Skip to content
Back to announcement

20251121_JSPT_Public Expose_31987055_lamp1.pdf

Other Text extracted JSPT

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 7

Page 1 OCR 0.939
DD PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk

Jakarta, 21 November 2025
No. 17/BEI/HO-CSL/JSI/XI/2025 Kode Saham : JSPT

Kepada :

PT Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia
Tower 1, Lantai LL

Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Jakarta 12190

Up. Divisi Pencatatan Sektor Jasa

Perihal : Laporan Hasil Pelaksanaan Paparan Publik Tahunan
PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk

Dengan hormat,

Merujuk kepada surat PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk. (“Perseroan”) Nomor
16/BEI/HO-CSL/JSI/XI/2025, tanggal 14 November 2025 tentang Penyampaian Materi Paparan
Publik (Public Expose) Tahunan Perseroan, maka dengan ini Perseroan menyampaikan laporan
hasil pelaksanaan Paparan Publik Tahunan dimaksud yang telah diselenggarakan secara virtual
pada hari Rabu, 19 November 2025, mulai pukul 10.33 WIB melalui zoom meeting dengan
menggunakan sistem Perseroan.

Peserta yang hadir dalam acara Public Expose tersebut adalah sebanyak 29 (dua puluh sembilan)
orang.

Laporan pelaksanaan hasil Public Expose, terlampir.

Demikian disampaikan, guna memenuhi peraturan yang berlaku dan atas perhatiannya kami
ucapkan terima kasih.

Hormat kami,
PT JAKARTA SETIABUDI INTERNASIONAL Tbk

Asan Effemay

orporate Secretary

Tembusan :
1. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Otoritas Jasa Keuangan,
2. Direktorat Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa, Otoritas Jasa Keuangan,

Setiabudi 2 Building, 3A Floor
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 62, Kuningan
Jakarta 12920, Indonesia

t 0215220568
f 0215228649
wwwjsi.co.id
Page 2 OCR 0.951
TTD PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk

LAPORAN HASIL PAPARAN PUBLIK TAHUNAN
PT JAKARTA SETIABUDI INTERNASIONAL Tbk. (“Perseroan”)
Rabu, 19 November 2025
Secara virtual melalui zoom meeting dengan sistem Perseroan

Perseroan telah melaksanakan Paparan Publik Tahunan pada hari Rabu, 19 November 2025
pukul 10.33 — 11.23 WIB, secara elektronik melalui fasilitas zoom meeting milik Perseroan, yang
diselenggarakan dari kantor Perseroan di Gedung Setiabudi 2, Lantai 3A, Jl. H. R. Rasuna Said
Kav. 62, Jakarta 12920.

Paparan Publik Tahunan ini dihadiri oleh anggota Direksi Perseroan, yaitu :

1. Bpk. Lie Erfurt Chandra Putra Asali : Direktur.
2. Bpk. Anton Goenawan : Direktur.
3. Bpk. Fred Perry Martono : Direktur.

Di samping Direksi Perseroan, juga hadir Corporate Secretary Perseroan : Bp. Asan Effendy.

Agenda Paparan Publik Tahunan ini adalah :
1. Sekilas Perseroan.
2. Proyek Dalam Pengembangan dan Melangkah Ke Depan (Future Project).
3. Kinerja Keuangan Januari - September 2025.

Berikut ini pertanyaan yang telah disampaikan oleh hadirin beserta jawaban yang diberikan oleh
Manajemen Perseroan.

Daftar Pertanyaan dan jawaban :
Penanya : Abraham Sihombing — Industry.co.id

Pertanyaan :

1. Berapa kira-kira pendapatan JSPT pada akhir tahun 2025 ini? Berapa persenkah angka
pertumbuhannya dibandingkan pada 2024 yang lalu?

2. Apa yang menjadi mayoritas pendapatan JSPT pada tahun 2025 ini? Bisakah dijelaskan
alasan-alasannya?

Jawaban :

1. Kalau tadi sudah kita lihat sampai dengan September 2025, kita sudah mencapai
pendapatan sebesar Rp1,8 triliun di mana tentu saja targetnya kita, kira-kira sampai
dengan akhir tahun 2025 yaitu sebesar Rp2,6 triliun, sehingga pertumbuhannya kalau
kita bandingkan dengan tahun 2024 kira-kira hampir mendekati 1096 pertumbuhannya.

2. Seperti diketahui bahwa divisi yang memberikan potensi terbesar untuk pendapatan
JSPT adalah dari Divisi Hotel dan juga dari Divisi Residensial serta dari Divisi Commercial
Property, yaitu Office dan Retail. Masing-masing kira-kira dari Hotel sebesar 7396, dari
Residensial sebesar 174 dan sisanya yaitu dari Office dan Retail sebesar 1096.
Page 3 OCR 0.953
DD PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk

Penanya : Bapak Daniel — Investor
Pertanyaan :
1. Divisi Hotel merupakan sumber pendapatan terbesar JSPT, menyumbang 774 pada

tahun 2024. Dengan sektor pariwisata diperkirakan akan pulih setelah pandemi dan
hotel-hotel baru yang meningkatkan persaingan, apa strategi yang dimiliki JSPT untuk
menjaga RevPAR (Pendapatan per Kamar Tersedia) dan tingkat okupansi tetap kuat pada
tahun 2025 dan 2026?

Bagaimana manajemen akan membiayai pengeluaran modal (Capex) pada tahun
2025-2026 mengingat rencana renovasi dan proyek baru yang sudah ada? Bagaimana
hal ini akan mempengaruhi rasio utang bersih perusahaan?

Jawaban :

L.

Terutama ingin mengetahui mengenai RevPAR, seperti kita ketahui bahwa RevPAR
merupakan fungsi dari 2 (dua) komponen, di dalamnya adalah tingkat hunian dan juga
average rental rate. Untuk mencapai RevPAR yang maksimal kedua komponen tersebut
harus kita optimalkan atau maksimalkan. Pertama untuk yang tingkat hunian, seperti
diketahui bahwa tingkat hunian daripada hotel-hotel kita terutama untuk yang berada di
Bali dengan peningkatan jumlah wisatawan mancanegara per September tahun 2025,
rata-rata tingkat hunian kita untuk hotel kita di Bali adalah 8896. Komponen kedua adalah
Average Rental Rate. Average Rental Rate ini banyak sekali komponen yang membuat
optimal dari pada average rental rate daripada hotel-hotel kita. Yang pertama semua
hotel kita di-manage oleh international chain hotel. Seperti diketahui, hotel yang bintang
5 (lima) di-manage oleh Hyatt International, sementara yang hotel bintang 4 (empat) oleh
ACCOR International dan sementara budget hotel di-manage oleh ACCOR dan juga di-
manage oleh ASCOT. Dengan chain hotel yang kita punya, tentu saja sebagai operator
international, network yang mereka miliki juga jaringannya adalah internasional, sehingga
target market kita tidak hanya untuk lokal tapi juga untuk international market, sehingga
kita bisa mencapai average rental rate yang cukup tinggi. Yang kedua yaitu mengenai
produk yang kita tawarkan, keunikan daripada produk-produk yang kita miliki yang
mungkin tidak dimiliki oleh produk-produk yang lain, inilah yang menjadi nilai jual
daripada hotel-hotel kita.

. Untuk pembiayaan capex, tentu saja untuk semua project itu tergantung dari project-nya,

tapi biasanya ada komposisinya, capital structure-nya, penggabungan antara porsi eguity
dan juga dari pinjaman. Tentu saja setiap project mempunyai keunikan sendiri, dan besar
kecilnya daripada capital structure dari setiap project itu berbeda-beda, ada yang
eguity-nya lebih besar, ada yang eguity-nya lebih kecil, jadi ini semua dilihat dari masing-
masing project, inti dasarnya terutama dari kedua sumber untuk pembiayaan dari capex
tersebut adalah dari eguity dan dari pinjaman.
Page 4 OCR 0.956
DD PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk

Penanya : Vatrischa — Reporter Kontan

Pertanyaan :
1. Tadi dijelaskan bahwa JSPT mulai merambah proyek ke luar negeri, di Phuket Thailand.
Bagaimana proyeksinya? Seberapa besar proyek di luar negeri ini dapat menyokong
kinerja Perseroan ke depan?

2. Selain ekspansi di Thailand, bagaimana ekspansi dan diversifikasi yang akan dilakukan
Perseroan pada tahun 2026? Apakah ada rencana untuk masuk ke segmen lain, misalnya
segmen pariwisata atau bisnis lain yang akan dicoba? Bila ada bagaimana rencananya?

Jawaban :

1. Kalau kita lihat dari portofolio Jakarta Setiabudi, mayoritas daripada portofolio Jakarta
Setiabudi adalah dari sisi perhotelan. Dasar kita melihat mengapa kita ekspansi ke
Thailand, pada intinya adalah setelah kita melakukan market study dan kita lihat bahwa
pariwisata di Phuket Thailand ini, memang menunjukkan kemajuan yang sangat pesat.
Yang kedua adalah dari sisi JSPT kalau kita lihat sekarang konsentrasi daripada hotel-
hotel JSPT sekarang adalah terkonsentrasi di Bali, di mana di Bali kita mengoperasikan
lebih dari 1.000 kamar yang di Bali, jadi pada intinya kita melihat, kita berusaha untuk
membuka market baru dan kita melihat dari lokasi lain untuk pengembangan daripada
divisi perhotelan JSPT, kita memutuskan untuk masuk ke Phuket. Untuk mengenai
proyeksi segala macam, mungkin kita akan berikan informasi setelah kita mendapatkan
perhitungan yang lebih detail. Kita bisa gambarkan bahwa proyek di Phuket ini, is a joint
venture company dengan salah satu developer di Thailand. Jadi yang akan masuk ke
project di Phuket adalah anak perusahaan JSPT yaitu PT Wynncor Bali dengan
penyertaan eguity sebesar 5096. Sedikit gambaran mengenai proyek perhotelan di
Phuket ini, secara project, proyek ini akan dilaksanakan di atas tanah sebesar 10 hektar,
mungkin tadi dalam pemaparan dari Pak Perry sudah disebutkan bahwa proyek ini
adalah proyek perhotelan di Phuket dengan luas tanah 10 hektar dengan estimasi
jumlah kamar yang akan kita buat di Phuket adalah sekitar 270 kamar dan ada penjualan
residensial, sebesar 100 unit. Jadi mungkin itu sedikit gambaran yang bisa kita berikan
untuk project di Phuket saat ini, nanti di pemaparan berikutnya kita bisa berikan
informasi yang lebih jelas.

2. Pertanyaan kedua mengenai diversifikasi, memang kalau kita lihat untuk tahun depan
seperti yang kita paparkan sebelumnya, memang untuk sektor pariwisata, kita akan
masuk di Phuket dulu. Jadi untuk tahun 2026 kita akan konsentrasi untuk project di
Phuket.

3. Penanya : Bapak Daniel — Investor
Pertanyaa
1. Bagaimana JSPT menentukan target penjualan pemasaran (pra-penjualan) untuk
divisi perumahan pada tahun 2025 dan 2026, mengingat tantangan yang

ditimbulkan oleh kenaikan suku bunga dan penurunan daya beli konsumen untuk
properti mewah?
Page 5 OCR 0.960
ab) PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk

2. Dalam proyek konstruksi perumahan dan campuran saat ini, kenaikan harga
komoditas secara global dapat menyebabkan lonjakan biaya bahan bangunan.
Bagaimana JSPT secara proaktif mengurangi risiko kelebihan biaya dan risiko
keterlambatan proyek yang disebabkan oleh kontraktor?

Jawaban :

1. Penurunan daya beli konsumen untuk properti mewah, itu salah satu alasan yang
memang yang sekarang ini berkembang, dengan itu kami di JSPT untuk properti mewah
ini, kami tidak menjual perumahan, tapi menjual kavling di Puri Botanical, kavling itu
memang cukup besar antara 300-500m?, inilah yang kami lakukan untuk kelas atas, dan
bawah, kita melakukan secara bertahap, cluster dan juga sesuai kita lihat penjualannya
dan ini belakangan sudah mulai meningkat, dengan kita lakukan pra penjualan di Medan
dengan adanya atau perkembangan KPR yang lebih menggembirakan dan tentunya suku
bunga ini bukannya menaik untuk KPR tapi sedikit menurun dan ini akan lebih banyak
orang yang akan membeli rumah medium ke bawah tersebut. Dengan demikian kami
sudah menjual kurang lebih 200 dan kami merencanakan akan melakukan tahap kedua
200 rumah lagi di tahun depan dan tahun berikutnya. Mudah-mudahan ini akan berhasil
di Medan.

2. Dan untuk kontraktor itu betul sekali, sekarang ini banyak resiko kenaikan bahan,
dengan itu kami melakukan pembangunan secara bertahap atau secara cluster, cluster
tersebut kami lakukannya tidak besar-besaran, mungkin satu cluster bisa sampai dengan
20-50 unit rumah, dengan tersebut kami bisa lebih memonitor costing dan memonitor
kontraktor tersebut dan juga dalam satu cluster kadang-kadang untuk mempercepat
kami tidak memakai satu kontraktor tapi beberapa kontraktor.

Penanya : Vatrischa — Reporter Kontan

1. Berapa rencana anggaran belanja modal (capex) yang disiapkan tahun 2026 nanti?
Rencananya untuk keperluan apa saja? Kemudian dana akan didapatkan dari mana?

2. Bagaimana target kinerja keuangan JSPT pada tahun 2025, baik pendapatan maupun
laba bersih, dibandingkan dengan tahun sebelumnya? Apakah dibidik terus meningkat?
Seperti apa sentimen dan strategi Perusahaan?

Jawaban :

1. Pertanyaan sama dengan pertanyaan dari Bpk. Daniel dan telah dijawab oleh
Bpk. Anton.

Jumlah capex untuk tahun 2026, berdasarkan proyek-proyek yang ada di dalam
rencana kita, total capex yang akan dikeluarkan di tahun 2026 hampir sekitar
Rp390 miliar di mana di dalamnya terdiri dari beberapa proyek yang kita miliki yaitu
untuk retail sendiri kita akan mengeluarkan kira-kira sekitar Rp17 miliar di situ ada
proyek ritel di Puri Botanical, di samping itu ada proyek di Office kita digital hub,
sedangkan untuk di residensial, kita ada beberapa proyek, yaitu seperti residence
yang akan mulai kita rencanakan di tahun 2026, yang berlokasi di daerah Sanur,
tepatnya di seberang hotel Andaz kita, di samping itu kita juga ada cluster baru,
untuk di Puri Botanical yang membutuhkan dana kira-kira sebesar Rp56 miliar, juga
melanjutkan proyek kita yang di Savanna Sumatera dengan kebutuhan dananya
kira-kira sekitar Rp48 miliar dan juga melanjutkan pembangunan town house kita di
Page 6 OCR 0.945
TTD PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk

Yogyakarta yang membutuhkan dana kira-kira sebesar Rp9 miliar. Selain itu kita juga
melakukan proyek renovasi, yaitu melanjutkan renovasi Hyatt Regency Yogyakarta
di mana pada tahun 2026 kita alokasikan dana sebesar Rp58 miliar untuk
melanjutkan renovasi tersebut, serta kita akan melakukan renovasi untuk Grand
Hyatt Bali, terutama untuk sistem mekanikal elektrikal plumbing-nya yang akan
mengalokasikan dana sebesar Rp120 miliar, di samping itu juga kita akan membuat
konsep untuk Blok C di Bali Collection yang membutuhkan dana sebesar Rp38 miliar,
sehingga totalnya sekitar Rp390 miliar yang akan kita alokasikan untuk project cost
di tahun 2026.

2. Untuk jawaban ini, sudah terjawab di dalam pertanyaan sebelumnya dari
Bpk. Abraham - Industry.co.id

Penanya : Vatrischa — Reporter Kontan

- Tadi disebutkan pembangunan proyek di Thailand berada di anak usaha JSPT, PT nya apa
ya Pak?

Jawaban :

- Sebenarnya sudah dijelaskan oleh Pak Chandra, yaitu anak usahanya adalah
PT Wynncor Bali

Penanya : Bapak Daniel — Investor

Pertanyaan :

Pasar perkantoran dan ritel di Jakarta mengalami kelebihan pasokan yang parah. Apa
saja investasi teknologi dan langkah teknis yang akan diambil ISPT untuk menjaga
tingkat okupansi dan hasil sewa portofolio perkantoran dan ritel Anda tetap kompetitif ?

Jawaban :

Mengenai Divisi Office dan Retail, seperti diketahui pada waktu Covid terjadi tingkat
hunian pada sektor office maupun retail, sangat berdampak dan tingkat hunian pada saat
itu sangat rendah, hampir keseluruhan apalagi untuk office dan retail yang ada di Jakarta.
Tetapi setelah Covid selesai, memang tingkat hunian daripada masing-masing properti itu
berbeda-beda, tetapi khususnya buat properti-properti kita yang office maupun retail,
seperti kita ketahui pada saat ini, tingkat hunian daripada retail kita sudah mencapai 9546
secara rata-rata, sehingga basically tinggal 596 lagi kita akan mencapai 10096 dan untuk
office sampai saat ini kira-kira sudah hampir mencapai mencapai 8096 untuk tingkat
hunian kita, bisa setinggi itu, dengan adanya keunikan daripada produk-produk kita yang
menjadi nilai jual daripada office maupun retail seperti salah satu contohnya, retail kita
yaitu yang ada di Setiabudi One, di mana di kompleks yang sama selain retail kita juga
punya office, yaitu Setiabudi 2 dan Setiabudi Atrium, di mana satu sama lain saling
bersinergi, sehingga merupakan satu kesatuan yang menjadi daya tarik tersendiri untuk
tenant-tenant kita.

-22222222-000000-------—--------55555

Page 7 OCR 0.923
DD PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk

DAFTAR HADIR PAPARAN PUBLIK TAHUNAN

PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk
Rabu, 19 November 2025

Direksi dan Corporate Secretary :

No. Nama Perusahaan/Institusi
1. Lie Erfurt Chandra Putra Asali Direktur

2. Anton Goenawan Direktur

3. Fred Perry Martono Direktur

4 Asan Effendy Corporate Secretary

Peserta :

No. Nama Perusahaan/Individu
3, Stanley The Individu

2 Anwar Rahmadi Indvidu

3. Noviandry Individu

4. Daniel Investor

5. Arkan Dani Investor

6. Abraham Sihombing Industry.co.id
Ts Vatrischa Putri Kontan

8. Fendi Haris Individu
9. Yonathan Individu
10. Eddy Indvidu
11, Heppy Indrayati Individu
12. Budiana Indvidu
Ia Allen P. Sulasmono Individu
14. Mikhael Butar Butar Indvidu
15. Eric Pangawijaya Individu
16. Ace Abdala Individu
LA: Risnanty K. Putri Indvidu
18. Nurlia Individu
19. Kwee Lidya Individu
20. Ogie L. Individu
21. Michael Van Beekum Individu
22. Edy Rahmanto Individu
23. Eufrasia Kurniawan Individu
24. Irene Haryati Individu
25. Eka Gultom Individu

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.48 MB
Published21 Nov 2025
Pages7
Characters15,969
Text sourceOCR
OCR confidence0.947

Names mentioned 17 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked person Lie Erfurt Chandra Putra Asali p.2 ×2
linked person Anton Goenawan p.2 ×2
linked person Fred Perry Martono p.2 ×2
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.1 ×2
possible person Chandra p.6
unresolved org Setiabudi Internasional Tbk p.1 ×12
unresolved person Asan Effemay · orporate Secretary p.1
unresolved person H. R. Rasuna Said p.2
unresolved person Asan Effendy. Agenda Paparan Publik p.2
unresolved person Daniel p.3 ×4
unresolved org PT Wynncor Bali p.4
unresolved person Perry p.4
unresolved person Anton. p.5
unresolved person Abraham p.6
unresolved org PT Wynncor Bali Penanya p.6

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 1

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result