Skip to content
Back to announcement

20251024_CENT_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31979612_lamp1.pdf

Other Text extracted CENT

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 13

Page 1
Nomor/Number: 040/CS/CTI-IDX/X/2025                                   Jakarta, 24 Oktober/October, 2025


Kepada Yth/To:
Direktur PT Bursa Efek Indonesia/Director of Indonesia Stock Exchange
U.p./Attn.: Bapak/Mr. I Gede Nyoman Yetna

Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2
U.p./Attn.: Bapak/Mr. Adi Pratomo Aryanto
Indonesia Stock Exchange Building, Tower 1, 6th Floor
Jl. Jend. Sudirman kav. 52-53, Jakarta 12190


Perihal/Subject: Jawaban atas Permintaan Penjelasan
                Response to Request for Explanation

Dengan hormat,
Dear Sirs/Madam,

Merujuk pada Surat PT Bursa Efek Indonesia (“BEI”) Nomor S-12031/BEI.PP2/10-2025 perihal Permintaan
Penjelasan yang kami terima melalui Sistem Pelaporan Elektronik pada tanggal 22 Oktober 2025 (“Surat
BEI”), melalui surat ini kami, PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (“Perseroan”), menyampaikan
jawaban atas permintaan penjelasan sebagai berikut:

Referring to the letter from PT Bursa Efek Indonesia (“IDX”) No. S-12031/BEI.PP2/10-2025 regarding the
Request for Clarification, which we received through the Electronic Reporting System on October 22, 2025
(“IDX Letter”), through this letter we, PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (“the Company”),
hereby submit our responses to the requested clarifications as follows:

    A. Transaksi Afiliasi (Amandemen Services Agreement)
        Affiliated Transaction (Amendment to Services Agreement)
        1. Apa pertimbangan strategis utama di balik peningkatan nilai kontrak Services Agreement dari
           Rp75 miliar menjadi Rp300 miliar per kontrak, dan bagaimana kontribusinya terhadap
           peningkatan pendapatan operasional Perseroan di masa mendatang?

            What are the key strategic considerations behind the increase in the contract value of the Services
            Agreement from IDR 75 billion to IDR 300 billion per contract, and how will it contribute to the
            enhancement of the Company’s operational revenue going forward?




                                                                                                             1
Page 2
   Jawaban/Response:
   Peningkatan nilai kontrak Services Agreement dari Rp75 miliar menjadi Rp300 miliar per kontrak
   didorong oleh dua (2) alasan utama: Pertama, melalui amandemen ini, jangka waktu kontrak
   diperpanjang dari 3 tahun menjadi 6 tahun, yang secara langsung berdampak pada peningkatan
   nilai kontrak Services Agreement. Kedua, peningkatan nilai kontrak Services Agreement didorong
   oleh pertimbangan kebutuhan Perseroan untuk memperkuat efektivitas operasional Perseroan
   serta untuk mengeksplorasi peluang bisnis baru di pasar. Penyesuaian ini mencerminkan
   perluasan ruang lingkup dan jumlah layanan yang diterima oleh Perseroan, yang diharapkan dapat
   memberikan kontribusi positif terhadap kinerja keseluruhan dan efisiensi operasional Perseroan.

   Sebagaimana telah disampaikan dalam Keterbukaan Informasi sebelumnya, sebagian besar
   transaksi dengan pihak afiliasi merupakan bentuk alokasi biaya atas jasa, pengalaman, dan
   keahlian yang diberikan oleh pemegang saham sebagai perusahaan infrastruktur telekomunikasi
   dengan skala usaha yang besar kepada entitas anak penerima manfaat. Pengaturan ini diperlukan
   guna menjamin efisiensi operasional di tingkat Perseroan. Dengan adanya penyesuaian nilai
   kontrak tersebut, Perseroan meyakini bahwa kontribusi layanan dan dukungan dari pihak afiliasi
   akan semakin memperkuat efektivitas operasional Perseroan dan pada akhirnya mendukung
   peningkatan pendapatan operasional Perseroan di masa mendatang.

   The increase in the amount of the Services Agreement from IDR 75 billion to IDR 300 billion per
   contract is driven by two (2) reasons: Firstly, with this amendment the tenor of the contract was
   extended from 3 years to 6 years implying higher contract value of the MSA. Secondly, the
   increase of contract value of the MSA is driven by consideration of the need to further strengthen
   the Company’s operational effectiveness and to explore new business opportunity in the market.
   This adjustment reflects the expanded scope and quantity of services received by the Company,
   which is expected to contribute positively to the Company’s overall performance and operational
   efficiency.

   As previously disclosed in the Information Disclosure, most of the transactions with affiliated
   parties represent the allocation of costs for the services, experience, and expertise provided by
   the shareholder, as a large-scale telecommunications infrastructure company, to the beneficiary
   subsidiaries. This arrangement is necessary to ensure operational efficiency at the company level.
   With this adjustment to the contract value, the Company believes that the contribution of services
   and support from the affiliated party will further enhance the Company’s operational
   effectiveness and ultimately support the growth of the Company’s operational revenue going
   forward.

2. Mengingat nilai kontrak meningkat empat kali lipat, bagaimana manajemen memastikan bahwa
   biaya jasa pengelolaan kepada pihak afiliasi benar-benar memberikan efisiensi operasional, bukan
   sekadar peningkatan biaya antar entitas dalam grup EdgePoint?

   Considering that the contract value has increased fourfold, how does the management ensure that
   the management service fees paid to the affiliated party genuinely deliver operational efficiency,
   rather than merely representing an increase in intercompany charges within the EdgePoint
   group?



                                                                                                   2
Page 3
   Jawaban/Response:
   Perseroan senantiasa memastikan bahwa setiap transaksi dengan pihak afiliasi, termasuk
   peningkatan nilai kontrak Services Agreement, dilakukan berdasarkan prinsip kewajaran (arm’s
   length principle) dan dengan pertimbangan komersial yang objektif. Peningkatan nilai kontrak
   tersebut telah diukur secara wajar dan independen melalui proses penilaian oleh Kantor Jasa
   Penilai Publik (”KJPP”), yang hasilnya dituangkan dan tercermin dalam laporan penilaian KJPP.

   Peningkatan nilai kontrak tidak semata-mata mencerminkan kenaikan biaya antar entitas dalam
   grup EdgePoint, melainkan merupakan penyesuaian untuk mencerminkan peningkatan ruang
   lingkup dan kompleksitas jasa pengelolaan yang diberikan, sejalan dengan meningkatnya
   tantangan pasar dan industri tempat Perseroan beroperasi.

   Selain itu, peningkatan nilai kontrak juga dipengaruhi oleh penambahan lini usaha baru pada
   entitas anak Perseroan, yaitu Power as a Service, yang memerlukan arahan strategis dari para ahli
   di bidangnya yang memiliki pengalaman internasional dan regional.

   Pada akhirnya, peningkatan nilai kontrak juga didorong oleh perpanjangan jangka waktu kontrak
   hasil amandemen, yaitu menjadi 6 tahun dibandingkan dengan kontrak sebelumnya yang
   berdurasi 3 tahun.

   The Company consistently ensures that every transaction with affiliated parties, including the
   increase in the contract value of the Services Agreement, is conducted based on the arm’s length
   principle and with objective commercial considerations. The increase in the contract has been
   fairly and independently assessed through an appraisal process conducted by a Public Appraisal
   Firm (“KJPP”), the results of which are documented and reflected in the KJPP valuation report.

   The increase in the contract value does not merely represent higher intercompany charges within
   the EdgePoint group, but rather an adjustment to reflect the increased scope and complexity of
   the management services provided, in line with increased market and industry challenges in
   which the Company operates.

   Additionally, the increase in the contract value was also influenced by the addition of a new
   business line in the Company’s subsidiaries, namely Power as a Service, which requires strategic
   direction from experts in the field with international and regional experience.

   Finally, the increase in the Contract value is also driven by longer tenor of the amended contract
   (6 years) compared to the original contract (3 years).

3. Agar Perseroan jelaskan secara kuantitatif dampak sinergi operasional yang diharapkan dari
   perpanjangan kontrak ini hingga tahun 2028 (misalnya penghematan biaya, peningkatan utilisasi
   menara, atau efisiensi downtime).

   The Company is requested to provide a quantitative explanation of the expected operational
   synergies resulting from the extension of this contract until 2028 (for example, cost savings,
   improved tower utilization, or downtime efficiency).



                                                                                                   3
Page 4
       Jawaban/Response:
       Perpanjangan kontrak ini diharapkan dapat memberikan dukungan strategis dan operasional bagi
       Perseroan, termasuk dukungan dalam kegiatan pendanaan dan pengelolaan neraca keuangan,
       bantuan dalam pelaksanaan inisiatif akuisisi strategis, serta kolaborasi strategis untuk
       meningkatkan potensi pertumbuhan pendapatan. Namun demikian, dampak tersebut tidak dapat
       diukur secara langsung karena manfaatnya akan terealisasi secara bertahap seiring dengan
       implementasi program kerja dan pencapaian target operasional Perseroan. Perseroan meyakini
       bahwa dukungan tersebut akan semakin memperkuat ketahanan keuangan dan daya saing
       Perseroan secara berkelanjutan.

       The contract extension is expected to generate strategic and operational support for the
       Company, including support in funding and balance sheet management activities, assistance in
       executing strategic acquisition initiatives, and strategic collaboration in order to enhance
       revenue growth potential. However, the impact cannot be directly measured as the benefits will
       be realized gradually in line with the implementation of the Company’s work programs and the
       achievement of its operational targets. The Company believes that these support will further
       strengthen its financial strength and competitiveness on a sustainable basis.

4. Pertimbangan Perseroan memilih untuk memperpanjang kontrak hingga tahun 2028, dan bagaimana
   fleksibilitas Perseroan dalam menegosiasikan ulang apabila terjadi perubahan kondisi pasar atau tarif
   jasa di masa mendatang?

   The Company’s considerations in deciding to extend the contract until 2028, and how the Company
   maintains flexibility to renegotiate in the event of future changes in market conditions or service fee
   rates?

   Jawaban/Response:
   Keputusan Perseroan untuk memperpanjang kontrak hingga tahun 2028 didasarkan pada pertimbangan
   strategis untuk memastikan keberlanjutan dan stabilitas layanan pengelolaan operasional dalam jangka
   menengah, sejalan dengan rencana bisnis dan ekspansi infrastruktur Perseroan dan tantangan pasar
   baik dalam maupun luar negeri. Jangka waktu kontrak yang lebih panjang memberikan kepastian
   terhadap ketersediaan dukungan teknis dan manajerial yang diperlukan, sekaligus memungkinkan
   efisiensi biaya melalui skala ekonomi dan optimalisasi sumber daya di tingkat grup.

   Meskipun demikian, Perseroan tetap mengutamakan fleksibilitas dalam pengelolaan hubungan
   kontraktual dengan pihak afiliasi. Klausul dalam kontrak memungkinkan dilakukannya amandemen
   kontrak berdasarkan kesepakatan tertulis para pihak termasuk namun tidak terbatas pada perubahan
   signifikan pada kondisi pasar, tingkat tarif jasa, maupun kebutuhan operasional Perseroan di masa
   mendatang. Dengan demikian, Perseroan dapat terus memastikan bahwa ketentuan kontrak senantiasa
   relevan, kompetitif, dan selaras dengan prinsip efisiensi serta kepentingan terbaik bagi Perseroan dan
   pemegang saham.




                                                                                                        4
Page 5
   The Company’s decision to extend the contract until 2028 was based on strategic considerations to
   ensure the continuity and stability of operational management services in the medium term, in line
   with the Company’s business plan, infrastructure expansion, and market challenges both domestically
   and internationally. The longer contract period provides certainty regarding the availability of
   necessary technical and managerial support, while also enabling cost efficiencies through economies
   of scale and optimization of resources at the group level.

   Nevertheless, the Company continues to prioritize flexibility in managing its contractual relationship
   with the affiliated party. The contract includes provisions that allow amendments to be made based on
   the written agreement of the parties, including but not limited to significant changes in market
   conditions, service fee rates, or the Company’s future operational needs. Accordingly, the Company
   can continuously ensure that the contractual terms remain relevant, competitive, and aligned with the
   principles of efficiency and the best interests of the Company and its shareholders.

5. Dalam konteks perpanjangan kontrak hingga 2028, bagaimana Perseroan melihat prospek industry
   menara telekomunikasi di Indonesia, terutama terhadap tren 5G deployment, fiberization, dan
   konsolidasi operator seluler?

   In the context of the contract extension until 2028, how does the Company view the outlook of the
   telecommunications tower industry in Indonesia, particularly regarding the trends of 5G deployment,
   fiberization, and mobile operator consolidation?

   Jawaban/Response:
   Perseroan memandang prospek industri menara telekomunikasi di Indonesia tetap positif dalam jangka
   menengah hingga panjang, seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan infrastruktur digital yang
   andal dan merata. Implementasi 5G deployment, percepatan fiberization, serta dinamika konsolidasi
   operator seluler justru dipandang sebagai katalis positif bagi terciptanya industri telekomunikasi yang
   lebih efisien dan sehat. Terkait implementasi 5G deployment, pihak afiliasi Perseroan juga memiliki
   pengalaman atas pengembangan Inbuilding System di negara lain sehingga memberikan kontribusi
   penyediaan 5G di ruang gedung yang dapat meningkatkan konektifitas layanan bagi Masyarakat di
   kawasan niaga, dan hunian vertikal. Konsolidasi tersebut berpotensi memperkuat daya saing industri,
   meningkatkan efisiensi operasional para operator, serta mendorong permintaan terhadap infrastruktur
   menara yang lebih terintegrasi dan berkualitas tinggi, yang pada akhirnya akan memberikan peluang
   pertumbuhan bagi Perseroan. Dalam konteks tersebut, perpanjangan kontrak hingga tahun 2028
   memberikan dasar yang kuat bagi Perseroan untuk menjaga kesinambungan operasional, memperluas
   kolaborasi strategis, serta memanfaatkan momentum pertumbuhan industri secara berkelanjutan.
   Peningkatan kebutuhan kapasitas jaringan, densifikasi menara, dan perluasan konektivitas
   antarwilayah diharapkan terus mendorong permintaan terhadap solusi infrastruktur yang efisien,
   tangguh, dan siap mendukung teknologi generasi berikutnya.




                                                                                                        5
Page 6
       Selain itu, pelaksanaan kontrak dengan pihak afiliasi mencerminkan bentuk dukungan dan kepedulian
       dari grup Perseroan, yang merupakan pemangku kepentingan strategis dengan kompetensi dan
       pengalaman mendalam di bidang infrastruktur telekomunikasi. Melalui sinergi tersebut, grup berperan
       aktif dalam mendukung kemajuan dan keberlanjutan usaha Perseroan, termasuk melalui penyediaan
       jasa pengelolaan yang berstandar tinggi dan berorientasi pada efisiensi operasional jangka panjang.
       Dengan dukungan kompetensi teknis, skala aset, dan sinergi dalam grup, Perseroan meyakini akan
       mampu terus berperan aktif dalam memperkuat ekosistem telekomunikasi nasional serta menciptakan
       nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

       The Company views the outlook of the telecommunications tower industry in Indonesia as remaining
       positive in the medium to long term, in line with the growing demand for reliable and equitable digital
       infrastructure. The implementation of 5G deployment, the acceleration of fiberization, and the ongoing
       consolidation of mobile operators are regarded as positive catalysts for creating a more efficient and
       robust telecommunications industry. In relation to the implementation of 5G deployment, the
       Company’s affiliated party also has experience in developing In-Building Systems in other countries,
       which contributes to the provision of 5G connectivity within buildings, enhancing service accessibility
       for communities in commercial areas and vertical residences. Such consolidation is expected to
       strengthen industry competitiveness, improve operational efficiency among operators, and drive
       demand for more integrated and high-quality tower infrastructure, ultimately presenting growth
       opportunities for the Company. In this regard, the extension of the contract until 2028 provides a
       strong foundation for the Company to maintain operational continuity, expand strategic
       collaborations, and leverage the momentum of sustainable industry growth. The increasing demand
       for network capacity, tower densification, and interregional connectivity is anticipated to further
       stimulate the need for efficient, resilient, and next-generation-ready infrastructure solutions.

       Furthermore, the implementation of the contract with the affiliated party reflects the support and
       commitment of the Company’s group, which is a strategic stakeholder with extensive competence and
       experience in telecommunications infrastructure. Through this synergy, the group plays an active role
       in supporting the advancement and sustainability of the Company’s business, including through the
       provision of high-standard management services focused on long-term operational efficiency. With
       the group’s technical expertise, asset scale, and strong synergy, the Company is confident in its ability
       to continue contributing to the strengthening of Indonesia’s telecommunications ecosystem and to
       create sustainable value for all stakeholders.


B. Transaksi Material/Material Transactions (Bond Issuance)

   6. Pertimbangan Perseroan memilih penambahan pendanaan melalui obligasi dengan pihak terafiliasi
      dibandingkan dengan aksi korporasi dengan penerbitan obligasi melalui penawaran umum maupun
      alternatif lainnya yang tersedia.

       The Company’s considerations in choosing to obtain additional funding through bonds with an
       affiliated party, instead of undertaking a corporate action by issuing bonds through a public offering
       or other available alternatives.




                                                                                                              6
Page 7
   Jawaban/Response:
   Perseroan memilih penambahan pendanaan melalui penerbitan obligasi kepada pihak terafiliasi
   dengan mempertimbangkan efisiensi waktu, cost of funds, kepastian pendanaan, serta fleksibilitas
   dalam penentuan struktur dan ketentuan pembiayaan. Mekanisme ini dinilai lebih optimal
   dibandingkan dengan penerbitan obligasi melalui penawaran umum yang memerlukan proses dan
   persyaratan regulatori yang lebih kompleks serta bergantung pada kondisi pasar.

   Selain itu, pendanaan melalui pihak terafiliasi menunjukkan dukungan terhadap keberlangsungan
   usaha anak perusahaan dan grup secara keseluruhan, serta dilakukan dengan mempertimbangkan
   prinsip kewajaran (fairness), berdasarkan penilaian independen dan tetap mematuhi ketentuan
   peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga tidak merugikan pemegang saham minoritas.

   The Company chose to obtain additional funding through the issuance of bonds to an affiliated party
   by considering time efficiency, cost of funds, funding certainty, and flexibility in determining the
   financing structure and terms. This mechanism is deemed more optimal compared to a public bond
   offering, which requires a more complex regulatory process and is dependent on market conditions.

   In addition, funding through an affiliated party reflects the group’s and its subsidiaries’ support for
   the continuity of business operations and is carried out with due consideration of fairness principles,
   based on an independent valuation, and in full compliance with the prevailing laws and regulations,
   thereby ensuring that it does not disadvantage minority shareholders.

7. Agar Perseroan menyampaikan penggunaaan dana penerbitan Bond Issuance senilai Rp829,4 miliar
   secara rinci dan target realisasi dengan mengisi tabel berikut:

   The Company is requested to provide a detailed explanation of the utilization of funds from the Bond
   Issuance amounting to IDR 829.4 billion, along with the targeted realization, by completing the
   following table:

   Jawaban/Response:
   Dalam proyeksi bisnis Perseroan selama 5 tahun, dibutuhkan rencana pembangunan menara
   telekomunikasi (tower) dan pembayaran sewa lahan, yang diasumsikan masing-masing kurang lebih
   sebesar 66,35% dan 33,65% dari Rp.829,4 miliar.

   In the Company’s 5-year business projection, plans for the construction of telecommunication towers
   and land lease payments are required, which are assumed to account for approximately 66.35% and
   33.65%, respectively, of IDR 829.4 billion.

             Objek Realisasi                Jumlah Dana          Target Realisasi       Keterangan
           Object of Realization           Amount of Funds           Target              (jika ada)
                                                                   Realization        Remarks (if any)
    Pembangunan Menara                     ± 66,35% dari           tahun 2026                 -
    Telekomunikasi (Tower)                 Rp829,4 Miliar
    Pembayaran Sewa Lahan                  ±33,65% dari             tahun 2026                -
                                           Rp829,4 Miliar




                                                                                                         7
Page 8
   Asumsi pendanaan untuk memenuhi kebutuhan biaya modal tersebut adalah dengan fasilitas pinjaman
   bank dengan tarif bunga secara umum lebih tinggi dari surat utang ke pemegang saham. Dengan
   adanya Bond Issuance, maka manfaat yang diterima dari pihak Perseroan adalah kepastian pendanaan
   dan tarif bunga yang lebih rendah.

   The funding assumption to meet the capital expenditure requirements is through bank loan facilities,
   which generally carry higher interest rates compared to debt security to shareholders. With the Bond
   Issuance, the benefits for the Company are the assurance of funding and a lower interest rate.

8. Dengan meningkatnya beban jasa pengelolaan dan beban bunga, strategi apa yang ditempuh Perseroan
   untuk menjaga margin EBITDA dan stabilitas arus kas operasional?

   With the increase in management service expenses and interest expenses, what strategies does the
   Company implement to maintain its EBITDA margin and the stability of operational cash flows?

   Jawaban/Response:
   Dalam menghadapi peningkatan beban jasa pengelolaan dan beban bunga, Perseroan senantiasa
   menerapkan strategi efisiensi dan optimalisasi biaya secara berkelanjutan, antara lain melalui
   renegosiasi perjanjian dengan mitra strategis, peningkatan produktivitas dan utilisasi aset menara, serta
   penerapan inisiatif digitalisasi dalam kegiatan operasional dan pemeliharaan. Di sisi pendapatan,
   Perseroan terus mendorong pertumbuhan bisnis melalui ekspansi kolokasi dan pengembangan layanan
   bernilai tambah untuk memperkuat basis pendapatan berulang. Melalui langkah-langkah tersebut,
   Perseroan berupaya menjaga margin EBITDA yang sehat serta memastikan kestabilan arus kas
   operasional secara berkesinambungan.

   In addressing the increase in management service expenses and interest expenses, the Company
   consistently implements sustainable cost efficiency and optimization strategies, including the
   renegotiation of agreements with strategic partners, enhancement of productivity and tower asset
   utilization, as well as the adoption of digitalization initiatives in operational and maintenance
   activities. On the revenue side, the Company continues to drive business growth through colocation
   expansion and the development of value-added services to strengthen its recurring revenue base.
   Through these measures, the Company strives to maintain a healthy EBITDA margin and ensure the
   stability of operational cash flows on an ongoing basis.

9. Apakah terdapat covenant atau batasan tertentu dalam perjanjian Bond Issuance yang dapat
   memengaruhi fleksibilitas Perseroan dalam melakukan aksi korporasi lainnya? Agar dielaborasi.

   Are there any covenants or specific restrictions under the Bond Issuance agreement that may affect
   the Company’s flexibility in undertaking other corporate actions? Please elaborate.

   Jawaban/Response:
   Tidak terdapat covenant atau batasan tertentu dalam perjanjian Bond Issuance yang secara material
   dapat mempengaruhi fleksibilitas Perseroan dalam melakukan aksi korporasi lainnya.




                                                                                                          8
Page 9
   There are no covenants or specific restrictions under the Bond Issuance agreement that materially
   may affect the Company’s flexibility in undertaking other corporate actions.

10. Efisiensi operasional, keuangan dan lain-lain yang telah dilakukan oleh Perseroan sepanjang tahun
    2025 dan rencana efisiensi hingga akhir tahun 2025.

   Operational, financial, and other efficiency measures implemented by the Company throughout 2025,
   as well as the efficiency plans to be carried out until the end of 2025.

   Jawaban/Response:
   Sepanjang tahun 2025, Perseroan telah melaksanakan berbagai langkah efisiensi yang terukur dalam
   rangka meningkatkan efektivitas operasional dan memperkuat kinerja keuangan. Upaya tersebut
   antara lain mencakup penurunan biaya capital expenditure (capex) untuk pembangunan menara dan
   sewa lahan, optimalisasi struktur organisasi guna meningkatkan produktivitas, serta pengelolaan kas
   yang lebih efisien melalui penempatan dana pada instrumen deposito.

   Selain itu, Perseroan juga telah melakukan pengendalian secara selektif terhadap sejumlah pos biaya
   non-inti, seperti biaya marketing, legal, dan administratif, tanpa mengurangi kualitas layanan dan
   operasional utama.

   Hingga akhir tahun 2025, Perseroan berkomitmen untuk terus melanjutkan inisiatif efisiensi tersebut
   secara konsisten, dengan fokus pada optimalisasi aset, peningkatan efektivitas proses bisnis, serta
   penguatan struktur keuangan. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan
   pertumbuhan dan menjaga daya saing Perseroan di industri infrastruktur telekomunikasi.

   Throughout 2025, the Company has undertaken various measured efficiency initiatives aimed at
   enhancing operational effectiveness and strengthening financial performance. These efforts include
   the reduction of capital expenditure (capex) for tower construction and land lease, optimization of the
   organizational structure to improve productivity, as well as more efficient cash management through
   fund placement in deposit instruments.

   In addition, the Company has implemented selective cost controls on several non-core expense items,
   such as marketing, legal, and administrative costs, without compromising service quality or core
   operational activities.

   Towards the end of 2025, the Company remains committed to consistently continuing these efficiency
   initiatives, focusing on asset optimization, improving business process effectiveness, and
   strengthening its financial structure. These measures are expected to support sustainable growth and
   maintain the Company’s competitiveness within the telecommunications infrastructure industry.




                                                                                                        9
Page 10
11. Bagaimana arah strategi pendanaan Perseroan setelah kedua transaksi tersebut setidaknya satu tahun
    kedepan — apakah masih terdapat rencana tambahan pinjaman, aksi korporasi PMHMETD,
    PMTHMETD, obligasi baru, atau restrukturisasi pembiayaan lainnya? Agar dielaborasi.

    What is the Company’s funding strategy direction following the completion of the two transactions for
    at least the next year — will there be any plans for additional borrowings, corporate actions such as
    Rights Issue (PMHMETD) or Private Placement (PMTHMETD), new Bond Issuance, or other
    financing restructuring? Please elaborate.

    Jawaban/Response:
    Sampai dengan saat ini, Perseroan belum memiliki rencana pasti untuk melakukan penambahan
    pinjaman, penerbitan obligasi baru, maupun melaksanakan aksi korporasi lainnya seperti PMHMETD
    atau PMTHMETD dalam waktu dekat. Namun demikian, Perseroan secara berkelanjutan melakukan
    evaluasi terhadap kebutuhan dan struktur pendanaan guna memastikan fleksibilitas keuangan yang
    optimal. Perseroan juga tetap terbuka terhadap berbagai alternatif pendanaan yang tersedia di pasar
    apabila diperlukan untuk mendukung strategi pertumbuhan dan menjaga struktur permodalan yang
    sehat.

    As of now, the Company has no definitive plans to undertake additional borrowings, issue new bonds,
    or carry out other corporate actions such as a Rights Issue (PMHMETD) or Private Placement
    (PMTHMETD) in the nearest time. However, the Company continuously evaluates its funding needs
    and structure to ensure optimal financial flexibility. The Company also remains open to various
    funding alternatives available in the market, if required, to support its growth strategy and maintain
    a healthy capital structure.

12. Bagaimana mekanisme pengawasan dari Dewan Komisaris dan Komite Audit dalam mengevaluasi
    dan menyetujui transaksi dengan pihak afiliasi agar tidak menimbulkan potensi conflict of interest di
    kemudian hari?

    What is the oversight mechanism implemented by the Board of Commissioners and the Audit
    Committee in evaluating and approving transactions with affiliated parties to ensure that potential
    conflicts of interest do not arise in the future?

    Jawaban/Response:
    Dewan Komisaris dan Komite Audit melaksanakan fungsi pengawasan secara independen untuk
    memastikan bahwa setiap transaksi dengan pihak afiliasi dilakukan secara wajar, transparan, dan
    sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Komite Audit terlebih dahulu
    melakukan penelaahan atas aspek kewajaran, kepatuhan, serta potensi benturan kepentingan sebelum
    memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris.

    Selanjutnya, Dewan Komisaris memberikan persetujuan atas transaksi tersebut dengan tetap
    memperhatikan prinsip kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang baik. Disamping itu, rapat
    bersama antara Dewan Komisaris dan Direksi selalu diselenggarakan dengan frekuensi waktu dan
    kehadiran sebagaimana dipersyaratkan oleh peraturan yang berlaku di pasar modal.




                                                                                                       10
Page 11
   Perseroan juga menerapkan kebijakan pengungkapan dan manajemen konflik kepentingan, termasuk
   mewajibkan Komisaris dan Direksi untuk menyatakan secara tertulis apabila terdapat situasi yang
   berpotensi menimbulkan benturan kepentingan, dan tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan
   terkait.

   The Board of Commissioners and the Audit Committee perform their oversight functions independently
   to ensure that every transaction with affiliated parties is conducted fairly, transparently, and in
   accordance with the prevailing laws and regulations. The Audit Committee first reviews the fairness,
   compliance, and potential conflict of interest aspects before providing recommendations to the Board
   of Commissioners. Subsequently, the Board of Commissioners approves the transaction while
   upholding the principles of prudence and good corporate governance. In addition, joint meetings
   between the Board of Commissioners and the Board of Directors are regularly held with the frequency
   and attendance as required by applicable capital market regulations.

   The Company also implements a conflict-of-interest disclosure and management policy, which
   includes requiring Commissioners and Directors to provide written declarations if any situation may
   potentially give rise to a conflict of interest and to refrain from participating in related decision-
   making processes.

13. Bagaimana komitmen jangka panjang pemegang saham pengendali dalam mendukung Kesehatan
    keuangan Perseroan setelah pelaksanaan kedua transaksi ini?

   What is the long-term commitment of the controlling shareholders in supporting the Company’s
   financial health following the completion of these two transactions?

   Jawaban/Response:
   Pemegang saham pengendali memiliki komitmen jangka panjang dalam mendukung keberlanjutan
   usaha dan menjaga kesehatan keuangan Perseroan. Komitmen tersebut tercermin melalui dukungan
   terhadap langkah-langkah strategis Perseroan dalam memperkuat struktur permodalan, menjaga
   likuiditas, serta memastikan stabilitas operasional. Pemegang saham pengendali juga senantiasa
   berkoordinasi dengan manajemen untuk memastikan pengelolaan keuangan Perseroan dilakukan
   secara hati-hati (prudent) dan transparan.

   The controlling shareholders have a long-term commitment to supporting the sustainability of the
   Company’s business and maintaining its financial health. This commitment is reflected in their support
   for the Company’s strategic measures to strengthen its capital structure, maintain liquidity, and
   ensure operational stability. The controlling shareholders also continuously coordinate with
   management to ensure that the Company’s financial management is conducted prudently and
   transparently.




                                                                                                      11
Page 12
14. Mengingat kedua transaksi tersebut sama-sama menurunkan saldo laba Perseroan, apa strategis yang
    akan dilakukan Perseroan untuk memulihkan profitabilitas dan menjaga kepercayaan investor publik
    sehingga tidak kembali masuk kedalam Papan Pemantauan Khusus Ekuitas Negatif di kemudian hari?

    Considering that both transactions reduce the Company’s retained earnings, what strategies will the
    Company implement to restore profitability and maintain public investors’ confidence so that it does
    not return to the Special Monitoring Board for Negative Equity in the future?

    Jawaban/Response:
    Perseroan berkomitmen untuk memulihkan profitabilitas dan memperkuat fundamental keuangan
    melalui penerapan strategi efisiensi operasional, optimalisasi struktur biaya, serta peningkatan
    pendapatan berulang dari kolokasi dan layanan bernilai tambah. Di samping itu, Perseroan juga terus
    melakukan pengelolaan struktur permodalan secara hati-hati (prudent) guna menjaga keseimbangan
    antara pertumbuhan usaha dan kesehatan keuangan. Dengan langkah-langkah tersebut, Perseroan
    meyakini dapat mempertahankan kinerja keuangan yang berkelanjutan, meningkatkan nilai bagi
    pemegang saham, serta menjaga kepercayaan investor publik agar Perseroan tidak kembali masuk
    kedalam Papan Pemantauan Khusus Ekuitas Negatif di kemudian hari.

    The Company is committed to restoring profitability and strengthening its financial fundamentals
    through the implementation of operational efficiency strategies, optimization of cost structure, and
    enhancement of recurring revenue from colocation and value-added services. In addition, the
    Company continuously manages its capital structure prudently to maintain a balance between
    business growth and financial health. Through these measures, the Company believes it can sustain
    its financial performance, increase shareholder value, and maintain public investor confidence so that
    it does not return to the Special Monitoring Board for Negative Equity in the future.

15. Fakta/informasi material/kejadian penting yang dapat berpengaruh signifikan terhadap Perseroan serta
    dipandang dapat mempengaruhi fluktuasi perdagangan saham Perseroan yang belum diungkapkan
    kepada publik dan wajib untuk segera diungkapkan kepada publik.

    Material facts/information/significant events that may have a substantial impact on the Company and
    are considered likely to affect fluctuations in the Company’s share trading, which have not yet been
    disclosed to the public and are required to be immediately disclosed to the public.

    Jawaban/Response:
    Sampai dengan saat ini, tidak terdapat Fakta/informasi material/kejadian penting yang dapat
    berpengaruh signifikan terhadap Perseroan serta dipandang dapat mempengaruhi fluktuasi
    perdagangan saham Perseroan yang belum diungkapkan Perseroan kepada publik.

    As of now, there are no material facts, information, or significant events that may have a substantial
    impact on the Company and are considered likely to affect fluctuations in the Company’s share trading
    that have not yet been disclosed by the Company to the public.




                                                                                                       12
Page 13
Demikian kami sampaikan, atas perhatiannya kami mengucapkan terima kasih.
Thus we convey, thank you for your attention.

Hormat kami/Sincerely,

PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk




____________________________
Antonius Ardityo Budi Susetiatmo
Sekretaris Perusahaan/Corporate Secretary




                                                                            13

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.8 MB
Published24 Oct 2025
Pages13
Characters38,299
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 6 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked person Antonius Ardityo Budi Susetiatmo · Sekretaris Perusahaan/Corporate Secretary p.13
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1 ×3
unresolved org Indonesia Stock Exchange p.1 ×2
unresolved person I Gede Nyoman Yetna Kepala Divisi Penilaian p.1
unresolved org Adi Pratomo Aryanto Indonesia Stock Exchange p.1

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result