Skip to content
Back to announcement

20251224_HRTA_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32015340_lamp1.pdf

Other Text extracted HRTA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 13

Page 1
                                                                      Bandung, 24 Desember 2025
No            : S-698/DIR-LEG/HRTA-IDX/XII/2025​
Lampiran​     :-

Kepada Yth.
PT Bursa Efek Indonesia, Tbk (BEI)
Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor,
Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190

Up.​           : Nurmila Indah Kusumawati - P.H. Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2
Perihal​       : Jawaban Atas Permintaan Penjelasan

Dengan hormat,

Merujuk kepada Surat PT Bursa Efek Indonesia, Tbk (BEI) No. S-14468/BEI.PP2/12-2025 tertanggal
22 Desember 2025 perihal Permintaan Penjelasan, bersama ini kami PT Hartadinata Abadi Tbk
(“Perseroan”) menyampaikan hal-hal sebagai berikut:

  1.​ Agar dijelaskan strategi bisnis Perseroan secara keseluruhan dalam menjalankan kegiatan
      usaha pada periode berjalan, termasuk fokus utama pengembangan usaha, segmen pasar yang
      menjadi prioritas, serta keselarasan strategi tersebut dengan kondisi industri dan dinamika
      pasar saat ini.

      Jawaban :

      Perseroan menjalankan strategi bisnis yang berfokus pada penguatan posisi dan peningkatan
      kinerja usaha secara berkelanjutan dengan menyesuaikan diri terhadap dinamika industri emas
      dan perhiasan. Pada periode berjalan, Perseroan menargetkan untuk berperan sebagai salah
      satu pemain kunci dalam pengembangan ekosistem bullion bank di Indonesia, antara lain
      melalui proses perolehan sertifikasi dan pemenuhan ketentuan yang relevan guna mendukung
      kegiatan usaha yang terintegrasi dan bernilai tambah. Selain itu, Perseroan secara
      berkelanjutan meningkatkan citra dan nilai merek HRTA melalui penerapan pemasaran
      strategis yang menekankan aspek kepercayaan, inovasi, dan kualitas produk, serta menjalin
      kolaborasi dengan penambang emas lokal sebagai bagian dari penguatan rantai pasok yang
      berkelanjutan. Sejalan dengan upaya tersebut, Perseroan juga memfokuskan pengembangan
      usaha pada peningkatan permintaan perhiasan melalui penciptaan desain yang inovatif dan
      otentik, yang didukung oleh proses pabrikasi yang terintegrasi, sehingga Perseroan dapat
      menjaga kualitas, efisiensi, dan daya saing, serta memastikan keselarasan strategi usaha
      dengan kondisi industri dan perkembangan pasar saat ini.

  2.​ Agar dijelaskan faktor-faktor utama yang mendorong peningkatan kinerja operasional dan
      keuangan Perseroan pada periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir per 30 September 2025,
      khususnya pada kuartal III 2025, serta sejauh mana faktor-faktor tersebut bersifat
      berkelanjutan (sustainable).
Page 2
   Jawaban :

   Peningkatan kinerja operasional dan keuangan Perseroan pada periode 9 (sembilan) bulan
   yang berakhir per 30 September 2025, khususnya pada kuartal III 2025, terutama didorong
   oleh pertumbuhan signifikan pada penjualan grosir logam mulia yang didominasi oleh
   pelanggan institusional, termasuk institusi keuangan dan bank bullion, antara lain PT
   Pegadaian Galeri Dua Empat, PT Pegadaian, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Kontribusi
   penjualan kepada segmen pelanggan tersebut memberikan volume transaksi yang lebih besar,
   kepastian permintaan, serta efisiensi operasional yang berdampak positif terhadap kinerja
   keuangan Perseroan secara keseluruhan. Faktor-faktor pendorong tersebut dinilai bersifat
   berkelanjutan sepanjang Perseroan dapat memenuhi ketentuan dan kewajiban sebagaimana
   diatur dalam perjanjian kerja sama yang telah disepakati dengan para mitra utama. Selain itu,
   upaya Perseroan dalam memperoleh sertifikasi London Bullion Market Association (LBMA)
   diharapkan dapat semakin memperkuat kredibilitas, meningkatkan daya saing, serta
   menambah nilai tawar Perseroan dalam menjalin dan memperluas kerja sama dengan
   pelanggan institusional di masa mendatang, sehingga mendukung keberlanjutan kinerja usaha
   dalam jangka menengah dan panjang.

3.​ Agar dijelaskan pandangan dan prospek manajemen Perseroan ke depan, termasuk ekspektasi
    terhadap kinerja usaha, tantangan utama yang dihadapi, serta strategi mitigasi risiko yang
    disiapkan untuk menjaga kesinambungan kinerja Perseroan dalam jangka menengah.

   Jawaban :

   Manajemen Perseroan memandang prospek usaha ke depan tetap positif dengan didukung
   oleh penguatan posisi Perseroan di ekosistem industri emas dan perhiasan nasional, khususnya
   melalui peningkatan peran dalam segmen penjualan logam mulia kepada pelanggan
   institusional dan pengembangan produk bernilai tambah. Perseroan mengharapkan kinerja
   usaha dalam jangka menengah tetap tumbuh secara berkelanjutan seiring dengan
   meningkatnya permintaan dari institusi keuangan dan bank bullion, optimalisasi proses
   operasional yang terintegrasi, serta penguatan merek dan jaringan distribusi. Adapun
   tantangan utama yang dihadapi Perseroan antara lain fluktuasi harga emas, dinamika
   permintaan pasar, konsentrasi pelanggan, serta perubahan kebijakan dan regulasi yang relevan
   dengan industri. Untuk memitigasi risiko tersebut, Perseroan menerapkan strategi pengelolaan
   risiko yang mencakup pengelolaan persediaan dan likuiditas secara pruden, pemeliharaan
   hubungan jangka panjang dengan mitra utama melalui pemenuhan komitmen dan perjanjian
   kerja sama, diversifikasi basis pelanggan dan produk secara bertahap, serta penguatan tata
   kelola dan kepatuhan terhadap ketentuan regulator. Dengan strategi tersebut, manajemen
   meyakini Perseroan berada pada posisi yang memadai untuk menjaga kesinambungan kinerja
   dan daya saing usaha dalam jangka menengah.
4.​ Perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp576,51 miliar pada periode 9 (sembilan) bulan yang
    berakhir per 30 September 2025, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun
    sebelumnya. Namun demikian, struktur margin menunjukkan penurunan gross profit margin
Page 3
(GPM) dari 6,01% menjadi 4,72%, sementara net profit margin (NPM) relatif stagnan. Atas hal
tersebut, agar dijelaskan:
 a.​ Analisa manajemen Perseroan atas faktor-faktor utama penurunan GPM pada periode
     berjalan.
 b.​ Dampak perubahan struktur penjualan, khususnya peningkatan porsi penjualan kepada
     mitra utama, terhadap tingkat margin Perseroan.
 c.​ Strategi Perseroan ke depan dalam menjaga dan/atau meningkatkan margin usaha secara
     berkelanjutan.

Jawaban :

Peningkatan laba bersih Perseroan pada periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir per 30
September 2025 dan terjadinya penurunan gross profit margin (GPM) dari 6,01% menjadi
4,72%, sementara net profit margin (NPM) relatif stagnan, manajemen menyampaikan
penjelasan sebagai berikut:

a.​ Analisa faktor-faktor utama penurunan GPM
    Penurunan GPM pada periode berjalan terutama dipengaruhi oleh perubahan komposisi
    penjualan yang lebih didominasi oleh penjualan grosir logam mulia dengan volume besar
    kepada pelanggan institusional, yang secara karakteristik memiliki tingkat margin lebih
    rendah dibandingkan penjualan ritel perhiasan. Selain itu, dinamika harga emas global dan
    kompetisi harga pada segmen grosir turut membatasi ruang margin kotor Perseroan,
    meskipun dari sisi volume dan kontribusi terhadap laba bersih tetap memberikan dampak
    positif terhadap kinerja keuangan secara keseluruhan.

b.​ Dampak perubahan struktur penjualan terhadap tingkat margin
    Peningkatan porsi penjualan kepada mitra utama, khususnya institusi keuangan dan bank
    bullion, memberikan kepastian volume dan kontinuitas permintaan, namun secara alami
    berdampak pada penurunan GPM karena skema harga yang lebih kompetitif dan berbasis
    volume. Meskipun demikian, struktur penjualan tersebut mendukung efisiensi
    operasional, perputaran persediaan yang lebih cepat, serta stabilitas arus kas, sehingga
    dapat menjaga tingkat NPM Perseroan tetap relatif stabil pada periode berjalan.

c.​ Strategi Perseroan dalam menjaga dan/atau meningkatkan margin usaha secara
    berkelanjutan

   Ke depan, Perseroan menerapkan strategi yang seimbang antara pertumbuhan volume
   dan optimalisasi margin, antara lain melalui diversifikasi produk bernilai tambah,
   penguatan segmen perhiasan dengan desain dan inovasi yang memiliki margin lebih tinggi,
   peningkatan efisiensi proses pabrikasi yang terintegrasi, serta pengelolaan struktur biaya
   secara prudent. Selain itu, Perseroan terus berupaya memperkuat posisi tawar melalui
   peningkatan kredibilitas dan kapabilitas operasional, termasuk inisiatif pemenuhan standar
   dan sertifikasi yang relevan, sehingga diharapkan dapat mendukung perbaikan margin
   usaha secara berkelanjutan dalam jangka menengah.
Page 4
5.​ Struktur penjualan Perseroan menunjukkan konsentrasi yang meningkat kepada pelanggan
    tertentu, di mana penjualan kepada PT Pegadaian Galeri Dua Empat dan PT Pegadaian secara
    kumulatif mencapai lebih dari 50% total penjualan per 30 September 2025. Atas hal tersebut,
    agar dijelaskan:
     a.​ Latar belakang meningkatnya konsentrasi penjualan kepada mitra tersebut.
     b.​ Apakah hal tersebut berkaitan dengan keterbukaan informasi Perseroan tanggal 14
         Januari 2025 melalui surat nomor S-29/DIR-CORSEC/HRTA-OJK-IDX/I/2025 perihal
         Keterbukaan Informasi PT Hartadinata Abadi Tbk? Agar dielaborasi.
     c.​ Ketergantungan Perseroan terhadap mitra utama dimaksud, termasuk ketentuan utama
         kerja sama yang material.
     d.​ Strategi Perseroan dalam menjaga keberlanjutan pendapatan serta diversifikasi basis
         pelanggan ke depan.

   Jawaban :

   Sehubungan dengan meningkatnya konsentrasi penjualan Perseroan kepada PT Pegadaian
   Galeri Dua Empat dan PT Pegadaian yang secara kumulatif mencapai lebih dari 50% total
   penjualan per 30 September 2025, manajemen Perseroan menyampaikan penjelasan sebagai
   berikut:

   a.​ Latar belakang meningkatnya konsentrasi penjualan kepada mitra utama

       Meningkatnya konsentrasi penjualan kepada PT Pegadaian Galeri Dua Empat dan PT
       Pegadaian terutama dipengaruhi oleh peningkatan permintaan penjualan grosir logam
       mulia dari segmen pelanggan institusional, seiring dengan penguatan peran kedua entitas
       tersebut dalam pengembangan ekosistem bullion dan layanan berbasis emas di Indonesia.
       Perseroan dinilai memiliki kapabilitas produksi, kualitas produk, serta kapasitas pasokan
       yang sesuai dengan kebutuhan mitra, sehingga mendorong peningkatan volume transaksi
       dan kontribusi penjualan pada periode berjalan.

   b.​ Keterkaitan dengan Keterbukaan Informasi tanggal 14 Januari 2025

       Peningkatan konsentrasi penjualan tersebut berkaitan dengan Keterbukaan Informasi
       Perseroan      tanggal    14      Januari     2025     melalui     surat     nomor
       S-29/DIR-CORSEC/HRTA-OJK-IDX/I/2025, yang mengungkapkan adanya kerja sama jual beli
       produk emas batangan bermerek EMASKU dengan kadar 99,99% antara Perseroan dan PT
       Pegadaian. Kerja sama tersebut bertujuan untuk mendukung pengembangan kegiatan
       usaha masing-masing pihak dan berkontribusi terhadap peningkatan volume penjualan
       Perseroan pada periode berjalan, tanpa adanya hubungan afiliasi maupun benturan
       kepentingan sebagaimana telah diungkapkan dalam keterbukaan informasi dimaksud.
Page 5
   c.​ Ketergantungan Perseroan terhadap mitra utama dan ketentuan kerja sama yang
       material

       Manajemen menilai bahwa meskipun porsi penjualan kepada mitra utama meningkat,
       Perseroan tidak berada dalam ketergantungan yang bersifat eksklusif atau membatasi,
       mengingat kerja sama dilakukan berdasarkan perjanjian komersial yang wajar, tanpa
       ketentuan eksklusivitas, serta tetap memberikan fleksibilitas bagi Perseroan untuk
       melayani pelanggan lain. Ketentuan utama kerja sama bersifat komersial dan operasional,
       termasuk spesifikasi produk, volume, dan mekanisme transaksi, yang dilaksanakan sesuai
       prinsip kewajaran usaha dan kepatuhan terhadap ketentuan peraturan
       perundang-undangan yang berlaku.

   d.​ Strategi Perseroan menjaga keberlanjutan pendapatan dan diversifikasi basis pelanggan
       Untuk menjaga kesinambungan pendapatan dan mengelola risiko konsentrasi pelanggan,
       Perseroan secara berkelanjutan melakukan diversifikasi basis pelanggan melalui perluasan
       kerja sama dengan institusi keuangan lainnya, penguatan segmen perhiasan, serta
       pengembangan produk bernilai tambah. Selain itu, Perseroan terus meningkatkan
       kapabilitas operasional, kualitas produk, dan efisiensi proses produksi guna menjaga daya
       saing dan fleksibilitas dalam merespons dinamika permintaan pasar, sehingga struktur
       pendapatan Perseroan dapat terjaga secara sehat dan berkelanjutan dalam jangka
       menengah.

6.​ Perseroan membukukan kas dan setara kas sebesar Rp1,14 triliun per 30 September 2025,
    dengan cash ratio sebesar 27,82%, sementara current ratio tercatat relatif tinggi sebesar
    186,81% yang didorong oleh besarnya persediaan. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
     a.​ Analisa manajemen Perseroan terkait kecukupan kas untuk mendukung kebutuhan
         operasional dan kewajiban jangka pendek.
     b.​ Ketergantungan Perseroan terhadap konversi persediaan dalam memenuhi likuiditas.
     c.​ Langkah-langkah manajemen dalam menjaga keseimbangan antara efisiensi modal kerja
         dan risiko likuiditas.

   Jawaban :

   Posisi kas dan setara kas Perseroan sebesar Rp1,14 triliun per 30 September 2025, cash ratio
   sebesar 27,82%, serta current ratio sebesar 186,81% yang terutama dipengaruhi oleh besarnya
   saldo persediaan, manajemen Perseroan menyampaikan penjelasan sebagai berikut:

   a.​ Analisa kecukupan kas untuk kebutuhan operasional dan kewajiban jangka pendek​
       Manajemen menilai bahwa posisi kas dan setara kas Perseroan per 30 September 2025
       berada pada tingkat yang memadai untuk mendukung kebutuhan operasional harian dan
       pemenuhan kewajiban jangka pendek. Evaluasi kecukupan kas dilakukan dengan
       mempertimbangkan profil arus kas usaha, pola pembayaran kepada pemasok, serta
       karakteristik bisnis Perseroan yang didukung oleh perputaran persediaan dan penjualan
       kepada pelanggan institusional dengan volume dan jadwal transaksi yang relatif
Page 6
       terprediksi. Dengan demikian, meskipun cash ratio berada pada tingkat tertentu, likuiditas
       Perseroan secara keseluruhan dinilai masih terjaga.

   b.​ Ketergantungan terhadap konversi persediaan dalam memenuhi likuiditas
       Manajemen menyadari bahwa struktur aset lancar Perseroan didominasi oleh persediaan,
       sehingga likuiditas Perseroan sebagian bergantung pada kemampuan konversi persediaan
       menjadi kas. Namun demikian, persediaan Perseroan terutama berupa logam mulia dan
       produk berbasis emas yang memiliki tingkat likuiditas tinggi serta pasar yang aktif,
       sehingga relatif mudah direalisasikan sesuai kebutuhan operasional. Selain itu, adanya
       hubungan usaha yang berkelanjutan dengan pelanggan utama mendukung percepatan
       perputaran persediaan dan arus kas masuk.

   c.​ Langkah manajemen dalam menjaga keseimbangan antara efisiensi modal kerja dan
       risiko likuiditas

       Dalam rangka menjaga keseimbangan antara efisiensi modal kerja dan pengelolaan risiko
       likuiditas, Perseroan menerapkan kebijakan pengelolaan persediaan dan kas secara
       prudent, termasuk pengendalian tingkat persediaan yang optimal, pemantauan arus kas
       secara berkala, serta penyesuaian jadwal produksi dan penjualan dengan proyeksi
       permintaan. Perseroan juga menjaga fleksibilitas pendanaan jangka pendek serta
       mengevaluasi struktur modal kerja secara berkelanjutan guna memastikan kemampuan
       Perseroan dalam memenuhi kewajiban sekaligus mendukung pertumbuhan usaha secara
       berkesinambungan.

7.​ Debt-to-equity ratio (DER) Perseroan meningkat menjadi 188,79% per 30 September 2025, dari
    posisi 153,63% pada akhir tahun 2024, dengan struktur liabilitas yang didominasi kewajiban
    jangka pendek. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
     a.​ Faktor utama peningkatan leverage Perseroan pada periode berjalan.
     b.​ Kesesuaian struktur liabilitas Perseroan dengan profil arus kas dan karakteristik usaha.
     c.​ Strategi Perseroan dalam mengelola tingkat leverage serta menjaga fleksibilitas keuangan
         ke depan.

   Jawaban :

   Peningkatan debt-to-equity ratio (DER) Perseroan menjadi 188,79% per 30 September 2025
   dari 153,63% pada akhir tahun 2024, dengan struktur liabilitas yang didominasi kewajiban
   jangka pendek, manajemen Perseroan menyampaikan penjelasan sebagai berikut:

   a.​ Faktor utama peningkatan leverage pada periode berjalan

       Peningkatan leverage Perseroan pada periode berjalan terutama disebabkan oleh kenaikan
       liabilitas jangka pendek yang digunakan untuk mendukung peningkatan volume kegiatan
       usaha. Kenaikan tersebut antara lain berasal dari pembiayaan modal kerja terkait
       pengadaan persediaan logam mulia guna memenuhi permintaan penjualan berskala besar
       kepada pelanggan institusional, serta peningkatan saldo uang muka pelanggan yang
Page 7
       dicatat sebagai liabilitas jangka pendek. Peningkatan uang muka pelanggan tersebut
       merupakan implikasi dari kenaikan omzet dan volume pesanan pelanggan, yang
       mencerminkan komitmen permintaan dan pertumbuhan aktivitas usaha Perseroan pada
       periode berjalan.

   b.​ Kesesuaian struktur liabilitas dengan profil arus kas dan karakteristik usaha

       Manajemen menilai bahwa struktur liabilitas Perseroan yang didominasi kewajiban jangka
       pendek masih sejalan dengan karakteristik usaha Perseroan yang bersifat volume-based,
       memiliki perputaran persediaan relatif cepat, serta didukung oleh arus kas masuk yang
       berulang dari penjualan kepada pelanggan utama. Selain itu, keberadaan uang muka
       pelanggan sebagai bagian dari liabilitas jangka pendek justru mendukung likuiditas
       operasional, karena dana tersebut diterima sebelum pengiriman produk dilakukan. Dengan
       karakteristik tersebut, kewajiban jangka pendek dapat dikelola melalui siklus kas
       operasional, sehingga struktur liabilitas dinilai tetap sesuai dengan profil arus kas
       Perseroan.

   c.​ Strategi pengelolaan leverage dan menjaga fleksibilitas keuangan ke depan

       Dalam mengelola tingkat leverage dan menjaga fleksibilitas keuangan, Perseroan
       menerapkan kebijakan pengelolaan struktur pendanaan secara prudent dengan
       mempertimbangkan kebutuhan operasional, kondisi likuiditas, serta profil risiko usaha.
       Perseroan melakukan pemantauan berkala terhadap posisi liabilitas dan arus kas,
       mengoptimalkan penggunaan dana untuk kegiatan operasional yang produktif, serta
       menjaga keseimbangan antara pendanaan jangka pendek dan kemampuan pembayaran
       kewajiban. Ke depan, Perseroan juga terus mengevaluasi efisiensi modal kerja, struktur
       pendanaan, serta alternatif pembiayaan yang sesuai guna memastikan struktur keuangan
       yang sehat dan berkelanjutan dalam jangka menengah.

8.​ Aset terbesar Perseroan berupa persediaan dengan nilai Rp4,87 triliun atau 59,63% dari total
    aset per 30 September 2025. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
     a.​ Kebijakan manajemen Perseroan dalam menentukan tingkat persediaan yang optimal.
     b.​ Mekanisme mitigasi risiko fluktuasi harga emas terhadap nilai realisasi persediaan.
     c.​ Penilaian manajemen atas kecukupan pengungkapan risiko komoditas dalam CALK
         Manajemen Risiko Keuangan, khususnya terkait eksposur Perseroan terhadap fluktuasi
         harga emas, potensi dampaknya terhadap nilai persediaan, margin usaha, dan arus kas,
         termasuk apakah telah dipertimbangkan pengungkapan analisis sensitivitas atau skenario
         perubahan harga emas yang material.

   Jawaban :

   Sehubungan dengan posisi persediaan Perseroan yang merupakan aset terbesar dengan nilai
   Rp4,87 triliun atau 59,63% dari total aset per 30 September 2025, manajemen Perseroan
   menyampaikan penjelasan sebagai berikut:
Page 8
   a.​ Kebijakan penentuan tingkat persediaan yang optimal

       Manajemen Perseroan menetapkan tingkat persediaan dengan mempertimbangkan
       kebutuhan operasional, proyeksi permintaan pasar, karakteristik usaha berbasis logam
       mulia, serta kesinambungan pasokan kepada pelanggan, khususnya pelanggan institusional
       dengan volume transaksi yang signifikan. Kebijakan persediaan dirancang untuk
       memastikan ketersediaan produk dalam mendukung kegiatan usaha, menjaga kelancaran
       produksi dan penjualan, serta mengoptimalkan perputaran persediaan tanpa mengabaikan
       prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan modal kerja.

   b.​ Mekanisme mitigasi risiko fluktuasi harga emas terhadap nilai realisasi persediaan
       Dalam memitigasi risiko fluktuasi harga emas, Perseroan menerapkan pengelolaan
       persediaan secara aktif dengan menyesuaikan tingkat persediaan terhadap kondisi pasar
       dan permintaan, serta memanfaatkan karakteristik emas sebagai komoditas dengan
       tingkat likuiditas tinggi dan pasar yang aktif. Selain itu, sebagian besar persediaan
       Perseroan dapat direalisasikan dalam jangka waktu relatif singkat melalui penjualan
       kepada pelanggan utama, sehingga membantu meminimalkan risiko penurunan nilai
       akibat volatilitas harga. Manajemen juga melakukan pemantauan harga emas secara
       berkelanjutan sebagai dasar pengambilan keputusan operasional dan penjualan.

   c.​ Penilaian atas kecukupan pengungkapan risiko komoditas dalam CALK Manajemen
       Risiko Keuangan

       Manajemen menilai bahwa pengungkapan risiko komoditas dalam Catatan atas Laporan
       Keuangan (CALK) Manajemen Risiko Keuangan telah disajikan secara memadai dan
       mencerminkan eksposur Perseroan terhadap fluktuasi harga emas, termasuk potensi
       dampaknya terhadap nilai persediaan, margin usaha, dan arus kas. Pengungkapan tersebut
       telah disusun sesuai dengan standar akuntansi dan ketentuan peraturan yang berlaku.
       Perseroan secara berkelanjutan mengevaluasi kecukupan dan relevansi pengungkapan
       risiko, termasuk pertimbangan atas penyajian analisis sensitivitas atau skenario perubahan
       harga emas yang material, dengan memperhatikan prinsip materialitas, kompleksitas
       usaha, serta praktik pengungkapan yang berlaku.

9.​ Perseroan membukukan piutang usaha tanpa saldo piutang yang mengalami penurunan nilai
    per 30 September 2025, dengan perbaikan profil umur piutang dibandingkan periode
    sebelumnya. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
     a.​ Faktor yang mendukung peningkatan kualitas piutang usaha pada periode berjalan.
     b.​ Kebijakan kredit dan penagihan yang diterapkan Perseroan.
     c.​ Penilaian manajemen atas kecukupan pencadangan piutang usaha.
     d.​ Klarifikasi manajemen Perseroan apakah seluruh saldo piutang usaha per 30 September
         2025 merupakan piutang yang telah jatuh tempo, mengingat berdasarkan rincian umur
         piutang dalam CALK Piutang Usaha tidak terdapat pengungkapan piutang usaha yang
         belum jatuh tempo (current). Apabila terdapat piutang usaha yang belum jatuh tempo,
         agar dijelaskan nilai dan karakteristiknya.
Page 9
Jawaban :

Sehubungan dengan posisi piutang usaha Perseroan per 30 September 2025 yang tidak
menunjukkan adanya saldo piutang yang mengalami penurunan nilai serta adanya perbaikan
profil umur piutang dibandingkan periode sebelumnya, manajemen Perseroan menyampaikan
penjelasan sebagai berikut:

a.​ Faktor pendukung peningkatan kualitas piutang usaha

    Peningkatan kualitas piutang usaha pada periode berjalan terutama didukung oleh
    perubahan komposisi penjualan yang semakin didominasi oleh pelanggan institusional
    dengan profil kredit yang baik, serta penerapan pengelolaan piutang yang lebih terstruktur.
    Selain itu, kepastian volume transaksi dan pola pembayaran yang relatif terprediksi dari
    pelanggan utama turut berkontribusi terhadap percepatan penagihan dan perbaikan umur
    piutang Perseroan.

b.​ Kebijakan kredit dan penagihan Perseroan

    Perseroan menerapkan kebijakan kredit yang selektif dan berbasis pada evaluasi kelayakan
    pelanggan, termasuk penetapan batas kredit, jangka waktu pembayaran, serta persyaratan
    transaksi yang disesuaikan dengan profil risiko masing-masing pelanggan. Kebijakan
    penagihan dilakukan secara aktif dan terukur melalui pemantauan umur piutang secara
    berkala, koordinasi dengan pelanggan, serta penerapan prosedur penagihan yang
    konsisten untuk menjaga kualitas piutang dan arus kas Perseroan.

c.​ Penilaian atas kecukupan pencadangan piutang usaha

    Manajemen menilai bahwa pencadangan piutang usaha per 30 September 2025 telah
    memadai dan mencerminkan ekspektasi kerugian kredit sesuai dengan profil risiko piutang
    Perseroan. Penilaian tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kualitas kredit
    pelanggan, riwayat pembayaran, perbaikan umur piutang, serta karakteristik piutang usaha
    yang sebagian besar berasal dari pelanggan institusional. Oleh karena itu, tidak terdapat
    piutang usaha yang mengalami penurunan nilai material pada periode pelaporan.

d.​ Klarifikasi terkait status jatuh tempo piutang usaha

    Manajemen mengklarifikasi bahwa karakteristik piutang usaha Perseroan pada umumnya
    bersifat jatuh tempo pada hari yang sama dengan saat penagihan atau penerbitan invoice,
    sesuai dengan ketentuan transaksi dan kesepakatan komersial dengan pelanggan. Dengan
    karakteristik tersebut, piutang usaha Perseroan secara substansi tidak memiliki periode
    kredit (credit term) yang bersifat jangka waktu ke depan (current), sehingga dalam rincian
    umur piutang pada CALK tidak disajikan secara terpisah kategori piutang usaha yang belum
    jatuh tempo. Seluruh saldo piutang usaha per 30 September 2025 merupakan piutang
    yang telah ditagihkan dan memiliki jangka waktu penyelesaian yang relatif sangat pendek,
Page 10
       dengan risiko kredit yang dinilai rendah berdasarkan profil pelanggan dan pola
       pembayaran historis.

10.​Pinjaman yang diberikan terkait usaha gadai entitas anak tercatat sebesar Rp619,45 miliar
    (setelah cadangan) per 30 September 2025, dengan pertumbuhan signifikan dibandingkan
    posisi akhir tahun 2024. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
     a.​ Faktor pendorong peningkatan penyaluran pinjaman gadai pada periode berjalan.
     b.​ Apakah terdapat strategi bisnis baru yang berdampak signifikan pada bisnis gadai entitas
         anak?
     c.​ Penilaian manajemen atas kecukupan nilai agunan emas dalam menutup risiko kredit.
     d.​ Dasar penetapan tingkat penyisihan kerugian penurunan nilai dan kesesuaiannya dengan
         profil risiko portofolio pinjaman.

   Jawaban :

   Sehubungan dengan peningkatan saldo pinjaman yang diberikan terkait usaha gadai entitas
   anak yang tercatat sebesar Rp619,45 miliar (setelah cadangan) per 30 September 2025,
   manajemen Perseroan menyampaikan penjelasan sebagai berikut:

   a.​ Faktor pendorong peningkatan penyaluran pinjaman gadai

       Peningkatan penyaluran pinjaman gadai pada periode berjalan didorong oleh beberapa
       faktor utama, antara lain ekspansi jaringan operasional entitas anak melalui penambahan
       jumlah kantor gadai dari 107 kantor pada tahun 2024 menjadi 124 kantor per September
       2025, yang memperluas jangkauan layanan dan akses nasabah. Selain itu, tren harga emas
       yang menunjukkan peningkatan sejak sekitar bulan April 2025 hingga periode pelaporan
       turut mendorong minat masyarakat terhadap pembiayaan gadai berbasis emas, baik
       sebagai sumber likuiditas maupun sebagai respons terhadap pergerakan harga komoditas.
       Kombinasi antara perluasan jaringan dan kondisi pasar emas yang kondusif tersebut
       berkontribusi terhadap pertumbuhan volume penyaluran pinjaman gadai secara terukur.

   b.​ Keberadaan strategi bisnis baru pada usaha gadai entitas anak

       Manajemen menyampaikan bahwa pada periode berjalan terdapat inisiatif strategi
       pemasaran berupa program promosi tingkat bunga (rate) gadai kepada nasabah tertentu
       sebagai bagian dari upaya peningkatan daya saing dan akuisisi nasabah. Strategi tersebut
       dilaksanakan secara selektif dan terkontrol, serta tidak mengubah model bisnis utama
       usaha gadai entitas anak yang tetap berfokus pada pembiayaan berbasis emas dengan
       prinsip kehati-hatian. Program promosi ini berkontribusi terhadap peningkatan volume
       transaksi gadai tanpa meningkatkan profil risiko secara material.

   c.​ Penilaian kecukupan nilai agunan emas dalam menutup risiko kredit

       Manajemen menilai bahwa nilai agunan emas yang mendasari portofolio pinjaman gadai
       entitas anak berada pada tingkat yang memadai untuk menutup risiko kredit. Setiap
Page 11
       pinjaman gadai diberikan berdasarkan nilai taksiran jaminan emas, di mana jumlah
       pinjaman tidak diperkenankan melebihi nilai taksiran tersebut. Dengan demikian, eksposur
       risiko kredit secara inheren telah dibatasi sejak awal transaksi. Selain itu, pergerakan harga
       emas yang relatif stabil dan cenderung meningkat pada periode berjalan semakin
       memperkuat keyakinan manajemen bahwa nilai agunan emas senantiasa dapat
       mengcover saldo pinjaman yang diberikan.

   d.​ Dasar penetapan penyisihan kerugian penurunan nilai

       Penetapan penyisihan kerugian penurunan nilai atas pinjaman gadai entitas anak mengacu
       pada ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 39 Tahun 2024 tentang
       Pergadaian, yang tidak secara spesifik mewajibkan pembentukan cadangan kerugian
       penurunan nilai untuk seluruh pinjaman gadai tanpa terlebih dahulu dilakukan penilaian
       atas kualitas aset dan risiko kredit. Meskipun demikian, sebagai bagian dari kebijakan
       internal dan penerapan prinsip kehati-hatian, manajemen tetap membentuk cadangan
       kerugian penurunan nilai sekitar ±1% dari saldo pinjaman terkait sebagai langkah
       antisipatif terhadap potensi risiko yang mungkin timbul. Kebijakan ini ditetapkan
       berdasarkan analisis historis kinerja portofolio, profil risiko pembiayaan gadai, serta
       efektivitas agunan emas dalam menutup eksposur kredit, sehingga manajemen menilai
       bahwa penyisihan yang dibentuk telah sesuai dan memadai dengan karakteristik risiko
       portofolio pinjaman gadai entitas anak.

11.​Pinjaman yang diberikan terkait usaha gadai entitas anak tercatat sebesar Rp619,45 miliar
    (setelah cadangan) per 30 September 2025, dengan pertumbuhan signifikan dibandingkan
    posisi akhir tahun 2024. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
     a.​ Faktor pendorong peningkatan penyaluran pinjaman gadai pada periode berjalan.
     b.​ Apakah terdapat strategi bisnis baru yang berdampak signifikan pada bisnis gadai entitas
         anak?
     c.​ Penilaian manajemen atas kecukupan nilai agunan emas dalam menutup risiko kredit.
     d.​ Dasar penetapan tingkat penyisihan kerugian penurunan nilai dan kesesuaiannya dengan
         profil risiko portofolio pinjaman.

   Jawaban :

   Sehubungan dengan peningkatan signifikan saldo uang muka pelanggan dari Rp68,64 miliar
   per 31 Desember 2024 menjadi Rp1,16 triliun per 30 September 2025 yang dicatat sebagai
   liabilitas jangka pendek, manajemen Perseroan menyampaikan penjelasan sebagai berikut:

   a.​ Profil pelanggan dan karakteristik transaksi

       Uang muka pelanggan terutama berasal dari pelanggan institusional, termasuk institusi
       keuangan dan mitra usaha strategis, yang melakukan pemesanan produk logam mulia
       dalam jumlah dan nilai yang signifikan. Karakteristik transaksi tersebut umumnya berkaitan
       dengan penjualan emas batangan dengan spesifikasi tertentu dan skema pemesanan
Page 12
       berbasis kontrak atau kesepakatan komersial, di mana uang muka dibayarkan sebagai
       bagian dari komitmen pembelian sebelum proses pengiriman produk dilakukan.

   b.​ Jangka waktu realisasi menjadi pendapatan dan kemampuan pemenuhan kewajiban

       Manajemen menyampaikan bahwa jangka waktu rata-rata realisasi uang muka pelanggan
       menjadi pendapatan relatif pendek dan sejalan dengan siklus operasional Perseroan, yang
       mencakup proses produksi, penyiapan persediaan, dan pengiriman produk. Perseroan
       menilai memiliki kemampuan operasional dan ketersediaan persediaan yang memadai
       untuk memenuhi kewajiban pengiriman produk dimaksud, didukung oleh proses pabrikasi
       yang terintegrasi, pengelolaan persediaan yang aktif, serta hubungan usaha yang
       berkelanjutan dengan pemasok dan pelanggan utama.

   c.​ Analisa risiko pembatalan dan kebijakan pengelolaan risiko

       Manajemen menilai bahwa risiko pembatalan pesanan dan potensi kewajiban
       pengembalian uang muka relatif terkendali, mengingat transaksi dilakukan dengan
       pelanggan institusional yang memiliki rekam jejak dan komitmen pembayaran yang baik,
       serta didasarkan pada perjanjian komersial yang mengatur hak dan kewajiban para pihak.
       Perseroan mengelola risiko tersebut melalui penetapan ketentuan uang muka yang jelas,
       pemantauan realisasi pesanan secara berkala, serta pengelolaan persediaan dan arus kas
       secara prudent untuk memastikan kemampuan memenuhi kewajiban apabila terjadi
       perubahan kondisi transaksi.

12.​Apakah terdapat perkara hukum (termasuk terkait perpajakan, somasi, gugatan, PKPU atau
    pailit) dari kreditur maupun supplier Perseroan? Jika ada, mohon disampaikan nomor perkara,
    pokok perkara, dan perkembangan atas perkara hukum tersebut.

   Jawaban :

   Manajemen Perseroan menyampaikan bahwa sampai dengan tanggal pelaporan, Perseroan
   tidak memiliki perkara hukum yang material, baik yang berkaitan dengan perpajakan, somasi,
   gugatan, Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), maupun kepailitan, yang diajukan
   oleh kreditur maupun pemasok (supplier). Dengan demikian, tidak terdapat perkara hukum
   yang dapat berdampak material terhadap kelangsungan usaha, posisi keuangan, maupun
   kegiatan operasional Perseroan.

13.​Informasi/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan
    hidup Perseroan serta dapat mempengaruhi harga saham Perseroan.

   Jawaban :

   Manajemen Perseroan menyampaikan bahwa sampai dengan tanggal pelaporan, tidak
   terdapat informasi atau kejadian penting lainnya yang bersifat material dan dapat
   mempengaruhi kelangsungan usaha Perseroan maupun harga saham Perseroan, selain
Page 13
    informasi dan kejadian yang telah disampaikan kepada publik melalui laporan keterbukaan
    informasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Seluruh
    fakta material yang relevan telah diungkapkan secara tepat waktu dan memadai melalui
    mekanisme keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan dan PT Bursa Efek
    Indonesia.

Demikian jawaban ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima
kasih.

Hormat kami,
PT Hartadinata Abadi, Tbk




Ong Deny
Corporate Secretary

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.42 MB
Published24 Dec 2025
Pages13
Characters35,309
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 9 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Hartadinata Abadi Tbk p.1 ×7
linked org Bank Syariah Indonesia Tbk. p.2 ×2
linked person Ong Deny · Corporate Secretary p.13
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1 ×3
possible org PT Pegadaian p.2 ×4
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.11 ×2
unresolved org Indonesia Stock Exchange p.1
unresolved org PT Pegadaian Galeri Dua Empat p.2 ×4
unresolved org PT Pegadaian. Kerja p.4

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result