486.351
Jumlah Aset Lancar 13.642.610.031 14.076.432.464
ASET TIDAK LANCAR
Biaya Dibayar Dimuka 9 - 2.187.903
Aset Tetap 10 398.279.049.950 403.844.523.031
Aset Pajak Tangguhan 16d 2.080.369.512 2.019.269.217
Aset Lain-lain 11,12c 1.200.000.000 1.200.000.000
Jumlah Aset Tidak lancar 401.559.419.462 407.065.980.151
JUMLAH ASET 415.202.029.493 421.142.412.615
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
3
Page 9
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2025 2024
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Usaha - Pihak Ketiga 13 328.789.289 483.004.068
Utang Lain-lain
- Pihak ketiga 14 142.261.465 158.728.407
- Pihak berelasi 12c 10.638.397.670 1.300.031.000
Utang Pajak 16b 719.052.724 721.730.974
Beban Akrual 15 1.822.531.541 2.277.327.155
Jaminan Pelanggan 20 400.525.986 256.763.744
Liabilitas Jangka Panjang - Bagian yang
Jatuh Tempo dalam Waktu Satu Tahun
- Utang Bank 17 10.116.517.299 8.905.873.087
- Liabilitas Sewa Pembiayaan 18 21.980.000 65.940.000
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 24.190.055.974 14.169.398.435
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang Pihak Berelasi 12c,14 116.830.124.956 107.095.747.230
Liabilitas Jangka Panjang - Setelah Dikurangi
Bagian yang Jatuh Tempo Dalam Waktu
Satu Tahun
- Utang Bank 17 39.564.927.798 49.681.445.097
- Liabilitas Sewa Pembiayaan 18 - 21.980.000
Liabililtas Imbalan Pasca Kerja 19 1.760.091.605 1.559.685.070
Liabilitas Pajak Tangguhan 53.577.599.558 53.626.451.774
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 211.732.743.917 211.985.309.171
JUMLAH LIABILITAS 235.922.799.891 226.154.707.606
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
2
Page 10
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2025 2024
EKUITAS
Modal saham
Modal Dasar - 2.400.000.000 saham
dengan nilai nominal Rp 100 per saham
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
1.000.003.979 lembar saham
pada tahun 2025 dan 2024 21 100.000.397.900 100.000.397.900
Tambahan Modal Disetor 22 14.491.453.870 14.491.453.870
Surplus Revaluasi Aset Tetap 183.875.074.658 183.875.074.658
Komponen Ekuitas Lainnya 1.625.023.528 1.630.418.401
Saldo Laba (Rugi) (130.374.575.393) (114.862.484.236)
Jumlah Ekuitas yang Dapat
Diatribusikan kepada Pemilik Induk 169.617.374.563 185.134.860.593
Kepentingan Non-Pengendali 23 9.661.855.039 9.852.844.416
Jumlah Ekuitas 179.279.229.602 194.987.705.009
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 415.202.029.493 421.142.412.615
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
3
Page 11
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2025 2024
PENDAPATAN USAHA 24 20.728.192.009 22.552.571.484
BEBAN POKOK PENDAPATAN 25 (7.795.686.930) (8.204.582.156)
LABA BRUTO 12.932.505.079 14.347.989.328
BEBAN USAHA
Beban Penjualan 26 (1.253.077.990) (1.310.457.522)
Beban Umum dan Administrasi 27 (22.502.758.792) (21.792.526.488)
Jumlah Beban Usaha (23.755.836.782) (23.102.984.010)
RUGI USAHA (10.823.331.703) (8.754.994.682)
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Penghasilan Keuangan 39.839.300 142.040.718
Beban Keuangan 28 (5.479.468.726) (6.490.911.929)
Beban Pajak (38.646.390) (1.089.019.373)
Penyisihan Penurunan Nilai Piutang Usaha -
Pihak Ketiga (2.652.608) 1.156.487
Laba (Rugi) Penjualan Aset Tetap 10 191.351.352 21.793.694
Lain-lain - Bersih 701.521.009 15.409.928
Beban lain-lain, Bersih (4.588.056.063) (7.399.530.475)
RUGI SEBELUM
PAJAK PENGHASILAN (15.411.387.766) (16.154.525.157)
BEBAN (MANFAAT)
PAJAK PENGHASILAN
Pajak Kini 16c 324.191.177 478.471.358
Penyesuaian Tahun Lalu - (1.963.745)
Pajak Tangguhan (108.622.688) (17.297.482)
Pajak Final - -
Beban Pajak Penghasilan - Bersih 215.568.489 459.210.131
RUGI TAHUN BERJALAN (15.626.956.255) (16.613.735.288)
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
4
Page 12
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2025 2024
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos-pos yang Tidak Akan
Direklasifikasi ke Laba Rugi
Pengukuran Kembali Liabilitas Imbalan Kerja (6.044.650) 88.988.061
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan Terkait 1.329.823 (19.577.373)
Penghasilan Komprehensif Lain Tahun Berjalan (4.714.827) 69.410.688
JUMLAH RUGI KOMPREHENSIF (15.631.671.082) (16.544.324.600)
RUGI TAHUN BERJALAN YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk (15.435.286.832) (16.459.368.951)
Kepentingan Non-Pengendali 23 (191.669.423) (154.366.337)
(15.626.956.255) (16.613.735.288)
RUGI KOMPREHENSIF YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk (15.440.681.706) (16.390.053.767)
Kepentingan Non-Pengendali 23 (190.989.376) (154.270.833)
(15.631.671.082) (16.544.324.600)
RUGI PER SAHAM DASAR 33 (15,63) (16,61)
RUGI PER SAHAM DILUSIAN (19,53) (20,77)
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
5
Page 13
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Surplus
Tambahan Revaluasi Komponen Saldo Kepentingan
Catatan Modal Saham Modal Disetor Aset Tetap Ekuitas Lainnya Laba (Rugi) Jumlah Non-Pengendali Jumlah Ekuitas
Saldo per 1 Januari 2024 21 100.000.397.900 14.491.453.870 183.875.074.658 1.561.103.217 (98.403.115.285) 201.524.914.360 10.007.115.249 211.532.029.609
Rugi Tahun Berjalan - - - - (16.459.368.951) (16.459.368.951) (154.366.337) (16.613.735.288)
Penyesuaian - - - - - - - -
Pengukuran Kembali Liabilitas
Imbalan Kerja, Setelah Pajak - 69.315.184 - 69.315.184 95.504 69.410.688
Saldo per 31 Desember 2024 100.000.397.900 14.491.453.870 183.875.074.658 1.630.418.401 (114.862.484.236) 185.134.860.593 9.852.844.416 194.987.705.009
Rugi Tahun Berjalan - - - - (15.435.286.832) (15.435.286.832) (191.669.423) (15.626.956.255)
Penyesuaian - - - - (76.804.325) (76.804.325) - (76.804.325)
Setoran modal - - - - - - - -
Pengukuran Kembali Liabilitas
Imbalan Kerja, Setelah Pajak - - (5.394.873) - (5.394.873) 680.046 (4.714.827)
Saldo per 31 Desember 2025 100.000.397.900 14.491.453.870 183.875.074.658 1.625.023.528 (130.374.575.393) 169.617.374.563 9.661.855.039 179.279.229.602
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
6
Page 14
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2025 2024
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Kas yang Diperoleh dari Pelanggan 21.229.166.789 21.907.436.300
Kas yang Dibayarkan kepada Pemasok (8.295.431.674) (10.458.513.357)
Kas yang Dibayarkan kepada Karyawan (11.230.549.410) (10.607.868.661)
Kas yang dihasilkan dari operasi 1.703.185.705 841.054.282
Penerimaan (pembayaran) pajak (274.655.736) (243.803.454)
Penerimaan Bunga 25.204.277 158.194.647
Penerimaan (Pengeluaran) Kas Lainnya (6.078.331.372) (4.990.596.537)
Kas Bersih Digunakan untuk
Aktivitas Operasi (4.624.597.126) (4.235.151.062)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap (627.713.833) (984.573.625)
Aset tetap dalam pembangunan (352.237.274) (98.000.001)
Penerimaan Penjualan aset tetap 191.351.352 21.793.694
Kas Bersih Digunakan untuk
Aktivitas Investasi (788.599.755) (1.060.779.932)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran Utang Bank 17 (9.000.000.000) (7.800.000.000)
Peningkatan (Penurunan) Utang Lain-lain
- Pihak Berelasi 19.549.744.395 11.377.822.062
Pembayaran Liabilitas Sewa Pembiayaan (65.940.000) (65.940.000)
(Peningkatan) Penurunan Piutang Lain-lain
- Pihak Berelasi (155.970.000) 2.008.239.877
Pembayaran Bunga (5.379.991.816) (6.389.612.853)
Kas Bersih Diperoleh Dari
Aktivitas Pendanaan 4.947.842.579 (869.490.914)
KENAIKAN (PENURUNAN)
BERSIH KAS DAN SETARA KAS (465.354.302) (6.165.421.908)
KAS DAN SETARA KAS, AWAL TAHUN 5.722.483.612 11.887.905.520
KAS DAN SETARA KAS, AKHIR TAHUN 2f,4 5.257.129.310 5.722.483.612
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
7
Page 15
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a. Pendirian dan Informasi Umum
PT Satria Mega Kencana Tbk ("Perusahaan") didirikan berdasarkan Akta Notaris Ilmiawan Dekrit
Supatmo, SH No.62 tanggal 16 Juni 2004. Anggaran Dasar Perusahaan telah disahkan oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.C-
10271HT.01.01.TH.2005 tanggal 14 April 2005. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami
beberapa kali perubahan. Perubahan terakhir dilakukan berdasarkan Akta Notaris No.167 tanggal 20
November 2024 oleh Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., sehubungan dengan hasil dari Rapat
Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”), antara lain tentang persetujuan pengeluaran
saham dalam simpanan/portepel Perseroan dan menawarkan/menjual saham baru yang akan
dikeluarkan dari portepel tersebut melalui Penawaran Umum kepada masyarakat. Perubahan ini telah
diterima dan dicatat oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
No.AHU-AH.01.09-0285089 tertanggal 6 Desember 2024.
Pada tanggal 7 Juni 2023, terdapat perubahan dalam Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, di mana
kegiatan usaha Perusahaan meliputi bidang real estate yang di miliki sendiri atau di sewa; kawasan
pariwisata; kawasan industri; real estate atas dasar balas jasa (fee ) atau kontrak; dan aktivitas
perusahaan holding , dan perubahan dalam Pasal 17 ayat 5 Anggaran Dasar Perusahaan mengenai
pengumuman laporan keuangan Perusahaan sebagaimana di muat dalam Akta No.75 tanggal 7 Juni
2023. Perubahan dan penyesuaian tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-
0036710.AH.01.02.TAHUN 2023 tanggal 27 Juni 2023.
Pada saat ini, Perusahaan melakukan kegiatan berupa real estate dan kawasan pariwisata yang juga
melakukan investasi saham pada Entitas Anak.
Kantor pusat Perusahaan terletak di Jl. Panglima Polim Raya No.28, Kelurahan Pulo, Kecamatan
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Perusahaan mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 2013.
Pemegang saham pengendali Perusahaan adalah Herman Herry Adranacus.
b. Penawaran Umum
Pada tanggal 23 Agustus 2018, melalui Surat Pengantar Pernyataan Pendaftaran No.097/SMK-
DIR/VII/2018 serta perubahan terakhir yang disampaikan melalui Surat No. 160/SMK-DIR/XI/2018
tanggal 28 November 2018, Perusahaan telah menawarkan sahamnya kepada masyarakat melalui
pasar modal sejumlah 400.000.000 saham dengan nilai nominal Rp100 per saham dengan harga
penawaran Rp165 per saham. Pada tanggal 30 November 2018, berdasarkan Surat Otoritas Jasa
Keuangan No.S-171/D.04/2018, Perusahaan telah memperoleh Surat Pemberitahuan Efektif
Pernyataan Pendaftaran. Selisih lebih jumlah yang diterima dari pengeluaran saham terhadap nilai
nominalnya sebesar Rp21.299.134.834 di catat dalam akun “Tambahan Modal Disetor” setelah
dikurangi biaya emisi saham sebesar Rp4.700.865.166 (catatan 22). Pada tanggal 10 Desember
2018, seluruh saham Perseroan telah tercatat pada Bursa Efek Indonesia.
8
Page 16
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
b. Penawaran Umum (lanjutan)
Pada tanggal 10 Desember 2018, Perusahaan menerbitkan Waran Seri I sebanyak-banyaknya
200.000.000 yang diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat yang membeli saham baru dalam
Penawaran Umum, dan waran ini dapat dialihkan dan/atau diperjualbelikan secara terpisah dari
saham baru tersebut. Rincian waran seri I yang sudah dikonversi sejak tahun 2019 sampai dengan
per 31 Desember 2023 dengan mengisi tabel sebagai berikut:
Harga Jumlah (Rp) (lembar
Tanggal Nilai Nominal Pelaksanaan saham x harga
Nama Waran Konversi Lembar Saham (Rp) (Rp) pelaksanaan)
Waran Seri I 11-07-2019 5 100 600 3.000
Waran Seri I 04-11-2020 10 100 600 6.000
Waran Seri I 11-02-2021 50 100 600 30.000
Waran Seri I 05-07-2021 10 100 600 6.000
Waran Seri I 30-11-2023 4 100 600 2.400
Waran Seri I 06-12-2023 800 100 600 480.000
Waran Seri I 07-12-2023 3100 100 600 1.860.000
Jumlah 3979 2.387.400
Untuk waran yang belum diterbitkan sampai dengan batas waktu tanggal peralihan (7 Desember
2023) dengan jumlah 199.996.021 lembar waran tidak dilakukan konversi.
c. Entitas Anak
Pertanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Perusahaan memiliki kepemilikan pada Entitas Anak berikut
ini:
Persentase Tahun
kepemilikan operasi
Entitas anak Kedudukan Jenis Usaha efektif komersial Jumlah aset sebelum eleminasi
31 Desember 31 Desember
2025 2024
Kepemilikan langsung oleh Perusahaan Rp. 000 Rp. 000
PT Tanjung Karoso Permai Jakarta Belum beroperasi 90,00 - 136.657.582 136.671.311
("TKP")
PT Dwimukti Mitra Wisata Jakarta Perhotelan 99,00 2013 13.649.028 15.926.354
("DMW")
i. Pendirian Entitas Anak
Pada tanggal 14 Desember 2012, Perusahaan dan Vonny Kristiani mendirikan PT Tanjung
Karoso Permai ("TKP") dengan kepemilikan saham masing-masing sebesar 90% dan 10%
saham.
ii. Pembelian Saham Entitas Anak
Pada tanggal 31 Januari 2013, Perusahaan membeli saham PT Dwimukti Mitra Wisata ("DMW")
dari Yudi Adranacus dan Herman Herry Adranacus masing-masing sebanyak 50 lembar saham
(atau sebesar 1% kepemilikan dalam DMW) dan 2.450 lembar saham (atau sebesar 49%
kepemilikan dalam DMW) sehingga kepemilikan saham Perusahaan setelah pembelian tersebut
adalah sebesar 50% dan sisanya dimiliki oleh Herman Herry Adranacus dan Vonny Kristiani
masing-masing sebesar 25%. Nilai buku aset bersih entitas anak pada saat pembelian adalah
sebesar Rp5.000.000.000 dan tidak ada Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas
Sepengendali yang dicatat terkait transaksi pembelian ini.
9
Page 17
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
c. Entitas Anak
ii. Pembelian Saham Entitas Anak (lanjutan)
Pada tanggal 29 Maret 2018, Perusahaan membeli 49% kepemilikan saham dalam DMW dari
Herman Herry Adranacus dan Vonny Kristiani masing-masing sebesar 1.250 lembar saham (atau
sebesar 25% kepemilikan dalam DMW) dan 1.200 lembar saham (atau sebesar 24% kepemilikan
dalam DMW) dengan harga beli Rp1.000.000 per lembar saham dengan total sebesar
Rp2.450.000.000. Setelah pembelian saham tersebut, kepemilikan saham Perusahaan adalah
99% dan sisanya dimiliki oleh Vonny Kristiani sebesar 1%. Atas pembelian ini, timbul selisih
antara nilai perolehan investasi dengan proporsi nilai buku aset bersih entitas anak sebesar
Rp6.809.670.464 yang dicatat sebagai Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas
Sepengendali dalam akun Tambahan Modal Disetor dalam bagian Ekuitas pada Laporan Posisi
Keuangan Konsolidasian per 31 Desember 2025 (catatan 22).
d. Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan
Susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
adalah sebagai berikut:
2025 2024
Dewan Komisaris
Komisaris Utama Stevano Rizki Adranacus Stevano Rizki Adranacus
Komisaris Independen Husni Heron Husni Heron
Direksi
Direktur Utama Floreta Tane Martinelly
Direktur Sorta Delima Rosida Floreta Tane
Elisabeth Cesilia Purba
Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 20 November 2024, para pemegang saham
menyetujui pengangkatan kembali Floreta Tane selaku Direktur Utama dan Sorta Delima Rosida
Elisabeth Cesilia selaku Direktur Perusahaan terhitung sejak ditutupnya rapat. Perubahan ini
diaktakan dengan akta notaris Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum, M.Kn. No.167 tanggal 20 November
2024 dan telah dicatatkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
berdasarkan Surat No.AHU-AH.01.09-0285089 tanggal 6 Desember 2024.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, susunan Komite Audit Perusahaan adalah sebagai
berikut:
2025 2024
Ketua Husni Heron Husni Heron
Anggota Maskanah Maskanah
Aryo Kusumo Wibowo Aryo Kusumo Wibowo
Sekretaris Perusahaan Margaretha R.W. Tanaji Margaretha R.W. Tanaji
Kepala Audit Internal Anne Rahardja Anne Rahardja
Pada tanggal 28 Agustus 2024 terdapat perubahan jabatan Sekretaris Perusahaan, berdasarkan
surat keputusan Direksi Perusahaan No.126/SMK-Dir/SK/VIII/2024 tentang pengangkatan sekretaris
Perusahaan, mengangkat Margaretha R.W. Tanaji sebagai Sekretaris Perusahaan menggantikan
Yovita. Pengangkatan Sekretaris Perusahaan tersebut telah disampaikan kepada Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) melalui surat No.Ref.:126/SMK-Dir/SK/VIII/2024.
10
Page 18
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
d. Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan (lanjutan)
Jumlah remunerasi yang diterima oleh Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan dan Entitas Anak
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing sebesar
Rp1.460.537.700 dan Rp2.255.668.100.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Perusahaan dan Entitas Anak mempekerjakan masing-
masing 11 karyawan tetap.
e. Izin Usaha Kawasan Industri
Pada tanggal 31 Desember 2020 Perusahaan memiliki Izin Usaha Kawasan Industri yang berlokasi di
jalan Panglima Polim Raya No.28 Kelurahan Pulo Kecamatan Kebayoran Baru Jakarta Selatan
dengan luas lahan 246 m2. Adapun rencana kegiatan adalah untuk Real Estate atas dasar balas jasa
(fee ) atau kontrak, kawasan pariwisata dan kawasan industri.
f. Penyelesaian Laporan Keuangan Konsolidasian
Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
yang telah diselesaikan dan diotorisasi untuk diterbitkan pada tanggal 06 Februari 2026.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
a. Dasar Penyusunan laporan keuangan konsolidasian
Laporan Keuangan Konsolidasian Perusahaan disusun dan disajikan sesuai Standar Akuntansi
Keuangan di Indonesia, yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan
Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi
Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia dan Peraturan No.VIII.G7 Lampiran Keputusan Ketua OJK
No.KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 yang terdapat di dalam Peraturan dan Pedoman
Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan
(OJK).
Laporan Keuangan Konsolidasian Perusahaan disajikan berdasarkan konsep Biaya Perolehan
(Historical Cost ), kecuali beberapa akun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana dijelaskan dalam
masing-masing Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian.
Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia mengharuskan penggunaan estimasi dan asumsi. Hal tersebut juga mengharuskan
manajemen untuk membuat pertimbangan dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan
dan Entitas Anak. Area yang kompleks atau memerlukan tingkat pertimbangan yang lebih tinggi atau
area dimana asumsi dan estimasi dapat berdampak signifikan terhadap Laporan Keuangan
Konsolidasian diungkapkan di Catatan 3.
Laporan Keuangan Konsolidasian disusun dengan menggunakan dasar Akrual (Accrual basis ),
kecuali Laporan Arus Kas Konsolidasian. Laporan Arus Kas Konsolidasian disajikan dengan
menggunakan metode Langsung (Direct method ) dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas
operasi, investasi dan pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian adalah
Rupiah yang juga merupakan mata uang fungsional Perusahaan dan Entitas Anak.
11
Page 19
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
b. Perubahan atas Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi Standar
Akuntansi Keuangan (“ISAK”)
Standar baru, revisi dan interpretasi yang telah diterbitkan, dan yang berlaku efektif untuk tahun buku
yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2025 namun tidak berdampak material terhadap
laporan keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut:
• Amendemen PSAK 221 “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing” tentang Kekurangan
Ketertukaran.
• PSAK 117 “Kontrak Asuransi”.
Implementasi dari standar-standar tersebut tidak menghasilkan perubahan kebijakan akuntansi
Perusahaan dan tidak memiliki dampak terhadap jumlah yang dilaporkan di tahun berjalan atau tahun
sebelumnya.
Standar baru dan revisi yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif pada tahun berjalan
adalah sebagai berikut:
Efektif 1 Januari 2026
• Amendemen PSAK 109 “Instrumen Keuangan” terkait Penghentian Pengakuan Liabilitas
Keuangan, serta Mengklarifikasi Penilaian Karakteristik Arus Kas untuk Aset Keuangan dengan
fitur ESG-linked , Aset Keuangan dengan Fitur non-resources dan Instrumen yang Terikat Secara
Kontraktual seperti Tranche .
• PSAK 107 “Instrumen Keuangan: Pengungkapan tentang Klasifikasi dan Pengukuran Instrumen
Keuangan” terkait Persyaratan Pengungkapan Investasi pada Instrumen Ekuitas yang Diukur pada
Nilai Wajar Melalui Penghasilan Komprehensif Lain dan Menambah Ketentuan terkait Instrumen
Keuangan dengan Persyaratan Kontraktual yang Mengubah Waktu atau Jumlah Arus Kas
Kontraktual.
Efektif 1 Januari 2027
• PSAK 118 “Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan” merujuk pada pengaturan
dalam IFRS 18 “Presentation and Disclosure in Financial Statements ”, kecuali:
1. PSAK 118 paragraf 02a tentang ruang lingkup menambahkan pengaturan bahwa PSAK 118
tidak berlaku untuk entitas syariah karena penyajian laporan keuangan syariah diatur dalam
PSAK 401 “Penyajian Laporan Keuangan Syariah”.
2. PSAK 118 Lampiran A tentang definisi Standar Akuntansi Keuangan Indonesia dengan
mengakomodir peran Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (“IAI”)
dan Dewan Standar Akuntansi Syariah IAI sebagai penyusun Standar Akuntansi Keuangan,
serta regulator pasar modal untuk entitas yang berada di bawah pengawasannya.
• Penyesuaian tahunan PSAK 107 “Instrumen Keuangan: Pengungkapan tentang Klasifikasi dan
Pengukuran Instrumen Keuangan”, PSAK 109 “Instrumen Keuangan” dan PSAK 207 ”Laporan
Arus Kas”.
Pada saat tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini, manajemen sedang mempelajari
dampak yang mungkin timbul dari penerapan standar baru dan revisi tersebut serta pengaruhnya
pada laporan keuangan konsolidasian Perusahaan.
12
Page 20
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
c. Prinsip-prinsip konsolidasian
(i) Entitas anak
Entitas anak adalah seluruh entitas (termasuk entitas terstruktur) dimana Grup memiliki
pengendalian. Grup mengendalikan entitas lain ketika Grup terekspos atas, atau memiliki hak
untuk, pengembalian yang bervariasi dari keterlibatannya dengan entitas dan memiliki
kemampuan untuk mempengaruhi pengembalian tersebut melalui kekuasaannya atas entitas
tersebut. Entitas anak dikonsolidasikan secara penuh sejak tanggal dimana pengendalian
dialihkan kepada Grup. Entitas anak tidak dikonsolidasikan lagi sejak tanggal dimana Grup
kehilangan pengendalian.
Transaksi, saldo dan keuntungan antar entitas Grup yang belum direalisasi telah dieliminasi.
Kerugian yang belum direalisasi juga dieliminasi. Jika diperlukan, nilai yang dilaporkan oleh
entitas anak telah diubah untuk menyesuaikan dengan kebijakan akuntansi yang diadopsi oleh
Grup.
Transaksi kombinasi bisnis antara entitas sepengendali dicatat berdasarkan PSAK 338
“Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali” dimana selisih harga perolehan yang dibayar dengan
nilai tercatat aset neto yang diperoleh dicatat sebagai bagian akun tambahan modal disetor di
ekuitas.
Berdasarkan PSAK 338 tersebut, unsur-unsur laporan keuangan konsolidasian dari entitas yang
bergabung, untuk periode terjadinya kombinasi bisnis entitas sepengendali dan untuk periode
komparatif, disajikan sedemikian rupa seolah-olah penggabungan tersebut telah terjadi sejak
awal periode entitas yang bergabung berada dalam sepengendalian.
(ii) Entitas asosiasi
Entitas asosiasi adalah seluruh entitas dimana Grup memiliki pengaruh signifikan namun bukan
pengendalian, biasanya melalui kepemilikan hak suara antara 20% dan 50%. Investasi pada
entitas asosiasi dicatat dengan metode ekuitas (lihat poin (iii) di bawah), setelah pada awalnya
diakui pada nilai perolehan.
Nilai perolehan diukur pada nilai wajar aset yang dialihkan, kepemilikan ekuitas yang diterbitkan,
atau liabilitas yang diakui pada tanggal transaksi, termasuk biaya transaksi yang dapat
diatribusikan secara langsung dengan perolehan. Goodwill pada entitas asosiasi merupakan
selisih lebih dari nilai perolehan entitas asosiasi atas bagian Grup atas nilai wajar aset neto
teridentifikasi entitas asosiasi dan dimasukkan dalam nilai tercatat investasi. Jika bagian Grup
atas nilai wajar aset neto teridentifikasi entitas asosiasi melebihi nilai perolehannya dalam kasus
pembelian diskon, selisih tersebut diakui pada laba rugi.
(iii) Pengaturan bersama
Menurut PSAK 111, pengaturan bersama diklasifikasikan sebagai operasi bersama atau ventura
bersama bergantung pada hak dan kewajiban kontraktual para investor bukan struktur hukum
dari pengaturan bersama. Grup telah menilai sifat dari pengaturan bersama dan menentukan
pengaturan tersebut sebagai ventura bersama. Ventura bersama dicatat menggunakan metode
ekuitas, setelah pada awalnya diakui sebagai biaya pada laporan posisi keuangan
konsolidasian.
13
Page 21
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
c. Prinsip-prinsip konsolidasian (lanjutan)
(iv) Metode ekuitas
Pada metode ekuitas, investasi pada awalnya dicatat pada biaya perolehan dan selanjutnya
disesuaikan untuk mengakui bagian investor atas laba rugi pasca akuisisi dari investee pada
laba rugi dan bagiannya dalam pergerakan penghasilan komprehensif lainnya dari investee
pada penghasilan komprehensif lainnya.
Keuntungan yang belum terealisasi atas transaksi antara Grup dengan entitas asosiasi atau
ventura bersama dieliminasi sebesar kepentingan Grup dalam entitas-entitas tersebut. Kerugian
yang belum direalisasi juga dieliminasi kecuali transaksi tersebut memberikan bukti penurunan
nilai atas aset yang dialihkan. Kebijakan akuntansi entitas asosiasi atau ventura bersama telah
diubah jika diperlukan untuk memastikan konsistensi dengan kebijakan yang diterapkan oleh
Grup.
Jika bagian Grup atas kerugian entitas asosiasi atau ventura bersama sama dengan atau
melebihi kepentingannya pada entitas asosiasi atau ventura bersama, termasuk piutang tanpa
agunan, Grup menghentikan pengakuan bagian kerugiannya, kecuali Grup memiliki kewajiban
atau melakukan pembayaran atas nama entitas asosiasi atau ventura bersama.
Pada setiap tanggal pelaporan, Grup menentukan apakah terdapat bukti objektif bahwa telah
terjadi penurunan nilai atas investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama. Jika demikian,
maka nilai tercatat dari investasi yang dicatat dengan akuntansi ekuitas diuji untuk penurunan
nilai sesuai dengan kebijakan yang dijelaskan pada Catatan 2m.
d. Penjabaran mata uang asing
(i) Mata uang fungsional dan penyajian
Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam Rupiah yang merupakan mata uang
fungsional Perusahaan dan mata uang penyajian Grup. Akun-akun yang tercakup dalam laporan
keuangan konsolidasian setiap entitas anak di dalam Grup diukur menggunakan mata uang dari
lingkungan ekonomi utama dimana entitas tersebut beroperasi (“mata uang fungsional”).
Selisih yang timbul dari penjabaran laporan keuangan konsolidasian entitas anak Grup tersebut
ke dalam Rupiah disajikan dalam akun “Penghasilan komprehensif lainnya” pada ekuitas dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian.
(ii) Transaksi dan saldo
Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan menjadi mata uang fungsional menggunakan kurs
yang berlaku pada tanggal transaksi.
Pada setiap tanggal pelaporan, setiap aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing
dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah disesuaikan untuk mencerminkan kurs penutup.
Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul dari penyelesaian transaksi dalam mata uang
asing dan dari penjabaran aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing menggunakan
kurs yang berlaku pada akhir periode pelaporan diakui di dalam laba rugi.
Kurs Dolar Amerika Serikat (Dolar AS atau AS$) terhadap Rupiah berdasarkan kurs tengah yang
diterbitkan oleh bank Indonesia pada tanggal 31 Desember 2025 dalam nilai penuh adalah
Rp16.782 (31 Desember 2024: Rp16.162).
14
Page 22
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
e. Transaksi dengan Pihak Berelasi
Perusahaan mempunyai transaksi dengan pihak berelasi. Definisi pihak berelasi sesuai dengan yang
diatur dalam PSAK 224, "Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi".
Seluruh transaksi yang material dengan pihak berelasi telah diungkapkan dalam catatan atas laporan
keuangan konsolidasian.
f. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas termasuk kas, bank dan deposito berjangka yang jatuh tempo dalam jangka waktu
tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak digunakan sebagai jaminan atau tidak
dibatasi penggunaannya.
Bank dan deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya disajikan pada akun “kas yang dibatasi
penggunaannya” dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
g. Piutang Usaha dan Piutang Lain-lain
Piutang usaha adalah jumlah tagihan dari pelanggan untuk barang yang dijual atau jasa yang
diberikan dalam transaksi bisnis pada umumnya. Piutang lain-lain adalah jumlah tagihan dari pihak
ketiga atau pihak yang berelasi di luar kegiatan usaha. Jika pembayaran piutang diharapkan selesai
dalam satu tahun atau kurang (atau dalam siklus normal operasi dari bisnis jika lebih lama), piutang
tersebut dikelompokkan sebagai aset lancar. Jika tidak, piutang tersebut disajikan sebagai aset tidak
lancar.
Piutang usaha dan piutang lain-lain pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan kemudian diukur
pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dikurangi
dengan provisi atas penurunan nilai.
Kolektibilitas piutang usaha dan piutang lain-lain ditinjau secara berkala. Piutang yang diketahui tidak
tertagih, dihapuskan dengan secara langsung mengurangi nilai tercatatnya. Akun provisi digunakan
ketika terdapat bukti yang objektif bahwa Perusahaan tidak dapat menagih seluruh atau sebagian nilai
terutang sesuai dengan persyaratan awal piutang.
Kesulitan keuangan signifikan yang dialami debitur, debitur dinyatakan pailit atau melakukan
reorganisasi keuangan dan gagal bayar atau menunggak pembayaran merupakan indikator yang
dianggap dapat menunjukan adanya penurunan nilai piutang. Arus kas terkait dengan piutang jangka
pendek tidak didiskontokan apabila efek diskonto tidak material.
Jumlah kerugian penurunan nilai diakui pada laba rugi dan disajikan sebagai “(beban)/pendapatan
lain-lain, neto” untuk piutang usaha dan piutang lain-lain. Ketika piutang usaha dan piutang lain-lain,
yang rugi penurunan nilainya telah diakui, tidak dapat ditagih pada periode selanjutnya, maka piutang
tersebut dihapusbukukan dengan mengurangi akun provisi. Jumlah yang selanjutnya dapat ditagih
kembali atas piutang yang sebelumnya telah dihapusbukukan, dikreditkan terhadap
“(beban)/pendapatan lain-lain, neto” pada laba rugi.
h. Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan dengan nilai realisasi bersih
(the lower of cost or net realizable value ). Biaya perolehan persediaan di nilai dengan menggunakan
metode Rata-rata (Average method ). Penyisihan persediaan usang dan penyisihan penurunan nilai
persediaan ditentukan untuk menyesuaikan nilai persediaan ke nilai realisasi bersih.
Nilai realisasi bersih adalah taksiran harga jual dalam kegiatan usaha normal setelah dikurangi
dengan taksiran biaya penyelesaian dan taksiran biaya yang diperlukan untuk melaksanakan
penjualan.
15
Page 23
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
i. Uang Muka dan Biaya Dibayar di Muka
Pembayaran dimuka adalah biaya yang dibayar dimuka dan dicatat sebagai aset sebelum
dimanfaatkan. Akun ini terdiri dari uang muka pembelian dan biaya dibayar dimuka. Uang muka
pembelian merupakan pembayaran dimuka atas pembelian perlengkapan keperluan operasional dan
beban lainnya. Pembayaran dimuka dialokasikan selama jangka waktu pembayaran dan dibebankan
ke akun yang sesuai dalam laporan laba rugi saat terjadinya. Pembayaran dimuka yang diharapkan
akan terealisasi dalam waktu tidak lebih dari 12 bulan setelah periode pelaporan, diklasifikasikan
sebagai aset lancar, selebihnya, diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.
j. Investasi dalam Saham yang Dikelompokkan dalam Aset Lepasan
Investasi dalam saham yang dikelompokkan dalam aset lepasan diukur pada nilai yang lebih rendah
antara jumlah tercatat dan nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual.
Investasi dalam saham yang dikelompokkan dalam aset lepasan harus diklasifikasikan sebagai
dimiliki untuk dijual jika jumlah tercatatnya akan dipulihkan terutama melalui transaksi penjualan dari
pada melalui pemakaian berlanjut.
Kondisi ini dapat terpenuhi hanya ketika investasi dalam saham yang dikelompokkan dalam aset
lepasan berada dalam keadaan segera dapat dijual dan penjualannya harus sangat mungkin terjadi.
Manajemen harus berkomitmen terhadap rencana penjualan tersebut, yang diperkirakan memenuhi
ketentuan pengakuan sebagai penjualan dalam waktu satu tahun dari tanggal klasifikasi.
k. Aset Tetap dan Penyusutan
Pemilikan Langsung
Grup menganalisis fakta dan keadaan untuk masing-masing jenis hak atas tanah dalam menentukan
akuntansi untuk masing-masing hak atas tanah tersebut sehingga dapat merepresentasikan dengan
tepat suatu kejadian atau transaksi ekonomis yang mendasarinya. Jika hak atas tanah tersebut tidak
mengalihkan pengendalian atas aset pendasar kepada Grup, melainkan mengalihkan hak untuk
menggunakan aset pendasar, Grup menerapkan perlakuan akuntansi atas transaksi tersebut sebagai
sewa berdasarkan PSAK 116, “Sewa”. Jika hak atas tanah secara substansi menyerupai pembelian
tanah, maka Grup menerapkan PSAK 216, “Aset Tetap” yaitu hak atas tanah diakui sebesar harga
perolehan dan tidak disusutkan.
Aset tetap pemilikan langsung kecuali tanah disajikan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi
penyusutan dan rugi penurunan nilai aset, jika ada dan disusutkan dengan menggunakan metode
Garis Lurus (Straight-line ) dengan taksiran masa manfaat keekonomian aset tetap sebagai berikut:
Tahun
Bangunan Permanen 20
Bangunan Semi Permanen 10
Kendaraan 4-8
Perabotan dan Peralatan 4-8
Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan dalam laba rugi pada saat terjadinya biaya-biaya
tersebut, sedangkan pengeluaran dalam jumlah besar dan sifatnya meningkatkan kondisi aset secara
signifikan dikapitalisasi. Semua pengeluaran setelah perolehan awal aset tetap akan ditambah
(kapitalisasi) pada jumlah tercatat aset yang bersangkutan.
16
Page 24
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
k. Aset Tetap dan Penyusutan (lanjutan)
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada
manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi
yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil
pelepasan dan jumlah tercatat dari aset) dimasukkan dalam laba rugi pada periode/tahun aset
tersebut dihentikan pengakuannya.
Secara berkala, nilai residu, metode penyusutan dan masa manfaat setiap aset ditelaah, dan
disesuaikan jika perlu.
Aset Tetap dalam Pembangunan
Aset tetap dalam pembangunan dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian
dari aset tetap. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke masing-masing aset tetap pada
saat aset tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan, dan penyusutan mulai dibebankan pada
saat itu.
l. Aset keuangan
(i) Klasifikasi, pengakuan dan pengukuran
Grup menerapkan PSAK 109, yang mensyaratkan pengaturan instrumen keuangan terkait
klasifikasi dan pengukuran, penurunan nilai atas instrumen aset keuangan dan akuntansi
lindung nilai.
Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan ditentukan berdasarkan jenis aset. Untuk aset
keuangan berupa instrumen utang, pengklasifikasiannya harus didasarkan pada model bisnis
dan arus kas kontraktual - apakah semata dari pembayaran pokok dan bunga.
Aset keuangan diklasifikasikan dalam dua kategori sebagai berikut:
a) Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi; dan
b) Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
komprehensif lain.
Klasifikasi ini tergantung pada model bisnis Grup dan persyaratan kontraktual arus kas - apakah
penentuan arus kasnya semata dari pembayaran pokok dan bunga.
Grup menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal.
Grup melakukan reklasifikasi instrumen utang jika dan hanya jika terdapat perubahan model
bisnis atas aset keuangan tersebut.
Untuk investasi pada instrumen ekuitas yang bukan termasuk dimiliki untuk diperdagangkan,
tergantung apakah Grup telah melakukan pemilihan yang tidak dapat dibatalkan pada saat
pengakuan awal untuk instrumen ekuitas yang diukur dengan nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain.
Grup melakukan reklasifikasi instrumen utang jika dan hanya jika terdapat perubahan model
bisnis atas aset keuangan tersebut.
17
Page 25
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
l. Aset keuangan (lanjutan)
(i) Klasifikasi, pengakuan dan pengukuran (lanjutan)
Pembelian dan penjualan aset keuangan diakui pada saat tanggal perdagangan dimana, Grup
berkomitmen untuk membeli atau menjual aset keuangan. Aset keuangan dihentikan
pengakuannya ketika hak untuk menerima arus kas dari aset keuangan tersebut telah
kedaluwarsa atau dialihkan dan Grup telah mengalihkan secara substansial risiko dan manfaat
atas kepemilikan.
Saat pengakuan awal, Grup mengukur aset keuangan pada nilai wajar ditambah dengan, dalam
hal aset keuangan diukur dengan nilai wajar tidak melalui laba rugi, biaya transaksi yang dapat
diatribusikan secara langsung pada akuisisi aset keuangan. Biaya transaksi atas aset keuangan
pada nilai wajar melalui laba rugi dibebankan pada laba rugi.
Instrumen utang
Pengukuran selanjutnya atas instrumen utang bergantung kepada model bisnis Grup dalam
mengelola aset dan karakteristik dari arus kas. Berikut adalah kategori pengukuran dalam
mengklasifikan instrumen utang:
• Biaya perolehan diamortisasi: Aset yang dimiliki untuk pengumpulan arus kas kontraktual,
dimana arus kas tersebut merupakan pembayaran pokok dan bunga, diukur dengan biaya
perolehan diamortisasi. Penghasilan bunga dari aset keuangan ini termasuk dalam
penghasilan keuangan menggunakan metode suku bunga efektif. Laba atau rugi yang timbul
dari penghentian pengakuan diakui secara langsung dalam laba rugi dan disajikan dalam
keuntungan/ (kerugian) lainnya bersama dengan keuntungan dan kerugian selisih kurs.
Penurunan nilai aset keuangan disajikan terpisah dalam laba rugi.
• Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain: Aset yang dimiliki untuk pengumpulan
arus kas kontraktual dan untuk penjualan keuangan aset, dimana arus kas aset merupakan
pembayaran pokok dan bunga diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.
Mutasi dalam jumlah tercatat dilakukan melalui penghasilan komprehensif lain, kecuali untuk
pengakuan keuntungan atau kerugian penurunan nilai, pendapatan bunga dan keuntungan
dan kerugian selisih kurs, yang diakui dalam laba rugi. Ketika aset keuangan dihentikan
pengakuannya, akumulasi keuntungan atau kerugian yang sebelumnya diakui dalam
penghasilan komprehensif lain direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi pada
pendapatan/(beban) lain-lain. Pendapatan bunga dari aset keuangan ini termasuk dalam
penghasilan keuangan menggunakan metode suku bunga efektif. Keuntungan dan kerugian
selisih kurs disajikan pada pendapatan/(beban) lain-lain, dan penurunan nilai disajikan pada
bagian terpisah dalam laba rugi.
Instrumen ekuitas
Grup selanjutnya mengukur semua investasi ekuitas pada nilai wajar. Dimana manajemen Grup
telah memilih untuk menyajikan keuntungan dan kerugian nilai wajar dari investasi ekuitas pada
penghasilan komprehensif lain. Tidak ada reklasifikasi selanjutnya atas keuntungan dan
kerugian dari nilai wajar ke laba rugi setelah penghentian pengakuan investasi. Dividen dari
investasi tersebut terus diakui dalam laba rugi sebagai penghasilan lainnya ketika hak Grup
untuk menerima pembayaran ditetapkan. Kerugian penurunan nilai pada investasi ekuitas yang
diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain tidak dilaporkan secara terpisah
dari perubahan nilai wajarnya.
Pada 31 Desember 2025, Grup telah memilih untuk mengukur seluruh aset keuangan instrumen
ekuitas pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif. Perubahan nilai wajar aset
keuangan tersebut dicatat pada akun penghasilan komprehensif lain di bagian ekuitas pada
neraca dan tidak akan direklasifikasi ke laba rugi pada saat dihentikan pengakuannya.
18
Page 26
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
l. Aset keuangan (lanjutan)
(ii) Penghentian pengakuan
Aset keuangan dihentikan pengakuannya ketika hak untuk menerima arus kas dari investasi
tersebut telah jatuh tempo atau telah ditransfer dan Grup telah mentransfer secara substansial
seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset.
Ketika aset keuangan instrumen ekuitas yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan pada nilai
wajar melalui penghasilan komprehensif lain dihentikan pengakuannya, akumulasi penyesuaian
nilai wajar yang diakui pada ekuitas tidak akan direklasifikasi ke laba rugi.
(iii) Saling hapus antar instrumen
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan
posisi keuangan konsolidasian jika terdapat hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk
melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan terdapat maksud untuk
menyelesaikan secara bersih atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas
secara bersamaan.
Hak saling hapus tidak kontinjen atas peristiwa di masa depan dan dapat dipaksakan secara
hukum dalam situasi bisnis yang normal dan dalam peristiwa gagal bayar, atau peristiwa
kepailitan atau kebangkrutan Grup atau pihak lawan.
m. Penurunan nilai dari aset keuangan
Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan untuk mengukur Kerugian Kredit Ekspektasian
(“KKE”) yang menggunakan cadangan KKE seumur hidup berdasarkan basis forward-looking untuk
seluruh saldo piutang usaha. Selain untuk piutang usaha, Grup menerapkan pendekatan umum untuk
mengukur KKE.
Grup menilai berdasarkan basis forward-looking untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian
terhadap instrumen utang yang diukur dengan nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.
Metode penurunan nilai dilakukan dengan mempertimbangkan apakah risiko kredit telah meningkat
secara signifikan.
n. Utang usaha
Utang usaha adalah kewajiban untuk membayar barang atau jasa yang telah diperoleh dari pemasok
dalam kegiatan usaha normal. Utang usaha dikelompokkan sebagai liabilitas jangka pendek apabila
pembayaran jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau kurang. Jika tidak, utang usaha tersebut
disajikan sebagai liabilitas jangka panjang.
Utang usaha pada awalnya diukur sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan
diamortisasi dengan menggunakan metode bunga efektif.
o. Kombinasi Bisnis
Kombinasi bisnis dicatat dengan menggunakan metode Akuisisi. Biaya perolehan dari sebuah akuisisi
diukur pada nilai agregat imbalan yang dialihkan, diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan
jumlah setiap KNP pada pihak yang diakuisisi. Untuk setiap kombinasi bisnis, pihak pengakuisisi
mengukur KNP pada entitas yang diakuisisi baik pada nilai wajar atau pun pada proporsi kepemilikan
KNP atas aset neto yang teridentifikasi dari entitas yang diakuisisi. Biaya-biaya akuisisi yang timbul
dibebankan langsung pada tahun berjalan.
19
Page 27
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
o. Kombinasi Bisnis (lanjutan)
Pada tanggal akuisisi, selisih lebih antara penjumlahan imbalan yang dialihkan dan jumlah yang
diakui untuk KNP dengan aset teridentifikasi dan liabilitas yang diambil-alih (aset neto) dicatat
sebagai goodwill. Jika imbalan lebih rendah dari nilai wajar aset neto dari Perusahaan yang diakuisisi
maka selisihnya diakui dalam Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian.
Transaksi yang dilakukan dengan entitas sepengendali diterapkan metode Penyatuan Kepemilikan.
Transaksi kombinasi bisnis antara entitas sepengendali berupa pengalihan bisnis yang dilakukan
dalam rangka reorganisasi entitas-entitas yang berada dalam suatu kelompok usaha yang sama,
bukan perubahan pemilikan dalam arti substansi ekonomi, sehingga transaksi demikian tidak
menimbulkan laba rugi bagi seluruh kelompok usaha atau bagi entitas individual dalam kelompok
usaha tersebut. Selisih antara harga pengalihan dengan jumlah tercatat dari setiap transaksi
kombinasi bisnis antara entitas sepengendali pada tanggal pengalihan dicatat sebagai “Tambahan
Modal Disetor”.
p. Pendapatan dan beban
Pendapatan
Pengakuan pendapatan harus memenuhi 5 langkah penilaian:
a) Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
b) Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan adalah janji dalam
kontrak untuk mentransfer barang atau jasa yang berbeda kepada pelanggan.
c) Tentukan harga transaksi. Harga transaksi adalah jumlah imbalan yang diharapkan menjadi hak
entitas sebagai imbalan untuk mentransfer barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan.
Jika pertimbangan yang dijanjikan dalam kontrak mencakup jumlah variabel, Grup
memperkirakan jumlah imbalan yang diharapkan berhak sebagai imbalan atas pengalihan
barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan dikurangi perkiraan jumlah jaminan tingkat
layanan yang akan dibayarkan selama masa kontrak.
d) Alokasikan harga transaksi untuk setiap kewajiban pelaksanaan atas dasar harga jual berdiri
sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan dalam kontrak. Jika hal ini
tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diestimasi berdasarkan
biaya ekspektasian ditambah margin.
e) Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan dipenuhi dengan mentransfer barang atau
jasa yang dijanjikan kepada pelanggan (yaitu ketika pelanggan memperoleh kendali atas barang
atau jasa tersebut).
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dalam kondisi sebagai berikut:
a) Pada waktu tertentu (biasanya untuk janji dalam memindahkan barang ke pelanggan); atau
b) Sepanjang waktu (biasanya untuk janji dalam memberikan pelayanan pada pelanggan). Untuk
kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi sepanjang waktu, Grup memilih ukuran kemajuan yang
sesuai untuk menentukan jumlah pendapatan yang harus diakui ketika kewajiban pelaksanaan
dipenuhi.
Pendapatan Sewa
Pendapatan sewa dari sewa operasi diakui sebagai pendapatan dengan dasar garis lurus selama
masa sewa. Biaya langsung awal yang terjadi dalam proses negosiasi dan pengaturan sewa
tambahan ke jumlah tercatat dari aset sewaan dan diakui dengan dasar Garis Lurus selama masa
sewa.
20
Page 28
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
p. Pendapatan dan beban (lanjutan)
Pendapatan Sewa (lanjutan)
Uang muka sewa yang diterima dari penyewa dicatat ke dalam akun pendapatan yang diterima
dimuka dan akan diakui sebagai pendapatan secara berkala sesuai dengan kontrak sewa yang
berlaku.
Pendapatan Hotel
Pendapatan sewa hotel dan pendapatan hotel lainnya diakui pada saat jasa diberikan atau barang
diserahkan.
Pendapatan Spa
Pendapatan dari spa diakui pada saat jasa diberikan kepada pelanggan.
Beban
Beban diakui pada saat terjadi berdasarkan konsep akrual.
Pendapatan bunga dan beban bunga diakui dalam Laporan Laba Rugi dan Penghasilan
Komprehensif Lain Konsolidasian secara akrual menggunakan metode Suku Bunga Efektif.
q. Pajak penghasilan kini dan tangguhan
Beban pajak penghasilan terdiri dari pajak kini dan pajak tangguhan. Pajak tersebut diakui dalam laba
rugi, kecuali jika pajak tersebut terkait dengan transaksi atau kejadian yang langsung diakui dalam
ekuitas atau dalam penghasilan komprehensif lain. Dalam hal ini, pajak tersebut masing-masing
diakui dalam ekuitas atau penghasilan komprehensif lain.
Pajak penghasilan kini dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang telah diberlakukan pada
tanggal posisi keuangan.
Pajak penghasilan tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer antara dasar pengenaan pajak
atas aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya. Pajak penghasilan tangguhan diukur menggunakan
tarif pajak yang telah berlaku atau secara substantif berlaku pada tanggal pelaporan dan yang
diharapkan akan diterapkan pada saat aset pajak tangguhan yang bersangkutan direalisasi atau pada
saat liabilitas pajak tangguhan diselesaikan.
Aset pajak penghasilan tangguhan diakui apabila besar kemungkinan bahwa laba kena pajak pada
masa mendatang akan memadai untuk mengkompensasi perbedaan temporer yang menimbulkan
aset pajak tangguhan tersebut.
Aset dan liabilitas pajak penghasilan tangguhan dapat saling hapus apabila terdapat hak yang
berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus antara aset pajak kini dengan liabilitas pajak kini
dan apabila aset dan liabilitas pajak penghasilan tangguhan dikenakan oleh otoritas perpajakan yang
sama, baik atas entitas kena pajak yang sama ataupun berbeda dan adanya niat untuk melakukan
penyelesaian saldo-saldo tersebut secara neto.
r. Sewa
Suatu kontrak mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan
penggunaan aset selama jangka waktu tertentu yang dipertukarkan dengan imbalan. Entitas
menyewa aset tetap tertentu dengan mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa.
Aset hak-guna diakui sebesar biaya perolehan, dikurangi dengan akumulasi penyusutan dan
penurunan nilai. Aset hak guna disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara umur
manfaat aset hak-guna atau masa sewa.
21
Page 29
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
r. Sewa (lanjutan)
Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar. Setiap pembayaran sewa
dialokasikan antara porsi pelunasan liabilitas dan biaya keuangan. Liabilitas sewa, disajikan sebagai
liabilitas jangka panjang kecuali untuk bagian yang jatuh tempo dalam waktu 12 bulan atau kurang
yang disajikan sebagai liabilitas jangka pendek. Unsur bunga dalam biaya keuangan dibebankan ke
laba rugi selama masa sewa yang menghasilkan tingkat suku bunga konstan atas sisa saldo liabilitas.
Grup tidak mengakui aset hak guna dan liabilitas sewa untuk:
- Sewa jangka-pendek yang memiliki masa sewa dua belas (12) bulan atau kurang; atau
- Sewa yang asetnya bernilai rendah. Pembayaran yang dilakukan untuk sewa tersebut
dibebankan ke laba rugi dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
s. Liabilitas manfaat karyawan
Entitas mengakui liabilitas atas imbalan kerja karyawan berdasarkan Undang-Undang Cipta Kerja
atau Perjanjian Kerja Bersama. Nilai kini liabilitas imbalan pasti, beban jasa kini dan beban jasa lalu
ditentukan dengan menggunakan metode penilaian “Projected Unit Credit ” .
Nilai kini liabilitas imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan estimasi arus kas di masa depan
dengan menggunakan tingkat bunga obligasi pemerintah jangka panjang pada akhir periode
pelaporan dalam mata uang Rupiah sesuai dengan mata uang di mana imbalan tersebut akan
dibayarkan dan yang memiliki jangka waktu yang sesuai dengan liabilitas imbalan pensiunan yang
bersangkutan.
Pengukuran kembali yang timbul dari penyesuaian dan perubahan dalam asumsi-asumsi aktuarial
langsung diakui seluruhnya melalui penghasilan komprehensif lainnya.
Biaya jasa lalu yang timbul dari amendemen atau kurtailmen program diakui sebagai beban dalam
laba rugi pada saat terjadinya.
t. Aset dan liabilitas pengampunan pajak
Grup telah menerapkan PSAK 370 mengenai "Akuntansi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak".
PSAK ini mengatur mengenai perlakuan akuntansi atas aset dan liabilitas pengampunan pajak sesuai
dengan Undang-Undang No. 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak.
Aset pengampunan pajak diukur sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan aset pengampunan pajak
merupakan deemed cost dan menjadi dasar bagi Grup dalam melakukan pengukuran setelah
pengakuan awal.
Liabilitas pengampunan pajak diukur sebesar kewajiban kontraktual untuk menyerahkan kas atau
setara kas untuk menyelesaikan kewajiban yang berkaitan langsung dengan perolehan aset
pengampunan pajak.
Selisih antara aset pengampunan pajak dan liabilitas pengampunan pajak diakui di ekuitas dalam pos
tambahan modal disetor. Grup mengakui uang tebusan yang dibayarkan pada laba rugi pada periode
Surat Keterangan disampaikan.
22
Page 30
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
u. Informasi Segmen
Perusahaan dan Entitas Anak menyajikan segmen operasi berdasarkan informasi keuangan yang
digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam menilai kinerja segmen dan menentukan
alokasi sumber daya yang dimilikinya. Segmen didasarkan pada aktivitas dari setiap kegiatan operasi
entitas legal di dalam Perusahaan dan Entitas Anak.
Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
- yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban
(termasuk pendapatan dan beban yang terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari
entitas yang sama);
- yang hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional untuk
membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai
kinerjanya; dan
- yang informasi keuangan yang terpisah miliknya tersedia.
v. Provisi
Provisi diakui ketika Perusahaan dan Entitas Anak memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum
maupun konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu, kemungkinan besar Perusahaan dan Entitas
Anak diharuskan menyelesaikan kewajiban dan estimasi andal mengenai jumlah kewajiban tersebut
dapat dibuat.
Jumlah yang diakui sebagai provisi adalah hasil estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan untuk
menyelesaikan kewajiban kini pada akhir periode pelaporan, dengan mempertimbangkan risiko dan
ketidakpastian yang meliputi kewajibannya. Apabila suatu provisi diukur menggunakan arus kas yang
diperkirakan untuk menyelesaikan kewajiban kini, maka nilai tercatatnya adalah nilai kini dari arus
kas.
w. Laba Per Saham Dasar
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba tahun berjalan dengan jumlah rata-rata
tertimbang saham biasa yang beredar pada tahun yang bersangkutan.
Untuk tujuan perhitungan laba per saham dilusian, Perusahaan menyesuaikan laba atau rugi yang
dapat diatribusikan kepada pemegang saham biasa entitas induk dan jumlah rata-rata tertimbang
saham yang beredar, atas dampak dari seluruh instrumen berpotensi saham biasa yang bersifat
dilutif.
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING
Asumsi kelangsungan usaha
Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa Perusahaan tetap dapat melangsungkan usahanya. laporan
keuangan konsolidasian ini tidak mencakup penyesuaian-penyesuaian yang mungkin timbul sebagai
dampak dari ketidakpastian tersebut.
Estimasi dan asumsi ini memiliki risiko dan ketidakpastian; sehingga ada kemungkinan bahwa perubahan
situasi akan mengubah proyeksi ini, yang selanjutnya dapat mempengaruhi kelangsungan usaha
Perusahaan. Dalam keadaan seperti itu, asumsi kelangsungan usaha Perusahaan dapat berubah.
Perusahaan telah mengidentifikasi hal-hal berikut dimana diperlukan pertimbangan, estimasi, dan asumsi
dan dimana hasil aktual dapat berbeda dari estimasi tersebut jika menggunakan asumsi dan kondisi yang
berbeda dan dapat mempengaruhi secara material hasil keuangan atau posisi keuangan Perusahaan yang
dilaporkan dalam periode mendatang.
23
Page 31
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
Rugi penurunan nilai piutang
Perusahaan menilai penurunan nilai piutang pada setiap tanggal pelaporan. Dalam menentukan apakah
rugi penurunan nilai harus dicatat dalam laba rugi, manajemen membuat penilaian, apakah terdapat bukti
objektif bahwa kerugian telah terjadi. Manajemen juga membuat penilaian atas metodologi dan asumsi
untuk memperkirakan jumlah dan waktu arus kas masa depan yang direviu secara berkala untuk
mengurangi perbedaan antara estimasi kerugian dan kerugian aktualnya.
Pajak penghasilan dan pajak lainnya
Pertimbangan dan asumsi diperlukan dalam menentukan besaran fasilitas pengurang pajak dan investasi
(capital allowance ) dan pengurangan beban tertentu untuk tujuan fiskal selama proses estimasi atas
perhitungan beban pajak penghasilan Perusahaan. Secara khusus, perhitungan beban pajak penghasilan
Perusahaan melibatkan penafsiran terhadap peraturan perpajakan dan peraturan lainnya. Banyaknya
transaksi dan perhitungan yang dapat menyebabkan ketidakpastian di dalam penentuan kewajiban pajak
selama bisnis normal.
Semua pertimbangan dan estimasi yang dibuat manajemen seperti yang diungkapkan di atas dapat
dipertanyakan oleh Direktorat Jenderal Pajak (“DJP”) atau Auditor Pemerintah. Sebagai akibatnya, terjadi
ketidakpastian dalam penentuan kewajiban pajak. Resolusi posisi pajak yang diambil oleh Perusahaan,
dapat berlangsung bertahun-tahun dan sangat sulit untuk memprediksi hasil akhirnya. Apabila terdapat
perbedaan perhitungan pajak dengan jumlah yang telah dicatat, perbedaan tersebut akan berdampak pada
pajak penghasilan dan pajak tangguhan dalam tahun dimana penentuan pajak tersebut dibuat.
Aset pajak tangguhan, termasuk yang timbul dari rugi fiskal, besaran capital allowance , dan perbedaan
temporer lainnya, diakui hanya apabila dianggap lebih mungkin daripada tidak bahwa mereka dapat
diterima kembali, dimana hal ini tergantung pada kecukupan pembentukan laba kena pajak di masa depan.
Sama seperti “penurunan nilai aset non-keuangan” asumsi atas laba kena pajak masa depan yang dapat
dihasilkan sangat dipengaruhi oleh estimasi dan asumsi manajemen atas volume penjualan, harga
komoditas, dan lain-lain; yang mana terpapar risiko dan ketidakpastian, sehingga terdapat kemungkinan
perubahan keadaan akan mengubah proyeksi laba kena pajak di masa mendatang.
Kewajiban imbalan pascakerja
Nilai kini kewajiban imbalan pascakerja tergantung pada beberapa faktor yang ditentukan dengan dasar
aktuarial berdasarkan beberapa asumsi. Asumsi yang digunakan untuk menentukan biaya/(penghasilan)
pensiun neto mencakup tingkat diskonto dan kenaikan gaji di masa datang. Adanya perubahan pada
asumsi ini akan mempengaruhi jumlah tercatat kewajiban imbalan pascakerja.
Perusahaan menentukan tingkat diskonto dan kenaikan gaji masa datang yang sesuai pada akhir tahun
pelaporan. Tingkat diskonto adalah tingkat suku bunga yang harus digunakan untuk menentukan nilai kini
atas estimasi arus kas keluar masa depan yang diharapkan untuk menyelesaikan kewajiban imbalan
pascakerja. Dalam menentukan tingkat suku bunga yang sesuai, Perusahaan mempertimbangkan tingkat
suku bunga obligasi pemerintah yang didenominasikan dalam mata uang imbalan akan dibayar dan
memiliki jangka waktu yang serupa dengan jangka waktu kewajiban imbalan pascakerja yang terkait.
Untuk tingkat kenaikan gaji masa datang, Perusahaan mengumpulkan data historis mengenai perubahan
gaji dasar pekerja dan menyesuaikannya dengan perencanaan bisnis masa datang.
24
Page 32
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
Penurunan nilai aset nonkeuangan dan aset tetap
Jumlah nilai yang dapat dipulihkan kembali dari sebuah aset atau kelompok aset penghasil kas diukur
berdasarkan nilai yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual atau nilai pakai.
Penentuan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual atau nilai pakai mewajibkan manajemen untuk
membuat estimasi dan asumsi atas tingkat produksi yang diharapkan dan volume penjualan, harga
komoditas (mempertimbangkan harga saat ini dan harga masa lalu, tren harga dan faktor-faktor terkait),
cadangan (lihat ‘Estimasi Cadangan’), biaya operasi, biaya penutupan dan rehabilitasi serta belanja modal
di masa depan. Estimasi dan asumsi ini terpapar risiko dan ketidakpastian; sehingga terdapat kemungkinan
perubahan situasi yang dapat mengubah proyeksi ini, sehingga dapat mempengaruhi nilai aset yang dapat
dipulihkan kembali. Dalam keadaan seperti itu, sebagian atau seluruh nilai tercatat aset mungkin akan
mengalami penurunan nilai lebih lanjut atau terjadi pengurangan rugi penurunan nilai yang dampaknya
akan dicatat dalam laba rugi.
4. KAS DAN SETARA KAS
Kas dan setara kas terdiri dari:
2025 2024
Kas 74.561.700 175.165.505
Kas di bank
Pihak ketiga
Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk 1.988.577.189 3.082.268.828
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 1.903.767.359 1.523.542.109
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 264.989.278 338.984.430
PT Bank Pan Indonesia Tbk 15.344.915 16.414.836
PT Bank Bukopin Tbk 7.587.499 83.722.479
4.180.266.240 5.044.932.682
Deposito Berjangka
Pihak ketiga
Rupiah
PT Bank Capital 502.301.370 502.385.425
PT Bank MNC 500.000.000 -
1.002.301.370 502.385.425
Jumlah 5.257.129.310 5.722.483.612
Deposito berjangka mempunyai jangka waktu 1 bulan dan memiliki tingkat bunga berkisar antara 5,75% -
7,25% per tahun pada 31 Desember 2025 dan 2024.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 tidak terdapat bank yang dibatasi penggunaannya dan seluruh
bank ditempatkan pada pihak ketiga.
25
Page 33
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. PIUTANG USAHA
Akun ini merupakan piutang atas jasa penyewaan kamar hotel dan spa, berikut fasilitas dan penunjang
lainnya dengan rincian per 31 Desember 2025 dan 2024 sebagai berikut:
a. Berdasarkan pelanggan
2025 2024
Pelanggan yang telah check out:
MG BedBank - 163.030.000
PT Mitra Global Holiday 205.822.000 44.150.000
Pelanggan sektor pemerintahan 97.523.600 125.842.900
Klik N Book 27.016.000 16.250.000
Online Travel Agent 17.253.000 37.129.153
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp 10.000.000) 112.714.818 60.927.400
Sub Jumlah 460.329.418 447.329.453
Pelanggan yang belum check out 75.829.938 137.368.479
Kartu Kredit 4.820.000 12.105.650
Kartu Debit 315.000 3.346.250
541.294.356 600.149.832
Provisi atas penurunan nilai (6.814.042) (4.161.434)
Jumlah 534.480.314 595.988.398
b. Berdasarkan umur
Rincian piutang berdasarkan umur piutang per 31 Desember 2025 dan 2024 sebagai berikut:
2025 2024
0 - 30 hari 365.799.050 487.712.967
31 - 60 hari 143.179.320 72.536.865
61 - 90 hari 23.793.334 39.900.000
> 90 hari 8.522.652 -
541.294.356 600.149.832
Kolektibilitas piutang usaha pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
2025 2024
Rata-rata Piutang usaha - Bersih 565.234.356 496.125.814
Penjualan 20.728.192.009 22.552.571.484
Kolektibilitas Piutang 10 hari 8 hari
Seluruh piutang usaha kepada pihak ketiga merupakan piutang kepada pelanggan dalam mata uang
Rupiah serta tidak dikenakan jaminan dan bunga serta tidak digunakan sebagai jaminan kredit.
Mutasi provisi penurunan nilai piutang lain-lain adalah sebagai berikut:
2025 2024
Saldo awal 4.161.434 5.317.921
Penambahan (pemulihan) Penyisihan 2.652.608 (1.156.487)
Saldo akhir 6.814.042 4.161.434
Manajemen berpendapat bahwa provisi penurunan nilai piutang lain-lain tersebut cukup untuk menutupi
kerugian dari tidak tertagihnya piutang lain-lain.
26
Page 34
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PIUTANG LAIN-LAIN
2025 2024
Pihak ketiga
Karyawan 106.775.000 52.075.000
Piutang Bunga 1.618.374 2.149.551
Sub Jumlah 108.393.374 54.224.551
Pihak berelasi (Catatan 12b) 2.970.000 -
111.363.374 54.224.551
Provisi atas penurunan nilai - -
Jumlah 111.363.374 54.224.551
Seluruh piutang lain-lain dalam mata uang Rupiah serta tidak dikenakan jaminan dan bunga.
Manajemen berkeyakinan bahwa seluruh piutang lain-lain dapat tertagih sehingga tidak perlu dilakukan
cadangan kerugian penurunan nilai.
7. PERSEDIAAN
2025 2024
Makanan 107.724.497 87.872.488
Minuman 64.710.910 58.220.507
Lain-lain 289.573.729 286.993.359
Jumlah 462.009.136 433.086.354
Jumlah persediaan yang diakui sebagai beban masing-masing sebesar Rp2.079.938.548 dan
Rp1.992.671.846 untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024.
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap kondisi fisik dari persediaan, Manajemen berkeyakinan bahwa
tidak perlu dilakukan penyisihan atas keusangan persediaan karena Manajemen berkeyakinan bahwa
seluruh persediaan dapat dijual atau digunakan sesuai dengan periode peruntukannya.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, persediaan tidak diasuransikan atas resiko kerugian,
kebakaran dan bencana alam. Manajemen memahami adanya risiko yang terkait sehubungan dengan
persediaan yang tidak diasuransikan.
8. PERLENGKAPAN
2025 2024
Linen 1.285.802.292 1.223.611.943
Perkakas, Alat, Bahan bakar dan supply 168.766.713 157.781.307
Barang Pecah Belah 157.757.265 156.966.162
Seragam 29.840.810 12.049.043
Perangkat Makan Perak 29.795.276 28.526.704
Lain-lain 65.391.851 53.746.052
Jumlah 1.737.354.207 1.632.681.211
27
Page 35
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DIMUKA
2025 2024
Uang muka:
Uang muka pembelian 181.551.173 184.063.584
Uang muka karyawan 3.000.000 73.000.000
Biaya Dibayar di Muka:
Beban Tangguhan 311.322.356 -
Perijinan 69.724.525 243.581.620
Asuransi 50.684.052 206.180.688
Sewa 39.797.213 68.128.684
Kontrak Service 19.252.673 45.796.862
Lain-lain 31.184.509 13.922.816
Jumlah 706.516.501 834.674.254
Bagian lancar 706.516.501 832.486.351
Bagian tidak lancar - 2.187.903
706.516.501 834.674.254
10. ASET TETAP
2025
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan:
Pemilikan Langsung
Tanah 332.483.700.000 - - - 332.483.700.000
Bangunan 73.789.700.000 - - - 73.789.700.000
Kendaraan 8.373.340.022 - 269.200.000 - 8.104.140.022
Perabot dan peralatan 16.249.974.135 627.713.833 85.490.337 383.619.264 17.175.816.895
-
Jumlah Pemilikan
Langsung 430.896.714.157 627.713.833 354.690.337 383.619.264 431.553.356.917
Aset Hak Guna
Kendaraan 282.600.000 - - - 282.600.000
Aset Tetap dalam -
Pembangunan 201.795.000 352.237.274 - (383.619.264) 170.413.010
-
Jumlah 431.381.109.157 979.951.107 354.690.337 - 432.006.369.927
Akumulasi Penyusutan:
Pemilikan Langsung
Bangunan 5.552.646.923 5.552.646.923 - - 11.105.293.846
Kendaraan 8.080.561.309 224.454.435 269.200.000 - 8.035.815.744
Perabot dan peralatan 13.844.502.894 732.997.830 85.490.337 - 14.492.010.387
-
Jumlah Pemilikan Langsung 27.477.711.126 6.510.099.188 354.690.337 - 33.633.119.977
--
Aset Hak Guna
Kendaraan 58.875.000 35.325.000 - - 94.200.000
Nilai buku - bersih 403.844.523.031 398.279.049.950
28
Page 36
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. ASET TETAP (lanjutan)
2024
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan:
Pemilikan Langsung
Tanah 332.483.700.000 - - - 332.483.700.000
Bangunan 73.789.700.000 - - - 73.789.700.000
Kendaraan 8.373.340.022 - - - 8.373.340.022
Perabot dan peralatan 15.056.488.374 782.778.625 114.500.000 525.207.136 16.249.974.135
-
Jumlah Pemilikan Langsung 429.703.228.396 782.778.625 114.500.000 525.207.136 430.896.714.157
Aset Hak Guna
Kendaraan 282.600.000 - - - 282.600.000
Aset Tetap dalam -
Pembangunan 427.207.136 659.779.075 359.984.075 (525.207.136) 201.795.000
-
Jumlah 430.413.035.532 1.442.557.700 474.484.075 - 431.381.109.157
Akumulasi Penyusutan:
Pemilikan Langsung
Bangunan - 5.552.646.923 - - 5.552.646.923
Kendaraan 7.842.390.639 238.170.670 - - 8.080.561.309
Perabot dan peralatan 13.220.130.379 738.872.515 114.500.000 - 13.844.502.894
-
Jumlah Pemilikan Langsung 21.062.521.018 6.529.690.108 114.500.000 - 27.477.711.126
--
Aset Hak Guna
Kendaraan 23.550.000 35.325.000 - - 58.875.000
Nilai buku - bersih 409.326.964.514 403.844.523.031
Tanah milik Perusahaan dan Entitas Anak merupakan tanah yang berlokasi di Jakarta Pusat
(Pejompongan), Jakarta Selatan (Falatehan dan Pondok Pinang), Kepulauan Seribu, NTT (Tanjung
Karoso) dan Bali (Canggu) dengan total area seluas masing-masing seluas 1.175.063m2 pada 31
Desember 2025 dan 2024.
Tanah, bangunan dan perabotan dan peralatan yang berlokasi di Jalan Falatehan I No.21-22, Melawai,
Jakarta Selatan (Sotis Falatehan) dan di Jalan Raya Kayu Tulang, Desa Canggu (Sotis Villa Canggu)
digunakan oleh PT Dwimukti Mitra Wisata (Entitas Anak) untuk menjalankan kegiatan usaha perhotelan.
Pada tahun 2025 dan 2024, tanah dan bangunan di Jalan Falatehan tersebut dijadikan sebagai jaminan
sehubungan dengan pinjaman bank yang diperoleh Entitas Anak dari PT Bank Negara Indonesia (Persero)
Tbk (Catatan 17).
Atas tanah di Kepulauan Seribu, Perusahaan menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB)
tertanggal 8 Mei 2015 dengan PT Setia utama Island atas pembelian sebuah villa dengan total area seluas
1.500 m2 yang berlokasi di Pulau Tengah, Kepulauan Seribu dengan harga beli sebesar
Rp15.800.000.000. Aset tersebut telah diserah terima dengan baik oleh Perusahaan melalui berita acara
serah terima dengan PT Setia utama Island.
Aset tanah dan bangunan villa di Kepulauan Seribut sedang dalam proses penjualan dengan cara
pengalihan PPJB oleh Perusahaan kepada pihak berelasi (Catatan 37).
29
Page 37
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. ASET TETAP (lanjutan)
Aset dalam penyelesaian merupakan proyek pembangunan fasilitas pendukung hotel yang masih dalam
tahap penyelesaian.
Alokasi beban penyusutan adalah sebagai berikut:
2025 2024
Beban umum dan administrasi (Catatan 27) 6.545.424.188 6.565.015.108
Jumlah 6.545.424.188 6.565.015.108
Biaya perolehan aset tetap yang telah disusutkan penuh dan masih digunakan sebesar Rp19.783.172.151
dan Rp19.051.672.274 masing-masing pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024.
Aset tetap tidak termasuk tanah telah diasuransikan terhadap risiko akibat kerusakan, bencana alam,
kebakaran dan risiko lainnya pada PT Asuransi Central Asia dengan nilai pertanggungan sebesar
Rp119.692.733.894 pada 31 Desember 2025 dan 2024. Manajemen akan meningkatkan nilai
pertanggungan tersebut untuk menutupi kerugian yang mungkin terjadi.
Analisis laba (rugi) terkait yang timbul dari penjualan aset tetap adalah sebagai berikut:
2025 2024
Harga jual 191.351.352 21.793.694
Nilai buku - -
Laba atas penjualan aset tetap 191.351.352 21.793.694
Perusahaan telah melakukan penilaian kembali aset tetap pada tahun 2023 dengan Laporan No.
00068/2.0004-14/PI/03/0595/1/VI/2024 tanggal 28 Juni 2024 oleh KJPP Pung's Zulkarnain dan Rekan yang
ditandatangani oleh Ir. Aguson Rosano. MAPPI (Cert.) Laporan penilaian tersebut dilakukan sesuai dengan
Standar Penilaian Indonesia (SPI) yang ditentukan berdasarkan transaksi terkini dalam ketentuan yang
wajar dan Peraturan Bapepam-LK No.VIII.C.4 tentang pedoman penilaian dan penyajian laporan penilaian
properti di pasar modal. Penilaian kembali aset tetap untuk tanah pada tanggal 31 Desember 2023 hanya
untuk tujuan akuntansi sesuai dengan PSAK No. 216 tentang “Aset Tetap” dan tidak ditujukan untuk tujuan
pajak. Penentuan nilai wajar dilakukan dengan metode pendekatan biaya.
30
Page 38
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. ASET TETAP (lanjutan)
31 Desember 2023
No. Lokasi Alamat Aset Jenis Aset Nilai Wajar Metode Pendekatan
1. Jakarta Jl. Falatehan I No. 21-22 Tanah (523 m2) 36.262.200.000 Pendekatan Biaya
Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Bangunan (3.020 m2) 21.744.000.000 dan Pendapatan
2. Jakarta Jl. Penjernihan Bendungan Tanah (501 m2) 29.904.700.000 Pendekatan Biaya
Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat Bangunan (2.974 m2) 19.925.800.000 dan Pendapatan
3. Jakarta Jl. Pinang Kuningan I No.25 Kel. Pondok Tanah (3.027 m2) 60.181.200.000 Pendekatan Pasar
Pinang Kec. Kebayoran Lama Jakarta
Selatan
4. Jakarta Lexington Apartement L : 26-06, Jl. Deplu Raya Bangunan - Apartemen 2.020.600.000 Pendekatan Pasar
No. 12, Bintaro Pesanggrahan Jakarta Selatan Lexington (68 m2)
Lexington Apartement L : 26-08, Jl. Deplu Raya Bangunan - Apartemen 2.279.400.000 Pendekatan Pasar
No. 12, Bintaro Pesanggrahan Jakarta Selatan Lexington (76 m2)
5. Jakarta Pulau Tengah Kav. 51, Pulau Pari, Pulau Seribu Tanah (1.500 m2) 18.761.600.000 Pendekatan Biaya
Selatan, Kep. Seribu dan Pendapatan
Bangunan (1.677 m2) 17.608.500.000
6. Sumba Barat Desa Tanjung Karoso, Kec. Kodi, Kab. Sumba Tanah (1.162.282 m2) 135.615.700.000 Pendekatan
Daya, Nusa Barat Nusa Tenggara Timur Pendapatan
Tenggara
Timur
7. Canggu, Bali Jalan Raya Kayutulang, Tanah (7.230 m2) 51.758.300.000 Pendekatan Biaya
Desa Canggu, Kec. Kuta Utara, Kab. Badung, Bangunan (1.674 m2) 10.211.400.000 dan Pendapatan
Bali
Jumlah 406.273.400.000
Surplus revaluasi aset tetap diikhtisarkan sebagai berikut:
Nilai Buku Sebelum
Jenis Nilai Wajar Revaluasi Surplus Revaluasi
Tanah 332.483.700.000 307.798.580.933 24.685.119.067
Bangunan 73.789.700.000 60.360.677.009 13.429.022.991
Jumlah 406.273.400.000 368.159.257.942 38.114.142.058
Mutasi surplus revaluasi aset tetap untuk tahun 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
2025 2024
Saldo awal 183.875.074.658 183.875.074.658
Surplus revaluasi pada 31 Desember 2025 - -
Kepentingan Non-Pengendali - -
183.875.074.658 183.875.074.658
(Beban) Manfaat Pajak Penghasilan Terkait - -
Jumlah 183.875.074.658 183.875.074.658
31
Page 39
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET LAIN-LAIN
Rincian per 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
2025 2024
Kas yang dibatasi penggunaannya 1.200.000.000 1.200.000.000
Jumlah 1.200.000.000 1.200.000.000
Kas yang di batasi penggunaannya adalah uang jaminan sehubungan dengan pinjaman kredit investasi
BNI, yang dapat digunakan ketika hutang sudah lunas.
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI
a. Sifat hubungan dengan pihak berelasi
Dalam kegiatan usaha normal, Perusahaan dan Entitas Anak melakukan transaksi keuangan dengan
pihak-pihak berelasi.
Sifat Pihak Berelasi
Hubungan dan jenis akun atau transaksi dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:
No. Pihak Berelasi Hubungan Sifat Saldo Akun/Transaksi
1. Herman Herry Adranacus Pemegang Saham dan Utang lain-lain
Komisaris Utama di Entitas
Anak
2. PT Dwimukti Graha Elektrindo Di bawah pengendali yang Piutang lain-lain; Utang lain-
sama dengan Perusahaan dan lain
Entitas Anak
3. PT Dwimukti Inti Boga Di bawah pengendali yang Piutang lain-lain; Utang lain-
sama dengan Perusahaan dan lain
Entitas Anak
4. PT Sotis Hotel Manajemen Di bawah pengendali yang Piutang lain-lain; Utang lain-
sama dengan Perusahaan dan lain
Entitas Anak
b. Piutang lain-lain
2025 2024
PT Sotis Hotel Manajemen 2.970.000 -
2.970.000 -
Provisi atas penurunan nilai - -
Jumlah 2.970.000 -
Bagian lancar 2.970.000 -
Bagian tidak lancar - -
Jumlah 2.970.000 -
Persentase terhadap jumlah aset 0,00072 -
32
Page 40
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
c. Utang lain-lain
2025 2024
PT Dwimukti Graha Elektrindo 111.202.426.473 101.468.048.747
PT Dwimukti Inti Boga 9.113.366.670 -
Herman Herry Adranacus 5.627.698.483 5.627.698.483
PT Sotis Hotel Manajemen 1.525.031.000 1.300.031.000
Jumlah 127.468.522.626 108.395.778.230
Bagian lancar 10.638.397.670 1.300.031.000
Bagian tidak lancar 116.830.124.956 107.095.747.230
Jumlah 127.468.522.626 108.395.778.230
Persentase terhadap jumlah liabilitas 54,03 47,93
Transaksi signifikan dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:
PT Dwimukti Graha Elektrindo ("DGE")
Pada tahun 2025, Perusahaan dan Entitas Anak memperoleh tambahan dana dari DGE untuk
operasional sehingga saldo utang per 31 Desember 2025 menjadi sebesar Rp111.202.426.473 terdiri
dari saldo utang PT SMK sebesar Rp87.371.486.634, PT DMW sebesar Rp19.594.205.811 dan saldo
utang PT TKP sebesar Rp 4.236.734.028.
a. SMK
Pada tahun 2024 terdapat perjanjian pembaharuan utang (Novasi) pada 31 Desember 2024
dengan Nomor: 225/SMK-DGE-DMW/PPH/XXI/2024 antara PT Dwimukti Graha Elektrindo, PT
Dwimukti Mitra Wisata dan PT Satria Mega Kencana. Perjanjian ini bertujuan untuk mengalihkan
atau memindahkan seluruh Piutang DMW tersebut kepada DGE melalui perhitungan utang
dengan nilai Utang DMW ke DGE. Hasil Novasi tersebut mengakibatkan Perusahaan mempunyai
kewajiban pembayaran hutang kepada DGE sebesar Rp86.436.286.635
Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman dari DGE berdasarkan Perjanjian Pinjaman No.
005A/SMK-DGE/PP/I/2025 tertanggal 2 Januari 2025. Pinjaman tersebut diberikan sampai
dengan paling banyak sebesar Rp940.000.000, berlakua selama 2 (dua) tahun terhitung sejak
tanggal penandatanganan Perjanjian dan akan berakhir taggal 2 Januari 2027, bunga 0% (nol
persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan
secara bertahap ataupun seluruhnya secara sekaligus, sesuai dengan kemampuan kondisi
keuangan Perusahaan.
Berdasarkan perjanjian-perjanjian tersebut diatas, saldo utang SMK kepada DGE sebesar
Rp87.371.486.634
33
Page 41
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
c. Utang lain-lain (lanjutan)
PT Dwimukti Graha Elektrindo ("DGE") (lanjutan)
b. DMW
DMW melakukan transaksi dengan pihak berelasi DGE yang meliputi transaksi pinjam-meminjam
uang, serta pembayaran terlebih dahulu beban-beban usaha dan transaksi lainnya.
Atas transaksi tersebut Perusahaan dan DGE tersebut telah terikat hubungan hutang piutang
berdasarkan:
1) Nota Kesepahaman tertanggal 29 Desember 2017 juncto Addendum Nota Kesepahaman
tertangal 31 Desember 2018 juncto Penegasan Kedua Nota Kesepahaman tertanggal 30
Desember 2022
2) Perjanjian Penegasan Perjanjian Hutang Piutang Nomor : 191a/PPHS/XII/2021 tertanggal 31
Desember 2021 juncto Addendum Perjanjian Hutang Piutang No.282/PPPS/XII/2022
tertanggal 30 Desember 2022 juncto Addendum II Perjanjian Hutang Piutang No.284/DGE-
DMW/PHP/XII/2023 tertanggal 29 Desember 2023 juncto Addendum III Perjanjian Hutang
Piutang Nomor : 213/DGE-DMW/PHP/XII/2024 tertanggal 30 Desember 2024 Perusahaan
menerima pinjaman dari DGE sebesar Rp88.425.009.260.
Pada tahun 2024 terdapat perjanjian pengalihan utang (Novasi) pada 31 Desember 2024 dengan
Nomor:225/SMK-DGE-DMW/PPH/XXI/2024 antara PT Dwimukti Graha Elektrindo, PT Dwimukti
Mitra Wisata dan PT Satria Mega Kencana. Perjanjian ini bertujuan untuk mengalihkan atau
memindahkan seluruh Piutang DMW tersebut kepada DGE melalui perhitungan utang dengan
nilai Utang DMW ke DGE sehingga saldo hutang DMW kepada DGE sebesar Rp11.574.205.811.
Berdasarkan Addendum IV Perjanjian Hutang Piutang No.260/DMW-DGW/PHP-
Addendem/XII/2025 tertanggal 30 Desember 2025 DMW mengakui dan menerima pinjaman dari
DGE sebesar Rp19.594.205.811.
c. TKP
Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Dwimukti Graha Elektrindo ("DGE")
berdasarkan Perjanjian Hutang Piutang No. 190a/PHP/XII/2021 tertanggal 31 Desember 2021
untuk keperluan operasional. Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per
tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara
bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan cash flow Perusahaan.
Berdasarkan Addendum Perjanjian Hutang Piutang No.217/TKP-DGE/PHP/XII/2024 tertanggal 31
Desember 2024 Perusahaan mengakui dan menerima pinjaman dari DGE sebesar
Rp3.457.556.303.
Berdasarkan Addendum Perjanjian Hutang Piutang No.355/TKP-DGE/PHP-Addendum/XII/2025
tertanggal 31 Desember 2025 Perusahaan mengakui dan menerima pinjaman dari DGE sebesar
Rp4.236.734.028.
34
Page 42
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
c. Utang lain-lain (lanjutan)
Herman Herry Adranacus ("HHA")
a. DMW
Berdasarkan Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham No.041/PPS/I/2015 tanggal5 Januari 2015
antara DMW dengan HHA (Pihak pertama) ,dimana pihak pertama setuju untuk memberikan
pinjaman sebanyak-banyaknya Rp4.000.000.000 yang dapat diterima sekaligus ataupun secara
bertahap. Atas pinjaman tersebut tidak dikenakan bunga dan dibayarkan kembali setiap bulannya
dengan nominal yang disesuaikan dengan keuangan DMW.
Perjanjian tersebut telah diubah beberapa kali yaitu sebagai berikut:
1. Penegasan Pertama No.046/PPPS/I/2016 tanggal 5 Januari 2016, dimana DMW mengakui
utang kepada pihak pertama sebesar Rp3.712.180.219. Saldo utang DMW per 31
Desember 2016 adalah sebesar Rp 3.712.180.219.
2. Penegasan Kedua No.046/PPPS/I/2017 tanggal 5 Januari 2017, dimana DMW mengakui
utang kepada pihak pertama sebesar Rp3.712.180.219. Saldo utang DMW per 31
Desember 2017 adalah sebesar Rp 3.712.180.219.
3. Perubahan Perjanjian Utang Piutang No.071B/PPHP/XII/2018 tanggal 31 Mei 2018, dimana
DMW mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp6.627.698.483. Saldo utang DMW
per 31 Mei 2018 sebesar Rp 6.627.698.483.
4. Penegasan Perjanjian Utang Piutang No.128/PPPS/XII/2018 tanggal 31 Desember 2018,
dimana DMW mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp6.627.698.483. Saldo
utang DMW per 31 Desember 2018 sebesar Rp6.627.698.483.
5. Penegasan Perjanjian Utang Piutang No.185A/PPPS/XII/2021 tanggal 31 Desember 2021,
dimana DMW mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp6.627.698.483. Saldo
utang DMW per 31 Desember 2021 sebesar Rp6.627.698.483.
6. Penegasan Perjanjian Utang Piutang No.285/PHP/XII/2022 tanggal 30 Desember 2022,
dimana DMW mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp6.627.698.483. Saldo
utang DMW per 31 Desember 2022 sebesar Rp6.627.698.483.
7. Perjanjian Pembaharuan Utang (Novasi) No.279/HH-DMW/PHP/XII/2023 tanggal 29
Desember 2023, dimana DMW mengakui utang kepada pihak pertama sebesar
Rp5.627.698.483. Saldo utang DMW per 31 Desember 2023 sebesar Rp5.627.698.483.
8. Perjanjian Utang No. 222/HH-DMW/PPH/XII/2024 tanggal 30 Desember 2024, dimana
DMW mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp5.627.698.483. Saldo utang DMW
per 31 Desember 2025 dan 2024 sebesar Rp5.627.698.483
Pada tahun 2025 Perusahaan mengakui dan menerima pinjaman dari Herman Hery Adranacus
sebesar Rp5.627.698.483 berdasarkan surat Pengakuan Hutang No. 357/DMW-
HH/PPH/XII/2025 tertanggal 30 Desember 2025. Atas pinjaman tersebut tidak dikenakan bunga
dan dibayarkan kembali setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan keuangan
Perusahaan.
35
Page 43
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
c. Utang lain-lain (lanjutan)
PT Sotis Hotel Manajemen ("SHM")
Berdasarkan Perjanjian Manajemen Hotel No.0012/CTR/SHM/VIII/2018 tanggal 1 Agustus 2018 antara
Entitas Anak (PT Dwimukti Mitra Wisata) dengan PT Sotis Hotel Manajemen (SHM), bahwa Entitas
Anak bermaksud menggunakan merk Sotis, sistem manajemen serta jasa pengelolaan hotel dari SHM.
Atas perjanjian ini, Entitas Anak membayar biaya pelaksanaan pekerjaan yang terdiri dari incentive
management fee sebesar Rp70.000.000 setiap bulan untuk masing-masing hotel. Selain itu, Entitas
Anak wajib mencadangkan 3% dari GOP (Gross Operating Profit ) hotel setiap bulannya sebagai
cadangan untuk penggantian, penambahan dan penyempurnaan alat terpasang dan perlengkapan
hotel. Dalam tahun 2025 dan 2024, Entitas Anak membayar jasa manajemen kepada SHM masing-
masing sebesar Rp1.800.000.000 yang dicatat sebagai “Jasa Manajemen” sebagai bagian dari Beban
Umum dan Administrasi (Catatan 27).
Pada tahun 2025, biaya Jasa Manajemen (Management Fee ) yang belum dibayar atas pengoperasian
Sotis Hotel sebesar Rp987.000.000. Terhadap biaya Jasa Manajemen (Management Fee ) ini tidak
dikenakan biaya tambahan berupa denda dan/atau bunga atas keterlambatan pembayaran yang belum
dilakukan oleh Perusahaan.
Perusahaan melakukan transaksi dengan SHM yang meliputi transaksi pinjam-meminjam uang yang
diperuntukan bagi keperluan operasional usaha. Berdasarkan Perjanjian Hutang Piutang Nomor
177/DMW-SHM/XII/2018 tertanggal 31 Desember 2018 dan Addendum V Perjanjian Hutang Piutang
No.358/DMW-HH/PHP-Addendum/XII/2025 tertanggal 30 Desember 2025 Perusahaan mengakui dan
menerima pinjaman dari DGE sebesar Rp538.031.000. Pinjaman diberikan dengan bunga 0% (nol
persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya
Total Utang DMW kepada SHM sebesar Rp1.525.031.000 dan Rp1.300.031.000 pada 31 Desember
2025 dan 2024.
PT Dwimukti Inti Boga ("DIB")
Per 31 Desember 2025, saldo utang Perusahaan dan entitas anak kepada DIB sebesar
Rp9.113.366.670 terdiri dari saldo utang SMK sebesar Rp2.802.193.381, DMW sebesar
Rp5.471.431.619 dan TKP sebesar Rp839.741.670.
a. SMK
Berdasarkan Perjanjian Hutang Piutang No. 253/DIB-SMK/PHP/VIII/2025 tertanggal 24 Agustus
2025 SMK mengakui dan menerima pinjaman dari DIB sebesar Rp2.802.193.381. Pinjaman
tersebut diberikan untuk keperluan operasional DMW dengan plafond pinjaman sebesar
Rp3.000.000.000, bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya.
Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang
disesuaikan dengan cash flow Perusahaan.
b. DMW
Berdasarkan Perjanjian Hutang Piutang No. 209/DIB-DMW/PHP/VII/2025 tertanggal 21 Juli 2025
DMW mengakui dan menerima pinjaman dari DIB sebesar Rp5.471.431.619. Pinjaman tersebut
diberikan untuk keperluan operasional DMW dengan plafond pinjaman sebesar Rp8.500.000.000,
bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman
dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan cash
flow Perusahaan.
36
Page 44
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
c. Utang lain-lain (lanjutan)
PT Dwimukti Inti Boga ("DIB") (lanjutan)
c. TKP
Berdasarkan Perjanjian Hutang Piutang No. 195/DIB-TKP/PHP/VII/2025 tertanggal 8 Juli 2025
Perusahaan mengakui dan menerima pinjaman dari DIB sebesar Rp839.741.670. Pinjaman
diberikan dengan plafond sebesar Rp1.000.000.000, tidak dikenakan bunga dan tanpa biaya
tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan
nominal yang disesuaikan dengan cash flow Perusahaan.
d. Kompensasi manajemen kunci
2025 2024
Gaji dan imbalan jangka pendek lainnya untuk:
- Dewan Komisaris 422.436.800 422.436.800
- Direksi 1.038.100.900 1.833.231.300
Jumlah 1.460.537.700 2.255.668.100
Persentase terhadap jumlah
beban umum dan administrasi 6,49 10,35
13. UTANG USAHA
a. Berdasarkan pemasok
2025 2024
Pihak ketiga
Rupiah
Lapak Bawang Setiawan Pamungkas 41.309.650 -
Sari Alam Supplier 37.061.375 83.511.154
CV Jasa Boga Niaga 24.898.400 10.290.100
Setya Laundry & Clean 23.077.702 -
UD Brojo Mulyo 22.993.360 -
Snack Bites 16.976.850 -
Makmur Stand Buah 15.878.700 10.649.695
PT Sentralsari Primasentosa 11.747.000 15.186.000
Toko Maju Bersama 10.658.700 -
PT Fitra Food International 10.002.494 15.192.133
PT Rumah Duta Pangan - 43.989.255
PT Yuza Graha Gemilang Raya - 18.482.750
PT Seiga Plus Energy - 17.800.000
CV Santi Jaya Lestari - 16.825.000
PT Paskomnas Niaga Utama - 16.161.454
PT Sahih Mitra Sinergi - 14.902.350
Pastry The Maleo - 14.284.830
Jeng Rince Kitchen - 11.634.000
Pratama Laundry & Dry Cleaning - 11.581.500
Lain-lain (masing-masing dibawah Rp10.000.000) 114.185.058 182.513.847
Jumlah 328.789.289 483.004.068
37
Page 45
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. UTANG USAHA (lanjutan)
b. Berdasarkan umur
Rincian utang usaha dikategorikan berdasarkan tanggal tertagih adalah sebagai berikut :
2025 2024
0 - 30 hari 180.934.681 268.502.172
31 - 60 hari 98.823.138 100.481.677
61 - 90 hari 13.993.620 23.649.541
> 90 hari 35.037.850 90.370.678
Jumlah 328.789.289 483.004.068
Seluruh utang usaha kepada pihak ketiga merupakan utang kepada pemasok dalam mata uang Rupiah per
31 Desember 2025 dan 2024. Seluruh utang usaha berjangka waktu 30 sampai dengan 120 hari dan tanpa
jaminan.
14. UTANG LAIN-LAIN
2025 2024
Pihak ketiga
PT Asuransi Central Asia - 39.797.164
Lainnya 142.261.465 118.931.243
142.261.465 158.728.407
Pihak berelasi (catatan 12c) 127.468.522.626 108.395.778.230
Jumlah 127.610.784.091 108.554.506.637
Bagian lancar 10.780.659.135 1.458.759.407
Bagian tidak lancar 116.830.124.956 107.095.747.230
Jumlah 127.610.784.091 108.554.506.637
Seluruh utang lain-lain kepada pihak berelasi dilakukan tanpa dikenakan bunga, tanpa jaminan dan jatuh
tempo sewaktu-waktu.
15. BEBAN AKRUAL
2025 2024
Jasa Pelayanan 574.011.153 600.236.472
Kerusakan dan Penggantian 410.769.493 348.904.780
Gaji dan Tunjangan 263.228.831 385.109.061
Jasa Profesional 135.000.000 100.000.000
Cadangan Penggantian Perlengkapan Inventaris Hotel 119.845.196 218.507.172
Komisi 86.312.563 71.743.578
Listrik dan Air 78.546.790 77.548.025
Pembelian aset - 118.640.000
Lain-lain 154.817.515 356.638.067
Jumlah 1.822.531.541 2.277.327.155
38
Page 46
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. PERPAJAKAN
a. Pajak dibayar dimuka
2025 2024
Perusahaan
Pasal 21 - 8.677.320
Pajak Pertambahan Nilai 4.792.311.436 4.790.913.030
Entitas anak
Pasal 21 3.676.393 -
Pasal 23 37.769.360 5.891.637
Jumlah 4.833.757.189 4.805.481.987
b. Utang pajak
2025 2024
Perusahaan
Pajak penghasilan badan - -
Pasal 21 45.498.930 75.842.550
Pasal 23 5.270.941 818.001
Entitas anak
Pajak penghasilan badan - 234.667.904
Pajak pembangunan 1 495.979.595 245.253.175
Pasal 21 26.902.146 64.411.616
Pasal 23 6.089.715 16.103.819
Pasal 25/29 95.311.397 40.633.909
Pasal lainnya 44.000.000 44.000.000
Jumlah 719.052.724 721.730.974
c. Beban (Manfaat) Pajak Penghasilan
2025 2024
Kini
Anak 324.191.177 478.471.358
Penyesuaian Tahun Lalu - (1.963.745)
Tangguhan
Perusahaan (28.341.565) 96.345.678
Anak (80.281.123) (113.643.160)
Jumlah 215.568.489 459.210.131
Rekonsiliasi antara laba sebelum Pajak Penghasilan, seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi
komprehensif, dengan taksiran laba fiskal untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
dan 2024 adalah sebagai berikut:
2025 2024
Laba sebelum Pajak Penghasilan konsolidasian (15.411.387.766) (16.154.525.157)
Laba sebelum Pajak Penghasilan - Entitas anak 5.936.184.750 5.970.027.232
Laba sebelum Pajak Penghasilan Perusahaan (9.475.203.016) (10.184.497.925)
Beda waktu:
Selisih Penyusutan Aset Tetap Komersial dan Fiskal - 1.716.091.422
Beban Imbalan Kerja 128.825.295 (437.934.900)
128.825.295 1.278.156.522
39
Page 47
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. PERPAJAKAN (lanjutan)
c. Beban (Manfaat) Pajak Penghasilan (lanjutan)
2025 2024
Beda tetap:
Jasa giro (1.754) (556.062)
Beban yang tidak dapat dikurangkan lain-lain 587.348.045 625.960.919
587.346.291 625.404.857
Taksiran Rugi Fiskal (8.759.031.430) (8.280.936.546)
Rugi Fiskal Tahun sebelumnya:
Tahun 2020 (8.273.978.141) (8.273.978.141)
Tahun 2021 (8.912.287.273) (8.912.287.273)
Tahun 2022 (9.302.166.990) (9.302.166.990)
Tahun 2023 (8.167.893.601) (8.167.893.601)
Tahun 2024 (8.280.936.546) -
Taksiran Akumulasi Rugi Fiskal (51.696.293.981) (42.937.262.551)
Rugi fiskal Perusahaan dapat dikompensasikan dengan laba kena pajak untuk periode lima tahun
mendatang sejak kerugian fiskal terjadi. Namun, Manajemen berpendapat bahwa Perusahaan tidak
akan memiliki laba kena pajak yang mengakibatkan akumulasi rugi fiskal tersebut dapat digunakan
sebelum tanggal kadaluarsanya, sehingga aset pajak tangguhan atas rugi fiskal tersebut tidak diakui.
Rekonsiliasi antara rugi sebelum pajak final dan pajak penghasilan konsolidasian dengan taksiran
rugi fiskal Perusahaan diatas menjadi dasar dalam pengisian SPT Tahunan PPh Badan.
d. Aset Pajak Tangguhan
Pajak tangguhan dihitung berdasarkan pengaruh dari perbedaan temporer antara jumlah tercatat aset
dan liabilitas menurut komersial dengan ketentuan pajak, dengan rincian perhitungan sebagai berikut:
40
Page 48
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. PERPAJAKAN (lanjutan)
d. Aset Pajak Tangguhan (lanjutan)
2025
Dikreditkan
Dikreditkan (dibebankan) ke
(dibebankan) ke penghasilan 31 Desember
1 Januari 2025 laporan laba rugi komprehensif lain 2025
Perusahaan
Liabilitas Pajak Tangguhan - Bersih
Aset Tetap (26.264.355.311) - - (26.264.355.311)
Imbalan kerja 185.454.337 48.852.216 - 234.306.553
Jumlah (26.078.900.974) 48.852.216 - (26.030.048.758)
Entitas Anak
Aset Pajak Tangguhan - Bersih
Aset Tetap 1.974.039.026 - - 1.974.039.026
Cadangan penurunan piutang 915.735 583.932 - 1.499.667
Imbalan kerja 157.676.049 14.418.050 (19.180.828) 152.913.271
Amortisasi (113.361.593) 65.279.141 - (48.082.452)
Jumlah Aset Pajak Tangguhan 2.019.269.217 80.281.123 (19.180.828) 2.080.369.512
Liabilitas Pajak Tangguhan - Bersih
Aset Tetap (27.547.550.800) - - (27.547.550.800)
Jumlah Liabilitas Pajak Tangguhan (27.547.550.800) - - (27.547.550.800)
Konsolidasian
Aset Pajak Tangguhan
Entitas Anak :
PT Dwimukti Mitra Wisata 2.019.269.217 2.080.369.512
Liabilitas Pajak Tangguhan
Perusahaan (26.078.900.974) (26.030.048.758)
Entitas Anak :
PT Tanjung Karoso Permai (27.547.550.800) (27.547.550.800)
(53.626.451.774) (53.577.599.558)
Manfaat (Beban) Pajak Tangguhan 129.133.339 (19.180.828)
41
Page 49
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. PERPAJAKAN (lanjutan)
d. Aset Pajak Tangguhan (lanjutan)
2024
Dikreditkan
Dikreditkan (dibebankan) ke
(dibebankan) ke penghasilan 31 Desember
1 Januari 2024 laporan laba rugi komprehensif lain 2024
Perusahaan
Liabilitas Pajak Tangguhan - Bersih
Aset Tetap (26.264.355.311) - - (26.264.355.311)
Imbalan kerja 298.683.673 (113.229.336) - 185.454.337
Jumlah (25.965.671.638) (113.229.336) - (26.078.900.974)
Entitas Anak
Aset Pajak Tangguhan - Bersih
Aset Tetap 1.963.524.611 10.514.415 - 1.974.039.026
Cadangan penurunan piutang 1.170.163 (254.428) 915.735
Imbalan kerja 34.700.794 142.552.628 (19.577.373) 157.676.049
Amortisasi (91.075.796) (22.285.797) - (113.361.593)
Jumlah Aset Pajak Tangguhan 1.908.319.772 130.526.818 (19.577.373) 2.019.269.217
Liabilitas Pajak Tangguhan - Bersih
Aset Tetap (27.547.550.800) - - (27.547.550.800)
Jumlah Liabilitas Pajak Tangguhan (27.547.550.800) - - (27.547.550.800)
Konsolidasian
Aset Pajak Tangguhan
Entitas Anak :
PT Dwimukti Mitra Wisata 1.908.319.772 2.019.269.217
Liabilitas Pajak Tangguhan
Perusahaan (25.965.671.638) (26.078.900.974)
Entitas Anak :
PT Tanjung Karoso Permai (27.547.550.800) (27.547.550.800)
(53.513.222.438) (53.626.451.774)
Manfaat (Beban) Pajak Tangguhan 17.297.482 (19.577.373)
42
Page 50
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. PERPAJAKAN (lanjutan)
e. Pengampunan Pajak
Pada tahun 2017 dan 2016, Perusahaan dan Entitas Anak ikut berpartisipasi dalam program
pengampunan pajak. Perusahaan dan Entitas Anak telah melaporkan Surat Pernyataan Harta untuk
Pengampunan Pajak (SPHPP) kepada Direktorat Jenderal Pajak antara tanggal 28 September 2016
sampai dengan 31 Maret 2017. Aset dan liabilitas pengampunan pajak yang dideklarasikan oleh
Perusahaan dan Entitas Anak adalah sebagai berikut:
Jenis Aset/Liabilitas Jumlah
Kas 22.205.650.000
Bank 16.857.636
Investasi dalam saham 2.500.000.000
Investasi dalam Saham yang Dikelompokkan dalam Aset Lepasan 4.950.000.000
Tanah 41.899.430.000
Bangunan 4.176.000.000
Kendaraan 1.798.600.000
Utang Bank (516.930.801)
Utang Lain-lain (11.850.000.000)
Liabilitas Sewa Pembiayaan (80.846.577)
65.098.760.258
Seluruh aset dan liabilitas terkait dengan pengampunan pajak yang dideklarasikan oleh Perusahaan
dan Entitas Anak telah diakui, diukur dan dibukukan sesuai dengan kriteria yang ditentukan dalam
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) umum.
Perusahaan dan Entitas Anak membayar uang tebusan sebesar Rp197.500.000 pada tahun 2017 dan
dicatat sebagai bagian dari Beban Pajak dalam akun Penghasilan (Beban) Lain-lain.
f. Ketetapan Pajak
Pada 31 Desember 2024, Perusahaan menerima Surat Tagihan Pajak (”STP”) untuk berbagai jenis
pajak tahun fiskal 2021 yang menyatakan sanksi administrasi atas keterlambatan pelaporan sebesar
Rp 4.668.579. Perusahaan telah menyetujui tagihan pajak tersebut dan dicatat sebagai beban pajak
pada laba atau rugi tahun 2024.
Jenis Pajak Periode Pajak No. SKP Jumlah SKP
PPH Desember 2021 00026/103/21/019/24 1.657.929
PPH Desember 2021 00072/101/21/019/24 3.010.650
TOTAL 4.668.579
43
Page 51
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. PERPAJAKAN (lanjutan)
f. Ketetapan Pajak (lanjutan)
Pada 31 Desember 2024, Perusahaan menerima Surat Tagihan Pajak (”STP”) untuk berbagai jenis
pajak tahun fiskal 2021 yang menyatakan sanksi administrasi atas keterlambatan pelaporan sebesar
Rp 38.645.890. Perusahaan telah menyetujui tagihan pajak tersebut dan dicatat sebagai beban pajak
pada laba atau rugi tahun 2024.
Jenis Pajak Periode Pajak No. SKP Jumlah SKP
PPH Februari 2021 S-403/P2DK/KPP.0708/2024 1.106.000
PPH Maret 2021 S-403/P2DK/KPP.0708/2024 1.106.200
PPH April 2021 S-403/P2DK/KPP.0708/2024 1.106.200
PPH Mei 2021 S-403/P2DK/KPP.0708/2024 1.106.200
PPH Juni 2021 S-403/P2DK/KPP.0708/2024 1.106.200
PPH Juli 2021 S-403/P2DK/KPP.0708/2024 1.106.200
PPH Agustus 2021 S-403/P2DK/KPP.0708/2024 1.106.200
PPH September 2021 S-403/P2DK/KPP.0708/2024 1.106.200
PPH Oktober 2021 S-403/P2DK/KPP.0708/2024 1.106.200
PPH November 2021 S-403/P2DK/KPP.0708/2024 1.106.200
PPH Desember 2021 S-403/P2DK/KPP.0708/2024 1.106.200
PPH Desember 2021 S-403/P2DK/KPP.0708/2024 23.693.291
PPH Februari 2021 00022/101/21/054/25 249.513
PPH Maret 2021 00023/101/21/054/25 257.523
PPH April 2021 00024/101/21/054/25 254.868
PPH Mei 2021 00025/101/21/054/25 252.213
PPH Juni 2021 00026/101/21/054/25 252.213
PPH Juli 2021 00027/101/21/054/25 252.213
PPH Agustus 2021 00028/101/21/054/25 249.558
PPH September 2021 00029/101/21/054/25 246.903
PPH Oktober 2021 00030/101/21/054/25 246.903
PPH November 2021 00031/101/21/054/25 244.248
PPH Desember 2021 00032/101/21/054/25 249.671
PPH Desember 2024 00180/101/24/054/25 28.773
TOTAL 38.645.890
g. Administrasi
Undang-undang perpajakan yang berlaku di Indonesia mengatur bahwa Perusahaan menghitung,
menetapkan dan membayar sendiri besarnya jumlah pajak yang terutang secara individu.
Berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, DJP dapat menetapkan atau mengubah
jumlah pajak terutang dalam jangka waktu 5 (lima) tahun.
Pemerintah mengurangi tarif Pajak Penghasilan Badan menjadi 22% untuk tahun 2020-2021 dan 20%
untuk tahun 2022 dan seterusnya, sesuai dengan Pasal 5 bagian 1 dari Perppu No. 1 tahun 2020.
Kebijakan ini mulai berlaku sejak 31 Maret 2020, setelah dikeluarkannya Peraturan sebagai
Pengganti Undang-Undang tentang Kebijakan Stabilitas Sistem Keuangan dan Kebijakan Sistem
Keuangan sehubungan dengan Wabah Virus Corona 2019 (“COVID-19”) dan/atau untuk
mengantisipasi ancaman yang akan membahayakan Ekonomi Nasional dan/atau Stabilitas Sistem
Keuangan Negara. Perppu tersebut telah diundangkan dalam Undang-undang No. 2 Tahun 2020
yang berlaku efektif 18 Mei 2020.
Pada tanggal 29 Oktober 2021, Pemerintah menerbitkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 7
Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (“UU HPP”). Aturan tersebut menetapkan
tarif pajak penghasilan badan menjadi sebesar 22% yang mulai berlaku pada tahun pajak 2022 dan
seterusnya.
44
Page 52
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. UTANG BANK
2025 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 49.900.000.000 58.900.000.000
Dikurangi:
Biaya Transaksi Utang Bank yang Belum
Diamortisasi (218.554.903) (312.681.816)
Bagian yang Jatuh Tempo dalam Waktu Satu Tahun (10.116.517.299) (8.905.873.087)
Bagian yang Jatuh Tempo Lebih dari Satu Tahun 39.564.927.798 49.681.445.097
Entitas Anak
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Berdasarkan Perjanjian Kredit No.240/JRM/PK-KI/2017 tanggal 15 Desember 2017 antara
PT Dwimukti Mitra Wisata (Entitas Anak) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Entitas Anak
mendapatkan Fasilitas Kredit Investasi dengan maksimum kredit sebesar Rp100.000.000.000 untuk
keperluan refinancing pembiayaan Hotel Sotis Falatehan dan Sotis Residence Penjernihan berikut sarana
prasarana, mesin dan perlengkapan.
Jangka waktu kredit diberikan selama 144 bulan terhitung sejak tanggal 15 Desember 2017 sampai dengan
14 Desember 2029. Pinjaman ini dikenakan bunga mengambang dan memiliki jadwal pembayaran atas
angsuran pokok setiap bulannya yang berkisar antara Rp300.000.000-Rp1.300.000.000 per bulan selama
jangka waktu kredit. Tingkat suku bunga yang dikenakan atas pinjaman di tahun 2025 dan 2024 adalah
sebesar 12% per tahun.
Jaminan yang diberikan atas fasilitas kredit tersebut adalah:
- Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1458/melawai seluas 523 m2 di Jalan Falatehan I No.21 dan 22,
Jakarta Selatan yang terdaftar atas nama PT Satria Mega Kencana (Perusahaan).
- Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1256/bendungan hilir seluas 567 m2 di Jalan Penjernihan I No.10B,
Jakarta Pusat yang terdaftar atas nama PT Dwimukti Graha Elektrindo.
- Jaminan perusahaan oleh PT Satria Mega Kencana (Perusahaan) dan PT Dwimukti Graha Elektrindo.
- Jaminan perorangan oleh Vonny Kristiani.
Jumlah pembayaran pokok pinjaman atas fasilitas tersebut sebesar Rp9.000.000.000 dan
Rp7.800.000.000 untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024.
Saldo utang pinjaman per 31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing sebesar Rp49.681.445.097 dan
Rp58.587.318.184.
45
Page 53
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. UTANG BANK (lanjutan)
Atas fasilitas tersebut, terdapat beberapa batasan yang tidak diperkenankan untuk dilakukan oleh Entitas
Anak yaitu:
a. Mengubah bentuk atau status hukum Entitas Anak, anggaran dasar, memindah tangankan saham
Entitas Anak yang mengakibatkan perubahan pemegang saham dominan;
b. Mengubah susunan pengurus, direksi, komisaris dan kepemilikan saham Entitas Anak;
c. Mengadakan merger dan/atau konsolidasi;
d. Melakukan akuisisi/pengambilalihan aset milik pihak ketiga;
e. Mengijinkan pihak lain menggunakan Entitas Anak untuk kegiatan pihak lain;
f. Melunasi seluruh atau sebagian utang ke pemegang saham atau perusahaan afiliasi;
g. Menjual atau menyewakan harta kekayaan atau barang-barang agunan;
h. Melakukan interfinancing dengan perusahaan afiliasi, induk, entitas anak tanpa underlying
transaction ;
i. Mengalihkan seluruh atau sebagian hak dan kewajiban berdasarkan perjanjian kredit kepada pihak
lain;
j. Menggunakan dana Entitas Anak untuk tujuan diluar usaha yang dibiayai dengan fasilitas kredit;
k. Menerima fasilitas kredit baru dari bank lain;
l. Mengikatkan diri sebagai penjamin dan menjaminkan harta kekayaan yang telah dijaminkan kepada
pihak lain;
m. Membayar dividen;
n. Melakukan likuidasi;
o. Melakukan investasi yang melebihi proceed Entitas Anak;
p. Membuka usaha baru yang tidak terkait dengan usaha yang telah ada;
q. Membuat perjanjian dan transaksi tidak wajar, namun tidak terbatas pada:
- Mengadakan atau membatalkan kontrak yang dapat mempengaruhi kelancaran usaha.
- Mengadakan kerjasama yang mengancam keberlangsungan usaha.
- Mengadakan transaksi dengan pihak lain dengan cara-cara yang berada di luar kebiasaan yang
wajar.
Disamping itu, terdapat juga rasio-rasio keuangan yang harus dipenuhi oleh Entitas Anak yaitu:
a. Current Ratio (Rasio Lancar) minimal 1 kali;
b. Debt to Equity Ratio maksimal 2,5 kali;
c. Debt Service Coverage minimal 100%.
Per tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, rasio-rasio keuangan DMW (Entitas Anak) sebagai berikut:
2025 2024
Current Ratio 0,42 kali 0,64 kali
Debt to Equity Ratio -1,19 kali -1,19 kali
Debt Service Coverage 1,99% 15,11%
Per tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Perusahaan belum dapat memenuhi batasan Rasio Lancar
sebesar minimal 1 kali, dan atas syarat Debt Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt Service Coverage
(DSCR).
Pada tanggal 17 Juli 2018, Entitas Anak mendapatkan surat tertulis dari BNI No.JRM/1/365/R terkait
batasan yang tidak diperkenankan untuk dilakukan oleh Entitas Anak, yaitu membayar dividen.
Berdasarkan surat tersebut, Entitas Anak dapat membagi dividen tanpa persetujuan BNI selama Entitas
Anak masih memenuhi financial convenant yang ditetapkan oleh BNI. Pemberitahuan wajib dilakukan 7
hari kerja sebelum tanggal efektif pembayaran dividen.
46
Page 54
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. LIABILITAS SEWA PEMBIAYAAN
2025 2024
Jumlah utang sewa guna usaha 87.920.000 153.860.000
Pembayaran (65.940.000) (65.940.000)
21.980.000 87.920.000
Dikurangi:
Bagian jangka pendek 21.980.000 65.940.000
Bagian jangka panjang - 21.980.000
Liabilitas sewa pembiayaan merupakan sewa pembiayaan kepada Bank Central Asia yang dilakukan oleh
entitas anak DMW pada unit Sotis Falatehan untuk kendaraan operasional. Jangka waktu nya adalah 3
tahun dengan bunga 2,66% setiap tahunnya
19. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA
Perusahaan dan Entitas Anak mencatat liabilitas imbalan pasca kerja sesuai UU CIPTAKERJA No.11/2020
berdasarkan perhitungan aktuaris independen, Kantor Konsultan Aktuaria Arya Bagiastra yang dalam
laporannya tertanggal 29 Januari 2026 dan 12 Maret 2025 untuk perhitungan per 31 Desember 2025 dan
2024 dengan menggunakan metode Proyeksi Kredit Unit, dengan asumsi sebagai berikut :
2025 2024
Usia pensiun normal 59 tahun 55 tahun
Tingkat bunga diskonto (per tahun) 5,56% - 6,65% 6,91% - 7,10%
Tingkat kenaikan gaji (per tahun) 10,00% 10,00%
Tingkat kematian TMI IV TMI IV
Tingkat cacat dari tingkat kematian 10% dari TMI IV 10% dari TMI IV
Beban imbalan pasca kerja karyawan untuk tahun 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
2025 2024
Biaya jasa lalu - -
Biaya jasa kini 186.488.260 196.911.154
Biaya bunga liabilitas manfaat pasti, neto 109.175.010 98.491.004
Biaya terminasi - (12.244.159)
Pengakuan Segera dari Biaya Jasa Lalu yang Vested - 431.267.281
Jumlah 295.663.270 714.425.280
Mutasi liabilitas manfaat karyawan adalah sebagai berikut:
2025 2024
Saldo awal 1.559.685.070 1.515.385.440
Beban yang diakui di laporan laba rugi 295.663.270 714.425.280
Pembayaran tahun berjalan (101.301.385) -
Kurtailmen - (593.381.748)
Penyesuaian liabilitas atas pengakuan masa kerja lalu 6.044.650 (76.743.902)
Jumlah 1.760.091.605 1.559.685.070
47
Page 55
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA (lanjutan)
Jumlah tercantum pada laporan posisi keuangan yang timbul dari liabilitas Entitas dalam rangka liabilitas
imbalan pasca kerja adalah sebagai berikut:
2025 2024
Nilai kini liabilitas imbalan pasti 1.760.091.605 1.559.685.070
Jumlah 1.760.091.605 1.559.685.070
Analisa sensitivitas kuantitatif untuk asumsi-asumsi yang signifikan pada tanggal 31 Desember 2025
adalah sebagai berikut:
Pengaruh atas nilai kini liabilitas
Pemegang saham Persentase imbalan pasca kerja
Tingkat diskonto
Kenaikan 1,00% 1.633.354.836
Penurunan 1,00% 1.902.800.809
Kenaikan gaji di masa depan
Kenaikan 1,00% 1.890.175.602
Penurunan 1,00% 1.641.679.804
20. JAMINAN PELANGGAN
2025 2024
Pihak ketiga 400.525.986 256.763.744
Jumlah 400.525.986 256.763.744
Jaminan Pelanggan merupakan uang muka atau deposit yang diberikan terlebih dahulu oleh pelanggan
sebelum menggunakan jasa hotel.
21. MODAL SAHAM
Berdasarkan Akta Notaris Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn No.12 tertanggal 4 Mei 2018, para
pemegang saham Perusahaan telah menyetujui untuk:
- Meningkatkan modal dasar Perusahaan dari semula sebesar Rp 10.000.000.000 menjadi sebesar Rp
240.000.000.000.
- Meningkatkan modal ditempatkan dan modal disetor Perusahaan dari semula sebesar
Rp10.000.000.000 yang terbagi atas 10.000 saham menjadi sebesar Rp60.000.000.000 yang terbagi
atas 60.000 saham. Peningkatan modal ditempatkan dan disetor Perusahaan dilakukan dengan
menerbitkan saham baru dalam simpanan yaitu sebanyak 50.000 saham dengan nilai nominal sebesar
Rp1.000.000, seluruhnya diambil bagian dan disetor oleh Herman Herry Adranacus.
Perubahan anggaran dasar Perusahaan tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.AHU-0010228.AH.01.02. Tahun 2018
tanggal 8 Mei 2018.
Berdasarkan Akta Notaris Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn No.27 tertanggal 9 Mei 2018, para
pemegang saham Perusahaan telah menyetujui untuk merubah nilai nominal saham Perusahaan dari
semula sebesar Rp 1.000.000 per saham menjadi sebesar Rp 100 per saham.
48
Page 56
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. MODAL SAHAM (lanjutan)
Perubahan anggaran dasar Perusahaan tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.AHU-0010551.AH.01.02. Tahun 2018
tanggal 14 Mei 2018.
Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diaktakan dalam Akta Notaris
Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn No.49 tertanggal 25 Juli 2018, para pemegang saham Perusahaan
telah menyetujui untuk:
1. Merubah jumlah saham yang dikeluarkan dalam simpanan/portepel Perusahaan yang akan
ditawarkan/dijual ke masyarakat melalui Penawaran Umum dari semula sebanyak-banyaknya
150.000.000 saham baru menjadi sebanyak-banyaknya 400.000.000 saham baru dengan nilai nominal
masing-masing saham sebesar Rp100, dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang
berlaku termasuk peraturan Pasar Modal dan Peraturan Bursa Efek di Indonesia yang berlaku.
2. Menerbitkan Waran Seri I sebanyak-banyaknya 200.000.000 yang diberikan secara cuma-cuma
kepada masyarakat yang membeli saham baru dalam Penawaran Umum, dan waran ini dapat
dialihkan dan/atau diperjualbelikan secara terpisah dari saham baru tersebut, dengan memperhatikan
peraturan perundang-undangan yang berlaku termasuk peraturan Pasar Modal dan Peraturan Bursa
Efek di Indonesia yang berlaku.
3. Mencatatkan Waran Seri I dan saham-saham hasil pelaksanaan Waran Seri I pada Bursa Efek
Indonesia serta mendaftarkan saham-saham Perusahaan dalam Penitipan Kolektif sesuai dengan
Peraturan Kustodian Sentral Efek Indonesia.
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No.59 tanggal 21 September 2018 dan Akta
Hibah Saham No.60 tanggal 22 September 2018 dari Notaris Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn., para
pemegang saham Perusahaan menyetujui pengalihan saham dalam Perusahaan yang dimiliki oleh Herman
Herry Adranacus kepada Stevano Rizki Adranacus sebanyak 240.000.000.
Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Perusahaan tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data
Perusahaan No. AHU-AH.01.03-0245655 tanggal 24 September 2018.
Berdasarkan Laporan dari Biro Administrasi Efek PT Adimitra Jasa Korpora, susunan pemegang saham
per 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
2025
Jumlah saham
ditempatkan dan Persentase
Pemegang saham disetor penuh kepemilikan Jumlah
Herman Herry Adranacus 260.000.000 26,00 26.000.000.000
Stevano Rizki Adranacus 247.967.600 24,80 24.796.760.000
Indjun 141.895.700 14,19 14.189.570.000
Vonny Kristiani 99.000.000 9,90 9.900.000.000
Cindy Angelina Adranacus 1.000.000 0,10 100.000.000
Masyarakat 250.140.679 25,01 25.014.067.900
Jumlah 1.000.003.979 100,00 100.000.397.900
49
Page 57
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. MODAL SAHAM (lanjutan)
2024
Jumlah saham
ditempatkan dan Persentase
Pemegang saham disetor penuh kepemilikan Jumlah
Herman Herry Adranacus 260.000.000 26,00 26.000.000.000
Stevano Rizki Adranacus 247.967.600 24,80 24.796.760.000
Indjun 143.375.700 14,33 14.337.570.000
Vonny Kristiani 99.000.000 9,90 9.900.000.000
Cindy Angelina Adranacus 1.000.000 0,10 100.000.000
Masyarakat 248.660.679 24,87 24.866.067.900
Jumlah 1.000.003.979 100,00 100.000.397.900
Sesuai dengan Daftar Pemegang Saham per tanggal 31 Desember 2025, jumlah saham yang telah
dikeluarkan oleh Perseroan dalam rangka pelaksanaan Waran sampai dengan tanggal 31 Desember 2025,
adalah sebanyak 3.979 (tiga ribu sembilan ratus tujuh puluh sembilan) saham dengan nilai nominal
seluruhnya sebesar Rp397.900 (tiga ratus sembilan puluh tujuh ribu sembilan ratus rupiah), sehingga
jumlah seluruh saham yang telah dikeluarkan oleh Perseroan adalah sebanyak 1.000.003.979 (satu milyar
tiga ribu sembilan ratus tujuh puluh sembilan) saham, dengan nilai nominal seluruhnya sebesar
Rp100.000.397.900 (seratus milyar tiga ratus sembilan puluh tujuh ribu sembilan ratus rupiah).
22. TAMBAHAN MODAL DISETOR
2025 2024
Agio Saham - Penawaran Umum Perdana 26.000.000.000 26.000.000.000
Biaya Emisi Saham - Penawaran Umum Perdana (4.700.865.166) (4.700.865.166)
21.299.134.834 21.299.134.834
Agio Saham - Saham Waran 1.989.500 1.989.500
Selisih Nilai Transaksi Rekstrukturisasi Entitas
Sepengendali (6.809.670.464) (6.809.670.464)
Bagian yang Jatuh Tempo Lebih dari Satu Tahun 14.491.453.870 14.491.453.870
Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali merupakan tambahan modal disetor atas
peningkatan modal saham Perusahaan di Entitas Anak (PT Dwimukti Mitra Wisata (DMW)). Peningkatan
dilakukan melalui pembelian saham DMW dari Herman Herry Adranacus dan Vonny Kristiani masing-
masing sebesar 1.250 lembar saham dan 1.200 lembar saham dengan harga beli seluruhnya sebesar
Rp2.450.000.000. Atas pembelian ini, timbul selisih antara harga pengalihan dengan proporsi nilai liabilitas
bersih entitas anak pada saat pembelian sebesar Rp6.809.670.464 yang dicatat sebagai Selisih Nilai
Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali.
50
Page 58
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23. KEPENTINGAN NON PENGENDALI
Kepentingan non pengendali atas aset bersih entitas anak per 31 Desember 2025 dan 2024 adalah
sebagai berikut:
2025 2024
Vonny Kristiani 9.661.855.039 9.852.844.416
Jumlah 9.661.855.039 9.852.844.416
Kepentingan non pengendali atas rugi bersih entitas anak:
2025 2024
Vonny Kristiani (191.669.423) (154.366.337)
Jumlah (191.669.423) (154.366.337)
Mutasi kepentingan non pengendali adalah:
2025 2024
Saldo awal 9.852.844.416 10.007.115.249
Rugi Tahun Berjalan (191.669.423) (154.366.337)
Penghasilan Komprehensif Lain:
Pengukuran Kembali Liabilitas Imbalan Kerja, Setelah
Pajak 680.046 95.504
Jumlah 9.661.855.039 9.852.844.416
24. PENDAPATAN USAHA
Penjualan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai
berikut:
2025 2024
Pendapatan Hotel
Kamar 14.273.382.643 15.715.222.329
Makanan dan Minuman 6.178.420.542 6.577.684.000
Lain-lain 98.022.955 105.997.138
20.549.826.140 22.398.903.467
Pendapatan Spa 178.365.869 153.668.017
Jumlah 20.728.192.009 22.552.571.484
Pendapatan kamar merupakan pendapatan atas penggunaan kamar hotel Sotis Falatehan, hotel Sotis
Penjernihan dan Sotis Villa Canggu.
Pendapatan makanan dan minuman merupakan pendapatan atas penjualan dari restoran dan bar hotel
Sotis Falatehan, hotel Sotis Penjernihan dan Sotis Villa Canggu.
Pendapatan lain-lain merupakan pendapatan dari telepon, laundry, business center, listrik dan parkir.
Tidak terdapat pendapatan dari pihak berelasi maupun pelanggan dengan transaksi lebih dari 10% total
nilai pendapatan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan
2024.
51
Page 59
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. BEBAN POKOK PENDAPATAN
2025 2024
Gaji dan Tunjangan 3.064.110.269 3.683.648.301
Makanan dan Minuman 2.079.938.548 1.992.671.846
Reservasi 557.580.465 660.563.204
Perlengkapan Kantor dan Rumah 555.592.040 601.788.465
Internet dan TV Kabel 493.567.228 341.695.268
Pemeliharaan 365.764.552 369.743.858
Penyisihan Perlengkapan dan Alat 235.886.667 104.815.523
Bahan Bakar 177.665.338 151.327.362
Transportasi dan Perjalanan Dinas 16.017.268 6.712.350
Lain-lain 156.877.082 212.207.231
Jumlah 7.702.999.457 8.125.173.408
Beban Operasional Spa 92.687.473 79.408.748
Jumlah 7.795.686.930 8.204.582.156
Sampai dengan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, tidak terdapat
transaksi dengan pihak berelasi maupun transaksi dengan pemasok yang berjumlah lebih dari 10% dari
jumlah beban konsolidasian.
26. BEBAN PENJUALAN
2025 2024
Gaji dan tunjangan 672.664.002 740.961.229
Iklan dan Promosi 176.119.854 45.172.161
Cadangan Penggantian Perlengkapan Inventaris Hotel 157.075.991 218.507.172
Transportasi dan Perjalanan Dinas 75.626.456 73.974.437
Komisi 51.000.000 145.832.075
Sumbangan dan Hadiah 25.384.318 19.706.195
Telepon, Teleks dan Telegram 20.283.172 20.827.700
Perlengkapan Kantor dan Rumah 14.397.954 12.518.994
Lain-lain 60.526.243 32.957.559
Jumlah 1.253.077.990 1.310.457.522
52
Page 60
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
2025 2024
Gaji dan Tunjangan 7.014.387.211 6.815.132.069
Penyusutan dan Amortisasi (catatan 10) 6.545.424.188 6.565.015.108
Jasa Manajemen 1.800.000.000 1.800.000.000
Listrik, Air dan Telekomunikasi 1.545.383.342 1.658.057.517
Perbaikan dan Pemeliharaan 1.187.469.627 1.165.498.029
Keamanan 1.068.500.100 438.785.200
Perijinan dan Legalitas 898.879.723 877.236.643
Jasa Profesional 604.964.619 673.887.025
Pajak Bumi Bangunan 503.090.630 490.298.608
Transportasi dan Perjalanan Dinas 415.620.017 333.768.894
Asuransi 221.008.388 221.485.564
Administrasi Bank 109.040.470 106.698.520
Estimasi Imbalan Kerja 65.536.590 133.287.691
Sumbangan dan Hadiah 57.147.945 34.231.800
Perlengkapan Kantor dan Rumah 46.826.354 129.661.798
Lain-lain 419.479.588 349.482.022
Jumlah 22.502.758.792 21.792.526.488
28. BEBAN KEUANGAN
2025 2024
Beban Bunga Pinjaman Bank 5.374.728.616 6.485.648.729
Denda 95.682.844 -
Beban Bunga dari Liabilitas Sewa Pembiayaan 5.263.200 5.263.200
Administrasi Bank 3.794.066 -
Jumlah 5.479.468.726 6.490.911.929
29. NILAI WAJAR DARI INSTRUMEN KEUANGAN
Instrumen keuangan yang disajikan di dalam laporan posisi keuangan dicatat sebesar nilai wajar, atau
disajikan dalam jumlah tercatat apabila jumlah tersebut adalah kurang lebih sebesar nilai wajarnya atau
karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara handal.
Manajemen menetapkan bahwa nilai tercatat kas dan setara kas, saldo bank yang dibatasi
penggunaannya, piutang usaha, piutang lain-lain, uang muka pembelian, utang usaha, utang lain-lain,
beban yang masih harus dibayar, utang pembelian aset tetap dan liabilitas sewa kurang lebih sebesar nilai
wajarnya karena instrumen keuangan tersebut sebagian besar berjangka pendek.
53
Page 61
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
29. NILAI WAJAR DARI INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)
Tabel berikut menyajikan aset dan liabilitas keuangan Entitas pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024.
2025 2024
Nilai Tercatat Nilai Wajar Nilai Tercatat Nilai Wajar
Aset Keuangan
Kas dan Setara Kas 5.257.129.310 5.257.129.310 5.722.483.612 5.722.483.612
Piutang usaha 534.480.314 534.480.314 595.988.398 595.988.398
Piutang lain-lain 111.363.374 111.363.374 54.224.551 54.224.551
Aset lain-lain 1.200.000.000 1.200.000.000 1.200.000.000 1.200.000.000
Jumlah 7.102.972.998 7.102.972.998 7.572.696.561 7.572.696.561
Liabilitas Keuangan
Utang Usaha 328.789.289 328.789.289 483.004.068 483.004.068
Utang lain-lain 127.610.784.091 127.610.784.091 108.554.506.637 108.554.506.637
Beban akrual 1.822.531.541 1.822.531.541 2.277.327.155 2.277.327.155
Jaminan pelanggan 400.525.986 400.525.986 256.763.744 256.763.744
Pinjaman bank 66.700.000.000 66.286.019.109 73.900.000.000 73.380.745.121
Liabilitas sewa 21.980.000 21.980.000 87.920.000 87.920.000
Jumlah 196.884.610.907 196.470.630.016 185.559.521.604 185.040.266.725
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk
mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran.
Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas
terjadi:
a. Di pasar utama untuk aset dan liabilitas tersebut, atau
b. Jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas
tersebut.
Grup harus memiliki akses ke pasar utama.
Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika
menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam
kepentingan ekonomi terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar atas aset non-keuangan mempertimbangkan kemampuan pelaku pasar dalam
menghasilkan keuntungan ekonomi dengan penggunaan aset pada kemampuan tertinggi dan terbaik aset
atau dengan menjualnya ke pelaku pasar yang lain yang akan menggunakan aset di kemampuan tertinggi
dan terbaik.
Grup menggunakan teknik penilaian yang tepat sesuai keadaan dan di mana tersedia kecukupan data
untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan
meminimalisir penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
PSAK 107, "Instrumen Keuangan: Pengungkapan", mensyaratkan pengungkapan atas pengukuran nilai
wajar dengan tingkat hirarki nilai wajar sebagai berikut:
(i) Harga kuotasian (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik (tingkat
(ii) Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam tingkat 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau
liabilitas, baik secara langsung (misalnya harga) atau secara tidak langsung (misalnya deviasi dari
harga) (tingkat 2), dan;
(iii) Input untuk aset atau liabilitas yang bukan berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi (input
yang tidak dapat diobservasi) (tingkat 3).
54
Page 62
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
29. NILAI WAJAR DARI INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)
Nilai wajar untuk instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif ditentukan berdasarkan kuotasi
nilai pasar pada tanggal pelaporan. Instrumen keuangan ini termasuk dalam tingkat 1.
Nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif ditentukan dengan menggunakan
teknik penilaian tertentu. Teknik tersebut menggunakan data pasar yang dapat diobservasi sepanjang
tersedia, dan seminimal mungkin mengacu pada estimasi. Apabila seluruh input signifikan atas nilai wajar
dapat diobservasi, instrumen keuangan ini termasuk dalam tingkat 2.
Jika satu atau lebih input yang signifikan tidak berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi, maka
instrumen tersebut masuk ke dalam tingkat 3.
Entitas tidak mempunyai aset dan liabilitas keuangan yang diukur dan diakui pada nilai wajar (tingkat 1 dan
2). Berikut ini adalah metode dan asumsi yang digunakan dalam mengestimasi nilai wajar dari setiap
golongan instrumen keuangan Entitas:
1. Kas dan setara kas, saldo bank yang dibatasi pengguaannya, piutang usaha, dan piutang lain-lain.
Untuk aset keuangan yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, nilai tercatat aset keuangan
tersebut dianggap telah mencerminkan nilai wajar dari aset keuangan tersebut.
2. Utang usaha, utang lain-lain dan beban yang masih harus dibayar.
Seluruh liabilitas keuangan di atas merupakan liabilitas yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 bulan
sehingga nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut telah mencerminkan nilai wajar.
3. Liabilitas sewa dan utang pembelian aset tetap
Liabilitas keuangan di atas memiliki suku bunga variabel yang disesuaikan dengan pergerakan suku
bunga pasar sehingga jumlah terutang liabilitas keuangan tersebut telah mendekati nilai wajar.
30. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Risiko keuangan utama yang dihadapi oleh Grup adalah risiko kredit, risiko likuiditas, risiko mata uang dan
risiko suku bunga. Grup mencoba untuk meminimalkan potensi dampak negatif dari risiko-risiko di atas
melalui pendekatan manajemen risiko.
(i) Risiko kredit
Risiko kredit adalah di mana salah satu pihak atas instrumen keuangan akan gagal memenuhi
liabilitasnya dan mengakibatkan pihak lain mengalami kerugian keuangan.
Instrumen keuangan Grup yang mempunyai potensi atas risiko kredit terdiri dari kas dan setara kas di
bank dan piutang usaha. Jumlah eksposur risiko kredit maksimum sama dengan nilai tercatat atas
akun-akun tersebut.
Untuk risiko kredit yang berhubungan dengan bank, hanya bank-bank dengan predikat baik yang
dipilih. Selain itu, kebijakan Grup adalah untuk tidak membatasi eksposur hanya kepada satu institusi
tertentu, sehingga Grup memiliki kas dan setara kas di bank dan piutang di berbagai institusi (catatan
4, 5, 6 dan 12).
2025 2024
Kas dan setara kas 5.257.129.310 5.722.483.612
Piutang usaha 534.480.314 595.988.398
Piutang lain-lain 111.363.374 54.224.551
Aset lain-lain 1.200.000.000 1.200.000.000
Jumlah 7.102.972.998 7.572.696.561
Pada tanggal pelaporan, eksposur maksimum Grup terhadap risiko kredit adalah sebesar nilai tercatat
masing-masing kategori aset keuangan yang disajikan pada laporan posisi keuangan.
55
Page 63
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
(i) Risiko kredit (lanjutan)
Tabel berikut menganalisis aset keuangan berdasarkan jatuh tempo:
2025
Jatuh Tempo
Jumlah
Belum Jatuh Tempo < 30 hari 30 - 90 hari > 90 hari
Kas dan setara kas 5.257.129.310 - - - 5.257.129.310
Piutang usaha 365.799.050 - 166.972.654 8.522.652 541.294.356
Piutang Lain-lain 111.363.374 - - - 111.363.374
Aset lain-lain 1.200.000.000 - - - 1.200.000.000
Jumlah 6.934.291.734 - 166.972.654 8.522.652 7.109.787.040
2024
Jatuh Tempo
Jumlah
Belum Jatuh Tempo < 30 hari 30 - 90 hari > 90 hari
Kas dan setara kas 5.722.483.612 - - - 5.722.483.612
Piutang usaha 487.712.967 - 112.436.865 - 600.149.832
Piutang Lain-lain 54.224.551 - - - 54.224.551
Aset lain-lain 1.200.000.000 - - - 1.200.000.000
Jumlah 7.464.421.130 - 112.436.865 - 7.576.857.995
(ii) Risiko likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko di mana Grup akan mengalami kesulitan dalam rangka memperoleh
dana untuk memenuhi komitmennya terkait dengan instrumen keuangan.
Liabilitas keuangan terdiri dari:
2025 2024
Utang usaha 328.789.289 483.004.068
Beban akrual 1.822.531.541 2.277.327.155
Liabilitas sewa 21.980.000 87.920.000
Utang lain-lain 127.610.784.091 108.554.506.637
Pinjaman bank 66.700.000.000 73.900.000.000
Jumlah 196.484.084.921 185.302.757.860
Grup mengelola risiko likuiditas dengan mempertahankan kas yang mencukupi untuk memungkinkan
Grup dalam memenuhi komitmen Grup untuk operasi normal Grup. Selain itu Grup juga melakukan
pengawasan proyeksi dan arus kas aktual secara terus menerus serta pengawasan tanggal jatuh
tempo aset dan liabilitas keuangan.
56
Page 64
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
(iii) Risiko nilai tukar mata uang asing
Risiko mata uang adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan yang disebabkan perubahan nilai
tukar nilai mata uang asing.
Grup melakukan transaksi-transaksi dengan menggunakan mata uang asing, diantaranya adalah
transaksi penjualan, pembelian dan pinjaman Entitas. Entitas harus mengkonversikan Rupiah ke mata
uang asing, terutama Dolar Amerika Serikat, untuk memenuhi kebutuhan liabilitas dalam mata uang
asing pada saat jatuh tempo. Fluktuasi nilai tukar mata uang Rupiah terhadap mata uang Dolar
Amerika Serikat dapat memberikan dampak pada kondisi keuangan Entitas.
Grup mengelola risiko mata uang dengan melakukan pengawasan terhadap fluktuasi nilai tukar mata
uang secara terus-menerus sehingga dapat melakukan tindakan yang tepat untuk mengurangi risiko
mata uang.
(iv) Risiko suku bunga
Risiko suku bunga adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan yang disebabkan perubahan suku
bunga pasar.
Grup memiliki risiko bunga terutama karena melakukan pinjaman. Grup melakukan pengawasan
terhadap dampak pergerakan suku bunga untuk meminimalisasi dampak negatif terhadap Grup.
Utang yang berdampak bunga terdiri dari:
2025 2024
Utang bank 49.681.445.097 58.587.318.184
Liabilitas sewa 21.980.000 87.920.000
Jumlah 49.703.425.097 58.675.238.184
(v) Risiko harga
Risiko harga adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan sebagai akibat perubahan harga pasar,
terlepas apakah perubahan tersebut disebabkan oleh faktor-faktor spesifik dari instrumen individual
atau penerbitnya atau faktor-faktor yang mempengaruhi seluruh instrumen yang diperdagangkan di
pasar.
Perusahaan mengelola risiko harga dengan melakukan pengawasan internal oleh manajemen secara
berkelanjutan.
31. PENGELOLAAN MODAL
Tujuan utama pengelolaan modal Grup adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal yang sehat
untuk mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham.
Grup dipersyaratkan oleh Undang-Undang No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, efektif sejak
2007, untuk mengalokasikan sampai dengan 20% dari modal saham diterbitkan dan dibayar penuh ke
dalam dana cadangan yang tidak boleh didistribusikan. Persyaratan permodalan eksternal tersebut telah
dipertimbangkan oleh Grup bahwa pembentukan dana cadangan belum bisa dilakukan.
57
Page 65
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. PENGELOLAAN MODAL (lanjutan)
Grup mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, bila diperlukan, berdasarkan perubahan
kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Grup dapat mengusahakan
pendanaan melalui pinjaman. Tidak ada perubahan atas tujuan, kebijakan maupun proses selama tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024.
Grup mengawasi modal dengan menggunakan rasio pengungkit, dengan membagi jumlah utang yang
berdampak bunga dengan jumlah ekuitas. Kebijakan Grup adalah menjaga rasio pengungkit dalam kisaran
dari perusahaan terkemuka di Indonesia untuk mengamankan akses terhadap pendanaan pada biaya yang
rasional. Termasuk dalam total pinjaman berdampak bunga adalah liabilitas sewa dan utang pembelian
aset tetap.
Rasio pengungkit pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
2025 2024
Utang bank 49.681.445.097 58.587.318.184
Liabilitas sewa 21.980.000 87.920.000
Dikurangi: Kas dan setara kas (5.257.129.310) (5.722.483.612)
Utang Bersih 44.446.295.787 52.952.754.572
Jumlah Ekuitas 179.279.229.602 194.987.705.009
Rasio pengungkit 24,79% 27,16%
32. INFORMASI SEGMEN
Perusahaan dan Entitas Anak menggolongkan segmen usaha dalam dua segmen utama yaitu sewa
operasi dan perhotelan.
2025
Sewa Operasi Perhotelan Lain-lain Eliminasi Konsolidasian
PENDAPATAN
Kamar - 14.273.382.643 - - 14.273.382.643
Makanan dan minuman - 6.178.420.542 - - 6.178.420.542
Pendapatan operasional lainnya - 210.835.602 - - 210.835.602
Lain-lain - 65.553.222 - - 65.553.222
Jumlah pendapatan - 20.728.192.009 - - 20.728.192.009
BEBAN POKOK
Kamar - (3.874.289.668) - - (3.874.289.668)
Makanan dan minuman - (3.804.422.903) - - (3.804.422.903)
Pendapatan operasional lainnya - (107.146.859) - - (107.146.859)
Lain-lain - (9.827.500) - - (9.827.500)
Jumlah pokok - (7.795.686.930) - - (7.795.686.930)
- 12.932.505.079 - - 12.932.505.079
Beban Penjualan - (1.096.001.999) - - (1.096.001.999)
Beban Umum dan Administrasi (10.183.003.734) (11.802.188.509) (1.390.358.738) 735.000.000 (22.640.550.981)
Jasa Giro 1.754 39.836.034 - - 39.837.788
Beban Keuangan (1.170.400) (5.382.615.482) - - (5.383.785.882)
Beban Pajak (38.646.390) (95.682.844) (52.625.833) - (186.955.067)
Penyisihan Penurunan Nilai Piutang - (2.652.608) - - (2.652.608)
Amortisasi Biaya Transaksi Utang Bank - - - - -
Laba (Rugi) Penjualan Aset Tetap 1.351.352 - - - 1.351.352
Pendapatan Sewa - - - - -
Lain-lain - Bersih 746.264.402 676.598.638 1.512 (735.000.000) 687.864.552
RUGI SEBELUM PAJAK
FINAL DAN PAJAK
PENGHASILAN (9.475.203.016) (4.730.201.691) (1.442.983.059) - (15.648.387.766)
Penyesuaian Tahun Lalu - - - - -
Pajak Final - - - - -
RUGI SEBELUM PAJAK
PENGHASILAN (9.475.203.016) (4.730.201.691) (1.442.983.059) - (15.648.387.766)
Manfaat Pajak Penghasilan 28.341.565 (197.159.398) - - (168.817.833)
RUGI TAHUN BERJALAN (9.446.861.451) (4.927.361.089) (1.442.983.059) - (15.817.205.599)
58
Page 66
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. INFORMASI SEGMEN (lanjutan)
2025
Sewa Operasi Perhotelan Lain-lain Eliminasi Konsolidasian
PENGHASILAN
KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang Tidak Akan
Direklasifikasi ke Laba Rugi:
Pengukuran Kembali Liabilitas
Imbalan Kerja (93.230.231) 87.185.581 - - (6.044.650)
Manfaat (Beban) Pajak
Penghasilan Terkait 20.510.651 (19.180.828) - - 1.329.823
Penghasilan Komprehensif Lain
Tahun Berjalan (72.719.580) 68.004.753 - - (4.714.827)
JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN (9.519.581.031) (4.859.356.336) (1.442.983.059) - (15.821.920.426)
RUGI TAHUN BERJALAN YANG
DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk (9.446.861.451) (4.880.670.019) (1.298.684.753) - (15.626.216.223)
Kepentingan Non-Pengendali - (46.691.070) (144.298.306) - (190.989.376)
(9.446.861.451) (4.927.361.089) (1.442.983.059) - (15.817.205.599)
JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF
YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk (9.519.581.031) (4.812.665.266) (1.298.684.753) - (15.630.931.050)
Kepentingan Non-Pengendali - (46.691.070) (144.298.306) - (190.989.376)
(9.519.581.031) (4.859.356.336) (1.442.983.059) - (15.821.920.426)
Jumlah Aset Konsolidasian 272.865.373.610 13.649.028.470 136.657.581.958 (7.969.954.545) 415.202.029.493
Jumlah Liabilitas Konsolidasian (117.830.608.957) (87.564.678.978) (32.647.466.498) 2.119.954.542 (235.922.799.891)
2024
Sewa Operasi Perhotelan Lain-lain Eliminasi Konsolidasian
PENDAPATAN
Kamar - 15.715.222.329 - - 15.715.222.329
Makanan dan minuman - 6.577.684.000 - - 6.577.684.000
Pendapatan operasional lainnya - 191.442.100 - - 191.442.100
Lain-lain - 68.223.055 - - 68.223.055
Jumlah pendapatan - 22.552.571.484 - - 22.552.571.484
BEBAN POKOK
Kamar - (3.902.086.762) - - (3.902.086.762)
Makanan dan minuman - (3.934.830.746) - - (3.934.830.746)
Pendapatan operasional lainnya - (86.325.148) - - (86.325.148)
Lain-lain - (10.014.500) - - (10.014.500)
Jumlah pokok - (7.933.257.156) - - (7.933.257.156)
- 14.619.314.328 - - 14.619.314.328
Beban Penjualan - (877.665.653) - - (877.665.653)
Beban Umum dan Administrasi (10.649.076.466) (11.598.072.331) (951.976.320) 660.000.000 (22.539.125.117)
Jasa Giro 556.062 157.638.586 - - 158.194.648
Beban Keuangan (935.944) (6.493.372.329) - - (6.494.308.273)
Beban Pajak (110.000.000) (979.019.373) (51.016.758) - (1.140.036.131)
Penyisihan Penurunan Nilai Piutang - 1.156.487 - - 1.156.487
Amortisasi Biaya Transaksi Utang Bank - - - - -
Laba (Rugi) Penjualan Aset Tetap 3.693.694 20.000.000 - - 23.693.694
Lain-lain - Bersih 571.264.729 106.181.812 - (660.000.000) 17.446.541
RUGI SEBELUM PAJAK
FINAL DAN PAJAK
PENGHASILAN (10.184.497.925) (5.043.838.473) (1.002.993.078) - (16.231.329.476)
Pajak Final - - - - -
RUGI SEBELUM PAJAK
PENGHASILAN (10.184.497.925) (5.043.838.473) (1.002.993.078) - (15.772.119.345)
Manfaat Pajak Penghasilan (96.345.678) (362.864.453) - - (459.210.131)
RUGI TAHUN BERJALAN (10.280.843.603) (5.406.702.926) (1.002.993.078) - (16.231.329.476)
59
Page 67
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. INFORMASI SEGMEN (lanjutan)
2024
Sewa Operasi Perhotelan Lain-lain Eliminasi Konsolidasian
PENGHASILAN
KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang Tidak Akan
Direklasifikasi ke Laba Rugi:
Pengukuran Kembali Liabilitas
Imbalan Kerja 76.743.902 12.244.159 - - 88.988.061
Manfaat (Beban) Pajak
Penghasilan Terkait (16.883.658) (2.693.715) - - (19.577.373)
Penghasilan Komprehensif Lain
Tahun Berjalan 59.860.244 9.550.444 - - 69.410.688
JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN (10.220.983.359) (5.397.152.482) (1.002.993.078) - (16.161.918.788)
RUGI TAHUN BERJALAN YANG
DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk (10.280.843.603) (5.352.635.897) (902.693.770) - (16.536.173.270)
Kepentingan Non-Pengendali - (54.067.029) (100.299.308) - (154.366.337)
(10.280.843.603) (5.406.702.926) (1.002.993.078) - (16.690.539.607)
JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF
YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk (10.220.983.359) (5.343.180.957) (902.693.770) - (16.466.858.086)
Kepentingan Non-Pengendali - (53.971.525) (100.299.308) - (154.270.833)
(10.220.983.359) (5.397.152.482) (1.002.993.078) - (16.621.128.919)
Jumlah Aset Konsolidasian 278.393.194.499 13.437.210.673 136.628.845.622 (7.316.838.179) 421.142.412.615
Jumlah Liabilitas Konsolidasian (113.838.848.815) (82.683.754.188) (31.175.747.103) 1.543.642.500 (226.154.707.606)
33. RUGI PER SAHAM DASAR
2025 2024
Rugi untuk perhitungan Rugi Bersih per saham (15.626.956.255) (16.613.735.288)
Jumlah Lembar Saham
Jumlah Rata-rata Tertimbang Saham Biasa yang Beredar
untuk perhitungan Rugi Bersih per saham Dasar 1.000.000.000 1.000.000.000
Pengaruh Efek Berpotensi Saham Biasa yang Dilutif -
Waran 199.996.021 199.996.021
Jumlah Rata-rata Tertimbang Saham Biasa untuk
Perhitungan Rugi Bersih per Saham Dilusian 800.003.979 800.003.979
Rugi per saham:
- Dasar (15,63) (16,61)
- Dilusian (19,53) (20,77)
35. KELANGSUNGAN USAHA
Dalam mempertimbangkan asumsi kelangsungan usaha, Manajemen telah mengevaluasi kondisi
keuangan dan kinerja operasional Perusahaan serta faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi industri
perhotelan selama tahun 2025 dan proyeksi tahun 2026. Berdasarkan evaluasi tersebut, Manajemen
berkeyakinan bahwa Perusahaan memiliki kemampuan untuk mempertahankan kelangsungan usahanya.
60
Page 68
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. KELANGSUNGAN USAHA (lanjutan)
Sehubungan dengan hal tersebut, Manajemen telah dan akan terus melaksanakan langkah-langkah
berikut:
1. Penguatan pengendalian internal dan manajemen risiko keuangan
Perusahaan menerapkan kebijakan pengendalian biaya yang lebih ketat, peningkatan monitoring
operasional, serta penggunaan asumsi pendapatan yang konservatif dalam perencanaan bisnis guna
menjaga likuiditas dan stabilitas keuangan.
2. Optimalisasi kinerja hotel yang beroperasi
Manajemen berupaya mempertahankan tingkat okupansi dan meningkatkan rata-rata tarif kamar
(Average Room Rate ) melalui strategi segmentasi pasar, pengelolaan harga (yield management ),
serta peningkatan kualitas layanan.
3. Diversifikasi sumber pendapatan
Untuk mengurangi ketergantungan pada pendapatan kamar, Perusahaan mengembangkan lini usaha
Food & Beverage , acara sosial, dan kegiatan komunitas guna meningkatkan stabilitas arus kas dan
mengurangi volatilitas pendapatan.
4. Pemeliharaan dan revitalisasi aset tetap hotel
Perusahaan melaksanakan program pemeliharaan dan penyegaran kamar serta fasilitas hotel secara
terencana dan terkendali dalam batas anggaran yang disetujui, guna menjaga nilai ekonomis aset dan
daya saing jangka panjang.
5. Peningkatan efisiensi operasional
Pada unit usaha yang terdampak penurunan permintaan, Manajemen menerapkan strategi operasional
yang berfokus pada efisiensi biaya, pengendalian anggaran, dan perlindungan margin operasional.
6. Penguatan pendapatan non-kamar
Perusahaan meningkatkan kontribusi pendapatan non-kamar melalui pengembangan konsep lifestyle ,
pengalaman tamu, serta inovasi produk dan layanan bernilai tambah.
7. Pengelolaan aset strategis jangka panjang (Tanjung Karoso Permai, Sumba)
Aset tersebut diklasifikasikan sebagai investasi strategis jangka panjang. Perusahaan menerapkan
pendekatan kemitraan selektif untuk potensi pengembangan hotel ultra-luxury , guna memitigasi risiko
kebutuhan modal dan menjaga fleksibilitas keuangan. Aset ini tidak diandalkan sebagai sumber arus
kas jangka pendek.
8. Pengembangan segmen MICE dan acara sosial
Perusahaan memperluas pemasaran ke segmen swasta, termasuk wedding , acara korporasi, dan
kegiatan MICE , untuk mengurangi ketergantungan pada proyek pemerintah.
9. Pengembangan lini usaha berisiko rendah
Manajemen merencanakan kerja sama exclusive outside catering untuk ballroom di Jakarta guna
menambah sumber pendapatan tanpa menimbulkan kebutuhan belanja modal yang signifikan.
10. Perencanaan usaha tahun 2026 berbasis risiko
Mengingat potensi ketidakpastian pasar, Perusahaan menyusun rencana bisnis 2026 dengan
menekankan diversifikasi pendapatan, efisiensi biaya, dan kehati-hatian dalam investasi guna
mendukung keberlanjutan usaha.
Berdasarkan langkah-langkah di atas serta proyeksi keuangan yang telah disusun, Manajemen menilai
bahwa Perusahaan memiliki kemampuan untuk melanjutkan usahanya sebagai entitas yang berkelanjutan
(going concern ).
61
Page 69
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
36. PERISTIWA SIGNIFIKAN
a. Perjanjian sewa
Hotel Sotis Falatehan
Berdasarkan perjanjian sewa menyewa dengan pihak berelasi No. 212/LGL-PSM/XII/2024 tanggal 30
Desember 2024, Entitas Anak menyewa tanah dan bangunan di Jalan Falatehan I Nomor 21-22,
Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yang dipakai untuk Hotel Sotis Falatehan.
Perjanjian sewa menyewa tersebut berlaku 3 tahun sejak tanggal 1 Januari 2025 sampai dengan 31
Desember 2027 dengan nilai sebesar Rp245.000.000 per tahun Perjanjian tersebut dapat diperpanjang
setiap tahun berikutnya.
Sotis Villa Canggu
Berdasarkan perjanjian sewa menyewa dengan pihak berelasi No. 210/LGL-PSM/XII/2024 tanggal 30
Desember 2024., Entitas Anak menyewa tanah dan bangunan di Jalan Raya Kayu Tulang, Banjar
Kayu Tulang, Canggu, Kuta Utara, Badung yang dipakai untuk Sotis Villa Canggu.
Perjanjian sewa menyewa tersebut berlaku 3 tahun sejak tanggal 1 Januari 2025 sampai dengan 31
Desember 2027 dengan nilai sebesar Rp245.000.000 per tahun Perjanjian tersebut dapat diperpanjang
setiap tahun berikutnya.
Sotis Residence Penjernihan
Berdasarkan perjanjian sewa menyewa dengan pihak berelasi No. 211/LGL-PSM/XII/2022 tanggal 30
Desember 2024., Entitas Anak menyewa tanah dan bangunan di Jalan Penjernihan I No. 10B,
Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat yang dipakai untuk Sotis Residence Penjernihan.
Perjanjian sewa menyewa tersebut berlaku 3 tahun sejak tanggal 1 Januari 2025 sampai dengan 31
Desember 2027 dengan nilai sebesar Rp245.000.000 per tahun Perjanjian tersebut dapat diperpanjang
setiap tahun berikutnya.
b. Peristiwa Kontinjensi
Peristiwa kontinjensi antara lain : karakteristik aset atau liabilitas kontinjensi; estimasi dari dampak
keuangannya; indikasi tentang ketidakpastian yang terkait dengan jumlah atau waktu arus keluar
sumber daya; dan kemungkinan penggantian oleh pihak ketiga tidak ada.
37. KEJADIAN SETELAH TANGGAL LAPORAN POSISI KEUANGAN
Menurut manajemen, terdapat kejadian penting yaitu rencana aksi korporasi yang akan dilakukan oleh
Perseroan:
1. Perseroan berencana untuk meminta persetujuan pemegang saham atas rencana aksi korporasi
berupa Penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) serta
perubahan anggota Direksi dan Dewan Komisaris. Proses yang sudah dilakukan sampai laporan ini
terbit adalah Pengumuman RUPSLB kepada Publik.
2. Pada 24 November 2025, Perusahaan bersama-sama PT Sungai Mas Konstruksi menandatangani
Kesepakatan Bersama tentang Rencana Pengalihan Hak Atas Tanah Bangunan No. 315A/MOU-
SMK/XI/2025 untuk melakukan Penjualan Aset non Operasional berupa tanah dan bangunan Villa di
Kepulauan Seribu dalam waktu selambat-lambatnya tanggal 27 Maret 2026 dengan harga jual beli
disepakati sebesar Rp37.500.000.000, bersifat tetap, belum termasuk pajak-pajak dan biaya lain-lain
yang mungkin timbul dari proses pengalihan.
62
Page 70
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. KEJADIAN SETELAH TANGGAL LAPORAN POSISI KEUANGAN (lanjutan)
Untuk keperluan jual beli Objek Villa tersebut Perusahaan telah melakukan:
a) Audit/reviu atas Laporan Keuangan oleh Kantor Akuntan Publik Jojo Sunarjo dan Rekan dan
mempublikasikannya kepada publik melalui website IDX
b) Proses penilaian untuk menentukan nilai wajar atas Objek Villa dan kewajaran atas transaksi jual
beli, sebagaimana tertuang dalam Laporan Pendapat Kewajaran atas rencana transaksi
penjualan aset tetap No. 00112/2.0084-00/BS/03/0283/1/I/2026 tertanggal 30 Januari 2026 oleh
KJPP Sapto, Kasmodiard dan Rekan.
Pada tanggal laporan ini, rencana penjualan aset non-operasional tersebut masih dalam tahap
pengalihan PPJB oleh Notaris dan Developer dan belum terdapat transaksi yang direalisasikan.
38. LIABILITAS BERSYARAT
Perusahaan dan Entitas Anak tidak memiliki liabilitas bersyarat pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025
dan 2024.
63
Page 71
LAMPIRAN
Page 72
PT SATRIA MEGA KENCANA (INDUK)
LAPORAN POSISI KEUANGAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 2025 2024
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 4 84.836.890 20.571.498
Pajak dibayar dimuka 11a 4.792.311.436 4.799.590.350
Uang muka dan Biaya dibayar dimuka 6 225.361.503 398.446.103
Total Aset Lancar 5.102.509.829 5.218.607.951
Aset Tidak Lancar
Piutang Pihak Berelasi 18b 1.879.954.545 1.429.838.179
Investasi pada entitas anak 7 5.850.000.000 5.850.000.000
Aset tetap 9 260.032.909.236 265.894.748.369
Total Aset Tidak lancar 267.762.863.781 273.174.586.548
TOTAL ASET 272.865.373.610 278.393.194.499
Catatan laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
1
Page 73
PT SATRIA MEGA KENCANA (INDUK)
LAPORAN POSISI KEUANGAN
PER 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 2025 2024
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Lain-lain
- Pihak ketiga 12 76.580.892 158.728.405
- Pihak berelasi 18c 3.042.193.381 -
Utang pajak 11b 50.769.871 76.660.551
Beban akrual 10 194.498.525 245.296.881
Total Liabilitas Jangka Pendek 3.364.042.669 480.685.837
Liabilitas Jangka Panjang
Utang Pihak Berelasi 18c 87.371.486.634 86.436.286.634
Liabililtas imbalan kerja 13 1.065.030.896 842.975.370
Liabilitas pajak tangguhan 26.030.048.758 26.078.900.974
Total Liabilitas Jangka Panjang 114.466.566.288 113.358.162.978
TOTAL LIABILITAS 117.830.608.957 113.838.848.815
EKUITAS
Modal saham
Modal dasar - 2.400.000.000 saham
dengan nilai nominal Rp 100 per saham
Modal ditempatkan dan disetor
penuh - 1.000.000.075 lembar saham 14 100.000.397.900 100.000.397.900
Tambahan modal disetor 15 14.491.453.870 14.491.453.870
Saldo laba ditahan (46.044.001.305) (35.763.157.700)
Saldo laba berjalan (9.446.861.451) (10.280.843.603)
Pendapatan komprehensif lainnya 60.431.261 133.150.839
Surplus Revaluasi Aset Tetap - Bersih 95.973.344.378 95.973.344.378
Total Ekuitas 155.034.764.653 164.554.345.684
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 272.865.373.610 278.393.194.499
Catatan laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
2
Page 74
PT SATRIA MEGA KENCANA (INDUK)
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 2025 2024
PENDAPATAN USAHA - -
BEBAN POKOK PENDAPATAN - -
LABA BRUTO - -
BEBAN USAHA
Beban umum dan administrasi 16 (10.183.003.734) (10.649.076.466)
Total Beban Usaha (10.183.003.734) (10.649.076.466)
LABA USAHA (10.183.003.734) (10.649.076.466)
PENGHASILAN/(BEBAN) LAIN-LAIN 17
Jasa Giro 1.754 556.062
Beban Keuangan (1.170.400) (935.944)
Beban Pajak (38.646.390) (110.000.000)
Laba (Rugi) Penjualan Aset Tetap 1.351.352 3.693.694
Lain-lain - Bersih 746.264.402 571.264.729
Penghasilan Lain-lain - Bersih 707.800.718 464.578.541
LABA SEBELUM
PAJAK PENGHASILAN (9.475.203.016) (10.184.497.925)
BEBAN (MANFAAT)
PAJAK PENGHASILAN
Kini - -
Tangguhan (28.341.565) 96.345.678
Final - -
Beban Pajak Penghasilan - Neto (28.341.565) 96.345.678
LABA NETO (9.446.861.451) (10.280.843.603)
PENGHASILAN KOMPREHENSIF
LAINNYA (72.719.580) 59.860.244
TOTAL LABA KOMPREHENSIF (9.519.581.031) (10.220.983.359)
Catatan laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
3
Page 75
PT SATRIA MEGA KENCANA (INDUK)
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Saldo Laba Penghasilan Penghasilan
Ditempatkan dan Tambahan Belum Ditentukan Komprehensif Komprehensif
Catatan Disetor penuh Modal Disetor Penggunaannya lain lain Jumlah Ekuitas
Saldo per 1 Januari 2024 11 100.000.397.900 14.491.453.870 (35.763.157.700) 95.973.344.378 73.290.595 174.775.329.043
Rugi Tahun Berjalan - - (10.280.843.603) - - (10.280.843.603)
Pengukuran Kembali Liabilitas
Imbalan Kerja, setelah pajak - - - - 59.860.244 59.860.244
Saldo per 31 Desember 2024 100.000.397.900 14.491.453.870 (46.044.001.303) 95.973.344.378 133.150.839 164.554.345.684
Rugi Tahun Berjalan - - (9.446.861.451) - - (9.446.861.451)
Pengukuran Kembali Liabilitas
Imbalan Kerja, setelah pajak - - - - (72.719.580) (72.719.580)
Saldo per 31 Desember 2025 100.000.397.900 14.491.453.870 (55.490.862.754) 95.973.344.378 60.431.259 155.034.764.653
Catatan laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
4
Page 76
PT SATRIA MEGA KENCANA (INDUK)
LAPORAN ARUS KAS
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 2025 2024
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Kas yang Dibayarkan kepada Pemasok (222.317.763) -
Kas yang Dibayarkan kepada Karyawan (2.641.738.734) (3.144.053.669)
Pembayaran Pajak Penghasilan - (178.520.134)
Penerimaan Bunga 1.754 556.062
Penerimaan (Pengeluaran) Kas Lainnya (600.308.232) (1.498.902.910)
Kas neto diperoleh dari
aktivitas operasi (3.464.362.975) (4.820.920.651)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap - (98.000.001)
Hasil penjualan aset tetap 1.351.352 3.693.694
Kas neto diperoleh dari
aktivitas investasi 1.351.352 (94.306.307)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Peningkatan (Penurunan) Utang Lain-lain -
Pihak Berelasi 3.977.393.381 3.231.245.236
Peningkatan (Penurunan) Piutang Lain-lain - Pihak
Berelasi (450.116.366) 965.854.786
Kas neto diperoleh dari
aktivitas pendanaan 3.527.277.015 4.197.100.022
KENAIKAN (PENURUNAN)
NETO KAS DAN BANK 64.265.392 (718.126.936)
KAS DAN BANK AWAL TAHUN 20.571.498 738.698.434
KAS DAN BANK AKHIR TAHUN 2d,4 84.836.890 20.571.498
Catatan laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
5
Names mentioned 57 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Akta Notaris Ilmiawan Dekrit Supatmo
p.15
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.15 ×4
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi
p.15
unresolved
org
PT Tanjung Karoso Permai
p.16 ×4
unresolved
org
PT Dwimukti Mitra Wisata
p.16 ×10
unresolved
person
Floreta Tane
· Direktur Utama
p.17 ×2
unresolved
—
Sorta Delima Rosida Elisabeth Cesilia
· Direktur
p.17 ×2
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.17
unresolved
person
Maskanah
· Anggota
p.17
unresolved
person
Margaretha
· Sekretaris Perusahaan
p.17 ×2
unresolved
org
bank Indonesia
p.21
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.31 ×2
unresolved
org
Bank Bukopin Tbk
p.32 ×2
unresolved
org
PT Bank MNC
p.32
unresolved
org
PT Mitra Global Holiday
p.33
unresolved
org
PT Setia
p.36 ×2
unresolved
org
KJPP Pung's Zulkarnain dan Rekan
p.37
unresolved
org
KJPP Pung's Zulkarnain
p.37
unresolved
person
Ir. Aguson Rosano. MAPPI
p.37
unresolved
org
Bapepam-LK
p.37 ×2
unresolved
org
PT Dwimukti Graha Elektrindo
p.39 ×9
unresolved
org
PT Dwimukti Inti Boga
p.39 ×4
unresolved
org
PT Sotis Hotel Manajemen
p.39 ×5
unresolved
org
PT SMK
p.40
unresolved
org
PT DMW
p.40
unresolved
org
PT TKP
p.40
unresolved
org
PT Satria Mega Kencana. Perjanjian
p.40 ×2
unresolved
org
PT Sentralsari Primasentosa
p.44
unresolved
org
PT Fitra Food International
p.44
unresolved
org
PT Rumah Duta Pangan
p.44
unresolved
org
PT Yuza Graha Gemilang Raya
p.44
unresolved
org
PT Seiga Plus Energy
p.44
unresolved
org
PT Paskomnas Niaga Utama
p.44
unresolved
org
PT Sahih Mitra Sinergi
p.44
unresolved
person
Akta Notaris Christina Dwi Utami
p.55 ×6
unresolved
org
Sentral Efek Indonesia
p.56
unresolved
org
Menteri
p.56
unresolved
org
PT Adimitra Jasa Korpora
p.56
unresolved
—
Cindy Angelina Adranacus
p.56 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Jojo Sunarjo dan Rekan
p.70
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Jojo Sunarjo
p.70
unresolved
org
KJPP Sapto
p.70
unresolved
org
Kasmodiard dan Rekan
p.70
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.