Back to announcement
20251230_CHIP_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32016107_lamp1.pdf
Other Text extracted CHIPSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 14
Page 1
[Type text] [Type text]
No. 106/CHIP-CORSEC/XII/2025
Kepada:
PT Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia
Jl, Jendral Sudirman Kav. 52-53
Jakarta 12190
U.p: Yth. Mita Dwijayanti
Kepala P.H. Divisi Penilaian Perusahaan III
Perihal: Permintaan Penjelasan
Dengan Hormat,
Menindaklanjuti surat elektronik dari Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) No. S-
14464/BEI.PP3/12-2025 tanggal 22 Desember 2025 terkait dengan penjelasan penjelasan,
melalui surat ini izinkan Perseroan untuk menyampaikan penjelasan atas surat yang ditujukan
kepada Perseroan:
1. Terkait dengan sistem akuntansi yang digunakan Perseroan dalam penyusunan laporan
keuangan konsolidasi, agar disampaikan:
a. Sistem akuntansi yang telah digunakan oleh Perseroan (misalnya: SAP, Accurate,
Excel, dan sejenisnya).
Jawaban:
Dalam menyusun laporan keuangan, Perseroan menggunakan perangkat lunak
akuntansi Accurate sebagai sistem utama pelaporan keuangan. Proses tersebut
didukung dengan penggunaan Microsoft Excel untuk memfasilitasi rekonsiliasi dan
konsolidasi data. Selain itu, untuk pengelolaan inventory, Perseroan
mengimplementasikan sistem Enterprise Resource Planning (”ERP”) yang
dikembangkan secara internal (in-house) oleh tim IT Perseroan guna memastikan
pencatatan stok di gudang yang akurat dan terintegrasi.
b. Pengujian kelayakan sistem akuntansi yang telah dilakukan oleh auditor
Jawaban:
Auditor eksternal telah melakukan pengujian atas keandalan sistem akuntansi melalui
serangkaian prosedur audit. Pengujian tersebut telah memadai, namun tidak terbatas
pada pengujian substantif atas sampel dokumen transaksi, observasi fisik stok (stock
opname) serta peninjauan atas kontrol internal sistem informasi. Hasil pengujian ini
menjadi dasar bagi Auditor dalam memberikan opini atas kewajaran Laporan
Keuangan Perseroan.
c. Jelaskan frekuensi atau seberapa sering malfungsi sistem akuntasi terjadi.
Jawaban:
Hingga saat ini, tidak terdapat malfungsi sistem yang bersifat signifikan (major) yang
mengganggu jalannya operasional atau pelaporan keuangan Perseroan. Sebagai
langkah mitigasi risiko dan upaya peningkatan keandalan data ke depannya,
Perseroan secara aktif terus mengembangkan dan memperkuat sistem ERP internal
untuk memastikan redundansi data dan meminimalisir potensi gangguan teknis.
[Type text] [Type text]
Page 2
[Type text] [Type text]
d. Sehubungan dengan pertanyaan poin c, bagaimana rencana Perseroan terkait
pengembangan sistem akuntansi ke depannya jika terdapat malfungsi sistem
akuntansi?
Jawaban:
Perseroan sudah mengembangkan secara berkala sistem akuntansi ERP untuk
mitigasi risiko malfungsi.
2. Sehubungan dengan Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) 4 tentang kas dan bank,
agar dijelaskan:
a. Latar belakang penurunan nilai kas dan bank yang signifikan per 30 September 2025
sebesar Rp11,20 miliar atau setara 62,86% dibandingkan per 31 Desember 2024.
Jawaban:
Penurunan saldo kas dan bank pada per 30 September 2025 disebabkan oleh
aktivitas pemenuhan untuk kebutuhan ketersediaan material produksi dan
pemenuhan kewajiban jangka pendek. Langkah ini diambil untuk menjaga kredibilitas
terhadap pemasok dalam pemenuhan order kepada customers.
b. Latar belakang penurunan nilai kas dan bank yang signifikan per 30 Juni 2025
sebesar Rp12,75 miliar atau setara 71,55% dibandingkan per 31 Desember 2024.
Jawaban:
Penurunan saldo kas dan bank per 30 Juni 2025 disebabkan oleh aktivitas
pemenuhan kewajiban jangka pendek yang signifikan. Perusahaan telah melakukan
pembayaran hutang usaha sebesar Rp15 Miliar, sehingga saldo hutang yang
sebelumnya Rp24 Miliar per 31 Desember 2024 berkurang menjadi Rp9 Miliar per 30
Juni 2025.
c. Berkaitan dengan pertanyaan poin a dan b, bagaimana dampak penurunan kas dan
setara kas selama 2 periode berturut-turut terhadap operasional Perseroan?
Jawaban:
Tidak ada dampak yang signifikan bagi operasional Perseroan, karena hasil
penjualan atau pembayaran dari para pelanggan belum jatuh tempo pada laporan
per 30 September 2025, hal ini teleh tercermin pada aging piutang usaha per 30
September 2025.
d. Terdapat perbedaan kualitas pengungkapan antara Laporan Keuangan Tengah
Tahunan per 30 Juni 2025 (LKTT 30 Juni 2025) dengan Laporan Keuangan
Auditan Tahunan per 31 Desember 2024 (LKT 31 Desember 2024). Dimana pada
LKTT 30 Juni 2025, Perseroan tidak memberikan rincian kas kecil berdasarkan mata
uang.
Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan latar belakang Perseroan tidak
melakukan pengungkapan kas dan bank per 30 Juni 2025, dengan level of detail
yang setara dengan LK 31 Desember 2024.
Jawaban:
Perseroan berkomitmen untuk meningkatkan standar kualitas pengungkapan pada
laporan keuangan interim di periode mendatang. Perseroan akan memastikan bahwa
level rincian informasi yang disajikan termasuk pengungkapan kas berdasarkan mata
uang akan setara dengan kualitas penyajian dalam Laporan Keuangan Auditan
Tahunan
[Type text] [Type text]
Page 3
[Type text] [Type text]
e. Outstanding nilai kas Perseroan pada tanggal surat permintaan penjelasan diterima.
Jawaban:
Outstanding kas Perseroan pertanggal surat 22 Desember 2025 yaitu
Rp3.423.101.212
f. Strategi manajemen kas Perseroan.
Jawaban:
Perseroan menerapkan strategi manajemen kas yang konservatif namun efisien
dengan memprioritaskan likuiditas untuk kebutuhan operasional jangka pendek.
Strategi ini mencakup pemantauan posisi kas harian secara real-time, optimalisasi
penagihan piutang usaha dari pelanggan untuk menjaga arus kas masuk, serta
penempatan dana pada instrumen perbankan yang likuid guna memastikan
ketersediaan dana saat diperlukan untuk kewajiban jangka pendek
3. Sehubungan dengan CALK 5 tentang piutang usaha dari pihak ketiga, agar dijelaskan
a. Sebutkan pelanggan-pelanggan Perseroan yang berkontribusi besar terhadap piutang
usaha yang belum dilunasi sesuai tanggal jatuh tempo, beserta latar belakang
pelanggan tersebut mengalami keterlambatan pembayaran.
Jawaban:
Konsentrasi piutang usaha per 30 September 2025 terpusat pada satu pelanggan
utama dari PT Indosat Ooredo Tbk yang mewakili 70% dari jumlah saldo jatuh tempo.
Sebagian besar keterlambatan bukan disebabkan oleh ketidakmampuan bayar secara
permanen, melainkan adanya perbedaan waktu pada sisi pelanggan. terkendala oleh
siklus birokrasi pembayaran termin. Langkah mitigasi yang diambil adalah pengetatan
pengiriman barang untuk pelanggan dengan umur piutang di atas 60 hari guna
meminimalkan risiko gagal bayar.
b. Latar belakang piutang usaha mengalami peningkatan yang signifikan per 30
September 2025 sebesar Rp11,80 miliar atau setara 67,01% dibandingkan per 31
Desember 2024.
Jawaban:
Peningkatan saldo piutang usaha pada September 2025 mencerminkan pertumbuhan
volume bisnis yang positif, khususnya dipicu oleh lonjakan permintaan dari dua
pelanggan utama, yaitu PT Indosat Ooredoo Tbk sebesar Rp15 Miliar dan PT XL
sebesar Rp3 Miliar. Kenaikan ini bersifat proporsional dengan peningkatan aktivitas
penjualan. Perusahaan memproyeksikan pelunasan piutang ini akan terealisasi pada
kuartal berikutnya sesuai dengan termin pembayaran yang berlaku, yang nantinya
akan memperkuat kembali posisi kas perusahaan
c. Berkaitan dengan pertanyaan poin b diketahui bahwa piutang usaha Perseroan
mengalami peningkatan yang signifikan, namun demikian cadangan kerugian
penurunan nilai per 30 September 2025, 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 bernilai
sama, yaitu sebesar Rp355,88 juta.
Jawaban:
Meskipun terdapat peningkatan signifikan pada saldo Piutang Usaha per 30
September 2025 yang didorong oleh peningkatan volume penjualan kepada
pelanggan strategis (PT Indosat Ooredoo Tbk dan PT XL Axiata Tbk), saldo Cadangan
Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) tetap dipertahankan sebesar Rp355,88 juta.
[Type text] [Type text]
Page 4
[Type text] [Type text]
Hal ini dikarenakan seluruh piutang baru tersebut memiliki profil risiko rendah dan
berada dalam status belum jatuh tempo. Manajemen berkeyakinan bahwa saldo CKPN
saat ini masih memadai untuk menutupi risiko kolektibilitas, mengingat kredibilitas
pelanggan utama yang sangat baik serta belum adanya indikasi penurunan nilai
objektif pada saldo piutang yang baru terbentuk.
d. Jelaskan perhitungan kuantitatif Perseroan dalam menentukan nilai cadangan
kerugian penurunan nilai piutang usaha.
Jawaban:
Kenaikan piutang terkonsentrasi pada debitur dengan peringkat kredit tinggi
(Investment Grade) yang memiliki probabilitas gagal bayar (PD) sangat rendah. Oleh
karena itu, berdasarkan perhitungan ECL, penambahan piutang tersebut tidak
menghasilkan penambahan cadangan kerugian yang material, sehingga saldo CKPN
dipertahankan sesuai hasil penilaian atas akun-akun yang telah diidentifikasi
mengalami penurunan nilai secara spesifik. Untuk CKPN pada akhir tahun 2025 akan
direview kembali pada saat audit tahunan.
e. Kebijakan termin pembayaran yang ditetapkan Perseroan (misalnya 30 hari, 90
hari, dan sebagainya).
Jawaban:
Kebijakan termin pembayaran yang ditetapkan Perseroan kepada pelanggan berkisar
antara 30 hingga maksimal 60 hari setelah berita acara serah terima (BAST) diterbitkan.
Hingga saat ini, seluruh piutang Perseroan bersifat lancar dan tidak terdapat piutang
yang melampaui usia satu tahun. Perseroan memiliki tingkat keyakinan yang tinggi
terhadap kolektibilitas piutang tersebut mengingat profil pelanggan merupakan
Perusahaan dengan skala besar (blue-chip) yang memiliki rekam jejak pembayaran
yang sangat baik
f. Pendekatan yang dilakukan Perseroan dalam melakukan penagihan atas piutang
usaha kepada pelanggan
Jawaban:
Perseroan tidak melakukan pendekatan kepada pelanggan dikarenakan piutang lancar
dibayarkan oleh pelanggan.
g. Tingkat keyakinan Perseroan untuk dapat melakukan penagihan piutang.
Jawaban:
Perseroan berkeyakinan dapat menagih piutang kepada para pelanggan karena para
pelanggan Perseroan memiliki track record yang sangat baik.
4. Sehubungan dengan CALK 6 tentang persediaan, agar dijelaskan:
a. Latar belakang persediaan mengalami peningkatan yang signifikan per 30 September
2025 sebesar Rp12,83 miliar atau setara 30,23% dibandingkan per 31 Desember
2024.
Jawaban:
Peningkatan nilai persediaan per 30 September 2025 disebabkan oleh kebijakan
antisipasi Perseroan terhadap pemenuhan pesanan pelanggan di kuartal mendatang.
Perseroan melakukan pengadaan bahan baku dan stock barang untuk memitigasi
risiko fluktuasi harga global serta memastikan ketersediaan pasokan (buffer stock)
guna menjaga keberlangsungan produksi di tengah tren volatilitas rantai pasok.
[Type text] [Type text]
Page 5
[Type text] [Type text]
b. Berkaitan dengan pertanyaan poin a, diketahui bahwa persediaan Perseroan
mengalami peningkatan yang signifikan, namun demikian, Perseroan tidak melakukan
peningkatan allowance for inventory. Allowance for inventory per 30 September 2025,
30 Juni 2025, dan 31 Desember 2024 bernilai sama, yaitu sebesar Rp78,08 juta.
Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan latar belakang Perseroan tidak
melakukan peningkatan allowance for inventory di tengah peningkatan persediaan
yang signifikan.
Jawaban:
Perseroan tidak melakukan peningkatan cadangan penurunan nilai persediaan
(allowance for inventory) karena seluruh persediaan yang ada saat ini merupakan
barang dengan perputaran cepat (fast-moving) dan memiliki kualitas yang sesuai
dengan spesifikasi permintaan pelanggan serta berdasarkan hasil tinjauan berkala,
tidak ditemukan indikasi kerusakan atau persediaan usang (obsolescence), sehingga
nilai cadangan saat ini dinilai masih mencukupi dan konservatif.
c. Latar belakang good in transit bernilai nihil per 31 Desember 2024 dan 31 Desember
2023
Jawaban:
Saldo Good in Transit per 31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023 tercatat nihil
karena tidak terdapat transaksi pembelian maupun pengiriman barang yang masih
dalam proses pengangkutan pada tanggal laporan. Seluruh barang telah diterima dan
dibukukan sebelum akhir periode pelaporan
5. Sehubungan dengan CALK 7 tentang uang muka, agar dijelaskan:
a. Latar belakang uang muka bernilai nihil per 31 Desember 2024
Jawaban:
Saldo uang muka pembelian per 31 Desember 2024 nihil karena sepanjang periode
tersebut tidak terdapat transaksi pembelian yang dilakukan dengan mekanisme
pembayaran uang muka. Seluruh pembelian dibayarkan secara langsung pada saat
penerimaan barang/jasa sehingga tidak menimbulkan saldo uang muka.
b. Terdapat perbedaan kualitas pengungkapan antara LKTT 30 Juni 2025 dengan
LKT 31 Desember 2024. Dimana, pada LKTT 30 Juni 2025, Perseroan tidak
memberikan rincian nama supplier tempat Perseroan menyetorkan uang muka
pembelian bahan baku.
Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan latar belakang Perseroan tidak
melakukan pengungkapan uang muka per 30 Juni 2025, dengan level of detail yang
setara dengan LK 31 Desember 2024.
Jawaban:
Perbedaan kualitas pengungkapan antara Laporan Keuangan 30 Juni 2025 dan
Laporan Keuangan 31 Desember 2024 terjadi karena laporan tengah tahun disusun
dengan tingkat detail yang lebih ringkas. Oleh karena itu, rincian nama pemasok atas
uang muka pembelian bahan baku tidak diungkapkan pada Laporan Keuangan
namun tetap dicatat dan diawasi secara internal serta akan disajikan secara lengkap
dalam laporan tahunan
[Type text] [Type text]
Page 6
[Type text] [Type text]
6. Sehubungan dengan CALK 8 tentang aset tetap, agar dijelaskan:
a. Latar belakang dan sumber dana peningkatan mesin per 31 Desember 2024
sebesar Rp3,21 miliar atau setara 19,25% dibandingkan per 31 Desember 2023
Jawaban:
Perseroan melakukan penambahan mesin baru untuk mendukung peningkatan
kapasitas dan efisiensi operasional Perseroan. Hal tersebut dilakukan sebagai bagian
dari strategi Perseroan dalam menjaga kinerja operasional dan kualitas layanan.
b. Latar belakang dan sumber dana peningkatan peralatan pabrik per 31 Desember 2024
sebesar Rp8,49 miliar atau setara 239,57% dibandingkan per 31 Desember 2023
Jawaban:
Perseroan melakukan peningkatan peralatan pabrik guna untuk mendukung dan
memperluas area pabrik produksi pada site plan product Operating system & sim-
card.
c. Berkaitan dengan pertanyaan poin a dan b, agar dijelaskan optimalisasi peningkatan
signifikan atas mesin dan peralatan pabrik, mengingat nilai penjualan per 31 Desember
2024, 30 Juni 2025, dan 30 September 2025 mengalami penurunan berturut-turut
Jawaban:
Peningkatan investasi pada mesin dan peralatan pabrik merupakan langkah strategis
jangka panjang Perseroan untuk meningkatkan efisiensi produksi dan modernisasi
teknologi. Meskipun terjadi penurunan penjualan dalam jangka pendek, investasi ini
dimaksudkan untuk meningkatkan daya saing dan kapasitas produksi guna
menangkap peluang pasar di masa depan, sehingga saat permintaan dan harga jual
kembali pulih, Perseroan telah memiliki kesiapan infrastruktur yang lebih optimal dan
biaya operasional per unit yang lebih rendah.
7. Latar belakang aset pajak tangguhan bernilai nihil per 30 September 2025, 30 Juni 2025
dan 31 Desember 2024.
Jawaban:
Saldo aset pajak tangguhan per 30 September 2025, 30 Juni 2025, dan 31 Desember
2024 tercatat nihil karena tidak terdapat perbedaan temporer yang dapat dikurangkan
maupun rugi fiskal yang dapat dimanfaatkan untuk mengurangi beban pajak di masa
mendatang.
8. Sehubungan dengan CALK 13 tentang utang lain-lain, agar dijelaskan:
a. Latar belakang Perseroan memerlukan penambahan pendanaan utang lain-lain pihak
berelasi yang per 30 September 2025 mengalami peningkatan yang signifikan
menjadi sebesar Rp18,85 miliar dibandingkan per 31 Desember 2024 sebesar
Rp13,99 miliar (misalnya untuk meningkatkan persediaan, untuk membeli aset tetap,
atau sejenisnya).
Jawaban:
Peningkatan utang lain-lain pihak berelasi menjadi sebesar Rp18,85 miliar per 30
September 2025 dari sebelumnya Rp13,99 miliar pada 31 Desember 2024, ditujukan
terutama untuk memperkuat struktur modal kerja Perseroan. Penambahan
pendanaan ini dialokasikan untuk mendukung peningkatan nilai persediaan guna
mengantisipasi pesanan pelanggan di masa mendatang serta memastikan
ketersediaan pasokan bahan baku yang stabil.
[Type text] [Type text]
Page 7
[Type text] [Type text]
b. Penjelasan, pertimbangan, dan alasan penambahan pendanaan dilakukan kepada
pihak berelasi, dibandingkan dengan apabila dilakukan transaksi lain yang sejenis
yang tidak dilakukan dengan pihak berelasi.
Jawaban:
Penambahan pendanaan yang dilakukan kepada pihak berelasi didasarkan pada
pertimbangan efisiensi, kemudahan koordinasi pendanaan serta syarat dan ketentuan
yang disepakati tidak berbeda secara material dengan transaksi sejenis yang dapat
diperoleh dari pihak tidak berelasi. Selain itu, pendanaan dari pihak berelasi dinilai
lebih cepat dan efektif dalam memenuhi kebutuhan pendanaan Perseroan tanpa
mengganggu likuiditas dan kesinambungan operasional.
9. Sehubungan dengan CALK 15 tentang utang lembaga keuangan non-bank, agar
dijelaskan:
a. Latar belakang Perseroan memerlukan penambahan utang lembaga keuangan non-
bank yang per 30 September 2025 dan 30 Juni 2025 mengalami peningkatan sebesar
Rp5,7 miliar dan Rp2,46 miliar atau setara 57,22% dan 24,73% dibandingkan per 31
Desember 2024 (misalnya untuk meningkatkan persediaan, untuk membeli aset tetap,
atau sejenisnya).
Jawaban:
Perseroan menambah utang untuk menjaga stock dan fluktuasi nilai pembelian
persediaan karena kurang stabilnya nilai Rupiah terhadap mata uang asing.
b. Penjelasan, pertimbangan, dan alasan penambahan pendanaan dilakukan kepada
lembaga keuangan non-bank, dibandingkan dengan perbankan, mengingat
perbankan umumnya mengenakan cost of fund yang lebih murah.
Jawaban:
Pendanaan non-bank dinilai lebih responsif dalam mendukung kebutuhan pendanaan
Perseroan dalam jangka waktu tertentu tanpa mengganggu keberlanjutan
operasional. Manajemen telah melakukan evaluasi atas berbagai alternatif sumber
pendanaan, termasuk perbankan dan memutuskan bahwa pendanaan melalui
lembaga keuangan non-bank merupakan opsi yang paling sesuai dengan kondisi dan
strategi keberlanjutan Perseroan pada saat ini.
10. Latar belakang sejak 31 Desember 2023, Perseroan tidak lagi membukukan komponen
penghasilan komprehensif pada ekuitas.
Jawaban:
Sejak 31 Desember 2023, Perseroan tidak lagi membukukan komponen penghasilan
komprehensif lain pada ekuitas sehubungan dengan tidak adanya transaksi atau peristiwa
yang menimbulkan pengakuan penghasilan komprehensif lain sesuai dengan standar
akuntansi keuangan yang berlaku umum di Indonesia. Oleh karena itu, seluruh perubahan
ekuitas Perseroan setelah tanggal tersebut terutama berasal dari hasil operasi periode
berjalan dan transaksi ekuitas lainnya yang diakui secara langsung dalam ekuitas.
[Type text] [Type text]
Page 8
[Type text] [Type text]
11. Sehubungan dengan CALK 22 tentang Penjualan, agar dijelaskan:
a. Latar belakang penjualan bersih Perseroan per 30 Juni 2025 mengalami penurunan
sebesar Rp31,63 miliar atau setara 35,81% dibandingkan per 30 Juni 2024
Jawaban:
Penurunan penjualan bersih Perseroan sebesar Rp31,63 miliar atau setara 35,81%
pada periode 30 Juni 2025 terutama disebabkan oleh adanya penyesuaian harga jual
rata-rata (Average Selling Price) kepada para pelanggan, khususnya pada segmen
produk operating system & sim-card. Penyesuaian harga ini merupakan dampak dari
penyesuaian harga material di market.
b. Terdapat indikasi kesalahan penyajian komponen penjualan per 30 September 2024
komparatif, dimana penjualan dari komponen warehouse per 30 September 2024
sebesar Rp2,28 miliar, tetapi nilai komponen tersebut per 31 Desember 2024 nihil.
Sehubungan dengan indikasi tersebut, agar Perseroan mengklarifikasikan penyajian
atau nilai komponen warehouse yang sesungguhnya.
Jawaban:
Per 31 Desember 2024 komponen penjualan pada segementasi Warehouse telah
direklasifikasi oleh auditor ke akun pendapatan lain-lain karena komponen penjualan
warehouse bukan merupakan main bisnis Perseroan.
c. Berkaitan dengan pertanyaan poin b, dalam hal Perseroan mengklarifikasi adanya
kesalahan penyajian pada komponen warehouse, agar dijelaskan latar belakang
kesalahan tersebut dapat terjadi.
Jawaban:
Setelah diskusi dengan tim audit dan mengacu kepada standar akuntansi yang berlaku
umum di Indonesia bahwa klasfikasi atas komponen penjualan warehouse bukan
merupakan bagian dari main bisnis Perseroan.
d. Nature penjualan komponen warehouse.
Jawaban:
Penjualan komponen warehouse merupakan jasa penyewaan gudang dan
maintenance atas beberapa product dari para pelanggan. Apabila belum didistribusikan
ke Lokasi tujuan sebagaimana tercantum dalam permintaan para pelanggan.
e. Capaian proyeksi penjualan bersih yang disampaikan Perseroan pada saat evaluasi
penawaran umum perdana saham semakin menurun. Meskipun nilai capaian proyeksi
penjualan pada tahun 2023 pernah mencapai 212,01%, tetapi pada tahun 2025,
dengan asumsi nilai aktual pada kondisi Trailing Twelve Months (TTM), capaian
proyeksi pendapatan bersih hanya mencapai 54,01%.
Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan menurut perkiraan Perseroan,
sampai jangka waktu berapa lama penjualan bersih akan mengalami tren penurunan,
atau semakin jauh dari nilai proyeksi yang disampaikan pada saat evaluasi penawaran
umum perdana saham.
Jawaban:
Manajemen memperkirakan bahwa tren penurunan capaian terhadap proyeksi
tersebut bersifat sementara dan secara bertahap akan membaik seiring dengan
implementasi langkah-langkah strategis yang sedang dan akan dijalankan. Perseroan
menargetkan pemulihan kinerja penjualan bersih secara bertahap dalam jangka
menengah, dengan tetap berkomitmen untuk mengoptimalkan potensi pasar,
meningkatkan efektivitas penjualan, serta menjaga keberlanjutan usaha.
[Type text] [Type text]
Page 9
[Type text] [Type text]
Perseroan berkomitmen untuk meningkatkan kinerja dan berupaya mendekati
realisasi penjualan bersih sesuai dengan proyeksi yang telah disampaikan pada saat
evaluasi penawaran umum perdana saham, dengan tetap memperhatikan prinsip
kehati-hatian dan kondisi pasar yang berlaku.
f. Strategi dan upaya Perseroan untuk meningkatkan pendapatan Perseroan
Jawaban:
Perseroan melakukan upaya ekspansi terhadap penjualan IT Solutions dan
memperbanyak penjualan Ekspor
g. Faktor utama yang mempengaruhi pendapatan Perseroan.
Jawaban:
Faktor utama yang mempengaruhi pendapatan Perseroan saat ini adalah persaingan
harga yang ditawarkan para pelanggan cenderung mengalami penurunan, sehingga
berdampak terhadap omset Perseroan, namun dalam hal mitigasi tersebut Perseroan
melakukan beberapa strategi diantaranya memperluas jaringan market ekspor dan
meningkatkan IT Solutions dalam meningkatkan pendapatan Perseroan.
h. Informasi pendapatan Perseroan yang bersifat musiman atau lonjakan/kejatuhan
pendapatan pada bulan atau periode tertentu.
Jawaban:
Lonjakan pendapatan terjadi biasanya pada kuartal III dan IV pada Perseroan.
i. Rincian penjualan berdasarkan pelanggan per 31 Desember 2024 dan 31 Desember
2023
Nama Pelanggan 30 Sep 2025 31 Des 2024 31 Des 2023
PT Indosat Tbk 58.509.743.504 Rp... Rp...
PT Distribusi Sentra Jaya Smartfren 14.292.375.483 Rp... Rp...
Zambia Telecomunications 13.849.452.260 Rp... Rp...
PT Bank Central Asia 3.776.350.000 Rp... Rp...
PT Pura Barutama 3.394.617.390 Rp... Rp...
PT XL Smart Telecom Sejahtera 3.286.915.920 Rp... Rp...
PT Multipolar Technology Tbk 1.372.000.000 Rp... Rp...
PT Perdana Mulia Masrur Valasindo 56.250.000 Rp... Rp...
PT Bali Maspintjinra 56.250.000 Rp... Rp...
PT Global Interaksi Gemilang Rp... Rp...
Jumlah 98.593.954.557 Rp... Rp...
[Type text] [Type text]
Page 10
[Type text] [Type text]
Jawaban:
Nama Pelanggan 30 Sep 2025 31 Des 2024 31 Des 2023
PT Indosat Tbk Rp58.509.743.504 Rp 2.364.402.968 Rp18.305.146.311
PT Distribusi Sentra Jaya Smartfren Rp14.292.375.483 Rp 7.026.562.406 Rp 340.881.000
Zambia Telecomunications Rp13.849.452.260 Rp 3.354.739.175 Rp 0
PT Bank Central Asia Rp 3.776.350.000 Rp 0 Rp 0
PT Pura Barutama Rp 3.394.617.390 Rp 0 Rp 0
PT XL Smart Telecom Sejahtera Rp 3.286.915.920 Rp 0 Rp 0
PT Multipolar Technology Tbk Rp 1.372.000.000 Rp 0 Rp 0
PT Perdana Mulia Masrur Valasindo Rp 56.250.000 Rp 0 Rp 0
PT Bali Maspintjinra Rp 56.250.000 Rp 0 Rp 0
PT Global Interaksi Gemilang Rp 0 Rp 5.221.162.500 Rp 0
Jumlah Rp98.593.954.557 Rp17.610.985.866 Rp18.548.912.585
12. Sehubungan dengan CALK 23 tentang beban pokok penjualan, agar dijelaskan:
a. Latar belakang komponen biaya perbaikan dan perawatan pabrik per 30 Juni 2025
meningkat menjadi Rp3,91 miliar, dimana per 30 Juni 2024 hanya sebesar Rp66,17
juta (jelaskan juga mengenai upaya Perseroan dalam pencegahan, jika terdapat
kerusakan mesin dan/atau sejenisnya yang menyebabkan tingginya biaya perbaikan
dan perawatan pabrik).
Jawaban:
Bahwa kenaikan biaya perbaikan dan pemeliharaan pabrik pada CALK 23 untuk tahun
yang berakhir pada 30 Juni 2025 merupakan dampak dari reklasifikasi atas transaksi
pembelian barang yang seharusnya tidak tercatat pada akun tersebut. Namun,
Perseroan telah melakukan penyesuaian/ koreksi atas kesalahan klasifikasi pada
laporan yang berakhir 30 September 2025, sehingga nilai biaya pemeliharaan yang
sebenarnya adalah sebesar Rp83 juta.
b. Nature komponen application – biaya pendukung.
Jawaban:
Komponen application – biaya pendukung merupakan biaya kompensasi atas layanan
yang diberikan serta biaya-biaya akomodasi dan perangkat lunak.
c. Latar belakang komponen application – biaya pendukung per 30 Juni 2025 meningkat
menjadi Rp1,48 miliar, dimana per 30 Juni 2024 hanya sebesar Rp272 juta.
Jawaban:
Kenaikan biaya pendukung pada komponen application untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 30 Juni 2025 menjadi Rp1,48 miliar dari Rp272 juta disebabkan oleh
peningkatan Pendapatan dari IT Solution. Pendapatan tersebut meningkat signifikan
dari Rp 362 juta untuk tahun yang berakhir pada 30 Juni 2024 menjadi Rp4,5 miliar
untuk tahun yang berakhir pada 30 Juni 2025.
d. Latar belakang biaya gudang per 30 Juni 2024 nihil.
Jawaban:
Per 30 Juni 2024, biaya gudang tercatat nihil. Hal ini dikarenakan pada periode
tersebut belum terdapat kesepakatan dengan pelanggan, khususnya PT Indosat atas
transaksi komponen pendapatan Warehouse.
Kesepakatan dengan pelanggan baru terealisasi pada periode berikutnya, sehingga
mulai menimbulkan biaya terkait operasional warehouse.
[Type text] [Type text]
Page 11
[Type text] [Type text]
13. Sehubungan dengan pendapatan lain-lain bersih, agar dijelaskan:
a. Terdapat indikasi kesalahan penyajian komponen pendapatan lain-lain bersih per 30
Juni 2024 komparatif. Nilai pendapatan lain-lain bersih per 30 Juni 2024 komparatif
berdasarkan LKTT 30 Juni 2025 sebesar Rp69.796.335. Sedangkan berdasarkan
LKTT 30 Juni 2024 sebesar Rp166.911.061.
Sehubungan dengan indikasi tersebut, agar Perseroan mengklarifikasikan penyajian
atau nilai komponen pendapatan lain-lain bersih yang sesungguhnya.
Jawaban:
CALK 26 pada laporan keuangan Perseroan sudah menyajikan pelaporan yang
sebenarnya, namun pada laporan laba rugi terdapat ketidaksesuaian/kesalahan
typing.
b. Berkaitan dengan pertanyaan poin a, dalam hal Perseroan mengklarifikasi adanya
kesalahan penyajian pada komponen pendapatan lain-lain bersih, agar dijelaskan
latar belakang kesalahan tersebut dapat terjadi.
Jawaban:
Latar Belakang kesalahan terjadi karena kesalahan rumus pada pelaporan, namun
pada CALK 26 sudah menyajikan sesuai dengan rincian yang sebenarnya.
14. Sehubungan dengan beban bunga dan keuangan, agar dijelaskan:
a. Terdapat indikasi kesalahan penyajian komponen beban bunga dan keuangan per 30
Juni 2024 komparatif. Nilai beban bunga dan keuangan per 30 Juni 2024 komparatif
berdasarkan LKTT 30 Juni 2025 sebesar negatif Rp767.835.907. Sedangkan
berdasarkan LKTT 30 Juni 2024 sebesar negatif Rp864.950.633.
Sehubungan dengan indikasi tersebut, agar Perseroan mengklarifikasikan penyajian
atau nilai komponen beban bunga dan keuangan yang sesungguhnya.
Jawaban:
Kesalahan penyajian laporan keuangan tersebut disebabkan oleh kesalahan teknis
pada penerapan rumus (formula) yang tidak selaras antara CALK dengan laporan laba
(rugi), Manajemen akan melakukan penelaahan kembali dan penyesuaian yang
diperlukan untuk memastikan konsistensi dan keselarasan antara CALK dengan
laporan laba (rugi). Selain itu, Perseroan telah meningkatkan proses pengendalian
internal, termasuk prosedur reviu dan rekonsiliasi data, guna meminimalisir terulangnya
kesalahan serupa di masa mendatang.
b. Berkaitan dengan pertanyaan poin a, dalam hal Perseroan mengklarifikasi adanya
kesalahan penyajian pada komponen beban bunga dan keuangan, agar dijelaskan
latar belakang kesalahan tersebut dapat terjadi.
Jawaban:
Kesalahan penyajian laporan keuangan tersebut disebabkan oleh kesalahan teknis
pada penerapan rumus (formula) yang tidak selaras antara CALK dengan laporan laba
(rugi), Manajemen akan melakukan penelaahan kembali dan penyesuaian yang
diperlukan untuk memastikan konsistensi dan keselarasan antara CALK dengan
laporan laba (rugi). Selain itu, Perseroan telah meningkatkan proses pengendalian
internal, termasuk prosedur reviu dan rekonsiliasi data, guna meminimalisir terulangnya
kesalahan serupa di masa mendatang.
[Type text] [Type text]
Page 12
[Type text] [Type text]
15. Sehubungan dengan arus kas operasi, terdapat indikasi kesalahan penyajian sebagai
berikut:
a. Nilai penerimaan kas dari pelanggan per 30 Juni 2024 komparatif berdasarkan
LKTT 30 Juni 2025 sebesar Rp72.248.335.238. Sedangkan berdasarkan LKTT 30
Juni 2024 sebesar Rp63.001.302.512.
Jawaban:
Kesalahan penyajian laporan keuangan tersebut disebabkan oleh kesalahan teknis
pada penerapan rumus (formula). Manajemen akan melakukan penelaahan kembali
dan penyesuaian yang diperlukan untuk memastikan konsistensi dan keselarasan
laporan arus kas. Selain itu, Perseroan telah meningkatkan proses pengendalian
internal, termasuk prosedur reviu dan rekonsiliasi data, guna meminimalisir terulangnya
kesalahan serupa di masa mendatang.
b. Nilai pembayaran kas kepada pemasok per 30 Juni 2024 komparatif berdasarkan
LKTT 30 Juni 2025 sebesar negatif Rp74.818.568.967. Sedangkan berdasarkan
LKTT 30 Juni 2024 sebesar negatif Rp63.113.521.294.
Jawaban:
Kesalahan penyajian laporan keuangan tersebut disebabkan oleh kesalahan teknis
pada penerapan rumus (formula). Manajemen akan melakukan penelaahan kembali
dan penyesuaian yang diperlukan untuk memastikan konsistensi dan keselarasan
laporan arus kas. Selain itu, Perseroan telah meningkatkan proses pengendalian
internal, termasuk prosedur reviu dan rekonsiliasi data, guna meminimalisir terulangnya
kesalahan serupa di masa mendatang.
c. Nilai pembayaran beban operasional per 30 Juni 2024 komparatif berdasarkan LKTT
30 Juni 2025 sebesar negatif Rp1.479.799.967. Sedangkan berdasarkan LKTT 30
Juni 2024 sebesar negatif Rp3.284.750.184.
Jawaban:
Kesalahan penyajian laporan keuangan tersebut disebabkan oleh kesalahan teknis
pada penerapan rumus (formula). Manajemen akan melakukan penelaahan kembali
dan penyesuaian yang diperlukan untuk memastikan konsistensi dan keselarasan
laporan arus kas. Selain itu, Perseroan telah meningkatkan proses pengendalian
internal, termasuk prosedur reviu dan rekonsiliasi data, guna meminimalisir terulangnya
kesalahan serupa di masa mendatang.
d. Nilai pembayaran kepada karyawan per 30 Juni 2024 komparatif berdasarkan LKTT
30 Juni 2025 sebesar negatif Rp2.002.652.789. Sedangkan berdasarkan LKTT 30
Juni 2024 sebesar negatif Rp2.655.717.519.
Sehubungan dengan indikasi tersebut, agar Perseroan mengklarifikasikan penyajian atau
nilai masing-masing komponen yang sesungguhnya.
Selain itu, dalam hal Perseroan mengklarifikasi adanya kesalahan penyajian pada
komponen- komponen, agar dijelaskan latar belakang kesalahan tersebut dapat terjadi.
Jawaban:
Kesalahan penyajian laporan keuangan tersebut disebabkan oleh kesalahan teknis pada
penerapan rumus (formula). Manajemen akan melakukan penelaahan kembali dan
penyesuaian yang diperlukan untuk memastikan konsistensi dan keselarasan laporan arus
kas. Selain itu, Perseroan telah meningkatkan proses pengendalian internal, termasuk
prosedur reviu dan rekonsiliasi data, guna meminimalisir terulangnya kesalahan serupa di
masa mendatang.
[Type text] [Type text]
Page 13
[Type text] [Type text]
16. Terdapat indikasi kesalahan penyajian komponen pembayaran uang muka pembelian
aset tetap pada arus kas investasi per 30 Juni 2024 komparatif. Uang muka pembelian
aset tetap per 30 Juni 2024 sebesar Rp3,53 miliar, tetapi nilai komponen tersebut per 31
Desember 2024 nihil.
Sehubungan dengan indikasi tersebut, agar Perseroan mengklarifikasikan penyajian atau
nilai uang muka pembelian aset tetap yang sesungguhnya
Selain itu, dalam hal Perseroan mengklarifikasi adanya kesalahan penyajian pada uang
muka pembelian aset tetap, agar dijelaskan latar belakang kesalahan tersebut dapat
terjadi.
Jawaban:
Kesalahan penyajian laporan keuangan tersebut disebabkan oleh kesalahan teknis pada
penerapan rumus (formula). Manajemen akan melakukan penelaahan kembali dan
penyesuaian yang diperlukan untuk memastikan konsistensi dan keselarasan laporan arus
kas. Selain itu, Perseroan telah meningkatkan proses pengendalian internal, termasuk
prosedur reviu dan rekonsiliasi data, guna meminimalisir terulangnya kesalahan serupa di
masa mendatang.
17. Dalam hal Perseroan mengkonfirmasi adanya kesalahan penyajian dan/atau kurangnya
kelengkapan informasi pada LKTT 30 Juni 2025, agar Perseroan menyampaikan upaya
dan komitmen Perseroan untuk memperbaiki penyajian laporan keuangan di masa depan,
sebagaimana Ketentuan III.1.1.5.3. Peraturan Bursa Nomor I-E mengenai pengungkapan
laporan keuangan interim wajib memiliki kualitas pengungkapan yang setara dengan
pengungkapan yang terdapat pada laporan keuangan auditan terakhir.
Jawaban:
Perseroan akan melakukan pelaporan revisi Laporan Keuangan 30 Juni 2025.
18. Berkaitan dengan pertanyaan poin 17, dalam hal Perseroan mengklarifikasi bahwa
terdapat kesalahan atau kurangnya kelengkapan dalam penyajian LKTT 30 Juni 2025,
Bursa meminta Perseroan menyampaikan revisi LKTT 30 Juni 2025 tersebut, melalui
pelaporan XBRL bersamaan dengan penyampaian tanggapan atas permintaan
penjelasan ini.
Jawaban:
Perseroan akan melakukan pelaporan revisi Laporan Keuangan 30 Juni 2025.
19. Rencana tindakan korporasi dalam periode 12 bulan ke depan.
Jawaban:
Perseroan belum ada rencana Tindakan korporasi dalam periode 12 bulan ke depan
20. Informasi/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan
hidup serta dapat mempengaruhi harga saham Perusahaan
Jawaban:
Perseroan belum ada informasi/kejadian penting lainya yang dapat mempengaruhi
kelangsungan hidup atau mempengarhui harga saham Perseroan.
[Type text] [Type text]
Page 14
[Type text] [Type text]
Demikian surat ini kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
Jakarta, 30 Desember 2025
PT Pelita Teknologi Global Tbk
Mulyo Suseno
Direktur dan Corporate Secretary
[Type text] [Type text]
Names mentioned 18 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Indosat Ooredo Tbk
p.3 ×2
unresolved
org
Indosat Ooredoo Tbk
p.3 ×4
unresolved
org
PT XL
p.3
unresolved
org
PT Distribusi Sentra Jaya Smartfren
p.9 ×2
unresolved
org
PT Pura Barutama
p.9 ×2
unresolved
org
PT XL Smart Telecom Sejahtera
p.9 ×2
unresolved
org
PT Perdana Mulia Masrur Valasindo
p.9 ×2
unresolved
org
PT Bali Maspintjinra
p.9 ×2
unresolved
org
PT Global Interaksi Gemilang
p.9 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.