Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 43
Page 1
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 JUNI 2026
( TIDAK DIAUDIT )
DAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL
TERSEBUT BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
Page 2
SURAT PERNYATAAN DIREKSI DIRECTORS' STATEMENT
TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS ON THE RESPOilS'B/LITY FOR
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN CON SOLI DATED FI N ANC I AL STATEMENTS
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN UNTUK TAHUN YANG AS OF JUNE 30, 2026 AND
BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT FOR THE YEAR THEN ENDED
Kami yang bertanda tangan di bawah ini I We, the undersigned:
'1 . Nama lName Santoso Jiemy
Alamat Kantor / Office Address Jl. lndustri ll Blok F No. 7 Pasirjaya
Jatiuwung Tangerang 1 51 35
Alamat Domisili I Domiciled at Jl. Cideng Barat No. 15 Jakarta Pusat
No Telepon I Phone Number . 021-5901962
Jabalan I Title . Presiden Direktur I President Director
2 Nama I Name Herlina Hatorangan
Alamat Kantor / Office Address Jl. lndustri ll Blok F No. 7 Pasirjaya
Jatiuwung Tangerang '1 5135
Alamat Domisili I Domiciled at Jl satria V Nol44 Jakarta Barat
No Telepon I Phone Number 021-5901962
Jabatan I Title : Direktur I Director
menyatakan bahwa / certify that.
1. Kami bertanggung jawab atas penyusunan dan 1. We take the responsibility for the compilation and
penyajian laporan keuangan konsolidasian presentation of consolidated financial statements of
Perusahaan dan Entitas Anak; the Company and Subsidiary:
2. Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan 2. The consolidated financial statements of the
Entitas Anak telah disusun dan disajikan sesuai Company and Subsidiary have been prepared in
dengan Standar Akuntansi Keuangan di lndonesia; accordance with the lndonesian Financial
Accounting Standards;
a^
J, d, Semua informasi dalam laporan keuangan 3. a All information in the consolidated financial
konsolidasian Perusahaan dan Entitas Anak sfafe/rents of the Company and Subsidiary has
telah dimuat secara lengkap dan benar; been completely and properly dlsc/osed;
b. Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan b The consolidated financial statements of the
dan Entitas Anak tidak mengandung informasi Company and Subsidiary do not contain
atau fakta material yang tidak benar, dan tidak improper material information or fact, and do
menghilangkan informasi atau fakta material; not omit any material information or fact;
4. Kami bertanggung jawab atas sistem pengendalian 4. We are responsible for the internal control system
intern dalam Perusahaan dan Entitas Anak. of the Company and Subsidiary.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya. The statement is made truthfully
Jakarta, 29 Juli 2026 I July 29,2026
PT ndonesia Tbk
'ANX393280103
Santoso J na Hatorangan
Presiden Direktur / Director I Director
PT Colorpok lndonesio Tbk.
Heod Offlce : Jl. lndustri ll Blok F No. 7 Pasir Jaya, Jatiuwung, Tangerang 1 51 35, T: +6221 5901962, F: +6221 5901 963
U s
Gredk Broncfi : Jl. KIG Raya Seiatan, Blok E No. 08 Randu Agung,Kebomas, Gresik, Jawa Timur 61121, Telp. +6231 9910432UFax. +6231 99104322
www.colorpok.co.id N0 234701 008
Page 3
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 JUNI 2026
DAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
DAFTAR ISI
Halaman
Surat Pernyataan Direksi
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian ………..….……………………………………………….……… 1-3
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Konsolidasian……………………………………………….………………………...…………....………….. 4-5
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian ……………………………………………………......…........ 6
Laporan Arus Kas Konsolidasian ............................................................................................................ 7
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian …………………………....…………………................. 8 - 40
***************************
Page 4
PT COLORPAK INDONESIA TBK
DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 Juni 2026
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
30 Juni 2026 31 Desember
Catatan 2025
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 4 221.643.078.327 246.763.834.962
Investasi pada surat berharga 5 19.147.500.000 8.075.000.000
Piutang usaha 6
Pihak ketiga, neto 356.164.748.166 309.830.867.886
Pihak berelasi 1.616.761.620 1.988.319.690
Piutang lain-lain - pihak ketiga, neto 953.746.692 603.610.597
Persediaan, neto 7 250.692.280.209 176.286.720.592
Pajak dibayar di muka 1.290.702.953 -
Biaya dibayar dimuka dan uang muka 10.571.076.877 3.015.430.458
Total Aset Lancar 862.079.894.844 746.563.784.185
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap, neto 8 90.623.181.453 91.255.167.214
Piutang lain-lain jangka panjang 278.281.244 341.281.244
Tagihan pajak 11 2.896.593.825 3.314.935.920
Aset pajak tangguhan, neto 11 4.487.639.622 4.422.366.794
Aset tidak lancar lainnya 4.882.292.600 5.126.580.986
Total Aset Tidak Lancar 103.167.988.744 104.460.332.158
TOTAL ASET 965.247.883.588 851.024.116.343
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
1
Page 5
PT COLORPAK INDONESIA TBK
DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2026
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
30 Juni 2026 31 Desember
Catatan 2025
Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank jangka pendek dan cerukan 9 110.215.103.779 48.788.824.611
Utang usaha 10
Pihak ketiga 198.359.938.754 172.657.075.006
Pihak berelasi - 1.168.626.216
Utang lain-lain - pihak ketiga 49.521.257.292 546.768.403
Utang pajak 11 6.119.030.273 6.845.654.770
Beban masih harus dibayar
2.669.103.701 4.542.167.347
Bagian lancar atas:
Liabilitas sewa 13 1.044.950.091 1.044.950.091
Total Liabilitas Jangka Pendek 367.929.383.890 235.594.066.444
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan kerja 12 13.572.243.382 13.414.330.882
Liabilitas sewa 13 1.603.538.505 2.089.900.182
Total Liabilitas Jangka Panjang 15.175.781.887 15.504.231.064
Total Liabilitas 383.105.165.777 251.098.297.508
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
2
Page 6
PT COLORPAK INDONESIA TBK
DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2026
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 30 Juni 2026 31 Desember
2025
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada
Pemilik Entitas Induk
Modal saham - nilai nominal Rp100 per saham
Modal dasar - 1.000.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh 306.338.500 saham 30.633.850.000 30.633.850.000
14
Tambahan modal disetor 15 5.018.103.066 5.018.103.066
Saham Tresuri 14 (307.467.982) (307.467.982)
Saldo laba
Cadangan umum 43.802.218.843 40.323.264.061
Belum ditentukan penggunaannya 502.870.826.178 524.152.866.384
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas
Induk 582.017.530.105 599.820.615.529
Kepentingan Nonpengendali
125.187.706 105.203.306
Total Ekuitas 582.142.717.811 599.925.818.835
Total Liabilitas dan Ekuitas 965.247.883.588 851.024.116.343
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian secara keseluruhan.
3
Page 7
PT COLORPAK INDONESIA TBK
DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
Untuk Periode yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 30 Juni 2026 30 Juni 2025
Penjualan neto 18 535.904.762.392 458.751.479.620
Beban pokok penjualan 19 456.220.285.527 394.973.233.106
Laba bruto 79.684.476.865 63.778.246.514
Beban penjualan dan distribusi (4.145.799.998) (4.035.626.802)
Beban umum dan administrasi 20 (30.621.413.110) (29.006.500.548)
Pendapatan operasi lain 21 1.031.881.220 1.786.837.604
Beban operasi lain 21 (5.199.615.309) (765.037.757)
Laba usaha 40.749.529.668 31.757.919.011
Pendapatan keuangan 22 4.041.186.773 4.952.436.565
Biaya keuangan 23 (1.479.155.267) (1.760.265.909)
Laba sebelum pajak 43.311.561.174 34.950.089.667
Beban pajak penghasilan, neto 11 (8.910.340.474) (6.689.899.328)
Laba periode berjalan 34.401.220.700 28.260.190.339
Pendapatan komprehensif lain - -
Total pendapatan komprehensif periode berjalan 34.401.220.700 28.260.190.339
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
4
Page 8
PT COLORPAK INDONESIA TBK
DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN (lanjutan)
Untuk Periode yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 30 Juni 2026 30 Juni 2025
Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 34.381.236.300 28.251.280.318
Kepentingan nonpengendali 19.984.400 8.910.021
34.401.220.700 28.260.190.339
Total pendapatan komprehensif periode berjalan yang dapat
diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 34.381.236.300 28.251.280.318
Kepentingan nonpengendali 19.984.400 8.910.021
34.401.220.700 28.260.190.339
Laba per saham yang dapat diatribusikan kepada pemilik
entitas induk 17 112,34 92,26
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangankonsolidasian secara keseluruhan.
5
Page 9
PT COLORPAK INDONESIA TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
Untuk Periode yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk
Modal Saham Saldo Laba
- Ditempatkan
dan Disetor Tambahan Saham
Penuh Modal Disetor Tresuri Cadangan Belum Ditentukan Kepentingan Total Ekuitas
Catatan Umum Penggunaannya Sub-total Nonpengendali
Saldo, 1 Januari 2025 14,15 30.633.850.000 5.018.103.066 - 37.480.046.462 500.084.264.932 573.216.264.460 86.190.710 573.302.455.170
Penyisihan cadangan umum - - - 2.843.217.599 (2.843.217.599) - - -
Dividen - - - - (42.648.263.985) (42.648.263.985) - (42.648.263.985)
Laba periode berjalan - - - - 28.251.280.318 28.251.280.318 8.910.021 28.260.190.339
Perolehan saham tresuri - - (307.467.982) - - (307.467.982) - (307.467.982)
Penghaslilan komprehensif
lain - - - - - - - -
Saldo, 31 Maret 2025 14,15 30.633.850.000 5.018.103.066 (307.467.982) 40.323.264.061 482.844.063.666 558.511.812.811 95.100.731 558.606.913.542
Saldo, 1 Januari 2026 14,15 30.633.850.000 5.018.103.066 (307.467.982) 40.323.264.061 524.152.866.384 599.820.615.529 105.203.306 599.925.818.835
Penyisihan cadangan umum - - - 3.478.954.782 (3.478.954.782) - - -
Dividen - - - - (52.184.321.724) (52.184.321.724) - (52.184.321.724)
Laba periode berjalan
- - - - 34.381.236.300 34.381.236.300 19.984.400 34.401.220.700
Penghaslilan komprehensif
lain - - - - - - - -
Saldo, 30 Juni 2026 14,15 30.633.850.000 5.018.103.066 (307.467.982) 43.802.218.843 502.870.826.178 582.017.530.105 125.187.706 582.142.717.811
catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
6
Page 10
PT COLORPAK INDONESIA TBK
DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2026
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
30 Juni 30 Juni
2026 2025
Arus Kas dan Aktivitas Operasi
Penerimaan tunai dari pelanggan 489.942.440.182 439.722.366.079
Pembayaran tunai kepada pemasok (438.181.799.469) (384.978.866.923)
Pembayaran kepada karyawan (38.233.460.090) (34.556.356.545)
Pembayaran untuk beban usaha (22.097.637.638) (14.590.575.025)
Kas yang diperoleh (digunakan untuk) dari operasi (8.570.457.015) 5.596.567.586
Penerimaan bunga 4.041.186.773 4.952.436.565
Penerimaan pengembalian pajak 3.102.611.551 3.098.592.070
Pembayaran pajak (12.552.133.732) (5.433.862.716)
Pembayaran bunga (1.479.155.267) (1.760.265.909)
Penerimaan neto lain-lain 4.935.026.676 (930.374.077)
Kas Neto yang Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi (10.522.921.014) 5.523.093.519
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Penambahan aset tetap (2.759.886.871) (1.219.174.191)
Penerimaan atas penjualan aset tetap - 245.000.000
Penambahan investasi pada surat berharga (15.370.445.758) (19.439.654.671)
Perolehan atas penjualan investasi pada surat berharga - 11.616.564.885
Kas Neto yang Digunakan untuk Aktivitas Investasi (18.130.332.629) (8.797.263.977)
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Pembayaran liabilitas sewa (600.000.000) (600.000.000)
Pembayaran atas utang pembiayaan konsumen - (573.286.774)
Perolehan saham tresuri - (307.467.982)
Pembayaran dividen kas (2.867.502.992) -
Penerimaan dari utang bank jangka pendek 7.000.000.000 17.694.668.319
Kas Neto yang Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan 3.532.497.008 16.213.913.563
Kenaikan (Penurunan) Neto Kas dan Setara Kas
(25.120.756.635) 12.939.743.105
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 246.763.834.962 240.196.931.427
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 221.643.078.327 253.136.674.532
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
7
Page 11
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a. Pendirian Perusahaan
PT Colorpak Indonesia Tbk (“Perusahaan”) didirikan di Republik Indonesia dalam rangka Penanaman Modal Asing (“PMA”)
berdasarkan Akta Notaris Tegoeh Hartanto, S.H., No. 86 tanggal 15 September 1988. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri
Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-10158.HT.01.01.TH.88 pada tanggal 7 November 1988 dan
diumumkan dalam Berita Negara No. 38 Tambahan No. 1683 tanggal 11 Mei 1990.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, perubahan terakhir sebagaimana dinyatakan dalam
Akta Notaris Leolin Jayayanti, S.H., No. 62 tanggal 26 Juli 2023, mengenai perubahan Anggaran Dasar Perusahaan
sehubungan dengan perubahan sebagian ketentuan Anggaran Dasar Perusahaan untuk memenuhi ketentuan POJK
Nomor.41/POJK.04/2022 dan POJK Nomor.14/POJK.04/2022. Perubahan tersebut telah diterima dan dicatat oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0097628 tanggal 27 Juli
2023.
Perusahaan bergerak di bidang industri tinta, cat dan tinta cetak. Entitas Anak berusaha dalam bidang perdagangan besar
bahan dan barang kimia dasar atau kimia industri.
Kantor pusat dan pabrik Perusahaan berkedudukan di Jl. Industri II Blok F/7, Pasir Jaya, Jatiuwung, Tangerang, 15135.
Perusahaan memulai kegiatan operasi komersialnya pada tahun 1989.
b. Penyelesaian Laporan Keuangan Konsolidasian
Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian, yang telah diselesaikan
dan disetujui untuk diterbitkan oleh direksi Perusahaan pada tanggal 29 Juli 2026.
c. Entitas Induk dan Entitas Induk Terakhir
Ink Color International Pte. Ltd., Singapura adalah entitas induk Perusahaan Pacific Palisades Pte. Ltd., Singapura, adalah
entitas induk terakhir Perusahaan.
d. Penawaran Umum dan Aksi Korporasi yang Mempengaruhi Modal Saham yang Ditempatkan dan Disetor Penuh
Aksi korporasi (“corporate action”) yang mempengaruhi modal saham yang diterbitkan sejak penawaran umum perdana
sampai dengan tanggal 31 Desember 2025, adalah sebagai berikut:
Jumlah Nilai
saham ditempatkan nominal
Tanggal Keterangan dan beredar per saham
9 November 2001 Penawaran umum perdana 50.000.000 saham 50.000.000 100
30 November 2001 Pencatatan saham perdana dan Waran Seri I pada bursa
efek 304.700.000 100
23 November 2004 Pelaksanaan Waran Seri I ke saham biasa - 1.638.500
saham 306.338.500 100
6 November - Perolehan saham tresuri - 2.128.000 saham 304.210.500 100
30 Desember 2013
1 Januari - Perolehan saham tresuri - 367.000 saham 303.843.500 100
5 Januari 2014
19 Juni - Penjualan kembali saham tresuri - 2.495.000 saham 306.338.500 100
26 Juli 2017
8 April - Perolehan saham tresuri - 298.100 saham 306.040.400 100
16 April 2025
d. Penawaran Umum dan Aksi Korporasi yang Mempengaruhi Modal Saham yang Ditempatkan dan Disetor Penuh
(lanjutan)
Pada tanggal 9 November 2001, Perusahaan memperoleh surat persetujuan No. S-278/PM/2001 dari Ketua Badan
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (“BAPEPAM-LK”, sekarang merupakan bagian dari Otoritas Jasa Keuangan
atau “OJK”) untuk menawarkan 50.000.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp100 per saham di bursa efek dengan
harga penawaran Rp200 per saham.
Selain itu, pada penawaran umum perdana tersebut, Perusahaan juga memberikan Waran Seri I (“Waran”) secara cuma-
cuma, dengan rasio satu (1) Waran untuk setiap pemegang satu (1) saham baru. Waran tersebut memberikan hak kepada
pemegangnya untuk membeli satu saham baru Perusahaan dengan harga pelaksanaan sebesar Rp250 yang dapat
dilaksanakan (“be exercised”) dalam periode tiga (3) tahun sejak tanggal 23 November 2001 hingga 23 November 2004.
Seluruh saham Perusahaan telah tercatat pada Bursa Efek Indonesia.
8
Page 12
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
e. Struktur Perusahaan dan Entitas Anak
Entitas Anak yang dikendalikan oleh Perusahaan secara langsung pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah
sebagai berikut:
Entitas Anak Domisili Permulaan Kegiatan Usaha Total Aset Sebelum eleminasi Presentasi Kepemilikan Efektif (%)
Operasi
Komersial
2026 2025 2026 2025
PT Colorpak Indonesia 2010 Perdagangan 334.409.267.148 254.292.472.824 99.90 99.90
Flexible
Indonesia
Perusahaan dan Entitas Anak untuk selanjutnya disebut sebagai “Grup”.
f. Manajemen Kunci dan Informasi Lainnya
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi serta Komite Audit Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Harris Pranatajaya
Komisaris : Tjia Hwie Tjin
Komisaris Independen : Didik Susilo
Direksi
Direktur Utama : Santoso Jiemy
Direktur : Antoni Gunawan
Direktur : Herlina Hatorangan
Komite Audit
Ketua : Didik Susilo
Anggota : Ardhini Barotorini
Anggota : Mieke Tioe
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 dan 2025, jumlah beban kompensasi bruto bagi manajemen kunci
Grup adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026 30 Juni 2025
Imbalan kerja karyawan jangka pendek 15.347.380.000 13.287.560.000
Imbalan pasca kerja 2.866.342.279 1.673.791.344
Total kompensasi bruto yang dibayar kepada
manajemen kunci 18.213.722.279 14.961.351.344
Terdiri dari:
Direksi dan komisaris 13.614.750.000 11.819.410.000
Manajemen kunci lainnya 4.598.972.279 3.141.941.344
Total 18.213.722.279 14.961.351.344
Pada tanggal 30 Juni 2026, Grup memiliki karyawan tetap sejumlah 102 orang (2025: 102) (tidak diaudit).
9
Page 13
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN
Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia (“SAK”),
yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) yang
dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia, serta Peraturan No. VIII.G.7 Lampiran
Keputusan Ketua OJK No. KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 yang terdapat di dalam Peraturan dan Pedoman Penyajian
dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh OJK.
Laporan keuangan konsolidasian, kecuali laporan arus kas konsolidasian, disusun berdasarkan konsep akrual dengan
menggunakan konsep biaya historis, kecuali seperti yang diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang
relevan.
Laporan arus kas konsolidasian yang disusun dengan menggunakan metode langsung, menyajikan penerimaan dan pengeluaran
kas dan setara kas yang diklasifikasikan ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Kebijakan akuntansi yang diterapkan oleh Grup adalah selaras bagi tahun yang dicakup oleh laporan keuangan konsolidasian,
kecuali untuk standar akuntansi baru dan revisi seperti diungkapkan pada Catatan di bawah ini.
Grup telah menyusun laporan keuangan konsolidasian dengan dasar bahwa Grup akan mempertahankan kelangsungan usaha.
Perubahan Kebijakan Akuntansi
Grup telah menerapkan sejumlah amandemen dan penyesuaian standar akuntansi yang relevan dengan pelaporan keuangan dan
efektif untuk tahun yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2025 sebagai berikut:
a) Amandemen PSAK 221: Kekurangan Ketertukaran
Amandemen tersebut mengharuskan pengungkapan informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan
memahami dampak mata uang yang tidak dapat dipertukarkan dengan mata uang lain yang memengaruhi, atau diperkirakan
akan memengaruhi, kinerja keuangan, posisi keuangan, dan arus kas entitas.
Amendemen ini tidak berdampak pada laporan keuangan konsolidasian Grup.
b) PSAK 117: Kontrak Asuransi
Standar akuntansi baru yang komprehensif untuk kontrak asuransi yang mencakup pengakuan dan pengukuran, penyajian
dan pengungkapan, pada saat berlaku efektif PSAK 117 akan menggantikan PSAK 104: Kontrak Asuransi. PSAK 117 berlaku
untuk semua jenis kontrak asuransi, jiwa, non-jiwa, asuransi langsung dan reasuransi, terlepas dari entitas yang
menerbitkannya, serta untuk jaminan dan instrumen keuangan tertentu dengan fitur partisipasi tidak mengikat, serta beberapa
pengecualian ruang lingkup akan berlaku. Tujuan keseluruhan dari PSAK 117 adalah untuk menyediakan model akuntansi
untuk kontrak asuransi yang lebih bermanfaat dan konsisten untuk asuradur.
Amendemen ini tidak berdampak pada laporan keuangan konsolidasian Grup.
Prinsip-prinsip Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas anak pada tanggal 31 Desember setiap
tahun. Kendali diperoleh bila Grup terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee dan
memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas investee.
Dengan demikian, investor mengendalikan investee jika dan hanya jika investor memiliki seluruh hal berikut ini:
i) Kekuasaan atas investee, yaitu hak yang ada saat ini yang memberi investor kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas
relevan dari investee,
ii) Eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee, dan
iii) Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil.
Bila Grup tidak memiliki hak suara atau hak serupa secara mayoritas atas suatu investee, Grup mempertimbangkan semua fakta
dan keadaan yang relevan dalam mengevaluasi apakah mereka memiliki kekuasaan atas investee, termasuk:
i) Pengaturan kontraktual dengan pemilik hak suara lainnya dari investee,
ii) Hak yang timbul atas pengaturan kontraktual lain, dan
iii) Hak suara dan hak suara potensial yang dimiliki Grup.
10
Page 14
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Prinsip-prinsip Konsolidasian (lanjutan)
Grup menilai kembali apakah mereka mengendalikan investee bila fakta dan keadaan mengindikasikan adanya perubahan
terhadap satu atau lebih dari ketiga elemen dari pengendalian. Konsolidasi atas entitas-entitas anak dimulai sejak Grup
memperoleh pengendalian atas entitas anak dan berhenti pada saat Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak. Aset,
liabilitas, penghasilan dan beban dari entitas anak yang diakuisisi pada tahun tertentu disertakan dalam laporan keuangan
konsolidasian sejak tanggal Grup memperoleh kendali sampai tanggal Grup tidak lagi mengendalikan entitas anak tersebut.
Seluruh laba rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain diatribusikan pada pemilik entitas induk dan pada
kepentingan nonpengendali (“KNP”), walaupun hal ini akan menyebabkan saldo KNP yang defisit. Bila dipandang perlu,
penyesuaian dilakukan terhadap laporan keuangan entitas anak untuk diselaraskan dengan kebijakan akuntansi Grup.
Seluruh aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan dan beban dan arus kas atas transaksi antar anggota Grup dieliminasi sepenuhnya
pada saat konsolidasi.
Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian, dicatat
sebagai transaksi ekuitas. Bila kehilangan pengendalian atas suatu entitas anak, maka Grup menghentikan pengakuan atas aset
(termasuk goodwill), liabilitas, KNP dan komponen lain dari ekuitas terkait, sementara rugi atau laba yang dihasilkan diakui pada
laba rugi. Bagian dari investasi yang tersisa diakui pada nilai wajar.
Klasifikasi Lancar dan tak Lancar
Grup menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian berdasarkan klasifikasi lancar/tak lancar. Suatu
aset disajikan lancar bila:
i) akan direalisasi, dijual atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal,
ii) untuk diperdagangkan,
iii) akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal perlaporan, atau
iv) kas dan setara kas kecuali yang dibatasi penggunaannya untuk melunasi suatu liabilitas dalam paling lambat 12 bulan setelah
tanggal pelaporan.
Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.
Suatu liabilitas disajikan lancar bila:
i) akan dilunasi dalam siklus operasi normal,
ii) untuk diperdagangkan,
iii) akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau
iv) tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling tidak 12 bulan setelah tanggal pelaporan.
Seluruh liabilitas lain diklasifikasikan sebagai jangka panjang.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset dan liabilitas jangka panjang.
Pengukuran Nilai Wajar
Grup mengukur pada pengakuan awal instrumen keuangan, dan aset dan liabilitas yang diperoleh melalui kombinasi bisnis pada
nilai wajar. Grup juga mengukur jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas (“UPK”) tertentu berdasarkan nilai wajar dikurangi biaya
pelepasan, dan aset keuangan tertentu pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (“NWPKL”).
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu
liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran nilai wajar berdasarkan asumsi bahwa
transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas terjadi di:
• pasar utama untuk aset dan liabilitas tersebut; atau
• dalam hal tidak terdapat pasar utama, maka pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut.
Pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan tersebut harus dapat diakses oleh Grup.
Nilai wajar aset dan liabilitas di ukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau
liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar dari suatu aset nonkeuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk menghasilkan manfaat
ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar
lain yang akan menggunakan aset tersebut pada penggunaan tertinggi dan terbaiknya.
Grup menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaan dan data yang memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar,
dengan memaksimalkan masukan (input) yang dapat diamati (observable) yang relevan dan meminimalkan masukan (input) yang
tidak dapat diamati (unobservable).
11
Page 15
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Pengukuran Nilai Wajar (lanjutan)
Semua aset dan liabilitas yang nilai wajarnya diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian dikategorikan dalam
hierarki nilai wajar berdasarkan level masukan (input) paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara
keseluruhan sebagai berikut:
• Level 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik yang dapat diakses entitas
pada tanggal pengukuran.
• Level 2 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran
nilai wajar yang dapat diamati (observable) baik secara langsung atau tidak langsung.
• Level 3 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran
nilai wajar yang tidak dapat diamati (unobservable).
Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan konsolidasian secara berulang, Grup menentukan apakah terdapat
perpindahan antara Level dalam hirarki dengan melakukan evaluasi ulang atas penetapan kategori (berdasarkan Level masukan
(input) paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan) pada tiap akhir periode pelaporan.
Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian yang terdiri dari kas dan bank serta deposito jangka pendek
yang jatuh tempo dalam waktu 3 bulan atau kurang, yang dapat segera dikonversikan menjadi kas dalam jumlah yang dapat
ditentukan dan memiliki risiko perubahan nilai yang tidak signifikan (Catatan 4).
Transaksi dengan Pihak Berelasi
Grup melakukan transaksi dengan pihak berelasi sesuai dengan definisi yang diuraikan pada PSAK 224.
Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, yang mungkin tidak sama dengan transaksi
lain yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak berelasi.
Seluruh transaksi dan saldo yang material dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam Catatan yang relevan.
Kecuali diungkapkan khusus sebagai pihak berelasi, maka pihak-pihak lain yang disebutkan dalam Catatan atas laporan keuangan
konsolidasian merupakan pihak tidak berelasi.
Instrumen Keuangan
Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang memberikan aset keuangan bagi satu entitas dan liabilitas keuangan atau ekuitas
bagi entitas lain.
Aset Keuangan
Pengakuan dan Pengukuran Awal
Pada pengakuan awal, Grup mengukur aset keuangan pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi, dalam hal aset keuangan
tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (“NWLR”). Piutang usaha yang tidak mengandung komponen pembiayaan yang
signifikan, dimana Grup telah menerapkan cara praktis, yaitu diukur pada harga transaksi yang ditentukan sesuai PSAK 72, seperti
diungkapkan pada catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang relevan.
Agar aset keuangan diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau NWPKL, aset keuangan harus
menghasilkan arus kas yang SPPB dari jumlah pokok terutang. Penilaian ini disebut sebagai uji SPPB dan dilakukan pada tingkat
instrumen.
Model bisnis Grup untuk mengelola aset keuangan mengacu pada bagaimana Grup mengelola aset keuangannya untuk
menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah arus kas akan dihasilkan dari pengumpulan arus kas kontraktual,
penjualan aset keuangan, atau keduanya.
Pengukuran Selanjutnya
Untuk tujuan pengukuran selanjutnya, aset keuangan diklasifikasikan dalam empat kategori:
i) Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang)
ii) Aset keuangan pada NWPKL dengan reklasifikasi ke keuntungan dan kerugian kumulatif (instrumen utang),
iii) Aset keuangan pada NWPKL tanpa reklasifikasi ke keuntungan dan kerugian kumulatif atas pelepasan (instrumen ekuitas),
dan
iv) NWLR
12
Page 16
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Instrumen Keuangan (lanjutan)
Aset Keuangan (lanjutan)
Pengukuran Selanjutnya (lanjutan)
Pengukuran selanjutnya dari aset keuangan tergantung kepada klasifikasi masing-masing aset keuangan seperti berikut ini:
Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang)
Grup mengukur aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi:
i) Aset keuangan dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk memiliki aset keuangan untuk mengumpulkan arus kas
kontraktual;
ii) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang merupakan SPPB dari jumlah
pokok terutang.
Aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi selanjutnya diukur dengan menggunakan metode suku bunga
efektif (“SBE”) dan mengalami penurunan nilai. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laporan laba rugi pada saat aset dihentikan
pengakuannya, dimodifikasi atau diturunkan nilainya.
Aset keuangan Grup yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi termasuk kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain
dan piutang karyawan.
Aset keuangan pada NWPKL (instrumen utang)
Untuk instrumen utang yang diukur pada NWPKL, pendapatan bunga, revaluasi valuta asing, dan kerugian atau pembalikan
penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi dan dihitung dengan cara yang sama seperti untuk aset keuangan yang diukur
dengan biaya perolehan diamortisasi. Perubahan nilai wajar yang tersisa diakui di PKL. Setelah penghentian pengakuan,
perubahan nilai wajar kumulatif yang diakui di PKL didaur ulang menjadi laba rugi.
Kategori ini termasuk investasi ekuitas yang diperdagangkan di bursa efek yang mana oleh Grup diklasifikasikan secara tak
terbatalkan pada NWLR. Dividen atas investasi ekuitas yang tercatat di bursa diakui sebagai pendapatan lain-lain dalam laporan
laba rugi konsolidasian pada saat hak atas pembayaran telah ditetapkan.
Penghentian Pengakuan
Aset keuangan (atau, jika berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan serupa) terutama
dihentikan pengakuannya (yaitu, dihapus dari laporan posisi keuangan konsolidasian Grup) ketika:
i. Hak untuk menerima arus kas dari aset telah kedaluwarsa; atau
ii Grup telah mengalihkan haknya untuk menerima arus kas dari aset atau telah mengasumsikan kewajiban untuk membayar
arus kas yang diterima secara penuh tanpa penundaan material kepada pihak ketiga berdasarkan pengaturan 'pass-through';
dan salah satu (a) Grup telah mengalihkan secara substansial semua risiko dan manfaat aset, atau (b) Grup tidak
mengalihkan atau memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat aset, tetapi telah mengalihkan pengendalian aset.
Ketika Grup telah mengalihkan haknya untuk menerima arus kas dari suatu aset atau telah menandatangani kesepakatan ‘pass-
through’, Grup mengevaluasi jika, dan sejauh mana, Grup masih mempertahankan risiko dan manfaat atas kepemilikan aset.
Ketika Grup tidak mengalihkan maupun seluruh risiko dan manfaat atas aset dipertahankan secara substansial, maupun tidak
mengalihkan kendali atas aset, Grup tetap mengakui aset yang dialihkan sebesar keterlibatan berkelanjutannya. Dalam kasus
tersebut, Grup juga mengakui liabilitas terkait. Aset yang dialihkan dan liabilitas terkait diukur dengan basis yang mencerminkan
hak dan kewajiban yang masih dipertahankan oleh Grup.
Keterlibatan berkelanjutan dalam bentuk jaminan atas aset yang ditransfer, diukur pada nilai yang lebih rendah antara jumlah
tercatat awal aset dan jumlah maksimum imbalan yang dibutuhkan oleh Grup untuk membayar kembali.
Penurunan nilai
Grup mengakui penyisihan KKE untuk semua instrumen utang yang bukan diukur pada NWLR dan kontrak jaminan keuangan.
KKE ditentukan atas perbedaan antara arus kas kontraktual menurut kontrak dan semua arus kas yang diharapkan akan diterima
oleh Grup, yang didiskontokan dengan perkiraan SBE orisinal. Arus kas yang diharapkan mencakup setiap arus kas dari penjualan
agunan yang dimiliki atau perbaikan kredit lainnya yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam ketentuan kontrak.
KKE diakui dalam dua tahap. Bila belum terdapat peningkatan risiko kredit signifikan sejak pengakuan awal, KKE diakui untuk
kerugian kredit yang dihasilkan dari peristiwa gagal bayar yang mungkin terjadi dalam jangka waktu 12 bulan ke depan (KKE 12
bulan). Namun, bila telah terdapat peningkatan signifikan risiko kredit sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian diakui untuk
kerugian kredit yang diperkirakan selama sisa umur aset, tanpa mempertimbangkan waktu gagal bayar (KKE sepanjang umurnya).
13
Page 17
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Instrumen Keuangan (lanjutan)
Aset Keuangan (lanjutan)
Penurunan nilai (lanjutan)
Karena piutang usaha dan piutang lain-lainnya tidak memiliki komponen pembiayaan signifikan, Grup menerapkan pendekatan
yang disederhanakan dalam perhitungan KKE. Oleh karena itu, Grup tidak menelurusi perubahan dalam risiko kredit, namun justru
mengakui penyisihan kerugian berdasarkan KKE sepanjang umurnya pada setiap tanggal pelaporan. Grup membentuk matriks
provisi berdasarkan pengalaman kerugian kredit masa lampau, disesuaikan dengan perkiraan masa depan (forward-looking) atas
faktor yang spesifik untuk debitur dan lingkungan ekonomi.
Grup menganggap aset keuangan gagal bayar ketika pembayaran kontraktual telah lewat satu tahun. Namun, dalam kasus
tertentu, Grup juga dapat mempertimbangkan aset keuangan mengalami gagal bayar ketika informasi internal atau eksternal
menunjukkan bahwa Grup tidak mungkin menerima jumlah kontraktual yang terutang secara penuh sebelum memperhitungkan
setiap peningkatan kredit yang dimiliki oleh Grup. Aset keuangan dihapuskan jika tidak ada ekspektasi yang wajar untuk
memulihkan arus kas kontraktual.
Liabilitas Keuangan
Pengakuan dan Pengukuran Awal
Liabilitas keuangan diklasifikasikan, pada pengakuan awal, sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada NWLR, utang dan
pinjaman atau derivatif ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai pada lindung nilai yang efektif, sesuai dengan kondisinya.
Semua liabilitas keuangan diakui pada nilai wajar saat pengakuan awal dan, dalam hal liabilitas keuangan dilklasifikasi sebagai
utang dan pinjaman, diakui pada nilai wajar setelah dikurangi biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.
Liabilitas keuangan Grup terdiri dari utang usaha dan lain-lain, biaya masih harus dibayar dan utang bank jangka pendek dan
cerukan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi. Grup tidak memiliki liabilitas keuangan
yang diukur pada NWLR.
Pengukuran Selanjutnya
Pengukuran selanjutnya dari liabilitas keuangan ditentukan oleh klasifikasinya sebagai berikut:
Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi (Utang dan pinjaman)
(i) Utang dan Pinjaman Jangka Panjang yang Dikenakan Bunga
Setelah pengakuan awal, utang dan pinjaman jangka panjang yang berbunga diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi
dengan menggunakan metode SBE. Pada tanggal pelaporan, biaya bunga yang masih harus dibayar dicatat secara terpisah,
dari pokok pinjaman terkait, dalam bagian liabilitas jangka pendek. Keuntungan dan kerugian diakui pada laba rugi ketika
liabilitas dihentikan pengakuannya maupun melalui proses amortisasi menggunakan metode SBE.
Biaya amortisasi dihitung dengan mempertimbangkan setiap diskonto atau premium atas akusisi dan komisi atau biaya yang
merupakan bagian tidak terpisahkan dari SBE. Amortisasi SBE dicatat sebagai beban keuangan pada laba rugi.
(ii) Utang dan Akrual
Liabilitas untuk utang usaha dan utang lain-lain jangka pendek, biaya masih harus dibayar dan liabilitas imbalan kerja jangka
pendek dinyatakan sebesar jumlah tercatat (jumlah nosional), yang kurang lebih sebesar nilai wajarnya.
Penghentian Pengakuan
Suatu liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak berakhir atau dibatalkan
atau kedaluwarsa.
Ketika sebuah liabilitas keuangan ditukar dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama atas persyaratan yang
secara substansial berbeda, atau bila persyaratan dari liabilitas keuangan tersebut secara substansial dimodifikasi, pertukaran
atau modifikasi persyaratan tersebut dicatat sebagai penghentian pengakuan liabilitas keuangan orisinal dan pengakuan liabilitas
keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas keuangan tersebut diakui pada laba rugi.
Saling Hapus Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disaling hapuskan dan nilai netonya disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian
jika, dan hanya jika, terdapat hak secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah tercatat dari aset keuangan dan
liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk menyelesaikan secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan
menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.
14
Page 18
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto. Biaya perolehan ditentukan
dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang. Nilai realisasi neto adalah estimasi harga jual dalam kegiatan usaha biasa
dikurangi estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk melakukan penjualan.
Biaya yang dikeluarkan untuk setiap produk agar berada pada lokasi dan kondisi siap untuk dijual dicatat sebagai berikut:
• Bahan baku, suku cadang dan bahan pembantu: harga pembelian;
• Barang jadi dan persediaan dalam proses: biaya bahan baku dan tenaga kerja langsung dan bagian proporsional dari beban
overhead berdasarkan kapasitas operasi normal namun tidak termasuk biaya pinjaman.
Grup menetapkan penyisihan untuk keusangan dan/atau penurunan nilai pasar persediaan berdasarkan hasil penelaahan berkala
atas kondisi fisik dan nilai realisasi neto persediaan.
Aset Tetap
Aset tetap pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan, yang terdiri atas harga perolehan dan biaya-biaya tambahan yang dapat
diatribusikan langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan.
Setelah pengakuan awal, aset tetap, kecuali tanah, dinyatakan pada biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan
kerugian penurunan nilai.
Penyusutan aset dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan dan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus
berdasarkan estimasi masa manfaat ekonomis aset-aset tersebut sebagai berikut:
Tahun
Bangunan dan sarana penunjang 20
Instalasi listrik 20
Mesin 5
Kendaraan bermotor 5
Inventaris pabrik 5
Inventaris kantor 4
Jumlah tercatat aset tetap direviu atas penurunan nilai jika terdapat peristiwa atau perubahan keadaan yang mengindikasikan
bahwa jumlah tercatat mungkin tidak dapat seluruhnya terealisasi.
Jumlah tercatat komponen dari suatu aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat sudah tidak ada lagi
manfaat ekonomi masa depan yang diharapkan dari penggunaan maupun pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul
dari penghentian pengakuan tersebut (ditentukan sebesar selisih antara jumlah hasil pelepasan neto dan jumlah tercatatnya)
dimasukkan ke dalam laba atau rugi untuk tahun penghentian pengakuan tersebut dilakukan.
Nilai residu aset, umur manfaat dan metode penyusutan direviu setiap akhir tahun pelaporan dan disesuaikan secara prospektif
jika diperlukan.
Aset tetap dalam penyelesaian dicatat sebesar biaya perolehan, yang mencakup kapitalisasi beban pinjaman dan biaya-biaya
lainnya yang terjadi sehubungan dengan pendanaan aset tetap dalam penyelesaian tersebut. Akumulasi biaya perolehan akan
direklasifikasi ke akun “Aset Tetap” yang bersangkutan pada saat aset tetap tersebut telah selesai dikerjakan dan siap untuk
digunakan. Aset tetap dalam penyelesaian tidak disusutkan sampai memenuhi syarat pengakuan sebagai aset tetap seperti
diungkapkan di atas.
Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada operasi pada saat terjadinya. Beban pemugaran dan renovasi dalam jumlah
besar dikapitalisasi kepada jumlah tercatat aset terkait bila besar kemungkinan bagi Grup manfaat ekonomi masa depan menjadi
lebih besar dari standar kinerja awal yang ditetapkan sebelumnya dan disusutkan sepanjang sisa masa manfaat aset terkait.
Tanah termasuk biaya pengurusan legal hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna Usaha (“HGU”), Hak Guna Bangunan (“HGB”)
dan Hak Pakai (“HP”) ketika tanah diperoleh pertama kali dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak diamortisasi karena
manajemen berpendapat bahwa kemungkinan besar hak atas tanah tersebut dapat diperbaharui/diperpanjang pada saat masa
berlakunya selesai.
Biaya pengurusan atas perpanjangan atau pembaruan legal hak atas tanah dalam bentuk HGU, HGB dan HP ditangguhkan dan
diamortisasi yang lebih pendek antara umur hukum hak atas tanah dan umur ekonomi tanah, dan disajikan sebagai bagian dari
akun “Aset Lainnya” pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
15
Page 19
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Imbalan Kerja Karyawan
Grup mempunyai program dana pensiun iuran pasti untuk seluruh karyawan tetap yang memenuhi syarat.
Grup juga mencatat penyisihan manfaat tambahan selain program dana pensiun tersebut di atas untuk memenuhi dan menutup
imbalan minimum yang harus dibayar kepada karyawan-karyawan sesuai dengan Perjanjian Kerja Bersama dan Undang-undang
dan Peraturan ketenagakerjaan yang berlaku. Penyisihan tambahan tersebut diestimasi dengan menggunakan perhitungan
aktuarial metode “Projected Unit Credit”.
Pengukuran kembali, terdiri atas keuntungan dan kerugian aktuarial, segera diakui pada laporan posisi keuangan konsolidasian
dengan pengaruh langsung didebit atau dikreditkan kepada saldo laba melalui penghasilan komprehensif lain pada periode
terjadinya. Pengukuran kembali tidak direklasifikasi ke laba rugi pada periode berikutnya.
Biaya jasa lalu harus diakui sebagai beban pada saat yang lebih awal antara:
i) ketika program amandemen atau kurtailmen terjadi; dan
ii) ketika entitas mengakui biaya restrukturisasi atau imbalan terminasi terkait.
Bunga neto dihitung dengan menerapkan tingkat diskonto yang digunakan terhadap liabilitas imbalan kerja. Grup mengakui
perubahan berikut pada kewajiban obligasi neto pada akun “Beban Umum dan Administrasi” pada laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian:
i) Biaya jasa terdiri atas biaya jasa kini, biaya jasa lalu, keuntungan atau kerugian atas kurtailmen dan penyelesaian tidak rutin,
dan
ii) Beban atau penghasilan bunga neto.
Provisi
Provisi diakui jika Grup memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) yang akibat peristiwa masa lalu,
besar kemungkinannya penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat
ekonomi dan estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.
Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik yang paling kini. Jika arus
keluar sumber daya untuk menyelesaikan kewajiban kemungkinan besar tidak terjadi, maka provisi dibatalkan.
Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan diakui ketika pengendalian atas barang dialihkan kepada pelanggan dalam jumlah yang mencerminkan imbalan yang
diharapkan akan menjadi hak Grup dalam pertukaran barang atau jasa tersebut. Grup secara umum menyimpulkan bahwa mereka
adalah prinsipal dalam pengaturan pendapatannya.
Penjualan Barang
Pendapatan dari penjualan yang timbul dari pengiriman fisik produk diakui pada waktu tertentu yang umumnya bertepatan dengan
pengiriman dan penerimaannya. Kewajiban kinerja dipenuhi setelah pengiriman barang biasanya jatuh tempo dalam 1 hingga 30
hari sejak pengiriman.
Penghasilan/Beban Bunga
Untuk semua instrumen keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, penghasilan atau beban bunga dicatat dengan
menggunakan metode SBE, yaitu tingkat suku bunga digunakan mendiskontokan secara tepat estimasi pembayaran atau
penerimaan arus kas di masa yang akan datang selama umur ekpektasian dari instrumen keuangan, atau jika lebih sesuai, selama
periode yang lebih singkat, untuk jumlah tercatat neto dari aset atau liabilitas keuangan.
Beban
Beban diakui pada saat terjadinya (asas akrual).
Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian adalah Indonesia Rupiah (“Rupiah”) yang juga
merupakan mata uang fungsional Grup. Tiap entitas dalam Grup menentukan mata uang fungsionalnya masing-masing dan
laporan keuangannya masing-masing diukur menggunakan mata uang fungsional tersebut.
Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam mata uang fungsional berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi
dilakukan. Pada tanggal pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan sesuai dengan rata-rata kurs
jual dan beli yang diterbitkan oleh Bank Indonesia pada tanggal transaksi perbankan terakhir untuk tahun yang bersangkutan, dan
laba atau rugi kurs yang timbul, dikreditkan atau dibebankan pada operasi tahun yang bersangkutan.
16
Page 20
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing (lankutan)
Pada tanggal 30 Juni 2026, nilai tukar yang digunakan untuk 1 Dolar Amerika Serikat (“US$”) adalah sebesar Rp17.856 (31
Desember 2025: Rp16.782).
Transaksi dalam mata uang asing selain Dolar AS adalah tidak signifikan.
Sewa
Grup menilai pada saat insepsi kontrak apabila kontrak tersebut adalah, atau mengandung, sewa. Yaitu, bila kontrak tersebut
memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan
imbalan.
Grup sebagai Penyewa
Grup menerapkan pendekatan pengakuan dan pengukuran tunggal untuk semua sewa, kecuali untuk sewa jangka-pendek dan
sewa yang aset pendasarnya bernilai-rendah. Grup mengakui liabilitas sewa untuk melakukan pembayaran sewa dan aset hak-
guna yang mewakili hak untuk menggunakan aset pendasar.
Aset hak-guna
Grup mengakui aset hak-guna pada tanggal permulaan sewa (yaitu tanggal aset pendasar tersedia untuk digunakan). Aset hak-
guna diukur pada harga perolehan, dikurangi akumulasi penyusutan dan penurunan nilai, serta disesuaikan dengan pengukuran
kembali liabilitas sewa. Biaya perolehan aset hak-guna mencakup jumlah liabilitas sewa yang diakui, biaya langsung awal yang
terjadi, dan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan dikurangi setiap insentif sewa yang diterima.
Aset hak-guna disusutkan dengan metode garis lurus selama masa sewa.
Jika kepemilikan aset pendasar sewa beralih ke Grup pada akhir masa sewa atau biaya perolehan aset hak-guna merefleksikan
Grup akan mengeksekusi opsi beli, maka penyusutan aset hak-guna dihitung menggunakan estimasi masa manfaat aset. Aset
hak-guna juga dievaluasi untuk penurunan nilai.
Liabilitas sewa
Pada tanggal permulaan sewa, Grup mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang harus dilakukan
selama masa sewa.
Pembayaran sewa juga mencakup harga pelaksanaan dari opsi beli yang secara wajar pasti dilaksanakan oleh Grup dan
pembayaran pinalti untuk mengakhiri sewa, jika masa sewa merefleksikan adanya opsi dapat mengakhiri sewa. Pembayaran sewa
variabel yang tidak bergantung pada indeks atau tarif diakui sebagai beban pada periode terjadinya peristiwa atau kondisi yang
memicu terjadinya pembayaran tersebut.
Dalam menghitung nilai kini pembayaran sewa, Grup menggunakan Suku Bunga Pinjaman Inkremental (“SBPI”) pada tanggal
permulaan sewa karena suku bunga implisit dalam sewa tidak dapat langsung ditentukan. Setelah tanggal permulaan, jumlah
kewajiban sewa ditingkatkan untuk mencerminkan akresi bunga (atas efek diskonto) dan dikurangi untuk pembayaran sewa yang
dilakukan. Selain itu, nilai tercatat liabilitas sewa diukur kembali jika terdapat modifikasi, perubahan masa sewa, perubahan
pembayaran sewa, atau perubahan penilaian atas opsi untuk membeli aset pendasar.
Sewa jangka pendek dan sewa dengan aset bernilai rendah
Grup menerapkan pengecualian pengakuan sewa jangka pendek untuk sewa yang jangka waktu sewanya pendek (yaitu, sewa
yang memiliki jangka waktu sewa 12 bulan atau kurang dari tanggal permulaan dan tidak memiliki opsi beli). Grup juga menerapkan
pengecualian pengakuan sewa dengan aset bernilai rendah untuk sewa yang aset pendasarnya dianggap bernilai rendah.
Pembayaran sewa untuk sewa jangka pendek dan sewa dari aset bernilai rendah diakui sebagai beban dengan metode garis lurus
selama masa sewa.
Biaya Pinjaman
Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan langsung dengan perolehan, pembangunan atau pembuatan aset kualifikasian
dikapitalisasi sebagai bagian biaya perolehan aset tersebut. Biaya pinjaman lainnya diakui sebagai beban pada saat terjadi. Biaya
pinjaman terdiri dari beban bunga dan biaya lain yang ditanggung Grup sehubungan dengan peminjaman dana.
17
Page 21
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Perpajakan
Pajak Kini
Aset dan liabilitas pajak kini untuk periode berjalan diukur sebesar jumlah yang diharapkan dapat direstitusi dari atau dibayarkan
kepada otoritas perpajakan. Tarif pajak dan peraturan pajak yang digunakan untuk menghitung jumlah tersebut adalah yang telah
berlaku atau secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan di negara tempat Grup beroperasi dan menghasilkan
pendapatan kena pajak.
Bunga dan denda disajikan sebagai bagian dari penghasilan atau beban operasi lain karena tidak dianggap sebagai bagian dari
beban pajak penghasilan.
Pajak penghasilan kini terkait dengan pos-pos yang diakui secara langsung di ekuitas diakui dalam ekuitas dan bukan dalam
laporan laba rugi. Manajemen secara berkala mengevaluasi posisi yang diambil dalam Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT)
sehubungan dengan situasi di mana peraturan perpajakan yang berlaku tunduk pada interpretasi dan menetapkan ketentuan yang
sesuai.
Sebagai tanggapan terhadap penerapan kerangka Pilar 2 Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (Organisation
for Economic Co-operation and Development atau "OECD"), pada tanggal 31 Desember 2024, Pemerintah Indonesia menetapkan
aturan kerangka Pilar 2 (“Pillar 2”) melalui Peraturan Menteri Keuangan No. 136/2024 (PMK 136/2024). Pilar 2 sesuai PMK
136/2024 akan berlaku untuk tahun fiskal yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2025. Untuk tahun yang berakhir pada
31 Desember 2025, Grup telah menerapkan amandemen PSAK 212: Pajak Penghasilan, yang memberikan pengecualian wajib
sementara dari pengakuan atau pengungkapan pajak tangguhan terkait Pilar 2. PMK 136/2024 menerapkan mekanisme
perpajakan baru yang mensyaratkan Perusahaan Multinasional ("PMN") untuk membayar pajak tambahan pada yurisdiksi tertentu
ketika tarif pajak efektif yang ditentukan per yurisdiksi menurut Pilar 2 lebih rendah dari tarif minimum 15%.
Pajak Tangguhan
Pajak tangguhan diakui dengan menggunakan metode liabilitas atas perbedaan temporer pada tanggal pelaporan antara dasar
pengenaan pajak dari aset dan liabilitas dan jumlah tercatatnya untuk tujuan pelaporan keuangan pada tanggal pelaporan.
Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer yang kena pajak, kecuali:
i) liabilitas pajak tangguhan yang terjadi dari pengakuan awal goodwill atau dari aset atau liabilitas dari transaksi yang bukan
transaksi kombinasi bisnis, dan pada waktu transaksi tidak mempengaruhi laba akuntansi dan laba kena pajak/rugi pajak;
ii) dari perbedaan temporer kena pajak atas investasi pada entitas anak, yang saat pembalikannya dapat dikendalikan dan
besar kemungkinannya bahwa beda temporer itu tidak akan dibalik dalam waktu dekat.
Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan akumulasi rugi pajak belum
dikompensasi, bila kemungkinan besar laba kena pajak akan tersedia sehingga perbedaan temporer dapat dikurangkan tersebut,
dan rugi pajak belum dikompensasi, dapat dimanfaatkan, kecuali:
i) jika aset pajak tangguhan timbul dari pengakuan awal aset atau liabilitas dalam transaksi yang bukan transaksi kombinasi
bisnis dan tidak mempengaruhi laba akuntansi maupun laba kena pajak/rugi pajak; atau
ii) dari perbedaan temporer yang dapat dikurangkan atas investasi pada entitas anak, aset pajak tangguhan hanya diakui bila
besar kemungkinannya bahwa beda temporer itu tidak akan dibalik dalam waktu dekat dan laba kena pajak dapat
dikompensasi dengan beda temporer tersebut.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah ulang pada akhir setiap periode pelaporan dan diturunkan apabila laba fiskal
mungkin tidak memadai untuk mengkompensasi sebagian atau semua manfaat aset pajak tangguhan tersebut. Pada akhir setiap
periode pelaporan, Grup menilai kembali aset pajak tangguhan yang tidak diakui. Grup mengakui aset pajak tangguhan yang
sebelumnya tidak diakui apabila besar kemungkinan bahwa laba fiskal pada masa depan akan tersedia untuk pemulihannya.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan akan berlaku pada tahun saat aset
dipulihkan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan tarif pajak dan peraturan pajak yang berlaku atau yang secara substantif telah
berlaku pada tanggal pelaporan.
Pajak tangguhan terkait dengan pos-pos yang diakui di luar laba rugi diakui di luar laba rugi. Item pajak tangguhan diakui sesuai
dengan transaksi yang mendasarinya baik di PKL maupun secara langsung di ekuitas.
Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus jika terdapat hak secara hukum untuk melakukan saling hapus
antara aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini, atau aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan pada entitas yang
sama, atau Grup bermaksud untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas lancar berdasarkan jumlah neto.
18
Page 22
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Perpajakan (lanjutan)
Pajak Pertambahan Nilai
Pendapatan, beban-beban dan aset-aset diakui neto atas jumlah PPN, kecuali:
• PPN yang muncul dari pembelian aset atau jasa yang tidak dapat dikreditkan oleh kantor pajak, yang dalam hal ini PPN
diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset atau sebagai bagian dari item beban-beban yang diterapkan; dan
• piutang dan utang yang disajikan termasuk dengan jumlah PPN.
Jumlah PPN neto yang terpulihkan dari, atau terutang kepada, kantor pajak termasuk sebagai bagian dari piutang atau utang pada
laporan posisi keuangan konsolidasian.
Pajak Final
Sesuai peraturan perpajakan di Indonesia, Pajak final dikenakan atas nilai bruto transaksi, dan tetap dikenakan walaupun atas
transaksi tersebut pelaku transaksi mengalami kerugian.
Pajak final tidak termasuk dalam lingkup yang diatur oleh PSAK 212: Pajak Penghasilan. Pajak penghasilan final Grup yang timbul
dari pendapatan bunga dari rekening koran, deposito dan penghasilan sewa adalah tidak material, Grup memutuskan untuk
menyajikan secara neto Pendapatan Keuangan dan Penghasilan Sewa setelah pajak.
Laba per Saham
Laba per saham dihitung berdasarkan rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar selama periode yang bersangkutan.
Perusahaan tidak mempunyai efek berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif pada tanggal 30 Juni 2026.
Saham Tresuri
Instrumen ekuitas sendiri yang diperoleh kembali (saham tresuri) diakui pada harga perolehan kembali dan dikurangi dari ekuitas.
Tidak ada laba atau rugi yang diakui pada laba rugi atas perolehan, penjualan kembali, penerbitan atau pembatalan dari instrumen
ekuitas Grup. Selisih antara jumlah tercatat dan penerimaan, bila diterbitkan kembali, diakui sebagai bagian dari tambahan modal
disetor pada ekuitas.
Informasi Segmen
Untuk tujuan manajemen, Grup dibagi menjadi dua segmen operasi berdasarkan produk dan jasa yang dikelola secara
independen oleh masing-masing pengelola segmen yang bertanggung jawab atas kinerja dari masing-masing segmen. Para
pengelola segmen melaporkan secara langsung kepada manajemen Perusahaan yang secara teratur mengkaji laba segmen
sebagai dasar untuk mengalokasikan sumber daya ke masing-masing segmen dan untuk menilai kinerja segmen.
Pengungkapan tambahan pada masing-masing segmen terdapat dalam Catatan 28, termasuk faktor yang digunakan untuk
mengidentifikasi segmen yang dilaporkan dan dasar pengukuran informasi segmen.
Standar Akuntansi yang Telah Diterbitkan Namun Belum Berlaku Efektif
Standar akuntansi yang telah diterbitkan sampai tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian Grup namun belum berlaku
efektif diungkapkan berikut ini. Manajemen bermaksud untuk menerapkan standar-standar tersebut yang dipertimbangkan relevan
terhadap Grup pada saat efektif, dan dampaknya terhadap posisi dan kinerja keuangan konsolidasian Grup masih diestimasi pada
tanggal 28 April 2026:
Mulai efektif pada atau setelah 1 Januari 2026
• Amendemen PSAK 109 dan PSAK 107: Klasifikasi dan Pengukuran Instrument Keuangan
Amandemen tersebut mencakup klarifikasi atas suatu liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada “tanggal
penyelesaian” serta memperkenalkan pilihan kebijakan akuntansi (apabila kondisi tertentu terpenuhi) untuk menghentikan
pengakuan liabilitas keuangan yang diselesaikan melalui sistem pembayaran elektronik sebelum tanggal penyelesaian.
Selain itu, panduan tambahan ditambahkan mengenai bagaimana arus kas kontraktual untuk aset keuangan dengan fitur
lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (“ESG”) serta fitur serupa harus dinilai. Amandemen tersebut juga
mengklarifikasi apa saja yang merupakan fitur non-recourse dan karakteristik instrumen yang terkait secara kontraktual.
Selain itu, amandemen tersebut memperkenalkan persyaratan pengungkapan untuk instrumen keuangan dengan fitur
kontinjensi serta persyaratan pengungkapan tambahan untuk instrumen ekuitas yang diklasifikasikan pada nilai wajar melalui
PKL.
Amandemen tersebut berlaku efektif untuk periode tahunan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2026, dengan
penerapan dini diperkenankan hanya untuk klasifikasi aset keuangan dan pengungkapan terkait. Grup tidak memperkirakan
bahwa amandemen tersebut akan memberikan dampak material terhadap laporan keuangan konsolidasian Grup.
19
Page 23
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Standar Akuntansi yang Telah Diterbitkan Namun Belum Berlaku Efektif (lanjutan)
Mulai efektif pada atau setelah 1 Januari 2026 (lanjutan)
• PSAK 338: Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali (Revisi 2025)
Pada Oktober 2025, DSAK IAI mengesahkan revisi atas PSAK 338: Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali. Revisi ini
mencakup ruang lingkup dan penerapan dari metode penyatuan kepemilikan (pooling of interest) dan pelepasan di ekuitas
(disposal in equity) sebagai konsep akuntansi yang digunakan dalam PSAK 338. Perubahan utama mencakup pengecualian
entitas investasi dari ruang lingkup PSAK 338, serta tambahan definisi bisnis alihan, entitas penerima, dan entitas pengalih.
Revisi ini juga mencakup rujukan jumlah tercatat bisnis alihan dan penyajian informasi prakombinasi bisnis ketika terjadi
ketidakpraktisan dalam penerapan metode penyatuan kepemilikan. Revisi ini berlaku efektif 1 Januari 2026 dengan opsi
penerapan dini.
Grup tidak memperkirakan bahwa amandemen tersebut akan memberikan dampak material terhadap laporan keuangan
konsolidasian Grup.
Penyesuaian tahunan 2024
DSAK IAI menerbitkan Penyesuaian Tahunan 2024 SAK Indonesia, yang mencakup klarifikasi, penyederhanaan, koreksi,
atau perubahan untuk meningkatkan konsistensi dalam PSAK 107 Instrumen Keuangan: Pengungkapan, PSAK 109
Instrumen Keuangan, PSAK 110 Laporan Keuangan Konsolidasian, dan PSAK 207 Laporan Arus Kas. Amandemen tersebut
akan berlaku efektif untuk periode pelaporan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2026. Penerapan lebih awal
diperkenankan dan harus diungkapkan. Amandemen tersebut tidak diharapkan menimbulkan dampak material terhadap
laporan keuangan konsolidasian Grup.
• PSAK 118: Penyajian dan Pengungkapan dalam dalam Laporan Keuangan
PSAK 118 akan menggantikan PSAK 201. Standar baru ini memperkenalkan persyaratan baru terkait penyajian dalam
laporan laba rugi, termasuk total dan subtotal tertentu. Selain itu, entitas diwajibkan untuk mengklasifikasikan seluruh
pendapatan dan beban dalam laporan laba rugi ke dalam salah satu dari lima kategori: operasi, investasi, pendanaan, pajak
penghasilan, dan operasi yang dihentikan.
Standar ini juga mensyaratkan pengungkapan ukuran kinerja yang didefinisikan manajemen, subtotal pendapatan dan beban,
serta mencakup persyaratan baru terkait agregasi dan disagregasi informasi keuangan.
PSAK 118 berlaku efektif untuk periode pelaporan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2027, dengan penerapan dini
diperkenankan dan harus diungkapkan. PSAK 118 akan diterapkan secara retrospektif. Grup saat ini sedang mengidentifikasi
seluruh dampak yang akan timbul atas laporan keuangan utama dan catatan atas laporan keuangan terkait implementasi
amandemen tersebut.
• PSAK 119: Entitas Anak Tanpa Akuntabilitas Publik - Pengungkapan
Standar baru tersebut memungkinkan entitas yang memenuhi syarat untuk memilih menerapkan pengungkapan yang lebih
singkat dan tetap menerapkan persyaratan pengakuan, pengukuran, dan penyajian dalam standar akuntansi lainnya. Untuk
memenuhi syarat, pada akhir periode pelaporan, entitas harus merupakan entitas anak sebagaimana didefinisikan dalam
PSAK 110, tidak memiliki akuntabilitas publik, dan memiliki entitas induk (baik entitas induk akhir atau entitas induk perantara)
yang menyusun laporan keuangan konsolidasian yang tersedia untuk penggunaan publik dan sesuai dengan standar
akuntansi keuangan SAK Indonesia, SAK Internasional atau IFRS accounting standards.
PSAK 119 akan berlaku efektif untuk periode pelaporan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2027, dengan penerapan
dini diperkenankan. Grup memperkirakan bahwa standar baru tersebut tidak akan memberikan dampak material terhadap
laporan keuangan konsolidasian Grup.
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Grup mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan
asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dari pendapatan, beban, aset dan liabilitas pada akhir tahun pelaporan.
Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset
dan liabilitas yang terpengaruh pada periode pelaporan berikutnya.
Pertimbangan
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi Grup yang memiliki pengaruh
paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian:
20
Page 24
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
Pertimbangan (lanjutan)
Penentuan Mata Uang Fungsional
Mata uang fungsional dari masing-masing entitas dalam Grup adalah mata uang yang paling mempengaruhi pendapatan dan
beban dari penjualan barang dan jasa yang dihasilkan serta sumber pendanaan. Berdasarkan substansi ekonomi dari kondisi
mendasar yang relevan, mata uang fungsional dan penyajian Grup adalah Indonesia Rupiah.
Perpajakan
Ketidakpastian atas interpretasi dari peraturan pajak yang kompleks, perubahan peraturan pajak dan jumlah dan timbulnya
penghasilan kena pajak di masa depan, dapat menyebabkan penyesuaian di masa depan atas penghasilan dan beban pajak yang
telah dicatat.
Pertimbangan juga dilakukan dalam menentukan penyisihan atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan perhitungan
tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan usaha normal.
Grup mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan
badan. Penjelasan lebih rinci mengenai pajak penghasilan diungkapkan dalam Catatan 11.
Tagihan Pajak
Berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku saat ini, manajemen mempertimbangkan apakah jumlah yang tercatat dalam
akun tagihan pajak penghasilan dapat dipulihkan dan direstitusi oleh Kantor Pajak. Nilai tercatat atas tagihan pajak penghasilan
Grup diungkapkan dalam Catatan 11.
Estimasi dan Asumsi
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang memiliki risiko signifikan
bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun berikutnya diungkapkan di bawah ini. Grup
mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan konsolidasian disusun. Situasi dan
asumsi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali Grup.
Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.
Penyisihan atas Penurunan Nilai Piutang Usaha
Grup menetapkan estimasi penyisihan penurunan nilai piutang usaha menggunakan pendekatan yang disederhanakan dari KKE.
Matriks provisi digunakan untuk menghitung KKE untuk piutang usaha dan lain-lain. Tarif provisi didasarkan pada hari tunggakan
untuk pengelompokan berbagai segmen pelanggan yang memiliki pola kerugian serupa.
Matriks provisi awalnya didasarkan pada riwayat tingkat kerugian pelanggan. Grup akan melakukan penyesuaian pengalaman
kerugian historis dengan informasi berwawasan ke depan. Misalnya, jika prakiraan kondisi ekonomi yang terkait erat dengan
riwayat tingkat kerugian diperkirakan akan memburuk pada tahun berikutnya yang dapat menyebabkan peningkatan jumlah gagal
bayar pada sektor-sektor pelanggan beroperasi, riwayat tingkat kerugian disesuaikan. Pada setiap tanggal pelaporan, riwayat
tingkat gagal bayar yang diamati diperbarui dan perubahan dalam estimasi berwawasan ke depan dianalisis.
Evaluasi atas korelasi antara tingkat gagal bayar yang diamati secara historis, prakiraan kondisi ekonomi dan KKE, adalah estmasi
signifikan. Jumlah KKE sensitif terhadap perubahan keadaan dan prakiraan kondisi ekonomi. Kerugian kredit historis Grup dan
perkiraan kondisi ekonomi mungkin tidak mewakili tingkat gagal bayar pelanggan aktual di masa depan.
Penjelasan lebih lanjut atas piutang usaha diungkapkan dalam Catatan 6.
Penyisihan atas Penurunan Nilai Pasar dan Keusangan Persediaan
Penyisihan atas penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan diestimasi berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia,
termasuk namun tidak terbatas kepada kondisi fisik persediaan yang dimiliki, harga jual pasar, estimasi biaya penyelesaian dan
estimasi biaya yang timbul untuk penjualan. Penyisihan dievaluasi kembali dan disesuaikan jika terdapat tambahan informasi yang
yang mempengaruhi jumlah yang diestimasi. Penjelasan lebih rinci mengenai persediaan diungkapkan dalam Catatan 7.
21
Page 25
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
Estimasi dan Asumsi (lanjutan)
Penyusutan Aset Tetap
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat
ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 4 sampai dengan 20 tahun, yang merupakan
umur yang secara umum diharapkan dalam industri Grup menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan
perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya beban penyusutan
masa depan mungkin direvisi. Penjelasan lebih rinci atas aset tetap diungkapkan dalam Catatan 8.
4. KAS DAN SETARA KAS
Akun ini terdiri dari:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Kas 232.868.651 198.036.876
Bank
Rekening Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk (“BCA”) 9.928.798.982 9.145.022.085
The Hongkong and Shanghai Banking Corporation,
Limited, cabang Jakarta (“HSBC”) 66.244.098 1.359.523.909
PT Bank Permata Tbk (“Permata”) 221.989.946 222.889.946
PT Bank UOB Indonesia (“UOB”) 89.232.103 25.479.024
Rekening Dolar AS
BCA 5.844.459.502 10.784.903.464
Permata 459.943.597 377.117.049
HSBC 1.653.653.088 1.560.230.931
Rekening Yuan
BCA 1.145.888.360 90.631.678
Sub-total 19.410.209.676 23.565.798.086
Deposito Berjangka
Rekening Rupiah
PT Bank INA Perdana Tbk ("INA") 137.000.000.000 223.000.000.000
PT Bank UOB Indonesia (“UOB”) 20.000.000.000 -
PT Bank Permata Tbk (“Permata”) 45.000.000.000 -
Total 221.643.078.327 246.763.834.962
Rekening di bank memiliki tingkat bunga mengambang sesuai dengan tingkat penawaran pada masing-masing bank. Pada tanggal
30 Juni 2026 tingkat suku bunga tahunan deposito berjangka dalam mata uang Rupiah berkisar antara 5,00% sampai 6,00% (31
Desember 2025: antara 5,00% sampai 6,25%).
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, tidak terdapat saldo kas dan setara kas yang ditempatkan pada pihak-pihak
berelasi ataupun yang digunakan sebagai jaminan atas pinjaman.
5. INVESTASI PADA SURAT BERHARGA
Perusahaan memiliki investasi pada surat berharga dengan rincian sebagai berikut:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Instrumen ekuitas yang ditetapkan
pada nilai wajar melalui laba rugi
BCA 19.147.500.000 8.075.000.000
Total 19.147.500.000 8.075.000.000
Grup menetapkan investasi di atas pada nilai wajar melalui laba rugi karena Grup mempunyai intensi untuk menjual investasi ini.
22
Page 26
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. INVESTASI PADA SURAT BERHARGA (lanjutan)
Penilaian pada nilai wajar investasi pada instrumen ekuitas yang dimiliki Grup pada tanggal 31 Desember 2025 adalah dengan
menggunakan harga saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal tersebut. Harga saham yang
diperdagangkan tersebut dianggap sebagai estimasi terbaik yang mencerminkan nilai wajar.
Nilai wajar investasi pada instrumen ekuitas di atas diklasifikasikan pada hierarki nilai wajar level 1.
Rekonsiliasi pengukuran nilai wajar atas investasi pada surat berharga adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Saldo Awal 8.075.000.000 -
Penambahan tahun berjalan 15.370.445.758 19.439.654.670
Pengurangan tahun berjalan - (11.616.564.884)
Laba dibebankan ke laba rugi - 1.014.859.514
Kerugian yang belum direalisasi (4.297.945.758) (762.949.300)
Total 19.147.500.000 8.075.000.000
Berdasarkan penelaahan investasi pada surat berharga pada tanggal 31 Desember 2025, manajemen berpendapat bahwa tidak
diperlukan cadangan penurunan nilai atas investasi pada surat berharga tersebut.
Surat berharga pada tanggal 31 Desember 2025 tidak dijaminkan.
6. PIUTANG USAHA
Akun ini merupakan piutang atas penjualan lokal dengan rincian sebagai berikut :
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Pihak berelasi (Catatan 26)
Dalam Rupiah 1.616.761.620 1.988.319.690
Pihak ketiga
Dalam Rupiah 356.718.229.776 310.385.099.496
Dikurangi penyisihan kerugian kredit ekspektasian - pihak ketiga (553.481.610) (554.231.610)
Sub-total 356.164.748.166 309.830.867.886
Neto 357.781.509.786 311.819.187.576
Sifat dari hubungan dan transaksi antara Grup dengan pihak berelasi dijelaskan pada Catatan 2 dan 26.
Piutang usaha tidak dikenakan bunga dan umumnya dikenakan syarat pembayaran selama 30 sampai dengan 90 hari.
Analisis umur piutang usaha adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Umur Piutang Usaha
Lancar dan tidak mengalami penurunan nilai 221.735.677.803 188.354.940.025
Telah jatuh tempo namun tidak mengalami penurunan nilai:
1 - 30 hari 69.254.134.653 66.436.166.559
31 - 60 hari 29.227.371.348 28.950.765.989
61 – 90 hari 18.151.801.547 8.844.396.082
Lebih dari 90 hari 19.412.524.435 19.232.918.921
Telah jatuh tempo dan mengalami penurunan nilai
Lebih dari 90 hari 553.481.610 554.231.610
Total 358.334.991.396 312.373.419.186
Penyisihan atas penurunan nilai secara individual - pihak ketiga (553.481.610) (554.231.610)
Neto 357.781.509.786 311.819.187.576
23
Page 27
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PIUTANG USAHA (lanjutan)
Analisis mutasi saldo penyisihan atas penurunan nilai adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026 31 December 2025
Saldo awal tahun 554.231.610 449.542.929
Penyisihan - 104.688.681
Pemulihan (750.000) -
Saldo akhir tahun 553.481.610 554.231.610
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap adanya penurunan nilai pada akhir tahun, manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan
atas penurunan nilai piutang usaha di atas cukup untuk menutup kemungkinan kerugian dari penurunan nilai piutang tersebut.
Catatan 25 mengenai risiko kredit piutang usaha mengungkapkan bagaimana Grup mengelola kualitas kredit piutang usaha.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, piutang usaha Perusahaan sebesar US$2.000.000 (masing-masing setara
dengan Rp35.712.000.000 dan Rp33.564.000.000) digunakan sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman dari HSBC dan piutang
usaha Entitas Anak sebesar US$2.000.000 (masing-masing setara dengan Rp35.712.000.000 dan Rp33.564.000.000) digunakan
sebagai jaminan fasilitas pinjaman dari BCA (Catatan 9).
7. PERSEDIAAN
Akun ini terdiri dari:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Barang jadi (Catatan 19) 127.101.133.094 80.494.475.297
Barang dalam proses (Catatan 19) 12.773.636.959 10.510.869.319
Bahan baku 112.493.740.360 76.828.475.928
Lain-lain 654.191.020 1.011.668.107
Sub-total 253.022.701.433 168.845.488.651
Barang dalam perjalanan 56.704.000 9.828.357.165
Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan
Persediaan (2.387.125.224) (2.387.125.224)
Neto 250.692.280.209 176.286.720.592
Analisis mutasi saldo penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026 31 December 2025
Saldo awal tahun (2.387.125.224) (1.523.256.957)
Pemulihan - 590.970.946
Penyisihan - (1.454.839.213)
Saldo akhir tahun (2.387.125.224) (2.387.125.224)
Pemulihan penyisihan atas penurunan nilai pasar persediaan tersebut di atas diakui karena terjualnya barang jadi terkait kepada
pihak ketiga.
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap harga pasar dan kondisi fisik dari persediaan pada tanggal pelaporan, manajemen
berkeyakinan bahwa penyisihan tersebut di atas cukup untuk menutup kemungkinan kerugian dari penurunan nilai pasar dan
keusangan.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, persediaan Perusahaan sebesar US$1.000.000 (masing-masing setara
dengan Rp17.856.000.000 dan Rp16.782.000.000) digunakan sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman dari HSBC dan persediaan
Entitas Anak sebesar Rp10.000.000.000 digunakan sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman dari BCA (Catatan 9).
Seluruh persediaan telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan sebesar
US$12.762.000 atau setara dengan Rp227.878.272.000 dan Rp214.171.884.000 masing-masing pada tanggal 30 Juni 2026 dan
31 Desember 2025. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian
atas persediaan yang dipertanggungkan.
24
Page 28
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8. ASET TETAP
30 Juni 2026
Saldo awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo akhir
Biaya Perolehan
Tanah 56.984.051.379 - - - 56.984.051.379
Bangunan dan sarana
penunjang 53.174.871.914 - - - 53.174.871.914
Mesin 88.781.317.499 - - - 88.781.317.499
Kendaraan bermotor 14.161.649.558 - - - 14.161.649.558
Inventaris pabrik 37.442.726.369 2.698.664.880 - - 40.141.391.249
Inventaris kantor 6.123.881.952 61.221.991 - - 6.185.103.943
Aset dalam konstruksi - - - -
Total Biaya Perolehan 256.668.498.671 2.759.886.871 - - 259.428.385.542
Aset hak guna 6.550.433.930 - - - 6.550.433.930
Total Biaya Perolehan 263.218.932.601 2.759.886.871 - - 265.978.819.472
Akumulasi penyusutan
Bangunan dan sarana
penunjang 28.709.605.529 1.217.348.754 - - 29.926.954.283
Mesin 88.103.875.036 239.097.336 - - 88.342.972.372
Kendaraan bermotor 11.162.710.919 582.086.838 - - 11.744.797.757
Inventaris pabrik 34.758.022.897 762.649.817 - - 35.520.672.714
Inventaris kantor 5.813.967.349 68.214.841 - - 5.882.182.190
Total Akumulasi Penyusutan 168.548.181.730 2.869.397.586 - - 171.417.579.316
Aset hak guna 3.415.583.657 522.475.046 - - 3.938.058.703
Total Akumulasi Penyusutan 171.963.765.387 3.391.872.632 - - 175.355.638.019
Nilai buku neto 91.255.167.214 90.623.181.453
30 Juni 2025
Saldo awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo akhir
Biaya Perolehan
Tanah 56.984.051.379 - - - 56.984.051.379
Bangunan dan sarana
penunjang 53.174.871.914 - - - 53.174.871.914
Mesin 88.781.317.499 - - - 88.781.317.499
Kendaraan bermotor 14.857.331.917 17.197.800 472.880.159 - 14.401.649.558
Inventaris pabrik 37.165.216.345 1.072.598.440 803.588.416 - 37.434.226.369
Inventaris kantor 5.882.864.751 129.377.951 - - 6.012.242.702
Aset dalam konstruksi - - - - -
Total Biaya Perolehan 256.845.653.805 1.219.174.191 1.276.468.575 - 256.788.359.421
Aset hak guna 3.415.583.657 - - - 3.415.583.657
Total Biaya Perolehan 260.261.237.462 1.219.174.191 1.276.468.575 - 260.203.943.078
Akumulasi penyusutan
Bangunan dan sarana
penunjang 26.255.604.265 1.228.783.996 - - 27.484.388.261
Mesin 87.479.013.681 319.097.334 - - 87.798.111.015
Kendaraan bermotor 10.170.414.166 852.588.456 472.880.159 - 10.550.122.463
Inventaris pabrik 34.331.950.145 633.818.730 803.588.416 - 34.162.180.459
Inventaris kantor 5.686.036.496 62.150.040 - - 5.748.186.536
Total Akumulasi Penyusutan
163.923.018.753 3.096.438.556 1.276.468.575 - 165.742.988.734
Aset hak guna 2.307.791.829 553.895.914 - - 2.861.687.743
Total Akumulasi Penyusutan
166.230.810.582 3.650.334.470 1.276.468.575 - 168.604.676.477
Nilai buku neto 94.030.426.880 91.599.266.601
Penyusutan dibebankan pada operasi sebagai bagian dari:
30 Juni 2026 30 Juni 2025
Beban pokok penjualan 1.975.626.158 1.935.943.261
Beban umum dan administrasi (Catatan 20) 1.416.246.474 1.714.391.209
Total 3.391.872.632 3.650.334.470
Pada tanggal 31 Desember 2025, nilai perolehan aset tetap yang telah disusutkan penuh namun masih digunakan adalah sebesar
Rp132.944.969.692. Aset tetap tersebut terutama terdiri atas bangunan dan sarana penunjang, instalasi listrik, mesin, kendaraan
bermotor, inventaris pabrik dan inventaris kantor.
25
Page 29
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8. ASET TETAP (lanjutan)
Perusahaan memiliki Hak Guna Bangunan (“HGB”) No. 218 dan 284 atas dua bidang tanah yang berlokasi di Jatiuwung dengan
luas masing-masing 6.920 meter persegi dan 6.205 meter persegi. HGB No. 218 akan berakhir pada tahun 2037 dan HGB No.
284 akan berakhir pada tahun 2031. Pada tanggal 14 Oktober 2016, Perusahaan memperoleh empat bidang tanah dalam bentuk
HGB yang terletak di Gresik, Jawa Timur dengan luas tanah sejumlah 8.875 meter persegi yang akan jatuh tempo hingga tahun
2032, 2038 dan 2041.
Manajemen berpendapat bahwa hak atas tanah tersebut dapat diperbaharui/diperpanjang pada saat jatuh tempo.
Aset tetap telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran, kecurian dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan sebesar
US$12.876.000 atau setara dengan Rp229.913.856.000 dan Rp216.085.032.000 pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember
2025. Manajemen menilai jumlah pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul dari risiko-risiko
tersebut.
Berdasarkan analisis manajemen, tidak terdapat peristiwa dan keadaan yang mengindikasikan penurunan nilai aset tetap pada
tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025.
9. UTANG BANK JANGKA PENDEK DAN CERUKAN
Akun ini terdiri dari:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
BCA
Kredit modal kerja 24.000.000.000 17.000.000.000
Cerukan 4.945.425.483 882.303.924
Omnibus letter of credit 49.598.321.866 18.548.693.494
UOB - Import Invoice Financing 27.493.052.430 10.314.618.693
HSBC - letter of credit -
Permata
Letter of credit 4.178.304.000 2.043.208.500
Total 110.215.103.779 48.788.824.611
BCA
Perusahaan memperoleh beberapa fasilitas pinjaman dan Letter of Credit (“LC”) dari BCA, yang juga dapat digunakan oleh Entitas
Anak, sebagai berikut:
• Fasilitas kredit lokal (“cerukan”) sebesar Rp50.000.000.000 yang digunakan untuk modal kerja;
• Fasilitas kredit multi fasilitas (“KMF”) sebesar US$16.000.000 dengan sublimit untuk LC sebesar US$12.000.000 dan fasilitas
kredit modal kerja (“time revolving loan”) sebesar Rp108.000.000.000 (dapat ditarik dalam Dolar AS sebesar US$4.000.000);
• Fasilitas forward line sebesar US$10.000.000 yang digunakan untuk lindung nilai.
Fasilitas pinjaman tersebut dijamin dengan persediaan dan piutang usaha Entitas Anak masing-masing sebesar Rp10.000.000.000
dan US$2.000.000. Fasilitas tersebut akan jatuh tempo pada tanggal 1 September 2026.
Pinjaman tersebut mensyaratkan Perusahaan untuk mempertahankan rasio keuangan tertentu, memperoleh persetujuan dari BCA
untuk menjaminkan aset tetap, memberikan jaminan dan memberikan pinjaman kepada pihak lain.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Perusahaan telah memenuhi semua persyaratan pinjaman tersebut.
Pinjaman ini dikenakan suku bunga tahunan sebagai berikut:
Mata Uang 30 Juni 2026 31 Desember 2025
Dolar AS 5,75% 6,00%
Rupiah 7,75% 7,25%
HSBC
Perusahaan memperoleh fasilitas LC dari HSBC yang juga dapat digunakan oleh Entitas Anak.
Fasilitas maksimum LC yang diberikan adalah sebesar US$10.000.000, dengan kombinasi jumlah maksimum sebagai berikut:
Kredit Berdokumen US$10.000.000
Kredit Berdokumen dengan Pembayaran Tertunda US$10.000.000
Pinjaman Impor US$10.000.000
Bank Garansi US$ 500.000
Pembiayaan Pemasok US$10.000.000
26
Page 30
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. UTANG BANK JANGKA PENDEK DAN CERUKAN (lanjutan)
HSBC (lanjutan)
Fasilitas pinjaman tersebut dijamin dengan persediaan dan piutang usaha Perusahaan masing-masing sebesar US$1.000.000
dan US$2.000.000. Fasilitas ini berlaku selama setahun dan diperpanjang setiap tahunnya berdasarkan persetujuan semua pihak.
Pinjaman ini dikenakan suku bunga tahunan sebesar 5,75% pada tahun 2026 dan 2025.
Perjanjian ini juga mencakup pembatasan dan persyaratan tertentu, antara lain, mempertahankan rasio keuangan tertentu,
mempertahankan kepemilikan saham mayoritas keluarga Pranatajaya pada Pacific Plas Pte. Ltd., Singapura, baik secara
langsung atau tidak langsung, dan mendapat persetujuan tertulis dari HSBC sehubungan dengan perolehan fasilitas kredit atau
pinjaman baru dan penjaminan aset atau pendapatan Perusahaan.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Grup belum menggunakan fasilitas pinjaman Bank Garansi dan Pembiayaan
Pemasok.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Perusahaan telah memenuhi semua persyaratan pinjaman tersebut.
Permata
Perusahaan memperoleh fasilitas LC dari Permata sebesar US$8.000.000 yang dapat juga digunakan oleh Entitas Anak.
Pinjaman ini dikenakan tingkat suku bunga tahunan dalam mata uang Rupiah sebesar 7,95% dan dalam mata uang Dolar AS
sebesar 5,00% pada tahun 2026 dan 2025. Fasilitas tersebut akan jatuh tempo pada tanggal 26 November 2028.
Pinjaman tersebut mensyaratkan Perusahaan untuk menyerahkan seluruh rekening koran di bank lain secara triwulanan,
menyampaikan laporan keuangan inhouse secara triwulanan, mempertahankan kepemilikan saham mayoritas PT Colorpak
Flexible Indonesia dan an negative pledge atas aset tetap Grup.
Fasilitas pinjaman tersebut dijamin dengan corporate guarantee dari Entitas.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Perusahaan telah memenuhi semua persyaratan pinjaman tersebut.
UOB
Perusahaan memperoleh beberapa fasilitas pinjaman dan LC dari UOB, yang juga dapat digunakan oleh Entitas Anak, sebagai
berikut:
• Fasilitas Sight and Usance LC sebesar US$7.000.000 dengan sublimit untuk fasilitas Trust Receipt (‘TR”) sebesar
US$7.000.000 dan fasilitas Import Invoice Financing (“IIF”) sebesar US$7.000.000 (dapat ditarik dalam jumlah setara dengan
mata uang Rupiah);
• Fasilitas Foreign Exchange Forward (“FX FWD”) sebesar US$4.000.000 atau setara dengan mata uang Rupiah.
Pinjaman ini dikenakan tingkat suku bunga tahunan dalam mata uang Rupiah sebesar 8,00% pada tahun 2026 dan 2025. Fasilitas
tersebut akan jatuh tempo pada tanggal 16 September 2026. Pinjaman diberikan tanpa jaminan.
Perjanjian ini juga mencakup pembatasan dan persyaratan tertentu, antara lain, menyerahkan laporan keuangan tahunan,
menyerahkan laporan keuangan inhouse per semester, mempertahankan rasio keuangan tertentu dan mempertahankan
kepemilikan saham mayoritas keluarga Pranatajaya pada Pacific Plas Pte. Ltd., Singapura.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Grup telah memenuhi semua persyaratan pinjaman tersebut.
10. UTANG USAHA
Akun ini merupakan liabilitas Grup atas pembelian bahan baku dari para pemasok:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Pihak ketiga
Dalam Dolar AS (Catatan 27) 86.890.203.000 97.375.378.375
Dalam Rupiah 105.025.934.873 71.025.428.754
Dalam Yuan (Catatan 27) 6.443.800.881 4.256.267.877
Sub-total 198.359.938.754 172.657.075.006
Pihak berelasi (Catatan 26)
Dalam Dollar Australia (Catatan 27) - 1.168.626.216
Sub-total - 1.168.626.216
Total 198.359.938.754 173.825.701.222
27
Page 31
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. UTANG USAHA (lanjutan)
Sifat dari hubungan dan transaksi antara Grup dengan pihak berelasi dijelaskan pada Catatan 26.
Analisa umur utang usaha adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Umur Utang Usaha
Lancar 187.699.658.319 160.404.459.869
Jatuh tempo :
1 - 30 hari 9.051.263.895 10.471.302.381
31 - 60 hari 1.609.016.540 2.949.938.972
Lebih dari 60 hari - -
Total 198.359.938.754 173.825.701.222
Utang usaha tidak dijamin, tidak dikenakan bunga dan umumnya dikenakan syarat pembayaran antara 30 sampai dengan 90 hari.
11. PERPAJAKAN
a. Utang pajak
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Perusahaan
Pajak penghasilan
Pasal 4 (2) - 3.825
Pasal 21 2.504.656.420 193.824.556
Pasal 23 8.581.304 42.690.280
Pasal 25 - 858.488.936
Pasal 26 2.866.129.872 -
Pasal 29 - 3.224.300.296
Pajak lainnya - -
PPN - 1.037.601.579
Entitas Anak
Pajak penghasilan
Pasal 4(2) 334.675 31.973.150
Pasal 21 634.396.092 -
Pasal 23 12.406.703 33.068.420
Pasal 29 92.525.207 1.110.302.480
PPN - 313.401.248
Total 6.119.030.273 6.845.654.770
b. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan
30 Juni 2026 30 Juni 2025
Beban pajak penghasilan - kini:
Perusahaan (3.225.517.058) (4.172.100.624)
Entitas Anak (5.750.096.244) (2.672.007.577)
Manfaat (beban) pajak penghasilan – tangguhan
Perusahaan 67.261.658 83.475.329
Entitas Anak (1.988.830) 70.733.544
Beban Pajak Penghasilan, Neto (8.910.340.475) (6.689.899.328)
Pajak Penghasilan Badan
Kini (8.975.613.302) (6.844.108.201)
Tangguhan 65.272.828 154.208.873
Beban Pajak Penghasilan yang Dilaporkan pada
Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian (8.910.340.474) (6.689.899.328)
28
Page 32
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. PERPAJAKAN (lanjutan)
c. Rekonsiliasi Fiskal
Rekonsiliasi antara laba Perusahaan sebelum pajak dengan laba kena pajak Perusahaan adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026 30 Juni 2025
Laba sebelum pajak Perusahaan 17.575.076.727 23.438.794.496
Beda temporer:
Penyusutan 40.282.573 (61.825.600)
Imbalan kerja karyawan (19.087.500) 880.000.000
Persediaan -
Penurunan nilai piutang usaha -
Aset lainnya 284.539.736 (438.741.086)
Beda Tetap:
Biaya yang tidak dapat dikurangkan untuk tujuan pajak 814.877.236 1.106.608.957
Pendapatan yang telah dikenakan pajak penghasilan
bersifat final (4.034.247.599) (5.960.743.023)
Laba Kena Pajak – Perusahaan 14.661.441.173 18.964.093.744
Beban pajak kini (dalam Rupiah): (3.225.517.058) (4.172.100.624)
Pajak penghasilan dibayar di muka-Perusahaan
Pasal 22 2.634.023.275 1.332.456.925
Pasal 25 2.575.466.808 1.404.792.384
Tagihan (Utang) pajak penghasilan – Perusahaan 1.983.973.025 (1.434.851.315)
Rincian tagihan dan keberatan atas hasil pemeriksaan pajak adalah sebagai berikut:
Tahun 30 Juni 2026 31 Desember 2025
Perusahaan
Pajak Penghasilan Badan tahun:
2026 1.983.973.025 -
Entitas Anak
Pajak Penghasilan Badan tahun:
2026 863.387.376 -
2024 49.233.424 3.314.935.920
Total 2.896.593.825 3.314.935.920
d. Rekonsiliasi Tarif Pajak Efektif
Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan, yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atas laba
komersial sebelum pajak dan beban pajak penghasilan, seperti yang tercantum dalam laporan laba-rugi komprehensif
konsolidasian adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026 30 Juni 2025
Laba sebelum pajak 43.311.561.174 34.950.089.667
Beban pajak penghasilan sesuai dengan tarif pajak yang
berlaku (9.528.543.458) (7.689.019.727)
Pengaruh pajak atas:
Biaya yang tidak dapat dikurangkan untuk tujuan pajak (270.858.106) (313.301.360)
Pendapatan yang telah dikenakan pajak penghasilan
bersifat final 889.061.090 1.312.421.759
Beban Pajak Penghasilan yang Dilaporkan pada Laporan
Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian (8.910.340.474) (6.689.899.328)
29
Page 33
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. PERPAJAKAN (lanjutan)
e. Tarif Pajak Penghasilan Badan
Pada tanggal 29 Oktober 2021, Presiden Republik Indonesia menandatangani UU No.7/2021 tentang “Harmonisasi Peraturan
Perpajakan”, yang menerapkan, antara lain, tarif pajak penghasilan badan sebagai berikut:
a) Sebesar 22% yang mulai berlaku pada tahun pajak 2022 (sebelumnya 20% yang diatur dalam Perppu No.1 Tahun 2020
tertanggal 31 Maret 2020).
b) Perusahaan Terbuka dalam negeri dengan jumlah keseluruhan saham yang disetor diperdagangkan pada bursa efek di
Indonesia paling sedikit 40% dan memenuhi persyaratan tertentu sesuai dengan peraturan pemerintah, dapat
memperoleh tarif sebesar 3% lebih rendah dari tarif pada butir a di atas.
f. Pajak Penghasilan Pilar Dua
Aturan Pajak Minimum Global (Global Anti-base Erosion Rule atau model “Pilar 2”) telah diadopsi di Indonesia melalui PMK
136/2024 yang berlaku efektif mulai 1 Januari 2025 (Catatan 2). Berdasarkan aturan tersebut, Grup dikategorikan sebagai
Entitas Konstituen dari Pacific Palisades Pte. Ltd., entitas induk utama (“UPE”) yang berdomisili di Singapura, yang
merupakan Perusahaan Multinasional (“PMN”) yang wajib menerapkan ketentuan Pilar 2.
Berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh UPE, Grup tidak akan dikenakan pajak tambahan Pilar 2 untuk tahun yang
berakhir tanggal 31 Desember 2025, karena yurisdiksi Indonesia telah memenuhi ketentuan Safe Harbour sesuai PMK
136/2024.
g. Pajak tangguhan
Pengaruh pajak atas perbedaan temporer antara pelaporan komersial dan pajak dihitung menggunakan tarif pajak yang
berlaku adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026 30 Juni 2025
Manfaat (beban) pajak tangguhan
Perusahaan
Imbalan kerja karyawan 4.199.250 193.600.000
Aset tetap (8.862.166) (13.601.632)
Penyisihan penurunan nilai piutang usaha - -
Persediaan - -
Aset tidak lancar lainnya (62.598.742) (96.523.039)
Entitas Anak
Imbalan kerja (38.940.000) 37.400.000
Sewa 165.000 (3.261.383)
Piutang - -
Aset tidak lancar lainnya 40.763.830 36.594.927
Jumlah manfaat pajak tangguhan (65.272.828) 154.208.873
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Perusahaan
Imbalan kerja 2.568.176.879 2.572.376.129
Persediaan 443.927.546 443.927.546
Aset tetap 698.767.574 689.905.408
Piutang usaha 147.130.748 147.130.748
Aset tidak lancar lainnya (195.080.883) (257.679.625)
Sub-total 3.662.921.864 3.595.660.206
Entitas Anak
Imbalan kerja 417.716.662 378.776.662
Piutang usaha 70.035.464 70.200.464
Aset tidak lancar lainnya 255.725.627 296.489.457
Persediaan 81.240.005 81.240.005
Jumlah Aset Pajak Tangguhan, Neto 4.487.639.622 4.422.366.794
30
Page 34
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. PERPAJAKAN (lanjutan)
h. Surat Ketetapan Pajak
Perusahaan
Pada bulan Januari 2024, Perusahaan menerima beberapa surat ketetapan pajak atas lebih bayar pajak penghasilan badan
untuk tahun fiskal 2022 sebesar Rp2.051.211.580 dari klaim Perusahaan sebesar Rp2.176.399.940. Perusahaan juga
menerima surat tagihan pajak atas Pajak Penghasilan Pasal 21 untuk periode fiskal Desember 2022 sebesar Rp405.041,
surat ketetapan pajak kurang bayar atas Pajak Penghasilan 23 untuk periode fiskal Desember 2022 sebesar Rp19.714.587
dan surat ketetapan pajak kurang bayar atas Pajak Penghasilan 21 untuk periode fiskal Januari-Desember 2022 sebesar
Rp21.669.194 Perusahaan menyetujui ketetapan tersebut dan menerima pengembalian sejumlah Rp2.009.422.758 pada
tanggal 2 Februari 2024, setelah dikurangi dengan kurang bayar tersebut yang dicatat sebagai bagian dari “Beban operasi
lain” dan “Beban pajak penghasilan” pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Entitas Anak
Pada tahun 2026, CFI menerima surat ketetapan pajak lebih bayar atas pajak penghasilan badan tahun 2024 sebesar
Rp3.256.912.900 dari sebelumnya yang dilaporkan CFI sebesar Rp3.314.935.920. CFI juga menerima beberapa surat
ketetapan pajak kurang bayar dan surat tagihan pajak untuk pajak penghasilan pasal 21, 23, 4(2) dan PPN untuk tahun fiskal
2024 sebesar Rp107.603.456. CFI telah membayar kurang bayar PPN sebesar Rp2.535.531 pada tanggal 2 Juni 2026. CFI
baru menerima kelebihan bayar pajak tersebut sejumlah Rp3.102.611.551 pada tanggal 29 Juni 2026 setelah dikurangi surat
ketetapan pajak kurang bayar dan surat tagihan pajak tersebut. CFI masih belum menerima sisa kelebihan bayar pajak
sebesar Rp49.233.424 dari kantor pajak dan telah dicatat sebagai bagian dari akun “Tagihan Pajak Penghasilan” dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian.
Pada bulan April 2025, CFI menerima beberapa surat ketetapan pajak atas lebih bayar pajak penghasilan badan untuk tahun
fiskal 2023 sebesar Rp3.098.592.070, yang sesuai dengan klaim Perusahaan. CFI menyetujui ketetapan tersebut dan
menerima pengembalian sejumlah Rp3.098.592.070 pada tanggal 26 Juni 2025.
12. LIABILITAS IMBALAN KERJA
Perusahaan mengikuti Program Pensiun untuk Kompensasi Pesangon (“PPUKP”) pada Dana Pensiun Lembaga Keuangan
(“DPLK”) AIA Financial, yang pendiriannya telah disetujui oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
No: KEP-097/KM.17/2000 tanggal 15 Maret 2000, untuk beberapa karyawan tertentu Perusahaan yang memenuhi syarat. Beban
pensiun yang dibayarkan kepada AIA Financial sebesar Rp860.000.000 untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2025 disajikan sebagai bagian dari akun “Beban Pokok Penjualan” dan “Beban Umum dan Administrasi” dalam laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Selain mempunyai program pensiun untuk karyawan yang memenuhi syarat, Grup juga mencatat penyisihan imbalan kerja untuk
memenuhi imbalan minimum yang diwajibkan untuk dibayar kepada karyawan tetap yang memenuhi persyaratan sesuai dengan
undang-undang dan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku.
Pada tanggal 31 Desember 2025, Grup mencatat liabilitas diestimasi atas imbalan kerja berdasarkan perhitungan aktuarial yang
dilakukan oleh KKA Herman Budi Purwanto dan KKA Arya Bagiastra, aktuaris independen, dalam laporannya tertanggal 17 Maret
2026, dengan menggunakan metode “Projected Unit Credit”.
Perhitungan dilakukan dengan menggunakan asumsi-asumsi dasar sebagai berikut:
31 Desember 2025
Tingkat diskonto 6,51% - 6,74%
Tingkat kenaikan gaji 8,00%
Umur pensiun 55 tahun
Tingkat kematian TMI-IV
Tingkat kecacatan 5% dari tingkat mortalitas
Tingkat pengunduran Usia pegawai
diri karyawan 0-39 tahun, 5%
40-44 tahun, 3%
45-49 tahun, 2%
50-54 tahun, 1%
>55 tahun, 0%
Liabilitas imbalan kerja karyawan
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Nilai kini kewajiban 15.620.272.207 15.282.359.707
Nilai wajar aset program (2.048.028.825) (1.868.028.825)
Liabilitas neto 13.572.243.382 13.414.330.882
31
Page 35
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan)
Perubahan dalam nilai kini kewajiban imbalan kerja:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Saldo awal 15.282.359.707 14.878.603.191
Perubahan yang dibebankan ke laba rugi
Biaya jasa kini 877.000.000 1.491.091.731
Beban bunga - 1.034.812.374
Biaya jasa lalu (539.087.500) (348.785.000)
Imbalan yang dibayarkan -
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti neto
Kerugian (keuntungan) actuarial yang timbul dari:
Pengaruh perubahan asumsi keuangan - (1.294.407.411)
Perubahan asumsi demografik - -
Penyesuaian pengalaman - (478.955.178)
Saldo akhir 15.620.272.207 15.282.359.707
Perubahan dalam nilai wajar aset program PPUKP pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Nilai wajar aset program penyesuaian 1 Jan 1.868.028.825 1.275.140.966
Imbal hasil aset program - 96.572.545
Kontribusi program pensiun 180.000.000 860.000.000
Pembayaran imbalan dari aset program - (348.785.000)
Kerugian aktuaria - (14.899.686)
2.048.028.825 1.868.028.825
Mutasi liabilitas imbalan kerja karyawan yang diakui di laporan posisi keuangan
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Saldo awal 13.414.330.882 13.603.462.225
Pembayaran imbalan (539.087.500) -
Kontribusi program pension (180.000.000) (860.000.000)
Beban (pendapatan) imbalan kerja karyawan 877.000.000 2.429.331.560
Pengukuran kembali atas liabilitas imbalan kerja karyawan - (1.758.462.903)
Aset - penyesuaian - -
Saldo akhir 13.572.243.382 13.414.330.882
Analisa sensitivitas terhadap asumsi utama yang digunakan dalam menentukan kewajiban imbalan kerja per 31 Desember 2025
adalah sebagai berikut:
Kenaikan/ (Penurunan)/Kenaikan Liabilitas imbalan kerja Neto/
Asumsi Utama (Penurunan)
Tingkat diskonto tahunan 1%/(1%) (1.030.772.401)/1.159.147.854
Kenaikan gaji tahunan 1%/(1%) 1.125.521.498/(1.021.208.668)
Pembayaran kontribusi yang diharapkan dari kewajiban imbalan kerja pada periode mendatang adalah sebagai berikut:
Jumlah
Dalam 12 bulan mendatang 2.665.090.000
Antara 1 sampai 5 tahun 3.333.763.244
Antara 5 sampai 10 tahun 14.219.319.368
Diatas 10 tahun 79.469.187.364
32
Page 36
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. LIABILITAS SEWA
Mutasi jumlah tercatat liabilitas sewa:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Saldo awal 3.134.850.273 1.137.440.758
Penambahan - 3.134.850.273
Pembayaran (486.361.677) (1.137.440.758)
Sub-total 2.648.488.596 3.134.850.273
Dikurangi bagian lancar 1.044.950.091 1.044.950.091
Bagian Jangka Panjang 1.603.538.505 2.089.900.182
Analisis jatuh tempo liabilitas sewa adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Dalam 1 tahun 1.044.950.091 1.044.950.091
Dalam 1 - 2 tahun 1.603.538.505 2.089.900.182
Total 2.648.488.596 3.134.850.273
14. MODAL SAHAM
Pemegang saham Perusahaan dan besarnya kepemilikan pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai
berikut:
Saham
Ditempatkan dan
Disetor Penuh Persentase
Pemegang Saham Kepemilikan Jumlah
Ink Color International Pte.Ltd. 156.230.000 51,00% 15.623.000.000
PT Bukit Jaya Semesta (‘‘BJS‘‘) 22.755.300 7,43% 2.275.530.000
Chandra Natalie Widjaja 20.364.500 6,65% 2.036.450.000
Masyarakat (dengan
kepemilikan
masing-masing di bawah 5%) 106.690.600 34,82% 10.669.060.000
Sub-Total 306.040.400 99,90% 30.604.040.000
Saham tresuri 298.100 0,10% 29.810.000
306.338.500 100,00% 30.633.850.000
Saham Tresuri
Berdasarkan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor S-17/D.04/2025 tanggal 18 Maret 2025 tentang “Kebijakan
Pelaksanaan Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Perusahaan Terbuka dalam Kondisi Pasar yang Berfluktuatif
Secara Signifikan”, dan sesuai Pasal 7 POJK 13/2023, dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan, Perusahaan
Terbuka dapat melakukan Pembelian Kembali Saham tanpa memperoleh persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham
(“RUPS”).
Perusahaan memutuskan untuk melaksanakan pembelian kembali saham Perusahaan yang beredar dalam jangka waktu 1 (satu)
bulan yaitu tanggal 8 April 2025 sampai dengan tanggal 16 April 2025, dengan total pembelian sejumlah 298.100 saham dari
modal ditempatkan dan disetor penuh Perusahaan.
Mutasi perolehan saham treasuri adalah sebagai berikut:
Lembar Saham
(dalam nilai
penuh) Jumlah
Perolehan saham treasuri 8 April 2025 48.100 50.148.813
Perolehan saham treasuri 10 April 2025 100.000 102.444.566
Perolehan saham treasuri 11 April 2025 100.000 102.244.107
Perolehan saham treasuri 16 April 2025 50.000 52.630.496
Saldo 298.100 307.467.982
33
Page 37
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. MODAL SAHAM (lanjutan)
Saham Tresuri (lanjutan)
Saham treasuri disajikan sebagai pengurang bagian dari ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
Selama periode dari November 2013 hingga Januari 2024, Perusahaan telah membeli kembali sebanyak 2.495.000 saham dengan
harga perolehan sejumlah Rp1.433.113.852. Pada tahun 2017, Perusahaan telah menjual kembali seluruh saham tresuri sebanyak
2.495.000 saham dengan penerimaan neto sebesar Rp2.571.986.319. Selisih antara nilai perolehan dari dengan penerimaan
sebesar Rp1.138.872.467 dicatat sebagai bagian dari “Tambahan Modal Disetor” pada laporan posisi keuangan konsolidasian
(Catatan 15).
Pengelolaan Modal
Grup menjadikan total ekuitas sebagai modal. Tujuan utama pengelolaan modal Grup adalah untuk memastikan pemeliharaan
rasio modal yang sehat untuk mendukung usaha dan memaksimalkan nilai bagi pemegang saham.
Grup dipersyaratkan untuk memelihara tingkat permodalan tertentu oleh perjanjian pinjaman. Persyaratan permodalan eksternal
tersebut telah dipenuhi oleh Grup pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025.
Selain itu, Grup juga dipersyaratkan oleh Undang-undang Perseroan Terbatas Tahun 2007 untuk mengalokasikan sampai dengan
20% dari modal saham ditempatkan dan disetor penuh ke dalam dana cadangan yang tidak boleh didistribusikan. Persyaratan
permodalan eksternal tersebut dipertimbangkan oleh Grup pada setiap Rapat Umum Pemegang Saham.
Grup mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian berdasarkan perubahan kondisi ekonomi. Untuk memelihara
dan menyesuaikan struktur permodalan, Grup dapat menyesuaikan pembayaran dividen kepada pemegang saham, imbalan
modal kepada pemegang saham atau menerbitkan saham baru. Tidak ada perubahan tujuan, kebijakan maupun proses selama
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025.
Kebijakan Grup adalah mempertahankan rasio modal kerja dan struktur permodalan yang sehat untuk mengamankan akses
terhadap pendanaan pada biaya yang wajar.
15. TAMBAHAN MODAL DISETOR
Akun ini terdiri dari:
Agio saham yang berasal dari penawaran umum perdana 5.000.000.000
Dikurangi biaya emisi saham (1.371.944.401)
3.628.055.599
Agio saham yang berasal dari konversi waran 245.775.000
Selisih kurs atas modal disetor 5.400.000
Penjualan kembali saham tresuri 1.138.872.467
Total 5.018.103.066
Agio Saham
Penawaran Umum Perdana
Agio saham merupakan agio yang diperoleh dari 50.000.000 saham yang dikeluarkan pada penawaran umum saham perdana,
setelah dikurangi biaya emisi saham (Catatan 1).
Konversi Waran
Agio saham merupakan agio yang diperoleh dari 1.638.500 lembar saham yang diterbitkan dalam rangka pelaksanaan waran
(Catatan 1).
Selisih Kurs atas Modal Disetor
Selisih kurs berasal dari selisih kurs valuta asing yang timbul dari modal saham yang ditempatkan dan disetor penuh.
Penjualan kembali saham tresuri
Selisih antara nilai perolehan dari 2.495.000 saham yang diperoleh kembali dengan penerimaan dari penjualannya (Catatan 14).
34
Page 38
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. DIVIDEN KAS DAN CADANGAN UMUM
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham yang diadakan pada tanggal 17 Juni 2026 dan 18 Juni 2025, yang risalahnya masing-
masing telah diaktakan dengan Akta Notaris No. 38 tertanggal 17 Juni 2026 dan Akta Notaris No. 40 tertanggal 18 Juni 2025 dari
Notaris Leolin Jayayanti, S.H., , para pemegang saham menyetujui, antara lain:
i. Penambahan cadangan umum atas saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya masing-masing sebesar
Rp3.478.954.782 dan Rp2.843.217.599 untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024; dan
ii. Pembagian dividen kas masing-masing sebesar Rp52.184.321.724 dan Rp42.648.263.985 atau masing-masing setara
dengan Rp170,51 per saham dan Rp139,21 per saham yang berasal dari laba Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2025 dan 2024.
Dividen kas yang diumumkan dan disetujui pada tahun 2025 telah dibayar seluruhnya oleh Perusahaan pada bulan Juli 2025.
17. LABA PER SAHAM
Rincian perhitungan laba per saham adalah sebagai berikut:
Laba Tahun
Berjalan yang dapat
Diatribusikan
kepada Pemilik Jumlah Rata-rata
Entitas Induk Tertimbang Saham Laba per Saham
30 Juni 2026 34.381.236.300 306.040.400 112,34
30 Juni 2025 28.251.280.318 306.198.503 92,26
Perusahaan tidak mempunyai efek berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025.
18. PENJUALAN NETO
Rincian penjualan neto adalah sebagai berikut :
30 Juni 2026 30 Juni 2025
Pihak ketiga 532.093.148.392 454.541.801.620
Pihak berelasi (Catatan 26) 3.811.614.000 4.209.678.000
Jumlah Penjualan Neto 535.904.762.392 458.751.479.620
Pada periode yang berakhir tanggal 30 Juni 2026 dan 2025, tidak ada penjualan neto yang melebihi 10%.
19. BEBAN POKOK PENJUALAN
Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026 30 Juni 2025
Pemakaian bahan baku dan bahan penolong 199.565.761.156 157.224.466.641
Beban pabrikasi 7.421.271.323 6.985.423.385
Gaji, upah dan tunjangan 15.307.103.384 14.416.959.843
Total Beban Produksi 222.294.135.863 178.626.849.869
Barang dalam proses (Catatan 7)
Awal tahun 10.510.869.319 9.854.274.028
Akhir tahun (12.773.636.959) (10.187.948.591)
Beban Pokok Produksi 220.031.368.223 178.293.175.306
Barang jadi
Awal tahun (Catatan 7) 80.494.475.297 75.093.432.580
Pembelian 282.795.575.101 232.037.777.667
Akhir tahun (Catatan 7) (127.101.133.094) (90.451.152.447)
Beban Pokok Penjualan 456.220.285.527 394.973.233.106
Pada periode yang berakhir tanggal 30 Juni 2026 dan 2025, terdapat pembelian kepada pihak ketiga dengan jumlah pembeliannya
melebihi 10% dari jumlah pembelian masing-masing sebesar Rp204.409.373.910 dan Rp174.790.916.568.
35
Page 39
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
Akun ini terdiri dari :
30 Juni 2026 30 Juni 2025
Gaji, tunjangan dan lembur 12.245.079.117 11.205.397.169
Bonus dan THR 10.681.277.589 8.933.999.533
Penyusutan aset tetap (Catatan 8) 1.416.246.474 1.714.391.209
Perjalanan dinas 856.163.624 1.116.640.344
Lain-lain 5.422.646.306 6.036.072.293
Total 30.621.413.110 29.006.500.548
21. PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASI LAIN
Rincian pendapatan dan beban operasi lain adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026 30 Juni 2025
Pendapatan operasi lain
Laba selisih kurs 300.063.523 -
Lain-lain 731.817.697 1.786.837.604
Total Pendapatan Operasi 1.031.881.220 1.786.837.604
Beban operasi lain
Rugi selisih kurs, neto - (315.952.231)
Rugi surat berharga yang belum terealisasi (4.297.945.758) -
Lain-lain (901.669.551) (449.085.526)
Total Beban Operasi Lain (5.199.615.309) (765.037.757)
22. PENGHASILAN KEUANGAN
Penghasilan keuangan merupakan penghasilan bunga atas rekening bank dan deposito berjangka
23. BEBAN KEUANGAN
Beban keuangan merupakan beban bunga atas utang bank jangka pendek dan cerukan.
24. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Risiko utama dari instrumen keuangan Grup adalah risiko suku bunga, risiko mata uang, risiko kredit dan risiko likuiditas. Direksi
menelaah dan menyetujui kebijakan untuk mengelola masing-masing risiko tersebut yang dijelaskan dengan lebih rinci sebagai
berikut:
Risiko Suku Bunga
Risiko terhadap suku bunga merupakan risiko nilai wajar atau arus kas masa datang dari instrumen keuangan yang berfluktuasi
akibat perubahan tingkat suku bunga pasar. Eksposur Grup terhadap perubahan suku bunga pasar terkait pada utang jangka
pendek dan jangka panjang.
Grup didanai dengan utang yang dikenai bunga. Oleh karena itu, eksposur Grup tertentu terhadap risiko pasar untuk perubahan
tingkat suku bunga terutama sehubungan dengan liabilitas dengan bunga. Kebijakan Perusahaan dan Entitas Anak adalah
mendapatkan tingkat suku bunga yang paling menguntungkan tanpa meningkatkan ekposur terhadap mata uang asing, yaitu
dengan mengendalikan beban bunga dengan menggunakan kombinasi antara pinjaman dengan tingkat suku bunga tetap dan
mengambang.
Pada tanggal 31 Desember 2025, berdasarkan simulasi yang rasional, jika tingkat suku bunga utang jangka pendek lebih
tinggi/lebih rendah 50 basis poin, dengan seluruh variabel-variabel lain tidak berubah, maka laba sebelum pajak penghasilan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 akan lebih rendah/lebih tinggi sebesar Rp307.306.187.
Risiko Mata Uang
Risiko nilai tukar mata uang asing yang dihadapi Grup terutama timbul dari aset dan liabilitas moneter yang diakui dalam mata
uang yang berbeda dengan mata uang fungsional entitas yang bersangkutan.
36
Page 40
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
Risiko Mata Uang (lanjutan)
Grup menyadari adanya risiko pasar yang disebabkan oleh fluktuasi nilai tukar mata uang asing. Untuk mengurangi dampak
perubahan nilai tukar mata uang asing terhadap aset dan liabilitas tersebut, jika memungkinkan, Grup selalu mengupayakan aset
dan liabilitas signifikan dalam mata uang asing yang dimiliki entitas yang bersangkutan bernilai seimbang. Untuk mencapai tujuan
tersebut, tidak tertutup kemungkinan untuk dilakukannya transaksi lindung nilai.
Pada tanggal 31 Desember 2025, berdasarkan simulasi yang rasional, jika nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menguat/melemah
sebesar 10%, dengan seluruh variabel-variabel lain tidak berubah, maka laba sebelum pajak penghasilan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 akan lebih tinggi/lebih rendah sebesar Rp10.325.592.661, terutama sebagai akibat dari
keuntungan/kerugian selisih kurs atas penjabaran kas dan setara kas, utang usaha dan utang bank jangka pendek dalam Dolar
AS.
Grup tidak mempunyai kebijakan lindung nilai yang formal untuk laju nilai tukar mata uang asing.
Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko bahwa Grup akan mengalami kerugian yang timbul dari pelanggan, klien atau pihak lawan yang gagal
memenuhi kewajiban kontraktual mereka. Tidak ada risiko kredit yang terpusat secara signifikan. Grup mengelola dan
mengendalikan risiko kredit dengan menetapkan batasan jumlah risiko yang dapat diterima untuk pelanggan secara individual dan
memantau eksposur terkait dengan batasan-batasan tersebut.
Grup melakukan hubungan usaha dengan pihak yang diakui dan kredibel. Grup memiliki kebijakan untuk semua pelanggan yang
akan melakukan perdagangan secara kredit harus melalui prosedur verifikasi kredit. Sebagai tambahan, jumlah piutang dipantau
secara terus menerus untuk mengurangi risiko piutang tidak tertagih.
Sehubungan dengan risiko kredit yang timbul dari aset keuangan yang mencakup kas dan setara kas, investasi jangka pendek
dalam bentuk deposito, eksposur Grup terhadap risiko kredit yang dihadapi timbul karena wanprestasi dari counterparty. Grup
memiliki risiko kredit terpusat dari penempatan kas dan setara kas, sebesar 90,37% dari total kas dan setara kas yang ditempatkan
pada satu bank.
Grup memiliki kebijakan untuk tidak menempatkan investasi pada instrumen yang memiliki risiko kredit tinggi dan hanya
menempatkan investasinya pada bank-bank dengan peringkat kredit yang tinggi.
Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas merupakan risiko disaat posisi arus kas Grup menunjukan nilai arus kas jangka pendek tidak mencukupi untuk
menutupi kebutuhan nilai pengeluaran jangka pendek.
Kebutuhan likuiditas Grup timbul dari kebutuhan dalam membiayai kegiatan operasional Grup.
Pada dasarnya, di dalam mengelola risiko likuiditas, Grup memantau dan menjaga tingkat kas dan bank yang dianggap memadai
untuk membiayai operasional Grup dan untuk mengatasi dampak dari fluktuasi arus kas. Grup juga secara rutin mengevaluasi
proyeksi arus kas dan arus kas aktual, termasuk jadwal jatuh tempo utang jangka pendek maupun jangka panjang mereka, dan
terus menelaah kondisi pasar keuangan untuk mengambil inisiatif penggalangan dana. Kegiatan ini dapat meliputi utang bank,
penerbitan surat utang ataupun ekuitas di pasar modal.
Tabel berikut menyajikan profil jatuh tempo liabilitas keuangan Grup pada tahun yang berakhir 30 Juni 2026 dan 31 Desember
2025 berdasarkan arus kas kontraktual yang tidak terdiskonto:
Dalam waktu 1 sampai
Dalam waktu 1 tahun dengan 5 tahun
Total Lebih dari 5 tahun
Pada tanggal 30 Juni 2026
Utang bank jangka pendek dan
cerukan 110.215.103.779 110.215.103.779 - -
Utang usaha -
Pihak ketiga 198.359.938.754 198.359.938.754 - -
Utang lain-lain - pihak ketiga 49.521.257.292 49.521.257.292 - -
Beban masih harus dibayar 2.669.103.701 2.669.103.701 - -
Liabilitas sewa 2.648.488.596 1.044.950.091 1.603.538.505 -
37
Page 41
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
Risiko Likuiditas (lanjutan)
Dalam waktu 1 sampai
Dalam waktu 1 tahun dengan 5 tahun
Total Lebih dari 5 tahun
Pada tanggal 31 Desember
2025
Utang bank jangka pendek dan
cerukan 48.788.824.611 48.788.824.611 - -
Utang usaha
Pihak ketiga 172.657.075.006 172.657.075.006 - -
Pihak berelasi 1.168.626.216 1.168.626.216 - -
Utang lain-lain - pihak ketiga 546.768.403 546.768.403 - -
Beban masih harus dibayar 4.542.167.347 4.542.167.347 - -
Liabilitas sewa 3.134.850.273 1.044.950.091 2.089.900.182 -
Perubahan Pada Liabilitas Yang Timbul Dari Aktivitas Pendanaan
Nilai tercatat instrumen keuangan yang disajikan pada laporan posisi keuangan konsolidasian kurang lebih sebesar nilai wajarnya.
1 Januari Arus Kas Mata Uang Asing 30 Juni
2026
Utang bank jangka pendek 17.000.000.000 7.000.000.000 - 24.000.000.000
2025
Utang bank jangka pendek 48.000.000.000 17.694.668.319 - 65.694.668.319
25. INSTRUMEN KEUANGAN
Nilai tercatat instrumen keuangan yang disajikan pada laporan posisi keuangan konsolidasian kurang lebih sebesar nilai wajarnya.
Nilai tercatat untuk kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, utang usaha, utang lain-lain, utang bank jangka pendek
dan cerukan dan beban masih harus dibayar mendekati nilai wajarnya karena bersifat jangka pendek. Nilai tercatat utang jangka
panjang dengan suku bunga mengambang mendekati nilai wajarnya karena selalu dinilai ulang secara berkala. Nilai tercatat
piutang karyawan jangka panjang tidak dikenakan bunga disajikan pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan
metode SBE.
Tabel berikut menunjukkan analisa aset keuangan Grup yang dicatat pada nilai wajar berdasarkan tingkatan hierarki:
Input yang tidak dapat
Harga kuotasian dalam Input yang dapat diobservasi yang
pasar aktif untuk aset yang diobservasi lain yang signifikan
Total identik (Level 1) signifikan (Level 2) (Level 3)
2026
Aset keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi
Surat berharga 19.147.500.000 19.147.500.000 - -
2025
Aset keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi
Surat berharga 8.075.000.000 8.075.000.000 - -
26. TRANSAKSI DAN SALDO YANG SIGNIFIKAN DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI
Dalam kegiatan usaha normal, Grup melakukan transaksi usaha dengan pihak berelasi. Transaksi usaha dengan pihak berelasi
ditentukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak.
Transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak-pihak yang berelasi adalah sebagai berikut:
Jumlah Persentase Terhadap Total Penjualan Neto
Entitas dengan Entitas dengan
Pengendalian Bersama Pihak Berelasi Lainnya Pengendalian Bersama Pihak Berelasi Lainnya
30 Juni 2026
Penjualan barang jadi - 3.811.614.000 - 0,71
30 Juni 2025
Penjualan barang jadi - 4.209.678.000 - 0,92
38
Page 42
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. TRANSAKSI DAN SALDO YANG SIGNIFIKAN DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)
Jumlah Persentase Terhadap Total Beban Pokok
Penjualan
Entitas dengan Entitas dengan
Pengendalian Bersama Pihak Berelasi Lainnya Pengendalian Bersama Pihak Berelasi Lainnya
30 Juni 2026
Pembelian bahan baku - - - -
30 Juni 2025
Pembelian bahan baku - - - -
Jumlah Persentase Terhadap Total Aset
Entitas dengan Pihak Berelasi Lainnya Entitas dengan Pihak Berelasi Lainnya
Pengendalian Bersama Pengendalian Bersama
30 Juni 2026
Piutang usaha - 1.616.761.620 - 0,17
31 Desember 2025
Piutang usaha - 1.988.319.690 - 0,23
Jumlah Persentase Terhadap Total Liabilitas
Entitas dengan Entitas dengan
Pengendalian Bersama Pihak Berelasi Lainnya Pengendalian Bersama Pihak Berelasi Lainnya
30 Juni 2026
Utang usaha - - - -
31 Desember 2025
Utang usaha - 1.168.626.216 - 0,47
27. ASET DAN LIABILITAS DALAM MATA UANG ASING
Pada tanggal 30 Juni 2026, Grup memiliki aset dan liabilitas moneter yang signifikan dalam mata uang asing, dengan nilai pada
tanggal pelaporan dan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut:
29 Juli 2026
30 Juni 2026 (Tanggal (Tanggal Penyelesaian
Mata Uang Asing Pelaporan) Laporan Keuangan)
Aset
Kas dan bank
Dalam Dolar Amerika Serikat USD 449.022 8.017.730.940 8.121.903.967
Dalam Dolar Singapura SGD 383 5.288.534 5.359.318
Dalam Yuan Cina CNY 450.170 1.183.285.508 1.203.052.475
Dalam Thailand Bath THB 15.228 8.174.238 8.185.659
Dalam Hongkong Dollar HKD 9.997 22.759.970 23.059.680
Dalam Euro EUR 350 7.126.109 7.194.959
Total Aset dalam Mata Uang Asing 9.244.365.299 9.368.756.058
Liabilitas
Utang bank jangka pendek dan cerukan
Dalam Dolar Amerika Serikat USD 2.953.200 52.732.339.786 53.417.482.194
Dalam Cina Yuan CNY 397.289 1.044.286.080 1.061.731.040
Utang usaha
Dalam Dolar Amerika Serikat USD 4.866.163 86.890.203.000 88.019.152.770
Dalam Cina Yuan CNY 2.451.485 6.443.800.881 6.551.445.571
Total Liabilitas dalam Mata Uang Asing 147.110.629.747 149.049.811.575
Liabilitas Neto dalam Mata Uang Asing 137.866.264.448 139.681.055.517
Apabila aset moneter neto dalam mata uang asing pada tanggal 30 Juni 2026, dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah dengan
menggunakan kurs pada tanggal 29 Juli 2026, maka liabilitas moneter neto akan mengalami kenaikan sebesar Rp1.814.791.069.
28. INFORMASI SEGMEN
Sesuai dengan PSAK No. 5 (Revisi 2009), “Segmen Operasi”, informasi segmen di bawah ini dilaporkan berdasarkan informasi
yang digunakan oleh manajemen untuk mengevaluasi kinerja setiap segmen usaha dan di dalam mengalokasikan sumber daya.
Grup mengklasifikasikan kegiatan usahanya menjadi empat (4) divisi, yaitu:
• Divisi Gravure
• Divisi Film
• Divisi Adhesive
• Divisi Coating
39
Page 43
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
28. INFORMASI SEGMEN (lanjutan)
Segmen Operasi
Manajemen memantau hasil operasi dari unit usahanya secara terpisah guna keperluan pengambilan keputusan mengenai alokasi
sumber daya dan penilaian kinerja. Kinerja segmen dievaluasi berdasarkan laba atau rugi operasi dan diukur secara konsisten
dengan laba atau rugi operasi pada laporan keuangan konsolidasian. Namun, pendanaan Grup (termasuk biaya pendanaan dan
pendapatan pendanaan) dan pajak penghasilan dikelola secara grup dan tidak dialokasikan kepada segmen operasi.
Harga transfer antar entitas hukum dan antar segmen diatur dengan cara yang serupa dengan transaksi dengan pihak ketiga.
Tabel berikut ini menyajikan informasi pendapatan dan laba dan aset dan liabilitas tertentu sehubungan dengan segmen operasi
Grup:
a. Laba segmen
30 Juni 2026 Gravure Film Adhesive Coating Jumlah
Penjualan neto
Penjualan kepada
pelanggan eksternal 254.727.971.926 133.901.979.597 142.868.732.819 4.406.078.050 535.904.762.392
Laba usaha segmen 19.369.197.249 10.181.739.505 10.863.560.235 335.032.679 40.749.529.668
Pendapatan keuangan
4.041.186.773
Biaya keuangan (1.479.155.267)
Laba sebelum pajak 43.311.561.174
Laba periode berjalan 34.401.220.700
Informasi segmen
lainnya
Pengeluaran modal 2.759.886.871
Penyusutan
dan
amortisasi 3.391.872.632
30 Juni 2025 Gravure Film Adhesive Coating Jumlah
Penjualan neto
Penjualan kepada
pelanggan eksternal 211.311.067.122 98.704.779.081 139.418.150.603 9.317.482.814 458.751.479.620
Laba usaha segmen
14.628.399.152 6.833.020.751 9.651.479.139 645.019.969 31.757.919.011
Pendapatan keuangan 4.952.436.565
Biaya keuangan (1.760.265.909)
Laba sebelum pajak
34.950.089.667
Laba periode berjalan 28.260.190.339
Informasi segmen
lainnya
Pengeluaran modal 1.219.174.191
Penyusutan
dan
amortisasi 3.650.334.470
b. Aset dan liabilitas segmen
30 Juni 2026 Gravure Film Adhesive Coating Jumlah
Aset
Aset segmen 291.090.174.507 172.420.566.883 138.356.179.540 6.606.869.064 608.473.789.994
Aset tidak dapat
dialokasi 356.774.093.594
Total Aset 965.247.883.588
Liabilitas
Liabilitas segmen 106.463.926.271 67.427.865.010 78.244.773.338 - 252.136.564.619
Liabilitas tidak dapat
dialokasi 130.968.601.158
Total Liabilitas 383.105.165.777
31 Desember 2025 Gravure Film Adhesive Coating Jumlah
Aset
Aset segmen 245.886.854.510 113.455.879.187 121.396.347.285 7.263.645.572 488.002.726.554
Aset tidak dapat
dialokasi 363.021.389.789
Total Aset 851.024.116.343
Liabilitas
Liabilitas segmen 82.565.425.518 62.513.073.070 76.653.723.321 - 221.732.221.909-
Liabilitas tidak dapat
dialokasi 29.366.075.599
Total Liabilitas 251.098.297.508
Semua penjualan Grup adalah untuk pelanggan domestik. Seluruh aset non-keuangan Grup berada di Indonesia.
40
Names mentioned 40 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Colorpok
p.2
unresolved
person
Akta Notaris Tegoeh Hartanto
p.11
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.11
unresolved
person
Akta Notaris Leolin Jayayanti
p.11 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.11
unresolved
org
Entitas Induk Terakhir Ink Color International Pte. Ltd.
p.11
unresolved
org
Perusahaan Pacific Palisades Pte. Ltd.
p.11
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.11
unresolved
org
BAPEPAM-LK
p.11 ×2
unresolved
org
PT Colorpak
p.12
unresolved
org
Bank Indonesia
p.19
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.21
unresolved
org
Shanghai Banking Corporation
p.25
unresolved
org
Bank Garansi
p.29 ×2
unresolved
org
Pacific Plas Pte. Ltd.
p.30 ×2
unresolved
org
PT Colorpak Flexible Indonesia
p.30
unresolved
org
Kini
p.31
unresolved
org
Pacific Palisades Pte. Ltd.
p.33
unresolved
org
Dana Pensiun Lembaga Keuangan
p.34
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.34
unresolved
org
Ink Color International Pte.Ltd.
p.36
unresolved
org
PT Bukit Jaya Semesta
p.36
unresolved
—
Perolehan saham treasuri 8 April 2025
p.36
unresolved
—
Perolehan saham treasuri 10 April 2025
p.36
unresolved
—
Perolehan saham treasuri 11 April 2025
p.36
unresolved
—
Perolehan saham treasuri 16 April 2025
p.36
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.