Skip to content
Back to announcement

20251127_TRIN_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31988037_lamp1.pdf

Other Text extracted TRIN

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 12

Page 1
Tangerang Selatan, 27 November 2025
Nomor: 138/CORSEC/PTP/XI/2025

Kepada Yth,
PT Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1, Lt. 6
Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53
Jakarta Selatan 12190

U.P.: Bapak Aditya Nugraha
     PH Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 1

Perihal       : Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa

Dengan hormat,
Sehubungan dengan diterimanya surat Bursa Efek Indonesia (”BEI”) Nomor S-13376/BEI.PP1/11-2025
pada tanggal 25 November 2025 PT Perintis Triniti Properti Tbk (”Perseroan”) Perihal Permintaan
Penjelasan Bursa. Berikut Kami sampaikan tanggapan atas permintaan penjelasan Bursa Perseroan,
sebagaimana terlampir.

Hormat Kami,
PT Perintis Triniti Properti Tbk




Ishak Chandra
Direktur Utama
Page 2
                            Permintaan Penjelasan Bursa
                                25 November 2025

1. Agar disampaikan rincian update seluruh proyek Perseroan, meliputi beberapa poin
   informasi berikut:
   a. Progress pembangunan, serta timeline pengembangan (termasuk perkiraan topping off
       dan penyelesaiannya).

      Jawaban:
      Berikut merupakan rincian update seluruh Proyek Perseroan per 31 Oktober 2025:
      1) Collins Boulevard
         Pembangunan Collins Boulevard dimulai pada tahun 2020 yang diawali dengan
         pembangunan Tower I - The Hyde. Kemudian diikuti pada tahun 2022 telah mulai
         dilakukan serah terima unit kepada pelanggan secara bertahap. Selanjutnya saat ini
         Perseroan masih dalam tahap pembangunan Tower II – The Scott yang sedang dalam
         pengerjaan struktur bangunan. Pembangunan Tower II – The Scott diperkirakan topping
         off serta penyelesaian pada tahun 2026.

      2) Holdwell Business Park
         Seluruh pekerjaan infrastruktur utama menuju Cluster Sambayan telah diselesaikan oleh
         Perseroan. Saat ini, pekerjaan yang sedang berjalan mencakup kegiatan cut and fill,
         pekerjaan pondasi, serta pembangunan storage house secara bertahap di area
         pengembangan. Berdasarkan jadwal konstruksi, kegiatan topping off diperkirakan mulai
         dilaksanakan pada Kuartal I 2026, sementara serah terima unit Fase I direncanakan tetap
         sesuai rencana pada Kuartal IV 2026.

      3) Sequoia Hills
         Saat ini Proyek Sequoia Hills sedang dalam pembangunan produksi masal untuk Cluster
         I – The Leroy yang telah mulai dilaksanakan serah terima unit secara bertahap. Untuk
         Cluster II – Earthville juga sedang dalam pembangunan produksi masal yang saat ini
         sedang dalam tahap pengerjaan struktur, dan diperkirakan mulai serah terima unit pada
         Kuartal III 2026. Selanjutnya atas Cluster 3 – Mono sedang dalam tahap pengerjaan
         pondasi dengan target serah terima mulai pada Kuartal IV 2026. Secara keseluruhan,
         pengembangan kawasan Sequoia Hills diproyeksikan mencapai penyelesaian penuh pada
         tahun 2030 sesuai rencana pengembangan jangka panjang Perseroan.

      4) Marc’s Boulevard
         Saat ini untuk pembangunan landed house yaitu Glenn The Hive sedang dalam tahap
         finishing, dan diperkirakan mulai serah terima pada Kuartal I 2026. Sementara itu untuk
         Shophouse Paul Lane sedang dalam tahap finishing dan penyelesaian fasad yang mana
         diperkirakan dapat mulai serah terima pada Kuartal II 2026. Selanjutnya untuk
         pengembangan Condovilla Paul & Prive sebelumnya telah dilakukan topping off pada 17
         Maret 2025 dan berencana melakukan serah terima bertahap mulai pada Kuartal III 2026.
Page 3
b. Rincian jumlah unit masing-masing proyek dan perkiraan harga dan total pendapatan
   dari masing-masing proyek.

   Jawaban:
   Berikut merupakan rincian jumlah unit masing-masing proyek dan perkiraan harga dan total
   pendapatan dari seluruh Proyek Perseroan per 30 September 2025:

    No Nama Proyek          Lokasi Proyek Jumlah Est. Range        Gross
                                          Unit    Harga            Development
                                                  Penjualan        Value (Rp)
     1   Collins            Pinang, Kota 2.532    Rp600 juta       2.05 Triliun
         Boulevard          Tangerang     unit    –     Rp2.5
                                                  miliar
     2   Marc’s             Batam         417     Rp700 juta       5 Triliun
         Boulevard                        unit    –      Rp3
                                                  miliar
     3   Sequoia Hills      Sentul, Bogor 694     Rp1.6            13,2 Triliun
                                          unit    miliar    –
                                                  Rp8 miliar
     4   Holdwell           Lampung       83 unit Rp1.5            800 Miliar
         Business Park                            miliar    –
                                                  Rp3 miliar


c. Porsi pendapatan yang telah diakui dari masing-masing proyek, serta sisa pendapatan
   yang dapat diakui dalam laporan keuangan ke depannya.

   Jawaban:
   Hingga saat ini, porsi pendapatan yang dapat diakui Perseroan berasal dari proyek Collins
   Boulevard dimana berdasarkan Laporan Keuangan per 30 September 2025 sebesar Rp175.3
   miliar dan untuk keseluruhan nilai pendapatan Collins Boulevard sejak dilakukannya serah
   terima unit pada tahun 2022 hingga akhir September 2025 yaitu sebesar Rp743 Miliar.

   Sementara itu untuk proyek Perseroan yang sedang berjalan lainnya seperti Marc’s
   Boulevard, Holdwell Business Park, dan Sequoia Hills masih dalam tahap pembangunan dan
   belum dilakukan serah terima unit kepada konsumen sehingga belum dapat dibukukan
   sebagai pendapatan pada laporan keuangan.

   Adapun sisa pendapatan yang dapat diakui pada laporan keuangan berikutnya diperkirakan
   sebesar Rp1.30 triliun yang berasal dari proyek Collins Boulevard.
Page 4
   d. Rincian jumlah penjualan yang diklasifikasikan berdasarkan jenis/progress penjualan
      (contoh: DP, sekian persen lunas, BAST).

       Jawaban:
       Total Gross Development Value proyek Collins Boulevard sebesar Rp2.05 triliun, dan per 30
       September 2025 nilai penjualan yang sudah BAST sebesar Rp743 miliar. Adapun estimasi
       unit yang belum BAST dengan nilai penjualan sebesar Rp1.30 triliun.

2. Merujuk pada Laporan Keuangan per 30 September 2025, terdapat peningkatan piutang
   lain-lain pihak berelasi dari Rp8 miliar per 31 Desember 2024 menjadi Rp24 miliar per 30
   September 2025. Merujuk padak CALK 40, hal tersebut disebabkan oleh peningkatan
   piutang JO Triniti Sentul. Agar dijelaskan rincian latar belakang transaksi tersebut, serta
   ketentuan pemberian pinjamannya.

   Jawaban:
   Peningkatan piutang lain-lain pihak berelasi berasal dari pemberian pinjaman kepada JO Triniti
   Sentul untuk kebutuhan pendanaan proyek. Pinjaman tersebut dicatat sebagai piutang pihak
   berelasi dan menyebabkan kenaikan saldo pada periode September 2025.

3. Merujuk pada Laporan Posisi Keuangan per 30 September 2025, terjadi peningkatan pada
   Aset Tetap dari Rp55,25 miliar per 31 Desember 2024 menjadi Rp104,45 miliar. Merujuk
   CALK 14, diketahui bahwa hal tersebut disebabkan oleh reklasifikasi bangunan sebesar
   Rp57 miliar. Agar dijelaskan latar belakang klasifikasi, serta dari akun mana klasifikasi
   tersebut dilakukan.

   Jawaban:
   Peningkatan aset tetap berasal dari reklasifikasi bangunan sebesar Rp57 miliar yang sebelumnya
   dicatat sebagai persediaan. Reklasifikasi ini dilakukan setelah Perseroan melakukan evaluasi atas
   aset-aset yang tidak lagi dimaksudkan untuk dijual dan diarahkan untuk mendukung operasional
   jangka panjang, sehingga memenuhi kriteria sebagai aset tetap sesuai PSAK.

4. Merujuk pada Laporan Posisi Keuangan per 30 September 2025, Utang Usaha Pihak
   Berelasi mengalami penurunan dari Rp21,89 miliar per 31 Desember 2024 menjadi Rp4,5
   juta. Merujuk pada CALK 18, penurunan tersebut disebabkan oleh penurunan utang JO
   Triniti Sentul. Agar dijelaskan:
   a. Rincian latar latar belakang transaksi tersebut, serta ketentuan pinjamannya.

       Jawaban
       Penurunan utang usaha pihak berelasi terutama berasal dari penghapusan saldo utang JO
       Triniti Sentul yang sebelumnya tercatat pada entitas anak PT Triniti Garam Properti (TGP).
       Pada periode September 2025, TGP tidak lagi dikonsolidasikan, sehingga seluruh kewajiban
       tersebut dikeluarkan dari laporan posisi keuangan Perseroan. Utang tersebut merupakan
       kewajiban dana talangan untuk pembayaran dalam rangka pendanaan proyek.
Page 5
   b. Apakah terdapat hubungan penurunan ini dengan peningkatan piutang lain-lain pihak
      berelasi.

      Jawaban
      Tidak terdapat hubungan langsung antara penurunan utang usaha pihak berelasi tersebut
      dengan peningkatan piutang lain-lain pihak berelasi. Penurunan utang usaha terjadi karena
      TGP sudah tidak terkonsolidasi pada laporan keuangan September 2025.

5. Merujuk pada Laporan Posisi Keuangan per 30 September 2025, saldo Uang Muka
   Pelanggan dan Titipan Pelanggan menurun dari Rp488,60 miliar per 31 Desember 2024
   menjadi Rp296,02 miliar. Merujuk pada CALK 21, berikut merupakan rinciannya:




   Agar Dijelaskan:
   a. Penyebab penurunan

      Jawaban
      Penurunan saldo Uang Muka Pelanggan dan Titipan Pelanggan terutama disebabkan oleh
      Perseroan yang sudah tidak lagi mengkonsolidasikan laporan keuangan TGP pada periode
      September 2025, sehingga porsi uang muka penjualan dan titipan pelanggan sebesar
      Rp149,05 miliar tidak lagi disajikan dalam laporan keuangan Perseroan. Selain itu,
      penurunan juga berasal dari pengakuan uang muka pelanggan menjadi pendapatan seiring
      progres realisasi proyek selama tahun 2025.

   b. Apabila terdapat reklasifikasi, agar dijelaskan mengapa informasi tersebut tidak
      tercantum dalam CALK 46 Informasi Tambahan Arus Kas:
Page 6
       Jawaban
       Peningkatan aset tetap berasal dari reklasifikasi bangunan sebesar Rp57 miliar yang
       sebelumnya dicatat sebagai persediaan. Reklasifikasi ini dilakukan dengan tujuan
       penggunaan aset yang sebelumnya untuk di jual, saat ini digunakan dan diarahkan untuk
       mendukung operasional Perseroan.

6. Merujuk pada Laporan Posisi Keuangan per 30 September 2025, terdapat pergeseran
   dalam komposisi Utang Bank dan Lembaga Keuangan Non-Bank; Utang Jangka Pendek
   turun dari Rp695,98 miliar menjadi Rp179,23 miliar, sementara Utang Jangka Panjang
   meningkat dari Rp12,49 miliar menjadi Rp551,91 miliar. Agar dijelaskan kebijakan
   strategi restrukturisasi utang dan pendanaan Perseroan.

   Jawaban
   Perubahan komposisi utang terutama disebabkan oleh restrukturisasi fasilitas pinjaman dengan
   Bank Panin, di mana sebagian utang jangka pendek direprofiling menjadi utang jangka panjang.
   Langkah ini dilakukan untuk menyesuaikan arus kas Perseroan, menurunkan tekanan likuiditas
   jangka pendek, serta menata ulang struktur pendanaan agar lebih stabil.

7. Merujuk pada Laporan Laba Rugi periode yang berakhir 30 September 2025, Pendapatan
   Lain-lain - Bersih berubah dari posisi rugi Rp164,05 juta pada periode yang sama tahun
   sebelumnya (2024) menjadi laba Rp50,78 miliar. Merujuk CALK 37 Penghasilan lain-lain,
   hal tersebut disebabkan oleh adanya pembukuan keuntungan atas pelepasan entitas anak
   sebesar Rp42 miliar. Agar dijelaskan rincian transaksi atas pelepasan entitas anak dan
   perhitungan keuntungannya, serta di bagian laporan keuangan mana informasi tersebut
   dicantumkan. Jika tidak dicantumkan, sampaikan alasan mengapa informasi tersebut
   tidak dicantumkan di laporan keuangan.

   Jawaban
   Peningkatan Pendapatan Lain-lain – Bersih terutama berasal dari pencatatan keuntungan
   pelepasan entitas anak PT Triniti Garam Properti (TGP) pada tanggal 30 September 2025.
   Keuntungan sebesar Rp42 miliar dihitung berdasarkan selisih antara nilai wajar imbalan atas aset
   neto yang dilepas dengan nilai buku aset neto dan NCI pada saat pelepasan sesuai PSAK 22 dan
   PSAK 65.

   Adapun atas Informasi terkait transaksi tersebut telah diungkapkan dalam Laporan Keuangan
   Konsolidasian, yaitu pada:
   1) Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain pada pos Penghasilan lain-lain –
      bersih, yang mencerminkan dampak keuntungan pelepasan entitas anak;
   2) CALK 37 – Penghasilan Lain-lain, yang menjelaskan rincian sumber penghasilan lain-lain
      termasuk keuntungan pelepasan entitas anak; dan
   3) CALK 1(c), yang memuat penjelasan mengenai penghentian konsolidasi TGP beserta dasar
      pengakuan dan perhitungan keuntungannya.
Page 7
8. Merujuk pada CALK 47 Kelangsungan Usaha, disebutkan bahwa Perseroan telah
   mencatat rugi neto untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp
   200.618.000, serta melaporkan saldo akumulasi kerugian pada tanggal 31 Desember 2024
   sebesar Rp 177.505.921. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya suatu ketidakpastian
   material yang dapat menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan Perseroan untuk
   mempertahankan kelangsungan usahanya.

   Untuk menghadapi kondisi tersebut, Perseroan memfokuskan pada upaya meningkatkan
   penjualan dan efisiensi biaya produksi dengan mengambil langkah-langkah sebagai
   berikut:
   a. Manajemen akan melakukan efisiensi di seluruh sektor, termasuk meninjau kembali
       kerjasama dengan vendor guna mendapatkan kondisi yang lebih kompetitif.
   b. Meningkatkan volume dan strategi penjualan untuk memeroleh margin keuntungan
       yang lebih optimal.
   c. Mengembangkan dan mengoptimalkan kontribusi dari entitas anak guna
       meningkatkan nilai tambah bagi perusahaan induk.

   Agar dijelaskan:
   a. Jelaskan indikator kinerja utama (KPI) finansial yang digunakan Perseroan untuk
      memantau kemajuan dari upaya mitigasi ini.

      Jawaban
      Untuk memantau kemajuan dari upaya mitigasi, manajemen menetapkan beberapa KPI
      finansial utama yang dievaluasi secara bulanan dan dilaporkan ke Direksi setiap triwulan
      antara lain pertumbuhan penjualan yang secara periodik Manajemen selalu evaluasi
      pertumbuhan penjualan per project, dan untuk periode ini menargetkan pertumbuhan
      marketing revenue Perseroan sebesar Rp1,8 Triliun, di mana per September 2025 Perseroan
      telah mencapai sebesar Rp946 Miliar atau sekitar 53% dari total target Marketing Revenue
      Perseroan di tahun 2025.

   b. Jika target efisiensi dan peningkatan penjualan (Poin 1 & 2) tidak tercapai dalam
      tenggat waktu yang ditetapkan, apa rencana kontingensi yang akan dijalankan untuk
      memastikan kelangsungan operasi Perseroan?

      Jawaban
      Perseroan akan melakukan evaluasi atas strategi penjualan dan pemasaran. Selain itu,
      Perseroan akan melakukan peninjauan ulang atas struktur biaya operasional, termasuk
      evaluasi terhadap commercial terms dengan vendor dan pemasok utama guna memperoleh
      kondisi kerja sama yang lebih kompetitif guna memperoleh harga penawaran yg
      lebih ekonomis.
Page 8
   c. Strategi perbaikan defisit saldo laba yang lebih konkret.

      Jawaban
      Perseroan akan terus mengupayakan untuk melakukan efisiensi biaya-biaya di seluruh sektor
      dan mengoptimalkan realisasi pendapatan. Perseroan juga melakukan divestasi atas
      kepemilikan saham entitas anak sebagai bagian dari langkah strategis untuk memperbaiki
      struktur permodalan dan memperkuat neraca Perseroan.

9. Merujuk pada informasi pada tanggapan Perseroan tanggal 29 Oktober 2025, disebutkan
   bahwa rencana aksi korporasi yang sebelumnya sempat disebut dalam laporan public
   expose Perseroan masih dalam tahap pembahasan internal oleh manajemen Perseroan dan
   belum terdapat keputusan final terkait rencana aksi korporasi yang dapat diungkapkan
   kepada publik. Perseroan sedang melakukan diskusi intensif dengan beberapa calon
   strategic partner namun demikian belum dapat menyampaikan rincian lebih lanjut
   mengenai rencana aksi korporasi karena masih terikat pada Non Disclosure Agreement
   (NDA) dengan beberapa calon strategic partner. Agar dijelaskan:
   a. Update status rencana tersebut, per saat ini.

      Jawaban
      Hingga saat ini, belum ada rencana aksi korporasi yang akan dilaksanakan Perseroan dalam
      waktu dekat dikarenakan masih dalam pembahasan diskusi internal Perseroan kecuali adanya
      rencana masuknya Partner Strategis yang akan masuk ke Perseroan. Namun, proses tersebut
      mengalami hambatan seiring dengan adanya suspensi atas saham Perseroan, yang
      menyebabkan tertundanya tahapan transaksi yang sebelumnya direncanakan untuk
      dilaksanakan pada minggu ini.

      Selanjutnya Perseroan memastikan bahwa setiap proses dan tahapan pelaksanaan aksi
      korporasi akan dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
      berlaku, termasuk peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).
      Perseroan akan melakukan pengungkapan informasi secara tepat waktu apabila terdapat
      keputusan final yang dapat disampaikan kepada publik.

   b. Apakah Perseroan memiliki target waktu (misalnya, kuartal atau semester) mengenai
      keputusan final terkait jenis aksi korporasi, tujuan, dan timeline pelaksanaannya akan
      ditetapkan dan diumumkan secara resmi? Jelaskan.

      Jawaban
      Seperti yang disampaikan bahwa proses masuknya Partner Strategis yang baru sedang dalam
      proses finalisasi, namun proses transaksi tersebut terhambat dikarenakan Saham Perseroan
      dalam tahap suspensi.

      Perseroan akan mengumumkan keputusan tersebut secara resmi apabila proses transaksi
      selesai dan memperoleh kepastian yang memadai untuk dilakukan pengungkapan informasi
      sesuai peraturan yang berlaku.
Page 9
   c. Latar belakang pengumuman Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)
      tanggal 24 Oktober 2025 tidak disertai informasi rencana aksi korporasi, padahal
      rencana tersebut sudah dipublikasikan pada Public Expose Insidental 20 Oktober
      2025?

      Jawaban
      Hingga saat Perseroan menyampaikan Pengumuman Rapat Umum Pemegang Saham Luar
      Biasa (“RUPSLB”) pada tanggal 24 Oktober 2025, belum terdapat keputusan final dari
      Manajemen yang dapat diungkapkan kepada publik terkait informasi rencana aksi korporasi
      Perseroan, yang saat ini masih dalam pembahasan diskusi internal.

10. Agar dijelaskan analisa manajemen atas pengaruh rencana perubahan pengurus yang
   diagendakan akan dimintakan persetujuan pemegang sahamnya dalam RUPS tanggal 2
   Desember 2025 dengan tren harga saham Perseroan.

   Jawaban
   Menurut analisa Perseroan, terkait agenda perubahan susunan pengurus yang akan dimintakan
   persetujuan pemegang sahamnya dalam RUPS pada 02 Desember 2025 mendatang merupakan
   bagian dari upaya Perseroan dalam memperkuat tata kelola perusahaan serta memastikan
   efektivitas fungsi pengawasan dan pengelolaan Perseroan, namun tidak secara langsung dapat
   digunakan sebagai indikator untuk menentukan arah pergerakan harga saham.

   Perseroan menilai bahwa pergerakan harga saham sepenuhnya merupakan respons pasar yang
   berada di luar kendali Perseroan. Adapun menurut pengamatan Perseroan, pergerakan harga
   saham yang terjadi tidak lepas dipengaruhi dari berbagai faktor yaitu:
   1) Faktor Internal (Fundamental Perseroan)
       a) Kinerja Keuangan yang membaik, di mana dapat dilihat berdasarkan Laporan Keuangan
          per 30 September 2025, Perseroan telah mencatatkan laba bersih sebesar Rp31 miliar atau
          mengalami kenaikan sebesar 150% dari periode yang sama tahun sebelumnya masih
          berada di posisi rugi Rp62 miliar. Pencapaian tersebut menunjukkan adanya perbaikan
          kinerja yang signifikan serta keberhasilan Perseroan dalam menjalankan strategi
          operasional yang lebih fokus dan efisien.
       b) Pipeline Proyek yang kuat, Perseroan memiliki sejumlah proyek strategis di berbagai
          lokasi potensial, termasuk pengembangan kawasan hunnian dan properti komersial yang
          mendapat respon positif dari pasar.
       c) Komitmen terhadap Prinsip Keberlanjutan, Perseroan berinisiatif keberlanjutan dan upaya
          mendukung penurunan emisi juga memperkuat citra perusahaan di mata investor institusi
          yang memperhatikan aspek ESG (Environmental, Social, and Governance).
Page 10
   2) Faktor Eksternal
      a) Pemulihan Sektor Properti Sektor properti mulai menunjukkan tren pemulihan pasca
         perlambatan ekonomi, ditandai dengan meningkatnya permintaan properti residensial dan
         investasi jangka panjang.
      b) Sentimen Pasar Positif seperti adanya penurunan suku bunga acuan serta meningkatnya
         partisipasi investor ritel turut mendukung pergerakan saham-saham di sektor properti.
      c) Dukungan Kebijakan Pemerintah seperti seperti insentif PPN DTP (yang akan
         diperpanjang hingga tahun 2027) untuk pembelian properti residensial, dan juga
         dukungan pemerintah dalam pemindahan dana sebesar Rp 200 triliun dari Bank Indonesia
         ke lima bank himpunan milik negara (Himbara) untuk mendorong penyaluran kredit
         terutama dalam menggerakkan sektor properti.

11. Merujuk pada informasi pada tanggapan Perseroan tanggal 29 Oktober 2025, disebutkan
    bahwa proyek Sequoia Hills dikembangkan dan dikelola oleh PT Triniti Garam Properti
    (“TGP”) yang pada saat itu merupakan entitas anak dari Perseroan yang saat ini telah
    didivestasikan. Namun di sisi lain disebutkan bahwa dalam pengembangan Sequoia Hills
    maka dibentuklah kerja sama operasi (joint operation) antara Perseroan dengan PT Sentul
    Golf Utama (“SGU”) yaitu JO Triniti Sentul, di mana Perseroan wajib menjamin
    ketersediaan dana modal kerja tanpa bunga dan melakukan pengelolaan dan
    pengembangan tanah serta menyediakan konsultasi teknik untuk kepentingan proyek.
    Perbedaan pengembangan yang dilakukan oleh PT Triniti Garam Properti (“TGP”) dan
    melalui kerja sama operasi (Joint Operation) Triniti Sentul terletak pada kepemilikan
    lahan dan struktur pengembangannya. Pada pengembangan yang dilakukan oleh TGP,
    proyek dibangun di atas lahan milik TGP. Sementara dalam JO Triniti Sentul, lahan
    dimiliki oleh PT Sentul Golf Utama (“SGU”) dan dikembangkan bersama oleh Perseroan
    melalui JO Triniti Sentul. Meskipun TGP saat ini tidak lagi merupakan entitas anak
    Perseroan, Perseroan masih tergabung dalam JO Triniti Sentul dan tetap berpartisipasi
    dalam pengembangan proyek Sequoia Hills. Agar dijelaskan:

   a. Apakah bagian proyek Sequoia Hills yang dikerjakan oleh TGP dan yang dikerjakan
      oleh JO merupakan bagian yang berbeda? Jelaskan pembagiannya.

      Jawaban
      Meskipun TGP telah didivestasikan oleh Perseroan, proyek Sequoia Hills tetap
      dikembangkan dan dikelola oleh TGP dan JO Triniti Sentul di mana perbedaanya terletak
      pada kepemilikan lahan dan struktur pengembangannya. Pada pengembangan yang dilakukan
      oleh TGP, proyek dibangun di atas lahan milik TGP. Sementara dalam JO Triniti Sentul,
      lahan dimiliki oleh PT Sentul Golf Utama (“SGU”) dan dikembangkan bersama oleh
      Perseroan melalui JO Triniti Sentul.
Page 11
b. Apakah Perseroan memiliki proyek low rise building atau landed house lain selain
   proyek Sequoia Hills?

   Jawaban
   Selain proyek Sequoia Hills, Perseroan memiliki proyek low rise building atau landed house
   lain yang merupakan bagian dari pengembangan proyek Perseroan yang berlokasi di Batam
   yaitu proyek Marc’s Boulevard, yang mana saat ini sedang dalam pembangunan untuk Glenn
   The Hive (landed house), Paul & Prive Condovilla (lowrise building), serta Shophouse Paul
   Lane (ruko/rukan).


c. Setelah divestasi, apakah lahan yang sebelumnya dikembangkan oleh TGP (proyek
   Sequoia Hills) kini dikembangkan oleh pihak lain, dan apakah Perseroan masih
   memiliki perjanjian atau keterikatan pasca-divestasi yang memberikan Perseroan hak
   atas bagi hasil atau kompensasi tertentu dari pengembangan lahan tersebut?

   Jawaban
   Hingga saat ini pengembangan proyek Sequoia Hills masih dikembangkan oleh TGP dan JO
   Triniti Sentul (JO antara Perseroan dengan PT Sentul Golf Utama).

   Selanjutnya Pasca-divestasi, Perseroan tidak lagi memiliki keterikatan yang bersifat
   kepemilikan atas lahan yang sebelumnya dikembangkan oleh TGP. Dengan demikian,
   Perseroan tidak memiliki hak atas bagi hasil maupun kompensasi dari pengembangan lahan
   tersebut, selain manfaat ekonomi yang timbul dari bagian proyek yang dikembangkan oleh
   Perseroan melalui JO Triniti Sentul.

d. Berapa persentase porsi Perseroan dalam JO Triniti Sentul, baik dari segi pembagian
   kewajiban maupun pembagian laba/hasil proyek?

   Jawaban
   Dalam JO Triniti Sentul, Perseroan wajib menjamin ketersediaan modal kerja tanpa bunga
   dan melakukan pengelolaan dan pengembangan tanah, menyediakan konsultasi teknik untuk
   kepentingan proyek, serta dalam segi pemasaran proyek. Sementara itu PT Sentul Golf Utama
   (“SGU”) memiliki kewajiban dalam penyediaan lahan pembangunan seluas 76Ha.

e. Perseroan wajib menjamin ketersediaan dana modal kerja tanpa bunga untuk JO.
   Bagaimana dana ini diperlakukan dalam pembukuan Perseroan? Apakah dicatat
   sebagai Piutang dari JO atau sebagai Investasi dalam JO, dan bagaimana dampaknya
   terhadap arus kas Perseroan?

   Jawaban
   Atas ketersediaan dana modal kerja tanpa bunga untuk JO dicatatkan sebagai piutang lain-
   lain pihak berelasi. Pemberian modal kerja dalam pengembangan JO Triniti Sentul berasal
   dari lembaga keuangan bank sehingga arus kas Perseroan masih tetap terjaga.
Page 12
f. Bagaimana Perseroan mengakui pendapatan dari JO Triniti Sentul? Apakah melalui
   pengakuan bagi hasil laba, atau melalui pengakuan fee manajemen/konsultasi teknik,
   atau kombinasi keduanya?

   Jawaban
   Perseroan mengakui pendapatan dari JO Triniti Sentul diakui menggunakan metode ekuitas.
   Sementara itu Perseroan juga mendapatkan pendapatan jasa melalui fee
   manajemen/konsultasi teknik.

g. Berapa lama durasi JO Triniti Sentul ini direncanakan serta berapa target
   pembangunan unitnya dan target penjualan yang diharapkan Perseroan?

   Jawaban
   Target pembangunan proyek Sequoia Hills diperkirakan selesai pada tahun 2030 yang mana
   Gross Development Value (GDV) yang diharapkan Perseroan atas pengembangan proyek
   Sequoia Hills yaitu sebesar Rp13.2 triliun.

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.54 MB
Published27 Nov 2025
Pages12
Characters26,478
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 8 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Perintis Triniti Properti Tbk p.1 ×5
linked person Ishak Chandra · Direktur Utama p.1
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1 ×4
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.8
unresolved person Aditya Nugraha PH Kepala Divisi Penilaian p.1
unresolved org PT Triniti Garam Properti p.4 ×4
unresolved org Bank Indonesia p.10
unresolved org PT Sentul Golf Utama p.10 ×5

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result