Back to announcement
20251107_GIAA_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31983858_lamp2.pdf
Other Text extracted GIAASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 224
Page 1
LAPORAN PEKERJAAN JASA
PENILAI INDEPENDEN
UNTUK PENENTUAN NILAI WAJAR SAHAM
DAN NILAI PASAR
PT GARUDA INDONESIA (PERSERO) TBK
No. Laporan :
08906/2.0180-00/BS/06/0316/1/X/2025
E I
Beralamat di:
/ B
py
Gedung Garuda Indonesia
i m
Co T
Jl. Kebon Sirih No. 46A
-
alti
Gambir, Kota Jakarta Pusat,
da
ru
Provinsi DKI Jakarta 10110
e n r
id Fo G 25 a
n f / 0
C o y
r v2
a
r et No
e c 7
S 0
e
rat
p o
o r
C
Page 2
E I
/ B
py i m
Co - T
alti da
e n r a ru
f id Fo G 25
o n / 0
C y
r v2
a
r et No
e c 7
S 0
e
rat
p o
o r
C
Page 3
Jakarta, 7 Oktober 2025
No. Laporan : 08906/2.0180-00/BS/06/0316/1/X/2025
Kepada Yth.
Direksi
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Gedung Garuda Indonesia
Jl. Kebon Sirih No. 46A
Gambir, Kota Jakarta Pusat 10110
E I
Up : Wamildan Tsani / B
Direktur Utama py i m
Co - T
Tbk al da
Perihal : Penentuan Nilai Wajar Saham Dan Nilai Pasar PT Garuda Indonesia (Persero)
ti
e n r a ru
Dengan hormat, f id Fo G 25
o n / 0
C yang kami terima, y
r bahwa 2Management PT. Garuda Indonesia
Berdasarkan informasi
a v
t informasi
o
(Persero) Tbk (“GIAA”) memerlukan
r e nilai Pasar saham 100% (Seratus per
N Puluh Satu Miliar Empat Ratus Delapan
e c 7(Sembilan
seratus) atau sebanyak 91.480.783.837
S
Puluh Juta Tujuh Ratus Delapan Puluh 0 Tiga Ribu Delapan Ratus Tiga Puluh Tujuh) lembar
t e
saham, untuk itu Management PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk bermaksud untuk
melakukan penilaianauntuk mengetahui Nilai Pasar saham pada PT Garuda Indonesia
r
(Persero) Tbk perotanggal 30 Juni 2025.
o rp
MenunjukCSurat Penetapan Pemenang Nomor : GARUDA/JKTIBP/E/20206/2025 tanggal 8
Agustus 2025 tentang Pengadaan Perusahaan Penilai Independen Untuk Penentuan Nilai
Wajar Saham Dan Nilai Pasar PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, bersama ini kami
sampaikan Laporan Penilaian Penentuan Nilai Wajar Saham Dan Nilai Pasar PT Garuda
Indonesia (Persero) Tbk.
Pekerjaan ini dilaksanakan untuk tujuan untuk :
o Mengetahui Nilai Wajar Saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk per 30 Juni 2025.
o Memperoleh informasi Nilai Pasar PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk ini per 30 Juni
2025
Kami Kantor Jasa Penilai Publik Areyanti Dan Rekan (”AR”) berdasarkan Surat Keputusan
Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor: 168/KM.1/2023, tanggal 14 April 2023, dan
Izin Usaha No. 2.23.0180, maka dengan ini kami menyatakan bahwa kami telah
Page | I
Page 4
melakukan penilaian terhadap saham PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk sebesar 100%
(Seratus per seratus) saham atau sebanyak 91.480.783.837 (Sembilan puluh satu miliar
empat ratus delapan puluh juta tujuh ratus delapan puluh tiga ribu delapan ratus tiga
puluh tujuh) lembar saham beredar yang telah disetor dan ditempatkan penuh oleh para
pemegang saham (“Objek Penilaian”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai
independen atas Nilai Pasar Objek Penilaian tersebut per tanggal 30 Juni 2025.
1. Ruang Lingkup dan Tujuan Penugasan
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), adalah maskapai penerbangan utama
E I
/ B
Indonesia yang melayani lebih dari 90 destinasi lokal dan internasional, dengan lebih
dari 600 penerbangan sehari. Maskapai ini didirikan dengan nama KNILM, Royal Dutch
py i m
Indies Airways, pada masa penjajahan Belanda. Maskapai ini didirikan pada tanggal
Co - T
26 Januari 1949 dengan nama Indonesian Airways, namun kemudian berganti nama
ti al da
pada bulan Desember di tahun yang sama. Grup mengoperasikan 202 armada, dimana
e n ru
Garuda mengoperasikan 144 pesawat, dan Citilink mengoperasikan 58 pesawat.
r a
f id Fo G 25
Kantor pusatnya berlokasi di Gedung Garuda Indonesia, Jalan Kebon Sirih 44, Jakarta,
o n / 0
namun Kantor Pengelolanya berlokasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta,
Tangerang.
C y
r v2
a
r et No
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memiliki 6 (enam) anak perusahaan untuk
e c 7
mendukung seluruh kegiatannya. Manajemen anak perusahaan diatur secara
independen namun tetap di bawah pengawasan induk perusahaan.
S 0
e
Anak perusahaan Garuda Indonesia adalah PT Aerowisata, PT Sabre Travel Network
r at
Indonesia, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMFAA), PT Aero Systems
p o
Indonesia (ASYST), PT Citilink Indonesia, dan Garuda Indonesia Holiday France.
o r
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (“Garuda”) saat ini sedang dalam proses
C
penyesuaian strategi bisnis dan restrukturisasi.
Dalam rangka mendukung pengambilan keputusan strategis oleh manajemen dan
pemangku kepentingan, Garuda telah menunjuk KJPP Areyanti Dan Rekan sebagai
perusahaan penilai independen yang memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian
atas Nilai Pasar Saham dan Nilai Pasar PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.
Selanjutnya PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk bermaksud untuk melakukan penilaian
saham untuk mengetahui Nilai Pasar saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk per
tanggal 30 Juni 2025.
Dengan demikian maka, ruang lingkup dalam penugasan ini adalah melakukan
penilaian saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sebesar 100% (Seratus per
seratus) saham atau sebanyak 91.480.783.837 (Sembilan puluh satu miliar empat
ratus delapan puluh juta tujuh ratus delapan puluh tiga ribu delapan ratus tiga puluh
Page | II
Page 5
tujuh) lembar saham beredar yang telah disetor dan ditempatkan penuh oleh para
pemegang saham pada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan tujuan penilaian
adalah untuk transaksi, yaitu dalam rangka rencana PT Garuda Indonesia (Persero)
Tbk melakukan transaksi yaitu restrukturisasi, bukan ditujukan untuk transaksi lainnya
yang berada diluar konteks tujuan penilaian tersebut.
Kami telah melakukan analisis atas faktor-faktor internal dan eksternal yang relevan,
review dan evaluasi atas data keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, yaitu
laporan keuangan historis beserta proyeksi keuangannya untuk mendapatkan
E I
pemahaman yang lebih baik terhadap kinerja keuangan historis dan dalam
/ B
py
mengestimasi kemampuan ekonomi masa depan Perseroan (true economic future
i m
Co
earning power).
- T
Penugasan kami terbatas terhadap review dan evaluasi data keuangan atas objek
al
ti da
penilaian sesuai dengan tujuan penugasan dan bukan merupakan jasa akuntansi,
e n ru
audit, investigasi keuangan, jasa hukum, perpajakan ataupun jasa lainnya.
r a
f i d F o G kami 5telah menggunakan informasi
n
Dalam melakukan penilaian /
atas objek penilaian, 2
0 PT Garuda Indonesia (Persero)
dan data keuangan o y Manajemen
yang disediakan roleh 2
C
Tbk ataupun pihak yang mewakilinya ta danopihak-pihak
v lain yang relevan, yang disusun
e
r asumsi.N
dengan menggunakan berbagai
c
e sangat
Hasil analisis kami tersebut 7 tergantung atas kebenaran, keakuratan dan
S 0
t e
kelengkapan dari semua data keuangan dan informasi lainnya yang diberikan atau
o ra
tersedia secara umum.
Manajemen
o rpPT Garuda Indonesia (Persero) Tbk telah memberikan data dan informasi
yangC dibutuhkan untuk Penilaian ini serta berbagai asumsi yang digunakan telah
disusun secara wajar dan bertanggung jawab atas semua data dan informasi yang
disampaikan.
Selain dari hal tersebut di atas, kami tidak memberikan saran atau rekomendasi lain
berkaitan dengan rencana tersebut di atas yang mungkin dapat dipertimbangkan oleh
manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.
Laporan yang kami berikan hanya berkaitan dengan penilaian atas 100% (Seratus per
seratus) saham atau sebanyak 91.480.783.837 (Sembilan puluh satu miliar empat
ratus delapan puluh juta tujuh ratus delapan puluh tiga ribu delapan ratus tiga puluh
tujuh)lembar saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan tidak dapat digunakan
sebagai satu-satunya acuan dalam menyetujui atau menolak rencana tersebut.
Page | III
Page 6
2. Pendekatan dan Metodologi Penilaian
Penilaian dilakukan dengan mengunakan Pendekatan Pasar (Market Based Approach)
dengan Metode GPTC (Guideline Publicly Traded Company) dan Pendekatan
Pendapatan (Income Based Approach) dengan metode diskonto pendapatan ekonomi
mendatang (discounted future economic income method) atau discounted cash flow
(DCF), model arus kas bersih untuk ekuitas (free cash flow to equity) dengan faktor
diskonto sebesar 8,65%, dan Discount for lack of Marketability (DLOM) sebesar 20%.
Laporan penilaian ini disusun sesuai dengan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar
Penilaian Indonesia Edisi VII-2018 yang ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai
E I
Indonesia (MAPPI) dan dengan memperhatikan Peraturan OJK yaitu POJK 35/2020
/ B
py
Pasal 41 dan Pasal 42, dimana pendekatan atau metode yang diaplikasikan sesuai
i m
Co T
dengan standar penilaian lengkap.
-
3. Ringkasan Penilaian
ti al da
Metode Penilaian
e n r ru
Estimasi Nilai Pasar
a
Persentase Hasil Nilai
f id Fo G 25 Saham Bobot Tertimbang
o n
1. Metode Discounted Cash Flow - DCF / 0 554.738.846 70% 388.317.192
(Income Based Approach)
C y
r v2
a
et No
2. Metode Guideline Publicly Traded
Company Method - GPTC 118.646.249 30% 35.593.875
(Market Based Approach) r
c 7
S 0 e
Estimasi Nilai Pasar 100% Saham Perseron-(Dalam Ribuan USD) 423.911.066
e
at
Estimasi Nilai Pasar 100% Saham Perseron-(Dibulatkan) 423.911.066
o r
Jumlah Lembar Saham
Nilai Saham Pembulatan $
91.480.783.837
0,004634
r p
Nilai Rupiah per $1 16.234
C o
Estimasi Nilai per Lembar Saham Perseron-(Dalam Rupiah)
Estimasi Nilai Pasar 100% Saham Perseron-(Dalam Rupiah)
Rp
Rp
75
6.881.673.157.224
4. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis perhitungan yang kami lakukan dengan menggunakan
pendekatan dan metode penilaian diatas dan dengan mempertimbangkan semua
faktor yang mempengaruhi nilai saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, maka
menurut pendapat kami Nilai Pasar saham 100% (Seratus per seratus) saham atau
sebanyak 91.480.783.837 (Sembilan puluh satu miliar empat ratus delapan puluh juta
tujuh ratus delapan puluh tiga ribu delapan ratus tiga puluh tujuh) lembar saham PT
Garuda Indonesia (Persero) Tbk pada tanggal 30 Juni 2025 adalah sebesar :
Rp6.881.673.157.224,-
(Enam Triliun Delapan Ratus Delapan Puluh Satu Miliar Enam Ratus Tujuh Puluh
Tiga Juta Seratus Lima Puluh Tujuh Ribu Dua Ratus Dua Puluh Empat Rupiah)
Page | IV
Page 7
Atau nilai per lembar saham sebesar:
Rp75,-
(Tujuh Puluh Lima Rrupiah)
Demikian hasil Penilaian yang kami lakukan dengan tetap mengacu pada standar penilaian
dan kode etik yang berlaku.
Hormat kami,
E I
KJPP Areyanti dan Rekan
/ B
py i m
Co - T
alti da
e n r a ru
Ir. Siti Zainab, MAPPI (Cert.)id
f F o G 5
Izin Penilai Publik o n: B.1-11.00316y / 02
C : 98-S-01071 a r v2
MAPPI
e t o
RMK r
c 7N
: 2017.00279
Kualifikasi Izin
e
S: Penilai0Bisnis
e
STTD OJK – Pasar Modal
r at : STTD.PB-53/PM.223/2022
STTD OJK - IKNBo
r p : 204/NB.122/STTD-P/2020
Co
Page | V
Page 8
KUALIFIKASI PENILAI USAHA
Kami adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang secara resmi telah ditetapkan berdasarkan
Surat Keputusan Nomor: 168/KM.1/2023, tanggal 14 April 2023 dengan nama Kantor
Jasa Penilai Publik Areyanti Dan Rekan.
1. Nama Lengkap : Ir. Siti Zainab, MAPPI (Cert.)
Pendidikan
Lembaga Pendidikan
: Strata 1 (S1)
: Universitas Islam Jakarta E I
Izin Penilai Publik : B.1-11.0031 6 / B
No. MAPPI : 98-S-1071 py i m
RMK : 2017.00279
Co - T
Kualifikasi Izin
al
: Penilai Bisnis
ti da
STTD OJK – Pasar Modal
n ru
: STTD.PB-53/PM.223/2022
e r a
STTD OJK - IKNB
f id Fo G 25
: 204/NB.122/STTD-P/2020
Pengalaman Penilaian
o n / 0
: - Memiliki pengalaman penilaian lebih dari 20 tahun di
C y
r v2
bidang penilaian Bisnis
a
et No
- Mendapatkan akreditasi dari MAPPI sebagai Penilai
r
c 7Bersertifikat Bidang Bisnis serta memperoleh Izin
S 0 e Penilai Publik dari Kementerian Keuangan
2. Nama Lengkap t e : Deny Kamal, S.E, M.M, Ak,CA, MAPPI (Cert.)
Pendidikan r
a
o : Strata 2 (S2)
o rpPublik
Izin Penilai : B-1.13.00370
C
MAPPI : 10-S-02590
STTD OJK - Pasar Modal : STTD.PB-11/PJ-1/PM.02/2023
STTD OJK - IKNB : 092/NB.122/STTD-P/2017
Pengalaman Penilaian : Memiliki pengalaman penilaian lebih dari 20 tahun di
bidang penilaian Bisnis
Mendapatkan akreditasi dari MAPPI sebagai Penilai
Bersertifikat Bidang Bisnis serta memperoleh Izin
Penilai Publik dari Kementerian Keuangan
Page | VI
Page 9
3. Nama Lengkap : Chotimatul Ulya, S.E, M.Ec.Dev
Pendidikan : Strata 2 (S2)
Lembaga Pendidikan : MEP – Universitas Gadjah Mada
No. MAPPI : 11-P-02850
RMK : 2020.03475
Pengalaman Penilaian : - Memiliki pengalaman penilaian lebih dari 5 tahun di
bidang penilaian Properti
- Telah menyelesaikan Pendidikan S2 MEP Bidang
Penilaian Bisnis
E I
4. Nama Lengkap : Andrianto, S.H, M.Ec.Dev / B
Pendidikan : Strata 2 (S2)py i m
Lembaga Pendidikan Co -
: MEP - Universitas Gadjah Mada T
No. MAPPI al
: 23-P-11827
ti da
RMK n
: 2023.04666
e r a ru
Pengalaman Penilaian
f id Fo G 25
: - Memiliki pengalaman penilaian lebih dari 2 tahun di
o n / 0
bidang penilaian Bisnis
C y
r v2
- Telah menyelesaikan Pendidikan S2 MEP Bidang
a
et No
Penilaian Bisnis
r
c: Teuku7Muhammad Zahid Zuhair Aulia, S.Si. M.B.A.
5. Nama Lengkap e
S : Strata 0 2 (S2)
Pendidikan
t e
No MAPPI o r a
Lembaga Pendidikan : Master of Business Administration - ITB
: 24-P-12456
RMK
o rp : 2025.05059
C
Pengalaman Penilaian : - Memiliki pengalaman penilaian 2 tahun di bidang
penilaian Bisnis
- Telah mengikuti Pendidikan Dasar Penilaian Bidang
Bisnis
6. Nama Lengkap : Brigita Hanada Srasvania, S.P, M.Ec.Dev
Pendidikan : Strata 2 (S2)
Lembaga Pendidikan : MEP – Universitas Gadjah Mada
No MAPPI : 24-A-013048
Pengalaman Asesmen : - Memiliki pengalaman Penilaian lebih dari 1 tahun di
bidang Penilaian Bisnis
- Telah mengikuti S2 MEP UGM Bidang Penilaian Bisnis
Page | VII
Page 10
Penyusunan laporan penilaian saham ini didasarkan pada proses analisa yang
didasarkan pada data dan informasi yang diterima. Oleh karena itu hasil penilaian ini
harus dipandang sebagai suatu kesatuan dan penggunaan sebagian dari hasil analisis
atas data dan informasi tanpa mempertimbangkan analisis yang mendasarinya secara
utuh dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang kurang tepat.
Kami juga mengasumsikan bahwa sejak tanggal penilaian yaitu tanggal 30 Juni 2025
sampai dengan tanggal laporan penilaian ini tidak terdapat kejadian penting dan atau
terjadi perubahan apapun yang material yang dapat berpengaruh terhadap asumsi-
asumsi yang digunakan dalam penyusunan penilaian saham ini.
E I
/ B
py i m
Co - T
ti al da
e n r a ru
f id Fo G 25
o n / 0
C y
r v2
a
r et No
e c 7
S 0
e
rat
p o
o r
C
Page | VIII
Page 11
PERNYATAAN PENILAI
1. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan penilaian ini adalah benar
sesuai dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
2. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada
tanggal efektif penilaian.
3. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan dalam laporan
penilaian. E I
/ B
py
4. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah
i m
Co
disajikan sebagai kesimpulan nilai.
- T
al da
5. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan ini
ti
n ru
dan kesimpulan nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas
yang dilaporkan. e r a
f id Fo G 25
o n laporan penilaian
6. Dalam mempersiapkan / ini, 0Penilai bertindak secara independen
tanpa adanyaC benturan kepentingan y
r dengan 2 terafiliasi dengan Objek Penilaian
dan tidak
a v
t o Objek Penilaian.
ataupun pihak-pihak yang terafiliasi
e
r N
c
S penilaian07 ataupun
7. Penilai tidak memilikiekepentingan
Objek Penilaian. Laporan
keuntungan pribadi terkait dengan
ini tidak dilakukan untuk memberikan
keuntungan ataut emerugikan pihak manapun.
o ra
8. Imbalanpjasa Penilai tidak berkaitan dengan hasil penilaian yang dilaporkan.
o r
C bertanggungjawab atas laporan penilaian ini.
9. Penilai
10. Penilaian dilakukan dengan memenuhi ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia
(KEPI) dan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VI-2015.
11. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan
dan/atau diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah Republik
Indonesia.
12. Penilai telah memiliki pemahaman mengenai Objek Penilaian.
13. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam laporan penilaian ini, telah
menyediakan bantuan profesional dalam menyiapkan laporan penilaian.
14. Data ekonomi dan industri dalam Laporan Penilaian diperoleh dari berbagai
sumber yang diyakini Penilai dapat dipertanggungjawabkan.
Page | IX
Page 12
Ir. Siti Zainab. MAPPI (Cert). - Penanggung Jawab
Izin Penilai Publik : B.1-11.00316
MAPPI : 98-S-1071
RMK : 2017.00279
Kualifikasi Izin : Penilai Bisnis
STTD OJK – Pasar Modal : STTD.PB-53/PM.223/2022
STTD OJK - IKNB : 204/NB.122/STTD-P/2020 _________________
Deny Kamal, S.E, M.M, Ak,CA, MAPPI (Cert.) - ReviewerE I
Izin Penilai Publik : B-1.13.00370 / B
MAPPI : 10-S-02590 py i m
Co
STTD OJK (Pasar Modal) : STTD.PB-11/PJ-1/PM.02/2023
- T
No. STTD OJK (IKNB)
al
: 092/NB.122/STTD-P/2017
ti da
e n r a ru _________________
f id Fo G 25 -
Chotimatul Ulya, S.E, M.Ec.Dev
o n / 0 Penilai
MAPPI : 11-P-02850
C y
r v2
a
et No
RMK : 2020.03475
r
c 7
S 0 e __________________
e -
at
Andrianto, S.H, M.Ec.Dev Penilai
MAPPI :r23-P-11827
RMK p o: 2023.04666
o r - Penilai
C _________________
Teuku Muhammad Zahid Zuhair Aulia, S.Si. M.B.A. - Penilai
MAPPI : 24-P-12456 __________________
RMK : 2025.05059
________________
Page | X
Page 13
Brigita Hanada Sarasvania, S.P, M. Ec. Dev. - Asisten Penilai
MAPPI : 24-A-13048
__________________
E I
/ B
py i m
Co - T
ti al da
e n r a ru
f id Fo G 25
o n / 0
C y
r v2
a
r et No
e c 7
S 0
e
rat
p o
o r
C
Page | XI
Page 14
DAFTAR ISI
SURAT PENGANTAR…………………………………………….....………………………………………………..……..i
DAFTAR ISI……………….....……………………………………………………………………………….............……xi
1. RINGKASAN EKSEKUTIF …………………….………………………………………..………………..……....……1
E I
1.1. Gambaran Umum Perseroan…….......................................................................................1
/ B
1.2. Manajemen Perseroan......................................................................................................2
p y m
1.3. Aktivitas Usaha........................................................................................…………………....…3
i
C o T
l -
1.4. Kinerja Usaha....................................................................................................................4
it a d a
1.5. Maksud Dan Tujuan Penilaian…….....................................................................................7
e n r
a ru
f i d Fo G 5
1.6. Tanggal Penilaian..............................................................................................................7
o n / 02
1.7. Metode Penilaian...................................................................................………………….....…7
C r y 2
e ta ov
1.8. Kesimpulan Nilai..............................................................................................................10
c r N
Se 07
2. LINGKUP PENUGASAN................…………………..…………………................…………..……………11
t e
o ra
2.1. Identitas Status Penilai....................................................................................................11
r p Tugas..................................................................................................11
2.2. Identitas Pemberi
2.3. IdentitasoPengguna Laporan............................................................................................11
C
2.4. Identitas Objek Penilaian dan Kepemilikan.....................................................................11
2.5. Jenis Mata Uang Yang Digunakan...................................................................................11
2.6. Maksud Dan Tujuan Penilaian.........................................................................................12
2.7. Dasar Nilai.......................................................................................................................12
2.8. Tanggal Penilaian............................................................................................................12
2.9. Tingkat Kedalaman Investigasi........................................................................................12
2.10. Sifat dan Sumber Informasi Yang Dapat Diandalkan.....................................................12
2.11.Asumsi Dan Asumsi Khusus............................................................................................18
2.12. Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi.............................................................19
Page | xi
Page 15
2.13. Pemenuhan Standar Penilaian......................................................................................19
2.14. Identifikasi Bentuk Kepemilikan dan Sifat Pengendalian Objek Penilaian
(Controlling)...........................................................................................................................19
2.15. Tingkatt Likuiditas Objek Penilaian...............................................................................20
2.16. Premis Nilai Yang Digunakan.........................................................................................20
2.17. Uraian Mengenai Tenaga Ahli.......................................................................................21
E I
2.18. Hasil Pelaksanaan Inspeksi............................................................................................21
/
2.19. Informasi Mengenai Pihak Yang Diwawancarai............................................................23 B
p y i m
2.20 Identifikasi Atas Aset Non Operasional Dan Kewajiban
C o Non Operasional.....................25
T
l -
2.21. Informasi Keuangan......................................................................................................25
t i a d a
e n r ru
2.22. Informasi Perpajakan....................................................................................................25
a
f id Fo GTerkait2Penilaian....................................26
2.23. Ketentuan Peratuean Perundang-Undangan 5
n / 0
o Bagi PemegangrySaham..............................................................26
2.24. Informasi Kompensasi
C 2
e ta ov
2.25. Informasi Asuransi.........................................................................................................27
c r KontrakNUsaha............................................................27
2.26. Keuntungan Dan Kerugian
S e 07
Atas
t e Luar Neraca.................................................................................27
2.27. Aset Dan Liabilitas Di
2.28. Hasil PenjualanraProduk Atau Jasa Sebelumnya.............................................................27
o
o rp Kinerja Saat Ini Dan Historis...................................................................27
2.29. Perbandingan
C
2.30. Perbandingan Kinerja perseroan Dengan Trend Industri Sejenis..................................28
3. GAMBARAN UMUM PERSEROAM……………………………….........……………………………….......29
3.1. Pendirian Dan Informasi Umum......................................................................................29
3.2. Jenis-Jenis Ekuitas Yang Melekat.....................................................................................30
3.3. Manajemen Perseroan....................................................................................................30
3.4. Struktur Organisasi Perusahaan......................................................................................31
3.5. Jenis Produk Atau Jasa Yang Dihasilkan..........................................................................31
3.6. Legalitas Perusahaan.......................................................................................................31
3.7. Aktivitas Usaha................................................................................................................33
Page | xii
Page 16
3.8. Kinerja Usaha..................................................................................................................33
3.9. Entitas Anak.....................................................................................................................42
4. TINJAUAN MAKRO EKONOMI DAN INDUSTRI….......………………………………………………..102
4.1. Tinjauan Perekonomian Global Dan Indonesia...……………………........………...……….........102
4.2. Neraca Pembayaran Indonesia…....…….........................................................................106
4.3. Nilai Tukar Rupiah..................................…………….………………………………………….............109 E I
/ B
py
4.4. Inflasi..................………….....………………...........................................................................109
i m
Co T
4.5. Suku Bunga..................................................…………………………….......………….……...........111
-
t i al da
4.6. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia….........…………………………..........................................114
e n
4.7. Tinjauan Global Industri Maskapai Penerbangan r a ru
Komersial………………………….............117
f id Fo G 25
o n / 0
4.8. Tinjauan Industri Sejenis.........................………………......................................................120
C y
r v2
a
r et No
5. ANALISIS RISIKO………….........................................................................……….…….…..124
e c 7
S 0
6. ANALISIS PORTER FORCE.......................................................................……….………...127
e
r at
7. ANALISIS SWOT………….........................................................................……….……..…..132
p o
8. METODE PENILAIAN…………...................................................................…….……….…..138
o r
C
9. PENILAIAN SAHAM PT GARUDA INDONESIA (PERSERO) TBK DAN ENTITAS ANAK..…..142
9.1. Prosedur Penilaian..............................................……………………........…….…...……...........142
9.2. Metode Penilaian Yang DIgunakan….............................................................................143
9.3. Perhitungan Indikasi Nilai Dengan Metode DCF.....……………………………………….............145
9.4.Perhitungan Indikasi Nilai Dengan Metode GPTC..........................................................151
9.5. Perhitungan Indikasi Nilai Dengan Meotde ABVM-SOTP.......….......………….……….........158
9.6. Rekonsiliasi Dan Kesimpulan Nilai….........…………………………..........................................160
LAMPIRAN.....................................................................................................................168
Page | xiii
Page 17
1. RINGKASAN EKSEKUTIF
1.1. Gambaran Umum Perseroan
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (“Perusahaan”) didirikan berdasarkan Akta No.137
tertanggal 31 Maret 1950 dari Notaris Raden Kadiman. Akta pendirian tersebut disahkan
oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No. J.A.5/12/10
tertanggal 31 Maret 1950 serta diumumkan dalam Berita Negara Repblik Indonesia
Serikat No. 30 Tambahan No. 136 tertanggal 12 Mei 1950. Perusahaan yang awalnya
berbentuk Perusahaan Negara, berubah menjadi Persero berdasarkan Akta No. 8
E I
tertanggal 4 Maret 1975 dari Notaris Soeleman Ardjasasmita, S.H., sebagai realisasi
/ B
Peraturan Pemerintah No. 67 tahun 1971. Perubahan ini diumumkan dalam Berita
py
Negara Republik Indonesia No. 68, Tambahan No. 434 tertanggal 26 Agustus 1975.
i m
Co - T
al
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir diubah
ti da
dengan Akta Notaris No. 83 tertanggal 20 Juni 2023 dari Aulia Taufani, S.H., Notaris di
e n r ru
Jakarta Selatan, tentang perubahan kegiatan Perusahaan. Perubahan ini telah disahkan
a
f id Fo G 25
oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
o n / 0
No. AHU-0036516.AH.01.02. tertanggal 27 Juni 2023. Perusahaan berkedudukan di JL.
C
Kebon Sirih No. 46A, Jakarta. y
r v2
a
t o
r eDasar N
untuk menjalankan usaha
c
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Perusahaan, maksud dan tujuan Perseroan adalah
7 angkutan udara niaga, industri pengolahan,
e di bidang
S 0
e
informasi dan komunikasi, aktivitas profesional, ilmiah dan teknis, Pendidikan, aktivitas
Kesehatan manusia,t pergudangan dan penyimpanan, real estat dan aktivitas penyewaan
dan sewa guna o rausaha tanpa hak opsi, agen perjalanan, penyelenggara tur dan jasa
reservasi r p Pada tahun 2011, perusahaan ini terdaftar di Bursa Efek Indonesia
lainnya.
C o
dengan kode saham GIAA.
Kantor pusat PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk berada di Jakarta, dengan 95 kantor
yang terdiri dari kantor cabang, gerai, dan general sales agent yang tersebar di seluruh
wilayah Indonesia dan Internasional.
Kantor pusat PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk berlokasi di JL. Kebon Sirih No. 46A,
Gambir, Jakarta, 10110.
Rincian kepemilikan saham Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2025 adalah sebagai
berikut:
Page | 1
Page 18
Nominal Saham
Pemegang Saham Seri Jumlah Saham %
(USD)
Pemerintah Negara Republik Indonesia A 1 0,05 0,000%
Pemerintah Negara Republik Indonesia B 15.670.777.620 793.216.468 17,130%
PT Trans Airways B 7.316.798.262 370.374.017 7,998%
Masyarakat:
Masing-masing dibawah 5% B 2.899.000.371 146.736.467 3,169%
Pemerintah Negara Republik Indonesia C 43.367.346.782 542.818.824 47,406%
Komisaris:
Chairal Tanjung
Masyarakat
C 4.034.726
I
50.501
E
0,004%
Masing-masing dibawah 5%
Total Modal
C
y
22.222.826.075
91.480.783.837 /B
278.157.857
2.131.354.134
24,292%
100,00%
o p i m
C - T
1.2. Manajemen Perseroan l a
t ia u d
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tertanggal 15 November 2024
n
e or a r
dan Akta Notaris No. 7 tertanggal 15 November 2024 dari Shanti Indah Lestari, S.H.,
d
fi F / G 25
M.H., Notaris di Kabupaten Tangerang yang telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak
n y 20
Co
Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.09.0282994
r
e ta ov
tertanggal 3 Desember 2024, para pemegang saham menyetujui perubahan susunan
Dewan Komisaris. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan adalah sebagai
berikut: c r N
S e 07
Dewan Komisaris: e
t
amerangkap
Komisaris Utama
o r
r p
Komisaris Independen : Fadjar Prasetyo
C o
Komisaris
Komisaris
Independen : Mawardi Yahya
: Chairal Tanjung
Komisaris : Glenny Kairupan
Direksi:
Direktur Utama : Wamildan Tsani
Direktur Keuangan dan
Manajemen Risiko :
Direktur Niaga : Reza Aulia Hakim
Direktur Operasi : Dani Haikal Irawan
Direktur Teknik : Mukhtaris
Direktur Human Capital
and Corporate Services : Eksitarino Irianto
Page | 2
Page 19
1.3. Aktivitas Usaha
Berdasarkan Akta Notaris No. 83 tertanggal 20 Juni 2023 dari Aulia Taufani, S.H., Notaris
di Jakarta Selatan, tentang perubahan kegiatan Perusahaan. Perubahan ini telah
disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
Keputusan No. AHU-0036516.AH.01.02. tertanggal 27 Juni 2023, Sesuai dengan pasar 3
Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perseroan adalah untuk menjalankan
usaha di bidang angkutan udara niaga, industri pengolahan, informasi dan komunikasi,
aktivitas profesional, ilmiah dan teknis, Pendidikan, aktivitas Kesehatan manusia,
E I
pergudangan dan penyimpanan, real estat dan aktivitas penyewaan dan sewa guna
/ B
usaha tanpa hak opsi, agen perjalanan, penyelenggara tur dan jasa reservasi lainnya.
Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut,
y
p maka Perseroan i mdapat melaksanakan
C o T
kegiatan usaha sebagai berikut:
l -
i a
(a) Angkutan udara niaga, antara tlain: d a
e ru penumpang atau penumpang dan
ndalamr negeri untuk
a
id Fo G 25
(i) Angkutan udara berjadwal
kargo; f / untuk
nberjadwal luarynegeri
o
(ii) Angkutan udara
r 2 0 penumpang atau penumpang dan
kargo; C ta ov luar negeri untuk penumpang atau
(iii) Angkutan udara niaga e
penumpang dan kargo; c
r N
tidak berjadwal
(iv) Angkutan udara niaga
7 lainnya;
Se tidak0berjadwal
t
(v) Angkutan udarae untuk penumpang lainnya;
a niaga berjadwal dalam negeri untuk kargo;
(vi) Angkutanrudara
p o
(vii) Angkutan udara niaga berjadwal luar negeri untuk kargo;
(viii) o
r
Angkutan udara niaga tidak berjadwal dalam negeri untuk penumpang atau
C
penumpang dan kargo;
(ix) Angkutan udara niaga tidak berjadwal dalam negeri untuk kargo;
(x) Angkutan multimodal;
(xi) Aktivitas kebandarudaraan;
(xii) Penanganan kargo (bongkar muat barang);
(xiii) Jasa penunjang angkutan udara.
(b) Industri Pengolahan, antara lain:
(i) Reparasi alat ukur, alat uji dan peralatan navigasi dan pengontrol;
(ii) Reparasi pesawat terbang.
(c) Informasi dan komunikasi, antara lain:
(i) Aktivitas teknologi informasi dan jasa komputer lainnya;
(ii) Aktivitas pemrograman komputer lainnya;
Page | 3
Page 20
(iii) Aktivitas pengembangan aplikasi perdagangan melalui internet (e-commerce);
(iv) Aktivitas portal dan/atau platform digital dengan tujuan komersial.
(d) Aktivitas Profesional, ilmiah dan teknis, antara lain:
(i) Aktivitas konsultasi transportasi;
(ii) Aktivitas konsultasi manajemen lainnya.
(e) Pendidikan, antara lain:
(i) Satuan Pendidikan Kerjasama Pendidikan nonformal;
E I
(ii) Pendidikan lainnya swasta;
/ B
py
(iii) Pendidikan awak pesawat dan jasa angkutan udara khusus pendidikan awak
pesawat. i m
Co - T
al
(f) Aktivitas kesehatan manusia, antara lain:
ti da
(i) Aktivitas klinik swasta;
e n r a ru
id Fo G 25
(ii) Aktivitas rumah sakit lainnya;
n f
(iii) Perdagangan eceran barang dan obat farmasi
/ 0
C o
(iv) Untuk manusia di apotik. y
r v2
a
1.4. Kinerja Usaha
r et No
Laporan Posisi c
Uraian
e 7 2022 2023 2024 Jun 2025
Keuangan Perseroan (dalam Jutaan USD)
S2020 02021
Jumlah Aset te
Lancar a
434 189 693 518 417 431
p o Tidak 7.638 4.600 3.453 4.073 4.069 4.118
Jumlah Aset
o rLancar
CJangka
Total Liabilitas
Pendek
3.403 4.699 1.016 811 760 826
Jumlah Liabilitas
6.170 5.395 3.784 4.213 4.189 4.267
Jangka Panjang
Jumlah Ekuitas (1.501) (5.305) (653) (433) (463) (544)
Berdasarkan laporan posisi keuangan stand alone dalam periode 2020 hingga Juni
2025, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk masih menghadapi tantangan keuangan
yang cukup besar, meskipun terlihat adanya tanda-tanda perbaikan pasca
restrukturisasi. Aset lancar perusahaan berfluktuasi dari USD 434 juta pada tahun
2020, turun menjadi USD 189 juta di 2021, lalu meningkat ke USD 693 juta di 2022,
sebelum akhirnya stabil di kisaran USD 417–431 juta pada 2024 hingga Juni 2025.
Sementara itu, aset tidak lancar mengalami penurunan signifikan dari USD 7.638
juta pada tahun 2020 menjadi USD 3.453 juta di 2022, yang merefleksikan dampak
Page | 4
Page 21
restrukturisasi utang serta penyesuaian nilai aset, terutama terkait armada dan
kewajiban sewa. Setelah 2023, aset tidak lancar relatif stabil di kisaran USD 4 miliar.
Pada sisi kewajiban, liabilitas jangka pendek turun drastis dari USD 3.403 juta pada
2020 menjadi hanya USD 760 juta pada 2024, meskipun kembali naik sedikit ke USD
826 juta per Juni 2025. Liabilitas jangka panjang juga menunjukkan tren menurun
dari USD 6.170 juta pada 2020 menjadi USD 3.784 juta pada 2022, tetapi sejak 2023
hingga Juni 2025 kembali meningkat di kisaran USD 4,2 miliar. Kondisi ini
menandakan bahwa beban utang jangka panjang masih cukup dominan meskipun
restrukturisasi berhasil menekan kewajiban jangka pendek.
E I
/ B
py
Ekuitas perusahaan sepanjang periode tersebut tetap berada dalam posisi negatif.
i m
Pada 2021, ekuitas mencatat defisit terdalam sebesar USD (5.305) juta sebagai
Co - T
dampak dari tekanan pandemi COVID-19. Setelah dilakukan restrukturisasi, defisit
ti al da
ekuitas berhasil ditekan, namun tetap negatif di kisaran USD (433) juta hingga USD
e n ru
(544) juta pada 2022 sampai dengan Juni 2025.
r a
Secara keseluruhan, f idlaporanFokeuangan
G stand2 5 alone PT Garuda Indonesia
n / 0 dan stabilisasi aset, namun
o perbaikanrystruktur2liabilitas
menunjukkan adanya
C
perusahaan masih menghadapi
t a v
tantangan besar untuk memperbaiki posisi ekuitas
r o
e N bahwa meskipun langkah restrukturisasi
yang terus negatif. Hal ini mencerminkan
c
Se 07kesehatan permodalan dan mencapai posisi ekuitas
berhasil memberikan ruang perbaikan, entitas induk masih memerlukan strategi
lanjutan untuk mengembalikan
positif. t e
o ra
r p Ikhtisar Laporan Laba/(Rugi) Perseroan (Juta Rupiah)
Co Uraian
Jun
2020 2021 2022 2023 2024
2025
Pendapatan 1.012 784 1.227 1.907 1.045 1.064
Beban pokok usaha (2.051) (1.551) (1.488) (1.602) (953) (984)
Laba (Rugi) Kotor (1.039) (767) (261) 305 91 80
Beban Usaha
Beban umum dan administrasi (207) (189) (107) (137) (65) (61)
Laba (Rugi) Usaha (1.246) (956) (368) 168 27 19
Pendapatan Lain-lain 114 14 4.228 18 8 9
Beban Lain-lain (332) (327) 418 289 36 21
Beban Keuangan - Neto (415) (433) (264) (284) (155) (154)
Bagian Laba (Rugi) dari Entitas
(185) (2.377) 7 11 7 8
Asosiasi
Total Pendapatan (Beban)
(818) (3.124) 4.390 34 (104) (116)
Lain-lain
Page | 5
Page 22
Jun
Uraian 2020 2021 2022 2023 2024
2025
Laba (Rugi) Sebelum Pajak
(2.064) (4.080) 4.021 202 (78) (96)
Penghasilan
Beban pajak penghasilan 42 268 (202) 19 8 17
Laba (Rugi) Tahun Berjalan (2.022) (3.812) 3.819 220 (70) (79)
Kinerja laba rugi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk pada laporan stand alone
menunjukkan fluktuasi yang cukup signifikan dalam periode 2020 hingga Juni
2025. Pendapatan perusahaan sempat tertekan pada masa pandemi, yakni E I
/ B
sebesar USD 1.012 juta pada 2020 dan turun ke USD 784 juta di 2021. Setelah itu,
py i m
pendapatan meningkat hingga mencapai USD 1.907 juta pada 2023 sebelum
Co T
kembali melemah menjadi USD 1.045 juta di 2024 dan stabil di USD 1.064 juta
-
pada Juni 2025.
alt i da
Sejalan dengan pendapatan, e n r
beban ru berhasil ditekan dari USD (2.051)
pokok usaha
a
juta di 2020 menjadi
f id USDF(953)o jutaG pada 52024, meskipun kembali sedikit
meningkat ke USD
o / 2025.02Kondisi ini menyebabkan laba (rugi)
n (984) juta paday Juni
C
kotor perusahaan yang semular negatif 2USD (1.039) juta pada 2020 berangsur
a v
t o laba kotor positif sebesar USD 305 juta di
r e
membaik, hingga mampu mencatatkan
Nmenjadi USD 91 juta di 2024 dan USD 80 juta
2023, meskipun kembali
e c menurun
7
pada Juni 2025.
S 0
t e
r
Dari sisi laba (rugi) usaha, perusahaan masih mencatatkan kerugian pada sebagian
o Pada 2020, rugi usaha tercatat USD (1.246) juta, membesar menjadi
besar periode.
p
USDr(956) juta pada 2021, dan berkurang signifikan pada 2022 sebesar USD (368)
o Perusahaan sempat membalikkan kinerja dengan laba usaha positif USD 168
Cjuta.
juta pada 2023, namun kembali tertekan menjadi USD 27 juta pada 2024 dan USD
19 juta hingga Juni 2025.
Pendapatan lain-lain menjadi salah satu faktor yang cukup berpengaruh, terutama
pada 2022 di mana Garuda mencatat USD 4.228 juta, sehingga menopang
pencapaian laba sebelum pajak sebesar USD 4.021 juta pada tahun tersebut.
Namun pada tahun-tahun berikutnya, kontribusi pendapatan lain-lain jauh lebih
kecil, sementara beban keuangan dan beban lain-lain masih cukup besar.
Secara keseluruhan, laba (rugi) sebelum pajak menunjukkan pola perbaikan
signifikan. Pada 2020, perusahaan mencatat rugi sebelum pajak sebesar USD
(2.064) juta, dan pada 2021 rugi meningkat menjadi USD (4.080) juta. Tahun 2022
menjadi titik balik dengan laba sebelum pajak USD 4.021 juta, meskipun pada 2023
kembali turun menjadi USD 202 juta dan berbalik rugi USD (78) juta di 2024 serta
USD (96) juta per Juni 2025. Setelah memperhitungkan beban pajak, laba (rugi)
Page | 6
Page 23
tahun berjalan tetap mencatat tren yang sama, yaitu rugi besar pada 2020–2021,
kemudian laba signifikan di 2022, diikuti dengan perbaikan terbatas dan kembali
rugi tipis pada 2024 dan paruh pertama 2025.
Dengan demikian, meskipun restrukturisasi keuangan pada 2022 mampu
menghasilkan lonjakan laba secara signifikan, kinerja operasional murni Garuda
Indonesia masih menghadapi tantangan besar. Hal ini tercermin dari
ketidakmampuan menjaga laba usaha dan laba bersih secara konsisten, sehingga
ke depan perusahaan perlu memperkuat efisiensi biaya dan keberlanjutan
E I
pendapatan agar dapat kembali stabil di jalur profitabilitas.
/ B
1.5. Maksud dan Tujuan Penilaian py i m
Co - T
KJPP Areyanti & Rekan telah ditunjuk PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sesuai dengan
al da
Surat Penetapan Pemenang Nomor : GARUDA/JKTIBP/E/20206/2025 tanggal 8 Agustus
ti
e n ru
2025, dengan tujuan melakukan analisis untuk Penentuan Nilai Wajar Saham Dan Nilai
r a
id Fo G 25
Pasar pada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.
n f / 0 Pengguna Laporan atas Nilai Pasar
Laporan ini disusunosebagai informasiybagi pihak
C rencana konversi a r utang 2menjadi penyertaan saham. Penilaian
saham, terkait dengan v
et GIAANbertujuan
o untuk Penentuan Nilai Wajar Saham
100% (seratus per seratus) saham
r
c Indonesia
S 0 e
Dan Nilai Pasar pada PT Garuda
7 (Persero) Tbk per 30 Juni 2025.
1.6. Tanggal Penilaian t e
a adalah per 30 Juni 2025 dimana batas tersebut diambil atas
Tanggal efektif rpenilaian
o
p kepentingan dan tujuan penilaian.
dasar pertimbangan
o r
C
1.7. Metode Penilaian
Kami menggunakan tiga pendekatan dalam penilaian ini yang dalam aplikasinya
disesuaikan dengan kondisi perusahaan yang menjadi bagian dalam proses penilaian.
Pendekatan pertama yang kami gunakan dalam penetapan Nilai Pasar adalah
Pendekatan Pendapatan (Income Based Approach) dengan metode Discounted Cash
Flow (“DCF”) Pendekatan Pendapatan adalah Pendekatan Penilaian dengan cara
mengkonversi manfaat ekonomis atau pendapatan yang diperkirakan akan dihasilkan
oleh objek Penilaian dengan tingkat diskonto tertentu. (Peraturan OJK No.
35/POJK.04/2020)
Pendekatan kedua yang kami gunakan dalam penetapan Nilai Pasar adalah Penilaian
dilakukan dengan mengunakan Pendekatan Pasar (Market Based Approach) dengan
Metode GPTC (Guideline Publicly Traded Company) Pendekatan Pasar adalah
Page | 7
Page 24
Pendekatan Penilaian dengan cara membandingkan objek Penilaian dengan objek lain
yang sebanding dan sejenis serta telah tersedia informasi harga transaksi atau
penawaran. (Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020)
Pendekatan ketiga yang kami gunakan dalam penetapan Nilai Pasar adalah Pendekatan
Berbasis Aset (Asset Based Approach) dengan Metode Penyesuaian Aset Bersih
(“PAB”).
E I
Pendekatan Aset adalah Pendekatan Penilaian berdasarkan laporan keuangan historis
/ B
objek Penilaian yang telah diaudit, dengan cara menyesuaikan seluruh aset dan liabilitas
py
menjadi Nilai Pasar sesuai dengan Premis Nilai yang digunakan dalam Penilaian Bisnis.
(Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020). i m
Co - T
Dasar Penggunaan Pendekatan
tial da
e n r a ru
id Fo G 25Alasan
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (Entitas Induk)
Pendekatan Penilaian f
o n / 0
C y
Pendekatan rPasar 2
digunakan dengan pertimbangan bahwa terdapat
Pendekatan Pasar t
pembanding a perusahaan
o v yang sebanding dan sejenis dengan objek
e
r N
penilaian.
e c
Pendekatan 7 Pendapatan digunakan dengan pertimbangan bahwa
Pendekatan 0 menghasilkan pendapatan, sehingga Pendekatan
Sobjek Penilaian
Pendapatan e
t Pendapatan dapat mengakomodasi arus kas yang dihasilkan di masa
r a depan.
o
o
PT Garuda
rpMaintenance Facility Aero Asia Tbk (Entitas Anak)
C
Pendekatan Penilaian Alasan
Pendekatan Pasar digunakan dengan pertimbangan bahwa terdapat
Pendekatan Pasar pembanding perusahaan yang sebanding dan sejenis dengan objek
penilaian.
Pendekatan Pendapatan digunakan dengan pertimbangan bahwa
Pendekatan objek Penilaian menghasilkan pendapatan, sehingga Pendekatan
Pendapatan Pendapatan dapat mengakomodasi arus kas yang dihasilkan di masa
depan.
PT Citilink Indonesia (Entitas Anak)
Pendekatan Penilaian Alasan
Pendekatan Pasar digunakan dengan pertimbangan bahwa terdapat
Pendekatan Pasar pembanding perusahaan yang sebanding dan sejenis dengan objek
penilaian.
Page | 8
Page 25
Pendekatan Penilaian Alasan
Pendekatan Pendapatan digunakan dengan pertimbangan bahwa
Pendekatan objek Penilaian menghasilkan pendapatan, sehingga Pendekatan
Pendapatan Pendapatan dapat mengakomodasi arus kas yang dihasilkan di masa
depan.
PT Sabre Travel Network Indonesia (Entitas Anak)
Pendekatan Penilaian Alasan
E I
Pendekatan Pasar digunakan dengan pertimbangan bahwa terdapat
Pendekatan Pasar
/ B
pembanding perusahaan yang sebanding dan sejenis dengan objek
penilaian.
py i m
Co T
Pendekatan Pendapatan digunakan dengan pertimbangan bahwa
-
al
Pendekatan objek Penilaian menghasilkan pendapatan, sehingga Pendekatan
Pendapatan
ti da
Pendapatan dapat mengakomodasi arus kas yang dihasilkan di masa
e n
depan.
r a ru
f id(EntitasFoAnak) G 25
o n
PT Aero Systems Indonesia
/ 0 Alasan
Pendekatan Penilaian y
C PendekatanarPasar digunakan 2
o
e perusahaanv dengan pertimbangan bahwa terdapat
Pendekatan Pasar
c r
pembanding N yang sebanding dan sejenis dengan objek
e 07
Spenilaian.
Pendekatan Pendapatan digunakan dengan pertimbangan bahwa
e
Pendekatan
Pendapatan r
at objek Penilaian menghasilkan pendapatan, sehingga Pendekatan
p o Pendapatan dapat mengakomodasi arus kas yang dihasilkan di masa
r depan.
Co
Garuda Indonesia Holiday France (Entitas Anak)
Pendekatan Penilaian Alasan
Pendekatan Pasar digunakan dengan pertimbangan bahwa terdapat
Pendekatan Pasar pembanding perusahaan yang sebanding dan sejenis dengan objek
penilaian.
Pendekatan Pendapatan digunakan dengan pertimbangan bahwa
Pendekatan objek Penilaian menghasilkan pendapatan, sehingga Pendekatan
Pendapatan Pendapatan dapat mengakomodasi arus kas yang dihasilkan di masa
depan.
Page | 9
Page 26
PT Aero Wisata (Entitas Anak)
Pendekatan
Alasan
Penilaian
Pendekatan Pasar digunakan dengan pertimbangan bahwa terdapat
Pendekatan Pasar pembanding perusahaan yang sebanding dan sejenis dengan objek
penilaian.
Pendekatan Biaya digunakan dengan pertimbangan bahwa objek
Penilaian tidak menghasilkan pendapatan secara langsung
Pendekatan Biaya
relevan untuk mengetahui nilai ekuitasnya. E I
(NonOperating Holding Company), sehingga Pendekatan Biaya lebih
/ B
1.8. Kesimpulan Nilai
py i m
Co T
Berdasarkan hasil analisis perhitungan yang kami lakukan dengan menggunakan
-
al
pendekatan dan metode penilaian diatas dan dengan mempertimbangkan semua
ti da
faktor yang mempengaruhi nilai saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, maka
e n r ru
menurut pendapat kami Nilai Pasar saham 100% (Seratus per seratus) saham atau
a
f id Fo G 25
sebanyak 91.480.783.837 (Sembilan puluh satu miliar empat ratus delapan puluh juta
o n / 0
tujuh ratus delapan puluh tiga ribu delapan ratus tiga puluh tujuh) lembar saham PT
C y
r v2
Garuda Indonesia (Persero) Tbk pada tanggal 30 Juni 2025 adalah sebesar:
a
t o
r eRp6.881.673.157.224,-
N
(Enam Triliun Delapan Ratus e cDelapan7 Puluh Satu Miliar Enam Ratus Tujuh Puluh Tiga
S 0
t e
Juta Seratus Lima Puluh Tujuh Ribu Dua Ratus Dua Puluh Empat Rupiah)
o ra saham sebesar:
Atau nilai per lembar
o rp Rp75,-
C (Tujuh Puluh Lima Rrupiah)
Demikian kesimpulan ini kami buat, dan kembali kami tegaskan bahwa kami tidak
menarik keuntungan, baik sekarang maupun di masa yang akan datang dari nilai yang
diperoleh.
Page | 10
Page 27
2. LINGKUP PENUGASAN
2.1. Identitas Status Penilai
Penilai adalah Penilai Independen / Penilai Eksternal yang bebas ikatan, yang pada saat
ini atau di kemudian hari tidak memiliki kepentingan finansial yang berhubungan
dengan objek Penilaian Saham selain dari jasa penilaian.
2.2. Identitas Pemberi Tugas
Pemberi tugas dalam penilaian ini adalah:
Nama Pemberi Tugas : PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
E I
Alamat B
: Gedung Garuda Indonesia, JL. Kebon Sirih No. 46A,
/
py
Jakarta – 10110
Jenis Usaha : Angkutan Udara Niaga i m
No Telp / Fax : 021-25601492 Co - T
Email
al da
: corporate.secretary@garuda-indonesia.com
ti
Penanggung Jawab
n
: Wamildan Tsani
e r a ru
Jabatan
f id Fo G 25
: Direktur Utama
2.3. Identitas Pengguna o n / 0
Pengguna Laporan
Laporan
y
Cdalam penilaiantainir adalah:v 2
Nama Pemberi Tugas
r e Indonesia
: PT Garuda
N (Persero) Tbk
Alamat
e c 7Garuda Indonesia, JL. Kebon Sirih No. 46A,
: Gedung
S Jakarta0– 10110
Jenis Usaha t e : Angkutan Udara Niaga
No Telp / Fax ra : 021-25601492
Email p o : corporate.secretary@garuda-indonesia.com
r
CoObjek Penilaian dan Kepemilikan
2.4. Identitas
Objek penilaian dalam laporan penilaian saham ini adalah Penilaian (100% )seratus per
seratus) atau sebanyak 91.480.783.837 (Sembilan puluh satu miliar empat ratus
delapan puluh juta tujuh ratus delapan puluh tiga ribu delapan ratus tiga puluh tujuh)
lembar saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.
2.5 Jenis Mata Uang yang Digunakan
Jenis mata uang yang digunakan dalam melakukan perhitungan Nilai Pasar adalah
mata uang Negara Republik Indonesia yaitu Rupiah (Rp).
Page | 11
Page 28
2.6 Maksud dan Tujuan Penilaian
KJPP Areyanti & Rekan telah ditunjuk PT Garuda Indonesia, Tbk sesuai dengan Surat
Penetapan Pemenang Nomor : GARUDA/JKTIBP/E/20206/2025 tanggal 8 Agustus
2025, dengan tujuan melakukan analisis untuk Penentuan Nilai Wajar Saham Dan Nilai
Pasar PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk per 30 Juni 2025.
2.7 Dasar Nilai
Berdasarkan Surat Penetapan Pemenang Nomor : GARUDA/JKTIBP/E/20206/2025
E I
tanggal 8 Agustus 2025 , maka dasar nilai yang akan digunakan adalah “Nilai Pasar”.
Nilai Pasar adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran
/ B
suatu aset atau liabilitas pada Tanggal Penilaian, antara pembeli yang berminat
py i m
membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan,
Co T
yang pemasarannya dilakukan secara layak, di mana kedua Pihak masing–masing
-
al
bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan.
(Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020)ti da
e n r a ru
2.8 Tanggal Penilaian
f id Fo G 25
o n adalah per 30yJuni/ 20250dimana batas tersebut diambil atas
Tanggal efektif penilaian
dasar pertimbanganC kepentingan tdan artujuan 2
penilaian.
e No v
2.9 Tingkat Kedalaman Investigasi r
cpenilaian
S
Dalam melakukan pekerjaan e 0 7 saham, kami telah melakukan :
t e
1. Survei lapangan untuk mengetahui kondisi kegiatan usaha.
2. Pengumpulanadata yang diperlukan dalam proses penilaian baik data internal
perusahaan o r
maupun data eksternal perusahaan.
p
3. Diskusirdengan pihak manajemen dalam rangka memperoleh informasi, gambaran
dan
o
Cpermasalahan usaha serta rencana usaha ke depan.
4. Klarifikasi atas semua data yang telah diterima.
5. Meminta tambahan data dan informasi
6. Menyamakan persepsi terkait dengan asumsi-asumsi yang digunakan.
2.10 Sifat dan Sumber informasi yang Dapat Diandalkan
Sifat dan sumber informasi internal perusahaan yang dapat digunakan dalam
penyusunan laporan adalah:
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
• Laporan Keuangan Audit PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (Konsolidasian) yang
berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 No. 00196/2.1505/AU.1/06/0685-1/1/IX/2025
tanggal 19 September 2025 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwanto
Susanti dan Surja dengan pendapat wajar dalam semua hal yang material.
Page | 12
Page 29
• Laporan Keuangan Audit PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (Konsolidasian) yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 No. 00367/2.1457/AU.1/06/0225-
3/1/III/2025 tanggal 25 Maret 2025 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan dengan pendapat wajar dalam semua hal yang
material.
• Laporan Keuangan Audit PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (Konsolidasian) yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023, No.00472/2.1025/AU.1/06/0225-
2/1/III/2024 tanggal 27 Maret 2024 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
yang material. E I
Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan pendapat wajar dalam semua hal
/ B
• Laporan Keuangan Audit PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (Konsolidasian) yang
py i m
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022, No.00530/2.1025/AU.1/06/0225-
Co T
1/1/III/2023 tanggal 31 Maret 2023 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
-
yang material. ti al
Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan pendapat wajar dalam semua hal
da
e n r ru
• Laporan Keuangan Audit PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (Konsolidasian) yang
a
f id Fo G 25
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021, No.01358/2.1025/AU.1/06/0226-
o n / 0
1/1/VII/2022 tanggal 11 Juli 2022 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
C y
r v2
a
Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan pendapat wajar dalam semua hal
material.
r et No
e c 7
• Laporan Keuangan Audit PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (Konsolidasian) yang
S 0
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020, No.01318/2.1025/AU.1/06/1130-
e
at
2/1/VII/2021 tanggal 15 Juli 2021 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
o r
Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan pendapat wajar dalam semua hal
r p
material.
C o
• Laporan Keuangan Audit PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (Konsolidasian) yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019, No.00421/2.1025/AU.1/06/1130-
1/0/VII/2020 tanggal 27 Maret 2020 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan pendapat wajar dalam semua hal
material.
PT Citilink Indonesia
• Laporan Keuangan Audit PT Citilink Indonesia (Konsolidasian) yang berakhir pada
tanggal 30 Juni 2025 No. 00194/2.1505/AU.1/06/1749-1/1/IX/2025 tanggal 18
September 2025 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwanto Susanti dan
Surja dengan pendapat wajar dalam semua hal yang material.
• Laporan Keuangan Audit PT Citilink Indonesia (Konsolidasian) yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2024 No. 00342/2.1457/AU.1/06/1782-3/1/III/2025 tanggal
Page | 13
Page 30
21 Maret 2025 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana,
Rintis & Rekan dengan pendapat wajar dalam semua hal yang material.
• Laporan Keuangan Audit PT Citilink Indonesia (Konsolidasian) yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2023, No.00350/2.1025/AU.1/06/1782-2/1/III/2024
tanggal 2 Maret 2024 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja,
Wibisana, Rintis & Rekan dengan pendapat wajar dalam semua hal yang material.
• Laporan Keuangan Audit PT Citilink Indonesia (Konsolidasian) yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2022, No.00530/2.1025/AU.1/06/0225-1/1/III/2023
E I
tanggal 31 Maret 2023 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja,
Wibisana, Rintis & Rekan dengan pendapat wajar dalam semua hal yang material.
/ B
• Laporan Keuangan Audit PT Citilink Indonesia (Konsolidasian) yang berakhir pada
py i m
tanggal 31 Desember 2021, No.01389/2.1025/AU.1/06/1130-3/1/VII/2022
Co T
tanggal 14 Juli 2022 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja,
-
tial
Wibisana, Rintis & Rekan dengan pendapat wajar dalam semua hal material.
da
• Laporan Keuangan Audit PT Citilink Indonesia (Konsolidasian) yang berakhir pada
e n r ru
tanggal 31 Desember 2020, No.01316/2.1025/AU.1/06/1739-2/1/VII/2021
a
f id Fo G 25
tanggal 15 Juli 2021 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja,
o n / 0
Wibisana, Rintis, & Rekan dengan pendapat wajar dalam semua hal material.
C y
r v2
• Laporan Keuangan Audit PT Citilink Indonesia (Konsolidasian) yang berakhir pada
a
r et No
tanggal 31 Desember 2019, No.00404/2.1025/AU.1/06/1130-1/1/III/2020
e c 7
tanggal 26 Maret 2020 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja,
S 0
Wibisana, Rintis & Rekan dengan pendapat wajar dalam semua hal material.
PT Aero Wisataa
t e
r
o Reviu Laporan Keuangan Konsolidasian lnterim Tanggal 30 Juni 2025
p
• Laporan Atas
r Wisata (Konsolidasian) yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025
C o
PT Aero
No.PHHARP-AL/181/HS/DN/2025 tanggal 10 September 2025 yang di reviu oleh
Kantor Akuntan Publik Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan &
Rekan dengan pendapat wajar dalam semua hal yang material.
• Laporan Keuangan Audit PT Aero Wisata (Konsolidasian) yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2024 No. 00350/2.1133/AU.1/05/1929-1/1/II/2025 tanggal
28 Februari 2025 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Paul Hadiwinata,
Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan dengan pendapat wajar dalam semua
hal yang material.
• Laporan Keuangan Audit PT Aero Wisata (Konsolidasian) yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2023 No. 00111/2.1127/AU.1/05/1505-1/1/III/2024 tanggal
25 Maret 2024 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Hendrawinata Hanny
Erwin & Sumargo dengan pendapat wajar dalam semua hal yang material.
• Laporan Keuangan Audit PT Aero Wisata (Konsolidasian) yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2022 No. 00219/2.1051/AU.1/05/0561-2/1/III/2023 tanggal
Page | 14
Page 31
24 Maret 2023 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman,
Mulyadi, Tjahjo & Rekan dengan pendapat wajar dalam semua hal yang material.
• Laporan Keuangan Audit PT Aero Wisata (Konsolidasian) yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2021 No. 00802/2.1051/AU.1/05/0561-1/1/IV/2022 tanggal
14 Juni 2022 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman,
Mulyadi, Tjahjo & Rekan dengan pendapat wajar dalam semua hal yang material.
• Laporan Keuangan Audit PT Aero Wisata (Konsolidasian) yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2020 No. 01404/2.1051/AU.1/10/1739-1/1/VIII/2021
E I
tanggal 12 Agustus 2021 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja,
Wibisana, Rintis & Rekan dengan pendapat wajar dalam semua hal yang material.
/ B
PT Aero System Indonesia py i m
Co T
• Laporan Keuangan PT Aero System Indonesia yang berakhir pada tanggal 30 Juni
-
tial da
2025 yang sudah diaudit bersamaan dengan Laporan Keuangan Audit PT Garuda
Indonesia (Persero) Tbk (Konsolidasian) yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025
e n r a ru
No. 00196/2.1505/AU.1/06/0685-1/1/IX/2025 tanggal 19 September 2025 yang
f id Fo G 25
diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwanto Susanti dan Surja dengan pendapat
o n / 0
wajar dalam semua hal yang material.
C y
r v2
a
• Laporan Keuangan Audit PT Aero System Indonesia (Konsolidasian) yang berakhir
r et No
pada tanggal 31 Desember 2024 No. 00457/2.1133/AU.1/05/1929-1/1/III/2025
e c 7
tanggal 7 Maret 2025 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Paul Hadiwinata,
S 0
Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan dengan pendapat wajar dalam semua
e
at
hal yang material.
o r
• Laporan Keuangan Audit PT Aero System Indonesia (Konsolidasian) yang berakhir
r p
pada tanggal 31 Desember 2023 No. 00121/2.1127/AU.1/05/1505-1/1/III/2024
C o
tanggal 25 Maret 2024 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Hendrawinata
Hanny Erwin & Sumargo dengan pendapat wajar dalam semua hal yang material.
• Laporan Keuangan Audit PT Aero System Indonesia (Konsolidasian) yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2022 No. 00132/2.1051/AU.1/06/0561-2/1/III/2023
tanggal 13 Maret 2023 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih,
Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan dengan pendapat wajar dalam semua hal
yang material.
• Laporan Keuangan Audit PT Aero System Indonesia (Konsolidasian) yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2021 No. 01010/2.1051/AU.1/06/0561-1/1/VII/2022
tanggal 13 Juli 2022 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih,
Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan dengan pendapat wajar dalam semua hal
yang material.
• Laporan Keuangan Audit PT Aero System Indonesia (Konsolidasian) yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2020 No. 01139/2.1051/AU.1/06/1130-2/1/VI/2021
tanggal 25 Juni 2021 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja,
Page | 15
Page 32
Wibisana, Rintis & Rekan dengan pendapat wajar dalam semua hal yang material.
PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia
• Laporan Keuangan Audit PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia
(Konsolidasian) yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025. No.
00182/2.1505/AU.1/10/1749-1/1/IX/2025 tanggal 12 September 2025 yang
diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwanto Susanti dan Surja dengan pendapat
wajar dalam semua hal yang material.
• Laporan Keuangan Audit PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia
(Konsolidasian) yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 No. E I
/ B
00368/2.1457/AU.1/10/0225-3/1/III/2025 tanggal 25 Maret 2025 yang diaudit
py i m
oleh Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan dengan pendapat
Co
wajar dalam semua hal yang material.
- T
ti al
• Laporan Keuangan Audit PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia
da
(Konsolidasian) yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 No.
e n r ru
00508/2.1025/AU.1/10/0225-2/1/III/2024 tanggal 28 Maret 2024 yang diaudit
a
f id Fo G 25
oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan
o n / 0
pendapat wajar dalam semua hal yang material.
C y
r v2
• Laporan Keuangan Audit PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia
a
r et No
(Konsolidasian) yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 No.
e c 7
00626/2.1025/AU.1/10/0225-1/1/IV/2023 tanggal 12 April 2023 yang diaudit
S 0
oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan
e
pendapat wajar dalam semua hal yang material.
rat
• Laporan Keuangan Audit PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia
p o
(Konsolidasian) yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 No.
o r
01403/2.1025/AU.1/10/1130-3/1/VII/2022 tanggal 19 Juli 2022 yang diaudit oleh
C
Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan pendapat
wajar dalam semua hal yang material.
• Laporan Keuangan Audit PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia
(Konsolidasian) yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 No.
01336/2.1025/AU.1/10/1130-2/1/VII/2021 tanggal 26 Juli 2021 yang diaudit oleh
Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan pendapat
wajar dalam semua hal yang material.
PT Sabre Travel Network Indonesia
• Laporan Keuangan PT Sabre Travel Network Indonesia yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2025 yang sudah diaudit bersamaan dengan Laporan Keuangan Audit PT
Garuda Indonesia (Persero) Tbk (Konsolidasian) yang berakhir pada tanggal 30
Juni 2025 No. 00196/2.1505/AU.1/06/0685-1/1/IX/2025 tanggal 19 September
Page | 16
Page 33
2025 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwanto Susanti dan Surja dengan
pendapat wajar dalam semua hal yang material.
• Laporan Keuangan Audit (Konsolidasian) PT Sabre Travel Network Indonesia yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 No. 00548/2.1133/AU.1/05/1929-
1/1/III/2025 tanggal 19 Maret 2025 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Paul
Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan dengan pendapat wajar
dalam semua hal yang material.
• Laporan Keuangan Audit (Konsolidasian) PT Sabre Travel Network Indonesia yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 No. 00035/2.1127/AU.1/05/1505-
E I
1/1/II/2024 tanggal 29 Februari 2024 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
/ B
Hendrawinata Hanny Erwin & Sumargo dengan pendapat wajar dalam semua hal
yang material.
py i m
Co T
• Laporan Keuangan (Konsolidasian) PT Sabre Travel Network Indonesia untuk yang
-
ti al
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022, No. 00068/2.1051 /AU.1/06/0561 -
da
2/1/ll/2023 tanggal 20 Februari 2023 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
e n r ru
Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan dengan pendapat wajar dalam
a
f id Fo G 25
semua hal yang material.
o n / 0
• Laporan Keuangan Audit (Konsolidasian) PT Sabre Travel Network Indonesia yang
C y
r v2
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 No. 00130/2.1051/AU.1/06/0561-
a
r et No
1/1/lll/2022 tanggal 10 Maret 2022 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
e c 7
Akuntan Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan dengan pendapat wajar
S 0
dalam semua hal yang material.
e
• Laporan Keuangan Audit (Konsolidasian) PT Sabre Travel Network Indonesia yang
rat
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 No. 00665/2.1025/AU.1/06/1130-
p o
2/1/IV/2021 tanggal 23 April 2021 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
o r
Akuntan Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dengan pendapat wajar dalam
C
semua hal yang material.
Garuda Indonesia Holiday France S.A.S
• Laporan Keuangan Garuda Indonesia Holiday France S.A.S yang berakhir pada
tanggal 30 Juni 2025 yang sudah diaudit bersamaan dengan Laporan Keuangan
Audit PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (Konsolidasian) yang berakhir pada
tanggal 30 Juni 2025 No. 00196/2.1505/AU.1/06/0685-1/1/IX/2025 tanggal 19
September 2025 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwanto Susanti dan
Surja dengan pendapat wajar dalam semua hal yang material.
• Laporan Keuangan Audit Garuda Indonesia Holiday France S.A.S yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2024 yang diaudit tanggal 25 Juni 2025 oleh kantor
Audit Deloitte & Associes dengan pendapat wajar dalam semua hal yang material.
• Laporan Keuangan Audit Garuda Indonesia Holiday France S.A.S yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2023 yang diaudit tanggal 30 September 2024 oleh
Page | 17
Page 34
kantor Audit Deloitte & Associes dengan pendapat wajar dalam semua hal yang
material.
• Laporan Keuangan Audit Garuda Indonesia Holiday France S.A.S yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2022 yang diaudit tanggal 22 November 2023 oleh
kantor Audit Deloitte & Associes dengan pendapat wajar dalam semua hal yang
material.
• Laporan Keuangan Audit Garuda Indonesia Holiday France S.A.S yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2021 yang diaudit tanggal 11 Agustus 2022 oleh kantor
E I
Audit Deloitte & Associes dengan pendapat wajar dalam semua hal yang material.
• Laporan Keuangan Audit Garuda Indonesia Holiday France S.A.S yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2020 / B
py i m
Co T
Sedangkan untuk sumber informasi eksternal yang digunakan pada laporan ini
-
adalah:
ti al da
1. Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SEKI), data posisi akhir Juni 2025,
e n r ru
dari Bank Indonesia. https://www.bi.go.id/id/statistik/seki
a
f id Fo G 25
2. Risk Free Rate per 30 Juni 2025 dari Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI),
o n
https://www.phei.co.id / 0
C y
r v2
3. Country Default Spreads and Risk Premiums, Last updated : January 2025, by:
a
r et No
AswathDamodaran.https://pages.stern.nyu.edu/~adamodar/New_Home_Page
e c 7
/datafile/ctryprem.html
S 0
4. Betas by sector, last updates Juni 2025, by CapitalIQ
e
5. Laporan Kebijakan Moneter Triwulan II Tahun 2025, dari Bank Indonesia.
rat
p o
2.11 Asumsi dan Asumsi Khusus
o r
Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penilaian ini adalah:
C
• Laporan penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion. Dalam penugasan penilaian
ini, kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
dalam proses penilaian.
• Dalam menyusun laporan ini, penilai mengandalkan keakuratan dan kelengkapan
informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau data yang diperoleh dari
informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang
kami anggap relevan.
• Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen
dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
• Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran proyeksi
keuangan yang telah disesuaikan.
• Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.
Page | 18
Page 35
• Penilai bertanggung jawab atas Laporan Penilaian dan kesimpulan nilai yang
dihasilkan.
• Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum obyek Penilaian dari
pemberi tugas.
2.12 Persyaratan Atas Persetujuan untuk Publikasi
Penilaian Saham ini hanya ditujukan untuk kepentingan pemberi tugas dan pengguna
laporan dalam kaitannya dengan Rencana konversi utang menjadi penyertaan saham
E I
serta tidak dapat digunakan atau dikutip untuk tujuan lain, kecuali atas persetujuan
kami secara tertulis. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian atau kehilangan
/ B
yang diderita akibat penggunaan laporan ini oleh pihak lain tanpa persetujuan kami
secara tertulis. py i m
Co - T
2.13 Pemenuhan Standar Penilaian
al
ti da
Laporan Penilaian dilakukan dengan mengacu pada Standar Penilaian Indonesia (SPI
e n r a ru
106) Edisi VII Tahun 2018 serta mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
f id Fo G 25
Republik Indonesia No. 35 /POJK.04/2020 tertanggal 2 Juli 2020 tentang Penilaian
o n / 0
dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Peraturan Otoritas Jasa
C y
r v2
a
Keuangan Republik Indonesia No. 17 /SEOJK.04/2020 Tentang Transaksi Material
Dan Perubahan Kegiatan Usaha.
r et No
e c 7
S
2.14 Identifikasi Bentuk Kepemilikan 0 dan Sifat Pengendalian Objek Penilaian
(Controlling)
t e
r
Berdasarkan Akta a No. 83/2023 susunan pemegang saham Perseroan adalah sebagai
o
rp
berikut:
o
C dasar
Modal : Rp47.527.754.002.302
Modal ditempatkan : Rp91.480.783.837
Modal disetor : Rp24.738.403.186.854
Modal dasar dan modal ditempatkan Perseroan terbagi atas (a) 1 saham Seri A
Dwiwarna dengan nilai nominal Rp459 per lembar saham (b) 25.886.576.253 saham
Seri B dengan nilai nominal Rp459 per lembar saham dan (c) 181.866.405.621 saham
Seri C dengan nilai nominal Rp196 per lembar saham.
Selanjutnya, berdasarkan DPS Perseroan per 29 November 2024 yang dikeluarkan
oleh BAE Perseroan, komposisi pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut:
Page | 19
Page 36
Susunan Pemegang Saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Nominal Saham
Pemegang Saham Seri Jumlah Saham %
(USD)
Pemerintah Negara Republik Indonesia A 1 0,05 0,000%
Pemerintah Negara Republik Indonesia B 15.670.777.620 793.216.468 17,130%
PT Trans Airways B 7.316.798.262 370.374.017 7,998%
Masyarakat:
Masing-masing dibawah 5% B 2.899.000.371 146.736.467 3,169%
Pemerintah Negara Republik Indonesia
Komisaris:
C 43.367.346.782 542.818.824
E I 47,406%
Chairal Tanjung C 4.034.726 B 0,004%
50.501
/
Masyarakat
Masing-masing dibawah 5%
y
C p 22.222.826.075 im 278.157.857 24,292%
Total Modal
C o 91.480.783.837T 2.131.354.134 100,00%
l -
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
Objek penilaian adalah 100,00% t a
iasehingga sifat pengendaliannya
d adalah mayoritas.
e n r r u
d F G 5
2.15 Tingkat Likuiditas ObjekiPenilaian o a
f
Perseroan merupakan perusahaan tertutup 2 usahanya dalam aktivitas
/ yang0kegiatan
di bidang angkutanC o r y kinerja
udara niaga . Mengingat 2 dan prospek perusahaan, maka
a v
tingkat likuiditas Perseroan dapat
r et dikatakan
N o berada pada kondisi menengah.
e c 7
S 0
2.16 Premis Nilai yang Digunakan
t e
Premis yang dapat digunakan dalam penilaian saham adalah sebagai berikut :
r a
o
1. Value in use, as part of going concern
o rp penggunaan, sebagai bagian dari usaha yang berjalan. Pada premis ini
Nilai dalam
C
diasumsikan bahwa aset yang akan dinilai dan dijual adalah aset yang sudah
terakit dan terpasang sebagai bagian dari perusahaan yang beroperasi dalam
menghasilkan pendapatan (income producing business enterprise).
Premis ini mempertimbangkan atau merefleksikan adanya hubungan yang
bersifat sinerjik dalam peningkatan nilai (value enhancement) aset secara
keseluruhan antara aset berwujud dan semua aset tak berwujud.
2. Value in place, as part of mass assemblage of assets
Nilai terpasang, sebagai bagian dari kelompok aset yang telah terakit. Pada premis
ini aset diasumsikan dinilai dan dijual dalam keadaan terakit dan terpasang dan
diasumsikan bahwa aset mampu beroperasi dengan baik, tetapi pada saat
penilaian tidak beroperasi. Premis ini mempertimbangkan sumbangan dari aset
berwujud dan beberapa aset tak berwujud, misalnya sistem operasi dan
pemeliharaan, biaya instalasi dan supervisi, dan lain-lain dalam peningkatan nilai
tetapi tidak mempertimbangkan sumbangan aset tak berwujud lain dalam bentuk
Page | 20
Page 37
pool of trained workers, goodwill dan going concern value, other marketing
related intangible assets.
3. Value in exchange, as part of an orderly disposition
Dalam premis ini, diasumsikan bahwa aset dapat dijual secara terpisah dan bukan
merupakan bagian dari aset yang terkait dan terpasang.
4. Value in exchange, as part of forced liquidation
E I
Pada premis ini diasumsikan bahwa aset dapat dijual secara terpisah dan bukan
merupakan bagian dari aset yang terakit dan terpasang serta aset dijual bukan
/ B
dalam kondisi pasar yang normal. Berdasarkan beberapa premis di atas, penilaian
py m
saham (business interest) dilakukan atas dasar premis “value in use, as part of a
i
Co T
going concern”.
l -
2.17 Uraian Mengenai Tenaga Ahli ia a
t Tenaga uAhlid Penilai yang telah megikuti
e n
Pada penilaian ini kami melibatkan
r r yang diselenggarakan oleh
o a
fid F telah/ memiliki
pendidikan dasar dan pendidikan
asosiasi Penilai. ParanTenaga Ahli
lanjutan
5
penilaian
G 2kompetensi
o r y 2 0 dalam hal penilaian
saham Perusahaan.
C ta ov
2.18 Hasil Pelaksanaan Inspeksi r
e
e cyang 7kamiNterima untuk melakukan penilaian saham
Sesuai dengan penugasan
S site 0 visit pada :
e
Perseroan, kami melaksanakan
r at
p o
o r
C
Page | 21
Page 38
Jadwal Kunjungan Ke Perusahaan
No Nama Perusahaan 14-Aug 15-Aug 16-Aug 17-Aug 18-Aug 19-Aug 20-Aug 21-Aug
1 Garuda Indonesia
2 Citilink Indonesia
3 Garuda Maintenance Facility Aeroasia
4 Aerotrans Services Indonesia
5 Aero Systems Indonesia
6 Garuda Indonesia Holiday France
7 Garuda Daya Pratama Sejahtera
E I
8 Aerofood Indonesia
/ B
py
9 Aero Globe Indonesia
10 Aero Jasa Cargo i m
11 Sabre Travel Network Indonesia
Co - T
12 Mirtasari Hotel Development
ti al da
ru
13 Aero Wisata
e n r
14 Aero Hotel Management
id Fo G 25 a
15 Garuda Orient Holiday Korea
n f / 0
C o
16 Garuda Orient Holiday Japan
y
r v2
17 Bini Inti Dinamika (proses likuidasi/divestasi)
a
r et No
18 GIH Indonesia (proses likuidasi/divestasi)
e c 7
19 Aero Jasa Perkasa (proses likuidasi/divestasi)
S 0
20 Belitung Inti Permai (proses likuidasi/divestasi)
e
twawancara yang telah dilakukan diketahui bahwa Perseroan per
r a
Berdasarkan hasil
30 Juni 2025omemiliki 6 (enam) anak perusahaan, dan beberapa anak perusahaan
o rp anak perusahaan juga, sebagaimana disajikan pada gambar berikut :
juga memiliki
C
Page | 22
Page 39
E I
/ B
py i m
Co - T
al
ti da
e n r a ru
f id Fo G 25
o / penentuan
nsaham adalahyuntuk 0 nilai wajar saham dan nilai
Tujuan dari penilaian
C r
a ovTbk.
pasar pada PT Garuda Indonesiat(Persero)
2
c re N
Sebagai data yang kami e perlukan7dalam penugasan penilaian saham, manajemen
S 0
Perseroan telah menyampaikan data diantaranya Legalitas Perseroan, Laporan
Keuangan Audit 5te
r a (lima) tahun terakhir, Proyeksi Keuangan masing-masing Anak
p o
Perusahaan, Proyeksi Keuangan Konsolidasi, serta data lain yang relevan.
o r Mengenai Pihak yang Diwawancarai
2.19 Informasi
C
Pihak yang diwawancarai, dimintakan data, serta yang mendampingi pada saat
proses penilaian ini diantaranya adalah:
Perusahaan Entitas Nama
Siti Ariyani
Arief Permana
Garuda Indonesia Induk Yusma Devi Ariska
Susan Masniari
Rizki Nita Viliadhesi
Putu Tedy Wiryawan
Renny Asyita
Roy Wirawan
Citilink Indonesia Anak Anggita Tungga
Dewi
Venesia Ayu
Rahmawati
Iza Yuliza
Saeful Hamzah
Garuda Maintenance Facility
Anak Andy Emir Siata
Aeroasia
Page | 23
Page 40
Perusahaan Entitas Nama
Siti Rahmawati
Reza Aryo
Aero Wisata Anak Wicaksono
Miranti
Irtan Safari
Eggie Budiman
Bhakti Perdana
Aisyah Arifiani
Aero Systems Indonesia Anak Daniel Manurung
Adhi Satwiko
R.D Arifin
Firal Ariyadi
Hisar Parulian
Pandiangan E I
Sabre Travel Network Indonesia Anak Eduardo Damanik
Rachmadan Eka / B
py m
Rifki Abdillah
i
Co
Akmal Sulistomo
Garuda Indonesia Holiday France Anak T
Ridha Rifnida
-
al
Sigit Eko Prabowo
Garuda Daya Pratama Sejahtera
ti
Cucu
da
Alvino Richardo Ali
Eko Riyanto
e n r a ru Martiana Kartika
id Fo G 25
Aerofood Indonesia Cucu Dewi
n f / 0
Amanda Qintan
Irtan Safari
C o
Aero Globe Indonesia y
r v2 Cucu
Nining Rohaeningsih
Hanung Sumekar
a
et No
Irtan Safari
r
c 7
Mirtasari Hotel Development Cucu
Indra Nugraha
Herdi Ramanto
S 0 e Katarina Simamora
Irtan Safari
e Miraj Adib
r at Destriana Safitria
Budi Siswanto
p o
Aerotrans Services Indonesia Cucu Robi Nugraha
o r Tio Heleni
Irtan Safari
C Aero Hotel Management Cucu
Indra Nugraha
Katarina Simamora
Irtan Safari
Rizka Alfian
Riswan
Aero Jasa Cargo Cucu Ahmad Fariz Viali
Irtan Safari
Garuda Orient Holiday Korea Cucu Irtan Safari
Garuda Orient Holiday Japan Cucu Irtan Safari
Bini Inti Dinamika Cucu Irtan Safari
GIH Indonesia Cucu Irtan Safari
Aero Jasa Perkasa Cucu Irtan Safari
Belitung Inti Permai Cucu Irtan Safari
Page | 24
Page 41
2.20 Identifikasi atas Aset Non Operasional dan Kewajiban Non Operasional
Pada saat penilaian dilaksanakan dan berdasarkan per 30 Juni 2025, telah diperoleh
hasil penilaian aset dari KJPP Karmanto dan Rekan, dengan nomor laporan
0291/KP00/K-APPRAISAL/TEK-EXT/IX/2025 untuk penjadi bagian aset non
operasional.
Perusahaan juga memiliki penyertaan pada anak perusahaan yang juga akan
dikaategorikan sebagai aset non operasional
2.21 Informasi Keuangan E I
/ B
Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 telah
diaudit.
py i m
Co - T
2.22 Informasi Perpajakan
ti al da
Informasi Perpajakan Perseroan berdasarkan laporan keuangan Audit per 31
e n r
Desember 2024 adalah sebagai berikut:
a ru
f id Fo G 25
o n Beban Pajak /Perseroan
0 (Rp)
C y
r v2
a
r et No
e c 7
S 0
e
rat
p o
o r
C
Page | 25
Page 42
E I
/ B
py i m
Co - T
tial da
e n r a ru
f id Fo G 25
o n / 0
C y
r v2
a
r et No
e c 7
S 0
e
r at
p o
o r
C
2.23 Ketentuan Peraturan Perundang-Undangan Terkait Penilaian
- UU Republik Indonesia Nomor 34 tahun 2000, tentang Perubahan atas Undang-
undang Republik Indonesia No. 18 tahun 1997 tentang Pajak dan Retribusi Daerah.
- UU Republik Indonesia Nomor 12 tahun 1985 tentang Pajak Bumi dan Bangunan
(Lembaran Negara Tahun 1985 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Nomor
3312).
2.24 Informasi Kompensasi Bagi Pemegang Saham
Sampai dengan tanggal penilaian, tidak teridentifikasi atau Perseroan tidak memiliki
informasi kompensasi bagi pemegang saham yang dapat mempengaruhi nilai.
Page | 26
Page 43
2.25 Informasi Asuransi
Kami tidak memperoleh data terkait informasi atas Asuransi.
2.26 Keuntungan dan Kerugian Atas Kontrak Usaha
Sampai dengan tanggal penilaian, kami tidak memperoleh informasi terkait ada atau
tidaknya keuntungan dan kerugian atas kontrak usaha.
2.27 Aset dan Liabilitas di Luar Neraca
aset dan liabilitas di luar neraca yang dapat mempengaruhi nilai. E I
Sampai dengan tanggal penilaian, tidak teridentifikasi atau Perseroan tidak memiliki
/ B
py
2.28 Hasil Penjualan Produk atau Jasa Sebelumnya
i m
Co T
Selama periode tahun 2019 sampai dengan bulan September tahun 2024 Perseroan
-
sudah mencatatkan pendapatan.
al t i da
2.29 Perbandingan Kinerja Saat e n r
Ini dan Historis
a ru
f id Fo G 25
o n Keuangan Perseroan
Laporan Posisi / (dalam
0 Jutaan USD)
Uraian C 2020 y
r v2022 2023 2024 Jun 2025
2021
a
434 t 189 o 693
Jumlah Aset Lancar
r e 518 417 431
Jumlah Aset Tidak
e c 74.600N 3.453 4.073 4.069 4.118
7.638
Lancar
Total Liabilitas Jangka S
0
t e 3.403 4.699 1.016 811 760 826
raJangka 6.170 5.395 3.784 4.213 4.189 4.267
Pendek
Panjang p
o
Jumlah Liabilitas
Jumlaho r
Ekuitas (1.501) (5.305) (653) (433) (463) (544)
C
Laporan posisi keuangan stand alone PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk periode
2020–Juni 2025 menunjukkan adanya perbaikan struktur liabilitas dan stabilisasi aset
pasca restrukturisasi, meski kondisi keuangan masih penuh tantangan. Aset lancar
sempat berfluktuasi dan aset tidak lancar turun tajam akibat restrukturisasi sebelum
stabil di kisaran USD 4 miliar sejak 2023. Utang jangka pendek berhasil ditekan
signifikan, sementara utang jangka panjang tetap dominan di sekitar USD 4,2 miliar.
Ekuitas perusahaan masih negatif meski defisit berkurang, mencerminkan perlunya
strategi lanjutan untuk memulihkan permodalan dan mencapai posisi ekuitas positif.
Page | 27
Page 44
Ikhtisar Laporan Laba/(Rugi) Perseroan (Juta Rupiah)
Jun
Uraian 2020 2021 2022 2023 2024
2025
Pendapatan 1.012 784 1.227 1.907 1.045 1.064
Beban pokok usaha (2.051) (1.551) (1.488) (1.602) (953) (984)
Laba (Rugi) Kotor (1.039) (767) (261) 305 91 80
Beban Usaha
Beban umum dan administrasi (207) (189) (107) (137) (65) (61)
Laba (Rugi) Usaha (1.246) (956) (368) 168 27 19
Pendapatan Lain-lain 114 14 4.228 18 8
E I 9
Beban Lain-lain (332) (327) 418 289 36
/ B 21
py
Beban Keuangan - Neto (415) (433) (264) (284) (155) (154)
Bagian Laba (Rugi) dari Entitas i m7
Co T
(185) (2.377) 7 11 8
Asosiasi
l -
Total Pendapatan (Beban)
t
(818)ia (3.124) 4.390 d a 34 (104) (116)
ru 202 (78) (96)
Lain-lain
Laba (Rugi) Sebelum Pajak e n
(2.064)or(4.080) a4.021
Penghasilan
f id F G 25
o
Beban pajak penghasilan n 42 / (202)
268
0 19 8 17
C
Laba (Rugi) Tahun Berjalan y
(2.022) r (3.812) 23.819 220 (70) (79)
a
t o v
r e N Indonesia (Persero) Tbk periode 2020–Juni
Kinerja laba rugi stand alone
e c PT Garuda
7
S 0
2025 menunjukkan fluktuasi tajam dengan perbaikan sesaat pasca restrukturisasi
e
namun belum konsisten. Pendapatan sempat jatuh saat pandemi, lalu naik hingga
r at melemah di 2024–2025. Beban pokok usaha berhasil ditekan
2023 sebelum kembali
p o kotor sempat positif, namun laba usaha tetap berfluktuasi dan
sehingga laba
sebagianrbesar periode mencatat kerugian. Tahun 2022 menjadi titik balik berkat
Co pendapatan lain-lain yang menghasilkan laba besar, namun kontribusi ini
lonjakan
tidak berulang di tahun berikutnya. Akibatnya, laba sebelum pajak hanya sempat
positif pada 2022–2023 dan kembali negatif pada 2024–2025. Secara keseluruhan,
meski restrukturisasi membantu memperbaiki kinerja sesaat, Garuda Indonesia
masih menghadapi tantangan menjaga profitabilitas berkelanjutan dan
membutuhkan strategi untuk menekan biaya serta memperkuat pendapatan.
2.30 Perbandingan Kinerja Perseroan dengan Trend Industri Sejenis
Industri sejenis yang memang memiliki korelasi terhadap kegiatan operasional
Perseroan di beberapa tahun mendatang adalah angkutan udara niaga.
Trend industri tersebut pada beberapa tahun sebelumnya terlihat cukup
memuaskan jika dilihat dari cakupan global maupun nasional. Dengan demikian,
akan membuka peluang dan kesempatan bagi perseroan melalui anak usahanya
untuk mendapatkan kontrak-kontrak baru disamping kontrak-kontrak yang sedang
dijalankan
Page | 28
Page 45
3. GAMBARAN UMUM PERSEROAN
3.1. Pendirian dan Informasi Umum
PT Garuda Indonesia (Perseroan) Tbk (“Perusahaan”) didirikan berdasarkan Akta
No.137 tertanggal 31 Maret 1950 dari Notaris Raden Kadiman. Akta pendirian tersebut
disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No.
J.A.5/12/10 tertanggal 31 Maret 1950 serta diumumkan dalam Berita Negara Repblik
Indonesia Serikat No. 30 Tambahan No. 136 tertanggal 12 Mei 1950. Perusahaan yang
awalnya berbentuk Perusahaan Negara, beruba menjadi Persero berdasarkan Akta No.
E I
8 tertanggal 4 Maret 1975 dari Notaris Soeleman Ardjasasmita, S.H., sebagai realisasi
/ B
Peraturan Pemerintah No. 67 tahun 1971. Perubahan ini diumumkan dalam Berita
py
Negara Republik Indonesia No. 68, Tambahan No. 434 tertanggal 26 Agustus 1975.
o i m
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami C beberapa- Tkali perubahan, terakhir
diubah dengan Akta Notaris No. i83 a ltertanggal 20 Junia2023 dari Aulia Taufani, S.H.,
t u d Perusahaan. Perubahan ini
eHukumodanr Hak Asasir
Notaris di Jakarta Selatan, tentang perubahan kegiatan
a Manusia
f i
telah disahkan oleh Menteri d F G 5 Republik Indonesia dengan
o n
Surat Keputusan No. AHU-0036516.AH.01.02. 2 27 Juni 2023.
/ tertanggal
0
C r y 2
Visi dan Misi PT Garuda Indonesia t a(Persero)
o vTbk
Visi: Menjadi grup penerbangan e
r berkelanjutan
N dengan menghubungkan indonesia dan
dunia sekaligus menyajikan
c
e keramahan7 indonesia
S 0
Misi: Memperkuat fondasi bisnis melalui pertumbuhan pendapatan yang kuat,
t e biaya, efektivitas organisasi, dan penguatan sinergi grup,
a
penerapan kepemimpinan
dengan tetap rberfokus pada standar keselamatan yang tinggi serta layanan
o
o rppelanggan yang dihadirkan oleh karyawan profesional & penuh semangat.
berorientasi
C
Sesuai dengan pasar 3 Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perseroan
adalah untuk menjalankan usaha di bidang angkutan udara niaga, industri pengolahan,
informasi dan komunikasi, aktivitas profesional, ilmiah dan teknis, Pendidikan,
aktivitas Kesehatan manusia, pergudangan dan penyimpanan, real estat dan aktivitas
penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, agen perjalanan, penyelenggara tur
dan jasa reservasi lainnya.
Perseroan berdomisili di JL. Kebon Sirih No. 46A, Gambir, Jakarta, 10110.
Page | 29
Page 46
Rincian kepemilikan saham Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2024 adalah
sebagai berikut:
Nominal Saham
Pemegang Saham Seri Jumlah Saham %
(USD)
Pemerintah Negara Republik Indonesia A 1 0,05 0,000%
Pemerintah Negara Republik Indonesia B 15.670.777.620 793.216.468 17,130%
PT Trans Airways B 7.316.798.262 370.374.017 7,998%
Masyarakat:
Masing-masing dibawah 5% B 2.899.000.371 146.736.467
E I 47,406%
3,169%
Pemerintah Negara Republik Indonesia
Komisaris:
C 43.367.346.782
B
542.818.824
/50.501 0,004%
Chairal Tanjung C
p y 4.034.726
i m
Masyarakat
CC
o T 278.157.857 24,292%
Masing-masing dibawah 5%
l 91.480.783.837 -
22.222.826.075
Total Modal
it a d a 2.131.354.134 100,00%
e n r
a ru
f id sampaiFodenganGtanggal2penilaian
3.2. Jenis-Jenis Ekuitas yang Melekat
5 terdiri dari modal dan
n
Jenis ekuitas yang melekat
/
Co disetor olehtapara
tambahan modal yang
20 saham serta defisit.
ry pemegang
e o v
3.3. Manajemen Perseroan
cr 7 Saham
Berdasarkan Rapat UmumePemegang
N Luar Biasa tertanggal 15 November 2024
dan Akta Notaris No. 7S 015 November 2024 dari Shanti Indah Lestari, S.H.,
tertanggal
t e
M.H., Notaris di Kabupaten Tangerang yang telah disahkan oleh Menteri Hukum dan
a
r Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-
o
Hak Asasi Manusia
p tertanggal 3 Desember 2024, para pemegang saham menyetujui
r
AH.01.09.0282994
Co susunan Dewan Komisaris. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
perubahan
Perseroan adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
Komisaris Utama merangkap
Komisaris Independen : Fadjar Prasetyo
Komisaris Independen : Mawardi Yahya
Komisaris : Chairal Tanjung
Komisaris : Glenny Kairupan
Direksi:
Direktur Utama : Wamildan Tsani
Direktur Keuangan dan
Manajemen Risiko :
Page | 30
Page 47
Direktur Niaga : Reza Aulia Hakim
Direktur Operasi : Dani Haikal Irawan
Direktur Teknik : Mukhtaris
Direktur Human Capital
and Corporate Services : Eksitarino Irianto
3.4. Struktur Organisasi Perusahaan
Struktur organisasi mengacu pada Surat Keputusan Direktur Utama Nomor:
JKTDZ/SKEP/50001/2024 tanggal 28 Desember 2024, tetapi terdapat keterangan
E I
/ B
bahwa dalam struktur organisasi perseroan terdapat Dewan Komisaris yang berada
diluar struktur organisasi perseroan. Berikut adalah struktur organisasi perseroan per
31 Desember 2024. py i m
Co - T
tial
3.5. Jenis Produk atau Jasa yang Dihasilkan
da
ru
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk merupakan perusahaan holding yang melakukan
e n r
id Fo G 25 a
investasi pada anak usaha yang dimana berdasarkan Laporan Keuangan 30 Juni 2025,
n f
mencatatkan pendapatan dari kegiatan usaha Perseroan adalah angkutan udara
/ 0
C o y
niaga, industri pengolahan, informasi dan komunikasi, aktivitas profesional, ilmiah
r v2
a
dan teknis, Pendidikan, aktivitas Kesehatan manusia, pergudangan dan
r et No
penyimpanan, real estat dan aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak
e c 7
opsi, agen perjalanan, penyelenggara tur dan jasa reservasi lainnya.
S 0
e
at No. 68 tanggal 26 Agustus 1975, yang dibuat di Soeleman
3.6. Legalitas Perusahaan
r
- Akta Pendirian
o S.H., Notaris di Jakarta
p
Ardjasasmita
r Menteri Kehakiman Republik Indonesia (kini Menkumham) Surat
o
- Keputusan
CKeputusan No. Y.A. 5/225/8 tanggal 23 Juni 1975
- Akta Perubahan Data Perseroan No. 12 tanggal 15 Juli 2025, yang dibuat di
hadapan Aulia Taufani, S.H., Notaris di Jakarta Selatan
- Keputusan Menteri Hukum Republik Indonesia Nomor : AHU-
0164735.AH.01.11.Tahun 2025 dikeluarkan tanggal 21 Juli 2024
- Akta Perubahan Anggaran Dasar No. 83 tanggal 20 Juni 2023, yang dibuat di
hadapan Aulia Taufani, S.H., Notaris di Jakarta Selatan
- Keputusan Menteri Hukum Republik Indonesia Nomor : AHU-
0120759.AH.01.11.Tahun 2023 dikeluarkan tanggal 27 Juni 2023
- Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Nomor Induk Berusaha 9120308792327
dikeluarkan tanggal 27 Juli 2019.
- Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) 01.001.634.3-093.000
- Certificate & Appendix ISO 27001 – KAN – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.
- Sertifikat SMAP ISO 37001 PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.
Page | 31
Page 48
E I
/ B
py i m
Co - T
al
t i d a
e n r r u
f id Fo Ga 25
o n / 0
C y
r v2
a
ret No
e c 7
S 0
a te
p or
o r
C
Page | 32
Page 49
3.7. Aktivitas Usaha
Perseroan merupakan Perusahaan Holding, Perseroan melaksanakan kegiatan usaha
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat yang terakhir diubah dengan Akta
Notaris No. 83 tertanggal 20 Juni 2023 dari Aulia Taufani, S.H., Notaris di Jakarta
Selatan, tentang perubahan kegiatan Perusahaan. Perubahan ini telah disahkan oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
No. AHU-0036516.AH.01.02. tertanggal 27 Juni 2023, maksud dan tujuan Perseroan
adalah untuk menjalankan usaha di bidang angkutan udara niaga, industri
pengolahan, informasi dan komunikasi, aktivitas profesional, ilmiah dan teknis,
E I
/ B
Pendidikan, aktivitas Kesehatan manusia, pergudangan dan penyimpanan, real estat
dan aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, agen perjalanan,
penyelenggara tur dan jasa reservasi lainnya. py i m
Co T
Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, maka Perseroan dapat melaksanakan
-
kegiatan usaha sebagai berikut:
al
ti da
(a) Kegiatan usaha utama, e n ru udara niaga (ii) industri
antara rlain (i) angkutan
a
d Fdan
pengolahan; dan (iii)fiinformasi o komunikasi.
G 25
(b) Kegiatan usahao n / 0 profesional, ilmiah dan teknis,
r y
penunjang, antara lain (i) aktivitas
C (iii) aktivitas kesehatan 2
(ii) pendidikan,
t a ovmanusia.
3.8. Kinerja Usaha c re N
Kinerja usaha Perseroan S 07 laporan keuangan audited yang berakhir untuk
eberdasarkan
t
tiap-tiap tanggal 31 eDesember 2019 sampai dengan 31 Desember 2019 dan per 30
Juni 2025 adalah
o rasebagai berikut :
o rpLaporan Posisi Keuangan Perseroan (dalam Jutaan USD)
C
Uraian 2020 2021 2022 2023 2024 Jun 2025
Aset Lancar 434 189 693 518 417 431
Aset Tidak
7.638 4.600 3.453 4.073 4.069 4.118
Lancar
Liabilitas Jangka
3.403 4.699 1.016 811 760 826
Pendek
Liabilitas Jangka
6.170 5.395 3.784 4.213 4.189 4.267
Panjang
Ekuitas (1.501) (5.305) (653) (433) (463) (544)
Berdasarkan laporan posisi keuangan stand alone dalam periode 2020 hingga Juni
2025, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk masih menghadapi tantangan keuangan
yang cukup besar, meskipun terlihat adanya tanda-tanda perbaikan pasca
restrukturisasi.
Page | 33
Page 50
Aset Lancar
Aset lancar perusahaan berfluktuasi dari USD 434 juta pada tahun 2020, turun
menjadi USD 189 juta di 2021, lalu meningkat ke USD 693 juta di 2022, sebelum
akhirnya stabil di kisaran USD 417–431 juta pada 2024 hingga Juni 2025. CAGR 2020–
2025 tercatat –0,1%, menunjukkan pertumbuhan nyaris stagnan. Rata-rata
kontribusinya terhadap total aset hanya sekitar 9–15%, menandakan struktur aset
masih sangat dominan di sisi tidak lancar.
Aset tidak lancar
E I
/ B
Sementara itu, aset tidak lancar mengalami penurunan signifikan dari USD 7.638 juta
pada tahun 2020 menjadi USD 3.453 juta di 2022. Setelah 2023, aset tidak lancar
py i m
relatif stabil di kisaran USD 4 miliar. CAGR 2020–2025 tercatat –11,2%, menunjukkan
Co T
tren jangka panjang menurun, meskipun basis tetap besar. Pola ini mengindikasikan
-
al da
adanya pengurangan aset tetap atau pelepasan investasi, sekaligus strategi
ti
ru
penyesuaian skala bisnis untuk menjaga efisiensi.
e n r
id Fo G 25 a
Liabilitas jangka pendekf / turun
nliabilitas jangkaypendek
o
Pada sisi kewajiban,
r 2 0 drastis dari USD 3.403 juta pada
C USD 760 jutatapada 2024,
2020 menjadi hanya
v meskipun kembali naik sedikit ke USD
826 juta per Juni 2025. CAGR
r e o tercatat –28,9%, penurunan yang
2020–2025
N
menandakan restrukturisasi
e c signifikan.
7 Kontribusi terhadap total liabilitas bervariasi,
awalnya 36% di 2020 S 0 hanya 16% di 2025. Hal ini mencerminkan
menjadi
berkurangnya beban
t e jangka pendek dan pergeseran ke struktur kewajiban lebih
jangka panjang.
o ra
o rpjangka panjang
Liabilitas
C jangka panjang juga menunjukkan tren menurun dari USD 6.170 juta pada
Liabilitas
2020 menjadi USD 3.784 juta pada 2022, tetapi sejak 2023 hingga Juni 2025 kembali
meningkat di kisaran USD 4,2 miliar. CAGR 2020–2025 tercatat –7,1%, menunjukkan
tren penurunan lebih terkendali dibanding liabilitas jangka pendek. Kontribusi
terhadap total liabilitas semakin dominan, dari 64% di 2020 menjadi lebih dari 84%
di 2025. Struktur ini memperlihatkan strategi perusahaan untuk menyeimbangkan
arus kas dengan memperbesar horizon jatuh tempo kewajiban.
Ekuitas
Ekuitas perusahaan sepanjang periode tersebut tetap berada dalam posisi negatif.
Pada 2021, ekuitas mencatat defisit terdalam sebesar USD (5.305) juta sebagai
dampak dari tekanan pandemi COVID-19. Setelah dilakukan restrukturisasi, defisit
ekuitas berhasil ditekan, namun tetap negatif di kisaran USD (433) juta hingga USD
(544) juta pada 2022 sampai dengan Juni 2025. CAGR relatif tidak relevan karena
Page | 34
Page 51
basis negatif, namun tren jelas mengindikasikan pemulihan sebagian. Proporsinya
terhadap total aset berkisar –11% hingga –110%, menandakan posisi defisiensi
modal berkelanjutan. Kondisi ini menjadi fokus utama dalam penilaian kelangsungan
usaha (going concern).
Secara keseluruhan, laporan keuangan stand alone PT Garuda Indonesia
menunjukkan adanya perbaikan struktur liabilitas dan stabilisasi aset, namun
perusahaan masih menghadapi tantangan besar untuk memperbaiki posisi ekuitas
yang terus negatif. Hal ini mencerminkan bahwa meskipun langkah restrukturisasi
E I
berhasil memberikan ruang perbaikan, entitas induk masih memerlukan strategi
lanjutan untuk mengembalikan kesehatan permodalan dan mencapai posisi ekuitas / B
positif. py i m
Co - T
ti al da
Ikhtisar Laporan Laba/(Rugi) Perseroan (dalam ribuan USD)
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Jun
URAIAN SATUAN
e n2020 r a ru2021 2022 2023 2024 2025
f id Fo G 25
Pendapatan
n
USD Ribu
o
1.012.487
/ 0 783.757 1.226.733 1.907.295 2.246.184 1.064.117
Beban pokok
CUSD Ribu
y
r v2
-2.051.314 -1.550.566 -1.488.155 -1.602.405 -1.913.414 - 983.906
a
et No
usaha
Beban umum r
c 7
dan
administrasi
USD Ribu
S 0 e - 206.878 - 189.362 - 107.068 - 137.230 - 189.439 - 60.778
e
at
Laba (Rugi)
USD Ribu -1.245.705 - 956.171 - 368.489 167.660 143.330 19.432
Usaha
o r
r p
Laba (Rugi)
Sebelum Pajak USD Ribu -2.063.840 -4.079.736 4.021.087 201.516 - 34.898 - 96.423
C o
Penghasilan
Laba (Rugi)
Tahun USD Ribu -2.022.143 -3.811.568 3.818.971 220.467 - 29.950 - 79.180
Berjalan
Pendapatan
Pendapatan menunjukkan tren fluktuatif namun cenderung meningkat. Dari
1.012.487 ribu USD di 2020 turun 23% menjadi 783.757 ribu USD di 2021, kemudian
melonjak signifikan hingga 1.907.295 ribu USD pada 2023 (+146%). Puncak
pendapatan terjadi pada 2024 sebesar 2.246.184 ribu USD, tertinggi selama periode
analisis. Per Juni 2025, realisasi sebesar 1.064.117 ribu USD atau 47% dari capaian
2024, mengindikasikan pertumbuhan yang lebih moderat. Secara keseluruhan, CAGR
2020–2024 mencapai 22,2%, menandakan ekspansi bisnis yang kuat meski disertai
volatilitas tahunan.
Page | 35
Page 52
Beban Pokok Usaha
Beban pokok usaha sempat menurun dari –2.051.314 ribu USD di 2020 menjadi –
1.488.155 ribu USD di 2022, mencerminkan efisiensi biaya. Namun, beban kembali
meningkat mengikuti pendapatan, mencapai –1.913.414 ribu USD pada 2024. Per
Juni 2025, nilai beban sebesar –983.906 ribu USD, setara 51% dari tahun penuh
sebelumnya. Rasio beban pokok terhadap pendapatan membaik signifikan, dari
203% di 2020 menjadi 85% di 2024, menunjukkan perbaikan margin kotor. Hal ini
mengindikasikan manajemen biaya semakin efektif mendukung profitabilitas usaha.
E I
Beban Umum dan Administrasi
/
Beban umum dan administrasi menurun tajam dari –206.878 ribu USD di 2020
B
py i m
menjadi –107.068 ribu USD pada 2022, mencerminkan efisiensi overhead. Namun,
Co T
beban kembali naik hingga –189.439 ribu USD di 2024, mendekati level 2020. Per
-
al da
Juni 2025, realisasi tercatat –60.778 ribu USD atau 32% dari total tahun sebelumnya,
ti
ru
relatif terkendali. Kontribusinya terhadap pendapatan juga membaik, dari 20% pada
e n r
id Fo G 25 a
2020 menjadi hanya 8% di 2024. Hal ini menunjukkan struktur biaya lebih sehat,
n f
walau tetap memerlukan pengendalian agar tidak kembali membebani laba.
/ 0
C o y
r v2
Laba (Rugi) Usaha
Laba usaha membaik secara e
a
t oDari rugi –1.245.705 ribu USD pada 2020,
konsisten.
r N USD di 2022. Tahun 2023 menjadi titik balik
kerugian berkurang hinggac–368.489 ribu
S e
dengan laba positif 167.660 7
ribu0USD, meski turun tipis ke 143.330 ribu USD di 2024.
t
Per Juni 2025, labaeusaha tercatat 19.432 ribu USD, mengindikasikan profitabilitas
a usaha meningkat tajam dari –123% pada 2020 menjadi +6%
masih rapuh. rMargin
o
o rp
pada 2023–2024. Hal ini menunjukkan strategi efisiensi biaya berhasil memperkuat
daya saing.
C
Laba (Rugi) Sebelum Pajak Penghasilan
Kinerja sebelum pajak sangat fluktuatif. Dari rugi –2.063.840 ribu USD pada 2020,
memburuk drastis menjadi –4.079.736 ribu USD di 2021. Tahun 2022 mencatat laba
besar 4.021.087 ribu USD, diduga berasal dari pos non-operasional seperti selisih
kurs atau pelepasan aset. Namun, capaian ini tidak berulang; laba turun ke 201.516
ribu USD di 2023, lalu kembali negatif –34.898 ribu USD di 2024 dan –96.423 ribu
USD pada Juni 2025. Hal ini mencerminkan tingginya volatilitas akibat faktor non-
operasional.
Laba (Rugi) Tahun Berjalan
Laba tahun berjalan mengikuti pola serupa. Dari rugi –2.022.143 ribu USD pada 2020,
kerugian meningkat ke –3.811.568 ribu USD di 2021, lalu berbalik mencatat laba
3.818.971 ribu USD di 2022 sebagai anomali positif. Tahun 2023 masih mencatat laba
Page | 36
Page 53
220.467 ribu USD, tetapi kembali negatif –29.950 ribu USD pada 2024. Per Juni 2025,
rugi kembali tercatat –79.180 ribu USD. Fluktuasi besar ini memperlihatkan
ketidakstabilan profitabilitas, di mana hasil usaha inti lebih menggambarkan kondisi
sebenarnya dibandingkan laba bersih yang sangat dipengaruhi faktor non-
operasional.
Analisis Laporan Keuangan Perusahaan
Kondisi keuangan Perusahaan tercermin dari laporan keuangan, sehingga untuk
E I
mengukur kinerja keuangan Perusahaan diperlukan analisis terhadap laporan
keuangan perusahaan dilakukan berdasarkan analisis laporan keuangan Perusahaan / B
py
dengan menggunakan beberapa teknis analisis sebagai berikut:
i m
Co - T
Analisis Commonsize statement
ti al da
e n
Common size statement merupakan r a rumetode analisis terhadap laporan
salah satu
keuangan Perusahaan funtuk o G 5investasi pada masing-masing
id mengetahuipersentase
F
n dan jugayuntuk
aset terhadap totaloasetnya, 2 struktur permodalan serta
/ mengetahui
0
komposisi biayaC biaya atau beban r terhadap 2
t a v total pendapatan. Berikut adalah hasil
o menggunakan metode Common Size
r e
analisis laporan keuangan Perusahaan
N
dengan
Statement Analysis:
e c 7
S 0
e
at
Commonsize Statement - Laporan Posisi Keuangan
URAIAN
o r SATUAN
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Jun
AVERAGE
r p 2020 2021 2022 2023 2024 2025
C o
Aset Lancar % 5,37% 3,95% 16,72% 11,28% 9,29% 9,47% 5,37%
Aset Tidak Lancar % 94,63% 96,05% 83,28% 88,72% 90,71% 90,53% 94,63%
Total Aset % 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Liabilitas Lancar % 42,15% 98,12% 24,51% 17,67% 16,95% 18,17% 42,15%
Liabilitas Jangka %
76,44% 112,66% 91,24% 91,77% 93,38% 93,79% 76,44%
Panjang
Total Liabilitas % 118,59% 210,78% 115,75% 109,44% 110,32% 111,96% 118,59%
Ekuitas % -18,59% -110,78% -15,75% -9,44% -10,32% -11,96% -18,59%
Total Ekuitas & %
100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Liabilitas
Mengacu pada laporan posisi keuangan, berdasarkan analisis commonsize
statement, dapat dilihat bahwa rata-rata proporsi antara aset lancar dan aset tidak
lancar terhadap total aset selama periode 2020-2024 adalah sebesar 9,32% : 90,68%.
Pada 30 Juni 2025 sendiri, proporsi antara aset lancar dan aset tidak lancar terhadap
Page | 37
Page 54
total aset adalah sebesar 9,32 % : 90,53%. Dalam hal liabilitas dapat dilihat bahwa
rata-rata total liabilitas jangka pendek dan liabilitas jangka panjang untuk periode
2020-2024 terhadap total liabilitas dan ekuitas adalah 39,88% : 93,10%. Sedangkan
untuk 30 Juni 2025 sendiri, porsi liabilitas jangka pendek dan liabilitas jangka panjang
terhadap total ekuitas dan liabilitas adalah sebesar 18,17% : 111,96%. secara total
lebih dari 100% dikarenakan ekuitas tercatat Negatif.
Commonsize Statement - Laporan Laba Rugi
URAIAN
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
I
Jan-Jun
E AVERAGE
2020 2021 2022 2023 2024
/ B
2025
py
Pendapatan 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
im
Co -T
Beban pokok usaha -202,6% -197,8% -121,3% -84,0% -85,2% -92,5% -130,6%
Beban umum dan l a
administrasi
-20,4%
it a
-24,2% -8,7%
d-7,2% -8,4% -5,7% -12,4%
Laba (Rugi) Usaha -123,0%
e n r
-122,0%
a
-30,0% ru 8,8% 6,4% 1,8% -43,0%
f id Fo G 25
Laba (Rugi)
o n / 0
Sebelum Pajak
Penghasilan
C
-203,8% -520,5%
y327,8%
r v2
10,6% -1,6% -9,1% -66,1%
a
Laba (Rugi) Tahun
-199,7%
r et No
-486,3% 311,3% 11,6% -1,3% -7,4% -62,0%
Berjalan
e c 7
S 0 laporan laba rugi dari periode Desember 2020
Berdasarkan tabel t ecommon-size
hingga perioder aDesember 2024 rata-rata margin laba (rugi) kotor dan laba (rugi)
p o
bersih terhadap pendapatan adalah sebesar -52% dan –73,9%. Sedangkan untuk
o
periode r
per cut off date; 30 Juni 2025, dapat diketahui bahwa margin laba (rugi) kotor
danClaba (rugi) bersih terhadap pendapatan pada periode adalah sebesar 1,8% dan
-7,4%.
Analisa Rasio
Ratio Analysis atau analisis rasio merupakan salah satu bentuk teknis analisis laporan
keuangan yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos - pos tertentu dari
laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi secara individu atau kombinasi antara
keduanya. Berikut adalah tabel berbagai macam rasio keuangan yang Kami gunakan
dalam analisis rasio keuangan Perusahaan.
Page | 38
Page 55
Analisis Rasio Keuangan
Jan- Jan- Jan- Jan- Jan-
Jan-Des
RASIO KEUANGAN Des Des Des Des Jun
2020 2021 2022 2023 2024 2025
Rasio Aktivitas (x)
Rasio perputaran piutang 10,88 7,81 10,64 11,05 15,74 6,89
Rasio perputaran utang usaha 9,40 5,21 11,64 26,28 41,34 10,21
Rasio Aktivitas (days) E I
Rasio perputaran piutang 33,54 46,75 34,32 33,04 / B23,18 53,01
py i m
Co
Rasio perputaran utang usaha 38,83 70,06 31,37 13,89 8,83 35,77
- T
Rasio Likuiditas (x)
ti al da
Rasio lancar e n r a
0,13 ru 0,04 0,68 0,64 0,55 0,52
f id Fo G 25
Rasio kas
o n / 0
0,05 0,01 0,49 0,30 0,22 0,17
C y
r v2
a
Rasio Profitabilitas (%)
r et No -
102,6%
-97,8% -21,3% 16,0% 14,8% 7,5%
Gross Profit Margin e c 7 -
S 0 199,7%
-486,3% 311,3% 11,6% -1,3% -7,4%
e
Net Profit Margin
at -25,1% -79,6% 92,1% 4,8% -0,7% -1,7%
or
Rasio laba atas aset -
rp 134,8% 71,8%
584,8%
-50,9% 6,5% 14,6%
Co
Rasio laba atas ekuitas
Rasio Solvabilitas (%) 118,6% 210,8% 115,7% 109,4% 110,3% 112,0%
Rasio total Liabilitas / total - -
- - -
aset -190,3% 1159,7 1068,7
637,9% 735,0% 936,1%
% %
Rasio total Liabilitas / total 1063,5 1104,6 1574,4
20,29% 1088,1% 780,7%
ekuitas % % %
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang bertujuan untuk mengetahui
sejauh mana kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya.
Beberapa rasio keuangan yang masuk dalam kategori ini antara lain adalah:
Page | 39
Page 56
Rasio Lancar (current ratio)
Rasio ini merupakan perbandingan antara aset lancar dengan liabilitas jangka
pendek. Rasio ini bertujuan untuk mengetahui sampai seberapa jauh jumlah aset
lancar perusahaan dapat menjamin utang jangka pendek dari kreditor. Secara umum
semakin tinggi rasio lancar maka semakin aman perusahaan. Rasio lancar Perusahaan
pada periode Per 30 Juni 2025 tercatat sebesar 0,52 kali.
Rasio Kas (cash ratio)
E I
Rasio ini untuk mengukur jumlah kas tersedia dibanding dengan liabilitas jangka
/ B
pendek. Rasio kas Perusahaan pada periode 30 Juni 2025 tercatat sebesar 0,17 kali.
Rasio Aktivitas py i m
Co - T
al da
Rasio Aktifitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan rasio yang
ti
ru
digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam menggunakan aktiva yang
e n r
dimilikinya.
id Fo G 25 a
n f / 0
o
Rasio Perputaran Piutang
y 2 mencerminkan kecepatan piutang
r rasiov yang
Cpiutang usaha tadalah
Rasio perputaran
usaha berhasil ditagih oleh e
a
perusahaano dalam satu periode. Rasio perputaran
piutang pada periode Per 30
r N
c Juni 2025 tercatat sebesar 53 kali.
S 0e 7
e
t utang usaha adalah rasio yang mencerminkan seberapa lama
Rasio Perputaran Utang
r
Rasio perputaran
o perusahaan dapat dibayarkan dalam satu periode. Rasio perputaran
utang o
p
hutang usaha
r periode Per 30 Juni 2025 tercatat sebesar 35,7 kali
pada
C
Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan laba. Beberapa rasio Perusahaan yang termasuk dalam kategori ini
antara lain adalah:
Rasio laba atas aset
Rasio ini digunakan untuk mengetahui sampai seberapa jauh aset yang digunakan
dapat menghasilkan laba. Rasio laba atas aset Perusahaan pada periode 30 Juni 2025
adalah negative 1,7%.
Rasio laba atas ekuitas
Rasio ini digunakan untuk mengetahui sampai seberapa jauh hasil atau keuntungan
Page | 40
Page 57
yang diperoleh dari setiap modal yang ditanamkan. Adapun tingkat rasio laba atas
ekuitas Perusahaan pada periode 30 Juni 2025 adalah 14,6%.
Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas (solvency ratio) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur
kemampuan perusahaan untuk melunasi hutang - hutangnya. Berikut adalah rasio
yang termasuk dalam kategori ini.
E I
Rasio total liabilitas terhadap total aset
/ B
Rasio ini merupakan perbandingan antara total liabilitas terhadap total aset
py i m
perusahaan. Semakin tinggi rasio ini semakin tinggi pula risiko keuangan perusahaan.
Co T
Adapun tingkat rasio liabilitas terhadap total aset Perusahaan periode 30 Juni 2025
-
adalah 112%.
alti da
Rasio total liabilitas terhadape n r
total ekuitas
a ru
f id Fo antaraG total2liabilitas
Rasio ini merupakan perbandingan 5 terhadap total ekuitas.
o n / 0 perusahaan. Adapun tingkat rasio
Semakin rendah rasio
y
ini semakin bagus keuangan
r 2
C Ekuitas periodeta30 Juni v2025 adalah negative 936%.
liabilitas terhadap
r e N o
e c 7Survey PT Garuda Indonesia
Dokumentasi
S 0
e
r at
p o
o r
C
Page | 41
Page 58
3.9. Entitas Anak
3.9.1. Gambaran Umum PT Citilink Indonesia
PT Citilink Indonesia (“Perusahaan”) didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 01
tanggal 6 Januari 2009 oleh Arikanti Natakusumah, S.H., notaris di Jakarta. Akta
pendirian tersebut disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-14555.AH.01.01 tanggal 22 April 2009
serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 1 tanggal 3 Januari
2012. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan,
E I
terakhir dengan Akta Notaris No. 13 tanggal 9 Februari 2023 oleh Arry Supratno,
/ B
S.H., Notaris di Jakarta sehubungan dengan perubahan kegiatan usaha Perusahaan.
Perubahan anggaran dasar tersebut telah diterima dan dicatat didalam Sistem
py i m
Administrasi Badan Hukum Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Co T
Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-0013729.AH.01.02 tanggal 3 Maret
-
2023.
al
ti da
e n r u
ruangrlingkup kegiatan perusahaan adalah
Sesuai dengan pasal 3 anggaran
d niaga,
di bidang angkutan fiudara
dasar,
o aktivitasa 5
n F / G pemrograman
2 komputer, aktivitas
o pendidikan, agen 0
konsultasi transportasi,
Csewa guna usaha r y 2 (biro) perjalanan wisata, aktivitas
penyewaan dan
t a v
tanpa hak opsi alat transportasi udara, aktivitas
melalui o
pengembangan perdagangan e internet (e-commerce), portal web dengan
rIndonesiaNadalah anak usaha dari PT Garuda Indonesia
c
tujuan komrsial. PT Citilink
(Persero) Tbk (GIAA)SGIAA 07 PT Citilink Indonesia pada 6 Januari 2009
e mendirikan
t e strategi pengembangan bidang usaha Perseroan.
sebagai bagian dari
r a
o
o rpusaha Perseroan berdasarkan laporan keuangan audited yang berakhir
Kinerja Usaha
Kinerja
C tiap-tiap tanggal 31 Desember 2019 sampai dengan 30 Juni 2025 adalah
untuk
sebagai berikut :
Laporan Posisi Keuangan Perseroan (dalam jutaan USD)
Uraian 2019 2020 2021 2022 2023 2024 Jun 2025
Aset Lancar 96 48 38 64 75 60 88
Aset Tidak Lancar 493 2.400 2.078 1.930 2.023 2.031 1.774
Liabilitas Jangka 529 725 1.014 696 448 473 569
Pendek
Liabilitas Jangka 40 2.012 1.748 1.976 2.316 2.344 2.052
Panjang
Ekuitas 20 (289) (645) (678) (665) (726) (759)
Page | 42
Page 59
Berdasarkan laporan posisi keuangan stand alone periode 2019 hingga Juni 2025,
PT Citilink Indonesia menghadapi dinamika keuangan yang cukup signifikan,
khususnya akibat tekanan pandemi COVID-19 dan restrukturisasi grup, meskipun
terlihat adanya tanda-tanda stabilisasi pada sisi aset dan kewajiban dalam
beberapa tahun terakhir.
Aset Lancar
Aset lancar perusahaan menunjukkan fluktuasi cukup besar sepanjang periode
E I
analisis. Dari USD 96 juta pada 2019, turun drastis menjadi USD 38 juta di 2021,
/ B
mencerminkan tekanan likuiditas akibat pandemi. Setelah itu, aset lancar
berangsur pulih ke USD 75 juta di 2023, meskipun kembali menurun ke USD 60 juta
py i m
pada 2024 sebelum naik menjadi USD 88 juta pada Juni 2025. CAGR 2019–2025
Co T
tercatat –1,5%, menandakan pertumbuhan negatif yang relatif stagnan.
-
al
ti da
ru
Aset Tidak Lancar
e n r
id Fo G 25 a
Aset tidak lancar mencatat lonjakan sangat besar dari USD 493 juta pada 2019
n f
menjadi USD 2.400 juta di 2020, seiring adanya penyesuaian struktur grup dan
/ 0
C o y
pembebanan aset pasca restrukturisasi. Setelah itu, nilainya menurun ke USD 1.930
r v2
a
juta di 2022, namun relatif stabil di kisaran USD 1.774–2.031 juta pada 2023 hingga
r et No
Juni 2025. CAGR 2019–2025 tercatat +23,9%, menunjukkan tren aset tidak lancar
e c 7
tetap menjadi porsi terbesar dalam total aset dengan kontribusi konsisten di atas
90%. S 0
e
r at Pendek
Liabilitas Jangka
p o pendek awalnya sebesar USD 529 juta pada 2019, meningkat ke
Liabilitas jangka
r juta pada 2021 akibat tekanan pandemi dan kebutuhan pembiayaan
USDo1.014
C pendek. Setelah itu, nilainya menurun tajam hingga USD 448 juta di 2023
jangka
sebelum naik kembali ke USD 569 juta pada Juni 2025. CAGR 2019–2025 tercatat
+1,3%, menandakan tren relatif stagnan namun dengan pola fluktuasi tinggi.
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas jangka panjang meningkat tajam dari hanya USD 40 juta pada 2019
menjadi USD 2.012 juta di 2020, mencerminkan restrukturisasi dan pembebanan
kewajiban baru. Setelah itu, posisinya relatif stabil di kisaran USD 1.748–2.344 juta
hingga Juni 2025. CAGR 2019–2025 tercatat +83,4%, pertumbuhan yang sangat
tinggi dan menjadikan liabilitas jangka panjang sebagai komponen dominan
struktur pendanaan. Hal ini menegaskan bahwa perusahaan semakin bergantung
pada kewajiban jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan usaha.
Page | 43
Page 60
Ekuitas
Ekuitas perusahaan terus berada dalam posisi negatif sejak 2020. Setelah mencatat
defisit sebesar USD (289) juta di 2020, kerugian akumulasi semakin melebar hingga
USD (759) juta per Juni 2025. Karena perubahan dari basis positif (2019) ke negatif,
perhitungan CAGR tidak relevan. Namun tren jelas menunjukkan semakin
dalamnya defisiensi modal, menandakan kondisi permodalan yang terus tertekan.
Ikhtisar Laporan Laba/(Rugi) Perseroan (dalam jutaan USD)
Uraian 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025
E I
868 B993
Pendapatan 876 343 433 735
y (716) (773) im / 381
Beban pokok usaha (758) (613)
o p T
(743) (862) (372)
Beban umum dan
(26)l
C -
administrasi it a a
(22) (19) (20) (23) (29) (14)
d
Laba (Rugi) Usaha e n 91 r (291) (302)
a ru (58) 102 102 (4)
f i d Fo G 5
o n
Laba (Rugi) Sebelum Pajak / 0 2 (40) 12 (66) (38)
Penghasilan
C r y 2
65 (371) (463)
Laba (Rugi) Tahun Berjalan et 43
a -307o v -357 -34 12 -61 -34
c r N
S e 07
Pendapatan
t e penurunan drastis pada masa pandemi, dari USD 876 juta
o ra USD 343 juta pada 2020 (turun –61%). Pemulihan mulai terlihat
Pendapatan mengalami
di 2019 menjadi
o rp sebesar USD 433 juta dan melonjak ke USD 735 juta di 2022. Tahun 2023
sejak 2021
C
dan 2024 kembali mencatat pertumbuhan dengan masing-masing USD 868 juta
dan USD 993 juta. Per Juni 2025, pendapatan baru terealisasi USD 381 juta (sekitar
38% dari capaian 2024), mencerminkan tren musiman serta tekanan pasar. Secara
keseluruhan, CAGR pendapatan 2019–2024 berada di 2,5%.
Beban Pokok Usaha
Beban pokok usaha Citilink Indonesia dalam periode 2019–2025 menunjukkan tren
fluktuatif namun cenderung meningkat mengikuti dinamika pendapatan. Pada
2019, beban tercatat –758 juta USD dan menurun ke –613 juta USD di 2020 seiring
turunnya pendapatan akibat pandemi. Namun, beban kembali meningkat ke –716
juta USD di 2021 dan mencapai puncak –862 juta USD pada 2024, selaras dengan
kenaikan pendapatan. Per Juni 2025, realisasi beban sudah mencapai –372 juta
USD atau sekitar 43% dari capaian tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, proporsi
beban pokok terhadap pendapatan masih tinggi, mencerminkan tekanan biaya
operasional yang signifikan terhadap profitabilitas perusahaan.
Page | 44
Page 61
Beban Umum dan Administrasi
Beban umum dan administrasi relatif stabil di kisaran USD –19 juta hingga –29 juta
per tahun. Tahun 2019 tercatat –26 juta, dan 2024 meningkat menjadi –29 juta.
Per Juni 2025 beban ini tercatat –14 juta (48% dari 2024). Kontribusinya terhadap
pendapatan tetap rendah, sekitar 3% di 2024.
Laba (Rugi) Usaha
Laba (rugi) usaha menunjukkan volatilitas yang cukup besar. Pada 2019 Citilink
mampu membukukan laba usaha USD 91 juta, namun berbalik rugi besar pada
E I
/ B
2020 (–291 juta) dan 2021 (–302 juta). Pemulihan terjadi di 2022 dengan rugi usaha
menipis menjadi –58 juta, lalu mencatat laba usaha positif USD 102 juta di 2023
py i m
dan bertahan di level yang sama pada 2024. Per Juni 2025, kembali turun menjadi
rugi usaha tipis –4 juta.
Co - T
al
ti da
ru
Laba (Rugi) Sebelum Pajak Penghasilan
e n r
id Fo G 25 a
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan mengalami pola serupa. Dari laba USD 65
n f
juta di 2019, Citilink tertekan rugi hingga –463 juta di 2021. Pemulihan terjadi di
/ 0
C o y
2022 dengan rugi mengecil menjadi –40 juta, lalu sempat membukukan laba tipis
r v2
a
USD 12 juta pada 2023. Namun, 2024 kembali mencatat rugi –66 juta, dan per Juni
2025 rugi –38 juta.
r et No
e c 7
S 0
Laba (Rugi) Tahun Berjalan
Laba (rugi) tahuneberjalan mengikuti tren yang sama. Dari laba USD 43 juta pada
r at jatuh ke rugi –307 juta pada 2020 dan –357 juta pada 2021.
2019, perusahaan
p
Tahun 2022 o rugi mengecil menjadi –34 juta, kemudian berhasil mencatat laba tipis
USDo 12r juta di 2023. Sayangnya, pada 2024 kembali mencatat rugi –61 juta, dan
C –34 juta pada Juni 2025.
rugi
Analisis Laporan Keuangan Perusahaan
Kondisi keuangan Perusahaan tercermin dari laporan keuangan, sehingga untuk
mengukur kinerja keuangan Perusahaan diperlukan analisis terhadap laporan
keuangan perusahaan dilakukan berdasarkan analisis laporan keuangan
Perusahaan dengan menggunakan beberapa teknis analisis sebagai berikut:
Analisis Commonsize statement
Common size statement merupakan salah satu metode analisis terhadap laporan
keuangan Perusahaan untuk mengetahuipersentase investasi pada masing-masing
aset terhadap total asetnya, dan juga untuk mengetahui struktur permodalan serta
Page | 45
Page 62
komposisi biaya biaya atau beban terhadap total pendapatan. Berikut adalah hasil
analisis laporan keuangan Perusahaan dengan menggunakan metode Common
Size Statement Analysis:
Commonsize Statement - Laporan Posisi Keuangan
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Jun
URAIAN AVERAGE
2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Aset Lancar 16,29% 1,98% 1,78% 3,19% 3,59% 2,85% 4,73% 4,91%
Aset Tidak 83,71% 98,02% 98,22% 96,81% 96,41% 97,15% EI
95,27% 95,09%
Lancar
y /B
Total Aset 100,00% 100,00%
p
100,00%
o
100,00%
m
100,00%
i
100,00% 100,00%
Liabilitas 89,90% 29,62% 47,90% 34,89% 21,33% T
22,61% 30,54% 39,54%
Lancar
lC a
-
Liabilitas 6,75% t ia
82,18% 82,59% d
99,12% 110,35% 112,10% 110,23% 86,19%
Jangka
e n r
a ru
Panjang
f id Fo G 25
Total Liabilitas
o n
96,64% 111,80% / 0
130,49% 134,01% 131,68% 134,70% 140,77% 125,73%
C y
r v2
Ekuitas 3,36%
a
-11,80% -30,49% -34,01% -31,68% -34,70% -40,77% -25,73%
Total Ekuitas
r et No
& Liabilitas
e c 7
100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
S 0
Analisis common e
t size laporan posisi keuangan Citilink Indonesia periode 2019–Juni
a
r struktur aset yang sangat didominasi oleh aset tidak lancar
2025 menunjukkan
dengan p
o
r rata-rata 95,09% dari total aset, sementara aset lancar relatif kecil hanya
o 4–5%, mencerminkan rendahnya likuiditas jangka pendek. Dari sisi
sekitar
C
pendanaan, liabilitas perusahaan jauh melebihi total aset sejak 2020 dengan rasio
rata-rata 125,73%, terutama ditopang oleh liabilitas jangka panjang yang terus
meningkat hingga melampaui 110% pada 2023–2024. Kondisi ini menekan posisi
ekuitas yang sejak 2020 bernilai negatif dan semakin memburuk hingga mencapai
–40,77% pada Juni 2025, mencerminkan struktur permodalan yang sangat
terbebani utang dan mengindikasikan risiko keberlanjutan finansial yang tinggi.
Page | 46
Page 63
Commonsize Statement - Laporan Posisi Keuangan
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Jun
URAIAN AVERAGE
2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Pendapatan 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
Beban pokok usaha -87% -178% -165% -105% -86% -87% -97% -115%
Beban umum dan -3% -6% -4% -3% -3% -3% -4% -4%
administrasi
EI
Laba (Rugi) Usaha 10% -85% -70% -8% 12% 10% -1% -19%
/B
Laba (Rugi) 7% -108% -107% -5% 1% -7% -10% -33%
Sebelum Pajak
Penghasilan
p y i m
o T
lC
Laba (Rugi) Tahun 5% -89% -82% -5% 1% -6% -9% -26%
Berjalan -
t ia d a
e n labarrugi CitilinkruIndonesia periode 2019–Juni 2025
Analisis common size laporan
d Fo yangGsangat
memperlihatkan polafiprofitabilitas
a fluktuatif.
5 Pendapatan dijadikan
o n / 2
0 dengan rata-rata 115% dari
basis 100%, namun
y
beban pokok usaha mendominasi
r
C mencapaitapuncak 178% 2
pendapatan, bahkan
v pada 2020 sehingga menekan margin
e Norelatif stabil di kisaran 3–6%, menunjukkan
r
kotor. Beban umum dan administrasi
c menjadi
10–12% pada 2019 S
e
efisiensi overhead meski tetap
7 beban tambahan. Laba usaha sempat positif
0 namun mayoritas periode mencatat kerugian
dan 2023–2024,
dengan rata-ratate–19%, mencerminkan rapuhnya profitabilitas inti. Kinerja sebelum
o ra dengan rata-rata –33% dari pendapatan, mencerminkan beban
pajak lebih tertekan
treno r p
non-operasional yang signifikan. Akhirnya, laba tahun berjalan juga menunjukkan
negatif dengan rata-rata –26%, menandakan bahwa meskipun ada perbaikan
C perusahaan masih menghadapi tantangan besar dalam menyeimbangkan
sesaat,
pendapatan dengan beban untuk mencapai profitabilitas berkelanjutan.
Analisa Rasio
Ratio Analysis atau analisis rasio merupakan salah satu bentuk teknis analisis
laporan keuangan yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos - pos
tertentu dari laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi secara individu atau
kombinasi antara keduanya. Berikut adalah tabel berbagai macam rasio keuangan
yang Kami gunakan dalam analisis rasio keuangan Perusahaan.
Page | 47
Page 64
Analisis Rasio Keuangan
Jan- Jan- Jan- Jan- Jan- Jan- Jan-
URAIAN Des Des Des Des Des Des Jun
2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Rasio Aktivitas (x)
Rasio perputaran piutang 0,03 0,07 0,08 0,06 0,06 0,04 0,11
Rasio perputaran persediaan 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
EI
Rasio perputaran utang usaha 0,19 0,16 0,24 0,37 0,04 0,07 0,21
Rasio Aktivitas (days)
y /B
o p i m
Rasio perputaran piutang 9,51
C
27,30
-
27,38 20,79
T 22,02 15,59 41,59
l a
ia
Rasio perputaran presediaan 0,10 0,07 0,07 0,13 0,23 0,17 0,34
n t u d
Rasio perputaran utang usaha
e or a r
70,32 57,86 87,59 134,41 13,05 24,08 78,43
d
fi F / G 25
n y 20
Co
Rasio Likuiditas (x)
r
Rasio lancar
e ta ov 0,18 0,07 0,04 0,09 0,17 0,13 0,15
Rasio cepat
c r N 0,18 0,07 0,04 0,09 0,17 0,13 0,15
Se 07
Rasio kas 0,05 0,03 0,00 0,03 0,04 0,03 0,06
t e
o ra
Rasio Profitabilitas (%)
r p
Gross Profit Margin 10,4% -84,9% -69,7% -7,8% 11,8% 10,3% -1,1%
Co
Net Profit Margin 4,9% -89,3% -82,3% -4,5% 1,5% -6,1% -8,8%
Rasio laba atas aset 7,2% -12,5% -16,8% -1,6% 0,6% -2,9% -1,8%
Rasio laba atas ekuitas 215,3% 106,1% 55,2% 4,8% -2,0% 8,4% 4,4%
Rasio Solvabilitas (%)
Rasio total Liabilitas / total aset 97% 112% 130% 134% 132% 135% 141%
Rasio total Liabilitas / total 2881% -947% -428% -394% -416% -388% -345%
ekuitas
Page | 48
Page 65
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang bertujuan untuk mengetahui
sejauh mana kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka
pendeknya. Beberapa rasio keuangan yang masuk dalam kategori ini antara lain
adalah:
Rasio Lancar (current ratio)
E I
Rasio ini merupakan perbandingan antara aset lancar dengan liabilitas jangka
/ B
pendek. Rasio ini bertujuan untuk mengetahui sampai seberapa jauh jumlah aset
lancar perusahaan dapat menjamin utang jangka pendek dari kreditor. Secara
py i m
umum semakin tinggi rasio lancar maka semakin aman perusahaan. Rasio lancar
Co T
Perusahaan pada periode Per 30 Juni 2025 tercatat sebesar 0,15 kali.
-
al
ti da
ru
Rasio Cepat (quick ratio)
e n r
id Fo G 25 a
Rasio cepat pada dasarnya mempunyai tujuan yang sama dengan rasio lancar,
n f
namun sebagian orang merasa bahwa hasil perhitungan rasio lancar yang
/ 0
C o y
menghitung seluruh aset lancar kurang tajam, oleh karena itu beberapa pos seperti
r v2
a
persediaan yang dianggap kurang lancar, dikeluarkan dalam perhitungan rasio
r et No
cepat. Rasio cepat pada periode 30 Juni 2025 tercatat sebesar 0,15 kali.
e c 7
Rasio Kas (cash ratio)S 0
e
akast Perusahaan pada periode 30 Juni 2025 tercatat sebesar 0,06 kali.
Rasio ini untuk mengukur jumlah kas tersedia dibanding dengan liabilitas jangka
o r
pendek. Rasio
r p
Rasio Aktivitas
C
Rasio Aktifitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan rasio yang
digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam menggunakan aktiva
yang dimilikinya.
Rasio Perputaran Piutang
Rasio perputaran piutang usaha adalah rasio yang mencerminkan kecepatan
piutang usaha berhasil ditagih oleh perusahaan dalam satu periode. Rasio
perputaran piutang pada periode Per 30 Juni 2025 tercatat sebesar 41,59 hari.
Rasio Perputaran Persediaan
Rasio perputaran persediaan adalah rasio yang mencerminkan seberapa lama
persediaan tersimpan dalam satu periode. Rasio perputaran persediaan pada
periode Per 30 Juni 2025 tercatat sebesar 0,34 hari.
Page | 49
Page 66
Rasio Perputaran Utang
Rasio perputaran utang usaha adalah rasio yang mencerminkan seberapa lama
hutang usaha perusahaan dapat dibayarkan dalam satu periode. Rasio perputaran
utang pada periode Per 30 Juni 2025 tercatat sebesar 78,43 hari.
Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam
E I
menghasilkan laba. Beberapa rasio Perusahaan yang termasuk dalam kategori ini
antara lain adalah:
/ B
Gross Profit Margin py i m
Co T
Gross Profit Margin mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba kotor
-
al da
dari setiap pendapatan setelah dikurangi beban pokok usaha. Gross profit margin
ti
ru
per 30 juni 2025 adalah -1,1%.
e n r
Net Profit Margin fid o G 5 a
n F 2 dalam menghasilkan laba
/ perusahaan
Net Profit Marginomenggambarkan
r 0
ysemua2beban dan pajak. Net Profit Margin per
efisiensi
Cpendapatan setelah
bersih dari total
a ov
30 juni 2025 adalah -8,8%. et
c r N
Rasio Laba atas AsetS e 07
(ROA)
Rasio Laba atas e
t Aset (ROA) menunjukkan tingkat efektivitas perusahaan dalam
a total aset untuk menghasilkan laba bersih. Rasio Laba atas Aset
memanfaatkan
o r
o rp
(ROA) per 30 juni 2025 adalah -1,8%.
C Laba atas Ekuitas (ROE)
Rasio
Rasio Laba atas Ekuitas (ROE) mengukur sejauh mana perusahaan mampu
memberikan tingkat pengembalian laba bersih terhadap ekuitas pemegang saham.
Rasio Laba atas Ekuitas (ROE) per 30 juni 2025 adalah 4,4%.
Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas (solvency ratio) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur
kemampuan perusahaan untuk melunasi hutang - hutangnya. Berikut adalah rasio
yang termasuk dalam kategori ini.
Rasio total liabilitas terhadap total aset
Rasio ini merupakan perbandingan antara total liabilitas terhadap total aset
perusahaan. Semakin tinggi rasio ini semakin tinggi pula risiko keuangan
Page | 50
Page 67
perusahaan. Adapun tingkat rasio liabilitas terhadap total aset Perusahaan periode
30 Juni 2025 adalah 141%.
Rasio total liabilitas terhadap total ekuitas
Rasio ini merupakan perbandingan antara total liabilitas terhadap total ekuitas.
Semakin rendah rasio ini semakin bagus keuangan perusahaan. Adapun tingkat
rasio liabilitas terhadap Ekuitas periode 30 Juni 2025 adalah -345%.
Informasi Pemegang Saham Eksisting
E I
Berdasarkan Akta perubahan terakhir, dengan Akta Notaris No. 13 tanggal 9
/ B
Februari 2023, yang dikeluarkan oleh Notaris Arry Supratno, S.H., Notaris di Jakarta,
py i m
dinyatakan bahwa modal dasar perseroan adalah Rp3.700.000.000.000,- (tiga
Co T
triliun tujuh ratus miliar rupiah), yang terdiri atas 1.837.643 (satu juta delapan ratus
-
ti al da
tiga puluh tujuh ribu enam ratus empat puluh tiga) lembar saham dengan nilai
ru
nominal per lembar saham Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah).
e n r
id Fo G 25 a
Modal dasar tersebut saham telah ditempatkan dan disetor menjadi
n f
Rp1.837.643.000.000,- (satu triliun delapan ratus tiga puluh tujuh miliar enam ratus
/ 0
C o y
empat puluh tiga juta rupiah), yang terdiri atas 1.837.643 (satu juta delapan ratus
r v2
a
tiga puluh tujuh ribu enam ratus empat puluh tiga) lembar saham dengan nilai
r et No
nominal per lembar saham Rp1.000.000,- (satu juta rupiah), komposisi pemegang
e c 7
saham PT Citilink Indonesia adalah sebagai berikut:
S 0
e
at
Daftar Pemegang Saham PT Citilink Indonesia
o r Dalam USD
pPemegang Saham Jumlah Saham Persentase Jumlah Modal
C or PT Garuda Indonesia 1.812.893 98,65%
Disetor
149.496.177
PT Aero Wisata 24.750 1,35% 2.040.954
Jumlah 1.837.643 100,00% 151.537.131
Sumber: Akta perubahan oleh Notaris Arry Supratno, S.H.
Page | 51
Page 68
Dokumentasi Survey PT Citilink Indonesia
E I
/ B
py i m
Co - T
tial da
e n r a ru
f id Fo G 25
o n / 0
C y
r v2
a
r et No
c Wisata
e 07 berdasarkan akta notaris Nomor. 85 tanggal
3.9.2. Gambaran Umum PT Aero
S didirikan
PT Aero Wisata ("Perseroan")
t
30 Juni 1973, yangedikeluarkan oleh Notaris Soeleman Ardjasasmita, S.H., di Jakarta.
o ra tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia
Akta pendirian
r p Keputusannya No. Y.A.5/32/18 tertanggal 2 Februari 1974 serta
dalam Surat
C o dalam Berita Negara Republik Indonesia Serikat No. 28 tertanggal 11
diumumkan
Maret 1974.
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar, ruang lingkup kegiatan perusahaan adalah di
bidang aktivitas konsultasi pariwisata, aktivitas biro perjalanan wisata,
penyelenggaraan pertemuan, perjalanan insentif, konferensi dan pameran, aktivitas
konsultasi manajemen, aktivitas perusahaan holding, real estat yang dimiliki sendiri
atau disewa, hotel Bintang tiga, dan portal web dengan tujuan komersil. Perseroan
terbatas ini bernama “PT Aero Wisata” yang berkedudukan di Jakarta.
Kinerja Usaha
Kinerja usaha Perseroan berdasarkan laporan keuangan audited yang berakhir
untuk tiap-tiap tanggal 31 Desember 2019 sampai dengan 30 Juni 2025 adalah
sebagai berikut :
Page | 52
Page 69
Laporan Posisi Keuangan Perseroan (dalam jutaan Rupiah)
Uraian 2019 2020 2021 2022 2023 2024 Jun 2025
Aset Lancar 208.454 187.412 201.126 182.154 169.664 206.874 243.780
Aset Tidak
2.519.094 1.580.441 939.954 1.249.342 1.384.908 1.671.736 1.765.890
Lancar
Liabilitas Jangka
21.004 26.420 50.360 53.252 59.732 80.607 108.058
Pendek
Liabilitas Jangka
29.462 26.528 24.717 24.546 12.298 33.194 35.499
Panjang
Ekuitas 2.677.083 1.714.905 1.066.003 1.353.699 1.482.542 1.764.809 1.866.113
E I
Berdasarkan laporan posisi keuangan stand alone periode 2019 hingga Juni 2025,
PT Aero Wisata menghadapi dinamika keuangan yang cukup signifikan, khususnya / B
py
akibat tekanan pandemi COVID-19, meskipun terlihat adanya tanda-tanda
i m
Co
stabilisasi pada sisi aset dan kewajiban dalam beberapa tahun terakhir.
- T
Aset Lancar ti al da
e n r a ru
Aset Lancar mengalami penurunan dari Rp208.454 juta pada 2019 menjadi
f id Fo G 25
Rp187.412 juta di 2020 dan Rp201.126 juta di 2021, sebelum kembali melemah ke
o n / 0
Rp182.154 juta di 2022 dan mencapai titik terendah Rp169.664 juta pada 2023.
C y
r v2
a
Namun pada 2024 terjadi pemulihan ke Rp206.874 juta dan terus meningkat
r et No
menjadi Rp243.780 juta pada Juni 2025. Dengan CAGR 2019–2025 sebesar 2,44%,
e c 7
pertumbuhan aset lancar relatif lambat namun mencerminkan adanya upaya
S 0
memperbaiki likuiditas di tengah ketidakpastian pasar.
e
r at
Aset Tidak Lancar
Aset TidakoLancar justru bergerak terbalik, dari posisi Rp2.519.094 juta pada 2019
p ke Rp1.580.441 juta pada 2020 dan jatuh lebih rendah lagi ke
rtajam
o
turun
C juta pada 2021. Meski demikian, aset tidak lancar berangsur pulih ke
Rp939.954
Rp1.249.342 juta di 2022, meningkat ke Rp1.384.908 juta di 2023, lalu Rp1.671.736
juta di 2024 dan Rp1.765.890 juta pada Juni 2025. Secara jangka panjang tren
masih menurun dengan CAGR –5,32%. Kondisi ini menegaskan bahwa porsi aset
tidak lancar perusahaan mengalami penyusutan struktural yang cukup signifikan.
Liabilitas Jangka Pendek
Liabilitas Jangka Pendek meningkat konsisten setiap tahun, dari Rp21.004 juta pada
2019 menjadi Rp26.420 juta di 2020, Rp50.360 juta di 2021, Rp53.252 juta di 2022,
Rp59.732 juta di 2023, Rp80.607 juta di 2024, hingga Rp108.058 juta pada Juni
2025, dengan CAGR 28,66%. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa perusahaan
semakin bergantung pada pendanaan jangka pendek, yang berpotensi
meningkatkan risiko likuiditas jika tidak diimbangi dengan arus kas operasi yang
memadai.
Page | 53
Page 70
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas Jangka Panjang relatif stabil dengan fluktuasi ringan. Dari Rp29.462 juta
pada 2019, turun sedikit ke Rp26.528 juta di 2020, Rp24.717 juta di 2021, dan
Rp24.546 juta di 2022, sebelum jatuh ke titik terendah Rp12.298 juta pada 2023.
Setelah itu kembali meningkat ke Rp33.194 juta di 2024 dan Rp35.499 juta pada
Juni 2025.. CAGR tercatat 2,91%, yang mengindikasikan pertumbuhan moderat.
Pola ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak terlalu agresif menambah
kewajiban jangka panjang, meski fluktuasi dalam periode tertentu tetap ada.
E I
Ekuitas
/
Ekuitas menunjukkan tren melemah pada awal periode. Dari Rp2.677.083 juta di
B
py i m
2019, ekuitas turun tajam ke Rp1.714.905 juta di 2020 dan merosot lagi ke
Co T
Rp1.066.003 juta di 2021. Namun setelah itu mulai membaik ke Rp1.353.699 juta
-
ti al da
di 2022, Rp1.482.542 juta di 2023, Rp1.764.809 juta di 2024, hingga mencapai
ru
Rp1.866.113 juta pada Juni 2025. Secara keseluruhan, CAGR ekuitas 2019–2025
e n r
id Fo G 25 a
tercatat –5,40%, menandakan adanya tekanan berkelanjutan terhadap
n f
permodalan perusahaan. Meskipun ada perbaikan dalam tiga tahun terakhir, posisi
/ 0
C o y
ekuitas masih jauh di bawah level 2019, mencerminkan beban restrukturisasi yang
r v2
besar.
a
t o
r e N Perseroan (dalam jutaan Rupiah)
Ikhtisar Laporan
e c Laba/(Rugi)
7
Uraian
S 0
2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025
e
at
Pendapatan 34.668 15.495 12.338 26.248 48.266 60.107 28.057
r
po
Beban pokok -9.656 -4.820 -5.606 -5.192 -5.527 -5.084 -1.982
o r
usaha
C
Beban umum dan
administrasi
-67.586 -71.299 -47.864 -53.627 -72.779 -76.069 -32.235
Laba (Rugi) Usaha -42.574 -60.623 -41.132 -32.571 -30.041 -21.046 -6.161
Laba (Rugi) -62.979 -714.609 -645.656 153.268 125.122 236.876 95.326
Sebelum Pajak
Penghasilan
Laba (Rugi) Tahun -62.860 -720.502 -664.892 153.393 124.256 235.557 92.689
Berjalan
Pendapatan
Pendapatan PT Aero Wisata berfluktuasi dengan tren meningkat dalam jangka
panjang. Pada 2019, pendapatan tercatat Rp34.668 juta, namun anjlok tajam pada
masa pandemi menjadi Rp15.495 juta di 2020 (turun 55%) dan Rp12.338 juta di
2021. Pemulihan mulai tampak pada 2022 dengan kenaikan ke Rp26.248 juta, lalu
melonjak signifikan menjadi Rp48.266 juta di 2023 dan Rp60.107 juta di 2024.
Page | 54
Page 71
Periode Januari–Juni 2025 mencatat Rp28.057 juta atau 47% dari capaian 2024,
menunjukkan tren musiman dan prospek pertumbuhan berlanjut. Secara
keseluruhan, CAGR pendapatan 2019–2024 tercatat 11,6%.
Beban Pokok Usaha
Beban pokok usaha relatif stabil dengan skala lebih kecil dibanding pendapatan.
Pada 2019 tercatat Rp9.656 juta, turun ke Rp4.820 juta di 2020 sejalan dengan
turunnya pendapatan, dan naik sedikit ke Rp5.606 juta di 2021. Tahun 2022
E I
menurun ke Rp5.192 juta, lalu berfluktuasi di kisaran Rp5.000–Rp5.500 juta hingga
/ B
2024. Per Juni 2025, beban sudah mencapai Rp1.982 juta (39% dari 2024). Rasio
beban pokok terhadap pendapatan membaik seiring peningkatan skala usaha.
py i m
Beban Umum dan Administrasi
Co - T
al da
Beban umum dan administrasi menjadi komponen biaya terbesar bagi perusahaan.
ti
ru
Pada 2019, tercatat Rp67.586 juta dan meningkat ke Rp71.299 juta di 2020. Tahun
e n r
id Fo G 25 a
2021 turun signifikan menjadi Rp47.864 juta, namun kembali naik ke Rp53.627 juta
n f
di 2022 dan mencapai Rp76.069 juta di 2024. Per Juni 2025, beban ini sudah
/ 0
C o y
Rp32.235 juta (42% dari 2024). Kontribusinya terhadap pendapatan cukup besar,
r v2
a
mencerminkan beban operasional yang masih tinggi.
t o
r e
Laba (Rugi) Usaha
e c 7N
Laba usaha PT Aero S Wisata0 konsisten mengalami kerugian, meski trennya
t e
menunjukkan perbaikan. Pada 2019, rugi usaha Rp42.574 juta, memburuk ke
o r
Rp60.623 juta di 2020, lalu menurun ke Rp41.132 juta di 2021. Pada 2022 rugi
o rpdan Rp21.046 juta di 2024. Per Juni 2025, rugi usaha tercatat Rp6.161 juta,
mengecil menjadi Rp32.571 juta, kemudian berlanjut turun menjadi Rp30.041 juta
di 2023
C
menandakan langkah menuju perbaikan profitabilitas.
Laba (Rugi) Sebelum Pajak Penghasilan
Posisi sebelum pajak mencatat dinamika signifikan, dengan kerugian besar pada
masa pandemi. Dari rugi Rp62.979 juta di 2019, membengkak menjadi Rp714.609
juta di 2020 dan Rp645.656 juta di 2021. Namun, tahun 2022 menjadi titik balik
dengan laba Rp153.268 juta, disusul Rp125.122 juta pada 2023 dan meningkat ke
Rp236.876 juta di 2024. Per Juni 2025, laba sebelum pajak tercatat Rp95.326 juta
(40% dari 2024), menandakan pemulihan berlanjut.
Laba (Rugi) Tahun Berjalan
Laba tahun berjalan memperlihatkan pola serupa. Dari rugi Rp62.860 juta pada
2019, membengkak menjadi Rp720.502 juta di 2020 dan Rp664.892 juta di 2021.
Tahun 2022 mencatat laba Rp153.393 juta, lalu Rp124.256 juta di 2023 dan
Page | 55
Page 72
Rp235.557 juta pada 2024. Per Juni 2025, laba bersih tercatat Rp92.689 juta (39%
dari 2024), memperlihatkan kinerja yang lebih stabil dibandingkan periode
pandemi.
Analisis Laporan Keuangan Perusahaan
Kondisi keuangan Perusahaan tercermin dari laporan keuangan, sehingga untuk
mengukur kinerja keuangan Perusahaan diperlukan analisis terhadap laporan
keuangan perusahaan dilakukan berdasarkan analisis laporan keuangan
E I
Perusahaan dengan menggunakan beberapa teknis analisis sebagai berikut:
/ B
Analisis Commonsize statement py i m
Co - T
ti al da
Common size statement merupakan salah satu metode analisis terhadap laporan
ru
keuangan Perusahaan untuk mengetahuipersentase investasi pada masing-masing
e n r
id Fo G 25 a
aset terhadap total asetnya, dan juga untuk mengetahui struktur permodalan serta
n f
komposisi biaya biaya atau beban terhadap total pendapatan. Berikut adalah hasil
/ 0
C o y
analisis laporan keuangan Perusahaan dengan menggunakan metode Common Size
r v2
Statement Analysist:
a
t o
r e N - Laporan Posisi Keuangan
e c Statement
Commonsize
7
Jan-Des
S 0Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Jun
URAIAN
e AVERAGE
at
2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Aset Lancar
o r
7,64% 10,60% 17,63% 12,72% 10,91% 11,01% 12,13% 11,81%
r
Aset Tidak p 92,36% 89,40% 82,37% 87,28% 89,09% 88,99% 87,87% 88,19%
C o
Lancar
Total Aset 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Liabilitas 0,77% 1,49% 4,41% 3,72% 3,84% 4,29% 5,38% 3,42%
Lancar
Liabilitas 1,08% 1,50% 2,17% 1,71% 0,79% 1,77% 1,77% 1,54%
Jangka
Panjang
Total 1,85% 3,00% 6,58% 5,43% 4,63% 6,06% 7,14% 4,96%
Liabilitas
Ekuitas 98,15% 97,00% 93,42% 94,57% 95,37% 93,94% 92,86% 95,04%
Total Ekuitas
100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
& Liabilitas
Page | 56
Page 73
Analisis common size laporan posisi keuangan PT Aero Wisata memperlihatkan
bahwa struktur aset didominasi oleh aset tidak lancar dengan rata-rata 88,2%
sepanjang 2019–Juni 2025, sementara aset lancar hanya sekitar 11,8%. Hal ini
menandakan karakteristik perusahaan yang padat aset tetap. Dari sisi pendanaan,
ekuitas menjadi sumber utama dengan proporsi sangat tinggi, rata-rata 95,0%,
sedangkan liabilitas relatif kecil yaitu hanya 5,0% dari total aset. Liabilitas lancar
tercatat lebih besar dibandingkan liabilitas jangka panjang, namun keduanya tetap
rendah dengan puncak total liabilitas hanya 7,1% di 2025. Komposisi ini
mencerminkan struktur permodalan yang sangat konservatif dan ketergantungan
E I
minim pada utang, meskipun dominasi aset tidak lancar berimplikasi pada
fleksibilitas likuiditas yang terbatas. / B
o py i m
Commonsize Statement - Laporan PosisiTKeuangan
l C -
URAIAN
Jan-Des Jan-Des
t ia
Jan-Des
a
Jan-Des
d
Jan-Des Jan-Des Jan-Jun
AVERAGE
2019
n 2020
e or a
2021
r u 2022 2023 2024 2025
Pendapatan
d
fi F / G 25
100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
Beban pokok usaha n
-28% -31%
y 20
-45% -20% -11% -8% -7% -22%
Beban umum dan Co -195% r
ta ov
-460% -388% -204% -151% -127% -115% -234%
administrasi
e
r N
Laba (Rugi) Usaha -123% c -391% -333% -124% -62% -35% -22% -156%
Laba (Rugi) Se 07
-182% -4612% -5233% 584% 259% 394% 340% -1207%
Sebelum Pajak
t e
Penghasilan
r a
p o
Laba (Rugi) Tahun -181% -4650% -5389% 584% 257% 392% 330% -1237%
o r
Berjalan
C
Analisis common size laporan laba rugi PT Aero Wisata menunjukkan struktur biaya
dan profitabilitas yang sangat fluktuatif sepanjang periode 2019–Juni 2025. Beban
pokok usaha relatif menurun proporsinya terhadap pendapatan, dari 28–45% pada
2019–2021 menjadi hanya 7–8% di 2024–2025, mencerminkan efisiensi
operasional. Namun, beban umum dan administrasi menjadi tekanan utama,
dengan porsi yang sangat tinggi bahkan mencapai 460% dari pendapatan pada 2020
dan rata-rata 234% selama periode analisis, sehingga terus membatasi
profitabilitas. Dampaknya, margin usaha berada di level negatif sepanjang 2019–
2022, baru membaik ke –35% pada 2024 dan –22% per Juni 2025, menandakan tren
perbaikan namun masih defisit. Sementara itu, laba sebelum pajak dan laba bersih
sangat volatil, dari kerugian ekstrem hingga ribuan persen terhadap pendapatan
pada masa pandemi, lalu melonjak positif di 2022–2024 dengan margin tinggi
(hingga 584% di 2022), sebelum kembali turun di 2025. Pola ini menegaskan bahwa
Page | 57
Page 74
kinerja keuangan PT Aero Wisata masih rentan dipengaruhi faktor non-operasional,
sementara profitabilitas inti mulai menunjukkan perbaikan namun belum
konsisten.
Analisa Rasio
Ratio Analysis atau analisis rasio merupakan salah satu bentuk teknis analisis
laporan keuangan yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos - pos
tertentu dari laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi secara individu atau
E I
kombinasi antara keduanya. Berikut adalah tabel berbagai macam rasio keuangan
yang Kami gunakan dalam analisis rasio keuangan Perusahaan. / B
o py T i m
l C
Analisis Rasio Keuangan
-
URAIAN it a
Jan-Des Jan-Des
a
Jan-Des
d
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Jun
e n r
2019 2020
a ru
2021 2022 2023 2024 2025
Rasio Aktivitas (x)
f id Fo G 25
Rasio perputaran
o n / 0
piutang
C
1,05
y
1,87
r v2
1,90 1,24 0,94 0,84 2,29
a
Rasio perputaran
r et No
0,02 0,05 0,03 0,04 0,03 0,03 0,08
persediaan
e c 7
Rasio perputaran utang
usaha S 0 0,11 0,45 0,29 0,29 0,28 0,20 0,56
e
r at
p o
Rasio Aktivitas (days)
o r
Rasio perputaran
C
piutang
384,67 685,26 694,58 454,12 343,44 305,73 837,31
Rasio perputaran
9,00 19,08 12,59 13,57 12,75 12,50 30,38
presediaan
Rasio perputaran utang
39,70 166,19 105,78 104,84 103,14 73,17 204,56
usaha
Rasio Likuiditas (x)
Rasio lancar 9,92 7,09 3,99 3,42 2,84 2,57 2,26
Rasio cepat 9,91 7,08 3,99 3,42 2,84 2,56 2,25
Rasio kas 0,42 0,33 0,81 0,37 0,24 0,53 0,31
Rasio Profitabilitas (%)
Page | 58
Page 75
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Jun
URAIAN
2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Gross Profit Margin -333,4% -124,1% -62,2% -35,0% -22,0% -122,8% -391,2%
Net Profit Margin 306,3% -5833,7% -5259,5% 1091,9% 266,9% 469,6% 361,1%
Rasio laba atas aset 3,9% -51,1% -56,9% 20,0% 8,3% 15,0% 5,0%
Rasio laba atas ekuitas 4,0% -52,7% -60,9% 21,2% 8,7% 16,0% 5,4%
Rasio Solvabilitas (%) E I
Rasio total Liabilitas / / B
py
1,9% 3,0% 6,6% 5,4% 4,6% 6,1% 7,1%
total aset
o im
Rasio total Liabilitas /
total ekuitas
1,9% 3,1%
l C 7,0% 5,7%
-T4,9% 6,4% 7,7%
t ia d a
Rasio Likuiditas e n r
a ru
f id Fo G 25
o n suatu rasio /keuangan
0 yang bertujuan untuk mengetahui
Rasio likuiditas merupakan
sejauh manaCkemampuan perusahaan r y 2
pendeknya. Beberapa rasio e
t a v dalam melunasi kewajiban jangka
keuanganoyang masuk dalam kategori ini antara lain
adalah:
r
c 7N
S 0e
t e
Rasio Lancar (current ratio)
o ra perbandingan antara aset lancar dengan liabilitas jangka
Rasio ini merupakan
pendek.pRasio ini bertujuan untuk mengetahui sampai seberapa jauh jumlah aset
o
lancar rperusahaan dapat menjamin utang jangka pendek dari kreditor. Secara
C semakin tinggi rasio lancar maka semakin aman perusahaan. Rasio lancar
umum
Perusahaan pada periode Per 30 Juni 2025 tercatat sebesar 2,26 kali.
Rasio Cepat (quick ratio)
Rasio cepat pada dasarnya mempunyai tujuan yang sama dengan rasio lancar,
namun sebagian orang merasa bahwa hasil perhitungan rasio lancar yang
menghitung seluruh aset lancar kurang tajam, oleh karena itu beberapa pos seperti
persediaan yang dianggap kurang lancar, dikeluarkan dalam perhitungan rasio
cepat. Rasio cepat pada periode 30 Juni 2025 tercatat sebesar 2,25 kali.
Rasio Kas (cash ratio)
Rasio ini untuk mengukur jumlah kas tersedia dibanding dengan liabilitas jangka
pendek. Rasio kas Perusahaan pada periode 30 Juni 2025 tercatat sebesar 0,31 kali.
Page | 59
Page 76
Rasio Aktivitas
Rasio Aktifitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan rasio yang
digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam menggunakan aktiva
yang dimilikinya.
Rasio Perputaran Piutang
Rasio perputaran piutang usaha adalah rasio yang mencerminkan kecepatan
piutang usaha berhasil ditagih oleh perusahaan dalam satu periode. Rasio
E I
/ B
perputaran piutang pada periode Per 30 Juni 2025 tercatat sebesar 2,29 kali.
Rasio Perputaran Persediaan py i m
Co T
Rasio perputaran persediaan adalah rasio yang mencerminkan seberapa lama
-
al da
persediaan tersimpan dalam satu periode. Rasio perputaran persediaan pada
ti
ru
periode Per 30 Juni 2025 tercatat sebesar 0,08 kali.
e n r
id Fo G 25 a
f
Rasio Perputaran Utang
n usaha adalah
Rasio perputaranoutang / rasio 0yang mencerminkan seberapa lama
hutang usaha C
y
r v 2dalam satu periode. Rasio perputaran
a
perusahaan dapat dibayarkan
r et 2025Ntercatat
utang pada periode Per 30 Juni o sebesar 0,56 kali.
e c 7
Rasio Profitabilitas S 0
e
r at digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam
Rasio profitabilitas
p o laba. Beberapa rasio Perusahaan yang termasuk dalam kategori ini
menghasilkan
o
antararlain adalah:
C
Gross Profit Margin
Gross Profit Margin mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba kotor
dari setiap pendapatan setelah dikurangi beban pokok usaha. Gross profit margin
per 30 juni 2025 adalah -391,2%.
Net Profit Margin
Net Profit Margin menggambarkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba
bersih dari total pendapatan setelah semua beban dan pajak. Net Profit Margin per
30 juni 2025 adalah 361,1%.
Rasio Laba atas Aset (ROA)
Rasio Laba atas Aset (ROA) menunjukkan tingkat efektivitas perusahaan dalam
memanfaatkan total aset untuk menghasilkan laba bersih. Rasio Laba atas Aset
Page | 60
Page 77
(ROA) per 30 juni 2025 adalah 5,0%.
Rasio Laba atas Ekuitas (ROE)
Rasio Laba atas Ekuitas (ROE) mengukur sejauh mana perusahaan mampu
memberikan tingkat pengembalian laba bersih terhadap ekuitas pemegang saham.
Rasio Laba atas Ekuitas (ROE) per 30 juni 2025 adalah 5,4%.
Rasio Solvabilitas
E I
kemampuan perusahaan untuk melunasi hutang - hutangnya. Berikut / B adalah rasio
Rasio solvabilitas (solvency ratio) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur
yang termasuk dalam kategori ini. p y i m
C o T
-
Rasio total liabilitas terhadap total aset
t ia antara total d aliabilitas terhadap total aset
ru tinggi pula risiko keuangan
Rasio ini merupakan perbandingan
e n rasior ini semakin
perusahaan. Semakin tinggi
d rasio
perusahaan. Adapun ftingkat
a
oliabilitasGterhadap5 total aset Perusahaan periode
n7,1%. F / 02
30 Juni 2025 adalah
C o r y 2
ta ekuitas
Rasio total liabilitas terhadapetotal o v
c r Nantara total liabilitas terhadap total ekuitas.
Rasio ini merupakan perbandingan
Semakin rendah rasio S 07 bagus keuangan perusahaan. Adapun tingkat
eini semakin
t e Ekuitas periode 30 Juni 2025 adalah 7,7%.
rasio liabilitas terhadap
r a
o
o rp Akta perubahan terakhir, dengan Akta Notaris No. 10 tanggal 29
Informasi Pemegang Saham Eksisting
Berdasarkan
C 2023, yang dikeluarkan oleh Notaris Mira Aranti Ciptadi, S.H., M.Kn.,
Agustus
Notaris di Karawang, dinyatakan bahwa modal dasar perseroan adalah
Rp400.000.000.000,- (empat ratus miliar rupiah), yang terdiri atas 250.000 (dua
ratus lima puluh ribu) lembar saham dengan nilai nominal per lembar saham
Rp1.000.000,- (satu juta rupiah).
Modal dasar tersebut saham telah ditempatkan dan disetor menjadi
Rp250.000.000.000,- (dua ratus lima puluh miliar rupiah), yang terdiri atas 250.000
(dua ratus lima puluh ribu) lembar saham dengan nilai nominal per lembar saham
Rp1.000.000,- (satu juta rupiah), komposisi pemegang saham PT Aero Wisata
adalah sebagai berikut:
Page | 61
Page 78
Daftar Pemegang Saham PT Aero Wisata
Dalam Rupiah
Jumlah Modal
Pemegang Saham Jumlah Saham Persentase
Disetor
PT Garuda Indonesia 249.999 99,9996% 249.999.000.000
Dana Pensiun Aero Wisata
1 0,0004% 1.000.000
Jumlah 250.000 100,00% 250.000.000.000
Sumber: Akta perubahan oleh Notaris Mira Aranti Ciptadi, S.H., M.kn.
E I
Dokumentasi Survey PT Aero Wisata
/ B
py i m
Co - T
ti al da
e n r a ru
f id Fo G 25
o n / 0
C y
r v2
a
r et No
e c 7
S 0
e
r at
p o
o r
C
Page | 62
Page 79
E I
/ B
py i m
Co - T
al
ti da
e n r a ru
f id Fo G 25
o n / 0
C y
r v2
a
r et No
3.9.3. Gambaran Umum PT Aero e c System
7 Indonesia
S 0
PT Aero System Indonesia ("Perseroan") didirikan berdasarkan akta notaris Nomor.
e yang dikeluarkan oleh Adrian Djuaini, S.H., Notaris di Jakarta.
7 tanggal 9 Juni t2005,
o ra mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Akta ini telah
r
Manusia pRepublik Indonesia dengan Keputusan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi
C o
Manusia Reublik Indonesia No. C-21017 HT.01.01.TH.2005.
Akta tersebut diubah dengan akta Nomor. 26 tanggal 13 November 2024 yang
dibuat oleh Notaris Eira Aurelia Hollanda, S.H., di Kabupaten Bogor, dan Akta ini
telah mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum dengan Surat
Keputusan No. AHU-0073832.AH.01.02.Tahun 2024 tanggal 15 November 2024.
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar, ruang lingkup kegiatan perusahaan adalah di
bidang jasa konsultasi, rekayasa system teknologi dalam industri perjalanan (travel),
transportasi serta industri lainnya dan perdagangan serta memupuk keuntungan
dengan menerapkan prinsip-prinsip perseroan terbatas melalui kegiatan usaha
perdagangan besar, informasi dan komunikasi, aktivitas ketenagakerjaan dan
penunjang usaha. Perseroan terbatas ini bernama “PT Aero System Indonesia” yang
berkedudukan di Jakarta.
Page | 63
Page 80
Kinerja Usaha
Kinerja usaha Perseroan berdasarkan laporan keuangan audited yang berakhir
untuk tiap-tiap tanggal 31 Desember 2019 sampai dengan 30 Juni 2025 (un-
audited) adalah sebagai berikut :
Laporan Posisi Keuangan Perseroan (dalam miliar Rupiah)
Uraian 2020 2021 2022 2023 2024 Jun 2025
Aset 114 75 40 32 37 47
Lancar
E I
Aset Tidak
Lancar
15 15 15 13 14
/ B 13
Liabilitas 130 125 py
123 142 i m 167 174
Jangka
Co - T
Pendek
al
ti da
Liabilitas
Jangka
16
n 17
e or a
14
r u 11 9 14
Panjang
d
fi F / G 25
n y 20
Co
Ekuitas (17) (52) (82) (108) (126) (128)
r
Berdasarkan laporan posisire
ta v
keuanganoperiode tahun 2020 hingga Juni 2025, PT
e c 7 Ndinamika keuangan yang cukup menantang,
Aero System Indonesia menunjukkan
ditandai dengan tekanan 0 meningkatnya beban operasional, serta
S likuiditas,
akumulasi ekuitase
t negatif yang semakin dalam.
r a
o
rp
Aset Lancar
Asetolancar perusahaan mengalami tren penurunan sepanjang periode analisis.
C Rp114 miliar pada tahun 2020, aset lancar terus menyusut hingga mencapai
Dari
Rp32 miliar pada tahun 2023, sebelum naik tipis ke Rp47 miliar pada Juni 2025.
CAGR 2020–2025 tercatat –16,24%, mencerminkan menurunnya kapasitas
likuiditas jangka pendek perusahaan untuk memenuhi kebutuhan operasional
maupun kewajiban lancar.
Aset Tidak Lancar
Aset tidak lancar relatif stagnan di kisaran Rp13–15 miliar. Hal ini menunjukkan
keterbatasan investasi jangka panjang perusahaan. Penurunan dari Rp15 miliar
pada tahun 2020 ke Rp13 miliar pada tahun 2023 menandakan minimnya ekspansi
aset tetap. CAGR 2020–2025 tercatat -3,35%, menunjukkan terbatasnya ekspansi
dan investasi jangka panjang, yang bisa menghambat pertumbuhan aset produktif
di masa depan.
Page | 64
Page 81
Liabilitas Jangka Pendek
Liabilitas jangka pendek mengalami kenaikan signifikan, dari Rp130 miliar pada
tahun 2020 menjadi Rp174 miliar pada Juni 2025. CAGR tahun 2020–2025 tercatat
+5,94%, kenaikan kewajiban lancar yang berbanding terbalik dengan turunnya aset
lancar memperlihatkan memburuknya likuiditas dan meningkatkan risiko gagal
bayar jangka pendek.
Liabilitas Jangka Panjang
E I
Liabilitas jangka panjang berada di kisaran Rp9–17 miliar. Tren menurun dari Rp16
miliar di tahun 2020 ke Rp9 miliar pada tahun 2024 mencerminkan adanya
/ B
pelunasan kewajiban, meskipun kembali naik ke Rp14 miliar di Juni 2025. CAGR
py i m
2019–2025 tercatat -2,60%, menunjukkan total beban utang perusahaan tetap
Co T
tinggi dibandingkan kapasitas aset, sehingga beban finansial masih signifikan.
-
al
ti da
ru
Ekuitas
e n r
id Fo G 25 a
Ekuitas perusahaan terus mencatat defisit yang membesar, dari negatif Rp17 miliar
n f
pada tahun 2020 hingga negatif Rp128 miliar pada Juni 2025. Hal ini mencerminkan
/ 0
C o y
kerugian akumulasi dan tekanan profitabilitas yang berkelanjutan, sekaligus
r v2
a
menunjukkan struktur permodalan yang sangat rapuh. CAGR 2019–2025 tercatat -
r et No
49,26%, menunjukkan semakin dalamnya kerugian akumulasi dan defisiensi modal.
e c 7
Kondisi ini menegaskan lemahnya struktur permodalan, di mana perusahaan
S 0
semakin bergantung pada pendanaan berbasis liabilitas.
e
r at Laporan Laba/(Rugi) Perseroan (dalam miliar USD)
Ikhtisar
o Uraian
o rp 2020 2021 2022 2023 2024 2025
C Pendapatan 87 89 49 50 70 39
Beban operasional 126 125 77 75 88 42
Laba (Rugi) Usaha (39) (36) (28) (25) (18) (3)
Laba (Rugi) Sebelum Pajak
(197) (37) (33) (27) (18) (3)
Penghasilan
Laba (Rugi) Tahun Berjalan (199) (36) (31) (27) (18) (3)
Pendapatan
Pendapatan perusahaan fluktuatif, dari Rp87 miliar di tahun 2020 turun drastis ke
Rp49 miliar pada tahun 2022, lalu sempat pulih ke Rp70 miliar pada tahun 2024
sebelum kembali melemah menjadi Rp39 miliar pada tahun 2025. Dengan rata-rata
pendapatan tahunan relatif rendah, perusahaan menghadapi tantangan menjaga
Page | 65
Page 82
pertumbuhan usaha. Secara keseluruhan, CAGR pendapatan 2019–2024 berada di
-14,54%.
Beban Operasional
Beban operasional PT Aero System Indonesia selalu lebih besar dibandingkan
dengan pendapatan, rata-rata 145% dari total pendapatan. Pada 2020 tercatat
Rp126 miliar, dan meskipun sempat menurun menjadi Rp75 miliar di 2023, tetap
melampaui pendapatan tahunan. Kondisi ini mengindikasikan efisiensi operasional
yang lemah.
E I
Laba (Rugi) Usaha / B
py i m
Perusahaan konsisten mencatat kerugian usaha, dari –Rp39 miliar pada tahun 2020
Co T
hingga –Rp3 miliar di tahun 2025. Meskipun tren rugi mengecil, margin usaha rata-
-
al da
rata –70,3% menunjukkan profitabilitas inti yang sangat tertekan.
ti
Laba (Rugi) Sebelum Pajak e n r
Penghasilan
a ru
id PTFAero
Laba (rugi) sebelum fpajak o System 5 menunjukkan tren negatif
G Indonesia
o n /
tahun 2020–2025. Pada 0 2
sepanjang periode
C sebesar Rp197 r y 2 tahun 2020, perusahaan mencatat
kerugian signifikan
t a v kerugian berlanjut di tahun-tahun
miliar, yang kemudian menurun drastis menjadi
o
Rp37 miliar pada tahun 2021. e Tren penurunan
r padaN2022, Rp27 miliar pada tahun 2023, hingga
c
berikutnya, yaitu Rp33 miliar
mencapai Rp18 miliarS 07 2024. Perbaikan berlanjut di Juni 2025 dengan
epada tahun
t
rugi sebelum pajake hanya Rp3 miliar. Pola ini menggambarkan adanya upaya
efisiensi danra
perbaikan operasional yang mampu mengurangi tekanan kerugian
o
o rp
meskipun belum membawa perusahaan ke posisi laba.
C (Rugi) Tahun Berjalan
Laba
Laba (rugi) tahun berjalan memiliki pola serupa dengan rugi sebelum pajak,
menandakan bahwa dampak pajak terhadap kinerja perusahaan relatif minimal.
Pada tahun 2020, perusahaan membukukan kerugian besar hingga Rp199 miliar,
kemudian menurun menjadi Rp36 miliar di tahun 2021. Rugi tahun berjalan terus
mengecil menjadi Rp31 miliar di tahun 2022, Rp27 miliar di tahun 2023, dan Rp18
miliar di tahun 2024. Pada Juni 2025, kerugian kembali menyusut tajam menjadi
Rp3 miliar. Penurunan kerugian ini menunjukkan arah perbaikan kinerja, meskipun
perusahaan masih belum mampu mencatatkan laba bersih positif.
Analisis Laporan Keuangan Perusahaan
Kondisi keuangan Perusahaan tercermin dari laporan keuangan, sehingga untuk
mengukur kinerja keuangan Perusahaan diperlukan analisis terhadap laporan
keuangan perusahaan dilakukan berdasarkan analisis laporan keuangan
Perusahaan dengan menggunakan beberapa teknis analisis sebagai berikut:
Page | 66
Page 83
Analisist Commonsize statement
Common size statement merupakan salah satu metode analisis terhadap laporan
keuangan Perusahaan untuk mengetahuipersentase investasi pada masing-masing
aset terhadap total asetnya, dan juga untuk mengetahui struktur permodalan serta
komposisi biaya biaya atau beban terhadap total pendapatan. Berikut adalah hasil
analisis laporan keuangan Perusahaan dengan menggunakan metode Common Size
Statement Analysist:
E I
Jan-Des / B
Commonsize Statement - Laporan Posisi Keuangan
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Jun
URAIAN
2020 2021 2022 p y 2023
i m
2024 2025
AVERAGE
C o T
Aset Lancar 88,01% 83,19% 73,12%
l 71,27%
- 72,63% 78,09% 77,72%
Aset Tidak it a d a
Lancar 11,99%
n r
16,81%
e
26,88%
a ru
28,73% 27,37% 21,91% 22,28%
Total Aset
f
100,00%
id Fo G 25
100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Liabilitas
o n / 0
Lancar
C
100,66% 138,87% y
r v2
224,82% 313,36% 327,02% 291,21% 232,66%
a
Liabilitas
r et No
Jangka
Panjang 12,76%
e c 7
18,57% 24,69% 24,91% 18,30% 24,25% 20,58%
S 0
Total Liabilitas
e
113,42% 157,44% 249,51% 338,27% 345,32% 315,46% 253,24%
at
or
Ekuitas -13% -40% -63% -84% -97% -99% -66,17%
r
Total Ekuitas
p
C o
& Liabilitas 100% 70% 42% 35% 40% 46% 0%
Analisis commonsize laporan posisi keuangan PT Aero System Indonesia periode
tahun 2020 hingga Juni 2025 menunjukkan struktur aset yang sangat didominasi
oleh aset lancar, dengan rata-rata kontribusi sebesar 77,7% terhadap total aset.
Hal ini mencerminkan ketergantungan perusahaan pada aktiva jangka pendek
untuk mendukung kegiatan operasional, sementara porsi aset tidak lancar relatif
kecil hanya sekitar 22,3%.
Dari sisi pendanaan, kondisi perusahaan terlihat cukup berat. Liabilitas jangka
pendek sangat tinggi dengan rata-rata 232,7% dari total aset, bahkan mencapai
puncaknya di tahun 2024 sebesar 327%. Liabilitas jangka panjang juga memberikan
kontribusi sekitar 20,6%, sehingga total liabilitas rata-rata mencapai lebih dari
250% dari total aset. Akibatnya, ekuitas perusahaan konsisten negatif sejak tahun
2020 dengan rata-rata defisit –66,2%, mencerminkan kerugian akumulasi yang
terus menekan struktur permodalan dan meningkatkan risiko solvabilitas.
Page | 67
Page 84
Commonsize Statement - Laporan Laba Rugi Keuangan
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Jun
URAIAN AVERAGE
2020 2021 2022 2023 2024 2025
Pendapatan 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
Beban operasional 145,35% 140,01% 157,44% 150,84% 125,55% 107,26% 145,35%
Laba (Rugi) Usaha -227,61% -41,27% -66,47% -53,35% -25,48% -7,67% -70,31%
Laba (Rugi) -108% -107% -5% 1% -7% -10% -33%
Sebelum Pajak
Penghasilan E I
Laba (Rugi) Tahun / B
Berjalan -229,79%
o
-40,03% -63,90%
py -53,42% -25,31%
T i m-7,13% -69,93%
C -
Analisist commonsize laporan labal rugi memperlihatkan struktur pendapatan dan
t iaoperasional selalu
u dmelampaui pendapatan, dengan
rata-rata sebesar 145,4%
n
biaya yang kurang sehat. Beban
r
r a sehingga menekan kinerja usaha.
e dari opendapatan,
Kondisi ini menyebabkand
fi labaF(rugi) usahaG konsisten5 negatif, dengan rata-rata –
n / 2
0 dari tahun ke tahun.
70,3%, walaupunotren kerugian berangsur mengecil
r y
C tercermin padatalaba (rugi)2
Hal serupa juga
v sebelum pajak dan laba (rugi) tahun
o tercatat negatif –69,9% dari pendapatan.
e rata-rata
r
berjalan, yang masing-masing
c terberat N
pendapatan, sedangkan
e
Tahun 2020 menjadi periode
7 dengan kerugian lebih dari dua kali lipat
S pada02025 kerugian sudah berkurang mendekati –7%,
e perbaikan meski belum mampu mencapai profitabilitas
mencerminkan tadanya
positif.
o ra
o
AnalisarpRasio
C
Ratio Analysist atau analisis rasio merupakan salah satu bentuk teknis analisis
laporan keuangan yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos - pos
tertentu dari laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi secara individu atau
kombinasi antara keduanya. Berikut adalah tabel berbagai macam rasio keuangan
yang Kami gunakan dalam analisis rasio keuangan Perusahaan.
Analisis Rasio Keuangan
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Jun
RASIO KEUANGAN
2020 2021 2022 2023 2024 2025
Rasio Aktivitas (x)
Rasio perputaran piutang
1,11 0,65 0,50 0,50 0,38 0,73
Rasio perputaran utang
usaha 0,74 0,75 1,11 1,23 1,09 2,95
Page | 68
Page 85
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Jun
RASIO KEUANGAN
2020 2021 2022 2023 2024 2025
Rasio Aktivitas (days)
Rasio perputaran piutang
404,82 237,01 181,60 181,58 139,57 265,54
Rasio perputaran utang
usaha 270,45 274,50 405,76 448,37 398,65 1.075,16
Rasio Likuiditas (x)
Rasio lancar
EI
0,87 0,60 0,33 0,23 0,22 0,27
Rasio kas
0,03 0,02 0,04 0,02 0,00 0,01
Rasio Profitabilitas (%) y /B
o p i m
Gross Profit Margin -45,4%
C
-40,0% -57,4%
-
-50,8%
T -25,5% -7,3%
Net Profit Margin
l
-230,8% -38,6% -61,2%
a
-52,2% -25,2% -7,1%
Rasio laba atas aset
ia
-154,5%
t -38,2%
u d -54,9% -57,5% -34,6% -4,7%
Rasio laba atas ekuitas
n1151,8%
e or a
66,5%
r 36,7% 24,1% 14,1% 2,2%
d
fi F / G 25
n
Rasio Solvabilitas (%)
y 20
Co
Rasio total Liabilitas /
total aset
113%
r 157% 250% 338% 345% 315%
Rasio total Liabilitas /
total ekuitas ta ov
-845%
e -274% -167% -142% -141% -146%
c r N
Rasio Likuiditas
Se 07
t e
r a
Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang bertujuan untuk mengetahui
sejauh mana
p o kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka
o r Beberapa rasio keuangan yang masuk dalam kategori ini antara lain
pendeknya.
C
adalah:
Rasio Lancar (current ratio)
Rasio ini merupakan perbandingan antara aset lancar dengan liabilitas jangka
pendek. Rasio ini bertujuan untuk mengetahui sampai seberapa jauh jumlah aset
lancar perusahaan dapat menjamin utang jangka pendek dari kreditor. Secara
umum semakin tinggi rasio lancar maka semakin aman perusahaan. Rasio lancar
Perusahaan pada periode Per 30 Juni 2025 tercatat sebesar 0,27 kali.
Rasio Kas (cash ratio)
Rasio ini untuk mengukur jumlah kas tersedia dibanding dengan liabilitas jangka
pendek. Rasio kas Perusahaan pada periode 30 Juni 2025 tercatat sebesar 0,01 kali.
Page | 69
Page 86
Rasio Aktivitas
Rasio Aktifitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan rasio yang
digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam menggunakan aktiva
yang dimilikinya.
Rasio Perputaran Piutang
Rasio perputaran piutang usaha adalah rasio yang mencerminkan kecepatan
piutang usaha berhasil ditagih oleh perusahaan dalam satu periode. Rasio
E I
/ B
perputaran piutang pada periode Per 30 Juni 2025 tercatat sebesar 0,73 kali.
Rasio Perputaran Utang py i m
Co T
Rasio perputaran utang usaha adalah rasio yang mencerminkan seberapa lama
-
al da
hutang usaha perusahaan dapat dibayarkan dalam satu periode. Rasio perputaran
ti
ru
utang pada periode Per 30 Juni 2025 tercatat sebesar 2,95.
e n r
Rasio Profitabilitas fid o G 5 a
n F / 02
o
C digunakantauntuk ry mengukur
2 kemampuan perusahaan dalam
Rasio profitabilitas
menghasilkan laba. Beberapa e o v
rasio Perusahaan yang termasuk dalam kategori ini
antara lain adalah:
r
c 7 N
e
S 0
e
at mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba kotor
Gross Profit Margin
Gross Profit rMargin
dari setiapopendapatan setelah dikurangi beban pokok usaha. Gross profit margin
p 2025 adalah -7,3%.
rjuni
C o
per 30
Net Profit Margin
Net Profit Margin menggambarkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba
bersih dari total pendapatan setelah semua beban dan pajak. Net Profit Margin per
30 juni 2025 adalah -7,1%.
Rasio Laba atas Aset (ROA)
Rasio Laba atas Aset (ROA) menunjukkan tingkat efektivitas perusahaan dalam
memanfaatkan total aset untuk menghasilkan laba bersih. Rasio Laba atas Aset
(ROA) per 30 juni 2025 adalah -4,7%.
Rasio Laba atas Ekuitas (ROE)
Rasio Laba atas Ekuitas (ROE) mengukur sejauh mana perusahaan mampu
memberikan tingkat pengembalian laba bersih terhadap ekuitas pemegang saham.
Page | 70
Page 87
Rasio Laba atas Ekuitas (ROE) per 30 juni 2025 adalah 2,2%.
Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas (solvency ratio) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur
kemampuan perusahaan untuk melunasi hutang – hutangnya. Berikut adalah rasio
yang termasuk dalam kategori ini.
Rasio total liabilitas terhadap total aset
E I
/ B
Rasio ini merupakan perbandingan antara total liabilitas terhadap total aset
perusahaan. Semakin tinggi rasio ini semakin tinggi pula risiko keuangan
py i m
perusahaan. Adapun tingkat rasio liabilitas terhadap total aset Perusahaan periode
30 Juni 2025 adalah 315%.
Co - T
al
ti da
ru
Rasio total liabilitas terhadap total ekuitas
e n r
id Fo G 25 a
Rasio ini merupakan perbandingan antara total liabilitas terhadap total ekuitas.
n f
Semakin rendah rasio ini semakin bagus keuangan perusahaan. Adapun tingkat
/ 0
C o y
rasio liabilitas terhadap Ekuitas periode 30 Juni 2025 adalah -146%.
r v2
a
t o
Informasi Pemegang SahameEksisting
Berdasarkan Akta perubahan
r N dengan Akta Notaris No. 26 tanggal 13
c terakhir,
November 2024, yang S e 7
0 oleh Notaris Eira Aurelia Hollanda, S.H., Notaris
dikeluarkan
t e bahwa modal dasar perseroan adalah Rp242.937.550.800,-
di Bogor, dinyatakan
a rupiah), yang terdiri atas 22.193.034 (dua puluh dua juta seratus
(empat ratusrmiliar
o
p Rp1.000.000,- (satu juta rupiah).
sembilan puluh tiga ribu tiga puluh empat) lembar saham dengan nilai nominal per
o
lembarrsaham
C dasar tersebut saham telah ditempatkan dan disetor menjadi
Modal
Rp210.722.857.830,- (dua ratus sepuluh miliar tujuh ratus dua puluh dua juta
delapan ratus lima puluh tujuh ribu delapan ratus tiga puluh rupiah), yang terdiri
atas atas 22.193.034 (dua puluh dua juta seratus sembilan puluh tiga ribu tiga puluh
empat) lembar saham dengan nilai nominal per lembar saham Rp1.000.000,- (satu
juta rupiah), komposisi pemegang saham PT Aero System Indonesia adalah sebagai
berikut:
Page | 71
Page 88
Daftar Pemegang Saham PT Aero System Indonesia
Dalam ribuan Rupiah
Jumlah Modal
Pemegang Saham Jumlah Saham
Disetor
PT Garuda Indonesia 19.916.2669 189.104.974
Dana Pensiun Aero Wisa 2.276.765 21.617.884
Jumlah 22.193.034 210.722.858
Sumber: Akta perubahan oleh Notaris Eira Aurelia Hollanda, S.H.
E I
Dokumentasi Survey PT Aero System Indonesia
/ B
py i m
Co - T
ti al da
e n r a ru
f id Fo G 25
o n / 0
C y
r v2
a
r et No
e c 7
S 0
e
r at
p o
o r
C
Page | 72
Page 89
E I
/ B
py
3.9.4. Gambaran Umum PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
i m
Co T
PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (“Perseroan”) didirikan berdasarkan
-
al
akta notaris Nomor. 93 tanggal 26 April 2002, yang dikeluarkan oleh Arry Supratno,
ti da
S.H., Notaris di Jakarta. Akta ini telah mendapatkan pengesahan dari Menteri
e n ru
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Keputusan Menteri
r a
f id Fo G 25
Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Reublik Indonesia No. C-11685
o n / 0
HT.01.01.TH.2002. Akta tersebut terakhir diubah dengan akta Nomor. 2 tanggal 15
C y
r v2
Januari 2025 yang dibuat oleh Notaris Shanti Indah Lestari, S.H., M.Kn., di
a
r et No
Kabupaten Tangerang, dan 73egative telah mendapatkan pengesahan dari
e c 7
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Direktorat Jenderal
Administrasi Hukum Umum dengan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0008303
S 0
Tahun 2025 tanggal 16 November 2024.
e
r at
p o
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar, ruang lingkup kegiatan 73egative73n 73egati
o r
di bidang 73egative pengolahan, perdagangan besar dan eceran, pengangkutan dan
C
pergudangan, aktivitas professional, ilmiah dan teknis serta aktivitas penyewaan
dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan, dan
penunjang usaha lainnya dan 73egative73n. Perseroan terbatas ini 73egativ “PT
Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk” yang berkedudukan di Tangerang.
Kinerja Usaha
Kinerja usaha Perseroan berdasarkan laporan keuangan audited yang berakhir
untuk tiap-tiap tanggal 31 Desember 2019 sampai dengan 30 Juni 2025 adalah
sebagai berikut :
Page | 73
Page 90
Laporan Posisi Keuangan Perseroan (dalam jutaan Dollar AS)
Uraian 2019 2020 2021 2022 2023 2024 Jun
2025
Aset Lancar 557 284 205 197 244 218 198
Aset Tidak Lancar 194 233 194 190 202 202 207
Liabilitas Jangka
447 462 333 246 276 234 224
Pendek
Liabilitas Jangka
EI
39 270 403 473 481 445 429
Panjang
Ekuitas 265 (214) (336) (332) (312)
/ B
(259) (249)
p y i m
Berdasarkan laporan posisi keuangan periode tahun 2019 hingga Juni 2025, PT
C o T
l -
Garuda Maintenance Facility AeroAsia menunjukkan dinamika keuangan yang
t ia a
cukup fluktuatif dengan tekanan besar pasca pandemi COVID-19, namun diimbangi
d
n u
tanda-tanda pemulihan dari sisi pendapatan dan laba usaha pada periode tahun
e or a r
2022–2024.
d
fi F / G 25
o n y 0
Aset Lancar
C r 2
a signifikan
Aset lancar perusahaan menurun
t o v dari USD 557 juta pada tahun 2019
epada JuniN2025. Penurunan ini mencerminkan tekanan
menjadi hanya USD 198 juta
c r
Se jangka07pendek. CAGR 2019–2025 tercatat –15,84%,
likuiditas dan keterbatasan kapasitas kas maupun aset lancar lain untuk
mendukung kewajiban
e
mencerminkan tmelemahnya kapasitas likuiditas jangka pendek perusahaan, di
a
r kas, piutang, dan aset lancar lainnya menekan kemampuan untuk
mana penurunan
o
pkewajiban jangka pendek.
menutup
r
Co
Aset Tidak Lancar
Aset tidak lancar relatif stabil dengan tren yang cenderung meningkat tipis. Dari
USD 194 juta di tahun 2019, naik ke USD 207 juta pada Juni 2025. Hal ini
menunjukkan konsistensi investasi jangka panjang dan aset tetap sebagai basis
operasional utama perusahaan, meskipun pertumbuhan secara keseluruhan masih
terbatas. CAGR 2019–2025 tercatat +1,05%, menunjukkan bahwa perusahaan
masih menjaga basis aset tetap dan investasi jangka panjang, meski ekspansi yang
dilakukan terbatas.
Liabilitas Jangka Pendek
Liabilitas jangka pendek mengalami fluktuasi, dari USD 447 juta di tahun 2019 naik
ke USD 462 juta di tahun 2020, namun menurun tajam menjadi USD 224 juta pada
Juni 2025. Penurunan liabilitas jangka pendek beberapa tahun terakhir
mencerminkan upaya perbaikan manajemen kewajiban meski masih menekan
Page | 74
Page 91
likuiditas. CAGR 2019–2025 tercatat -10,85%, mengindikasikan adanya upaya
restrukturisasi atau pelunasan kewajiban jangka pendek, yang sedikit meringankan
beban likuiditas.
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas jangka panjang justru meningkat tajam dari USD 39 juta pada tahun 2019
menjadi USD 429 juta pada Juni 2025. Kenaikan ini menunjukkan ketergantungan
perusahaan pada pembiayaan jangka panjang, yang menjadi risiko terhadap
E I
struktur pendanaan karena total liabilitas konsisten melampaui total aset sejak
/ B
tahun 2020. CAGR 2019–2025 tercatat +33,96%, menandakan perusahaan semakin
bergantung pada pendanaan jangka panjang untuk menopang operasional dan
restrukturisasi keuangan. py i m
Co - T
Ekuitas
tial da
ru
Ekuitas mengalami penurunan drastis dari posisi positif USD 265 juta pada tahun
e n r
id Fo G 25 a
2019 menjadi negatif sejak tahun 2020, dan tetap defisit hingga USD (249) juta
n f
pada Juni 2025. Struktur ekuitas negatif ini menandakan defisiensi modal yang
/ 0
C o y
terus berlanjut, akibat akumulasi kerugian dan tingginya beban liabilitas, sehingga
r v2
a
solvabilitas perusahaan berada pada level yang mengkhawatirkan. Karena
r et No
perubahan dari basis positif (tahun 2019) ke 75egative, perhitungan CAGR tidak
e c 7
relevan. Namun tren jelas menunjukkan semakin dalamnya defisiensi modal,
S 0
menandakan kondisi permodalan yang terus tertekan.
e
r at Laporan Laba/(Rugi) Perseroan (dalam jutaan Dollar AS)
Ikhtisar
Uraiano
r p 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Co
Pendapatan 506 228 194 219 354 399 167
Beban
usaha (495) (540) (287) (194) (325) (357) (152)
Laba (Rugi)
Usaha 10 (313) (94) 25 29 42 15
Laba (Rugi)
Sebelum
Pajak
Penghasilan (4) (343) (122) 6 20 25 10
Laba (Rugi)
Tahun
(3) (329) (107) 4 20 27 9
Berjalan
Page | 75
Page 92
Pendapatan
Pendapatan perusahaan mengalami kontraksi tajam akibat pandemi, dari USD 506
juta pada tahun 2019 turun menjadi hanya USD 194 juta di tahun 2021. Namun,
pemulihan terjadi sejak 2022 dengan kenaikan ke USD 219 juta, kemudian
melonjak ke USD 354 juta di 2023 dan USD 399 juta di 2024. Per Juni 2025, realisasi
pendapatan baru USD 167 juta (sekitar 42% dari 2024). Secara umum, meskipun
masih fluktuatif, tren menunjukkan adanya pemulihan permintaan pasar. Secara
keseluruhan, CAGR pendapatan tahun 2019–2024 berada di -16,82%.
E I
Beban Pokok Usaha / B
py i m
Beban usaha sangat tinggi pada masa pandemi, mencapai USD (540) juta di tahun
Co T
2020 atau 237% dari pendapatan. Meski menurun drastis setelahnya, beban tetap
-
al da
besar terhadap pendapatan, rata-rata 121%. Tahun 2024, beban tercatat USD (357)
ti
ru
juta dengan proporsi 90% dari pendapatan. Hal ini menekan margin laba meskipun
e n r
lebih efisien dibanding periode awal pandemi.
id Fo G 25 a
n f / 0
o
Laba (Rugi) Usaha
C mencatattlaba y 2 USD 10 juta di tahun 2019, namun
r usahavtipis
Perusahaan sempat
ajuta dio
menderita rugi besar USD (313)
r e N
tahun 2020 dan USD (94) juta di 2021. Sejak
tahun 2022 kondisi mulai
e c membaik,
7 bahkan mencatat laba positif USD 25 juta
S
(tahun 2022), USD 29 0 2023), dan USD 42 juta (tahun 2024). Pada Juni
juta (tahun
2025 laba usaha
t e kembali turun menjadi USD 15 juta. Hal ini menandakan
a mengendalikan biaya pasca pandemi, walau kestabilan masih
perusahaan rberhasil
o
o rp
menjadi tantangan.
C (Rugi) Sebelum Pajak Penghasilan
Laba
Rugi sebelum pajak mencapai puncak pada tahun 2020 sebesar USD (343) juta, lalu
menyusut menjadi USD (122) juta di tahun 2021, sebelum berbalik positif USD 6
juta pada tahun 2022 dan USD 25 juta di tahun 2024. Pada Juni 2025, laba sebelum
pajak tercatat USD 10 juta. Pola serupa terlihat pada laba tahun berjalan, yang
sempat rugi dalam di 2020–2021, namun kembali mencatat laba tipis sejak tahun
2022 dengan USD 27 juta di tahun 2024 dan USD 9 juta di tahun 2025. Hal ini
menunjukkan langkah perbaikan operasional yang mulai memberikan hasil.
Laba (Rugi) Tahun Berjalan
Kinerja laba tahun berjalan PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia menunjukkan
pola yang sangat fluktuatif dengan tekanan besar pada masa pandemi, namun
diikuti tren perbaikan dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2019,
perusahaan masih mencatat laba positif sebesar USD 8 juta, namun pada tahun
Page | 76
Page 93
2020 mengalami kerugian sangat besar hingga USD (344) juta akibat penurunan
drastis pendapatan dan tingginya beban operasional di tengah pembatasan
penerbangan global. Tahun 2021 kerugian berkurang menjadi USD (127) juta,
menandakan awal proses restrukturisasi dan efisiensi.
Memasuki tahun 2022, perusahaan mulai membalikkan kinerja dengan mencatat
laba tipis sebesar USD 6 juta, yang berlanjut meningkat menjadi USD 25 juta pada
tahun 2023 dan mencapai USD 27 juta di tahun 2024. Perbaikan ini mencerminkan
pulihnya permintaan jasa seiring pemulihan industri penerbangan pasca pandemi,
serta pengendalian beban usaha yang lebih baik. Namun, pada Juni 2025, laba
E I
kembali melemah menjadi hanya USD 9 juta, menunjukkan bahwa meski
pemulihan berlangsung, kestabilan profitabilitas masih menjadi tantangan. / B
Analisis Laporan Keuangan Perusahaan py i m
Co - T
ti al da
Kondisi keuangan Perusahaan tercermin dari laporan keuangan, sehingga untuk
ru
mengukur kinerja keuangan Perusahaan diperlukan analisis terhadap laporan
e n r
id Fo G 25 a
keuangan perusahaan dilakukan berdasarkan analisis laporan keuangan
n f
Perusahaan dengan menggunakan beberapa teknis analisis sebagai berikut:
/ 0
o
C statementtar v 2
Analisis Commonsize
y
r e N o
Common size statementc merupakan salah satu metode analisis terhadap laporan
keuangan Perusahaan S e 07
untuk mengetahuipersentase investasi pada masing-masing
t e asetnya, dan juga untuk mengetahui struktur permodalan serta
aset terhadap total
r
komposisi biayaa biaya atau beban terhadap total pendapatan. Berikut adalah hasil
o
Size o rp Analysis:
analisis laporan keuangan Perusahaan dengan menggunakan metode Common
Statement
C
Commonsize Statement – Laporan Posisi Keuangan
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Jun
URAIAN AVERAGE
2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Aset Lancar 74,14% 54,90% 51,43% 50,89% 54,76% 51,87% 48,90% 55,27%
Aset Tidak
Lancar 25,86% 45,10% 48,57% 49,11% 45,24% 48,13% 51,10% 44,73%
Total Aset 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Liabilitas
Lancar 59,52% 89,30% 83,38% 63,54% 61,97% 55,64% 55,48% 66,98%
Liabilitas
Jangka
Panjang 5,17% 52,16% 100,98% 122,29% 108,01% 105,94% 106,12% 85,81%
Page | 77
Page 94
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Jun
URAIAN AVERAGE
2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Total
Liabilitas 64,69% 141,45% 184,36% 185,83% 169,97% 161,59% 161,60% 152,78%
Ekuitas 35,31% -41,45% -84,36% -85,83% -69,97% -61,59% -61,60% -52,78%
Total Ekuitas
100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
& Liabilitas
Analisis commonsize laporan posisi keuangan menunjukkan pergeseran signifikan E I
dari dominasi aset lancar (74% di tahun 2019) ke aset tidak lancar (51% di tahun / B
py
2025). Dari sisi kewajiban, liabilitas total rata-rata mencapai 153% dari total aset,
i m
Co
dengan dominasi liabilitas jangka panjang yang meningkat hingga di atas 100%
- T
al
sejak tahun 2021. Ekuitas negatif yang konsisten menandakan tekanan berat
terhadap struktur modal. ti da
e n r a ru
f id FoStatement
Commonsize
G 5
– Laporan
2
Laba Rugi
o n
Jan-Des Jan-Des/ 0 Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Jun
URAIAN
C y
r v2 AVERAGE
2019
a
2020 2021 2022 2023 2024 2025
Pendapatan 100%
r et No 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
Beban usaha e
97,97%
c 7 237,22% 148,46% 88,54% 91,86% 89,55% 90,88% 120,64%
S 0
Laba (Rugi)
e
Usaha
at 2,03% -137,22% -48,46% 11,46% 8,14% 10,45% 9,12% -20,64%
Laba (Rugi)
p or
o r
Sebelum Pajak
Penghasilan -0,70% -150,64% -63,24% 2,52% 5,67% 6,18% 5,91% -27,76%
C
Laba (Rugi)
Tahun Berjalan -0,63% -144,36% -55,17% 1,67% 5,73% 6,74% 5,23% -25,83%
Pada laporan laba rugi, commonsize analysis menunjukkan beban usaha yang
sempat sangat tinggi pada tahun 2020 (237% dari pendapatan), namun sudah
menurun ke level 90–91% pada tahun 2023–2024. Laba usaha mulai pulih dengan
margin 8–11% sejak tahun 2022, meskipun rata-rata masih negatif akibat dampak
pandemi. Net profit margin berfluktuasi, dari negatif –144% di tahun 2020 menjadi
positif 6–7% pada 2023–2024, lalu sedikit melemah di tahun 2025.
Analisa Rasio
Ratio Analysis atau analisis rasio merupakan salah satu bentuk teknis analisis
laporan keuangan yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos – pos
Page | 78
Page 95
tertentu dari laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi secara individu atau
kombinasi antara keduanya. Berikut adalah tabel berbagai macam rasio keuangan
yang Kami gunakan dalam analisis rasio keuangan Perusahaan.
Analisis Rasio Keuangan
Jan- Jan- Jan- Jan- Jan- Jan-
Jan-Jun
RASIO KEUANGAN Des Des Des Des Des Des
2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Rasio Aktivitas (x) 365 366 365 365 365 366 365
Rasio perputaran piutang
Rasio perputaran
0,37 0,43 0,25 0,16 0,16 0,12
E I 0,35
persediaan
0,28 0,16 0,21 0,29 0,23 0,17
/ B 0,31
py
Rasio perputaran utang
0,21 0,27 0,55 0,51 0,24 0,18 0,42
usaha
o im
Rasio Aktivitas (days)
l C -T
Rasio perputaran piutang 135,81
t ia 158,48
d a
92,29 58,68 56,71 45,25 126,50
Rasio perputaran
persediaan n r
104,01
e 57,57
a ru 76,29 106,42 83,18 62,89 113,69
Rasio perputaran utang
usaha
f id Fo G 25
77,35 98,59 199,83 185,06 86,86 66,33 153,59
o n / 0
C
Rasio Likuiditas (x) y
r v2
a
Rasio lancar
et No
1,25
r
0,61 0,62 0,80 0,88 0,93 0,88
Rasio cepat
e c 7
0,93 0,43 0,44 0,57 0,62 0,67 0,67
Rasio kas
S 0 0,06 0,02 0,04 0,02 0,08 0,05 0,03
e
r at
Rasio Profitabilitas (%)
p o
Gross Profit Margin 2,0% -137,2% -48,5% 11,5% 8,1% 10,4% 9,1%
o r
Net Profit Margin -0,7% -144,4% -55,2% 1,7% 5,7% 6,7% 0,0%
C
Rasio laba atas aset
Rasio laba atas ekuitas
-0,4%
-1,3%
-63,6%
153,5%
-26,8%
31,7%
0,9%
-1,1%
4,5%
-6,5%
6,4%
-10,4%
0,0%
0,0%
Rasio Solvabilitas (%)
Rasio total Liabilitas /
65% 141% 184% 186% 170% 162% 162%
total aset
Rasio total Liabilitas /
183% -341% -219% -217% -243% -262% -262%
total ekuitas
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang bertujuan untuk mengetahui
sejauh mana kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka
pendeknya. Beberapa rasio keuangan yang masuk dalam kategori ini antara lain
adalah:
Page | 79
Page 96
Rasio Lancar (current ratio)
Rasio ini merupakan perbandingan antara aset lancar dengan liabilitas jangka
pendek. Rasio ini bertujuan untuk mengetahui sampai seberapa jauh jumlah aset
lancar perusahaan dapat menjamin utang jangka pendek dari kreditor. Secara
umum semakin tinggi rasio lancar maka semakin aman perusahaan. Rasio lancar
Perusahaan pada periode Per 30 Juni 2025 tercatat sebesar 0,88 kali.
Rasio Cepat (quick ratio)
Rasio cepat pada dasarnya mempunyai tujuan yang sama dengan rasio lancar,
E I
namun sebagian orang merasa bahwa hasil perhitungan rasio lancar yang
/ B
menghitung seluruh aset lancar kurang tajam, oleh karena itu beberapa pos seperti
py i m
persediaan yang dianggap kurang lancar, dikeluarkan dalam perhitungan rasio
Co T
cepat. Rasio cepat pada periode 30 Juni 2025 tercatat sebesar 0,67 kali.
-
al
ti da
ru
Rasio Kas (cash ratio)
e n r
id Fo G 25 a
Rasio ini untuk mengukur jumlah kas tersedia dibanding dengan liabilitas jangka
n f
pendek. Rasio kas Perusahaan pada periode 30 Juni 2025 tercatat sebesar 0,03 kali.
/ 0
C o y
r v2
Rasio Aktivitas
a
t o
r e N untuk mengukur kemampuan rasio yang
e cyang digunakan
Rasio Aktifitas adalah rasio
7
S
digunakan untuk mengukur 0
efektivitas perusahaan dalam menggunakan aktiva
yang dimilikinya.e
r at
p o Piutang
Rasio Perputaran
Rasio rperputaran piutang usaha adalah rasio yang mencerminkan kecepatan
C usaha berhasil ditagih oleh perusahaan dalam satu periode. Rasio
piutang
perputaran piutang pada periode Per 30 Juni 2025 tercatat sebesar 0,35 kali.
Rasio Perputaran Persediaan
Rasio perputaran persediaan adalah rasio yang mencerminkan seberapa lama
persediaan tersimpan dalam satu periode. Rasio perputaran persediaan pada
periode Per 30 Juni 2025 tercatat sebesar 0,31 kali.
Rasio Perputaran Utang
Rasio perputaran utang usaha adalah rasio yang mencerminkan seberapa lama
hutang usaha perusahaan dapat dibayarkan dalam satu periode. Rasio perputaran
utang pada periode Per 30 Juni 2025 tercatat sebesar 0,42.
Page | 80
Page 97
Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan laba. Beberapa rasio Perusahaan yang termasuk dalam kategori ini
antara lain adalah:
Gross Profit Margin
Gross Profit Margin mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba kotor
E I
dari setiap pendapatan setelah dikurangi beban pokok usaha. Gross profit margin
per 30 juni 2025 adalah 9,1%.
/ B
Net Profit Margin py i m
Co T
Net Profit Margin menggambarkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba
-
al da
bersih dari total pendapatan setelah semua beban dan pajak. Net Profit Margin per
ti
ru
30 juni 2025 adalah -0%.
e n r
id Fo G 25 a
f
Rasio Laba atas Aset (ROA)
n (ROA) menunjukkan/ tingkat
Rasio Laba atas oAset
r y 2 0 efektivitas perusahaan dalam
memanfaatkan Ctotal aset untuktamenghasilkan
v laba bersih. Rasio Laba atas Aset
(ROA) per 30 juni 2025 adalah
r e 0%. No
e c 7
S
Rasio Laba atas Ekuitas (ROE) 0
Rasio Laba ataseEkuitas (ROE) mengukur sejauh mana perusahaan mampu
at pengembalian laba bersih terhadap ekuitas pemegang saham.
memberikanrtingkat
Rasio Labaoatas Ekuitas (ROE) per 30 juni 2025 adalah 0%.
o rp
C Solvabilitas
Rasio
Rasio solvabilitas (solvency ratio) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur
kemampuan perusahaan untuk melunasi hutang - hutangnya. Berikut adalah rasio
yang termasuk dalam kategori ini.
Rasio total liabilitas terhadap total aset
Rasio ini merupakan perbandingan antara total liabilitas terhadap total aset
perusahaan. Semakin tinggi rasio ini semakin tinggi pula risiko keuangan
perusahaan. Adapun tingkat rasio liabilitas terhadap total aset Perusahaan periode
30 Juni 2025 adalah 162%.
Rasio total liabilitas terhadap total ekuitas
Rasio ini merupakan perbandingan antara total liabilitas terhadap total ekuitas.
Page | 81
Page 98
Semakin rendah rasio ini semakin bagus keuangan perusahaan. Adapun tingkat
rasio liabilitas terhadap Ekuitas periode 30 Juni 2025 adalah -262%.
Informasi Pemegang Saham Eksisting
Berdasarkan akta perubahan terakhir, dengan akta notaris Nomor : 2 tanggal 15
Januari 2025, yang dikeluarkan oleh notaris Shanti Indah Lestari, S.H, M.Kn notaris
di Tangerang, dinyatakan bahwa modal dasar perseroan adalah Rp37.565.978.976,-
(tiga puluh tujuh miliar lima ratus enam puluh lima juta sembilan ratus tujuh puluh
delapan ribu sembilan ratus tujuh puluh enam rupiah) yang terdiri atas
E I
/ B
28.233.511.500 (dua puluh delapan miliar dua ratus tiga puluh tiga juta lima ratus
sebelas ribu lima ratus) lembar saham seri A dengan nilai nominal per lembar saham
py i m
Rp100,- (seratus rupiah) dan 9.332.467.476 (Sembilan miliar tiga ratus tiga puluh
Co T
dua juta empat ratus enam puluh tujuh ribu empat ratus tujuh puluh enam) lembar
-
ti al da
saham seri B dengan nilai nominal per lembar saham Rp25,- (dua puluh lima
ru
rupiah).
e n r
id saham a
o telahG ditempatkan5 dan disetor menjadi
Modal dasar tersebut
n f F /
ratus Sembilan belas juta 0 2
o
Rp219.015.655 (dua
r y
C terdiri atas 28.233.511.500 2 lima belas ribu enam ratus lima puluh
lima rupiah) yang
t a
sebelaso
v (dua puluh delapan miliar dua ratus
tiga puluh tiga juta lima ratus
r e N
ribu lima ratus) lembar saham dengan nilai
nominal per lembar saham
e c Rp1007 (seratus rupiah), dengan komposisi pemegang
saham adalah sebagai Sberikut:0
t e
o ra Saham PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
Daftar Pemegang
rp Pemegang Saham
Dalam USD
C o Jumlah Saham
Jumlah Modal
Disetor
PT Garuda Indonesia 25.156.058.796 195.806.416
PT Aero Wisa 254.101.604 1.977.843
Andi Fahrurrozi 144.400 1.086
Pudjo Sarkowo 89.200 671
Irvan Pribadi 62.800 472
Masyarakat 2.823.054.700 21.229.167
Jumlah 28.233.511.500 219.015.655
Sumber: Akta Pendirian No. 2
Page | 82
Page 99
Dokumentasi Survey PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk
E I
/ B
py i m
Co - T
al
ti da
e n r a ru
f id Fo G 25
o n / 0
C y
r v2
a
r et No
e c 7
S 0
3.9.5 Gambaran UmumePT Sabre Travel Network Indonesia
r
PT Sabre TravelatNetwork Indonesia ("Perseroan") didirikan berdasarkan akta notaris
Nomor. 1 o tanggal 1 Maret 1995, yang dikeluarkan oleh Nyonya Anna Sunarhadi,
p
r di Jakarta. Akta pendirian ini telah mendapat pengesahan dari Menteri
o
S.H., Notaris
C dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-
Hukum
8542.HT.01.01.Th'95 tanggal 13 Juli 1995.
Akta tersebut diubah dengan akta Nomor: 26 tanggal 19 September 2024 yang
dibuat oleh notaris Eira Aurelia Hollanda, SH, di Bogor, dan Akta ini telah
mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum dengan Surat
Keputusan No. AHU-0201063.AH.01.11.2024 tanggal 21 September 2024.
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar, ruang lingkup kegiatan perusahaan adalah di
bidang jasa, bidang pembangunan, bidang industri, bidang pertanian, bidang
percetakan atau penerbitan, bidang perbengkelan, bidang perdagangan, dan bidang
pengangkutan darat. Domisili dan kantor Perusahaan berlokasi di Jakarta
Selatan. Perusahaan didirikan untuk jangka waktu yang tidak ditentukan lamanya.
Tabel berikut ini menggambarkan ikhtisar data posisi keuangan PT SABRE TRAVEL
Page | 83
Page 100
NETWORK INDONESIA untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2020 hingga 30 Juni 2025.
Ikhtisar Laporan Posisi Keuangan PT SABRE TRAVEL NETWORK INDONESIA
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Jun
URAIAN SATUAN
2020 2021 2022 2023 2024 2025
Aset Lancar USD 3.495.247 2.101.687 2.335.269 3.662.206 4.604.051 4.736.394
Aset Tidak USD 7.092.635 6.848.136 6.049.570 5.942.549 5.714.619 5.703.746
Lancar
E I
Total Aset USD 10.587.882 8.949.823 8.384.839 9.604.755
/ B10.318.670 10.440.140
py
Liabilitas Lancar USD 1.290.950 1.130.267 739.310 1.102.892 1.293.389 1.210.742
i m
Co
Liabilitas Jangka USD 495.028 388.784 144.236 174.099 208.117 222.349
Panjang
- T
Total Liabilitas USD 1.785.978
tial 1.519.051
da
883.546 1.276.991 1.501.506 1.433.091
Ekuitas USD
e n r
8.801.904
a ru
7.430.772 7.501.293 8.327.764 8.817.163 9.007.048
Total Ekuitas &
id Fo G 25
USD
f
10.587.882 8.949.823 8.384.839 9.604.755 10.318.669 10.440.139
Liabilitas
o n / 0
C y
r v2
a
t o
Aset Lancar
r e N31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024
Aset Lancar Perusahaan pada
e c periode
7
mengalami tren peningkatan0dengan tingat CAGR sebesar 7,13%. Peningkatan
Stahun 2023 yaitu sebesar 56,82%. Adapun per 30 Juni 2025,
e
at sebesar USD4.736.394.
tertinggi terjadi pada
o r
aset tetap tercatat
Aseto
p
r Lancar
Tidak
C tidak lancar Perusahaan selama periode 31 Desember 2020 hingga 31
Aset
Desember 2024 mengalami tren penurunan dengan CAGR sebesar -5,26%. Sampai
dengan 30 Juni 2025, aset tidak lancar Perusahaan tercatat sebesar USD5.703.746.
Jumlah Aset
Total aset Perusahaan pada periode 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024
mengalami penurunan dengan CAGR sebesar -0,64%. Sampai dengan 30 Juni 2025,
total aset tercatat sebesar USD10.440.140.
Liabilitas Jangka Pendek
Liabilitas jangka pendek Perusahaan diselama 31 Desember 2020 hingga 31
Desember 2024 mengalami kenaikan dengan CAGR sebesar 0,05%. Sampai dengan
30 Juni 2025, Perusahaan mencatatkan liabilitas jangka pendek sebesar
USD1.210.742.
Page | 84
Page 101
Liabilitas Jangka Panjang
Sesuai dengan laporan keuangan per 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024,
liabilitas jangka Panjang Perusahaan mengalami penurunan dengan CAGR sebesar
-19,48%. Sampai dengan 30 Juni 2025, Perusahaan mencatatkan liabilitas jangka
Panjang sebesar USD222.349.
Jumlah Liabilitas
Jumlah liabilitas Perusahaan pada periode 31 Desember 2020 hingga 31 Desember
2024 mengalami penurunan dengan CAGR sebesar -4,24%. Dimana pada 30 Juni
E I
2025, jumlah liabilitas tercatat sebesar USD1.433.091.
/ B
py i m
Co T
Ekuitas
-
al
Perkembangan ekuitas Perusahaan dari 31 Desember 2020 hingga 31 Desember
ti da
2024 menunjukan sedikit kenaikan dengan CAGR sebesar 0,04%. Sampai dengan
e n r ru
30 Juni 2025, tercatat sebesar USD9.007.048.
a
f id Fo G 25
o n / 0
Ikhtisar Laporan Laba/Rugi
C Jan-Des y
r v2 Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Jun
URAIAN SATUAN
a
et No
2020 2021 2022 2023 2024 2025
Pendapatan USD r
c 7
168.655 361.692 1.567.869 2.711.615 2.597.439 836.913
Beban-
Beban S 0
USD e
(3.142.290) (2.221.169) (1.342.287) (1.779.920) (1.626.889) (604.241)
e
Laba (Rugi)
at USD (2.973.635) (1.859.477) 225.582 931.695 970.550 232.672
sebelum
Pajak
p or
o r
Laba (Rugi) USD (2.465.181) (1.384.292) 156.879 701.851 717.715 182.302
C
Bersih
Pendapatan
Pendapatan Perusahaan dari periode 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024
mengalami kenaikan, dengan tingkat CAGR sebesar 98,10%. Hingga 30 Juni 2025,
total pendapatan Adalah USD836.913.
Beban-Beban
Beban pokok usaha Perusahaan dari periode 31 Desember 2020 hingga 31
Desember 2024 mengalami tren yang fluktuatif. Beban pokok usaha tertinggi
tercatat pada 31 Desember 2020 sebesar USD3.142.290.
Page | 85
Page 102
Laba (Rugi) Kotor
Laba (rugi) kotor Perusahaan dari periode periode 31 Desember 2020 hingga 31
Desember 2024 mengalami trend penurunan. Laba kotor tertinggi tercatat pada 31
Desember 2024 sebesar USD970.550.
Laba (Rugi) Tahun Berjalan
Laba (rugi) tahun berjalan Perusahaan selama periode 31 Desember 2020 hingga
31 Desember 2024 mengalami trend yang cenderung menurun. Hingga pada 30
Juni 2025, laba Perusahaan Adalah sebesar USD182.302.
E I
/ B
py
Analisis Laporan Keuangan Perusahaan
i m
Co
Kondisi keuangan Perusahaan tercermin dari laporan keuangan, sehingga untuk
- T
mengukur kinerja keuangan Perusahaan diperlukan analisis terhadap laporan
ti al da
keuangan perusahaan dilakukan berdasarkan analisis laporan keuangan
e n ru
Perusahaan dengan menggunakan beberapa teknis analisis sebagai berikut:
r a
f i d Fo G 5
Analisis Commonsize
o n statement y / 02
C
Common size statement merupakan r 2
salah satu metode analisis terhadap laporan
e ta ov
keuangan Perusahaan untuk mengetahuipersentase investasi pada masing-masing
c
aset terhadap total asetnya,r Nuntuk mengetahui struktur permodalan serta
dan juga
e 7
0 dengan menggunakan metode Common Size
S Perusahaan
komposisi biaya biaya atau beban terhadap total pendapatan. Berikut adalah hasil
e
analisis laporan keuangan
r at
Statement Analysis:
p o Commonsize Statement - Laporan Posisi Keuangan
o r Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Jun
C URAIAN
2020 2021 2022 2023 2024 2025
AVERAGE
Aset Lancar 33,01% 23,48% 27,85% 38,13% 44,62% 45,37% 33,42%
Aset Tidak Lancar 66,99% 76,52% 72,15% 61,87% 55,38% 54,63% 66,58%
Total Aset 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Liabilitas Lancar 12,19% 12,63% 8,82% 11,48% 12,53% 11,60% 11,53%
Liabilitas Jangka 4,68% 4,34% 1,72% 1,81% 2,02% 2,13% 2,91%
Panjang
Total Liabilitas 16,87% 16,97% 10,54% 13,30% 14,55% 13,73% 14,45%
Ekuitas 83,13% 83,03% 89,46% 86,70% 85,45% 86,27% 85,55%
Total Ekuitas & 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Liabilitas
Page | 86
Page 103
2020-2024 adalah sebesar 33,42% : 66,58%. Pada 30 Juni 2025 sendiri, proporsi
antara aset lancar dan aset tidak lancar terhadap total aset adalah sebesar 45,37 %
: 54,63%. Dalam hal liabilitas dapat dilihat bahwa rata-rata total liabilitas jangka
pendek dan liabilitas jangka panjang untuk periode 2020-2024 terhadap total
liabilitas dan ekuitas adalah 11,53% : 2,91%. Sedangkan untuk 30 Juni 2025 sendiri,
porsi liabilitas jangka pendek dan liabilitas jangka panjang terhadap total ekuitas
dan liabilitas adalah sebesar 11,60% : 2,13%. Di sisi ekuitas, rata-rata untuk periode
2020-2024 terhadap total liabilitas dan ekuitas adalah 85,55%. Adapun porsi
ekuitas pada untuk 30 Juni 2025 adalah sebesar 86,27%.
E I
/ B
py
Analisis Commonsize Statement - Laporan Laba (Rugi)
i m
Co T
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Jun
URAIAN
2020 2021
l 2022 2023 - 2024 2025
AVERAGE
it a d a
n r ru
Pendapatan 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
e a
Beban-
id Fo G 25
-1863,15%
f
-614,11% -85,61% -65,64% -62,63% -72,20% -460,56%
Beban
o n / 0
Laba (Rugi)
C-1763,15% -514,11% y
r v214,39% 34,36% 37,37% 27,80% -360,56%
a
et No
sebelum
Pajak
r
c 7
Laba (Rugi)
Bersih
-1461,67%
S 0 e -382,73% 10,01% 25,88% 27,63% 21,78% -293,18%
t e
o ra
r p
Berdasarkan tabel common-size laporan laba rugi dari periode Desember 2020
Co
hingga periode Desember 2024 rata-rata margin laba (rugi) kotor dan laba (rugi)
bersih terhadap pendapatan adalah sebesar -438,23% dan -356,18%. Sedangkan
untuk periode per cut off date; 30 Juni 2025, dapat diketahui bahwa margin laba
(rugi) kotor dan laba (rugi) bersih terhadap pendapatan pada periode adalah
sebesar 27,80% dan 21,78%.
Analisa Rasio
Ratio Analysis atau analisis rasio merupakan salah satu bentuk teknis analisis
laporan keuangan yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos - pos
tertentu dari laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi secara individu atau
kombinasi antara keduanya. Berikut adalah tabel berbagai macam rasio keuangan
yang Kami gunakan dalam analisis rasio keuangan Perusahaan.
Page | 87
Page 104
Analisis Rasio Keuangan
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Jun
RASIO KEUANGAN
2020 2021 2022 2023 2024 2025
Rasio Aktivitas (x)
Rasio perputaran piutang 1,41 2,39 3,43 3,35 4,30 3,02
Rasio perputaran utang usaha 1,20 1,20 0,80 0,65 18,58 37,31
Rasio Aktivitas (days)
E I
Rasio perputaran piutang 259 153 106 109
/ B
85 121
Rasio perputaran utang usaha 304
p y
304 459
i
563m 20 10
C o T
l -
Rasio Likuiditas (x)
t ia d a
Rasio lancar n
e or a r u2,71 1,86 3,16 3,32 3,56 3,91
Rasio cepat d
fi F / G 25 2,63 1,64 3,13 3,32 3,56 3,91
n y 20
Co r
Rasio kas 2,53 1,49 2,49 2,54 3,07 3,61
e ta ov
Rasio Profitabilitas (%)
c r N
Gross Profit Margin
Se 07 -1763,15% -514,11% 14,39% 34,36% 37,37% 27,80%
Net Profit Margin t e -1461,67% -382,73% 10,01% 25,88% 27,63% 21,78%
ra
po
Rasio laba atas aset -23,28% -15,47% 1,87% 7,31% 6,96% 1,75%
o r
Rasio laba atas ekuitas -28,01% -18,63% 2,09% 8,43% 8,14% 2,02%
C
Rasio Solvabilitas (%)
Rasio total Liabilitas / total aset 16,87% 16,97% 10,54% 13,30% 14,55% 13,73%
Rasio total Liabilitas / total ekuitas 20,29% 20,44% 11,78% 15,33% 17,03% 15,91%
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang bertujuan untuk mengetahui
sejauh mana kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka
pendeknya. Beberapa rasio keuangan yang masuk dalam kategori ini antara lain
adalah:
Rasio Lancar (current ratio)
Rasio ini merupakan perbandingan antara aset lancar dengan liabilitas jangka
Page | 88
Page 105
pendek. Rasio ini bertujuan untuk mengetahui sampai seberapa jauh jumlah aset
lancar perusahaan dapat menjamin utang jangka pendek dari kreditor. Secara
umum semakin tinggi rasio lancar maka semakin aman perusahaan. Rasio lancar
Perusahaan pada periode Per 30 Juni 2025 tercatat sebesar 3,91kali.
Rasio Cepat (quick ratio)
Rasio cepat pada dasarnya mempunyai tujuan yang sama dengan rasio lancar,
namun sebagian orang merasa bahwa hasil perhitungan rasio lancar yang
E I
menghitung seluruh aset lancar kurang tajam, oleh karena itu beberapa pos seperti
/ B
persediaan yang dianggap kurang lancar, dikeluarkan dalam perhitungan rasio
py
cepat. Rasio cepat pada periode 30 Juni 2025 tercatat sebesar 3,91kali.
i m
Co - T
al
Rasio Kas (cash ratio)
ti da
Rasio ini untuk mengukur jumlah kas tersedia dibanding dengan liabilitas jangka
e n r ru
pendek. Rasio kas Perusahaan pada periode 30 Juni 2025 tercatat sebesar 3,61kali.
a
f id Fo G 25
Rasio Aktivitas
o n / 0
C y
r v2
a
t digunakan
o
r e
Rasio Aktifitas adalah rasio yang untuk mengukur kemampuan rasio
e c 7 Nefektivitas perusahaan dalam menggunakan
yang digunakan untuk mengukur
S 0
aktiva yang dimilikinya.
e
r at Piutang
Rasio Perputaran
p o piutang usaha adalah rasio yang mencerminkan kecepatan
Rasio perputaran
o
piutangr usaha berhasil ditagih oleh perusahaan dalam satu periode. Rasio
C piutang pada periode Per 30 Juni 2025 tercatat sebesar 3,02 kali.
perputaran
Rasio Perputaran Utang
Rasio perputaran utang usaha adalah rasio yang mencerminkan seberapa lama
hutang usaha perusahaan dapat dibayarkan dalam satu periode. Rasio perputaran
utang pada periode Per 30 Juni 2025 tercatat sebesar 37,31.
Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan laba. Beberapa rasio Perusahaan yang termasuk dalam kategori ini
antara lain adalah:
Gross Profit Margin
Gross Profit Margin mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba kotor
Page | 89
Page 106
dari setiap pendapatan setelah dikurangi beban pokok usaha. Gross profit margin
per 30 juni 2025 adalah 27,8%.
Net Profit Margin
Net Profit Margin menggambarkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba
bersih dari total pendapatan setelah semua beban dan pajak. Net Profit Margin per
30 juni 2025 adalah 21,78%.
Rasio Laba atas Aset (ROA)
E I
/ B
Rasio Laba atas Aset (ROA) menunjukkan tingkat efektivitas perusahaan dalam
memanfaatkan total aset untuk menghasilkan laba bersih. Rasio Laba atas Aset
(ROA) per 30 juni 2025 adalah 1,75%. py i m
Co - T
Rasio Laba atas Ekuitas (ROE)
al
ti da
ru
Rasio Laba atas Ekuitas (ROE) mengukur sejauh mana perusahaan mampu
e n r
id Fo G 25 a
memberikan tingkat pengembalian laba bersih terhadap ekuitas pemegang saham.
n f
Rasio Laba atas Ekuitas (ROE) per 30 juni 2025 adalah 2,02%.
/ 0
C o y
r v2
Rasio Solvabilitas a
r et No
e
Rasio solvabilitas (solvencyc ratio)7 adalah rasio yang digunakan untuk mengukur
kemampuan perusahaan S untuk0melunasi hutang - hutangnya. Berikut adalah rasio
e
t kategori ini.
yang termasuk dalam
r a
o
p liabilitas terhadap total aset
r
Rasio total
Rasioo ini merupakan perbandingan antara total liabilitas terhadap total aset
C
perusahaan. Semakin tinggi rasio ini semakin tinggi pula risiko keuangan
perusahaan. Adapun tingkat rasio liabilitas terhadap total aset Perusahaan periode
30 Juni 2025 adalah 13,37%.
Rasio total liabilitas terhadap total ekuitas
Rasio ini merupakan perbandingan antara total liabilitas terhadap total ekuitas.
Semakin rendah rasio ini semakin bagus keuangan perusahaan. Adapun tingkat
rasio liabilitas terhadap Ekuitas periode 30 Juni 2025 adalah 15,91%.
Informasi Pemegang Saham Eksisting
Berdasarkan akta perubahan terakhir, dengan akta notaris Nomor : 26 tanggal 19
September 2024, yang dikeluarkan oleh notaris Eira Aurelia Hollanda, S.H, notaris
di Bogor, dinyatakan bahwa modal dasar perseroan adalah USD 1.250.000 (satu juta
Page | 90
Page 107
dua ratus lima puluh ribu dollar Amerika Serikat ), yang terdiri atas 2.500 (dua ribu
lima ratus) lembar saham dengan nilai nominal per lembar saham USD 500,- (lima
ratus dollar Amerika Serikat).
Modal dasar tersebut saham telah ditempatkan dan disetor seluruhnya menjadi
USD 1.250.000 (satu juta dua ratus lima puluh ribu dollar Amerika Serikat ) yang
terdiri atas 2.500 (dua ribu lima ratus) lembar saham dengan nilai nominal per
lembar saham USD 500,- (lima ratus dollar Amerika Serikat), dengan komposisi
pemegang saham adalah sebagai berikut:
E I
Daftar Pemegang Saham PT Sabre Travel Network Indonesia / B
py i m
Jumlah Modal
Co T
Pemegang Saham Jumlah Saham
Disetor (USD)
- 1.187.500
PT Garuda Indonesia
t i
Sabre Asia Pacific Pte. Ltd. al 2.375
125
a
d 62.500
Jumlah
e n r a ru 1.000.000
1.250.000
f id F G 25 o
Sumber: Akta notaris Eira Aurelia Hollanda, SH
o n / 0
Dokumentasi y
C Survey tPTarSabre Travel2 Network Indonesia
e No v
r
c 7
S 0 e
e
r at
p o
o r
C
Page | 91
Page 108
3.9.6. Gambaran Umum Garuda Indonesia Holiday France S.A.S
PT Garuda Indonesia Holiday France S.A.S ("Perseroan") resmi didirikan dan
terdaftar pada tanggal 23 Desember 2013 sebagai perusahaan terbatas (Société par
Actions Simplifiée/ S.A.S.) yang memegang peranan sebagai Unit Bisnis Strategi
(SBU) dari PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Garuda Indonesia Holiday France
resmi terdaftar dan dapat beroperasi di Perancis pada tanggal 26 Januari 2014
dengan bernomorkan 799887765 RCS Paris.
E I
Berdasarkan akta notaris Nomor : 17 tanggal 14 Maret 2007, yang dikeluarkan oleh
notaris Humberg Lie, S.H, S.E, MKn notaris di Tangerang. Akta ini telah
/
mendapatkan pengesahan dari Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
B
py i m
Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. W29-00508 HT.01.01-TH.2007
Co T
tanggal 22 Maret 2007. Akta tersebut diubah dengan akta Nomor : 05 tanggal 23
-
tial da
Agustus 2024 yang dibuat oleh notaris Dytha Murty Apsari, S.H., M.Kn. di Ciputat
ru
Timur, dan Akta ini telah mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum dan
e n r
id Fo G 25 a
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Direktorat Jenderal Administrasi Hukum
n f
Umum dengan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.09-0244300 tanggal 26 Agustus
/ 0
2024.
C o y
r v2
a
t o kegiatan usaha Garuda Indonesia Holiday
Sebagai entitas anak GarudaeIndonesia,
France meliputi agen wisata
r
c (tour7 N
& travel), penjualan tiket pesawat, serta sewa
e
menyewa pesawat.SGaruda 0Indonesia Holiday France memiliki misi untuk
menyediakan ragam
t e pilihan liburan terbaik dari berbagai penyedia layanan wisata
r
terpilih untuk awisatawan dan korporasi yang berdomisili di Paris, Perancis. Sesuai
o
o rp peralatan konstruksi/plant hire services serta perdagangan besar
dengan pasal 3 anggaran dasar, ruang lingkup kegiatan perusahaan adalah di bidang
penyewaan
C
(distributor utama dan impor), menjalanlan usaha dalam bidang perdagangan.
Perseroan terbatas ini bernama “Garuda Indonesia Holiday France” yang
berkedudukan di Paris, Perancis.
Kinerja Usaha
Kinerja usaha Perseroan berdasarkan laporan keuangan audited yang berakhir
untuk tiap-tiap tanggal 31 Desember 2020 sampai dengan 30 Juni 2025 adalah
sebagai berikut :
Laporan Posisi Keuangan Perseroan (dalam jutaan USD)
Uraian 2020 2021 2022 2023 2024 Jun 2025
Aset Lancar 1.316 1.943 415 243 234 281
Aset Tidak Lancar 3.738 3.229 1.943 1.908 1.772 1.914
Liabilitas Jangka Pendek 1.306 1.932 407 233 225 272
Liabilitas Jangka Panjang 3.738 3.228 1.942 1.908 1.772 1.914
Ekuitas 9 11 10 10 9 9
Page | 92
Page 109
Berdasarkan laporan posisi keuangan stand alone periode 2020 hingga Juni 2025,
GIH France menghadapi dinamika keuangan yang cukup signifikan, khususnya
akibat tekanan pandemi COVID-19, meskipun terlihat adanya tanda-tanda
stabilisasi pada sisi aset dan kewajiban dalam beberapa tahun terakhir.
Aset Lancar
Aset Lancar GIH France menunjukkan tren menurun dengan fluktuasi yang cukup
tajam. Pada 2020 tercatat USD 1.316 juta, naik menjadi USD 1.943 juta di 2021,
E I
sebelum anjlok ke USD 415 juta pada 2022. Penurunan berlanjut hingga USD 243
/ B
juta di 2023 dan USD 234 juta di 2024, lalu sedikit pulih ke USD 281 juta pada Juni
2025. Dengan CAGR 2020–2025 sebesar –24,48%, aset lancar mengalami kontraksi
py i m
signifikan, menandakan melemahnya likuiditas perusahaan sepanjang periode
tersebut.
Co - T
al
ti da
ru
Aset Tidak Lancar
e n r
id Fo G 25 a
Aset Tidak Lancar mengalami penurunan bertahap. Dari USD 3.738 juta di 2020
n f
turun ke USD 3.229 juta di 2021, kemudian melemah lagi ke USD 1.943 juta pada
/ 0
C o y
2022. Posisi relatif stabil pada USD 1.908 juta di 2023, turun ke USD 1.772 juta pada
r v2
a
2024, lalu naik tipis ke USD 1.914 juta pada Juni 2025. Dengan CAGR 2020–2025
r et No
sebesar –11,46%, tren ini menunjukkan adanya penyusutan nilai aset jangka
e c 7
panjang perusahaan, meskipun pada tahun terakhir terlihat ada sedikit pemulihan.
Liabilitas Jangkae
S 0
at Pendek bergerak searah dengan aset lancar, menunjukkan pola
Pendek
r
Liabilitas Jangka
osetelah sempat tinggi pada awal periode. Dari USD 1.306 juta di 2020
penurunan
p
r ke USD 1.932 juta di 2021, kemudian turun drastis ke USD 407 juta pada
o
meningkat
C Penurunan berlanjut ke USD 233 juta di 2023 dan USD 225 juta di 2024,
2022.
sebelum naik sedikit menjadi USD 272 juta pada Juni 2025. Dengan CAGR 2020–
2025 sebesar –24,82%, kewajiban jangka pendek perusahaan menyusut tajam,
yang bisa mencerminkan restrukturisasi liabilitas atau penurunan skala operasi.
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas Jangka Panjang cenderung menurun secara konsisten. Dari USD 3.738 juta
di 2020, turun ke USD 3.228 juta di 2021, lalu ke USD 1.942 juta di 2022. Setelah itu
relatif stabil pada USD 1.908 juta di 2023, USD 1.772 juta di 2024, dan USD 1.914
juta pada Juni 2025. CAGR 2020–2025 tercatat –11,46%, menandakan adanya
pengurangan beban jangka panjang secara struktural, meski tidak terlalu drastis
dibandingkan liabilitas jangka pendek.
Page | 93
Page 110
Ekuitas
Ekuitas perusahaan relatif stagnan sepanjang periode. Dari USD 9 juta di 2020,
meningkat ke USD 11 juta di 2021, kemudian bertahan di kisaran USD 9–10 juta
hingga Juni 2025. Dengan CAGR 2020–2025 sebesar 1,1%, ekuitas tidak mengalami
pertumbuhan berarti, mencerminkan bahwa modal perusahaan tidak banyak
berubah di tengah dinamika aset dan liabilitasnya.
Ikhtisar Laporan Laba/(Rugi) Perseroan (dalam ribuan USD)
EI
Uraian 2020 2021 2022 2023 2024 2025
/B
Pendapatan 3.094 67 81.852 44.084 3.700 2.701
Beban pokok usaha -4.050
p y -1.138 -82.588
m
-44.880
i
-5.156 -3.100
o T
lC
Laba (Rugi) Usaha -956 -1.071 -735 -796 -1.456 -399
-
t ia
Laba (Rugi) Sebelum Pajak Penghasilan 1.893
d a
2.574 -1.208 -435 -150 -128
e
Laba (Rugi) Tahun Berjalan n r ru
1.074
a
2.685 -1.323 -533 -150 -128
f id Fo G 25
o n / 0
Pendapatan
C France menunjukkan y 2 yang sangat tajam sepanjang
r vfluktuasi
Pendapatan GIH a
r
periode 2020–2025. Pada 2020 et tercatat
N o USD 3.094 ribu, kemudian anjlok drastis
e
menjadi hanya USD 67 ribu c di 2021.
7 Tahun 2022 terjadi lonjakan signifikan ke USD
81.852 ribu, namunS 0 ke USD 44.084 ribu di 2023, dan jatuh lagi ke
kembali turun
USD 3.700 ribu tdie2024 serta USD 2.701 ribu pada 2025. Pola ini memperlihatkan
o ra kinerja pendapatan, dengan ketergantungan tinggi pada faktor
ketidakstabilan
musiman
r patau non-reguler.
Co Pokok Usaha
Beban
Beban pokok usaha bergerak sejalan dengan pendapatan, dengan variasi yang
cukup ekstrem. Pada 2020 tercatat USD –4.050 ribu, turun ke –1.138 ribu di 2021,
namun melonjak sangat besar menjadi –82.588 ribu di 2022. Tahun 2023 turun ke
–44.880 ribu, kemudian kembali lebih rendah ke –5.156 ribu di 2024 dan –3.100
ribu di 2025. Rasio beban pokok terhadap pendapatan menunjukkan tekanan yang
berat, mencerminkan tingginya biaya operasional relatif terhadap skala usaha.
Beban Umum dan Administrasi
Beban umum dan administrasi menjadi komponen biaya terbesar bagi perusahaan.
Pada 2019, tercatat Rp67.586 juta dan meningkat ke Rp71.299 juta di 2020. Tahun
2021 turun signifikan menjadi Rp47.864 juta, namun kembali naik ke Rp53.627 juta
di 2022 dan mencapai Rp76.069 juta di 2024. Per Juni 2025, beban ini sudah
Page | 94
Page 111
Rp32.235 juta (42% dari 2024). Kontribusinya terhadap pendapatan cukup besar,
mencerminkan beban operasional yang masih tinggi.
Laba (Rugi) Usaha
Secara konsisten, GIH France mencatat rugi usaha sepanjang periode 2020–2025.
Pada 2020 rugi usaha sebesar USD –956 ribu, memburuk ke –1.071 ribu di 2021.
Tahun 2022 kerugian sedikit mengecil ke –735 ribu, namun kembali melebar ke –
796 ribu di 2023 dan –1.456 ribu di 2024. Pada 2025 rugi usaha menurun ke USD –
E I
399 ribu, menandakan adanya sedikit perbaikan meskipun profitabilitas inti masih
negatif.
/ B
Laba (Rugi) Sebelum Pajak Penghasilan p y i m
o
Kinerja sebelum pajak sempat positif pada awal periode.TTahun 2020 perusahaan
Cpajak USD 1.893 ribu,
l - meningkat menjadi USD
mampu membukukan laba sebelum
t a
ia2022, posisi berbalik
d dengan rugi USD –1.208 ribu,
2.574 ribu di 2021. Namun sejak
diikuti rugi –435 ribu pada
n r u
r ribu adi 2024, dan –128 ribu di 2025. Pola ini
e2023,o–150
mengindikasikan adanya f d
i dukungan
F 5 pada awal periode yang
Gnon-operasional
faktor
n / 2
Co
tidak dapat dipertahankan.
r y 20
Laba (Rugi) Tahun Berjalan et
a ov
c r N tren yang sama. Pada 2020 tercatat laba
Laba tahun berjalan memperlihatkan
bersih USD 1.074 ribu,S 7 menjadi USD 2.685 ribu di 2021. Namun sejak
ebahkan0naik
t e dengan rugi USD –1.323 ribu, rugi –533 ribu di 2023, dan
2022 kembali tertekan
r
rugi lebih kecila–150 ribu pada 2024 serta –128 ribu di 2025. Kondisi ini menegaskan
o
rptahun awal periode.
bahwa profitabilitas GIH France belum berkelanjutan, dengan kinerja hanya positif
padaodua
C
Analisis Laporan Keuangan Perusahaan
Kondisi keuangan Perusahaan tercermin dari laporan keuangan, sehingga untuk
mengukur kinerja keuangan Perusahaan diperlukan analisis terhadap laporan
keuangan perusahaan dilakukan berdasarkan analisis laporan keuangan
Perusahaan dengan menggunakan beberapa teknis analisis sebagai berikut:
Analisis Commonsize statement
Common size statement merupakan salah satu metode analisis terhadap laporan
keuangan Perusahaan untuk mengetahuipersentase investasi pada masing-masing
aset terhadap total asetnya, dan juga untuk mengetahui struktur permodalan serta
komposisi biaya biaya atau beban terhadap total pendapatan. Berikut adalah hasil
analisis laporan keuangan Perusahaan dengan menggunakan metode Common Size
Statement Analysist:
Page | 95
Page 112
Commonsize Statement - Laporan Posisi Keuangan
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Jun
URAIAN AVERAGE
2020 2021 2022 2023 2024 2025
Aset Lancar 26,03% 37,56% 17,61% 11,29% 11,66% 12,80% 19,49%
Aset Tidak Lancar 73,97% 62,44% 82,39% 88,71% 88,34% 87,20% 80,51%
Total Aset 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Liabilitas Lancar 25,85% 37,36% 17,24% 10,83% 11,20% 12,39% 19,15%
Liabilitas Jangka Panjang 73,98% 62,42% 82,33% 88,72% 88,33% 87,19%
E I 80,50%
Total Liabilitas 99,83% 99,78% 99,57% 99,56% 99,53%
/ B
99,58% 99,64%
Ekuitas 0,17% 0,22%
p y
0,43% 0,44%
i
0,47%
m 0,42% 0,36%
o T
lC -
Total Ekuitas & Liabilitas 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
t ia d a
Analisis common size laporan
e n posisir keuanganruGIH France periode 2020–Juni 2025
menunjukkan bahwa id o
struktur aset a 5oleh aset tidak lancar dengan
didominasi
n
proporsi sangat besar,
f berkisarFantara/62%G hingga 2 89% dari total aset. Sebaliknya,
o r y dengan 0
2 tren penurunan sejak 2021 dan
C
aset lancar hanya menyumbang 11%–38%,
v menandakan keterbatasan likuiditas
t 2023–2025,
stabil di kisaran 11%–13% pada
jangka pendek. Dari sisi r e o
N liabilitas jangka panjang secara konsisten
menjadi porsi terbesar,
c kewajiban,
e sejalan 7dengan dominasi aset tidak lancar, sementara
S 0
tetotal sumber pendanaan, sehingga struktur modal perusahaan
liabilitas lancar relatif kecil (sekitar 11%–37%). Ekuitas tercatat sangat tipis, hanya
0,17%–0,47%adari
o r pada utang. Rata-rata periode 2020–2025, aset tidak lancar
sangat bertumpu
mencapai
o rp 80,51%, liabilitas jangka panjang 80,50%, dan ekuitas hanya 0,36%,
C
menggambarkan leverage yang tinggi dan tingkat ketergantungan besar pada
pembiayaan eksternal.
Commonsize Statement - Laporan Laba Rugi
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Jun
URAIAN AVERAGE
2020 2021 2022 2023 2024 2025
Pendapatan 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%
Beban
pokok -130,89% -1701,19% -100,90% -101,81% -139,34% -114,78% -381,48%
usaha
Laba (Rugi)
-30,89% -1601,19% -0,90% -1,81% -39,34% -14,78% -281,48%
Usaha
Laba (Rugi) 61,18% 3847,57% -1,48% -0,99% -4,04% -4,73% 649,59%
Sebelum
Page | 96
Page 113
Pajak
Penghasilan
Laba (Rugi)
Tahun 34,69% 4013,70% -1,62% -1,21% -4,04% -4,73% 672,80%
Berjalan
Analisis common size laporan laba rugi GIH France periode 2020–Juni 2025
memperlihatkan kinerja yang sangat fluktuatif. Pendapatan dijadikan basis 100%,
namun beban pokok usaha kerap melebihi pendapatan, terutama pada 2021 yang
mencapai –1701,19%, sehingga menggerus laba usaha menjadi sangat negatif (– E I
1601,19%). Pada 2022–2023 kondisi mulai membaik dengan beban pokok usaha / B
py
turun mendekati 100% dari pendapatan dan rugi usaha menipis hingga –0,9%
i m
Co T
sampai –1,8%. Namun pada 2024 beban kembali meningkat ke –139,34% sehingga
-
al
rugi usaha melebar ke –39,34%, meski sempat membaik di semester I 2025 dengan
ti da
rugi usaha hanya –14,78%. Laba sebelum pajak dan laba tahun berjalan juga
e n r ru
berfluktuasi ekstrem, terutama pada 2021–2022 ketika persentasenya melonjak
a
f id Fo G 25
sangat tinggi akibat faktor non-operasional (hingga lebih dari 3800% dari
o n / 0
pendapatan), lalu kembali negatif sejak 2023 hingga Juni 2025. Rata-rata periode
C y
r v2
ini menunjukkan laba usaha –281,48% dan laba bersih –672,80%, mencerminkan
a
r et No
ketidakstabilan fundamental dan ketergantungan besar pada faktor non-
e c 7
operasional dalam menjaga profitabilitas.
Analisa Rasio e
S 0
r at
p o atau analisis rasio merupakan salah satu bentuk teknis analisis
Ratio Analysis
o r keuangan yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos - pos
laporan
C
tertentu dari laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi secara individu atau
kombinasi antara keduanya. Berikut adalah tabel berbagai macam rasio keuangan
yang Kami gunakan dalam analisis rasio keuangan Perusahaan.
Analisis Rasio Keuangan
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Jun
URAIAN
2020 2021 2022 2023 2024 2025
Rasio Aktivitas (x)
Rasio perputaran
41,48 5815,53 3,62 0,29 9,10 12,79
piutang
Rasio perputaran utang
190,24 348,47 3,49 0,90 4,74 8,07
usaha
Page | 97
Page 114
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Jun
URAIAN
2020 2021 2022 2023 2024 2025
Rasio Aktivitas (days)
Rasio perputaran
15182,25 2122669,10 1322,07 104,08 3329,59 4669,26
piutang
Rasio perputaran utang
69628,30 127191,43 1272,15 329,22 1736,38 2945,63
usaha
E I
Rasio Likuiditas (x)
/ B
py
Rasio lancar 1,01 1,01 1,02 1,04 1,04 1,03
i m
Co T
Rasio cepat 1,01 1,01 1,02 1,04 1,04 1,03
-
al
Rasio kas 0,00 0,00 0,02 0,00 0,01 0,01
ti da
e n r a ru
id Fo G 25
Rasio Profitabilitas (%)
Gross Profit Margin
n f -30,9%
/ 0
-1601,2% -0,9% -1,8% -39,3% -14,8%
Net Profit Margin
C o 34,7% y
r v2
4013,7% -1,6% -1,2% -4,0% -4,7%
a
Rasio laba atas aset
r et No
0,0% 0,1% -0,1% 0,0% 0,0% 0,0%
Rasio laba atas ekuitas
e c 7
12,3% 23,6% -13,1% -5,6% -1,6% -1,4%
S 0
e
r at
Rasio Solvabilitas (%)
p o
Rasio total Liabilitas /
or
99,8% 99,8% 99,6% 99,6% 99,5% 99,6%
total aset
C
Rasio total Liabilitas /
total ekuitas
57961,1% 45312,1% 23331,4% 22464,7% 21278,3% 23619,4%
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang bertujuan untuk mengetahui
sejauh mana kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka
pendeknya. Beberapa rasio keuangan yang masuk dalam kategori ini antara lain
adalah:
Rasio Lancar (current ratio)
Rasio ini merupakan perbandingan antara aset lancar dengan liabilitas jangka
pendek. Rasio ini bertujuan untuk mengetahui sampai seberapa jauh jumlah aset
lancar perusahaan dapat menjamin utang jangka pendek dari kreditor. Secara
Page | 98
Page 115
umum semakin tinggi rasio lancar maka semakin aman perusahaan. Rasio lancar
Perusahaan pada periode Per 30 Juni 2025 tercatat sebesar 1,03 kali.
Rasio Cepat (quick ratio)
Rasio cepat pada dasarnya mempunyai tujuan yang sama dengan rasio lancar,
namun sebagian orang merasa bahwa hasil perhitungan rasio lancar yang
menghitung seluruh aset lancar kurang tajam, oleh karena itu beberapa pos seperti
persediaan yang dianggap kurang lancar, dikeluarkan dalam perhitungan rasio
cepat. Rasio cepat pada periode 30 Juni 2025 tercatat sebesar 1,03 kali.
E I
Rasio Kas (cash ratio) / B
py i m
Rasio ini untuk mengukur jumlah kas tersedia dibanding dengan liabilitas jangka
Co T
pendek. Rasio kas Perusahaan pada periode 30 Juni 2025 tercatat sebesar 0,01 kali.
-
al
ti da
ru
Rasio Aktivitas
e n r
id yangFdigunakan
Rasio Aktifitas adalahfrasio
a
o Guntuk mengukur
5 kemampuan rasio yang
n / 2
0 dalam menggunakan aktiva
digunakan untukomengukur efektivitas perusahaan
C r y 2
yang dimilikinya.
e ta ov
Rasio Perputaran Piutangc
r N
S
Rasio perputaran piutang 07 adalah rasio yang mencerminkan kecepatan
e usaha
t e ditagih oleh perusahaan dalam satu periode. Rasio
piutang usaha berhasil
o ra pada periode Per 30 Juni 2025 tercatat sebesar 12,79 kali.
perputaran piutang
rp
Rasio Perputaran Utang
C perputaran utang usaha adalah rasio yang mencerminkan seberapa lama
Rasio
hutang usaha perusahaan dapat dibayarkan dalam satu periode. Rasio perputaran
utang pada periode Per 30 Juni 2025 tercatat sebesar 8,07 kali.
Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan laba. Beberapa rasio Perusahaan yang termasuk dalam kategori ini
antara lain adalah:
Gross Profit Margin
Gross Profit Margin mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba kotor
dari setiap pendapatan setelah dikurangi beban pokok usaha. Gross profit margin
per 30 juni 2025 adalah -14,8%.
Page | 99
Page 116
Net Profit Margin
Net Profit Margin menggambarkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba
bersih dari total pendapatan setelah semua beban dan pajak. Net Profit Margin per
30 juni 2025 adalah -4,7%.
Rasio Laba atas Aset (ROA)
Rasio Laba atas Aset (ROA) menunjukkan tingkat efektivitas perusahaan dalam
memanfaatkan total aset untuk menghasilkan laba bersih. Rasio Laba atas Aset
(ROA) per 30 juni 2025 adalah -0,01%.
E I
Rasio Laba atas Ekuitas (ROE) / B
py i m
Rasio Laba atas Ekuitas (ROE) mengukur sejauh mana perusahaan mampu
Co T
memberikan tingkat pengembalian laba bersih terhadap ekuitas pemegang saham.
-
al da
Rasio Laba atas Ekuitas (ROE) per 30 juni 2025 adalah -1,4%.
ti
Rasio Solvabilitas e n r a ru
f id Fo G 25
n
Rasio solvabilitaso(solvency / rasio0 yang digunakan untuk mengukur
C y
ratio) adalah
r vhutang2 - hutangnya. Berikut adalah rasio
kemampuan perusahaan
a
untuk melunasi
yang termasuk dalam kategori
r etini. No
e c 7
Rasio total liabilitas S 0 aset
terhadap total
t
Rasio ini merupakane perbandingan antara total liabilitas terhadap total aset
perusahaan.ra Semakin tinggi rasio ini semakin tinggi pula risiko keuangan
o
p adalah 99,6%.
perusahaan. Adapun tingkat rasio liabilitas terhadap total aset Perusahaan periode
o
30 Junir2025
C
Rasio total liabilitas terhadap total ekuitas
Rasio ini merupakan perbandingan antara total liabilitas terhadap total ekuitas.
Semakin rendah rasio ini semakin bagus keuangan perusahaan. Adapun tingkat
rasio liabilitas terhadap Ekuitas periode 30 Juni 2025 adalah 23619,4%.
Informasi Pemegang Saham Eksisting
Berdasarkan Anggaran Dasar 799887765 RCS Paris, dinyatakan bahwa modal dasar
perseroan adalah € 1.000.000,- (satu juta euro), yang terdiri atas 1.000.000 (satu
juta) lembar saham dengan nilai nominal per lembar saham € 1,- (satu euro).
Modal dasar tersebut saham telah ditempatkan dan disetor menjadi €
684.725(enam ratus delapan puluh empat ribu tujuh ratus dua puluh lima euro)
yang terdiri atas 1.000.000,- (satu juta) lembar saham dengan nilai nominal per
Page | 100
Page 117
lembar saham € 1,- (satu euro), dengan komposisi pemegang saham adalah sebagai
berikut:
Daftar Pemegang Saham Garuda Indonesia Holiday France S.A.S
Jumlah Modal
Pemegang Saham Jumlah Saham Persentase
Disetor
PT Garuda Indonesia 1.000.000 100,00% 684.725
Jumlah 1.000.000 100,00% 684.725
Sumber: Anggaran Dasar RCS Paris
E I
/ B
py
Dokumentasi Survey Garuda Indonesia Holiday France S.A.S
i m
Co - T
ti al da
e n r a ru
f id Fo G 25
o n / 0
C y
r v2
a
r et No
e c 7
S 0
e
r at
p o
o r
C
Page | 101
Page 118
4. TINJAUAN MAKRO EKONOMI DAN INDUSTRI
4.1. Tinjauan Perekonomian Global dan Indonesia
Ketidakpastian ekonomi global sepanjang 2025 kembali meningkat seiring kebijakan
perdagangan Amerika Serikat (AS) yang memperluas tarif resiprokal terhadap
sejumlah negara maju dan berkembang. Kebijakan tersebut menimbulkan dampak
lanjutan berupa melemahnya investasi, terganggunya rantai pasok global, dan
meningkatnya volatilitas pasar keuangan. Bank Dunia dalam Global Economic
Prospects (GEP) Juni 2025 dan IMF dalam World Economic Outlook (WEO) April 2025
sama-sama menekankan bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia masih
E I
/ B
terbatas di sekitar 3,0%. Sementara itu, perekonomian di kawasan utama seperti AS,
py
Eropa, dan Jepang menunjukkan tren perlambatan meskipun kebijakan moneter dan
i m
Co T
fiskal mereka cenderung longgar.
-
ti al da
e n r a ru
f id Fo G 25
o n / 0
C y
r v2
a
r et No
e c 7
S 0
e
rat
p o Sumber: IMF, World Economic Outlook April 2025
o r
C
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan II-2025
Page | 102
Page 119
Ketidakpastian global kian meningkat setelah Amerika Serikat mengumumkan
kenaikan tarif efektif resiprokal terhadap sejumlah negara mitra dagangnya.
Kebijakan proteksionis ini menimbulkan risiko lanjutan berupa penurunan investasi,
terganggunya rantai pasok global, dan menurunnya volume perdagangan
internasional. Kondisi ini memicu koreksi proyeksi GDP di berbagai kawasan dan
meningkatkan volatilitas pasar keuangan dunia, terutama di negara berkembang.
E I
/ B
py i m
Co - T
ti al da
e n r a ru
f id Fo G 25
o n / 0
C y
r v2
a
Sumber: IMF, World Economic Outlook April 2025
r et No
e c 7
S 0
e
r at
p o
o r
C
Sumber: IMF, World Economic Outlook April 2025
Page | 103
Page 120
Di Asia, dinamika pertumbuhan PDB bersifat heterogen. Ekonomi Tiongkok
diperkirakan tumbuh lebih lambat karena melemahnya permintaan eksternal
meskipun pemerintahnya berupaya melakukan diversifikasi ekspor. Sebaliknya, India
masih menunjukkan prospek pertumbuhan yang solid berkat kuatnya konsumsi
domestik. Perbedaan kinerja ini menegaskan bahwa risiko global tidak menyebar
merata, namun secara keseluruhan tetap menekan prospek GDP kawasan.
E I
/ B
py i m
Co - T
ti al da
e n r a ru
f id Fo G 25
o n / 0
C y
r v2
a
r et No
Sumber: IMF, World Economic Outlook April 2025
e c 7
S
Indonesia, sebagai negara 0 juga terdampak oleh ketidakpastian global
berkembang,
t e
tersebut. Bank Indonesia dalam Laporan Kebijakan Moneter Triwulan II 2025
o r
memproyeksikan pertumbuhan PDB Indonesia berada pada kisaran 4,6 - 5,4% pada
r p
2025. Pendorong pertumbuhan datang dari investasi nonbangunan di sektor
o
transportasi dan ekspor berbasis sumber daya alam, sementara konsumsi rumah
C masih melambat. Hal ini menunjukkan bahwa meski GDP Indonesia masih
tangga
relatif terjaga, ketergantungannya pada faktor eksternal tetap menghadirkan risiko.
Page | 104
Page 121
E I
/ B
py i m
Co - T
ti al da
e n ru
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan II-2025
r a
f id Fo G 25
o n / 0
C y
r v2
a
r et No
e c 7
S 0
e
rat
p o
o r
C
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan II-2025
Page | 105
Page 122
E I
/ B
py i m
Co - T
tial da
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan II-2025
e n r a ru prospek GDP Indonesia akan
f idkemampuan
Dengan latar ketidakpastian o menjaga
global
F
yang meningkat,
5 domestik. Diversifikasi pasar
G stabilitas
n
sangat dipengaruhi oleh
o nilai tambah industri,/ 2
0penguatan konsumsi rumah tangga
ekspor, peningkatan
C r y serta2
t a ovpertumbuhan tetap berada di jalur positif.
menjadi faktor penting untuk memastikan
Di saat yang sama, koordinasi r e kebijakan
N moneter dan fiskal diperlukan untuk
e
meminimalkan dampak negatif c 7
ketidakpastian global terhadap kinerja GDP nasional.
S 0
4.2. Neraca Pembayaran e
t Indonesia
a
r Indonesia (NPI) pada 2025 menunjukkan kondisi yang tetap baik
Neraca Pembayaran
o
p mendukung ketahanan eksternal. Pada Mei 2025, neraca perdagangan
r
dan mampu
Co
mencatat surplus sebesar 4,3 miliar dolar AS, meningkat tajam dibandingkan dengan
surplus April 2025 yang hanya sebesar 0,2 miliar dolar AS. Perbaikan ini terutama
didorong oleh kinerja ekspor komoditas unggulan, seperti mesin listrik serta besi dan
baja. Dengan adanya perkembangan positif dalam perundingan tarif dengan
Pemerintah AS, kinerja ekspor Indonesia diprakirakan tetap terjaga dan berpotensi
memperkuat posisi neraca perdagangan dalam beberapa bulan mendatang.
Page | 106
Page 123
E I
/ B
py i m
Co - T
ti al da
n ru
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan II-2025
e r a
f id Fo G 25
o n / 0
C y
r v2
a
r et No
e c 7
S 0
e
rat
p o
o r
C
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan II-2025
Selain surplus perdagangan, aliran masuk modal asing juga memberikan kontribusi
penting bagi ketahanan eksternal. Pada triwulan II 2025, aliran modal asing ke
instrumen portofolio domestik mencatat net inflows sebesar 1,6 miliar dolar AS, yang
kemudian berlanjut pada awal triwulan III 2025 (hingga 14 Juli 2025) dengan
tambahan 0,9 miliar dolar AS.
Masuknya dana asing ini ditopang oleh prospek perekonomian domestik yang tetap
solid, imbal hasil instrumen keuangan Indonesia yang kompetitif, serta pergeseran
arus modal global dari Amerika Serikat ke negara berkembang, termasuk Indonesia,
seiring meningkatnya risiko fiskal dan ekonomi di AS.
Page | 107
Page 124
E I
/ B
py i m
Co - T
al
ti da
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan II-2025
e n r a rudevisa Indonesia yang tetap tinggi.
f id Fdevisa
Kondisi tersebut turut menopang o tercatat
posisi cadangan
G sebesar5 152,6 miliar dolar AS, setara
dengan pembiayaan
n
Pada akhir Juni 2025, cadangan
/ 2
o 6,4 bulan imporryatau 6,220bulan impor dan pembayaran utang
C
luar negeri pemerintah. Angka t v
ini berada jauh di atas standar kecukupan
internasional sekitar 3 bulan r o
eimpor,Nsehingga mencerminkan ketahanan eksternal
e
yang kuat. Dengan kombinasi c 7
surplus perdagangan, aliran masuk modal asing yang
S devisa
berkelanjutan, dan cadangan 0 yang memadai, NPI diperkirakan tetap mampu
e
t makroekonomi serta menjaga kepercayaan investor terhadap
mendukung stabilitas
a
perekonomianr Indonesia.
p o
o r
C
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan II-2025
Page | 108
Page 125
4.3. Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar Rupiah tercatat menguat pada Juni 2025 berkat konsistensi kebijakan
stabilisasi yang dijalankan Bank Indonesia serta berlanjutnya aliran masuk modal
asing. Hingga 30 Juni 2025, Rupiah mengalami apresiasi sebesar 0,34% (ptp)
dibandingkan dengan posisi akhir bulan sebelumnya. Memasuki pertengahan Juli
2025, stabilitas nilai tukar tetap terjaga meskipun ketidakpastian global meningkat,
mencerminkan efektivitas bauran kebijakan moneter dan dukungan kondisi pasar
keuangan domestik.
E I
/ B
py i m
Co - T
ti al da
e n r a ru
f id Fo G 25
o n / 0
C y
r v2
a
r et No
e c 7
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan II-2025
S 0
e
at
Secara keseluruhan, pergerakan Rupiah relatif stabil bila dibandingkan dengan mata
r
uang negara berkembang mitra dagang utama Indonesia maupun terhadap mata
o maju selain dolar AS. Stabilitas ini memberikan kontribusi positif
p
uang negara
r daya saing ekspor Indonesia. Faktor pendukung lainnya berasal dari
o
terhadap
C aliran modal asing, khususnya ke instrumen Surat Berharga Negara (SBN),
masuknya
serta peningkatan konversi valuta asing ke Rupiah oleh eksportir pasca implementasi
kebijakan penguatan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) oleh
Pemerintah.
4.4. Inflasi
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2025 tercatat rendah di level 1,87%
(yoy), mencerminkan kondisi harga yang stabil dan mendukung kesinambungan
pertumbuhan ekonomi. Rendahnya inflasi ini ditopang oleh terkendalinya seluruh
komponen utama inflasi, yaitu inflasi inti, volatile food (VF), dan administered prices
(AP). Stabilitas harga yang terjaga menunjukkan efektivitas bauran kebijakan
moneter dan koordinasi kebijakan pengendalian harga antara Bank Indonesia,
pemerintah pusat, dan pemerintah daerah.
Page | 109
Page 126
E I
/ B
py i m
Co - T
al
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan II-2025
ti da
e n r a ru
f id Fo G 25
o n / 0
C y
r v2
a
r et No
e c 7
S 0
e
r at
p o
o r
C
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan II-2025
Komponen inflasi inti turun menjadi 2,37% (yoy), dipengaruhi oleh konsistensi
kebijakan suku bunga Bank Indonesia dalam menjaga ekspektasi inflasi agar tetap
sesuai sasaran. Selain itu, pelemahan permintaan domestik turut menekan laju
kenaikan harga pada kelompok barang dan jasa inti. Inflasi kelompok VF juga rendah,
yaitu hanya 0,57% (yoy), berkat pasokan pangan yang memadai serta peran aktif Tim
Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP/TPID) melalui program Gerakan Nasional
Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) yang menjaga kestabilan harga komoditas
pangan strategis.
Sementara itu, inflasi kelompok administered prices (AP) juga tetap terkendali di level
1,34% (yoy). Kenaikan tarif air minum PAM dan cukai hasil tembakau tidak
Page | 110
Page 127
memberikan dampak signifikan terhadap inflasi secara keseluruhan. Terkendalinya
inflasi AP ini menunjukkan bahwa tekanan dari kebijakan harga yang diatur
pemerintah masih dapat dikelola dengan baik. Dengan demikian, inflasi yang rendah
dan stabil pada Juni 2025 memberikan ruang kebijakan yang lebih fleksibel bagi
otoritas moneter dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, sekaligus menjaga daya
beli masyarakat.
E I
/ B
py i m
Co - T
tial da
e n r a ru
f id Fo G 25
o n / 0
C y
r v2
a
r et No
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan II-2025
e c 7
4.5. Suku Bunga S 0
e
Bank Indonesia tterus memperkuat respons kebijakan moneter untuk menjaga
o ra
stabilitas perekonomian sekaligus mendukung pertumbuhan. Optimalisasi strategi
r p dilakukan untuk meningkatkan efektivitas transmisi penurunan
operasi moneter
C o kebijakan. Dampaknya terlihat di pasar uang, di mana setelah penurunan
suku bunga
BI-Rate pada Mei 2025, suku bunga acuan overnight INDONIA turun menjadi 5,14%
pada 15 Juli 2025 dari sebelumnya 5,77%.
Page | 111
Page 128
E I
/ B
py i m
Co - T
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan II-2025
ti al
Instrumen lain juga mencatat penurunan
a
d Suku bunga Sekuritas Rupiah
suku bunga.
e n r u
9, dan 12rbulan bergerak turun masing-masing
d 5,87%F pada 11GJulia 2025,5dari posisi awal 6,40%, 6,44%,
Bank Indonesia (SRBI) dengan tenor 6,
menjadi 5,85%, 5,86%,fidan o
o n
dan 6,47% sebelum penurunan 2Surat Berharga Negara (SBN) juga
BI-Rate./Imbal hasil
0
C di mana tenor r y2 tahun2 turun dari 6,13% menjadi 5,86%,
mengalami koreksi,
e ta dario6,71%
sementara tenor 10 tahun menurun
v menjadi 6,56%.
c r N
Se 07
t e
o ra
o rp
C
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan II-2025
Meski demikian, perkembangan berbeda terlihat pada perbankan. Suku bunga
deposito tenor 1 bulan justru meningkat tipis dari 4,81% pada Mei 2025 menjadi
4,85% pada Juni 2025 akibat ketatnya persaingan bank dalam menghimpun dana.
Suku bunga kredit perbankan pun masih cenderung tinggi, berada di level 9,16%
pada Juni 2025, tidak banyak berubah dibandingkan dengan 9,18% pada Mei 2025.
Page | 112
Page 129
Hal ini menunjukkan bahwa transmisi penurunan suku bunga kebijakan ke sektor riil
masih berlangsung secara bertahap.
Pertumbuhan kredit perbankan masih perlu diperkuat untuk mendukung akselerasi
ekonomi. Pada Juni 2025, kredit perbankan tumbuh 7,77% (yoy), melambat
dibandingkan 8,43% (yoy) pada Mei 2025. Dari sisi penawaran, perlambatan ini
dipengaruhi sikap hati-hati bank dalam menyalurkan kredit meskipun Dana Pihak
Ketiga (DPK) meningkat menjadi 6,96% (yoy). Kondisi tersebut mendorong bank
untuk lebih banyak menempatkan dana pada surat berharga sekaligus memperketat
E I
/ B
standar penyaluran kredit. Dari sisi permintaan, perlambatan kredit juga sejalan
dengan aktivitas ekonomi yang masih perlu didorong. Berdasarkan jenis penggunaan,
py i m
kredit investasi tumbuh 12,53% (yoy), kredit konsumsi 8,49% (yoy), dan kredit modal
kerja 4,45% (yoy).
Co - T
ti al da
Sementara secara sektoral, kebutuhan pembiayaan masih perlu ditingkatkan
ru
khususnya di sektor perdagangan, pertanian, dan jasa dunia usaha. Pembiayaan
e n r
id Fo G 25 a
syariah tumbuh 8,37% (yoy), sedangkan kredit UMKM masih relatif rendah yaitu
2,18% (yoy).
n f / 0
C o y
r v2
a
r et No
e c 7
S 0
e
r at
p o
o r
C
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan II-2025
Untuk mendorong pertumbuhan kredit, Bank Indonesia memperkuat implementasi
Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). Hingga pekan pertama Juli
2025, total insentif yang disalurkan mencapai Rp376 triliun, dengan distribusi
terbesar pada bank BUMN sebesar Rp167,1 triliun dan bank swasta nasional sebesar
Rp166,7 triliun. Insentif ini difokuskan pada sektor-sektor prioritas seperti pertanian,
real estate, perumahan rakyat, konstruksi, perdagangan, manufaktur, transportasi,
pergudangan, pariwisata, ekonomi kreatif, serta pembiayaan UMKM, ultra mikro, dan
sektor hijau.
Page | 113
Page 130
E I
/ B
py i m
Co
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan II-2025
- T
ti al da
e n r a ru
f id Fo G 25
o n / 0
C y
r v2
a
r et No
e c 7
S 0
e
r at
p o
o r Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan II-2025
C
Secara keseluruhan, ketahanan perbankan tetap terjaga dengan modal, likuiditas,
dan kualitas aset yang kuat. Rasio kecukupan modal (CAR) perbankan berada pada
level tinggi 25,48% per Mei 2025, mencerminkan kemampuan yang memadai dalam
menyerap risiko. Likuiditas juga cukup longgar, terlihat dari rasio Alat Likuid terhadap
Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 27,05% pada Juni 2025. Sementara itu, rasio
kredit bermasalah (NPL) terjaga rendah, masing-masing 2,29% bruto dan 0,85% neto.
Hasil stress test Bank Indonesia mengonfirmasi ketahanan perbankan masih kuat,
ditopang oleh kemampuan bayar debitur serta profitabilitas korporasi yang stabil.
4.6. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Prospek perekonomian global diperkirakan melemah, terutama di negara maju,
seiring rencana penerapan kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat pada 1 Agustus
2025. Kebijakan ini memberi tekanan tambahan pada ekonomi AS yang sudah
melambat dengan risiko fiskal yang meningkat, serta memperburuk outlook
Page | 114
Page 131
pertumbuhan di Eropa dan Jepang. Kinerja Tiongkok juga diprakirakan masih rapuh
meski telah menempuh strategi diversifikasi ekspor, sementara India tetap
menunjukkan daya tahan berkat permintaan domestik yang kuat. Dengan
perkembangan tersebut, Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi dunia
pada 2025 masih berada di sekitar 3,0%, sehingga memerlukan kewaspadaan tinggi,
penguatan koordinasi, dan respons kebijakan yang konsisten untuk menjaga
stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.
Di tingkat nasional, perekonomian Indonesia diperkirakan tetap tumbuh dalam
E I
kisaran 4,6–5,4% pada 2025 dengan perbaikan di semester II.
/ B
Selain membaiknya permintaan domestik, ekspor juga diperkirakan tetap positif
py i m
berkat hasil perundingan tarif dengan Pemerintah AS. Sinergi kebijakan antara
Co T
pemerintah dan Bank Indonesia turut memperkuat keyakinan pelaku ekonomi.
-
ti al da
Pemerintah mengarahkan stimulus fiskal pada perlindungan sosial dan program
ru
unggulan Asta Cita, sementara Bank Indonesia mendukung melalui penurunan BI-
e n r
id Fo G 25 a
Rate, pelonggaran likuiditas, serta insentif makroprudensial untuk mendorong
n f
pembiayaan pada sektor prioritas.
/ 0
C o y
r v2
a
r et No
e c 7
S 0
e
r at
p o
o r
C
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan II-2025
Ketahanan eksternal Indonesia juga diperkirakan tetap terjaga. Neraca Pembayaran
Indonesia (NPI) pada 2025 diproyeksikan mencatat defisit transaksi berjalan yang
rendah, yakni 0,5–1,3% PDB, dengan dukungan surplus pada transaksi modal dan
finansial. Nilai tukar Rupiah pun diprediksi stabil berkat konsistensi kebijakan Bank
Indonesia, prospek pertumbuhan ekonomi yang baik, imbal hasil yang kompetitif,
serta inflasi rendah. Bank Indonesia melanjutkan langkah stabilisasi melalui
intervensi di pasar valuta asing serta optimalisasi instrumen moneter seperti SRBI,
SVBI, dan SUVBI untuk menarik aliran investasi portofolio asing.
Page | 115
Page 132
E I
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan II-2025 B
/
p
Dari sisi harga, inflasi diperkirakan terkendaliy dalam kisaranm
i sasaran 2,5±1% baik
C o
pada 2025 maupun 2026. Inflasi inti diproyeksikan lebih rendah T seiring terjaganya
ekspektasi inflasi, kapasitas produksi
-
l yang memadai,arendahnya imported inflation,
t i a
serta dukungan digitalisasi. Sementara itu, inflasidvolatile food (VF) diperkirakan
stabil berkat sinergi erat e n
antara Bankr a ru dengan pemerintah pusat dan
Indonesia
daerah melalui berbagai f o G harga5 pangan.
dprogramFpengendalian
o n / 02
C r y 2
e ta ov
c r N
Se 07
t e
o ra
o rp
C
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan II-2025
Untuk memperkuat pertumbuhan, peran perbankan dalam penyaluran kredit
menjadi kunci. Bank Indonesia terus mendorong pertumbuhan kredit melalui
kebijakan makroprudensial yang akomodatif dan penguatan Kebijakan Insentif
Likuiditas Makroprudensial (KLM). Insentif diarahkan pada sektor-sektor yang
berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja,
sekaligus mendukung agenda Asta Cita pemerintah. Dengan arah kebijakan ini serta
realisasi kredit hingga pertengahan 2025, pertumbuhan kredit perbankan
diperkirakan berada pada kisaran 8–11% sepanjang 2025, selaras dengan upaya
menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah ketidakpastian global.
Page | 116
Page 133
4.7. Tinjauan Global Industri Maskapai Penerbangan Komersial
Industri penerbangan global diperkirakan tetap mampu menjaga profitabilitas
meskipun menghadapi tantangan berupa gangguan rantai pasok dan kebijakan
perdagangan yang lebih ketat. Penurunan harga bahan bakar jet sebesar 13% yoy
pada 2025 menjadi faktor utama yang mengimbangi tekanan eksternal, bahkan
berpotensi menurunkan harga tiket dan mendorong permintaan penumpang. Hal ini
pada akhirnya mendukung margin keuntungan, dengan proyeksi margin EBIT
meningkat menjadi 6,7% atau naik 0,3 poin persentase (yoy), setara dengan laba
operasional tertinggi dalam sejarah industri sebesar USD 66 miliar.
E I
/ B
Sementara itu, margin bersih diperkirakan mencapai 3,7%, hanya sedikit lebih
rendah dari rekor 2023. Selain itu, pendapatan tambahan (ancillary revenue)
py i m
diperkirakan menjadi pendorong utama pertumbuhan penjualan nominal pada
Co T
2025, didukung juga oleh pelemahan dolar AS yang menguntungkan maskapai di luar
-
kawasan Amerika.
al ti da
Keterbatasan kapasitas armada e n r
menjadi
a ru penentu lain dalam menjaga
faktor
profitabilitas. Walaupun f o G pertumbuhan
id memperlambat
F 5 pendapatan—dengan
o n / 2
1,3% yoy alih-alih 7% yoy0jika pertumbuhan lalu lintas 2024
estimasi hanya naik
C ini meningkatkan r y load factor,
2 menekan biaya per unit, dan
berlanjut—kondisi
a v
t oJika margin EBIT naik 1 poin persentase,
r e
menjaga keseimbangan supply-demand.
e c 7 Nbisa mencapai USD 10 miliar, sementara
potensi tambahan laba operasional
peningkatan load factor S sebesar00,5 poin persentase dapat menambah sekitar USD
4 miliar EBIT. Di sisielain, penurunan pertumbuhan biaya unit per ATK sebesar 1 poin
r at menambah EBIT hingga USD 7 miliar. Dengan utilisasi armada
persentase berpotensi
p o pada level tertinggi sejak 2019, prospek profitabilitas industri
yang kini berada
o r global pada 2025 tetap terjaga positif.
penerbangan
C
Sumber: IATA
Page | 117
Page 134
Pada 2025, industri penerbangan diperkirakan menghadapi penurunan yield sekitar
4%, seiring turunnya harga bahan bakar jet yang diproyeksikan jatuh 13% yoy setelah
penurunan 12% yoy pada 2024. Meski begitu, keterbatasan kapasitas akan menjaga
load factor tetap tinggi, sementara pelemahan dolar AS berpotensi mendukung yield,
khususnya di pasar domestik. Total pendapatan industri pada 2025 diprediksi
mencapai USD 979 miliar, tumbuh tipis 1,3% yoy, didorong oleh peningkatan lalu
lintas penumpang sebesar 5,8% yoy, meskipun yield melemah dan pasar kargo
tertekan.
E I
Sektor kargo global akan menghadapi tantangan berat akibat kebijakan tarif baru,
/ B
meski industri masih terlindungi sebagian karena produk elektronik dan farmasi
tetap bebas tarif. Namun, penghapusan kebijakan de minimis exemption AS untuk
py i m
paket bernilai rendah berpotensi menekan yield di jalur Tiongkok–AS serta tarif
Co T
global, yang diperkirakan turun 5,2% yoy pada 2025, meski awal tahun menunjukkan
-
ti al da
kenaikan rata-rata tarif sebesar 6% yoy pada Januari–Februari.
e n r a ru
f id Fo G 25
o n / 0
C y
r v2
a
r et No
e c 7
S 0
e
rat
p o
o r
C Sumber: IATA
Sumber: IATA
Page | 118
Page 135
Pada 2025, industri penerbangan diproyeksikan mencatat pemulihan tipis dengan
margin EBIT mencapai 6,7% atau naik 0,3 ppt yoy, setara dengan EBIT tertinggi
sepanjang sejarah sebesar USD 66 miliar, sementara margin bersih diperkirakan
hanya 3,7%, turun 0,4 ppt dari rekor 2023 karena maskapai mulai membayar pajak
normal setelah memanfaatkan kerugian pajak era pandemi.
Meski terlihat besar secara nominal, margin tersebut hanya setengah dari rata-rata
margin bersih seluruh industri global, dengan keuntungan per penumpang hanya
USD 7,2 dibandingkan tarif rata-rata USD 399 per penumpang pada 2024.
E I
Profitabilitas tetap dibatasi oleh penurunan yield, walau harga minyak yang lebih
rendah—yang mencakup sekitar 30% dari struktur biaya maskapai—memberikan
/ B
ruang perbaikan. Pada 2024, margin laba bersih turun 0,7 ppt yoy menjadi 3,4%,
py i m
mirip dengan capaian 2019, tetapi dengan margin EBIT lebih tinggi 2 ppt,
Co T
menunjukkan adanya pergeseran biaya dari operasional ke finansial yang
-
meningkatkan beban keuangan.
ti al da
e n r a ru
f id Fo G 25
o n / 0
C y
r v2
a
r et No
e c 7
S 0
e
rat
p o
o r
C Sumber: IATA
Meskipun bahan bakar fosil masih mendominasi lebih dari 80% konsumsi energi
global, tanda-tanda substitusi energi mulai terlihat, terutama di Tiongkok di mana
permintaan bensin dan solar melemah akibat elektrifikasi dan peralihan ke LNG,
tercermin dari pemasangan 1 juta titik pengisian daya pada 2024 dan dominasi
kendaraan listrik yang kini menyumbang lebih dari separuh penjualan mobil baru.
Permintaan minyak global juga cenderung melemah karena siklus bisnis dunia yang
lesu, sementara pasokan tetap melimpah berkat peningkatan produksi OPEC,
sehingga menekan harga. Rata-rata harga minyak mentah pada 2024 adalah USD 81
per barel (turun 2% yoy), ditutup di USD 75, dan stabil di sekitar USD 76 pada Q1
2025 sebelum anjlok ke level lokal USD 59,4 per barel pada 5 Mei 2025 akibat tarif
perdagangan AS dan aksi balasan mitranya. Dengan asumsi harga rata-rata Brent
2025 di USD 69 per barel (turun 15% yoy), harga jet fuel juga ikut terkoreksi ke USD
Page | 119
Page 136
99 per barel pada 2024 (turun 12% yoy), ditutup di USD 93, dan diperkirakan turun
ke USD 86 per barel pada 2025 dengan crack spread rata-rata USD 17 per barel.
Penurunan ini membuat biaya bahan bakar per ATK (fuel CATK) turun 13% yoy, yang
setara dengan dampak -3,6% yoy terhadap CATK total, meski sebagian penurunan
terserap lewat yield lebih rendah dengan estimasi pendapatan per ATK turun 2,7%
yoy. Kondisi ini pada akhirnya memperkuat kemampuan maskapai menutup biaya
non-bahan bakar dan menopang profitabilitas secara keseluruhan.
E I
/ B
py i m
Co - T
al
ti da
e n r a ru
f id Fo G 25
o n / 0
C y
r v2
a
r et No
e c 7 Sumber: IATA
S 0
e
4.8. Tinjauan IndustritSejenis
o ra Indonesia memiliki peran yang sangat penting dalam
Industri penerbangan
r
mendukung p perekonomian nasional, baik dari segi kontribusi langsung terhadap PDB
maupun
C o sebagai sektor pendukung yang memperlancar berbagai aktivitas ekonomi
lainnya. Penerbangan berfungsi sebagai penghubung antarwilayah di Indonesia yang
luas serta antara Indonesia dengan negara-negara lain, sehingga memfasilitasi
perdagangan, pariwisata, dan investasi. Angkutan udara niaga merupakan salah satu
sektor penting yang menopang perekonomian modern, karena pertumbuhannya
berpengaruh langsung terhadap konektivitas, perdagangan, dan mobilitas
masyarakat. Industri penerbangan di kawasan Asia-Pasifik, termasuk Indonesia,
memegang peranan vital dalam menghubungkan wilayah, memperlancar arus barang
dan jasa, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata. Penerbangan domestik,
internasional, hingga kargo udara menjadi pilar utama yang menopang
perkembangan sektor ini.
Seiring dengan meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara (Wisman) dan
wisatawan domestik (Wisnas), sektor penerbangan Indonesia juga mengalami
pertumbuhan.
Page | 120
Page 137
Kunjungan wisatawan yang naik, seperti yang tercatat pada November 2024 dengan
kenaikan 17,27% untuk Wisman dan 13,74% untuk Wisnas, mencerminkan
permintaan yang lebih tinggi terhadap penerbangan domestik maupun internasional.
Jumlah kunjungan Wisman dan Wisnas yang melalui pintu masuk utama didominasi
oleh wisman, dengan moda angkutan udara berkontribusi sebesar 80,48%. Industri
penerbangan memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi
kawasan Asia-Pasifik. Penerimaan negara melalui pajak sektor transportasi udara,
devisa dari pariwisata internasional, serta pergerakan barang melalui kargo udara
E I
menjadi salah satu pilar pembangunan infrastruktur dan sosial. Selain itu, industri
/ B
penerbangan juga berperan dalam menciptakan lapangan kerja secara langsung
maupun tidak langsung melalui sektor pendukung seperti perawatan pesawat (MRO),
layanan ground handling, dan pariwisata. py i m
Co - T
ti al da
Menurut IATA’s Global Outlook for Air Transport, Revenue Passenger Kilometers
ru
(RPKs) tumbuh 10,7% sampai dengan Desember 2024 dan telah mencapai level
e n r
id Fo G 25 a
sebelum pandemi atau RPK tahun 2019. Permintaan terhadap perjalanan udara
n f
diperkirakan akan terus meningkat dengan rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar
/ 0
C o y
3,8%. Jumlah penumpang origindestination diproyeksikan akan mencapai sekitar 4,1
r v2
a
miliar pada tahun 2043, dengan estimasi total perjalanan penumpang global
r et No
mencapai 7,9 miliar pada tahun tersebut. Dalam 12 bulan terakhir, harga minyak
e c 7
mentah dunia mengalami penurunan sekitar 20%, sementara Produk Domestik Bruto
S 0
(PDB) global tetap stabil di angka 3,2%. Penurunan harga minyak ini berkontribusi
e
at
pada inflasi yang lebih rendah di ekonomi global serta industri penerbangan. Dampak
o r
positifnya bagi maskapai penerbangan adalah penurunan pengeluaran terkait harga
r p
minyak mentah yang lebih rendah, yang juga berimbas pada penurunan harga bahan
C o
bakar jet. Bahan bakar merupakan salah satu komponen biaya terbesar bagi
maskapai penerbangan, yang menyumbang sekitar 30% dari total biaya operasional.
Selain itu, lalu lintas penerbangan penumpang terus menguat pada 2024 dan
diperkirakan akan terus tumbuh pada 2025, meskipun dengan angka pertumbuhan
yang sedikit melambat dibandingkan dengan tahun 2024. Proyeksi serupa juga
berlaku untuk lalu lintas penerbangan kargo.
Page | 121
Page 138
E I
/ B
py i m
Co - T
ti al da
e n ru
Industri penerbangan di kawasan Asia-Pasifik diatur oleh kebijakan dan regulasi ketat
r a
f id Fo G 25
untuk menjamin keselamatan, keamanan, serta kualitas layanan. Pemerintah di
o n / 0
berbagai negara, termasuk Indonesia, terus berupaya meningkatkan infrastruktur
C y
r v2
bandara, memperluas jaringan penerbangan, serta mendorong investasi asing. Pasar
a
et No
penerbangan di Asia-Pasifik diperkirakan akan tumbuh pesat, dengan proyeksi
r
meningkat dari USD 105,33 miliar pada tahun 2025 menjadi USD 160,68 miliar pada
c 7
S 0 e
tahun 2030, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 8,81%
(Mordor Intelligence, 2024). Selain itu, pasar kargo udara juga mengalami
e
rat
peningkatan seiring berkembangnya industri e-commerce dan kebutuhan
p o
pengiriman cepat. Pada tahun 2023, sektor ini menyumbang sekitar 10% dari total
o r
pendapatan penerbangan nasional dan diproyeksikan terus meningkat hingga tahun
2028.
C
Garuda Indonesia pada tahun 2024 melakukan optimalisasi produksi dengan fokus
pada profitabilitas. Pandemi COVID-19 menyebabkan penurunan jumlah penumpang
secara signifikan pada tahun 2020 hingga 2022, namun pada tahun 2024, Garuda
Indonesia mulai menunjukkan pemulihan dengan peningkatan jumlah penumpang.
Meskipun mengalami penurunan jumlah armada setelah melakukan restrukturisasi,
Garuda\ Indonesia telah menambah dua pesawat B737-800 hingga akhir tahun 2024
untuk mendukung pemulihan ini, sehingga total armada Garuda pada akhir tahun
2024 mencapai 73 pesawat.
Pada tahun 2024, Garuda Indonesia Group berhasil menerbangkan 23,67 juta
penumpang, mencatatkan kenaikan sebesar 18,53% dibandingkan dengan jumlah
penumpang pada tahun 2023 yang tercatat sebesar 19,97 juta penumpang.
Page | 122
Page 139
Di sisi bisnis kargo, Garuda Indonesia Group juga mencatatkan peningkatan, dengan
mengangkut 229,52 ribu ton kargo, atau naik sebesar 34,27% dibandingkan dengan
tahun sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan pemulihan yang kuat dalam kedua
sektor bisnis utama Garuda Indonesia, baik penerbangan penumpang maupun kargo.
Perkembangan industri jasa penunjang penerbangan di Indonesia juga sejalan
dengan pertumbuhan utama industri ini. Jasa penunjang mencakup berbagai bidang
usaha seperti:
• Penanganan darat (ground handling)
• Pemeliharaan dan perawatan pesawat (MRO)
E I
• Penyediaan layanan logistik udara
• Teknologi informasi penerbangan / B
py
• Pelatihan sumber daya manusia penerbangan
i m
Co
• Layanan keselamatan dan kemanan penerbangan T-
Perkembangan industri angkutan
al a
ti udara niaga diudIndonesia memberikan berbagai
e n r r
manfaat, di antaranya:
id F G 25 o a
n f / di Indonesia
•
o
Meningkatkan konektivitas
y
antarwilayah
r 2 0
Mendorong C
•
a
pertumbuhan pariwisata
t v
domestik dan internasional
o dan pariwisata
• e
Menarik investasi asing di sektor
r transportasi
N
• Membuka lapangan kerja
e c baru7di berbagai bidang terkait
• Memperkuat posisiSIndonesia0dalam jaringan penerbangan regional dan global
t e
o ra
o rp
C
Page | 123
Page 140
5. ANALISIS RISIKO
Sebagai salah satu maskapai penerbangan nasional terbesar di Indonesia, PT Garuda
Indonesia (Persero) Tbk berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat,
perdagangan, dan pariwisata. Namun, industri penerbangan merupakan sektor yang
sangat kompleks dan penuh ketidakpastian, sehingga perusahaan menghadapi
beragam tantangan baik dari dalam maupun luar. Analisis risiko menjadi hal yang
krusial untuk memahami potensi hambatan yang dapat memengaruhi kinerja
E I
keuangan, operasional, hingga reputasi perusahaan. Dengan pemetaan risiko yang
baik, Garuda Indonesia dapat menyiapkan strategi mitigasi yang lebih efektif untuk
menjaga keberlanjutan bisnisnya.
/ B
py i m
Co T
Risiko yang dihadapi Garuda Indonesia dapat dikategorikan ke dalam dua aspek utama,
-
al
yaitu risiko internal dan risiko eksternal. Risiko internal mencakup permasalahan yang
ti da
bersumber dari dalam perusahaan, seperti kinerja keuangan, struktur utang, hingga
e n r ru
tata kelola perusahaan. Sementara itu, risiko eksternal lebih banyak dipengaruhi oleh
a
f id Fo G 25
faktor di luar kendali perusahaan, seperti fluktuasi harga bahan bakar, regulasi
o n / 0
pemerintah, persaingan industri, dan kondisi global. Pemahaman mendalam
C y
r v2
mengenai kedua aspek ini sangat penting agar manajemen dapat mengambil langkah
a
r et No
strategis dalam menghadapi dinamika industri penerbangan yang sarat dengan
ketidakpastian.
e c 7
S 0
o Risiko Internal
e
t yang Fluktuatif
r a
1. Kinerja Keuangan
Laporano keuangan Garuda Indonesia dalam beberapa tahun terakhir
o rp fluktuasi yang signifikan, terutama akibat pandemi Covid-19 yang
menunjukkan
Cmenyebabkan kerugian besar. Walaupun sempat melakukan pemulihan pada
tahun-tahun berikutnya, keberlanjutan profitabilitas masih menjadi tantangan.
Ketergantungan pada faktor eksternal, seperti jumlah penumpang dan kondisi
pariwisata, membuat kestabilan pendapatan tidak terjamin. Apabila perusahaan
tidak mampu menjaga konsistensi kinerja keuangan, risiko keberlangsungan
usaha (going concern) bisa terancam.
2. Manajemen Utang yang Tinggi
Garuda Indonesia memiliki beban utang yang besar, baik dari pinjaman bank,
obligasi, maupun kewajiban leasing pesawat. Meskipun restrukturisasi utang
telah dilakukan untuk memperpanjang tenor dan mengurangi beban bunga,
risiko tetap ada apabila arus kas operasional tidak mencukupi untuk membayar
kewajiban tersebut. Utang yang besar juga membatasi fleksibilitas keuangan
perusahaan untuk melakukan ekspansi atau investasi baru.
Page | 124
Page 141
3. Efisiensi Operasional yang Lemah
Sebagai maskapai full-service, Garuda memiliki biaya operasional tinggi,
termasuk avtur, perawatan pesawat, gaji karyawan, dan layanan tambahan
untuk penumpang. Dibandingkan dengan maskapai bertarif rendah (LCC),
struktur biaya Garuda jauh lebih berat. Risiko muncul ketika efisiensi tidak
maksimal, karena setiap kenaikan biaya operasional akan langsung menekan
margin keuntungan. Jika manajemen tidak berhasil mengoptimalkan efisiensi,
daya saing terhadap maskapai lain semakin menurun.
E I
4. Ketergantungan pada Armada Pesawat
/ B
py
Sebagian besar pesawat Garuda menggunakan skema sewa (leasing).
i m
Ketergantungan ini menimbulkan risiko apabila terjadi kenaikan biaya sewa,
Co - T
kesulitan renegosiasi kontrak, atau permasalahan hukum dengan lessor. Selain
al da
itu, biaya perawatan pesawat yang tinggi menambah beban operasional. Jika
ti
e n ru
terjadi gangguan operasional pesawat, keterlambatan dalam perawatan, atau
r a
id Fo G 25
pengembalian armada kepada lessor, maka hal tersebut dapat mengganggu
n f
jadwal penerbangan dan menurunkan tingkat kepercayaan pelanggan.
/ 0
o y
r v2
5. Tata KelolaC Perusahaan danaReputasi
Garuda Indonesia pernah
r et menghadapi
N o masalah serius terkait tata kelola
e c korupsi,
perusahaan, seperti kasus
7 manipulasi laporan keuangan, dan konflik
manajemen. HalS 0
ini menimbulkan risiko reputasi yang besar, baik di mata
t e
investor, regulator, maupun publik. Reputasi yang buruk akan berpengaruh pada
kepercayaana
r pelanggan dan kredibilitas perusahaan dalam mendapatkan
p o
dukungan finansial. Selain itu, risiko tata kelola yang lemah dapat berimplikasi
r
Co
pada masalah hukum di masa depan.
o Risiko Eksternal
1. Fluktuasi Harga Bahan Bakar Avtur
Bahan bakar avtur menyumbang sekitar 30–40% dari total biaya operasional
maskapai. Harga avtur sangat bergantung pada kondisi pasar minyak dunia yang
sering berfluktuasi akibat faktor geopolitik, kebijakan negara produsen, dan
permintaan global. Jika harga minyak naik signifikan, beban biaya Garuda juga
meningkat tajam. Mengingat keterbatasan kemampuan perusahaan untuk
sepenuhnya mengalihkan kenaikan biaya kepada konsumen, risiko kerugian
semakin besar.
Page | 125
Page 142
2. Persaingan Ketat Industri Penerbangan
Garuda Indonesia bersaing dengan maskapai full-service internasional seperti
Singapore Airlines, serta dengan maskapai LCC domestik seperti Lion Air dan
AirAsia. Persaingan harga tiket yang ketat membuat Garuda sulit menaikkan
tarif sesuai kebutuhan biaya operasionalnya. Kehilangan pangsa pasar dapat
terjadi jika konsumen lebih memilih maskapai dengan harga lebih murah,
terutama di segmen domestik yang sangat price sensitive. Risiko ini berpotensi
mengurangi pendapatan secara signifikan.
E I
3. Faktor Ekonomi Makro dan Nilai Tukar
/ B
py
Sebagian besar biaya Garuda Indonesia, seperti sewa pesawat, bahan bakar,
i m
dan perawatan, menggunakan mata uang dolar AS. Namun, mayoritas
Co - T
pendapatan diperoleh dalam rupiah dari rute domestik. Apabila nilai tukar
al da
rupiah melemah terhadap dolar, biaya operasional akan meningkat sementara
ti
e n ru
pendapatan tidak bertambah sebanding. Ketidakseimbangan ini menimbulkan
r a
id Fo G 25
risiko kerugian kurs yang signifikan. Selain itu, perlambatan ekonomi global atau
n f
domestik juga dapat menurunkan daya beli masyarakat terhadap tiket pesawat.
/ 0
o y
r v2
C Kebijakan Pemerintah
a
et dipengaruhi
4. Regulasi dan
r
Industri penerbangan sangat
N o oleh regulasi pemerintah, seperti
e c dan
kebijakan tarif batas bawah
7 atas, pajak avtur, serta peraturan keselamatan
S 0regulasi yang tidak menguntungkan bisa langsung
penerbangan. Perubahan
e
berdampak tpada struktur biaya dan pendapatan Garuda. Misalnya, jika
o ra menurunkan tarif batas atas untuk melindungi konsumen, maka
pemerintah
ruang
r p keuntungan Garuda semakin sempit. Di sisi lain, pengetatan regulasi
Co
terkait keselamatan dan lingkungan juga dapat meningkatkan biaya kepatuhan.
5. Kondisi Global (Pandemi, Geopolitik, dan Pariwisata)
Permintaan penerbangan sangat sensitif terhadap kondisi global. Pandemi
Covid-19 adalah contoh nyata bagaimana pembatasan perjalanan internasional
menghantam industri penerbangan. Selain itu, konflik geopolitik (seperti perang
di Timur Tengah atau ketegangan Laut Cina Selatan) dapat mengganggu rute
penerbangan dan meningkatkan biaya bahan bakar. Kondisi pariwisata global
juga berpengaruh: jika sektor pariwisata melemah, jumlah penumpang
internasional akan menurun, sehingga pendapatan Garuda tertekan.
Page | 126
Page 143
6. ANALISIS PORTER FORCE
Perkembangan industri penerbangan di Indonesia semakin meningkat seiring dengan
meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat, perdagangan internasional, serta
pertumbuhan sektor pariwisata. Industri penerbangan membantu masyarakat dan
dunia usaha dalam menghubungkan wilayah domestik maupun global. Industri
penerbangan di Indonesia menghadapi tingkat persaingan yang sangat ketat, baik dari
maskapai domestik maupun internasional.
Untuk tetap bersaing, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk perlu meningkatkan efisiensi
E I
operasional, menawarkan layanan penerbangan yang fleksibel dan berkualitas, serta
/ B
memanfaatkan teknologi digital untuk memberikan pengalaman pelanggan yang lebih
py
baik. Selain itu, hubungan dengan regulator, pemasok (leasing pesawat, bahan bakar,
i m
Co T
MRO), dan adaptasi terhadap kebutuhan konsumen yang terus berubah akan menjadi
faktor penting dalam menjaga daya saing di pasar. -
al
ti da
e n ru
Analisis Porter Force merupakan suatu kerangka kerja untuk analisis industri dan
r a
f id Fo G 25
strategi bisnis yang dikembangkan oleh Michael Porter. Industri penerbangan terdiri
o n / 0
dari kelompok perusahaan yang menawarkan jasa transportasi udara, baik
C y
r v2
penumpang maupun kargo. Perusahaan dalam industri ini saling bersaing melalui
a
et No
harga, kualitas layanan, serta jaringan rute. Berikut adalah analisis berdasarkan lima
c 7r
kekuatan Porter yang memengaruhi daya saing dan keuntungan PT Garuda Indonesia
(Persero) Tbk di pasar:
S 0 e
• Ancaman Pendatange
t Baru (Threat of New Entrants)
r a
p o
Industri penerbangan
sepertirkebutuhan
di Indonesia memiliki hambatan masuk yang tinggi. Faktor
modal besar untuk membeli/menyewa pesawat, regulasi ketat
C o
pemerintah, biaya operasional yang tinggi, serta kebutuhan jaringan distribusi
membuat pendatang baru sulit masuk. Namun, dengan adanya model low-cost
carrier (LCC), persaingan semakin terbuka, karena maskapai seperti Lion Air Group
dan AirAsia mampu menarik pasar dengan harga murah. GIAA, sebagai pemain
mapan, harus menjaga reputasi dan diferensiasi layanan full-service untuk tetap
unggul.
• Kekuatan Tawaran Pembeli (Bargaining Power of Buyers)
Pembeli (penumpang) dalam industri penerbangan memiliki kekuatan tawar yang
tinggi. Kehadiran banyak maskapai domestik dan internasional dengan layanan dan
harga bersaing membuat konsumen mudah berpindah pilihan. Platform digital
seperti Traveloka, Tiket.com, dan OTA internasional juga meningkatkan akses
informasi harga dan layanan, sehingga memperkuat posisi tawar konsumen.
Page | 127
Page 144
Untuk mengatasinya, Garuda Indonesia perlu menawarkan loyalty program
(GarudaMiles), layanan premium, serta keandalan waktu (on-time performance)
agar tetap menarik bagi pelanggan.
• Kekuatan Tawaran Pemasok (Bargaining Power of Suppliers)
Pemasok utama industri penerbangan adalah perusahaan penyewa pesawat
(lessor), produsen pesawat (Airbus, Boeing), pemasok bahan bakar (Pertamina dan
global supplier), serta penyedia layanan MRO. Biaya bahan bakar dapat mencapai
E I
30–40% dari total biaya operasional, menjadikan pemasok memiliki kekuatan tawar
yang besar. Untuk mengurangi ketergantungan, Garuda Indonesia dapat
/
melakukan hedging bahan bakar, menjalin kontrak jangka panjang dengan
B
py i m
pemasok, serta mengoptimalkan perawatan pesawat melalui anak usaha MRO
(GMF AeroAsia).
Co - T
• Ancaman Produk atau Layanan
al
ti Pengganti (Threat a
d of Substitute Products or
Services)
n
e or a r u
Ancaman produk pengganti d
fi berasal 5
F /dariGmoda2transportasi lain, seperti kereta
n
cepat, kereta apiojarak jauh, dan transportasi
y 0 darat yang semakin berkembang.
C menengah, tkereta a r 2
Untuk rute jarak
e v
cepat Jakarta–Bandung menjadi salah satu
o
r
alternatif. Namun, untuk perjalanan
c mengurangiNinternasional dan jarak jauh, pesawat tetap
menjadi moda utama. Untuk
harus meningkatkanS
e
efisiensi 0
7 ancaman substitusi, Garuda Indonesia
harga dan menjaga kualitas layanan yang tidak bisa
ditawarkan moda t etransportasi lain.
o ra
r p
• Persaingan Antar Pemain Industri (Industry Rivalry)
Co
Persaingan di industri penerbangan Indonesia sangat ketat. Maskapai seperti Lion
Air Group, Batik Air, AirAsia, dan Super Air Jet bersaing dalam rute domestik dan
internasional. Persaingan harga sangat agresif terutama pada segmen LCC. Garuda
Indonesia, sebagai maskapai full-service, menghadapi tantangan untuk menjaga
profitabilitas dengan tetap menawarkan layanan premium. Persaingan ini
mendorong Garuda untuk melakukan restrukturisasi utang, efisiensi operasional,
serta memperkuat layanan digital dan rute internasional strategis.
Page | 128
Page 145
E I
Sumber: Porter, Michael. COMPETITIVE STRATEGY:
/ B
py
Techniques for Analyzing Industries and Competitors. 1998.
o i m
Untuk menghadapi persaingan yang tinggi C dan tantangan dalamTindustri angkutan udara
l -
(Persero) aTbk harus terus berinovasi,
niaga (penerbangan), PT Garuda Indonesia
a
memperkuat hubungan dengan tipemangku kepentingan, d
n
e or diferensiasi r u dan mengoptimalkan
penggunaan teknologi. Dengan meningkatkan
d a produk, memperluas hubungan
dengan pemberi kerja dan
n fi sub kontraktor,
F / Gdan memberikan2 5 layanan yang lebih
o
memuaskan kepada pelanggan, GIAA dapat
r y 0
mempertahankan
2 posisi kompetitif dan terus
berkembang meskipun Cmenghadapi tantangan
t a odari v pendatang baru dan produk pengganti.
r e N
c
Se 07
Berikut adalah strategi yang dapat diterapkan oleh PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk :
t e Layanan untuk Mengurangi Persaingan (Competitive
1) Meningkatkan Diferensiasi
Rivalry)
o ra
r p
Sebagai maskapai full-service carrier (FSC), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memiliki
C o dibanding pesaing LCC (Low-Cost Carrier). Diferensiasi layanan menjadi
keunggulan
kunci untuk mempertahankan daya saing. Garuda harus terus meningkatkan standar
pelayanan kelas dunia dengan menonjolkan keramahtamahan khas Indonesia, kualitas
makanan dalam penerbangan, kenyamanan kabin, hingga fasilitas hiburan modern.
Selain itu, program loyalitas GarudaMiles perlu diperluas dengan memberikan
fleksibilitas penukaran poin, kolaborasi dengan bank, hotel, dan e-commerce, serta
integrasi dengan mitra global dalam jaringan SkyTeam Alliance. Upaya peningkatan on-
time performance (OTP) juga harus menjadi prioritas, mengingat ketepatan waktu
merupakan faktor utama kepuasan pelanggan. GIAA dapat mengoptimalkan dalam hal
manajemen jadwal, rotasi pesawat, serta prediksi perawatan agar keterlambatan bisa
ditekan seminimal mungkin.
2) Memperkuat Keunggulan dalam Menghadapi Pendatang Baru (Threat of New
Entrants)
Meskipun hambatan masuk industri penerbangan tinggi, tren pertumbuhan LCC baru
Page | 129
Page 146
tetap menjadi ancaman.
Untuk mengatasinya, GIAA perlu mengoptimalkan brand equity yang sudah melekat
sebagai maskapai nasional dengan reputasi keamanan tinggi. Standar keselamatan dan
layanan premium harus dijaga agar tetap menjadi pembeda utama. Juga harus
memperkuat hubungan internasional melalui code-sharing agreements dan kerja sama
aliansi strategis, sehingga mempersulit pendatang baru menembus pasar yang sama.
Selain itu, GIAA dapat memanfaatkan dukungan pemerintah sebagai flag carrier untuk
E I
mempertahankan posisi dalam kebijakan penerbangan nasional, termasuk akses ke slot
bandara utama yang terbatas.
/B
p
Langkah lain adalah memaksimalkan peran Citilinky i m LCC anak usaha PT
Indonesia sebagai
C o T
Garuda Indonesia (Persero) Tbk untuk melayani pasar menengah-bawah. Strategi dual-
-
l menghadapi pendatang
brand ini memungkinkan GIAA untuk
i a
t premium. ud
fleksibel, tanpa mengorbankan segmen
a baru dengan lebih
e n r r
o
id untukF Mengurangia 5
3) Meningkatkan Diversifikasi
n f / G 2Ketergantungan pada Pemasok
(Bargaining Power ofoSuppliers)
Pemasok memilikiC r y pada20aspek leasing pesawat, bahan bakar,
dan MRO (Maintenance, Repair,eand ta Overhaul).
pengaruh besar, terutama
o v Untuk mengurangi ketergantungan,
c r sumber
Garuda perlu melakukan diversifikasi N bahan bakar dengan menjalin kontrak
jangka panjang dengan S e 7
0 internasional selain Pertamina, serta
pemasok
t e fuel hedging untuk menekan risiko fluktuasi harga minyak
mempertimbangkan strategi
global. r a
o
rp operasional dan meningkatkan efisiensi perawatan internal, sekaligus
Dari sisi perawatan, keberadaan anak usaha GMF AeroAsia harus dioptimalkan untuk
menekanobiaya
C peluang pendapatan dari layanan pihak ketiga. Dalam hal pesawat, GIAA
membuka
dapat mengadopsi strategi fleet simplification (standarisasi jenis armada) agar biaya
pelatihan kru, perawatan, dan logistik suku cadang lebih rendah. Kontrak leasing jangka
panjang juga dapat dinegosiasikan untuk memperoleh tarif sewa pesawat yang lebih
kompetitif.
4) Menawarkan Layanan yang Memuaskan Kebutuhan Pembeli untuk Meningkatkan
Posisi Tawar Pembeli (Bargaining Power of Buyers)
Konsumen penerbangan di era digital memiliki akses luas untuk membandingkan harga
dan layanan, sehingga daya tawar mereka semakin tinggi. Untuk menghadapi hal ini,
GIAA perlu menjaga harga kompetitif tanpa mengorbankan kualitas layanan.
Strategi promosi dinamis seperti flash sale, bundling tiket dengan hotel, atau diskon
loyalitas GarudaMiles dapat diterapkan untuk menarik penumpang baru sekaligus
menjaga pelanggan lama.
Page | 130
Page 147
GIAA juga harus meningkatkan layanan tambahan seperti Garuda Priority Service, akses
ke lounge eksklusif di bandara, serta layanan digital yang lebih personal melalui aplikasi
mobile. Investasi pada teknologi self-check-in, e-boarding pass, real-time flight tracking,
dan chatbot customer service akan meningkatkan kenyamanan pelanggan dan
memperkuat brand positioning sebagai maskapai premium yang inovatif.
5) Mengurangi Ancaman Produk Pengganti dengan Inovasi dan Teknologi (Threat of
Substitute Products or Services)
Ancaman substitusi dalam transportasi domestik meningkat dengan hadirnya kereta
E I
/ B
cepat Jakarta–Bandung, perluasan jaringan tol, dan transportasi darat yang semakin
nyaman. Namun, PT Garuda Indonesia masih unggul untuk segmen internasional dan
py i m
rute domestik jarak jauh yang tidak memiliki substitusi efektif. Untuk mengurangi
Co T
ancaman ini, Garuda perlu menekankan kecepatan, kenyamanan, dan efisiensi waktu
-
ti al da
sebagai keunggulan penerbangan dibanding moda transportasi lain. Misalnya, dengan
ru
memperpendek waktu boarding melalui digitalisasi, meningkatkan kenyamanan kursi di
e n r
id Fo G 25 a
kelas ekonomi, serta menyediakan layanan tambahan seperti Wi-Fi on board untuk
perjalanan bisnis.
n f / 0
C o y
Selain itu, GIAA dapat memperkuat segmen kargo udara (air cargo), yang sulit
r v2
a
tergantikan oleh moda transportasi darat atau laut karena kebutuhan pengiriman cepat.
r et No
Dengan memperluas layanan kargo, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk tidak hanya
e c 7
memperkuat posisi dalam transportasi penumpang, tetapi juga mendiversifikasi sumber
pendapatan. S 0
e
r at
p o
o r
C
Page | 131
Page 148
7. ANALISIS SWOT
Industri penerbangan nasional maupun global saat ini tengah memasuki fase
pemulihan pascapandemi dengan prospek pertumbuhan yang positif, meskipun
diwarnai tantangan berupa ketidakpastian ekonomi global, fluktuasi harga avtur, dan
persaingan yang semakin kompetitif antara maskapai Full-Service Carrier (FSC) dan
Low-Cost Carrier (LCC). Garuda Indonesia sebagai flag carrier nasional memiliki peran
penting bukan hanya sebagai entitas bisnis, melainkan juga sebagai representasi
negara dalam membangun konektivitas, mendukung sektor pariwisata, serta
E I
memperkuat daya saing Indonesia di kancah internasional. Industri penerbangan niaga
/ B
di Indonesia memegang peran penting dalam mendukung konektivitas antar wilayah
py
kepulauan, pertumbuhan ekonomi, serta pariwisata nasional. Sebagai flag carrier, PT
i m
Co
Garuda Indonesia (Persero) Tbk berada pada posisi strategis dalam mendukung
- T
mobilitas masyarakat, distribusi logistik udara, dan citra bangsa di dunia internasional.
al
ti da
e n ru
Meskipun menghadapi tantangan seperti tingginya biaya operasional, fluktuasi harga
r a
f id Fo G 25
bahan bakar, tekanan kompetisi dari maskapai LCC (Low-Cost Carrier), serta dampak
o n / 0
perubahan regulasi dan kondisi geopolitik global, Garuda Indonesia masih memiliki
C y
r v2
potensi besar untuk terus tumbuh. Hal ini ditopang oleh reputasi layanan full-service
a
et No
premium, jaringan rute domestik dan internasional, serta keanggotaannya dalam
SkyTeam Alliance. r
c 7
Teknologi menjadi katalis
e
S penting0dalam industri penerbangan modern. Implementasi
e
t big data analytics, artificial intelligence (AI), Internet of Things
digitalisasi operasional,
r a
(IoT), hingga e-commerce travel platform memungkinkan maskapai meningkatkan
efisiensi, p
o
perubahan
r produktivitas, dan personalisasi layanan. Namun, volatilitas global,
o preferensi konsumen, serta meningkatnya kesadaran terhadap
C
keberlanjutan (sustainability) juga menuntut Garuda untuk bertransformasi.
Dalam melakukan analisis atas strategi yang dilakukan oleh perusahaan, hal yang harus
diperhatikan adalah kondisi-kondisi internal dan eksternal yang berkaitan dengan
perusahaan. Hal ini tergambar dengan jelas ketika melakukan analisis SWOT sebagai
langkah awal menuju pembuatan strategi yang tepat pada perusahaan.
Sebagai salah satu alat yang dapat digunakan untuk merumuskan strategi perusahaan
adalah penelitian dan pengembangan di sektor tersebut. Menggunakan analisis SWOT,
dimana analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan
(Strengths) dan peluang (Opportunities), namun secara bersamaan dapat
meminimalkan kelemahan (Weakness) dan ancaman (Threats).
Page | 132
Page 149
Analisis Strength, Weakness, Opportunity, dan Threat (SWOT) terhadap usaha
kontraktor batubara yang dilakukan oleh PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk adalah
sebagai berikut:
Strengths (Kekuatan)
1. Brand dan Reputasi Premium
o PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk diakui sebagai maskapai layanan penuh (full-
service carrier) dengan standar 5-Star Airline (Skytrax) yang menjadi identitas
diferensiasi dibanding LCC dan dikenal sebagai Indonesian Hospitality.
o Reputasi ini memperkuat posisi Garuda dalam menarik segmen penumpang E I
premium dan korporat, baik domestik maupun internasional. / B
py i m
2. Keanggotaan Aliansi Global (SkyTeam)
Co - T
al
o Akses ke jaringan internasional yang luas, codeshare, serta integrasi rute dengan
ti da
19 anggota SkyTeam lain menjadi nilai tambah dalam memperluas pasar.
e n r ru
o Memberikan akses ke lebih dari 1.000 destinasi global melalui kerja sama
a
codeshare.
f id Fo G 25
o n / 0
o Meningkatkan daya tarik bagi penumpang bisnis internasional dan memperkuat
C
konektivitas global. y
r v2
a
t o
r e N
e c
3. Diversifikasi Bisnis melalui Anak Usaha
7
o
S
Citilink Indonesia sebagai LCC0 memperluas segmen pasar menengah–bawah.
o Pembagian segmen
t e jelas: Garuda Indonesia fokus pada FSC premium, sementara
r a LCC domestik dan regional. Hal ini meningkatkan jangkauan
Citilink menggarap
p o memperkuat ekosistem Garuda Group.
pasar sekaligus
o
o
GMF r AeroAsia menjadi pemain besar dalam MRO (Maintenance, Repair &
COverhaul) yang melayani tidak hanya Garuda, tetapi juga maskapai internasional.
o Aerowisata dan kargo udara menambah diversifikasi pendapatan non-
penumpang.
4. Manajemen Risiko Keuangan yang Baik (Pemulihan Kinerja Pasca Restrukturisasi)
o Pascarestrukturisasi PKPU, beban liabilitas PT Garuda Indonesia menurun,
efisiensi meningkat, serta profitabilitas mulai kembali tumbuh pada 2023–2024.
o Perusahaan juga menerapkan sistem pemantauan keuangan yang ketat untuk
memastikan bahwa likuiditas tetap terjaga meskipun ada tekanan dari
peningkatan liabilitas dan beban operasional.
Page | 133
Page 150
Weaknesses (Kelemahan)
1. Ketergantungan Tinggi pada Pasar Domestik
o Sebagian besar pendapatan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk masih berasal
dari pasar domestik sebesar 65%, yang rentan terhadap persaingan LCC serta
daya beli masyarakat.
o Membuat Garuda rentan terhadap fluktuasi permintaan domestik dan
persaingan ketat dengan LCC.
2. Liabilitas dan Struktur Keuangan
E I
o Meski sudah restrukturisasi, beban keuangan Garuda masih tinggi dengan arus
/ B
kas yang rentan terhadap gejolak harga bahan bakar dan kurs valuta asing.
py i m
o Tingginya beban bunga dan biaya leasing pesawat mengurangi fleksibilitas
ekspansi.
Co - T
3. Keterbatasan Armada al
ti da
e n r ru
o Jumlah armada menurun signifikan pascapandemi (dari 210 unit menjadi sekitar
a
f id Fo G 25
120 unit). Hal ini membatasi ekspansi jaringan dan frekuensi penerbangan.
o n / 0
o Struktur biaya yang relatif lebih tinggi dibanding LCC.
C y
r v2
o Tingkat utilisasi pesawat belum optimal akibat rotasi armada dan infrastruktur
a
bandara yang terbatas.
r et No
e c 7
4. Profitabilitas Tipis
S masih0rentan tergerus akibat biaya operasional tinggi,
o
t e
Margin keuntungan
Bahan o
r
fluktuasi harga avtur, serta kompetisi tarif agresif di pasar domestik.
bakar menyumbang lebih dari 30–40% biaya operasional, sehingga
o
p
r harga minyak global sangat memengaruhi profitabilitas.
C o
volatilitas
5. Ketergantungan pada Subsidi dan Dukungan Pemerintah
o Program penerbangan subsidi, restrukturisasi utang, dan dukungan BUMN
masih menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan bisnis.
o Layanan digital (aplikasi mobile, e-commerce tiket, big data personalisasi)
masih kalah dibanding beberapa maskapai asing yang sudah lebih maju.
Opportunities (Peluang)
1. Pertumbuhan Pasar Asia-Pasifik
o Pasar penerbangan Asia-Pasifik diproyeksikan tumbuh dengan CAGR 8,8% (2025–
2030), mendorong permintaan untuk penerbangan internasional dari dan ke
Indonesia.
o Indonesia, dengan populasi besar dan sektor pariwisata berkembang, menjadi
pasar potensial utama.
Page | 134
Page 151
2. Pemulihan Pariwisata Global & Program Super Prioritas
o Dukungan pemerintah dalam mengembangkan destinasi wisata super prioritas
seperti Labuan Bajo, Mandalika, Borobudur, Danau Toba, dan Likupang membuka
peluang besar bagi Garuda untuk menghubungkan wisatawan internasional.
o Pemerintah mendorong PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sebagai mitra strategis
dalam mendukung konektivitas pariwisata dan logistik.
3. Penguatan Bisnis Kargo
o Meningkatnya e-commerce dan ekspor membuka peluang diversifikasi
pendapatan dari kargo udara. E I
/ B
o PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dapat memanfaatkan armada wide-body untuk
pengiriman kargo internasional.
py i m
Co - T
4. Sustainability & Green Financing
al
ti da
o Tren penggunaan Sustainable Aviation Fuel (SAF) dan pendanaan hijau (green
e n r ru
bond, ESG fund) dapat dimanfaatkan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk untuk
a
f id Fo G 25
memperkuat brand sekaligus menarik investor global.
o n / 0
o Tren global menuju energi hijau & penerbangan berkelanjutan (sustainable
C y
r v2
aviation fuel / SAF) membuka peluang diferensiasi dan akses pendanaan hijau.
a
t o
5. Inovasi dan Digitalisasi c r e N
S e 0
o Transformasi digital (aplikasi, 7 e-commerce channel, loyalty program)
memungkinkan
t e peningkatan pengalaman pelanggan sekaligus efisiensi biaya.
r a melalui program loyalitas Garuda Miles, bundling tiket-hotel,
o Peluang monetisasi
hingga o
layanan digital berbasis aplikasi.
r p
Threats
o
C(Ancaman)
1. Persaingan Ketat dengan LCC dan FSC Global
o Lion Air, Batik Air, Sriwijaya Air dan AirAsia menekan pasar domestik, sementara
maskapai global seperti Singapore Airlines, Emirates, dan Qatar Airways menjadi
pesaing utama di pasar internasional.
o Persaingan harga mengancam Garuda yang memiliki struktur biaya lebih tinggi.
2. Fluktuasi Harga Avtur dan Kurs Valuta Asing
o Biaya bahan bakar mencapai >30% dari total biaya operasional Garuda, membuat
profitabilitas sangat sensitif terhadap kenaikan harga minyak global.
3. Regulasi Ketat dan Pajak
o Kebijakan aviasi global terkait keselamatan, karbon emisi, serta tarif bandara
berpotensi meningkatkan beban biaya.
Page | 135
Page 152
o Regulasi terkait tarif batas atas/bawah tiket domestik dapat membatasi
fleksibilitas harga.
4. Disrupsi Pasar dan Risiko Eksternal
o Pandemi, geopolitik (konflik Rusia–Ukraina, Timur Tengah), serta volatilitas
ekonomi global berpotensi menekan permintaan perjalanan udara.
Matrix SWOT
Keempat elemen tersebut dicocokkan pada Matrix SWOT dan menghasilkan beberapa
alternatif strategi sebagai berikut: E I
/ B
➢ Strategi SO
py i m
Co T
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dapat memanfaatkan reputasinya sebagai
-
al
maskapai premium bintang 5 dan keanggotaan Sky Team untuk memperluas rute
ti da
internasional, khususnya ke destinasi wisata super prioritas. Diversifikasi ke bisnis
e n r ru
kargo udara dengan armada wide-body menjadi langkah strategis untuk menangkap
a
f id Fo G 25
pertumbuhan e-commerce dan ekspor. Selain itu, digitalisasi layanan seperti self
o n / 0
check-in, personalisasi perjalanan berbasis data, serta penguatan program Garuda
C y
r v2
Miles dapat meningkatkan loyalitas pelanggan dan memperbesar pangsa pasar.
a
t o
r e N
➢ Strategi WO
e c 7
S
Untuk mengatasi ketergantungan 0 pada pasar domestik, PT Garuda Indonesia
(Persero) Tbk perlu
t e memperkuat jaringan internasional, terutama ke Asia Timur,
Timur Tengah,
r a dan Eropa. Liabilitas yang tinggi dapat ditekan dengan
p o peluang green financing berbasis SAF yang sejalan dengan tren ESG.
memanfaatkan
Selain ritu, investasi pada teknologi digital seperti predictive maintenance dan
Co penjadwalan berbasis AI akan meningkatkan efisiensi operasional sekaligus
sistem
memperbaiki margin keuntungan.
➢ Strategi ST
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dapat mengoptimalkan Citilink sebagai LCC arm
untuk menghadapi persaingan harga dari Lion Air dan AirAsia. Sementara itu,
strategi fleet simplification dengan fokus pada armada efisien (B737 untuk
domestik, A330/B777 untuk internasional) dapat menekan biaya bahan bakar dan
pemeliharaan.
Reputasi Garuda dalam keselamatan dan layanan premium juga harus terus
ditonjolkan untuk menghadapi perubahan preferensi konsumen yang semakin
menuntut kenyamanan dan keamanan.
Page | 136
Page 153
➢ Strategi WT
Restrukturisasi keuangan harus dilanjutkan untuk mengurangi beban liabilitas dan
meningkatkan fleksibilitas modal. Diversifikasi pendapatan non-penumpang (kargo,
MRO melalui GMF, catering, pariwisata) menjadi langkah mitigasi risiko terhadap
volatilitas pasar penumpang. Percepatan transformasi digital operasional, mulai
dari proses bisnis internal hingga layanan pelanggan, perlu dilakukan agar Garuda
tetap kompetitif dalam menghadapi tekanan biaya dan persaingan global.
E I
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memiliki potensi pertumbuhan yang baik dengan
strategi diversifikasi ke sektor mineral dan infrastruktur. Namun, tantangan utama
/ B
seperti ketergantungan pada batubara dan beban keuangan tinggi harus segera
py
ditangani. Beberapa langkah strategis yang direkomendasikan:
i m
Co - T
ti al
a. Diversifikasi ke sektor kargo udara, MRO, dan pariwisata untuk mengurangi
ketergantungan pada pendapatan penumpang. da
e n r ru
b. Meningkatkan efisiensi operasional dengan digitalisasi dan teknologi seperti
a
f id Fo G 25
predictive maintenance, fleet management berbasis data, serta adopsi sistem
o n
cloud untuk menekan biaya. / 0
C y
r v2
c. Mengurangi utang dan beban keuangan melalui refinancing, restrukturisasi lebih
a
r et No
lanjut, dan strategi manajemen risiko berbasis lindung nilai (hedging) atas bahan
bakar dan kurs.
e c 7
S 0
d. Memanfaatkan peluang pendanaan alternatif, seperti penerbitan obligasi hijau
e
(green bond), green financing untuk pengembangan sustainable aviation fuel
rat
(SAF), atau kemitraan strategis dengan investor internasional yang berorientasi
p o
pada keberlanjutan.
o r
C menerapkan strategi ini, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dapat
Dengan
meningkatkan daya saing dan mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan.
Page | 137
Page 154
8. METODE PENILAIAN
8.1 Metode Penilaian Yang Umum Digunakan
Untuk penilaian usaha, prosedur penilaian dilaksanakan dengan mengaplikasikan
pendekatan dan metode penilaian usaha yang berlaku umum dalam penilaian
perusahaan sesuai dengan Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 dan Standar Penilaian
Indonesia (SPI). Berikut adalah pendekatan penilaian usaha yang umum digunakan :
a) Pendekatan Pasar
E I
Pendekatan Pasar (Market Based Approach) adalah Pendekatan Penilaian dengan
/ B
cara membandingkan objek Penilaian dengan objek lain yang sebanding dan
py
sejenis serta telah tersedia informasi harga transaksi atau penawaran. (Peraturan
i m
Co
OJK No. 35/POJK.04/2020)
- T
al
ti da
Pendekatan Pasar dilakukan dengan membandingkan badan usaha yang dinilai
e n ru
dengan badan usaha lainnya, hak kepemilikan perusahaan atau saham yang
r a
f id Fo G 25
sejenis yang dijual di pasar terbuka. Perusahaan yang dibandingkan seharusnya
o n / 0
berasal dari industri yang sama atau sejenis dan bereaksi sama terhadap
C y
r v2
perubahan berbagai variabel ekonomi. Sumber data yang umum didapatkan
a
et No
termasuk pasar akuisisi di mana seluruh perusahaan diperjualbelikan, transaksi
r
terdahulu atas kepemilikan perusahaan dan pasar saham publik di mana hak
c 7
S 0 e
kepemilikan dari badan usaha sejenis diperdagangkan. (SPI 2018-KPUP-4.8.a)
e
Ada 3 metodetyang populer dalam pendekatan pasar, yaitu :
a
• Market rMultiples Method, dengan metode ini nilai business interest diperoleh
o
p suatu faktor pengali atau konversi yang disebut multiple atau key
r
melalui
Covaluation ratio yang dicari dari pembanding (pedoman) yang sahamnya telah
memiliki nilai pasar.
• Direct Market Data Method, metode ini tidak menggunakan multiple, tetapi
langsung menggunakan data transaksi jual beli yang terjadi pada pembanding
sebagai pedoman indikasi nilai.
• Merger and Acquissition Method, hampir sama dengan market multiple
method, yaitu mencari data transaksi jual beli saham sepadan dan sebanding
yang telah terjadi, dengan menggunakan faktor multiple, tetapi data yang
digunakan adalah data transaksi untuk kepentingan merger dan akuisisi yaitu
berupa pengalihan saham mayoritas atau controlling interest.
b) Pendekatan Pendapatan
Pendekatan Pendapatan (Income Based Approach) adalah Pendekatan Penilaian
dengan cara mengkonversi manfaat ekonomis atau pendapatan yang diperkirakan
akan dihasilkan oleh Objek Penilaian dengan tingkat diskonto tertentu. (Peraturan
Page | 138
Page 155
OJK No. 35/POJK.04/2020)
Pendekatan Pendapatan dilakukan dengan memperhitungkan nilai kini dari
pendapatan atau keuntungan yang diantisipasikan di masa depan, yang meliputi
tingkat pertumbuhan dan waktu yang diharapkan, risiko yang terkait dan nilai
uang terhadap waktu (time value of money). Pendapatan dikonversi menjadi
indikasi nilai melalui metode kapitalisasi langsung dari tingkat pendapatan yang
dianggap mewakili, atau analisis DCF, atau metode dividen, di mana penerimaan
E I
kas diestimasikan terjadi secara berurutan di masa depan dan dikonversikan
menjadi nilai kini melalui penerapan tingkat diskonto. (SPI 2018-KPUP-4.8.b)
/ B
py
Ada 2 metode yang umum dalam pendekatan pendapatan, yaitu :
i m
Co T
• Metode Diskonto untuk Pendapatan Mendatang (Multi Period of income
-
ti al
Discounting) adalah Metode Penilaian yang digunakan untuk menentukan nilai
da
sekarang suatu pendapatan yang akan diterima di masa yang akan datang atas
e n r ru
Obyek Penilaian yang akan diterima, dengan suatu tingkat diskonto.
a
f id Fo G 25
• Metode Kapitalisasi Pendapatan (Capitalization of Income Method) adalah
o n / 0
Metode Penilaian yang mendasarkan pada suatu pendapatan yang dianggap
C y
r v2
a
mewakili kemampuan dimasa mendatang dari suatu perusahaan atau business
r et No
interest yang dinilai dibagi dengan suatu Tingkat Kapitalisasi atau dikali dengan
e c 7
faktor kapitalisasi sehingga menjadi suatu indikasi nilai dari perusahaan atau
S 0
business interest.
c) Pendekatana
t e
r Berbasis Aset
o Aset (Asset Based Approach) adalah Pendekatan Penilaian
p
Pendekatan
r laporan keuangan historis Objek Penilaian yang telah diaudit, dengan
C o
berdasarkan
cara menyesuaikan seluruh aset dan kewajiban menjadi Nilai Pasar sesuai dengan
Premis Nilai yang digunakan dalam Penilaian Bisnis. (Peraturan OJK No.
35/POJK.04/2020)
Pendekatan Berbasis Aset dilakukan dengan menyesuaikan laporan posisi
keuangan perusahaan yang melaporkan seluruh aset baik berwujud maupun tidak
berwujud dan seluruh liabilitas pada Nilai Pasarnya, atau nilai yang dicatatkan
(carrying amount) yang dianggap wajar. Jika pendekatan berbasis aset digunakan
untuk menilai badan usaha operasional yang dinilai berdasarkan asumsi bisnis
yang berjalan (going concern), maka estimasi nilai yang diberikan seharusnya juga
mempertimbangkan perkiraan nilai dari pendekatan lainnya. (SPI 2018-KPUP-
4.8.c)
Ada 2 metode yang umum dalam pendekatan aktiva, yaitu :
• Asset Accumulation Method atau metoda akumulasi aset, yaitu metoda yang
Page | 139
Page 156
menyesuaikan nilai buku satu persatu (secara individu) dari aktiva
(tangible/aktiva berwujud maupun intangible/tidak berwujud). Metoda ini
sering disebut dengan Adjusted Book Value Method.
• Excess Earning Method atau metoda kapitalisasi kelebihan pendapatan, yaitu
metoda yang menyatakan bahwa nilai ekuitas adalah nilai dari aktiva berwujud
ditambah dengan nilai aktiva tak berwujud.
8.2 Pemilihan Metodologi Penilaian
Kami menggunakan dua pendekatan dalam penilaian ini yang dalam aplikasinya
E I
disesuaikan dengan kondisi perusahaan yang menjadi bagian dalam proses penilaian.
/ B
py i m
Pendekatan pertama yang kami gunakan dalam penetapan Nilai Pasar adalah
Co T
Pendekatan Pendapatan (Income Based Approach) dengan metode Discounted Cash
-
Flow (“DCF”).
al
ti da
Pendekatan Pendapatan adalah e n r
Pendekatan
a ru dengan cara mengkonversi
Penilaian
d Fo yangGdiperkirakan
manfaat ekonomis ataufipendapatan 5 akan dihasilkan oleh objek
o n diskonto tertentu.
Penilaian dengan tingkat 2
/ (Peraturan
0 OJK No. 35/POJK.04/2020)
C y
r v2
a
t Discounted Cash Flow (DCF), operasi perusahaan
r e
Pada metode Diskonto Arus Kas atau
N pengembangan yang direncanakan oleh
diproyeksikan sesuai dengan
e c skenario
7
S
perusahaan. Pendapatan mendatang 0 (future income, cash flow) yang dihasilkan
t
berdasarkan proyeksi e dikonversi dengan faktor diskonto, sesuai dengan tingkat risiko.
o r dan perubahan modal kerja. Nilai ekuitas yang dihasilkan juga
Indikasi nilai adalah total nilai kini dari pendapatan mendatang tersebut dikurangi
rp hutang berbunga yang ditanggung perusahaan.
capital expenditure
C o
memperhitungkan
Pendekatan kedua yang kami gunakan dalam penetapan Nilai Pasar adalah Penilaian
dilakukan dengan mengunakan Pendekatan Pasar (Market Based Approach) dengan
Metode GPTC (Guideline Publicly Traded Company) Pendekatan Pasar adalah
Pendekatan Penilaian dengan cara membandingkan objek Penilaian dengan objek lain
yang sebanding dan sejenis serta telah tersedia informasi harga transaksi atau
penawaran. (Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020)
Pendekatan ketiga yang kami gunakan dalam penetapan Nilai Pasar adalah
Pendekatan Berbasis Aset (Asset Based Approach) dengan Metode Penyesuaian Aset
Bersih (“PAB”).
Pendekatan Aset adalah Pendekatan Penilaian berdasarkan laporan keuangan historis
objek Penilaian yang telah diaudit, dengan cara menyesuaikan seluruh aset dan
Page | 140
Page 157
liabilitas menjadi Nilai Pasar sesuai dengan Premis Nilai yang digunakan dalam
Penilaian Bisnis. (Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020).
E I
/ B
py i m
Co - T
tial da
e n r a ru
f id Fo G 25
o n / 0
C y
r v2
a
r et No
e c 7
S 0
e
rat
p o
o r
C
Page | 141
Page 158
9. PENILAIAN SAHAM PT GARUDA INDONEIA (PERSERO) Tbk DAN
ENTITAS ANAK
9.1. Prosedur Penilaian
Proses penilaian Saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (Entitas Induk), dapat
disampaikan sebagai berikut:
Bagan Proses Penilaian Bisnis
LINGKUP PENUGASAN
DEFINISI PENUGASAN/IDENTIFIKASI MASALAH
Identifikasi
Penentuan Identifikasi E I Asumsi &
Pemberi Tugas Penentuan TanggalB
& Pengguna
Tujuan
Dasar Nilai
y
Objek /
Penilaian
Kondisi
Laporan
Penilaian
o p Penilaian
i m Pembatas
C -T
l a
ia DAN PEMILIHAN
IMPLEMENTASI
n t
PENGUMPULAN
u d DATA
Data Makro Ekonomi dan
e r a r
Industri o
if d F G 25 Data Perusahan Pembanding
Data Perusahaan
o n / 0
C y
UJIrTUNTAS 2
PENILAIAN
Analisis Makro t aUmumo
v Analisis
Ekonomi & e
Analisis Informasi
r N Analisis Penyesuaian
Kewajaran
Industri e c
Perusahaan
7 Laporan Keuangan
Proyeksi
S 0
t e PENDEKATAN PENILAIAN
a
r Pasar
p o
Pendekatan Pendekatan Pendapatan Pendekatan Aset
r
Co REKONSILIASI INDIKASI NILAI DAN OPINI NILAI AKHIR
PELAPORAN PENILAIAN
Sumber: Konsep dan Prinsip Umum Penilaian (KPUP) 21.2, KEPI&SPI 2018
1. Melakukan penentuan lingkup penugasan;
2. Melakukan pengumpulan dan pemilihan data berupa data makro ekonomi dan
industri, data perusahaan, dan data perusahaan pembanding;
3. Melakukan uji tuntas penilaian berupa analisis terhadap makro ekonomi dan
industr, informasi umum perusahaan, penyesuaian laporan keuangan serta
kewajaran proyeksi.
4. Melakukan penilaian dengan pendekatan dan metode yang digunakan;
5. Melakukan rekonsiliasi indikasi nilai dari hasil penilaian dengan pendekatan serta
metode yang digunakan, dan opini nilai akhir;
6. Melakukan pelaporan penilaian.
Page | 142
Page 159
9.2. Metode Penilaian yang Digunakan
Dengan mempertimbangkan data, informasi, maksud dan tujuan penilaian, serta
kondisi Perusahaan, maka Pendekatan dan metode penilaian yang kami gunakan
dalam menentukan nilai pasar per lembar saham PT Garuda Indonesia Tbk dan Entitas
Anaknya, yaitu sebagai berikut:
PT Garuda Indonesia Tbk-GIAA (Entitas Induk)
Pendekatan
Alasan
Penilaian
E I
Pendekatan Pasar digunakan dengan pertimbangan bahwa terdapat
Pendekatan Pasar
/ B
pembanding perusahaan yang sebanding dan sejenis dengan objek
penilaian.
py i m
Co T
Pendekatan Pendapatan digunakan dengan pertimbangan bahwa
-
al
Pendekatan objek Penilaian menghasilkan pendapatan, sehingga Pendekatan
Pendapatan
ti da
Pendapatan dapat mengakomodasi arus kas yang dihasilkan di masa
depan.
e n r a ru
f id Anak)Fo G 25
Pendekatan o
n
PT Citilink Indonesia (Entitas
/ 0
Penilaian C
y
r v 2 Alasan
a
r et PasarNdigunakan
Pendekatan o dengan pertimbangan bahwa terdapat
Pendekatan Pasar
e c 7perusahaan yang sebanding dan sejenis dengan objek
pembanding
Spenilaian. 0
e
at objek Penilaian menghasilkan pendapatan, sehingga Pendekatan
Pendekatan Pendapatan digunakan dengan pertimbangan bahwa
Pendekatan
Pendapatan o
r Pendapatan dapat mengakomodasi arus kas yang dihasilkan di masa
r p
C o depan.
PT Aero Wisata (Entitas Anak)
Pendekatan
Alasan
Penilaian
Pendekatan Pasar digunakan dengan pertimbangan bahwa terdapat
Pendekatan Pasar pembanding perusahaan yang sebanding dan sejenis dengan objek
penilaian.
Pendekatan Pendapatan digunakan dengan pertimbangan bahwa
objek Penilaian menghasilkan tidak menghasilkan pendapatan secara
Pendekatan Biaya
langsung atau tidak operasional, sehingga Pendekatan Biaya lebih
relevan untuk mengetahui nilai ekuitasnya.
Page | 143
Page 160
PT Aero System Indonesia (Entitas Anak)
Pendekatan
Alasan
Penilaian
Pendekatan Pasar digunakan dengan pertimbangan bahwa terdapat
Pendekatan Pasar pembanding perusahaan yang sebanding dan sejenis dengan objek
penilaian.
Pendekatan Pendapatan digunakan dengan pertimbangan bahwa
Pendekatan objek Penilaian menghasilkan pendapatan, sehingga Pendekatan
Pendapatan Pendapatan dapat mengakomodasi arus kas yang dihasilkan di masa
depan.
E I
/ B
py
PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (Entitas Anak)
i m
Co
Pendekatan
Penilaian
Alasan
- T
al da
Pendekatan Pasar digunakan dengan pertimbangan bahwa terdapat
ti
n ru
Pendekatan Pasar pembanding perusahaan yang sebanding dan sejenis dengan objek
e
penilaian. r a
f id Fo G 25
Pendekatan Pendapatan digunakan dengan pertimbangan bahwa
Pendekatan
o n / 0
objek Penilaian menghasilkan pendapatan, sehingga Pendekatan
Pendapatan C y
r v2
Pendapatan dapat mengakomodasi arus kas yang dihasilkan di masa
a
depan.
r et No
PT Sabre Travel Network e
c
Indonesia7(Entitas Anak)
S 0
Pendekatan
Penilaian t
e Alasan
o ra Pendekatan Pasar digunakan dengan pertimbangan bahwa terdapat
o rpPasar pembanding
Pendekatan perusahaan yang sebanding dan sejenis dengan objek
C penilaian.
Pendekatan Pendapatan digunakan dengan pertimbangan bahwa
Pendekatan objek Penilaian menghasilkan pendapatan, sehingga Pendekatan
Pendapatan Pendapatan dapat mengakomodasi arus kas yang dihasilkan di masa
depan.
Garuda Indonesia Holiday France S.A.S (Entitas Anak)
Pendekatan
Alasan
Penilaian
Pendekatan Pasar digunakan dengan pertimbangan bahwa terdapat
Pendekatan Pasar pembanding perusahaan yang sebanding dan sejenis dengan objek
penilaian.
Pendekatan Pendapatan digunakan dengan pertimbangan bahwa
Pendekatan objek Penilaian menghasilkan pendapatan, sehingga Pendekatan
Pendapatan Pendapatan dapat mengakomodasi arus kas yang dihasilkan di masa
depan.
Page | 144
Page 161
9.3. Perhitungan Indikasi Nilai dengan Metode DCF
9.3.1 Pemilihan Arus Kas untuk Metode DCF
Untuk penilaian dengan menggunakan metode DCF, terdapat 3 (tiga) pilihan arus kas
untuk didiskonto yaitu dividen, arus kas bersih untuk ekuitas dan arus kas bersih
untuk perusahaan. Dalam penilaian ini, Arus Kas Bersih (AKB) yang akan digunakan
sebagai economic income yang didiskonto untuk dijadikan indikasi nilai bisnis adalah
AKB untuk perusahaan (Free Cash Flow to Firm/FCFF).
Pengertian AKB berarti bahwa arus kas yang diperoleh sudah bebas dari kewajiban
penyediaan pengeluaran barang modal (capital expenditure), baik untuk
E I
mempertahankan operasi perusahaan saat ini maupun penyediaan cadangan untuk
/ B
penggantian (reserve for replacement), modal kerja, dan untuk pertumbuhan melalui
py i m
penyediaan dana tambahan pengeluaran barang modal, yang dihitung sebagai
berikut:
Co T-
al a
FCFF = EAT + Non-CashtiCharges + Interestd(1-t) - Capex ± Changes in WC
Dimana: e n r
a ru
FCFF
f id: ArusFKaso BersihGuntuk2Perusahaan
5
n : Laba Bersih /
EAT
C
NC Charges
o : Beban non r y kas 20
Interest (1-t)
e tabungaosebelum
: Beban v pajak
Capex c r Expenditure
: Capital N
Change in WC e 7
0 Modal Kerja
S : Perubahan
t eDiskonto
o ra
9.3.2 Penetapan Tingkat
Dengan mempertimbangkan arus kas bersih yang digunakan dalam perhitungan ini
p
adalah rarus kas bersih dari, maka tingkat diskonto yang kami gunakan dalam
Co ini menggunakan formula Cost of Equity atau biaya modal untuk ekuitas.
perhitungan
Perhitungan biaya modal untuk ekuitas menggunakan metode Capital Assets Pricing
Model (CAPM). Adapun formula dari CAPM adalah sebagai berikut:
Ke = Rf + ß (Rm-Rf) – CDS + α
Dimana:
Ke : Cost of Equity (Biaya Ekuitas)
Rf : Tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko
ß : Risiko sistematis
Rm : Tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas
Rp : Premi risiko yang diperoleh dari elisih antara Rm dan Rf
CDS : Country Default Spread
α : Risiko spesifik
Perhitungan untuk biaya hutang perusahaan, yaitu sebagai berikut:
Page | 145
Page 162
Ke = i * (1-T)
Kd : Cost of Debt (Biaya Hutang)
i : Tingkat Suku Bunga Pinjaman
T : Tingkat Pajak Perseroan
Dengan mempertimbangkan hasil perhitungan biaya modal untuk ekuitas dan biaya
E I
modal untuk hutang sebagaimana tersebut diatas, dan melihat komposisi persentase
pendanaan dari ekuitas dan persentase pendanaan dari hutang yang mengacu pada
/ B
data industri, maka besarnya tingkat diskonto (Discount Rate) yang digunakan dalam
py i m
penilaian ini adalah dengan menggunakan metode Weighted Average Cost of Capital
(WACC) berikut :
Co - T
al
WACC t=i W *K (1-T) + W d*K
a
Dimana : e n d
r
d
r u
e e
o
idutangFperusahaan a 5
K d
f
: Biaya
n G perusahaan
pendanaan/ utang 0 2
W
K
d
C o: Biaya ekuitas perusahaan
: Proporsi
r y 2
ta oekuitas
v perusahaan
e
W e
e
Proporsi pendanaan
r N
T c
: Tingkat pajak
e 07
S
t e Weighted Average Cost of Capital (WACC)
r a
Uraian Nilai Sumber
o
WeightedpDebt
r 46,93% Equity Market / Comparables / Damodaran
Co Equity
Weighted 53,07% Debt Market / Comparables / Damodaran
Cost of Equity:
Risk Free 5,62% IBPA / Bloomberg Yield Surat Utang Negara
Jatuh Tempo 30th
Beta 1,20 Bloomberg Comparables / Damodaran
Risk Premium 6,87% Damodaran
Country Default Spread 1,89% Damodaran
Spesifik Risk Estimated / Judgement
Total 11,99%
Cost of Debt:
Page | 146
Page 163
Uraian Nilai Sumber
Interest Rate 6,23% Bunga Utang Investasi BI / Otoritas Moneter
Negara Lainnya
Tax Rate 22,00% Corporate Tax Indonesia / Lainnya
Total 4,86%
Weighted Cost of Equity 6,37%
Weighted Cost of Debt 2,28%
E I
Weighted Avg. Cost of Capital 8,65%
/ B
Sumber: Analisa dan Perhitungan KJPP
py i m
Co - T
al
9.3.3 Aset Non Operasional
ti da
Pada saat penilaian dilaksanakan dan berdasarkan laporan keuangan Perseroan per
e n r ru
30 Juni 2025, terdapat 2 (dua) aset non operasional yang dapat menambah nilai
a
f id Fo G 25
Perseroan, yaitu Aset Finansial berupa Kas dan Setara Kas dan Entitas Anak Usaha.
o n / 0
C r y 2
Aset non-Operasional (dalam ribuan USD)
Aset Finansial
e ta ov Nilai Catatan
c r N
Kas dan Setara Kas
S 0 e 7 144.492
Total
e
at
Entitas AnakrUsaha
p o
PT Aeror Wisata 278.420 Entitas Anak
o
PTCSabre Travel Network Indonesia 17.915 Entitas Anak
PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk 123.605 Entitas Anak
PT Aero Systems Indonesia 14.329 Entitas Anak
PT Citilink Indonesia 85.042 Entitas Anak
Garuda Indonesia Holiday France 26.117 Entitas Anak
The Sum of The Parts (SOTP) 545.428
Sumber: Analisa dan Perhitungan KJPP
Page | 147
Page 164
9.3.4 Hutang Berbunga (Interest Bearing Debt)
Pada saat penilaian dilaksanakan dan berdasarkan laporan keuangan keuangan
Perseroan per 30 Juni 2025, diperoleh informasi Perseroan memiliki utang berbunga
(Interest Bearing Debt) yang dapat mengurangi nilai sebesar $3.825.439.361 -.
9.3.5 Tambahan Modal Disetor
Pada saat penilaian dilaksanakan dan berdasarkan laporan keuangan Perseroan per
30 Juni 2025, tidak ada informasi atas tambahan modal disetor dari manajemen,
sebagaimana jika ada akan menjadi pengurang nilai.
E I
9.3.6 Penambahan Capital Expenditure (CAPEX) / B
py i m
Pada saat penilaian dilaksanakan dan berdasarkan laporan keuangan keuangan
Co T
Perseroan per 30 Juni 2025, tidak ada informasi atas tambahan Capital Expenditure
-
(CAPEX).
alt i da
9.3.7 Terminal Value e n r a ru
f id FiniodihitungG dengan
Nilai terminal pada penilaian
2 5 menggunakan premis going-
o n
concern, di mana perusahaan / akan
diasumsikan 0 tetap terus beroperasi dengan
C
tingkat pertumbuhan perekonomian y
r wilayah2 di mana perusahaan tersebut
a v
t ini pertumbuhan
o
beroperasi, di mana pada periode
r e Perusahaan diasumsikan stabil.
Berikut nilai terminal value:
e c 7N
S 0
t e
Rounded Inflasi (growth) 2,5%
r a Net Income 292.956
o Interest (1-t) 59.936
o rp Depreciation 272.937
C Capital Expenditure/Capex
Change In Working capital
(272.937)
(10.499)
FCFF TV 342.392
Capitalization Rate 6,15%
Terminal Value (ribuan USD) 2.534.149
9.3.8 Diskon dan Premi
Dalam menentukan kesimpulan Nilai atas objek Penilaian, Penilai Bisnis wajib
menggunakan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for Lack of Marketability-DLOM) dan
Premi Pengendalian (Premium for Control-CP) atau Diskon Tanpa Pengendalian
(Discount for Lack of Control-DLOC). (POJK No. 35/POJK.04/2020 BAB XI Pasal 40)
CP adalah suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan penambah dari
nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari tingkat pengendalian atas Objek Penilaian.
(SPI 2018-SPI.330-3.23 & POJK No. 35/POJK.04/2020 BAB XI Pasal 40-44).
Page | 148
Page 165
Pengurangan ini diperhitungkan karena pemilik yang dalam kondisi tidak
memilikikemampuan untuk mengendalikan akan memperoleh manfaat yang
berbeda dari pemilik yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan karena
adanya keleluasaan dari pemilik yang mengendalikan untuk mengoptimalkan
manfaat dengan:
a. Menentukan arah perkembangan jangka panjang objek penilaian.
b. Memilih pengurus inti objek penilaian.
c. Menentukan hak dan fasilitas untuk pengurus inti.
d. Menentukan kebijakan investasi.
e. Menentukan dengan pihak mana kegiatan usaha akan dilakukan. E I
f. Menentukan besarnya dividen yang akan dibayarkan. / B
py i m
g. Menolak usulan-usulan di atas yang berasal dari pemegang saham minoritas.
Co T
DLOM adalah Suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang
-
ti al
dari nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya likuiditas dari Objek
da
Penilaian. (SPI 2018-SPI 330-3.7 & Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020).
e n r a ru
f o G DLOM,5CP, DLOC
idRentangFPersentase
Premi n
o dan Diskon / 02 DLOM CP/DLOC
C - Minoritas y
r v 2 30%-50%
Perusahaan Tertutup
t a 30%-70%
r e No
Perusahaan Tertutup - Mayoritas 20%-40% 30%-70%
e c 7
Perusahaan Terbuka - Minoritas 10%-30% 20%-35%
Perusahaan TerbukaS 0
- Mayoritas Maksimum 20% 20%-35%
e
r at
Sumber: POJK No. 35/POJK.04/2020 BAB XI Pasal 40-44
p o
Kami mengaplikasikan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for Lack of Marketability -
DLOM)
r
osebesar 20% karena GIAA merupakan perusahaan terbuka yang sahamnya
C
diperdagangkan secara aktif di pasar modal.
Kami tidak mengaplikasikan DLOC (Discountfor Lack of Control) karena penilaian
saham yang kita nilai adalah saham yang kepemilikannya mayoritas, di mana pada
pendekatan pendapatan indikasi nilai yang dihasilkan adalah nilai mayoritas.
Page | 149
Page 166
9.3.9 Indikasi Nilai Saham dengan Metode DCF
E I
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, berikut adalah indikasi Nilai 100% saham Perseroan pada 30 Juni 2025 dengan metode DCF:
Keterangan Jul - Des 2025 2026 2027 2028 2029 2030
/ B
2031 2032 2033 2034
Earning After Tax
Interest
(256.275)
140.906
(335.193)
144.520
(284.002)
136.102
(198.738)
122.685
p y
(38.112)
108.862
158.949
i m
95.894
199.135
87.035
208.270
81.665
221.905
55.354
285.811
58.474
Depreciation 242.457 481.113 498.624 509.285
C o 480.330
T
340.487 335.185 358.762 321.979 266.280
Less: Capital Expenditure (221.549) (360.479) (267.744)
l
(210.035)
- (275.984) (222.553) (238.875) (284.069) (182.712) (181.794)
Change Working Capital
Jumlah Free Cash Flow to
(32.362) (11.627) (17.541)
t ia
(12.450)
d a (20.700) (10.243) (8.221) (8.677) (9.162) (9.676)
Firm
(126.823) (81.666) 65.439
e n r
210.747
r u 254.396 362.534 374.259 355.950 407.365 419.096
id Fo Ga 25
Perpetuity value 2,5%
Periode proyeksi (tahun)
DR/DF 8,65%
0,50
0,9594
1,50
0,8830
n f 2,50
0,8128
3,50
/ 0
0,7481
4,50
0,6886
5,50
0,6338
6,50
0,5833
7,50
0,5369
8,50
0,4942
9,50
0,4549
Present value
Indikasi nilai perusahaan
(121.672)
o
(72.114)
C
53.187
y
157.659
r v2
175.167 229.762 218.318 191.115 201.315 190.631
a
et No
3.757.518
(from operating)
add: Saldo kas
add: Investasi Pada
144.492
r
c 7
Entitas Anak
add: Non Operating Aset
548.320
68.532
S 0 e
less : Debt
Indikasi nilai 100%
(3.825.439)
a te
or
693.424
saham
Persentase kepemilikan
Indikasi nilai saham
100%
693.424r p
DLOM (%)
DLOM
20%
C o
(138.685)
Indikasi nilai saham 554.739
Berdasarkan hasil analisis menggunakan pendekatan pendapatan, nilai yang dihasilkan adalah:
$554.738.846
(Lima Ratus Lima Puluh Empat Juta Tujuh Ratus Tiga Puluh Delapan Ribu Delapan Ratus Empat Puluh Enam Dolar Amerika)
Page | 150
Page 167
9.4. Perhitungan Indikasi Nilai dengan Metode GPTC
9.4.1 Perhitungan Multiples Perusahaan Pembanding
Metode berdasarkan data pasar khususnya GPTCM adalah metode yang lazim untuk
diaplikasikan dalam menilai perusahaan di mana terdapat Perusahaan pembanding
sejenis yang tercatat di pasar modal.
Indikasi Nilai Pasar Saham Perseroan akan diestimasi berdasarkan value multiples
dari perusahaan lain yang sepadan dan sebanding yang diperkirakan memiliki
E I
karakteristik risiko usaha yang hampir sama dengan perusahaan yang akan dinilai.
/
Perusahaan Pembanding PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (Entitas Induk) B
Tickerp
y i m MBVIC
Rasio Penilaian
No Peer Company
C o Satuan
T To EBITDA
lNYSE:ALK -
1 Alaska Air Group, Inc.
t a
Ribuan USD
iaNASDAQGS:SKY udRibuan USD
8,42
2 SkyWest, Inc.
e n rW r 7,09
if d FoTSX:CHR a Ribuan
5
3 Chorus Aviation Inc.
n G 2
/ 0 Ribuan USD
USD 4,51
4 o
Sun Country Airlines Holdings,
Inc. C y
r v2
NASDAQGS:SNCY 5,61
a
t SHSE:601021
o
5 Spring Airlines Co., Ltd.
r e N
Ribuan USD 14,88
6 Delta Air Lines, Inc.
e c 7
NYSE:DAL Ribuan USD 7,06
7
S
United Airlines Holdings, Inc.
0 NASDAQGS:UAL Ribuan USD 7,06
8 t e
Bangkok Airways Public
SET:BA Ribuan USD 10,47
r
Company Limited a
p o
Multiple Ratio Kali 7,07
o r
C Perusahaan Pembanding PT Aero Wisata
Rasio Penilaian
No Peer Company Ticker Satuan
MVIC/BVIC MVIC/Sales
1 Tu Yi Holding Company Limited SEHK:1701 Rupiah 0,80 0,61
2 Parlo Berhad KLSE:PARLO Rupiah 0,60 0,14
3 China Cyts Tours Holding Co., Ltd. SHSE:600138 Rupiah 0,93 1,28
4 PT Arsy Buana Travelindo Tbk IDX:HAJJ Rupiah 1,27 0,44
5 Iconic Worldwide Berhad KLSE:ICONIC Rupiah 0,77 4,49
6 PT Panorama Sentrawisata Tbk IDX:PANR Rupiah 0,91 0,36
7 Avillion Berhad KLSE:AVI Rupiah 0,65 3,14
8 PT Bayu Buana Tbk IDX:BAYU Rupiah 0,92 0,18
Multiple Ratio Kali 0,86 0,53
Page | 151
Page 168
Perusahaan Pembanding PT Sabre Travel Network Indonesia
Rasio
No Peer Company Ticker Satuan Penilaian
P/BV
1 PT Anabatic Technologies Tbk IDX:ATIC USD 1,42
2 PT Aviana Sinar Abadi Tbk IDX:IRSX USD 3,60
3 PT Data Sinergitama Jaya Tbk IDX:ELIT USD 2,79
4 PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk IDX:DIVA USD 0,23
5
6
PT Dunia Virtual Online Tbk
PT Mastersystem Infotama Tbk
IDX:AREA
IDX:MSTI
USD
USD
5,40
E
2,57
I
7 PT WIR ASIA Tbk IDX:WIRG USD / B
2,54
8 PT Wira Global Solusi Tbk
py
IDX:WGSH USD
i m 2,38
Multiple Ratio
l Co - T
Kali 2,56
t
Perusahaan Pembanding PT Garudaia Maintenance a
dFacility Aero Asia TbkRasio
e n r r u
o
id F G Ticker a 5 Penilaian
No
f
Peer Company
n / 02
Satuan
MVIC/EBITDA
C o
1 General Electric Company r y 2GE USD 28,37
2 AerSale Corporation
e ta ov ASLE USD 13,50
3 Safran SA
c r N SAF USD 22,21
4 Hindustan Aeronautics
S e Limited
0 7 HAL USD 40,16
5 NSE S.A.
6 Singaporea t e ALNSE
Technologies Engineering Ltd S63
USD
USD
20,13
20,79
o r
7 TAT Technologies Ltd. TATT USD 19,53
p
r Corp.
C o
8 AAR
Multiple Ratio
AIR USD
Kali
72,58
21,50
Page | 152
Page 169
Perusahaan Pembanding PT Citilink Indonesia
Rasio Penilaian
No Peer Company Ticker Satuan
MBVIC To EBITDA
1 Alaska Air Group, Inc. NYSE:ALK USD 8,42
NASDAQGS:SKY
2 SkyWest, Inc. USD 7,09
W
3 Chorus Aviation Inc. TSX:CHR USD 4,51
Sun Country Airlines Holdings,
4 NASDAQGS:SNCY USD 5,61
5
Inc.
Spring Airlines Co., Ltd. SHSE:601021 USD E I
14,88
6 Delta Air Lines, Inc. NYSE:DAL USD
/ B 7,06
7 United Airlines Holdings, Inc.
p y
NASDAQGS:UAL USD
i m 7,06
Bangkok Airways Public o T
lC -
8 SET:BA USD 10,47
Company Limited
Multiple Ratio
t ia d a Kali 7,07
e n r
a ru
f o PT Aero
idPembanding
F G Systems 5 Indonesia
Perusahaan
n / 2
0 Satuan Rasio Penilaian
No
Co
Peer Company
t
r y Ticker
a ov 2 MVIC/Sales
1 PT WIR ASIA Tbk
c re N WIRG Ribuan 0,86
e 0 7 Rupiah
2 PT Data SinergitamaS
Ribuan
t e Jaya Tbk ELIT
Rupiah
0,86
3 PT Wira o r a
Global Solusi Tbk WGSH
Ribuan
5,91
r p Rupiah
C o
4 PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk DIVA
Ribuan
Rupiah
0,05
Ribuan
5 PT Dunia Virtual Online Tbk AREA 22,47
Rupiah
Ribuan
6 PT Aviana Sinar Abadi Tbk IRSX 1,26
Rupiah
Ribuan
7 PT Mastersystem Infotama Tbk MSTI 0,88
Rupiah
Ribuan
8 PT Anabatic Technologies Tbk ATIC 0,35
Rupiah
Multiple Ratio Kali 4,08
Page | 153
Page 170
Perusahaan Pembanding Garuda Indonesia Holiday France
Rasio
No Peer Company Ticker Satuan Penilaian
MVIC/Sales
1 China Tourism And Culture
600358 USD 9,02
Investment Group Co.,Ltd
2 Tuniu Corporation TOUR USD 1,38
3 Western Regions Tourism
300859 USD 24,07
4
Development Co.,Ltd
LiJiang YuLong Tourism Co., LTD. 002033 USD E I
6,52
5 Tongcheng Travel Holdings Limited 780 USD
/ B 2,84
6 China Cyts Tours Holding Co., Ltd.
p y 600138
m
USD
i 1,28
7 PT Panorama Sentrawisata Tbk
C o PANR T USD 0,36
8 PT Menteng Heritage Realty Tbk l HRME - USD 4,10
Multiple Ratio
t ia d a Kali 6,20
n
e Metode r GPTC a r u
d o
fi yangF dilakukan,
9.4.2. Indikasi Nilai Saham dengan
G berikut5 adalah indikasi Nilai saham
o n
Berdasarkan hasil analisis / 0 2
Perseroan padaC r
30 Juni 2025 dengan ymetode2GPTC:
e ta ov
c
PT Garuda Indonesia (Persero) r Tbk (Entitas
N Induk)
S 0e 7
Indikasi Nilai Saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Ratio Valuationat
e
(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah)
EBITDA
r
o Garuda Indonesia (Persero) Tbk 469.695
Multipler
p
Book Value-PT
Value
o
C Indication
7,07
3.322.669
Weight 100%
Weighted Average 3.322.669
Total Konsolidasi 3.322.669
Total Non Operasi 616.853
Total Debt (3.825.439)
Fair Market Value before CP 114.083
Premi Kendali (30%) 34.225
Fair Market Value before DLOM dan Investasi 148.308
DLOM (20%) (29.662)
Nilai Pasar 118.646
Page | 154
Page 171
PT Aero Wisata (Entitas Anak)
Indikasi Nilai Saham PT Aero Wisata
(Dinyatakan dalam Rupiah)
Ratio Valuation BVIC Sales
Book Value-PT Aero Wisata 1.876.969.604.840 56.113.126.088
0,86 0,53
Multiple
1.606.700.916.124 29.666.259.883
Value Indication
Weight 50% I
50%
E
Weighted Average 803.350.458.062
/ B
14.833.129.942
Total Konsolidasi y 818.340.421.288
p 3.433.512.110.025
i m
C o T
Penyertaan Saham
l -
Total Debt it a a
-10.856.408.257
d
Fair Market Value before CPen r a ru
4.240.996.123.056
Premi Kendali (30%) f
id Fo G 1.272.298.836.917 2 5
n / 0
obefore DLOM ry 25.513.294.959.973
C
Fair Market Value
ta ov
Non-Operasional
r e - -
e c 7 N 5.513.294.959.973
Fair Market Value before DLOM
DLOM (0%) S 0 -
Nilai Pasar t e 5.513.294.959.973
o ra
o rp
C
Page | 155
Page 172
PT Sabre Travel Network Indonesia (Entitas Anak)
Indikasi Nilai Saham PT Sabre Travel Network Indonesia
(Dinyatakan dalam USD)
Ratio Valuation PBV
Book Value- PT Sabre Travel Network Indonesia 9.007.048
Multiple 2,56
Value Indication 23.019.045
Weight 100%
Weighted Average 23.019.045
23.019.045 E I
Total Konsolidasi
Total Debt - / B
Fair Market Value before CP
py i
23.019.045 m
Premi Kendali (30%)
Co T
6.905.714
-
al
Fair Market Value before DLOM dan Investasi 29.924.759
Non-Operasional
ti da - -
e
Fair Market Value before DLOMn r a ru 29.924.759
DLOM (20%)
f i d Fo G 5 -
Nilai Pasar
o n / 02 29.924.759
C r y 2
PT Garuda Maintenance Facilityta o vTbk (Entitas Anak)
e Aero Asia
r Maintenance
N Facility Aero Asia Tbk
e c
Indikasi Nilai Saham PT Garuda
7
(Dinyatakan dalam USD)
S 0
Ratio Valuation
Book Value- PTa
t e EBITDA
Multiple o
r Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk 28.992.702
21,50
r p
C o
Value Indication
Weight
623.278.208
100,00%
Weighted Average 623.278.208
Total Konsolidasi 623.278.208
Penyertaan Saham ke GDPS 2.932.819
Total Debt (451.921.631)
Fair Market Value before CP 174.289.396
Premi Kendali (30%) 52.286.819
Fair Market Value before DLOM dan Investasi 226.576.215
Non-Operasional -
Fair Market Value before DLOM 226.576.215
DLOM (20%)
Nilai Pasar 226.576.215
Page | 156
Page 173
PT Citilink Indonesia (Entitas Anak)
Indikasi Nilai Saham PT Citilink Indonesia
(Dinyatakan dalam USD)
Ratio Valuation EBITDA
Book Value-PT Citilink Indonesia 219.344.126
Multiple 7,07
Value Indication 1.551.662.273
Weight 100%
Weighted Average 1.551.662.273
1.551.662.273 E I
Total Konsolidasi
/ B
Aset Restorasi
y 414.163.387
p (1.834.266.471) i m
Total Debt
C o T
Fair Market Value before CP
l -
131.559.189
Premi Kendali (30%) it a d a
39.467.757
e
Fair Market Value before DLOMn dan Investasi
r r u 171.026.945
Non-Operasional
i d Fo G 5 - a -
n f
Fair Market Value before DLOM / 2171.026.945
o r y 2 0
DLOM (20%)
Nilai Pasar
C ta ov 171.026.945
-
e
r N
PT Aero Systems Indonesia
c 7 Anak)
e (Entitas
S 0
t e
Indikasi Nilai Saham PT Aero Systems Indonesia
ra
(Dinyatakan dalam Ribuan Rupiah)
o
Ratio Valuation Sales
o rp PT Aero Systems Indonesia
Book Value- 78.906.417
C
Multiple
Value Indication
4,08
322.045.769
Weight 100%
Weighted Average 322.045.769
Total Konsolidasi 322.045.769
Total Debt -14.455.166
Fair Market Value before CP 336.500.934
Premi Kendali (30%) 100.950.280
Fair Market Value before DLOM dan Investasi 437.451.215
Non-Operasional -
Fair Market Value before DLOM 437.451.215
DLOM (20%) -
Nilai Pasar 437.451.215
Page | 157
Page 174
Garuda Indonesia Holiday France (Entitas Anak)
Indikasi Nilai Saham Garuda Indonesia Holiday France
(Dinyatakan dalam USD)
Ratio Valuation Sales
Book Value- Garuda Indonesia Holiday France 5.402.204
Multiple 6,20
Value Indication 33.473.928
Weight 100%
Weighted Average 33.473.928
33.473.928 E I
Total Konsolidasi
Total lease Investment 2.101.777.241 / B
Total Debt
py -2.096.571.399
i m
Fair Market Value before CP
Co 38.679.770
- T
al
CP 11.603.931
ti
Fair Market Value before DLOM dan Investasi da
50.283.701
Non-Operasional
e n r a ru - -
f id Fo G 25
Fair Market Value before DLOM 50.283.701
DLOM (20%)
o n / 0 -
Nilai Pasar
C y
r v2 50.283.701
a
t o
r e N ABVM-SOTP
e c
9.5. Perhitungan Indikasi Nilai dengan Metode
7
S 0
9.5.1 Perhitungan Indikasi Entitas Anak dengan Menggunakan Metode ABVM
Adjusted Book a
e
Berikut merupakan hasil kalkulasi entitas anak GIAA dengan menggunakan metode
t Methode (ABVM) yang sudah disesuaikan dengan ketersedian
Value
r
o dalam penyajian lapopran.
data dan ketentuan
r p
o
C Nilai Saham PT Aero WisataNeraca
Indikasi (Disajikan dalam Rupiah)
Neraca setelah
Keterangan Penyesuaian
Audited Disesuaikan
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 33.305.519.222 33.305.519.222
Piutang usaha 64.361.392.505 64.361.392.505
Piutang lain-lain 141.197.374.825 141.197.374.825
Persediaan 164.971.739 164.971.739
Uang muka dan biaya 985.962.421 985.962.421
dibayar di muka
Pajak dibayar di muka 3.635.883.770 3.635.883.770
Aset lancar lainnya 129.159.846 129.159.846
Total Aset Lancar 243.780.264.328 243.780.264.328
Aset Tidak Lancar
Page | 158
Page 175
Neraca Neraca setelah
Keterangan Penyesuaian
Audited Disesuaikan
Aset tetap bersih 473.850.169.958 43.413.402.372 517.263.572.330
Piutang lain-lain 37.252.581.681 37.252.581.681
Investasi dalam saham 1.248.504.084.195 2.184.692.738.958 3.433.512.110.025
Aset pajak tangguhan 3.959.186.784 3.959.186.784
Aset tidak lancar lainnya 2.323.945.375 2.323.945.375
1.765.889.967.993 3.993.996.109.323
Total Aset Tidak Lancar
2.228.106.141.330
JUMLAH ASET
2.009.670.232.321
E I
4.237.776.373.651
2.228.106.141.330 B
LIABILITAS DAN EKUITAS
y /
Utang pajak p
15.852.702.436
o i m 15.852.702.436
Utang usaha
C
1.110.727.772
- T 1.110.727.772
Utang lain-lain
Pinjaman (pihak berelasi)
al
21.587.355.849
it8.297.364.396 d a 21.587.355.849
8.297.364.396
n r
Biaya masih harus dibayar e 52.952.417.383 r u
Pendapatan diterima di id o a 5
52.952.417.383
muka n f F G
8.257.202.507
/ 0 2
8.257.202.507
C o
Total Liabilitas Lancar y
r v2
108.057.770.343 108.057.770.343
a
t o
Liabilitas imbalan pascakerja
e 8.382.904.726
r 24.642.857.143
N
8.382.904.726
Pinjaman jangka panjang
(pihak berelasi)
c
e 07
24.642.857.143
Liabilitas Sewa S 2.473.503.531 2.473.503.531
e
t Lancar 35.499.265.400
r a
Total Liabilitas Tidak 35.499.265.400
Ekuitas p
o
TOTAL LIABILITAS 143.557.035.743 143.557.035.743
o r Capital /
Shareholders
C Saham - Ditempatkan 250.000.000.000
Modal 250.000.000.000
dan Disetor Penuh
Retained Earnings / Saldo 1.616.113.196.583 1.616.113.196.583
Laba-(Rugi) Ditahan
Surplus-(Defisit) Penilaian 2.228.106.141.330 2.228.106.141.330
Aset
Total Ekuitas 1.866.113.196.583 2.228.106.141.330 4.094.219.337.913
JUMLAH LIABILITAS DAN 2.009.670.232.326 2.228.106.141.330 4.237.776.373.656
EKUITAS
Keterangan Persentase (%) Jumlah
Estimasi Nilai Ekuitas 100% Saham Perseroan 100% 4.094.219.337.913
Discount for Lack of Marketability - DLOM 0,00% -
Estimasi Nilai Pasar Ekuitas 100%Saham Perseroan 4.094.219.337.913
Page | 159
Page 176
9.6. Rekonsiliasi dan Kesimpulan Nilai
9.6.1. Rekonsiliasi Nilai Entitas Induk dan Entitas Anak
Dalam menentukan Nilai Pasar atas Saham PT Garuda Indonesia Tbk dan Entitas
Anak, penilai melakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu dengan memberikan
pembobotan terhadap indikasi nilai yang dihasilkan dari pendekatan yang digunakan
dalam menghasilkan nilai.
Rekonsiliasi Nilai PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (Entitas Induk)
Nilai yang dihasilkan dari pendekatan pendapatan dengan metode DCF dan
pendekatan pasar dengan metode GPTC dibobotkan dengan komposisi 100%:0%. E I
Besaran pembobotan dalam penilaian yang diberikan berdasarkan tingkat / B
py i m
kepercayaan kami atas indikasi nilai yang dihasilkan masing-masing pendekatan
Co T
penilaian. Pertimbangan yang mendasari komposisi rekonsiliasi adalah:
-
al
1. Perseroan saat ini sedang beroperasi secara normal dan going concern, sehingga
ti da
pendapatan kami gunakan sebagai pendekatan utama; dan
e n r ru
2. Terdapat beberapa perusahaan yang sejenis dan sebanding dengan objek
a
f id Fo G 25
penilaian sehingga kami menggunakan pendekatan pasar, dan digunakan sebagai
pendekatan kedua.
o n / 0
C y
r v2
a
t Nilaio
Keterangan r eEstimasi
N
Wajar Bobot
Hasil Nilai Tertimbang
e c 7 116.082
Saham (%)
1. Metode DCF
S 0 70% 81.258
2. Metode GPTC t
e
(Income Based Approach)
r a 0 30% 0
Estimasirp
o
(Market Based Approach)
Nilai Pasar 100% Saham Perseron 81.258
C o
Penyertaan 91.480.783.837
Estimasi Nilai Pasar Penyertaan Saham Perseron $0,000888
Estimasi Nilai per Lembar Saham Perseron-(Dalam Rupiah) Rp14
Estimasi Nilai Pasar 100% Saham Perseron-(Dalam Rupiah) Rp1.319.118.928.571
Rekonsiliasi Nilai Saham PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk
(Disajikan dalam ribuan USD)
Rekonsiliasi Nilai PT Aero Wisata (Entitas Anak)
Nilai yang dihasilkan dari pendekatan biaya dengan metode ABV dan pendekatan
pasar dengan metode GPTC dibobotkan dengan komposisi 70%:30%. Besaran
pembobotan dalam penilaian yang diberikan berdasarkan tingkat kepercayaan kami
atas indikasi nilai yang dihasilkan masing-masing pendekatan penilaian.
Pertimbangan yang mendasari komposisi rekonsiliasi adalah:
Page | 160
Page 177
1. Perseroan secara tidak langsung menghasilkan pendapatan secara operasional,
tetapi penghasilan diperoleh dari anak usaha di bawahnya, sehingga pendapatan
kami gunakan sebagai pendekatan utama; dan
2. Terdapat beberapa perusahaan yang sejenis dan sebanding dengan objek
penilaian sehingga kami menggunakan pendekatan pasar, dan digunakan sebagai
pendekatan kedua.
Rekonsiliasi Nilai Saham Aero Wisata (Disajikan dalam rupiah)
Keterangan
Estimasi Nilai
Wajar Saham
Bobot
(%)
I
Hasil Nilai
E
Tertimbang
1. Metode ABV 4.094.534.624.785 70%
/ B
2.866.174.237.349
(Asset Based Approach)
py i m1.653.988.487.992
Co T
2. Metode GPTC 5.513.294.959.973 30%
-
al
(Market Based Approach)
t i da
Estimasi Nilai Pasar 100% Saham Perseron-(Dalam Rupiah)
n r u
4.520.162.725.341
Jumlah Lembar Saham
e r 250.000
if d Fo Ga 25
Nilai Saham Per Lembar Rp18.080.651
n /
Jumlah Lembar Saham PT Garuda Indonesia 249.999
Co r y 20
Nilai Penyertaan PT Garuda Indonesia (Dalam Rupiah) Rp4.520.144.644.349
e ta ov
c r Network
Rekonsiliasi Nilai PT Sabre Travel N Indonesia (Entitas Anak)
Nilai yang dihasilkan dari
S 7 pendapatan dengan metode DCF dan
e pendekatan
0
pendekatan pasar dengan metode GPTC dibobotkan dengan komposisi 70%:30%.
t e dalam penilaian yang diberikan berdasarkan tingkat
a
Besaran pembobotan
kepercayaan rkami atas indikasi nilai yang dihasilkan masing-masing pendekatan
o
o rpPertimbangan yang mendasari komposisi rekonsiliasi adalah:
penilaian.
C
1. Perseroan saat ini sedang beroperasi secara normal dan going concern, sehingga
pendapatan kami gunakan sebagai pendekatan utama; dan
2. Terdapat beberapa perusahaan yang sejenis dan sebanding dengan objek
penilaian sehingga kami menggunakan pendekatan pasar, dan digunakan sebagai
pendekatan kedua.
Page | 161
Page 178
Rekonsiliasi Nilai Saham SABRE (Disajikan dalam USD)
Estimasi Nilai Wajar Hasil Nilai
Keterangan Bobot (%)
Saham Tertimbang
1. Metode DCF 14.114.485 70% 9.880.140
(Income Based Approach)
2. Metode GPTC 29.924.759 30% 8.977.428
(Market Based Approach)
Estimasi Nilai Pasar 100% Saham Perseron-(Dalam USD) 18.857.567
Jumlah Lembar Saham 2.500
Nilai Saham Pembulatan
E I 7.543
Jumlah Lembar Saham PT Garuda Indonesia
/ B 2.375
py
Nilai Penyertaan PT Garuda Indonesia (Dalam USD) $ 17.915.100
i m
Co
Nilai Rupiah per $1 16.234
- T
Estimasi Nilai Pasar Saham Penyertaan Garuda Indonesia (Dalam Rp 290.829.545.455
Rupiah) al
ti da
e n r a ru Aero Asia Tbk (Entitas Anak)
d Fo Gpendapatan
Rekonsiliasi Nilai PT Garuda Maintenance
Nilai yang dihasilkan fidari pendekatan
Facility
5 dengan metode DCF dan
n
pendekatan pasarodengan metode GPTC
/ 2
0 dengan komposisi 70%:30%.
C r y dibobotkan
2
Besaran pembobotan dalam a penilaianv yang diberikan berdasarkan tingkat
t o dihasilkan masing-masing pendekatan
e nilaiNyang
r
kepercayaan kami atas indikasi
c mendasari
penilaian. Pertimbanganeyang
S 0 7 komposisi rekonsiliasi adalah:
e
1. Perseroan saat ini sedang beroperasi secara normal dan going concern, sehingga
o
pendapatan rakami gunakan sebagai pendekatan utama; dan
r p beberapa perusahaan yang sejenis dan sebanding dengan objek
2. Terdapat
C o sehingga kami menggunakan pendekatan pasar, dan digunakan sebagai
penilaian
pendekatan kedua.
Rekonsiliasi Nilai Saham GMFA (Disajikan dalam USD)
Estimasi Nilai
Keterangan Bobot (%) Hasil Nilai Tertimbang
Wajar Saham
1. Metode DCF 101.076.245 70% 70.753.371
(Income Based Approach)
2. Metode GPTC 226.576.215 30% 67.972.865
(Market Based Approach)
Estimasi Nilai Wajar 100% Saham Perseron-(Dalam USD) 138.726.236
Jumlah Lembar Saham 91,17%
Estimasi Nilai Wajar 89,10% Saham PT Garuda Indonesia $126.476.709
(Dalam USD)
Nilai Rupiah per $1 16.234
Estimasi Nilai Pasar Saham Penyertaan Garuda Indonesia
Rp2.053.193.333.786
(Dalam Rupiah)
Page | 162
Page 179
Rekonsiliasi Nilai PT Citilink Indonesia (Entitas Anak)
Nilai yang dihasilkan dari pendekatan pendapatan dengan metode DCF dan
pendekatan pasar dengan metode GPTC dibobotkan dengan komposisi 70%:30%.
Besaran pembobotan dalam penilaian yang diberikan berdasarkan tingkat
kepercayaan kami atas indikasi nilai yang dihasilkan masing-masing pendekatan
penilaian. Pertimbangan yang mendasari komposisi rekonsiliasi adalah:
1. Perseroan saat ini sedang beroperasi secara normal dan going concern, sehingga
pendapatan kami gunakan sebagai pendekatan utama; dan
2. Terdapat beberapa perusahaan yang sejenis dan sebanding dengan objek E I
/ B
penilaian sehingga kami menggunakan pendekatan pasar, dan digunakan sebagai
pendekatan kedua.
py i m
Co T
-
al
Rekonsiliasi Nilai Saham Citilink
ti Estimasi Nilai d
a (Disajikan dalam USD)
n Wajar Sahamru
Keterangan Bobot (%) Hasil Nilai Tertimbang
d e o r a 5 70%
1. Metode DCF
f i F G
49.849.966
2
34.894.976
o n
(Income Based Approach) / 0
C
2. Metode GPTC
r y 2
171.026.945 30% 51.308.084
(Market Based Approach) ta v
e
r N
Estimasi Nilai Pasar 100% Saham o
Perseron-(Dalam USD) 86.203.060
Jumlah Lembar Sahame c 7 1.837.643
S 0
Nilai Saham Per Lembar 47
e
Lembar Sahamt Penyertaan PT Garuda Indonesia
a
r Penyertaan PT Garuda Indonesia (Dalam USD)
1.812.893
o
Nilai Saham
p per $1
$85.042.048
o r
Nilai Rupiah 16.234
CEstimasi Nilai Pasar Saham Penyertaan Garuda Indonesia Rp1.380.552.724.603
(Dalam Rupiah)
Rekonsiliasi Nilai PT Aero System Indonesia (Entitas Anak)
Nilai yang dihasilkan dari pendekatan pendapatan dengan metode DCF dan
pendekatan pasar dengan metode GPTC dibobotkan dengan komposisi 70%:30%.
Besaran pembobotan dalam penilaian yang diberikan berdasarkan tingkat
kepercayaan kami atas indikasi nilai yang dihasilkan masing-masing pendekatan
penilaian. Pertimbangan yang mendasari komposisi rekonsiliasi adalah:
1. Perseroan saat ini sedang beroperasi secara normal dan going concern, sehingga
pendapatan kami gunakan sebagai pendekatan utama; dan
2. Terdapat beberapa perusahaan yang sejenis dan sebanding dengan objek
penilaian sehingga kami menggunakan pendekatan pasar, dan digunakan sebagai
pendekatan kedua.
Page | 163
Page 180
Rekonsiliasi Nilai Saham Asyst (Disajikan dalam Rupiah)
Estimasi Nilai
Keterangan Bobot (%) Hasil Nilai Tertimbang
Wajar Saham
1. Metode DCF 183.000.000.000 70% 128.100.000.000
(Income Based Approach)
2. Metode GPTC 437.000.000.000 30% 131.100.000.000
(Market Based Approach)
Estimasi Nilai Wajar 100% Saham Perseron-(Dalam Rupiah) 259.200.000.000
Jumlah Lembar Saham 22.193.034
Nilai per Lembar Saham
E I
Rp11.679
Lembar Penyertaan PT Garuda Indonesia
/ B 19.916.269
py
Nilai Penyertaan PT Garuda Indonesia Rp232.608.886.410
o i m
C - TAnak)
a l pendapatana dengan metode DCF dan
Rekonsiliasi Nilai Garuda Indonesia Holiday France (Entitas
i
Nilai yang dihasilkan dari pendekatan
t GPTC dibobotkan u d dengan komposisi 70%:30%.
pendekatan pasar dengan metode n r yang
e penilaian r
Besaran pembobotan d
i dalam o a diberikan
5 berdasarkan tingkat
kepercayaan kami atasn f F / G
indikasi nilai yang 2 masing-masing pendekatan
dihasilkan
o r
penilaian. Pertimbangan yang mendasari y komposisi
2 0 rekonsiliasi adalah:
C ta ov
e
1. Perseroan saat ini sedangrberoperasi N secara normal dan going concern, sehingga
pendapatan kami gunakan
c
e sebagai 7 pendekatan utama; dan
S 0
2. Terdapat beberapa perusahaan yang sejenis dan sebanding dengan objek
t e kami menggunakan pendekatan pasar, dan digunakan sebagai
rakedua.
penilaian sehingga
o
pendekatan
o rp
C
Page | 164
Page 181
Rekonsiliasi Nilai Saham GIH France (Disajikan dalam USD)
Estimasi Nilai
Keterangan Bobot (%) Hasil Nilai Tertimbang
Wajar Saham
1. Metode DCF 15.760.364 70% 11.032.255
(Income Based Approach)
2. Metode GPTC 50.283.701 30% 15.085.110
(Market Based Approach)
Estimasi Nilai Pasar 100% Saham Perseron-(Dalam USD) 26.117.365
Estimasi Nilai Pasar 100% Saham Perseron-(Dibulatkan) 26.117.000
Penyertaan Garuda Indonesia
E I
100%
Estimasi Nilai Pasar Saham Penyertaan Garuda Indonesia
/ B$26.117.000
py
(Dalam USD)
i m
Co
Nilai Rupiah per $1 16.234
-
Estimasi Nilai Pasar Saham Penyertaan Garuda Indonesia T Rp 423.977.272.727
(Dalam Rupiah)
al
ti da
e n r a ru
9.6.2. Kesimpulan Nilai
f id yangF o telahGdilakukan5terhadap seluruh aspek yang
Berdasarkan hasil penilaian
o n menentukan Nilai 2 saham PT Garuda Indonesia
/ Pasar 100,00%
0
terkait dalam rangka
CAnak per tanggal r yJuni 20252 adalah sebesar:
Tbk dan Entitas
e ta ov
30
c r N
07 Puluh Satu Miliar Enam Ratus Tujuh Puluh
e Delapan
Rp6.881.673.157.224,-
(Enam Triliun Delapan SRatus
t
Tiga Juta Seratus eLima Puluh Tujuh Ribu Dua Ratus Dua Puluh Empat Rupiah)
o ra
r p per lembar saham sebesar:
Atau nilai
Co Rp75,-
(Tujuh Puluh Lima Rrupiah)
Page | 165
Page 182
SYARAT PEMBATAS
1. Penilaian ini didasarkan pada analisis dan perhitungan atas saham yang dinilai sesuai
dengan data dan informasi yang diperoleh, yaitu: PT Garuda Indonesia Tbk.
2. Laporan ini disusun untuk kepentingan pemberi tugas. Baik KJPP maupun anggota
atau karyawan KJPP tidak bertanggung jawab kepada pihak manapun, selain kepada
pemberi tugas, termasuk dalam hal kesalahan ataupun kekurangan yang timbul
sehubungan dengan laporan ini.
E I
/ B
py
3. Kami tidak mempunyai kepentingan terhadap aset, kepemilikan atau kepentingan
i m
bisnis yang menjadi subjek dari penilaian ini, baik untuk saat ini maupun di masa
Co - T
mendatang. Kami tidak melakukan pemeriksaaan legalitas atas aset tetap milik
ti al da
Perseroan, dan kmi berasumsi bahwa tidak terdapat masalah terkait legalitas
tersebut.
e n r a ru
id FopribadiG atau2kecenderungan
4. Kami tidak memiliki fkepentingan 5 untuk berpihak
n
berkenaan dengano subjek dari laporan
/ 0 pihak-pihak yang terlibat di
C r y ini maupun
2
dalamnya
e ta ov
c r dari penugasan
N
e
5. Kompensasi yang kami terima
7 penilaian ini tidak dikaitkan dengan
0 pada hasil penilaian yang telah ditentukan
nilai yang dilaporkanSdidasarkan
e
at
sebelumnya.
r
omemiliki kepentingan atau hal-hal lainnya yang dapat menyebabkan
r p
6. Penilai tidak
Penilaiomemberikan pendapat yang bias sehubungan dengan informasi yang dibahas
C laporan ini.
dalam
7. Manajemen telah membebaskan Penilai dari setiap klaim yang dapat dan akan
timbul dari kesalahan ataupun kekurangan dalam bahan atau informasi yang
disediakan Manajemen, konsultan atau pihak ketiga, kepada Penilai dalam
penyusunan laporan ini.
8. Kami ingin menekankan bahwa hasil analisis dan penelaahan kami secara khusus
hanya terbatas pada aspek nilai saham, di luar dari aspek perpajakan dan hukum
karena hal tersebut berada di luar lingkup penugasan kami.
9. Manajemen menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut
penilaian saham telah diungkapkan seluruhnya kepada Penilai dan tidak ada
pengurangan atas fakta-fakta yang penting.
Page | 166
Page 183
10. Berdasarkan pengetahuan dan keyakinan kami, pernyataan-pernyataan mengenai
fakta dalam laporan ini yang menjadi dasar dari analisis, kesimpulan dan opini yang
kami nyatakan adalah benar.
11. Analisis, opini dan kesimpulan telah dibuat, dan laporan ini telah disusun sesuai
dengan Standar Penilaian Indonesia.
12. Apabila tidak ada persetujuan yang disepakati bersama sebelumnya, kami tidak
diwajibkan untuk memberikan kesaksian kepada pengadilan ataupun badan
pemerintah lainnya sehubungan dengan saham yang dinilai. E I
/ B
py i m
13. Tanda tangan pimpinan dan cap perusahaan yang resmi merupakan syarat mutlak
Co T
sahnya Certificate of Appraisal ini dan laporan penilaian yang terlampir.
-
ti al da
e n r a ru
f id Fo G 25
o n / 0
C y
r v2
a
r et No
e c 7
S 0
e
r at
p o
o r
C
Page | 167
Page 184
E I
/ B
py i m
Co - T
alti da
e n r a ru
f id Fo G 25
o n / 0
C y
r v2
a
r et No
LAMPIRAN
e
S 0 e c 7
rat
p o
o r
C
Page | 168
Page 185
LAPORAN KEUANGAN
LABA RUGI
PT GARUDA INDONESIA TBK
31 DESEMBER 2020 - 30 Juni 2025
Dalam ribuan USD
Jun
Uraian 2020 2021 2022 2023 2024
2025
Pendapatan 1.012 784 1.227 1.907 1.045 1.064
Beban pokok usaha (2.051) (1.551) (1.488) (1.602) (953) (984)
Laba (Rugi) Kotor (1.039) (767) (261) 305 91
E I 80
Beban Usaha
/ B
Beban umum dan administrasi (207)
y
(189) (107)
p (368)
(137)
im
(65) (61)
Laba (Rugi) Usaha (1.246)
o
(956) 168 27 19
Pendapatan Lain-lain 114
l C14 4.228
-T
18 8 9
Beban Lain-lain
t ia
(332) (327)
d a
418 289 36 21
Beban Keuangan - Neto
e n r (415) (433)
r u (264) (284) (155) (154)
Bagian Laba (Rugi) dari Entitas
id (185) a
o (2.377)G 7 5 11 7 8
Asosiasi f F
n (818) y(3.124) / 4.390 2 34
o
Total Pendapatan (Beban)
r v2 0 (104) (116)
Lain-lain C a
Laba (Rugi) Sebelum Pajak
r et N(4.080)
(2.064) o 4.021 202 (78) (96)
Penghasilan
e c 42 7 268 (202) 19
Beban pajak penghasilan
S (2.022)0 (3.812) 3.819 220 8 17
e
Laba (Rugi) Tahun Berjalan (70) (79)
r at
p o
o r
C
Page | 169
Page 186
LAPORAN KEUANGAN
NERACA
PT GARUDA INDONESIA TBK
31 DESEMBER 2020 - 30 Juni 2025
Dalam ribuan USD
Uraian 2020 2021 2022 2023 2024 Jun 2025
ASET
Aset Lancar
Kas Setara Kas 158.037 28.137 498.429 246.907 169.524 144.492
Piutang Usaha 93.050 100.391 115.348 172.661 142.665
E I
154.549
Piutang Lain-
Lain
113.174 32.324 40.686 39.409 62.525
/ B 60.290
Persediaan 6.626 5.920
p
5.949 y 5.631
i m
4.910 3.989
Uang Muka
C o T
dan Beban
61.077 19.959 l 28.992 - 53.002 37.101 67.668
dibayar
t ia d a
dimuka
Pajak Dibayar n
e or a r u
di Muka
1.874
d 2.322
fi F / G 25
3.919 0 0 0
Jumlah Aset n y 20
Co
433.838 189.054 693.324 517.608 416.724 430.989
Lancar
r
e ta ov
Aset Tidak
Lancar c r N
Dana
281.790 Se 07159.341 219.090 271.882 285.302 283.624
cadangan
t e
ra
Piutang Jangka
147.955 149.600 178.149 177.647
po
Panjang
Uang muka
pembelian o r 177.486 150.355 134.379 134.829 159.459 162.488
pesawat
Investasi
C 145.866 98.730 108.671 118.548 171.774 179.242
Properti
72.593 71.787 69.062 66.384 65.893 65.893
investasi
Aset pajak
108.507 377.961 176.241 194.630 199.175 217.352
tangguhan
Aset tetap -
6.819.316 3.709.520 2.569.287 3.114.546 2.977.265 2.994.197
bersih
Aset tidak
32.235 32.158 28.675 22.264 32.431 37.791
lancar lain-lain
Jumlah Aset
7.637.794 4.599.851 3.453.360 4.072.682 4.069.448 4.118.233
Tidak Lancar
JUMLAH ASET 8.071.632 4.788.905 4.146.684 4.590.291 4.486.172 4.549.222
LIABILITAS
DAN EKUITAS
Page | 170
Page 187
Uraian 2020 2021 2022 2023 2024 Jun 2025
Liabilitas
Jangka pendek
Pinjaman
726.203 673.981
Jangka Pendek
Utang Usaha 218.199 297.640 127.896 60.970 46.284 96.411
Utang Lain-lain 39.232 46.020 42.653 39.878 45.510 48.872
Utang Pajak 193.032 219.979 175.009 112.487 20.888 1.902
Akrual BPJS 433.003 649.735 168.130 222.157 182.991 184.463
Pendapatan
diterima 162.886 154.714 213.057 172.508 237.646
E I
267.236
dimuka
Uang Muka / B
py
30.045 24.525 21.620 16.899 17.189 15.259
diterima
o im
-T
Liabilitas Jk
Panjang dalam 3.588 3.941
l C
9.876 10.078 12.537 15.386
1 tahun
t ia da
Liabilitas
1.054.031
e n r
1.373.048 2.593
a ru 5.041 6.397 3.684
id Fo G 25
Imbalan Kerja
Liabilitas Sewa 24.685
n f 624.633 89.806
/ 0
135.711 157.122 177.196
Liabilitas
Estimasi biaya
C o y
r v2
a
et No
pengembalian
492.074 495.189 165.509 31.992 30.149 10.199
dan r
c 7
pemeliharaan
pesawat
S 0 e
e
at
Obligasi Wajib
0 69.932 0
Konversi
Pinjaman Efek
o r
p
or
Beragun 25.523 65.549 3.206 3.561 5.829
Saham
C
Total Current
3.402.501 4.698.885 1.016.149 810.926 760.275 826.436
Liabilitas
Liabilitas
Jangka
Panjang
Utang Usaha
Jangka 407.605 424.726 144.153 157.389 162.935 168.317
Panjang
Utang Obligasi 29.190 358.573 701.432 637.773 684.575 684.578
Pinjaman
251.668 261.756 266.853 273.180
jangka panjang
Libilitas
48.898 47.078 50.783 55.727 54.476 62.197
Imbalan Kerja
Liabilitas Sewa 3.341.059 2.806.901 1.327.122 1.299.877 1.194.570 1.308.062
Liabilitas
2.272.627 1.728.001 1.249.725 1.747.704 1.777.647 1.726.530
Estimasi Biaya
Page | 171
Page 188
Uraian 2020 2021 2022 2023 2024 Jun 2025
Pengembalian
dan
Pemeliharaan
Pesawat
Pinjaman efek
51.046 - 32.231 34.135 33.875 31.996
Beragun Aset
Liabilitas tidak
19.362 29.876 26.452 18.171 14.100 12.035
lancar lainnya
Jumlah
Liabilitas
6.169.787 5.395.153 3.783.566 4.212.532 4.189.030 E I
4.266.895
Jangka
Panjang / B
Jumlah
py i m
Co
9.572.288 10.094.038 4.799.715 5.023.458 4.949.305 5.093.331
Liabilitas
- T
Ekuitas
ti al da
Modal saham
Tambahan
1.310.327
n
1.310.327
e r a ru 2.131.354 2.131.354 2.131.354 2.131.354
modal disetor
13.536
f id Fo G 25
13.536 30.061 30.061 30.061 30.061
Saldo Laba
o n / 0 0
- Dicadangkan
C
6.082 6.082 y
r v2 6.082 6.082 6.082 6.082
a
et No
- Belum
(2.832.813) (6.645.729) (2.827.208) (2.609.754) -2.615.148 (2.695.828)
dicadangkan r
c 7
Pendapatan
komprehensif 2.212
S 0 e 10.652 6.680 9.090 -15.482 (15.778)
e
at
lainnya
Jumlah
Ekuitas r
(1.500.657)
o (5.305.133) (653.031) (433.167) (463.133) (544.109)
JUMLAH
r p
LIABILITAS
C
DAN EKUITAS
o 8.071.632 4.788.905 4.146.684 4.590.291 4.486.172 4.549.222
Page | 172
Page 189
LAPORAN KEUANGAN
WACC
PT GARUDA INDONESIA TBK
Uraian Nilai Sumber
Weighted Debt 46,93% Equity Market / Comparables / Damodaran
Weighted Equity 53,07% Debt Market / Comparables / Damodaran
Cost of Equity:
Risk Free E I
5,62% IBPA / Bloomberg Yield Surat Utang Negara
Jatuh Tempo 30th
/ B
Beta
py i m
1,20 Bloomberg Comparables / Damodaran
o T
Risk Premium 6,87% C Damodaran -
l
Country Default Spread it a Damodaranuda
1,89%
e n r Estimatedr/ Judgement
Spesifik Risk
i d o a 5
n f 11,99% F /G 2
y 20
Total
Cost of Debt: Co r
ta ov
e
r 6,23% NBunga Utang Investasi BI / Otoritas Moneter
Interest Rate
c
e 07 Negara Lainnya
S
Tax Rate
t e 22,00% Corporate Tax Indonesia / Lainnya
Total
o ra 4,86%
o
Weighted Cost rpof Equity 6,37%
WeightedCCost of Debt 2,28%
Weighted Avg. Cost of Capital 8,65%
Page | 173
Page 190
DISCOUNTED CASHFLOW
PT GARUDA INDONESIA TBK E I
1 JULI 2025 - 31 DESEMBER 2034
/ B
py
Dalam ribuan USD
im
Co
Keterangan Jul - Des 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034
-T
Earning After Tax (256.275) (335.193) (284.002) (198.738) (38.112) 158.949 199.135 208.270 221.905 285.811
Interest 140.906 144.520 136.102
l 122.685
a
108.862 95.894 87.035 81.665 55.354 58.474
Depreciation 242.457 481.113
it a
498.624 509.285
u d
480.330 340.487 335.185 358.762 321.979 266.280
Less: Capital Expenditure
Change Working Capital
(221.549)
(32.362)
(360.479)
(11.627)
(267.744)
e n r
(17.541)
(210.035)
r
(12.450)
(275.984)
(20.700)
(222.553)
(10.243)
(238.875)
(8.221)
(284.069)
(8.677)
(182.712)
(9.162)
(181.794)
(9.676)
Jumlah Free Cash Flow to
Firm
(126.823) (81.666)
f id Fo Ga 25
65.439 210.747 254.396 362.534 374.259 355.950 407.365 419.096
Perpetuity value 2,5%
o n / 0
Periode proyeksi (tahun) 0,50
C
1,50 2,50 y
r v23,50 4,50 5,50 6,50 7,50 8,50 9,50
a
et No
DR/DF 8,65% 0,9594 0,8830 0,8128 0,7481 0,6886 0,6338 0,5833 0,5369 0,4942 0,4549
Present value (121.672) (72.114) 53.187 157.659 175.167 229.762 218.318 191.115 201.315 190.631
Indikasi nilai perusahaan
3.757.518 r
c 7
(from operating)
add: Saldo kas 144.492
S 0 e
te
add: Investasi Pada
548.320
Entitas Anak
a
or
add: Non Operating Aset 68.532
less : Debt (3.825.439)
Indikasi nilai 100%
r p
saham
Persentase kepemilikan
o
693.424
C
100%
Indikasi nilai saham 693.424
DLOM (%) 20%
DLOM (138.685)
Indikasi nilai saham 554.739
Page | 174
Page 191
PROYESI ASET TETAP
PT GARUDA INDONESIA TBK E I
1 JANUARI 2024 - 31 DESEMBER 2029
/ B
py
Dalam ribuan USD
im
Co
Keterangan Jul - Des
-T
2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034
2025
Nilai Perolehan l a
Land 80.875 80.875 80.875 it a
80.875 80.875
u d 80.875 80.875 80.875 80.875 80.875
Building 18.345 18.345 18.345
e n r
18.345 18.345 r 18.345 18.345 18.345 18.345 18.345
Hangar (0) (0) (0)
f id Fo Ga 25
(0) (0) (0) (0) (0) (0) (0)
Building Supporting
24 24
o
24 n 24 24 / 0 24 24 24 24 24
Facilities
C y
r v2
Airframes 13.315 13.315 13.315 13.315
a13.315 13.315 13.315 13.315 13.315 13.315
Other Flight
135 135 135
r
135et No 135 135 135 135 135 135
Equipment
Refurbishment e c 7
Cabin (Own)
576 576 576
S 0 576 576 576 576 576 576 576
Engines 22.779 22.779
a te
22.779 22.779 22.779 22.779 22.779 22.779 22.779 22.779
or
Flight Simulator 40.819 40.819 40.819 40.819 40.819 40.819 40.819 40.819 40.819 40.819
Rotables Parts
Maintenance Asset
17.777 17.777
r p 17.777 17.777 17.777 17.777 17.777 17.777 17.777 17.777
Apu - Own
3.386
C o
3.386 3.386 3.386 3.386 3.386 3.386 3.386 3.386 3.386
Maintenance Asset
- Tmb - Airframe 5.508 5.508 5.508 5.508 5.508 5.508 5.508 5.508 5.508 5.508
(Op. Lease)
Maintenance Asset
- Tmb - Airframe (0) (0) (0) (0) (0) (0) (0) (0) (0) (0)
Otc (Op. Lease
Page | 175
Page 192
Keterangan Jul - Des
EI
2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034
2025
/B
Maintenance Asset
Landing Gear - Op 1.382 1.382 1.382 1.382 1.382 1.382 1.382 1.382 1.382 1.382
Lease
p y i m
Maintenance Asset
30.546 30.546 30.546 30.546 30.546 o 30.546 T
30.546 30.546 30.546 30.546
Apu - Op Lease
lC a
-
Refurbishment
Cabin (Fin. Lease)
(0) (0) (0)
t
(0)
ia (0)
u d (0) (0) (0) (0) (0)
Maint Asset - Tmb -
e n r r
id Fo Ga 25
- - - - - - - - - -
Engine (Fin.Ls)
Maint Asset - Tmb -
n f / 0
Engine Ca (Op.
Lease)
347.762 347.762 o
347.762
C
347.762
y
347.762
r v2
347.762 347.762 347.762 347.762 347.762
a
Maint Asset - Pbth
- Engine Ca (Op. ret No
Lease)
114.231 114.231 114.231
e c 7
114.231 114.231 114.231 114.231 114.231 114.231 114.231
Maint Asset - Tmb -
660 660 660 S 0 660 660 660 660 660 660 660
Airframe (Own)
Maintenance Asset
a te
or
1.174 1.174 1.174 1.174 1.174 1.174 1.174 1.174 1.174 1.174
Landing Gear - Own
Maint Asset - Tmb -
6.362 r
6.362 p 6.362 6.362 6.362 6.362 6.362 6.362 6.362 6.362
Engine (Own)
Maint Asset - Pbth C o
25.844 25.844 25.844 25.844 25.844 25.844 25.844 25.844 25.844 25.844
- Engine (Own)
Maint Asset
(5.710) (5.710) (5.710) (5.710) (5.710) (5.710) (5.710) (5.710) (5.710) (5.710)
Reconcile - Ga
Maint Asset
5.710 5.710 5.710 5.710 5.710 5.710 5.710 5.710 5.710 5.710
Reconcile - Gmf
Page | 176
Page 193
Keterangan Jul - Des
EI
2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034
2025
/B
Leasehold
Improvement 86.840 86.840 86.840 86.840 86.840 86.840 86.840 86.840 86.840 86.840
Aircraft (Op. Lease)
p y i m
Ground Support
632 632 632 632 632 o 632 T632 632 632 632
Equipment
lC a
-
Pallets
Containers
453
615
453
615
453
615
453
615 t ia 453
615
u d
453
615
453
615
453
615
453
615
453
615
e n r r
id Fo Ga 25
Tools 2.990 2.990 2.990 2.990 2.990 2.990 2.990 2.990 2.990 2.990
Communication
Equipments
1.966 1.966 1.966
n f 1.966 1.966
/ 0 1.966 1.966 1.966 1.966 1.966
Furniture, Fixture &
C o y
r v2
7.861 7.861 7.861 7.861
a7.861 7.861 7.861 7.861 7.861 7.861
et No
Office Equipment
Display Terminal
Message Printer
101
17
101
17
101
17
r
101
c 7
17
101
17
101
17
101
17
101
17
101
17
101
17
Software 18.364 18.364
S 0
18.364 e
18.364 18.364 18.364 18.364 18.364 18.364 18.364
Hardware
Automobiles
2.072
7.540
2.072
7.540
a te
2.072
7.540
2.072
7.540
2.072
7.540
2.072
7.540
2.072
7.540
2.072
7.540
2.072
7.540
2.072
7.540
Machineries 2.564 2.564
por 2.564 2.564 2.564 2.564 2.564 2.564 2.564 2.564
Mechanical - Aws
Leasehold
0
o
0
r 0 0 0 0 0 0 0 0
Improvement Non 14.507 C
14.507 14.507 14.507 14.507 14.507 14.507 14.507 14.507 14.507
Aircraft
Clr Fixed Asset
- - - - - - - - - -
Acquisition
Impairment -
- - - - - - - - - -
Maintenance Asset
Page | 177
Page 194
Keterangan Jul - Des
EI
2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034
2025
/B
Assets Under
Construction – 25.144 25.144 25.144 25.144 25.144 25.144 25.144 25.144 25.144 25.144
Airframe
p y i m
Impairment - Auc- o T
lC -
(8.003) (8.003) (8.003) (8.003) (8.003) (8.003) (8.003) (8.003) (8.003) (8.003)
Airframe
Rou - Building - Ab01 (1) (1) (1)
ia
(1)
t (1)
d a (1) (1) (1) (1) (1)
Rou - Land -
57 57 57
e n r
57 r u
57 57 57 57 57 57
id Fo Ga 25
Sekretariat Negara
Mintnenance Top Up - 173.302 460.603
n f 706.008 864.365
/ 0
1.116.071 1.299.986 1.516.523 1.758.694 1.915.808
Additional Capex &
Asset Acquisition
48.248 o
121.426
C
143.764
y
r v2195.442 219.720 258.358 280.696 322.594 348.193
a
et No
Impairment - Engine
0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
(Asset) r
c 7
Total 895.219 1.116.769 1.477.248
S 0 e 1.744.992 1.955.027 2.231.010 2.453.564 2.692.438 2.976.508 3.159.220
Depresiasi
a te
or
Building 2.090 3.853 7.380 10.906 14.433 17.959 18.345 18.345 18.345 18.345
Hangar (0) (0) (0) (0) (0) (0) (0) (0) (0) (0)
Building Supporting 1 r
1 p 2 3 4 5 6 7 7 8
Facilities
C o
Airframes 1.021 1.897 3.648 5.399 7.150 8.901 10.652 12.403 13.315 13.315
Other Flight 135 135 135 135 135 135 135 135 135 135
Equipment
Refurbishment Cabin 576 576 576 576 576 576 576 576 576 576
(Own)
Engines 1.956 3.632 6.984 10.337 13.689 17.042 20.395 22.779 22.779 22.779
Flight Simulator 35.367 35.786 36.622 37.458 38.295 39.131 39.967 40.804 40.819 40.819
Page | 178
Page 195
Keterangan Jul - Des
EI
2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034
2025
/B
Rotables Parts 15.501 15.715 16.143 16.572 17.000 17.429 17.777 17.777 17.777 17.777
Maintenance Asset 1.511 1.764 2.269 2.773 3.278 3.386 3.386 3.386 3.386 3.386
Apu - Own
p y i m
Maintenance Asset - 5.040 5.157 5.391 5.508 o
5.508
C
5.508
T5.508 5.508 5.508 5.508
Tmb - Airframe (Op.
l -
Lease)
t ia d a
Maintenance Asset - (0) (0)
e n r
(0) (0)
r u (0) (0) (0) (0) (0)
id Fo Ga 25
Tmb - Airframe Otc
(Op. Lease
n f / 0
Maintenance Asset
Landing Gear - Op
1.230 1.249
C o
1.288 1.326 1.365
y
r v2
1.382 1.382 1.382 1.382 1.382
a
et No
Lease
Maintenance Asset 16.481 19.241 24.760
r
30.279
c 7
30.546 30.546 30.546 30.546 30.546 30.546
Apu - Op Lease
Refurbishment Cabin - (0)
S 0 e (0) (0) (0) (0) (0) (0) (0)
(Fin. Lease)
a te
or
Maint Asset - Tmb - (0) (0) (0) (0) (0) (0) (0) (0) (0) (0)
Engine (Fin.Ls)
Maint Asset - Tmb -
r
130.693 p 185.939 241.184 296.430 347.762 347.762 347.762 347.762 347.762
Engine Ca (Op. Lease)
Maint Asset - Pbth -
103.070
46.635 C o
50.891 59.404 67.917 76.429 84.942 93.454 101.967 110.480 114.231
Engine Ca (Op. Lease)
Maint Asset - Tmb - 462 462 462 462 462 462 462 462 462 462
Airframe (Own)
Maintenance Asset 674 717 802 888 974 1.059 1.145 1.174 1.174 1.174
Landing Gear - Own
Maint Asset - Tmb - 1.456 2.686 5.146 6.362 6.362 6.362 6.362 6.362 6.362 6.362
Engine (Own)
Page | 179
Page 196
Keterangan Jul - Des
EI
2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034
2025
/B
Maint Asset - Pbth - 2.027 3.792 7.322 10.852 14.382 17.912 21.442 24.972 25.844 25.844
Engine (Own)
Maint Asset - - - - -
p y -
i
-
m - - -
Reconcile - Ga
C o T
Maint Asset - - -
l- -- - - - -
Reconcile - Gmf
t ia d a
Leasehold 84.151 85.171 86.840
n r
86.840
e
86.840
r u 86.840 86.840 86.840 86.840 86.840
id Fo Ga 25
Improvement Aircraft
(Op. Lease)
n f / 0
Ground
Equipment
Support 632 632
C o
632 632 632
y
r v2
632 632 632 632 632
a
et No
Pallets 453 453 453 453 453 453 453 453 453 453
Containers 615 615 615 r
615
c 7
615 615 615 615 615 615
Tools
Communication
2.988
1.965
2.988
1.965
2.989
1.966S 0 e
2.989
1.966
2.989
1.966
2.990
1.966
2.990
1.966
2.990
1.966
2.990
1.966
2.990
1.966
Equipments
a te
or
Furniture, Fixture & 7.742 7.777 7.847 7.861 7.861 7.861 7.861 7.861 7.861 7.861
Office Equipment
Display Terminal 101 101
r p 101 101 101 101 101 101 101 101
Message Printer 17
C o
17 17 17 17 17 17 17 17 17
Software 18.335 18.364 18.364 18.364 18.364 18.364 18.364 18.364 18.364 18.364
Hardware 1.968 1.986 2.022 2.058 2.072 2.072 2.072 2.072 2.072 2.072
Automobiles 7.540 7.540 7.540 7.540 7.540 7.540 7.540 7.540 7.540 7.540
Machineries 2.558 2.564 2.564 2.564 2.564 2.564 2.564 2.564 2.564 2.564
Mechanical - Aws - - - - - - - - -
Page | 180
Page 197
Keterangan Jul - Des
EI
2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034
2025
/B
Leasehold 13.141 13.451 14.070 14.507 14.507 14.507 14.507 14.507 14.507 14.507
Improvement Non
Aircraft
p y i m
Clr Fixed Asset (61) (41) - -
C
- o -
T - - - -
Acquisition
l -
Impairment - - 4 4 4
t ia 4
d a 4 4 4 4 4
Maintenance Asset
e n r r u
id Fo Ga 25
Assets Under - - - - - - - - - -
Construction
Airframe
–
n f / 0
Impairment - Auc- (0) (0)
C o
(0) (0) y
r v2
(0) (0) (0) (0) (0) (0)
a
et No
Airframe
Rou - Building - Ab01 (0) (0) (0)
r
(0)
c 7
(0) (0) (0) (0) (0) (0)
Rou - Land
Sekretariat Negara
- 16 16 16
S 0 e 16 16 16 16 16 16 16
Mintnenance Top Up 17.330
te
63.390
a
133.991 220.428 332.035 462.033 613.686 805.267 996.847
or
Additional Capex & 4.825 16.967 31.344 50.888 72.860 98.696 126.765 161.585 196.404
Asset Acquisition
Impairment - Engine (0)
r
(0) p (0) (0) (0) (0) (0) (0) (0) (0)
(Asset)
C o
Total 444.005 590.669 760.801 944.877 1.523.340 1.760.053 1.990.205
377.393 1.151.937 1.326.574
Page | 181
Page 198
PROYESI ASET HAK GUNA
PT GARUDA INDONESIA TBK E I
1 JANUARI 2024 - 31 DESEMBER 2029
/ B
py
Dalam ribuan USD
im
Co
Keterangan Jul - Des
-T
2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034
2025
Nilai Perolehan l a
Rou - Aircraft 455.575 455.575 455.575 it a
455.575 d
455.575
u 455.575 455.575 455.575 455.575 455.575
Rou - Aircraft - Gihf 1.516.569 1.516.569 1.516.569
e n r
1.516.569 r
1.516.569 1.516.569 1.516.569 1.516.569 1.516.569 1.516.569
Rou - Aircraft - Edc - - -
f id Fo Ga 25
- - - - - - -
Rou - Aircraft - Sale
(7.926) (7.926)
o n
(7.926) (7.926) / 0
(7.926) (7.926) (7.926) (7.926) (7.926) (7.926)
& Leaseback
C y
r v2
a
et No
Rou - Engine - Gihf 9.118 9.118 9.118 9.118 9.118 9.118 9.118 9.118 9.118 9.118
Rou - Decomp -
Engine
18.467 18.467 18.467 r
18.467
c 7 18.467 18.467 18.467 18.467 18.467 18.467
Rou - Decomp - Llp 14.887 14.887 14.887
S 0 e 14.887 14.887 14.887 14.887 14.887 14.887 14.887
te
Rou - Decomp -
2.398 2.398 2.398 2.398 2.398 2.398 2.398 2.398 2.398 2.398
Engine Llp - Gmf
a
Rou - Decomp -
1.179 1.179 or 1.179 1.179 1.179 1.179 1.179 1.179 1.179 1.179
Engine Epr - Gmf
rp
Co
Rou - Decomp -
195.349 195.349 195.349 195.349 195.349 195.349 195.349 195.349 195.349 195.349
Engine Epr - Gihf
Rou - Decomp -
121.616 121.616 121.616 121.616 121.616 121.616 121.616 121.616 121.616 121.616
Engine Llp - Gihf
Rou - Decomp - Apu
6.406 6.406 6.406 6.406 6.406 6.406 6.406 6.406 6.406 6.406
- Gihf
Rou - Decomp -
- - - - - - - - - -
Landing Gear - Gihf
Page | 182
Page 199
Keterangan Jul - Des
EI
2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034
2025
/B
Rou - Maint.
Airframe - Gihf - 223.547 223.547 223.547 223.547 223.547 223.547 223.547 223.547 223.547 223.547
Passthrough
p y i m
Rou - Maint.
C o T
Landing Gear - Gihf 51.795 51.795 51.795 51.795
l51.795 -
51.795 51.795 51.795 51.795 51.795
- Passthrough
t ia d a
Ma In Progress -
119.791 119.791 119.791
e n r
119.791 r
119.791u 119.791 119.791 119.791 119.791 119.791
id Fo Ga 25
Engine Epr
Ma In Progress -
Engine Epr - Gihf - 352.272 352.272 n f
352.272 / 0
Passthrough
C o 352.272 352.272
y
r v2
352.272 352.272 352.272 352.272 352.272
a
et No
Ma In Progress -
5.412 5.412 5.412 5.412 5.412 5.412 5.412 5.412 5.412 5.412
Apu
r
c 7
Ma In Progress -
Apu - Gihf - 13.500 13.500
S 0
13.500 e13.500 13.500 13.500 13.500 13.500 13.500 13.500
Passthrough
Rou - Maint.
a te
or
56.419 56.419 56.419 56.419 56.419 56.419 56.419 56.419 56.419 56.419
Airframe
Rou - Maint.
r p
Landing Gear
A/P Trade A/C Mr -
12.763
o
12.763
C
12.763 12.763 12.763 12.763 12.763 12.763 12.763 12.763
(1.514) (1.514) (1.514) (1.514) (1.514) (1.514) (1.514) (1.514) (1.514) (1.514)
Ma In Progress
A/P Trade A/C Mr -
Ma In Progress - (5.416) (5.416) (5.416) (5.416) (5.416) (5.416) (5.416) (5.416) (5.416) (5.416)
Gihf
Aro - Aircraft - Otc 12.235 12.235 12.235 12.235 12.235 12.235 12.235 12.235 12.235 12.235
Page | 183
Page 200
Keterangan Jul - Des
EI
2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034
2025
/B
Aro -
Undepreciated Ma 470.042 470.042 470.042 470.042 470.042 470.042 470.042 470.042 470.042 470.042
Engine
p y i m
Aro-Mr Unclaim
C o T
Engine 207.102 207.102 207.102 207.102
l
207.102 -207.102 207.102 207.102 207.102 207.102
Performance
t ia d a
Aro-Mr Unclaim
389.382 389.382 389.382
e n r
389.382 r
389.382 u 389.382 389.382 389.382 389.382 389.382
id Fo Ga 25
Engine Llp
Aro-Mr Unclaim
Landing Gear Crj
- - -
n f - -
/ 0 - - - - -
Aro - Mr Unclaim
C o y
r v2
2.226 2.226 2.226 2.226
a 2.226 2.226 2.226 2.226 2.226 2.226
et No
Apu
Aro-Undepreciated
290.496 290.496 290.496 r
c 7
290.496 290.496 290.496 290.496 290.496 290.496 290.496
Ma Engine Llp
Aro -
S 0 e
Undepreciated Ma
Apu
28.972 28.972
te
28.972
a
28.972 28.972 28.972 28.972 28.972 28.972 28.972
Aro-Undepreciated
- -
p or - - - - - - - -
or
Ma Landing Gear Crj
Rou - Land - Ap Ii 1.833 1.833 1.833 1.833 1.833 1.833 1.833 1.833 1.833 1.833
Rou - Land -
12
C 12 12 12 12 12 12 12 12 12
Angkasa Pura Cargo
Rou - Automobiles 347 347 347 347 347 347 347 347 347 347
Rou - Automobiles -
3.340 3.340 3.340 3.340 3.340 3.340 3.340 3.340 3.340 3.340
Ar00
Rou - Building 2.945 2.945 2.945 2.945 2.945 2.945 2.945 2.945 2.945 2.945
Rou - Building - Ap Ii 13.357 13.357 13.357 13.357 13.357 13.357 13.357 13.357 13.357 13.357
Page | 184
Page 201
Keterangan Jul - Des
EI
2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034
2025
/B
Rou - Building -
467 467 467 467 467 467 467 467 467 467
Ac02
Rou - Building -
p y i m
Ac04
178 178 178 178
C
178
o 178
T
178 178 178 178
Rou - Building - Ap I 2 2 2 2
l 2 - 2 2 2 2 2
Rou - Hardware 41 41 41 41
t ia 41
d a 41 41 41 41 41
Impairment - Rou - - -
e n r
-
r-
u - - - - -
id Fo Ga 25
Rou - Engine - Gmf 21 21 21 21 21 21 21 21 21 21
Rou - Sfas 55
2.565 2.565 2.565
n f 2.565
/ 0
2.565 2.565 2.565 2.565 2.565 2.565
Secdep
Rou - Sfas 55
C o y
r v2
a
et No
5.278 5.278 5.278 5.278 5.278 5.278 5.278 5.278 5.278 5.278
Secdep - Gihf
Rou - Building -
63 63 63 r
c 7
63 63 63 63 63 63 63
Aw00
Rou - Hodi - - - S 0 e - - - - - - -
Total 4.593.112 4.593.112
te
4.593.112
a
4.593.112 4.593.112 4.593.112 4.593.112 4.593.112 4.593.112 4.593.112
Depresiasi
p or
Rou - Aircraft 286.329 r
303.547
o
337.984 372.421 406.859 441.296 455.575 455.575 455.575 455.575
Rou - Aircraft - Gihf 780.706
C821.692 903.662 985.632
1.067.602 1.149.573 1.231.543 1.313.513 1.395.484 1.477.454
Rou - Aircraft - Edc - - - - - - - - - -
Rou - Aircraft - Sale (3.680) (3.924) (3.924) (3.924) (3.924) (3.924) (3.924) (3.924) (3.924) (3.924)
& Leaseback
Rou - Engine - Gihf 6.188 6.826 8.103 9.118 9.118 9.118 9.118 9.118 9.118 9.118
Rou - Decomp - 16.670 17.281 18.467 18.467 18.467 18.467 18.467 18.467 18.467 18.467
Engine
Page | 185
Page 202
Keterangan Jul - Des
EI
2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034
2025
/B
Rou - Decomp - Llp 12.287 13.091 14.697 14.887 14.887 14.887 14.887 14.887 14.887 14.887
Rou - Decomp - 954 1.121 1.455 1.789 2.124 2.398 2.398 2.398 2.398 2.398
Engine Llp - Gmf
p y i m
Rou - Decomp - 1.133 1.254 1.179 1.104 1.029
C o 954
T879 804 729 654
Engine Epr - Gmf
l -
Rou - Decomp - 115.381 126.206 147.855
ia
169.505
t 191.154
d a 195.349 195.349 195.349 195.349 195.349
Engine Epr - Gihf
e n r r u
id Fo Ga 25
Rou - Decomp - 47.538 54.478 68.359 82.239 96.119 109.999 121.616 121.616 121.616 121.616
Engine Llp - Gihf
n f / 0
Rou - Decomp - Apu
- Gihf
2.751 3.538
C o
5.110 6.406 6.406
y
r v2
6.406 6.406 6.406 6.406 6.406
a
et No
Rou - Decomp - - - - - - - - - - -
Landing Gear - Gihf r
c 7
Rou - Maint.
Airframe - Gihf -
94.216 102.445 118.903
S 0 e135.360 151.817 168.275 184.732 201.190 217.647 223.547
Passthrough
a te
or
Rou - Maint. 20.016 21.843 25.497 29.151 32.805 36.460 40.114 43.768 47.422 51.076
Landing Gear - Gihf
- Passthrough
r p
Ma In Progress -
Engine Epr C o- - - - - - - - -
Ma In Progress - - - - - - - - - -
Engine Epr - Gihf -
Passthrough
Ma In Progress - - - - - - - - - -
Apu
Page | 186
Page 203
Keterangan Jul - Des
EI
2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034
2025
/B
Ma In Progress - - - - - - - - - -
Apu - Gihf -
Passthrough
p y i m
Rou - Maint. 36.645 38.899 43.408 47.917 52.426
C o 56.419
T
56.419 56.419 56.419 56.419
Airframe
l -
Rou - Maint. 8.036 8.498 9.421 10.344
t ia 11.267
d a 12.191 12.763 12.763 12.763 12.763
Landing Gear
e n r r u
id Fo Ga 25
A/P Trade A/C Mr - - - - - - - - - -
Ma In Progress
n f / 0
A/P Trade A/C Mr -
Ma In Progress -
-
C o- -
y
r v2
- - - - - -
a
et No
Gihf
Aro - Aircraft - Otc 3.299 3.877 5.034
r
6.191
c 7
7.348 8.506 9.663 10.820 11.977 12.235
Aro
Undepreciated Ma
- 253.050 277.157 325.372
S 0 e373.587 421.802 470.016 470.042 470.042 470.042 470.042
Engine
a te
or
Aro-Mr Unclaim 105.336 118.154 143.790 169.426 195.062 207.102 207.102 207.102 207.102 207.102
Engine
Performance
r p
Aro-Mr
Engine Llp
Unclaim 151.063 o
167.951
C
201.729 235.506 269.284 303.061 336.839 370.616 389.382 389.382
Aro-Mr Unclaim 0 0 - (0) (0) (0) (0) (0) (0) (0)
Landing Gear Crj
Aro - Mr Unclaim 1.490 1.559 1.696 1.834 1.972 2.109 2.226 2.226 2.226 2.226
Apu
Aro-Undepreciated 147.690 165.815 202.063 238.312 274.561 290.496 290.496 290.496 290.496 290.496
Ma Engine Llp
Page | 187
Page 204
Keterangan Jul - Des
EI
2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034
2025
/B
Aro - 15.826 16.898 19.041 21.184 23.328 25.471 27.614 28.972 28.972 28.972
Undepreciated Ma
Apu
p y i m
Aro-Undepreciated (0) (0) (0) (0) o
(0)
C
(0)
T(0) (0) (0) (0)
Ma Landing Gear Crj
l -
Rou - Land - Ap Ii 1.203 1.376 1.723 1.833
t ia1.833 a
1.833
d 1.833 1.833 1.833 1.833
Rou - Land - 12 12 12 12
e n r 12
r u 12 12 12 12 12
id Fo Ga 25
Angkasa Pura Cargo
Rou - Automobiles 284 347 347
n f 347 347
/ 0
347 347 347 347 347
Rou - Automobiles -
Ar00
1.709 2.102
o
2.889
C
3.340 3.340
y
r v2
3.340 3.340 3.340 3.340 3.340
a
et No
Rou - Building 2.306 2.448 2.731 2.945 2.945 2.945 2.945 2.945 2.945 2.945
Rou - Building - Ap Ii 6.775 11.210 13.357 r
13.357
c 7 13.357 13.357 13.357 13.357 13.357 13.357
Rou - Building -
Ac02
279 296 331
S 0 e365 400 434 467 467 467 467
Rou - Building - 138 163
a te
178 178 178 178 178 178 178 178
or
Ac04
Rou - Building - Ap I - - - - - - - - - -
Rou - Hardware 35 37r p 39 41 41 41 41 41 41 41
Impairment - Rou
C o- - - - - - - - -
Rou - Engine - Gmf 11 15 21 21 21 21 21 21 21 21
Rou - Sfas 55 990 1.050 1.170 1.290 1.409 1.529 1.649 1.769 1.888 2.008
Secdep
Rou - Sfas 55 28 5.278 5.278 5.278 5.278 5.278 5.278 5.278 5.278 5.278
Secdep - Gihf
Rou - Building - 47 47 56 63 63 63 63 63 63 63
Aw00
Page | 188
Page 205
Keterangan Jul - Des
EI
2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034
2025
/B
Rou - Hodi - - - - - - - - -
Total
2.116.742 2.292.587 2.627.035 2.955.528 3.280.737
p y
3.554.007
i m
3.719.855 3.858.274 3.980.323 4.072.151
C o T
l -
t ia d a
e n r r u
f id Fo Ga 25
o n / 0
C y
r v2
a
ret No
e c 7
S 0
a te
p or
o r
C
Page | 189
Page 206
HASIL REKONSILIASI PENILAIAN SAHAM
PT CITILINK INDONESIA
CUT OFF : 30 Juni 2025
Estimasi Nilai
Keterangan Bobot (%) Hasil Nilai Tertimbang
Wajar Saham
1. Metode DCF 49.849.966 70% 34.894.976
(Income Based Approach)
2. Metode GPTC 171.026.945 30% 51.308.084
(Market Based Approach)
Estimasi Nilai Pasar 100% Saham Perseron-(Dalam USD)
E
86.203.060 I
Jumlah Lembar Saham B
1.837.643
/
py
Nilai Saham Per Lembar 47
i m
Co
Lembar Saham Penyertaan PT Garuda Indonesia 1.812.893
Nilai Saham Penyertaan PT Garuda Indonesia (Dalam USD) - T $85.042.048
Nilai Rupiah per $1 al
ti da 16.234
e n ru Rp1.380.552.724.603
Estimasi Nilai Pasar Saham Penyertaan Garuda Indonesia
r a
(Dalam Rupiah)
f id Fo G 25
n /PENILAIAN
o y 20 SAHAM
r vINDONESIA
HASIL REKONSILIASI
C PT AEROtaSYSTEM
r e OFF:N30oJuni 2025
CUT
e c Estimasi
7 Nilai Bobot Hasil Nilai
Keterangan
S 0Wajar Saham (%) Tertimbang
1. Metode DCF te 183.000.000.000 70% 128.100.000.000
(Income Basedr aApproach)
p o
2. Metode GPTC 437.000.000.000 30% 131.100.000.000
r
Co Nilai Wajar 100% Saham Perseron-(Dalam Rupiah) 259.200.000.000
(Market Based Approach)
Estimasi
Jumlah Lembar Saham 22.193.034
Nilai per Lembar Saham Rp11.679
Lembar Penyertaan PT Garuda Indonesia 19.916.269
Nilai Penyertaan PT Garuda Indonesia Rp232.608.886.410
Page | 190
Page 207
HASIL REKONSILIASI PENILAIAN SAHAM
PT GARUDA MAINTENANCE FACILITY AERO ASIA
CUT OFF: 30 Juni 2025
Estimasi Nilai Bobot
Keterangan Hasil Nilai Tertimbang
Wajar Saham (%)
1. Metode DCF 101.076.245 70% 70.753.371
(Income Based Approach)
2. Metode GPTC 226.576.215 30% 67.972.865
(Market Based Approach)
Estimasi Nilai Wajar 100% Saham Perseron-(Dalam USD)
E
138.726.236 I
Jumlah Lembar Saham 89,10%
/ B
py
Estimasi Nilai Wajar 89,10% Saham PT Garuda Indonesia $123.605.077
i m
Co
(Dalam USD)
Nilai Rupiah per $1
- T 16.234
l a Rp2.006.575.917.520
it a
Estimasi Nilai Pasar Saham Penyertaan Garuda Indonesia
d
(Dalam Rupiah)
e n r
a ru
f
HASIL
o PENILAIAN
idREKONSILIASI
F G 25SAHAM
o n /
PT SABRE TRAVEL NETWORK0INDONESIA
C r y30 Juni22025
e taNilai oWajar
CUT OFF:
v
Keterangan r
Estimasi
c Saham N Bobot (%)
Hasil Nilai
Tertimbang
1. Metode DCF e 0
S 14.114.485 7 70% 9.880.140
2. Metode GPTC a
te
(Income Based Approach)
(Market Based
r
oApproach)
29.924.759 30% 8.977.428
p
r Pasar 100% Saham Perseron-(Dalam USD)
Estimasi Nilai 18.857.567
C o
Jumlah Lembar Saham 2.500
Nilai Saham Pembulatan 7.543
Jumlah Lembar Saham PT Garuda Indonesia 2.375
Nilai Penyertaan PT Garuda Indonesia (Dalam USD) $ 17.915.100
Nilai Rupiah per $1 16.234
Estimasi Nilai Pasar Saham Penyertaan Garuda Indonesia (Dalam Rp 290.829.545.455
Rupiah)
Page | 191
Page 208
HASIL REKONSILIASI PENILAIAN SAHAM
PT AERO WISATA
CUT OFF : 30 Juni 2025
Estimasi Nilai Bobot Hasil Nilai
Keterangan
Wajar Saham (%) Tertimbang
1. Metode ABV 4.094.219.337.913 70% 2.865.953.536.539
(Asset Based Approach)
2. Metode GPTC 5.512.885.087.039 30% 1.653.865.526.112
(Market Based Approach)
Estimasi Nilai Pasar 100% Saham Perseron-(Dalam Rupiah)
E I
4.519.819.062.651
Jumlah Lembar Saham B
250.000
/
py
Nilai Saham Per Lembar Rp18.079.276
i m
Co
Jumlah Lembar Saham PT Garuda Indonesia 249.999
Nilai Penyertaan PT Garuda Indonesia (Dalam Rupiah) - T
Rp4.519.800.983.724
alti da
e n ru
HASIL REKONSILIASI PENILAIAN SAHAM
r a
f id Fo G 25
GARUDA INDONESIA HOLIDAY FRANCE S.A.S
o n EstimasiyNilai/ 0
CUT OFF: 30 Juni 2025
Keterangan C a r v 2Bobot (%) Hasil Nilai Tertimbang
Wajart o 70%
Saham
e15.760.364
1. Metode DCF
c r N 11.032.255
(Income Based Approach)
2. Metode GPTC Se 50.283.701 7 30% 15.085.110
t e
(Market Based Approach)
r
Estimasi Nilai Pasara100% Saham Perseron-(Dalam USD) 26.117.365
p o
Estimasi Nilai Pasar 100% Saham Perseron-(Dibulatkan) 26.117.000
o
Penyertaanr Garuda Indonesia 100%
C Nilai Pasar Saham Penyertaan Garuda Indonesia
Estimasi $26.117.000
(Dalam USD)
Nilai Rupiah per $1 16.234
Estimasi Nilai Pasar Saham Penyertaan Garuda Indonesia Rp 423.977.272.727
(Dalam Rupiah)
Page | 192
Page 209
HASIL REKONSILIASI PENILAIAN SAHAM
PT AEROFOOD INDONESIA
CUT OFF: 30 Juni 2025
Estimasi Nilai Bobot
Keterangan Hasil Nilai Tertimbang
Wajar Saham (%)
1. Metode DCF 1.629.444.857.438 70% 1.140.611.400.206
(Income Based Approach)
2. Metode GPTC 949.559.517.999 30% 284.867.855.400
(Market Based Approach)
Estimasi Nilai Wajar 100% Saham Perseron
E I
Rp1.425.479.255.606
Jumlah Lembar Saham 111.370
/ B
py
Nilai Saham Per Lembar Rp12.799.490
o i m
C - T
a l
HASIL REKONSILIASI PENILAIAN SAHAM
GLOBE INDONESIAa
i
PT AERO
t OFF : 30 Juni 2025
u d
n
CUT
e Estimasi r
r Nilai a Bobot Hasil Nilai Tertimbang
Keterangan d
fi Wajar o
F Saham G 2(%)5
o n / 070% 539.270.675.919
1. Metode DCF
C r y
770.386.679.885
2
(Income Based Approach)
e ta ov 30% 69.548.626.453
2. Metode GPTC
(Market Based Approach) c
r N
231.828.754.844
S
Estimasi Nilai Wajar 100% 07
eSaham Perseron Rp608.819.302.373
Jumlah Lembar Saham
t e 214.119
Nilai Saham Perra
Lembar Rp2.843.369
o
o rp HASIL REKONSILIASI PENILAIAN SAHAM
C PT MIRTASARI HOTEL DEVELOPMENT
CUT OFF: 30 Juni 2025
Estimasi Nilai Bobot
Keterangan Hasil Nilai Tertimbang
Wajar Saham (%)
1. Metode DCF 791.465.494.794 70% 554.025.846.356
(Income Based Approach)
2. Metode GPTC 671.931.692.529 30% 201.579.507.759
(Market Based Approach)
Estimasi Nilai Wajar 100% Saham Perseron Rp755.605.354.114
Jumlah Lembar Saham 17.275
Nilai Saham Per Lembar Rp43.739.818
Page | 193
Page 210
HASIL REKONSILIASI PENILAIAN SAHAM
PT AEROTRANS SERVICE INDONESIA
CUT OFF: 30 Juni 2025
Estimasi Nilai Bobot
Keterangan Hasil Nilai Tertimbang
Wajar Saham (%)
1. Metode DCF 379.190.692.165 70% 265.433.484.516
(Income Based Approach)
2. Metode GPTC 365.470.793.612 30% 109.641.238.084
(Market Based Approach)
Estimasi Nilai Wajar 100% Saham Perseron
E I
Rp375.074.723.000
Jumlah Lembar Saham 57.016
/ B
py
Nilai Saham Per Lembar Rp 6.578.412
o i m
C - T
a l JASA CARGO a
HASIL REKONSILIASI PENILAIAN SAHAM
i
t OFF: 30 Juni 2025ud
PT AERO
e n
CUT
r r Bobot
id Wajar o
Estimasi Nilai a 5
Keterangan
n f F G
/ 070%
Saham 2
(%)
Hasil Nilai Tertimbang
1. Metode DCF
C o r y
12.882.000.000
2 9.017.400.000
(Income Based Approach)
e ta ov 30%
2. Metode GPTC
(Market Based Approach) c
r 8.531.000.000
N 2.559.300.000
Estimasi Nilai Wajar 100% 07
SeSaham Perseron Rp11.576.700.000
t e
o ra HASIL REKONSILIASI PENILAIAN SAHAM
r p PT AERO HOTEL MANAGEMENT
o
C Keterangan
CUT OFF: 30 Juni 2025
Estimasi Nilai Bobot
Hasil Nilai Tertimbang
Wajar Saham (%)
1. Metode DCF 49.510.000.000 70% 34.657.000.000
(Income Based Approach)
2. Metode GPTC 28.602.000.000 30% 8.580.600.000
(Market Based Approach)
Estimasi Nilai Wajar 100% Saham Perseron Rp43.237.600.000
Jumlah Lembar Saham 500
Nilai Saham Per Lembar Rp 86.475.200
Page | 194
Page 211
HASIL REKONSILIASI PENILAIAN SAHAM
GARUDA ORIENT HOLIDAY KOREA
CUT OFF: 30 Juni 2025
Estimasi Nilai Bobot Hasil Nilai
Keterangan
Wajar Saham (%) Tertimbang
1. Metode DCF 41.459.514.060 70% 29.021.659.842
(Income Based
Approach)
2. Metode GPTC 22.387.026.338 30% 6.716.107.902
(Market Based
E I
Approach)
/ B
py
Estimasi Nilai Wajar 100% Saham Perseron Rp35.737.767.744
Jumlah Lembar Saham im
31.700
Nilai Saham Per Lembar Co
l - T
Rp1.127.374
t i a d a
e n
HASIL REKONSILIASI
r
PENILAIAN
r uSAHAM
if dCUT OFF: o
GARUDA ORIENT HOLIDAY a JAPAN
F 30 Juni G 2025 25
o n /
EstimasiyNilai 0
C
Keterangan r 2Bobot Hasil Nilai
e t ov 70% 9.448.939.003
Wajar Saham (%) Tertimbang
1. Metode DCF
(Income Based c r N
13.498.484.289
Approach)
S e 07
2. Metode GPTC
(Market Based a
t e 49.526.568.447 30% 14.857.970.534
Approach) o
r
o rp Wajar 100% Saham Perseron
Estimasi Nilai Rp24.306.909.537
C
Jumlah Lembar Saham
Nilai Saham Per Lembar
6.000
Rp4.051.152
HASIL REKONSILIASI PENILAIAN SAHAM
PT BELITUNG INTI PERMAI (LIKUIDASI)
CUT OFF: 30 Juni 2025
Estimasi Nilai Bobot Hasil Nilai
Keterangan
Wajar Saham (%) Tertimbang
1. Metode ABV 0 70% 0
(Asset Based Approach)
2. Metode GPTC 0 30% 0
(Market Based
Approach)
Estimasi Nilai Pasar 100% Saham Perseron-(Dalam Rupiah) 0
Page | 195
Page 212
HASIL REKONSILIASI PENILAIAN SAHAM
PT AEROJASA PERKASA (LIKUIDASI)
CUT OFF: 30 Juni 2025
Estimasi Nilai Bobot Hasil Nilai
Keterangan
Wajar Saham (%) Tertimbang
1. Metode ABV 0 70% 0
(Asset Based Approach)
2. Metode GPTC 0 30% 0
(Market Based
Approach)
E I
Estimasi Nilai Pasar 100% Saham Perseron-(Dalam Rupiah) 0 B
y /
o p
HASIL REKONSILIASI PENILAIAN SAHAM im
C
PT GARUDA INDONESIA HOLIDAY (LIKUIDASI) - T
a l a
t i
CUT OFF: 30 Juni 2025
u d
Keterangan
e nEstimasi r Nilai
Saham a (%)
r
Bobot Hasil Nilai
if d WajarF / o G 5
Tertimbang
1. Metode ABV
n 0
0 2
70% 0
(Asset Based Approach)
2. Metode GPTC C r y 2
t a 0
v 30% 0
(Market Based
r e No
Approach) c Perseron-(Dalam
S 07e
Estimasi Nilai Pasar 100% Saham Rupiah) 0
t e REKONSILIASI PENILAIAN SAHAM
o ra PT BINA INTI DINAMIKA (LIKUIDASI)
HASIL
o rp CUT OFF: 30 Juni 2025
C Keterangan
Estimasi Nilai Bobot Hasil Nilai
Wajar Saham (%) Tertimbang
1. Metode ABV 0 70% 0
(Asset Based Approach)
2. Metode GPTC 0 30% 0
(Market Based
Approach)
Estimasi Nilai Pasar 100% Saham Perseron-(Dalam Rupiah) 0
Page | 196
Page 213
HASIL PENILAIAN ASET KJPP KARMANTO DAN REKAN
PT GARUDA INDONESIA TBK
CUT OFF: 30 Juni 2025
E I
/ B
py im
Col - T
it a d a
e n r
a ru
f id Fo G 25
o n / 0
C y
r v2
a
ret No
e c 7
S 0
t e
r a
p o
r
Co
Page | 197
Page 214
E I
/ B
py im
Col - T
it a d a
e n r
a ru
f id Fo G 25
o n / 0
C y
r v2
a
ret No
e c 7
S 0
t e
r a
p o
r
Co
Page | 198
Page 215
E I
/ B
py im
Col - T
it a d a
e n r
a ru
f id Fo G 25
o n / 0
C y
r v2
a
ret No
e c 7
S 0
t e
r a
p o
r
Co
Page | 199
Page 216
E I
/ B
py im
Col - T
it a d a
e n r
a ru
f id Fo G 25
o n / 0
C y
r v2
a
ret No
e c 7
S 0
t e
r a
p o
r
Co
Page | 200
Page 217
E I
/ B
py im
Col - T
it a d a
e n r
a ru
f id Fo G 25
o n / 0
C y
r v2
a
ret No
e c 7
S 0
t e
r a
p o
r
Co
Page | 201
Page 218
E I
/ B
py im
Col - T
it a d a
e n r
a ru
f id Fo G 25
o n / 0
C y
r v2
a
ret No
e c 7
S 0
t e
r a
p o
r
Co
Page | 202
Page 219
E I
/ B
py im
Col - T
it a d a
e n r
a ru
f id Fo G 25
o n / 0
C y
r v2
a
ret No
e c 7
S 0
t e
r a
p o
r
Co
Page | 203
Page 220
E I
/ B
py im
Col - T
it a d a
e n r
a ru
f id Fo G 25
o n / 0
C y
r v2
a
ret No
e c 7
S 0
t e
r a
p o
r
Co
Page | 204
Page 221
E I
/ B
py im
Col - T
it a d a
e n r
a ru
f id Fo G 25
o n / 0
C y
r v2
a
ret No
e c 7
S 0
t e
r a
p o
r
Co
Page | 205
Page 222
E I
/ B
py im
Col - T
it a d a
e n r
a ru
f id Fo G 25
o n / 0
C y
r v2
a
ret No
e c 7
S 0
t e
r a
p o
r
Co
Page | 206
Page 223
E I
/ B
py im
Col - T
it a d a
e n r
a ru
f id Fo G 25
o n / 0
C y
r v2
a
ret No
e c 7
S 0
t e
r a
p o
r
Co
Page | 207
Page 224
E I
/ B
py i m
Co - T
alti da
e n r a ru
f id Fo G 25
o n / 0
C y
r v2
a
r et No
e c 7
S 0
e
rat
p o
o r
C
Page | 208
Names mentioned 112 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Areyanti Dan Rekan
p.3
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.3
unresolved
org
PT Aerowisata
p.4
unresolved
org
PT Sabre Travel Network
p.4
unresolved
org
PT Aero Systems
p.4
unresolved
org
PT Citilink Indonesia
p.4 ×16
unresolved
org
KJPP Areyanti Dan Rekan
p.4
unresolved
org
E I KJPP Areyanti dan Rekan
p.7
unresolved
org
KJPP Areyanti
p.7 ×3
unresolved
—
MAPPI
· Penilai
p.8 ×2
unresolved
org
Kementerian Keuangan
p.8
unresolved
person
Deny Kamal
p.8 ×2
unresolved
org
Kementerian Keuangan Page
p.8
unresolved
person
Chotimatul Ulya
p.9 ×2
unresolved
person
Ir. Siti Zainab. MAPPI
p.12 ×5
unresolved
person
Teuku Muhammad Zahid Zuhair Aulia
p.12 ×4
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.17 ×3
unresolved
person
Soeleman Ardjasasmita
p.17 ×3
unresolved
person
Aulia Taufani
· Notaris
p.17 ×7
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.17 ×4
unresolved
person
Shanti Indah Lestari
p.18 ×4
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak
p.18
unresolved
org
T KJPP Areyanti & Rekan
p.23
unresolved
org
PT Garuda
p.23 ×3
unresolved
org
Facility Aero Asia Tbk
p.24
unresolved
org
PT Sabre Travel Network Indonesia
p.25 ×9
unresolved
org
PT Aero Systems Indonesia
p.25
unresolved
org
PT Garuda N
p.27
unresolved
org
Tujuan Penilaian KJPP Areyanti & Rekan
p.28
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Purwanto Susanti
p.28 ×6
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Rintis
p.29 ×2
unresolved
org
Rianto & Rekan
p.29 ×2
unresolved
org
Rintis & Rekan
p.29 ×17
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik C
p.29
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Tanudiredja
p.29 ×13
unresolved
org
PT Aero
p.30 ×3
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Paul Hadiwinata
p.30 ×4
unresolved
org
Palilingan & Rekan
p.30 ×4
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Hendrawinata Hanny Erwin
p.30 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Kosasih
p.31 ×4
unresolved
org
Tjahjo & Rekan
p.31 ×6
unresolved
org
PT Aero System Indonesia
p.31 ×14
unresolved
org
Bank Indonesia
p.34 ×16
unresolved
org
PT Garuda Indonesiat(Persero)
p.39
unresolved
—
Yusma Devi Ariska
p.39
unresolved
—
Anggita Tungga
p.39
unresolved
—
Wicaksono
p.40
unresolved
—
Daniel Manurung
p.40
unresolved
—
Eduardo Damanik
p.40
unresolved
—
Dewi
p.40
unresolved
—
Robi Nugraha
p.40
unresolved
person
Ahmad Fariz Viali
p.40
unresolved
—
Irtan Safari
p.40 ×6
unresolved
org
KJPP Karmanto dan Rekan
p.41
unresolved
org
KJPP Karmanto
p.41
unresolved
org
N Indonesia (Persero) Tbk
p.44
unresolved
—
Masing-masing dibawah 5%
p.46
unresolved
org
Menteri
p.46
unresolved
org
Menteri Hukum Republik Indonesia
p.47 ×2
unresolved
org
PT Garuda Indonesia Dokumentasi S
p.57
unresolved
person
Arikanti Natakusumah
p.58
unresolved
org
Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Co
p.58
unresolved
org
Citilink (Persero) Tbk
p.58 ×2
unresolved
person
Arry Supratno
· Notaris
p.67 ×2
unresolved
org
PT Citilink Indonesia E I
p.68
unresolved
org
PT Aero S
p.68
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia Akta
p.68
unresolved
person
Mira Aranti Ciptadi
p.77 ×2
unresolved
org
PT Aero Wisata Dalam Rupiah Jumlah Modal Pemegang
p.78
unresolved
org
Dana Pensiun Aero Wisata
p.78
unresolved
person
Adrian Djuaini
· Notaris
p.79
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Akta
p.79
unresolved
org
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi C
p.79
unresolved
person
Eira Aurelia Hollanda
· Notaris
p.79 ×6
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Direktorat Jenderal Administrasi
p.79 ×3
unresolved
org
Dana Pensiun Aero Wisa
p.88
unresolved
person
H. E I Dokumentasi Survey PT Aero System
p.88
unresolved
org
PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia
p.92
unresolved
org
PT Aero Wisa
p.98
unresolved
org
PT Sabre TravelatNetwork Indonesia
p.99
unresolved
person
Anna Sunarhadi
p.99
unresolved
org
PT SABRE TRAVEL Page
p.99
unresolved
org
PT SABRE TRAVEL NETWORK INDONESIA Jan-Des
p.100
unresolved
org
Sabre Asia Pacific Pte. Ltd.
p.107
unresolved
org
PT Garuda Indonesia Holiday France S.A.
p.108
unresolved
person
Humberg Lie
p.108
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia B
p.108
unresolved
person
Dytha Murty Apsari
p.108
unresolved
org
Kementerian
p.108
unresolved
org
Direktorat Jenderal Administrasi
p.108
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.