Back to announcement
20260112_BLES_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32019100_lamp1.pdf
Other Text extracted BLESSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 11
Page 1
Lampiran Jawaban – S-14663/BEI.PP3/12-2025
B. Operasional dan Kondisi Terkini Perseroan (Disampaikan kepada Publik)
1. Kondisi operasional terkini Perseroan dan masing -masing entitas anak Perseroan.
Jawaban:
Kondisi operasional terkini Perseroan dan entitas anak menunjukkan bahwa Perseroan
memiliki 5 (lima) lokasi pabrik dengan total 6 (enam) lini produksi, yaitu Pabrik 1
Mojokerto, Pabrik 2 Lamongan, Pabrik 3 Sragen dengan 2 (dua) lini produksi, Pabrik 4
Sidoarjo, dan Pabrik 5 Banjarnegara. Seluruh lini produksi tersebut telah beroperasi dengan
tingkat utilisasi kapasitas rata-rata sekitar 85%.
2. Fokus strategi usaha yang saat ini sedang dilakukan Perseroan.
Jawaban:
Fokus strategi usaha Perseroan saat ini adalah meningkatkan kontribusi penjualan pada
segmen proyek serta penjualan ke luar Pulau Jawa, yang selama ini masih relatif lebih kecil
dibandingkan dengan penjualan ritel dan penjualan di Pulau Jawa. Selain itu, Perseroan
secara berkelanjutan melakukan kegiatan transfer pengetahuan dan edukasi kepada
masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan, untuk meningkatkan pemahaman dan
kepercayaan terhadap penggunaan bata ringan sebagai alternatif pengganti bata merah.
3. Strategi pengembangan ke depan yang akan dilakukan Perseroan.
Jawaban:
Strategi pengembangan Perseroan ke depan difokuskan pada penguatan dan perluasan
jaringan penjualan, antara lain melalui pengembangan saluran penjualan digital serta
pemanfaatan platform marketplace, guna menjangkau pasar yang lebih luas dan
meningkatkan efektivitas penjualan.
4. Kendala yang dihadapi Perseroan dalam merealisasikan strategi Perseroan yang telah
direncanakan sebelumnya.
Jawaban:
Kendala yang dihadapi Perseroan dalam menjalankan strategi yang telah direncanakan
adalah menurunnya daya beli masyarakat secara umum serta belum berjalannya kebijakan
pemerintah yang baru, sehingga pelaksanaan strategi Perseroan belum dapat dilakukan
secara optimal.
5. Rencana Perseroan untuk mengembangkan kegiatan usaha baru (jika ada).
Jawaban:
Rencana Perseroan dalam mengembangkan kegiatan usaha baru adalah dengan
memproduksi dan memasarkan panel lantai sebagai alternatif pengganti produk lantai
konvensional untuk kebutuhan pembanguna
6. Produk baru yang akan atau telah diluncurkan oleh Perseroan.
Jawaban:
Produk baru yang akan atau telah diluncurkan oleh Perseroan adalah panel lantai
1
Page 2
C. Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum, Kondisi Keuangan dan Penyajian Laporan
Keuangan 30 September 2025 (Disampaikan kepada Publik)
1. Sehubungan dengan sisa dana hasil penawaran umum Perseroan per 30 Juni 2025 yang
belum digunakan sebesar Rp 125,87 juta, agar dijelaskan:
a. Latar belakang dan penyebab Perseroan belum menggunakan sisa dana hasil penawaran
umum tersebut.
Jawaban:
Latar belakang dan penyebab Perseroan belum menggunakan sisa dana hasil penawaran
umum tersebut adalah karena belum ada pembayaran modal kerja (sampai periode cut off
dimaksud) menggunakan Rekening Mandiri.
b. Kondisi terkini atas sisa dana hasil penawaran umum tersebut.
Jawaban:
Kondisi terkini atas sisa dana hasil penawaran umum tersebut adalah per tanggal 31 Juli
2025 tidak ada lagi sisa dana karena semua sudah digunakan untuk membiayai keperluan
modal kerja Perseroan.
c. Informasi mengenai pemindahan penempatan sisa dana hasil penawaran umum sejak per
30 Juni sampai dengan 31 Desember 2024.
Jawaban:
Tidak ada pemindahan penempatan sisa dana hasil penawaran umum sejak per 30 Juni
sampai dengan 31 Desember 2024. Semua sisa dana tetap disimpan di rekening penerima
dana awal.
d. Informasi mengenai rencana periode waktu atas realisasi penggunaan dana penawaran
umum tersebut.
Jawaban:
Sisa dana sudah sebesar Rp 125,87 juta sudah digunakan sampai habis pada Bulan Juli
2025.
e. Dampak dan konsekuensi bagi Perseroan atas belum digunakannya sisa dana penawaran
umum tersebut terhadap kegiatan operasi dan kondisi keuangan Perseroan.
Jawaban:
Tidak ada dampak dan konsekuensi bagi Perseroan atas belum digunakannya sisa dana
penawaran umum tersebut terhadap kegiatan operasi dan kondisi keuangan Perseroan.
f. Rencana Perseroan untuk melakukan perubahan penggunaan dana (jika ada).
Jawaban:
Perseroan tidak memiliki rencana untuk melakukan perubahan penggunaan dana.
2. Terkait dengan dana penawaran umum yang digunakan untuk investasi pembelian kendaraan
truk angkut sebesar Rp 81,92 miliar yang telah direalisasikan seluruhnya, agar dijelaskan
rincian pembelian kendaraan truk angkut dengan melengkapi tabel berikut:
2
Page 3
Jumlah Sifat Tanggal
Jenis Kendaraan Nilai (Rp) Nama Pemasok
Unit Hubungan Transaksi
Investasi - Pembelian Kendaraan Truk Angkut
Colt Diesel 120 Rp 7,110,015,000 PT. DIPO INTERNASIONAL PAHALA OTOMOTIF Pihak Ketiga 10/07/2024
Rp 9,385,215,000 PT. DIPO INTERNASIONAL PAHALA OTOMOTIF Pihak Ketiga 16/08/2024
Rp 7,786,815,000 PT. DIPO INTERNASIONAL PAHALA OTOMOTIF Pihak Ketiga 27/09/2024
Rp 5,808,015,000 PT. DIPO INTERNASIONAL PAHALA OTOMOTIF Pihak Ketiga 21/10/2024
Rp 1,788,500,000 CV. SURYA INDAH PRATAMA Pihak Ketiga 30/08/2024
Rp 906,500,000 CV. SURYA INDAH PRATAMA Pihak Ketiga 01/11/2024
Rp 300,000,000 CV. SURYA INDAH PRATAMA Pihak Ketiga 28/04/2025
Big Dump Truck 30 Rp 35,100,015,000 ASTRA INTERNATIONAL TBK Pihak Ketiga 10/07/2024
Rp 1,029,162,000 ASTRA INTERNATIONAL TBK Pihak Ketiga 19/07/2024
Rp 3,621,000,000 CV. SURYA INDAH PRATAMA Pihak Ketiga 10/07/2024
Rp 82,017,900 CV. SURYA INDAH PRATAMA Pihak Ketiga 04/09/2024
Tronton 10 Rp 4,200,015,000 PT MURNI BERLIAN MOTORS Pihak Ketiga 29/11/2024
Rp 2,520,015,000 PT MURNI BERLIAN MOTORS Pihak Ketiga 07/02/2025
Rp 1,680,015,000 PT MURNI BERLIAN MOTORS Pihak Ketiga 28/02/2025
Rp 122,000,000 CV. SURYA INDAH PRATAMA Pihak Ketiga 18/12/2024
Rp 488,000,000 CV. SURYA INDAH PRATAMA Pihak Ketiga 10/02/2025
Biaya admin bank transaksi pembayaran di atas Rp 95,000 - Pihak Ketiga -
Jumlah 160 Rp 81,927,394,900
3. Sehubungan dengan penggunaan dana untuk modal kerja, agar dijelaskan:
a. Dampak dan manfaat penggunaan dana untuk modal kerja tersebut terhadap kegiatan
operasi dan kondisi keuangan Perseroan.
Jawaban:
Dampak dan manfaat penggunaan dana untuk modal kerja tersebut terhadap kegiatan
operasi dan kondisi keuangan Perseroan adalah kelancaran pembayaran kepada pemasok.
b. Latar belakang dan penyebab masih terdapat penggunaan dana untuk modal kerja yang
belum terealisasi.
Jawaban:
Latar belakang dan penyebab Perseroan belum menggunakan sisa dana hasil penawaran
umum tersebut adalah karena belum ada pembayaran modal kerja (sampai periode cut off
dimaksud) menggunakan Rekening Mandiri.
c. Informasi mengenai rincian atas penggunaan untuk modal kerja dengan mengisi tabel.
Jawaban:
Informasi rinci atas penggunaan untuk modal kerjantelah kami sampaikan secara melalui
tautan berikut:
https://drive.google.com/drive/u/0/folders/1duWnSOcmAjDCv6-dV4-xJQOZToPl5E0K
d. Informasi mengenai akun dalam laporan keuangan auditan yang merefleksikan
penggunaan dana untuk modal kerja beserta saldonya per 31 Desember 2024 dan 30
September 2025.
Jawaban:
Informasi mengenai akun dalam laporan keuangan auditan yang merefleksikan
penggunaan dana untuk modal kerja beserta saldonya per 31 Desember 2024 dan 30
September 2025 adalah penggunaan dana untuk modal kerja dalam laporan keuangan
terefleksi di akun Beban Pokok Penjualan (pembelian bahan baku dan bahan pembantu,
tenaga kerja langsung, beban pabrikasi, pembelian barang jadi), akun Beban Operasi
(Ekspedisi). Sisa saldonya terefleksi di akun Kas dan Setara Kas (PT Bank Mandiri
(Persero) Tbk), tapi penyajian oleh auditor tidak dirincikan per rekening.
3
Page 4
e. Dalam hal penggunaan dana untuk modal kerja tersebut dibayarkan melalui mekanisme
pembayaran uang muka, agar disampaikan informasi mengenai tanggal pembayaran,
realisasi dan perjanjian yang mendasari atas pembayaran tersebut.
Jawaban:
Perseroan menginformasi bahwa tidak ada penggunaan dana untuk modal kerja tersebut
dibayarkan melalui mekanisme pembayaran uang muka.
f. Perseroan agar menyampaikan salinan kontrak /perjanjian pemesanan yang
ditandatangani oleh Perseroan dengan para pihak penerima uang muka. Selain itu, agar
Perseroan juga menyampaikan informasi terkait:
1) Jangka waktu perjanjian.
2) Hak dan kewajiban masing -masing pihak.
3) Nilai kontrak atau perjanjian.
4) Klausa pembatasan maupun pembatalan beserta konsekuensinya.
Dalam hal terdapat lebih dari satu pihak agar disampaikan informasi atas masing -masing
pihak. Dokumen perjanjian agar disampaikan menggunakan form E074.
Jawaban:
Perseroan menginformasikan tidak ada penggunaan dana untuk modal kerja tersebut
dibayarkan melalui mekanisme pembayaran uang muka.
4. Sehubungan dengan CALK 4 tentang kas dan setara agar dijelaskan:
a. Latar belakang dan penyebab terdapat penurunan cukup signifikan pada saldo kas
Perseroan sebesar 23,78% per 30 September 2025 dibandingkan 31 Desember 2024.
Jawaban:
Latar belakang dan penyebab terdapat penurunan cukup signifikan pada saldo kas
Perseroan sebesar 23,78% per 30 September 2025 dibandingkan 31 Desember 2024
adalah karena pada 30 September 2025 tidak ada penggunaan modal kerja.
b. Strategi manajemen kas Perseroan khususnya untuk meminimalisasi mismatch dalam
melakukan pemenuhan kewajiban jangka pendek Perseroan.
Jawaban:
Strategi manajemen kas Perseroan dalam rangka meminimalisasi potensi mismatch
pemenuhan kewajiban jangka pendek dilakukan dengan memastikan piutang usaha dapat
tertagih secara tepat waktu. Selain itu, Perseroan juga memperoleh dukungan dari
perbankan dalam hal ketersediaan fasilitas modal kerja guna menjaga likuiditas
Perseroan.
c. Strategi pendanaan yang sedang dan akan dilakukan oleh Perseroan.
Jawaban:
Tidak terdapat perubahan strategi pendanaan yang sedang maupun yang akan dilakukan
oleh Perseroan. Perseroan tetap menjalankan strategi pendanaan yang telah ditetapkan
sebelumnya.
4
Page 5
5. Sehubungan dengan CALK 5 tentang piutang usaha, agar dijelaskan:
a. Latar belakang terdapat peningkatan signifikan sebesar 3.056% atas piutang usaha lebih
dari 90 hari pada 30 September 2025 dibandingkan 31 Desember 2024.
Jawaban:
Peningkatan sebesar 3.056% atas piutang usaha dengan umur lebih dari 90 hari pada 30
September 2025 dibandingkan dengan 31 Desember 2024 terutama disebabkan oleh
adanya keterlambatan pembayaran dari pelanggan yang juga merupakan vendor
Perseroan, sehubungan dengan keterlambatan pembayaran kewajiban konstruksi oleh
Perseroan kepada pihak tersebut. Berdasarkan data per 31 Desember 2025, piutang usaha
tersebut telah dilunasi.
b. Strategi dan upaya Perseroan agar piutang usaha Perseroan dapat tertagih sesuai dengan
jangka waktu yang telah ditentukan.
Jawaban:
Strategi dan upaya Perseroan untuk memastikan piutang usaha dapat tertagih sesuai
dengan jangka waktu yang telah ditentukan dilakukan melalui pemantauan piutang secara
berkala serta melakukan kunjungan langsung kepada pelanggan yang bersangkutan untuk
melakukan penagihan dan klarifikasi pembayaran.
c. Rata-rata jumlah hari yang dibutuhkan pelanggan untuk membayar atas piutang mereka.
Jawaban:
Rata-rata jangka waktu yang dibutuhkan pelanggan untuk melakukan pembayaran atas
piutang usaha Perseroan adalah sekitar 45 hari.
d. Kendala yang dihadapi Perseroan dalam menagih pembayaran ke pelanggan (jika ada).
Jawaban:
Perseroan tidak menghadapi kendala yang signifikan dalam proses penagihan
pembayaran kepada pelanggan.
6. Sehubungan dengan CALK 6 tentang persediaan, agar dijelaskan:
a. Informasi mengenai strategi manajemen persediaan Perseroan.
Jawaban:
Perseroan saat ini mengelola persediaan sesuai dengan kebutuhan operasional dan
permintaan pasar, serta belum menerapkan strategi manajemen persediaan khusus di luar
kebijakan operasional yang berjalan.
b. Strategi Perseroan dalam mengelola dan menentukan jumlah persediaan bahan baku dan
barang jadi.
Jawaban:
Strategi Perseroan dalam mengelola dan menentukan jumlah persediaan bahan baku dan
barang jadi dilakukan dengan memastikan ketersediaan bahan baku tetap terjaga agar
tidak menghambat proses produksi. Hal tersebut dilakukan melalui pemantauan aktivitas
produksi dan penjualan, serta memperhatikan kemampuan pemasok dalam mengirimkan
5
Page 6
bahan baku secara tepat waktu ke lokasi produksi. Sementara itu, pengelolaan barang jadi
dilakukan dengan menerapkan metode first in first out (FIFO).
7. Sehubungan dengan CALK 9 tentang aset tetap, agar dijelaskan:
a. Strategi dan upaya Perseroan dalam melakukan pemeliharaan dan perbaikan atas mesin
produksi Perseroan.
Jawaban:
Strategi dan upaya Perseroan dalam melakukan pemeliharaan dan perbaikan mesin
produksi dilakukan melalui pelaksanaan scheduled downtime secara berkala, minimal
satu kali dalam setahun, untuk melakukan pemeriksaan kondisi mesin secara menyeluruh.
Selain itu, Perseroan juga menerapkan tindakan pemeliharaan preventif secara rutin,
antara lain dengan menjaga kebersihan area mesin setiap hari guna mendukung kinerja
mesin yang optimal.
b. Tingkat utilisasi atas mesin yang dimiliki Perseroan.
Jawaban:
Tingkat utilisasi mesin yang dimiliki Perseroan berada pada kisaran 75% hingga 85%.
c. Informasi rinci mengenai Aset Dalam Penyelesaian berupa lokasi, nilai, persentase
penyelesaian dan target penyelesaian.
Jawaban:
Informasi rinci mengenai Aset Dalam Penyelesaian, yang mencakup lokasi aset, nilai
aset, persentase penyelesaian, serta target penyelesaian, telah kami sampaikan secara
melalui tautan berikut:
https://drive.google.com/drive/u/0/folders/1duWnSOcmAjDCv6-dV4-xJQOZToPl5E0K
d. Rekonsiliasi antara mutasi penambahan aset tetap dengan laporan arus kas investasi.
Jawaban:
Rekonsiliasi antara mutasi penambahan aset tetap dengan laporan arus kas investasi
sebagai berikut:
1. Terdapat kekurangan pengakuan perolehan aktiva tetap di mana perolehan tersebut
seharusnya juga dicatat pada pos penerimaan aset hak guna, dengan nilai sebesar
Rp41.558.830.000.
2. Uang muka pembelian saldo periode 31 Desember 2024 sebesar Rp 42.879.776.598
seharusnya dimasukkan ke pos perolehan aktiva tetap.
3. Selisih lain disebabkan karena pengerjaan Laporan Arus Kas menggunakan metode
direct sehingga sehingga pencocokan secara langsung dengan saldo pada Neraca
tidak sepenuhnya dapat dilakukan.
e. Informasi mengenai kelompok aset atas aset tetap Perseroan yang telah terdepresiasi
penuh (jika ada).
Jawaban:
6
Page 7
Kelompok Aset Rp 48,490,997,110
Kendaraan (Alat Berat) Rp 38,963,919,282
Peralatan Kantor Rp 6,319,230,273
Tidak Berwujud Rp 2,998,461,555
Bangunan Rp 209,386,000
f. Informasi mengenai kondisi terkini atas aset tetap Perseroan yang telah terdepresiasi
penuh beserta penggunannya untuk operasional Perseroan (jika ada).
Jawaban:
Kondisi terkini atas aset tetap Perseroan yang telah terdepresiasi penuh menunjukkan
bahwa seluruh aset tersebut masih berada dalam kondisi baik dan masih digunakan untuk
mendukung kegiatan operasional Perseroan.
8. Sehubungan dengan CALK 1 3 tentang utang usaha, agar dijelaskan:
a. Strategi Perseroan agar dapat membayar utang Perseroan sesuai dengan jangka waktu
yang telah ditentukan.
Jawaban:
Perseroan melakukan pembayaran utang sesuai dengan jangka waktu yang telah
ditetapkan pada masing-masing invoice. Hingga saat ini, Perseroan tidak memerlukan
strategi khusus karena kewajiban pembayaran dapat dipenuhi sesuai dengan ketentuan
yang berlaku.
b. Latar belakang dan kendala yang dihadapi Perseroan dalam melakukan pembayaran
utang usaha, mengingat 50,52% utang usaha Perseroan telah jatuh tempo.
Jawaban:
Perseroan tidak menghadapi kendala yang signifikan dalam melakukan pembayaran
utang usaha yang telah jatuh tempo. Belum dilakukannya pembayaran atas sebagian
utang usaha tersebut disebabkan oleh Perseroan belum menerima invoice penagihan dari
pemasok terkait.
c. Informasi mengenai rata -rata jumlah hari yang dibutuhkan Perseroan untuk melakukan
pembayaran utang usaha untuk periode 30 September 2025 dan 31 Desember 2024.
Jawaban:
Rata-rata jangka waktu yang dibutuhkan Perseroan untuk melakukan pembayaran utang
usaha pada periode 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sekitar 45 hari.
9. Sehubungan dengan beban akrual sebesar Rp 19.473.496.029,00 agar dijelaskan rincian dari
masing-masing transaksi berikut nilainya.
Jawaban:
TOTAL Rp 19,473,496,029
Beban Akrual – Maintenance Mesin Rp 9,845,270,498
Beban Akrual – Listrik Rp 4,714,946,317
Beban Akrual – Sewa Rp 3,137,873,913
7
Page 8
Beban Akrual – Gaji Rp 1,193,274,907
Beban Akrual – Air Rp 273,165,942
Beban Akrual – Gas Rp 155,419,236
Beban Akrual – Ekspedisi Rp 127,434,659
Beban Akrual – Add On SAP Rp 20,000,000
Beban Akrual – Lain lain Rp 4,414,417
Beban Akrual – Telepon Rp 1,696,140
10. Sehubungan dengan CALK 1 4 tentang utang lain -lain, agar dijelaskan transaksi yang
menyebabkan timbulnya utang lain -lain tersebut berikut nilainya.
Jawaban:
Keterangan Rp 38,716,565,934
Utang Konstruksi Rp 12,870,296,880
Retensi Mesin Alu Rp 9,884,017,475
Retensi Mesin Pabrik 1 Rp 5,693,599,685
Hutang 41 Unit Forklift Rp 4,487,872,500
Retensi Drainage System Rp 3,245,150,372
Uang Jaminan Supir Rp 2,400,987,935
Penerimaan Tidak Teridentifikasi Rp 124,682,816
Hutang Lain-Lain Rp 9,958,272
11. Sehubungan dengan CALK 12 tentang utang bank, agar dijelaskan:
a. Status pemenuhan atas pembatasan rasio keuangan Perseroan pada masing -masing
fasilitas pinjaman bank.
Jawaban:
Status pemenuhan atas pembatasan rasio keuangan Perseroan pada masing-masing
fasilitas pinjaman bank adalah telah terpenuhi sesuai dengan ketentuan yang
dipersyaratkan dalam perjanjian kredit dengan masing-masing bank.
b. Latar belakang dan alasan Perseroan melakukan penambahan utang bank jangka panjang
dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk senilai Rp250 miliar.
Jawaban:
Latar belakang dan alasan Perseroan melakukan penambahan utang bank jangka panjang
dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk senilai Rp250 miliar adalah untuk mendapatkan
fresh fund demi mendukung kelancaran kegiatan investasi dan operasional Perseroan.
c. Strategi Perseroan untuk memastikan dapat terpenuhinya kewajiban atas utang bank
Perseroan, mengingat per 30 September 2025 nilai working capital bernilai negatif dan
current ratio Perseroan di bawah 1.
Jawaban:
Strategi Perseroan untuk memastikan dapat terpenuhinya kewajiban atas utang bank
Perseroan, mengingat per 30 September 2025 nilai working capital bernilai negatif dan
current ratio Perseroan di bawah 1 adalah dengan melakukan pemantauan rutin untuk
8
Page 9
setiap rasio yang menjadi persyaratan dari Bank. Selain itu, perseroan juga memastikan
penerimaan dari pelanggan tidak terlambat.
12. Sehubungan dengan CALK 2 2 tentang pen jualan bersih, agar dijelaskan:
a. Strategi Perseroan untuk meningkatkan penjualan dan profitabilitas Perseroan.
Jawaban:
Strategi Perseroan untuk meningkatkan penjualan dan profitabilitas dilakukan melalui
meningkatkan kontribusi segmen proyek dan penjualan ke luar Pulau Jawa, yang selama
ini masih relatif kecil dibandingkan dengan penjualan ke segmen ritel dan wilayah Pulau
Jawa. Selain itu, Perseroan akan mulai memproduksi dan memasarkan produk panel
lantai sebagai bagian dari pengembangan produk turunan dari bata ringan, yang
diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah dan margin usaha. Perseroan juga terus
melakukan pengembangan dalam penggunaan bahan baku yang lebih efisien serta
memaksimalkan otomatisasi mesin guna menekan biaya tenaga kerja langsung dan
meningkatkan efisiensi operasional.
b. Daftar nama 10 pelanggan pihak ketiga dengan nilai penjualan tertinggi.
No. Nama Pelanggan
1 PT Semen Indonesia Distributor
2 PT Royal Inti Menara Anugerah
3 PT Anugerahmitra Bersama Perdana
4 PT Catur Sentosa Adiprana Tbk
5 PT Primasindo Cipta Sarana
6 PT Bumi Pembangunan Pertiwi
7 Koperasi Konsumen Warga Semen Gresik KWSG
8 PT Central Utama Indowarna
9 PT Cipta Pratama Karyamandiri
10 PT Sadar Jaya Manunggal
13. Latar belakang dan penyebab laba bruto mengalami penurunan meskipun pendapatan
Perseroan mengalami peningkatan.
Jawaban:
Penurunan laba bruto Perseroan meskipun pendapatan mengalami peningkatan terutama
disebabkan oleh penurunan harga jual rata-rata sebesar sekitar 15% dibandingkan dengan
periode sebelumnya. Penurunan harga jual tersebut berdampak pada margin laba bruto,
meskipun secara volume penjualan mengalami peningkatan.
Penurunan laba bruto tersebut sebagian dapat diimbangi oleh penurunan harga pokok
penjualan sebesar sekitar 4%. Adapun volume penjualan Perseroan pada periode Januari–
September 2025 tercatat sebesar 2.625.739 m3, meningkat dibandingkan periode Januari–
September 2024 sebesar 2.133.827 m3.
14. Strategi Perseroan untuk meningkatkan profit margin.
9
Page 10
Jawaban:
Strategi Perseroan untuk meningkatkan profit margin dilakukan melalui upaya
pengembangan penggunaan bahan baku yang lebih efisien guna menekan biaya produksi.
Selain itu, Perseroan juga memaksimalkan otomatisasi mesin dalam proses produksi
sehingga dapat menurunkan biaya tenaga kerja langsung dan meningkatkan efisiensi
operasional.
15. Sehubungan dengan CALK 2 4 tentang beban operasi, agar dijelaskan:
a. Latar belakang dan penyebab beban ekspedisi mengalami peningkatan
Jawaban:
Latar belakang dan penyebab beban ekspedisi mengalami peningkatan disebabkan karena
volume penjualan yang meningkat.
b. Latar belakang dan penyebab beban gaji pada beban penjualan mengalami peningkatan
yang cukup sigifikan.
Jawaban:
Latar belakang dan penyebab beban gaji pada beban penjualan mengalami peningkatan yang
cukup signifikan adalah karena pada semester pertama tahun 2025 Perseroan melakukan
penambahan jumlah karyawan pada bagian penjualan dalam rangka mendukung peningkatan
aktivitas pemasaran dan penjualan Perseroan.
c. Strategi Perseroan untuk dapat melakukan efisiensi pada beban operasi.
Jawaban:
Strategi Perseroan untuk melakukan efisiensi pada beban operasi dilakukan dengan
memaksimalkan penggunaan armada milik sendiri dalam kegiatan pengiriman bata ringan
kepada pelanggan sehingga dapat menekan biaya ekspedisi. Selain itu, Perseroan juga
melakukan perampingan struktur organisasi pada fungsi penjualan yang dinilai kurang
efektif guna meningkatkan efisiensi biaya operasional.
16. Strategi Perseroan untuk meningkatkan profitabilitas Perseroan.
Jawaban:
Strategi Perseroan untuk meningkatkan profitabilitas Perseroan adalah:
a. Meningkatkan kontribusi penjualan dari segmen proyek (project) dan penjualan ke luar
Pulau Jawa, yang selama ini masih memiliki porsi relatif lebih kecil dibandingkan
dengan penjualan ritel dan penjualan di Pulau Jawa.
b. Melakukan pengembangan produk dengan mulai memproduksi dan memasarkan produk
panel lantai, yang merupakan salah satu pengembangan dari produk bata ringan, guna
memperluas portofolio produk dan meningkatkan nilai tambah.
c. Melakukan efisiensi biaya produksi melalui pengembangan penggunaan bahan baku
yang lebih efisien.
d. Memaksimalkan otomatisasi mesin produksi untuk menekan biaya tenaga kerja
langsung dan meningkatkan efisiensi operasional.
17. Sehubungan dengan laporan arus kas, agar dijelaskan:
10
Page 11
a. Latar belakang dan penyebab terjadi kenaikan signifikan atas pembayaran pajak
Perseroan.
b. Informasi rekonsiliasi antara arus kas aktivitas pendanaan dan liabilitas Perseroan.
Jawaban:
Informasi rekonsiliasi antara arus kas aktivitas pendanaan dan liabilitas Perseroan
sebagai berikut:
• Terdapat kesalahan reklasifikasi pembayaran utang bank jangka pendek, yang
sebelumnya dicatat sebagai pembayaran kepada pemasok, dengan nilai sebesar
Rp 24.986.324.246.
• Terdapat kekurangan pengakuan penerimaan aset hak guna, di mana penerimaan
tersebut seharusnya juga dicatat pada pos perolehan aset tetap, dengan nilai
sebesar Rp 41.558.830.000.
D. Lainnya (Disampaikan kepada Publik)
1. Rencana tindakan korporasi dalam periode 12 bulan ke depan (jika ada).
Jawaban:
Perseroan tidak memiliki rencana tindakan korporasi dalam jangka waktu 12 (dua belas)
bulan ke depan, selain kegiatan usaha normal Perseroan.
2. Penjelasan mengenai informasi/kejadian penting lainnya yang material yang akan dilakukan
Perseroan pada masa yang datang dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup Perseroan.
Jawaban:
Belum ada informasi/kejadian penting lainnya yang material yang akan dilakukan Perseroan
pada masa yang datang dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup Perseroan.
11
Names mentioned 18 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT. DIPO INTERNASIONAL PAHALA OTOMOTIF Pihak
p.3 ×4
unresolved
org
PT MURNI BERLIAN MOTORS
p.3 ×3
unresolved
org
PT Semen Indonesia Distributor
p.9
unresolved
org
PT Royal Inti Menara Anugerah
p.9
unresolved
org
PT Anugerahmitra Bersama Perdana
p.9
unresolved
org
PT Primasindo Cipta Sarana
p.9
unresolved
org
PT Bumi Pembangunan Pertiwi
p.9
unresolved
org
Koperasi Konsumen Warga Semen Gresik KWSG
p.9
unresolved
org
PT Central Utama Indowarna
p.9
unresolved
org
PT Cipta Pratama Karyamandiri
p.9
unresolved
org
PT Sadar Jaya Manunggal
p.9
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.