Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 61
Page 1
Page 2
PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 JUNI 2026 DAN 31 DESEMBER 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
ASET
Catatan 30 Juni 2026 31 Desember 2025
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas 2f, 4 4.504.464.264 5.257.129.310
Piutang Usaha - Pihak Ketiga - Bersih 2g, 5 790.521.842 534.480.314
Piutang Lain-Lain:
- Pihak Ketiga 2g, 6 69.198.761 108.393.374
- Pihak Berelasi 6, 12b - 2.970.000
Persediaan 2h, 7 682.636.791 462.009.136
Perlengkapan 2h, 8 1.718.173.766 1.737.354.207
Pajak Dibayar Di Muka 2q, 16a 2.465.888.755 4.833.757.189
Uang Muka dan Biaya Dibayar Di Muka 2i, 9 1.240.815.199 706.516.501
Jumlah Aset Lancar 11.471.699.378 13.642.610.031
ASET TIDAK LANCAR
Aset Tetap 2k, 10 361.650.386.879 398.279.049.950
Aset Pajak Tangguhan 2q, 16d 2.080.369.512 2.080.369.512
Aset Lain-lain 11 1.200.000.000 1.200.000.000
Jumlah Aset Tidak Lancar 364.930.756.391 401.559.419.462
JUMLAH ASET 376.402.455.769 415.202.029.493
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
1
Page 3
PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 JUNI 2026 DAN 31 DESEMBER 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
LIABILITAS DAN EKUITAS
Catatan 30 Juni 2026 31 Desember 2025
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Hutang Usaha - Pihak Ketiga - Bersih 2n, 13a 935.543.143 328.789.289
Utang Lain-Lain:
- Pihak Ketiga 14a 39.346.728 142.261.465
- Pihak Berelasi 2e, 12c 1.625.031.000 10.638.397.670
Utang Pajak 16b 646.422.202 719.052.724
Beban Akrual 15 1.494.076.815 1.822.531.541
Jaminan Pelanggan 20 325.698.288 400.525.986
Liabilitas Jangka Panjang- Bagian yang jatuh
tempo dalam Waktu Satu Tahun:
- Utang Bank 17 11.023.513.816 10.116.517.299
- Liabilitas Sewa Pembiayaan 2r, 18 - 21.980.000
Jumlah Liabiltas Jangka Pendek 16.089.631.992 24.190.055.974
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang Pihak Berelasi 12b, 14 95.398.017.640 116.830.124.956
Liabilitas Jangka Panjang - Setelah Dikurangi
Bagian yang Jatuh Tempo dalam Waktu
Satu Tahun:
- Utang Bank 17 33.601.154.894 39.564.927.798
Liabilitas Imbalan Pascakerja 2s, 19 1.760.091.605 1.760.091.605
Liabilitas Pajak Tangguhan 49.854.400.748 53.577.599.558
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 180.613.664.887 211.732.743.917
Jumlah Liabilitas 196.703.296.879 235.922.799.891
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
2
Page 4
PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 30 JUNI 2026 DAN 31 DESEMBER 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 30 Juni 2026 31 Desember 2025
EKUITAS
Modal Saham
Modal Dasar 2.400.000.000 saham
dengan nilai nominal Rp 100 per saham
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
-1.000.003.979 lembar saham pada 30 Juni 2026
dan 31 Desember 2025 21 100.000.397.900 100.000.397.900
Tambahan Modal Disetor 22 14.491.453.870 14.491.453.870
Surplus Revaluasi Aset Tetap 170.674.642.513 183.875.074.658
Pendapatan Komprehensif Lainnya 1.625.023.528 1.625.023.528
Saldo Laba Ditahan (116.734.360.325) (130.374.575.393)
Jumlah Ekuitas yang Dapat Didistribusikan
kepada Pemilik Entitas Induk 170.057.157.486 169.617.374.563
Kepentingan Non Pengendali 23 9.642.001.404 9.661.855.039
Jumlah Ekuitas 179.699.158.890 179.279.229.602
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 376.402.455.769 415.202.029.493
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
3
Page 5
PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2026 DAN 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 30 Juni 2026 30 Juni 2025
PENDAPATAN
Hotel 9.991.076.819 9.228.553.257
Spa 67.496.281 70.571.281
Jumlah Pendapatan 2p, 24 10.058.573.100 9.299.124.538
BEBAN POKOK PENDAPATAN
Hotel (4.234.499.789) (3.347.351.777)
Spa (43.339.748) (36.509.524)
Jumlah Beban Pokok Pendapatan 2p, 25 (4.277.839.537) (3.383.861.301)
LABA KOTOR 5.780.733.563 5.915.263.237
BEBAN USAHA
Beban Penjualan 2p, 26 (561.031.165) (464.676.759)
Beban Umum dan Administrasi 2p, 27 (11.284.779.739) (10.987.769.631)
Jumlah Beban Usaha (11.845.810.904) (11.452.446.390)
RUGI USAHA (6.065.077.341) (5.537.183.153)
PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Pendapatan Bunga 20.009.401 19.272.890
Beban Keuangan 28 (2.345.226.808) (2.811.456.374)
Lain-Lain - Bersih 29 5.087.025.312 66.144.957
Jumlah Pendapatan (Beban) Lain-lain 2.761.807.905 (2.726.038.527)
RUGI SEBELUM PAJAK FINAL DAN PAJAK (3.303.269.436) (8.263.221.680)
PENGHASILAN
Pajak Final - -
RUGI SEBELUM PAJAK PENGHASILAN (3.303.269.436) (8.263.221.680)
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan - -
RUGI TAHUN BERJALAN (3.303.269.436) (8.263.221.680)
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
4
Page 6
PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGA-TANGGAL
30 JUNI 2026 DAN 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 30 Juni 2026 30 Juni 2025
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang Tidak Akan Direklasifikasikan ke
Laba Rugi:
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan Terkait 3.723.198.810 -
Penghasilan Komprehensif Lain Tahun Berjalan 3.723.198.810 -
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 419.929.374 (8.263.221.680)
RUGI TAHUN BERJALAN YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk (3.208.972.718) (8.172.111.525)
Kepentingan Non-Pengendali (94.296.718) (91.110.155)
Jumlah (3.303.269.436) (8.263.221.680)
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk 514.226.092 (8.172.111.525)
Kepentingan Non-Pengendali (94.296.718) (91.110.155)
Jumlah 419.929.374 (8.263.221.680)
RUGI PER SAHAM DASAR 33 (3,30) (8,26)
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
5
Page 7
PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGAL-TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 31 DESEMBER 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Surplus
Tambahan Revaluasi Komponen Ekuitas Saldo Laba Kepentingan
Catatan Modal Saham Modal Disetor Aset Tetap Lainnya (Rugi) Jumlah Non-Pengendali Jumlah Ekuitas
SALDO PER 31 DESEMBER 2024 100.000.397.900 14.491.453.870 183.875.074.658 1.630.418.401 (114.862.484.236) 185.134.860.593 9.852.844.416 194.987.705.009
Penyesuaian Tahun Sebelumnya (76.804.325) (76.804.325) - (76.804.325)
Rugi Tahun Berjalan - - - - (8.172.111.525) (8.172.111.525) (91.110.155) (8.263.221.680)
Pengukuran Kembali Liabilitas -
Imbalan Kerja, Setelah Pajak - - - - - - - -
Transaksi Ekuitas Lainnya - - - - - - - -
SALDO PER 30 JUNI 2025 100.000.397.900 14.491.453.870 183.875.074.658 1.630.418.401 (123.111.400.086) 176.885.944.743 9.761.734.261 186.647.679.004
Penyesuaian Tahun Sebelumnya - - - - - - - -
Rugi Tahun Berjalan - - - - (7.263.175.307) (7.263.175.307) (100.559.268) (7.363.734.575)
Setoran Modal - - - - - - -
Pengukuran Kembali Liabilitas -
Imbalan Kerja, Setelah Pajak - - - (5.394.873,00) - (5.394.873) 680.046 (4.714.827)
Transaksi Ekuitas Lainnya - - - - - - - -
SALDO PER 31 DESEMBER 2025 100.000.397.900 14.491.453.870 183.875.074.658 1.625.023.528 (130.374.575.393) 169.617.374.563 9.661.855.039 179.279.229.602
Penyesuaian Tahun Sebelumnya - - - - (74.443.169) (74.443.169) 74.443.083 (86)
Rugi Tahun Berjalan - - - - (3.208.972.718) (3.208.972.718) (94.296.718) (3.303.269.436)
Pengukuran Kembali Liabilitas Imbalan
Kerja, Setelah Pajak - - - - - - - -
Surplus Revaluasi Aset Tetap - - (13.200.432.145) - 16.923.630.955 3.723.198.810 - 3.723.198.810
Transaksi Ekuitas Lainnya - - - - - - - -
SALDO PER 30 JUNI 2026 100.000.397.900 14.491.453.870 170.674.642.513 1.625.023.528 (116.734.360.325) 170.057.157.486 9.642.001.404 179.699.158.890
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
6
Page 8
PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2026 DAN 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 30 Juni 2026 30 Juni 2025
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Kas yang Diperoleh dari Pelanggan 9.683.698.933 8.865.741.639
Kas yang Dibayarkan kepada Pemasok (6.476.939.390) (6.758.359.569)
Kas yang Dibayarkan kepada Karyawan (6.243.749.295) (5.539.007.901)
Kas yang dihasilkan dari operasi (3.036.989.752) (3.431.625.831)
Penerimaan (Pembayaran):
Pajak Penghasilan (2.440.498.956) (393.676.286)
Penerimaan Bunga 20.009.401 19.272.890
Penerimaan (Pengeluaran) Kas Lainnya 5.556.908.577 182.041.056
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi 99.429.270 (3.623.988.171)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan Aset Tetap 10 (436.996.446) (44.120.050)
Aset Tetap dalam Pembangunan 10 (5.064.000) (187.695.404)
Penjualan Aset Tetap 37.500.000.000 191.351.352
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi 37.057.939.554 (40.464.102)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran Liabilitas Sewa Pembiayaan 18 (21.980.000) (21.980.000)
Pembayaran Utang Bank 17 (5.100.000.000) (4.500.000.000)
Peningkatan (Penurunan) Utang Lain-Lain -
Pihak Berelasi (30.445.473.986) 9.985.877.726
Pembayaran Bunga dari aktivitas pendanaan 17, 18, 28 (2.342.579.884) (2.809.372.274)
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (37.910.033.870) 2.654.525.452
PENINGKATAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS (752.665.046) (1.009.926.821)
KAS DAN SETARA KAS, AWAL PERIODE 2f, 4 5.257.129.310 5.722.483.612
KAS DAN SETARA KAS, AKHIR PERIODE 2f, 4 4.504.464.264 4.712.556.791
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
7
Page 9
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a. Pendirian dan Informasi Umum
PT Satria Mega Kencana Tbk ("Perusahaan") didirikan berdasarkan Akta Notaris Ilmiawan Dekrit Supatmo,
SH No.62 tanggal 16 Juni 2004. Anggaran Dasar Perusahaan telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.C-10271HT.01.01.TH.2005 tanggal 14 April
2005.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan terakhir dilakukan
berdasarkan Akta Notaris No. 167 tanggal 20 November 2024 oleh Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum.,
M.Kn., sehubungan dengan hasil dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”), antara lain
tentang persetujuan pengeluaran saham dalam simpanan/portepel Perseroan dan menawarkan/menjual
saham baru yang akan dikeluarkan dari portepel tersebut melalui Penawaran Umum kepada masyarakat.
Perubahan ini telah diterima dan dicatat oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dalam Surat No.AHU-AH.01.09-0285089 tertanggal 6 Desember 2024.
Pada tanggal 7 Juni 2023, terdapat perubahan dalam Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, di mana
kegiatan usaha Perusahaan meliputi bidang real estate yang di miliki sendiri atau di sewa; kawasan
pariwisata; kawasan industri; real estate atas dasar balas jasa (fee ) atau kontrak; dan aktivitas perusahaan
holding, dan perubahan dalam Pasal 17 ayat 5 Anggaran Dasar Perusahaan mengenai pengumuman
laporan keuangan Perusahaan sebagaimana di muat dalam Akta No.75 tanggal 7 Juni 2023. Perubahan
dan penyesuaian tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0036710.AH.01.02.TAHUN 2023 tanggal 27
Juni 2023.
Pada saat ini, Perusahaan melakukan kegiatan berupa real estate dan kawasan pariwisata yang juga
melakukan investasi saham pada Entitas Anak.
Kantor pusat Perusahaan terletak di Jl. Panglima Polim Raya No.28, Kelurahan Pulo, Kecamatan
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Perusahaan mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 2013.
Pemegang saham pengendali Perusahaan adalah Herman Herry Adranacus.
b. Penawaran Umum
Pada tanggal 23 Agustus 2018, melalui Surat Pengantar Pernyataan Pendaftaran No.097/SMK-
DIR/VII/2018 serta perubahan terakhir yang disampaikan melalui Surat No. 160/SMK-DIR/XI/2018 tanggal
28 November 2018, Perusahaan telah menawarkan sahamnya kepada masyarakat melalui pasar modal
sejumlah 400.000.000 saham dengan nilai nominal Rp100 per saham dengan harga penawaran Rp165 per
saham. Pada tanggal 30 November 2018, berdasarkan Surat Otoritas Jasa Keuangan No.S-171/D.04/2018,
Perusahaan telah memperoleh Surat Pemberitahuan Efektif Pernyataan Pendaftaran. Selisih lebih jumlah
yang diterima dari pengeluaran saham terhadap nilai nominalnya sebesar Rp21.299.134.834 di catat dalam
akun “Tambahan Modal Disetor” setelah dikurangi biaya emisi saham sebesar Rp4.700.865.166 (catatan
22). Pada tanggal 10 Desember 2018, seluruh saham Perseroan telah tercatat pada Bursa Efek Indonesia.
Pada tanggal 10 Desember 2018, Perusahaan menerbitkan Waran Seri I sebanyak-banyaknya 200.000.000
yang diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat yang membeli saham baru dalam Penawaran
Umum, dan waran ini dapat dialihkan dan/atau diperjualbelikan secara terpisah dari saham baru tersebut.
Rincian waran seri I yang sudah dikonversi sejak tahun 2019 sampai dengan per 31 Desember 2023
dengan mengisi tabel sebagai berikut:
8
Page 10
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (Lanjutan)
b. Penawaran Umum (Lanjutan)
Nilai Nominal Harga Pelaksanaan Jumlah (Rp) (lembar saham x
Nama Waran Tanggal Konversi Lembar Saham
(Rp) (Rp) harga pelaksanaan)
Waran Seri I 11-07-2019 5 100 600 3.000
Waran Seri I 04-11-2020 10 100 600 6.000
Waran Seri I 11-02-2021 50 100 600 30.000
Waran Seri I 05-07-2021 10 100 600 6.000
Waran Seri I 30-11-2023 4 100 600 2.400
Waran Seri I 06-12-2023 800 100 600 480.000
Waran Seri I 07-12-2023 3.100 100 600 1.860.000
Jumlah 3.979 2.387.400
Untuk waran yang belum diterbitkan sampai dengan batas waktu tanggal peralihan (7 Desember 2023)
dengan jumlah 199.996.021 lembar waran tidak dilakukan konversi.
c. Entitas Anak
Per tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Perusahaan memiliki kepemilikan pada Entitas Anak
berikut ini:
Persentase Tahun operasi Jumlah aset
Entitas Anak Domisili Jenis Usaha
kepemilikan efektif komersial sebelum eliminasi
30 Jun 2026 31 Des 2025
PT Tanjung Karoso Permai
("TKP") Jakarta Belum beroperasi 90,00 - 136.632.982 136.657.582
PT Dwimukti Mitra Wisata
("DMW") Jakarta Perhotelan 99,00 2013 14.826.113 13.649.028
i. Pendirian Entitas Anak
Pada tanggal 14 Desember 2012, Perusahaan dan Vonny Kristiani mendirikan PT Tanjung Karoso
Permai ("TKP") dengan kepemilikan saham masing-masing sebesar 90% dan 10% saham.
ii. Pembelian Saham Entitas Anak
Pada tanggal 31 Januari 2013, Perusahaan membeli saham PT Dwimukti Mitra Wisata ("DMW") dari
Yudi Adranacus dan Herman Herry Adranacus masing-masing sebanyak 50 lembar saham (atau
sebesar 1% kepemilikan dalam DMW) dan 2.450 lembar saham (atau sebesar 49% kepemilikan dalam
DMW) sehingga kepemilikan saham Perusahaan setelah pembelian tersebut adalah sebesar 50% dan
sisanya dimiliki oleh Herman Herry Adranacus dan Vonny Kristiani masing-masing sebesar 25%. Nilai
buku aset bersih entitas anak pada saat pembelian adalah sebesar Rp5.000.000.000 dan tidak ada
Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali yang dicatat terkait transaksi pembelian ini.
Pada tanggal 29 Maret 2018, Perusahaan membeli 49% kepemilikan saham dalam DMW dari Herman
Herry Adranacus dan Vonny Kristiani masing-masing sebesar 1.250 lembar saham (atau sebesar 25%
kepemilikan dalam DMW) dan 1.200 lembar saham (atau sebesar 24% kepemilikan dalam DMW)
dengan harga beli Rp1.000.000 per lembar saham dengan total sebesar Rp2.450.000.000. Setelah
pembelian saham tersebut, kepemilikan saham Perusahaan adalah 99% dan sisanya dimiliki oleh Vonny
Kristiani sebesar 1%. Atas pembelian ini, timbul selisih antara nilai perolehan investasi dengan proporsi
nilai buku aset bersih entitas anak sebesar Rp6.809.670.464 yang dicatat sebagai Selisih Nilai Transaksi
Restrukturisasi Entitas Sepengendali dalam akun Tambahan Modal Disetor dalam bagian Ekuitas pada
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian per 31 Desember 2025 (catatan 22).
9
Page 11
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (Lanjutan)
d. Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan
Susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Dewan Komisaris
Komisaris Utama Stevano Rizki Adranacus Stevano Rizki Adranacus
Komisaris Independen Victor Agung Susantyo Husni Heron
Direksi
Direktur Utama Floreta Tane Floreta Tane
Direktur Sorta Delima Rosida Sorta Delima Rosida
Elisabeth Cesilia Purba Elisabeth Cesilia Purba
Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 30 Juni 2026, para pemegang saham menerima
pengunduran diri Husni Heron selaku Komisaris Independen dan mengangkat Victor Agung Susantyo
selaku Komisaris Independen terhitung sejak ditutupnya rapat. Perubahan ini masih dalam proses diaktakan
dengan akta notaris Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum, M.Kn dengan nomor cover note 840/SI.Not/VI/2026.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, susunan Komite Audit Perusahaan adalah sebagai
berikut:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Ketua Husni Heron Husni Heron
Anggota Maskanah Maskanah
Aryo Kusumo Wibowo Aryo Kusumo Wibowo
Sekretaris Perusahaan Margaretha R.W. Tanaji Margaretha R.W. Tanaji
Kepala Audit Internal Anne Rahardja Anne Rahardja
Jumlah remunerasi yang diterima oleh Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan dan Entitas Anak untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing sebesar Rp1.460.537.700
dan Rp2.255.668.100.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Perusahaan dan Entitas Anak mempekerjakan masing-
masing 11 karyawan tetap.
e. Izin Usaha Kawasan Industri
Pada tanggal 31 Desember 2020 Perusahaan memiliki Izin Usaha Kawasan Industri yang berlokasi di jalan
Panglima Polim Raya No.28 Kelurahan Pulo Kecamatan Kebayoran Baru Jakarta Selatan dengan luas
lahan 246 m2. Adapun rencana kegiatan adalah untuk Real Estate atas dasar balas jasa (fee ) atau kontrak,
kawasan pariwisata dan kawasan industri.
f. Penyelesaian Laporan Keuangan Konsolidasian
Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian yang telah
diselesaikan dan diotorisasi untuk diterbitkan pada tanggal 30 Juli 2026.
10
Page 12
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
a. Dasar Penyusunan laporan keuangan konsolidasian
Laporan Keuangan Konsolidasian Perusahaan disusun dan disajikan sesuai Standar Akuntansi Keuangan
di Indonesia, yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar
Akuntansi Keuangan (ISAK) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan
Indonesia dan Peraturan No.VIII.G7 Lampiran Keputusan Ketua OJK No.KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni
2012 yang terdapat di dalam Peraturan dan Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan
yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Laporan Keuangan Konsolidasian Perusahaan disajikan berdasarkan konsep Biaya Perolehan (Historical
Cost ), kecuali beberapa akun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana dijelaskan dalam masing-masing
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian.
Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia
mengharuskan penggunaan estimasi dan asumsi. Hal tersebut juga mengharuskan manajemen untuk
membuat pertimbangan dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan dan Entitas Anak. Area
yang kompleks atau memerlukan tingkat pertimbangan yang lebih tinggi atau area dimana asumsi dan
estimasi dapat berdampak signifikan terhadap Laporan Keuangan Konsolidasian diungkapkan di Catatan 3.
Laporan Keuangan Konsolidasian disusun dengan menggunakan dasar Akrual (Accrual basis ), kecuali
Laporan Arus Kas Konsolidasian. Laporan Arus Kas Konsolidasian disajikan dengan menggunakan metode
Langsung (Direct method ) dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan
pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian adalah Rupiah
yang juga merupakan mata uang fungsional Perusahaan dan Entitas Anak.
b. Perubahan atas Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi Standar
Akuntansi Keuangan (“ISAK”)
Standar baru, revisi dan interpretasi yang telah diterbitkan, dan yang berlaku efektif untuk tahun buku yang
dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2025 namun tidak berdampak material terhadap laporan
keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut:
• Amendemen PSAK 221 “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing” tentang Kekurangan Ketertukaran.
• PSAK 117 “Kontrak Asuransi”.
Implementasi dari standar-standar tersebut tidak menghasilkan perubahan kebijakan akuntansi
Perusahaan dan tidak memiliki dampak terhadap jumlah yang dilaporkan di tahun berjalan atau tahun
sebelumnya.
11
Page 13
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
b. Perubahan atas Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi Standar
Akuntansi Keuangan (“ISAK”) (lanjutan)
Standar baru dan revisi yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif pada tahun berjalan adalah
sebagai berikut:
Efektif 1 Januari 2026
• Amendemen PSAK 109 “Instrumen Keuangan” terkait Penghentian Pengakuan Liabilitas Keuangan,
serta Mengklarifikasi Penilaian Karakteristik Arus Kas untuk Aset Keuangan dengan fitur ESG-linked,
Aset Keuangan dengan Fitur non-resources dan Instrumen yang Terikat Secara Kontraktual seperti
Tranche.
• PSAK 107 “Instrumen Keuangan: Pengungkapan tentang Klasifikasi dan Pengukuran Instrumen
Keuangan” terkait Persyaratan Pengungkapan Investasi pada Instrumen Ekuitas yang Diukur pada Nilai
Wajar Melalui Penghasilan Komprehensif Lain dan Menambah Ketentuan terkait Instrumen Keuangan
dengan Persyaratan Kontraktual yang Mengubah Waktu atau Jumlah Arus Kas Kontraktual.
Efektif 1 Januari 2027
• PSAK 118 “Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan” merujuk pada pengaturan dalam
IFRS 18 “Presentation and Disclosure in Financial Statements ”, kecuali:
1. PSAK 118 paragraf 02a tentang ruang lingkup menambahkan pengaturan bahwa PSAK 118 tidak
berlaku untuk entitas syariah karena penyajian laporan keuangan syariah diatur dalam PSAK 401
“Penyajian Laporan Keuangan Syariah”.
2. PSAK 118 Lampiran A tentang definisi Standar Akuntansi Keuangan Indonesia dengan
mengakomodir peran Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (“IAI”) dan
Dewan Standar Akuntansi Syariah IAI sebagai penyusun Standar Akuntansi Keuangan, serta
regulator pasar modal untuk entitas yang berada di bawah pengawasannya.
• Penyesuaian tahunan PSAK 107 “Instrumen Keuangan: Pengungkapan tentang Klasifikasi dan
Pengukuran Instrumen Keuangan”, PSAK 109 “Instrumen Keuangan” dan PSAK 207 ”Laporan Arus
Kas”.
Pada saat tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini, manajemen sedang mempelajari
dampak yang mungkin timbul dari penerapan standar baru dan revisi tersebut serta pengaruhnya pada
laporan keuangan konsolidasian Perusahaan.
c. Prinsip-prinsip konsolidasian
(i) Entitas anak
Entitas anak adalah seluruh entitas (termasuk entitas terstruktur) dimana Grup memiliki pengendalian.
Grup mengendalikan entitas lain ketika Grup terekspos atas, atau memiliki hak untuk, pengembalian
yang bervariasi dari keterlibatannya dengan entitas dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi
pengembalian tersebut melalui kekuasaannya atas entitas tersebut. Entitas anak dikonsolidasikan
secara penuh sejak tanggal dimana pengendalian dialihkan kepada Grup. Entitas anak tidak
dikonsolidasikan lagi sejak tanggal dimana Grup kehilangan pengendalian.
Transaksi kombinasi bisnis antara entitas sepengendali dicatat berdasarkan PSAK 338 “Kombinasi
Bisnis Entitas Sepengendali” dimana selisih harga perolehan yang dibayar dengan nilai tercatat aset
neto yang diperoleh dicatat sebagai bagian akun tambahan modal disetor di ekuitas.
Berdasarkan PSAK 338 tersebut, unsur-unsur laporan keuangan konsolidasian dari entitas yang
bergabung, untuk periode terjadinya kombinasi bisnis entitas sepengendali dan untuk periode
komparatif, disajikan sedemikian rupa seolah-olah penggabungan tersebut telah terjadi sejak awal
periode entitas yang bergabung berada dalam sepengendalian.
12
Page 14
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
c. Prinsip-prinsip konsolidasian (lanjutan)
(ii) Entitas asosiasi
Entitas asosiasi adalah seluruh entitas dimana Grup memiliki pengaruh signifikan namun bukan
pengendalian, biasanya melalui kepemilikan hak suara antara 20% dan 50%. Investasi pada entitas
asosiasi dicatat dengan metode ekuitas (lihat poin (iii) di bawah), setelah pada awalnya diakui pada
nilai perolehan.
Nilai perolehan diukur pada nilai wajar aset yang dialihkan, kepemilikan ekuitas yang diterbitkan, atau
liabilitas yang diakui pada tanggal transaksi, termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara
langsung dengan perolehan. Goodwill pada entitas asosiasi merupakan selisih lebih dari nilai
perolehan entitas asosiasi atas bagian Grup atas nilai wajar aset neto teridentifikasi entitas asosiasi
dan dimasukkan dalam nilai tercatat investasi. Jika bagian Grup atas nilai wajar aset neto teridentifikasi
entitas asosiasi melebihi nilai perolehannya dalam kasus pembelian diskon, selisih tersebut diakui
pada laba rugi.
(iii) Pengaturan bersama
Menurut PSAK 111, pengaturan bersama diklasifikasikan sebagai operasi bersama atau ventura
bersama bergantung pada hak dan kewajiban kontraktual para investor bukan struktur hukum dari
pengaturan bersama. Grup telah menilai sifat dari pengaturan bersama dan menentukan pengaturan
tersebut sebagai ventura bersama. Ventura bersama dicatat menggunakan metode ekuitas, setelah
pada awalnya diakui sebagai biaya pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
(iv) Metode ekuitas
Pada metode ekuitas, investasi pada awalnya dicatat pada biaya perolehan dan selanjutnya
disesuaikan untuk mengakui bagian investor atas laba rugi pasca akuisisi dari investee pada laba rugi
dan bagiannya dalam pergerakan penghasilan komprehensif lainnya dari investee pada penghasilan
komprehensif lainnya.
Keuntungan yang belum terealisasi atas transaksi antara Grup dengan entitas asosiasi atau ventura
bersama dieliminasi sebesar kepentingan Grup dalam entitas-entitas tersebut. Kerugian yang belum
direalisasi juga dieliminasi kecuali transaksi tersebut memberikan bukti penurunan nilai atas aset yang
dialihkan. Kebijakan akuntansi entitas asosiasi atau ventura bersama telah diubah jika diperlukan untuk
memastikan konsistensi dengan kebijakan yang diterapkan oleh Grup.
Jika bagian Grup atas kerugian entitas asosiasi atau ventura bersama sama dengan atau melebihi
kepentingannya pada entitas asosiasi atau ventura bersama, termasuk piutang tanpa agunan, Grup
menghentikan pengakuan bagian kerugiannya, kecuali Grup memiliki kewajiban atau melakukan
pembayaran atas nama entitas asosiasi atau ventura bersama.
Pada setiap tanggal pelaporan, Grup menentukan apakah terdapat bukti objektif bahwa telah terjadi
penurunan nilai atas investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama. Jika demikian, maka nilai
tercatat dari investasi yang dicatat dengan akuntansi ekuitas diuji untuk penurunan nilai sesuai dengan
kebijakan yang dijelaskan pada Catatan 2n. Dividen yang diterima dan yang akan diterima dari entitas
asosiasi atau ventura bersama diakui sebagai pengurang jumlah tercatat investasi.
13
Page 15
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
d. Penjabaran mata uang asing
(i) Mata uang fungsional dan penyajian
Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam Rupiah yang merupakan mata uang fungsional
Perusahaan dan mata uang penyajian Grup. Akun-akun yang tercakup dalam laporan keuangan
konsolidasian setiap entitas anak di dalam Grup diukur menggunakan mata uang dari lingkungan
ekonomi utama dimana entitas tersebut beroperasi (“mata uang fungsional”).
Selisih yang timbul dari penjabaran laporan keuangan konsolidasian entitas anak Grup tersebut ke
dalam Rupiah disajikan dalam akun “Penghasilan komprehensif lainnya” pada ekuitas dalam laporan
posisi keuangan konsolidasian.
(ii) Transaksi dan saldo
Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan menjadi mata uang fungsional menggunakan kurs yang
berlaku pada tanggal transaksi.
Pada setiap tanggal pelaporan, setiap aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke
dalam mata uang Rupiah disesuaikan untuk mencerminkan kurs penutup. Keuntungan dan kerugian
selisih kurs yang timbul dari penyelesaian transaksi dalam mata uang asing dan dari penjabaran aset
dan liabilitas moneter dalam mata uang asing menggunakan kurs yang berlaku pada akhir periode
pelaporan diakui di dalam laba rugi.
Kurs Dolar Amerika Serikat (Dolar AS atau AS$) terhadap Rupiah berdasarkan kurs tengah yang
diterbitkan oleh bank Indonesia pada tanggal 30 Juni 2026 dalam nilai penuh adalah Rp17.856 (31
Desember 2025: Rp16.782).
e. Transaksi Pihak-pihak Berelasi
Perusahaan mempunyai transaksi dengan pihak berelasi. Definisi pihak berelasi sesuai dengan yang diatur
dalam PSAK 224, "Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi".
Seluruh transaksi yang material dengan pihak berelasi telah diungkapkan dalam catatan atas laporan
keuangan konsolidasian.
f. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas termasuk kas, bank dan deposito berjangka yang jatuh tempo dalam jangka waktu tiga
bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak digunakan sebagai jaminan atau tidak dibatasi
penggunaannya.
Bank dan deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya disajikan pada akun “kas yang dibatasi
penggunaannya” dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
14
Page 16
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
g. Piutang Usaha dan Piutang Lain-lain
Piutang usaha adalah jumlah tagihan dari pelanggan untuk barang yang dijual atau jasa yang diberikan
dalam transaksi bisnis pada umumnya. Piutang lain-lain adalah jumlah tagihan dari pihak ketiga atau pihak
yang berelasi di luar kegiatan usaha. Jika pembayaran piutang diharapkan selesai dalam satu tahun atau
kurang (atau dalam siklus normal operasi dari bisnis jika lebih lama), piutang tersebut dikelompokkan
sebagai aset lancar. Jika tidak, piutang tersebut disajikan sebagai aset tidak lancar.
Piutang usaha dan piutang lain-lain pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan kemudian diukur pada
biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dikurangi dengan provisi
atas penurunan nilai.
Kolektibilitas piutang usaha dan piutang lain-lain ditinjau secara berkala. Piutang yang diketahui tidak
tertagih, dihapuskan dengan secara langsung mengurangi nilai tercatatnya. Akun provisi digunakan ketika
terdapat bukti yang objektif bahwa Perusahaan tidak dapat menagih seluruh atau sebagian nilai terutang
sesuai dengan persyaratan awal piutang.
Kesulitan keuangan signifikan yang dialami debitur, debitur dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi
keuangan dan gagal bayar atau menunggak pembayaran merupakan indikator yang dianggap dapat
menunjukan adanya penurunan nilai piutang. Arus kas terkait dengan piutang jangka pendek tidak
didiskontokan apabila efek diskonto tidak material.
Jumlah kerugian penurunan nilai diakui pada laba rugi dan disajikan sebagai “(beban)/pendapatan lain-lain,
neto” untuk piutang usaha dan piutang lain-lain. Ketika piutang usaha dan piutang lain-lain, yang rugi
penurunan nilainya telah diakui, tidak dapat ditagih pada periode selanjutnya, maka piutang tersebut
dihapusbukukan dengan mengurangi akun provisi. Jumlah yang selanjutnya dapat ditagih kembali atas
piutang yang sebelumnya telah dihapusbukukan, dikreditkan terhadap “(beban)/pendapatan lain-lain, neto”
pada laba rugi.
h. Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan dengan nilai realisasi bersih (the
lower of cost or net realizable value ). Biaya perolehan persediaan di nilai dengan menggunakan metode
Rata-rata (Average method ). Penyisihan persediaan usang dan penyisihan penurunan nilai persediaan
ditentukan untuk menyesuaikan nilai persediaan ke nilai realisasi bersih.
Nilai realisasi bersih adalah taksiran harga jual dalam kegiatan usaha normal setelah dikurangi dengan
taksiran biaya penyelesaian dan taksiran biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penjualan.
i. Uang Muka dan Biaya Dibayar di Muka
Pembayaran dimuka adalah biaya yang dibayar dimuka dan dicatat sebagai aset sebelum dimanfaatkan.
Akun ini terdiri dari uang muka pembelian dan biaya dibayar dimuka. Uang muka pembelian merupakan
pembayaran dimuka atas pembelian perlengkapan keperluan operasional dan beban lainnya. Pembayaran
dimuka dialokasikan selama jangka waktu pembayaran dan dibebankan ke akun yang sesuai dalam laporan
laba rugi saat terjadinya. Pembayaran dimuka yang diharapkan akan terealisasi dalam waktu tidak lebih dari
12 bulan setelah periode pelaporan, diklasifikasikan sebagai aset lancar, selebihnya, diklasifikasikan
sebagai aset tidak lancar.
15
Page 17
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
j. Investasi dalam Saham yang Dikelompokkan dalam Aset Lepasan
Investasi dalam saham yang dikelompokkan dalam aset lepasan diukur pada nilai yang lebih rendah antara
jumlah tercatat dan nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual.
Investasi dalam saham yang dikelompokkan dalam aset lepasan harus diklasifikasikan sebagai dimiliki
untuk dijual jika jumlah tercatatnya akan dipulihkan terutama melalui transaksi penjualan dari pada melalui
pemakaian berlanjut.
Kondisi ini dapat terpenuhi hanya ketika investasi dalam saham yang dikelompokkan dalam aset lepasan
berada dalam keadaan segera dapat dijual dan penjualannya harus sangat mungkin terjadi. Manajemen
harus berkomitmen terhadap rencana penjualan tersebut, yang diperkirakan memenuhi ketentuan
pengakuan sebagai penjualan dalam waktu satu tahun dari tanggal klasifikasi.
k. Aset Tetap dan Penyusutan
Pemilikan Langsung
Grup menganalisis fakta dan keadaan untuk masing-masing jenis hak atas tanah dalam menentukan
akuntansi untuk masing-masing hak atas tanah tersebut sehingga dapat merepresentasikan dengan tepat
suatu kejadian atau transaksi ekonomis yang mendasarinya. Jika hak atas tanah tersebut tidak mengalihkan
pengendalian atas aset pendasar kepada Grup, melainkan mengalihkan hak untuk menggunakan aset
pendasar, Grup menerapkan perlakuan akuntansi atas transaksi tersebut sebagai sewa berdasarkan PSAK
116, “Sewa”. Jika hak atas tanah secara substansi menyerupai pembelian tanah, maka Grup menerapkan
PSAK 216, “Aset Tetap” yaitu hak atas tanah diakui sebesar harga perolehan dan tidak disusutkan.
Aset tetap pemilikan langsung kecuali tanah disajikan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi
penyusutan dan rugi penurunan nilai aset, jika ada dan disusutkan dengan menggunakan metode Garis
Lurus (Straight-line ) dengan taksiran masa manfaat keekonomian aset tetap sebagai berikut:
Tahun
Bangunan Permanen 20
Kendaraan 4-8
Perabotan dan Peralatan 4-8
Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan dalam laba rugi pada saat terjadinya biaya-biaya tersebut,
sedangkan pengeluaran dalam jumlah besar dan sifatnya meningkatkan kondisi aset secara signifikan
dikapitalisasi. Semua pengeluaran setelah perolehan awal aset tetap akan ditambah (kapitalisasi) pada
jumlah tercatat aset yang bersangkutan.
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat
ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul
dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan
jumlah tercatat dari aset) dimasukkan dalam laba rugi pada periode/tahun aset tersebut dihentikan
pengakuannya.
Secara berkala, nilai residu, metode penyusutan dan masa manfaat setiap aset ditelaah, dan disesuaikan
jika perlu.
16
Page 18
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
k. Aset Tetap dan Penyusutan (lanjutan)
Aset Tetap dalam Pembangunan
Aset tetap dalam pembangunan dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aset
tetap. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke masing-masing aset tetap pada saat aset tersebut
selesai dikerjakan dan siap digunakan, dan penyusutan mulai dibebankan pada saat itu.
l. Aset keuangan
(i) Klasifikasi, pengakuan dan pengukuran
Grup menerapkan PSAK 109, yang mensyaratkan pengaturan instrumen keuangan terkait klasifikasi
dan pengukuran, penurunan nilai atas instrumen aset keuangan dan akuntansi lindung nilai.
Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan ditentukan berdasarkan jenis aset. Untuk aset keuangan
berupa instrumen utang, pengklasifikasiannya harus didasarkan pada model bisnis dan arus kas
kontraktual - apakah semata dari pembayaran pokok dan bunga.
Aset keuangan diklasifikasikan dalam dua kategori sebagai berikut:
a. Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi; dan
b. Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
komprehensif lain.
Klasifikasi ini tergantung pada model bisnis Grup dan persyaratan kontraktual arus kas - apakah
penentuan arus kasnya semata dari pembayaran pokok dan bunga.
Grup menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal.
Grup melakukan reklasifikasi instrumen utang jika dan hanya jika terdapat perubahan model bisnis
atas aset keuangan tersebut.
Pembelian dan penjualan aset keuangan diakui pada saat tanggal perdagangan dimana, Grup
berkomitmen untuk membeli atau menjual aset keuangan. Aset keuangan dihentikan pengakuannya
ketika hak untuk menerima arus kas dari aset keuangan tersebut telah kedaluwarsa atau dialihkan dan
Grup telah mengalihkan secara substansial risiko dan manfaat atas kepemilikan.
Saat pengakuan awal, Grup mengukur aset keuangan pada nilai wajar ditambah dengan, dalam hal
aset keuangan diukur dengan nilai wajar tidak melalui laba rugi, biaya transaksi yang dapat
diatribusikan secara langsung pada akuisisi aset keuangan. Biaya transaksi atas aset keuangan pada
nilai wajar melalui laba rugi dibebankan pada laba rugi.
17
Page 19
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
l. Aset keuangan (lanjutan)
(i) Klasifikasi, pengakuan dan pengukuran (lanjutan)
Instrumen utang
Pengukuran selanjutnya atas instrumen utang bergantung kepada model bisnis Grup dalam mengelola
aset dan karakteristik dari arus kas. Berikut adalah kategori pengukuran dalam mengklasifikan
instrumen utang:
• Biaya perolehan diamortisasi: Aset yang dimiliki untuk pengumpulan arus kas kontraktual, dimana
arus kas tersebut merupakan pembayaran pokok dan bunga, diukur dengan biaya perolehan
diamortisasi. Penghasilan bunga dari aset keuangan ini termasuk dalam penghasilan keuangan
menggunakan metode suku bunga efektif. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan
diakui secara langsung dalam laba rugi dan disajikan dalam keuntungan/ (kerugian) lainnya
bersama dengan keuntungan dan kerugian selisih kurs. Penurunan nilai aset keuangan disajikan
terpisah dalam laba rugi.
• Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain: Aset yang dimiliki untuk pengumpulan arus kas
kontraktual dan untuk penjualan keuangan aset, dimana arus kas aset merupakan pembayaran
pokok dan bunga diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain. Mutasi dalam
jumlah tercatat dilakukan melalui penghasilan komprehensif lain, kecuali untuk pengakuan
keuntungan atau kerugian penurunan nilai, pendapatan bunga dan keuntungan dan kerugian selisih
kurs, yang diakui dalam laba rugi. Ketika aset keuangan dihentikan pengakuannya, akumulasi
keuntungan atau kerugian yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain
direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi pada pendapatan/(beban) lain-lain. Pendapatan bunga dari
aset keuangan ini termasuk dalam penghasilan keuangan menggunakan metode suku bunga
efektif. Keuntungan dan kerugian selisih kurs disajikan pada pendapatan/(beban) lain-lain, dan
penurunan nilai disajikan pada bagian terpisah dalam laba rugi.
Instrumen ekuitas
Grup selanjutnya mengukur semua investasi ekuitas pada nilai wajar. Dimana manajemen Grup telah
memilih untuk menyajikan keuntungan dan kerugian nilai wajar dari investasi ekuitas pada penghasilan
komprehensif lain. Tidak ada reklasifikasi selanjutnya atas keuntungan dan kerugian dari nilai wajar ke
laba rugi setelah penghentian pengakuan investasi. Dividen dari investasi tersebut terus diakui dalam
laba rugi sebagai penghasilan lainnya ketika hak Grup untuk menerima pembayaran ditetapkan.
Kerugian penurunan nilai pada investasi ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain tidak dilaporkan secara terpisah dari perubahan nilai wajarnya.
(ii) Penghentian pengakuan
Aset keuangan dihentikan pengakuannya ketika hak untuk menerima arus kas dari investasi tersebut
telah jatuh tempo atau telah ditransfer dan Grup telah mentransfer secara substansial seluruh risiko
dan manfaat atas kepemilikan aset.
Ketika aset keuangan instrumen ekuitas yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan pada nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain dihentikan pengakuannya, akumulasi penyesuaian nilai wajar
yang diakui pada ekuitas tidak akan direklasifikasi ke laba rugi.
18
Page 20
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
l. Aset keuangan (lanjutan)
(iii) Saling hapus antar instrumen
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian jika terdapat hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan
saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan terdapat maksud untuk menyelesaikan secara
bersih atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.
Hak saling hapus tidak kontinjen atas peristiwa di masa depan dan dapat dipaksakan secara hukum
dalam situasi bisnis yang normal dan dalam peristiwa gagal bayar, atau peristiwa kepailitan atau
kebangkrutan Grup atau pihak lawan.
m. Penurunan nilai dari aset keuangan
Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan untuk mengukur Kerugian Kredit Ekspektasian (“KKE”)
yang menggunakan cadangan KKE seumur hidup berdasarkan basis forward-looking untuk seluruh saldo
piutang usaha. Selain untuk piutang usaha, Grup menerapkan pendekatan umum untuk mengukur KKE.
Grup menilai berdasarkan basis forward-looking untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian terhadap
instrumen utang yang diukur dengan nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain. Metode penurunan
nilai dilakukan dengan mempertimbangkan apakah risiko kredit telah meningkat secara signifikan.
n. Utang Usaha
Utang usaha adalah kewajiban untuk membayar barang atau jasa yang telah diperoleh dari pemasok dalam
kegiatan usaha normal. Utang usaha dikelompokkan sebagai liabilitas jangka pendek apabila pembayaran
jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau kurang. Jika tidak, utang usaha tersebut disajikan sebagai
liabilitas jangka panjang.
Utang usaha pada awalnya diukur sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan
diamortisasi dengan menggunakan metode bunga efektif.
o. Kombinasi Bisnis
Kombinasi bisnis dicatat dengan menggunakan metode Akuisisi. Biaya perolehan dari sebuah akuisisi
diukur pada nilai agregat imbalan yang dialihkan, diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan jumlah
setiap KNP pada pihak yang diakuisisi. Untuk setiap kombinasi bisnis, pihak pengakuisisi mengukur KNP
pada entitas yang diakuisisi baik pada nilai wajar atau pun pada proporsi kepemilikan KNP atas aset neto
yang teridentifikasi dari entitas yang diakuisisi. Biaya-biaya akuisisi yang timbul dibebankan langsung pada
tahun berjalan.
Pada tanggal akuisisi, selisih lebih antara penjumlahan imbalan yang dialihkan dan jumlah yang diakui
untuk KNP dengan aset teridentifikasi dan liabilitas yang diambil-alih (aset neto) dicatat sebagai goodwill.
Jika imbalan lebih rendah dari nilai wajar aset neto dari Perusahaan yang diakuisisi maka selisihnya diakui
dalam Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian.
19
Page 21
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
o. Kombinasi Bisnis (lanjutan)
Transaksi yang dilakukan dengan entitas sepengendali diterapkan metode Penyatuan Kepemilikan.
Transaksi kombinasi bisnis antara entitas sepengendali berupa pengalihan bisnis yang dilakukan dalam
rangka reorganisasi entitas-entitas yang berada dalam suatu kelompok usaha yang sama, bukan
perubahan pemilikan dalam arti substansi ekonomi, sehingga transaksi demikian tidak menimbulkan laba
rugi bagi seluruh kelompok usaha atau bagi entitas individual dalam kelompok usaha tersebut. Selisih
antara harga pengalihan dengan jumlah tercatat dari setiap transaksi kombinasi bisnis antara entitas
sepengendali pada tanggal pengalihan dicatat sebagai “Tambahan Modal Disetor”.
p. Pendapatan dan beban
Pendapatan
Pengakuan pendapatan harus memenuhi 5 langkah penilaian:
a) Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
b) Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan adalah janji dalam kontrak
untuk mentransfer barang atau jasa yang berbeda kepada pelanggan.
c) Tentukan harga transaksi. Harga transaksi adalah jumlah imbalan yang diharapkan menjadi hak entitas
sebagai imbalan untuk mentransfer barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan. Jika
pertimbangan yang dijanjikan dalam kontrak mencakup jumlah variabel, Grup memperkirakan jumlah
imbalan yang diharapkan berhak sebagai imbalan atas pengalihan barang atau jasa yang dijanjikan
kepada pelanggan dikurangi perkiraan jumlah jaminan tingkat layanan yang akan dibayarkan selama
masa kontrak.
d) Alokasikan harga transaksi untuk setiap kewajiban pelaksanaan atas dasar harga jual berdiri sendiri
relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan dalam kontrak. Jika hal ini tidak dapat diamati
secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diestimasi berdasarkan biaya ekspektasian ditambah
margin.
e) Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan dipenuhi dengan mentransfer barang atau jasa
yang dijanjikan kepada pelanggan (yaitu ketika pelanggan memperoleh kendali atas barang atau jasa
tersebut).
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dalam kondisi sebagai berikut:
a) Pada waktu tertentu (biasanya untuk janji dalam memindahkan barang ke pelanggan); atau
b) Sepanjang waktu (biasanya untuk janji dalam memberikan pelayanan pada pelanggan). Untuk kewajiban
pelaksanaan yang dipenuhi sepanjang waktu, Grup memilih ukuran kemajuan yang sesuai untuk
menentukan jumlah pendapatan yang harus diakui ketika kewajiban pelaksanaan dipenuhi.
Pendapatan Sewa
Pendapatan sewa dari sewa operasi diakui sebagai pendapatan dengan dasar garis lurus selama masa
sewa. Biaya langsung awal yang terjadi dalam proses negosiasi dan pengaturan sewa tambahan ke jumlah
tercatat dari aset sewaan dan diakui dengan dasar Garis Lurus selama masa sewa.
Uang muka sewa yang diterima dari penyewa dicatat ke dalam akun pendapatan yang diterima dimuka dan
akan diakui sebagai pendapatan secara berkala sesuai dengan kontrak sewa yang berlaku.
Pendapatan Hotel
Pendapatan sewa hotel dan pendapatan hotel lainnya diakui pada saat jasa diberikan atau barang
diserahkan.
20
Page 22
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
p. Pendapatan dan beban (lanjutan)
Pendapatan Spa
Pendapatan dari spa diakui pada saat jasa diberikan kepada pelanggan.
Beban
Beban diakui pada saat terjadi berdasarkan konsep akrual.
Pendapatan bunga dan beban bunga diakui dalam Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Konsolidasian secara akrual menggunakan metode Suku Bunga Efektif.
q. Pajak penghasilan kini dan tangguhan
Beban pajak penghasilan terdiri dari pajak kini dan pajak tangguhan. Pajak tersebut diakui dalam laba rugi,
kecuali jika pajak tersebut terkait dengan transaksi atau kejadian yang langsung diakui dalam ekuitas atau
dalam penghasilan komprehensif lain. Dalam hal ini, pajak tersebut masing-masing diakui dalam ekuitas
atau penghasilan komprehensif lain.
Pajak penghasilan kini dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang telah diberlakukan pada tanggal
posisi keuangan.
Pajak penghasilan tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer antara dasar pengenaan pajak atas
aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya. Pajak penghasilan tangguhan diukur menggunakan tarif pajak
yang telah berlaku atau secara substantif berlaku pada tanggal pelaporan dan yang diharapkan akan
diterapkan pada saat aset pajak tangguhan yang bersangkutan direalisasi atau pada saat liabilitas pajak
tangguhan diselesaikan.
Aset pajak penghasilan tangguhan diakui apabila besar kemungkinan bahwa laba kena pajak pada masa
mendatang akan memadai untuk mengkompensasi perbedaan temporer yang menimbulkan aset pajak
tangguhan tersebut.
Aset dan liabilitas pajak penghasilan tangguhan dapat saling hapus apabila terdapat hak yang berkekuatan
hukum untuk melakukan saling hapus antara aset pajak kini dengan liabilitas pajak kini dan apabila aset
dan liabilitas pajak penghasilan tangguhan dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama, baik atas entitas
kena pajak yang sama ataupun berbeda dan adanya niat untuk melakukan penyelesaian saldo-saldo
tersebut secara neto.
r. Sewa
Suatu kontrak mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan
aset selama jangka waktu tertentu yang dipertukarkan dengan imbalan. Entitas menyewa aset tetap tertentu
dengan mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa.
Aset hak-guna diakui sebesar biaya perolehan, dikurangi dengan akumulasi penyusutan dan penurunan
nilai. Aset hak guna disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara umur manfaat aset hak-
guna atau masa sewa.
Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar. Setiap pembayaran sewa
dialokasikan antara porsi pelunasan liabilitas dan biaya keuangan. Liabilitas sewa, disajikan sebagai
liabilitas jangka panjang kecuali untuk bagian yang jatuh tempo dalam waktu 12 bulan atau kurang yang
disajikan sebagai liabilitas jangka pendek. Unsur bunga dalam biaya keuangan dibebankan ke laba rugi
selama masa sewa yang menghasilkan tingkat suku bunga konstan atas sisa saldo liabilitas.
21
Page 23
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
r. Sewa (lanjutan)
Grup tidak mengakui aset hak guna dan liabilitas sewa untuk:
- Sewa jangka-pendek yang memiliki masa sewa dua belas (12) bulan atau kurang; atau
- Sewa yang asetnya bernilai rendah. Pembayaran yang dilakukan untuk sewa tersebut dibebankan ke
laba rugi dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
s. Liabilitas manfaat karyawan
Entitas mengakui liabilitas atas imbalan kerja karyawan berdasarkan Undang-Undang Cipta Kerja atau
Perjanjian Kerja Bersama. Nilai kini liabilitas imbalan pasti, beban jasa kini dan beban jasa lalu ditentukan
dengan menggunakan metode penilaian “Projected Unit Credit ” .
Nilai kini liabilitas imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan estimasi arus kas di masa depan
dengan menggunakan tingkat bunga obligasi pemerintah jangka panjang pada akhir periode pelaporan
dalam mata uang Rupiah sesuai dengan mata uang di mana imbalan tersebut akan dibayarkan dan yang
memiliki jangka waktu yang sesuai dengan liabilitas imbalan pensiunan yang bersangkutan.
Pengukuran kembali yang timbul dari penyesuaian dan perubahan dalam asumsi-asumsi aktuarial langsung
diakui seluruhnya melalui penghasilan komprehensif lainnya.
Biaya jasa lalu yang timbul dari amendemen atau kurtailmen program diakui sebagai beban dalam laba rugi
pada saat terjadinya.
t. Aset dan liabilitas pengampunan pajak
Grup telah menerapkan PSAK 370 mengenai "Akuntansi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak". PSAK
ini mengatur mengenai perlakuan akuntansi atas aset dan liabilitas pengampunan pajak sesuai dengan
Undang-Undang No. 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak.
Aset pengampunan pajak diukur sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan aset pengampunan pajak
merupakan deemed cost dan menjadi dasar bagi Grup dalam melakukan pengukuran setelah pengakuan
awal.
Liabilitas pengampunan pajak diukur sebesar kewajiban kontraktual untuk menyerahkan kas atau setara
kas untuk menyelesaikan kewajiban yang berkaitan langsung dengan perolehan aset pengampunan pajak.
Selisih antara aset pengampunan pajak dan liabilitas pengampunan pajak diakui di ekuitas dalam pos
tambahan modal disetor. Grup mengakui uang tebusan yang dibayarkan pada laba rugi pada periode Surat
Keterangan disampaikan.
u. Informasi Segmen
Perusahaan dan Entitas Anak menyajikan segmen operasi berdasarkan informasi keuangan yang
digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam menilai kinerja segmen dan menentukan alokasi
sumber daya yang dimilikinya. Segmen didasarkan pada aktivitas dari setiap kegiatan operasi entitas legal
di dalam Perusahaan dan Entitas Anak.
Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
- yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk
pendapatan dan beban yang terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama);
- yang hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat
keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan
- yang informasi keuangan yang terpisah miliknya tersedia.
22
Page 24
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
v. Provisi
Provisi diakui ketika Perusahaan dan Entitas Anak memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun
konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu, kemungkinan besar Perusahaan dan Entitas Anak
diharuskan menyelesaikan kewajiban dan estimasi andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.
Jumlah yang diakui sebagai provisi adalah hasil estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan untuk
menyelesaikan kewajiban kini pada akhir periode pelaporan, dengan mempertimbangkan risiko dan
ketidakpastian yang meliputi kewajibannya. Apabila suatu provisi diukur menggunakan arus kas yang
diperkirakan untuk menyelesaikan kewajiban kini, maka nilai tercatatnya adalah nilai kini dari arus kas.
w. Laba Per Saham Dasar
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba tahun berjalan dengan jumlah rata-rata tertimbang
saham biasa yang beredar pada tahun yang bersangkutan.
Untuk tujuan perhitungan laba per saham dilusian, Perusahaan menyesuaikan laba atau rugi yang dapat
diatribusikan kepada pemegang saham biasa entitas induk dan jumlah rata-rata tertimbang saham yang
beredar, atas dampak dari seluruh instrumen berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif.
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING
Asumsi kelangsungan usaha
Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa Perusahaan tetap dapat melangsungkan usahanya. laporan
keuangan konsolidasian ini tidak mencakup penyesuaian-penyesuaian yang mungkin timbul sebagai dampak
dari ketidakpastian tersebut.
Estimasi dan asumsi ini memiliki risiko dan ketidakpastian; sehingga ada kemungkinan bahwa perubahan
situasi akan mengubah proyeksi ini, yang selanjutnya dapat mempengaruhi kelangsungan usaha Perusahaan.
Dalam keadaan seperti itu, asumsi kelangsungan usaha Perusahaan dapat berubah.
Perusahaan telah mengidentifikasi hal-hal berikut dimana diperlukan pertimbangan, estimasi, dan asumsi dan
dimana hasil aktual dapat berbeda dari estimasi tersebut jika menggunakan asumsi dan kondisi yang berbeda
dan dapat mempengaruhi secara material hasil keuangan atau posisi keuangan Perusahaan yang dilaporkan
dalam periode mendatang.
Rugi penurunan nilai piutang
Perusahaan menilai penurunan nilai piutang pada setiap tanggal pelaporan. Dalam menentukan apakah rugi
penurunan nilai harus dicatat dalam laba rugi, manajemen membuat penilaian, apakah terdapat bukti objektif
bahwa kerugian telah terjadi. Manajemen juga membuat penilaian atas metodologi dan asumsi untuk
memperkirakan jumlah dan waktu arus kas masa depan yang direviu secara berkala untuk mengurangi
perbedaan antara estimasi kerugian dan kerugian aktualnya.
Pajak penghasilan dan pajak lainnya
Pertimbangan dan asumsi diperlukan dalam menentukan besaran fasilitas pengurang pajak dan investasi
(capital allowance ) dan pengurangan beban tertentu untuk tujuan fiskal selama proses estimasi atas
perhitungan beban pajak penghasilan Perusahaan. Secara khusus, perhitungan beban pajak penghasilan
Perusahaan melibatkan penafsiran terhadap peraturan perpajakan dan peraturan lainnya. Banyaknya transaksi
dan perhitungan yang dapat menyebabkan ketidakpastian di dalam penentuan kewajiban pajak selama bisnis
normal.
23
Page 25
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
Pajak penghasilan dan pajak lainnya (lanjutan)
Semua pertimbangan dan estimasi yang dibuat manajemen seperti yang diungkapkan di atas dapat
dipertanyakan oleh Direktorat Jenderal Pajak (“DJP”) atau Auditor Pemerintah. Sebagai akibatnya, terjadi
ketidakpastian dalam penentuan kewajiban pajak. Resolusi posisi pajak yang diambil oleh Perusahaan, dapat
berlangsung bertahun-tahun dan sangat sulit untuk memprediksi hasil akhirnya. Apabila terdapat perbedaan
perhitungan pajak dengan jumlah yang telah dicatat, perbedaan tersebut akan berdampak pada pajak
penghasilan dan pajak tangguhan dalam tahun dimana penentuan pajak tersebut dibuat.
Aset pajak tangguhan, termasuk yang timbul dari rugi fiskal, besaran capital allowance, dan perbedaan
temporer lainnya, diakui hanya apabila dianggap lebih mungkin daripada tidak bahwa mereka dapat diterima
kembali, dimana hal ini tergantung pada kecukupan pembentukan laba kena pajak di masa depan. Sama
seperti “penurunan nilai aset non-keuangan” asumsi atas laba kena pajak masa depan yang dapat dihasilkan
sangat dipengaruhi oleh estimasi dan asumsi manajemen atas volume penjualan, harga komoditas, dan lain-
lain; yang mana terpapar risiko dan ketidakpastian, sehingga terdapat kemungkinan perubahan keadaan akan
mengubah proyeksi laba kena pajak di masa mendatang.
Kewajiban imbalan pascakerja
Nilai kini kewajiban imbalan pascakerja tergantung pada beberapa faktor yang ditentukan dengan dasar
aktuarial berdasarkan beberapa asumsi. Asumsi yang digunakan untuk menentukan biaya/(penghasilan)
pensiun neto mencakup tingkat diskonto dan kenaikan gaji di masa datang. Adanya perubahan pada asumsi ini
akan mempengaruhi jumlah tercatat kewajiban imbalan pascakerja.
Perusahaan menentukan tingkat diskonto dan kenaikan gaji masa datang yang sesuai pada akhir tahun
pelaporan. Tingkat diskonto adalah tingkat suku bunga yang harus digunakan untuk menentukan nilai kini atas
estimasi arus kas keluar masa depan yang diharapkan untuk menyelesaikan kewajiban imbalan pascakerja.
Dalam menentukan tingkat suku bunga yang sesuai, Perusahaan mempertimbangkan tingkat suku bunga
obligasi pemerintah yang didenominasikan dalam mata uang imbalan akan dibayar dan memiliki jangka waktu
yang serupa dengan jangka waktu kewajiban imbalan pascakerja yang terkait.
Untuk tingkat kenaikan gaji masa datang, Perusahaan mengumpulkan data historis mengenai perubahan gaji
dasar pekerja dan menyesuaikannya dengan perencanaan bisnis masa datang.
Penurunan nilai aset nonkeuangan dan aset tetap
Jumlah nilai yang dapat dipulihkan kembali dari sebuah aset atau kelompok aset penghasil kas diukur
berdasarkan nilai yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual atau nilai pakai. Penentuan
nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual atau nilai pakai mewajibkan manajemen untuk membuat estimasi dan
asumsi atas tingkat produksi yang diharapkan dan volume penjualan, harga komoditas (mempertimbangkan
harga saat ini dan harga masa lalu, tren harga dan faktor-faktor terkait), cadangan (lihat ‘Estimasi Cadangan’),
biaya operasi, biaya penutupan dan rehabilitasi serta belanja modal di masa depan. Estimasi dan asumsi ini
terpapar risiko dan ketidakpastian; sehingga terdapat kemungkinan perubahan situasi yang dapat mengubah
proyeksi ini, sehingga dapat mempengaruhi nilai aset yang dapat dipulihkan kembali. Dalam keadaan seperti
itu, sebagian atau seluruh nilai tercatat aset mungkin akan mengalami penurunan nilai lebih lanjut atau terjadi
pengurangan rugi penurunan nilai yang dampaknya akan dicatat dalam laba rugi.
24
Page 26
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. KAS DAN SETARA KAS
Kas dan setara kas terdiri dari:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Kas - Rupiah 76.297.586 74.561.700
Bank
Pihak ketiga - rupiah
PT Bank Central Asia Tbk 1.839.088.247 1.988.577.189
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 1.495.471.781 1.903.767.359
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 68.766.616 264.989.278
PT Bank Pan Indonesia Tbk 15.209.247 15.344.915
PT Bank Bukopin Tbk 7.507.499 7.587.499
Jumlah Bank 3.426.043.390 4.180.266.240
Deposito Berjangka
Pihak ketiga - rupiah
PT Bank Capital 502.123.288 502.301.370
PT Bank MNC Internasional Tbk 500.000.000 500.000.000
Jumlah Deposito Berjangka 1.002.123.288 1.002.301.370
Jumlah 4.504.464.264 5.257.129.310
Deposito berjangka mempunyai jangka waktu 1 bulan dan memiliki tingkat bunga berkisar antara 6,50% -
7,25% per tahun pada 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 tidak terdapat bank yang dibatasi penggunaannya dan
seluruh bank ditempatkan pada pihak ketiga.
5. PIUTANG USAHA
Akun ini merupakan piutang atas jasa penyewaan kamar hotel dan spa, berikut fasilitas dan penunjang lainnya
dengan rincian per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 sebagai berikut:
a. Berdasarkan pelanggan
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Pelanggan yang telah check out:
MG BedBank 379.269.200 205.822.000
Pelanggan sektor pemerintahan 196.607.200 97.523.600
Online Travel Agent 51.171.750 17.253.000
Klik N Book 10.798.000 27.016.000
Lain-lain (Saldo di bawah Rp 10.000.000) 48.262.222 112.714.818
Subjumlah 686.108.372 460.329.418
Pelanggan yang belum check out 77.237.952 75.829.938
Kartu Kredit 26.116.810 315.000
Kartu Debit 7.872.750 4.820.000
797.335.884 541.294.356
Provisi atas penurunan nilai (6.814.042) (6.814.042)
Jumlah 790.521.842 534.480.314
25
Page 27
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. PIUTANG USAHA (Lanjutan)
b. Berdasarkan umur
Rincian piutang berdasarkan umur piutang per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 sebagai berikut:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
1 - 30 hari 725.150.594 365.799.050
31 - 60 hari 22.692.690 143.179.320
61 - 90 hari 48.992.600 23.793.334
> 90 hari 500.000 8.522.652
Jumlah 797.335.884 541.294.356
Kolektibilitas piutang usaha pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Rata-rata Piutang usaha - Bersih 790.521.842 534.480.314
Penjualan 10.058.573.100 20.728.192.009
Kolektibilitas Piutang 14 hari 9 hari
Seluruh piutang usaha kepada pihak ketiga merupakan piutang kepada pelanggan dalam mata uang
Rupiah serta tidak dikenakan jaminan dan bunga serta tidak digunakan sebagai jaminan kredit.
Mutasi provisi penurunan nilai piutang lain-lain adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Saldo awal 6.814.042 4.161.434
Penambahan (pemulihan) Penyisihan - 2.652.608
Saldo akhir 6.814.042 6.814.042
Manajemen berpendapat bahwa provisi penurunan nilai piutang lain-lain tersebut cukup untuk menutupi
kerugian dari tidak tertagihnya piutang lain-lain.
6. PIUTANG LAIN-LAIN
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Pihak ketiga
Karyawan 67.657.999 106.775.000
Piutang Bunga 1.540.762 1.618.374
Sub Jumlah 69.198.761 108.393.374
Pihak berelasi (Catatan 12b) - 2.970.000
Jumlah 69.198.761 111.363.374
Bagian lancar 69.198.761 111.363.374
Bagian tidak lancar - -
Jumlah 69.198.761 111.363.374
26
Page 28
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PIUTANG LAIN-LAIN (Lanjutan)
Seluruh piutang lain-lain merupakan piutang kepada pelanggan dalam mata uang Rupiah serta tidak dikenakan
jaminan dan bunga.
Manajemen berkeyakinan bahwa seluruh piutang lain-lain dapat tertagih sehingga tidak perlu dilakukan
cadangan kerugian penurunan nilai.
7. PERSEDIAAN
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Makanan 246.133.959 107.724.497
Minuman 91.291.524 64.710.910
Lain-lain 345.211.308 289.573.729
Jumlah 682.636.791 462.009.136
Jumlah persediaan yang diakui sebagai beban masing-masing sebesar Rp636.397.594 dan Rp650.011.899
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 2025.
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap kondisi fisik dari persediaan, Manajemen berkeyakinan bahwa tidak
perlu dilakukan penyisihan atas keusangan persediaan karena Manajemen berkeyakinan bahwa seluruh
persediaan dapat dijual atau digunakan sesuai dengan periode peruntukannya.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, persediaan tidak diasuransikan atas resiko kerugian,
kebakaran dan bencana alam. Manajemen memahami adanya risiko yang terkait sehubungan dengan
persediaan yang tidak diasuransikan.
8. PERLENGKAPAN
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Linen 1.257.259.849 1.285.802.292
Perkakas, Alat, Bahan bakar dan supply 179.629.304 168.766.713
Barang Pecah Belah 165.585.591 157.757.265
Perangkat Makan Perak 34.555.278 29.795.276
Seragam 25.410.693 29.840.810
Lain-lain 55.733.051 65.391.851
Jumlah 1.718.173.766 1.737.354.207
27
Page 29
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DIMUKA
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Uang Muka:
Uang muka pembelian 149.119.115 181.551.173
Uang muka karyawan 3.000.000 3.000.000
Biaya Dibayar Dimuka:
Beban Tangguhan 615.909.431 311.322.356
Perijinan 305.128.380 69.724.525
Asuransi 88.634.899 50.684.052
Kontrak Service - 19.252.673
Lain-lain 79.023.374 70.981.722
Jumlah 1.240.815.199 706.516.501
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Bagian lancar 1.240.815.199 706.516.501
Bagian tidak lancar - -
1.240.815.199 706.516.501
10.ASET TETAP
30 Juni 2026
Saldo Akhir Sebelum Revaluasi
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Revaluasi (Penurunan Nilai)
Harga perolehan
Kepemilikan langsung
Tanah 332.483.700.000 - (18.761.600.000) - 313.722.100.000 - 313.722.100.000
Bangunan 73.789.700.000 - (17.608.500.000) - 56.181.200.000 - 56.181.200.000
Kendaraan 8.104.140.022 - (5.948.614) - 8.098.191.408 - 8.098.191.408
Perabot dan peralatan 17.175.816.895 436.996.446 - - 17.612.813.341 - 17.612.813.341
Subjumlah 431.553.356.917 436.996.446 (36.376.048.614) - 395.614.304.749 - 395.614.304.749
Aset Hak Guna
Kendaraan 282.600.000 - - - 282.600.000 - 282.600.000
Subjumlah 282.600.000 - - - 282.600.000 - 282.600.000
Aset Tetap dalam
Pembangunan 170.413.010 5.064.000 - - 175.477.010 - 175.477.010
Jumlah harga
perolehan 432.006.369.927 442.060.446 (36.376.048.614) - 396.072.381.759 - 396.072.381.759
Akumulasi penyusutan
Kepemilikan langsung
Bangunan 11.105.293.846 2.431.058.756 (2.244.220.588) - 11.292.132.014 - 11.292.132.014
Kendaraan 8.035.815.744 48.081.914 - - 8.083.897.658 - 8.083.897.658
Perabot dan peralatan 14.492.010.387 459.754.821 - - 14.951.765.208 - 14.951.765.208
Subjumlah 33.633.119.977 2.938.895.491 (2.244.220.588) - 34.327.794.880 - 34.327.794.880
Aset Hak Guna
Kendaraan 94.200.000 - - - 94.200.000 - 94.200.000
Subjumlah 94.200.000 - - - 94.200.000 - 94.200.000
Jumlah akumulasi
penyusutan 33.727.319.977 2.938.895.491 (2.244.220.588) - 34.421.994.880 - 34.421.994.880
Nilai buku 398.279.049.950 361.650.386.879
28
Page 30
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10.ASET TETAP (Lanjutan)
31 Desember 2025
Saldo Akhir Sebelum Revaluasi
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Revaluasi (Penurunan Nilai)
Harga perolehan
Kepemilikan langsung
Tanah 332.483.700.000 - - - 332.483.700.000 - 332.483.700.000
Bangunan 73.789.700.000 - - - 73.789.700.000 - 73.789.700.000
Kendaraan 8.373.340.022 - 269.200.000 - 8.104.140.022 - 8.104.140.022
Perabot dan peralatan 16.249.974.135 627.713.833 85.490.337 383.619.264 17.175.816.895 - 17.175.816.895
Subjumlah 430.896.714.157 627.713.833 354.690.337 383.619.264 431.553.356.917 - 431.553.356.917
Aset Hak Guna
Kendaraan 282.600.000 - - - 282.600.000 - 282.600.000
Subjumlah 282.600.000 - - - 282.600.000 - 282.600.000
Aset Tetap dalam
Pembangunan 201.795.000 352.237.274 - (383.619.264) 170.413.010 170.413.010
Jumlah harga
perolehan 431.381.109.157 979.951.107 354.690.337 - 432.006.369.927 - 432.006.369.927
Akumulasi penyusutan
Kepemilikan langsung
Bangunan 5.552.646.923 5.552.646.923 - - 11.105.293.846 11.105.293.846
Kendaraan 8.080.561.309 224.454.435 269.200.000 - 8.035.815.744 8.035.815.744
Perabot dan peralatan 13.844.502.894 732.997.830 85.490.337 - 14.492.010.387 14.492.010.387
Subjumlah 27.477.711.126 6.510.099.188 354.690.337 - 33.633.119.977 - 33.633.119.977
Aset Hak Guna
Kendaraan 58.875.000 35.325.000 - - 94.200.000 94.200.000
Subjumlah 58.875.000 35.325.000 - - 94.200.000 - 94.200.000
Jumlah akumulasi
penyusutan 27.536.586.126 6.545.424.188 354.690.337 - 33.727.319.977 - 33.727.319.977
Nilai buku 403.844.523.031 398.279.049.950
Tanah milik Perusahaan dan Entitas Anak merupakan tanah yang berlokasi di Jakarta Pusat (Pejompongan),
Jakarta Selatan (Falatehan dan Pondok Pinang), Kepulauan Seribu, NTT (Tanjung Karoso) dan Bali (Canggu)
dengan total area seluas masing-masing seluas 1.175.063m2 pada 31 Desember 2025 dan 2024.
Tanah, bangunan dan perabotan dan peralatan yang berlokasi di Jalan Falatehan I No.21-22, Melawai, Jakarta
Selatan (Sotis Falatehan) dan di Jalan Raya Kayu Tulang, Desa Canggu (Sotis Villa Canggu) digunakan oleh
PT Dwimukti Mitra Wisata (Entitas Anak) untuk menjalankan kegiatan usaha perhotelan. Pada tahun 2025 dan
2024, tanah dan bangunan di Jalan Falatehan tersebut dijadikan sebagai jaminan sehubungan dengan
pinjaman bank yang diperoleh Entitas Anak dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Catatan 17).
Atas tanah di Kepulauan Seribu, Perusahaan menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB)
tertanggal 8 Mei 2015 dengan PT Setia utama Island atas pembelian sebuah villa dengan total area seluas
1.500 m2 yang berlokasi di Pulau Tengah, Kepulauan Seribu dengan harga beli sebesar Rp15.800.000.000.
Aset tersebut telah diserah terima dengan baik oleh Perusahaan melalui berita acara serah terima dengan PT
Setia utama Island.
Aset tanah dan bangunan villa di Kepulauan Seribut sedang dalam proses penjualan dengan cara pengalihan
PPJB oleh Perusahaan kepada pihak berelasi.
Pada 13 Maret 2026, Perusahaan bersama-sama PT Sungai Mas Konstruksi menandatangani Kesepakatan
Bersama tentang Pengalihan Hak Atas Tanah Bangunan No. 175 untuk menjual, mengalihkan,
memindahtangankan dan menyerahkan Penjualan Aset non Operasional berupa tanah dan bangunan Villa di
Kepulauan Seribu dengan harga jual beli disepakati sebesar Rp37.500.000.000, bersifat tetap, belum termasuk
pajak-pajak dan biaya lain-lain yang mungkin timbul dari proses penjualan ini.
29
Page 31
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10.ASET TETAP (Lanjutan)
Aset dalam penyelesaian merupakan proyek pembangunan fasilitas pendukung hotel dan bangunan
pendukung yang masih dalam tahap penyelesaian.
Alokasi beban penyusutan adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026 30 Juni 2025
Beban umum dan administrasi (Catatan 27) 2.938.895.491 3.266.898.252
Jumlah 2.938.895.491 3.266.898.252
Biaya perolehan aset tetap yang telah disusutkan penuh dan masih digunakan sebesar Rp19.783.172.151 dan
Rp19.051.672.274 masing-masing pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025.
Aset tetap tidak termasuk tanah telah diasuransikan terhadap risiko akibat kerusakan, bencana alam,
kebakaran dan risiko lainnya pada PT Asuransi Central Asia dengan nilai pertanggungan sebesar
Rp94.111.473.182 pada 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025. Manajemen akan meningkatkan nilai
pertanggungan tersebut untuk menutupi kerugian yang mungkin terjadi.
Analisis laba (rugi) terkait yang timbul dari penjualan aset tetap adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Harga jual 37.500.000.000 191.351.352
Nilai buku 34.125.879.412 -
Jumlah 3.374.120.588 191.351.352
Perusahaan telah melakukan penilaian kembali aset tetap pada tahun 2023 dengan Laporan No.
00068/2.0004-14/PI/03/0595/1/VI/2024 tanggal 28 Juni 2024 oleh KJPP Pung's Zulkarnain dan Rekan yang
ditandatangani oleh Ir. Aguson Rosano. MAPPI (Cert.) Laporan penilaian tersebut dilakukan sesuai dengan
Standar Penilaian Indonesia (SPI) yang ditentukan berdasarkan transaksi terkini dalam ketentuan yang wajar
dan Peraturan Bapepam-LK No.VIII.C.4 tentang pedoman penilaian dan penyajian laporan penilaian properti di
pasar modal. Penilaian kembali aset tetap untuk tanah pada tanggal 31 Desember 2023 hanya untuk tujuan
akuntansi sesuai dengan PSAK No.16 tentang “Aset Tetap” dan tidak ditujukan untuk tujuan pajak. Penentuan
nilai wajar dilakukan dengan metode pendekatan biaya.
31 Desember 2023
No. Lokasi Alamat Aset Jenis Aset Nilai Wajar Metode Pendekatan
1. Jakarta Jl. Falatehan I No. 21-22 Tanah (523 m2) 36.262.200.000 Pendekatan Biaya
Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Bangunan (3.020 m2) 21.744.000.000 dan Pendapatan
2. Jakarta Jl. Penjernihan Bendungan Tanah (501 m2) 29.904.700.000 Pendekatan Biaya
Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat Bangunan (2.974 m2) 19.925.800.000 dan Pendapatan
3. Jakarta Jl. Pinang Kuningan I No.25 Kel. Pondok Tanah (3.027 m2) 60.181.200.000 Pendekatan Pasar
Pinang Kec. Kebayoran Lama Jakarta
Selatan
4. Jakarta Lexington Apartement L : 26-06, Jl. Deplu Bangunan - Apartemen 2.020.600.000 Pendekatan Pasar
Raya No. 12, Bintaro Pesanggrahan Jakarta Lexington (68 m2)
Lexington Apartement L : 26-08, Jl. Deplu Bangunan - Apartemen 2.279.400.000 Pendekatan Pasar
Raya No. 12, Bintaro Pesanggrahan Jakarta Lexington (76 m2)
Selatan
5. Sumba Desa Tanjung Karoso, Kec. Kodi, Kab. Tanah (1.162.282 m2) 135.615.700.000 Pendekatan Pendapatan
Barat Daya, Sumba Barat Nusa Tenggara Timur
Nusa
Tenggara
Timur
6. Canggu, Jalan Raya Kayutulang, Tanah (7.230 m2) 51.758.300.000 Pendekatan Biaya
Bali Desa Canggu, Kec. Kuta Utara, Kab. Badung, Bali
Bangunan (1.674 m2) 10.211.400.000 dan Pendapatan
Jumlah 369.903.300.000
30
Page 32
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11.ASET LAIN-LAIN
Rincian per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Kas yang dibatasi penggunaannya 1.200.000.000 1.200.000.000
Jumlah 1.200.000.000 1.200.000.000
Kas yang di batasi penggunaannya adalah uang jaminan sehubungan dengan pinjaman kredit investasi BNI,
yang dapat digunakan ketika hutang sudah lunas.
12.TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI
a. Sifat hubungan dengan pihak berelasi
Dalam kegiatan usaha normal, Perusahaan dan Entitas Anak melakukan transaksi keuangan dengan pihak-
pihak berelasi.
Sifat Pihak Berelasi
Hubungan dan jenis akun atau transaksi dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:
No Pihak Berelasi Hubungan Sifat Saldo Akun/Transaksi
1. Herman Herry Adranacus Pemegang Saham dan Utang lain-lain
Komisaris Utama di Entitas
Anak
2. PT Dwimukti Graha Elektrindo Di bawah pengendali yang Piutang lain-lain; Utang lain-lain
sama dengan Perusahaan
dan Entitas Anak
3. PT Dwimukti Inti Boga Di bawah pengendali yang Piutang lain-lain; Utang lain-lain
sama dengan Perusahaan
dan Entitas Anak
4. PT Sotis Hotel Manajemen Di bawah pengendali yang Piutang lain-lain; Utang lain-lain
sama dengan Perusahaan
dan Entitas Anak
b. Piutang lain-lain
30 Juni 2026 31 Desember 2025
PT Sotis Hotel Manajemen - 2.970.000
Jumlah - 2.970.000
31
Page 33
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12.TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
c. Utang lain-lain
30 Juni 2026 31 Desember 2025
PT Dwimukti Graha Elektrindo 73.561.747.354 111.202.426.473
PT Dwimukti Inti Boga 16.208.571.803 9.113.366.670
Herman Herry Adranacus 5.627.698.483 5.627.698.483
PT Sotis Hotel Manajemen 1.625.031.000 1.525.031.000
Jumlah 97.023.048.640 127.468.522.626
Bagian lancar 1.625.031.000 10.638.397.670
Bagian tidak lancar 95.398.017.640 116.830.124.956
Jumlah 97.023.048.640 127.468.522.626
Persentase terhadap jumlah liabilitas 49,32% 47,93%
Transaksi signifikan dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:
PT Dwimukti Graha Elektrindo ("DGE")
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, saldo utang per 30 Juni 2026 menjadi sebesar
Rp73.561.747.354 terdiri dari saldo utang PT SMK sebesar Rp49.730.807.515, PT DMW sebesar
Rp19.594.205.811 dan saldo utang PT TKP sebesar Rp 4.236.734.028.
a. SMK
Perusahaan menerima pinjaman dari waktu ke waktu dari DGE dan telah melaksanakan pembayaran
atas pinjaman tersebut kepada DGE. Pada tanggal 31 Desember 2023 sisa saldo pinjaman Perusahaan
kepada DGE adalah sebesar Rp10.441.864.479. Atas saldo sisa hutang tersebut telah dinyatakan dalam
Addendum Perjanjian Utang Piutang No.289/PHP/XII/2022 tertanggal 30 Desember 2022. Pinjaman
tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya.
Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan
dengan cash flow Perusahaan.
Pada tanggal 30 Desember 2024 SMK memiliki utang dan menerima pinjaman dana dari waktu ke waktu
sebagai mana tercantum pada Perjanjian Pengakuan Hutang No. 214A/SMK-DGE/PH/XII/2024 sebesar
Rp9.585.483.185.
Pada tahun 2024 terdapat perjanjian pembaharuan utang (Novasi) pada 31 Desember 2024 dengan
Nomor: 225/SMK-DGE-DMW/PPH/XXI/2024 antara PT Dwimukti Graha Elektrindo, PT Dwimukti Mitra
Wisata dan PT Satria Mega Kencana. Perjanjian ini bertujuan untuk mengalihkan atau memindahkan
seluruh Piutang DMW tersebut kepada DGE melalui perhitungan utang dengan nilai Utang DMW ke
DGE.
Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman dari DGE berdasarkan Perjanjian Pinjaman No. 005A/SMK-
DGE/PP/I/2025 tertanggal 2 Januari 2025. Pinjaman tersebut diberikan sampai dengan paling banyak
sebesar Rp940.000.000, berlaku selama 2 (dua) tahun terhitung sejak tanggal penandatanganan
Perjanjian dan akan berakhir tanggal 2 Januari 2027, bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa
biaya tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap ataupun seluruhnya
secara sekaligus, sesuai dengan kemampuan kondisi keuangan Perusahaan.
Berdasarkan perjanjian-perjanjian tersebut diatas, saldo utang SMK kepada DGE sebesar
Rp49.730.807.515
32
Page 34
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12.TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
c. Utang lain-lain (Lanjutan)
b. DMW
DMW melakukan transaksi dengan pihak berelasi DGE yang meliputi transaksi pinjam-meminjam uang,
serta pembayaran terlebih dahulu beban-beban usaha dan transaksi lainnya.
Atas transaksi tersebut Perusahaan dan DGE tersebut telah terikat hubungan hutang piutang
berdasarkan:
1. Nota Kesepahaman tertanggal 29 Desember 2017 juncto Addendum Nota Kesepahaman tertangal
31 Desember 2018 juncto Penegasan Kedua Nota Kesepahaman tertanggal 30 Desember 2022
2. Perjanjian Penegasan Perjanjian Hutang Piutang Nomor : 191a/PPHS/XII/2021 tertanggal 31
Desember 2021 juncto Addendum Perjanjian Hutang Piutang No.282/PPPS/XII/2022 tertanggal 30
Desember 2022 juncto Addendum II Perjanjian Hutang Piutang No.284/DGE-DMW/PHP/XII/2023
tertanggal 29 Desember 2023 juncto Addendum III Perjanjian Hutang Piutang Nomor : 213/DGE-
DMW/PHP/XII/2024 tertanggal 30 Desember 2024 juncto Addendum IV Perjanjian Hutang Piutang
Nomor : 260/DMW-DGW/PHP-Addendem/XII/2025 tertanggal 30 Desember 2025.
Pada tanggal 30 Desember 2022 dibuat Penegasan Nota Kesepahaman antara DMW dengan DGE
untuk melakukan Addendum II atas Nota Kesepahaman dimana para pihak sepakat untuk mengubah
ketentuan dan menegaskan kembali pasal 2 pada MOU, sebagai berikut:
1. Sisa utang sebesar Rp2.866.434.141 diakui oleh DGE sebagai pembayaran uang muka oleh DMW
kepada DGE atas pembelian tanah Pondok Pinang.
2. Sisa pembayaran sebesar Rp51.224.865.859 akan dibayarkan selambat-lambatnya pada tanggal 30
Desember 2024 yang diikuti dengan penandatanganan Akta Jual Beli.
3. Semua syarat dan ketentuan hutang piutang sebagaimana dinyatakan dan ditetapkan dalam
Perjanjian terdahulu yang telah ada, selama tidak dinyatakan berubah dalam Penegasan Perjanjian,
tetap berlaku sebagaimana adanya.
Pada tahun 2023, uang muka yang diberikan oleh DMW senilai Rp2.866.434.141 sesuai dengan
adendum nota kesepahaman tahun 2022 dikompensasikan menjadi pembayaran utang DMW kepada
DGE. Yang berarti DMW tidak menjadi membeli tanah Pondok Pinang dan tidak terdapat sisa
pembayaran yang harus dibayar oleh DMW.
DMW menerima pinjaman dari waktu ke waktu dari DGE dan telah melaksanakan pembayaran atas
pinjaman tersebut kepada DGE. Pada tanggal 31 Desember 2023 sisa saldo pinjaman Perusahaan
kepada DGE adalah sebesar Rp75.717.419.658. Atas saldo sisa hutang tersebut telah dinyatakan dalam
Addendum II Perjanjian Utang Piutang No.284/DGE-DMW/PHP/XII/2023 tertanggal 29 Desember 2023.
Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan
lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang
disesuaikan dengan cash flow DMW.
DMW menerima pinjaman dari DGE pada tanggal 30 Desember 2024 yang telah dinyatakan pada
Addendum III Perjanjian Utang Piutang No.213/DGE-DMW/PHP/XII/2024 sebesar Rp88.425.009.260.
Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan
lainnya.
33
Page 35
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12.TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
c. Utang lain-lain (Lanjutan)
b. DMW (Lanjutan)
Pada tahun 2024 terdapat perjanjian pengalihan utang (Novasi) pada 31 Desember 2024 dengan
Nomor:225/SMK-DGE-DMW/PPH/XXI/2024 antara PT Dwimukti Graha Elektrindo, PT Dwimukti Mitra
Wisata dan PT Satria Mega Kencana. Perjanjian ini bertujuan untuk mengalihkan atau memindahkan
seluruh Piutang DMW tersebut kepada DGE melalui perhitungan utang dengan nilai Utang DMW ke
DGE sehingga saldo hutang DMW kepada DGE sebesar Rp11.574.205.811.
Berdasarkan Addendum IV Perjanjian Hutang Piutang No.260/DMW-DGW/PHP-Addendem/XII/2025
tertanggal 30 Desember 2025 DMW mengakui dan menerima pinjaman dari DGE sebesar
Rp19.594.205.811.
Pada tanggal 31 Desember 2018, sesuai dengan Perjanjian Pembaharuan Utang (Novasi) antara DGE,
DMW dan Perusahaan, bahwa Perusahaan bermaksud mengalihkan sebagian utangnya dengan DGE
menjadi utang kepada DMW dan DMW ingin melunasi sebagian utangnya kepada DGE dengan
memperhitungkan uang muka pembelian tanah Pondok Pinang sehingga jumlah pinjaman adalah
sebagai berikut:
1. Saldo utang Perusahaan kepada DGE sebesar Rp28.740.395.980 telah dialihkan menjadi utang
kepada DMW. Saldo utang Perusahaan kepada DMW per 31 Desember 2018 adalah sebesar
Rp68.832.147.811 dan saldo utang Perusahaan kepada DGE per 31 Desember 2018 adalah sebesar
Rp4.153.781.850.
2. Saldo uang muka pembelian tanah Pondok Pinang sebesar Rp43.340.162.774 diperhitungkan
dengan utang DMW kepada DGE sebesar Rp11.733.332.653 dan pengalihan atas utang
Perusahaan kepada DGE yang diterima oleh DMW yaitu sebesar Rp28.740.395.980 sehingga saldo
uang muka pembelian tanah Pondok Pinang per 31 Desember 2018 yaitu sebesar Rp2.866.434.141.
Pada tanggal 30 Desember 2022 dibuat Penegasan Nota Kesepahaman antara DMW dengan DGE
untuk melakukan Addendum II atas Nota Kesepahaman dimana para pihak sepakat untuk mengubah
ketentuan dan menegaskan kembali pasal 2 pada MOU, sebagai berikut:
1. Sisa utang sebesar Rp2.866.434.141 diakui oleh DGE sebagai pembayaran uang muka oleh DMW
kepada DGE atas pembelian tanah Pondok Pinang.
2. Sisa pembayaran sebesar Rp51.224.865.859 akan dibayarkan selambat-lambatnya pada tanggal 30
Desember 2024 yang diikuti dengan penandatanganan Akta Jual Beli.
3. Semua syarat dan ketentuan hutang piutang sebagaimana dinyatakan dan ditetapkan dalam
Perjanjian terdahulu yang telah ada, selama tidak dinyatakan berubah dalam Penegasan Perjanjian,
tetap berlaku sebagaimana adanya.
Pada tahun 2023, uang muka yang diberikan oleh DMW senilai Rp2.866.434.141 sesuai dengan
adendum nota kesepahaman tahun 2022 dikompensasikan menjadi pembayaran utang DMW kepada
DGE. Yang berarti DMW tidak menjadi membeli tanah Pondok Pinang dan tidak terdapat sisa
pembayaran yang harus dibayar oleh DMW.
DMW menerima pinjaman dari waktu ke waktu dari DGE dan telah melaksanakan pembayaran atas
pinjaman tersebut kepada DGE. Pada tanggal 31 Desember 2023 sisa saldo pinjaman Perusahaan
kepada DGE adalah sebesar Rp75.717.419.658. Atas saldo sisa hutang tersebut telah dinyatakan dalam
Addendum II Perjanjian Utang Piutang No.284/DGE-DMW/PHP/XII/2023 tertanggal 29 Desember 2023.
Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan
lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang
disesuaikan dengan cash flow DMW.
34
Page 36
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12.TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
c. Utang lain-lain (Lanjutan)
b. DMW (Lanjutan)
DMW menerima pinjaman dari DGE pada tanggal 30 Desember 2024 yang telah dinyatakan pada
Addendum III Perjanjian Utang Piutang No.213/DGE-DMW/PHP/XII/2024 sebesar Rp88.425.009.260.
Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan
lainnya.
Pada tahun 2024 terdapat perjanjian pengalihan utang (Novasi) pada 31 Desember 2024 dengan
Nomor:225/SMK-DGE-DMW/PPH/XXI/2024 antara PT Dwimukti Graha Elektrindo, PT Dwimukti Mitra
Wisata dan PT Satria Mega Kencana. Perjanjian ini bertujuan untuk mengalihkan atau memindahkan
seluruh Piutang DMW tersebut kepada DGE melalui perhitungan utang dengan nilai Utang DMW ke
DGE sehingga saldo hutang DMW kepada DGE sebesar Rp11.574.205.811.
Berdasarkan Addendum IV Perjanjian Hutang Piutang No.260/DMW-DGW/PHP-Addendem/XII/2025
tertanggal 30 Desember 2025 DMW mengakui dan menerima pinjaman dari DGE sebesar
Rp19.594.205.811.
c. TKP
TKP memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Dwimukti Graha Elektrindo ("DGE") berdasarkan Perjanjian
Hutang Piutang No. 190a/PHP/XII/2021 tertanggal 31 Desember 2021 untuk keperluan operasional.
Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan
lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang
disesuaikan dengan cash flow TKP.
Berdasarkan Addendum Perjanjian Hutang Piutang No.284/PHP/XII/2022 tertanggal 30 Desember 2022
TKP mengakui dan menerima pinjaman dari DGE sebesar Rp2.110.516.548. Pinjaman tersebut
diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran
pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan cash
flow TKP.
Berdasarkan Addendum Perjanjian Hutang Piutang No.217/TKP-DGE/PHP/XII/2024 tertanggal 31
Desember 2024 Perusahaan mengakui dan menerima pinjaman dari DGE sebesar Rp3.457.556.303.
Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan
lainnya.
Berdasarkan Addendum Perjanjian Hutang Piutang No.355/TKP-DGE/PHP-Addendum/XII/2025
tertanggal 31 Desember 2025 Perusahaan mengakui dan menerima pinjaman dari DGE sebesar
Rp4.236.734.028.
Herman Herry Adranacus ("HHA")
a. DMW
Berdasarkan Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham No.041/PPS/I/2015 tanggal 5 Januari 2015 antara
DMW dengan HHA (Pihak pertama) ,dimana pihak pertama setuju untuk memberikan pinjaman
sebanyak-banyaknya Rp4.000.000.000 yang dapat diterima sekaligus ataupun secara bertahap. Atas
pinjaman tersebut tidak dikenakan bunga dan dibayarkan kembali setiap bulannya dengan nominal yang
disesuaikan dengan keuangan DMW.
35
Page 37
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12.TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
c. Utang lain-lain (Lanjutan)
Herman Herry Adranacus ("HHA") (lanjutan)
a. DMW (lanjutan)
Perjanjian tersebut telah diubah beberapa kali yaitu sebagai berikut:
1. Penegasan Pertama No.046/PPPS/I/2016 tanggal 5 Januari 2016, dimana DMW mengakui utang
kepada pihak pertama sebesar Rp3.712.180.219. Saldo utang DMW per 31 Desember 2016 adalah
sebesar Rp 3.712.180.219.
2. Penegasan Kedua No.046/PPPS/I/2017 tanggal 5 Januari 2017, dimana DMW mengakui utang
kepada pihak pertama sebesar Rp3.712.180.219. Saldo utang DMW per 31 Desember 2017 adalah
sebesar Rp 3.712.180.219.
3. Perubahan Perjanjian Utang Piutang No.071B/PPHP/XII/2018 tanggal 31 Mei 2018, dimana DMW
mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp6.627.698.483. Saldo utang DMW per 31 Mei
2018 sebesar Rp 6.627.698.483.
4. Penegasan Perjanjian Utang Piutang No.128/PPPS/XII/2018 tanggal 31 Desember 2018, dimana
DMW mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp6.627.698.483. Saldo utang DMW per 31
Desember 2018 sebesar Rp6.627.698.483.
5. Penegasan Perjanjian Utang Piutang No.185A/PPPS/XII/2021 tanggal 31 Desember 2021, dimana
DMW mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp6.627.698.483. Saldo utang DMW per 31
Desember 2021 sebesar Rp6.627.698.483.
6. Penegasan Perjanjian Utang Piutang No.285/PHP/XII/2022 tanggal 30 Desember 2022, dimana
DMW mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp6.627.698.483. Saldo utang DMW per 31
Desember 2022 sebesar Rp6.627.698.483.
7. Perjanjian Pembaharuan Utang (Novasi) No.279/HH-DMW/PHP/XII/2023 tanggal 29 Desember 2023,
dimana DMW mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp5.627.698.483. Saldo utang DMW
per 31 Desember 2023 sebesar Rp5.627.698.483.
8. Perjanjian Utang No. 222/HH-DMW/PPH/XII/2024 tanggal 30 Desember 2024, dimana DMW
mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp5.627.698.483. Saldo utang DMW per 31
Desember 2025 dan 2024 sebesar Rp5.627.698.483
Pada tahun 2025 Perusahaan mengakui dan menerima pinjaman dari Herman Hery Adranacus sebesar
Rp5.627.698.483 berdasarkan surat Pengakuan Hutang No. 357/DMW-HH/PPH/XII/2025 tertanggal 30
Desember 2025. Atas pinjaman tersebut tidak dikenakan bunga dan dibayarkan kembali setiap bulannya
dengan nominal yang disesuaikan dengan keuangan Perusahaan.
PT Sotis Hotel Manajemen ("SHM")
Berdasarkan Perjanjian Manajemen Hotel No.0012/CTR/SHM/VIII/2018 tanggal 1 Agustus 2018 antara
Entitas Anak (PT Dwimukti Mitra Wisata) dengan PT Sotis Hotel Manajemen (SHM), bahwa Entitas Anak
bermaksud menggunakan merk Sotis, sistem manajemen serta jasa pengelolaan hotel dari SHM. Atas
perjanjian ini, Entitas Anak membayar biaya pelaksanaan pekerjaan yang terdiri dari incentive management
fee sebesar Rp70.000.000 setiap bulan untuk masing-masing hotel. Selain itu, Entitas Anak wajib
mencadangkan 3% dari GOP (Gross Operating Profit ) hotel setiap bulannya sebagai cadangan untuk
penggantian, penambahan dan penyempurnaan alat terpasang dan perlengkapan hotel. Dalam tahun 2025
dan 2024, Entitas Anak membayar jasa manajemen kepada SHM masing-masing sebesar Rp1.800.000.000
yang dicatat sebagai “Jasa Manajemen” sebagai bagian dari Beban Umum dan Administrasi (Catatan 27).
Pada tahun 2025, biaya Jasa Manajemen (Management Fee ) yang belum dibayar atas pengoperasian Sotis
Hotel sebesar Rp987.000.000. Terhadap biaya Jasa Manajemen (Management Fee ) ini tidak dikenakan
biaya tambahan berupa denda dan/atau bunga atas keterlambatan pembayaran yang belum dilakukan oleh
Perusahaan.
36
Page 38
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12.TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
c. Utang lain-lain (Lanjutan)
PT Sotis Hotel Manajemen ("SHM") (lanjutan)
Perusahaan melakukan transaksi dengan SHM yang meliputi transaksi pinjam-meminjam uang yang
diperuntukan bagi keperluan operasional usaha. Berdasarkan Perjanjian Hutang Piutang Nomor 177/DMW-
SHM/XII/2018 tertanggal 31 Desember 2018 dan Addendum V Perjanjian Hutang Piutang No.358/DMW-
HH/PHP-Addendum/XII/2025 tertanggal 30 Desember 2025 Perusahaan mengakui dan menerima pinjaman
dari DGE sebesar Rp538.031.000. Pinjaman diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan
tanpa biaya tambahan lainnya.
Total Utang DMW kepada SHM sebesar Rp1.625.031.000 dan Rp1.525.031.000 pada 30 Juni 2026 dan 31
Desember 2025.
PT Dwimukti Inti Boga ("DIB")
Per 30 Juni 2026, saldo utang Perusahaan dan entitas anak kepada DIB sebesar Rp16.208.571.803 terdiri
dari saldo utang SMK sebesar Rp1.088.418.514, DMW sebesar Rp13.643.861.619 dan TKP sebesar
Rp1.476.291.670.
a. SMK
Berdasarkan Perjanjian Hutang Piutang No. 253/DIB-SMK/PHP/VIII/2025 tertanggal 24 Agustus 2025
SMK mengakui dan menerima pinjaman dari DIB sebesar Rp2.802.193.381. Pinjaman tersebut diberikan
untuk keperluan operasional DMW dengan plafond pinjaman sebesar Rp3.000.000.000, bunga 0% (nol
persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara
bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan cash flow Perusahaan.
b. DMW
Berdasarkan Perjanjian Hutang Piutang No. 209/DIB-DMW/PHP/VII/2025 tertanggal 21 Juli 2025 DMW
mengakui dan menerima pinjaman dari DIB sebesar Rp5.471.431.619. Pinjaman tersebut diberikan
untuk keperluan operasional DMW dengan plafond pinjaman sebesar Rp8.500.000.000, bunga 0% (nol
persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara
bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan cash flow Perusahaan.
c. TKP
Berdasarkan Perjanjian Hutang Piutang No. 195/DIB-TKP/PHP/VII/2025 tertanggal 8 Juli 2025
Perusahaan mengakui dan menerima pinjaman dari DIB sebesar Rp839.741.670. Pinjaman diberikan
dengan plafond sebesar Rp1.000.000.000, tidak dikenakan bunga dan tanpa biaya tambahan lainnya.
Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan
dengan cash flow Perusahaan.
37
Page 39
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13.UTANG USAHA
Akun ini terdiri dari:
a. Berdasarkan pemasok
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Pihak ketiga
Rupiah
CV Tunggal Manik 59.756.289 -
CV Menang 56.060.506 -
PT Agung Mandiri Sentosa 52.163.072 -
Mulia Ditama Jaya 48.101.350 -
PT Dipa Pratama Adhikara 40.750.000 -
Karya Cipta prima 39.823.400 -
Makmur Stand Buah 31.778.500 15.878.700
CHY Consulting 31.142.820 -
Maju Bersama 30.675.935 -
Beauty Laundry 29.777.000 -
UD Brojo Mulyo 24.835.000 22.993.360
PT Budi Jaya Amanities 22.791.444 -
Sari Alam Supplier 24.761.310 37.061.375
PT Rumah Duta Pangan 17.612.041 -
CV Wahana Sukses Makmur 16.740.000 -
PT Trijaya Agro Nusantara Indonesia 16.350.000 -
PT Sentral Sari Prima Sentosa 15.857.675 11.747.000
Rico, Toko Plastik 14.825.000 -
PT Seiga Plus Energy 14.302.000 -
Jeng Rince Kitchen 13.324.000 -
PT Ayana Golden Makmur 11.250.000 -
Lapak Bawang Setiawan Pamungkas - 41.309.650
CV Jasa Boga Niaga - 24.898.400
Setya Laundry & Clean - 23.077.702
Snack Bites - 16.976.850
Toko Maju Bersama - 10.658.700
PT Fitra Food International - 10.002.494
Lain-lain (Saldo dibawah Rp10.000.000) 322.865.801 114.185.058
Jumlah 935.543.143 328.789.289
38
Page 40
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13.UTANG USAHA (Lanjutan)
b. Berdasarkan umur
Rincian utang usaha dikategorikan berdasarkan tanggal tertagih adalah sebagai berikut :
30 Juni 2026 31 Desember 2025
0 - 30 hari 737.556.134 180.934.681
31 - 60 hari 86.469.388 98.823.138
61 - 90 hari 48.995.861 13.993.620
> 90 hari 62.521.760 35.037.850
Jumlah 935.543.143 328.789.289
Seluruh utang usaha kepada pihak ketiga merupakan utang kepada pemasok dalam mata uang Rupiah per
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025. Seluruh utang usaha berjangka waktu 30 sampai dengan 120 hari
dan tanpa jaminan.
14.UTANG LAIN-LAIN
Akun ini terdiri dari:
a. Berdasarkan pemasok
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Pihak ketiga
Rupiah
Lainnya 39.346.728 142.261.465
39.346.728 142.261.465
Pihak berelasi (catatan 12b) 97.023.048.640 127.468.522.626
Jumlah 97.062.395.368 127.610.784.091
Bagian lancar 1.664.377.728 10.780.659.135
Bagian tidak lancar 95.398.017.640 116.830.124.956
97.062.395.368 127.610.784.091
Seluruh utang lain-lain kepada pihak berelasi dilakukan tanpa dikenakan bunga, tanpa jaminan dan jatuh
tempo sewaktu-waktu.
15.BEBAN AKRUAL
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Jasa Pelayanan 532.191.707 574.011.153
Kerusakan dan Penggantian 387.994.483 410.769.493
Komisi 107.440.305 86.312.563
Cadangan Penggantian Perlengkapan Inventaris Hotel 95.894.613 119.845.196
Utilitas 88.439.060 78.546.790
Gaji dan Tunjangan 71.937.155 263.228.831
Kontrak Service 45.242.325 -
Jasa Profesional - 135.000.000
Lain-lain dibawah Rp50.000.000 164.937.167 154.817.515
Jumlah 1.494.076.815 1.822.531.541
39
Page 41
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16.PERPAJAKAN
a. Pajak dibayar dimuka
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Perusahaan
Pajak Pertambahan Nilai 2.395.666.086 4.792.311.436
Entitas anak
Pasal 21 70.222.669 3.676.393
Pasal 23 - 37.769.360
Jumlah 2.465.888.755 4.833.757.189
b. Utang pajak
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Perusahaan
Pasal 21 22.331.606 45.498.930
Pasal 23 683.439 5.270.941
Pasal 4 (2) 49.000.000 -
Entitas anak
Pajak pembangunan 1 506.970.120 495.979.595
Pasal 21 19.902.207 26.902.146
Pasal 23 3.534.830 6.089.715
Pasal 4 (2) 44.000.000 44.000.000
Pasal 25/29 - 95.311.397
Jumlah 646.422.202 719.052.724
c. Beban (Manfaat) Pajak Penghasilan
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Pajak Kini
Anak - 324.191.177
Penyesuaian Tahun Lalu - -
Tangguhan
Perusahaan - (28.341.565)
Anak - (80.281.123)
Jumlah - 215.568.489
Rekonsiliasi antara laba sebelum Pajak Penghasilan, seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi
komprehensif, dengan taksiran laba fiskal untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31
Desember 2025 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Laba / (Rugi) sebelum Pajak Penghasilan konsolidasian (3.303.269.436) (15.411.387.766)
Rugi sebelum Pajak Penghasilan - Entitas anak 3.690.283.383 5.936.184.750
Laba / (Rugi) sebelum Pajak Penghasilan Perusahaan 387.013.947 (9.475.203.016)
Beda waktu:
Selisih Penyusutan Aset Tetap Komersial dan Fiskal - -
Beban Imbalan Kerja - 128.825.295
Realisasi Pembayaran Manfaat - -
Jumlah beda waktu - 128.825.295
40
Page 42
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16.PERPAJAKAN (Lanjutan)
c. Beban (Manfaat) Pajak Penghasilan (Lanjutan)
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Beda tetap:
Jasa giro - (1.754)
Beban Penyusutan Aset Tetap yang Tidak Diakui oleh Fiskal - -
Beban yang tidak dapat dikurangkan lain-lain - 587.348.045
Jumlah beda tetap - 587.346.291
Taksiran Rugi Fiskal 387.013.947 (8.759.031.430)
Rugi Fiskal Tahun sebelumnya:
Tahun 2020 - (8.273.978.141)
Tahun 2021 (8.912.287.273) (8.912.287.273)
Tahun 2022 (9.302.166.990) (9.302.166.990)
Tahun 2023 (8.167.893.601) (8.167.893.601)
Tahun 2024 (8.280.936.546) (8.280.936.546)
Tahun 2025 (7.978.932.234) -
Taksiran Akumulasi Rugi Fiskal (42.255.202.697) (51.696.293.981)
Rugi fiskal Perusahaan dapat dikompensasikan dengan laba kena pajak untuk periode lima tahun
mendatang sejak kerugian fiskal terjadi. Namun, Manajemen berpendapat bahwa Perusahaan tidak akan
memiliki laba kena pajak yang mengakibatkan akumulasi rugi fiskal tersebut dapat digunakan sebelum
tanggal kadaluarsanya, sehingga aset pajak tangguhan atas rugi fiskal tersebut tidak diakui.
Rekonsiliasi antara rugi sebelum pajak final dan pajak penghasilan konsolidasian dengan taksiran rugi fiskal
Perusahaan diatas menjadi dasar dalam pengisian SPT Tahunan PPh Badan.
d. Aset Pajak Tangguhan
Pajak tangguhan dihitung berdasarkan pengaruh dari perbedaan temporer antara jumlah tercatat aset dan
liabilitas menurut komersial dengan ketentuan pajak, dengan rincian perhitungan sebagai berikut:
30 Juni 2026
Dikreditkan Dikreditkan
1 Januari 2026 (dibebankan) ke (dibebankan) ke 30 Juni 2026
laporan laba rugi penghasilan
komprehensif lain
Perusahaan
Liabilitas Pajak Tangguhan -
Bersih
Aset Tetap (26.264.355.311) - 3.723.198.810 (22.541.156.501)
Imbalan kerja 234.306.553 - - 234.306.553
Jumlah (26.030.048.758) - 3.723.198.810 (22.306.849.948)
Entitas Anak
Aset Pajak Tangguhan -
Bersih
Aset Tetap 1.974.039.026 - - 1.974.039.026
Cadangan penurunan piutang 1.499.667 - - 1.499.667
Imbalan kerja 152.913.271 - - 152.913.271
Amortisasi (48.082.452) - - (48.082.452)
Jumlah aset
pajak tangguhan 2.080.369.512 - - 2.080.369.512
Liabilitas Pajak Tangguhan -
Bersih
Aset Tetap (27.547.550.800) - - (27.547.550.800)
Jumlah Liabilitas
pajak tangguhan (27.547.550.800) - - (27.547.550.800)
41
Page 43
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16.PERPAJAKAN (Lanjutan)
d. Aset Pajak Tangguhan (Lanjutan)
30 Juni 2026
Dikreditkan Dikreditkan
1 Januari 2026 (dibebankan) ke (dibebankan) ke 30 Juni 2026
laporan laba rugi penghasilan
komprehensif lain
Konsolidasian
Aset Pajak Tangguhan
Entitas Anak :
PT Dwimukti Mitra Wisata 2.080.369.512 - - 2.080.369.512
Liabilitas Pajak Tangguhan
Perusahaan (26.030.048.758) - 3.723.198.810 (22.306.849.948)
Entitas Anak :
PT Tanjung Karoso Permai (27.547.550.800) - - (27.547.550.800)
Liabilitas Pajak Tangguhan (53.577.599.558) (49.854.400.748)
Manfaat (Beban)
Pajak Tangguhan - 3.723.198.810
31 Desember 2025
Dikreditkan Dikreditkan
1 Januari 2025 (dibebankan) ke (dibebankan) ke 31 Desember 2025
laporan laba rugi penghasilan
komprehensif lain
Perusahaan
Liabilitas Pajak Tangguhan -
Bersih
Aset Tetap (26.264.355.311) - - (26.264.355.311)
Imbalan kerja 185.454.337 48.852.216 - 234.306.553
Jumlah (26.078.900.974) 48.852.216 - (26.030.048.758)
Entitas Anak
Aset Pajak Tangguhan -
Bersih
Aset Tetap 1.974.039.026 - - 1.974.039.026
Cadangan penurunan piutang 915.735 583.932 - 1.499.667
Imbalan kerja 157.676.049 14.418.050 (19.180.828) 152.913.271
Amortisasi (113.361.593) 65.279.141 - (48.082.452)
Jumlah aset
pajak tangguhan 2.019.269.217 80.281.123 (19.180.828) 2.080.369.512
Liabilitas Pajak Tangguhan -
Bersih
Aset Tetap (27.547.550.800) - - (27.547.550.800)
Jumlah Liabilitas
pajak tangguhan (27.547.550.800) - - (27.547.550.800)
42
Page 44
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16.PERPAJAKAN (Lanjutan)
d. Aset Pajak Tangguhan (Lanjutan)
31 Desember 2025
Dikreditkan Dikreditkan
1 Januari 2025 (dibebankan) ke (dibebankan) ke 31 Desember 2025
laporan laba rugi penghasilan
komprehensif lain
Konsolidasian
Aset Pajak Tangguhan
Entitas Anak :
PT Dwimukti Mitra Wisata 2.019.269.217 - - 2.080.369.512
Liabilitas Pajak Tangguhan
Perusahaan (26.078.900.974) - - (26.030.048.758)
Entitas Anak :
PT Tanjung Karoso Permai (27.547.550.800) - - (27.547.550.800)
Liabilitas Pajak Tangguhan (53.626.451.774) (53.577.599.558)
Manfaat (Beban)
Pajak Tangguhan 129.133.339 (19.180.828)
e. Pengampunan Pajak
Pada tahun 2017 dan 2016, Perusahaan dan Entitas Anak ikut berpartisipasi dalam program pengampunan
pajak. Perusahaan dan Entitas Anak telah melaporkan Surat Pernyataan Harta untuk Pengampunan Pajak
(SPHPP) kepada Direktorat Jenderal Pajak antara tanggal 28 September 2016 sampai dengan 31 Maret
2017. Aset dan liabilitas pengampunan pajak yang dideklarasikan oleh Perusahaan dan Entitas Anak
adalah sebagai berikut:
Jenis Aset/Liabilitas Jumlah
Kas 22.205.650.000
Bank 16.857.636
Investasi dalam saham 2.500.000.000
Investasi dalam Saham yang Dikelompokkan dalam Aset Lepasan 4.950.000.000
Tanah 41.899.430.000
Bangunan 4.176.000.000
Kendaraan 1.798.600.000
Utang Bank (516.930.801)
Utang Lain-lain (11.850.000.000)
Liabilitas Sewa Pembiayaan (80.846.577)
Jumlah 65.098.760.258
Seluruh aset dan liabilitas terkait dengan pengampunan pajak yang dideklarasikan oleh Perusahaan dan
Entitas Anak telah diakui, diukur dan dibukukan sesuai dengan kriteria yang ditentukan dalam Pernyataan
Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) umum.
Perusahaan dan Entitas Anak membayar uang tebusan sebesar Rp197.500.000 pada tahun 2017 dan
dicatat sebagai bagian dari Beban Pajak dalam akun Penghasilan (Beban) Lain-lain.
43
Page 45
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16.PERPAJAKAN (Lanjutan)
f. Ketetapan Pajak
Pada 31 Desember 2025, Perusahaan menerima Surat Tagihan Pajak (”STP”) untuk berbagai jenis pajak
tahun fiskal 2021 yang menyatakan sanksi administrasi atas keterlambatan pelaporan sebesar Rp
2.784.599. Perusahaan telah menyetujui tagihan pajak tersebut dan dicatat sebagai beban pajak pada laba
atau rugi tahun 2025.
Jenis Pajak Periode Pajak No. SKP Jumlah SKP
PPH Desember 2025 01066/101/25/054/CT/26 423.140
PPH Maret 2025 00070/101/25/019/CT/25 6.130
TOTAL 429.270
Undang-undang perpajakan yang berlaku di Indonesia mengatur bahwa Perusahaan menghitung,
menetapkan dan membayar sendiri besarnya jumlah pajak yang terutang secara individu. Berdasarkan
peraturan perundang-undangan yang berlaku, DJP dapat menetapkan atau mengubah jumlah pajak
terutang dalam jangka waktu 5 (lima) tahun.
Pemerintah mengurangi tarif Pajak Penghasilan Badan menjadi 22% untuk tahun 2020-2021 dan 20%
untuk tahun 2022 dan seterusnya, sesuai dengan Pasal 5 bagian 1 dari Perppu No. 1 tahun 2020.
Kebijakan ini mulai berlaku sejak 31 Maret 2020, setelah dikeluarkannya Peraturan sebagai Pengganti
Undang-Undang tentang Kebijakan Stabilitas Sistem Keuangan dan Kebijakan Sistem Keuangan
sehubungan dengan Wabah Virus Corona 2019 (“COVID-19”) dan/atau untuk mengantisipasi ancaman
yang akan membahayakan Ekonomi Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan Negara. Perppu
tersebut telah diundangkan dalam Undang-undang No. 2 Tahun 2020 yang berlaku efektif 18 Mei 2020.
Pada tanggal 29 Oktober 2021, Pemerintah menerbitkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 7 Tahun
2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (“UU HPP”). Aturan tersebut menetapkan tarif pajak
penghasilan badan menjadi sebesar 22% yang mulai berlaku pada tahun pajak 2022 dan seterusnya.
17.UTANG BANK
30 Juni 2026 31 Desember 2025
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 44.800.000.000 49.900.000.000
Dikurangi:
Biaya Transaksi Utang Bank yang Belum
Diamortisasi (175.331.290) (218.554.903)
Bagian yang Jatuh Tempo dalam Waktu Satu Tahun (11.023.513.816) (10.116.517.299)
Bagian yang Jatuh Tempo Lebih dari Satu Tahun 33.601.154.894 39.564.927.798
44
Page 46
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17.UTANG BANK (lanjutan)
Entitas Anak
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Berdasarkan Perjanjian Kredit No.240/JRM/PK-KI/2017 tanggal 15 Desember 2017 antara PT Dwimukti Mitra
Wisata (Entitas Anak) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Entitas Anak mendapatkan Fasilitas
Kredit Investasi dengan maksimum kredit sebesar Rp100.000.000.000 untuk keperluan refinancing
pembiayaan Hotel Sotis Falatehan dan Sotis Residence Penjernihan berikut sarana prasarana, mesin dan
perlengkapan.
Jangka waktu kredit diberikan selama 144 bulan terhitung sejak tanggal 15 Desember 2017 sampai dengan 14
Desember 2029. Pinjaman ini dikenakan bunga mengambang dan memiliki jadwal pembayaran atas angsuran
pokok setiap bulannya yang berkisar antara Rp300.000.000-Rp1.300.000.000 per bulan selama jangka waktu
kredit. Tingkat suku bunga yang dikenakan atas pinjaman di tahun 2025 dan 2024 adalah sebesar 12% per
tahun.
Jaminan yang diberikan atas fasilitas kredit tersebut adalah:
- Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1458/melawai seluas 523 m2 di Jalan Falatehan I No.21 dan 22, Jakarta
Selatan yang terdaftar atas nama PT Satria Mega Kencana (Perusahaan).
- Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1256/bendungan hilir seluas 567 m2 di Jalan Penjernihan I No.10B,
Jakarta Pusat yang terdaftar atas nama PT Dwimukti Graha Elektrindo.
- Jaminan perusahaan oleh PT Satria Mega Kencana (Perusahaan) dan PT Dwimukti Graha Elektrindo.
- Jaminan perorangan oleh Vonny Kristiani.
Jumlah pembayaran pokok pinjaman atas fasilitas tersebut sebesar Rp5.100.000.000 dan Rp9.000.000.000
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025.
Saldo utang pinjaman per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing sebesar Rp44.624.668.710 dan
Rp49.681.445.097.
Atas fasilitas tersebut, terdapat beberapa batasan yang tidak diperkenankan untuk dilakukan oleh Entitas Anak
yaitu:
a. Mengubah bentuk atau status hukum Entitas Anak, anggaran dasar, memindah tangankan saham Entitas
Anak yang mengakibatkan perubahan pemegang saham dominan;
b. Mengubah susunan pengurus, direksi, komisaris dan kepemilikan saham Entitas Anak;
c. Mengadakan merger dan/atau konsolidasi;
d. Melakukan akuisisi/pengambilalihan aset milik pihak ketiga;
e. Mengijinkan pihak lain menggunakan Entitas Anak untuk kegiatan pihak lain;
f. Melunasi seluruh atau sebagian utang ke pemegang saham atau perusahaan afiliasi;
g. Menjual atau menyewakan harta kekayaan atau barang-barang agunan;
45
Page 47
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17.UTANG BANK (Lanjutan)
Entitas Anak (Lanjutan)
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Lanjutan)
Atas fasilitas tersebut, terdapat beberapa batasan yang tidak diperkenankan untuk dilakukan oleh Entitas Anak
yaitu:
h. Melakukan interfinancing dengan perusahaan afiliasi, induk, entitas anak tanpa underlying transaction ;
i. Mengalihkan seluruh atau sebagian hak dan kewajiban berdasarkan perjanjian kredit kepada pihak lain;
j. Menggunakan dana Entitas Anak untuk tujuan diluar usaha yang dibiayai dengan fasilitas kredit;
k. Menerima fasilitas kredit baru dari bank lain;
Atas fasilitas tersebut, terdapat beberapa batasan yang tidak diperkenankan untuk dilakukan oleh Entitas Anak
yaitu: (lanjutan)
l. Mengikatkan diri sebagai penjamin dan menjaminkan harta kekayaan yang telah dijaminkan kepada pihak
lain;
m. Membayar dividen;
n. Melakukan likuidasi;
o. Melakukan investasi yang melebihi proceed Entitas Anak;
p. Membuka usaha baru yang tidak terkait dengan usaha yang telah ada;
q. Membuat perjanjian dan transaksi tidak wajar, namun tidak terbatas pada:
- Mengadakan atau membatalkan kontrak yang dapat mempengaruhi kelancaran usaha.
- Mengadakan kerjasama yang mengancam keberlangsungan usaha.
- Mengadakan transaksi dengan pihak lain dengan cara-cara yang berada di luar kebiasaan yang wajar.
Disamping itu, terdapat juga rasio-rasio keuangan yang harus dipenuhi oleh Entitas Anak yaitu:
a. Current Ratio (Rasio Lancar) minimal 1 kali;
b. Debt to Equity Ratio maksimal 2,5 kali;
c. Debt Service Coverage minimal 100%.
Per tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, rasio-rasio keuangan DMW (Entitas Anak) sebagai berikut:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Current Ratio 0,56 kali 0,42 kali
Debt to Equity Ratio -1,19 kali -1,19 kali
Debt Service Coverage -10,33% 1,99%
Per tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Perusahaan belum dapat memenuhi batasan Rasio Lancar
sebesar minimal 1 kali, dan atas syarat Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt Service Coverage (DSCR).
Pada tanggal 17 Juli 2018, Entitas Anak mendapatkan surat tertulis dari BNI No.JRM/1/365/R terkait batasan
yang tidak diperkenankan untuk dilakukan oleh Entitas Anak, yaitu membayar dividen. Berdasarkan surat
tersebut, Entitas Anak dapat membagi dividen tanpa persetujuan BNI selama Entitas Anak masih memenuhi
financial convenant yang ditetapkan oleh BNI. Pemberitahuan wajib dilakukan 7 hari kerja sebelum tanggal
efektif pembayaran dividen.
46
Page 48
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18.LIABILITAS SEWA PEMBIAYAAN
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Jumlah utang sewa guna usaha 21.980.000 87.920.000
Pembayaran (21.980.000) (65.940.000)
- 21.980.000
Dikurangi:
Bagian jangka pendek - 21.980.000
Bagian jangka panjang - -
Liabilitas sewa pembiayaan merupakan sewa pembiayaan kepada Bank Central Asia yang dilakukan oleh
entitas anak DMW pada unit Sotis Falatehan untuk kendaraan operasional. Jangka waktu nya adalah 3 tahun
dengan bunga 2,66% setiap tahunnya
19.LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA
Perusahaan dan Entitas Anak mencatat liabilitas imbalan pasca kerja sesuai UU CIPTAKERJA No.11/2020
berdasarkan perhitungan aktuaris independen, Kantor Konsultan Aktuaria Arya Bagiastra yang dalam
laporannya tertanggal 29 Januari 2026 dan 12 Maret 2025 untuk perhitungan per 30 Juni 2026 dan 31
Desember 2025 dengan menggunakan metode Proyeksi Kredit Unit, dengan asumsi sebagai berikut :
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Usia pensiun normal - 55 tahun
Tingkat bunga diskonto (per tahun) - 5,56% - 6,65%
Tingkat kenaikan gaji (per tahun) - 10,00%
Tingkat kematian - TMI IV
Tingkat cacat dari tingkat kematian - 10% dari TMI IV
Beban imbalan pasca kerja karyawan untuk 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Biaya jasa kini - 186.488.260
Biaya bunga liabilitas manfaat pasti, neto - 109.175.010
Biaya terminasi - -
Pengakuan Segera dari Biaya Jasa Lalu yang Vested - -
Jumlah - 295.663.270
Mutasi liabilitas manfaat karyawan adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Saldo awal 1.760.091.605 1.559.685.070
Beban yang diakui di laporan laba rugi - 295.663.270
Pembayaran tahun berjalan - (101.301.385)
Kurtailmen - -
Penyesuaian liabilitas atas pengakuan masa kerja lalu - 6.044.650
Jumlah 1.760.091.605 1.760.091.605
47
Page 49
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19.LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA (Lanjutan)
Jumlah tercantum pada laporan posisi keuangan yang timbul dari liabilitas Entitas dalam rangka liabilitas
imbalan pasca kerja adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Nilai kini liabilitas imbalan pasti 1.760.091.605 1.760.091.605
Jumlah 1.760.091.605 1.760.091.605
Analisa sensitivitas kuantitatif untuk asumsi-asumsi yang signifikan pada tanggal 30 Juni 2026 adalah sebagai
berikut:
Pengaruh atas nilai kini liabilitas
Keterangan Persentase (%)
imbalan pasca kerja
Tingkat diskonto
Kenaikan 1,00% 1.633.354.836
Penurunan 1,00% 1.902.800.809
Kenaikan gaji di masa depan
Kenaikan 1,00% 1.890.175.602
Penurunan 1,00% 1.641.679.804
20.JAMINAN PELANGGAN
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Pihak ketiga 325.698.288 400.525.986
Jumlah 325.698.288 400.525.986
Jaminan Pelanggan merupakan uang muka atau deposit yang diberikan terlebih dahulu oleh pelanggan
sebelum menggunakan jasa hotel.
21.MODAL SAHAM
Berdasarkan Akta Notaris Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn No.12 tertanggal 4 Mei 2018, para pemegang
saham Perusahaan telah menyetujui untuk:
- Meningkatkan modal dasar Perusahaan dari semula sebesar Rp 10.000.000.000 menjadi sebesar Rp
240.000.000.000.
- Meningkatkan modal ditempatkan dan modal disetor Perusahaan dari semula sebesar Rp10.000.000.000
yang terbagi atas 10.000 saham menjadi sebesar Rp60.000.000.000 yang terbagi atas 60.000 saham.
Peningkatan modal ditempatkan dan disetor Perusahaan dilakukan dengan menerbitkan saham baru dalam
simpanan yaitu sebanyak 50.000 saham dengan nilai nominal sebesar Rp1.000.000, seluruhnya diambil
bagian dan disetor oleh Herman Herry Adranacus.
Perubahan anggaran dasar Perusahaan tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.AHU-0010228.AH.01.02. Tahun 2018 tanggal 8 Mei
2018.
48
Page 50
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21.MODAL SAHAM (Lanjutan)
Berdasarkan Akta Notaris Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn No.27 tertanggal 9 Mei 2018, para pemegang
saham Perusahaan telah menyetujui untuk merubah nilai nominal saham Perusahaan dari semula sebesar Rp
1.000.000 per saham menjadi sebesar Rp 100 per saham.
Perubahan anggaran dasar Perusahaan tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.AHU-0010551.AH.01.02. Tahun 2018 tanggal 14 Mei
2018.
Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diaktakan dalam Akta Notaris
Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn No.49 tertanggal 25 Juli 2018, para pemegang saham Perusahaan
telah menyetujui untuk:
1. Merubah jumlah saham yang dikeluarkan dalam simpanan/portepel Perusahaan yang akan
ditawarkan/dijual ke masyarakat melalui Penawaran Umum dari semula sebanyak-banyaknya 150.000.000
saham baru menjadi sebanyak-banyaknya 400.000.000 saham baru dengan nilai nominal masing-masing
saham sebesar Rp100, dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku termasuk
peraturan Pasar Modal dan Peraturan Bursa Efek di Indonesia yang berlaku.
2. Menerbitkan Waran Seri I sebanyak-banyaknya 200.000.000 yang diberikan secara cuma-cuma kepada
masyarakat yang membeli saham baru dalam Penawaran Umum, dan waran ini dapat dialihkan dan/atau
diperjualbelikan secara terpisah dari saham baru tersebut, dengan memperhatikan peraturan perundang-
undangan yang berlaku termasuk peraturan Pasar Modal dan Peraturan Bursa Efek di Indonesia yang
berlaku.
3. Mencatatkan Waran Seri I dan saham-saham hasil pelaksanaan Waran Seri I pada Bursa Efek Indonesia
serta mendaftarkan saham-saham Perusahaan dalam Penitipan Kolektif sesuai dengan Peraturan
Kustodian Sentral Efek Indonesia.
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No.59 tanggal 21 September 2018 dan Akta
Hibah Saham No.60 tanggal 22 September 2018 dari Notaris Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn., para
pemegang saham Perusahaan menyetujui pengalihan saham dalam Perusahaan yang dimiliki oleh Herman
Herry Adranacus kepada Stevano Rizki Adranacus sebanyak 240.000.000.
Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Perusahaan tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data
Perusahaan No. AHU-AH.01.03-0245655 tanggal 24 September 2018.
Berdasarkan Laporan dari Biro Administrasi Efek PT Adimitra Jasa Korpora, susunan pemegang saham per 30
Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026
Jumlah saham
Persentase
Pemegang Saham ditempatkan dan Jumlah
kepemilikan (%)
disetor penuh
Herman Herry Adranacus 260.000.000 26,00% 26.000.000.000
Stevano Rizki Adranacus 247.967.600 24,80% 24.796.760.000
Indjun 141.895.700 14,19% 14.189.570.000
Vonny Kristiani 99.000.000 9,90% 9.900.000.000
Cindy Angelina Adranacus 1.000.000 0,10% 100.000.000
Masyarakat 250.140.679 25,01% 25.014.067.900
Jumlah 1.000.003.979 100,00% 100.000.397.900
49
Page 51
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21.MODAL SAHAM (Lanjutan)
31 Desember 2025
Jumlah saham
Persentase
Pemegang Saham ditempatkan dan Jumlah
kepemilikan (%)
disetor penuh
Herman Herry Adranacus 260.000.000 26,00% 26.000.000.000
Stevano Rizki Adranacus 247.967.600 24,80% 24.796.760.000
Indjun 143.375.700 14,33% 14.337.570.000
Vonny Kristiani 99.000.000 9,90% 9.900.000.000
Cindy Angelina Adranacus 1.000.000 0,10% 100.000.000
Masyarakat 248.660.679 24,87% 24.866.067.900
Jumlah 1.000.003.979 100,00% 100.000.397.900
Sesuai dengan Daftar Pemegang Saham per tanggal 31 Desember 2024, jumlah saham yang telah dikeluarkan
oleh Perseroan dalam rangka pelaksanaan Waran sampai dengan tanggal 31 Desember 2024, adalah
sebanyak 3.979 (tiga ribu sembilan ratus tujuh puluh sembilan) saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar
Rp397.900 (tiga ratus sembilan puluh tujuh ribu sembilan ratus rupiah), sehingga jumlah seluruh saham yang
telah dikeluarkan oleh Perseroan adalah sebanyak 1.000.003.979 (satu milyar tiga ribu sembilan ratus tujuh
puluh sembilan) saham, dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp100.000.397.900 (seratus milyar tiga ratus
sembilan puluh tujuh ribu sembilan ratus rupiah).
22.TAMBAHAN MODAL DISETOR
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Agio Saham - Penawaran Umum Perdana 26.000.000.000 26.000.000.000
Biaya Emisi Saham - Penawaran Umum Perdana (4.700.865.166) (4.700.865.166)
Subjumlah 21.299.134.834 21.299.134.834
Agio Saham - Saham Waran 1.989.500 1.989.500
Selisih Nilai Transaksi Rekstrukturisasi Entitas Sepengendali (6.809.670.464) (6.809.670.464)
Jumlah 14.491.453.870 14.491.453.870
Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali merupakan tambahan modal disetor atas peningkatan
modal saham Perusahaan di Entitas Anak (PT Dwimukti Mitra Wisata (DMW)). Peningkatan dilakukan melalui
pembelian saham DMW dari Herman Herry Adranacus dan Vonny Kristiani masing-masing sebesar 1.250
lembar saham dan 1.200 lembar saham dengan harga beli seluruhnya sebesar Rp2.450.000.000. Atas
pembelian ini, timbul selisih antara harga pengalihan dengan proporsi nilai liabilitas bersih entitas anak pada
saat pembelian sebesar Rp6.809.670.464 yang dicatat sebagai Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas
Sepengendali.
50
Page 52
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23.KEPENTINGAN NON PENGENDALI
Kepentingan non pengendali atas aset bersih entitas anak per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah
sebagai berikut:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Vonny Kristiani 9.642.001.404 9.661.855.039
Jumlah 9.642.001.404 9.661.855.039
Kepentingan non pengendali atas rugi bersih entitas anak:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Vonny Kristiani (94.296.718) (191.669.423)
(94.296.718) (191.669.423)
Mutasi kepentingan non pengendali adalah:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Saldo awal 9.661.855.039 9.852.844.416
Rugi Tahun Berjalan (94.296.718) (191.669.423)
Penyesuaian 74.443.083 -
Penghasilan Komprehensif Lain:
Pengukuran Kembali Liabilitas Imbalan Kerja, Setelah Pajak - 680.046
9.642.001.404 9.661.855.039
24.PENDAPATAN USAHA
Penjualan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 adalah sebagai
berikut:
30 Juni 2026 30 Juni 2025
Pendapatan Hotel
Kamar 6.428.875.171 6.398.186.923
Makanan dan Minuman 3.520.626.455 2.790.605.108
Lain-lain 41.575.193 39.761.226
Subjumlah 9.991.076.819 9.228.553.257
Pendapatan Spa 67.496.281 70.571.281
Jumlah 10.058.573.100 9.299.124.538
Pendapatan kamar merupakan pendapatan atas penggunaan kamar hotel Sotis Falatehan, hotel Sotis
Penjernihan dan Sotis Villa Canggu.
Pendapatan makanan dan minuman merupakan pendapatan atas penjualan dari restoran dan bar hotel Sotis
Falatehan, hotel Sotis Penjernihan dan Sotis Villa Canggu.
Pendapatan lain-lain merupakan pendapatan dari telepon, laundry, business center , listrik dan parkir.
Tidak terdapat pendapatan dari pihak berelasi maupun pelanggan dengan transaksi lebih dari 10% total nilai
pendapatan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 2025.
51
Page 53
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25.BEBAN POKOK PENDAPATAN
Beban pokok pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 adalah
sebagai berikut:
30 Juni 2026 30 Juni 2025
Beban Hotel
Gaji dan Tunjangan 1.689.272.711 1.467.852.646
Makanan dan Minuman 1.383.963.604 865.804.919
Perlengkapan Kantor dan Rumah 270.290.055 220.552.671
Internet dan TV Kabel 250.182.013 216.500.662
Reservasi 192.162.540 287.651.004
Pemeliharaan 189.436.046 158.658.537
Bahan Bakar 120.527.921 66.607.055
Penyisihan Perlengkapan dan Alat 15.529.481 20.246.887
Lain-lain 123.135.418 43.477.396
Subjumlah 4.234.499.789 3.347.351.777
Beban Operasional Spa 43.339.748 36.509.524
Jumlah 4.277.839.537 3.383.861.301
Sampai dengan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 tidak terdapat transaksi
dengan pihak berelasi maupun transaksi dengan pemasok yang berjumlah lebih dari 10% dari jumlah beban
konsolidasian.
26.BEBAN PENJUALAN
Beban penjualan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 adalah sebagai
berikut:
30 Juni 2026 30 Juni 2025
Gaji dan tunjangan 377.834.700 315.608.134
Iklan dan Promosi 52.139.582 29.219.014
Komisi 42.000.000 25.500.000
Transportasi dan Perjalanan Dinas 35.335.830 32.688.600
Lain-lain 53.721.053 61.661.011
Jumlah 561.031.165 464.676.759
52
Page 54
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27.BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
Beban umum dan administrasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 adalah
sebagai berikut:
30 Juni 2026 30 Juni 2025
Gaji dan Tunjangan 3.582.660.052 3.425.831.513
Penyusutan dan Amortisasi (catatan 10) 2.938.895.491 3.266.898.252
Jasa Manajemen 1.080.000.000 900.000.000
Listrik, Air dan Telekomunikasi 796.534.557 748.038.037
Keamanan 608.690.149 467.840.800
Jasa Profesional 440.202.000 220.692.619
Pajak Bumi Bangunan 437.299.510 432.829.362
Perbaikan dan Pemeliharaan 377.253.799 439.138.268
Perijinan dan Legalitas 202.370.979 325.096.511
Transportasi dan Perjalanan Dinas 101.884.252 108.756.716
Asuransi 88.129.804 114.252.064
Cadangan Penggantian Perlengkapan Inventaris Hotel 63.441.395 55.928.576
Perlengkapan Kantor dan Rumah 52.546.054 33.979.137
Administrasi Bank 46.778.906 49.618.223
Lain-lain 468.092.791 398.869.553
Jumlah 11.284.779.739 10.987.769.631
28.BEBAN KEUANGAN
30 Juni 2026 30 Juni 2025
Beban Bunga Pinjaman Bank 2.337.750.697 2.786.818.588
Beban Bunga dari Liabilitas Sewa Pembiayaan 4.829.187 22.552.686
Biaya Administrasi Bank 2.646.924 2.084.100
Jumlah 2.345.226.808 2.811.455.374
29.PENDAPATAN LAIN-LAIN
30 Juni 2026 30 Juni 2025
Laba Penjualan Aset Tetap 5.116.718.686 191.351.352
Pajak Penghasilan 43.806.493 -
Laba / (Rugi) Selisih Kurs (73.499.867) (134.328.661)
Cashback Asuransi - 9.122.266
Jumlah 5.087.025.312 66.144.957
53
Page 55
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30.NILAI WAJAR DARI INSTRUMEN KEUANGAN
Instrumen keuangan yang disajikan di dalam laporan posisi keuangan dicatat sebesar nilai wajar, atau disajikan
dalam jumlah tercatat apabila jumlah tersebut adalah kurang lebih sebesar nilai wajarnya atau karena nilai
wajarnya tidak dapat diukur secara handal.
Manajemen menetapkan bahwa nilai tercatat kas dan setara kas, saldo bank yang dibatasi penggunaannya,
piutang usaha, piutang lain-lain, uang muka pembelian, utang usaha, utang lain-lain, beban yang masih harus
dibayar, utang pembelian aset tetap dan liabilitas sewa kurang lebih sebesar nilai wajarnya karena instrumen
keuangan tersebut sebagian besar berjangka pendek.
Tabel berikut menyajikan aset dan liabilitas keuangan Entitas pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember
2025:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Nilai tercatat Nilai wajar Nilai tercatat Nilai wajar
Aset Keuangan
Kas dan Setara Kas 4.504.464.264 4.504.464.264 5.257.129.310 5.257.129.310
Piutang usaha 790.521.842 790.521.842 534.480.314 534.480.314
Piutang lain-lain 69.198.761 69.198.761 111.363.374 111.363.374
Aset lain-lain 1.200.000.000 1.200.000.000 1.200.000.000 1.200.000.000
Jumlah 6.564.184.867 6.564.184.867 7.102.972.998 7.102.972.998
Liabilitas Keuangan
Utang Usaha 935.543.143 935.543.143 328.789.289 328.789.289
Utang lain-lain 97.062.395.368 97.062.395.368 127.610.784.091 127.610.784.091
Beban akrual 1.494.076.815 1.494.076.815 1.822.531.541 1.822.531.541
Jaminan pelanggan 325.698.288 325.698.288 400.525.986 400.525.986
Pinjaman bank 44.624.668.710 44.624.668.710 66.700.000.000 66.700.000.000
Liabilitas sewa - - 21.980.000 21.980.000
Jumlah 144.442.382.324 144.442.382.324 196.884.610.907 196.884.610.907
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk
mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran
nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas terjadi:
a. Di pasar utama untuk aset dan liabilitas tersebut, atau
b. Jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut.
Grup harus memiliki akses ke pasar utama.
Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika
menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam
kepentingan ekonomi terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar atas aset non-keuangan mempertimbangkan kemampuan pelaku pasar dalam
menghasilkan keuntungan ekonomi dengan penggunaan aset pada kemampuan tertinggi dan terbaik aset atau
dengan menjualnya ke pelaku pasar yang lain yang akan menggunakan aset di kemampuan tertinggi dan
terbaik.
Grup menggunakan teknik penilaian yang tepat sesuai keadaan dan di mana tersedia kecukupan data untuk
mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan
meminimalisir penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
54
Page 56
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30.NILAI WAJAR DARI INSTRUMEN KEUANGAN (Lanjutan)
PSAK 107, "Instrumen Keuangan: Pengungkapan", mensyaratkan pengungkapan atas pengukuran nilai wajar
dengan tingkat hirarki nilai wajar sebagai berikut:
(i) Harga kuotasian (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik (tingkat 1);
(ii) Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam tingkat 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau
liabilitas, baik secara langsung (misalnya harga) atau secara tidak langsung (misalnya deviasi dari harga)
(tingkat 2), dan;
(iii) Input untuk aset atau liabilitas yang bukan berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi (input yang
tidak dapat diobservasi) (tingkat 3).
Nilai wajar untuk instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif ditentukan berdasarkan kuotasi nilai
pasar pada tanggal pelaporan. Instrumen keuangan ini termasuk dalam tingkat 1.
Nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif ditentukan dengan menggunakan
teknik penilaian tertentu. Teknik tersebut menggunakan data pasar yang dapat diobservasi sepanjang tersedia,
dan seminimal mungkin mengacu pada estimasi. Apabila seluruh input signifikan atas nilai wajar dapat
diobservasi, instrumen keuangan ini termasuk dalam tingkat 2.
Jika satu atau lebih input yang signifikan tidak berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi, maka instrumen
tersebut masuk ke dalam tingkat 3.
Entitas tidak mempunyai aset dan liabilitas keuangan yang diukur dan diakui pada nilai wajar (tingkat 1 dan 2).
Berikut ini adalah metode dan asumsi yang digunakan dalam mengestimasi nilai wajar dari setiap golongan
instrumen keuangan Entitas:
1. Kas dan setara kas, saldo bank yang dibatasi pengguaannya, piutang usaha, dan piutang lain-lain. Untuk
aset keuangan yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, nilai tercatat aset keuangan tersebut
dianggap telah mencerminkan nilai wajar dari aset keuangan tersebut.
2. Utang usaha, utang lain-lain dan beban yang masih harus dibayar.
Seluruh liabilitas keuangan di atas merupakan liabilitas yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 bulan
sehingga nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut telah mencerminkan nilai wajar.
3. Liabilitas sewa dan utang pembelian aset tetap
Liabilitas keuangan di atas memiliki suku bunga variabel yang disesuaikan dengan pergerakan suku bunga
pasar sehingga jumlah terutang liabilitas keuangan tersebut telah mendekati nilai wajar.
31.MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Risiko keuangan utama yang dihadapi oleh Grup adalah risiko kredit, risiko likuiditas, risiko mata uang dan
risiko suku bunga. Grup mencoba untuk meminimalkan potensi dampak negatif dari risiko-risiko di atas melalui
pendekatan manajemen risiko.
(i) Risiko kredit
Risiko kredit adalah di mana salah satu pihak atas instrumen keuangan akan gagal memenuhi liabilitasnya
dan mengakibatkan pihak lain mengalami kerugian keuangan.
Instrumen keuangan Grup yang mempunyai potensi atas risiko kredit terdiri dari kas dan setara kas di
bank dan piutang usaha. Jumlah eksposur risiko kredit maksimum sama dengan nilai tercatat atas akun-
akun tersebut.
Untuk risiko kredit yang berhubungan dengan bank, hanya bank-bank dengan predikat baik yang dipilih.
Selain itu, kebijakan Grup adalah untuk tidak membatasi eksposur hanya kepada satu institusi tertentu,
sehingga Grup memiliki kas dan setara kas di bank dan piutang di berbagai institusi (catatan 4, 5, 6 dan
12).
55
Page 57
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31.MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
(i) Risiko kredit (lanjutan)
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Kas dan setara kas 4.504.464.264 5.257.129.310
Piutang usaha 790.521.842 534.480.314
Piutang lain-lain 69.198.761 111.363.374
Aset lain-lain 1.200.000.000 1.200.000.000
Jumlah 6.564.184.867 7.102.972.998
Pada tanggal pelaporan, eksposur maksimum Grup terhadap risiko kredit adalah sebesar nilai tercatat
masing-masing kategori aset keuangan yang disajikan pada laporan posisi keuangan.
Tabel berikut menganalisis aset keuangan berdasarkan jatuh tempo:
30 Juni 2026
Belum jatuh Jatuh Tempo
Jumlah
tempo < 30 hari 30 - 90 hari > 90 hari
Kas dan
Setara Kas - 4.504.464.264 - - 4.504.464.264
Piutang usaha 487.267.142 160.645.500 22.692.690 49.492.600 720.097.932
Piutang lain-lain - - - - -
Aset lain-lain - - - 1.200.000.000 1.200.000.000
Jumlah 487.267.142 4.665.109.764 22.692.690 1.249.492.600 6.424.562.196
31 Desember 2025
Belum jatuh Jatuh Tempo
Jumlah
tempo < 30 hari 30 - 90 hari > 90 hari
Kas dan
Setara Kas 5.722.483.612 - - - 5.722.483.612
Piutang usaha 487.712.967 - 112.436.865 - 600.149.832
Piutang lain-lain 54.224.551 - - - 54.224.551
Aset lain-lain 1.200.000.000 - - - 1.200.000.000
Jumlah 7.464.421.130 - 112.436.865 - 7.576.857.995
(ii) Risiko likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko di mana Grup akan mengalami kesulitan dalam rangka memperoleh dana
untuk memenuhi komitmennya terkait dengan instrumen keuangan.
Liabilitas keuangan terdiri dari:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Utang usaha 935.543.143 328.789.289
Beban akrual 1.494.076.815 1.822.531.541
Liabilitas sewa - 21.980.000
Utang lain-lain 97.062.395.368 127.610.784.091
Pinjaman bank 44.624.668.710 66.700.000.000
Jumlah 144.116.684.036 196.484.084.921
56
Page 58
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31.MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
(ii) Risiko likuiditas (lanjutan)
Grup mengelola risiko likuiditas dengan mempertahankan kas yang mencukupi untuk memungkinkan
Grup dalam memenuhi komitmen Grup untuk operasi normal Grup. Selain itu Grup juga melakukan
pengawasan proyeksi dan arus kas aktual secara terus menerus serta pengawasan tanggal jatuh tempo
aset dan liabilitas keuangan.
(iii) Risiko nilai tukar mata uang asing
Risiko mata uang adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan yang disebabkan perubahan nilai tukar
nilai mata uang asing.
Grup melakukan transaksi-transaksi dengan menggunakan mata uang asing, diantaranya adalah
transaksi penjualan, pembelian dan pinjaman Entitas. Entitas harus mengkonversikan Rupiah ke mata
uang asing, terutama Dolar Amerika Serikat, untuk memenuhi kebutuhan liabilitas dalam mata uang asing
pada saat jatuh tempo. Fluktuasi nilai tukar mata uang Rupiah terhadap mata uang Dolar Amerika Serikat
dapat memberikan dampak pada kondisi keuangan Entitas.
Grup mengelola risiko mata uang dengan melakukan pengawasan terhadap fluktuasi nilai tukar mata uang
secara terus-menerus sehingga dapat melakukan tindakan yang tepat untuk mengurangi risiko mata uang.
(iv) Risiko suku bunga
Risiko suku bunga adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan yang disebabkan perubahan suku
bunga pasar.
Grup memiliki risiko bunga terutama karena melakukan pinjaman. Grup melakukan pengawasan terhadap
dampak pergerakan suku bunga untuk meminimalisasi dampak negatif terhadap Grup.
Utang yang berdampak bunga terdiri dari:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Utang bank 44.624.668.710 49.681.445.097
Liabilitas sewa - 21.980.000
Jumlah 44.624.668.710 49.703.425.097
(v) Risiko harga
Risiko harga adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan sebagai akibat perubahan harga pasar,
terlepas apakah perubahan tersebut disebabkan oleh faktor-faktor spesifik dari instrumen individual atau
penerbitnya atau faktor-faktor yang mempengaruhi seluruh instrumen yang diperdagangkan di pasar.
Perusahaan mengelola risiko harga dengan melakukan pengawasan internal oleh manajemen secara
berkelanjutan.
57
Page 59
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32.PENGELOLAAN MODAL
Tujuan utama pengelolaan modal Grup adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal yang sehat untuk
mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham.
Grup dipersyaratkan oleh Undang-Undang No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, efektif sejak 2007,
untuk mengalokasikan sampai dengan 20% dari modal saham diterbitkan dan dibayar penuh ke dalam dana
cadangan yang tidak boleh didistribusikan. Persyaratan permodalan eksternal tersebut telah dipertimbangkan
oleh Grup bahwa pembentukan dana cadangan belum bisa dilakukan.
Grup mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, bila diperlukan, berdasarkan perubahan
kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Grup dapat mengusahakan
pendanaan melalui pinjaman. Tidak ada perubahan atas tujuan, kebijakan maupun proses selama tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025.
Grup mengawasi modal dengan menggunakan rasio pengungkit, dengan membagi jumlah utang yang
berdampak bunga dengan jumlah ekuitas. Kebijakan Grup adalah menjaga rasio pengungkit dalam kisaran dari
perusahaan terkemuka di Indonesia untuk mengamankan akses terhadap pendanaan pada biaya yang
rasional. Termasuk dalam total pinjaman berdampak bunga adalah liabilitas sewa dan utang pembelian aset
tetap.
Rasio pengungkit pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Utang bank 44.624.668.710 49.681.445.097
Liabilitas sewa - 21.980.000
Dikurangi: Kas dan setara kas (4.504.464.264) (5.257.129.310)
Utang Bersih 40.120.204.446 44.446.295.787
Jumlah Ekuitas 179.699.158.890 179.279.229.602
Rasio pengungkit 22,33% 24,79%
33.RUGI PER SAHAM DASAR
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Laba / (Rugi) untuk perhitungan Rugi Bersih per saham (3.303.269.436) (15.626.956.255)
Jumlah Lembar Saham
Jumlah Rata-rata Tertimbang Saham Biasa yang Beredar
untuk perhitungan Rugi Bersih per saham Dasar 1.000.000.000 1.000.000.000
Pengaruh Efek Berpotensi Saham Biasa yang Dilutif -
Waran 199.996.021 199.996.021
Jumlah Rata-rata Tertimbang Saham Biasa untuk
Perhitungan Rugi Bersih per Saham Dilusian 800.003.979 800.003.979
Rugi per saham:
- Dasar (3,30) (15,63)
- Dilusian (4,13) (19,53)
58
Page 60
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
34.KELANGSUNGAN USAHA
Dalam mempertimbangkan asumsi kelangsungan usaha, Manajemen telah mengevaluasi kondisi keuangan
dan kinerja operasional Perusahaan serta faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi industri perhotelan
selama tahun 2025 dan proyeksi tahun 2026. Berdasarkan evaluasi tersebut, Manajemen berkeyakinan bahwa
Perusahaan memiliki kemampuan untuk mempertahankan kelangsungan usahanya.
Sehubungan dengan hal tersebut, Manajemen telah dan akan terus melaksanakan langkah-langkah berikut:
1. Penguatan pengendalian internal dan manajemen risiko keuangan
Perusahaan menerapkan kebijakan pengendalian biaya yang lebih ketat, peningkatan monitoring
operasional, serta penggunaan asumsi pendapatan yang konservatif dalam perencanaan bisnis guna
menjaga likuiditas dan stabilitas keuangan.
2. Optimalisasi kinerja hotel yang beroperasi
Manajemen berupaya mempertahankan tingkat okupansi dan meningkatkan rata-rata tarif kamar (Average
Room Rate ) melalui strategi segmentasi pasar, pengelolaan harga (yield management ), serta peningkatan
kualitas layanan.
3. Diversifikasi sumber pendapatan
Untuk mengurangi ketergantungan pada pendapatan kamar, Perusahaan mengembangkan lini usaha Food
& Beverage , acara sosial, dan kegiatan komunitas guna meningkatkan stabilitas arus kas dan mengurangi
volatilitas pendapatan.
4. Pemeliharaan dan revitalisasi aset tetap hotel
Perusahaan melaksanakan program pemeliharaan dan penyegaran kamar serta fasilitas hotel secara
terencana dan terkendali dalam batas anggaran yang disetujui, guna menjaga nilai ekonomis aset dan daya
saing jangka panjang.
5. Peningkatan efisiensi operasional
Pada unit usaha yang terdampak penurunan permintaan, Manajemen menerapkan strategi operasional
yang berfokus pada efisiensi biaya, pengendalian anggaran, dan perlindungan margin operasional.
6. Penguatan pendapatan non-kamar
Perusahaan meningkatkan kontribusi pendapatan non-kamar melalui pengembangan konsep lifestyle ,
pengalaman tamu, serta inovasi produk dan layanan bernilai tambah.
7. Pengelolaan aset strategis jangka panjang (Tanjung Karoso Permai, Sumba)
Aset tersebut diklasifikasikan sebagai investasi strategis jangka panjang. Perusahaan menerapkan
pendekatan kemitraan selektif untuk potensi pengembangan hotel ultra-luxury , guna memitigasi risiko
kebutuhan modal dan menjaga fleksibilitas keuangan. Aset ini tidak diandalkan sebagai sumber arus kas
jangka pendek.
8. Pengembangan segmen MICE dan acara sosial
Perusahaan memperluas pemasaran ke segmen swasta, termasuk wedding , acara korporasi, dan kegiatan
MICE, untuk mengurangi ketergantungan pada proyek pemerintah.
9. Pengembangan lini usaha berisiko rendah
Manajemen merencanakan kerja sama exclusive outside catering untuk ballroom di Jakarta guna
menambah sumber pendapatan tanpa menimbulkan kebutuhan belanja modal yang signifikan.
10. Perencanaan usaha tahun 2026 berbasis risiko
Mengingat potensi ketidakpastian pasar, Perusahaan menyusun rencana bisnis 2026 dengan menekankan
diversifikasi pendapatan, efisiensi biaya, dan kehati-hatian dalam investasi guna mendukung keberlanjutan
usaha.
Berdasarkan langkah-langkah di atas serta proyeksi keuangan yang telah disusun, Manajemen menilai bahwa
Perusahaan memiliki kemampuan untuk melanjutkan usahanya sebagai entitas yang berkelanjutan (going
concern ).
59
Page 61
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35.PERISTIWA SIGNIFIKAN
a. Perjanjian sewa
Sotis Falatehan
Berdasarkan perjanjian sewa menyewa dengan pihak berelasi No. 212/LGL-PSM/XII/2024 tanggal 30
Desember 2024, Entitas Anak menyewa tanah dan bangunan di Jalan Falatehan I Nomor 21-22, Melawai,
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yang dipakai untuk Hotel Sotis Falatehan.
Perjanjian sewa menyewa tersebut berlaku 3 tahun sejak tanggal 1 Januari 2025 sampai dengan 31
Desember 2027 dengan nilai sebesar Rp245.000.000 per tahun Perjanjian tersebut dapat diperpanjang
setiap tahun berikutnya.
Sotis Canggu
Berdasarkan perjanjian sewa menyewa dengan pihak berelasi No. 210/LGL-PSM/XII/2024 tanggal 30
Desember 2024, Entitas Anak menyewa tanah dan bangunan di Jalan Raya Kayu Tulang, Banjar Kayu
Tulang, Canggu, Kuta Utara, Badung yang dipakai untuk Sotis Villa Canggu.
Perjanjian sewa menyewa tersebut berlaku 3 tahun sejak tanggal 1 Januari 2025 sampai dengan 31
Desember 2027 dengan nilai sebesar Rp245.000.000 per tahun Perjanjian tersebut dapat diperpanjang
setiap tahun berikutnya.
Sotis Residence Penjernihan
Berdasarkan perjanjian sewa menyewa dengan pihak berelasi No. 211/LGL-PSM/XII/2022 tanggal 30
Desember 2024., Entitas Anak menyewa tanah dan bangunan di Jalan Penjernihan I No. 10B, Bendungan
Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat yang dipakai untuk Sotis Residence Penjernihan.
Perjanjian sewa menyewa tersebut berlaku 3 tahun sejak tanggal 1 Januari 2025 sampai dengan 31
Desember 2027 dengan nilai sebesar Rp245.000.000 per tahun Perjanjian tersebut dapat diperpanjang
setiap tahun berikutnya.
b. Peristiwa Kontinjensi
Peristiwa kontinjensi antara lain : karakteristik aset atau liabilitas kontinjensi; estimasi dari dampak
keuangannya; indikasi tentang ketidakpastian yang terkait dengan jumlah atau waktu arus keluar sumber
daya; dan kemungkinan penggantian oleh pihak ketiga tidak ada.
c. Pada 13 Maret 2026, Perusahaan bersama-sama PT Sungai Mas Konstruksi menandatangani
Kesepakatan Bersama tentang Pengalihan Hak Atas Tanah Bangunan No. 175 untuk menjual,
mengalihkan, memindahtangankan dan menyerahkan Penjualan Aset non Operasional berupa tanah dan
bangunan Villa di Kepulauan Seribu dengan harga jual beli disepakati sebesar Rp37.500.000.000, bersifat
tetap, belum termasuk pajak-pajak dan biaya lain-lain yang mungkin timbul dari proses penjualan ini.
36.KEJADIAN SETELAH TANGGAL LAPORAN POSISI KEUANGAN
Menurut manajemen, terdapat kejadian penting yaitu rencana aksi korporasi yang akan dilakukan oleh
Perseroan:
1. Perseroan berencana untuk meminta persetujuan pemegang saham atas rencana aksi korporasi berupa
Penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) serta perubahan
anggota Direksi dan Dewan Komisaris. Proses yang sudah dilakukan sampai laporan ini terbit adalah
Pengumuman RUPSLB kepada Publik.
60
Names mentioned 56 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Akta Notaris Ilmiawan Dekrit Supatmo
p.9
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.9 ×6
unresolved
org
PT Tanjung Karoso Permai
p.10 ×4
unresolved
org
PT Dwimukti Mitra Wisata
p.10 ×11
unresolved
person
Floreta Tane
· Direktur Utama
p.11
unresolved
person
Sorta Delima Rosida
· Direktur
p.11
unresolved
person
Maskanah
· Anggota
p.11
unresolved
person
Margaretha
· Sekretaris Perusahaan
p.11
unresolved
org
bank Indonesia
p.15
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.25 ×2
unresolved
org
Bank Bukopin Tbk
p.26 ×2
unresolved
org
PT Setia
p.30 ×2
unresolved
org
KJPP Pung's Zulkarnain dan Rekan
p.31
unresolved
org
KJPP Pung's Zulkarnain
p.31
unresolved
person
Ir. Aguson Rosano. MAPPI
p.31
unresolved
org
Bapepam-LK
p.31 ×2
unresolved
org
PT Dwimukti Graha Elektrindo Di
p.32
unresolved
org
PT Dwimukti Inti Boga
p.32 ×3
unresolved
org
PT Sotis Hotel Manajemen
p.32 ×6
unresolved
org
PT Dwimukti Graha Elektrindo
p.33 ×8
unresolved
org
PT SMK
p.33
unresolved
org
PT DMW
p.33
unresolved
org
PT TKP
p.33
unresolved
org
PT Satria Mega Kencana. Perjanjian
p.33 ×3
unresolved
org
PT Agung Mandiri Sentosa
p.39
unresolved
org
PT Dipa Pratama Adhikara
p.39
unresolved
org
PT Budi Jaya Amanities
p.39
unresolved
org
PT Rumah Duta Pangan
p.39
unresolved
org
PT Trijaya Agro Nusantara Indonesia
p.39
unresolved
org
PT Sentral Sari Prima Sentosa
p.39
unresolved
org
PT Seiga Plus Energy
p.39
unresolved
org
PT Ayana Golden Makmur
p.39
unresolved
org
PT Fitra Food International
p.39
unresolved
person
Akta Notaris Christina Dwi Utami
p.49 ×6
unresolved
org
Sentral Efek Indonesia
p.50
unresolved
org
PT Adimitra Jasa Korpora
p.50
unresolved
—
Agio Saham - Penawaran Umum Perdana
p.51
unresolved
—
Subjumlah
p.51
unresolved
—
Agio Saham - Saham Waran
p.51
unresolved
—
Selisih Nilai Transaksi Rekstrukturisasi Entitas Sepengendali
p.51
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.
Other files in this announcement 6
FinancialStatement-2026-II-SOTS.xlsx
done
inlineXBRL.zip
done
instance.zip
done
SPD JUNI 2026.pdf
done