Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 74
Page 1
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk & ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024 (TIDAK DIAUDIT) BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
Page 2
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
DAFTAR ISI
HALAMAN
SURAT PERNYATAAN DIREKSI
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
- LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 1-3
- LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN 4-5
- LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN 6
- LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN 7
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 8 - 64
Lampiran
- LAPORAN KEUANGAN ENTITAS INDUK
Page 3
Page 4
Page 5
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 30 September 2025 31 Desember 2024
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas 4 4.913.777.316 5.722.483.612
Piutang Usaha - Pihak Ketiga - Bersih 5 694.820.060 595.988.398
Piutang Lain-lain
- Pihak Ketiga 6 117.079.007 54.224.551
- Pihak Berelasi 6,12b 1.370.000 -
Persediaan 7 382.891.346 433.086.354
Perlengkapan 8 1.652.112.340 1.632.681.211
Pajak Dibayar Dimuka 16a 4.857.137.998 4.805.481.987
Uang Muka dan Biaya Dibayar di Muka 9 1.377.120.531 832.486.351
Jumlah Aset Lancar 13.996.308.598 14.076.432.464
ASET TIDAK LANCAR
Biaya Dibayar Dimuka 9 - 2.187.903
Aset Tetap 10 399.525.508.915 403.844.523.031
Aset Pajak Tangguhan 16d 2.061.100.837 2.019.269.217
Aset Lain-lain 11,12c 1.200.000.000 1.200.000.000
Jumlah Aset Tidak lancar 402.786.609.752 407.065.980.151
JUMLAH ASET 416.782.918.350 421.142.412.615
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
1
Page 6
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 30 September 2025 31 Desember 2024
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Usaha - Pihak Ketiga 13 871.624.453 483.004.068
Utang Lain-lain
- Pihak ketiga 14 25.563.772 158.728.407
- Pihak berelasi 12c 6.084.151.000 1.300.031.000
Utang Pajak 16b 454.058.785 721.730.974
Beban Akrual 15 2.174.407.975 2.277.327.155
Jaminan Pelanggan 20 159.107.053 256.763.744
Liabilitas Jangka Panjang - Bagian yang
Jatuh Tempo dalam Waktu Satu Tahun
- Utang Bank 17 9.813.488.393 8.905.873.087
- Liabilitas Sewa Pembiayaan 18 38.465.000 65.940.000
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 19.620.866.431 14.169.398.435
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang Pihak Berelasi 12c,14 116.830.124.956 107.095.747.230
Liabilitas Jangka Panjang - Setelah Dikurangi
Bagian yang Jatuh Tempo Dalam Waktu
Satu Tahun
- Utang Bank 17 42.095.316.835 49.681.445.097
- Liabilitas Sewa Pembiayaan 18 - 21.980.000
Liabililtas Imbalan Pasca Kerja 19 1.534.685.070 1.559.685.070
Liabilitas Pajak Tangguhan 53.631.951.774 53.626.451.774
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 214.092.078.635 211.985.309.171
JUMLAH LIABILITAS 233.712.945.066 226.154.707.606
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
2
Page 7
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 30 September 2025 31 Desember 2024
EKUITAS
Modal saham
Modal Dasar - 2.400.000.000 saham
dengan nilai nominal Rp 100 per saham
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
1.000.003.979 lembar saham
pada tahun 2025 dan 2024 21 100.000.397.900 100.000.397.900
Tambahan Modal Disetor 22 14.491.453.870 14.491.453.870
Surplus Revaluasi Aset Tetap 183.875.074.658 183.875.074.658
Komponen Ekuitas Lainnya 1.630.418.401 1.630.418.401
Saldo Laba (Rugi) (126.643.378.222) (114.862.484.236)
Jumlah Ekuitas yang Dapat
Diatribusikan kepada Pemilik Induk 173.353.966.607 185.134.860.593
Kepentingan Non-Pengendali 23 9.716.006.677 9.852.844.416
Jumlah Ekuitas 183.069.973.284 194.987.705.009
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 416.782.918.350 421.142.412.615
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
3
Page 8
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 30 September 2025 30 September 2024
PENDAPATAN USAHA 24 14.853.833.306 16.357.982.865
BEBAN POKOK PENDAPATAN 25 (5.479.752.587) (5.724.088.579)
LABA BRUTO 9.374.080.719 10.633.894.286
BEBAN USAHA
Beban Penjualan 26 (938.749.768) (664.604.779)
Beban Umum dan Administrasi 27 (16.060.346.839) (15.992.660.230)
Jumlah Beban Usaha (16.999.096.607) (16.657.265.009)
RUGI USAHA (7.625.015.888) (6.023.370.723)
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Penghasilan Keuangan 29.832.524 147.984.472
Beban Keuangan 28 (4.220.248.767) (5.022.478.492)
Beban Pajak (38.646.390) (182.576.546)
Penyisihan Penurunan Nilai Piutang Usaha -
Pihak Ketiga (3.148.739) -
Laba (Rugi) Penjualan Aset Tetap 10 191.351.352 21.793.694
Lain-lain - Bersih (46.159.584) 112.613.030
Beban lain-lain, Bersih (4.087.019.604) (4.922.663.842)
RUGI SEBELUM
PAJAK PENGHASILAN (11.712.035.492) (10.946.034.565)
BEBAN (MANFAAT)
PAJAK PENGHASILAN
Pajak Kini 16c 165.223.531 -
Pajak Tangguhan (36.331.620) -
Pajak Final - -
Beban Pajak Penghasilan - Bersih 128.891.911 -
RUGI TAHUN BERJALAN (11.840.927.403) (10.946.034.565)
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
4
Page 9
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 30 September 2025 30 September 2024
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos-pos yang Tidak Akan
Direklasifikasi ke Laba Rugi
Pengukuran Kembali Liabilitas Imbalan Kerja - -
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan Terkait - -
Penghasilan Komprehensif Lain Tahun Berjalan - -
JUMLAH RUGI KOMPREHENSIF (11.840.927.403) (10.946.034.565)
RUGI TAHUN BERJALAN YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk (11.704.089.664) (10.977.092.249)
Kepentingan Non-Pengendali 23 (136.837.739) (68.942.316)
(11.840.927.403) (11.046.034.565)
RUGI KOMPREHENSIF YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk (11.704.089.664) (10.977.092.249)
Kepentingan Non-Pengendali 23 (136.837.739) (68.942.316)
(11.840.927.403) (11.046.034.565)
RUGI PER SAHAM DASAR 33 (11,84) (11,05)
RUGI PER SAHAM DILUSIAN (14,80) (13,81)
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
5
Page 10
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Surplus
Tambahan Revaluasi Komponen Saldo Kepentingan
Catatan Modal Saham Modal Disetor Aset Tetap Ekuitas Lainnya Laba (Rugi) Jumlah Non-Pengendali Jumlah Ekuitas
Saldo per 1 Januari 2024 21 100.000.397.900 14.491.453.870 183.875.074.658 1.561.103.217 (98.403.115.285) 201.524.914.360 10.007.115.249 211.532.029.609
Rugi Tahun Berjalan - - - - (10.977.092.249) (10.977.092.249) (68.942.316) (11.046.034.565)
Pengukuran Kembali Liabilitas
Imbalan Kerja, Setelah Pajak - - - - - - - -
Saldo per 30 September 2024 100.000.397.900 14.491.453.870 183.875.074.658 1.561.103.217 (109.380.207.534) 190.547.822.111 9.938.172.933 200.485.995.044
Saldo per 1 Januari 2025 100.000.397.900 14.491.453.870 183.875.074.658 1.630.418.401 (114.862.484.236) 185.134.860.593 9.852.844.416 194.987.705.009
Rugi Tahun Berjalan - - - - (11.704.089.664) (11.704.089.664) (136.837.739) (11.840.927.403)
Penyesuaian - - - - (76.804.322) (76.804.322) - (76.804.322)
Pengukuran Kembali Liabilitas
Imbalan Kerja, Setelah Pajak - - - - - - -
Saldo per 30 September 2025 100.000.397.900 14.491.453.870 183.875.074.658 1.630.418.401 (126.643.378.222) 173.353.966.607 9.716.006.677 183.069.973.284
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
6
Page 11
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 30 September 2025 30 September 2024
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Kas yang Diperoleh dari Pelanggan 14.631.221.380 15.566.797.477
Kas yang Dibayarkan kepada Pemasok (6.167.144.735) (7.857.597.580)
Kas yang Dibayarkan kepada Karyawan (6.744.376.033) (9.276.799.606)
Kas yang dihasilkan dari operasi 1.719.700.612 (1.567.599.709)
Penerimaan (pembayaran) pajak - (905.515.389)
Penerimaan Bunga 12.160.938 147.984.472
Penerimaan (Pengeluaran) Kas Lainnya (4.409.920.422) (1.104.823.459)
Kas Bersih Digunakan untuk
Aktivitas Operasi (2.678.058.872) (3.429.954.085)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap (293.541.720) (84.679.004)
Aset tetap dalam pembangunan (279.207.524) (459.176.000)
Penerimaan Penjualan aset tetap 191.351.352 3.693.694
Kas Bersih Digunakan untuk
Aktivitas Investasi (381.397.892) (540.161.310)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran Utang Bank 17 (6.750.000.000) (5.850.000.000)
Peningkatan (Penurunan) Utang Lain-lain
- Pihak Berelasi 13.363.297.725 6.340.816.893
Pembayaran Liabilitas Sewa Pembiayaan (49.455.000) (49.455.000)
(Peningkatan) Penurunan Piutang Lain-lain
- Pihak Berelasi (191.370.000) 2.008.239.877
Pembayaran Bunga (4.121.722.257) (5.019.267.648)
Kas Bersih Diperoleh Dari
Aktivitas Pendanaan 2.250.750.468 (2.569.665.878)
KENAIKAN (PENURUNAN)
BERSIH KAS DAN SETARA KAS (808.706.296) (6.539.781.273)
KAS DAN SETARA KAS, AWAL TAHUN 5.722.483.612 11.887.905.520
KAS DAN SETARA KAS, AKHIR TAHUN 2f,4 4.913.777.316 5.348.124.247
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
7
Page 12
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a. Pendirian dan Informasi Umum
PT Satria Mega Kencana Tbk ("Perusahaan") didirikan berdasarkan Akta Notaris Ilmiawan Dekrit
Supatmo, SH No.62 tanggal 16 Juni 2004. Anggaran Dasar Perusahaan telah disahkan oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
No.C-10271HT.01.01.TH.2005 tanggal 14 April 2005. Anggaran Dasar Perusahaan telah
mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan terakhir dilakukan berdasarkan Akta Notaris
No.167 tanggal 20 November 2024 oleh Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., sehubungan
dengan hasil dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”), antara lain tentang
persetujuan pengeluaran saham dalam simpanan/portepel Perseroan dan menawarkan/menjual
saham baru yang akan dikeluarkan dari portepel tersebut melalui Penawaran Umum kepada
masyarakat. Perubahan ini telah diterima dan dicatat oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dalam Surat No.AHU-AH.01.09-0285089 tertanggal 6 Desember
2024.
Pada tanggal 7 Juni 2023, terdapat perubahan dalam Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, di
mana kegiatan usaha Perusahaan meliputi bidang real estate yang di miliki sendiri atau di sewa;
kawasan pariwisata; kawasan industri; real estate atas dasar balas jasa (fee ) atau kontrak; dan
aktivitas perusahaan holding, dan perubahan dalam Pasal 17 ayat 5 Anggaran Dasar
Perusahaan mengenai pengumuman laporan keuangan Perusahaan sebagaimana di muat
dalam Akta No.75 tanggal 7 Juni 2023. Perubahan dan penyesuaian tersebut telah mendapat
persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat
Keputusan No. AHU-0036710.AH.01.02.TAHUN 2023 tanggal 27 Juni 2023.
Pada saat ini, Perusahaan melakukan kegiatan berupa real estate dan kawasan pariwisata yang
juga melakukan investasi saham pada Entitas Anak.
Kantor pusat Perusahaan terletak di Jl. Panglima Polim Raya No.28, Kelurahan Pulo,
Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Perusahaan mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 2013.
Pemegang saham pengendali Perusahaan adalah Herman Herry Adranacus.
b. Penawaran Umum
Pada tanggal 23 Agustus 2018, melalui Surat Pengantar Pernyataan Pendaftaran No.097/SMK-
DIR/VII/2018 serta perubahan terakhir yang disampaikan melalui Surat No. 160/SMK-
DIR/XI/2018 tanggal 28 November 2018, Perusahaan telah menawarkan sahamnya kepada
masyarakat melalui pasar modal sejumlah 400.000.000 saham dengan nilai nominal Rp100 per
saham dengan harga penawaran Rp165 per saham. Pada tanggal 30 November 2018,
berdasarkan Surat Otoritas Jasa Keuangan No.S-171/D.04/2018, Perusahaan telah memperoleh
Surat Pemberitahuan Efektif Pernyataan Pendaftaran. Selisih lebih jumlah yang diterima dari
pengeluaran saham terhadap nilai nominalnya sebesar Rp21.299.134.834 di catat dalam akun
“Tambahan Modal Disetor” setelah dikurangi biaya emisi saham sebesar Rp4.700.865.166
(catatan 22). Pada tanggal 10 Desember 2018, seluruh saham Perseroan telah tercatat pada
Bursa Efek Indonesia.
8
Page 13
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
b. Penawaran Umum (lanjutan)
Pada tanggal 10 Desember 2018, Perusahaan menerbitkan Waran Seri I sebanyak-banyaknya
200.000.000 yang diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat yang membeli saham baru
dalam Penawaran Umum, dan waran ini dapat dialihkan dan/atau diperjualbelikan secara
terpisah dari saham baru tersebut. Rincian waran seri I yang sudah dikonversi sejak tahun 2019
sampai dengan per 31 Desember 2023 dengan mengisi tabel sebagai berikut:
Jumlah (Rp)
Harga (lembar saham x
Tanggal Lembar Nilai Nominal Pelaksanaan harga
Nama Waran Konversi Saham (Rp) (Rp) pelaksanaan)
Waran Seri I 11-07-2019 5 100 600 3.000
Waran Seri I 04-11-2020 10 100 600 6.000
Waran Seri I 11-02-2021 50 100 600 30.000
Waran Seri I 05-07-2021 10 100 600 6.000
Waran Seri I 30-11-2023 4 100 600 2.400
Waran Seri I 06-12-2023 800 100 600 480.000
Waran Seri I 07-12-2023 3100 100 600 1.860.000
Jumlah 3979 2.387.400
Untuk waran yang belum diterbitkan sampai dengan batas waktu tanggal peralihan (7 Desember
2023) dengan jumlah 199.996.021 lembar waran tidak dilakukan konversi.
c. Entitas Anak
Pertanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan memiliki kepemilikan pada
Entitas Anak berikut ini:
Persentase Tahun
kepemilikan operasi
Entitas anak Kedudukan Jenis Usaha efektif komersial Jumlah aset sebelum eleminasi
30 September 31 Desember
2025 2024
Kepemilikan langsung oleh Perusahaan Rp. 000 Rp. 000
PT Tanjung Karoso Permai Jakarta Belum beroperasi 90,00 - 136.671.311 136.671.311
("TKP")
PT Dwimukti Mitra Wisata Jakarta Perhotelan 99,00 2013 15.964.089 15.926.354
("DMW")
i. Pendirian Entitas Anak
Pada tanggal 14 Desember 2012, Perusahaan dan Vonny Kristiani mendirikan PT Tanjung
Karoso Permai ("TKP") dengan kepemilikan saham masing-masing sebesar 90% dan 10%
saham.
ii. Pembelian Saham Entitas Anak
Pada tanggal 31 Januari 2013, Perusahaan membeli saham PT Dwimukti Mitra Wisata
("DMW") dari Yudi Adranacus dan Herman Herry Adranacus masing-masing sebanyak 50
lembar saham (atau sebesar 1% kepemilikan dalam DMW) dan 2.450 lembar saham (atau
sebesar 49% kepemilikan dalam DMW) sehingga kepemilikan saham Perusahaan setelah
pembelian tersebut adalah sebesar 50% dan sisanya dimiliki oleh Herman Herry Adranacus
dan Vonny Kristiani masing-masing sebesar 25%. Nilai buku aset bersih entitas anak pada
saat pembelian adalah sebesar Rp5.000.000.000 dan tidak ada Selisih Nilai Transaksi
Restrukturisasi Entitas Sepengendali yang dicatat terkait transaksi pembelian ini.
9
Page 14
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
c. Entitas Anak
ii. Pembelian Saham Entitas Anak (lanjutan)
Pada tanggal 29 Maret 2018, Perusahaan membeli 49% kepemilikan saham dalam DMW
dari Herman Herry Adranacus dan Vonny Kristiani masing-masing sebesar 1.250 lembar
saham (atau sebesar 25% kepemilikan dalam DMW) dan 1.200 lembar saham (atau
sebesar 24% kepemilikan dalam DMW) dengan harga beli Rp1.000.000 per lembar saham
dengan total sebesar Rp2.450.000.000. Setelah pembelian saham tersebut, kepemilikan
saham Perusahaan adalah 99% dan sisanya dimiliki oleh Vonny Kristiani sebesar 1%. Atas
pembelian ini, timbul selisih antara nilai perolehan investasi dengan proporsi nilai buku aset
bersih entitas anak sebesar Rp6.809.670.464 yang dicatat sebagai Selisih Nilai Transaksi
Restrukturisasi Entitas Sepengendali dalam akun Tambahan Modal Disetor dalam bagian
Ekuitas pada Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian per 30 September 2025 (catatan 22).
d. Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan
Susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan pada tanggal 30 September 2025 dan 31
Desember 2024 adalah sebagai berikut:
30 September 2025 31 Desember 2024
Dewan Komisaris
Komisaris Utama Stevano Rizki Adranacus Stevano Rizki Adranacus
Komisaris Independen Husni Heron Husni Heron
Direksi
Direktur Utama Floreta Tane Martinelly
Direktur Sorta Delima Rosida Floreta Tane
Elisabeth Cesilia Purba
Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 20 November 2024, para pemegang
saham menyetujui pengangkatan kembali Floreta Tane selaku Direktur Utama dan Sorta Delima
Rosida Elisabeth Cesilia selaku Direktur Perusahaan terhitung sejak ditutupnya rapat.
Perubahan ini diaktakan dengan akta notaris Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum, M.Kn. No.167
tanggal 20 November 2024 dan telah dicatatkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat No.AHU-AH.01.09-0285089 tanggal 6
Desember 2024.
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, susunan Komite Audit Perusahaan
adalah sebagai berikut:
30 September 2025 31 Desember 2024
Ketua Husni Heron Husni Heron
Anggota Maskanah Maskanah
Aryo Kusumo Wibowo Aryo Kusumo Wibowo
Sekretaris Perusahaan Margaretha R.W. Tanaji Yovita
Kepala Audit Internal Anne Rahardja Anne Rahardja
Pada tanggal 28 Agustus 2024 terdapat perubahan jabatan Sekretaris Perusahaan, berdasarkan
surat keputusan Direksi Perusahaan No.126/SMK-Dir/SK/VIII/2024 tentang pengangkatan
sekretaris Perusahaan, mengangkat Margaretha R.W. Tanaji sebagai Sekretaris Perusahaan
menggantikan Yovita. Pengangkatan Sekretaris Perusahaan tersebut telah disampaikan kepada
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui surat No.Ref.:126/SMK-Dir/SK/VIII/2024.
10
Page 15
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
d. Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan (lanjutan)
Jumlah remunerasi yang diterima oleh Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan dan Entitas
Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024
masing-masing sebesar Rp2.255.668.100 dan Rp2.034.354.000.
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan dan Entitas Anak
mempekerjakan masing-masing 11 karyawan tetap.
e. Izin Usaha Kawasan Industri
Pada tanggal 31 Desember 2020 Perusahaan memiliki Izin Usaha Kawasan Industri yang
berlokasi di jalan Panglima Polim Raya No.28 Kelurahan Pulo Kecamatan Kebayoran Baru
Jakarta Selatan dengan luas lahan 246 m2. Adapun rencana kegiatan adalah untuk Real Estate
atas dasar balas jasa (fee) atau kontrak, kawasan pariwisata dan kawasan industri.
f. Penyelesaian Laporan Keuangan Konsolidasian
Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
yang telah diselesaikan dan diotorisasi untuk diterbitkan pada tanggal 23 Desember 2025.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
a. Dasar Penyusunan laporan keuangan konsolidasian
Laporan Keuangan Konsolidasian Perusahaan disusun dan disajikan sesuai Standar Akuntansi
Keuangan di Indonesia, yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan
Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar
Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia dan Peraturan No.VIII.G7 Lampiran Keputusan
Ketua OJK No.KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 yang terdapat di dalam Peraturan dan
Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa
Keuangan (OJK).
Laporan Keuangan Konsolidasian Perusahaan disajikan berdasarkan konsep Biaya Perolehan
(Historical Cost ), kecuali beberapa akun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana dijelaskan
dalam masing-masing Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian.
Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia mengharuskan penggunaan estimasi dan asumsi. Hal tersebut juga mengharuskan
manajemen untuk membuat pertimbangan dalam proses penerapan kebijakan akuntansi
Perusahaan dan Entitas Anak. Area yang kompleks atau memerlukan tingkat pertimbangan
yang lebih tinggi atau area dimana asumsi dan estimasi dapat berdampak signifikan terhadap
Laporan Keuangan Konsolidasian diungkapkan di Catatan 3.
Laporan Keuangan Konsolidasian disusun dengan menggunakan dasar Akrual (Accrual basis ),
kecuali Laporan Arus Kas Konsolidasian. Laporan Arus Kas Konsolidasian disajikan dengan
menggunakan metode Langsung (Direct method ) dengan mengelompokkan arus kas dalam
aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
adalah Rupiah yang juga merupakan mata uang fungsional Perusahaan dan Entitas Anak.
11
Page 16
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
b. Perubahan atas Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi
Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”)
Standar baru, revisi dan interpretasi yang telah diterbitkan, dan yang berlaku efektif untuk tahun
buku yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2025 namun tidak berdampak material
terhadap laporan keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut:
• Amendemen PSAK 221 “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing” tentang Kekurangan
Ketertukaran.
• PSAK 117 “Kontrak Asuransi”.
Implementasi dari standar-standar tersebut tidak menghasilkan perubahan kebijakan akuntansi
Perusahaan dan tidak memiliki dampak terhadap jumlah yang dilaporkan di tahun berjalan atau
tahun sebelumnya.
Standar baru dan revisi yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif pada tahun berjalan
adalah sebagai berikut:
Efektif 1 Januari 2026
• Amendemen PSAK 109 “Instrumen Keuangan” terkait Penghentian Pengakuan Liabilitas
Keuangan, serta Mengklarifikasi Penilaian Karakteristik Arus Kas untuk Aset Keuangan
dengan fitur ESG-linked , Aset Keuangan dengan Fitur non-resources dan Instrumen yang
Terikat Secara Kontraktual seperti Tranche .
• PSAK 107 “Instrumen Keuangan: Pengungkapan tentang Klasifikasi dan Pengukuran
Instrumen Keuangan” terkait Persyaratan Pengungkapan Investasi pada Instrumen Ekuitas
yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Penghasilan Komprehensif Lain dan Menambah
Ketentuan terkait Instrumen Keuangan dengan Persyaratan Kontraktual yang Mengubah
Waktu atau Jumlah Arus Kas Kontraktual.
Efektif 1 Januari 2027
• PSAK 118 “Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan” merujuk pada
pengaturan dalam IFRS 18 “Presentation and Disclosure in Financial Statements ”, kecuali:
1. PSAK 118 paragraf 02a tentang ruang lingkup menambahkan pengaturan bahwa PSAK
118 tidak berlaku untuk entitas syariah karena penyajian laporan keuangan syariah diatur
dalam PSAK 401 “Penyajian Laporan Keuangan Syariah”.
2. PSAK 118 Lampiran A tentang definisi Standar Akuntansi Keuangan Indonesia dengan
mengakomodir peran Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia
(“IAI”) dan Dewan Standar Akuntansi Syariah IAI sebagai penyusun Standar Akuntansi
Keuangan, serta regulator pasar modal untuk entitas yang berada di bawah
pengawasannya.
• Penyesuaian tahunan PSAK 107 “Instrumen Keuangan: Pengungkapan tentang Klasifikasi
dan Pengukuran Instrumen Keuangan”, PSAK 109 “Instrumen Keuangan” dan PSAK 207
”Laporan Arus Kas”.
Pada saat tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini, manajemen sedang
mempelajari dampak yang mungkin timbul dari penerapan standar baru dan revisi tersebut serta
pengaruhnya pada laporan keuangan konsolidasian Perusahaan.
12
Page 17
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
c. Prinsip-prinsip konsolidasian
(i) Entitas anak
Entitas anak adalah seluruh entitas (termasuk entitas terstruktur) dimana Grup memiliki
pengendalian. Grup mengendalikan entitas lain ketika Grup terekspos atas, atau memiliki
hak untuk, pengembalian yang bervariasi dari keterlibatannya dengan entitas dan memiliki
kemampuan untuk mempengaruhi pengembalian tersebut melalui kekuasaannya atas
entitas tersebut. Entitas anak dikonsolidasikan secara penuh sejak tanggal dimana
pengendalian dialihkan kepada Grup. Entitas anak tidak dikonsolidasikan lagi sejak tanggal
dimana Grup kehilangan pengendalian.
Transaksi, saldo dan keuntungan antar entitas Grup yang belum direalisasi telah
dieliminasi. Kerugian yang belum direalisasi juga dieliminasi. Jika diperlukan, nilai yang
dilaporkan oleh entitas anak telah diubah untuk menyesuaikan dengan kebijakan akuntansi
yang diadopsi oleh Grup.
Transaksi kombinasi bisnis antara entitas sepengendali dicatat berdasarkan PSAK 338
“Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali” dimana selisih harga perolehan yang dibayar
dengan nilai tercatat aset neto yang diperoleh dicatat sebagai bagian akun tambahan
modal disetor di ekuitas.
Berdasarkan PSAK 338 tersebut, unsur-unsur laporan keuangan konsolidasian dari entitas
yang bergabung, untuk periode terjadinya kombinasi bisnis entitas sepengendali dan untuk
periode komparatif, disajikan sedemikian rupa seolah-olah penggabungan tersebut telah
terjadi sejak awal periode entitas yang bergabung berada dalam sepengendalian.
(ii) Entitas asosiasi
Entitas asosiasi adalah seluruh entitas dimana Grup memiliki pengaruh signifikan namun
bukan pengendalian, biasanya melalui kepemilikan hak suara antara 20% dan 50%.
Investasi pada entitas asosiasi dicatat dengan metode ekuitas (lihat poin (iii) di bawah),
setelah pada awalnya diakui pada nilai perolehan.
Nilai perolehan diukur pada nilai wajar aset yang dialihkan, kepemilikan ekuitas yang
diterbitkan, atau liabilitas yang diakui pada tanggal transaksi, termasuk biaya transaksi
yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan. Goodwill pada entitas
asosiasi merupakan selisih lebih dari nilai perolehan entitas asosiasi atas bagian Grup atas
nilai wajar aset neto teridentifikasi entitas asosiasi dan dimasukkan dalam nilai tercatat
investasi. Jika bagian Grup atas nilai wajar aset neto teridentifikasi entitas asosiasi
melebihi nilai perolehannya dalam kasus pembelian diskon, selisih tersebut diakui pada
laba rugi.
(iii) Pengaturan bersama
Menurut PSAK 111, pengaturan bersama diklasifikasikan sebagai operasi bersama atau
ventura bersama bergantung pada hak dan kewajiban kontraktual para investor bukan
struktur hukum dari pengaturan bersama. Grup telah menilai sifat dari pengaturan bersama
dan menentukan pengaturan tersebut sebagai ventura bersama. Ventura bersama dicatat
menggunakan metode ekuitas, setelah pada awalnya diakui sebagai biaya pada laporan
posisi keuangan konsolidasian.
13
Page 18
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
c. Prinsip-prinsip konsolidasian (lanjutan)
(iv) Metode ekuitas
Pada metode ekuitas, investasi pada awalnya dicatat pada biaya perolehan dan
selanjutnya disesuaikan untuk mengakui bagian investor atas laba rugi pasca akuisisi dari
investee pada laba rugi dan bagiannya dalam pergerakan penghasilan komprehensif
lainnya dari investee pada penghasilan komprehensif lainnya.
Keuntungan yang belum terealisasi atas transaksi antara Grup dengan entitas asosiasi
atau ventura bersama dieliminasi sebesar kepentingan Grup dalam entitas-entitas tersebut.
Kerugian yang belum direalisasi juga dieliminasi kecuali transaksi tersebut memberikan
bukti penurunan nilai atas aset yang dialihkan. Kebijakan akuntansi entitas asosiasi atau
ventura bersama telah diubah jika diperlukan untuk memastikan konsistensi dengan
kebijakan yang diterapkan oleh Grup.
Jika bagian Grup atas kerugian entitas asosiasi atau ventura bersama sama dengan atau
melebihi kepentingannya pada entitas asosiasi atau ventura bersama, termasuk piutang
tanpa agunan, Grup menghentikan pengakuan bagian kerugiannya, kecuali Grup memiliki
kewajiban atau melakukan pembayaran atas nama entitas asosiasi atau ventura bersama.
Pada setiap tanggal pelaporan, Grup menentukan apakah terdapat bukti objektif bahwa
telah terjadi penurunan nilai atas investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama.
Jika demikian, maka nilai tercatat dari investasi yang dicatat dengan akuntansi ekuitas diuji
untuk penurunan nilai sesuai dengan kebijakan yang dijelaskan pada Catatan 2m.
d. Penjabaran mata uang asing
(i) Mata uang fungsional dan penyajian
Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam Rupiah yang merupakan mata uang
fungsional Perusahaan dan mata uang penyajian Grup. Akun-akun yang tercakup dalam
laporan keuangan konsolidasian setiap entitas anak di dalam Grup diukur menggunakan
mata uang dari lingkungan ekonomi utama dimana entitas tersebut beroperasi (“mata uang
fungsional”).
Selisih yang timbul dari penjabaran laporan keuangan konsolidasian entitas anak Grup
tersebut ke dalam Rupiah disajikan dalam akun “Penghasilan komprehensif lainnya” pada
ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
(ii) Transaksi dan saldo
Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan menjadi mata uang fungsional menggunakan
kurs yang berlaku pada tanggal transaksi.
Pada setiap tanggal pelaporan, setiap aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing
dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah disesuaikan untuk mencerminkan kurs penutup.
Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul dari penyelesaian transaksi dalam mata
uang asing dan dari penjabaran aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing
menggunakan kurs yang berlaku pada akhir periode pelaporan diakui di dalam laba rugi.
Kurs Dolar Amerika Serikat (Dolar AS atau AS$) terhadap Rupiah berdasarkan kurs tengah
yang diterbitkan oleh bank Indonesia pada tanggal 30 September 2025 dalam nilai penuh
adalah Rp16.680 (31 Desember 2024: Rp16.162).
14
Page 19
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
e. Transaksi dengan Pihak Berelasi
Perusahaan mempunyai transaksi dengan pihak berelasi. Definisi pihak berelasi sesuai dengan
yang diatur dalam PSAK 224, "Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi".
Seluruh transaksi yang material dengan pihak berelasi telah diungkapkan dalam catatan atas
laporan keuangan konsolidasian.
f. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas termasuk kas, bank dan deposito berjangka yang jatuh tempo dalam jangka
waktu tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak digunakan sebagai jaminan
atau tidak dibatasi penggunaannya.
Bank dan deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya disajikan pada akun “kas yang
dibatasi penggunaannya” dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
g. Piutang Usaha dan Piutang Lain-lain
Piutang usaha adalah jumlah tagihan dari pelanggan untuk barang yang dijual atau jasa yang
diberikan dalam transaksi bisnis pada umumnya. Piutang lain-lain adalah jumlah tagihan dari
pihak ketiga atau pihak yang berelasi di luar kegiatan usaha. Jika pembayaran piutang
diharapkan selesai dalam satu tahun atau kurang (atau dalam siklus normal operasi dari bisnis
jika lebih lama), piutang tersebut dikelompokkan sebagai aset lancar. Jika tidak, piutang tersebut
disajikan sebagai aset tidak lancar.
Piutang usaha dan piutang lain-lain pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan kemudian
diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif,
dikurangi dengan provisi atas penurunan nilai.
Kolektibilitas piutang usaha dan piutang lain-lain ditinjau secara berkala. Piutang yang diketahui
tidak tertagih, dihapuskan dengan secara langsung mengurangi nilai tercatatnya. Akun provisi
digunakan ketika terdapat bukti yang objektif bahwa Perusahaan tidak dapat menagih seluruh
atau sebagian nilai terutang sesuai dengan persyaratan awal piutang.
Kesulitan keuangan signifikan yang dialami debitur, debitur dinyatakan pailit atau melakukan
reorganisasi keuangan dan gagal bayar atau menunggak pembayaran merupakan indikator yang
dianggap dapat menunjukan adanya penurunan nilai piutang. Arus kas terkait dengan piutang
jangka pendek tidak didiskontokan apabila efek diskonto tidak material.
Jumlah kerugian penurunan nilai diakui pada laba rugi dan disajikan sebagai
“(beban)/pendapatan lain-lain, neto” untuk piutang usaha dan piutang lain-lain. Ketika piutang
usaha dan piutang lain-lain, yang rugi penurunan nilainya telah diakui, tidak dapat ditagih pada
periode selanjutnya, maka piutang tersebut dihapusbukukan dengan mengurangi akun provisi.
Jumlah yang selanjutnya dapat ditagih kembali atas piutang yang sebelumnya telah
dihapusbukukan, dikreditkan terhadap “(beban)/pendapatan lain-lain, neto” pada laba rugi.
h. Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan dengan nilai realisasi
bersih (the lower of cost or net realizable value ). Biaya perolehan persediaan di nilai dengan
menggunakan metode Rata-rata (Average method ). Penyisihan persediaan usang dan
penyisihan penurunan nilai persediaan ditentukan untuk menyesuaikan nilai persediaan ke nilai
realisasi bersih.
Nilai realisasi bersih adalah taksiran harga jual dalam kegiatan usaha normal setelah dikurangi
dengan taksiran biaya penyelesaian dan taksiran biaya yang diperlukan untuk melaksanakan
penjualan.
15
Page 20
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
i. Uang Muka dan Biaya Dibayar di Muka
Pembayaran dimuka adalah biaya yang dibayar dimuka dan dicatat sebagai aset sebelum
dimanfaatkan. Akun ini terdiri dari uang muka pembelian dan biaya dibayar dimuka. Uang muka
pembelian merupakan pembayaran dimuka atas pembelian perlengkapan keperluan operasional
dan beban lainnya. Pembayaran dimuka dialokasikan selama jangka waktu pembayaran dan
dibebankan ke akun yang sesuai dalam laporan laba rugi saat terjadinya. Pembayaran dimuka
yang diharapkan akan terealisasi dalam waktu tidak lebih dari 12 bulan setelah periode
pelaporan, diklasifikasikan sebagai aset lancar, selebihnya, diklasifikasikan sebagai aset tidak
lancar.
j. Investasi dalam Saham yang Dikelompokkan dalam Aset Lepasan
Investasi dalam saham yang dikelompokkan dalam aset lepasan diukur pada nilai yang lebih
rendah antara jumlah tercatat dan nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual.
Investasi dalam saham yang dikelompokkan dalam aset lepasan harus diklasifikasikan sebagai
dimiliki untuk dijual jika jumlah tercatatnya akan dipulihkan terutama melalui transaksi penjualan
dari pada melalui pemakaian berlanjut.
Kondisi ini dapat terpenuhi hanya ketika investasi dalam saham yang dikelompokkan dalam aset
lepasan berada dalam keadaan segera dapat dijual dan penjualannya harus sangat mungkin
terjadi. Manajemen harus berkomitmen terhadap rencana penjualan tersebut, yang diperkirakan
memenuhi ketentuan pengakuan sebagai penjualan dalam waktu satu tahun dari tanggal
klasifikasi.
k. Aset Tetap dan Penyusutan
Pemilikan Langsung
Grup menganalisis fakta dan keadaan untuk masing-masing jenis hak atas tanah dalam
menentukan akuntansi untuk masing-masing hak atas tanah tersebut sehingga dapat
merepresentasikan dengan tepat suatu kejadian atau transaksi ekonomis yang mendasarinya.
Jika hak atas tanah tersebut tidak mengalihkan pengendalian atas aset pendasar kepada Grup,
melainkan mengalihkan hak untuk menggunakan aset pendasar, Grup menerapkan perlakuan
akuntansi atas transaksi tersebut sebagai sewa berdasarkan PSAK 116, “Sewa”. Jika hak atas
tanah secara substansi menyerupai pembelian tanah, maka Grup menerapkan PSAK 216, “Aset
Tetap” yaitu hak atas tanah diakui sebesar harga perolehan dan tidak disusutkan.
Aset tetap pemilikan langsung kecuali tanah disajikan sebesar biaya perolehan dikurangi
akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai aset, jika ada dan disusutkan dengan
menggunakan metode Garis Lurus (Straight-line ) dengan taksiran masa manfaat keekonomian
aset tetap sebagai berikut:
Tahun
Bangunan Permanen 20
Bangunan Semi Permanen 10
Kendaraan 4-8
Perabotan dan Peralatan 4-8
Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan dalam laba rugi pada saat terjadinya biaya-biaya
tersebut, sedangkan pengeluaran dalam jumlah besar dan sifatnya meningkatkan kondisi aset
secara signifikan dikapitalisasi. Semua pengeluaran setelah perolehan awal aset tetap akan
ditambah (kapitalisasi) pada jumlah tercatat aset yang bersangkutan.
16
Page 21
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
k. Aset Tetap dan Penyusutan (lanjutan)
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada
manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba
atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara
jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset) dimasukkan dalam laba rugi pada
periode/tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.
Secara berkala, nilai residu, metode penyusutan dan masa manfaat setiap aset ditelaah, dan
disesuaikan jika perlu.
Aset Tetap dalam Pembangunan
Aset tetap dalam pembangunan dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai
bagian dari aset tetap. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke masing-masing aset
tetap pada saat aset tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan, dan penyusutan mulai
dibebankan pada saat itu.
l. Aset keuangan
(i) Klasifikasi, pengakuan dan pengukuran
Grup menerapkan PSAK 109, yang mensyaratkan pengaturan instrumen keuangan terkait
klasifikasi dan pengukuran, penurunan nilai atas instrumen aset keuangan dan akuntansi
lindung nilai.
Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan ditentukan berdasarkan jenis aset. Untuk aset
keuangan berupa instrumen utang, pengklasifikasiannya harus didasarkan pada model
bisnis dan arus kas kontraktual - apakah semata dari pembayaran pokok dan bunga.
Aset keuangan diklasifikasikan dalam dua kategori sebagai berikut:
a) Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi; dan
b) Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui
penghasilan komprehensif lain.
Klasifikasi ini tergantung pada model bisnis Grup dan persyaratan kontraktual arus kas -
apakah penentuan arus kasnya semata dari pembayaran pokok dan bunga.
Grup menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal.
Grup melakukan reklasifikasi instrumen utang jika dan hanya jika terdapat perubahan
model bisnis atas aset keuangan tersebut.
Untuk investasi pada instrumen ekuitas yang bukan termasuk dimiliki untuk
diperdagangkan, tergantung apakah Grup telah melakukan pemilihan yang tidak dapat
dibatalkan pada saat pengakuan awal untuk instrumen ekuitas yang diukur dengan nilai
wajar melalui penghasilan komprehensif lain.
Grup melakukan reklasifikasi instrumen utang jika dan hanya jika terdapat perubahan
model bisnis atas aset keuangan tersebut.
17
Page 22
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
l. Aset keuangan (lanjutan)
(i) Klasifikasi, pengakuan dan pengukuran (lanjutan)
Pembelian dan penjualan aset keuangan diakui pada saat tanggal perdagangan dimana,
Grup berkomitmen untuk membeli atau menjual aset keuangan. Aset keuangan dihentikan
pengakuannya ketika hak untuk menerima arus kas dari aset keuangan tersebut telah
kedaluwarsa atau dialihkan dan Grup telah mengalihkan secara substansial risiko dan
manfaat atas kepemilikan.
Saat pengakuan awal, Grup mengukur aset keuangan pada nilai wajar ditambah dengan,
dalam hal aset keuangan diukur dengan nilai wajar tidak melalui laba rugi, biaya transaksi
yang dapat diatribusikan secara langsung pada akuisisi aset keuangan. Biaya transaksi
atas aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi dibebankan pada laba rugi.
Instrumen utang
Pengukuran selanjutnya atas instrumen utang bergantung kepada model bisnis Grup dalam
mengelola aset dan karakteristik dari arus kas. Berikut adalah kategori pengukuran dalam
mengklasifikan instrumen utang:
• Biaya perolehan diamortisasi: Aset yang dimiliki untuk pengumpulan arus kas
kontraktual, dimana arus kas tersebut merupakan pembayaran pokok dan bunga, diukur
dengan biaya perolehan diamortisasi. Penghasilan bunga dari aset keuangan ini
termasuk dalam penghasilan keuangan menggunakan metode suku bunga efektif. Laba
atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan diakui secara langsung dalam laba
rugi dan disajikan dalam keuntungan/ (kerugian) lainnya bersama dengan keuntungan
dan kerugian selisih kurs. Penurunan nilai aset keuangan disajikan terpisah dalam laba
rugi.
• Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain: Aset yang dimiliki untuk pengumpulan
arus kas kontraktual dan untuk penjualan keuangan aset, dimana arus kas aset
merupakan pembayaran pokok dan bunga diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain. Mutasi dalam jumlah tercatat dilakukan melalui penghasilan
komprehensif lain, kecuali untuk pengakuan keuntungan atau kerugian penurunan nilai,
pendapatan bunga dan keuntungan dan kerugian selisih kurs, yang diakui dalam laba
rugi. Ketika aset keuangan dihentikan pengakuannya, akumulasi keuntungan atau
kerugian yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi
dari ekuitas ke laba rugi pada pendapatan/(beban) lain-lain. Pendapatan bunga dari aset
keuangan ini termasuk dalam penghasilan keuangan menggunakan metode suku bunga
efektif. Keuntungan dan kerugian selisih kurs disajikan pada pendapatan/(beban) lain-
lain, dan penurunan nilai disajikan pada bagian terpisah dalam laba rugi.
Instrumen ekuitas
Grup selanjutnya mengukur semua investasi ekuitas pada nilai wajar. Dimana manajemen
Grup telah memilih untuk menyajikan keuntungan dan kerugian nilai wajar dari investasi
ekuitas pada penghasilan komprehensif lain. Tidak ada reklasifikasi selanjutnya atas
keuntungan dan kerugian dari nilai wajar ke laba rugi setelah penghentian pengakuan
investasi. Dividen dari investasi tersebut terus diakui dalam laba rugi sebagai penghasilan
lainnya ketika hak Grup untuk menerima pembayaran ditetapkan. Kerugian penurunan nilai
pada investasi ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
tidak dilaporkan secara terpisah dari perubahan nilai wajarnya.
Pada 30 September 2025, Grup telah memilih untuk mengukur seluruh aset keuangan
instrumen ekuitas pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif. Perubahan nilai
wajar aset keuangan tersebut dicatat pada akun penghasilan komprehensif lain di bagian
ekuitas pada neraca dan tidak akan direklasifikasi ke laba rugi pada saat dihentikan
pengakuannya.
18
Page 23
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
l. Aset keuangan (lanjutan)
(ii) Penghentian pengakuan
Aset keuangan dihentikan pengakuannya ketika hak untuk menerima arus kas dari
investasi tersebut telah jatuh tempo atau telah ditransfer dan Grup telah mentransfer
secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset.
Ketika aset keuangan instrumen ekuitas yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan pada
nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain dihentikan pengakuannya, akumulasi
penyesuaian nilai wajar yang diakui pada ekuitas tidak akan direklasifikasi ke laba rugi.
(iii) Saling hapus antar instrumen
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian jika terdapat hak yang dapat dipaksakan secara
hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan terdapat
maksud untuk menyelesaikan secara bersih atau untuk merealisasikan aset dan
menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.
Hak saling hapus tidak kontinjen atas peristiwa di masa depan dan dapat dipaksakan
secara hukum dalam situasi bisnis yang normal dan dalam peristiwa gagal bayar, atau
peristiwa kepailitan atau kebangkrutan Grup atau pihak lawan.
m. Penurunan nilai dari aset keuangan
Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan untuk mengukur Kerugian Kredit
Ekspektasian (“KKE”) yang menggunakan cadangan KKE seumur hidup berdasarkan basis
forward-looking untuk seluruh saldo piutang usaha. Selain untuk piutang usaha, Grup
menerapkan pendekatan umum untuk mengukur KKE.
Grup menilai berdasarkan basis forward-looking untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian
terhadap instrumen utang yang diukur dengan nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.
Metode penurunan nilai dilakukan dengan mempertimbangkan apakah risiko kredit telah
meningkat secara signifikan.
n. Utang usaha
Utang usaha adalah kewajiban untuk membayar barang atau jasa yang telah diperoleh dari
pemasok dalam kegiatan usaha normal. Utang usaha dikelompokkan sebagai liabilitas jangka
pendek apabila pembayaran jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau kurang. Jika tidak, utang
usaha tersebut disajikan sebagai liabilitas jangka panjang.
Utang usaha pada awalnya diukur sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya
perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode bunga efektif.
o. Kombinasi Bisnis
Kombinasi bisnis dicatat dengan menggunakan metode Akuisisi. Biaya perolehan dari sebuah
akuisisi diukur pada nilai agregat imbalan yang dialihkan, diukur pada nilai wajar pada tanggal
akuisisi dan jumlah setiap KNP pada pihak yang diakuisisi. Untuk setiap kombinasi bisnis, pihak
pengakuisisi mengukur KNP pada entitas yang diakuisisi baik pada nilai wajar atau pun pada
proporsi kepemilikan KNP atas aset neto yang teridentifikasi dari entitas yang diakuisisi. Biaya-
biaya akuisisi yang timbul dibebankan langsung pada tahun berjalan.
19
Page 24
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
o. Kombinasi Bisnis (lanjutan)
Pada tanggal akuisisi, selisih lebih antara penjumlahan imbalan yang dialihkan dan jumlah yang
diakui untuk KNP dengan aset teridentifikasi dan liabilitas yang diambil-alih (aset neto) dicatat
sebagai goodwill. Jika imbalan lebih rendah dari nilai wajar aset neto dari Perusahaan yang
diakuisisi maka selisihnya diakui dalam Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Konsolidasian.
Transaksi yang dilakukan dengan entitas sepengendali diterapkan metode Penyatuan
Kepemilikan. Transaksi kombinasi bisnis antara entitas sepengendali berupa pengalihan bisnis
yang dilakukan dalam rangka reorganisasi entitas-entitas yang berada dalam suatu kelompok
usaha yang sama, bukan perubahan pemilikan dalam arti substansi ekonomi, sehingga
transaksi demikian tidak menimbulkan laba rugi bagi seluruh kelompok usaha atau bagi entitas
individual dalam kelompok usaha tersebut. Selisih antara harga pengalihan dengan jumlah
tercatat dari setiap transaksi kombinasi bisnis antara entitas sepengendali pada tanggal
pengalihan dicatat sebagai “Tambahan Modal Disetor”.
p. Pendapatan dan beban
Pendapatan
Pengakuan pendapatan harus memenuhi 5 langkah penilaian:
a) Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
b) Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan adalah janji
dalam kontrak untuk mentransfer barang atau jasa yang berbeda kepada pelanggan.
c) Tentukan harga transaksi. Harga transaksi adalah jumlah imbalan yang diharapkan menjadi
hak entitas sebagai imbalan untuk mentransfer barang atau jasa yang dijanjikan kepada
pelanggan. Jika pertimbangan yang dijanjikan dalam kontrak mencakup jumlah variabel,
Grup memperkirakan jumlah imbalan yang diharapkan berhak sebagai imbalan atas
pengalihan barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan dikurangi perkiraan jumlah
jaminan tingkat layanan yang akan dibayarkan selama masa kontrak.
d) Alokasikan harga transaksi untuk setiap kewajiban pelaksanaan atas dasar harga jual
berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan dalam kontrak.
Jika hal ini tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diestimasi
berdasarkan biaya ekspektasian ditambah margin.
e) Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan dipenuhi dengan mentransfer barang
atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan (yaitu ketika pelanggan memperoleh kendali
atas barang atau jasa tersebut).
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dalam kondisi sebagai berikut:
a) Pada waktu tertentu (biasanya untuk janji dalam memindahkan barang ke pelanggan); atau
b) Sepanjang waktu (biasanya untuk janji dalam memberikan pelayanan pada pelanggan).
Untuk kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi sepanjang waktu, Grup memilih ukuran
kemajuan yang sesuai untuk menentukan jumlah pendapatan yang harus diakui ketika
kewajiban pelaksanaan dipenuhi.
Pendapatan Sewa
Pendapatan sewa dari sewa operasi diakui sebagai pendapatan dengan dasar garis lurus
selama masa sewa. Biaya langsung awal yang terjadi dalam proses negosiasi dan pengaturan
sewa tambahan ke jumlah tercatat dari aset sewaan dan diakui dengan dasar Garis Lurus
selama masa sewa.
20
Page 25
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
p. Pendapatan dan beban (lanjutan)
Pendapatan Sewa (lanjutan)
Uang muka sewa yang diterima dari penyewa dicatat ke dalam akun pendapatan yang diterima
dimuka dan akan diakui sebagai pendapatan secara berkala sesuai dengan kontrak sewa yang
berlaku.
Pendapatan Hotel
Pendapatan sewa hotel dan pendapatan hotel lainnya diakui pada saat jasa diberikan atau
barang diserahkan.
Pendapatan Spa
Pendapatan dari spa diakui pada saat jasa diberikan kepada pelanggan.
Beban
Beban diakui pada saat terjadi berdasarkan konsep akrual.
Pendapatan bunga dan beban bunga diakui dalam Laporan Laba Rugi dan Penghasilan
Komprehensif Lain Konsolidasian secara akrual menggunakan metode Suku Bunga Efektif.
q. Pajak penghasilan kini dan tangguhan
Beban pajak penghasilan terdiri dari pajak kini dan pajak tangguhan. Pajak tersebut diakui
dalam laba rugi, kecuali jika pajak tersebut terkait dengan transaksi atau kejadian yang langsung
diakui dalam ekuitas atau dalam penghasilan komprehensif lain. Dalam hal ini, pajak tersebut
masing-masing diakui dalam ekuitas atau penghasilan komprehensif lain.
Pajak penghasilan kini dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang telah diberlakukan pada
tanggal posisi keuangan.
Pajak penghasilan tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer antara dasar pengenaan
pajak atas aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya. Pajak penghasilan tangguhan diukur
menggunakan tarif pajak yang telah berlaku atau secara substantif berlaku pada tanggal
pelaporan dan yang diharapkan akan diterapkan pada saat aset pajak tangguhan yang
bersangkutan direalisasi atau pada saat liabilitas pajak tangguhan diselesaikan.
Aset pajak penghasilan tangguhan diakui apabila besar kemungkinan bahwa laba kena pajak
pada masa mendatang akan memadai untuk mengkompensasi perbedaan temporer yang
menimbulkan aset pajak tangguhan tersebut.
Aset dan liabilitas pajak penghasilan tangguhan dapat saling hapus apabila terdapat hak yang
berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus antara aset pajak kini dengan liabilitas pajak
kini dan apabila aset dan liabilitas pajak penghasilan tangguhan dikenakan oleh otoritas
perpajakan yang sama, baik atas entitas kena pajak yang sama ataupun berbeda dan adanya
niat untuk melakukan penyelesaian saldo-saldo tersebut secara neto.
r. Sewa
Suatu kontrak mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan
penggunaan aset selama jangka waktu tertentu yang dipertukarkan dengan imbalan. Entitas
menyewa aset tetap tertentu dengan mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa.
Aset hak-guna diakui sebesar biaya perolehan, dikurangi dengan akumulasi penyusutan dan
penurunan nilai. Aset hak guna disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara umur
manfaat aset hak-guna atau masa sewa.
21
Page 26
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
r. Sewa (lanjutan)
Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar. Setiap pembayaran
sewa dialokasikan antara porsi pelunasan liabilitas dan biaya keuangan. Liabilitas sewa,
disajikan sebagai liabilitas jangka panjang kecuali untuk bagian yang jatuh tempo dalam waktu
12 bulan atau kurang yang disajikan sebagai liabilitas jangka pendek. Unsur bunga dalam biaya
keuangan dibebankan ke laba rugi selama masa sewa yang menghasilkan tingkat suku bunga
konstan atas sisa saldo liabilitas.
Grup tidak mengakui aset hak guna dan liabilitas sewa untuk:
- Sewa jangka-pendek yang memiliki masa sewa dua belas (12) bulan atau kurang; atau
- Sewa yang asetnya bernilai rendah. Pembayaran yang dilakukan untuk sewa tersebut
dibebankan ke laba rugi dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
s. Liabilitas manfaat karyawan
Entitas mengakui liabilitas atas imbalan kerja karyawan berdasarkan Undang-Undang Cipta
Kerja atau Perjanjian Kerja Bersama. Nilai kini liabilitas imbalan pasti, beban jasa kini dan beban
jasa lalu ditentukan dengan menggunakan metode penilaian “Projected Unit Credit ” .
Nilai kini liabilitas imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan estimasi arus kas di masa
depan dengan menggunakan tingkat bunga obligasi pemerintah jangka panjang pada akhir
periode pelaporan dalam mata uang Rupiah sesuai dengan mata uang di mana imbalan tersebut
akan dibayarkan dan yang memiliki jangka waktu yang sesuai dengan liabilitas imbalan
pensiunan yang bersangkutan.
Pengukuran kembali yang timbul dari penyesuaian dan perubahan dalam asumsi-asumsi
aktuarial langsung diakui seluruhnya melalui penghasilan komprehensif lainnya.
Biaya jasa lalu yang timbul dari amendemen atau kurtailmen program diakui sebagai beban
dalam laba rugi pada saat terjadinya.
t. Aset dan liabilitas pengampunan pajak
Grup telah menerapkan PSAK 370 mengenai "Akuntansi Aset dan Liabilitas Pengampunan
Pajak". PSAK ini mengatur mengenai perlakuan akuntansi atas aset dan liabilitas pengampunan
pajak sesuai dengan Undang-Undang No. 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak.
Aset pengampunan pajak diukur sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan aset pengampunan
pajak merupakan deemed cost dan menjadi dasar bagi Grup dalam melakukan pengukuran
setelah pengakuan awal.
Liabilitas pengampunan pajak diukur sebesar kewajiban kontraktual untuk menyerahkan kas
atau setara kas untuk menyelesaikan kewajiban yang berkaitan langsung dengan perolehan
aset pengampunan pajak.
Selisih antara aset pengampunan pajak dan liabilitas pengampunan pajak diakui di ekuitas
dalam pos tambahan modal disetor. Grup mengakui uang tebusan yang dibayarkan pada laba
rugi pada periode Surat Keterangan disampaikan.
22
Page 27
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
u. Informasi Segmen
Perusahaan dan Entitas Anak menyajikan segmen operasi berdasarkan informasi keuangan
yang digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam menilai kinerja segmen dan
menentukan alokasi sumber daya yang dimilikinya. Segmen didasarkan pada aktivitas dari
setiap kegiatan operasi entitas legal di dalam Perusahaan dan Entitas Anak.
Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
- yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban
(termasuk pendapatan dan beban yang terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari
entitas yang sama);
- yang hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional
untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut
dan menilai kinerjanya; dan
- yang informasi keuangan yang terpisah miliknya tersedia.
v. Provisi
Provisi diakui ketika Perusahaan dan Entitas Anak memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum
maupun konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu, kemungkinan besar Perusahaan dan
Entitas Anak diharuskan menyelesaikan kewajiban dan estimasi andal mengenai jumlah
kewajiban tersebut dapat dibuat.
Jumlah yang diakui sebagai provisi adalah hasil estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan
untuk menyelesaikan kewajiban kini pada akhir periode pelaporan, dengan mempertimbangkan
risiko dan ketidakpastian yang meliputi kewajibannya. Apabila suatu provisi diukur
menggunakan arus kas yang diperkirakan untuk menyelesaikan kewajiban kini, maka nilai
tercatatnya adalah nilai kini dari arus kas.
w. Laba Per Saham Dasar
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba tahun berjalan dengan jumlah rata-rata
tertimbang saham biasa yang beredar pada tahun yang bersangkutan.
Untuk tujuan perhitungan laba per saham dilusian, Perusahaan menyesuaikan laba atau rugi
yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham biasa entitas induk dan jumlah rata-rata
tertimbang saham yang beredar, atas dampak dari seluruh instrumen berpotensi saham biasa
yang bersifat dilutif.
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING
Asumsi kelangsungan usaha
Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa Perusahaan tetap dapat melangsungkan usahanya.
laporan keuangan konsolidasian ini tidak mencakup penyesuaian-penyesuaian yang mungkin timbul
sebagai dampak dari ketidakpastian tersebut.
Estimasi dan asumsi ini memiliki risiko dan ketidakpastian; sehingga ada kemungkinan bahwa
perubahan situasi akan mengubah proyeksi ini, yang selanjutnya dapat mempengaruhi kelangsungan
usaha Perusahaan. Dalam keadaan seperti itu, asumsi kelangsungan usaha Perusahaan dapat
berubah.
Perusahaan telah mengidentifikasi hal-hal berikut dimana diperlukan pertimbangan, estimasi, dan
asumsi dan dimana hasil aktual dapat berbeda dari estimasi tersebut jika menggunakan asumsi dan
kondisi yang berbeda dan dapat mempengaruhi secara material hasil keuangan atau posisi keuangan
Perusahaan yang dilaporkan dalam periode mendatang.
23
Page 28
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
Rugi penurunan nilai piutang
Perusahaan menilai penurunan nilai piutang pada setiap tanggal pelaporan. Dalam menentukan
apakah rugi penurunan nilai harus dicatat dalam laba rugi, manajemen membuat penilaian, apakah
terdapat bukti objektif bahwa kerugian telah terjadi. Manajemen juga membuat penilaian atas
metodologi dan asumsi untuk memperkirakan jumlah dan waktu arus kas masa depan yang direviu
secara berkala untuk mengurangi perbedaan antara estimasi kerugian dan kerugian aktualnya.
Pajak penghasilan dan pajak lainnya
Pertimbangan dan asumsi diperlukan dalam menentukan besaran fasilitas pengurang pajak dan
investasi (capital allowance ) dan pengurangan beban tertentu untuk tujuan fiskal selama proses
estimasi atas perhitungan beban pajak penghasilan Perusahaan. Secara khusus, perhitungan beban
pajak penghasilan Perusahaan melibatkan penafsiran terhadap peraturan perpajakan dan peraturan
lainnya. Banyaknya transaksi dan perhitungan yang dapat menyebabkan ketidakpastian di dalam
penentuan kewajiban pajak selama bisnis normal.
Semua pertimbangan dan estimasi yang dibuat manajemen seperti yang diungkapkan di atas dapat
dipertanyakan oleh Direktorat Jenderal Pajak (“DJP”) atau Auditor Pemerintah. Sebagai akibatnya,
terjadi ketidakpastian dalam penentuan kewajiban pajak. Resolusi posisi pajak yang diambil oleh
Perusahaan, dapat berlangsung bertahun-tahun dan sangat sulit untuk memprediksi hasil akhirnya.
Apabila terdapat perbedaan perhitungan pajak dengan jumlah yang telah dicatat, perbedaan tersebut
akan berdampak pada pajak penghasilan dan pajak tangguhan dalam tahun dimana penentuan pajak
tersebut dibuat.
Aset pajak tangguhan, termasuk yang timbul dari rugi fiskal, besaran capital allowance , dan
perbedaan temporer lainnya, diakui hanya apabila dianggap lebih mungkin daripada tidak bahwa
mereka dapat diterima kembali, dimana hal ini tergantung pada kecukupan pembentukan laba kena
pajak di masa depan. Sama seperti “penurunan nilai aset non-keuangan” asumsi atas laba kena
pajak masa depan yang dapat dihasilkan sangat dipengaruhi oleh estimasi dan asumsi manajemen
atas volume penjualan, harga komoditas, dan lain-lain; yang mana terpapar risiko dan ketidakpastian,
sehingga terdapat kemungkinan perubahan keadaan akan mengubah proyeksi laba kena pajak di
masa mendatang.
Kewajiban imbalan pascakerja
Nilai kini kewajiban imbalan pascakerja tergantung pada beberapa faktor yang ditentukan dengan
dasar aktuarial berdasarkan beberapa asumsi. Asumsi yang digunakan untuk menentukan
biaya/(penghasilan) pensiun neto mencakup tingkat diskonto dan kenaikan gaji di masa datang.
Adanya perubahan pada asumsi ini akan mempengaruhi jumlah tercatat kewajiban imbalan
pascakerja.
Perusahaan menentukan tingkat diskonto dan kenaikan gaji masa datang yang sesuai pada akhir
tahun pelaporan. Tingkat diskonto adalah tingkat suku bunga yang harus digunakan untuk
menentukan nilai kini atas estimasi arus kas keluar masa depan yang diharapkan untuk
menyelesaikan kewajiban imbalan pascakerja. Dalam menentukan tingkat suku bunga yang sesuai,
Perusahaan mempertimbangkan tingkat suku bunga obligasi pemerintah yang didenominasikan
dalam mata uang imbalan akan dibayar dan memiliki jangka waktu yang serupa dengan jangka waktu
kewajiban imbalan pascakerja yang terkait.
Untuk tingkat kenaikan gaji masa datang, Perusahaan mengumpulkan data historis mengenai
perubahan gaji dasar pekerja dan menyesuaikannya dengan perencanaan bisnis masa datang.
24
Page 29
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
Penurunan nilai aset nonkeuangan dan aset tetap
Jumlah nilai yang dapat dipulihkan kembali dari sebuah aset atau kelompok aset penghasil kas diukur
berdasarkan nilai yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual atau nilai pakai.
Penentuan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual atau nilai pakai mewajibkan manajemen untuk
membuat estimasi dan asumsi atas tingkat produksi yang diharapkan dan volume penjualan, harga
komoditas (mempertimbangkan harga saat ini dan harga masa lalu, tren harga dan faktor-faktor
terkait), cadangan (lihat ‘Estimasi Cadangan’), biaya operasi, biaya penutupan dan rehabilitasi serta
belanja modal di masa depan. Estimasi dan asumsi ini terpapar risiko dan ketidakpastian; sehingga
terdapat kemungkinan perubahan situasi yang dapat mengubah proyeksi ini, sehingga dapat
mempengaruhi nilai aset yang dapat dipulihkan kembali. Dalam keadaan seperti itu, sebagian atau
seluruh nilai tercatat aset mungkin akan mengalami penurunan nilai lebih lanjut atau terjadi
pengurangan rugi penurunan nilai yang dampaknya akan dicatat dalam laba rugi.
4. KAS DAN SETARA KAS
Kas dan setara kas terdiri dari:
30 September 2025 31 Desember 2024
Kas 78.945.283 175.165.505
Kas di bank
Pihak ketiga
Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk 2.069.201.784 3.082.268.828
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 1.446.733.088 1.523.542.109
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 265.939.646 338.984.430
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 32.862.381 -
PT Bank Pan Indonesia Tbk 15.537.553 16.414.836
PT Bank Bukopin Tbk 2.177.499 83.722.479
3.832.451.951 5.044.932.682
Deposito Berjangka
Pihak ketiga
Rupiah
PT Bank Capital 502.380.082 502.385.425
PT Bank MNC 500.000.000 -
1.002.380.082 502.385.425
Jumlah 4.913.777.316 5.722.483.612
Deposito berjangka mempunyai jangka waktu 1 bulan dan memiliki tingkat bunga berkisar antara
5,75% - 7,25% per tahun pada 30 September 2025 dan 31 Desember 2024.
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 tidak terdapat bank yang dibatasi
penggunaannya dan seluruh bank ditempatkan pada pihak ketiga.
25
Page 30
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. PIUTANG USAHA
Akun ini merupakan piutang atas jasa penyewaan kamar hotel dan spa, berikut fasilitas dan
penunjang lainnya dengan rincian per 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 sebagai berikut:
a. Berdasarkan pelanggan
30 September 2025 31 Desember 2024
Pelanggan yang telah check out:
Pelanggan sektor pemerintahan 359.141.909 125.842.900
MG BedBank 151.322.000 163.030.000
PT Mitra Global Holiday 66.300.000 44.150.000
Online Travel Agent 39.263.789 37.129.153
Klik N Book 22.987.500 16.250.000
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp 10.000.000) 22.502.715 60.927.400
Sub Jumlah 661.517.913 447.329.453
Pelanggan yang belum check out 17.934.370 137.368.479
Kartu Kredit 18.888.150 12.105.650
Kartu Debit 3.789.800 3.346.250
702.130.233 600.149.832
Provisi atas penurunan nilai (7.310.173) (4.161.434)
Jumlah 694.820.060 595.988.398
b. Berdasarkan umur
Rincian piutang berdasarkan umur piutang per 30 September dan 31 Desember 2024 sebagai
30 September 2025 31 Desember 2024
0 - 30 hari 331.491.674 487.712.967
31 - 60 hari 244.709.909 72.536.865
61 - 90 hari 124.288.650 39.900.000
> 90 hari 1.640.000 -
702.130.233 600.149.832
Kolektibilitas piutang usaha pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai
berikut:
30 September 2025 31 Desember 2024
Rata-rata Piutang usaha - Bersih 645.404.229 496.125.814
Penjualan 14.853.833.306 22.552.571.484
Kolektibilitas Piutang 12 hari 8 hari
Seluruh piutang usaha kepada pihak ketiga merupakan piutang kepada pelanggan dalam mata uang
Rupiah serta tidak dikenakan jaminan dan bunga serta tidak digunakan sebagai jaminan kredit.
Mutasi provisi penurunan nilai piutang lain-lain adalah sebagai berikut:
30 September 2025 31 Desember 2024
Saldo awal 4.161.434 5.317.921
Penambahan (pemulihan) Penyisihan 3.148.739 (1.156.487)
Saldo akhir 7.310.173 4.161.434
Manajemen berpendapat bahwa provisi penurunan nilai piutang lain-lain tersebut cukup untuk
menutupi kerugian dari tidak tertagihnya piutang lain-lain.
26
Page 31
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PIUTANG LAIN-LAIN
30 September 2025 31 Desember 2024
Pihak ketiga
Karyawan 115.075.000 52.075.000
Piutang Bunga 2.004.007 2.149.551
Sub Jumlah 117.079.007 54.224.551
Pihak berelasi (Catatan 12b) 1.370.000 -
118.449.007 54.224.551
Provisi atas penurunan nilai - -
Jumlah 118.449.007 54.224.551
Seluruh piutang lain-lain dalam mata uang Rupiah serta tidak dikenakan jaminan dan bunga.
Manajemen berkeyakinan bahwa seluruh piutang lain-lain dapat tertagih sehingga tidak perlu
dilakukan cadangan kerugian penurunan nilai.
7. PERSEDIAAN
30 September 2025 31 Desember 2024
Makanan 75.270.471 87.872.488
Minuman 56.225.019 58.220.507
Lain-lain 251.395.856 286.993.359
Jumlah 382.891.346 433.086.354
Jumlah persediaan yang diakui sebagai beban masing-masing sebesar Rp1.454.404.407 dan
Rp1.444.567.172 untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2025 dan 2024.
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap kondisi fisik dari persediaan, Manajemen berkeyakinan
bahwa tidak perlu dilakukan penyisihan atas keusangan persediaan karena Manajemen berkeyakinan
bahwa seluruh persediaan dapat dijual atau digunakan sesuai dengan periode peruntukannya.
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, persediaan tidak diasuransikan atas
resiko kerugian, kebakaran dan bencana alam. Manajemen memahami adanya risiko yang terkait
sehubungan dengan persediaan yang tidak diasuransikan.
8. PERLENGKAPAN
30 September 2025 31 Desember 2024
Linen 1.216.423.188 1.223.611.943
Perkakas, Alat, Bahan bakar dan supply 167.366.479 157.781.307
Barang Pecah Belah 157.766.901 156.966.162
Perangkat Makan Perak 29.795.276 28.526.704
Seragam 16.593.643 12.049.043
Lain-lain 64.166.853 53.746.052
Jumlah 1.652.112.340 1.632.681.211
27
Page 32
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DIMUKA
30 September 2025 31 Desember 2024
Uang muka:
Uang muka pembelian 207.977.555 184.063.584
Uang muka karyawan 23.000.000 73.000.000
Biaya Dibayar di Muka:
Beban Tangguhan 573.405.617 -
Perijinan 332.467.291 243.581.620
Asuransi 98.589.808 206.180.688
Sewa 48.092.023 68.128.684
Kontrak Service 49.638.028 45.796.862
Lain-lain 43.950.209 13.922.816
Jumlah 1.377.120.531 834.674.254
Bagian lancar 1.377.120.531 832.486.351
Bagian tidak lancar - 2.187.903
1.377.120.531 834.674.254
10. ASET TETAP
30 September 2025
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan:
Pemilikan Langsung
Tanah 332.483.700.000 - - - 332.483.700.000
Bangunan 73.789.700.000 - - - 73.789.700.000
Kendaraan 8.373.340.022 - 269.200.000 - 8.104.140.022
Perabot dan peralatan 16.249.974.135 293.541.720 79.541.721 383.619.264 16.847.593.398
-
Jumlah Pemilikan
Langsung 430.896.714.157 293.541.720 348.741.721 383.619.264 431.225.133.420
Aset Hak Guna
Kendaraan 282.600.000 - - - 282.600.000
Aset Tetap dalam -
Pembangunan 201.795.000 279.207.524 - (383.619.264) 97.383.260
-
Jumlah 431.381.109.157 572.749.244 348.741.721 - 431.605.116.680
Akumulasi Penyusutan:
Pemilikan Langsung
Bangunan 5.552.646.923 4.165.013.444 - - 9.717.660.367
Kendaraan 8.080.561.309 173.141.508 269.200.000 - 7.984.502.817
Perabot dan peralatan 13.844.502.894 527.114.658 79.541.721 - 14.292.075.831
-
Jumlah Pemilikan Langsung 27.477.711.126 4.865.269.610 348.741.721 - 31.994.239.015
--
Aset Hak Guna
Kendaraan 58.875.000 26.493.750 - - 85.368.750
Nilai buku - bersih 403.844.523.031 399.525.508.915
28
Page 33
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. ASET TETAP (lanjutan)
31 Desember 2024
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan:
Pemilikan Langsung
Tanah 332.483.700.000 - - - 332.483.700.000
Bangunan 73.789.700.000 - - - 73.789.700.000
Kendaraan 8.373.340.022 - - - 8.373.340.022
Perabot dan peralatan 15.056.488.374 782.778.625 114.500.000 525.207.136 16.249.974.135
-
Jumlah Pemilikan Langsung 429.703.228.396 782.778.625 114.500.000 525.207.136 430.896.714.157
Aset Hak Guna
Kendaraan 282.600.000 - - - 282.600.000
Aset Tetap dalam -
Pembangunan 427.207.136 659.779.075 359.984.075 (525.207.136) 201.795.000
-
Jumlah 430.413.035.532 1.442.557.700 474.484.075 - 431.381.109.157
Akumulasi Penyusutan:
Pemilikan Langsung
Bangunan - 5.552.646.923 - - 5.552.646.923
Kendaraan 7.842.390.639 238.170.670 - - 8.080.561.309
Perabot dan peralatan 13.220.130.379 738.872.515 114.500.000 - 13.844.502.894
-
Jumlah Pemilikan Langsung 21.062.521.018 6.529.690.108 114.500.000 - 27.477.711.126
--
Aset Hak Guna
Kendaraan 23.550.000 35.325.000 - - 58.875.000
Nilai buku - bersih 409.326.964.514 403.844.523.031
Tanah milik Perusahaan dan Entitas Anak merupakan tanah yang berlokasi di Jakarta Pusat
(Pejompongan), Jakarta Selatan (Falatehan dan Pondok Pinang), Kepulauan Seribu, NTT (Tanjung
Karoso) dan Bali (Canggu) dengan total area seluas masing-masing seluas 1.175.063m2 pada 30
September dan 31 Desember 2024.
Tanah, bangunan dan perabotan dan peralatan yang berlokasi di Jalan Falatehan I No.21-22,
Melawai, Jakarta Selatan (Sotis Falatehan) dan di Jalan Raya Kayu Tulang, Desa Canggu (Sotis Villa
Canggu) digunakan oleh PT Dwimukti Mitra Wisata (Entitas Anak) untuk menjalankan kegiatan usaha
perhotelan. Pada tahun 2025 dan 2024, tanah dan bangunan di Jalan Falatehan tersebut dijadikan
sebagai jaminan sehubungan dengan pinjaman bank yang diperoleh Entitas Anak dari PT Bank
Negara Indonesia (Persero) Tbk (Catatan 17).
Atas tanah di Kepulauan Seribu, Perusahaan menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli
(PPJB) tertanggal 8 Mei 2015 dengan PT Setia utama Island atas pembelian sebuah villa dengan
total area seluas 1.500 m2 yang berlokasi di Pulau Tengah, Kepulauan Seribu dengan harga beli
sebesar Rp15.800.000.000. Aset tersebut telah diserah terima dengan baik oleh Perusahaan melalui
berita acara serah terima dengan PT Setia utama Island.
Aset tersebut sedang dalam proses penjualan dengan cara pengalihan PPJB oleh Perusahaan
kepada pihak berelasi.
29
Page 34
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. ASET TETAP (lanjutan)
Aset dalam penyelesaian merupakan proyek pembangunan fasilitas pendukung hotel yang masih
dalam tahap penyelesaian.
Alokasi beban penyusutan adalah sebagai berikut:
30 September 2025 30 September 2024
Beban umum dan administrasi (Catatan 27) 4.891.763.360 4.900.197.207
Jumlah 4.891.763.360 4.900.197.207
Biaya perolehan aset tetap yang telah disusutkan penuh dan masih digunakan sebesar
Rp19.783.172.151 dan Rp19.051.672.274 masing-masing pada tanggal 30 September 2025 dan 31
Desember 2024.
Aset tetap tidak termasuk tanah telah diasuransikan terhadap risiko akibat kerusakan, bencana alam,
kebakaran dan risiko lainnya pada PT Asuransi Central Asia dengan nilai pertanggungan sebesar
Rp119.692.733.894 pada 30 September 2025 dan 31 Desember 2024. Manajemen akan
meningkatkan nilai pertanggungan tersebut untuk menutupi kerugian yang mungkin terjadi.
Analisis laba (rugi) terkait yang timbul dari penjualan aset tetap adalah sebagai berikut:
30 September 2025 30 September 2024
Harga jual 191.351.352 21.793.694
Nilai buku - -
Laba atas penjualan aset tetap 191.351.352 21.793.694
Perusahaan telah melakukan penilaian kembali aset tetap pada tahun 2023 dengan Laporan No.
00068/2.0004-14/PI/03/0595/1/VI/2024 tanggal 28 Juni 2024 oleh KJPP Pung's Zulkarnain dan Rekan
yang ditandatangani oleh Ir. Aguson Rosano. MAPPI (Cert.) Laporan penilaian tersebut dilakukan
sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) yang ditentukan berdasarkan transaksi terkini
dalam ketentuan yang wajar dan Peraturan Bapepam-LK No.VIII.C.4 tentang pedoman penilaian dan
penyajian laporan penilaian properti di pasar modal. Penilaian kembali aset tetap untuk tanah pada
tanggal 31 Desember 2023 hanya untuk tujuan akuntansi sesuai dengan PSAK No. 216 tentang
“Aset Tetap” dan tidak ditujukan untuk tujuan pajak. Penentuan nilai wajar dilakukan dengan metode
pendekatan biaya.
30
Page 35
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. ASET TETAP (lanjutan)
31 Desember 2023
No. Lokasi Alamat Aset Jenis Aset Nilai Wajar Metode Pendekatan
1. Jakarta Jl. Falatehan I No. 21-22 Tanah (523 m2) 36.262.200.000 Pendekatan Biaya
Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Bangunan (3.020 m2) 21.744.000.000 dan Pendapatan
2. Jakarta Jl. Penjernihan Bendungan Tanah (501 m2) 29.904.700.000 Pendekatan Biaya
Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat Bangunan (2.974 m2) 19.925.800.000 dan Pendapatan
3. Jakarta Jl. Pinang Kuningan I No.25 Kel. Pondok Tanah (3.027 m2) 60.181.200.000 Pendekatan Pasar
Pinang Kec. Kebayoran Lama Jakarta
Selatan
4. Jakarta Lexington Apartement L : 26-06, Jl. Deplu Bangunan - Apartemen 2.020.600.000 Pendekatan Pasar
Raya No. 12, Bintaro Pesanggrahan Jakarta Lexington (68 m2)
Selatan
Lexington Apartement L : 26-08, Jl. Deplu Bangunan - Apartemen 2.279.400.000 Pendekatan Pasar
Raya No. 12, Bintaro Pesanggrahan Jakarta Lexington (76 m2)
Selatan
5. Jakarta Pulau Tengah Kav. 51, Pulau Pari, Pulau Tanah (1.500 m2) 18.761.600.000 Pendekatan Biaya
Seribu Selatan, Kep. Seribu dan Pendapatan
Bangunan (1.677 m2) 17.608.500.000
6. Sumba Barat Desa Tanjung Karoso, Kec. Kodi, Kab. Tanah (1.162.282 m2) 135.615.700.000 Pendekatan
Daya, Nusa Sumba Barat Nusa Tenggara Timur Pendapatan
Tenggara
Timur
7. Canggu, Bali Jalan Raya Kayutulang, Tanah (7.230 m2) 51.758.300.000 Pendekatan Biaya
Desa Canggu, Kec. Kuta Utara, Kab. Badung, Bangunan (1.674 m2) 10.211.400.000 dan Pendapatan
Bali
Jumlah 406.273.400.000
Surplus revaluasi aset tetap diikhtisarkan sebagai berikut:
Nilai Buku Sebelum
Jenis Nilai Wajar Revaluasi Surplus Revaluasi
Tanah 332.483.700.000 307.798.580.933 24.685.119.067
Bangunan 73.789.700.000 60.360.677.009 13.429.022.991
Jumlah 406.273.400.000 368.159.257.942 38.114.142.058
Mutasi surplus revaluasi aset tetap untuk tahun 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
30 September 2025 31 Desember 2024
Saldo awal 192.969.406.371 192.969.406.371
Surplus revaluasi pada 30 September 2025 - -
Kepentingan Non-Pengendali (709.220.460) (709.220.460)
192.260.185.911 192.260.185.911
(Beban) Manfaat Pajak Penghasilan Terkait (8.385.111.253) (8.385.111.253)
Jumlah 183.875.074.658 183.875.074.658
31
Page 36
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET LAIN-LAIN
Rincian per 30 September dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
30 September 2025 31 Desember 2024
Kas yang dibatasi penggunaannya 1.200.000.000 1.200.000.000
Jumlah 1.200.000.000 1.200.000.000
Kas yang di batasi penggunaannya adalah uang jaminan sehubungan dengan pinjaman kredit
investasi BNI, yang dapat digunakan ketika hutang sudah lunas.
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI
a. Sifat hubungan dengan pihak berelasi
Dalam kegiatan usaha normal, Perusahaan dan Entitas Anak melakukan transaksi keuangan
dengan pihak-pihak berelasi.
Sifat Pihak Berelasi
Hubungan dan jenis akun atau transaksi dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:
No. Pihak Berelasi Hubungan Sifat Saldo Akun/Transaksi
1. Herman Herry Adranacus Pemegang Saham dan Utang lain-lain
Komisaris Utama di Entitas
Anak
2. PT Dwimukti Graha Di bawah pengendali yang Piutang lain-lain; Utang lain-
Elektrindo sama dengan Perusahaan lain
dan Entitas Anak
3. PT Dwimukti Inti Boga Di bawah pengendali yang Piutang lain-lain; Utang lain-
sama dengan Perusahaan lain
dan Entitas Anak
4. PT Sotis Hotel Manajemen Di bawah pengendali yang Piutang lain-lain; Utang lain-
sama dengan Perusahaan lain
dan Entitas Anak
b. Piutang lain-lain
30 September 2025 31 Desember 2024
PT Sotis Hotel Manajemen 1.370.000 -
1.370.000 -
Provisi atas penurunan nilai - -
Jumlah 1.370.000 -
Bagian lancar 1.370.000 -
Bagian tidak lancar - -
Jumlah 1.370.000 -
Persentase terhadap jumlah aset 0,00 -
32
Page 37
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
c. Utang lain-lain
30 September 2025 31 Desember 2024
PT Dwimukti Graha Elektrindo 111.202.426.473 101.468.048.747
Herman Herry Adranacus 5.627.698.483 5.627.698.483
PT Dwimukti Inti Boga 4.522.120.000 -
PT Sotis Hotel Manajemen 1.562.031.000 1.300.031.000
Jumlah 122.914.275.956 108.395.778.230
Bagian lancar 6.084.151.000 1.300.031.000
Bagian tidak lancar 116.830.124.956 107.095.747.230
Jumlah 122.914.275.956 108.395.778.230
Persentase terhadap jumlah liabilitas 52,59 47,93
Transaksi signifikan dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:
PT Dwimukti Graha Elektrindo ("DGE")
Pada tahun 2025, Perusahaan dan Entitas Anak memperoleh tambahan dana dari DGE untuk
operasional sehingga saldo utang per 30 September 2025 menjadi sebesar Rp111.202.426.473
terdiri dari saldo utang PT SMK sebesar Rp87.371.486.634, PT DMW sebesar Rp19.594.205.811
dan saldo utang PT TKP sebesar Rp 4.236.734.028.
a. SMK
Perusahaan menerima pinjaman dari waktu ke waktu dari DGE dan telah melaksanakan
pembayaran atas pinjaman tersebut kepada DGE. Pada tanggal 31 Desember 2023 sisa
saldo pinjaman Perusahaan kepada DGE adalah sebesar Rp10.441.864.479. Atas saldo
sisa hutang tersebut telah dinyatakan dalam Addendum Perjanjian Utang Piutang
No.289/PHP/XII/2022 tertanggal 30 Desember 2022. Pinjaman tersebut diberikan dengan
bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran
pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan
dengan cash flow Perusahaan.
Pada tanggal 30 Desember 2024 SMK memiliki utang dan menerima pinjaman dana dari
waktu ke waktu sebagai mana tercantum pada Perjanjian Pengakuan Hutang No. 214A/SMK-
DGE/PH/XII/2024 sebesar Rp9.585.483.185.
Pada tahun 2024 terdapat perjanjian pembaharuan utang (Novasi) pada 31 Desember 2024
dengan Nomor: 225/SMK-DGE-DMW/PPH/XXI/2024 antara PT Dwimukti Graha Elektrindo,
PT Dwimukti Mitra Wisata dan PT Satria Mega Kencana. Perjanjian ini bertujuan untuk
mengalihkan atau memindahkan seluruh Piutang DMW tersebut kepada DGE melalui
perhitungan utang dengan nilai Utang DMW ke DGE.
Sehingga saldo utang SMK kepada DGE sebesar Rp87.371.486.634
33
Page 38
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
PT Dwimukti Graha Elektrindo ("DGE") (lanjutan)
b. DMW
Berdasarkan Perjanjian Utang Piutang No.147/PHP/XII/2016 antara DMW (Entitas Anak)
dengan DGE tanggal 28 Desember 2016, DGE setuju untuk memberikan pinjaman kepada
DMW sebagai tambahan modal/modal kerja dan atau keperluan operasional DMW dengan
nilai sebanyak-banyaknya sebesar Rp11.000.000.000 yang dapat diterima secara sekaligus
ataupun secara bertahap. Atas pinjaman tersebut, tidak dikenakan bunga dan dibayarkan
kembali secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan
keuangan DMW.
Perjanjian ini telah mengalami perubahan melalui Penegasan Perjanjian Utang Piutang
No.149/PPHP/XII/2017 tanggal 27 Desember 2017, dimana DMW mengakui utang kepada
DGE sebesar Rp10.825.825.978.
Berdasarkan Perjanjian Utang Piutang No.150/PHP/XII/2017 antara DMW dengan DGE
tanggal 28 Desember 2017, DMW setuju untuk memberikan pinjaman kepada DGE sebagai
tambahan modal/modal kerja dan atau keperluan operasional DGE sebesar
Rp66.693.458.803. Atas pinjaman tersebut, tidak dikenakan bunga dan dibayarkan kembali
secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan keuangan DGE.
Atas kedua Perjanjian Utang Piutang di atas (No.149/PPHP/XII/2017 dan
No.150/PHP/XII/2017), DMW dan DGE membuat Perjanjian Perjumpaan Utang
(Kompensasi) pada tanggal 28 Desember 2017, dimana kedua belah pihak setuju untuk
melakukan perjumpaan utang/kompensasi antara saldo utang DGE kepada DMW sebesar
Rp66.693.458.803 dengan saldo utang DMW kepada DGE sebesar Rp10.825.825.978
sehingga saldo akhir utang DGE kepada DMW menjadi sebesar Rp55.867.632.824.
Sehubungan dengan Perjanjian Pembaharuan Utang (Novasi) antara Perusahaan, DMW
dan DGE, dimana DGE bermaksud melunasi sebagian utangnya kepada DMW dengan jalan
Perusahaan menyatakan mengakui utang kepada DMW sejumlah Rp12.527.470.050 maka
atas novasi tersebut, saldo utang DGE kepada DMW yang sebelumnya sebesar
Rp55.867.632.824 setelah dikurangi nilai utang di dalam novasi sebesar Rp12.527.470.050
maka akan menjadi sebesar Rp43.340.162.774.
Berdasarkan Nota Kesepahaman tanggal 29 Desember 2017 antara DMW dengan DGE,
dimana atas nilai sisa utang DGE kepada DMW sebesar Rp43.340.162.774 (“Sisa Utang”)
akan dilunasi oleh DGE dengan cara menjual kepada DMW sebidang tanah yang terletak di
daerah Propinsi DKI Jakarta, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Kecamatan Kebayoran
Lama, Kelurahan Pondok Pinang yang dikenal sebagai Jalan Pinang Kuningan I
sebagaimana diuraikan dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.09017/Pondok Pinang
tertanggal 21 November 2017 seluas 3.239m2 yang terdaftar atas nama DGE. Harga Jual
Beli yang disepakati adalah sebesar Rp54.122.438.057 yang pembayarannya dilakukan
secara bertahap oleh DMW dengan cara sebagai berikut:
1. Sejumlah sisa utang diakui sebagai pembayaran uang muka oleh DMW kepada DGE
atas pembelian tanah pada saat tanggal penandatanganan Nota Kesepahaman.
2. Sebesar Rp10.782.275.282 akan dibayarkan selambat-lambatnya pada tanggal 29
Desember 2018 yang akan diikuti dengan penandatanganan Akta Jual Beli.
34
Page 39
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
PT Dwimukti Graha Elektrindo ("DGE") (lanjutan)
b. DMW (lanjutan)
Atas nota kesepahaman di atas, DMW mencatat saldo masing-masing sebesar
Rp43.340.162.774 sebagai Uang Muka Pembelian Tanah pada Laporan Posisi Keuangan
Konsolidasian per 31 Desember 2017.
Pada tahun 2018, DMW memperoleh pinjaman dari DGE dengan total sebesar
Rp11.733.332.653 per 31 Desember 2018 yang tertuang di dalam perubahan kedua
Perjanjian Utang Piutang No. 166/PPHP-II/XII/2018 tanggal 28 Desember 2018.
Pada tanggal 31 Desember 2018, sesuai dengan Perjanjian Pembaharuan Utang (Novasi)
antara DGE, DMW dan Perusahaan, bahwa Perusahaan bermaksud mengalihkan sebagian
utangnya dengan DGE menjadi utang kepada DMW dan DMW ingin melunasi sebagian
utangnya kepada DGE dengan memperhitungkan uang muka pembelian tanah Pondok
Pinang sehingga jumlah pinjaman adalah sebagai berikut:
1. Saldo utang Perusahaan kepada DGE sebesar Rp28.740.395.980 telah dialihkan
menjadi utang kepada DMW. Saldo utang Perusahaan kepada DMW per 31 Desember
2018 adalah sebesar Rp68.832.147.811 dan saldo utang Perusahaan kepada DGE per
31 Desember 2018 adalah sebesar Rp4.153.781.850.
2. Saldo uang muka pembelian tanah Pondok Pinang sebesar Rp43.340.162.774
diperhitungkan dengan utang DMW kepada DGE sebesar Rp11.733.332.653 dan
pengalihan atas utang Perusahaan kepada DGE yang diterima oleh DMW yaitu
sebesar Rp28.740.395.980 sehingga saldo uang muka pembelian tanah Pondok
Pinang per 31 Desember 2018 yaitu sebesar Rp2.866.434.141.
Pada tanggal 30 Desember 2022 dibuat Penegasan Nota Kesepahaman antara DMW
dengan DGE untuk melakukan Addendum II atas Nota Kesepahaman dimana para pihak
sepakat untuk mengubah ketentuan dan menegaskan kembali pasal 2 pada MOU, sebagai
berikut:
1. Sisa utang sebesar Rp2.866.434.141 diakui oleh DGE sebagai pembayaran uang
muka oleh DMW kepada DGE atas pembelian tanah Pondok Pinang.
2. Sisa pembayaran sebesar Rp51.224.865.859 akan dibayarkan selambat-lambatnya
pada tanggal 30 Desember 2024 yang diikuti dengan penandatanganan Akta Jual Beli.
3. Semua syarat dan ketentuan hutang piutang sebagaimana dinyatakan dan ditetapkan
dalam Perjanjian terdahulu yang telah ada, selama tidak dinyatakan berubah dalam
Penegasan Perjanjian, tetap berlaku sebagaimana adanya.
Pada tahun 2023, uang muka yang diberikan oleh DMW senilai Rp2.866.434.141 sesuai
dengan adendum nota kesepahaman tahun 2022 dikompensasikan menjadi pembayaran
utang DMW kepada DGE. Yang berarti DMW tidak menjadi membeli tanah Pondok Pinang
dan tidak terdapat sisa pembayaran yang harus dibayar oleh DMW.
35
Page 40
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
PT Dwimukti Graha Elektrindo ("DGE") (lanjutan)
b. DMW (lanjutan)
DMW menerima pinjaman dari waktu ke waktu dari DGE dan telah melaksanakan
pembayaran atas pinjaman tersebut kepada DGE. Pada tanggal 31 Desember 2023 sisa
saldo pinjaman Perusahaan kepada DGE adalah sebesar Rp75.717.419.658. Atas saldo
sisa hutang tersebut telah dinyatakan dalam Addendum II Perjanjian Utang Piutang
No.284/DGE-DMW/PHP/XII/2023 tertanggal 29 Desember 2023. Pinjaman tersebut
diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya.
Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang
disesuaikan dengan cash flow DMW.
DMW menerima pinjaman dari DGE pada tanggal 30 Desember 2024 yang telah dinyatakan
pada Addendum III Perjanjian Utang Piutang No.213/DGE-DMW/PHP/XII/2024 sebesar
Rp88.425.009.260. Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun
dengan tanpa biaya tambahan lainnya.
Pada tahun 2024 terdapat perjanjian pembaharuan utang (Novasi) pada 31 Desember 2024
dengan Nomor: 225/SMK-DGE-DMW/PPH/XXI/2024 antara PT Dwimukti Graha Elektrindo,
PT Dwimukti Mitra Wisata dan PT Satria Mega Kencana. Perjanjian ini bertujuan untuk
mengalihkan atau memindahkan seluruh Piutang DMW tersebut kepada DGE melalui
perhitungan utang dengan nilai Utang DMW ke DGE.
Sehingga saldo hutang DMW kepada DGE per 30 September 2025 dan 31 Desember 2024
sebesar Rp19.594.205.811 dan Rp11.574.205.810.
c. TKP
Berdasarkan Addendum Perjanjian Hutang Piutang No.284/PHP/XII/2022 tertanggal 30
Desember 2022 TKP (Entitas Anak) mengakui dan menerima pinjaman dari DGE sebesar
Rp2.110.516.548. Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun
dengan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara
bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan cash flow TKP.
TKP menerima pinjaman dari DGE pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah dinyatakan
pada Addendum II Perjanjian Utang Piutang No.217/TKP-DGE/PHP/XII/2024 sebesar
Rp3.457.556.303. Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun
dengan tanpa biaya tambahan lainnya.
TKP menerima pinjaman dari DGE dari waktu ke waktu pada tahun 2025 sehingga utang
TKP ke DGE per 30 September 2025 sebesar Rp4.236.734.028.
36
Page 41
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
Herman Herry Adranacus ("HHA")
a. DMW
Berdasarkan Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham No.041/PPS/I/2015 tanggal5 Januari
2015 antara DMW dengan HHA (Pihak pertama) ,dimana pihak pertama setuju untuk
memberikan pinjaman sebanyak-banyaknya Rp4.000.000.000 yang dapat diterima sekaligus
ataupun secara bertahap. Atas pinjaman tersebut tidak dikenakan bunga dan dibayarkan
kembali setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan keuangan DMW. Saldo
utang DMW per 31 Desember 2015 adalah sebesar Rp 3.712.180.219.
Perjanjian tersebut telah diubah beberapa kali yaitu sebagai berikut:
1. Penegasan Pertama No.046/PPPS/I/2016 tanggal 5 Januari 2016, dimana DMW
mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp3.712.180.219. Saldo utang DMW
per 31 Desember 2016 adalah sebesar Rp 3.712.180.219.
2. Penegasan Kedua No.046/PPPS/I/2017 tanggal 5 Januari 2017, dimana DMW
mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp3.712.180.219. Saldo utang DMW
per 31 Desember 2017 adalah sebesar Rp 3.712.180.219.
3. Perubahan Perjanjian Utang Piutang No.071B/PPHP/XII/2018 tanggal 31 Mei 2018,
dimana DMW mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp6.627.698.483. Saldo
utang DMW per 31 Mei 2018 sebesar Rp 6.627.698.483.
4. Penegasan Perjanjian Utang Piutang No.128/PPPS/XII/2018 tanggal 31 Desember
2018, dimana DMW mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp6.627.698.483.
Saldo utang DMW per 31 Desember 2018 sebesar Rp 6.627.698.483.
5. Penegasan Perjanjian Utang Piutang No.185A/PPPS/XII/2021 tanggal 31 Desember
2021, dimana DMW mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp6.627.698.483.
Saldo utang DMW per 31 Desember 2021 sebesar Rp 6.627.698.483.
6. Penegasan Perjanjian Utang Piutang No.285/PHP/XII/2022 tanggal 30 Desember
2022, dimana DMW mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp6.627.698.483.
Saldo utang DMW per 31 Desember 2022 sebesar Rp 6.627.698.483.
7. Perjanjian Pembaharuan Utang (Novasi) No.279/HH-DMW/PHP/XII/2023 tanggal 29
Desember 2023, dimana DMW mengakui utang kepada pihak pertama sebesar
Rp5.627.698.483. Saldo utang DMW per 31 Desember 2023 sebesar
Rp5.627.698.483.
8. Perjanjian Utang No. 222/HH-DMW/PPH/XII/2024 tanggal 30 Desember 2024, dimana
DMW mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp5.627.698.483. Saldo utang
DMW per 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 sebesar Rp5.627.698.483
Atas pinjaman tersebut tidak dikenakan bunga dan dibayarkan kembali setiap bulannya
dengan nominal yang disesuaikan dengan keuangan DMW.
37
Page 42
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
PT Sotis Hotel Manajemen ("SHM")
Berdasarkan Perjanjian Manajemen Hotel No.0012/CTR/SHM/VIII/2018 tanggal 1 Agustus 2018
antara Entitas Anak (PT Dwimukti Mitra Wisata) dengan PT Sotis Hotel Manajemen (SHM),
bahwa Entitas Anak bermaksud menggunakan merk Sotis, sistem manajemen serta jasa
pengelolaan hotel dari SHM. Jangka waktu perjanjian ini adalah selama periode 2 tahun mulai
dari tanggal 1 Agustus 2018 sampai dengan 31 Juli 2020. Atas perjanjian ini, Entitas Anak
membayar biaya pelaksanaan pekerjaan yang terdiri dari incentive management fee sebesar
Rp70.000.000 setiap bulan untuk masing-masing hotel. Selain itu, Entitas Anak wajib
mencadangkan 3% dari GOP (Gross Operating Profit ) hotel setiap bulannya sebagai cadangan
untuk penggantian, penambahan dan penyempurnaan alat terpasang dan perlengkapan hotel.
Dalam periode Januari sampai dengan September 2025 dan 2024, Entitas Anak membayar jasa
manajemen kepada SHM masing-masing sebesar Rp1.350.000.000 dan Rp1.350.000.000 yang
dicatat sebagai “Jasa Manajemen” sebagai bagian dari Beban Umum dan Administrasi (Catatan
27).
Berdasarkan Addendum IV Perjanjian Hutang Piutang No.220/SHM-DMW/PHP/XII/2024
tertanggal 31 Desember 2024 DMW telah menerima pinjaman dari SHM sebesar
Rp1.300.031.000.
Adapun perincian jumlah pinjaman tersebut sebagai berikut:
1. Pinjaman untuk dana operasional sebesar Rp 538.031.000.
2. Biaya Jasa Manajemen (Management Fee) yang belum dibayar atas pengoperasian Sotis
Hotel sebesar Rp762.000.000. Terhadap biaya Jasa Manajemen (Management Fee ) ini
tidak dikenakan biaya tambahan berupa denda dan/atau bunga atas keterlambatan
pembayaran yang belum dilakukan oleh DMW.
Utang DMW kepada SHM sebesar Rp1.562.031.000 dan Rp1.300.031.000 pada 30 September
2025 dan 31 Desember 2024.
PT Dwimukti Inti Boga ("DIB")
Per 30 September 2025, saldo utang Perusahaan dan entitas anak kepada DIB sebesar
Rp4.522.120.000 terdiri dari saldo utang SMK sebesar Rp220.000.000, DMW sebesar
Rp3.920.000.000 dan TKP sebesar Rp382.120.000.
a. SMK
Berdasarkan Perjanjian Hutang Piutang No. 253/DIB-SMK/PHP/VIII/2025 tertanggal 24
Agustus 2025 SMK mengakui dan menerima pinjaman dari DIB sebesar Rp220.000.000.
Pinjaman tersebut diberikan untuk keperluan operasional DMW dengan plafond pinjaman
sebesar Rp3.000.000.000, bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan
lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan
nominal yang disesuaikan dengan cash flow Perusahaan.
b. DMW
Berdasarkan Perjanjian Hutang Piutang No. 209/DIB-DMW/PHP/VII/2025 tertanggal 21 Juli
2025 DMW mengakui dan menerima pinjaman dari DIB sebesar Rp3.920.000.000. Pinjaman
tersebut diberikan untuk keperluan operasional DMW dengan plafond pinjaman sebesar
Rp8.500.000.000, bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya.
Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang
disesuaikan dengan cash flow Perusahaan.
38
Page 43
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
PT Dwimukti Inti Boga ("DIB") (lanjutan)
c. TKP
Berdasarkan Perjanjian Hutang Piutang No. 195/DIB-TKP/PHP/VII/2025 tertanggal 8 Juli
2025 Perusahaan mengakui dan menerima pinjaman dari DIB sebesar Rp382.120.000.
Pinjaman diberikan dengan plafond sebesar Rp1.000.000.000, tidak dikenakan bunga dan
tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap
bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan cash flow Perusahaan.
d. Kompensasi manajemen kunci
30 September 2025 30 September 2024
Gaji dan imbalan jangka pendek lainnya untuk:
- Dewan Komisaris 686.419.000 955.722.300
- Direksi 1.347.935.000 1.097.987.950
Jumlah 2.034.354.000 2.053.710.250
Persentase terhadap jumlah
beban umum dan administrasi 12,67 12,84
13. UTANG USAHA
a. Berdasarkan pemasok
30 September 2025 31 Desember 2024
Pihak ketiga
Rupiah
PT Wonderful Indah Jaya 113.975.995 -
Lapak Bawang Setiawan Pamungkas 111.814.800 -
Sari Alam Supplier 57.858.293 83.511.154
PT Rumah Duta Pangan 35.509.140 43.989.255
Makmur Stand Buah 33.233.139 10.649.695
PT Sentra Agro Makmur 31.352.600 -
CV Jasa Boga Niaga 22.108.000 10.290.100
Pastry The Maleo 20.533.480 14.284.830
PT Wawan Indah Selaras Eltraeska 18.867.400 -
Snack Bites 16.043.200 -
PT Sahih Mitra Sinergi 15.493.775 14.902.350
CV Santi Jaya Lestari 14.709.500 16.825.000
UD Brojo Mulyo 13.822.222 -
PT Javindo Prima Perkasa 12.850.000 -
Toko Plastik Rico 12.334.000 -
Jeng Rince Kitchen 11.440.000 11.634.000
PT Sumber Tirta Sentosa 10.174.650 -
PT Sentralsari Primasentosa - 15.186.000
PT Yuza Graha Gemilang Raya - 18.482.750
PT Seiga Plus Energy - 17.800.000
PT Fitra Food International - 15.192.133
Pratama Laundry & Dry Cleaning - 11.581.500
PT Paskomnas Niaga Utama - 16.161.454
Lain-lain (masing-masing dibawah Rp10.000.000) 319.504.259 182.513.847
Jumlah 871.624.453 483.004.068
39
Page 44
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. UTANG USAHA (lanjutan)
b. Berdasarkan umur
Rincian utang usaha dikategorikan berdasarkan tanggal tertagih adalah sebagai berikut :
30 September 2025 31 Desember 2024
0 - 30 hari 472.488.653 268.502.172
31 - 60 hari 185.013.348 100.481.677
61 - 90 hari 40.765.722 23.649.541
> 90 hari 173.356.730 90.370.678
Jumlah 871.624.453 483.004.068
Seluruh utang usaha kepada pihak ketiga merupakan utang kepada pemasok dalam mata uang
Rupiah per 30 September 2025 dan 31 Desember 2024. Seluruh utang usaha berjangka waktu 30
sampai dengan 120 hari dan tanpa jaminan.
14. UTANG LAIN-LAIN
30 September 2025 31 Desember 2024
Pihak ketiga
PT Asuransi Central Asia - 39.797.164
Lainnya 25.563.772 118.931.243
25.563.772 158.728.407
Pihak berelasi (catatan 12c) 122.914.275.956 108.395.778.230
Jumlah 122.939.839.728 108.554.506.637
Bagian lancar 6.109.714.772 1.458.759.407
Bagian tidak lancar 116.830.124.956 107.095.747.230
Jumlah 122.939.839.728 108.554.506.637
Seluruh utang lain-lain kepada pihak berelasi dilakukan tanpa dikenakan bunga, tanpa jaminan dan
jatuh tempo sewaktu-waktu.
15. BEBAN AKRUAL
30 September 2025 31 Desember 2024
Jasa Pelayanan 550.168.674 600.236.472
Kerusakan dan Penggantian 392.578.966 348.904.780
Cadangan Penggantian Perlengkapan Inventaris Hotel 341.109.927 218.507.172
Gaji dan Tunjangan 133.560.322 385.109.061
Kontrak Service 87.839.771 -
Komisi 86.080.115 71.743.578
Jasa Profesional 33.480.000 100.000.000
Listrik 29.121.681 77.548.025
Pembelian aset - 118.640.000
Lain-lain 520.468.519 356.638.067
Jumlah 2.174.407.975 2.277.327.155
40
Page 45
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. PERPAJAKAN
a. Pajak dibayar dimuka
30 September 2025 31 Desember 2024
Perusahaan
Pasal 21 - 8.677.320
Pajak Pertambahan Nilai 4.759.007.177 4.790.913.030
Entitas anak
Pasal 23 98.130.821 5.891.637
Jumlah 4.857.137.998 4.805.481.987
b. Utang pajak
30 September 2025 31 Desember 2024
Perusahaan
Pajak penghasilan badan - -
Pasal 21 47.301.397 75.842.550
Pasal 23 269.000 818.001
Entitas anak
Pajak penghasilan badan - -
Pajak pembangunan 1 215.684.574 245.253.175
Pasal 21 4.249.242 64.411.616
Pasal 23 1.831.041 16.103.819
Pasal 25/29 165.223.531 275.301.813
Pasal lainnya 19.500.000 44.000.000
Jumlah 454.058.785 721.730.974
c. Beban (Manfaat) Pajak Penghasilan
30 September 2025 30 September 2024
Kini
Anak 165.223.531 -
Tangguhan
Perusahaan 5.500.000 -
Anak (41.831.620) -
Jumlah 128.891.911 -
Rekonsiliasi antara laba sebelum Pajak Penghasilan, seperti yang disajikan dalam laporan laba
rugi komprehensif, dengan taksiran laba fiskal untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30
September dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
30 September 2025 30 September 2024
Laba sebelum Pajak Penghasilan konsolidasian (11.712.035.492) (10.946.034.565)
Laba sebelum Pajak Penghasilan - Entitas anak 4.693.580.160 2.675.313.891
Laba sebelum Pajak Penghasilan Perusahaan (7.018.455.332) (8.270.720.674)
Beda waktu:
Realisasi Pembayaran Manfaat (25.000.000) -
(25.000.000) -
41
Page 46
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. PERPAJAKAN (lanjutan)
c. Beban (Manfaat) Pajak Penghasilan (lanjutan)
30 September 2025 30 September 2024
Beda tetap:
Jasa giro (1.754) -
Pendapatan Lain-lain (551.250.000) -
Beban yang tidak dapat dikurangkan lain-lain 566.548.687 -
15.296.933 -
Taksiran Rugi Fiskal (7.028.158.399) (8.270.720.674)
Rugi Fiskal Tahun sebelumnya:
Tahun 2020 (8.273.978.141) (8.273.978.141)
Tahun 2021 (8.912.287.273) (8.912.287.273)
Tahun 2022 (9.302.166.990) (9.302.166.990)
Tahun 2023 (8.167.893.601) (8.167.893.601)
Tahun 2024 (8.280.936.546) -
Taksiran Akumulasi Rugi Fiskal (49.965.420.950) (42.927.046.679)
Rugi fiskal Perusahaan dapat dikompensasikan dengan laba kena pajak untuk periode lima
tahun mendatang sejak kerugian fiskal terjadi. Namun, Manajemen berpendapat bahwa
Perusahaan tidak akan memiliki laba kena pajak yang mengakibatkan akumulasi rugi fiskal
tersebut dapat digunakan sebelum tanggal kadaluarsanya, sehingga aset pajak tangguhan atas
rugi fiskal tersebut tidak diakui.
Rekonsiliasi antara rugi sebelum pajak final dan pajak penghasilan konsolidasian dengan
taksiran rugi fiskal Perusahaan diatas menjadi dasar dalam pengisian SPT Tahunan PPh Badan.
d. Aset Pajak Tangguhan
Pajak tangguhan dihitung berdasarkan pengaruh dari perbedaan temporer antara jumlah tercatat
aset dan liabilitas menurut komersial dengan ketentuan pajak, dengan rincian perhitungan
sebagai berikut:
42
Page 47
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. PERPAJAKAN (lanjutan)
d. Aset Pajak Tangguhan (lanjutan)
30 September 2025
Dikreditkan
Dikreditkan (dibebankan) ke
(dibebankan) ke penghasilan 30 September
1 Januari 2025 laporan laba rugi komprehensif 2025
Perusahaan
Liabilitas Pajak Tangguhan - Bersih
Aset Tetap (26.264.355.311) - - (26.264.355.311)
Imbalan kerja 185.454.337 (5.500.000) - 179.954.337
Jumlah (26.078.900.974) (5.500.000) - (26.084.400.974)
Entitas Anak
Aset Pajak Tangguhan - Bersih
Aset Tetap 1.974.039.026 - - 1.974.039.026
Cadangan penurunan piutang 915.735 692.723 - 1.608.458
Imbalan kerja 157.676.049 - - 157.676.049
Amortisasi (113.361.593) 15.727.150 - (97.634.443)
Cadangan FF&E - 25.411.747 - 25.411.747
Jumlah Aset Pajak Tangguhan 2.019.269.217 41.831.620 - 2.061.100.837
Liabilitas Pajak Tangguhan - Bersih
Aset Tetap (27.547.550.800) - - (27.547.550.800)
Jumlah Liabilitas Pajak Tangguhan (27.547.550.800) - - (27.547.550.800)
Konsolidasian
Aset Pajak Tangguhan
Entitas Anak :
PT Dwimukti Mitra Wisata 2.019.269.217 2.061.100.837
Liabilitas Pajak Tangguhan
Perusahaan (26.078.900.974) (26.084.400.974)
Entitas Anak :
PT Tanjung Karoso Permai (27.547.550.800) (27.547.550.800)
(53.626.451.774) (53.631.951.774)
Manfaat (Beban) Pajak Tangguhan 36.331.620 -
43
Page 48
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. PERPAJAKAN (lanjutan)
d. Aset Pajak Tangguhan (lanjutan)
31 Desember 2024
Dikreditkan
Dikreditkan (dibebankan) ke
(dibebankan) ke penghasilan 31 Desember
1 Januari 2024 laporan laba rugi komprehensif 2024
Perusahaan
Liabilitas Pajak Tangguhan - Bersih
Aset Tetap (26.264.355.311) - - (26.264.355.311)
Imbalan kerja 298.683.673 (113.229.336) - 185.454.337
Jumlah (25.965.671.638) (113.229.336) - (26.078.900.974)
Entitas Anak
Aset Pajak Tangguhan - Bersih
Aset Tetap 1.963.524.611 10.514.415 - 1.974.039.026
Cadangan penurunan piutang 1.170.163 (254.428) 915.735
Imbalan kerja 34.700.794 142.552.628 (19.577.373) 157.676.049
Amortisasi (91.075.796) (22.285.797) - (113.361.593)
Cadangan FF&E - - - -
Jumlah Aset Pajak Tangguhan 1.908.319.772 130.526.818 (19.577.373) 2.019.269.217
Liabilitas Pajak Tangguhan - Bersih
Aset Tetap (27.547.550.800) - - (27.547.550.800)
Jumlah Liabilitas Pajak Tangguhan (27.547.550.800) - - (27.547.550.800)
Konsolidasian
Aset Pajak Tangguhan
Entitas Anak :
PT Dwimukti Mitra Wisata 1.908.319.772 2.019.269.217
Liabilitas Pajak Tangguhan
Perusahaan (25.965.671.638) (26.078.900.974)
Entitas Anak :
PT Tanjung Karoso Permai (27.547.550.800) (27.547.550.800)
(53.513.222.438) (53.626.451.774)
Manfaat (Beban) Pajak Tangguhan 17.297.482 (19.577.373)
44
Page 49
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. PERPAJAKAN (lanjutan)
e. Pengampunan Pajak
Pada tahun 2017 dan 2016, Perusahaan dan Entitas Anak ikut berpartisipasi dalam program
pengampunan pajak. Perusahaan dan Entitas Anak telah melaporkan Surat Pernyataan Harta
untuk Pengampunan Pajak (SPHPP) kepada Direktorat Jenderal Pajak antara tanggal 28
September 2016 sampai dengan 31 Maret 2017. Aset dan liabilitas pengampunan pajak yang
dideklarasikan oleh Perusahaan dan Entitas Anak adalah sebagai berikut:
Jenis Aset/Liabilitas Jumlah
Kas 22.205.650.000
Bank 16.857.636
Investasi dalam saham 2.500.000.000
Investasi dalam Saham yang Dikelompokkan dalam Aset Lepasan 4.950.000.000
Tanah 41.899.430.000
Bangunan 4.176.000.000
Kendaraan 1.798.600.000
Utang Bank (516.930.801)
Utang Lain-lain (11.850.000.000)
Liabilitas Sewa Pembiayaan (80.846.577)
65.098.760.258
Seluruh aset dan liabilitas terkait dengan pengampunan pajak yang dideklarasikan oleh
Perusahaan dan Entitas Anak telah diakui, diukur dan dibukukan sesuai dengan kriteria yang
ditentukan dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) umum.
Perusahaan dan Entitas Anak membayar uang tebusan sebesar Rp197.500.000 pada tahun
2017 dan dicatat sebagai bagian dari Beban Pajak dalam akun Penghasilan (Beban) Lain-lain.
f. Ketetapan Pajak
Pada 31 Desember 2024, Perusahaan menerima Surat Tagihan Pajak (”STP”) untuk berbagai
jenis pajak tahun fiskal 2021 yang menyatakan sanksi administrasi atas keterlambatan
pelaporan sebesar Rp 4.668.579. Perusahaan telah menyetujui tagihan pajak tersebut dan
dicatat sebagai beban pajak pada laba atau rugi tahun 2024.
Jenis Pajak Periode Pajak No. SKP Jumlah SKP
PPH Desember 2021 00026/103/21/019/24 1.657.929
PPH Desember 2021 00072/101/21/019/24 3.010.650
TOTAL 4.668.579
45
Page 50
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. PERPAJAKAN (lanjutan)
f. Ketetapan Pajak (lanjutan)
Pada 31 Desember 2024, Perusahaan menerima Surat Tagihan Pajak (”STP”) untuk berbagai
jenis pajak tahun fiskal 2021 yang menyatakan sanksi administrasi atas keterlambatan
pelaporan sebesar Rp 38.645.890. Perusahaan telah menyetujui tagihan pajak tersebut dan
dicatat sebagai beban pajak pada laba atau rugi tahun 2024.
Jenis Pajak Periode Pajak No. SKP Jumlah SKP
PPH Februari 2021 S-403/P2DK/KPP.0708/2024 1.106.000
PPH Maret 2021 S-403/P2DK/KPP.0708/2024 1.106.200
PPH April 2021 S-403/P2DK/KPP.0708/2024 1.106.200
PPH Mei 2021 S-403/P2DK/KPP.0708/2024 1.106.200
PPH Juni 2021 S-403/P2DK/KPP.0708/2024 1.106.200
PPH Juli 2021 S-403/P2DK/KPP.0708/2024 1.106.200
PPH Agustus 2021 S-403/P2DK/KPP.0708/2024 1.106.200
PPH September 2021 S-403/P2DK/KPP.0708/2024 1.106.200
PPH Oktober 2021 S-403/P2DK/KPP.0708/2024 1.106.200
PPH November 2021 S-403/P2DK/KPP.0708/2024 1.106.200
PPH Desember 2021 S-403/P2DK/KPP.0708/2024 1.106.200
PPH Desember 2021 S-403/P2DK/KPP.0708/2024 23.693.291
PPH Februari 2021 00022/101/21/054/25 249.513
PPH Maret 2021 00023/101/21/054/25 257.523
PPH April 2021 00024/101/21/054/25 254.868
PPH Mei 2021 00025/101/21/054/25 252.213
PPH Juni 2021 00026/101/21/054/25 252.213
PPH Juli 2021 00027/101/21/054/25 252.213
PPH Agustus 2021 00028/101/21/054/25 249.558
PPH September 2021 00029/101/21/054/25 246.903
PPH Oktober 2021 00030/101/21/054/25 246.903
PPH November 2021 00031/101/21/054/25 244.248
PPH Desember 2021 00032/101/21/054/25 249.671
PPH Desember 2024 00180/101/24/054/25 28.773
TOTAL 38.645.890
g. Administrasi
Undang-undang perpajakan yang berlaku di Indonesia mengatur bahwa Perusahaan
menghitung, menetapkan dan membayar sendiri besarnya jumlah pajak yang terutang secara
individu. Berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, DJP dapat menetapkan
atau mengubah jumlah pajak terutang dalam jangka waktu 5 (lima) tahun.
Pemerintah mengurangi tarif Pajak Penghasilan Badan menjadi 22% untuk tahun 2020-2021
dan 20% untuk tahun 2022 dan seterusnya, sesuai dengan Pasal 5 bagian 1 dari Perppu No. 1
tahun 2020. Kebijakan ini mulai berlaku sejak 31 Maret 2020, setelah dikeluarkannya Peraturan
sebagai Pengganti Undang-Undang tentang Kebijakan Stabilitas Sistem Keuangan dan
Kebijakan Sistem Keuangan sehubungan dengan Wabah Virus Corona 2019 (“COVID-19”)
dan/atau untuk mengantisipasi ancaman yang akan membahayakan Ekonomi Nasional dan/atau
Stabilitas Sistem Keuangan Negara. Perppu tersebut telah diundangkan dalam Undang-undang
No. 2 Tahun 2020 yang berlaku efektif 18 Mei 2020.
Pada tanggal 29 Oktober 2021, Pemerintah menerbitkan Undang-Undang Republik Indonesia
No. 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (“UU HPP”). Aturan tersebut
menetapkan tarif pajak penghasilan badan menjadi sebesar 22% yang mulai berlaku pada tahun
pajak 2022 dan seterusnya.
46
Page 51
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. UTANG BANK
30 September 2025 31 Desember 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 52.150.000.000 58.900.000.000
Dikurangi:
Biaya Transaksi Utang Bank yang Belum
Diamortisasi (241.194.772) (312.681.816)
Bagian yang Jatuh Tempo dalam Waktu Satu Tahun (9.813.488.393) (8.905.873.087)
Bagian yang Jatuh Tempo Lebih dari Satu Tahun 42.095.316.835 49.681.445.097
Entitas Anak
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Berdasarkan Perjanjian Kredit No.240/JRM/PK-KI/2017 tanggal 15 Desember 2017 antara
PT Dwimukti Mitra Wisata (Entitas Anak) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Entitas Anak
mendapatkan Fasilitas Kredit Investasi dengan maksimum kredit sebesar Rp100.000.000.000 untuk
keperluan refinancing pembiayaan Hotel Sotis Falatehan dan Sotis Residence Penjernihan berikut
sarana prasarana, mesin dan perlengkapan.
Jangka waktu kredit diberikan selama 144 bulan terhitung sejak tanggal 15 Desember 2017 sampai
dengan 14 Desember 2029. Pinjaman ini dikenakan bunga mengambang dan memiliki jadwal
pembayaran atas angsuran pokok setiap bulannya yang berkisar antara Rp300.000.000-
Rp1.300.000.000 per bulan selama jangka waktu kredit. Tingkat suku bunga yang dikenakan atas
pinjaman di tahun 2025 dan 2024 adalah sebesar 12% per tahun.
Jaminan yang diberikan atas fasilitas kredit tersebut adalah:
- Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1458/melawai seluas 523 m2 di Jalan Falatehan I No.21 dan
22, Jakarta Selatan yang terdaftar atas nama PT Satria Mega Kencana (Perusahaan).
- Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1256/bendungan hilir seluas 567 m2 di Jalan Penjernihan I
No.10B, Jakarta Pusat yang terdaftar atas nama PT Dwimukti Graha Elektrindo.
- Jaminan perusahaan oleh PT Satria Mega Kencana (Perusahaan) dan PT Dwimukti Graha
Elektrindo.
- Jaminan perorangan oleh Vonny Kristiani.
Jumlah pembayaran pokok pinjaman atas fasilitas tersebut sebesar Rp6.750.000.000 dan
Rp5.850.000.000 untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 dan 30 September
2024.
Saldo utang pinjaman per 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing sebesar Rp
51.908.805.228 dan Rp 58.587.318.184.
47
Page 52
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. UTANG BANK (lanjutan)
Atas fasilitas tersebut, terdapat beberapa batasan yang tidak diperkenankan untuk dilakukan oleh
Entitas Anak yaitu:
a. Mengubah bentuk atau status hukum Entitas Anak, anggaran dasar, memindah tangankan
saham Entitas Anak yang mengakibatkan perubahan pemegang saham dominan;
b. Mengubah susunan pengurus, direksi, komisaris dan kepemilikan saham Entitas Anak;
c. Mengadakan merger dan/atau konsolidasi;
d. Melakukan akuisisi/pengambilalihan aset milik pihak ketiga;
e. Mengijinkan pihak lain menggunakan Entitas Anak untuk kegiatan pihak lain;
f. Melunasi seluruh atau sebagian utang ke pemegang saham atau perusahaan afiliasi;
g. Menjual atau menyewakan harta kekayaan atau barang-barang agunan;
h. Melakukan interfinancing dengan perusahaan afiliasi, induk, entitas anak tanpa underlying
transaction ;
i. Mengalihkan seluruh atau sebagian hak dan kewajiban berdasarkan perjanjian kredit kepada
pihak lain;
j. Menggunakan dana Entitas Anak untuk tujuan diluar usaha yang dibiayai dengan fasilitas kredit;
k. Menerima fasilitas kredit baru dari bank lain;
l. Mengikatkan diri sebagai penjamin dan menjaminkan harta kekayaan yang telah dijaminkan
kepada pihak lain;
m. Membayar dividen;
n. Melakukan likuidasi;
o. Melakukan investasi yang melebihi proceed Entitas Anak;
p. Membuka usaha baru yang tidak terkait dengan usaha yang telah ada;
q. Membuat perjanjian dan transaksi tidak wajar, namun tidak terbatas pada:
- Mengadakan atau membatalkan kontrak yang dapat mempengaruhi kelancaran usaha.
- Mengadakan kerjasama yang mengancam keberlangsungan usaha.
- Mengadakan transaksi dengan pihak lain dengan cara-cara yang berada di luar kebiasaan
yang wajar.
Disamping itu, terdapat juga rasio-rasio keuangan yang harus dipenuhi oleh Entitas Anak yaitu:
a. Current Ratio (Rasio Lancar) minimal 1 kali;
b. Debt to Equity Ratio maksimal 2,5 kali;
c. Debt Service Coverage minimal 100%.
Per tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, rasio-rasio keuangan DMW (Entitas Anak)
30 September 2025 31 Desember 2024
Current Ratio 0,49 kali 0,64 kali
Debt to Equity Ratio -1,22 kali -1,19 kali
Debt Service Coverage 2,62% 15,11%
Per tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan belum dapat memenuhi
batasan Rasio Lancar sebesar minimal 1 kali, dan atas syarat Debt Debt to Equity Ratio (DER) dan
Debt Service Coverage (DSCR).
Pada tanggal 17 Juli 2018, Entitas Anak mendapatkan surat tertulis dari BNI No.JRM/1/365/R terkait
batasan yang tidak diperkenankan untuk dilakukan oleh Entitas Anak, yaitu membayar dividen.
Berdasarkan surat tersebut, Entitas Anak dapat membagi dividen tanpa persetujuan BNI selama
Entitas Anak masih memenuhi financial convenant yang ditetapkan oleh BNI. Pemberitahuan wajib
dilakukan 7 hari kerja sebelum tanggal efektif pembayaran dividen.
48
Page 53
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. LIABILITAS SEWA PEMBIAYAAN
30 September 2025 31 Desember 2024
Jumlah utang sewa guna usaha 104.405.000 153.860.000
Pembayaran (65.940.000) (65.940.000)
38.465.000 87.920.000
Dikurangi:
Bagian jangka pendek 38.465.000 65.940.000
Bagian jangka panjang - 21.980.000
Liabilitas sewa pembiayaan merupakan sewa pembiayaan kepada Bank Central Asia yang dilakukan
oleh entitas anak DMW pada unit Sotis Falatehan untuk kendaraan operasional. Jangka waktu nya
adalah 3 tahun dengan bunga 2,66% setiap tahunnya
19. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA
Perusahaan dan Entitas Anak mencatat liabilitas imbalan pasca kerja sesuai UU CIPTAKERJA
No.11/2020 berdasarkan perhitungan aktuaris independen, Kantor Konsultan Aktuaria Arya Bagiastra
yang dalam laporannya tertanggal 29 Februari 2024 dan 14 Maret 2023 untuk perhitungan per 30
September 2025 dan 31 Desember 2024 dengan menggunakan metode Proyeksi Kredit Unit, dengan
asumsi sebagai berikut :
30 September 2025 31 Desember 2024
Usia pensiun normal 55 tahun
Tingkat bunga diskonto (per tahun) 6,91% - 7,10%
Tingkat kenaikan gaji (per tahun) 10,00%
Tingkat kematian TMI IV
Tingkat cacat dari tingkat kematian 10% dari TMI IV
Beban imbalan pasca kerja karyawan untuk tahun 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
30 September 2025 31 Desember 2024
Biaya jasa lalu - -
Biaya jasa kini - 196.911.154
Biaya bunga liabilitas manfaat pasti, neto - 98.491.004
Biaya terminasi - (12.244.159)
Pengakuan Segera dari Biaya Jasa Lalu yang Vested - 431.267.281
Jumlah - 714.425.280
Mutasi liabilitas manfaat karyawan adalah sebagai berikut:
30 September 2025 31 Desember 2024
Saldo awal 1.559.685.070 1.515.385.440
Beban yang diakui di laporan laba rugi - 714.425.280
Pembayaran tahun berjalan (25.000.000) -
Kurtailmen - (593.381.748)
Penyesuaian liabilitas atas pengakuan masa kerja lalu - (76.743.902)
Jumlah 1.534.685.070 1.559.685.070
49
Page 54
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA (lanjutan)
Jumlah tercantum pada laporan posisi keuangan yang timbul dari liabilitas Entitas dalam rangka
liabilitas imbalan pasca kerja adalah sebagai berikut:
30 September 2025 31 Desember 2024
Nilai kini liabilitas imbalan pasti 1.534.685.070 1.559.685.070
Jumlah 1.534.685.070 1.559.685.070
Analisa sensitivitas kuantitatif untuk asumsi-asumsi yang signifikan pada tanggal 31 Desember 2023
adalah sebagai berikut:
Pengaruh atas nilai kini
Pemegang saham Persentase liabilitas imbalan pasca kerja
Tingkat diskonto
Kenaikan 1,00% 1.466.376.494
Penurunan 1,00% 1.663.970.521
Kenaikan gaji di masa depan
Kenaikan 1,00% 1.653.745.117
Penurunan 1,00% 1.473.561.099
20. JAMINAN PELANGGAN
30 September 2025 31 Desember 2024
Pihak ketiga 159.107.053 256.763.744
Jumlah 159.107.053 256.763.744
Jaminan Pelanggan merupakan uang muka atau deposit yang diberikan terlebih dahulu oleh
pelanggan sebelum menggunakan jasa hotel.
21. MODAL SAHAM
Berdasarkan Akta Notaris Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn No.12 tertanggal 4 Mei 2018, para
pemegang saham Perusahaan telah menyetujui untuk:
- Meningkatkan modal dasar Perusahaan dari semula sebesar Rp 10.000.000.000 menjadi
sebesar Rp 240.000.000.000.
- Meningkatkan modal ditempatkan dan modal disetor Perusahaan dari semula sebesar
Rp10.000.000.000 yang terbagi atas 10.000 saham menjadi sebesar Rp60.000.000.000 yang
terbagi atas 60.000 saham. Peningkatan modal ditempatkan dan disetor Perusahaan dilakukan
dengan menerbitkan saham baru dalam simpanan yaitu sebanyak 50.000 saham dengan nilai
nominal sebesar Rp1.000.000, seluruhnya diambil bagian dan disetor oleh Herman Herry
Adranacus.
Perubahan anggaran dasar Perusahaan tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.AHU-0010228.AH.01.02. Tahun 2018
tanggal 8 Mei 2018.
Berdasarkan Akta Notaris Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn No.27 tertanggal 9 Mei 2018, para
pemegang saham Perusahaan telah menyetujui untuk merubah nilai nominal saham Perusahaan dari
semula sebesar Rp 1.000.000 per saham menjadi sebesar Rp 100 per saham.
50
Page 55
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. MODAL SAHAM (lanjutan)
Perubahan anggaran dasar Perusahaan tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.AHU-0010551.AH.01.02. Tahun 2018
tanggal 14 Mei 2018.
Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diaktakan dalam Akta
Notaris Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn No.49 tertanggal 25 Juli 2018, para pemegang saham
Perusahaan telah menyetujui untuk:
1. Merubah jumlah saham yang dikeluarkan dalam simpanan/portepel Perusahaan yang akan
ditawarkan/dijual ke masyarakat melalui Penawaran Umum dari semula sebanyak-banyaknya
150.000.000 saham baru menjadi sebanyak-banyaknya 400.000.000 saham baru dengan nilai
nominal masing-masing saham sebesar Rp100, dengan memperhatikan peraturan perundang-
undangan yang berlaku termasuk peraturan Pasar Modal dan Peraturan Bursa Efek di Indonesia
yang berlaku.
2. Menerbitkan Waran Seri I sebanyak-banyaknya 200.000.000 yang diberikan secara cuma-cuma
kepada masyarakat yang membeli saham baru dalam Penawaran Umum, dan waran ini dapat
dialihkan dan/atau diperjualbelikan secara terpisah dari saham baru tersebut, dengan
memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku termasuk peraturan Pasar Modal
dan Peraturan Bursa Efek di Indonesia yang berlaku.
3. Mencatatkan Waran Seri I dan saham-saham hasil pelaksanaan Waran Seri I pada Bursa Efek
Indonesia serta mendaftarkan saham-saham Perusahaan dalam Penitipan Kolektif sesuai
dengan Peraturan Kustodian Sentral Efek Indonesia.
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No.59 tanggal 21 September 2018 dan
Akta Hibah Saham No.60 tanggal 22 September 2018 dari Notaris Christina Dwi Utami, SH, M.Hum,
M.Kn., para pemegang saham Perusahaan menyetujui pengalihan saham dalam Perusahaan yang
dimiliki oleh Herman Herry Adranacus kepada Stevano Rizki Adranacus sebanyak 240.000.000.
Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Perusahaan tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan
Perubahan Data Perusahaan No. AHU-AH.01.03-0245655 tanggal 24 September 2018.
Berdasarkan Laporan dari Biro Administrasi Efek PT Adimitra Jasa Korpora, susunan pemegang
saham per 30 September dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
30 September 2025
Jumlah saham
ditempatkan dan Persentase
Pemegang saham disetor penuh kepemilikan Jumlah
Herman Herry Adranacus 260.000.000 26,00 26.000.000.000
Stevano Rizki Adranacus 247.967.600 24,80 24.796.760.000
Indjun 141.991.000 14,20 14.199.100.000
Vonny Kristiani 99.000.000 9,90 9.900.000.000
Cindy Angelina Adranacus 1.000.000 0,10 100.000.000
Masyarakat 250.045.379 25,00 25.004.537.900
Jumlah 1.000.003.979 100,00 100.000.397.900
51
Page 56
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. MODAL SAHAM (lanjutan)
31 Desember 2024
Jumlah saham
ditempatkan dan Persentase
Pemegang saham disetor penuh kepemilikan Jumlah
Herman Herry Adranacus 260.000.000 26,00 26.000.000.000
Stevano Rizki Adranacus 247.967.600 24,80 24.796.760.000
Indjun 143.471.000 14,34 14.347.100.000
Vonny Kristiani 99.000.000 9,90 9.900.000.000
Cindy Angelina Adranacus 1.000.000 0,10 100.000.000
Masyarakat 248.565.379 24,86 24.856.537.900
Jumlah 1.000.003.979 100,00 100.000.397.900
Sesuai dengan Daftar Pemegang Saham per tanggal 31 Desember 2024, jumlah saham yang telah
dikeluarkan oleh Perseroan dalam rangka pelaksanaan Waran sampai dengan tanggal 31 Desember
2024, adalah sebanyak 3.979 (tiga ribu sembilan ratus tujuh puluh sembilan) saham dengan nilai
nominal seluruhnya sebesar Rp397.900 (tiga ratus sembilan puluh tujuh ribu sembilan ratus rupiah),
sehingga jumlah seluruh saham yang telah dikeluarkan oleh Perseroan adalah sebanyak
1.000.003.979 (satu milyar tiga ribu sembilan ratus tujuh puluh sembilan) saham, dengan nilai
nominal seluruhnya sebesar Rp100.000.397.900 (seratus milyar tiga ratus sembilan puluh tujuh ribu
sembilan ratus rupiah).
22. TAMBAHAN MODAL DISETOR
30 September 2025 31 Desember 2024
Agio Saham - Penawaran Umum Perdana 26.000.000.000 26.000.000.000
Biaya Emisi Saham - Penawaran Umum Perdana (4.700.865.166) (4.700.865.166)
21.299.134.834 21.299.134.834
Agio Saham - Saham Waran 1.989.500 1.989.500
Selisih Nilai Transaksi Rekstrukturisasi Entitas
Sepengendali (6.809.670.464) (6.809.670.464)
Bagian yang Jatuh Tempo Lebih dari Satu Tahun 14.491.453.870 14.491.453.870
Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali merupakan tambahan modal disetor atas
peningkatan modal saham Perusahaan di Entitas Anak (PT Dwimukti Mitra Wisata (DMW)).
Peningkatan dilakukan melalui pembelian saham DMW dari Herman Herry Adranacus dan Vonny
Kristiani masing-masing sebesar 1.250 lembar saham dan 1.200 lembar saham dengan harga beli
seluruhnya sebesar Rp2.450.000.000. Atas pembelian ini, timbul selisih antara harga pengalihan
dengan proporsi nilai liabilitas bersih entitas anak pada saat pembelian sebesar Rp6.809.670.464
yang dicatat sebagai Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali.
52
Page 57
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23. KEPENTINGAN NON PENGENDALI
Kepentingan non pengendali atas aset bersih entitas anak per 30 September dan 31 Desember 2024
adalah sebagai berikut:
30 September 2025 31 Desember 2024
Vonny Kristiani 9.716.006.677 9.852.844.416
Jumlah 9.716.006.677 9.852.844.416
Kepentingan non pengendali atas rugi bersih entitas anak:
30 September 2025 31 Desember 2024
Vonny Kristiani (136.837.739) (154.366.337)
Jumlah (136.837.739) (154.366.337)
Mutasi kepentingan non pengendali adalah:
30 September 2025 31 Desember 2024
Saldo awal 9.852.844.416 10.007.115.249
Rugi Tahun Berjalan (136.837.739) (154.366.337)
Penghasilan Komprehensif Lain:
Pengukuran Kembali Liabilitas Imbalan Kerja, Setelah
Pajak - 95.504
Jumlah 9.716.006.677 9.852.844.416
24. PENDAPATAN USAHA
Penjualan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2025 dan 2024 adalah
sebagai berikut:
30 September 2025 30 September 2024
Pendapatan Hotel
Kamar 10.190.263.263 11.386.983.784
Makanan dan Minuman 4.461.690.966 4.779.316.374
Lain-lain 75.407.466 82.627.707
14.727.361.695 16.248.927.865
Pendapatan Spa 126.471.611 109.055.000
Jumlah 14.853.833.306 16.357.982.865
Pendapatan kamar merupakan pendapatan atas penggunaan kamar hotel Sotis Falatehan, hotel
Sotis Penjernihan dan Sotis Villa Canggu.
Pendapatan makanan dan minuman merupakan pendapatan atas penjualan dari restoran dan bar
hotel Sotis Falatehan, hotel Sotis Penjernihan dan Sotis Villa Canggu.
Pendapatan lain-lain merupakan pendapatan dari telepon, laundry, business center, listrik dan parkir.
Tidak terdapat pendapatan dari pihak berelasi maupun pelanggan dengan transaksi lebih dari 10%
total nilai pendapatan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September
2025 dan 2024.
53
Page 58
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. BEBAN POKOK PENDAPATAN
30 September 2025 30 September 2024
Gaji dan Tunjangan 2.212.873.620 2.601.474.866
Makanan dan Minuman 1.460.971.907 1.444.567.172
Reservasi 452.622.260 440.501.869
Perlengkapan Kantor dan Rumah 385.684.827 433.420.162
Internet dan TV Kabel 351.466.571 243.456.592
Pemeliharaan 250.672.731 275.160.940
Bahan Bakar 117.911.315 112.160.033
Penyisihan Perlengkapan dan Alat 85.886.985 40.419.476
Transportasi dan Perjalanan Dinas 9.432.218 5.262.350
Lain-lain 87.457.411 64.891.159
Jumlah 5.414.979.845 5.661.314.619
Beban Operasional Spa 64.772.742 62.773.960
Jumlah 5.479.752.587 5.724.088.579
Sampai dengan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2025 dan 2024, tidak
terdapat transaksi dengan pihak berelasi maupun transaksi dengan pemasok yang berjumlah lebih
dari 10% dari jumlah beban konsolidasian.
26. BEBAN PENJUALAN
30 September 2025 30 September 2024
Gaji dan tunjangan 504.729.664 395.586.006
Iklan dan Promosi 121.048.116 29.229.910
Cadangan Penggantian Perlengkapan Inventaris Hotel 115.507.942 -
Transportasi dan Perjalanan Dinas 59.816.359 53.539.577
Komisi 51.000.000 145.832.075
Perjamuan 19.278.143 -
Telepon, Teleks dan Telegram 15.251.172 -
Sumbangan dan Hadiah 13.209.522 -
Perlengkapan Kantor dan Rumah 9.301.802 -
Lain-lain 29.607.048 40.417.211
Jumlah 938.749.768 664.604.779
54
Page 59
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
30 September 2025 30 September 2024
Gaji dan Tunjangan 5.081.080.568 5.279.280.531
Penyusutan dan Amortisasi (catatan 10) 4.891.763.360 4.900.197.207
Jasa Manajemen 1.350.000.000 1.350.000.000
Listrik, Air dan Telekomunikasi 1.142.952.149 1.161.560.608
Perbaikan dan Pemeliharaan 889.971.164 682.872.730
Keamanan 764.936.700 205.306.800
Perijinan dan Legalitas 432.276.691 529.633.932
Transportasi dan Perjalanan Dinas 318.686.735 286.958.309
Jasa Profesional 235.692.619 395.417.692
Asuransi 165.904.598 169.642.749
Administrasi Bank 80.860.487 74.254.179
Perlengkapan Kantor dan Rumah 29.650.986 102.968.287
Sumbangan dan Hadiah 19.068.253 -
Cadangan Penggantian Perlengkapan Inventaris Hotel - 154.760.536
Lain-lain 657.502.529 699.806.670
Jumlah 16.060.346.839 15.992.660.230
28. BEBAN KEUANGAN
30 September 2025 30 September 2024
Beban Bunga Pinjaman Bank 4.219.345.867 5.015.320.248
Beban Bunga dari Liabilitas Sewa Pembiayaan - 3.947.400
Administrasi Bank 902.900 3.210.844
Jumlah 4.220.248.767 5.022.478.492
29. NILAI WAJAR DARI INSTRUMEN KEUANGAN
Instrumen keuangan yang disajikan di dalam laporan posisi keuangan dicatat sebesar nilai wajar,
atau disajikan dalam jumlah tercatat apabila jumlah tersebut adalah kurang lebih sebesar nilai
wajarnya atau karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara handal.
Manajemen menetapkan bahwa nilai tercatat kas dan setara kas, saldo bank yang dibatasi
penggunaannya, piutang usaha, piutang lain-lain, uang muka pembelian, utang usaha, utang lain-lain,
beban yang masih harus dibayar, utang pembelian aset tetap dan liabilitas sewa kurang lebih sebesar
nilai wajarnya karena instrumen keuangan tersebut sebagian besar berjangka pendek.
55
Page 60
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
29. NILAI WAJAR DARI INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)
Tabel berikut menyajikan aset dan liabilitas keuangan Entitas pada tanggal 30 September 2025 dan
31 Desember 2024.
30 September 2025 31 Desember 2024
Nilai Tercatat Nilai Wajar Nilai Tercatat Nilai Wajar
Aset Keuangan
Kas dan Setara Kas 4.913.777.316 4.913.777.316 5.722.483.612 5.722.483.612
Piutang usaha 694.820.060 694.820.060 595.988.398 595.988.398
Piutang lain-lain 118.449.007 118.449.007 54.224.551 54.224.551
Aset lain-lain 1.200.000.000 1.200.000.000 1.200.000.000 1.200.000.000
Jumlah 6.927.046.383 6.927.046.383 7.572.696.561 7.572.696.561
Liabilitas Keuangan
Utang Usaha 871.624.453 871.624.453 483.004.068 483.004.068
Utang lain-lain 122.939.839.728 122.939.839.728 108.554.506.637 108.554.506.637
Beban akrual 2.174.407.975 2.174.407.975 2.277.327.155 2.277.327.155
Jaminan pelanggan 159.107.053 159.107.053 256.763.744 256.763.744
Pinjaman bank 66.700.000.000 66.286.019.109 73.900.000.000 73.380.745.121
Liabilitas sewa 38.465.000 38.465.000 87.920.000 87.920.000
Jumlah 192.883.444.209 192.469.463.318 185.559.521.604 185.040.266.725
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar
untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal
pengukuran. Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau
mengalihkan liabilitas terjadi:
a. Di pasar utama untuk aset dan liabilitas tersebut, atau
b. Jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas
tersebut.
Grup harus memiliki akses ke pasar utama.
Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika
menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam
kepentingan ekonomi terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar atas aset non-keuangan mempertimbangkan kemampuan pelaku pasar dalam
menghasilkan keuntungan ekonomi dengan penggunaan aset pada kemampuan tertinggi dan terbaik
aset atau dengan menjualnya ke pelaku pasar yang lain yang akan menggunakan aset di
kemampuan tertinggi dan terbaik.
Grup menggunakan teknik penilaian yang tepat sesuai keadaan dan di mana tersedia kecukupan
data untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang
relevan dan meminimalisir penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
PSAK 107, "Instrumen Keuangan: Pengungkapan", mensyaratkan pengungkapan atas pengukuran
nilai wajar dengan tingkat hirarki nilai wajar sebagai berikut:
(i) Harga kuotasian (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik
(ii) Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam tingkat 1 yang dapat diobservasi untuk aset
atau liabilitas, baik secara langsung (misalnya harga) atau secara tidak langsung (misalnya
deviasi dari harga) (tingkat 2), dan;
(iii) Input untuk aset atau liabilitas yang bukan berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi
(input yang tidak dapat diobservasi) (tingkat 3).
56
Page 61
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
29. NILAI WAJAR DARI INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)
Nilai wajar untuk instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif ditentukan berdasarkan
kuotasi nilai pasar pada tanggal pelaporan. Instrumen keuangan ini termasuk dalam tingkat 1.
Nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif ditentukan dengan
menggunakan teknik penilaian tertentu. Teknik tersebut menggunakan data pasar yang dapat
diobservasi sepanjang tersedia, dan seminimal mungkin mengacu pada estimasi. Apabila seluruh
input signifikan atas nilai wajar dapat diobservasi, instrumen keuangan ini termasuk dalam tingkat 2.
Jika satu atau lebih input yang signifikan tidak berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi, maka
instrumen tersebut masuk ke dalam tingkat 3.
Entitas tidak mempunyai aset dan liabilitas keuangan yang diukur dan diakui pada nilai wajar (tingkat
1 dan 2). The Entity does not have financial asset and liability which is measured and recognized on
fair value (level 1 and 2). Berikut ini adalah metode dan asumsi yang digunakan dalam mengestimasi
nilai wajar dari setiap golongan instrumen keuangan Entitas:
1. Kas dan setara kas, saldo bank yang dibatasi pengguaannya, piutang usaha, dan piutang lain-
lain. Untuk aset keuangan yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, nilai tercatat aset
keuangan tersebut dianggap telah mencerminkan nilai wajar dari aset keuangan tersebut.
2. Utang usaha, utang lain-lain dan beban yang masih harus dibayar.
Seluruh liabilitas keuangan di atas merupakan liabilitas yang akan jatuh tempo dalam waktu 12
bulan sehingga nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut telah mencerminkan nilai wajar.
3. Liabilitas sewa dan utang pembelian aset tetap
Liabilitas keuangan di atas memiliki suku bunga variabel yang disesuaikan dengan pergerakan
suku bunga pasar sehingga jumlah terutang liabilitas keuangan tersebut telah mendekati nilai
wajar.
30. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Risiko keuangan utama yang dihadapi oleh Grup adalah risiko kredit, risiko likuiditas, risiko mata
uang dan risiko suku bunga. Grup mencoba untuk meminimalkan potensi dampak negatif dari risiko-
risiko di atas melalui pendekatan manajemen risiko.
(i) Risiko kredit
Risiko kredit adalah di mana salah satu pihak atas instrumen keuangan akan gagal memenuhi
liabilitasnya dan mengakibatkan pihak lain mengalami kerugian keuangan.
Instrumen keuangan Grup yang mempunyai potensi atas risiko kredit terdiri dari kas dan setara
kas di bank dan piutang usaha. Jumlah eksposur risiko kredit maksimum sama dengan nilai
tercatat atas akun-akun tersebut.
Untuk risiko kredit yang berhubungan dengan bank, hanya bank-bank dengan predikat baik yang
dipilih. Selain itu, kebijakan Grup adalah untuk tidak membatasi eksposur hanya kepada satu
institusi tertentu, sehingga Grup memiliki kas dan setara kas di bank dan piutang di berbagai
institusi (catatan 4, 5, 6 dan 12).
30 September 2025 31 Desember 2024
Kas dan setara kas 4.913.777.316 5.722.483.612
Piutang usaha 694.820.060 595.988.398
Piutang lain-lain 118.449.007 54.224.551
Aset lain-lain 1.200.000.000 1.200.000.000
Jumlah 6.927.046.383 7.572.696.561
Pada tanggal pelaporan, eksposur maksimum Grup terhadap risiko kredit adalah sebesar nilai
tercatat masing-masing kategori aset keuangan yang disajikan pada laporan posisi keuangan.
57
Page 62
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
(i) Risiko kredit (lanjutan)
Tabel berikut menganalisis aset keuangan berdasarkan jatuh tempo:
30 September 2025
Jatuh Tempo
Jumlah
Belum Jatuh Tempo < 30 hari 30 - 90 hari > 90 hari
Kas dan setara kas 4.913.777.316 - - - 4.913.777.316
Piutang usaha 331.491.674 - 368.998.559 - 700.490.233
Piutang Lain-lain 118.449.007 - - - 118.449.007
Aset lain-lain 1.200.000.000 - - - 1.200.000.000
Jumlah 6.563.717.997 - 368.998.559 - 6.932.716.556
31 Desember 2024
Jatuh Tempo
Jumlah
Belum Jatuh Tempo < 30 hari 30 - 90 hari > 90 hari
Kas dan setara kas 5.722.483.612 - - - 5.722.483.612
Piutang usaha 487.712.967 - 72.536.865 - 560.249.832
Piutang Lain-lain 54.224.551 - - - 54.224.551
Aset lain-lain 1.200.000.000 - - - 1.200.000.000
Jumlah 7.464.421.130 - 72.536.865 - 7.536.957.995
(ii) Risiko likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko di mana Grup akan mengalami kesulitan dalam rangka
memperoleh dana untuk memenuhi komitmennya terkait dengan instrumen keuangan.
Liabilitas keuangan terdiri dari:
30 September 2025 31 Desember 2024
Utang usaha 871.624.453 483.004.068
Beban akrual 2.174.407.975 2.277.327.155
Liabilitas sewa 38.465.000 87.920.000
Utang lain-lain 122.939.839.728 108.554.506.637
Pinjaman bank 66.700.000.000 73.900.000.000
Jumlah 192.724.337.156 185.302.757.860
Grup mengelola risiko likuiditas dengan mempertahankan kas yang mencukupi untuk
memungkinkan Grup dalam memenuhi komitmen Grup untuk operasi normal Grup. Selain itu
Grup juga melakukan pengawasan proyeksi dan arus kas aktual secara terus menerus serta
pengawasan tanggal jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan.
58
Page 63
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
(iii) Risiko nilai tukar mata uang asing
Risiko mata uang adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan yang disebabkan perubahan
nilai tukar nilai mata uang asing.
Grup melakukan transaksi-transaksi dengan menggunakan mata uang asing, diantaranya
adalah transaksi penjualan, pembelian dan pinjaman Entitas. Entitas harus mengkonversikan
Rupiah ke mata uang asing, terutama Dolar Amerika Serikat, untuk memenuhi kebutuhan
liabilitas dalam mata uang asing pada saat jatuh tempo. Fluktuasi nilai tukar mata uang Rupiah
terhadap mata uang Dolar Amerika Serikat dapat memberikan dampak pada kondisi keuangan
Entitas.
Grup mengelola risiko mata uang dengan melakukan pengawasan terhadap fluktuasi nilai tukar
mata uang secara terus-menerus sehingga dapat melakukan tindakan yang tepat untuk
mengurangi risiko mata uang.
(iv) Risiko suku bunga
Risiko suku bunga adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan yang disebabkan perubahan
suku bunga pasar.
Grup memiliki risiko bunga terutama karena melakukan pinjaman. Grup melakukan pengawasan
terhadap dampak pergerakan suku bunga untuk meminimalisasi dampak negatif terhadap Grup.
Utang yang berdampak bunga terdiri dari:
30 September 2025 31 Desember 2024
Utang bank 51.908.805.228 58.587.318.184
Liabilitas sewa 38.465.000 87.920.000
Jumlah 51.947.270.228 58.675.238.184
(v) Risiko harga
Risiko harga adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan sebagai akibat perubahan harga
pasar, terlepas apakah perubahan tersebut disebabkan oleh faktor-faktor spesifik dari instrumen
individual atau penerbitnya atau faktor-faktor yang mempengaruhi seluruh instrumen yang
diperdagangkan di pasar.
Perusahaan mengelola risiko harga dengan melakukan pengawasan internal oleh manajemen
secara berkelanjutan.
31. PENGELOLAAN MODAL
Tujuan utama pengelolaan modal Grup adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal yang
sehat untuk mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham.
Grup dipersyaratkan oleh Undang-Undang No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, efektif
sejak 2007, untuk mengalokasikan sampai dengan 20% dari modal saham diterbitkan dan dibayar
penuh ke dalam dana cadangan yang tidak boleh didistribusikan. Persyaratan permodalan eksternal
tersebut telah dipertimbangkan oleh Grup bahwa pembentukan dana cadangan belum bisa dilakukan.
59
Page 64
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. PENGELOLAAN MODAL (lanjutan)
Grup mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, bila diperlukan, berdasarkan
perubahan kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Grup dapat
mengusahakan pendanaan melalui pinjaman. Tidak ada perubahan atas tujuan, kebijakan maupun
proses selama tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember
2024.
Grup mengawasi modal dengan menggunakan rasio pengungkit, dengan membagi jumlah utang yang
berdampak bunga dengan jumlah ekuitas. Kebijakan Grup adalah menjaga rasio pengungkit dalam
kisaran dari perusahaan terkemuka di Indonesia untuk mengamankan akses terhadap pendanaan
pada biaya yang rasional. Termasuk dalam total pinjaman berdampak bunga adalah liabilitas sewa
dan utang pembelian aset tetap.
Rasio pengungkit pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
30 September 2025 31 Desember 2024
Utang bank 51.908.805.228 58.587.318.184
Liabilitas sewa 38.465.000 87.920.000
Dikurangi: Kas dan setara kas (4.913.777.316) (5.722.483.612)
Utang Bersih 47.033.492.912 52.952.754.572
Jumlah Ekuitas 183.069.973.284 194.987.705.009
Rasio pengungkit 25,69% 27,16%
32. INFORMASI SEGMEN
Perusahaan dan Entitas Anak menggolongkan segmen usaha dalam dua segmen utama yaitu sewa
operasi dan perhotelan.
30 September 2025
Sewa Operasi Perhotelan Lain-lain Eliminasi Konsolidasian
PENDAPATAN
Kamar - 10.190.263.263 - - 10.190.263.263
Makanan dan minuman - 4.461.690.966 - - 4.461.690.966
Pendapatan operasional lainnya - 151.806.778 - - 151.806.778
Lain-lain - 50.072.299 - - 50.072.299
Jumlah pendapatan - 14.853.833.306 - - 14.853.833.306
BEBAN POKOK
Kamar - (2.713.010.853) - - (2.713.010.853)
Makanan dan minuman - (2.673.613.856) - - (2.673.613.856)
Pendapatan operasional lainnya - (76.122.378) - - (76.122.378)
Lain-lain - (8.905.500) - - (8.905.500)
Jumlah pokok - (5.471.652.587) - - (5.471.652.587)
- 9.382.180.719 - - 9.382.180.719
Beban Penjualan - (823.241.826) - - (823.241.826)
Beban Umum dan Administrasi (7.540.631.400) (8.621.701.481) (931.884.900) 551.250.000 (16.542.967.781)
Jasa Giro 1.754 29.830.770 - - 29.832.524
Beban Keuangan (902.900) (4.123.663.023) - - (4.124.565.923)
Beban Pajak (38.646.390) (95.682.844) (53.315.299) - (187.644.533)
Penyisihan Penurunan Nilai Piutang - (3.148.739) - - (3.148.739)
Amortisasi Biaya Transaksi Utang Bank - - - - -
Laba (Rugi) Penjualan Aset Tetap 1.351.352 - - - 1.351.352
Pendapatan Sewa - - - - -
Lain-lain - Bersih 560.372.252 188.241.663 - (551.250.000) 197.363.915
RUGI SEBELUM PAJAK
FINAL DAN PAJAK
PENGHASILAN (7.018.455.332) (4.067.184.761) (985.200.199) - (12.070.840.292)
Penyesuaian Tahun Lalu - - - - -
Pajak Final - - - - -
RUGI SEBELUM PAJAK
PENGHASILAN (7.018.455.332) (4.067.184.761) (985.200.199) - (12.070.840.292)
Manfaat Pajak Penghasilan (5.500.000) (52.456.140) - - (57.956.140)
RUGI TAHUN BERJALAN (7.023.955.332) (4.119.640.901) (985.200.199) - (12.128.796.432)
60
Page 65
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. INFORMASI SEGMEN (lanjutan)
30 September 2025
Sewa Operasi Perhotelan Lain-lain Eliminasi Konsolidasian
PENGHASILAN
KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang Tidak Akan
Direklasifikasi ke Laba Rugi:
Pengukuran Kembali Liabilitas
Imbalan Kerja (902.900) - - - (902.900)
Manfaat (Beban) Pajak
Penghasilan Terkait (38.646.390) - - - (38.646.390)
Penghasilan Komprehensif Lain
Tahun Berjalan (39.549.290) - - - (39.549.290)
JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN (7.063.504.622) (4.119.640.901) (985.200.199) - (12.168.345.722)
RUGI TAHUN BERJALAN YANG
DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk (7.023.955.332) (4.081.323.182) (886.680.179) - (11.991.958.693)
Kepentingan Non-Pengendali - (38.317.719) (98.520.020) - (136.837.739)
(7.023.955.332) (4.119.640.901) (985.200.199) - (12.128.796.432)
JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF
YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk (7.063.504.622) (4.081.323.182) (886.680.179) - (12.031.507.983)
Kepentingan Non-Pengendali - (38.317.719) (98.520.020) - (136.837.739)
(7.063.504.622) (4.119.640.901) (985.200.199) - (12.168.345.722)
Jumlah Aset Konsolidasian 274.320.813.279 15.964.088.666 136.671.311.144 (10.173.294.739) 416.782.918.350
Jumlah Liabilitas Konsolidasian (116.790.422.927) (89.042.404.054) (32.203.412.824) 4.323.294.739 (233.712.945.066)
31 Desember 2024
Sewa Operasi Perhotelan Lain-lain Eliminasi Konsolidasian
PENDAPATAN
Kamar - 15.715.222.329 - - 15.715.222.329
Makanan dan minuman - 6.577.684.000 - - 6.577.684.000
Pendapatan operasional lainnya - 191.442.100 - - 191.442.100
Lain-lain - 68.223.055 - - 68.223.055
Jumlah pendapatan - 22.552.571.484 - - 22.552.571.484
BEBAN POKOK
Kamar - (3.902.086.762) - - (3.902.086.762)
Makanan dan minuman - (3.934.830.746) - - (3.934.830.746)
Pendapatan operasional lainnya - (86.325.148) - - (86.325.148)
Lain-lain - (10.014.500) - - (10.014.500)
Jumlah pokok - (7.933.257.156) - - (7.933.257.156)
- 14.619.314.328 - - 14.619.314.328
Beban Penjualan - (877.665.653) - - (877.665.653)
Beban Umum dan Administrasi (10.649.076.466) (11.598.072.331) (951.976.320) 660.000.000 (22.539.125.117)
Jasa Giro 556.062 157.638.586 - - 158.194.648
Beban Keuangan (935.944) (6.493.372.329) - - (6.494.308.273)
Beban Pajak (110.000.000) (979.019.373) (51.016.758) - (1.140.036.131)
Penyisihan Penurunan Nilai Piutang - 1.156.487 - - 1.156.487
Amortisasi Biaya Transaksi Utang Bank - - - - -
Laba (Rugi) Penjualan Aset Tetap 3.693.694 - - - 3.693.694
Pendapatan Sewa - - - - -
Lain-lain - Bersih 571.264.729 128.145.557 - (660.000.000) 39.410.286
RUGI SEBELUM PAJAK
FINAL DAN PAJAK
PENGHASILAN (10.184.497.925) (5.041.874.728) (1.002.993.078) - (16.229.365.731)
Pajak Final - - - - -
RUGI SEBELUM PAJAK
PENGHASILAN (10.184.497.925) (5.041.874.728) (1.002.993.078) - (16.229.365.731)
Manfaat Pajak Penghasilan (96.345.678) (364.828.198) - - (461.173.876)
RUGI TAHUN BERJALAN (10.280.843.603) (5.406.702.926) (1.002.993.078) - (16.690.539.607)
61
Page 66
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. INFORMASI SEGMEN (lanjutan)
30 September 2025
Sewa Operasi Perhotelan Lain-lain Eliminasi Konsolidasian
PENGHASILAN
KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang Tidak Akan
Direklasifikasi ke Laba Rugi:
Pengukuran Kembali Liabilitas
Imbalan Kerja 76.743.902 12.244.159 - - 88.988.061
Manfaat (Beban) Pajak
Penghasilan Terkait (16.883.658) (2.693.715) - - (19.577.373)
Penghasilan Komprehensif Lain
Tahun Berjalan 59.860.244 9.550.444 - - 69.410.688
JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN (10.220.983.359) (5.397.152.482) (1.002.993.078) - (16.621.128.919)
RUGI TAHUN BERJALAN YANG
DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk (10.220.983.359) (5.343.180.957) (902.693.770) - (16.466.858.086)
Kepentingan Non-Pengendali - (53.971.525) (100.299.308) - (154.270.833)
(10.220.983.359) (5.397.152.482) (1.002.993.078) - (16.621.128.919)
JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF
YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk - - - - -
Kepentingan Non-Pengendali - - - - -
- - - - -
Jumlah Aset Konsolidasian 278.393.194.499 13.437.210.673 136.628.845.622 (7.316.838.179) 421.142.412.615
Jumlah Liabilitas Konsolidasian (113.838.848.815) (82.683.754.188) (31.175.747.103) 1.543.642.500 (226.154.707.606)
33. RUGI PER SAHAM DASAR
30 September 2025 31 Desember 2024
Rugi untuk perhitungan Rugi Bersih per saham (11.840.927.403) (11.046.034.565)
Jumlah Lembar Saham
Jumlah Rata-rata Tertimbang Saham Biasa yang Beredar
untuk perhitungan Rugi Bersih per saham Dasar 1.000.000.000 1.000.000.000
Pengaruh Efek Berpotensi Saham Biasa yang Dilutif -
Waran 199.996.021 199.999.925
Jumlah Rata-rata Tertimbang Saham Biasa untuk
Perhitungan Rugi Bersih per Saham Dilusian 800.003.979 800.000.075
Rugi per saham:
- Dasar (11,84) (11,05)
- Dilusian (14,80) (13,81)
35. KELANGSUNGAN USAHA
Perusahaan menjalankan kegiatan usahanya melalui Entitas Anak yaitu DMW dan TKP. DMW
bekerjasama dengan pemilik merk Sotis Hotel, yang merupakan operator dari 3 hotel yang dimiliki
oleh Perusahaanya itu Sotis Hotel Falatehan Jakarta, Sotis Residence Perjernihan Jakarta dan Sotis
Villa Canggu Bali. TKP memiliki aset tanah dan akan mengoperasikan kawasan di Tanjung Karoso,
Sumba Barat Daya.
62
Page 67
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. KELANGSUNGAN USAHA (lanjutan)
DMW sebagai pemegang kendali perhotelan akan terus mengembangkan perhotelan dari aset yang
dimiliki oleh Perusahaan di masa yang akan datang. Langkah-langkah strategis guna
mempertahankan dan meningkatkan kinerja Perusahaan, sebagai berikut:
1. Mengusung program-program yang menarik, serta melakukan kolaborasi dengan pihak ketiga.
2. Penguatan sumber daya manusia di seluruh unit bisnis.
3. Meningkatkan target penjualan dan kualitas layanan kepada Customer, serta efisiensi dan
4. Meningkatkan target penjualan dan kualitas layanan kepada Customer, serta efisiensi dan
5. Memperluas jangkauan pemasaran dengan melakukan pengembangan segmentasi pasar tidak
hanya dari pemerintah tapi juga pihak swasta baik dari sisi event maupun Meetings, Incentives,
Conferences and Exhibitions (MICE)
6. Revitalisasi hotel-hotel
TKP akan berfungsi untuk mewujudkan rencana strategis Perusahaan jangka waktu panjang dalam
meningkatkan zona pariwisata di Tanjung Karoso, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.
36. PERISTIWA SIGNIFIKAN
a. Perjanjian sewa
Hotel Sotis Falatehan
Berdasarkan perjanjian sewa menyewa dengan pihak berelasi No. 212/LGL-PSM/XII/2024
tanggal 30 Desember 2024, Entitas Anak menyewa tanah dan bangunan di Jalan Falatehan I
Nomor 21-22, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yang dipakai untuk Hotel Sotis
Falatehan.
Perjanjian sewa menyewa tersebut berlaku 3 tahun sejak tanggal 1 Januari 2025 sampai dengan
31 Desember 2027 dengan nilai sebesar Rp245.000.000 per tahun Perjanjian tersebut dapat
diperpanjang setiap tahun berikutnya.
Sotis Villa Canggu
Berdasarkan perjanjian sewa menyewa dengan pihak berelasi No. 210/LGL-PSM/XII/2024
tanggal 30 Desember 2024., Entitas Anak menyewa tanah dan bangunan di Jalan Raya Kayu
Tulang, Banjar Kayu Tulang, Canggu, Kuta Utara, Badung yang dipakai untuk Sotis Villa Canggu.
Perjanjian sewa menyewa tersebut berlaku 3 tahun sejak tanggal 1 Januari 2025 sampai dengan
31 Desember 2027 dengan nilai sebesar Rp245.000.000 per tahun Perjanjian tersebut dapat
diperpanjang setiap tahun berikutnya.
Sotis Residence Penjernihan
Berdasarkan perjanjian sewa menyewa dengan pihak berelasi No. 211/LGL-PSM/XII/2022
tanggal 30 Desember 2024., Entitas Anak menyewa tanah dan bangunan di Jalan Penjernihan I
No. 10B, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat yang dipakai untuk Sotis Residence
Penjernihan.
Perjanjian sewa menyewa tersebut berlaku 3 tahun sejak tanggal 1 Januari 2025 sampai dengan
31 Desember 2027 dengan nilai sebesar Rp245.000.000 per tahun Perjanjian tersebut dapat
diperpanjang setiap tahun berikutnya.
b. Peristiwa Kontinjensi
Peristiwa kontinjensi antara lain : karakteristik aset atau liabilitas kontinjensi; estimasi dari
dampak keuangannya; indikasi tentang ketidakpastian yang terkait dengan jumlah atau waktu
arus keluar sumber daya; dan kemungkinan penggantian oleh pihak ketiga tidak ada.
63
Page 68
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
DAN UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. KEJADIAN SETELAH TANGGAL LAPORAN POSISI KEUANGAN
Menurut manajemen, terdapat kejadian penting yaitu rencana aksi korporasi yang akan dilakukan
oleh Perseroan:
1. Perseroan berencana untuk meminta persetujuan pemegang saham atas rencana aksi korporasi
berupa Penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD)
serta perubahan anggota Direksi dan Dewan Komisaris. Proses yang sudah dilakukan sampai
laporan ini terbit adalah Pengumuman RUPSLB kepada Publik.
2. Penjualan Aset non Operasional - Villa Pulau Seribu. Hingga tanggal penyampaian surat
tanggapan ini, rencana penjualan aset non-operasional tersebut masih dalam tahap persiapan
dan penilaian oleh profesi penunjang dan belum terdapat transaksi yang direalisasikan.
38. LIABILITAS BERSYARAT
Perusahaan dan Entitas Anak tidak memiliki liabilitas bersyarat pada tanggal-tanggal 30 September
2025 dan 31 Desember 2024.
64
Page 69
LAMPIRAN
Page 70
PT SATRIA MEGA KENCANA (INDUK)
LAPORAN POSISI KEUANGAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 30 September 2025 31 Desember 2024
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 4 19.990.599 20.571.498
Piutang lain-lain
- Pihak ketiga 5 - -
- Pihak berelasi 18b - -
Pajak dibayar dimuka 11a 4.759.007.177 4.799.590.350
Uang muka dan Biaya dibayar dimuka 6 154.903.599 398.446.103
Total Aset Lancar 4.933.901.375 5.218.607.951
Aset Tidak Lancar
Piutang Pihak Berelasi 18b 2.045.888.179 1.429.838.179
Biaya Dibayar Dimuka 6 - -
Investasi pada entitas anak 7 5.850.000.000 5.850.000.000
Properti Investasi 8 - -
Aset tetap 9 261.491.023.725 265.894.748.369
Aset pajak tangguhan - -
Total Aset Tidak lancar 269.386.911.904 273.174.586.548
TOTAL ASET 274.320.813.279 278.393.194.499
Catatan laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
1
Page 71
PT SATRIA MEGA KENCANA (INDUK)
LAPORAN POSISI KEUANGAN
PER 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 30 September 2025 31 Desember 2024
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Lain-lain
- Pihak ketiga 12 8.582.992 158.728.405
- Pihak berelasi 18c 2.276.656.560 -
Utang pajak 11b 47.570.397 76.660.551
Beban akrual 10 - 245.296.881
Pendapatan diterima dimuka 183.750.000
Total Liabilitas Jangka Pendek 2.516.559.949 480.685.837
Liabilitas Jangka Panjang
Utang Pihak Berelasi 18c 87.371.486.634 86.436.286.634
Liabililtas imbalan kerja 13 817.975.370 842.975.370
Liabilitas pajak tangguhan 26.084.400.974 26.078.900.974
Total Liabilitas Jangka Panjang 114.273.862.978 113.358.162.978
TOTAL LIABILITAS 116.790.422.927 113.838.848.815
EKUITAS
Modal saham
Modal dasar - 2.400.000.000 saham
dengan nilai nominal Rp 100 per saham
Modal ditempatkan dan disetor
penuh - 1.000.000.075 lembar saham 14 100.000.397.900 100.000.397.900
Tambahan modal disetor 15 14.491.453.870 14.491.453.870
Saldo laba ditahan (46.044.001.303) (35.763.157.700)
Saldo laba berjalan (7.023.955.332) (10.280.843.603)
Pendapatan komprehensif lainnya 133.150.839 133.150.839
Surplus Revaluasi Aset Tetap - Bersih 95.973.344.378 95.973.344.378
Total Ekuitas 157.530.390.352 164.554.345.684
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 274.320.813.279 278.393.194.499
Catatan laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
2
Page 72
PT SATRIA MEGA KENCANA (INDUK)
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 30 September 2025 30 September 2024
PENDAPATAN USAHA - -
BEBAN POKOK PENDAPATAN - -
LABA BRUTO - -
BEBAN USAHA
Beban umum dan administrasi 16 (7.540.631.400) (8.570.481.500)
Total Beban Usaha (7.540.631.400) (8.570.481.500)
LABA USAHA (7.540.631.400) (8.570.481.500)
PENGHASILAN/(BEBAN) LAIN-LAIN 17
Jasa Giro 1.754 545.816
Beban Keuangan (902.900) (743.444)
Beban Pajak (38.646.390) (110.000.000)
Laba (Rugi) Penjualan Aset Tetap 1.351.352 3.693.694
Lain-lain - Bersih 560.372.252 406.264.760
Penghasilan Lain-lain - Bersih 522.176.068 299.760.826
LABA SEBELUM
PAJAK PENGHASILAN (7.018.455.332) (8.270.720.674)
BEBAN (MANFAAT)
PAJAK PENGHASILAN
Kini - -
Tangguhan 5.500.000 -
Final - -
Beban Pajak Penghasilan - Neto 5.500.000 -
LABA NETO (7.023.955.332) (8.270.720.674)
PENGHASILAN KOMPREHENSIF
LAINNYA - -
TOTAL LABA KOMPREHENSIF (7.023.955.332) (8.270.720.674)
Catatan laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
3
Page 73
PT SATRIA MEGA KENCANA (INDUK)
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Saldo Laba Penghasilan Penghasilan
Ditempatkan dan Tambahan Belum Ditentukan Komprehensif Komprehensif
Catatan Disetor penuh Modal Disetor Penggunaannya lain lain Jumlah Ekuitas
Saldo per 1 Januari 2024 11 100.000.397.900 14.491.453.870 (35.763.157.700) 95.973.344.378 73.290.595 174.775.329.043
Rugi Tahun Berjalan - - (8.270.720.674) - - (8.270.720.674)
Penyesuaian - - (2) - - (2)
Pengukuran Kembali Liabilitas
Saldo per 30 September 2024 100.000.397.900 14.491.453.870 (44.033.878.376) 95.973.344.378 73.290.595 166.504.608.367
Saldo per 1 Januari 2025 100.000.397.900 14.491.453.870 (46.044.001.303) 95.973.344.378 133.150.839 164.554.345.684
Rugi Tahun Berjalan - - (7.023.955.332) - - (7.023.955.332)
Saldo per 30 September 2025 100.000.397.900 14.491.453.870 (53.067.956.635) 95.973.344.378 133.150.839 157.530.390.352
Catatan laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
4
Page 74
PT SATRIA MEGA KENCANA (INDUK)
LAPORAN ARUS KAS
UNTUK PERIODE-PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
(30 September 2024 Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 30 September 2025 30 September 2024
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Kas yang Dibayarkan kepada Pemasok (196.497.543) -
Kas yang Dibayarkan kepada Karyawan (378.915.114) (3.144.053.669)
Pembayaran Pajak Penghasilan - (178.520.134)
Penerimaan Bunga (6.616.040) 556.062
Penerimaan (Pengeluaran) Kas Lainnya 1.196.146.446 (1.498.902.910)
Kas neto diperoleh dari
aktivitas operasi 614.117.749 (4.820.920.651)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap - (98.000.001)
Hasil penjualan aset tetap 1.351.352 3.693.694
Kas neto diperoleh dari
aktivitas investasi 1.351.352 (94.306.307)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pihak Berelasi - 3.231.245.236
Peningkatan (Penurunan) Piutang Lain-lain - Pihak
Berelasi (616.050.000) 965.854.786
Kas neto diperoleh dari
aktivitas pendanaan (616.050.000) 4.197.100.022
KENAIKAN (PENURUNAN)
NETO KAS DAN BANK (580.899) (718.126.936)
KAS DAN BANK AWAL TAHUN 20.571.498 738.698.434
KAS DAN BANK AKHIR TAHUN 2d,4 19.990.599 20.571.498
Catatan laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
5
Names mentioned 58 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Akta Notaris Ilmiawan Dekrit Supatmo
p.12
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.12 ×6
unresolved
org
PT Tanjung Karoso Permai
p.13 ×4
unresolved
org
PT Dwimukti Mitra Wisata
p.13 ×10
unresolved
person
Floreta Tane
· Direktur Utama
p.14 ×2
unresolved
—
Sorta Delima Rosida Elisabeth Cesilia
· Direktur
p.14 ×2
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.14
unresolved
person
Maskanah
· Anggota
p.14
unresolved
person
Margaretha
· Sekretaris Perusahaan
p.14 ×2
unresolved
org
bank Indonesia
p.18
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.28 ×2
unresolved
org
Bank Bukopin Tbk
p.29 ×2
unresolved
org
PT Bank MNC
p.29
unresolved
org
PT Mitra Global Holiday
p.30
unresolved
org
PT Setia
p.33 ×2
unresolved
org
KJPP Pung's Zulkarnain dan Rekan
p.34
unresolved
org
KJPP Pung's Zulkarnain
p.34
unresolved
person
Ir. Aguson Rosano. MAPPI
p.34
unresolved
org
Bapepam-LK
p.34 ×2
unresolved
org
PT Dwimukti Graha
p.36
unresolved
org
PT Dwimukti Inti Boga
p.36 ×4
unresolved
org
PT Sotis Hotel Manajemen
p.36 ×5
unresolved
org
PT Dwimukti Graha Elektrindo
p.37 ×9
unresolved
org
PT SMK
p.37
unresolved
org
PT DMW
p.37
unresolved
org
PT TKP
p.37
unresolved
org
PT Satria Mega Kencana. Perjanjian
p.37 ×2
unresolved
org
PT Wonderful Indah Jaya
p.43
unresolved
org
PT Rumah Duta Pangan
p.43
unresolved
org
PT Sentra Agro Makmur
p.43
unresolved
org
PT Wawan Indah Selaras Eltraeska
p.43
unresolved
org
PT Sahih Mitra Sinergi
p.43
unresolved
org
PT Javindo Prima Perkasa
p.43
unresolved
org
PT Sumber Tirta Sentosa
p.43
unresolved
org
PT Sentralsari Primasentosa
p.43
unresolved
org
PT Yuza Graha Gemilang Raya
p.43
unresolved
org
PT Seiga Plus Energy
p.43
unresolved
org
PT Fitra Food International
p.43
unresolved
org
PT Paskomnas Niaga Utama
p.43
unresolved
person
Akta Notaris Christina Dwi Utami
p.54 ×6
unresolved
org
Sentral Efek Indonesia
p.55
unresolved
org
PT Adimitra Jasa Korpora
p.55
unresolved
—
Cindy Angelina Adranacus
p.55 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.