Skip to content
Back to announcement

20260108_TRON_Laporan Informasi dan Fakta Material_32018480_lamp2.pdf

Other Text extracted TRON

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 96

Page 1
                                                                                       Kantor Pusat :
                                                                                       Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                                       Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                                    KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312


         Y D R
        2026
                                                                                       Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                                    Penilaian Properti & Bisnis
                                    Nomor Izin : 2.16.0138                             Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                                    Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                    Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                                                                                       Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                                       Telp : 0822-2501-2708
                                                                                       Email : satrio.kjppydr@gmail.com




                STUDI KELAYAKAN RENCANA PENAMBAHAN KLASIFIKASI
                      BAKU LAPANGAN USAHA INDONESIA (KBLI)
                       PT TEKNOLOGI KARYA DIGITAL NUSA TBK




Kantor Pusat:
Jalan KH. Guru Amin KM.17 No.12A, Kalibata, Pancoran,
Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
Telp    : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
Email : kjpp.ydr2@gmail.com
Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
Telp     : 0822-2501-2708
Email : satrio.kjppydr@gmail.com




                                                      Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 2
                                                                         Kantor Pusat :
                                                                         Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                         Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                      KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312


 Y D R
                                                                         Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                      Penilaian Properti & Bisnis
                      Nomor Izin : 2.16.0138                             Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                      Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                    Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                                                                         Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                         Telp : 0822-2501-2708
                                                                         Email : satrio.kjppydr@gmail.com

No. Laporan      : 00001/2.0138-00/JL/10/0423/1/I/2026                                         Jakarta, 6 Januari 2026

Kepada Yth.
Direksi PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
Gedung TKDN Tbk, Jl. Sunter Muara No. 8A,
Kel. Sunter Agung, Kec. Tanjung Priok,
Kota Adm. Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta. 14350

Perihal    :   Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
               Indonesia (KBLI) PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk.

Dengan hormat,

Memenuhi permintaan manajemen PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk (“TKDN atau Perseroan atau
Perusahaan”) sebagaimana yang kami terima, bahwa manajemen TKDN telah menunjuk Kantor Jasa Penilai
Publik Yufrizal, Deny Kamal dan Rekan (“KJPP YDR”) dengan Penawaran Jasa KJPP YDR Nomor: 04/YDR-
B/PNR-JL/XII/2025 tanggal 19 Desember 2025 dan Addendum Nomor: 01/YDR-B/ADD-TKDN/XII/2025 tanggal
22 Desember 2025 yang telah disetujui dan ditandatangani oleh TKDN, untuk melakukan Pekerjaan Studi
Kelayakan Rencana Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yaitu kegiatan aktivitas
usaha Penyimpanan Tenaga Listrik (KBLI 2025 No. 35132) berupa Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik
Umum (SPBKLU) dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Pengoperasian Fasilitas atau Stasiun
Pengisian Daya untuk Kendaraan dan Peralatan Listrik (KBLI 2025 No. 35133) berupa Stasiun Pengisian
Kendaraan Listrik Umum (SPKLU)

KJPP YDR adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang memiliki izin berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan
Republik Indonesia Nomor: 921/KM.1/2016 dengan nomor izin usaha 2.16.0138 tertanggal 2 September 2016.

1.    Latar Belakang Penugasan

      TKDN merupakan sebuah perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (public company) yang
      didirikan di Indonesia. Bidang usaha Perseroan Bergerak dalam bidang industri penyediaan solusi
      sistem informasi berbasis telematika dan Internet of Things (IoT) untuk pengembangan smart city..
      TKDN berdomisili di Gedung TKDN Tbk, Jl. Sunter Muara No. 8A Kelurahan Sunter Agung, Kec. Tanjung
      Priok Kota Adm. Jakarta Utara Provinsi DKI Jakarta. 14350 dengan nomor telepon (021) 38889045, alamat
      email: corporate.secretary@tkdn.co.id, dan alamat website www.tkdn.co.id.

      Berdasarkan informasi yang kami terima dari manajemen Perseroan, TKDN berencana untuk menambah
      kegiatan aktivitas usaha dikarenakan adanya peluang pasar, persaingan, dan potensi pertumbuhan. Untuk
      memanfatkan peluang pasar, persaingan, dan potensi pertumbuhan, Perseroan membutuhkan
      penambahan aktivitas usaha selain kegiatan usaha utama Perseroan, yaitu kegiatan aktivitas usaha
      Penyimpanan Tenaga Listrik (KBLI 2025 No. 35132) berupa Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik
      Umum (SPBKLU) dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Pengoperasian Fasilitas atau
      Stasiun Pengisian Daya untuk Kendaraan dan Peralatan Listrik (KBLI 2025 No. 35133) berupa Stasiun
      Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

      Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan, Rencana Perseroan akan mengakibatkan terjadinya



                                        Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 3
                                                                             Kantor Pusat :
                                                                             Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                             Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                      KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                    Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312


Y D R
                                                                             Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                      Penilaian Properti & Bisnis
                      Nomor Izin : 2.16.0138                                 Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                      Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                        Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                                                                             Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                             Telp : 0822-2501-2708
                                                                             Email : satrio.kjppydr@gmail.com

     penambahan kegiatan usaha penunjang Perseroan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa
     Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/POJK.04/2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan
     Kegiatan Usaha Utama” (“POJK No.17/2020”), mengingat bahwa Rencana Transaksi akan mengakibatkan
     terjadinya penambahan aktivitas usaha penunjang Perseroan yaitu kegiatan aktivitas usaha Penyimpanan
     Tenaga Listrik (KBLI 2025 No. 35132) berupa Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum
     (SPBKLU) dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Pengoperasian Fasilitas atau Stasiun
     Pengisian Daya untuk Kendaraan dan Peralatan Listrik (KBLI 2025 No. 35133) berupa Stasiun Pengisian
     Kendaraan Listrik Umum (SPKLU)

     Untuk transaksi yang menyebabkan terjadinya Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang, Peraturan POJK
     No.17/2020 mensyaratkan adanya laporan studi kelayakan tentang penambahan kegiatan usaha
     penunjang yang disusun oleh penilai independen. Dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi dan
     untuk memenuhi ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Peraturan POJK No.17/2020, maka Perseroan
     perlu menunjuk penilai untuk melaksanakan penyusunan studi kelayakan atas Rencana Penambahan
     Kegiatan Penunjang Usaha (“Studi Kelayakan”)

     Oleh karena itu, TKDN telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Yufrizal Deny Kamal dan Rekan
     (“KJPP YDR”) untuk melakukan Pekerjaan Kajian Studi Kelayakan tersebut dengan Penawaran Jasa
     Nomor: 04/YDR-B/PNR-JL/XII/2025 tanggal 19 Desember 2025 dan Addendum Nomor: 01/YDR-B/ADD-
     TKDN/XII/2025 tanggal 22 Desember 2025.

2.   Status Penilai

     Konsultan yang menandatangani laporan Penilaian ini merupakan Konsultan dengan Kompetensi dan
     klasifikasi Penilaian Bisnis bersertifikat MAPPI dan sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
     dengan perizinan sebagai berikut:

     Nama                                               :   Ir. Mahrani, M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
     No. Izin Penilai Publik                            :   B-1.15.00423
     No. MAPPI                                          :   98-S-01056
     No. RMK                                            :   RMK-2017.00379
     No. STTD OJK (Pasar Modal)                         :   STTD.PB-40/PM.02/2023
     No. STTD OJK (IKNB)                                :   342/PD.021/STTD-P/2025
     Kualifikasi Izin                                   :   Penilai Bisnis


     YDR adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan Pasar Modal serta
     memiliki kompetensi untuk melakukan penugasan ini.

     Dalam mempersiapkan laporan studi kelayakan ini kami bertindak secara profesional tanpa adanya
     benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan pemberi tugas, objek studi kelayakan ataupun pihak-
     pihak yang terafiliasi dengan pemberi tugas dan objek studi kelayakan. YDR juga tidak memiliki
     kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini

     Laporan studi kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
     manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan.


                                        Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 4
                                                                             Kantor Pusat :
                                                                             Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                             Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                     KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                     Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312


Y D R
                                                                             Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                     Penilaian Properti & Bisnis
                     Nomor Izin : 2.16.0138                                  Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                     Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                         Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                                                                             Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                             Telp : 0822-2501-2708
                                                                             Email : satrio.kjppydr@gmail.com

3.   Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

      Nama Pemberi Tugas                         :     PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
      Bidang Usaha                               :     Bergerak dalam bidang industri penyediaan solusi sistem
                                                       informasi berbasis telematika dan Internet of Things (IoT)
                                                       untuk pengembangan smart city
      Alamat                                     :     Gedung TKDN Tbk, Jl. Sunter Muara No. 8A, Kel. Sunter Agung,
                                                       Kec. Tanjung Priok, Kota Adm. Jakarta Utara Prov. DKI Jakarta.
      Telepon/Fax                                :     (021) 38889045
      Email                                      :     corporate.secretary@tkdn.co.id
      Website                                    :     www.tkdn.co.id

4.   Objek Studi Kelayakan dan Kepemilikan

     Yang dimaksud Objek Studi Kelayakan adalah analisis atas rencana penambahan kegiatan usaha
     dengan penambahan KBLI pada Pasal 3 Anggaran Dasar perusahaan yang akan dilakukan oleh
     PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk yaitu kegiatan aktivitas usaha Penyimpanan Tenaga Listrik (KBLI
     2025 No. 35132) berupa Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan Klasifikasi
     Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Pengoperasian Fasilitas atau Stasiun Pengisian Daya untuk
     Kendaraan dan Peralatan Listrik (KBLI 2025 No. 35133) berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum
     (SPKLU).

5.   Jenis Mata Uang yang Digunakan

     Laporan studi kelayakan ini dinyatakan dalam mata uang Rupiah. YDR tidak bertanggung jawab atas
     penggunaan Nilai Tukar selain yang tercantum pada laporan ini.

6.   Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan

     Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan Kajian Studi Kelayakan atas rencana TKDN yang
     akan melakukan penambahan kegiatan usaha dengan penambahan KBLI pada Pasal 3 Anggaran
     Dasar perusahaan. Studi ini juga bertujuan untuk mengkaji prospek usaha dari TKDN ditinjau dari
     berbagai aspek yang meliputi aspek kelayakan pasar, aspek teknis, aspek kelayakan Pola Bisnis,
     aspek Model Manajemen, serta aspek keuangan dengan memperkirakan tingkat kemampulabaan dari
     operasional rencana pengembangan bisnis ini, sehingga Pimpinan TKDN dapat menyetujui atas
     usulan penambahan kegiatan usaha dengan penambahan KBLI pada Pasal 3 Anggaran Dasar
     perusahaan tersebut.

     Laporan ini disusun sebagai bahan pertimbangan bagi pihak TKDN dalam rangka kepentingan
     usahanya. Laporan tidak digunakan di luar konteks atau tujuan tersebut dan bukan untuk kepentingan
     perpajakan. Laporan kajian studi kelayakan ini disusun untuk memberikan pendapat dan/atau
     masukan bagi Manajemen TKDN dalam pengambilan keputusan terbaik yang memberikan manfaat
     yang menguntungkan bagi TKDN mengacu pada peraturan yang ada dan tidak menutup kemungkinan
     untuk bertindak lain.




                                       Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 5
                                                                       Kantor Pusat :
                                                                       Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                       Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                    KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312


Y D R
                                                                       Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                    Penilaian Properti & Bisnis
                    Nomor Izin : 2.16.0138                             Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                    Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                    Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                                                                       Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                       Telp : 0822-2501-2708
                                                                       Email : satrio.kjppydr@gmail.com

7.   Tanggal Sudi Kelayakan

     Tanggal efektif studi kelayakan adalah 30 September 2025, dimana batas tersebut diambil atas dasar
     pertimbangan kepentingan pemberi tugas dan tujuan studi kelayakan. Berdasarkan Pasal 6 ayat 2 (dua)
     POJK No. 17/POJK.04/2020 bahwa masa berlaku di Studi Kelayakan adalah selama 6 (enam) bulan sejak
     tanggal analisis dalam Studi Kelayakan. Sehingga masa berlaku laporan berakhir pada 31 Maret 2026.

8.   Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan

     Dalam melakukan studi kelayakan ini, YDR juga menggunakan informasi dari beberapa sumber informasi
     yang relevan dan handal, yaitu:

      •   Data internal perusahaan terkait dengan studi kelayakan
      •   Proyeksi keuangan TKDN untuk tahun 2025 sampai dengan 2030
      •   Proyeksi keuangan TKDN atas penambahan kegiatan usaha untuk tahun 2025 sampai dengan 2030
          yang disediakan manajemen Perseroan.
      •   Laporan keuangan inhouse PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk dan Entitas Anak per 30 September
          2025.
      •   Laporan keuangan audit PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk dan Entitas Anak Nomor:
          00027/3.0424/AU.1/05/1721-1/1/III/2025 dikeluarkan tanggal 28 Maret 2025, yang telah diaudit per
          31 Desember 2024 oleh Akuntan Pubik (“KAP”) Mujiono, SE, Ak., CA., CPA dari Kantor Akuntan
          Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan (BDO) dengan opini wajar dalam semua hal yang
          material.
      •   Laporan keuangan audit PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk dan Entitas Anak Nomor:
          00349/2.0459/AU.1/05/1482-1/1/III/2024 dikeluarkan tanggal 27 Maret 2024, yang telah diaudit per
          31 Desember 2023 oleh Akuntan Pubik (“KAP”) Yansyafrin, CA, CMA., CPA, CPI dari Kantor Akuntan
          Publik Heliantono & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
      •   Laporan keuangan audit PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk. Nomor: 00111/3.0428/AU.1/05/1725-
          2/1/IV/2023 dikeluarkan tanggal 11 April 2023, yang telah diaudit per 31 Desember 2022 oleh Akuntan
          Pubik (“KAP”) Deasy Roosiana Tresna Handayani dari Kantor Akuntan Publik Hadori Sugiarto Adi &
          Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material
      •   Laporan keuangan audit PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk. Nomor: 00155/3.0428/AU.1/05/1725-
          2/1/X/2022 dikeluarkan tanggal 3 Oktober 2022, yang telah diaudit per 31 Juli 2022 oleh Akuntan
          Pubik (“KAP”) Deasy Roosiana Tresna Handayani dari Kantor Akuntan Publik Hadori Sugiarto Adi &
          Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
      •   Laporan keuangan audit PT Teknologi Karya Digital Nusa Nomor: 00093/3.0428/AU.1/05/1725-
          1/1/IV/2022 dikeluarkan tanggal 27 April 2022, yang telah diaudit per 31 Desember 2021 oleh Akuntan
          Pubik (“KAP”) Deasy Roosiana Tresna Handayani dari Kantor Akuntan Publik Hadori Sugiarto Adi &
          Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
      •   Laporan keuangan audit PT Teknologi Karya Digital Nusa (d/h PT Damai Harapan Sentosa) Nomor:
          00062/3.0291/AU.1/05/0824-1/1/V/2021 dikeluarkan tanggal 7 Mei 2021, yang telah diaudit per 31
          Desember 2020 oleh Akuntan Pubik (“KAP”) Sudirman Simangunsong, MSi, CPA dari Kantor Akuntan
          Publik Doli, Bambang, Sulistiyanto, Dadang dan Ali dengan opini wajar dalam semua hal yang
          material.
      •   Legalitas Perseroan.


                                      Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 6
                                                                         Kantor Pusat :
                                                                         Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                         Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                      KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312


Y D R
                                                                         Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                      Penilaian Properti & Bisnis
                      Nomor Izin : 2.16.0138                             Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                      Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                    Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                                                                         Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                         Telp : 0822-2501-2708
                                                                         Email : satrio.kjppydr@gmail.com

       •    Data-data yang diperoleh dari S&P Capital IQ dan Damodaran.
       •    Data-data ekonomi yang bersifat makro ataupun mikro yang diperoleh dari instansi terkait seperti
            Bank Indonesia.
       •    Wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan sehubungan dengan penugasan Studi
            Kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha.
       •    Representation Letter Nomor 001/TKDN/I/2026 tanggal 02 Januari 2026 sehubungan dengan
            Penugasan Pekerjaan Studi Kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha.
       •    Data-data lain sebagai pendukung.

      YDR telah menerima proyeksi keuangan dimana proyeksi keuangan merupakan data yang diverifikasi
      terlebih dahulu yakni melakukan analisis kewajaran atas proyeksi yang disampaikan.

9.    Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi

      Laporan studi kelayakan ini ditujukan terkait POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang transaksi material dan
      perubahan kegiatan usaha yang dihasilkan sehingga untuk setiap publikasi terhadap keseluruhan atau
      sebagian dari laporan, atau referensi yang dipublikasikan, termasuk referensi mengenai laporan keuangan
      perusahaan/objek studi kelayakan, dan/atau laporan direksi/pimpinan perusahaan/objek studi kelayakan,
      dan/atau pernyataan atau kajian lainnya atau pernyataan/edaran apapun dari perusahaan/objek studi
      kelayakan dapat diakses oleh publik sesuai dengan keperluan atas Rencana Transaksi tersebut. Tanda
      tangan Penilai Publik dan cap YDR yang resmi merupakan syarat mutlak laporan studi kelayakan yang
      dihasilkan.

10.   Konfirmasi Bahwa Studi Kelayakan dilakukan berdasarkan OJK, SPI dan KEPI

      Studi kelayakan ini dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) Nomor
      35/POJK.04/2020 dan SEOJK No.17/SEOJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
      Bisnis di Pasar Modal dan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”)
      Edisi VII Tahun 2018 dan Edisi Revisi Tahun 2020.

11.   Metodologi

      Metodologi yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan berdasarkan POJK
      No.35/POJK.04/2020 dan SEOJK No.17/SEOJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
      Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian Indonesia
      (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan Edisi Revisi Tahun 2020 ini adalah:

      Pengumpulan Data

       • Pengumpulan data-data primer atas rencana penambahan kegiatan usaha meliputi data-data rencana
         investasi dan rencana usaha serta data-data lainnya yang relevan. Data-data primer ini diperoleh
         secara langsung melalui wawancara dengan berbagai pihak, terutama dari manjemen TKDN pada saat
         dilakukan investigasi lapangan.
       • Pengumpulan data sekunder yang diperoleh dari berbagai instansi atau pihak ketiga dalam bentuk
         angka-angka statistik dan berbagai data pendukung yang relevan dengan tujuan penugasan seperti
         analisis makro ekonomi, analisis industri dan analisis manajemen risiko, untuk mengevaluasi


                                        Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 7
                                                                          Kantor Pusat :
                                                                          Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                          Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                       KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312


Y D R
                                                                          Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                       Penilaian Properti & Bisnis
                       Nomor Izin : 2.16.0138                             Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                       Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                    Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                                                                          Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                          Telp : 0822-2501-2708
                                                                          Email : satrio.kjppydr@gmail.com

            pengaruh dari faktor tersebut di masa mendatang.

       Analisis Kelayakan

       Melakukan analisis kelayakan penambahan kegiatan usaha yang mengacu pada Pasal V SEOJK
       No.17/SEOJK.04/2020 meliputi:

            a. Kelayakan Pasar; Analisis kelayakan pasar dilakukan terhadap analisis kondisi pasar, seperti
               pangsa pasar, kesinambungan (sustainability), potensi pasar, sasaran, potensi nilai pasar,
               pesaing usaha, dan strategi pemasaran.

            b. Kelayakan Teknis; Analisis kelayakan teknis dilakukan terhadap analisis Ketersediaan dan
               Kualitas Sumber Daya; Proses Bisnis Kegiatan Usaha Baru.

            c. Kelayakan Pola Bisnis; Analisis kelayakan pola bisnis dilakukan terhadap analisis Keunggulan
               Kompetitif TKDN, Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk TKDN; Kemampuan Untuk
               Menciptakan Nilai Penambahan Kegiatan Usaha.

            d. Kelayakan Model Manajemen; Analisis kelayakan model manajemen dilakukan terhadap
               analisis ketersediaan tenaga kerja, manajemen kekayaan intelektual, manajemen risiko,
               kapasitas dan kemampuan manajemen, dan kesesuaian struktur organisasi dan manajemen.

            e. Kelayakan Keuangan; Analisis kelayakan keuangan dilakukan terhadap analisis keuangan
               seperti analisis titik impas (Break Even Analysis), Analisis Profitabilitas (Overall Profitability),
               Tingkat Balikan Investasi (Overall Return on Investment), Analisis Kelayakan Finansial dengan
               Net Present Value (“NPV”), Internal Rate of Return (“IRR”), Payback Period, Profitability Index
               dan analisis sensitivitas.

12.   Pernyataan Independensi Penilai

      Dalam mempersiapkan laporan studi kelayakan kami bertindak secara profesional tanpa adanya benturan
      kepentingan dan tidak terafiliasi dengan pemberi tugas ataupun pihak- pihak yang terafiliasi dengan
      pemberi tugas.

      KJPP Yufrizal, Deny Kamal dan Rekan (“YDR”) juga tidak memiliki benturan kepentingan ataupun
      keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan ini tidak dilakukan untuk memberikan
      keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan jasa yang kami terimasama sekali tidak dipengaruhi
      oleh nilai yang dihasilkan

13.   Asumsi dan Kondisi Pembatas

       1.    Laporan studi kelayakan penambahan kegiatan usaha bersifat non-disclaimer opinion.
       2.    YDR telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses studi kelayakan
             penambahan kegiatan usaha.
       3.    Dalam menyusun laporan ini, YDR mengandalkan keakuratan dan kelengkapan informasi yang



                                         Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 8
                                                                         Kantor Pusat :
                                                                         Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                         Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                      KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312


Y D R
                                                                         Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                      Penilaian Properti & Bisnis
                      Nomor Izin : 2.16.0138                             Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                      Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                    Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                                                                         Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                         Telp : 0822-2501-2708
                                                                         Email : satrio.kjppydr@gmail.com

             disediakan oleh manajemen TKDN dan/atau data yang diperoleh dari informasi yang tersedia untuk
             publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami anggap relevan. YDR tidak terlibat dan tidak
             melakukan audit ataupun verifikasi atas informasi yang disediakan tersebut.
       4.    Laporan ditujukan untuk kepentingan manajemen TKDN terkait POJK No. 17/POJK.04/2020
             tentang transaksi material dan perubahan kegiatan usaha.
       5.    YDR tidak memiliki kepentingan atau hal-hal lainnya yang dapat menyebabkan YDR memberikan
             pendapat yang bias sehubungan dengan informasi yang dibahas dalam laporan ini.
       6.    Pemberi tugas telah membebaskan YDR dari setiap klaim yang dapat dan akan timbul dari kesalahan
             ataupun kekurangan dalam bahan atau informasi yang disediakan Manajemen, konsultan atau pihak
             ketiga, kepada YDR dalam penyusunan laporan ini.
       7.    Pemberi tugas menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut kajian studi
             kelayakan telah diungkapkan seluruhnya kepada YDR dan tidak ada pengurangan atas fakta-fakta
             yang penting.
       8.    YDR tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk berpihak berkenaan dengan
             subjek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang terlibat didalamnya.
       9.    Analisis, opini dan kesimpulan telah dibuat, dan laporan ini telah disusun sesuai dengan Peraturan
             Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) Nomor 35/POJK.04/2020 dan SEOJK No.17/SEOJK.04/2020
             tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Kode Etik Penilai
             Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan SPI 330 Edisi
             Revisi Tahun 2020.
       10.   YDR menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh TKDN serta telah disesuaikan
             sehingga mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dengan kemampuan pencapaiannya
             (fiduciary duty).
       11.   YDR bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan nilai akhir yang dihasilkan.
       12.   YDR telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari pemberi tugas.
       13.   Laporan keuangan dan informasi lainnya yang disampaikan oleh TKDN atau wakilnya dalam rangka
             penugasan ini, telah diterima tanpa dilakukan verifikasi lebih lanjut, dianggap sesuai dengan
             peraturan dan ketentuan yang berlaku, dianggap lengkap dan benar dalam mencerminkan kondisi
             kegiatan usaha dan operasi TKDN untuk masing-masing periode yang disajikan.
       14.   YDR tidak melaksanakan pemeriksaan terhadap legalitas aset yang dimiliki oleh TKDN. YDR
             berasumsi bahwa tidak ada masalah legalitas berkenaan dengan aset-aset TKDN, baik saat ini
             maupun di masa yang akan datang.
       15.   YDR berasumsi bahwa TKDN telah dan akan memenuhi kewajiban berkenaan dengan perpajakan,
             retribusi, pungutan-pungutan lainnya dan kewajiban-kewajian lainnya sesuai dengan peraturan
             yang berlaku.
       16.   YDR tidak bertanggung jawab terhadap kerugian sebagai akibat dari kesalahan opini atau
             kesimpulan yang terjadi karena adanya data atau informasi dari TKDN yang relevan dan signifikan
             pengaruhnya terhadap opini atau kesimpulan YDR, yang tidak dan atau belum YDR terima dari
             TKDN.

14.   Tanda Tangan pimpinan dan Cap KJPP YDR Yang Resmi Merupakan Syarat Mutlak Sahnya Laporan
      Studi Kelayakan Yang Terlampir

      Tanda tangan pimpinan dan cap KJPP YDR yang resmi merupakan syarat mutlak sahnya laporan studi
      kelayakan yang terlampir.



                                        Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 9
                                                                            Kantor Pusat :
                                                                            Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                            Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                      KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                   Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312


Y D R
                                                                            Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                      Penilaian Properti & Bisnis
                      Nomor Izin : 2.16.0138                                Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                      Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                       Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                                                                            Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                            Telp : 0822-2501-2708
                                                                            Email : satrio.kjppydr@gmail.com

15.   Konfirmasi Bahwa Objek Studi Tidak Sedang atau Telah Dinilai Dalam Jangka Waktu 2 (dua) Bulan

      Dengan ini, Pemberi Tugas memberikan konfirmasi bahwa objek studi kelayakan tidak sedang atau telah
      dianalisis oleh Penilai Publik lainnya untuk maksud, tujuan, pengguna laporan dan tanggal studi yang sama
      atau berdekatan (dalam jangka waktu tidak lebih dari dua bulan). Apabila Pemberi Tugas terbukti
      memberikan informasi yang tidak benar, maka Laporan Studi Kelayakan dinyatakan tidak berlaku.

      Tidak ada KJPP berizin selain KJPP YDR yang diminta oleh Pemberi Tugas dalam waktu yang bersamaan
      untuk melakukan studi kelayakan atas objek yang dimaksud, sampai Laporan Studi Kelayakan diterbitkan.

16.   Tingkat Kedalaman Investigasi

      • Inspeksi.

         Dalam penugasan ini, kami telah melakukan investigasi dengan melakukan Inspeksi terhadap
         Perseroan dan melakukan wawancara dengan Pemberi Tugas, maupun pihak lain yang relevan guna
         mengumpulkan data dan informasi yang relevan untuk mendapatkan keyakinan yang memadai terkait
         dengan maksud dan tujuan penugasan. Dalam melakukan inspeksi kami tidak mengalami keterbatasan
         untuk mengamati kegiatan operasional Perseroan.

      • Penelaahan

         Dari hasil inspeksi maupun wawancara dan data / informasi yang diterima maka setelah dilakukan
         penelaahan, kami tidak menemui data atau informasi yang tidak jelas dan tidak dapat diverifikasi kepada
         pihak manajemen Perseroan atau pihak terkait lainnya.

      Berikut adalah pihak yang diwawancarai dalam hubungannya dengan penugasan yaitu:

                     Nama                                     Jabatan                                     Perusahaan
       David Santoso                                       Direktur Utama                                    TKDN
       Rudy Budiman Setiawan                                   Direktur                                      TKDN
       Shinta Budiarti Santoso                 Senior Manager Finance Accounting & Tax                       TKDN
       Zaid Zar Lubis                                      Manager Legal                                     TKDN

17.   Hal Lain yang Penting untuk Diungkapkan

      Dalam penugasan ini KJPP YDR bertindak sebagai konsultan penyusunan kajian kelayakan bagi TKDN.
      Penugasan ini bukanlah merupakan jasa penilaian tetapi adalah jasa lainnya yaitu sebagai konsultan
      penyusunan kajian kelayakan. Sebagai informasi dalam penugasan ini KJPP YDR telah bekerja secara
      profesional dan kolaraboratif dengan manajemen TKDN. KJPP YDR menolak bertanggung jawab atas
      kerugian akibat kesalahan penggunaan isi dokumen ini, validitas data/informasi dari pihak ketiga, ataupun
      kesalahpahaman interpretasi atas informasi di dalam dokumen ini. Hasil pekerjaan ini dapat digunakan
      sebagai bahan perkembangan dan masukan bagi Manajemen TKDN dalam rencana Penambahan
      Kegiatan Usaha TKDN dan oleh karenanya tidak membatasi atau mengurangi kewenangan yang dimiliki
      oleh Manajemen TKDN jika memutuskan hal lain.




                                        Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 10
                                                                         Kantor Pusat :
                                                                         Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                         Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                      KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312


Y D R
                                                                         Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                      Penilaian Properti & Bisnis
                      Nomor Izin : 2.16.0138                             Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                      Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                    Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                                                                         Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                         Telp : 0822-2501-2708
                                                                         Email : satrio.kjppydr@gmail.com

      Semua informasi yang terkandung didalam dokumen laporan ini telah dicek dan disetujui oleh TKDN. Hasil
      pekerjaan telah dipaparkan secara lengkap dan menyeluruh kepada TKDN. Penerima atau pemegang
      dokumen ini dilarang mendistribusikan, mereplikasi atau mempublikasi sebagian atau seluruh dokumen ini
      tanpa izin dari TKDN.

18.   Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan

      Dari tanggal Studi Kelayakan, yaitu per tanggal 30 September 2025 sampai dengan tanggal penerbitan
      laporan ini, tidak terdapat kejadian penting dalam perseroan yang dapat berpengaruh signifikan terhadap
      hasil studi kelayakan.

19.   Analisis Kelayakan

      a. Kelayakan Pasar

         Dari Kajian Kelayakan Pasar bahwa Pemerintah Indonesia telah menunjukkan komitmen kuat untuk
         mendorong pengembangan industri kendaraan ramah lingkungan melalui berbagai aturan dan
         peraturan. Langkah strategis ini sejalan dengan target nasional yang menargetkan pengurangan emisi
         gas rumah kaca sebesar 29% pada 2030 dalam skenario bisnis seperti biasa, atau bahkan 41% dengan
         dukungan internasional. Salah satu kebijakan fundamental adalah Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun
         2019 mengenai percepatan program kendaraan listrik berbasis baterai untuk transportasi darat. Aturan
         ini menjadi landasan bagi perkembangan ekosistem mobil ramah lingkungan di Indonesia, meliputi
         aspek produksi, penggunaan, dan infrastruktur pendukung.

         Pangsa Pasar industri ini adalah pengguna kendaraan Listrik, khususnya Kendaraan Listrik untuk
         Transportasi umum seperti Taxi, angkot, bus dan lainnya. Dengan berbagai insentif pajak yang
         diberikan pemerintah, penjualan kendaraan listrik di Indonesia diprediksi akan kembali bertumbuh pada
         2025. Khususnya untuk pembelian wholesale (dari produsen ke dealer) mobil listrik BEV yang bebas
         PPnBM dan bea masuk impor. Meski begitu, jumlah penjualan mobil hybrid diproyeksikan masih
         mendapat porsi lebih besar dibanding BEV.

         Di tengah tantangan global, Tren global yang membawa ke arah moda transportasi yang lebih
         memperhatikan lingkungan telah menjadi katalis utama bagi perkembangan industri kendaraan listrik di
         berbagai negara, termasuk Indonesia. Kesadaran akan dampak perubahan iklim dan kebutuhan untuk
         mengurangi emisi karbon telah mendorong banyak negara untuk mengadopsi kebijakan yang
         mendukung elektrifikasi sektor transportasi Tren global ini memiliki implikasi signifikan bagi Indonesia.
         Sebagai negara dengan populasi besar dan pasar otomotif yang berkembang, Indonesia memiliki
         potensi besar untuk menjadi pemain kunci dalam industri mobil listrik di kawasan Asia Tenggara.
         Namun, untuk mencapai hal tersebut, diperlukan strategi yang komprehensif yang melibatkan
         pemerintah, industri, dan Masyarakat.

         Berdasarkan hal tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha pada aspek
         pasar adalah layak.




                                        Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 11
                                                                    Kantor Pusat :
                                                                    Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                    Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                 KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312


Y D R
                                                                    Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                 Penilaian Properti & Bisnis
                 Nomor Izin : 2.16.0138                             Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                 Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                    Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                                                                    Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                    Telp : 0822-2501-2708
                                                                    Email : satrio.kjppydr@gmail.com

 b. Kelayakan Teknis

    Kelayakan teknis ditinjau dari sisi pengalaman, ketersediaan dan kualitas sumber daya manusia, TKDN
    memiliki keahlian khusus dalam bidang IT untuk transportasi, sehingga Perseroan ingin menambah
    usaha yaitu kegiatan aktivitas usaha Penyimpanan Tenaga Listrik (KBLI 2025 No. 35132) berupa
    Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
    Indonesia (KBLI) Pengoperasian Fasilitas atau Stasiun Pengisian Daya untuk Kendaraan dan Peralatan
    Listrik (KBLI 2025 No. 35133) berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dimana hal
    ini sangat dibutuhkan untuk bisnis transportasi.

    Perusahaan saat ini berupaya untuk memasuki sektor tenaga listrik, yang meliputi pengembangan
    kegiatan aktivitas usaha Penyimpanan Tenaga Listrik (KBLI 2025 No. 35132) berupa Stasiun
    Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
    Indonesia (KBLI) Pengoperasian Fasilitas atau Stasiun Pengisian Daya untuk Kendaraan dan Peralatan
    Listrik (KBLI 2025 No. 35133) berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Didorong
    oleh Pertumbuhan sektor bisnis dan industri yang pesat dari penggunaan kendaraan Listrik terutama
    untuk transportasi publik, kebutuhan akan infrastruktur pengisian kendaraan listrik di berbagai wilayah
    meningkat tajam, sehingga membuka peluang usaha yang signifikan bagi Perseroan.

    Berdasarkan evaluasi terhadap aspek teknis dimana TKDN memiliki kapasitas dan pengalaman yang
    mencukupi dan TKDN berencana untuk menambah KBLI dengan tujuan memperluas jenis pekerjaan,
    maka disimpulkan bahwa aspek teknis ini adalah layak.

 c. Kelayakan Pola Bisnis

    Pada dasarnya Perseroan merupakan perusahaan yang bergerak di bidang solusi sistem layanan
    teknologi untuk transportasi yang dimana penambahan kegiatan usaha utama ini masih bersinergi
    dengan bisnis Perseroan yang sedang berlangsung saat ini. Pengalaman jangka panjang di industri
    eksiting selama ini dapat memberikan keunggulan kompetitif bagi Perseroan dalam menjalankan
    kegiatan bisnis dalam penambahan kegiatan usaha utama ini.

    Industri infrastruktur transportasi ini adalah sektor yang sangat kompetitif, walaupun saat ini belum ada
    di Indonesia, namun kemungkinan akan banyak perusahaan yang akan meniru produk dan
    menawarkan layanan yang memiliki keunggulan kompetitif lain di seluruh Indonesia. Perseroan harus
    berinovasi dan menciptakan layanan dalam proyek yang akan dikerjakan ini. Untuk itu, Perseroan
    berkomitmen untuk memberikan layanan yang terbaik demi menjaga kepuasan pelanggan.

    Upaya mitigasi lain yang dapat dilakukan oleh Perseroan diantaranya sebagai berikut:

    • Meningkatkan kualitas produk dan layanan
    • Terus melakukan penelitian, pengembangan, serta inovasi produk dan layanan
    • Membangun dan memperkuat loyalitas pelanggan pada produk dan jasa Perseroan




                                   Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 12
                                                                   Kantor Pusat :
                                                                   Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                   Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312


Y D R
                                                                   Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                Penilaian Properti & Bisnis
                Nomor Izin : 2.16.0138                             Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                    Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                                                                   Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                   Telp : 0822-2501-2708
                                                                   Email : satrio.kjppydr@gmail.com

   Dengan rencana penambahan kegiatan usaha ini, Perseroan bertekad untuk mengambil bagian aktif
   dalam memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat. Melalui proyek ini, Perseroan akan menjawab
   kebutuhan masyarakat yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Dalam melakukan semua kegiatan ini,
   Perseroan akan tetap mengedepankan prinsip kualitas, keamanan, dan ketepatan waktu dalam setiap
   proyek yang dikerjakan. Ini juga akan menjadi langkah strategis bagi Perseroan untuk memasuki
   segmen-segmen pasar baru, sehingga memperkuat posisinya sebagai salah satu Perusahaan
   terkemuka di Indonesia

   Dengan keunggulan kompetitif yang sudah dimiliki, Perseroan dapat menciptakan nilai yaitu menambah
   kegiatan usaha baru dengan cakupan yang lebih luas dengan mempertimbangkan kesinambungan dari
   permintaan pasar, menambah sumber pendapatan baru, dan meningkatkan kinerja keuangan sehingga
   memberikan tambahan laba Perseroan.

   Berdasarkan hal tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha pada aspek
   bisnis adalah layak.

 d. Kelayakan Model Manajemen

   Karyawan merupakan aset penting bagi Perseroan, oleh karena itu Perseroan sangat memperhatikan
   kesejahteraan karyawan dengan mematuhi regulasi yang berlaku dan memperhatikan keamanan serta
   kenyamanan dalam bekerja. Perseroan menggunakan tenaga kerja yang sudah ada baik tenaga ahli,
   tenaga produksi, tenaga sales & marketing dan tenaga finance & accounting untuk penambahan
   kegiatan usaha baru, yang dialokasikan sesuai dengan kompleksitas proyek.

   Jumlah karyawan yang dipekerjakan oleh Perseroan per 30 September 2025 tercatat sebanyak 51
   orang, selama tahun 2024 karyawan perusahaan sebanyak 54 orang, menurun dibandingkan karyawan
   yang dipekerjakan di tahun 2023 yang berjumlah 73 orang. Pada Tahun 2022 jumlah karyawan 58
   orang. Sepanjang tahun 2025, Perseroan terus berkomitmen untuk meningkatkan kapabilitas dan daya
   saing SDM melalui berbagai program pengembangan kompetensi karyawan, khususnya melalui
   pelatihan internal yang terstruktur dan berkelanjutan. Pelatihan internal difokuskan pada peningkatan
   keahlian teknis, manajerial, serta soft skills yang relevan dengan kebutuhan dan perkembangan industri.
   Program ini dirancang untuk membekali karyawan dengan pengetahuan dan keterampilan terkini agar
   dapat menghadapi tantangan bisnis yang dinamis serta mendorong inovasi di lingkungan kerja. Saat ini
   Perusahaan telah memiliki tenaga ahli yang dapat mendukung kegiatan KBLI Baru tersebut, dimana
   tenaga ahli tersebut berkompeten dibidangnya.

   Terkait Hak Atas Kekayaaan Intelektual, manajemen berkomitmen untuk menghormati paten yang
   dimiliki oleh pihak lain karena salah satu kegiatan utama Perseroan ialah perusahaan yang bergerak di
   bidang solusi sistem layanan teknologi untuk transportasi.

   Dalam menjalankan usahanya, Perseroan menghadapi beberapa risiko yang dapat memengaruhi
   kinerja Perseroan. Risiko yang dihadapi Perseroan antara lain:
   a. Risiko Ketersediaan Bahan Baku
   b. Risiko Perkembangan Teknologi



                                  Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 13
                                                                                             Kantor Pusat :
                                                                                             Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                                             Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                           KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                               Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312


Y D R
                                                                                             Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                           Penilaian Properti & Bisnis
                           Nomor Izin : 2.16.0138                                            Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                           Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                                   Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                                                                                             Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                                             Telp : 0822-2501-2708
                                                                                             Email : satrio.kjppydr@gmail.com

      c. Risiko Keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM)
      d. Risiko Atas Reputasi Perseroan
      e. Risiko Persaingan
      f. Risiko Kredit
      g. Risiko Likuiditas
      h. Risiko Perizinan
      i. Risiko Kebijakan Pemerintah
      j. Risiko Gugatan Hukum
      k. Risiko Kepatuhan Terhadap Peraturan Perundang- Undangan yang Berlaku
      l. Risiko Standarisasi Keselamatan
      m. Risiko Perekonomian Secara Makro atau Global
      Upaya Perseroan dalam mencegah dan meminimalisir dampak maupun kerugian akibat potensi risiko
      utama adalah dengan menerapkan strategi mitigasi risiko yang efektif dengan identifikasi, evaluasi, dan
      pengendalian risiko yang sesuai.

      Berdasarkan hal tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha pada aspek
      manajemen adalah layak.

 e. Kelayakan Keuangan

 • Analisis Kelayakan Usaha (NPV, IRR, PI dan Payback Period) Penambahan Bidang Usaha

      Hasil analisis kelayakan usaha nilai tambah (incremental) atas penambahan bidang usaha dapat dilihat
      pada Tabel sebagai berikut:
                                                                                                                                              (Dalam Rupiah Penuh)
                                     Present        Proyeksi             Proyeksi          Proyeksi            Proyeksi             Proyeksi             Proyeksi
           Deskripsi
                                   30 Sep 2025        2025                 2026              2027                2028                 2029                   2030

 Laba bersih                                                        0    -4.329.822.935    5.228.067.622     14.110.784.971       23.277.631.860         32.735.495.830
 Add: beban bukan tunai                                             0   15.109.260.000    15.109.260.000     15.109.260.000       15.109.260.000         15.109.260.000
 Capital Expenditure                                                0   -75.546.300.000                 0                    0                    0                  0
 Perubahan Modal Kerja Bersih                                       0     -429.166.875      -822.703.362      -1.228.913.484       -1.648.105.168        -2.080.593.001
 Add / Less : Financing                                             0                0                  0                    0                    0                  0
 Jumlah Prooceds                                                    0   -65.196.029.810   19.514.624.260     27.991.131.487       36.738.786.692         45.764.162.830
 Terminal Value                           0,00%                                                                                                         509.303.503.479
 Periode proyeksi (Tahun)                             0,25                  1,25             2,25                3,25                 4,25                   5,25
 Discount Factor (CoE)                    8,99%       0,979                0,898            0,824                0,756                0,694                  0,637
 Jumlah Free Cash Flow                                              0   -65.196.029.810   19.514.624.260     27.991.131.487       36.738.786.692 555.067.666.309
 Present Value                                                      0   -58.547.663.384   16.079.751.963     21.162.664.161       25.486.220.091 353.311.101.202
 Analisis Kelayakan
 1. NPV                                        357.492.074.033
 2. IRR                                                48,907%
 3. Profitability Index (PI)                                 5,51
 4. Payback Period                             3 Tahun 11 Bulan




                                             Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 14
                                                                            Kantor Pusat :
                                                                            Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                            Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
               KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                          Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312


Y D R
                                                                            Email : kjpp.ydr2@gmail.com
               Penilaian Properti & Bisnis
               Nomor Izin : 2.16.0138                                       Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
               Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                              Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                                                                            Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                            Telp : 0822-2501-2708
                                                                            Email : satrio.kjppydr@gmail.com




  Berdasarkan analisis kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha dengan mempertimbangkan asumsi-
  asumsi yang telah dilakukan diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut :

    ▪ Net Present Value (NPV)                    :       Rp357.492.074.033,-
    ▪ Internal Rate of Return (IRR)              :       48,907%
    ▪ Profitability Index (PI)                   :       5,51
    ▪ Payback Period (PP)                        :       3 Tahun 11 Bulan

  Analisis Net Present Value (NPV)
  Berdasarkan perhitungan dan analisis yang dilakukan terhadap rencana penambahan kegiatan usaha
  ini, Hasil perhitungan NPV pada discount rate 8,99% menunjukkan nilai "Positif" sebesar
  Rp357.492.074.033 dengan demikian proyek ini Layak.

  Analisis Internal Rate of Return (IRR)
  Internal Rate of Return (IRR) adalah tingkat balikan suatu investasi dimana pada saat itu Net Present
  Value adalah 0 (Nol). Suatu Investasi dapat dikatakan layak dan menguntungkan untuk dijalankan
  apabila nilai IRR lebih besar dari Cost of Capital yang ditentukan. Analisa Internal Rate of Return (IRR)
  pada proyek ini menghasilkan nilai perhitungan 48,907%. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa IRR
  yang diperoleh lebih besar dibandingkan dengan tingkat diskonto (discount rate) yang ditetapkan yaitu
  sebesar 8,99% sehingga proyek tersebut Layak.

  Analisis Payback Period (PP)
  Berdasarkan perhitungan dan analisis yang dilakukan atas penambahan kegiatan usaha baru payback
  period dapat dicapai dalam jangka waktu 3 Tahun 11 Bulan.

  Analisis Profitability Index (PI)
  Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan pada indikator PI menunjukkan nilai 5,51 pada discount
  rate sebesar 8,99% atau lebih "besar" dari 1 (satu). Dengan demikian, penambahan kegiatan usaha
  perseroan ini menguntungkan.

  Analisis sensitivitas berutujuan untuk mengetahui seberapa sensitiv proyeksi kinerja proyek atas setiap
  perubahan variable penting yang dipilih dimana akan mempengaruhi kelayakan proyek. Hasil analisis
  sensitivitas proyek ini adalah sebagai berikut:

                                                                                                            (Dalam Rupiah Penuh)
                                                         Skenario Perubahan Incremental Laba Bersih
          VARIABEL
                                         0%                     -75%               -124,242%                       -150%
   Des 2025                                          0                     0                         0                                 0
   2026                              -4.329.822.935            -7.577.190.136       -9.709.271.399                -10.824.557.337
   2027                               5.228.067.622            1.307.016.905        -1.267.375.901                 -2.614.033.811
   2028                              14.110.784.971            3.527.696.243        -3.420.703.424                 -7.055.392.485
   2029                              23.277.631.860            5.819.407.965        -5.642.908.965                -11.638.815.930



                                 Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 15
                                                                           Kantor Pusat :
                                                                           Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                           Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                 KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                       Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312


Y D R
                                                                           Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                 Penilaian Properti & Bisnis
                 Nomor Izin : 2.16.0138                                    Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                 Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                           Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                                                                           Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                           Telp : 0822-2501-2708
                                                                           Email : satrio.kjppydr@gmail.com

                                                        Skenario Perubahan Incremental Laba Bersih
          VARIABEL
                                           0%                  -75%               -124,242%                       -150%
   2030                                32.735.495.830         8.183.873.958       -7.935.662.184                 -16.367.747.915
   NPV                               357.492.074.033        141.687.787.834                         0            -74.116.498.364
                                                                                  Break even
     Kelayakan                           Layak               Layak                                            Tidak Layak
                                                                                     Point


  Dalam tabel analisis sensitivitas ini terlihat variable sensitivitas Penurunan Laba Bersih yang
  memberikan informasi, bahwa proyek akan mencapai titik Break even saat Penurunan Laba Bersih
  mengalami penurunan maksimal sebesar 124,242%, dan proyek menjadi tidak layak saat penurunan
  perubahan laba bersih melampaui 124,242%, dengan catatan variable lain tetap (ceteris paribus).

                                                                                                           (Dalam Rupiah Penuh)
                                                        Skenario Perubahan Incremental Pendapatan
              VARIABEL
                                         0,00%                -15,00%              -34,184%                      -50,00%
   Des 2025                                         0                     0                         0                                 0
   2026                                23.290.487.065        19.796.914.005       15.328.757.526                  11.645.243.533
   2027                                44.752.753.099        38.039.840.134       29.454.261.689                  22.376.376.549
   2028                                66.906.230.451        56.870.295.883       44.034.690.245                  33.453.115.226
   2029                                89.767.713.475        76.302.556.454       59.081.096.488                  44.883.856.738
   2030                              113.354.359.776         96.351.205.810       74.604.772.785                  56.677.179.888
   NPV                               357.492.074.033        200.626.072.392                         0          -165.394.598.104
                                                                                  Break even
              Kelayakan                   Layak                Layak                                          Tidak Layak
                                                                                     Point


  Dalam tabel analisis sensitivitas ini terlihat variable sensitivitas Penurunan Pendapatan yang
  memberikan informasi, bahwa proyek akan mencapai titik Breakeven saat Penurunan Pendapatan
  mengalami penurunan maksimal sebesar 34,184%, dan proyek menjadi tidak layak saat penurunan
  perubahan pendapatan melampaui 34,184%, dengan catatan variable lain tetap (ceteris paribus).

                                                                                                           (Dalam Rupiah penuh)
                                                   Skenario Perubahan Incremental Beban Operasional
          VARIABLE
                                           0%                 25,00%                53,412%                      75,00%
   Des 2025                                         0                     0                        0                                  0
   2026                               -27.620.310.000        -34.525.387.500     -42.372.778.212                -48.335.542.500
   2027                               -38.050.102.302        -47.562.627.877     -58.373.296.525                -66.587.679.028
   2028                               -48.815.480.488        -61.019.350.610     -74.888.642.742                -85.427.090.854
   2029                               -59.924.595.707        -74.905.744.633     -91.931.321.672               -104.868.042.486
   2030                               -71.385.775.379        -89.232.219.223    -109.514.108.552               -124.925.106.913
   NPV                               357.492.074.033        185.195.169.124                        0             -76.760.258.301
                                                                                  Break even
          Kelayakan                       Layak                Layak                                          Tidak Layak
                                                                                     Point


  Dalam tabel analisis sensitivitas ini terlihat variable sensitivitas Penambahan Beban Operasional setelah
  Penambahan Usaha yang memberikan informasi, bahwa proyek akan mencapai titik Break even saat
  Beban Operasional setelah Penambahan Usaha mengalami peningkatan maksimal sebesar 53,412%,
  dan proyek menjadi tidak layak saat peningkatan Beban Operasional setelah Penambahan Usaha



                                   Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 16

          
Page 17

          
Page 18

          
Page 19
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk

                                                                           DAFTAR ISI

DAFTAR ISI .............................................................................................................................................................. i
DAFTAR TABEL ..................................................................................................................................................... iii
DAFTAR GRAFIK ................................................................................................................................................... iv
DAFTAR GAMBAR .................................................................................................................................................. v
BAB I PENDAHULUAN ...........................................................................................................................................1
    1.1. Latar Belakang Penugasan.....................................................................................................................1
    1.2. Status Penilai ..........................................................................................................................................2
    1.3. Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ..................................................................................2
    1.4. Objek Studi Kelayakan dan Kepemilikan ................................................................................................2
    1.5. Jenis Mata Uang yang Digunakan ..........................................................................................................3
    1.6. Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan .....................................................................................................3
    1.7. Tanggal Efektif Studi Kelayakan .............................................................................................................3
    1.8. Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan ..............................................................................3
    1.9. Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi .......................................................................................4
    1.10.Konfirmasi bahwa Studi Kelayakan dilakukan berdasarkan OJK, SPI dan KEPI ...................................4
    1.11.Metodologi Studi Kelayakan ...................................................................................................................4
    1.12.Pernyataan Independensi Penilai ...........................................................................................................5
    1.13.Asumsi dan Kondisi Pembatas ...............................................................................................................5
    1.14.Tanda Tangan Pimpinan dan Cap KJPP Yang Resmi Merupakan Syarat Mutlak Sahnya Laporan
         Studi Kelayakan Yang Terlampir ............................................................................................................6
  1.15. Tingkat Kedalaman Investigasi ...............................................................................................................6
  1.16. Hal Lain yang Penting untuk Diungkapkan .............................................................................................7
BAB II ANALISIS INTERNAL PEMBERI TUGAS ...................................................................................................8
  2.1.    Gambaran Umum Pemberi Tugas ..........................................................................................................8
  2.2.    Aktivitas Usaha .......................................................................................................................................9
  2.3.    Susunan Pemegang Saham .................................................................................................................10
  2.4.    Susunan Komisaris dan Direksi ............................................................................................................10
  2.5.    Perizinan-Perizinan dan Legalitas ........................................................................................................10
  2.6.    Analisis Kinerja Keuangan Historis .......................................................................................................12
BAB III KAJIAN EKONOMI MAKRO.....................................................................................................................19
  3.1.   Tinjauan Ekonomi Makro ......................................................................................................................19
BAB IV ANALISA KELAYAKAN PASAR .............................................................................................................30
  4.1.  Perkembangan Industri Infrastruktur Kendaraan Listrik........................................................................30
  4.2.  Pangsa Pasar .......................................................................................................................................37
  4.3.  Kesinambungan ....................................................................................................................................37
  4.4.  Potensi Pasar. .......................................................................................................................................38
  4.5.  Sasaran .................................................................................................................................................39
  4.6.  Potensi Nilai Pasar ................................................................................................................................41
  4.7.  Pesaing Usaha ......................................................................................................................................41
  4.8.  Strategi Pemasaran ..............................................................................................................................42
BAB V ANALISA ASPEK TEKNIS ........................................................................................................................44
  5.1.   Bisnis TKDN ..........................................................................................................................................44
  5.2.   Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya .............................................................................................44
  5.3.   Proses Bisnis Penambahan KBLI .........................................................................................................46
  5.4.   Rencana Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).......................................47
BAB VI ANALISA ASPEK POLA BISNIS .............................................................................................................49
    6.1         Keunggulan Kompetitif ..........................................................................................................................49
    6.2         Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk..........................................................................................51


                                                                                                                                                                              i
Page 20
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk

  6.3    Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai ..................................................................................................51
  6.4    Analisa SWOT ......................................................................................................................................52
BAB VII ANALISIS ASPEK MODEL MANAJEMEN .............................................................................................54
  7.1.    Ketersediaan Tenaga Kerja ..................................................................................................................54
  7.2.    Kapasitas dan Kemampuan Manajemen setelah Adanya Penambahan KBLI .....................................55
  7.3.    Manajemen Hak Atas Kekayaan Intelektual .........................................................................................56
  7.4.    Peraturan Perundang-undangan yang Terkait ......................................................................................57
  7.5.    Analisis Manajemen Risiko ...................................................................................................................57
  7.6.    Kapasitas dan Kemampuan Manajemen ..............................................................................................59
  7.7.    Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen ................................................................................60
BAB VIII ANALISIS KELAYAKAN USAHA ..........................................................................................................61
   8.1.        Asumsi-asumsi Proyeksi Keuangan .....................................................................................................61
   8.2.        Proyeksi Laba Rugi ...............................................................................................................................63
   8.3.        Proyeksi Posisi Keuangan ....................................................................................................................64
   8.4.        Incremental Laporan Laba Rugi Dan Laporan Posisi Keuangan ..........................................................66
   8.5.        Cut Off Date dalam Analisis Studi Kelayakan .......................................................................................68
   8.6.        Penetapan Tingkat Diskonto .................................................................................................................68
   8.7.        Analisis Kelayakan Proyek ....................................................................................................................70
   8.8.        Analisis Sensitivitas Kelayakan Penambahan KBLI baru......................................................................71
   8.9.        Kesimpulan ...........................................................................................................................................73




                                                                                                                                                                          ii
Page 21
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk

                                                                       DAFTAR TABEL

Tabel 1 - 1: Pihak yang Diwawancarai .....................................................................................................................7
Tabel 2 - 1: Susunan Pemegang Saham TKDN.....................................................................................................10
Tabel 2 - 2: Kinerja Laba Rugi Historis ...................................................................................................................12
Tabel 2 - 3: Laporan Posisi Keuangan TKDN ........................................................................................................13
Tabel 2 - 4: Laporan Arus Kas TKDN .....................................................................................................................15
Tabel 2 - 5: Analisis Rasio Keuangan TKDN..........................................................................................................16
Tabel 2 - 6: Analisis Vertikal Laba Rugi TKDN .......................................................................................................17
Tabel 2 - 7: Analisis Horizontal Laba Rugi TKDN ..................................................................................................18
Tabel 3 - 1: Pertumbuhan PDB Dunia ....................................................................................................................19
Tabel 3 - 2: Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran ..........................................21
Tabel 3 - 3: Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha ...................................22
Tabel 3 - 4: Neraca Pembayaran Indonesia ...........................................................................................................23
Tabel 5 - 1: Tim Personil Proyek Penambahan KBLI .............................................................................................47
Tabel 7 - 1: Komposisi Karyawan berdasarkan Jenis Kelamin dan Latar Belakang Pendidikan ..........................55
Tabel 8 - 1 : Biaya Pendirian (start-up costs) Pembangunan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik
(SPBKLU) ...............................................................................................................................................................61
Tabel 8 - 2 : Biaya Pendirian (start-up costs) Pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik (SPKLU) ......62
Tabel 8 - 3 : Proyeksi Pendapatan Penambahan KBLI 35132 dan KBLI 35133 ....................................................62
Tabel 8 - 4 : Proyeksi Beban Operasional Penambahan KBLI 35132 dan KBLI 35133.........................................63
Tabel 8 - 5 : Proyeksi Laba Rugi dengan Penambahan Kegiatan Usaha ..............................................................63
Tabel 8 - 6: Proyeksi Laba Rugi tanpa Penambahan Kegiatan Usaha ..................................................................63
Tabel 8 - 7 : Proyeksi Posisi Keuangan dengan Penambahan Kegiatan Usaha ...................................................64
Tabel 8 - 8: Proyeksi Posisi Keuangan tanpa Penambahan Kegiatan Usaha .......................................................65
Tabel 8 - 9 : Incremental Proyeksi Laba Rugi TKDN .............................................................................................66
Tabel 8 - 10: Incremental Proyeksi Posisi Keuangan TKDN ..................................................................................66
Tabel 8 - 11 : Beta Perusahaan Pembanding ........................................................................................................69
Tabel 8 - 12: Cost of Equity ....................................................................................................................................70
Tabel 8 - 13 : Analisa Kelayakan Proyek Penambahan KBLI 35132 dan KBLI 35133 ..........................................70
Tabel 8 - 14 : Analisis Sensitivitas terhadap Perubahan Incremental Laba Bersih (Laba Bersih setelah proyek
dikurangi Laba Bersih sebelum proyek) .................................................................................................................71
Tabel 8 - 15: Analisis Sensitivitas terhadap Perubahan Incremental Pendapatan (Pendapatan setelah proyek
dikurangi Pendapatan sebelum proyek) .................................................................................................................72
Tabel 8 - 16: Analisis Sensitivitas terhadap Perubahan Incremental Beban Operasional (Beban Operasional
setelah proyek dikurangi Beban Operasional sebelum proyek) .............................................................................72




                                                                                                                                                                             iii
Page 22
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk

                                                                     DAFTAR GRAFIK

Grafik 3 - 1: Indeks Ketidakpastian Global .............................................................................................................19
Grafik 3 - 2: Inflasi Global .......................................................................................................................................20
Grafik 3 - 3: Yield UST 10Y dan JGB 10Y serta Indeks Saham AS .......................................................................20
Grafik 3 - 4: Aliran Modal ke Negara Berkembang .................................................................................................20
Grafik 3 - 5: Neraca Perdagangan..........................................................................................................................23
Grafik 3 - 6: Aliran Modal Asing ..............................................................................................................................23
Grafik 3 - 7: Cadangan Devisa ...............................................................................................................................24
Grafik 3 - 8: Rupiah vs Negara Kawasan ...............................................................................................................24
Grafik 3 - 9: Ekspektasi Inflasi ................................................................................................................................25
Grafik 3 - 10: Inflasi IHK dan Komponen ................................................................................................................25
Grafik 3 - 11: Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan IndONIA ......................................................................26
Grafik 3 - 12: Suku Bunga Perbankan ....................................................................................................................26
Grafik 3 - 13: Perkembangan Kredit dan DPK........................................................................................................27
Grafik 3 - 14: Perkembangan Rasio AL/DPK Perbankan .......................................................................................28
Grafik 3 - 16: Rasio Kredit Bermasalah (NPL)........................................................................................................28
Grafik 3 - 17: Nilai Transaksi Digital Banking dan Nilai Transaksi Uang Elektronik ...............................................29
Grafik 3 - 18: Nilai dan Volume Transaksi QRIS dan Nilai Transaksi ATM/Debit dan Kartu Kredit .......................29
Grafik 3 - 19: Uang yang Diedarkan .......................................................................................................................29




                                                                                                                                                                         iv
Page 23
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk

                                                               DAFTAR GAMBAR

Gambar 3 - 1: Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan II 2025 ..........................................................................22
Gambar 4 - 1: Capaian Penyediaan Infrastuktur Pengisian Listrik KBLBB 2024 ...................................................32
Gambar 4 - 2: Proyeksi Sebaran Lokasi SPKLU 2025-2030 .................................................................................33
Gambar 4 - 3 : Jaringan Bisnis dan Wilayah Operasional Perseroan ....................................................................40
Gambar 4 - 4 : Mitra Bisnis Perseroan ...................................................................................................................41
Gambar 5 - 1: Alur Operasional Kegiatan Usaha Perseroan .................................................................................46
Gambar 7 - 1: Team Manajemen dan Tenaga Ahli Perseroan ..............................................................................55
Gambar 7 - 2: Struktur Organisasi Perseroan ........................................................................................................60




                                                                                                                                                              v
Page 24
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                               BAB I
                                          PENDAHULUAN

1.1.    Latar Belakang Penugasan

        PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk. (TKDN atau Perseroan) adalah sebuah perusahaan yang bergerak
        di bidang IT yang pada awalnya terjun di sektor Transportasi dalam hal penyediaan Transport
        Management Solutions dengan fokus pada Safety and Monitoring Fleets dan menawarkan solusi tersebut
        kepada para produsen kendaraan dan juga operator Transportasi. Kini perseroan menghadirkan solusi
        sistem dan platform dengan menggabungkan teknologi terbaru yang akan membantu sektor transportasi
        lebih komprehensif, sekaligus mendukung terwujudnya Smart City. Perseroan berdomisili di Gedung
        TKDN Tbk. Jl. Sunter Muara No. 8A, Kelurahan Sunter Agung, Kec. Tanjung Priok, Kota Adm. Jakarta
        Utara Provinsi DKI Jakarta. 14350, dengan nomor telepon (021) 38889045, alamat email:
        corporate.secretary@tkdn.co.id, dan alamat website www.tkdn.co.id.

        Berdasarkan informasi yang kami terima dari manajemen Perseroan, TKDN berencana untuk menambah
        kegiatan aktivitas usaha dikarenakan adanya peluang pasar, persaingan, dan potensi pertumbuhan.
        Untuk memanfatkan peluang pasar, persaingan, dan potensi pertumbuhan, Perseroan membutuhkan
        penambahan aktivitas usaha selain kegiatan usaha Perseroan, yaitu Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
        Indonesia (KBLI) Penyimpanan Tenaga Listrik (KBLI 2025 No. 35132) berupa Stasiun Penukaran Baterai
        Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI)
        Pengoperasian Fasilitas atau Stasiun Pengisian Daya untuk Kendaraan dan Peralatan Listrik (KBLI 2025
        No. 35133) berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

        Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan, Rencana Perseroan akan mengakibatkan terjadinya
        penambahan kegiatan usaha penunjang Perseroan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas
        Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/POJK.04/2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan
        Kegiatan Usaha Utama” (“POJK No.17/2020”), mengingat bahwa Rencana Transaksi akan
        mengakibatkan terjadinya penambahan aktivitas usaha penunjang Perseroan yaitu kegiatan aktivitas
        usaha Penyimpanan Tenaga Listrik (KBLI 2025 No. 35132) berupa Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan
        Listrik Umum (SPBKLU) dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Pengoperasian Fasilitas
        atau Stasiun Pengisian Daya untuk Kendaraan dan Peralatan Listrik (KBLI 2025 No. 35133) berupa
        Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

        Untuk transaksi yang menyebabkan terjadinya Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang, Peraturan
        POJK No.17/2020 mensyaratkan adanya laporan studi kelayakan tentang penambahan kegiatan usaha
        penunjang yang disusun oleh penilai independen. Dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi dan
        untuk memenuhi ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Peraturan POJK No.17/2020, maka Perseroan
        perlu menunjuk penilai untuk melaksanakan penyusunan studi kelayakan atas Rencana Penambahan
        Kegiatan Penunjang Usaha (“Studi Kelayakan”)

        Oleh karena itu, TKDN telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Yufrizal Deny Kamal dan Rekan (“KJPP
        YDR”) untuk melakukan Pekerjaan Kajian Studi tersebut dengan Penawaran Jasa Nomor: 04/YDR-
        B/PNR-JL/XII/2025 tanggal 19 Desember 2025 dan Addendum Nomor: 01/YDR-B/ADD-TKDN/XII/2025
        tanggal 22 Desember 2025.




                                                                                                               1
Page 25
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
1.2.     Status Penilai

        Konsultan yang menandatangani laporan Penilaian ini merupakan Konsultan dengan Kompetensi dan
        klasifikasi Penilaian Bisnis bersertifikat MAPPI dan sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
        dengan perizinan sebagai berikut:

         Nama                                      :   Ir. Mahrani, M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
         No. Izin Penilai Publik                   :   B-1.15.00423
         No. MAPPI                                 :   98-S-01056
         No. RMK                                   :   RMK-2017.00379
         No. STTD OJK (Pasar Modal)                :   STTD.PB-40/PM.02/2023
         No. STTD OJK (IKNB)                       :   342/PD.021/STTD-P/2025
         Kualifikasi Izin                          :   Penilai Bisnis

        YDR adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan Pasar Modal serta
        memiliki kompetensi untuk melakukan penugasan ini.

        Dalam mempersiapkan laporan studi kelayakan ini kami bertindak secara profesional tanpa adanya
        benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan pemberi tugas, objek studi kelayakan ataupun pihak-
        pihak yang terafiliasi dengan pemberi tugas dan objek studi kelayakan. YDR juga tidak memiliki
        kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini

        Laporan studi kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
        manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan.

        Untuk transaksi yang menyebabkan terjadinya Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang, Peraturan
        POJK No.17/2020 mensyaratkan adanya laporan studi kelayakan tentang penambahan kegiatan usaha
        penunjang yang disusun oleh penilai independen. Dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi dan
        untuk memenuhi ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Peraturan POJK No.17/2020, maka Perseroan
        perlu menunjuk penilai untuk melaksanakan penyusunan studi kelayakan atas Rencana Penambahan
        Kegiatan Penunjang Usaha (“Studi Kelayakan”).

1.3.    Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

        Nama Pemberi Tugas            :   PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
        Bidang Usaha                  :   Bergerak dalam bidang industri penyediaan solusi sistem informasi
                                          berbasis telematika dan Internet of Things (IoT) untuk
                                          pengembangan smart city
        Alamat                        :   Gedung TKDN Tbk, Jl. Sunter Muara No. 8A,
                                          Kelurahan Sunter Agung, Kec. Tanjung Priok,
                                          Kota Adm. Jakarta Utara Provinsi DKI Jakarta. 14350

1.4.    Objek Studi Kelayakan dan Kepemilikan

        Yang dimaksud Objek Studi Kelayakan adalah analisis atas rencana penambahan kegiatan usaha dengan
        penambahan KBLI pada Pasal 3 Anggaran Dasar perusahaan yang akan dilakukan oleh TKDN yaitu
        kegiatan aktivitas usaha Penyimpanan Tenaga Listrik (KBLI 2025 No. 35132) berupa Stasiun Penukaran
        Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI)




                                                                                                                2
Page 26
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
         Pengoperasian Fasilitas atau Stasiun Pengisian Daya untuk Kendaraan dan Peralatan Listrik (KBLI 2025
         No. 35133) berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

1.5.    Jenis Mata Uang yang Digunakan

        Laporan studi kelayakan ini dinyatakan dalam mata uang Rupiah. YDR tidak bertanggung jawab atas
        penggunaan Nilai Tukar selain yang tercantum pada laporan ini.

1.6.    Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan

        Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan Kajian Studi Kelayakan atas rencana TKDN yang akan
        melakukan penambahan kegiatan usaha dengan penambahan KBLI pada Pasal 3 Anggaran Dasar
        perusahaan. Studi ini juga bertujuan untuk mengkaji prospek usaha dari TKDN ditinjau dari berbagai
        aspek yang meliputi aspek teknis, aspek pemasaran, aspek organisasi dan manajemen serta aspek
        keuangan dengan memperkirakan tingkat kemampulabaan dari operasional rencana pengembangan
        bisnis ini, sehingga Pimpinan TKDN dapat menyetujui atas usulan penambahan kegiatan usaha dengan
        penambahan KBLI pada Pasal 3 Anggaran Dasar perusahaan tersebut.

        Laporan ini disusun sebagai bahan pertimbangan bagi pihak TKDN dalam rangka kepentingan usahanya.
        Laporan tidak digunakan di luar konteks atau tujuan tersebut dan bukan untuk kepentingan perpajakan.
        Laporan kajian studi kelayakan ini disusun untuk memberikan pendapat dan/atau masukan bagi
        Manajemen TKDN dalam pengambilan keputusan terbaik yang memberikan manfaat yang
        menguntungkan bagi TKDN mengacu pada peraturan yang ada dan tidak menutup kemungkinan untuk
        bertindak lain.

1.7.    Tanggal Efektif Studi Kelayakan

        Tanggal efektif studi kelayakan adalah 30 September 2025, dimana batas tersebut diambil atas dasar
        pertimbangan kepentingan pemberi tugas dan tujuan studi kelayakan. Berdasarkan Pasal 6 ayat 2 (dua)
        POJK No. 17/POJK.04/2020 bahwa masa berlaku di Studi Kelayakan adalah selama 6 (enam) bulan sejak
        tanggal analisis dalam Studi Kelayakan. Sehingga masa berlaku laporan berakhir pada 30 Juni 2026.

1.8.    Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan

        Dalam melakukan studi kelayakan ini, YDR juga menggunakan informasi dari beberapa sumber informasi
        yang relevan dan handal, yaitu:

        •   Data internal perusahaan terkait dengan studi kelayakan
        •   Proyeksi keuangan atas penambahan kegiatan usaha
        •   Data-data yang diperoleh dari S&P Capital IQ dan Damodaran
        •   Data-data ekonomi yang bersifat makro ataupun mikro yang diperoleh dari instansi terkait
            seperti Bank Indonesia
        •   Data-data lain sebagai pendukung

        YDR telah menerima proyeksi keuangan dimana proyeksi keuangan merupakan data yang diverifikasi
        terlebih dahulu yakni melakukan analisis kewajaran atas proyeksi yang disampaikan.




                                                                                                                3
Page 27
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
1.9.     Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi

        Laporan studi kelayakan ini ditujukan terkait POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang transaksi material dan
        perubahan kegiatan usaha yang dihasilkan sehingga untuk setiap publikasi terhadap keseluruhan atau
        sebagian dari laporan, atau referensi yang dipublikasikan, termasuk referensi mengenai laporan
        keuangan perusahaan/objek studi kelayakan, dan/atau laporan direksi/pimpinan perusahaan/objek studi
        kelayakan, dan/atau pernyataan atau kajian lainnya atau pernyataan/edaran apapun dari
        perusahaan/objek studi kelayakan dapat diakses oleh publik sesuai dengan keperluan atas Rencana
        Penambahan Kegiatan Usaha tersebut. Tanda tangan Penilai Publik dan cap YDR yang resmi merupakan
        syarat mutlak laporan studi kelayakan yang dihasilkan.

1.10.   Konfirmasi bahwa Studi Kelayakan dilakukan berdasarkan OJK, SPI dan KEPI

        Studi kelayakan ini dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) Nomor
        35/POJK.04/2020 dan SEOJK No.17/SEOJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
        Bisnis di Pasar Modal dan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”)
        Edisi VII Tahun 2018 dan Edisi Revisi Tahun 2020.

1.11.   Metodologi Studi Kelayakan

        Metodologi yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan berdasarkan POJK
        No.35/POJK.04/2020 dan SEOJK No.17/SEOJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
        Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian
        Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan Edisi Revisi Tahun 2020 ini adalah:

        Pengumpulan Data

        • Pengumpulan data-data primer atas rencana penambahan kegiatan usaha meliputi data-data rencana
          investasi dan rencana usaha serta data-data lainnya yang relevan. Data-data primer ini diperoleh
          secara langsung melalui wawancara dengan berbagai pihak, terutama dari manjemen TKDN pada saat
          dilakukan investigasi lapangan.

        • Pengumpulan data sekunder yang diperoleh dari berbagai instansi atau pihak ketiga dalam bentuk
          angka-angka statistik dan berbagai data pendukung yang relevan dengan tujuan penugasan seperti
          analisis makro ekonomi, analisis industri dan analisis manajemen risiko, untuk mengevaluasi
          pengaruh dari faktor tersebut di masa mendatang.

        Analisis Kelayakan

        Melakukan analisis kelayakan penambahan kegiatan usaha yang mengacu pada Pasal V SEOJK
        No.17/SEOJK.04/2020 meliputi:

        a.   Kelayakan Pasar; Analisis kelayakan pasar dilakukan terhadap analisis kondisi pasar, seperti
             pangsa pasar, kesinambungan (sustainability), potensi pasar, sasaran, dan potensi nilai pasar,
             pesaing usaha, dan strategi pemasaran.

        b.   Kelayakan Teknis; Analisis kelayakan teknis dilakukan terhadap analisis Ketersediaan dan Kualitas
             Sumber Daya; Proses Bisnis Kegiatan Usaha Baru.

        c.   Kelayakan Pola Bisnis; Analisis kelayakan pola bisnis dilakukan terhadap analisis Keunggulan



                                                                                                                   4
Page 28
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
             Kompetitif TKDN, Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk TKDN; Kemampuan Untuk
             Menciptakan Nilai Penambahan Kegiatan Usaha.

        d.   Kelayakan Model Manajemen; Analisis kelayakan model manajemen dilakukan terhadap analisis
             ketersediaan tenaga kerja, manajemen kekayaan intelektual, manajemen risiko, kapasitas dan
             kemampuan manajemen, dan kesesuaian struktur organisasi dan manajemen.

        e.   Kelayakan Keuangan; Analisis kelayakan keuangan dilakukan terhadap analisis keuangan seperti
             analisis titik impas (Break Even Analysis), Analisis Profitabilitas (Overall Profitability), TingkatBalikan
             Investasi (Overall Return on Investment), Analisis Kelayakan Finansial denganNet Present Value
             (“NPV”), Internal Rate of Return (“IRR”), Payback Period, Profitability Index dan analisis sensitivitas.

1.12.   Pernyataan Independensi Penilai

        Dalam mempersiapkan laporan studi kelayakan kami bertindak secara profesional tanpa adanya benturan
        kepentingan dan tidak terafiliasi dengan pemberi tugas ataupun pihak- pihak yang terafiliasi dengan
        pemberi tugas.

        KJPP Yufrizal, Deny Kamal dan Rekan (“YDR”) juga tidak memiliki benturan kepentingan ataupun
        keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan ini tidak dilakukan untuk memberikan
        keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak
        dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan.

1.13.   Asumsi dan Kondisi Pembatas

        1.   Laporan studi kelayakan penambahan kegiatan usaha bersifat non-disclaimer opinion.
        2.   YDR telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses studi kelayakan
             penambahan kegiatan usaha.
        3.   Dalam menyusun laporan ini, YDR mengandalkan keakuratan dan kelengkapan informasi yang
             disediakan oleh manajemen TKDN dan/atau data yang diperoleh dari informasi yang tersedia untuk
             publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami anggap relevan. YDR tidak terlibat dan tidak
             melakukan audit ataupun verifikasi atas informasi yang disediakan tersebut.
        4.   Laporan ditujukan untuk kepentingan manajemen TKDN terkait POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang
             transaksi material dan perubahan kegiatan usaha.
        5.   YDR tidak memiliki kepentingan atau hal-hal lainnya yang dapat menyebabkan YDR memberikan
             pendapat yang bias sehubungan dengan informasi yang dibahas dalam laporan ini.
        6.   Pemberi tugas telah membebaskan YDR dari setiap klaim yang dapat dan akan timbul dari kesalahan
             ataupun kekurangan dalam bahan atau informasi yang disediakan Manajemen, konsultan atau pihak
             ketiga, kepada YDR dalam penyusunan laporan ini.
        7.   Pemberi tugas menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut penilaian ekuitas
             telah diungkapkan seluruhnya kepada YDR dan tidak ada pengurangan atas fakta-fakta yang
             penting.
        8.   YDR tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk berpihak berkenaan dengan
             subjek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang terlibat didalamnya.
        9.   Analisis, opini dan kesimpulan telah dibuat, dan laporan ini telah disusun sesuai dengan Peraturan
             Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) Nomor 35/POJK.04/2020 dan SEOJK No.17/SEOJK.04/2020
             tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Kode Etik Penilai
             Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan SPI 330 Edisi
             Revisi Tahun 2020.


                                                                                                                           5
Page 29
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
         10. YDR menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh TKDN serta telah disesuaikan
             sehingga mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dengan kemampuan pencapaiannya
             (fiduciary duty).
         11. YDR bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan nilai akhir yang dihasilkan.
         12. YDR telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari pemberi tugas.
         13. Laporan keuangan dan informasi lainnya yang disampaikan oleh TKDN atau wakilnya dalam rangka
             penugasan ini, telah diterima tanpa dilakukan verifikasi lebih lanjut, dianggap sesuai dengan
             peraturan dan ketentuan yang berlaku, dianggap lengkap dan benar dalam mencerminkan kondisi
             kegiatan usaha dan operasi TKDN untuk masing-masing periode yang disajikan.
         14. YDR tidak melaksanakan pemeriksaan terhadap legalitas aset yang dimiliki oleh TKDN. YDR
             berasumsi bahwa tidak ada masalah legalitas berkenaan dengan aset-aset TKDN, baik saat ini
             maupun di masa yang akan datang.
         15. YDR berasumsi bahwa TKDN telah dan akan memenuhi kewajiban berkenaan dengan perpajakan,
             retribusi, pungutan-pungutan lainnya dan kewajiban-kewajian lainnya sesuai dengan peraturan yang
             berlaku.
         16. YDR tidak bertanggung jawab terhadap kerugian sebagai akibat dari kesalahan opini atau
             kesimpulan yang terjadi karena adanya data atau informasi dari TKDN yang relevan dan signifikan
             pengaruhnya terhadap opini atau kesimpulan YDR, yang tidak dan atau belum YDR terima dari
             TKDN.

1.14.   Tanda Tangan Pimpinan dan Cap KJPP Yang Resmi Merupakan Syarat Mutlak Sahnya Laporan
        Studi Kelayakan Yang Terlampir

        Tanda tangan pimpinan dan cap KJPP yang resmi merupakan syarat mutlak sahnya laporan studi
        kelayakan yang terlampir.

1.15.   Tingkat Kedalaman Investigasi

         •   Inspeksi.

             Dalam penugasan ini, kami telah melakukan investigasi dengan melakukan Inspeksi terhadap
             Perseroan dan melakukan wawancara dengan Pemberi Tugas, maupun pihak lain yang relevan
             guna mengumpulkan data dan informasi yang relevan untuk mendapatkan keyakinan yang memadai
             terkait dengan maksud dan tujuan penugasan. Dalam melakukan inspeksi kami tidak mengalami
             keterbatasan untuk mengamati kegiatan operasional Perseroan.

         •   Penelaahan

             Dari hasil inspeksi maupun wawancarai dan data / informasi yang diterima maka setelah dilakukan
             penelaahan, kami tidak menemui data atau informasi yang tidak jelas dan tidak dapat diverifikasi
             kepada pihak manajemen Perseroan atau pihak terkait lainnya.




                                                                                                                6
Page 30
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
          Berikut adalah pihak yang diwawancarai dalam hubungannya dengan penugasan yaitu:

                                          Tabel 1 - 1: Pihak yang Diwawancarai
                           Nama                                  Jabatan                  Perusahaan
             David Santoso                                    Direktur Utama                 TKDN
             Rudy Budiman Setiawan                                Direktur                   TKDN
             Shinta Budiarti Santoso           Senior Manager Finance Accounting & Tax       TKDN
             Zaid Zar Lubis                                   Manager Legal                  TKDN



1.16.   Hal Lain yang Penting untuk Diungkapkan

        Dalam penugasan ini KJPP YDR bertindak sebagai konsultan penyusunan kajian kelayakan bagi TKDN.
        Penugasan ini bukanlah merupakan jasa penilaian tetapi adalah jasa lainnya yaitu sebagai konsultan
        penyusunan kajian kelayakan. Sebagai informasi dalam penugasan ini KJPP YDR telah bekerja secara
        profesional dan kolaraboratif dengan tim TKDN. KJPP YDR menolak bertanggung jawab atas kerugian
        akibat kesalahan penggunaan isi dokumen ini, validitas data/informasi dari pihak ketiga, ataupun
        kesalahpahaman interpretasi atas informasi di dalam dokumen ini. Hasil pekerjaan ini dapat digunakan
        sebagai bahan perkemmbangan dan masukan bagi Manajemen TKDN dalam rencana Penambahan
        Kegiatan Usaha TKDN dan oleh karenanya tidak membatasi atau mengurangi kewenangan yang dimiliki
        oleh Manajemen TKDN jika memutuskan hal lain.

        Semua informasi yang terkandung didalam dokumen laporan ini telah dicek dan disetujui oleh TKDN.
        Hasil pekerjaan telah dipaparkan secara lengkap dan menyeluruh kepada TKDN. Penerima atau
        pemegang dokumen ini dilarang mendistribusikan, mereplikasi atau mempublikasi sebagian atau seluruh
        dokumen ini tanpa izin dari TKDN.




                                                                                                               7
Page 31
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                               BAB II
                                 ANALISIS INTERNAL PEMBERI TUGAS

2.1.   Gambaran Umum Pemberi Tugas

       PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk (“TKDN atau Perseroan”) adalah sebuah perusahaan yang
       bergerak di bidang IT yang pada awalnya terjun di sektor Transportasi dalam hal penyediaan Transport
       Management Solutions dengan fokus pada Safety and Monitoring Fleets dan menawarkan solusi tersebut
       kepada para produsen kendaraan dan juga operator Transportasi. Kini kami menghadirkan solusi sistem
       dan platform dengan menggabungkan teknologi terbaru yang akan membantu sektor transportasi lebih
       komprehensif, sekaligus mendukung terwujudnya Smart City.

       Pendirian Perusahaan dan Informasi Umum PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk didirikan berdasarkan
       Akta Notaris No. 25, tanggal 7 Januari 2011 dari Tjoa Karina Juwita S.H., Notaris di Jakarta. Akta tersebut
       telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
       No. AHU-19005.AH.01.01. Tahun 2011, tanggal 15 April 2011. Anggaran Dasar Perusahaan telah
       mengalami beberapa kali perubahan, terakhir mengenai perubahan direksi dan komisaris dan disetor
       Perusahaan setelah penawaran umum berdasarkan Akta Notaris dari Dr. Sugih Haryati, S.H., M.Kn., No.
       80, tanggal 25 Juni 2025. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
       Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.09.0308003 Tahun 2025, tanggal 08 Juli
       2025.

       Perseroan mencatatkan sahamnya melalui Penawaran Umum Perdana Saham pada PT Bursa Efek
       Indonesia (BEI) pada tanggal 8 Maret 2023 dengan kode saham “TRON”. Saham TRON diperdagangkan
       di level tertinggi pada Rp426 per lembar saham di bulan Agustus 2023 dan menyentuh level terendah pada
       Rp220 per lembar saham di bulan Oktober 2023.

       Selama lebih dari satu dekade, Perseroan telah membangun reputasi sebagai penyedia solusi terintegrasi
       dalam sistem layanan dan perangkat teknologi transportasi. Perseroan menghadirkan kombinasi solusi
       sistem layanan transportasi dan manajemen armada yang didukung oleh teknologi terkini, guna mendukung
       efisiensi dan kemudahan operasional bisnis di sektor transportasi. Perseroan, yang didirikan oleh para
       pakar, praktisi, danakademisi di bidang transportasi, telah berkembang menjadi perusahaan berbasis
       teknologi informasi (IT) pertama dan satu-satunya di Indonesia yang memusatkan bisnisnya pada Sistem
       Transportasi Cerdas (Intelligent Transport System). Sistem ini didukung oleh teknologi IT dan telematika
       transportasi yang mencakup solusi untuk angkutan penumpang maupun ngkutan barang. Selain itu,
       Perseroan juga berkontribusi dalam mendukung industri teknologi rantai pasok (supply chain technology)
       yang menjadi kebutuhan utama para klien. Beberapa layanan unggulan yang ditawarkan meliputi TAM
       Fleet, layanan Cloud SaaS, dan berbagai solusi lainnya.

       Perseroan berkomitmen mendukung pembangunan dan pengembangan Smart City melalui pemanfaatan
       teknologi informasi dan komunikasi berbasis Internet of Things (IoT) yang terintegrasi. Solusi yang
       ditawarkan Perseroan dirancang untuk membantu klien dalam meningkatkan standar keselamatan,
       keamanan, dan kelayakan armada transportasi. Ketiga aspek ini menjadi perhatian utama bagi para
       pemangku kepentingan, termasuk penyedia fasilitas dan pengguna layanan transportasi.

       Saat ini, Perseroan telah membangun kemitraan dengan berbagai instansi pemerintah untuk menghadirkan
       teknologi yang tepat guna dan memberikan solusi menyeluruh (end-to-end solution). Inisiatif ini mendukung
       operasional transportasi publik di lebih dari 13 kota besar di Indonesia, termasuk wilayah Jawa Barat,


                                                                                                                     8
Page 32
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
       Banten, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Riau, Kalimantan Timur, Aceh,
       Sumatra Selatan, Sumatra Utara, hingga Papua. Secara keseluruhan, solusi Perseroan telah mendukung
       operasional lebih dari 3.000 unit transportasi umum. Perseroan optimis terhadap peluang pengembangan
       bisnis di masa depan, seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan teknologi informasi (IT) dan telematika
       dalam manajemen transportasi. Kebutuhan ini semakin relevan, baik di lingkungan pemerintah maupun
       sektor bisnis, untuk mendukung penyediaan layanan publik bagi masyarakat serta jasa perusahaan bagi
       pelanggan

       Dalam rangka pengembangan usaha, TKDN mempelajari peluang usaha baru dan menciptakan kerjasama
       berdasarkan kondisi pasar yang berkembang saat ini serta dalam rangka memperluas portofolio
       perusahaan, yaitu dengan rencana Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang
       baru, yang akan dikembangkan oleh TKDN dengan tujuan untuk memperoleh pendapat pihak independen
       mengenai kelayakan pelaksanaan pembangunan tersebut ditinjau dari berbagai aspek terkait secara
       komprehensif, memperoleh pendapat berdasarkan praktik terbaik (best practice) pembangunan
       Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) dalam peningkatan pendapatan
       usaha serta dalam rangka memenuhi Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
       Perubahan Kegiatan Usaha Utama.

       Sehubungan dengan hal-hal tersebut, KJPP YDR ditunjuk oleh TKDN untuk melakukan Pekerjaan Kajian
       Studi Kelayakan Rencana Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yaitu
       kegiatan aktivitas usaha Penyimpanan Tenaga Listrik (KBLI 2025 No. 35132) berupa Stasiun Penukaran
       Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI)
       Pengoperasian Fasilitas atau Stasiun Pengisian Daya untuk Kendaraan dan Peralatan Listrik (KBLI 2025
       No. 35133) berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

       Saat ini TKDN beralamat di Gedung TKDN Tbk, Jl. Sunter Muara No. 8A. Kelurahan Sunter Agung, Kec.
       Tanjung Priok Kota Adm. Jakarta Utara Provinsi DKI Jakarta. 14350.

2.2.   Aktivitas Usaha

       Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar, Perusahaan bergerak dalam bidang usaha perdagangan, aktivitas
       pengolahan data, aktivitas konsultasi, aktivitas manajemen, pemrograman komputer dan platform digital
       serta periklanan. Perusahaan berkedudukan di Jakarta Utara Saat ini, bisnis utama Perusahaan adalah di
       bidang pemrograman komputer lainnya, konsultasi dan perancangan internet of things dan komputer dan
       manajemen fasilitas komputer lainnya Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2015.
       TKDN merupakan Perusahaan Induk, dimana David Santoso merupakan pemilik manfaat utama mulai
       tahun 2020.

       Dalam rangka mencapai maksud dan tujuan tersebut, Perseroan dapat menjalankan kegiatan usaha
       sebagai berikut:

       a.   Kegiatan Usaha Utama:
            1. Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya (62019)
            2. Aktivitas Pemrograman Berbasis Kecerdasan Artifisial (62015)
            3. Aktivitas Konsultasi dan Perancangan Internet of Things (Iot) (62024)
            4. Aktivitas Konsultasi Komputer dan Manajemen
            5. Fasilitas Komputer Lainnya (62029)




                                                                                                                  9
Page 33
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
       b. Kegiatan Usaha Penunjang:
            1. Perdagangan Besar Komputer dan Perlengkapan Komputer (46511)
            2. Perdagangan Besar Atas Dasar Balas Jasa (Fee) Atau Kontrak (46100)
            3. Perdagangan Besar Piranti Lunak (46512)
            4. Portal Web dan/atau Platform Digital dengan Tujuan Komersial (63122)
            5. Penerbitan Piranti Lunak (Software) (58200)
            6. Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi (46523)
            7. Perdagangan Besar Mesin, Peralatan dan Perlengkapan Lainnya (46599)
            8. Perdagangan Besar Sepeda Motor Baru (45401)
            9. Perdagangan Besar Sepeda Motor Bekas (45402)
            10. Perdagangan Besar Suku Cadang Sepeda Motor dan Aksesorisnya (45405)
            11. Perdagangan Besar Suku Cadang Elektronik (46521)
            12. Aktivitas Teknologi Informasi dan Jasa Komputer Lainnya (62090)
            13. Aktivitas Pengolahan Data (63111)
            14. Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya (70209)

2.3.   Susunan Pemegang Saham
       Berdasarkan laporan keuangan audit TKDN per 30 September 2025, susunan pemegang saham TKDN
       adalah sebagai berikut:

                                      Tabel 2 - 1: Susunan Pemegang Saham TKDN
                                                     Jumlah                             Jumlah Modal
                  Pemegang Saham                                   Persentase
                                                     Saham                                 Disetor
        PT Daya Kemilau Nusantara Investama       2.176.695.700          73,75%             43.278.000.000
        Masyarakat                                  770.232.748          26,10%             15.660.536.960
        David Santoso                                 3.168.000           0,11%                 63.360.000
        Rudy Budiman Setiawan                         1.232.000           0,04%                 24.640.000
                        Jumlah                    2.951.328.448         100,00%             59.026.568.960
       Sumber: Laporan Keuangan Inhouse TKDN Per 30 September 2025

2.4.   Susunan Komisaris dan Direksi
       Susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi TKDN berdasarkan informasi dari Laporan Keuangan
       inhouse TKDN per 30 September 2025 adalah sebagai berikut:

       Dewan Komisaris
       Komisaris Utama                 :   Mirza Whibowo
       Komisaris                       :   Drs. Thomson E Batubara
       Komisaris Independen            :   Noerman Taufik

       Dewan Direksi
       Direktur Utama                  :   David Santoso
       Direktur                        :   Rudy Budiman Setiawan
       Direktur                            Wendy Jolanda Waas
                                           Sultan Satria

2.5.   Perizinan-Perizinan dan Legalitas
       Data dan dokumen legalitas yang kami terima dalam rangka penyusunan laporan studi kelayakan ini adalah
       sebagai berikut:


                                                                                                                10
Page 34
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
         1. Akta Pendirian No. 25, tanggal 7 Januari 2011 oleh Notaris Tjoa Karina Juwita S.H., Notaris di
             Jakarta. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
             Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-19005.AH.01.01.Tahun 2011, tanggal 15 April 2011.
             Atas nama PT Damai Harapan Sentosa.
         2. Akta Perubahan No. 80, tanggal 25 Juni 2025 oleh Notaris dari Dr. Sugih Haryati, S.H., M.Kn.,. Akta
             tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
             berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-AH.09.0308003. Tahun 2025, tanggal 08 Juli 2025.
         3. Nomor Induk Berusaha (NIB) nomor 0220106143418 yang dikeluarkan oleh Menteri
             Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal pada tanggal terbit Izin Usaha 16 Oktober
             2020 dengan Perubahan ke 17 tanggal 11 Februari 2021.
         4. Nomor Induk Berusaha (NIB) nomor 0220106143418 yang dikeluarkan oleh Menteri
             Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal pada tanggal terbit Izin Usaha 31 Januari
             2020, dicetak tanggal 9 April 2025.
         5. Perizinan Berusaha untuk menunjang kegiatan usaha. Persetujuan tipe alat ukur, alat takar, alat
             timbang dan alat perlengkapan, PB-UMKU: 022010614341800070015 dikeluarkan oleh a.n. Menteri
             Perdagangan, Menteri Investasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, diterbitkan tanggal
             8 Agustus 2024, dicetak tanggal 8 Agustus 2024.
         6. Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, Nomor: 02201061434180008 dikeluarkan oleh a.n. Gubernur
             DKI Jakarta, Kepala UP. PMPTST Kota Administrasi Jakarta Utara tanggal 12 Desember 2024,
             dicetak tanggal 27 Desember 2024.
         7. Persetujuan Prinsip Pencatatan Efek Bersifat Ekuitas, No. S-00672/BEI.PP3/01-2023. Dikeluarkan
             oleh IDX, Indonesia Stock Exchange.
         8. Keputusan Dewan Komisioner OJK Tentang Penetapan Saham Efek Syariah TKDN dengan No.
             KEP_24/D.04/2023 dikeluarkan oleh Dewan Komisioner OJK.
         9. Surat dari Balai Pengujian alat Uku, Alat Takar, Alat Timbang dan Alat Perlengkapan, Surat
             Keterangan Hasil Pemeriksaan Type Nomor: P.T. 106/PKTN.4.5/DL/07/2024 dikeluarkan oleh
             Kementrian Perdagangan Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kepala Balai Pengujian
             UTTP tanggal 15 Juli 2024.
         10. Surat Konfirmasi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang untuk kegiatan berusaha Npmor:
             09042510113172199 (KBLI 58200) tanggal 09 April 2025 dikeluarkan oleh a.n. Gubernur DKI
             Jakarta, Kepala DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta.
         11. Surat Konfirmasi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang untuk kegiatan berusaha Npmor:
             28032510113172097 (KBLI 62019) tanggal 28 Maret 2025 dikeluarkan oleh a.n. Gubernur DKI
             Jakarta, Kepala DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta.
         12. Surat Konfirmasi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang untuk kegiatan berusaha Npmor:
             12122410113172055 (KBLI 62029) tanggal 12 Desember 2024 dikeluarkan oleh a.n. Gubernur DKI
             Jakarta, Kepala DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta.
         13. Surat Keterangan Nomor 26/SKPBKI/PWI/I/2025 yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal
             Ketahanan, Perwilayahan dan akses Industri Internasional tanggal 24 Januari 2025.
         14. Hasil Penapisan Otomatis Sistem Informasi Dokumen Lingkungan Hidup Amdal, Aktivitas
             Konsultasi Komputer Dan Manajemen Fasilitas Komputer Lainnya No. Registrasi: 677f5f080990f
             Tanggal 09 Januari 2025 Dicetak Tanggal 09 Januari 2025.
         15. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Nomor: 31.316.790.0-074.000. Tanggal terdaftar 05 Mei 2011
         16. Surat Keterangan Terdaftar Nomor: S-3126/KT/KKP.210203/2023 dikeluarkan tanggal 3 Agustus
             2023 a.n. Kepala Kantor Plh. Kepala Seksi Pelayanan, Kantor Wilayah DPJ Jakarta Utara, KKP
             Pratama Jakarta Pandemangan.




                                                                                                                  11
Page 35
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
         17. Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak Nomor: S-242/PKP/KKP.210203/2023 dikeluarkan
             tanggal 3 Agustus 2023 a.n. Kepala Kantor Plh. Kepala Seksi Pelayanan, Kantor Wilayah DPJ
             Jakarta Utara, KKP Pratama Jakarta Pandemangan

2.6.   Analisis Kinerja Keuangan Historis
       Tinjauan Laba Rugi

                                                Tabel 2 - 2: Kinerja Laba Rugi Historis
                                                                                                      (Dalam Jutaan Rupiah)
                                                    2020        2021         2022          2023       2024      Sep 2025
                    DESKRIPSI
                                                  Audited      Audited     Audited        Audited    Audited    Inhouse
        Penjualan                                   32.703       45.628    107.517         187.502    152.933      59.389
        Beban Pokok Penjualan                      -25.135      -30.375     -73.054       -141.480   -120.395     -55.051
        LABA (RUGI) KOTOR                            7.568       15.253      34.463         46.022     32.539       4.338
        BEBAN USAHA
        Beban Penjualan                                -757        -259      -1.495         -1.057       -635        -238
        Beban Umum dan Administrasi                  -3.530      -5.078     -11.552        -18.585    -22.964     -16.951
        Beban Keuangan                               -1.336        -983        -834         -2.130     -3.798      -1.765
        Beban lain-lain - Neto                          -18        -373        -646           -568     -1.376     -16.971
        Laba Sebelum (Beban) Manfaat
        Pajak Penghasilan                            1.926        8.559      19.936        23.682      3.766      -31.587
        (Beban) Manfaat Pajak
        Penghasilan Kini                               -500      -1.991       -4.752        -6.057     -1.663           0
        (Beban) Manfaat Pajak
        Penghasilan Tangguhan                           26          110         311           453        302            0
        LABA (RUGI) BERSIH                           1.451        6.678      15.496        18.078      2.405      -31.587
        Penghasilan Komprehensif Lain
        Pos yang tidak akan direklasifikasi
        ke laba rugi :
        Pengukuran kembali liabilitas imbalan
        pascakerja                                     385         -334         -547          959        412            0
        Rugi dekonsolidasi entitas anak                  0            0         -161            0          0            0
        Pajak penghasilan terkait                      -85           72          120         -211        -91            0
        Penghasilan Komprehensif Lain-
        Setelah Pajak                                1.751        6.416      14.909        18.826      2.726      -31.587


       Berdasarkan data laporan keuangan historis TKDN selama periode 2020 hingga September 2025, terlihat
       adanya fluktuasi kinerja pada sisi pendapatan, beban usaha, dan laba periode berjalan. Pendapatan
       perusahaan mengalami kenaikan sebesar 39,52% pada tahun 2021 menjadi Rp45,63 miliar, kemudian naik
       sebesar 135,64% pada 2022 menjadi Rp107,52 miliar, dan naik kembali sebesar 74,39% di tahun 2023 ke
       Rp187,50 miliar. Namun, pada 2024, pendapatan mengalami penurunan sebesar 18,44%. menjadi
       Rp152,93 miliar. Pada September 2025 pendapatan mengalami penurunan menjadi Rp59,39 miliar.
       Penurunan tajam ini kemungkinan dipengaruhi oleh berkurangnya volume penjualan produk yang
       berdampak langsung terhadap pendapatan operasional perusahaan.

       Pada sisi beban usaha, pola pergerakan cenderung mengikuti tren pendapatan, meskipun dalam beberapa
       tahun perubahannya tidak simetris. Beban usaha naik sebesar 20,85% menjadi Rp30,38 miliar di 2021, lalu
       meningkat sebesar 140,51% menjadi Rp 73,05 miliar di 2022, dan kembali naik sebesar 93,67% menjadi
       Rp. 141,48 miliar pada 2023. Namun, tahun 2024 mencatat penurunan beban usaha paling signifikan
       sebesar -14,90% menjadi Rp120,39 miliar, seiring dengan penurunan pendapatan. Demikian juga pada


                                                                                                                              12
Page 36
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
       September 2025 perseroan mencatat penurunan beban usaha sebesar Rp55,05 miliar. Penurunan ini
       menunjukkan bahwa perusahaan melakukan efisiensi operasional atau pengurangan biaya sebagai
       respons terhadap penurunan pendapatan. Strategi pengendalian biaya ini menjadi faktor penting dalam
       menjaga profitabilitas perusahaan.

      Laba Sebelum Pajak

      Laba Sebelum (Beban) Manfaat Pajak Penghasilan naik sebesar 344,40% menjadi Rp8,56 miliar di tahun
      2021, lalu meningkat sebesar 132,91% menjadi Rp 19,94 miliar di tahun 2022, dan kembali naik sebesar
      18,79% menjadi Rp23,68 miliar pada tahun 2023. Namun, tahun 2024 mencatat penurunan Laba Sebelum
      (Beban) Manfaat Pajak Penghasilan paling signifikan sebesar -84,10% menjadi Rp3,77 miliar. Demikian
      juga pada September 2025 perseroan mencatat Rugi Sebelum (Beban) Manfaat Pajak Penghasilan
      sebesar Rp31,59 miliar

      Laba Bersih Komprehensive

      Berdasarkan data laporan keuangan historis TKDN selama periode 2020 hingga September 2025, terlihat
      adanya fluktuasi. Laba Bersih Komprehensive pada tahun 2020 tercatat sebesar Rp1,75 miliar. Pada tahun
      2021 naik sebesar 266,35% menjadi Rp 6,42 miliar. Pada tahun 2022 kembali naik sebesar 132,35%
      menjadi Rp14,90 miliar. Pada tahun 2023 kembali mengalami peningkatan sebesar 26,27% menjadi
      Rp18,83 miliar, dan pada tahun 2024 menurun sebesar 85,52% menjadi Rp2,73 miliar rupiah dan pada
      September 2025 perseroan mengalami kerugian yang cukup signifikan. Rugi bersih Bersih Komprehensive
      tercatat sebesar Rp 31,59 miliar.

      Tinjauan Posisi Keuangan

                                             Tabel 2 - 3: Laporan Posisi Keuangan TKDN
                                                                                                      (Dalam Jutaan Rupiah)
                                                                                                                       Sep
                           DESKRIPSI                     2020        2021          2022        2023        2024        2025
                                                       Audited      Audited       Audited     Audited     Audited     Inhouse
        ASET
        Aset Lancar
        Kas dan setara kas                                9.657        6.544        5.891      41.294       5.135        112
        Piutang usaha pihak ketiga                        3.106       13.493       35.331      54.255      51.720      83.740
        Piutang lain-lain pihak ketiga                          0      7.463          331         452         296        442
        Piutang lain-lain pihak berelasi                  1.930        9.477          593       1.980             0           0
        Persediaan                                        2.472        3.354        7.346      26.531      30.943      21.514
        Pajak dibayar dimuka                                    0             0       954       2.557       4.929       8.356
        Uang Muka Pembelian Pihak Ketiga                    502             99            0    18.674      20.121      10.801
        Aset Lancar Lainnya                                     0           50      3.422         351          31      10.057
        Total Aset Lancar                                17.667       40.481       53.868     146.094     113.175     135.022
        Aset Tidak Lancar
        Aset Pajak Tangguhan                                 44          226          658         901       1.112       1.112
        Uang Muka Pembelian Pihak Ketiga                        0             0     1.429       7.480      18.756      18.754
        Uang Muka Pembelian Pihak berelasi                      0             0     5.500      10.826      14.179       6.757
        Investasi Pada Entitas Asosiasi                         0             0     3.595       3.026       1.828       1.336
        Aset Hak-Guna                                        55             52         83         163          59        192
        Aset Takberwujud                                 13.128       10.334       19.511      27.175      81.309      51.399




                                                                                                                                  13
Page 37
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                                                                                                       Sep
                             DESKRIPSI                   2020        2021          2022        2023        2024        2025
                                                        Audited     Audited       Audited     Audited     Audited     Inhouse
        Aset tetap                                           76        1.100        1.098      43.982      44.989      43.747
        Properti Investasi                                      0             0           0     7.500       7.814       7.772
        Total Aset Tidak Lancar                          13.303       11.713       31.875     101.052     170.046     131.069
        TOTAL ASET                                       30.970       52.194       85.743     247.146     283.221     266.091
        LIABILITAS DAN EKUITAS
        LIABILITAS
        LIABILITAS JANGKA PENDEK
        Pinjaman Bank Jangka Pendek                       7.400        1.000        4.797             0    24.962      19.826
        Utang Usaha Pihak Ketiga                            711       15.120        8.795       3.983       5.592      14.032
        Utang Lain-lain pihak ketiga                      2.160        4.376        2.380       1.032       3.134         41
        Liabilitas Kontrak Pihak ketiga                         0             0        17         413       1.110       1.391
        Liabilitas Kontrak Pihak Berelasi                       0             0           0       305             0           0
        Biaya Masih Harus dibayar                           631               4       493       1.003       1.529       6.127
        Utang Pajak                                         755        1.920        4.459       4.643       5.008      11.369
        Utang Jangka Panjang - bagian jangka pendek :
        Pinjaman Bank                                           0             0           0     3.484       3.515       6.730
        Utang Jangka Panjang - bagian jangka pendek :
        Pinjaman Lembaga Keuangan                               0        178          219          84        228          70
        Total Liabilitas Jangka Pendek                   11.657       22.599       21.162      14.947      45.078      59.586
        Liabilitas Jangka Panjang
        Utang Jangka Panjang Setelah Dikurangi
        Bagian Jangka Pendek : Pinjaman Bank                    0             0           0    19.447      16.138      16.138
        Utang Jangka Panjang Setelah Dikurangi
        Bagian Jangka Pendek : Pinjaman Lembaga
        Keuangan                                                0        303           84             0      159         101
        Liabilitas Imbalan Pascakerja                       145          707        2.004       1.578       2.105       2.105
        Total Liabilitas jangka panjang                     145        1.011        2.088      21.026      18.402      18.344
        TOTAL LIABILITAS                                 11.802       23.609       23.250      35.973      63.480      77.930
        EKUITAS
        Modal Saham                                      15.000       15.000       44.000      59.000      59.000      59.027
        Tambahan Modal Disetor                                  0      3.000              0   114.853     114.853     115.159
        Uang Muka Setoran Modal dari Pelaksanaan
        Waran                                                   0             0           0           0      325              0
        Saldo Laba Telah ditentukan Penggunaannya               0             0     1.000      11.800      22.600      22.600
        Saldo Laba Belum Ditentukan Penggunaannya         3.895       10.573       17.908      25.186      16.838     -14.188
        Penghasilan Komprehensif Lain                       273             12       -415         333        655         655
        Kepentingan Non-pengendali                              0             0           0           0     5.471       4.910
        TOTAL EKUITAS                                    19.168       28.585       62.493     211.173     219.741     188.161
        TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                     30.970       52.194       85.743     247.146     283.221     266.091


      Aset
      Pergerakan total aset TKDN menunjukkan tren pertumbuhan tahunan yang impresif. Pada tahun 2020 total
      aset tercatat sebesar Rp30,97 miliar. Pada tahun 2021 naik sebesar 68,53% menjadi Rp52,93 miliar. Pada
      tahun 2022 kembali naik sebesar 64,28% menjadi 85,74 miliar. Pada tahun 2023 kembali naik sebesar
      188,26% menjadi Rp247,14 miliar, dan pada tahun 2024 naik kembali sebesar 14,59% menjadi 183,22
      miliar. Kenaikan yang konsisten ini mencerminkan ekspansi usaha yang aktif dan strategi investasi yang




                                                                                                                                  14
Page 38
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
       agresif dalam memperkuat posisi perusahaan. Pada September 2025 total aset tercatat sebesar Rp266,09
       miliar. Hal ini akibat dari menurunnya total aset tidak lancar.

      Liabilitas dan Ekuitas
      Liabilitas perusahaan mengalami fluktuasi yang relatif stabil sepanjang lima tahun terakhir. Pada tahun
      2020 tercatat sebesar Rp11,80 miliar. Pada tahun 2021 naik sebesar 100,04% menjadi Rp23,61 miliar.
      Pada tahun 2022 turun sebesar 1,52% menjadi Rp23,25 miliar. Pada tahun 2023 naik sebesar 54,79%
      menjadi Rp35,99 miliar, dan pada tahun 2024 naik sebesar 76,39% menjadi Rp63,48 miliar. Pada
      September 2025 liabilitas tercatat sebesar Rp77,93 miliar.

      Dari sisi ekuitas, tren pertumbuhan juga terlihat konsisten dengan peningkatan nilai perusahaan yang stabil.
      Pada tahun 2020 tercatat sebesar Rp19,17 miliar. Pada tahun 2021 naik sebesar 49,12% menjadi
      Rp28,58miliar. Pada tahun 2022 turun sebesar 118,63% menjadi Rp62,49 miliar. Pada tahun 2023 naik
      sebesar 237,91% menjadi Rp211,17 miliar, dan pada tahun 2024 naik sebesar 4,06% menjadi Rp219,74
      miliar. Kenaikan ini mengindikasikan akumulasi laba ditahan dan peningkatan kekuatan modal perusahaan,
      serta mencerminkan kinerja keuangan yang membaik secara menyeluruh. Pada September 2025 ekuitas
      tercatat sebesar Rp188,16 miliar.

      Tinjauan Arus Kas
                                                  Tabel 2 - 4: Laporan Arus Kas TKDN
                                                                                                   (Dalam Jutaan Rupiah)
                                                                                                                 Sep
                      DESKRIPSI                        2020         2021       2022       2023       2024       2025
                                                      Audited     Audited     Audited    Audited   Audited    Inhouse
        Total Arus kas dari aktivitas operasi            1.650       9.064       -622    -33.961    12.120      -34.447
        Total Arus kas dari aktivitas investasi         -17.197      -2.123    -14.247   -81.005    -72.101     31.554
        Total Arus kas dari aktivitas pendanaan         23.482      -10.054    14.216    150.368     23.821      -2.130
        Total perubahan arus kas                         7.895       -3.113       -653    35.403    -36.160      -5.023
        Kas di awal periode                              1.762        9.657     6.544      5.891     41.294      5.135
        Kas di akhir periode                             9.657        6.544     5.891     41.294      5.135        112


      Arus kas dari aktivitas operasi
      Kegiatan aktivitas ini diperoleh dari penerimaan pelanggan serta pembayaran-pembayaran. Adapun tahun
      2024 kas dari aktivitas operasi yang diterima oleh Perusahaan cukup tinggi yaitu sebesar
      Rp12,12 miliar yang disebabkan meningkatnya adanya laba yang diterima cukup tinggi yaitu sebesar
      Rp 730.698.187 ribu yang disebabkan meningkatnya adanya laba yang diterima. Pada September 2025
      kas dari aktivitas operasi sebesar -Rp34,45 miliar.

      Arus kas dari aktivitas investasi
      Pada September 2025 perusahaan menunjukkan adanya kas keluar untuk aktivitas investasi sebesar
      Rp31,55 miliar.

      Arus kas dari aktivitas pendanaan
      Pada September 2025 perusahaan menunjukkan adanya kas keluar untuk aktivitas pendanaan sebesar
      Rp 2,13 miliar.



                                                                                                                           15
Page 39
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk

      Rasio Keuangan
                                          Tabel 2 - 5: Analisis Rasio Keuangan TKDN
                                        2020        2021         2022         2023        2024       Sep 2025
                DESKRIPSI
                                       Audited     Audited      Audited      Audited     Audited     Inhouse
        Rasio Likuiditas
        Rasio Kas(X)                        0,83        0,29         0,28         2,76        0,11       0,002
        Rasio Lancar (X)                    1,52        1,76         2,55         9,77        2,51        2,27
        Rasio Cepat (X)                     1,30        1,64         2,20         8,00        1,82        1,90
        Rasio Solvabilitas
        Net Debt to Equity Ratio (X)        0,62        0,83         0,37         0,17        0,29        0,41
        Net Debt to Asset Ratio (X)         0,38        0,45         0,27         0,15        0,22        0,29
        Rasio Profitabilitas
        Margin Laba Usaha                23,14%      33,43%        32,05%      24,54%      21,28%        7,30%
        Margin Laba Bersih                4,44%      14,64%        14,41%       9,64%       1,57%      -53,19%
        ROA                               4,69%      12,79%        18,07%       7,31%       0,85%      -11,87%
        ROE                               7,57%      23,36%        24,80%       8,56%       1,09%      -16,79%


      Berdasarkan data rasio keuangan dari tahun 2020 hingga 2024, dapat dilakukan analisis menyeluruh
      terhadap tiga aspek utama: solvabilitas, profitabilitas, dan likuiditas perusahaan.

      Rasio Solvabilitas

      Rasio solvabilitas dapat diukur dengan membandingkan liabilitas terhadap aset (Debt to Asset Ratio/DAR)
      dan liabilitas terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio/DER). Pada tahun 2024, Perseroan mencatat nilai DAR
      sebesar 22,41x dan DER sebesar 29x. Pencapaian ini menunjukkan peningkatan tingkat solvabilitas
      dibandingkan tahun 2023, yang masing-masing sebesar 1,56x untuk DAR dan 17,04x untuk DER.
      Peningkatan ini mencerminkan pertumbuhan aset Perseroan yang signifikan disertai dengan penurunan
      jumlah utang, sehingga memperkuat struktur permodalan dan posisi keuangan perusahaan secara
      keseluruhan.

      Rasio Profitabilitas

      Profitabilitas perusahaan cenderung menurun, Pada tahun 2022 tercatat ROA sebesar 23,25%. Sedangkan
      pada tahun 2023 RoA turun menjadi 7,31% dan pada tahun 2024 ROA turun menjadi 0,85%. Return on
      Asset (ROA) mengalami penurunan, yang menandakan bahwa kemampuan perusahaan dalam
      menghasilkan laba dari asetnya mengalami penurunan efisiensi.

      Demikian pula, Return on Equity (ROE) menunjukkan penurunan dari tahun 2022 sebesar 24,53%,
      kemudian tahun 2023 sebesar 8,56%, dan pada tahun 2024 tercatat menjadi 1,09%. Hal ini menunjukkan
      penurunan imbal hasil kepada pemegang saham.

      Rasio Likuiditas

      Kondisi perusahaan tampaknya mengalami fluktuasi. Rasio kas pada tahun 2022 tercatat sebesar 0,28x,
      sedangkan pada tahun 2023 meningkat menjadi 2,76x, dan pada tahun 2024 turun kembali menjadi 0,11x.
      Rasio cepat dan rasio lancar, yang mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka
      pendeknya, dimana perusahaan mengalami fluktuasi dari tahun 2022 sampai 2024. Rasio Lancar pada
      tahun 2022 tercatat sebesar 2,55x, sedangkan pad tahun 2023 naik menjadi 9,77x, dan pada tahun 2024
      turun kembali menjadi 2,51x. Rasio Cepat juga menunjukkan fluktuasi dari tahun 2022 sampai 2024. Rasio


                                                                                                                  16
Page 40
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
       Cepat pada tahun 2022 tercatat sebesar 2,19x, sedangkan pad tahun 2023 naik menjadi 7,99x, dan pada
       tahun 2024 turun kembali menjadi 0,11x.

      Secara keseluruhan, TKDN. menunjukkan kinerja yang cukup baik dalam mengelola struktur
      permodalannya dan tetap menjaga margin keuntungan yang tinggi. Namun, terdapat penurunan signifikan
      pada efisiensi penggunaan aset dan ekuitas serta penurunan likuiditas yang memerlukan perhatian
      manajemen, terutama dalam menghadapi potensi tekanan arus kas di masa depan. Strategi peningkatan
      efisiensi aset dan penguatan posisi kas akan menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan
      perusahaan.

      Common Size Laporan Keuangan Periode 31 Desember 2020 sampai dengan 30 September 2025

      Berikut common size/analisis vertikal dan horizontal laporan keuangan periode 31 Desember 2020 sampai
      dengan 30 September 2025.

      Analisis Vertikal

      Analisis vertikal pada dasarnya adalah bagian dari analisis laporan keuangan dengan cara menyajikan
      kembali laporan keuangan dalam bentuk persentase, dimana laporan laba rugi dinyatakan dalam bentuk
      persentase terhadap pendapatan, sedangkan laporan posisi keuangan dinyatakan dalam persentase
      terhadap total aset maupun liabilitas dan ekuitas.

                                      Tabel 2 - 6: Analisis Vertikal Laba Rugi TKDN
                                          2020          2021        2022         2023      2024     Sep-25
                 DESKRIPSI
                                         Audited      Audited     Audited      Audited    Audited   Inhouse
        Penjualan                        100,00%      100,00%     100,00%      100,00%    100,00%   100,00%
        Beban Pokok Penjualan             76,86%       66,57%      67,95%       75,46%     78,72%    92,70%
        BEBAN USAHA
        Beban Penjualan                     2,32%        0,57%       1,39%        0,56%    -0,42%    -0,40%
        Beban Umum dan Administrasi        10,79%       11,13%      10,74%        9,91%   -15,02%   -28,54%
        Beban Keuangan                      4,09%        2,16%       0,78%        1,14%    -2,48%    -2,97%
        Beban lain-lain - Neto              0,06%        0,82%       0,60%        0,30%    -0,90%   -28,58%
        Laba Sebelum Pajak
                                            5,89%       18,76%      18,54%       12,63%     2,46%   -53,19%
        Penghasilan
        LABA (RUGI) BERSIH                  4,44%       14,64%      14,41%        9,64%     1,57%   -53,19%

      Analisis Horizontal

      Analisis horizontal pada dasarnya adalah bagian dari analisis laporan keuangan dengan cara
      membandingkan data keuangan dari dua atau lebih periode yang berbeda untuk melihat perubahan nominal
      maupun persentase dari setiap pos akun. Tujuan dari analisis ini adalah untuk mengidentifikasi tren
      pertumbuhan, penurunan, atau anomali dalam kinerja keuangan perusahaan dari waktu ke waktu. Analisis
      ini biasanya diterapkan pada laporan laba rugi dan laporan posisi keuangan guna mengevaluasi
      konsistensi, stabilitas, serta arah perkembangan keuangan perusahaan.




                                                                                                              17
Page 41
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                     Tabel 2 - 7: Analisis Horizontal Laba Rugi TKDN
                                              2021             2022          2023       2024      Sep-25
                  DESKRIPSI
                                            Audited          Audited        Audited    Audited   Inhouse
        Penjualan                              39,52%       135,64%          74,39%    -18,44%     -61,17%
        Beban Pokok Penjualan                  20,85%       140,51%          93,67%    -14,90%     -54,27%
        BEBAN USAHA
        Beban Penjualan                      -65,75%        476,37%         -29,29%    -39,95%     -62,56%
        Beban Umum dan Administrasi           43,85%        127,50%          60,88%     23,56%     -26,18%
        Beban Keuangan                       -26,40%        -15,19%         155,42%     78,28%     -53,52%
        Beban lain-lain - Neto              1950,94%         73,16%         -12,07%    142,37%    1133,52%
        Laba Sebelum Pajak Penghasilan       344,40%        132,91%          18,79%    -84,10%    -938,77%
        LABA (RUGI) BERSIH                   360,10%        132,05%          16,66%    -86,70%   -1413,49%




                                                                                                             18
Page 42
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                                   BAB III
                                         KAJIAN EKONOMI MAKRO

    3.1. Tinjauan Ekonomi Makro

    1. Perekonomian Global dan Domestik

        Perekonomian dunia masih dalam tren melambat akibat dampak tarif Amerika Serikat (AS) yang
        mendorong ketidakpastian tetap tinggi. AS kembali mengenakan tambahan tarif kepada sektor farmasi,
        mebel, dan otomotif sejak 1 Oktober 2025 serta mengumumkan rencana pengenaan tarif tambahan
        sebesar 100% terhadap produk asal Tiongkok. Berbagai indikator menunjukkan kebijaka tarif AS
        memperlemah kinerja perdagangan global, tecermin dari melambatnya ekspor dan impor di sebagian
        besar negara.

        Di AS, pertumbuhan ekonomi masih lemah sehingga mendorong berlanjutnya penurunan kondisi
        ketenagakerjaan. Ekonomi Jepang, Eropa, dan India belum kuat dipengaruhi oleh konsumsi rumah
        tangga, di tengah stimulus fiskal-moneter yang telah dilakukan. Sementara itu, perekonomian Tiongkok
        pada triwulan Ill 2025 meningkat didorong oleh stimulus fiskal. Mempertimbangkan berbagai
        perkembangan dan dinamika global terkini, Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi dunia
        2025 sebesar 3, 1%, sedikit di atas prakiraan sebelumnya 3,0%.

                                           Tabel 3 - 1: Pertumbuhan PDB Dunia




        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III-2025


                                         Grafik 3 - 1: Indeks Ketidakpastian Global




        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III-2025

        Inflasi AS pada bulan Juni 2024 lebih rendah dari prakiraan dipengaruhi oleh inflasi energi dan perumahan
        yang menurun. Hal ini mendorong prakiraan penurunan suku bunga kebijakan AS (Fed Funds Rate/FFR)



                                                                                                                    19
Page 43
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
         dapat lebih cepat dari proyeksi sebelumnya pada akhir tahun mengakibatkan aliran modal ke negara
         berkembang relatif terbatas. Perkembangan ini berimplikasi pada perlu terusnya penguatan respons
         kebijakan untuk memitigasi dampak negatif dari rambatan ketidakpastian global terhadap perekonomian
         negara berkembang, termasuk Indonesia. Di tengah yield US Treasury 10 tahun kembali menurun dan
         indeks mata uang dolar AS (DXY) cenderung melemah. Aliran modal ke emerging market (EM) masih
         berfluktuasi seiring dengan tingginya ketidakpastian pasar keuangan global. Perkembangan ini menuntut
         kewaspadaan dan penguatan respons kebijakan untuk memitigasi dampak rambatan ketidakpastian
         perekonomian dan pasar keuangan global yang masih tinggi tersebut terhadap perekonomian domestik.

                                                 Grafik 3 - 2: Inflasi Global




        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III-2025
                             Grafik 3 - 3: Yield UST 10Y dan JGB 10Y serta Indeks Saham AS




        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III-2025
                                    Grafik 3 - 4: Aliran Modal ke Negara Berkembang




        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III-2025




                                                                                                                 20
Page 44
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
         Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan perlu terus didorong agar sesuai dengan kapasitas
         perekonomian. Perkembangan terkini menunjukkan pertumbuhan ekonomi pada triwulan Ill 2025 ditopang
         oleh kenaikan ekspor sebagai antisipasi terhadap pengenaan tarif resiprokal AS, terutama terjadi pada
         komoditas minyak kelapa sawit (CPO) dan besi baja.

        Sementara itu, permintaan domestik masih perlu terus diperkuat sehingga dapat meningkatkan konsumsi
        rumah tangga dan investasi. Belanja Pemerintah berkontribusi pada penguatan permintaan domestik dan
        pertumbuhan ekonomi triwulan Ill 2025. Berdasarkan Lapangan Usaha (LU), pertumbuhan ekonomi
        didorong oleh kinerja produksi LU Pertanian, LU Industri Pengolahan, dan LU Perdagangan yang tetap
        baik. Secara spasial, pertumbuhan wilayah Jawa dan Sumatera diprakirakan lebih baik dari prakiraan
        didorong oleh LU Industri Pengolahan dan LU Pertanian.

                     Tabel 3 - 2: Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran




        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III-2025

        Dari domestik, Bank Indonesia akan terus memperkuat bauran kebijakan melalui penguatan bauran
        kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi dengan kebijakan stimulus
        fiskal dan sektor riil Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

        Pertumbuhan ekonomi keseluruhan tahun 2025 diprakirakan berada sedikit di atas titik tengah kisaran 4,6
        - 5,4% dan meningkat pada 2026. Ketahanan eksternal ekonomi Indonesia juga diprakirakan tetap terjaga
        dan nilai tukar Rupiah diprakirakan tetap stabil didukung komitmen Bank Indonesia dalam menjaga
        stabilitas nilai tukar Rupiah, imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan tetap baiknya prospek
        pertumbuhan ekonomi Indonesia. lnflasi tahun 2025 dan 2026 tetap terjaga rendah dalam sasaran
        2,5±1%. Dengan perkembangan kredit sampai dengan September 2025, Bank Indonesia memprakirakan
        pertumbuhan kredit 2025 berada pada batas bawah kisaran 8-11 % dan akan meningkat pada 2026.




                                                                                                                  21
Page 45
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                   Tabel 3 - 3: Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha




        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III-2025


                                  Gambar 3 - 1: Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan II 2025




        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III-2025

        Neraca Pembayaran Indonesia

        Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap terjaga dan mendukung ketahanan eksternal. Transaksi
        berjalan pada triwulan Ill 2025 diprakirakan mencatat surplus ditopang oleh berlanjutnya surplus neraca
        perdagangan pada September 2025. Ekspor nonmigas meningkat di tengah perlambatan ekonomi global
        sejalan dengan antisipasi eksportir terhadap tarif resiprokal AS, termasuk ekspor ke India dan Tiongkok
        untuk komoditas minyak kelapa sawit (CPO) dan besi baja. Kinerja transaksi modal dan finansial
        diprakirakan mengalami defisit dengan terjadinya net outflows investasi portofolio seiring tingginya
        ketidakpastian global dan pembayaran utang luar negeri, di tengah tetap positifnya penanaman modal
        langsung. Sejak September 2025 hingga 20 Oktober 2025, investasi portofolio tercatat net outflows
        sebesar 5,26 miliar dollar AS yang mengharuskan Bank Indonesia untuk melakukan intervensi dalam
        rangka stabilisasi nilai tukar Rupiah. Posisi cadangan devisa pada akhir September 2025 tetap kuat
        sebesar 148, 7 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor atau 6,0 bulan impor dan
        pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar
        3 bulan impor.




                                                                                                                  22
Page 46
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk

                                        Tabel 3 - 4: Neraca Pembayaran Indonesia




        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III-2025

                                             Grafik 3 - 5: Neraca Perdagangan




        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III-2025

                                              Grafik 3 - 6: Aliran Modal Asing




        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III-2025

        Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2025 tetap kuat sebesar 148,7 miliar dolar AS,
        setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor atau 6,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri
        Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. NPI 2025
        diprakirakan tetap berdaya tahan, dengan defisit transaksi berjalan keseluruhan tahun 2025 diprakirakan
        lebih rendah dari proyeksi sebelumnya. Pada tahun 2026, NPI diprakirakan juga tetap akan baik didukung
        defisit transaksi berjalan yang sehat dan aliran modal yang meningkat sejalan prospek ekonomi Indonesia
        yang tetap terjaga.




                                                                                                                  23
Page 47
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                              Grafik 3 - 7: Cadangan Devisa




        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III-2025

        Nilai Tukar Rupiah

        Nilai tukar Rupiah tetap terkendali di tengah ketidakpastian global, didukung oleh kebijakan stabilisasi
        Bank Indonesia. Nilai tukar Rupiah pada 21 Oktober 2025 tercatat sebesar Rp16.585 per dolar AS, atau
        menguat 0,45% (ptp) dibandingkan dengan level pada akhir September 2025. Rupiah sempat melemah
        pada September 2025 sebesar 1,05% (ptp) dibandingkan dengan level pada akhir Agustus 2025 sejalan
        dengan ketidakpastian yang cukup tinggi. Guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, Bank Indonesia
        menempuh langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar spotdan pasar NDF baik di off-shore maupun
        on shore (DNDF), serta pembelian SBN di pasar sekunder. Respons kebijakan ini memberikan hasil
        positif, tecermin dari perkembangan Rupiah yang kembali menguat pada Oktober 2025. Peningkatan
        konversi valas ke Rupiah oleh eksportir seiring penerapan penguatan kebijakan Devisa Hasil Ekspor
        Sumber Daya Alam (DHE SDA) juga mendukung tetap terkendalinya nilai tukar Rupiah.

                                         Grafik 3 - 8: Rupiah vs Negara Kawasan




        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III-2025

        Inflasi

        Inflasi menurun dan tetap terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%. Tekanan inflasi secara umum tetap
        terjaga dalam kisaran sasaran. lnflasi IHK September tercatat sebesar 2,65% (yoy). lnflasi inti tetap
        rendah sebesar 2,19% (yoy), dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi yang masih di bawah kapasitas
        serta didukung konsistensi suku bunga kebijakan moneter Bank Indonesia dalam menjangkar ekspektasi



                                                                                                                   24
Page 48
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
         inflasi sesuai dengan sasarannya dan imported inflation yang rendah. lnflasi kelompok administered
         prices (AP) juga tetap rendah sebesar 1,10% (yoy) seiring menurunnya tarif angkutan dan bensin di
         tengah kenaikan harga jual eceran rokok. Sementara itu, inflasi kelompok volatile food (VF) meningkat
         menjadi 6,44% (yoy) didorong terutama oleh kenaikan harga komoditas cabai, bawang, beras, dan
         daging ayam ras seiring berakhirnya masa panen dan peningkatan biaya input produksi.

        Bank Indonesia meyakini inflasi tahun 2025 dan 2026 tetap terjaga rendah dalam sasaran 2,5±1%.
        lnflasi inti diprakirakan tetap rendah seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran, kapasitas
        ekonomi yang masih besar, imported inflation yang terkendali, dan dampak positif dari digitalisasi.
        Sementara itu, inflasi VF diprakirakan tetap terkendali didukung oleh sinergi pengendalian inflasi oleh
        Tim Pengendalian lnflasi Pusat/Daerah (TPIP/TPID) dan penguatan implementasi Gerakan Nasional
        Pengendalian lnflasi Pangan (GNPIP).

                                               Grafik 3 - 9: Ekspektasi Inflasi




        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III-2025

                                           Grafik 3 - 10: Inflasi IHK dan Komponen




        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III-2025

        Suku Bunga

        Kebijakan moneter ditempuh melalui penurunan suku bunga Bl Rate, stabilisasi nilai tukar Rupiah, dan
        ekspansi likuiditas moneter. Bl-Rate telah turun sebesar 150bps sejak September 2024 menjadi 4,75%,
        yang merupakan level terendah sejak tahun 2022. Kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah terus diperkuat
        dengan intervensi di pasar off-shore melalui NDF dan intervensi di pasar domestik melalui pasar spot,
        DNDF, serta pembelian SBN di pasar sekunder. Sejalan dengan itu, Bank Indonesia menetapkan suku
        bunga instrument moneter valas yang kompetitif untuk menjaga daya tarik penempatan dana di Indonesia
        yang dapat mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah. Ekspansi likuiditas Rupiah juga ditempuh Bank
        Indonesia melalui penurunan posisi instrumen moneter SRBI dari Rp916,97 triliun pada awal tahun 2025
        menjadi Rp707,05 triliun pada 21 Oktober 2025.


                                                                                                                     25
Page 49
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
         Selain itu, Bank Indonesia membeli SBN sebagai bentuk sinergi erat antara kebijakan moneter dan
         kebijakan fiskal, yang hingga 21 Oktober 2025 mencapai Rp268,36 triliun, termasuk pembelian di pasar
         sekunder dan program debt switching dengan Pemerintah sebesar Rp199,45 triliun. Pembelian SBN di
         pasar sekunder dilakukan sesuai mekanisme pasar, terukur, transparan, dan konsisten dengan program
         moneter dalam menjaga stabilitas perekonomian sehingga dapat terus menjaga kredibilitas kebijakan
         moneter. Kebijakan moneter juga didukung oleh kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM) dan
         akselerasi digitalisasi sistem pembayaran guna mendorong pertumbuhan ekonomi.

        Bank Indonesia memandang penurunan suku bunga perbankan perlu terus didorong sejalan dengan
        pelonggaran kebijakan moneter yang telah ditempuh dan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL)
        Pemerintah di perbankan. Seiring dengan penurunan Bl-Rate sebesar 150 bps sejak September 2024
        dan ekspansi likuiditas moneter Bank Indonesia, suku bunga INDONIA turun sebesar 204 bps dari 6,03%
        pada awal 2025 menjadi 3,99% pada 21 Oktober 2025. Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan
        juga menurun masing-masing sebesar 251 bps, 254 bps, dan 257 bps sejak awal 2025 menjadi 4,65%;
        4,67%; dan 4, 70% pada 17 Oktober 2025. lmbal hasil SBN untuk tenor 2 tahun menurun sebesar 218
        bps dari 6,96% pada awal 2025 menjadi 4,78% pada 21 Oktober 2025, sementara untuk tenor 10 tahun
        menurun sebesar 132 bps dari tingkat tertinggi 7,26% pada pertengahan Januari 2025 menjadi 5,94%.
        Namun demikian, penurunan suku bunga perbankan masih berjalan lambat dan karenanya perlu
        dipercepat. Dibandingkan dengan penurunan Bl-Rate sebesar 150 bps, suku bunga deposito 1 bulan
        hanya turun sebesar 29 bps dari 4,81 % pada awal 2025 menjadi 4,52% pada September 2025, terutama
        dipengaruhi oleh pemberian special rate kepada deposan besar yang mencapai 26% dari total DPK bank.
        Penurunan suku bunga kredit perbankan bahkan berjalan lebih lambat, yaitu sebesar 15 bps dari 9,20%
        pada awal 2025 menjadi sebesar 9,05% pada September 2025.

                              Grafik 3 - 11: Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan IndONIA




        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III-2025

                                            Grafik 3 - 12: Suku Bunga Perbankan




        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III-2025

        Kredit perbankan perlu terus ditingkatkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Bank Indonesia akan
        terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan KSSK untuk meningkatkan pertumbuhan



                                                                                                                 26
Page 50
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
         kredit/pembiayaan perbankan serta memperbaiki struktur suku bunga. Kebijakan KLM akan terus
         diperkuat untuk mendorong pertumbuhan kredit/pembiayaan perbankan melalui implementasi penguatan
         KLM berorientasi ke depan guna mendorong pertumbuhan kredit lebih tinggi. Lebih dari itu, pemberian
         insentif KLM juga didasarkan pada kecepatan perbankan dalam menyesuaikan suku bunga
         kredit/pembiayaan terhadap suku bunga kebijakan Bank Indonesia untuk mempercepat transmisi
         penurunan suku bunga perbankan. Bank Indonesia juga akan terus memperkuat sinergi kebijakan
         bersama KSSK dalam memitigasi berbagai risiko ekonomi global dan domestik yang berpotensi
         mengganggu stabilitas sistem keuangan. Secara keseluruhan, Bank Indonesia memprakirakan
         pertumbuhan kredit 2025 berada pada batas bawah kisaran 8-11 % dan akan meningkat pada 2026.
         Sejalan dengan itu, jumlah uang yang beredar diprakirakan meningkat sejalan dengan ekspansi kebijakan
         fiskal Pemerintah.

                                        Grafik 3 - 13: Perkembangan Kredit dan DPK




        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III-2025

        Ketahanan perbankan tetap kuat. Permodalan terjaga pada level tinggi, likuiditas perbankan tetap
        memadai, dan risiko kredit rendah. Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy
        Ratio/CAR) perbankan pada Agustus 2025 meningkat menjadi sebesar 26,03% sehingga semakin kuat
        dalam menyerap risiko. Rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) perbankan terjaga rendah
        sebesar 2,28% (bruto) dan 0,87% (neto) pada Agustus 2025. NPL (bruto) UMKM sudah mulai menurun
        dari 4,55% pada Agustus 2025 menjadi 4,46% pada September 2025, meskipun masih pada level yang
        tinggi. Hasil stress test Bank Indonesia menunjukkan ketahanan perbankan tetap kuat, ditopang oleh
        kemampuan bayar dan profitabilitas korporasi yang terjaga.

        Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital pada triwulan III 2025 terus meningkat, didukung oleh
        sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal. Volume transaksi pembayaran digital'mencapai 12,99
        miliar transaksi atau tumbuh 38,08% (y0y) pada triwulan Ill 2025 didukung oleh perluasan akseptasi dan
        kanal pembayaran digital. Volume transaksi aplikasi mobiledan intemet masing-masing tumbuh sebesar
        13,11 % (yoy) dan 17,80% (y0y), termasuk transaksi QRIS yang tumbuh 147,65% (yoy). Kinerja positif
        tersebut didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant. Dari sisi infrastruktur, volume
        transaksi ritel yang diproses melalui Bl-FAST mencapai 1.223,82 juta atau tumbuh 32,34% (yoy) dengan
        nilai transaksi menyentuh Rp3.024,08 triliun pada triwulan Ill 2025. Volume transaksi nilai besar yang
        diproses melalui Sistem BI-RTGS tercatat sebanyak 2,76 juta transaksi, dengan nilai sebesar
        Rp56.422,87 triliun pada triwulan Ill 2025. Sementara dari sisi pengelolaan uang Rupiah, Uang Kartal
        Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 13,49% (yoy) menjadi Rp1 .200,05 triliun pada triwulan Ill 2025.




                                                                                                                 27
Page 51
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                   Grafik 3 - 14: Perkembangan Rasio AL/DPK Perbankan




        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III-2025

                                        Grafik 3 - 15: Rasio Kredit Bermasalah (NPL)




        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III-2025

        Stabilitas sistem pembayaran tetap terjaga, ditopang oleh infrastruktur yang stabil dan struktur industri
        yang sehat. lnfrastruktur yang stabil tercermin pada penyelenggaraan Sistem Pembayaran Bank
        Indonesia (SPBI) dan sistem pembayaran industri yang lancar dan andal serta kecukupan pasokan uang
        dalam jumlah dan kualitas yang memadai pada triwulan Ill 2025.

        Struktur industri yang sehat tergambar pada interkoneksi antarpelaku dalam sistem pembayaran yang
        terus menguat dan diikuti oleh ekosistem Ekonomi Keuangan Digital (EKD) yang meluas. Perluasan
        adopsi Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP) mendukung penguatan interkoneksi, tecermin
        dari transaksi pembayaran berbasis SNAP yang terus meningkat. Ke depan, Bank Indonesia akan terus
        memastikan keamanan dan keandalan infrastruktur SPBI, baik ritel maupun wholesale, serta infrastruktur
        sistem pembayaran industri. Selain itu, struktur industri sistem pembayaran akan terus diperkuat dengan
        fokus pada aspek manajemen risiko operasional dan infrastruktur teknologi pelaku industri dan ekosistem
        ekonomi keuangan digital. Bank Indonesia terus menjaga ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang
        cukup dengan kualitas yang layak edar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),
        termasuk daerah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T).




                                                                                                                    28
Page 52
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                        Grafik 3 - 16: Nilai Transaksi Digital Banking dan Nilai Transaksi Uang Elektronik




        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III-2025

                 Grafik 3 - 17: Nilai dan Volume Transaksi QRIS dan Nilai Transaksi ATM/Debit dan Kartu Kredit




        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III-2025


                                              Grafik 3 - 18: Uang yang Diedarkan




         Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III-2025




                                                                                                                 29
Page 53
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                                   BAB IV
                                        ANALISA KELAYAKAN PASAR

4.1. Perkembangan Industri Infrastruktur Kendaraan Listrik
     Penerapan Kendaraan listrik dalam skala besar bergantung pada peluncuran pengisian daya yang terjangkau
     dan mudah diakses secara bersamaan. Para pengguna awal mobil listrik cenderung tinggal di rumah yang
     terpisah dengan akses pengisian daya di rumah yang terjangkau dan mudah. Akibatnya, sebagian besar
     pengisian daya hingga saat ini bersifat privat (di rumah dan lokasi privat lainnya). Pada saat yang sama,
     pengisi daya umum cenderung dipasang di daerah perkotaan, yang tingkat pemanfaatannya cenderung lebih
     tinggi. Namun, ke depannya, pengisi daya juga harus dipasang di luar daerah perkotaan agar penggunaannya
     dapat dinikmati oleh masyarakat yang tinggal di luar kota dan pinggiran kota.

     Dalam survei, pengemudi Kendaraan listrik di Inggris Raya tahun 2021, lebih dari 90% responden melaporkan
     memiliki akses ke pengisi daya rumah, sedangkan studi tahun 2023 menunjukkan bahwa hanya
     55% konsumen India yang memiliki akses tersebut. Pembangunan pengisian daya di tempat kerja dan area
     yang dapat diakses publik akan menjadi kunci untuk meningkatkan adopsi di antara kelompok-kelompok yang
     tidak memiliki akses ke pengisian daya di rumah. Kecepatan pengisian daya – lambat atau cepat – juga
     merupakan pertimbangan penting bagi konsumen yang ingin beralih ke listrik, terutama saat
     mempertimbangkan kendaraan untuk perjalanan jauh. Layanan pengisian daya juga harus mudah digunakan,
     handal dan harganya transparan. Lebih jauh, memastikan interoperabilitas penting saat melakukan investasi
     dalam infrastruktur dan layanan pengisian daya, sehingga basis pelanggan yang luas dapat memperoleh
     manfaat.

     Dalam Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan APS (Automatic Power Supply), jumlah titik
     pengisian daya publik global melampaui 15 juta pada tahun 2030, naik empat kali lipat dibandingkan dengan
     hampir 4 juta yang beroperasi pada tahun 2023. Pada tahun 2035, jumlah ini mencapai hampir 25 juta di
     APS, peningkatan enam kali lipat dibandingkan dengan tahun 2023.

     Di antara pasar kendaraan listrik utama saat ini, Tiongkok adalah tempat di mana akses penduduk terhadap
     pengisian daya di rumah paling terbatas dan tempat pengisian daya publik telah diluncurkan paling luas
     sebagai hasilnya. Tiongkok menyumbang 70% dari pengisian daya LDV (Light Duty Vehicle) publik global
     pada tahun 2023 dan diharapkan tetap menjadi pemimpin dengan pangsa yang sama pada tahun 2035 di
     SPKLU. Sementara ketersediaan pengisi daya publik saat ini di Tiongkok tampaknya sudah di atas rata-rata
     global (<10 LDV listrik per titik pengisian daya publik), pemerintah baru-baru ini mengeluarkan pedoman baru
     untuk menyebarkan infrastruktur pengisian daya berkualitas tinggi. Jumlah LDV listrik per titik pengisian daya
     publik meningkat dari sekitar 10 pada tahun 2023 menjadi sekitar 15 pada tahun 2035 di APS, tetap lebih
     rendah daripada pasar utama lainnya.

     Saat ini, Tiongkok memiliki salah satu pangsa pengisi daya cepat tertinggi dari total stok pengisian daya
     publik, yaitu sekitar 45%. Baik di SPKLU maupun APS, stok pengisi daya cepat publik mencapai sekitar 7,5
     juta pada tahun 2035, hampir enam kali lipat dari level tahun 2023. Jumlah pengisi daya lambat mencapai
     8,2 juta pada tahun 2035 di APS.

     Bagi operator kendaraan komersial, sama halnya dengan pemilik kendaraan listrik pribadi, pengisian daya
     kendaraan listrik HDV listrik di depo pada malam hari menawarkan cara yang mudah untuk mengisi daya
     kendaraan yang tidak bergerak. Pengisian daya pada malam hari juga memiliki manfaat karena dapat mengisi




                                                                                                                      30
Page 54
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
     daya pada daya yang relatif rendah mengingat jumlah waktu yang tersedia. Strategi pengisian daya seperti
     ini memerlukan rasio pengisi daya depo per kendaraan listrik HDV yang mendekati satu banding satu.
     Dalam jangka pendek, diharapkan elektrifikasi HDV akan berjalan paling cepat untuk segmen dengan rute
     harian yang relatif pendek (di bawah 200 km/hari) dan dapat diprediksi, seperti bus kota, angkutan kota, dan
     bahkan beberapa layanan pengiriman regional. Pengisian daya di depo pada malam hari kemungkinan dapat
     memenuhi sebagian besar kebutuhan armada ini.

     Selain itu, pengisi daya peluang juga akan berperan. Pengisi daya peluang dapat berada di ujung jalur bus
     atau di dermaga pemuatan truk, tempat kendaraan dapat memanfaatkan waktu tunggu untuk mengisi daya
     tanpa mengganggu operasi yang biasa. Pengisi daya peluang juga mencakup pengisi daya umum di
     sepanjang jalan tol yang memungkinkan pengisian daya dalam perjalanan. Untuk beberapa HDV, seperti bus
     antarkota dan truk jarak jauh, pengisian daya cepat dalam perjalanan mungkin diperlukan untuk melengkapi
     pengisian daya depo agar dapat berkendara jarak jauh. Meskipun segmen ini mungkin lebih lambat untuk
     dialiri listrik, pangsa aktivitasnya yang relatif tinggi saat ini – dan dengan demikian emisinya – berarti mereka
     akan menjadi penting untuk didekarbonisasi.

     Pilihan selain pengisian daya kabel juga dapat digunakan untuk mendukung kendaraan listrik HDV, seperti
     sistem jalan raya listrik dan penggantian baterai. Khususnya di Tiongkok, penggantian baterai untuk truk
     dapat menjadi cara pengisian daya yang meluas. Akan tetapi, analisis kebutuhan pengisi daya saat ini tidak
     memperhitungkan pilihan pengisian daya tanpa kabel, karena peran teknologi alternatif ini di masa
     mendatang masih belum pasti.

     Perkembangan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia sedang pesat, didorong oleh komitmen pemerintah
     dan investasi swasta. Pembangunan SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) terus ditingkatkan,
     dengan jumlah SPKLU yang telah melonjak signifikan. Pemerintah juga menargetkan peningkatan jumlah
     kendaraan listrik, termasuk motor dan mobil listrik, hingga tahun 2030.

     Saat ini, jumlah SPKLU di berbagai wilayah Indonesia yang tercatat di aplikasi resmi PLN Mobile adalah
     sebanyak 3.356 unit. Angka tersebut baru memenuhi 10,53 persen target jumlah SPKLU dari pemerintah
     untuk 2030, yaitu 31.859 unit. Pada 2025, PLN menargetkan penambahan 1.100 SPKLU hingga mencapai
     total 4.300 unit

     Perkembangan Industri Mobil listrik di Indonesia.

     Industri mobil listrik di tanah air semakin berkembang dengan pesat dalam beberapa tahun belakangan.
     Kehadiran kendaraan ramah lingkungan ini menjadi bagian dari upaya nasional untuk mengurangi emisi dan
     mengubah ketergantungan atas bahan bakar fosil. Data yang dirilis Kementerian Perindustrian menunjukkan
     penjualan mobil hijau meningkat drastis dari hanya 229 unit pada 2019 menjadi 2.693 unit pada 2022.
     Pertumbuhan ini memperlihatkan minat masyarakat Indonesia yang semakin besar terhadap teknologi ramah
     lingkungan.

     Perkembangan industri ini tak lepas dari dukungan pemerintah lewat berbagai kebijakan dan insentif. Salah
     satu langkah penting adalah dikeluarkannya Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 mengenai
     percepatan program kendaraan listrik berbasis baterai. Aturan ini menjadi dasar bagi pengembangan
     ekosistem mobil ramah lingkungan di Indonesia, termasuk produksi, infrastruktur pendukung, hingga insentif
     produsen dan konsumen.




                                                                                                                         31
Page 55
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
     Namun, industri ini masih dihadapkan berbagai tantangan. Infrastruktur pengisian daya yang masih terbatas,
     harga kendaraan yang mahal, serta persepsi masyarakat yang belum sepenuhnya paham menjadi kendala
     utama lajunya adopsi mobil hijau. Studi yang dilakukan Putra et al. mengungkap rasio Stasiun Pengisian
     Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan kendaraan listrik di Indonesia pada 2020 hanya 1:250, jauh dari
     memadai.

     Bisnis Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan
     Listrik Umum (SPBKLU) semakin berkembang pesat, didorong oleh kebijakan pemerintah yang semakin
     mendukung serta penyederhanaan regulasi perizinan. Pemerintah kini membuka pintu lebih lebar bagi
     investor yang ingin terjun ke sektor ini. Dengan prosedur yang lebih simpel serta berbagai insentif menarik,
     bisnis ini menjadi peluang emas bagi para pelaku usaha. Kesempatan dalam bisnis SPKLU dan SPBKLU
     saat ini sangat besar. Pemerintah telah menciptakan ekosistem yang memudahkan investor, dari perizinan
     yang lebih cepat hingga dukungan finansial dan infrastruktur.

     Dengan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik di Indonesia, kebutuhan terhadap infrastruktur
     pendukung juga ikut melonjak. Bisnis ini bukan sekadar peluang ekonomi, tetapi juga bagian dari upaya
     mempercepat dekarbonisasi sektor transportasi nasional. Selain dari sisi bisnis yang menguntungkan,
     ekspansi SPKLU dan SPBKLU juga mempercepat pencapaian target net zero emission Indonesia. Semakin
     banyak fasilitas ini tersedia, semakin cepat pula kita beralih ke energi bersih. Mengacu pada Peraturan
     Menteri ESDM No. 24 Tahun 2025, pemerintah menargetkan peningkatan drastis jumlah kendaraan listrik di
     Indonesia. Hingga 2030, diproyeksikan ada sekitar 900 ribu unit kendaraan listrik roda empat dan 13 juta unit
     roda dua yang beroperasi di Tanah Air. Dengan pertumbuhan yang pesat ini, ketersediaan SPKLU dan
     SPBKLU menjadi faktor kunci dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik. Para pelaku usaha yang masuk
     ke sektor ini sejak dini berpotensi mendapatkan keuntungan besar seiring bertambahnya pengguna
     kendaraan listrik. Perkembangan kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Infrastruktur
     pendukung seperti SPKLU dan SPBKLU harus tumbuh seiring peningkatan jumlah kendaraan listrik agar
     transisi energi bersih berjalan lancar.

                         Gambar 4 - 1: Capaian Penyediaan Infrastuktur Pengisian Listrik KBLBB 2024




              Sumber : gatrik.esdm.go.id

     Dalam upaya mempercepat pembangunan infrastruktur kendaraan listrik, ENTREV (Enhancing Readiness
     for The Transition to Electric Vehicles in Indonesia) menjadi salah satu proyek strategis yang melibatkan kerja



                                                                                                                       32
Page 56
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
     sama antara United Nations Development Programme (UNDP) dan Kementerian ESDM melalui Direktorat
     Jenderal Ketenagalistrikan (GATRIK). Program ini bertujuan untuk menguatkan ekosistem kendaraan listrik
     di Indonesia, memastikan regulasi yang mendukung, serta menarik lebih banyak investasi ke dalam industri
     ini. Dengan dukungan kebijakan yang semakin matang serta pertumbuhan kendaraan listrik yang pesat,
     bisnis SPKLU dan SPBKLU kini menjadi sektor yang sangat menjanjikan bagi investor dan pelaku usaha
     yang ingin ikut serta dalam revolusi transportasi ramah lingkungan.

                                Gambar 4 - 2: Proyeksi Sebaran Lokasi SPKLU 2025-2030




             Sumber : gatrik.esdm.go.id

     Di sisi produsen, beberapa perusahaan otomotif mulai berinvestasi dalam pengembangan dan produksi mobil
     ramah lingkungan di Indonesia. Wuling Motors telah meluncurkan Air EV diproduksi lokal di pabrik Cikarang.
     Langkah serupa juga diambil Hyundai dengan membangun pabrik di Cikarang untuk memproduksi IONIQ 5.
     Inisiatif ini menunjukkan komitmen industri otomotif dalam mengembangkan kapasitas produksi lokal untuk
     kendaraan hijau.

     Kebijakan Pemerintah terkait Pengembangan Mobil Listrik di Tanah Air

     Pemerintah Indonesia telah menunjukkan komitmen kuat untuk mendorong pengembangan industri
     kendaraan ramah lingkungan melalui berbagai aturan dan peraturan. Langkah strategis ini sejalan dengan
     target nasional yang menargetkan pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 29% pada 2030 dalam
     skenario bisnis seperti biasa, atau bahkan 41% dengan dukungan internasional.

     Salah satu kebijakan fundamental adalah Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 mengenai percepatan
     program kendaraan listrik berbasis baterai untuk transportasi darat. Aturan ini menjadi landasan bagi
     perkembangan ekosistem mobil ramah lingkungan di Indonesia, meliputi aspek produksi, penggunaan, dan
     infrastruktur pendukung. Beberapa poin penting dalam kebijakan ini mencakup:

     • Insentif fiskal dan non-fiskal bagi produsen mobil listrik, termasuk pengurangan pajak impor untuk
       komponen yang belum dapat diproduksi di dalam negeri.
     • Dukungan pengembangan infrastruktur pengisian daya, meliputi kerja sama antara pemerintah dan
       swasta dalam membangun stasiun pengisian daya umum.
     • Standardisasi komponen dan kendaraan ramah lingkungan untuk menjamin keamanan dan mutu produk.



                                                                                                                  33
Page 57
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
     • Program konversi kendaraan berbasis bahan bakar minyak (BBM) menjadi kendaraan listrik berbasis
       baterai.

     Untuk memperkuat implementasi kebijakan tersebut, pemerintah telah mengeluarkan berbagai peraturan
     turunan. Salah satunya adalah Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 13 Tahun 2020
     mengenai penyediaan infrastruktur pengisian listrik untuk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Aturan
     ini mengatur aspek teknis dan bisnis dalam pengembangan infrastruktur pengisian daya, termasuk tarif listrik
     khusus untuk SPKLU.

     Dari sisi insentif fiskal, pemerintah telah memberikan berbagai insentif pajak untuk mendorong adopsi
     kendaraan ramah lingkungan. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 120/PMK.010/2021 mengatur tentang
     pembebasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor listrik berbasis
     baterai dengan kapasitas motor penggerak listrik hingga 150 kW. Kebijakan ini bertujuan untuk menurunkan
     harga jual mobil listrik di pasar domestik, sehingga lebih terjangkau bagi konsumen. Selain itu, pemerintah
     juga mendorong pengembangan industri baterai kendaraan listrik di dalam negeri. Melalui Peraturan Presiden
     Nomor 98 Tahun 2021 tentang Dinamika Persaingan dan Prospek Industri Mobil Listrik di Indonesia.

     Sebagai penyedia listrik utama di Indonesia, PLN memainkan peran sentral dalam pengembangan
     infrastruktur EV. PLN adalah tulang punggung yang memastikan pasokan Listrik untuk untuk SPKLU stabil
     dan mencukupi. PLN tidak hanya menyediakan listrik, tetapi juga membangun danmengoperasikan
     SPKLU mereka sendiri di berbagai lokasi strategis. Mereka juga terus berinovasi, mengembangkan aplikasi
     yang memudahkan pengguna untuk menemukan lokasi SPKLU, memantau status pengisian, dan melakukan
     pembayaran secara digital.

     Partisipasi sektor swasta dalam membangun SPKLU sangat krusial. Perusahaan swasta, mulai dari
     produsen otomotif hingga pengelola properti, ikut berinvestasi dalam pengadaan stasiun pengisian
     kendaraan listrik di area mereka. Ini menciptakan kompetisi yang sehat dan mendorong inovasi, baik dari
     segi teknologi pengisian maupun layanan tambahan yang ditawarkan. Di samping pemain besar, kehadiran
     startup energi juga memberikan solusi kreatif. Mereka seringkali fokus pada segmen pasar yang spesifik,
     seperti pengisian daya di perumahan, perkantoran, atau bahkan menyediakan layanan pengisian daya
     bergerak. Fleksibilitas dan kecepatan adaptasi startup ini melengkapi upaya dari pihak BUMN dan swasta,
     memastikan bahwa kebutuhan pengguna mobil listrik dapat terpenuhi secara menyeluruh.

     Keunggulan dan Kekurangan SPBKLU dan SPKLU:

     Dalam ekosistem infrastruktur transportasi Indonesia, Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum
     (SPBKLU) bersaing dengan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), dimana masing – masing
     produk memiliki tantangan dan peluangnya yang berbeda. SPBKLU dan SPKLU memiliki keunggulan dan
     kekurangan, yang akan mempengaruhi pilihan konsumen dan pengusaha dalam memilih model pengisian
     atau tukar energi kendaraan.

     Berikut Analisis Perbandingan SPBKLU dan SPKLU:

              Fitur Penting                        SPBKLU                                  SPKLU

                                                                               Bervariasi (30 menit - beberapa
        • Waktu Pengisian                Sangat cepat (1-5 menit)
                                                                               jam)
                                         Lebih rendah (tanpa membeli           Lebih tinggi (termasuk harga
        • Biaya Awal Kendaraan
                                         baterai)                              baterai)



                                                                                                                     34
Page 58
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk

              Fitur Penting                        SPBKLU                                SPKLU

                                        Tergantung jaringan stasiun swap     Lebih fleksibel (bisa di rumah,
        • Ketersediaan
                                        yang terbatas saat ini               kantor, SPKLU)
                                        Ditangani penyedia layanan           Tanggung jawab pemilik
        • Pengelolaan Baterai
                                        (terjamin)                           (perawatan, penggantian)
                                        Terbatas pada lokasi stasiun
        • Fleksibilitas Lokasi                                               Lebih luas, selama ada akses listrik
                                        swap
                                        Membutuhkan stasiun swap             Stasiun pengisian lebih sederhana,
        • Investasi Infrastruktur
                                        khusus (lebih kompleks)              bisa colokan biasa
                                                                             Tergantung pada sumber energi
                                        Potensi manajemen daur ulang
        • Dampak Lingkungan                                                  listrik dan pengelolaan baterai
                                        baterai lebih baik secara terpusat
                                                                             individu


     Meskipun memiliki banyak keunggulan, implementasi SPBKLU berupa swapp batery juga menghadapi
     beberapa tantangan yaitu:
    •   Standardisasi Baterai
        Salah satu tantangan terbesar adalah penyeragaman ukuran dan spesifikasi baterai antar produsen
        kendaraan. Tanpa standardisasi, setiap jenis kendaraan mungkin memerlukan baterai dan stasiun swap
        yang berbeda, menghambat skalabilitas. Namun, saat ini delapan perusahaan kendaraan listrik sedang
        dalam tahap diskusi untuk menyamakan ukuran baterai.
    •   Investasi Infrastruktur Awal yang Tinggi.
        Pembangunan stasiun swap battery membutuhkan investasi yang signifikan untuk lahan, peralatan
        robotik, dan persediaan baterai.
    •   Logistik dan Manajemen Baterai
        Membutuhkan sistem logistik yang efisien untuk mendistribusikan, menyimpan, mengisi daya, dan
        memelihara ribuan baterai.
    •   Ketersediaan Jaringan Stasiun:
        Meskipun terus berkembang (misalnya Pertamina Patra Niaga telah mengoperasikan Battery Swapping
        Station untuk kendaraan sepeda motor), jumlah stasiun swap masih terbatas dibandingkan dengan
        SPKLU atau akses listrik konvensional.
    •   Model Bisnis dan Regulasi
        Diperlukan kerangka regulasi dan model bisnis yang jelas untuk mengatur kepemilikan baterai, biaya
        sewa, dan layanan penukaran.

     Untuk kendaraan komersial, sistem swap battery menawarkan solusi yang sangat menarik, terutama dalam
     hal kecepatan pengisian dan efisiensi operasional. Potensinya untuk meningkatkan produktivitas armada,
     mengurangi range anxiety, dan menurunkan biaya awal kendaraan sangat besar. Meskipun ada tantangan
     dalam standardisasi dan pembangunan infrastruktur, perkembangan teknologi dan dukungan pemerintah
     menunjukkan bahwa swap battery akan menjadi pilar penting dalam ekosistem kendaraan listrik di masa
     depan, khususnya untuk sektor komersial yang mengutamakan waktu dan efisiensi.

     Sedangkan dibalik perkembangan SPKLU yang pesat, ada beberapa kendala yang masih perlu diatasi.

    •   Lokasi yang Belum Merata: Konsentrasi SPKLU masih terpusat di kota-kota besar di Pulau Jawa. Di luar
        Jawa, jumlahnya masih sangat minim, membuat perjalanan jarak jauh menjadi sebuah tantangan.
    •   Biaya Instalasi: Biaya untuk membangun satu unit stasiun pengisian kendaraan listrik masih cukup mahal.
        Ini menjadi hambatan bagi pihak swasta untuk berinvestasi lebih luas.


                                                                                                                    35
Page 59
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
    • Tantangan Teknologi: Ada berbagai jenis konektor dan standar pengisian daya yang digunakan oleh
         produsen mobil listrik yang berbeda. Hal ini dapat membingungkan pengguna dan mempersulit
         standardisasi.
     Ketersediaan Daya: Di beberapa daerah, ketersediaan pasokan listrik yang stabil dan kuat untuk
     mendukung SPKLU masih menjadi isu.

     Analisis Tren dan Implikasi

     Pelaksanaan Nilai Ekonomi Karbon, pemerintah memberikan insentif bagi pengembangan industri baterai
     yang memanfaatkan sumber daya mineral lokal, seperti nikel (Sekretariat Kabinet RI, 2021). Langkah ini
     diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia dan memperkuat rantai pasok
     industri kendaraan ramah lingkungan nasional.

     Meskipun berbagai kebijakan telah dilaksanakan, efektivitas dan dampaknya terhadap pertumbuhan industri
     mobil listrik masih perlu dievaluasi secara berkala. Meskipun kebijakan pemerintah telah memberikan
     dampak positif terhadap pertumbuhan industri, masih terdapat beberapa tantangan dalam implementasinya.
     Salah satunya adalah koordinasi antar lembaga pemerintah yang perlu ditingkatkan untuk memastikan
     konsistensi dan sinergi kebijakan. Penjualan kendaraan listrik dalam negeri diprediksi tetap bertumbuh pada
     2025. Infrastruktur pendukungnya masih minim. Ambisi pemerintah meningkatkan populasi kendaraan listrik
     di Indonesia masih menghadapi tantangan pada 2025. Meski ada proyeksi penjualan kendaraan listrik
     kembali meningkat tahun ini, jumlah mobil dan motor listrik yang beredar pada awal 2025 masih berada di
     sekitar 200 ribuan. Angka tersebut masih sangat jauh dari target pemerintah.

     Berdasarkan data sistem sertifikasi registrasi uji tipe (SRUT) Kementerian Perhubungan hingga November
     2024, ada 195.084 kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) di Indonesia. Jumlah itu terdiri dari
     160.578 unit motor listik, 33.555 unit mobil listrik, dan 951 unit kendaraan listrik lainnya. Target jangka panjang
     pemerintah menambah populasi kendaraan listrik pun masih jauh dari kenyataan. Saat ini, populasi mobil
     listrik yang ada hanya memenuhi 1,67 persen dari target tahun 2030 sebesar 2 juta unit. Sementara jumlah
     motor listrik baru mencapai 1,23 persen dari target 13 juta unit.

     Diskon Pajak Kendaraan Listrik 2025

     Tahun ini, pemerintah kembali berupaya mendongkrak penjualan kendaraan listrik melalui berbagai insentif.
     Kementerian Keuangan memperpanjang pemberian insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM)
     ditanggung pemerintah sebesar 100 persen untuk impor mobil listrik pada 2025. Kebijakan tersebut
     sebelumnya telah berlaku pada 2024. Artinya, perusahaan pengimpor mobil listrik tak perlu membayar
     PPnBM sebesar 12 persen saat membawa masuk produk KBLBB ke Indonesia. Insentif ini berlaku bagi
     merek mobil listrik pabrikan global yang berkomitmen membangun unit produksi di Indonesia. Dengan
     demikian, pengimpor mobil listrik bisa mematok harga lebih murah di dalam negeri karena tidak terbebani
     pajak barang mewah.

     Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 135 Tahun 2024 yang merupakan
     perpanjangan insentif pajak tahun sebelumnya. Selain PPnBM ditanggung pemerintah, mobil listrik impor
     juga mendapatkan insentif bea masuk nol persen. Untuk pembeli retail atau konsumen akhir, pemerintah
     memberikan insentif PPnBM DTP sebesar 10 persen untuk kendaraan baterai listrik atau battery electric
     vehicle (BEV). Diskon pajak tersebut juga telah berlaku dari tahun sebelumnya dan diperpanjang untuk satu
     tahun ke depan. BEV adalah tipe kendaraan listrik yang menggunakan baterai sebagai satu-satunya sumber
     tenaga, seperti BYD M6 dan Wuling Binguo EV yang menempati posisi paling atas kendaraan BEV terlaris di


                                                                                                                           36
Page 60
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
     Indonesia pada 2024. Sementara itu, mobil hybrid memiliki mesin pembakaran internal dan motor listrik yang
     berfungsi bersamaan. Namun, baterai mobil hybrid tidak dapat diisi ulang dengan pengisi daya listrik. Adapun
     mobil hybrid paling laris pada 2024 adalah model Toyota Kijang Innova Zenix dan Suzuki XL7 Hybrid.

     Konsumen BEV hanya perlu membayar PPnBM sebesar 2 persen dari total 12 persen karena sisanya
     ditanggung pemerintah. Angka tersebut lebih besar dari tahun sebelumnya karena terpengaruh kenaikan
     PPnBM dari 11 persen menjadi 12 persen yang berlaku sejak 1 Januari lalu. Adapun untuk mobil listrik hybrid,
     diskon PPnBM bagi konsumen pada 2025 adalah sebesar 3 persen. Sedangkan untuk insentif kendaraan
     listrik roda dua, pemerintah saat ini tengah memformulasikan skema baru pada 2025. Pada 2024, pemerintah
     memberikan subsidi sebesar Rp 7 juta untuk 60 ribu unit motor listrik yang ada di pasaran.

     Berdasarkan laman sistem informasi bantuan pembelian kendaraan bermotor listrik roda dua (Sisapira),
     sebanyak 63.146 unit produk motor listrik telah terjual menggunakan subsidi tersebut pada tahun lalu.
     Kementerian Perindustrian kemudian mengusulkan skema baru untuk penjualan motor listrik melalui diskon
     pajak PPN DTP, mirip insentif mobil listrik untuk 2025.

4.2. Pangsa Pasar
     Pangsa Pasar industri ini adalah pengguna kendaraan Listrik, khususnya Kendaraan Listrik untuk
     Transportasi Publik seperti Taxi, angkot, bus dan lainnya. Dengan berbagai insentif pajak yang diberikan
     pemerintah, penjualan kendaraan listrik di Indonesia diprediksi akan kembali bertumbuh pada 2025.
     Khususnya untuk pembelian wholesale (dari produsen ke dealer) mobil listrik BEV yang bebas PPnBM dan
     bea masuk impor. Meski begitu, jumlah penjualan mobil hybrid diproyeksikan masih mendapat porsi lebih
     besar dibanding BEV.

     Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memperkirakan pembelian wholesale mobil
     listrik pada 2025 bisa mencapai 45.000 unit untuk BEV dan 65.000 unit untuk jenis hybrid. Jumlah tersebut
     meningkat dari penjualan wholesale 2024, yaitu 43.188 unit BEV dan 59.903 unit hybrid. Sementara itu, mobil
     hybrid dengan total penjualan 59.903 unit memenuhi 6,9 persen penjualan mobil nasional.

     Kendati jumlahnya masih bertumbuh, data Gaikindo menunjukkan kontribusi penjualan BEV terhadap total
     penjualan mobil di Tanah Air pada 2024 masih minim. Penjualan 43.188 unit BEV tahun lalu hanya sebesar
     4,98 persen jika dibandingkan penjualan mobil di Indonesia yang mencapai 865.723 unit. Sementara itu,
     penjualan motor listrik pada awal 2025 tidak sekencang tahun sebelumnya. Salah satu penyebabnya adalah
     belum adanya kepastian keberlanjutan subsidi pembelian motor listrik dari pemerintah.

     Menurut informasi dari manajemen saat ini Perseroan telah menjalin Kerjasama dengan berbagai pihak untuk
     mendukung industri Pembangunan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan
     Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sehingga Pangsa Pasar untuk industri ini akan berjalan
     sesuai dengan target perseroan.

4.3. Kesinambungan
     Perseroan berkomitmen untuk menerapkan prinsip kesinambungan sebagai bagian dari strategi bisnis jangka
     panjang. Perseroan meyakini bahwa keberlanjutan bukan hanya tentang pencapaian kinerja keuangan yang
     kuat, tetapi juga tentang menciptakan dampak positif bagi lingkungan, sosial, serta tata kelola perusahaan
     yang baik (Environmental, Social, and Governance – ESG). Dalam aspek lingkungan, Perseroan terus
     mengupayakan efisiensi energi dan pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab, khususnya dalam
     infrastruktur digital dan pusat data (data center). Perseroan secara aktif mengadopsi teknologi ramah



                                                                                                                    37
Page 61
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
     lingkungan, termasuk optimalisasi konsumsi energi dalam sistem komputasi awan (cloud computing) serta
     penerapan solusi berbasis AI dan otomatisasi untuk mengurangi jejak karbon operasional.

     Dari sisi sosial, Perseroan menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai prioritas utama.
     Perseroan berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, mendukung kesejahteraan
     karyawan, serta meningkatkan kapabilitas mereka melalui berbagai program pelatihan dan pengembangan
     keahlian digital. Selain itu, Perseroan juga aktif dalam program literasi digital dan edukasi teknologi bagi
     masyarakat, guna mendukung transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan.

     Dalam aspek tata kelola, Perseroan terus memperkuat penerapan prinsip GCG sebagai landasan utama
     dalam menjalankan bisnis yang transparan, akuntabel, dan berintegritas. Perseroan memastikan kepatuhan
     terhadap regulasi yang berlaku, meningkatkan perlindungan data pelanggan, serta terus mengembangkan
     sistem manajemen risiko yang efektif guna mengantisipasi tantangan industri digital yang semakin dinamis

     Penambahan kegiatan usaha Penyimpanan Tenaga Listrik (KBLI 2025 No. 35132) berupa Stasiun Penukaran
     Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan Pengoperasian Fasilitas atau Stasiun Pengisian Daya untuk
     Kendaraan dan Peralatan Listrik (KBLI 2025 No. 35133) berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum
     (SPKLU) merupakan langkah strategis yang mencerminkan adaptasi terhadap dinamika pasar dan
     kebutuhan infrastruktur yang berkembang. Dengan pengalaman dan kapabilitas yang dimiliki dalam
     mendukung operasional Perseroan, Perseroan dapat memanfaatkan keahlian dan sumber daya yang dimiliki
     untuk menyediakan solusi dalam pembangunan Pembangkit, Transmisi, Distribusi dan Penjualan Tenaga
     Listrik. Penambahan kegiatan usaha tersebut dapat memperluas portofolio usaha dan meningkatkan
     diversifikasi pendapatan.

     Dengan memprioritaskan kesinambungan usaha dalam rencana penambahan kegiatan usaha ini, Perseroan
     dapat memperkuat posisinya di pasar, meningkatkan daya saing, dan memberikan kontribusi yang
     berkelanjutan terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Industri Infrastruktur Kendaraan Listrik di
     Indonesia.

4.4. Potensi Pasar.

     Bisnis Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan
     Listrik Umum (SPBKLU) semakin berkembang pesat, didorong oleh kebijakan pemerintah yang semakin
     mendukung serta penyederhanaan regulasi perizinan. Dengan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik
     di Indonesia, kebutuhan terhadap infrastruktur pendukung juga ikut melonjak. Bisnis ini bukan sekadar
     peluang ekonomi, tetapi juga bagian dari upaya mempercepat dekarbonisasi sektor transportasi nasional.
     Selain dari sisi bisnis yang menguntungkan, ekspansi SPKLU dan SPBKLU juga mempercepat pencapaian
     target net zero emission Indonesia. Semakin banyak fasilitas ini tersedia, semakin cepat pula kita beralih ke
     energi bersih.

     Mengacu pada Peraturan Menteri ESDM No. 24 Tahun 2025, pemerintah menargetkan peningkatan drastis
     jumlah kendaraan listrik di Indonesia. Hingga 2030, diproyeksikan ada sekitar 900 ribu unit kendaraan listrik
     roda empat dan 13 juta unit roda dua yang beroperasi di Tanah Air. Dengan pertumbuhan yang pesat ini,
     ketersediaan SPKLU dan SPBKLU menjadi faktor kunci dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik. Para
     pelaku usaha yang masuk ke sektor ini sejak dini berpotensi mendapatkan keuntungan besar seiring
     bertambahnya pengguna kendaraan listrik.




                                                                                                                     38
Page 62
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
     Perkembangan kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Infrastruktur pendukung seperti
     SPKLU dan SPBKLU harus tumbuh seiring peningkatan jumlah kendaraan listrik agar transisi energi bersih
     berjalan lancar. Dalam upaya mempercepat pembangunan infrastruktur kendaraan listrik, ENTREV
     (Enhancing Readiness for The Transition to Electric Vehicles in Indonesia) menjadi salah satu proyek
     strategis yang melibatkan kerja sama antara United Nations Development Programme (UNDP) dan
     Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (GATRIK). Program ini bertujuan untuk
     menguatkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, memastikan regulasi yang mendukung, serta menarik
     lebih banyak investasi ke dalam industri ini.

     Dengan semakin banyaknya SPKLU, masyarakat akan lebih mudah mengakses fasilitas pengisian daya,
     sehingga penggunaan kendaraan listrik menjadi semakin praktis. Hal ini diharapkan dapat mengatasi salah
     satu tantangan utama dalam adopsi kendaraan listrik, yaitu keterbatasan infrastruktur pengisian. Dalam hal
     ini pemerintah melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
     (ESDM) terus melakukan pembangunan SPKLU seiring dengan tren pertumbumbuhan populasi mobil
     listrik di Tanah Air. Menurut Pelaksana tugas Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan, Ditjen
     Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM, menyebutkan hingga akhir Juli 2025 jumlah SPKLU yang terbangun
     di Indonesia sebanyak 4.186 unit. SPKLU tersebut tersebar di 2.789 lokasi. Jumlah tersebut belum termasuk
     tempat tukar atau fasilitas swap baterai yang jumlahnya telah mencapai 1.902 unit.

     Melihat data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan selama tujuh bulan
     pertama 2025 jumlah mobil listrik berbasis baterai (BEV) yang terjual di Indonesia mencapai 42.178 unit.
     Angka total penjualan selama tujuh bulan itu hampir melampaui total penjualan sepanjang tahun 2024 yang
     sebanyak 43.188 unit.

     Dengan pembangunan SPKLU yang masif, pemerintah berharap adopsi kendaraan listrik semakin
     meningkat, baik untuk transportasi pribadi, kendaraan umum, maupun sektor logistik. Langkah ini menjadi
     bagian penting dari upaya mewujudkan mobilitas ramah lingkungan sekaligus mendukung ketahanan energi
     nasional.

     PLN menyediakan SPBKLU dengan jenis standar charging, medium charging, fast charging, hingga ultra fast
     charging agar mampu menjangkau kebutuhan beragam pengguna kendaraan listrik di seluruh wilayah.
     Sebagai pemegang penugasan dari pemerintah, PLN bertanggung jawab memastikan masyarakat nyaman
     dan percaya diri untuk mulai menggunakan kendaraan listrik dalam aktivitas sehari-hari mereka. Membangun
     infrastruktur pengisian daya membutuhkan investasi besar, sehingga PLN mengembangkan berbagai model
     kemitraan sejak tahun 2020 untuk mempercepat pertumbuhan ekosistem EV nasional. PLN terus
     mengembangkan skema kemitraan agar pertumbuhan EV dapat terakselerasi secara sehat dan seimbang
     melalui kolaborasi yang saling menguntungkan antara perusahaan dan mitra

     Dengan dukungan kebijakan yang semakin matang serta pertumbuhan kendaraan listrik yang pesat, bisnis
     SPKLU dan SPBKLU kini menjadi sektor yang sangat menjanjikan bagi investor dan pelaku usaha yang ingin
     ikut serta dalam revolusi transportasi ramah lingkungan.

4.5. Sasaran

     Rencana penambahan kegiatan usaha ini memiliki sasaran utama pengguna infrastruktur kendaraan listrik
     berupa Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan Stasiun Pengisian Kendaraan
     Listrik Umum (SPKLU) adalah Kendaraan untuk Transportasi Publik atau Trasportasi Komersial. Infrastruktur
     pengisian daya sangat penting bagi mereka agar dapat mengisi daya kendaraan listrik. Selain itu sasaran



                                                                                                                   39
Page 63
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
     pengguna infrastruktur kendaraan listrik berupa Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum
     (SPBKLU) dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) ini adalah semua pihak yang terlibat
     dalam penggunaan kendaraan listrik, baik secara pribadi maupun dalam konteks transportasi umum.
     Perseroan memiliki jaringan bisnis di seluruh Indonesia.

     Hal itu memungkinkan untuk menjadi sasaran pengguna infrastuktur kendaraan Listrik berupa Stasiun
     Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum
     (SPKLU ini, dimana pemerintah Indonesia menargetkan dua juta kendaraan listrik dapat digunakan oleh
     masyarakat pada tahun 2025 sebagai bagian dari upaya penerapan energi terbarukan. Untuk mencapai
     target tersebut, pengembangan infrastruktur pengisian dan penukaran baterai akan terus ditingkatkan. Selain
     itu, standarisasi baterai diharapkan dapat segera diterapkan untuk mendukung interoperabilitas antar
     berbagai merek kendaraan Listrik. Program pemerintah ini juga menjadi sasaran pasar dari bisnis yang akan
     dijalankan.

     Dalam hal penambahan Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yaitu kegiatan
     aktivitas usaha Penyimpanan Tenaga Listrik (KBLI 2025 No. 35132) berupa Stasiun Penukaran Baterai
     Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Pengoperasian
     Fasilitas atau Stasiun Pengisian Daya untuk Kendaraan dan Peralatan Listrik (KBLI 2025 No. 35133) berupa
     Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) ini, Perseroan telah memiliki jaringan bisnis di berbagai
     provinsi di Indonesia dan Perseroan juga memiliki mitra bisnis yang cukup banyak. Sehingga hal tersebut
     bisa menjadi sasaran Perseroan dalam bisnis ini.

                            Gambar 4 - 3 : Jaringan Bisnis dan Wilayah Operasional Perseroan




     Sumber: Manajemen Perseroan




                                                                                                                   40
Page 64
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                           Gambar 4 - 4 : Mitra Bisnis Perseroan




     Sumber: Manajemen Perseroan



4.6. Potensi Nilai Pasar
     Berdasarkan proyeksi keuangan atas kegiatan usaha induk termasuk adanya penambahan KBLI baru,
     Perseroan diproyeksikan mencatatkan pendapatan sebesar Rp19,769 miliar pada interim ke-4 tahun 2025,
     Rp124,6 miliar pada tahun 2026, Rp156,05 miliar pada tahun 2027, Rp188,39 miliar pada tahun 2028,
     Rp224,60 miliar pada tahun 2029, dan Rp263,79 miliar pada tahun 2030.

     Atas adanya kontribusi laba usaha dari penambahan kegiatan usaha, menjadi potensi penambahan pada
     nilai pasar bagi Perseroan.

4.7. Pesaing Usaha
     Persaingan bisnis adalah kondisi saat dua pelaku usaha atau lebih saling berkompetisi untuk mencapai tujuan
     bisnis. Umumnya, tujuan perusahaan untuk saling bersaing adalah untuk mendapatkan konsumen,
     memperbesar pangsa pasar, atau meraih keuntungan yang lebih banyak dari kompetitor. Kompetitor yang
     terus berkembang menuntut perusahaan untuk lebih inovatif dan adaptif dalam menjalankan strategi
     bisnisnya.

     Oleh karena itu, memahami cara menghadapi persaingan bisnis secara efektif menjadi kunci agar sebuah
     perusahaan dapat bertahan dan berkembang di pasar yang dinamis. Dengan pendekatan yang tepat,
     persaingan bisnis tidak hanya menjadi tantangan, tetapi juga peluang untuk menciptakan nilai tambah dan
     pertumbuhan usaha yang lebih optimal.

     Rencana pembangunan SPKLU tidak hanya dilakukan pemerintah dan BUMN. Pihak swasta pun berencana
     membuka layanan SPKLU untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik. Selain PLN, beberapa perusahaan
     besar sudah serius memasuki bisnis SPKLU ini. Menyadari hal tersebut, banyak brand terkemuka yang
     meresponsnya dengan membangun jaringan stasiun pengisian daya yang mudah diakses oleh pengguna
     mobil listrik. Berikut adalah beberapa brand yang telah merambah pasar lokal Indonesia:



                                                                                                                   41
Page 65
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
     1. PLN. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN mencatat hingga awal 2024 telah membangun
         1.124 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), 1.839 unit Stasiun Penukaran Baterai
         Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan 9.558 Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) yang tersebar di
         seluruh Indonesia.
     2. Casion. Dengan menggandeng perusahaan teknologi terkemuka BB, Jenama Electric Vehicle berhasil
         menghadirkan stasiun pengisian daya kendaraan listrik terbaru mereka di pusat perbelanjaan Cilandak
         Town Square (Citos) dan Talavera Office Park, Jakarta. Pada tahun 2023, charging station Casion dapat
         digunakan secara gratis oleh pemilik kendaraan listrik atau jenis PHEV. Kedepannya, selain memperluas
         jaringan EV charging station, Casion juga akan merilis aplikasi khusus di Android dan iOS yang dapat
         digunakan para pengguna EV untuk mencari lokasi charger Casion terdekat, memonitor status pengisian
         daya, dan melakukan pembayaran via e-wallet.
     3. Starvo. PT Starvo Global Energi yang membawahi Starvo Indonesia terhitung memiliki 50 stasiun
         pengisian baterai (EV Charging) untuk kendaraan listrik. Lokasi EV Charging tersebut tersebar dari mulai
         Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, hingga Bali. Starvo EV Charging dapat digunakan oleh berbagai
         jenis mobil listrik terkemuka, termasuk Tesla, BMW, Hyundai, Kia, Wuling, Mercedes-Benz, dan Toyota.
     4. Shell Recharge. Shell menyediakan layanan Shell Recharge yang merupakan Stasiun Pengisian
         Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di SPU Shell Pluit Selatan 1 (Jakarta Utara), SPBU SHell Antasari 1
         (Jakarta Selatan) dan SPBU Shell Jagorawi KM 21 (Bogor) serta Mall Pacific Place.
     5. Medco (Electric Vehicle Ecosystem). PT Medco Power Indonesia (MPI) resmi masuk ekosistem
         kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) dengan meluncurkan program Electric Vehicle
         Ecosystem. Langkah awal dari program tersebut adalah PT MPI membangun unit charging station di
         Energy Building, SCBD.
     6. Astra Otopower. Astra Otopower merupakan jaringan pengisian daya KBLBB yang menyediakan tiga
         tipe mesin pengisian, mulai dari wall mount charging hingga mesin pengisian ultra-fast charging dengan
         tiga konektor. Per 2024, Astra Otopower memiliki 23 titik lokasi pengisian yang tersebar di seluruh Pulau
         Jawa yang dapat melayani berbagai merek mobil listrik yang ada di Indonesia. Charging machine yang
         digunakan Astra Otopower juga diketahui diproduksi sendiri dan diperkenalkan pertama kamui pada
         pertengahan tahun 2022. Astra Otopower juga telah menyediakan sebanyak 26 charger yang tersebar di
         23 titik di Pulau Jawa. Saat ini, siapapun dapat menggunakan fasilitas pengisian daya Astra Otopower
         karena sifatnya masih non-komersial yang tersebar di pulau Jawa. Maka, pengguna dapat melakukan
         pengecasan secara gratis hanya dengan memindai QR Code. Untuk memakai charging mesinnya, para
         pengguna cukup dengan memindai QR Code yang tertera pada mesin, kemudian sign in, masukan kode
         voucher, lalu klik tombol “Mulai Pengisian”, maka charging machine dapat digunakan.

4.8. Strategi Pemasaran
     Kegiatan pemasaran memiliki peran penting dalam membangun kesadaran publik luas akan produk dan jasa
     yang dihasilkan oleh Perseroan, baik produk yang sudah dimiliki Perseroan, maupun aktifitas bisnis yang
     akan dilakukan Perseroan yaitu kegiatan aktivitas usaha Penyimpanan Tenaga Listrik (KBLI 2025 No. 35132)
     berupa Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
     Indonesia (KBLI) Pengoperasian Fasilitas atau Stasiun Pengisian Daya untuk Kendaraan dan Peralatan
     Listrik (KBLI 2025 No. 35133) berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

     Berikut strategi pemasaran yang akan dilakukan oleh perusahaan :

       ▪     Identifikasi dan tinjau potensi ekspansi ke wilayah atau instansi pemerintah dan industri baru yang
            dapat mengadopsi solusi IoT Smart Fleet maupun kendaraan EV untuk manajemen armada.
       ▪    Melakukan analisis pasar untuk memahami tren dan kebutuhan Smart Infrastructure Technology di
            Sektor Infrastruktur.


                                                                                                                     42
Page 66
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
       ▪ Tinjau potensi ekspansi ke kota-kota baru atau proyek Smart City yang akan datang dan identifikasi
            potensi kerjasama dengan pihak Pemerintah atau Mitra lainnya.
       ▪ Melakukan ekspansi pada potensi pasar yang menyeluruh di industri Smart City Build relationship ke
            Dinas Perhubungan untuk proyek Parkir on Street di 5 wilayah (Bogor, Bandung, Surabaya, Yogya,
            Medan).
       ▪ Pendekatan ke Dinas Binamarga untuk potensi CCTV berbasis AI di JPO yang dikelola oleh Dinas
            Binamarga.
       ▪ Mengidentifikasi calon pelanggan potensial, seperti perusahaan logistik, transportasi umum, atau
            pengelola armada.
       ▪ Identifikasi peluang kemitraan dengan perusahaan otomotif, penyedia asuransi, atau penyedia
            layanan teknologi terkait.
       ▪ Membuat listing calon pelanggan yang potensial terhadap bisnis pilar smart Infrastruktur Teknologi

     Melalui sinergi strategi ini, Perseroan memiliki kemampuan bisnis yang lebih dinamis dan berdaya saing
     tinggi, serta berpotensi untuk meraih proyek- proyek yang signifikan dalam kegiatan aktivitas usaha
     Penyimpanan Tenaga Listrik (KBLI 2025 No. 35132) berupa Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik
     Umum (SPBKLU) dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Pengoperasian Fasilitas atau
     Stasiun Pengisian Daya untuk Kendaraan dan Peralatan Listrik (KBLI 2025 No. 35133) berupa Stasiun
     Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).




                                                                                                              43
Page 67
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                              BAB V
                                      ANALISA ASPEK TEKNIS

5.1.   Bisnis TKDN

       PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk. adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang IT yang pada
       awalnya terjun di sektor Transportasi dalam hal penyediaan Transport Management Solutions dengan
       fokus pada Safety and Monitoring Fleets dan menawarkan solusi tersebut kepada para produsen
       kendaraan dan juga operator Transportasi. Kini perseroan menghadirkan solusi sistem dan platform dengan
       menggabungkan teknologi terbaru yang akan membantu sektor transportasi lebih komprehensif, sekaligus
       mendukung terwujudnya Smart City.

       Solusi-solusi yang perseroan tawarkan meliputi:
        • Smart Fleet Solutions (Solusi Sistem Manajemen Armada dan perangkat IoT termasuk Command
          Center dan software pendukung)
        • Electric Vehicle Dealership (Solusi kendaraan listrik untuk kebutuhan bisnis maupun personal)
        • Fleet Rental Platform (Solusi penyewaan armada taksi EV yang dilengkapi perangkat & sistem
          manajemen operasional)
        • Smart Transport Infrastructure (Solusi perangkat pendukung dan sistem transportasi cerdas yang
          terintegrasi)
        • Digital Payment Ecosystem (Solusi sistem dan perangkat pendukung pembayaran nontunai).

       Jangkauan market korporasi saat ini sudah menjalin kerjasama dengan berbagai operator bus nasional
       yang menyediakan pelayanan transportasi umum di 13 kota besar di Indonesia dengan jumlah armada yang
       sudah beroperasi sebanyak >3,000 unit, dan akan merambah terus ke kota-kota besar lainnya.

       Pendapatan Perseroan berasal dari:
        • Penjualan product TAM Fleet
        • Layanan SaaS (subscription)
        • Pendapatan atas penyedia layanan Solusi IT infrastruktur pendukung transportasi.

       Pangsa Pasar TKDN mencakup:
        • Armada-armada Bus Transportasi yang dijalankan oleh para Operator Bus dalam Kota, Bus Antar
          Kota Antar Provinsi (AKAP) dan juga Bus Pariwisata
        • Perusahaan Karoseri pembuat rangka badan Bus & Truck
        • Perusahaan Truck Logistik barang umum dan Logistik B3
        • Armada Truck angkutan barang pertambangan
        • Instansi Pemerintahan dan Perusahaan Swasta yang berfokus pada program dan solusi ICT
          (Information and Communications Technology).

5.2.   Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya

       • Bahan Baku Mentah

          Kegiatan usaha yang akan dilakukan oleh Perseroan adalah aktivitas usaha yang bergerak di bidang
          pembangunan kegiatan aktivitas usaha Penyimpanan Tenaga Listrik (KBLI 2025 No. 35132) berupa
          Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha


                                                                                                                 44
Page 68
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
          Indonesia (KBLI) Pengoperasian Fasilitas atau Stasiun Pengisian Daya untuk Kendaraan dan Peralatan
          Listrik (KBLI 2025 No. 35133) berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang akan
          dibangun, sehingga tidak terlibat dalam pengolahan bahan baku mentah.

      • Teknologi yang Digunakan

          Dalam penambahan kegiatan usaha yang bergerak di bidang pembangunan kegiatan aktivitas usaha
          Penyimpanan Tenaga Listrik (KBLI 2025 No. 35132) berupa Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan
          Listrik Umum (SPBKLU) dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Pengoperasian
          Fasilitas atau Stasiun Pengisian Daya untuk Kendaraan dan Peralatan Listrik (KBLI 2025 No. 35133)
          berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), tidak ada teknologi khusus yang
          dipersiapkan untuk menjalankan kegiatan usaha barunya, karena perusahaan hanya akan
          mengoperasikan kegiatan aktivitas usaha Penyimpanan Tenaga Listrik (KBLI 2025 No. 35132) berupa
          Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
          Indonesia (KBLI) Pengoperasian Fasilitas atau Stasiun Pengisian Daya untuk Kendaraan dan Peralatan
          Listrik (KBLI 2025 No. 35133) berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang akan
          dibangun.

      • Tenaga Ahli Profesional

          Tenaga ahli mencerminkan pentingnya kontribusi dalam membawa pengetahuan mendalam dan
          pengalaman praktis untuk menyediakan berbagai solusi bagi proyek yang sedang berjalan di Perseroan.
          Bersumber dari manajemen Perseroan, beberapa tenaga ahli terkait penambahan kegiatan usaha
          memiliki rincian riwayat hidup sebagai berikut:

          1. Nama                     : David Santoso.
             Tempat/Tanggal Lahir     : Semarang, 19 desember 1974
             Pendidikan               : Master Degree, General Management, Institute of Management
                                        Development (2005-2008)
                                        UNA Certification (Akuntan Sertifikat) (200-2002)
                                        Bachelor’s Degree, Accounting & Finance, Sekolah Tinggi
                                        Ilmu Ekonomi Institute Bisnis Indonesia (STIE IBII) (1993-1998)
             Pengalaman kerja         : • (2019-sekarang) PT. Teknologi Karya Digital Nusa Tbk sebagai
                                           Direktur Utama
                                        • (2018-2019) Kas Pro sebagai Chief Financial Officer
                                        • (2017-2018) PayPro Indonesia sebagai Chief Financial Officer
                                        • (2015-2017) Express Group sebagai Commercial and business
                                           Development Director


          2. Nama                     :   Rudy Budiman setiawan
             Tanggal Lahir            :   04 May 1968
             Pendidikan               :   STIE Perbanas, Jakarta, First Degree (S1) in Accountancy
                                          Graduated 1992
             Pengalaman kerja             • (2022-sekarang) PT. Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                             sebagai Direktur
                                          • (2022-sekarang) PT Daya Kemilau Nusantara Investama
                                             sebagai Direktur


                                                                                                                45
Page 69
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                             • (2019-2022) PT Damai Harapan Sentosa sebagai Direktur
                                             • (2007-2017) PT Express Transindo Utama (Rajawali
                                               Group)


5.3.   Proses Bisnis Penambahan KBLI


                                 Gambar 5 - 1: Alur Operasional Kegiatan Usaha Perseroan




       Sumber: Manajemen Perseroan, diolah

       Setelah diumumkan sebagai pemenang tender, Perseroan akan segera membentuk dan menetapkan
       tenaga ahli dan personel utama dengan kualifikasi sesuai dengan persyaratan yang diminta oleh
       perusahaan pelanggan dengan membentuk Tim. Tim terdiri dari Manajemen Proyek, Tim Rekayasa Proyek,
       Tim Pengadaan, Tim Pelaksanaan, dan Kontrol dan Pengawas Proyek.

       Tim Manajemen Proyek bertanggung jawab untuk melaksanakan koordinasi internal untuk menyusun
       program menyeluruh, prosedur komunikasi, strategi pengadaan barang, strategi pelaksanaan proyek,
       rencana pelatihan operasi sistem dan urutan kerja yang dituangkan dalam jadwal dan sesuai waktu yang
       telah disepakati. Kemudian Tim Rekayasa akan melakukan pengecekan hasil perhitungan, gambar, dan
       dokumen lain yang setelah diverifikasi baru dapat diimplementasikan. Selanjutnya Tim Pengadaan Proyek
       yang bertanggung jawab memesan dan menerima proyek yang disepakati. Setelah pekerjaan Tim
       Pengadaan Proyek selesai melaksanakan tugasnya, tim Pelaksana, melaksanakan bisnis tersebut.

       Tim Kontrol dan Pengawasan diharuskan untuk selalu mendahulukan keselamatan dan kesehatan kerja
       serta keamanan lingkungan, dengan tidak melupakan mutu/kualitas hasil pekerjaan. Selama masa kontrak,
       pengawas proyek akan bertanggung jawab untuk selalu memonitor dan mengontrol kegiatan proyek.




                                                                                                               46
Page 70
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
       Adapun Tim yang sudah dipersiapkan untuk Proyek Penambahan KBLI ini antara lain sebagai berikut:

                                    Tabel 5 - 1: Tim Personil Proyek Penambahan KBLI
                                 Jabatan                                     Jumlah Personil
            Project Manager (PM)                                                       1
            Project Control (PC)                                                       3
            PLC & HMI Engineer                                                         3
            Mechanical Engineer                                                        5
            Instrument & Control Engineer                                              3
            Electrical Engineer                                                        2
            QA/QC                                                                      5
            HSE man                                                                    5
       Sumber : Manajemen Perseroan

5.4.   Rencana Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI)

       Perusahaan berencana melakukan penambahan KBLI yaitu Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia
       (KBLI) Penyimpanan Tenaga Listrik (KBLI 2025 No. 35132) berupa Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan
       Listrik Umum (SPBKLU) dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Pengoperasian Fasilitas
       atau Stasiun Pengisian Daya untuk Kendaraan dan Peralatan Listrik (KBLI 2025 No. 35133) berupa Stasiun
       Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

       Melalui penambahan KBLI ini, perusahaan berupaya merambah ke sektor Stasiun Penukaran Baterai
       Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

       Rencana pekerjaan ini adalah sebagai berikut :

       Perusahaan saat ini berupaya untuk memasuki sektor tenaga listrik, yang meliputi pengembangan Stasiun
       Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum
       (SPKLU) untuk penyaluran tenaga listrik melalui jaringan transmisi dan distribusi, serta penjualan tenaga
       listrik langsung kepada konsumen akhir. Didorong oleh Pertumbuhan sektor bisnis dan industri yang pesat
       dari penggunaan kendaraan Listrik terutama untuk transportasi publik, kebutuhan akan infrastruktur
       pengisian kendaraan listrik di berbagai wilayah meningkat tajam, sehingga membuka peluang usaha yang
       signifikan bagi Perseroan.

       Mempertegas komitmen terhadap masa depan yang berkelanjutan, terkait penambahan KBLI yaitu kegiatan
       aktivitas usaha Penyimpanan Tenaga Listrik (KBLI 2025 No. 35132) berupa Stasiun Penukaran Baterai
       Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Pengoperasian
       Fasilitas atau Stasiun Pengisian Daya untuk Kendaraan dan Peralatan Listrik (KBLI 2025 No. 35133) berupa
       Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), Perseroan memperluas cakupannya melalui
       Renewable Energy Solutions. Lini ini akan berfokus pada inovasi dalam sektor transportasi dengan dua
       sub-bisnis utama. Melalui lini bisnis ini, perusahaan tidak hanya mendukung program Net Zero Emission
       2060, tetapi juga aktif membangun ekosistem transportasi yang berkelanjutan dan inovatif di Indonesia.




                                                                                                                   47
Page 71
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
       Berikut rencana Proyek Penambahan KBLI ini sebagai berikut:

     1. Pembangunan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU)

          Perseroan akan membangun SPBKLU sehingga kendaraan yang sepenuhnya menggunakan tenaga
          listrik dari baterai dan tidak menghasilkan emisi berupa Battery Electric Vehicle (BEV) dengan skema
          Battery as a Service (BaaS), yang menawarkan solusi praktis dan efisien melalui sistem penukaran
          baterai yang didukung oleh pembangunan ekosistem strategis termasuk stasiun penukaran baterai.

                                  Gambar 5 - 1: Rencana Proyek Jasa Penggantian Baterai




                  Sumber: Manajemen Perseroan



     2. Pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU)

                                    Gambar 5 - 2: Rencana Proyek Pembangunan SPKLU




                   Sumber: https://layanan.pln.co.id/



                                                                                                                 48
Page 72
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                               BAB VI
                                    ANALISA ASPEK POLA BISNIS
6.1     Keunggulan Kompetitif

        Selama lebih dari satu dekade, Perseroan telah membangun reputasi sebagai penyedia solusi
        terintegrasi dalam sistem layanan dan perangkat teknologi transportasi. Perseroan menghadirkan
        kombinasi solusi sistem layanan transportasi dan manajemen armada yang didukung oleh teknologi
        terkini, guna mendukung efisiensi dan kemudahan operasional bisnis di sektor transportasi.

        Pada dasarnya Perseroan merupakan perusahaan yang bergerak di bidang solusi sistem layanan
        teknologi untuk transportasi yang dimana penambahan kegiatan usaha utama ini masih bersinergi
        dengan bisnis Perseroan yang sedang berlangsung saat ini. Pengalaman jangka panjang di industri
        eksiting selama ini dapat memberikan keunggulan kompetitif bagi Perseroan dalam menjalankan kegiatan
        bisnis dalam penambahan kegiatan usaha utama ini.

        Keunggulan kompetitif yang dimiliki Perseroan adalah sebagai berikut:

        1. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN)
           Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia memiliki
           target yang ditetapkan pemerintah. Untuk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB), seperti
           mobil dan motor listrik, pemerintah menetapkan target TKDN minimal 40% sejak tahun 2019 untuk
           roda dua dan 35% untuk roda empat, dengan target yang meningkat secara bertahap. Tahun 2022-
           2029, target TKDN untuk kendaraan roda empat dinaikkan menjadi 40%, kemudian 60% pada tahun
           2027-2029, dan 80% pada tahun 2030 dan seterusnya.

           Kebijakan TKDN bertujuan untuk:
           • Mendorong industri komponen dalam negeri.
           • Membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
           • Meningkatkan daya saing industri otomotif

           Perseroan fokus pada solusi transportasi dan teknologi, dimana Tingkat Komponen Dalam Negeri
           (TKDN) Perseroan akan mencakup penggunaan komponen dan teknologi lokal dalam solusi bisnis
           yang ditawarkan seperti sistem manajemen transportasi dan sistem pemantauan armada.

        2. Kualitas Produk
           Perseroan meningkatkan kualitas produknya dengan fokus pada inovasi teknologi, efisiensi energi,
           dan keselamatan publik, serta berkomitmen untuk menghadirkan solusi smart city yang terpadu.
           Perseroan terus berinovasi dalam menyediakan solusi transportasi dan infrastruktur kota yang
           modern, seperti sistem Intelligent Transportation System (ITS) yang terintegrasi.

           Berikut beberapa poin penting terkait keunggulan kompetitif Perseroan dalam meningkatkan kualitas
           produk:
           • Inovasi Teknologi. Perseroan terus berinovasi dalam menyediakan solusi transportasi dan
              infrastruktur kota yang modern, seperti sistem Intelligent Transportation System (ITS) yang
              terintegrasi.




                                                                                                                   49
Page 73
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
            • Efisiensi Energi. Smart PJU (Penerangan Jalan Umum) yang dikembangkan oleh Perseroan
               menawarkan efisiensi energi hingga 80%, mengurangi biaya operasional dan perawatan hingga
               50%.
           • Keselamatan Publik. Smart PJU juga meningkatkan keselamatan dan keamanan publik melalui
               penerangan yang lebih baik dan teknologi cerdas.
           • Smart City Solution. Perseroan berkomitmen untuk memberikan solusi Smart City yang terpadu,
               termasuk ITS dan Smart PJU, yang mendukung pengembangan kota cerdas dan berkelanjutan.
           • Komitmen terhadap Pemangku Kepentingan. Perseroan berkomitmen untuk menghadirkan
               inovasi yang relevan dan memberikan nilai lebih bagi pelanggan, sekaligus menetapkan standar
               baru di industri.
           Produk yang akan dikembangkan Perseroan saat ini belum ada di Indonesia. Namun Perseroan
           berkomitmen untuk menjaga kualitas produk yang berkualitas tinggi.

        3. Komitmen Layanan Kepuasan Pelanggan
           Untuk meningkatkan komitmen layanan dan kepuasan pelanggan, Perseroan telah melakukan
           beberapa langkah seperti memberikan pelatihan karyawan yang fokus pada layanan pelanggan,
           mendengarkan dan menindaklanjuti umpan balik pelanggan, serta menciptakan pengalaman
           pelanggan yang dipersonalisasi.

           Beberapa hal yang dilakukan perseroan untuk dapat meningkatkan layanan kepuasan pelanggan:

           a. Pelatihan Karyawan. Perseroan melatih karyawan dalam hal:
              • Keterampilan Layanan Pelanggan tentang cara berinteraksi dengan pelanggan, menangani
                 keluhan, dan memberikan solusi yang efektif.
              • Pengetahuan Produk. Perseroan memastikan karyawan memahami produk atau layanan yang
                 ditawarkan agar dapat memberikan informasi yang akurat dan membantu pelanggan.
              • Komunikasi dengan cara meningkatkan kemampuan komunikasi karyawan, termasuk
                 kemampuan mendengarkan, menyampaikan informasi, dan menyelesaikan masalah.

           b. Mendengarkan dan Menindaklanjuti Umpan Balik:
              • Survey untuk mengumpulkan umpan balik pelanggan secara teratur.
              • Review Online dengan memantau review online dan media sosial untuk memahami persepsi
                pelanggan.
              • Feedback Langsung dengan memberikan kesempatan bagi pelanggan untuk memberikan
                feedback secara langsung melalui berbagai saluran.

           c. Penanganan Keluhan dengan menangani keluhan pelanggan dengan cepat dan efektif, dan
              pastikan ada tindak lanjut yang jelas:
              • Informasi Pelanggan dengan menggunakan data pelanggan untuk memahami kebutuhan dan
                 preferensi mereka
              • Rekomendasi Produk dengan memberikan rekomendasi produk atau layanan yang relevan
                 dengan kebutuhan pelanggan.
              • Penawaran Khusus dengan menawarkan penawaran khusus atau diskon kepada pelanggan
                 yang loyal




                                                                                                              50
Page 74
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
6.2     Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk

        Industri infrastruktur transportasi ini adalah sektor yang sangat kompetitif, walaupun saat ini bisnis
        Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) untuk Transportasi Publik belum ada di
        Indonesia, namun kemungkinan akan banyak perusahaan yang akan meniru produk dan menawarkan
        layanan yang memiliki keunggulan kompetitif lain di seluruh Indonesia. Perseroan harus berinovasi dan
        menciptakan layanan dalam proyek yang akan dikerjakan ini. Untuk itu, Perseroan berkomitmen untuk
        memberikan layanan yang terbaik demi menjaga kepuasan pelanggan. Demikian juga untuk bisnis
        Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang sudah ada di Indonesia, Perseroan juga harus
        berinovasi dan menciptakan layanan dalam proyek yang akan dikerjakan ini.

        Upaya mitigasi lain yang dapat dilakukan oleh Perseroan diantaranya sebagai berikut:
         • Meningkatkan kualitas produk dan layanan.
         • Terus melakukan penelitian, pengembangan, serta inovasi produk dan layanan.
         • Membangun dan memperkuat loyalitas pelanggan pada produk dan jasa Perseroan.

6.3     Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai

        Dengan adanya penambahan Kode Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang baru, Perseroan
        berkomitmen untuk memperluas kegiatan usahanya dalam sektor infrastruktur kendaraan listrik.
        Perseroan memiliki kemampuan yang kuat untuk mengelola proyek Pembangunan infrastruktur
        kendaraan listrik.

        Dengan rencana penambahan kegiatan usaha ini, Perseroan bertekad untuk mengambil bagian aktif
        dalam memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat. Melalui proyek ini, Perseroan akan menjawab
        kebutuhan masyarakat yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Dalam melakukan semua kegiatan ini,
        Perseroan akan tetap mengedepankan prinsip kualitas, keamanan, dan ketepatan waktu dalam setiap
        proyek yang dikerjakan. Ini juga akan menjadi langkah strategis bagi Perseroan untuk memasuki
        segmen-segmen pasar baru, sehingga memperkuat posisinya sebagai salah satu Perusahaan
        terkemuka di Indonesia. Dengan keunggulan kompetitif yang sudah dimiliki, Perseroan dapat
        menciptakan nilai yang diantaranya:

        • Menambahan kegiatan usaha baru
           Teknologi dalam kegiatan usaha infrastruktur kendaraan listrik akan memberikan dampak positif
           terhadap potensi pasar yang berkelanjutan. Hal ini akan berdampak pada permintaan beragamnya
           jasa infrastruktur kendaraan listrik sehingga Perseroan berpeluang untuk mengembangkan kegiatan
           usahanya lebih luas lagi dengan mempertimbangkan permintaan yang berkesinambungan dari
           pasar.
        • Menambah sumber pendapatan baru
           Permintaan yang berkesinambungan dari pasar dapat dimanfaatkan oleh Perseroan atas
           penambahan kegiatan usaha yang akan dijalankan sehingga dapat menambah sumber pendapatan
           baru bagi Perseroan.
        • Meningkatkan kinerja keuangan Perseroan
           Penjualan atas penambahan kegiatan usaha yang dijalankan Perseroan akan menghasilkan laba
           bagi Perseroan sehingga akan meningkatkan kinerja keuangan Perseroan.



                                                                                                                 51
Page 75
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
        Ketiga hal di atas dapat memberikan kontribusi yang positif dan nilai tambah bagi Perseroan. Dengan
        bertambahnya segmen usaha ini, Perseroan dalam kegiatan jasa infrastruktur kendaraan listrik,
        Perseroan mengharapkan terciptanya suatu sinergi yang dapat memberikan kontribusi positif dengan
        adanya penambahan KBLI tersebut. Rencana penambahan kegiatan usaha baru yang dilakukan
        Perseroan akan meningkatkan kinerja keuangan Perseroan dan memberikan nilai tambah investasi bagi
        para pemegang saham Perseroan.

6.4     Analisa SWOT

        Analisis SWOT (strength, weakness, opportunity and threat) terdiri atas faktor internal yang bisa dikontrol
        dan faktor eksternal atau lingkungan yang mungkin sulit dikontrol. Kedua sisi dianalisis supaya dapat
        disusun suatu strategi sehingga tercapai keberhasilan dan mempunyai daya saing.Dari faktor internal
        bisa diidentifikasi kekuatan dan kelemahan (strength and weakness) sedangkan dari faktor eksternal
        berupa peluang dan ancaman (opportunity and threat).

        Berikut adalah analisa SWOT Perseroan setelah penambahan Kegiatan Usaha:
        ▪ Strengths

           ▪ Pengisian Cepat. SPKLU biasanya dilengkapi dengan teknologi pengisian cepat (fast charging),
             yang memungkinkan kendaraan listrik terisi penuh dalam waktu yang relatif singkat, seringkali
             hanya dalam hitungan menit hingga beberapa jam. Hal ini sangat menguntungkan bagi pengguna
             yang membutuhkan pengisian daya dalam waktu singkat. Untuk SPBKLU pengisian lebih cepat,
             dapat mencapai hitungan menit.
           ▪ Dukungan untuk Berbagai Jenis Kendaraan. SPKLU dan SPBKLU mumnya mendukung berbagai
             jenis kendaraan listrik, termasuk mobil, motor, dan bahkan bus listrik. Ini membuatnya sangat
             fleksibel dan dapat digunakan oleh banyak jenis kendaraan.
           ▪ Cocok untuk Kendaraan Operasional
             Sangat ideal untuk kendaraan operasional, dan transportasi publik yang membutuhkan waktu henti
             seminimal mungkin sehingga dapat Mengatasi Range Anxiety (Kecemasan Jarak Tempuh).
             Dengan ketersediaan SPKLU dan SPBKLU, pengemudi tidak perlu khawatir kehabisan daya di
             tengah jalan atau mencari stasiun pengisian yang kosong.

        ▪ Weakness

           ▪ Biaya Investasi dan Operasional Tinggi. Pembangunan dan pemeliharaan SPKLU dan SPBKLU
             memerlukan biaya yang cukup tinggi, baik dari segi infrastruktur maupun teknologi. Ini dapat
             berdampak pada biaya pengisian yang lebih tinggi bagi pengguna.
           ▪ Keterbatasan Infrastruktur. Meskipun jumlah SPKLU dan SPBKLU terus bertambah, infrastruktur
             pendukungnya masih terbatas di beberapa daerah, terutama di daerah terpencil. Hal ini dapat
             menyulitkan pengguna kendaraan listrik yang berada di luar kota besar.
           ▪ Ketergantungan pada Listrik. SPKLU dan SPBKLU membutuhkan pasokan listrik yang stabil dan
             cukup besar. Di daerah dengan suplai listrik yang tidak stabil, hal ini bisa menjadi tantangan
             tersendiri.
           ▪ Ketersediaan lahan dalam pembangunan SPKLU dan SPBKLU. Lahan yang dibutuhkan dalam
             pembangunan tak hanya untuk lokasi, tapi juga tempat parkir di sekitarnya.




                                                                                                                      52
Page 76
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
         ▪ Opportunities

           ▪ Pertumbuhan Kendaraan Listrik (EV).
             Meningkatnya adopsi motor dan mobil listrik, terutama di segmen komuter dan logistik,
             menciptakan permintaan besar untuk solusi pengisian.
           ▪ Dukungan Pemerintah
             Pemerintah Indonesia mendorong transisi ke kendaraan listrik dengan berbagai insentif (subsidi,
             PPnBM nol, insentif konversi motor bensin ke listrik) yang membuka peluang besar bagi bisnis
             SPKLU dan SPBKLU.
           ▪ Peluang Kolaborasi dengan OEM (produsen kendaraan listrik ) dan Pemerintah
             Potensi kerja sama dengan produsen kendaraan listrik, pengelola transportasi publik, dan
             pemerintah kota dalam proyek smart city atau green mobility.
           ▪ Peluang kemitraan dengan bisnis lain, seperti kafe, restoran, atau pusat perbelanjaan Begitu pula
             dengan layanan lainnya seperti cuci mobil, perawatan kendaraan atau ruang tunggu.

        ▪ Threats

           ▪ Standarisasi Baterai Belum Terwujud. Tidak adanya standar baterai nasional atau global
             menghambat interoperabilitas antar merek kendaraan listrik. Hal ini membatasi ekspansi dan
             kolaborasi antar pelaku industri.
           ▪ Regulasi dan Kepastian Hukum yang Lemah
             Belum adanya regulasi teknis, standar keselamatan, dan perlindungan konsumen yang jelas bisa
             membuat operasional terhambat atau berisiko tinggi.
           ▪ Tingginya Biaya Perawatan dan Operasional
             Sistem mekanik dan robotik untuk swap, serta manajemen baterai dan logistik yang kompleks,
             membuat biaya operasional tinggi. Ini bisa menggerus margin bisnis.
           ▪ Risiko Kebakaran dan Keamanan
             Penyimpanan baterai dalam jumlah besar di satu lokasi menimbulkan risiko kebakaran atau
             kecelakaan, terutama jika tidak ditangani dengan sistem keamanan memadai.
           ▪ Disrupsi Teknologi Masa Depan
             Kemajuan teknologi baru seperti baterai solid-state, wireless charging, atau ultra-fast charging bisa
             membuat model battery swap menjadi usang dalam 5–10 tahun.
           ▪ Pasokan listrik yang tidak stabil dapat menghambat pengoperasian SPKLU dengan daya tinggi
           ▪ Ketersediaan lahan juga menjadi kendala, mengingat pengisian daya kendaraan listrik
             membutuhkan waktu yang relatif lama sehingga diperlukan area parkir yang memadai.
           ▪ Standar teknologi SPKLU dan SPBKLU yang belum seragam di Indonesia. Ini dapat menyebabkan
             risiko keamanan serta ketidaksesuaian penggunaan antar kendaraan listrik.
           ▪ Meskipun pemerintah telah menunjukkan dukungan terhadap pengembangan kendaraan listrik,
             namun masih terdapat beberapa titik ketidakpastian terkait regulasi yang berpotensi
             mempengaruhi bisnis di jangka panjang.
           ▪ Pengembangan infrastruktur SPKLU dan SPBKLU memerlukan investasi yang besar dan
             kompleksitas operasional yang tinggi. Hal ini dapat meningkatkan risiko kegagalan bisnis jika tidak
             dikelola dengan baik.




                                                                                                                     53
Page 77
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                              BAB VII
                                 ANALISIS ASPEK MODEL MANAJEMEN

7.1.   Ketersediaan Tenaga Kerja

       Untuk kelancaran dan keseimbangan dalam aktivitas Perusahaan dibutuhkan sumber daya manusia dengan
       kemampuan dan pengalaman yang sesuai dengan bidang yang telah ditetapkan dalam struktur organisasi
       perusahaan. Perseroan telah memiliki sumber daya manusia berkualitas untuk manajemen Perusahaan
       dengan latar belakang pendidikan serta penuh dengan pengalaman di bidang masing-masing yang
       ditempatkan dalam posisi strategis Perusahaan. Latar pendidikan dan pengalaman personil tersebut telah
       membantuk profesionalisme mereka dalam kemampuan atau skill individu yang berperan penting dalam
       mengatuh dan menjaga harmonisasi Perusahaan.

       Berikut susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan Hingga 30 September 2025:

       Dewan Komisaris
       Komisaris Utama                  :   Mirza Whibowo
       Komisaris                        :   Drs. Thomson E Batubara
       Komisaris Independen             :   Noerman Taufik

       Dewan Direksi
       Direktur Utama                   :   David Santoso
       Direktur                         :   Rudy Budiman Setiawan
       Direktur                             Wendy Jolanda Waas
                                            Sultan Satria

       Karyawan merupakan aset penting bagi Perseroan, oleh karena itu Perseroan sangat memperhatikan
       kesejahteraan karyawan dengan mematuhi regulasi yang berlaku dan memperhatikan keamanan serta
       kenyamanan dalam bekerja. Perseroan menggunakan tenaga kerja yang sudah ada baik tenaga ahli, tenaga
       produksi, tenaga sales & marketing dan tenaga finance & accounting untuk penambahan kegiatan usaha
       baru, yang dialokasikan sesuai dengan kompleksitas proyek.

       Jumlah karyawan yang dipekerjakan oleh Perseroan per 30 September 2025 tercatat sebanyak 51 orang,
       selama tahun 2024 karyawan perusahaan sebanyak 54 orang, menurun dibandingkan karyawan yang
       dipekerjakan di tahun 2023 yang berjumlah 73 orang. Pada Tahun 2022 jumlah karyawan 58 orang.

       Sepanjang tahun 2025, Perseroan terus berkomitmen untuk meningkatkan kapabilitas dan daya saing SDM
       melalui berbagai program pengembangan kompetensi karyawan, khususnya melalui pelatihan internal yang
       terstruktur dan berkelanjutan. Pelatihan internal difokuskan pada peningkatan keahlian teknis, manajerial,
       serta soft skills yang relevan dengan kebutuhan dan perkembangan industri. Program ini dirancang untuk
       membekali karyawan dengan pengetahuan dan keterampilan terkini agar dapat menghadapi tantangan
       bisnis yang dinamis serta mendorong inovasi di lingkungan kerja.




                                                                                                                    54
Page 78
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
       Berikut Komposisi Karyawan berdasarkan Jenis Kelamin dan Latar Belakang Pendidikan:

                  Tabel 7 - 1: Komposisi Karyawan berdasarkan Jenis Kelamin dan Latar Belakang Pendidikan
                                                                  Berdasarkan
          Berdasarkan
                            2025      2024      2023 2022       Latar Belakang        2025     2024      2023   2022
         Jenis Kelamin
                                                                   Pendidikan
        · Laki-laki             35      38       50      41    · Pasca Sarjana           1       5        6      5
                                                               · Sarjana                32      37       52     38
        ·   Perempuan         16        16       23       17   · Diploma                1       4         8      6
                                                               · SMA dan
                                                                                        17      8         7      9
                                                               Sederajat
           Jumlah          51           54       73       58       Jumlah             51        54       73     58
       Sumber: Manajemen Perseroan


7.2.   Kapasitas dan Kemampuan Manajemen setelah Adanya Penambahan KBLI

       Dalam rencana penambahan KBLI baru ini diperlukan tenaga kerja yang berkompeten dibidangnya dalam
       kaitannya dengan penambahan KBLI baru. Saat ini Perusahaan telah memiliki tenaga ahli yang dapat
       mendukung kegiatan KBLI Baru tersebut, dimana tenaga ahli tersebut berkompeten dibidangnya. Dimana
       sebelum adanya penambahan jumlah karyawan perusahaan sebanyak 51 orang dan setelah adanya
       penambahan KBLI, Perseroan belum berencana menambah karyawan. Berikut Karyawan yang memiliki
       kompetensi dibidangnya sesuai dengan Penambahan KBLI.

       Adapun Team Manajemen dan Tenaga Ahli Perseroan adalah sebagai berikut :

                                   Gambar 7 - 1: Team Manajemen dan Tenaga Ahli Perseroan




       Sumber: Manajemen Perseroan




                                                                                                                     55
Page 79
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
7.3. Manajemen Hak Atas Kekayaan Intelektual

      Manajemen HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) perusahaan adalah proses sistematis untuk mengelola
      aset intelektual perusahaan agar memberikan perlindungan hukum, meningkatkan daya saing bisnis, dan
      menciptakan nilai ekonomi dari hasil inovasi dan kreativitas perusahaan. Berikut adalah Manajemen HAKI
      atas produk dan inovasi milik perseroan :

    1. Merek TRONLOGIX dengan nomor pendaftaran IDM001330334 kelas 9 terkait perpanjangan waktu
        perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 16 Oktober 2034 oleh Direktorat
        Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
    2. Merek TRONLOGIX dengan nomor pendaftaran IDM001330331 kelas 12 terkait perpanjangan waktu
        perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 16 Oktober 2034 oleh Direktorat
        Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
    3. Merek TRONLOGIX dengan nomor pendaftaran IDM001346910 kelas 35 terkait perpanjangan waktu
        perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 16 Oktober 2034 oleh Direktorat
        Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
    4. Merek TRONLOGIX dengan nomor pendaftaran IDM001330335 kelas 37 terkait perpanjangan waktu
        perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 16 Oktober 2034 oleh Direktorat
        Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
    5. Merek TRONLOGIX dengan nomor pendaftaran IDM001330332 kelas 39 terkait perpanjangan waktu
        perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 16 Oktober 2034 oleh Direktorat
        Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
    6. Merek TRONLOGIX dengan nomor pendaftaran IDM001330333 kelas 42 terkait perpanjangan waktu
        perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 16 Oktober 2034 oleh Direktorat
        Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
    7. Merek TRON X dengan nomor pendaftaran IDM001306977 kelas 37 terkait perpanjangan waktu
        perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 12 September 2034 oleh Direktorat
        Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
    8. Merek SANWEN dengan nomor pendaftaran IDM001073830 kelas 37 terkait perpanjangan waktu
        perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 19 Agustus 2032 oleh Direktorat
        Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
    9. Merek SANWEN dengan nomor pendaftaran IDM001073832 kelas 9 terkait perpanjangan waktu
        perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 19 Agustus 2032 oleh Direktorat
        Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum danHak Asasi Manusia Republik Indonesia.
    10. Merek SANWEN dengan nomor pendaftaran IDM001073829 kelas 42 terkait perpanjangan waktu
        perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 19 Agustus 2032 oleh Direktorat
        Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum danHak Asasi Manusia Republik Indonesia.
    11. Merek SANWEN dengan nomor pendaftaran IDM001073831 kelas 11 terkait perpanjangan waktu
        perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 19 Agustus 2032 oleh Direktorat
        Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum danHak Asasi Manusia Republik Indonesia.
    12. Merek TAM FLEET dengan nomor pendaftaran IDM001110878 kelas 9 terkait perpanjangan waktu
        perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 12 Juli 2032 oleh Direktorat Jenderal
        Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
    13. Merek TAM FLEET dengan nomor pendaftaran IDM001110877 kelas 39 terkait perpanjangan waktu
        perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 12 Juli 2032 oleh Direktorat Jenderal
        Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.




                                                                                                                56
Page 80
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
    14. Merek TAM FLEET dengan nomor pendaftaran IDM001110876 kelas 41 terkait perpanjangan waktu
         perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 12 Juli 2032 oleh Direktorat Jenderal
         Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
    15. Merek TAM SOLUTION dengan nomor pendaftaran IDM001110873 kelas 39 terkait perpanjangan waktu
         perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 12 Juli 2032 oleh Direktorat Jenderal
         Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
    16. Merek T-AMO dengan nomor pendaftaran IDM00111069762 kelas 9 terkait perpanjangan waktu
         perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 12 Juli 2032 oleh Direktorat Jenderal
         Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
    17. Merek TAM dengan nomor pendaftaran IDM001069937 kelas 9 terkait perpanjangan waktu perlindungan
         merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 12 Juli 2032 oleh Direktorat Jenderal Kekayaan
         Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
    18. Merek TAM dengan nomor pendaftaran IDM001069767 kelas 39 terkait perpanjangan waktu
         perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 12 Juli 2032 oleh Direktorat Jenderal
         Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
    19. Merek TAM dengan nomor pendaftaran IDM001069765 kelas 41 terkait perpanjangan waktu
         perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 12 Juli 2032 oleh Direktorat Jenderal
         Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
    20. Merek T-Mobo dengan nomor pendaftaran IDM00717980 kelas 9 terkait perpanjangan waktu
         perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 19 April 2028 oleh Direktorat Jenderal
         Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

       Sementara ini perseroan tidak/belum memiliki HAKI untuk kegiatan usaha baru.

7.4.     Peraturan Perundang-undangan yang Terkait

         Beberapa peraturan perundangan-undangan yang terkait dengan pengembangan proyek dan penambahan
         kegiatan usaha Perseroan, antara lain adalah:

         1. Undang-Undang Perseroan Terbatas No 40 Tahun 2007;
         2. Peraturan perundang-undangan terkait penilaian adalah Undang-undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang
            Harmonisasi Peraturan Perpajakan.
         3. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 59/PMK.03/2022 tentang Perubahan atas PMK No.
            231/PMK.03/2019 tentang Tata Cara Pendaftaran Penghapusan NPWP, Pengukuhan dan Pencabutan
            Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, serta Pemotongan dan/atau Pemungutan, Penyetoran, dan
            Pelaporan Pajak Bagi Instansi Pemerintah.
         4. POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
         5. POJK No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham
            Perusahaan Terbuka.
         6. Peraturan BPS Nomor 7 Tahun 2025 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia.
         7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perizinan
            Berusaha Berbasis Risiko.

7.5.     Analisis Manajemen Risiko

         Risiko adalah suatu peristiwa yang mungkin terjadi dan memiliki dampak terhadap aktivitas operasional
         maupun target dari perusahaan. Untuk mengatasi ataupun meminimalkan risiko yang akan muncul, maka
         perlu dilakukan pengelolaan atau manajemen terhadap risiko yang dilaksanakan oleh semua pihak dalam



                                                                                                                  57
Page 81
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
       perusahaan, dimulai dengan proses identifikasi kejadian potensial yang mungkin muncul selama
       operasional perusahaan hingga diperoleh berbagai strategi sebagai mitigasi risiko-risiko dari kejadian
       potensial tersebut.

      Kemungkinan risiko-risiko yang dapat terjadi selama operasional adalah sebagai berikut :

      Risiko Ketersediaan Bahan Baku
      Risiko yang mungkin timbul adalah terkait ketersediaan bahan baku dan sistem teknologi dari industri
      infrastruktur kendaraan Listrik berupa swap baterai.

      Risiko Perkembangan Teknologi
      Perkembangan teknologi yang berjalan semakin cepat seiring dengan perkembangan zaman dengan
      semakin maraknya digitalisasi di berbagai sektor. Teknologi yang akan digunakan merupakan teknologi
      yang memiliki pertumbuhan yang sangat cepat. Pertumbuhan teknologi yang sangat cepat akan memiliki
      pengaruh terhadap kebutuhan pasar, sehingga teknologi yang ada saat ini dapat ditinggalkan oleh pasar
      karena kehadiran teknologi yang lebih baru.

      Risiko Keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM)
      Dalam menjalankan kegiatan usahanya, salah satu aset penting bagi Perseroan adalah Sumber Daya
      Manusia (SDM) terutama karyawan yang memiliki kompetensi dalam bidang pelayanan usaha ini. Apabila
      terjadi tingkat pergantian staf profesional yang tinggi, maka dapat berdampak negatif terhadap rencana
      pertumbuhan agresif perusahaan untuk menjadi pemimpin pasar.

      Risiko Atas Reputasi Perseroan
      Risiko reputasi dapat timbul apabila pelanggan merasa tidak mendapatkan pelayanan yang baik. Apabila
      persepsi publik atas produk dan layanan Perseroan tidak memberikan hasil usaha yang memuaskan, maka
      hal ini dapat merusak reputasi Perseroan, menurunkan nilai dari brand Perseroan, mengurangi
      kepercayaan dan kredibilitas yang telah dibangun Perseroan dan menimbulkan dampak negatif terhadap
      kemampuan Perseroan untuk menarik pelanggan baru atau mempertahankan pelanggan yang telah ada.

      Risiko Persaingan
      Risiko Persaingan adalah adanya pesaing yang dapat mewujudkan kebutuhan pelanggan sesuai dengan
      tujuan utama pelanggan dalam menggunakan teknologi informasi. Apabila Perseroan tidak dapat bersaing
      secara flexible dalam memberikan solusi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan tersebut, maka hal ini
      dapat memberi dampak negatif bagi penetrasi pangsa pasar Perseroan dalam industri terkait.

      Risiko Kredit
      Risiko kredit adalah risiko Perseroan terjadinya kerugian keuangan yang disebabkan oleh ketidakmampuan
      counterparty untuk memenuhi liabilitas kontraktualnya.

      Risiko Likuiditas
      Melalui kegiatan operasi dan sumber dana yang ada, Perseroan dapat memenuhi seluruh liabilitas
      keuangannya pada saat jatuh tempo, karena Perseroan memiliki aset keuangan yang likuid dan tersedia
      untuk memenuhi kebutuhan likuiditasnya.



                                                                                                                58
Page 82
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
       Risiko Perizinan
       Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan diharuskan untuk memiliki lisensi dan penerbitan izin
       tertentu yang validitasnya harus diperbarui secara berkelanjutan dan Perseroan harus patuh dengan
       persyaratan tersebut.

       Risiko Kebijakan Pemerintah
       Regulasi yang belum jelas mengenai industri infrastruktur kendaraan listrik dapat menghambat
       pengembangan infrastruktur dan adopsi kendaraan listrik.

       Risiko Gugatan Hukum
       Perseroan dapat terlibat dalam sengketa dan proses hukum dalam menjalankan kegiatan usahanya,
       termasuk yang berhubungan dengan produk Perseroan, klaim dari pelanggan, sengketa perjanjian, atau
       sengketa lainnya yang dapat memiliki dampak material dan merugikan terhadap reputasi, operasional, dan
       kondisi keuangan Perseroan.

       Risiko Kepatuhan Terhadap Peraturan Perundang- Undangan yang Berlaku
       Risiko kepatuhan adalah risiko akibat Perseroan tidak mematuhi dan/atau tidak melaksanakan peraturan
       perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku. Pelanggaran terhadap ketentuan regulator dan/atau
       keterlambatan dalam pelaporan akan menyebabkan dikenakannya denda yang cukup besar terhadap
       Perseroan atau dibatasinya kegiatan usaha Perseroan atau turunnya reputasi Perseroan yang akan
       berpengaruh secara negatif terhadap kinerja Perseroan.

       Risiko Standarisasi Keselamatan
       Peraturan keselamatan yang ketat diperlukan untuk mencegah risiko kebakaran, sengatan listrik, dan
       kerusakan baterai.

       Risiko Perekonomian Secara Makro atau Global
       Perubahan kondisi ekonomi adalah suatu hal yang lazim dalam dinamika perekonomian nasional dan global,
       dimana suatu negara memiliki kecenderungan tren siklus bisnis yang naik atau turun.

7.6.   Kapasitas dan Kemampuan Manajemen

       Melihat pekerjaan yang telah selesai dilaksanakan Perseroan sebelumnya, Perseroan berkapasitas dan
       mampu dalam membentuk serta menetapkan tenaga ahli dan personel utama dengan kualifikasi sesuai
       dengan persyaratan yang diminta oleh perusahaan pelanggan. Dalam implementasinya, Perseroan mampu
       membentuk Tim Manajemen Proyek yang terorganisir agar pekerjaan terstruktur dengan hasil yang baik
       dan memuaskan pelanggan.

       Berdasarkan kapasitas dan kemampuan manajemen Perseroan yang sukses dalam menjalankan proyek-
       proyek yang telah diselesaikan sebelumnya, ditambah dengan ketersediaan tim yang terorganisir,
       menunjukkan bahwa manajemen Perseroan akan mampu menjalankan kegiatan usaha baru yaitu kegiatan
       aktivitas usaha Penyimpanan Tenaga Listrik (KBLI 2025 No. 35132) berupa Stasiun Penukaran Baterai
       Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Pengoperasian
       Fasilitas atau Stasiun Pengisian Daya untuk Kendaraan dan Peralatan Listrik (KBLI 2025 No. 35133) berupa
       Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) karena memiliki kapasitas kemampuan yang akan


                                                                                                                  59
Page 83
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
       memberikan hasil yang baik dan memuaskan.

7.7.   Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen

       Berikut adalah struktur organisasi Perseroan adalah sebagai berikut:

                                        Gambar 7 - 2: Struktur Organisasi Perseroan




       Sumber: Manajemen Perseroan

       Saat ini, Perseroan telah memiliki komisaris dan direksi yang cukup memadai untuk mendukung kegiatan
       usaha barunya yaitu aktivitas usaha Penyimpanan Tenaga Listrik (KBLI 2025 No. 35132) berupa Stasiun
       Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia
       (KBLI) Pengoperasian Fasilitas atau Stasiun Pengisian Daya untuk Kendaraan dan Peralatan Listrik (KBLI
       2025 No. 35133) berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Perseroan telah
       memperhatikan dan mempertimbangkan susunan manajemen yang lengkap dengan adanya pembagian
       konsentrasi manajerial di bidang utama yaitu Chief Corporate Officer (CCO), Chief Sales & Operations
       Officer (CSOO), Chief Technologi Officer (CTO) dan Chief Financal Officer (CFO). Menurut keterangan
       manajemen, pada penambahan kegiatan usaha baru sampai saat ini belum ada perubahan/penambahan
       struktur organisasi. Tetapi, mengoptimalkan dengan struktur yang ada.




                                                                                                                60
Page 84
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                              BAB VIII
                                    ANALISIS KELAYAKAN USAHA

8.1. Asumsi-asumsi Proyeksi Keuangan

     Kami telah menganalisis laporan keuangan historis dan Rencana Bisnis TKDN atas rencana penambahan
     kegiatan aktivitas usaha Penyimpanan Tenaga Listrik (KBLI 2025 No. 35132) berupa Stasiun Penukaran
     Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI)
     Pengoperasian Fasilitas atau Stasiun Pengisian Daya untuk Kendaraan dan Peralatan Listrik (KBLI 2025 No.
     35133) berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Dengan memperhatikan kondisi existing
     saat ini serta perkiraaan perkembangan kondisi dimasa akan datang yang dapat berpengaruh terhadap kinerja
     keuangan TKDN guna melihat kewajaran pencapaiannya. TKDN telah memberikan penjelasan guna
     mendapatkan keyakinan memadai bahwa semua asumsi-asumsi yang digunakan telah disusun secara wajar
     dan telah merefleksikan kompleksitas bisnis yang sesungguhnya.

     Berikut adalah asumsi-asumsi utama yang digunakan dalam penyusunan studi kelayakan Bisnis TKDN atas
     rencana penambahan kegiatan aktivitas usaha Penyimpanan Tenaga Listrik (KBLI 2025 No. 35132) berupa
     Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
     Indonesia (KBLI) Pengoperasian Fasilitas atau Stasiun Pengisian Daya untuk Kendaraan dan Peralatan Listrik
     (KBLI 2025 No. 35133) berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU):

   1.   Biaya Pendirian (start-up costs) diasumsikan sebesar Rp 75.546.300.000 dengan uraian sebagai berikut:

            Tabel 8 - 1 : Biaya Pendirian (start-up costs) Pembangunan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik
                                                             (SPBKLU)
                    Satuan                               Keterangan                            Nilai (IDR)
         Bangunan
         200 m²                         Sewa                                                               750.000.000
         200 m²                         Renovasi                                                           250.000.000
         1 ls                           Asuransi                                                            50.000.000
         1 ls                           Sambungan Listrik                                                  500.000.000
                             Total Investasi Bangunan SPBKLU (A)                                         1.550.000.000
         Baterai Swap
         24 unit                        Baterai 15Kwh                                                      742.500.000
         2 unit                         Rak Charging Isi 12                                                400.000.000
                               Total Investasi Baterai & Rak (B)                                         1.142.500.000
         Equipment & Asset
         1 Unit                    Komputer/ laptop                                                         10.000.000
         1 Unit                    Printer                                                                   3.500.000
         1 Unit                    Modem                                                                       500.000
         3 Unit                    CCTV (3 titik)                                                            3.300.000
         1 Unit                    Meja                                                                      1.250.000
         1 Unit                    Kursi tamu & kursi office                                                 1.500.000
         1 Unit                    Loading Ramp                                                             10.000.000
         1 Set                     Tools & hand forklift                                                    25.000.000
         2 Unit                    APAR powder 3 kg                                                          5.000.000
         1 Set                     Perlengkapan (gembok & supplies)                                          3.000.000
                        Total Investasi Equipment & Asset (C)                                               63.050.000
                       TOTAL INVESTASI 1 SPBKLU (A+B+C)                                                  2.755.550.000
         TARGET INVESTASI
         21                        SPBKLU                                                               57.866.550.000
                          TOTAL INVESTASI AWAL SPBKLU                                                   57.866.550.000




                                                                                                                         61
Page 85
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
            Tabel 8 - 2 : Biaya Pendirian (start-up costs) Pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik (SPKLU)
                    Satuan                                   Keterangan                                      Nilai (IDR)
         Bangunan
         100 m²                              Sewa                                                                           375.000.000
         100 m²                              Renovasi                                                                       100.000.000
         1 ls                                Asuransi                                                                        50.000.000
         1 Unit                              Paket Kemitraan SPKLU Fast Charging PLN                                        600.600.000
                                  Total Investasi Bangunan SPKLU (A)                                                      1.125.600.000
         Equipment & Asset
         1 Unit                    Komputer/ laptop                                                                          10.000.000
         1 Unit                    Printer                                                                                    3.500.000
         1 Unit                    Modem                                                                                        500.000
         3 Unit                    CCTV (3 titik)                                                                             3.300.000
         1 Unit                    Meja                                                                                       1.250.000
         1 Unit                    Kursi tamu & kursi office                                                                  1.500.000
         1 Set                     Tools & Pengecatan Marka                                                                  25.000.000
         2 Unit                    APAR powder 3 kg                                                                           5.000.000
         1 Set                     Perlengkapan (gembok & supplies)                                                           3.000.000
                        Total Investasi Equipment & Asset (B)                                                                53.050.000
                          TOTAL INVESTASI 1 SPKLU (A+B)                                                                   1.178.650.000
         TARGET INVESTASI
         15                        SPKLU                                                                                 17.679.750.000
                          TOTAL INVESTASI AWAL SPKLU                                                                     17.679.750.000


   2.   Sumber Pembiayaan dan Modal Kerja atas rencana penambahan kegiatan aktivitas usaha Penyimpanan
        Tenaga Listrik (KBLI 2025 No. 35132) berupa Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum
        (SPBKLU) dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Pengoperasian Fasilitas atau Stasiun
        Pengisian Daya untuk Kendaraan dan Peralatan Listrik (KBLI 2025 No. 35133) berupa Stasiun Pengisian
        Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) akan dibiayai menggunakan dana yang tersedia pada perusahaan.
   3.   Periode proyeksi eksplisit terhitung mulai 31 Oktober 2025 sampai dengan 31 Desember 2030 dengan
        menggunakan premis Kelangsungan Usaha (Going Concern) atau periode kekal yang dihitung dengan
        konsep terminal value.
   4.   Tingkat Kapitalisasi atas periode kekal (Terminal value) dari penambahan KBLI 35132 dan 35133 adalah
        0% dengan pertimbangan bahwa pada akhir periode proyeksi, tidak diperlukan tambahan investasi aset
        untuk mempertahankan kapasitas operasional perusahaan. Dengan demikian, nilai terminal
        merefleksikan kelanjutan arus kas tanpa kebutuhan reinvestasi modal. Apabila tingkat kapitalisasi
        diasumsikan lebih besar dari 0%, maka secara implisit akan muncul kebutuhan penambahan investasi
        atas aset guna menjaga keberlangsungan operasional, yang tidak menjadi asumsi dalam studi ini.
   5.   Pendapatan atas rencana penambahan kegiatan aktivitas usaha Penyimpanan Tenaga Listrik (KBLI 2025
        No. 35132) berupa Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan Klasifikasi Baku
        Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Pengoperasian Fasilitas atau Stasiun Pengisian Daya untuk
        Kendaraan dan Peralatan Listrik (KBLI 2025 No. 35133) berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik
        Umum (SPKLU) diasumsikan sebagai berikut :

                             Tabel 8 - 3 : Proyeksi Pendapatan Penambahan KBLI 35132 dan KBLI 35133
                                                                           Proyeksi (Rupiah Penuh)
                Keterangan
                                         Des 2025        2026             2027             2028             2029                2030
         Pendapatan Penjualan
         Tenaga Listrik (SPKLU)                  0    3.815.487.065    5.169.965.406    6.567.446.825    8.008.971.092       9.495.600.413
         Pendapatan Penjualan
         SPBKLU melalui :
         Subscription Fee                        0   18.562.500.000   37.728.138.462   57.511.613.405   77.927.941.232      98.992.463.193
         Surcharge Fee                           0      912.500.000    1.854.649.231    2.827.170.221    3.830.801.151       4.866.296.170
         Total Pendapatan                        0   23.290.487.065   44.752.753.099   66.906.230.451   89.767.713.475     113.354.359.776




                                                                                                                                             62
Page 86
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
   6. Beban Operasional diasumsikan sebagai berikut :

                              Tabel 8 - 4 : Proyeksi Beban Operasional Penambahan KBLI 35132 dan KBLI 35133
                                                                                     Proyeksi (Rupiah Penuh)
                      Keterangan
                                           Des 2025             2026                2027             2028                   2029             2030
           Beban Operasional Pengelolaan SPBKLU
           Biaya Listrik                          0        10.063.050.000      20.453.071.717      31.178.033.200     42.246.075.099    53.665.514.168
           Biaya Manpower & Operasional           0         1.224.000.000       1.243.885.292       1.264.093.644      1.284.630.304     1.305.500.606
           Biaya Depresiasi                       0        11.573.310.000      11.573.310.000      11.573.310.000     11.573.310.000    11.573.310.000
           Total Beban Operasional
           Pengelolaan SPBKLU                     0        22.860.360.000      33.270.267.009      44.015.436.844     55.104.015.403    66.544.324.773
           Beban Operasional Pengelolaan SPKLU
           Biaya Manpower & Operasional           0         1.224.000.000       1.243.885.292       1.264.093.644       1.284.630.304    1.305.500.606
           Biaya Depresiasi                       0         3.535.950.000       3.535.950.000       3.535.950.000       3.535.950.000    3.535.950.000
           Total Beban Operasional
           Pengelolaan SPKLU                      0         4.759.950.000       4.779.835.292       4.800.043.644       4.820.580.304    4.841.450.606
           Total Beban Pengelolaan
           SPBKLU & SPKLU                         0        27.620.310.000      38.050.102.302      48.815.480.488     59.924.595.707    71.385.775.379
   7.      Jumlah hari dalam 1 tahun diasumsikan 365 hari
   8.      Perputaran Piutang Usaha diasumsikan 21 hari
   9.      Perputaran Utang Usaha diasumsikan 14 hari
   10.     Tarif PPh Badan Pasal 17 diasumsikan sebesar 22%.

8.2. Proyeksi Laba Rugi

     Berikut disajikan proyeksi laba rugi rencana kegiatan aktivitas usaha Penyimpanan Tenaga Listrik (KBLI 2025
     No. 35132) berupa Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan Klasifikasi Baku
     Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Pengoperasian Fasilitas atau Stasiun Pengisian Daya untuk Kendaraan
     dan Peralatan Listrik (KBLI 2025 No. 35133) berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

                                     Tabel 8 - 5 : Proyeksi Laba Rugi dengan Penambahan Kegiatan Usaha
                                                                                                                                 (Dalam Rupiah Penuh)
                                       Proyeksi           Proyeksi            Proyeksi            Proyeksi            Proyeksi             Proyeksi
                Deskripsi
                                       Des 2025             2026                2027                2028                2029                 2030

         Penjualan                    19.796.371.531   124.630.575.317     156.046.061.163   188.385.804.975         224.602.203.805     263.794.476.769
         Beban Pokok Penjualan       -10.844.268.577   -65.576.209.717     -81.418.512.863   -97.723.416.564        -116.107.157.382    -136.075.213.888
         LABA (RUGI) KOTOR            8.952.102.954     59.054.365.600      74.627.548.301      90.662.388.410      108.495.046.422      127.719.262.881
         BEBAN USAHA
         Beban Penjualan                 -79.243.496      -800.483.710        -879.104.032        -959.565.185        -1.065.055.448      -1.188.324.040
         Beban Umum dan
         Administrasi                 -5.650.471.145   -24.692.820.741     -24.035.297.183   -23.070.540.777         -21.843.942.911     -20.410.530.453
         Beban Keuangan                 -588.435.668                 0                   0                 0                       0                   0
         Beban lain-lain - Neto       -5.656.900.598   -38.330.749.924     -38.940.224.721   -39.565.695.888         -40.207.583.266     -40.866.317.720
         Laba Sebelum (Beban)
         Manfaat Pajak Penghasilan    -3.022.947.953    -4.769.688.775      10.772.922.364      27.066.586.561       45.378.464.797       65.254.090.668
         (Beban) Manfaat Pajak
         Penghasilan Kini                         0                  0      -2.370.042.920      -5.954.649.043        -9.983.262.255     -14.355.899.947
         (Beban) Manfaat Pajak
         Penghasilan Tangguhan                     0                 0                   0                   0                    0                    0
         LABA (RUGI) BERSIH           -3.022.947.953    -4.769.688.775       8.402.879.444      21.111.937.517       35.395.202.541       50.898.190.721


                                      Tabel 8 - 6: Proyeksi Laba Rugi tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
                                                                                                                                 (Dalam Rupiah Penuh)
                                       Proyeksi           Proyeksi            Proyeksi            Proyeksi            Proyeksi             Proyeksi
                Deskripsi
                                       Des 2025             2026                2027                2028                2029                 2030

         Penjualan                    19.796.371.531     101.340.088.252   111.293.308.064   121.479.574.524        134.834.490.329      150.440.116.993
         Beban Pokok Penjualan       -10.844.268.577     -55.513.159.717   -60.965.441.146   -66.545.383.364        -73.861.082.284      -82.409.699.720
         LABA (RUGI) KOTOR            8.952.102.954       45.826.928.535    50.327.866.919      54.934.191.159       60.973.408.045       68.030.417.272
         BEBAN USAHA
         Beban Penjualan                 -79.243.496        -800.483.710      -879.104.032        -959.565.185        -1.065.055.448      -1.188.324.040
         Beban Umum dan
         Administrasi                 -5.650.471.145     -22.244.820.741   -21.547.526.599   -20.542.353.489         -19.274.682.303     -17.799.529.242




                                                                                                                                                           63
Page 87
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                             Proyeksi              Proyeksi              Proyeksi                Proyeksi                  Proyeksi               Proyeksi
                  Deskripsi
                                             Des 2025                2026                  2027                    2028                      2029                   2030
       Beban Keuangan                        -588.435.668                       0                   0                     0                          0                         0
       Beban lain-lain - Neto              -5.656.900.598         -23.221.489.924     -23.830.964.721       -24.456.435.888            -25.098.323.266           -25.757.057.720
       Laba Sebelum (Beban)
       Manfaat Pajak Penghasilan           -3.022.947.953            -439.865.840      4.070.271.567          8.975.836.598                15.535.347.028        23.285.506.271
       (Beban) Manfaat Pajak
       Penghasilan Kini                                0                        0       -895.459.745         -1.974.684.052                -3.417.776.346         -5.122.811.380
       (Beban) Manfaat Pajak
       Penghasilan Tangguhan                            0                       0                  0                      0                             0                     0
       LABA (RUGI) BERSIH                  -3.022.947.953            -439.865.840      3.174.811.822          7.001.152.546                12.117.570.682        18.162.694.891




8.3. Proyeksi Posisi Keuangan

                                        Tabel 8 - 7 : Proyeksi Posisi Keuangan dengan Penambahan Kegiatan Usaha
                                                                                                                                                      (Dalam Rupiah Penuh)
                                                               Proyeksi          Proyeksi             Proyeksi              Proyeksi            Proyeksi          Proyeksi
                           Deskripsi
                                                               Des 2025            2026                 2027                  2028                2029              2030

     ASET
     Aset Lancar
     Kas dan setara kas                                      24.286.595.605    12.046.892.120        5.755.312.125    34.269.893.623          95.047.397.652 159.621.196.525
     Piutang usaha pihak ketiga                              83.740.357.093    51.263.434.558       48.205.086.002    43.625.230.706          38.191.176.133    43.336.602.370
     Piutang lain-lain pihak ketiga                            262.126.325       335.464.316          368.412.284           402.131.703          446.340.247      497.999.279
     Piutang lain-lain pihak berelasi                          278.730.387       356.713.880          391.748.897           427.604.230          474.613.108      529.544.416
     Persediaan                                              16.246.509.029    20.791.975.138       22.834.080.118    24.923.999.346          27.664.031.274    30.865.842.198
     Pajak dibayar dimuka                                     3.995.846.680     5.113.809.045        5.616.067.000     6.130.084.922           6.803.998.774     7.591.487.675
     Uang Muka Pembelian Pihak Ketiga                         9.701.891.402    12.416.297.215       13.635.776.471    14.883.808.855          16.520.067.583    18.432.085.840
     Aset Lancar Lainnya                                      3.407.067.892     4.360.301.082        4.788.552.487     5.226.831.054           5.801.445.255     6.472.899.484
     Total aset lancar                                      141.919.124.412 106.684.887.354 101.595.035.385 129.889.584.438 190.949.070.025 267.347.657.787


     Aset tidak lancar
     Aset Pajak Tangguhan                                     1.112.241.144     1.112.241.144        1.112.241.144     1.112.241.144           1.112.241.144     1.112.241.144
     Uang Muka Pembelian Pihak Ketiga                        10.541.459.867    13.490.761.067       14.815.769.883    16.171.802.716          17.949.657.672    20.027.135.443
     Uang Muka Pembelian Pihak berelasi                       6.223.508.074     7.964.727.986        8.746.991.844     9.547.571.782          10.597.188.706    11.823.698.112
     Investasi Pada Entitas Asosiasi                          1.335.613.587     1.335.613.587        1.335.613.587     1.335.613.587           1.335.613.587     1.335.613.587
     Aset Hak-Guna                                             192.333.328       192.333.328          192.333.328           192.333.328          192.333.328      192.333.328
     Aset Takberwujud                                        46.904.736.556    25.976.648.588       56.254.457.689    46.152.521.326          36.050.584.962    25.948.648.599
     Aset tetap                                              43.383.329.855 103.036.267.249         87.927.007.249    72.129.382.646          56.331.758.044    40.534.133.441
     Properti Investasi                                       7.757.861.902     7.701.292.853        7.644.723.804     7.588.154.755           7.531.585.706     7.475.016.657
     Total aset tidak lancar                                117.451.084.313 160.809.885.802 178.029.138.528 154.229.621.283 131.100.963.149 108.448.820.310

     TOTAL ASET                                             259.370.208.725 267.494.773.156 279.624.173.913 284.119.205.722 322.050.033.174 375.796.478.097

     LIABILITAS DAN EKUITAS


     LIABILITAS
     LIABILITAS JANGKA PENDEK
     Pinjaman Bank Jangka Pendek                              19.826.054.427    19.826.054.427       19.826.054.427     19.826.054.427         19.826.054.427    19.826.054.427
     Utang Usaha Pihak Ketiga                                 14.032.107.268    25.846.300.717       29.087.592.274     11.974.095.545         13.858.654.504    15.946.118.272
     Utang Lain-lain pihak ketiga                              699.789.247       895.577.050          983.537.060      1.073.556.584           1.191.578.546     1.329.490.811
     Liabilitas Kontrak Pihak ketiga                           713.371.885       912.959.853         1.002.627.134     1.094.393.901           1.214.706.624     1.355.295.713
     Liabilitas Kontrak Pihak Berelasi                                    0                 0                     0                    0                    0                0
     Biaya Masih Harus dibayar                                2.447.213.180     3.131.897.166        3.439.499.631     3.754.304.360           4.167.035.627     4.649.324.707
     Utang Pajak                                             11.369.332.622    11.369.332.622       11.369.332.622    11.369.332.622          11.369.332.622    11.369.332.622
     Utang Jangka Panjang - bagian jangka pendek :
     Pinjaman Bank                                            6.730.312.511     6.730.312.511        6.730.312.511     6.730.312.511           6.730.312.511     6.730.312.511
     Utang Jangka Panjang - bagian jangka pendek :
     Pinjaman Lembaga Keuangan                                  69.930.866          69.930.866          69.930.866           69.930.866           69.930.866        69.930.866
     Total Liabilitas Jangka Pendek                          55.888.112.006    68.782.365.212       72.508.886.525    55.891.980.817          58.427.605.728    61.275.859.930


     Liabilitas Jangka Panjang
     Utang Jangka Panjang Setelah Dikurangi Bagian           16.137.812.492    16.137.812.492       16.137.812.492    16.137.812.492          16.137.812.492    16.137.812.492




                                                                                                                                                                                   64
Page 88
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                                         Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi
                           Deskripsi
                                                         Des 2025            2026              2027              2028              2029              2030
     Jangka Pendek : Pinjaman Bank
     Utang Jangka Panjang Setelah Dikurangi Bagian
     Jangka Pendek : Pinjaman Lembaga Keuangan           101.155.101       101.155.101       101.155.101       101.155.101       101.155.101       101.155.101
     Liabilitas Imbalan Pascakerja                      2.104.852.735     2.104.852.735     2.104.852.735     2.104.852.735     2.104.852.735     2.104.852.735
     Total Liabilitas jangka panjang                   18.343.820.328    18.343.820.328    18.343.820.328    18.343.820.328    18.343.820.328    18.343.820.328


     TOTAL LIABILITAS                                  74.231.932.334    87.126.185.540    90.852.706.853    74.235.801.145    76.771.426.056    79.619.680.258


     EKUITAS
     Modal Saham                                       59.026.568.960    59.026.568.960    59.026.568.960    59.026.568.960    59.026.568.960    59.026.568.960
     Tambahan Modal Disetor                           115.158.855.407 115.158.855.407 115.158.855.407 115.158.855.407 115.158.855.407 115.158.855.407
     Uang Muka Setoran Modal dari Pelaksanaan Waran                 0                 0                 0                 0                 0                 0
     Saldo Laba Telah ditentukan Penggunaannya          6.043.207.274     1.273.518.499     9.676.397.943    30.788.335.460    66.183.538.001 117.081.728.723
     Saldo Laba Belum Ditentukan Penggunaannya                      0                 0                 0                 0                 0                 0
     Penghasilan Komprehensif Lain                                  0                 0                 0                 0                 0                 0
     Kepentingan Non-pengendali                         4.909.644.750     4.909.644.750     4.909.644.750     4.909.644.750     4.909.644.750     4.909.644.750
     TOTAL EKUITAS                                    185.138.276.391 180.368.587.616 188.771.467.060 209.883.404.577 245.278.607.118 296.176.797.840


     TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                     259.370.208.725 267.494.773.156 279.624.173.913 284.119.205.722 322.050.033.174 375.796.478.097


                                         Tabel 8 - 8: Proyeksi Posisi Keuangan tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
                                                                                                                                     (Dalam Rupiah Penuh)
                                                         Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi
                           Deskripsi
                                                         Des 2025            2026              2027              2028              2029              2030

     ASET
     Aset Lancar
     Kas dan setara kas                                24.286.595.605    77.242.921.930    51.007.550.800    50.708.297.449    73.518.101.302    90.679.632.178
     Piutang usaha pihak ketiga                        83.740.357.093    49.975.933.932    45.736.975.917    39.938.490.254    33.246.860.629    37.094.823.368
     Piutang lain-lain pihak ketiga                      262.126.325       335.464.316       368.412.284       402.131.703       446.340.247       497.999.279
     Piutang lain-lain pihak berelasi                    278.730.387       356.713.880       391.748.897       427.604.230       474.613.108       529.544.416
     Persediaan                                        16.246.509.029    20.791.975.138    22.834.080.118    24.923.999.346    27.664.031.274    30.865.842.198
     Pajak dibayar dimuka                               3.995.846.680     5.113.809.045     5.616.067.000     6.130.084.922     6.803.998.774     7.591.487.675
     Uang Muka Pembelian Pihak Ketiga                   9.701.891.402    12.416.297.215    13.635.776.471    14.883.808.855    16.520.067.583    18.432.085.840
     Aset Lancar Lainnya                                3.407.067.892     4.360.301.082     4.788.552.487     5.226.831.054     5.801.445.255     6.472.899.484
     Total aset lancar                                141.919.124.412 170.593.416.539 144.379.163.975 142.641.247.813 164.475.458.172 192.164.314.438


     Aset tidak lancar
     Aset Pajak Tangguhan                               1.112.241.144     1.112.241.144     1.112.241.144     1.112.241.144     1.112.241.144     1.112.241.144
     Uang Muka Pembelian Pihak Ketiga                  10.541.459.867    13.490.761.067    14.815.769.883    16.171.802.716    17.949.657.672    20.027.135.443
     Uang Muka Pembelian Pihak berelasi                 6.223.508.074     7.964.727.986     8.746.991.844     9.547.571.782    10.597.188.706    11.823.698.112
     Investasi Pada Entitas Asosiasi                    1.335.613.587     1.335.613.587     1.335.613.587     1.335.613.587     1.335.613.587     1.335.613.587
     Aset Hak-Guna                                       192.333.328       192.333.328       192.333.328       192.333.328       192.333.328       192.333.328
     Aset Takberwujud                                  46.904.736.556    25.976.648.588    56.254.457.689    46.152.521.326    36.050.584.962    25.948.648.599
     Aset tetap                                        43.383.329.855    42.599.227.249    42.599.227.249    41.910.862.646    41.222.498.044    40.534.133.441
     Properti Investasi                                 7.757.861.902     7.701.292.853     7.644.723.804     7.588.154.755     7.531.585.706     7.475.016.657
     Total aset tidak lancar                          117.451.084.313 100.372.845.802 132.701.358.528 124.011.101.283 115.991.703.149 108.448.820.310

     TOTAL ASET                                       259.370.208.725 270.966.262.341 277.080.522.502 266.652.349.096 280.467.161.321 300.613.134.748

     LIABILITAS DAN EKUITAS


     LIABILITAS
     LIABILITAS JANGKA PENDEK
     Pinjaman Bank Jangka Pendek                        19.826.054.427    19.826.054.427    19.826.054.427    19.826.054.427    19.826.054.427    19.826.054.427
     Utang Usaha Pihak Ketiga                           14.032.107.268    24.987.966.966    27.442.185.550     9.516.268.577    10.562.444.168    11.784.932.271
     Utang Lain-lain pihak ketiga                        699.789.247       895.577.050       983.537.060      1.073.556.584     1.191.578.546     1.329.490.811
     Liabilitas Kontrak Pihak ketiga                     713.371.885       912.959.853      1.002.627.134     1.094.393.901     1.214.706.624     1.355.295.713
     Liabilitas Kontrak Pihak Berelasi                              0                 0                 0                 0                 0                 0
     Biaya Masih Harus dibayar                          2.447.213.180     3.131.897.166     3.439.499.631     3.754.304.360     4.167.035.627     4.649.324.707
     Utang Pajak                                       11.369.332.622    11.369.332.622    11.369.332.622    11.369.332.622    11.369.332.622    11.369.332.622




                                                                                                                                                                   65
Page 89
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                                            Proyeksi            Proyeksi           Proyeksi              Proyeksi            Proyeksi          Proyeksi
                          Deskripsi
                                                            Des 2025              2026               2027                  2028                2029              2030
     Utang Jangka Panjang - bagian jangka pendek :
     Pinjaman Bank                                         6.730.312.511       6.730.312.511      6.730.312.511      6.730.312.511          6.730.312.511     6.730.312.511
     Utang Jangka Panjang - bagian jangka pendek :
     Pinjaman Lembaga Keuangan                               69.930.866          69.930.866            69.930.866         69.930.866           69.930.866       69.930.866
     Total Liabilitas Jangka Pendek                       55.888.112.006   67.924.031.462        70.863.479.801     53.434.153.849         55.131.395.392    57.114.673.928


     Liabilitas Jangka Panjang
     Utang Jangka Panjang Setelah Dikurangi Bagian
     Jangka Pendek : Pinjaman Bank                        16.137.812.492   16.137.812.492        16.137.812.492     16.137.812.492         16.137.812.492    16.137.812.492
     Utang Jangka Panjang Setelah Dikurangi Bagian
     Jangka Pendek : Pinjaman Lembaga Keuangan              101.155.101         101.155.101        101.155.101           101.155.101          101.155.101      101.155.101
     Liabilitas Imbalan Pascakerja                         2.104.852.735       2.104.852.735      2.104.852.735      2.104.852.735          2.104.852.735     2.104.852.735
     Total Liabilitas jangka panjang                      18.343.820.328   18.343.820.328        18.343.820.328     18.343.820.328         18.343.820.328    18.343.820.328


     TOTAL LIABILITAS                                     74.231.932.334   86.267.851.790        89.207.300.129     71.777.974.177         73.475.215.720    75.458.494.256


     EKUITAS
     Modal Saham                                          59.026.568.960   59.026.568.960        59.026.568.960     59.026.568.960         59.026.568.960    59.026.568.960
     Tambahan Modal Disetor                              115.158.855.407 115.158.855.407 115.158.855.407 115.158.855.407 115.158.855.407 115.158.855.407
     Uang Muka Setoran Modal dari Pelaksanaan Waran                    0                   0                   0                    0                    0                0
     Saldo Laba Telah ditentukan Penggunaannya             6.043.207.274       5.603.341.434      8.778.153.256     15.779.305.802         27.896.876.484    46.059.571.375
     Saldo Laba Belum Ditentukan Penggunaannya                         0                   0                   0                    0                    0                0
     Penghasilan Komprehensif Lain                                     0                   0                   0                    0                    0                0
     Kepentingan Non-pengendali                            4.909.644.750       4.909.644.750      4.909.644.750      4.909.644.750          4.909.644.750     4.909.644.750
     TOTAL EKUITAS                                       185.138.276.391 184.698.410.551 187.873.222.373 194.874.374.919 206.991.945.601 225.154.640.492


     TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                        259.370.208.725 270.966.262.341 277.080.522.502 266.652.349.096 280.467.161.321 300.613.134.748




8.4. Incremental Laporan Laba Rugi Dan Laporan Posisi Keuangan

                                                     Tabel 8 - 9 : Incremental Proyeksi Laba Rugi TKDN
                                                                                                                                                   (Dalam Rupiah Penuh)
                                         Proyeksi               Proyeksi              Proyeksi                Proyeksi                  Proyeksi               Proyeksi
                Deskripsi
                                         Des 2025                 2026                  2027                    2028                      2029                   2030

       Penjualan                                     0        23.290.487.065         44.752.753.099         66.906.230.451           89.767.713.475          113.354.359.776
       Beban Pokok Penjualan                         0       -10.063.050.000        -20.453.071.717        -31.178.033.200          -42.246.075.099          -53.665.514.168
       LABA (RUGI) KOTOR                             0        13.227.437.065        24.299.681.382          35.728.197.251              47.521.638.377        59.688.845.609
       BEBAN USAHA
       Beban Penjualan                               0                     0                       0                      0                         0                         0
       Beban Umum dan
       Administrasi                                  0        -2.448.000.000         -2.487.770.585         -2.528.187.288           -2.569.260.608            -2.611.001.211
       Beban Keuangan                                0                     0                      0                      0                        0                         0
       Beban lain-lain - Neto                        0       -15.109.260.000        -15.109.260.000        -15.109.260.000          -15.109.260.000           -15.109.260.000
       Laba Sebelum (Beban)
       Manfaat Pajak Penghasilan                     0        -4.329.822.935         6.702.650.797          18.090.749.963              29.843.117.769        41.968.584.398
       (Beban) Manfaat Pajak
       Penghasilan Kini                              0                     0         -1.474.583.175         -3.979.964.992              -6.565.485.909         -9.233.088.568
       (Beban) Manfaat Pajak
       Penghasilan Tangguhan                         0                     0                     0                       0                           0                     0
       LABA (RUGI) BERSIH                            0        -4.329.822.935         5.228.067.622          14.110.784.971              23.277.631.860        32.735.495.830


                                               Tabel 8 - 10: Incremental Proyeksi Posisi Keuangan TKDN
                                                                                                                                                   (Dalam Rupiah Penuh)
                                                            Proyeksi            Proyeksi           Proyeksi              Proyeksi            Proyeksi          Proyeksi
                          Deskripsi
                                                            Des 2025              2026               2027                  2028                2029              2030

     ASET
     Aset Lancar
     Kas dan setara kas                                                0   -65.196.029.810     -45.252.238.675      -16.438.403.826        21.529.296.350    68.941.564.347
     Piutang usaha pihak ketiga                                        0       1.287.500.626      2.468.110.086      3.686.740.452          4.944.315.504     6.241.779.002
     Piutang lain-lain pihak ketiga                                    0                   0                   0                    0                    0                0
     Piutang lain-lain pihak berelasi                                  0                   0                   0                    0                    0                0




                                                                                                                                                                                  66
Page 90
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                                         Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi         Proyeksi         Proyeksi
                           Deskripsi
                                                         Des 2025            2026              2027              2028             2029             2030
     Persediaan                                                     0                 0                 0                 0                0                0
     Pajak dibayar dimuka                                           0                 0                 0                 0                0                0
     Uang Muka Pembelian Pihak Ketiga                               0                 0                 0                 0                0                0
     Aset Lancar Lainnya                                            0                 0                 0                 0                0                0
     Total aset lancar                                              0   -63.908.529.185   -42.784.128.589   -12.751.663.374   26.473.611.853   75.183.343.349


     Aset tidak lancar
     Aset Pajak Tangguhan                                           0                 0                 0                 0                0                0
     Uang Muka Pembelian Pihak Ketiga                               0                 0                 0                 0                0                0
     Uang Muka Pembelian Pihak berelasi                             0                 0                 0                 0                0                0
     Investasi Pada Entitas Asosiasi                                0                 0                 0                 0                0                0
     Aset Hak-Guna                                                  0                 0                 0                 0                0                0
     Aset Takberwujud Setelah Dikurangi Akumulasi
     Amortisasi                                                     0                 0                 0                 0                0                0
     Aset tetap Setelah Dikurangi Akumulasi Penyusutan              0   60.437.040.000    45.327.780.000    30.218.520.000    15.109.260.000                0
     Properti Investasi Setelah Dikurangi Akumulasi
     Penyusutan                                                     0                 0                 0                 0                0                0
     Total aset tidak lancar                                        0   60.437.040.000    45.327.780.000    30.218.520.000    15.109.260.000                0

     TOTAL ASET                                                     0    -3.471.489.185    2.543.651.411    17.466.856.626    41.582.871.853   75.183.343.349

     LIABILITAS DAN EKUITAS


     LIABILITAS
     LIABILITAS JANGKA PENDEK
     Pinjaman Bank Jangka Pendek                                    0                 0                 0                 0                0                0
     Utang Usaha Pihak Ketiga                                       0      858.333.750     1.645.406.724     2.457.826.968     3.296.210.336    4.161.186.001
     Utang Lain-lain pihak ketiga                                   0                 0                 0                 0                0                0
     Liabilitas Kontrak Pihak ketiga                                0                 0                 0                 0                0                0
     Liabilitas Kontrak Pihak Berelasi                              0                 0                 0                 0                0                0
     Biaya Masih Harus dibayar                                      0                 0                 0                 0                0                0
     Utang Pajak                                                    0                 0                 0                 0                0                0
     Utang Jangka Panjang - bagian jangka pendek :
     Pinjaman Bank                                                  0                 0                 0                 0                0                0
     Utang Jangka Panjang - bagian jangka pendek :
     Pinjaman Lembaga Keuangan                                      0                 0                 0                 0                0                0
     Total Liabilitas Jangka Pendek                                 0      858.333.750     1.645.406.724     2.457.826.968     3.296.210.336    4.161.186.001


     Liabilitas Jangka Panjang
     Utang Jangka Panjang Setelah Dikurangi Bagian
     Jangka Pendek : Pinjaman Bank                                  0                 0                 0                 0                0                0
     Utang Jangka Panjang Setelah Dikurangi Bagian
     Jangka Pendek : Pinjaman Lembaga Keuangan                      0                 0                 0                 0                0                0
     Liabilitas Imbalan Pascakerja                                  0                 0                 0                 0                0                0
     Total Liabilitas jangka panjang                                0                 0                 0                 0                0                0


     TOTAL LIABILITAS                                               0      858.333.750     1.645.406.724     2.457.826.968     3.296.210.336    4.161.186.001


     EKUITAS                                                        0                 0                 0                 0                0                0
     Modal Saham                                                    0                 0                 0                 0                0                0
     Tambahan Modal Disetor                                         0                 0                 0                 0                0                0
     Uang Muka Setoran Modal dari Pelaksanaan Waran                 0                 0                 0                 0                0                0
     Saldo Laba Telah ditentukan Penggunaannya                      0    -4.329.822.935      898.244.687    15.009.029.658    38.286.661.518   71.022.157.348
     Saldo Laba Belum Ditentukan Penggunaannya                      0                 0                 0                 0                0                0
     Penghasilan Komprehensif Lain                                  0                 0                 0                 0                0                0
     Kepentingan Non-pengendali                                     0                 0                 0                 0                0                0
     TOTAL EKUITAS                                                  0    -4.329.822.935      898.244.687    15.009.029.658    38.286.661.518   71.022.157.348


     TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                                   0    -3.471.489.185    2.543.651.411    17.466.856.626    41.582.871.853   75.183.343.349




                                                                                                                                                                67
Page 91
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
8.5. Cut Off Date dalam Analisis Studi Kelayakan

     Dalam melakukan Analisis Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha ini, kami menggunakan cut off date
     30 September 2025 di mana batas tersebut diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan
     dilaksanakan studi kelayakan penambahan Kegiatan Usaha.

8.6. Penetapan Tingkat Diskonto


     Penentuan Biaya Modal untuk Ekuitas

     Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capital Asset Pricing Model (CAPM).
     Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas risiko ditambah premium unutk menutup risiko
     sistematis dari sekuritas saham. Dengan formula sebagai berikut:

                                          Ke = Rf + ß (Rm-Rf) Ke = Rf + ß Rp
     Di mana :
     Rf = tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko
     ß = risiko sistimatis
     Rm = tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas
     Rp = selisih antara Rm dengan Rf

     Rf (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak memiliki
     kemungkinan gagal bayar. Untuk kasus Indonesia, instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat
     bunga obligasi Pemerintah untuk jangka panjang.

     Terkait dengan tanggal Studi Kelayakan yang jatuh pada tanggal 30 September 2025, maka instrumen bebas
     risiko yang dipilih didasarkan pada obligasi Pemerintah dengan bunga tetap yang dikeluarkan oleh
     Pemerintah, yaitu Government Bond dalam mata uang rupiah yang bersumber dari S&P Capital IQ dengan
     tenor 30 tahun adalah sebesar 6,87%, maka yield tersebut akan digunakan sebagai tingkat kembalian bebas
     risiko (Rf). Menurut kami Government Bond dalam mata uang rupiah yang bersumber dari S&P Capital IQ
     dengan tenor 30 tahun dapat merefleksikan secara wajar tingkat balikan investasi bebas risiko (Rf) jangka
     panjang untuk Objek Studi Kelayakan ini dan angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat kembalian bebas
     risiko (Rf).

     Rp (Equity Risk Premium - ERP), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat
     kembalian investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium memasukkan premi
     untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan
     base equity market risk premium. Dengan mengikutkan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang
     mengakomodasi perubahan- perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar negara berkembang
     (emerging market).
     Premi risiko pasar (Rm-Rf) ditentukan dengan menggunakan hasil riset/studi terkini dari Aswath Damodaran 1
     Juli 2025 yang memprediksi bahwa risk premium untuk pasar negara berkembang (emerging market) seperti
     Indonesia adalah 7,03% dengan Country Default Spread sebesar 1,87%.

     ß (Beta) Beta merupakan pengukur tingkat kepekaan pengembalian saham terhadap pengembalian pasar
     saham secara keseluruhan (seperti index yang dikeluarkan oleh S&P 500 atau IHSG). Untuk TKDN kami
     menggunakan Beta dari industri pada sektor yang sama yang terdapat di Bursa Efek Indonesia.



                                                                                                                        68
Page 92
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
     Dalam perhitungan digunakan beta dari perusahaan-perusahaan tersebut sebagai beta untuk menghitung
     cost of equity TKDN, dimana beta tersebut dihitung dari rata-rata unlevered beta. Cara ini dilakukan untuk
     menetralisir pengaruh leverage yang ada di masing-masing perusahaan terhadap beta. Perusahaan yang
     sama dengan leverage yang berbeda akan memiliki cost of equity yang berbeda pula, oleh karena itu
     pengaruh leverage yang ada di tiap perusahaan perlu dinetralisir dengan cara menghitung unlevered beta.

     Unlevered beta dihitung dengan formula sebagai berikut :

                                                                     𝛽𝐿
                                                    𝛽𝑢 =
                                                             (1 + (1 − 𝑇)𝑥𝐷𝐸𝑅

          T              = Tarif Pajak Penghasilan Badan
          DER            = Debt to equity ratio
          βL             = Beta levered. yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara obyektif
                           dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan pengembalian
                           portofolio pasar apabila dibandingkan dengan portofolio pasar dengan pengaruh hutang
          βu             = Beta unlevered. yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara
                           obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan pengembalian
                           portofolio pasar apabila dibandingkan dengan portofolio pasar tanpa pengaruh hutang

        Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini kemudian di-
        relevered dengan tingkat leverage yang berlaku dipasar untuk memperoleh beta yang sesuai untuk
        mendiskonto tersebut dengan formula sebagai berikut:

                                             Tabel 8 - 11 : Beta Perusahaan Pembanding

                                    Nama Perusahaan                              Ticker       Beta Unlevered

               PT. Indika Energy Tbk                                             INDY              0,19
               Jiangsu Xinri E-Vehicle Co., Ltd.                                603787             0,15
               PT. Arkora Hydro Tbk                                              ARKO              -0,01
               China Datang Corporation Renewable Power Co., Limited              1798             0,23
               Shenzhen Desay Battery Technology Co., Ltd.                         49              1,06
               Guangdong Lvtong New Energy Electric Vehicle Technology
                                                                                301322             0,04
               Co., LTD
               ATP 30 Public Company Limited                                     ATP30             0,07
               Zhejiang Taotao Vehicles Co., Ltd.                               301345             0,00
                                                   Average                                         0,22

        Selanjutnya rata-rata beta unlevered perusahaan pembanding yang diperoleh yaitu sebesar 0,22
        kemudian di-levered-kan kembali dengan menggunakan tingkat leverage (DER) market yaitu sebesar
        116,69% dengan formula sebagai berikut:

                                               𝛽𝐿 = 𝛽𝑢 × (1 + (1 − 𝑇)𝑥𝐷𝐸𝑅)

        Dengan persamaan tersebut diatas dan berdasarkan rata-rata beta unlevered dari perusahaan
        pembanding yaitu sebesar 0,22, dengan tarif pajak sebesar 22% dan DER sebesar 116,69 % maka
        diperoleh beta levered perusahaan sebesar 0,41.




                                                                                                                       69
Page 93
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
        Berdasarkan uraian di atas, maka biaya modal ekuitas adalah:

                                                             Tabel 8 - 12: Cost of Equity
                                    Keterangan                                                           Jumlah
          Risk Free Rate (Rf)                                                                             6,87%
          Equity Risk Premium (Rpm)                                                                       7,03%
          CDS                                                                                             1,87%
          β (Beta)                                                                                         0,41
          Cost of Equity                                                                                  8,99%
         Sumber: Data Olahan

         Berdasarkan perhitungan diatas, maka Cost Of Equity yang digunakan dalam Studi Kelayakan ini adalah
         8,99%, menurut kami merupakan tingkat diskonto yang wajar.

8.7. Analisis Kelayakan Proyek

     Analisa kelayakan proyek, dilakukan dengan membandingkan antara pengorbanan ekonomis yang
     dilakukan TKDN dalam kaitannya penambahan kegiatan usaha yaitu kegiatan aktivitas usaha Penyimpanan
     Tenaga Listrik (KBLI 2025 No. 35132) berupa Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum
     (SPBKLU) dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Pengoperasian Fasilitas atau Stasiun
     Pengisian Daya untuk Kendaraan dan Peralatan Listrik (KBLI 2025 No. 35133) berupa Stasiun Pengisian
     Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

     Kelayakan dari Penambahan Kegiatan Usaha ini dihitung dari manfaat ekonomis yang diantisipasi dimasa
     mendatang dari Penambahan Kegiatan Usaha yang dihitung dari Free Cash Flow To Equity incremental atas
     Penambahan Kegiatan Usaha.

                               Tabel 8 - 13 : Analisa Kelayakan Proyek Penambahan KBLI 35132 dan KBLI 35133
                                                                                                                                   (Dalam Rupiah Penuh)
                                        Present        Proyeksi             Proyeksi          Proyeksi         Proyeksi         Proyeksi         Proyeksi
                Deskripsi
                                      30 Sep 2025        2025                 2026              2027             2028             2029              2030

      Laba bersih                                                      0    -4.329.822.935    5.228.067.622   14.110.784.971   23.277.631.860    32.735.495.830
      Add: beban bukan tunai                                           0   15.109.260.000    15.109.260.000   15.109.260.000   15.109.260.000    15.109.260.000
      Capital Expenditure                                              0   -75.546.300.000               0                0                0                 0
      Perubahan Modal Kerja Bersih                                     0     -429.166.875      -822.703.362   -1.228.913.484   -1.648.105.168    -2.080.593.001
      Add / Less : Financing                                           0                0                0                0                0                 0
      Jumlah Prooceds                                                  0   -65.196.029.810   19.514.624.260   27.991.131.487   36.738.786.692    45.764.162.830
      Terminal Value                        0,00%                                                                                               509.303.503.479
      Periode proyeksi (Tahun)                           0,25                  1,25             2,25             3,25             4,25              5,25
      Discount Factor (CoE)                 8,99%        0,979                0,898            0,824            0,756            0,694              0,637
      Jumlah Free Cash Flow                                            0   -65.196.029.810   19.514.624.260   27.991.131.487   36.738.786.692 555.067.666.309
      Present Value                                                    0   -58.547.663.384   16.079.751.963   21.162.664.161   25.486.220.091 353.311.101.202
      Analisis Kelayakan
      1. NPV                                      357.492.074.033
      2. IRR                                              48,907%
      3. Profitability Index (PI)                               5,51
      4. Payback Period                           3 Tahun 11 Bulan




                                                                                                                                                    70
Page 94
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
     Berdasarkan analisis kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha dengan mempertimbangkan asumsi-asumsi
     yang telah dilakukan diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut :

              ▪ Net Present Value (NPV)                :       Rp357.492.074.033,-
              ▪ Internal Rate of Return (IRR)          :       48,907%
              ▪ Profitability Index (PI)               :       5,51
              ▪ Payback Period (PP)                    :       3 Tahun 11 Bulan

     Analisis Net Present Value (NPV)
     Berdasarkan perhitungan dan analisis yang dilakukan terhadap rencana penambahan kegiatan usaha ini,
     Hasil perhitungan NPV pada discount rate 8,99% menunjukkan nilai "Positif" sebesar Rp357.492.074.033
     dengan demikian proyek ini Layak.

     Analisis Internal Rate of Return (IRR)
     Internal Rate of Return (IRR) adalah tingkat balikan suatu investasi dimana pada saat itu Net Present Value
     adalah 0 (Nol). Suatu Investasi dapat dikatakan layak dan menguntungkan untuk dijalankan apabila nilai IRR
     lebih besar dari Cost of Capital yang ditentukan. Analisa Internal Rate of Return (IRR) pada proyek ini
     menghasilkan nilai perhitungan 48,907%. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa IRR yang diperoleh lebih
     besar dibandingkan dengan tingkat diskonto (discount rate) yang ditetapkan yaitu sebesar 8,99% sehingga
     proyek tersebut Layak.

     Analisis Payback Period (PP)
     Berdasarkan perhitungan dan analisis yang dilakukan atas penambahan kegiatan usaha baru payback period
     dapat dicapai dalam jangka waktu 3 Tahun 11 Bulan.

     Analisis Profitability Index (PI)
     Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan pada indikator PI menunjukkan nilai 5,51 pada discount rate
     sebesar 8,99% atau lebih "besar" dari 1 (satu). Dengan demikian, penambahan kegiatan usaha perseroan
     ini menguntungkan.

8.8. Analisis Sensitivitas Kelayakan Penambahan KBLI baru

     Analisis sensitivitas berutujuan untuk mengetahui seberapa sensitiv proyeksi kinerja proyek atas setiap
     perubahan variable penting yang dipilih dimana akan mempengaruhi kelayakan proyek. Hasil analisis
     sensitivitas proyek ini adalah sebagai berikut:

             Tabel 8 - 14 : Analisis Sensitivitas terhadap Perubahan Incremental Laba Bersih (Laba Bersih setelah proyek
                                                   dikurangi Laba Bersih sebelum proyek)
                                                                                                            (Dalam Rupiah Penuh)
                                                               Skenario Perubahan Incremental Laba Bersih
        VARIABLE
                                                0%                    -75%             -124,242%                -150%
      Des 2025                                             0                     0                 0                         0
      2026                                  -4.329.822.935           -7.577.190.136    -9.709.271.399          -10.824.557.337
      2027                                   5.228.067.622           1.307.016.905     -1.267.375.901           -2.614.033.811
      2028                                  14.110.784.971           3.527.696.243     -3.420.703.424           -7.055.392.485
      2029                                  23.277.631.860           5.819.407.965     -5.642.908.965          -11.638.815.930




                                                                                                                                   71
Page 95
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                                             Skenario Perubahan Incremental Laba Bersih
        VARIABLE
                                               0%                   -75%             -124,242%                -150%
      2030                                 32.735.495.830          8.183.873.958      -7.935.662.184         -16.367.747.915
      NPV                                 357.492.074.033        141.687.787.834                   0         -74.116.498.364
                                                                                     Break even
        Kelayakan                            Layak                Layak                                    Tidak Layak
                                                                                        Point


     Dalam tabel analisis sensitivitas ini terlihat variable sensitivitas Penurunan Laba Bersih yang memberikan
     informasi, bahwa proyek akan mencapai titik Break even saat Penurunan Laba Bersih mengalami penurunan
     maksimal sebesar 124,242%, dan proyek menjadi tidak layak saat penurunan perubahan laba bersih
     melampaui 124,242%, dengan catatan variable lain tetap (ceteris paribus).

             Tabel 8 - 15: Analisis Sensitivitas terhadap Perubahan Incremental Pendapatan (Pendapatan setelah proyek
                                                  dikurangi Pendapatan sebelum proyek)
                                                                                                          (Dalam Rupiah Penuh)
                                                             Skenario Perubahan Incremental Pendapatan
        VARIABLE
                                             0,00%                 -15,00%            -34,184%               -50,00%
      Des 2025                                          0                      0                   0                       0
      2026                                 23.290.487.065         19.796.914.005     15.328.757.526           11.645.243.533
      2027                                 44.752.753.099         38.039.840.134     29.454.261.689           22.376.376.549
      2028                                 66.906.230.451         56.870.295.883     44.034.690.245           33.453.115.226
      2029                                 89.767.713.475         76.302.556.454     59.081.096.488           44.883.856.738
      2030                                113.354.359.776         96.351.205.810     74.604.772.785           56.677.179.888
      NPV                                 357.492.074.033        200.626.072.392                   0        -165.394.598.104
                                                                                     Break even
        Kelayakan                            Layak                Layak                                    Tidak Layak
                                                                                        Point


     Dalam tabel analisis sensitivitas ini terlihat variable sensitivitas Penurunan Pendapatan yang memberikan
     informasi, bahwa proyek akan mencapai titik Breakeven saat Penurunan Pendapatan mengalami penurunan
     maksimal sebesar 34,184%, dan proyek menjadi tidak layak saat penurunan perubahan pendapatan
     melampaui 34,184%, dengan catatan variable lain tetap (ceteris paribus).

             Tabel 8 - 16: Analisis Sensitivitas terhadap Perubahan Incremental Beban Operasional (Beban Operasional
                                     setelah proyek dikurangi Beban Operasional sebelum proyek)
                                                                                                          (Dalam Rupiah penuh)
                                                       Skenario Perubahan Incremental Beban Operasional
        VARIABLE
                                               0%                  25,00%             53,412%                 75,00%
      Des 2025                                          0                      0                   0                       0
      2026                                 -27.620.310.000        -34.525.387.500    -42.372.778.212         -48.335.542.500
      2027                                 -38.050.102.302        -47.562.627.877    -58.373.296.525         -66.587.679.028
      2028                                 -48.815.480.488        -61.019.350.610    -74.888.642.742         -85.427.090.854
      2029                                 -59.924.595.707        -74.905.744.633    -91.931.321.672        -104.868.042.486
      2030                                 -71.385.775.379        -89.232.219.223   -109.514.108.552        -124.925.106.913
      NPV                                 357.492.074.033        185.195.169.124                   0         -76.760.258.301
                                                                                      Break even
        Kelayakan                            Layak                Layak                                    Tidak Layak
                                                                                         Point


     Dalam tabel analisis sensitivitas ini terlihat variable sensitivitas Penambahan Beban Operasional setelah
     Penambahan Usaha yang memberikan informasi, bahwa proyek akan mencapai titik Break even saat Beban
     Operasional setelah Penambahan Usaha mengalami peningkatan maksimal sebesar 53,412%, dan proyek



                                                                                                                                 72
Page 96
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
     menjadi tidak layak saat peningkatan Beban Operasional setelah Penambahan Usaha melampaui 53,412%,
     dengan catatan variable lain tetap (ceteris paribus).

8.9. Kesimpulan

     Berdasarkan kajian, evaluasi dan analisa keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan syarat asumsi-
     asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka dapat disimpulkan bahwa rencana penambahan
     Kegiatan Usaha yang akan dilaksanakan oleh TKDN layak.




                                                                                                               73

File

File Open PDF
Source IDX
Size6.83 MB
Published8 Jan 2026
Pages96
Characters352,824
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 75 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org TEKNOLOGI KARYA DIGITAL NUSA TBK · Direktur Utama p.1 ×292
linked person David Santoso · Direktur Utama p.9 ×9
linked person Rudy Budiman Setiawan · Direktur p.9 ×7
linked org Daya Kemilau p.33 ×2
linked person Noerman Taufik p.33 ×2
linked org Pertamina Patra Niaga p.58
linked org PT Medco Power Indonesia p.65
linked org PT Express Transindo Utama p.69
linked org Indika Energy Tbk p.92 ×2
linked org Arkora Hydro Tbk p.92 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.3 ×6
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.31 ×2
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.80
unresolved person KH. Guru Amin Km. p.1 ×16
unresolved org KJPP YUFRIZAL p.1 ×95
unresolved org DENY KAMAL dan REKAN p.1 ×18
unresolved org KJPP YDR p.2 ×14
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.2
unresolved org Gedung TKDN Tbk p.2 ×5
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.3 ×2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Yufrizal Deny Kamal dan Rekan p.3 ×2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Yufrizal Deny Kamal p.3 ×2
unresolved person Ir. Mahrani p.3 ×4
unresolved — MAPPI p.3 ×2
unresolved — RMK p.3 ×2
unresolved — STTD p.3 ×2
unresolved — STTD OJK (IKNB) p.3 ×2
unresolved — Kualifikasi Izin p.3 ×2
unresolved org Kementerian Keuangan dan Pasar Modal p.3 ×2
unresolved person Mujiono p.5
unresolved org Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan p.5
unresolved person Yansyafrin p.5
unresolved person CMA. p.5
unresolved org Kantor Akuntan Publik Heliantono & Rekan p.5
unresolved org Kantor Akuntan Publik Hadori Sugiarto Adi & Rekan p.5 ×3
unresolved org Kantor Akuntan Publik Hadori Sugiarto Adi p.5 ×3
unresolved org PT Damai Harapan Sentosa · Direktur p.5 ×3
unresolved person MSi p.5
unresolved org Bank Indonesia p.6 ×26
unresolved org KJPP YDR Yang Resmi Merupakan Syarat Mutlak Sahnya p.8
unresolved person TKDN · Direktur Utama p.9 ×4
unresolved — Shinta Budiarti Santoso · Senior Manager Finance Accounting & Tax p.9 ×2
unresolved — Zaid Zar Lubis · Manager Legal p.9 ×2
unresolved org KJPP Yang Resmi Merupakan Syarat Mutlak Sahnya p.19 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.31 ×20
unresolved person Dr. Sugih Haryati p.31 ×4
unresolved org PT Daya Kemilau Nusantara Investama · Direktur p.33 ×2
unresolved person Drs. Thomson E Batubara p.33 ×2
unresolved person Wendy Jolanda Waas · Direktur p.33 ×2
unresolved person Tjoa Karina Juwita S.H. · Notaris p.34
unresolved org Menteri Investasi p.34 ×3
unresolved org Koordinasi Penanaman Modal p.34 ×3
unresolved org Menteri Perdagangan p.34
unresolved org Indonesia Stock Exchange p.34
unresolved org Kementerian Perindustrian p.54 ×2
unresolved org Menteri ESDM p.55 ×2
unresolved org Kementerian ESDM p.56 ×3
unresolved org Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral p.57
unresolved org Menteri Keuangan p.57 ×3
unresolved org Kementerian Perhubungan p.59
unresolved org Kementerian Keuangan p.59
unresolved org Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan p.62
unresolved org Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral p.62
unresolved org PT Starvo Global Energi p.65
unresolved org PT MPI p.65
unresolved org Menteri p.79 ×3
unresolved org Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual p.79 ×9
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Sementara p.80
unresolved org DER p.92
unresolved org Ticker · Nama Perusahaan p.92
unresolved org Jiangsu Xinri E-Vehicle Co., Ltd. p.92
unresolved org China Datang Corporation p.92
unresolved org Shenzhen Desay Battery Technology Co., Ltd. p.92
unresolved org Zhejiang Taotao Vehicles Co., Ltd. p.92

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result