Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 48
Page 1
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2026 (Tidak Diaudit) DAN TANGGAL 31 DESEMBER 2025 (Diaudit)
DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL
30 JUNI 2026 DAN 30 JUNI 2025 (Tidak Diaudit)
Page 2
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
DAFTAR ISI
Halaman
Surat Pernyataan Direksi
Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-2
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian 3
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 4
Laporan Arus Kas Konsolidasian 5
Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian 6 - 45
Page 3
Page 4
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 30 Juni 2026 31 Desember 2025
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 4 7.182.664.918 6.381.341.568
Piutang usaha 5 6.055.206.365 5.243.972.460
Piutang lain-lain 6 117.894.336 57.361.780
Persediaan 7 97.871.164 109.971.518
Pajak dibayar dimuka 14a - 77.815
Uang muka dan biaya dibayar dimuka 8 368.888.736 -
Jumlah Aset Lancar 13.822.525.519 11.792.725.140
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap 9 61.499.233.072 63.571.934.120
Aset tak berwujud 10 349.242.700 472.504.831
Aset pajak tangguhan 14c 175.104.470 175.104.470
Jumlah Aset Tidak Lancar 62.023.580.242 64.219.543.421
JUMLAH ASET 75.846.105.761 76.012.268.561
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
1
Page 5
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 30 Juni 2026 31 Desember 2025
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek 11 2.358.388.237 2.613.048.918
Utang usaha 12 48.216.108 66.976.683
Utang lain-lain 13 184.170.094 153.417.167
Utang pajak 14b 233.378.421 794.062.538
Pendapatan diterima dimuka 15 21.037.334 2.113.334
Biaya masih harus dibayar 16 460.305.598 403.024.591
Bagian lancar liabilitas jangka panjang:
Utang pembiayaan konsumen 17 35.927.954 118.427.954
Utang bank jangka panjang 18 609.879.032 1.490.780.761
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 3.951.302.778 5.641.851.946
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang bank jangka panjang 18 8.089.759.161 7.521.198.362
Liabilitas imbalan pascakerja 19 40.699.772 40.699.772
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 8.130.458.933 7.561.898.134
Jumlah Liabilitas 12.081.761.711 13.203.750.080
EKUITAS
Modal saham
Modal dasar - 3.399.800.000 lembar saham
dengan nilai nominal Rp 40,-
Modal ditempatkan dan disetor penuh
- 1.062.437.500 lembar saham 20 42.497.500.000 42.497.500.000
Tambahan modal disetor 21 17.707.968.529 17.707.968.529
Saldo laba
Ditentukan penggunaannya 250.000.000 250.000.000
Belum ditentukan penggunaannya 3.297.748.285 2.342.970.176
Penghasilan komprehensif lain 8.063.368 8.063.368
Total Ekuitas Yang Dapat Diatribusikan
Kepada Pemilik Ekuitas Induk 63.761.280.182 62.806.502.073
Kepentingan non-pengendali 23 3.063.868 2.016.408
Jumlah Ekuitas 63.764.344.050 62.808.518.481
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 75.846.105.761 76.012.268.561
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
2
Page 6
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 30 Juni 2026 30 Juni 2025
PENJUALAN NETO 24 10.238.577.660 12.799.249.315
BEBAN POKOK PENJUALAN 25 (3.000.552.953) (3.820.760.187)
LABA BRUTO 7.238.024.707 8.978.489.128
Penghasilan lain-lain 26 204.219.143 50.184.654
Beban penjualan 27 (1.011.784.571) (1.461.578.521)
Beban administrasi dan umum 28 (4.709.230.574) (4.642.316.631)
Beban keuangan 29 (728.589.148) (804.303.511)
Beban lain-lain 30 (36.813.988) (50.412.525)
LABA SEBELUM PAJAK 955.825.569 2.070.062.594
MAMFAAT (BEBAN) PAJAK
Pajak kini - -
Pajak tangguhan - -
Total beban pajak, neto - -
LABA BERSIH TAHUN BERJALAN 955.825.569 2.070.062.594
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak direklasifikasi ke laba rugi:
- Pengukuran kembali atas program imbalan pasti - -
- Pajak penghasilan terkait - -
Jumlah penghasilan (beban) komprehensif lain - -
LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 955.825.569 2.070.062.594
Jumlah laba bersih tahun berjalan
yang dapat diatribusikan kepada:
- Pemilik entitas induk 955.895.169 2.070.034.742
- Kepentingan non-pengendali 23 (69.600) 27.852
955.825.569 2.070.062.594
Jumlah laba komprehensif tahun
berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
- Pemilik entitas induk 955.895.169 2.070.034.742
- Kepentingan non-pengendali 23 (69.600) 27.852
955.825.569 2.070.062.594
LABA BERSIH PER SAHAM YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA ENTITAS INDUK 32 0,90 1,95
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
3
Page 7
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Keuntungan
(Kerugian)
Saldo laba Aktuaria atas Total Ekuitas
Tambahan Belum ditentukan Sudah ditentukan Program Pemilik Kepentingan
Modal Disetor Modal disetor Penggunaannya Penggunaannya Imbalan pasti Entitas induk Non-pengendali Total Ekuitas
Saldo per 1 Januari 2025 42.497.500.000 17.707.968.529 1.002.963.752 200.000.000 7.540.783 61.415.973.064 1.988.556 61.417.961.620
Laba bersih tahun berjalan - - 2.070.034.742 - - 2.070.034.742 27.852 2.070.062.594
Saldo per 30 Juni 2025 42.497.500.000 17.707.968.529 3.072.998.494 200.000.000 7.540.783 63.486.007.806 2.016.408 63.488.024.214
Saldo per 1 Januari 2026 42.497.500.000 17.707.968.529 2.341.853.116 250.000.000 8.063.368 62.805.385.013 3.133.468 62.808.518.481
Laba bersih tahun berjalan - - 955.895.169 - - 955.895.169 (69.600) 955.825.569
Saldo per 30 Juni 2026 42.497.500.000 17.707.968.529 3.297.748.285 250.000.000 8.063.368 63.761.280.182 3.063.868 63.764.344.050
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
4
Page 8
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
30 Juni 2026 30 Juni 2025
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 9.650.486.898 14.412.131.444
Pembayaran kepada pemasok dan karyawan (6.643.404.925) (8.489.897.014)
Pembayaran untuk bunga pinjaman (728.589.148) (804.303.511)
Pembayaran pajak penghasilan (560.684.117) (197.050.393)
Kas neto diperoleh dari aktivitas operasi 1.717.808.708 4.920.880.526
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Pembelian aset tetap (266.983.747) (444.678.741)
Kas neto digunakan untuk aktivitas investasi (266.983.747) (444.678.741)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran utang bank jangka panjang (312.340.930) (9.289.383.864)
Penerimaan utang bank jangka panjang - 9.500.000.000
Pembayaran utang pembiayaan konsumen (82.500.000) 86.972.601
Pembayaran pinjaman jangka pendek - (2.900.000.000)
Penerimaan pinjaman jangka pendek (254.660.681) 2.641.850.777
Kas neto digunakan untuk aktivitas pendanaan (649.501.611) 39.439.514
KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN BANK 801.323.350 4.515.641.299
KAS DAN BANK AWAL TAHUN 6.381.341.568 1.531.890.163
KAS DAN BANK AKHIR PERIODE 7.182.664.918 6.047.531.462
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
5
Page 9
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
1. INFORMASI UMUM
a. Pendirian Perusahaan
PT Idea Indonesia Akademi Tbk ("Perusahaan") didirikan dengan akta No. 24, tanggal 13 Agustus 2019
dari Panji Kresna, SH., M.Kn., Notaris di Kota Bekasi. Anggaran Dasar Perusahaan tersebut telah disahkan
oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No.AHU-
0039874.AH.01.01.Tahun 2019 tanggal 13 Agustus 2019, serta diumumkan dalam Tambahan Berita
Negara Republik Indonesia No. 24541 tahun 2019, Berita Negara Republik Indonesia No. 68 tanggal 23
Agustus 2019.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami perubahan, terakhir dengan Akta No. 8 tanggal 05 Juni
2026, dari Rini Yulianti S.H., Notaris di Jakarta, mengenai perubahan susunan Dewan Komisaris dan/atau
Direksi Perusahaan, Perubahan ini telah mendapat persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia Nomor AHU-AH.01.09-0361403 tanggal 30 Juni 2026.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi Pendidikan lainnya
swasta, Konsultasi Manajemen lainnya dan Penyediaan akomodasi lainnya. Selain kegiatan usaha utama,
Perusahaan dapat melakukan kegiatan usaha pendukung untuk melakukan segala kegiatan-kegiatan yang
diperlukan untuk mendukung terlaksananya kegiatan usaha utama Perusahaan.
Perusahaan berdomisili di Jakarta Selatan di Jl. Wr. Sila No.1, RT.1/RW.5 Cipedak, Kecamatan Jagakarsa,
Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Perusahaan beroperasi secara komersil pada tahun
2019.
b. Penawaran Umum Saham
Pada tanggal 31 Agustus 2021, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Dewan Komisioner
Otoritas Jasa Keuangan No. S-154/D.04/2021 untuk melakukan Penawaran Umum Perdana (Initial Public
Offering / IPO). Penawaran Umum Perdana ini terdiri dari 212.487.500 (dua ratus dua belas juta empat
ratus delapan puluh tujuh ribu lima ratus) Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp40 (empat
puluh rupiah) setiap saham dan harga penawaran Rp140 (seratus empat puluh rupiah) per saham.
Penawaran Umum Perdana tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 9
September 2021.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, seluruh saham Perusahaan atau sejumlah masing-
masing 1.062.437.500 saham telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.
6
Page 10
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
1. INFORMASI UMUM (Lanjutan)
c. Dewan Komisaris dan Direksi, Komite Audit dan Karyawan
Berdasarkan Akta Notaris No. 8 tanggal 05 Juni 2026 oleh notaris Rini Yulianti, SH, susunan Dewan
Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tangga 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai
berikut:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Dewan Komisaris:
Komisaris Utama : Dody Arifianto Dody Arifianto
Komisaris Independen : Wendy Isnandar Wendy Isnandar
Dewan Direksi:
Direktur Utama : Eko Desriyanto Eko Desriyanto
Direktur : - Qonita
Direktur : Yusuf Nur Fauzan Yusuf Nur Fauzan
Susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 berdasarkan
Keputusan Dewan Komisaris, adalah sebagai berikut:
Komite Audit:
Ketua : Wendy Isnandar
Anggota : Lukman Prasetyo
: Yuki Ariawan
Jumlah karyawan pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing sebanyak 81 orang
dan 83 orang karyawan kontrak dan tetap (tidak diaudit).
d. Entitas Anak
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Entitas Anak yang dikonsolidasikan dengan
persentase kepemilikan secara langsung lebih dari 50% adalah sebagai berikut:
Jumlah Aset Persentase Tahun
Entitas Anak Domisili Sebelum Eliminasi Kepemilikan Operasi
`
PT Aidia Indonesia Propertindo Indonesia 44.732.261.348 99,99% 2019
PT Idea Hospitallity Management Indonesia 841.027.397 99,80% 2023
PT Aidia Indonesia Propertindo ("AIP")
PT Aidia Indonesia Propertindo didirikan di Kota Metro Lampung berdasarkan Akta Notaris No. 48, tanggal
20 Agustus 2019 dibuat oleh Panji Kresna, SH., M.Kn. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No.AHU-
0041950.AH.01.01.Tahun 2019 tanggal 23 Agustus 2019 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik
Indonesia No. 70 Tambahan No.26358 tanggal 30 Agustus 2019.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar AIP, ruang lingkup kegiatan AIP adalah berusaha dalam bidang
jasa hotel bintang lima, hotel bintang empat, hotel bintang tiga, hotel bintang dua, hotel bintang satu,
apartemen hotel, penyedia akomodasi dan penyedia akomodasi jangka pendek. AIP mulai melakukan
kegiatan usaha secara komersial pada tahun 2019.
7
Page 11
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
1. INFORMASI UMUM (Lanjutan)
PT Idea Hospitallity Management ("IHM")
PT Idea Hospitality Management, didirikan pada tanggal 15 September 2020 di Kota Metro berdasarkan
akta notaris No. 03 dari Karamia Dwi Monica, S.H.,M.Kn. Anggaran Dasar tersebut telah mendapat
pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya
No.AHU-0047135.AH.01.01.Tahun 2020 tanggal 17 September 2020.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar IHM, ruang lingkup kegiatan IHM dalam bidang aktivitas
profesional, ilmiah dan teknis. IHM mulai melakukan kegiatan usaha secara komersil pada tahun 2023.
e. Persetujuan Penerbitan Laporan Keuangan Konsolidasian
Dewan Direksi Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan
konsolidasian Grup, yang telah diselesaikan dan disetujui untuk diterbitkan oleh Direksi Perusahaan pada
tanggal 30 Juli 2026.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
a. Pernyataan Kepatuhan
Laporan keuangan telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia (“SAK”), yang
mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi Standar Akuntansi
Keuangan (“ISAK”) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia
(DSAK-IAI), termasuk beberapa standar baru atau yang direvisi, yang berlaku efektif sejak tanggal 1
Januari 2025.
b. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan konsep harga perolehan (historical cost )
menggunakan dasar akrual, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian. Beberapa akun disajikan
dengan pengukuran lain sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan
mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Mata uang yang digunakan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian adalah
mata uang Rupiah yang juga merupakan mata uang fungsional Perusahaan.
8
Page 12
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
c. PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN BARU DAN REVISI ("PSAK") DAN INTERPRETASI
STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ("ISAK")
Dalam tahun berjalan, Perusahaan telah menerapkan, sejumlah amendemen dan interpretasi PSAK yang
dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan dari Ikatan Akuntan Indonesia yang relevan dengan
operasinya dan efektif untuk periode akuntansi yang dimulai pada atau setelah
1 Januari 2024.
▪ Amendemen PSAK 201 "Penyajian laporan keuangan" tentang klasifikasi liabilitas sebagai jangka
pendek atau jangka panjang.
▪ Amendemen PSAK 116 "Sewa" tentang liabilitas sewa pada transaksi jual dan sewa-balik.
▪ Amendemen PSAK 201 "Penyajian Laporan Keuangan" tentang liabilitas jangka panjang dengan
kovenan.
▪ Amendemen PSAK 207 "Laporan Arus Kas" dan amendemen PSAK 107 "Instrumen Keuangan:
Pengungkapan" tentang pengaturan pembiayaan pemasok.
Grup telah menganalisa penerapan standar dan interpretasi akuntansi tersebut di atas dan penerapan
tersebut tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian.
Standar baru sudah diterbitkan tapi belum diterapkan
Standar baru dan amendemen standar yang berlaku efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1
Januari 2025, dengan penerapan dini diperkenankan yaitu sebagai berikut:
▪ PSAK 117 "Kontrak Asuransi".
▪ PSAK 117 "Kontrak Asuransi" tentang penerapan awal PSAK 117 dan PSAK 109 - informasi komparatif.
▪ Amendemen PSAK 221 "Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing" tentang kekurangan ketertukaran.
Efektif pada 1 Januari 2026:
▪ Penyesuaian tahunan PSAK 107 "Instrumen Keuangan: Pengungkapan", PSAK 109 "Instrumen
Keuangan", PSAK 110 "Laporan Keuangan", dan PSAK 207 "Laporan Arus Kas".
▪ Amendemen PSAK 109 "Instrumen Keuangan" dan PSAK 107 "Instrumen Keuangan: Pengungkapan"
tentang klasifikasi dan pengukuran instrumen keuangan.
Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian, dampak dari standar dan interpretasi
tersebut terhadap laporan keuangan konsolidasian tidak dapat diketahui atau diestimasi oleh manajemen
Grup.
9
Page 13
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
d. Prinsip-prinsip Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian menggabungkan laporan keuangan Perusahaan dan Perusahaan yang
dikendalikan oleh Grup (termasuk Perusahaan terstruktur). Pengendalian tercapai jika Perusahaan
memiliki kekuasaan atas investee; eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan
investee ; dan kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah
imbal hasil investor.
Perusahaan menilai kembali apakah Perusahaan tersebut mengendalikan investee jika fakta dan keadaan
yang mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian yang
disebutkan di atas.
Ketika Perusahaan memiliki hak suara kurang dari mayoritas di-investee, ia memiliki kekuasaan atas
investee ketika hak suara investor cukup untuk memberinya kemampuan praktis untuk mengarahkan
aktivitas relevan secara sepihak. Perusahaan mempertimbangkan seluruh fakta dan keadaan yang relevan
dalam menilai apakah hak suara Perusahaan cukup untuk memberikan Perusahaan kekuasaan, termasuk
(i) ukuran kepemilikan hak suara Perusahaan relatif terhadap ukuran dan penyebaran kepemilikan pemilik
hak suara lain; (ii) hak suara potensial yang dimiliki oleh Perusahaan, pemegang suara lain atau pihak lain;
(iii) hak yang timbul dari pengaturan kontraktual lain; dan (iv) setiap fakta dan keadaan tambahan apapun
mengindikasikan bahwa Perusahaan memiliki, atau tidak memiliki, kemampuan kini untuk mengarahkan
aktivitas yang relevan pada saat keputusan perlu dibuat, termasuk pola pemungutan suara pemilikan
dalam RUPS sebelumnya.
Konsolidasi Perusahaan Anak dimulai ketika Perusahaan memperoleh pengendalian atas Perusahaan
Anak dan akan dihentikan ketika Perusahaan kehilangan pengendalian pada Perusahaan Anak. Secara
khusus, pendapatan dan beban Perusahaan Anak diakuisisi atau dijual selama tahun berjalan termasuk
dalam laporan laba rugi konsolidasian dan penghasilan komprehensif lain dari tanggal diperolehnya
pengendalian Perusahaan sampai tanggal ketika Perusahaan berhenti mengendalikan Perusahaan Anak.
Laba rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain diatribusikan kepada pemilik Perusahaan
Induk dan untuk kepentingan nonpengendali. Perusahaan juga mengatribusikan total laba komprehensif
Perusahaan Anak kepada pemilik Perusahaan Induk dan kepentingan non-pengendali meskipun hal
tersebut mengakibatkan kepentingan non-pengendali memiliki saldo defisit.
Jika diperlukan, penyesuaian dapat dilakukan terhadap laporan keuangan Perusahaan Anak agar
kebijakan akuntansi sesuai dengan kebijakan akuntansi Grup.
Seluruh aset dan liabilitas dalam intra kelompok usaha, ekuitas, pendapatan, biaya dan arus kas yang
berkaitan dengan transaksi dalam kelompok usaha dieliminasi secara penuh pada saat konsolidasian.
Perubahan kepemilikan Perusahaan Induk pada Perusahaan Anak yang tidak mengakibatkan kehilangan
pengendalian Perusahaan Induk atas Perusahaan Anak dicatat sebagai transaksi ekuitas. Jumlah tercatat
dari kepemilikan Grup dan kepentingan nonpengendali disesuaikan untuk mencerminkan perubahan
kepentingan relatifnya dalam Perusahaan Anak. Selisih antara jumlah tercatat kepentingan nonpengendali
yang disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang dibayar atau diterima diakui secara langsung dalam ekuitas
dan diatribusikan dengan pemilik Perusahaan Induk.
10
Page 14
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
d. Prinsip-prinsip Konsolidasian (Lanjutan)
Ketika Grup kehilangan pengendalian pada Perusahaan Anak, keuntungan atau kerugian diakui dalam
laba rugi dan dihitung sebagai perbedaan antara (i) agregat nilai wajar pembayaran yang diterima dan nilai
wajar sisa kepemilikan dan (ii) jumlah tercatat sebelumnya dari aset (termasuk goodwill), dan liabilitas dari
Perusahaan Anak dan setiap kepentingan non-pengendali. Seluruh jumlah yang diakui sebelumnya dalam
penghasilan komprehensif lain yang terkait dengan Perusahaan Anak yang dicatat seolah-olah Grup telah
melepaskan secara langsung aset atau liabilitas terkait Perusahaan Anak (yaitu direklasifikasi ke laba rugi
atau ditransfer ke kategori lain dari ekuitas sebagaimana ditentukan diizinkan oleh standar akuntansi yang
berlaku). Nilai wajar setiap sisa investasi pada Perusahaan Anak terdahulu pada tanggal hilangnya
pengendalian dianggap sebagai nilai wajar pada saat pengakuan awal untuk akuntansi berikutnya dalam
PSAK No. 109, Instrumen Keuangan, atau, ketika berlaku, biaya perolehan pada saat pengakuan awal dari
investasi pada Perusahaan asosiasi atau ventura bersama.
e. Penjabaran Mata Uang Asing
Manajemen Grup menentukan mata uang fungsional adalah Rupiah dan memilih menggunakan mata uang
Rupiah sebagai mata uang penyajian laporan keuangan.
Transaksi dan Saldo
Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs yang
berlaku pada tanggal transaksi. Pada tanggal laporan posisi keuangan, aset dan liabilitas moneter dalam
mata uang asing dijabarkan dengan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia pada tanggal laporan
posisi keuangan (Dolar AS 1 = Rp 16.221 dan Rp 16.162, masing-masing pada tanggal 30 Juni 2025 dan
31 Desember 2024). Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul dari transaksi dalam mata uang
asing dari penjabaran aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing, diakui pada laporan laba rugi.
f. Transaksi Pihak Berelasi
Orang atau entitas dikategorikan sebagai pihak berelasi Grup apabila memenuhi definisi pihak berelasi
berdasarkan PSAK No. 224 “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.
Semua transaksi signifikan dengan pihak berelasi telah diungkapkan dalam laporan keuangan
konsolidasian.
g. Klasifikasi Lancar dan Tidak Lancar
Grup menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian berdasarkan klasifikasi
lancar/tidak lancar. Suatu aset disajikan lancar bila:
• akan direalisasi, dijual atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal,
• untuk diperdagangkan, atau
• akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau kas atau setara kas, kecuali yang
dibatasi penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas dalam paling lambat 12
bulan setelah tanggal pelaporan.
11
Page 15
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
g. Klasifikasi Lancar dan Tidak Lancar (Lanjutan)
Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.
Suatu liabilitas disajikan jangka pendek bila:
• akan dilunasi dalam siklus operasi normal,
• untuk diperdagangkan,
• akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau
• tidak ada hak pada akhir periode pelaporan untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling tidak 12
bulan setelah tanggal pelaporan.
Seluruh liabilitas lain diklasifikasikan sebagai jangka panjang.
h. Kas dan Bank
Kas dan bank terdiri dari kas, bank dan deposito berjangka yang jatuh tempo dalam waktu 3 (tiga) bulan
atau kurang sejak tanggal penempatannya.
Deposito berjangka yang jatuh temponya kurang dari tiga bulan pada saat penempatan namun dijaminkan,
atau dibatasi pencairannya, dan deposito berjangka yang jatuh temponya lebih dari 3 (tiga) bulan pada saat
penempatan disajikan sebagai investasi jangka pendek, dan disajikan sebesar nilai nominal.
i. Instrumen Keuangan
Grup menerapkan PSAK No. 109, Instrumen Keuangan, mengenai pengaturan instrumen keuangan terkait
klasifikasi dan pengukuran, penurunan nilai atas instrumen keuangan dan akuntansi lindung nilai.
Aset Keuangan
Grup mengklasifikasikan aset keuangan sesuai dengan PSAK No. 109, Instrumen Keuangan, sehingga
setelah pengakuan awal aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain atau nilai wajar melalui laba rugi, dengan menggunakan dua dasar, yaitu:
• Model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan; dan
• Karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Grup hanya memiliki instrumen keuangan dalam
kategori aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi.
Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi:
• Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka
mendapatkan arus kas kontraktual; dan
• Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang semata
dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.
12
Page 16
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
i. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
Aset Keuangan (Lanjutan)
Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada jumlah yang diakui saat pengakuan awal
dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif menggunakan metode
suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai awal dan nilai jatuh temponya, dan dikurangi
dengan cadangan kerugian penurunan nilai.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, kategori ini meliputi kas dan setara kas, piutang usaha,
piutang lain-lain serta jaminan yang termasuk dalam akun aset lain-lain yang dimiliki oleh Grup.
Liabilitas Keuangan dan Instrumen Ekuitas
Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas Grup diklasifikasikan berdasarkan substansi perjanjian
kontraktual serta definisi liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas. Kebijakan akuntansi yang diterapkan
atas instrumen keuangan tersebut diungkapkan berikut ini.
Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai berikut: (i) liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya
diamortisasi, (ii) liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi. Grup menentukan
klasifikasi liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal.
Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan, dalam hal pinjaman dan utang,
termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dan selanjutnya diukur pada biaya
perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Amortisasi suku bunga efektif
disajikan sebagai bagian dari beban keuangan dalam laba rugi.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Grup memiliki instrumen keuangan dalam kategori
liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Liabilitas Keuangan yang Diukur pada Biaya Perolehan Diamortisasi
Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada jumlah yang diakui saat pengakuan
awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif menggunakan
metode suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai awal dan nilai jatuh temponya.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, kategori ini meliputi utang bank jangka pendek, utang
usaha, utang lain-lain, beban dibayar dimuka, utang bank jangka panjang dan utang pembiayaan
konsumen yang dimiliki oleh Grup.
13
Page 17
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
i. Instrumen Keuangan (lanjutan)
Saling Hapus Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, Grup saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk
melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut; dan berniat untuk menyelesaikan secara
neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.
Reklasifikasi Instrumen Keuangan
Grup mereklasifikasi seluruh aset keuangan dalam kategori yang terpengaruh, jika dan hanya jika, Grup
mengubah model bisnis untuk pengelolaan aset keuangan tersebut. Sedangkan, liabilitas keuangan tidak
direklasifikasi.
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Grup selalu mengakui kerugian kredit ekspektasian (ECL) sepanjang umur untuk piutang usaha. Kerugian
kredit ekspetasian atas aset keuangan diestimasi menggunakan pendekatan tingkat kerugian berdasarkan
pengalaman kerugian kredit historis Grup, disesuaikan dengan kondisi ekonomi umum dan penilaian baik
atas kondisi kini maupun perkiraan masa depan pada tanggal pelaporan, termasuk nilai waktu atas uang
jika tepat.
Untuk semua instrumen keuangan lainnya, Grup mengakui ECL sepanjang umur ketika telah ada
peningkatan risiko kredit yang signifikan sejak pengakuan awal. Jika sebaliknya, risiko kredit pada
instrumen keuangan tidak meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, Grup mengukur penyisihan
kerugian untuk instrumen keuangan tersebut sejumlah ECL 12 bulan. Penilaian apakah ECL sepanjang
umur harus diakui didasarkan pada peningkatan signifikan dalam kemungkinan terjadinya atau pada risiko
gagal bayar sejak pengakuan awal dan bukan didasarkan bukti aset keuangan yang mengalami kerugian
kredit pada tanggal pelaporan atau kejadian gagal bayar sebenarnya. ECL sepanjang umur merupakan
kerugian kredit ekspetasian yang timbul dari seluruh kemungkinan peristiwa gagal bayar selama perkiraan
umur instrumen keuangan. Sebaliknya, ECL 12 bulan mewakili porsi ECL sepanjang umur yang timbul dari
peristiwa gagal bayar pada instrumen keuangan yang mungkin terjadi dalam 12 bulan setelah tanggal
pelaporan.
Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan
• Aset Keuangan
Penghentian pengakuan atas suatu aset keuangan, atau, bila dapat diterapkan untuk bagian dari aset
keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan serupa, terjadi apabila:
a. Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir atau aset telah
dialihkan;
14
Page 18
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
i. Instrumen Keuangan (lanjutan)
Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan (Lanjutan)
• Aset Keuangan (Lanjutan)
Penghentian pengakuan atas suatu aset keuangan, atau, bila dapat diterapkan untuk bagian dari aset
keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan serupa, terjadi apabila: (Lanjutan)
b. Grup tetap mengalihkan hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut
atau menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima tersebut tanpa penundaan
yang signifikan terhadap pihak ketiga melalui suatu kesepakatan penyerahan dan (i) Grup secara
substansial mengalihkan seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, atau
(ii) Grup secara substansial tidak mengalihkan maupun tidak mempertahankan seluruh risiko dan
manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, namun telah mengalihkan pengendalian atas aset
keuangan tersebut.
• Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya jika liabilitas keuangan tersebut berakhir, dibatalkan, atau
telah kadaluarsa.
j. Pengukuran Nilai Wajar
Pengukuran nilai wajar didasarkan pada asumsi bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan
liabilitas akan terjadi:
• di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut atau;
• jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut.
Grup harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan pada tanggal
pengukuran
Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika
menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam
kepentingan ekonomi terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar aset non-keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk
menghasilkan manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya,
atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut dalam
penggunaan tertinggi dan terbaiknya
Ketika Grup menggunakan teknik penilaian, maka Grup memaksimalkan penggunaan input yang dapat
diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
15
Page 19
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
j. Pengukuran Nilai Wajar (Lanjutan)
Seluruh aset dan liabilitas yang mana nilai wajar aset atau liabilitas tersebut diukur atau diungkapkan,
dikategorikan dalam hirarki nilai wajar sebagai berikut:
• Level 1 – harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik;
• Level 2 – teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar
dapat diobservasi, baik secara langsung maupun tidak langsung;
• Level 3 – teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar
tidak dapat diobservasi.
Untuk aset dan liabilitas yang diukur pada nilai wajar secara berulang dalam laporan keuangan
konsolidasian, maka Grup menentukan apakah telah terjadi transfer di antara level hirarki dengan menilai
kembali pengkategorian level nilai wajar pada setiap akhir periode pelaporan.
k. Persediaan
Persediaan dinyatakan berdasarkan jumlah terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi neto. Biaya
persediaan terdiri dari seluruh biaya pembelian, biaya konversi dan biaya lain yang timbul sampai
persediaan berada dalam kondisi dan lokasi saat ini. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata
tertimbang. Nilai realisasi neto merupakan taksiran harga jual dalam kegiatan usaha biasa dikurangi
estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk membuat penjualan.
Setiap penurunan nilai persediaan di bawah biaya perolehan menjadi nilai realisasi neto dan seluruh
kerugian persediaan diakui sebagai beban pada periode terjadinya penurunan atau kerugian tersebut.
Setiap pemulihan kembali penurunan nilai persediaan karena peningkatan kembali nilai realisasi neto,
diakui sebagai pengurangan terhadap jumlah beban persediaan pada periode terjadinya pemulihan
tersebut.
Barang dan perlengkapan hotel terdiri dari makanan, minuman, perlengkapan teknik dan perlengkapan
hotel.
l. Biaya Dibayar di Muka
Biaya dibayar di muka dibebankan selama masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan
metode garis lurus.
m. Aset Tetap
Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan (pengakuan awal) setelah dikurangi akumulasi penyusutan
dan akumulasi penurunan nilai aset. Biaya perolehan awal aset tetap meliputi harga perolehan, termasuk
bea impor dan pajak pembelian yang tidak boleh dikreditkan dan biaya-biaya yang dapat diatribusikan
secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan sesuai dengan tujuan
penggunaan yang ditetapkan.
16
Page 20
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
m. Aset Tetap (Lanjutan)
Setelah pengakuan awal, aset tetap diukur dengan model biaya.
Nilai residu, estimasi umur ekonomis dan metode penyusutan aset tetap ditelaah dan disesuaikan jika lebih
tepat, pada setiap tanggal laporan posisi keuangan, untuk memastikan bahwa nilai sisa, estimasi umur
ekonomis dan metode penyusutan tersebut telah mencerminkan manfaat ekonomi yang diharapkan dari
aset tersebut.
Aset tetap disusutkan sejak aset mulai atau siap digunakan, dengan menggunakan metode garis lurus
berdasarkan estimasi umur masa manfaat ekonomis sebagai berikut:
Masa Manfaat
Bangunan dan prasarana 20
Perlengkapan dan Perabot 4-8
Kendaraan 4
Peralatan Kantor 4-8
Tanah dinyatakan pada harga perolehan dan tidak disusutkan. Biaya legal awal untuk mendapatkan hak
legal dan biaya terkait dengan pembaruan hak atas tanah, diakui sebagai bagian biaya akuisisi tanah, dan
biaya-biaya tersebut tidak didepresiasikan.
Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi komprehensif tahun berjalan;
sedangkan renovasi dan penambahan yang jumlahnya signifikan dan memperpanjang masa manfaat
dikapitalisasi ke aset tetap yang bersangkutan. Nilai tercatat serta akumulasi penyusutan atas aset tetap
yang tidak digunakan lagi atau yang dijual, dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang bersangkutan, dan
keuntungan atau kerugian yang terjadi diakui dalam laporan laba rugi tahun berjalan.
Apabila aset tetap tidak digunakan lagi atau dijual, maka nilai tercatat dan akumulasi penyusutannya
dikeluarkan dari laporan posisi keuangan, dan keuntungan atau kerugian yang terjadi diakui dalam laporan
laba rugi tahun berjalan.
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat
ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul
dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan
nilai tercatat dari aset) dimasukkan dalam laporan laba rugi pada tahun aset tersebut dihentikan
pengakuannya.
Pada akhir periode pelaporan, Grup melakukan penelaahan berkala atas masa manfaat ekonomis aset,
nilai sisa aset, metode penyusutan dan sisa umur pemakaian berdasarkan kondisi teknis.
17
Page 21
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
n. Aset tak berwujud
Perangkat lunak
Perangkat lunak pada awalnya dinyatakan sebesar harga perolehan. Setelah pengakuan awal, aset tak
berwujud diukur menggunakan model biaya, dicatat sebesar biaya perolehannya dikurangi akumulasi
amortisasi dan akumulasi kerugian penurunan nilai.
Pengeluaran selanjutnya untuk perangkat lunak akan dikapitalisasi hanya jika pengeluaran tersebut
menambah manfaat ekonomi di masa mendatang untuk aset yang bersangkutan. Semua pengeluaran
lainnya dibebankan pada saat terjadinya.
Amortisasi diakui dalam laporan laba rugi dengan menggunakan metode garis lurus sepanjang estimasi
masa manfaatnya, dimulai dari tanggal perangkat lunak tersebut tersedia untuk dipakai. Estimasi masa
manfaat perangkat lunak adalah lima tahun.
Metode amortisasi, estimasi masa manfaat dan nilai residual ditelaah pada setiap akhir tahun pelaporan
dan disesuaikan jika dianggap tepat
o. Sewa
Grup menilai pada awal kontrak apakah suatu kontrak adalah, atau berisi, sewa. Artinya, jika kontrak
memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset teridentifikasi untuk suatu periode waktu sebagai
imbalan untuk imbalan.
Sebagai penyewa
Grup menerapkan pendekatan pengakuan dan pengukuran tunggal untuk seluruh sewa, kecuali untuk
sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah. Perusahaan mengakui liabilitas sewa untuk
melakukan pembayaran sewa dan aset hak guna yang mewakili hak untuk menggunakan aset pendasar.
(i) Aset Hak-Guna
Grup mengakui aset hak-guna pada tanggal dimulainya sewa (yaitu tanggal aset tersedia untuk
digunakan). Aset hak-guna diukur pada harga perolehan, dikurangi akumulasi penyusutan dan
penurunan nilai, dan disesuaikan untuk setiap pengukuran kembali liabilitas sewa. Biaya perolehan
aset hak-guna mencakup jumlah liabilitas sewa yang diakui, biaya langsung yang timbul di awal, dan
pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal mulai dikurangi setiap insentif sewa
yang diterima. Aset hak-guna disusutkan dengan metode garis lurus selama periode yang lebih
pendek antara sewa dan estimasi masa manfaat aset.
Jika kepemilikan aset sewaan beralih ke Grup pada akhir masa sewa atau biaya perolehan
mencerminkan pelaksanaan opsi beli, penyusutan dihitung dengan menggunakan estimasi masa
manfaat aset. Aset hak-guna juga mengalami penurunan nilai (Catatan 2m).
18
Page 22
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
o. Sewa (Lanjutan)
Sebagai penyewa (Lanjutan)
(ii) Liabilitas Sewa
Pada tanggal dimulainya sewa, Grup mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai kini pembayaran
sewa yang harus dilakukan selama masa sewa. Pembayaran sewa mencakup pembayaran tetap
(termasuk pembayaran tetap secara substansi) dikurangi piutang insentif sewa, pembayaran sewa
variabel yang bergantung pada indeks atau tarif, dan jumlah yang diharapkan akan dibayar di bawah
jaminan nilai residu. Pembayaran sewa juga mencakup harga pelaksanaan dari opsi beli yang cukup
pasti akan dilaksanakan oleh Perusahaan, dan pembayaran denda untuk penghentian sewa, jika masa
sewa merefleksikan Perusahaan melaksanakan opsi untuk menghentikan sewa. Pembayaran sewa
variabel yang tidak bergantung pada indeks atau tarif diakui sebagai beban (kecuali terjadi untuk
menghasilkan persediaan) pada periode di mana peristiwa atau kondisi yang memicu terjadinya
pembayaran.
Dalam menghitung nilai kini dari pembayaran sewa, Grup menggunakan suku bunga pinjaman
inkremental penyewa pada tanggal dimulainya sewa karena suku bunga implisit dalam sewa tidak
dapat ditentukan. Setelah tanggal dimulainya sewa, jumlah liabilitas sewa ditingkatkan untuk
mencerminkan pertambahan bunga dan dikurangi pembayaran sewa yang dilakukan. Selain itu,
jumlah tercatat liabilitas sewa diukur kembali jika terdapat modifikasi, perubahan jangka waktu sewa,
perubahan pembayaran sewa, atau perubahan dalam penilaian opsi untuk membeli aset pendasar.
Grup menerapkan pengecualian pengakuan sewa jangka pendek untuk sewa mesin dan peralatan
jangka pendeknya (yaitu, sewa yang memiliki jangka waktu sewa 12 bulan atau kurang, dari tanggal
permulaan dan tidak mengandung opsi beli). Hal ini juga berlaku untuk pengecualian pengakuan sewa
aset bernilai rendah untuk sewa peralatan kantor yang dianggap bernilai rendah. Pembayaran sewa
untuk sewa jangka pendek dan sewa dari aset bernilai rendah diakui sebagai beban dengan metode
garis lurus selama masa sewa.
Sebagai pesewa
Ketika Grup bertindak sebagai pesewa, Grup mengklasifikasi masing-masing sewanya baik sewa operasi
atau sewa pembiayaan.
Untuk mengklasifikasi masing-masing sewa, Grup membuat penilaian secara keseluruhan atas apakah
sewa mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset
pendasar. Jika penilaian membuktikan hal tersebut, maka sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan;
jika tidak maka, merupakan sewa operasi. Sebagai bagian dari penilaian ini, Grup mempertimbangkan
beberapa indikator seperti apakah masa sewa adalah sebagian besar dari umur ekonomik aset pendasar.
19
Page 23
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
p. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Grup mengakui rugi penurunan nilai aset apabila taksiran jumlah yang dapat diperoleh kembali
(recoverable amount ) dari suatu aset lebih rendah dari nilai tercatatnya. Pada setiap tanggal laporan posisi
keuangan, Perusahaan melakukan penelaahan untuk menentukan apakah terdapat indikasi pemulihan
penurunan nilai. Pemulihan penurunan nilai diakui sebagai laba pada periode terjadinya pemulihan.
q. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pengakuan Pendapatan
Grup menerapkan PSAK No. 115 yang mensyaratkan pengakuan pendapatan harus memenuhi 5 langkah
analisa sebagai berikut:
1. Mengidentifikasi kontrak dengan pelanggan, dimana Grup mencatat kontrak dengan pelanggan hanya
jika seluruh kriteria berikut terpenuhi:
i. Kontrak telah disetujui oleh para pihak dalam kontrak
ii. Perusahaan dapat mengindentifikasi hak dari para pihak dan jangka waktu pembayaran atas
barang yang akan dialihkan
iii. Kontrak memiliki subtansi komersial
iv. Kemungkinan besar Perusahaan akan menerima imbalan atas barang yang dialihkan
2. Mengindentifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-
janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke
pelanggan;
3. Menentukan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh suatu
Perusahaan sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan.
Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat variabel, maka Grup
membuat estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas
diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah
jaminan kinerja jasa yang akan dibayarkan selama periode kontrak;
4. Mengalokasikan harga transaksi pada setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar
harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin;
5. Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang atau
jasa ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut (pada suatu waktu tertentu
atau sepanjang waktu).
20
Page 24
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
q. Pengakuan Pendapatan dan Beban (Lanjutan)
Kriteria lainnya
Pendapatan diakui ketika Grup telah memenuhi kewajiban pelaksanaan dengan mengalihkan barang atau
jasa yang dijanjikan kepada pelanggan, yaitu ketika pelanggan memperoleh pengendalian atas barang
atau jasa tersebut. Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi pada suatu waktu tertentu atau dari sepanjang
waktu. Jumlah pendapatan yang diakui adalah jumlah yang dialokasikan untuk kewajiban pelaksanaan
yang dipenuhi.
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan diakui pada saat kepemilikan aset dialihkan kepada
pelanggan, umumnya pada saat penyerahan aset kepada pelanggan. Uang muka yang diperoleh dari
pelangan diakui sebagai liabilitas kontrak.
Pengakuan Beban
Biaya penambahan yang secara langsung berhubungan untuk mendapatkan kontrak ("biaya untuk
memperoleh") dan diharapkan dapat dipulihkan, biaya tersebut dengan demikian memenuhi syarat
kapitalisasi berdasarkan PSAK No. 115 dan dicatat sebagai bagian dari akun “Biaya dibayar dimuka”.
Beban tersebut diamortisasi dengan cara sistematis sejalan dengan penyerahan barang atau jasa yang
terkait dengan aset tersebut.
Beban pokok penjualan diakui pada saat terjadinya (metode akrual). Termasuk didalam beban pokok
penjualan adalah taksiran beban untuk pengembangan prasarana di masa yang akan datang atas tanah
yang telah terjual.
Beban bunga dari instrumen keuangan diakui dalam laba rugi secara akrual menggunakan metode suku
bunga efektif.
Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis ).
r. Distribusi Dividen
Distribusi dividen kepada pemegang saham Grup diakui sebagai liabilitas dalam laporan keuangan
konsolidasian dalam periode saat dividen tersebut disetujui oleh pemegang saham Grup.
s. Informasi Segmen
Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal komponen-komponen Grup yang secara
berkala dilaporkan kepada pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber daya ke dalam
segmen dan penilaian kinerja Grup
21
Page 25
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
t. Pajak Penghasilan
Pajak kini
Pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung
berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Pajak Tangguhan
Pajak tangguhan diakui sebagai liabilitas jika terdapat perbedaan temporer kena pajak yang timbul dari
perbedaan antara dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas dengan jumlah tercatatnya pada tanggal
pelaporan.
Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal
yang dapat dikompensasikan. Aset pajak tangguhan diakui dan direviu pada setiap tanggal pelaporan atau
diturunkan jumlah tercatatnya, sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak tersedia untuk pemanfaatan
perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal yang dapat dikompensasikan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan berlaku ketika
aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan, berdasarkan tarif pajak (atau peraturan pajak) yang telah
berlaku atau secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan.
Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus jika dan hanya jika, terdapat hak yang
dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan
pajak tangguhan tersebut terkait dengan entitas kena pajak yang sama dan dikenakan oleh otoritas
perpajakan yang sama.
u. Imbalan Kerja
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek
Imbalan kerja jangka pendek diakui sebesar jumlah yang tidak terdiskonto sebagai liabilitas pada laporan
posisi keuangan setelah dikurangi jumlah yang telah dibayar dan sebagai beban dalam laba rugi.
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang merupakan manfaat pasti yang dibentuk dengan pendanaan
khusus melalui program dana pensiun dan didasarkan pada masa kerja dan jumlah penghasilan karyawan
pada saat pensiun yang dihitung menggunakan metode Projected Unit Credit. Pengukuran kembali
liabilitas imbalan pasti langsung diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasian dan penghasilan
komprehensif lain pada periode terjadinya dan tidak akan direklasifikasi ke laba rugi, namun menjadi
bagian dari saldo laba. Biaya liabilitas imbalan pasti lainnya terkait dengan program imbalan pasti diakui
dalam laba rugi.
22
Page 26
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
u. Imbalan Kerja (lanjutan)
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang (lanjutan)
Pada tanggal 2 Februari 2021, Pemerintah mengundangkan dan memberlakukan Peraturan Pemerintah
Nomor 35 Tahun 2021 (PP 35/2021) untuk melaksanakan ketentuan Pasal 81 dan Pasal 185 (b) UU No.
11/2020 mengenai Cipta Kerja yang bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja yang seluas-luasnya.
Presiden Republik Indonesia telah menetapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 2
Tahun 2022 tentang Cipta Kerja (Perppu Cipta Kerja 2/2022) pada tanggal 30 Desember 2022 yang
merupakan pelaksanaan dari Putusan MK Nomor 91/PUU-XVIII/2020. Dengan berlakunya Perppu ini, UU
No. 11/2020 tentang Cipta Kerja dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Perppu Cipta Kerja 2/2022 telah
ditetapkan menjadi Undang-Undang pada tanggal 31 Maret 2023 berdasarkan Undang-Undang No. 6
Tahun 2023.
v. Laba per Saham Dasar
Berdasarkan PSAK 233, “Laba per Saham”, laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih
yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang dari saham yang
beredar pada tahun yang bersangkutan yang disesuaikan dengan jumlah saham biasa yang dibeli kembali.
Laba per saham dihitung dengan membagi laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas dengan
jumlah rata-rata tertimbang saham biasa.
Biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan penerbitan modal saham Perusahaan kepada publik
dikurangkan langsung dengan hasil emisi dan disajikan sebagai pengurang akun tambahan modal disetor
dalam laporan posisi keuangan.
3. PENGGUNAAN ESTIMASI, PERTIMBANGAN, DAN ASUMSI MANAJEMEN
Dalam penerapan kebijakan akuntansi Grup, seperti yang diungkapkan dalam Catatan 2 pada laporan
keuangan konsolidasian, manajemen harus membuat estimasi, pertimbangan, dan asumsi atas nilai tercatat
aset dan liabilitas yang tidak tersedia oleh sumber-sumber lain. Estimasi dan asumsi tersebut, berdasarkan
pengalaman historis dan faktor lain yang dipertimbangkan relevan.
Manajemen berkeyakinan bahwa pengungkapan berikut telah mencakup ikhtisar estimasi, pertimbangan dan
asumsi signifikan yang dibuat oleh manajemen, yang berpengaruh terhadap jumlah-jumlah yang dilaporkan
serta pengungkapan dalam laporan keuangan konsolidasian.
23
Page 27
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
3. PENGGUNAAN ESTIMASI, PERTIMBANGAN, DAN ASUMSI MANAJEMEN (Lanjutan)
Pertimbangan
Pertimbangan-pertimbangan berikut dibuat oleh manajemen dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Grup
yang memiliki dampak yang paling signifikan terhadap jumlah-jumlah yang diakui dalam laporan keuangan
konsolidasian:
a. Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Grup menentukan klasifikasi aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan
dengan menilai apakah aset dan liabilitas tersebut memenuhi definisi yang ditetapkan dalam PSAK No.
109. Aset keuangan dan liabilitas keuangan dicatat sesuai dengan informasi kebijakan akuntansi
sebagaimana material diungkapkan Catatan 2.
b. Cadangan Kerugian Penurunan Nilai
Grup mengakui ECL sepanjang umur ketika telah ada peningkatan risiko kredit yang signifikan sejak
pengakuan awal. Jika sebaliknya, risiko kredit pada instrumen keuangan tidak meningkat secara signifikan
sejak pengakuan awal, Grup mengukur penyisihan kerugian untuk instrumen keuangan tersebut sejumlah
ECL 12 bulan. Penilaian apakah ECL sepanjang umur harus diakui didasarkan pada peningkatan signifikan
dalam kemungkinan terjadinya atau pada risiko gagal bayar sejak pengakuan awal dan bukan didasarkan
bukti aset keuangan yang mengalami kerugian kredit pada tanggal pelaporan atau kejadian gagal bayar
sebenarnya. ECL sepanjang umur merupakan kerugian kredit ekspetasian yang timbul dari seluruh
kemungkinan peristiwa gagal bayar selama perkiraan umur instrumen keuangan. Sebaliknya, ECL 12
bulan mewakili porsi ECL sepanjang umur yang timbul dari peristiwa gagal bayar pada instrumen
keuangan yang mungkin terjadi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan.
Suatu evaluasi yang bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah cadangan kerugian ekspektasian yang harus
dibentuk, dilakukan secara berkala pada setiap periode pelaporan. Oleh karena itu, saat dan besaran
jumlah cadangan kerugian kredit ekspektasian yang tercatat pada setiap periode dapat berbeda tergantung
pada pertimbangan atas informasi yang tersedia atau berlaku pada saat itu.
c. Pajak Penghasilan
Pertimbangan yang signifikan dibutuhkan untuk menentukan jumlah pajak penghasilan. Terdapat sejumlah
transaksi dan perhitungan yang menimbulkan ketidakpastian penentuan jumlah pajak penghasilan karena
interpretasi atas peraturan pajak yang berbeda. Jika hasil pemeriksaan pajak berbeda dengan jumlah yang
sebelumnya telah dibukukan, maka selisih tersebut akan berdampak terhadap aset dan liabilitas pajak kini
dan tangguhan dalam periode dimana hasil pemeriksaan tersebut terjadi.
24
Page 28
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
3. PENGGUNAAN ESTIMASI, PERTIMBANGAN, DAN ASUMSI MANAJEMEN (Lanjutan)
Estimasi dan Asumsi
Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber utama lain dalam mengestimasi ketidakpastian pada tanggal
pelaporan yang mempunyai risiko signifikan yang dapat menyebabkan penyesuaian material terhadap nilai
tercatat aset dan liabilitas dalam periode berikutnya diungkapkan di bawah ini. Grup mendasarkan asumsi dan
estimasi pada parameter yang tersedia saat laporan keuangan konsolidasian disusun. Kondisi yang ada dan
asumsi mengenai perkembangan masa depan dapat berubah karena perubahan situasi pasar yang berada di
luar kendali Grup. Perubahan tersebut tercermin dalam asumsi ketika keadaan tersebut terjadi:
a. Estimasi Masa Manfaat dan Penyusutan Aset Tetap
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran
masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 4 tahun
sampai dengan 20 tahun, yang merupakan umur yang secara umum diharapkan dalam industri yang sama
dan pengalaman aset yang sejenis. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat
mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan
mungkin direvisi.
b. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Penelaahan atas penurunan nilai dilakukan apabila terdapat indikasi penurunan nilai aset tertentu.
Penentuan nilai wajar aset membutuhkan estimasi arus kas yang diharapkan akan dihasilkan dari
pemakaian berkelanjutan dan pelepasan akhir atas aset tersebut. Perubahan signifikan dalam asumsi-
asumsi yang digunakan untuk menentukan nilai wajar dapat berdampak signifikan pada nilai terpulihkan
dan jumlah kerugian penurunan nilai yang terjadi mungkin berdampak material pada hasil operasi Grup.
c. Imbalan Kerja Jangka Panjang
Penentuan liabilitas imbalan kerja jangka panjang dipengaruhi oleh asumsi tertentu yang digunakan oleh
aktuaris dalam menghitung jumlah tersebut. Asumsi asumsi tersebut dijelaskan dalam Catatan 19 dan
mencakup, antara lain, tingkat kenaikan gaji dan tingkat diskonto yang ditentukan dengan mengacu pada
imbal hasil pasar atas bunga obligasi pemerintah dalam mata uang yang sama dengan mata uang
pembayaran imbalan dan memiliki jangka waktu yang mendekati estimasi jangka waktu liabilitas imbalan
kerja jangka panjang tersebut. Hasil aktual yang berbeda dengan asumsi Grup dibukukan pada
penghasilan komprehensif lain dan dengan demikian, berdampak pada jumlah penghasilan komprehensif
lain yang diakui dan liabilitas yang tercatat pada periode-periode mendatang. Manajemen berkeyakinan
bahwa asumsi-asumsi yang digunakan adalah tepat dan wajar, namun demikian, perbedaan signifikan
pada hasil aktual, atau perubahan signifikan dalam asumsi-asumsi tersebut dapat berdampak signifikan
pada jumlah liabilitas imbalan kerja jangka panjang.
25
Page 29
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
4. KAS DAN BANK
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Kas 44.632.888 30.020.763
Bank
PT Bank Central Asia Tbk 5.570.599.798 2.542.003.511
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1.468.790.377 3.586.359.725
PT Bank CIMB Niaga Tbk. 15.152.817 15.332.817
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 45.236.318 141.460.072
PT Bank Pembangunan Daerah Lampung 6.422.912 6.602.912
PT Bank Ganesha Tbk 575.131 575.132
PT Bank Mega Tbk 31.254.677 58.986.636
Jumlah 7.182.664.918 6.381.341.568
5. PIUTANG USAHA
▪ Berdasarkan Segmen:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Pihak ketiga:
Piutang program 6.601.410.570 5.818.301.487
Kamar, makanan dan minuman, dan lain-lain 178.881.336 150.756.514
6.780.291.906 5.969.058.001
Dikurangi:
cadangan kerugian kredit ekspektasian (725.085.541) (725.085.541)
Jumlah 6.055.206.365 5.243.972.460
▪ Berdasarkan Analisis Umur Piutang Usaha:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Belum jatuh tempo 2.722.675.842 2.396.918.930
Telah jatuh tempo:
< 30 hari 2.537.400.746 2.233.811.233
31 - 60 hari 1.308.447.273 1.151.896.964
61 - 90 hari 4.370.825 3.847.874
> 90 hari 207.397.220 182.583.000
6.780.291.906 5.969.058.001
Dikurangi:
cadangan kerugian kredit ekspektasian (725.085.541) (725.085.541)
Jumlah 6.055.206.365 5.243.972.460
26
Page 30
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
5. PIUTANG USAHA (Lanjutan)
Mutasi cadangan kerugian kredit ekspektasian adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Saldo awal 725.085.541 346.958.218
Pemulihan Pencadangan (Catatan 30) - (346.958.218)
Penambahan (Catatan 30) - 725.085.541
Saldo akhir 725.085.541 725.085.541
Grup membentuk cadangan kerugian penurunan nilai berdasarkan kerugian kredit ekspektasian dengan
menelaah kolektibilitas saldo piutang secara kolektif dan mempertimbangkan informasi yang berorientasi ke
masa depan dan relevan.
Berdasarkan hasil penelaahan keadaan piutang masing-masing pelanggan pada akhir periode pelaporan,
manajemen berkeyakinan bahwa cadangan kerugian penurunan nilai telah memadai untuk menutup
kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha.
Apabila ada pembayaran atas piutang yang telah dilakukan penurunan nilai, dilakukan pemulihan dan dicatat
sebagai pendapatan lain-lain.
6. PIUTANG LAIN-LAIN
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Pihak ketiga:
Karyawan 117.894.336 57.361.780
Jumlah 117.894.336 57.361.780
7. PERSEDIAAN
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Perlengkapan 43.868.169 42.191.141
Makanan dan minuman 44.792.014 60.923.398
Peralatan dapur 9.210.981 6.856.979
Jumlah 97.871.164 109.971.518
Persediaan perlengkapan operasional hotel merupakan persediaan berupa linen dan barang pecah belah serta
perangkat pendukung operasional hotel lainnya.
Persediaan bahan baku merupakan persediaan berupa bahan baku yang digunakan untuk operasional restoran.
Berdasarkan penelaahan pada akhir tahun berjalan, pihak manajemen berkeyakinan bahwa semua jenis
persediaan masih dalam kondisi baik dan masih dapat digunakan.
27
Page 31
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
8. UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DIMUKA
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Uang muka
Proyek 143.542.436 -
Biaya dibayar dimuka
Sewa 220.346.300 -
Lain-lain 5.000.000 -
Jumlah 368.888.736 -
9. ASET TETAP
30 Juni 2026
1 Jan 2026 Penambahan Pengurangan 30 Juni 2026
Harga Perolehan:
Perolehan langsung:
Tanah 12.315.263.667 - - 12.315.263.667
Bangunan & prasarana 57.900.364.087 180.563.000 - 58.080.927.087
Kendaraan 1.143.520.000 - - 1.143.520.000
Peralatan kantor 2.047.590.930 11.800.000 - 2.059.390.930
Perlengkapan dan perabot 13.249.581.618 74.620.747 - 13.324.202.365
86.656.320.302 266.983.747 - 86.923.304.049
Akumulasi Penyusutan:
Pemilikan langsung:
Bangunan & prasarana 12.036.229.501 1.336.364.578 - 13.372.594.079
Kendaraan 430.640.421 18.750.000 - 449.390.421
Peralatan kantor 1.622.391.200 121.808.669 - 1.744.199.869
Perlengkapan dan perabot 8.995.125.060 862.761.548 - 9.857.886.608
23.084.386.182 2.339.684.795 - 25.424.070.977
Nilai tercatat bersih 63.571.934.120 61.499.233.072
31 Desember 2025
1 Jan 2025 Penambahan Pengurangan 31 Des 2025
Harga Perolehan:
Perolehan langsung:
Tanah 12.315.263.667 - - 12.315.263.667
Bangunan & prasarana 57.672.525.347 227.838.740 - 57.900.364.087
Kendaraan 1.143.520.000 - - 1.143.520.000
Peralatan kantor 2.009.506.430 38.084.500 - 2.047.590.930
Perlengkapan dan perabot 12.958.491.950 291.089.668 - 13.249.581.618
86.099.307.394 557.012.908 - 86.656.320.302
28
Page 32
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
9. ASET TETAP (Lanjutan)
31 Desember 2025
1 Jan 2025 Penambahan Pengurangan 31 Des 2025
Akumulasi Penyusutan:
Pemilikan langsung:
Bangunan & prasarana 9.056.589.382 2.979.640.119 - 12.036.229.501
Kendaraan 313.177.919 117.462.502 - 430.640.421
Peralatan kantor 1.376.024.892 246.366.308 - 1.622.391.200
Perlengkapan dan perabot 7.197.592.854 1.797.532.206 - 8.995.125.060
17.943.385.047 5.141.001.135 - 23.084.386.182
Nilai tercatat bersih 68.155.922.347 63.571.934.120
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Beban penyusutan dialokasikan pada:
Beban umum dan administrasi (Catatan 28) 2.339.684.795 5.141.001.135
Jumlah 2.339.684.795 5.141.001.135
Tanah merupakan hak atas tanah Perusahaan dan entitas anak yang sebagaimana ternyata dalam Sertifikat
Hak Guna Bangunan Hak Guna Bangunan (HGB) No. 1057-1060 yang berlaku sampai tanggal 20 November
2039, Hak Guna Bangunan (HGB) No. 1062-1070 yang berlaku sampai tanggal 18 Mei 2040 dan Hak Guna
Bangunan (HGB) No.1110/Metro yang berlaku sampai tanggal 26 Agustus 2040.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Grup mengasuransikan aset tetapnya berupa bangunan
kepada PT Asuransi Umum Mega, pihak ketiga, dengan nilai pertanggungan sebesar Rp26.447.955.000
Pada tanggal 31 Desember 2024, Grup mengasuransikan aset tetapnya berupa bangunan kepada PT Asuransi
Dayin Mitra Tbk, pihak ketiga, dengan nilai pertanggungan sebesar Rp25.241.500.000
Tanah dan bangunan digunakan sebagai jaminan atas fasilitas kredit dari PT Bank Mega Tbk.
Berdasarkan hasil penelaahan manajemen, tidak terdapat indikasi penurunan nilai aset tetap sehingga Grup
tidak melakukan penyisihan penurunan nilai untuk aset tetap.
29
Page 33
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
10. ASET TAK BERWUJUD
30 Juni 2026
1 Jan 2026 Penambahan Pengurangan 30 Juni 2026
Harga Perolehan:
System 986.097.037 - - 986.097.037
986.097.037 - - 986.097.037
Akumulasi amortisasi :
System 513.592.207 123.262.130 - 636.854.337
513.592.207 123.262.130 - 636.854.337
Nilai tercatat 472.504.831 349.242.700
31 Desember 2025
1 Jan 2025 Penambahan Pengurangan 31 Des 2025
Harga Perolehan:
System 986.097.037 - - 986.097.037
986.097.037 - - 986.097.037
Akumulasi amortisasi :
System 267.067.947 246.524.260 - 513.592.207
267.067.947 246.524.260 - 513.592.207
Nilai tercatat 719.029.090 472.504.831
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Beban amortisasi dialokasikan pada:
Beban umum dan administrasi (Catatan 28) 123.262.130 246.524.260
Jumlah 123.262.130 246.524.260
11. UTANG BANK JANGKA PENDEK
30 Juni 2026 31 Desember 2025
PT Bank Mega Tbk 2.358.388.237 2.613.048.918
Jumlah 2.358.388.237 2.613.048.918
Berdasarkan Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit nomor 021/PI/SPPK/2026 tanggal 17 Juni 2026,
Perusahaan memperoleh perpanjangan jangka waktu fasilitas kredit dalam bentuk rekening koran dari PT Bank
Mega Tbk dengan plafon sebesar Rp2.900.000.000 dengan tingkat bunga 9,75% per tahun dengan jangka
waktu 12 bulan, yang akan jatuh tempo pada tanggal 27 Februari 2027.
Berdasarkan Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit nomor 012/CBC-JKT2/SPPK/2025 tanggal 10 Februari
2025, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit dalam bentuk rekening koran dari PT Bank Mega Tbk dengan
plafon sebesar Rp2.900.000.000 dengan tingkat bunga 9,75% per tahun dengan jangka waktu 12 bulan, yang
akan jatuh tempo pada tanggal 27 Februari 2026.
30
Page 34
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
11. UTANG BANK JANGKA PENDEK (Lanjutan)
Berdasarkan Perjanjian Perpanjangan Kredit No. 015/PJPK/KRD/KCU/2024 Pada tanggal 6 Maret 2024,
Perusahaan memperoleh fasilitas kredit dalam bentuk pinjaman rekening koran dari PT Bank Ganesa Tbk
dengan plafon sebesar Rp 2.900.000.000 dengan tingkat bunga 10% pertahun dengan jangka waktu 12 bulan,
yang akan jatuh tempo pada tanggal 20 Maret 2025.
Jaminan atas fasilitas kredit ini sama dengan utang bank jangka panjang (Catatan 18)
12. UTANG USAHA
▪ Berdasarkan Segmen:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Pihak ketiga:
Supplier 47.166.108 65.566.683
Refund program 1.050.000 1.410.000
Jumlah 48.216.108 66.976.683
▪ Berdasarkan Analisis Umur Utang Usaha:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Berdasarkan umur:
Jatuh Tempo:
1 - 30 Hari 47.166.108 65.566.683
31 - 60 Hari 1.050.000 869.401
61 - 90 Hari - -
> 90 Hari - 540.599
Jumlah 48.216.108 66.976.683
13. UTANG LAIN-LAIN
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Pihak ketiga:
Deposit tamu 168.100.102 128.350.101
Cadangan penggantian perabotan hotel 16.069.992 25.067.066
Jumlah 184.170.094 153.417.167
31
Page 35
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
14. PERPAJAKAN
a. Pajak Dibayar Dimuka
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Entitas Anak
Pajak penghasilan pasal 21 - 77.815
Jumlah - 77.815
b. Utang Pajak
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Entitas Induk
Pajak penghasilan pasal 21 24.519.933 -
Pajak penghasilan pasal 23 - 69.400
Pajak penghasilan pasal 29 - 697.948.790
Entitas Anak
Pajak penghasilan pasal 23 120.779 1.340.000
Pajak penghasilan pasal 29 - 50.955.850
Pajak restoran - PB 1 208.737.709 43.748.498
Jumlah 233.378.421 794.062.538
c. Pajak Tangguhan
30 Juni 2026
Saldo Awal Dikreditkan Dikreditkan ke Saldo Akhir
Entitas Induk (Dibebankan) ke Penghasilan
Cadangan kerugian piutang usaha 209.856.303 - - 209.856.303
Imbalan kerja (51.126.971) - - (51.126.971)
Sub Jumlah 158.729.332 - - 158.729.332
Entitas Anak 16.375.138 - - 16.375.138
Aset Pajak Tangguhan - Bersih 175.104.470 - - 175.104.470
31 Desember 2025
Saldo Awal Dikreditkan Dikreditkan ke Saldo Akhir
Entitas Induk (Dibebankan) ke Penghasilan
Cadangan kerugian piutang usaha 54.529.899 155.326.404 - 209.856.303
Imbalan kerja 23.285.013 (74.273.736) (138.248) (51.126.971)
Sub Jumlah 77.814.912 81.052.668 (138.248) 158.729.332
Entitas Anak 495.995 15.888.290 (9.147) 16.375.138
Aset Pajak Tangguhan - Bersih 78.310.907 96.940.958 (147.395) 175.104.470
32
Page 36
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
15. PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Pendaftaran siswa 21.037.334 2.113.334
Pendapatan diterima dimuka merupakan pendaftaran program siswa diterima dimuka oleh perusahaan untuk
program ditahun 2026.
16. BIAYA MASIH HARUS DIBAYAR
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Jasa layanan 161.150.145 104.039.897
Jasa profesional 77.000.000 77.000.000
Listrik, air dan telepon 60.871.748 62.250.989
Lain-lain < Rp 5.000.000 161.283.705 159.733.705
Jumlah 460.305.598 403.024.591
17. UTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN
30 Juni 2026 31 Desember 2025
PT Mandiri Tunas Finance 35.927.954 118.427.954
Dikurangi : bunga tahun berjalan - -
Nilai sekarang atas pembayaran minimum 35.927.954 118.427.954
Dikurangi: Bagian lancar < 12 bulan (35.927.954) (118.427.954)
Bagian jangka panjang - -
Pada tahun 2023, Perusahaan memperoleh dua Fasilitas Pembiayaan Multiguna 1 unit kendaraan Wuling dari
PT Mandiri Tunas Finance dengan keseluruhan nilai aset yang diperoleh sebesar Rp 197.000.000, di mana total
nilai yang dibiayai oleh fasilitas ini adalah sebesar Rp 146.800.000, dengan jangka waktu 48 bulan dengan
tingkat bunga sebesar 8,57% per tahun.
Pada tahun 2022, Perusahaan memperoleh dua Fasilitas Pembiayaan Multiguna 3 unit kendaraan Wuling dari
PT Mandiri Tunas Finance dengan keseluruhan nilai aset yang diperoleh sebesar Rp 587.640.000, di mana total
nilai yang dibiayai oleh fasilitas ini adalah masing-masing sebesar Rp 512.640.000, dengan jangka waktu 48
bulan dengan tingkat bunga sebesar 8,53% per tahun.
33
Page 37
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
18. UTANG BANK JANGKA PANJANG
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Entitas anak
PT Bank Mega Tbk
Term Loan - I 8.699.638.193 9.011.979.123
Jumlah 8.699.638.193 9.011.979.123
Dikurangi:
Bagian lancar < 12 bulan (609.879.032) (1.490.780.761)
Utang bank jangka panjang 8.089.759.161 7.521.198.362
PT Bank Mega Tbk
Berdasarkan Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit (SPPK) nomor 012/CBC-JKT2/SPPK/2025 tanggal 10
Februari 2025, PT Aidia Indonesia Propertindo memperoleh fasilitas kredit dalam bentuk rekening koran dengan
plafon sebesar Rp2.900.000.000 dan fasilitas kredit investasi 1 untuk take over 2 fasilitas kredit investasi di
Bank Ganesha sejumlah Rp9.500.000.000 dari Bank Mega. Dengan tipe, struktur, dan syarat kredit sebagai
berikut:
Fasilitas Kredit Investasi 1 (untuk take over 2 fasilitas KI di Bank Ganesha)
Plafon : Rp9.500.000.000
Bentuk kredit : Kredit investasi
Jangka waktu : 120 bulan sejak akad kredit
Suku bunga : 9,75%
PT Bank Ganesa Tbk - Kredit investasi I
Berdasarkan surat persetujuan dan pengalihan fasilitas kredit (novasi) dari PT Idea Asia Investama untuk
menjadi PT Aidia Indonesia Propertindo No.060/KCU-ADK/III/2021 tanggal 29 Maret 2021 dan akta perjanjian
kredit No. 06 tanggal 01 Juli 2021, entitas anak memperoleh fasilitas Pinjaman Kredit Investasi 1 (KI 1) sebesar
Rp 9.000.000.000, untuk tujuan investasi pembangunan hotel, asrama dan sarana penunjang dari PT Bank
Ganesha Tbk dengan bunga sebesar 10,75% dan akan jatuh tempo pada tanggal 23 Oktober 2028.
PT Bank Ganesa Tbk - Kredit investasi II
Berdasarkan surat persetujuan dan pengalihan fasilitas kredit (novasi) dari PT Idea Asia Investama untuk
menjadi PT Aidia Indonesia Propertindo No.060/KCU-ADK/III/2021 tanggal 29 Maret 2021 dan akta perjanjian
kredit No. 07 tanggal 01 Juli 2021, entitas anak memperoleh fasilitas Pinjaman Kredit Investasi 2 (KI 2) sebesar
Rp16.750.000.000, untuk tujuan investasi pembangunan hotel, asrama dan sarana penunjang lainnya dari PT
Bank Ganesha Tbk dengan bunga 10,75% dan akan jatuh tempo pada tanggal 23 Oktober 2028.
Fasilitas Kredit tersebut kemudian di take over oleh PT Bank Mega Tbk sehingga AIP memperoleh Surat
Keterangan Lunas dari PT Bank Ganesha Tbk No. 120/ADK-SL/II/2025 tanggal 27 Februari 2025.
34
Page 38
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
18. UTANG BANK JANGKA PANJANG (Lanjutan)
Berdasarkan Perjanjian Kredit No. 30 tanggal 27 Februari 2025, AIP memperoleh fasilitas kredit dalam bentuk
pinjaman TL 1 dari PT Bank Mega Tbk dengan plafon sebesar Rp 9.500.000.000 dengan tingkat bunga 9,75%
yang bertujuan untuk take over 2 fasilitas KI di PT Bank Ganesha Tbk. Pinajamn tersebut akan jatuh tempo
pada tanggal 27 Maret 2035.
Fasilitas pinjaman tersebut dijamin dengan:
› Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1066/Metro, diurai dalam
surat ukur tanggal 5 Mei 2020, No.02011/2020, seluas 484 m2 atas nama PT Aidia Indonesia Propertindo;
› Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1063/Metro, diurai dalam
surat ukur tanggal 5 Mei 2020, No.02016/2020, seluas 496 m2 atas nama PT Aidia Indonesia Propertindo;
› Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1070/Metro, diurai dalam
surat ukur tanggal 5 Mei 2020, No.02013/2020, seluas 474 m2 atas nama PT Aidia Indonesia Propertindo;
› Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1067/Metro, diurai dalam
surat ukur tanggal 5 Mei 2020, No.02017/2020, seluas 1.471 m2 atas nama PT Aidia Indonesia Propertindo;
› Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1064/Metro, diurai dalam
surat ukur tanggal 5 Mei 2020, No.02015/2020, seluas 963 m2 atas nama PT Aidia Indonesia Propertindo;
› Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1065/Metro, diurai dalam
surat ukur tanggal 5 Mei 2020, No.02018/2020, seluas 2.973 m2 atas nama PT Aidia Indonesia Propertindo;
› Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1069/Metro, diurai dalam
surat ukur tanggal 5 Mei 2020, No.02012/2020, seluas 236 m2 atas nama PT Aidia Indonesia Propertindo;
› Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1062/Metro, diurai dalam
surat ukur tanggal 5 Mei 2020, No.02019/2020, seluas 239 m2 atas nama PT Aidia Indonesia Propertindo;
› Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1068/Metro, diurai dalam
surat ukur tanggal 5 Mei 2020, No.02014/2020, seluas 1.689 m2 atas nama PT Aidia Indonesia Propertindo;
› Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1057/Metro, diurai dalam
surat ukur tanggal 15 November 2019, No.01926/2019, seluas 195 m2 atas nama PT Aidia Indonesia
Propertindo;
› Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1058/Metro, diurai dalam
surat ukur tanggal 15 November 2019, No.01929/2019, seluas 188 m2 atas nama PT Aidia Indonesia
Propertindo;
› Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1059/Metro, diurai dalam
surat ukur tanggal 15 November 2019, No.01928/2019, seluas 242 m2 atas nama PT Aidia Indonesia
Propertindo;
› Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1060/Metro, diurai dalam
surat ukur tanggal 15 November 2019, No.01927/2019, seluas 200 m2 atas nama PT Aidia Indonesia
Propertindo;
› Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1110/Metro, diurai dalam
surat ukur tanggal 24 Agustus 2020, No.02102/2020, seluas 974 m2, terletak di Letjend Alamsyah Ratu
Prawira Negara, kelurahan Metro, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Propinsi Lampung, tertulis atas
nama PT Idea Indonesia Akademi.
35
Page 39
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
18. UTANG BANK JANGKA PANJANG (Lanjutan)
Berikut syarat dan ketentuan covenant
a. PT Aidia Indonesia Propertindo wajib menggunakan fasilitas pinjaman sesuai dengan tujuannya dan tidak
untuk keperluan lain;
b. PT Aidia Indonesia Propertindo wajib membuka rekening koran atau rekening tabungan dan mengaktifkan
transaksi keuangan usahanya melalui rekening yang dibuka pada bank;
c. PT Aidia Indonesia Propertindo wajib mengizinkan bank atau karyawannya atau wakilnya masuk ke kantor
dan tempat usaha debitur, dan kunjungan tersebut bukan merupakan suatu tindakan memasuki
pekarangan tanpa hak;
d. PT Aidia Indonesia Propertindo wajib segera memberitahu bank apabila terjadi perselisihan, sengketa, atau
perkara dimana debitur menjadi pihak atau terlibat yang menyangkut sejumlah uang atau berdampak
terhadap kemampuan debitur dalam melaksanakan kewajibannya.
Hal-hal yang tidak boleh dilakukan (Negative Covenants )
a. Melakukan atau menyebabkan dilakukannya penarikan modal disetor;
b. Mengadakan RUPS yang menyebabkan perubahan anggaran dasar, struktur modal, susunan pemegang
saham atau susunan anggota direksi dan komisaris;
c. Melakukan perubahan bidang atau jenis kegiatan;
d. Mengajukan permohonan kepailitan atau penundaan kewajiban pembayaran utang;
e. Memberikan pinjaman kepada pihak lain termasuk pemegang saham, perusahaan anak, dan perusahaan
afiliasinya, kecuali pinjaman kepada karyawan;
f. Memperoleh pinjaman baru atau menyebabkan terjadinya utang baru;
g. Menggadaikan, menjaminkan, mengalihkan saham;
h. Menjual dan menyewakan aset kecuali dalam rangka kegiatan usaha dan operasional perusahaan debitur.
Corporate guarantee atas nama PT Idea Indonesia Akademi Tbk.
19. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA
Liabilitas imbalan kerja dihitung berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan No.6 tahun 2023 sesuai PSAK
219 dengan pendekatan IFRIC, yang antara lain mengatur kembali uang pesangon dan atau uang penghargaan
masa kerja dan uang penggantian hak yang seharusnya diterima karyawan dalam hal terjadi pemutusan
hubungan kerja.
Perhitungan imbalan pascakerja dihitung oleh aktuaris independen Kantor Konsultan Aktuaria Budi Ramdani
untuk tanggal 31 Desember 2025 dengan Nomor laporan No. 1467/PSAK/KKA-BR/III/2026 tertanggal 26 Maret
2026, dengan menggunakan metode "Projected Unit Credit " dengan asumsi asumsi utama sebagai berikut:
36
Page 40
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
19. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA (Lanjutan)
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Tingkat diskonto 7.00% 7.00%
Tingkat kenaikan gaji 5% 5%
Tingkat kematian TMI 2019 TMI 2019
Tingkat cacat 10% dari TMI IV 10% dari TMI IV
Usia pensiun normal 55 Tahun 55 Tahun
Tingkat pengunduran diri
17 - 29 Tahun 10% 10%
30 - 39 Tahun 5% 5%
40 - 44 Tahun 3% 3%
45 - 49 Tahun 2% 2%
50 - 54 Tahun 1% 1%
≥ 55 0% 0%
▪ Mutasi estimasi liabilitas imbalan pascakerja adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Saldo awal tahun 40.699.772 9.000.448
Beban (pendapatan) tahun berjalan - 32.369.304
Pengukuran kembali yang dicatat di OCI - (669.980)
Saldo akhir tahun 40.699.772 40.699.772
▪ Beban imbalan pascakerja
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Beban jasa kini - 10.576.807
Biaya Bunga - 642.353
Pengakuan Segera dari Biaya Jasa Lalu yang Vested - 21.150.144
Beban (pendapatan) yang diakui dalam laba rugi - 32.369.304
20. MODAL SAHAM
Berdasarkan Akta Christina Dwi Utami, S.H., M.H.,M.Kn., No. 111 tanggal 14 September 2021, modal dasar
Perusahaan adalah sebesar Rp 135.992.000.000, terdiri dari 3.399.800.000 lembar saham dengan nilai nominal
Rp 40 per lembar saham. Dari modal dasar tersebut telah ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp
42.497.500.000 oleh para pemegang saham, terdiri dari 1.062.437.500 lembar saham dengan nilai nominal Rp
40.
37
Page 41
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
20. MODAL SAHAM (Lanjutan)
Susunan pemegang saham Entitas pada tanggal 30 Juni 2026 berdasarkan daftar yang dikeluarkan oleh PT
Adimitra Jasa Korpora, Biro Administrasi Efek, adalah sebagai berikut:
Lembar Persentase Total
Pemegang saham Saham Kepemilikan Modal Disetor
PT Idea Asia Investama 304.504.100 29% 12.180.164.000
Eko Desriyanto 402.818.600 38% 16.112.744.000
Masyarakat 355.114.800 33% 14.204.592.000
Jumlah 1.062.437.500 100% 42.497.500.000
Susunan pemegang saham Entitas pada tanggal 31 Desember 2025 berdasarkan daftar yang dikeluarkan oleh
PT Adimitra Jasa Korpora, Biro Administrasi Efek, adalah sebagai berikut:
Lembar Persentase Total
Pemegang saham Saham Kepemilikan Modal Disetor
PT Idea Asia Investama 428.873.700 40% 17.154.948.000
Eko Desriyanto 402.818.600 38% 16.112.744.000
Masyarakat 230.745.200 22% 9.229.808.000
Jumlah 1.062.437.500 100% 42.497.500.000
21. TAMBAHAN MODAL DISETOR
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Tambahan modal disetor saat
Penawaran Umum Saham Perdana 21.248.750.000 21.248.750.000
Biaya emisi saham (3.271.122.780) (3.271.122.780)
Selisih nilai transaksi kombinasi bisnis
entitas sepengendali (269.658.691) (269.658.691)
Jumlah 17.707.968.529 17.707.968.529
22. DIVIDEN
Berdasarkan Surat Keputusan Sirkuler Direksi dan Dewan Komisaris Nomor 01.100/AG/SK/IIA/XI/2025 dan
009/SK.KOM/XI/2025 tanggal 12 November 2025 dan 13 November 2025, Direksi dan Dewan Komisaris
menyetujui menetapkan pembagian dividen interim kepada pemegang saham sebesar Rp849.950.000 atau
Rp0,80 per saham dan dibayarkan secara tunai pada tanggal 17 Desember 2025.
Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Akta No. 03, tanggal 03 Juni 2025,
pemegang saham menyetujui menetapkan pembagian dividen tunai kepada pemegang saham sebesar
Rp849.950.000 atau Rp0,80 per saham untuk dividen interim dan sebesar Rp531.218.750 atau Rp0,5 per
saham dan dibayarkan secara tunai pada tanggal 4 Juli 2025.
38
Page 42
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
23. KEPENTINGAN NON-PENGENDALI
Bagian Laba
(Rugi) Perusahaan
Perusahaan Anak 1 Januari 2026 Anak 30 Juni 2026
PT Aidia Indonesia Propertindo 2.058.625 (33.802) 2.024.823
PT Idea Hospitality Management 1.074.843 (35.798) 1.039.045
Jumlah 3.133.468 (69.600) 3.063.868
Bagian Laba
(Rugi) Perusahaan
Perusahaan Anak 1 Januari 2025 Anak/ 30 Juni 2025
PT Aidia Indonesia Propertindo 941.605 1.457 943.062
PT Idea Hospitality Management 1.046.951 26.395 1.073.346
Jumlah 1.988.556 27.852 2.016.408
24. PENJUALAN NETO
30 Juni 2026 30 Juni 2025
Program siswa 6.527.736.228 8.021.077.646
Sewa kamar 2.178.319.714 2.167.839.392
Makanan dan minuman 1.502.431.061 1.435.717.476
Lain-lain 30.090.657 1.174.614.801
Jumlah 10.238.577.660 12.799.249.315
25. BEBAN POKOK PENJUALAN
30 Juni 2026 30 Juni 2025
Bahan dan perlengkapan 867.038.296 1.958.902.352
Gaji dan tunjangan 813.454.193 495.694.412
Makanan dan minuman 593.953.445 504.336.609
Listrik dan air 424.553.274 357.576.058
Pendaftaran / Pelayanan 60.583.000 13.500.000
Transportasi 20.332.376 4.571.000
Perbaikan dan pemeliharaan 10.753.846 -
Hotel 250.447 14.168.335
Departemen lain 209.634.076 472.011.421
Jumlah 3.000.552.953 3.820.760.187
39
Page 43
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
26. PENGHASILAN LAIN-LAIN
30 Juni 2026 30 Juni 2025
Jasa giro 7.530.136 1.217.367
Lain-lain 196.689.007 48.967.287
Jumlah 204.219.143 50.184.654
27. BEBAN PENJUALAN
30 Juni 2026 30 Juni 2025
Gaji dan tunjangan 568.004.645 794.861.593
Promosi dan Iklan 221.060.534 192.689.845
Perjalanan dinas 87.907.216 283.936.360
Entertainment 13.655.431 13.161.270
Lain-lain 121.156.745 176.929.453
Jumlah 1.011.784.571 1.461.578.521
28. BEBAN ADMINISTRASI DAN UMUM
30 Juni 2026 30 Juni 2025
Penyusutan dan amortisasi 2.462.946.925 2.458.330.660
Gaji dan tunjangan 1.062.915.880 1.244.433.733
Transportasi 250.709.551 99.481.221
Perbaikan dan pemeliharaan 200.903.856 148.998.544
Listrik, telephone dan air 158.566.455 141.244.390
Biaya kantor 152.345.880 119.650.759
Jasa profesional 140.771.150 245.997.473
Jamuan dan sumbangan 102.953.874 51.893.899
Perjalanan dinas 78.719.021 38.616.009
Pajak 57.910.085 72.295.986
Perijinan 40.246.000 10.360.000
Lain-lain < Rp 20.000.000 241.897 11.013.957
Jumlah 4.709.230.574 4.642.316.631
29. BEBAN KEUANGAN
30 Juni 2026 30 Juni 2025
Bunga pinjaman 526.624.608 641.029.598
Administrasi bank 201.964.540 163.273.913
Jumlah 728.589.148 804.303.511
40
Page 44
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
30. BEBAN LAIN-LAIN
30 Juni 2026 30 Juni 2025
Zakat 36.813.988 34.031.531
Lain-lain (Neto) - 16.380.994
Jumlah 36.813.988 50.412.525
31. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK-PIHAK YANG BERELASI
Sifat Hubungan Istimewa
Pihak yang Berelasi Sifat transaksi Transaksi
Direksi dan Komisaris Pemegang Saham, Manajemen Kunci Remunerasi
▪ Kompensasi Manajemen Kunci
Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan adalah merupakan personal manajemen kunci.
Perusahaan melakukan pembayaran remunerasi kepada Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan dengan
rincian sebagai berikut:
30 Juni 2026 30 Juni 2025
Dewan Komisaris 116.000.000 116.000.000
Dewan Direksi 342.000.000 342.000.000
Jumlah 458.000.000 458.000.000
32. LABA BERSIH PER SAHAM DASAR
Laba bersih per saham dihitung dengan membagi laba bersih yang tersedia bagi pemegang saham dengan
jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar pada tahun bersangkutan.
30 Juni 2026 30 Juni 2025
Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik 955.825.569 2.070.062.594
Perusahaan induk
Rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar 1.062.437.500 1.062.437.500
Laba per saham dasar 0,90 1,95
41
Page 45
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
33. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Dalam aktivitasnya Grup dipengaruhi oleh berbagai risiko keuangan, termasuk risiko kredit dan risiko likuiditas.
Tujuan manajemen risiko Grup secara keseluruhan adalah untuk secara efektif mengendalikan risiko-risiko ini
dan meminimalkan pengaruh merugikan yang dapat terjadi terhadap kinerja keuangan. Direksi menelaah dan
menyetujui kebijakan untuk mengendalikan setiap risiko yang dirangkum di bawah ini, dan juga memantau
harga pasar semua instrumen keuangan.
Risiko Suku Bunga
Grup memiliki risiko suku bunga yang signifikan, terutama karena sebagian pinjaman bank dilakukan dengan
menggunakan suku bunga mengambang. Perusahaan melakukan pengawasan terhadap tingkat suku bunga
untuk meminimalisasi dampak negatif yang mungkin timbul.
Risiko Kredit
Risiko kredit adalah bahwa Grup akan mengalami kerugian yang timbul dari pelanggan atau pihak lawan akibat
gagal memenuhi kewajiban kontraktualnya. Perusahaan mengendalikan risiko kredit dengan cara melakukan
hubungan usaha dengan pihak lain yang memiliki kredibilitas, menetapkan kebijakan verifikasi dan otorisasi
kredit, serta memantau kolektibilitas piutang secara berkala untuk mengurangi jumlah piutang tak tertagih.
Berikut adalah eksposur laporan posisi keuangan yang terkait risiko kredit pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31
Desember 2025:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Aset
Kas dan bank 7.182.664.918 6.381.341.568
Piutang usaha 6.055.206.365 5.243.972.460
Piutang lain-lain 117.894.336 57.361.780
Jumlah 13.355.765.619 11.682.675.808
Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko yang timbul dari kemungkinan Grup mengalami kesulitan pendanaan untuk
memenuhi komitmen dan liabilitas Grup kepada pihak kreditur pada saat jatuh tempo pembayaran.
Dalam pengelolaan risiko likuiditas, manajemen memantau dan menjaga jumlah kas dan setara kas yang
dianggap memadai untuk membiayai operasional Grup dan untuk mengatasi dampak fluktuasi arus kas.
Manajemen juga melakukan evaluasi berkala atas proyeksi arus kas dan arus kas aktual, termasuk jadwal jatuh
tempo utang, dan terus-menerus melakukan penelaahan pasar keuangan untuk mendapatkan sumber
pendanaan yang optimal.
42
Page 46
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
33. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)
Risiko Likuiditas (Lanjutan)
Tabel di bawah ini menganalisa liabilitas keuangan Grup yang dikelompokkan berdasarkan periode yang tersisa
sampai dengan tanggal jatuh tempo kontraktual. Jumlah yang diungkapkan dalam tabel merupakan arus kas
kontraktual yang tidak didiskontokan:
30 Juni 2026
Jatuh tempo kontraktual liabilitas keuangan/
Kurang dari Antara Lebih dari
1 Tahun 1 dan 2 Tahun 2 Tahun Total
Utang bank jangka pendek 2.358.388.237 - - 2.358.388.237
Utang usaha 48.216.108 - - 48.216.108
Beban masih harus dibayar 460.305.598 - - 460.305.598
Utang lain-lain 184.170.094 - - 184.170.094
Utang pembiayaan konsumen 35.927.954 - - 35.927.954
Utang bank jangka panjang 609.879.032 1.490.780.761 6.598.978.400 8.699.638.193
Jumlah 3.696.887.023 1.490.780.761 6.598.978.400 11.786.646.184
31 Desember 2025
Jatuh tempo kontraktual liabilitas keuangan/
Kurang dari Antara Lebih dari
1 Tahun 1 dan 2 Tahun 2 Tahun Total
Utang bank jangka pendek 2.613.048.918 - - 2.613.048.918
Utang usaha 66.976.683 - - 66.976.683
Beban masih harus dibayar 403.024.591 - - 403.024.591
Utang lain-lain 153.417.167 - - 153.417.167
Utang pembiayaan konsumen 118.427.954 - - 118.427.954
Utang bank jangka panjang 1.490.780.761 1.490.780.761 6.030.417.601 9.011.979.123
Jumlah 4.845.676.074 1.490.780.761 6.030.417.601 12.366.874.436
43
Page 47
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
34. INFORMASI SEGMEN
Informasi segmen Grup dikelompokkan berdasarkan segmen usaha yaitu lembaga pendidikan, hotel dan
restoran dan jasa manajemen, berikut ini adalah informasi segmen berdasarkan segmen usaha:
30 Juni 2026
Lembaga Jasa
Pendidikan Hotel Manajemen Total
Laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain
Pendapatan usaha 6.527.736.228 3.710.841.432 - 10.238.577.660
Beban pokok pendapatan (988.494.560) (2.012.058.393) - (3.000.552.953)
Laba bruto 5.539.241.668 1.698.783.039 - 7.238.024.707
Beban usaha (3.352.744.533) (2.350.584.462) (17.686.150) (5.721.015.145)
Laba usaha 2.186.497.135 (651.801.423) (17.686.150) 1.517.009.562
Penghasilan (beban) neto 157.568.437 (718.539.718) (212.712) (561.183.993)
Laba sebelum pajak 2.344.065.572 (1.370.341.141) (17.898.862) 955.825.569
Laba tahun berjalan 2.344.065.572 (1.370.341.141) (17.898.862) 955.825.569
Laporan posisi keuangan
Konsolidasian
Aset segmen dilaporkan 30.760.651.608 45.041.971.011 43.483.142 75.846.105.761
Liabilitas segmen dilaporkan 457.346.636 11.624.415.076 - 12.081.761.712
30 Juni 2025
Lembaga Jasa
Pendidikan Hotel Manajemen Total
Laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain
Pendapatan usaha 8.021.077.646 4.760.371.669 17.800.000 12.799.249.315
Beban pokok pendapatan (2.301.386.354) (1.519.373.833) - (3.820.760.187)
Laba bruto 5.719.691.292 3.240.997.836 17.800.000 8.978.489.128
Beban usaha (3.707.512.864) (2.391.942.288) (4.440.000) (6.103.895.152)
Laba usaha 2.012.178.428 849.055.548 13.360.000 2.874.593.976
Penghasilan (beban) neto (9.178.145) (795.190.665) (162.572) (804.531.382)
Laba sebelum pajak 2.003.000.283 53.864.883 13.197.428 2.070.062.594
Laba tahun berjalan 2.003.000.283 53.864.883 13.197.428 2.070.062.594
Laporan posisi keuangan
Konsolidasian
Aset segmen dilaporkan 29.054.509.859 47.776.980.110 43.858.194 76.875.348.163
Liabilitas segmen dilaporkan 973.045.380 12.414.278.542 - 13.387.323.922
44
Page 48
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
35. PERISTIWA SETELAH TANGGAL NERACA
Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Akta No. 07, tanggal 5 Juni 2026,
Pemegang saham menyetujui menetapkan pembagian dividen tunai kepada pemegang saham sebesar
Rp531.218.750 atau sebesar Rp 0,5 per saham dan dibayarkan secara tunai pada tanggal 9 Juli 2026.
45
Names mentioned 33 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Panji Kresna
p.9 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.9 ×3
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-AH.
p.9
unresolved
person
Rini Yulianti
p.10
unresolved
org
PT Aidia Indonesia Propertindo
p.10 ×25
unresolved
org
PT Idea Hospitallity Management
p.10 ×2
unresolved
org
PT Idea Hospitality Management
p.11 ×3
unresolved
person
Karamia Dwi Monica
p.11
unresolved
org
Bank Indonesia
p.14
unresolved
org
PT Bank Pembangunan Daerah Lampung
p.29
unresolved
org
Bank Ganesa Tbk
p.34 ×6
unresolved
person
Akta Christina Dwi Utami
p.40
unresolved
org
PT Adimitra Jasa Korpora
p.41 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.