Back to announcement
20260729_GOTO_Laporan Informasi dan Fakta Material_32115884_lamp1.pdf
Other Text extracted GOTOSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 19
Page 1
Nomor / Number: 075/GOTO/CS/JKT/VII/2026
Perihal: Laporan Informasi kepada Otoritas Subject: Report to the Financial Services
Jasa Keuangan sehubungan dengan Authority (Otoritas Jasa Keuangan) in
Informasi atau Fakta Material connection with a Material Information
or Facts
Kepada Yth. / To:
1. Otoritas Jasa Keuangan / Financial Services Authority (“OJK”)
Gedung Sumitro Djojohadikusumo Lantai 1
Jl. Lapangan Banteng Timur 2-4
Jakarta 10710
U.p. / Attn: Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon
/ Executive Chief of the Capital Market, Derivative Financial and Carbon Trading
Supervisory
2. PT Bursa Efek Indonesia (“BEI”) / Indonesia Stock Exchange (“IDX”)
Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Jakarta 12190
U.p. / Attn: Direktur Penilaian Perusahaan / Director of Listing
Dengan hormat, Dear Sir / Madam,
Merujuk pada Peraturan OJK No. Referring to the OJK Regulation No.
31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan atas 31/POJK.04/2015 concerning Disclosure
Informasi atau Fakta Material oleh Emiten atau Information on Material Information or Facts by
Perusahaan Publik sebagaimana dicabut Issuers or Public Companies as partially revoked
sebagian berdasarkan Peraturan OJK No. 45 by the OJK Regulation No. 45 of 2024 concerning
Tahun 2024 tentang Pengembangan dan Development and Reinforcement of Issuers and
Penguatan Emiten dan Perusahaan Publik dan Public Companies and the Decree of the Board of
Keputusan Direksi BEI No:Kep-00087/BEI/12- Directors of the IDX No: Kep-00087/BEI/12-2025
2025 tentang Peraturan Nomor I-E tentang regarding the Regulation No. I-E concerning the
Kewajiban Penyampaian Informasi, PT GoTo Obligation to Submit Information, PT GoTo Gojek
Gojek Tokopedia Tbk (“Perseroan”) dengan ini Tokopedia Tbk (“the Company”) hereby conveys
menyampaikan Keterbukaan Informasi dengan a Disclosure of Information for the purpose of
maksud untuk memberikan penjelasan sebagai providing an explanation to fulfill the relevant
pemenuhan ketentuan perundangan-undangan requirements under the applicable laws and
pada Lampiran I. regulations on Attachment I.
Sehubungan dengan hal di atas, bersama ini In connection with the foregoing, we hereby, for
kami untuk dan atas nama Perseroan and on behalf of the Company, convey a
menyampaikan Keterbukaan Informasi Disclosure of Information in connection with
sehubungan dengan informasi atau fakta material information or facts as follows:
material sebagai berikut:
1
Page 2
Nama Emiten/Name of the Issuer : PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (“Perseroan”)/
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (“Company”)
Alamat/Address : Gedung Pasaraya Blok M, 6-7/F, Jl. Iskandarsyah
II No. 2, Jakarta 12160
Bidang Usaha/Business Line : Perusahaan induk dan penyedia platform digital
yang mengintegrasikan on-demand services, e-
commerce dan produk digital, serta financial
technology services secara langsung maupun
tidak langsung melalui entitas-entitas di dalam
Perusahaan. /
Holding company and digital platform provider
integrating on-demand services, e-commerce and
digital products and financial technology services,
directly or indirectly through entities within the
Company.
Telepon/Phone : (021) 2910 1072
Faksimili/Fax : (021) 2709 7877
Email : corpsecretary@gotocompany.com
Website : www.gotocompany.com
1. Tanggal Kejadian 1. Date of the Event
Rabu, 29 Juli 2026 Wednesday, July 29, 2026
2. Jenis Informasi 2. Information Type
Informasi atau Fakta Material Lainnya Other Material Facts or Information
3. Uraian Informasi 3. Description of Information
Pada hari ini, Perseroan telah menerbitkan The Company today released its unaudited
laporan keuangan konsolidasian interim and unreviewed interim consolidated financial
yang tidak diaudit dan tidak direviu pada statements as of and for the six-month period
tanggal dan untuk periode enam bulan yang then ended on June 30, 2026, through its letter
berakhir pada 30 Juni 2026, melalui surat No. 072/GOTO/CS/JKT/VII/2026, dated July
Perseroan No. 072/GOTO/CS/JKT/VII/2026, 29, 2026, where the Company delivered a
tanggal 29 Juli 2026, dimana Perseroan second consecutive quarter of net profit as it
menunjukkan pencapaian laba bersih kuartal reported its second quarter 2026 financial
II-2026, menandai dua kuartal berturut-turut results.
mencetak laba bersih.
2
Page 3
Pada kuartal II-2026, Perseroan During the quarter, the Company recorded a
mencatatkan laba bersih Rp252 miliar, net profit of Rp252 billion, after achieving
melanjutkan kinerja positif setelah meraih Rp171 billion in the first quarter of 2026.
laba bersih sebesar Rp171 miliar pada Growth also accelerated as Core GTV
kuartal I-2026. Pertumbuhan juga mengalami increased by 83% YoY to Rp164 trillion, while
akselerasi, tercermin dari peningkatan GTV net revenue increased by 31% YoY, to Rp5.7
inti sebesar 83% YoY menjadi Rp164 triliun, trillion.
sementara pendapatan bersih meningkat
31% YoY mencapai Rp5,7 triliun.
Hans Patuwo, Direktur Utama Perseroan, Hans Patuwo, the Company’s CEO, said:
mengatakan, “Kami mencetak laba bersih “We delivered our second consecutive quarter
selama dua kuartal berturut-turut, dengan of net profit, as adjusted EBITDA more than
EBITDA Grup yang disesuaikan meningkat doubled year-on-year to surpass the historic
lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun milestone of one trillion Rupiah. Our Fintech
sebelumnya, melampaui angka Rp1,0 triliun business continues to do well, with its
untuk pertama kalinya. Bisnis Fintech kami profitability now exceeding that of our On-
juga terus menunjukkan kinerja yang unggul. demand Services business for the first time,
Kini, profitabilitasnya telah melebihi bisnis reflecting the strength and balance of our
On-demand Services untuk pertama kalinya. ecosystem.”
Hal ini menunjukkan kekuatan dan
keseimbangan ekosistem kami.”
“Pada 1 Juli 2026, struktur komisi baru mulai “On July 1st, a new commission structure
diberlakukan sesuai Keputusan Menteri came into effect based on the Minister of
Perhubungan Nomor 532 Tahun 2026. Transportation Decree No. 532 of 2026,
Struktur ini berlaku untuk bisnis transportasi covering Gojek’s two-wheel transportation
roda dua Gojek, yang menyumbang sekitar business – around 7% of Group net revenue.
7% dari pendapatan bersih Grup. Dampak The effect of this commission change will be
dari perubahan komisi ini akan terlihat pada felt in our third quarter earnings, but after one
laporan keuangan kuartal ketiga. Namun, month of implementation, we have been able
setelah satu bulan berjalan, kondisi bisnis to keep business conditions stable.”
tetap stabil.”
“Penyesuaian ini tidak mudah, tetapi kami “The adjustment is not an easy one, but we
percaya bisa mengatasi dampaknya. Karena believe we can manage the impact. As a
itu, kami tetap mempertahankan pedoman result, we are maintaining our adjusted
EBITDA Grup yang disesuaikan untuk EBITDA guidance of 3.2 to 3.4 trillion Rupiah,
setahun penuh dikisaran Rp3,2-3,4 triliun. forecasting a reduced contribution from On-
Kami memperkirakan kontribusi dari bisnis demand Services and an increased
On-demand Services akan berkurang, contribution from our Fintech business.”
sementara bisnis Fintech akan memberikan
kontribusi lebih besar.”
“Seiring dengan berkembangnya ekosistem, “As the ecosystem grows, we continue to
kami terus berinvestasi untuk mendukung reinvest in our customers, including support
pelanggan kami, termasuk mendukung Mitra for Gojek driver-partners through the
Driver Gojek, diantaranya melalui perluasan expansion of the Driver-partner Appreciation
Program Apresiasi Mitra, mulai dari BPJS Program – from social security coverage
Kesehatan dan Ketenagakerjaan, Beasiswa, (BPJS) and scholarships to free Umrah trips.
hingga Umrah gratis. Bagi kami, kesuksesan For us, success is measured not only by the
tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, growth of the business, but by the progress of
tetapi juga dari kemajuan seluruh pihak di everyone within the GoTo ecosystem.”
dalam ekosistem GoTo.”
3
Page 4
Kinerja GoTo Grup Key Highlights GoTo Group
• Laba bersih Rp252 miliar pada kuartal • Net profit of Rp252 billion in the quarter.
kedua. Ini adalah dua kuartal berturut- This was a second consecutive quarter of
turut Perseroan mencatat laba, didorong net profit, driven by increasing net
pertumbuhan pendapatan dan upaya revenues and continued cost discipline.
untuk tetap disiplin dalam menjaga
beban.
• Pendapatan bersih naik 31% YoY • Net revenue rose 31% YoY to Rp5.7
menjadi Rp5,7 triliun. trillion.
• EBITDA Grup yang disesuaikan • Group adjusted EBITDA increased
meningkat 137% YoY, melampaui Rp1 137% YoY, surpassing Rp1 trillion for the
triliun untuk pertama kalinya. first time.
• Pengguna bertransaksi tahunan • Annual Transacting Users (ATUs) grew
(ATUs) tumbuh 19% YoY menjadi 71 19% YoY to 71 million.
juta.
• GTV inti tumbuh 83% YoY menjadi • Core GTV grew 83% YoY to Rp164
Rp164 triliun. trillion.
• Pedoman EBITDA Grup yang • Full year adjusted EBITDA guidance
disesuaikan untuk setahun penuh tetap maintained at Rp3.2-3.4 trillion
Rp3,2-3,4 triliun
○ Pedoman kinerja Fintech ○ Fintech guidance raised to
ditingkatkan menjadi Rp1,7- Rp1.7-1.8 trillion, from Rp1.4-1.5
1,8 triliun, dari sebelumnya trillion previously.
Rp1,4-1,5 triliun.
○ Pedoman kinerja ODS ○ ODS guidance lowered to
diturunkan menjadi Rp1,4-1,5 Rp1.4-1.5 trillion, from Rp1.7-1.8
triliun, dari sebelumnya Rp1,7- trillion previously, following the
1,8 triliun, menyusul batasan 8% commission cap.
komisi GoRide 8%.
○ Hal ini mencerminkan kekuatan ○ This reflects the strength of a
ekosistem yang saling mutually supportive ecosystem.
menopang.
● Perseroan juga mengumumkan rencana ● Alongside its results, the Company has
untuk membatalkan lebih dari 32 miliar announced its intention to cancel more
saham tresuri atau setara dengan than 32 billion treasury shares,
kurang lebih 2,7% dari total saham representing approximately 2.7% of
beredar. Dalam melakukan pembatalan shares outstanding. The Company will
saham tresuri, Perseroan akan fully comply with the regulatory process
mematuhi ketentuan peraturan dan and seek shareholder approval regarding
perundang-undangan yang berlaku dan this proposed cancellation. The Company
meminta persetujuan dari para will furnish further information, including
pemegang saham. Perseroan akan the announcement and invitation for the
menyampaikan informasi lebih lanjut, extraordinary general meeting of
termasuk pengumuman dan shareholders, once it is ready to proceed.
pemanggilan Rapat Umum Pemegang
Saham Luar Biasa (RUPSLB), setelah
seluruh persiapan selesai dilakukan.
4
Page 5
Kinerja On-demand Services (Gojek) On-demand Services (Gojek)
● EBITDA yang disesuaikan sebesar ● Adjusted EBITDA reached Rp464 billion,
Rp464 miliar, meningkat 41% YoY up 41% YoY, driven by net revenue of
didorong oleh pendapatan bersih Rp3.6 trillion.
sebesar Rp3,6 triliun.
● Jumlah pesanan yang sudah selesai ● Completed orders rose 3% YoY and 8%
tumbuh sebesar 3% YoY dan 8% QoQ, QoQ, while GTV increased more slowly,
sementara GTV naik lebih lambat by 2% YoY to Rp16.7 trillion, as the
sebesar 2% YoY menjadi Rp16,7 triliun. Company prioritized margin expansion
Perseroan lebih memprioritaskan ahead of the new 8% commission
peningkatan margin, menjelang regulation.
berlakunya aturan komisi 8% yang baru.
● Kinerja di segmen Delivery tetap kuat ● Performance in the delivery segment
dengan peningkatan margin menjadi remained strong, with margins rising to
2,1% dari 1,8% di tahun sebelumnya. 2.1% from 1.8% a year ago, while in the
Sementara itu di segmen Mobility, mobility segment, margins increased to
margin meningkat menjadi 5,0% dari 5.0% from 3.0% a year ago.
3,0% di tahun sebelumnya.
● Pelanggan affluent menjadi pendorong ● Affluent customers made a strong
utama kinerja, didukung oleh contribution to overall performance, as
peningkatan jumlah pengguna dengan the Very High Spending cohort grew 21%
tingkat pengeluaran sangat tinggi year-on-year.
sebesar 21% dibanding tahun lalu.
● Investasi pada mass market mulai ● Investments in the mass market are
menunjukkan hasil dan dengan adanya beginning to drive growth and combined
penerapan komisi 8%, Perseroan akan with the implementation of the 8%
mengalihkan fokus ke produk yang commission structure, will shift focus
terjangkau dan sering digunakan. toward affordable, high-frequency
products.
Kinerja Fintech (GoPay) Fintech (GoPay)
● EBITDA yang disesuaikan naik 447% ● Adjusted EBITDA reached Rp481 billion,
YoY, mencapai Rp481 miliar. up 447% YoY, while net revenue grew by
Sementara itu, pendapatan bersih naik 53% YoY to over Rp2.0 trillion.
53% YoY menjadi lebih dari Rp2,0 triliun.
● Jumlah Pengguna yang Bertransaksi ● Monthly Transacting Users (MTUs)
Bulanan (MTU) mencapai 28,8 juta, naik reached 28.8 million, up 29% YoY, while
29% dibandingkan tahun lalu, transactions grew faster at 91% YoY to
sementara jumlah transaksi tumbuh 2.4 billion, indicating deepening
91% dibandingkan tahun lalu menjadi engagement.
2,4 miliar, menunjukkan pengguna
semakin aktif.
● GTV inti, di luar transaksi merchant ● Core GTV, which excludes merchant
payment gateway, naik 91% payment gateway transactions, rose 91%
dibandingkan tahun lalu menjadi Rp157 YoY to Rp157 trillion.
triliun.
● User engagement yang semakin tinggi ● Deepening customer engagement also
ikut mendorong pertumbuhan pinjaman. drove lending growth, with loans
Hal ini tercermin dari nilai buku pinjaman outstanding principal up 58% YoY to
yang tumbuh 58% dibandingkan tahun Rp11.0 trillion.
lalu, menjadi Rp11 triliun.
5
Page 6
● Kualitas pinjaman tetap terjaga, dengan ● Credit quality remained stable, with
indikator tunggakan dan rasio NPL yang steady delinquency rates and NPL ratio.
stabil.
Pedoman Kinerja 2026 2026 Company Outlook
Perseroan tetap mempertahankan pedoman The Company is maintaining its full-year
kinerja EBITDA Grup yang disesuaikan untuk adjusted EBITDA guidance of Rp3.2-3.4
setahun penuh sebesar Rp3,2-3,4 triliun. trillion. The Company is raising Fintech
Perseroan menaikkan pedoman kinerja Fintech guidance to Rp1.7 to 1.8 trillion, from Rp1.4-
menjadi Rp1,7-1,8 triliun dari sebelumnya 1.5 trillion, as the business continues to
Rp1,4-1,5 triliun, seiring dengan kinerja bisnis outperform, and lowering On-demand
yang terus unggul. Perseroan juga menurunkan Services guidance to Rp1.4-1.5 trillion, from
pedoman kinerja On-demand Services menjadi Rp1.7-1.8 trillion, as a result of the new 8%
Rp1,4-1,5 triliun dari Rp1,7-1,8 triliun, sebagai cap on driver commissions.
dampak dari penerapan komisi aplikasi sebesar
8%.
Pedoman ini mengacu pada perkiraan awal This outlook reflects the Company's
Perseroan yang mengacu pada kondisi saat ini preliminary estimates as per current market
dan masih dapat berubah sewaktu-waktu akibat conditions and remains subject to various
berbagai risiko termasuk ketatnya persaingan risks including competition, cost inflation,
pasar dan inflasi biaya, hingga ketidakpastian macroeconomic uncertainty and other
ekonomi makro serta variabel lainnya yang variables which are beyond the Company’s
berada di luar kendali Perseroan. control.
Penjelasan lebih lanjut tersedia pada siaran pers Further explanation is available on the press
pada Lampiran I. release in Attachment I.
4. Dampak Kejadian Informasi 4. Impact of the Information
Informasi tersebut tidak berdampak This information does not have a detrimental
merugikan terhadap kegiatan operasional, effect on the operational activities, legal,
hukum, kondisi keuangan, atau financial condition or business continuity of the
kelangsungan usaha Perseroan. Company.
5. Keterangan Lain-Lain 5. Other Information
Untuk informasi lebih lanjut mengenai kinerja For more detailed information on the second
keuangan dan operasional Perseroan untuk quarter of 2026’s financial and operational
kuartal kedua 2026 termasuk kinerja dari performance of the Company including the
masing-masing segmen operasi Perseroan, performance of each segment, kindly refer to
mohon merujuk pada siaran pers yang kami the press release attached as Attachment 1 of
lampirkan pada Lampiran 1 surat ini. this letter.
6
Page 7
Demikian Keterbukaan Informasi kami We hereby convey this Disclosure of Information,
sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan and we thank you for your attention.
terima kasih.
Jakarta, 29 Juli 2026 / July 29, 2026
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk
R A Koesoemohadiani
Direktur - Sekretaris Perusahaan /
Director - Corporate Secretary
Tembusan / Carbon Copied:
1. Direktur Penilaian Perusahaan Sektor Jasa, PT Bursa Efek Indonesia
2. Kepala Departemen Pengawas Pasar Modal 1, Otoritas Jasa Keuangan
3. Deputi Direktur Pemantauan Perusahaan Sektor Jasa, Otoritas Jasa Keuangan
7
Page 8
Lampiran I
GoTo Kembali Cetak Laba Bersih di Kuartal II-2026
Jakarta, 29 Juli 2026 – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (“Perseroan” atau “Grup GoTo”, BEI: GOTO),
perusahaan induk Gojek dan GoPay, hari ini mengumumkan pencapaian laba bersih kuartal II-2026,
menandai dua kuartal berturut-turut mencetak laba bersih.
Pada kuartal II-2026 GoTo mencatatkan laba bersih1 Rp252 miliar, melanjutkan kinerja positif setelah
meraih laba bersih sebesar Rp171 miliar pada kuartal I-2026. Pertumbuhan juga mengalami akselerasi,
tercermin dari peningkatan GTV inti5 sebesar 83% YoY menjadi Rp164 triliun, sementara pendapatan bersih
meningkat 31% YoY mencapai Rp5,7 triliun.
Hans Patuwo, Direktur Utama Grup GoTo, mengatakan, “Kami mencetak laba bersih selama dua kuartal
berturut-turut, dengan EBITDA Grup yang disesuaikan3 meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan
tahun sebelumnya, melampaui angka Rp1,0 triliun untuk pertama kalinya. Bisnis Fintech kami juga terus
menunjukkan kinerja yang unggul. Kini, profitabilitasnya telah melebihi bisnis On-demand Services untuk
pertama kalinya. Hal ini menunjukkan kekuatan dan keseimbangan ekosistem kami.”
“Pada 1 Juli 2026, struktur komisi baru mulai diberlakukan sesuai Keputusan Menteri Perhubungan Nomor
532 Tahun 2026. Struktur ini berlaku untuk bisnis transportasi roda dua Gojek, yang menyumbang sekitar
7% dari pendapatan bersih Grup. Dampak dari perubahan komisi ini akan terlihat pada laporan keuangan
kuartal ketiga. Namun, setelah satu bulan berjalan, kondisi bisnis tetap stabil.”
“Penyesuaian ini tidak mudah, tetapi kami percaya bisa mengatasi dampaknya. Karena itu, kami tetap
mempertahankan pedoman EBITDA Grup yang disesuaikan untuk setahun penuh di kisaran Rp3,2-3,4
triliun. Kami memperkirakan kontribusi dari bisnis On-demand Services akan berkurang, sementara bisnis
Fintech akan memberikan kontribusi lebih besar.”
Page 9
“Seiring dengan berkembangnya ekosistem, kami terus berinvestasi untuk mendukung pelanggan kami,
termasuk mendukung Mitra Driver Gojek, di antaranya melalui perluasan Program Apresiasi Mitra, mulai
dari BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, Beasiswa, hingga Umrah gratis. Bagi kami, kesuksesan tidak
hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari kemajuan seluruh pihak di dalam ekosistem GoTo.”
Kinerja GoTo Grup
● Laba bersih Rp252 miliar pada kuartal kedua. Ini adalah dua kuartal berturut-turut GoTo mencatat
laba, didorong pertumbuhan pendapatan dan upaya untuk tetap disiplin dalam menjaga beban.
● Pendapatan bersih naik 31% YoY menjadi Rp5,7 triliun.
● EBITDA Grup yang disesuaikan meningkat 137% YoY, melampaui Rp1,0 triliun untuk pertama
kalinya.
● Pengguna bertransaksi tahunan (ATUs)9 tumbuh 19% YoY menjadi 71 juta.
● GTV inti tumbuh 83% YoY menjadi Rp164 triliun.
● Pedoman EBITDA Grup yang disesuaikan untuk setahun penuh tetap Rp3,2-3,4 triliun
○ Pedoman kinerja Fintech ditingkatkan menjadi Rp1,7-1,8 triliun, dari sebelumnya Rp1,4-1,5
triliun.
○ Pedoman kinerja ODS diturunkan menjadi Rp1,4-1,5 triliun, dari sebelumnya Rp1,7-1,8
triliun, menyusul batasan komisi GoRide 8%10.
○ Hal ini mencerminkan kekuatan ekosistem yang saling menopang
● Perseroan juga mengumumkan rencana untuk membatalkan lebih dari 32 miliar saham tresuri atau
setara dengan kurang lebih 2,7% dari total saham beredar. Dalam melakukan pembatalan saham
tresuri, Perseroan akan mematuhi ketentuan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku
dan meminta persetujuan dari para pemegang saham. Perseroan akan menyampaikan informasi
lebih lanjut, termasuk pengumuman dan pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
(RUPSLB), setelah seluruh persiapan selesai dilakukan.
Kinerja On-demand Services (Gojek)
● EBITDA yang disesuaikan4 sebesar Rp464 miliar, meningkat 41% YoY didorong oleh pendapatan
bersih sebesar Rp3,6 triliun.
● Jumlah pesanan yang sudah selesai11 tumbuh sebesar 3% YoY dan 8% QoQ, sementara GTV2,7 naik
lebih lambat sebesar 2% YoY menjadi Rp16,7 triliun. Perseroan lebih memprioritaskan peningkatan
margin, menjelang berlakunya aturan komisi 8% yang baru.
● Kinerja di segmen Delivery tetap kuat dengan peningkatan margin menjadi 2,1% dari 1,8% di tahun
sebelumnya. Sementara itu di segmen Mobility, margin meningkat menjadi 5,0% dari 3,0% di tahun
sebelumnya.
● Pelanggan affluent menjadi pendorong utama kinerja, didukung oleh peningkatan jumlah
pengguna dengan tingkat pengeluaran sangat tinggi sebesar 21% dibanding tahun lalu.
● Investasi pada mass market mulai menunjukkan hasil dan dengan adanya penerapan komisi 8%,
kami akan mengalihkan fokus ke produk yang terjangkau dan sering digunakan.
Kinerja Fintech (GoPay)
● EBITDA yang disesuaikan naik 447% YoY, mencapai Rp481 miliar. Sementara itu, pendapatan bersih
naik 53% YoY menjadi lebih dari Rp2,0 triliun.
● Jumlah Pengguna yang Bertransaksi Bulanan (MTU)8 mencapai 28,8 juta, naik 29% dibandingkan
tahun lalu, sementara jumlah transaksi tumbuh 91% dibandingkan tahun lalu menjadi 2,4 miliar,
menunjukkan pengguna semakin aktif.
● GTV inti, di luar transaksi merchant payment gateway, naik 91% dibandingkan tahun lalu menjadi
Rp157 triliun.
Page 10
● User engagement yang semakin tinggi ikut mendorong pertumbuhan pinjaman. Hal ini tercermin
dari nilai buku pinjaman6 yang tumbuh 58% dibandingkan tahun lalu, menjadi Rp11 triliun.
● Kualitas pinjaman tetap terjaga, dengan tingkat tunggakan dan rasio NPL yang stabil.
Pedoman Kinerja 2026
GoTo tetap mempertahankan pedoman kinerja EBITDA Grup yang disesuaikan untuk setahun penuh
sebesar Rp3,2-3,4 triliun. Perseroan menaikkan pedoman kinerja Fintech menjadi Rp1,7-1,8 triliun dari
sebelumnya Rp1,4-1,5 triliun, seiring dengan kinerja bisnis yang terus unggul. Perseroan juga menurunkan
pedoman kinerja On-demand Services menjadi Rp1,4-1,5 triliun dari Rp1,7-1,8 triliun, sebagai dampak dari
penerapan komisi aplikasi sebesar 8%10.
Pedoman ini mengacu pada perkiraan awal Perseroan yang mengacu pada kondisi saat ini dan masih
dapat berubah sewaktu-waktu akibat berbagai risiko termasuk ketatnya persaingan pasar dan inflasi biaya,
hingga ketidakpastian ekonomi makro serta variabel lainnya yang berada di luar kendali Perseroan.
-------------------------
Appendix
Ikhtisar Kinerja Grup
(dalam miliar Periode tiga bulan yang berakhir Periode enam bulan yang berakhir
Rupiah) 30 Juni 30 Juni
Perubahan 2026 2025 Perubahan
2026 2025
YoY % YoY %
Ikhtisar
Operasional
GTV Inti5 164.331 89.759 83% 302.016 172.980 75%
2
GTV 271.423 152.873 78% 507.739 297.433 71%
Ikhtisar
Keuangan
Pendapatan 5.653 4.328 31% 10.994 8.559 28%
bersih
EBITDA yang 1.010 427 137% 1.917 820 134%
disesuaikan3
Laba/(rugi) 252 (375) n.a 423 (742) n.a
periode berjalan1
On-demand Services (Gojek)
(dalam miliar Periode tiga bulan yang berakhir Periode enam bulan yang berakhir
Rupiah) 30 Juni 30 Juni
Perubahan 2026 2025 Perubahan
2026 2025
YoY % YoY %
Ikhtisar
Operasional
GTV2 16.693 16.371 2% 33.037 32.081 3%
2,7
Mobility 5.854 6.047 -3% 11.567 11.946 -3%
Page 11
(dalam miliar Periode tiga bulan yang berakhir Periode enam bulan yang berakhir
Rupiah) 30 Juni 30 Juni
Delivery2,7 10.839 10.324 5% 21.470 20.135 7%
Ikhtisar
Keuangan
Pendapatan 3.593 2.987 20% 6.953 5.994 16%
bersih
Mobility7 873 727 20% 1.688 1.479 14%
Delivery7 2.720 2.260 20% 5.265 4.515 17%
EBITDA yang 464 328 41% 903 642 41%
disesuaikan3,4
Mobility3,4,7 290 183 58% 570 405 41%
3,4,7
Delivery 223 186 20% 426 319 34%
Biaya korporasi (49) (41) -20% (93) (82) -13%
Grup yang
dialokasikan
Fintech (GoPay)
(dalam miliar
Periode tiga bulan yang berakhir Periode enam bulan yang berakhir
Rupiah, kecuali
30 Juni 30 Juni
dinyatakan lain)
Perubahan 2026 2025 Perubahan
2026 2025
YoY % YoY %
Ikhtisar
Operasional
GTV Inti5 157.326 82.224 91% 287.962 158.372 82%
2
GTV 265.361 146.284 81% 495.573 284.688 74%
Nilai Buku
Pinjaman6 11,026 6,985 58% 11,026 6,985 58%
MTUs (dalam
jutaan)8 28,8 22.4 29% 28.2 21.5 31%
Ikhtisar Keuangan
Pendapatan bersih 2.070 1.356 53% 3.979 2.562 55%
EBITDA yang 481 88 447% 845 135 526%
disesuaikan3,4
Tentang Grup GoTo
GoTo adalah ekosistem digital terbesar di Indonesia. Misi GoTo adalah 'mendorong kemajuan' dengan
menyediakan infrastruktur teknologi dan solusi yang membantu semua orang untuk mengakses dan
berkembang dalam ekonomi digital. Ekosistem GoTo menawarkan berbagai layanan, termasuk mobilitas,
pengantaran, pembayaran, layanan keuangan, dan solusi teknologi untuk para pedagang. Selain itu,
ekosistem ini juga menyediakan layanan e-commerce melalui Tokopedia dan layanan perbankan melalui
kemitraannya dengan Bank Jago
Page 12
Pernyataan Berwawasan ke Depan (Forward-Looking Statement)
Informasi ini mungkin memuat informasi berwawasan ke depan (forward-looking information) atau pernyataan berwawasan ke depan,
termasuk, namun tidak terbatas pada, diskusi mengenai strategi, rencana di masa depan, dan kinerja keuangan indikatif (secara
kolektif, "informasi berwawasan ke depan"). Informasi berwawasan ke depan didasarkan pada ekspektasi, estimasi, proyeksi, dan
asumsi manajemen saat ini. Meskipun dianggap wajar, hal-hal tersebut tunduk pada risiko dan ketidakpastian yang signifikan,
termasuk faktor bisnis, ekonomi, kompetitif, dan faktor-faktor lainnya. Informasi berwawasan ke depan bukan merupakan jaminan
kinerja di masa depan, dan ketergantungan yang tidak semestinya tidak boleh ditempatkan pada informasi tersebut sebagai dasar
untuk membuat keputusan investasi apa pun karena informasi tersebut melibatkan risiko, ketidakpastian, dan faktor-faktor lain yang
diketahui maupun tidak diketahui, yang dapat menyebabkan hasil aktual atau hasil di masa depan berbeda secara material dari yang
diungkapkan atau tersirat oleh informasi berwawasan ke depan tersebut. Faktor-faktor tersebut mencakup, namun tidak terbatas
pada, peningkatan persaingan pasar, inflasi biaya, kondisi makroekonomi, dan variabel lainnya. Setiap estimasi, strategi investasi, atau
pandangan yang diungkapkan dalam dokumen ini didasarkan pada kondisi pasar saat ini, dan/atau data serta informasi yang
disediakan oleh pihak ketiga yang tidak terafiliasi, dan dapat berubah tanpa pemberitahuan. Grup GoTo belum memverifikasi secara
independen informasi apa pun yang diperoleh dari sumber pihak ketiga, yang dapat memengaruhi keakuratan asumsi yang dibuat
dan kesimpulan yang ditarik. Kecuali sebagaimana diwajibkan oleh hukum, Grup GoTo melepaskan kewajiban apa pun untuk
memperbarui atau merevisi informasi berwawasan ke depan, baik sebagai akibat dari informasi baru, peristiwa, atau hal lainnya.
Pembaca diperingatkan untuk tidak menaruh ketergantungan yang tidak semestinya pada informasi berwawasan ke depan ini, yang
tidak boleh dipandang, dengan sendirinya, sebagai dasar untuk membuat keputusan investasi apa pun.
Pengukuran Non-PSAK
Grup GoTo menggunakan sejumlah ukuran keuangan non-Standar Akuntansi Keuangan Indonesia (SAK), termasuk EBITDA yang
disesuaikan dan arus kas bebas yang disesuaikan, untuk memahami dan mengevaluasi kinerja operasional inti GoTo Group. Namun,
definisi ukuran keuangan non-SAK Grup GoTo mungkin berbeda dari yang digunakan oleh perusahaan lain, dan oleh karena itu,
mungkin tidak dapat dibandingkan. Lebih lanjut, ukuran keuangan non-SAK ini memiliki keterbatasan tertentu karena tidak mencakup
dampak dari pengeluaran tertentu yang tercermin dalam laporan keuangan konsolidasi Grup GoTo yang diperlukan untuk
menjalankan bisnis Grup GoTo. Dengan demikian, ukuran keuangan non-SAK ini harus dipertimbangkan sebagai tambahan, bukan
sebagai pengganti, atau terpisah dari, ukuran yang disusun sesuai dengan PSAK.
Pengukuran non-SAK tidak dimaksudkan untuk menggantikan penyajian hasil keuangan Grup GoTo sesuai dengan PSAK. Sebaliknya,
Grup GoTo percaya bahwa penyajian EBITDA yang disesuaikan dan arus kas bebas yang disesuaikan memberikan informasi
tambahan kepada investor untuk memfasilitasi perbandingan hasil masa lalu dan sekarang, tidak termasuk item-item yang menurut
Grup GoTo tidak menunjukkan operasi berkelanjutan Grup GoTo karena ukuran dan/atau sifatnya. EBITDA yang disesuaikan dan arus
kas bebas yang disesuaikan yang disajikan di sini mungkin tidak dapat dibandingkan dengan ukuran serupa yang disajikan oleh
perusahaan lain, yang mungkin menggunakan dan mendefinisikan ukuran ini secara berbeda. Oleh karena itu, ukuran non-SAK ini
tidak boleh dibandingkan dengan ukuran yang disajikan oleh perusahaan lain.
Informasi Keuangan Konsolidasian
Grup GoTo telah menyampaikan kinerja keuangan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026, 31 Maret 2026, 31
Desember 2025, 30 September 2025, dan 30 Juni 2025, yang telah disusun dan menjadi tanggung jawab manajemen. Informasi
keuangan konsolidasian untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026, 31 Maret 2026, 31 Desember 2025, 30
September 2025, dan 30 Juni 2025, belum diaudit, ditinjau, diperiksa, atau dikenakan prosedur apapun. Oleh karena itu, tidak ada
opini atau bentuk jaminan lain yang dinyatakan sehubungan dengan semua informasi keuangan konsolidasian untuk periode tiga
bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026, 31 Maret 2026, 31 Desember 2025, 30 September 2025, dan 30 Juni 2025, yang
disajikan dalam dokumen ini.
1
Laba periode berjalan (termasuk kepentingan non-pengendali). Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik
entitas induk tercatat sebesar Rp350 miliar pada kuartal kedua tahun 2026 (2Q26) dan Rp607 miliar pada semester pertama
tahun 2026 (1H26) dibandingkan dengan rugi bersih sebesar Rp297 miliar pada 2Q25 dan rugi bersih sebesar Rp580 miliar pada
1H25
2
Nilai Transaksi Bruto (GTV) merupakan ukuran operasional yang mencakup:
a. Jumlah nilai transaksi dari On-Demand Services dan biaya tambahan apa pun seperti tol dan tip.
b. Jumlah total volume pembayaran, atau TPV yang diproses melalui platform Teknologi Keuangan GoTo.
c. Pengecualian transaksi antar Perusahaan antara entitas di dalam Perusahaan yang dihilangkan setelah konsolidasi.
3
Grup GoTo menghitung EBITDA yang disesuaikan, yang merupakan pengukuran keuangan non-PSAK, dimulai dengan laba (rugi)
sebelum pajak penghasilan dan disesuaikan dengan: (i) beban penyusutan dan amortisasi; (ii) pendapatan keuangan; (iii) biaya
bunga; (iv) kerugian penurunan nilai aset atas kelompok lepasan yang dimiliki untuk dijual; (v) kerugian penurunan nilai investasi
pada entitas asosiasi dan ventura bersama; (vi) kerugian atas penurunan nilai goodwill; (vii) penyesuaian nilai wajar instrumen
keuangan; (viii) rugi penurunan nilai aset tak berwujud dan aset tetap; (ix) biaya kompensasi berbasis saham; (x)
kerugian/(keuntungan) selisih kurs, bersih; (xi) bagian kerugian bersih pada entitas asosiasi dan ventura bersama; (xii) keuntungan
atas divestasi dan dilusi investasi, bersih; (xiii) pendapatan dividen; dan (xiv) pos-pos yang tidak berulang (non-recurring items).
Page 13
4
EBITDA yang disesuaikan segmen spesifik mencerminkan EBITDA yang disesuaikan setiap segmen dan mencakup seluruh
pendapatan serta biaya yang diatribusikan secara langsung kepada segmen tersebut dan biaya korporasi yang dialokasikan.
5
GTV inti adalah GTV dengan mengecualikan GTV dari gerbang pembayaran mitra pedagang (merchant payment gateway) untuk
segmen Financial Technology.
6
Nilai buku pinjaman, atau portofolio pinjaman, mencakup saldo pokok pinjaman yang belum dilunasi baik yang tercatat maupun
yang tidak tercatat dalam neraca. Pinjaman yang tidak tercatat dalam neraca mewakili pinjaman yang berasal dari segmen
Teknologi Keuangan GoTo tetapi didanai melalui pengaturan penyaluran pinjaman dengan mitra penyalur. Nilai buku pinjaman
mencakup pinjaman konsumen dan pinjaman untuk mitra usaha.
7
Di unit bisnis On-demand Services, Mobility mencakup bisnis transportasi online kendaraan roda dua dan roda empat. Delivery
mencakup jasa pengantaran makanan online, logistik on-demand, dan bisnis quick commerce.
8
Financial Technology MTU berarti rata-rata Pengguna unik yang Bertransaksi Bulanan yang menggunakan Layanan Teknologi
Keuangan, di dalam platform atau di luar platform, selama periode yang disebutkan.
9
Pengguna Bertransaksi Tahunan (Annual Transacting Users/ATU) berarti jumlah pengguna unik yang menggunakan produk
On-Demand Services atau layanan Financial Technology, baik di dalam platform maupun di luar platform, selama dua belas bulan
terakhir hingga akhir periode yang dinyatakan.
10
Pada 1 Juli 2026, struktur komisi baru mulai diberlakukan sesuai Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 532 Tahun 2026.
Struktur ini berlaku untuk bisnis transportasi roda dua Gojek.
11
Transaksi yang telah berhasil dipenuhi atau dikirimkan kepada pengguna atau tujuan
Kontak:
Media
GoTo Group: corporate.affairs@gotocompany.com
Investors/analysts
GoTo Group: ir@gotocompany.com
Page 14
Attachment I
GoTo Records Another Quarter of Net Profit as it Reports
2026 Second Quarter Earnings
Jakarta, July 29, 2026 – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (“the Company” or “GoTo Group”, IDX: GOTO), the
parent company of Gojek and GoPay, today announced a second consecutive quarter of net profit as it
reported its second quarter 2026 financial results.
During the quarter, the Company recorded a net profit1 of Rp252 billion, after achieving Rp171 billion in the
first quarter of 2026. Growth also accelerated as Core GTV5 increased by 83% YoY to Rp164 trillion, while
net revenue increased by 31% YoY, to Rp5.7 trillion.
Hans Patuwo, GoTo Group CEO, said: “We delivered our second consecutive quarter of net profit, as
adjusted EBITDA3 more than doubled year-on-year to surpass the historic milestone of one trillion Rupiah.
Our Fintech business continues to do well, with its profitability now exceeding that of our On-demand
Services business for the first time, reflecting the strength and balance of our ecosystem.”
“On July 1st, a new commission structure came into effect based on the Minister of Transportation Decree
No. 532 of 2026, covering Gojek’s two-wheel transportation business – around 7% of Group net revenue.
The effect of this commission change will be felt in our third quarter earnings, but after one month of
implementation, we have been able to keep business conditions stable.”
“The adjustment is not an easy one, but we believe we can manage the impact. As a result, we are
maintaining our adjusted EBITDA guidance of 3.2 to 3.4 trillion Rupiah, forecasting a reduced contribution
from On-demand Services and an increased contribution from our Fintech business.”
“As the ecosystem grows, we continue to reinvest in our customers, including support for Gojek
driver-partners through the expansion of the Driver-partner Appreciation Program – from social security
Page 15
coverage (BPJS) and scholarships to free Umrah trips. For us, success is measured not only by the growth
of the business, but by the progress of everyone within the GoTo ecosystem.”
Key Highlights
GoTo Group
● Net profit of Rp252 billion in the quarter. This was a second consecutive quarter of net profit,
driven by increasing net revenues and continued cost discipline.
● Net revenue rose 31% YoY to Rp5.7 trillion.
● Group adjusted EBITDA increased 137% YoY, surpassing Rp1 trillion for the first time.
● Annual Transacting Users (ATUs)9 grew 19% YoY to 71 million.
● Core GTV grew 83% YoY to Rp164 trillion.
● Full year adjusted EBITDA guidance maintained at Rp3.2-3.4 trillion
○ Fintech guidance raised to Rp1.7-1.8 trillion, from Rp1.4-1.5 trillion previously.
○ ODS guidance lowered to Rp1.4-1.5 trillion, from Rp1.7-1.8 trillion previously, following the
8% commission cap10.
○ This reflects the strength of a mutually supportive ecosystem.
● Alongside its results, the Company has announced its intention to cancel more than 32 billion
treasury shares, representing approximately 2.7% of shares outstanding. The Company will fully
comply with the regulatory process and seek shareholder approval regarding this proposed
cancellation. The Company will furnish further information, including the announcement and
invitation for the extraordinary general meeting of shareholders, once it is ready to proceed.
On-demand Services (Gojek)
● Adjusted EBITDA4 reached Rp464 billion, up 41% YoY, driven by net revenue of Rp3.6 trillion.
● Completed orders11 rose 3% YoY and 8% QoQ, while GTV2,7 increased more slowly, by 2% YoY to
Rp16.7 trillion, as the Company prioritized margin expansion ahead of the new 8% commission
regulation.
● Performance in the delivery segment remained strong, with margins rising to 2.1% from 1.8% a year
ago, while in the mobility segment, margins increased to 5.0% from 3.0% a year ago.
● Affluent customers made a strong contribution to overall performance, as the Very High Spending
cohort grew 21% year-on-year.
● Investments in the mass market are beginning to drive growth and combined with the
implementation of the 8% commission structure, will shift focus toward affordable, high-frequency
products.
Fintech (GoPay)
● Adjusted EBITDA reached Rp481 billion, up 447% YoY, while net revenue grew by 53% YoY to over
Rp2.0 trillion
● Monthly Transacting Users (MTUs)8 reached 28.8 million, up 29% YoY, while transactions grew
faster at 91% YoY to 2.4 billion, indicating deepening engagement.
● Core GTV, which excludes merchant payment gateway transactions, rose 91% YoY to Rp157 trillion.
● Deepening customer engagement also drove lending growth, with loans outstanding principal6 up
58% YoY to Rp11.0 trillion.
● Credit quality remained stable, with steady delinquency rates and NPL ratio.
Page 16
2026 Company Outlook
GoTo is maintaining its full-year adjusted EBITDA guidance of Rp3.2-3.4 trillion. The Company is raising
Fintech guidance to Rp1.7 to 1.8 trillion, from Rp1.4-1.5 trillion, as the business continues to outperform, and
lowering On-demand Services guidance to Rp1.4-1.5 trillion, from Rp1.7-1.8 trillion, as a result of the new 8%
cap on driver commissions10.
This outlook reflects the Company's preliminary estimates as per current market conditions and remains
subject to various risks including competition, cost inflation, macroeconomic uncertainty and other
variables which are beyond the Company’s control.
-------------------------
Appendix
Group Highlights
(in billions of
Three-month period ended June 30 Six-month period ended June 30
Rupiah)
YoY % 2026 2025 YoY %
2026 2025
Change Change
Operational
metrics
Core GTV5 164,331 89,759 83% 302,016 172,980 75%
2
GTV 271,423 152,873 78% 507,739 297,433 71%
Financial metrics
Net revenue 5,653 4,328 31% 10,994 8,559 28%
3
Adjusted EBITDA 1,010 427 137% 1,917 820 134%
Net profit/(loss) for 252 (375) n.a 423 (742) n.a
the period1
Page 17
On-demand Services (Gojek)
(in billions of Three-month period ended June 30 Six-month period ended June 30
Rupiah)
2026 2025 YoY % 2026 2025 YoY %
change change
Operational
metrics
GTV2 16,693 16,371 2% 33,037 32,081 3%
2,7
Mobility 5,854 6,047 -3% 11,567 11,946 -3%
Delivery2,7 10,839 10,324 5% 21,470 20,135 7%
Financial metrics
Net revenue 3,593 2,987 20% 6,953 5,994 16%
7
Mobility 873 727 20% 1,688 1,479 14%
7
Delivery 2,720 2,260 20% 5,265 4,515 17%
Adjusted 464 328 41% 903 642 41%
EBITDA3,4
Mobility3,4,7 290 183 58% 570 405 41%
3,4,7
Delivery 223 186 20% 426 319 34%
Group allocated (49) (41) -20% (93) (82) -13%
corporate costs
Financial Technology (GoPay)
(in billions of Three-month period ended June 30 Six-month period ended June 30
Rupiah, unless
otherwise stated)
2026 2025 YoY % 2026 2025 YoY %
change change
Operational
metrics
Core GTV5 157,326 82,224 91% 287,962 158,372 82%
2
GTV 265,361 146,284 81% 495,573 284,688 74%
Loans outstanding
principal6 11,026 6,985 58% 11,026 6,985 58%
MTUs (in millions)8 28.8 22.4 29% 28.2 21.5 31%
Financial metrics
Net revenue 2,070 1,356 53% 3,979 2,562 55%
3,4
Adjusted EBITDA 481 88 447% 845 135 526%
-End-
About GoTo Group
GoTo is the largest digital ecosystem in Indonesia. GoTo's mission is to 'empower progress' by offering
technology infrastructure and solutions that help everyone to access and thrive in the digital economy. The
Page 18
GoTo ecosystem provides a wide range of services, including mobility, delivery, payments, financial
services, and technology solutions for merchants. The ecosystem also provides e-commerce services
through Tokopedia and banking services through its partnership with Bank Jago.
Forward-Looking Statements
This document may contain forward-looking information or forward-looking statements including, but not limited to discussions of
strategy, future plans and indicative financial performance (collectively, “forward-looking information”). Forward-looking information is
based on the management’s current expectations, estimates, projections, and assumptions. While considered reasonable, these are
subject to significant risks and uncertainties, including business, economic, competitive and other factors. Forward-looking information
is not a guarantee of future performance, and undue reliance should not be placed on them as a basis for making any investment
decision as they involve known and unknown risks, uncertainties and other factors (including the risks and uncertainties in GoTo’s
consolidated financial statements and Management’s Discussion and Analysis available on the GoTo website), that may cause the
actual or future results to differ materially from those expressed or implied by such forward-looking information. Any estimates,
investment strategies or views expressed in this document are based upon current market conditions, and/or data and information
provided by unaffiliated third parties, and are subject to change without notice. GoTo Group has not independently verified any
information obtained from third-party sources, which may impact the accuracy of the assumptions made and conclusions drawn.
Except as required by law, GoTo Group disclaims any obligation to update or revise any forward-looking information, whether as a
result of new information, events or otherwise. Readers are cautioned not to put undue reliance on this forward-looking information,
which should not be viewed, in and of itself, as any basis for making any investment decision.
Non-IFAS Financial Measures
GoTo Group uses a number of non-Indonesian Financial Accounting Standards (IFAS) financial measures including adjusted EBITDA
and adjusted free cash flow, to understand and evaluate GoTo Group’s core operating performance. However, the definitions of GoTo
Group’s non-IFAS financial measures may be different from those used by other companies, and therefore, may not be comparable.
Furthermore, these non-IFAS financial measures have certain limitations in that they do not include the impact of certain expenses that
are reflected in GoTo Group’s consolidated financial statements that are necessary to run GoTo Group’s business. Thus, these
non-IFAS financial measures should be considered in addition to, not as substitutes for, or in isolation from, measures prepared in
accordance with IFAS.
Non-IFAS measurements are not intended to replace the presentation of GoTo Group’s financial results in accordance with IFAS.
Rather, GoTo Group believes that the presentation of adjusted EBITDA and adjusted free cash flow provide additional information to
investors to facilitate the comparison of past and present results, excluding those items that GoTo Group does not believe are
indicative of GoTo Group’s ongoing operations due to their size and/or nature. Adjusted EBITDA and adjusted free cash flow
presented herein may not be comparable to similarly entitled measures presented by other companies, who may use and define this
measure differently. Accordingly, these non-IFAS measures should not be compared to those presented by other companies.
Consolidated Financial Information
GoTo Group has furnished the results of the three months ended June 30, 2026, March 31, 2026, December 31, 2025, September 30,
2025, and June 30, 2025, which have been prepared by and are the responsibility of management. The consolidated financial
information for the three months ended June 30, 2026, March 31, 2026, December 31, 2025, September 30, 2025, and June 30,
2025, have not been audited, reviewed, examined, or had any procedures applied. Accordingly, there are no opinions or any other
form of assurance expressed with respect to any and all consolidated financial information for the three months ended June 30, 2026,
March 31, 2026, December 31, 2025, September 30, 2025, and June 30, 2025, presented in this document.
1
Profit for the period (including non-controlling interests). Profit for the period attributable to owners of the parent stood at Rp350
billion in 2Q26 and Rp607 billion in 1H26 compared to a loss of Rp 297 billion in 2Q25 and a loss of Rp50 billion in 1H25.
2
GTV means gross transaction value, an operating measure representing:
a. the sum of the value of the transactions from On-demand Services and any additional fees such as tolls and tips.
b. the sum of the total payments volume, or TPV processed through GoTo’s Financial Technology platform.
c. the exclusion of inter-Company transactions between entities within the Company that are eliminated upon consolidation.
3
GoTo Group calculates the adjusted EBITDA, a non-IFAS financial measure, beginning with profit/(loss) before income tax and
adjusting for (i) depreciation and amortization expenses; (ii) finance income; (iii) interest expenses; (iv) loss on impairment of assets
of disposal group classified as held for sale; (v) loss on impairment of investment in associates and joint ventures; (vi) loss on
goodwill; (vii) fair value adjustment of financial instruments; (viii) loss on impairment of intangible and fixed assets; (ix) share-based
compensation cost; (x) foreign exchange loss/(gain), net; (xi) share of net losses in associates and joint ventures; (xii) gain on
divestment and dilution of investments, net (xiii) dividend income; and (xiv) non-recurring items.
Page 19
4
Segment-specific adjusted EBITDA represents adjusted EBITDA for each segment and includes all revenue and costs directly
attributable to the segment and allocated corporate cost.
5
Core GTV means GTV excluding merchant payment gateway GTV in Financial Technology.
6
Loans outstanding principal, or Loan book, includes both on and off balance sheet loans outstanding principal. Off-balance sheet
loans represent loans originated by GoTo’s Financial Technology segment but funded through loan channelling arrangements with
channelling partners. Loans outstanding principal includes both consumer and merchant lending book.
7
Within On-demand Services, Mobility includes the Company’s two-wheel and four-wheel online transportation businesses. Delivery
includes online food delivery, on-demand logistics, and quick commerce businesses.
8
Financial Technology MTU means average unique Monthly Transacting Users who are using Financial Technology Services,
on-platform or off-platform, over the stated period.
9
Annual Transacting Users (ATU) means the number of unique users who are using On-demand Services products, or Financial
Technology Services, on-platform or off-platform, over the past twelve months as of the end of stated period.
10
On July 1st, a new commission structure came into effect based on the Minister of Transportation Decree No. 532 of 2026,
covering Gojek’s two-wheel transportation business.
11
A transaction that has been successfully fulfilled or delivered to the user or destination
Contacts:
Media
GoTo Group: corporate.affairs@gotocompany.com
Investors/analysts
GoTo Group: ir@gotocompany.com
Names mentioned 15 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Financial Services Authority
p.1
unresolved
org
Indonesia Stock Exchange
p.1
unresolved
org
PT GoTo
p.1
unresolved
org
Minister of Perhubungan
p.3
unresolved
org
Departemen Pengawas Pasar Modal
p.7
unresolved
org
Menteri Perhubungan
p.8 ×2
unresolved
org
Minister of Transportation Decree
p.14 ×2
unresolved
org
Bank Jago. Forward-Looking Statements This
p.18
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.