Back to announcement
20251208_AYLS_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32010946_lamp1.pdf
Other Text extracted AYLSSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 7
Page 1
Lampiran
Nomor S-12923/BEI.PP3/11-2025
Daftar Pertanyaan berikut Jawaban
1. Sehubungan dengan Laporan Keuangan periode 30 September 2025, berdasarkan Catatan
atas Laporan Keuangan (CaLK) 14, Perseroan mencatatkan penjualan sebesar Rp750
juta pada 30 September 2025. Atas informasi tersebut agar disampaikan:
a. Strategi Perseroan untuk meningkatkan pendapatan, mengingat sejak tercatat di
Bursa pada tahun 2020, pendapatan Perseroan terus mengalami penurunan hingga
sebesar Rp750 juta pada periode 30 September 2025.
Saat ini perseroan belum memiliki rencana perubahan strategi baru dalam pemasaran
yaitu dengan tetap melakukan strategi penjualan secara tunai/cash untuk
menghabiskan stok yang ada.
b. Perseroan menyampaikan bahwa seluruh pendapatan periode 30 September 2025
berasal dari penjualan aspal, tidak terdapat pendapatan dari geosintetik dan bungkil
kedelai. Atas informasi tersebut agar disampaikan:
i. Penyebab tidak adanya penjualan geosintetik dan bungkil kedelai sejak tahun
2024.
Karena kami saat ini hanya fokus untuk menjual secara tunai/cash.
ii. Rencana atau strategi Perseroan terhadap kedua lini usaha tersebut, apakah
masih akan dilanjutkan, dihentikan, atau dialihkan ke bidang usaha lain.
Kedepan kami akan fokus untuk menghabis stok produk aspal kami. Untuk
penjualan produk geosintetik dan bungkil kedepannya tidak akan kami lanjut
dan akan dialihkan ke bidang usaha lain.
c. Pendapatan Perseroan pada periode 30 September 2025 yang hanya berasal dari PT
Karya Bahana Unigam dan PT Karya Bahana Berlian. Atas informasi tersebut agar
disampaikan:
i. Hubungan afiliasi antara Perseroan dengan kedua pembeli tersebut (jika ada).
Perseroan memiliki hubungan afiliasi dengan kedua PT yang dimaksud.
ii. Rencana diversifikasi pelanggan untuk mengurangi ketergantungan pada
pelanggan tertentu.
Perseroan juga telah menawarkan ke potensial pelanggan lain.
d. Mengingat penurunan pendapatan yang signifikan sejak tahun 2019 (dari Rp39,3
miliar menjadi Rp750 juta pada periode 30 September 2025), mohon disampaikan
upaya Perseroan dalam menjaga keberlangsungan usaha (going concern), termasuk
langkah efisiensi atau peralihan fokus usaha yang telah dan akan dilakukan.
Dalam usaha menghabiskan stock yang ada, Perseroan juga menawarkan penjualan
secara kredit dan tetap menjaga efisiensi biaya operasional.
2. Sehubungan dengan Laporan Laba Rugi, Perseroan tidak membukukan beban penjualan
sejak tahun 2023 hingga 30 September 2025, agar disampaikan:
Page 2
a. Penyebab tidak dicatatkannya beban penjualan sejak tahun 2023, mengingat pada
tahun-tahun sebelumnya (2020–2022) Perseroan masih mencatatkan beban tersebut.
Alasan Perseroan tidak mencatatkan beban penjualan sejak tahun 2023 adalah
dalam rangka Perseroan menjaga efisiensi biaya operasional.
b. Mekanisme kegiatan pemasaran dan distribusi produk Perseroan saat ini, termasuk
pihak yang melaksanakan kegiatan pemasaran dan distribusi produk dan alasan tidak
timbulnya beban penjualan dalam laporan keuangan.
Sejak tahun 2023 Perseroan menerapkan penjualan langsung kepada pelanggan
dengan skema pembeli mengambil produk langsung dari gudang.
c. Informasi terkait apakah Perseroan melakukan kegiatan pemasaran melalui pihak
ketiga dan jika ya, bagaimana pencatatan biaya atas kegiatan tersebut dilakukan.
Sejak tahun 2023 Perseroan tidak melakukan kegiatan pemasaran melalui pihak
ketiga.
d. Mengingat penjualan hanya berasal dari dua pelanggan utama pada periode 30
September 2025, agar disampaikan proses penjualan kepada pelanggan (dilakukan
berdasarkan kontrak jangka panjang, tender, atau penunjukan langsung) serta proses
pemasaran dan negosiasi dilakukan.
Proses penjualan dilakukan berdasarkan pemesanan (Purchase Order) yang datang
dari pelanggan.
3. Sehubungan dengan Laporan Laba Rugi, Perseroan mencatatkan beban umum dan
administrasi sebesar Rp1,9 miliar untuk periode 30 September 2025, atau mengalami
peningkatan sebesar Rp474 juta (32%) dibandingkan periode sebelumnya, agar
disampaikan:
a. Penyebab peningkatan beban umum dan administrasi pada periode 30 September
2025 sebesar Rp474 juta atau 32% dibandingkan periode yang sama tahun
sebelumnya.
Adanya kenaikan biaya penurunan nilai piutang dan persediaan sejumlah Rp407juta.
b. Rincian dasar penurunan nilai piutang sebesar Rp747,7 juta, meliputi:
i. Jenis piutang dan pihak terkait yang dilakukan penurunan nilai.
Seluruh piutang usaha.
ii. Kebijakan dan asumsi yang digunakan dalam menentukan penurunan nilai
tersebut.
Berdasarkan analisa umur piutang.
iii. Langkah-langkah yang dilakukan Perseroan untuk menagih atau memulihkan
piutang tersebut.
Perseroan tetap melakukan usaha penagihan.
c. Informasi penurunan nilai persediaan sebesar Rp370,8 juta, meliputi:
i. Jenis persediaan yang mengalami penurunan nilai.
Seluruh persediaan.
ii. Penyebab utama penurunan nilai (usang, rusak, atau tidak laku dijual).
Page 3
Mengacu umur persediaan.
iii. Kebijakan pencadangan atau penghapusan persediaan yang diterapkan
Perseroan.
Berdasarkan analisa umur persediaan.
d. Latar belakang kenaikan beban jasa profesional dari Rp123 juta menjadi Rp161 juta,
termasuk jenis jasa yang diberikan dan pihak penyedia jasa.
Adanya jasa konsultan untuk penyusunan Laporan Tahunan 2024.
e. Atas beban gaji dan tunjangan yang hanya dibayarkan kepada tiga karyawan, agar
disampaikan:
i. Jumlah karyawan tetap dan tidak tetap yang dimiliki Perseroan saat ini.
Karyawan tetap 3 (tiga) orang dan tidak tetap tidak ada.
ii. Struktur organisasi operasional Perseroan.
iii. Langkah-langkah yang dilakukan Perseroan untuk menjaga keberlangsungan
kegiatan usaha dengan jumlah karyawan yang terbatas tersebut.
Perseroan melakukan operasional dengan memaksimalkan potensi dari
karyawan yang ada.
4. Sehubungan dengan rugi yang dibukukan sejak tahun 2020 hingga September 2025 (kecuali
tahun 2021 yang disebabkan oleh pendapatan di luar usaha), agar disampaikan:
a. Strategi Perseroan untuk mencapai profitabilitas yang berkelanjutan.
Menghabiskan stock yang ada dengan menawarkan opsi penjualan secara kredit.
b. Rencana perbaikan kinerja operasional yang sedang dijalankan.
Tetap menjaga efisiensi biaya operasional.
Page 4
5. Sehubungan dengan CaLK 5, Perseroan mencatatkan piutang usaha sebesar Rp18,32 miliar
dengan seluruh piutang usaha telah melewati jatuh tempo lebih dari 90 hari dan dibukukan
sejak Laporan Keuangan periode 30 September 2025. Atas informasi tersebut agar
disampaikan:
a. Status terkini atas piutang tersebut serta tindakan penagihan yang telah dilakukan
oleh Perseroan.
Perseroan masih melakukan penagihan kepada pelanggan.
b. Latar belakang belum terdapat pelunasan serta potensi tertagihnya piutang dari
masing-masing pihak pelanggan.
Perseroan masih tetap optimis bahwa pelanggan akan melakukan pembayaran.
c. Dasar pertimbangan dan metode perhitungan penyisihan penurunan nilai piutang
sebesar Rp6,89 miliar.
Berdasarkan analisa umur piutang.
d. Informasi terkait upaya penyelesaian, negosiasi restrukturisasi, atau langkah hukum
yang dilakukan terhadap pelanggan terkait, mengingat piutang telah lama jatuh tempo
dan belum tertagih.
Perseroan masih meyakini upaya penyelesaian yang ada sehingga belum
mempertimbangkan untuk peyelesaian secara hukum.
e. Informasi terkait hubungan usaha dengan pihak-pihak terkait piutang tersebut,
ataukah pelanggan-pelanggan tersebut sudah tidak lagi menjadi mitra usaha
Perseroan.
Perseroan masih menjaga hubungan secara professional dan tetap fokus terkait
penyelesaian piutang dari masing-masing pelanggan.
6. Sehubungan dengan piutang usaha kepada PT Triyasa Geokomunindo sebesar Rp11,635
miliar yang muncul atas pendapatan periode 2022 dan 2023. Agar disampaikan:
a. Latar belakang PT Triyasa Geokomunindo belum membayarkan piutang usaha
tersebut mengingat PT Triyasa Geokomunindo merupakan afiliasi Perseroan (Terdapat
kesamaan direksi yang mana Bapak Akam selaku Direktur Utama Perseroan tahun
2021 merupakan Direktur PT Triyasa Geokomunindo).
Sejak tanggal 16 April 2021, PT Triyasa Geokomunindo bukan merupakan afiliasi
Perseroan.
PT Triyasa Geokomunindo belum membayarkan piutang usaha karena kondisi
keuangan mereka yang belum memungkinkan.
b. Informasi terkait upaya penagihan piutang usaha kepada PT Triyasa Geokomunindo.
Perseroan meminta surat pernyataan terkait komitmen penyelesaian piutang usaha.
7. Sehubungan dengan CaLK 6, Perseroan mencatatkan persediaan sebesar Rp18,23 miliar
dengan penyisihan penurunan nilai sebesar Rp1,7 miliar. Atas informasi tersebut agar
disampaikan:
a. Informasi terkait kondisi terkini dari persediaan Perseroan, termasuk umur dan
kelayakan untuk dijual atau digunakan.
Perseroan telah berhasil melakukan penjualan untuk menghabiskan seluruh stok
yang ada dikarenakan saat ini saham Perseroan (AYLS) dalam tahap negosiasi
Page 5
pengambilalihan sebagian atau seluruhnya sesuai pengumuman yang dibuat oleh
Calon Pengendali Baru.
b. Informasi terkait lokasi (alamat) penyimpanan persediaan Perseroan.
Perseroan telah berhasil melakukan penjualan untuk menghabiskan seluruh stok
yang ada.
c. Status kepemilikan gudang penyimpanan persediaan Perseroan (sewa/ kepemilikan
langsung).
d. Periode stock opname yang dilakukan untuk memastikan keberadaan dan
kondisi fisik persediaan.
e. Dasar pertimbangan dan metode perhitungan penyisihan penurunan nilai
piutang sebesar Rp1,7 miliar.
Berdasarkan analisa umur persediaan.
f. Yang dimaksud dengan SBM & DDGS.
Soy Bean Meals & Dried Distillers Grains with Soluble.
g. Informasi terkait strategi Perseroan untuk mengelola dan memanfaatkan persediaan,
mengingat penjualan geotextile serta SBM & DDGS tidak lagi dibukukan sejak tahun
2024.
Perseroan telah berhasil melakukan penjualan untuk menghabiskan seluruh stok
yang ada.
8. Sehubungan dengan CaLK 8 terkait aset tetap, Perseroan mencatatkan aset tetap
sebesar Rp1,6 miliar yang seluruhnya berupa tanah. Atas informasi tersebut agar
disampaikan:
a. Informasi terkait lokasi dan status kepemilikan tanah, serta penggunaan atas tanah
tersebut digunakan untuk kegiatan operasional atau bersifat investasi.
Tanah yang berada di Depok, Sukabumi, dan Medan yang merupakan aset tidak
beroperasi.
b. Informasi terkait rencana untuk melakukan investasi atau pembaruan aset
tetap guna mendukung kegiatan usaha ke depan.
Perseroan belum ada rencana untuk melakukan investasi atau pembaruan aset tetap
guna mendukung kegiatan usaha ke depan.
9. Sehubungan dengan penjualan aset tetap berupa bangunan dengan nilai buku Rp9,4
miliar pada tahun 2021, agar disampaikan:
a. Nilai penjualan, tanggal transaksi dan pihak pembeli bangunan tersebut.
No. Rincian Pihak Nilai Transaksi Tanggal
1. Tanah dan
Bangunan – Rawamangun Hidayat Winardi 9,600,000,000 Februari 2021
Jakarta
2. Tanah dan
Bangunan – Cileungsi, Akam 900.000.000 Februari 2021
Jawa Barat
Page 6
b. Dasar pertimbangan manajemen dalam melakukan penjualan bangunan tersebut.
Latar belakang dari penjualan aset tetap yakni untuk mendapatkan dana segar
untuk melakukan pelunasan dipercepat terhadap hutang bank Perseroan sehingga
menurunkan beban keuangan Perseroan.
c. Dampak penjualan aset terhadap kegiatan operasional Perseroan, mengingat aset
yang dijual merupakan bangunan.
Pelepasan /penjualan asset tetap tersebut mempengaruhi kondisi keuangan Perseroan
yakni mendapatkan dana segar, menghasilkan laba sebesar Rp1 milyar dan akan
mengurangi beban penyusutan di tahun 2021.
Namun, pelepasan/penjualan aset tetap tersebut tidak mempengaruhi kondisi
operasional Perseroan sebab seluruh operasional Perseroan dilakukan dari kantor
Perseroan yang disewa di Gedung Gondangdia Lama 25, Jl. RP Soeroso No. 25 Menteng,
Jakarta Pusat.
d. Tujuan penggunaan dana atas penjualan aset tetap tersebut.
Seluruh dana yang Perseroan peroleh dari pelepasan/penjualan aset tetap tersebut
digunakan oleh Perseroan untuk melakukan pelunasan hutang bank dipercepat
kepada PT Danamon Syariah dan juga PT Bank Syariah Indonesia (Bank Syariah
Mandiri).
10. Sehubungan dengan Laporan Keuangan periode 31 Desember 2024 yang diaudit oleh
Kantor Akuntan Publik (KAP) Suhartati dan Rekan, agar dapat disampaikan Management
Letter dari KAP untuk Laporan Keuangan Auditan periode 31 Desember 2024 serta
penjelasan tindak lanjut yang telah dan akan dilakukan Perseroan atas temuan-temuan
tersebut dengan mengisi tabel sebagai berikut:
Tindak lanjut yang telah Target waktu
No. Temuan Status terkini
dan akan dilakukan penyelesaian
Perusahaan belum Perseroan telah berhasil
Seluruh stock
memaksimalkan penjualan melakukan penjualan untuk
1. sudah habis
dan masih banyaknya nilai menghabiskan seluruh stok
terjual.
persediaan. yang ada.
Perusahaan masih lemah
dalam hal pengelolaan
Piutang Usaha karena
dalam pemeriksaan, kami
temukan adanya
Perseroan tetap melakukan
2. collactabilitas Piutang
penagihan piutang.
Usaha sangat rendah
bahkan dari tahun
ketahun tidak
menunjukkan pergerakan
dari Piutang tersebut.
Page 7
11. Agar Perseroan dapat menyampaikan susunan pemegang saham Perseroan hingga
penerima manfaat akhir dalam bentuk bagan.
PT. AGRO YALA LESTARI
(AYLS)
PT. Anugrah Cakrawala Dunia Publik
69,69% 30,31%
Samuel Dermawan Rusli
(Penerima Manfaat Akhir)
12. Rencana tindakan korporasi dalam periode 12 bulan ke depan (jika ada).
Perseroan belum mempunyai rencana tindakan korporasi dalam 12 bulan kedepan.
13. Apakah terdapat rencana pemegang saham pengendali terkait dengan kepemilikan
sahamnya di Perseroan?
Saat ini pemegang saham pengendali dalam tahap negosiasi pengambilalihan sebagian
atau seluruh saham perseroan (AYLS) sesuai pengumuman yang dibuat oleh Calon
Pengendali Baru.
14. Informasi/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi
kelangsungan hidup perusahaan serta dapat mempengaruhi harga saham perusahaan.
Saat ini kami belum mempunyai informasi lain selain pada jawaban point 13.
Names mentioned 12 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Karya Bahana Unigam
p.1
unresolved
org
PT Karya Bahana Berlian. Atas
p.1
unresolved
org
PT Triyasa Geokomunindo
p.4 ×7
unresolved
person
Akam
· Direktur Utama
p.4
unresolved
org
PT Danamon Syariah
p.6
unresolved
org
Bank Syariah Mandiri
p.6
unresolved
org
Suhartati dan Rekan
p.6
unresolved
org
PT. AGRO YALA LESTARI
p.7
unresolved
org
PT. Anugrah Cakrawala Dunia
p.7
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.