Skip to content
Back to announcement

FS IDEA 30 Jun 2026.pdf

Financial statement Text extracted IDEA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 48

Page 1
                 PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk
                       DAN ENTITAS ANAK

                   LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TANGGAL 30 JUNI 2026 (Tidak Diaudit) DAN TANGGAL 31 DESEMBER 2025 (Diaudit)
     DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL
                30 JUNI 2026 DAN 30 JUNI 2025 (Tidak Diaudit)
Page 2
               PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
                                  DAFTAR ISI



                                                                     Halaman
Surat Pernyataan Direksi

Laporan Keuangan Konsolidasian

 Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian                                1-2

 Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian      3

 Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian                                4

 Laporan Arus Kas Konsolidasian                                         5

 Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian                          6 - 45
Page 3

          
Page 4
                PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
                     LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
                    (Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)



                                          Catatan       30 Juni 2026       31 Desember 2025

ASET
ASET LANCAR
 Kas dan bank                                 4           7.182.664.918           6.381.341.568
 Piutang usaha                                5           6.055.206.365           5.243.972.460
 Piutang lain-lain                            6             117.894.336              57.361.780
 Persediaan                                   7              97.871.164             109.971.518
 Pajak dibayar dimuka                        14a                      -                  77.815
 Uang muka dan biaya dibayar dimuka           8             368.888.736                       -
 Jumlah Aset Lancar                                      13.822.525.519       11.792.725.140

ASET TIDAK LANCAR
 Aset tetap                                   9          61.499.233.072       63.571.934.120
 Aset tak berwujud                           10             349.242.700          472.504.831
 Aset pajak tangguhan                        14c            175.104.470          175.104.470
 Jumlah Aset Tidak Lancar                                62.023.580.242       64.219.543.421
JUMLAH ASET                                              75.846.105.761       76.012.268.561




              Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
              bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

                                             1
Page 5
                  PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
                       LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
                      (Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)



                                             Catatan      30 Juni 2026       31 Desember 2025

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
  Utang bank jangka pendek                     11           2.358.388.237           2.613.048.918
  Utang usaha                                  12              48.216.108              66.976.683
  Utang lain-lain                              13             184.170.094             153.417.167
  Utang pajak                                  14b            233.378.421             794.062.538
  Pendapatan diterima dimuka                   15              21.037.334               2.113.334
  Biaya masih harus dibayar                    16             460.305.598             403.024.591
  Bagian lancar liabilitas jangka panjang:
    Utang pembiayaan konsumen                  17              35.927.954             118.427.954
    Utang bank jangka panjang                  18             609.879.032           1.490.780.761
 Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                            3.951.302.778           5.641.851.946
LIABILITAS JANGKA PANJANG
  Utang bank jangka panjang                    18           8.089.759.161           7.521.198.362
  Liabilitas imbalan pascakerja                19              40.699.772              40.699.772
 Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                           8.130.458.933           7.561.898.134
 Jumlah Liabilitas                                         12.081.761.711       13.203.750.080

EKUITAS
 Modal saham
  Modal dasar - 3.399.800.000 lembar saham
    dengan nilai nominal Rp 40,-
  Modal ditempatkan dan disetor penuh
    - 1.062.437.500 lembar saham           20              42.497.500.000       42.497.500.000
 Tambahan modal disetor                    21              17.707.968.529       17.707.968.529
 Saldo laba
  Ditentukan penggunaannya                                    250.000.000             250.000.000
  Belum ditentukan penggunaannya                            3.297.748.285           2.342.970.176
 Penghasilan komprehensif lain                                  8.063.368               8.063.368
 Total Ekuitas Yang Dapat Diatribusikan
  Kepada Pemilik Ekuitas Induk                             63.761.280.182       62.806.502.073
 Kepentingan non-pengendali                23                   3.063.868            2.016.408
 Jumlah Ekuitas                                            63.764.344.050       62.808.518.481
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                              75.846.105.761       76.012.268.561




                Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
                bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

                                               2
Page 6
                PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
     LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
           Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
                   (Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)



                                                 Catatan     30 Juni 2026         30 Juni 2025

PENJUALAN NETO                                     24       10.238.577.660        12.799.249.315
BEBAN POKOK PENJUALAN                              25       (3.000.552.953)       (3.820.760.187)
LABA BRUTO                                                   7.238.024.707         8.978.489.128

Penghasilan lain-lain                              26           204.219.143           50.184.654
Beban penjualan                                    27        (1.011.784.571)      (1.461.578.521)
Beban administrasi dan umum                        28        (4.709.230.574)      (4.642.316.631)
Beban keuangan                                     29          (728.589.148)        (804.303.511)
Beban lain-lain                                    30           (36.813.988)         (50.412.525)
LABA SEBELUM PAJAK                                             955.825.569         2.070.062.594

MAMFAAT (BEBAN) PAJAK
 Pajak kini                                                                 -                    -
 Pajak tangguhan                                                            -                    -
 Total beban pajak, neto                                                    -                    -
LABA BERSIH TAHUN BERJALAN                                     955.825.569         2.070.062.594

PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
 Pos yang tidak direklasifikasi ke laba rugi:
 - Pengukuran kembali atas program imbalan pasti                            -                    -
 - Pajak penghasilan terkait                                                -                    -
 Jumlah penghasilan (beban) komprehensif lain                               -                    -
LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN                               955.825.569         2.070.062.594

Jumlah laba bersih tahun berjalan
 yang dapat diatribusikan kepada:
 - Pemilik entitas induk                                       955.895.169         2.070.034.742
 - Kepentingan non-pengendali                      23              (69.600)               27.852
                                                               955.825.569         2.070.062.594

Jumlah laba komprehensif tahun
 berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
 - Pemilik entitas induk                                       955.895.169         2.070.034.742
 - Kepentingan non-pengendali                      23              (69.600)               27.852
                                                               955.825.569         2.070.062.594
LABA BERSIH PER SAHAM YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA ENTITAS INDUK                 32                  0,90                 1,95

              Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
              bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

                                             3
Page 7
                                                       PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
                                                          LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
                                                   Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
                                                           (Dinyatakan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

                                                                                                          Keuntungan
                                                                                                           (Kerugian)
                                                                               Saldo laba                 Aktuaria atas       Total Ekuitas
                                               Tambahan           Belum ditentukan     Sudah ditentukan     Program             Pemilik         Kepentingan
                             Modal Disetor    Modal disetor       Penggunaannya         Penggunaannya     Imbalan pasti       Entitas induk    Non-pengendali    Total Ekuitas

Saldo per 1 Januari 2025     42.497.500.000   17.707.968.529          1.002.963.752         200.000.000        7.540.783      61.415.973.064        1.988.556    61.417.961.620


Laba bersih tahun berjalan                -                   -       2.070.034.742                   -                   -    2.070.034.742           27.852     2.070.062.594

Saldo per 30 Juni 2025       42.497.500.000   17.707.968.529          3.072.998.494         200.000.000        7.540.783      63.486.007.806        2.016.408    63.488.024.214


Saldo per 1 Januari 2026     42.497.500.000   17.707.968.529          2.341.853.116         250.000.000        8.063.368      62.805.385.013        3.133.468    62.808.518.481


Laba bersih tahun berjalan                -                   -         955.895.169                   -                   -      955.895.169          (69.600)      955.825.569

Saldo per 30 Juni 2026       42.497.500.000   17.707.968.529          3.297.748.285         250.000.000        8.063.368      63.761.280.182        3.063.868    63.764.344.050




                                                    Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
                                                    bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

                                                                                      4
Page 8
                 PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
                         LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
           Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
                    (Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)



                                                        30 Juni 2026        30 Juni 2025
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
 Penerimaan kas dari pelanggan                          9.650.486.898       14.412.131.444
 Pembayaran kepada pemasok dan karyawan                 (6.643.404.925)     (8.489.897.014)
 Pembayaran untuk bunga pinjaman                         (728.589.148)           (804.303.511)
 Pembayaran pajak penghasilan                            (560.684.117)           (197.050.393)
 Kas neto diperoleh dari aktivitas operasi              1.717.808.708        4.920.880.526

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
 Pembelian aset tetap                                    (266.983.747)           (444.678.741)
 Kas neto digunakan untuk aktivitas investasi            (266.983.747)           (444.678.741)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
 Pembayaran utang bank jangka panjang                    (312.340.930)      (9.289.383.864)
 Penerimaan utang bank jangka panjang                                  -     9.500.000.000
 Pembayaran utang pembiayaan konsumen                      (82.500.000)           86.972.601
 Pembayaran pinjaman jangka pendek                                 -        (2.900.000.000)
 Penerimaan pinjaman jangka pendek                       (254.660.681)       2.641.850.777
 Kas neto digunakan untuk aktivitas pendanaan            (649.501.611)            39.439.514

KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN BANK                    801.323.350        4.515.641.299

KAS DAN BANK AWAL TAHUN                                 6.381.341.568        1.531.890.163
KAS DAN BANK AKHIR PERIODE                              7.182.664.918        6.047.531.462




             Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
             bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

                                             5
Page 9
                          PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                  Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
          Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
                             (Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)



1.   INFORMASI UMUM

     a.   Pendirian Perusahaan

          PT Idea Indonesia Akademi Tbk ("Perusahaan") didirikan dengan akta No. 24, tanggal 13 Agustus 2019
          dari Panji Kresna, SH., M.Kn., Notaris di Kota Bekasi. Anggaran Dasar Perusahaan tersebut telah disahkan
          oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No.AHU-
          0039874.AH.01.01.Tahun 2019 tanggal 13 Agustus 2019, serta diumumkan dalam Tambahan Berita
          Negara Republik Indonesia No. 24541 tahun 2019, Berita Negara Republik Indonesia No. 68 tanggal 23
          Agustus 2019.

          Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami perubahan, terakhir dengan Akta No. 8 tanggal 05 Juni
          2026, dari Rini Yulianti S.H., Notaris di Jakarta, mengenai perubahan susunan Dewan Komisaris dan/atau
          Direksi Perusahaan, Perubahan ini telah mendapat persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
          Republik Indonesia Nomor AHU-AH.01.09-0361403 tanggal 30 Juni 2026.

          Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi Pendidikan lainnya
          swasta, Konsultasi Manajemen lainnya dan Penyediaan akomodasi lainnya. Selain kegiatan usaha utama,
          Perusahaan dapat melakukan kegiatan usaha pendukung untuk melakukan segala kegiatan-kegiatan yang
          diperlukan untuk mendukung terlaksananya kegiatan usaha utama Perusahaan.

          Perusahaan berdomisili di Jakarta Selatan di Jl. Wr. Sila No.1, RT.1/RW.5 Cipedak, Kecamatan Jagakarsa,
          Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Perusahaan beroperasi secara komersil pada tahun
          2019.

     b.   Penawaran Umum Saham

          Pada tanggal 31 Agustus 2021, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Dewan Komisioner
          Otoritas Jasa Keuangan No. S-154/D.04/2021 untuk melakukan Penawaran Umum Perdana (Initial Public
          Offering / IPO). Penawaran Umum Perdana ini terdiri dari 212.487.500 (dua ratus dua belas juta empat
          ratus delapan puluh tujuh ribu lima ratus) Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp40 (empat
          puluh rupiah) setiap saham dan harga penawaran Rp140 (seratus empat puluh rupiah) per saham.
          Penawaran Umum Perdana tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 9
          September 2021.

          Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, seluruh saham Perusahaan atau sejumlah masing-
          masing 1.062.437.500 saham telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.




                                                        6
Page 10
                          PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                  Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
          Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
                             (Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)



1.   INFORMASI UMUM (Lanjutan)

     c.   Dewan Komisaris dan Direksi, Komite Audit dan Karyawan

          Berdasarkan Akta Notaris No. 8 tanggal 05 Juni 2026 oleh notaris Rini Yulianti, SH, susunan Dewan
          Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tangga 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai
          berikut:
                                                   30 Juni 2026                   31 Desember 2025
          Dewan Komisaris:
            Komisaris Utama            :           Dody Arifianto                    Dody Arifianto
            Komisaris Independen       :          Wendy Isnandar                    Wendy Isnandar
          Dewan Direksi:
            Direktur Utama             :          Eko Desriyanto                     Eko Desriyanto
            Direktur                   :                 -                                Qonita
            Direktur                   :         Yusuf Nur Fauzan                  Yusuf Nur Fauzan

          Susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 berdasarkan
          Keputusan Dewan Komisaris, adalah sebagai berikut:

          Komite Audit:
            Ketua                           : Wendy Isnandar
            Anggota                         : Lukman Prasetyo
                                            : Yuki Ariawan

          Jumlah karyawan pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing sebanyak 81 orang
          dan 83 orang karyawan kontrak dan tetap (tidak diaudit).

     d.   Entitas Anak

          Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Entitas Anak yang dikonsolidasikan dengan
          persentase kepemilikan secara langsung lebih dari 50% adalah sebagai berikut:
                                                                    Jumlah Aset       Persentase       Tahun
                     Entitas Anak                  Domisili       Sebelum Eliminasi   Kepemilikan      Operasi
                                                         `
          PT Aidia Indonesia Propertindo         Indonesia           44.732.261.348     99,99%           2019
          PT Idea Hospitallity Management        Indonesia              841.027.397     99,80%           2023


          PT Aidia Indonesia Propertindo ("AIP")
          PT Aidia Indonesia Propertindo didirikan di Kota Metro Lampung berdasarkan Akta Notaris No. 48, tanggal
          20 Agustus 2019 dibuat oleh Panji Kresna, SH., M.Kn. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri
          Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No.AHU-
          0041950.AH.01.01.Tahun 2019 tanggal 23 Agustus 2019 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik
          Indonesia No. 70 Tambahan No.26358 tanggal 30 Agustus 2019.
          Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar AIP, ruang lingkup kegiatan AIP adalah berusaha dalam bidang
          jasa hotel bintang lima, hotel bintang empat, hotel bintang tiga, hotel bintang dua, hotel bintang satu,
          apartemen hotel, penyedia akomodasi dan penyedia akomodasi jangka pendek. AIP mulai melakukan
          kegiatan usaha secara komersial pada tahun 2019.

                                                              7
Page 11
                          PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                  Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
          Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
                             (Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)



1.   INFORMASI UMUM (Lanjutan)

          PT Idea Hospitallity Management ("IHM")

          PT Idea Hospitality Management, didirikan pada tanggal 15 September 2020 di Kota Metro berdasarkan
          akta notaris No. 03 dari Karamia Dwi Monica, S.H.,M.Kn. Anggaran Dasar tersebut telah mendapat
          pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya
          No.AHU-0047135.AH.01.01.Tahun 2020 tanggal 17 September 2020.

          Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar IHM, ruang lingkup kegiatan IHM dalam bidang aktivitas
          profesional, ilmiah dan teknis. IHM mulai melakukan kegiatan usaha secara komersil pada tahun 2023.

     e.   Persetujuan Penerbitan Laporan Keuangan Konsolidasian

          Dewan Direksi Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan
          konsolidasian Grup, yang telah diselesaikan dan disetujui untuk diterbitkan oleh Direksi Perusahaan pada
          tanggal 30 Juli 2026.

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL

     a.   Pernyataan Kepatuhan

          Laporan keuangan telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia (“SAK”), yang
          mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi Standar Akuntansi
          Keuangan (“ISAK”) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia
          (DSAK-IAI), termasuk beberapa standar baru atau yang direvisi, yang berlaku efektif sejak tanggal 1
          Januari 2025.

     b.   Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian

          Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan konsep harga perolehan (historical cost )
          menggunakan dasar akrual, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian. Beberapa akun disajikan
          dengan pengukuran lain sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.


          Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode                     langsung   dengan
          mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

          Mata uang yang digunakan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian adalah
          mata uang Rupiah yang juga merupakan mata uang fungsional Perusahaan.




                                                        8
Page 12
                          PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                  Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
          Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
                             (Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)



2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

     c.   PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN BARU DAN REVISI ("PSAK") DAN INTERPRETASI
          STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ("ISAK")

          Dalam tahun berjalan, Perusahaan telah menerapkan, sejumlah amendemen dan interpretasi PSAK yang
          dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan dari Ikatan Akuntan Indonesia yang relevan dengan
          operasinya    dan   efektif  untuk   periode   akuntansi    yang    dimulai  pada     atau   setelah
          1 Januari 2024.

          ▪ Amendemen PSAK 201 "Penyajian laporan keuangan" tentang klasifikasi liabilitas sebagai jangka
            pendek atau jangka panjang.
          ▪ Amendemen PSAK 116 "Sewa" tentang liabilitas sewa pada transaksi jual dan sewa-balik.
          ▪ Amendemen PSAK 201 "Penyajian Laporan Keuangan" tentang liabilitas jangka panjang dengan
            kovenan.
          ▪ Amendemen PSAK 207 "Laporan Arus Kas" dan amendemen PSAK 107 "Instrumen Keuangan:
            Pengungkapan" tentang pengaturan pembiayaan pemasok.

          Grup telah menganalisa penerapan standar dan interpretasi akuntansi tersebut di atas dan penerapan
          tersebut tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian.

          Standar baru sudah diterbitkan tapi belum diterapkan
          Standar baru dan amendemen standar yang berlaku efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1
          Januari 2025, dengan penerapan dini diperkenankan yaitu sebagai berikut:
          ▪ PSAK 117 "Kontrak Asuransi".
          ▪ PSAK 117 "Kontrak Asuransi" tentang penerapan awal PSAK 117 dan PSAK 109 - informasi komparatif.

          ▪ Amendemen PSAK 221 "Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing" tentang kekurangan ketertukaran.

          Efektif pada 1 Januari 2026:
          ▪ Penyesuaian tahunan PSAK 107 "Instrumen Keuangan: Pengungkapan", PSAK 109 "Instrumen
            Keuangan", PSAK 110 "Laporan Keuangan", dan PSAK 207 "Laporan Arus Kas".
          ▪ Amendemen PSAK 109 "Instrumen Keuangan" dan PSAK 107 "Instrumen Keuangan: Pengungkapan"
            tentang klasifikasi dan pengukuran instrumen keuangan.

          Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian, dampak dari standar dan interpretasi
          tersebut terhadap laporan keuangan konsolidasian tidak dapat diketahui atau diestimasi oleh manajemen
          Grup.




                                                        9
Page 13
                          PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                  Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
          Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
                             (Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)



2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

     d.   Prinsip-prinsip Konsolidasian

          Laporan keuangan konsolidasian menggabungkan laporan keuangan Perusahaan dan Perusahaan yang
          dikendalikan oleh Grup (termasuk Perusahaan terstruktur). Pengendalian tercapai jika Perusahaan
          memiliki kekuasaan atas investee; eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan
          investee ; dan kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah
          imbal hasil investor.

          Perusahaan menilai kembali apakah Perusahaan tersebut mengendalikan investee jika fakta dan keadaan
          yang mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian yang
          disebutkan di atas.

          Ketika Perusahaan memiliki hak suara kurang dari mayoritas di-investee, ia memiliki kekuasaan atas
          investee ketika hak suara investor cukup untuk memberinya kemampuan praktis untuk mengarahkan
          aktivitas relevan secara sepihak. Perusahaan mempertimbangkan seluruh fakta dan keadaan yang relevan
          dalam menilai apakah hak suara Perusahaan cukup untuk memberikan Perusahaan kekuasaan, termasuk
          (i) ukuran kepemilikan hak suara Perusahaan relatif terhadap ukuran dan penyebaran kepemilikan pemilik
          hak suara lain; (ii) hak suara potensial yang dimiliki oleh Perusahaan, pemegang suara lain atau pihak lain;
          (iii) hak yang timbul dari pengaturan kontraktual lain; dan (iv) setiap fakta dan keadaan tambahan apapun
          mengindikasikan bahwa Perusahaan memiliki, atau tidak memiliki, kemampuan kini untuk mengarahkan
          aktivitas yang relevan pada saat keputusan perlu dibuat, termasuk pola pemungutan suara pemilikan
          dalam RUPS sebelumnya.


          Konsolidasi Perusahaan Anak dimulai ketika Perusahaan memperoleh pengendalian atas Perusahaan
          Anak dan akan dihentikan ketika Perusahaan kehilangan pengendalian pada Perusahaan Anak. Secara
          khusus, pendapatan dan beban Perusahaan Anak diakuisisi atau dijual selama tahun berjalan termasuk
          dalam laporan laba rugi konsolidasian dan penghasilan komprehensif lain dari tanggal diperolehnya
          pengendalian Perusahaan sampai tanggal ketika Perusahaan berhenti mengendalikan Perusahaan Anak.

          Laba rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain diatribusikan kepada pemilik Perusahaan
          Induk dan untuk kepentingan nonpengendali. Perusahaan juga mengatribusikan total laba komprehensif
          Perusahaan Anak kepada pemilik Perusahaan Induk dan kepentingan non-pengendali meskipun hal
          tersebut mengakibatkan kepentingan non-pengendali memiliki saldo defisit.

          Jika diperlukan, penyesuaian dapat dilakukan terhadap laporan keuangan Perusahaan Anak agar
          kebijakan akuntansi sesuai dengan kebijakan akuntansi Grup.
          Seluruh aset dan liabilitas dalam intra kelompok usaha, ekuitas, pendapatan, biaya dan arus kas yang
          berkaitan dengan transaksi dalam kelompok usaha dieliminasi secara penuh pada saat konsolidasian.

          Perubahan kepemilikan Perusahaan Induk pada Perusahaan Anak yang tidak mengakibatkan kehilangan
          pengendalian Perusahaan Induk atas Perusahaan Anak dicatat sebagai transaksi ekuitas. Jumlah tercatat
          dari kepemilikan Grup dan kepentingan nonpengendali disesuaikan untuk mencerminkan perubahan
          kepentingan relatifnya dalam Perusahaan Anak. Selisih antara jumlah tercatat kepentingan nonpengendali
          yang disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang dibayar atau diterima diakui secara langsung dalam ekuitas
          dan diatribusikan dengan pemilik Perusahaan Induk.

                                                         10
Page 14
                          PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                  Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
          Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
                             (Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)



2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

     d.   Prinsip-prinsip Konsolidasian (Lanjutan)

          Ketika Grup kehilangan pengendalian pada Perusahaan Anak, keuntungan atau kerugian diakui dalam
          laba rugi dan dihitung sebagai perbedaan antara (i) agregat nilai wajar pembayaran yang diterima dan nilai
          wajar sisa kepemilikan dan (ii) jumlah tercatat sebelumnya dari aset (termasuk goodwill), dan liabilitas dari
          Perusahaan Anak dan setiap kepentingan non-pengendali. Seluruh jumlah yang diakui sebelumnya dalam
          penghasilan komprehensif lain yang terkait dengan Perusahaan Anak yang dicatat seolah-olah Grup telah
          melepaskan secara langsung aset atau liabilitas terkait Perusahaan Anak (yaitu direklasifikasi ke laba rugi
          atau ditransfer ke kategori lain dari ekuitas sebagaimana ditentukan diizinkan oleh standar akuntansi yang
          berlaku). Nilai wajar setiap sisa investasi pada Perusahaan Anak terdahulu pada tanggal hilangnya
          pengendalian dianggap sebagai nilai wajar pada saat pengakuan awal untuk akuntansi berikutnya dalam
          PSAK No. 109, Instrumen Keuangan, atau, ketika berlaku, biaya perolehan pada saat pengakuan awal dari
          investasi pada Perusahaan asosiasi atau ventura bersama.


     e.   Penjabaran Mata Uang Asing

          Manajemen Grup menentukan mata uang fungsional adalah Rupiah dan memilih menggunakan mata uang
          Rupiah sebagai mata uang penyajian laporan keuangan.

          Transaksi dan Saldo

          Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs yang
          berlaku pada tanggal transaksi. Pada tanggal laporan posisi keuangan, aset dan liabilitas moneter dalam
          mata uang asing dijabarkan dengan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia pada tanggal laporan
          posisi keuangan (Dolar AS 1 = Rp 16.221 dan Rp 16.162, masing-masing pada tanggal 30 Juni 2025 dan
          31 Desember 2024). Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul dari transaksi dalam mata uang
          asing dari penjabaran aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing, diakui pada laporan laba rugi.



     f.   Transaksi Pihak Berelasi

          Orang atau entitas dikategorikan sebagai pihak berelasi Grup apabila memenuhi definisi pihak berelasi
          berdasarkan PSAK No. 224 “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.
          Semua transaksi signifikan dengan pihak berelasi telah diungkapkan dalam laporan keuangan
          konsolidasian.

     g.   Klasifikasi Lancar dan Tidak Lancar

          Grup menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian berdasarkan klasifikasi
          lancar/tidak lancar. Suatu aset disajikan lancar bila:
          • akan direalisasi, dijual atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal,
          • untuk diperdagangkan, atau
          • akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau kas atau setara kas, kecuali yang
            dibatasi penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas dalam paling lambat 12
            bulan setelah tanggal pelaporan.

                                                          11
Page 15
                          PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                  Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
          Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
                             (Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)



2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

     g.   Klasifikasi Lancar dan Tidak Lancar (Lanjutan)

          Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.

          Suatu liabilitas disajikan jangka pendek bila:
          • akan dilunasi dalam siklus operasi normal,
          • untuk diperdagangkan,
          • akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau
          • tidak ada hak pada akhir periode pelaporan untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling tidak 12
            bulan setelah tanggal pelaporan.
          Seluruh liabilitas lain diklasifikasikan sebagai jangka panjang.

     h.   Kas dan Bank

          Kas dan bank terdiri dari kas, bank dan deposito berjangka yang jatuh tempo dalam waktu 3 (tiga) bulan
          atau kurang sejak tanggal penempatannya.

          Deposito berjangka yang jatuh temponya kurang dari tiga bulan pada saat penempatan namun dijaminkan,
          atau dibatasi pencairannya, dan deposito berjangka yang jatuh temponya lebih dari 3 (tiga) bulan pada saat
          penempatan disajikan sebagai investasi jangka pendek, dan disajikan sebesar nilai nominal.



     i.   Instrumen Keuangan

          Grup menerapkan PSAK No. 109, Instrumen Keuangan, mengenai pengaturan instrumen keuangan terkait
          klasifikasi dan pengukuran, penurunan nilai atas instrumen keuangan dan akuntansi lindung nilai.

          Aset Keuangan

          Grup mengklasifikasikan aset keuangan sesuai dengan PSAK No. 109, Instrumen Keuangan, sehingga
          setelah pengakuan awal aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui
          penghasilan komprehensif lain atau nilai wajar melalui laba rugi, dengan menggunakan dua dasar, yaitu:
          • Model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan; dan
          • Karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan.

          Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Grup hanya memiliki instrumen keuangan dalam
          kategori aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi.

          Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi

          Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi:
          • Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka
            mendapatkan arus kas kontraktual; dan
          • Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang semata
            dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.

                                                           12
Page 16
                          PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                  Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
          Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
                             (Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)



2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

     i.   Instrumen Keuangan (Lanjutan)

          Aset Keuangan (Lanjutan)

          Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada jumlah yang diakui saat pengakuan awal
          dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif menggunakan metode
          suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai awal dan nilai jatuh temponya, dan dikurangi
          dengan cadangan kerugian penurunan nilai.

          Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, kategori ini meliputi kas dan setara kas, piutang usaha,
          piutang lain-lain serta jaminan yang termasuk dalam akun aset lain-lain yang dimiliki oleh Grup.

          Liabilitas Keuangan dan Instrumen Ekuitas

          Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas Grup diklasifikasikan berdasarkan substansi perjanjian
          kontraktual serta definisi liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas. Kebijakan akuntansi yang diterapkan
          atas instrumen keuangan tersebut diungkapkan berikut ini.

          Liabilitas Keuangan

          Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai berikut: (i) liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya
          diamortisasi, (ii) liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi. Grup menentukan
          klasifikasi liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal.

          Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan, dalam hal pinjaman dan utang,
          termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dan selanjutnya diukur pada biaya
          perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Amortisasi suku bunga efektif
          disajikan sebagai bagian dari beban keuangan dalam laba rugi.

          Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Grup memiliki instrumen keuangan dalam kategori
          liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.

          Liabilitas Keuangan yang Diukur pada Biaya Perolehan Diamortisasi

          Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada jumlah yang diakui saat pengakuan
          awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif menggunakan
          metode suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai awal dan nilai jatuh temponya.

          Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, kategori ini meliputi utang bank jangka pendek, utang
          usaha, utang lain-lain, beban dibayar dimuka, utang bank jangka panjang dan utang pembiayaan
          konsumen yang dimiliki oleh Grup.




                                                        13
Page 17
                          PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                  Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
          Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
                             (Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)



2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     i.   Instrumen Keuangan (lanjutan)

          Saling Hapus Instrumen Keuangan

          Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi
          keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, Grup saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk
          melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut; dan berniat untuk menyelesaikan secara
          neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.

          Reklasifikasi Instrumen Keuangan

          Grup mereklasifikasi seluruh aset keuangan dalam kategori yang terpengaruh, jika dan hanya jika, Grup
          mengubah model bisnis untuk pengelolaan aset keuangan tersebut. Sedangkan, liabilitas keuangan tidak
          direklasifikasi.

          Penurunan Nilai Aset Keuangan

          Grup selalu mengakui kerugian kredit ekspektasian (ECL) sepanjang umur untuk piutang usaha. Kerugian
          kredit ekspetasian atas aset keuangan diestimasi menggunakan pendekatan tingkat kerugian berdasarkan
          pengalaman kerugian kredit historis Grup, disesuaikan dengan kondisi ekonomi umum dan penilaian baik
          atas kondisi kini maupun perkiraan masa depan pada tanggal pelaporan, termasuk nilai waktu atas uang
          jika tepat.


          Untuk semua instrumen keuangan lainnya, Grup mengakui ECL sepanjang umur ketika telah ada
          peningkatan risiko kredit yang signifikan sejak pengakuan awal. Jika sebaliknya, risiko kredit pada
          instrumen keuangan tidak meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, Grup mengukur penyisihan
          kerugian untuk instrumen keuangan tersebut sejumlah ECL 12 bulan. Penilaian apakah ECL sepanjang
          umur harus diakui didasarkan pada peningkatan signifikan dalam kemungkinan terjadinya atau pada risiko
          gagal bayar sejak pengakuan awal dan bukan didasarkan bukti aset keuangan yang mengalami kerugian
          kredit pada tanggal pelaporan atau kejadian gagal bayar sebenarnya. ECL sepanjang umur merupakan
          kerugian kredit ekspetasian yang timbul dari seluruh kemungkinan peristiwa gagal bayar selama perkiraan
          umur instrumen keuangan. Sebaliknya, ECL 12 bulan mewakili porsi ECL sepanjang umur yang timbul dari
          peristiwa gagal bayar pada instrumen keuangan yang mungkin terjadi dalam 12 bulan setelah tanggal
          pelaporan.

          Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan

          • Aset Keuangan

            Penghentian pengakuan atas suatu aset keuangan, atau, bila dapat diterapkan untuk bagian dari aset
            keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan serupa, terjadi apabila:
            a. Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir atau aset telah
               dialihkan;



                                                       14
Page 18
                          PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                  Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
          Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
                             (Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)



2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     i.   Instrumen Keuangan (lanjutan)

          Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan (Lanjutan)

          • Aset Keuangan (Lanjutan)

            Penghentian pengakuan atas suatu aset keuangan, atau, bila dapat diterapkan untuk bagian dari aset
            keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan serupa, terjadi apabila: (Lanjutan)

            b. Grup tetap mengalihkan hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut
               atau menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima tersebut tanpa penundaan
               yang signifikan terhadap pihak ketiga melalui suatu kesepakatan penyerahan dan (i) Grup secara
               substansial mengalihkan seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, atau
               (ii) Grup secara substansial tidak mengalihkan maupun tidak mempertahankan seluruh risiko dan
               manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, namun telah mengalihkan pengendalian atas aset
               keuangan tersebut.

          • Liabilitas Keuangan

            Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya jika liabilitas keuangan tersebut berakhir, dibatalkan, atau
            telah kadaluarsa.

     j.   Pengukuran Nilai Wajar

          Pengukuran nilai wajar didasarkan pada asumsi bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan
          liabilitas akan terjadi:

          • di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut atau;
          • jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut.

          Grup harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan pada tanggal
          pengukuran

          Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika
          menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam
          kepentingan ekonomi terbaiknya.

          Pengukuran nilai wajar aset non-keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk
          menghasilkan manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya,
          atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut dalam
          penggunaan tertinggi dan terbaiknya

          Ketika Grup menggunakan teknik penilaian, maka Grup memaksimalkan penggunaan input yang dapat
          diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.


                                                         15
Page 19
                          PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                  Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
          Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
                             (Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)



2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     j.   Pengukuran Nilai Wajar (Lanjutan)

          Seluruh aset dan liabilitas yang mana nilai wajar aset atau liabilitas tersebut diukur atau diungkapkan,
          dikategorikan dalam hirarki nilai wajar sebagai berikut:

          • Level 1 – harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik;
          • Level 2 – teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar
            dapat diobservasi, baik secara langsung maupun tidak langsung;
          • Level 3 – teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar
            tidak dapat diobservasi.

          Untuk aset dan liabilitas yang diukur pada nilai wajar secara berulang dalam laporan keuangan
          konsolidasian, maka Grup menentukan apakah telah terjadi transfer di antara level hirarki dengan menilai
          kembali pengkategorian level nilai wajar pada setiap akhir periode pelaporan.

     k.   Persediaan

          Persediaan dinyatakan berdasarkan jumlah terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi neto. Biaya
          persediaan terdiri dari seluruh biaya pembelian, biaya konversi dan biaya lain yang timbul sampai
          persediaan berada dalam kondisi dan lokasi saat ini. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata
          tertimbang. Nilai realisasi neto merupakan taksiran harga jual dalam kegiatan usaha biasa dikurangi
          estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk membuat penjualan.

          Setiap penurunan nilai persediaan di bawah biaya perolehan menjadi nilai realisasi neto dan seluruh
          kerugian persediaan diakui sebagai beban pada periode terjadinya penurunan atau kerugian tersebut.
          Setiap pemulihan kembali penurunan nilai persediaan karena peningkatan kembali nilai realisasi neto,
          diakui sebagai pengurangan terhadap jumlah beban persediaan pada periode terjadinya pemulihan
          tersebut.

          Barang dan perlengkapan hotel terdiri dari makanan, minuman, perlengkapan teknik dan perlengkapan
          hotel.

     l.   Biaya Dibayar di Muka

          Biaya dibayar di muka dibebankan selama masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan
          metode garis lurus.

     m.   Aset Tetap

          Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan (pengakuan awal) setelah dikurangi akumulasi penyusutan
          dan akumulasi penurunan nilai aset. Biaya perolehan awal aset tetap meliputi harga perolehan, termasuk
          bea impor dan pajak pembelian yang tidak boleh dikreditkan dan biaya-biaya yang dapat diatribusikan
          secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan sesuai dengan tujuan
          penggunaan yang ditetapkan.


                                                       16
Page 20
                          PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                  Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
          Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
                             (Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)



2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     m.   Aset Tetap (Lanjutan)

          Setelah pengakuan awal, aset tetap diukur dengan model biaya.

          Nilai residu, estimasi umur ekonomis dan metode penyusutan aset tetap ditelaah dan disesuaikan jika lebih
          tepat, pada setiap tanggal laporan posisi keuangan, untuk memastikan bahwa nilai sisa, estimasi umur
          ekonomis dan metode penyusutan tersebut telah mencerminkan manfaat ekonomi yang diharapkan dari
          aset tersebut.

          Aset tetap disusutkan sejak aset mulai atau siap digunakan, dengan menggunakan metode garis lurus
          berdasarkan estimasi umur masa manfaat ekonomis sebagai berikut:

                                                                               Masa Manfaat

          Bangunan dan prasarana                                                    20
          Perlengkapan dan Perabot                                                 4-8
          Kendaraan                                                                 4
          Peralatan Kantor                                                         4-8

          Tanah dinyatakan pada harga perolehan dan tidak disusutkan. Biaya legal awal untuk mendapatkan hak
          legal dan biaya terkait dengan pembaruan hak atas tanah, diakui sebagai bagian biaya akuisisi tanah, dan
          biaya-biaya tersebut tidak didepresiasikan.

          Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi komprehensif tahun berjalan;
          sedangkan renovasi dan penambahan yang jumlahnya signifikan dan memperpanjang masa manfaat
          dikapitalisasi ke aset tetap yang bersangkutan. Nilai tercatat serta akumulasi penyusutan atas aset tetap
          yang tidak digunakan lagi atau yang dijual, dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang bersangkutan, dan
          keuntungan atau kerugian yang terjadi diakui dalam laporan laba rugi tahun berjalan.

          Apabila aset tetap tidak digunakan lagi atau dijual, maka nilai tercatat dan akumulasi penyusutannya
          dikeluarkan dari laporan posisi keuangan, dan keuntungan atau kerugian yang terjadi diakui dalam laporan
          laba rugi tahun berjalan.

          Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat
          ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul
          dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan
          nilai tercatat dari aset) dimasukkan dalam laporan laba rugi pada tahun aset tersebut dihentikan
          pengakuannya.

          Pada akhir periode pelaporan, Grup melakukan penelaahan berkala atas masa manfaat ekonomis aset,
          nilai sisa aset, metode penyusutan dan sisa umur pemakaian berdasarkan kondisi teknis.




                                                        17
Page 21
                          PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                  Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
          Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
                             (Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)



2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     n.   Aset tak berwujud

          Perangkat lunak

          Perangkat lunak pada awalnya dinyatakan sebesar harga perolehan. Setelah pengakuan awal, aset tak
          berwujud diukur menggunakan model biaya, dicatat sebesar biaya perolehannya dikurangi akumulasi
          amortisasi dan akumulasi kerugian penurunan nilai.

          Pengeluaran selanjutnya untuk perangkat lunak akan dikapitalisasi hanya jika pengeluaran tersebut
          menambah manfaat ekonomi di masa mendatang untuk aset yang bersangkutan. Semua pengeluaran
          lainnya dibebankan pada saat terjadinya.

          Amortisasi diakui dalam laporan laba rugi dengan menggunakan metode garis lurus sepanjang estimasi
          masa manfaatnya, dimulai dari tanggal perangkat lunak tersebut tersedia untuk dipakai. Estimasi masa
          manfaat perangkat lunak adalah lima tahun.

          Metode amortisasi, estimasi masa manfaat dan nilai residual ditelaah pada setiap akhir tahun pelaporan
          dan disesuaikan jika dianggap tepat

     o.   Sewa

          Grup menilai pada awal kontrak apakah suatu kontrak adalah, atau berisi, sewa. Artinya, jika kontrak
          memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset teridentifikasi untuk suatu periode waktu sebagai
          imbalan untuk imbalan.

          Sebagai penyewa

          Grup menerapkan pendekatan pengakuan dan pengukuran tunggal untuk seluruh sewa, kecuali untuk
          sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah. Perusahaan mengakui liabilitas sewa untuk
          melakukan pembayaran sewa dan aset hak guna yang mewakili hak untuk menggunakan aset pendasar.

          (i)   Aset Hak-Guna

                Grup mengakui aset hak-guna pada tanggal dimulainya sewa (yaitu tanggal aset tersedia untuk
                digunakan). Aset hak-guna diukur pada harga perolehan, dikurangi akumulasi penyusutan dan
                penurunan nilai, dan disesuaikan untuk setiap pengukuran kembali liabilitas sewa. Biaya perolehan
                aset hak-guna mencakup jumlah liabilitas sewa yang diakui, biaya langsung yang timbul di awal, dan
                pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal mulai dikurangi setiap insentif sewa
                yang diterima. Aset hak-guna disusutkan dengan metode garis lurus selama periode yang lebih
                pendek antara sewa dan estimasi masa manfaat aset.

                Jika kepemilikan aset sewaan beralih ke Grup pada akhir masa sewa atau biaya perolehan
                mencerminkan pelaksanaan opsi beli, penyusutan dihitung dengan menggunakan estimasi masa
                manfaat aset. Aset hak-guna juga mengalami penurunan nilai (Catatan 2m).



                                                        18
Page 22
                          PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                  Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
          Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
                             (Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)



2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     o.   Sewa (Lanjutan)

          Sebagai penyewa (Lanjutan)

          (ii) Liabilitas Sewa

              Pada tanggal dimulainya sewa, Grup mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai kini pembayaran
              sewa yang harus dilakukan selama masa sewa. Pembayaran sewa mencakup pembayaran tetap
              (termasuk pembayaran tetap secara substansi) dikurangi piutang insentif sewa, pembayaran sewa
              variabel yang bergantung pada indeks atau tarif, dan jumlah yang diharapkan akan dibayar di bawah
              jaminan nilai residu. Pembayaran sewa juga mencakup harga pelaksanaan dari opsi beli yang cukup
              pasti akan dilaksanakan oleh Perusahaan, dan pembayaran denda untuk penghentian sewa, jika masa
              sewa merefleksikan Perusahaan melaksanakan opsi untuk menghentikan sewa. Pembayaran sewa
              variabel yang tidak bergantung pada indeks atau tarif diakui sebagai beban (kecuali terjadi untuk
              menghasilkan persediaan) pada periode di mana peristiwa atau kondisi yang memicu terjadinya
              pembayaran.


              Dalam menghitung nilai kini dari pembayaran sewa, Grup menggunakan suku bunga pinjaman
              inkremental penyewa pada tanggal dimulainya sewa karena suku bunga implisit dalam sewa tidak
              dapat ditentukan. Setelah tanggal dimulainya sewa, jumlah liabilitas sewa ditingkatkan untuk
              mencerminkan pertambahan bunga dan dikurangi pembayaran sewa yang dilakukan. Selain itu,
              jumlah tercatat liabilitas sewa diukur kembali jika terdapat modifikasi, perubahan jangka waktu sewa,
              perubahan pembayaran sewa, atau perubahan dalam penilaian opsi untuk membeli aset pendasar.

              Grup menerapkan pengecualian pengakuan sewa jangka pendek untuk sewa mesin dan peralatan
              jangka pendeknya (yaitu, sewa yang memiliki jangka waktu sewa 12 bulan atau kurang, dari tanggal
              permulaan dan tidak mengandung opsi beli). Hal ini juga berlaku untuk pengecualian pengakuan sewa
              aset bernilai rendah untuk sewa peralatan kantor yang dianggap bernilai rendah. Pembayaran sewa
              untuk sewa jangka pendek dan sewa dari aset bernilai rendah diakui sebagai beban dengan metode
              garis lurus selama masa sewa.

          Sebagai pesewa

          Ketika Grup bertindak sebagai pesewa, Grup mengklasifikasi masing-masing sewanya baik sewa operasi
          atau sewa pembiayaan.



          Untuk mengklasifikasi masing-masing sewa, Grup membuat penilaian secara keseluruhan atas apakah
          sewa mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset
          pendasar. Jika penilaian membuktikan hal tersebut, maka sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan;
          jika tidak maka, merupakan sewa operasi. Sebagai bagian dari penilaian ini, Grup mempertimbangkan
          beberapa indikator seperti apakah masa sewa adalah sebagian besar dari umur ekonomik aset pendasar.




                                                        19
Page 23
                          PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                  Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
          Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
                             (Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)



2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     p.   Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan

          Grup mengakui rugi penurunan nilai aset apabila taksiran jumlah yang dapat diperoleh kembali
          (recoverable amount ) dari suatu aset lebih rendah dari nilai tercatatnya. Pada setiap tanggal laporan posisi
          keuangan, Perusahaan melakukan penelaahan untuk menentukan apakah terdapat indikasi pemulihan
          penurunan nilai. Pemulihan penurunan nilai diakui sebagai laba pada periode terjadinya pemulihan.



     q.   Pengakuan Pendapatan dan Beban

          Pengakuan Pendapatan

          Grup menerapkan PSAK No. 115 yang mensyaratkan pengakuan pendapatan harus memenuhi 5 langkah
          analisa sebagai berikut:

          1.   Mengidentifikasi kontrak dengan pelanggan, dimana Grup mencatat kontrak dengan pelanggan hanya
               jika seluruh kriteria berikut terpenuhi:
                 i. Kontrak telah disetujui oleh para pihak dalam kontrak
                 ii. Perusahaan dapat mengindentifikasi hak dari para pihak dan jangka waktu pembayaran atas
                     barang yang akan dialihkan
                iii. Kontrak memiliki subtansi komersial
                iv. Kemungkinan besar Perusahaan akan menerima imbalan atas barang yang dialihkan

          2.   Mengindentifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-
               janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke
               pelanggan;

          3.   Menentukan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh suatu
               Perusahaan sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan.
               Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat variabel, maka Grup
               membuat estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas
               diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah
               jaminan kinerja jasa yang akan dibayarkan selama periode kontrak;

          4.   Mengalokasikan harga transaksi pada setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar
               harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin;

          5.   Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang atau
               jasa ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut (pada suatu waktu tertentu
               atau sepanjang waktu).




                                                          20
Page 24
                          PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                  Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
          Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
                             (Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)



2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     q.   Pengakuan Pendapatan dan Beban (Lanjutan)

          Kriteria lainnya

          Pendapatan diakui ketika Grup telah memenuhi kewajiban pelaksanaan dengan mengalihkan barang atau
          jasa yang dijanjikan kepada pelanggan, yaitu ketika pelanggan memperoleh pengendalian atas barang
          atau jasa tersebut. Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi pada suatu waktu tertentu atau dari sepanjang
          waktu. Jumlah pendapatan yang diakui adalah jumlah yang dialokasikan untuk kewajiban pelaksanaan
          yang dipenuhi.

          Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan diakui pada saat kepemilikan aset dialihkan kepada
          pelanggan, umumnya pada saat penyerahan aset kepada pelanggan. Uang muka yang diperoleh dari
          pelangan diakui sebagai liabilitas kontrak.

          Pengakuan Beban

          Biaya penambahan yang secara langsung berhubungan untuk mendapatkan kontrak ("biaya untuk
          memperoleh") dan diharapkan dapat dipulihkan, biaya tersebut dengan demikian memenuhi syarat
          kapitalisasi berdasarkan PSAK No. 115 dan dicatat sebagai bagian dari akun “Biaya dibayar dimuka”.
          Beban tersebut diamortisasi dengan cara sistematis sejalan dengan penyerahan barang atau jasa yang
          terkait dengan aset tersebut.

          Beban pokok penjualan diakui pada saat terjadinya (metode akrual). Termasuk didalam beban pokok
          penjualan adalah taksiran beban untuk pengembangan prasarana di masa yang akan datang atas tanah
          yang telah terjual.

          Beban bunga dari instrumen keuangan diakui dalam laba rugi secara akrual menggunakan metode suku
          bunga efektif.

          Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis ).

     r.   Distribusi Dividen

          Distribusi dividen kepada pemegang saham Grup diakui sebagai liabilitas dalam laporan keuangan
          konsolidasian dalam periode saat dividen tersebut disetujui oleh pemegang saham Grup.

     s.   Informasi Segmen

          Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal komponen-komponen Grup yang secara
          berkala dilaporkan kepada pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber daya ke dalam
          segmen dan penilaian kinerja Grup




                                                         21
Page 25
                          PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                  Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
          Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
                             (Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)



2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     t.   Pajak Penghasilan

          Pajak kini

          Pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung
          berdasarkan tarif pajak yang berlaku.

          Pajak Tangguhan

          Pajak tangguhan diakui sebagai liabilitas jika terdapat perbedaan temporer kena pajak yang timbul dari
          perbedaan antara dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas dengan jumlah tercatatnya pada tanggal
          pelaporan.

          Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal
          yang dapat dikompensasikan. Aset pajak tangguhan diakui dan direviu pada setiap tanggal pelaporan atau
          diturunkan jumlah tercatatnya, sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak tersedia untuk pemanfaatan
          perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal yang dapat dikompensasikan.

          Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan berlaku ketika
          aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan, berdasarkan tarif pajak (atau peraturan pajak) yang telah
          berlaku atau secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan.

          Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus jika dan hanya jika, terdapat hak yang
          dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan
          pajak tangguhan tersebut terkait dengan entitas kena pajak yang sama dan dikenakan oleh otoritas
          perpajakan yang sama.

     u.   Imbalan Kerja

          Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek

          Imbalan kerja jangka pendek diakui sebesar jumlah yang tidak terdiskonto sebagai liabilitas pada laporan
          posisi keuangan setelah dikurangi jumlah yang telah dibayar dan sebagai beban dalam laba rugi.

          Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang

          Liabilitas imbalan kerja jangka panjang merupakan manfaat pasti yang dibentuk dengan pendanaan
          khusus melalui program dana pensiun dan didasarkan pada masa kerja dan jumlah penghasilan karyawan
          pada saat pensiun yang dihitung menggunakan metode Projected Unit Credit. Pengukuran kembali
          liabilitas imbalan pasti langsung diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasian dan penghasilan
          komprehensif lain pada periode terjadinya dan tidak akan direklasifikasi ke laba rugi, namun menjadi
          bagian dari saldo laba. Biaya liabilitas imbalan pasti lainnya terkait dengan program imbalan pasti diakui
          dalam laba rugi.




                                                        22
Page 26
                          PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                  Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
          Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
                             (Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)



2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

     u.   Imbalan Kerja (lanjutan)

          Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang (lanjutan)

          Pada tanggal 2 Februari 2021, Pemerintah mengundangkan dan memberlakukan Peraturan Pemerintah
          Nomor 35 Tahun 2021 (PP 35/2021) untuk melaksanakan ketentuan Pasal 81 dan Pasal 185 (b) UU No.
          11/2020 mengenai Cipta Kerja yang bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja yang seluas-luasnya.

          Presiden Republik Indonesia telah menetapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 2
          Tahun 2022 tentang Cipta Kerja (Perppu Cipta Kerja 2/2022) pada tanggal 30 Desember 2022 yang
          merupakan pelaksanaan dari Putusan MK Nomor 91/PUU-XVIII/2020. Dengan berlakunya Perppu ini, UU
          No. 11/2020 tentang Cipta Kerja dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Perppu Cipta Kerja 2/2022 telah
          ditetapkan menjadi Undang-Undang pada tanggal 31 Maret 2023 berdasarkan Undang-Undang No. 6
          Tahun 2023.

     v.   Laba per Saham Dasar

          Berdasarkan PSAK 233, “Laba per Saham”, laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih
          yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang dari saham yang
          beredar pada tahun yang bersangkutan yang disesuaikan dengan jumlah saham biasa yang dibeli kembali.


          Laba per saham dihitung dengan membagi laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas dengan
          jumlah rata-rata tertimbang saham biasa.

          Biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan penerbitan modal saham Perusahaan kepada publik
          dikurangkan langsung dengan hasil emisi dan disajikan sebagai pengurang akun tambahan modal disetor
          dalam laporan posisi keuangan.

3.   PENGGUNAAN ESTIMASI, PERTIMBANGAN, DAN ASUMSI MANAJEMEN

     Dalam penerapan kebijakan akuntansi Grup, seperti yang diungkapkan dalam Catatan 2 pada laporan
     keuangan konsolidasian, manajemen harus membuat estimasi, pertimbangan, dan asumsi atas nilai tercatat
     aset dan liabilitas yang tidak tersedia oleh sumber-sumber lain. Estimasi dan asumsi tersebut, berdasarkan
     pengalaman historis dan faktor lain yang dipertimbangkan relevan.

     Manajemen berkeyakinan bahwa pengungkapan berikut telah mencakup ikhtisar estimasi, pertimbangan dan
     asumsi signifikan yang dibuat oleh manajemen, yang berpengaruh terhadap jumlah-jumlah yang dilaporkan
     serta pengungkapan dalam laporan keuangan konsolidasian.




                                                         23
Page 27
                          PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                  Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
          Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
                             (Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)



3.   PENGGUNAAN ESTIMASI, PERTIMBANGAN, DAN ASUMSI MANAJEMEN (Lanjutan)

     Pertimbangan

     Pertimbangan-pertimbangan berikut dibuat oleh manajemen dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Grup
     yang memiliki dampak yang paling signifikan terhadap jumlah-jumlah yang diakui dalam laporan keuangan
     konsolidasian:

     a.   Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan

          Grup menentukan klasifikasi aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan
          dengan menilai apakah aset dan liabilitas tersebut memenuhi definisi yang ditetapkan dalam PSAK No.
          109. Aset keuangan dan liabilitas keuangan dicatat sesuai dengan informasi kebijakan akuntansi
          sebagaimana material diungkapkan Catatan 2.

     b.   Cadangan Kerugian Penurunan Nilai

          Grup mengakui ECL sepanjang umur ketika telah ada peningkatan risiko kredit yang signifikan sejak
          pengakuan awal. Jika sebaliknya, risiko kredit pada instrumen keuangan tidak meningkat secara signifikan
          sejak pengakuan awal, Grup mengukur penyisihan kerugian untuk instrumen keuangan tersebut sejumlah
          ECL 12 bulan. Penilaian apakah ECL sepanjang umur harus diakui didasarkan pada peningkatan signifikan
          dalam kemungkinan terjadinya atau pada risiko gagal bayar sejak pengakuan awal dan bukan didasarkan
          bukti aset keuangan yang mengalami kerugian kredit pada tanggal pelaporan atau kejadian gagal bayar
          sebenarnya. ECL sepanjang umur merupakan kerugian kredit ekspetasian yang timbul dari seluruh
          kemungkinan peristiwa gagal bayar selama perkiraan umur instrumen keuangan. Sebaliknya, ECL 12
          bulan mewakili porsi ECL sepanjang umur yang timbul dari peristiwa gagal bayar pada instrumen
          keuangan yang mungkin terjadi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan.


          Suatu evaluasi yang bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah cadangan kerugian ekspektasian yang harus
          dibentuk, dilakukan secara berkala pada setiap periode pelaporan. Oleh karena itu, saat dan besaran
          jumlah cadangan kerugian kredit ekspektasian yang tercatat pada setiap periode dapat berbeda tergantung
          pada pertimbangan atas informasi yang tersedia atau berlaku pada saat itu.

     c.   Pajak Penghasilan

          Pertimbangan yang signifikan dibutuhkan untuk menentukan jumlah pajak penghasilan. Terdapat sejumlah
          transaksi dan perhitungan yang menimbulkan ketidakpastian penentuan jumlah pajak penghasilan karena
          interpretasi atas peraturan pajak yang berbeda. Jika hasil pemeriksaan pajak berbeda dengan jumlah yang
          sebelumnya telah dibukukan, maka selisih tersebut akan berdampak terhadap aset dan liabilitas pajak kini
          dan tangguhan dalam periode dimana hasil pemeriksaan tersebut terjadi.




                                                       24
Page 28
                          PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                  Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
          Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
                             (Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)



3.   PENGGUNAAN ESTIMASI, PERTIMBANGAN, DAN ASUMSI MANAJEMEN (Lanjutan)

     Estimasi dan Asumsi

     Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber utama lain dalam mengestimasi ketidakpastian pada tanggal
     pelaporan yang mempunyai risiko signifikan yang dapat menyebabkan penyesuaian material terhadap nilai
     tercatat aset dan liabilitas dalam periode berikutnya diungkapkan di bawah ini. Grup mendasarkan asumsi dan
     estimasi pada parameter yang tersedia saat laporan keuangan konsolidasian disusun. Kondisi yang ada dan
     asumsi mengenai perkembangan masa depan dapat berubah karena perubahan situasi pasar yang berada di
     luar kendali Grup. Perubahan tersebut tercermin dalam asumsi ketika keadaan tersebut terjadi:

     a.   Estimasi Masa Manfaat dan Penyusutan Aset Tetap

          Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran
          masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 4 tahun
          sampai dengan 20 tahun, yang merupakan umur yang secara umum diharapkan dalam industri yang sama
          dan pengalaman aset yang sejenis. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat
          mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan
          mungkin direvisi.

     b.   Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan

          Penelaahan atas penurunan nilai dilakukan apabila terdapat indikasi penurunan nilai aset tertentu.
          Penentuan nilai wajar aset membutuhkan estimasi arus kas yang diharapkan akan dihasilkan dari
          pemakaian berkelanjutan dan pelepasan akhir atas aset tersebut. Perubahan signifikan dalam asumsi-
          asumsi yang digunakan untuk menentukan nilai wajar dapat berdampak signifikan pada nilai terpulihkan
          dan jumlah kerugian penurunan nilai yang terjadi mungkin berdampak material pada hasil operasi Grup.

     c.   Imbalan Kerja Jangka Panjang


          Penentuan liabilitas imbalan kerja jangka panjang dipengaruhi oleh asumsi tertentu yang digunakan oleh
          aktuaris dalam menghitung jumlah tersebut. Asumsi asumsi tersebut dijelaskan dalam Catatan 19 dan
          mencakup, antara lain, tingkat kenaikan gaji dan tingkat diskonto yang ditentukan dengan mengacu pada
          imbal hasil pasar atas bunga obligasi pemerintah dalam mata uang yang sama dengan mata uang
          pembayaran imbalan dan memiliki jangka waktu yang mendekati estimasi jangka waktu liabilitas imbalan
          kerja jangka panjang tersebut. Hasil aktual yang berbeda dengan asumsi Grup dibukukan pada
          penghasilan komprehensif lain dan dengan demikian, berdampak pada jumlah penghasilan komprehensif
          lain yang diakui dan liabilitas yang tercatat pada periode-periode mendatang. Manajemen berkeyakinan
          bahwa asumsi-asumsi yang digunakan adalah tepat dan wajar, namun demikian, perbedaan signifikan
          pada hasil aktual, atau perubahan signifikan dalam asumsi-asumsi tersebut dapat berdampak signifikan
          pada jumlah liabilitas imbalan kerja jangka panjang.




                                                      25
Page 29
                          PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                  Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
          Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
                             (Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)



4.   KAS DAN BANK
                                                                   30 Juni 2026       31 Desember 2025

     Kas                                                                44.632.888            30.020.763
     Bank
        PT Bank Central Asia Tbk                                     5.570.599.798         2.542.003.511
        PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                                1.468.790.377         3.586.359.725
        PT Bank CIMB Niaga Tbk.                                         15.152.817            15.332.817
        PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk                          45.236.318           141.460.072
        PT Bank Pembangunan Daerah Lampung                               6.422.912             6.602.912
        PT Bank Ganesha Tbk                                                575.131               575.132
        PT Bank Mega Tbk                                                31.254.677            58.986.636

     Jumlah                                                          7.182.664.918         6.381.341.568

5.   PIUTANG USAHA

     ▪   Berdasarkan Segmen:
                                                                   30 Juni 2026       31 Desember 2025
         Pihak ketiga:
           Piutang program                                           6.601.410.570         5.818.301.487
           Kamar, makanan dan minuman, dan lain-lain                   178.881.336           150.756.514

                                                                     6.780.291.906         5.969.058.001
          Dikurangi:
            cadangan kerugian kredit ekspektasian                     (725.085.541)         (725.085.541)
         Jumlah                                                      6.055.206.365         5.243.972.460

     ▪   Berdasarkan Analisis Umur Piutang Usaha:
                                                                   30 Juni 2026       31 Desember 2025

         Belum jatuh tempo                                           2.722.675.842         2.396.918.930
         Telah jatuh tempo:
          < 30 hari                                                  2.537.400.746         2.233.811.233
          31 - 60 hari                                               1.308.447.273         1.151.896.964
          61 - 90 hari                                                   4.370.825             3.847.874
          > 90 hari                                                    207.397.220           182.583.000

                                                                     6.780.291.906         5.969.058.001
         Dikurangi:
          cadangan kerugian kredit ekspektasian                       (725.085.541)         (725.085.541)

         Jumlah                                                      6.055.206.365         5.243.972.460




                                                       26
Page 30
                         PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                 Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
         Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
                            (Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)



5.   PIUTANG USAHA (Lanjutan)

     Mutasi cadangan kerugian kredit ekspektasian adalah sebagai berikut:
                                                                         30 Juni 2026     31 Desember 2025

     Saldo awal                                                             725.085.541          346.958.218
     Pemulihan Pencadangan (Catatan 30)                                             -           (346.958.218)
     Penambahan (Catatan 30)                                                        -            725.085.541
        Saldo akhir                                                         725.085.541          725.085.541

     Grup membentuk cadangan kerugian penurunan nilai berdasarkan kerugian kredit ekspektasian dengan
     menelaah kolektibilitas saldo piutang secara kolektif dan mempertimbangkan informasi yang berorientasi ke
     masa depan dan relevan.

     Berdasarkan hasil penelaahan keadaan piutang masing-masing pelanggan pada akhir periode pelaporan,
     manajemen berkeyakinan bahwa cadangan kerugian penurunan nilai telah memadai untuk menutup
     kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha.

     Apabila ada pembayaran atas piutang yang telah dilakukan penurunan nilai, dilakukan pemulihan dan dicatat
     sebagai pendapatan lain-lain.

6.   PIUTANG LAIN-LAIN
                                                                        30 Juni 2026      31 Desember 2025
     Pihak ketiga:
        Karyawan                                                            117.894.336           57.361.780

        Jumlah                                                              117.894.336           57.361.780

7.   PERSEDIAAN
                                                                        30 Juni 2026      31 Desember 2025

     Perlengkapan                                                            43.868.169           42.191.141
     Makanan dan minuman                                                     44.792.014           60.923.398
     Peralatan dapur                                                          9.210.981            6.856.979

        Jumlah                                                               97.871.164          109.971.518

     Persediaan perlengkapan operasional hotel merupakan persediaan berupa linen dan barang pecah belah serta
     perangkat pendukung operasional hotel lainnya.

     Persediaan bahan baku merupakan persediaan berupa bahan baku yang digunakan untuk operasional restoran.


     Berdasarkan penelaahan pada akhir tahun berjalan, pihak manajemen berkeyakinan bahwa semua jenis
     persediaan masih dalam kondisi baik dan masih dapat digunakan.




                                                       27
Page 31
                         PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                 Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
         Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
                            (Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)



8.   UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DIMUKA
                                                                        30 Juni 2026           31 Desember 2025
     Uang muka
        Proyek                                                              143.542.436                           -
     Biaya dibayar dimuka
        Sewa                                                                220.346.300                           -
        Lain-lain                                                             5.000.000                           -
        Jumlah                                                              368.888.736                           -

9.   ASET TETAP
                                                                    30 Juni 2026
                                     1 Jan 2026            Penambahan        Pengurangan           30 Juni 2026
     Harga Perolehan:
        Perolehan langsung:
         Tanah                       12.315.263.667                     -                  -       12.315.263.667
         Bangunan & prasarana        57.900.364.087          180.563.000                   -       58.080.927.087
         Kendaraan                    1.143.520.000                     -                  -        1.143.520.000
         Peralatan kantor             2.047.590.930           11.800.000                   -        2.059.390.930
         Perlengkapan dan perabot    13.249.581.618           74.620.747                   -       13.324.202.365

                                     86.656.320.302          266.983.747                   -       86.923.304.049
     Akumulasi Penyusutan:
        Pemilikan langsung:
         Bangunan & prasarana        12.036.229.501         1.336.364.578                  -       13.372.594.079
         Kendaraan                      430.640.421            18.750.000                  -          449.390.421
         Peralatan kantor             1.622.391.200           121.808.669                  -        1.744.199.869
         Perlengkapan dan perabot     8.995.125.060           862.761.548                  -        9.857.886.608

                                     23.084.386.182         2.339.684.795                  -       25.424.070.977

        Nilai tercatat bersih        63.571.934.120                                                61.499.233.072

                                                                 31 Desember 2025
                                     1 Jan 2025            Penambahan     Pengurangan              31 Des 2025
     Harga Perolehan:
        Perolehan langsung:
         Tanah                       12.315.263.667                     -                  -       12.315.263.667
         Bangunan & prasarana        57.672.525.347          227.838.740                   -       57.900.364.087
         Kendaraan                    1.143.520.000                     -                  -        1.143.520.000
         Peralatan kantor             2.009.506.430           38.084.500                   -        2.047.590.930
         Perlengkapan dan perabot    12.958.491.950          291.089.668                   -       13.249.581.618

                                     86.099.307.394          557.012.908                   -       86.656.320.302




                                                      28
Page 32
                         PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                 Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
         Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
                            (Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)



9.   ASET TETAP (Lanjutan)

                                                                    31 Desember 2025
                                        1 Jan 2025            Penambahan     Pengurangan               31 Des 2025
     Akumulasi Penyusutan:
        Pemilikan langsung:
         Bangunan & prasarana           9.056.589.382          2.979.640.119                   -       12.036.229.501
         Kendaraan                        313.177.919            117.462.502                   -          430.640.421
         Peralatan kantor               1.376.024.892            246.366.308                   -        1.622.391.200
         Perlengkapan dan perabot       7.197.592.854          1.797.532.206                   -        8.995.125.060

                                        17.943.385.047         5.141.001.135                   -       23.084.386.182

        Nilai tercatat bersih           68.155.922.347                                                 63.571.934.120

                                                                           30 Juni 2026            31 Desember 2025
     Beban penyusutan dialokasikan pada:
       Beban umum dan administrasi (Catatan 28)                                2.339.684.795           5.141.001.135

        Jumlah                                                                 2.339.684.795           5.141.001.135

     Tanah merupakan hak atas tanah Perusahaan dan entitas anak yang sebagaimana ternyata dalam Sertifikat
     Hak Guna Bangunan Hak Guna Bangunan (HGB) No. 1057-1060 yang berlaku sampai tanggal 20 November
     2039, Hak Guna Bangunan (HGB) No. 1062-1070 yang berlaku sampai tanggal 18 Mei 2040 dan Hak Guna
     Bangunan (HGB) No.1110/Metro yang berlaku sampai tanggal 26 Agustus 2040.

     Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Grup mengasuransikan aset tetapnya berupa bangunan
     kepada PT Asuransi Umum Mega, pihak ketiga, dengan nilai pertanggungan sebesar Rp26.447.955.000

     Pada tanggal 31 Desember 2024, Grup mengasuransikan aset tetapnya berupa bangunan kepada PT Asuransi
     Dayin Mitra Tbk, pihak ketiga, dengan nilai pertanggungan sebesar Rp25.241.500.000

     Tanah dan bangunan digunakan sebagai jaminan atas fasilitas kredit dari PT Bank Mega Tbk.

     Berdasarkan hasil penelaahan manajemen, tidak terdapat indikasi penurunan nilai aset tetap sehingga Grup
     tidak melakukan penyisihan penurunan nilai untuk aset tetap.




                                                         29
Page 33
                       PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
               Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
       Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
                          (Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)



10. ASET TAK BERWUJUD
                                                                 30 Juni 2026
                                     1 Jan 2026          Penambahan      Pengurangan             30 Juni 2026
   Harga Perolehan:
      System                          986.097.037                    -                   -         986.097.037
                                      986.097.037                    -                   -         986.097.037
   Akumulasi amortisasi :
      System                          513.592.207          123.262.130                   -         636.854.337
                                      513.592.207          123.262.130                   -         636.854.337

      Nilai tercatat                  472.504.831                                                  349.242.700

                                                               31 Desember 2025
                                     1 Jan 2025          Penambahan     Pengurangan              31 Des 2025
   Harga Perolehan:
      System                          986.097.037                    -                   -         986.097.037
                                      986.097.037                    -                   -         986.097.037
   Akumulasi amortisasi :
      System                          267.067.947          246.524.260                   -         513.592.207
                                      267.067.947          246.524.260                   -         513.592.207

      Nilai tercatat                  719.029.090                                                  472.504.831

                                                                     30 Juni 2026            31 Desember 2025
   Beban amortisasi dialokasikan pada:
     Beban umum dan administrasi (Catatan 28)                             123.262.130              246.524.260

      Jumlah                                                              123.262.130              246.524.260

11. UTANG BANK JANGKA PENDEK
                                                                     30 Juni 2026            31 Desember 2025

   PT Bank Mega Tbk                                                      2.358.388.237           2.613.048.918

      Jumlah                                                             2.358.388.237           2.613.048.918

   Berdasarkan Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit nomor 021/PI/SPPK/2026 tanggal 17 Juni 2026,
   Perusahaan memperoleh perpanjangan jangka waktu fasilitas kredit dalam bentuk rekening koran dari PT Bank
   Mega Tbk dengan plafon sebesar Rp2.900.000.000 dengan tingkat bunga 9,75% per tahun dengan jangka
   waktu 12 bulan, yang akan jatuh tempo pada tanggal 27 Februari 2027.

   Berdasarkan Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit nomor 012/CBC-JKT2/SPPK/2025 tanggal 10 Februari
   2025, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit dalam bentuk rekening koran dari PT Bank Mega Tbk dengan
   plafon sebesar Rp2.900.000.000 dengan tingkat bunga 9,75% per tahun dengan jangka waktu 12 bulan, yang
   akan jatuh tempo pada tanggal 27 Februari 2026.




                                                    30
Page 34
                        PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
        Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
                           (Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)



11. UTANG BANK JANGKA PENDEK (Lanjutan)

   Berdasarkan Perjanjian Perpanjangan Kredit No. 015/PJPK/KRD/KCU/2024 Pada tanggal 6 Maret 2024,
   Perusahaan memperoleh fasilitas kredit dalam bentuk pinjaman rekening koran dari PT Bank Ganesa Tbk
   dengan plafon sebesar Rp 2.900.000.000 dengan tingkat bunga 10% pertahun dengan jangka waktu 12 bulan,
   yang akan jatuh tempo pada tanggal 20 Maret 2025.

   Jaminan atas fasilitas kredit ini sama dengan utang bank jangka panjang (Catatan 18)

12. UTANG USAHA

   ▪   Berdasarkan Segmen:

                                                                       30 Juni 2026       31 Desember 2025
       Pihak ketiga:
         Supplier                                                            47.166.108          65.566.683
         Refund program                                                       1.050.000           1.410.000

        Jumlah                                                               48.216.108          66.976.683

   ▪   Berdasarkan Analisis Umur Utang Usaha:

                                                                       30 Juni 2026       31 Desember 2025

       Berdasarkan umur:
       Jatuh Tempo:
         1 - 30 Hari                                                         47.166.108          65.566.683
         31 - 60 Hari                                                         1.050.000             869.401
         61 - 90 Hari                                                               -                   -
         > 90 Hari                                                                  -               540.599

        Jumlah                                                               48.216.108          66.976.683

13. UTANG LAIN-LAIN
                                                                       30 Juni 2026       31 Desember 2025
   Pihak ketiga:
      Deposit tamu                                                         168.100.102          128.350.101
      Cadangan penggantian perabotan hotel                                  16.069.992           25.067.066

       Jumlah                                                              184.170.094          153.417.167




                                                      31
Page 35
                          PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                  Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
          Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
                             (Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)



14. PERPAJAKAN

   a.     Pajak Dibayar Dimuka
                                                                                   30 Juni 2026              31 Desember 2025
          Entitas Anak
            Pajak penghasilan pasal 21                                                            -                      77.815

          Jumlah                                                                                  -                      77.815

   b.     Utang Pajak
                                                                                   30 Juni 2026              31 Desember 2025
          Entitas Induk
            Pajak penghasilan pasal 21                                                  24.519.933                           -
            Pajak penghasilan pasal 23                                                           -                      69.400
            Pajak penghasilan pasal 29                                                           -                 697.948.790
          Entitas Anak
            Pajak penghasilan pasal 23                                                     120.779                   1.340.000
            Pajak penghasilan pasal 29                                                           -                  50.955.850
            Pajak restoran - PB 1                                                      208.737.709                  43.748.498

            Jumlah                                                                     233.378.421                 794.062.538

   c.     Pajak Tangguhan
                                                                              30 Juni 2026
                                          Saldo Awal                Dikreditkan         Dikreditkan ke            Saldo Akhir
  Entitas Induk                                                  (Dibebankan) ke        Penghasilan
        Cadangan kerugian piutang usaha      209.856.303                           -                     -           209.856.303
        Imbalan kerja                        (51.126.971)                          -                     -            (51.126.971)


  Sub Jumlah                                 158.729.332                           -                     -           158.729.332


  Entitas Anak                                16.375.138                           -                     -             16.375.138


  Aset Pajak Tangguhan - Bersih              175.104.470                           -                     -           175.104.470


                                                                           31 Desember 2025
                                          Saldo Awal                Dikreditkan         Dikreditkan ke            Saldo Akhir
  Entitas Induk                                                  (Dibebankan) ke        Penghasilan
        Cadangan kerugian piutang usaha       54.529.899              155.326.404                        -            209.856.303
        Imbalan kerja                         23.285.013              (74.273.736)             (138.248)              (51.126.971)


  Sub Jumlah                                  77.814.912               81.052.668              (138.248)              158.729.332


  Entitas Anak                                   495.995               15.888.290                 (9.147)              16.375.138


  Aset Pajak Tangguhan - Bersih               78.310.907               96.940.958              (147.395)              175.104.470




                                                            32
Page 36
                       PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
               Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
       Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
                          (Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)



15. PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA
                                                                     30 Juni 2026         31 Desember 2025

   Pendaftaran siswa                                                       21.037.334               2.113.334

   Pendapatan diterima dimuka merupakan pendaftaran program siswa diterima dimuka oleh perusahaan untuk
   program ditahun 2026.

16. BIAYA MASIH HARUS DIBAYAR
                                                                     30 Juni 2026         31 Desember 2025

   Jasa layanan                                                          161.150.145             104.039.897
   Jasa profesional                                                       77.000.000              77.000.000
   Listrik, air dan telepon                                               60.871.748              62.250.989
   Lain-lain < Rp 5.000.000                                              161.283.705             159.733.705

      Jumlah                                                             460.305.598             403.024.591

17. UTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN
                                                                     30 Juni 2026         31 Desember 2025

   PT Mandiri Tunas Finance                                                35.927.954            118.427.954
   Dikurangi : bunga tahun berjalan                                                 -                      -

      Nilai sekarang atas pembayaran minimum                               35.927.954            118.427.954
   Dikurangi: Bagian lancar < 12 bulan                                    (35.927.954)          (118.427.954)

   Bagian jangka panjang                                                             -                      -

   Pada tahun 2023, Perusahaan memperoleh dua Fasilitas Pembiayaan Multiguna 1 unit kendaraan Wuling dari
   PT Mandiri Tunas Finance dengan keseluruhan nilai aset yang diperoleh sebesar Rp 197.000.000, di mana total
   nilai yang dibiayai oleh fasilitas ini adalah sebesar Rp 146.800.000, dengan jangka waktu 48 bulan dengan
   tingkat bunga sebesar 8,57% per tahun.

   Pada tahun 2022, Perusahaan memperoleh dua Fasilitas Pembiayaan Multiguna 3 unit kendaraan Wuling dari
   PT Mandiri Tunas Finance dengan keseluruhan nilai aset yang diperoleh sebesar Rp 587.640.000, di mana total
   nilai yang dibiayai oleh fasilitas ini adalah masing-masing sebesar Rp 512.640.000, dengan jangka waktu 48
   bulan dengan tingkat bunga sebesar 8,53% per tahun.




                                                    33
Page 37
                        PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
        Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
                           (Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)



18. UTANG BANK JANGKA PANJANG
                                                                           30 Juni 2026        31 Desember 2025
   Entitas anak
      PT Bank Mega Tbk
         Term Loan - I                                                        8.699.638.193        9.011.979.123
      Jumlah                                                                  8.699.638.193        9.011.979.123
   Dikurangi:
      Bagian lancar < 12 bulan                                                 (609.879.032)       (1.490.780.761)

   Utang bank jangka panjang                                                  8.089.759.161        7.521.198.362

   PT Bank Mega Tbk

   Berdasarkan Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit (SPPK) nomor 012/CBC-JKT2/SPPK/2025 tanggal 10
   Februari 2025, PT Aidia Indonesia Propertindo memperoleh fasilitas kredit dalam bentuk rekening koran dengan
   plafon sebesar Rp2.900.000.000 dan fasilitas kredit investasi 1 untuk take over 2 fasilitas kredit investasi di
   Bank Ganesha sejumlah Rp9.500.000.000 dari Bank Mega. Dengan tipe, struktur, dan syarat kredit sebagai
   berikut:

   Fasilitas Kredit Investasi 1 (untuk take over 2 fasilitas KI di Bank Ganesha)

   Plafon          : Rp9.500.000.000
   Bentuk kredit   : Kredit investasi
   Jangka waktu    : 120 bulan sejak akad kredit
   Suku bunga      : 9,75%

   PT Bank Ganesa Tbk - Kredit investasi I

   Berdasarkan surat persetujuan dan pengalihan fasilitas kredit (novasi) dari PT Idea Asia Investama untuk
   menjadi PT Aidia Indonesia Propertindo No.060/KCU-ADK/III/2021 tanggal 29 Maret 2021 dan akta perjanjian
   kredit No. 06 tanggal 01 Juli 2021, entitas anak memperoleh fasilitas Pinjaman Kredit Investasi 1 (KI 1) sebesar
   Rp 9.000.000.000, untuk tujuan investasi pembangunan hotel, asrama dan sarana penunjang dari PT Bank
   Ganesha Tbk dengan bunga sebesar 10,75% dan akan jatuh tempo pada tanggal 23 Oktober 2028.


   PT Bank Ganesa Tbk - Kredit investasi II


   Berdasarkan surat persetujuan dan pengalihan fasilitas kredit (novasi) dari PT Idea Asia Investama untuk
   menjadi PT Aidia Indonesia Propertindo No.060/KCU-ADK/III/2021 tanggal 29 Maret 2021 dan akta perjanjian
   kredit No. 07 tanggal 01 Juli 2021, entitas anak memperoleh fasilitas Pinjaman Kredit Investasi 2 (KI 2) sebesar
   Rp16.750.000.000, untuk tujuan investasi pembangunan hotel, asrama dan sarana penunjang lainnya dari PT
   Bank Ganesha Tbk dengan bunga 10,75% dan akan jatuh tempo pada tanggal 23 Oktober 2028.

   Fasilitas Kredit tersebut kemudian di take over oleh PT Bank Mega Tbk sehingga AIP memperoleh Surat
   Keterangan Lunas dari PT Bank Ganesha Tbk No. 120/ADK-SL/II/2025 tanggal 27 Februari 2025.



                                                         34
Page 38
                       PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
               Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
       Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
                          (Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)



18. UTANG BANK JANGKA PANJANG (Lanjutan)

   Berdasarkan Perjanjian Kredit No. 30 tanggal 27 Februari 2025, AIP memperoleh fasilitas kredit dalam bentuk
   pinjaman TL 1 dari PT Bank Mega Tbk dengan plafon sebesar Rp 9.500.000.000 dengan tingkat bunga 9,75%
   yang bertujuan untuk take over 2 fasilitas KI di PT Bank Ganesha Tbk. Pinajamn tersebut akan jatuh tempo
   pada tanggal 27 Maret 2035.

   Fasilitas pinjaman tersebut dijamin dengan:
    › Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1066/Metro, diurai dalam
      surat ukur tanggal 5 Mei 2020, No.02011/2020, seluas 484 m2 atas nama PT Aidia Indonesia Propertindo;
    › Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1063/Metro, diurai dalam
      surat ukur tanggal 5 Mei 2020, No.02016/2020, seluas 496 m2 atas nama PT Aidia Indonesia Propertindo;
    › Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1070/Metro, diurai dalam
      surat ukur tanggal 5 Mei 2020, No.02013/2020, seluas 474 m2 atas nama PT Aidia Indonesia Propertindo;
    › Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1067/Metro, diurai dalam
      surat ukur tanggal 5 Mei 2020, No.02017/2020, seluas 1.471 m2 atas nama PT Aidia Indonesia Propertindo;
    › Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1064/Metro, diurai dalam
      surat ukur tanggal 5 Mei 2020, No.02015/2020, seluas 963 m2 atas nama PT Aidia Indonesia Propertindo;
    › Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1065/Metro, diurai dalam
      surat ukur tanggal 5 Mei 2020, No.02018/2020, seluas 2.973 m2 atas nama PT Aidia Indonesia Propertindo;
    › Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1069/Metro, diurai dalam
      surat ukur tanggal 5 Mei 2020, No.02012/2020, seluas 236 m2 atas nama PT Aidia Indonesia Propertindo;
    › Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1062/Metro, diurai dalam
      surat ukur tanggal 5 Mei 2020, No.02019/2020, seluas 239 m2 atas nama PT Aidia Indonesia Propertindo;
    › Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1068/Metro, diurai dalam
      surat ukur tanggal 5 Mei 2020, No.02014/2020, seluas 1.689 m2 atas nama PT Aidia Indonesia Propertindo;
    › Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1057/Metro, diurai dalam
      surat ukur tanggal 15 November 2019, No.01926/2019, seluas 195 m2 atas nama PT Aidia Indonesia
      Propertindo;
    › Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1058/Metro, diurai dalam
      surat ukur tanggal 15 November 2019, No.01929/2019, seluas 188 m2 atas nama PT Aidia Indonesia
      Propertindo;
    › Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1059/Metro, diurai dalam
      surat ukur tanggal 15 November 2019, No.01928/2019, seluas 242 m2 atas nama PT Aidia Indonesia
      Propertindo;
    › Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1060/Metro, diurai dalam
      surat ukur tanggal 15 November 2019, No.01927/2019, seluas 200 m2 atas nama PT Aidia Indonesia
      Propertindo;
    › Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1110/Metro, diurai dalam
      surat ukur tanggal 24 Agustus 2020, No.02102/2020, seluas 974 m2, terletak di Letjend Alamsyah Ratu
      Prawira Negara, kelurahan Metro, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Propinsi Lampung, tertulis atas
      nama PT Idea Indonesia Akademi.




                                                    35
Page 39
                        PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
        Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
                           (Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)



18. UTANG BANK JANGKA PANJANG (Lanjutan)

   Berikut syarat dan ketentuan covenant

   a.   PT Aidia Indonesia Propertindo wajib menggunakan fasilitas pinjaman sesuai dengan tujuannya dan tidak
        untuk keperluan lain;
   b.   PT Aidia Indonesia Propertindo wajib membuka rekening koran atau rekening tabungan dan mengaktifkan
        transaksi keuangan usahanya melalui rekening yang dibuka pada bank;
   c.   PT Aidia Indonesia Propertindo wajib mengizinkan bank atau karyawannya atau wakilnya masuk ke kantor
        dan tempat usaha debitur, dan kunjungan tersebut bukan merupakan suatu tindakan memasuki
        pekarangan tanpa hak;
   d.   PT Aidia Indonesia Propertindo wajib segera memberitahu bank apabila terjadi perselisihan, sengketa, atau
        perkara dimana debitur menjadi pihak atau terlibat yang menyangkut sejumlah uang atau berdampak
        terhadap kemampuan debitur dalam melaksanakan kewajibannya.

   Hal-hal yang tidak boleh dilakukan (Negative Covenants )

   a.   Melakukan atau menyebabkan dilakukannya penarikan modal disetor;
   b.   Mengadakan RUPS yang menyebabkan perubahan anggaran dasar, struktur modal, susunan pemegang
        saham atau susunan anggota direksi dan komisaris;
   c.   Melakukan perubahan bidang atau jenis kegiatan;
   d.   Mengajukan permohonan kepailitan atau penundaan kewajiban pembayaran utang;
   e.   Memberikan pinjaman kepada pihak lain termasuk pemegang saham, perusahaan anak, dan perusahaan
        afiliasinya, kecuali pinjaman kepada karyawan;
   f.   Memperoleh pinjaman baru atau menyebabkan terjadinya utang baru;
   g.   Menggadaikan, menjaminkan, mengalihkan saham;
   h.   Menjual dan menyewakan aset kecuali dalam rangka kegiatan usaha dan operasional perusahaan debitur.


   Corporate guarantee atas nama PT Idea Indonesia Akademi Tbk.

19. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA

   Liabilitas imbalan kerja dihitung berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan No.6 tahun 2023 sesuai PSAK
   219 dengan pendekatan IFRIC, yang antara lain mengatur kembali uang pesangon dan atau uang penghargaan
   masa kerja dan uang penggantian hak yang seharusnya diterima karyawan dalam hal terjadi pemutusan
   hubungan kerja.

   Perhitungan imbalan pascakerja dihitung oleh aktuaris independen Kantor Konsultan Aktuaria Budi Ramdani
   untuk tanggal 31 Desember 2025 dengan Nomor laporan No. 1467/PSAK/KKA-BR/III/2026 tertanggal 26 Maret
   2026, dengan menggunakan metode "Projected Unit Credit " dengan asumsi asumsi utama sebagai berikut:




                                                      36
Page 40
                        PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
        Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
                           (Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)



19. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA (Lanjutan)

                                                 30 Juni 2026             31 Desember 2025
   Tingkat diskonto                                 7.00%                      7.00%
   Tingkat kenaikan gaji                             5%                          5%
   Tingkat kematian                               TMI 2019                    TMI 2019
   Tingkat cacat                                10% dari TMI IV            10% dari TMI IV
   Usia pensiun normal                            55 Tahun                    55 Tahun
   Tingkat pengunduran diri
      17 - 29 Tahun                                  10%                         10%
      30 - 39 Tahun                                  5%                           5%
      40 - 44 Tahun                                  3%                           3%
      45 - 49 Tahun                                  2%                           2%
      50 - 54 Tahun                                  1%                           1%
      ≥ 55                                           0%                           0%

   ▪   Mutasi estimasi liabilitas imbalan pascakerja adalah sebagai berikut:
                                                                          30 Juni 2026       31 Desember 2025

       Saldo awal tahun                                                       40.699.772             9.000.448
       Beban (pendapatan) tahun berjalan                                               -            32.369.304
       Pengukuran kembali yang dicatat di OCI                                          -              (669.980)

        Saldo akhir tahun                                                     40.699.772            40.699.772

   ▪   Beban imbalan pascakerja
                                                                        30 Juni 2026         31 Desember 2025

       Beban jasa kini                                                                   -          10.576.807
       Biaya Bunga                                                                       -             642.353
       Pengakuan Segera dari Biaya Jasa Lalu yang Vested                                 -          21.150.144

        Beban (pendapatan) yang diakui dalam laba rugi                                   -          32.369.304

20. MODAL SAHAM

   Berdasarkan Akta Christina Dwi Utami, S.H., M.H.,M.Kn., No. 111 tanggal 14 September 2021, modal dasar
   Perusahaan adalah sebesar Rp 135.992.000.000, terdiri dari 3.399.800.000 lembar saham dengan nilai nominal
   Rp 40 per lembar saham. Dari modal dasar tersebut telah ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp
   42.497.500.000 oleh para pemegang saham, terdiri dari 1.062.437.500 lembar saham dengan nilai nominal Rp
   40.




                                                        37
Page 41
                        PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
        Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
                           (Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)



20. MODAL SAHAM (Lanjutan)

   Susunan pemegang saham Entitas pada tanggal 30 Juni 2026 berdasarkan daftar yang dikeluarkan oleh PT
   Adimitra Jasa Korpora, Biro Administrasi Efek, adalah sebagai berikut:

                                                         Lembar           Persentase          Total
                  Pemegang saham                         Saham            Kepemilikan      Modal Disetor

   PT Idea Asia Investama                               304.504.100           29%           12.180.164.000
   Eko Desriyanto                                       402.818.600           38%           16.112.744.000
   Masyarakat                                           355.114.800           33%           14.204.592.000

      Jumlah                                           1.062.437.500         100%           42.497.500.000

   Susunan pemegang saham Entitas pada tanggal 31 Desember 2025 berdasarkan daftar yang dikeluarkan oleh
   PT Adimitra Jasa Korpora, Biro Administrasi Efek, adalah sebagai berikut:

                                                         Lembar           Persentase          Total
                  Pemegang saham                         Saham            Kepemilikan      Modal Disetor

   PT Idea Asia Investama                               428.873.700           40%           17.154.948.000
   Eko Desriyanto                                       402.818.600           38%           16.112.744.000
   Masyarakat                                           230.745.200           22%            9.229.808.000

      Jumlah                                           1.062.437.500         100%           42.497.500.000

21. TAMBAHAN MODAL DISETOR
                                                                   30 Juni 2026          31 Desember 2025
   Tambahan modal disetor saat
      Penawaran Umum Saham Perdana                                     21.248.750.000       21.248.750.000
      Biaya emisi saham                                                (3.271.122.780)      (3.271.122.780)
   Selisih nilai transaksi kombinasi bisnis
      entitas sepengendali                                               (269.658.691)        (269.658.691)

      Jumlah                                                           17.707.968.529       17.707.968.529

22. DIVIDEN

   Berdasarkan Surat Keputusan Sirkuler Direksi dan Dewan Komisaris Nomor 01.100/AG/SK/IIA/XI/2025 dan
   009/SK.KOM/XI/2025 tanggal 12 November 2025 dan 13 November 2025, Direksi dan Dewan Komisaris
   menyetujui menetapkan pembagian dividen interim kepada pemegang saham sebesar Rp849.950.000 atau
   Rp0,80 per saham dan dibayarkan secara tunai pada tanggal 17 Desember 2025.

   Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Akta No. 03, tanggal 03 Juni 2025,
   pemegang saham menyetujui menetapkan pembagian dividen tunai kepada pemegang saham sebesar
   Rp849.950.000 atau Rp0,80 per saham untuk dividen interim dan sebesar Rp531.218.750 atau Rp0,5 per
   saham dan dibayarkan secara tunai pada tanggal 4 Juli 2025.

                                                  38
Page 42
                      PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
              Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
      Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
                         (Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)



23. KEPENTINGAN NON-PENGENDALI
                                                               Bagian Laba
                                                            (Rugi) Perusahaan
             Perusahaan Anak             1 Januari 2026            Anak              30 Juni 2026
  PT Aidia Indonesia Propertindo               2.058.625               (33.802)            2.024.823
  PT Idea Hospitality Management               1.074.843               (35.798)            1.039.045
     Jumlah                                    3.133.468               (69.600)            3.063.868

                                                               Bagian Laba
                                                            (Rugi) Perusahaan
             Perusahaan Anak             1 Januari 2025            Anak/             30 Juni 2025
  PT Aidia Indonesia Propertindo                 941.605                  1.457               943.062
  PT Idea Hospitality Management               1.046.951                 26.395            1.073.346
     Jumlah                                    1.988.556                 27.852            2.016.408

24. PENJUALAN NETO
                                                               30 Juni 2026          30 Juni 2025

  Program siswa                                                  6.527.736.228         8.021.077.646
  Sewa kamar                                                     2.178.319.714         2.167.839.392
  Makanan dan minuman                                            1.502.431.061         1.435.717.476
  Lain-lain                                                         30.090.657         1.174.614.801

     Jumlah                                                     10.238.577.660        12.799.249.315

25. BEBAN POKOK PENJUALAN
                                                               30 Juni 2026          30 Juni 2025

  Bahan dan perlengkapan                                           867.038.296         1.958.902.352
  Gaji dan tunjangan                                               813.454.193           495.694.412
  Makanan dan minuman                                              593.953.445           504.336.609
  Listrik dan air                                                  424.553.274           357.576.058
  Pendaftaran / Pelayanan                                           60.583.000            13.500.000
  Transportasi                                                      20.332.376             4.571.000
  Perbaikan dan pemeliharaan                                        10.753.846                     -
  Hotel                                                                250.447            14.168.335
  Departemen lain                                                  209.634.076           472.011.421

     Jumlah                                                      3.000.552.953         3.820.760.187




                                               39
Page 43
                        PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
        Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
                           (Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)



26. PENGHASILAN LAIN-LAIN
                                                                 30 Juni 2026          30 Juni 2025

   Jasa giro                                                           7.530.136             1.217.367
   Lain-lain                                                         196.689.007            48.967.287

      Jumlah                                                         204.219.143            50.184.654

27. BEBAN PENJUALAN
                                                                 30 Juni 2026          30 Juni 2025

   Gaji dan tunjangan                                                568.004.645           794.861.593
   Promosi dan Iklan                                                 221.060.534           192.689.845
   Perjalanan dinas                                                   87.907.216           283.936.360
   Entertainment                                                      13.655.431            13.161.270
   Lain-lain                                                         121.156.745           176.929.453

      Jumlah                                                       1.011.784.571         1.461.578.521

28. BEBAN ADMINISTRASI DAN UMUM
                                                                 30 Juni 2026          30 Juni 2025

   Penyusutan dan amortisasi                                       2.462.946.925         2.458.330.660
   Gaji dan tunjangan                                              1.062.915.880         1.244.433.733
   Transportasi                                                      250.709.551            99.481.221
   Perbaikan dan pemeliharaan                                        200.903.856           148.998.544
   Listrik, telephone dan air                                        158.566.455           141.244.390
   Biaya kantor                                                      152.345.880           119.650.759
   Jasa profesional                                                  140.771.150           245.997.473
   Jamuan dan sumbangan                                              102.953.874            51.893.899
   Perjalanan dinas                                                   78.719.021            38.616.009
   Pajak                                                              57.910.085            72.295.986
   Perijinan                                                          40.246.000            10.360.000
   Lain-lain < Rp 20.000.000                                             241.897            11.013.957

      Jumlah                                                       4.709.230.574         4.642.316.631

29. BEBAN KEUANGAN
                                                                 30 Juni 2026          30 Juni 2025

   Bunga pinjaman                                                    526.624.608           641.029.598
   Administrasi bank                                                 201.964.540           163.273.913

      Jumlah                                                         728.589.148           804.303.511




                                                 40
Page 44
                        PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
        Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
                           (Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)



30. BEBAN LAIN-LAIN
                                                                     30 Juni 2026           30 Juni 2025

   Zakat                                                                 36.813.988              34.031.531
   Lain-lain (Neto)                                                               -              16.380.994

       Jumlah                                                            36.813.988              50.412.525

31. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK-PIHAK YANG BERELASI

   Sifat Hubungan Istimewa

           Pihak yang Berelasi                     Sifat transaksi                         Transaksi

   Direksi dan Komisaris                 Pemegang Saham, Manajemen Kunci                   Remunerasi

   ▪   Kompensasi Manajemen Kunci

       Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan adalah merupakan personal manajemen kunci.

       Perusahaan melakukan pembayaran remunerasi kepada Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan dengan
       rincian sebagai berikut:

                                                                     30 Juni 2026           30 Juni 2025

        Dewan Komisaris                                                 116.000.000            116.000.000
        Dewan Direksi                                                   342.000.000            342.000.000

          Jumlah                                                        458.000.000            458.000.000

32. LABA BERSIH PER SAHAM DASAR

   Laba bersih per saham dihitung dengan membagi laba bersih yang tersedia bagi pemegang saham dengan
   jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar pada tahun bersangkutan.

                                                                     30 Juni 2026           30 Juni 2025

   Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik                        955.825.569           2.070.062.594
      Perusahaan induk
   Rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar                       1.062.437.500          1.062.437.500

       Laba per saham dasar                                                     0,90                    1,95




                                                   41
Page 45
                        PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
        Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
                           (Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)



33. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN

   Dalam aktivitasnya Grup dipengaruhi oleh berbagai risiko keuangan, termasuk risiko kredit dan risiko likuiditas.


   Tujuan manajemen risiko Grup secara keseluruhan adalah untuk secara efektif mengendalikan risiko-risiko ini
   dan meminimalkan pengaruh merugikan yang dapat terjadi terhadap kinerja keuangan. Direksi menelaah dan
   menyetujui kebijakan untuk mengendalikan setiap risiko yang dirangkum di bawah ini, dan juga memantau
   harga pasar semua instrumen keuangan.

   Risiko Suku Bunga

   Grup memiliki risiko suku bunga yang signifikan, terutama karena sebagian pinjaman bank dilakukan dengan
   menggunakan suku bunga mengambang. Perusahaan melakukan pengawasan terhadap tingkat suku bunga
   untuk meminimalisasi dampak negatif yang mungkin timbul.

   Risiko Kredit

   Risiko kredit adalah bahwa Grup akan mengalami kerugian yang timbul dari pelanggan atau pihak lawan akibat
   gagal memenuhi kewajiban kontraktualnya. Perusahaan mengendalikan risiko kredit dengan cara melakukan
   hubungan usaha dengan pihak lain yang memiliki kredibilitas, menetapkan kebijakan verifikasi dan otorisasi
   kredit, serta memantau kolektibilitas piutang secara berkala untuk mengurangi jumlah piutang tak tertagih.


   Berikut adalah eksposur laporan posisi keuangan yang terkait risiko kredit pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31
   Desember 2025:
                                                                       30 Juni 2026         31 Desember 2025
   Aset
      Kas dan bank                                                       7.182.664.918           6.381.341.568
      Piutang usaha                                                      6.055.206.365           5.243.972.460
      Piutang lain-lain                                                    117.894.336              57.361.780

      Jumlah                                                               13.355.765.619           11.682.675.808

   Risiko Likuiditas

   Risiko likuiditas adalah risiko yang timbul dari kemungkinan Grup mengalami kesulitan pendanaan untuk
   memenuhi komitmen dan liabilitas Grup kepada pihak kreditur pada saat jatuh tempo pembayaran.

   Dalam pengelolaan risiko likuiditas, manajemen memantau dan menjaga jumlah kas dan setara kas yang
   dianggap memadai untuk membiayai operasional Grup dan untuk mengatasi dampak fluktuasi arus kas.
   Manajemen juga melakukan evaluasi berkala atas proyeksi arus kas dan arus kas aktual, termasuk jadwal jatuh
   tempo utang, dan terus-menerus melakukan penelaahan pasar keuangan untuk mendapatkan sumber
   pendanaan yang optimal.




                                                        42
Page 46
                       PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
               Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
       Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
                          (Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)



33. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)

   Risiko Likuiditas (Lanjutan)

   Tabel di bawah ini menganalisa liabilitas keuangan Grup yang dikelompokkan berdasarkan periode yang tersisa
   sampai dengan tanggal jatuh tempo kontraktual. Jumlah yang diungkapkan dalam tabel merupakan arus kas
   kontraktual yang tidak didiskontokan:

                                                               30 Juni 2026
                                                 Jatuh tempo kontraktual liabilitas keuangan/
                                     Kurang dari          Antara           Lebih dari
                                      1 Tahun         1 dan 2 Tahun         2 Tahun                Total

   Utang bank jangka pendek           2.358.388.237                    -                -        2.358.388.237
   Utang usaha                           48.216.108                    -                -           48.216.108
   Beban masih harus dibayar            460.305.598                    -                -          460.305.598
   Utang lain-lain                      184.170.094                    -                -          184.170.094
   Utang pembiayaan konsumen             35.927.954                    -                -           35.927.954
   Utang bank jangka panjang            609.879.032        1.490.780.761    6.598.978.400        8.699.638.193

      Jumlah                          3.696.887.023        1.490.780.761    6.598.978.400       11.786.646.184

                                                            31 Desember 2025
                                                 Jatuh tempo kontraktual liabilitas keuangan/
                                     Kurang dari          Antara           Lebih dari
                                      1 Tahun         1 dan 2 Tahun         2 Tahun                Total

   Utang bank jangka pendek           2.613.048.918                    -                -        2.613.048.918
   Utang usaha                           66.976.683                    -                -           66.976.683
   Beban masih harus dibayar            403.024.591                    -                -          403.024.591
   Utang lain-lain                      153.417.167                    -                -          153.417.167
   Utang pembiayaan konsumen            118.427.954                    -                -          118.427.954
   Utang bank jangka panjang          1.490.780.761        1.490.780.761    6.030.417.601        9.011.979.123

      Jumlah                          4.845.676.074        1.490.780.761    6.030.417.601       12.366.874.436




                                                      43
Page 47
                        PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
        Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
                           (Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)



34. INFORMASI SEGMEN

   Informasi segmen Grup dikelompokkan berdasarkan segmen usaha yaitu lembaga pendidikan, hotel dan
   restoran dan jasa manajemen, berikut ini adalah informasi segmen berdasarkan segmen usaha:

                                                                       30 Juni 2026
                                      Lembaga                                     Jasa
                                     Pendidikan                Hotel            Manajemen              Total
   Laporan laba rugi dan
   penghasilan komprehensif lain
      Pendapatan usaha                6.527.736.228          3.710.841.432                      -    10.238.577.660
      Beban pokok pendapatan           (988.494.560)        (2.012.058.393)                     -    (3.000.552.953)
      Laba bruto                      5.539.241.668          1.698.783.039                      -     7.238.024.707
      Beban usaha                    (3.352.744.533)        (2.350.584.462)           (17.686.150)   (5.721.015.145)
      Laba usaha                      2.186.497.135           (651.801.423)           (17.686.150)    1.517.009.562
      Penghasilan (beban) neto          157.568.437           (718.539.718)              (212.712)     (561.183.993)
      Laba sebelum pajak              2.344.065.572         (1.370.341.141)           (17.898.862)      955.825.569

      Laba tahun berjalan             2.344.065.572         (1.370.341.141)           (17.898.862)     955.825.569

   Laporan posisi keuangan
   Konsolidasian
      Aset segmen dilaporkan         30.760.651.608         45.041.971.011            43.483.142     75.846.105.761
      Liabilitas segmen dilaporkan      457.346.636         11.624.415.076                     -     12.081.761.712

                                                                       30 Juni 2025
                                      Lembaga                                      Jasa
                                     Pendidikan                Hotel             Manajemen              Total
   Laporan laba rugi dan
   penghasilan komprehensif lain
      Pendapatan usaha                8.021.077.646          4.760.371.669            17.800.000     12.799.249.315
      Beban pokok pendapatan         (2.301.386.354)        (1.519.373.833)                    -     (3.820.760.187)
      Laba bruto                      5.719.691.292          3.240.997.836            17.800.000      8.978.489.128
      Beban usaha                    (3.707.512.864)        (2.391.942.288)           (4.440.000)    (6.103.895.152)
      Laba usaha                      2.012.178.428            849.055.548            13.360.000      2.874.593.976
      Penghasilan (beban) neto           (9.178.145)          (795.190.665)             (162.572)      (804.531.382)
      Laba sebelum pajak              2.003.000.283             53.864.883            13.197.428      2.070.062.594

      Laba tahun berjalan             2.003.000.283            53.864.883             13.197.428      2.070.062.594

   Laporan posisi keuangan
   Konsolidasian
      Aset segmen dilaporkan         29.054.509.859         47.776.980.110            43.858.194     76.875.348.163
      Liabilitas segmen dilaporkan      973.045.380         12.414.278.542                     -     13.387.323.922




                                                       44
Page 48
                       PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
               Pada Tanggal 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
       Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
                          (Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)



35. PERISTIWA SETELAH TANGGAL NERACA

   Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Akta No. 07, tanggal 5 Juni 2026,
   Pemegang saham menyetujui menetapkan pembagian dividen tunai kepada pemegang saham sebesar
   Rp531.218.750 atau sebesar Rp 0,5 per saham dan dibayarkan secara tunai pada tanggal 9 Juli 2026.




                                                45

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.9 MB
Published31 Jul 2026
Pages48
Characters142,580
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 33 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk p.1 ×148
linked person Dody Arifianto p.10 ×2
linked person Wendy Isnandar p.10 ×3
linked person Eko Desriyanto p.10 ×5
linked person Yusuf Nur Fauzan p.10 ×2
linked org Bank Central Asia Tbk p.29 ×2
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.29 ×2
linked org Bank CIMB Niaga Tbk. p.29 ×2
linked org Bank Ganesha Tbk p.29 ×18
linked org Bank Mega Tbk p.29 ×28
linked org PT Asuransi Umum Mega p.32
linked org Asuransi Dayin Mitra Tbk p.32 ×2
linked org PT Mandiri Tunas Finance p.36 ×5
linked org PT Idea Asia Investama p.37 ×8
possible org Negara Republik Indonesia p.9 ×3
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.9
possible org Bursa Efek Indonesia p.9 ×2
possible person Lukman Prasetyo p.10
possible person Yuki Ariawan p.10
possible org Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk p.29 ×2
unresolved person Panji Kresna p.9 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.9 ×3
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-AH. p.9
unresolved person Rini Yulianti p.10
unresolved org PT Aidia Indonesia Propertindo p.10 ×25
unresolved org PT Idea Hospitallity Management p.10 ×2
unresolved org PT Idea Hospitality Management p.11 ×3
unresolved person Karamia Dwi Monica p.11
unresolved org Bank Indonesia p.14
unresolved org PT Bank Pembangunan Daerah Lampung p.29
unresolved org Bank Ganesa Tbk p.34 ×6
unresolved person Akta Christina Dwi Utami p.40
unresolved org PT Adimitra Jasa Korpora p.41 ×2

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 6

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result