Back to announcement
20251007_FUTR_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31965472_lamp1.pdf
Other Text extracted FUTRSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 6
Page 1
Jakarta, 7 Oktober 2025
Nomor : 093/CORSEC/FUTR/SRT-01/X/2025
Kepada Yth.
PT Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1 Lantai 6
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Jakarta 12190
Attn : Direktur Penilaian Perusahaan
Perihal : Jawaban atas Surat Permintaan Penjelasan PT Bursa Efek Indonesia
Dengan hormat,
Merujuk surat PT Bursa Efek Indonesia nomor S-11387/BEI.PP1/10-2025 tanggal 3 Oktober
2025 perihal Permintaan Penjelasan PT Futura Energi Global Tbk, bersama ini Perseroan
sampaikan penjelasan sebagai berikut:
1. Berdasarkan surat PT Futura Energi Global Tbk (Perseroan) nomor
090/CORSEC/FUTR/SRT-01/X/2025 tanggal 2 Oktober 2025 perihal Jawaban atas
Surat Permintaan Penjelasan Bursa, disampaikan bahwa PT Aurora Dhana Nusantara
(ARDHANTARA) sebagai pengendali baru Perseroan berencana akan lebih
mengembangkan bisnis Perseroan dalam bidang energi, khususnya Energi Baru
Terbarukan (EBT). Perseroan akan diarahkan sebagai holding energi hijau yang akan
memayungi proyek-proyek energi. Bursa meminta penjelasan terkait:
a. Laporan Studi Kelayakan Bisnis (feasibility studies) atas bisnis EBT.
Jawab:
Studi Kelayakan Bisnis atas bisnis EBT sedang dalam proses persiapan oleh
Perseroan bersama – sama dengan Pengendali Baru. Hal ini akan disampaikan pada
saat RUPS terkait perubahan kegiatan usaha dan juga rencana Right Issue yang
ditargetkan akan dilaksanakan pada Tahun 2026.
Sebagai informasi tambahan, studi kelayakan umum atas bisnis Energi Baru
Terbarukan (EBT), secara internasional telah tersedia berbagai kajian dan studi
kelayakan komprehensif yang menunjukkan prospek jangka panjang
pengembangan energi panas bumi (geothermal) dan sumber energi terbarukan
lainnya sebagai sektor yang layak secara teknis dan ekonomis. Hal ini merupakan
adanya shifting atau peralihan yang lebih intens ke energi hijau.
Beberapa studi yang menjadi rujukan utama secara global antara lain:
1. “The Future of Geothermal Energy” – Massachusetts Institute of Technology
(MIT, 2006)
Kajian mendalam yang menilai potensi panas bumi global, mencakup aspek
teknis, keekonomian, dan skenario ekspansi jangka panjang dengan kesimpulan
Page 2
bahwa geothermal merupakan salah satu sumber energi paling berkelanjutan
dengan faktor kapasitas tertinggi di antara energi hijau lainnya.
https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2666202723000423?utm
2. “Technological Advancements and Challenges of Geothermal Energy Systems:
A Comprehensive Review” – Energies Journal (MDPI, 2022)
Studi yang mengulas kemajuan teknologi Enhanced Geothermal System (EGS),
optimasi efisiensi pengeboran, dan pembandingan biaya per MW terhadap
sumber energi baru lain seperti PLTS dan PLTB.
https://www.researchgate.net/publication/365882493_Technological_Advance
ments_and_Challenges_of_Geothermal_Energy_Systems_A_Comprehensive_
Review?utm
3. “A State-of-the-Art Review on Geothermal Energy Extraction” – ScienceDirect
(2023)
Studi komprehensif mengenai tren global pengembangan geothermal, termasuk
efisiensi termal, potensi pengurangan emisi karbon, serta dampaknya terhadap
transisi energi berkelanjutan.
https://www.researchgate.net/publication/383092593_A_state-of-the-
art_review_on_geothermal_energy_exploration_in_Morocco_Current_status_
and_prospects?utm_source
Selain itu, lembaga seperti International Renewable Energy Agency (IRENA) dan
International Energy Agency (IEA) juga secara rutin menerbitkan Global
Geothermal Outlook dan Renewable Energy Market Report yang menunjukkan
bahwa sektor geothermal memiliki tingkat keberlanjutan tinggi dan risiko
ekonomi moderat dengan dukungan kebijakan pemerintah yang memadai.
Dengan demikian, secara umum telah tersedia kajian internasional yang
menunjukkan kelayakan dan prospek positif bisnis EBT, khususnya pada
subsektor geothermal yang juga menjadi fokus pengembangan Perseroan melalui
anak usaha PT Sejahtera Alam Energy (SAE).
b. Analisa manajemen atas potensi kompetensi bisnis Perseroan dengan perusahaan
kompetitor sejenis.
Jawab:
Energi Hijau atau Energi Baru Terbarukan (EBT) merupakan kebutuhan dasar
masa depan energi di seluruh dunia. Seperti yang telah disampaikan pada poin a,
ada banyak kajian yang memberikan informasi mengenai vitalnya perubahan
energi hijau untuk kelangsungan bumi.
Pemerintah Indonesia, melalui RUPTL PLN 2025-2034 menargetkan 75%
tambahan kapasitas dari energi terbarukan (EBT), seiring kebutuhan listrik
nasional yang meningkat sekitar 6,2% per tahun. Langkah konkret sudah berjalan,
Page 3
mulai dari pengurangan 5,5 GW PLTU batu bara, restorasi 600 ribu hektare mangrove, hingga percepatan pembangunan pembangkit energi baru terbarukan (EBT) minimal 74 GW. Kebijakan ini juga diperkuat lewat revisi Perpres 112/2022, pembentukan Bursa Karbon Nasional, serta regulasi teknologi transisi seperti hidrogen hijau dan carbon capture. Pengendali baru Perseroan yaitu Ardhantara merupakan perusahaan holding di sektor energi ARDHANTARA dan memiliki rencana untuk memasukan aset yang berbasis energi terbarukan seperti geothermal Gunung Slamet melalui anak usaha SAE, maupun beberapa aset yang saat ini masih dalam proses. Melalui Perseroan, Ardhantara akan melakukan transformasi menuju perusahaan energi terbarukan berstandard internasional. Saat ini, Perusahaan yang memiliki kegiatan usaha sejenis dan sudah menjadi perusahaan publik antara lain Barito Renewables (BREN) dan Pertamina Geothermal (PGEO). c. Bentuk komitmen Pengendali baru atas bisnis baru dan kegiatan usaha Perseroan. Jawab: Sebagai bentuk komitmen Pengendali Baru atas bisnis tersebut adalah Pengendali Baru akan melaksanakan Right Issue dengan memasukan aset berbasis energi sebagai anak usaha Perseroan. Selain itu, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, untuk proyek konsesi Geothermal di Gunung Slamet, Pengendali Perseroan yaitu Ardhantara melalui anak usahanya telah memasuki tahap eksplorasi aktif, dengan kegiatan geosurvey, pengeboran sumur (drilling) eksplorasi tahap awal, dan pembangunan akses infrastruktur utama dengan investasi awal ini memiliki nilai lebih dari USD 85 Juta atau setara Rp1,5 Triliun. Pengendali Baru juga akan dipimpin oleh tenaga ahli yang sudah berpengalaman di bidang energi dan diharapkan dapat mempercepat terwujudnya rencana kerja yang telah disampaikan sebelumnya. d. Apakah seluruh kegiatan usaha Perseroan akan beralih menjadi bisnis energi terbarukan? Agar dijelaskan. Jawab: Perseroan secara bertahap akan beralih menjadi holding energi terbarukan dari entitas anak usaha. e. Apakah rencana sumber pendapatan terbesar Perseroan akan menjadi dari bisnis energi terbarukan? Jawab: Sesuai dengan rencana kerja, Perseroan akan mendapatkan pendapatan terbesar dari bisnis energi terbarukan melalui entitas anak usaha.
Page 4
f. Bagaimana keberlanjutan dan kelanjutan bisnis media dan periklanan yang
sebelumnya telah dijalankan? Jelaskan.
Jawab:
Seperti yang telah dijelaskan dalam poin d, Perseroan secara bertahap akan
menjadi holding energi terbarukan melalui entitas anak usaha. Perseroan akan
memanfaatkan pengalaman di bidang digital untuk optimalisasi data, khususnya
terkait dengan energi terbarukan.
g. Bagaimana strategi Perseroan untuk meningkatkan pendapatan di tahun 2025?
Jawab:
Perseroan saat ini memiliki entitas anak usaha, PT Hexa Prima Mekanikal (HPM)
yang bergerak di bidang infrastruktur energi dan memiliki potensi pendapatan
yang masih besar. Peluang pasar dari HPM dengan bekerjasama melalui partner
global, seperti Siemens, Roll-Royce, dan lainnya, sehingga diharapkan akan
memberikan peningkatan pendapatan sampai dengan akhir tahun 2025.
2. Merujuk pada tanggapan Perseroan nomor 1, disampaikan bahwa proyek konsesi
Geothermal di Gunung Slamet sedang memasuki tahap eksplorasi aktif dengan
kegiatan geosurvey, pengeboran sumur (drilling) eksplorasi tahap awal, dan
pembangunan akses infrastruktur utama. Tahap berikutnya adalah melakukan
pengeboran (drilling) tambahan dengan target sebesar 20MW di tahap awal dan akan
meningkat di tahap berikutnya. Tahap pengeboran ini dijadwalkan dimulai pada Tahun
2026. Bursa meminta penjelasan terkait:
a. Rincian rencana timeline dan target penyelesaian proyek tersebut hingga
beroperasi secara penuh.
Jawab:
Berikut Timeline Rencana Kerja untuk proyek konsesi Geothermal SAE:
2025 : Pemilihan Mitra Kerja untuk melakukan Drilling Program
2026 : Pengeboran (Drilling) Tambahan dengan Target 20MW
2027 : Pengeboran lanjutan, Power-Plant dan COD
b. Rencana sumber pendanaan proyek tersebut.
Jawab:
Berdasarkan informasi dari Ardhantara, sumber pendanaan proyek tersebut berasal
dari kas internal, mitra kerja dan pihak ketiga lainnya.
3. Merujuk pada tanggapan Perseroan nomor 2, disampaikan bahwa website resmi
ARDHANTARA di www.ardhantara.com saat ini sedang dalam proses pembaruan
dengan menyesuaikan informasi terkini. Bursa meminta penjelasan terkait target
waktu penyelesaian pembaruan informasi tersebut.
Jawab:
Berdasarkan informasi dari Ardhantara, target waktu menyelesaikan website resmi
adalah di Desember 2025.
Page 5
4. Berdasarkan surat Perseroan nomor 080/CORSEC/FUTR/PE/VIII/2025 tanggal 21
Agustus 2025 perihal Penyampaian Materi Public Expose Insidentil, disampaikan
bahwa rencana strategis Perseroan adalah dengan ekspansi proyek hijau, kemitraan
global, solusi karbon dan fluorakarbon, dan transformasi digital. Bursa meminta
penjelasan terkait:
a. Rincian timeline rencana pengembangan bisnis energi terbarukan Perseroan
tersebut secara jangka pendek, menengah dan panjang.
Jawab:
Berdasarkan Rencana Bisnis, maka berikut gambaran rencana pengembangan
bisnis energi terbarukan:
2025: Proses negosiasi dengan Mitra Kerja dan target aset untuk diakuisisi
2026:
- PLTS dengan potential 130 MW
- Drilling Lanjutan Geothermal SAE
- Digitalisasi system monitoring dan efisiensi atas entitas anak
- Pengembangan bisnis Carbon Capture
2027: - COD dan Drilling Lanjutan Geothermal SAE
2028: - Pengembangan Usaha PLTS
2029: - Meningkatkan konsesi Geothermal
b. Rencana sumber pendanaan masing-masing rencana tersebut mengingat
pengembangan bisnis energi terbarukan membutuhkan dana yang cukup besar.
Jawab:
Berdasarkan informasi dari Ardhantara, sumber pendanaan proyek tersebut berasal
dari kas internal, mitra kerja dan pihak ketiga lainnya.
5. Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi
harga efek Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan
kepada publik.
Jawab:
Tidak terdapat Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat
mempengaruhi harga efek Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum
diungkapkan kepada publik.
6. Berdasarkan surat PT Futura Energi Global Tbk (Perseroan) nomor
083/CORSEC/FUTR/PE/VIII/2025 tanggal 25 Agustus 2025 perihal Laporan Hasil
Public Expose Insidentil, disampaikan bahwa ARDHANTARA memiliki fokus pada
proyek energi baru terbarukan dan saat ini telah memiliki Power Purchase Agreement
(PPA) untuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Gunung Slamet
dengan kapasitas 220 MW. Perseroan akan mengembangkan PLTP Gunung Slamet
(220 MW) serta lokasi-lokasi lain sesuai rencana PLN. Bursa meminta penjelasan
terkait:
Page 6
a. Bentuk perjanjian kerjasama Pengendali baru dan Perseroan dengan PLN terkait
rencana pengembangan proyek tersebut.
Jawab:
Pengendali Baru melalui entitas anak usaha, SAE telah memiliki Power Purchase
Agreement (PPA) dengan PLN untuk jangka waktu 30 (tiga puluh) tahun setelah
COD (Commercial Operation Date).
b. Rincian prospek proyek dan Kerjasama ke depan, serta status negosiasi dengan
mitra global saat ini.
Jawab:
Perseroan belum mendapatkan informasi rinci mengenai hal tersebut.
c. Target proyek lain yang akan didapatkan Perseroan di tahun 2025.
Jawab:
Saat ini, Pengendali Baru sedang berproses untuk proyek PLTS dengan potensi 3,8
MW. Dan secara bertahap, total potensi PLTS akan menjadi total 130 MW.
Selain itu, Perseroan mendapatkan pendapatan dari proyek melalui entitas anak,
Hexa Prima Mekanikal.
Demikian yang kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami,
PT Futura Energi Global Tbk
Ir. Tonny Agus Mulyantono, M.M.
Direktur Utama
Names mentioned 9 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Aurora Dhana Nusantara
p.1
unresolved
org
PT Sejahtera Alam Energy
p.2
unresolved
org
PT Hexa Prima Mekanikal
p.4
unresolved
org
Energi Global Tbk Ir. Tonny Agus Mulyantono
p.6
unresolved
person
Ir. Tonny Agus Mulyantono
· Direktur Utama
p.6
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.