Back to announcement
20260102_FOLK_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32016450_lamp1.pdf
Other Text extracted FOLKSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 26
Page 1
Page 2
Sehubungan dengan Surat Nomor S-14592/BEI.PP3/12-2025 yang kami terima pada
tanggal 30 Desember 2025, berikut terlampir kami sampaikan tanggapan atas permintaan
penjelasan tersebut.
LaLaporan Keuangan per 30 September 2025 (Unaudited)
1. Piutang usaha Perseroan per 30 September 2025 sebesar Rp2,38 miliar mengalami
peningkatan piutang usaha per 30 September 2025 sebesar Rp69,64 juta atau 3,01%
jika dibandingkan dengan 31 Desember 2024 sebesar Rp2,31 miliar. Sehubungan
dengan hal tersebut, agar dijelaskan mengenai:
a. Latar belakang atas peningkatan piutang usaha, khususnya kepada pihak baru
yaitu PT Borwita Citra Prima sebesar Rp816,76 juta.
b. Latar belakang terdapat juga penurunan atas piutang usaha kepada PT Goto
Gojek Tokopedia Tbk sebesar Rp290,01 juta dan PT Filia Sukses Mandiri sebesar
Rp183,01 juta menjadi nihil per 30 September 2025.
c. Pertimbangan Perseroan tidak melakukan penambahan pencadangan atas
penurunan nilai piutang Perseroan? Agar dijelaskan dasar dan penilaian
Perseroan dalam penentuan pencadangan tersebut.
d. Latar belakang tingginya piutang usaha pihak ketiga dengan umur piutang telah
jatuh tempo lebih dari 90 hari yang dibukukan Perseroan per 30 September 2025.
e. Informasi mengenai 5 pihak terbesar atas piutang usaha jatuh tempo lebih dari
90 hari yang dibukukan Perseroan sebesar Rp1,45 miliar per 30 September 2025.
f. Upaya penagihan yang akan dilakukan Perseroan untuk memastikan piutang
yang dimiliki Perseroan yang telah jatuh tempo dapat tetap tertagih.
Jawaban:
a. PT Borwita Citra Prima (“Borwita”) merupakan mitra distributor utama untuk merek
drsoap, yang sebelumnya didistribusikan oleh PT Filia Sukses Mandiri (“FSM”).
Pergantian distributor ini dilakukan sebagai bagian dari strategi Perseroan untuk
memperkuat jaringan distribusi dan memperluas jangkauan pasar produk drsoap.
Peningkatan piutang usaha Perseroan kepada Borwita per 30 September 2025
terutama disebabkan oleh mulai berjalannya kerja sama distribusi tersebut pada
periode berjalan, dimana penjualan kepada Borwita dilakukan dengan ketentuan kredit
usaha yang wajar dan sesuai praktik bisnis umum. Seiring dengan peningkatan volume
penjualan pada fase awal kerja sama, Perseroan mencatatkan saldo piutang usaha
kepada Borwita sebesar Rp816,76 juta per 30 September 2025.
Perseroan menilai Borwita sebagai mitra distribusi berskala nasional dengan
pengalaman yang memadai di bidang distribusi dan logistik, sehingga manajemen
meyakini piutang usaha tersebut berada dalam kondisi terkelola dan dapat tertagih
sesuai jatuh temponya.
b. Penurunan piutang usaha kepada PT Goto Gojek Tokopedia disebabkan oleh
pelunasan piutang usaha pada periode berjalan dan tidak terdapat peningkatan
transaksi penjualan yang signifikan, sedangkan penurunan piutang usaha kepada PT
Prosperity Tower, 17F, District 8, SCBD FOLK Group
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Senayan, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan – 12190
Page 3
Filia Sukses Mandiri disebabkan oleh telah berakhirnya kerja sama distribusi, dimana
seluruh piutang usaha kepada FSM telah dilunasi dan tidak terdapat transaksi
penjualan pada periode berjalan sehingga saldo piutang tercatat nihil per 30 September
2025.
c. Meskipun terdapat piutang usaha dengan umur lebih dari 90 hari per 30 September
2025, berdasarkan penilaian manajemen (management assessment) terhadap kualitas
piutang tersebut, Perseroan menilai bahwa tidak terdapat indikasi penurunan nilai yang
signifikan.
Penilaian tersebut didasarkan pada riwayat pembayaran pelanggan, komunikasi dan
komitmen pembayaran yang masih berjalan, serta kemampuan keuangan pelanggan
untuk melunasi kewajibannya. Oleh karena itu, hingga tanggal pelaporan, Perseroan
menilai belum diperlukan penambahan penyisihan penurunan nilai piutang usaha.
d. Piutang usaha pihak ketiga yang telah jatuh tempo lebih dari 90 hari per 30 September
2025 terutama berasal dari PT Mitra Ultima Utama dan CV Global Tujuh Sejahtera.
Piutang usaha kepada PT Mitra Ultima Utama dan CV Global Tujuh Sejahtera saat ini
masih dalam proses penagihan dan dinilai masih dapat tertagih, yang dibuktikan
dengan adanya realisasi pembayaran secara bertahap (angsuran), antara lain sebesar
Rp200.000.000 yang diterima pada bulan Maret dan Oktober 2024.
Saldo piutang usaha tersebut belum mengalami penurunan yang signifikan karena
proses pelunasan dilakukan secara bertahap, dan hingga tanggal penyampaian
tanggapan ini kedua pelanggan telah menyampaikan komitmen untuk melanjutkan
pembayaran pada periode berikutnya.
e. Piutang usaha pihak ketiga yang telah jatuh tempo lebih dari 90 hari per 30 September
2025 terutama berasal dari:
f. Perseroan secara rutin melakukan pemantauan atas saldo piutang usaha, termasuk
piutang yang telah jatuh tempo lebih dari 90 hari, Perseroan juga melakukan komunikasi
aktif dengan pelanggan untuk mempercepat penyelesaian kewajiban.
Perseroan juga menyediakan opsi restrukturisasi pembayaran secara bertahap bagi
pelanggan yang membutuhkan, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.
Selain itu, Perseroan melakukan evaluasi berkala atas kebijakan kredit dan meninjau
kembali syarat pembayaran kepada pelanggan guna meminimalkan risiko piutang
macet di masa yang akan datang.
Prosperity Tower, 17F, District 8, SCBD FOLK Group
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Senayan, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan – 12190
Page 4
2. Sehubungan dengan piutang lain-lain per 30 September 2025 sebesar Rp2,44 miliar
dan mengalami penurunan sebesar Rp1,02 miliar atau -43,22% jika dibandingkan
dengan periode 31 Desember 2024 sebesar Rp2,37 miliar, agar dijelaskan mengenai:
a. Latar belakang atas penurunan piutang lain-lain per 30 September 2025 tersebut,
khususnya atas pelunasan pinjaman dari PT Sumber Garam Dwitama sebesar
Rp1,08 miliar atau -100% pada tahun 2025.
b. Nature dan rincian transaksi yang mendasari dibukukannya piutang lain-lain
kepada PT Sumber Garam Dwitama.
c. Nature dan rincian transaksi yang mendasari dibukukannya piutang lain-lain
kepada PT Jerni Sapta Asia.
d. Nature dari piutang dalam kategori lain-lain yang dibukukan Perseroan sebesar
Rp164,31 juta per 30 September 2025.
e. Latar belakang penurunan piutang lain-lain pihak berelasi kepada PT Garam
Ventura Indonesia yang merupakan pemegang saham Perusahaan sebesar -
100,00% atau Rp177,00 juta.
f. Penjelasan Perseroan mengenai target penagihan atas piutang lain-lain baik
kepada pihak ketiga maupun pihak berelasi Perseroan.
g. Latar belakang dan pertimbangan Perseroan tidak membukukan adanya
pencadangan penurunan nilai dari piutang usaha lain-lain pihak ketiga yang
dibukukan Perseroan.
Jawaban :
a. Penurunan piutang lain-lain kepada PT Sumber Garam Dwitama (“SGD”) per 30
September 2025 disebabkan karena SGD telah melakukan pelunasan atas seluruh
saldo piutang lain-lain Perseroan, sehingga saldo piutang lain-lain kepada SGD tercatat
nihil per 30 September 2025, dibandingkan dengan saldo per 31 Desember 2024.
b. Piutang lain-lain kepada SGD merupakan pemberian pinjaman jangka pendek oleh
Perseroan kepada SGD untuk mendukung kebutuhan kegiatan operasional, dengan
rincian sebagai berikut:
Prosperity Tower, 17F, District 8, SCBD FOLK Group
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Senayan, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan – 12190
Page 5
Seiring dengan pelunasan pinjaman tersebut, maka saldo piutang lain-lain kepada SGD
telah lunas dan tercatat nihil per 30 September 2025.
c. Nature dan rincian transaksi yang mendasari dibukukannya piutang lain-lain kepada PT
Jerni Sapta Asia (“JSA”) adalah sebagai berikut :
Pemberian pinjaman kepada PT Jerni Sapta Asia (JSA) dilakukan oleh Perseroan untuk
mendukung kebutuhan kegiatan operasional JSA, dengan tetap memperhatikan prinsip
kewajaran dan kehati-hatian.
d. Nature dari piutang dalam kategori lain-lain yang dibukukan Perseroan merupakan piutang
dengan nilai yang tidak signifikan secara individual yang timbul dari aktivitas operasional
sehari-hari, antara lain piutang kepada karyawan dan transaksi operasional lainnya, yang
bersifat jangka pendek, telah dicatat sesuai substansi transaksi dan sifatnya yang tidak
material secara individual.
e. Penurunan piutang lain-lain kepada PT Garam Ventura Indonesia (“GVI”) per 30
September 2025 disebabkan karena GVI telah melakukan pelunasan atas seluruh saldo
piutang lain-lain kepada Perseroan, sehingga saldo piutang lain-lain kepada GVI tercatat
nihil per 30 September 2025.
f. Perseroan secara berkala melakukan pemantauan dan evaluasi atas saldo piutang lain-
lain, baik kepada pihak berelasi maupun pihak ketiga, serta melakukan komunikasi aktif
dengan pihak terkait guna memastikan kewajiban pembayaran dapat diselesaikan sesuai
kesepakatan tenor/jangka waktu.
Untuk piutang lain-lain yang masih tercatat per 30 September 2025, Perseroan
menerapkan mekanisme penagihan secara bertahap sesuai dengan kemampuan
pembayaran masing-masing pihak, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan
pengelolaan risiko. Perseroan juga melakukan peninjauan berkala atas jangka waktu dan
ketentuan pembayaran guna menjaga keterpulihan piutang.
g. Berdasarkan penilaian manajemen (management assessment) atas kualitas dan
keterpulihan piutang lain-lain pihak ketiga per 30 September 2025, Perseroan menilai
bahwa belum terdapat indikasi penurunan nilai yang signifikan atas piutang tersebut.
Penilaian tersebut didasarkan pada substansi transaksi, status pembayaran yang masih
berjalan, komitmen pembayaran dari pihak terkait, serta hasil komunikasi dan monitoring
yang dilakukan secara berkala. Oleh karena itu, hingga tanggal pelaporan, Perseroan
menilai belum diperlukan pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai atas piutang
lain-lain pihak ketiga.
Prosperity Tower, 17F, District 8, SCBD FOLK Group
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Senayan, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan – 12190
Page 6
3. Per 30 September 2025 Perseroan membukukan persediaan sebesar Rp7,35 miliar
atau sekitar 8,71% dari total aset. Terdapat penurunan persediaan per 30 September
2025 sebesar Rp2,42 miliar atau 24,76% jika dibandingkan dengan periode 31
Desember 2024 sebesar Rp9,78 miliar. Atas hal tersebut, agar dijelaskan mengenai:
a. Latar belakang dan penjelasan atas pertimbangan Perseroan melakukan
peningkatan penyisihan penurunan nilai persediaan per 30 September 2025
sebesar Rp1,78 miliar atau meningkat sebesar 19,16%.
b. Penjelasan mengenai jenis persediaan dan rincian persediaan yang mengalami
penurunan nilai per 30 September 2025 sebesar Rp1,78 miliar tersebut.
c. Informasi mengenai rincian jenis Persediaan yang telah dilakukan penyisihan
penurunan nilai per 30 September 2025 dengan total penyisihan penurunan nilai
persediaan sebesar Rp10,87 miliar.
d. Upaya yang dilakukan Perseroan untuk melakukan mitigasi atas penurunan nilai
Persediaan yang dimiliki Perseroan.
Jawaban :
a. Penyisihan penurunan nilai persediaan sebesar Rp1,78 miliar per 30 September 2025
timbul berdasarkan hasil penelaahan Perseroan atas nilai tercatat persediaan
dibandingkan dengan nilai realisasi bersihnya (net realizable value).
Berdasarkan evaluasi tersebut, sebagian persediaan mengalami penurunan nilai antara
lain disebabkan oleh perubahan kondisi pasar, pergerakan persediaan yang melambat,
serta potensi keusangan (obsolete items), sehingga nilai realisasi bersihnya lebih
rendah dibandingkan biaya perolehan.
Penentuan penyisihan ini telah dilakukan sesuai dengan ketentuan PSAK 14, di mana
persediaan harus diukur pada jumlah yang lebih rendah antara biaya perolehan dan
nilai realisasi bersih.
b. Rincian penambahan atas persediaan yang mengalami penurunan nilai per 30
September 2025:
c. Selain penurunan nilai yang dibukukan pada periode berjalan, Perseroan juga memiliki
akumulasi penyisihan penurunan nilai persediaan per 30 September 2025 sebesar
Rp10,87 miliar, dengan rincian sebagai berikut:
Prosperity Tower, 17F, District 8, SCBD FOLK Group
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Senayan, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan – 12190
Page 7
Akumulasi penyisihan tersebut mencerminkan hasil evaluasi Perseroan atas kualitas
dan keterpulihan persediaan secara keseluruhan hingga tanggal pelaporan.
d. Perseroan telah dan terus melakukan langkah mitigasi secara berkelanjutan untuk
meminimalkan risiko penurunan nilai persediaan, antara lain melalui:
• Penerapan kebijakan aging inventory dan pemantauan periodik, guna mencegah
penumpukan barang tidak terjual atau rusak.
• Peninjauan dan penyempurnaan prosedur pengendalian internal persediaan,
dimana Perseroan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan akuntansi
dan prosedur pengendalian fisik persediaan, termasuk dalam hal otorisasi,
pencatatan dan rekonsiliasi.
• Optimalisasi perencanaan pembelian dan manajemen permintaan, dengan
meningkatkan koordinasi antara divisi penjualan dan pengadaan agar persediaan
lebih sesuai dengan tren permintaan pasar.
• Peningkatan kompetensi internal melalui pelatihan terkait manajemen persediaan
dan penerapan standar akuntansi keuangan yang berlaku.
Langkah-langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas persediaan dan
meminimalkan potensi penurunan nilai di masa mendatang.
4. Sehubungan dengan beban dibayar di muka Perseroan per 30 September 2025
sebesar Rp2,63 miliar atau mengalami penurunan sebesar Rp3,49 miliar atau -57,03%
jika dibandingkan dengan periode 31 Desember 2024 sebesar Rp6,13 miliar, agar
dijelaskan mengenai:
a. Latar belakang dan penjelasan atas penurunan beban dibayar di muka jasa
advertising agency sebesar Rp1,21 miliar atau -47,37%.
b. Latar belakang dan penjelasan atas penurunan beban jasa marketing agency
sebesar Rp1 miliar atau -47,37%.
c. Latar belakang dan penjelasan atas penurunan beban jasa outsourcing sebesar
Rp724,64 juta atau -100%.
d. Informasi mengenai rincian pembagian atas masing-masing beban dibayar di
muka yang dikategorikan sebagai jangka pendek maupun jangka panjang per 30
September 2025 dan 31 Desember 2024.
e. Informasi mengenai rincian pihak yang memberikan masing-masing jasa
advertising agency dan jasa marketing agency kepada Perseroan.
f. Target realisasi dari uang muka jasa advertising agency dan jasa marketing
agency oleh Perseroan.
Prosperity Tower, 17F, District 8, SCBD FOLK Group
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Senayan, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan – 12190
Page 8
Jawaban :
a. Penurunan beban dibayar di muka jasa advertising agency sebesar Rp1,21 miliar atau
47,37% per 30 September 2025 terutama disebabkan oleh amortisasi beban dibayar di
muka yang dilakukan secara bertahap sesuai dengan masa manfaat jasa advertising
sebagaimana diperjanjikan. Penurunan tersebut merupakan dampak normal dari
proses pembebanan biaya seiring berjalannya periode manfaat jasa.
b. Penurunan beban dibayar di muka jasa marketing agency sebesar Rp1,00 miliar atau
47,37% per 30 September 2025 disebabkan oleh amortisasi beban dibayar di muka
sesuai dengan masa manfaat jasa marketing. Penurunan tersebut merupakan dampak
normal dari proses pembebanan biaya seiring berjalannya periode manfaat jasa.
c. Penurunan beban dibayar di muka jasa outsourcing sebesar Rp724,64 juta atau 100%
per 30 September 2025 disebabkan karena seluruh beban dibayar di muka atas jasa
outsourcing tersebut telah sepenuhnya diamortisasi dan dibebankan hingga bulan
Agustus 2025, sehingga tidak terdapat lagi saldo beban dibayar di muka jasa
outsourcing pada akhir periode pelaporan.
d. Informasi mengenai rincian pembagian atas masing-masing beban dibayar di muka
yang dikategorikan sebagai jangka pendek maupun jangka panjang per 30 September
2025 dan 31 Desember 2024 yakni sebagai berikut:
e. Informasi mengenai rincian pihak yang memberikan masing-masing jasa advertising
agency dan jasa marketing agency kepada Perseroan yakni sebagai berikut:
Prosperity Tower, 17F, District 8, SCBD FOLK Group
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Senayan, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan – 12190
Page 9
f. Perseroan menyampaikan bahwa realisasi beban dibayar di muka atas jasa advertising
agency dan jasa marketing agency dilakukan secara bertahap sesuai dengan masa
manfaat dan periode kontrak jasa yang berlaku, serta diamortisasi secara sistematis
sejalan dengan pelaksanaan aktivitas pemasaran dan promosi Perseroan.
Perlakuan akuntansi atas beban dibayar di muka tersebut telah dilakukan sesuai
dengan kebijakan akuntansi Perseroan dan standar akuntansi keuangan yang berlaku.
Prosperity Tower, 17F, District 8, SCBD FOLK Group
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Senayan, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan – 12190
Page 10
5. Per 30 September 2025 Perseroan membukukan aset tetap sebesar Rp11,75 miliar
serta terdapat penurunan aset tetap sebesar Rp2,09 miliar atau 15,13% jika
dibandingkan dengan periode 31 Desember 2024 sebesar Rp13,85 miliar. Selain itu,
berdasarkan dokumen laporan realisasi penggunaan dana penawaran umum
Perseroan per 31 Desember 2023, terdapat kategori belanja modal atas pembelian
alat & furniture studio sebesar Rp3 miliar dan renovasi gedung kantor sebesar
Rp9,85 miliar. Atas hal tersebut agar dijelaskan rincian list dari alat & furniture studio
sebesar Rp3 miliar dan renovasi gedung kantor sebesar Rp9,85 miliar yang
dibukukan Perseroan dalam laporan keuangan tersebut.
Jawaban :
Perseroan membukukan aset tetap sebesar Rp11,75 miliar per 30 September 2025, yang
mengalami penurunan sebesar Rp2,09 miliar atau 15,13% dibandingkan dengan posisi 31
Desember 2024 sebesar Rp13,85 miliar. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh beban
penyusutan aset tetap selama periode berjalan, seiring dengan tidak adanya penambahan aset
tetap material baru pada periode tersebut selain yang telah direalisasikan sebelumnya.
Sehubungan dengan permintaan penjelasan atas realisasi penggunaan dana dan penawaran
umum Perseroan per 31 Desember 2023, berikut rincian belanja modal yang telah
direalisasikan dan dibukukan dalam laporan keuangan Perseroan:
Prosperity Tower, 17F, District 8, SCBD FOLK Group
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Senayan, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan – 12190
Page 11
Rincian alat dan furniture Studio : Prosperity Tower, 17F, District 8, SCBD FOLK Group Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Senayan, Kebayoran Baru Jakarta Selatan – 12190
Page 12
Realisasi renovasi gedung dan ruang kerja Perseroan terdiri dari:
• Jasa desain ruang kantor sebesar Rp1.520.000.000
• Jasa renovasi ruang kantor sebesar Rp4.506.205.500
• Jasa renovasi ruang studio sebesar Rp3.825.000.000
Seluruh pekerjaan renovasi tersebut telah diselesaikan sepenuhnya (100% progress) dan hasil
pekerjaan telah diterima sesuai dengan ruang lingkup pekerjaan (deliverables). Sehubungan
dengan hal tersebut, biaya renovasi yang sebelumnya dicatat sebagai aset dalam penyelesaian
Prosperity Tower, 17F, District 8, SCBD FOLK Group
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Senayan, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan – 12190
Page 13
telah direklasifikasi ke dalam aset tetap, sesuai dengan kebijakan akuntansi Perseroan dan
standar akuntansi keuangan yang berlaku.
6. Per 30 September 2025 Perseroan membukukan aset tak berwujud sebesar Rp1,41
miliar yang mengalami penurunan sebesar Rp820,12 juta atau 36,77% jika
dibandingkan periode 31 Desember 2024 sebesar Rp2,23 miliar. Sehubungan
dengan hal tersebut agar dijelaskan mengenai:
a. Latar belakang tidak terdapat lagi pengembangan/penambahan atas aset tak
berwujud yang dimiliki Perseroan.
b. Penjelasan Perseroan mengenai relevansi aset tak berwujud (situs web, aset
digital dan software) yang dimiliki Perseroan dengan spesifikasi kebutuhan
bisnis terkini Perseroan.
Jawaban :
Perseroan membukukan aset tak berwujud sebesar Rp1,41 miliar per 30 September 2025,
yang mengalami penurunan sebesar Rp820,12 juta atau 36,77% dibandingkan dengan posisi
31 Desember 2024 sebesar Rp2,23 miliar. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh
beban amortisasi aset tak berwujud selama periode berjalan.
a. Tidak terdapat pengembangan atau penambahan aset tak berwujud pada periode berjalan
karena Perseroan memfokuskan pemanfaatan aset tak berwujud yang telah dimiliki, baik
berupa situs web, aset digital, maupun software, untuk mendukung kegiatan operasional
dan bisnis yang sedang berjalan.
Selama periode pelaporan, Perseroan tidak melakukan investasi baru yang memenuhi
kriteria kapitalisasi sebagai aset tak berwujud, sehingga tidak terdapat penambahan nilai
tercatat aset tak berwujud. Penurunan nilai tercatat semata-mata berasal dari amortisasi
rutin sesuai masa manfaat ekonomis masing-masing aset.
b. Aset tak berwujud yang dimiliki Perseroan masih relevan dan digunakan secara aktif dalam
mendukung kegiatan usaha Perseroan, baik untuk menunjang aktivitas pemasaran dan
komunikasi merek, kegiatan usaha berbasis konten dan aset digital, maupun kebutuhan
operasional dan administrasi Perseroan.
Beban amortisasi atas aset tak berwujud tersebut dibebankan secara sistematis ke dalam
beban umum dan administrasi sesuai dengan kebijakan akuntansi Perseroan dan standar
akuntansi keuangan yang berlaku, dan hingga tanggal pelaporan tidak terdapat indikasi
penurunan nilai (impairment) atas aset tak berwujud yang dimiliki Perseroan.
Prosperity Tower, 17F, District 8, SCBD FOLK Group
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Senayan, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan – 12190
Page 14
7. Per 30 September 2025 investasi lain-lain Perseroan adalah sebesar Rp48,06 miliar
atau sekitar 56,86% dari total aset. Nilai investasi lain-lain per 30 September 2025
tersebut tidak mengalami perubahan jika dibandingkan dengan saldo 31 Desember
2024. Serta pengukuran nilai wajar atas investasi yang dilakukan Perseroan
ditentukan menggunakan level 3 berdasarkan PSAK 113 tentang Pengukuran Nilai
Wajar. Atas hal tersebut agar Perseroan menjelaskan:
a. Latar belakang dan pertimbangan Perseroan menilai bahwa tidak terdapat
perubahan maupun penyisihan penurunan nilai atas investasi yang dilakukan
Perseroan.
b. Dasar penetapan tidak terdapat perubahan nilai atas investasi Perseroan. Agar
dijelaskan pengukuran nilai wajar yang dilakukan Perseroan.
c. Latar belakang Perseroan menggunakan pengukuran nilai wajar atas seluruh
investasi yang dilakukan Perseroan ditentukan menggunakan level 3?
Mengingat terdapat perusahaan sejenis yang dapat dibandingkan untuk
pengukuran atas investasi yang dilakukan Perseroan.
d. Rincian informasi atas tingkat profitabilitas dari masing-masing Perusahaan
penempatan investasi yang dilakukan Perseroan (PT Untung Sukses Selalu, PT
Triniti Garam Properti, PT Folka Cipta Karya, PT Rute Enampuluhenam
Indonesia, Otospector Global Pte. Ltd, PT Mudakarya Lokal Indonesia, PT
Stockup Sekolah Investor). Agar dijelaskan pendapatan dari masing-masing
Perusahaan tersebut per 30 September 2025.
Jawaban :
a. Perseroan melakukan penilaian atas nilai wajar investasi lain-lain secara berkala sesuai
dengan kebijakan akuntansi Perseroan dan standar akuntansi keuangan yang berlaku.
Berdasarkan hasil penilaian tersebut hingga tanggal 30 September 2025, Perseroan
menilai bahwa tidak terdapat indikasi penurunan nilai maupun perubahan nilai wajar
yang material atas investasi lain-lain yang dimiliki. Oleh karena itu, Perseroan tidak
membukukan penyisihan penurunan nilai atas investasi lain-lain pada periode berjalan.
b. Dasar penetapan tidak terdapat perubahan nilai atas investasi Perseroan didasarkan
pada hasil pengukuran nilai wajar sesuai PSAK 113 tentang Pengukuran Nilai Wajar,
dengan mempertimbangkan kondisi usaha, kinerja, dan prospek dari masing-masing
entitas yang diinvestasikan.
Hingga tanggal pelaporan, tidak terdapat kejadian signifikan yang mengindikasikan
penurunan nilai investasi maupun perubahan asumsi utama yang digunakan dalam
pengukuran nilai wajar, sehingga nilai tercatat investasi Perseroan masih
mencerminkan nilai wajarnya.
c. Perseroan menggunakan pendekatan pengukuran nilai wajar Level 3 karena investasi
yang dimiliki Perseroan merupakan instrumen ekuitas pada perusahaan yang belum
tercatat di bursa (unlisted) dan sebagian besar berada pada tahap awal pengembangan
usaha, sehingga tidak tersedia harga kuotasian di pasar aktif (Level 1) maupun input
yang dapat diobservasi secara langsung (Level 2) yang relevan.
Prosperity Tower, 17F, District 8, SCBD FOLK Group
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Senayan, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan – 12190
Page 15
Pengukuran nilai wajar dilakukan dengan menggunakan pendekatan pendapatan
(income approach), antara lain melalui metode arus kas yang didiskontokan (discounted
cash flow), dengan menggunakan asumsi yang mencerminkan kondisi pasar pada
tanggal pengukuran. Dalam penerapan Level 3 tersebut, Perseroan tetap
mempertimbangkan data pasar yang dapat diobservasi secara terbatas, seperti tingkat
diskonto, beta pembanding, serta parameter biaya modal yang diperoleh dari
perusahaan sejenis, sejauh data tersebut relevan dan tersedia, guna memastikan
pengukuran nilai wajar dilakukan secara wajar dan dapat dipertanggungjawabkan.
d. Berdasarkan informasi terakhir yang tersedia dari masing-masing entitas yang
diinvestasikan, Perseroan melakukan penelaahan atas kondisi operasional, model
bisnis, serta tingkat profitabilitas secara umum, sebagai bagian dari penilaian nilai wajar
investasi lain-lain.
• Secara umum, entitas yang telah beroperasi dan mencatatkan pendapatan
menunjukkan tingkat profitabilitas yang bervariasi sesuai dengan karakteristik
masing-masing lini usaha, dengan kisaran rata-rata EBITDA margin sekitar 16%
untuk PT Untung Sukses Selalu, yang menjalankan kegiatan usaha di bidang
agensi, penyelenggaraan event, dan ritel.
• PT Folk Cipta Karya mencatatkan tingkat profitabilitas yang relatif lebih tinggi
dengan EBITDA margin sekitar 51%, dengan sumber pendapatan yang berasal
dari jasa agensi, periklanan digital (adsense), produksi film, dan pengelolaan
media sosial.
• PT Rute Enampuluhenam Indonesia mencatatkan EBITDA margin negatif
dengan kisaran rata-rata sekitar -30%, dengan sumber pendapatan yang
berasal dari layanan social media maintenance dan influencer marketing.
• PT Otospector Global Pte. Ltd. mencatatkan EBITDA margin sekitar 18%,
dengan kegiatan usaha utama di bidang inspeksi kendaraan dan layanan terkait
asuransi.
• Sementara itu, PT Triniti Garam Properti belum mencatatkan pendapatan
hingga tanggal pelaporan karena pendapatan dari pengembangan properti baru
dapat diakui setelah terpenuhinya ketentuan pengakuan pendapatan sesuai
standar akuntansi yang berlaku, termasuk serah terima unit kepada pelanggan.
• PT Stockup Sekolah Investor saat ini berada dalam kondisi tidak aktif (dormant)
belum menjalankan kegiatan operasional secara rutin yang menghasilkan
pendapatan pada periode terakhir ini, di mana sebelumnya Stockup memiliki
kegiatan usaha di bidang penyelenggaraan kelas dan program pelatihan.
• PT Mudakarya Lokal Indonesia (MLI) saat ini berada dalam kondisi tidak aktif
(dormant) dan belum menjalankan kegiatan operasional yang menghasilkan
pendapatan. Perseroan telah melakukan penelaahan atas investasi tersebut
dan menilai bahwa nilai tercatat investasi Perseroan pada MLI relatif tidak
Prosperity Tower, 17F, District 8, SCBD FOLK Group
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Senayan, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan – 12190
Page 16
material terhadap total investasi lain-lain dan posisi keuangan Perseroan secara
keseluruhan.
Berdasarkan pertimbangan materialitas dan hasil penilaian manajemen, Perseroan
menilai bahwa tidak terdapat dampak material terhadap laporan keuangan, sehingga
tidak dilakukan pembentukan penurunan nilai atas investasi pada MLI per 30
September 2025.
8. Per 30 September 2025 Perseroan membukukan goodwill sebesar Rp2,76 miliar dan
tidak mengalami perubahan jika dibandingkan dengan periode 31 Desember 2024.
Atas hal tersebut agar dijelaskan pengujian yang telah dilakukan Perseroan dan
pertimbangan Perseroan menetapkan tidak terdapat penurunan nilai goodwill yang
dibukukan Perseroan.
Jawaban :
Perseroan melakukan pengujian penurunan nilai (impairment test) atas goodwill secara
tahunan, yaitu pada tanggal 31 Desember, dan/atau apabila terdapat indikasi penurunan nilai
sesuai dengan kebijakan akuntansi dan standar akuntansi keuangan yang berlaku. Pengujian
penurunan nilai goodwill dilakukan dengan menghitung nilai pakai (value in use) dari unit
penghasil kas terkait menggunakan metode arus kas yang didiskontokan (discounted cash
flow).
Berdasarkan hasil pengujian penurunan nilai goodwill yang dilakukan pada tanggal 31
Desember 2024 serta penelaahan atas kondisi keuangan dan operasional hingga 30
September 2025, Perseroan menilai bahwa nilai tercatat goodwill masih dapat dipulihkan,
sehingga tidak terdapat penurunan nilai goodwill yang perlu dibukukan pada periode tersebut.
9. Per 30 September 2025 utang usaha yang dimiliki Perseroan sebesar Rp2,19 miliar
mengalami peningkatan sebesar Rp174,27 juta atau 8,61% jika dibandingkan dengan
periode 31 Desember 2024 sebesar Rp2,02 miliar. Atas hal tersebut agar dijelaskan
lebih lanjut mengenai:
a. Latar belakang terdapat peningkatan utang usaha, khususnya atas utang usaha
kepada PT Kreasi Semangat Muda sebesar Rp233,34 juta atau setara 242,06%.
b. Latar belakang terdapat peningkatan utang usaha kepada PT Blessindo Anugrah
Sentosa sebesar Rp33,78 juta atau setara 1,84%.
c. Upaya dan komitmen Perseroan untuk dapat melunasi utang usaha Perseroan,
mengingat sebagian besar utang usaha Perseroan termasuk dalam kategori
utang telah jatuh tempo lebih dari 90 hari sebesar Rp1,08 miliar atau sekitar
49,30% dari total utang usaha Perseroan.
Prosperity Tower, 17F, District 8, SCBD FOLK Group
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Senayan, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan – 12190
Page 17
Jawaban :
a. Peningkatan utang usaha kepada PT Kreasi Semangat Muda terutama berasal dari
peningkatan pembelian persediaan/barang dagang dari vendor tersebut dalam rangka
pemenuhan kebutuhan operasional dan menjaga ketersediaan stok Perseroan. Seiring
dengan peningkatan volume transaksi pembelian pada periode berjalan, saldo utang
usaha per 30 September 2025 menjadi lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya.
b. Peningkatan utang usaha kepada PT Blessindo Anugrah Sentosa juga disebabkan oleh
aktivitas pembelian persediaan/barang dagang dari vendor tersebut pada periode
berjalan.
c. Saldo utang usaha yang telah jatuh tempo lebih dari 90 hari terutama terkait dengan
pengaturan arus kas (cashflow management) dan penyesuaian jadwal pembayaran
pada periode berjalan, namun Perseroan tetap melakukan rekonsiliasi dan komunikasi
rutin dengan para pemasok serta melakukan pembayaran secara bertahap sesuai
kesepakatan/termin yang berlaku. Perseroan memastikan kewajiban kepada pemasok
tetap dipenuhi dan tidak terdapat sengketa dengan pihak pemasok terkait saldo utang
usaha tersebut, serta tidak terdapat jaminan (collateral) yang diberikan Perseroan atas
utang usaha dimaksud.
10. Sehubungan dengan utang lain-lain Perseroan per 30 September 2025 sebesar
Rp5,35 miliar atau sekitar 52,54% dari jumlah liabilitas Perseroan dan mengalami
penurunan sebesar Rp10,91 juta atau -0,20% jika dibandingkan dengan periode 31
Desember 2024 sebesar Rp5,36 miliar, agar dijelaskan:
a. Latar belakang penurunan utang lain-lain pada kategori lain-lain.
b. Informasi mengenai rincian utang lain-lain yang dibukukan Perseroan.
c. Pertimbangan Perseroan membukukan utang lain-lain tersebut dalam kategori
liabilitas jangka pendek, mengingat berdasarkan tanggal jatuh tempo, nilai utang
kepada pihak tersebut masih akan jatuh tempo lebih dari 1 tahun berdasarkan
informasi dari adendum perjanjian.
d. Informasi mengenai rincian covenant, status pemenuhan covenant dimaksud dan
jaminan atas utang lain-lain yang diperoleh Perseroan dari PT Jerni Sapta Asia,
PT Sumber Kehidupan Semesta, PT Suasana Bahagia Selalu, PT Semakin
Bertambah Sukses.
e. Informasi mengenai nature dan transaksi yang mendasari dari utang lain-lain
yang dibukukan Perseroan dari PT Jerni Sapta Asia, PT Sumber Kehidupan
Semesta, PT Suasana Bahagia Selalu, PT Semakin Bertambah Sukses.
f. Informasi mengenai nature dan rincian utang lain-lain pada kategori lain-lain yang
dibukukan Perseroan.
Prosperity Tower, 17F, District 8, SCBD FOLK Group
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Senayan, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan – 12190
Page 18
Jawaban :
a. Penurunan utang lain-lain pada kategori lain-lain per 30 September 2025 terutama
disebabkan oleh pelunasan sebagian kewajiban yang dilakukan Perseroan pada
periode berjalan.
b. Utang lain-lain Perseroan merupakan kewajiban yang timbul dari transaksi operasional
dan pendanaan jangka pendek dengan pihak ketiga, dengan rincian utama sebagai
berikut:
c. Perseroan membukukan utang lain-lain tersebut sebagai liabilitas jangka pendek
karena jatuh tempo masing-masing utang berada dalam tahun 2025, sehingga per 30
September 2025 kewajiban tersebut masih memenuhi kriteria sebagai liabilitas lancar.
Adapun addendum perjanjian yang mengatur perubahan tertentu atas jatuh tempo
ditandatangani setelah tanggal pelaporan, sehingga tidak mempengaruhi klasifikasi
liabilitas pada laporan keuangan per 30 September 2025 dan akan dipertimbangkan
dalam penyajian laporan keuangan pada periode berikutnya sesuai ketentuan
akuntansi yang berlaku.
d. Berdasarkan perjanjian utang lain-lain yang dimiliki Perseroan, tidak terdapat covenant
keuangan maupun covenant khusus yang bersifat membatasi (restrictive covenants)
dalam masing-masing perjanjian tersebut. Selain itu, tidak terdapat pengikatan jaminan
(collateral) yang diberikan oleh Perseroan sehubungan dengan utang lain-lain
dimaksud.
e. Informasi mengenai nature dan transaksi yang mendasari dari utang lain-lain yang
dibukukan Perseroan yakni sebagai berikut:
Prosperity Tower, 17F, District 8, SCBD FOLK Group
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Senayan, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan – 12190
Page 19
f. Utang lain-lain pada kategori lain-lain merupakan kewajiban yang timbul dalam rangka
kegiatan operasional Perseroan, antara lain terkait dengan transaksi rutin dan
kewajiban usaha lainnya dengan nilai yang relatif kecil dan tidak signifikan secara
individual, dengan total saldo sebesar Rp203.095.751 per 30 September 2025.
11. Latar belakang dan pertimbangan Perseroan tidak memperoleh pendanaan dari
utang bank per 30 September 2025 maupun 31 Desember 2024.
Jawaban :
Perseroan menyampaikan bahwa hingga tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024,
Perseroan belum memanfaatkan pendanaan dari utang bank sebagai bagian dari
pertimbangan manajemen dalam mengelola struktur pendanaan secara prudent.
Hal tersebut antara lain didasarkan pada pertimbangan bahwa pendanaan perbankan
umumnya memerlukan proses yang relatif lebih panjang, disertai dengan beban biaya yg lebih
besar dan persyaratan jaminan (collateral) tertentu. Sementara itu, karakteristik aset Perseroan
Prosperity Tower, 17F, District 8, SCBD FOLK Group
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Senayan, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan – 12190
Page 20
saat ini didominasi oleh peralatan, perlengkapan usaha, serta persediaan, yang dinilai kurang
optimal untuk dijadikan agunan pembiayaan perbankan konvensional.
Perseroan senantiasa melakukan evaluasi atas berbagai alternatif pendanaan yang tersedia
dan akan mempertimbangkan pendanaan perbankan maupun sumber pendanaan lainnya
apabila dinilai sesuai dengan kebutuhan usaha dan kondisi keuangan Perseroan ke depan,
dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.
12. Per 30 September 2025 kepentingan non pengendali Perseroan sebesar Rp12,80
miliar mengalami peningkatan sebesar Rp2,23 miliar atau 21,12% jika dibandingkan
dengan periode 31 Desember 2024 sebesar Rp10,57 miliar. Dimana peningkatan
kepentingan non pengendali tersebut disebabkan karena pengakuan rugi bersih
periode berjalan yang diatribusikan kepada pihak non pengendali per 30 September
2025. Atas hal tersebut agar Perseroan menjelaskan:
a. Upaya konkrit yang telah dilakukan Perseroan sebagai induk untuk
meningkatkan kinerja operasional dan keuangan entitas anak yang membukukan
rugi.
b. Perkembangan terkini mengenai kondisi operasional entitas anak Perseroan
yaitu PT Syca Kreasi Indonesia (SKI) setelah dilakukan pembelian saham oleh
PT Jerni Sapta Asia (JSA) sehingga memiliki kepemilikan saham SKI sebanyak
176 lembar saham Seri A.
c. Produk barang terkini yang dijual oleh entitas anak Perseroan SKI? Mengingat
terdapat pemberitaan yang telah menyatakan SKI mengalami kebangkrutan dan
produk SKI yaitu “Syca” telah berhenti berproduksi.
Jawaban :
a. Sebagai induk usaha, Perseroan telah dan terus melakukan berbagai langkah untuk
meningkatkan kinerja operasional dan keuangan entitas anak yang masih membukukan
rugi, antara lain melalui:
i. Evaluasi dan penyesuaian model bisnis entitas anak, termasuk peninjauan
kembali lini usaha yang kurang optimal.
ii. Pengendalian biaya dan efisiensi operasional, termasuk rasionalisasi
aktivitas operasional dan struktur biaya.
iii. Pendampingan manajemen dan penguatan tata kelola, dengan memastikan
pengawasan yang lebih terintegrasi antara Perseroan dan entitas anak.
Langkah-langkah tersebut dilakukan secara bertahap dengan tujuan memperbaiki
kinerja entitas anak dan meminimalkan dampak terhadap kinerja konsolidasian
Perseroan.
Prosperity Tower, 17F, District 8, SCBD FOLK Group
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Senayan, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan – 12190
Page 21
b. Perseroan menyampaikan bahwa setelah dilakukannya transaksi pembelian saham SKI
oleh JSA, SKI saat ini berada dalam tahap evaluasi dan peninjauan kembali arah serta
fokus kegiatan usahanya. Proses tersebut mencakup kajian terhadap struktur usaha,
portofolio produk, serta potensi lini bisnis yang dinilai masih memiliki prospek untuk
dikembangkan ke depan. Hingga tanggal penyampaian tanggapan ini, tidak terdapat
rencana terkait perubahan model bisnis SKI.
c. Perseroan menyampaikan bahwa saat ini SKI sedang melakukan evaluasi atas lini bisnis
dan portofolio produknya, termasuk penyesuaian strategi operasional dan komersial
produk bermerek “Syca”.
Perseroan menegaskan bahwa pemberitaan yang menyatakan SKI mengalami
kebangkrutan tidak mencerminkan posisi resmi Perseroan, dan hingga tanggal
penyampaian tanggapan ini SKI masih tercatat sebagai entitas anak Perseroan.
13. Penjualan Perseroan per 30 September 2025 sebesar Rp14,05 miliar mengalami
penurunan sebesar Rp980,61 juta atau -6,52% jika dibandingkan dengan periode 30
September 2024 sebesar Rp15,03 miliar, dimana penurunan penjualan tersebut
disebabkan karena penurunan penjualan jasa Perseroan sebesar Rp539,42 juta atau
-25,77% dan penjualan barang sebesar Rp441,19 juta atau -3,41%. Atas hal tersebut
agar dijelaskan lebih lanjut mengenai:
a. Latar belakang terdapat tren penurunan penjualan jasa dan penjualan barang
Perseroan?
b. Latar belakang terdapat penjualan Perseroan per 30 September 2025 kepada
pihak pelanggan baru yaitu PT Browita Citra Prima yang sebesar Rp6,09 miliar?
c. Latar belakang terdapat pihak yang tidak lagi menjadi pelanggan Perseroan yaitu
PT Filia Sukses Mandiri yang mengalami penurunan sebesar Rp3,62 miliar atau
-100% jika dibandingkan dengan penjualan periode sebelumnya per 30
September 2024?
d. Strategi Perseroan untuk meningkatkan pendapatan Perseroan untuk tahun
2026.
Jawaban :
a. Perseroan menyampaikan bahwa penurunan penjualan per 30 September 2025
terutama dipengaruhi oleh penurunan penjualan jasa, yang terjadi seiring dengan
penyesuaian fokus kegiatan usaha dan rasionalisasi program/aktivitas jasa yang dinilai
kurang memberikan margin optimal pada periode berjalan.
Sementara itu, penjualan barang mengalami penurunan yang relatif lebih terbatas, yang
antara lain dipengaruhi oleh pelemahan daya beli konsumen dan perubahan pola
permintaan pasar pada periode berjalan. Meskipun demikian, pada periode 30
September 2025 Perseroan telah mulai mencatatkan kontribusi penjualan dari
Prosperity Tower, 17F, District 8, SCBD FOLK Group
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Senayan, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan – 12190
Page 22
pelanggan baru sebagai bagian dari upaya diversifikasi basis pelanggan, sehingga
penurunan penjualan barang secara keseluruhan masih dapat dikelola dibandingkan
periode sebelumnya.
b. Perseroan menyampaikan bahwa PT Borwita Citra Prima (Borwita) merupakan mitra
distributor baru untuk produk drsoap, yang sebelumnya didistribusikan melalui PT Filia
Sukses Mandiri (FSM). Penunjukan Borwita dilakukan sebagai bagian dari evaluasi
kinerja jaringan distribusi Perseroan, di mana pada periode sebelumnya realisasi
penjualan belum sepenuhnya mencapai target yang diharapkan.
Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan melakukan penataan dan penguatan
jaringan distribusi dengan menjajaki kerja sama dengan mitra distributor lain yang dinilai
memiliki jangkauan distribusi yang lebih luas, kapabilitas operasional yang lebih kuat,
serta potensi peningkatan volume penjualan. Berdasarkan pertimbangan tersebut,
Perseroan menilai Borwita dapat mendukung optimalisasi penjualan dan efisiensi
distribusi produk Perseroan. Sehubungan dengan penunjukan tersebut, pada periode 30
September 2025 Perseroan mencatatkan kontribusi penjualan dari PT Browita Citra
Prima sebesar Rp6,09 miliar.
c. Perseroan menyampaikan bahwa FSM tidak lagi menjadi distributor Perseroan pada
periode berjalan, seiring dengan perubahan dan penataan strategi distribusi Perseroan
sebagaimana dijelaskan pada poin sebelumnya.
Dengan berakhirnya kerja sama distribusi tersebut, maka penjualan Perseroan kepada
FSM tidak lagi tercatat pada periode 30 September 2025, sehingga mengalami
penurunan sebesar Rp3,62 miliar atau -100% dibandingkan periode yang sama tahun
sebelumnya.
d. Untuk mendorong pertumbuhan pendapatan ke depan, Perseroan menyiapkan strategi
yang berfokus pada:
i. Peluang pertumbuhan secara anorganik, melalui kerja sama strategis, investasi,
dan aksi korporasi yang berpotensi memberikan tambahan sumber pendapatan
dan skala usaha Perseroan.
ii. Peningkatan pendapatan secara organik, melalui optimalisasi lini usaha yang
telah berjalan, penguatan hubungan dengan pelanggan utama, serta
pengembangan produk dan jasa dengan margin yang lebih baik.
iii. Diversifikasi dan perluasan basis pelanggan, termasuk peningkatan kontribusi
dari pelanggan baru guna mengurangi ketergantungan pada pelanggan tertentu.
iv. Sinergi dengan entitas anak dan afiliasi, untuk memperluas kanal distribusi dan
memperkuat ekosistem usaha Perseroan.
Prosperity Tower, 17F, District 8, SCBD FOLK Group
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Senayan, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan – 12190
Page 23
14. Beban pokok penjualan per 30 September 2025 sebesar Rp6,20 miliar mengalami
penurunan sebesar Rp1,95 miliar atau -23,94% jika dibandingkan dengan periode 30
September 2024 sebesar Rp8,15 miliar. Atas hal tersebut agar dijelaskan lebih lanjut
mengenai:
a. Latar belakang penurunan atas beban upah pembimbing (Mentor Fee) sebesar
Rp693,29 juta atau 82,26%.
b. Latar belakang penurunan atas biaya sewa ballroom sebesar Rp118,48 juta atau
-100%. Agar juga dikonfirmasikan apakah Perseroan sudah tidak menjalankan
kegiatan penyelenggaraan konferensi maupun penyelenggaraan acara seminar
yang umumnya dilakukan oleh entitas anak yaitu PT Finfolk Media Nusantara?
c. Penjelasan secara umum mengenai segmen pendapatan yang terdampak atas
pembelian yang dilakukan Perseroan kepada PT Ramalindo Mega Express dan
PT Finnet Indonesia.
Jawaban :
a. Penurunan beban upah pembimbing (mentor fee) sejalan dengan penurunan aktivitas
dan pendapatan jasa Perseroan, khususnya terkait dengan kegiatan penyelenggaraan
konferensi maupun seminar. Pada periode berjalan, frekuensi dan skala kegiatan
tersebut lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya, sehingga Perseroan tidak lagi
membebankan biaya mentor fee dalam jumlah yang signifikan.
b. Penurunan biaya sewa ballroom terjadi karena pada periode berjalan Perseroan tidak
atau lebih terbatas menyelenggarakan kegiatan konferensi dan seminar di ballroom
pihak ketiga. Beberapa kegiatan yang tetap dilakukan dilaksanakan secara lebih
sederhana, antara lain dengan memanfaatkan ruang kantor Perseroan, sebagai bagian
dari upaya efisiensi biaya operasional.
c. Perseroan menegaskan bahwa PT Ramalindo Mega Express dan PT Finnet Indonesia
bukan merupakan vendor maupun pihak yang menerima pembayaran beban pokok
penjualan dari Perseroan.
Dengan demikian, tidak terdapat segmen pendapatan Perseroan yang terdampak
pembebanan biaya kepada kedua entitas tersebut, dan pertanyaan dimaksud tidak
relevan dengan Perseroan.
15. Beban umum dan administrasi Perseroan per 30 September 2025 sebesar Rp12,60
miliar memiliki bobot sebesar -89,64% jika dibandingkan dengan total penjualan
Perseroan. Atas hal tersebut agar dijelaskan lebih lanjut mengenai:
a. Upaya efisiensi konkrit yang dilakukan Perseroan untuk menekan beban umum
dan administrasi Perseroan. Mengingat komposisi beban umum dan
administrasi tersebut terkategori cukup tinggi jika dibandingkan dengan
pendapatan Perseroan.
Prosperity Tower, 17F, District 8, SCBD FOLK Group
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Senayan, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan – 12190
Page 24
b. Strategi yang akan dilakukan apabila langkah efisiensi yang dilakukan masih
belum berdampak signifikan dan belum dapat membuat Perseroan
membukukan laba bersih.
Jawaban :
a. Perseroan telah dan terus melakukan langkah efisiensi biaya operasional secara
bertahap dan terukur, yang tercermin dari penurunan beban umum dan administrasi
dari Rp16,12 miliar per 30 September 2024 menjadi Rp12,60 miliar per 30 September
2025, atau turun sekitar 21,9% secara yoy.
Adapun pos biaya yang telah mengalami efisiensi antara lain:
• Gaji dan tunjangan karyawan, melalui penyesuaian struktur organisasi, dan
pengendalian rekrutmen.
• Biaya operasional dan perlengkapan kantor, melalui pembatasan pengeluaran
non-esensial dan efisiensi aktivitas operasional harian.
• Biaya jasa profesional dan biaya lainnya, dengan melakukan evaluasi ulang
kontrak serta pembatasan penggunaan jasa eksternal yang tidak bersifat
kritikal.
Langkah-langkah tersebut dilakukan tanpa mengganggu kelangsungan operasional
inti Perseroan.
b. Perseroan menyadari bahwa efisiensi biaya perlu diimbangi dengan peningkatan
pendapatan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, strategi Perseroan ke depan
difokuskan pada:
• Peluang pertumbuhan secara anorganik, termasuk evaluasi kerja sama
strategis, investasi, dan aksi korporasi yang berpotensi memberikan kontribusi
pendapatan dan skala usaha yang lebih optimal.
• Peningkatan pendapatan secara organik, melalui optimalisasi lini usaha yang
telah berjalan, serta peningkatan efektivitas monetisasi produk dan jasa
Perseroan.
• Menjaga disiplin biaya secara berkelanjutan, dengan tetap mengendalikan
struktur beban agar sejalan dengan pertumbuhan pendapatan.
Dengan kombinasi strategi efisiensi dan penguatan pendapatan tersebut, Perseroan
optimistis dapat memperbaiki kinerja keuangan dan menuju pembukuan laba bersih
secara bertahap.
Prosperity Tower, 17F, District 8, SCBD FOLK Group
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Senayan, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan – 12190
Page 25
B. LAIN-LAIN
1. Apakah terdapat perkara hukum lainnya yang dihadapi Perseroan dan entitas anak
saat ini? Jika ada, agar dijelaskan lebih lanjut mengenai latar belakang, pihak yang
terkait, nilai dan materialitas serta dampaknya terhadap operasional, hukum dan
keuangan Perseroan, termasuk perkembangan terkini atas perkara hukum tersebut
dan upaya yang dilakukan Perseroan dan entitas anak untuk mengatasinya.
Jawaban :
Perseroan menegaskan bahwa hingga tanggal penyampaian tanggapan ini, tidak terdapat
perkara hukum yang sedang dihadapi oleh Perseroan maupun entitas anak, baik perkara
perdata maupun pidana, yang bersifat material dan dapat berdampak terhadap kegiatan
operasional, kondisi hukum, maupun kondisi keuangan Perseroan.
2. Latar belakang dan pertimbangan pengunduran diri Bapak Andika Sutoro Putra
selaku Wakil Direktur Utama, Ibu Mandy selaku Direktur dan Ibu Kathrine Paulina
selaku Direktur Perseroan?
Jawaban :
Perseroan menyampaikan bahwa pengunduran diri Bapak Andika Sutoro Putra selaku Wakil
Direktur Utama, Ibu Mandy selaku Direktur, dan Ibu Kathrine Paulina selaku Direktur dilakukan
atas pertimbangan pribadi masing-masing yang bersangkutan serta tidak disebabkan oleh
permasalahan hukum, operasional, maupun keuangan Perseroan, dan tidak berdampak
material terhadap kelangsungan usaha Perseroan.
Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan telah melakukan penggantian susunan Direksi
melalui RUPSLB pada tanggal 12 Desember 2025, dengan mengangkat Direksi baru yang
memiliki keahlian dan pengalaman yang relevan guna mendukung penguatan tata kelola dan
pengembangan usaha Perseroan ke depan.
3. Perkembangan terkini mengenai rencana pelaksanaan Penambahan Modal Tanpa
Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) Perseroan?
Jawaban :
Perseroan menyampaikan bahwa hingga tanggal penyampaian tanggapan ini, rencana
pelaksanaan Penambahan Modal Tanpa Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) masih
dalam proses kajian internal dan belum dapat ditentukan maupun disampaikan secara lebih
rinci.
Prosperity Tower, 17F, District 8, SCBD FOLK Group
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Senayan, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan – 12190
Page 26
Perseroan dalam waktu dekat akan menyampaikan keterbukaan informasi kepada publik,
apabila telah terdapat keputusan dan kepastian lebih lanjut, sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
4. Informasi/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi
kelangsungan hidup Perusahaan serta dapat mempengaruhi harga saham
perusahaan yang belum diungkapkan kepada publik (jika ada).
Jawaban :
Perseroan menyampaikan bahwa hingga tanggal penyampaian tanggapan ini, tidak terdapat
informasi atau kejadian penting lainnya yang bersifat material yang belum diungkapkan kepada
publik dan yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha maupun harga saham Perseroan.
Prosperity Tower, 17F, District 8, SCBD FOLK Group
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Senayan, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan – 12190
Names mentioned 32 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Borwita Citra Prima
p.2 ×3
unresolved
org
PT Filia Sukses Mandiri
p.2 ×4
unresolved
org
PT Prosperity Tower
p.2
unresolved
org
PT Mitra Ultima Utama
p.3 ×2
unresolved
org
PT Sumber Garam Dwitama
p.4 ×3
unresolved
org
PT Jerni Sapta Asia.
p.4 ×6
unresolved
org
PT Untung Sukses Selalu
p.14 ×2
unresolved
org
PT Triniti Garam Properti
p.14 ×2
unresolved
org
PT Folka Cipta Karya
p.14
unresolved
org
PT Rute Enampuluhenam Indonesia
p.14 ×2
unresolved
org
Otospector Global Pte. Ltd
p.14 ×2
unresolved
org
PT Mudakarya Lokal Indonesia
p.14 ×2
unresolved
org
PT Stockup Sekolah Investor
p.14 ×2
unresolved
org
PT Folk Cipta Karya
p.15
unresolved
org
PT Kreasi Semangat Muda
p.16 ×2
unresolved
org
PT Blessindo Anugrah Sentosa
p.16 ×2
unresolved
org
PT Sumber Kehidupan Semesta
p.17 ×2
unresolved
org
PT Suasana Bahagia Selalu
p.17 ×2
unresolved
org
PT Semakin Bertambah Sukses.
p.17 ×2
unresolved
org
PT Syca Kreasi Indonesia
p.20
unresolved
org
PT Browita Citra Prima
p.21 ×2
unresolved
org
PT Finfolk Media Nusantara
p.23
unresolved
org
PT Ramalindo Mega Express
p.23 ×2
unresolved
org
PT Finnet Indonesia. Jawaban
p.23
unresolved
org
PT Finnet Indonesia
p.23
unresolved
person
Kathrine Paulina
· Direktur
p.25 ×3
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.