Skip to content
Back to announcement

LK Konsol PT SMK 30.06.26.pdf

Financial statement Text extracted SOTS

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 61

Page 1

          
Page 2
                            PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
                                LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                   PER 30 JUNI 2026 DAN 31 DESEMBER 2025
                              (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)



                                                      ASET


                                                        Catatan          30 Juni 2026          31 Desember 2025
ASET LANCAR
  Kas dan Setara Kas                                        2f, 4            4.504.464.264         5.257.129.310
  Piutang Usaha - Pihak Ketiga - Bersih                     2g, 5              790.521.842           534.480.314
  Piutang Lain-Lain:
  - Pihak Ketiga                                            2g, 6               69.198.761           108.393.374
  - Pihak Berelasi                                       6, 12b                         -              2.970.000
  Persediaan                                                2h, 7              682.636.791           462.009.136
  Perlengkapan                                              2h, 8            1.718.173.766         1.737.354.207
  Pajak Dibayar Di Muka                                  2q, 16a             2.465.888.755         4.833.757.189
  Uang Muka dan Biaya Dibayar Di Muka                       2i, 9            1.240.815.199           706.516.501

    Jumlah Aset Lancar                                                      11.471.699.378        13.642.610.031

ASET TIDAK LANCAR
  Aset Tetap                                             2k, 10            361.650.386.879       398.279.049.950
  Aset Pajak Tangguhan                                   2q, 16d             2.080.369.512         2.080.369.512
  Aset Lain-lain                                             11              1.200.000.000         1.200.000.000

    Jumlah Aset Tidak Lancar                                               364.930.756.391       401.559.419.462

JUMLAH ASET                                                                376.402.455.769       415.202.029.493




                       Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
                       bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini




                                                        1
Page 3
                              PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
                                   LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                     PER 30 JUNI 2026 DAN 31 DESEMBER 2025
                                  (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)



                                              LIABILITAS DAN EKUITAS


                                                          Catatan          30 Juni 2026          31 Desember 2025
LIABILITAS JANGKA PENDEK
  Hutang Usaha - Pihak Ketiga - Bersih                     2n, 13a               935.543.143           328.789.289
  Utang Lain-Lain:
  - Pihak Ketiga                                              14a                 39.346.728           142.261.465
  - Pihak Berelasi                                         2e, 12c             1.625.031.000        10.638.397.670
  Utang Pajak                                                 16b                646.422.202           719.052.724
  Beban Akrual                                                15               1.494.076.815         1.822.531.541
  Jaminan Pelanggan                                           20                 325.698.288           400.525.986
  Liabilitas Jangka Panjang- Bagian yang jatuh
    tempo dalam Waktu Satu Tahun:
  - Utang Bank                                                17              11.023.513.816        10.116.517.299
  - Liabilitas Sewa Pembiayaan                             2r, 18                         -             21.980.000

    Jumlah Liabiltas Jangka Pendek                                            16.089.631.992        24.190.055.974


LIABILITAS JANGKA PANJANG
  Utang Pihak Berelasi                                     12b, 14            95.398.017.640       116.830.124.956
  Liabilitas Jangka Panjang - Setelah Dikurangi
    Bagian yang Jatuh Tempo dalam Waktu
    Satu Tahun:
  - Utang Bank                                                17              33.601.154.894        39.564.927.798
  Liabilitas Imbalan Pascakerja                            2s, 19              1.760.091.605         1.760.091.605
  Liabilitas Pajak Tangguhan                                                  49.854.400.748        53.577.599.558
     Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                        180.613.664.887       211.732.743.917

    Jumlah Liabilitas                                                        196.703.296.879       235.922.799.891




                         Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
                         bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini



                                                          2
Page 4
                            PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
                                 LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                     PER 30 JUNI 2026 DAN 31 DESEMBER 2025
                              (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)




                                                        Catatan          30 Juni 2026          31 Desember 2025
EKUITAS
  Modal Saham
    Modal Dasar 2.400.000.000 saham
     dengan nilai nominal Rp 100 per saham
    Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
    -1.000.003.979 lembar saham pada 30 Juni 2026
    dan 31 Desember 2025                                    21             100.000.397.900       100.000.397.900
  Tambahan Modal Disetor                                    22              14.491.453.870        14.491.453.870
  Surplus Revaluasi Aset Tetap                                             170.674.642.513       183.875.074.658
  Pendapatan Komprehensif Lainnya                                            1.625.023.528          1.625.023.528
  Saldo Laba Ditahan                                                      (116.734.360.325)      (130.374.575.393)


    Jumlah Ekuitas yang Dapat Didistribusikan
      kepada Pemilik Entitas Induk                                         170.057.157.486       169.617.374.563
       Kepentingan Non Pengendali                           23               9.642.001.404         9.661.855.039
  Jumlah Ekuitas                                                           179.699.158.890       179.279.229.602

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                              376.402.455.769       415.202.029.493




                       Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
                       bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini




                                                        3
Page 5
                         PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
              LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
                      UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
                                       30 JUNI 2026 DAN 2025
                          (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)




                                                      Catatan          30 Juni 2026            30 Juni 2025
PENDAPATAN
  Hotel                                                                    9.991.076.819           9.228.553.257
  Spa                                                                         67.496.281              70.571.281
    Jumlah Pendapatan                                  2p, 24             10.058.573.100           9.299.124.538

BEBAN POKOK PENDAPATAN
  Hotel                                                                   (4.234.499.789)         (3.347.351.777)
  Spa                                                                        (43.339.748)            (36.509.524)
    Jumlah Beban Pokok Pendapatan                      2p, 25             (4.277.839.537)         (3.383.861.301)

LABA KOTOR                                                                 5.780.733.563           5.915.263.237

BEBAN USAHA
Beban Penjualan                                        2p, 26               (561.031.165)           (464.676.759)
Beban Umum dan Administrasi                            2p, 27            (11.284.779.739)        (10.987.769.631)
    Jumlah Beban Usaha                                                   (11.845.810.904)        (11.452.446.390)

RUGI USAHA                                                                (6.065.077.341)         (5.537.183.153)

PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Pendapatan Bunga                                                              20.009.401              19.272.890
Beban Keuangan                                           28               (2.345.226.808)         (2.811.456.374)
Lain-Lain - Bersih                                       29                5.087.025.312              66.144.957
      Jumlah Pendapatan (Beban) Lain-lain                                  2.761.807.905          (2.726.038.527)


RUGI SEBELUM PAJAK FINAL DAN PAJAK                                        (3.303.269.436)         (8.263.221.680)
  PENGHASILAN
Pajak Final                                                                           -                       -

RUGI SEBELUM PAJAK PENGHASILAN                                            (3.303.269.436)         (8.263.221.680)
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan                                                    -                       -

RUGI TAHUN BERJALAN                                                       (3.303.269.436)         (8.263.221.680)




                        Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
                       bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini




                                                        4
Page 6
                        PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
         LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
                      UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGA-TANGGAL
                                      30 JUNI 2026 DAN 2025
                         (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)




                                                      Catatan          30 Juni 2026            30 Juni 2025
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
  Pos yang Tidak Akan Direklasifikasikan ke
    Laba Rugi:
    Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan Terkait                              3.723.198.810                       -

  Penghasilan Komprehensif Lain Tahun Berjalan                             3.723.198.810                       -

JUMLAH LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN                                      419.929.374          (8.263.221.680)

RUGI TAHUN BERJALAN YANG DAPAT
  DIATRIBUSIKAN KEPADA:
    Pemilik Entitas Induk                                                 (3.208.972.718)         (8.172.111.525)
    Kepentingan Non-Pengendali                                               (94.296.718)            (91.110.155)

     Jumlah                                                               (3.303.269.436)         (8.263.221.680)

JUMLAH LABA KOMPREHENSIF YANG DAPAT
  DIATRIBUSIKAN KEPADA:
    Pemilik Entitas Induk                                                    514.226.092          (8.172.111.525)
    Kepentingan Non-Pengendali                                               (94.296.718)            (91.110.155)

     Jumlah                                                                  419.929.374          (8.263.221.680)

RUGI PER SAHAM DASAR                                     33                           (3,30)                  (8,26)




                        Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
                       bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini




                                                        5
Page 7
                                                                       PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
                                                                        LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
                                                      UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGAL-TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 31 DESEMBER 2025
                                                                        (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

                                                                                   Surplus
                                                             Tambahan             Revaluasi         Komponen Ekuitas         Saldo Laba                              Kepentingan
                           Catatan      Modal Saham         Modal Disetor         Aset Tetap            Lainnya                (Rugi)              Jumlah           Non-Pengendali     Jumlah Ekuitas

SALDO PER 31 DESEMBER 2024                100.000.397.900    14.491.453.870      183.875.074.658         1.630.418.401      (114.862.484.236)    185.134.860.593      9.852.844.416     194.987.705.009
Penyesuaian Tahun Sebelumnya                                                                                                     (76.804.325)        (76.804.325)               -           (76.804.325)
Rugi Tahun Berjalan                                   -                 -                      -                   -          (8.172.111.525)     (8.172.111.525)       (91.110.155)     (8.263.221.680)
Pengukuran Kembali Liabilitas                                                                                                                                -
    Imbalan Kerja, Setelah Pajak                      -                 -                      -                   -                       -                 -                  -                   -
Transaksi Ekuitas Lainnya                             -                 -                      -                   -                       -                 -                  -                   -

SALDO PER 30 JUNI 2025                    100.000.397.900    14.491.453.870      183.875.074.658         1.630.418.401      (123.111.400.086)    176.885.944.743      9.761.734.261     186.647.679.004
Penyesuaian Tahun Sebelumnya                          -                 -                      -                   -                      -                  -                  -                   -
Rugi Tahun Berjalan                                   -                 -                      -                   -           (7.263.175.307)    (7.263.175.307)      (100.559.268)     (7.363.734.575)
Setoran Modal                                         -                 -                      -                   -                      -                  -                                      -
Pengukuran Kembali Liabilitas                                                                                                                                -
    Imbalan Kerja, Setelah Pajak                      -                 -                    -           (5.394.873,00)                  -            (5.394.873)           680.046          (4.714.827)
Transaksi Ekuitas Lainnya                             -                 -                    -                     -                     -                   -                  -                   -
SALDO PER 31 DESEMBER 2025                100.000.397.900    14.491.453.870      183.875.074.658         1.625.023.528      (130.374.575.393)    169.617.374.563      9.661.855.039     179.279.229.602
Penyesuaian Tahun Sebelumnya                          -                 -                      -                   -              (74.443.169)       (74.443.169)        74.443.083                 (86)
Rugi Tahun Berjalan                                   -                 -                      -                   -           (3.208.972.718)    (3.208.972.718)       (94.296.718)     (3.303.269.436)
Pengukuran Kembali Liabilitas Imbalan
    Kerja, Setelah Pajak                              -                 -                    -                     -                     -                   -                  -                   -
Surplus Revaluasi Aset Tetap                          -                 -        (13.200.432.145)                  -          16.923.630.955       3.723.198.810                -         3.723.198.810
Transaksi Ekuitas Lainnya                             -                 -                    -                     -                     -                   -                  -                   -

SALDO PER 30 JUNI 2026                    100.000.397.900    14.491.453.870      170.674.642.513         1.625.023.528      (116.734.360.325)    170.057.157.486      9.642.001.404     179.699.158.890




                                                                    Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
                                                                   bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini


                                                                                                     6
Page 8
                              PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
                                      LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
                           UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
                                               30 JUNI 2026 DAN 2025
                                (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)



                                                              Catatan       30 Juni 2026         30 Juni 2025


ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
  Kas yang Diperoleh dari Pelanggan                                            9.683.698.933       8.865.741.639
  Kas yang Dibayarkan kepada Pemasok                                          (6.476.939.390)     (6.758.359.569)
  Kas yang Dibayarkan kepada Karyawan                                         (6.243.749.295)     (5.539.007.901)
  Kas yang dihasilkan dari operasi                                            (3.036.989.752)     (3.431.625.831)
  Penerimaan (Pembayaran):
    Pajak Penghasilan                                                         (2.440.498.956)       (393.676.286)
    Penerimaan Bunga                                                              20.009.401          19.272.890
    Penerimaan (Pengeluaran) Kas Lainnya                                       5.556.908.577         182.041.056
    Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi                                  99.429.270      (3.623.988.171)


ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
  Perolehan Aset Tetap                                           10             (436.996.446)        (44.120.050)
  Aset Tetap dalam Pembangunan                                   10                (5.064.000)      (187.695.404)
  Penjualan Aset Tetap                                                        37.500.000.000         191.351.352
    Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi                            37.057.939.554         (40.464.102)


ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
  Pembayaran Liabilitas Sewa Pembiayaan                          18              (21.980.000)        (21.980.000)
  Pembayaran Utang Bank                                          17           (5.100.000.000)     (4.500.000.000)
  Peningkatan (Penurunan) Utang Lain-Lain -
    Pihak Berelasi                                                           (30.445.473.986)      9.985.877.726
  Pembayaran Bunga dari aktivitas pendanaan                   17, 18, 28      (2.342.579.884)     (2.809.372.274)
    Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan                           (37.910.033.870)      2.654.525.452


PENINGKATAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS                                           (752.665.046)     (1.009.926.821)


KAS DAN SETARA KAS, AWAL PERIODE                                2f, 4          5.257.129.310       5.722.483.612


KAS DAN SETARA KAS, AKHIR PERIODE                               2f, 4          4.504.464.264       4.712.556.791




                         Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
                         bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini


                                                          7
Page 9
                               PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                               Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                     30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                              (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


1. UMUM

  a. Pendirian dan Informasi Umum

     PT Satria Mega Kencana Tbk ("Perusahaan") didirikan berdasarkan Akta Notaris Ilmiawan Dekrit Supatmo,
     SH No.62 tanggal 16 Juni 2004. Anggaran Dasar Perusahaan telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak
     Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.C-10271HT.01.01.TH.2005 tanggal 14 April
     2005.

     Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan terakhir dilakukan
     berdasarkan Akta Notaris No. 167 tanggal 20 November 2024 oleh Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum.,
     M.Kn., sehubungan dengan hasil dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”), antara lain
     tentang persetujuan pengeluaran saham dalam simpanan/portepel Perseroan dan menawarkan/menjual
     saham baru yang akan dikeluarkan dari portepel tersebut melalui Penawaran Umum kepada masyarakat.
     Perubahan ini telah diterima dan dicatat oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
     dalam Surat No.AHU-AH.01.09-0285089 tertanggal 6 Desember 2024.


     Pada tanggal 7 Juni 2023, terdapat perubahan dalam Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, di mana
     kegiatan usaha Perusahaan meliputi bidang real estate yang di miliki sendiri atau di sewa; kawasan
     pariwisata; kawasan industri; real estate atas dasar balas jasa (fee ) atau kontrak; dan aktivitas perusahaan
     holding, dan perubahan dalam Pasal 17 ayat 5 Anggaran Dasar Perusahaan mengenai pengumuman
     laporan keuangan Perusahaan sebagaimana di muat dalam Akta No.75 tanggal 7 Juni 2023. Perubahan
     dan penyesuaian tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
     Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0036710.AH.01.02.TAHUN 2023 tanggal 27
     Juni 2023.

     Pada saat ini, Perusahaan melakukan kegiatan berupa real estate dan kawasan pariwisata yang juga
     melakukan investasi saham pada Entitas Anak.

     Kantor pusat Perusahaan terletak di Jl. Panglima Polim Raya No.28, Kelurahan Pulo, Kecamatan
     Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
     Perusahaan mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 2013.
     Pemegang saham pengendali Perusahaan adalah Herman Herry Adranacus.

  b. Penawaran Umum

     Pada tanggal 23 Agustus 2018, melalui Surat Pengantar Pernyataan Pendaftaran No.097/SMK-
     DIR/VII/2018 serta perubahan terakhir yang disampaikan melalui Surat No. 160/SMK-DIR/XI/2018 tanggal
     28 November 2018, Perusahaan telah menawarkan sahamnya kepada masyarakat melalui pasar modal
     sejumlah 400.000.000 saham dengan nilai nominal Rp100 per saham dengan harga penawaran Rp165 per
     saham. Pada tanggal 30 November 2018, berdasarkan Surat Otoritas Jasa Keuangan No.S-171/D.04/2018,
     Perusahaan telah memperoleh Surat Pemberitahuan Efektif Pernyataan Pendaftaran. Selisih lebih jumlah
     yang diterima dari pengeluaran saham terhadap nilai nominalnya sebesar Rp21.299.134.834 di catat dalam
     akun “Tambahan Modal Disetor” setelah dikurangi biaya emisi saham sebesar Rp4.700.865.166 (catatan
     22). Pada tanggal 10 Desember 2018, seluruh saham Perseroan telah tercatat pada Bursa Efek Indonesia.


     Pada tanggal 10 Desember 2018, Perusahaan menerbitkan Waran Seri I sebanyak-banyaknya 200.000.000
     yang diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat yang membeli saham baru dalam Penawaran
     Umum, dan waran ini dapat dialihkan dan/atau diperjualbelikan secara terpisah dari saham baru tersebut.
     Rincian waran seri I yang sudah dikonversi sejak tahun 2019 sampai dengan per 31 Desember 2023
     dengan mengisi tabel sebagai berikut:




                                                       8
Page 10
                                   PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                   Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                    Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                         30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                                  (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


1. UMUM (Lanjutan)

  b. Penawaran Umum (Lanjutan)

                                                               Nilai Nominal    Harga Pelaksanaan      Jumlah (Rp) (lembar saham x
      Nama Waran      Tanggal Konversi Lembar Saham
                                                                    (Rp)               (Rp)                harga pelaksanaan)

     Waran Seri I         11-07-2019                       5            100                      600                          3.000
     Waran Seri I         04-11-2020                      10            100                      600                          6.000
     Waran Seri I         11-02-2021                      50            100                      600                         30.000
     Waran Seri I         05-07-2021                      10            100                      600                          6.000
     Waran Seri I         30-11-2023                       4            100                      600                          2.400
     Waran Seri I         06-12-2023                     800            100                      600                        480.000
     Waran Seri I         07-12-2023                   3.100            100                      600                      1.860.000
        Jumlah                                         3.979                                                              2.387.400

     Untuk waran yang belum diterbitkan sampai dengan batas waktu tanggal peralihan (7 Desember 2023)
     dengan jumlah 199.996.021 lembar waran tidak dilakukan konversi.

  c. Entitas Anak

     Per tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Perusahaan memiliki kepemilikan pada Entitas Anak
     berikut ini:

                                                                   Persentase         Tahun operasi            Jumlah aset
           Entitas Anak        Domisili      Jenis Usaha
                                                                kepemilikan efektif     komersial            sebelum eliminasi

                                                                                                       30 Jun 2026    31 Des 2025
     PT Tanjung Karoso Permai
     ("TKP")                  Jakarta     Belum beroperasi             90,00                -           136.632.982      136.657.582

     PT Dwimukti Mitra Wisata
     ("DMW")                  Jakarta     Perhotelan                   99,00              2013           14.826.113       13.649.028


     i. Pendirian Entitas Anak
        Pada tanggal 14 Desember 2012, Perusahaan dan Vonny Kristiani mendirikan PT Tanjung Karoso
        Permai ("TKP") dengan kepemilikan saham masing-masing sebesar 90% dan 10% saham.

     ii. Pembelian Saham Entitas Anak
        Pada tanggal 31 Januari 2013, Perusahaan membeli saham PT Dwimukti Mitra Wisata ("DMW") dari
        Yudi Adranacus dan Herman Herry Adranacus masing-masing sebanyak 50 lembar saham (atau
        sebesar 1% kepemilikan dalam DMW) dan 2.450 lembar saham (atau sebesar 49% kepemilikan dalam
        DMW) sehingga kepemilikan saham Perusahaan setelah pembelian tersebut adalah sebesar 50% dan
        sisanya dimiliki oleh Herman Herry Adranacus dan Vonny Kristiani masing-masing sebesar 25%. Nilai
        buku aset bersih entitas anak pada saat pembelian adalah sebesar Rp5.000.000.000 dan tidak ada
        Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali yang dicatat terkait transaksi pembelian ini.


        Pada tanggal 29 Maret 2018, Perusahaan membeli 49% kepemilikan saham dalam DMW dari Herman
        Herry Adranacus dan Vonny Kristiani masing-masing sebesar 1.250 lembar saham (atau sebesar 25%
        kepemilikan dalam DMW) dan 1.200 lembar saham (atau sebesar 24% kepemilikan dalam DMW)
        dengan harga beli Rp1.000.000 per lembar saham dengan total sebesar Rp2.450.000.000. Setelah
        pembelian saham tersebut, kepemilikan saham Perusahaan adalah 99% dan sisanya dimiliki oleh Vonny
        Kristiani sebesar 1%. Atas pembelian ini, timbul selisih antara nilai perolehan investasi dengan proporsi
        nilai buku aset bersih entitas anak sebesar Rp6.809.670.464 yang dicatat sebagai Selisih Nilai Transaksi
        Restrukturisasi Entitas Sepengendali dalam akun Tambahan Modal Disetor dalam bagian Ekuitas pada
        Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian per 31 Desember 2025 (catatan 22).




                                                                   9
Page 11
                                PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                 Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                      30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                               (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


1. UMUM (Lanjutan)

  d. Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan

       Susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
       adalah sebagai berikut:

                                                     30 Juni 2026                     31 Desember 2025
       Dewan Komisaris
       Komisaris Utama                         Stevano Rizki Adranacus              Stevano Rizki Adranacus
       Komisaris Independen                    Victor Agung Susantyo                Husni Heron

       Direksi
       Direktur Utama                          Floreta Tane                         Floreta Tane
       Direktur                                Sorta Delima Rosida                  Sorta Delima Rosida
                                               Elisabeth Cesilia Purba              Elisabeth Cesilia Purba


       Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 30 Juni 2026, para pemegang saham menerima
       pengunduran diri Husni Heron selaku Komisaris Independen dan mengangkat Victor Agung Susantyo
       selaku Komisaris Independen terhitung sejak ditutupnya rapat. Perubahan ini masih dalam proses diaktakan
       dengan akta notaris Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum, M.Kn dengan nomor cover note 840/SI.Not/VI/2026.


       Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, susunan Komite Audit Perusahaan adalah sebagai
       berikut:
                                                30 Juni 2026                 31 Desember 2025

       Ketua                                   Husni Heron                          Husni Heron
       Anggota                                 Maskanah                             Maskanah
                                               Aryo Kusumo Wibowo                   Aryo Kusumo Wibowo
       Sekretaris Perusahaan                   Margaretha R.W. Tanaji               Margaretha R.W. Tanaji
       Kepala Audit Internal                   Anne Rahardja                        Anne Rahardja

       Jumlah remunerasi yang diterima oleh Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan dan Entitas Anak untuk
       tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing sebesar Rp1.460.537.700
       dan Rp2.255.668.100.

       Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Perusahaan dan Entitas Anak mempekerjakan masing-
       masing 11 karyawan tetap.

  e. Izin Usaha Kawasan Industri

       Pada tanggal 31 Desember 2020 Perusahaan memiliki Izin Usaha Kawasan Industri yang berlokasi di jalan
       Panglima Polim Raya No.28 Kelurahan Pulo Kecamatan Kebayoran Baru Jakarta Selatan dengan luas
       lahan 246 m2. Adapun rencana kegiatan adalah untuk Real Estate atas dasar balas jasa (fee ) atau kontrak,
       kawasan pariwisata dan kawasan industri.

  f.   Penyelesaian Laporan Keuangan Konsolidasian

       Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian yang telah
       diselesaikan dan diotorisasi untuk diterbitkan pada tanggal 30 Juli 2026.




                                                      10
Page 12
                               PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                               Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                     30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                              (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)



2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING

  a. Dasar Penyusunan laporan keuangan konsolidasian
     Laporan Keuangan Konsolidasian Perusahaan disusun dan disajikan sesuai Standar Akuntansi Keuangan
     di Indonesia, yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar
     Akuntansi Keuangan (ISAK) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan
     Indonesia dan Peraturan No.VIII.G7 Lampiran Keputusan Ketua OJK No.KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni
     2012 yang terdapat di dalam Peraturan dan Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan
     yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).


     Laporan Keuangan Konsolidasian Perusahaan disajikan berdasarkan konsep Biaya Perolehan (Historical
     Cost ), kecuali beberapa akun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana dijelaskan dalam masing-masing
     Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian.
     Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia
     mengharuskan penggunaan estimasi dan asumsi. Hal tersebut juga mengharuskan manajemen untuk
     membuat pertimbangan dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan dan Entitas Anak. Area
     yang kompleks atau memerlukan tingkat pertimbangan yang lebih tinggi atau area dimana asumsi dan
     estimasi dapat berdampak signifikan terhadap Laporan Keuangan Konsolidasian diungkapkan di Catatan 3.


     Laporan Keuangan Konsolidasian disusun dengan menggunakan dasar Akrual (Accrual basis ), kecuali
     Laporan Arus Kas Konsolidasian. Laporan Arus Kas Konsolidasian disajikan dengan menggunakan metode
     Langsung (Direct method ) dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan
     pendanaan.

     Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian adalah Rupiah
     yang juga merupakan mata uang fungsional Perusahaan dan Entitas Anak.

  b. Perubahan atas Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi Standar
     Akuntansi Keuangan (“ISAK”)

     Standar baru, revisi dan interpretasi yang telah diterbitkan, dan yang berlaku efektif untuk tahun buku yang
     dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2025 namun tidak berdampak material terhadap laporan
     keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut:
     •   Amendemen PSAK 221 “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing” tentang Kekurangan Ketertukaran.

     •   PSAK 117 “Kontrak Asuransi”.

         Implementasi dari standar-standar tersebut tidak menghasilkan perubahan kebijakan akuntansi
         Perusahaan dan tidak memiliki dampak terhadap jumlah yang dilaporkan di tahun berjalan atau tahun
         sebelumnya.




                                                      11
Page 13
                                    PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                    Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                     Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                          30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                                   (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

  b. Perubahan atas Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi Standar
     Akuntansi Keuangan (“ISAK”) (lanjutan)

           Standar baru dan revisi yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif pada tahun berjalan adalah
           sebagai berikut:

           Efektif 1 Januari 2026
     •     Amendemen PSAK 109 “Instrumen Keuangan” terkait Penghentian Pengakuan Liabilitas Keuangan,
           serta Mengklarifikasi Penilaian Karakteristik Arus Kas untuk Aset Keuangan dengan fitur ESG-linked,
           Aset Keuangan dengan Fitur non-resources dan Instrumen yang Terikat Secara Kontraktual seperti
           Tranche.
     •     PSAK 107 “Instrumen Keuangan: Pengungkapan tentang Klasifikasi dan Pengukuran Instrumen
           Keuangan” terkait Persyaratan Pengungkapan Investasi pada Instrumen Ekuitas yang Diukur pada Nilai
           Wajar Melalui Penghasilan Komprehensif Lain dan Menambah Ketentuan terkait Instrumen Keuangan
           dengan Persyaratan Kontraktual yang Mengubah Waktu atau Jumlah Arus Kas Kontraktual.

           Efektif 1 Januari 2027
     •     PSAK 118 “Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan” merujuk pada pengaturan dalam
           IFRS 18 “Presentation and Disclosure in Financial Statements ”, kecuali:
           1. PSAK 118 paragraf 02a tentang ruang lingkup menambahkan pengaturan bahwa PSAK 118 tidak
              berlaku untuk entitas syariah karena penyajian laporan keuangan syariah diatur dalam PSAK 401
              “Penyajian Laporan Keuangan Syariah”.
           2.    PSAK 118 Lampiran A tentang definisi Standar Akuntansi Keuangan Indonesia dengan
                 mengakomodir peran Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (“IAI”) dan
                 Dewan Standar Akuntansi Syariah IAI sebagai penyusun Standar Akuntansi Keuangan, serta
                 regulator pasar modal untuk entitas yang berada di bawah pengawasannya.
     •     Penyesuaian tahunan PSAK 107 “Instrumen Keuangan: Pengungkapan tentang Klasifikasi dan
           Pengukuran Instrumen Keuangan”, PSAK 109 “Instrumen Keuangan” dan PSAK 207 ”Laporan Arus
           Kas”.

     Pada saat tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini, manajemen sedang mempelajari
     dampak yang mungkin timbul dari penerapan standar baru dan revisi tersebut serta pengaruhnya pada
     laporan keuangan konsolidasian Perusahaan.

  c. Prinsip-prinsip konsolidasian

     (i)        Entitas anak

                Entitas anak adalah seluruh entitas (termasuk entitas terstruktur) dimana Grup memiliki pengendalian.
                Grup mengendalikan entitas lain ketika Grup terekspos atas, atau memiliki hak untuk, pengembalian
                yang bervariasi dari keterlibatannya dengan entitas dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi
                pengembalian tersebut melalui kekuasaannya atas entitas tersebut. Entitas anak dikonsolidasikan
                secara penuh sejak tanggal dimana pengendalian dialihkan kepada Grup. Entitas anak tidak
                dikonsolidasikan lagi sejak tanggal dimana Grup kehilangan pengendalian.

                Transaksi kombinasi bisnis antara entitas sepengendali dicatat berdasarkan PSAK 338 “Kombinasi
                Bisnis Entitas Sepengendali” dimana selisih harga perolehan yang dibayar dengan nilai tercatat aset
                neto yang diperoleh dicatat sebagai bagian akun tambahan modal disetor di ekuitas.

                Berdasarkan PSAK 338 tersebut, unsur-unsur laporan keuangan konsolidasian dari entitas yang
                bergabung, untuk periode terjadinya kombinasi bisnis entitas sepengendali dan untuk periode
                komparatif, disajikan sedemikian rupa seolah-olah penggabungan tersebut telah terjadi sejak awal
                periode entitas yang bergabung berada dalam sepengendalian.




                                                           12
Page 14
                               PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                               Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                     30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                              (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

  c. Prinsip-prinsip konsolidasian (lanjutan)

     (ii) Entitas asosiasi

          Entitas asosiasi adalah seluruh entitas dimana Grup memiliki pengaruh signifikan namun bukan
          pengendalian, biasanya melalui kepemilikan hak suara antara 20% dan 50%. Investasi pada entitas
          asosiasi dicatat dengan metode ekuitas (lihat poin (iii) di bawah), setelah pada awalnya diakui pada
          nilai perolehan.

          Nilai perolehan diukur pada nilai wajar aset yang dialihkan, kepemilikan ekuitas yang diterbitkan, atau
          liabilitas yang diakui pada tanggal transaksi, termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara
          langsung dengan perolehan. Goodwill pada entitas asosiasi merupakan selisih lebih dari nilai
          perolehan entitas asosiasi atas bagian Grup atas nilai wajar aset neto teridentifikasi entitas asosiasi
          dan dimasukkan dalam nilai tercatat investasi. Jika bagian Grup atas nilai wajar aset neto teridentifikasi
          entitas asosiasi melebihi nilai perolehannya dalam kasus pembelian diskon, selisih tersebut diakui
          pada laba rugi.

     (iii) Pengaturan bersama

          Menurut PSAK 111, pengaturan bersama diklasifikasikan sebagai operasi bersama atau ventura
          bersama bergantung pada hak dan kewajiban kontraktual para investor bukan struktur hukum dari
          pengaturan bersama. Grup telah menilai sifat dari pengaturan bersama dan menentukan pengaturan
          tersebut sebagai ventura bersama. Ventura bersama dicatat menggunakan metode ekuitas, setelah
          pada awalnya diakui sebagai biaya pada laporan posisi keuangan konsolidasian.


     (iv) Metode ekuitas

          Pada metode ekuitas, investasi pada awalnya dicatat pada biaya perolehan dan selanjutnya
          disesuaikan untuk mengakui bagian investor atas laba rugi pasca akuisisi dari investee pada laba rugi
          dan bagiannya dalam pergerakan penghasilan komprehensif lainnya dari investee pada penghasilan
          komprehensif lainnya.

          Keuntungan yang belum terealisasi atas transaksi antara Grup dengan entitas asosiasi atau ventura
          bersama dieliminasi sebesar kepentingan Grup dalam entitas-entitas tersebut. Kerugian yang belum
          direalisasi juga dieliminasi kecuali transaksi tersebut memberikan bukti penurunan nilai atas aset yang
          dialihkan. Kebijakan akuntansi entitas asosiasi atau ventura bersama telah diubah jika diperlukan untuk
          memastikan konsistensi dengan kebijakan yang diterapkan oleh Grup.


          Jika bagian Grup atas kerugian entitas asosiasi atau ventura bersama sama dengan atau melebihi
          kepentingannya pada entitas asosiasi atau ventura bersama, termasuk piutang tanpa agunan, Grup
          menghentikan pengakuan bagian kerugiannya, kecuali Grup memiliki kewajiban atau melakukan
          pembayaran atas nama entitas asosiasi atau ventura bersama.

          Pada setiap tanggal pelaporan, Grup menentukan apakah terdapat bukti objektif bahwa telah terjadi
          penurunan nilai atas investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama. Jika demikian, maka nilai
          tercatat dari investasi yang dicatat dengan akuntansi ekuitas diuji untuk penurunan nilai sesuai dengan
          kebijakan yang dijelaskan pada Catatan 2n. Dividen yang diterima dan yang akan diterima dari entitas
          asosiasi atau ventura bersama diakui sebagai pengurang jumlah tercatat investasi.




                                                       13
Page 15
                                 PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                 Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                  Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                       30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                                (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

  d. Penjabaran mata uang asing

       (i)   Mata uang fungsional dan penyajian
             Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam Rupiah yang merupakan mata uang fungsional
             Perusahaan dan mata uang penyajian Grup. Akun-akun yang tercakup dalam laporan keuangan
             konsolidasian setiap entitas anak di dalam Grup diukur menggunakan mata uang dari lingkungan
             ekonomi utama dimana entitas tersebut beroperasi (“mata uang fungsional”).

             Selisih yang timbul dari penjabaran laporan keuangan konsolidasian entitas anak Grup tersebut ke
             dalam Rupiah disajikan dalam akun “Penghasilan komprehensif lainnya” pada ekuitas dalam laporan
             posisi keuangan konsolidasian.

       (ii) Transaksi dan saldo
             Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan menjadi mata uang fungsional menggunakan kurs yang
             berlaku pada tanggal transaksi.
             Pada setiap tanggal pelaporan, setiap aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke
             dalam mata uang Rupiah disesuaikan untuk mencerminkan kurs penutup. Keuntungan dan kerugian
             selisih kurs yang timbul dari penyelesaian transaksi dalam mata uang asing dan dari penjabaran aset
             dan liabilitas moneter dalam mata uang asing menggunakan kurs yang berlaku pada akhir periode
             pelaporan diakui di dalam laba rugi.

             Kurs Dolar Amerika Serikat (Dolar AS atau AS$) terhadap Rupiah berdasarkan kurs tengah yang
             diterbitkan oleh bank Indonesia pada tanggal 30 Juni 2026 dalam nilai penuh adalah Rp17.856 (31
             Desember 2025: Rp16.782).

  e. Transaksi Pihak-pihak Berelasi

       Perusahaan mempunyai transaksi dengan pihak berelasi. Definisi pihak berelasi sesuai dengan yang diatur
       dalam PSAK 224, "Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi".
       Seluruh transaksi yang material dengan pihak berelasi telah diungkapkan dalam catatan atas laporan
       keuangan konsolidasian.

  f.   Kas dan Setara Kas

       Kas dan setara kas termasuk kas, bank dan deposito berjangka yang jatuh tempo dalam jangka waktu tiga
       bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak digunakan sebagai jaminan atau tidak dibatasi
       penggunaannya.

       Bank dan deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya disajikan pada akun “kas yang dibatasi
       penggunaannya” dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.




                                                        14
Page 16
                                PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                 Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                      30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                               (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

  g. Piutang Usaha dan Piutang Lain-lain

       Piutang usaha adalah jumlah tagihan dari pelanggan untuk barang yang dijual atau jasa yang diberikan
       dalam transaksi bisnis pada umumnya. Piutang lain-lain adalah jumlah tagihan dari pihak ketiga atau pihak
       yang berelasi di luar kegiatan usaha. Jika pembayaran piutang diharapkan selesai dalam satu tahun atau
       kurang (atau dalam siklus normal operasi dari bisnis jika lebih lama), piutang tersebut dikelompokkan
       sebagai aset lancar. Jika tidak, piutang tersebut disajikan sebagai aset tidak lancar.


       Piutang usaha dan piutang lain-lain pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan kemudian diukur pada
       biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dikurangi dengan provisi
       atas penurunan nilai.

       Kolektibilitas piutang usaha dan piutang lain-lain ditinjau secara berkala. Piutang yang diketahui tidak
       tertagih, dihapuskan dengan secara langsung mengurangi nilai tercatatnya. Akun provisi digunakan ketika
       terdapat bukti yang objektif bahwa Perusahaan tidak dapat menagih seluruh atau sebagian nilai terutang
       sesuai dengan persyaratan awal piutang.

       Kesulitan keuangan signifikan yang dialami debitur, debitur dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi
       keuangan dan gagal bayar atau menunggak pembayaran merupakan indikator yang dianggap dapat
       menunjukan adanya penurunan nilai piutang. Arus kas terkait dengan piutang jangka pendek tidak
       didiskontokan apabila efek diskonto tidak material.

       Jumlah kerugian penurunan nilai diakui pada laba rugi dan disajikan sebagai “(beban)/pendapatan lain-lain,
       neto” untuk piutang usaha dan piutang lain-lain. Ketika piutang usaha dan piutang lain-lain, yang rugi
       penurunan nilainya telah diakui, tidak dapat ditagih pada periode selanjutnya, maka piutang tersebut
       dihapusbukukan dengan mengurangi akun provisi. Jumlah yang selanjutnya dapat ditagih kembali atas
       piutang yang sebelumnya telah dihapusbukukan, dikreditkan terhadap “(beban)/pendapatan lain-lain, neto”
       pada laba rugi.

  h. Persediaan

       Persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan dengan nilai realisasi bersih (the
       lower of cost or net realizable value ). Biaya perolehan persediaan di nilai dengan menggunakan metode
       Rata-rata (Average method ). Penyisihan persediaan usang dan penyisihan penurunan nilai persediaan
       ditentukan untuk menyesuaikan nilai persediaan ke nilai realisasi bersih.

       Nilai realisasi bersih adalah taksiran harga jual dalam kegiatan usaha normal setelah dikurangi dengan
       taksiran biaya penyelesaian dan taksiran biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penjualan.


  i.   Uang Muka dan Biaya Dibayar di Muka

       Pembayaran dimuka adalah biaya yang dibayar dimuka dan dicatat sebagai aset sebelum dimanfaatkan.
       Akun ini terdiri dari uang muka pembelian dan biaya dibayar dimuka. Uang muka pembelian merupakan
       pembayaran dimuka atas pembelian perlengkapan keperluan operasional dan beban lainnya. Pembayaran
       dimuka dialokasikan selama jangka waktu pembayaran dan dibebankan ke akun yang sesuai dalam laporan
       laba rugi saat terjadinya. Pembayaran dimuka yang diharapkan akan terealisasi dalam waktu tidak lebih dari
       12 bulan setelah periode pelaporan, diklasifikasikan sebagai aset lancar, selebihnya, diklasifikasikan
       sebagai aset tidak lancar.




                                                       15
Page 17
                                PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                 Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                      30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                               (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

  j.   Investasi dalam Saham yang Dikelompokkan dalam Aset Lepasan

       Investasi dalam saham yang dikelompokkan dalam aset lepasan diukur pada nilai yang lebih rendah antara
       jumlah tercatat dan nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual.
       Investasi dalam saham yang dikelompokkan dalam aset lepasan harus diklasifikasikan sebagai dimiliki
       untuk dijual jika jumlah tercatatnya akan dipulihkan terutama melalui transaksi penjualan dari pada melalui
       pemakaian berlanjut.
       Kondisi ini dapat terpenuhi hanya ketika investasi dalam saham yang dikelompokkan dalam aset lepasan
       berada dalam keadaan segera dapat dijual dan penjualannya harus sangat mungkin terjadi. Manajemen
       harus berkomitmen terhadap rencana penjualan tersebut, yang diperkirakan memenuhi ketentuan
       pengakuan sebagai penjualan dalam waktu satu tahun dari tanggal klasifikasi.

  k. Aset Tetap dan Penyusutan

       Pemilikan Langsung

       Grup menganalisis fakta dan keadaan untuk masing-masing jenis hak atas tanah dalam menentukan
       akuntansi untuk masing-masing hak atas tanah tersebut sehingga dapat merepresentasikan dengan tepat
       suatu kejadian atau transaksi ekonomis yang mendasarinya. Jika hak atas tanah tersebut tidak mengalihkan
       pengendalian atas aset pendasar kepada Grup, melainkan mengalihkan hak untuk menggunakan aset
       pendasar, Grup menerapkan perlakuan akuntansi atas transaksi tersebut sebagai sewa berdasarkan PSAK
       116, “Sewa”. Jika hak atas tanah secara substansi menyerupai pembelian tanah, maka Grup menerapkan
       PSAK 216, “Aset Tetap” yaitu hak atas tanah diakui sebesar harga perolehan dan tidak disusutkan.


       Aset tetap pemilikan langsung kecuali tanah disajikan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi
       penyusutan dan rugi penurunan nilai aset, jika ada dan disusutkan dengan menggunakan metode Garis
       Lurus (Straight-line ) dengan taksiran masa manfaat keekonomian aset tetap sebagai berikut:

                                                                                                     Tahun
       Bangunan Permanen                                                                               20
       Kendaraan                                                                                      4-8
       Perabotan dan Peralatan                                                                        4-8

       Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan dalam laba rugi pada saat terjadinya biaya-biaya tersebut,
       sedangkan pengeluaran dalam jumlah besar dan sifatnya meningkatkan kondisi aset secara signifikan
       dikapitalisasi. Semua pengeluaran setelah perolehan awal aset tetap akan ditambah (kapitalisasi) pada
       jumlah tercatat aset yang bersangkutan.

       Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat
       ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul
       dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan
       jumlah tercatat dari aset) dimasukkan dalam laba rugi pada periode/tahun aset tersebut dihentikan
       pengakuannya.
       Secara berkala, nilai residu, metode penyusutan dan masa manfaat setiap aset ditelaah, dan disesuaikan
       jika perlu.




                                                       16
Page 18
                                 PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                 Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                  Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                       30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                                (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

  k. Aset Tetap dan Penyusutan (lanjutan)
       Aset Tetap dalam Pembangunan

       Aset tetap dalam pembangunan dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aset
       tetap. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke masing-masing aset tetap pada saat aset tersebut
       selesai dikerjakan dan siap digunakan, dan penyusutan mulai dibebankan pada saat itu.


  l.   Aset keuangan

       (i)   Klasifikasi, pengakuan dan pengukuran

             Grup menerapkan PSAK 109, yang mensyaratkan pengaturan instrumen keuangan terkait klasifikasi
             dan pengukuran, penurunan nilai atas instrumen aset keuangan dan akuntansi lindung nilai.


             Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan ditentukan berdasarkan jenis aset. Untuk aset keuangan
             berupa instrumen utang, pengklasifikasiannya harus didasarkan pada model bisnis dan arus kas
             kontraktual - apakah semata dari pembayaran pokok dan bunga.

             Aset keuangan diklasifikasikan dalam dua kategori sebagai berikut:
             a. Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi; dan
             b. Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
                komprehensif lain.
             Klasifikasi ini tergantung pada model bisnis Grup dan persyaratan kontraktual arus kas - apakah
             penentuan arus kasnya semata dari pembayaran pokok dan bunga.
             Grup menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal.
             Grup melakukan reklasifikasi instrumen utang jika dan hanya jika terdapat perubahan model bisnis
             atas aset keuangan tersebut.
             Pembelian dan penjualan aset keuangan diakui pada saat tanggal perdagangan dimana, Grup
             berkomitmen untuk membeli atau menjual aset keuangan. Aset keuangan dihentikan pengakuannya
             ketika hak untuk menerima arus kas dari aset keuangan tersebut telah kedaluwarsa atau dialihkan dan
             Grup telah mengalihkan secara substansial risiko dan manfaat atas kepemilikan.


             Saat pengakuan awal, Grup mengukur aset keuangan pada nilai wajar ditambah dengan, dalam hal
             aset keuangan diukur dengan nilai wajar tidak melalui laba rugi, biaya transaksi yang dapat
             diatribusikan secara langsung pada akuisisi aset keuangan. Biaya transaksi atas aset keuangan pada
             nilai wajar melalui laba rugi dibebankan pada laba rugi.




                                                        17
Page 19
                                  PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                  Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                   Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                        30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                                 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

  l.   Aset keuangan (lanjutan)

       (i)   Klasifikasi, pengakuan dan pengukuran (lanjutan)

             Instrumen utang

             Pengukuran selanjutnya atas instrumen utang bergantung kepada model bisnis Grup dalam mengelola
             aset dan karakteristik dari arus kas. Berikut adalah kategori pengukuran dalam mengklasifikan
             instrumen utang:
             •   Biaya perolehan diamortisasi: Aset yang dimiliki untuk pengumpulan arus kas kontraktual, dimana
                 arus kas tersebut merupakan pembayaran pokok dan bunga, diukur dengan biaya perolehan
                 diamortisasi. Penghasilan bunga dari aset keuangan ini termasuk dalam penghasilan keuangan
                 menggunakan metode suku bunga efektif. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan
                 diakui secara langsung dalam laba rugi dan disajikan dalam keuntungan/ (kerugian) lainnya
                 bersama dengan keuntungan dan kerugian selisih kurs. Penurunan nilai aset keuangan disajikan
                 terpisah dalam laba rugi.

             •   Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain: Aset yang dimiliki untuk pengumpulan arus kas
                 kontraktual dan untuk penjualan keuangan aset, dimana arus kas aset merupakan pembayaran
                 pokok dan bunga diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain. Mutasi dalam
                 jumlah tercatat dilakukan melalui penghasilan komprehensif lain, kecuali untuk pengakuan
                 keuntungan atau kerugian penurunan nilai, pendapatan bunga dan keuntungan dan kerugian selisih
                 kurs, yang diakui dalam laba rugi. Ketika aset keuangan dihentikan pengakuannya, akumulasi
                 keuntungan atau kerugian yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain
                 direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi pada pendapatan/(beban) lain-lain. Pendapatan bunga dari
                 aset keuangan ini termasuk dalam penghasilan keuangan menggunakan metode suku bunga
                 efektif. Keuntungan dan kerugian selisih kurs disajikan pada pendapatan/(beban) lain-lain, dan
                 penurunan nilai disajikan pada bagian terpisah dalam laba rugi.


             Instrumen ekuitas
             Grup selanjutnya mengukur semua investasi ekuitas pada nilai wajar. Dimana manajemen Grup telah
             memilih untuk menyajikan keuntungan dan kerugian nilai wajar dari investasi ekuitas pada penghasilan
             komprehensif lain. Tidak ada reklasifikasi selanjutnya atas keuntungan dan kerugian dari nilai wajar ke
             laba rugi setelah penghentian pengakuan investasi. Dividen dari investasi tersebut terus diakui dalam
             laba rugi sebagai penghasilan lainnya ketika hak Grup untuk menerima pembayaran ditetapkan.
             Kerugian penurunan nilai pada investasi ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
             komprehensif lain tidak dilaporkan secara terpisah dari perubahan nilai wajarnya.


       (ii) Penghentian pengakuan
             Aset keuangan dihentikan pengakuannya ketika hak untuk menerima arus kas dari investasi tersebut
             telah jatuh tempo atau telah ditransfer dan Grup telah mentransfer secara substansial seluruh risiko
             dan manfaat atas kepemilikan aset.
             Ketika aset keuangan instrumen ekuitas yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan pada nilai wajar
             melalui penghasilan komprehensif lain dihentikan pengakuannya, akumulasi penyesuaian nilai wajar
             yang diakui pada ekuitas tidak akan direklasifikasi ke laba rugi.




                                                         18
Page 20
                                 PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                 Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                  Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                       30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                                (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

  l.   Aset keuangan (lanjutan)

       (iii) Saling hapus antar instrumen
           Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi
           keuangan konsolidasian jika terdapat hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan
           saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan terdapat maksud untuk menyelesaikan secara
           bersih atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.


           Hak saling hapus tidak kontinjen atas peristiwa di masa depan dan dapat dipaksakan secara hukum
           dalam situasi bisnis yang normal dan dalam peristiwa gagal bayar, atau peristiwa kepailitan atau
           kebangkrutan Grup atau pihak lawan.

  m. Penurunan nilai dari aset keuangan
       Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan untuk mengukur Kerugian Kredit Ekspektasian (“KKE”)
       yang menggunakan cadangan KKE seumur hidup berdasarkan basis forward-looking untuk seluruh saldo
       piutang usaha. Selain untuk piutang usaha, Grup menerapkan pendekatan umum untuk mengukur KKE.


       Grup menilai berdasarkan basis forward-looking untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian terhadap
       instrumen utang yang diukur dengan nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain. Metode penurunan
       nilai dilakukan dengan mempertimbangkan apakah risiko kredit telah meningkat secara signifikan.


  n. Utang Usaha
       Utang usaha adalah kewajiban untuk membayar barang atau jasa yang telah diperoleh dari pemasok dalam
       kegiatan usaha normal. Utang usaha dikelompokkan sebagai liabilitas jangka pendek apabila pembayaran
       jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau kurang. Jika tidak, utang usaha tersebut disajikan sebagai
       liabilitas jangka panjang.

       Utang usaha pada awalnya diukur sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan
       diamortisasi dengan menggunakan metode bunga efektif.

  o. Kombinasi Bisnis
       Kombinasi bisnis dicatat dengan menggunakan metode Akuisisi. Biaya perolehan dari sebuah akuisisi
       diukur pada nilai agregat imbalan yang dialihkan, diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan jumlah
       setiap KNP pada pihak yang diakuisisi. Untuk setiap kombinasi bisnis, pihak pengakuisisi mengukur KNP
       pada entitas yang diakuisisi baik pada nilai wajar atau pun pada proporsi kepemilikan KNP atas aset neto
       yang teridentifikasi dari entitas yang diakuisisi. Biaya-biaya akuisisi yang timbul dibebankan langsung pada
       tahun berjalan.

       Pada tanggal akuisisi, selisih lebih antara penjumlahan imbalan yang dialihkan dan jumlah yang diakui
       untuk KNP dengan aset teridentifikasi dan liabilitas yang diambil-alih (aset neto) dicatat sebagai goodwill.
       Jika imbalan lebih rendah dari nilai wajar aset neto dari Perusahaan yang diakuisisi maka selisihnya diakui
       dalam Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian.




                                                        19
Page 21
                               PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                               Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                     30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                              (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

  o. Kombinasi Bisnis (lanjutan)
     Transaksi yang dilakukan dengan entitas sepengendali diterapkan metode Penyatuan Kepemilikan.
     Transaksi kombinasi bisnis antara entitas sepengendali berupa pengalihan bisnis yang dilakukan dalam
     rangka reorganisasi entitas-entitas yang berada dalam suatu kelompok usaha yang sama, bukan
     perubahan pemilikan dalam arti substansi ekonomi, sehingga transaksi demikian tidak menimbulkan laba
     rugi bagi seluruh kelompok usaha atau bagi entitas individual dalam kelompok usaha tersebut. Selisih
     antara harga pengalihan dengan jumlah tercatat dari setiap transaksi kombinasi bisnis antara entitas
     sepengendali pada tanggal pengalihan dicatat sebagai “Tambahan Modal Disetor”.



  p. Pendapatan dan beban
     Pendapatan
     Pengakuan pendapatan harus memenuhi 5 langkah penilaian:
     a) Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
     b) Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan adalah janji dalam kontrak
        untuk mentransfer barang atau jasa yang berbeda kepada pelanggan.
     c) Tentukan harga transaksi. Harga transaksi adalah jumlah imbalan yang diharapkan menjadi hak entitas
        sebagai imbalan untuk mentransfer barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan. Jika
        pertimbangan yang dijanjikan dalam kontrak mencakup jumlah variabel, Grup memperkirakan jumlah
        imbalan yang diharapkan berhak sebagai imbalan atas pengalihan barang atau jasa yang dijanjikan
        kepada pelanggan dikurangi perkiraan jumlah jaminan tingkat layanan yang akan dibayarkan selama
        masa kontrak.
     d) Alokasikan harga transaksi untuk setiap kewajiban pelaksanaan atas dasar harga jual berdiri sendiri
        relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan dalam kontrak. Jika hal ini tidak dapat diamati
        secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diestimasi berdasarkan biaya ekspektasian ditambah
        margin.
     e) Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan dipenuhi dengan mentransfer barang atau jasa
        yang dijanjikan kepada pelanggan (yaitu ketika pelanggan memperoleh kendali atas barang atau jasa
        tersebut).

     Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dalam kondisi sebagai berikut:
     a) Pada waktu tertentu (biasanya untuk janji dalam memindahkan barang ke pelanggan); atau
     b) Sepanjang waktu (biasanya untuk janji dalam memberikan pelayanan pada pelanggan). Untuk kewajiban
        pelaksanaan yang dipenuhi sepanjang waktu, Grup memilih ukuran kemajuan yang sesuai untuk
        menentukan jumlah pendapatan yang harus diakui ketika kewajiban pelaksanaan dipenuhi.


     Pendapatan Sewa
     Pendapatan sewa dari sewa operasi diakui sebagai pendapatan dengan dasar garis lurus selama masa
     sewa. Biaya langsung awal yang terjadi dalam proses negosiasi dan pengaturan sewa tambahan ke jumlah
     tercatat dari aset sewaan dan diakui dengan dasar Garis Lurus selama masa sewa.

     Uang muka sewa yang diterima dari penyewa dicatat ke dalam akun pendapatan yang diterima dimuka dan
     akan diakui sebagai pendapatan secara berkala sesuai dengan kontrak sewa yang berlaku.


     Pendapatan Hotel
     Pendapatan sewa hotel dan pendapatan hotel lainnya diakui pada saat jasa diberikan atau barang
     diserahkan.




                                                       20
Page 22
                              PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                              Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                               Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                    30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                             (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

  p. Pendapatan dan beban (lanjutan)

     Pendapatan Spa
     Pendapatan dari spa diakui pada saat jasa diberikan kepada pelanggan.

     Beban
     Beban diakui pada saat terjadi berdasarkan konsep akrual.
     Pendapatan bunga dan beban bunga diakui dalam Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
     Konsolidasian secara akrual menggunakan metode Suku Bunga Efektif.

  q. Pajak penghasilan kini dan tangguhan
     Beban pajak penghasilan terdiri dari pajak kini dan pajak tangguhan. Pajak tersebut diakui dalam laba rugi,
     kecuali jika pajak tersebut terkait dengan transaksi atau kejadian yang langsung diakui dalam ekuitas atau
     dalam penghasilan komprehensif lain. Dalam hal ini, pajak tersebut masing-masing diakui dalam ekuitas
     atau penghasilan komprehensif lain.
     Pajak penghasilan kini dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang telah diberlakukan pada tanggal
     posisi keuangan.
     Pajak penghasilan tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer antara dasar pengenaan pajak atas
     aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya. Pajak penghasilan tangguhan diukur menggunakan tarif pajak
     yang telah berlaku atau secara substantif berlaku pada tanggal pelaporan dan yang diharapkan akan
     diterapkan pada saat aset pajak tangguhan yang bersangkutan direalisasi atau pada saat liabilitas pajak
     tangguhan diselesaikan.
     Aset pajak penghasilan tangguhan diakui apabila besar kemungkinan bahwa laba kena pajak pada masa
     mendatang akan memadai untuk mengkompensasi perbedaan temporer yang menimbulkan aset pajak
     tangguhan tersebut.
     Aset dan liabilitas pajak penghasilan tangguhan dapat saling hapus apabila terdapat hak yang berkekuatan
     hukum untuk melakukan saling hapus antara aset pajak kini dengan liabilitas pajak kini dan apabila aset
     dan liabilitas pajak penghasilan tangguhan dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama, baik atas entitas
     kena pajak yang sama ataupun berbeda dan adanya niat untuk melakukan penyelesaian saldo-saldo
     tersebut secara neto.

  r. Sewa
     Suatu kontrak mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan
     aset selama jangka waktu tertentu yang dipertukarkan dengan imbalan. Entitas menyewa aset tetap tertentu
     dengan mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa.
     Aset hak-guna diakui sebesar biaya perolehan, dikurangi dengan akumulasi penyusutan dan penurunan
     nilai. Aset hak guna disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara umur manfaat aset hak-
     guna atau masa sewa.
     Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar. Setiap pembayaran sewa
     dialokasikan antara porsi pelunasan liabilitas dan biaya keuangan. Liabilitas sewa, disajikan sebagai
     liabilitas jangka panjang kecuali untuk bagian yang jatuh tempo dalam waktu 12 bulan atau kurang yang
     disajikan sebagai liabilitas jangka pendek. Unsur bunga dalam biaya keuangan dibebankan ke laba rugi
     selama masa sewa yang menghasilkan tingkat suku bunga konstan atas sisa saldo liabilitas.




                                                     21
Page 23
                                 PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                 Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                  Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                       30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                                (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

  r. Sewa (lanjutan)
       Grup tidak mengakui aset hak guna dan liabilitas sewa untuk:
       - Sewa jangka-pendek yang memiliki masa sewa dua belas (12) bulan atau kurang; atau
       - Sewa yang asetnya bernilai rendah. Pembayaran yang dilakukan untuk sewa tersebut dibebankan ke
          laba rugi dengan dasar garis lurus selama masa sewa.

  s. Liabilitas manfaat karyawan
       Entitas mengakui liabilitas atas imbalan kerja karyawan berdasarkan Undang-Undang Cipta Kerja atau
       Perjanjian Kerja Bersama. Nilai kini liabilitas imbalan pasti, beban jasa kini dan beban jasa lalu ditentukan
       dengan menggunakan metode penilaian “Projected Unit Credit ” .
       Nilai kini liabilitas imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan estimasi arus kas di masa depan
       dengan menggunakan tingkat bunga obligasi pemerintah jangka panjang pada akhir periode pelaporan
       dalam mata uang Rupiah sesuai dengan mata uang di mana imbalan tersebut akan dibayarkan dan yang
       memiliki jangka waktu yang sesuai dengan liabilitas imbalan pensiunan yang bersangkutan.


       Pengukuran kembali yang timbul dari penyesuaian dan perubahan dalam asumsi-asumsi aktuarial langsung
       diakui seluruhnya melalui penghasilan komprehensif lainnya.
       Biaya jasa lalu yang timbul dari amendemen atau kurtailmen program diakui sebagai beban dalam laba rugi
       pada saat terjadinya.

  t.   Aset dan liabilitas pengampunan pajak
       Grup telah menerapkan PSAK 370 mengenai "Akuntansi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak". PSAK
       ini mengatur mengenai perlakuan akuntansi atas aset dan liabilitas pengampunan pajak sesuai dengan
       Undang-Undang No. 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak.

       Aset pengampunan pajak diukur sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan aset pengampunan pajak
       merupakan deemed cost dan menjadi dasar bagi Grup dalam melakukan pengukuran setelah pengakuan
       awal.
       Liabilitas pengampunan pajak diukur sebesar kewajiban kontraktual untuk menyerahkan kas atau setara
       kas untuk menyelesaikan kewajiban yang berkaitan langsung dengan perolehan aset pengampunan pajak.


       Selisih antara aset pengampunan pajak dan liabilitas pengampunan pajak diakui di ekuitas dalam pos
       tambahan modal disetor. Grup mengakui uang tebusan yang dibayarkan pada laba rugi pada periode Surat
       Keterangan disampaikan.

  u. Informasi Segmen
       Perusahaan dan Entitas Anak menyajikan segmen operasi berdasarkan informasi keuangan yang
       digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam menilai kinerja segmen dan menentukan alokasi
       sumber daya yang dimilikinya. Segmen didasarkan pada aktivitas dari setiap kegiatan operasi entitas legal
       di dalam Perusahaan dan Entitas Anak.

       Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
       - yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk
         pendapatan dan beban yang terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama);
       -   yang hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat
           keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan

       -   yang informasi keuangan yang terpisah miliknya tersedia.




                                                        22
Page 24
                                  PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                  Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                   Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                        30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                                 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

  v. Provisi
     Provisi diakui ketika Perusahaan dan Entitas Anak memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun
     konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu, kemungkinan besar Perusahaan dan Entitas Anak
     diharuskan menyelesaikan kewajiban dan estimasi andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.


     Jumlah yang diakui sebagai provisi adalah hasil estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan untuk
     menyelesaikan kewajiban kini pada akhir periode pelaporan, dengan mempertimbangkan risiko dan
     ketidakpastian yang meliputi kewajibannya. Apabila suatu provisi diukur menggunakan arus kas yang
     diperkirakan untuk menyelesaikan kewajiban kini, maka nilai tercatatnya adalah nilai kini dari arus kas.

  w. Laba Per Saham Dasar
     Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba tahun berjalan dengan jumlah rata-rata tertimbang
     saham biasa yang beredar pada tahun yang bersangkutan.
     Untuk tujuan perhitungan laba per saham dilusian, Perusahaan menyesuaikan laba atau rugi yang dapat
     diatribusikan kepada pemegang saham biasa entitas induk dan jumlah rata-rata tertimbang saham yang
     beredar, atas dampak dari seluruh instrumen berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif.

3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING

  Asumsi kelangsungan usaha

  Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa Perusahaan tetap dapat melangsungkan usahanya. laporan
  keuangan konsolidasian ini tidak mencakup penyesuaian-penyesuaian yang mungkin timbul sebagai dampak
  dari ketidakpastian tersebut.

  Estimasi dan asumsi ini memiliki risiko dan ketidakpastian; sehingga ada kemungkinan bahwa perubahan
  situasi akan mengubah proyeksi ini, yang selanjutnya dapat mempengaruhi kelangsungan usaha Perusahaan.
  Dalam keadaan seperti itu, asumsi kelangsungan usaha Perusahaan dapat berubah.

  Perusahaan telah mengidentifikasi hal-hal berikut dimana diperlukan pertimbangan, estimasi, dan asumsi dan
  dimana hasil aktual dapat berbeda dari estimasi tersebut jika menggunakan asumsi dan kondisi yang berbeda
  dan dapat mempengaruhi secara material hasil keuangan atau posisi keuangan Perusahaan yang dilaporkan
  dalam periode mendatang.

  Rugi penurunan nilai piutang

  Perusahaan menilai penurunan nilai piutang pada setiap tanggal pelaporan. Dalam menentukan apakah rugi
  penurunan nilai harus dicatat dalam laba rugi, manajemen membuat penilaian, apakah terdapat bukti objektif
  bahwa kerugian telah terjadi. Manajemen juga membuat penilaian atas metodologi dan asumsi untuk
  memperkirakan jumlah dan waktu arus kas masa depan yang direviu secara berkala untuk mengurangi
  perbedaan antara estimasi kerugian dan kerugian aktualnya.

  Pajak penghasilan dan pajak lainnya
  Pertimbangan dan asumsi diperlukan dalam menentukan besaran fasilitas pengurang pajak dan investasi
  (capital allowance ) dan pengurangan beban tertentu untuk tujuan fiskal selama proses estimasi atas
  perhitungan beban pajak penghasilan Perusahaan. Secara khusus, perhitungan beban pajak penghasilan
  Perusahaan melibatkan penafsiran terhadap peraturan perpajakan dan peraturan lainnya. Banyaknya transaksi
  dan perhitungan yang dapat menyebabkan ketidakpastian di dalam penentuan kewajiban pajak selama bisnis
  normal.




                                                        23
Page 25
                               PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                               Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                     30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                              (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)

  Pajak penghasilan dan pajak lainnya (lanjutan)
  Semua pertimbangan dan estimasi yang dibuat manajemen seperti yang diungkapkan di atas dapat
  dipertanyakan oleh Direktorat Jenderal Pajak (“DJP”) atau Auditor Pemerintah. Sebagai akibatnya, terjadi
  ketidakpastian dalam penentuan kewajiban pajak. Resolusi posisi pajak yang diambil oleh Perusahaan, dapat
  berlangsung bertahun-tahun dan sangat sulit untuk memprediksi hasil akhirnya. Apabila terdapat perbedaan
  perhitungan pajak dengan jumlah yang telah dicatat, perbedaan tersebut akan berdampak pada pajak
  penghasilan dan pajak tangguhan dalam tahun dimana penentuan pajak tersebut dibuat.


  Aset pajak tangguhan, termasuk yang timbul dari rugi fiskal, besaran capital allowance, dan perbedaan
  temporer lainnya, diakui hanya apabila dianggap lebih mungkin daripada tidak bahwa mereka dapat diterima
  kembali, dimana hal ini tergantung pada kecukupan pembentukan laba kena pajak di masa depan. Sama
  seperti “penurunan nilai aset non-keuangan” asumsi atas laba kena pajak masa depan yang dapat dihasilkan
  sangat dipengaruhi oleh estimasi dan asumsi manajemen atas volume penjualan, harga komoditas, dan lain-
  lain; yang mana terpapar risiko dan ketidakpastian, sehingga terdapat kemungkinan perubahan keadaan akan
  mengubah proyeksi laba kena pajak di masa mendatang.


  Kewajiban imbalan pascakerja
  Nilai kini kewajiban imbalan pascakerja tergantung pada beberapa faktor yang ditentukan dengan dasar
  aktuarial berdasarkan beberapa asumsi. Asumsi yang digunakan untuk menentukan biaya/(penghasilan)
  pensiun neto mencakup tingkat diskonto dan kenaikan gaji di masa datang. Adanya perubahan pada asumsi ini
  akan mempengaruhi jumlah tercatat kewajiban imbalan pascakerja.

  Perusahaan menentukan tingkat diskonto dan kenaikan gaji masa datang yang sesuai pada akhir tahun
  pelaporan. Tingkat diskonto adalah tingkat suku bunga yang harus digunakan untuk menentukan nilai kini atas
  estimasi arus kas keluar masa depan yang diharapkan untuk menyelesaikan kewajiban imbalan pascakerja.
  Dalam menentukan tingkat suku bunga yang sesuai, Perusahaan mempertimbangkan tingkat suku bunga
  obligasi pemerintah yang didenominasikan dalam mata uang imbalan akan dibayar dan memiliki jangka waktu
  yang serupa dengan jangka waktu kewajiban imbalan pascakerja yang terkait.


  Untuk tingkat kenaikan gaji masa datang, Perusahaan mengumpulkan data historis mengenai perubahan gaji
  dasar pekerja dan menyesuaikannya dengan perencanaan bisnis masa datang.

  Penurunan nilai aset nonkeuangan dan aset tetap
  Jumlah nilai yang dapat dipulihkan kembali dari sebuah aset atau kelompok aset penghasil kas diukur
  berdasarkan nilai yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual atau nilai pakai. Penentuan
  nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual atau nilai pakai mewajibkan manajemen untuk membuat estimasi dan
  asumsi atas tingkat produksi yang diharapkan dan volume penjualan, harga komoditas (mempertimbangkan
  harga saat ini dan harga masa lalu, tren harga dan faktor-faktor terkait), cadangan (lihat ‘Estimasi Cadangan’),
  biaya operasi, biaya penutupan dan rehabilitasi serta belanja modal di masa depan. Estimasi dan asumsi ini
  terpapar risiko dan ketidakpastian; sehingga terdapat kemungkinan perubahan situasi yang dapat mengubah
  proyeksi ini, sehingga dapat mempengaruhi nilai aset yang dapat dipulihkan kembali. Dalam keadaan seperti
  itu, sebagian atau seluruh nilai tercatat aset mungkin akan mengalami penurunan nilai lebih lanjut atau terjadi
  pengurangan rugi penurunan nilai yang dampaknya akan dicatat dalam laba rugi.




                                                       24
Page 26
                                 PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                 Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                  Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                       30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                                (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


4. KAS DAN SETARA KAS

  Kas dan setara kas terdiri dari:
                                                                        30 Juni 2026       31 Desember 2025

  Kas - Rupiah                                                               76.297.586          74.561.700

  Bank
  Pihak ketiga - rupiah
    PT Bank Central Asia Tbk                                              1.839.088.247        1.988.577.189
    PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                                1.495.471.781        1.903.767.359
    PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                                            68.766.616          264.989.278
    PT Bank Pan Indonesia Tbk                                                15.209.247           15.344.915
    PT Bank Bukopin Tbk                                                       7.507.499            7.587.499
     Jumlah Bank                                                          3.426.043.390        4.180.266.240

  Deposito Berjangka
  Pihak ketiga - rupiah
    PT Bank Capital                                                         502.123.288          502.301.370
    PT Bank MNC Internasional Tbk                                           500.000.000          500.000.000
     Jumlah Deposito Berjangka                                            1.002.123.288        1.002.301.370
  Jumlah                                                                  4.504.464.264         5.257.129.310

  Deposito berjangka mempunyai jangka waktu 1 bulan dan memiliki tingkat bunga berkisar antara 6,50% -
  7,25% per tahun pada 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025.

  Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 tidak terdapat bank yang dibatasi penggunaannya dan
  seluruh bank ditempatkan pada pihak ketiga.


5. PIUTANG USAHA

  Akun ini merupakan piutang atas jasa penyewaan kamar hotel dan spa, berikut fasilitas dan penunjang lainnya
  dengan rincian per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 sebagai berikut:

  a. Berdasarkan pelanggan
                                                                        30 Juni 2026       31 Desember 2025
     Pelanggan yang telah check out:
        MG BedBank                                                          379.269.200         205.822.000
        Pelanggan sektor pemerintahan                                       196.607.200          97.523.600
        Online Travel Agent                                                  51.171.750          17.253.000
        Klik N Book                                                          10.798.000          27.016.000
        Lain-lain (Saldo di bawah Rp 10.000.000)                             48.262.222         112.714.818
        Subjumlah                                                           686.108.372         460.329.418
     Pelanggan yang belum check out                                          77.237.952          75.829.938
     Kartu Kredit                                                            26.116.810             315.000
     Kartu Debit                                                              7.872.750           4.820.000
                                                                            797.335.884         541.294.356
     Provisi atas penurunan nilai                                            (6.814.042)         (6.814.042)
     Jumlah                                                                 790.521.842         534.480.314




                                                       25
Page 27
                                  PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                  Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                   Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                        30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                                 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


5. PIUTANG USAHA (Lanjutan)

  b. Berdasarkan umur

     Rincian piutang berdasarkan umur piutang per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 sebagai berikut:

                                                                         30 Juni 2026         31 Desember 2025
     1 - 30 hari                                                                725.150.594        365.799.050
     31 - 60 hari                                                                22.692.690        143.179.320
     61 - 90 hari                                                                48.992.600         23.793.334
     > 90 hari                                                                      500.000          8.522.652
     Jumlah                                                                     797.335.884        541.294.356


     Kolektibilitas piutang usaha pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                         30 Juni 2026         31 Desember 2025
     Rata-rata Piutang usaha - Bersih                                        790.521.842            534.480.314
     Penjualan                                                            10.058.573.100         20.728.192.009
     Kolektibilitas Piutang                                                 14 hari                9 hari

     Seluruh piutang usaha kepada pihak ketiga merupakan piutang kepada pelanggan dalam mata uang
     Rupiah serta tidak dikenakan jaminan dan bunga serta tidak digunakan sebagai jaminan kredit.


     Mutasi provisi penurunan nilai piutang lain-lain adalah sebagai berikut:
                                                                         30 Juni 2026         31 Desember 2025
     Saldo awal                                                                   6.814.042           4.161.434
     Penambahan (pemulihan) Penyisihan                                                    -           2.652.608
     Saldo akhir                                                                  6.814.042           6.814.042
     Manajemen berpendapat bahwa provisi penurunan nilai piutang lain-lain tersebut cukup untuk menutupi
     kerugian dari tidak tertagihnya piutang lain-lain.


6. PIUTANG LAIN-LAIN

                                                                         30 Juni 2026         31 Desember 2025
  Pihak ketiga
     Karyawan                                                                    67.657.999        106.775.000
     Piutang Bunga                                                                1.540.762          1.618.374
     Sub Jumlah                                                                  69.198.761        108.393.374
  Pihak berelasi (Catatan 12b)                                                            -           2.970.000
  Jumlah                                                                         69.198.761        111.363.374
  Bagian lancar                                                                  69.198.761        111.363.374
  Bagian tidak lancar                                                                     -                  -
  Jumlah                                                                         69.198.761        111.363.374




                                                        26
Page 28
                              PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                              Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                               Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                    30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                             (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


6. PIUTANG LAIN-LAIN (Lanjutan)
  Seluruh piutang lain-lain merupakan piutang kepada pelanggan dalam mata uang Rupiah serta tidak dikenakan
  jaminan dan bunga.
  Manajemen berkeyakinan bahwa seluruh piutang lain-lain dapat tertagih sehingga tidak perlu dilakukan
  cadangan kerugian penurunan nilai.


7. PERSEDIAAN

                                                                     30 Juni 2026      31 Desember 2025
  Makanan                                                                246.133.959          107.724.497
  Minuman                                                                 91.291.524           64.710.910
  Lain-lain                                                              345.211.308          289.573.729
  Jumlah                                                                 682.636.791          462.009.136

  Jumlah persediaan yang diakui sebagai beban masing-masing sebesar Rp636.397.594 dan Rp650.011.899
  untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 2025.
  Berdasarkan hasil penelaahan terhadap kondisi fisik dari persediaan, Manajemen berkeyakinan bahwa tidak
  perlu dilakukan penyisihan atas keusangan persediaan karena Manajemen berkeyakinan bahwa seluruh
  persediaan dapat dijual atau digunakan sesuai dengan periode peruntukannya.
  Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, persediaan tidak diasuransikan atas resiko kerugian,
  kebakaran dan bencana alam. Manajemen memahami adanya risiko yang terkait sehubungan dengan
  persediaan yang tidak diasuransikan.




8. PERLENGKAPAN

                                                                     30 Juni 2026      31 Desember 2025
  Linen                                                                1.257.259.849        1.285.802.292
  Perkakas, Alat, Bahan bakar dan supply                                 179.629.304          168.766.713
  Barang Pecah Belah                                                     165.585.591          157.757.265
  Perangkat Makan Perak                                                   34.555.278           29.795.276
  Seragam                                                                 25.410.693           29.840.810
  Lain-lain                                                               55.733.051           65.391.851
  Jumlah                                                               1.718.173.766        1.737.354.207




                                                    27
Page 29
                                             PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                             Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                              Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                                   30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                                            (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


9. UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DIMUKA

                                                                                                          30 Juni 2026                    31 Desember 2025
  Uang Muka:
    Uang muka pembelian                                                                                         149.119.115                          181.551.173
    Uang muka karyawan                                                                                            3.000.000                            3.000.000

  Biaya Dibayar Dimuka:
    Beban Tangguhan                                                                                             615.909.431                          311.322.356
    Perijinan                                                                                                   305.128.380                           69.724.525
    Asuransi                                                                                                     88.634.899                           50.684.052
    Kontrak Service                                                                                                       -                           19.252.673
    Lain-lain                                                                                                    79.023.374                           70.981.722
  Jumlah                                                                                                     1.240.815.199                           706.516.501


                                                                                                          30 Juni 2026                    31 Desember 2025
  Bagian lancar                                                                                              1.240.815.199                           706.516.501
  Bagian tidak lancar                                                                                                    -                                     -
                                                                                                             1.240.815.199                           706.516.501


10.ASET TETAP

                                                                                      30 Juni 2026

                                                                                                        Saldo Akhir Sebelum       Revaluasi
                               Saldo Awal       Penambahan       Pengurangan        Reklasifikasi                                                  Saldo Akhir
                                                                                                             Revaluasi         (Penurunan Nilai)

  Harga perolehan
  Kepemilikan langsung
      Tanah                   332.483.700.000                -   (18.761.600.000)                   -        313.722.100.000                  -    313.722.100.000
      Bangunan                 73.789.700.000                -   (17.608.500.000)                   -         56.181.200.000                  -     56.181.200.000
      Kendaraan                 8.104.140.022                -        (5.948.614)                   -          8.098.191.408                  -      8.098.191.408
      Perabot dan peralatan    17.175.816.895      436.996.446                 -                    -         17.612.813.341                  -     17.612.813.341
  Subjumlah                   431.553.356.917      436.996.446   (36.376.048.614)                   -        395.614.304.749                  -    395.614.304.749

  Aset Hak Guna
      Kendaraan                  282.600.000                 -                 -                    -            282.600.000                  -       282.600.000
  Subjumlah                      282.600.000                 -                 -                    -            282.600.000                  -       282.600.000

  Aset Tetap dalam
      Pembangunan                170.413.010         5.064.000                 -                    -            175.477.010                  -       175.477.010

  Jumlah harga
     perolehan                432.006.369.927      442.060.446   (36.376.048.614)                   -        396.072.381.759                  -    396.072.381.759


  Akumulasi penyusutan
  Kepemilikan langsung
      Bangunan                 11.105.293.846    2.431.058.756    (2.244.220.588)                   -         11.292.132.014                  -     11.292.132.014
      Kendaraan                 8.035.815.744       48.081.914                 -                    -          8.083.897.658                  -      8.083.897.658
      Perabot dan peralatan    14.492.010.387      459.754.821                 -                    -         14.951.765.208                  -     14.951.765.208
  Subjumlah                    33.633.119.977    2.938.895.491    (2.244.220.588)                   -         34.327.794.880                  -     34.327.794.880

  Aset Hak Guna
      Kendaraan                   94.200.000                 -                 -                    -             94.200.000                  -         94.200.000
  Subjumlah                       94.200.000                 -                 -                    -             94.200.000                  -         94.200.000

  Jumlah akumulasi
     penyusutan                33.727.319.977    2.938.895.491    (2.244.220.588)                   -         34.421.994.880                  -     34.421.994.880


  Nilai buku                  398.279.049.950                                                                                                      361.650.386.879




                                                                             28
Page 30
                                            PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                            Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                             Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                                  30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                                           (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


10.ASET TETAP (Lanjutan)

                                                                                  31 Desember 2025
                                                                                                       Saldo Akhir Sebelum       Revaluasi
                              Saldo Awal       Penambahan       Pengurangan        Reklasifikasi                                                  Saldo Akhir
                                                                                                            Revaluasi         (Penurunan Nilai)

  Harga perolehan
  Kepemilikan langsung
     Tanah                   332.483.700.000                -               -                  -            332.483.700.000                  -    332.483.700.000
     Bangunan                 73.789.700.000                -               -                  -             73.789.700.000                  -     73.789.700.000
     Kendaraan                 8.373.340.022                -     269.200.000                  -              8.104.140.022                  -      8.104.140.022
     Perabot dan peralatan    16.249.974.135      627.713.833      85.490.337        383.619.264             17.175.816.895                  -     17.175.816.895
  Subjumlah                  430.896.714.157      627.713.833     354.690.337        383.619.264            431.553.356.917                  -    431.553.356.917

  Aset Hak Guna
     Kendaraan                  282.600.000                 -                 -                    -            282.600.000                  -       282.600.000
  Subjumlah                     282.600.000                 -                 -                    -            282.600.000                  -       282.600.000

  Aset Tetap dalam
     Pembangunan                201.795.000       352.237.274                 -      (383.619.264)              170.413.010                          170.413.010

  Jumlah harga
     perolehan               431.381.109.157      979.951.107     354.690.337                      -        432.006.369.927                  -    432.006.369.927

  Akumulasi penyusutan
  Kepemilikan langsung
     Bangunan                  5.552.646.923    5.552.646.923               -                      -         11.105.293.846                        11.105.293.846
     Kendaraan                 8.080.561.309      224.454.435     269.200.000                      -          8.035.815.744                         8.035.815.744
     Perabot dan peralatan    13.844.502.894      732.997.830      85.490.337                      -         14.492.010.387                        14.492.010.387
  Subjumlah                   27.477.711.126    6.510.099.188     354.690.337                      -         33.633.119.977                  -     33.633.119.977

  Aset Hak Guna
     Kendaraan                   58.875.000        35.325.000                 -                    -             94.200.000                            94.200.000
  Subjumlah                      58.875.000        35.325.000                 -                    -             94.200.000                  -         94.200.000

  Jumlah akumulasi
     penyusutan               27.536.586.126    6.545.424.188     354.690.337                      -         33.727.319.977                  -     33.727.319.977

  Nilai buku                 403.844.523.031                                                                                                      398.279.049.950



  Tanah milik Perusahaan dan Entitas Anak merupakan tanah yang berlokasi di Jakarta Pusat (Pejompongan),
  Jakarta Selatan (Falatehan dan Pondok Pinang), Kepulauan Seribu, NTT (Tanjung Karoso) dan Bali (Canggu)
  dengan total area seluas masing-masing seluas 1.175.063m2 pada 31 Desember 2025 dan 2024.


  Tanah, bangunan dan perabotan dan peralatan yang berlokasi di Jalan Falatehan I No.21-22, Melawai, Jakarta
  Selatan (Sotis Falatehan) dan di Jalan Raya Kayu Tulang, Desa Canggu (Sotis Villa Canggu) digunakan oleh
  PT Dwimukti Mitra Wisata (Entitas Anak) untuk menjalankan kegiatan usaha perhotelan. Pada tahun 2025 dan
  2024, tanah dan bangunan di Jalan Falatehan tersebut dijadikan sebagai jaminan sehubungan dengan
  pinjaman bank yang diperoleh Entitas Anak dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Catatan 17).


  Atas tanah di Kepulauan Seribu, Perusahaan menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB)
  tertanggal 8 Mei 2015 dengan PT Setia utama Island atas pembelian sebuah villa dengan total area seluas
  1.500 m2 yang berlokasi di Pulau Tengah, Kepulauan Seribu dengan harga beli sebesar Rp15.800.000.000.
  Aset tersebut telah diserah terima dengan baik oleh Perusahaan melalui berita acara serah terima dengan PT
  Setia utama Island.

  Aset tanah dan bangunan villa di Kepulauan Seribut sedang dalam proses penjualan dengan cara pengalihan
  PPJB oleh Perusahaan kepada pihak berelasi.

  Pada 13 Maret 2026, Perusahaan bersama-sama PT Sungai Mas Konstruksi menandatangani Kesepakatan
  Bersama tentang Pengalihan Hak Atas Tanah Bangunan No. 175 untuk menjual, mengalihkan,
  memindahtangankan dan menyerahkan Penjualan Aset non Operasional berupa tanah dan bangunan Villa di
  Kepulauan Seribu dengan harga jual beli disepakati sebesar Rp37.500.000.000, bersifat tetap, belum termasuk
  pajak-pajak dan biaya lain-lain yang mungkin timbul dari proses penjualan ini.




                                                                         29
Page 31
                                     PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                     Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                      Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                           30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                                    (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


10.ASET TETAP (Lanjutan)

  Aset dalam penyelesaian merupakan proyek pembangunan fasilitas pendukung hotel dan bangunan
  pendukung yang masih dalam tahap penyelesaian.

  Alokasi beban penyusutan adalah sebagai berikut:
                                                                                    30 Juni 2026               30 Juni 2025
  Beban umum dan administrasi (Catatan 27)                                            2.938.895.491               3.266.898.252
  Jumlah                                                                              2.938.895.491               3.266.898.252
  Biaya perolehan aset tetap yang telah disusutkan penuh dan masih digunakan sebesar Rp19.783.172.151 dan
  Rp19.051.672.274 masing-masing pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025.

  Aset tetap tidak termasuk tanah telah diasuransikan terhadap risiko akibat kerusakan, bencana alam,
  kebakaran dan risiko lainnya pada PT Asuransi Central Asia dengan nilai pertanggungan sebesar
  Rp94.111.473.182 pada 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025. Manajemen akan meningkatkan nilai
  pertanggungan tersebut untuk menutupi kerugian yang mungkin terjadi.

  Analisis laba (rugi) terkait yang timbul dari penjualan aset tetap adalah sebagai berikut:
                                                                                    30 Juni 2026             31 Desember 2025
  Harga jual                                                                        37.500.000.000                  191.351.352
  Nilai buku                                                                        34.125.879.412                            -
       Jumlah                                                                         3.374.120.588                 191.351.352

  Perusahaan telah melakukan penilaian kembali aset tetap pada tahun 2023 dengan Laporan No.
  00068/2.0004-14/PI/03/0595/1/VI/2024 tanggal 28 Juni 2024 oleh KJPP Pung's Zulkarnain dan Rekan yang
  ditandatangani oleh Ir. Aguson Rosano. MAPPI (Cert.) Laporan penilaian tersebut dilakukan sesuai dengan
  Standar Penilaian Indonesia (SPI) yang ditentukan berdasarkan transaksi terkini dalam ketentuan yang wajar
  dan Peraturan Bapepam-LK No.VIII.C.4 tentang pedoman penilaian dan penyajian laporan penilaian properti di
  pasar modal. Penilaian kembali aset tetap untuk tanah pada tanggal 31 Desember 2023 hanya untuk tujuan
  akuntansi sesuai dengan PSAK No.16 tentang “Aset Tetap” dan tidak ditujukan untuk tujuan pajak. Penentuan
  nilai wajar dilakukan dengan metode pendekatan biaya.
                                                             31 Desember 2023
  No. Lokasi     Alamat Aset                                 Jenis Aset             Nilai Wajar              Metode Pendekatan
  1. Jakarta     Jl. Falatehan I No. 21-22                   Tanah (523 m2)                 36.262.200.000   Pendekatan Biaya
                 Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan    Bangunan (3.020 m2)            21.744.000.000   dan Pendapatan


  2.   Jakarta   Jl. Penjernihan Bendungan                   Tanah (501 m2)                29.904.700.000    Pendekatan Biaya
                 Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat           Bangunan (2.974 m2)           19.925.800.000    dan Pendapatan

  3.   Jakarta   Jl. Pinang Kuningan I No.25 Kel. Pondok     Tanah (3.027 m2)              60.181.200.000    Pendekatan Pasar
                 Pinang Kec. Kebayoran Lama Jakarta
                 Selatan

  4.   Jakarta   Lexington Apartement L : 26-06, Jl. Deplu   Bangunan - Apartemen           2.020.600.000    Pendekatan Pasar
                 Raya No. 12, Bintaro Pesanggrahan Jakarta   Lexington (68 m2)
                 Lexington Apartement L : 26-08, Jl. Deplu   Bangunan - Apartemen           2.279.400.000    Pendekatan Pasar
                 Raya No. 12, Bintaro Pesanggrahan Jakarta   Lexington (76 m2)
                 Selatan

  5.   Sumba       Desa Tanjung Karoso, Kec. Kodi, Kab.      Tanah (1.162.282 m2)         135.615.700.000    Pendekatan Pendapatan
       Barat Daya, Sumba Barat Nusa Tenggara Timur
       Nusa
       Tenggara
       Timur

  6.   Canggu,   Jalan Raya Kayutulang,                      Tanah (7.230 m2)              51.758.300.000    Pendekatan Biaya
       Bali      Desa Canggu, Kec. Kuta Utara, Kab. Badung, Bali
                                                              Bangunan (1.674 m2)          10.211.400.000    dan Pendapatan
                                                                  Jumlah                  369.903.300.000




                                                                 30
Page 32
                              PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                              Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                               Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                    30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                             (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


11.ASET LAIN-LAIN

  Rincian per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                     30 Juni 2026           31 Desember 2025
  Kas yang dibatasi penggunaannya                                      1.200.000.000             1.200.000.000
  Jumlah                                                               1.200.000.000             1.200.000.000

  Kas yang di batasi penggunaannya adalah uang jaminan sehubungan dengan pinjaman kredit investasi BNI,
  yang dapat digunakan ketika hutang sudah lunas.



12.TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI

  a. Sifat hubungan dengan pihak berelasi
     Dalam kegiatan usaha normal, Perusahaan dan Entitas Anak melakukan transaksi keuangan dengan pihak-
     pihak berelasi.

     Sifat Pihak Berelasi

     Hubungan dan jenis akun atau transaksi dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:

     No Pihak Berelasi                            Hubungan                    Sifat Saldo Akun/Transaksi
     1.    Herman Herry Adranacus       Pemegang       Saham  dan         Utang lain-lain
                                        Komisaris Utama di Entitas
                                        Anak
     2.    PT Dwimukti Graha Elektrindo Di bawah pengendali yang          Piutang lain-lain; Utang lain-lain
                                        sama dengan Perusahaan
                                        dan Entitas Anak
     3.    PT Dwimukti Inti Boga        Di bawah pengendali yang          Piutang lain-lain; Utang lain-lain
                                        sama dengan Perusahaan
                                        dan Entitas Anak
     4.    PT Sotis Hotel Manajemen     Di bawah pengendali yang          Piutang lain-lain; Utang lain-lain
                                        sama dengan Perusahaan
                                        dan Entitas Anak


  b. Piutang lain-lain

                                                                     30 Juni 2026           31 Desember 2025
     PT Sotis Hotel Manajemen                                                         -               2.970.000
       Jumlah                                                                          -              2.970.000




                                                    31
Page 33
                              PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                              Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                               Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                    30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                             (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


12.TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)

  c. Utang lain-lain

                                                                           30 Juni 2026       31 Desember 2025
     PT Dwimukti Graha Elektrindo                                          73.561.747.354       111.202.426.473
     PT Dwimukti Inti Boga                                                 16.208.571.803         9.113.366.670
     Herman Herry Adranacus                                                 5.627.698.483         5.627.698.483
     PT Sotis Hotel Manajemen                                               1.625.031.000         1.525.031.000
       Jumlah                                                                97.023.048.640     127.468.522.626
     Bagian lancar                                                          1.625.031.000        10.638.397.670
     Bagian tidak lancar                                                   95.398.017.640       116.830.124.956
       Jumlah                                                                97.023.048.640     127.468.522.626
     Persentase terhadap jumlah liabilitas                                   49,32%                47,93%

     Transaksi signifikan dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:

     PT Dwimukti Graha Elektrindo ("DGE")

     Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, saldo utang per 30 Juni 2026 menjadi sebesar
     Rp73.561.747.354 terdiri dari saldo utang PT SMK sebesar Rp49.730.807.515, PT DMW sebesar
     Rp19.594.205.811 dan saldo utang PT TKP sebesar Rp 4.236.734.028.


     a. SMK
        Perusahaan menerima pinjaman dari waktu ke waktu dari DGE dan telah melaksanakan pembayaran
        atas pinjaman tersebut kepada DGE. Pada tanggal 31 Desember 2023 sisa saldo pinjaman Perusahaan
        kepada DGE adalah sebesar Rp10.441.864.479. Atas saldo sisa hutang tersebut telah dinyatakan dalam
        Addendum Perjanjian Utang Piutang No.289/PHP/XII/2022 tertanggal 30 Desember 2022. Pinjaman
        tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya.
        Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan
        dengan cash flow Perusahaan.

        Pada tanggal 30 Desember 2024 SMK memiliki utang dan menerima pinjaman dana dari waktu ke waktu
        sebagai mana tercantum pada Perjanjian Pengakuan Hutang No. 214A/SMK-DGE/PH/XII/2024 sebesar
        Rp9.585.483.185.
        Pada tahun 2024 terdapat perjanjian pembaharuan utang (Novasi) pada 31 Desember 2024 dengan
        Nomor: 225/SMK-DGE-DMW/PPH/XXI/2024 antara PT Dwimukti Graha Elektrindo, PT Dwimukti Mitra
        Wisata dan PT Satria Mega Kencana. Perjanjian ini bertujuan untuk mengalihkan atau memindahkan
        seluruh Piutang DMW tersebut kepada DGE melalui perhitungan utang dengan nilai Utang DMW ke
        DGE.
        Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman dari DGE berdasarkan Perjanjian Pinjaman No. 005A/SMK-
        DGE/PP/I/2025 tertanggal 2 Januari 2025. Pinjaman tersebut diberikan sampai dengan paling banyak
        sebesar Rp940.000.000, berlaku selama 2 (dua) tahun terhitung sejak tanggal penandatanganan
        Perjanjian dan akan berakhir tanggal 2 Januari 2027, bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa
        biaya tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap ataupun seluruhnya
        secara sekaligus, sesuai dengan kemampuan kondisi keuangan Perusahaan.


        Berdasarkan perjanjian-perjanjian    tersebut    diatas,   saldo    utang   SMK   kepada   DGE   sebesar
        Rp49.730.807.515




                                                        32
Page 34
                              PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                              Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                               Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                    30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                             (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


12.TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)

  c. Utang lain-lain (Lanjutan)
     b. DMW
        DMW melakukan transaksi dengan pihak berelasi DGE yang meliputi transaksi pinjam-meminjam uang,
        serta pembayaran terlebih dahulu beban-beban usaha dan transaksi lainnya.

        Atas transaksi tersebut Perusahaan dan DGE tersebut telah terikat hubungan hutang piutang
        berdasarkan:
        1. Nota Kesepahaman tertanggal 29 Desember 2017 juncto Addendum Nota Kesepahaman tertangal
           31 Desember 2018 juncto Penegasan Kedua Nota Kesepahaman tertanggal 30 Desember 2022
        2. Perjanjian Penegasan Perjanjian Hutang Piutang Nomor : 191a/PPHS/XII/2021 tertanggal 31
           Desember 2021 juncto Addendum Perjanjian Hutang Piutang No.282/PPPS/XII/2022 tertanggal 30
           Desember 2022 juncto Addendum II Perjanjian Hutang Piutang No.284/DGE-DMW/PHP/XII/2023
           tertanggal 29 Desember 2023 juncto Addendum III Perjanjian Hutang Piutang Nomor : 213/DGE-
           DMW/PHP/XII/2024 tertanggal 30 Desember 2024 juncto Addendum IV Perjanjian Hutang Piutang
           Nomor : 260/DMW-DGW/PHP-Addendem/XII/2025 tertanggal 30 Desember 2025.

        Pada tanggal 30 Desember 2022 dibuat Penegasan Nota Kesepahaman antara DMW dengan DGE
        untuk melakukan Addendum II atas Nota Kesepahaman dimana para pihak sepakat untuk mengubah
        ketentuan dan menegaskan kembali pasal 2 pada MOU, sebagai berikut:
        1. Sisa utang sebesar Rp2.866.434.141 diakui oleh DGE sebagai pembayaran uang muka oleh DMW
           kepada DGE atas pembelian tanah Pondok Pinang.
        2. Sisa pembayaran sebesar Rp51.224.865.859 akan dibayarkan selambat-lambatnya pada tanggal 30
           Desember 2024 yang diikuti dengan penandatanganan Akta Jual Beli.
        3. Semua syarat dan ketentuan hutang piutang sebagaimana dinyatakan dan ditetapkan dalam
           Perjanjian terdahulu yang telah ada, selama tidak dinyatakan berubah dalam Penegasan Perjanjian,
           tetap berlaku sebagaimana adanya.

        Pada tahun 2023, uang muka yang diberikan oleh DMW senilai Rp2.866.434.141 sesuai dengan
        adendum nota kesepahaman tahun 2022 dikompensasikan menjadi pembayaran utang DMW kepada
        DGE. Yang berarti DMW tidak menjadi membeli tanah Pondok Pinang dan tidak terdapat sisa
        pembayaran yang harus dibayar oleh DMW.

        DMW menerima pinjaman dari waktu ke waktu dari DGE dan telah melaksanakan pembayaran atas
        pinjaman tersebut kepada DGE. Pada tanggal 31 Desember 2023 sisa saldo pinjaman Perusahaan
        kepada DGE adalah sebesar Rp75.717.419.658. Atas saldo sisa hutang tersebut telah dinyatakan dalam
        Addendum II Perjanjian Utang Piutang No.284/DGE-DMW/PHP/XII/2023 tertanggal 29 Desember 2023.
        Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan
        lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang
        disesuaikan dengan cash flow DMW.

        DMW menerima pinjaman dari DGE pada tanggal 30 Desember 2024 yang telah dinyatakan pada
        Addendum III Perjanjian Utang Piutang No.213/DGE-DMW/PHP/XII/2024 sebesar Rp88.425.009.260.
        Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan
        lainnya.




                                                    33
Page 35
                              PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                              Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                               Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                    30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                             (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


12.TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)

  c. Utang lain-lain (Lanjutan)

     b. DMW (Lanjutan)
        Pada tahun 2024 terdapat perjanjian pengalihan utang (Novasi) pada 31 Desember 2024 dengan
        Nomor:225/SMK-DGE-DMW/PPH/XXI/2024 antara PT Dwimukti Graha Elektrindo, PT Dwimukti Mitra
        Wisata dan PT Satria Mega Kencana. Perjanjian ini bertujuan untuk mengalihkan atau memindahkan
        seluruh Piutang DMW tersebut kepada DGE melalui perhitungan utang dengan nilai Utang DMW ke
        DGE sehingga saldo hutang DMW kepada DGE sebesar Rp11.574.205.811.

        Berdasarkan Addendum IV Perjanjian Hutang Piutang No.260/DMW-DGW/PHP-Addendem/XII/2025
        tertanggal 30 Desember 2025 DMW mengakui dan menerima pinjaman dari DGE sebesar
        Rp19.594.205.811.

        Pada tanggal 31 Desember 2018, sesuai dengan Perjanjian Pembaharuan Utang (Novasi) antara DGE,
        DMW dan Perusahaan, bahwa Perusahaan bermaksud mengalihkan sebagian utangnya dengan DGE
        menjadi utang kepada DMW dan DMW ingin melunasi sebagian utangnya kepada DGE dengan
        memperhitungkan uang muka pembelian tanah Pondok Pinang sehingga jumlah pinjaman adalah
        sebagai berikut:
        1. Saldo utang Perusahaan kepada DGE sebesar Rp28.740.395.980 telah dialihkan menjadi utang
           kepada DMW. Saldo utang Perusahaan kepada DMW per 31 Desember 2018 adalah sebesar
           Rp68.832.147.811 dan saldo utang Perusahaan kepada DGE per 31 Desember 2018 adalah sebesar
           Rp4.153.781.850.
        2. Saldo uang muka pembelian tanah Pondok Pinang sebesar Rp43.340.162.774 diperhitungkan
           dengan utang DMW kepada DGE sebesar Rp11.733.332.653 dan pengalihan atas utang
           Perusahaan kepada DGE yang diterima oleh DMW yaitu sebesar Rp28.740.395.980 sehingga saldo
           uang muka pembelian tanah Pondok Pinang per 31 Desember 2018 yaitu sebesar Rp2.866.434.141.


        Pada tanggal 30 Desember 2022 dibuat Penegasan Nota Kesepahaman antara DMW dengan DGE
        untuk melakukan Addendum II atas Nota Kesepahaman dimana para pihak sepakat untuk mengubah
        ketentuan dan menegaskan kembali pasal 2 pada MOU, sebagai berikut:
        1. Sisa utang sebesar Rp2.866.434.141 diakui oleh DGE sebagai pembayaran uang muka oleh DMW
           kepada DGE atas pembelian tanah Pondok Pinang.
        2. Sisa pembayaran sebesar Rp51.224.865.859 akan dibayarkan selambat-lambatnya pada tanggal 30
           Desember 2024 yang diikuti dengan penandatanganan Akta Jual Beli.
        3. Semua syarat dan ketentuan hutang piutang sebagaimana dinyatakan dan ditetapkan dalam
           Perjanjian terdahulu yang telah ada, selama tidak dinyatakan berubah dalam Penegasan Perjanjian,
           tetap berlaku sebagaimana adanya.
        Pada tahun 2023, uang muka yang diberikan oleh DMW senilai Rp2.866.434.141 sesuai dengan
        adendum nota kesepahaman tahun 2022 dikompensasikan menjadi pembayaran utang DMW kepada
        DGE. Yang berarti DMW tidak menjadi membeli tanah Pondok Pinang dan tidak terdapat sisa
        pembayaran yang harus dibayar oleh DMW.
        DMW menerima pinjaman dari waktu ke waktu dari DGE dan telah melaksanakan pembayaran atas
        pinjaman tersebut kepada DGE. Pada tanggal 31 Desember 2023 sisa saldo pinjaman Perusahaan
        kepada DGE adalah sebesar Rp75.717.419.658. Atas saldo sisa hutang tersebut telah dinyatakan dalam
        Addendum II Perjanjian Utang Piutang No.284/DGE-DMW/PHP/XII/2023 tertanggal 29 Desember 2023.
        Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan
        lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang
        disesuaikan dengan cash flow DMW.




                                                    34
Page 36
                              PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                              Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                               Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                    30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                             (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


12.TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
  c. Utang lain-lain (Lanjutan)

     b. DMW (Lanjutan)
        DMW menerima pinjaman dari DGE pada tanggal 30 Desember 2024 yang telah dinyatakan pada
        Addendum III Perjanjian Utang Piutang No.213/DGE-DMW/PHP/XII/2024 sebesar Rp88.425.009.260.
        Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan
        lainnya.
        Pada tahun 2024 terdapat perjanjian pengalihan utang (Novasi) pada 31 Desember 2024 dengan
        Nomor:225/SMK-DGE-DMW/PPH/XXI/2024 antara PT Dwimukti Graha Elektrindo, PT Dwimukti Mitra
        Wisata dan PT Satria Mega Kencana. Perjanjian ini bertujuan untuk mengalihkan atau memindahkan
        seluruh Piutang DMW tersebut kepada DGE melalui perhitungan utang dengan nilai Utang DMW ke
        DGE sehingga saldo hutang DMW kepada DGE sebesar Rp11.574.205.811.
        Berdasarkan Addendum IV Perjanjian Hutang Piutang No.260/DMW-DGW/PHP-Addendem/XII/2025
        tertanggal 30 Desember 2025 DMW mengakui dan menerima pinjaman dari DGE sebesar
        Rp19.594.205.811.

     c. TKP
        TKP memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Dwimukti Graha Elektrindo ("DGE") berdasarkan Perjanjian
        Hutang Piutang No. 190a/PHP/XII/2021 tertanggal 31 Desember 2021 untuk keperluan operasional.
        Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan
        lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang
        disesuaikan dengan cash flow TKP.
        Berdasarkan Addendum Perjanjian Hutang Piutang No.284/PHP/XII/2022 tertanggal 30 Desember 2022
        TKP mengakui dan menerima pinjaman dari DGE sebesar Rp2.110.516.548. Pinjaman tersebut
        diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran
        pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan cash
        flow TKP.
        Berdasarkan Addendum Perjanjian Hutang Piutang No.217/TKP-DGE/PHP/XII/2024 tertanggal 31
        Desember 2024 Perusahaan mengakui dan menerima pinjaman dari DGE sebesar Rp3.457.556.303.
        Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan
        lainnya.
        Berdasarkan Addendum Perjanjian Hutang Piutang No.355/TKP-DGE/PHP-Addendum/XII/2025
        tertanggal 31 Desember 2025 Perusahaan mengakui dan menerima pinjaman dari DGE sebesar
        Rp4.236.734.028.

     Herman Herry Adranacus ("HHA")
     a. DMW
        Berdasarkan Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham No.041/PPS/I/2015 tanggal 5 Januari 2015 antara
        DMW dengan HHA (Pihak pertama) ,dimana pihak pertama setuju untuk memberikan pinjaman
        sebanyak-banyaknya Rp4.000.000.000 yang dapat diterima sekaligus ataupun secara bertahap. Atas
        pinjaman tersebut tidak dikenakan bunga dan dibayarkan kembali setiap bulannya dengan nominal yang
        disesuaikan dengan keuangan DMW.




                                                    35
Page 37
                               PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                               Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                     30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                              (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


12.TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
  c. Utang lain-lain (Lanjutan)
     Herman Herry Adranacus ("HHA") (lanjutan)
     a. DMW (lanjutan)
        Perjanjian tersebut telah diubah beberapa kali yaitu sebagai berikut:
        1. Penegasan Pertama No.046/PPPS/I/2016 tanggal 5 Januari 2016, dimana DMW mengakui utang
           kepada pihak pertama sebesar Rp3.712.180.219. Saldo utang DMW per 31 Desember 2016 adalah
           sebesar Rp 3.712.180.219.
        2. Penegasan Kedua No.046/PPPS/I/2017 tanggal 5 Januari 2017, dimana DMW mengakui utang
           kepada pihak pertama sebesar Rp3.712.180.219. Saldo utang DMW per 31 Desember 2017 adalah
           sebesar Rp 3.712.180.219.
        3. Perubahan Perjanjian Utang Piutang No.071B/PPHP/XII/2018 tanggal 31 Mei 2018, dimana DMW
           mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp6.627.698.483. Saldo utang DMW per 31 Mei
           2018 sebesar Rp 6.627.698.483.
        4. Penegasan Perjanjian Utang Piutang No.128/PPPS/XII/2018 tanggal 31 Desember 2018, dimana
           DMW mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp6.627.698.483. Saldo utang DMW per 31
           Desember 2018 sebesar Rp6.627.698.483.
        5. Penegasan Perjanjian Utang Piutang No.185A/PPPS/XII/2021 tanggal 31 Desember 2021, dimana
           DMW mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp6.627.698.483. Saldo utang DMW per 31
           Desember 2021 sebesar Rp6.627.698.483.
        6. Penegasan Perjanjian Utang Piutang No.285/PHP/XII/2022 tanggal 30 Desember 2022, dimana
           DMW mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp6.627.698.483. Saldo utang DMW per 31
           Desember 2022 sebesar Rp6.627.698.483.
        7. Perjanjian Pembaharuan Utang (Novasi) No.279/HH-DMW/PHP/XII/2023 tanggal 29 Desember 2023,
           dimana DMW mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp5.627.698.483. Saldo utang DMW
           per 31 Desember 2023 sebesar Rp5.627.698.483.
        8. Perjanjian Utang No. 222/HH-DMW/PPH/XII/2024 tanggal 30 Desember 2024, dimana DMW
           mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp5.627.698.483. Saldo utang DMW per 31
           Desember 2025 dan 2024 sebesar Rp5.627.698.483

        Pada tahun 2025 Perusahaan mengakui dan menerima pinjaman dari Herman Hery Adranacus sebesar
        Rp5.627.698.483 berdasarkan surat Pengakuan Hutang No. 357/DMW-HH/PPH/XII/2025 tertanggal 30
        Desember 2025. Atas pinjaman tersebut tidak dikenakan bunga dan dibayarkan kembali setiap bulannya
        dengan nominal yang disesuaikan dengan keuangan Perusahaan.

     PT Sotis Hotel Manajemen ("SHM")

     Berdasarkan Perjanjian Manajemen Hotel No.0012/CTR/SHM/VIII/2018 tanggal 1 Agustus 2018 antara
     Entitas Anak (PT Dwimukti Mitra Wisata) dengan PT Sotis Hotel Manajemen (SHM), bahwa Entitas Anak
     bermaksud menggunakan merk Sotis, sistem manajemen serta jasa pengelolaan hotel dari SHM. Atas
     perjanjian ini, Entitas Anak membayar biaya pelaksanaan pekerjaan yang terdiri dari incentive management
     fee sebesar Rp70.000.000 setiap bulan untuk masing-masing hotel. Selain itu, Entitas Anak wajib
     mencadangkan 3% dari GOP (Gross Operating Profit ) hotel setiap bulannya sebagai cadangan untuk
     penggantian, penambahan dan penyempurnaan alat terpasang dan perlengkapan hotel. Dalam tahun 2025
     dan 2024, Entitas Anak membayar jasa manajemen kepada SHM masing-masing sebesar Rp1.800.000.000
     yang dicatat sebagai “Jasa Manajemen” sebagai bagian dari Beban Umum dan Administrasi (Catatan 27).


     Pada tahun 2025, biaya Jasa Manajemen (Management Fee ) yang belum dibayar atas pengoperasian Sotis
     Hotel sebesar Rp987.000.000. Terhadap biaya Jasa Manajemen (Management Fee ) ini tidak dikenakan
     biaya tambahan berupa denda dan/atau bunga atas keterlambatan pembayaran yang belum dilakukan oleh
     Perusahaan.



                                                      36
Page 38
                              PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                              Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                               Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                    30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                             (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


12.TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)

  c. Utang lain-lain (Lanjutan)

     PT Sotis Hotel Manajemen ("SHM") (lanjutan)
     Perusahaan melakukan transaksi dengan SHM yang meliputi transaksi pinjam-meminjam uang yang
     diperuntukan bagi keperluan operasional usaha. Berdasarkan Perjanjian Hutang Piutang Nomor 177/DMW-
     SHM/XII/2018 tertanggal 31 Desember 2018 dan Addendum V Perjanjian Hutang Piutang No.358/DMW-
     HH/PHP-Addendum/XII/2025 tertanggal 30 Desember 2025 Perusahaan mengakui dan menerima pinjaman
     dari DGE sebesar Rp538.031.000. Pinjaman diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan
     tanpa biaya tambahan lainnya.

     Total Utang DMW kepada SHM sebesar Rp1.625.031.000 dan Rp1.525.031.000 pada 30 Juni 2026 dan 31
     Desember 2025.

     PT Dwimukti Inti Boga ("DIB")
     Per 30 Juni 2026, saldo utang Perusahaan dan entitas anak kepada DIB sebesar Rp16.208.571.803 terdiri
     dari saldo utang SMK sebesar Rp1.088.418.514, DMW sebesar Rp13.643.861.619 dan TKP sebesar
     Rp1.476.291.670.

     a. SMK

        Berdasarkan Perjanjian Hutang Piutang No. 253/DIB-SMK/PHP/VIII/2025 tertanggal 24 Agustus 2025
        SMK mengakui dan menerima pinjaman dari DIB sebesar Rp2.802.193.381. Pinjaman tersebut diberikan
        untuk keperluan operasional DMW dengan plafond pinjaman sebesar Rp3.000.000.000, bunga 0% (nol
        persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara
        bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan cash flow Perusahaan.


     b. DMW

        Berdasarkan Perjanjian Hutang Piutang No. 209/DIB-DMW/PHP/VII/2025 tertanggal 21 Juli 2025 DMW
        mengakui dan menerima pinjaman dari DIB sebesar Rp5.471.431.619. Pinjaman tersebut diberikan
        untuk keperluan operasional DMW dengan plafond pinjaman sebesar Rp8.500.000.000, bunga 0% (nol
        persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara
        bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan cash flow Perusahaan.


     c. TKP

        Berdasarkan Perjanjian Hutang Piutang No. 195/DIB-TKP/PHP/VII/2025 tertanggal 8 Juli 2025
        Perusahaan mengakui dan menerima pinjaman dari DIB sebesar Rp839.741.670. Pinjaman diberikan
        dengan plafond sebesar Rp1.000.000.000, tidak dikenakan bunga dan tanpa biaya tambahan lainnya.
        Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan
        dengan cash flow Perusahaan.




                                                    37
Page 39
                              PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                              Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                               Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                    30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                             (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


13.UTANG USAHA

  Akun ini terdiri dari:

  a. Berdasarkan pemasok

                                                                     30 Juni 2026      31 Desember 2025
      Pihak ketiga
       Rupiah
         CV Tunggal Manik                                                 59.756.289                  -
         CV Menang                                                        56.060.506                  -
         PT Agung Mandiri Sentosa                                         52.163.072                  -
         Mulia Ditama Jaya                                                48.101.350                  -
         PT Dipa Pratama Adhikara                                         40.750.000                  -
         Karya Cipta prima                                                39.823.400                  -
         Makmur Stand Buah                                                31.778.500         15.878.700
         CHY Consulting                                                   31.142.820                  -
         Maju Bersama                                                     30.675.935                  -
         Beauty Laundry                                                   29.777.000                  -
         UD Brojo Mulyo                                                   24.835.000         22.993.360
         PT Budi Jaya Amanities                                           22.791.444                  -
         Sari Alam Supplier                                               24.761.310         37.061.375
         PT Rumah Duta Pangan                                             17.612.041                  -
         CV Wahana Sukses Makmur                                          16.740.000                  -
         PT Trijaya Agro Nusantara Indonesia                              16.350.000                  -
         PT Sentral Sari Prima Sentosa                                    15.857.675         11.747.000
         Rico, Toko Plastik                                               14.825.000                  -
         PT Seiga Plus Energy                                             14.302.000                  -
         Jeng Rince Kitchen                                               13.324.000                  -
         PT Ayana Golden Makmur                                           11.250.000                  -
         Lapak Bawang Setiawan Pamungkas                                           -         41.309.650
         CV Jasa Boga Niaga                                                        -         24.898.400
         Setya Laundry & Clean                                                     -         23.077.702
         Snack Bites                                                               -         16.976.850
         Toko Maju Bersama                                                         -         10.658.700
         PT Fitra Food International                                               -         10.002.494
         Lain-lain (Saldo dibawah Rp10.000.000)                          322.865.801        114.185.058
      Jumlah                                                             935.543.143        328.789.289




                                                    38
Page 40
                               PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                               Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                     30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                              (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


13.UTANG USAHA (Lanjutan)

  b. Berdasarkan umur
      Rincian utang usaha dikategorikan berdasarkan tanggal tertagih adalah sebagai berikut :
                                                                       30 Juni 2026         31 Desember 2025
      0 - 30 hari                                                          737.556.134            180.934.681
      31 - 60 hari                                                          86.469.388             98.823.138
      61 - 90 hari                                                          48.995.861             13.993.620
      > 90 hari                                                             62.521.760             35.037.850
      Jumlah                                                               935.543.143            328.789.289

      Seluruh utang usaha kepada pihak ketiga merupakan utang kepada pemasok dalam mata uang Rupiah per
      30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025. Seluruh utang usaha berjangka waktu 30 sampai dengan 120 hari
      dan tanpa jaminan.


14.UTANG LAIN-LAIN
  Akun ini terdiri dari:

  a. Berdasarkan pemasok

                                                                       30 Juni 2026         31 Desember 2025
      Pihak ketiga
       Rupiah
         Lainnya                                                             39.346.728            142.261.465
                                                                            39.346.728             142.261.465
      Pihak berelasi (catatan 12b)                                       97.023.048.640         127.468.522.626

      Jumlah                                                             97.062.395.368         127.610.784.091

      Bagian lancar                                                       1.664.377.728          10.780.659.135
      Bagian tidak lancar                                                95.398.017.640         116.830.124.956
                                                                         97.062.395.368         127.610.784.091

      Seluruh utang lain-lain kepada pihak berelasi dilakukan tanpa dikenakan bunga, tanpa jaminan dan jatuh
      tempo sewaktu-waktu.

15.BEBAN AKRUAL

                                                                       30 Juni 2026         31 Desember 2025
  Jasa Pelayanan                                                           532.191.707            574.011.153
  Kerusakan dan Penggantian                                                387.994.483            410.769.493
  Komisi                                                                   107.440.305             86.312.563
  Cadangan Penggantian Perlengkapan Inventaris Hotel                        95.894.613            119.845.196
  Utilitas                                                                  88.439.060             78.546.790
  Gaji dan Tunjangan                                                        71.937.155            263.228.831
  Kontrak Service                                                           45.242.325                      -
  Jasa Profesional                                                                   -            135.000.000
  Lain-lain dibawah Rp50.000.000                                           164.937.167            154.817.515
    Jumlah                                                               1.494.076.815           1.822.531.541




                                                      39
Page 41
                               PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                               Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                     30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                              (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


16.PERPAJAKAN

  a. Pajak dibayar dimuka

                                                                      30 Juni 2026         31 Desember 2025
     Perusahaan
      Pajak Pertambahan Nilai                                           2.395.666.086          4.792.311.436
     Entitas anak
      Pasal 21                                                             70.222.669             3.676.393
      Pasal 23                                                                      -            37.769.360
     Jumlah                                                             2.465.888.755          4.833.757.189

  b. Utang pajak

                                                                      30 Juni 2026         31 Desember 2025
     Perusahaan
      Pasal 21                                                             22.331.606            45.498.930
      Pasal 23                                                                683.439             5.270.941
      Pasal 4 (2)                                                          49.000.000                     -
     Entitas anak
      Pajak pembangunan 1                                                 506.970.120           495.979.595
      Pasal 21                                                             19.902.207            26.902.146
      Pasal 23                                                              3.534.830             6.089.715
      Pasal 4 (2)                                                          44.000.000            44.000.000
      Pasal 25/29                                                                   -            95.311.397
     Jumlah                                                               646.422.202           719.052.724

  c. Beban (Manfaat) Pajak Penghasilan

                                                                      30 Juni 2026         31 Desember 2025
     Pajak Kini
      Anak                                                                            -          324.191.177
      Penyesuaian Tahun Lalu                                                          -                    -
     Tangguhan
      Perusahaan                                                                      -           (28.341.565)
      Anak                                                                            -           (80.281.123)
     Jumlah                                                                           -          215.568.489


     Rekonsiliasi antara laba sebelum Pajak Penghasilan, seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi
     komprehensif, dengan taksiran laba fiskal untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31
     Desember 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                      30 Juni 2026         31 Desember 2025
     Laba / (Rugi) sebelum Pajak Penghasilan konsolidasian               (3.303.269.436)      (15.411.387.766)
     Rugi sebelum Pajak Penghasilan - Entitas anak                        3.690.283.383         5.936.184.750
     Laba / (Rugi) sebelum Pajak Penghasilan Perusahaan                    387.013.947         (9.475.203.016)

     Beda waktu:
      Selisih Penyusutan Aset Tetap Komersial dan Fiskal                              -                     -
      Beban Imbalan Kerja                                                             -          128.825.295
      Realisasi Pembayaran Manfaat                                                    -                    -
      Jumlah beda waktu                                                               -          128.825.295



                                                       40
Page 42
                                   PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                   Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                    Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                         30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                                  (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


16.PERPAJAKAN (Lanjutan)

  c. Beban (Manfaat) Pajak Penghasilan (Lanjutan)

                                                                              30 Juni 2026             31 Desember 2025
     Beda tetap:
      Jasa giro                                                                                -                   (1.754)
      Beban Penyusutan Aset Tetap yang Tidak Diakui oleh Fiskal                                -                        -
      Beban yang tidak dapat dikurangkan lain-lain                                             -              587.348.045
      Jumlah beda tetap                                                                        -              587.346.291
     Taksiran Rugi Fiskal                                                          387.013.947             (8.759.031.430)
     Rugi Fiskal Tahun sebelumnya:
      Tahun 2020                                                                              -            (8.273.978.141)
      Tahun 2021                                                                (8.912.287.273)            (8.912.287.273)
      Tahun 2022                                                                (9.302.166.990)            (9.302.166.990)
      Tahun 2023                                                                (8.167.893.601)            (8.167.893.601)
      Tahun 2024                                                                (8.280.936.546)            (8.280.936.546)
      Tahun 2025                                                                (7.978.932.234)                         -
     Taksiran Akumulasi Rugi Fiskal                                            (42.255.202.697)           (51.696.293.981)

     Rugi fiskal Perusahaan dapat dikompensasikan dengan laba kena pajak untuk periode lima tahun
     mendatang sejak kerugian fiskal terjadi. Namun, Manajemen berpendapat bahwa Perusahaan tidak akan
     memiliki laba kena pajak yang mengakibatkan akumulasi rugi fiskal tersebut dapat digunakan sebelum
     tanggal kadaluarsanya, sehingga aset pajak tangguhan atas rugi fiskal tersebut tidak diakui.

     Rekonsiliasi antara rugi sebelum pajak final dan pajak penghasilan konsolidasian dengan taksiran rugi fiskal
     Perusahaan diatas menjadi dasar dalam pengisian SPT Tahunan PPh Badan.

  d. Aset Pajak Tangguhan
     Pajak tangguhan dihitung berdasarkan pengaruh dari perbedaan temporer antara jumlah tercatat aset dan
     liabilitas menurut komersial dengan ketentuan pajak, dengan rincian perhitungan sebagai berikut:
                                                                         30 Juni 2026
                                                                Dikreditkan             Dikreditkan
                                      1 Januari 2026       (dibebankan) ke         (dibebankan) ke         30 Juni 2026
                                                          laporan laba rugi            penghasilan
                                                                                 komprehensif lain
     Perusahaan
     Liabilitas Pajak Tangguhan -
       Bersih
     Aset Tetap                        (26.264.355.311)                  -          3.723.198.810           (22.541.156.501)
     Imbalan kerja                         234.306.553                   -                      -               234.306.553
     Jumlah                            (26.030.048.758)                  -          3.723.198.810           (22.306.849.948)

     Entitas Anak
     Aset Pajak Tangguhan -
       Bersih
     Aset Tetap                         1.974.039.026                    -                         -          1.974.039.026
     Cadangan penurunan piutang             1.499.667                    -                         -              1.499.667
     Imbalan kerja                        152.913.271                    -                         -            152.913.271
     Amortisasi                           (48.082.452)                   -                         -            (48.082.452)

     Jumlah aset
       pajak tangguhan                  2.080.369.512                    -                         -          2.080.369.512
     Liabilitas Pajak Tangguhan -
       Bersih
     Aset Tetap                        (27.547.550.800)                  -                         -        (27.547.550.800)

     Jumlah Liabilitas
       pajak tangguhan                 (27.547.550.800)                  -                         -        (27.547.550.800)

                                                           41
Page 43
                                    PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                    Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                     Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                          30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                                   (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


16.PERPAJAKAN (Lanjutan)

  d. Aset Pajak Tangguhan (Lanjutan)
                                                                          30 Juni 2026
                                                                 Dikreditkan             Dikreditkan
                                       1 Januari 2026       (dibebankan) ke         (dibebankan) ke       30 Juni 2026
                                                           laporan laba rugi            penghasilan
                                                                                  komprehensif lain
     Konsolidasian

     Aset Pajak Tangguhan
      Entitas Anak :
        PT Dwimukti Mitra Wisata         2.080.369.512                    -                        -         2.080.369.512

     Liabilitas Pajak Tangguhan
       Perusahaan                       (26.030.048.758)                  -          3.723.198.810         (22.306.849.948)
       Entitas Anak :
         PT Tanjung Karoso Permai       (27.547.550.800)                  -                        -       (27.547.550.800)


     Liabilitas Pajak Tangguhan         (53.577.599.558)                                                   (49.854.400.748)
     Manfaat (Beban)
      Pajak Tangguhan                                                     -          3.723.198.810



                                                                       31 Desember 2025
                                                                 Dikreditkan             Dikreditkan
                                       1 Januari 2025       (dibebankan) ke         (dibebankan) ke     31 Desember 2025
                                                           laporan laba rugi            penghasilan
                                                                                  komprehensif lain
     Perusahaan
     Liabilitas Pajak Tangguhan -
       Bersih
     Aset Tetap                         (26.264.355.311)                  -                        -       (26.264.355.311)
     Imbalan kerja                          185.454.337          48.852.216                        -           234.306.553
     Jumlah                             (26.078.900.974)         48.852.216                        -       (26.030.048.758)

     Entitas Anak
     Aset Pajak Tangguhan -
       Bersih
     Aset Tetap                          1.974.039.026                    -                        -         1.974.039.026
     Cadangan penurunan piutang                915.735              583.932                        -             1.499.667
     Imbalan kerja                         157.676.049           14.418.050              (19.180.828)          152.913.271
     Amortisasi                           (113.361.593)          65.279.141                        -           (48.082.452)

     Jumlah aset
       pajak tangguhan                   2.019.269.217           80.281.123              (19.180.828)        2.080.369.512

     Liabilitas Pajak Tangguhan -
       Bersih
     Aset Tetap                         (27.547.550.800)                  -                        -       (27.547.550.800)

     Jumlah Liabilitas
       pajak tangguhan                  (27.547.550.800)                  -                        -       (27.547.550.800)




                                                            42
Page 44
                                    PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                    Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                     Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                          30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                                   (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


16.PERPAJAKAN (Lanjutan)

  d. Aset Pajak Tangguhan (Lanjutan)
                                                                        31 Desember 2025
                                                                 Dikreditkan             Dikreditkan
                                       1 Januari 2025       (dibebankan) ke         (dibebankan) ke    31 Desember 2025
                                                           laporan laba rugi            penghasilan
                                                                                  komprehensif lain
     Konsolidasian

     Aset Pajak Tangguhan
      Entitas Anak :
        PT Dwimukti Mitra Wisata         2.019.269.217                     -                      -         2.080.369.512

     Liabilitas Pajak Tangguhan
       Perusahaan                       (26.078.900.974)                   -                      -       (26.030.048.758)
       Entitas Anak :
         PT Tanjung Karoso Permai       (27.547.550.800)                   -                      -       (27.547.550.800)
     Liabilitas Pajak Tangguhan         (53.626.451.774)                                                  (53.577.599.558)
     Manfaat (Beban)
      Pajak Tangguhan                                            129.133.339           (19.180.828)




  e. Pengampunan Pajak

     Pada tahun 2017 dan 2016, Perusahaan dan Entitas Anak ikut berpartisipasi dalam program pengampunan
     pajak. Perusahaan dan Entitas Anak telah melaporkan Surat Pernyataan Harta untuk Pengampunan Pajak
     (SPHPP) kepada Direktorat Jenderal Pajak antara tanggal 28 September 2016 sampai dengan 31 Maret
     2017. Aset dan liabilitas pengampunan pajak yang dideklarasikan oleh Perusahaan dan Entitas Anak
     adalah sebagai berikut:

                                        Jenis Aset/Liabilitas                                            Jumlah
     Kas                                                                                                  22.205.650.000
     Bank                                                                                                     16.857.636
     Investasi dalam saham                                                                                 2.500.000.000
     Investasi dalam Saham yang Dikelompokkan dalam Aset Lepasan                                           4.950.000.000
     Tanah                                                                                                41.899.430.000
     Bangunan                                                                                              4.176.000.000
     Kendaraan                                                                                             1.798.600.000
     Utang Bank                                                                                             (516.930.801)
     Utang Lain-lain                                                                                     (11.850.000.000)
     Liabilitas Sewa Pembiayaan                                                                              (80.846.577)
      Jumlah                                                                                             65.098.760.258

     Seluruh aset dan liabilitas terkait dengan pengampunan pajak yang dideklarasikan oleh Perusahaan dan
     Entitas Anak telah diakui, diukur dan dibukukan sesuai dengan kriteria yang ditentukan dalam Pernyataan
     Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) umum.
     Perusahaan dan Entitas Anak membayar uang tebusan sebesar Rp197.500.000 pada tahun 2017 dan
     dicatat sebagai bagian dari Beban Pajak dalam akun Penghasilan (Beban) Lain-lain.




                                                            43
Page 45
                               PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                               Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                     30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                              (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


16.PERPAJAKAN (Lanjutan)

  f.   Ketetapan Pajak

       Pada 31 Desember 2025, Perusahaan menerima Surat Tagihan Pajak (”STP”) untuk berbagai jenis pajak
       tahun fiskal 2021 yang menyatakan sanksi administrasi atas keterlambatan pelaporan sebesar Rp
       2.784.599. Perusahaan telah menyetujui tagihan pajak tersebut dan dicatat sebagai beban pajak pada laba
       atau rugi tahun 2025.

        Jenis Pajak          Periode Pajak                       No. SKP                      Jumlah SKP
           PPH               Desember 2025                01066/101/25/054/CT/26                     423.140
           PPH                 Maret 2025                 00070/101/25/019/CT/25                       6.130
                                                                 TOTAL                               429.270

       Undang-undang perpajakan yang berlaku di Indonesia mengatur bahwa Perusahaan menghitung,
       menetapkan dan membayar sendiri besarnya jumlah pajak yang terutang secara individu. Berdasarkan
       peraturan perundang-undangan yang berlaku, DJP dapat menetapkan atau mengubah jumlah pajak
       terutang dalam jangka waktu 5 (lima) tahun.

       Pemerintah mengurangi tarif Pajak Penghasilan Badan menjadi 22% untuk tahun 2020-2021 dan 20%
       untuk tahun 2022 dan seterusnya, sesuai dengan Pasal 5 bagian 1 dari Perppu No. 1 tahun 2020.
       Kebijakan ini mulai berlaku sejak 31 Maret 2020, setelah dikeluarkannya Peraturan sebagai Pengganti
       Undang-Undang tentang Kebijakan Stabilitas Sistem Keuangan dan Kebijakan Sistem Keuangan
       sehubungan dengan Wabah Virus Corona 2019 (“COVID-19”) dan/atau untuk mengantisipasi ancaman
       yang akan membahayakan Ekonomi Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan Negara. Perppu
       tersebut telah diundangkan dalam Undang-undang No. 2 Tahun 2020 yang berlaku efektif 18 Mei 2020.


       Pada tanggal 29 Oktober 2021, Pemerintah menerbitkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 7 Tahun
       2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (“UU HPP”). Aturan tersebut menetapkan tarif pajak
       penghasilan badan menjadi sebesar 22% yang mulai berlaku pada tahun pajak 2022 dan seterusnya.



17.UTANG BANK

                                                                       30 Juni 2026        31 Desember 2025
  PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                                 44.800.000.000       49.900.000.000
  Dikurangi:
    Biaya Transaksi Utang Bank yang Belum
     Diamortisasi                                                          (175.331.290)         (218.554.903)
  Bagian yang Jatuh Tempo dalam Waktu Satu Tahun                       (11.023.513.816)       (10.116.517.299)
  Bagian yang Jatuh Tempo Lebih dari Satu Tahun                          33.601.154.894       39.564.927.798




                                                     44
Page 46
                               PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                               Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                     30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                              (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


17.UTANG BANK (lanjutan)

  Entitas Anak

  PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

  Berdasarkan Perjanjian Kredit No.240/JRM/PK-KI/2017 tanggal 15 Desember 2017 antara PT Dwimukti Mitra
  Wisata (Entitas Anak) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Entitas Anak mendapatkan Fasilitas
  Kredit Investasi dengan maksimum kredit sebesar Rp100.000.000.000 untuk keperluan refinancing
  pembiayaan Hotel Sotis Falatehan dan Sotis Residence Penjernihan berikut sarana prasarana, mesin dan
  perlengkapan.
  Jangka waktu kredit diberikan selama 144 bulan terhitung sejak tanggal 15 Desember 2017 sampai dengan 14
  Desember 2029. Pinjaman ini dikenakan bunga mengambang dan memiliki jadwal pembayaran atas angsuran
  pokok setiap bulannya yang berkisar antara Rp300.000.000-Rp1.300.000.000 per bulan selama jangka waktu
  kredit. Tingkat suku bunga yang dikenakan atas pinjaman di tahun 2025 dan 2024 adalah sebesar 12% per
  tahun.
  Jaminan yang diberikan atas fasilitas kredit tersebut adalah:
  - Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1458/melawai seluas 523 m2 di Jalan Falatehan I No.21 dan 22, Jakarta
    Selatan yang terdaftar atas nama PT Satria Mega Kencana (Perusahaan).
  - Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1256/bendungan hilir seluas 567 m2 di Jalan Penjernihan I No.10B,
    Jakarta Pusat yang terdaftar atas nama PT Dwimukti Graha Elektrindo.
  - Jaminan perusahaan oleh PT Satria Mega Kencana (Perusahaan) dan PT Dwimukti Graha Elektrindo.
  - Jaminan perorangan oleh Vonny Kristiani.
  Jumlah pembayaran pokok pinjaman atas fasilitas tersebut sebesar Rp5.100.000.000 dan Rp9.000.000.000
  untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025.

  Saldo utang pinjaman per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing sebesar Rp44.624.668.710 dan
  Rp49.681.445.097.

  Atas fasilitas tersebut, terdapat beberapa batasan yang tidak diperkenankan untuk dilakukan oleh Entitas Anak
  yaitu:
  a. Mengubah bentuk atau status hukum Entitas Anak, anggaran dasar, memindah tangankan saham Entitas
     Anak yang mengakibatkan perubahan pemegang saham dominan;
  b. Mengubah susunan pengurus, direksi, komisaris dan kepemilikan saham Entitas Anak;
  c. Mengadakan merger dan/atau konsolidasi;
  d. Melakukan akuisisi/pengambilalihan aset milik pihak ketiga;
  e. Mengijinkan pihak lain menggunakan Entitas Anak untuk kegiatan pihak lain;
  f. Melunasi seluruh atau sebagian utang ke pemegang saham atau perusahaan afiliasi;
  g. Menjual atau menyewakan harta kekayaan atau barang-barang agunan;




                                                     45
Page 47
                               PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                               Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                     30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                              (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


17.UTANG BANK (Lanjutan)

  Entitas Anak (Lanjutan)

  PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Lanjutan)

  Atas fasilitas tersebut, terdapat beberapa batasan yang tidak diperkenankan untuk dilakukan oleh Entitas Anak
  yaitu:
  h. Melakukan interfinancing dengan perusahaan afiliasi, induk, entitas anak tanpa underlying transaction ;

  i. Mengalihkan seluruh atau sebagian hak dan kewajiban berdasarkan perjanjian kredit kepada pihak lain;
  j. Menggunakan dana Entitas Anak untuk tujuan diluar usaha yang dibiayai dengan fasilitas kredit;
  k. Menerima fasilitas kredit baru dari bank lain;
  Atas fasilitas tersebut, terdapat beberapa batasan yang tidak diperkenankan untuk dilakukan oleh Entitas Anak
  yaitu: (lanjutan)
  l. Mengikatkan diri sebagai penjamin dan menjaminkan harta kekayaan yang telah dijaminkan kepada pihak
     lain;
  m. Membayar dividen;
  n. Melakukan likuidasi;
  o. Melakukan investasi yang melebihi proceed Entitas Anak;
  p. Membuka usaha baru yang tidak terkait dengan usaha yang telah ada;
  q. Membuat perjanjian dan transaksi tidak wajar, namun tidak terbatas pada:
     - Mengadakan atau membatalkan kontrak yang dapat mempengaruhi kelancaran usaha.
     - Mengadakan kerjasama yang mengancam keberlangsungan usaha.
     - Mengadakan transaksi dengan pihak lain dengan cara-cara yang berada di luar kebiasaan yang wajar.

  Disamping itu, terdapat juga rasio-rasio keuangan yang harus dipenuhi oleh Entitas Anak yaitu:
  a. Current Ratio (Rasio Lancar) minimal 1 kali;
  b. Debt to Equity Ratio maksimal 2,5 kali;
  c. Debt Service Coverage minimal 100%.

  Per tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, rasio-rasio keuangan DMW (Entitas Anak) sebagai berikut:


                                                                       30 Juni 2026         31 Desember 2025
  Current Ratio                                                          0,56 kali                  0,42 kali
  Debt to Equity Ratio                                                   -1,19 kali                -1,19 kali
  Debt Service Coverage                                                  -10,33%                     1,99%
  Per tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Perusahaan belum dapat memenuhi batasan Rasio Lancar
  sebesar minimal 1 kali, dan atas syarat Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt Service Coverage (DSCR).


  Pada tanggal 17 Juli 2018, Entitas Anak mendapatkan surat tertulis dari BNI No.JRM/1/365/R terkait batasan
  yang tidak diperkenankan untuk dilakukan oleh Entitas Anak, yaitu membayar dividen. Berdasarkan surat
  tersebut, Entitas Anak dapat membagi dividen tanpa persetujuan BNI selama Entitas Anak masih memenuhi
  financial convenant yang ditetapkan oleh BNI. Pemberitahuan wajib dilakukan 7 hari kerja sebelum tanggal
  efektif pembayaran dividen.




                                                      46
Page 48
                               PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                               Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                     30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                              (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


18.LIABILITAS SEWA PEMBIAYAAN

                                                                      30 Juni 2026           31 Desember 2025
  Jumlah utang sewa guna usaha                                             21.980.000               87.920.000
  Pembayaran                                                              (21.980.000)             (65.940.000)
                                                                                         -          21.980.000
  Dikurangi:
    Bagian jangka pendek                                                                 -          21.980.000

  Bagian jangka panjang                                                                  -                      -

  Liabilitas sewa pembiayaan merupakan sewa pembiayaan kepada Bank Central Asia yang dilakukan oleh
  entitas anak DMW pada unit Sotis Falatehan untuk kendaraan operasional. Jangka waktu nya adalah 3 tahun
  dengan bunga 2,66% setiap tahunnya


19.LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA

  Perusahaan dan Entitas Anak mencatat liabilitas imbalan pasca kerja sesuai UU CIPTAKERJA No.11/2020
  berdasarkan perhitungan aktuaris independen, Kantor Konsultan Aktuaria Arya Bagiastra yang dalam
  laporannya tertanggal 29 Januari 2026 dan 12 Maret 2025 untuk perhitungan per 30 Juni 2026 dan 31
  Desember 2025 dengan menggunakan metode Proyeksi Kredit Unit, dengan asumsi sebagai berikut :


                                                                      30 Juni 2026           31 Desember 2025
  Usia pensiun normal                                                                -            55 tahun
  Tingkat bunga diskonto (per tahun)                                                 -         5,56% - 6,65%
  Tingkat kenaikan gaji (per tahun)                                                  -            10,00%
  Tingkat kematian                                                                   -             TMI IV
  Tingkat cacat dari tingkat kematian                                                -        10% dari TMI IV

  Beban imbalan pasca kerja karyawan untuk 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                      30 Juni 2026           31 Desember 2025
  Biaya jasa kini                                                                        -        186.488.260
  Biaya bunga liabilitas manfaat pasti, neto                                             -        109.175.010
  Biaya terminasi                                                                        -                  -
  Pengakuan Segera dari Biaya Jasa Lalu yang Vested                                      -                  -
    Jumlah                                                                               -        295.663.270

  Mutasi liabilitas manfaat karyawan adalah sebagai berikut:
                                                                      30 Juni 2026           31 Desember 2025
  Saldo awal                                                            1.760.091.605            1.559.685.070
  Beban yang diakui di laporan laba rugi                                            -              295.663.270
  Pembayaran tahun berjalan                                                         -             (101.301.385)
  Kurtailmen                                                                        -                        -
  Penyesuaian liabilitas atas pengakuan masa kerja lalu                             -                6.044.650
    Jumlah                                                              1.760.091.605            1.760.091.605




                                                      47
Page 49
                                   PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                   Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                    Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                         30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                                  (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


19.LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA (Lanjutan)

  Jumlah tercantum pada laporan posisi keuangan yang timbul dari liabilitas Entitas dalam rangka liabilitas
  imbalan pasca kerja adalah sebagai berikut:
                                                                          30 Juni 2026         31 Desember 2025
  Nilai kini liabilitas imbalan pasti                                       1.760.091.605           1.760.091.605
    Jumlah                                                                  1.760.091.605           1.760.091.605

  Analisa sensitivitas kuantitatif untuk asumsi-asumsi yang signifikan pada tanggal 30 Juni 2026 adalah sebagai
  berikut:

                                                                              Pengaruh atas nilai kini liabilitas
                       Keterangan                        Persentase (%)
                                                                                   imbalan pasca kerja
  Tingkat diskonto
     Kenaikan                                                 1,00%                                 1.633.354.836
     Penurunan                                                1,00%                                 1.902.800.809
  Kenaikan gaji di masa depan
     Kenaikan                                                 1,00%                                 1.890.175.602
     Penurunan                                                1,00%                                 1.641.679.804



20.JAMINAN PELANGGAN

                                                                          30 Juni 2026         31 Desember 2025
  Pihak ketiga                                                                325.698.288             400.525.986
    Jumlah                                                                    325.698.288             400.525.986

  Jaminan Pelanggan merupakan uang muka atau deposit yang diberikan terlebih dahulu oleh pelanggan
  sebelum menggunakan jasa hotel.


21.MODAL SAHAM

  Berdasarkan Akta Notaris Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn No.12 tertanggal 4 Mei 2018, para pemegang
  saham Perusahaan telah menyetujui untuk:
  - Meningkatkan modal dasar Perusahaan dari semula sebesar Rp 10.000.000.000 menjadi sebesar Rp
    240.000.000.000.
  - Meningkatkan modal ditempatkan dan modal disetor Perusahaan dari semula sebesar Rp10.000.000.000
    yang terbagi atas 10.000 saham menjadi sebesar Rp60.000.000.000 yang terbagi atas 60.000 saham.
    Peningkatan modal ditempatkan dan disetor Perusahaan dilakukan dengan menerbitkan saham baru dalam
    simpanan yaitu sebanyak 50.000 saham dengan nilai nominal sebesar Rp1.000.000, seluruhnya diambil
    bagian dan disetor oleh Herman Herry Adranacus.


  Perubahan anggaran dasar Perusahaan tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
  Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.AHU-0010228.AH.01.02. Tahun 2018 tanggal 8 Mei
  2018.




                                                         48
Page 50
                              PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                              Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                               Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                    30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                             (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


21.MODAL SAHAM (Lanjutan)
  Berdasarkan Akta Notaris Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn No.27 tertanggal 9 Mei 2018, para pemegang
  saham Perusahaan telah menyetujui untuk merubah nilai nominal saham Perusahaan dari semula sebesar Rp
  1.000.000 per saham menjadi sebesar Rp 100 per saham.
  Perubahan anggaran dasar Perusahaan tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
  Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.AHU-0010551.AH.01.02. Tahun 2018 tanggal 14 Mei
  2018.

  Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diaktakan dalam Akta Notaris
  Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn No.49 tertanggal 25 Juli 2018, para pemegang saham Perusahaan
  telah menyetujui untuk:
  1. Merubah jumlah saham yang dikeluarkan dalam simpanan/portepel Perusahaan yang akan
     ditawarkan/dijual ke masyarakat melalui Penawaran Umum dari semula sebanyak-banyaknya 150.000.000
     saham baru menjadi sebanyak-banyaknya 400.000.000 saham baru dengan nilai nominal masing-masing
     saham sebesar Rp100, dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku termasuk
     peraturan Pasar Modal dan Peraturan Bursa Efek di Indonesia yang berlaku.


  2. Menerbitkan Waran Seri I sebanyak-banyaknya 200.000.000 yang diberikan secara cuma-cuma kepada
     masyarakat yang membeli saham baru dalam Penawaran Umum, dan waran ini dapat dialihkan dan/atau
     diperjualbelikan secara terpisah dari saham baru tersebut, dengan memperhatikan peraturan perundang-
     undangan yang berlaku termasuk peraturan Pasar Modal dan Peraturan Bursa Efek di Indonesia yang
     berlaku.
  3. Mencatatkan Waran Seri I dan saham-saham hasil pelaksanaan Waran Seri I pada Bursa Efek Indonesia
     serta mendaftarkan saham-saham Perusahaan dalam Penitipan Kolektif sesuai dengan Peraturan
     Kustodian Sentral Efek Indonesia.

  Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No.59 tanggal 21 September 2018 dan Akta
  Hibah Saham No.60 tanggal 22 September 2018 dari Notaris Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn., para
  pemegang saham Perusahaan menyetujui pengalihan saham dalam Perusahaan yang dimiliki oleh Herman
  Herry Adranacus kepada Stevano Rizki Adranacus sebanyak 240.000.000.
  Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Perusahaan tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak
  Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data
  Perusahaan No. AHU-AH.01.03-0245655 tanggal 24 September 2018.
  Berdasarkan Laporan dari Biro Administrasi Efek PT Adimitra Jasa Korpora, susunan pemegang saham per 30
  Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
                                                30 Juni 2026
                                            Jumlah saham
                                                                        Persentase
           Pemegang Saham                 ditempatkan dan                                  Jumlah
                                                                    kepemilikan (%)
                                             disetor penuh
  Herman Herry Adranacus                      260.000.000                    26,00%       26.000.000.000
  Stevano Rizki Adranacus                     247.967.600                    24,80%       24.796.760.000
  Indjun                                      141.895.700                    14,19%       14.189.570.000
  Vonny Kristiani                              99.000.000                     9,90%        9.900.000.000
  Cindy Angelina Adranacus                      1.000.000                     0,10%          100.000.000
  Masyarakat                                  250.140.679                    25,01%       25.014.067.900
  Jumlah                                    1.000.003.979                   100,00%      100.000.397.900




                                                    49
Page 51
                               PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                               Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                     30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                              (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


21.MODAL SAHAM (Lanjutan)

                                                31 Desember 2025
                                              Jumlah saham
                                                                          Persentase
            Pemegang Saham                  ditempatkan dan                                      Jumlah
                                                                      kepemilikan (%)
                                               disetor penuh
  Herman Herry Adranacus                         260.000.000                   26,00%           26.000.000.000
  Stevano Rizki Adranacus                        247.967.600                   24,80%           24.796.760.000
  Indjun                                         143.375.700                   14,33%           14.337.570.000
  Vonny Kristiani                                 99.000.000                    9,90%            9.900.000.000
  Cindy Angelina Adranacus                         1.000.000                    0,10%              100.000.000
  Masyarakat                                     248.660.679                   24,87%           24.866.067.900
  Jumlah                                       1.000.003.979                  100,00%          100.000.397.900

  Sesuai dengan Daftar Pemegang Saham per tanggal 31 Desember 2024, jumlah saham yang telah dikeluarkan
  oleh Perseroan dalam rangka pelaksanaan Waran sampai dengan tanggal 31 Desember 2024, adalah
  sebanyak 3.979 (tiga ribu sembilan ratus tujuh puluh sembilan) saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar
  Rp397.900 (tiga ratus sembilan puluh tujuh ribu sembilan ratus rupiah), sehingga jumlah seluruh saham yang
  telah dikeluarkan oleh Perseroan adalah sebanyak 1.000.003.979 (satu milyar tiga ribu sembilan ratus tujuh
  puluh sembilan) saham, dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp100.000.397.900 (seratus milyar tiga ratus
  sembilan puluh tujuh ribu sembilan ratus rupiah).



22.TAMBAHAN MODAL DISETOR

                                                                       30 Juni 2026         31 Desember 2025
  Agio Saham - Penawaran Umum Perdana                                   26.000.000.000          26.000.000.000
  Biaya Emisi Saham - Penawaran Umum Perdana                            (4.700.865.166)         (4.700.865.166)
    Subjumlah                                                           21.299.134.834          21.299.134.834
  Agio Saham - Saham Waran                                                   1.989.500               1.989.500
  Selisih Nilai Transaksi Rekstrukturisasi Entitas Sepengendali         (6.809.670.464)         (6.809.670.464)
    Jumlah                                                              14.491.453.870          14.491.453.870

  Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali merupakan tambahan modal disetor atas peningkatan
  modal saham Perusahaan di Entitas Anak (PT Dwimukti Mitra Wisata (DMW)). Peningkatan dilakukan melalui
  pembelian saham DMW dari Herman Herry Adranacus dan Vonny Kristiani masing-masing sebesar 1.250
  lembar saham dan 1.200 lembar saham dengan harga beli seluruhnya sebesar Rp2.450.000.000. Atas
  pembelian ini, timbul selisih antara harga pengalihan dengan proporsi nilai liabilitas bersih entitas anak pada
  saat pembelian sebesar Rp6.809.670.464 yang dicatat sebagai Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas
  Sepengendali.




                                                       50
Page 52
                                PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                 Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                      30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                               (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


23.KEPENTINGAN NON PENGENDALI

  Kepentingan non pengendali atas aset bersih entitas anak per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah
  sebagai berikut:
                                                                        30 Juni 2026         31 Desember 2025
  Vonny Kristiani                                                          9.642.001.404           9.661.855.039
    Jumlah                                                                 9.642.001.404           9.661.855.039

  Kepentingan non pengendali atas rugi bersih entitas anak:
                                                                        30 Juni 2026         31 Desember 2025
  Vonny Kristiani                                                            (94.296.718)           (191.669.423)
                                                                             (94.296.718)           (191.669.423)

  Mutasi kepentingan non pengendali adalah:
                                                                        30 Juni 2026         31 Desember 2025
  Saldo awal                                                               9.661.855.039           9.852.844.416
  Rugi Tahun Berjalan                                                        (94.296.718)           (191.669.423)
  Penyesuaian                                                                 74.443.083                       -
  Penghasilan Komprehensif Lain:
    Pengukuran Kembali Liabilitas Imbalan Kerja, Setelah Pajak                          -                  680.046
                                                                           9.642.001.404           9.661.855.039


24.PENDAPATAN USAHA

  Penjualan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 adalah sebagai
  berikut:

                                                                        30 Juni 2026             30 Juni 2025
  Pendapatan Hotel
    Kamar                                                                  6.428.875.171           6.398.186.923
    Makanan dan Minuman                                                    3.520.626.455           2.790.605.108
    Lain-lain                                                                 41.575.193              39.761.226
    Subjumlah                                                              9.991.076.819           9.228.553.257
  Pendapatan Spa                                                              67.496.281              70.571.281
    Jumlah                                                               10.058.573.100            9.299.124.538

  Pendapatan kamar merupakan pendapatan atas penggunaan kamar hotel Sotis Falatehan, hotel Sotis
  Penjernihan dan Sotis Villa Canggu.
  Pendapatan makanan dan minuman merupakan pendapatan atas penjualan dari restoran dan bar hotel Sotis
  Falatehan, hotel Sotis Penjernihan dan Sotis Villa Canggu.
  Pendapatan lain-lain merupakan pendapatan dari telepon, laundry, business center , listrik dan parkir.


  Tidak terdapat pendapatan dari pihak berelasi maupun pelanggan dengan transaksi lebih dari 10% total nilai
  pendapatan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 2025.




                                                       51
Page 53
                              PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                              Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                               Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                    30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                             (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


25.BEBAN POKOK PENDAPATAN

  Beban pokok pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 adalah
  sebagai berikut:

                                                                     30 Juni 2026      30 Juni 2025
  Beban Hotel
    Gaji dan Tunjangan                                                 1.689.272.711     1.467.852.646
    Makanan dan Minuman                                                1.383.963.604       865.804.919
    Perlengkapan Kantor dan Rumah                                        270.290.055       220.552.671
    Internet dan TV Kabel                                                250.182.013       216.500.662
    Reservasi                                                            192.162.540       287.651.004
    Pemeliharaan                                                         189.436.046       158.658.537
    Bahan Bakar                                                          120.527.921        66.607.055
    Penyisihan Perlengkapan dan Alat                                      15.529.481        20.246.887
    Lain-lain                                                            123.135.418        43.477.396
    Subjumlah                                                          4.234.499.789     3.347.351.777
  Beban Operasional Spa                                                   43.339.748        36.509.524
    Jumlah                                                             4.277.839.537     3.383.861.301

  Sampai dengan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 tidak terdapat transaksi
  dengan pihak berelasi maupun transaksi dengan pemasok yang berjumlah lebih dari 10% dari jumlah beban
  konsolidasian.


26.BEBAN PENJUALAN

  Beban penjualan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 adalah sebagai
  berikut:
                                                                 30 Juni 2026         30 Juni 2025
  Gaji dan tunjangan                                                     377.834.700      315.608.134
  Iklan dan Promosi                                                       52.139.582       29.219.014
  Komisi                                                                  42.000.000       25.500.000
  Transportasi dan Perjalanan Dinas                                       35.335.830       32.688.600
  Lain-lain                                                               53.721.053       61.661.011
  Jumlah                                                                 561.031.165      464.676.759




                                                    52
Page 54
                                PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                 Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                      30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                               (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


27.BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI

  Beban umum dan administrasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 adalah
  sebagai berikut:

                                                                       30 Juni 2026       30 Juni 2025
  Gaji dan Tunjangan                                                     3.582.660.052     3.425.831.513
  Penyusutan dan Amortisasi (catatan 10)                                 2.938.895.491     3.266.898.252
  Jasa Manajemen                                                         1.080.000.000       900.000.000
  Listrik, Air dan Telekomunikasi                                          796.534.557       748.038.037
  Keamanan                                                                 608.690.149       467.840.800
  Jasa Profesional                                                         440.202.000       220.692.619
  Pajak Bumi Bangunan                                                      437.299.510       432.829.362
  Perbaikan dan Pemeliharaan                                               377.253.799       439.138.268
  Perijinan dan Legalitas                                                  202.370.979       325.096.511
  Transportasi dan Perjalanan Dinas                                        101.884.252       108.756.716
  Asuransi                                                                  88.129.804       114.252.064
  Cadangan Penggantian Perlengkapan Inventaris Hotel                        63.441.395        55.928.576
  Perlengkapan Kantor dan Rumah                                             52.546.054        33.979.137
  Administrasi Bank                                                         46.778.906        49.618.223
  Lain-lain                                                                468.092.791       398.869.553
  Jumlah                                                                11.284.779.739    10.987.769.631


28.BEBAN KEUANGAN

                                                                       30 Juni 2026       30 Juni 2025
  Beban Bunga Pinjaman Bank                                              2.337.750.697     2.786.818.588
  Beban Bunga dari Liabilitas Sewa Pembiayaan                                4.829.187        22.552.686
  Biaya Administrasi Bank                                                    2.646.924         2.084.100
  Jumlah                                                                 2.345.226.808     2.811.455.374



29.PENDAPATAN LAIN-LAIN

                                                                       30 Juni 2026       30 Juni 2025
  Laba Penjualan Aset Tetap                                              5.116.718.686       191.351.352
  Pajak Penghasilan                                                         43.806.493                 -
  Laba / (Rugi) Selisih Kurs                                               (73.499.867)     (134.328.661)
  Cashback Asuransi                                                                  -         9.122.266
  Jumlah                                                                 5.087.025.312        66.144.957




                                                      53
Page 55
                               PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                               Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                     30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                              (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


30.NILAI WAJAR DARI INSTRUMEN KEUANGAN

  Instrumen keuangan yang disajikan di dalam laporan posisi keuangan dicatat sebesar nilai wajar, atau disajikan
  dalam jumlah tercatat apabila jumlah tersebut adalah kurang lebih sebesar nilai wajarnya atau karena nilai
  wajarnya tidak dapat diukur secara handal.

  Manajemen menetapkan bahwa nilai tercatat kas dan setara kas, saldo bank yang dibatasi penggunaannya,
  piutang usaha, piutang lain-lain, uang muka pembelian, utang usaha, utang lain-lain, beban yang masih harus
  dibayar, utang pembelian aset tetap dan liabilitas sewa kurang lebih sebesar nilai wajarnya karena instrumen
  keuangan tersebut sebagian besar berjangka pendek.

  Tabel berikut menyajikan aset dan liabilitas keuangan Entitas pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember
  2025:

                                               30 Juni 2026                           31 Desember 2025
                                   Nilai tercatat          Nilai wajar     Nilai tercatat            Nilai wajar

  Aset Keuangan
    Kas dan Setara Kas               4.504.464.264        4.504.464.264       5.257.129.310            5.257.129.310
    Piutang usaha                      790.521.842          790.521.842         534.480.314              534.480.314
    Piutang lain-lain                   69.198.761           69.198.761         111.363.374              111.363.374
    Aset lain-lain                   1.200.000.000        1.200.000.000       1.200.000.000            1.200.000.000
  Jumlah                             6.564.184.867        6.564.184.867       7.102.972.998            7.102.972.998

  Liabilitas Keuangan
     Utang Usaha                       935.543.143          935.543.143         328.789.289              328.789.289
     Utang lain-lain                97.062.395.368       97.062.395.368     127.610.784.091          127.610.784.091
     Beban akrual                    1.494.076.815        1.494.076.815       1.822.531.541            1.822.531.541
     Jaminan pelanggan                 325.698.288          325.698.288         400.525.986              400.525.986
     Pinjaman bank                  44.624.668.710       44.624.668.710      66.700.000.000           66.700.000.000
     Liabilitas sewa                             -                    -          21.980.000               21.980.000
  Jumlah                           144.442.382.324      144.442.382.324     196.884.610.907          196.884.610.907

  Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk
  mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran
  nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas terjadi:


  a. Di pasar utama untuk aset dan liabilitas tersebut, atau
  b. Jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut.
  Grup harus memiliki akses ke pasar utama.
  Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika
  menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam
  kepentingan ekonomi terbaiknya.

  Pengukuran nilai wajar atas aset non-keuangan mempertimbangkan kemampuan pelaku pasar dalam
  menghasilkan keuntungan ekonomi dengan penggunaan aset pada kemampuan tertinggi dan terbaik aset atau
  dengan menjualnya ke pelaku pasar yang lain yang akan menggunakan aset di kemampuan tertinggi dan
  terbaik.

  Grup menggunakan teknik penilaian yang tepat sesuai keadaan dan di mana tersedia kecukupan data untuk
  mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan
  meminimalisir penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.




                                                         54
Page 56
                                   PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                   Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                    Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                         30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                                  (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


30.NILAI WAJAR DARI INSTRUMEN KEUANGAN (Lanjutan)

  PSAK 107, "Instrumen Keuangan: Pengungkapan", mensyaratkan pengungkapan atas pengukuran nilai wajar
  dengan tingkat hirarki nilai wajar sebagai berikut:
  (i)     Harga kuotasian (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik (tingkat 1);
  (ii)    Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam tingkat 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau
          liabilitas, baik secara langsung (misalnya harga) atau secara tidak langsung (misalnya deviasi dari harga)
          (tingkat 2), dan;
  (iii)   Input untuk aset atau liabilitas yang bukan berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi (input yang
          tidak dapat diobservasi) (tingkat 3).
  Nilai wajar untuk instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif ditentukan berdasarkan kuotasi nilai
  pasar pada tanggal pelaporan. Instrumen keuangan ini termasuk dalam tingkat 1.

  Nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif ditentukan dengan menggunakan
  teknik penilaian tertentu. Teknik tersebut menggunakan data pasar yang dapat diobservasi sepanjang tersedia,
  dan seminimal mungkin mengacu pada estimasi. Apabila seluruh input signifikan atas nilai wajar dapat
  diobservasi, instrumen keuangan ini termasuk dalam tingkat 2.

  Jika satu atau lebih input yang signifikan tidak berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi, maka instrumen
  tersebut masuk ke dalam tingkat 3.

  Entitas tidak mempunyai aset dan liabilitas keuangan yang diukur dan diakui pada nilai wajar (tingkat 1 dan 2).
  Berikut ini adalah metode dan asumsi yang digunakan dalam mengestimasi nilai wajar dari setiap golongan
  instrumen keuangan Entitas:
  1. Kas dan setara kas, saldo bank yang dibatasi pengguaannya, piutang usaha, dan piutang lain-lain. Untuk
     aset keuangan yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, nilai tercatat aset keuangan tersebut
     dianggap telah mencerminkan nilai wajar dari aset keuangan tersebut.
  2. Utang usaha, utang lain-lain dan beban yang masih harus dibayar.
     Seluruh liabilitas keuangan di atas merupakan liabilitas yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 bulan
     sehingga nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut telah mencerminkan nilai wajar.
  3. Liabilitas sewa dan utang pembelian aset tetap
     Liabilitas keuangan di atas memiliki suku bunga variabel yang disesuaikan dengan pergerakan suku bunga
     pasar sehingga jumlah terutang liabilitas keuangan tersebut telah mendekati nilai wajar.

31.MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN

  Risiko keuangan utama yang dihadapi oleh Grup adalah risiko kredit, risiko likuiditas, risiko mata uang dan
  risiko suku bunga. Grup mencoba untuk meminimalkan potensi dampak negatif dari risiko-risiko di atas melalui
  pendekatan manajemen risiko.

  (i)     Risiko kredit

          Risiko kredit adalah di mana salah satu pihak atas instrumen keuangan akan gagal memenuhi liabilitasnya
          dan mengakibatkan pihak lain mengalami kerugian keuangan.
          Instrumen keuangan Grup yang mempunyai potensi atas risiko kredit terdiri dari kas dan setara kas di
          bank dan piutang usaha. Jumlah eksposur risiko kredit maksimum sama dengan nilai tercatat atas akun-
          akun tersebut.

          Untuk risiko kredit yang berhubungan dengan bank, hanya bank-bank dengan predikat baik yang dipilih.
          Selain itu, kebijakan Grup adalah untuk tidak membatasi eksposur hanya kepada satu institusi tertentu,
          sehingga Grup memiliki kas dan setara kas di bank dan piutang di berbagai institusi (catatan 4, 5, 6 dan
          12).




                                                           55
Page 57
                                      PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                      Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                       Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                            30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                                     (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


31.MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
  (i)    Risiko kredit (lanjutan)

                                                                                      30 Juni 2026           31 Desember 2025
         Kas dan setara kas                                                              4.504.464.264            5.257.129.310
         Piutang usaha                                                                     790.521.842              534.480.314
         Piutang lain-lain                                                                  69.198.761              111.363.374
         Aset lain-lain                                                                  1.200.000.000            1.200.000.000
         Jumlah                                                                          6.564.184.867            7.102.972.998

         Pada tanggal pelaporan, eksposur maksimum Grup terhadap risiko kredit adalah sebesar nilai tercatat
         masing-masing kategori aset keuangan yang disajikan pada laporan posisi keuangan.


         Tabel berikut menganalisis aset keuangan berdasarkan jatuh tempo:
                                                                         30 Juni 2026
                               Belum jatuh                              Jatuh Tempo
                                                                                                                    Jumlah
                                 tempo            < 30 hari            30 - 90 hari          > 90 hari
           Kas dan
             Setara Kas                   -     4.504.464.264                     -                      -         4.504.464.264
           Piutang usaha        487.267.142       160.645.500            22.692.690             49.492.600           720.097.932
           Piutang lain-lain              -                 -                     -                      -                     -
           Aset lain-lain                 -                 -                     -          1.200.000.000         1.200.000.000
         Jumlah                 487.267.142     4.665.109.764            22.692.690          1.249.492.600         6.424.562.196



                                                                       31 Desember 2025
                               Belum jatuh                               Jatuh Tempo
                                                                                                                    Jumlah
                                 tempo            < 30 hari             30 - 90 hari         > 90 hari
         Kas dan
           Setara Kas          5.722.483.612                  -                   -                      -         5.722.483.612
         Piutang usaha           487.712.967                  -         112.436.865                      -           600.149.832
         Piutang lain-lain        54.224.551                  -                   -                      -            54.224.551
         Aset lain-lain        1.200.000.000                  -                   -                      -         1.200.000.000
         Jumlah                7.464.421.130                  -         112.436.865                      -         7.576.857.995


  (ii)   Risiko likuiditas
         Risiko likuiditas adalah risiko di mana Grup akan mengalami kesulitan dalam rangka memperoleh dana
         untuk memenuhi komitmennya terkait dengan instrumen keuangan.
         Liabilitas keuangan terdiri dari:

                                                                                      30 Juni 2026           31 Desember 2025
         Utang usaha                                                                       935.543.143              328.789.289
         Beban akrual                                                                    1.494.076.815            1.822.531.541
         Liabilitas sewa                                                                             -               21.980.000
         Utang lain-lain                                                                97.062.395.368          127.610.784.091
         Pinjaman bank                                                                  44.624.668.710           66.700.000.000
         Jumlah                                                                        144.116.684.036          196.484.084.921




                                                                  56
Page 58
                                    PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                    Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                     Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                          30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                                   (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


31.MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)

  (ii)    Risiko likuiditas (lanjutan)

          Grup mengelola risiko likuiditas dengan mempertahankan kas yang mencukupi untuk memungkinkan
          Grup dalam memenuhi komitmen Grup untuk operasi normal Grup. Selain itu Grup juga melakukan
          pengawasan proyeksi dan arus kas aktual secara terus menerus serta pengawasan tanggal jatuh tempo
          aset dan liabilitas keuangan.


  (iii)   Risiko nilai tukar mata uang asing

          Risiko mata uang adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan yang disebabkan perubahan nilai tukar
          nilai mata uang asing.

          Grup melakukan transaksi-transaksi dengan menggunakan mata uang asing, diantaranya adalah
          transaksi penjualan, pembelian dan pinjaman Entitas. Entitas harus mengkonversikan Rupiah ke mata
          uang asing, terutama Dolar Amerika Serikat, untuk memenuhi kebutuhan liabilitas dalam mata uang asing
          pada saat jatuh tempo. Fluktuasi nilai tukar mata uang Rupiah terhadap mata uang Dolar Amerika Serikat
          dapat memberikan dampak pada kondisi keuangan Entitas.


          Grup mengelola risiko mata uang dengan melakukan pengawasan terhadap fluktuasi nilai tukar mata uang
          secara terus-menerus sehingga dapat melakukan tindakan yang tepat untuk mengurangi risiko mata uang.



  (iv)    Risiko suku bunga

          Risiko suku bunga adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan yang disebabkan perubahan suku
          bunga pasar.
          Grup memiliki risiko bunga terutama karena melakukan pinjaman. Grup melakukan pengawasan terhadap
          dampak pergerakan suku bunga untuk meminimalisasi dampak negatif terhadap Grup.
          Utang yang berdampak bunga terdiri dari:

                                                                           30 Juni 2026       31 Desember 2025
          Utang bank                                                         44.624.668.710        49.681.445.097
          Liabilitas sewa                                                                 -            21.980.000
          Jumlah                                                             44.624.668.710        49.703.425.097

  (v)     Risiko harga

          Risiko harga adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan sebagai akibat perubahan harga pasar,
          terlepas apakah perubahan tersebut disebabkan oleh faktor-faktor spesifik dari instrumen individual atau
          penerbitnya atau faktor-faktor yang mempengaruhi seluruh instrumen yang diperdagangkan di pasar.

          Perusahaan mengelola risiko harga dengan melakukan pengawasan internal oleh manajemen secara
          berkelanjutan.




                                                          57
Page 59
                                   PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                   Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                    Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                         30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                                  (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


32.PENGELOLAAN MODAL

  Tujuan utama pengelolaan modal Grup adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal yang sehat untuk
  mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham.

  Grup dipersyaratkan oleh Undang-Undang No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, efektif sejak 2007,
  untuk mengalokasikan sampai dengan 20% dari modal saham diterbitkan dan dibayar penuh ke dalam dana
  cadangan yang tidak boleh didistribusikan. Persyaratan permodalan eksternal tersebut telah dipertimbangkan
  oleh Grup bahwa pembentukan dana cadangan belum bisa dilakukan.

  Grup mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, bila diperlukan, berdasarkan perubahan
  kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Grup dapat mengusahakan
  pendanaan melalui pinjaman. Tidak ada perubahan atas tujuan, kebijakan maupun proses selama tahun yang
  berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025.
  Grup mengawasi modal dengan menggunakan rasio pengungkit, dengan membagi jumlah utang yang
  berdampak bunga dengan jumlah ekuitas. Kebijakan Grup adalah menjaga rasio pengungkit dalam kisaran dari
  perusahaan terkemuka di Indonesia untuk mengamankan akses terhadap pendanaan pada biaya yang
  rasional. Termasuk dalam total pinjaman berdampak bunga adalah liabilitas sewa dan utang pembelian aset
  tetap.

  Rasio pengungkit pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
                                                                          30 Juni 2026          31 Desember 2025
  Utang bank                                                                44.624.668.710          49.681.445.097
  Liabilitas sewa                                                                        -              21.980.000
  Dikurangi: Kas dan setara kas                                             (4.504.464.264)         (5.257.129.310)
  Utang Bersih                                                              40.120.204.446          44.446.295.787
  Jumlah Ekuitas                                                           179.699.158.890         179.279.229.602
  Rasio pengungkit                                                           22,33%                  24,79%



33.RUGI PER SAHAM DASAR

                                                                           30 Juni 2026         31 Desember 2025

  Laba / (Rugi) untuk perhitungan Rugi Bersih per saham                      (3.303.269.436)       (15.626.956.255)
  Jumlah Lembar Saham
  Jumlah Rata-rata Tertimbang Saham Biasa yang Beredar
    untuk perhitungan Rugi Bersih per saham Dasar                             1.000.000.000          1.000.000.000
  Pengaruh Efek Berpotensi Saham Biasa yang Dilutif -
    Waran                                                                      199.996.021            199.996.021
  Jumlah Rata-rata Tertimbang Saham Biasa untuk
    Perhitungan Rugi Bersih per Saham Dilusian                                 800.003.979            800.003.979

  Rugi per saham:
  - Dasar                                                                              (3,30)                 (15,63)
  - Dilusian                                                                           (4,13)                 (19,53)




                                                          58
Page 60
                               PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                               Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                     30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                              (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


34.KELANGSUNGAN USAHA

  Dalam mempertimbangkan asumsi kelangsungan usaha, Manajemen telah mengevaluasi kondisi keuangan
  dan kinerja operasional Perusahaan serta faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi industri perhotelan
  selama tahun 2025 dan proyeksi tahun 2026. Berdasarkan evaluasi tersebut, Manajemen berkeyakinan bahwa
  Perusahaan memiliki kemampuan untuk mempertahankan kelangsungan usahanya.
  Sehubungan dengan hal tersebut, Manajemen telah dan akan terus melaksanakan langkah-langkah berikut:

  1. Penguatan pengendalian internal dan manajemen risiko keuangan
      Perusahaan menerapkan kebijakan pengendalian biaya yang lebih ketat, peningkatan monitoring
      operasional, serta penggunaan asumsi pendapatan yang konservatif dalam perencanaan bisnis guna
      menjaga likuiditas dan stabilitas keuangan.
  2. Optimalisasi kinerja hotel yang beroperasi
      Manajemen berupaya mempertahankan tingkat okupansi dan meningkatkan rata-rata tarif kamar (Average
      Room Rate ) melalui strategi segmentasi pasar, pengelolaan harga (yield management ), serta peningkatan
      kualitas layanan.
  3. Diversifikasi sumber pendapatan
      Untuk mengurangi ketergantungan pada pendapatan kamar, Perusahaan mengembangkan lini usaha Food
      & Beverage , acara sosial, dan kegiatan komunitas guna meningkatkan stabilitas arus kas dan mengurangi
      volatilitas pendapatan.
  4. Pemeliharaan dan revitalisasi aset tetap hotel
      Perusahaan melaksanakan program pemeliharaan dan penyegaran kamar serta fasilitas hotel secara
      terencana dan terkendali dalam batas anggaran yang disetujui, guna menjaga nilai ekonomis aset dan daya
      saing jangka panjang.
  5. Peningkatan efisiensi operasional
      Pada unit usaha yang terdampak penurunan permintaan, Manajemen menerapkan strategi operasional
      yang berfokus pada efisiensi biaya, pengendalian anggaran, dan perlindungan margin operasional.
  6. Penguatan pendapatan non-kamar
      Perusahaan meningkatkan kontribusi pendapatan non-kamar melalui pengembangan konsep lifestyle               ,
      pengalaman tamu, serta inovasi produk dan layanan bernilai tambah.
  7. Pengelolaan aset strategis jangka panjang (Tanjung Karoso Permai, Sumba)
      Aset tersebut diklasifikasikan sebagai investasi strategis jangka panjang. Perusahaan menerapkan
      pendekatan kemitraan selektif untuk potensi pengembangan hotel ultra-luxury , guna memitigasi risiko
      kebutuhan modal dan menjaga fleksibilitas keuangan. Aset ini tidak diandalkan sebagai sumber arus kas
      jangka pendek.
  8. Pengembangan segmen MICE dan acara sosial
      Perusahaan memperluas pemasaran ke segmen swasta, termasuk wedding , acara korporasi, dan kegiatan
      MICE, untuk mengurangi ketergantungan pada proyek pemerintah.
  9. Pengembangan lini usaha berisiko rendah
      Manajemen merencanakan kerja sama exclusive outside catering untuk ballroom di Jakarta guna
      menambah sumber pendapatan tanpa menimbulkan kebutuhan belanja modal yang signifikan.
  10. Perencanaan usaha tahun 2026 berbasis risiko
      Mengingat potensi ketidakpastian pasar, Perusahaan menyusun rencana bisnis 2026 dengan menekankan
      diversifikasi pendapatan, efisiensi biaya, dan kehati-hatian dalam investasi guna mendukung keberlanjutan
      usaha.

  Berdasarkan langkah-langkah di atas serta proyeksi keuangan yang telah disusun, Manajemen menilai bahwa
  Perusahaan memiliki kemampuan untuk melanjutkan usahanya sebagai entitas yang berkelanjutan (going
  concern ).




                                                     59
Page 61
                              PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                              Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                               Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                    30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
                             (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


35.PERISTIWA SIGNIFIKAN

  a. Perjanjian sewa
     Sotis Falatehan

     Berdasarkan perjanjian sewa menyewa dengan pihak berelasi No. 212/LGL-PSM/XII/2024 tanggal 30
     Desember 2024, Entitas Anak menyewa tanah dan bangunan di Jalan Falatehan I Nomor 21-22, Melawai,
     Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yang dipakai untuk Hotel Sotis Falatehan.

     Perjanjian sewa menyewa tersebut berlaku 3 tahun sejak tanggal 1 Januari 2025 sampai dengan 31
     Desember 2027 dengan nilai sebesar Rp245.000.000 per tahun Perjanjian tersebut dapat diperpanjang
     setiap tahun berikutnya.

     Sotis Canggu

     Berdasarkan perjanjian sewa menyewa dengan pihak berelasi No. 210/LGL-PSM/XII/2024 tanggal 30
     Desember 2024, Entitas Anak menyewa tanah dan bangunan di Jalan Raya Kayu Tulang, Banjar Kayu
     Tulang, Canggu, Kuta Utara, Badung yang dipakai untuk Sotis Villa Canggu.

     Perjanjian sewa menyewa tersebut berlaku 3 tahun sejak tanggal 1 Januari 2025 sampai dengan 31
     Desember 2027 dengan nilai sebesar Rp245.000.000 per tahun Perjanjian tersebut dapat diperpanjang
     setiap tahun berikutnya.

     Sotis Residence Penjernihan

     Berdasarkan perjanjian sewa menyewa dengan pihak berelasi No. 211/LGL-PSM/XII/2022 tanggal 30
     Desember 2024., Entitas Anak menyewa tanah dan bangunan di Jalan Penjernihan I No. 10B, Bendungan
     Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat yang dipakai untuk Sotis Residence Penjernihan.

     Perjanjian sewa menyewa tersebut berlaku 3 tahun sejak tanggal 1 Januari 2025 sampai dengan 31
     Desember 2027 dengan nilai sebesar Rp245.000.000 per tahun Perjanjian tersebut dapat diperpanjang
     setiap tahun berikutnya.

  b. Peristiwa Kontinjensi
     Peristiwa kontinjensi antara lain : karakteristik aset atau liabilitas kontinjensi; estimasi dari dampak
     keuangannya; indikasi tentang ketidakpastian yang terkait dengan jumlah atau waktu arus keluar sumber
     daya; dan kemungkinan penggantian oleh pihak ketiga tidak ada.

  c. Pada 13 Maret 2026, Perusahaan bersama-sama PT Sungai Mas Konstruksi menandatangani
     Kesepakatan Bersama tentang Pengalihan Hak Atas Tanah Bangunan No. 175 untuk menjual,
     mengalihkan, memindahtangankan dan menyerahkan Penjualan Aset non Operasional berupa tanah dan
     bangunan Villa di Kepulauan Seribu dengan harga jual beli disepakati sebesar Rp37.500.000.000, bersifat
     tetap, belum termasuk pajak-pajak dan biaya lain-lain yang mungkin timbul dari proses penjualan ini.

36.KEJADIAN SETELAH TANGGAL LAPORAN POSISI KEUANGAN

  Menurut manajemen, terdapat kejadian penting yaitu rencana aksi korporasi yang akan dilakukan oleh
  Perseroan:

  1. Perseroan berencana untuk meminta persetujuan pemegang saham atas rencana aksi korporasi berupa
     Penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) serta perubahan
     anggota Direksi dan Dewan Komisaris. Proses yang sudah dilakukan sampai laporan ini terbit adalah
     Pengumuman RUPSLB kepada Publik.




                                                    60

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.13 MB
Published31 Jul 2026
Pages61
Characters225,672
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 56 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PT SATRIA MEGA KENCANA p.2 ×182
linked — Herman Herry Adranacus. p.9 ×13
linked — Vonny Kristiani p.10 ×10
linked person Stevano Rizki Adranacus · Komisaris Utama p.11 ×5
linked person Husni Heron · Komisaris Independen p.11 ×5
linked person Victor Agung Susantyo · Komisaris Independen p.11 ×3
linked org Bank Central Asia Tbk p.26 ×4
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.26 ×2
linked org Bank Pan Indonesia Tbk p.26 ×2
linked org Bank MNC Internasional Tbk p.26 ×2
linked org PT Asuransi Central Asia p.31
linked org Sukses Makmur p.39
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.9 ×2
possible org Bursa Efek Indonesia p.9 ×2
possible org Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk p.26 ×12
possible org PT Sungai Mas Konstruksi p.30 ×2
unresolved person Akta Notaris Ilmiawan Dekrit Supatmo p.9
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.9 ×6
unresolved org PT Tanjung Karoso Permai p.10 ×4
unresolved org PT Dwimukti Mitra Wisata p.10 ×11
unresolved person Floreta Tane · Direktur Utama p.11
unresolved person Sorta Delima Rosida · Direktur p.11
unresolved person Maskanah · Anggota p.11
unresolved person Margaretha · Sekretaris Perusahaan p.11
unresolved org bank Indonesia p.15
unresolved org Direktorat Jenderal Pajak p.25 ×2
unresolved org Bank Bukopin Tbk p.26 ×2
unresolved org PT Setia p.30 ×2
unresolved org KJPP Pung's Zulkarnain dan Rekan p.31
unresolved org KJPP Pung's Zulkarnain p.31
unresolved person Ir. Aguson Rosano. MAPPI p.31
unresolved org Bapepam-LK p.31 ×2
unresolved org PT Dwimukti Graha Elektrindo Di p.32
unresolved org PT Dwimukti Inti Boga p.32 ×3
unresolved org PT Sotis Hotel Manajemen p.32 ×6
unresolved org PT Dwimukti Graha Elektrindo p.33 ×8
unresolved org PT SMK p.33
unresolved org PT DMW p.33
unresolved org PT TKP p.33
unresolved org PT Satria Mega Kencana. Perjanjian p.33 ×3
unresolved org PT Agung Mandiri Sentosa p.39
unresolved org PT Dipa Pratama Adhikara p.39
unresolved org PT Budi Jaya Amanities p.39
unresolved org PT Rumah Duta Pangan p.39
unresolved org PT Trijaya Agro Nusantara Indonesia p.39
unresolved org PT Sentral Sari Prima Sentosa p.39
unresolved org PT Seiga Plus Energy p.39
unresolved org PT Ayana Golden Makmur p.39
unresolved org PT Fitra Food International p.39
unresolved person Akta Notaris Christina Dwi Utami p.49 ×6
unresolved org Sentral Efek Indonesia p.50
unresolved org PT Adimitra Jasa Korpora p.50
unresolved — Agio Saham - Penawaran Umum Perdana p.51
unresolved — Subjumlah p.51
unresolved — Agio Saham - Saham Waran p.51
unresolved — Selisih Nilai Transaksi Rekstrukturisasi Entitas Sepengendali p.51

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 6

FinancialStatement-2026-II-SOTS.xlsx done
inlineXBRL.zip done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result