Back to announcement
20260112_INDY_Laporan Bulanan Aktivitas Eksplorasi_32019063_lamp1.pdf
Other Text extracted INDYSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 33
Page 1
Page 2
PT KIDECO JAYA AGUNG
LEMBAR PERSETUJUAN
Tabel 1. Ringkasan Biaya dan Aktivitas Eksplorasi Kideco pada bulan Desember 2025
Area yang
Biaya yang Pihak yang Metode Pengujian Hasil Aktivitas
Nama Perusahaan / Dilakukan Rencana Tindak
Dikeluarkan Melakukan dan Pemilihan Eksplorasi hingga
Anak Perusahaan Aktivitas Lanjut
Eksplorasi Areal Periode Pelaporan ini
Eksplorasi
Samurangau -
Block Roto Rp 2,022,322,500 PT Mintec Abadi
Samurangau Pemboran lubang
terbuka (open
hole) dan pemboran Total Lubang : 22
inti (coring), Lubang
PT KIDECO JAYA dilengkapi dengan Coring : 567.00 m Melanjutkan
AGUNG (KIDECO) logging geofisika Open Hole : 3,546.80 m aktifitas pemboran
dan pengujian Total Kedalaman:
sample batubara 4,113.80 meter
serta batuan
Samurangau - pengapitnya
PT Kumala
Block Roto Rp 1,485,417,000
Drillindo Persada
Samurangau
Tanda
Deskripsi Nama Jabatan Tanggal
Tangan
Nenden Lestari Sidik Geologist 2 Jan 2026
Dibuat
Oleh
Vanesya Ika Rosyami Sub Section Head 2 Jan 2026
Diperiksa 03 Jan’26
Eka Fajarsari H Department Head
Oleh
Weny Lesmana Division Head 04 January 2026
Disetujui Deputy Mining Operation &
Ikhsan Alman Latif
Oleh Technical Services Director
Mining Operation & 09/01
Hery Cahyono 2026
Technical Services Director
Laporan Kegiatan Eksplorasi Bulan DEC 2025 Page 1
Page 3
PT KIDECO JAYA AGUNG
1. LATAR BELAKANG
PT Kideco Jaya Agung (Kideco) merupakan salah satu kontraktor pemerintah
Republik Indonesia yang bergerak di bidang pertambangan batubara melalui Perjanjian
Kerjasama Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) generasi pertama yang
ditandatangani pada tanggal 14 September 1982, dengan nomor perjanjian Kerja sama
J2/Ji.DU/40/82, yang berlaku selama 30 tahun dari awal produksi komersial pertama di
tahun 1993. Pada tahun 2022, kontrak PKP2B berubah menjadi Izin Usaha
Pertambangan Khusus (IUPK) yang ditandatangani pada tanggal 16 Desember 2022,
dengan Nomor Perjanjian Kerja Sama 14/1/IUP/PMA/2022, yang berlaku selama 10
tahun.
Berdasarkan perjanjian tersebut, Kideco beroperasi di wilayah Kabupaten Paser,
Provinsi Kalimantan Timur, tepatnya berada di Desa Batu Kajang, Kecamatan Batu
Sopang. Lokasi Kideco berada sekitar 130 km dari kota Balikpapan ke arah selatan. Jenis
transportasi yang dapat digunakan untuk mencapai area ini adalah dengan
menggunakan speedboat ± 20 menit untuk menyeberangi Teluk Balikpapan dan
dilanjutkan dengan menggunakan kendaraan roda 2 atau roda 4 dengan waktu
tempuh ± 4 jam.
Pada kontrak wilayah PKP2B Kideco memiliki 4 block penambangan dengan
total luasan awal setelah dilakukan Tata Batas pada tahun 2011 dan berdasarkan surat
dari Direktur Jenderal Mineral dan Batubara No. 175/30/DJB/2015 tertanggal 29 Januari
2015 perihal Perubahan Lampiran Keputusan No. 959.K/DJB/2014 tertanggal 17
Laporan Kegiatan Eksplorasi Bulan DEC 2025 Page 2
Page 4
PT KIDECO JAYA AGUNG
November 2014, adalah seluas 50.921 Ha. Pada tahun 2017, luasan wilayah Kideco
diubah berdasarkan surat dari Direktur Jenderal Mineral dan Batubara No.
2444/30/DJB/2017 tertanggal 10 November 2017 perihal Revisi Persetujuan Rencana
Kegiatan Pada Seluruh Wilayah PKP2B, dimana total luasan wilayah PKP2B Kideco
menjadi 47,500 Ha. Pada tahun 2022, luasan wilayah Kideco diubah kembali
berdasarkan dari Surat Keputusan Menteri Investasi / Kepala Badan Koordinasi
Penanaman Modal No. 14/1/IUP/PMA/2022 tertanggal 16 Desember 2022 perihal
perubahan kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B)
Badan Usaha menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) dengan total luasan
wilayah IUPK Kideco menjadi 33,887 Ha, yang terbagi menjadi 2 block, antara lain
sebagai berikut:
Table 2. Total Luasan Wilayah/Block/Konsesi IUPK
Nama Wilayah/Block/Konsesi IUPK Luas (Ha)
Block Roto Samurangau 27,327
Block Susubang Uko 6,560
Total Luasan 33,887
Laporan ini merupakan penyampaian atau laporan kepada para pihak yang
berkepentingan mengenai hasil kegiatan eksplorasi secara ringkas yang telah dilakukan
pada bulan Desember 2025 dimana pelaporan ini dibuat dan dilaporkan secara
independen pada Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Kideco atau selanjutnya
disebut sebagai Ringkasan Pelaporan Hasil Eksplorasi (PHE) Periode Desember 2025
pada wilayah IUPK Kideco.
Laporan Kegiatan Eksplorasi Bulan DEC 2025 Page 3
Page 5
PT KIDECO JAYA AGUNG
2. KONDISI UMUM
Pada sebagian lokasi pada Block Roto Samurangau dan Block Susubang Uko
telah dilakukan operasi penambangan dengan metode tambang terbuka dengan
menggunakan Truck dan Excavator, yang dikerjakan oleh Kideco dibantu oleh
kontraktor pertambangan dengan sistem rental untuk produksi batubara dan kontrak
penggalian tanah penutup, namun pada beberapa lokasi masih dilakukan kegiatan
eksplorasi detail untuk memastikan kemenerusan perlapisan batubara dan
kemungkinan untuk dapat dilakukan penambangan secara ekonomis. Target produksi
batubara yang direncanakan pada tahun ini sesuai dengan perencanaan adalah sebesar
30.5 juta ton.
Pemilihan metode penambangan tambang terbuka seperti yang disebutkan
diatas dikarenakan terdapat banyaknya perlapisan batubara (multi seam) yang dibatasi
oleh perlapisan batuan (interburden) yang tidak terlalu tebal, selain itu perlapisan
batubara memiliki kemiringan perlapisan (dip) landai hingga sangat curam. Dalam
operasional tambang terbuka, material interburden dan overburden atau bisa juga
disebut waste sebagian besar diangkut keluar tambang (pit) dan ditempatkan pada
area yang telah direncanakan di luar pit hingga batas kedalaman pit tercapai. Dalam
proses penambangan, tambang atau pit dibagi menjadi beberapa sector atau area.
Setelah batas kedalaman salah satu sector atau area pit tersebut dapat tertutup kembali
seperti yang telah direncanakan.
Laporan Kegiatan Eksplorasi Bulan DEC 2025 Page 4
Page 6
PT KIDECO JAYA AGUNG
Operasi tambang terbuka menggunakan hydraulic excavator dengan ukuran
tepat dan disesuaikan dengan kapasitas angkut truck, sehingga dapat digunakan untuk
menambang batubara dan waste secara efisien. Batubara hasil penambangan yang
diangkut keluar dari pit (ROM) tidak melalui proses pencucian, tetapi dihancurkan untuk
menghasilkan produk batubara yang nantinya diangkut kepelabuhan untuk dipasarkan.
Area Kideco memiliki struktur geologi mayor yaitu pembentukan lipatan (antiklin
dan sinklin) yang memanjang dari utara - selatan hingga timur laut - barat daya dengan
kemiringan sayap lipatannya berkisar antara 10°~ 60°. Kemiringan lapisan batubara
(seam) di area Kideco berkisar 20°~ 90° memanjang dari timur ke barat. Struktur lipatan
yang terbentuk merupakan struktur lipatan yang asimetris yang melandai dari
perlapisan yang paling muda (atas). Struktur sesar juga berasosiasi dengan struktur
mayor berupa lipatan ini.
Pada laporan saat ini mencantumkan 2 wilayah block penambangan Kideco,
yaitu Block Roto Samurangau dan Block Susubang Uko. Block Roto Samurangau
tersusun atas batuan Formasi Warukin, Formasi Berai, Formasi Pamaluan, Formasi
Tanjung, Formasi Pitap, Batuan Granit dan Diorit dan Formasi Haruyan dengan formasi
pembawa batubara adalah Formasi Warukin yang berumur Miosen Tengah – Miosen
Akhir, sedangkan Block Susubang-Uko tersusun atas batuan Formasi Warukin, Formasi
Berai, Formasi Tanjung, dan Formasi Pitap dengan formasi pembawa batubara adalah
Formasi Warukin yang berumur Miosen Tengah - Miosen Akhir dan Formasi Tanjung
yang berumur Eosen Akhir yang terletak pada sisi barat daya.
Laporan Kegiatan Eksplorasi Bulan DEC 2025 Page 5
Page 7
PT KIDECO JAYA AGUNG
Terdapat lebih dari 50 lapisan batubara yang telah teridentifikasi pada Pit Roto
dengan maksimal rata – rata ketebalan sebenarnya mencapai 26.2 meter. Pada Pit
Samurangau, terdapat 85 lapisan batubara dengan maksimal rata – rata ketebalan
sebenarnya mencapai 10.6 meter. Sedangkan pada Pit Susubang, terdapat 41 lapisan
batubara dengan maksimal rata – rata ketebalan sebenarnya mencapai 4.6 meter.
Pada Block Roto Samurangau terbagi menjadi 2 area penambangan utama yaitu
Block Roto & Block Samurangau. Block Roto terdiri dari beberapa pit : Roto North (RTN),
Roto Middle (RTM), Roto South (RTS) dan Roto South G (RTS-G). Pada Block
Samurangau terdiri dari beberapa pit: Samurangau A (SM-A), Samurangau B (SM-B),
Samurangau C (SM-C) dan Samurangau D (SM-D), sedangkan pada Block Susubang
hanya terdiri satu pit yaitu Pit Susubang (SSB).
3. PELAKSANA KEGIATAN EKSPLORASI
Kegiatan eksplorasi dilaksanakan oleh kontraktor pemboran Kideco, yaitu PT
Mintec Abadi (Mintec) dan PT Kumala Drillindo Persada (Kumala) dibawah pengawasan
penuh Competent Person Indonesia (CPI) Kideco. Selain itu, pada kontraktor tersebut
juga terdapat Competent Person Indonesia (CPI) di bidang kegiatan eksplorasi yang
ikut terlibat dalam pengawasan kegiatan eksplorasi yang sedang berlangsung.
Kegiatan eksplorasi yang dilakukan adalah : pemetaan geologi, pemboran,
logging geofisika, dan analisa kualitas. Peralatan dan perlengkapan yang digunakan
sesuai dengan standar yang telah ditetapkan untuk masing – masing tipe kegiatan dan
pekerjaan. Pelaksanaan kegiatan eksplorasi tersebut telah mengikuti standar pekerjaan
Laporan Kegiatan Eksplorasi Bulan DEC 2025 Page 6
Page 8
PT KIDECO JAYA AGUNG
yang telah ditetapkan dan diawasi secara langsung oleh Competent Person Indonesia
(CPI).
4. HASIL KEGIATAN EKSPLORASI
4.1. Daerah Eksplorasi
Daerah kegiatan pemboran pada bulan Desember 2025 dilakukan di 2 area Pit
berbeda, yaitu Samurangau AC (SM-AC) dan Samurangau D (SM-D). Kegiatan
pemboran tersebut dikerjakan oleh kontraktor pemboran PT Kideco Jaya Agung yaitu
PT Mintec Abadi (Mintec) dan PT Kumala Drillindo Persada (Kumala).
4.2. Metode Eksplorasi
Pemboran dilakukan baik secara vertikal maupun pemboran miring sesuai
dengan target perlapisan batubara. Pemboran yang dilakukan menggunakan metoda
partly cored dan full coring sesuai target kedalaman perlapisan batubara dan
kebutuhan akan analisa geoteknik terhadap perlapisan batuan pengapit batubara.
Pemboran open hole menggunakan batang bor NQ (diameter dalam 60.3mm)
sedangkan partly cored dengan batang bor HQ (diameter dalam 77.8mm). Setelah
dilakukan pemboran dengan metoda tersebut, kemudian dilanjutkan dengan logging
geofisika untuk mendapatkan kedalaman batubara. Setelah kedalaman batubara
diketahui, perolehan conto (core recovery) untuk batubara dipastikan lebih dari atau
sama dengan 95%.
Logging geofisika dilakukan untuk membuktikan dan membandingkan posisi
kedalaman perlapisan batubara target dengan hasil coring yang telah dilakukan pada
Laporan Kegiatan Eksplorasi Bulan DEC 2025 Page 7
Page 9
PT KIDECO JAYA AGUNG
kegiatan pemboran. Sehingga didapatkan posisi kedalaman batubara secara akurat
dan diperkuat dengan bukti bukti yang jelas.
Reconcile log geofisika dengan sebagian besar titik bor pemboran dengan conto
batuan ataupun pemboran tanpa conto dapat meningkatkan akurasi data yang
diperoleh. Pada umumnya, data log geofisika yang diperoleh berupa data gamma ray,
density, dan caliper. Data yang diperoleh termasuk kedalaman litologi batuan
penyusun, ketebalan, dan parting.
4.3. Biaya Eksplorasi
Biaya kegiatan pemboran eksplorasi pada periode bulan Desember 2025 untuk
setiap kontraktor pemboran PT Kideco Jaya Agung dapat dilihat pada tabel di bawah
ini :
Table 3. Biaya Eksplorasi PT Kideco Jaya Agung Periode Desember 2025
BIAYA EKSPLORASI
NO KONTRAKTOR EKSPLORASI KETERANGAN
(Desember)
1 PT MINTEC ABADI Rp 2,022,322,500 14 Holes ~ 2,565.80 meter
2 PT KUMALA DRILLINDO PERSADA Rp 1,485,417,000 8 Holes ~ 1,548.00 meter
TOTAL Rp 3,507,739,500 22 Holes ~ 4,113.80 meter
4.4. Pengawasan Pemboran
Kegiatan pemboran eksplorasi dilakukan oleh perusahaan kontraktor pemboran
PT Kideco Jaya Agung, yaitu PT Mintec Abadi dan PT Kumala Drillindo Persada. PT
Mintec Abadi mengoperasikan 3 unit mesin bor yaitu 2 unit Mustang 9-F4 (DM01,
DM02) dan 1 unit Jacro 500 (DM05). PT Kumala Drillindo Persada mengoperasikan 3
Laporan Kegiatan Eksplorasi Bulan DEC 2025 Page 8
Page 10
PT KIDECO JAYA AGUNG
unit mesin bor yaitu 3 unit Jacro 400 (RIG02, RIG04, dan RIG06). Pengawasan kegiatan
eksplorasi oleh PT Mintec Abadi dan PT Kumala Drillindo Persada dilakukan langsung
oleh masing - masing penanggungjawab operasional dan disupervisi oleh PT Kideco
Jaya Agung.
4.5. Hasil Pemboran
Kegiatan pemboran eksplorasi pada bulan Desember 2025 dilakukan pada 2
area yaitu area Samurangau AC (SM-AC) dan Samurangau D (SM-D). Detail hasil
kegiatan eksplorasi pada setiap area tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Table 4. Hasil Kegiatan Pemboran Eksplorasi PT Kideco Jaya Agung Periode Desember 2025
A/PLAN DEC YEAR TO DATE
AREA
HOLE DEPTH HOLE DEPTH HOLE DEPTH
1 SUWI - - - - - -
2 RTN ~ SM6 - - - - - -
3 RTS-G - - - - 38 4,830.60
4 RTM - - - - 74 16,857.30
5 RTS - - - - 45 8,211.00
6 SSB - - - - 88 12,863.50
7 SM-AC 18 3,000 20 3,636.80 127 20,205.60
8 SM-D 4 550 2 477.00 17 3,095.80
9 SELUYUS - - - - - -
10 UKO - - - - - -
TOTAL 22 3,550 22 4,113.80 389 66,063.80
Laporan Kegiatan Eksplorasi Bulan DEC 2025 Page 9
Page 11
PT KIDECO JAYA AGUNG
Table 5. Detail Hasil Kegiatan Pemboran Eksplorasi PT Kideco Jaya Agung Periode Desember 2025
DRILLING PROGRESS
HOLE ID AREA REMARK
O. HOLE CORING T/ DEPTH L/ DEPTH
Depth Cont. From Last
1 2511SMMT57 20.30 10.50 30.80 194.00
Month
2 2512SMMT62 252.00 - 252.00 245.00
3 2512SMMT66 39.80 110.20 150.00 143.00
4 2512SMMT70 150.10 65.90 216.00 209.00
Depth Cont. From Last
5 2511SMMT61 144.00 - 144.00 215.00
Month
6 2512SMMT63 231.00 - 231.00 224.00
7 2512SMMT65 201.00 - 201.00 194.00
8 2512SMMT68 270.00 - 270.00 263.00
9 2512SMMT71 201.00 - 201.00 194.00
Depth Cont. From Last
10 2511SMMT60 126.00 - 126.00 194.00
Month
SM
11 2512SMMT64 117.80 83.20 201.00 194.00
12 2512SMMT67 186.00 - 186.00 179.00
13 2512SMMT69 122.40 78.60 201.00 194.00
14 2512SMMT72 156.00 - 156.00 149.00
15 2512SMKD49 76.00 44.00 120.00 119.00
16 2512SMKD52 270.00 - 270.00 257.00
17 2512SMKD54 110.00 - 110.00 104.00
18 2512SMKD50 82.00 18.00 100.00 98.00
19 2512SMKD51 153.00 48.00 201.00 194.00
20 2512SMKD53 270.00 - 270.00 257.00
21 2512SMDKD01 178.40 73.60 252.00 251.00
SMD
22 2512SMDKD02 190.00 35.00 225.00 218.00
TOTAL 3,546.80 567.00 4,113.80 4,289.00
Laporan Kegiatan Eksplorasi Bulan DEC 2025 Page 10
Page 12
PT KIDECO JAYA AGUNG
4.6. Rencana Pemboran bulan Januari 2026
Kegiatan pemboran pada bulan Januari 2026 adalah melanjutkan aktivitas
kegiatan eksplorasi sesuai dengan rencana tahunan yang telah dicanangkan
sebelumnya. Dimana pada bulan Januari direncanakan kegiatan eksplorasi
dilaksanakan pada Block Roto Samurangau yaitu area Samurangau AC (SM-AC),
Samurangau D (SM-D) dan Roto South (RTS). Kegiatan pemboran pada bulan Januari
direncanakan dapat menyelesaikan 26 lubang dengan target kedalaman 4,80.00 meter.
Laporan Kegiatan Eksplorasi Bulan DEC 2025 Page 11
Page 13
Page 14
PT KIDECO JAYA AGUNG
LEMBAR PERSETUJUAN
Tabel 1. Ringkasan Biaya dan Aktivitas Eksplorasi Kideco pada bulan November 2025
Area yang
Biaya yang Pihak yang Metode Pengujian Hasil Aktivitas
Nama Perusahaan / Dilakukan Rencana Tindak
Dikeluarkan Melakukan dan Pemilihan Eksplorasi hingga
Anak Perusahaan Aktivitas Lanjut
Eksplorasi Areal Periode Pelaporan ini
Eksplorasi
Samurangau -
Block Roto Rp 1,712,509,050 PT Mintec Abadi
Samurangau Pemboran lubang
terbuka (open
hole) dan pemboran Total Lubang : 24
inti (coring), Lubang
PT KIDECO JAYA dilengkapi dengan Coring : 288.90 m Melanjutkan
AGUNG (KIDECO) logging geofisika Open Hole : 3,204.00 m aktifitas pemboran
dan pengujian Total Kedalaman:
Roto Middle, sample batubara 3,492.90 meter
Samurangau - serta batuan
Block Roto PT Kumala pengapitnya
Rp 1,490,690,000
Samurangau & Drillindo Persada
Susubang - Block
Susubang Uko
Tanda
Deskripsi Nama Jabatan Tanggal
Tangan
Nenden Lestari Sidik Geologist 2 Des 2025
Dibuat
Oleh
Vanesya Ika Rosyami Sub Section Head 2 Des 2025
Diperiksa
Eka Fajarsari H Department Head 3 Des 2025
Oleh
Weny Lesmana Division Head 3 Des 2025
Disetujui Deputy Mining Operation &
Ikhsan Alman Latif
Oleh Technical Services Director
Mining Operation &
Hery Cahyono 05/12
2025
Technical Services Director
Laporan Kegiatan Eksplorasi Bulan NOV 2025 Page 1
Page 15
PT KIDECO JAYA AGUNG
1. LATAR BELAKANG
PT Kideco Jaya Agung (Kideco) merupakan salah satu kontraktor pemerintah
Republik Indonesia yang bergerak di bidang pertambangan batubara melalui Perjanjian
Kerjasama Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) generasi pertama yang
ditandatangani pada tanggal 14 September 1982, dengan nomor perjanjian Kerja sama
J2/Ji.DU/40/82, yang berlaku selama 30 tahun dari awal produksi komersial pertama di
tahun 1993. Pada tahun 2022, kontrak PKP2B berubah menjadi Izin Usaha
Pertambangan Khusus (IUPK) yang ditandatangani pada tanggal 16 Desember 2022,
dengan Nomor Perjanjian Kerja Sama 14/1/IUP/PMA/2022, yang berlaku selama 10
tahun.
Berdasarkan perjanjian tersebut, Kideco beroperasi di wilayah Kabupaten Paser,
Provinsi Kalimantan Timur, tepatnya berada di Desa Batu Kajang, Kecamatan Batu
Sopang. Lokasi Kideco berada sekitar 130 km dari kota Balikpapan ke arah selatan. Jenis
transportasi yang dapat digunakan untuk mencapai area ini adalah dengan
menggunakan speedboat ± 20 menit untuk menyeberangi Teluk Balikpapan dan
dilanjutkan dengan menggunakan kendaraan roda 2 atau roda 4 dengan waktu
tempuh ± 4 jam.
Pada kontrak wilayah PKP2B Kideco memiliki 4 block penambangan dengan
total luasan awal setelah dilakukan Tata Batas pada tahun 2011 dan berdasarkan surat
dari Direktur Jenderal Mineral dan Batubara No. 175/30/DJB/2015 tertanggal 29 Januari
2015 perihal Perubahan Lampiran Keputusan No. 959.K/DJB/2014 tertanggal 17
Laporan Kegiatan Eksplorasi Bulan NOV 2025 Page 2
Page 16
PT KIDECO JAYA AGUNG
November 2014, adalah seluas 50.921 Ha. Pada tahun 2017, luasan wilayah Kideco
diubah berdasarkan surat dari Direktur Jenderal Mineral dan Batubara No.
2444/30/DJB/2017 tertanggal 10 November 2017 perihal Revisi Persetujuan Rencana
Kegiatan Pada Seluruh Wilayah PKP2B, dimana total luasan wilayah PKP2B Kideco
menjadi 47,500 Ha. Pada tahun 2022, luasan wilayah Kideco diubah kembali
berdasarkan dari Surat Keputusan Menteri Investasi / Kepala Badan Koordinasi
Penanaman Modal No. 14/1/IUP/PMA/2022 tertanggal 16 Desember 2022 perihal
perubahan kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B)
Badan Usaha menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) dengan total luasan
wilayah IUPK Kideco menjadi 33,887 Ha, yang terbagi menjadi 2 block, antara lain
sebagai berikut:
Table 2. Total Luasan Wilayah/Block/Konsesi IUPK
Nama Wilayah/Block/Konsesi IUPK Luas (Ha)
Block Roto Samurangau 27,327
Block Susubang Uko 6,560
Total Luasan 33,887
Laporan ini merupakan penyampaian atau laporan kepada para pihak yang
berkepentingan mengenai hasil kegiatan eksplorasi secara ringkas yang telah dilakukan
pada bulan November 2025 dimana pelaporan ini dibuat dan dilaporkan secara
independen pada Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Kideco atau selanjutnya
disebut sebagai Ringkasan Pelaporan Hasil Eksplorasi (PHE) Periode November 2025
pada wilayah IUPK Kideco.
Laporan Kegiatan Eksplorasi Bulan NOV 2025 Page 3
Page 17
PT KIDECO JAYA AGUNG
2. KONDISI UMUM
Pada sebagian lokasi pada Block Roto Samurangau dan Block Susubang Uko
telah dilakukan operasi penambangan dengan metode tambang terbuka dengan
menggunakan Truck dan Excavator, yang dikerjakan oleh Kideco dibantu oleh
kontraktor pertambangan dengan sistem rental untuk produksi batubara dan kontrak
penggalian tanah penutup, namun pada beberapa lokasi masih dilakukan kegiatan
eksplorasi detail untuk memastikan kemenerusan perlapisan batubara dan
kemungkinan untuk dapat dilakukan penambangan secara ekonomis. Target produksi
batubara yang direncanakan pada tahun ini sesuai dengan perencanaan adalah sebesar
30.5 juta ton.
Pemilihan metode penambangan tambang terbuka seperti yang disebutkan
diatas dikarenakan terdapat banyaknya perlapisan batubara (multi seam) yang dibatasi
oleh perlapisan batuan (interburden) yang tidak terlalu tebal, selain itu perlapisan
batubara memiliki kemiringan perlapisan (dip) landai hingga sangat curam. Dalam
operasional tambang terbuka, material interburden dan overburden atau bisa juga
disebut waste sebagian besar diangkut keluar tambang (pit) dan ditempatkan pada
area yang telah direncanakan di luar pit hingga batas kedalaman pit tercapai. Dalam
proses penambangan, tambang atau pit dibagi menjadi beberapa sector atau area.
Setelah batas kedalaman salah satu sector atau area pit tersebut dapat tertutup kembali
seperti yang telah direncanakan.
Laporan Kegiatan Eksplorasi Bulan NOV 2025 Page 4
Page 18
PT KIDECO JAYA AGUNG
Operasi tambang terbuka menggunakan hydraulic excavator dengan ukuran
tepat dan disesuaikan dengan kapasitas angkut truck, sehingga dapat digunakan untuk
menambang batubara dan waste secara efisien. Batubara hasil penambangan yang
diangkut keluar dari pit (ROM) tidak melalui proses pencucian, tetapi dihancurkan untuk
menghasilkan produk batubara yang nantinya diangkut kepelabuhan untuk dipasarkan.
Area Kideco memiliki struktur geologi mayor yaitu pembentukan lipatan (antiklin
dan sinklin) yang memanjang dari utara - selatan hingga timur laut - barat daya dengan
kemiringan sayap lipatannya berkisar antara 10°~ 60°. Kemiringan lapisan batubara
(seam) di area Kideco berkisar 20°~ 90° memanjang dari timur ke barat. Struktur lipatan
yang terbentuk merupakan struktur lipatan yang asimetris yang melandai dari
perlapisan yang paling muda (atas). Struktur sesar juga berasosiasi dengan struktur
mayor berupa lipatan ini.
Pada laporan saat ini mencantumkan 2 wilayah block penambangan Kideco,
yaitu Block Roto Samurangau dan Block Susubang Uko. Block Roto Samurangau
tersusun atas batuan Formasi Warukin, Formasi Berai, Formasi Pamaluan, Formasi
Tanjung, Formasi Pitap, Batuan Granit dan Diorit dan Formasi Haruyan dengan formasi
pembawa batubara adalah Formasi Warukin yang berumur Miosen Tengah – Miosen
Akhir, sedangkan Block Susubang-Uko tersusun atas batuan Formasi Warukin, Formasi
Berai, Formasi Tanjung, dan Formasi Pitap dengan formasi pembawa batubara adalah
Formasi Warukin yang berumur Miosen Tengah - Miosen Akhir dan Formasi Tanjung
yang berumur Eosen Akhir yang terletak pada sisi barat daya.
Laporan Kegiatan Eksplorasi Bulan NOV 2025 Page 5
Page 19
PT KIDECO JAYA AGUNG
Terdapat lebih dari 50 lapisan batubara yang telah teridentifikasi pada Pit Roto
dengan maksimal rata – rata ketebalan sebenarnya mencapai 26.2 meter. Pada Pit
Samurangau, terdapat 85 lapisan batubara dengan maksimal rata – rata ketebalan
sebenarnya mencapai 10.6 meter. Sedangkan pada Pit Susubang, terdapat 41 lapisan
batubara dengan maksimal rata – rata ketebalan sebenarnya mencapai 4.6 meter.
Pada Block Roto Samurangau terbagi menjadi 2 area penambangan utama yaitu
Block Roto & Block Samurangau. Block Roto terdiri dari beberapa pit : Roto North (RTN),
Roto Middle (RTM), Roto South (RTS) dan Roto South G (RTS-G). Pada Block
Samurangau terdiri dari beberapa pit: Samurangau A (SM-A), Samurangau B (SM-B),
Samurangau C (SM-C) dan Samurangau D (SM-D), sedangkan pada Block Susubang
hanya terdiri satu pit yaitu Pit Susubang (SSB).
3. PELAKSANA KEGIATAN EKSPLORASI
Kegiatan eksplorasi dilaksanakan oleh kontraktor pemboran Kideco, yaitu PT
Mintec Abadi (Mintec) dan PT Kumala Drillindo Persada (Kumala) dibawah pengawasan
penuh Competent Person Indonesia (CPI) Kideco. Selain itu, pada kontraktor tersebut
juga terdapat Competent Person Indonesia (CPI) di bidang kegiatan eksplorasi yang
ikut terlibat dalam pengawasan kegiatan eksplorasi yang sedang berlangsung.
Kegiatan eksplorasi yang dilakukan adalah : pemetaan geologi, pemboran,
logging geofisika, dan analisa kualitas. Peralatan dan perlengkapan yang digunakan
sesuai dengan standar yang telah ditetapkan untuk masing – masing tipe kegiatan dan
pekerjaan. Pelaksanaan kegiatan eksplorasi tersebut telah mengikuti standar pekerjaan
Laporan Kegiatan Eksplorasi Bulan NOV 2025 Page 6
Page 20
PT KIDECO JAYA AGUNG
yang telah ditetapkan dan diawasi secara langsung oleh Competent Person Indonesia
(CPI).
4. HASIL KEGIATAN EKSPLORASI
4.1. Daerah Eksplorasi
Daerah kegiatan pemboran pada bulan November 2025 dilakukan di 3 area Pit
berbeda, yaitu Roto Middle (RTM), Samurangau (SM-AC), dan Susubang (SSB).
Kegiatan pemboran tersebut dikerjakan oleh kontraktor pemboran PT Kideco Jaya
Agung yaitu PT Mintec Abadi (Mintec) dan PT Kumala Drillindo Persada (Kumala).
4.2. Metode Eksplorasi
Pemboran dilakukan baik secara vertikal maupun pemboran miring sesuai
dengan target perlapisan batubara. Pemboran yang dilakukan menggunakan metoda
partly cored dan full coring sesuai target kedalaman perlapisan batubara dan
kebutuhan akan analisa geoteknik terhadap perlapisan batuan pengapit batubara.
Pemboran open hole menggunakan batang bor NQ (diameter dalam 60.3mm)
sedangkan partly cored dengan batang bor HQ (diameter dalam 77.8mm). Setelah
dilakukan pemboran dengan metoda tersebut, kemudian dilanjutkan dengan logging
geofisika untuk mendapatkan kedalaman batubara. Setelah kedalaman batubara
diketahui, perolehan conto (core recovery) untuk batubara dipastikan lebih dari atau
sama dengan 95%.
Logging geofisika dilakukan untuk membuktikan dan membandingkan posisi
kedalaman perlapisan batubara target dengan hasil coring yang telah dilakukan pada
Laporan Kegiatan Eksplorasi Bulan NOV 2025 Page 7
Page 21
PT KIDECO JAYA AGUNG
kegiatan pemboran. Sehingga didapatkan posisi kedalaman batubara secara akurat
dan diperkuat dengan bukti bukti yang jelas.
Reconcile log geofisika dengan sebagian besar titik bor pemboran dengan conto
batuan ataupun pemboran tanpa conto dapat meningkatkan akurasi data yang
diperoleh. Pada umumnya, data log geofisika yang diperoleh berupa data gamma ray,
density, dan caliper. Data yang diperoleh termasuk kedalaman litologi batuan
penyusun, ketebalan, dan parting.
4.3. Biaya Eksplorasi
Biaya kegiatan pemboran eksplorasi pada periode bulan November 2025 untuk
setiap kontraktor pemboran PT Kideco Jaya Agung dapat dilihat pada tabel di bawah
ini :
Table 3. Biaya Eksplorasi PT Kideco Jaya Agung Periode November 2025
BIAYA EKSPLORASI
NO KONTRAKTOR EKSPLORASI KETERANGAN
(November)
1 PT MINTEC ABADI Rp 1,712,509,050 9 Holes ~ 1,870.40 meter
2 PT KUMALA DRILLINDO PERSADA Rp 1,490,690,000 15 Holes ~ 1,622.50 meter
TOTAL Rp 3,203,199,050 24 Holes ~ 3,492.90 meter
4.4. Pengawasan Pemboran
Kegiatan pemboran eksplorasi dilakukan oleh perusahaan kontraktor pemboran
PT Kideco Jaya Agung, yaitu PT Mintec Abadi dan PT Kumala Drillindo Persada. PT
Mintec Abadi mengoperasikan 3 unit mesin bor yaitu 2 unit Mustang 9-F4 (DM01,
DM02) dan 1 unit Jacro 500 (DM05). PT Kumala Drillindo Persada mengoperasikan 5
Laporan Kegiatan Eksplorasi Bulan NOV 2025 Page 8
Page 22
PT KIDECO JAYA AGUNG
unit mesin bor yaitu 5 unit Jacro 400 (RIG02, RIG03, RIG04, RIG06 dan RIG07).
Pengawasan kegiatan eksplorasi oleh PT Mintec Abadi dan PT Kumala Drillindo Persada
dilakukan langsung oleh masing - masing penanggungjawab operasional dan
disupervisi oleh PT Kideco Jaya Agung.
4.5. Hasil Pemboran
Kegiatan pemboran eksplorasi pada bulan November 2025 dilakukan pada 3
area yaitu area Roto Middle (RTM), Samurangau (SM-AC), dan Susubang (SSB). Detail
hasil kegiatan eksplorasi pada setiap area tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah
ini.
Table 4. Hasil Kegiatan Pemboran Eksplorasi PT Kideco Jaya Agung Periode November 2025
A/PLAN NOV YEAR TO DATE
AREA
HOLE DEPTH HOLE DEPTH HOLE DEPTH
1 SUWI - - - - - -
2 RTN ~ SM6 - - - - - -
3 RTS-G - - - - 38 4,830.60
4 RTM - - 1 - 74 16,857.30
5 RTS - - 45 8,211.00
6 SSB 8 600 5 366.50 88 12,863.50
7 SM-AC 24 3,100 18 3,126.40 107 16,568.80
8 SM-D 2 300 - - 15 2,618.80
9 SELUYUS - - - - - -
10 UKO - - - - - -
TOTAL 34 4,000 24 3,492.90 367 61,950.00
Laporan Kegiatan Eksplorasi Bulan NOV 2025 Page 9
Page 23
PT KIDECO JAYA AGUNG
Table 5. Detail Hasil Kegiatan Pemboran Eksplorasi PT Kideco Jaya Agung Periode November 2025
DRILLING PROGRESS
HOLE ID AREA REMARK
O. HOLE CORING T/ DEPTH L/ DEPTH
Depth Cont. From Last
1 2510RTMKD51 RTM - - - 149.00
Month
2 2511SMMT52 188.30 33.70 222.00 212.00
3 2511SMMT54 138.80 49.40 188.20 181.50
4 2511SMMT55 67.60 34.40 102.00 98.00
5 2511SMMT56 158.40 42.60 201.00 197.00
2511SMMT57 58.60 111.60 170.20 On Progress
Depth Cont. From Last
6 2510SMMT51 30.00 - 30.00 176.00
Month
7 2511SMMT49 252.00 - 252.00 242.00
8 2511SMMT53 270.00 - 270.00 260.00
9 2511SMMT59 180.00 - 180.00 176.00
2511SMMT61 78.00 - 78.00 On Progress
10 2511SMMT58 SM 84.80 17.20 102.00 95.00
2511SMMT60 75.00 - 75.00 On Progress
11 2511SMKD43 71.00 - 71.00 68.00
12 2511SMKD45 261.00 - 261.00 245.00
13 2511SMKD47 250.00 - 250.00 245.00
Depth Cont. From Last
14 2510SMKD40 - - - 116.00
Month
15 2511SMKD41 120.00 - 120.00 116.00
16 2511SMKD42 63.00 - 63.00 62.00
17 2511SMKD44 180.00 - 180.00 173.00
18 2511SMKD46 230.00 - 230.00 223.00
19 2511SMKD48 81.00 - 81.00 77.00
Depth Cont. From Last
20 2510SSBKD82 91.50 - 91.50 170.00
Month
21 2511SSBKD83 100.00 - 100.00 98.00
22 2511SSBKD84 SSB 75.00 - 75.00 71.00
23 2511SSBKD85 40.00 - 40.00 39.00
24 2511SSBKD86 60.00 - 60.00 55.00
TOTAL 3,204.00 288.90 3,492.90 3,544.50
Laporan Kegiatan Eksplorasi Bulan NOV 2025 Page 10
Page 24
PT KIDECO JAYA AGUNG
4.6. Rencana Pemboran bulan Desember 2025
Kegiatan pemboran pada bulan Desember 2025 adalah melanjutkan aktivitas
kegiatan eksplorasi sesuai dengan rencana tahunan yang telah dicanangkan
sebelumnya. Dimana pada bulan Desember direncanakan kegiatan eksplorasi
dilaksanakan pada Block Roto Samurangau yaitu area Samurangau AC (SM-AC) dan
Samurangau D (SM-D). Kegiatan pemboran pada bulan Desember direncanakan dapat
menyelesaikan 22 lubang dengan target kedalaman 3,550.00 meter.
Laporan Kegiatan Eksplorasi Bulan NOV 2025 Page 11
Page 25
PT KIDECO JAYA AGUNG
November 2014, adalah seluas 50.921 Ha. Pada tahun 2017, luasan wilayah Kideco
diubah berdasarkan surat dari Direktur Jenderal Mineral dan Batubara No.
2444/30/DJB/2017 tertanggal 10 November 2017 perihal Revisi Persetujuan Rencana
Kegiatan Pada Seluruh Wilayah PKP2B, dimana total luasan wilayah PKP2B Kideco
menjadi 47,500 Ha. Pada tahun 2022, luasan wilayah Kideco diubah kembali
berdasarkan dari Surat Keputusan Menteri Investasi / Kepala Badan Koordinasi
Penanaman Modal No. 14/1/IUP/PMA/2022 tertanggal 16 Desember 2022 perihal
perubahan kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B)
Badan Usaha menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) dengan total luasan
wilayah IUPK Kideco menjadi 33,887 Ha, yang terbagi menjadi 2 block, antara lain
sebagai berikut:
Table 2. Total Luasan Wilayah/Block/Konsesi IUPK
Nama Wilayah/Block/Konsesi IUPK Luas (Ha)
Block Roto Samurangau 27,327
Block Susubang Uko 6,560
Total Luasan 33,887
Laporan ini merupakan penyampaian atau laporan kepada para pihak yang
berkepentingan mengenai hasil kegiatan eksplorasi secara ringkas yang telah dilakukan
pada bulan Oktober 2025 dimana pelaporan ini dibuat dan dilaporkan secara
independen pada Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Kideco atau selanjutnya
disebut sebagai Ringkasan Pelaporan Hasil Eksplorasi (PHE) Periode Oktober 2025
pada wilayah IUPK Kideco.
Laporan Kegiatan Eksplorasi Bulan OCT 2025 Page 3
Page 26
PT KIDECO JAYA AGUNG
2. KONDISI UMUM
Pada sebagian lokasi pada Block Roto Samurangau dan Block Susubang Uko
telah dilakukan operasi penambangan dengan metode tambang terbuka dengan
menggunakan Truck dan Excavator, yang dikerjakan oleh Kideco dibantu oleh
kontraktor pertambangan dengan sistem rental untuk produksi batubara dan kontrak
penggalian tanah penutup, namun pada beberapa lokasi masih dilakukan kegiatan
eksplorasi detail untuk memastikan kemenerusan perlapisan batubara dan
kemungkinan untuk dapat dilakukan penambangan secara ekonomis. Target produksi
batubara yang direncanakan pada tahun ini sesuai dengan perencanaan adalah sebesar
30.5 juta ton.
Pemilihan metode penambangan tambang terbuka seperti yang disebutkan
diatas dikarenakan terdapat banyaknya perlapisan batubara (multi seam) yang dibatasi
oleh perlapisan batuan (interburden) yang tidak terlalu tebal, selain itu perlapisan
batubara memiliki kemiringan perlapisan (dip) landai hingga sangat curam. Dalam
operasional tambang terbuka, material interburden dan overburden atau bisa juga
disebut waste sebagian besar diangkut keluar tambang (pit) dan ditempatkan pada
area yang telah direncanakan di luar pit hingga batas kedalaman pit tercapai. Dalam
proses penambangan, tambang atau pit dibagi menjadi beberapa sector atau area.
Setelah batas kedalaman salah satu sector atau area pit tersebut dapat tertutup kembali
seperti yang telah direncanakan.
Laporan Kegiatan Eksplorasi Bulan OCT 2025 Page 4
Page 27
PT KIDECO JAYA AGUNG
Operasi tambang terbuka menggunakan hydraulic excavator dengan ukuran
tepat dan disesuaikan dengan kapasitas angkut truck, sehingga dapat digunakan untuk
menambang batubara dan waste secara efisien. Batubara hasil penambangan yang
diangkut keluar dari pit (ROM) tidak melalui proses pencucian, tetapi dihancurkan untuk
menghasilkan produk batubara yang nantinya diangkut kepelabuhan untuk dipasarkan.
Area Kideco memiliki struktur geologi mayor yaitu pembentukan lipatan (antiklin
dan sinklin) yang memanjang dari utara - selatan hingga timur laut - barat daya dengan
kemiringan sayap lipatannya berkisar antara 10°~ 60°. Kemiringan lapisan batubara
(seam) di area Kideco berkisar 20°~ 90° memanjang dari timur ke barat. Struktur lipatan
yang terbentuk merupakan struktur lipatan yang asimetris yang melandai dari
perlapisan yang paling muda (atas). Struktur sesar juga berasosiasi dengan struktur
mayor berupa lipatan ini.
Pada laporan saat ini mencantumkan 2 wilayah block penambangan Kideco,
yaitu Block Roto Samurangau dan Block Susubang Uko. Block Roto Samurangau
tersusun atas batuan Formasi Warukin, Formasi Berai, Formasi Pamaluan, Formasi
Tanjung, Formasi Pitap, Batuan Granit dan Diorit dan Formasi Haruyan dengan formasi
pembawa batubara adalah Formasi Warukin yang berumur Miosen Tengah – Miosen
Akhir, sedangkan Block Susubang-Uko tersusun atas batuan Formasi Warukin, Formasi
Berai, Formasi Tanjung, dan Formasi Pitap dengan formasi pembawa batubara adalah
Formasi Warukin yang berumur Miosen Tengah - Miosen Akhir dan Formasi Tanjung
yang berumur Eosen Akhir yang terletak pada sisi barat daya.
Laporan Kegiatan Eksplorasi Bulan OCT 2025 Page 5
Page 28
PT KIDECO JAYA AGUNG
Terdapat lebih dari 50 lapisan batubara yang telah teridentifikasi pada Pit Roto
dengan maksimal rata – rata ketebalan sebenarnya mencapai 26.2 meter. Pada Pit
Samurangau, terdapat 85 lapisan batubara dengan maksimal rata – rata ketebalan
sebenarnya mencapai 10.6 meter. Sedangkan pada Pit Susubang, terdapat 41 lapisan
batubara dengan maksimal rata – rata ketebalan sebenarnya mencapai 4.6 meter.
Pada Block Roto Samurangau terbagi menjadi 2 area penambangan utama yaitu
Block Roto & Block Samurangau. Block Roto terdiri dari beberapa pit : Roto North (RTN),
Roto Middle (RTM), Roto South (RTS) dan Roto South G (RTS-G). Pada Block
Samurangau terdiri dari beberapa pit: Samurangau A (SM-A), Samurangau B (SM-B),
Samurangau C (SM-C) dan Samurangau D (SM-D), sedangkan pada Block Susubang
hanya terdiri satu pit yaitu Pit Susubang (SSB).
3. PELAKSANA KEGIATAN EKSPLORASI
Kegiatan eksplorasi dilaksanakan oleh kontraktor pemboran Kideco, yaitu PT
Mintec Abadi (Mintec) dan PT Kumala Drillindo Persada (Kumala) dibawah pengawasan
penuh Competent Person Indonesia (CPI) Kideco. Selain itu, pada kontraktor tersebut
juga terdapat Competent Person Indonesia (CPI) di bidang kegiatan eksplorasi yang
ikut terlibat dalam pengawasan kegiatan eksplorasi yang sedang berlangsung.
Kegiatan eksplorasi yang dilakukan adalah : pemetaan geologi, pemboran,
logging geofisika, dan analisa kualitas. Peralatan dan perlengkapan yang digunakan
sesuai dengan standar yang telah ditetapkan untuk masing – masing tipe kegiatan dan
pekerjaan. Pelaksanaan kegiatan eksplorasi tersebut telah mengikuti standar pekerjaan
Laporan Kegiatan Eksplorasi Bulan OCT 2025 Page 6
Page 29
PT KIDECO JAYA AGUNG
yang telah ditetapkan dan diawasi secara langsung oleh Competent Person Indonesia
(CPI).
4. HASIL KEGIATAN EKSPLORASI
4.1. Daerah Eksplorasi
Daerah kegiatan pemboran pada bulan Oktober 2025 dilakukan di 3 area Pit
berbeda, yaitu Roto Middle (RTM), Samurangau (SM-AC), dan Susubang (SSB).
Kegiatan pemboran tersebut dikerjakan oleh kontraktor pemboran PT Kideco Jaya
Agung yaitu PT Mintec Abadi (Mintec) dan PT Kumala Drillindo Persada (Kumala).
4.2. Metode Eksplorasi
Pemboran dilakukan baik secara vertikal maupun pemboran miring sesuai
dengan target perlapisan batubara. Pemboran yang dilakukan menggunakan metoda
partly cored dan full coring sesuai target kedalaman perlapisan batubara dan
kebutuhan akan analisa geoteknik terhadap perlapisan batuan pengapit batubara.
Pemboran open hole menggunakan batang bor NQ (diameter dalam 60.3mm)
sedangkan partly cored dengan batang bor HQ (diameter dalam 77.8mm). Setelah
dilakukan pemboran dengan metoda tersebut, kemudian dilanjutkan dengan logging
geofisika untuk mendapatkan kedalaman batubara. Setelah kedalaman batubara
diketahui, perolehan conto (core recovery) untuk batubara dipastikan lebih dari atau
sama dengan 95%.
Logging geofisika dilakukan untuk membuktikan dan membandingkan posisi
kedalaman perlapisan batubara target dengan hasil coring yang telah dilakukan pada
Laporan Kegiatan Eksplorasi Bulan OCT 2025 Page 7
Page 30
PT KIDECO JAYA AGUNG
kegiatan pemboran. Sehingga didapatkan posisi kedalaman batubara secara akurat
dan diperkuat dengan bukti bukti yang jelas.
Reconcile log geofisika dengan sebagian besar titik bor pemboran dengan conto
batuan ataupun pemboran tanpa conto dapat meningkatkan akurasi data yang
diperoleh. Pada umumnya, data log geofisika yang diperoleh berupa data gamma ray,
density, dan caliper. Data yang diperoleh termasuk kedalaman litologi batuan
penyusun, ketebalan, dan parting.
4.3. Biaya Eksplorasi
Biaya kegiatan pemboran eksplorasi pada periode bulan Oktober 2025 untuk
setiap kontraktor pemboran PT Kideco Jaya Agung dapat dilihat pada tabel di bawah
ini :
Table 3. Biaya Eksplorasi PT Kideco Jaya Agung Periode Oktober 2025
BIAYA EKSPLORASI
NO KONTRAKTOR EKSPLORASI KETERANGAN
(Oktober)
1 PT MINTEC ABADI Rp 1,620,300,900 9 Holes ~ 1,900.50 meter
2 PT KUMALA DRILLINDO PERSADA Rp 2,225,966,250 26 Holes ~ 3,519.50 meter
TOTAL Rp 3,846,267,150 35 Holes ~ 5,420.00 meter
4.4. Pengawasan Pemboran
Kegiatan pemboran eksplorasi dilakukan oleh perusahaan kontraktor pemboran
PT Kideco Jaya Agung, yaitu PT Mintec Abadi dan PT Kumala Drillindo Persada. PT
Mintec Abadi mengoperasikan 3 unit mesin bor yaitu 2 unit Mustang 9-F4 (DM01,
DM02) dan 1 unit Jacro 500 (DM05). PT Kumala Drillindo Persada mengoperasikan 5
Laporan Kegiatan Eksplorasi Bulan OCT 2025 Page 8
Page 31
PT KIDECO JAYA AGUNG
unit mesin bor yaitu 5 unit Jacro 400 (RIG02, RIG03, RIG04, RIG06 dan RIG07).
Pengawasan kegiatan eksplorasi oleh PT Mintec Abadi dan PT Kumala Drillindo Persada
dilakukan langsung oleh masing - masing penanggungjawab operasional dan
disupervisi oleh PT Kideco Jaya Agung.
4.5. Hasil Pemboran
Kegiatan pemboran eksplorasi pada bulan Oktober 2025 dilakukan pada 3 area
yaitu area Roto Middle (RTM), Samurangau (SM-AC), dan Susubang (SSB). Detail hasil
kegiatan eksplorasi pada setiap area tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Table 4. Hasil Kegiatan Pemboran Eksplorasi PT Kideco Jaya Agung Periode Oktober 2025
A/PLAN OCT YEAR TO DATE
AREA
HOLE DEPTH HOLE DEPTH HOLE DEPTH
1 SUWI - - - - - -
2 RTN ~ SM6 - - - - - -
3 RTS-G - - - - 38 4,830.60
4 RTM 3 750 3 892.00 73 16,857.30
5 RTS - - - - 45 8,211.00
6 SSB 5 500 4 523.50 83 12,497.00
7 SM-AC 24 3,600 28 4,004.50 89 13,442.40
8 SM-D - - - - 15 2,618.80
9 SELUYUS - - - - - -
10 UKO - - - - - -
TOTAL 32 4,850 35 5,420.00 343 58,457.10
Laporan Kegiatan Eksplorasi Bulan OCT 2025 Page 9
Page 32
PT KIDECO JAYA AGUNG
Table 5. Detail Hasil Kegiatan Pemboran Eksplorasi PT Kideco Jaya Agung Periode Oktober 2025
DRILLING PROGRESS
HOLE ID AREA REMARK
O. HOLE CORING T/ DEPTH L/ DEPTH
1 2510RTMKD48 243.00 - 243.00 209.00
2 2510RTMKD49 175.00 26.00 201.00 188.00
RTM
3 2510RTMKD50 220.00 - 220.00 210.00
2510RTMKD51 228.00 - 228.00 On Progress
4 2510SMMT42 109.60 44.10 153.70 152.00
5 2510SMMT46 172.60 28.40 201.00 197.00
Depth Cont. From Last
6 2509SMMT41 18.80 - 18.80 197.00
Month
7 2510SMMT43 150.00 - 150.00 146.00
8 2510SMMT44 252.00 - 252.00 245.00
9 2510SMMT45 252.00 - 252.00 245.00
10 2510SMMT47 270.00 - 270.00 260.50
11 2510SMMT48 252.00 - 252.00 242.00
12 2510SMMT50 201.00 - 201.00 194.00
2510SMMT51 150.00 - 150.00 On Progress
13 2510SMKD22 17.00 20.00 37.00 36.00
14 2510SMKD23 22.00 23.00 45.00 44.00
15 2510SMKD25 12.00 39.00 51.00 47.00
16 2510SMKD27 SM 60.00 - 60.00 59.00
17 2510SMKD29 60.00 - 60.00 59.00
18 2510SMKD31 100.00 - 100.00 98.00
19 2510SMKD33 100.00 - 100.00 98.00
20 2510SMKD34 200.00 - 200.00 194.00
21 2510SMKD36 180.00 - 180.00 176.00
22 2510SMKD39 87.00 - 87.00 83.00
2510SMKD40 107.50 12.50 120.00 On Progress
23 2510SMKD21 37.00 33.00 70.00 69.00
24 2510SMKD24 40.00 - 40.00 39.00
25 2510SMKD26 53.00 - 53.00 50.00
26 2510SMKD28 60.00 - 60.00 59.00
27 2510SMKD30 41.00 29.00 70.00 68.00
28 2510SMKD32 100.00 - 100.00 98.00
Laporan Kegiatan Eksplorasi Bulan OCT 2025 Page 10
Page 33
PT KIDECO JAYA AGUNG
29 2510SMKD35 250.00 - 250.00 248.00
30 2510SMKD37 250.00 - 250.00 248.00
31 2510SMKD38 171.00 - 171.00 167.00
Depth Cont. From Last
32 2509SSBKD78 10.00 105.00 115.00 143.00
Month
33 2510SSBKD79 39.50 25.50 65.00 62.00
34 2510SSBKD80 SSB 65.50 59.50 125.00 122.00
35 2510SSBKD81 85.00 45.00 130.00 119.00
2510SSBKD82 74.50 14.00 88.50 On Progress
TOTAL 4,916.00 504.00 5,420.00 4,871.50
4.6. Rencana Pemboran bulan November 2025
Kegiatan pemboran pada bulan November 2025 adalah melanjutkan aktivitas
kegiatan eksplorasi sesuai dengan rencana tahunan yang telah dicanangkan
sebelumnya. Dimana pada bulan November direncanakan kegiatan eksplorasi
dilaksanakan pada Block Roto Samurangau yaitu area Samurangau AC (SM-AC),
Samurangau D (SM-D) dan pada Block Susubang Uko yaitu area Susubang (SSB).
Kegiatan pemboran pada bulan November direncanakan dapat menyelesaikan 34
lubang dengan target kedalaman 4,000.00 meter.
Laporan Kegiatan Eksplorasi Bulan OCT 2025 Page 11
Names mentioned 14 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT KIDECO JAYA AGUNG LEMBAR PERSETUJUAN Tabel
p.2 ×2
unresolved
org
PT Mintec Abadi Samurangau
p.2 ×2
unresolved
org
PT KIDECO JAYA
p.2 ×2
unresolved
org
PT Kumala Block Roto
p.2
unresolved
org
PT KIDECO JAYA AGUNG
p.3 ×43
unresolved
org
Menteri Investasi
p.4 ×3
unresolved
org
Koordinasi Penanaman Modal
p.4 ×3
unresolved
org
PT KIDECO JAYA AGUNG Operasi
p.6 ×3
unresolved
org
PT KIDECO JAYA AGUNG Terdapat
p.7 ×3
unresolved
org
PT Mintec Abadi
p.7 ×18
unresolved
org
PT Kumala Drillindo Persada
p.7 ×18
unresolved
org
PT KIDECO JAYA AGUNG Table
p.11 ×3
unresolved
org
PT Kumala
p.14
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.