Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 73
Page 1
PT Radiant Utama Interinsco Tbk dan Entitas Anaknya Laporan keuangan konsolidasian interim tanggal 30 September 2025 dan untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal tersebut (Tidak diaudit) FINANCIAL STATEMENTS
Page 2
Page 3
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
DAFTAR ISI
Halaman
SURAT PERNYATAAN DIREKSI
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2025 dan periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal
tersebut
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-2
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian 3
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 4
Laporan Arus Kas Konsolidasian 5
Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian 6-65
Page 4
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 30 September 2025 31 Desember 2024
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 4,31,32 178.138.899.303 103.890.935.212
Piutang usaha
Pihak ketiga 5,32,33 800.100.465.856 756.525.013.059
Aset keuangan lancar lain-lain 6,33 24.991.835.767 208.232.835.575
Persediaan 7 14.871.427.005 13.243.012.166
Uang muka 8 18.310.717.640 17.407.412.319
Pajak dibayar di muka 9.a 40.515.515.647 22.185.492.260
Estimasi tagihan pajak 9.b 2.836.582.541 2.903.445.302
Biaya dibayar di muka 10 66.157.624.832 42.487.695.409
TOTAL ASET LANCAR 1.145.923.068.591 1.166.875.841.302
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan, neto 9.d 23.668.938.671 11.096.190.660
Aset hak guna, neto 12 6.540.665.388 12.446.042.316
Aset tidak berwujud 13 808.437.500 -
Aset tetap, neto 11 184.200.571.033 205.972.801.426
Aset keuangan tidak lancar lain-lain 13, 33 3.265.796.530 4.790.224.701
TOTAL ASET TIDAK LANCAR 218.484.409.122 234.305.259.103
TOTAL ASET 1.364.407.477.713 1.401.181.100.405
Catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.
1
Page 5
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 30 September 2025 31 Desember 2024
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek 14, 32 486.282.406.548 517.364.603.904
Utang usaha - pihak ketiga 15, 32 108.015.997.029 93.585.613.829
Utang lain-lain jangka pendek- pihak ketiga 16, 32 - 120.568.520.000
Beban akrual 17, 32 92.403.149.866 44.276.693.007
Utang pajak 9.b 24.917.652.595 3.445.223.138
Pendapatan diterima di muka 26.608.087.017 1.216.721.708
Bagian lancar atas:
Liabilitas sewa 12, 32, 33 10.893.871.362 16.416.994.729
Utang pembiayaan konsumen 19, 32, 33 908.528.380 942.688.307
TOTAL LIABILITAS JANGKA PENDEK 750.029.692.797 797.817.058.622
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Setelah dikurangi bagian lancar:
Liabilitas sewa 12,32, 33 6.960.897.197 8.193.822.504
Utang pembiayaan konsumen 19, 32, 33 2.688.903.676 3.377.132.979
Liabilitas imbalan kerja 20 38.878.817.505 36.507.937.051
TOTAL LIABILITAS JANGKA PANJANG 48.528.618.378 48.078.892.534
TOTAL LIABILITAS 798.558.311.175 845.895.951.156
EKUITAS
Modal saham
Modal dasar - 2.400.000.000 lembar saham
dengan nilai nominal Rp 100 per lembar saham
Modal ditempatkan dan disetor - 770.000.000 saham
dengan nilai nominal Rp 100 per lembar saham 21 77.000.000.000 77.000.000.000
T ambahan modal disetor 23 30.971.619.947 30.971.619.947
Penghasilan komprehensif lain 12.628.896.727 12.628.896.727
Saldo laba
T elah ditentukan penggunaannya 27 15.400.000.000 15.400.000.000
Belum ditentukan penggunaannya 27 429.818.273.545 383.269.234.349
Komponen ekuitas lain-lain - 35.986.090.012
T otal ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
Pemilik entitas induk 565.818.790.219 555.255.841.035
Kepentingan non-pengendali 22 30.376.319 29.308.214
TOTAL EKUITAS 565.849.166.538 555.285.149.249
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 1.364.407.477.713 1.401.181.100.405
Catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.
2
Page 6
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN INTERIM
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 2025 2024
PENDAPATAN 24 1.474.710.911.958 1.587.876.761.548
BEBAN LANGSUNG 25 (1.322.816.246.163) (1.436.300.771.158)
LABA KOTOR 151.894.665.795 151.575.990.390
Beban umum dan administrasi 26 (94.751.111.326) (90.495.619.978)
Beban penjualan 26 (3.512.987.075) (3.572.828.465)
Laba penjualan aset tetap 11 322.493.732 1.449.926.397
Laba (rugi) selisih kurs 32 626.534.291 (2.353.114.615)
Pendapatan lain-lain, bersih 1.706.102.968 154.432.582
LABA USAHA 56.285.698.385 56.758.786.311
Beban bunga dan keuangan (41.747.586.857) (43.456.838.384)
Pendapatan bunga 2.012.403.213 1.411.352.786
LABA SEBELUM PAJAK 16.550.514.741 14.713.300.713
BEBAN PAJAK
Beban pajak penghasilan (5.986.497.452) (6.032.453.292)
LABA PERIODE BERJALAN 10.564.017.289 8.680.847.421
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Item yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi
periode berikutnya
Perubahan nilai wajar aset keuangan pada nilai wajar - 3.846.308.285
Pajak terkait - (846.187.823)
TOTAL PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN - 3.000.120.462
TOTAL LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 10.564.017.289 11.680.967.883
LABA PERIODE BERJALAN
YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk 10.562.949.184 8.680.196.313
Kepentingan non-pengendali 21 1.068.105 651.108
TOTAL 10.564.017.289 8.680.847.421
TOTAL LABA KOMPREHENSIF PERIODE
BERJALAN YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk 10.562.949.184 11.680.199.123
Kepentingan non-pengendali 21 1.068.105 768.760
TOTAL 10.564.017.289 11.680.967.883
LABA PER SAHAM DASAR 27 13,72 11,27
Catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.
3
Page 7
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN INTERIM
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Saldo laba Ekuitas yang dapat
Tambahan Ditentukan Belum ditentukan Penghasilan Komponen ekuitas diatribusikan kepada Kepentingan
Catatan Modal disetor modal disetor penggunaannya penggunaannya komprehensif lain/ lain Pemilik Entitas Induk non-pengendali Total ekuitas
Saldo 31 Desember 2023 77.000.000.000 30.971.619.947 15.400.000.000 369.956.432.761 11.896.510.126 44.223.077.512 549.447.640.346 28.300.186 549.475.940.532
Laba tahun berjalan 28 - - - 8.680.196.313 - 3.000.002.810 11.680.199.123 768.760 11.680.967.883
Saldo 30 September 2024 77.000.000.000 30.971.619.947 15.400.000.000 378.636.629.074 11.896.510.126 47.223.080.322 561.127.839.469 29.068.946 561.156.908.415
Saldo 31 Desember 2024 77.000.000.000 30.971.619.947 15.400.000.000 383.269.234.349 12.628.896.727 35.986.090.012 555.255.841.035 29.308.214 555.285.149.249
Reklasifikasi - - - 35.986.090.012 - (35.986.090.012) - - -
Laba periode berjalan 28 - - - 10.562.949.184 - - 10.562.949.184 1.068.105 10.564.017.289
Saldo 30 September 2025 77.000.000.000 30.971.619.947 15.400.000.000 429.818.273.545 12.628.896.727 - 565.818.790.219 30.376.319 565.849.166.538
Catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.
4
Page 8
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN INTERIM
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2025 2024
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 1.431.135.459.162 1.496.181.018.600
Pembayaran kas kepada pemasok, karyawan
dan lainnya (1.303.860.003.658) (1.450.322.869.917)
Pembayaran bunga dan beban keuangan (42.136.588.097) (43.441.361.546)
Pembayaran pajak penghasilan (6.191.245.549) (6.212.726.483)
Penerimaan restitusi pajak pertambahan nilai 15.428.512.445 9.538.469.045
Kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi 94.376.134.303 5.742.529.699
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan bunga 2.012.403.213 1.411.352.786
Perolehan aset tetap (31.759.837.122) (18.359.851.394)
Hasil penjualan aset tetap 541.392.921 1.651.337.993
Kas bersih digunakan untuk aktivitas investasi (29.206.040.988) (15.297.160.615)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penurunan (penambahan) piutang pihak berelasi (808.437.500) 991.756.743
Penurunan (penambahan) aset keuangan lancar lainnya 48.486.000.000 (4.710.173.410)
Penurunan (penambahan) aset keuangan tidak lancar lainnya 1.524.428.171 (854.680.339)
Penambahan utang bank jangka pendek 2.273.414.291.768 1.789.132.219.657
Pembayaran utang bank jangka pendek (2.304.448.932.803) (1.752.231.982.717)
Pembayaran utang pembiayaan konsumen (1.248.411.815) (1.018.056.000)
Pembayaran liabilitas sewa pembiayaan (6.756.048.674) (20.658.537.773)
Kas bersih diperoleh dari aktivitas pendanaan 10.162.889.147 10.650.546.161
KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS 75.332.982.462 1.095.915.245
Pengaruh selisih kurs mata uang asing (1.085.018.371) 529.851.463
KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE 103.890.935.212 97.642.773.991
KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 178.138.899.303 99.268.540.699
Catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.
5
Page 9
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a. Pendirian dan Informasi Umum
PT Radiant Utama Interinsco Tbk (Perusahaan) didirikan berdasarkan akta notaris No.41 tanggal
22 Agustus 1984 dari Hadi Moentoro, S.H., notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh
Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No.C2-574-HT.01.01.TH.85 tanggal
11 Pebruari 1985 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.49 tanggal 18 Juni 1985,
Tambahan No.860. Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
dengan akta notaris No. 3 tanggal 3 Juni 2008 dari P. Sutrisno A. Tampubolon, S.H., notaris di Jakarta,
untuk menyesuaikan dengan Undang-Undang No. 40 tahun 2007 mengenai Perseroan Terbatas. Akta ini
telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan
Surat Keputusan No. AHU-44233.AH. 01.02.TH.2008 tanggal 24 Juli 2008 serta diumumkan dalam Berita
Negara Republik Indonesia No. 99 tanggal 9 Desember 2008, Tambahan No. 267148.
Perusahaan berdomisili di Jakarta dengan kantor pusat beralamat di Jalan Kapten Tendean No.24
Mampang Prapatan, Jakarta. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1984.
Pemegang saham pendiri Perusahaan adalah PT Radiant Nusa Investama.
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama
meliputi:
a. Jasa teknik instalasi dan rekayasa bidang minyak, gas bumi, dan energi.
b. Jasa sertifikasi mutu.
c. Jasa survei bidang minyak, gas bumi, dan energi.
d. Perdagangan besar (distributor) peralatan dan material bidang minyak dan gas bumi.
e. Jasa penyewa peralatan pertambangan minyak dan gas bumi.
f. Jasa perbaikan dan perawatan instalasi pertambangan minyak dan gas bumi.
g. Eksplorasi dan eksploitasi dan pengembangan bidang minyak dan gas bumi.
h. Penyediaan fasilitas-fasilitas produksi bidang minyak, gas bumi, dan energi.
i. Jasa-jasa penunjang bidang migas, pertambangan umum, dan energi.
j. Menyediakan dan memasok bahan-bahan, peralatan, kendaraan serta alat apung/ kapal/ tongkang
yang khusus digunakan untuk migas baik di darat maupun lepas pantai maupun pertambangan umum.
k. Distributor, agen, dan perwakilan dari badan-badan usaha baik dalam negeri maupun luar negeri.
l. Jasa penyedia/outsourcing dan management Sumber Daya Manusia.
m. Jasa marine/survey marine atau konsultansi bidang marine.
n. Jasa konsultansi lingkungan dan pemetaan.
o. Jasa konsultansi kontruksi dan non kontruksi.
p. Jasa konsultan keamanan.
q. Jasa penerapan peralatan keamanan.
r. Jasa pelatihan keamanan
s. Jasa penyedian tenaga keamanan
b. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan
Jumlah karyawan tetap Perusahaan rata-rata 238 dan 249 karyawan masing-masing untuk per tanggal
30 September 2025 dan 31 Desember 2024.
Susunan Dewan komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 September 2025 adalah sebagai
berikut:
30 September 2025 31 Desember 2024
Dewan Komisaris
Komisaris Utama Amira Ganis Amira Ganis
Komisaris Misyal Abdullah Bahwal Muhammad Hamid
Komisaris Independen Nino Fediawan Kusmedi Winarno Zain
6
Page 10
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (Lanjutan)
b. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan (Lanjutan)
30 September 2025 31 Desember 2024
Direksi
Direktur Utama Aby Abdullah Ganis Aby Abdullah Ganis
Direktur Soeharto Nurcahyono Soeharto Nurcahyono
Direktur Zaki Maulana Bibin Busono
Berdasarkan akta notaris Aulia Taufani, SH, No. 122 tanggal 26 Juni 2025 terkait perubahan direksi dan
komisaris, memutuskan untuk mengakhiri masa jabatan Muhammad Hamid sebagai Komisaris, Winarno
Zain sebagai Komisaris Independen, Bibin Busono sebagai Direktur, serta menyetujui untuk mengangkat
Misyal Abdullah Bahwal sebagai Komisaris, Nino Fediawan Kusmedi sebagai Komisaris Independen, dan
Zaki Maulana sebagai Direktur.
Susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 30 September 2025 adalah sebagai berikut:
30 September 2025 31 Desember 2024
Komite Audit
Ketua Nino Fediawan Kusmedi Winarno Zain
Anggota Asep Hikmat Wirawan B. Ilyas
Tjahjo Dahono Sri Hartono
Pembentukan Departemen Audit Internal Perusahaan berdasarkan keputusan Ketua Bapepam-LK
No.KEP-496/BL/2008 tentang Pembentukan dan Pedoman dan Penyusunan Piagam Unit Audit Internal.
Perusahaan mengeluarkan Surat Keputusan Direksi PT Radiant Utama Interinsco Tbk.
No.0018.RUI/Kep.Dir/II/2020 tanggal 10 Februari 2020.
Audit Internal Erwin Arianto Erwin Arianto
Untuk memenuhi Peraturan Bapepam-LK No. IX.I.14 dan Peraturan BEI No.I-A tentang Pembentukan
Sekretaris Perusahaan, Perusahaan mengeluarkan Surat Keputusan Direksi PT Radiant Utama Interinsco
Tbk. No.116/SK/RUI/VIII/2016 tanggal 8 Agustus 2016.
Sekretaris Perusahaan Mona Nazaruddin Mona Nazaruddin
c. Penawaran Umum Efek Perusahaan
Saham
Pada tanggal 30 Juni 2006, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas
Pasar Modal/Bapepam (sekarang menjadi Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan-
Bapepam-LK) dengan suratnya No. S-824/BL/2006 untuk melakukan penawaran umum kepada
masyarakat atas 170.000.000 saham dengan nilai nominal Rp100 per saham dan harga penawaran Rp250
per saham.
Pada tanggal 12 Juli 2006 dilakukan pencatatan 600.000.000 saham Perusahaan milik pemegang saham
pendiri pada Bursa Efek Jakarta (sekarang menjadi Bursa Efek Indonesia).
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, seluruh saham Perusahaan atau sejumlah
770,000,000 saham telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.
Obligasi
Pada tanggal 29 Juni 2007, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Bapepam-LK dengan
suratnya No.S-3214/BL/2007 untuk melakukan Penawaran Umum Obligasi Radiant Utama Interinsco I
tahun 2007 dengan jumlah pokok sebesar Rp100.000.000.000, tingkat bunga tetap 11,5% per tahun dan
berjangka waktu 4 tahun. Pada tahun 2010, obligasi ini telah dilunasi.
7
Page 11
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (Lanjutan)
d. Struktur Entitas Anak
Perusahaan memiliki baik langsung maupun tidak langsung lebih dari 50% saham Entitas Anak pada
30 September 2025 dan 31 Desember 2024, sebagai berikut:
Tahun
Persentase Operasi Jumlah Aset Jumlah Aset
Entitas Anak Domisili Jenis Usaha Pemilikan Komersial 30 September 2025 31 Desember 2024
Kepemilikan langsung
PT Supraco Indonesia ("SI") Jakarta Jasa penyediaan alat-alat 99,996% 1980 868.364.315.535 859.554.612.183
dan Entitas Anak eksplorasi
Kepemilikan tidak langsung melalui SI
PT Supraco Daya Wisesa Jakarta Jasa penyediaan alat-alat 99,99% 2008 23.636.787.985 19.192.879.834
("SDW") eksplorasi
PT Supraco Lines ("SPL") Jakarta Jasa pelayaran dalam negeri 47,97% 2008 177.775.973.176 170.612.705.143
Perubahan dalam Entitas Anak selama tahun berjalan sebagai berikut:
Restrukturisasi dalam Grup
Pada tanggal 31 Maret 2021, PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUI) menjual dan menyerahkan
kepemilikannya atas PT Supraco Lines (SPL) kepada PT Supraco Indonesia (SI) dengan biaya akuisisi
sebesar Rp 65.750.000.000. Setelah transaksi tersebut, kepemilikan langsung RUI di SPL berubah dari
98,75% menjadi 47,97%. Kepemilikan tidak langsung RUIS pada SL melalui SI sebesar 52,03%, sehingga
jumlah keseluruhan kepemilikan RUIS pada SL secara langsung dan tidak langsung sebesar 99,99%.
Dalam laporan keuangan konsolidasian ini, Perusahaan dan entitas anak secara bersama-sama disebut
sebagai “Grup”.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
a. Pernyataan Kepatuhan Terhadap Standar Akuntansi Keuangan (SAK)
Laporan keuangan konsolidasian telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan
di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar
Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan-Ikatan Akuntan
Indonesia (DSAK-IAI), serta peraturan Pasar Modal yang berlaku antara lain Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan/Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (OJK/Bapepam-LK) No. VIII.G.7
tentang pedoman penyajian laporan keuangan, keputusan Ketua Bapepam-LK
No. KEP-347/BL/2012 tentang penyajian dan pengungkapan laporan keuangan emiten atau perusahaan
publik.
b. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian disusun dan disajikan berdasarkan asumsi kelangsungan usaha serta
atas dasar akrual, kecuali laporan arus kas konsolidasian. Dasar pengukuran dalam penyusunan laporan
keuangan konsolidasian ini adalah konsep biaya perolehan, kecuali beberapa akun tertentu yang
didasarkan pengukuran lain sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun
tersebut.
8
Page 12
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
b. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian (Lanjutan)
Laporan arus kas konsolidasian disajikan dengan metode langsung (direct method) dengan
mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Mata uang penyajian yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini adalah Rupiah
(Rp) yang merupakan mata uang fungsional Grup. Setiap entitas di dalam Grup menetapkan mata uang
fungsional sendiri dan unsur-unsur dalam laporan keuangan dari setiap entitas diukur berdasarkan mata
uang fungsional tersebut.
c. Perubahan atas Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”)
Penerapan amendemen standar yang berlaku efektif mulai 1 Januari 2024, yang relevan dengan operasi
Grup, namun tidak menimbulkan perubahan substansial terhadap kebijakan akuntansi Grup dan tidak
memiliki efek yang material atas jumlah yang dilaporkan atas tahun berjalan atau tahun sebelumnya adalah
sebagai berikut:
Amendemen PSAK No.201, “Penyajian Laporan Keuangan” tentang klasifikasi liabilitas jangka pendek
dan liabilitas jangka panjang
Amendemen PSAK No.201, “Penyajian Laporan Keuangan” tentang liabilitas jangka panjang dengan
kovenan
Amendemen PSAK No. 116, “Sewa” tentang liabiltas sewa dalam jual dan sewa balik
Amendemen PSAK No. 207, “Laporan Arus Kas” dan PSAK No. 107, “Instrumen Keuangan:
Pengungkapan” tentang pengaturan pembiayaan pemasok
Standar akuntansi revisian berikut yang telah diterbitkan dan relevan untuk Grup berlaku efektif sejak
tanggal 1 Januari 2025:
PSAK No. 117, “Kontrak Asuransi”
Amendemen PSAK No. 117, “Kontrak Asuransi” tentang informasi komparatif dalam penerapan awal
PSAK No. 117 dan PSAK No. 109
Amendemen PSAK No. 221, “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing” tentang kekurangan
ketertukaran .
Mulai tanggal 1 Januari 2025, referensi terhadap masing-masing PSAK dan ISAK diubah sebagaimana
diumumkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia ("DSAK-IAI").
Pada tanggal pengesahan laporan keuangan konsolidasian, Grup sedang mempertimbangkan implikasi
dari penerapan standar-standar tersebut terhadap laporan keuangan konsolidasian Grup.
d. Prinsip-prinsip Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan Entitas Anaknya seperti
disebutkan pada Catatan 1.d.
Pengendalian diperoleh ketika Grup terekspos, atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari
keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut
melalui kekuasaannya atas investee. Secara khusus, Perusahaan mengendalikan investee jika, dan hanya
jika, Perusahaan memiliki seluruh hal berikut ini:
9
Page 13
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
d. Prinsip-prinsip Konsolidasian (Lanjutan)
a. Kekuasaan atas investee (misalnya adanya hak yang memberikan Grup kemampuan saat ini untuk
mengarahkan aktivitas investee yang relevan);
b. Exposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatan Grup dengan investee; dan
c. Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi imbal hasil Grup.
Grup menilai kembali apakah masih mengendalikan investee jika fakta dan keadaan mengindikasikan
bahwa terdapat perubahan dalam satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian. Konsolidasi atas entitas
anak dimulai sejak tanggal Perusahaan memperoleh pengendalian atas entitas anak dan berakhir ketika
kehilangan pengendalian atas entitas anak.
Laba rugi dan setiap komponen dari penghasilan komprehensif lain (“OCI”) diatribusikan kepada pemilik
entitas induk dan kepentingan non pengendali (“KNP”), meskipun hal tersebut mengakibatkan KNP memiliki
saldo defisit.
Laporan keuangan konsolidasian disusun dengan menggunakan kebijakan akuntansi yang sama untuk
transaksi dan peristiwa lain dalam keadaan yang serupa. Jika anggota Grup menggunakan kebijakan
akuntansi yang berbeda untuk transaksi dan peristiwa dalam keadaan yang serupa, maka penyesuaian
dilakukan atas laporan keuangannya dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian.
Seluruh saldo akun dan transaksi yang signifikan antar Perusahaan dengan Entitas Anak telah dieliminasi.
Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya
pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas.
Jika kehilangan pengendalian atas suatu entitas anak, maka entitas induk:
Menghentikan pengakuan aset (termasuk setiap goodwill) dan liabilitas entitas anak;
Menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap KNP;
Menghentikan pengakuan akumulasi selisih penjabaran, yang dicatat di ekuitas, jika ada;
Mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima;
Mengakui setiap sisa investasi pada nilai wajarnya;
Mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laporan laba rugi;
dan
Mereklasifikasi bagian induk atas komponen yang sebelumnya diakui sebagai penghasilan
komprehensif ke laporan laba rugi, atau mengalihkan secara langsung ke saldo laba, sebagaimana
mestinya.
KNP mencerminkan bagian atas laba atau rugi dan aset neto dari Entitas-entitas Anak yang tidak dapat
diatribusikan secara langsung maupun tidak langsung pada entitas induk yang masing-masing disajikan
dalam laporan laba rugi konsolidasian dan dalam ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian,
terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
10
Page 14
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
e. Kombinasi Bisnis dan Goodwill
Kombinasi bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Biaya perolehan dari sebuah akuisisi
diukur pada nilai agregat imbalan yang dialihkan, diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan jumlah
setiap kepentingan non-pengendali (“KNP”) pada pihak yang diakuisisi. Untuk setiap kombinasi bisnis,
Grup memilih apakah mengukur KNP pada entitas yang diakuisisi baik pada nilai wajar ataupun pada
proporsi kepemilikan KNP atas aset neto yang teridentifikasi dari entitas yang diakuisisi. Biaya-biaya
akuisisi yang timbul dibebankan langsung dan disertakan dalam “Beban Umum dan Administrasi”.
Ketika melakukan akuisisi atas sebuah bisnis, Grup mengklasifikasikan dan menentukan aset keuangan
yang diperoleh dan liabilitas keuangan yang diambil alih berdasarkan pada persyaratan kontraktual, kondisi
ekonomi dan kondisi terkait lain yang ada pada tanggal akuisisi.
Imbalan kontinjensi yang akan dibayarkan oleh pihak pengakuisisi diakui pada nilai wajar pada tanggal
akuisisi. Perubahan nilai wajar atas imbalan kontinjensi setelah tanggal akuisisi yang diklasifikasikan
sebagai aset atau liabilitas, akan diakui pada laporan laba rugi berjalan atau sebagai penghasilan
komprehensif lain sesuai dengan PSAK No. 109. Jika diklasifikasikan sebagai ekuitas, imbalan
kontinjensinya tidak diukur kembali sampai penyelesaian terakhir dalam ekuitas.
Ketika melakukan akuisisi atas sebuah bisnis, Grup mengklasifikasikan dan menentukan aset keuangan yang
diperoleh dan liabilitas keuangan yang diambil alih berdasarkan pada persyaratan kontraktual, kondisi ekonomi
dan kondisi terkait lain yang ada pada tanggal akuisisi.
Pada tanggal akuisisi, goodwill awalnya diukur pada harga perolehan yang merupakan selisih lebih nilai agregat
dari imbalan yang dialihkan dan jumlah setiap KNP atas selisih jumlah dari aset teridentifikasi yang diperoleh
dan liabilitas yang diambil alih.
Jika imbalan tersebut kurang dari nilai wajar aset neto entitas anak yang diakuisisi, selisih tersebut diakui
sebagai laba atau rugi sebagai keuntungan dari pembelian dengan diskon setelah sebelumnya manajemen
melakukan penilaian atas identifikasi dan nilai wajar dari aset yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih
dan dicatat dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Setelah pengakuan awal, goodwill diukur pada jumlah tercatat dikurangi akumulasi kerugian penurunan
nilai. Untuk tujuan pengujian penurunan nilai, goodwill yang diperoleh dari suatu kombinasi bisnis, sejak
tanggal akuisisi dialokasikan kepada setiap Unit Penghasil Kas (“UPK”) dari Grup yang diharapkan akan
bermanfaat dari sinergi kombinasi tersebut, terlepas dari apakah aset atau liabilitas lain dari pihak yang
diakuisisi ditetapkan atas UPK tersebut.
Jika goodwill telah dialokasikan pada suatu UPK, dan operasi tertentu atas UPK tersebut dihentikan, maka
goodwill yang diasosiasikan dengan operasi yang dihentikan tersebut termasuk dalam jumlah tercatat
operasi tersebut ketika menentukan keuntungan atau kerugian dari pelepasan. Goodwill yang dilepaskan
tersebut diukur berdasarkan nilai relatif operasi yang dihentikan dan porsi UPK yang ditahan.
f. Instrumen Keuangan
Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang memberikan kenaikan nilai aset keuangan dari satu entitas
dan liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas dari entitas lainnya.
Grup melakukan penerapan PSAK No. 109, yang mensyaratkan pengaturan instrumen keuangan terkait
klasifikasi dan pengukuran, penurunan nilai atas instrumen aset keuangan dan akuntansi lindung nilai.
Dengan demikian, kebijakan akuntansi yang berlaku untuk periode pelaporan kini adalah sebagai berikut:
i) Aset Keuangan
Klasifikasi, pengakuan, dan pengukuran
Grup mengklasifikasikan aset keuangan dalam kategori berikut:
11
Page 15
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
f. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
Klasifikasi, pengakuan, dan pengukuran (Lanjutan)
(i) Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortasi; dan
(ii) Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan komprehensif
lain.
Klasifikasi ini tergantung pada model bisnis dan persyartan kontraktual arus kas – apakah penentuan
arus kasnya semata dari pembayaran pokok dan bunga.
Grup menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal dan tidak bisa melakukan
perubahan setelah penerapan awal tersebut.
(i) Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortasi
Klasifikasi ini berlaku untuk instrumen utang yang dikelola dalam model bisnis dimiliki untuk
mendapatkan arus kas dan memiliki arus kas yang memenuhi kriteria “semata-mata dari
pembayaran pokok dan bunga”.
Pada pengakuan awal, piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan yang signifikan,
diakui sebesar harga transaksi. Aset keuangan lainnya awalnya diakui sebesar nilai wajar
dikurangi biaya transaksi yang terkait. Aset keuangan ini selanjutnya diukur sebesar biaya
perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif. Keuntungan atau kerugian pada
penghentian atau modifikasi aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi diakui
pada laba rugi.
(ii) Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Klasifikasi ini berlaku untuk aset keuangan berikut. Dalam semua kasus, biaya transaksi
dibebankan pada laba rugi.
- Instrumen utang yang tidak memiliki kriteria biaya perolehan diamortasi atau nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain. Keuntungan atau kerugian nilai wajar selanjutnya akan dicatat
pada laba rugi.
- Inventasi ekuitas yang dimiliki untuk diperdagangkan atau dimana pilihan penghasilan
komprehensif lain tidak berlaku. Keuntungan atau kerugian nilai wajar dan penghasilan deviden
terkait diakui pada laba rugi.
- Derivatif yang bukan merupakan instrumen lindung nilai. Keuntungan atau kerugian nilai wajar
selanjutnya diakui pada laba rugi.
- Aset keuangan dengan derivatif melekat dipertimbangkan secara keseluruhan saat
menentukan apakah arus kasnya semata-mata merupakan pembayaran pokok dan bunga.
(iii) Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
Klasifikasi ini berlaku untuk aset keuangan berikut:
- Instrumen utang yang dikelola dengan model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset
keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual dan di mana arus
kasnya memenuhi kriteria “semata-mata dari pembayaran pokok dan bunga”.
- Investasi ekuitas di mana Grup telah memilih secara tak terbatalkan untuk menyajkan
keuntungan dan kerugian nilai wajar dari revaluasi pada penghasilan komprehensif lain.
12
Page 16
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
f. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
Klasifikasi, pengakuan, dan pengukuran (Lanjutan)
Pilihan dapat didasarkan pada investasi individu, namun, tidak berlaku pada investasi ekuitas yang
dimiliki untuk diperdagangkan. Keuntungan atau kerugian nilai wajar dari revaluasi investasi ekuitas,
termasuk komponen selisih kurs, diakui pada penghasilan komprehensif lain.
Ketika investasi ekuitas dihentikan pengakuannya, keuntungan atau kerugian nilai wajar yang
sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain tidak direklasifikasi pada laba rugi. Dividen
diakui dalam laba rugi ketika hak untuk menerima pembayaran telah ditetapkan.
Penghentian pengakuan
Aset keuangan dihentikan pengakuannya ketika hak untuk menerima arus kas dari investasi tersebut
telah jatuh tempo atau telah ditransfer dan Grup telah mentransfer secara substansial seluruh risiko
dan manfaat atas kepemilikan aset.
Penurunan nilai aset keuangan
Pada setiap periode pelaporan, Grup menilai apakah risiko kredit dari instrumen keuangan telah
meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian, Grup menggunakan
perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang perkiraan usia instrumen keuangan dari pada
perubahan atas jumlah kerugian kredit ekspektasian.
Dalam melakukan penilaian, Grup membandingkan antara risiko gagal bayar yang terjadi atas
instrumen keuangan pada saat periode pelaporan dengan yang terjadi pada saat pengakuan awal dan
mempertimbangkan kewajaran serta ketersediaan informasi yang tersedia pada saat tanggal
pelaporan terkait dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan perkiraan atas kondisi ekonomi di
masa depan, yang mengindikasikan kenaikan risiko kredit sejak pengakuan awal.
Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian
yang menggunakan cadangan kerugian kredit ekspektasian seumur hidup untuk seluruh saldo piutang
usaha dan piutang lain-lain dan aset kontrak tanpa komponen pendanaan yang signifikan dan
pendekatan umum untuk aset keuangan lainnya. Pendekatan umum termasuk penelahaan perubahan
signifikan risiko kredit sejak terjadinya.
Penelaahan kerugian kredit ekspektasian termasuk asumsi mengenai risiko gagal bayar dan Tingkat
kerugian ekspektasian. Untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian, piutang usaha telah
dikelompokkan berdasarkan karakteristik risiko kredit dan jatuh tempo yang serupa.
ii) Liabilitas Keuangan
Pengakuan awal
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
laporan laba atau rugi, liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi atau derivatif yang telah
ditetapkan untuk tujuan lindung nilai yang efektif, jika sesuai. Grup menentukan klasifikasi liabilitas
keuangan pada saat pengakuan awal.
Saat pengakuan awal, liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar dan, dalam hal liabilitas keuangan
yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan
secara langsung.
Liabilitas keuangan utama Grup meliputi utang bank jangka pendek, utang usaha, utang lain-lain,
beban akrual, utang bank, liabilitas sewa, dan utang pembiayaan konsumen.
13
Page 17
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
f. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
(ii) Liabilitas Keuangan (Lanjutan)
Pengukuran setelah pengakuan awal
Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan
tingkat bunga efektif. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laba rugi pada saat liabilitas dihentikan
pengakuannya atau diturunkan nilainya melalui proses amortisasi suku bunga efektif. Biaya
teramortisasi dihitung dengan mempertimbangkan diskon atau premium terhadap biaya jasa transaksi
yang merupakan satu kesatuan dari amortisasi suku bunga efektif.
Penghentian pengakuan
Suatu liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat kewajiban yang ditetapkan dalam
kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.
Ketika liabilitas keuangan awal digantikan dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang
sama dengan ketentuan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara substansial atas
liabilitas keuangan yang saat ini ada, maka pertukaran atau modifikasi tersebut dicatat sebagai
penghapusan liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru dan selisih antara nilai
tercatat liabilitas keuangan tersebut diakui sebagai laba atau rugi.
iii) Saling Hapus Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, Grup saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk
melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui dan berniat untuk menyelesaikan secara neto,
atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan kewajibannya secara simultan.
iv) Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar
untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal
pengukuran. Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau
mengalihkan liabilitas terjadi:
- Di pasar utama untuk aset dan liabilitas tersebut, atau
- Jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas
tersebut.
Grup harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan.
Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika
menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam
kepentingan ekonomi terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar atas aset non keuangan mempertimbangkan kemampuan pelaku pasar dalam
menghasilkan keuntungan ekonomi dengan penggunaan aset pada kemampuan tertinggi dan terbaik
aset atau dengan menjualnya ke pelaku pasar yang lain yang akan menggunakan aset di kemampuan
tertinggi dan terbaik.
Grup menggunakan teknik penilaian yang tepat sesuai keadaan dan dimana tersedia kecukupan data
untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan
dan meminimalisir penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
14
Page 18
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
f. Instrumen Keuangan (Lanjutan)
iv) Nilai Wajar Instrumen Keuangan (Lanjutan)
Semua aset dan liabilitas dimana nilai wajar diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan
konsolidasian dapat dikategorikan pada level hirarki nilai wajar, berdasarkan tingkatan input terendah
yang signifikan atas pengukuran nilai wajar secara keseluruhan:
- Tingkat 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang
indentik;
- Tingkat 2 - Teknik penilaian dimana input level rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai
wajar yang dapat diobservasi baik secara langsung atau tidak langsung;
- Tingkat 3 - Teknik penilaian dimana input level rendah yang signifikan terhadap pengukuran yang
tidak dapat diobservasi.
Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan konsolidasian secara berulang, Grup
menentukan apakah terjadi transfer antara level di dalam hirarki dengan cara mengevaluasi kategori
(berdasarkan input level terendah yang signifikan dalam pengukuran nilai wajar) setiap akhir tahun
pelaporan.
Untuk tujuan pengungkapan nilai wajar, Grup telah menentukan kelas aset dan liabilitas berdasarkan
sifat, karakteristik, dan risiko aset atau liabilitas dan level hirarki nilai wajar seperti dijelaskan di atas.
g. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
Dalam menyiapkan laporan keuangan, setiap entitas di dalam Grup mencatat dengan menggunakan mata
uang dari lingkungan ekonomi utama di mana entitas beroperasi (“mata uang fungsional”). Mata uang
fungsional Perusahaan dan seluruh entitas anak adalah Rupiah.
Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dalam Rupiah dengan kurs spot
antara Rupiah dan valuta asing pada tanggal transaksi. Pada akhir periode pelaporan, pos moneter dalam
mata uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah menggunakan kurs penutup, yaitu kurs tengah Bank
Indonesia pada 30 September 2025 dan 2024, serta 31 Desember 2024 sebagai berikut:
30 September 2025 31 Desember 2024 30 September 2024
Mata Uang Asing Rp Rp Rp
Dolar Amerika Serikat 16.680 16.162 15.138
Dolar Singapura 12.934 11.919 11.788
Euro 19.561 16.851 16.852
Selisih kurs yang timbul dari penyelesaian pos moneter dan dari penjabaran pos moneter dalam mata uang
asing diakui dalam laba rugi.
h. Transaksi dan Saldo dengan Pihak Berelasi
Grup menerapkan PSAK No. 224, “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”. PSAK revisi ini mensyaratkan
pengungkapan hubungan, transaksi dan saldo pihak-pihak berelasi, termasuk komitmen, dalam laporan
keuangan konsolidasian.
15
Page 19
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
h. Transaksi dan Saldo dengan Pihak Berelasi (Lanjutan)
Dalam laporan keuangan konsolidasian, istilah pihak-pihak berelasi seperti yang diungkapkan dalam PSAK
No. 224, “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.
Seluruh transaksi yang dilakukan dengan pihak-pihak berelasi, baik dilakukan dengan kondisi dan
persyaratan dengan pihak ketiga maupun tidak, diungkapkan pada laporan keuangan konsolidasian.
i. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas terdiri dari kas, kas di bank dan deposito berjangka dengan jangka waktu 3 (tiga) bulan
atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak dijadikan sebagai jaminan pinjaman serta tanpa
pembatasan penggunaan.
Untuk tujuan laporan arus kas, kas dan setara kas terdiri dari kas di bank, dan deposito berjangka seperti
disebutkan di atas, dikurangi overdraft, jika ada.
j. Persediaan
Persediaan dinyatakan berdasarkan jumlah terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi neto. Biaya
persediaan terdiri dari seluruh biaya pembelian, biaya konversi, dan biaya lain yang timbul sampai
persediaan berada dalam kondisi dan lokasi saat ini. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata
tertimbang. Nilai realisasi neto merupakan taksiran harga jual dalam kegiatan usaha biasa dikurangi
estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk membuat penjualan.
Setiap penurunan nilai persediaan di bawah biaya perolehan menjadi nilai realisasi neto dan seluruh
kerugian persediaan diakui sebagai beban pada periode terjadinya penurunan atau kerugian tersebut.
Setiap pemulihan kembali penurunan nilai persediaan karena peningkatan kembali nilai realisasi neto,
diakui sebagai pengurangan terhadap jumlah beban persediaan pada periode terjadinya pemulihan
tersebut.
k. Uang Muka dan Biaya Dibayar Di muka
Uang muka adalah bagian dari kontrak yang dibayarkan atau diterima dimuka untuk barang atau jasa. Uang
muka dicatat sebagai aset pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan
metode garis lurus.
l. Aset Tetap
Aset tetap pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan yang meliputi harga perolehannya dan setiap
biaya yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke kondisi dan lokasi yang diinginkan agar
aset siap digunakan sesuai intensi manajemen.
Apabila relevan, biaya perolehan juga dapat mencakup estimasi awal biaya pembongkaran dan
pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset tetap, kewajiban tersebut timbul ketika aset tetap diperoleh
atau sebagai konsekuensi penggunaan aset tetap selama periode tertentu untuk tujuan selain untuk
memproduksi persediaan selama periode tersebut.
Setelah pengakuan awal, aset tetap kecuali tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi
penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai. Tanah diakui sebesar harga perolehannya dan tidak
disusutkan.
Penyusutan aset tetap dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai maksud
penggunaannya dan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi masa
manfaat ekonomis aset sebagai berikut:
16
Page 20
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
l. Aset Tetap (Lanjutan)
Tahun
Bangunan 20
Peralatan proyek 3-16
Peralatan dan perlengkapan kantor 3-8
Kendaraan 4-6
Kapal 10-16
Mobile Offshore Production Unit (MOPU) 16
Aset tetap yang dikonstruksi sendiri disajikan sebagai bagian aset tetap sebagai “Aset dalam Konstruksi”
dan dinyatakan sebesar biaya perolehannya. Semua biaya, termasuk biaya pinjaman,yang terjadi
sehubungan dengan konstruksi aset tersebut dikapitalisasi sebagai bagian dari biaya perolehan aset tetap
dalam konstruksi. Biaya perolehan aset tetap dalam konstruksi tidak termasuk setiap laba internal, jumlah
tidak normal dari biaya pemborosan yang terjadi dalam pemakaian bahan baku, tenaga kerja atau sumber
daya lain.
Akumulasi biaya perolehan yang akan dipindahkan ke masing-masing pos aset tetap yang sesuai pada
saat aset tersebut selesai dikerjakan atau siap digunakan dan disusutkan sejak beroperasi.
Nilai tercatat dari suatu aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat pelepasan atau ketika tidak terdapat
lagi manfaat ekonomi masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya.
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan tersebut (yang ditentukan sebesar
selisih antara jumlah hasil pelepasan neto, jika ada, dan jumlah tercatatnya) dimasukkan dalam laba rugi
pada saat penghentian pengakuan tersebut dilakukan.
Aset sewa pembiayaan disusutkan berdasarkan taksiran masa manfaat yang sama dengan aset yang
dimiliki atau disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara periode masa sewa dan masa
manfaat.
Pada akhir periode pelaporan, Grup melakukan penelaahan berkala atas masa manfaat, nilai residu,
metode penyusutan, dan sisa umur pemakaian berdasarkan kondisi teknis.
m. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi aset mengalami penurunan
nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, Grup mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. Jumlah
terpulihkan ditentukan atas suatu aset individual, dan jika tidak memungkinkan, Grup menentukan jumlah
terpulihkan dari unit penghasil kas dari aset tersebut.
Jumlah terpulihkan adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya pelepasan dengan
nilai pakainya. Nilai pakai adalah nilai kini dari arus kas yang diharapkan akan diterima dari aset atau unit
penghasil kas. Nilai kini dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang mencerminkan
nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset atau unit yang penurunan nilainya diukur.
Jika, dan hanya jika, jumlah terpulihkan aset lebih kecil dari jumlah tercatatnya, maka jumlah tercatat aset
diturunkan menjadi sebesar jumlah terpulihkan. Penurunan tersebut adalah rugi penurunan nilai dan segera
diakui dalam laba rugi.
Rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill dibalik jika,
dan hanya jika, terdapat perubahan estimasi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset
tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Jika demikian, jumlah tercatat aset dinaikan ke jumlah
terpulihkannya. Kenaikan ini merupakan suatu pembalikan rugi penurunan nilai.
17
Page 21
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
n. Investasi Jangka Panjang Lainnya
Merupakan investasi saham dengan kepemilikan kurang dari 20% atau tidak memiliki pengaruh signifikan
yang pada awalnya diakui sebesar nilai wajar ditambah dengan biaya transaksi. Bukti terbaik dari nilai wajar
adalah harga kuotasi dipasar aktif.
Selanjutnya investasi saham yang tidak memiliki kuotasi harga dipasar aktif dan nilai wajarnya tidak dapat
diukur secara andal, diukur dengan biaya perolehan.
Pada setiap tanggal pelaporan, Grup mengevaluasi apakah terdapat bukti objektif bahwa suatu investasi
mengalami penurunan nilai
o. Sewa
Grup menilai pada awal kontrak apakah suatu kontrak adalah, atau berisi, sewa. Artinya, jika kontrak
memberikan hak untuk mengendalikan aset teridentifikasi untuk suatu periode waktu sebagai imbalan atas
pertimbangan.
Sebagai penyewa
Pada tanggal permulaan kontrak, Grup menilai apakah kontrak merupakan, atau mengandung sewa jika
kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama
suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan.
Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian,
Grup harus menilai apakah:
Grup memiliki hak untuk mendapatkan secara substantial seluruh manfaat ekonomi dari penggunaan
aset indentifikasian; dan Grup memiliki hak untuk mengoperasikan aset;
Grup memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset indentifikasian. Grup memiliki hak ini ketika
Grup memiliki hak untuk pengambilan keputusan yang relevan tentang bagaimana dan untuk tujuan
apa aset digunakan telah ditentukan sebelumnya dan:
- Grup memiliki hak untuk mengoperasikan aset;
- Grup telah mendisain aset dengan cara menetapkan sebelumnya bagaimana dan untuk tujuan apa
aset akan digunakan selama periode penggunaan.
Pada tanggal insepsi atau pada penilaian kembali atas kontrak yang mengandung sebuah komponen sewa,
Grup mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke masing-masing komponen sewa berdasarkan harga
tersendiri relatif dari komponen sewa dan harga tersendiri agregat dari komponen nonsewa. Namun, untuk
sewa penunjang dimana Grup bertindak sebagai penyewa, Grup memutuskan untuk tidak memisahkan
komponen non sewa dan mencatat komponen sewa dan nonsewa tersebut sebagai satu komponen sewa.
Pada tanggal permulaan sewa, Grup mengakui aset hak-guna dan utang sewa. Aset hak-guna diukur pada
biaya perolehan, dimana meliputi jumlah pengukuran awal utang sewa yang disesuaikan dengan
pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan, ditambah dengan biaya
langsung awal yang dikeluarkan dan estimasi biaya yang akan dikeluarkan untuk membongkar dan
memindahkan aset pendasar atau untuk merestorasi aset pendasar ke kondisi yang disyaratkan dan
ketentuan sewa, dikurangi dengan insentif sewa yang diterima.
Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal permulaan,
didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau jika suku bunga tersebut tidak
dapat ditentukan, maka menggunakan suku bunga pinjaman inkremental. Pada umumnya, Grup
menggunakan suku bunga pinjaman inkremental sebagai tingkat bunga diskonto.
18
Page 22
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
o. Sewa (Lanjutan)
Sebagai penyewa (Lanjutan)
Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabiltas sewa meliputi pembayaran berikut ini:
Pembayaran tetap, termasuk pembayaran tetap secara substansi;
Pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau suku bunga yang pada awalnya diukur
dengan menggunakan indeks atau suku bunga pada tanggal permulaan;
Jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh penyewa dengan jaminan nilai residual;
Harga eksekusi opsi beli jika Grup cukup pasti untuk mengeksekusi opsi tersebut; dan
Pinalti karena penghentian awal sewa kecuali jika Grup cukup pasti untuk tidak menghentikan lebih
awal.
Pembayaran sewa dialokasikan menjadi bagian pokok dan biaya keuangan. Biaya keuangan dibebankan
pada laba rugi selama periode sewa sehingga menghasilkan tingkat suku bunga periodik yang konstan
atas saldo liabilitas untuk setiap periode.
Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar kepada Grup pada akhir masa sewa atau jika biaya
perolehan aset hak-guna merefleksikan Grup akan mengeksekusi opsi beli, maka Grup menyusutkan aset
hak-guna dari tanggal permulaan hingga akhir umur manfaat aset pendasar. Jika tidak, maka Grup
menyusutkan aset hak-guna dari tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur
manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.
Sewa jangka pendek
Grup memutuskan untuk tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangka-pendek yang
memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang. Grup mengakui pembayaran sewa atas sewa tersebut sebagai
beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
Modifikasi sewa
Grup mencatat modifikasi sewa sebagai sewa terpisah jika:
Modifikasi meningkatkan ruang lingkup sewa dengan menambahkan hak untuk menggunakan satu aset
pendasar atau lebih; dan
Imbalan sewa meningkat sebesar jumlah yang setara dengan harga tersendiri untuk peningkatan dalam
ruang lingkup dan penyesuaian yang tepat pada harga tersendiri tersebut untuk merefleksikan kondisi
kontrak tertentu.
Untuk modifikasi sewa yang tidak dicatat sebagai sewa terpisah, pada tanggal efektif modifikasi sewa,
Grup:
- Mengukur kembali dan mengalokasikan imbalan kontrak modifikasian;
- Menentukan masa sewa dari sewa modifikasian;
- Mengukur kembali liabilitas sewa dengan mendiskontokan pembayaran sewa revisian menggunakan
tingkat diskonto revisian berdasarkan sisa umur sewa dan sisa pembayaran sewa dengan melakukan
penyesuaian terhadap aset hak-guna. Tingkat diskonto revisian ditentukan sebagai suku bunga
pinjaman incremental Grup pada tanggal efektif modifikasi;
- Menurunkan jumlah tercatat aset hak-guna untuk merefleksikan penghentian sebagian atau
sepenuhnya sewa untuk modifikasi sewa yang menurunkan ruang lingkup sewa. Grup mengakui dalam
laba rugi setiap laba rugi yang terkait dengan penghentian sebagian atau sepenuhnya sewa tersebut;
dan
- Membuat penyesuaian terkait dengan aset hak-guna untuk seluruh modifikasi sewa lainnya.
Ketika Grup bertindak sebagai pesewa, Grup mengklasifikasi masing-masing sewanya baik sewa operasi
atau sewa pembiayaan.
19
Page 23
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
o. Sewa (Lanjutan)
Modifikasi sewa (Lanjutan)
Untuk mengklasifikasi masing-masing sewa, Grup membuat penilaian secara keseluruhan atas apakah
sewa mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset
pendasar. Jika penilaian membuktikan hal tersebut, maka sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan;
jika tidak maka, merupakan sewa operasi. Sebagai bagian dari penilaian ini, Grup mempertimbangkan
beberapa indikator seperti apakah masa sewa adalah sebagian besar dari umur ekonomik aset pendasar.
Sebagai Pesewa
Apabila aset disewakan melalui sewa pembiayaan, nilai kini pembayaran sewa diakui sebagai piutang.
Selisih antara nilai piutang bruto dan nilai kini piutang tersebut diakui sebagai penghasilan sewa
pembiayaan tangguhan.
Penghasilan sewa diakui selama masa sewa dengan menggunakan metode investasi neto yang
mencerminkan suatu tingkat pengembalian periodik yang konstan.
Penghasilan sewa diakui selama masa sewa dengan menggunakan metode investasi neto yang
mencerminkan suatu tingkat pengembalian periodik yang konstan.
p. Imbalan Kerja Karyawan
Imbalan pasca kerja
Grup membukukan imbalan pasca kerja sesuai dengan Undang-Undang ketenagakerjaan dan peraturan
pelaksanaan terkait.
Liabilitas yang diakui di laporan posisi keuangan konsolidasian adalah nilai kini liabilitas imbalan pasti pada
tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian sesuai dengan Undang-Undang dan Peraturan terkait yang
berlaku, dikurangi dengan nilai wajar aset program pensiun, jika ada.
Keuntungan atau kerugian aktuarial diakui dalam pendapatan komprehensif lainnya dan penyesuaian atas
biaya jasa lalu diakui dalam laba rugi.
Liabilitas imbalan pasti dihitung oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode Projected Unit
Credit. Nilai kini liabilitas imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan estimasi arus kas keluar masa
depan dengan menggunakan tingkat bunga Obligasi Pemerintah.
Biaya jasa kini diakui sebagai beban periode berjalan dalam laba rugi.
q. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Grup melakukan penerapan PSAK No. 115 yang mensyaratkan pengakuan pendapatan harus memenuhi
5 langkah analisa sebagai berikut:
1. Indentifikasi kontrak dengan pelanggan;
2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji dalam
kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke pelanggan;
3. Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh suatu
entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan. Jika
imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat variable.
20
Page 24
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
q. Pengakuan Pendapatan dan beban (Lanjutan)
Grup melakukan penerapan PSAK No. 115 yang mensyaratkan pengakuan pendapatan harus
memenuhi 5 langkah analisa sebagai berikut: (Lanjutan)
3. Maka Grup membuat estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima
atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah
jaminan kinerja jasa yang akan dibayarkan selama tahun kontrak;
4. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdiri
sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati
secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan
ditambah marjin; dan
5. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang
atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau jasa
tersebut).
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan cara sebagai berikut:
(i) Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
(ii) Suatu tahun waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan). Untuk kewajiban
pelaksanaan yang dipenuhi dalam suatu tahun waktu, Grup memilih ukuran penyelesaian yang sesuai
untuk penentuan jumlah pendapatan yang harus diakui karena telah terpenuhinya kewajiban
pelaksanaan.
Pendapatan dari penjualan barang dan jasa dalam kegiatan bisnis normal diakui pada saat Grup memenuhi
kewajiban Pelaksanaan dengan mengalihkan kendali atas barang atau jasa yang dijanjikan kepada
pelanggan. Jumlah pendapatan yang diakui adalah jumlah harga transaksi yang dialokasikan pada
kewajiban pelaksanaan yang terpenuhi.
Pendapatan dapat diakui pada waktu tertentu atau sepanjang waktu mengikuti waktu pemenuhan
kewajiban pelaksanaan. Jika pemenuhan kewajiban pelaksanaan adalah dari sepanjang waktu,
pendapatan diakui berdasarkan persentase penyelesaian yang mencerminkan kemajuan menuju
pemenuhan kewajiban pelaksanaan tersebut secara penuh.
Beban
Beban diakui saat terjadinya (basis akrual).
a) Pendapatan dari Jasa Penunjang Operasi, Kegiatan Lepas Pantai, dan Jasa Inspeksi
Pendapatan dari jasa pendukung operasi, kegiatan lepas pantai, dan jasa inspeksi diakui sepanjang
waktu.
Pendapatan dari pemberian jasa diakui atas kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi dari waktu
ke waktu, jika salah satu kriteria berikut terpenuhi:
i. Pelanggan secara bersamaan menerima dan menggunakan manfaat yang diberikan atas
pelaksanaan kinerja Grup pada saat dilakukan Grup;
ii. Kinerja Grup menciptakan atau meningkatkan aset yang dikendalikan pelanggan saat aset itu dibuat
atau ditingkatkan; atau
iii. Kinerja Grup tidak menciptakan aset dengan penggunaan alternatif untuk Grup dan Grup memiliki
hak yang dapat diberlakukan atas pembayaran untuk kinerja yang diselesaikan hingga saat ini.
Jika kewajiban pelaksanaan tidak dipenuhi dari waktu ke waktu sesuai dengan kriteria di atas, Grup
memenuhi kewajiban pelaksanaan pada saat jasa diberikan atau pada suatu waktu.
21
Page 25
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
q. Pengakuan Pendapatan dan beban (Lanjutan)
a) Pendapatan dari Jasa Penunjang Operasi, Kegiatan Lepas Pantai, dan Jasa Inspeksi
Dalam mengukur perkembangan kewajiban pelaksanaan dari waktu ke waktu, Grup menggunakan
metode output. Grup mengakui pendapatan berdasarkan pengukuran langsung atas nilai barang atau
jasa yang ditransfer hingga saat ini kepada pelanggan, terkait dengan sisa barang atau jasa yang
dijanjikan berdasarkan kontrak. Kemajuan diukur menggunakan survei kinerja yang diselesaikan hingga
saat ini. Kemajuan diukur menggunakan metode keluaran seperti jam kerja. Ini didasarkan pada laporan
waktu yang diselesaikan oleh Grup dan disepakati dengan pelanggan.
Grup memiliki hak untuk mendapatkan imbalan dari pelanggan dalam jumlah yang sesuai dengan nilai
terhadap pelanggan atas kinerja Grup yang diselesaikan hingga saat ini, oleh karena itu, Grup
mengakui pendapatan dalam jumlah yang menjadi haknya untuk ditagih.
Ketika usaha atau masukan Grup dikeluarkan secara merata selama periode pelaksanaan, Grup
mengakui pendapatan dengan dasar garis lurus.
b) Pendapatan dari Jasa Kontruksi
Grup mengakui pendapatan dari jasa penunjang konstruksi sepanjang waktu selama periode konstruksi
(atau menggunakan persentase penyelesaian) karena berdasarkan ketentuan kontrak dengan
pelanggannya, kinerja Grup tidak menciptakan aset dengan penggunaan alternatif dan Grup memiliki
ketentuan yang dapat diberlakukan hak atas pembayaran atas pelaksanaan yang diselesaikan hingga
saat ini.
Grup mengakui pendapatan dari sepanjang waktu dengan menggunakan metode input, yang
didasarkan pada biaya yang terjadi, relatif terhadap total biaya yang diharapkan untuk pemenuhan
kewajiban pelaksanaan. Grup menetapkan bahwa metode input adalah metode terbaik dalam mengukur
kemajuan karena terdapat hubungan langsung antara biaya yang dikeluarkan dan pengalihan layanan
kepada pelanggan.
c) Pendapatan dari Jasa Agensi
Grup mengakui pendapatan dari jasa agensi pada suatu titik waktu (yaitu, ketika jasa terkait diberikan).
Pendapatan/ beban bunga
Untuk semua instrumen keuangan yang diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi, pendapatan
atau biaya bunga dicatat dengan menggunakan metode suku bunga efektif (“SBE”), yaitu suku bunga
yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau penerimaan kas di masa yang akan
datang selama perkiraan umur dari instrumen keuangan, atau jika lebih tepat, selama periode yang lebih
singkat, untuk nilai tercatat neto dari aset keuangan atau liabilitas keuangan.
Pendapatan sewa
Pendapatan sewa yang timbul dari aset tetap dicatat dengan metode garis lurus selama masa sewa
atas sewa yang sedang berjalan.
Pengakuan beban
Beban diakui ketika jasa dari pihak lain telah diterima oleh Grup berdasarkan perjanjian atau kontrak.
Demikian pula, beban yang belum diketahui jumlahnya secara pasti sampai penutupan buku, dilakukan
penghitungan taksasi oleh unit teknis, dan diakui sebagai biaya yang masih harus dibayar.
22
Page 26
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
q. Pengakuan Pendapatan dan Beban (Lanjutan)
Pengakuan beban
Beban diakui ketika jasa dari pihak lain telah diterima oleh Grup berdasarkan perjanjian atau kontrak.
Demikian pula, beban yang belum diketahui jumlahnya secara pasti sampai penutupan buku, dilakukan
penghitungan taksasi oleh unit teknis, dan diakui sebagai biaya yang masih harus dibayar.
.
r. Pajak Penghasilan
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung
berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer aset dan liabilitas antara pelaporan
komersial dan pajak pada setiap tanggal pelaporan. Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan
temporer yang dapat dikurangan sepanjang tersedia laba kena pajak sehingga perbedaan temporer dapat
dimanfaatkan. Liabilitas pajak tangguhan umumnya diakui untuk seluruh perbedaan temporer kena pajak.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur berdasarkan tarif pajak yang akan berlaku pada tahun saat aset
direalisasikan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku atau yang telah
secara substantif telah diberlakukan pada tanggal pelaporan. Pengaruh pajak terkait dengan penyisihan
untuk dan/atau pembalikan seluruh perbedaan temporer selama tahun berjalan, termasuk pengaruh
perubahan tarif pajak, diakui sebagai beban atau penghasilan dalam laba rugi tahun berjalan, kecuali untuk
transaksi-transaksi yang sebelumnya telah dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah ulang pada akhir periode pelaporan dan dikurangi jumlah
tercatatnya jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang memadai untuk
mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan tersebut.
s. Pajak Final
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 40 Tahun 2009 tentang Pajak Penghasilan
atas Penghasilan dari Usaha Jasa Konstruksi adalah 2,65% final dari jumlah pembayaran tidak termasuk
Pajak Pertambahan Nilai dan dipotong oleh Pengguna Jasa dalam hal Pengguna Jasa merupakan
Pemotong Pajak.
Koreksi tehadap liabilitas perpajakan diakui saat surat ketetapan pajak diterima atau jika mengajukan
keberatan dan banding, pada saat keputusan atas keberatan dan banding tersebut telah ditetapkan.
Pajak penghasilan atas sewa dihitung berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 5 tahun 2002 tanggal
23 Maret 2002 dan KMK-120/KMK.03/2002 tentang pajak penghasilan final atas penyewaan tanah
dan/atau bangunan.
t. Laba Per Saham
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba atau rugi yang dapat diatribusikan kepada
pemegang saham biasa entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar dalam
suatu periode.
Untuk tujuan penghitungan laba per saham dilusian, Grup menyesuaikan laba atau rugi yang dapat
diatribusikan kepada pemegang saham biasa entitas induk dan jumlah rata-rata tertimbang saham yang
beredar, atas dampak dari seluruh instrument berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif.
23
Page 27
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
u. Segmen Operasi
Grup menyajikan segmen operasi berdasarkan informasi keuangan yang digunakan oleh pengambil
keputusan operasional dalam menilai kinerja segmen dan menentukan alokasi sumber daya yang
dimilikinya. Segmetasi berdasarkan aktivitas dari setiap kegiatan operasi entitas legal didalam Grup.
Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
yang terlihat dalam aktivitas bisnis yang memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk
pendapatan dan beban yang terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama);
hasil operasinya dikaji ulang secara berkala oleh kepala operasional untuk pembuatan keputusan
tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan
tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan
v. Modal Saham
Grup mengklasifikasikan instrumen modal sebagai liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas berdasarkan
substansi dari kriteria yang disebutkan di dalam kontrak.
Grup mengklasifikasikan saham Grup sebagai modal ketika tidak terdapat kewajiban di dalam kontrak untuk
mentransfer kas atau aset keuangan lainnya.
w. Kontinjensi
Liabilitas kontinjensi diungkapkan, kecuali jika arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat
ekonomi kemungkinannya kecil (remote). Aset kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan
konsolidasian, tetapi diungkapkan jika terdapat kemungkinan besar (probable) arus masuk manfaat
ekonomi.
x. Provisi
Provisi diakui ketika Grup memiliki liabilitas kini (hukum atau konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa
lalu, kemungkinan besar Grup diharuskan menyelesaikan kewajiban dan estimasi yang andal mengenai
jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.
Provisi diukur sebesar nilai kini dari estimasi terbaik manajemen atas pengeluaran yang diperlukan untuk
menyelesaikan liabilitas kini pada akhir periode pelaporan. Tingkat diskonto digunakan untuk menentukan
nilai kini dan risiko yang terkait dengan kewajiban. Peningkatan provisi seiring dengan berjalannya waktu
diakui sebagai beban bunga.
y. Dividen
Pembagian dividen final kepada para pemegang saham Perusahaan diakui sebagai liabilitas ketika dividen
disetujui oleh para pemegang saham Perusahaan. Pembagian dividen interim kepada para pemegang
saham Perusahaan diakui sebagai liabilitas ketika dividen disetujui berdasarkan keputusan rapat Direksi
dan sudah diumumkan kepada publik.
z. Peristiwa setelah periode pelaporan
Peristiwa setelah akhir tahun yang memberikan tambahan informasi mengenai posisi keuangan
konsolidasian Kelompok Usaha pada tanggal pelaporan (peristiwa penyesuaian), jika ada, dicerminkan
dalam laporan keuangan. Peristiwa setelah periode pelaporan yang bukan peristiwa penyesuaian
diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian jika material.
24
Page 28
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Grup mengharuskan manajemen untuk membuat
pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dari pendapatan, beban,
aset dan liabilitas, dan pengungkapan atas liabilitas kontijensi, pada akhir periode pelaporan.
Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material
terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya.
Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi yang dijelaskan Catatan 2, tidak terdapat pertimbangan
signifikan yang memiliki dampak material pada jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian.
Pertimbangan
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi Grup yang
memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian:
Pengakuan Pendapatan atas Penjualan Barang dan Jasa
Pengakuan pendapatan berdasarkan PSAK No. 115 mencakup penerapan penilaian dan estimasi
signifikan dalam:
(a) identifikasi kontrak pendapatan yang akan memenuhi persyaratan PSAK No. 115;
(b) penilaian kewajiban pelaksanaan dan probabilitas bahwa entitas akan mengumpulkan pertimbangan
dari pembeli;
(c) menentukan metode untuk memperkirakan pertimbangan variabel dan menilai kendala; dan
(d) pengakuan pendapatan karena Grup memenuhi kewajiban pelaksanaan.
a) Keterjadian kontrak
Grup membuat kontrak dengan pelanggan melalui pesanan pembelian barang atau jasa yang disetujui
dan merupakan kontrak yang valid karena terdapat rincian spesifik seperti kuantitas, harga, syarat
kontrak dan kewajiban masing-masing diidentifikasi dengan jelas. Selain itu, bagian dari proses
penilaian Grup sebelum spengakuan pendapatan adalah untuk menilai kemungkinan bahwa Grup akan
mengumpulkan imbalan yang menjadi haknya untuk ditukar dengan jasa yang diserahkan kepada
pelanggan.
b) Identifikasi kewajiban pelaksanaan
Grup mengidentifikasi kewajiban pelaksanaan dengan mempertimbangkan apakah barang atau jasa
yang disepakati dalam kontrak merupakan barang atau jasa yang berbeda. Suatu barang atau jasa
menjadi berbeda ketika pelanggan dapat memperoleh keuntungan dari barang atau jasa itu sendiri atau
bersama dengan sumber daya lain yang tersedia bagi pelanggan dan kewajiban Grup untuk mentransfer
barang atau jasa tersebut kepada pelanggan dapat diidentifikasi secara terpisah dari kewajiban yang
lain dalam kontrak.
Berdasarkan penilaian manajemen, setiap aliran pendapatan yang diidentifikasi merupakan kewajiban
pelaksanaan yang terpisah.
c) Pengakuan pendapatan ketika Grup memenuhi kewajiban pelaksanaan
Grup mengakui pendapatan sepanjang waktu untuk pengaturan pendapatannya yang melibatkan jasa
penunjang operasi, kegiatan lepas pantai dan jasa inspeksi, dan jasa konstruksi.
Pendapatan dari jasa agensi diakui pada suatu waktu (yaitu, ketika jasa terkait diberikan).
25
Page 29
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
Pertimbangan (Lanjutan)
Sewa
Penentuan apakah suatu perjanjian mengandung unsur sewa membutuhkan pertimbangan yang cermat
untuk menilai apakah perjanjian tersebut memberikan hak untuk mendapatkan secara subtansial seluruh
manfaat ekonomi dari penggunaan aset identifikasian dan hak untuk mengarahkan penggunaan aset
identifikasian, bahkan jika hak tersebut tidak dijabarkan secara eksplisit di perjanjian.
Karena Grup tidak dapat dengan mudah menentukan suku bunga implisit, manajemen menggunakan suku
bunga pinjaman inkremental Grup sebagai tingkat diskonto. Ada beberapa faktor yang perlu
dipertimbangkan dalam menentukan suku bunga pinjaman inkremental, yang banyak di antaranya
memerlukan pertimbangan untuk dapat secara andal mengukur penyesuaian yang diperlukan untuk
sampai pada tingkat diskonto akhir.
Dalam menentukan suku bunga pinjaman inkremental, Grup mempertimbangkan faktor-faktor utama
berikut; risiko kredit korporat Grup, jangka waktu sewa, jangka waktu pembayaran sewa, lingkungan
ekonomi, waktu di mana sewa dimasukkan, dan mata uang di mana pembayaran sewa ditentukan.
Dalam menentukan jangka waktu sewa, Grup mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang
menimbulkan insentif ekonomi untuk menggunakan opsi perpanjangan, atau tidak menggunakan opsi
penghentian. Opsi perpanjangan (atau periode setelah opsi penghentian kontrak kerja) hanya termasuk
dalam jangka waktu sewa jika cukup pasti akan diperpanjang (atau tidak dihentikan).
Penilaian tersebut ditinjau jika terjadi peristiwa signifikan atau perubahan signifikan dalam situasi
yang mempengaruhi penilaian ini dan berada dalam kendali Grup.
Grup awalnya mengestimasi dan mengakui jumlah yang diharapkan akan dibayarkan dengan jaminan nilai
residu sebagai bagian dari liabilitas sewa. Jumlah tersebut ditinjau, dan disesuaikan jika perlu, pada akhir
setiap periode pelaporan.
Grup mempunyai beberapa perjanjian sewa di mana Grup bertindak sebagai penyewa atau pesewa untuk
beberapa aset tetap tertentu. Grup mengevaluasi apakah terdapat risiko dan manfaat kepemilikan yang
signifikan dari aset sewa yang dialihkan kepada lessee atau tetap ada pada Grup berdasarkan PSAK No.
116 yang mensyaratkan Grup untuk membuat pertimbangan dan estimasi dari pengalihan risiko dan
manfaat terkait dengan kepemilikan aset yang disewa.
Manfaat Karyawan dan Pensiun
Grup menentukan tingkat diskonto yang tepat dan kenaikan gaji di masa depan pada setiap akhir periode
pelaporan. Tingkat diskonto adalah tingkat suku bunga yang harus digunakan untuk menentukan nilai kini
estimasi arus kas masa depan diharapkan yang diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban pensiun. Dalam
menentukan tingkat diskonto yang sesuai.
Grup mempertimbangkan tingkat suku bunga obligasi pemerintah dalam mata uang di mana imbalan
tersebut akan dibayarkan dan yang memiliki jangka waktu yang mendekati ketentuan kewajiban pensiun
yang bersangkutan.
Untuk tingkat kenaikan gaji di masa depan, Perusahaan mengumpulkan semua data historis yang
berkaitan dengan perubahan gaji pokok dan menyesuaikan untuk rencana bisnis masa depan.
Beban dari program pensiun iuran pasti dan nilai kini dari kewajiban pensiun Perusahaan dihitung
berdasarkan penilaian aktuaris dengan menggunakan asumsi-asumsi tersebut diantaranya tingkat diskonto,
tingkat pengembalian dana yang diharapkan, tingkat kenaikan kompensasi dan tingkat kematian. Kewajiban
iuran pasti sangat sensitif terhadap perubahan asumsi. Nilai tercatat liabilitas telah diungkapkan dalam
Catatan 20.
26
Page 30
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
Pertimbangan (Lanjutan)
Mata Uang Fungsional
Mata uang fungsional Grup adalah mata uang dari lingkungan ekonomi primer dimana Grup beroperasi.
Grup mempertimbangkan beberapa faktor dalam menentukan mata uang fungsionalnya, antara lain, mata
uang yang paling mempengaruhi pendapatan, biaya dan pendanaan, dan mata uang di mana penerimaan
dari aktivitas operasi biasanya dipakai.
Berdasarkan substansi ekonomi yang mendasari keadaan yang relevan terhadap Grup, mata uang
fungsional yang telah ditentukan Rupiah.
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang
memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk
tahun berikutnya diungkapkan di bawah ini. Perusahaan mendasarkan asumsi dan estimasi pada
parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun.
Situasi dan asumsi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau
situasi diluar kendali Grup. Perubahan tersebut tercermin dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.
Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan
Grup menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan
dengan mempertimbangkan bila definisi yang ditetapkan PSAK No. 109 dipenuhi. Dengan demikian, aset
keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi seperti diungkapkan pada
Catatan 2f.
Estimasi dan Asumsi
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang
memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk
tahun berikutnya diungkapkan di bawah ini. Grup mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang
tersedia pada saat laporan keuangan konsolidasian disusun.
Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau
situasi di luar kendali Grup. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.
Penilaian Ekspektasi Kerugian Kredit (ECL - Expected Credit Loss) pada Piutang Usaha
Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan dalam penghitungan ECL, awalnya menggunakan
matriks provisi berdasarkan tarif default historis untuk piutang usaha. Matriks provisi menentukan tingkat
provisi tergantung pada jumlah hari piutang usaha telah lewat jatuh tempo. Grup juga menggunakan
pengelompokan yang tepat jika historis pengalaman kerugian kredit menunjukkan pola kerugian yang
berbeda secara signifikan untuk segmen pelanggan yang berbeda. Grup kemudian menyesuaikan historis
pengalaman kerugian kredit dengan informasi berwawasan ke depan berdasarkan data yang dapat
diobservasi saat ini yang mempengaruhi setiap segmen pelanggan untuk mencerminkan pengaruh kondisi
ekonomi saat ini dan yang diperkirakan.
Grup menyesuaikan tarif default historis ke tarif default berwawasan ke depan dengan menentukan faktor
ekonomi terkait yang memengaruhi setiap segmen pelanggan. Grup secara teratur meninjau metodologi
dan asumsi yang digunakan untuk memperkirakan ECL untuk mengurangi perbedaan antara estimasi dan
pengalaman kerugian kredit yang sebenarnya.
Penentuan hubungan antara tingkat gagal bayar historis dan kondisi ekonomi yang diperkirakan
merupakan estimasi akuntansi yang signifikan. Oleh karena itu, ketentuan ECL pada piutang usaha sensitif
terhadap perubahan asumsi tentang prakiraan kondisi ekonomi.
27
Page 31
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
Estimasi dan Asumsi (Lanjutan)
Penilaian ECL atas Aset Keuangan Lainnya pada Biaya Amortisasi
Grup menentukan penyisihan ECL menggunakan pendekatan umum berdasarkan estimasi tertimbang
probabilitas dari nilai sekarang dari semua kekurangan kas selama perkiraan umur aset keuangan dengan
biaya perolehan diamortisasi. ECL diberikan untuk kerugian kredit yang diakibatkan oleh kemungkinan
peristiwa gagal bayar dalam 12 bulan ke depan kecuali ada peningkatan yang signifikan dalam risiko kredit
sejak pengakuan awal di mana dalam hal ini ECL diberikan berdasarkan ECL seumur hidup.
Ketika menentukan apakah telah terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan, Grup mempertimbangkan
informasi yang wajar dan dapat didukung yang tersedia tanpa biaya atau upaya yang tidak semestinya dan
yang relevan untuk instrumen keuangan tertentu yang sedang dinilai seperti, tetapi tidak terbatas pada,
faktor-faktor berikut:
Penurunan peringkat kredit eksternal dan internal aktual atau yang diharapkan;
Perubahan merugikan yang ada atau yang diperkirakan terjadi dalam bisnis, keuangan atau kondisi
ekonomi; dan,
Perubahan merugikan signifikan yang aktual atau yang diharapkan dalam hasil operasi peminjam.
Grup juga menganggap aset keuangan yang telah lewat lebih dari 90 hari sebagai titik terakhir di mana
ECL seumur hidup harus diakui kecuali dapat menunjukkan bahwa hal ini tidak mewakili risiko yang
signifikan dalam risiko kredit seperti ketika non-pembayaran adalah administrasi. pengawasan daripada
akibat kesulitan keuangan peminjam.
Grup telah menilai bahwa ECL atas aset keuangan lainnya kas di bank dan setara kas pada biaya perolehan
diamortisasi tidak material karena transaksi yang berkaitan dengan aset keuangan ini dilakukan oleh Grup
hanya dengan bank dan perusahaan terkemuka dengan reputasi kredit yang baik dan relatif. risiko gagal
bayar yang rendah.
Oleh karena itu, tidak ada penyisihan untuk ECL atas aset keuangan lainnya sebesar biaya perolehan
diamortisasi yang diakui pada tahun 2024.
Estimasi Nilai Persediaan Yang Dapat Direalisasikan
Dalam menentukan nilai realisasi bersih (NRV) persediaan, Grup mempertimbangkan persediaan usang,
kerusakan, kerusakan fisik, perubahan tingkat harga, perubahan kebutuhan konsumen, atau penyebab
lainnya untuk mengidentifikasi persediaan yang harus diturunkan ke NRV. Grup menyesuaikan biaya
persediaan ke jumlah terpulihkan pada tingkat yang dianggap cukup untuk mencerminkan penurunan
pasar dalam nilai persediaan.
Estimasi Masa Manfaat Aset Tetap
Grup mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap berdasarkan utilisasi dari aset yang diharapkan
dan didukung dengan rencana dan strategi usaha dan perilaku pasar. Estimasi dari masa manfaat aset
tetap adalah berdasarkan penelaahan Grup terhadap praktek industri, evaluasi teknis internal dan
pengalaman untuk aset yang setara.
Estimasi masa manfaat ditelaah minimal setiap akhir periode pelaporan dan diperbarui jika ekspektasi
berbeda dari estimasi sebelumnya dikarenakan pemakaian dan kerusakan fisik, keusangan secara teknis
atau komersial dan hukum atau pembatasan lain atas penggunaan dari aset. Tetapi, adalah mungkin, hasil
di masa depan dari operasi dapat dipengaruhi secara material oleh perubahan-perubahan dalam estimasi
yang diakibatkan oleh perubahan faktor-faktor yang disebutkan di atas.
Grup mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 2 sampai dengan 20 tahun. Ini adalah umur
yang secara umum diharapkan dalam industri dimana Grup menjalankan bisnisnya.
28
Page 32
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
Estimasi dan Asumsi (Lanjutan)
Estimasi Masa Manfaat Aset Tetap (Lanjutan)
Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis
dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi.
Pajak Penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat
transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti dalam kegiatan usaha
normal. Grup mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat
tambahan pajak penghasilan badan.
Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan saldo rugi
fiskal yang belum dikompensasikan, sepanjang perbedaan temporer dan rugi fiskal yang belum
dikompensasikan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba fiskal pada masa yang akan datang.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah pada setiap tanggal neraca dan nilai tercatat aset pajak
tangguhan tersebut diturunkan apabila tidak lagi terdapat kemungkinan besar bahwa laba fiskal yang
memadai akan tersedia untuk mengkompensasi sebagian atau semua manfaat aset pajak tangguhan.
29
Page 33
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. KAS DAN SETARA KAS
30 September 2025 31 Desember 2024
Kas 838.559.067 662.000.001
Bank
Rupiah
PT Bank CIMB Niaga Tbk 58.394.123.967 866.081.440
PT Bank UOB Indonesia 16.617.468.884 156.761.262
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 15.862.323.758 19.573.793.014
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 14.991.548.487 15.838.882.836
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 7.428.968.649 7.460.192.249
Lain-lain (masing-masing
kurang dari Rp1.000.000.000) 2.172.413.104 2.359.050.868
Dolar Amerika Serikat
PT Bank DBS Indonesia 6.456.560.406 3.213.143.139
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 478.064.359 1.845.168.509
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 274.689.411 585.763.085
PT Bank HSBC Indonesia 25.788.448 428.706.748
Lain-lain 343.508.921 297.852.892
Dolar Singapura
PT Bank CIMB Niaga Tbk 6.250.240 6.415.585
Euro
PT Bank DBS Indonesia 10.106.602 2.030.584
Sub-total 123.061.815.236 52.633.842.211
Deposito Berjangka
Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 15.750.125.000 17.250.125.000
PT Bank DBS Indonesia 11.300.000.000 11.300.000.000
Dolar Amerika Serikat
PT Bank CIMB Niaga Tbk 23.128.900.000 -
PT Bank DBS Indonesia 4.059.500.000 3.949.000.000
PT Bank CTBC Indonesia - 18.095.968.000
Jumlah 178.138.899.303 103.890.935.212
Tingkat Suku Bunga Kontraktual
Deposito Berjangka per Tahun
Rupiah 2,25% - 2,36% 2,00% - 2,50%
Dolar Amerika Serikat 2.00% - 4.35% 2.00% - 4.19%
Jatuh Tempo 1 - 3 bulan 1 - 3 bulan
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, tidak ada penempatan kas dan setara kas pada
pihak berelasi.
30
Page 34
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. PIUTANG USAHA
b. Berdasarkan pelanggan
30 September 2025 31 Desember 2024
Pihak Ketiga
PT Pertamina E&P Asset 115.439.882.212 85.298.464.707
PT Pertamina Hulu Rokan 84.731.482.165 95.550.160.382
PetroChina International Jabung Ltd. 80.861.648.529 57.382.152.390
PT Schlumberger Geophysic Nusantara 65.680.643.256 59.759.215.049
PT Star Energy Geothermal Indonesia 52.019.849.410 --
Sarulla Operations, Ltd. 47.040.277.590 --
Medco Energi (Madura Offshore) Pty. Ltd. 39.013.791.770 68.603.380.226
PT Pertamina Hulu Sanga Sanga 29.875.093.204 23.498.697.481
PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur 29.151.403.081 36.214.796.613
PT Pertamina Hulu Mahakam 22.296.739.379 48.936.532.595
Petrogas (Basin) Ltd 19.776.002.470 26.689.614.018
ExxonMobile Cepu Ltd 13.151.152.912 8.736.932.030
PT Chandra Asri Pacific Tbk 12.900.584.475 11.826.244.252
PT Pertamina Hulu Energi 11.745.592.458 37.068.585.384
CITIC Seram Energy Ltd. 9.273.959.582 11.767.138.507
PT Wartsila Indonesia 8.606.262.803 8.770.760.971
PT Wira Insani 7.344.140.744 6.707.711.194
PT Medco E&P Indonesia 7.190.407.764 9.028.272.634
PT Expro Indonesia 6.378.817.266 6.236.166.510
Premier Oil Andaman Ltd 6.364.342.716 --
PT Mandau Cipta Tenaga Nusantara 5.978.431.263 3.946.822.663
PT Pertamina Geothermal Energy 5.518.495.829 1.662.818.567
PT Kilang Pertamina Internasional 5.444.662.564 5.119.489.166
PT Citra Tubindo 5.721.017.589 9.053.943.635
PT ISS Indonesia 3.438.491.913 4.141.164.478
PT LIS International 1.853.998.751 8.119.994.201
PT Geo Dipa Energi 1.024.217.877 14.905.268.985
PT Xurya Daya Indonesia 830.783.453 4.220.871.373
PT Martabak Pizza Orins 236.487.978 2.138.410.589
Inpex Masela Ltd 184.120.000 12.464.658.213
Lain-lain 113.086.369.228 99.648.409.122
Sub-total 812.159.150.232 767.496.675.935
Cadangan kerugian penurunan nilai (12.058.684.376) (10.971.662.876)
Total pihak ketiga setelah
cadangan kerugian penurunan nilai 800.100.465.856 756.525.013.059
Jumlah 800.100.465.856 756.525.013.059
31
Page 35
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. PIUTANG USAHA (Lanjutan)
c. Berdasarkan mata uang
30 September 2025 31 Desember 2024
Berdasarkan mata uang
Rupiah 772.103.111.516 699.279.663.350
Dolar Amerika Serikat 40.056.038.716 68.217.012.585
Jumlah 812.159.150.232 767.496.675.935
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (12.058.684.376) (10.971.662.876)
Total piutang usaha, neto 800.100.465.856 756.525.013.059
d. Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai
30 September 2025 31 Desember 2024
Mutasi Cadangan Kerugian Penurunan Nilai
Saldo Awal 10.971.662.876 9.352.578.510
Penambahan 1.087.021.500 1.619.084.366
Saldo Akhir 12.058.684.376 10.971.662.876
e. Berdasarkan umur piutang
30 September 2025 31 Desember 2024
Berdasarkan Umur piutang
1 - 30 Hari 798.900.960.161 739.610.298.923
31 - 60 Hari 1.362.862.757 11.928.940.355
61 - 90 Hari 443.139.806 4.190.669.510
Lebih dari 90 Hari 11.452.187.508 11.766.767.147
Jumlah 812.159.150.232 767.496.675.935
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (12.058.684.376) (10.971.662.876)
Total piutang usaha, neto 800.100.465.856 756.525.013.059
Grup membentuk penyisihan kerugian penurunan nilai piutang berdasarkan pada estimasi nilai tidak
terpulihkan secara individual dan pengalaman Grup atas tertagihnya piutang di masa lalu. Manajemen
Grup berpendapat bahwa penyisihan kerugian penurunan nilai atas piutang usaha kepada pihak ketiga
adalah cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang tersebut,
sedangkan terhadap piutang kepada pihak-pihak berelasi tidak diadakan penyisihan kerugian penurunan
nilai karena manajemen berpendapat seluruh piutang tersebut dapat ditagih.
Piutang usaha per tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 dijadikan jaminan atas utang bank
jangka pendek (Catatan 14).
32
Page 36
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. ASET KEUANGAN LANCAR LAINNYA
30 September 2025 31 Desember 2024
Investasi Tersedia Untuk Dijual -- 169.054.520.000
Rekening bank dibatasi penggunaannya
dan deposito berjangka 5.318.316.828 6.380.905.214
Piutang lain-lain:
Pihak berelasi 4.550.452.483 5.631.791.817
Pihak ketiga 3.804.658.002 1.605.423.349
Lain-lain 11.318.408.454 25.560.195.195
Total 24.991.835.767 208.232.835.575
a. Investasi tersedia untuk dijual
Pada tanggal 9 September 2025, PT Supraco Indonesia (“SI”) telah melepas investasi saham pada
PT Sorik Marapi Geothermal Power dan telah mengalihkan kepada OTP Geothermal Pte. Ltd. dan
KS Orca Renewables Pte. Ltd. Transaksi penyelesaian utang OTP Geothermal Pte. Ltd. dilakukan
melalui kompensasi (set-off) antara harga pembelian saham dengan utang SI kepada OTP Geothermal
Pte. Ltd.
b. Rekening bank dibatasi penggunaannya dan deposito berjangka
30 September 2025 31 Desember 2024
Rekening bank dibatasi penggunaannya
Rupiah
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 290.296.282 1.352.884.668
Dollar Amerika Serikat
PT Bank HSBC Indonesia 115.467 105.754.766
Deposito Berjangka
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 5.028.020.546 5.028.020.546
Sub-total 5.318.432.295 6.486.659.980
Dikurangi bagian tidak lancar (Catatan 13) (115.467) (105.754.766)
Total 5.318.316.828 6.380.905.214
c. Piutang Lain Lain
Pihak berelasi
Utamanya merupakan pinjaman Grup kepada pihak berelasi.
Pihak ketiga
Utamanya merupakan dana talangan operasional Perusahaan dan entitas anak kepada pihak ketiga.
d. Lain-lain
Lain-lain terdiri dari transaksi lainnya sebesar uang yang disetorkan kepada bank yang dijadikan
jaminan atas penerbitan bid bond dan pinjaman bank jangka pendek oleh Grup, sebagai berikut
33
Page 37
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. ASET KEUANGAN LANCAR LAINNYA (Lanjutan)
d. Lain-lain (Lanjutan)
30 September 2025 31 Desember 2024
Rupiah
PT Bank CTBC 6.167.756.552 6.744.479.054
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 3.265.681.063 4.684.469.935
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 3.520.672.719 3.600.417.997
PT Bank HSBC Indonesia - 14.642.089.436
Lain-lain 1.629.979.183 573.208.708
Sub Total 14.584.089.517 30.244.665.130
Dikurangi bagian tidak lancar (Catatan 13) (3.265.681.063) (4.684.469.935)
Total 11.318.408.454 25.560.195.195
7. PERSEDIAAN
30 September 2025 31 Desember 2024
Peralatan dan suku cadang 8.287.738.661 6.940.156.616
Material 3.608.784.359 3.560.277.059
Film 1.327.191.448 753.073.371
Isotope IR 192 310.965.002 973.571.502
Perlengkapan keselamatan kerja 506.738.202 474.071.127
Lain-lain 830.009.333 541.862.491
1.978.518.739
Jumlah 14.871.427.005 13.243.012.166
Manajemen berkeyakinan bahwa seluruh persediaan dapat terealisasi dengan demikian tidak diperlukan
adanya penyisihan penurunan nilai realisasi neto dan keusangan persediaan.
8. UANG MUKA
30 September 2025 31 Desember 2024
Uang muka operasi 17.593.756.651 16.395.951.550
Uang muka pembelian 716.960.989 1.011.460.769
Jumlah 18.310.717.640 17.407.412.319
34
Page 38
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. PERPAJAKAN
a. Pajak dibayar di muka
30 September 2025 31 Desember 2024
Perusahaan
Pasal 23 11.639.736.744 -
Pajak pertambahan nilai 19.047.354.220 22.185.492.260
Entitas Anak
Aset Pajak Kini (PPh 28 A) Tahun 2014 -
Pasal 4 (2) 2.617.289.112 -
Pasal 15 21.544.361 -
Pasal 21 44.419.562 -
Pasal 22 113.171.425 -
Pasal 23 4.556.976.517 -
Pasal 25 1.998.664.427 -
Pajak Pertambahan Nilai - Bersih 476.359.280 -
Total 40.515.515.647 22.185.492.260
Perusahaan
Pada 25 Agustus 2025, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) No.00030
- 00035/407/24/081/25 atas pajak pertambahan nilai untuk periode Juli - Desember 2024 sebesar
Rp 7.543.304.627 dan Surat Perintah Membayar Kelebihan Pajak (SPMKP) diterima pada tanggal
30 September 2025.
Pada 31 Desember 2024, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB)
No.00100 - 00105/407/23/081/24 atas pajak pertambahan nilai untuk periode Juli - Desember 2023
sebesar Rp 7.671.083.716 dan Surat Perintah Membayar Kelebihan Pajak (SPMKP) diterima pada
tanggal 20 Januari 2025.
Pada 27 Desember 2024, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB)
No.00002 - 00007/407/24/081/24 atas pajak pertambahan nilai untuk periode Januari - Juni 2024
sebesar Rp 6.936.831.608 dan Surat Perintah Membayar Kelebihan Pajak (SPMKP) diterima pada
tanggal 20 Januari 2025.
Pada 31 Desember 2024, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB)
No.00100 - 00105/407/23/081/24 atas pajak pertambahan nilai untuk periode Januari - Juni 2023
sebesar Rp 7.671.083.716 dan Surat Perintah Membayar Kelebihan Pajak (SPMKP) diterima pada
tanggal 20 Januari 2025.
b. Estimasi tagihan pajak
30 September 2025 31 Desember 2024
Pajak Penghasilan Badan:
Entitas anak
Tahun 2024 2.836.582.541 2.903.445.302
35
Page 39
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. PERPAJAKAN (Lanjutan)
c. Utang pajak
30 September 2025 31 Desember 2024
Perusahaan
Estimasi liabilitas pajak kini periode berjalan 3.231.578.551 --
Pajak penghasilan
Pasal 4 (2) 47.830.595 163.807.399
Pasal 21 233.556.337 290.017.389
Pasal 23 276.410.026 285.563.864
Pasal 25 -- 92.374.528
Pasal 29 -- 204.748.097
Sub-total 3.804.982.787 1.036.511.277
Entitas Anak
Estimasi liabilitas pajak kini periode berjalan 14.608.485.979 --
Pajak penghasilan
Pasal 4 (2) 247.202.535 119.409.805
Pasal 15 5.829.959 5.829.959
Pasal 21 3.017.410.789 122.338.773
Pasal 23 214.371.007 70.619.347
Pasal 25 -- 224.803.845
Pasal 26 124.984.953 --
Pasal 29 -- 276.035.543
Pajak pertambahan nilai 2.894.384.586 1.589.674.589
Sub total 21.112.669.808 2.408.711.861
Total 24.917.652.595 3.445.223.138
d. Aset pajak tangguhan
Dikreditkan Dikreditkan
(dibebankan) ke ke penghasilan
31 Desember 2024 laba rugi komprehensif lain 30 September 2025
Aset pajak tangguhan, neto
Perusahaan:
Liabilitas imbalan kerja 7.174.404.362 469.921.891 -- 7.644.326.253
Cadangan kerugian penurunan nilai 2.178.365.833 318.344.730 -- 2.496.710.563
Aset tetap 3.129.833.341 427.201.429 -- 3.557.034.770
Aset hak guna 309.016.354 545.093.490 -- 854.109.844
Imbalan kerja 132.000.000 -- -- 132.000.000
Aset hak guna - sewa pembiayaan 408.809.174 (271.281.930) -- 137.527.244
Sub-total 13.332.429.064 1.489.279.610 -- 14.821.708.674
Entitas Anak
Liabilitas Imbalan Kerja 1.911.873.089 72.750.515 -- 1.984.623.604
Aset Tetap 7.149.615.212 -- -- 7.149.615.212
Cadangan kerugian penurunan nilai 235.400.000 (110.745.318) -- 124.654.682
Aset hak guna (392.247.998) (19.415.503) -- (411.663.501)
Investasi saham (11.140.878.707) -- 11.140.878.707 --
Sub-total (2.236.238.404) (57.410.306) 11.140.878.707 8.847.229.997
Total 11.096.190.660 1.431.869.304 11.140.878.707 23.668.938.671
36
Page 40
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. BIAYA DIBAYAR DIMUKA
30 September 2025 31 Desember 2024
Jasa instalasi proyek 45.605.165.585 25.673.424.145
Asuransi 12.264.042.732 9.295.884.560
Pemeliharaan 5.162.835.891 4.672.495.197
Lain-lain 3.125.580.624 2.845.891.507
Total 66.157.624.832 42.487.695.409
11. ASET TETAP
30 September 2025
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan :
Pemilikan Langsung
Tanah 22.483.952.959 - - - 22.483.952.959
Bangunan 17.308.311.622 - - 17.308.311.622
Peralatan Proyek 520.088.610.634 22.740.831.781 (2.260.962.624) 1.692.000.000 542.260.479.791
Peralatan dan Perlengkapan Kantor 25.043.921.221 2.600.271.568 (490.056.635) - 27.154.136.154
Kendaraan 14.486.230.836 - - - 14.486.230.836
Kapal 168.809.318.740 - - - 168.809.318.740
Mobile Offshore Production Unit (MOPU) 320.300.046.480 - - - 320.300.046.480
Aset Sewa Pembiayaan
Peralatan Proyek 25.867.940.206 - - (1.692.000.000) 24.175.940.206
Kendaraan 8.504.203.802 2.101.000.000 - - 10.605.203.802
Sub-total 1.122.892.536.500 27.442.103.349 (2.751.019.259) - 1.147.583.620.590
Aset dalam pembangunan 7.211.296.797 4.317.733.773 - 11.529.030.570
Jumlah 1.130.103.833.297 31.759.837.122 (2.751.019.259) - 1.159.112.651.160
Akumulasi Penyusutan :
Pemilikan Langsung
Bangunan 11.438.101.467 624.575.885 - - 12.062.677.352
Peralatan Proyek 455.688.662.786 22.733.610.699 (2.107.541.356) 1.430.437.422 477.745.169.551
Peralatan dan Perlengkapan Kantor 18.959.180.061 2.577.540.106 (424.578.714) - 21.112.141.453
Kendaraan 12.017.668.880 321.691.327 - - 12.339.360.207
Kapal 146.018.115.064 5.060.777.007 - (8.408.595.478) 142.670.296.593
Mobile Offshore Production Unit (MOPU) 256.184.411.738 16.185.694.842 - 8.364.908.056 280.735.014.636
Aset Sewa Pembiayaan
Peralatan Proyek 19.131.145.886 4.064.865.247 - (1.386.750.000) 21.809.261.133
Kendaraan 4.693.745.989 1.744.413.213 - 6.438.159.202
Jumlah akumulasi penyusutan 924.131.031.871 53.313.168.326 (2.532.120.070) - 974.912.080.127
Jumlah Tercatat 205.972.801.426 184.200.571.033
37
Page 41
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET TETAP (Lanjutan)
31 Desember 2024
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan :
Pemilikan Langsung
Tanah 22.483.952.959 - - - 22.483.952.959
Bangunan 17.308.311.622 - - - 17.308.311.622
Peralatan Proyek 571.530.920.423 14.323.802.155 (71.040.147.460) 5.274.035.516 520.088.610.634
Peralatan dan Perlengkapan Kantor 26.444.109.432 3.198.103.620 (4.598.291.831) - 25.043.921.221
Kendaraan 15.473.835.454 - (3.274.504.618) 2.286.900.000 14.486.230.836
Kapal 168.809.318.740 - - - 168.809.318.740
Mobile Offshore Production Unit (MOPU) 320.300.046.480 - - - 320.300.046.480
Aset Sewa Pembiayaan
Peralatan Proyek 27.202.060.722 3.939.915.000 - (5.274.035.516) 25.867.940.206
Kendaraan 5.058.265.766 5.732.838.036 - (2.286.900.000) 8.504.203.802
Sub-total 1.174.610.821.598 27.194.658.811 (78.912.943.909) - 1.122.892.536.500
Aset dalam pembangunan - 7.211.296.797 - 7.211.296.797
Jumlah 1.174.610.821.598 34.405.955.608 (78.912.943.909) - 1.130.103.833.297
Akumulasi Penyusutan :
Pemilikan Langsung
Bangunan 10.582.529.618 855.571.849 - - 11.438.101.467
Peralatan Proyek 466.436.543.949 60.292.266.297 (71.040.147.460) - 455.688.662.786
Peralatan dan Perlengkapan Kantor 20.767.191.706 2.790.280.186 (4.598.291.831) - 18.959.180.061
Kendaraan 14.719.471.300 572.702.198 (3.274.504.618) - 12.017.668.880
Kapal 130.876.669.070 15.141.445.994 - - 146.018.115.064
Mobile Offshore Production Unit (MOPU) 239.998.716.896 16.185.694.842 - - 256.184.411.738
Aset Sewa Pembiayaan
Peralatan Proyek 13.029.484.478 6.101.661.408 - - 19.131.145.886
Kendaraan 3.442.550.553 1.251.195.436 - - 4.693.745.989
Jumlah akumulasi penyusutan 899.853.157.570 103.190.818.210 (78.912.943.909) - 924.131.031.871
Jumlah Tercatat 274.757.664.028 205.972.801.426
Rincian laba atas penjualan aset tetap adalah sebagai berikut:
2025 2024
Hasil penjualan 541.392.921 1.651.337.993
Dikurangi: Nilai tercatat (218.899.189) (201.411.596)
Laba penjualan aset tetap 322.493.732 1.449.926.397
Beban penyusutan dialokasi sebagai berikut:
2025 2024
Pemilikan langsung :
Beban langsung (Catatan 24) 47.229.671.265 70.891.125.992
Beban usaha (Catatan 25) 274.218.601 1.413.521.473
Aset sewa pembiayaan :
Beban langsung (Catatan 24) 5.809.278.460 5.500.786.160
Total 53.313.168.326 77.805.433.625
Harga perolehan aset tetap yang telah disusutkan penuh tetapi masih digunakan pada tanggal
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing sebesar Rp 310.075.905.503 dan
Rp 263.435.478.140.
Grup memiliki lima bidang tanah di beberapa daerah dengan hak legal berupa HGB yang akan jatuh tempo
antara tahun 2028 sampai dengan tahun 2037. Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah dengan
perpanjangan hak atas tanah karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti
pemilikan yang memadai.
Aset tetap digunakan sebagai jaminan atas Utang Bank Jangka Pendek, Liabilitas Sewa Pembiayaan dan
Utang Pembiayaan Konsumen (Catatan 12, catatan14, dan catatan 18).
38
Page 42
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET TETAP (Lanjutan)
Manajemen Grup berpendapat bahwa tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang
mengindikasikan penurunan nilai aset tetap pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian.
Per 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, seluruh aset tetap kecuali tanah telah diasuransikan
kepada Asuransi Multi Artha Guna, BRI Insurance, Asuransi Tugu Pratama Indonesia, Asuransi Bintang,
Asuransi Central Asia, Asuransi Ramayana, Asuransi Zurich, Asuransi Buana Independent, Asuransi Intra
Asia, Asuransi Cakrawala Proteksi, Asuransi Mitra Pelindung Mustika, dan Asuransi Jasa Raharja Putera
terhadap risiko kebakaran, dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 882.749.930.500 (31
Desember 2024: Rp 789.731.040.722).
Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kerugian atas aset
yang dipertanggungkan.
12. ASET HAK GUNA DAN LIABILITAS SEWA
30 September 2025
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan:
Pemilikan Langsung:
Tanah & Bangunan 214.963.755 - - - 214.963.755
Kendaraan 29.949.236.536 - (2.360.804.989) - 27.588.431.547
Peralatan kantor 466.473.106 - (466.473.106) - -
Jumlah 30.630.673.397 - (2.827.278.095) - 27.803.395.302
Akumulasi Penyusutan:
Pemilikan Langsung:
Tanah & Bangunan 107.481.880 53.740.939 - - 161.222.819
Kendaraan 17.649.548.853 5.812.763.231 (2.360.804.989) - 21.101.507.095
Peralatan kantor 427.600.348 38.872.758 (466.473.106) - -
Jumlah 18.184.631.081 5.905.376.928 (2.827.278.095) - 21.262.729.914
Jumlah Tercatat 12.446.042.316 6.540.665.388
31 Desember 2024
Saldo awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan:
Pemilikan Langsung:
Tanah & Bangunan 1.687.185.978 - (3.666.666.667) 2.194.444.444 214.963.755
Peralatan Proyek 11.324.262.870 - (11.963.778.653) 639.515.783 -
Kendaraan 32.297.048.254 - (2.404.159.834) 56.348.116 29.949.236.536
Peralatan kantor 466.473.106 - - - 466.473.106
Jumlah 45.774.970.208 - (18.034.605.154) 2.890.308.343 30.630.673.397
Akumulasi Penyusutan:
Pemilikan Langsung:
Tanah & Bangunan 1.591.845.810 617.487.920 (3.666.666.667) 1.564.814.817 107.481.880
Peralatan Proyek 5.511.231.266 4.984.907.771 (11.963.778.652) 1.467.639.615 --
Kendaraan 10.529.476.118 8.349.725.664 (1.087.506.840) (142.146.089) 17.649.548.853
Peralatan kantor 310.982.071 116.618.277 - - 427.600.348
Jumlah 17.943.535.265 14.068.739.632 (16.717.952.159) 2.890.308.343 18.184.631.081
Jumlah Tercatat 27.831.434.943 12.446.042.316
Aset hak guna merupakan aset yang berasal hanya dari aktifitas sewa operasi, sedangkan aset hak guna
yang berasal dari aktifitas sewa pembiayaan disajikan sebagai bagian dari kelompok aset tetap (Catatan
11).
39
Page 43
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. ASET HAK GUNA DAN LIABILITAS SEWA (Lanjutan)
Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut:
2025 2024
Beban langsung (Catatan 24) 5.812.763.230 11.528.617.267
Beban usaha (Catatan 25) 92.613.698 499.842.704
Total 5.905.376.928 12.028.459.971
Liabilitas sewa terdiri dari:
30 September 2025 31 Desember 2024
Liabilitas sewa 17.854.768.559 24.610.817.233
Bagian jatuh tempo dalam satu tahun (10.893.871.362) (16.416.994.729)
Liabilitas sewa jangka panjang - bersih 6.960.897.197 8.193.822.504
Manajemen menetapkan kebijakan untuk membeli peralatan proyek dan kendaraan melalui sewa. Jangka
waktu sewa antara 2 sampai 3 tahun dengan suku bunga efektif antara 5% - 8% per tahun. Utang ini dijamin
dengan kendaraan bermotor dan peralatan proyek yang dibiayai.
13. ASET TAK BERWUJUD
30 September 2025
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Biaya Perolehan :
Pemilikan Langsung
Software - 995.000.000 - 995.000.000
Jumlah - 995.000.000 - 995.000.000
Akumulasi Penyusutan :
Pemilikan Langsung
Software - 186.562.500 - 186.562.500
Jumlah - 186.562.500 - 186.562.500
Jumlah Tercatat - 808.437.500
14. ASET KEUANGAN TIDAK LANCAR LAINNYA
30 September 2025 31 Desember 2024
Uang jaminan 3.265.681.063 4.684.469.935
Rekening bank dibatasi penggunaannya 115.467 105.754.766
Total 3.265.796.530 4.790.224.701
Uang jaminan merupakan uang yang disetorkan kepada bank yang dijadikan jaminan atas penerbitan
Performance Bond oleh Grup.
40
Page 44
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. UTANG BANK JANGKA PENDEK
30 September 2025 31 Desember 2024
Perusahaan
Rupiah
PT Bank DBS Indonesia 78.868.678.754 90.197.972.850
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 25.999.144.939 33.048.414.853
PT Bank CTBC Indonesia 22.615.277.861 27.481.707.476
PT Bank CIMB Niaga Tbk 2.837.816.294 -
Sub-total 130.320.917.848 150.728.095.179
Dolar Amerika Serikat
PT Bank DBS Indonesia 15.846.000.000 28.283.500.000
Sub-total 146.166.917.848 179.011.595.179
Entitas Anak
Rupiah
PT Bank UOB Indonesia 125.877.802.656 125.915.787.223
PT Bank CTBC Indonesia 99.998.972.563 99.995.067.281
PT Bank CIMB Niaga Tbk 76.283.713.481 -
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 37.955.000.000 37.969.000.000
PT Bank HSBC Indonesia - 74.473.154.221
Sub-total 340.115.488.700 338.353.008.725
Total 486.282.406.548 517.364.603.904
PT Bank DBS Indonesia
Perusahaan
Merupakan total fasilitas yang diperoleh Perusahaan dengan perincian sebagai berikut:
1. Uncommitted sales invoice facility dengan jumlah fasilitas tersedia maksimum Rp40.000.000.000
dengan tenor maksimum 3 bulan. Berdasarkan perubahan terakhir atas perjanjian, fasilitas ini akan
berakhir tanggal 28 Februari 2026.
2. Uncommitted sales invoice facility 2 dengan jumlah fasilitas tersedia maksimum Rp20.000.000.000
dengan tenor maksimum 90 hari, yang mana limitnya dapat digunakan untuk sub-sub fasilitas
perbankan berupa sublimit account payable financing, pembiayaan impor berupa L/C
(Usance/Sight/UPAS), jaminan bagi penerbit Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN), fasilitas
trust receipt dan pembiayaan piutang. Berdasarkan perubahan terakhir atas perjanjian, fasilitas ini akan
berakhir tanggal 28 Februari 2026.
3. Uncommitted pre-shipment export financing facility dengan jumlah fasilitas tersedia maksimum
Rp80.000.000.000 dengan tenor maksimum 150 hari. Berdasarkan perubahan terakhir atas perjanjian,
fasilitas ini diperbaharui dengan jumlah fasilitas tersedia maksimum Rp53.000.000.000 dengan tenor
maksimum 150 hari yang akan berakhir tanggal 28 Februari 2026.
4. Revolving credit facility merupakan fasilitas pembiayaan modal kerja untuk kegiatan operasional MOPU
Meleo Producer Paltform, dengan jumlah maksimum USD 2.500.000. Fasilits ini akan berakhir pada
tanggal 28 Februari 2026.
5. Omnibus Facility merupakan fasilitas pembiayaan import berupa L/C atas pembelian mesin/turbine
untuk MOPU Maleo Producer Platform. Fasilitas L/C akan menjadi fasilitas term loan yang akan jatuh
tempo 12 bulan sejak pencairan term loan pertama. Fasilitas tersedia maksimum USD 1.000.000.
Fasilitas ini akan berakhir pada 28 Februari 2026.
41
Page 45
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. UTANG BANK JANGKA PENDEK (Lanjutan)
PT Bank DBS Indonesia (Lanjutan)
Perusahaan (Lanjutan)
6. Fasilitas berupa PCE FX Forward/Spot dengan tujuan utama untuk keperluan hedging valuta asing (FX).
Fasilitas ini diberikan dengan limit sebesar USD 300.000 dan memiliki jangka waktu maksimal hingga
12 bulan. Fasilitas ini memungkinkan perusahaan untuk mengelola risiko fluktuasi nilai tukar dalam
transaksi valas, baik melalui mekanisme forward maupun spot transaction, sesuai kebutuhan lindung
nilai terhadap eksposur mata uang asing.
Fasilitas 1-5 di atas dikenakan suku bunga sebesar 10,0% per tahun, untuk penarikan dalam mata uang
rupiah. Adapun penarikan dalam mata uang Dolar Amerika Serikat dikenakan suku bunga 8% per tahun.
Fasilitas-fasilitas ini dijaminkan oleh piutang usaha (catatan 5).
Berdasarkan persyaratan dalam perjanjian pinjaman, Perusahaan diwajibkan untuk memenuhi beberapa
batasan tertentu antara lain, mendapatkan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pihak kreditur, antara
lain dalam hal penjualan dan penerbitan opsi, waran, dan hak untuk memperoleh saham anak Perusahan,
melakukan penambahan utang baru, melakukan reorganisasi, merger, akuisisi, dan penggabungan, selain
reorganisasi yang diizinkan, seperti IPO anak Perusahaan, melakukan penjualan aset dan melakukan
perubahan dalam bisnis Perusahaan.
Saldo utang dalam Rupiah untuk fasilitas ini per tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 adalah
masing-masing sebesar Rp 78.868.678.754 dan Rp 90.197.972.850.
Saldo utang dalam Dolar Amerika Serikat untuk fasilitas ini pada tanggal 30 September 2025 dan 31
Desember 2024 adalah masing-masing sebesar AS$ 950.000 (setara dengan Rp 15.846.000.000) dan
AS$ 1.750.000 (setara dengan Rp 28.283.500.000).
Pada tanggal laporan keuangan ini dibuat sedang dilakukan proses review perpanjangan waktu fasilitas
untuk 1 tahun ke depan
PT Bank HSBC Indonesia
Entitas Anak - PT Supraco Indonesia (SI)
Merupakan fasilitas yang dimiliki SI, yang terdiri dari fasilitas modal kerja, pembiayaan impor, pembiayaan
ekspor, Bank Garansi, dan fasilitas treasury dengan limit Rp75.000.000.000, yang dapat digunakan secara
korporasi. Fasilitas tersebut di atas dikenakan suku bunga sebesar 10,00%-11,00% per tahun, untuk
penarikan dalam mata uang rupiah. Fasilitas ini verlaku sampai dengan 31 Januari 2025.
Pinjaman ini dijamin oleh piutang dari SI sebesar USD 5.000.000 dan aset tetap berupa kapal atas nama
PT Supraco Lines.
Berdasarkan persyaratan dalam perjanjian pinjaman, Perusahaan diwajibkan untuk memenuhi beberapa
batasan tertentu antara lain, mendapatkan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pihak kreditur, antara
lain dalam hal bertindak sebagai penjamin (borg) atas utang pihak ketiga, menjaminkan kepada bank atau
pihak ketiga lain atas barang-barang yang telah diserahkan ke bank, meminjamkan atau menyewakan
kepada pihak lain ketiga manapun juga, barang-barang yang telah dijaminkan, dan menarik fasilitas diatas
jumlah plafon. Disamping itu SI juga diharuskan memelihara rasio-rasio keuangan tertentu.
Saldo utang untuk fasilitas ini per 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing sebesar
nihil dan Rp 74.473.154.221.
Fasilitas ini telah dilunasi pada tanggal 4 Juni 2025.
42
Page 46
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. UTANG BANK JANGKA PENDEK (Lanjutan)
PT Bank HSBC Indonesia
Entitas Anak - PT Supraco Lines (SL)
Merupakan bagian dari fasilitas yang dimiliki SI, yang terdiri dari fasilitas modal kerja, pembiayaan impor,
pembiayaan ekspor, Bank Garansi, dan fasilitas treasury dengan limit sebesar Rp 25.000.000.000.
Fasilitas tersebut di atas dikenakan suku bunga sebesar 10,00%-11,00% per tahun, untuk penarikan dalam
mata uang rupiah dan berakhir pada tanggal 31 Januari 2025.
Saldo utang untuk fasilitas ini dalam Rupiah per 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, masing-
masing sebesar nihil.
Fasilitas ini telah dilunasi pada tanggal 4 Juni 2025.
PT Bank UOB Indonesia
Entitas Anak - PT Supraco Indonesia (SI):
Merupakan bagian dari total fasilitas gabungan sebesar Rp 280.000.000.000 untuk keperluan modal kerja
dan/atau investasi yang diterima oleh SI pada tanggal 23 Mei 2018, sebagai berikut:
1. Revolving Credit Facility 1 dengan batas penggunaan maksimum Rp50.000.000.000. Fasilitas ini
memiliki jangka waktu 12 bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 27 Januari 2026.
2. Revolving Credit Facility 2 dengan batas penggunaan maksimum Rp15.000.000.000. Fasilitas ini
memiliki jangka waktu 12 bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 27 Januari 2026.
3. Pre-Export Financing (PEF I) dengan batas penggunaan maksimum Rp50.000.000.000. Fasilitas ini
memiliki jangka waktu 12 bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 27 Januari 2026.
4. Fasilitas Import Financing (sublimit Pre-Export Financing) dengan batas penggunaan maksimum
Rp50.000.000.000 dan memiliki jangka waktu 12 bulan, serta akan jatuh tempo pada tanggal
27 Januari 2026.
5. Pre-Export Financing 2 dengan batas penggunaan maksimum Rp.25.000.000.000. Fasilitas ini
dikhususkan untuk membiayai proyek-proyek yang berkaitan dengan bidang konstruksi green energy,
dan memiliki jangka waktu 12 bulan serta akan berakhir pada tanggal 27 Januari 2026.
6. Fasilitas Invoice Financing 2 (sublimit Pre-Export Financing 2) dengan batas penggunaan maksimum
Rp.25.000.000.000. Fasilitas ini dikhususkan untuk membiayai proyek-proyek yang berkaitan dengan
bidang konstruksi green energy dan memiliki jangka waktu 12 bulan serta akan berakhir pada tanggal
27 Januari 2026.
7. Sublimit fasilitas Sight/Usance Letter of Credit/ SKBDN maksimum sebesar Rp.25.000.000.
8. Sublimit Fasilitas Trust Receipt (“TR”) dengan penggunaan batas maksimum sebesar Rp
25.000.000.000.
9. Pre-Export Financing 3 dengan batas penggunaan maksimum sebesar Rp 25.000.000.000. Fasilitas ini
memiliki jangka waktu 12 bulan serta akan berakhir pada tanggal 27 Januari 2026.
10. Fasilitas Import Financing 3 (sublimit Pre-Export Financing 3) dengan batas penggunaan maksimum
sebesar Rp 25.000.000.000. Fasilitas ini memiliki jangka waktu 12 bulan serta akan berakhir pada
tanggal 27 Januari 2026.
11. Pre-Export Financing 5 dengan batas penggunaan maksimum sebesar Rp80.000.000.000. Fasilitas ini
akan berakhir pada tanggal 27 Januari 2026 untuk Project dari Sarulla Operations Ltd.
12. Import Financing 5 (Sublimit Pre-Export Financing 5) dengan batas penggunaan maksimum sebesar
Rp80.000.000.000. Fasilitas ini akan berakhir pada tanggal 27 Januari 2026.
13. Pre-Export Financing 6 dengan batas penggunaan maksimum sebesar Rp35.000.000.000. Fasilitas ini
akan berakhir pada tanggal 27 Januari 2026 untuk Project dari Star Energy.
14. Import Financing 6 (Sublimit Pre-Export Financing 6) dengan batas penggunaan maksimum sebesar
Rp35.000.000.000. Fasilitas ini akan berakhir pada tanggal 27 Januari 2026.
Seluruh fasilitas pinjaman di atas dikenakan suku bunga berkisar 9,75% per tahun dan di jamin oleh tanah
dan bangunan yang dimiliki oleh SI dengan nilai penjaminan tidak kurang dari Rp200.000.000.000.
43
Page 47
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. UTANG BANK JANGKA PENDEK (Lanjutan)
PT Bank UOB Indonesia (Lanjutan)
Entitas Anak - PT Supraco Indonesia (SI) (Lanjutan) :
Berdasarkan persyaratan dalam perjanjian pinjaman, SI diwajibkan untuk memenuhi beberapa batasan
tertentu antara lain, mendapatkan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pihak kreditur, antara lain
dalam hal melakukan merger, akuisisi, dan konsolidasi, melakukan likuidasi, menerima pernyataan pailit
dan penundaan pembayaran utang, pengalihan, penjaminan dan penyewaan aset, memberikan hutang
kepada pihak lain, penjaminan utang pihak lain, mengalihkan utang kepada pihak lain, penyertaan modal
dan pengambilalihan saham di perusahaan lain, perubahan struktur kepemilikan, perubahan aktivitas
usaha, serta menggadaikan dan menerbitkan saham. Disamping itu SI juga diharuskan memelihara rasio-
rasio keuangan tertentu.
SI telah memenuhi batasan-batasan yang diwajibkan dalam perjanjian pinjaman tersebut.
Saldo utang untuk fasilitas ini per tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing
sebesar Rp 125.877.802.656 dan Rp 125.915.787.223.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Entitas Anak - PT Supraco Indonesia (SI) :
Merupakan fasilitas kredit modal kerja (KMK) dengan suku bunga mengambang dan fasilitas penerbitan
bank garansi untuk jaminan tender dan pelaksanaan jasa-jasa pendukung operasi perminyakan dan gas
bumi yang diperoleh SI pada tanggal 26 Maret 2007. Berdasarkan perpanjangan terakhir dari Fasilitas
pinjaman ini pada tanggal 23 Februari 2018, plafon fasilitas adalah sebesar Rp 38.000.000.000 (KMK) dan
Rp20.000.000.000 (Bank Garansi).
Berdasarkan perubahan terakhir atas perjanjian, fasilitas ini telah diperpanjang hingga 25 Maret 2026.
Pinjaman ini dijamin oleh corporate guarantee dan deposito, serta bangunan milik SI.
Seluruh fasilitas pinjaman di atas dikenakan suku bunga berkisar 10,75% per tahun dan diberikan jaminan
berupa tanah dan bangunan yang dimiliki oleh SI.
Berdasarkan persyaratan dalam perjanjian pinjaman, SI diwajibkan untuk memenuhi beberapa batasan
tertentu antara lain, mendapatkan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pihak kreditur, antara lain dalam
hal melakukan merger, akuisisi, dan konsolidasi, melakukan likuidasi, menerima pernyataan pailit dan
penundaan pembayaran utang, pelepasan dan penyewaan asset jaminan, memperoleh pinjaman bank
dan institusi keuangan lain, memberikan hutang kepada internal grup dan pihak lain, penjaminan utang
pihak lain, megalihkan utang kepada pihak lain, pengambilalihan dan penyertaan saham baru di
perusahaan lain, membagikan dan membayarkan dividen kepada pemegang saham, menggunakan dana
pinjaman untuk tujuan lain termasuk melunasi utang ke pemegang saham, perubahan anggaran dasar,
struktur kepemilikan, perubahan aktivitas usaha, menggadaikan dan menerbitkan saham, serta membuat
perjanjian dan transaksi tidak wajar.
Disamping itu perusahaan juga diharuskan memelihara rasio-rasio keuangan berikut :
1. Current Ratio minimal 1,00 kali.
2. Debt Equity Ratio maksimal 2,50 kali
3. Debt Service Coverage minimal 100%
Perusahaan telah memenuhi batasan-batasan yang diwajibkan dalam perjanjian pinjaman tersebut.
Saldo utang untuk fasilitas ini per tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing
sebesar Rp 37.955.000.000 dan Rp 37.969.000.000.
44
Page 48
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. UTANG BANK JANGKA PENDEK (Lanjutan)
PT Bank Danamon Indonesia, Tbk (Lanjutan)
Perusahaan (Lanjutan)
Berdasarkan perjanjian kredit antara Perusahaan dengan PT Bank Danamon Indonesia, Tbk (BDI) tanggal
17 Maret 2020, BDI setuju untuk memberikan fasilitas kredit ke Perusahaan berupa fasilitas Omnibus Trade
Finance (Uncommitted, Revolving) dengan total plafon sebesar USD3.000.000 dalam bentuk L/C dan
SKBDN. Fasilitas ini merupakan pengambilalihan dari fasilitas yang sebelumnya diberikan oleh MUFG
Bank Ltd. Pinjaman ini dikenakan suku bunga sebesar 9,75% per tahun dan Fasilitas ini berakhir pada
tanggal 17 April 2026.
Berdasarkan persyaratan dalam perjanjian pinjaman, Perusahaan diwajibkan untuk memenuhi beberapa
batasan tertentu antara lain, mendapatkan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pihak kreditur, antara
lain dalam hal melakukan perubahan kegiatan usaha. Disamping itu diharuskan memelihara rasio-
rasio keuangan tertentu. Perusahaan telah memenuhi batasan-batasan yang diwajibkan dalam perjanjian
pinjaman tersebut.
Saldo utang untuk fasilitas ini per tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing
sebesar Rp 25.999.144.939 dan Rp 33.048.414.853.
PT Bank CTBC Indonesia
Perusahaan
Berdasarkan perjanjian kredit antara Perusahaan dengan PT Bank CTBC Indonesia tanggal 22 Maret
2022, PT Bank CTBC setuju untuk memberikan total fasilitas sebesar Rp 100.000.000.000 untuk keperluan
modal kerja sebagai berikut:
1. Fasilitas kredit ke Perusahaan berupa fasilitas Omnibus Line (Short Term Loan 1, Short Term 2 dan
Surat Kredit) dengan total plafon Rp50.000.000.000. Pinjaman ini dikenakan suku bunga sebesar
9,00% per tahun dan fasilitas ini akan berakhir pada tanggal 21 Desember 2025.
2. Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek kepada perusahaan dengan plafon sebesar Rp50.000.000.000.
Fasilitas ini ditujukan untuk kebutuhan modal kerja dan pembiayaan proyek di bawah perjanjian
konsorsium dengan PT Supraco Indonesia. Tenor pinjaman adalah maksimal 4 bulan terhitung dari
tanggal pencairan, dengan bunga 9,00% per tahun
Berdasarkan persyaratan dalam perjanjian pinjaman, Perusahaan diwajibkan untuk memenuhi beberapa
batasan tertentu antara lain, mendapatkan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pihak kreditur, antara
lain dalam hal melakukan perubahan usaha dan melakukan pengalihan aset utama. Disamping itu
diharuskan memelihara rasio-rasio keuangan tertentu.
Saldo utang untuk fasilitas ini pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing
sebesar Rp 22.615.277.861 dan Rp 27.481.707.476.
Entitas Anak – PT Supraco Indonesia (SI)
Berdasarkan perjanjian kredit antara SI dengan PT Bank CTBC Indonesia tanggal
21 Desember 2020, CTBC setuju untuk memberikan fasilitas kredit ke Perusahaan berupa fasilitas
Omnibus Line (Short Term Loan 1, Short Term 2, Short Term 3 dan Bank Garansi) dengan total plafon
Rp100.000.000.000 dan fasilitas Transaksi Valuta Asing dengan total plafon sebesar USD500.000.
Pinjaman ini dikenakan suku tingkat bunga sebesar 10% per tahun dan fasilitas ini berakhir pada tanggal
21 Desember 2025.
Berdasarkan persyaratan dalam perjanjian pinjaman, Perusahaan diwajibkan untuk memenuhi beberapa
batasan tertentu antara lain, mendapatkan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pihak kreditur, antara
lain dalam hal melakukan perubahan usaha dan melakukan pengalihan aset utama. Disamping itu
diharuskan memelihara rasio-rasio keuangan tertentu. SI telah memenuhi batasan-batasan yang
diwajibkan dalam perjanjian pinjaman tersebut.
45
Page 49
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. UTANG BANK JANGKA PENDEK (Lanjutan)
PT Bank CTBC Indonesia
Entitas Anak – PT Supraco Indonesia (SI)
Saldo utang untuk fasilitas ini per tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing
sebesar Rp 99.998.972.563 dan Rp 99.995.067.281.
PT Bank CIMB Niaga Tbk
Perusahaan
Pada tanggal 2 Juni 2025 PT Bank CIMB Niaga Tbk telah menyetujui pemberian fasilitas pembiayaan
Syariah kepada Perusahaan selaku debitur utama, dengan Co-Borrower terdiri dari PT Supraco Indonesia,
PT Supraco Lines, dan PT Supraco Daya Wisesa. Fasilitas pembiayaan yang disepakati ini memiliki total
plafon sebesar Rp 110.000.000.000 dan bertujuan utama untuk pembiayaan modal kerja melalui skema
Musyarakah dan Hawalah, dengan struktur pembiayaan sebagai berikut:
1. Fasilitas Pembiayaan Rekening Koran iB / Musyarakah dengan nilai plafon sebesar Rp5.000.000.000
yang digunakan secara eksklusif oleh Perusahaan. Fasilitas ini bersifat uncommitted dengan jangka
waktu 1 tahun.
2. Fasilitas Pembiayaan Transaksi Khusus iB Musyarakah (PTK iB) dengan plafon sebesar
Rp110.000.000.000, diberikan kepada Perusahaan dan PT Supraco Indonesia dan PT Supraco Daya
Wisesa. Fasilitas ini bersifat revolving dan digunakan khusus untuk membayar gaji tenaga kerja.
3. Sub Fasilitas PTK Trade AP iB senilai Rp110.000.000.000 yang menggunakan akad Hawalah. Fasilitas
ini juga bersifat revolving dan digunakan untuk membayar kewajiban atas dasar invoice dari pemasok
terkait pembelian barang dan jasa. Fasilitas diberikan kepada Perusahaan dengan Co-Borrower terdiri
dari PT Supraco Indonesia, PT Supraco Lines, dan PT Supraco Daya Wisesa.
4. Sub Fasilitas BG iB atau Bank Guarantee / SBLC iB senilai Rp110.000.000.000, yang ditujukan untuk
memenuhi kebutuhan garansi proyek (termasuk Bid Bond, Performance Bond, Maintenance Bond).
Akad yang digunakan adalah Kafalah bil Ujrah, dengan tenor maksimal satu tahun atau disesuaikan
dengan masa berlaku dokumen kontrak. Fasilitas diberikan kepada Perusahaan dengan Co-Borrower
terdiri dari PT Supraco Indonesia, PT Supraco Lines, dan PT Supraco Daya Wisesa.
Fasilitas pinjaman atas point 1-3 di atas dikenakan suku bunga sebesar 8.5% per tahun dan seluruh
fasilitas ini dijamin dengan piutang sebesar IDR 115.000.000.000 dan aset tetap berupa kapal atas nama
PT Supraco Lines.
Perusahaan beserta seluruh anak perusahaan dalam hal ini telah memenuhi kewajiban atas Rasio
keuangan yang mencakup current ratio, DER, dan DSCR untuk konsolidasi Perusahaan serta
Debt/EBITDA untuk PT Supraco Indonesia. Selain itu, pembatasan dalam perjanjian mensyaratkan
persetujuan tertulis bank sebelum melakukan merger, akuisisi, perubahan struktur kepemilikan, pengalihan
atau penggadaian aset, pembagian dividen lebih dari 10% dari retained earnings untuk anak perusahaan,
dan tindakan korporasi lainnya yang berpengaruh signifikan terhadap struktur atau kelangsungan bisnis
perusahaan.
Saldo utang untuk fasilitas ini per tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing
adalah sebesar Rp 2.837.816.294 dan nihil.
Entitas Anak – PT Supraco Indonesia (SI)
Merupakan bagian dari fasilitas yang dimiliki Perusahaan, yang total plafon sebesar Rp 110.000.000.000.
Fasilitas tersebut di atas dikenakan suku bunga sebesar 8,5% per tahun dan berakhir pada tanggal 2 Juni
2026.
Saldo utang untuk fasilitas ini dalam Rupiah per 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, masing-
masing sebesar Rp 74.964.770.434 dan nihil.
46
Page 50
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. UTANG BANK JANGKA PENDEK (Lanjutan)
PT Bank CIMB Niaga Tbk
Entitas Anak – PT Supraco Lines (SPL)
Merupakan bagian dari fasilitas yang dimiliki Perusahaan, yang total plafon sebesar Rp 110.000.000.000.
Fasilitas tersebut di atas dikenakan suku bunga sebesar 8,5% per tahun dan berakhir pada tanggal 2 Juni
2026.
Saldo utang untuk fasilitas ini dalam Rupiah per 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, masing-
masing sebesar nihil.
Entitas Anak – PT Supraco Daya Wisesa (SDW)
Merupakan bagian dari fasilitas yang dimiliki Perusahaan, yang total plafon sebesar Rp 110.000.000.000.
Fasilitas tersebut di atas dikenakan suku bunga sebesar 8,5% per tahun dan berakhir pada tanggal 2 Juni
2026.
Saldo utang untuk fasilitas ini dalam Rupiah per 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, masing-
masing sebesar Rp 1.318.943.047 dan nihil.
16. UTANG USAHA
a. Berdasarkan pemasok
30 September 2025 31 Desember 2024
Pihak Ketiga
PT Petrindo Semesta 6.010.297.561 -
PT Astrindo Travel Services 5.564.582.506 4.910.723.335
PT AA Pialang Asuransi 4.633.412.934
PT NDT Instruments Indonesia 4.169.704.295 -
PT PAN Maritime Wira Prawitra 3.699.696.220 4.049.264.085
PT Pratita Prama Nugraha 3.378.148.810 6.248.210.236
PT Hakiki Wiramandiri 2.399.194.388 2.539.427.050
PT Sasco Global Indonesia 1.977.163.129 -
Koperasi Karyawan Sehati 1.958.044.676 2.957.506.439
PT Leo Anugerah Sukses 1.601.482.500 -
PT Berkah Mitra Abadi Bersama 1.159.905.325 -
Lain-lain 71.464.364.685 72.880.482.684
Total 108.015.997.029 93.585.613.829
b. Berdasarkan mata uang
30 September 2025 31 Desember 2024
Berdasarkan mata uang
Rupiah 93.564.931.418 88.136.119.113
Dolar Amerika Serikat 14.451.065.611 5.449.494.716
Total 108.015.997.029 93.585.613.829
Jangka waktu utang usaha berkisar antara 30 sampai 90 hari.
47
Page 51
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. UTANG LAIN-LAIN JANGKA PENDEK
30 September 2025 31 Desember 2024
Pihak ketiga -- 120.568.520.000
Total -- 120.568.520.000
Utang ini telah dilunasi pada tanggal 9 September 2025 terkait pelepasan investasi saham SI pada PT
Sorik Marapi Geothermal Power (Catatan 6a).
18. BEBAN AKRUAL
30 September 2025 31 Desember 2024
Subkontraktor 64.416.833.720 20.030.075.008
Gaji dan tunjangan 20.111.356.114 12.111.285.573
Sewa 1.137.576.000 4.342.012.644
Bunga 761.953.787 1.150.955.027
Lain-lain 5.975.430.245 6.642.364.755
Total 92.403.149.866 44.276.693.007
Beban akrual lain-lain terutama merupakan utang Perusahaan dan entitas anak atas transaksi pembelian
barang dan jasa yang telah diterima atau dipasok, tetapi belum dibayar, ditagih atau secara formal
disepakati dengan para pemasok.
19. UTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN
30 September 2025 31 Desember 2024
PT Mandiri Tunas Finance 3.597.432.056 4.319.821.286
Dikurangi: Bagian lancar (908.528.380) (942.688.307)
Bagian jangka panjang 2.688.903.676 3.377.132.979
Utang pembiayaan konsumen dikenakan suku bunga efektif sebesar 8,10% per tahun.
20. LIABILITAS IMBALAN KERJA
Grup menghitung liabilitas imbalan kerja sesuai dengan Undang-undang yang berlaku. Grup mencatat
liabilitas imbalan kerja berdasarkan hasil perhitungan aktuaria yang dilakukan oleh Kantor Konsultan
Aktuaria Steven & Mourits, aktuaris independen, untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2024 dalam laporannya tanggal 18 Februari 2025, dengan menggunakan metode “Projected Unit Credit”.
Penghitungan liabilitas imbalan pasca kerja dihitung sesuai dengan Undang-undang ketenagakerjaan yang
berlaku.
Asumsi-asumsi yang digunakan sebagai berikut:
Tingkat diskonto 7,25% 6,60% - 6,70%
Tingkat kenaikan upah 5,00% 5,00%
Tingkat m ortalitas TMI 4 TMI 4
Tingkat cacat 5% TM I 4 5% TMI 4
Tingkat perputaran pekerja 2.5% per tahun (linear)
Usia pensiun normal 56 tahun 56 tahun
48
Page 52
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. LIABILITAS IMBALAN KERJA (Lanjutan)
Liabilitas imbalan pasca kerja di laporan posisi keuangan konsolidasian, sebagai berikut
30 September 2025 31 Desember 2024
Saldo Awal 36.507.937.051 36.953.392.488
Beban Periode Berjalan (Catatan 25) 4.841.884.314 5.394.380.860
Pembayaran Manfaat (2.471.003.860) (5.008.385.836)
Pendapatan Komprehensif Lainnya - (831.450.461)
Saldo Akhir 38.878.817.505 36.507.937.051
21. MODAL SAHAM
Sesuai dengan daftar pemegang saham yang dikeluarkan oleh Biro Administrasi Efek Perusahaan, PT
Adimitra Transferindo, susunan pemegang saham Perusahaan per 30 September 2025 dan 31 Desember
2024, adalah sebagai berikut:
30 September 2025
Jumlah Persentase Jumlah Modal
Saham Pemilikan Disetor
Pemegang Saham % Rp
Tn. Haiyanto 184.598.700 23,97 18.459.870.000
PT Radiant Nusa Investama 174.354.500 22,64 17.435.450.000
OCBC Securities PTE Ltd 107.804.100 14,00 10.780.410.000
Masyarakat Umum
(masing-masing dibawah 5%) 303.242.700 39,39 30.324.270.000
Total 770.000.000 100,00 77.000.000.000
31 Desember 2024
Jumlah Persentase Jumlah Modal
Saham Pemilikan Disetor
Pemegang Saham % Rp
Tn. Haiyanto 184.598.700 23,97 18.459.870.000
PT Radiant Nusa Investama 174.354.500 22,64 17.435.450.000
OCBC Securities PTE Ltd 107.804.100 14,00 10.780.410.000
Masyarakat Umum
(masing-masing dibawah 5%) 303.242.700 39,39 30.324.270.000
Total 770.000.000 100,00 77.000.000.000
22. KEPENTINGAN NON-PENGENDALI
Kepentingan Non Pengendali Kepentingan Non Pengendali
atas Aset Bersih atas Laba Bersih
30 September 2025 31 Desember 2024 30 September 2025 30 September 2024
SI dan Entitas Anak 30.376.319 29.308.214 1.068.105 651.108
Jumlah 30.376.319 29.308.214 1.068.105 651.108
49
Page 53
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23. TAMBAHAN MODAL DISETOR
Merupakan agio saham atas penawaran umum perdana saham Perusahaan pada tahun 2006 setelah
dikurangi dengan biaya emisi saham dengan perincian sebagai berikut:
30 September 2025 dan
31 Desember 2024
Agio atas penerbitan saham sebanyak
170.000.000 saham dengan nilai
nominal Rp100 per saham dengan
harga penawaran Rp250 per saham 25.500.000.000
Dikurangi: Biaya emisi saham (3.902.936.278)
Agio saham bersih 21.597.063.722
Selisih nilai transaksi restrukturisasi
entitas sepengendali 9.374.556.225
Total 30.971.619.947
24. PENDAPATAN
2025 2024
Jasa pendukung operasi 949.147.366.026 1.128.960.624.170
Jasa inspeksi 257.976.820.601 220.796.037.499
Jasa kegiatan lepas pantai 213.049.142.225 200.034.352.778
Lain-lain 54.537.583.106 38.085.747.101
Total 1.474.710.911.958 1.587.876.761.548
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2025 dan 2024, pendapatan lainnya
terdiri atas jasa penunjang konstruksi masing-masing sebesar Rp 54.402.649.629 dan
Rp 38.016.376.934, dan jasa manajemen gedung masing-masing sebesar Rp 134.933.477 dan
Rp 69.370.167.
Berikut ini adalah rincian pendapatan yang melebihi 10% dari jumlah pendapatan masing-masing periode
sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2025 dan 2024:
2025 2024
Medco Energi (Madura Offshore) Pty. Ltd 171.003.715.520 182.944.265.799
PT Pertamina E&P 158.642.392.998 166.881.835.809
Petrochina International Jabung, Ltd 131.328.555.054 85.616.486.590
Schlumberger Group 120.749.862.571 112.170.178.749
PT Pertamina Hulu Rokan 114.406.199.929 145.686.946.706
Total 696.130.726.072 693.299.713.653
50
Page 54
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. BEBAN LANGSUNG
2025 2024
Gaji dan tunjangan 861.390.057.433 996.478.650.093
Subkontraktor 143.196.030.689 69.535.633.324
Peralatan dan perlengkapan 69.137.893.794 77.361.951.150
Penyusutan (Catatan 11) 53.038.949.725 76.391.912.152
Perjalanan dan akomodasi 43.330.540.144 46.194.755.562
Material 35.562.455.287 50.543.457.906
Kendaraan 24.819.000.335 23.579.527.384
Seragam dan perlengkapan keamanan 16.229.472.928 20.384.401.342
Sewa kapal 15.036.835.394 9.142.108.464
Penyusutan aset hak guna (Catatan 12) 5.812.763.230 11.528.617.267
Lain-lain 55.262.247.204 55.159.756.514
Total 1.322.816.246.163 1.436.300.771.158
26. BEBAN USAHA
2025 2024
Beban Umum dan Administrasi
Gaji dan tunjangan 60.479.786.299 60.400.411.259
Kantor 10.826.031.044 7.644.203.656
Imbalan kerja (Catatan 19) 4.841.884.314 5.843.880.000
Kendaraan 3.108.325.401 3.553.474.217
Gedung 3.010.142.901 2.070.516.292
Donasi 2.620.932.696 1.336.808.682
Rekrutmen dan pelatihan 2.438.525.574 1.692.411.506
Tenaga ahli 2.003.024.639 2.655.285.554
Perjalanan dinas dan akomodasi 1.823.704.437 1.251.242.532
Penyusutan (Catatan 11) 274.218.601 1.413.521.473
Penyusutan aset hak guna (Catatan 12) 92.613.698 499.842.704
Lain - lain 3.231.921.721 2.134.022.103
Total 94.751.111.326 90.495.619.978
Beban Penjualan 3.512.987.075 3.572.828.465
Total 3.512.987.075 3.572.828.465
51
Page 55
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. DIVIDEN TUNAI DAN CADANGAN UMUM
Saldo Laba yang Belum Ditentukan Penggunaannya
Saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya terdiri dari:
1. Akumulasi saldo laba merupakan akumulasi laba setelah dikurangi pembagian dividen dan
pembentukan dana cadangan sesuai keputusan Rapat Umum Pemegang Saham.
2. Penghasilan komprehensif lain yang berasal dari keuntungan atau kerugian aktuarial merupakan
saldo laba yang berasal dari pengukuran kembali program imbalan pasti.
28. LABA PER SAHAM DASAR
2025 2024
Laba yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk 10.562.949.184 8.680.196.313
Rata-rata tertimbang saham beredar 770.000.000 770.000.000
Laba per saham 13,72 11,27
Pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasi, Grup tidak memiliki efek yang berpotensi saham biasa
yang dilutif.
29. SIFAT DAN TRANSAKSI PIHAK BERELASI
a. Sifat hubungan dengan pihak-pihak berelasi
Pihak Berelasi Hubungan Transaksi
PT Radiant Nusa Investama Pemegang Saham Utang lain-lain
PT Radiant Guna Persada Dibawah pengendalian yang sama Piutang non-usaha
PT Guna Mandiri Paripurna Dibawah pengendalian yang sama Piutang usaha
b. Sifat hubungan dengan pihak-pihak berelasi
Piutang lain-lain
30 September 2025 31 Desember 2024
PT Radiant Guna Persada (RGP) 3.709.804.288 3.780.233.385
PT Guna Mandiri Paripurna - 850.000.000
Lain-lain
(masing-masing di bawah Rp 500.000.000) 840.648.195 1.001.558.432
Bagian jangka panjang 4.550.452.483 5.631.791.817
52
Page 56
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. INFORMASI SEGMEN
Segmen Operasi
Grup pada saat ini melakukan kegiatan usaha sebagai berikut:
1. Jasa pendukung operasi meliputi: jasa penyediaan sumber daya manusia, pelatihan, pemeliharaan
dan perbaikan, sewa kendaraan serta penyediaan dan pengelolaan terintegrasi untuk basis lapangan
minyak dan gas.
2. Jasa inspeksi meliputi: jasa voluntary inspection, statutory inspection, non destructive testing services
dan oil country tubular goods, dan analisis dampak lingkungan.
3. Jasa kegiatan lepas pantai meliputi penyediaan jasa untuk kegiatan lepas pantai termasuk
pengoperasian mobile offshore production unit, dan jasa pelayaran dalam negeri.
4. Jasa lain-lain meliputi: jasa agency, jasa konstruksi, jasa manajemen gedung, dan lain-lainnya.
Berikut ini adalah informasi segmen berdasarkan segmen usaha:
2025
Jasa Pendukung Jasa Kegiatan
Operasi Jasa Inspeksi Lepas Pantai Lain-lain Konsolidasian
Laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif Lain
Pendapatan 949.147.366.026 257.976.820.601 242.317.142.225 58.698.801.685 1.508.140.130.538
Pendapatan antar segmen - - (29.268.000.000) (4.161.218.580) (33.429.218.580)
Beban langsung 909.474.824.971 218.358.784.039 172.984.790.507 48.249.238.590 1.349.067.638.107
Beban antar segmen - - (26.251.391.944) - (26.251.391.944)
Total laba kotor 39.672.541.055 39.618.036.562 66.315.743.662 6.288.344.515 151.894.665.795
Laba usaha 4,2% 15,4% 27,4% 10,7% 56.285.698.385
Laba sebelum pajak 8,1% 1,9% 32,0% -29,8% 16.550.514.741
Informasi lainnya
Aset segmen yang tidak
dapat dialokasikan 1.364.407.477.713
Liabilitas segmen yang
tidak dapat dialokasikan 798.558.311.175
53
Page 57
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. INFORMASI SEGMEN (Lanjutan)
Segmen operasi (Lanjutan)
2024
Jasa Pendukung Jasa Kegiatan
Operasi Jasa Inspeksi Lepas Pantai Lain-lain Konsolidasian
Laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif Lain
Pendapatan 1.128.960.624.170 200.034.352.778 257.400.237.499 42.338.283.976 1.628.733.498.424
Pendapatan antar segmen - - (36.604.200.000) (4.252.536.876) (40.856.736.876)
Beban langsung 1.067.684.671.358 167.602.294.195 203.630.160.867 33.987.844.738 1.472.904.971.158
Beban antar segmen - - (36.604.200.000) - (36.604.200.000)
Total laba kotor 61.275.952.812 32.432.058.583 53.770.076.632 4.097.902.362 151.575.990.390
Laba usaha 5,4% 16,2% 20,9% 9,7% 56.758.786.311
Laba sebelum pajak 14.713.300.713
Informasi Lainnya
Aset segmen yang tidak
dapat dialokasikan
31 Desember 2024 1.401.181.100.405
Liabilitas segmen yang
tidak dapat dialokasikan
31 Desember 2024 845.895.951.156
Operasi Grup berlokasi di wilayah Indonesia yang memiliki risiko dan imbalan relatif sama. Pendapatan
periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2025 dan 2024 berdasarkan lokasi geografis:
2025 2024
Jawa 956.380.215.581 892.644.139.828
Sumatera 293.114.593.321 332.724.279.409
Kalimantan 221.216.103.056 362.508.342.311
Jumlah 1.470.710.911.958 1.587.876.761.548
31. KOMITMEN
Perusahaan
a. Pada tanggal 20 Agustus 2025, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Pertamina
Hulu Sanga Sanga mengenai Inspection Services. Kontrak ini berlaku sampai dengan 31 Januari 2028
dengan nilai kontrak sebesar Rp 41.762.852.000.
b. Pada tanggal 1 Mei 2025, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Pertamina EP
Zona 10 yang tertuang dalam kontrak No. SA 16053119A mengenai Inspection Services. Kontrak ini
berlaku sampai dengan 14 Juli 2028 dengan nilai kontrak sebesar Rp 24.989.730.000.
c. Pada tanggal 1 April 2025, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Pertamina EP
yang tertuang dalam kontrak No. SA 15046889A mengenai Inspection Services. Kontrak ini berlaku sampai
dengan 30 Juni 2027 dengan nilai kontrak sebesar Rp 39.604.330.000.
54
Page 58
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. KOMITMEN (Lanjutan)
Perusahaan (Lanjutan)
d. Pada tanggal 18 Januari 2025, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Pertamina
Hulu Rokan yang tertuang dalam kontrak No. SPHR00788A mengenai Inspection Services. Kontrak ini
berlaku sampai dengan 17 April 2028 dengan nilai kontrak sebesar Rp 84.102.253.240.
e. Pada tanggal 1 November 2024, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Pertamina
Hulu Sanga Sanga mengenai Manpower Services. Kontrak ini berlaku sampai dengan 31 Juli 2027 dengan
nilai kontrak sebesar Rp 229.534.676.094.
f. Pada tanggal 8 Juli 2024, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan Premier Oil
Andaman Ltd. yang tertuang dalam kontrak No. 24630006-OB mengenai Manpower Services. Kontrak ini
berlaku sampai dengan 7 Juli 2027 dengan nilai kontrak sebesar Rp 230.195.183.258.
g. Pada tanggal 18 Juni 2024, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Pertamina Hulu
Rokan yang tertuang dalam kontrak No. SPHR00722A mengenai jasa inspeksi audit keselamatan dan
kepatuhan drilling & workover WK Rokan. Kontrak ini berlaku sampai dengan 31 Oktober 2029 dengan
nilai kontrak sebesar Rp 83.525.479.080.
h. Pada tanggal 18 Juni 2024, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Pertamina Hulu
Rokan yang tertuang dalam kontrak No. SPHR00735A mengenai jasa inspeksi Long Range Ultrasonic
Testing. Kontrak ini berlaku sampai dengan 30 September 2027 dengan nilai kontrak sebesar
Rp 36.112.933.758.
i. Pada tanggal 20 Maret 2024, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Pertamina
Hulu Sanga Sanga yang tertuang dalam kontrak No. SA15026594A mengenai Non-Destructive Testing.
Kontrak ini berlaku sampai dengan 30 April 2027 dengan nilai kontrak sebesar Rp 29.587.650.000.
j. Pada tanggal 18 Maret 2024, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Pertamina
Hulu Energi Offshore Northwest Java yang tertuang dalam kontrak No. 4710008112 mengenai jasa
Integrated Statutory Inspection & Certification Services (Paket B). Kontrak ini berlaku sampai dengan 30
April 2027 dengan nilai kontrak sebesar Rp 25.793.403.000.
k. Pada tanggal 1 Maret 2024, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Pertamina EP
Zona 7 yang tertuang dalam kontrak No. SA13029332A mengenai Manpower Services. Kontrak ini berlaku
sampai dengan 28 Februari 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp 44.945.966.165.
l. Pada tanggal 1 Maret 2024, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT REA Kaltim
Plantations yang tertuang dalam kontrak No. RKP.LO-2424/XII/2023 mengenai Manpower Services.
Kontrak ini berlaku sampai dengan 31 Mei 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp 34.007.601.879
m. Pada tanggal 1 Januari 2024, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Pertamina
EP Zona 7 yang tertuang dalam kontrak No. SSA13026391A mengenai Manpower Services. Kontrak ini
berlaku sampai dengan 31 Desember 2025 dengan nilai kontrak sebesar Rp 28.996.995.300.
n. Pada tanggal 6 Desember 2023, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Pertamina
Hulu Kalimantan Timur yang tertuang dalam kontrak No. SA16022541A/XI/2023/ S-12 mengenai NDT
Inspection Services. Kontrak ini berlaku sampai dengan 30 Juni 2027 dengan nilai kontrak sebesar
Rp 20.070.500.000.
o. Pada tanggal 23 Oktober 2023, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan JOB
Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi yang tertuang dalam kontrak No. S230011R/JOBT/SPE mengenai
Jasa Third Party Inspection. Kontrak ini berlaku sampai dengan 22 Januari 2026 dengan nilai kontrak
sebesar Rp 34.519.325.000.
55
Page 59
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. KOMITMEN (Lanjutan)
Perusahaan (Lanjutan)
p. Pada tanggal 19 September 2023, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT
Pertamina Drilling Service Indonesia yang tertuang dalam kontrak No. 4650017581 mengenai Pengadaan
Jasa Inspkesi Tubular Goods. Kontrak ini berlaku sampai dengan 7 Desember 2025 dengan nilai kontrak
sebesar Rp 27.065.055.000.
q. Pada tanggal 1 Juli 2022, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Pertamina Hulu
Rokan yang tertuang dalam kontrak No. SPHR00129A mengenai Operation Maintenance Services.
Kontrak ini berlaku sampai dengan 7 Agustus 2026 dengan nilai kontrak Rp231.921.643.994.
r. Pada tanggal 1 Juli 2022, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Pertamina Hulu
Rokan yang tertuang dalam kontrak No. SPHR00126A mengenai Operation Maintenance Services.
Kontrak ini berlaku sampai dengan 7 Agustus 2027 dengan nilai kontrak Rp159.474.281.506.
aa. Pada tanggal 5 Januari 2022, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Dwi Mitra
Rekayasa Teknik yang tertuang dalam kontrak No. 0201221DRT mengenai Non-Destructive Testing.
Kontrak ini berlaku sampai dengan 3 Januari 2027 dengan nilai kontrak Rp25.082.500.000.
ab. Pada tanggal 7 Oktober 2021, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Pertamina
Hulu Energi ONWJ LTD yang tertuang dalam kontrak No. 4710005441 mengenai Lifting Management
Services. Kontrak ini berlaku sampai dengan 7 Desember 2026 dengan nilai kontrak Rp22.609.906.500.
ac. Pada tanggal 20 Agustus 2021, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Pertamina
Hulu Energi OSES yang tertuang dalam kontrak No. 4710004728 mengenai Certification Services. Kontrak
ini berlaku sampai dengan 20 Oktober 2026 dengan nilai kontrak Rp15.910.200.000.
ad. Berdasarkan berita acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, tanggal 21 Februari 2019 dari P.
Sutrisno A. Tampubolon, SH., notaris di Jakarta.
Pemegang saham telah memberikan persetujuan kepada Direksi Perseroan untuk menjaminkan sebagian
besar atau seluruh kekayaan Entitas Induk Perseroan dan/atau Entitas Anak Perseroan baik yang telah
ada maupun yang akan ada, dalam rangka kaitannya dengan fasilitas pinjaman dan/ atau pembiayaan
yang akan diperoleh Entitas Induk Perseroan dan/ atau Entitas Anak Perseroan baik dari Perbankan dan
atau perusahaan modal ventura, perusahaan pembiayaan atau perusahaan pembiayaan infrastruktur baik
dalam negeri maupun luar negeri termasuk perpanjangan, perubahan, pergantian, dan pembaharuannya
dari waktu ke waktu serta memberikan persetujuan dan kuasa kepada Direksi Perseroan untuk
menentukan skema pemberian jaminannya. Pemegang saham juga memberikan wewenang kepada
Direksi Perseroan untuk mengambil segala tindakan yang dianggap perlu sehubungan dengan pemberian
jaminan tersebut.
ae. Pada tanggal 27 April 2006, Perusahaan menandatangani perjanjian Maleo Development dengan Santos
(Madura Offshore) Pty. Ltd., yang tertuang dalam perjanjian No.900252 mengenai Mobile Offshore Project
Unit (MOPU) Operating Services yang berlaku sampai 28 September 2010 dengan nilai kontrak sebesar
USD110,081,000.
Pada tanggal 8 Juni 2010, Santos (Madura Offshore) Pty. Ltd., mengadakan adendum dengan Perusahaan
atas perjanjian di atas dengan Ref No.013/MDO/LEG/III/10 diperpanjang dengan jangka waktu perjanjian
untuk periode 5 tahun.
Berdasarkan addendum perjanjian tanggal 31 Oktober 2011, Perusahaan dan Santos sepakat untuk
memperpanjang perjanjian tersebut diatas dimulai dari periode 1 Agustus 2011 hingga 21 Juli 2016. Santos
memiliki hak untuk memperpanjang secara otomatis perjanjian tersebut setelah tanggal 31 Juli 2016 untuk
periode 1 Agustus 2016 hingga 20 April 2018.
56
Page 60
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. KOMITMEN (Lanjutan)
Perusahaan (Lanjutan)
Pada tanggal 27 Desember 2017, Perusahaan menandatangani perjanjian kerjasama dengan Santos
(Madura Offshore) Pty Ltd yang merupakan kelanjutan dari kontrak No.903941 dan tertuang dalam kontrak
MD000310317DA mengenai Maleo Producer Platform (MPP) Rental, Operations and Maintenance
Services. Kontrak ini berlaku sampai dengan 27 Desember 2021 dengan nilai kontrak USD62,236,170 atau
setara dengan Rp840.188.295.000.
Pada tanggal 27 Februari 2019, Perusahaan menerima Surat Penunjukan Pemenang dari Santos
(Sampang) Pty Ltd, mengenai perpanjangan perjanjian kerja sama terkait Maleo Producer Platform (MPP)
Lease, Operation and Maintenance Services, Contract No. 904199 sebeasar AS$ 90.291.480. Untuk
periode 5 tahun dan 8 bulan yang terdiri dari 13 bulan (fase konversi) dan 3 tahun periode pasti ditambah
1 tahun dan 7 bulan periode Opsi (fase operasi dan pemeliharaan). Di periode yang sama pula terjadi
perubahan kepemilikan kontrak dari sebelumnya Santos (Sampang) Pty Ltd menjadi Ophir Indonesia
(Madura Offshore) Pty Ltd dan selanjutnya menjadi Medco Energi Madura Offshore Pty Ltd.
Berdasarkan kontrak seluruh biaya yang terjadi selama fase konversi ditagihkan kepada klien dalam bentuk
unit rate selama 3-4 tahun fase operasi.
Berdasarkan addendum perjanjian tanggal 1 November 2023, Perusahaan dan Medco Energi Madura
Offshore Pty Ltd. sepakat untuk melakukan perubahan jangka waktu periode pasti dari mulai 1 November
2023 sampai dengan 31 Oktober 2025 dan penambahan nilai kontrak menjadi USD. 96,117,425.
Entitas anak - PT Supraco Indonesia:
a. Pada tanggal 1 September 2025, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan BP Berau yang tertuang
dalam kontrak No. 4420004017 mengenai Manpower Supply Services, yang berlaku sampai 31 Agustus
2027 sebesar Rp 46.472.519.136.
b. Pada tanggal 1 September 2025, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan Petrochina International
Jabung, Ltd. yang tertuang dalam kontrak No. PCJ-3782-CA mengenai Manpower Supply Services, yang
berlaku sampai 31 Agustus 2027 sebesar Rp 44.926.964.621.
c. Pada tanggal 1 September 2025, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan Petrochina International
Jabung, Ltd. yang tertuang dalam kontrak No. PCJ-3781-CA mengenai Manpower Supply Services, yang
berlaku sampai 31 Agustus 2027 sebesar Rp 43.774.321.798.
d. Pada tanggal 1 September 2025, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan Petrochina International
Jabung, Ltd. yang tertuang dalam kontrak No. PCJ-3780-CA mengenai Manpower Supply Services, yang
berlaku sampai 31 Agustus 2027 sebesar Rp 42.120.358.665.
e. Pada tanggal 1 September 2025, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Pertamina Hulu
Mahakam yang tertuang dalam kontrak No. SX14047575A mengenai Maintenance & Engineering Services,
yang berlaku sampai 31 Oktober 2030 sebesar Rp 40.449.417.878.
f. Pada tanggal 1 September 2025, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan Petrochina International
Jabung, Ltd. yang tertuang dalam kontrak No. PCJ-3783-CA mengenai Manpower Supply Services, yang
berlaku sampai 31 Agustus 2027 sebesar Rp 37.496.179.054.
g. Pada tanggal 9 Agustus 2025, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Bumi Siak Pusako
yang tertuang dalam kontrak No. 016-25-OPS-BSP mengenai Manpower Supply Services, yang berlaku
sampai 8 Agustus 2027 sebesar Rp 33.569.325.241.
h. Pada tanggal 16 Juni 2025, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan Star Energy Geothermal, Ltd
yang tertuang dalam kontrak No. 3200001373 mengenai Manpower Supply Services, yang berlaku sampai
11 Februari 2026 sebesar Rp 61.724.185.198.
57
Page 61
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. KOMITMEN (Lanjutan)
Entitas anak - PT Supraco Indonesia (Lanjutan)
i. Pada tanggal 9 Mei 2025, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT PLN Mandau Cipta Tenaga
Nusantara yang tertuang dalam kontrak No. K1880783-R mengenai Manpower Supply Services, yang
berlaku sampai 8 Mei 2028 sebesar Rp 45.683.603.533.
j. Pada tanggal 1 Mei 2025, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Pertamina EP Cepu yang
tertuang dalam kontrak No. 4650000301 mengenai Manpower Supply Services, yang berlaku sampai
30 April 2028 sebesar Rp 45.174.437.950.
k. Pada tanggal 17 Maret 2025, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan Sarulla Operations, Ltd.
yang tertuang dalam kontrak No. SOL-AGR II-1758 R00 mengenai Engineering, Procurement and
Construcition for WJR-1 Steamfield Above Ground System (SAGS), yang berlaku sampai 17 Juni 2026
sebesar Rp 280.926.000.000.
l. Pada tanggal 6 Januari 2025, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan Star Energy Geothermal
Salak, Ltd. yang tertuang dalam kontrak No. SCM/PS/2024/00551 mengenai Construction Services, yang
berlaku sampai 5 Juli 2027 sebesar Rp 42.770.000.000.
m. Pada tanggal 1 Januari 2025, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan Premier Oil Natuna Sea
B.V. yang tertuang dalam kontrak No. 24130092-OB mengenai Provision of Technical Support Services for
Facility Engineering, Modification, Reliability and Integrity, yang berlaku sampai 31 Desember 2027 sebesar
Rp 41.473.161.158.
n. Pada tanggal 1 Januari 2025, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Schlumberger
Geophysics Nusantara yang tertuang dalam kontrak No. CW2712367 mengenai Manpower Supply
Services, yang berlaku sampai 31 Desember 2025 sebesar Rp 57.251.544.620.
o. Pada tanggal 6 Januari 2025, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan Star Energy Geothermal
Salak, Ltd. yang tertuang dalam kontrak No. SCM/PS/2024/00551 mengenai Construction Services, yang
berlaku sampai 5 Juli 2027 sebesar Rp 42.770.000.000.
p. Pada tanggal 1 Desember 2023, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan Petrochina International
Jabung Ltd., yang tertuang dalam kontrak No. PCJ-3647-CA mengenai Manpower Supply Services, yang
berlaku sampai 30 November 2025 sebesar Rp 26.032.856.137.
q. Pada tanggal 9 Oktober 2023, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Pertamina EP, yang
tertuang dalam kontrak No. SA02021990A mengenai Manpower Supply Services yang berlaku sampai
8 Oktober 2025 sebesar Rp 48.766.667.000.
r. Pada tanggal 1 Agustus 2023, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT. WARTSILA
INDONESIA, yang tertuang dalam kontrak No. 024/DAU/GA/WID/VIII/2017 mengenai Manpower Serivice
yang berlaku sampai 31 Juli 2026 dengan nilai Rp 20.938.694.957.
s. Pada tanggal 1 Mei 2023, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Pertamina Hulu Rokan,
yang tertuang dalam kontrak No. SPHR00521A mengenai Perbaikan Perawatan Gedung - SMO yang
berlaku sampai 30 April 2026 dengan sebesar nilai Rp 72.655.181.604.
t. Pada tanggal 1 Desember 2022, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Pertamina Hulu
Kalimantan Timur, yang tertuang dalam kontrak No. 4710006620 mengenai Operation Assistance &
Maintenance Services yang berlaku sampai 30 November 2025 dengan nilai sebesar Rp 174.733.846.104.
u. Pada tanggal 9 Agustus 2022, SI menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Pertamina Hulu Rokan
yang tertuang dalam kontrak No. SPHR00136A mengenai Jasa - Jasa Pendukung Pengoperasian dan
Perawatan Fasilitas Oil Wharves - Paket 2 yang berlaku sampai 8 Agustus 2026 dengan nilai sebesar Rp
43.537.453.700.
58
Page 62
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. KOMITMEN (Lanjutan)
Entitas anak - PT Supraco Indonesia (Lanjutan)
v. Pada tanggal 18 Februari 2010, SI bersama dengan OTP menandatangani suatu perjanjian Head of
Agreement dengan tujuan khusus yaitu untuk membiayai partisipasi modal dalam SMGP, yang kemudian
diubah berdasarkan surat amandemen tanggal 6 Desember 2010. Dalam rangka pertisipasi modal
tersebut, pada tanggal 28 Juli 2010, SI menandatangani suatu perjanjian kredit dengan OTP yang
sebagaimana telah diubah dan dinyatakan kembali melalui suatu perjanjian kredit tanggal 9 Maret 2011
(secara bersama-sama disebut sebagai “Perjanjian Kredit Awal”). Sebagai kelanjutan dari Perjanjian Kredit
Awal, SI dan OTP menyetujui untuk mengubah dan menyatakan kembali pada Perjanjian Perubahan dan
Pernyataan Kembali Kedua atas Perjanjian Kredit pada tanggal 13 Mei 2014.
SI memperoleh fasilitas pinjaman sebesar AS$ 15.000.000 dari OTP. Berdasarkan amandemen penjanjian
kredit pada tanggal 25 Mei 2016, fasilitas ini hanya akan diikenakan bunga pada saat SI telah gagal
memenuhi kewajibannya untuk memberikan instruksi pada SMGP untuk membayarkan 75% dari dividen
yang dibayarkan.
Berdasarkan Akta Notaris No. 126 tanggal 27 Februari 2018 oleh Humberg Lie, SH., SE., Magister
Kenotariatan, SI melakukan penambahan investasi saham pada PT Sorik Marapi Geothermal Power
(“SMGP”) menjadi sebesar AS$ 7.460.000. Penambahan modal ditempatkan dan modal disetor SMGP ini
telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
No. AHU-AH.01.03-0085825 tanggal 27 Februari 2018.
Investasi saham pada SMGP telah dijual dan dialihkan kepada OTP dan KS Orka (catatan 6a).
Entitas anak - PT Supraco Lines
a. Pada tanggal 31 Oktober 2023, SL menandatangani kontrak dengan PT Pertamina Hulu Mahakam yang
tertuang dalam kontrak No. 4710007618 mengenai Provision of Dredging and Associated Services
Package 1 - 4 yang berlaku sampai dengan tanggal 31 Oktober 2027 dengan nilai kontrak sebesar
Rp 96.325.000.000.
32. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan
Manajemen risiko kredit
Grup bertujuan untuk memperoleh pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan dengan meminimalkan
kerugian yang terjadi karena eksposur risiko kredit. Risiko kredit timbul dari risiko kegagalan dari
counterpart atas liabilitas kontraktual yang dapat mengakibatkan kerugian keuangan kepada Grup. Grup
meminimalkan eksposur risiko kredit yang timbul dari piutang usaha dengan kebijakan untuk memastikan
bahwa transaksi dilakukan dengan pelanggan dengan riwayat catatan kredit yang baik. Untuk aset
keuangan lainnya seperti kas dan setara kas, Grup meminimalkan risiko kredit dengan melakukan
penempatan pada pihak-pihak yang bereputasi.
Piutang usaha Grup terdiri dari beberapa pelanggan dan tersebar dalam wilayah geografis Indonesia.
Konsentrasi atas risiko kredit terbatas karena para pelanggan tidak terkait. Grup tidak memiliki eksposur
risiko kredit yang signifikan kepada satu pihak atau group yang memiliki karakteristik yang sama.
59
Page 63
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)
Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan (Lanjutan)
Manajemen risiko kredit (Lanjutan)
30 September 2025
Suku Bunga Tiga bulan Satu Tahun Diatas Satu Tahun Jumlah
%
Aset Keuangan
Tanpa dikenakan bunga -- 801.545.521.791 12.326.654.523 15.324.480.906 829.196.657.220
Instrumen dengan tingkat
suku bunga tetap 4% - 6.25% 177.300.340.236 -- -- 177.300.340.236
Jumlah 978.845.862.027 12.326.654.523 15.324.480.906 1.006.496.997.456
Liabilitas Keuangan
Tanpa dikenakan bunga -- 200.419.146.895 -- -- 200.419.146.895
Instrumen dengan tingkat
suku bunga tetap 5% - 12.5% 2.950.599.936 8.851.799.807 9.649.800.873 21.452.200.615
Instrumen dengan tingkat
suku bunga mengambang 4%-11.75% 486.282.406.548 -- -- 486.282.406.548
Jumlah 689.652.153.379 8.851.799.807 9.649.800.873 708.153.754.058
31 Desember 2024
Suku Bunga Tiga bulan Satu Tahun Diatas Satu Tahun Jumlah
%
Aset Keuangan
Tanpa dikenakan bunga -- 752.405.782.657 202.042.403.101 15.761.887.577 970.210.073.335
Instrumen dengan tingkat
suku bunga tetap 4% - 6.25% 103.228.935.211 -- -- 103.228.935.211
Jumlah 855.634.717.868 202.042.403.101 15.761.887.577 1.073.439.008.546
Liabilitas Keuangan
Tanpa dikenakan bunga -- 258.430.826.836 -- -- 258.430.826.836
Instrumen dengan tingkat
suku bunga tetap 5% - 12.5% 4.339.920.759 13.019.762.277 11.570.955.483 28.930.638.519
Instrumen dengan tingkat
suku bunga mengambang 4%-11.75% 517.364.603.904 -- -- 517.364.603.904
Jumlah 780.135.351.499 13.019.762.277 11.570.955.483 804.726.069.259
60
Page 64
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)
Manajemen risiko nilai tukar mata uang asing
Grup memiliki eksposur terhadap fluktuasi nilai tukar yang timbul dari transaksi dengan pelanggan maupun
pemasok yang didenominasi dalam mata uang USD. Pada tanggal laporan posisi keuangan per
30 September 2025 dan 31 Desember 2024, aset dan liabilitas moneter Grup adalah sebagai berikut:
30 September 2025 31 Desember 2024
Mata uang asing Setara Rp Mata uang asing Setara Rp
ASET
Kas dan setara kas USD 454.353 7.578.611.545 81.198 1.312.322.725
SGD 483 6.250.240 538 6.415.585
Piutang usaha USD 2.401.441 40.056.038.716 4.220.827 68.217.012.585
Jumlah aset 47.640.900.501 69.535.750.895
LIABILITAS
Utang bank jangka pendek USD 950.000 15.846.000.000 1.750.000 28.283.500.000
Utang usaha USD 866.371 14.451.065.611 337.179 5.449.494.716
Jumlah liabilitas 30.297.065.611 33.732.994.716
Aset (liabilitas) neto 17.343.834.890 35.802.756.179
Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing, mengakibatkan Grup mengalami keuntungan dan
kerugian kurs mata uang asing untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2025 dan
2024 masing-masing sebesar Rp 626.534.291 dan Rp 2.353.114.615.
Tabel berikut menunjukkan sensitivitas terhadap perubahan yang mungkin terjadi dalam nilai tukar mata
uang Dolar Amerika Serikat pada denominasi aset dan liabilitas Grup dalam Rupiah dengan semua variabel
lainnya dianggap tetap ada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024:
Perubahan Pengaruh Terhadap
Periode terhadap Rupiah Perubahan Sensitivitas
Rupiah 30 September 2025 + 100 Poin 103.979.825
- 100 Poin (103.979.825)
31 Desember 2024 + 100 Poin 221.484.597
- 100 Poin (221.484.597)
Risiko suku bunga adalah risiko dimana arus kas atau nilai wajar di masa datang atas instrumen keuangan
Grup akan berfluktuasi akibat perubahan suku bunga pasar.
Eksposur risiko arus kas Grup terutama timbul dari deposito berjangka, maupun utang bank jangka pendek
(PT Bank DBS Indonesia, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Danamon Indonesia Tbk,
PT Bank UOB Indonesia, PT Bank HSBC Indonesia, dan PT Bank CTBC Indonesia) yang menggunakan
suku bunga mengambang.
Eksposur risiko nilai wajar terutama timbul dari utang bank jangka pendek, sewa pembiayaan dan
pembelian kendaraan yang menggunakan suku bunga tetap. Grup memonitor perubahan suku bunga
pasar untuk memastikan suku bunga Grup sesuai dengan pasar.
Per 30 September 2025 Grup telah melakukan analisa untuk mengukur sensitivitas atas risiko fluktuasi
suku bunga. Berdasarkan hasil analisa tersebut setiap kenaikan atau penurunan 1% suku bunga akan
meningkatkan atau menurunkan beban bunga Grup Rp 4.862.824.065.
61
Page 65
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)
Manajemen risiko likuiditas
Risiko likuiditas muncul terutama dari pendanaan umum atas operasi Grup. Grup memiliki kebijakan untuk
mengelola likuiditas secara hati-hati dengan memelihara kecukupan saldo kas dan ketersediaan modal
kerja. Pemeliharaan tersebut dilakukan dengan cara mempertahankan cadangan yang memadai, fasilitas
perbankan, dengan terus memantau rencana dan realisasi arus kas dengan cara pencocokkan profil jatuh
tempo aset keuangan dan liabilitas keuangan.
Tabel berikut merupakan analisis liabilitas keuangan Grup pada tanggal 30 September 2025 dan 31
Desember 2024 berdasarkan jatuh tempo dari tanggal laporan posisi keuangan sampai dengan tanggal
jatuh tempo. Jumlah yang diungkapkan dalam tabel adalah berdasarkan jatuh tempo kontraktual aset dan
liabilitas keuangan yang tidak didiskontokan termasuk bunga yang dapat atau akan diakru, kecuali apabila
Grup berhak dan berkeinginan mengklaim atau membayar aset atau liabilitas sebelum jatuh tempo.
30 September 2025
≤ 1 Tahun > 1 Tahun Nilai tercatat
Liabilitas
Utang bank jangka pendek 486.282.406.548 - 486.282.406.548
Utang usaha 108.015.997.029 - 108.015.997.029
Beban akrual 92.403.149.866 - 92.403.149.866
Utang lain-lain - -- --
Liabilitas sewa 10.893.871.362 6.960.897.197 17.854.768.559
Utang pembiayaan konsumen 908.528.380 2.688.903.676 3.597.432.056
Total 698.503.953.185 9.649.800.873 708.153.754.058
31 Desember 2024
≤ 1 Tahun > 1 Tahun Nilai tercatat
Liabilitas
Utang bank jangka pendek 517,364,603,904 - 517,364,603,904
Utang usaha 93,585,613,829 - 93,585,613,829
Beban akrual 44,276,693,007 - 44,276,693,007
Utang lain-lain jangka pendek 120,568,520,000 - 120,568,520,000
Liabilitas sewa 16,416,994,729 8,193,822,504 24,610,817,233
Utang pem biayaan konsum en 942,688,307 3,377,132,979 4,319,821,286
Total 793,155,113,776 11,570,955,483 804,726,069,259
Manajemen Permodalan
Tujuan dari Grup dalam mengelola permodalan adalah untuk melindungi kemampuan entitas dalam
mempertahankan kelangsungan usaha, sehingga entitas dapat tetap memberikan hasil bagi pemegang
saham dan manfaat bagi pemangku kepentingan lainnya, dan untuk memberikan imbal hasil yang memadai
kepada pemegang saham dengan menentukan harga produk dan jasa yang sepadan dengan tingkat risiko.
Grup menetapkan sejumlah modal sesuai proporsi terhadap risiko. Grup memonitor modal dengan dasar
rasio utang terhadap modal yang disesuaikan. Rasio ini dihitung sebagai berikut: utang neto dibagi modal.
Utang neto merupakan total utang (sebagaimana jumlah dalam laporan posisi keuangan konsolidasian)
dikurangi kas dan setara kas. Modal yang disesuaikan terdiri dari seluruh komponen ekuitas (meliputi modal
saham, selisih kurs penjabaran laporan keuangan konsolidasian dalam valuta asing dan saldo laba).
Selama periode Sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2025, strategi Grup tidak berubah yaitu
mempertahankan rasio utang terhadap modal yang disesuaikan.
Rasio utang terhadap modal pada tanggal-tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, sebagai
berikut:
30 September 2025 31 Desember 2024
Total liabilitas 798.558.311.175 845.895.951.156
Total ekuitas 565.849.166.538 555.285.149.249
Rasio utang terhadap modal 1,41 1,52
62
Page 66
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. INSTRUMEN KEUANGAN
Grup menggunakan hirarki berikut ini untuk menentukan nilai wajar instrumen keuangan:
Tingkat 1 – Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik;
Tingkat 2 – Teknik penilaian dimana input level terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar
yang dapat diobservasi baik secara langsung atau tidak langsung;
Tingkat 3 – Teknik penilaian dimana input level terendah yang signifikan terhadap pengukuran yang tidak
dapat diobservasi.
Tabel berikut menyajikan nilai wajar, yang mendekati nilai tercatat, atas aset keuangan dan liabilitas
keuangan Grup.
30 September 2025 31 Desember 2024
Aset Keuangan
Kas dan setara kas 178.138.899.303 103.890.935.212
Piutang usaha 800.100.465.856 756.525.013.059
Aset keuangan lancar lain-lain 24.991.835.767 208.232.835.575
Aset keuangan tidak lancar lain-lain 3.265.796.530 4.790.224.701
Total 1.006.496.997.456 1.073.439.008.547
Tabel berikut menyajikan nilai wajar, yang mendekati nilai tercatat, atas aset keuangan dan liabilitas
keuangan Grup:
30 September 2025 31 Desember 2024
Liabilitas Keuangan
Utang bank jangka pendek 486.282.406.548 517.364.603.904
Utang usaha - pihak ketiga 108.015.997.029 93.585.613.829
Beban akrual 92.403.149.866 44.276.693.007
Utang pembiayaan konsumen 3.597.432.056 4.319.821.286
Liabilitas Sewa 17.854.768.559 24.610.817.233
Utang lain-lain -- 120.568.520.000
Total 708.153.754.058 804.726.069.259
Nilai wajar atas sebagian besar aset dan liabilitas keuangan mendekati nilai tercatat karena dampak
pendiskontoan yang tidak signifikan.
Tidak terdapat pengalihan antara tingkat 1 dan 2 selama periode berjalan.
63
Page 67
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
34. INFORMASI TAMBAHAN UNTUK LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
Kegiatan investasi dan pendanaan signifikan yang tidak mempengaruhi arus kas:
30 September 2025 31 Desember 2024
Aktivitas Pendanaan
Penambahan (penurunan) aset yang berasal dari :
Liabilitas sewa - 9.672.753.036
Utang pembiayaan konsumen (526.022.585) 36.223.981.068
Utang pada OTP Geothermal Pte Ltd (120.568.520.000) 120.568.520.000
Aktivitas Investasi
Penambahan (penurunan) aset keuangan tidak lancar
lainnya yaitu investasi pada:
PT Sorik Marapi Geothermal Power (169.054.520.000) 169.054.520.000
Total (290.149.062.585) 335.519.774.104
Perubahan pada liabilitas yang timbul dari aktivitas arus kas konsolidasian adalah sebagai berikut
Perubahan non kas
Saldo awal Arus kas, neto Selisih kurs Lain-lain Saldo akhir
Utang bank jangka pendek 517.364.603.904 (31.034.641.035) (47.556.321) -- 486.282.406.548
Liabilitas sewa 24.610.817.233 (6.756.048.674) -- -- 17.854.768.559
Utang pembiayaan konsumen 4.319.821.286 (1.248.411.815) -- 526.022.585 3.597.432.056
Total 546.295.242.423 (39.039.101.524) (47.556.321) 526.022.585 507.734.607.163
35. TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN DAN PERSETUJUAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Laporan keuangan konsolidasian telah diselesaikan dan disetujui untuk diterbitkan oleh Dewan Direksi
pada tanggal 29 Oktober 2025.
64
Page 68
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN INTERIM - ENTITAS INDUK
Tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.
i
Page 69
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN INTERIM – ENTITAS INDUK (Lanjutan)
Tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.
ii
Page 70
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN INTERIM-ENTITAS INDUK
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.
iii
Page 71
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN INTERIM
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.
iv
Page 72
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN INTERIM
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.
v
Page 73
PT RADIANT UTAMA INTERINSCO Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2025 dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada
Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
Laporan posisi keuangan, laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, laporan perubahan ekuitas
dan laporan arus kas Entitas Induk adalah laporan keuangan tersendiri yang merupakan informasi
tambahan atas laporan keuangan konsolidasian.
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan tersendiri entitas induk adalah
sama dengan kebijakan akuntasi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian
sebagaimana diungkapkan dalam Catatan 2 atas laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk
penyertaan pada Entitas Anak dicatat pada metode biaya.
2. INVESTASI PADA ANAK
Informasi mengenai Entitas Anak yang dimiliki Perusahaan diungkapkan dalam Catatan 1d atas laporan
keuangan konsolidasian.
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, Entitas Induk memiliki penyertaan saham pada
Entitas Anak berikut:
Tahun
Persentase Operasi Jumlah Aset Jumlah Aset
Entitas Anak Domisili Jenis Usaha Pemilikan Komersial 30 September 2025 31 Desember 2024
Kepemilikan langsung
PT Supraco Indonesia ("SI") Jakarta Jasa penyediaan alat-alat 99,996% 1980 868.364.315.535 859.554.612.183
dan Entitas Anak eksplorasi
Kepemilikan tidak langsung melalui SI
PT Supraco Daya Wisesa Jakarta Jasa penyediaan alat-alat 99,99% 2008 23.636.787.985 19.192.879.834
("SDW") eksplorasi
PT Supraco Lines ("SPL") Jakarta Jasa pelayaran dalam negeri 47,97% 2008 177.775.973.176 170.612.705.143
vi
Names mentioned 132 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Hadi Moentoro
p.9
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.9
unresolved
person
P. Sutrisno A. Tampubolon
p.9 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.9 ×2
unresolved
org
PT Radiant Nusa Investama. Sesuai
p.9
unresolved
person
Misyal Abdullah Bahwal
· Komisaris
p.9 ×4
unresolved
person
Aulia Taufani
p.10
unresolved
org
Departemen Audit Internal Perusahaan
p.10
unresolved
org
Bapepam-LK
· Ketua
p.10 ×12
unresolved
person
Mona Nazaruddin
· Sekretaris Perusahaan
p.10
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal
p.10
unresolved
org
Bapepam
p.10 ×2
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan-Bapepam-LK
p.10
unresolved
org
PT Supraco Indonesia
p.11 ×18
unresolved
org
PT Supraco Daya Wisesa
p.11 ×4
unresolved
org
PT Supraco Lines
p.11 ×10
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.11
unresolved
org
Bank Indonesia
p.18
unresolved
org
PT Bank CTBC Indonesia
p.33 ×6
unresolved
org
PT Pertamina Hulu Rokan
p.34 ×9
unresolved
org
PetroChina International Jabung Ltd.
p.34 ×2
unresolved
org
PT Schlumberger Geophysic Nusantara
p.34
unresolved
org
PT Star Energy Geothermal Indonesia
p.34
unresolved
org
Pty. Ltd.
p.34 ×8
unresolved
org
PT Pertamina Hulu Sanga Sanga
p.34 ×4
unresolved
org
PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur
p.34 ×3
unresolved
org
PT Pertamina Hulu Mahakam
p.34 ×3
unresolved
org
ExxonMobile Cepu Ltd
p.34
unresolved
org
CITIC Seram Energy Ltd.
p.34
unresolved
org
PT Wartsila Indonesia
p.34 ×2
unresolved
org
PT Wira Insani
p.34
unresolved
org
PT Medco E
p.34
unresolved
org
PT Expro Indonesia
p.34
unresolved
org
Premier Oil Andaman Ltd
p.34 ×2
unresolved
org
PT Mandau Cipta Tenaga Nusantara
p.34
unresolved
org
PT Kilang Pertamina Internasional
p.34
unresolved
org
PT ISS Indonesia
p.34
unresolved
org
PT LIS International
p.34
unresolved
org
PT Geo Dipa Energi
p.34
unresolved
org
PT Xurya Daya Indonesia
p.34
unresolved
org
PT Martabak Pizza Orins
p.34
unresolved
org
Inpex Masela Ltd
p.34
unresolved
org
PT Sorik Marapi Geothermal Power
p.36 ×4
unresolved
org
OTP Geothermal Pte. Ltd.
p.36 ×4
unresolved
org
KS Orca Renewables Pte. Ltd.
p.36
unresolved
org
PT Bank DBS Indonesia Perusahaan Merupakan
p.44
unresolved
org
PT Bank HSBC Indonesia Entitas Anak
p.45 ×2
unresolved
org
Bank Garansi
p.45 ×4
unresolved
org
PT Bank UOB Indonesia Entitas Anak
p.46
unresolved
org
Sarulla Operations Ltd.
p.46
unresolved
org
PT Bank CTBC Indonesia Perusahaan
p.48
unresolved
org
PT Supraco Indonesia. Tenor
p.48
unresolved
org
PT Bank CTBC Indonesia Entitas Anak
p.49
unresolved
org
PT Supraco Daya Wisesa. Fasilitas
p.49 ×3
unresolved
org
PT Supraco Lines. Perusahaan
p.49
unresolved
org
PT Supraco Indonesia. Selain
p.49
unresolved
org
PT Petrindo Semesta
p.50
unresolved
org
PT Astrindo Travel Services
p.50
unresolved
org
PT AA Pialang Asuransi
p.50
unresolved
org
PT NDT Instruments Indonesia
p.50
unresolved
org
PT PAN Maritime Wira Prawitra
p.50
unresolved
org
PT Pratita Prama Nugraha
p.50
unresolved
org
PT Hakiki Wiramandiri
p.50
unresolved
org
PT Sasco Global Indonesia
p.50
unresolved
org
Koperasi Karyawan Sehati
p.50
unresolved
org
PT Leo Anugerah Sukses
p.50
unresolved
org
PT Berkah Mitra Abadi Bersama
p.50
unresolved
org
PT Adimitra Transferindo
p.52
unresolved
org
PT Radiant Guna Persada
p.55 ×2
unresolved
org
PT Guna Mandiri Paripurna
p.55 ×2
unresolved
org
PT Pertamina EP Zona
p.57 ×3
unresolved
org
PT Pertamina EP
p.57 ×2
unresolved
org
PT Pertamina Hulu Energi Offshore Northwest Java
p.58
unresolved
org
PT REA Kaltim Plantations
p.58
unresolved
org
PT Pertamina Drilling Service Indonesia
p.59
unresolved
org
PT Dwi Mitra Rekayasa Teknik
p.59
unresolved
org
PT Pertamina Hulu Energi ONWJ LTD
p.59
unresolved
org
PT Pertamina Hulu Energi OSES
p.59
unresolved
org
Medco Energi Madura Offshore Pty Ltd.
p.60 ×2
unresolved
org
PT Bumi Siak Pusako
p.60
unresolved
org
PT PLN Mandau Cipta Tenaga Nusantara
p.61
unresolved
org
PT Pertamina EP Cepu
p.61
unresolved
org
Premier Oil Natuna Sea B.V.
p.61
unresolved
org
PT Schlumberger Geophysics Nusantara
p.61
unresolved
person
Humberg Lie
p.62
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.
Other files in this announcement 5
FinancialStatement-2025-III-RUIS.xlsx
done
inlineXBRL.zip
done
instance.zip
done
SPD RUIS Q3 2025.pdf
done