Skip to content
Back to announcement

20251111_SOSS_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31984489_lamp2.pdf

Other Text extracted SOSS

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 8

Page 1
                                                                                  PT SHIELD ON SERVICE TBK




                        Lampiran Surat No. S.058/X/2025/CORPSEC, 27 Oktober 2025
                                  Jawaban atas Permintaan Penjelasan
                                        PT Shield On Service Tbk

1. Berdasarkan informasi pada Keterbukaan Informasi yang disampaikan terkait dengan rencana penggabungan
   usaha, disampaikan bahwa salah satu pertimbangan dilakukannya penggabungan usaha adalah untuk
   membentuk sinergi antara Perseroan dan PT ALSOK Bass Indonesia Security Services (AB). Meskipun
   demikian, terdapat salah satu risiko yaitu tidak tercapainya sinergi yang diharapkan. Bursa meminta penjelasan
   lebih lanjut terkait:

   a. Contoh wujud nyata dari sinergi yang dimaksud.

   Jawaban:

   Sinergi yang dimaksud adalah sebagai berikut:

   1. Tujuan utama dari Rencana Penggabungan Usaha antara Perseroan dan AB adalah untuk meningkatkan
      efisiensi dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya melalui penggabungan kegiatan usaha yang
      memiliki kesamaan fungsi dan karakteristik operasional.
   2. Penggabungan ini akan menghasilkan struktur organisasi dan manajemen yang lebih terpadu, sehingga
      proses pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan terkoordinasi. Melalui integrasi ini,
      Perseroan akan memperoleh efisiensi biaya dan peningkatan produktivitas secara menyeluruh, dengan
      mengoptimalkan yang sebelumnya ada pada dua entitas berbeda.
   3. Selain itu, karyawan akan memperoleh manfaat berupa pembagian peran dan tanggung jawab yang lebih
      jelas, lingkungan kerja yang lebih kolaboratif, serta peluang pengembangan kompetensi yang lebih terarah
      di bawah standar manajemen ALSOK Group.
   4. Bagi para pemegang saham, penggabungan dua perusahaan di bawah satu entitas yang terintegrasi dengan
      baik akan menyederhanakan tata kelola, meningkatkan nilai perusahaan, serta memperkuat visi strategis
      jangka panjang dengan menurunkan kompleksitas administratif dan meningkatkan efisiensi korporasi secara
      keseluruhan.

   b. Capaian jangka pendek satu tahun setelah terjadinya penggabungan usaha antara Perseroan dan AB.

   Jawaban:

   Dalam jangka waktu satu tahun setelah Tanggal Efektif Penggabungan (direncanakan pada 1 April 2026),
   Perseroan menargetkan capaian-capaian sebagai berikut:

   1. Penyelarasan Struktur Organisasi dan Sistem Operasional
      Integrasi ini mendukung efektivitas koordinasi antar divisi dan efisiensi dalam pelaksanaan kegiatan
      operasional di seluruh lini bisnis.

   2. Peningkatan Efisiensi dan Produktivitas
      Dengan penghapusan fungsi ganda dan optimalisasi rantai nilai, Perseroan menargetkan terwujudnya
      efisiensi biaya operasional dibandingkan sebelum penggabungan. Efisiensi ini akan diperoleh melalui
      konsolidasi kontrak pengadaan, pemanfaatan sumber daya Bersama (produktivitas karyawan), dan
      penyederhanaan proses administrasi.

   3. Penguatan Jangkauan Pasar dan Basis Pelanggan
      Pasca penggabungan, Perseroan akan mengoptimalkan jaringan pelanggan milik AB yang kuat di kalangan
      perusahaan Jepang dan multinasional dengan kapasitas operasional nasional milik Perseroan, untuk
      memperluas basis klien dan meningkatkan pangsa pasar di industri jasa keamanan dan pengelolaan fasilitas.

   c.   Langkah strategis Perseroan apabila sinergi yang diharapkan tidak tercapai.

   Jawaban:

   Perseroan telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi kemungkinan tidak tercapai sinergi
   secara optimal, antara lain :
Page 2
                                                                                  PT SHIELD ON SERVICE TBK




   1. Peninjauan Struktur Organisasi dan Proses Operasional
      Perseroan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur organisasi dan mekanisme kerja pasca-
      penggabungan. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa pembagian fungsi dan tanggung jawab antar
      divisi berjalan secara efektif, serta mengidentifikasi area yang masih tumpang tindih agar dapat disesuaikan.

   2. Penyesuaian Strategi dan Fokus Bisnis
      Dalam hal terdapat sinergi yang belum optimal, Perseroan akan meninjau ulang portofolio bisnis guna
      memusatkan sumber daya pada segmen usaha yang memiliki potensi pertumbuhan dan margin profitabilitas
      lebih tinggi.

   3. Dukungan dan Pendampingan ALSOK Co., Ltd.
      Sebagai pemegang saham pengendali, ALSOK Co., Ltd. akan memberikan dukungan dalam bentuk
      bimbingan manajemen, pelatihan, dan transfer pengetahuan untuk memastikan proses integrasi tetap
      berjalan sesuai rencana.


2. Berdasarkan informasi yang disampaikan, terdapat beberapa kreditur yang perlu diperoleh persetujuannya untuk
   dilakukan penggabungan usaha. Atas hal tersebut agar dapat dijelaskan:

    a. Apakah terdapat waiver atas negative covenants sehubungan dengan diperolehnya persetujuan rencana
       Penggabungan? Agar Perseroan menjelaskan status terkini perolehan persetujuan dari pihak tersebut.

   Jawaban:

   Berdasarkan ketentuan dalam perjanjian kredit antara Perseroan dengan masing-masing kreditur (yaitu PT Bank
   Danamon Indonesia Tbk (“Bank Danamon”) dan PT Bank Mizuho Indonesia (“Bank Mizuho”) serta antara AB
   dengan PT Bank SMBC Indonesia Tbk. (“Bank SMBC”), negative covenant yang membatasi rencana
   Penggabungan adalah persyaratan untuk mendapatkan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari masing-masing
   kreditur. Sesuai dengan ketentuan tersebut, Perseroan dan AB telah menyampaikan permohonan untuk
   memperoleh persetujuan tertulis (dan bukan permohonan waiver atas negative covenant) pada tanggal 13
   Oktober 2025, melalui surat-surat sebagai berikut:

   1) Surat Perseroan Ref. No. S.013/X/2025/DIR kepada Bank Danamon perihal Permohonan Persetujuan
      sehubungan dengan Rencana Penggabungan;
   2) Surat Perseroan Ref. No. S.014/X/2025/DIR, kepada Bank Mizuho perihal Permohonan Persetujuan
      sehubungan dengan Rencana Penggabungan; dan
   3) Surat AB Ref. No. 567/DIR/ALSOKBASS/X/25 kepada Bank SMBC perihal Permohonan Persetujuan
      sehubungan dengan Rencana Penggabungan.

   Terkait dengan surat permohanan tersebut, Perseroan telah mendapatkan persetujuan tertulis tentang rencana
   Penggabungan dari Bank Danamon dan Bank Mizuho yang diberikan melalui:

   1) Surat Bank Danamon No. B.471/EB-MNC/1025 kepada Perseroan, tanggal 24 Oktober 2025, perihal
      persetujuan rencana Penggabungan; dan
   2) Surat Bank Mizuho kepada Perseroan, tanggal 20 Oktober 2025, perihal Persetujuan untuk Perubahan
      Struktur Pemegang Saham.

   Adapun juga Surat Persetujuan dari Bank Danamon dan Bank Mizuho yang telah kami lampirkan pada
   Tanggapan atas Permintaan Penjelasan ini.

   Sampai dengan tanggal jawaban atas permintaan penjelasan dari BEI ini, AB masih dalam proses diskusi dengan
   Bank SMBC untuk memperoleh persetujuan dimaksud. Informasi lebih rinci akan disampaikan setelah
   persetujuan dari Bank SMBC diperoleh, yang diharapkan akan diperoleh paling lambat pada tanggal 28
   November 2025, yaitu sebelum tanggal estimasi diterbitkannya pernyataan efektif pendaftaran Penggabungan
   dari Otoritas Jasa Keuangan.
Page 3
                                                                                PT SHIELD ON SERVICE TBK




    b. Perseroan menyampaikan bahwa persetujuan kreditur tersebut paling lambat harus diperoleh pada 28
       November 2025. Apakah hingga saat ini terdapat pihak yang mengajukan keberatan maupun tidak setuju
       dengan rencana penggabungan Perseroan?

   Jawaban:

   Perseroan telah mendapatkan persetujuan dari Bank Danamon dan Bank Mizuho sesuai dengan penjelasan
   pada jawaban atas pertanyaan huruf (a) di atas.

   Namun demikian, sampai dengan tanggal jawaban atas permintaan penjelasan dari BEI ini, AB masih dalam
   proses diskusi dengan Bank SMBC. Berdasarkan diskusi tersebut, tidak terdapat indikasi keberatan dari Bank
   SMBC yang diharapkan untuk memberikan persetujuan paling lambat tanggal 28 November 2025 tersebut.

   Selain sehubungan dengan persetujuan yang diperlukan dari Bank Danamon, Bank Mizuho, dan Bank SMBC,
   sejak diumumkannya ringkasan rancangan Penggabungan pada tanggal 13 Oktober 2025 hingga tanggal
   jawaban atas permintaan penjelasan dari BEI ini, Perseroan dan AB juga tidak menerima keberatan maupun
   pernyataan tidak setuju secara tertulis dari kreditur maupun pihak ketiga yang memiliki hubungan kontraktual
   dengan Perseroan dan AB. Periode pengajuan keberatan kreditur lain berdasarkan Undang-Undang No. 40
   Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (“UUPT”) adalah 14 hari sejak diumumkannya ringkasan rancangan
   Penggabungan, yang mana jatuh pada tanggal 27 Oktober 2025. Dalam hal Perseroan dan AB tidak menerima
   keberatan dari kreditur sampai dengan batas waktu pengajuan keberatan tersebut maka berdasarkan ketentuan
   Pasal 127 ayat (4) UUPT, kreditur Perseroan dan AB dianggap menyetujui rencana Penggabungan.

    c.   Apabila terdapat keberatan atas rencana tersebut, agar dijelaskan langkah penyelesaian yang dilakukan
         oleh Perseroan.

   Jawaban:

   Perseroan akan mengambil langkah preventif dengan senantiasa bekerja sama dan berkoordinasi dengan pihak
   terkait untuk dapat menyetujui rencana Penggabungan sesuai dengan penjelasan pada jawaban atas
   pertanyaan huruf (a) dan (b) di atas. Namun demikian, berdasarkan ketentuan UUPT, jika Perseroan dan AB
   menerima keberatan dari kreditur selama sisa waktu pengajuan keberatan, maka Perseroan dan AB harus
   menyelesaikan keberatan tersebut sebelum pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (“RUPS”) masing-
   masing (sebagaimana relevan) dan harus disampaikan dalam RUPS untuk dapat diselesaikan, jika keberatan
   tersebut belum dapat diselesaikan sebelum pelaksanaan RUPS.



3. Berdasarkan informasi pada informasi rencana penggabungan usaha Perseroan dan AB, dijelaskan bahwa AB,
   sebagai pembeli siaga akan melakukan pembelian kembali atas saham yang dimiliki pemegang saham
   Perseroan dan AB yang tidak menyetujui rencana penggabungan. Dimana pemegang saham Perseroan dapat
   menjual saham yang dimilikinya di Perseroan kepada AB. Atas hal tersebut agar dijelaskan:

    a. Bagaimana kesiapan dana oleh AB selaku pembeli siaga saham Perseroan untuk melakukan pembelian
       kembali? Apakah diperlukan perolehan persetujuan tertentu dari pihak kreditur maupun pihak lain
       pemegang saham Perseroan maupun AB?

   Jawaban:

   Perseroan ingin mengklarifikasi bahwa pihak yang ditunjuk sebagai pembeli siaga untuk melakukan pembelian
   kembali atas saham milik pemegang saham Perseroan dan AB yang tidak menyetujui rencana Penggabungan
   adalah ALSOK Co. Ltd. (dahulu bernama Sohgo Security Services Co. Ltd.) (“ALSOK”), sebagaimana telah
   diungkapkan dalam ringkasan rancangan Penggabungan pada tanggal 13 Oktober 2025.

   ALSOK selaku pembeli siaga dari Perseroan dan AB, memiliki dana yang cukup untuk melakukan pembelian
   saham milik pemegang saham Perseroan dan AB yang tidak menyetujui rencana Penggabungan dan meminta
   agar sahamnya dibeli (“Pembelian Saham”). Dana tersebut merupakan dana yang berasal dari kas internal
   ALSOK.
Page 4
                                                                                  PT SHIELD ON SERVICE TBK




   Untuk melaksanakan Pembelian Saham, ALSOK memerlukan persetujuan korporasi sesuai ketentuan anggaran
   dasar ALSOK, yaitu persetujuan Direksi. Sedangkan berdasarkan perjanjian-perjanjian Perseroan dan AB
   dengan pihak ketiga, persetujuan dibutuhkan dalam rangka rencana Penggabungan dan ketentuan Pembelian
   Saham merupakan satu rangkaian transaksi Penggabungan yang telah tercantum dalam ringkasan rancangan
   Penggabungan. Sebagaimana telah disampaikan pada jawaban atas pertanyaan No. 2 huruf (b), saat ini
   Perseroan dan AB masih dalam proses diskusi dengan masing-masing kreditur.

    b. Perkiraan dana yang disiapkan oleh AB untuk melakukan pembelian kembali.

   Jawaban:

   Harga pembelian kembali Perseroan adalah sebesar Rp534,- (lima ratus tiga puluh empat Rupiah) per Lembar
   Saham dan Rp1.077.630,- (satu juta tujuh puluh tujuh ribu enam ratus tiga puluh Rupiah) per Lembar Saham
   untuk AB. Harga tersebut telah dihitung berdasarkan Laporan Penilaian Saham Perseroan dari KJPP DYR
   dengan Nomor Laporan. 00153/2.0041-00/BS/05/0384/1/X/2025 dan Laporan Penilaian Saham AB dari KJPP
   FDI dengan Nomor Laporan 00097/2.0176-00/BS/05/0453/1/X/2025 yang telah kami lampirkan pada Tanggapan
   atas Permintaan Penjelasan ini. Jumlah maksimum dana yang diperlukan ALSOK untuk melaksanakan
   pembelian kembali saham Perseroan dan AB adalah sebanyak-banyaknya sebesar Rp70.049.930.543,- (tujuh
   puluh miliar empat puluh sembilan juta sembilan ratus tiga puluh ribu lima ratu sempat puluh tiga Rupiah) dimana
   pembelian kembali untuk saham Perseroan adalah sebanyak-banyaknya sebesar Rp66.849.368.937,- (enam
   puluh enam miliar delapan ratus empat puluh sembilan juta tiga ratus enam puluh delapan ribu sembilan ratus
   tiga puluh tujuh Rupiah) sedangkan untuk AB adalah sebanyak-banyaknya sebesar Rp3.200.561.606,- (tiga
   miliar dua ratus juta lima ratus enam puluh satu ribu enam ratus enam Rupiah).


    c.   Perkiraan banyaknya saham yang akan dilakukan pembelian kembali dari pemegang saham.

   Jawaban:

   Pembelian kembali saham dari pemegang saham yang tidak menyetujui penggabungan usaha Perseroan
   dilakukan oleh ALSOK atas saham Perseroan sebanyak-banyaknya sebesar 125.258.031 (seratus dua puluh
   lima juta dua ratus lima puluh delapan ribu tiga puluh satu) Lembar Saham atau setara dengan sebanyak-
   banyaknya sebesar 15,67% (lima belas koma enam tujuh persen) dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan.
   ALSOK juga akan membeli kembali saham dari pemegang saham yang tidak menyetujui penggabungan usaha
   AB sebanyak-banyaknya sebesar 2.970 (dua ribu sembilan ratus tujuh puluh) Lembar Saham atau setara dengan
   sebanyak-banyaknya sebesar 0,72% (nol koma tujuh dua persen) dari modal ditempatkan dan disetor AB.



4. Berdasarkan Laporan Registrasi Pemegang Efek per 30 September 2025, Perseroan saat ini memiliki
   persentase saham free float sebesar 3,16%. Angka tersebut berada di bawah persyaratan minimum free float
   Perusahaan Tercatat (Min. 50 juta saham dan 7,5% dari jumlah saham tercatat). Berdasarkan struktur pemegang
   saham SOSS setelah dilakukannya penggabungan usaha, persentase saham free float akan berkurang kembali
   menjadi 2,59%. Bursa meminta penjelasan terkait:

    a. Bagaimana rencana dan strategi pemenuhan saham Free Float SOSS setelah dilakukannya penggabungan
       usaha?

    Jawaban:

   Perseroan berkomitmen untuk memenuhi ketentuan minimum jumlah saham Free Float sebagaimana diatur
   dalam Peraturan I-A PT Bursa Efek Indonesia. Sehubungan dengan hal tersebut, ALSOK selaku pemegang
   saham pengendali telah menyatakan dukungannya terhadap upaya pemenuhan ketentuan saham Free Float,
   antara lain melalui rencana penjualan sebagian saham milik pemegang saham pengendali kepada investor
   publik, dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Page 5
                                                                                PT SHIELD ON SERVICE TBK




    b. Rincian timeline dan target pemenuhan saham Free Float.

   Jawaban:

   Perseroan telah menindaklanjuti rencana pemenuhan ketentuan free float sebagaimana diuraikan pada poin a
   di atas sejak mengetahui bahwa jumlah saham Free Float Perseroan berada di bawah ketentuan minimum. Atas
   rencana dan strategi dimaksud, Perseroan memperkirakan pelaksanaan peningkatan porsi kepemilikan publik
   dapat terealisasi pada Kuartal I tahun 2026, sehingga Perseroan dapat memenuhi ketentuan minimum jumlah
   saham Free Float sebagaimana diatur dalam Peraturan I-A PT Bursa Efek Indonesia.

    c.   Latar belakang pengalihan saham milik PT Inlife kepada ALSOK Co., Ltd. (ALSOK) selaku pemegang
         saham pengendali Perseroan pada periode September 2025.

   Jawaban:

   Pada tanggal 30 September 2025, ALSOK sebagai pemegang saham AB telah melakukan pembelian seluruh
   saham milik PT Inlife di Perseroan sebagai pelaksanaan dari Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat tanggal 9
   Juni 2023 yang dibuat antara PT Puragraha Dianpertiwi dan PT Nusantara Suryamukti sebagai para penjual
   serta AB sebagai pembeli dan ALSOK sebagai pengendali dari AB.

   Sebagai tindak lanjut dari perjanjian tersebut, AB telah menandatangani Perjanjian Opsi Menjual dan Membeli
   pada tanggal 20 Juni 2023 bersama-sama dengan PT Inlife dan ALSOK, yang kemudian diubah melalui:

   1. Amendemen terhadap Perjanjian Opsi Menjual dan Membeli tanggal 15 September 2023; dan
   2. Perjanjian Novasi antara ALSOK sebagai penerima pengalihan, AB sebagai pihak yang mengalihkan, dan
      PT Inlife,

   (selanjutnya disebut “Perjanjian Opsi Jual Beli”).

   Berdasarkan Perjanjian Opsi Jual Beli, PT Inlife memiliki hak untuk menjual seluruh sahamnya di Perseroan
   kepada ALSOK dan ALSOK memiliki hak untuk membeli seluruh saham tersebut dari PT Inlife, yang mana pada
   tanggal 30 September 2025, PT Inlife telah menggunakan hak nya untuk menjual seluruh sahamnya kepada
   ALSOK.

    d. Hubungan afiliasi Perseroan, AB, dan/atau ALSOK dengan PT Inlife.

   Jawaban:

   Perseroan, AB, dan/atau ALSOK tidak memiliki hubungan afiliasi dengan PT Inlife.


5. Berdasarkan informasi pada Keterbukaan Informasi, terdapat tabel struktur organisasi sebelum dan sesudah
   penggabungan usaha. Mengacu pada Peraturan Bursa Nomor I-G tentang Penggabungan Usaha atau
   Peleburan Usaha (Peraturan Bursa I-G) poin B.1., maka agar Perseroan mengungkapkan indicative timeline
   serta informasi-informasi sebagai berikut:

    a. Tanggal dimulainya penukaran bukti kepemilikan saham Perusahaan Tercatat Hasil Penggabungan Usaha
       (PHPU) dengan Surat Kolektif Saham Perusahaan Tercatat Hasil Penggabungan Usaha (SKS PHPU) atau
       dengan SKS baru PHPU (jika ada penggantian SKS), termasuk waktu yang diperlukan untuk proses
       penukaran saham tersebut.

   Jawaban:

   Tanggal dimulainya penukaran bukti kepemilikan Perusahaan Tercatat Hasil Penggabungan Usaha (“PHPU”)
   dengan Surat Kolektif Saham Perusahaan Tercatat Hasil Penggabungan Usaha (“SKS PHPU”) direncanakan
   pada tanggal 1 April 2026 serta dengan distribusi di tanggal yang sama.
Page 6
                                                                                 PT SHIELD ON SERVICE TBK




    b. Tanggal berakhirnya penggunaan bukti kepemilikan saham PHPU dalam penyelesaian Transaksi Bursa
       atas saham PHPU.

   Jawaban:

   SKS PHPU berlaku pada tanggal 31 Maret 2026 sampai dengan hari penukaran dan distribusi, yaitu pada tanggal
   1 April 2026.

6. Mengacu pada Peraturan Bursa Nomor I-G tentang Penggabungan Usaha atau Peleburan Usaha (Peraturan
   Bursa I-G) poin B.1., maka agar Perseroan mengungkapkan indicative timeline serta informasi-informasi sebagai
   berikut:

    a. Tanggal dimulainya penukaran bukti kepemilikan saham PHPU dengan SKS PHPU atau dengan SKS baru
       PHPU (jika ada penggantian SKS), termasuk waktu yang diperlukan untuk proses penukaran saham
       tersebut.

   Jawaban:

   Tanggal dimulainya penukaran bukti kepemilikan Perusahaan Tercatat Hasil Penggabungan Usaha (“PHPU”)
   dengan Surat Kolektif Saham Perusahaan Tercatat Hasil Penggabungan Usaha (“SKS PHPU”) direncanakan
   pada tanggal 1 April 2026 serta dengan distribusi di tanggal yang sama.

    b. Tanggal berakhirnya penggunaan bukti kepemilikan saham PHPU dalam penyelesaian Transaksi Bursa
       atas saham PHPU.

   Jawaban:

   SKS PHPU berlaku pada tanggal 31 Maret 2026 sampai dengan hari penukaran dan distribusi, yaitu pada tanggal
   1 April 2026.


7. Mohon agar dapat disampaikan terkait pihak-pihak profesi penunjang di bawah ini yang akan berperan dalam
   proses penggabungan usaha:

    a. Kantor Akuntan Publik.

   Jawaban:

   Kantor Akuntan Publik yang membantu dalam proses penggabungan usaha adalah sebagai berikut:

      • AB
        Laporan Keuangan Konsolidasi periode 30 Juni 2025 dan 2024, dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31
        Desember 2024, 2023, dan 2022) telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Agus, Indra, Jeri & Rekan

      • SOS
        Laporan Keuangan Konsolidasi untuk tahun yang berakhir 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 telah
        diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Mirawati Sensi Idris.

        Laporan Keuangan Konsolidasi untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2023 telah diaudit oleh Kantor
        Akuntan Publik Joachim Adhi Piter Poltak & Rekan.

    b. Notaris

   Jawaban:

   Notaris yang membantu dalam proses penggabungan usaha adalah Dr. Sugih Haryati, SH., M.Kn.
Page 7
                                                                                  PT SHIELD ON SERVICE TBK




8. Berdasarkan ikhtisar laporan keuangan AB, per 30 Juni 2025 AB membukukan rugi bersih sebesar Rp20,36
   miliar dari sebelumnya pada 30 Juni 2024 AB membukukan laba bersih sebesar Rp2,19 miliar. Hal ini juga
   menyebabkan AB membukukan saldo laba ditahan yang negatif sebesar -Rp13,48 miliar. Agar dijelaskan:

     a. Latar belakang AB membukukan rugi bersih sementara pendapatannya meningkat pada 30 Juni 2025.

   Jawaban:

   Penurunan proforma yang tercermin dalam laporan keuangan konsol AB consol secara garis besar disebabkan
   oleh hal-hal berikut:

   i.     Pada Juni 2024, perusahaan mencatat pendapatan lain-lain sebesar 10 miliar dari pembalikan (reversal)
          provisi piutang usaha (AR). Hal ini disebabkan oleh perbaikan komposisi piutang usaha yang tertunggak
          lama (long outstanding AR) pada Juni 2024 dibandingkan dengan tahun 2023, yang didorong oleh
          penerimaan pembayaran yang signifikan di 2024. Sementara itu, pada Juni 2025, komposisi piutang usaha
          tertunggak lama mengalami peningkatan kembali akibat adanya proyek besar baru, sehingga perusahaan
          mencatat tambahan beban provisi 4.3M sesuai dengan persyaratan cadangan kerugian penurunan nilai
          piutang berdasarkan PSAK 109.
   ii.    Peningkatan jumlah headcount karyawan personnel/security guard AB pada 2025 yang mengakibatkan
          adanya kenaikan biaya atas provisi untuk employee benefit obligation.
  iii.    Adanya kenaikan provisi atas pesangon untuk karyawan kontrak pada periode Juni 2025 dibandingkan
          dengan Juni 2024 di SOS.
  iv.     Kenaikan biaya profesional pada Juni 2025 dibandingkan dengan Juni 2024 di SOS, kenaikan terkait dengan
          biaya professional untuk kebutuhan rencana aksi korporasi.
   v.     Penurunan pendapatan lain-lain (pendapatan administrasi proyek) karena adanya perubahan skema
          program.

   Adapun juga Laporan Keuangan AB per 30 Juni 2025 telah kami sampaikan bersamaan dengan Tanggapan atas
   Permintaan Penjelasan ini.

     b. Dampak menurunnya kinerja AB terhadap rencana penggabungan usaha Perseroan dan AB.

   Jawaban:

   Perseroan telah melakukan evaluasi dan menyimpulkan bahwa kondisi tersebut tidak memberikan dampak
   material terhadap rencana penggabungan usaha antara Perseroan dan AB.

   Rencana penggabungan usaha tetap akan dilaksanakan dengan mempertimbangkan potensi sinergi strategis
   jangka panjang, termasuk integrasi operasional, efisiensi biaya, dan penguatan posisi pasar.

     c.   Dampak penurunan kinerja AB terhadap keuangan Perseroan.

   Jawaban:

   Perseroan telah melakukan evaluasi dan menyimpulkan bahwa kondisi tersebut tidak memberikan dampak
   material terhadap keuangan Perseroan.

     d. Apakah tujuan sinergi yang diharapkan terbentuk setelah penggabungan usaha akan terdampak akibat
        adanya penurunan kinerja dari AB?

   Jawaban:

   Perseroan tetap berkomitmen terhadap pencapaian tujuan sinergi yang telah diharapkan dalam penggabungan
   usaha, yakni untuk meningkatkan efisiensi dan mengoptimalkan sumber daya melalui penggabungan kegiatan
   usaha yang memiliki kesamaan fungsi dan karakteristik operasional.

   Perseroan meyakini bahwa dengan penguatan manajemen dan optimalisasi operasional, efisiensi biaya,
   peningkatan produktivitas secara menyeluruh, serta sinergi jangka panjang tetap dapat dicapai secara bertahap
   dan berkelanjutan.
Page 8
                                                                                   PT SHIELD ON SERVICE TBK




    e. Langkah strategis AB untuk meningkatkan kinerja keuangannya.

   Jawaban:

   AB berkomitmen untuk terus melakukan peningkatan kinerja keuangan, diantaranya dengan cara melakukan
   efisiensi biaya, memperkuat strategi bisnis serta penjualan dan manajemen operasional.


9. Sehubungan dengan terdapat Laporan Pendapat Kewajaran pada Keterbukaan Informasi, mohon agar
   disampaikan rincian nomor Laporan Pendapat Kewajaran yang dilakukan oleh KJPP DYR.

   Jawaban:

   Nomor Laporan Pendapat Kewajaran oleh KJPP DYR yang telah disampaikan pada Keterbukaan Informasi
   adalah 00155/2.0041-00/BS/05/0384/1/X/2025. Adapun dokumen Laporan Pendapat Kewajaran telah kami
   sampaikan bersamaan dengan Tanggapan atas Permintaan Penjelasan ini.


10. Dalam hal terdapat perubahan maupun pengkinian atas informasi maupun jadwal indikatif yang akan dilakukan
    oleh SOSS, agar Perseroan dapat menyesuaikan serta menyampaikan kembali dokumen bersamaan dengan
    penyampaian jawaban permintaan penjelasan ini.


11. Informasi, fakta material atau kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan
    usaha perusahaan serta dapat mempengaruhi harga saham perusahaan.

   Jawaban 10 dan 11:

   Sampai dengan penyampaian Tanggapan atas Permintaan Penjelasan ini, belum terdapat perubahan maupun
   pengikinian atas informasi maupun jadwal indikatif yang akan dilakukan oleh Perseroan. Selain itu, tidak terdapat
   informasi, fakta material, atau kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan
   usaha Perseroan serta dapat serta dapat mempengaruhi harga saham Perseroan.

   Dalam hal terdapat perubahan maupun pengkinian atas informasi maupun jadwal indikatif yang akan dilakukan,
   perubahan informasi, fakta material, atau kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi
   kelangsugnan usaha Perseroan serta dapat mempengaruhi harga saham Perseroan, Perseroan akan
   menyesuaikan serta menyampaikan kembali dokumen bersamaan dengan Tanggapan atas Permintaan
   Penjelasan ini.

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.3 MB
Published11 Nov 2025
Pages8
Characters26,606
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 28 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org SHIELD ON SERVICE TBK p.1 ×26
linked org ALSOK Bass p.1
linked org Bank Danamon Indonesia Tbk p.2 ×2
linked org Bank Danamon p.2 ×12
linked org PT Bank Mizuho Indonesia p.2
linked org Bank SMBC Indonesia Tbk. p.2 ×2
linked org Bank SMBC p.2 ×12
possible org ALSOK Co., Ltd. p.2 ×2
possible org Bank Mizuho p.2 ×7
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.4 ×2
possible org PT Inlife p.5 ×8
unresolved org PT ALSOK Bass Indonesia Security Services p.1
unresolved org Pendampingan ALSOK Co., Ltd. p.2
unresolved org Bank Danamon No. B. p.2
unresolved org ALSOK Co. Ltd. p.3
unresolved org Sohgo Security Services Co. Ltd. p.3
unresolved org KJPP DYR p.4 ×2
unresolved org KJPP FDI p.4
unresolved org PT Puragraha Dianpertiwi p.5
unresolved org PT Nusantara Suryamukti p.5
unresolved org PT Inlife. Jawaban p.5
unresolved org Kantor Akuntan Publik Agus p.6
unresolved org Jeri & Rekan p.6
unresolved org Kantor Akuntan Publik Mirawati Sensi Idris. p.6
unresolved org Kantor Akuntan Publik Joachim Adhi Piter Poltak & Rekan p.6
unresolved person Dr. Sugih Haryati p.6 ×2
unresolved org KJPP DYR. Jawaban p.8

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result