Skip to content
Back to announcement

20260729_GOTO_Laporan Informasi dan Fakta Material_32115884_lamp1.pdf

Other Text extracted GOTO

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 19

Page 1
Nomor / Number: 075/GOTO/CS/JKT/VII/2026

Perihal: Laporan Informasi kepada Otoritas       Subject: Report to the Financial Services
         Jasa Keuangan sehubungan dengan                  Authority (Otoritas Jasa Keuangan) in
         Informasi atau Fakta Material                    connection with a Material Information
                                                          or Facts



Kepada Yth. / To:


1. Otoritas Jasa Keuangan / Financial Services Authority (“OJK”)
   Gedung Sumitro Djojohadikusumo Lantai 1
   Jl. Lapangan Banteng Timur 2-4
   Jakarta 10710
   U.p. / Attn: Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon
                / Executive Chief of the Capital Market, Derivative Financial and Carbon Trading
                Supervisory


2. PT Bursa Efek Indonesia (“BEI”) / Indonesia Stock Exchange (“IDX”)
   Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1
   Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
   Jakarta 12190
   U.p. / Attn: Direktur Penilaian Perusahaan / Director of Listing



Dengan hormat,                                   Dear Sir / Madam,

Merujuk     pada     Peraturan     OJK     No.   Referring to the OJK Regulation No.
31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan atas         31/POJK.04/2015        concerning     Disclosure
Informasi atau Fakta Material oleh Emiten atau   Information on Material Information or Facts by
Perusahaan Publik sebagaimana dicabut            Issuers or Public Companies as partially revoked
sebagian berdasarkan Peraturan OJK No. 45        by the OJK Regulation No. 45 of 2024 concerning
Tahun 2024 tentang Pengembangan dan              Development and Reinforcement of Issuers and
Penguatan Emiten dan Perusahaan Publik dan       Public Companies and the Decree of the Board of
Keputusan Direksi BEI No:Kep-00087/BEI/12-       Directors of the IDX No: Kep-00087/BEI/12-2025
2025 tentang Peraturan Nomor I-E tentang         regarding the Regulation No. I-E concerning the
Kewajiban Penyampaian Informasi, PT GoTo         Obligation to Submit Information, PT GoTo Gojek
Gojek Tokopedia Tbk (“Perseroan”) dengan ini     Tokopedia Tbk (“the Company”) hereby conveys
menyampaikan Keterbukaan Informasi dengan        a Disclosure of Information for the purpose of
maksud untuk memberikan penjelasan sebagai       providing an explanation to fulfill the relevant
pemenuhan ketentuan perundangan-undangan         requirements under the applicable laws and
pada Lampiran I.                                 regulations on Attachment I.

Sehubungan dengan hal di atas, bersama ini       In connection with the foregoing, we hereby, for
kami untuk dan atas nama Perseroan               and on behalf of the Company, convey a
menyampaikan         Keterbukaan  Informasi      Disclosure of Information in connection with
sehubungan dengan informasi atau fakta           material information or facts as follows:
material sebagai berikut:



                                                                                                1
Page 2
Nama Emiten/Name of the Issuer                    :   PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (“Perseroan”)/
                                                      PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (“Company”)

Alamat/Address                                    :   Gedung Pasaraya Blok M, 6-7/F, Jl. Iskandarsyah
                                                      II No. 2, Jakarta 12160

Bidang Usaha/Business Line                        :   Perusahaan induk dan penyedia platform digital
                                                      yang mengintegrasikan on-demand services, e-
                                                      commerce dan produk digital, serta financial
                                                      technology services secara langsung maupun
                                                      tidak langsung melalui entitas-entitas di dalam
                                                      Perusahaan. /

                                                      Holding company and digital platform provider
                                                      integrating on-demand services, e-commerce and
                                                      digital products and financial technology services,
                                                      directly or indirectly through entities within the
                                                      Company.

Telepon/Phone                                     :   (021) 2910 1072

Faksimili/Fax                                     :   (021) 2709 7877

Email                                             :   corpsecretary@gotocompany.com

Website                                           :   www.gotocompany.com


1. Tanggal Kejadian                                   1. Date of the Event

   Rabu, 29 Juli 2026                                     Wednesday, July 29, 2026



2. Jenis Informasi                                    2. Information Type

   Informasi atau Fakta Material Lainnya                  Other Material Facts or Information



3. Uraian Informasi                                   3. Description of Information

   Pada hari ini, Perseroan telah menerbitkan            The Company today released its unaudited
   laporan keuangan konsolidasian interim                and unreviewed interim consolidated financial
   yang tidak diaudit dan tidak direviu pada             statements as of and for the six-month period
   tanggal dan untuk periode enam bulan yang             then ended on June 30, 2026, through its letter
   berakhir pada 30 Juni 2026, melalui surat             No. 072/GOTO/CS/JKT/VII/2026, dated July
   Perseroan No. 072/GOTO/CS/JKT/VII/2026,               29, 2026, where the Company delivered a
   tanggal 29 Juli 2026, dimana Perseroan                second consecutive quarter of net profit as it
   menunjukkan pencapaian laba bersih kuartal            reported its second quarter 2026 financial
   II-2026, menandai dua kuartal berturut-turut          results.
   mencetak laba bersih.




                                                                                                        2
Page 3
Pada       kuartal    II-2026,    Perseroan      During the quarter, the Company recorded a
mencatatkan laba bersih Rp252 miliar,            net profit of Rp252 billion, after achieving
melanjutkan kinerja positif setelah meraih       Rp171 billion in the first quarter of 2026.
laba bersih sebesar Rp171 miliar pada            Growth also accelerated as Core GTV
kuartal I-2026. Pertumbuhan juga mengalami       increased by 83% YoY to Rp164 trillion, while
akselerasi, tercermin dari peningkatan GTV       net revenue increased by 31% YoY, to Rp5.7
inti sebesar 83% YoY menjadi Rp164 triliun,      trillion.
sementara pendapatan bersih meningkat
31% YoY mencapai Rp5,7 triliun.

Hans Patuwo, Direktur Utama Perseroan,           Hans Patuwo, the Company’s CEO, said:
mengatakan, “Kami mencetak laba bersih           “We delivered our second consecutive quarter
selama dua kuartal berturut-turut, dengan        of net profit, as adjusted EBITDA more than
EBITDA Grup yang disesuaikan meningkat           doubled year-on-year to surpass the historic
lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun     milestone of one trillion Rupiah. Our Fintech
sebelumnya, melampaui angka Rp1,0 triliun        business continues to do well, with its
untuk pertama kalinya. Bisnis Fintech kami       profitability now exceeding that of our On-
juga terus menunjukkan kinerja yang unggul.      demand Services business for the first time,
Kini, profitabilitasnya telah melebihi bisnis    reflecting the strength and balance of our
On-demand Services untuk pertama kalinya.        ecosystem.”
Hal ini menunjukkan kekuatan dan
keseimbangan ekosistem kami.”

“Pada 1 Juli 2026, struktur komisi baru mulai    “On July 1st, a new commission structure
diberlakukan sesuai Keputusan Menteri            came into effect based on the Minister of
Perhubungan Nomor 532 Tahun 2026.                Transportation Decree No. 532 of 2026,
Struktur ini berlaku untuk bisnis transportasi   covering Gojek’s two-wheel transportation
roda dua Gojek, yang menyumbang sekitar          business – around 7% of Group net revenue.
7% dari pendapatan bersih Grup. Dampak           The effect of this commission change will be
dari perubahan komisi ini akan terlihat pada     felt in our third quarter earnings, but after one
laporan keuangan kuartal ketiga. Namun,          month of implementation, we have been able
setelah satu bulan berjalan, kondisi bisnis      to keep business conditions stable.”
tetap stabil.”

“Penyesuaian ini tidak mudah, tetapi kami        “The adjustment is not an easy one, but we
percaya bisa mengatasi dampaknya. Karena         believe we can manage the impact. As a
itu, kami tetap mempertahankan pedoman           result, we are maintaining our adjusted
EBITDA Grup yang disesuaikan untuk               EBITDA guidance of 3.2 to 3.4 trillion Rupiah,
setahun penuh dikisaran Rp3,2-3,4 triliun.       forecasting a reduced contribution from On-
Kami memperkirakan kontribusi dari bisnis        demand Services and an increased
On-demand Services akan berkurang,               contribution from our Fintech business.”
sementara bisnis Fintech akan memberikan
kontribusi lebih besar.”

“Seiring dengan berkembangnya ekosistem,         “As the ecosystem grows, we continue to
kami terus berinvestasi untuk mendukung          reinvest in our customers, including support
pelanggan kami, termasuk mendukung Mitra         for Gojek driver-partners through the
Driver Gojek, diantaranya melalui perluasan      expansion of the Driver-partner Appreciation
Program Apresiasi Mitra, mulai dari BPJS         Program – from social security coverage
Kesehatan dan Ketenagakerjaan, Beasiswa,         (BPJS) and scholarships to free Umrah trips.
hingga Umrah gratis. Bagi kami, kesuksesan       For us, success is measured not only by the
tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis,      growth of the business, but by the progress of
tetapi juga dari kemajuan seluruh pihak di       everyone within the GoTo ecosystem.”
dalam ekosistem GoTo.”


                                                                                                 3
Page 4
Kinerja GoTo Grup                                   Key Highlights GoTo Group

   •   Laba bersih Rp252 miliar pada kuartal           •   Net profit of Rp252 billion in the quarter.
       kedua. Ini adalah dua kuartal berturut-             This was a second consecutive quarter of
       turut Perseroan mencatat laba, didorong             net profit, driven by increasing net
       pertumbuhan pendapatan dan upaya                    revenues and continued cost discipline.
       untuk tetap disiplin dalam menjaga
       beban.
   •   Pendapatan bersih naik 31% YoY                  •   Net revenue rose 31% YoY to Rp5.7
       menjadi Rp5,7 triliun.                              trillion.
   •   EBITDA Grup yang disesuaikan                    •   Group adjusted EBITDA increased
       meningkat 137% YoY, melampaui Rp1                   137% YoY, surpassing Rp1 trillion for the
       triliun untuk pertama kalinya.                      first time.
   •   Pengguna bertransaksi tahunan                   •   Annual Transacting Users (ATUs) grew
       (ATUs) tumbuh 19% YoY menjadi 71                    19% YoY to 71 million.
       juta.
   •   GTV inti tumbuh 83% YoY menjadi                 •   Core GTV grew 83% YoY to Rp164
       Rp164 triliun.                                      trillion.
   •   Pedoman          EBITDA      Grup    yang       •   Full year adjusted EBITDA guidance
       disesuaikan untuk setahun penuh tetap               maintained at Rp3.2-3.4 trillion
       Rp3,2-3,4 triliun
             ○ Pedoman kinerja Fintech                         ○   Fintech guidance raised to
                ditingkatkan menjadi Rp1,7-                        Rp1.7-1.8 trillion, from Rp1.4-1.5
                1,8 triliun, dari sebelumnya                       trillion previously.
                Rp1,4-1,5 triliun.
             ○ Pedoman           kinerja    ODS                ○   ODS guidance lowered to
                diturunkan menjadi Rp1,4-1,5                       Rp1.4-1.5 trillion, from Rp1.7-1.8
                triliun, dari sebelumnya Rp1,7-                    trillion previously, following the
                1,8 triliun, menyusul batasan                      8% commission cap.
                komisi GoRide 8%.
             ○ Hal ini mencerminkan kekuatan                   ○   This reflects the strength of a
                ekosistem         yang     saling                  mutually supportive ecosystem.
                menopang.
   ●   Perseroan juga mengumumkan rencana              ●   Alongside its results, the Company has
       untuk membatalkan lebih dari 32 miliar              announced its intention to cancel more
       saham tresuri atau setara dengan                    than 32 billion treasury shares,
       kurang lebih 2,7% dari total saham                  representing approximately 2.7% of
       beredar. Dalam melakukan pembatalan                 shares outstanding. The Company will
       saham        tresuri,   Perseroan    akan           fully comply with the regulatory process
       mematuhi ketentuan peraturan dan                    and seek shareholder approval regarding
       perundang-undangan yang berlaku dan                 this proposed cancellation. The Company
       meminta        persetujuan     dari   para          will furnish further information, including
       pemegang saham. Perseroan akan                      the announcement and invitation for the
       menyampaikan informasi lebih lanjut,                extraordinary     general    meeting      of
       termasuk           pengumuman          dan          shareholders, once it is ready to proceed.
       pemanggilan Rapat Umum Pemegang
       Saham Luar Biasa (RUPSLB), setelah
       seluruh persiapan selesai dilakukan.




                                                                                                      4
Page 5
Kinerja On-demand Services (Gojek)                    On-demand Services (Gojek)

   ●   EBITDA yang disesuaikan sebesar                   ●   Adjusted EBITDA reached Rp464 billion,
       Rp464 miliar, meningkat 41% YoY                       up 41% YoY, driven by net revenue of
       didorong oleh pendapatan bersih                       Rp3.6 trillion.
       sebesar Rp3,6 triliun.
   ●   Jumlah pesanan yang sudah selesai                 ●   Completed orders rose 3% YoY and 8%
       tumbuh sebesar 3% YoY dan 8% QoQ,                     QoQ, while GTV increased more slowly,
       sementara GTV naik lebih lambat                       by 2% YoY to Rp16.7 trillion, as the
       sebesar 2% YoY menjadi Rp16,7 triliun.                Company prioritized margin expansion
       Perseroan      lebih    memprioritaskan               ahead of the new 8% commission
       peningkatan       margin,     menjelang               regulation.
       berlakunya aturan komisi 8% yang baru.
   ●   Kinerja di segmen Delivery tetap kuat             ●   Performance in the delivery segment
       dengan peningkatan margin menjadi                     remained strong, with margins rising to
       2,1% dari 1,8% di tahun sebelumnya.                   2.1% from 1.8% a year ago, while in the
       Sementara itu di segmen Mobility,                     mobility segment, margins increased to
       margin meningkat menjadi 5,0% dari                    5.0% from 3.0% a year ago.
       3,0% di tahun sebelumnya.
   ●   Pelanggan affluent menjadi pendorong              ●   Affluent customers made a strong
       utama      kinerja,    didukung    oleh               contribution to overall performance, as
       peningkatan jumlah pengguna dengan                    the Very High Spending cohort grew 21%
       tingkat pengeluaran sangat tinggi                     year-on-year.
       sebesar 21% dibanding tahun lalu.
   ●   Investasi pada mass market mulai                  ●   Investments in the mass market are
       menunjukkan hasil dan dengan adanya                   beginning to drive growth and combined
       penerapan komisi 8%, Perseroan akan                   with the implementation of the 8%
       mengalihkan fokus ke produk yang                      commission structure, will shift focus
       terjangkau dan sering digunakan.                      toward     affordable,   high-frequency
                                                             products.

Kinerja Fintech (GoPay)                               Fintech (GoPay)

   ●   EBITDA yang disesuaikan naik 447%                 ●   Adjusted EBITDA reached Rp481 billion,
       YoY,       mencapai       Rp481      miliar.          up 447% YoY, while net revenue grew by
       Sementara itu, pendapatan bersih naik                 53% YoY to over Rp2.0 trillion.
       53% YoY menjadi lebih dari Rp2,0 triliun.
   ●   Jumlah Pengguna yang Bertransaksi                 ●   Monthly Transacting Users (MTUs)
       Bulanan (MTU) mencapai 28,8 juta, naik                reached 28.8 million, up 29% YoY, while
       29%       dibandingkan        tahun    lalu,          transactions grew faster at 91% YoY to
       sementara jumlah transaksi tumbuh                     2.4    billion,  indicating  deepening
       91% dibandingkan tahun lalu menjadi                   engagement.
       2,4 miliar, menunjukkan pengguna
       semakin aktif.
   ●   GTV inti, di luar transaksi merchant              ●   Core GTV, which excludes merchant
       payment       gateway,         naik    91%            payment gateway transactions, rose 91%
       dibandingkan tahun lalu menjadi Rp157                 YoY to Rp157 trillion.
       triliun.
   ●   User engagement yang semakin tinggi               ●   Deepening customer engagement also
       ikut mendorong pertumbuhan pinjaman.                  drove lending growth, with loans
       Hal ini tercermin dari nilai buku pinjaman            outstanding principal up 58% YoY to
       yang tumbuh 58% dibandingkan tahun                    Rp11.0 trillion.
       lalu, menjadi Rp11 triliun.



                                                                                                       5
Page 6
    ●   Kualitas pinjaman tetap terjaga, dengan        ●   Credit quality remained stable, with
        indikator tunggakan dan rasio NPL yang             steady delinquency rates and NPL ratio.
        stabil.

Pedoman Kinerja 2026                                   2026 Company Outlook

Perseroan tetap mempertahankan pedoman                 The Company is maintaining its full-year
kinerja EBITDA Grup yang disesuaikan untuk             adjusted EBITDA guidance of Rp3.2-3.4
setahun penuh sebesar Rp3,2-3,4 triliun.               trillion. The Company is raising Fintech
Perseroan menaikkan pedoman kinerja Fintech            guidance to Rp1.7 to 1.8 trillion, from Rp1.4-
menjadi Rp1,7-1,8 triliun dari sebelumnya              1.5 trillion, as the business continues to
Rp1,4-1,5 triliun, seiring dengan kinerja bisnis       outperform, and lowering On-demand
yang terus unggul. Perseroan juga menurunkan           Services guidance to Rp1.4-1.5 trillion, from
pedoman kinerja On-demand Services menjadi             Rp1.7-1.8 trillion, as a result of the new 8%
Rp1,4-1,5 triliun dari Rp1,7-1,8 triliun, sebagai      cap on driver commissions.
dampak dari penerapan komisi aplikasi sebesar
8%.

Pedoman ini mengacu pada perkiraan awal                This outlook reflects the Company's
Perseroan yang mengacu pada kondisi saat ini           preliminary estimates as per current market
dan masih dapat berubah sewaktu-waktu akibat           conditions and remains subject to various
berbagai risiko termasuk ketatnya persaingan           risks including competition, cost inflation,
pasar dan inflasi biaya, hingga ketidakpastian         macroeconomic uncertainty and other
ekonomi makro serta variabel lainnya yang              variables which are beyond the Company’s
berada di luar kendali Perseroan.                      control.

Penjelasan lebih lanjut tersedia pada siaran pers      Further explanation is available on the press
pada Lampiran I.                                       release in Attachment I.



4. Dampak Kejadian Informasi                        4. Impact of the Information

    Informasi  tersebut   tidak   berdampak            This information does not have a detrimental
    merugikan terhadap kegiatan operasional,           effect on the operational activities, legal,
    hukum,     kondisi   keuangan,      atau           financial condition or business continuity of the
    kelangsungan usaha Perseroan.                      Company.



5. Keterangan Lain-Lain                             5. Other Information

    Untuk informasi lebih lanjut mengenai kinerja      For more detailed information on the second
    keuangan dan operasional Perseroan untuk           quarter of 2026’s financial and operational
    kuartal kedua 2026 termasuk kinerja dari           performance of the Company including the
    masing-masing segmen operasi Perseroan,            performance of each segment, kindly refer to
    mohon merujuk pada siaran pers yang kami           the press release attached as Attachment 1 of
    lampirkan pada Lampiran 1 surat ini.               this letter.




                                                                                                       6
Page 7
Demikian      Keterbukaan  Informasi kami         We hereby convey this Disclosure of Information,
sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan         and we thank you for your attention.
terima kasih.


Jakarta, 29 Juli 2026 / July 29, 2026
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk




R A Koesoemohadiani
Direktur - Sekretaris Perusahaan /
Director - Corporate Secretary


Tembusan / Carbon Copied:
1. Direktur Penilaian Perusahaan Sektor Jasa, PT Bursa Efek Indonesia
2. Kepala Departemen Pengawas Pasar Modal 1, Otoritas Jasa Keuangan
3. Deputi Direktur Pemantauan Perusahaan Sektor Jasa, Otoritas Jasa Keuangan




                                                                                                 7
Page 8
                                            Lampiran I




           GoTo Kembali Cetak Laba Bersih di Kuartal II-2026




Jakarta, 29 Juli 2026 – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (“Perseroan” atau “Grup GoTo”, BEI: GOTO),
perusahaan induk Gojek dan GoPay, hari ini mengumumkan pencapaian laba bersih kuartal II-2026,
menandai dua kuartal berturut-turut mencetak laba bersih.

Pada kuartal II-2026 GoTo mencatatkan laba bersih1 Rp252 miliar, melanjutkan kinerja positif setelah
meraih laba bersih sebesar Rp171 miliar pada kuartal I-2026. Pertumbuhan juga mengalami akselerasi,
tercermin dari peningkatan GTV inti5 sebesar 83% YoY menjadi Rp164 triliun, sementara pendapatan bersih
meningkat 31% YoY mencapai Rp5,7 triliun.

Hans Patuwo, Direktur Utama Grup GoTo, mengatakan, “Kami mencetak laba bersih selama dua kuartal
berturut-turut, dengan EBITDA Grup yang disesuaikan3 meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan
tahun sebelumnya, melampaui angka Rp1,0 triliun untuk pertama kalinya. Bisnis Fintech kami juga terus
menunjukkan kinerja yang unggul. Kini, profitabilitasnya telah melebihi bisnis On-demand Services untuk
pertama kalinya. Hal ini menunjukkan kekuatan dan keseimbangan ekosistem kami.”

“Pada 1 Juli 2026, struktur komisi baru mulai diberlakukan sesuai Keputusan Menteri Perhubungan Nomor
532 Tahun 2026. Struktur ini berlaku untuk bisnis transportasi roda dua Gojek, yang menyumbang sekitar
7% dari pendapatan bersih Grup. Dampak dari perubahan komisi ini akan terlihat pada laporan keuangan
kuartal ketiga. Namun, setelah satu bulan berjalan, kondisi bisnis tetap stabil.”

“Penyesuaian ini tidak mudah, tetapi kami percaya bisa mengatasi dampaknya. Karena itu, kami tetap
mempertahankan pedoman EBITDA Grup yang disesuaikan untuk setahun penuh di kisaran Rp3,2-3,4
triliun. Kami memperkirakan kontribusi dari bisnis On-demand Services akan berkurang, sementara bisnis
Fintech akan memberikan kontribusi lebih besar.”
Page 9
“Seiring dengan berkembangnya ekosistem, kami terus berinvestasi untuk mendukung pelanggan kami,
termasuk mendukung Mitra Driver Gojek, di antaranya melalui perluasan Program Apresiasi Mitra, mulai
dari BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, Beasiswa, hingga Umrah gratis. Bagi kami, kesuksesan tidak
hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari kemajuan seluruh pihak di dalam ekosistem GoTo.”


Kinerja GoTo Grup

   ●​ Laba bersih Rp252 miliar pada kuartal kedua. Ini adalah dua kuartal berturut-turut GoTo mencatat
      laba, didorong pertumbuhan pendapatan dan upaya untuk tetap disiplin dalam menjaga beban.
   ●​ Pendapatan bersih naik 31% YoY menjadi Rp5,7 triliun.
   ●​ EBITDA Grup yang disesuaikan meningkat 137% YoY, melampaui Rp1,0 triliun untuk pertama
      kalinya.
   ●​ Pengguna bertransaksi tahunan (ATUs)9 tumbuh 19% YoY menjadi 71 juta.
   ●​ GTV inti tumbuh 83% YoY menjadi Rp164 triliun.
   ●​ Pedoman EBITDA Grup yang disesuaikan untuk setahun penuh tetap Rp3,2-3,4 triliun
           ○​ Pedoman kinerja Fintech ditingkatkan menjadi Rp1,7-1,8 triliun, dari sebelumnya Rp1,4-1,5
                triliun.
           ○​ Pedoman kinerja ODS diturunkan menjadi Rp1,4-1,5 triliun, dari sebelumnya Rp1,7-1,8
                triliun, menyusul batasan komisi GoRide 8%10.
           ○​ Hal ini mencerminkan kekuatan ekosistem yang saling menopang
   ●​ Perseroan juga mengumumkan rencana untuk membatalkan lebih dari 32 miliar saham tresuri atau
      setara dengan kurang lebih 2,7% dari total saham beredar. Dalam melakukan pembatalan saham
      tresuri, Perseroan akan mematuhi ketentuan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku
      dan meminta persetujuan dari para pemegang saham. Perseroan akan menyampaikan informasi
      lebih lanjut, termasuk pengumuman dan pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
      (RUPSLB), setelah seluruh persiapan selesai dilakukan.

Kinerja On-demand Services (Gojek)

   ●​ EBITDA yang disesuaikan4 sebesar Rp464 miliar, meningkat 41% YoY didorong oleh pendapatan
      bersih sebesar Rp3,6 triliun.
   ●​ Jumlah pesanan yang sudah selesai11 tumbuh sebesar 3% YoY dan 8% QoQ, sementara GTV2,7 naik
      lebih lambat sebesar 2% YoY menjadi Rp16,7 triliun. Perseroan lebih memprioritaskan peningkatan
      margin, menjelang berlakunya aturan komisi 8% yang baru.
   ●​ Kinerja di segmen Delivery tetap kuat dengan peningkatan margin menjadi 2,1% dari 1,8% di tahun
      sebelumnya. Sementara itu di segmen Mobility, margin meningkat menjadi 5,0% dari 3,0% di tahun
      sebelumnya.
   ●​ Pelanggan affluent menjadi pendorong utama kinerja, didukung oleh peningkatan jumlah
      pengguna dengan tingkat pengeluaran sangat tinggi sebesar 21% dibanding tahun lalu.
   ●​ Investasi pada mass market mulai menunjukkan hasil dan dengan adanya penerapan komisi 8%,
      kami akan mengalihkan fokus ke produk yang terjangkau dan sering digunakan.

Kinerja Fintech (GoPay)

   ●​ EBITDA yang disesuaikan naik 447% YoY, mencapai Rp481 miliar. Sementara itu, pendapatan bersih
      naik 53% YoY menjadi lebih dari Rp2,0 triliun.
   ●​ Jumlah Pengguna yang Bertransaksi Bulanan (MTU)8 mencapai 28,8 juta, naik 29% dibandingkan
      tahun lalu, sementara jumlah transaksi tumbuh 91% dibandingkan tahun lalu menjadi 2,4 miliar,
      menunjukkan pengguna semakin aktif.
   ●​ GTV inti, di luar transaksi merchant payment gateway, naik 91% dibandingkan tahun lalu menjadi
      Rp157 triliun.
Page 10
      ●​ User engagement yang semakin tinggi ikut mendorong pertumbuhan pinjaman. Hal ini tercermin
         dari nilai buku pinjaman6 yang tumbuh 58% dibandingkan tahun lalu, menjadi Rp11 triliun.
      ●​ Kualitas pinjaman tetap terjaga, dengan tingkat tunggakan dan rasio NPL yang stabil.

Pedoman Kinerja 2026

GoTo tetap mempertahankan pedoman kinerja EBITDA Grup yang disesuaikan untuk setahun penuh
sebesar Rp3,2-3,4 triliun. Perseroan menaikkan pedoman kinerja Fintech menjadi Rp1,7-1,8 triliun dari
sebelumnya Rp1,4-1,5 triliun, seiring dengan kinerja bisnis yang terus unggul. Perseroan juga menurunkan
pedoman kinerja On-demand Services menjadi Rp1,4-1,5 triliun dari Rp1,7-1,8 triliun, sebagai dampak dari
penerapan komisi aplikasi sebesar 8%10.

Pedoman ini mengacu pada perkiraan awal Perseroan yang mengacu pada kondisi saat ini dan masih
dapat berubah sewaktu-waktu akibat berbagai risiko termasuk ketatnya persaingan pasar dan inflasi biaya,
hingga ketidakpastian ekonomi makro serta variabel lainnya yang berada di luar kendali Perseroan.

-------------------------

Appendix

Ikhtisar Kinerja Grup

(dalam miliar                  Periode tiga bulan yang berakhir        Periode enam bulan yang berakhir
Rupiah)                                     30 Juni                                30 Juni
                                                         Perubahan   2026           2025        Perubahan
                            2026            2025
                                                           YoY %                                  YoY %
 Ikhtisar
 Operasional
 GTV Inti5                  164.331         89.759          83%      302.016       172.980          75%
       2
 GTV                        271.423         152.873         78%      507.739       297.433          71%


 Ikhtisar
 Keuangan
 Pendapatan                 5.653           4.328            31%     10.994         8.559          28%
 bersih
 EBITDA       yang           1.010           427            137%      1.917          820           134%
 disesuaikan3
 Laba/(rugi)                 252             (375)           n.a      423            (742)          n.a
 periode berjalan1



On-demand Services (Gojek)

(dalam miliar                 Periode tiga bulan yang berakhir         Periode enam bulan yang berakhir
Rupiah)                                    30 Juni                                 30 Juni
                                                         Perubahan   2026           2025         Perubahan
                            2026            2025
                                                           YoY %                                   YoY %
Ikhtisar
Operasional
GTV2                        16.693          16.371           2%      33.037         32.081           3%
            2,7
 Mobility                   5.854           6.047            -3%      11.567        11.946          -3%
Page 11
(dalam miliar          Periode tiga bulan yang berakhir         Periode enam bulan yang berakhir
Rupiah)                             30 Juni                                 30 Juni
Delivery2,7          10.839         10.324           5%       21.470         20.135          7%



Ikhtisar
Keuangan
Pendapatan           3.593          2.987            20%      6.953          5.994           16%
bersih
Mobility7             873            727             20%       1.688          1.479          14%
Delivery7            2.720          2.260            20%      5.265          4.515           17%


EBITDA      yang      464            328             41%       903            642            41%
disesuaikan3,4
Mobility3,4,7         290             183            58%       570            405            41%
           3,4,7
Delivery              223             186            20%       426            319            34%
Biaya korporasi       (49)            (41)           -20%      (93)           (82)           -13%
Grup yang
dialokasikan



Fintech (GoPay)

   (dalam miliar
                        Periode tiga bulan yang berakhir        Periode enam bulan yang berakhir
Rupiah,    kecuali
                                     30 Juni                                30 Juni
dinyatakan lain)
                                                  Perubahan   2026           2025        Perubahan
                     2026            2025
                                                    YoY %                                  YoY %
Ikhtisar
Operasional
GTV Inti5            157.326         82.224          91%      287.962       158.372          82%
      2
GTV                  265.361        146.284           81%     495.573       284.688          74%
Nilai Buku
Pinjaman6             11,026         6,985           58%      11,026         6,985           58%
MTUs (dalam
jutaan)8              28,8            22.4           29%       28.2           21.5           31%


Ikhtisar Keuangan
Pendapatan bersih     2.070          1.356           53%       3.979         2.562           55%
EBITDA yang            481             88            447%      845            135           526%
disesuaikan3,4



Tentang Grup GoTo
GoTo adalah ekosistem digital terbesar di Indonesia. Misi GoTo adalah 'mendorong kemajuan' dengan
menyediakan infrastruktur teknologi dan solusi yang membantu semua orang untuk mengakses dan
berkembang dalam ekonomi digital. Ekosistem GoTo menawarkan berbagai layanan, termasuk mobilitas,
pengantaran, pembayaran, layanan keuangan, dan solusi teknologi untuk para pedagang. Selain itu,
ekosistem ini juga menyediakan layanan e-commerce melalui Tokopedia dan layanan perbankan melalui
kemitraannya dengan Bank Jago
Page 12
Pernyataan Berwawasan ke Depan (Forward-Looking Statement)
Informasi ini mungkin memuat informasi berwawasan ke depan (forward-looking information) atau pernyataan berwawasan ke depan,
termasuk, namun tidak terbatas pada, diskusi mengenai strategi, rencana di masa depan, dan kinerja keuangan indikatif (secara
kolektif, "informasi berwawasan ke depan"). Informasi berwawasan ke depan didasarkan pada ekspektasi, estimasi, proyeksi, dan
asumsi manajemen saat ini. Meskipun dianggap wajar, hal-hal tersebut tunduk pada risiko dan ketidakpastian yang signifikan,
termasuk faktor bisnis, ekonomi, kompetitif, dan faktor-faktor lainnya. Informasi berwawasan ke depan bukan merupakan jaminan
kinerja di masa depan, dan ketergantungan yang tidak semestinya tidak boleh ditempatkan pada informasi tersebut sebagai dasar
untuk membuat keputusan investasi apa pun karena informasi tersebut melibatkan risiko, ketidakpastian, dan faktor-faktor lain yang
diketahui maupun tidak diketahui, yang dapat menyebabkan hasil aktual atau hasil di masa depan berbeda secara material dari yang
diungkapkan atau tersirat oleh informasi berwawasan ke depan tersebut. Faktor-faktor tersebut mencakup, namun tidak terbatas
pada, peningkatan persaingan pasar, inflasi biaya, kondisi makroekonomi, dan variabel lainnya. Setiap estimasi, strategi investasi, atau
pandangan yang diungkapkan dalam dokumen ini didasarkan pada kondisi pasar saat ini, dan/atau data serta informasi yang
disediakan oleh pihak ketiga yang tidak terafiliasi, dan dapat berubah tanpa pemberitahuan. Grup GoTo belum memverifikasi secara
independen informasi apa pun yang diperoleh dari sumber pihak ketiga, yang dapat memengaruhi keakuratan asumsi yang dibuat
dan kesimpulan yang ditarik. Kecuali sebagaimana diwajibkan oleh hukum, Grup GoTo melepaskan kewajiban apa pun untuk
memperbarui atau merevisi informasi berwawasan ke depan, baik sebagai akibat dari informasi baru, peristiwa, atau hal lainnya.
Pembaca diperingatkan untuk tidak menaruh ketergantungan yang tidak semestinya pada informasi berwawasan ke depan ini, yang
tidak boleh dipandang, dengan sendirinya, sebagai dasar untuk membuat keputusan investasi apa pun.


Pengukuran Non-PSAK
Grup GoTo menggunakan sejumlah ukuran keuangan non-Standar Akuntansi Keuangan Indonesia (SAK), termasuk EBITDA yang
disesuaikan dan arus kas bebas yang disesuaikan, untuk memahami dan mengevaluasi kinerja operasional inti GoTo Group. Namun,
definisi ukuran keuangan non-SAK Grup GoTo mungkin berbeda dari yang digunakan oleh perusahaan lain, dan oleh karena itu,
mungkin tidak dapat dibandingkan. Lebih lanjut, ukuran keuangan non-SAK ini memiliki keterbatasan tertentu karena tidak mencakup
dampak dari pengeluaran tertentu yang tercermin dalam laporan keuangan konsolidasi Grup GoTo yang diperlukan untuk
menjalankan bisnis Grup GoTo. Dengan demikian, ukuran keuangan non-SAK ini harus dipertimbangkan sebagai tambahan, bukan
sebagai pengganti, atau terpisah dari, ukuran yang disusun sesuai dengan PSAK.

Pengukuran non-SAK tidak dimaksudkan untuk menggantikan penyajian hasil keuangan Grup GoTo sesuai dengan PSAK. Sebaliknya,
Grup GoTo percaya bahwa penyajian EBITDA yang disesuaikan dan arus kas bebas yang disesuaikan memberikan informasi
tambahan kepada investor untuk memfasilitasi perbandingan hasil masa lalu dan sekarang, tidak termasuk item-item yang menurut
Grup GoTo tidak menunjukkan operasi berkelanjutan Grup GoTo karena ukuran dan/atau sifatnya. EBITDA yang disesuaikan dan arus
kas bebas yang disesuaikan yang disajikan di sini mungkin tidak dapat dibandingkan dengan ukuran serupa yang disajikan oleh
perusahaan lain, yang mungkin menggunakan dan mendefinisikan ukuran ini secara berbeda. Oleh karena itu, ukuran non-SAK ini
tidak boleh dibandingkan dengan ukuran yang disajikan oleh perusahaan lain.


Informasi Keuangan Konsolidasian
Grup GoTo telah menyampaikan kinerja keuangan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026, 31 Maret 2026, 31
Desember 2025, 30 September 2025, dan 30 Juni 2025, yang telah disusun dan menjadi tanggung jawab manajemen. Informasi
keuangan konsolidasian untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026, 31 Maret 2026, 31 Desember 2025, 30
September 2025, dan 30 Juni 2025, belum diaudit, ditinjau, diperiksa, atau dikenakan prosedur apapun. Oleh karena itu, tidak ada
opini atau bentuk jaminan lain yang dinyatakan sehubungan dengan semua informasi keuangan konsolidasian untuk periode tiga
bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026, 31 Maret 2026, 31 Desember 2025, 30 September 2025, dan 30 Juni 2025, yang
disajikan dalam dokumen ini.


1
 ​  Laba periode berjalan (termasuk kepentingan non-pengendali). Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik
    entitas induk tercatat sebesar Rp350 miliar pada kuartal kedua tahun 2026 (2Q26) dan Rp607 miliar pada semester pertama
    tahun 2026 (1H26) dibandingkan dengan rugi bersih sebesar Rp297 miliar pada 2Q25 dan rugi bersih sebesar Rp580 miliar pada
    1H25
2
  ​ Nilai Transaksi Bruto (GTV) merupakan ukuran operasional yang mencakup:

       a.​    Jumlah nilai transaksi dari On-Demand Services dan biaya tambahan apa pun seperti tol dan tip.
       b.​    Jumlah total volume pembayaran, atau TPV yang diproses melalui platform Teknologi Keuangan GoTo.
       c.​    Pengecualian transaksi antar Perusahaan antara entitas di dalam Perusahaan yang dihilangkan setelah konsolidasi.
3
 ​ Grup GoTo menghitung EBITDA yang disesuaikan, yang merupakan pengukuran keuangan non-PSAK, dimulai dengan laba (rugi)

    sebelum pajak penghasilan dan disesuaikan dengan: (i) beban penyusutan dan amortisasi; (ii) pendapatan keuangan; (iii) biaya
    bunga; (iv) kerugian penurunan nilai aset atas kelompok lepasan yang dimiliki untuk dijual; (v) kerugian penurunan nilai investasi
    pada entitas asosiasi dan ventura bersama; (vi) kerugian atas penurunan nilai goodwill; (vii) penyesuaian nilai wajar instrumen
    keuangan; (viii) rugi penurunan nilai aset tak berwujud dan aset tetap; (ix) biaya kompensasi berbasis saham; (x)
    kerugian/(keuntungan) selisih kurs, bersih; (xi) bagian kerugian bersih pada entitas asosiasi dan ventura bersama; (xii) keuntungan
    atas divestasi dan dilusi investasi, bersih; (xiii) pendapatan dividen; dan (xiv) pos-pos yang tidak berulang (non-recurring items).
Page 13
4
 ​   EBITDA yang disesuaikan segmen spesifik mencerminkan EBITDA yang disesuaikan setiap segmen dan mencakup seluruh
     pendapatan serta biaya yang diatribusikan secara langsung kepada segmen tersebut dan biaya korporasi yang dialokasikan.
 5
   ​ GTV inti adalah GTV dengan mengecualikan GTV dari gerbang pembayaran mitra pedagang (merchant payment gateway) untuk

     segmen Financial Technology.
 6
   ​ Nilai buku pinjaman, atau portofolio pinjaman, mencakup saldo pokok pinjaman yang belum dilunasi baik yang tercatat maupun

     yang tidak tercatat dalam neraca. Pinjaman yang tidak tercatat dalam neraca mewakili pinjaman yang berasal dari segmen
     Teknologi Keuangan GoTo tetapi didanai melalui pengaturan penyaluran pinjaman dengan mitra penyalur. Nilai buku pinjaman
     mencakup pinjaman konsumen dan pinjaman untuk mitra usaha.
 7
   ​ Di unit bisnis On-demand Services, Mobility mencakup bisnis transportasi online kendaraan roda dua dan roda empat. Delivery

     mencakup jasa pengantaran makanan online, logistik on-demand, dan bisnis quick commerce.
8
  ​ Financial Technology MTU berarti rata-rata Pengguna unik yang Bertransaksi Bulanan yang menggunakan Layanan Teknologi

     Keuangan, di dalam platform atau di luar platform, selama periode yang disebutkan.
9
  ​ Pengguna Bertransaksi Tahunan (Annual Transacting Users/ATU) berarti jumlah pengguna unik yang menggunakan produk

     On-Demand Services atau layanan Financial Technology, baik di dalam platform maupun di luar platform, selama dua belas bulan
     terakhir hingga akhir periode yang dinyatakan.
10
   ​ Pada 1 Juli 2026, struktur komisi baru mulai diberlakukan sesuai Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 532 Tahun 2026.

     Struktur ini berlaku untuk bisnis transportasi roda dua Gojek.
11
  ​ Transaksi yang telah berhasil dipenuhi atau dikirimkan kepada pengguna atau tujuan




Kontak:

Media
GoTo Group: corporate.affairs@gotocompany.com

Investors/analysts
GoTo Group: ir@gotocompany.com
Page 14
                                                Attachment I




       GoTo Records Another Quarter of Net Profit as it Reports
                  2026 Second Quarter Earnings




Jakarta, July 29, 2026 – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (“the Company” or “GoTo Group”, IDX: GOTO), the
parent company of Gojek and GoPay, today announced a second consecutive quarter of net profit as it
reported its second quarter 2026 financial results.

During the quarter, the Company recorded a net profit1 of Rp252 billion, after achieving Rp171 billion in the
first quarter of 2026. Growth also accelerated as Core GTV5 increased by 83% YoY to Rp164 trillion, while
net revenue increased by 31% YoY, to Rp5.7 trillion.

Hans Patuwo, GoTo Group CEO, said: “We delivered our second consecutive quarter of net profit, as
adjusted EBITDA3 more than doubled year-on-year to surpass the historic milestone of one trillion Rupiah.
Our Fintech business continues to do well, with its profitability now exceeding that of our On-demand
Services business for the first time, reflecting the strength and balance of our ecosystem.”

“On July 1st, a new commission structure came into effect based on the Minister of Transportation Decree
No. 532 of 2026, covering Gojek’s two-wheel transportation business – around 7% of Group net revenue.
The effect of this commission change will be felt in our third quarter earnings, but after one month of
implementation, we have been able to keep business conditions stable.”

“The adjustment is not an easy one, but we believe we can manage the impact. As a result, we are
maintaining our adjusted EBITDA guidance of 3.2 to 3.4 trillion Rupiah, forecasting a reduced contribution
from On-demand Services and an increased contribution from our Fintech business.”

“As the ecosystem grows, we continue to reinvest in our customers, including support for Gojek
driver-partners through the expansion of the Driver-partner Appreciation Program – from social security
Page 15
coverage (BPJS) and scholarships to free Umrah trips. For us, success is measured not only by the growth
of the business, but by the progress of everyone within the GoTo ecosystem.”


Key Highlights

GoTo Group
   ●​ Net profit of Rp252 billion in the quarter. This was a second consecutive quarter of net profit,
       driven by increasing net revenues and continued cost discipline.
   ●​ Net revenue rose 31% YoY to Rp5.7 trillion.
   ●​ Group adjusted EBITDA increased 137% YoY, surpassing Rp1 trillion for the first time.
   ●​ Annual Transacting Users (ATUs)9 grew 19% YoY to 71 million.
   ●​ Core GTV grew 83% YoY to Rp164 trillion.
   ●​ Full year adjusted EBITDA guidance maintained at Rp3.2-3.4 trillion
            ○​ Fintech guidance raised to Rp1.7-1.8 trillion, from Rp1.4-1.5 trillion previously.
            ○​ ODS guidance lowered to Rp1.4-1.5 trillion, from Rp1.7-1.8 trillion previously, following the
                8% commission cap10.
            ○​ This reflects the strength of a mutually supportive ecosystem.
   ●​ Alongside its results, the Company has announced its intention to cancel more than 32 billion
       treasury shares, representing approximately 2.7% of shares outstanding. The Company will fully
       comply with the regulatory process and seek shareholder approval regarding this proposed
       cancellation. The Company will furnish further information, including the announcement and
       invitation for the extraordinary general meeting of shareholders, once it is ready to proceed.

On-demand Services (Gojek)
   ●​ Adjusted EBITDA4 reached Rp464 billion, up 41% YoY, driven by net revenue of Rp3.6 trillion.
   ●​ Completed orders11 rose 3% YoY and 8% QoQ, while GTV2,7 increased more slowly, by 2% YoY to
      Rp16.7 trillion, as the Company prioritized margin expansion ahead of the new 8% commission
      regulation.
   ●​ Performance in the delivery segment remained strong, with margins rising to 2.1% from 1.8% a year
      ago, while in the mobility segment, margins increased to 5.0% from 3.0% a year ago.
   ●​ Affluent customers made a strong contribution to overall performance, as the Very High Spending
      cohort grew 21% year-on-year.
   ●​ Investments in the mass market are beginning to drive growth and combined with the
      implementation of the 8% commission structure, will shift focus toward affordable, high-frequency
      products.

Fintech (GoPay)
    ●​ Adjusted EBITDA reached Rp481 billion, up 447% YoY, while net revenue grew by 53% YoY to over
        Rp2.0 trillion
    ●​ Monthly Transacting Users (MTUs)8 reached 28.8 million, up 29% YoY, while transactions grew
        faster at 91% YoY to 2.4 billion, indicating deepening engagement.
    ●​ Core GTV, which excludes merchant payment gateway transactions, rose 91% YoY to Rp157 trillion.
    ●​ Deepening customer engagement also drove lending growth, with loans outstanding principal6 up
        58% YoY to Rp11.0 trillion.
    ●​ Credit quality remained stable, with steady delinquency rates and NPL ratio.
Page 16
​
2026 Company Outlook

GoTo is maintaining its full-year adjusted EBITDA guidance of Rp3.2-3.4 trillion. The Company is raising
Fintech guidance to Rp1.7 to 1.8 trillion, from Rp1.4-1.5 trillion, as the business continues to outperform, and
lowering On-demand Services guidance to Rp1.4-1.5 trillion, from Rp1.7-1.8 trillion, as a result of the new 8%
cap on driver commissions10.

This outlook reflects the Company's preliminary estimates as per current market conditions and remains
subject to various risks including competition, cost inflation, macroeconomic uncertainty and other
variables which are beyond the Company’s control.

-------------------------

Appendix

Group Highlights

 (in  billions         of
                             Three-month period ended June 30              Six-month period ended June 30
 Rupiah)
                                                         YoY %          2026            2025            YoY %
                            2026          2025
                                                        Change                                         Change
 Operational
 metrics
 Core GTV5                  164,331       89,759          83%           302,016         172,980          75%
       2
 GTV                        271,423       152,873         78%           507,739         297,433           71%


 Financial metrics
 Net revenue                5,653          4,328          31%           10,994           8,559           28%
                       3
 Adjusted EBITDA             1,010         427           137%            1,917           820             134%
 Net profit/(loss) for       252           (375)          n.a            423             (742)            n.a
 the period1
Page 17
On-demand Services (Gojek)

(in billions of            Three-month period ended June 30          Six-month period ended June 30
Rupiah)
                           2026          2025           YoY %       2026           2025           YoY %
                                                       change                                    change
Operational
metrics
GTV2                      16,693        16,371          2%        33,037          32,081          3%
            2,7
 Mobility                 5,854         6,047           -3%        11,567         11,946          -3%
 Delivery2,7              10,839        10,324          5%         21,470         20,135          7%


Financial metrics
Net revenue               3,593         2,987          20%         6,953          5,994           16%
            7
 Mobility                  873           727           20%         1,688          1,479           14%
            7
 Delivery                 2,720         2,260          20%         5,265          4,515           17%


Adjusted                   464           328            41%         903            642            41%
EBITDA3,4
 Mobility3,4,7             290           183           58%          570            405            41%
            3,4,7
 Delivery                  223           186           20%          426            319           34%
 Group allocated           (49)          (41)          -20%         (93)           (82)          -13%
corporate costs

Financial Technology (GoPay)

   (in billions of         Three-month period ended June 30           Six-month period ended June 30
Rupiah,      unless
otherwise stated)
                           2026          2025          YoY % ​     2026           2025          YoY % ​
                                                      change                                   change
Operational
metrics
Core GTV5                 157,326       82,224          91%       287,962        158,372         82%
      2
GTV                       265,361       146,284         81%       495,573        284,688         74%
Loans outstanding
principal6                 11,026        6,985          58%        11,026         6,985          58%
MTUs (in millions)8        28.8          22.4           29%         28.2           21.5           31%


Financial metrics
Net revenue                2,070         1,356          53%        3,979          2,562          55%
                    3,4
Adjusted EBITDA             481           88           447%         845            135           526%


                                                     -End-

About GoTo Group
GoTo is the largest digital ecosystem in Indonesia. GoTo's mission is to 'empower progress' by offering
technology infrastructure and solutions that help everyone to access and thrive in the digital economy. The
Page 18
GoTo ecosystem provides a wide range of services, including mobility, delivery, payments, financial
services, and technology solutions for merchants. The ecosystem also provides e-commerce services
through Tokopedia and banking services through its partnership with Bank Jago.


Forward-Looking Statements
This document may contain forward-looking information or forward-looking statements including, but not limited to discussions of
strategy, future plans and indicative financial performance (collectively, “forward-looking information”). Forward-looking information is
based on the management’s current expectations, estimates, projections, and assumptions. While considered reasonable, these are
subject to significant risks and uncertainties, including business, economic, competitive and other factors. Forward-looking information
is not a guarantee of future performance, and undue reliance should not be placed on them as a basis for making any investment
decision as they involve known and unknown risks, uncertainties and other factors (including the risks and uncertainties in GoTo’s
consolidated financial statements and Management’s Discussion and Analysis available on the GoTo website), that may cause the
actual or future results to differ materially from those expressed or implied by such forward-looking information. Any estimates,
investment strategies or views expressed in this document are based upon current market conditions, and/or data and information
provided by unaffiliated third parties, and are subject to change without notice. GoTo Group has not independently verified any
information obtained from third-party sources, which may impact the accuracy of the assumptions made and conclusions drawn.
Except as required by law, GoTo Group disclaims any obligation to update or revise any forward-looking information, whether as a
result of new information, events or otherwise. Readers are cautioned not to put undue reliance on this forward-looking information,
which should not be viewed, in and of itself, as any basis for making any investment decision.


Non-IFAS Financial Measures
GoTo Group uses a number of non-Indonesian Financial Accounting Standards (IFAS) financial measures including adjusted EBITDA
and adjusted free cash flow, to understand and evaluate GoTo Group’s core operating performance. However, the definitions of GoTo
Group’s non-IFAS financial measures may be different from those used by other companies, and therefore, may not be comparable.
Furthermore, these non-IFAS financial measures have certain limitations in that they do not include the impact of certain expenses that
are reflected in GoTo Group’s consolidated financial statements that are necessary to run GoTo Group’s business. Thus, these
non-IFAS financial measures should be considered in addition to, not as substitutes for, or in isolation from, measures prepared in
accordance with IFAS.

Non-IFAS measurements are not intended to replace the presentation of GoTo Group’s financial results in accordance with IFAS.
Rather, GoTo Group believes that the presentation of adjusted EBITDA and adjusted free cash flow provide additional information to
investors to facilitate the comparison of past and present results, excluding those items that GoTo Group does not believe are
indicative of GoTo Group’s ongoing operations due to their size and/or nature. Adjusted EBITDA and adjusted free cash flow
presented herein may not be comparable to similarly entitled measures presented by other companies, who may use and define this
measure differently. Accordingly, these non-IFAS measures should not be compared to those presented by other companies.


Consolidated Financial Information

GoTo Group has furnished the results of the three months ended June 30, 2026, March 31, 2026, December 31, 2025, September 30,
2025, and June 30, 2025, which have been prepared by and are the responsibility of management. The consolidated financial
information for the three months ended June 30, 2026, March 31, 2026, December 31, 2025, September 30, 2025, and June 30,
2025, have not been audited, reviewed, examined, or had any procedures applied. Accordingly, there are no opinions or any other
form of assurance expressed with respect to any and all consolidated financial information for the three months ended June 30, 2026,
March 31, 2026, December 31, 2025, September 30, 2025, and June 30, 2025, presented in this document.




1
 ​   Profit for the period (including non-controlling interests). Profit for the period attributable to owners of the parent stood at Rp350
     billion in 2Q26 and Rp607 billion in 1H26 compared to a loss of Rp 297 billion in 2Q25 and a loss of Rp50 billion in 1H25.
 2
   ​ GTV means gross transaction value, an operating measure representing:

          a.​    the sum of the value of the transactions from On-demand Services and any additional fees such as tolls and tips.
          b.​    the sum of the total payments volume, or TPV processed through GoTo’s Financial Technology platform.
          c.​    the exclusion of inter-Company transactions between entities within the Company that are eliminated upon consolidation.
 3
  ​ GoTo Group calculates the adjusted EBITDA, a non-IFAS financial measure, beginning with profit/(loss) before income tax and

     adjusting for (i) depreciation and amortization expenses; (ii) finance income; (iii) interest expenses; (iv) loss on impairment of assets
     of disposal group classified as held for sale; (v) loss on impairment of investment in associates and joint ventures; (vi) loss on
     goodwill; (vii) fair value adjustment of financial instruments; (viii) loss on impairment of intangible and fixed assets; (ix) share-based
     compensation cost; (x) foreign exchange loss/(gain), net; (xi) share of net losses in associates and joint ventures; (xii) gain on
     divestment and dilution of investments, net (xiii) dividend income; and (xiv) non-recurring items.
Page 19
4
 ​   Segment-specific adjusted EBITDA represents adjusted EBITDA for each segment and includes all revenue and costs directly
     attributable to the segment and allocated corporate cost.
 5
   ​ Core GTV means GTV excluding merchant payment gateway GTV in Financial Technology.
 6
   ​ Loans outstanding principal, or Loan book, includes both on and off balance sheet loans outstanding principal. Off-balance sheet

     loans represent loans originated by GoTo’s Financial Technology segment but funded through loan channelling arrangements with
     channelling partners. Loans outstanding principal includes both consumer and merchant lending book.
 7
   ​ Within On-demand Services, Mobility includes the Company’s two-wheel and four-wheel online transportation businesses. Delivery

     includes online food delivery, on-demand logistics, and quick commerce businesses.
8
  ​ Financial Technology MTU means average unique Monthly Transacting Users who are using Financial Technology Services,

     on-platform or off-platform, over the stated period.
9
  ​ Annual Transacting Users (ATU) means the number of unique users who are using On-demand Services products, or Financial

     Technology Services, on-platform or off-platform, over the past twelve months as of the end of stated period.
10
   ​ On July 1st, a new commission structure came into effect based on the Minister of Transportation Decree No. 532 of 2026,

     covering Gojek’s two-wheel transportation business.
11
  ​ A transaction that has been successfully fulfilled or delivered to the user or destination




Contacts:

Media
GoTo Group: corporate.affairs@gotocompany.com

Investors/analysts
GoTo Group: ir@gotocompany.com

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.0 MB
Published29 Jul 2026
Pages19
Characters59,053
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 15 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org GoTo Gojek Tokopedia Tbk p.2 ×14
linked person Hans Patuwo p.3 ×4
linked org Bank Jago p.11 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.1 ×4
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1 ×3
possible org GoTo Gojek Gojek Tokopedia Tbk p.1 ×2
possible org Tokopedia Tbk p.1
unresolved org Financial Services Authority p.1
unresolved org Indonesia Stock Exchange p.1
unresolved org PT GoTo p.1
unresolved org Minister of Perhubungan p.3
unresolved org Departemen Pengawas Pasar Modal p.7
unresolved org Menteri Perhubungan p.8 ×2
unresolved org Minister of Transportation Decree p.14 ×2
unresolved org Bank Jago. Forward-Looking Statements This p.18

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 1

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result