Skip to content
Back to announcement

analisa naik turun Sem I thn 2026.pdf

Financial statement Text extracted SMII

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 5

Page 1
LAMPIRAN/ ATTACHMENT

Surat Nomor/ Letter number: S-429/SMI/DU/0726 (Surat ke OJK/ Letter to OJK) dan/ and
                            S-430/SMI/DU/0726 (Surat ke Bursa Efek Indonesia/ Letter to IDX)



Penjelasan Atas Kenaikan Aset Dan Liabilitas
Berdasarkan Perubahan/ Delta (Signifikan Dalam Jumlah Dan Prosentase > 20%)/
Analysis of Asset and Liability Growth and Decline
Based on changes/delta (significantly in value and/or percentage more than 20%)

I. Penjelasan untuk Aset/ Explanation of Asset

 Peningkatan jumlah aset Perseroan per 30 Juni 2026 bila dibandingkan dengan posisi per 31
 Desember 2025 adalah sebesar Rp3.659 miliar atau 3,02%. Peningkatan tersebut terutama
 dipengaruhi dari peningkatan dan penurunan pada akun-akun sebagai berikut:

 The Company's assets as of June 30, 2026 increased by IDR3,659 billion (3.02%) compared to the
 December 31, 2025 position. The increase was primarily attributable to movements in several asset
 accounts, comprising both increases and decreases as follows:

      Kas dan setara kas/ Cash and cash equivalent
       Kas dan setara kas mengalami penurunan sebesar Rp773 miliar atau 5,74% menjadi Rp12.683
       miliar di 30 Juni 2026 dibandingkan sebesar Rp13.456 miliar pada 31 Desember 2025.
       Penurunan tersebut terutama berasal dari disebabkan oleh penggunaan kas untuk mendukung
       penyaluran pembiayaan dan aktivitas operasional selama periode berjalan.

       Cash and cash equivalents decreased by IDR773 billion or 5.74% to IDR12,683 billion as of
       June 30, 2026 compared to IDR13,456 billion as of December 31, 2025. The decrease was
       primarily attributable to the utilization of cash to support loan disbursements and the
       Company's operating activities during the period.

      Dana dibatasi penggunaannya – bersih/ Restricted funds – net
       Dana dibatasi penggunaannya – bersih mengalami penurunan sebesar Rp450 miliar atau
       35,13% menjadi Rp831 miliar di 30 Juni 2026 dibandingkan per 31 Desember 2025 sebesar
       Rp1,281 miliar. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penggantian sumber pendanaan
       atas fasilitas pembiayaan dari dana Perseroan menjadi dana yang bersumber dari SDG
       Indonesia One – Green Finance Facility (SIO GFF).

       Restricted funds – net decreased by IDR450 billion or 35.13% to IDR831 billion as of June 30,
       2026 compared to IDR1,281 billion as of December 31, 2025. The decrease was primarily
       attributable to the substitution of the funding source for financing facilities, whereby the
       Company's own funds were replaced with funds provided under the SDG Indonesia One –
       Green Finance Facility (SIO GFF).

      Efek-efek bersih/ Net Securities
       Efek-efek bersih mengalami penurunan sebesar Rp908 miliar atau 7,26% menjadi Rp11.592
       miliar pada 30 Juni 2026 dibandingkan 31 Desember 2025 sebesar Rp12.500 miliar. Penurunan
       tersebut terutama disebabkan oleh efek yang telah jatuh tempo dan penjualan surat berharga
       untuk memenuhi kebutuhan likuiditas dan pendanaan kegiatan usaha Perseroan.




                                                                                                       1/5
Page 2
    Net securities decreased by IDR908 billion or 7.26% to IDR11,592 billion as of June 30, 2026
    compared to IDR12,500 billion as of December 31, 2025. This decrease was primarily
    attributable to the maturity of marketable securities and the sale of markatable securities to
    meet the Company’s liquidity requirements and fund its operating activities.

   Tagihan Derivatif/ Derivative Receivables
    Tagihan derivatif meningkat dari nihil menjadi Rp10 miliar pada 30 Juni 2026. Kenaikan
    tersebut disebabkan penilaian instrumen derivatif pada periode pelaporan.

    Derivative receivables increased from nil to Rp10 billion as of 30 June 2026. The increase was
    attributable to valuation of derivative instruments during reporting period.

   Pinjaman diberikan dan pembiayaan syariah – setelah dikurangi cadangan kerugian
    penurunan/ Loan Receivables and Sharia financing – net of allowance for impairment
    losses
    Pinjaman diberikan dan pembiayaan syariah – setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan
    mengalami peningkatan sebesar Rp5.752 miliar atau 6,57% menjadi Rp93.373 miliar di 30 Juni
    2026 dibandingkan pada 31 Desember 2025 sebesar Rp 87.621 miliar. Peningkatan tersebut
    terutama karena pencairan pembiayaan baru yang sebagian diimbangi oleh pembayaran
    angsuran dan pelunasan dipercepat oleh debitur.

    Loan Receivables and Sharia financing – net of allowance for impairment losses increased by
    IDR5,752 billion or 6.57% to IDR93,373 billion as of June 30, 2026 compared to IDR87,621
    billion as of December 31, 2025. The increase was primarily driven by new disbursements
    during the year, partially offset by regular installment payments and early repayments by
    borrower.

   Piutang atas penugasan fasilitasi penyiapan proyek/ Receivables from assignment for
    facilitation on project preparation
    Piutang atas penugasan fasilitasi penyiapan proyek mengalami penurunan sebesar Rp18 miliar
    atau 33,01% menjadi Rp36 miliar pada 30 Juni 2026 dibandingkan 31 Desember 2025 sebesar
    Rp54 miliar. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penerimaan pembayaran atas
    piutang penugasan dari para pemberi tugas selama periode berjalan.

    Receivables from assignment for facilitation on project preparation decreased by IDR18
    billion or 33.01% to IDR36 billion as of 30 June 2026, compared to IDR54 billion as of 31
    December 2025. The decrease was primarily due to the collections received from project
    owners during the period.

   Biaya dibayar dimuka/ Prepaid Expenses
    Biaya dibayar dimuka meningkat sebesar Rp2 miliar atau 30,3%, dari Rp6,68 miliar pada 31
    Desember 2025 menjadi Rp8,71 miliar pada 30 Juni 2026, yang terutama berasal dari
    pembayaran dimuka atas biaya operasional yang manfaat ekonominya akan diperoleh pada
    periode berikutnya.

    Prepaid expenses increased by Rp2 billion, or 30.3%, from Rp6.68 billion on December 31,
    2025 to Rp8.71 billion on June 30, 2026, primarily due to advance payments for operating
    expenses that will provide economic benefits in subsequent periods.




                                                                                                     2/5
Page 3
   Aset lain-lain/ Other Assets
    Aset lain-lain menurun sebesar Rp8,32 miliar atau 59,2%, dari Rp14,05 miliar pada 31
    Desember 2025 menjadi Rp5,73 miliar pada 30 Juni 2026. Penurunan terutama disebabkan
    oleh penyelesaian piutang atas penjualan reksa dana yang sebelumnya disajikan sebagai aset
    lain-lain pada 31 Desember 2025.

    Other assets decreased by Rp8.32 billion, or 59.2%, from Rp14.05 billion as of 31 December
    2025 to Rp5.73 billion as of 30 June 2026. The decrease was primarily attributable to the
    settlement of receivables arising from the sale of mutual funds, which had previously been
    presented as part of other assets as of 31 December 2025.


II. Penjelasan untuk Liabilitas dan Dana Syirkah Temporer/ Explanation of Liabilities and
Temporary Shirkah Funds

Peningkatan jumlah liabilitas dan dana syirkah temporer Perseroan per 30 Juni 2026 bila
dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2025 adalah sebesar Rp3.659 miliar atau 3,02%.
Peningkatan tersebut terutama dipengaruhi dari peningkatan dan penurunan pada akun-akun
berikut:

The Company's liabilities and temporary syirkah funds increased by IDR3,659 billion (3.02%) as
of June 30, 2026 compared to December 31, 2025 position. This increase was mainly attributable
to the changes in the following accounts, both positive and negative:

   Pinjaman diterima Bank dan Lembaga Keuangan lainnya/ Loan Received from Bank and
    Other Financial Institutions
    Pinjaman diterima dari Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya meningkat sebesar Rp5.943
    miliar atau 23,77% dari sebesar Rp25.002 miliar pada 31 Desember 2025 menjadi Rp30.945
    miliar pada 30 Juni 2026. Peningkatan pinjaman diterima dari Bank dan lembaga keuangan
    lainnya terutama disebabkan penarikan fasilitas pinjaman baru untuk mendukung kebutuhan
    pendanaan kegiatan pembiayaan Perseroan.

    Loan from Bank and Other Financial Institutions increased by IDR5,943 billion or 23.77%
    from IDR25,002 billion on December 31, 2025 to IDR30,945 billion on June 30, 2026. The
    increase primarily reflected additional drawdowns of loan facilities to support the Company's
    financing activities.

   Utang pajak/ Tax payable
    Utang pajak menurun sebesar Rp235 miliar atau 90,0% dari sebesar Rp261 miliar pada 31
    Desember 2025 menjadi Rp26 miliar pada 30 Juni 2026. Penurunan terutama disebabkan oleh
    pembayaran kewajiban perpajakan yang telah jatuh tempo pada semester I tahun 2026.

    Tax payable decreased by IDR235 billion or 90.0% from IDR261 billion on December 31,
    2025 to IDR26 billion on June 30, 2026. The decrease was mainly attributable to the settlement
    of tax obligations that became due during the first half of 2026.

   Pendapatan diterima dimuka/ Unearned Revenue
    Pendapatan diterima dimuka menurun sebesar Rp15 miliar atau 63,4% dari sebesar Rp23 miliar
    pada 31 Desember 2025 menjadi Rp9 miliar pada 30 Juni 2026. Penurunan pendapatan diterima




                                                                                                     3/5
Page 4
       dimuka terutama disebabkan karena adanya amortisasi provisi atas biaya Pengelolaan
       Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) serta reklasifikasi provisi ke upfront fee pinjaman
       diberikan karena debitur telah melakukan penarikan fasilitas pinjaman.

       Unearned revenue decreased by IDR15 billion or 63.4% from IDR23 billion on December 31,
       2025 to IDR9 billion on June 30, 2026. The decrease was mainly due to amortization of
       provisions for National Economic Recovery Program (PEN) management fees and the
       reclassification of provisions to loans upfront fees following borrowers' drawdown of loan
       facilities.

      Surat Utang diterbitkan/ Debt Securities issued
       Surat utang diterbitkan menurun sebesar Rp1.969 miliar atau 8,62% menjadi Rp20.875 miliar
       pada 30 Juni 2026 dibanding 31 Desember 2025 sebesar Rp22.843 miliar. Penurunan tersebut
       terutama karena pembayaran surat utang yang jatuh tempo pada tahun 2026 sebesar Rp7.456
       miliar. Penurunan surat utang mencerminkan surat utang jatuh tempo setelah memperhitungkan
       penerbitan surat utang baru selama periode berjalan.

       Debt securities issued decreased by Rp1,969 billion or 8.62% to Rp20,875 billion as of June
       30, 2026 from Rp22,843 billion as of December 31, 2025. The decrease was mainly attributable
       to the repayments of debt securities in 2026 amounted to Rp7,456 billion. On a net basis, the
       decrease reflects repayments of debt securities that matured during 2026 after deducting the
       issuance of new debt securities.

      Pinjaman diterima dari Pemerintah Republik Indonesia/ Loan Received from
       Government of Republic of Indonesia
       Pinjaman diterima dari Pemerintah Republik Indonesia mengalami penurunan sebesar Rp631
       miliar atau 2,72% dari sebesar Rp23.171 miliar pada 31 Desember 2025 menjadi Rp22.540
       miliar pada 30 Juni 2026. Penurunan pinjaman diterima dari Pemerintah Indonesia terutama
       disebabkan oleh pembayaran atas pinjaman diterima yang jatuh tempo di tahun 2026.

       Loan Received from Government of Republic of Indonesia decreased by IDR631 billion or
       2.72% from IDR23,171 billion on December 31, 2025 to IDR22,540 billion on June 30, 2026.
       The decrease was mainly due to the repayment of loans that matured in 2026.

      Liabilitas lain-lain/ Other Liabilities
       Liabilitas lain-lain meningkat sebesar Rp86 miliar atau 39,04% menjadi Rp305 miliar pada 30
       Juni 2026 dibanding 31 Desember 2025 sebesar Rp220 miliar. Peningkatan tersebut terutama
       karena adanya penerimaan angsuran pokok dan bunga dari debitur yang belum jatuh tempo dan
       dicatatkan dulu dalam liabilitas lain-lain sebelum dialokasi untuk pembayaran pada periode
       terkait.

       Other liabilities increased by Rp86 billion, or 39.04%, from Rp220 billion on December 31,
       2025 to Rp305 billion on June 30, 2026. The increase was mainly attributable to the receipt of
       principal and interest installments from borrowers prior to their contractual due dates, which
       were initially recognized under other liabilities before being allocated to the respective loan
       accounts in the relevant reporting periods.

Kenaikan atau penurunan pada aset maupun liabilitas dalam jumlah yang signifikan ataupun di atas
20% sebagaimana dijelaskan sebelumnya, tidak memberikan dampak signifikan terhadap kinerja
Perseroan. Hal ini tercermin dari peningkatan laba bersih untuk periode 6 bulan yang berakhir pada




                                                                                                         4/5
Page 5
30 Juni 2026 sebesar Rp190 miliar atau 16,13% bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun
2025. Peningkatan laba bersih tersebut terutama disebabkan oleh penurunan beban bunga yang lebih
besar dibandingkan dengan penurunan pendapatan bunga. Penurunan beban bunga terutama
dipengaruhi oleh menurunnya tingkat suku bunga acuan pada tahun 2026 dibandingkan dengan tahun
2025, sehingga beban bunga Perseroan menjadi lebih rendah.

The increase or decrease in assets or liabilities by a significant amount or by more than 20%, as
previously explained, did not have a material impact on the Company’s performance. This is reflected
in the increase in Company’s net profit by IDR190 billion or 16.13% compared with 2025. The increase
in net profit was primarily attributable to a reduction in interest expense, which more than offset the
decline in interest income. The lower interest expense was mainly driven by the decline in benchmark
interest rates in 2026 compared with the corresponding period in 2025, resulting in a lower interest
expenses for the Company.




                                                                                                          5/5

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.27 MB
Published30 Jul 2026
Pages5
Characters14,405
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 3 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

possible org Bursa Efek Indonesia p.1
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.4 ×2
unresolved org Government of Republic of Indonesia p.4 ×2

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result