Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 9
Page 1
Jakarta, 24 Oktober 2025
No. 215/EMP.DIR/1070/10-25/E
PT BURSA EFEK INDONESIA
INDONESIA STOCK EXCHANGE BUILDING
JL. JEND. SUDIRMAN KAV 52-53
JAKARTA 12190
U.P. : BAPAK IMAN RACHMAN
DIREKTUR UTAMA
PERIHAL : PENYAMPAIAN HASIL PUBLIC EXPOSE TAHUNAN PT ENERGI MEGA
PERSADA TBK TANGGAL 23 OKTOBER 2025
Dengan Hormat,
Dalam rangka memenuhi ketentuan dalam Peraturan PT Bursa Efek Indonesia Nomor I-E tentang
“Kewajiban Penyampaian Informasi”, bersama ini PT Energi Mega Persada Tbk (“Perseroan”)
menyampaikan bahwa Perseroan telah menyelenggarakan Public Expose Tahunan pada:
Hari / Tanggal : Kamis / 23 Oktober 2025
Waktu : 15.30 WIB – selesai
Tempat : Live Event melalui aplikasi Zoom Video Webinar
Dalam Public Expose Tahunan tersebut, manajemen Perseroan yang hadir sebagai panelis adalah
sebagai berikut:
1. Edoardus Ardianto, Wakil Direktur Utama;
2. Tri Firmanto, Direktur;
3. Kelik R. Suharya, Direktur;
4. Herwin W. Hidayat, Investor Relations Advisor.
Ringkasan hasil Public Expose Tahunan adalah sebagai berikut:
A. NOTULEN SESI TANYA JAWAB DALAM PUBLIC EXPOSE:
1. Penanya: Aldebaran Martimo Harli, Publik
Pertanyaan:
Apakah Perseroan memiliki rencana kedepannya untuk melakukan ekspansi lebih besar
di bidang infrastruktur energi khususnya pembangkit listrik?
Jawaban:
Dalam waktu dekat, Perseroan belum memiliki rencana untuk memasuki sektor
infrastruktur pembangkit listrik berbasis Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Namun
demikian, Perseroan tidak menutup kemungkinan untuk mempertimbangkan peluang
apabila terdapat kesempatan nantinya.
PT Energi Mega Persada Tbk Bakrie Tower 32nd Floor Jl. HR. Rasuna Said p +62 21 2994 1500
Rasuna Epicentrum Jakarta 12940 f +62 21 2994 1247
Indonesia
Page 2
2. Penanya: Daniel, Publik
Pertanyaan:
a. Bagaimana sensitivitas kinerja keuangan terhadap perubahan asumsi harga minyak
(ICP) dan gas?
b. Bagaimana strategi Perseroan dalam mengelola liabilitas dan utang, terutama yang
berdenominasi Dollar Amerika Serikat, mengingat potensi fluktuasi kurs Rupiah?
c. Bagaimana perkembangan upaya peningkatan di Blok-blok utama seperti (Bentu,
Malacca Strait) dan blok-blok yang baru diakuisisi (Siak, Kampar, Sengkang)?
d. Bagaimana perkembangan investasi atau rencana diversifikasi ke energi baru
terbarukan atau bisnis non-migas lainnya, seperti yang terkait dengan Blok Sengkang
atau inisiatif LNG?
e. Apa hasil dari upaya eksplorasi yang dilakukan pada Semester I 2025 dan apakah
ada rencana kegiatan eksplorasi besar di Semester II 2025?
f. Apakah terdapat pembaruan estimasi cadangan (2P Reserve) atau sumber daya (2C
Resource) Perusahaan setelah kegiatan eksploasi dan pengembangan di tahun 2024
dan 2025?
g. Apa strategi Perusahaan dalam mitigasi risiko operasional (misalnya lifting yang
tertunda, masalah di lapangan), dan risiko geopolitik yang mungkin memengaruhi
harga komoditas dan operasi?
h. Apakah perusahaan berencana untuk membagikan dividen untuk tahun buku 2025?
Jika ya, bagaimana formulasi kebijakan dividen ke depannya?
Jawaban:
a. Saat ini, sekitar 80% (delapan puluh persen) produksi Perseroan berasal dari gas,
dengan harga yang bersifat harga tetap dan ditentukan oleh Kementerian terkait.
Sementara itu, sekitar 20% (dua puluh persen) produksi Perseroan berasal dari
produksi minyak bumi. Meskipun terdapat pengaruh dari fluktuasi harga, dampak
terhadap pendapatan (revenue) Perseroan tidak bersifat material.
b. Saat ini pendapatan (revenue) Perseroan, baik yang berasal dari penjualan minyak
maupun gas, menggunakan denominasi mata uang Dolar Amerika Serikat
(US Dollar). Adapun untuk biaya-biaya kegiatan operasional Perseroan
menggunakan mata uang Rupiah, sehingga dapat dikatakan Perseroan berada pada
posisi yang diuntungkan.
Ke depan, dalam hal pendanaan, Perseroan akan tetap memperhatikan dan
mempertimbangkan aspek efisiensi serta manfaat yang paling optimal bagi
Perseroan, bergantung pada tujuan transaksinya, baik untuk keperluan akuisisi,
modal kerja, maupun kebutuhan lainnya.
2
Page 3
c. Saat ini Perseroan telah melakukan program kerja selama 5 atau 6 tahun ke depan
sejak tahun 2025 hingga 2030, dimana terdapat sejumlah program yang akan
dilaksanakan. Secara keseluruhan, Perseroan berencana melakukan kegiatan
pengeboran (drilling) sebanyak kurang lebih 29 hingga 30 sumur eksplorasi yang
tersebar di beberapa wilayah kerja yang dimiliki dalam portofolio Perseroan, serta
lebih dari 140 sumur pengembangan (development wells). Seluruh kegiatan
pemboran tersebut dilakukan dalam rangka menjaga, memelihara, serta
mengidentifikasi potensi penambahan cadangan migas Perseroan.
Pada tahun berjalan, Perseroan telah melakukan pengeboran sumur eksplorasi di
Wilayah Kerja Bentu, tepatnya di sumur Cen-02, yang telah menghasilkan discovery.
Selain itu, Perseroan juga telah melakukan pengeboran sumur eksplorasi di Wilayah
Kerja Sengkang, di Lapangan Poelonro, yang telah mencapai technical discovery.
Kegiatan eksplorasi selanjutnya akan dilaksanakan di Wilayah Kerja Malacca Strait,
dengan rencana pengeboran sebanyak 2 hingga 3 sumur eksplorasi di Lapangan
Sapen.
Sementara itu, untuk Wilayah Kerja Siak dan Kampar, Perseroan telah melakukan
pengeboran beberapa sumur pengembangan. Berdasarkan Press Release yang
diterbitkan beberapa minggu lalu, Perseroan mencatat adanya peningkatan produksi
di Wilayah Kerja Kampar. Akuisisi atas wilayah kerja tersebut dilakukan oleh
Perseroan pada bulan Maret 2024 dengan tingkat produksi sebesar sekitar 600 – 700
barrel per hari (bopd), dan saat ini telah meningkat menjadi sekitar 1.000 bopd,
menunjukkan kenaikan yang signifikan.
Demikian pula di Wilayah Kerja Siak, produksi pada saat akuisisi berada pada
dikasaran 1.200 – 1.300 bopd, dan kini telah meningkat sekitar 1.800 bopd.
Perseroan akan terus melanjutkan berbagai inisiatif guna menjaga dan meningkatkan
pertumbuhan organik pada blok-blok yang sudah dimiliki Perseroan.
d. Fokus utama Perseroan tetap berada pada sektor hulu minyak dan gas bumi. Namun
demikian, kegiatan usaha non-migas atau sektor energi dan infrastruktur akan
dijalankan sebagai bisnis pendukung (supporting business) dari Perseroan. Apabila
di kemudian hari terdapat peluang bisnis baru, pengembangannya tetap akan
diarahkan agar berkesinambungan dan selaras dengan kegiatan usaha utama
Perseroan di sektor hulu migas.
Untuk Wilayah Kerja Sengkang, Perseroan saat ini telah melakukan pengembangan,
dan dalam beberapa tahun ke depan berencana melakukan pengeboran sebanyak
13 (tiga belas) sumur eksplorasi. Program tersebut memiliki prospek yang sangat
baik, terutama seiring dengan adanya Rencana Umum Penyedian Tenaga Listrik
(RUPTL) terbaru dari PLN yang mencakup rencana pengembangan dan peningkatan
daya baru. Hal ini membuka peluang bagi Wilayah Kerja Sengkang untuk
meningkatkan pasokan gas kepada PLN di masa mendatang.
Terkait dengan inisiatif pengembangan LNG, Perseroan akan melakukan kajian dan
evaluasi, dengan mempertimbangkan kondisi dan kesiapan lokasi Wilayah Kerja
Sengkang saat ini belum mendukung untuk kegiatan LNG.
e. Hingga Semester I tahun 2025, Perseroan telah menyelesaikan kegiatan pengeboran
2 (dua) sumur eksplorasi. Selanjutnya, Perseroan berencana melanjutkan kegiatan
pengeboran tambahan sebanyak kurang lebih 4 hingga 5 sumur eksplorasi yang
tersebar di Wilayah Kerja Malacca Strait, Wilayah Kerja Sengkang, Wilayah Kerja
South CPP, serta diharapkan juga di Wilayah Kerja Kangean.
3
Page 4
Apabila kegiatan eksplorasi di Wilayah Kerja Kangean belum dapat diselesaikan
sesuai rencana, maka akan dilanjutkan pada tahun berikutnya.
f. Perseroan secara rutin melakukan pembaruan data cadangan 2P dan 2C setiap
tahunnya. Dalam pelaksanaannya, Perseroan bekerja sama dengan beberapa pihak
eksternal seperti GCE dan juga DNM, guna melakukan evaluasi dan verifikasi atas
laporan cadangan tersebut. Hasil pembaruan cadangan 2P dan 2C konsisten
dilaporkan oleh Perseroan dalam laporan keuangan.
g. Strategi Perseroan serta langkah mitigasi risiko yang diterapkan mencakup berbagai
aspek operasional dan finansial. Salah satu fokus utama Perseroan adalah mitigasi
terhadap penurunan harga minyak mentah (crude oil). Saat ini, Perseroan memiliki
3 (tiga) wilayah kerja yang memproduksi minyak. Dalam menghadapi fluktuasi harga
minyak, Perseroan harus selalu adaptif, dan melakukan penyesuaian program kerja
yang telah direncanakan.
Apabila harga minyak berada pada level yang kurang mendukung untuk pelaksanaan
program tertentu, Perseroan dapat menunda pelaksanaannya hingga kondisi harga
kembali stabil. Namun demikian, karena sekitar 80% (delapan puluh persen) produksi
Perseroan berasal dari gas, sehingga dampak dari fluktuasi harga minyak terhal-hal
tersebut dapat diminimalkan.
Terkait risiko operasional di lapangan, seperti permasalahan perizinan atau kendala
teknis lainnya, Perseroan telah membentuk tim khusus dan menerapkan mekanisme
koordinasi yang efektif melalui rapat mingguan (weekly meeting), serta pembentukan
task force, untuk menangani isu-isu yang muncul. Dengan pendekatan kolaboratif
bersama pemangku kepentingan (stakeholders), setiap permasalahan yang timbul
dapat diselesaikan secara cepat dan tepat, sehingga tidak mengganggu kelancaran
kegiatan operasional Perseroan.
h. Per Juni tahun berjalan, Perseroan masih memiliki saldo laba negatif, dengan nilai
sekitar USD 339 juta. Jadi sesuai dengan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007
tentang Perseroan Terbatas, selama Perseroan masih memiliki saldo laba negatif,
Perseroan belum dapat melakukan pembagian dividen.
Namun demikian, Perseroan senantiasa berupaya menjaga dan meningkatkan
kinerja Perseroan setiap tahunnya. Sehingga diharapkan dalam beberapa tahun ke
depan saldo laba Perseroan dapat berbalik menjadi positif, sehingga Perseroan
dapat membagikan dividen.
3. Penanya: Dion, Bisnis Indonesia
Pertanyaan:
Blok Migas mana yang sedang diincar ENRG dalam rencana akuisisi terbaru? Apakah
prosesnya sudah memasuki tahap bidding atau masih dalam tahap identifikasi?
4
Page 5
Jawaban:
Perseroan senantiasa aktif dalam mencari peluang aset-aset baru untuk pertumbuhan
organik Perseroan. Apabila di kemudian hari telah terdapat Sales and Purchase
Agreement (SPA) atau informasi lain yang dapat diungkapkan kepada publik, Perseroan
akan melakukan penyampaian informasi tersebut sesuai dengan ketentuan keterbukaan
informasi yang berlaku. Adapun preferensi dan fokus utama Perseroan saat ini adalah
untuk melakukan akuisisi wilayah kerja-wilayah kerja yang sudah berproduksi.
4. Penanya: Rudy Satriya Pratama, Publik
Pertanyaan:
Terkait private placement terakhir oleh PT Samuel International, bagaimana efek
terhadap rasio keuangan Perseroan di masa depan? Apakah ada private placement atau
right issue kembali dalam waktu dekat?
Jawaban:
Private placement terakhir yang dilakukan Perseroan ini merupakan bagian dari program
Non-Public Right Issue (NPR) yang telah mendapatkan persetujuan di bulan Juni yang
lalu, Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Perseroan telah
memperoleh persetujuan untuk menerbitkan sebanyak-banyaknya 2,458 miliar saham
baru, yang antara lain akan digunakan untuk pengembangan Wilayah Kerja Malacca
Strait, kebutuhan modal kerja dan juga keperluan korporasi lainnya.
Tahap I NPR telah diselesaikan dengan penerbitan sejumlah 1,1 miliar saham, dan saat
ini sebanyak 350 juta lembar saham juga sudah diterbitkan, yang seluruhnya telah diserap
(subscribed) oleh PT Samuel International.
Pelaksanaan private placement ini memberikan dampak positif terhadap kondisi
keuangan Perseroan, dimana ekuitas Perseroan meningkat, dan posisi kas Perseroan
bertambah, sehingga memberikan fleksibilitas kepada Perseroan untuk mendukung
kegiatan eksplorasi ataupun kebutuhan modal kerja untuk Wilayah Kerja Malacca Strait.
Saat ini, Perseroan masih memiliki sisa alokasi saham sebanyak kurang lebih
950 juta lembar saham yang belum diterbitkan. Perseroan akan meninjau pelaksanaan
sisa penerbitan tersebut, mengingat jangka waktu pelaksanaannya masih terbuka hingga
Juli 2027 atau sekitar 2 (dua) tahun ke depan.
5. Penanya: Pulina Nitya, Kontan
Pertanyaan:
a. Berapa serapan Capex per Q3 2025? Dan sudah digunakan untuk apaApakah ada
rencana akuisi Blok Migas di tahun 2026? Apabila iya, di mana dan akan seperti apa
kontribusi ke produksinya?
5
Page 6
b. Berapa target pertumbuhan produksi dan penjualan di tahun 2026? Seperti apa
kondisi industry yang akan dihadapi Perseroan di tahun depan?
Jawaban:
a. Serapan Capital Expenditure (Capex) Perseroan hingga Q3 tahun 2025 mencapai
sekitar USD 100 juta. Dana tersebut digunakan untuk kegiatan pengeboran (drilling)
baik untuk sumur-sumur eksplorasi maupun sumur-sumur pengembangan dan
fasilitas-fasilitas penunjang berskala kecil.
b. Perseroan senantiasa memiliki rencana pengembangan usaha. Namun demikian,
realisasi dari setiap rencana akan bergantung pada kesepakatan dan pihak-pihak
terkait serta persetujuan dari Regulator.
Objektif utama Perseroan adalah melakukan akuisisi terhadap wilayah kerja-wilayah
kerja yang sudah berproduksi, sehingga dapat memberikan kontribusi langsung
terhadap kinerja Perseroan, antara lain melalui penambahan jumlah cadangan,
penambahan pendapatan, kenaikan EBITDA, penguatan arus kas (cash flow), serta
peningkatan laba bersih (net income). Perseroan juga menghindari pembiayaan yang
besar untuk eksplorasi, sehingga Perseroan dapat menghemat waktu dan biaya.
c. Dengan rencana program yang sudah kami tetapkan sampai tahun 2030 ke depan,
Perseroan menargetkan rata-rata sekitar 10% year-on-year production growth.
6. Penanya: Hakan, Tuntun Sekuritas
Pertanyaan:
Apakah ada rencana aksi korporasi yang akan dilakukan dalam jangka pendek? Apabila
ada apakah boleh dijelaskan prospeknya?
Jawaban:
Saat ini Perseroan belum memiliki rencana aksi korporasi selain apa yang telah
diungkapkan ataupun sampaikan kepada Investor, Bursa Efek Indonesia (IDX), ataupun
Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Kondisi industri, Perseroan memandang bahwa kondisi saat ini masih sejalan dengan
target pemerintah, khususnya arahan Presiden Republik Indonesia untuk mencapai
ketahanan energi. Hal ini juga sejalan dengan target SKK Migas untuk terus
meningkatkan produksi minyak dan gas. Perseroan menlai bahwa prospek industri migas
masih positif, mengingat produksi nasional di Indonesia saat ini belum mencukupi
kebutuhan atas minyak dan gas domestik.
Secara global, industri migas di Indonesia dan di dunia, masih terus berlanjut dan secara
bersama melakukan pengembangan energi terbarukan tetapi fossil fuel masih akan tetap
memegang peranan strategis di masa mendatang.
6
Page 7
A. RESUME HASIL PUBLIC EXPOSE
Pada tahun 2026 mendatang, Perseroan masih terus fokus dalam melakukan pengembangan
blok-blok migas yang dimiliki untuk meningkatkan produksi dan pendapatan Perseroan. Untuk
penambahan aset migas baru, Perseroan masih tetap akan melakukan penelaahan atas aset-aset
yang prospektif yang telah berproduksi.
Demikian kami sampaikan laporan pelaksanaan Public Expose Tahunan Perseroan ini, apabila
ada informasi ataupun fakta material lainnya, akan kami sampaikan kepada PT Bursa Efek
Indonesia.
Atas perhatian Bapak kami ucapkan terima kasih.
Hormat Kami,
PT ENERGI MEGA PERSADA Tbk
Edoardus Ardianto Riri Harahap
Wakil Direktur Utama Direktur
Tembusan Yth.:
- Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”);
- Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK;
- Direktur Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil OJK.
Lampiran : Daftar hadir pelaksanaan Public Expose Tahunan.
7
Page 8
DAFTAR HADIR PESERTA
PUBLIC EXPOSE TAHUNAN 2025
PT ENERGI MEGA PERSADA TBK
No. Nama Institusi
1. Aldebaran Martimo Harli Investor
2. Rudy Satriya Pratama Individu
3. Hakan Tandjono PT Tuntun Sekuritas Indonesia
4. Rendra Raharja Independen
5. William Ad Investor
6. Vla Sibarani Publik
7. Yonatan Pratama Wijaya Investor
8. Marlina Investor
9. Andreas Kenny PT BRI Danareksa Sekuritas
10. Daniel Investor
11. Andhika Audrey PT Panin Sekuritas
12. Wirandi Ng PT CLSA Sekuritas Indonesia
13. Ronny Ardianto PT Samuel Sekuritas Indonesia
14. Deo Keanu Publik
15. Arys Aditya ISI Markets
16. Haykal Hamdi PT Samuel Tumbuh Bersama
17. Ronald Yusuf PT Samuel Aset Manajemen
18. Christine Natasya PT Manulife Aset Manajemen
19. Sungkono Susilo Publik
20. Dionisio Damara Bisnis Indonesia
21. Pulina Nitya Kontan
22. M Zakwan Publik
23. Vitto Sheane Investor
24. Alden Lam UOB Kay Hian
25. Isak Holmberg Publik
26. Nur Rochim Publik
27. David Tontowi Publik
28. Rudy Winarto Publik
29. Muchammad Syauqie Publik
30. Mochammad Bogi Kurnianto Publik
31. Muhammad Santhya Publik
32. Dimas Andi Shadewo Kontan
33. Iman Investor
34. Marlina PT Dwidanasakti Sekuritas
35. Ahmad Fauzi Publik
36. Charlie Investor
37. Djoko S. Investor
38. Hansen Rahadi Investor
39. Juana Publik
PT Energi Mega Persada Tbk Bakrie Tower 32nd Floor Jl. HR. Rasuna Said p +62 21 2994 1540
Rasuna Epicentrum Jakarta 12940 f +62 21 2994 1247
Indonesia
Page 9
No. Nama Institusi
40. Nova Farida Petromindo.com
41. Teguh Hartanto PT Samuel Tumbuh Bersama
42. Artha Adventy Bloomberg Technoz
43. Miming Satyono PT Samuel Sekuritas Indonesia
44. Yurika Indah Dunia Energi
45. Mohammad Makria Publik
46. Lany Martha Publik
47. Carl Johansson Publik
Internal Perseroan
No. Nama Jabatan
1. Riri Harahap Direktur
2. Achmad Badrun VP Investor Relation
3. Rida Handayani VP Legal
2
Names mentioned 71 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT BURSA EFEK INDONESIA INDONESIA STOCK EXCHANGE BUILDING
p.1
unresolved
org
INDONESIA STOCK EXCHANGE
p.1
unresolved
person
IMAN RACHMAN
p.1
unresolved
org
PT Bursa Efek Indonesia Nomor I-E
p.1
unresolved
org
PT Samuel International. Pelaksanaan
p.5
unresolved
—
Aldebaran Martimo Harli
p.8
unresolved
—
Rudy Satriya Pratama
p.8
unresolved
—
Hakan Tandjono
p.8
unresolved
org
PT Tuntun Sekuritas Indonesia
p.8
unresolved
—
Rendra Raharja
p.8
unresolved
—
William Ad
p.8
unresolved
—
Vla Sibarani
p.8
unresolved
—
Yonatan Pratama Wijaya
p.8
unresolved
—
Marlina
p.8 ×2
unresolved
—
Andreas Kenny
p.8
unresolved
org
PT BRI Danareksa Sekuritas
p.8
unresolved
—
Daniel
p.8
unresolved
—
Andhika Audrey
p.8
unresolved
—
Wirandi Ng
p.8
unresolved
org
PT CLSA Sekuritas Indonesia
p.8
unresolved
—
Ronny Ardianto
p.8
unresolved
—
Deo Keanu
p.8
unresolved
—
Arys Aditya
p.8
unresolved
—
Haykal Hamdi
p.8
unresolved
—
Ronald Yusuf
p.8
unresolved
org
PT Samuel Aset Manajemen
p.8
unresolved
—
Christine Natasya
p.8
unresolved
org
PT Manulife Aset Manajemen
p.8
unresolved
—
Sungkono Susilo
p.8
unresolved
—
Dionisio Damara
p.8
unresolved
—
Pulina Nitya
p.8
unresolved
—
M Zakwan
p.8
unresolved
—
Vitto Sheane
p.8
unresolved
—
Alden Lam
p.8
unresolved
—
Isak Holmberg
p.8
unresolved
—
Nur Rochim
p.8
unresolved
—
David Tontowi
p.8
unresolved
—
Rudy Winarto
p.8
unresolved
person
Muchammad Syauqie
p.8
unresolved
person
Mochammad Bogi Kurnianto
p.8
unresolved
person
Muhammad Santhya
p.8
unresolved
—
Dimas Andi Shadewo
p.8
unresolved
—
Iman
p.8
unresolved
org
PT Dwidanasakti Sekuritas
p.8
unresolved
person
Ahmad Fauzi
p.8
unresolved
—
Djoko S.
p.8
unresolved
—
Hansen Rahadi
p.8
unresolved
—
Juana
p.8
unresolved
—
Nova Farida
p.9
unresolved
—
Teguh Hartanto
p.9
unresolved
—
Artha Adventy
p.9
unresolved
—
Miming Satyono
p.9
unresolved
—
Yurika Indah
p.9
unresolved
person
Mohammad Makria
p.9
unresolved
—
Lany Martha
p.9
unresolved
—
Carl Johansson
p.9
unresolved
person
Achmad Badrun
· VP Investor Relation
p.9
unresolved
—
Rida Handayani
· VP Legal
p.9
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.