Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 6
Page 1
RINGKASAN PELAKSANAAN PUBLIC EXPOSE INSIDENTIL
PT CAHAYASAKTI INVESTINDO SUKSES Tbk.
I. PELAKSANAAN
Hari/tanggal : Senin, 24 November 2025
Waktu : Pukul 13.00 – 13.50 WIB
Tempat : Video Live Conference melalui Aplikasi Zoom Meeting
Agenda : 1. Informasi terkait perkembangan kinerja dan operasional
terkini Perseroan dan anak perusahaan,
2. Summary Laporan Keuangan terakhir/terkini,
3. Rencana Usaha Perseroan dan anak perusahaan ke
depannya,
4. Informasi material lainnya yang belum disampaikan
kepada publik.
Manajemen Perseroan
yang hadir : 1. Direktur Utama : Tjoea Aubintoro
2. Finance & Accounting : Tita Dwi
3. Corporate Secretary : Novita
Susunan Acara : - Pembukaan
- Presentasi Tim Corsec dan Manajemen
- Sesi Tanya Jawab
Registrasi Peserta : 126 orang (tidak termasuk Manajemen dan karyawan)
II. PRESENTASI MANAJEMEN
Presentasi Public Expose Insidentil disampaikan oleh Bapak Rave sebagai Tim
Corporate Secretary PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk. Pemaparan Public Expose
Insidentil sesuai dengan materi yang telah disampaikan ke PT Bursa Efek Indonesia
melalui e-reporting pada tanggal 21 November 2025 dengan nomor surat: 086/DIRUT-
CSIS/EKS/XI/2025.
1. Cikembar Industrial Estate
• Dana Rights Issue sebesar Rp93 miliar dialokasikan untuk pembangunan
infrastruktur di Kawasan Industri Cikembar.
• Proyek Sentul hampir habis dengan sisa lahan sekitar 3 ha, sehingga masa
depan pertumbuhan CSIS bertumpu pada Cikembar.
• Saat ini sekitar 15% lahan (±20 ha) sudah occupied meskipun infrastruktur
baru 50%.
• Tahun ini, Perseroan menerima beberapa inquiries dari calon tenant asal
China dan Taiwan, sehingga prospek Cikembar dinilai positif.
• Harga tanah Rp1.250.000/m² mencerminkan harga transaksi terakhir yang
berhasil dijual kepada perusahaan Taiwan, berada di atas target awal
1
Page 2
manajemen, sehingga menjadi sinyal positif terhadap valuasi kawasan
Cikembar.
• Percepatan pembangunan Tol Jagoratu (dari jadwal awal 2035 menjadi 2028)
dan peningkatan investasi dari China berpotensi mendongkrak nilai jual lahan
industri di Cikembar.
• Skema rent-to-sell / lease-to-own yang diterapkan di Cikembar juga akan
diterapkan di Tenjo untuk memperkuat basis recurring income Perseroan.
Agenda: Persetujuan rencana Rights Issue oleh pemegang saham.
2. Diversifikasi Bisnis – Techno House & Management Consulting
• Pivot ke bisnis jasa konsultasi manajemen saat ini masih menyasar pihak
berelasi (grup/afiliasi), namun tidak menutup kemungkinan melayani pihak
ketiga di kemudian hari.
• Bisnis ini bukan core business, melainkan bentuk diversifikasi, bersamaan
dengan pengembangan Techno House (knockdown house) yang saat ini
masih di luar CSIS tetapi direncanakan akan digabung di bawah CSIS.
• Knockdown house adalah rumah modular yang mudah dirakit dalam waktu
singkat dan mudah dikirim ke seluruh Indonesia:
o 1 kontainer dapat memuat 15 unit rumah berukuran 30–40 m², dan
Perseroan juga sedang mengembangkan ukuran yang lebih besar.
o Ke depan difokuskan pada tipe 36 m² dan 45 m².
o Harga rumah jauh lebih murah dibanding rumah subsidi, tahan gempa,
banjir, rayap, dan kokoh sehingga nyaman untuk ditinggali.
• Techno House diharapkan dapat mendukung program pemerintah 3 juta
rumah dan direncanakan menjadi supplier untuk proyek senior living di Tenjo.
• Perseroan telah menemukan teknologi dan membuat sampel rumah, dan saat
ini dalam pembahasan dengan Kementerian PUPR dan koperasi perumahan.
3. Rights Issue Mechanics & Standby Buyer
• Rights Issue dilakukan 100% dalam bentuk uang tunai (fresh cash) yang
masuk ke rekening Perseroan.
• Pemegang saham pengendali PT Andalan Utama Bintara (57,2%)
berkomitmen penuh untuk menyetor modal sesuai porsi mereka, sehingga
kebutuhan pendanaan infrastruktur di Sentul dan Cikembar akan terpenuhi
dengan atau tanpa kontribusi maksimal dari publik.
• Perseroan memiliki standby buyer, namun identitasnya tidak dapat
diungkapkan dalam forum Public Expose.
4. Pendanaan ke PT Bogorindo Cemerlang
• Dana Rights Issue dari publik akan disuntikkan ke PT Bogorindo Cemerlang,
di mana CSIS memiliki 52,5% saham.
• Manajemen menegaskan bahwa tidak terjadi subsidi wealth transfer ke
pemegang saham privat di tingkat anak usaha, karena Perseroan (CSIS) juga
akan melakukan setoran modal untuk mendanai infrastruktur Bogorindo pada
tahun depan.
2
Page 3
5. Financial Outlook & Risk Mitigation (2026)
• Konsep baru knockdown house memiliki ruang margin yang cukup besar
sehingga kenaikan harga material 5–10% tidak berdampak signifikan.
• Bahan baku utama yang digunakan antara lain besi, plastik, aluminium, bukan
semen dan batu, sehingga harga relatif lebih stabil.
• Knockdown house saat ini belum menjadi anak usaha CSIS, namun Techno
House akan menjadi supplier untuk proyek senior living di Tenjo.
• Fluktuasi suku bunga tidak terlalu mempengaruhi permintaan kawasan
industri, berbeda dengan properti residensial. Minat perusahaan China dan
Taiwan untuk membuka usaha di Indonesia tetap kuat.
• Untuk Techno House, Perseroan tidak mengandalkan pendanaan bank dan
lebih banyak menggunakan dana internal, sehingga Rights Issue ini akan
memperkuat struktur modal.
6. Corporate Structure & Future Plans
• Ke depan, CSIS memiliki rencana untuk menjadi holding company bagi
seluruh aset Olympic Group.
• Rights Issue berikutnya diarahkan untuk semakin memperkuat posisi CSIS
sebagai holding.
7. Market Positioning & Competitiveness
• Dalam menghadapi banyaknya perusahaan yang fokus pada lahan industri
(misalnya Karawang dan sekitarnya), CSIS menawarkan keunggulan:
o Skema sewa jangka panjang dengan opsi membeli (lease-to-own) untuk
memperkuat recurring income dan memberikan potensi capital gain lebih
besar di masa depan.
o Tenant diperbolehkan membangun bangunan pabrik meskipun status
lahan masih sewa.
o Harga lahan lebih murah dibanding kawasan industri lain, dan dari sisi
tenaga kerja, biaya di kawasan Cikembar sekitar 30% lebih rendah
dibanding kawasan industri di Jabodetabek.
8. Investor Updates – KDTN & Market Price
• Terkait isu investor Hong Kong yang ingin mengakuisisi KDTN, manajemen
menyampaikan bahwa pembahasan masih sangat awal (baru satu kali
pertemuan) dan pola struktural transaksi masih didiskusikan.
• CSIS memiliki 24% kepemilikan dan akan mengambil langkah yang
menguntungkan pemegang saham, terutama publik.
• Terkait pertanyaan mengenai target harga saham agar Rights Issue ramai
ditebus, manajemen menyampaikan bahwa harga saham akan mengikuti
kondisi pasar dan bergerak secara organik.
3
Page 4
III. SESI TANYA JAWAB
Pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan kepada Manajemen Perseroan dan jawaban
yang diberikan oleh Manajemen dalam pelaksanaan Public Expose Insidentil adalah
sebagai berikut:
1. Alokasi dana Rp93 miliar untuk infrastruktur Cikembar dinilai sebagai pertaruhan
besar, mengingat proyek Sentul hampir habis (sisa ±3 ha). Berapa hektare lahan
di Cikembar yang sudah memiliki komitmen pasti (binding offer) dari
penyewa/pembeli? Tanpa penyelesaian penuh Tol Bocimi, apakah proyeksi harga
jual lahan di prospektus masih relevan atau justru terlalu optimistis dibanding
harga tanah mentah di sana saat ini? (Daniel – Investor)
Jawaban:
Hingga saat ini Cikembar sudah 15% occupied atau sekitar 20 hektare, meskipun
infrastruktur baru 50%. Tahun ini, Perseroan menerima beberapa inquiries dari
calon tenant asal China dan Taiwan, sehingga prospek Cikembar dinilai sangat
positif. Kawasan industri di Jawa Barat saat ini mendapat dukungan kuat dari
pemerintah. Selain itu, Tol Jagoratu yang semula dijadwalkan selesai pada 2035
kini dipercepat menjadi 2028.
Harga tanah Rp1.250.000/m² merupakan harga transaksi terakhir kepada
perusahaan Taiwan dan sudah lebih tinggi dari target awal manajemen. Perseroan
meyakini bahwa masuknya investasi dari China dan percepatan akses ke
Sukabumi akan terus meningkatkan nilai jual lahan industri Cikembar. Skema rent-
to-sell di Cikembar juga akan diterapkan di Tenjo untuk memperkuat recurring
income.
2. Siapa target utama jasa konsultasi manajemen? Apakah hanya pihak afiliasi
(Olympic Group) atau juga pihak independen? Jika mayoritas pihak berelasi,
bagaimana manajemen meyakinkan investor bahwa pendapatan ini merupakan
value creation riil, bukan sekadar transfer pricing untuk memoles pendapatan?
(Daniel – Investor)
Jawaban:
Jasa konsultasi manajemen bukan merupakan lini bisnis utama Perseroan, dan
saat ini ditujukan untuk mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan
bisnis anak usaha PT Bogorindo Cemerlang yang mengelola aset-aset utama
Perseroan di Sentul, Cikembar, dan Tenjo. Namun demikian, layanan ini memiliki
fungsi strategis karena memastikan perencanaan, eksekusi, dan tata kelola
proyek-proyek besar tersebut berjalan optimal.
Kontribusi konsultasi ini tidak bersifat transfer pricing, melainkan bagian dari value
creation yang terukur: peningkatan kualitas perencanaan proyek, efisiensi
operasional, percepatan monetisasi aset, serta penguatan governance di level
anak usaha. Dengan kinerja proyek yang semakin baik dan terarah, nilai aset
yang dikelola meningkat dan pada akhirnya meningkatkan nilai bagi pemegang
saham CSIS.
4
Page 5
3. Apakah penyetoran modal dari Pembeli Siaga (Standby Buyer) dilakukan dalam
bentuk uang tunai (fresh cash), konversi utang (debt-to-equity swap), atau
inbreng aset? Jika bukan tunai, bagaimana memastikan proyek infrastruktur
Cikembar yang membutuhkan cash flow Rp93 miliar dapat berjalan? (Daniel –
Investor)
Jawaban:
Manajemen menegaskan bahwa Rights Issue ini dilakukan dengan uang tunai.
Perseroan dan pemegang saham pengendali PT Andalan Utama Bintara (57,2%)
sudah berkomitmen menyetor modal untuk bagian mereka. Dengan demikian,
kebutuhan dana infrastruktur Sentul dan Cikembar akan terpenuhi dengan atau
tanpa kontribusi maksimal dari publik. Perseroan memang memiliki standby buyer,
namun identitasnya tidak dapat diungkapkan dalam forum ini.
4. Dana Rights Issue 100% berasal dari investor publik CSIS, namun akan
disuntikkan ke PT Bogorindo Cemerlang, di mana CSIS hanya memiliki 52,5%
saham. Apakah pemegang saham lain (misalnya PT Cahayasakti Lintang Surya)
juga akan menyetor modal secara prorata? Jika tidak, apakah ini tidak berarti
dana publik mensubsidi peningkatan nilai aset pemegang saham privat di anak
usaha? (Daniel – Investor)
Jawaban:
Manajemen menyampaikan bahwa tidak terjadi subsidi ke pemegang saham
privat. CSIS juga akan melakukan penyetoran modal untuk mendukung
pembangunan infrastruktur Bogorindo tahun depan. Dengan demikian, struktur
penyertaan modal tetap memperhatikan kepentingan pemegang saham publik di
tingkat induk.
5. Bagaimana manajemen memitigasi risiko kenaikan harga bahan baku konstruksi
dan potensi fluktuasi suku bunga yang dapat menekan daya beli konsumen
properti pada 2026? Apakah Perseroan memiliki target kontrak baru (order book)
untuk 2025 dan bagaimana komposisi proyek swasta vs pemerintah/BUMN?
(Daniel – Investor)
Jawaban:
Konsep knockdown house memiliki ruang margin yang cukup besar, sehingga
kenaikan harga material 5–10% tidak berdampak signifikan. Perseroan
menggunakan bahan baku seperti besi, plastik, aluminium, bukan semen dan
batu, sehingga lebih stabil. Knockdown house belum menjadi anak usaha CSIS,
namun Techno House akan menjadi pemasok bagi senior living di Tenjo.
Untuk suku bunga, dampaknya terhadap permintaan kawasan industri jauh lebih
kecil dibanding properti residensial. Secara umum, pipeline kawasan industri
cukup baik, dengan minat kuat dari perusahaan China dan Taiwan untuk masuk
ke Indonesia. Techno House juga tidak banyak menggunakan dana bank,
melainkan lebih mengandalkan dana internal. Rights Issue ini akan membantu
memperkuat struktur modal.
5
Page 6
6. Apakah ke depannya CSIS berencana menjadi holding company untuk seluruh
aset Olympic? Jika ya, apakah ada potensi Rights Issue lanjutan untuk injeksi
aset? (Kang – Investor)
Jawaban:
Secara rencana, memang ada arah strategis untuk menjadikan CSIS sebagai
holding company bagi aset-aset Olympic Group. Rights Issue berikutnya
direncanakan untuk memperkuat posisi CSIS sebagai holding dan memberikan
ruang bagi konsolidasi aset.
7. Dengan semakin banyaknya perusahaan yang mengembangkan lahan industri
(misalnya di Karawang), apa keunggulan CSIS dibanding kompetitor? (Mikael
Darren – Investor)
Jawaban:
CSIS menawarkan opsi sewa jangka panjang dengan opsi membeli (lease-to-
own), yang menarik bagi investor asing karena proses pembelian lahan di
Indonesia relatif panjang. Skema ini memperkuat recurring income dan memberi
potensi capital gain lebih besar di masa depan.
Di kawasan industri CSIS, calon pembeli tetap dapat membangun bangunan
meskipun statusnya sewa. Harga lahan lebih murah dibanding kawasan lain, dan
biaya tenaga kerja sekitar 30% lebih rendah dibanding kawasan industri di
Jabodetabek. Hal ini menjadi keunggulan kompetitif utama.
8. Apakah PSP akan menjadi pembeli siaga (standby buyer) jika masih terdapat porsi
HMETD milik publik yang tersisa? (Andre Gunawan – Investor)
Jawaban:
Saat ini Perseroan masih menunggu konfirmasi PSP apakah menjadi pembeli siaga
atau tidak, Perseroan akan meng-update terkait ini dalam waktu dekat.
9. Terkait isu investor Hong Kong yang ingin mengakuisisi KDTN, apa dampaknya
terhadap CSIS? (Rafii – Investor)
Jawaban:
Pembahasan dengan investor Hong Kong masih sangat awal, baru dilakukan satu
pertemuan. Pola struktural transaksi masih dibicarakan. CSIS memiliki 24% di
KDTN dan menegaskan bahwa langkah yang diambil harus menguntungkan
pemegang saham, terutama publik.
10. Berapa target harga saham yang diharapkan agar Rights Issue ramai ditebus?
(Zaky – Investor)
Jawaban:
Harga saham akan mengikuti kondisi pasar dan bergerak secara organik.
Perseroan tidak menetapkan target harga tertentu untuk mendorong penebusan
Rights Issue.
6
Names mentioned 8 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Rave
p.1
unresolved
org
Kementerian PUPR
p.2
unresolved
org
PT Bogorindo Cemerlang
p.2 ×4
unresolved
org
PT Cahayasakti Lintang Surya
p.5
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.