Skip to content
Back to announcement

LK Triwulan 3 2025 - KAQI.pdf

Financial statement Text extracted KAQI

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 68

Page 1
PT JANTRA GRUPO INDONESIA

Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 dan 31 Desember 2024
Dan Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal
30 September 2025 dan 2024
Page 2
SURAT PERNYATAAN DIREKSI TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEUANGAN
 KONSOLIDASIAN PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 DESEMBER 2024 SERTA
   UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2025 DAN 30 SEPTEMBER 2024
             PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK


   BOARD OF DIRECTORS’ STATEMENT LETTER REGARDING RESPONSIBILITY FOR THE
CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF SEPTEMBER 30, 2025 AND DECEMBER 31,
 2024 AND FOR THE PERIODS THEN ENDED AS OF SEPTEMBER 30, 2025 AND SEPTEMBER
           30, 2024 PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES


Yang bertandatangan di bawah ini / The undersigned below:
   1. Nama/ Name                       : Imam Sujono
       Alamat kantor/ Office Addres    : Jl. Raya Cirendeu No.9, Pisangan, Kec. Ciputat Timur,
                                          Kota Tangerang Selatan, Banten
       Alamat domisili sesuai KTP      : Jl. Adhyaksa, Kel. Lebak Bulus, Kec. Cilandak DKI Jakarta
       / Residential Address as per ID
       Nomor Telepon/ Phone Number : 275 98 835
       Jabatan/ Position               : Direktur Utama / President Director

   2. Nama/ Name                         : Dodon Tri Koeswardana MSc
      Alamat kantor/ Office Addres       : Jl. Raya Cirendeu No.9, Pisangan, Kec. Ciputat Timur,
                                      Kota Tangerang Selatan, Banten
        Alamat domisili sesuai KTP       : Jl. Dwijaya, Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta
        / Residential Address as per ID Selatan
        Nomor Telepon/ Phone Number : 275 98 835
        Jabatan/ Position                : Direktur/ Director

   1.  Menyatakan Bahwa/Hereby declare that :
       1. Bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan PT Jantra Grupo
       Indonesia Tbk dan Entitas Anak./Are responsible for the preparation and presentation of the
       financial statements of PT Jantra Grupo Indonesia Tbk and its subsidiaries.
   2. Laporan keuangan PT Jantra Grupo Indonesia Tbk dan Entitas Anak telah disusun dan
       disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK)/ The financial statements of PT
       Jantra Grupo Indonesia Tbk and its subsidiaries have been prepared and presented in
       accordance with the Indonesian Financial Accounting Standards (SAK).
   3. a. Semua Informasi dalam laporan keuangan PT Jantra Grupo Indonesia Tbk dan Entitas Anak
       telah dimuat secara lengkap dan benar/All information in the financial statements of PT Jantra
       Grupo Indonesia Tbk and its subsidiaries has been disclosed completely and accurately.
       b. Laporan PT Jantra Grupo Indonesia Tbk dan Entitas Anak tidak mengandung informasi atau
       fakta material yang tidak benar, dan tidak menghilangkan informasi atau fakta material/The
       financial statements of PT Jantra Grupo Indonesia Tbk and its subsidiaries do not contain any
       untrue material information or facts, nor do they omit any material information or facts.
    4. Bertanggung jawab atas sistem pengendalian internal dalam PT Jantra Grupo Indonesia Tbk
       dan Entitas Anak/Are responsible for the internal control system within PT Jantra Grupo
       Indonesia Tbk and its subsidiaries.
Page 3
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya/This statement is made in all truth and sincerity.


                               Tangerang Selatan, 30 October 2025/
                                South Tangerang, October 30, 2025




                          Imam Sujono               Dodon Tri Koeswardana MSc
                          Direktur Utama                      Direktur
Page 4
                                     PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                            LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                               30 September 2025 dan 31 Desember 2024
                            (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                            Catatan      30 September 2025      31 Desember 2024

ASET

ASET LANCAR
Kas dan setara kas                          2,5,27,28          26.471.354.363       18.925.727.099
Piutang usaha                               2,6,27,28             207.130.365          158.606.069
Piutang lain-lain                            2,27,28
 Pihak ketiga                                                       1.245.200              260.400
 Pihak berelasi                                26                 202.688.619          301.171.667
Persediaan                                     2,7              5.742.986.226        3.494.687.055
Uang muka                                       9               3.185.154.119        4.390.150.982
Beban dibayar di muka                                              66.500.000                    -
Pajak dibayar di muka                        2,13a                495.720.013          327.728.832
Perlengkapan                                   8                  448.222.622          127.369.109

Total Aset Lancar                                              36.821.001.527       27.725.701.213

ASET TIDAK LANCAR
Piutang lain-lain – pihak berelasi         2,26,27,28             715.107.776          975.126.846
Aset lain-lain                                  10                 85.000.000           25.000.000
Aset pajak tangguhan                          2,13d               391.458.602          352.570.221
Aset tetap – neto                              2,11            97.445.725.220       46.776.280.988

Total Aset Tidak Lancar                                        98.637.291.598       48.128.978.055

TOTAL ASET                                                   135.458.293.125        75.854.679.268




            Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang
                tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

                                                     1
Page 5
                                 PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                    LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan)
                           30 September 2025 dan 31 Desember 2024
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                          Catatan     30 September 2025       31 Desember 2024

LIABILITAS DAN EKUITAS

LIABILITAS

LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                              2,12,27,28
 Pihak ketiga                                                   40.405.000            221.013.297
 Pihak berelasi                              26                319.452.242             38.407.220
Utang lain-lain – pihak ketiga            2,27,28               48.307.728            177.819.752
Utang pajak                                 13b                954.544.391          1.076.864.663
Beban yang masih harus dibayar                2                 49.665.125             58.714.283
Pendapatan diterima di muka                   2                 23.832.370              6.666.166
Bagian utang jangka panjang yang jatuh
 tempo dalam satu tahun:
 Liabilitas sewa                         2,14,27,28          2.094.000.000            660.000.000
 Utang bank                              2,15,27,28          1.995.637.535          2.730.246.261
 Utang pembiayaan konsumen               2,16,27,28             27.573.200            454.661.200

Total Liabilitas Jangka Pendek                               5.553.417.591          5.424.392.842

LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan pascakerja              2,17              1.779.357.264          1.602.591.898
Bagian utang jangka panjang setelah
  dikurangi bagian yang jatuh tempo
  dalam satu tahun:
  Liabilitas sewa                        2,14,27,28          5.325.000.000            495.000.000
  Utang bank                             2,15,27,28          5.809.159.144          7.420.255.372
  Utang pembiayaan konsumen              2,16,27,28                      -                      -

Total Liabilitas Jangka Panjang                             12.913.516.408          9.517.847.270

TOTAL LIABILITAS                                            18.466.933.999         14.942.240.112




           Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang
               tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

                                                  2
Page 6
                                 PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                    LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan)
                           30 September 2025 dan 31 Desember 2024
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                        Catatan       30 September 2025      31 Desember 2024

EKUITAS
Modal saham – nilai nominal Rp25 per
 saham pada tanggal 30 September
 2025 dan 31 Desember 2024
Modal dasar – 6.503.200.000 saham
 pada tanggal 30 September 2025 dan
 31 Desember 2024
Modal ditempatkan dan disetor –
 2.075.800.000 saham dan
 1.625.800.000 saham masing-masing
 pada tanggal 30 September 2025 dan
 31 Desember 2024                        18,29             51.895.000.000         40.645.000.000
Tambahan modal disetor                   2,4,20            47.967.053.827          9.635.388.167
Saldo laba                                 19
 Dapat ditentukan penggunaannya                              451.805.463             451.805.463
 Belum dapat ditentukan
   penggunaannya                                          16.343.708.350           9.962.970.943
Penghasilan komprehensif lain              21                313.726.027             201.080.820

Ekuitas yang dapat diatribusikan
 kepada pemilik entitas induk                             116.971.293.667         60.896.245.393

Kepentingan non- pengendali                 2                  20.065.459             16.193.763

TOTAL EKUITAS                                             116.991.359.126         60.912.439.156

TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                              135.458.293.125         75.854.679.268




          Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang
              tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

                                                  3
Page 7
                               PT JANTRA GRUPO INDONESIA
      LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
     Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                         Catatan       30 September 2025       30 September 2024

PENDAPATAN                                 2,22             53.231.698.912         43.302.077.045

BEBAN POKOK PENDAPATAN                     2,23            (25.677.676.756 )       (20.207.584.406 )

LABA KOTOR                                                  27.554.022.156         23.094.492.639

Beban umum dan administrasi                2,24            (19.515.206.032 )       (14.874.469.458 )

LABA USAHA                                                   8.038.816.124          8.220.023.181

PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Penghasilan keuangan                        2                  525.820.882              74.619.587
Beban keuangan                              2               (1.142.055.094 )          (981.084.712 )
Lain-lain – neto                            2                    6.100.277             943.046.025

LABA SEBELUM PAJAK
 PENGHASILAN                                                 7.428.682.189          8.256.604.081

PAJAK PENGHASILAN                           2
Kini                                       13c              (1.114.664.252 )        (1.167.092.361 )
Tangguhan                                  13d                  70.644.939              70.644.939

Pajak Penghasilan – Neto                                    (1.044.019.313 )        (1.096.447.422 )

LABA BERSIH PERIODE BERJALAN                                 6.384.662.876          7.160.156.659

PENGHASILAN KOMPREHENSIF
 LAIN

Pos yang tidak akan
 direklasifikasikan ke laba rugi
Pengukuran kembali atas imbalan
 pascakerja                                 2,17               144.347.992            144.347.992
Pajak penghasilan terkait                  2,13d               (31.756.558)           (31.756.558)

TOTAL PENGHASILAN
 KOMPREHENSIF LAIN - NETO
 SETELAH PAJAK                                                 112.591.434            112.591.434

LABA KOMPREHENSIF PERIODE
 BERJALAN                                                    6.497.254.310          7.272.748.093




           Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang
               tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

                                                   4
Page 8
                             PT JANTRA GRUPO INDONESIA
 LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN (lanjutan)
   Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                    (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                        Catatan      30 September 2025       30 September 2024

Laba bersih periode berjalan yang
 dapat diatribusikan kepada:
 Pemilik entitas induk                                      6.380.737.407          7.158.188.430
 Kepentingan non-pengendali                                     3.925.469              1.968.229

Laba bersih periode berjalan                                6.384.662.876          7.160.156.659


Laba komprehensif periode berjalan
 yang dapat diatribusikan kepada:
 Pemilik entitas induk                                      6.493.382.614          7.270.833.637
 Kepentingan non-pengendali                                     3.871.696              1.914.456

Laba komprehensif periode berjalan                          6.497.254.310          7.272.748.093

LABA PER SAHAM                            2,25                       3,42                   6,35




          Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang
              tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

                                                 5
Page 9
                                                              PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                                                    LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
                                    Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                                                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                             Ekuitas Yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk

                                                                       Saldo laba

                                            Tambahan            Dapat          Belum dapat            Penghasilan                     Kepentingan
                                              Modal          ditentukan         ditentukan           Komprehensif                        Non-             Jumlah
                         Modal Saham         Disetor       penggunaannya      penggunaannya              Lain           Jumlah        Pengendali          Ekuitas

Saldo 1 Januari 2024     40.381.000.000    9.635.388.167       240.000.000       1.060.931.453          50.887.210   51.368.206.830     13.405.735     51.381.612.565
Peningkatan modal
  disetor (Catatan 18)     264.000.000                 -                  -                     -                -     264.000.000                -      264.000.000
Pembentukan
  cadangan (lihat
  Catatan 19)                          -               -       211.805.463          (211.805.463 )               -                -               -                 -
Laba periode berjalan                  -               -                  -      7.158.188.430                   -    7.158.188.430      1.968.229      7.160.156.659
Penghasilan
  komprehensif lain
  periode berjalan                     -               -                  -                     -      112.645.207     112.645.207         (53.773 )     112.591.434

Saldo 30 September
  2024                   40.645.000.000    9.635.388.167       451.805.463       8.007.314.420         163.532.417   58.903.040.467     15.320.191     58.918.360.658




                                            Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang
                                                tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

                                                                                 6
Page 10
                                                                     PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                                                       LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN (lanjutan)
                                           Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                                                            (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                Ekuitas Yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk

                                                                          Saldo laba

                                                                   Dapat          Belum dapat        Penghasilan                        Kepentingan
                                              Tambahan          ditentukan         ditentukan       Komprehensif                           Non-
                         Modal Saham         Modal Disetor    penggunaannya      penggunaannya          Lain              Jumlah        Pengendali       Jumlah Ekuitas

Saldo 1 Januari 2025     40.645.000.000       9.635.388.167       451.805.463      9.962.970.943       201.080.820     60.896.245.393     16.193.763      60.912.439.156
Peningkatan modal
  disetor (Catatan 18)   11.250.000.000                   -                  -                  -                 -    11.250.000.000               -     11.250.000.000
Tambahan modal
  disetor (lihat
  Catatan 20)                          -     38.331.665.660                  -                  -                 -    38.331.665.660               -     38.331.665.660
Laba periode berjalan                                                        -     6.380.737.407                  -     6.380.737.407      3.925.469       6.384.662.876
Penghasilan
  komprehensif lain
  periode berjalan                     -                  -                  -                  -      112.645.207        112.645.207        (53.773 )      112.591.434

Saldo 30 September
  2025                   51.895.000.000      47.967.053.827       451.805.463     16.343.708.350       313.726.027    116.971.293.667     20.065.459     116.991.359.126




                                                Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang
                                                    tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

                                                                                       7
Page 11
                                PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                            LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
     Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                        Catatan        30 September 2025       30 September 2024

ARUS KAS DARI AKTIVITAS
  OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan            6,22               53.200.340.819          43.288.806.491
Pembayaran kepada pemasok              7,9,12,23           (30.642.044.674)        (23.131.771.314 )
Pembayaran untuk beban operasional
  lainnya                                                  (17.348.574.768 )       (10.455.373.182 )
Penerimaan penghasilan keuangan                                525.820.882              74.619.587
Pembayaran beban keuangan                                   (1.151.104.252 )          (921.496.766 )
Pembayaran pajak penghasilan            13b,13c             (1.378.665.539 )        (1.859.305.210 )

Kas Neto Diperoleh dari Aktivitas
  Operasi                                                   3.205.772.468           6.995.479.606

ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS
  INVESTASI
Perolehan aset tetap                     11,33             (44.591.565.033 )        (9.263.874.103 )
Penjualan aset tetap                      11                     1.000.000              65.000.000
Pembayaran uang muka sewa                  9                             -             (70.000.000 )
Pembayaran aset lain-lain                 10                   (60.000.000 )                     -
Pembayaran piutang lain-lain pihak
  berelasi                                26                               -        (8.355.257.928 )
Penerimaan piutang lain-lain pihak
  berelasi                                26                  358.502.123          10.424.122.945

Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas
  Investasi                                                (44.292.062.910 )        (7.200.009.086 )

ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS
  PENDANAAN
Peningkatan modal disetor               18,20,33           11.250.000.000             264.000.000
Penerimaan tambahan modal disetor                          41.850.000.000
Pembayaran biaya emisi saham               9               (1.200.289.340 )         (1.849.907.613 )
Pembayaran liabilitas sewa                14                 (495.000.000 )                      -
Penerimaan melalui utang bank             15                            -            5.450.000.000
Pembayaran utang bank                     15               (2.345.386.869 )         (2.252.342.918 )
Pembayaran utang pembiayaan
  konsumen                                16                  (427.088.000 )          (791.629.600 )
Penerimaan utang lain-lain pihak
  berelasi                                26                               -            50.000.000
Pembayaran utang lain-lain pihak
  berelasi                                26                               -        (1.304.500.000 )

Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan
  untuk) Aktivitas Pendanaan                               48.632.235.791             (434.380.131 )




           Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang
               tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

                                                   8
Page 12
                              PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                    LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN (lanjutan)
   Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                     Catatan       30 September 2025     30 September 2024

KENAIKAN (PENURUNAN) NETO
  KAS DAN SETARA KAS                                     7.545.945.349           (638.909.611 )

KAS DAN SETARA KAS AWAL
  PERIODE                                              18.925.727.099          19.599.136.854

KAS DAN SETARA KAS AKHIR
  PERIODE                               5              26.471.672.448          18.960.227.243




        Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang
            tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

                                               9
Page 13
                                  PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
       Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                         (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1.    UMUM

      Pendirian Perusahaan

      PT Jantra Grupo Indonesia ("Perusahaan") didirikan tanggal 26 September 2017 berdasarkan Akta
      Notaris No. 102 dibuat oleh Suhardi Hadi Santoso, S.H., Notaris di Jakarta. Akta Pendirian Perusahaan
      telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat keputusan
      No. AHU-0052824.AH.01.01.Tahun 2017 tanggal 22 November 2017.

      Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris
      No. 12 tanggal 1 Juli 2025, dibuat oleh Rosida Rajagukguk-Siregar, S.H., M.Kn., tentang perubahan
      susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan. Perubahan anggaran dasar Perusahaan tersebut
      telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
      Penerimaan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.09-0308973 tanggal 9 Juli 2025.

      Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama
      bergerak di bidang perdagangan, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor dengan kegiatan
      usaha utama yaitu reparasi mobil dan perdagangan besar dan eceran suku cadang dan aksesoris mobil.

      Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, kegiatan usaha utama yang dijalankan
      Perusahaan adalah di bidang perdagangan suku cadang, reparasi dan perawatan mobil.

      Perusahaan berkedudukan di Kota Tangerang Selatan.

      PT Tahtra Kertajaya Indonesia adalah entitas induk Perusahaan dan pemegang saham pengendali
      Perusahaan.

      Struktur Entitas Anak

      Rincian Entitas Anak pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
                                                                                            30 September 2025                 31 Desember 2024
                                                                                                           Total                            Total
                                                                           Mulai        Total Aset     Pendapatan       Total Aset      Pendapatan
                                                          Persentase    Operasional      Sebelum         Sebelum         Sebelum          Sebelum
 Nama Entitas       Domisili       Kegiatan Usaha         kepemilikan    Komersial      Eliminasi        Eliminasi      Eliminasi         Eliminasi

 Kepemilikan
   langsung
 Entitas anak
 PT Joen Lie       Sukoharjo    Reparasi dan perawatan      99,99%           2016     15.286.848.183   4.405.817.075   14.714.865.589    5.125.684.731
   Indonesia                    mobil serta perdagangan
                                      suku cadang
 PT Liantra Wil    Semarang     Reparasi dan perawatan      99,99%           2016     14.461.498.177   3.940.301.391   13.836.287.481    4.866.377.542
   Indonesia                    mobil serta perdagangan
                                      suku cadang

 Tidak langsung
 PT Jantra            Bali      Reparasi dan perawatan      99,91%           2018      5.134.293.777   2.983.863.588    4.410.895.559    3.580.498.900
    Mantra Kerta                mobil serta perdagangan
    Indonesia                         suku cadang
 PT Jantra &        Jakarta     Reparasi dan perawatan      99,98%           2014     12.183.687.434   8.077.777.207   10.513.879.265   10.275.205.008
    JTRS                        mobil serta perdagangan
                                      suku cadang
 PT Jantra Wil       Kediri     Reparasi dan perawatan      99,88%           2016      4.219.856.638   2.769.594.096    1.577.604.600    1.380.760.207
   Indonesia                    mobil serta perdagangan
                                      suku cadang
 PT Jantra          Malang      Reparasi dan perawatan      99,94%           2017      5.118.669.785   4.200.734.902    4.008.209.451    4.669.035.632
   Techno                       mobil serta perdagangan
   Indonesia                          suku cadang
 PT Van Harness     Sidoarjo    Reparasi dan perawatan      99,90%           2016      3.461.085.558   3.760.696.495    2.522.830.905    3.951.384.178
   Indonesia                    mobil serta perdagangan
                                      suku cadang
 PT Jantra         Yogyakarta   Reparasi dan perawatan      99,97%           2016     16.436.798.207   4.585.305.655   13.458.497.620    6.558.136.965
   Traspatih                    mobil serta perdagangan
   Indonesia                          suku cadang
 PT Wildanes        Cirebon     Reparasi dan perawatan      99,94%           2018      7.638.338.637   3.716.264.873    7.147.534.015    4.406.084.315
   Kertajaya                    mobil serta perdagangan
   Indonesia                          suku cadang




                                                                        10
Page 14
                                PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1.   UMUM (lanjutan)

     Akuisisi Entitas Anak

     PT Joen Lie Indonesia (JLI)

     Berdasarkan Akta Notaris No. 309 dari Rosida Rajagukguk-Siregar, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
     tanggal 28 Desember 2023, para pemegang saham JLI menyetujui:
     1. Memindahkan hak atas saham JLI dengan rincian sebagai berikut:
         a. Jantra Al Rasyid mengalihkan hak atas saham sebanyak 283 lembar saham atau dengan
             jumlah nilai nominal sebesar Rp283.000.000 kepada Perusahaan.
         b. Imam Sujono mengalihkan hak atas saham sebanyak 2.546 lembar saham atau dengan jumlah
             nilai nominal sebesar Rp2.546.000.000 kepada Perusahaan.
     2. Meningkatkan modal dasar dan modal ditempatkan serta modal disetor JLI sebagai berikut:
         a. Meningkatkan modal dasar yang semula sebanyak 2.830 lembar saham atau dengan nilai
             nominal sebesar Rp2.830.000.000 menjadi 47.836 lembar saham atau dengan nilai nominal
             sebesar Rp47.836.000.000.
         b. Meningkatkan modal ditempatkan dan disetor yang semula 2.830 lembar saham atau dengan
             nilai nominal sebesar Rp2.830.000.000 menjadi 11.959 lembar saham atau dengan nilai
             nominal sebesar Rp11.959.000.000 dengan cara mengeluarkan saham baru sebanyak 9.129
             lembar saham atau dengan nilai nominal Rp9.129.000.000 yang seluruhnya diambil bagian oleh
             Perusahaan.

     Akta tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
     Indonesia No. AHU-0082315.AH.01.02.Tahun 2023 tanggal 29 Desember 2023.

     Akuisisi saham JLI oleh Perusahaan seluruhnya dilakukan dengan penyerahan kas sebesar
     Rp11.958.000.000. Kepemilikan Perusahaan atas saham JLI sebesar 11.958 lembar saham atau setara
     99,99% dari modal disetorkan JLI.

     PT Liantra Wil Indonesia (LWI)

     Berdasarkan Akta Notaris No. 312 dari Rosida Rajagukguk-Siregar, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
     tanggal 28 Desember 2023, para pemegang saham LWI menyetujui:
     1. Memindahkan hak atas saham LWI dengan rincian sebagai berikut:
         a. Jantra Al Rasyid mengalihkan hak atas saham sebanyak 1.767 lembar saham atau dengan
             jumlah nilai nominal sebesar Rp1.767.000.000 kepada Perusahaan.
         b. Liya Dariyah mengalihkan hak atas saham sebanyak 442 lembar saham atau dengan jumlah
             nilai nominal sebesar Rp442.000.000 kepada Perusahaan.
     2. Meningkatkan modal dasar dan modal ditempatkan serta modal disetor LWI sebagai berikut:
         a. Meningkatkan modal dasar yang semula sebanyak 2.210 lembar saham atau dengan nilai
             nominal sebesar Rp2.210.000.000 menjadi 45.864 lembar saham atau dengan nilai nominal
             sebesar Rp45.864.000.000.
         b. Meningkatkan modal ditempatkan dan disetor yang semula 2.210 lembar saham atau dengan
             nilai nominal sebesar Rp2.210.000.000 menjadi 11.466 lembar saham atau dengan nilai
             nominal sebesar Rp11.466.000.000 dengan cara mengeluarkan saham baru sebanyak 9.256
             lembar saham atau dengan nilai nominal Rp9.256.000.000 yang seluruhnya diambil bagian oleh
             Perusahaan.

     Akta tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
     Indonesia No. AHU-0082318.AH.01.02.Tahun 2023 tanggal 29 Desember 2023.

     Akuisisi saham LWI oleh Perusahaan seluruhnya dilakukan dengan penyerahan kas sebesar
     Rp11.465.000.000. Kepemilikan Perusahaan atas saham LWI sebesar 11.465 lembar saham atau
     setara 99,99% dari modal disetorkan LWI.




                                                  11
Page 15
                                PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1.   UMUM (lanjutan)

     Akuisisi Entitas Anak (lanjutan)

     PT Jantra Mantra Kerta Indonesia (JMKI)

     Berdasarkan Akta Notaris No. 322 dari Rosida Rajagukguk-Siregar, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
     tanggal 28 Desember 2023, para pemegang saham JMKI menyetujui memindahkan hak atas saham
     JMKI dengan rincian sebagai berikut:
     a. Jantra Al Rasyid mengalihkan hak atas saham sebanyak 953 lembar saham atau dengan jumlah
         nilai nominal sebesar Rp953.000.000 kepada JLI.
     b. Liya Dariyah mengalihkan hak atas saham sebanyak 106 lembar saham atau dengan jumlah nilai
         nominal sebesar Rp106.000.000 kepada JLI.

     Akta tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui
     Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.09-0201447 tanggal
     29 Desember 2023.

     Akuisisi saham JMKI oleh JLI seluruhnya dilakukan dengan penyerahan kas sebesar Rp1.059.000.000.
     Kepemilikan JLI atas saham JMKI sebesar 1.059 lembar saham atau setara 99,91% dari modal
     disetorkan JMKI.

     PT Jantra & JTRS (JDJ)

     Berdasarkan Akta Notaris No. 318 dari Rosida Rajagukguk-Siregar, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
     tanggal 28 Desember 2023, para pemegang saham JDJ menyetujui:
     1. Memindahkan hak atas saham JDJ dengan rincian sebagai berikut:
         a. Imam Sujono mengalihkan hak atas saham sebanyak 2.037 lembar saham atau dengan jumlah
             nilai nominal sebesar Rp2.037.000.000 kepada JLI.
         b. Liya Dariyah mengalihkan hak atas saham sebanyak 775 lembar saham atau dengan jumlah
             nilai nominal sebesar Rp775.000.000 kepada JLI.
         c. Jantra Al Rasyid mengalihkan hak atas saham sebanyak 97 lembar saham atau dengan jumlah
             nilai nominal sebesar Rp97.000.000 kepada JLI.
     2. Meningkatkan modal dasar dan modal ditempatkan serta modal disetor JDJ sebagai berikut:
         a. Meningkatkan modal dasar yang semula sebanyak 3.000 lembar saham atau dengan nilai
             nominal sebesar Rp3.000.000.000 menjadi 20.540 lembar saham atau dengan nilai nominal
             sebesar Rp20.540.000.000.
         b. Meningkatkan modal ditempatkan dan disetor yang semula 2.910 lembar saham atau dengan
             nilai nominal sebesar Rp2.910.000.000 menjadi 5.135 lembar saham atau dengan nilai nominal
             sebesar Rp5.135.000.000 dengan cara mengeluarkan saham baru sebanyak 2.225 lembar
             saham atau dengan nilai nominal Rp2.225.000.000 yang seluruhnya diambil bagian oleh JLI.

     Akta tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
     Indonesia No. AHU-0082259.AH.01.02.Tahun 2023 tanggal 29 Desember 2023.

     Akuisisi saham JDJ oleh JLI seluruhnya dilakukan dengan penyerahan kas sebesar Rp5.134.000.000.
     Kepemilikan JLI atas saham JDJ sebesar 5.134 lembar saham atau setara 99,98% dari modal
     disetorkan JDJ.

     PT Jantra Wil Indonesia (JWI)

     Berdasarkan Akta Notaris No. 315 dari Rosida Rajagukguk-Siregar, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
     tanggal 28 Desember 2023, para pemegang saham JWI menyetujui memindahkan hak atas saham JWI
     dengan rincian sebagai berikut:
     a. Liya Dariyah mengalihkan hak atas saham sebanyak 83 lembar saham atau dengan jumlah nilai
         nominal sebesar Rp83.000.000 kepada JLI.
     b. Imam Sujono mengalihkan hak atas saham sebanyak 746 lembar saham atau dengan jumlah nilai
         nominal sebesar Rp746.000.000 kepada JLI.


                                                  12
Page 16
                                PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1.   UMUM (lanjutan)

     Akuisisi Entitas Anak (lanjutan)

     PT Jantra Wil Indonesia (JWI) (lanjutan)

     Akta tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui
     Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.09-0201505 tanggal
     29 Desember 2023.

     Akuisisi saham JWI oleh JLI seluruhnya dilakukan dengan penyerahan kas sebesar Rp829.000.000.
     Kepemilikan JLI atas saham JWI sebesar 829 lembar saham atau setara 99,88% dari modal disetorkan
     JWI.

     PT Jantra Techno Indonesia (JTech)

     Berdasarkan Akta Notaris No. 334 dari Rosida Rajagukguk-Siregar, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
     tanggal 28 Desember 2023, para pemegang saham JTech menyetujui:
     1. Memindahkan hak atas saham JTech dengan rincian sebagai berikut:
         a. Imam Sujono mengalihkan hak atas saham sebanyak 142 lembar saham atau dengan jumlah
             nilai nominal sebesar Rp142.000.000 kepada LWI.
         b. Liya Dariyah mengalihkan hak atas saham sebanyak 1.287 lembar saham atau dengan jumlah
             nilai nominal sebesar Rp1.287.000.000 kepada LWI.
     2. Meningkatkan modal dasar dan modal ditempatkan serta modal disetor JTech sebagai berikut:
         a. Meningkatkan modal dasar yang semula sebanyak 1.430 lembar saham atau dengan nilai
             nominal sebesar Rp1.430.000.000 menjadi 6.504 lembar saham atau dengan nilai nominal
             sebesar Rp6.504.000.000.
         b. Meningkatkan modal ditempatkan dan disetor yang semula 1.430 lembar saham atau dengan
             nilai nominal sebesar Rp1.430.000.000 menjadi 1.626 lembar saham atau dengan nilai nominal
             sebesar Rp1.626.000.000 dengan cara mengeluarkan saham baru sebanyak 196 lembar
             saham atau dengan nilai nominal Rp196.000.000 yang seluruhnya diambil bagian oleh LWI.

     Akta tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
     Indonesia No. AHU-0082314.AH.01.02.Tahun 2023 tanggal 29 Desember 2023.

     Akuisisi saham JTech oleh LWI seluruhnya dilakukan dengan penyerahan kas sebesar
     Rp1.625.000.000. Kepemilikan LWI atas saham JTech sebesar 1.625 lembar saham atau setara
     99,94% dari modal disetorkan JTech.

     PT Van Harness Indonesia (VHI)

     Berdasarkan Akta Notaris No. 331 dari Rosida Rajagukguk-Siregar, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
     tanggal 28 Desember 2023, para pemegang saham VHI menyetujui memindahkan hak atas saham VHI
     dengan rincian sebagai berikut:
     a. Imam Sujono mengalihkan hak atas saham sebanyak 908 lembar saham atau dengan jumlah nilai
         nominal sebesar Rp908.000.000 kepada LWI.
     b. Dwi Respati Iriani mengalihkan hak atas saham sebanyak 101 lembar saham atau dengan jumlah
         nilai nominal sebesar Rp101.000.000 kepada LWI.

     Akta tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui
     Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.09-0201443 tanggal
     29 Desember 2023.

     Akuisisi saham VHI oleh LWI seluruhnya dilakukan dengan penyerahan kas sebesar Rp1.009.000.000.
     Kepemilikan LWI atas saham VHI sebesar 1.009 lembar saham atau setara 99,90% dari modal
     disetorkan VHI.




                                                  13
Page 17
                                PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1.   UMUM (lanjutan)

     Akuisisi Entitas Anak (lanjutan)

     PT Jantra Traspatih Indonesia (Jtras)

     Berdasarkan Akta Notaris No. 328 dari Rosida Rajagukguk-Siregar, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
     tanggal 28 Desember 2023, para pemegang saham JTras menyetujui:
     1. Memindahkan hak atas saham JTras dengan rincian sebagai berikut:
         a. Jantra Al Rasyid mengalihkan hak atas saham sebanyak 2.087 lembar saham atau dengan
             jumlah nilai nominal sebesar Rp2.087.000.000 kepada LWI.
         b. Dwi Respati Iriani mengalihkan hak atas saham sebanyak 232 lembar saham atau dengan
             jumlah nilai nominal sebesar Rp232.000.000 kepada LWI.
     2. Meningkatkan modal dasar dan modal ditempatkan serta modal disetor JTech sebagai berikut:
         a. Meningkatkan modal dasar yang semula sebanyak 2.320 lembar saham atau dengan nilai
             nominal sebesar Rp2.320.000.000 menjadi 15.856 lembar saham atau dengan nilai nominal
             sebesar Rp15.856.000.000.
         b. Meningkatkan modal ditempatkan dan disetor yang semula 2.320 lembar saham atau dengan
             nilai nominal sebesar Rp2.320.000.000 menjadi 3.964 lembar saham atau dengan nilai nominal
             sebesar Rp3.964.000.000 dengan cara mengeluarkan saham baru sebanyak 1.644 lembar
             saham atau dengan nilai nominal Rp1.644.000.000 yang seluruhnya diambil bagian oleh LWI.

     Akta tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
     Indonesia No. AHU-0082312.AH.01.02.Tahun 2023 tanggal 29 Desember 2023.

     Akuisisi saham JTras oleh LWI seluruhnya dilakukan dengan penyerahan kas sebesar
     Rp3.963.000.000. Kepemilikan LWI atas saham JTras sebesar 3.963 lembar saham atau setara 99,97%
     dari modal disetorkan JTras.

     PT Wildanes Kertajaya Indonesia (WKI)

     Berdasarkan Akta Notaris No. 325 dari Rosida Rajagukguk-Siregar, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
     tanggal 28 Desember 2023, para pemegang saham WKI menyetujui memindahkan hak atas saham
     WKI dengan rincian sebagai berikut:
     a. Jantra Al Rasyid mengalihkan hak atas saham sebanyak 1.493 lembar saham atau dengan jumlah
         nilai nominal sebesar Rp1.493.000.000 kepada LWI.
     b. Dwi Respati Iriani mengalihkan hak atas saham sebanyak 166 lembar saham atau dengan jumlah
         nilai nominal sebesar Rp166.000.000 kepada LWI.

     Akta tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui
     Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.09-0201496 tanggal
     29 Desember 2023.

     Akuisisi saham WKI oleh LWI seluruhnya dilakukan dengan penyerahan kas sebesar Rp1.659.000.000.
     Kepemilikan LWI atas saham WKI sebesar 1.659 lembar saham atau setara 99,94% dari modal
     disetorkan WKI.

     Susunan Pengurus, Dewan Komisaris dan Direksi serta Karyawan

     Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, susunan Dewan Komisaris dan Direksi
     Perusahaan adalah sebagai berikut:
                                          30 September 2025        31 Desember 2024
     Dewan Komisaris
     Komisaris Utama                :   Jantra Al Rasyid         Jantra Al Rasyid
     Komisaris Independen           :   Febby Adriyani           Beni Hendrawan

     Direksi
     Direktur Utama                 :   Imam Sujono              Imam Sujono
     Direktur                       :   Dodon Tri Koeswardana    Dodon Tri Koeswardana


                                                      14
Page 18
                                PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1.   UMUM (lanjutan)

     Susunan Dewan Komisaris dan Direksi serta Karyawan (lanjutan)

     Personil manajemen kunci Perusahaan meliputi seluruh anggota Komisaris dan Direksi. Manajemen
     kunci tersebut memiliki kewenangan dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin, dan
     mengendalikan aktivitas Perusahaan.

     Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 dan 2024, total beban
     kompensasi bruto bagi manajemen kunci (termasuk Dewan Komisaris dan Direksi) Kelompok Usaha
     adalah sebagai berikut:

                                        30 September 2025               30 September 2024

     Imbalan kerja jangka pendek                        872.545.750                 781.995.500
     Imbalan pasca kerja                                 99.804.808                  99.804.808

     Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No.01.04/SK-DIR/JGI/09/2025 tanggal 30 September 2025,
     Perusahaan telah menunjuk Simon Arosokhi Gulo sebagai Sekretaris Perusahaan.

     Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris Perusahaan No.01.02/SK-DKom/JGI/08/2025 tanggal
     27 Agustus 2025, Perusahaan telah menunjuk Komite Audit sebagai berikut:

     Ketua Komite Audit                        :          Febby Adriyani Tiwon
     Anggota Komite Audit                     ::          Zain Zainuddin
     Anggota Komite Audit                      :          Ruli Citrarini

     Berdasarkan     Surat    Penunjukan      dan    Pengangkatan       Unit      Audit      Internal
     No.22.274/SPnk/JGI/LGL/10/2024    tanggal    1    Oktober    2024       dan      Perubahannya
     No.04.003/SPb/JGI/CORSEC/04/2025, Perusahaan telah menunjuk Unit Audit Internal sebagai berikut:

     Ketua Unit Audit Internal                      :         Adien Setya Suwandi
     Anggota Unit Audit Internal                   ::         Dini Nur Adriani
     Anggota Unit Audit Internal                    :         Irma Damayanti

     Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan dan entitas anak masing-
     masing memiliki 306 dan 266 karyawan tetap.

     Penerbitan Laporan Keuangan

     Laporan keuangan konsolidasian ini telah diotorisasi untuk diterbitkan oleh Dewan Direksi Perusahaan,
     selaku pihak yang bertanggung jawab atas penyusunan dan penyelesaian laporan keuangan
     konsolidasian, pada tanggal 30 Oktober 2025.


2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING

     Kepatuhan Terhadap Standar Akuntansi Keuangan (SAK)

     Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan entitas anaknya (bersama-sama disebut sebagai
     “Grup”) telah disusun dan disajikan sesuai dengan SAK di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar
     Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) yang diterbitkan
     oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan-Ikatan Akuntan Indonesia (“DSAK-IAI”), serta Peraturan
     No. VIII.G.7, tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan
     Publik.




                                                         15
Page 19
                                PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING

     Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian

     Laporan keuangan konsolidasian, kecuali laporan arus kas, telah disusun secara akrual dengan
     menggunakan konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali untuk akun-akun tertentu yang diukur
     berdasarkan basis lain seperti yang dijelaskan dalam kebijakan akuntansi terkait.

     Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung, dan dikelompokkan
     ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

     Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian
     30 September 2025 konsisten dengan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan
     konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024, kecuali untuk penerapan
     amendemen PSAK yang berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2025 seperti yang diungkapkan dalam
     Catatan ini.

     Mata uang fungsional dan pelaporan yang digunakan oleh Perusahaan adalah Rupiah.

     Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan SAK Indonesia mengharuskan
     manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang memengaruhi penerapan
     kebijakan akuntansi dan jumlah aset, liabilitas, pendapatan dan beban yang dilaporkan. Walaupun
     estimasi ini dibuat berdasarkan pengetahuan terbaik manajemen dan pertimbangan atas kejadian dan
     tindakan saat ini, hasil yang sebenarnya mungkin berbeda dari jumlah yang diestimasi. Hal-hal yang
     melibatkan pertimbangan atau kompleksitas yang lebih tinggi atau hal-hal di mana asumsi dan estimasi
     adalah signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian diungkapkan dalam Catatan 3 atas laporan
     keuangan konsolidasian.

     Ketika entitas menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara restrospektif atau membuat penyajian
     kembali pos-pos laporan keuangan atau ketika entitas mereklasifikasi pos-pos dalam laporan
     keuangannya maka entitas menyajikan kembali laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif
     yang disajikan.

     Penerapan PSAK yang Baru dan Direvisi

     Grup telah menerapkan PSAK yang baru dan revisi, yang berlaku efektif tanggal 1 Januari 2025:
     - Amendemen PSAK 221 (sebelumnya PSAK 10): Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing -
        Kekurangan Ketertukaran.
     - PSAK 117 (sebelumnya PSAK 74): Kontrak Asuransi.
     - Amendemen PSAK 117 (sebelumnya PSAK 74): Kontrak Asuransi tentang Penerapan Awal PSAK
        117 (sebelumnya PSAK 74) dan PSAK 109 (sebelumnya PSAK 71) - Informasi Komparatif.

     Penerapan standar yang baru dan revisi tersebut tidak mengakibatkan perubahan substansial terhadap
     kebijakan akuntansi Grup dan tidak memiliki dampak material terhadap jumlah yang dilaporkan untuk
     tahun berjalan.

     Dasar Konsolidasian

     Entitas anak adalah seluruh entitas di mana Perusahaan memiliki pengendalian. Perusahaan
     mengendalikan investee ketika (a) memiliki kekuasaan atas investee, (b) eksposur atau hak atas imbal
     hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee, dan (c) memiliki kemampuan untuk menggunakan
     kekuasaannya atas investee untuk memengaruhi jumlah imbal hasil. Perusahaan menilai kembali
     apakah Perusahaan mengendalikan investee jika fakta dan keadaan mengindikasikan adanya
     perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian.

     Konsolidasi atas entitas anak dimulai sejak tanggal Grup memperoleh pengendalian atas entitas anak
     dan berakhir ketika Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak. Penghasilan dan beban entitas
     anak dimasukkan atau dilepaskan selama tahun berjalan dalam laba rugi dari tanggal diperolehnya
     pengendalian sampai dengan tanggal ketika Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak.

                                                   16
Page 20
                                PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

     Dasar Konsolidasian (lanjutan)

     Laba rugi dan setiap komponen dari penghasilan komprehensif lain diatribusikan kepada pemilik entitas
     induk dan kepentingan nonpengendali, meskipun hal tersebut mengakibatkan kepentingan
     nonpengendali memiliki saldo defisit. Jika diperlukan, dilakukan penyesuaian atas laporan keuangan
     entitas anak guna memastikan keseragaman dengan kebijakan akuntansi Grup. Mengeliminasi secara
     penuh aset dan liabilitas, penghasilan, beban, dan arus kas dalam intra grup terkait dengan transaksi
     antar entitas dalam Grup.

     Perubahan dalam bagian kepemilikan atas entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya
     pengendalian pada entitas anak dicatat sebagai transaksi ekuitas. Setiap perbedaan antara jumlah
     tercatat kepentingan nonpengendali yang disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang dibayar atau
     diterima diakui secara langsung di ekuitas dan mengatribusikannya kepada pemilik entitas induk.

     Ketika Grup kehilangan pengendalian pada entitas anak, maka Grup menghentikan pengakuan atas
     aset (termasuk goodwill), liabilitas dan komponen lain dari ekuitas terkait, sementara keuntungan atau
     kerugian yang dihasilkan diakui pada laba rugi. Bagian dari investasi yang tersisa diakui pada nilai wajar.

     Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali

     Kombinasi bisnis Grup dicatat berdasarkan PSAK 338, “Kombinasi Bisnis Grup”, dengan menggunakan
     metode penyatuan kepemilikan. Selisih antara harga pengalihan dengan nilai buku dicatat dalam akun
     “Selisih Nilai Transaksi dengan Grup” dan disajikan sebagai bagian dari akun “Tambahan Modal
     Disetor” dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.

     Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing

     Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam Rupiah (“Rp”), yang merupakan mata uang fungsional
     Perusahaan.

     Transaksi dalam mata uang asing dicatat ke mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs yang
     berlaku pada tanggal transaksi.

     Pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing
     dijabarkan dengan kurs yang berlaku saat itu. Pos non-moneter dalam mata uang asing yang diukur
     berdasarkan nilai historis tidak dijabarkan kembali. Selisih kurs yang timbul atas penyelesaian pos-pos
     moneter dan penjabaran kembali pos-pos moneter diakui pada laba rugi.

     Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi

     Sesuai dengan PSAK No. 224, “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”, suatu pihak dianggap berelasi
     jika salah satu pihak memiliki kemampuan untuk mengendalikan (dengan cara kepemilikan, secara
     langsung atau tidak langsung) atau mempunyai pengaruh signifikan (dengan cara partisipasi dalam
     kebijakan keuangan dan operasional) atas pihak lain dalam mengambil keputusan keuangan dan
     operasional.

     Seluruh transaksi signifikan dengan pihak berelasi diungkapkan dalam Catatan 26 atas laporan
     keuangan konsolidasian.

     Instrumen Keuangan

     Aset Keuangan

     Aset keuangan diakui dan dihentikan pengakuannya pada tanggal perdagangan di mana pembelian
     atau penjualan aset keuangan dilakukan berdasarkan kontrak yang mensyaratkan penyerahan aset
     keuangan dalam jangka waktu yang ditetapkan oleh pasar yang bersangkutan.


                                                      17
Page 21
                                 PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
      Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

     Instrumen Keuangan (lanjutan)

     Aset Keuangan (lanjutan)

     Grup menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal dan tidak bisa melakukan
     perubahan setelah penerapan awal tersebut.

     Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan harus didasarkan pada bisnis model dan arus kas kontraktual
     - apakah semata dari pembayaran pokok dan bunga.

     Aset keuangan diklasifikasikan dalam dua kategori sebagai berikut:
     - Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi.; dan
     - Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
       komprehensif lain.

     Aset keuangan Perusahaan meliputi kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain dan aset lain-
     lain (instrumen keuangan yang memiliki dan tidak memiliki kuotasi harga). Aset keuangan
     diklasifikasikan sebagai aset lancar, jika jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, jika tidak maka aset
     keuangan ini diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.

     Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:

     i)    Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi

           Perusahaan mengukur aset keuangan pada biaya diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi:
           (1) aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk mengumpulkan arus kas
           kontraktual; dan (2) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menimbulkan pada tanggal yang
           ditentukan untuk arus kas yang semata- mata pembayaran pokok dan bunga atas jumlah pokok
           yang belum dibayar.

           Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortiasi selanjutnya diukur dengan menggunakan
           metode suku bunga efektif (Effective Interest Rate) (“EIR”), setelah dikurangi dengan penurunan
           nilai. Biaya perolehan yang diamortisasi dihitung dengan memperhitungkan diskonto atau premi
           atas biaya akuisisi atau biaya yang merupakan bagian integral dari EIR tersebut. Amortisasi EIR
           dicatat dalam laporan laba rugi konsolidasian. Kerugian yang timbul dari penurunan nilai juga diakui
           pada laporan laba rugi konsolidasian.

     ii)   Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui OCI

           Instrumen utang

           Perusahaan mengukur instrumen utang pada nilai wajar melalui OCI jika kedua kondisi berikut
           terpenuhi: (1) aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk mengumpulkan
           arus kas kontraktual dan pejualan; dan (2) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan
           menimbulkan pada tanggal yang ditentukan untuk arus kas yang semata-mata pembayaran pokok
           dan bunga atas jumlah pokok yang belum dibayar.

           Untuk instrumen utang yang diukur pada nilai wajar melalui OCI, pendapatan bunga, revaluasi
           selisih kurs, dan kerugian atau pembalikan penurunan nilai diakui dalam laba rugi dan dihitung
           dengan cara yang sama seperti aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
           Perubahan nilai wajar yang tersisa diakui dalam OCI. Setelah penghentian pengakuan, perubahan
           nilai wajar kumulatif yang diakui di OCI didaur ulang menjadi laba rugi.




                                                      18
Page 22
                                 PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
      Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

     Instrumen Keuangan (lanjutan)

     Aset Keuangan (lanjutan)

     ii)    Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui OCI (lanjutan)

            Instrumen ekuitas

            Setelah pengakuan awal, Perusahaan dapat memilih untuk mengklasifikasikan investasi
            ekuitasnya secara tidak dapat dibatalkan sebagai instrumen ekuitas yang ditetapkan pada nilai
            wajar melalui OCI jika definisi ekuitas sesuai PSAK No. 232: Instrumen Keuangan: Penyajian dan
            tidak dimiliki untuk diperdagangkan. Klasifikasi ditentukan berdasarkan instrumen per instrumen.

            Keuntungan dan kerugian dari aset keuangan ini tidak pernah didaur ulang menjadi keuntungan
            atau kerugian. Dividen diakui sebagai pendapatan lain-lain dalam laba rugi pada saat hak
            pembayaran telah ditetapkan, kecuali jika Perusahaan memperoleh keuntungan dari hasil tersebut
            sebagai pemulihan sebagian biaya perolehan aset keuangan, dalam hal ini, keuntungan tersebut
            adalah dicatat dalam OCI. Instrumen ekuitas yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI tidak
            tunduk pada penilaian penurunan nilai.

     iii)   Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi konsolidasian

            Aset keuangan pada nilai wajar melalui laporan laba rugi konsolidasian termasuk aset keuangan
            yang dimiliki untuk diperdagangkan, aset keuangan yang ditetapkan pada pengakuan awal pada
            nilai wajar melalui laporan laba rugi konsolidasian, atau aset keuangan yang wajib diukur pada nilai
            wajar. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan jika mereka diperoleh
            untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Derivatif, termasuk derivatif melekat
            yang dipisahkan, juga diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk diperdagangkan kecuali jika ditetapkan
            sebagai instrumen lindung nilai yang efektif. Aset keuangan dengan arus kas yang tidak semata-
            mata pembayaran pokok dan bunga diklasifikasikan dan diukur pada nilai wajar melalui laporan
            laba rugi konsolidasian, terlepas dari model bisnisnya.

            Terlepas dari kriteria untuk instrumen utang yang akan diklasifikasikan pada biaya perolehan
            diamortisasi atau pada nilai wajar melalui OCI, seperti dijelaskan di atas, instrumen utang dapat
            ditetapkan pada nilai wajar melalui laba rugi pada pengakuan awal jika hal tersebut menghilangkan,
            atau secara signifikan mengurangi, ketidaksesuaian akuntansi.

            Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi konsolidasian selanjutnya
            disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian sebesar nilai wajar, dengan perubahan nilai
            wajar yang diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian.

            Perusahaan tidak memiliki investasi dalam instrumen ekuitas, yang diklasifikasikan sebagai aset
            keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.

     Aset keuangan (atau mana yang lebih tepat, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset
     keuangan serupa) dihentikan pengakuannya pada saat: (1) hak untuk menerima arus kas yang berasal
     dari aset tersebut telah berakhir; atau (2) Perusahaan telah mengalihkan hak mereka untuk menerima
     arus kas yang berasal dari aset atau berkewajiban untuk membayar arus kas yang diterima secara
     penuh tanpa penundaan material kepada pihak ketiga dalam perjanjian “pass-through”; dan baik (a)
     Perusahaan telah secara substansial, mengalihkan seluruh risiko dan manfaat dari aset, atau (b)
     Perusahaan secara substansial tidak mengalihkan atau tidak memiliki seluruhris iko dan manfaat suatu
     aset, namun telah mengalihkan kendali atas aset tersebut.

     Liabilitas Keuangan

     Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK No. 109 diklasifikasikan sebagai berikut:
     - Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi; dan
     - Liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi.

                                                       19
Page 23
                                 PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
      Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

     Instrumen Keuangan (lanjutan)

     Liabilitas Keuangan (lanjutan)

     Perusahaan menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.

     Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan, dalam hal pinjaman dan utang,
     termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.

     Liabilitas keuangan Perusahaan meliputi utang usaha, utang lain-lain, beban yang masih harus dibayar,
     liabilitas sewa, utang bank dan utang pembiayaan konsumen. Liabilitas keuangan diklasifikasikan
     sebagai liabilitas jangka panjang jika jatuh tempo melebihi 12 bulan dan sebagai liabilitas jangka pendek
     jika jatuh tempo yang tersisa kurang dari 12 bulan.

     Pengukuran liabilitas keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:

     i)    Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi

           Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya amortisasi (misalnya pinjaman dan utang yang
           dikenakan bunga) selanjutnya diukur dengan menggunakan metode EIR. Amortisasi EIR termasuk
           di dalam biaya keuangan dalam laporan laba rugi konsolidasian.

     ii)   Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi konsolidasian

           Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi konsolidasian termasuk
           liabilitas keuangan untuk diperdagangkan dan liabilitas keuangan yang ditetapkan pada saat
           pengakuan awal untuk diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi konsolidasian.

     ii)   Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi konsolidasian (lanjutan)

           Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok untuk diperdagangkan jika mereka diperoleh
           untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Kategori ini termasuk instrumen
           keuangan derivatif yang diambil Perusahaan yang tidak ditujukan sebagai instrumen lindung nilai
           dalam hubungan lindung nilai sebagaimana didefinisikan dalam PSAK No. 109. Derivatif melekat
           yang dipisahkan juga diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan kecuali mereka
           ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai efektif.

           Keuntungan atau kerugian atas liabilitas yang dimiliki untuk diperdagangkan diakui dalam laporan
           laba rugi konsolidasian.

     Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat liabilitas tersebut berakhir atau dibatalkan atau
     kadaluarsa

     Dalam hal suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan oleh liabilitas keuangan lain dari pemberi
     pinjaman yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara
     substansial atas persyaratan dari suatu liabilitas yang ada, pertukaran atau modifikasi tersebut
     diperlakukan sebagai penghentian pengakuan liabilitas awal dan pengakuan liabilitas baru, dan selisih
     antara nilai tercatat masing-masing liabilitas diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian.

     Instrumen keuangan derivatif dan aktivitas lindung nilai

     Metode pengakuan keuntungan atau kerugian yang timbul tergantung dari apakah derivatif tersebut
     dimaksudkan sebagai instrumen lindung nilai, dan jika demikian, sifat dari item yang dilindung nilai.




                                                      20
Page 24
                                PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

     Instrumen Keuangan (lanjutan)

     Instrumen keuangan derivatif dan aktivitas lindung nilai (lanjutan)

     Untuk derivatif yang dikategorikan sebagai lindung nilai arus kas, pada awal transaksi, Perusahaan
     mendokumentasikan hubungan antara instrumen lindung nilai dengan item yang dilindung nilai, beserta
     tujuan manajemen risiko dan strategi pelaksanaan transaksi lindung nilai. Perusahaan juga
     mendokumentasikan penilaiannya, pada saat dimulainya lindung nilai dan secara berkesinambungan,
     apakah derivatif yang digunakan dalam transaksi lindung nilai sangat efektif dalam menghapus dampak
     perubahan nilai wajar atas arus kas yang dilindung nilai.

     Nilai wajar penuh derivatif lindung nilai diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar atau liabilitas jangka
     panjang jika jatuh tempo yang tersisa untuk pokok yang dilindung nilai melebihi 12 bulan, dan sebagai
     aset lancar atau liabilitas jangka pendek jika jatuh tempo yang tersisa kurang dari 12 bulan.

     Perubahan nilai wajar derivatif yang ditetapkan dan memenuhi kriteria lindung nilai atas arus kas untuk
     tujuan akuntansi, bagian efektifnya, diakui di penghasilan komprehensif lain di dalam "cadangan lindung
     nilai arus kas". Ketika instrumen derivatif tersebut kadaluarsa atau tidak lagi memenuhi kriteria lindung
     nilai untuk tujuan akuntansi, maka keuntungan atau kerugian kumulatif di penghasilan komprehensif
     lain diakui pada laporan laba rugi konsolidasian.

     Perubahan nilai wajar derivatif yang tidak memenuhi kriteria lindung nilai untuk tujuan akuntansi diakui
     langsung pada laporan laba rugi konsolidasian di dalam "(Kerugian) keuntungan perubahan nilai wajar
     derivatif - bersih".

     Saling Hapus Antar Aset dan Liabilitas Keuangan

     Aset dan liabilitas keuangan dapat saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi
     keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, Perusahaan saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum
     untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk menyelesaikan
     secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.

     Penurunan Nilai Aset Keuangan

     Pada setiap periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah risiko kredit dari instrumen keuangan telah
     meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian, Perusahaan
     menggunakan perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang perkiraan usia instrumen
     keuangan daripada perubahan atas jumlah kerugian kredit ekspektasian. Dalam melakukan penilaian,
     Perusahaan membandingkan antara risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat
     periode pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat
     pengakuan awal dan mempertimbangkan kewajaran serta ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa
     biaya atau usaha pada saat tanggal pelaporan terkait dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan
     perkiraan atas kondisi ekonomi di masa depan, yang mengindikasikan kenaikan risiko kredit sejak
     pengakuan awal.

     Perusahaan menerapkan metode yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian
     tersebut terhadap piutang usaha dan aset kontrak tanpa komponen pendanaan yang signifikan.

     Penentuan Nilai Wajar

     Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar
     untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar di pasar utama (atau
     pasar yang paling menguntungkan) pada tanggal pengukuran dalam kondisi pasar saat ini (yaitu harga
     keluar) terlepas apakah harga tersebut dapat diobservasi secara langsung atau diestimasi dengan
     menggunakan teknik penilaian lain pada tanggal pengukuran.



                                                      21
Page 25
                                PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

     Instrumen Keuangan (lanjutan)

     Penentuan Nilai Wajar (lanjutan)

     Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas
     terjadi:
     i)   di pasar utama (principal market) untuk aset atau liabilitas tersebut; atau
     ii) jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan (most advantageous market)
          untuk aset atau liabilitas tersebut.

     Perusahaan mengukur nilai wajar suatu aset atau liabilitas menggunakan asumsi yang akan digunakan
     pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar
     bertindak dalam kepentingan ekonomis terbaiknya.

     Pengukuran nilai wajar aset nonkeuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk
     menghasilkan manfaat ekonomis dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan
     terbaiknya (highest and best use) atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan
     menggunakan aset tersebut dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya.

     Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan dimana data yang
     memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat
     diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.

     Hirarki nilai wajar dikategorikan dalam tiga (3) level input untuk teknik penilaian yang digunakan dalam
     pengukuran nilai wajar, sebagai berikut:
     a) Input Level 1 - harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang
          identik yang dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran.
     b) Input Level 2 - input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Level 1 yang dapat diobservasi
          untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung atau tidak langsung.
     c) Input Level 3 - input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas.

     Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan konsolidasian secara berulang,
     Perusahaan menentukan apakah terjadi transfer antara Level di dalam hirarki dengan cara
     mengevaluasi kategori (berdasarkan input level terendah yang signifikan dalam pengukuran nilai wajar)
     setiap akhir periode pelaporan.

     Perusahaan menentukan kelas aset dan liabilitas yang sesuai dengan sifat, karakteristik, dan risiko aset
     dan liabilitas, dan level hirarki nilai wajar dimana pengukuran nilai wajar tersebut dikategorikan.

     Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar
     untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal
     pengukuran.

     Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas
     terjadi di pasar utama atau, jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan di
     mana Perusahaan memiliki akses pada tanggal tersebut.

     Jika tersedia, Perusahaan mengukur nilai wajar instrumen keuangan dengan menggunakan harga
     kuotasian di pasar aktif untuk instrumen tersebut. Jika harga kuotasian tidak tersedia di pasar aktif,
     Perusahaan menggunakan teknik penilaian dengan memaksimalkan penggunaan input yang dapat
     diobservasi dan relevan serta meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.

     Teknik penilaian mencakup penggunaan transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar oleh pihak-
     pihak yang berkeinginan dan memahami (recent arm’s length market transactions), penggunaan nilai
     wajar terkini instrumen lain yang secara substansial sama, analisa arus kas yang didiskonto, atau model
     penilaian lain.



                                                     22
Page 26
                                PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

     Instrumen Keuangan (lanjutan)

     Kas dan setara kas

     Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan deposito berjangka dengan jangka waktu tiga bulan atau
     kurang sejak tanggal penempatannya dan tidak dipergunakan sebagai jaminan serta tidak dibatasi
     penggunaannya.

     Persediaan

     Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto.
     Biaya perolehan persediaan meliputi seluruh biaya yang timbul sampai persediaan berada dalam
     kondisi dan lokasi saat ini, di mana ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang.
     Biaya barang jadi dan barang dalam proses terdiri dari biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, biaya
     langsung lain dan biaya tidak langsung yang terkait dengan produksi (berdasarkan kapasitas operasi
     normal). Nilai realisasi neto adalah estimasi harga penjualan dalam kegiatan usaha normal dikurangi
     estimasi biaya yang diperlukan untuk melakukan penjualan.

     Ketika persediaan dijual, jumlah tercatat persediaan tersebut diakui sebagai beban pada tahun di mana
     pendapatan terkait diakui.

     Penyisihan penurunan nilai persediaan karena keusangan, kerusakan, kehilangan dan lambatnya
     perputaran ditentukan berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan masing-masing persediaan
     untuk mencerminkan nilai realisasi neto pada akhir tahun. Penyisihan penurunan nilai persediaan ke
     nilai realisasi neto dan seluruh kerugian persediaan diakui sebagai beban pada periode penurunan nilai
     atau kerugian terjadi. Jumlah setiap pemulihan penyisihan penurunan nilai persediaan karena kenaikan
     nilai realisasi neto, diakui sebagai pengurangan terhadap jumlah persediaan yang diakui sebagai beban
     pada periode terjadinya pemulihan tersebut.

     Aset Tetap

     Pada saat pengakuan awal, aset tetap diukur pada biaya perolehan yang meliputi harga pembelian,
     biaya pinjaman dan biaya lainnya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke
     lokasi dan kondisi yang diperlukan. Setelah pengakuan awal, Perusahaan menggunakan model biaya
     di mana seluruh aset tetap diukur sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan
     akumulasi kerugian penurunan nilai (jika ada).

     Biaya pengurusan legal awal untuk hak atas tanah diakui sebagai bagian dari biaya perolehan tanah
     dan biaya ini tidak disusutkan. Biaya yang berkaitan dengan perpanjangan hak atas tanah diakui
     sebagai beban ditangguhkan dan diamortisasi selama periode hak atas tanah atau manfaat ekonomi
     tanah, mana yang lebih pendek.

     Biaya setelah perolehan awal termasuk dalam jumlah tercatat aset atau diakui sebagai aset yang
     terpisah, mana yang lebih tepat, ketika terdapat kemungkinan bahwa manfaat ekonomi di masa depan
     berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke Perusahaan dan biaya tersebut dapat diukur secara
     andal. Jumlah tercatat komponen yang diganti dihentikan pengakuannya pada tahun di mana
     penggantian tersebut terjadi. Seluruh biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan ke dalam laba
     rugi.

     Penyusutan dihitung sejak aset tersebut siap untuk digunakan dengan menggunakan metode garis
     lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap yang bersangkutan dengan rincian
     sebagai berikut:




                                                    23
Page 27
                                PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

     Aset Tetap (lanjutan)
                                                 30 September 2025                 31 Desember 2024

                                             Tahun          Persentase          Tahun        Persentase

     Bangunan                                15 – 30       3,33% - 6,67%          20             5%
     Peralatan bengkel                        4 – 15         6,67 – 25%          4–8        12,5% - 25%
     Kendaraan                                4 – 13         6,67 – 25%          4–8        12,5% - 25%
     Inventaris                               4 – 10         6,67 – 25%          4–8        12,5% - 25%
     Aset hak guna – bangunan                   10              10%               10            10%

     Masa manfaat ekonomi, nilai residu dan metode penyusutan aset tetap ditelaah setiap akhir tahun dan
     pengaruh dari setiap perubahan estimasi akuntansi tersebut berlaku prospektif.

     Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomi masa depan
     yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian
     pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat
     dari aset tetap) diakui dalam laba rugi pada tahun aset tersebut itu dihentikan pengakuannya.

     Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan

     Aset yang memiliki masa manfaat yang tidak terbatas tidak diamortisasi namun diuji penurunan nilainya
     setiap tahun, atau lebih sering apabila terdapat peristiwa atau perubahan pada kondisi yang
     mengindikasikan kemungkinan penurunan nilai. Aset yang diamortisasi ditelaah untuk penurunan nilai
     apabila terjadi kondisi atau perubahan yang mengindikasikan bahwa jumlah tercatat aset tidak dapat
     diperoleh kembali. Kerugian penurunan nilai diakui sebesar selisih jumlah tercatat aset terhadap jumlah
     terpulihkannya. Jumlah terpulihkan adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset dikurangi
     biaya penjualan dengan nilai pakai.

     Untuk tujuan menguji penurunan nilai, aset dikelompokkan hingga unit terkecil yang menghasilkan arus
     kas terpisah teridentifikasi (unit penghasil kas). Aset non keuangan yang mengalami penurunan nilai
     ditelaah untuk kemungkinan pembalikkan atas penurunan nilai tersebut pada setiap tanggal pelaporan.

     Sewa

     Grup sebagai penyewa

     Pada tanggal permulaan kontrak, Grup menilai apakah kontrak merupakan, atau mengandung, sewa.
     Suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk
     mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan
     imbalan.

     Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian,
     Grup menilai apakah:
     - Grup memiliki hak untuk mendapatkan secara subtansial seluruh manfaat ekonomi dari penggunaan
        aset identifikasian; dan
     - Grup memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian. Grup memiliki hak ini ketika
        Grup memiliki hak untuk pengambilan keputusan yang relevan tentang bagaimana dan untuk tujuan
        apa aset digunakan telah ditentukan sebelumnya dan:
        i) Grup memiliki hak untuk mengoperasikan aset;
        ii) Grup telah mendesain aset dengan cara menetapkan sebelumnya bagaimana dan untuk tujuan
            apa aset akan digunakan selama periode penggunaan.




                                                     24
Page 28
                                PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

     Sewa (lanjutan)

     Grup sebagai penyewa (lanjutan)

     Pada tanggal insepsi atau pada penilaian kembali atas kontrak yang mengandung sebuah komponen
     sewa, Grup mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke masing-masing komponen sewa berdasarkan
     harga tersendiri relatif dari komponen sewa dan harga tersendiri agregat dari komponen nonsewa.
     Namun, untuk sewa penunjang dimana Grup bertindak sebagai penyewa, Grup memutuskan untuk
     tidak memisahkan komponen nonsewa dan mencatat komponen sewa dan nonsewa tersebut sebagai
     satu komponen sewa.

     Pada tanggal permulaan sewa, Grup mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa. Aset hak-guna diukur
     pada biaya perolehan, dimana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa yang disesuaikan
     dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan, ditambah dengan
     biaya langsung awal yang dikeluarkan dan estimasi biaya yang akan dikeluarkan untuk membongkar
     dan memindahkan aset pendasar atau untuk merestorasi aset pendasar ke kondisi yang disyaratkan
     dan ketentuan sewa, dikurangi dengan insentif sewa yang diterima.

     Aset hak-guna kemudian disusutkan menggunakan metode garis lurus dari tanggal permulaan hingga
     tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.

     Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal permulaan,
     didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau jika suku bunga tersebut
     tidak dapat ditentukan, maka menggunakan suku bunga pinjaman inkremental. Pada umumnya, Grup
     menggunakan suku bunga pinjaman inkremental sebagai tingkat bunga diskonto.

     Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa meliputi pembayaran berikut ini:
     - pembayaran tetap, termasuk pembayaran tetap secara substansi dikurangi dengan piutang insentif
       sewa;
     - pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau suku bunga yang pada awalnya
       diukur dengan menggunakan indeks atau suku bunga pada tanggal permulaan;
     - jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh penyewa dengan jaminan nilai residual;
     - harga eksekusi opsi beli jika Grup cukup pasti untuk mengeksekusi opsi tersebut; dan
     - penalti karena penghentian awal sewa kecuali jika Grup cukup pasti untuk tidak menghentikan lebih
       awal.

     Pembayaran sewa dialokasikan menjadi bagian pokok dan biaya keuangan. Biaya keuangan
     dibebankan pada laba rugi selama periode sewa sehingga menghasilkan tingkat suku bunga periodik
     yang konstan atas saldo liabilitas untuk setiap periode.

     Grup menyajikan aset hak-guna sebagai bagian dari “Aset tetap” dan “Liabilitas sewa” di dalam laporan
     posisi keuangan konsolidasian.

     Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar kepada Grup pada akhir masa sewa atau jika biaya
     perolehan aset hak-guna merefleksikan Grup akan mengeksekusi opsi beli, maka Grup menyusutkan
     aset hak-guna dari tanggal permulaan hingga akhir umur manfaat aset pendasar. Jika tidak, maka Grup
     menyusutkan aset hak-guna dari tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur
     manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.

     Sewa jangka pendek

     Grup memutuskan untuk tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangkapendek
     yang memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang. Grup mengakui pembayaran sewa atas sewa tersebut
     sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa.




                                                   25
Page 29
                                PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

     Sewa (lanjutan)

     Grup sebagai penyewa (lanjutan)

     Modifikasi sewa

     Grup mencatat modifikasi sewa sebagai sewa terpisah jika:
     - modifikasi meningkatkan ruang lingkup sewa dengan menambahkan hak untuk menggunakan satu
        aset pendasar atau lebih; dan
     - imbalan sewa meningkat sebesar jumlah yang setara dengan harga tersendiri untuk peningkatan
        dalam ruang lingkup dan penyesuaian yang tepat pada harga tersendiri tersebut untuk merefleksikan
        kondisi kontrak tertentu.

     Untuk modifikasi sewa yang tidak dicatat sebagai sewa terpisah, pada tanggal efektif modifikasi sewa,
     Grup :
     - mengukur kembali dan mengalokasikan imbalan kontrak modifikasian;
     - menentukan masa sewa dari sewa modifikasian;
     - mengukur kembali liabilitas sewa dengan mendiskontokan pembayaran sewa revisian
        menggunakan tingkat diskonto revisian berdasarkan sisa umur sewa dan sisa pembayaran sewa
        dengan melakukan penyesuaian terhadap aset hak-guna. Tingkat diskonto revisian ditentukan
        sebagai suku bunga pinjaman inkremental Grup pada tanggal efektif modifikasi;
     - menurunkan jumlah tercatat aset hak-guna untuk merefleksikan penghentian sebagian atau
        sepenuhnya sewa untuk modifikasi sewa yang menurunkan ruang lingkup sewa. Grup mengakui
        dalam laba rugi setiap laba rugi yang terkait dengan penghentian sebagian atau sepenuhnya sewa
        tersebut; dan
     - membuat penyesuaian terkait dengan aset hak-guna untuk seluruh modifikasi sewa lainnya.

     Liabilitas Imbalan Kerja

     Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, Grup menyediakan imbalan kerja pasti
     kepada karyawannya sesuai dengan Peraturan Pemerintah (“PP”) No. 35 tahun 2021 untuk Undang-
     Undang Nomor 11 Tahun 2020 (Undang-Undang Cipta Kerja) yang diundangkan pada November 2020,
     sebagaimana diubah menjadi Undang-Undang Republik Indonesia No. 6 tahun 2023 tentang Peraturan
     Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-
     Undang. Program imbalan pasti ini tidak didanai.

     Liabilitas neto Grup atas program imbalan pasti dihitung dari nilai kini liabilitas imbalan pascakerja pasti
     pada akhir periode pelaporan dikurangi nilai wajar aset program, jika ada. Perhitungan liabilitas imbalan
     pascakerja dilakukan dengan menggunakan metode Projected Unit Credit dalam perhitungan aktuaria
     yang dilakukan setiap akhir periode pelaporan.

     Pengukuran kembali liabilitas imbalan pascakerja, meliputi a) keuntungan dan kerugian aktuarial,
     b) imbal hasil atas aset program, tidak termasuk bunga, dan c) setiap perubahan dampak batas atas
     aset, tidak termasuk bunga, diakui di penghasilan komprehensif lain pada saat terjadinya. Pengukuran
     kembali tidak direklasifikasi ke laba rugi pada periode berikutnya.

     Ketika program imbalan berubah atau terdapat kurtailmen atas program, bagian imbalan yang berubah
     terkait biaya jasa lalu, atau keuntungan atau kerugian kurtailmen, diakui di laba rugi pada saat terdapat
     perubahan atau kurtailmen atas program.

     Grup menentukan (penghasilan) beban bunga neto atas (aset) liabilitas imbalan pascakerja neto
     dengan menerapkan tingkat bunga diskonto pada awal periode pelaporan tahunan untuk mengukur
     liabilitas imbalan pascakerja selama periode berjalan.




                                                       26
Page 30
                                PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

     Liabilitas Imbalan Kerja (lanjutan)

     Grup mengakui keuntungan dan kerugian atas penyelesaian liabilitas imbalan pascakerja pada saat
     penyelesaian terjadi. keuntungan atau kerugian atas penyelesaian merupakan selisih antara nilai kini
     liabilitas imbalan pascakerja yang ditetapkan pada tanggal penyelesaian dengan harga penyelesaian,
     termasuk setiap aset program yang dialihkan dan setiap pembayaran yang dilakukan secara langsung
     oleh Grup sehubungan dengan penyelesaian tersebut.

     Grup mengakui (1) biaya jasa, yang terdiri dari biaya jasa kini, biaya jasa lalu, dan setiap keuntungan
     atau kerugian atas penyelesaian, dan (2) penghasilan atau beban bunga neto di laba rugi pada saat
     terjadinya.

     Pengakuan Pendapatan dan Beban

     Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan

     Pengakuan pendapatan harus memenuhi 5 langkah analisa sebagai berikut:
     i)   Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
     ii) Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji
          dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke
          pelanggan.
     iii) Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh
          suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke
          pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat
          variabel, maka Perusahaan membuat estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar jumlah yang
          diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan
          dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang akan dibayarkan selama periode
          kontrak.
     iv) Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual
          berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak
          dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya
          yang diharapkan ditambah marjin.
     v) Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan
          barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas
          barang atau jasa tersebut).

     Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan cara sebagai berikut:
     - Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
     - Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan). Untuk kewajiban
       pelaksanaan yang dipenuhi dalam suatu periode waktu Perusahaan memilih ukuran penyelesaian
       yang sesuai untuk penentuan jumlah pendapatan yang harus diakui karena telah terpenuhinya
       kewajiban pelaksanaan.

     Pembayaran harga transaksi berbeda untuk setiap kontrak. Aset kontrak diakui ketika jumlah
     penerimaan dari pelanggan kurang dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi. Kewajiban
     kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari pelanggan lebih dari saldo kewajiban pelaksanaan yang
     telah dipenuhi. Aset kontrak disajikan dalam "Piutang usaha" dan liabilitas kontrak disajikan dalam
     "Pendapatan diterima di muka".

     Penjualan barang

     Pendapatan dari penjualan barang diakui pada saat risiko dan manfaat kepemilikan secara signifikan
     telah dialihkan kepada pelanggan. Hal ini biasanya terjadi pada saat barang diserahkan dan pelanggan
     telah menerima barang tersebut.

     Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis).


                                                      27
Page 31
                                 PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
      Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

     Laba per Saham

     Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan
     kepada pemilik entitas induk dengan rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar selama tahun
     tersebut.

     Laba per saham dilusian dihitung manakala Perusahaan memiliki instrumen berpotensi saham biasa
     yang bersifat dilutif.

     Pajak Penghasilan

     Beban pajak penghasilan terdiri dari jumlah beban pajak kini dan pajak tangguhan.

     Beban pajak penghasilan untuk periode berjalan terdiri dari pajak penghasilan kini dan pajak tangguhan.
     Beban pajak penghasilan diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
     konsolidasian, kecuali jika pajak tersebut terkait dengan transaksi atau kejadian yang diakui di
     penghasilan komprehensif lain atau langsung diakui ke ekuitas. Dalam hal ini, pajak tersebut masing-
     masing diakui dalam penghasilan komprehensif lain atau ekuitas.

     i)    Pajak Kini

           Beban pajak kini dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku pada tanggal pelaporan
           keuangan, dan ditetapkan berdasarkan taksiran laba kena pajak tahun berjalan. Manajemen
           secara periodik mengevaluasi posisi yang dilaporkan di Surat Pemberitahuan Tahunan (“SPT”)
           sehubungan dengan situasi di mana aturan pajak yang berlaku membutuhkan interpretasi. Jika
           perlu, manajemen menentukan provisi berdasarkan jumlah yang diharapkan akan dibayar kepada
           otoritas pajak.

           Bunga dan denda untuk kekurangan atau kelebihan pembayaran pajak penghasilan, jika ada,
           dicatat sebagai bagian dari “Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan” dalam laporan laba rugi dan
           penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

           Jumlah tambahan pokok dan denda pajak yang ditetapkan dengan Surat Ketetapan Pajak (“SKP”)
           diakui sebagai pendapatan atau beban dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
           konsolidasian tahun berjalan, kecuali jika diajukan upaya penyelesaian selanjutnya. Jumlah
           tambahan pokok pajak dan denda yang ditetapkan dengan SKP ditangguhkan pembebanannya
           sepanjang memenuhi kriteria pengakuan aset.

     ii)   Pajak Tangguhan

           Pajak tangguhan diakui berdasarkan perbedaan temporer pada tanggal pelaporan antara dasar
           pengenaan pajak untuk aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya untuk tujuan pelaporan
           keuangan. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dengan
           beberapa pengecualian. Aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh
           dikurangkan dan rugi fiskal apabila terdapat kemungkinan besar bahwa jumlah laba kena pajak
           pada masa mendatang akan memadai untuk mengkompensasi perbedaan temporer dan rugi fiskal.

           Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada akhir periode pelaporan, dan mengurangi
           jumlah tercatat jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang
           memadai untuk mengkompensasi sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan. Aset pajak
           tangguhan yang belum diakui dinilai kembali pada setiap akhir periode pelaporan dan diakui
           sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak mendatang akan memungkinkan aset pajak
           tangguhan tersedia untuk dipulihkan.




                                                    28
Page 32
                                 PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
      Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

     Pajak Penghasilan (lanjutan)

     ii)   Pajak Tangguhan (lanjutan)

           Aset dan liabilitas pajak tangguhan dihitung berdasarkan tarif yang akan dikenakan pada periode
           saat aset direalisasikan atau liabilitas tersebut diselesaikan, berdasarkan undang-undang pajak
           yang berlaku atau berlaku secara substantif pada akhir periode laporan keuangan konsolidasian.
           Pengaruh pajak terkait dengan penyisihan dan/atau pemulihan semua perbedaan temporer selama
           tahun berjalan, termasuk pengaruh perubahan tarif pajak, untuk transaksi-transaksi yang
           sebelumnya telah langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas.

           Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan secara saling hapus saat hak yang dapat dipaksakan
           secara hukum ada untuk saling hapus aset pajak kini dan liabilitas pajak kini, atau aset pajak
           tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan berkaitan dengan entitas kena pajak yang sama, atau
           Perusahaan bermaksud untuk menyelesaikan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto.

     Segmen operasi

     Segmen adalah bagian khusus dari Perusahaan yang terlibat baik dalam menyediakan produk dan jasa
     (segmen usaha), maupun dalam menyediakan produk dan jasa dalam lingkungan ekonomi tertentu
     (segmen geografis), yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen lainnya.

     Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk akun-akun yang dapat diatribusikan
     langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai
     kepada segmen tersebut.


3.   PERTIMBANGAN, ASUMSI DAN ESTIMASI AKUNTANSI PENTING

     Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Perusahaan mengharuskan manajemen untuk membuat
     pertimbangan, estimasi dan asumsi yang memengaruhi jumlah-jumlah pendapatan, beban, aset dan
     liabilitas yang dilaporkan serta pengungkapan atas liabilitas kontinjensi pada setiap akhir periode
     pelaporan. Namun, hasil aktual dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi, ketidakpastian atas
     asumsi serta estimasi tersebut dapat menimbulkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset
     dan liabilitas pada tahun berikutnya.

     Pertimbangan dalam Penerapan Kebijakan Akuntansi

     Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan, manajemen telah membuat pertimbangan
     berikut, selain yang telah tercakup dalam estimasi, yang memiliki dampak signifikan atas jumlah-jumlah
     yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian:

     Penyisihan Pajak Penghasilan

     Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan penyisihan atas pajak penghasilan badan.
     Terdapat transaksi dan perhitungan pajak tertentu yang penentuan akhirnya adalah tidak pasti dalam
     kegiatan usaha normal.

     Perusahaan mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan
     terdapat tambahan pajak penghasilan badan. Ketika hasil pajak yang dikeluarkan berbeda dengan
     jumlah yang awalnya diakui, perbedaan tersebut akan berdampak pada pajak penghasilan dan
     penyisihan pajak tangguhan pada periode di mana penentuan tersebut dilakukan.

     Aset pajak tangguhan diakui atas seluruh rugi fiskal yang belum dikompensasi sejauh besar
     kemungkinan bahwa laba fiskal akan tersedia untuk dikompensasi dengan saldo rugi fiskal yang dapat
     dikompensasikan. Penentuan jumlah aset pajak tangguhan yang dapat diakui berdasarkan perbedaan
     waktu dan laba kena pajak di masa mendatang bersama-sama dengan strategi perencanaan pajak
     masa depan membutuhkan pertimbangan signifikan dari manajemen.

                                                     29
Page 33
                                PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3.   PERTIMBANGAN, ASUMSI DAN ESTIMASI AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

     Pertimbangan dalam Penerapan Kebijakan Akuntansi (lanjutan)

     Penyisihan Pajak Penghasilan (lanjutan)

     Jumlah tercatat utang pajak penghasilan dan aset pajak tangguhan Perusahaan, diungkapkan pada
     Catatan 13a dan 13c laporan keuangan konsolidasian.

     Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan

     Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset dan liabilitas keuangan
     dengan mempertimbangkan apakah definisi yang ditetapkan dalam PSAK No. 109 dipenuhi. Dengan
     demikian, aset dan liabilitas keuangan dicatat dan dikelompokkan sesuai dengan kebijakan akuntansi
     Perusahaan sebagaimana diungkapkan dalam Catatan 2 atas laporan keuangan konsolidasian.

     Sumber Estimasi Ketidakpastian

     Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan
     yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas
     untuk tahun/periode berikutnya diungkapkan di bawah ini. Perusahaan mendasarkan asumsi dan
     estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan konsolidasian disusun. Asumsi
     dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau
     situasi di luar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat
     terjadinya.

     Penurunan Nilai Piutang Usaha dan Piutang Lain-Lain

     Penurunan piutang usaha dan piutang lain-lain terjadi jika terdapat bukti objektif bahwa Perusahaan
     tidak dapat menagih seluruh atau sebagian nilai piutang sesuai dengan persyaratan awal piutang.
     Penilaian dilakukan pada setiap tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian untuk menentukan ada
     tidaknya indikasi penurunan nilai atau apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan nilai yang
     sebelumnya diakui pada tahun-tahun sebelumnya mungkin tidak ada lagi atau mungkin telah menurun.

     Ketika hasil aktual berbeda dari jumlah yang awalnya dinilai, perbedaan tersebut akan mengakibatkan
     penyesuaian material terhadap jumlah tercatat piutang usaha dan lain-lain dalam laporan keuangan
     konsolidasian tahun berikutnya. Jumlah tercatat dari piutang usaha dan piutang lain-lain diungkapkan
     pada Catatan 6 dan 26 atas laporan keuangan konsolidasian.

     Nilai Wajar atas Instrumen Keuangan

     Bila nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan yang tercatat pada laporan posisi keuangan
     konsolidasian tidak tersedia di pasar aktif, ditentukan dengan menggunakan berbagai teknik penilaian
     termasuk penggunaan model matematika. Masukan (input) untuk model ini berasal dari data pasar yang
     bisa diamati sepanjang data tersebut tersedia. Bila data pasar yang bisa diamati tersebut tidak tersedia,
     pertimbangan manajemen diperlukan untuk menentukan nilai wajar. Nilai wajar atas instrumen
     keuangan diungkapkan dalam Catatan 27.

     Penurunan Nilai Persediaan

     Manajemen melakukan penilaian analisis umur persediaan pada setiap tanggal pelaporan dan
     membentuk penyisihan untuk persediaan usang dan persediaan yang memiliki perputaran yang lambat
     yang diidentifikasi tidak lagi sesuai untuk digunakan dalam produksi, dengan mempertimbangkan nilai
     realisasi neto dari persediaan barang jadi dan barang dalam proses berdasarkan pada harga jual dan
     kondisi pasar saat ini. Jumlah tercatat persediaan diungkapkan di dalam Catatan 7 atas laporan
     keuangan konsolidasian.




                                                      30
Page 34
                                PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3.   PERTIMBANGAN, ASUMSI DAN ESTIMASI AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

     Sumber Estimasi Ketidakpastian (lanjutan)

     Penyusutan Aset Tetap

     Aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat
     ekonomis aset yang bersangkutan. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap
     antara 4 sampai dengan 30 tahun. Ini adalah umur yang secara umum diharapkan dalam industri di
     mana Perusahaan menjalankan bisnisnya.

     Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat
     ekonomis dan nilai residu aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi. Jumlah
     tercatat neto aset tetap Perusahaan diungkapkan dalam Catatan 11 atas laporan keuangan
     konsolidasian.

     Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan

     Penilaian penurunan untuk aset non-keuangan, selain goodwill dilakukan ketika indikator penurunan
     nilai tertentu yang hadir. Sedangkan untuk goodwill, pengujian penurunan nilai wajib dilakukan minimal
     setiap tahun terlepas dari apakah atau tidak ada indikasi penurunan nilai.

     Menentukan nilai wajar aset membutuhkan estimasi arus kas yang diharapkan akan dihasilkan dari
     penggunaan lanjutan dan disposisi akhir dari aset tersebut. Setiap perubahan signifikan dalam asumsi
     yang digunakan dalam menentukan nilai wajar material dapat memengaruhi penilaian nilai dipulihkan
     dan kerugian penurunan nilai yang dihasilkan bias memiliki dampak material terhadap hasil usaha.

     Liabilitas Imbalan Kerja Karyawan

     Penentuan liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan Perusahaan bergantung pada pemilihan
     asumsi aktuarial yang digunakan. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat
     kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun
     dan tingkat kematian. Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang ditetapkan sebelumnya, diperlakukan
     sesuai dengan kebijakan akuntansi sebagaimana diuraikan dalam Catatan 2 atas laporan keuangan
     konsolidasian.

     Perusahaan berkeyakinan bahwa asumsi pada tanggal pelaporan tersebut adalah wajar dan sesuai.
     Perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan
     Perusahaan dapat mempengaruhi secara material liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan dan
     beban imbalan kerja karyawan. Jumlah tercatat liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan
     diungkapkan dalam Catatan 17 atas laporan keuangan konsolidasian.

     Aset Pajak Tangguhan

     Aset pajak tangguhan diakui atas seluruh rugi fiskal yang belum digunakan sepanjang besar
     kemungkinannya bahwa penghasilan kena pajak akan tersedia sehingga rugi fiskal tersebut dapat
     digunakan.

     Estimasi signifikan oleh manajemen diharuskan dalam menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang
     dapat diakui, berdasarkan saat penggunaan dan tingkat penghasilan kena pajak serta strategi
     perencanaan pajak masa depan. Jumlah tercatat aset pajak tangguhan diungkapkan dalam Catatan
     13c atas laporan keuangan konsolidasian.




                                                    31
Page 35
                                 PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
      Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3.   PERTIMBANGAN, ASUMSI DAN ESTIMASI AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

     Sumber Estimasi Ketidakpastian (lanjutan)

     Pajak Penghasilan

     Perusahaan selaku wajib pajak menghitung liabilitas perpajakannya secara self assessment
     berdasarkan pada peraturan pajak yang berlaku. Perhitungan tersebut dianggap benar selama belum
     terdapat ketetapan dari Direktorat Jenderal Pajak atas jumlah pajak yang terutang atau ketika sampai
     dengan jangka waktu lima (5) tahun (masa daluarsa pajak) tidak terdapat ketetapan pajak yang
     diterbitkan. Perbedaan jumlah pajak yang terutang dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti
     pemeriksaan pajak, penemuan bukti-bukti pajak baru dan perbedaan interpretasi antara manajemen
     dan pejabat kantor pajak terhadap peraturan pajak tertentu. Perbedaan hasil aktual dan jumlah tercatat
     tersebut dapat mempengaruhi jumlah tagihan pajak, utang pajak, aset pajak tangguhan dan beban
     pajak. Jumlah tercatat utang pajak diungkapkan dalam Catatan 13a atas laporan keuangan
     konsolidasian.


4.   KOMBINASI BISNIS ENTITAS SEPENGENDALI

     Seperti yang diungkapkan pada Catatan 1 atas laporan keuangan konsolidasian, pada tanggal
     28 Desember 2023, Perusahaan melakukan penyertaan saham pada PT Joen Lie Indonesia (JLI) dan
     PT Liantra Wil Indonesia (LWI) yang merupakan pihak yang berada di bawah pengendalian yang sama,
     sehingga menerapkan PSAK No. 338 “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali”, dengan
     mengkonsolidasikan laporan keuangan Entitas Anak sejak awal periode terjadi sepengendalian, yaitu
     sejak 1 Januari 2023.

     Ringkasan dari transaksi penyertaan saham adalah sebagai berikut:

                                                      Kepemilikan Langsung

                                                                                       Entitas Anak
                                                       JLI              LWI          Tidak Langsung         Jumlah

     Jumlah aset neto terindikasi                 12.846.492.505    13.192.737.435    22.310.563.962      48.349.793.902
     Dikurangi kepentingan nonpengendali               1.074.211         1.150.596        11.180.928          13.405.735

     Jumlah aset neto terindikasi yang diterima   12.845.418.294    13.191.586.839    22.299.383.034      48.336.388.167
     Dikurangi imbalan yang dibayarkan            11.958.000.000    11.465.000.000    15.278.000.000      38.701.000.000

     Selisih Nilai Transaksi Kombinasi Bisnis
       Entitas Sepengendali (Catatan 20)            887.418.294      1.726.586.839     7.021.383.034       9.635.388.167


     Selisih nilai transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali dicatat di akun “Tambahan Modal Disetor”
     sebagai bagian dari ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian.


5.   KAS DAN SETARA KAS

     Akun ini terdiri dari :
                                                                   30 September 2025          31 Desember 2024

     Kas – Rupiah                                                         7.356.345.341                 3.915.515.291
     Bank – Rupiah
        PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                                   13.039.419.347                 12.643.003.287
       PT Bank Central Asia Tbk                                          1.876.568.586                     13.908.372
        PT Bank Maybank Tbk                                                190.341.808                    258.301.936
        PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk                               6.058.221                              -




                                                             32
Page 36
                                PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

5.   KAS DAN SETARA KAS (lanjutan)

                                                        30 September 2025        31 Desember 2024

     Bank – Rupiah (lanjutan)
       PT Bank Mega Tbk                                            2.458.466               2.570.018
        PT Bank Victoria International Tbk                           162.594              17.428.195

        Sub-jumlah                                            15.115.009.022         12.935.211.808
     Deposito – Rupiah
       PT Bank Capital Indonesia Tbk                           4.000.000.000                       -
       PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                                       -           2.075.000.000

        Sub-jumlah                                             4.000.000.000           2.075.000.000

     Jumlah                                                   26.471.354.363         18.925.727.099


     Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, tidak terdapat saldo kas dan setara kas yang
     ditempatkan kepada pihak berelasi.

     Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, tidak terdapat saldo kas dan setara kas yang
     signifikan yang tidak dapat digunakan oleh Grup.

     Pada tanggal 31 Desember 2024, sebagian Deposito Grup dijadikan sebagai jaminan atas utang bank
     yang diterima oleh JLI (lihat Catatan 15).


6. PIUTANG USAHA

     Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, akun ini seluruhnya merupakan piutang dari
     pihak ketiga atas pendapatan reparasi dan perawatan mobil dengan saldo masing-masing sebesar
     Rp207.130.365 dan Rp158.606.069.

     Seluruh piutang usaha jatuh tempo kurang dari 30 hari. Manajemen berkeyakinan bahwa seluruh
     piutang usaha dapat tertagih, sehingga tidak diperlukan cadangan penurunan nilai piutang.


7.   PERSEDIAAN

     Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, akun ini merupakan persediaan suku cadang
     dengan saldo masing-masing sebesar Rp5.742.986.226 dan Rp3.494.687.055.

     Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat persediaan tersebut di atas tidak melebihi realisasi
     bersihnya dan oleh karena itu, tidak diperlukan penyisihan untuk menyesuaikan jumlah tercatat
     persediaan ke nilai realisasi netonya.


8.   PERLENGKAPAN

     Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, akun ini merupakan perlengkapan kantor
     dengan saldo masing-masing sebesar Rp448.222.622 dan Rp127.369.109.




                                                  33
Page 37
                                PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

9.   UANG MUKA

     Akun ini terdiri dari:
                                                             30 September 2025        31 Desember 2024

     Uang muka pembelian persediaan                                 2.816.505.470                      -
     Uang muka sewa                                                             -             60.000.000
     Uang muka pembelian aset                                         368.648.649          2.012.105.982
     Biaya emisi saham dibayar di muka                                          -          2.318.045.000

     Jumlah                                                         3.185.154.119          4.390.150.982


     Pada tanggal 30 September 2025, uang muka pembelian persediaan merupakan uang muka untuk
     pembelian persediaan suku cadang

     Berdasarkan Surat Perjanjian Sewa Menyewa tanggal 1 November 2024, Perusahaan telah
     memberikan uang muka sebesar Rp60.000.000 untuk sewa bangunan kepada Hence Gunawan yang
     akan digunakan sebagai bengkel dan berlokasi di Desa Margahayu Tengah, Margahayu, Bandung,
     Jawa Barat. Sewa bangunan tersebut berlaku selama 10 tahun yang akan dimulai sejak tanggal
     23 Februari 2025 sampai dengan 22 Februari 2035 dengan jumlah nilai sewa keseluruhan sebesar
     Rp1.550.000.000.

     Pada tanggal 30 September 2025, uang muka pembelian aset merupakan uang muka untuk pembelian
     peralatan bengkel dan kendaraan.

     Pada tanggal 31 Desember 2024, uang muka pembelian aset merupakan uang muka untuk pembelian
     sebidang tanah sebagaimana diuraikan dalam Sertifikat Hak Guna No.3662/Lebak Bulus atas nama
     Mohamad Eibiel Sardjanto seluas1.940 m2. Jumlah nilai pembelian keseluruhan adalah sebesar
     Rp25.250.000.000


10. ASET LAIN-LAIN

     Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, akun ini merupakan uang jaminan sewa
     kepada Hence Gunawan, Hendra Wijaya, PT Poin Sejahtera Land dan G.M Idawati Santoso untuk sewa
     bangunan, masing-masing sebesar Rp85.000.000 dan Rp25.000.000.


11. ASET TETAP

     Akun ini terdiri dari:
                                                              30 September 2025

                                                     Penambahan/          Pengurangan/
                                   Saldo Awal        Reklasifikasi        Reklasifikasi    Saldo Akhir
     Biaya Perolehan
     Kepemilikan langsung
       Tanah                      18.681.732.899         25.409.386.967               -     44.091.119.866
       Bangunan                   17.368.902.090          4.530.933.946               -     21.899.836.036
       Kendaraan                   8.069.963.848              6.329.000               -      8.076.292.848
       Peralatan bengkel           8.338.320.785          3.374.113.378       6.005.500     11.706.428.663
       Inventaris                  2.113.629.814            914.399.014      12.577.000      3.015.451.828
     Aset dalam proses
       Bangunan                                 -         6.645.059.061               -      6.645.059.061
     Aset hak guna
       Bangunan                    6.070.601.677         12.167.501.000               -     18.238.102.677
     Jumlah Biaya Perolehan       60.643.151.113         53.047.722.366      18.582.500    113.672.290.979




                                                    34
Page 38
                               PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
    Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

11. ASET TETAP (lanjutan)
                                                        30 September 2025 (lanjutan)

                                                    Penambahan/          Pengurangan/
                                  Saldo Awal        Reklasifikasi        Reklasifikasi      Saldo Akhir
    Akumulasi Penyusutan
    Kepemilikan langsung
      Bangunan                     2.245.271.078          539.835.223                -        2.785.106.301
      Kendaraan                    3.954.953.338          328.247.917                -        4.283.201.255
      Peralatan bengkel            4.691.505.125          389.142.236        3.878.552        5.076.768.809
      Inventaris                   1.314.490.647          182.443.431       11.671.062        1.485.263.016
    Aset hak guna
      Bangunan                     1.660.649.937          935.576.441                  -      2.596.226.378
    Jumlah Akumulasi
      Penyusutan                  13.866.870.125         2.375.245.248      15.549.614       16.226.565.759

    Nilai Buku                    46.776.280.988                                             97.445.725.220


                                                             31 Desember 2024

                                                    Penambahan/          Pengurangan/
                                  Saldo Awal        Reklasifikasi        Reklasifikasi      Saldo Akhir
    Biaya Perolehan
    Kepemilikan langsung
      Tanah                       11.428.278.100         7.253.454.799               -       18.681.732.899
      Bangunan                    16.451.541.165           917.360.925               -       17.368.902.090
      Kendaraan                    8.035.583.200            34.380.648               -        8.069.963.848
      Peralatan bengkel            8.112.078.184           546.638.601     320.396.000        8.338.320.785
      Inventaris                   1.756.689.772           356.940.042               -        2.113.629.814
    Aset hak guna
      Bangunan                     3.395.000.000         2.675.601.677                 -      6.070.601.677
    Jumlah Biaya Perolehan        49.179.170.421        11.784.376.692     320.396.000       60.643.151.113

    Akumulasi Penyusutan
    Kepemilikan langsung
      Bangunan                     1.330.785.860           914.485.218               -        2.245.271.078
      Kendaraan                    2.964.156.647           990.796.691               -        3.954.953.338
      Peralatan bengkel            3.829.322.497         1.101.042.784     238.860.156        4.691.505.125
      Inventaris                     992.324.732           322.165.915               -        1.314.490.647
    Aset hak guna
      Bangunan                      859.166.641           801.483.296                  -      1.660.649.937
    Jumlah Akumulasi
      Penyusutan                   9.975.756.377         4.129.973.904     238.860.156       13.866.870.125

    Nilai Buku                    39.203.414.044                                             46.776.280.988


    Aset tetap berupa tanah dan bangunan dijadikan jaminan atas fasilitas pinjaman bank yang diterima
    Grup (lihat Catatan 15).

    Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 dan untuk tahun 2024,
    beban penyusutan aset tetap dialokasikan pada:

                                                            30 September 2025          31 Desember 2024

   Beban pokok pendapatan (Catatan 23)                             1.695.106.178                        -
   Beban umum dan administrasi (Catatan 24)                          680.139.070            4.129.973.904

   Jumlah                                                          2.375.245.248            4.129.973.904




                                                   35
Page 39
                               PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
    Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

11. ASET TETAP (lanjutan)

    Perhitungan keuntungan penjualan aset tetap adalah sebagai berikut:

                                                        30 September 2025        31 Desember 2024

   Hasil penjualan                                                 1.000.000             65.000.000
   Nilai buku neto                                                 3.032.886             81.535.844

   Kerugian Penjualan Aset Tetap                                  (2.032.886 )          (16.535.844 )


    Manajemen berpendapat bahwa tidak ada indikasi perubahan keadaan yang menyebabkan terjadinya
    penurunan nilai atas nilai tercatat aset tetap pada 30 September 2025 dan 31 Desember 2024.

    Untuk periode Sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025, aset tetap Perusahaan
    dan Entitas Anak berupa bangunan telah diasuransikan pada PT Asuransi Ramayana dan PT Asuransi
    Multi Artha Guna terhadap risiko kerugian dengan nilai pertanggungan sebesar Rp2.283.200.000 yang
    menurut pendapat manajemen cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas risiko tersebut.

    Pada tahun 2024, aset tetap Perusahaan dan Entitas Anak berupa bangunan telah diasuransikan pada
    PT Asuransi Ramayana, PT Asuransi Multi Artha Guna dan PT Asuransi Allianz Utama Indonesia
    terhadap risiko kerugian dengan nilai pertanggungan sebesar Rp2.562.850.000 yang menurut pendapat
    manajemen cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas risiko tersebut.

    Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, tidak terdapat aset tetap yang tidak dipakai
    sementara.

    Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, nilai perolehan aset tetap Perusahaan yang
    telah disusutkan penuh namun masih digunakan masing-masing adalah sebagai berikut:

                                                        30 September 2025        31 Desember 2024

   Bangunan                                                       71.742.622                      -
   Kendaraan                                                     483.507.000            424.286.000
   Peralatan bengkel                                           1.190.432.365          1.242.085.165
   Inventaris                                                    674.493.722            608.420.017

   Jumlah                                                      2.420.175.709          2.274.791.182



12. UTANG USAHA

    Akun ini terdiri dari:
                                                        30 September 2025        31 Desember 2024

   Pihak ketiga – Rupiah                                          40.405.000           221.013.297
   Pihak berelasi – Rupiah (Catatan 26)                          319.452.242            38.407.220

   Jumlah                                                        359.857.242            259.420.517


   Utang usaha merupakan utang atas pembelian suku cadang. Tidak terdapat syarat dan kondisi tertentu
   terkait utang usaha tersebut.




                                                 36
Page 40
                               PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
    Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

12. UTANG USAHA (lanjutan)

   Rincian utang usaha berdasarkan umur utang adalah sebagai berikut:

                                                       30 September 2025     31 Desember 2024

   Belum jatuh tempo                                                     -          90.209.553
   Telah jatuh tempo:
   1 – 30 hari                                                 332.703.637         168.315.964
   31 – 60 hari                                                 27.153.605                   -
   61 – 90 hari                                                          -                   -
   > 90 hari                                                             -             895.000

   Jumlah                                                      359.857.242         259.420.517



13. PERPAJAKAN

   a. Pajak dibayar di muka

      Akun ini terdiri dari:
                                                       30 September 2025     31 Desember 2024

      Pajak Penghasilan pasal 28A                              325.350.259         327.728.832
      Pajak Pertambahan Nilai                                  168.934.630                   -
      Deposit Pajak                                              1.435.124                   -

      Jumlah                                                   495.720.013         327.728.832


   b. Utang pajak

      Akun ini terdiri dari:
                                                       30 September 2025     31 Desember 2024

      Perusahaan
      Pajak Penghasilan
         Pasal 4 ayat 2                                        105.500.000           6.780.000
         Pasal 21                                                1.677.530                   -
         Pasal 23                                               58.292.142             914.120
         Pasal 25                                               41.674.682           5.678.483
         Pasal 29                                                5.478.133         220.424.055
      Pajak Pertambahan Nilai                                            -         109.416.422

      Sub-jumlah                                               212.622.487         343.213.080

      Entitas Anak
      Pajak Penghasilan
         Pasal 4 ayat 2                                        148.166.833             833.400
         Pasal 21                                                4.581.954           2.494.026
         Pasal 23                                               20.437.586           3.122.418
         Pasal 25                                                        -         104.757.015
         Pasal 29                                              392.958.666         375.631.789
      Pajak Pertambahan Nilai                                  175.776.865         246.812.935

      Sub-jumlah                                               741.921.904         733.651.583

      Jumlah                                                   954.544.391        1.076.864.663


                                                37
Page 41
                               PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
    Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

13. PERPAJAKAN (lanjutan)

   c. Pajak penghasilan kini

      Beban pajak penghasilan kini terdiri dari:
                                                        30 September 2025        30 September 2024

      Perusahaan                                                           -              349.968.472
      Entias Anak                                              1.114.664.252              817.123.889

      Jumlah                                                   1.114.664.252            1.167.092.361


      Perhitungan taksiran tagihan pajak penghasilan, beban pajak kini dan taksiran utang pajak
      penghasilan Perusahaan adalah sebagai berikut:

                                                        30 September 2025        30 September 2024

      Laba sebelum pajak menurut laporan laba rugi
         dan penghasilan komprehensif lain
         konsolidasian                                         7.428.682.185            8.256.604.081
      Dikurang: Laba Entitas Anak sebelum pajak
         penghasilan                                           9.005.468.992            6.209.795.447

      Laba (Rugi) Perusahaan sebelum pajak
        penghasilan yang diatribusikan ke
        Perusahaan                                            (1.576.786.807 )          2.046.808.634

      Beda temporer:
        Imbalan pasca kerja karyawan                              78.284.212               78.284.212

      Beda tetap:
        Pendapatan jasa giro                                     (77.079.662 )            (20.156.931 )
        Pendapatan deposito                                      (77.118.247 )                      -
        Sumbangan dan jamuan                                      70.328.270               19.590.000
        Lainnya yang tidak diakui secara pajak                   108.318.618               12.586.166

      Taksiran laba kena pajak (rugi fiskal)                  (1.474.053.616 )          2.137.112.081

      Taksiran laba kena pajak – dibulatkan                                  -          2.137.112.000

      Beban Pajak Kini Perusahaan                                            -            349.968.472
      Dikurangi kredit pajak:
         Pajak Penghasilan pasal 23                                8.196.850               69.269.007
         Pajak penghasilan pasal 25                              253.762.807              129.681.480

      Taksiran utang pajak penghasilan pasal 29
        (pajak penghasilan dibayar di muka pasal
        28A) Perusahaan                                         (261.959.657 )            151.017.985


      Laba kena pajak (rugi fiskal) hasil rekonsiliasi di atas menjadi dasar dalam pengisian SPT Tahunan
      PPh Badan Perusahaan.




                                                   38
Page 42
                               PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
    Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

13. PERPAJAKAN (lanjutan)

   d. Pajak penghasilan tangguhan

                                                                30 September 2025
                                                                            Dikreditkan
                                                                          (Dibebankan) ke
                                                                            penghasilan
                                                        Dikreditkan ke     komprehensif
                                      Saldo awal           laba rugi            lain               Saldo Akhir

      Perusahaan
      Imbalan pasca kerja karyawan       67.847.537          17.222.527              236.084          85.306.148
      Entitas Anak
      Imbalan pasca kerja karyawan      284.722.684          53.422.412          (31.992.642 )       306.152.454

      Jumlah                            352.570.221          70.644.939          (31.756.558 )       391.458.602


                                                                31 Desember 2024
                                                                            Dikreditkan
                                                                          (Dibebankan) ke
                                                                            penghasilan
                                                        Dikreditkan ke     komprehensif
                                      Saldo awal           laba rugi            lain               Saldo Akhir

      Perusahaan
      Imbalan pasca kerja karyawan       50.949.390          16.583.368              314.779          67.847.537
      Entitas Anak
      Imbalan pasca kerja karyawan      257.029.656          70.349.883          (42.656.855 )       284.722.684

      Jumlah                            307.979.046          86.933.251          (42.342.076 )       352.570.221



14. LIABILITAS SEWA

   Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, akun ini terdiri dari:

                                                        30 September 2025           31 Desember 2024

   Rambat Pramono                                               3.000.000.000                         -
   G.M Idawati Santoso                                          2.550.000.000                         -
   Hence Gunawan                                                1.209.000.000                         -
   PT Poin Sejahtera Land                                         660.000.000             1.155.000.000

   Jumlah                                                       7.419.000.000             1.155.000.000

   Dikurang bagian yang jatuh tempo dalam satu
      tahun                                                     2.094.000.000                  660.000.000

   Bagian Jangka Panjang                                        5.325.000.000                  495.000.000


   Berdasarkan Perjanjian Sewa Menyewa tanggal 28 November 2024, Perusahaan telah melakukan
   sewa bangunan kepada PT Poin Sejahtera Land yang akan digunakan sebagai bengkel dan berlokasi
   di Pusat Otomotif Indonesia (POIN), Jl. Sudirman Blok C02, Pantai Indah Kapuk 2. Sewa bangunan
   tersebut berlaku selama 10 tahun yang akan dimulai sejak tanggal 1 November 2024 sampai dengan
   31 Oktober 2034. Jumlah nilai sewa keseluruhan adalah sebesar Rp1.831.500.000 sudah termasuk
   PPN 11%.




                                                   39
Page 43
                               PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
    Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

14. LIABILITAS SEWA (lanjutan)

    Berdasarkan Surat Perjanjian Sewa Menyewa tanggal 1 November 2024, Perusahaan telah melakukan
    sewa bangunan kepada Hence Gunawan yang akan digunakan sebagai bengkel dan berlokasi di Desa
    Margahayu Tengah, Margahayu, Bandung, Jawa Barat. Sewa bangunan tersebut berlaku selama 10
    tahun yang akan dimulai sejak tanggal 23 Februari 2025 sampai dengan 22 Februari 2035 dengan
    jumlah nilai sewa keseluruhan sebesar Rp1.550.000.000.

    Berdasarkan Akta Perjanjian Sewa Menyewa tanggal 24 Juli 2025, Perusahaan telah melakukan sewa
    bangunan kepada G.M Idawati Santoso yang akan digunakan sebagai bengkel dan berlokasi di Jl. Arif
    Rachman Hakim 179, Kelurahan Keputih, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya. Sewa bangunan
    tersebut berlaku selama 10 tahun yang akan dimulai sejak tanggal 24 September 2025 sampai dengan
    23 September 2035 dengan jumlah nilai sewa keseluruhan sebesar Rp4.250.000.000.

    Berdasarkan Akta Perjanjian Sewa Menyewa tanggal 26 September 2025, Perusahaan telah
    melakukan sewa bangunan kepada Rambat Pramono yang akan digunakan sebagai bengkel dan
    berlokasi di Jl. WR. Supratman Kav. 22, Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat,
    Kota Semarang. Sewa bangunan tersebut berlaku selama 10 tahun yang akan dimulai sejak tanggal
    1 November 2025 sampai dengan 31 Oktober 2035 dengan jumlah nilai sewa keseluruhan sebesar
    Rp3.000.000.000.


15. UTANG BANK

    Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, akun ini terdiri dari:

                                                           30 September 2025        31 Desember 2024

   Perusahaan
   PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                                 2.799.999.982             3.999.999.988

   Entitas Anak
   PT Bank Maybank Indonesia Tbk                                 5.004.796.697             5.279.381.406
   PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                                             -               871.120.239

   Sub-jumlah                                                    7.804.796.679           10.150.501.633

    Dikurang bagian yang jatuh tempo dalam satu
       tahun                                                     1.995.637.535             2.730.246.261

   Bagian Jangka Panjang                                          5.809.159.144            7.420.255.372


    Perusahaan

    Berdasarkan Perjanjian Kredit No. RCO.YOG/0073/KI/2021 tanggal 17 Desember 2021 dan telah
    diubah pada Addendum ke-1 tanggal 7 April 2022, Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit Investasi
    dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan limit kredit tidak melebihi Rp4.000.000.000. Fasilitas Kredit
    tersebut digunakan untuk pembelian Tanah dan Bangunan Gudang di Kelurahan Pisangan, Kecamatan
    Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten. Fasilitas Kredit tersebut memiliki jangka waktu 5 tahun
    dan dikenakan bunga sebesar 9,5% per tahun.

    Agunan atas Fasilitas Kredit ini adalah tanah dan bangunan yang terletak di Kelurahan Pisangan,
    Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten dengan bukti kepemilikan sebagai berikut:
    1. SHM No. 06955 tanggal terbit 5 Juli 2011 atas nama Sondrajati Gosali, yang akan dibalik nama
       menjadi atas nama PT Jantra Grupo Indonesia. Akan diikat Hak Tanggungan Peringkat I sebesar
       Rp4.000.000.000.
    2. SHM No. 10483 tanggal terbit 20 Desember 2017 atas nama Sondrajati Gosali, yang akan dibalik
       nama menjadi atas nama PT Jantra Grupo Indonesia. Akan diikat Hak Tanggungan Peringkat I
       sebesar Rp100.000.000.

                                                   40
Page 44
                               PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
    Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

15. UTANG BANK (lanjutan)

   Perusahaan (lanjutan)

   Berdasarkan Perjanjian Kredit No. RCO.YOG/0080/KI/2022 tanggal 23 Desember 2022 dan telah
   diubah pada Addendum ke-1 tanggal 30 Desember 2022, Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit
   Investasi dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan limit kredit tidak melebihi Rp4.000.000.000.
   Fasilitas Kredit tersebut digunakan untuk pembelian Tanah dan Bangunan Gudang dengan bukti SHGB
   No. 05009 atas nama PT Jantra Grupo Indonesia yang terletak di Kelurahan Pisangan, Kecamatan
   Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan. Fasilitas Kredit tersebut memiliki jangka waktu 5 tahun dan
   dikenakan bunga sebesar 10% per tahun.

   Agunan atas Fasilitas Kredit ini adalah sebidang tanah dan bangunan sebagaimana diuraikan dalam
   SHGB No. 05009, terletak di Kota Tangerang Selatan, Kecamatan Ciputat Timur, Kelurahan Pisangan,
   Banten atas nama PT Jantra Grupo Indonesia.

   Hal-hal yang wajib dilaksanakan oleh Perusahaan adalah sebagai berikut:
   a. Menjaga rata-rata saldo rekening giro dan/atau tabungan atas nama Perusahaan di Bank sehingga
       tercermin minimal 5% dari limit kredit paling lambat 6 bulan sejak tanggal penandatanganan
       Perjanjian Kredit.
   b. Mengijinkan Bank atau pihak lain yang ditunjuk untuk sewaktu-waktu melakukan
       pemeriksaan/pengawasan kegiatan usaha dan laporan keuangan Perusahaan dimana biaya yang
       timbul sepenuhnya menjadi beban Perusahaan.
   c. Mencadangkan dana di rekening giro dan/atau tabungan atas nama Perusahaan di Bank, sebesar
       1 kali kewajiban pokok dan bunga atau sebesar Rp99.388.000 dan dilakukan blokir serta bersedia
       untuk mengisi kembali apabila pencadangan tersebut telah digunakan.
   d. Menyampaikan laporan kegiatan usaha yaitu pembelian, persediaan, penjualan dan piutang usaha
       setiap semesteran yang dirinci per bulan dan paling lambat telah diterima Bank 60 hari setelah akhir
       periode laporan.
   e. Menyampaikan laporan keuangan tahunan un-audited paling lambat diterima Bank 90 hari setelah
       akhir periode laporan.
   f. Menyalurkan aktivitas keuangan usaha pada rekening giro dan/atau tabungan atas nama
       Perusahaan di Bank, sehingga mutasi kredit yang merupakan hasil usaha tercermin minimal 70%
       dari penjualan dalam waktu 6 bulan pertama sejak tanggal penandatanganan Perjanjian Kredit.
       Apabila tidak terpenuhi, maka suku bunga akan direview.
   g. Menyerahkan copy bukti pengurusan IMB/PBG atas SHM No. 10389 atas nama Supriadi S, Sri
       Sukaesih, Suryani dan Mulyadi yang akan dibalik nama menjadi atas nama PT Jantra Grupo
       Indonesia.

   Hal-hal yang tidak boleh dilakukan Perusahaan selama belum membayar lunas Fasilitas Kredit ini tanpa
   persetujuan tertulis dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk adalah sebagai berikut:
   a. Memindahtangankan objek agunan kredit.
   b. Pindah lokasi kantor/tempat usaha atau mengganti nomor telepon Perusahaan tanpa seijin PT Bank
       Mandiri (Persero) Tbk. Apabila Perusahaan akan melakukan perubahan lokasi kantor/lokasi/tempat
       usaha/nomor telepon, maka Perusahaan wajib melaporkan dan meminta ijin kepada PT Bank
       Mandiri (Persero) Tbk.
   c. Melakukan inisiatif atau Langkah-langkah strategis yang dapat mempengaruhi aktivitas keuangan
       dan usaha.
   d. Melakukan perubahan anggaran dasar perusahaan termasuk didalamnya pemegang saham,
       pengurus, permodalan dan nilai saham.
   e. Mengikatkan diri sebagai penjamin hutang atau menjaminkan harta kekayaan kepada pihak lain.
   f. Mengambil bagian barang jaminan kecuali persediaan dalam rangka kegiatan usaha.
   g. Mengajukan restrukturisasi COVID-19 atas fasilitas kredit produktif di PT Bank Mandiri (Persero)
       Tbk.
   h. Memperoleh fasilitas kredit atau pinjaman dari bank/lembaga pembiayaan lain, yang dapat
       menambah risiko termasuk namun tidak terbatas pada fasilitas/transaksi derivatif.
   i. Menyewakan modal untuk keperluan di luar usaha yang melebihi laba bersih tahun sebelumnya.
   j. Mengambil bagian dividen atau modal melebihi laba tahun berjalan.


                                                   41
Page 45
                               PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
    Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

15. UTANG BANK (lanjutan)

   Perusahaan (lanjutan)

   Berdasarkan Surat Penawaran Pemberian Kredit (SPPK) No.JRB.R07/SME.YOG.367/2024 tanggal
   12 Juni 2024, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk telah menyetujui permohonan Perusahaan, yaitu
   pelaksanaan Negative Covenant sebagai berikut:
   - Melakukan perubahan Anggaran Dasar Perusahaan termasuk didalamnya pemegang saham,
      pengurus Perusahaan, permodalan dan nilai nominal saham.
   - Mengambil bagian dividen atau modal melebihi lava tahun berjalan.

   Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan telah memenuhi seluruh
   pembatasan dan kewajiban yang diwajibkan oleh bank.

   Entitas Anak

   PT Joen Lie Indonesia (JLI)

   Berdasarkan Perjanjian Kredit No. RCO.SLO.0023/KSB/2021 tanggal 14 Desember 2021, JLI
   memperoleh Fasilitas Kredit Agunan Surat Berharga (KASB I) dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
   dengan pagu kredit tidak melebihi Rp1.500.000.000. Fasilitas Kredit tersebut digunakan untuk tujuan
   produktif, serta memiliki jangka waktu 3 tahun dan dikenakan bunga sebesar 0,50% per tahun.

   Agunan atas Fasilitas Kredit ini adalah dana Deposito dengan rincian sebagai berikut:
   - Asli Surat Deposito Berjangka Bank Kantor Kas Solo Baru Raya, dengan Nomor Seri AF 216376
     tanggal 7 Desember 2021, jangka waktu 3 bulan Automatic Roll Over (ARO) sebesar Rp750.000.000
     atas nama PT Joen Lie Indonesia.
   - Asli Surat Deposito Berjangka Bank Kantor Kas Solo Baru Raya, dengan Nomor Seri AF 216329
     tanggal 22 Maret 2021, jangka waktu 3 bulan Automatic Roll Over (ARO) sebesar Rp750.000.000
     atas nama PT Joen Lie Indonesia.

   Syarat umum yang wajib dilaksanakan oleh JLI adalah sebagai berikut:
   a. Bank dan Debitur telah semufakat bahwa terhadap Perjanjian Kredit ini berlaku juga ketentuan
      umum sebagaimana termaktub dalam “Syarat - Syarat Umum Perjanjian Kredit PT Bank Mandiri
      (Persero) Tbk”, yang disebutkan dalam premise butir 2 di atas (selanjutnya disebut “Syarat - Syarat
      Umum”), yang merupakan satu kesatuan dan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Perjanjian
      Kredit ini.
   b. Apabila di dalam Perjanjian Kredit ini beserta addendum – addedumnya terdapat ketentuan -
      ketentuan yang berlainan dari dan atau bertentangan dengan ketentuan – ketentuan di dalam
      Syarat – Syarat Umum dan atau Surat Penawaran Pemberian Kredit (SPPK) tersebut, maka
      ketentuan – ketentuan khusus di dalam Perjanjian Kredit beserta addendum – addendumnya yang
      berlaku.
   c. Jika tidak dengan tegas dinyatakan lain dalam Perjanjian Kredit ini, kata-kata yang dimulai dengan
      huruf besar dalam Perjanjian Kredit ini mempunyai arti yang sama sebagaimana didefinisikan dalam
      Syarat – Syarat Umum.

   Syarat-syarat lain yang wajib dilaksanakan oleh JLI adalah sebagai berikut:
   a. Berlaku syarat-syarat umum Perjanjian Kredit Bank.
   b. Jika selama 7 (tujuh) hari kalender Debitur tidak dapat membayar tunggakan pokok dan / atau
      bunga, maka dianggap sebagai kelalaian dan Fasilitas Kredit dinyatakan Macet dan harus dilunasi
      dengan mencairkan Deposito. Apabila hitungan tujuh hari kalender jatuh pada hari libur, maka
      pelunasan dengan pencairan deposito dilakukan pada hari kerja sebelum hari libur tersebut. Penalty
      atas pencairan Deposito menjadi beban Debitur.

   Hal-hal yang tidak boleh dilakukan JLI selama belum membayar lunas Fasilitas Kredit ini tanpa
   persetujuan tertulis dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk adalah sebagai berikut:
   a. Menerima pinjaman dari pihak lain manapun juga;
   b. Menjadi penjamin terhadap pihak ketiga;
   c. Mengadakan penyertaan baru dalam JLI-JLI lain dan atau turut membiayai JLI-JLI lain;

                                                  42
Page 46
                               PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
    Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

15. UTANG BANK (lanjutan)

   Entitas Anak (lanjutan)

   PT Joen Lie Indonesia (JLI) (lanjutan)

   d. Membagikan bonus dan atau dividen;
   e. Membayar hutang kepada oara pemegang saham/pemilik JLI sendiri (sub ordinate loan);
   f. Menjaminkan JLInya kepada pihak lain;
   g. Mengadakan merger, akuisisi, menjual aset, mengadakan atau memanggil rapat umum tahunan
      atau rapat umum luar biasa para pemegang saham dengan cara mengubah permodalan dan atau
      mengubah nama pengurus (direksi maupun pemegang saham) serta mencatat
      penyerahan/pemindahan saham;
   h. Mengadakan transaksi dengan orang atau pihak lain termasuk tetapi tidak terbatas pada JLI
      afiliasinya di luar praktek-praktek dan kebiasaan dalam dangang yang ada dan melakukan
      pembvelian lebih mahal dari harga pasar atau menjual di bawah harga pasar;
   i. Mengadakan ekspansi usaha dan atau investasi baru.

   Pada tanggal 31 Desember 2024, JLI telah memenuhi seluruh pembatasan dan kewajiban yang
   diwajibkan oleh bank.

   Pada tanggal 17 Januari 2025, fasilitas pinjaman ini seluruhnya telah dilunasi oleh JLI.

   PT Jantra & JTRS (JDJ)

   Berdasarkan Perjanjian Kredit No.RCO.JSD/0335/KI/2022 tanggal 16 September 2022, JDJ
   memperoleh Fasilitas Kredit Produktif Berbasis Aset dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Mandiri)
   dengan pagu kredit tidak melebihi limit kredit sebesar Rp1.530.000.000. Fasilitas Kredit tersebut
   digunakan untuk investasi penambahan dan peremajaan mesin peralatan jasa perawatan dan reparasi
   kaki-kaki mobil. Fasilitas Kredit tersebut memiliki jangka waktu 3 tahun sampai dengan 15 September
   2025 dan dikenakan bunga sebesar 10% per tahun.

   Agunan atas Fasilitas Kredit ini adalah tanah dan bangunan sebagaimana diuraikan dalam Sertifikat
   Hak Milik Nomor 7392/Ciganjur, tanggal terbit 27 Februari 2014 atas nama Imam Sujono, yang terletak
   di Jalan Brigif, Komplek Brigif Mansion Kavling 15 (JTR 168), RT.011, RW.006, Kelurahan Ciganjur,
   Kecamatan Jagakarsa, Kota Administasi Jakarta Selatan.

   Hal-hal yang wajib dilaksanakan oleh JDJ adalah sebagai berikut:
   a. Menyampaikan laporan kegiatan usaha bulanan meliputi laporan pembelian, penjualan, persediaan
      dan piutang usaha yang dirinci setiap bulan disampaikan secara rutin setiap triwulanan dan paling
      lambat telah diterima Mandiri 30 (tiga puluh) hari setelah akhir periode laporan.
   b. Menggunakan fasilitas kredit sesuai dengan tujuan penggunaan kredit.
   c. Mengizinkan Mandiri atau pihak lain yang ditunjuk untuk sewaktu-waktu melakukan
      pemeriksaan/pengawasan kegiatan usaha dan laporan keuangan JDJ, biaya yang timbul
      sepenuhnya menjadi beban JDJ.
   d. Menyerahkan hasil penilaian ulang atas agunan secara periodik paling lambat setiap 24 (dua puluh
      empat) bulan sekali oleh pihak Mandiri dan atau pihak appraisal independent rekanan Mandiri
      dengan biaya menjadi beban JDJ. Apabila terdapat penurunan nilai agunan, maka JDJ bersedia
      mengganti/menambah angunan minimal sebesar penurunan nilai agunan dimaksud.
   e. Menjaga ketersediaan dana blokir sebesar 1 (satu) kali kewajiban atau sebesar Rp49.500.000 pada
      rekening giro/tabungan atas nama JDJ sampai dengan fasilitas kredit dinyatakan lunas, sekaligus
      kuasa untuk membuka blokir serta menggunakan dana tersebut sewaktu-waktu apabila JDJ
      menunggak kewajiban hinga akhir bulan berjalan. Apabila dana blokir cadangan kewajiban
      digunakan, maka JDJ wajib untuk menyetor kembali dana yang diblokir tersebut maksimal 7 (tujuh)
      hari kerja sejak dana blokir digunakan sehingga minimal nilai dana cadangan tetap sebesar 1 (satu)
      kali pembayaran kewajiban bunga fasilitas Kredit Produktif Berbasis Asset di Mandiri.
   f. Menjaga average baki debet minimal 70% (tujuh puluh persen) dari limit.
   g. Menjaga average Current Account Saving Account (CASA) minimal 20% (dua puluh persen) dari
      baki debet.

                                                   43
Page 47
                               PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
    Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

15. UTANG BANK (lanjutan)

   Entitas Anak (lanjutan)

   PT Jantra & JTRS (JDJ) (lanjutan)

   h. Menyalurkan transaksi keuangan usaha ke Mandiri yaitu minimal sebesar 70% (tujuh puluh persen)
      dari omset.
   i. Menyerahkan bukti perpanjangan sewa atas lokasi usaha paling lambat 1 (satu) bulan sebelum jatuh
      tempo masa laku sewa. Selanjutnya copy perjanjian sewa-menyewanya yang telah diperpanjang
      tersebut diserahkan kepada Mandiri dengan menunjukkan asli dokumennya.
   j. Menjaga kolektibilitas fasilitas kredit atas nama JDJ, Pengurus/Pemegang Saham di Mandiri dan
      bank lain.

   Hal-hal yang tidak boleh dilakukan JDJ selama belum membayar lunas Fasilitas Kredit ini tanpa
   persetujuan tertulis dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk adalah sebagai berikut:
   a. Melakukan perubahan Anggaran dasar JDJ termasuk didalamnya pemegang saham, pengurus,
       permodalan, dan nilai saham kecuali peningkatan modal JDJ tanpa merubah komposisi pemegang
       saham, cukup memberitahukan secara tertulis kepada Mandiri dalam jangka waktu 30 (tiga puluh)
       hari setelah peningkatan modal tersebut dilakukan.
   b. Memindahtangankan barang agunan fixed asset.
   c. Memperoleh fasilitas kredit atau pinjaman dari pihak lain, kecuali mendapatkan persetujuan tertulis
       dari Mandiri.
   d. Mengikatkan diri sebagai penjamin hutang atau menjaminkan harta kekayaan JDJ kepada pihak
       lain.
   e. Mengambil bagian deviden atau modal untuk kepentingan di luar usaha dan untuk kepentingan
       pribadi.
   f. Menyewakan objek agunan fixed asset.
   g. Pindah lokasi kantor/tempat usaha atau mengganti nomor telepon JDJ/key person tanpa seijin
       Mandiri. JDJ akan melakukan perubahan lokasi kantor/lokasi tempat usaha/nomor telepon, maka
       JDJ/key person wajib melaporkan dan meminta ijin kepada Mandiri.
   h. Mengalihkan/ menyerahkan kepada pihak lain, Sebagian atau seluruhnya atas hak dan kewajiban
       yang timbul berkaitan dengan fasilitas Kredit Produktif Berbasis Asset.
   i. Mengalihkan kepemilikan saham/membubarkan JDJ.
   j. Mengajukan restrukturisasi COVID-19 atas fasilitas kredit produktif di Mandiri.
   k. Melakukan penjualan dan pembelian aktiva tetap (investasi) yang dapat menggaggu cash flow JDJ.
   l. Memberikan/menambahkan piutang kepada pemegang saham di luar core bisnis JDJ.

   Pada tanggal 31 Desember 2024, JDJ telah memenuhi seluruh pembatasan dan kewajiban yang
   diwajibkan oleh bank.

   Pada tanggal 15 September 2025, fasilitas pinjaman ini seluruhnya telah dilunasi oleh JDJ.

   PT Jantra Traspatih Indonesia (JTras)

   Berdasarkan Surat Penegasan Pembiayaan No.S.2024.198/DIR tanggal 17 Mei 2024, JTras
   memperoleh Fasilitas Pembiayaan dari PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank) dengan rincian
   sebagai berikut:

    1.   Jenis Fasilitas Syariah   :   Musyarakah Mutanaqisah (MMQ) PB 1 - New
         Plafond Baru              :   Rp5.450.000.000
         Tujuan                    :   Investasi pembelian tempat usaha
         Jangka Waktu              :   3 Juni 2024 – 3 Juni 2034
         Tk. Keuntungan Sewa       :   Indikatif eq 8,88% per tahun (fixed 5 tahun)
    2.   Jenis Fasilitas Syariah   :   Musyarakah Mutanaqisah (MMQ) PB 2 - New
         Plafond Baru              :   Rp400.000.000
         Tujuan                    :   Refinancing investasi
         Jangka Waktu              :   3 Juni 2024 – 3 Juni 2031
         Tk. Keuntungan Sewa       :   Indikatif eq 8,88% per tahun (fixed 5 tahun)

                                                   44
Page 48
                               PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
    Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

15. UTANG BANK (lanjutan)

   Entitas Anak (lanjutan)

   PT Jantra Traspatih Indonesia (JTras) (lanjutan)

    3.   Jenis Fasilitas Syariah   :   Musyarakah Mutanaqisah (MMQ) PB 3 - New
         Plafond Baru              :   Rp300.000.000
         Tujuan                    :   Refinancing investasi
         Jangka Waktu              :   3 Juni 2024 – 3 Juni 2029
         Tk. Keuntungan Sewa       :   Indikatif eq 8,88% per tahun (fixed 5 tahun)

   Agunan atas Fasilitas Pembiayaan ini adalah sebagai berikut:
   1. Gudang dengan nomor bukti kepemilikan SHGB 1732 yang akan dibalik nama ke atas nama
      PT Jantra Traspatih Indonesia, yang terletak di Jalan Damai, Mudal RT 001 RW 019 Kelurahan
      Sariharjo.
   2. Corporate Guarantee No. 02 atas nama PT Liantra Wil Indonesia.

   Syarat dan kondisi fasilitas adalah sebagai berikut:
   a. Nasabah wajib mengaktifkan rekening Maybank.
   b. Di samping membuka rekening untuk membukukan pembiayaan, Nasabah harus membuka rekening
      operasional untuk aktivitas usaha Nasabah.
   c. Nasabah wajib mengaktifkan secara proporsional transaksi aktivitas keuangan Nasabah melalui
      rekening operasional Nasabah di Bank dan menyalurkan aktivitas keuangan lainnya secara
      proporsional serta menggunakan produk perbankan yang disediakan oleh Bank antara lain namun
      tidak terbatas pada ativitas keuangan ekspor/impor dan transaksi lainnya.
   d. Wajib memiliki rekening operasional untuk aktivitas usahanya selain rekening PRK.
   e. Khusus untuk kredit investasi pembiayaan property, pembayaran uang muka harus di transfer via
      rekening Maybank nasabah bersamaan dengan porsi pembiayaan dari bank. Atau jika telah dibayar,
      maka debitur harus menyerahkan asli bukti transfer atau copy giro dan bukti debet rekeningnya.
   f. Sinking fund sebesar 1 kali cicilan (khusus untuk fasilitas PB).
   g. Pembiayaan Syariah wajib menggunakan asuransi Syariah rekanan bank dan seluruh agunan wajib
      diasuransikan pada perusahaan asuransi Syariah rekanan Bank atas beban biaya Nasabah dengan
      banker’s clause kepada Bank. Agunan yang telah diasuransikan pada perusahaan asuransi lain
      akan langsung diperpanjang di asuransi Syariah rekanan Bank dengan nilai pertanggungan yang
      cukup sejak polis tersebut jatuh tempo sampai dengan jatuh tempo fasilitas.
   h. Bank berhak untuk memperpanjang polis asuransi pada saat jatuh tempo dan mendebet biaya
      kontribusi asuransi dari rekening Nasabah.
   i. Bank berhak untuk sewaktu-waktu dengan pemberitahuan secara tertulis kepada Nasabah
      mengubah atau meninjau kembali besarnya tingkat margin/sewa/nisbah bagi hasil dan/atau tingkat
      keuntungan sewa pembiayaan yang akan dikenakan oleh Bank kepada Nasabah. Pemberlakuan
      dari perubahan tingkat imbal hasil mengacu pada ketentuan yang berlaku.
   j. Biaya keterlambatan pembayaran kewajiban atau kelebihan Tarik ditetapkan sebesar Eq4% per
      bulan (untuk fasilitas IDR) dari jumlah yang terlambat dibayar atau kelebihan tariknya. Biaya
      keterlambatan akan digunakan Bank untuk Ganti Rugi (Ta’widh) dan Denda (Ta’zir). Biaya
      keterlambatan pembayaran kewajiban atau kelebihan tarik dengan mata uang non IDR, akan
      dikenakan beban administrasi denda sebesar 2% per bulan atau 24% per tahun atau sesuai dengan
      kebijakan yang berlaku di Maybank Indonesia, dan akan masuk ke dana sosial.
   k. Jaminan sekaligus obyek MMQ berupa SHM 495 tidak diperkenankan disewakan kepada pihak lain
      tanpa oersetujuan tertulis dari Bank. Jika disewakan maksimum 3 tahun.
   l. Nasabah wajib mengajukan permohonan atau memberitahukan pelunasan minimal 14 hari kalender
      sebelum tanggal pelunasan, baik pelunasan sebelum jatuh tempo maupun pada saat jatuh tempo
      pembiayaan.
   m. Pelunasan sebelum jatuh tempo, baik Sebagian maupun seluruh fasilitas, dikenakan biaya
      pelunasan maksimal Rp163.500.000,- (PB1), Rp12.000.000,- (PB2), Rp9.000.000,- (PB MMq 3)
      (atau setara Eq. 3% dari outstanding termasuk limit yang belum dicairkan yang (akan dilunasi) untuk
      pembiayaan berjangka).
   n. Nasabah wajib memberikan seluruh dokumen yang dibutuhkan untuk proses perpanjangan fasilitas
      paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum jatuh tempo fasilitas.

                                                   45
Page 49
                               PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
    Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

15. UTANG BANK (lanjutan)

   Entitas Anak (lanjutan)

   PT Jantra Traspatih Indonesia (JTras) (lanjutan)

   o. Bank berhak melakukan kunjungan ke lokasi usaha dan review atas kondisi usaha sewaktu-waktu
      bilamana diperlukan.
   p. Khusus untuk kredit investasi pembiayaan property (ruko, gudang, tanah, dll), property yang dibiayai
      harus digunakan untuk kepentingan usaha nasabah.
   q. Pembayaran imbal hasil pembiayaan PRKS tanggal 5 setiap bulannya dan untuk PPB tanggal 1
      setiap bulannya, sedangkan angsuran pembiayaan (PB) sesuai dengan daftar cicilan setiap
      bulannya. Apabila tanggal tersebut jatuh pada hari libur maka pembebanan imbal hasil dilakukan 1-
      2 hari kerja sebelumnya.
   r. Fasilitas pembiayaan syariah dipergunakan untuk kegiatan usaha atau pengadaan barang/jasa yang
      tidak bertentangan dengan prinsip syariah.
   s. AJB dan balik nama SHM 495 ke atas nama debitur melalui notaris rekanan Maybank (setelah
      proses turun waris dari pihak penjual selesai.
   t. APHT min 125% limit kredit (meskipun melebihi nilai taksasi), jika diperlukan SKMHT max 1 kali dan
      tidak boleh berulang dilengkapi CN Notaris rekanan Maybank.
   u. Corporate Guarantee PT Liantra Wil Indonesia, PT JTR Auto Parts Indonesia, PT Joen Lie Indonesia.
   v. PB 1 MMQ Rp5.450 jt untuk pembelian FA SHM 495 dengan nilai transaksi Rp7 Milliar Bank finance
      78% dari nilai transaksi atau 85% dari nilai taksasi T&B.
   w. PB 2 MMQ Rp400 jt digunakan untuk renovasi bangunan di atas SHM 495 dengan nilai RAB
      Rp999.962.220 (Bank Finance 40% dari nilai RAB).
   x. PB 3 MMQ digunakan untuk pembelian peralatan/mesin bengkel dengan max bank finance 70% dari
      nilai transaksi.
   y. Akan dilakukan Adendum PK untuk penambahan CG untuk PT Joen Lie Indonesia dan
      PT JTR Auto Parts.

   Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, JTras telah memenuhi seluruh persyaratan
   dan ketentuan yang diwajibkan oleh bank.


16. UTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN

   Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, akun ini merupakan utang atas perolehan
   kendaraan dengan rincian sebagai berikut:

                                                          30 September 2025        31 Desember 2024

   Entitas Anak
   PT BCA Finance                                                  27.573.200              306.468.200
   PT Mandiri Utama Finance                                                 -              143.045.000
   PT Federal International Finance                                         -                5.148.000

   Sub-jumlah                                                      27.573.200              454.661.200
   Dikurang bagian yang jatuh tempo dalam satu
      tahun                                                        27.573.200                          -

   Bagian Jangka Panjang                                                      -             454.661.200


   Utang kepada PT BCA Finance merupakan utang JDJ atas perolehan kendaraan, berjangka waktu
   hingga 28 Oktober 2025 dan dikenakan bunga 5,92% p.a.

   Utang kepada PT Mandiri Utama Finance merupakan utang JTras atas perolehan kendaraan, berjangka
   waktu hingga 7 Mei 2025 dan dikenakan bunga 1,25%.


                                                  46
Page 50
                               PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
    Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

16. UTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN (lanjutan)

   Utang kepada PT Federal International Finance merupakan utang JMKI atas perolehan kendaraan,
   berjangka waktu hingga Juni 2025 dan dikenakan bunga 1,42%.


17. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA

   Perusahaan memiliki program pensiun manfaat pasti yang sepenuhnya tidak didanai untuk mencakup
   seluruh karyawan tetap. Perusahaan mencadangkan liabilitas imbalan kerja jangka panjang sesuai
   dengan Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13 tanggal 25 Oktober 2003, Omnibus Law No. 11 Tahun
   2020 dan Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun 2021. Liabilitas imbalan kerja pada tanggal 31 Desember
   2024, didasarkan pada laporan Kantor Konsultan Aktuaria Agus Susanto, aktuaris independen, tanggal
   30 April 2025. Liabilitas tersebut dihitung menggunakan metode “Projected Unit Credit”, dengan asumsi-
   asumsi utama sebagai berikut:
                                                                            30 September 2025                 31 Desember 2024

   Tingkat diskonto                                                                          7,1%                              7,1%
   Kenaikan gaji                                                                    10% per tahun                     10% per tahun
   Umur pensiun normal                                                                   56 tahun                          56 tahun
   Tingkat mortalitas                                                                 TMI IV 2019                       TMI IV 2019

   Mutasi nilai kini liabilitas imbalan pasti dan jumlah yang diakui di laporan laba rugi dan penghasilan
   komprehensif lain konsolidasian adalah sebagai berikut:

                                                                            30 September 2025                 31 Desember 2024

   Saldo awal                                                                        1.602.591.898                    1.399.904.744
   Beban yang diakui dalam laba rugi (lihat
      Catatan 24)
      Biaya jasa kini                                                                  248.668.287                       331.557.715
      Biaya bunga                                                                       72.445.071                        96.593.428
      Biaya jasa lalu                                                                            -                                 -

       Sub-jumlah                                                                      321.113.358                       428.151.143

   Pembayaran benefit                                                                                                    (33.000.000 )
   Pengukuran kembali yang diakui dalam
     penghasilan komprehensif lain                                                    (144.347.992 )                    (192.463.989 )

   Jumlah                                                                            1.779.357.264                    1.602.591.898



18. MODAL SAHAM

   Rincian pemegang saham Perusahaan pada tanggal 30 September 2025 adalah sebagai berikut:
   _____________________________________________________________________________________________________________________________ __________
                                                   Jumlah Saham
                                                  Ditempatkan dan                    Persentase
         Pemegang Saham                            Disetor Penuh                    Pemilikan (%)                     Jumlah
   PT Tahtra Kertajaya Indonesia                       1.625.792.000                   78,3212%                       40.644.800.000
   Imam Sujono                                             4.000                       0,00019%                              100.000
   Jantra Al Rasyid                                        4.000                       0,00019%                              100.000
   Masyarakat                                           450.000.000                    21,6784%                       11.250.000.000
   Jumlah                                              2.075.800.000                       100                        51.895.000.000




                                                                  47
Page 51
                               PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
    Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

18. MODAL SAHAM (lanjutan)

   Rincian pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
   _____________________________________________________________________________________________________________________________ __________
                                                   Jumlah Saham
                                                  Ditempatkan dan                    Persentase
         Pemegang Saham                            Disetor Penuh                    Pemilikan (%)                     Jumlah
   PT Tahtra Kertajaya Indonesia                       1.625.792.000                   99,9995%                       40.644.800.000
   Imam Sujono                                             4.000                       0,00025%                              100.000
   Jantra Al Rasyid                                        4.000                       0,00025%                              100.000
   Jumlah                                              1.625.800.000                       100                        40.645.000.000


   Berdasarkan Akta Keputusan Para Pemegang Saham Perusahaan No. 103 tanggal 25 Maret 2024 dari
   Notaris Dr. Sugih Haryati, S.H., M.Kn., para pemegang saham Perusahaan menyetujui:
   1. Rencana Perusahaan untuk melakukan Penawaran Umum Perdana atas saham-saham dalam
      Perusahaan kepada masyarakat dan mencatatkan saham-saham Perusahaan tersebut pada BEI
      (Company Listing) serta menyetujui untuk mendaftarkan saham-saham Perusahaan dalam
      Penitipan Kolektif yang dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku
      di bidang pasar modal Indonesia.
   2. Menyetujui dalam rangka Penawaran Umum:
      a. Perubahan status Perusahaan dari perusahaan tertutup menjadi perusahaan terbuka, dan
          menyetujui perubahan nama Perusahaan menjadi PT Jantra Grupo Indonesia Tbk.
      b. Pengeluaran saham dalam simpanan (portepel) Perusahaan untuk ditawarkan kepada
          masyarakat melalui Penawaran Umum sebanyak-banyaknya 450.000.000 saham baru yang
          mewakili sebanyak-banyaknya 21,68% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor Perusahaan
          setelah Penawaran Umum.
      c. Perubahan seluruh ketentuan Anggaran Dasar Perusahaan untuk disesuaikan dengan ketentuan
          Peraturan No.IX.J.I tentang Pokok-Pokok Anggaran Dasar Perusahaan Yang Melakukan
          Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas Dan Perusahaan Publik, Peraturan Otoritas Jasa
          Keuangan No.15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum
          Pemegang      Saham      Perusahaan     Terbuka,  Peraturan   Otoritas  Jasa     Keuangan
          No.33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik.
      d. Perubahan struktur permodalan dan susunan pemegang saham dalam Perseroan sesuai dengan
          hasil pelaksanaan Penawaran Umum dan pencatatan saham-saham Perusahaan di BEI dalam
          rangka Penawaran Umum.
      e. Mengubah bidang usaha Perusahaan dengan melakukan klasifikasi Kegiatan Usaha Utama
          Perusahaan dan Kegiatan Usaha Penunjang Perusahaan.
   3. Menyetujui perubahan nilai nominal saham Perusahaan (stock split) yang semula Rp100.000
      menjadi Rp25,-
   4. Menyetujui untuk memberikan kuasa kepada Direksi Perusahaan dengan hak substitusi untuk
      menyesuaikan ketentuan Anggaran Dasar Perusahaan setelah dilakukannya Penawaran Umum dan
      untuk maksud tersebut menyatakan dalam akta tersendiri yang dibuat di hadapan Notaris.
   5. Menyetujui untuk memberikan kuasa kepada Direksi Perusahaan dan/atau Dewan Komisaris
      Perusahaan dengan hak substitusi dalam hal Penawaran Umum tidak dapat dilaksanakan karena
      suatu sebab apapun, untuk melakukan segala tindakan serta menandatangani segala akta,
      permohonan, aplikasi, pernyataan dan/atau dokumen lainnya yang diperlukan dalam rangka
      melakukan penyesuaian kembali Anggaran Dasar Perusahaan serta segala izin, persetujuan
      dan/atau dokumen lainnya.
   6. Menyetujui untuk memberikan kuasa kepada Direksi Perusahaan dengan hak substitusi untuk
      melaksanakan segala tindakan yang diperlukan dalam rangka efektifnya, sahnya dan/atau
      pelaksanaan hal-hal yang diputuskan dan/atau persetujuan yang diberikan dalam Keputusan
      Sirkuler Para Pemegang Saham.
   7. Menyetujui untuk memberikan kuasa kepada Direksi dan/atau Dewan Komisaris Perusahaan untuk
      menyatakan dalam akta tersendiri yang dibuat di hadapan Notaris, mengenai kepastian jumlah
      saham yang ditempatkan dan disetor dalam rangka pelaksanaan Penawaran Umum, termasuk
      menyatakan susunan pemegang saham Perusahaan dalam akta tersebut, setelah Penawaran
      Umum selesai dilaksanakan.

                                                                  48
Page 52
                               PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
    Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

18. MODAL SAHAM (lanjutan)

   8. Menyetujui susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan yang baru
   9. Menyetujui dalam rangka pemenuhan ketentuan Pasal 85 POJK No.3/POJK.04/2021 tentang
      Penyelenggaraan Kegiatan di Bidang Pasar Modal, dengan ini menetapkan PT Tahtra Kertajaya
      Indonesia, tersebut, yang saham mayoritasnya dimiliki oleh Tn. Imam Sujono dan Tn. Jantra Al
      Rasyid, sebagai pengendali Perusahaan.

   Akta tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-
   0019079.AH.01.02.TAHUN 2024 tanggal 25 Maret 2024.

   Berdasarkan Tanda Terima Pembayaran No.BSM/JGI-13/6/2024 tanggal 6 Juni 2024, Perusahaan
   telah menerima setoran modal dari Jantra Al Rasyid sebesar Rp184.800.000 sesuai dengan Akta
   Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Perusahaan No. 72 tanggal 8 Desember 2023 dari Rosida
   Rajagukguk-Siregar, S.H.,M.Kn.

   Berdasarkan Tanda Terima Pembayaran No.BSM/JGI-14/6/2024 tanggal 6 Juni 2024, Perusahaan
   telah menerima setoran modal dari Imam Sujono sebesar Rp79.200.000 sesuai dengan Akta
   Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Perusahaan No. 72 tanggal 8 Desember 2023 dari Rosida
   Rajagukguk-Siregar, S.H.,M.Kn.

   Berdasarkan Akta No.02 tanggal 12 Juni 2024 dari Notaris Cindy Annisa Mulia, SH., M.Kn., para
   pemegang saham meratifikasi keputusan yang telah disetujui sebagaimana yang tertuang dalam Akta
   Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Perusahaan No. 72 tanggal 8 Desember 2023 dari Rosida
   Rajagukguk-Siregar, S.H.,M.Kn., dan memberikan persetujuan atas hal-hal berikut:
   1. Menegaskan pembagian dividen saham sebesar Rp2.800.000.000 (Catatan 20) dengan rincian
      sebagai berikut:
      1. Jantra Al Rasyid, sebanyak 19.600 lembar saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar
         Rp1.960.000.000
      2. Imam Sujono, sebanyak 8.400 lembar saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar
         Rp840.000.000
   2. Menegaskan peningkatan modal ditempatkan dan disetor melalui setoran tunai oleh para Pemegang
      Saham Perusahaan sebesar Rp264.000.000, yang terbagi sebagai berikut:
      1. Jantra Al Rasyid, sebanyak 1.848 lembar saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar
         Rp184.800.000
      2. Imam Sujono, sebanyak 792 lembar saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar
         Rp79.200.000
   3. Menegaskan peningkatan modal dasar , modal ditempatkan dan disetor Perusahaan sehubungan
      dengan adanya konversi dividen saham sebagai berikut:
      1. Modal dasar dari semula Rp1.200.000.000 menjadi Rp4.264.000.000.
      2. Modal ditempatkan dan disetor dari semula Rp1.200.000.000 menjadi Rp4.264.000.000.

   Berdasarkan Akta Keputusan Para Pemegang Saham Perusahaan No. 101 tanggal 19 Juli 2024 dari
   Notaris Dr. Sugih Haryati, S.H., M.Kn., para pemegang saham Perusahaan menyetujui:
   1. Menerima, menyetujui untuk menegaskan keputusan pemegang saham serta melakukan ratifikasi
      atas penyetoran modal para pemegang saham sehubungan dengan peningkatan modal ditempatkan
      Perseroan sebagaimana termaktub pada Akta No. 72/2023 juncto Akta No. 02/2024 dan guna
      memenuhi Pasal 33 ayat 3 UUPT, bahwa penyetoran modal sehubungan dengan keputusan
      tersebut telah diterima secara penuh oleh Perseroan.
   2. Menyetujui perubahan status Perseroan yang semula Perseroan Terbatas Terbuka/Publik menjadi
      Perseroan Terbatas Tertutup.
   3. Menyetujui perubahan nama Perseroan menjadi PT Jantra Grupo Indonesia.
   4. Menyetujui perubahan seluruh Anggaran Dasar Perseroan, dalam rangka perubahan status
      Perseroan dari Perusahaan Terbuka menjadi Perusahaan Tertutup.
   5. Memberikan kuasa kepada Direksi Perseroan dengan hak substitusi untuk menyatakan Keputusan
      Sirkuler ini dalam suati akta notaris dan menandatangani akta atau dokumen-dokumen lain yang
      diperlukan tanpa kecuali dan melakukan tindakan-tindakan lain yang dianggap perlu sehubungan
      dengan pelaksanaan Keputusan Sirkuler ini.


                                               49
Page 53
                               PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
    Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

18. MODAL SAHAM (lanjutan)

   Akta tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-
   0043991.AH.01.02.Tahun 2024 tanggal 19 Juli 2024.

   Berdasarkan Akta Keputusan Para Pemegang Saham Perusahaan No. 68 tanggal 14 Oktober 2024
   dari Notaris Rosida Rajagukguk-Siregar, S.H., M.Kn., para pemegang saham Perusahaan menyetujui:
   1. Rencana Perusahaan untuk melakukan Penawaran Umum Perdana atas saham-saham dalam
      Perusahaan kepada masyarakat dan mencatatkan saham-saham Perusahaan tersebut pada BEI
      (Company Listing) serta menyetujui untuk mendaftarkan saham-saham Perusahaan dalam
      Penitipan Kolektif yang dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku
      di bidang pasar modal Indonesia.
   2. Memutuskan dan menyetujui dalam rangka Penawaran Umum, perubahan status Perusahaan dari
      perusahaan tertutup menjadi perusahaan terbuka, dan menyetujui perubahan nama Perusahaan
      menjadi PT Jantra Grupo Indonesia Tbk.
   3. Memutuskan dan menyetujui untuk mengeluarkan saham dalam simpanan (portepel) Perusahaan
      untuk ditawarkan kepada masyarakat melalui Penawaran Umum sebanyak-banyaknya 450.000.000
      saham baru yang mewakili sebanyak-banyaknya 21,68% dari seluruh modal ditempatkan dan
      disetor Perusahaan setelah Penawaran Umum.
   4. Memutuskan dan menyetujui untuk mencatatkan seluruh saham Perusahaan, setelah
      dilaksanakannya Penawaran Umum atas saham-saham yang ditawarkan dan dijual kepada
      masyarakat melalui Pasar Modal, serta saham-saham yang dimiliki oleh pemegang saham
      Perusahaan, serta menyetujui untuk mendaftarkan saham-saham Perusahaan dalam Penitipan
      Kolektif yang dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku di bidang
      Pasar Modal Indonesia.
   5. Memutuskan dan menyetujui untuk menetapkan Imam Sujono sebagai Pengendali Perusahaan.
   6. Memutuskan dan menyetujui perubahan seluruh ketentuan Anggaran Dasar Perusahaan untuk
      disesuaikan dengan ketentuan Peraturan No.IX.J.I tentang Pokok-Pokok Anggaran Dasar
      Perusahaan Yang Melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas Dan Perusahaan Publik,
      Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris
      Emiten atau Perusahaan Publik, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.15/POJK.04/2020 tentang
      Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka, Peraturan
      Otoritas Jasa Keuangan No.16/POJK.04/2020 tentang Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang
      Saham Perusahaan Terbuka Secara Elektronik.
   7. Memutuskan dan menyetujui untuk:
      a. Memberikan kuasa dan wewenang dengan hak substitusi kepada Direksi Perusahaan untuk
           melaksanakan segala tindakan yang harus dilakukan sehubungan dengan Penawaran Umum
           dan hasil dari Penawaran Umum Perusahaan.
      b. Memberikan kuasa kepada Dewan Komisaris untuk menyatakan realisasi jumlah saham yang
           telah dikeluarkan dalam Penawaran Umum Perusahaan.

   Akta tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan Surat Keputusan
   No. AHU-0065304.AH.01.02.Tahun 2024 tanggal 14 Oktober 2024.

   Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perusahaan No. 60 tanggal 10 Mei 2025 dari Notaris
   Rosida Rajagukguk-Siregar, S.H., M.Kn., para pemegang saham Perusahaan menyetujui pengeluaran
   saham dalam simpanan (portepel) Perusahaan sebanyak 450.000.000 lembar saham, telah
   ditempatkan dan disetor setelah Penawaran Umum atau dengan nilai nominal sebesar
   Rp11.250.000.000, masing-masing saham bernilai nominal Rp25, melalui Penawaran Umum Perdana
   Saham kepada Masyarakat.

   Akta tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dan dicatat di dalam Sistem
   Administrasi Badan Hukum melalui Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar
   Perusahaan No. AHU-AH.01.03-0128183 tanggal 13 Mei 2025.




                                                50
Page 54
                              PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
   Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

19. SALDO LABA

   Berdasarkan Keputusan Pemegang Saham Perseroan Di Luar Rapat Umum Pemegang Saham
   Tahunan 2024, tanggal 20 Juni 2024, para pemegang saham Perusahaan menyetujui pembentukan
   cadangan wajib yang berasal dari laba bersih Perusahaan sebesar 20% dari laba bersih tahun 2023
   yaitu sebesar Rp211.805.463.

   Mutasi saldo laba adalah sebagai berikut:

                                                           30 September 2025      31 Desember 2024

   Saldo awal                                                   9.962.970.943          1.060.931.453
   Penyisihan cadangan saldo laba                                           -           (211.805.463 )
   Laba bersih periode / tahun berjalan                         6.380.737.407          9.113.844.953

   Total saldo laba - belum dapat ditentukan
      penggunaannya                                            16.343.708.350          9.962.970.943



20. TAMBAHAN MODAL DISETOR

   Akun ini terdiri dari:
                                                           30 September 2025      31 Desember 2024

   Agio saham setelah Penawaran Umum                           41.850.000.000                        -
   Selisih Nilai Transaksi Kombinasi Bisnis Entitas
      Sepengendali (Catatan 4)                                  9.635.388.167          9.635.388.167
   Biaya emisi saham                                           (3.518.334.340 )                    -

   Jumlah                                                      47.967.053.827          9.635.388.167



21. PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN

                                                           30 September 2025      31 Desember 2024

   Saldo awal                                                     201.080.820             50.887.210
   Pengukuran kembali atas imbalan pascakerja                     144.347.992            192.463.989
   Pajak penghasilan terkait                                      (31.756.558 )          (42.342.076 )
   Kepentingan non-pengendali                                          53.773                 71.697

   Jumlah                                                         313.726.027            201.080.820



22. PENDAPATAN

   Akun ini terdiri dari:
                                                           30 September 2025      30 September 2024

   Pendapatan jasa reparasi dan perawatan mobil                29.596.502.103         25.692.591.416
   Penjualan suku cadang                                       23.635.196.809         17.609.485.629

   Jumlah                                                      53.231.698.912         43.302.077.045

   Pada periode sembilan bulan yang berakhir tanggal 30 September 2025 dan untuk tahun 2024, akun
   ini seluruhnya merupakan pendapatan jasa reparasi dan perawatan mobil serta penjualan suku cadang
   kepada pihak.


                                                      51
Page 55
                               PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
    Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

22. PENDAPATAN (lanjutan)

   Pada periode sembilan bulan yang berakhir tanggal 30 September 2025 dan untuk tahun 2024, tidak
   ada pelanggan dengan nilai transaksi yang melebihi 10% dari jumlah pendapatan.


23. BEBAN POKOK PENDAPATAN

   Akun ini terdiri dari:
                                                     30 September 2025       30 September 2024

   Pemakaian suku cadang                                  16.288.796.411           9.871.121.606
   Gaji dan tunjangan                                      6.681.597.645           7.653.493.828
   Penyusutan (lihat Catatan 11)                           1.695.106.178           1.934.094.752
   Operasional bengkel                                     1.012.176.522             748.874.220

   Jumlah                                                 25.677.676.756          20.207.584.406


   Pada periode sembilan bulan yang berakhir tanggal 30 September 2025 dan 2024, pemasok dengan
   nilai transaksi yang melebihi 10% dari pembelian adalah pembelian dari PT JTR Autoparts masing-
   masing sebesar Rp2.663.153.574 dan Rp1.245.853.536.


24. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI

   Rincian beban penjualan adalah sebagai berikut:
                                                     30 September 2025       30 September 2024

   Gaji dan tunjangan                                     10.056.965.374           6.662.904.315
   Umum                                                    4.699.834.915           4.656.071.941
   Jasa profesional                                        1.066.948.483                       -
   Penyusutan (lihat Catatan 11)                             680.139.070           1.172.707.860
   Langsung lainnya                                          590.325.588             464.154.606
   Listrik dan air                                           458.401.956             361.310.190
   Transportasi                                              347.588.407             298.654.881
   Sumbangan                                                 337.449.370             257.451.075
   Imbalan pascakerja karyawan (lihat Catatan 17)            321.113.358             321.113.358
   Internet dan telepon                                      267.588.680             174.477.393
   Beban Pemeliharaan Aset                                   248.091.452              41.900.471
   Kantor                                                    189.639.210             269.590.652
   Kendaraan                                                 102.556.848             114.112.877
   Pembelajaran dan pelatihan                                 74.120.000                       -
   Beban Perlengkapan                                         73.086.812              14.135.429
   Beban Asuransi                                              1.356.509              65.884.410

   Jumlah                                                 19.515.206.032          14.874.469.458




                                                52
Page 56
                               PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
    Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

25. LABA PER SAHAM

   Laba per saham dihitung dengan membagi laba bersih periode berjalan dengan rata-rata tertimbang
   jumlah saham biasa yang ditempatkan penuh, yang beredar pada tahun bersangkutan sebagai berikut:

                                                         30 Sembilan 2025        30 Sembilan 2024

   Jumlah laba bersih periode berjalan yang dapat
     diatribusikan kepada entitas induk                        6.380.737.407           7.158.188.430
   Rata-rata tertimbang jumlah lembar saham
     beredar (lihat Catatan 18)                                1.863.162.637           1.127.504.167

   Laba per saham                                                       3,42                     6,35



26. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI

   Berikut ini transaksi signifikan antara Perusahaan dan pihak berelasi sesuai dengan persyaratan yang
   ditetapkan antara pihak-pihak terkait:

                                                         30 Sembilan 2025        31 Desember 2024

   Aset lancar
   Piutang lain-lain
      PT JKK Serang                                              134.482.752             134.482.752
      PT JKK Mojolaban                                            68.205.867              79.582.251
      CV Prema Jantrawil                                                   -              43.553.332
      CV Imasu Darmalaksana                                                -              43.553.332

   Sub-jumlah                                                    202.688.619             301.171.667

   Aset tidak lancar
   Piutang lain-lain
      PT JKK Serang                                              715.107.776             815.969.835
      PT JKK Mojolaban                                                     -             159.157.011

   Sub-jumlah                                                    715.107.776             975.126.846

   Jumlah                                                        917.796.395           1.276.298.513

   Persentase terhadap total aset                                      0,68%                   1,68%


   Jangka pendek
   Utang usaha (Catatan 12)
      PT JTR Autopart Indonesia                                  319.452.242              38.407.220

   Persentase terhadap total liabilitas                                1,73%                   0,26%


   Pembelian
     PT JTR Autopart Indonesia                                 2.663.153.574           5.329.113.860

   Persentase terhadap total pembelian                                50,99%                  39,82%




                                                 53
Page 57
                              PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
   Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

26. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)

   Sifat hubungan dan transaksi dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:

       Pihak-Pihak Berelasi                 Sifat Hubungan                       Sifat Transaksi

   PT JKK Serang                      Kesamaan manajemen kunci                    Piutang lain-lain
   CV Prema Jantrawil                 Kesamaan manajemen kunci           Piutang lain-lain, Utang lain-lain
   CV Imasu Darmalaksana              Kesamaan manajemen kunci           Piutang lain-lain, Utang lain-lain
   PT JKK Mojolaban                   Kesamaan manajemen kunci                    Piutang lain-lain
   PT JTR Autopart Indonesia          Kesamaan manajemen kunci             Utang usaha, Utang lain-lain,
                                                                                    Pembelian

   Berdasarkan perjanjian utang piutang tanggal 2 Agustus 2023, Perusahaan menerima pinjaman dari
   PT JTR Autopart Indonesia. Pinjaman ini memiliki jangka waktu 3 tahun dan dikenakan bunga 3,75%
   per tahun.

   Berdasarkan perjanjian utang piutang tanggal 2 April 2023, JLI menerima pinjaman dari PT JTR
   Autopart Indonesia. Pinjaman ini memiliki jangka waktu 3 tahun dan dikenakan bunga 3,75% per tahun.

   Berdasarkan perjanjian utang piutang tanggal 3 Januari 2023, Perusahaan menerima pinjaman dari
   CV Imbang Selaras. Pinjaman ini memiliki jangka waktu 3 tahun dan dikenakan bunga 3,75% per tahun.

   Berdasarkan perjanjian utang piutang tanggal 2 Agustus 2023, Perusahaan menerima pinjaman dari
   CV Imasu Darmalaksana. Pinjaman ini memiliki jangka waktu 3 tahun dan dikenakan bunga 3,75% per
   tahun.

   Berdasarkan perjanjian utang piutang tanggal 2 Agustus 2023, Perusahaan menerima pinjaman dari
   CV Prema Jantrawil. Pinjaman ini memiliki jangka waktu 3 tahun dan dikenakan bunga 3,75% per tahun.


27. INSTRUMEN KEUANGAN

   Pengelompokan aset keuangan telah diklasifikasikan menjadi pinjaman yang diberikan dan piutang.
   Demikian halnya dengan liabilitas keuangan telah diklasifikasikan menjadi liabilitas keuangan yang
   diukur pada biaya perolehan diamortisasi.

   Seluruh jumlah tercatat aset dan liabilitas keuangan yang diakui di dalam laporan posisi keuangan
   konsolidasian, kecuali utang bank dan utang pembiayaan konsumen, telah mendekati nilai wajarnya
   karena merupakan instrumen keuangan yang berjangka pendek. Utang bank dan utang pembiayaan
   konsumen telah dikenakan suku bunga pasar sehingga jumlah tercatatnya telah mencerminkan nilai
   wajarnya.


28. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN

   Perusahaan memiliki beberapa eksposur risiko keuangan dalam bentuk risiko kredit dan risiko likuiditas.
   Manajemen senantiasa memonitor proses manajemen risiko Perusahaan guna memastikan kesesuaian
   antara risiko dan pengendalian terhadap risiko tersebut. Kebijakan dan sistem manajemen risiko secara
   rutin dikaji untuk mengantisipasi perubahan dari kondisi pasar dan aktivitas Perusahaan.

   a. Risiko Kredit

       Risiko kredit adalah risiko di mana salah satu pihak yang terikat dalam kontrak atas instrumen
       keuangan gagal memenuhi liabilitasnya sehingga menyebabkan pihak lain mengalami kerugian
       keuangan. Eksposur risiko kredit yang dihadapi Perusahaan terutama terkait dengan penempatan
       di bank dan piutang.



                                                  54
Page 58
                               PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
    Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

28. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)

   a. Risiko Kredit (lanjutan)

       Guna meminimumkan eksposur yang ada atas simpanan dana di bank, Perusahaan hanya akan
       menempatkan dana pada bank yang memiliki reputasi dan kredibilitas yang baik. Manajemen juga
       senantiasa memantau kesehatan bank serta mempertimbangkan keikutsertaan bank di dalam
       Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS).

       Selain itu, Perusahaan hanya melakukan transaksi dengan pihak ketiga yang memiliki reputasi dan
       kredibilitas yang baik. Ini adalah kebijakan Perusahaan bahwa semua nasabah harus melalui
       prosedur verifikasi. Lebih jauh, saldo piutang dipantau secara terus menerus dengan tujuan bahwa
       eksposur atas piutang tak tertagih tidak siginifikan.

       Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, kualitas kredit pada setiap klasifikasi
       aset keuangan adalah sebagai berikut:

                                                                 30 September 2025

                                                  Telah Jatuh
                             Belum Jatuh         Tempo tetapi
                              Tempo dan              Tidak
                                Tidak             Mengalami         Mengalami        Penyisihan
                              Mengalami           Penurunan         Penurunan        Penurunan
                            Penurunan Nilai          Nilai             Nilai            Nilai            Total
       Kas dan setara kas    26.471.354.363                  -                  -                 -   26.471.354.363
       Piutang usaha                      -        207.130.365                  -                 -      207.130.365
       Piutang lain-lain                  -                  -                  -                 -
          Pihak ketiga                    -          1.245.200                  -                 -       1.245.200
          Pihak berelasi        917.796.395                  -                  -                 -     917.796.395
       Aset lain-lain            85.000.000                  -                  -                 -      85.000.000

       Total                 27.474.150.758        208.375.565                  -                 -   27.682.526.323


                                                                 31 Desember 2024

                                                  Telah Jatuh
                             Belum Jatuh         Tempo tetapi
                              Tempo dan              Tidak
                                Tidak             Mengalami         Mengalami        Penyisihan
                              Mengalami           Penurunan         Penurunan        Penurunan
                            Penurunan Nilai          Nilai             Nilai            Nilai            Total
       Kas dan setara kas    18.925.727.099                  -                  -                 -   18.925.727.099
       Piutang usaha                      -        158.606.069                  -                 -      158.606.069
       Piutang lain-lain
          Pihak ketiga                       -        260.400                   -                 -          260.400
          Pihak berelasi         1.276.298.513              -                   -                 -    1.276.298.513
       Aset lain-lain               25.000.000              -                   -                 -       25.000.000

       Total                 20.227.025.612        158.866.469                  -                 -   20.385.892.081


   b. Risiko Likuiditas

       Risiko likuiditas adalah risiko di mana posisi arus kas Perusahaan menunjukkan pendapatan jangka
       pendek tidak cukup untuk menutupi pengeluaran jangka pendek.

       Perusahaan mengelola risiko likuiditas dengan mempertahankan kas dan bank yang mencukupi
       dalam memenuhi komitmen Perusahaan untuk operasi normal Perusahaan dan secara rutin
       mengevaluasi proyeksi arus kas dan arus kas aktual, serta jadwal tanggal jatuh tempo aset dan
       liabilitas keuangan.

       Tabel di bawah berikut merupakan profil liabilitas keuangan Perusahaan berdasarkan kontrak
       pembayaran tanpa diskonto pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024:

                                                     55
Page 59
                               PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
    Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

28. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)

   b. Risiko Likuiditas (lanjutan)

                                                             30 September 2025
                                          < 1 tahun              1 – 5 tahun                Total
       Liabilitas keuangan
       Utang usaha                            359.857.242                         -           359.857.242
       Utang lain-lain pihak ketiga            48.307.728                         -            48.307.728
       Beban yang masih harus
         dibayar                               49.665.125                       -               49.665.125
       Liabilitas sewa                      2.094.000.000           5.325.000.000            7.419.000.000
       Utang bank                           1.995.637.535           5.809.159.144            7.804.796.679
       Utang pembiayaan
         konsumen                               27.573.200                        -             27.573.200

       Jumlah                               4.575.040.830          11.134.159.144          15.709.199.974


                                                             31 Desember 2024
                                          < 1 tahun              1 – 5 tahun                Total
       Liabilitas keuangan
       Utang usaha                            259.420.517                         -           259.420.517
       Utang lain-lain pihak ketiga           177.819.752                         -           177.819.752
       Beban yang masih harus
         dibayar                               58.714.283                       -              58.714.283
       Liabilitas sewa                        660.000.000             495.000.000           1.155.000.000
       Utang bank                           2.730.246.261           7.420.255.372          10.150.501.633
       Utang pembiayaan
         konsumen                             454.661.200                         -           454.661.200

       Jumlah                               4.340.862.013           7.915.255.372          12.256.117.385



29. MANAJEMEN RISIKO MODAL

   Tujuan utama pengelolaan modal Perusahaan adalah untuk memastikan pemeliharaan peringkat kredit
   yang baik dan rasio modal yang sehat guna mendukung usaha dan memaksimalkan nilai pemegang
   saham.

   Perusahaan mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, berdasarkan perubahan
   kondisi ekonomi. Untuk memelihara atau menyesuaikan struktur permodalan, Perusahaan dapat
   menyesuaikan pembayaran dividen kepada pemegang saham, imbalan modal kepada pemegang
   saham atau menerbitkan saham baru. Tidak terdapat perubahan tujuan, kebijakan atau proses selama
   periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024.

   Perusahaan mengelola permodalan dengan menggunakan rasio pengungkit. Kebijakan Perusahaan
   adalah menjaga rasio pengungkit dalam kisaran yang umum dalam industri sejenis dengan tujuan untuk
   mengamankan pendanaan terhadap biaya yang rasional.

   Rasio utang terhadap modal dihitung sebagai hutang bersih dibagi dengan total modal. Hutang bersih
   dihitung berdasarkan jumlah liabilitas dikurangi kas dan setara kas. Total modal dihitung sebagai jumlah
   ekuitas.




                                                   56
Page 60
                               PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
    Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

29. MANAJEMEN RISIKO MODAL (lanjutan)

   Perhitungan rasio utang terhadap modal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai
   berikut:
                                                     30 September 2025     31 Desember 2024

   Jumlah liabilitas                                          18.466.933.999          14.942.240.112
   Dikurangi: kas dan setara kas                              26.471.354.363          18.925.727.099

   Utang neto                                                 (8.004.420.364 )         (3.983.486.987 )

   Total ekuitas                                            116.991.359.126           60.912.439.156

   Rasio utang terhadap modal                                           (0,07 )                 (0,07 )



30. PERKARA HUKUM

   JMKI, Entitas Anak tidak langsung, sedang menghadapi perkara berdasarkan Surat dari Badan
   Penyelesaian Sengketa Konsumen Kota Denpasar No.54/V/BPSK/2024, tanggal 15 Mei 2024, perihal:
   Panggilan Sidang (selanjutnya disebut “Surat BPSK Denpasar”). Bahwa Surat BPSK Denpasar berisi
   perintah pemanggilan terhadap JMKI berdasarkan pengaduan Surat Pengaduan Saudara I Wayan
   Gunarta dengan No.03/REG/BPSK-DPS/V/2024 tertanggal 15 Mei 2024 (selanjutnya disebut “Surat
   Pengaduan Saudara Wayan”). Selanjutnya, JMKI telah menanggapi Surat Pengaduan Saudara Wayan,
   melalui Surat JMKI dengan No.11.177/SB/JMKI/LGL/5/2024 tertanggal 27 Mei 2024 (selanjutnya
   disebut :Surat Tanggapan Pengaduan Saudara Wayan”).

   Adapun berdasarkan informasi dari JMKI, nilai tuntutan dari Wayan Gunarta dalam sengketa tersebut
   adalah sebesar Rp8.900.000. Nilai tuntutan dari Wayan Gunarta dalam sengketa tersebut tidak bersifat
   material (hanya sebesar 0,012% terhadap total aset) sehingga perkara tersebut tidak mengganggu
   jalannya kegiatan usaha.

   Berdasarkan Berita Acara Sidang No. 58/V/BPSK/2024 tanggal 27 Mei 2024, sidang mediasi dinyatakan
   berakhir tanpa adanya kesepakatan/penyelesaian ganti rugi.




                                                 57
Page 61
                                                                              PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                                                                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                            Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan Untuk Tahun 2024
                                                                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

31. SEGMEN OPERASI

    Dalam pengambilan keputusan oleh manajemen, Grup digolongkan menjadi unit usaha berdasarkan segmentasi geografi.

    Segmen operasi Grup berdasarkan segmentasi geografi adalah sebagai berikut:

                                                                                                                                      30 September 2025

                               Tangerang            Jakarta           Cirebon           Semarang           Sukoharjo           Yogyakarta             Malang             Kediri            Sidoarjo              Bali             Eliminasi            Jumlah

  Pendapatan                   14.791.343.630      8.077.777.207      3.716.264.873      3.940.301.391      4.405.817.075       4.585.305.655        4.200.734.902      2.769.594.096      3.760.696.495      2.983.863.588                    -     53.231.698.912
  Beban pokok pendapatan       (8.154.340.803 )   (3.376.617.609 )   (1.794.942.553 )   (2.213.714.488 )   (2.071.104.156 )    (1.871.063.312 )     (1.736.533.581 )   (1.515.568.470 )   (1.608.360.498 )   (1.335.431.286 )                  -    (25.677.676.756 )
  Laba kotor                    6.637.002.827      4.701.159.598      1.921.322.320      1.726.586.903      2.334.712.919       2.714.242.343        2.464.201.321      1.254.025.626      2.152.335.997      1.648.432.302                    -     27.554.022.156
  Beban umum dan
    administrasi               (7.976.864.979 )   (1.879.138.806 )   (1.362.277.913 )   (1.016.880.741 )   (1.270.740.368 )    (1.465.450.922 )     (1.209.027.667 )   (1.164.489.004 )   (1.232.136.268 )    (938.199.364 )                   -    (19.515.206.032 )
  Laba usaha                   (1.339.862.152 )    2.822.020.792        559.044.407        709.706.162      1.063.972.551       1.248.791.421        1.255.173.654         89.536.622        920.199.729       710.232.938                     -      8.038.816.124
  Penghasilan (beban) lain-
    lain - neto                  (236.924.655 )     (167.829.274 )     (28.598.818 )      (47.065.178 )        91.109.226          (346.421.202 )     (28.162.406 )       (27.410.690 )     (26.059.647 )      207.228.709                     -       (610.133.935 )
  Laba sebelum pajak           (1.576.786.807 )    2.654.191.518       530.445.589        662.640.984       1.155.081.777           902.370.219     1.227.011.248          62.125.932       894.140.082        917.461.647                     -      7.428.682.189
  Beban pajak - neto               17.222.527       (400.726.467 )     (60.679.609 )      (75.030.611 )      (113.101.462 )        (100.249.229 )    (132.572.282 )        (6.351.380 )     (97.431.650 )      (75.099.150 )                   -     (1.044.019.313 )
  Laba bersih periode
    berjalan                   (1.559.564.280 )    2.253.465.051       469.765.980        587.610.373       1.041.980.315          802.120.990      1.094.438.966         55.774.552        796.708.432        842.362.497                     -      6.384.662.876

  Aset segmen                 111.868.148.558     12.183.687.434     7.638.338.637      14.461.498.177     15.286.848.183      16.436.798.207       5.118.669.785      4.219.856.638      3.461.085.558      5.134.293.777      (60.350.931.829)    135.458.293.125
  Aset yang tidak dapat
    dialokasikan                            -                  -                 -                   -                  -                   -                   -                  -                  -                  -                    -                   -
  Jumlah aset                 111.868.148.558     12.183.687.434     7.638.338.637      14.461.498.177     15.286.848.183      16.436.798.207       5.118.669.785      4.219.856.638      3.461.085.558      5.134.293.777      (60.350.931.829)    135.458.293.125

  Liabilitas segmen           19.661.785.872       1.020.615.074     4.330.564.936        183.184.968        374.099.765        8.983.554.243         241.195.206      3.072.907.942        574.257.736      1.674.700.087      (21.649.931.830 )    18.466.933.999
  Liabilitas yang tidak dapat
    dialokasikan                           -                   -                 -                  -                  -                    -                   -                  -                  -                  -                    -                   -
  Jumlah liabilitas           19.661.785.872       1.020.615.074     4.330.564.936        183.184.968        374.099.765        8.983.554.243         241.195.206      3.072.907.942        574.257.736      1.674.700.087      (21.649.931.830 )    18.466.933.999




                                                                                                                              58
Page 62
                                                                               PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                                                                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                             Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan Untuk Tahun 2024
                                                                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

31. SEGMEN OPERASI (lanjutan)

                                                                                                                                      31 Desember 2024

                                Tangerang            Jakarta           Cirebon           Semarang           Sukoharjo           Yogyakarta           Malang             Kediri            Sidoarjo              Bali             Eliminasi            Jumlah

  Pendapatan                    12.694.114.763     10.275.205.008     4.406.084.315       4.866.377.542      5.125.684.731       6.558.136.965     4.669.035.632      1.380.760.207      3.951.384.178      3.580.498.900                     -     57.507.282.241
  Beban pokok pendapatan        (3.016.635.511 )   (3.049.393.517 )    (939.785.148 )    (1.170.182.654 )     (980.969.330 )    (1.616.466.359 )    (909.758.764 )     (295.600.303 )     (765.888.238 )     (638.437.046 )                   -    (13.383.116.870 )
  Laba kotor                     9.677.479.252      7.225.811.491     3.466.299.167       3.696.194.888      4.144.715.401       4.941.670.606     3.759.276.868      1.085.159.904      3.185.495.940      2.942.061.854                     -     44.124.165.371
  Beban umum dan
    administrasi                (6.836.227.178 )   (4.514.065.381 )   (2.858.326.589 )   (3.062.630.122 )   (3.160.957.450 )    (3.329.785.825 )   (2.863.875.173 )   (1.146.984.073 )   (2.795.372.811 )   (2.692.268.356 )                  -    (33.260.492.958 )
  Laba usaha                     2.841.252.074      2.711.746.110        607.972.578        633.564.766        983.757.951       1.611.884.781        895.401.695        (61.824.169 )      390.123.129        249.793.498                    -     10.863.672.413
  Penghasilan (beban) lain-
    lain - neto                   (167.516.053 )       98.494.796       (66.018.324 )      (40.698.496 )       (17.297.626 )      (278.607.759 )      (3.467.012 )       (10.996.342 )      (5.905.865 )      299.074.166                     -      (192.938.515 )
  Laba sebelum pajak             2.673.736.021      2.810.240.906       541.954.254        592.866.270         966.460.325       1.333.277.022       891.934.683         (72.820.511 )     384.217.264        548.867.664                     -    10.670.733.898
  Beban pajak - neto              (484.340.320 )     (479.676.310 )     (62.696.159 )      (68.037.177 )      (110.231.721 )      (189.212.517 )     (94.505.116 )         1.001.467       (40.163.423 )      (26.167.944 )                   -    (1.554.029.220 )
  Laba bersih periode
    berjalan                     2.189.395.701      2.330.564.596       479.258.095        524.829.093        856.228.604        1.144.064.505       797.429.567         (71.819.044 )     344.053.841        522.699.720                     -     9.116.704.678

  Aset segmen                   51.286.033.490     10.513.879.264     7.147.534.015      13.836.287.481     14.714.865.589      13.458.497.620     4.008.209.451      1.577.604.599      2.522.830.905      4.410.895.560      (47.621.958.706)    75.854.679.268
  Aset yang tidak dapat
    dialokasikan                             -                  -                 -                   -                  -                   -                 -                  -                  -                  -                    -                  -
  Jumlah aset                   51.286.033.490     10.513.879.264     7.147.534.015      13.836.287.481     14.714.865.589      13.458.497.620     4.008.209.451      1.577.604.599      2.522.830.905      4.410.895.560      (47.621.958.706)    75.854.679.268

  Liabilitas segmen              7.100.935.159      1.700.875.351     4.300.183.252        134.071.635        916.117.626        6.866.470.077       206.494.491        459.175.682        387.196.908      1.791.678.639       (8.920.958.708 )   14.942.240.112
  Liabilitas yang tidak dapat
    dialokasikan                             -                  -                 -                  -                  -                    -                 -                  -                  -                  -                    -                  -
  Jumlah liabilitas              7.100.935.159      1.700.875.351     4.300.183.252        134.071.635        916.117.626        6.866.470.077       206.494.491        459.175.682        387.196.908      1.791.678.639       (8.920.958.708 )   14.942.240.112




                                                                                                                               59
Page 63
                               PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
    Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

32. AKTIVITAS YANG TIDAK MEMPENGARUHI ARUS KAS

   Aktivitas yang tidak memengaruhi arus kas adalah sebagai berikut:

                                                        30 September 2025     30 September 2024

   Perolehan aset tetap melalui liabilitas sewa               6.759.000.000                    -
   Perolehan aset tetap melalui realisasi uang muka
     sewa                                                        60.000.000                    -
   Perolehan aset tetap melalui realisasi uang muka
     pembelian aset                                           1.637.157.333           29.362.869
   Perolehan aset tetap melalui reklasifikasi aset
     dalam proses                                                         -          425.000.000




                                                 60
Page 64
                                                                                      Lampiran

                                   PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                                       ENTITAS INDUK SAJA
                                    LAPORAN POSISI KEUANGAN
                             30 September 2025 dan 31 Desember 2024
                          (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                       30 September 2025      31 Desember 2024

ASET

ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                           9.588.015.199         2.401.492.334
Piutang usaha                                                  122.275.257            53.198.092
Piutang lain-lain
   Pihak ketiga                                                    189.400                34.000
   Pihak berelasi                                            6.071.233.332                     -
Persediaan                                                   1.205.452.756           637.738.767
Uang muka dan biaya dibayar di muka                          2.735.154.119         4.325.576.000
Pajak dibayar di muka                                          431.207.097                     -
Perlengkapan                                                   287.258.299            69.303.401

Total Aset Lancar                                           20.440.785.459         7.487.342.594

ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan                                            85.306.148            67.847.537
Aset tetap – neto                                           67.834.056.949        20.282.843.359
Investasi saham                                             23.423.000.000        23.423.000.000
Aset lain-lain                                                  85.000.000            25.000.000

Total Aset Tidak Lancar                                     91.427.363.097        43.798.690.896

TOTAL ASET                                                 111.868.148.556        51.286.033.490




                                               61
Page 65
                                                                                      Lampiran

                                   PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                                       ENTITAS INDUK SAJA
                              LAPORAN POSISI KEUANGAN (lanjutan)
                             30 September 2025 dan 31 Desember 2024
                          (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                       30 September 2025      31 Desember 2024

LIABILITAS DAN EKUITAS

LIABILITAS

LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                    151.723.265          107.772.220
Utang pajak                                                    212.622.487          343.213.080
Utang lain-lain – pihak ketiga                                           -          177.819.752
Beban yang masih harus dibayar                                  12.629.629           17.222.222
Pendapatan diterima di muka                                    788.288.288                    -
Bagian utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam
 satu tahun:
 Liabilitas sewa                                             2.094.000.000           660.000.000
 Utang bank                                                  1.600.000.000         1.600.000.000

Total Liabilitas Jangka Pendek                               4.859.263.669         2.906.027.274

LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan pascakerja                                  387.755.219          308.397.897
Utang lain-lain – pihak berelasi                             7.889.767.000          991.510.001
Bagian utang jangka panjang setelah dikurangi bagian
  yang jatuh tempo dalam satu tahun:
  Liabilitas sewa                                            5.325.000.000           495.000.000
  Utang bank                                                 1.199.999.982         2.399.999.988

Total Liabilitas Jangka Panjang                             14.802.522.201         4.194.907.886

TOTAL LIABILITAS                                            19.661.785.870         7.100.935.160

EKUITAS
Modal saham – nilai nominal Rp25 per saham pada
 tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024
Modal dasar – 6.503.200.000 saham pada tanggal
 30 September 2025 dan 31 Desember 2024
Modal ditempatkan dan disetor – 2.075.800.000 saham
 dan 1.625.800.000 saham masing-masing pada
 tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024             51.895.000.000        40.645.000.000
Tambahan modal disetor                                      38.331.665.660                     -
Saldo laba
 Dapat ditentukan penggunaannya                                451.805.463           451.805.463
 Belum dapat ditentukan penggunaannya                        1.478.957.415         3.038.521.692
Penghasilan komprehensif lain                                   48.934.148            49.771.175

TOTAL EKUITAS                                               92.206.362.686        44.185.098.330

TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                               111.868.148.556        51.286.033.490




                                                62
Page 66
                                                                                        Lampiran

                                PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                                    ENTITAS INDUK SAJA
                LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
      Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                      30 September 2025        30 September 2024

PENDAPATAN                                                14.791.343.630            9.387.946.029

BEBAN POKOK PENDAPATAN                                     (8.154.340.804 )         (4.013.318.730 )

LABA KOTOR                                                 6.637.002.826            5.374.627.299

Beban umum dan administrasi                                (7.976.864.979 )         (3.311.487.061 )

LABA (RUGI) USAHA                                          (1.339.862.153 )         2.063.140.238

PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Penghasilan keuangan                                         299.578.724               20.156.931
Beban keuangan                                              (411.371.330 )           (490.116.184 )
Lain-lain – neto                                            (125.132.045 )            453.627.650

LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN                      (1.576.786.804 )         2.046.808.635

PAJAK PENGHASILAN
Kini                                                                   -             (349.968.472 )
Tangguhan                                                     17.222.527               17.222.527

Pajak Penghasilan – Neto                                      17.222.527             (332.745.945 )

LABA (RUGI) BERSIH PERIODE BERJALAN                        (1.559.564.277 )         1.714.062.690

RUGI KOMPREHENSIF LAIN

Pos yang tidak akan direklasifikasikan ke laba rugi
Pengukuran kembali atas imbalan pascakerja                     (1.073.111 )             (1.073.111 )
Pajak penghasilan terkait                                         236.084                  236.084

TOTAL RUGI KOMPREHENSIF LAIN - NETO
 SETELAH PAJAK                                                   (837.027 )               (837.027 )

LABA (RUGI) KOMPREHENSIF PERIODE
 BERJALAN                                                  (1.560.401.304 )         1.713.225.663

LABA PER SAHAM                                                       (0,84 )                  1,52




                                               63
Page 67
                                                                                                                                                  Lampiran

                                                        PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                                                             ENTITAS INDUK SAJA
                                                       LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
                              Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                                               (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                                                             Saldo laba

                                                                                       Dapat        Belum dapat             Penghasilan
                                                               Tambahan             ditentukan       ditentukan            Komprehensif
                                            Modal Saham       Modal Disetor       penggunaannya    penggunaannya               Lain          Jumlah Ekuitas

Saldo 1 Januari 2024                        40.381.000.000                    -      240.000.000      1.060.931.453           50.887.210     41.732.818.663
Peningkatan modal disetor (Catatan 18)        264.000.000                     -                -                      -                 -       264.000.000
Pembentukan cadangan (lihat Catatan 19)                   -                   -      211.805.463          (211.805.463 )                -                   -
Laba periode berjalan                                     -                   -                -      1.714.062.690                     -      1.714.062.690
Rugi komprehensif lain periode berjalan                   -                   -                -                      -         (837.027 )          (837.027 )

Saldo 30 September 2024                     40.645.000.000                    -      451.805.463      2.563.188.680           50.050.183     43.710.044.326


Saldo 1 Januari 2025                        40.645.000.000                    -      451.805.463          3.038.521.692       49.771.175      44.185.098.330
Peningkatan modal disetor (Catatan 18)      11.250.000.000                    -                -                      -                 -     11.250.000.000
Tambahan modal disetor (lihat Catatan 20)                 -   38.331.665.660                   -                      -                 -     38.331.665.660
Rugi periode berjalan                                     -                   -                -      (1.559.564.277 )                  -     (1.559.564.277 )
Rugi komprehensif lain periode berjalan                   -                   -                -                      -         (837.027 )          (837.027 )

Saldo 30 September 2025                     51.895.000.000    38.331.665.660         451.805.463      1.478.957.415           48.934.148     92.206.362.686




                                                                        64
Page 68
                                                                                              Lampiran

                              PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                                   ENTITAS INDUK SAJA
                                   LAPORAN ARUS KAS
   Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2025 dan 2024
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                          30 September 2025       30 September 2024

ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan                                  15.510.554.753           9.407.299.747
Pembayaran kepada pemasok                                     (11.044.609.218 )        (5.120.960.846 )
Pembayaran untuk beban operasional lainnya                     (7.781.720.113 )        (1.938.914.243 )
Penerimaan penghasilan keuangan                                   299.578.724              20.156.931
Pembayaran beban keuangan                                        (415.963.922 )          (470.597.666 )
Pembayaran pajak penghasilan                                     (178.949.723 )          (387.083.726 )

Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan untuk)
  Aktivitas Operasi                                            (3.611.109.499 )        1.509.900.197

ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap                                          (40.174.101.957 )         (490.920.295 )
Pembayaran aset lain-lain                                         (60.000.000 )
Penurunan (kenaikan) piutang lain-lain – pihak berelasi        (6.071.233.332 )        1.065.970.400

Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Investasi                  (46.305.335.289 )          575.050.105

ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS
  PENDANAAN
Peningkatan modal disetor                                     11.250.000.000              264.000.000
Penerimaan tambahan modal disetor                             41.850.000.000                        -
Pembayaran biaya emisi saham                                  (1.200.289.340 )         (1.849.907.613 )
Pembayaran liabilitas sewa                                      (495.000.000 )                      -
Pembayaran utang bank                                         (1.200.000.006 )         (1.200.000.002 )
Kenaikan (penurunan) utang lain-lain – pihak berelasi          6.898.256.999           (6.427.007.985 )

Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan untuk)
  Aktivitas Pendanaan                                         57.102.967.653           (9.212.915.600 )

KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN
  SETARA KAS                                                   7.186.522.865           (7.127.965.298 )

KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE                                2.401.492.334          10.089.701.203

KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE                               9.588.015.199           2.961.735.905




                                                  65

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.64 MB
Published31 Oct 2025
Pages68
Characters234,397
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 71 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PT JANTRA GRUPO INDONESIA p.1 ×127
linked person Imam Sujono p.2 ×18
linked person Dodon Tri Koeswardana p.2 ×4
linked org Tahtra Kertajaya p.13 ×5
linked person Jantra Al Rasyid | Jantra Al Rasyid p.17 ×14
linked person Beni Hendrawan p.17
linked person Simon Arosokhi Gulo · Sekretaris Perusahaan p.18
linked person Febby Adriyani Tiwon p.18
linked person Zain Zainuddin p.18
linked person Ruli Citrarini p.18
linked person Adien Setya Suwandi p.18
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.35 ×47
linked org Bank Central Asia Tbk p.35 ×2
linked org Bank Mega Tbk p.36 ×2
linked org Bank Victoria International Tbk p.36 ×2
linked org Bank Capital Indonesia Tbk p.36 ×2
linked org PT Asuransi Ramayana p.39 ×3
linked org PT Asuransi Multi Artha Guna p.39 ×3
linked org Pantai Indah Kapuk p.42
linked org Bank Maybank Indonesia Tbk p.43 ×4
linked org PT Federal International Finance p.49 ×3
possible org Bank Maybank Tbk p.35 ×2
possible org Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk p.35 ×2
possible person Hendra Wijaya p.37
possible org Perusahaan. p.41
possible person Agus Susanto p.50
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.51 ×4
unresolved org PT JANTRA GRUPO INDONESIA CATATAN ATAS p.13 ×51
unresolved person Suhardi Hadi Santoso · Notaris p.13
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.13 ×6
unresolved person Rosida Rajagukguk-Siregar p.13 ×15
unresolved org PT Tahtra Kertajaya Indonesia p.13 ×4
unresolved org PT Joen Lie p.13
unresolved org PT Liantra Wil p.13
unresolved org PT Jantra p.13 ×7
unresolved org PT Jantra Wil p.13
unresolved org PT Van Harness p.13
unresolved org PT Wildanes p.13
unresolved org PT Joen Lie Indonesia p.14 ×7
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU- p.14 ×5
unresolved org PT Liantra Wil Indonesia p.14 ×3
unresolved org PT Jantra Mantra Kerta Indonesia p.15
unresolved org PT Jantra Wil Indonesia p.15 ×2
unresolved org PT Jantra Techno Indonesia p.16
unresolved org PT Van Harness Indonesia p.16
unresolved org PT Jantra Traspatih Indonesia p.17 ×5
unresolved org PT Wildanes Kertajaya Indonesia p.17
unresolved org Direktorat Jenderal Pajak p.35
unresolved org PT Poin Sejahtera Land p.37 ×3
unresolved org PT Asuransi Allianz Utama Indonesia p.39
unresolved org PT Jantra Grupo Indonesia. Akan p.43 ×2
unresolved org PT Jantra Grupo Indonesia. Hal-hal p.44 ×2
unresolved org Bank Kantor Kas Solo Baru Raya p.45 ×2
unresolved org PT Joen Lie Indonesia. Syarat p.45
unresolved org PT Liantra Wil Indonesia. Syarat p.48
unresolved org PT JTR Auto Parts Indonesia p.49
unresolved org PT JTR Auto Parts. p.49
unresolved org PT BCA Finance p.49 ×2
unresolved org PT Mandiri Utama Finance p.49 ×2
unresolved person Dr. Sugih Haryati p.51 ×4
unresolved person Cindy Annisa Mulia p.52
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia p.53 ×2
unresolved org PT JTR Autoparts p.55
unresolved org PT JKK Serang p.56 ×3
unresolved org PT JKK Mojolaban p.56 ×3
unresolved org PT JTR Autopart Indonesia p.56 ×3
unresolved org PT JTR Autopart Indonesia. Pinjaman p.57 ×2
unresolved org Penyelesaian Sengketa Konsumen Kota Denpasar p.60
unresolved person I Wayan Gunarta p.60
unresolved person Wayan p.60 ×3
unresolved org PT JANTRA GRUPO INDONESIA ENTITAS INDUK SAJA p.64 ×5

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 6

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result