Skip to content
Back to announcement

20251230_CHIP_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32016107_lamp1.pdf

Other Text extracted CHIP

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 14

Page 1
[Type text]                                                                        [Type text]




No. 106/CHIP-CORSEC/XII/2025

Kepada:
PT Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia
Jl, Jendral Sudirman Kav. 52-53
Jakarta 12190

U.p: Yth. Mita Dwijayanti
Kepala P.H. Divisi Penilaian Perusahaan III


Perihal: Permintaan Penjelasan


Dengan Hormat,

Menindaklanjuti surat elektronik dari Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) No. S-
14464/BEI.PP3/12-2025 tanggal 22 Desember 2025 terkait dengan penjelasan penjelasan,
melalui surat ini izinkan Perseroan untuk menyampaikan penjelasan atas surat yang ditujukan
kepada Perseroan:

1.   Terkait dengan sistem akuntansi yang digunakan Perseroan dalam penyusunan laporan
     keuangan konsolidasi, agar disampaikan:
     a. Sistem akuntansi yang telah digunakan oleh Perseroan (misalnya: SAP, Accurate,
         Excel, dan sejenisnya).
         Jawaban:
         Dalam menyusun laporan keuangan, Perseroan menggunakan perangkat lunak
         akuntansi Accurate sebagai sistem utama pelaporan keuangan. Proses tersebut
         didukung dengan penggunaan Microsoft Excel untuk memfasilitasi rekonsiliasi dan
         konsolidasi data. Selain itu, untuk pengelolaan inventory, Perseroan
         mengimplementasikan sistem Enterprise Resource Planning (”ERP”) yang
         dikembangkan secara internal (in-house) oleh tim IT Perseroan guna memastikan
         pencatatan stok di gudang yang akurat dan terintegrasi.

     b. Pengujian kelayakan sistem akuntansi yang telah dilakukan oleh auditor
        Jawaban:
        Auditor eksternal telah melakukan pengujian atas keandalan sistem akuntansi melalui
        serangkaian prosedur audit. Pengujian tersebut telah memadai, namun tidak terbatas
        pada pengujian substantif atas sampel dokumen transaksi, observasi fisik stok (stock
        opname) serta peninjauan atas kontrol internal sistem informasi. Hasil pengujian ini
        menjadi dasar bagi Auditor dalam memberikan opini atas kewajaran Laporan
        Keuangan Perseroan.

     c.   Jelaskan frekuensi atau seberapa sering malfungsi sistem akuntasi terjadi.
          Jawaban:
          Hingga saat ini, tidak terdapat malfungsi sistem yang bersifat signifikan (major) yang
          mengganggu jalannya operasional atau pelaporan keuangan Perseroan. Sebagai
          langkah mitigasi risiko dan upaya peningkatan keandalan data ke depannya,
          Perseroan secara aktif terus mengembangkan dan memperkuat sistem ERP internal
          untuk memastikan redundansi data dan meminimalisir potensi gangguan teknis.




                                          [Type text]                              [Type text]
Page 2
[Type text]                                                                   [Type text]




     d. Sehubungan dengan pertanyaan poin c, bagaimana rencana Perseroan terkait
        pengembangan sistem akuntansi ke depannya jika terdapat malfungsi sistem
        akuntansi?
        Jawaban:
        Perseroan sudah mengembangkan secara berkala sistem akuntansi ERP untuk
        mitigasi risiko malfungsi.

2.   Sehubungan dengan Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) 4 tentang kas dan bank,
     agar dijelaskan:

     a.   Latar belakang penurunan nilai kas dan bank yang signifikan per 30 September 2025
          sebesar Rp11,20 miliar atau setara 62,86% dibandingkan per 31 Desember 2024.
          Jawaban:
          Penurunan saldo kas dan bank pada per 30 September 2025 disebabkan oleh
          aktivitas pemenuhan untuk kebutuhan ketersediaan material produksi dan
          pemenuhan kewajiban jangka pendek. Langkah ini diambil untuk menjaga kredibilitas
          terhadap pemasok dalam pemenuhan order kepada customers.

     b.   Latar belakang penurunan nilai kas dan bank yang signifikan per 30 Juni 2025
          sebesar Rp12,75 miliar atau setara 71,55% dibandingkan per 31 Desember 2024.
          Jawaban:
          Penurunan saldo kas dan bank per 30 Juni 2025 disebabkan oleh aktivitas
          pemenuhan kewajiban jangka pendek yang signifikan. Perusahaan telah melakukan
          pembayaran hutang usaha sebesar Rp15 Miliar, sehingga saldo hutang yang
          sebelumnya Rp24 Miliar per 31 Desember 2024 berkurang menjadi Rp9 Miliar per 30
          Juni 2025.

     c.   Berkaitan dengan pertanyaan poin a dan b, bagaimana dampak penurunan kas dan
          setara kas selama 2 periode berturut-turut terhadap operasional Perseroan?
          Jawaban:
          Tidak ada dampak yang signifikan bagi operasional Perseroan, karena hasil
          penjualan atau pembayaran dari para pelanggan belum jatuh tempo pada laporan
          per 30 September 2025, hal ini teleh tercermin pada aging piutang usaha per 30
          September 2025.

     d.   Terdapat perbedaan kualitas pengungkapan antara Laporan Keuangan Tengah
          Tahunan per 30 Juni 2025 (LKTT 30 Juni 2025) dengan Laporan Keuangan
          Auditan Tahunan per 31 Desember 2024 (LKT 31 Desember 2024). Dimana pada
          LKTT 30 Juni 2025, Perseroan tidak memberikan rincian kas kecil berdasarkan mata
          uang.

          Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan latar belakang Perseroan tidak
          melakukan pengungkapan kas dan bank per 30 Juni 2025, dengan level of detail
          yang setara dengan LK 31 Desember 2024.
          Jawaban:
          Perseroan berkomitmen untuk meningkatkan standar kualitas pengungkapan pada
          laporan keuangan interim di periode mendatang. Perseroan akan memastikan bahwa
          level rincian informasi yang disajikan termasuk pengungkapan kas berdasarkan mata
          uang akan setara dengan kualitas penyajian dalam Laporan Keuangan Auditan
          Tahunan




                                       [Type text]                            [Type text]
Page 3
[Type text]                                                                     [Type text]




     e.    Outstanding nilai kas Perseroan pada tanggal surat permintaan penjelasan diterima.
           Jawaban:
           Outstanding kas Perseroan pertanggal surat 22 Desember 2025 yaitu
           Rp3.423.101.212

     f.    Strategi manajemen kas Perseroan.
           Jawaban:
           Perseroan menerapkan strategi manajemen kas yang konservatif namun efisien
           dengan memprioritaskan likuiditas untuk kebutuhan operasional jangka pendek.
           Strategi ini mencakup pemantauan posisi kas harian secara real-time, optimalisasi
           penagihan piutang usaha dari pelanggan untuk menjaga arus kas masuk, serta
           penempatan dana pada instrumen perbankan yang likuid guna memastikan
           ketersediaan dana saat diperlukan untuk kewajiban jangka pendek

3.   Sehubungan dengan CALK 5 tentang piutang usaha dari pihak ketiga, agar dijelaskan
     a. Sebutkan pelanggan-pelanggan Perseroan yang berkontribusi besar terhadap piutang
        usaha yang belum dilunasi sesuai tanggal jatuh tempo, beserta latar belakang
        pelanggan tersebut mengalami keterlambatan pembayaran.
        Jawaban:
        Konsentrasi piutang usaha per 30 September 2025 terpusat pada satu pelanggan
        utama dari PT Indosat Ooredo Tbk yang mewakili 70% dari jumlah saldo jatuh tempo.
        Sebagian besar keterlambatan bukan disebabkan oleh ketidakmampuan bayar secara
        permanen, melainkan adanya perbedaan waktu pada sisi pelanggan. terkendala oleh
        siklus birokrasi pembayaran termin. Langkah mitigasi yang diambil adalah pengetatan
        pengiriman barang untuk pelanggan dengan umur piutang di atas 60 hari guna
        meminimalkan risiko gagal bayar.

     b. Latar belakang piutang usaha mengalami peningkatan yang signifikan per 30
        September 2025 sebesar Rp11,80 miliar atau setara 67,01% dibandingkan per 31
        Desember 2024.
        Jawaban:
        Peningkatan saldo piutang usaha pada September 2025 mencerminkan pertumbuhan
        volume bisnis yang positif, khususnya dipicu oleh lonjakan permintaan dari dua
        pelanggan utama, yaitu PT Indosat Ooredoo Tbk sebesar Rp15 Miliar dan PT XL
        sebesar Rp3 Miliar. Kenaikan ini bersifat proporsional dengan peningkatan aktivitas
        penjualan. Perusahaan memproyeksikan pelunasan piutang ini akan terealisasi pada
        kuartal berikutnya sesuai dengan termin pembayaran yang berlaku, yang nantinya
        akan memperkuat kembali posisi kas perusahaan

     c.   Berkaitan dengan pertanyaan poin b diketahui bahwa piutang usaha Perseroan
          mengalami peningkatan yang signifikan, namun demikian cadangan kerugian
          penurunan nilai per 30 September 2025, 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 bernilai
          sama, yaitu sebesar Rp355,88 juta.
          Jawaban:
          Meskipun terdapat peningkatan signifikan pada saldo Piutang Usaha per 30
          September 2025 yang didorong oleh peningkatan volume penjualan kepada
          pelanggan strategis (PT Indosat Ooredoo Tbk dan PT XL Axiata Tbk), saldo Cadangan
          Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) tetap dipertahankan sebesar Rp355,88 juta.




                                         [Type text]                            [Type text]
Page 4
[Type text]                                                                       [Type text]




          Hal ini dikarenakan seluruh piutang baru tersebut memiliki profil risiko rendah dan
          berada dalam status belum jatuh tempo. Manajemen berkeyakinan bahwa saldo CKPN
          saat ini masih memadai untuk menutupi risiko kolektibilitas, mengingat kredibilitas
          pelanggan utama yang sangat baik serta belum adanya indikasi penurunan nilai
          objektif pada saldo piutang yang baru terbentuk.

     d. Jelaskan perhitungan kuantitatif Perseroan dalam menentukan nilai cadangan
        kerugian penurunan nilai piutang usaha.
        Jawaban:
        Kenaikan piutang terkonsentrasi pada debitur dengan peringkat kredit tinggi
        (Investment Grade) yang memiliki probabilitas gagal bayar (PD) sangat rendah. Oleh
        karena itu, berdasarkan perhitungan ECL, penambahan piutang tersebut tidak
        menghasilkan penambahan cadangan kerugian yang material, sehingga saldo CKPN
        dipertahankan sesuai hasil penilaian atas akun-akun yang telah diidentifikasi
        mengalami penurunan nilai secara spesifik. Untuk CKPN pada akhir tahun 2025 akan
        direview kembali pada saat audit tahunan.

     e. Kebijakan termin pembayaran yang ditetapkan Perseroan (misalnya 30 hari, 90
        hari, dan sebagainya).
        Jawaban:
        Kebijakan termin pembayaran yang ditetapkan Perseroan kepada pelanggan berkisar
        antara 30 hingga maksimal 60 hari setelah berita acara serah terima (BAST) diterbitkan.
        Hingga saat ini, seluruh piutang Perseroan bersifat lancar dan tidak terdapat piutang
        yang melampaui usia satu tahun. Perseroan memiliki tingkat keyakinan yang tinggi
        terhadap kolektibilitas piutang tersebut mengingat profil pelanggan merupakan
        Perusahaan dengan skala besar (blue-chip) yang memiliki rekam jejak pembayaran
        yang sangat baik

     f.   Pendekatan yang dilakukan Perseroan dalam melakukan penagihan atas piutang
          usaha kepada pelanggan
          Jawaban:
          Perseroan tidak melakukan pendekatan kepada pelanggan dikarenakan piutang lancar
          dibayarkan oleh pelanggan.

     g. Tingkat keyakinan Perseroan untuk dapat melakukan penagihan piutang.
        Jawaban:
        Perseroan berkeyakinan dapat menagih piutang kepada para pelanggan karena para
        pelanggan Perseroan memiliki track record yang sangat baik.

4.    Sehubungan dengan CALK 6 tentang persediaan, agar dijelaskan:
      a. Latar belakang persediaan mengalami peningkatan yang signifikan per 30 September
         2025 sebesar Rp12,83 miliar atau setara 30,23% dibandingkan per 31 Desember
         2024.
         Jawaban:
         Peningkatan nilai persediaan per 30 September 2025 disebabkan oleh kebijakan
         antisipasi Perseroan terhadap pemenuhan pesanan pelanggan di kuartal mendatang.
         Perseroan melakukan pengadaan bahan baku dan stock barang untuk memitigasi
         risiko fluktuasi harga global serta memastikan ketersediaan pasokan (buffer stock)
         guna menjaga keberlangsungan produksi di tengah tren volatilitas rantai pasok.




                                         [Type text]                              [Type text]
Page 5
[Type text]                                                                      [Type text]




     b. Berkaitan dengan pertanyaan poin a, diketahui bahwa persediaan Perseroan
        mengalami peningkatan yang signifikan, namun demikian, Perseroan tidak melakukan
        peningkatan allowance for inventory. Allowance for inventory per 30 September 2025,
        30 Juni 2025, dan 31 Desember 2024 bernilai sama, yaitu sebesar Rp78,08 juta.

          Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan latar belakang Perseroan tidak
          melakukan peningkatan allowance for inventory di tengah peningkatan persediaan
          yang signifikan.
          Jawaban:
          Perseroan tidak melakukan peningkatan cadangan penurunan nilai persediaan
          (allowance for inventory) karena seluruh persediaan yang ada saat ini merupakan
          barang dengan perputaran cepat (fast-moving) dan memiliki kualitas yang sesuai
          dengan spesifikasi permintaan pelanggan serta berdasarkan hasil tinjauan berkala,
          tidak ditemukan indikasi kerusakan atau persediaan usang (obsolescence), sehingga
          nilai cadangan saat ini dinilai masih mencukupi dan konservatif.

     c.   Latar belakang good in transit bernilai nihil per 31 Desember 2024 dan 31 Desember
          2023
          Jawaban:
          Saldo Good in Transit per 31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023 tercatat nihil
          karena tidak terdapat transaksi pembelian maupun pengiriman barang yang masih
          dalam proses pengangkutan pada tanggal laporan. Seluruh barang telah diterima dan
          dibukukan sebelum akhir periode pelaporan

5.   Sehubungan dengan CALK 7 tentang uang muka, agar dijelaskan:
     a. Latar belakang uang muka bernilai nihil per 31 Desember 2024
        Jawaban:
        Saldo uang muka pembelian per 31 Desember 2024 nihil karena sepanjang periode
        tersebut tidak terdapat transaksi pembelian yang dilakukan dengan mekanisme
        pembayaran uang muka. Seluruh pembelian dibayarkan secara langsung pada saat
        penerimaan barang/jasa sehingga tidak menimbulkan saldo uang muka.

     b. Terdapat perbedaan kualitas pengungkapan antara LKTT 30 Juni 2025 dengan
        LKT 31 Desember 2024. Dimana, pada LKTT 30 Juni 2025, Perseroan tidak
        memberikan rincian nama supplier tempat Perseroan menyetorkan uang muka
        pembelian bahan baku.

          Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan latar belakang Perseroan tidak
          melakukan pengungkapan uang muka per 30 Juni 2025, dengan level of detail yang
          setara dengan LK 31 Desember 2024.
          Jawaban:
          Perbedaan kualitas pengungkapan antara Laporan Keuangan 30 Juni 2025 dan
          Laporan Keuangan 31 Desember 2024 terjadi karena laporan tengah tahun disusun
          dengan tingkat detail yang lebih ringkas. Oleh karena itu, rincian nama pemasok atas
          uang muka pembelian bahan baku tidak diungkapkan pada Laporan Keuangan
          namun tetap dicatat dan diawasi secara internal serta akan disajikan secara lengkap
          dalam laporan tahunan




                                         [Type text]                             [Type text]
Page 6
[Type text]                                                                       [Type text]




6.   Sehubungan dengan CALK 8 tentang aset tetap, agar dijelaskan:
     a. Latar belakang dan sumber dana peningkatan mesin per 31 Desember 2024
        sebesar Rp3,21 miliar atau setara 19,25% dibandingkan per 31 Desember 2023
        Jawaban:
        Perseroan melakukan penambahan mesin baru untuk mendukung peningkatan
        kapasitas dan efisiensi operasional Perseroan. Hal tersebut dilakukan sebagai bagian
        dari strategi Perseroan dalam menjaga kinerja operasional dan kualitas layanan.

     b. Latar belakang dan sumber dana peningkatan peralatan pabrik per 31 Desember 2024
        sebesar Rp8,49 miliar atau setara 239,57% dibandingkan per 31 Desember 2023
        Jawaban:
        Perseroan melakukan peningkatan peralatan pabrik guna untuk mendukung dan
        memperluas area pabrik produksi pada site plan product Operating system & sim-
        card.

     c.   Berkaitan dengan pertanyaan poin a dan b, agar dijelaskan optimalisasi peningkatan
          signifikan atas mesin dan peralatan pabrik, mengingat nilai penjualan per 31 Desember
          2024, 30 Juni 2025, dan 30 September 2025 mengalami penurunan berturut-turut
          Jawaban:
          Peningkatan investasi pada mesin dan peralatan pabrik merupakan langkah strategis
          jangka panjang Perseroan untuk meningkatkan efisiensi produksi dan modernisasi
          teknologi. Meskipun terjadi penurunan penjualan dalam jangka pendek, investasi ini
          dimaksudkan untuk meningkatkan daya saing dan kapasitas produksi guna
          menangkap peluang pasar di masa depan, sehingga saat permintaan dan harga jual
          kembali pulih, Perseroan telah memiliki kesiapan infrastruktur yang lebih optimal dan
          biaya operasional per unit yang lebih rendah.

7.   Latar belakang aset pajak tangguhan bernilai nihil per 30 September 2025, 30 Juni 2025
     dan 31 Desember 2024.
     Jawaban:
     Saldo aset pajak tangguhan per 30 September 2025, 30 Juni 2025, dan 31 Desember
     2024 tercatat nihil karena tidak terdapat perbedaan temporer yang dapat dikurangkan
     maupun rugi fiskal yang dapat dimanfaatkan untuk mengurangi beban pajak di masa
     mendatang.

8.   Sehubungan dengan CALK 13 tentang utang lain-lain, agar dijelaskan:
     a. Latar belakang Perseroan memerlukan penambahan pendanaan utang lain-lain pihak
        berelasi yang per 30 September 2025 mengalami peningkatan yang signifikan
        menjadi sebesar Rp18,85 miliar dibandingkan per 31 Desember 2024 sebesar
        Rp13,99 miliar (misalnya untuk meningkatkan persediaan, untuk membeli aset tetap,
        atau sejenisnya).
        Jawaban:
        Peningkatan utang lain-lain pihak berelasi menjadi sebesar Rp18,85 miliar per 30
        September 2025 dari sebelumnya Rp13,99 miliar pada 31 Desember 2024, ditujukan
        terutama untuk memperkuat struktur modal kerja Perseroan. Penambahan
        pendanaan ini dialokasikan untuk mendukung peningkatan nilai persediaan guna
        mengantisipasi pesanan pelanggan di masa mendatang serta memastikan
        ketersediaan pasokan bahan baku yang stabil.




                                         [Type text]                              [Type text]
Page 7
[Type text]                                                                      [Type text]




     b. Penjelasan, pertimbangan, dan alasan penambahan pendanaan dilakukan kepada
        pihak berelasi, dibandingkan dengan apabila dilakukan transaksi lain yang sejenis
        yang tidak dilakukan dengan pihak berelasi.
        Jawaban:
        Penambahan pendanaan yang dilakukan kepada pihak berelasi didasarkan pada
        pertimbangan efisiensi, kemudahan koordinasi pendanaan serta syarat dan ketentuan
        yang disepakati tidak berbeda secara material dengan transaksi sejenis yang dapat
        diperoleh dari pihak tidak berelasi. Selain itu, pendanaan dari pihak berelasi dinilai
        lebih cepat dan efektif dalam memenuhi kebutuhan pendanaan Perseroan tanpa
        mengganggu likuiditas dan kesinambungan operasional.

9.   Sehubungan dengan CALK 15 tentang utang lembaga keuangan non-bank, agar
     dijelaskan:
     a. Latar belakang Perseroan memerlukan penambahan utang lembaga keuangan non-
          bank yang per 30 September 2025 dan 30 Juni 2025 mengalami peningkatan sebesar
          Rp5,7 miliar dan Rp2,46 miliar atau setara 57,22% dan 24,73% dibandingkan per 31
          Desember 2024 (misalnya untuk meningkatkan persediaan, untuk membeli aset tetap,
          atau sejenisnya).
          Jawaban:
          Perseroan menambah utang untuk menjaga stock dan fluktuasi nilai pembelian
          persediaan karena kurang stabilnya nilai Rupiah terhadap mata uang asing.

     b. Penjelasan, pertimbangan, dan alasan penambahan pendanaan dilakukan kepada
        lembaga keuangan non-bank, dibandingkan dengan perbankan, mengingat
        perbankan umumnya mengenakan cost of fund yang lebih murah.
        Jawaban:
        Pendanaan non-bank dinilai lebih responsif dalam mendukung kebutuhan pendanaan
        Perseroan dalam jangka waktu tertentu tanpa mengganggu keberlanjutan
        operasional. Manajemen telah melakukan evaluasi atas berbagai alternatif sumber
        pendanaan, termasuk perbankan dan memutuskan bahwa pendanaan melalui
        lembaga keuangan non-bank merupakan opsi yang paling sesuai dengan kondisi dan
        strategi keberlanjutan Perseroan pada saat ini.

10. Latar belakang sejak 31 Desember 2023, Perseroan tidak lagi membukukan komponen
    penghasilan komprehensif pada ekuitas.
    Jawaban:
    Sejak 31 Desember 2023, Perseroan tidak lagi membukukan komponen penghasilan
    komprehensif lain pada ekuitas sehubungan dengan tidak adanya transaksi atau peristiwa
    yang menimbulkan pengakuan penghasilan komprehensif lain sesuai dengan standar
    akuntansi keuangan yang berlaku umum di Indonesia. Oleh karena itu, seluruh perubahan
    ekuitas Perseroan setelah tanggal tersebut terutama berasal dari hasil operasi periode
    berjalan dan transaksi ekuitas lainnya yang diakui secara langsung dalam ekuitas.




                                        [Type text]                              [Type text]
Page 8
[Type text]                                                                    [Type text]




11. Sehubungan dengan CALK 22 tentang Penjualan, agar dijelaskan:
    a. Latar belakang penjualan bersih Perseroan per 30 Juni 2025 mengalami penurunan
       sebesar Rp31,63 miliar atau setara 35,81% dibandingkan per 30 Juni 2024
       Jawaban:
       Penurunan penjualan bersih Perseroan sebesar Rp31,63 miliar atau setara 35,81%
       pada periode 30 Juni 2025 terutama disebabkan oleh adanya penyesuaian harga jual
       rata-rata (Average Selling Price) kepada para pelanggan, khususnya pada segmen
       produk operating system & sim-card. Penyesuaian harga ini merupakan dampak dari
       penyesuaian harga material di market.

    b. Terdapat indikasi kesalahan penyajian komponen penjualan per 30 September 2024
       komparatif, dimana penjualan dari komponen warehouse per 30 September 2024
       sebesar Rp2,28 miliar, tetapi nilai komponen tersebut per 31 Desember 2024 nihil.

         Sehubungan dengan indikasi tersebut, agar Perseroan mengklarifikasikan penyajian
         atau nilai komponen warehouse yang sesungguhnya.
         Jawaban:
         Per 31 Desember 2024 komponen penjualan pada segementasi Warehouse telah
         direklasifikasi oleh auditor ke akun pendapatan lain-lain karena komponen penjualan
         warehouse bukan merupakan main bisnis Perseroan.

    c.   Berkaitan dengan pertanyaan poin b, dalam hal Perseroan mengklarifikasi adanya
         kesalahan penyajian pada komponen warehouse, agar dijelaskan latar belakang
         kesalahan tersebut dapat terjadi.
         Jawaban:
         Setelah diskusi dengan tim audit dan mengacu kepada standar akuntansi yang berlaku
         umum di Indonesia bahwa klasfikasi atas komponen penjualan warehouse bukan
         merupakan bagian dari main bisnis Perseroan.

    d. Nature penjualan komponen warehouse.
       Jawaban:
       Penjualan komponen warehouse merupakan jasa penyewaan gudang dan
       maintenance atas beberapa product dari para pelanggan. Apabila belum didistribusikan
       ke Lokasi tujuan sebagaimana tercantum dalam permintaan para pelanggan.

    e. Capaian proyeksi penjualan bersih yang disampaikan Perseroan pada saat evaluasi
       penawaran umum perdana saham semakin menurun. Meskipun nilai capaian proyeksi
       penjualan pada tahun 2023 pernah mencapai 212,01%, tetapi pada tahun 2025,
       dengan asumsi nilai aktual pada kondisi Trailing Twelve Months (TTM), capaian
       proyeksi pendapatan bersih hanya mencapai 54,01%.

         Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan menurut perkiraan Perseroan,
         sampai jangka waktu berapa lama penjualan bersih akan mengalami tren penurunan,
         atau semakin jauh dari nilai proyeksi yang disampaikan pada saat evaluasi penawaran
         umum perdana saham.
         Jawaban:
         Manajemen memperkirakan bahwa tren penurunan capaian terhadap proyeksi
         tersebut bersifat sementara dan secara bertahap akan membaik seiring dengan
         implementasi langkah-langkah strategis yang sedang dan akan dijalankan. Perseroan
         menargetkan pemulihan kinerja penjualan bersih secara bertahap dalam jangka
         menengah, dengan tetap berkomitmen untuk mengoptimalkan potensi pasar,
         meningkatkan efektivitas penjualan, serta menjaga keberlanjutan usaha.




                                       [Type text]                             [Type text]
Page 9
[Type text]                                                                      [Type text]




         Perseroan berkomitmen untuk meningkatkan kinerja dan berupaya mendekati
         realisasi penjualan bersih sesuai dengan proyeksi yang telah disampaikan pada saat
         evaluasi penawaran umum perdana saham, dengan tetap memperhatikan prinsip
         kehati-hatian dan kondisi pasar yang berlaku.

    f.   Strategi dan upaya Perseroan untuk meningkatkan pendapatan Perseroan
         Jawaban:
         Perseroan melakukan upaya ekspansi terhadap penjualan IT Solutions dan
         memperbanyak penjualan Ekspor

    g. Faktor utama yang mempengaruhi pendapatan Perseroan.
       Jawaban:
       Faktor utama yang mempengaruhi pendapatan Perseroan saat ini adalah persaingan
       harga yang ditawarkan para pelanggan cenderung mengalami penurunan, sehingga
       berdampak terhadap omset Perseroan, namun dalam hal mitigasi tersebut Perseroan
       melakukan beberapa strategi diantaranya memperluas jaringan market ekspor dan
       meningkatkan IT Solutions dalam meningkatkan pendapatan Perseroan.

    h. Informasi pendapatan Perseroan yang bersifat musiman atau lonjakan/kejatuhan
       pendapatan pada bulan atau periode tertentu.
       Jawaban:
       Lonjakan pendapatan terjadi biasanya pada kuartal III dan IV pada Perseroan.

    i.   Rincian penjualan berdasarkan pelanggan per 31 Desember 2024 dan 31 Desember
         2023
                    Nama Pelanggan                30 Sep 2025      31 Des 2024      31 Des 2023
         PT Indosat Tbk                        58.509.743.504   Rp...            Rp...
         PT Distribusi Sentra Jaya Smartfren   14.292.375.483   Rp...            Rp...
         Zambia Telecomunications              13.849.452.260   Rp...            Rp...
         PT Bank Central Asia                  3.776.350.000    Rp...            Rp...
         PT Pura Barutama                      3.394.617.390    Rp...            Rp...
         PT XL Smart Telecom Sejahtera         3.286.915.920    Rp...            Rp...
         PT Multipolar Technology Tbk          1.372.000.000    Rp...            Rp...
         PT Perdana Mulia Masrur Valasindo     56.250.000       Rp...            Rp...
         PT Bali Maspintjinra                  56.250.000       Rp...            Rp...
         PT Global Interaksi Gemilang                           Rp...            Rp...
         Jumlah                                98.593.954.557   Rp...            Rp...




                                          [Type text]                            [Type text]
Page 10
[Type text]                                                                      [Type text]




         Jawaban:
                    Nama Pelanggan               30 Sep 2025       31 Des 2024      31 Des 2023
          PT Indosat Tbk                        Rp58.509.743.504 Rp 2.364.402.968 Rp18.305.146.311
          PT Distribusi Sentra Jaya Smartfren   Rp14.292.375.483 Rp 7.026.562.406 Rp 340.881.000
          Zambia Telecomunications              Rp13.849.452.260 Rp 3.354.739.175 Rp             0
          PT Bank Central Asia                  Rp 3.776.350.000 Rp             0 Rp             0
          PT Pura Barutama                      Rp 3.394.617.390 Rp             0 Rp             0
          PT XL Smart Telecom Sejahtera         Rp 3.286.915.920 Rp             0 Rp             0
          PT Multipolar Technology Tbk          Rp 1.372.000.000 Rp             0 Rp             0
          PT Perdana Mulia Masrur Valasindo     Rp    56.250.000 Rp             0 Rp             0
          PT Bali Maspintjinra                  Rp    56.250.000 Rp             0 Rp             0
          PT Global Interaksi Gemilang          Rp             0 Rp 5.221.162.500 Rp             0
          Jumlah                                Rp98.593.954.557 Rp17.610.985.866 Rp18.548.912.585

12. Sehubungan dengan CALK 23 tentang beban pokok penjualan, agar dijelaskan:
    a. Latar belakang komponen biaya perbaikan dan perawatan pabrik per 30 Juni 2025
       meningkat menjadi Rp3,91 miliar, dimana per 30 Juni 2024 hanya sebesar Rp66,17
       juta (jelaskan juga mengenai upaya Perseroan dalam pencegahan, jika terdapat
       kerusakan mesin dan/atau sejenisnya yang menyebabkan tingginya biaya perbaikan
       dan perawatan pabrik).
       Jawaban:
       Bahwa kenaikan biaya perbaikan dan pemeliharaan pabrik pada CALK 23 untuk tahun
       yang berakhir pada 30 Juni 2025 merupakan dampak dari reklasifikasi atas transaksi
       pembelian barang yang seharusnya tidak tercatat pada akun tersebut. Namun,
       Perseroan telah melakukan penyesuaian/ koreksi atas kesalahan klasifikasi pada
       laporan yang berakhir 30 September 2025, sehingga nilai biaya pemeliharaan yang
       sebenarnya adalah sebesar Rp83 juta.

    b. Nature komponen application – biaya pendukung.
       Jawaban:
       Komponen application – biaya pendukung merupakan biaya kompensasi atas layanan
       yang diberikan serta biaya-biaya akomodasi dan perangkat lunak.

    c.   Latar belakang komponen application – biaya pendukung per 30 Juni 2025 meningkat
         menjadi Rp1,48 miliar, dimana per 30 Juni 2024 hanya sebesar Rp272 juta.
         Jawaban:
         Kenaikan biaya pendukung pada komponen application untuk tahun yang berakhir
         pada tanggal 30 Juni 2025 menjadi Rp1,48 miliar dari Rp272 juta disebabkan oleh
         peningkatan Pendapatan dari IT Solution. Pendapatan tersebut meningkat signifikan
         dari Rp 362 juta untuk tahun yang berakhir pada 30 Juni 2024 menjadi Rp4,5 miliar
         untuk tahun yang berakhir pada 30 Juni 2025.

    d. Latar belakang biaya gudang per 30 Juni 2024 nihil.
       Jawaban:
       Per 30 Juni 2024, biaya gudang tercatat nihil. Hal ini dikarenakan pada periode
       tersebut belum terdapat kesepakatan dengan pelanggan, khususnya PT Indosat atas
       transaksi komponen pendapatan Warehouse.

         Kesepakatan dengan pelanggan baru terealisasi pada periode berikutnya, sehingga
         mulai menimbulkan biaya terkait operasional warehouse.




                                          [Type text]                            [Type text]
Page 11
[Type text]                                                                      [Type text]




13. Sehubungan dengan pendapatan lain-lain bersih, agar dijelaskan:
    a. Terdapat indikasi kesalahan penyajian komponen pendapatan lain-lain bersih per 30
       Juni 2024 komparatif. Nilai pendapatan lain-lain bersih per 30 Juni 2024 komparatif
       berdasarkan LKTT 30 Juni 2025 sebesar Rp69.796.335. Sedangkan berdasarkan
       LKTT 30 Juni 2024 sebesar Rp166.911.061.

        Sehubungan dengan indikasi tersebut, agar Perseroan mengklarifikasikan penyajian
        atau nilai komponen pendapatan lain-lain bersih yang sesungguhnya.
        Jawaban:
        CALK 26 pada laporan keuangan Perseroan sudah menyajikan pelaporan yang
        sebenarnya, namun pada laporan laba rugi terdapat ketidaksesuaian/kesalahan
        typing.

    b. Berkaitan dengan pertanyaan poin a, dalam hal Perseroan mengklarifikasi adanya
       kesalahan penyajian pada komponen pendapatan lain-lain bersih, agar dijelaskan
       latar belakang kesalahan tersebut dapat terjadi.
       Jawaban:
       Latar Belakang kesalahan terjadi karena kesalahan rumus pada pelaporan, namun
       pada CALK 26 sudah menyajikan sesuai dengan rincian yang sebenarnya.

14. Sehubungan dengan beban bunga dan keuangan, agar dijelaskan:
    a. Terdapat indikasi kesalahan penyajian komponen beban bunga dan keuangan per 30
       Juni 2024 komparatif. Nilai beban bunga dan keuangan per 30 Juni 2024 komparatif
       berdasarkan LKTT 30 Juni 2025 sebesar negatif Rp767.835.907. Sedangkan
       berdasarkan LKTT 30 Juni 2024 sebesar negatif Rp864.950.633.

        Sehubungan dengan indikasi tersebut, agar Perseroan mengklarifikasikan penyajian
        atau nilai komponen beban bunga dan keuangan yang sesungguhnya.
        Jawaban:
        Kesalahan penyajian laporan keuangan tersebut disebabkan oleh kesalahan teknis
        pada penerapan rumus (formula) yang tidak selaras antara CALK dengan laporan laba
        (rugi), Manajemen akan melakukan penelaahan kembali dan penyesuaian yang
        diperlukan untuk memastikan konsistensi dan keselarasan antara CALK dengan
        laporan laba (rugi). Selain itu, Perseroan telah meningkatkan proses pengendalian
        internal, termasuk prosedur reviu dan rekonsiliasi data, guna meminimalisir terulangnya
        kesalahan serupa di masa mendatang.

    b. Berkaitan dengan pertanyaan poin a, dalam hal Perseroan mengklarifikasi adanya
       kesalahan penyajian pada komponen beban bunga dan keuangan, agar dijelaskan
       latar belakang kesalahan tersebut dapat terjadi.
       Jawaban:
       Kesalahan penyajian laporan keuangan tersebut disebabkan oleh kesalahan teknis
       pada penerapan rumus (formula) yang tidak selaras antara CALK dengan laporan laba
       (rugi), Manajemen akan melakukan penelaahan kembali dan penyesuaian yang
       diperlukan untuk memastikan konsistensi dan keselarasan antara CALK dengan
       laporan laba (rugi). Selain itu, Perseroan telah meningkatkan proses pengendalian
       internal, termasuk prosedur reviu dan rekonsiliasi data, guna meminimalisir terulangnya
       kesalahan serupa di masa mendatang.




                                        [Type text]                              [Type text]
Page 12
[Type text]                                                                       [Type text]




15. Sehubungan dengan arus kas operasi, terdapat indikasi kesalahan penyajian sebagai
    berikut:
    a. Nilai penerimaan kas dari pelanggan per 30 Juni 2024 komparatif berdasarkan
        LKTT 30 Juni 2025 sebesar Rp72.248.335.238. Sedangkan berdasarkan LKTT 30
        Juni 2024 sebesar Rp63.001.302.512.
        Jawaban:
        Kesalahan penyajian laporan keuangan tersebut disebabkan oleh kesalahan teknis
        pada penerapan rumus (formula). Manajemen akan melakukan penelaahan kembali
        dan penyesuaian yang diperlukan untuk memastikan konsistensi dan keselarasan
        laporan arus kas. Selain itu, Perseroan telah meningkatkan proses pengendalian
        internal, termasuk prosedur reviu dan rekonsiliasi data, guna meminimalisir terulangnya
        kesalahan serupa di masa mendatang.

    b. Nilai pembayaran kas kepada pemasok per 30 Juni 2024 komparatif berdasarkan
       LKTT 30 Juni 2025 sebesar negatif Rp74.818.568.967. Sedangkan berdasarkan
       LKTT 30 Juni 2024 sebesar negatif Rp63.113.521.294.
       Jawaban:
       Kesalahan penyajian laporan keuangan tersebut disebabkan oleh kesalahan teknis
       pada penerapan rumus (formula). Manajemen akan melakukan penelaahan kembali
       dan penyesuaian yang diperlukan untuk memastikan konsistensi dan keselarasan
       laporan arus kas. Selain itu, Perseroan telah meningkatkan proses pengendalian
       internal, termasuk prosedur reviu dan rekonsiliasi data, guna meminimalisir terulangnya
       kesalahan serupa di masa mendatang.

    c.   Nilai pembayaran beban operasional per 30 Juni 2024 komparatif berdasarkan LKTT
         30 Juni 2025 sebesar negatif Rp1.479.799.967. Sedangkan berdasarkan LKTT 30
         Juni 2024 sebesar negatif Rp3.284.750.184.
         Jawaban:
         Kesalahan penyajian laporan keuangan tersebut disebabkan oleh kesalahan teknis
         pada penerapan rumus (formula). Manajemen akan melakukan penelaahan kembali
         dan penyesuaian yang diperlukan untuk memastikan konsistensi dan keselarasan
         laporan arus kas. Selain itu, Perseroan telah meningkatkan proses pengendalian
         internal, termasuk prosedur reviu dan rekonsiliasi data, guna meminimalisir terulangnya
         kesalahan serupa di masa mendatang.

    d. Nilai pembayaran kepada karyawan per 30 Juni 2024 komparatif berdasarkan LKTT
       30 Juni 2025 sebesar negatif Rp2.002.652.789. Sedangkan berdasarkan LKTT 30
       Juni 2024 sebesar negatif Rp2.655.717.519.

    Sehubungan dengan indikasi tersebut, agar Perseroan mengklarifikasikan penyajian atau
    nilai masing-masing komponen yang sesungguhnya.

    Selain itu, dalam hal Perseroan mengklarifikasi adanya kesalahan penyajian pada
    komponen- komponen, agar dijelaskan latar belakang kesalahan tersebut dapat terjadi.
    Jawaban:
    Kesalahan penyajian laporan keuangan tersebut disebabkan oleh kesalahan teknis pada
    penerapan rumus (formula). Manajemen akan melakukan penelaahan kembali dan
    penyesuaian yang diperlukan untuk memastikan konsistensi dan keselarasan laporan arus
    kas. Selain itu, Perseroan telah meningkatkan proses pengendalian internal, termasuk
    prosedur reviu dan rekonsiliasi data, guna meminimalisir terulangnya kesalahan serupa di
    masa mendatang.




                                         [Type text]                              [Type text]
Page 13
[Type text]                                                                    [Type text]




16. Terdapat indikasi kesalahan penyajian komponen pembayaran uang muka pembelian
    aset tetap pada arus kas investasi per 30 Juni 2024 komparatif. Uang muka pembelian
    aset tetap per 30 Juni 2024 sebesar Rp3,53 miliar, tetapi nilai komponen tersebut per 31
    Desember 2024 nihil.

    Sehubungan dengan indikasi tersebut, agar Perseroan mengklarifikasikan penyajian atau
    nilai uang muka pembelian aset tetap yang sesungguhnya

    Selain itu, dalam hal Perseroan mengklarifikasi adanya kesalahan penyajian pada uang
    muka pembelian aset tetap, agar dijelaskan latar belakang kesalahan tersebut dapat
    terjadi.
    Jawaban:
    Kesalahan penyajian laporan keuangan tersebut disebabkan oleh kesalahan teknis pada
    penerapan rumus (formula). Manajemen akan melakukan penelaahan kembali dan
    penyesuaian yang diperlukan untuk memastikan konsistensi dan keselarasan laporan arus
    kas. Selain itu, Perseroan telah meningkatkan proses pengendalian internal, termasuk
    prosedur reviu dan rekonsiliasi data, guna meminimalisir terulangnya kesalahan serupa di
    masa mendatang.

17. Dalam hal Perseroan mengkonfirmasi adanya kesalahan penyajian dan/atau kurangnya
    kelengkapan informasi pada LKTT 30 Juni 2025, agar Perseroan menyampaikan upaya
    dan komitmen Perseroan untuk memperbaiki penyajian laporan keuangan di masa depan,
    sebagaimana Ketentuan III.1.1.5.3. Peraturan Bursa Nomor I-E mengenai pengungkapan
    laporan keuangan interim wajib memiliki kualitas pengungkapan yang setara dengan
    pengungkapan yang terdapat pada laporan keuangan auditan terakhir.
    Jawaban:
    Perseroan akan melakukan pelaporan revisi Laporan Keuangan 30 Juni 2025.

18. Berkaitan dengan pertanyaan poin 17, dalam hal Perseroan mengklarifikasi bahwa
    terdapat kesalahan atau kurangnya kelengkapan dalam penyajian LKTT 30 Juni 2025,
    Bursa meminta Perseroan menyampaikan revisi LKTT 30 Juni 2025 tersebut, melalui
    pelaporan XBRL bersamaan dengan penyampaian tanggapan atas permintaan
    penjelasan ini.
    Jawaban:
    Perseroan akan melakukan pelaporan revisi Laporan Keuangan 30 Juni 2025.

19. Rencana tindakan korporasi dalam periode 12 bulan ke depan.
    Jawaban:
    Perseroan belum ada rencana Tindakan korporasi dalam periode 12 bulan ke depan

20. Informasi/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan
    hidup serta dapat mempengaruhi harga saham Perusahaan
    Jawaban:
    Perseroan belum ada informasi/kejadian penting lainya yang dapat mempengaruhi
    kelangsungan hidup atau mempengarhui harga saham Perseroan.




                                       [Type text]                             [Type text]
Page 14
[Type text]                                                                  [Type text]




Demikian surat ini kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.


Jakarta, 30 Desember 2025
PT Pelita Teknologi Global Tbk




Mulyo Suseno
Direktur dan Corporate Secretary




                                      [Type text]                            [Type text]

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.46 MB
Published30 Dec 2025
Pages14
Characters41,530
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 18 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org XL Axiata Tbk p.3 ×2
linked org PT Bank Central Asia p.9 ×3
linked org Smart Telecom p.9 ×2
linked org Multipolar Technology Tbk p.9 ×5
linked org Pelita Teknologi Global Tbk p.14 ×2
linked person Mulyo Suseno p.14
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.1
possible org Indosat Tbk p.9 ×5
unresolved org Indosat Ooredo Tbk p.3 ×2
unresolved org Indosat Ooredoo Tbk p.3 ×4
unresolved org PT XL p.3
unresolved org PT Distribusi Sentra Jaya Smartfren p.9 ×2
unresolved org PT Pura Barutama p.9 ×2
unresolved org PT XL Smart Telecom Sejahtera p.9 ×2
unresolved org PT Perdana Mulia Masrur Valasindo p.9 ×2
unresolved org PT Bali Maspintjinra p.9 ×2
unresolved org PT Global Interaksi Gemilang p.9 ×2

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result