Skip to content
Back to announcement

20251110_BIPI_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31984335_lamp2.pdf

Other Text extracted BIPI

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 18

Page 1 OCR 0.935
A
(Astrindo

Nusantara Infrastruktur

Lampiran Tanggapan atas Permintaan Penjelasan
Laporan Keuangan per 30 Juni 2025
PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI/”Perseroan”)

1. Berdasarkan laporan arus kas dari aktivitas operasi 30 Juni 2025, terdapat penerimaan kas
lainnya — neto sebesar USD3,73 juta. Jelaskan latar belakang dari adanya penerimaan kas
lainnya di laporan kas dari aktivitas operasi.

Penerimaan kas lainnya — neto sebesar USD3,73 juta terdiri dari komponen berikut:

Deskripsi Jumlah USD
Pembayaran pajak (10.974.269)
Restitusi pajak 15.487.154
Pengeluaran lainnya (782.598)

2. Berdasarkan pada informasi pada CALK nomor 6 terkait dengan aset keuangan lainnya, terdapat
informasi mengenai perjanjian antara Perseroan dengan Fair Havens International Ltd.
Perjanjian ini mengenai penunjukan Fair Havens oleh Perseroan sebagai advisor dalam
mengelola investasi dengan imbal hasil sesuai dengan syarat dan ketentuan yang telah
disepakati dalam perjanjian. Perjanjian tersebut akan diperbarui selama 6 (enam) bulan sejak
perpanjangan. Amandemen terakhir dilakukan pada tanggal 22 Mei 2025. Bursa ingin meminta
penjelasan:

a. Berikan penjelasan mengenai jenis investasi yang dikelola oleh advisor tersebut dan
bagaimana profil risikonya? Jelaskan secara detail.

Investasi yang dikelola meliputi instrumen keuangan yang terdiversifikasi pendapatan tetap, dan
investasi alternatif lain sesuai kebutuhan. Profil risikonya bersifat moderat, yaitu tetap
memperhatikan keamanan nilai investasi dengan tetap bertujuan memberikan pertumbuhan yang
wajar.

b. Terdapat penurunan nilai aset keuangan dalam investasi jangka pendek tersebut, sebesar
USD9,13 juta. Berikan penjelasan terkait penurunan nilai dari aset dalam keuangan tersebut.

Nilai aset keuangan adalah sebagai berikut:

Aset 30 Juni 31 Desember Kenaikan
2025 2024 (Penurunan)
Investasi jangka pendek 222.076.760 213.087.270 8.989.490

Kas yang dibatasi penggunaannya:
PT Bank JTrust Indonesia Tbk

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 427.118 263.443 163.675
92.273 92.988 (715)
Total 222.599.885 213.462.000 9.137.885

“dalam satuan USD penuh

Terdapat kenaikan senilai USD9,13 juta terjadi karena penempatan dalam investasi jangka pendek
senilai USD8,98 juta dan kenaikan kas yang dibatasi penggunaannya senilai USD148,4 ribu.

PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk Lia :
Sopo Del Offfice Tower B, 215 Floor - Jl. Mega Kuningan Barat III, Lot.10 1-6 - Kawasan Mega Kuningan - Jakarta Sejajar 850
Phone: -62 21 50815252 Fax:-462 215081 5253
www.astrindonusantara.com
Page 2 OCR 0.943
A
(Astrindo

Nusantara Infrastruktur

C. Berdasarkan informasi di Laporan Keuangan, perjanjian terakhir diamandemen pada
tanggal 22 Mei 2025, apakah dari Perseroan dan Advisor sudah menyiapkan perpanjangan
perjanjian? Berikan penjelasan apa yang menjadi pertimbangan dalam proses evaluasi dari
perpanjangan perjanjian.

Perjanjian masih berlaku sampai dengan 22 November 2025. Perseroan akan mempertimbangkan
kinerja dan imbal hasil yang telah diperoleh serta kebutuhan bisnis ke depan dari Perseroan dalam
melakukan proses evaluasi perpanjangan perjanjian.

d. Bagaimana mekanisme pengawasan dan pengendalian internal yang dimiliki Perseroan
terhadap investasi yang dikelola oleh Fair Havens International Ltd? Jelaskan terkait dengan
control apa yang dimiliki oleh Perseroan terkait dengan transaksi dengan advisor tersebut.

Perseroan melakukan pengawasan atas investasi melalui pelaporan berkala, kinerja dan manfaat
yang diperoleh serta persetujuan internal Manajemen untuk keputusan perpanjangan.

3. Berdasarkan pada informasi CALK nomor 7 mengenai piutang usaha — neto, Perseroan
mengungkapkan umur piutang usaha — neto per 30 Juni 2025 sebagai berikut:

Agar dijelaskan:

a. Pihak-pihak yang memiliki utang usaha kepada Perseroan dengan umur jatuh tempo lebih
dari 90 hari sebesar USD38,99 juta (Sebanyak 10 pihak dengan tunggakan terbesar).

Pihak yang memiliki utang usaha kepada Perseroan dengan umur jatuh tempo lebih dari 90 hari
adalah PT Arutmin Indonesia (Al).

b. Latar belakang terjadinya piutang usaha dengan umur jatuh tempo lebih dari 90 hari.

Piutang usaha tersebut timbul dari piutang usaha dari PT Mitratama Perkasa (MP) yang
memberikan jasa kepada pelangan utama, yaitu Al. Dimana sampai dengan saat ini masih terdapat
outstanding.

Cc. Strategi Manajemen untuk dapat menagih piutang usaha dengan umur jatuh tempo lebih
dari 90 hari sebesar USD38,99 juta di atas.

Manajemen telah melakukan negosiasi terkait piutang usaha tersebut dan Al telah melakukan
pembayaran sesuai kesepakatan.

4. Berdasarkan pada informasi CALK nomor 8 mengenai piutang lain-lain pihak berelasi, terdapat
peningkatan nilai pada rentang waktu periode 31 Desember 2024 hingga 30 Juni 2025 sebesar
USD34,80 juta atau sebesar 51.6034. Peningkatan tersebut disebabkan adanya transaksi yang
baru ada di tahun 2025 dengan PT Oksigen Natural Esa. Bursa ingin memastikan:

a. Berikan penjelasan mengenai sifat dan tujuan transaksi yang dilakukan dengan PT Oksigen
Natural Esa yang menyebabkan peningkatan piutang lain-lain secara signifikan pada periode
tersebut.

PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk C :
Sopo Del Offfice Tower B, 215" Floor - Jl. Mega Kuningan Barat II, Lot.10 1-6 - Kawasan Mega Kuningan - Jakarta Sejajang12950
Phone :-62 2150815252 Fax:-462 215081 5253
www.astrindonusantara.com

Page 3 OCR 0.941
A
(Astrindo

Nusantara Infrastruktur

Transaksi tersebut terjadi ada tanggal 3 Februari 2025 dimana MP, entitas anak Perseroan,
memberikan pendanaan kepada PT Oksigen Natural Esa (ONE), entitas ventura Bersama
Perseroan.

Sifat transaksi: pemberian pendanaan/advances yang bersifat non-usaha.
Tujuan transaksi: untuk refinancing pinjaman ONE kepada pihak ketiga.

b. Apakah Perseroan telah melakukan penilaian cadangan kerugian penurunan nilai (ECL) atas
piutang ini, dan jika ya, bagaimana perhitungannya?

Perseroan melakukan penilaian cadangan kerugian penurunan nilai atas piutang pihak berelasi
sesuai PSAK 71, ECL dengan mempertimbangkan kemampuan pembayaran pihak berelasi, kondisi
keuangan terkini, serta informasi forward looking.

Manajemen telah melakukan penilaian risiko kredit pada tanggal pelaporan interim dan
berdasarkan hasil evaluasi tersebut Probabilitas Gagal Bayar (PD) dinilai 096 karena piutang
tersebut belum jatuh tempo dan belum berumur satu tahun. Meskipun demikian, penilaian ini
akan ditelaah kembali secara berkala sampai dengan akhir tahun pelaporan untuk memastikan
bahwa cadangan kerugian penurunan nilai yang diakui tetap mencerminkan risiko kredit terkini
sesuai PSAK 71.

5. Merujuk pada CALK nomor 10, terdapat penurunan nilai pada uang muka — aset lancar antara
periode 31 Desember 2024 dengan 30 Juni 2025 sebesar USD15,70 juta. Transaksi tersebut
berhubungan dengan pembebasan lahan dari entitas anak yang dimiliki oleh Perseroan. Bursa
ingin meminta penjelasan:

a. Berikan penjelasan terkait pihak penerima pembayaran uang muka tersebut, dan
bagaimana struktur kepemilikan lahan yang dibebaskan?

Pihak penerima pembayaran uang muka adalah PT Imiko Setia Abadi (“ISA”) sebagai pihak ketiga
yang ditunjuk untuk melakukan pembayaran pembebasan lahan kepada para pemilik lahan di area
tambang entitas anak Perseroan yakni : PT Jembayan Muarabara (“JMB”), PT Arzara Baraindo
Energitama (“ABE”), PT Kemilau Rindang Abadi (“KRA”), yang semua berlokasi di Kalimantan
Timur.

b. Terkait dengan penurunan nilai tersebut, berikan rincian transaksi pembebasan lahan yang
menyebabkan penurunan uang muka — aset lancar sebesar USD15,70 juta tersebut?

Penurunan uang muka pada aset lancar sebesar USD 15,70 juta merupakan refund sementara
dana uang muka ke JMB.

c. Apakah terdapat risiko keterlambatan atau kegagalan realisasi proyek yang dapat timbul
dari transaksi pembebasan lahan ini? Jelaskan secara detail.

Tidak terdapat keterlambatan atau kegagalan realisasi proyek yang dapat timbul dari transaksi
pembebasan lahan tersebut.

d. Apakah ada rencana lanjutan atau tindak lanjut investasi terkait lahan yang telah
dibebaskan? Jelaskan secara detail.

PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk
Sopo Del Office Tower B, 215" Floor « JI. Mega Kuningan Barat III, Lot.10 1-6 - Kawasan Mega Kuningan - Jakarta Sejayanul2950
Phone :-62 215081 5252 Fax:-62 215081 5253
www.astrindonusantara.com

Page 4 OCR 0.937
A
(Astrindo

Nusantara Infrastruktur

Lahan akan segera ditambang untuk ekstrasi batu bara sesuai dengan rencana kerja dan anggaran
biaya penambangan yang disetujui oleh ESDM.

6. Merujuk pada CALK nomor 10 bagian uang muka — aset tidak lancar, terdapat beberapa
transaksi dengan nilai yang cukup besar dan tidak berkurang pada periode 31 Desember 2024
dengan 30 Juni 2025, yaitu antara Perseroan dengan PT Tiga Lima Rekso (USD121,69 juta), Auest
Corporation Ltd (USD120 juta) dan Fairy Dell Capital Ltd. (USD100 juta). Bursa ingin meminta
penjelasan:

a. Untuk transaksi dengan PT Tiga Lima Rekso, melibatkan anak perusahaan dari Perseroan
yaitu, PT Miratama Perkasa (MP) dengan PT Tiga Lima Rekso (TLR). TLR akan membayar utang
sebesar nilai yang disebutkan pada penjelasan diatas dengan mengalihkan 10X dari jumlah
saham yang dikeluarkan oleh PT Arutmin Indonesia. Selama penyelesaian perjanjian utang
tersebut belum dipenuhi, kewajiban TLR kepada MP akan menjadi uang muka investasi. Bursa
meminta penjelasan atas hal ini:

i. Berikan penjelasan mengenai latar belakang dan tujuan bisnis dari transaksi pengalihan
utang menjadi pengalihan 10X saham di PT Arutmin Indonesia?

MP memiliki hak tagih atas utang usaha pada Al. Selanjutnya, TLR adalah pihak yang menerima
pengalihan hak tagih tersebut akan menyelesaikan pembayaran dan pelunasan kewajiban kepada
MP tersebut lewat mekanisme pengalihan 1096 saham Al.

ii. Apakah terdapat jaminan tambahan atau mekanisme fallback apabila nilai saham yang
dialihkan tidak mencukupi untuk melunasi utang?

Pada transaksi ini belum terdapat jaminan tambahan atau mekanisme fallback.

iii. Apa yang menyebabkan TLR belum bisa menyelesaikan kewajibannya terhadap MP?
Berikan perkiraan waktu terkait dengan kapan TLR akan menyelesaikan kewajiban tersebut.

Penyelesaian kewajiban TLR kepada MP masih menunggu persetujuan rencana perubahan
pemegang saham kepada kementerian ESDM.

Penyelesaian kewajiban tersebut akan terlaksana setelah mendapatkan persetujuan dari
kementrian ESDM.

b. Untuk transaksi dengan Ouest Corporation Ltd, terdapat informasi bahwa NPI, salah satu
entitas anak, menandatangani perjanjian dengan Ouest. NPI sebagai pembeli akan melakukan
pengambilalihan 5096 kepemilikan saham yang bergerak di bidang energi, setelah seluruh
kondisi dan persyaratan dipenuhi. Transaksi tersebut diakui sebagai uang muka investasi,
sampai kondisi dipenuhi. Bursa ingin meminta penjelasan:

i. Berikan penjelasan mengenai tujuan strategis dari pengambilalihan 5096 saham di bidang
energi oleh NPI?

Tujuan strategis dari pengambilalihan 5096 saham tersebut adalah untuk meningkatkan
pendapatan Perseroan dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang kepentingan
Perseroan.

PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk 2
Sopo Del Offfice Tower B, 2181 Floor - Jl. Mega Kuningan Barat III, Lot.10 1-6 - Kawasan Mega Kuningan - Jakarta Sejatang2950
Phone: 62 2150815252 Fax:462 21 50815253
www.astrindonusantara.com

Page 5 OCR 0.941
A
(Astrindo

Nusantara Infrastruktur

ii. Apa saja kondisi dan persyaratan yang harus dipenuhi sebelum transaksi dapat diselesaikan,
dan bagaimana progres pemenuhannya hingga saat ini?

Perseroan masih melakukan proses kajian terhadap proyek tersebut. Selanjutnya, Perseroan
berkomitmen terhadap regulasi antara lain POJK 17/2020 dalam melakukan keterbukaan
informasi dengan memberikan penjelasan rincian profil, dampak keuangan Perseroan sebelum
dan setelah melakukan akuisisi, nilai wajar, serta laporan penilaian bila diperlukan, termasuk
pemenuhan kondisi dan persyaratan transaksi.

iii. Bagaimana Perseroan menilai potensi dampak konsolidasi transaksi ini terhadap laporan
keuangan grup secara keseluruhan?

Perseroan menilai bahwa transaksi nantinya bisa memberikan dampak yang cukup baik kepada
laporan keuangan grup secara keseluruhan, dimana akan ada potensi peningkatan pendapatan
Perseroan secara konsolidasi sebesar 40-5096 tambahan dari pendapatan entitas anak dari
pendapatan yang telah diakui saat ini.

Cc. Terkait dengan transaksi dengan Fairy Dell Capital Ltd, menandatangani perjanjian
kerjasama proyek Overland Conveyor Batubara di Kalimatan Timur senilai USD150 juta. Pada
31 Desember 2022, Perseroan telah membayar uang muka proyek sebesar USD94,70 juta.
Tanggal 28 November 2024, perjanjian diakhiri, Perusahaan kembali menandatangi perjanjian
kerjasama terkait industri nikel dan memiliki long stop date hingga tanggal 28 November 2026.
Bursa ingin meminta penjelasan:

i. Berikan penjelasan mengenai alasan penghentian perjanjian proyek Overland Conveyor
Batu bara per 28 November 2024 dan proses yang ditempuh sebelum pengakhiran?

Penyebab perjanjian berakhir adalah karena tidak terlaksananya Proyek Overland Conveyor Batu
bara tersebut.

ii. Apa tujuan strategis dari perjanjian kerjasama baru terkait industri nikel, dan bagaimana
hubungan proyek ini dengan rencana bisnis jangka panjang Perseroan?

Kerjasama ini bertujuan untuk diversifikasi usaha di sektor nikel yang sedang berkembang dan
relevan terhadap rencana bisnis jangka panjang Perseroan, guna memperluas sumber pendapatan
dan meningkatkan nilai perusahaan sebagai perusahaan energi terintegrasi.

iii. Bagaimana perlakuan akuntansi terhadap uang muka proyek USD94,70 juta yang telah
dibayarkan sebelumnya? Apakah akan direklasifikasi, dikompensasikan, atau dikembalikan?

Perseroan tetap mencatat USD94,70 tersebut sebagai uang muka proyek, karena secara nature
transaksi tersebut memenuhi kriteria untuk diklasifikasikan sebagai uang muka berdasarkan PSAK.

7. Berdasarkan CALK nomor 11, Perseroan mengungkapkan bahwa penyelesaian piutang jangka
panjang kepada PT Cakrawala Langit Sejahtera (CLS) sebesar Rp73,13 juta bergantung pada hasil
proses negosiasi antara Perseroan dan CLS. Perjanjian pinjaman ini telah jatuh tempo pada
tanggal 21 Mei 2021 dan telah diperpanjang menjadi tanggal 30 Juni 2023. Bursa meminta
penjelasan mengenai:

a. Latar belakang terjadinya piutang kepada CLS.

PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk
Sopo Del Office Tower B, 21" Floor - Jl. Mega Kuningan Barat III, Lot.10 1-6 - Kawasan Mega Kuningan - Jakarta Sejajanyl2950
Phone :462 2150815252 Fax:-462 215081 5253
www.astrindonusantara.com

Page 6 OCR 0.936
A

(Astrindo

Nusantara Infrastruktur

10.

Piutang kepada CLS timbul dari novasi atas beberapa piutang kepada pihak ketiga. Dimana CLS
akan membayar sesuai dengan kesepakatan para pihak.

b. Status terkini atas piutang tersebut.

Perseroan masih melakukan upaya negosiasi untuk penyelesaian piutang tersebut, yang saat ini
tersisa USD17,45 juta.

c. Alasan piutang tersebut tanpa jaminan dan tidak dikenakan bunga.

Piutang tersebut tanpa jaminan dan tidak dikenakan bunga dimana hal ini telah sesuai dengan
kesepakatan pada perjanjian.

d. Jelaskan upaya Manajemen untuk menagih piutang tersebut.

Manajemen Perseroan terus melakukan negosiasi kepada CLS untuk mempercepat pembayaran
atas piutang tersebut sampai saat ini.

Berdasarkan CALK nomor 13, mengenai aset dalam penyelesaian, tedapat penjelasan terkait
penyelesaian Infrastruktur/Hak atas Tanah dengan persentase penyelesaian sebesar 9X-99X
dan total akumulasi biaya sebesar USD28,81 juta. Bursa ingin meminta penjelasan mengenai
berapa persen pembangunan yang sudah jalan per sekarang dan terkait dengan proyek apakah
Untuk aset dalam penyelesaian tersebut? Jelaskan secara detail.

Per tanggal pelaporan, komponen Infrastruktur/Hak atas Tanah dalam Aset Dalam Penyelesaian
merupakan perolehan hak atas tanah, pembangunan akses jalan, dan IT system. Persentase

penyelesaian ditentukan berdasarkan biaya penyelesaian sebagai berikut:
Aset Rentang Keterangan
Kemajuan
Land Rights 221 — 99K Mayoritas mendekati selesai, dalam finalisasi legalisasi
Road & River Works 99 71K Tahap awal hingga menengah, masih dalam pembangunan
ERP / IT Systems 3716 Dalam tahap implementasi sesuai roll-out plan

Berdasarkan CALK 15 mengenai aset tak berwujud, Perseroan memiliki total nilai sebesar
USD13,71 juta per 30 Juni 2025. Berikan penjelasan mengenai jenis aset tak berwujud tersebut
dan berikan rinciannya.

Aset Tak Berwujud merupakan aset yang diakui pada saat Perseroan mengakuisisi entitas anak
Perseroan, MP. Perseroan mengakusisi MP diatas nilai buku dan nilai lebih tersebut dicatat
sebagai Aset Tak Berwujud karena timbul dari Hak Kontraktual dan diamortisasi menggunakan
metode garis lurus berdasarkan umur kontrak layanan pertambangan yang dimiliki oleh MP sesuai
standar yang ditetapkan PSAK 238.

Merujuk pada CALK nomor 18 terkait dengan akun utang usaha, Perseroan mengalami
peningkatan utang usaha yang cukup tinggi, yaitu sebesar USD34,63 juta atau 44,504.
Peningkatan terbesar adalah terkait transaksi antara Perseroan dengan PT Pamapersada
Nusantara dengan peningkatan sebesar USD33,43 juta atau sebesar 57,7296. Hal ini berbanding
terbalik dengan adanya penurunan pendapatan neto dari Perseroan yang cukup signifikan dan
juga penurunan pada beban pokok pendapatan. Bursa ingin meminta penjelasan:

PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk

Sopo Del Office Tower B, 215" Floor - Jl. Mega Kuningan Barat II, Lot.10 1-6 - Kawasan Mega Kuningan - Jakarta Selaapgl295

Phone :--62 2150815252 Fax:--62 21 5081 5253
www.astrindonusantara.com

Si
Page 7 OCR 0.937
A

(Astrindo

Nusantara Infrastruktur

11.

12.

a. Berikan penjelasan secara lebih rinci terkait peningkatan utang kepada PT Pamapersada
Nusantara (PAMA) sebesar USD33,43 juta atau 57,724, apakah disebabkan oleh volume
transaksi yang meningkat, perubahan skema pembayaran, atau terdapat proyek besar antara
Perseroan dengan PAMA kedepannya?

Utang kepada PAMA timbul dari tagihan PAMA sebagai kontraktor tambang utama yang
memberikan jasa kepada dari JMB, ABE, dan KRA. Peningkatan utang kepada PAMA terjadi karena
perubahan skema pembayaran.

b. Berikan tabel yang memberikan penjelasan mengenai umur dari utang Perseroan dengan
seluruh vendor.

Umur utang Perseroan dengan seluruh vendor per 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:

Deskripsi Jumlah USD
PAMA 91.347.337
Thailindo Bara Pratama 9.417.414
Dharma Lancar Sejahtera 2.013.381
Maceral Energitama 1.746.067
CNECC International Engineering Co. Ltd 1.518.183
IMC Pelita Logistik Tbk 1.310.974
Lain-lain (masing-masing dibawah USD 1 juta) 5.117.740
Total 112.471.096

Belum Jatuh Tempo 61.523.732

1-30 hari 15.343.602

31-60 hari 1.594.006
Jatuh Tempo -

61-90 hari 97.662

290 hari 33.912.094
Total 112.471.096

Merujuk pada CALK nomor 19 mengenai perpajakan, terdapat informasi mengenai nominal dari
nilai pajak dibayar dimuka untuk entitas anak, pada 30 Juni 2025, terdapat peningkatan nilai
pajak dibayar dimuka — bagian lancar pasal 28a untuk entitas anak sebesar USD11,76 juta. Bursa
ingin meminta penjelasan secara detail mengenai hal tersebut.

Pajak dibayar dimuka entitas anak pasal 28a mengalami kenaikan menjadi USD11,76 juta karena
entitas anak Perseroan yang bergerak dalam industri tambang batu bara sedang melakukan
proses restitusi atau kompensasi atas kelebihan pajak penghasilan yang telah dibayar di muka
untuk tahun 2023 ke Direktorat Jenderal Pajak.

Merujuk pada CALK nomor 29 mengenai beban akrual, terdapat penurunan nilai antara periode
31 Desember 2024 dan 30 Juni 2025 sebesar USD20,58 juta atau 15,1396. Terdapat penurunan
paling drastis pada nilai provisi sebesar USD26,57 juta, tetapi nilai dari biaya pertambangan
mengalami kenaikan cukup drastis yaitu sebesar USD7,65 juta. Bursa ingin meminta penjelasan

a. Jelaskan secara lebih rinci komponen apa saja yang termasuk dalam akun provisi, serta
alasan terjadinya penurunan signifikan sebesar USD26,57 juta pada periode tersebut.

PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk

Sopo Del Office Tower B, 21" Floor - Jl. Mega Kuningan Barat III, Lot.10 1-6 - Kawasan Mega Kuningan - Jakarta Sejafengh2950

Phone :-462 215081 5252 Fax: 462 21 5081 5253
www.astrindonusantara.com

R-
Page 8 OCR 0.928
A

(Astrindo

Nusantara Infrastruktur

13.

Provisi dalam beban akrual menurun secara signifikan sebesar USD26,57 juta sampai dengan 30
Juni 2025, hal ini dikarenakan adanya realisasi pembayaran Tiger Energy Trading Ltd (“TET”),
entitas anak Perseroan yang bergerak dalam bidang Coal Trading, ke pelanggannya yaitu Taiwan
Power Company (“TPC”), sesuai dengan kondisi dan syarat yang disepakati dalam kontrak.

b. Mengingat terdapat kenaikan signifikan pada biaya pertambangan sebesar USD7,65 juta,
jelaskan penyebab kenaikan tersebut apakah disebabkan oleh peningkatan aktivitas
operasional, perubahan estimasi biaya, atau pengakuan biaya yang tertunda dari periode
sebelumnya.

Kenaikan pada akrual - biaya pertambangan sebesar USD7,65 juta terjadi karena terdapat biaya
jasa pertambangan yang belum ditagihkan, antara lain coal hauling dan coal mining, road
maintenance dan fuel consumption.

Berdasarkan CALK nomor 28 mengenai pendapatan neto, terdapat penurunan antara 30 Juni
2024 dan 30 Juni 2025 yang sangat signifikan sebesar USD130,55 juta atau 47,414. Penurunan
terbesar dikarenakan penurunan dari penjualan batubara sebesar USD130,71 atau sebesar
10276. Selain itu nilai dari laba rugi sebelum pajak penghasilan dari Perseroan sudah
mencatatkan nilai rugi sebesar USD3,27 juta dan laba rugi tahun berjalan dari Perseroan juga
mencatatkan nilai rugi sebesar USD9,13 juta. Bursa ingin meminta penjelasan:

a. Berikan penjelasan secara detil penyebab penurunan penjualan batu bara sebesar
USD130,71 juta atau 10274, apakah disebabkan oleh penurunan volume penjualan, harga jual,
penghentian kontrak tertentu, atau faktor eksternal lainnya seperti kondisi pasar atau
kebijakan pemerintah. Bursa ingin memastikan Perseroan memberikan secara detail.

Penurunan penjualan batu bara terjadi karena penurunan harga jual dan volume penjualan.
Sampai dengan semester 1-2025 harga jual rata-rata (ASP) adalah USD 75/ton dari sebelumnya
sebesar USD96/ton. Selain itu, volume penjualan batu bara juga mengalami penurunan menjadi
1,71 juta ton dari sebelumnya 2,69 juta ton karena penurunan produksi batu bara akibat belum
disetujuinya rencana kerja dan anggaran biaya oleh kementerian ESDM hingga saat ini.

b. Berikan secara detil dalam bentuk tabel mengenai pembagian jenis batu bara beserta total
penjualannya dan total nilai beban pokok pendapatan dalam penjualan pada periode 30 Juni
2025 dan 30 Juni 2025.

Batu bara yang dihasilkan oleh entitas anak perseroan saat ini dihasilkan dari tambang jembayan
yang hanya menghasilkan satu jenis batu bara per 30 Juni 2025, dengan spesifikasi berikut :

Jenis Batu bara Jumlah penjualan | Harga Jual Rata-rata | Total pendapatan
(ton) (USD) (USD)
e CV 5,200 — 5,700 | 1.707.641 75/ ton 128.175.922
kcal/kg (GAR)
e TM18.55
& Ash 6.296
#  Sulphur 0.63

PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk

Sopo Del Offfice Tower B, 21" Floor - Jl. Mega Kuningan Barat III, Lot.10 1-6 - Kawasan Mega Kuningan - Jakarta Sejaans225

Phone :62 215081 5252 Fax: 462 21 5081 5253
www.astrindonusantara.com

& 5
Page 9 OCR 0.935
A

(Astrindo

Nusantara Infrastruktur

14.

C. Apakah terdapat perubahan strategi penjualan atau komposisi pelanggan utama yang
berdampak terhadap turunnya pendapatan dari segmen batubara? Berikan list komposisi
secara lengkap dari pelanggan di bulan Juni 2024 dan Juni 2025.

Tidak terjadi perubahan strategi penjualan. Adapun komposisi dari pelanggan penjualan batu bara
diatas 1076 dari total pendapatan adalah sebagai berikut:

30 June 2025 30 June 2024
Sales of coal Total (USD million)
Taiwan Power Company 32.26 97.46
Nghi Son 2 Power Limited Liability 56.82 65.00
PT. Bhumi Jati Power 20.23 5
CTPL Pte.Ltd. - 37.5
Total 109.31 200.31

d. Terkait dengan nilai beban usaha pada CALK nomor 30, terdapat peningkatan yang tidak
terlalu signifikan, tetapi tidak inline terkait dengan penurunan pada pendapatan serta beberapa
beban pokok pendapatan lainnya. Bursa ingin memastikan terkait dengan transaksi apa saja
pada akun jasa profesional yang mengalami kenaikan.

Transaksi akun jasa profesional yang mengalami kenaikan terjadi terutama biaya terkait legal
sehubungan dengan penambahan fasilitas Bank Mandiri di MP serta biaya legal lainnya terkait
fasilitas Bank Mandiri di PT Sintesa Bara Gemilang (“SBG”), entitas anak Perseroan.

Informasi, fakta material atau kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi
kelangsungan usaha perusahaan serta dapat mempengaruhi harga saham perusahaan.

Tidak ada Informasi, fakta material atau kejadian penting lainnya yang material dan dapat
mempengaruhi kelangsungan usaha perusahaan serta dapat mempengaruhi harga saham Perseroan.

PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk

Sopo Del Offfice Tower B, 215" Floor -Jl. Mega Kuningan Barat III, Lot.10 1-6 - Kawasan Mega Kuningan - Jakarta SelajapcL2250

Phone :62 21 50815252 Fax: 462 21 5081 5253
www.astrindonusantara.com
Page 10 OCR 0.934
A
(As

Nusantara Infrastruktur

trindo

Attachment to Response to Reguest for Clarification
Financial Statements as of June 30, 2025
PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI/" Company")

Based on the cash flow statement from operating activities as of June 30, 2025, there were
other cash receipts — net of USD3.73 million. Explain the background of other cash receipts in
the cash statements from operating activities.

Other cash receipts — net of USD3.73 million consisted of the following components:

Description USD amount
Tax payments (10.974.269)
Tax refunds 15.487.154
Other expenses (782.598)

Based on the information in CALK number 6 related to other financial assets, there is
information regarding the agreement between the Company and Fair Havens International Ltd.
This Agreement concerns the appointment of Fair Havens by the Company as an advisor in
managing investments with returns in accordance with the terms and conditions agreed in the
agreement. The agreement will be renewed for 6 (six) months from the renewal. The last
amendment was made on May 22, 2025. IDX would like to ask for an explanation:

a. Give explanation about kind investment that Managed by advisor aforementioned and how
profile Risk? Explain by detail.

Managed investments include diversified financial instruments, fixed income, and other
alternative investments as needed. The risk profile is moderate, keeping in mind the security of
investment value while still aiming to provide reasonable growth.

b. Exist Decline value assets finance deep investment compass short aforementioned, by
USD9.13 million. Give explanation related Decline value from assets deep finance
aforementioned.

The value of financial assets is as follows:

Assets June 30 December 31, Increase
2025 2024 (Decrease)
Short-term investments 222.076.760 | 213.087.270 3.989.490

Restricted cash:
PT Bank JTrust Indonesia Tbk

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 427.18 263.443 163.675
92.273 92.988 (715)
Total 222.599.885 213.462.000 9.137.885

“In full USD amount

There was an increase of USD9.13 million due to placement in short-term investments worth
USD8.98 million and an increase in restricted cash of USD148.4 thousand.

PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk

Sopo Del Offfice Tower B, 2151 Floor - Jl. Mega Kuningan Barat III, Lot.10 1-6 - Kawasan Mega Kuningan - Jakarta SeRase 10680

Phone :--62 21 5081 5252 Fax:--62 21 5081 5253
www.astrindonusantara.com
Page 11 OCR 0.919
A
(Astrindo

Nusantara Infrastruktur

c. By information at Financial Statement, covenant last amended at date 22 May 2025,
whether from Companies and Advisors already prepare Extension covenant? Give explanation
what that become consideration deep process evaluation from extension covenant.

The agreement is valid until November 22, 2025. The Company will consider the performance
and returns that have been obtained as well as the future business needs of the Company in
conducting the evaluation process for the renewal of the agreement.

d. How mechanism supervision and internal control owned by the Company towards
investment that managed by Fair Havens International Ltd? Explain what control that owned by
the Company related with transaction with Advisor aforementioned.

The Company supervises investments through periodic reporting, performance and benefits
obtained as well as Management's internal approval for renewal decisions.

3. Based on the information of CALK number 7 regarding accounts receivable -— net, the
Company disclosed the maturity of accounts receivable — net as of June 30, 2025 as
follows:

To explain:

a. Parties that have payables to the Company with aging more than 90 days by USD38.99
million (10 parties with the biggest outstanding).

The party that has payables to the Company with aging more than 90 days is PT Arutmin Indonesia
(AI).

b. Background occurrence receivables with aging more from 90 days.

The accounts receivable arise from PT Mitratama Perkasa (MP) which provides services to the
main client, namely Al. Where there is outstanding until now.

C. Management's strategy to collect receivables of USD38.99 million, aging more than 90 days
stated above.

The Management has negotiated the receivables and Al has made the payment as agreed.

4. Based on information on CALK number 8 regarding other related parties receivables, there was
an increase in value of USD34.80 million or 51,60346 from December 31, 2024 to June 30, 2025.
The increase is due toa new transaction in 2025 with PT Oksigen Natural Esa. The IDX wants
to ensure:

a. Give explanation about characteristic and purpose transaction with PT Oxygen Natural Esa
that cause Increased in other receivables by significant at era aforementioned.

The transaction occurred on February 3, 2025 where MP, a subsidiary of the Company, provided
funding to PT Oksigen Natural Esa (ONE), a joint venture entity of the Company.

Nature of the transaction: the provision of funding/advances that are non-venture.

Purpose of the transaction: to refinance ONE's loan to a third party.

PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk 1G 2
Sopo Del Offfice Tower B, 2151 Floor - Jl. Mega Kuningan Barat III, Lot.10 1-6 - Kawasan Mega Kuningan - Jakarta SeBasa20050
Phone :462 21 5081 5252 Fax: 62 21 5081 5253
www.astrindonusantara.com

Page 12 OCR 0.925
A
(Astrindo

Nusantara Infrastruktur

b. Whether Company already do valuation backup Loss Decline value (ECL) above receivables
Iniand if yes, how Calculation?

The Company assesses the impairment loss reserves on related parties receivables in accordance
with PSAK 71, ECL by taking into account the payment ability of related parties, current financial
conditions, as well as forward looking information.

Management has conducted a credit risk assessment on the interim reporting date and based
on the results of the evaluation, the Probability of Default (PD) is assessed at 0X5 because the
receivables are not yet due and have not yet one year old. Nonetheless, this assessment will be
reviewed periodically until the end of the reporting year to ensure that the recognized
impairment loss reserves remain reflective the latest credit risk in accordance with PSAK 71.

5. Referring to CALK number 10, there was a decrease in the value of advances — current assets
between the period of December 31, 2024 and June 30, 2025 of USD15.70 million. The
transaction is related to the acguisition of land from a subsidiary owned by the Company. The
IDX would like to ask for an explanation:

a. Give explanation related party recipient payment money face aforementioned and how
structure possession Land that Freed?

The recipient of the advance payment is PT Imiko Setia Abadi ("ISA") as the third party appointed
to make land acguisition payments to the land purchasers in the mining area, the Company's
subsidiaries are: PT Jembayan Muarabara ("JMB"), PT Arzara Baraindo Energitama (“ABE”), PT
Kemilau Rindang Abadi (“KRA”), all of which are located in East Kalimantan.

b. Related with decline value aforementioned, give details transaction land acguisition that
cause decline of the advance— current assets by USD15.70 million aforementioned?

The decrease in the advance-current assets of USD 15.70 million is a temporary refund of the
advance to JMB.

Cc. Is there any risk delay or failure project realization that appear from this land acguisition
transaction ? Explain by detail.

There are no delays or failures in the realization of the project that can arise from the land
acguisition transaction.

d. Is there any further plans or follow up investment related to the land acguired ? Explain by
detail.

The land will soon be mined for coal extraction in accordance with the work plan and mining cost
budget approved by the Ministry of Energy and Mineral Resources.

6. Referring to CALK number 10 part of the advance — noncurrent assets, there are several
transactions with a considerable value and have not decreased in the period of December 31,
2024 to June 30, 2025, namely between the Company and PT Tiga Lima Rekso (USD121.69
million), Auest Corporation Ltd (USD120 million) and Fairy Dell Capital Ltd. (USD100 million).
The IDX would like to ask for an explanation:

PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk T
Sopo Del Offfice Tower B, 2151 Floor - Jl. Mega Kuningan Barat III, Lot.10 1-6 - Kawasan Mega Kuningan - Jakarta SeRRem310K80
Phone :462 21 50815252 Fax:-62 21 5081 5253
www.astrindonusantara.com

Page 13 OCR 0.927
A
(Astrindo

Nusantara Infrastruktur

a. For transactions with PT Tiga Lima Rekso, it involves subsidiaries of the Company, namely,
PT Miratama Perkasa (MP) with PT Tiga Lima Rekso (TLR). TLR will pay the debt in the amount
mentioned in the explanation above by transferring 10X of the number of shares issued by PT
Arutmin Indonesia. During the settlement of debt agreements. IDX reguest explanation above
on this:

i. Provide an explanation of the background and business objectives of the debt transfer
transaction to the transfer of 1076 shares in PT Arutmin Indonesia?

MP has the right to collect on accounts payable to Al. Furthermore, TLR is the party that receives
assignment of billing rights and will complete the payment and pay off MP through the mechanism
of transferring 1095 of Al shares.

li. Is there any additional guarantee or fallback mechanism if the assigned shares value is not
sufficient?

In this transaction, there is no additional guarantee or fallback mechanism.

lii. What causes TLR to not be able to complete its obligations to MP? Provide an estimated
time related to when the TLR will complete the obligation.

The settlement of TLR's obligations to the MP is still waiting for the approval of the changed of
shareholder to the Ministry of Energy and Mineral Resources.

The settlement of these obligations will be carried out after obtaining approval from the
Ministry of Energy and Mineral Resources.

b. For transactions with Ouest Corporation Ltd, there is information that NPI, one of its
subsidiaries, signed an agreement with Ouest. The NPI as the buyer will take over 5046 of the
share ownership engaged in the energy sector, after all conditions and reguirements are met.
The transaction is recognized as an investment advance, until the conditions are met. The IDX
would like to ask for an explanation:

i.  Explain the strategic objectives of NPI's acguisition of 504 stake in the energy sector?

The strategic objective of the 5096 shares acguisitions is to increase the Company's revenue and
provide added value to the Company's stakeholders.

li. What are the conditions and reguirements that shall be met before the transaction can be
completed, and how has the progress been fulfilled to date?

The company is still conducting a review process on the project. Furthermore, the Company is
committed to comply with the regulations, including POJK 17/2020 in conducting information
disclosure by providing detailed explanations of the Company's profile, financial impact before
and after acguisitions, fair value, and valuation reports when necessary, including the fulfilment
of transaction conditions and reguirements .

Iii. How does the Company assess the potential impact of this consolidation of transactions on
the group's overall financial statements?

PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk « 3
Sopo Del Offfice Tower B, 215! Floor - Jl. Mega Kuningan Barat III, Lot.10 1-6 - Kawasan Mega Kuningan - Jakarta Selbasa40580
Phone: 62 21 5081 5252 Fax:-462 21 50815253
www.astrindonusantara.com
Page 14 OCR 0.929
A
(Astrindo

Nusantara Infrastruktur

The Company assesses that the transaction can have a significant impact on the group's overall
financial statements, where there will be a potential increase in the Company's consolidated
revenue by an additional 40-50 of the subsidiary's revenue from the current recognized revenue.

C. Related to the transaction with Fairy Dell Capital Ltd, signed a cooperation agreement for
the Overland Conveyor Batubara project in East Kalimantan worth USD150 million. As of
December 31, 2022, the Company has paid a project advance of USD94.70 million. On November
28, 2024, the agreement ended, the Company again signed a cooperation agreement related to
the nickel industry and has a long stop date until November 28, 2026. The IDX wants to ask for
an explanation:

i. Provide an explanation of the reason for the termination of the Overland Conveyor Coal
project agreement as of November 28, 2024 and the process taken before the termination?

The reason for the termination agreement was due to the non-implementation of the Coal
Overland Conveyor Project.

li. What are the strategic objectives of the new cooperation agreement related to the nickel
industry, and how does this project relate to the Company's long-term business plan?

This collaboration aims to diversify its business in the developing nickel sector and is relevant to
the Company's long-term business plan, in order to expand revenue sources and increase the
Company's value as an integrated energy company.

li. How is the accounting treatment of the USD94.70 million project advance that has been
paid in advance? Will it be reclassified, compensated, or returned?

The Company still recorded the USD94.70 as a project advance, because the transaction naturally
met the criteria to be classified as a down payment based on PSAK.

7. Based on CALK number 11, the Company revealed that the settlement of long-term receivables
to PT Cakrawala Langit Sejahtera (CLS) amounting to Rp73.13 million depends on the results of
the negotiation process between The Company and CLS. This loan agreement has matured on
May 21, 2021 and has been extended to June 30, 2023. The IDX asked for clarification
regarding:

a. The background of the occurrence of receivables to CLS.

Receivables to CLS arise from the novation of several receivables to third parties. Where CLS will
pay according to the agreement between the parties.

b. The current status of the receivables

The Company is still negotiating to settle the receivables, which currently remain at USD17.45
million.

Cc. The reason for the receivables is unsecured and not subject to interest.

The receivables are unsecured and not subject to interest where this is in accordance with the
agreed agreement.

PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk t si
Sopo Del Office Tower B, 215 Floor - Jl. Mega Kuningan Barat III, Lot.10 1-6 - Kawasan Mega Kuningan - Jakarta SePsge516fs50
Phone :--62 21 50815252 Fax:-462 215081 5253
www.astrindonusantara.com
Page 15 OCR 0.920
A

(Astrindo

Nusantara Infrastruktur

10.

d. Explain the Management's efforts to collect the receivables.

The Company's management continues to negotiate with CLS to accelerate the payment of these
receivables to date.

Based on CALK number 13, regarding the assets in settlement, there was an explanation related
to the settlement of Infrastructure/Land Rights with a settlement percentage of 9X-99Y6 and a
total accumulated cost of USD28.81 million. The IDX would like to ask for an explanation about
what percentage of development has been carried out as of now and what is related to the
project for the assets in the settlement? Explain in detail.

As of the reporting date, the Infrastructure/Land Rights component in Assets Under Settlement is
the acguisition of land rights, road access construction, and IT system. The percentage of
settlement is determined based on the settlement cost as follows:

Assets Progress Description
Range
Land Rights 22”s-994 | The majority is nearing completion, in the finalization of legalization
Road & River Works | 996—7196 Early to intermediate stages, still under construction
ERP / IT Systems 377 In the implementation stage according to the roll-out plan

Based on CALK 15 regarding intangible assets, the Company has a total value of USD13.71
million as of June 30, 2025. Provide an explanation of the type of intangible assets and provide
details.

Intangible Assets are assets recognized at the time the Company acguires the Company's
subsidiary, MP. The Company acguires MP above book value and the surplus value is recorded as
Intangible Assets because it arises from Contractual Rights and is amortized using a straight-line
method based on the age of the mining service contract owned by MP in accordance with the
standards set by PSAK 238.

Referring to CALK number 18 related to accounts receivable, the Company experienced afairly
high increase in accounts receivable, which amounted to USD34.63 million or 44.50X. The
largest increase was related to transactions between the Company and PT Pamapersada
Nusantara with an increase of USD33.43 million or 57.7296. This is inversely proportional to the
significant decrease in the Company's net income and also a decrease in the cost of revenue.
The IDX would like to ask for an explanation:

a. Give a more detailed explanation regarding the increase in debt to PT Pamapersada
Nusantara (PAMA) of USD33.43 million or 57.7246, is it due to increased transaction volume,
changes in payment schemes, or is there a major project between the Company and PAMA in
the future?

The debt to PAMA arises from PAMA's receivables as the main mining contractor that provides
services to JMB , ABE, and KRA. The increase in debt to PAMA occurred due to changes in the
payment schemes.

b. Givea table that provides an explanation of the life of the Company's debt with all vendors.

PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk

Sopo Del Offfice Tower B, 215" Floor « Jl. Mega Kuningan Barat III, Lot.10 1-6 - Kawasan Mega Kuningan - Jakarta Sellasa820850

Phone: 462 2150815252 Fax: 462 215081 5253
www.astrindonusantara.com
Page 16 OCR 0.917
A
(Astrindo

Nusantara Infrastruktur

The Company's debt maturity with all vendors as of June 30, 2025 is as follows:

Description USD amount
PAMA 91.347.337
Thailindo Bara Pratama 9.417.414
Dharma Lancar Sejahtera 2.013.381
Maceral Energitama 1.746.067
CNECC International Engineering Co. Ltd 1.518.183
IMC Pelita Logistik Tbk 1.310.974
Miscellaneous (each under $1 million) 5.117.740
Total 112.471.096

Not yet due 61.523.732

1-30 days 15.343.602

31-60 days 1.594.006
Due

61-90 days 97.662

2 90 days 33.912.094
Total 112.471.096

11. Referring to CALK number 19 regarding taxation, there is information about the nominal value
of prepaid taxes for subsidiaries, on June 30, 2025, there is an increase in the value of prepaid
taxes — the current part of article 28a for subsidiaries of USD11.76 million. The IDX would like
to ask for a detailed explanation on this matter.

Prepaid tax of the subsidiary of article 28a has increased to USD11.76 million because the
subsidiary of the Company engaged in the coal mining industry is in the process of restitution or
compensation for excess income tax that has been paid in advance for 2023 to the Directorate
General of Taxes.

12. Referring to CALK number 29 regarding accrual expenses, there was a decrease in value
between the period of December 31, 2024 and June 30, 2025 of USD20.58 million or 15.134.
There was asignificant decrease in the value of provisions of USD26.57 million, but the value
of mining costs increased guite drastically, amounting to USD7.65 million. The IDX wants to ask
for an explanation

a. Explain in more detail what components are included in the provisioning account, as well
as the reason for the significant decrease of USD26.57 million in that period.

Provisions in accrued expenses decreased significantly by USD26.57 million as of June 30, 2025,
due to the realization of payments by Tiger Energy Trading Ltd ("TET"), a subsidiary of the
Company engaged in Coal Trading, to its clients, Taiwan Power Company ("TPC"), in accordance
with the terms and conditions agreed in the contract.

b. Considering there has been a significant increase in mining costs amounting to USD 7.65
million, please explain whether this increase was caused by higher operational activity, changes
in cost estimates, or the recognition of previously deferred expenses from prior periods.

PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk Lg 5
Sopo Del Office Tower B, 21"! Floor - Jl. Mega Kuningan Barat III, Lot.10 1-6 - Kawasan Mega Kuningan - Jakarta SePasa10650
Phone : 62 21 5081 5252 Fax:-462 21 5081 5253
www.astrindonusantara.com
Page 17 OCR 0.917
A
(Astrindo

Nusantara Infrastruktur

13.

The increase in accrual - mining costs of USD7.65 million occurred due to unbilled mining service
fees, including coal hauling and coal mining, road maintenance and fuel consumption.

Based on CALK number 28 regarding net income, there was a very significant decrease between
June 30, 2024 and June 30, 2025 which was very significant of USD130.55 million or 47.414.
The largest decline was due to a decrease in coal sales of USD130.710or 10256. In addition, the
value of profit and loss before income tax from the Company has recorded a loss value of
USD3.27 million and the Company's profit and loss forthe current year also recorded value
loss of USD9.13 million. The exchange would like to ask for an explanation:

a. Give explanation by Details cause Decline Sales stone ember by USD130.71 million or 10246,
whether Caused by Decline Volume Sales, price sell, Termination contract certain, or factor
External Other like condition market or policy government. Stock exchange want Ensure
Company give by detail.

The decline in coal sales occurred due to a decrease in selling prices and sales volume. Until
semester 1-2025, the average selling price (ASP) was USD 75/ton from the previous USD96/ton.
In addition, the volume of coal sales also decreased to 1.71 million tons from the previous 2.69
million tons due to a decrease in coal production cause by the unapproved work plan and cost
budget by the Ministry of Energy and Mineral Resources to date.

b. Provide details in the form of a table regarding the distribution of coal types along with their
total sales and the total value of cost of revenue in sales in the period of June 30, 2025 and June
30, 2025.

The coal produced by the company's subsidiaries is currently produced from the Jembayan mine
which produces only one type of coal as of June 30, 2025, with the following specifications:

Types of Coal Sales guantity (tons) | Average Selling Price | Total revenue
(USD) (USD)
e CV 5,200 — 5,700 | 1.707.641 75/ ton 128.175.922
kcal/kg (GAR)
e TM18.54
& Ash 6.236
#  Sulphur 0.64

C. Have there been any changes in sales strategy or the composition of key clients that have
had an impact on the decline in revenue from the coal segment? Provide a complete
composition list from clients in June 2024 and June 2025.

There has been no change in sales strategy. The composition of coal sales clients above 10X of
total revenue is as follows:

PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk

Sopo Del Offfice Tower B, 215! Floor - Jl. Mega Kuningan Barat III, Lot.10 1-6 - Kawasan Mega Kuningan - Jakarta SeRasa810650

Phone :--62 2150815252 Fax:--62 21 5081 5253
www.astrindonusantara.com

ig &

Page 18 OCR 0.920
2

Astrindo

Nusantara Infrastruktur

30 June 2025 30 June 2024
Sales of coal Total (USD million)
Taiwan Power Company 32.26 97.46
Nghi Son 2 Power Limited Liability 56.82 65.00
PT. Bhumi Jati Power 20.23 -
CTPL Pte.Ltd. - 37.85
Total 109.31 200.31

d. Regarding the value of operating expenses in CALK number 30, there was not significant,
but not in line with the increase related to the decrease of the revenue and several other cost
Of income. The IDX wants to make sure that it is related to any transactions on the professional
services account that are increasing.

Professional services account that have increased, particularly related to legal costs in connection
with Bank Mandiri facilities in MP as well as other legal costs related to Bank Mandiri facilities at
PT Sintesa Bara Gemilang ("SBG"), a subsidiary of the Company.

14. Information, material facts or other important events that are material and can affect the
company's business continuity and can affect the company's share price.

No information, material facts or other important events are material and may affect the company's
business continuity and may affect the Company's share price. t 2

PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk
Sopo Del Office Tower B, 215 Floor - Jl. Mega Kuningan Barat III, Lot.10 1-6 - Kawasan Mega Kuningan - Jakarta SeRagM9OFB0
Phone : 462 21 5081 5252 Fax:462 21 5081 5253
www.astrindonusantara.com

File

File Open PDF
Source IDX
Size7.4 MB
Published10 Nov 2025
Pages18
Characters49,231
Text sourceOCR
OCR confidence0.930

Names mentioned 30 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Bank JTrust Indonesia Tbk p.1 ×5
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.1 ×13
linked org PT Pamapersada Nusantara p.6 ×7
linked org IMC Pelita Logistik Tbk p.7 ×3
linked org PT. Bhumi Jati Power p.9 ×3
unresolved org Fair Havens International Ltd. p.1 ×4
unresolved org PT Arutmin Indonesia p.2 ×4
unresolved org PT Mitratama Perkasa p.2 ×2
unresolved org PT Oksigen Natural Esa. Bursa p.2
unresolved org PT Oksigen Natural Esa p.2 ×4
unresolved org PT Imiko Setia Abadi p.3 ×2
unresolved org PT Jembayan Muarabara p.3 ×2
unresolved org PT Arzara Baraindo Energitama p.3 ×2
unresolved org PT Kemilau Rindang Abadi p.3 ×2
unresolved org PT Tiga Lima Rekso p.4 ×6
unresolved org Auest Corporation Ltd p.4 ×2
unresolved org Fairy Dell Capital Ltd. p.4 ×4
unresolved org PT Miratama Perkasa p.4 ×2
unresolved org PT Arutmin Indonesia. Selama p.4
unresolved org Ouest Corporation Ltd p.4 ×2
unresolved org PT Cakrawala Langit Sejahtera p.5 ×2
unresolved org CNECC International Engineering Co. Ltd p.7 ×2
unresolved org Direktorat Jenderal Pajak. Merujuk p.7
unresolved org Tiger Energy Trading Ltd p.8 ×2
unresolved org CTPL Pte.Ltd. p.9 ×2
unresolved org PT Sintesa Bara Gemilang p.9 ×2
unresolved org PT Oxygen Natural Esa p.11
unresolved org Ministry of Energy and Mineral Resources. p.12 ×4
unresolved org PT Arutmin Indonesia. During p.13

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result