Back to announcement
20251103_WEGE_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31981609.pdf
Other Text extracted WEGESource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 4
Page 1
Go To English Page Nomor Surat SE.01.00/A.CORSEC.00103.WEGE/2025 Nama Perusahaan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. Kode Emiten WEGE Lampiran 1 Perihal Penjelasan atas Permintaan Penjelasan Bursa Permintaan Penjelasan Bursa Dengan hormat, Sehubungan dengan surat dari PT Bursa Efek Indonesia S-12358/BEI.PP2/10-2025 tanggal 30 Oktober 2025 perihal Permintaan Penjelasan Bursa, Perseroan bermaksud menyampaikan informasi dan penjelasan terkait hal-hal sebagai berikut : 1. Berdasarkan tanggapan sebelumnya, Perseroan menjelaskan bahwa saat ini Perseroan masih melakukan pengecekan secara internal mengenai nilai tagihan yang dimaksud masing-masing pihak pemohon. Sehubungan dengan hal tersebut, mohon dijelaskan apakah Perseroan telah memiliki sistem atau mekanisme pembukuan tagihan (invoicing/claim recording system) yang memadai untuk mencatat dan memantau seluruh tagihan yang timbul dari hubungan usaha dengan pihak ketiga? Bahwa benar Perseroan melakukan pengecekan secara internal mengenai tagihan yang dimaksud masing-masing pihak Pemohon. Perseroan saat ini telah menerapkan sistem Enterprise Resource Planing (ERP), namun dalam rangka cross check antar bagian, Perseroan terlebih dahulu melakukan beberapa tahapan dalam pengecekan tagihan, dikarenakan beberapa tagihan-tagihan tersebut adalah tagihan dari proyek yang telah Perseroan selesaikan, langkah pengecekan berjenjang juga memastikan bahwa Perseroan menjalankan Tata Kelola Perusahaan dengan baik. 2. Apabila Perseroan memiliki sistem data tagihan, agar dijelaskan bentuk dan kelengkapan sistem pencatatan yang digunakan saat ini (misalnya sistem ERP, modul akuntansi, atau rekap manual terintegrasi). Perseroan telah memiliki sistem tagihan yang terintegrasi antar bagian baik di kantor Pusat maupun di proyek. Penerapan sistem ERP saat ini dalam tahapan transisi ke sistem SAP terintegrasi sesuai dengan standar yang berlaku sama dengan Induk Perseroan, oleh karena itu Perseroan perlu memastikan secara akurat bahwa tagihan tersebut sesuai antara tuntutan dengan data tagihan. 3. Dengan menggunakan system data tagihan tersebut, apakah pembukuan utang Perseroan kepada pihak ketiga dilakukan secara realtime? Agar dijelaskan Dengan adanya implementasi SAP pada Perseroan, pencatatan mengenai pembukuan utang Perseroan kepada pihak ketiga sudah dilakukan secara realtime. Pengecakan tagihan kembali merupakan langkah tambahan memastikan data tagihan secara akurat. 4. Keterangan ringkas mengenai status dan dasar gugatan dimaksud, agar dapat dipahami materialitas dan potensi dampaknya terhadap laporan keuangan Perseroan
Page 2
Kreditur yaitu para pemohon Pemohon merupakan mitra kerja Perseroan dalam penyedia barang/jasa. Seluruh
pekerjaan/penyediaan barang dan jasa terkait telah diselesaikan oleh Pemohon, Saat ini Perseroan dalam proses
verifikasi akhir atas tagihan yang diajukan. Perseroan memahami dan menghormati kewajiban keterbukaan
informasi. Kami telah secara transparan mengungkapkan fakta mengenai adanya permohonan PKPU namun
pengungkapan nilai tagihan sepihak (one-sided) diverifikasi lebih lanjut oleh Perseroan guna menghindari misleading
information bagi publik dan pemegang saham.
5. Kendala yang dihadapi Perseroan untuk menentukan nilai tagihan pihak pemohon, jika ada.
Tidak ada Kendala siginifikan yang dihadapi Perseroan namun, tagihan-tagihan ini perlu melalui proses rekonsiliasi
dan verifikasi berlapis. Sebagian besar tagihan ini berasal dari proyek-proyek yang telah selesai, sehingga
memerlukan cross check data antar bagian (Operasi, Keuangan, dan Proyek terkait) untuk memastikan kesesuaian
antara klaim tagihan dengan data opname pekerjaan yang tersimpan. Selain itu, proses transisi sistem ERP ke SAP
yang sedang berjalan juga memerlukan validasi tambahan untuk menjamin akurasi data yang akan disampaikan ke
publik.
6. Informasi/ kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan serta
dapat mempengaruhi harga saham perusahaan.
Tidak ada kejadian material yang dapat mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan serta dapat mempengaruhi
harga saham Perusahaan.
Demikian untuk diketahui.
Hormat Kami,
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk.
Hartanto Karti Raharjo
Direktur Keuangan, Human Capital, Manajemen Risiko
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk.
Gedung WIKA, Lantai 8-10
Telepon : (021) 8590 8862, Fax : (021) 8590 4146, www.wikagedung.co.id
Nama Pengirim Hartanto Karti Raharjo
Jabatan Direktur Keuangan, Human Capital, Manajemen Risiko
Tanggal dan Waktu 03-11-2025 16:16
Lampiran 1. Jawaban Penjelasan PKPU WEGE_Penjelasan.pdf
Dokumen ini merupakan dokumen resmi PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. yang tidak memerlukan tanda
tangan karena dihasilkan secara elektronik oleh sistem pelaporan elektronik. PT Wijaya Karya Bangunan Gedung
Tbk. bertanggung jawab penuh atas informasi yang tertera didalam dokumen ini.
Page 3
Go To Indonesian Page Letter / Announcement No. SE.01.00/A.CORSEC.00103.WEGE/2025 Issuer Name PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. Issuer Code WEGE Attachment 1 Subject Explanation for Request for Explanation Of Indonesia Stock Exchange Request for Explanation from the Exchange Dengan hormat, Sehubungan dengan surat dari PT Bursa Efek Indonesia S-12358/BEI.PP2/10-2025 tanggal 30 Oktober 2025 perihal Permintaan Penjelasan Bursa, Perseroan bermaksud menyampaikan informasi dan penjelasan terkait hal-hal sebagai berikut : 1. Berdasarkan tanggapan sebelumnya, Perseroan menjelaskan bahwa saat ini Perseroan masih melakukan pengecekan secara internal mengenai nilai tagihan yang dimaksud masing-masing pihak pemohon. Sehubungan dengan hal tersebut, mohon dijelaskan apakah Perseroan telah memiliki sistem atau mekanisme pembukuan tagihan (invoicing/claim recording system) yang memadai untuk mencatat dan memantau seluruh tagihan yang timbul dari hubungan usaha dengan pihak ketiga? Bahwa benar Perseroan melakukan pengecekan secara internal mengenai tagihan yang dimaksud masing-masing pihak Pemohon. Perseroan saat ini telah menerapkan sistem Enterprise Resource Planing (ERP), namun dalam rangka cross check antar bagian, Perseroan terlebih dahulu melakukan beberapa tahapan dalam pengecekan tagihan, dikarenakan beberapa tagihan-tagihan tersebut adalah tagihan dari proyek yang telah Perseroan selesaikan, langkah pengecekan berjenjang juga memastikan bahwa Perseroan menjalankan Tata Kelola Perusahaan dengan baik. 2. Apabila Perseroan memiliki sistem data tagihan, agar dijelaskan bentuk dan kelengkapan sistem pencatatan yang digunakan saat ini (misalnya sistem ERP, modul akuntansi, atau rekap manual terintegrasi). Perseroan telah memiliki sistem tagihan yang terintegrasi antar bagian baik di kantor Pusat maupun di proyek. Penerapan sistem ERP saat ini dalam tahapan transisi ke sistem SAP terintegrasi sesuai dengan standar yang berlaku sama dengan Induk Perseroan, oleh karena itu Perseroan perlu memastikan secara akurat bahwa tagihan tersebut sesuai antara tuntutan dengan data tagihan. 3. Dengan menggunakan system data tagihan tersebut, apakah pembukuan utang Perseroan kepada pihak ketiga dilakukan secara realtime? Agar dijelaskan Dengan adanya implementasi SAP pada Perseroan, pencatatan mengenai pembukuan utang Perseroan kepada pihak ketiga sudah dilakukan secara realtime. Pengecakan tagihan kembali merupakan langkah tambahan memastikan data tagihan secara akurat. 4. Keterangan ringkas mengenai status dan dasar gugatan dimaksud, agar dapat dipahami materialitas dan potensi dampaknya terhadap laporan keuangan Perseroan
Page 4
Kreditur yaitu para pemohon Pemohon merupakan mitra kerja Perseroan dalam penyedia barang/jasa. Seluruh
pekerjaan/penyediaan barang dan jasa terkait telah diselesaikan oleh Pemohon, Saat ini Perseroan dalam proses
verifikasi akhir atas tagihan yang diajukan. Perseroan memahami dan menghormati kewajiban keterbukaan
informasi. Kami telah secara transparan mengungkapkan fakta mengenai adanya permohonan PKPU namun
pengungkapan nilai tagihan sepihak (one-sided) diverifikasi lebih lanjut oleh Perseroan guna menghindari misleading
information bagi publik dan pemegang saham.
5. Kendala yang dihadapi Perseroan untuk menentukan nilai tagihan pihak pemohon, jika ada.
Tidak ada Kendala siginifikan yang dihadapi Perseroan namun, tagihan-tagihan ini perlu melalui proses rekonsiliasi
dan verifikasi berlapis. Sebagian besar tagihan ini berasal dari proyek-proyek yang telah selesai, sehingga
memerlukan cross check data antar bagian (Operasi, Keuangan, dan Proyek terkait) untuk memastikan kesesuaian
antara klaim tagihan dengan data opname pekerjaan yang tersimpan. Selain itu, proses transisi sistem ERP ke SAP
yang sedang berjalan juga memerlukan validasi tambahan untuk menjamin akurasi data yang akan disampaikan ke
publik.
6. Informasi/ kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan serta
dapat mempengaruhi harga saham perusahaan.
Tidak ada kejadian material yang dapat mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan serta dapat mempengaruhi
harga saham Perusahaan.
Thus to be informed accordingly.
Respectfully,
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk.
Hartanto Karti Raharjo
Direktur Keuangan, Human Capital, Manajemen Risiko
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk.
Gedung WIKA, Lantai 8-10
Phone : (021) 8590 8862, Fax : (021) 8590 4146, www.wikagedung.co.id
Sender Name Hartanto Karti Raharjo
Function Direktur Keuangan, Human Capital, Manajemen Risiko
Date and Time 03-11-2025 16:16
Attachment 1. Jawaban Penjelasan PKPU WEGE_Penjelasan.pdf
This is an official document of PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. that does not require a signature as it was
generated electronically by the electronic reporting system. PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. is fully
responsible for the information contained within this document.
Names mentioned 6 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Wijaya Karya Bangunan
· Nama Perusahaan
p.1 ×21
unresolved
org
Indonesia Stock Exchange
p.3
unresolved
person
Function
· Direktur
p.4
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.