Skip to content
Back to announcement

LKTT 30 Juni 2025 upload.pdf

Financial statement Text extracted SOUL

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 41

Page 1
                              SURAT PERNYATAAN DIREKSI
                            TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS
                LAPORAN KEUANGAN TENGAH TAHUN PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                              UNTUK TANGGAL 30 JUNI 2025

Kami yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama                          : Ardianto Wibowo
Alamat Kantor                 : Nanggulan, Maguwoharjo, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah
                                Istimewa Yogyakarta 55281
Alamat Domisili Sesuai KTP    : Sambilegi Baru, RT/RW 001/053, Maguwoharjo, Depok.
Nomer HP                      : 08122943449
Jabatan                       : Direktur Utama

Nama                            : Achmad Taufik Hodayat
Alamat Kantor                   : Nanggulan, Maguwoharjo, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah
                                  Istimewa Yogyakarta 55281
Alamat Domisili Sesuai KTP      : Kp. Babakan RT/RW:003/008, Kelurahan Cimahpah, Kecamatan Bogor
                                  Utara, Kota Bogor, Provinsi Jawa Tengah
Nomer HP                        : 085778967960
Jabatan                         : Direktur

   1. Kami bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan PT Mitra Tirta Buwana
      Tbk (“Perusahaan”).
   2. Laporan keuangan Perusahaan telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi di
      Indonesia.
   3. a. Semua informasi dalam laporan keuangan Perusahaan telah dimuat secara lengkap dan
         benar; dan
      b. Laporan keuangan Perusahaan tidak mengandung informasi atau fakta material yang
         tidak benar dan tidak menghilangkan informasi atau fakta material.
   4. Kami bertanggung jawab atas sistem pengendalian intern dalam Perusahaan.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.

Yogyakarta, 24 September 2025
PT Mitra Tirta Buwana Tbk




Ardianto Wibowo                     Achmad Taufik Hidayat
Direktur Utama                          Direktur
Page 2
                                           PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                            LAPORAN POSISI KEUANGAN
                                      Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                                   (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                                         Catatan            30 Juni 2025         31 Desember 2024
ASET
ASET LANCAR
 Kas dan bank                                               2c, 3                  91.994.586          1.029.924.540
 Piutang usaha, neto-pihak ketiga                         2d,4,23                 116.054.223            186.313.032
 Piutang lain - lain                                        2d,5                    6.244.000          2.205.530.000
 Persediaan, neto                                         2e,2r,6                 128.071.280            143.500.859
 Pajak dibayar dimuka                                      2i,13a                           -                      -
 Uang muka dan biaya dibayar dimuka                         2f,7               17.846.951.873         14.978.832.233
 Total Aset Lancar                                                             18.189.315.962         18.544.100.664
ASET TIDAK LANCAR
 Aset tetap, neto                                         2g, 8                17.307.120.195         17.893.068.696
 Aset Lain lain                                           2g, 8                   112.079.333            112.079.333
 Aset pajak tangguhan                                     2i,13e                1.759.897.970          1.759.897.970
 Total Aset Tidak Lancar                                                       19.179.097.498         19.765.045.999
TOTAL ASET                                                                     37.368.413.460         38.309.146.663

LIABILITAS JANGKA PENDEK
  Utang usaha - pihak ketiga                                 9                     11.628.810             39.002.300
  Utang pajak                                             2i,13b                   18.514.042             33.360.750
  Utang Lain lain                                           10                              -                      -
  Biaya yang masih harus dibayar                            12                              -             91.219.195
  Utang jangka panjang yang
    jatuh tempo dalam waktu satu tahun utang bank           11                  2.000.000.000          2.000.000.000
TOTAL LIABILITAS JANGKA PENDEK                                                  2.030.142.852          2.163.582.245

LIABILITAS JANGKA PANJANG
  Kewajiban imbalan kerja                                 2k, 14                  859.452.087            859.452.087
 TOTAL LIABILITAS JANGKA PANJANG                                                  859.452.087            859.452.087
TOTAL LIABILITAS                                                                2.889.594.939          3.023.034.332
EKUITAS
 Modal saham
     Nilai nominal Rp 20 per lembar saham dan Rp
   500.000 perlembar saham tahun 2021 modal dasar,
   ditempatkan dan disetor penuh - 16.250.000 saham
   tahun 2022 dan 500.000 saham tahun 2022                 15a                 21.650.524.460         21.650.524.460
  Tambahan Modal Disetor                                                       20.754.125.275         20.754.125.275
 Saldo laba
      Telah ditentukan penggunaannya
      Belum ditentukan penggunaannya                       15b                 (7.564.650.764)        (6.757.356.954)
 Komponen ekuitas lain :                                   15c                   (361.180.450)          (361.180.450)
TOTAL EKUITAS                                                                  34.478.818.521         35.286.112.331
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                                                   37.368.413.460         38.309.146.663
Yogyakarta, 30 Juli 2025




Ardianto Wibowo
Direktur Utama
                                                                   1
Page 3
                                      PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                      LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
       Untuk Periode enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2025 (Tidak di audit) dan 2024
                              (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                                                      30 Juni                     31 Desember
                                          Catatan         2025                     2024              2024

PENDAPATAN USAHA                           2q, 16       1.332.996.631           1.998.596.713     3.628.832.078
BEBAN POKOK PENJUALAN                       2q,17         909.124.473           1.155.909.807     2.096.865.044
LABA KOTOR                                               423.872.158              842.686.906     1.531.967.034
BEBAN PENJUALAN                            2q, 18          15.076.448              62.750.838        73.861.468
BEBAN ADMINISTRASI DAN UMUM                2q, 19       1.216.715.247           1.758.838.968     6.156.151.914

LABA (RUGI) USAHA                                        (807.919.536)           (978.902.900)    (4.698.046.348)

PENDAPATAN (BEBAN) LAIN LAIN
 Pendapatan (beban) lain lain-bersih       2q, 20             625.726            (110.842.783)     (256.717.857)
                                                              625.726            (110.842.783)     (256.717.857)
LABA (RUGI) SEBELUM BEBAN PAJAK                          (807.293.810)          (1.089.745.683)   (4.954.764.205)
PAJAK PENGHASILAN
 Pajak kini                                  13c                  -                        -                -
 Pajak kini final                            13c                  -                        -                -
 Pajak tangguhan                             13c                  -                        -        920.443.872
                                                                  -                        -        920.443.872
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN                               (807.293.810)          (1.089.745.683)   (4.034.320.333)
LABA TAHUN BERJALAN LAIN
 Pos-pos yang tidak akan
 direklasifikasikan ke laba rugi
 pada periode berikutnya:
    Pengukuran kembali liabilitas
      imbalan kerja                          14                   -                        -        317.946.147
    Pajak penghasilan terkait                                     -                        -        (69.948.152)
   Rugi komprehensif Lain -
     net dengan pajak                                             -                        -        247.997.995
TOTAL LABA (RUGI) KOMPREHENSIF                           (807.293.810)          (1.089.745.683)   (3.786.322.338)

LABA (RUGI) PER SAHAM DASAR                  21                                                             (3,72)


Yogyakarta, 30 Juli 2025




Ardianto Wibowo
Direktur Utama




                                                              2
Page 4
                                             PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                            LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
                 Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2025 (tidak diaudit) dan
                                 Untuk Tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
                                     (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                                                                Saldo laba
                                                                                                  Belum
                                                        Tambahan           Komponen             ditentukan
                           Catatan   Modal saham       modal disetor       ekuitas lain       penggunaannya      Jumlah Ekuitas

Saldo per 1 Januari 2024             21.650.459.420    20.753.865.116      (609.178.445)       (2.723.036.620)     39.072.109.471
Laba neto                                          -              --       (361.180.450)       (3.424.816.690)    (3.785.997.140)
Penambahan modal               14                  -               -                      -                  -                    -
Laba neto                                          -              -                       -                  -                    -
Saldo 30 Juni 2024                   21.650.459.420    20.753.865.116      (970.358.895)       (6.147.853.310)     35.286.112.331

Saldo per 1 Januari 2025             21.650.524.460    20.754.125.276      (361.180.450)       (6.757.356.954)     35.286.112.332
Rugi neto                                          -                                            (807.293.810)       (807.293.810)
                                                                                                                                -
Penambahan modal             14                    -              -                       -                  -                  -

Saldo per 30 Juni 2025               21.650.524.460    20.754.125.276      (361.180.450)       (7.564.650.764)     34.478.818.522




                                                                       3
Page 5
                                          PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                               LAPORAN ARUS KAS
           Untuk Periode enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2025 (Tidak di audit) dan 2024
                              dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
                                  (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                                         30 Juni 2025 (tidak
                                              Catatan         diaudit)            30 Juni 2024        31 Desember 2024

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan                                  1.424.991.217         5.627.834.742         3.849.343.261
Pembayaran kas kepada pemasok                                  (936.497.963)       (1.081.368.646)       (2.200.301.997)
Pembayaran kas kepada karyawan                                 (819.006.034)       (1.137.588.463)       (2.579.455.134)
Pembayaran beban usaha                                         (136.680.871)         (323.371.930)       (8.146.861.783)
Kas yang diperoleh dari operasi                                (467.193.650)         3.085.505.703       (9.077.275.653)
Pembayaran beban keuangan                        19               (1.094.552)          (17.094.552)        (254.812.611)
Pembayaran pajak penghasilan
    dan pajak pertambahan nilai                                    (57.874.083)       (57.874.083)         (354.443.779)
Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas
  operasi                                                      (526.162.285)        3.010.537.068        (9.686.532.043)

ARUS KAS DARI
  AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap                              8                        -                     -                      -
Perolehan aset lain-lain - tak berwujud                                    -       (1.404.875.670)                      -
Biaya persiapan pabrik (Pra Ops)                               (416.551.439)                     -                      -
Uang muka pembelian                               7                        -       (5.239.683.196)                      -
Kas bersih yang digunakan untuk aktivitas
   investasi                                                   (416.551.439)       (6.644.558.866)                      -

ARUS KAS DARI
  AKTIVITAS PENDANAAN
Giro Bank                                        10                  4.783.769          4.783.769                      -
Pembayaran pinjaman bank                                                     -                  -          (198.061.760)
Penerimaan pinjaman bank                                                     -                  -            200.000.000
Setoran modal                                    14                          -                  -                325.200
Biaya emisi saham                                                            -                  -                      -
Kas bersih yang diperoleh dari (digunakan
  untuk) aktivitas pendanaan                                         4.783.769          4.783.769               2.263.440

KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS                             (937.929.955)       (3.629.238.029)       (9.684.268.603)

KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE                                1.029.924.541       10.714.193.144        10.714.193.144

KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE                                    91.994.586      7.084.955.115         1.029.924.541




                                                               4
Page 6
                                       PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                  Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
     dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2025 (Tidak di Audit) dan 2024
                         dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
                                 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
  a. Pendirian dan informasi umum
     PT Mitra Tirta Buwana Tbk (“Perusahaan”), berkedudukan di Yogyakarta, didirikan berdasarkan Akta Notaris
     Emanuel Retinanto, SH No. 01 tanggal 5 Juni 2009. Nama Perusahaan telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak
     Asasi Manusia melalui Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-31298.AH.01.01.Tahun
     2009 tanggal 07 Juli 2009. Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir melalui
     Akta Pernyataan Keputusan Rapat Pemegang Saham oleh notaris Rini Yulianti, SH No. 13 tanggal 14 Maret 2022
     mengenai perubahan-perubahan anggaran dasar Perusahaan. Perubahan tersebut telah dilaporkan dan telah
     disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No.
     AHU-0018066.AH.01.02 tanggal 14 Maret 2022 dan memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
     Manusia Republik Indonesia melalui surat No. AHU-00066223 AH.01.02 Tahun 2022, tanggal 26 Januari 2022.

    Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan perusahaan bergerak di bidang
    perindustrian dan perdagangan. Perusahaan merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang makanan,
    minuman dan air mineral khususnya dalam produksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK).
    Perusahaan memulai kegiatan operasi komersialnya sejak tahun 2009.
    Perusahaan berkedudukan di Sambilegi Baru Rt.001 Rw.053 Maguwoharjo, Depok, Sleman, D.I Yogyakarta 55282.

  b. Susunan pengurus dan informasi lain
    Berdasarkan Akta Notaris DR.Tabitha Sri Jeany, SH., MKn No. 16 Tanggal 20 November 2024 pada pernyataan
    keputusan pemegang saham PT Mitra Tirta Buwana, menyetujui perubahan susunan Direksi, yang telah disahkan
    oleh kementerian hukum dan ham sesuai dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perusahaan
    No. AHU-AH.01.09-0279298 tanggal 10 November 2021-. Susunan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal
    30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:



                                     30 Juni 2025                         31 Desember 2024
    Dewan Komisaris
    Komisaris Utama         : Tuan. Andika Fazri                        Tuan. Andika Fazri
    Komisaris               : -                                        -
    Komisaris Independen    : Nona Eni Mia                             Nona Eni Mia
    Dewan Direksi
    Direktur Utama          : Tuan Ardianto Wibowo                      Tuan Ardianto Wibowo
    Direktur                : Tuan Achmad Taufik Hidayat                Tuan Achmad Taufik Hidayat

    Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan memiliki 19 karyawan tetap (tidak diaudit).


    Manajemen kunci adalah komisaris dan direksi Perusahaan.




                                                             5
Page 7
                                          PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                     Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
        dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2025 (Tidak di Audit) dan 2024
                            dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
                                   (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
  a. Dasar penyusunan laporan keuangan
    Laporan keuangan telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia (“SAK”),
    yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan
    (“ISAK”) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia, serta peraturan
    regulator pasar modal yaitu Peraturan No. VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten
    atau Perusahaan Publik. Kebijakan ini telah diterapkan secara konsisten terhadap seluruh tahun yang disajikan,
    kecuali jika dinyatakan lain.
    Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan adalah selaras dengan kebijakan
    akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan tanggal 31 Desember 2024 dan untuk tahun yang
    berakhir pada tanggal tersebut.
    Laporan keuangan kecuali untuk laporan arus kas, disusun berdasarkan konsep akrual dan dasar pengukuran
    dengan menggunakan konsep biaya historis, kecuali beberapa akun tertentu yang disusun berdasarkan pengukuran
    lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.
    Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas ke dalam
    aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
    Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah mata uang Rupiah yang
    merupakan mata uang fungsional Perusahaan.
    Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mengharuskan
    penggunaan estimasi dan asumsi. Hal ini juga mengharuskan manajemen untuk menggunakan pertimbangan dalam
    proses penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan. Area yang komplek atau memerlukan tingkat pertimbangan yang
    lebih tinggi dari penilaian atau kompleksitas, atau area di mana asumsi dan estimasi dapat berdampak yang signifikan
    terhadap laporan keuangan diungkapkan dalam Catatan 3.
  b. Perubahan standar akuntansi
     Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) telah menerbitkan standar baru, amandemen dan interpretasi yang
     berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2021 sebagai berikut:
    Efektif 1 Januari 2021
    •      Amendemen PSAK 55 “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran''
    •      Amendemen PSAK 60 “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”
    •      Amendemen PSAK 71 “Instrumen Keuangan”
    Efektif 1 Januari 2022
    •      Amendemen PSAK 22 “Kombinasi Bisnis tentang Referensi ke Kerangka Konseptual”
    •      Amendemen PSAK 57 “Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi tentang Kontrak Memberatkan-Biaya
           Memenuhi Kontrak”
    •      Penyesuaian Tahunan 2020 PSAK 71 “Instrumen Keuangan”
    •      Penyesuaian Tahunan 2020 PSAK 73 “Sewa”




                                                               6
Page 8
                                           PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                      Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
         dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2025 (Tidak di Audit) dan 2024
                             dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
                                    (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan)
     Efektif 1 Januari 2023
     •      Amendemen PSAK 1 “Penyajian Laporan Keuangan (Klasifikasi liabilitas sebagai jangka pendek atau jangka
     •      Amendemen PSAK 16 “Aset tetap tentang hasil sebelum penggunaan yang diintensikan”
     Pada saat laporan keuangan diotorisasi, Perusahaan masih mempelajari dampak yang mungkin timbul dari
     penerapan standar baru dan revisi yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif di atas serta pengaruhnya
     pada laporan keuangan.
     Implementasi dari standar-standar tersebut tidak menghasilkan perubahan kebijakan akuntansi Perusahaan dan tidak
     memiliki dampak yang signifikan terhadap jumlah yang dilaporkan di tahun berjalan atau tahun sebelumnya.

  c. Kas dan bank
     Kas dan setara kas terdiri dari kas dan kas pada bank, investasi jangka pendek dan semua deposito berjangka yang
     tidak dibatasi penggunaannya (termasuk deposito on call ) yang jatuh tempo dalam jangka waktu tiga bulan atau
     kurang sejak tanggal penempatan dan deposito yang jatuh tempo dalam jangka waktu lebih dari tiga bulan digunakan
     untuk kebutuhan kas jangka pendek dan tidak memiliki risiko perubahan nilai yang signifikan sebagai akibat
     penarikan dini. Kas merupakan alat pembayaran yang siap dan bebas dipergunakan untuk membiayai kegiatan
     umum Perusahaan.
     Kas dan setara kas yang telah ditentukan penggunaannya atau yang tidak dapat digunakan secara bebas tidak
     tergolong dalam kas dan setara kas.
  d. Piutang usaha dan piutang lain-lain
     Piutang usaha disajikan sebesar jumlah bersih setelah dikurangi dengan penyisihan piutang tak tertagih yang
     diestimasi berdasarkan penelaahan atas kolektibilitas saldo piutang. Piutang dihapuskan pada saat piutang tersebut
     dipastikan tidak akan tertagih.
  e. Persediaan
     Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih. Biaya
     perolehan ditentukan dengan menggunakan metode pertama-masuk, pertama-keluar (“FIFO”). Biaya perolehan
     barang jadi dan barang dalam proses terdiri dari bahan baku, tenaga kerja langsung, biaya langsung lainnya dan
     biaya overhead produksi (berdasarkan kapasitas operasi normal), tidak termasuk biaya pinjaman.
     Penyisihan untuk persediaan usang dan penurunan nilai persediaan, jika ada, dilakukan dengan mengurangi nilai
     tercatat persediaan ke nilai realisasi neto persediaan berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan persediaan
     pada akhir tahun.
     Nilai realisasi neto adalah taksiran harga jual dalam kegiatan usaha normal, dikurangi dengan estimasi biaya
     penyelesaian dan taksiran biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penjualan.
  f. Uang muka dan biaya dibayar di muka
     Uang muka mengacu pada pembayaran yang dilakukan oleh Perusahaan untuk barang dan jasa yang benar benar
     diterima.
     Pengeluaran-pengeluaran yang memiliki manfaat untuk periode lebih dari satu tahun dicatat sebagai biaya dibayar di
     muka dan diamortisasi menggunakan metode garis lurus selama periode dimana manfaat itu terealisasi.




                                                                7
Page 9
                                       PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                  Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
     dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2025 (Tidak di Audit) dan 2024
                         dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
                                  (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan)

  g. Aset tetap
     Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai. Biaya
     perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria
     pengakuan. Selanjutnya, pada saat inspeksi yang signifikan dilakukan, biaya inspeksi itu diakui ke dalam jumlah
     tercatat (“carrying amount” ) aset tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi kriteria pengakuan. Semua biaya
     perbaikan dan pemeliharaan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam laporan laba rugi pada saat
     terjadinya.
     Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method ) berdasarkan taksiran masa
     manfaat ekonomis aset tetap, sebagai berikut:
                                                                               Tahun
     Bangunan                                                                    20
     Peralatan                                                                    8
     Perlengkapan                                                                 8
     Kendaraan                                                                    4
     Inventaris                                                                   8

     Tanah dinyatakan pada biaya perolehan dan tidak disusutkan. Biaya legal awal untuk mendapatkan hak legal diakui
     sebagai bagian biaya akuisisi tanah dan biaya-biaya tersebut tidak didepresiasikan. Biaya terkait dengan pembaruan
     hak atas tanah diakui sebagai aset takberwujud pada aset lain-lain dan diamortisasi sepanjang umur hukum hak.

     Setelah penerapan PSAK 73, Perusahaan menganalisa fakta dan keadaan untuk masing masingjenis hak atas tanah
     dalam menentukan akuntansi untuk masing-masing hak atas tanah tersebut sehingga dapat merepresentasikan
     dengan tepat suatu kejadian atau transaksi ekonomik yang mendasarinya. Jika hak atas tanah tersebut tidak
     mengalihkan pengendalian atas aset pendasar kepada Perusahaan, melainkan mengalihkan hak untuk
     menggunakan aset pendasar, Perusahaan menerapkan perlakuan akuntansi atas transaksi tersebut sebagai sewa
     berdasarkan PSAK 73, “Sewa”. Jika hak atas tanah secara substansi menyerupai pembelian tanah, maka
     Perusahaan menerapkan PSAK 16 “Aset tetap”.
     Nilai tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis masa
     depan yang diharapkan dari penggunaannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset diakui
     dalam laporan laba rugi pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.
     Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aset tetap.
     Akumulasi biaya perolehan aset dalam penyelesaian akan dipindahkan ke masing-masing aset tetap yang
     bersangkutan pada saat aset tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan.
     Pada setiap akhir tahun buku, nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan aset tetap direviu dan jika sesuai
     dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif.




                                                              8
Page 10
                                       PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                  Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
     dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2025 (Tidak di Audit) dan 2024
                         dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
                                   (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan)

  h. Penurunan nilai aset non-keuangan
     Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan
     nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian secara tahunan penurunan nilai aset diperlukan, maka
     Perusahaan membuat estimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.
     Rugi penurunan nilai diakui sebagai rugi tahun berjalan, kecuali untuk aset non-keuangan yang dicatat dengan nilai
     penilaian kembali.
     Rugi penurunan nilai tersebut harus dipulihkan jika telah terjadi perubahan dalam perkiraan yang digunakan untuk
     menentukan jumlah terpulihkan dari aset non-keuangan. Kerugian penurunan nilai hanya akan dipulihkan sampai
     sebatas bahwa nilai tercatat aset non-keuangan yang tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah tercatat,
     neto setelah penyusutan seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut pada tahun
     sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam laba rugi.

  i. Perpajakan
     Perusahaan mengakui kewajiban atas seluruh pajak penghasilan periode berjalan dan periode sebelumnya yang
     belum dibayar. Jika jumlah yang telah dibayar untuk periode berjalan dan periode sebelumnya melebihi jumlah yang
     terutang untuk periode tersebut, Perusahaan harus mengakui kelebihan tersebut sebagai aset. Perusahaan tidak
     mengakui pajak tangguhan.
     Pajak tangguhan
     Pajak tangguhan diakui dengan menggunakan metode liabilitas atas perbedaan temporer antara dasar pengenaan
     pajak dari aset dan liabilitas dan jumlah tercatatnya untuk tujuan pelaporan keuangan. Aset pajak tangguhan diakui
     untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan akumulasi rugi fiskal belum dikompensasi, bila
     kemungkinan besar laba kena pajak akan tersedia sehingga perbedaan temporer dapat dikurangkan, dan rugi fiskal
     belum dikompensasi, dapat dimanfaatkan. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena
     pajak.
     Nilai tercatat dari aset pajak tangguhan ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan diturunkan ketika tidak lagi
     terdapat kemungkinan bahwa akan terdapat laba kena pajak yang memungkinkan semua atau sebagian dari aset
     pajak tangguhan tersebut untuk direalisasi. Penelaahan dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan atas aset
     pajak tangguhan yang tidak diakui sebelumnya dan aset pajak tangguhan tersebut diakui sepanjang kemungkinan
     besar laba kena pajak mendatang akan tersedia sehingga aset pajak tangguhan tersebut dipulihkan.

     Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan akan berlaku pada
     tahun saat aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan tarif pajak dan peraturan pajak yang berlaku atau
     yang secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan.
     Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika terdapat hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk
     melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan pajak tangguhan tersebut terkait dengan
     entitas kena pajak yang sama dan otoritas perpajakan yang sama.




                                                                9
Page 11
                                       PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                  Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
     dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2025 (Tidak di Audit) dan 2024
                         dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
                                  (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan)

  j. Sewa
     Sewa pembiayaan - sebagai lessee
     Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara substansial seluruh
     risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset sewa. Sewa tersebut diklasifikasi sejak awal masa sewa
     sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih rendah
     dari nilai wajar.
     Pembayaran sewa minimum harus dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang
     merupakan pelunasan liabilitas, sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu tingkat suku bunga periodik yang
     konstan atas saldo liabilitas. Beban keuangan dibebankan langsung pada laba rugi.

     Jika terdapat kepastian yang memadai bahwa lessee akan mendapatkan hak kepemilikan pada akhir masa sewa,
     aset sewaan disusutkan selama masa penggunaan aset yang diestimasi berdasarkan umur manfaat aset tersebut.
     Jika tidak terdapat kepastian tersebut, maka aset sewaan disusutkan selama periode yang lebih pendek antara masa
     sewa atau umur manfaat aset sewaan. Laba atau rugi yang timbul dari transaksi jual dan sewa-balik kembali
     ditangguhkan dan diamortisasi selama sisa masa sewa.

     Pada tanggal permulaan kontrak, Perusahaan menilai apakah kontrak merupakan atau mengandung sewa. Suatu
     kontrak merupakan atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan
     aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan. Perusahaan dapat memilih untuk
     tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk:
     - Sewa jangka pendek; dan
     - Sewa yang aset pendasarnya bernilai rendah.
     Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian, Perusahaan
     harus menilai apakah:
     - Perusahaan memiliki hak untuk mengoperasikan aset; dan,
     - Perusahaan telah mendesain aset dengan cara menetapkan sebelumnya bagaimana dan untuk tujuan apa aset
       akan digunakan selama periode penggunaan.
     Pada tanggal permulaan sewa, Perusahaan mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa. Aset hak- guna diukur pada
     biaya perolehan, dimana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa yang disesuaikan dengan pembayaran
     sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan, ditambah dengan biaya langsung awal yang
     dikeluarkan. Aset hak-guna diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus sepanjang jangka waktu sewa.

     Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal permulaan, didiskontokan
     dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau jika suku bunga tersebut tidak dapat ditentukan, maka
     menggunakan suku bunga pinjaman inkremental.
     Perusahaan menyajikan aset hak-guna sebagai bagian dari “Aset tetap” dan liabilitas sewa di dalam laporan posisi
     keuangan.




                                                              10
Page 12
                                       PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                  Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
     dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2025 (Tidak di Audit) dan 2024
                         dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
                                  (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan)

  k. Imbalan kerja
     Imbalan kerja jangka pendek
     Imbalan kerja jangka pendek adalah imbalan kerja yang jatuh tempo dalam jangka waktu dua belas bulan setelah
     akhir periode pelaporan dan diakui pada saat pekerja telah memberikan jasa kerjanya. Kewajiban diakui ketika
     karyawan memberikan jasa kepada perusahaan dimana semua perubahan pada nilai bawaan dari kewajiban diakui
     pada laba rugi.
     Perusahaan mengakui kewajiban imbalan kerja yang tidak didanai sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan
     No. 13/2003, tanggal 27 Maret 2004. Beban pensiun berdasarkan program dana pensiun manfaat pasti Perusahaan
     ditentukan melalui perhitungan aktuaria secara periodik dengan menggunakan metode projected unit credit dan
     menerapkan asumsi atas tingkat diskonto, hasil atas aset program dan tingkat kenaikan manfaat pasti pensiun
     tahunan.
     Pengukuran kembali, terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, perubahan dampak batas atas aset (jika ada)
     dan dari imbal hasil atas aset program (tidak termasuk bunga), yang tercermin langsung dalam laporan posisi
     keuangan yang dibebankan atau dikreditkan kepenghasilan komprehensif lain periode terjadinya untuk
     mencerminkan nilai penuh dari defisit dan surplus program. Pengukuran kembali diakui dalam penghasilan
     komprehensif lain tercermin sebagai pos terpisah pada penghasilan komprehensif lain di ekuitas dan tidak akan
     direklasifikasi ke laba rugi.
     Seluruh biaya jasa lalu diakui pada saat yang lebih dulu antara ketika amandemen/kurtailmen terjadi atau ketika biaya
     restrukturisasi atau pemutusan hubungan kerja diakui.
     Bunga neto dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto terhadap liabilitas atau aset imbalan pasti neto. Biaya
     imbalan pasti dikategorikan sebagai berikut:
     i. Biaya jasa (termasuk biaya jasa kini, biaya jasa lalu serta keuntungan dan kerugian kurtailmen dan
          penyelesaian)
     ii. Beban atau pendapatan bunga neto
     iii. Pengukuran kembali

     Perusahaan menyajikan dua komponen pertama dari biaya imbalan pasti di laba rugi, Keuntungan dan kerugian
     kurtailmen dicatat sebagai biaya jasa lalu.
     Kewajiban imbalan pensiun yang diakui pada laporan posisi keuangan merupakan defisit atau surplus aktual dalam
     program imbalan pasti Perusahaan. Surplus yang dihasilkan dari perhitungan ini terbatas pada nilai kini manfaat
     ekonomis yang tersedia dalam bentuk pengembalian dana program dan pengurangan iuran masa depan atas
     program.

  l. Transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa
     Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Perusahaan:
     a. Orang atau anggota keluarga dekatnya yang mempunyai relasi dengan Perusahaan jika orang tersebut
         (i) memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas Perusahaan




                                                               11
Page 13
                                        PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                   Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
      dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2025 (Tidak di Audit) dan 2024
                          dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
                                     (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan)

          (ii) memiliki pengaruh signifikan atas Perusahaan ; atau
          (iii) personil manajemen kunci Perusahaan .
     b.   Suatu entitas berelasi dengan Perusahaan dan jika memenuhi salah satu hal berikut
          (i)    Entitas dan Perusahaan adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas berikutnya
                 saling berelasi dengan entitas lainnya).
          (ii)   satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau
                 ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut
                 adalah anggotanya)
          (iii) kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
          (iv) satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi
               dari entitas ketiga.
          (iv) entitas tersebut adalah suatu program imbalan kerja untuk imbalan kerja dari Perusahaan atau
               entitas yang terkait dengan Perusahaan.
          (v)    entitas tersebut adalah suatu program imbalan kerja untuk imbalan kerja dari Perusahaan atau entitas
                 yang terkait dengan Perusahaan.
          (vi) entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf a).
          (vii) Orang yang diidentifikasi dalam huruf a.(i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau merupakan
                personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
          (viii) Entitas, atau anggota dari kelompok yang mana entitas merupakan bagian dari kelompok tersebut,
                 menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada Perusahaan.
     Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak. Beberapa persyaratan
     tersebut mungkin tidak sama dengan persyaratan yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak berelasi.
     Seluruh transaksi signifikan dan saldo dengan pihak pihak berelasi diungkapkan dalam catatan atas laporan
     keuangan terkait.

  m. Transaksi dan saldo dalam mata uang asing
     Pembukuan Perusahaan diselengarakan dalam mata uang Rupiah. Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan
     kedalam Rupiah dengan kurs yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada akhir periode pelaporan, aset dan
     Kewajiban moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan mengunakan kurs tengah yang
     ditetapkan oleh Bank Indonesia pada tanggal tersebut.
     Keuntungan dan kerugian dari selisih kurs mata uang asing dan penjabaran aset dan kewajiban moneter dalam mata
     uang asing ke dalam mata uang Rupiah diakui dalam laba rugi tahun berjalan.




                                                                  12
Page 14
                                       PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                  Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
     dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2025 (Tidak di Audit) dan 2024
                         dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
                                  (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan)
  n. Penggunaan taksiran-taksiran
     Penyajian laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum, mengharuskan manajemen untuk
     membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aset dan kewajiban dan pengungkapan aset dan
     kewajiban kontijen pada tanggal laporan keuangan serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan.
     Hasil yang sebenarnya dapat berbeda dari jumlah yang diestimasi.

  o. Instrumen keuangan
     Perusahaan menerapkan PSAK 71, “Instrumen Keuangan” efektif mulai 1 Januari 2020. PSAK 71 menggantikan
     ketentuan PSAK 55 yang terkait dengan pengakuan, klasifikasi dan pengukuran aset keuangan dan liabilitas
     keuangan, penghentian pengakuan instrument keuangan, penurunan nilai aset keuangan dan akuntansi lindung nilai.

     Amendemen tersebut mengharuskan instrumen utang diukur baik pada biaya perolehan diamortisasi, nilai wajar
     melalui penghasilan komprehensif lain (“FVOCI”) atau nilai wajar melalui laba rugi (“FVPL”). Klasifikasi instrumen
     utang, tergantung pada model bisnis entitas untuk mengelola aset keuangan dan apakah arus kas kontraktual hanya
     mewakili pembayaran pokok dan bunga (“SPPI”).
     Model bisnis entitas adalah bagaimana entitas mengelola aset keuangannya untuk menghasilkan arus kas dan
     menciptakan nilai bagi entitas baik dari mengumpulkan arus kas kontraktual, menjual aset keuangan, atau keduanya.
     Jika instrumen utang dimiliki untuk mengumpulkan arus kas kontraktual, diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika
     juga memenuhi persyaratan SPPI. Instrumen utang yang memenuhi persyaratan SPPI yang dimiliki untuk
     mengumpulkan arus kas kontraktual aset dan untuk menjual aset diukur di FVOCI. Aset keuangan diukur pada FVPL
     jika tidak memenuhi kriteria FVOCI atau biaya perolehan diamortisasi.
     Penilaian model bisnis dan apakah aset keuangan memenuhi persyaratan SPPI dibuat pada 1 Januari 2020, dan
     kemudian diterapkan secara retrospektif pada aset keuangan yang tidak dihentikan pengakuannya sebelum 1 Januari
     2020.
     Instrumen utang Perusahaan memiliki arus kas kontraktual yang semata-mata merupakan pembayaran pokok dan
     bunga. Perusahaan memiliki aset keuangan saat ini untuk mengumpulkan arus kas kontraktual, dan karenanya diukur
     pada biaya perolehan diamortisasi ketika menerapkan PSAK 71.
     PSAK 71 mengharuskan semua instrumen ekuitas dilakukan pada FVPL, kecuali jika entitas memilih pengakuan
     awal, untuk menyajikan perubahan nilai wajar dalam penghasilan komprehensif lain.
     Dampak terhadap pos-pos dalam laporan keuangan Perusahaan atas penerapan pertama kali PSAK 71 secara
     retrospektif adalah pinjaman dan piutang, termasuk didalamnya adalah piutang usaha; dan piutang lain-lain, akan
     diklasifikasi sebagai biaya perolehan diamortisasi.
     PSAK 71 mengharuskan Perusahaan untuk mencatat kerugian kredit ekspektasian ("ECL") pada semua aset
     keuangannya yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau FVOCI dan jaminan keuangan. Perusahaan
     sebelumnya mencatat penurunan nilai berdasarkan model kerugian yang terjadi ketika terdapat bukti objektif bahwa
     aset keuangan mengalami penurunan nilai.
     Setelah penerapan PSAK 71, Perusahaan menerapkan pendekatan yang disederhanakan menggunakan matriks
     ketentuan untuk menilai ECL pada semua piutang usaha.




                                                              13
Page 15
                                        PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                   Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
      dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2025 (Tidak di Audit) dan 2024
                          dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
                                    (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan)
     Berdasarkan penilaian model bisnis Perusahaan pada tanggal penerapan awal, 1 Januari 2020, kas dan setara kas,
     piutang usaha dan piutang lain-lain yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai pinjaman dan piutang dimiliki untuk
     mengumpulkan arus kas kontraktual dan memberikan kenaikan untuk arus kas yang semata-mata mewakili
     pembayaran pokok dan bunga. Aset keuangan ini sekarang diklasifikasikan dan diukur sebagai instrumen keuangan
     dengan biaya perolehan diamortisasi. Perubahan klasifikasi aset keuangan Perusahaan tidak mengakibatkan
     perubahan dalam pengukurannya.
     Perusahaan belum menetapkan liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi. Tidak ada perubahan dalam
     klasifikasi dan pengukuran untuk liabilitas keuangan Perusahaan.
     Penerapan PSAK 71 juga mengubah akuntansi Perusahaan untuk kerugian penurunan nilai atas aset keuangan
     dengan mengganti pendekatan kerugian yang terjadi pada PSAK 55 dengan pendekatan kehilangan kredit (“ECL”)
     berwawasan ke depan. PSAK 71 diterapkan secara retrospektif pada tanggal 1 Januari 2020, tetapi tanpa penyajian
     kembali informasi komparatif tahun sebelumnya.
     Klasifikasi
     Perusahaan mengklasifikasikan instrument keuangan menjadi aset keuangan dan liabilitas keuangan. Instrumen
     keuangan adalah setiap kontrak yang menimbulkan aset keuangan pada satu entitas dan liabilitas keuangan atau
     instrumen ekuitas pada entitas lain.
     i.    Aset keuangan
           Aset keuangan diklasifikasikan pada saat pengakuan awal dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan (i)
           diamortisasi, (ii) nilai wajar melalui PKL (“FVTOCI”), dan (iii) nilai wajar melalui laba rugi (“FVTPL”).
           Aset keuangan Perusahaan terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, tagihan bruto
           pemberi kerja dan aset tidak lancar lainnya diklasifikasikan sebagai aset yang diukur dengan biaya diamortisasi.
           Perusahaan tidak memiliki aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dan penghasilan
           komprehensif lain.
     ii.   Liabilitas keuangan
           Perusahaan mengklasifikasikan liabilitas keuangannya sebagai (i) liabilitas keuangan diukur pada FVTPL atau
           (ii) liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
           Liabilitas keuangan Perusahaan terdiri dari utang usaha, utang pihak berelasi, utang lain-lain, beban akrual,
           diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi. Perusahaan memiliki liabilitas
           keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.




                                                                 14
Page 16
                                        PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                   Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
      dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2025 (Tidak di Audit) dan 2024
                          dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
                                  (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan)

     Pengakuan dan Pengukuran
     i.   Aset keuangan
          Klasifikasi aset keuangan pada pengakuan awal tergantung pada karakteristik arus kas kontraktual aset
          keuangan dan model bisnis Perusahaan dalam mengelola aset keuangan tersebut. Kecuali untuk piutang usaha
          yang tidak memiliki komponen pendanaan yang signifikan dan atau saat Perusahaan menerapkan panduan
          praktis, pada saat pengakuan awal Perusahaan mengukur aset keuangan pada nilai wajarnya ditambah, dalam
          hal aset keuangan tidak diukur pada FVTPL, biaya transaksi. Untuk piutang usaha yang tidak memiliki
          komponen pendanaan yang signifikan atau ketika Perusahaan menerapkan panduan praktis, diukur sesuai
          harga transaksi seperti yang didefinisikan dalam PSAK 72.
          Agar dapat diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau FVTOCI, aset keuangan harus
          memiliki arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. Pengujian ini
          dikenal sebagai solely payment of principal and interest (SPPI) dan dilakukan pada tingkat instrumen.
          Model bisnis Perusahaan dalam mengelola aset keuangan mengacu kepada bagaimana Perusahaan mengelola
          aset keuangan untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah arus kas akan dihasilkan dari
          memperoleh arus kas kontraktual, menjual aset keuangan atau keduanya.
          Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun waktu yang telah
          ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan yang berlaku di pasar (pembelian yang lazim) diakui pada tanggal
          perdagangan, yaitu tanggal Perusahaan berkomitmen untuk membeli atau menjual aset tersebut.
          Untuk tujuan pengukuran setelah pengakuan awal, aset keuangan diklasifikasikan kedalam empat kategori:
           • Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
               Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi mencakup aset keuangan yang dimiliki untuk
               diperdagangkan, aset keuangan yang ditetapkan pada saat pengakuan awal pada nilai wajar melalui laba
               rugi, atau aset keuangan yang disyaratkan untuk diukur pada nilai wajarnya. Aset keuangan
               diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan jika dibeli dengan tujuan untuk dijual atau dibeli kembali
               dalam waktu dekat.
               Derivatif, termasuk derivatif melekat yang dipisahkan, juga diklasifikasikan sebagai diperdagangkan kecuali
               derivatif sebagai instrumen lindung nilai yang ditetapkan dan efektif. Aset keuangan yang tidak memenuhi
               SPPI testing diukur pada FVTPL, terlepas apapun model bisnisnya. Terlepas dari kriteria untuk instrument
               utang yang akan diklasifikasikan pada biaya perolehan diamortisasi atau pada FVTOCI, seperti dijelaskan
               di atas, instrumen utang dapat ditetapkan pada FVTPL pada pengakuan awal jika penerapan itu dapat
               menghilangkan, atau secara signifikan mengurangi, inkonsistensi pengukuran atau pengakuan.

               Aset keuangan kategori ini pada laporan posisi keuangan diukur pada FVTPL yang timbul sebagai hasil
               dari perubahan nilai wajar diakui dalam laporan laba rugi. Tidak ada 6aset keuangan Perusahaan dalam
               kategori ini per tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023.




                                                               15
Page 17
                                       PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                  Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
     dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2025 (Tidak di Audit) dan 2024
                         dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
                                (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan)

          •   Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang)
              Kategori ini merupakan yang paling relevan bagi Perusahaan. Perusahaan mengukur aset keuangan pada
              biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut dipenuhi:
              •Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka
               mendapatkan arus kas kontraktual; dan
              Persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu meningkatkan arus kas yang
              semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.
              Untuk instrumen utang yang diukur pada FVTOCI, pendapatan bunga, keuntungan atau kerugian selisih
              kurs, dan kerugian penurunan nilai diakui pada laba rugi dan dihitung dengan cara yang sama dengan
              aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Perubahan nilai wajar lainnya diakui pada PKL.
              Ketika aset keuangan dihentikan pengakuannya, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya
              diakui dalam PKL direklasifikasi ke laba rugi.
              Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi setelah pengakuan awal diukur menggunakan
              metode suku bunga efektif (“SBE”) dan merupakan subjek penurunan nilai. Keuntungan dan kerugian
              diakui pada laba rugi saat aset dihentikan pengakuannya, dimodifikasi atau mengalami penurunan nilai.
              Aset keuangan Perusahaan pada kategori ini meliputi kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain
              dan rekening yang dibatasi penggunaannya.
          •   Aset keuangan diukur FVTOCI dengan fitur reklasifikasi keuntungan dan kerugian kumulatif (instrumen
              utang)
          •   Perusahaan mengukur instrument utang pada FVTOCI jika kedua kondisi berikut dipenuhi:
              Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan mendapatkan arus kas
              kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
              Persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu meningkatkan arus kas yang
              semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.
              Untuk instrumen utang yang diukur pada FVTOCI, pendapatan bunga, keuntungan atau kerugian selisih
              kurs, dan kerugian penurunan nilai diakui pada laba rugi dan dihitung dengan cara yang sama dengan
              aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Perubahan nilai wajar lainnya diakui pada PKL.
              Ketika aset keuangan dihentikan pengakuannya, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya
              diakui dalam PKL direklasifikasi ke laba rugi.
              Aset keuangan diukur pada FVTOCI tanpa fitur reklasifikasi keuntungan dan kerugian kumulatif saat
              penghentian pengakuan (instrumen ekuitas)




                                                            16
Page 18
                                        PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                   Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
      dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2025 (Tidak di Audit) dan 2024
                          dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
                                    (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan)

                 Saat pengakuan awal, Perusahaan dapat membuat pilihan yang tidak dapat dibatalkan untuk menyajikan
                 dalam FVTOCI perubahan nilai wajar investasi dalam instrumen ekuitas yang masuk dalam ruang lingkup
                 PSAK 71 dan yang bukan merupakan instrumen ekuitas dimiliki untuk diperdagangkan. Pilihan ini
                 dilakukan pada level instrumen per instrumen. Keuntungan dan kerugian dari aset keuangan ini tidak
                 direklasifikasikan ke laba rugi. Dividen diakui sebagai penghasilan lainnya pada laba rugi ketika hak untuk
                 menerima pembayaran dividen telah ditetapkan, kecuali jika perusahaan memperoleh keuntungan dari
                 hasil tersebut sebagai pemulihan sebagian biaya perolehan aset keuangan, dalam hal ini, keuntungan
                 tersebut dicatat dalam penghasilan komprehensif lainnya. Instrumen ekuitas yang diukur pada FVTOCI
                 tidak terpengaruh pada persyaratan penurunan nilai. Tidak ada investasi ekuitas yang diklasifikasikan
                 dalam kategori ini per tanggal 30 Juni 2022 dan 31 Desember 2021.
     ii.   Liabilitas keuangan
           Klasifikasi aset keuangan pada pengakuan awal tergantung pada karakteristik arus kas kontraktual aset
           keuangan dan model bisnis Perusahaan dalam mengelola aset keuangan tersebut. Kecuali untuk piutang usaha
           yang tidak memiliki komponen pendanaan yang signifikan dan atau saat Perusahaan menerapkan panduan
           praktis, pada saat pengakuan awal Perusahaan mengukur aset keuangan pada nilai wajarnya ditambah, dalam
           hal aset keuangan tidak diukur pada FVTPL, biaya transaksi. Untuk piutang usaha yang tidak memiliki
           komponen pendanaan yang signifikan atau ketika Perusahaan menerapkan panduan praktis, diukur sesuai
           harga transaksi seperti yang didefinisikan dalam PSAK 72.
           Agar dapat diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau FVTOCI, aset keuangan harus
           memiliki arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. Pengujian ini
           dikenal sebagai solely payment of principal and interest (SPPI) testing dan dilakukan pada tingkat instrumen.
           Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
           atau liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi. Perusahaan menentukan klasifikasi liabilitas
           keuangan mereka pada saat pengakuan awal.
           Semua liabilitas keuangan pada awalnya diakui pada nilai wajar dan, dalam hal pinjaman dan pinjaman dan
           utang, setelah dikurangi biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.
           Instrumen keuangan yang diterbitkan atau komponen dari instrumen keuangan tersebut, yang tidak
           diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan
           lain-lain, jika substansi perjanjian kontraktual mengharuskan Perusahaan untuk menyerahkan kas atau aset
           keuangan lain kepada pemegang instrumen keuangan, atau jika liabilitas tersebut diselesaikan tidak melalui
           penukaran kas atau aset keuangan lain atau saham sendiri yang jumlahnya tetap atau telah ditetapkan.


           Pengukuran liabilitas keuangan tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:
           • Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
            Liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL termasuk liabilitas keuangan untuk diperdagangkan dan liabilitas
            keuangan yang ditetapkan pada saat pengakuan awal untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.




                                                                  17
Page 19
                                       PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                  Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
     dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2025 (Tidak di Audit) dan 2024
                         dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
                                 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan)
          Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diperdagangkan jika perolehannya
          ditujukan untuk dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Kategori ini mencakup juga derivatif yang tidak
          ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai. Derivatif melekat yang dipisahkan juga diklasifikasikan sebagai
          diperdagangkan kecuali derivative sebagai instrumen lindung nilai yang ditetapkan dan efektif. Keuntungan
          dan kerugian yang timbul diakui dalam laporan laba rugi.
          Penentuan liabilitas keuangan untuk dapat ditetapkan diukur pada FVTPL ditentukan pada saat pengakuan
          awal, dan hanya jika kriteria-kriteria yang terdapat dalam PSAK 71 terpenuhi. Perusahaan tidak menetapkan
          liabilitas keuangan untuk diukur pada FVTPL.
        • Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi
          Kategori ini merupakan yang paling relevan bagi Perusahaan. Setelah pengakuan awal, pinjaman diukur pada
          biaya perolehan yang diamortisasi dengan menggunakan metode SBE. Keuntungan dan kerugian diakui dalam
          laporan laba rugi dan PKL hingga liabilitas dihentikan pengakuannya melalui proses amortisasi menggunakan
          metode SBE. Biaya perolehan dimortisasi dihitung dengan mempertimbangkan setiap diskon atau premi pada
          perolehan awal dan biaya yang merupakan bagian integral dari metode SBE. Amortisasi metode SBE diakui
          sebagai biaya pendanaan pada laporan laba rugi. Kategori ini umumnya berlaku untuk pinjaman berbunga dan
          pinjaman lainnya.
        Penurunan Nilai Aset Keuangan
          Perusahaan mengakui cadangan untuk kerugian kredit ekspektasian (“ECL”) untuk seluruh instrumen utang
          yang tidak diklasifikasikan sebagai diukur pada FVTPL. ECL didasarkan pada perbedaan antara arus kas
          kontraktual yang tertuang dalam kontrak dan seluruh arus kas yang diharapkan akan diterima Perusahaan,
          didiskontokan menggunakan suku bunga efektif awal. Arus kas yang diharapkan akan diterima tersebut
          mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau perluasan kredit lainnya yang merupakan bagian
          integral dari persyaratan kontrak.
          ECL diakui dalam dua tahap. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang tidak mengalami peningkatan
          secara signifikan sejak pengakuan awal, pengukuran penyisihan kerugian dilakukan sejumlah ECL 12 bulan.
          Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang mengalami peningkatan secara signifikan sejak pengakuan
          awal, penyisihan kerugian dilakukan sepanjang sisa umurnya, terlepas dari waktu terjadinya default (sepanjang
          umur ECL).
          Perusahaan mempertimbangkan aset keuangan memenuhi definisi default ketika telah menunggak lebih dari
          90 hari. Namun, dalam kasus-kasus tertentu, Perusahaan juga dapat menganggap aset keuangan dalam
          keadaan default ketika informasi internal atau eksternal menunjukkan bahwa Perusahaan tidak mungkin
          menerima arus kas kontraktual secara penuh tanpa melakukan perluasan persyaratan kredit. Piutang usaha
          dihapusbukukan ketika kecil kemungkinan untuk memulihkan arus kas kontraktual, setelah semua upaya
          penagihan telah dilakukan dan telah sepenuhnya dilakukan penyisihan.
          Untuk piutang usaha dan aset kontrak, Perusahaan menerapkan panduan praktis dalam menghitung ECL.
          Oleh karena itu, Perusahaan tidak mengidentifikasi perubahan dalam risiko kredit, melainkan mengukur
          penyisihan kerugian sejumlah ECL sepanjang umur.




                                                             18
Page 20
                                       PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                  Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
     dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2025 (Tidak di Audit) dan 2024
                         dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
                                  (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan)

           Perusahaan telah membentuk matriks provisi yang didasarkan pada data historis kerugian kredit, disesuaikan
           dengan faktor-faktor perkiraan masa depan (forward-looking ) khusus terkait pelanggan dan lingkungan
           ekonomi.

  p. Pengukuran nilai wajar
     Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk
     mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur di antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran
     nilai wajar didasarkan pada asumsi bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas akan terjadi:
     1. di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut atau;
     2. jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut.
     Perusahaan harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan.
     Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika menentukan
     harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi
     terbaiknya.
     Pengukuran nilai wajar aset non keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk menghasilkan manfaat
     ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya, atau dengan menjualnya kepada
     pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya.

     Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan dimana data yang memadai tersedia
     untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan
     meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
     Seluruh aset dan liabilitas, baik yang diukur pada nilai wajar, atau dimana nilai wajar aset atau liabilitas tersebut
     diungkapkan, dikategorikan dalam hirarki nilai wajar, berdasarkan level input terendah yang signifikan terhadap
     keseluruhan pengukuran, sebagai berikut:
      1.   Tingkat 1 -   Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) dipasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik;
      2.   Tingkat 2 -   Teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar
                         dapat diobservasi, baik secara langsung maupun tidak langsung;
      3.   Tingkat 3 -   Teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar
                         tidak dapat diobservasi.
     Untuk aset dan liabilitas yang diukur pada nilai wajar secara berulang dalam laporan keuangan, maka Perusahaan
     menentukan apakah telah terjadi transfer di antara tingkat hirarki nilai wajar dengan cara menilai kembali
     pengkategorian tingkat nilai wajar (berdasarkan tingkat input terendah yang signifikan terhadap keseluruhan
     pengukuran) pada setiap akhir periode pelaporan.




                                                               19
Page 21
                                       PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                  Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
     dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2025 (Tidak di Audit) dan 2024
                         dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
                                  (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan)

  q. Pengakuan pendapatan dan beban
     Pendapatan
     Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan
     Perusahaan menerapkan PSAK 72, “Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan” efektif mulai 1 Januari 2020.
     PSAK 72 menetapkan satu model komprehensif untuk digunakan entitas dalam akuntansi untuk pendapatan yang
     timbul dari kontrak dengan pelanggan. Pada saat berlaku efektif, PSAK 72 akan menggantikan panduan pengakuan
     pendapatan saat ini termasuk PSAK 23, “Pendapatan”, PSAK 34, “Kontrak Konstruksi” dan interpretasi terkait.

     Prinsip utama PSAK 72 adalah bahwa entitas harus mengakui pendapatan untuk menggambarkan pengalihan barang
     atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan dalam jumlah yang mencerminkan imbalan yang diperkirakan menjadi
     hak entitas dalam pertukaran dengan barang atau jasa tersebut. Secara khusus, Standar memperkenalkan
     pendekatan 5 langkah untuk pengakuan pendapatan:
     •      Langkah 1: Mengidentifikasi kontrak dengan pelanggan
     •      Langkah 2: Mengidentifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak
     •      Langkah 3: Menentukan harga transaksi
     •      Langkah 4: Mengalokasikan harga transaksi terhadap kewajiban pelaksanaan dalam kontrak
     •      Langkah 5: Mengakui pendapatan ketika (atau selama) entitas telah memenuhi kewajiban pelaksanaan
     Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan cara sebagai berikut:
      a. Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
      b. Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan). Untuk kewajiban pelaksanaan
         yang dipenuhi dalam suatu periode waktu, Perusahaan memilih ukuran penyelesaian yang sesuai untuk
         penentuan jumlah pendapatan yang harus diakui karena telah terpenuhinya kewajiban pelaksanaan.
     Pembayaran harga transaksi berbeda untuk setiap kontrak. Aset kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari
     pelanggan kurang dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi. Kewajiban kontrak diakui ketika jumlah
     penerimaan dari pelanggan lebih dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi. Aset kontrak disajikan dalam
     "Piutang usaha" dan “Tagihan bruto pemberi kerja” dan liabilitas kontrak disajikan dalam "Pendapatan diterima di
     muka" dan “Liabilitas bruto kepada pemberi kerja”.
     Berdasarkan PSAK 72, entitas mengakui pendapatan ketika (atau pada saat) kewajiban pelaksanaan terpenuhi, yaitu
     ketika pengendalian barang atau jasa yang mendasari kewajiban pelaksanaan tertentu dialihkan ke pelanggan.

     Perusahaan menerapkan PSAK 72 secara retrospektif dengan efek kumulatif dari penerapan standar ini yang diakui
     pada tanggal penerapan, yaitu 1 Januari 2020.
     Penerapan PSAK 72 tidak berdampak material terhadap jumlah yang dilaporkan untuk periode keuangan saat ini
     atau sebelumnya.
     Beban
     Beban diakui pada saat terjadinya (metode akrual)




                                                              20
Page 22
                                       PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                  Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
     dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2025 (Tidak di Audit) dan 2024
                         dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
                                  (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan)

  r. Estimasi dan pertimbangan akuntansi yang penting
     Penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mengharuskan
     manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aset dan liabilitas yang dilaporkan dan
     pengungkapan aset dan liabilitas kontinjensi pada tanggal pelaporan, serta jumlah pendapatan dan beban selama
     periode pelaporan. Realisasi dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi.

     Estimasi dan asumsi
     Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada akhir periode pelaporan yang
     memiliki resiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk
     tahun/periode berikutnya, diungkapkan dibawah ini. Perusahaan mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter
     yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan,
     mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi diluar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan
     dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.
     Estimasi provisi untuk kerugian penurunan nilai atas piutang
     Bila Perusahaan memutuskan bahwa tidak terdapat bukti obyektif atas penurunan nilai pada evaluasi individual atas
     piutang, baik yang nilainya signifikan maupun tidak, menyertakannya dalam kelompok piutang dengan karakteristik
     risiko kredit yang serupa dan melakukan evaluasi kolektif atas penurunan nilai. Karakteristik yang dipilih
     mempengaruhi estimasi arus kas masa depan atas kelompok piutang tersebut karena merupakan indikasi bagi
     kemampuan pelanggan dan debitur untuk melunasi jumlah terutang.
     Liabilitas imbalan pasca-kerja
     Penentuan liabilitas imbalan kerja Perusahaan bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh aktuaris
     independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat
     kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat
     kematian. Dikarenakan kompleksitas dari penilaian dan dasar asumsinya dan periode jangka panjang, kewajiban
     manfaat pasti sangat sensitif terhadap perubahan asumsi.
     Perusahaan percaya bahwa asumsi mereka adalah memadai dan tepat, perbedaan signifikan dalam pengalaman
     aktual Perusahaan atau perubahan signifikan dalam asumsi dapat mempengaruhi secara material beban dan
     kewajiban pensiun dan imbalan kerja jangka panjang lainnya. Semua asumsi direviu pada setiap tanggal pelaporan.

     Penyisihan penurunan nilai persediaan
     Dalam menentukan penyisihan penurunan nilai persediaan, manajemen menggunakan estimasi mengenai tingkat
     penjualan serta permintaan pasar dimasa datang atas persediaannya. Perubahan signifikan atas asumsi ini akan
     berdampak secara material terhadap hasil usaha.
     Perhitungan atas pajak penghasilan
     Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan
     perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan usaha normal.
     Perusahaan mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah terdapat tambahan pajak
     penghasilan badan.




                                                              21
Page 23
                                       PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                  Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
     dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2025 (Tidak di Audit) dan 2024
                         dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
                                  (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan)

     Nilai wajar instrumen keuangan
     Penentuan nilai wajar instrumen keuangan memerlukan adanya estimasi-estimasi tertentu. Dalam pasar yang tidak
     aktif, manajemen menggunakan teknik penilaian tertentu untuk menentukan nilai wajar. Manajemen memilih teknik
     penilaian yang dapat memaksimumkan penggunaan parameter yang dapat diamati dan meminimalkan penggunaan
     yang tidak dapat diamati dalam menentukan nilai wajar. Ketika menentukan nilai wajar dengan cara tersebut di atas,
     manajemen juga memasukkan unsur kondisi pasar saat ini serta membuat penyesuaian risiko yang dianggap tepat
     akan dibuat oleh pelaku pasar.
     Estimasi masa manfaat atas aset tetap
     Masa manfaat dari masing-masing aset tetap Perusahaan diestimasikan berdasarkan periode dimana aset
     diharapkan tersedia untuk digunakan. Estimasi tersebut didasarkan pada penilaian kolektif usaha sejenis, evaluasi
     teknis internal dan pengalaman dengan aset yang sejenis. Taksiran masa manfaat setiap aset diperiksa secara
     periodik dan diperbaharui jika ekspektasi berbeda dengan estimasi sebelumnya yang dikarenakan oleh keausan dan
     kerusakan fisik, keusangan secara teknis dan komersial dan terdapat batas hukum atau lainnya atas pengunaan
     aset. Hal ini dimungkinkan, bagaimanapun, bahwa hasil operasi di masa mendatang dapat terpengaruh secara
     material oleh perubahan yang dilakukan atas jumlah dan masa pencatatan beban terkait dengan perubahan atas
     faktor-faktor yang disebutkan sebelumnya. Penurunan estimasi masa manfaat dari setiap aset tetap akan
     meningkatkan beban penyusutan dan mengurangi nilai tercatat dari aset tersebut.
  s. Laba per saham
     Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022. Perusahaan tidak mempunyai efek berpotensi saham biasa yang
     bersifat dilutif, oleh karena itu, laba per saham dilusian tidak dihitung dan disajikan pada laporan laba rugi dan
     penghasilan komprehensif lain.
     Berdasarkan PSAK 56, “Laba per Saham“, laba (rugi) per saham dihitung dengan membagi laba (rugi) yang dapat
     diatribusikan kepada pemilik entitas induk periode berjalan dengan total rata-rata tertimbang saham yang beredar
     dalam periode yang bersangkutan.
  t. Informasi segmen
     Segmen adalah bagian khusus dari Perusahaan yang terlibat baik dalam menyediakan jasa (segmen usaha), maupun
     dalam menyediakan jasa dalam lingkungan ekonomi tertentu (segmen geografis), yang memiliki risiko dan imbalan
     yang berbeda dari segmen lainnya.
     Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk item-item yang dapat diatribusikan secara langsung
     kepada suatu segmen serta hal-hal yang dialokasikan dengan dasar yang memadai untuk segmen tersebut.




                                                              22
Page 24
                                        PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                   Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
      dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2025 (Tidak di Audit) dan 2024
                          dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
                                   (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. KAS DAN BANK

  Akun ini terdiri dari:                                                            2025               2024

  Kas
  Mata uang rupiah                                                                      88.987.300        1.547.513

  Bank
  Mata uang rupiah
    PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk                                              1.638.327          874.880
    PT Bank Central Asia Tbk                                                             1.368.959    1.027.502.146
    Total Bank                                                                           3.007.286    1.028.377.026
  Total                                                                             91.994.586        1.029.924.539
   Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, tidak terdapat kas dan setara kas Perusahaan yang dibatasi
  penggunaannya, dijaminkan atau ditempatkan pada pihak berelasi.

4. PIUTANG USAHA
                                                                                    2025               2024
  Pihak ketiga - Rupiah
     Hendrik                                                                            28.272.500       31.322.574
     Tirta Makmur                                                                                -       13.369.500
     Hotel Caesar (Ibu Yulia)                                                                    -        7.825.000
     Harda Bupati                                                                                -        6.600.000
     PT Assalaam Niaga Utama                                                            13.026.745        5.569.172
     Jiman Manding                                                                               -        5.280.000
     Toko Rukun Jaya                                                                             -        5.147.500
     Wungu Maju (WM)                                                                             -        4.900.000
     Muhyani                                                                                              4.049.000
     Toko Azarah Ihwan                                                                       -            3.765.000
     PT PRIMISSIMA                                                                            -           3.592.406
     TOKO KUAT                                                                                -           3.482.500
     Darusman (Bengkel)                                                                       -           3.467.000
     IIM Pak                                                                                  -           3.206.250
     Agung K                                                                         4.703.000                     -
     Agus Nuri                                                                       3.358.850
     Arif Hidayat                                                                    5.887.500
     HJ Glove                                                                        6.902.000
     Dhika                                                                           3.161.500
     Toko Berkah Mulia                                                               4.495.000
     Piutang dibawah 3.000.000                                                     103.549.157          142.039.159
  Jumlah piutang pihak ketiga - bersih                                             173.356.252         243.615.061
  Dikurangi penyisihan penurunan nilai                                             (57.302.029)        (57.302.029)
  Piutang usaha - bersih                                                           116.054.223         186.313.032



                                                               23
Page 25
                                        PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                   Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
      dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2025 (Tidak di Audit) dan 2024
                          dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
                                   (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. PIUTANG USAHA (lanjutan)

  Rincian piutang usaha berdasarkan umur piutang adalah sebagai berikut:

                                                                                    2025                  2024
  Belum jatuh tempo                                                                             -                      -
  Lewat jatuh tempo:
     0 - 30 hari                                                                    22.906.964              26.104.072
     31 - 60 hari                                                                   25.317.284              18.663.000
     60 - 90 hari                                                                   21.279.102               5.566.665
     90 -120 hari                                                                   29.790.601               7.649.742
     Lebih dari 120 hari                                                            74.062.301             185.631.582
     Total                                                                         173.356.252             243.615.061
  Mutasi penyisihan penurunan nilai piutang usaha adalah sebagai berikut:

                                                                                    2025                  2024
  Saldo awal tahun                                                                   57.302.029              70.631.430
  Penambahan nilai selama tahun berjalan                                             17.506.362              14.743.647
  Pemulihan nilai selama tahun berjalan                                             (6.000.000)            (28.073.048)
  Saldo akhir tahun                                                                 68.808.391              57.302.029

  Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 manajemen menentukan penyisihan penurunan nilai piutang usaha
  secara individual dan kolektif atas saldo piutang usaha yang kemungkinan tidak akan tertagih.
  Manajemen berpendapat bahwa penyisihan atas penurunan nilai piutang usaha tersebut cukup untuk menutupi
  kemungkinan kerugian yang timbul akibat tidak tertagihnya piutang.
  Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan atas kerugian penurunan nilai piutang lain-lain telah memadai untuk
  menutup kerugian atas penurunan nilai piutang terkait.

5. PIUTANG LAIN - LAIN

                                                                                    2025                   2024
  Reza Naufal Ramadian                                                                          -         2.200.000.000
  Piutang Direksi                                                                               -                     -
  Karyawan                                                                              6.244.000             5.530.000
  Sugiyem                                                                                       -                     -
  Jumlah piutang pihak ketiga - bersih                                                  6.244.000        2.205.530.000
  Piutang karyawan merupakan pinjaman karyawan kepada perusahaan yang terdiri dari kas bon karyawan dan piutang
  Sugiyem merupakan kelebihan pembayaran atas sewa bangunan.
  Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat bukti objektif penurunan nilai piutang lain-lain dan seluruh piutang lain-
  lain tersebut dapat tertagih sehingga tidak diperlukan penyisihan penurunan nilai atas piutang lain lain.

  Piutang Reza sudah dilunasi pada bulan Maret tahun 2025




                                                               24
Page 26
                                        PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                   Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
      dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2025 (Tidak di Audit) dan 2024
                          dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
                                    (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


6. PERSEDIAAN
                                                                                     2025                2024
  Bahan baku                                                                        117.860.922           169.424.923
  Persediaan barang Jadi                                                             24.440.500            36.347.774
  Bahan Penolong                                                                              -                     -
  Persediaan bahan                                                                            -                     -
  Sub Total                                                                         142.301.422           205.772.697
  Penyisihan atas penurunan nilai                                                   (14.230.142)          (62.271.838)
  Neto                                                                              128.071.280           143.500.859
  Mutasi penyisihan penurunan nilai persediaan adalah sebagai berikut:
                                                                                     2025                2024
  Saldo awal tahun                                                                    62.271.838           62.271.838
  Penambahan nilai selama tahun berjalan                                                       -                    -
  Pemulihan nilai selama tahun berjalan                                             (48.041.696)                    -
  Saldo akhir tahun                                                                  14.230.142           62.271.838
  Persediaan tidak diasuransikan terhadap risiko kebakaran, pencurian dan risiko lainnya. Tidak ada biaya pinjaman yang
  dikapitalisasi ke persediaan.
  Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan atas penurunan nilai persediaan tersebut cukup untuk menutupi
  kemungkinan kerugian yang terjadi akibat penurunan nilai persediaan.

7. UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DIMUKA
                                                                                     2025                2024
  Akun ini terdiri dari:
  Biaya persiapan pabrik (Pra Ops)                                                  482.000.000           482.000.000
  Uang Muka Pembelian Asset Tetap                                                    88.000.000            88.000.000
  Uang Muka Pembelian Bahan Penolong                                                 36.120.000            36.120.000
  Uang Muka Lainnya                                                              17.240.831.873        14.372.712.233
  Total                                                                          17.846.951.873        14.978.832.233

  Uang muka pra operasi merupakan uang muka atas biaya perijinan mendirikan pabrik, biaya arsitek untuk gambar set
  plan pabrik dan sosialisasi kepada lingkungan. Saat ini pembangunan pabrik sudah mencapai 80%,


8. ASET TETAP
                                                                     30 Juni 2025
                                         Saldo Awal          Penambahan       Pengurangan              Saldo Akhir
  Biaya perolehan:
  Tanah                                    7.715.120.000                    -                      -    7.715.120.000
  Bangunan                                 2.874.880.000                    -                      -    2.874.880.000


                                                                25
Page 27
                                      PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                 Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
    dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2025 (Tidak di Audit) dan 2024
                        dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
                               (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Peralatan                             3.896.967.925                    -                   -        3.896.967.925
Kendaraan                             2.329.438.765                    -                   -        2.329.438.765
Perlengkapan                             38.301.450                    -                   -           38.301.450
Inventaris                               90.742.600                    -                   -           90.742.600
Bottle 19 liter ( Galon)              2.896.725.930                    -                   -        2.896.725.930
Asset dalam pelaksanaan               2.606.000.000                    -                   -        2.606.000.000
                                     22.448.176.670                    -                   -       22.448.176.670
Akumulasi penyusutan:
Bangunan                                323.424.000          71.872.000                    -          395.296.000
Peralatan                             1.499.806.466         231.213.542                    -        1.731.020.008
Kendaraan                               978.143.348         129.849.765                    -        1.107.993.113
Perlengkapan                             38.301.450                   -                    -           38.301.450
Inventaris                               40.176.571          11.342.825                    -           51.519.396
Bottle 19 liter ( Galon)              1.675.256.138         141.670.371                    -        1.816.926.509
                                      4.555.107.973         585.948.502                    -        5.141.056.475
Nilai tercatat                       17.893.068.697                                                17.307.120.195




                                                           26
Page 28
                                      PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                 Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
    dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2025 (Tidak di Audit) dan 2024
                        dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
                               (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                                              31 Desember 2024
                                    Saldo Awal          Penambahan      Pengurangan               Saldo Akhir
Biaya perolehan:
Tanah                                 7.715.120.000                   -                    -        7.715.120.000
Bangunan                              2.874.880.000                   -                    -        2.874.880.000
Peralatan                             3.896.967.925                   -                    -        3.896.967.925
Kendaraan                             2.329.438.765                   -                    -        2.329.438.765
Perlengkapan                             38.301.450                   -                    -           38.301.450
Inventaris                               90.742.600                   -                    -           90.742.600
Bottle 19 liter ( Galon)              2.896.725.930                   -                    -        2.896.725.930
Asset Dalam Pelaksanaan                           -       2.606.000.000                    -        2.606.000.000
                                     19.842.176.670       2.606.000.000                    -       22.448.176.670
Akumulasi Penyusutan
Bangunan                                179.680.000         143.744.000                    -          323.424.000
Peralatan                             1.037.379.383         462.427.083                    -        1.499.806.466
Kendaraan                               718.443.818         259.699.530                    -          978.143.348
Perlengkapan                             38.301.450                   -                    -           38.301.450
Inventaris                               17.490.921          22.685.650                    -           40.176.571
Bottle 19 liter ( Galon)              1.391.915.397         283.340.741                    -        1.675.256.138
                                      3.203.530.969       1.171.897.004                    -        4.555.107.973
Nilai tercatat                       16.638.645.701                                                17.893.068.697




                                                           27
Page 29
                                        PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                   Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
      dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2025 (Tidak di Audit) dan 2024
                          dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
                                  (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8. ASET TETAP (Lanjutan)

  Berdasarkan Akta Perjanjian Jual Beli tanah No. 2489/W/I/2024 tanggal 8 Januari 2024 oleh Notaris Indra Zulfrizal, SH.
  menyatakan bahwa PT Mitra Tirta Buwana selaku pembeli yang dalam hal ini diwakili oleh Nyonya Rini Anggorowati
  selaku Direktur kepada Tuan Sumono Hadi selaku penjual telah sepakat bahwa pihak kedua membeli tanah yang dijual
  oleh pihak pertama dengan luas 1.073 m² seharga Rp1.770.450.000,- (satu miliar tujuh ratus tujuh puluh tujuh juta empat
  ratus lima puluh ribu rupiah) dengan nomor sertifikat hak milik : 04463/Bimomartani.

  Berdasarkan Akta Perikatan Jual Beli tanah No. 18 tanggal 18 Juli 2022 oleh Notaris Deasy Widya Sari, SH.M.Kn,
  menyatakan bahwa PT Mitra Tirta Buwana selaku pembeli yang dalam hal ini diwakili oleh Tuan Ardianto Wibowo
  selaku Direktur Utama kepada Tuan Hery Gunawan Muhamad selaku penjual telah sepakat bahwa pihak kedua membeli
  tanah yang dijual oleh pihak pertama dengan luas 446 m² seharga Rp940.000.000,- (sembilan ratus empat puluh juta
  rupiah) dengan nomor sertifikat hak milik : 12667/Timbulharjo. Saat ini proses Jual Beli belum bisa dilaksanakan
  dikarenakan objek jual beli masih berstatus tanah sawah dan harus dilakukan penurunan hak atas tanah dari Hak Milik
  menjadi Hak Guna Bangunan sehingga bisa diproses balik nama menjadi atas nama PT Mitra Tirta Buwana sehubungan
  dengan hal tersebut maka para pihak telah saling setuju dan mufakat mengadakan perikatan jual beli.

  Berdasarkan Akta Jual Beli tanah No. 07 tanggal 12 Oktober 2022 oleh Notaris Ernita Wilza, SH.M.Kn, menyatakan
  bahwa Ny. Iriyanti & Tn. Djoko Sriyono selaku penjual kepada PT Mitra Tirta Buwana selaku pembeli yang dalam hal ini
  diwakili oleh Tn. Ardianto Wibowo selaku Direktur Utama melaksanakan perjanjian pengikatan jual beli tanah seluas 381
  m² dengan nomor sertifikat hak guna bangunan : 5232/Gandoang seharga Rp2.750.000.000,- (dua milyar tujuh ratus
  lima puluh juta rupiah). Saat ini sedang dalam proses peralihan atas tanah kepada Perusahaan pada Badan Pertanahan
  Nasional Kantor Pertanahan Perwakilan Kabupaten Bogor, sebagaimana dinyatakan dalam Tanda Terima Dokumen No,
  97851/2022 tanggal 12 Oktober 2022 yang dikeluarkan oleh Kantor Pertanahan Perwakilan Kabupaten Bogor.

  Berdasarkan Akta Jual Beli tanah No. 06 tanggal 12 Oktober 2022 oleh Notaris Ernita Wilza, SH.M.Kn, menyatakan
  bahwa Ny. Iriyanti selaku penjual kepada PT Mitra Tirta Buwana selaku pembeli yang dalam hal ini diwakili oleh Tn.
  Ardianto Wibowo selaku Direktur Utama melaksanakan perjanjian pengikatan jual beli tanah seluas 715 m² dengan
  nomor sertifikat hak guna bangunan : 5231/Gandoang seharga Rp4.750.000.000,- (empat milyar tujuh ratus lima puluh
  juta rupiah). Saat ini sedang dalam proses peralihan atas tanah kepada Perusahaan pada Badan Pertanahan Nasional
  Kantor Pertanahan Perwakilan Kabupaten Bogor, sebagaimana dinyatakan dalam Tanda Terima Dokumen No,
  97858/2022 tanggal 12 Oktober 2022 yang dikeluarkan oleh Kantor Pertanahan Perwakilan Kabupaten Bogor.

  Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat dari seluruh aset Perusahaan tersebut dapat dipulihkan, sehingga tidak
  diperlukan penurunan nilai atas aset tersebut.
  Beban penyusutan aset tetap untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, masing-
  masing adalah sebesar Rp1.157.207.524 dan Rp826.483.107,- yang dibebankan sebagai berikut:

                                                                                    2025                   2024
  Beban pokok penjualan (Catatan 16)                                               372.883.912              745.767.825
  Beban umum dan administrasi (Catatan 18)                                          213.064.590             426.129.180
  Total                                                                             585.948.502           1.171.897.005



                                                              28
Page 30
                                        PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                   Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
      dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2025 (Tidak di Audit) dan 2024
                          dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
                                  (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)



9. HUTANG USAHA

  Akun ini terdiri dari:
                                                                                   2025                   2024
  Pihak ketiga - Rupiah
     PT Darma Pringga Birama                                                            3.920.000           15.632.000
     PT Lendis Box                                                                              -           13.252.500
     PT CIPLASINDO (STRAW)                                                                      -            6.069.600
     CV. Coolclean                                                                      2.809.250            2.805.000
     PT Kiewell Plastic Packaging                                                       4.899.560
     PT Altinex                                                                                 -
     Lid                                                                                        -
     Triomega                                                                                   -
     PT. MEGASATRIA HICITER (Tinta Exp, Solven)                                                 -            1.243.200
  Total                                                                                11.628.810           39.002.300
  Analisa umur utang usaha adalah sebagai berikut:
                                                                                   2025                   2024
  - 1 sampai dengan 30 hari                                                        11.628.810               36.197.300
  - 30 sampai dengan 60 hari                                                                 -               2.805.000
  - 61 sampai dengan 90 hari                                                                 -                        -
  - Lebih dari 90 hari                                                                       -                        -
                                                                                   11.628.810               39.002.300

  Utang usaha merupakan utang atas pembelian bahan penolong cup, botol, sedotan, kardus dan lainnya.



10. UTANG BANK
                                                                                   2025                   2024
  Akun ini terdiri dari:
  In IDR
   - Bank Rakyat Indonesia                                                             2.000.000         2.000.000.000
  Total                                                                                 2.000.000        2.000.000.000
  Jangka Pendek                                                                  1.800.000.000           1.800.000.000
  Jangka Panjang                                                                   200.000.000             200.000.000

  Berdasarkan Akta Notaris Anita Kurniawati, SH., M.Kn. di Yogyakarta No. 41 tanggal 14 April 2023, sesuai dengan Surat
  Penawaran Putusan Kredit (Offering Letter) No. B.1178/KC/VII/ADK/04/2023 PT Mitra Tirta Buwana menandatangani
  Perjanjian Kredit dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sesuai dengan dengan jumlah batas maksimum
  sebesar Rp2.000.000.000,- yang berakhir pada 14 April 2024.


                                                              29
Page 31
                                        PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                   Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
      dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2025 (Tidak di Audit) dan 2024
                          dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
                                  (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
  Berdasarkan perjanjian kredit dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, selama fasilitas kredit belum dilunasi,
  Perusahaan tidak diperbolehkan untuk melakukan hal-hal tersebut dibawah ini tanpa persetujuan tertulis dari bank:

  1. Melakukan tindakan merger, akuisisi, penjualan aset usaha.
  2. Melakukan perubahan anggaran dasar termasuk didalamnya pemegang saham, direktur dan komisaris, permodalan
     dan nilai saham.
  3. Mengikat diri sebagai penjamin utang atau menjaminkan harta kekayaan Perusahaan kepada pihak lain.
  4. Melunasi utang kepada pemegang saham.
  5. Mengambil bagian dividen atau modal untuk kepentingan diluar usaha dan kepentingan pribadi.
  6. Memperoleh fasilitas kredit atau pinjaman dari pihak lain.
  7. Mengajukan permohonan dan/atau menyuruh pihak lain mengajukan permohonan kepada pengadilan untuk
     dinyatakan pailit atau meminta penundaan pembayaran utang.
  8. Mengagunkan, menyewakan, dan mengalihkan aset yang menjadi agunan kepada pihak lain.
  9. Mengadakan transaksi dengan seseorang atau suatu pihak, dengan cara yang berada di luar praktik dan kebiasaan
     yang wajar.
  Pada tanggal 31 Desember 2023, manajemen berpendapat bahwa Perusahaan telah memenuhi semua persyaratan
  terkait sebagai mana diharuskan dalam semua perjanjian kredit di atas.
  Fasilitas ini dibebani tingkat suku bunga per tahun sebesar 11,75% per tahun.
  Jaminan untuk pinjaman ini adalah sebagai berikut:
  1. Persediaan sebesar Rp1.000.000.000,-
  2. Sebidang tanah sertifikat Hak Milik No. 06825/Maguwoharjo tanggal 1 Mei 2001 dalam Surat Ukur No.
     1084/Maguwoharjo/2001 tanggal 24 Juli 2021 seluas 221 M2 dengan NIB 13.04.07.02.02073 terletak di Desa
     Maguwoharjo, Depok Yogyakarta atas nama Sri Lestari.

11. BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR

                                                                                    2025                   2024

     Jasa Profesional                                                                                        91.219.195

     Total                                                                                     -              91.219.195


12. PERPAJAKAN
  a. Hutang Pajak
                                                                                    2025                   2024
     PPN Keluaran                                                                              -              27.363.713
     Pasal 21                                                                                  -               5.997.037
     Pasal 23                                                                                  -                       -
     Pasal 29                                                                                                          -
     Total                                                                                     -              33.360.750




                                                               30
Page 32
                                        PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                   Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
      dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2025 (Tidak di Audit) dan 2024
                          dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
                                   (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
  b. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan
                                                                      30 Juni                           31 Desember
                                                            2025                      2024                  2024
     Pajak Kini Non Final                                                 -                        -                    -
     Pajak Kini Final                                                     -                        -                    -
     Pajak tangguhan                                                      -                        -          920.443.872
     Sub total                                                            -                      -           920.443.872
     Total                                                                -                      -           920.443.872



13. IMBALAN KERJA

  Asumsi utama yang digunakan untuk menentukan kewajiban atas kesejahteraan karyawan pada tanggal 30 Juni 2025
  dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
                                                                                        2025                 2024
  Tingkat bunga diskonto                                                               7,26%                 7,06%
  Tingkat kenaikan gaji                                                               10,00%.               10,00%
  Tingkat kematian                                                                     TMI IV          TMI-IV tahun 2019
  Umur pensiun                                                                       57 Tahun             57 Tahun
  Tingkat Tetap                                                                     10%xTMI IV                 5%
  Tingkat pengunduran diri                                                               5%                    5%
  a. Nilai tercatat di laporan posisi keuangan yang timbul dari imbalan kerja Perusahaan adalah sebagai berikut:
                                                                                      2025                   2024
     Nilai kini kewajiban
           imbalan kerja                                                             (859.452.087)          (859.452.087)



13. IMBALAN KERJA (Lanjutan)

  b. Rekonsiliasi jumlah yang diakui dalam laporan posisi keuangan
                                                                                      2025                   2024
     (Kewajiban) / kekayaan pada awal periode                                        (859.452.087)         (1.036.471.653)
     (Beban) / pendapatan                                                                        -           (140.926.581)
     (Beban) / pendapatan komprehensif lain                                                      -            317.946.147
     (Kewajiban) / kekayaan pada akhir periode                                       (859.452.087)          (859.452.087)

  c Mutasi liabilitas imbalan pasti selama tahun berjalan adalah sebagai berikut:
                                                                                      2025                   2024
     Nilai kini kewajiban imbalan pasti pada awal periode                            828.195.585             828.195.585


                                                               31
Page 33
                                        PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                   Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
      dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2025 (Tidak di Audit) dan 2024
                          dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
                                   (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
     Biaya bunga                                                                        70.376.425         70.376.425
     Biaya jasa kini                                                                    70.550.156         70.550.156
     Dampak kurtailmen                                                                                              -
        Kenaikan / (penurunan) kewajiban akibat perubahan program                                  -                -
     Nilai ekspektasi dari
        Nilai kini kewajiban Imbalan pasti pada akhir periode                        969.122.166           969.122.166
     (Keuntungan) / kerugian aktuaria atas kewajiban                                           -         (317.946.147)

     Pada akhir tahun                                                                969.122.166          651.176.019

  d Perhitungan pendapatan komprehensif lain
                                                                                      2025               2024
     Pendapatan / (beban) komprehensif lain                                          317.946.147         317.946.147
     Rekonsiliasi pendapatan / (beban) komprehensif lain
     Total pendapatan / (beban) komprehensif lain awal periode                      (780.998.006)        (780.998.006)
     Pendapatan / (beban) komprehensif lain periode berjalan                          317.946.147          317.946.147
     Total pendapatan / (beban) komprehensif
         lain pada akhir periode                                                    (463.051.859)        (463.051.859)

  e Mutasi nilai kini imbalan pasti selama tahun berjalan adalah sebagai berikut:
                                                                                      2025               2024
     Biaya jasa kini                                                                 (70.550.156)         (70.550.156)
     Biaya jasa lalu
     Biaya bunga                                                                     (70.376.425)         (70.376.425)
     Dampak IFRIC                                                                                                    -
     (Kenaikan) / penurunan kewajiban
          akibat perubahan program )                                                               -                  -
     Beban imbalan kerja                                                            (140.926.581)        (140.926.581)

13. IMBALAN KERJA (Lanjutan)
     Manajemen berkeyakinan bahwa estimasi liabilitas tersebut di atas cukup untuk memenuhi ketentuan yang berlaku.

     Analisa sensitivitas Perusahaan dari perubahan asumsi-asumsi utama terhadap liabilitas imbalan kerja jangka
     panjang pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

                                                           Perubahan                Kenaikan           Penurunan
                                                             Asumsi                  Asumsi             Asumsi
     Tingkat diskonto                                           1%                   778.910.878         952.787.459
     Tingkat kenaikan gaji                                      1%                   949.229.877         780.244.549

14. MODAL SAHAM



                                                                32
Page 34
                                        PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                   Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
      dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2025 (Tidak di Audit) dan 2024
                          dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
                                   (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
  Komposisi pemegang saham Perusahaan dan kepemilikan sahamnya masing-masing pada tanggal 30 Juni 2025 dan
  31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
  a. Modal Saham
                                                           2025
                  Pemegang Saham                        Jumlah Saham             Persentase             Jumlah
                                                                                  Pemilikan
    PT Makna Prakarsa Utama                                   792.487.500          73,21%              15.849.750.000
    Tuan Ardiyanto Wibowo                                         262.900           0,02%                   5.258.000
    Masyarakat                                                289.775.823          26,77%               5.795.516.460
    Total                                                   1.082.526.223           100%               21.650.524.460
     Berdasarkan Akta Notaris Elizabeth Karina Leonita S.H, M.Kn., No 123-128 tanggal 31 Oktober 2024 Perseroan
     melakukan pengoperan hak atas saham Yn, Ardiyanto Wibowo, Ny. Dr. Putri Hetriastuti, Ny. Sri Lestari, Ny Iriyanti,
     Tn. Joko Sriyono, dan Nn. Nindya Ayu Oktavia Ardianti Wibowo dengan jumlah total 792.487.500 lembar saham
     kepada PT Makna Prakarsa Utama dan sesuai dengan surat keterangan dari Biro Administrasi Efek PT Bima
     Registra tanggal 26 Februari 2024.




14. MODAL SAHAM (Lanjutan)
                                                           2024
                  Pemegang Saham                        Jumlah Saham             Persentase             Jumlah
                                                                                  Pemilikan
    PT Makna Prakarsa Utama                                   792.487.500          73,21%              15.849.750.000
    Tuan Ardiyanto Wibowo                                         262.900           0,02%                   5.258.000
    Masyarakat                                                289.775.823          26,77%               5.795.516.460
    Total                                                   1.082.526.223           100%               21.650.524.460


  b. Tambahan Modal Disetor

                                                                                    2025                 2024

     Agio saham                                                                 24.300.000.000         24.300.000.000
     Agio atas pelaksanaan waran                                                       305.200              2.097.840
     Biaya emisi                                                                (3.547.972.564)        (3.547.972.564)
                                                                                 20.752.332.636         20.754.125.276

  c, Saldo Laba



                                                               33
Page 35
                                         PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                    Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
       dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2025 (Tidak di Audit) dan 2024
                           dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
                                  (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


      Ditentukan Penggunaannya
      Perusahaan belum menentukan penggunaannya atas saldo laba Perusahaan.
      Tidak Ditentukan Penggunaannya

      Merupakan saldo laba yang belum ditentukan penggunaanya oleh Perusahaan.
                                                                                   2025                 2024

      Saldo Laba                                                               (7.564.650.764)        (6.757.356.954)

                                                                               (7.564.650.764)        (6.757.356.954)
   d. Komponen Ekuitas Lain
                                                                                   2025                 2024

      Komponen Ekuitas Lain                                                      (361.180.450)         (361.180.450)

                                                                                 (361.180.450)         (361.180.450)

      Komponen ekuitas lain merupakan keuntungan atau kerugian aktuaria.
15. PENDAPATAN USAHA

                                                                       Juni                          Desember
                                                            2025                   2024                2024
   Galon                                                      964.332.275        1.390.461.999         2.704.887.657
   Bukan Galon                                                368.664.356          579.921.214           857.803.922
   Lain lain                                                   34.545.000           28.781.500            66.140.499
   Total                                                    1.367.541.631        1.999.164.713         3.628.832.078

   Pendapatan lain-lain merupakan pendapatan atas tisu, tutup galon, galon dan sewa dispenser.
16. BEBAN POKOK PENJUALAN
   Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut:
                                                                       Juni                          Desember
                                                            2025                   2024                2024
   Bahan baku yang digunakan                                  66.649.832           107.157.050           159.897.050
   Pemakaian bahan penolong                                  279.929.293           407.282.518           443.593.073
   Beban produksi :
     Penyusutan galon                                        141.670.371           135.978.392           283.340.742
     Penyusutan peralatan                                    231.213.542           187.265.625           462.427.083
     Biaya atas pengiriman barang                            136.754.163           264.226.222           347.179.709
     Biaya bagi hasil                                         41.000.000            54.000.000           175.200.000
   Beban pokok produksi :                                    897.217.199         1.155.909.807         1.871.637.657



                                                              34
Page 36
                                        PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                   Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
      dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2025 (Tidak di Audit) dan 2024
                          dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
                                 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
   Persediaan barang jadi
     Awal tahun                                               36.347.774           36.347.774           261.665.162
     Akhir tahun                                            (24.440.500)        (128.450.317)           (36.347.774)
   Beban pokok penjualan :                                  909.124.473         1.063.807.264         2.096.955.045
  Pada periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 dan tahun yang berakhir 31 Desember
  2023, tidak ada pembelian kepada pemasok yang melebihi 10% dari total penjualan.



17. BEBAN PENJUALAN
                                                                      Juni                          Desember
                                                           2025                   2024                2024
  Biaya pemasaran                                            14.673.448               42.987.338         73.861.468
  Komisi penjualan                                              403.000               19.163.500                  -
  Total                                                      15.076.448           62.150.838             73.861.468




                                                             35
Page 37
                                       PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                  Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
     dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2025 (Tidak di Audit) dan 2024
                         dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
                                (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. BEBAN ADMINISTRASI DAN UMUM
                                                                     Juni                          Desember
                                                          2025                   2024                2024
  Biaya gaji direksi dan karyawan                          751.094.445         1.065.542.838         2.058.544.618
  Perizinan                                                          -            25.340.000            22.987.000
  Biaya imbalan kerja                                                -                     -           140.926.581
  Biaya perbaikan dan
    pemeliharaan                                            42.942.400           81.348.793             79.100.796
  Penyusutan                                               213.064.590           64.881.354            426.129.180
  Amortisasi                                                         -                    -             25.160.667
  Biaya perjamuan tamu                                       7.611.500           26.925.379              8.751.316
  Biaya sewa dispenser                                               -                    -                      -
  Biaya listrik dan Telp                                    37.648.583           51.752.748             99.880.103
  Biaya lembur                                               3.382.000           12.093.485             25.542.110
  Biaya perjalanan dinas                                     5.300.000           45.329.872            154.988.270
  Jasa profesional                                                   -          135.340.716          1.989.321.618
  Biaya BPJS Ketenagakerjaan                                67.911.589           72.045.625            153.823.177
  Pajak                                                              -                    -            352.880.711
  Penyusutan                                                         -                    -                      -
  Penyusutan Inventaris                                              -                    -                      -
  Sewa                                                      42.800.000           25.128.333            147.311.538
  Biaya alat tulis kantor                                    2.209.900            5.258.250             10.912.850
  Biaya perbaikan dan pemeliharaan
    Bangunan dan mesin                                                 -                      -                  -
  Transportasi                                               3.112.000               24.704.500         39.090.569
  Biaya administrasi OJK                                               -              3.750.000         75.550.105
  Biaya Bursa (BEI)                                                    -
  Biaya sewa Kendaraan                                               -                    -                      -
  Asuransi                                                             -          6.945.975             39.364.282
  Biaya rumah tangga                                        17.728.140            2.618.850             89.207.921
  Biaya lain-lain                                           21.910.100           82.084.250            216.678.503
  Total                                                  1.216.715.247        1.731.090.968          6.156.151.915
19. PENDAPATAN (BEBAN) LAIN LAIN
                                                                     Juni                          Desember
                                                          2025                   2024                2024
  PENDAPATAN LAIN-LAIN
  Jasa giro                                                    276.905                  101.769          2.553.810
  Imbalan kerja                                                      -                        -                  -
  Lain-lain                                                  1.443.373                4.682.000         29.320.400
  Subtotal                                                   1.720.278                4.783.769         31.874.210
  BEBAN LAIN LAIN
  Beban keuangan                                                       -                      -        253.550.411



                                                            36
Page 38
                                        PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                   Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
      dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2025 (Tidak di Audit) dan 2024
                          dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
                                  (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
  Biaya penurunan nilai piutang                                         -                      -            14.743.647
  Administrasi bank                                             1.094.552              1.232.385             1.262.200
  Lain-Lain                                                             -                      -            19.035.897
  Subtotal                                                      1.094.552              1.232.385           288.592.155
  Total                                                             625.726            3.551.384         (256.717.945)
20. LABA (RUGI) PER SAHAM

  Rincian perhitungan laba (rugi) per saham adalah sebagai berikut:

                                                      Periode enam bulan yang berakhir pada        Tahun yang Berakhir
                                                                 tanggal 30 Juni                    pada Tanggal 31
                                                                                                       Desember
                                                             2025                  2024                   2024
  Laba untuk perhitungan laba per saham                                   -                    -        (4.034.320.334)
  Jumlah rata-rata tertimbang saham untuk
     Perhitungan laba bersih per saham                                    -                    -         1.078.072.909
  Laba per saham dasar                                                    -                    -                  (3,74)

21. SEGMEN OPERASI

  Informasi segmen di bawah ini dilaporkan berdasarkan informasi yang digunakan oleh manajemen untuk mengevaluasi
  kinerja setiap segmen usaha dan mengalokasikan sumber daya.
  Segmen Usaha
                                                        Per enam bulan tanggal 30 Juni 2025
                                    Galon               Bukan Galon            Lain-lain                 Jumlah

  Penjualan bersih                   964.332.275              334.119.356           34.545.000           1.332.996.631
  Beban pokok penjualan            (643.478.375)            (245.463.608)         (20.182.490)           (909.124.472)
  Hasil segmen (laba bruto)          320.853.900               88.655.748           14.362.510            423.872.159

  Beban penjualan tidak
    dapat dialokasikan                                                                                    (15.076.448)
  Beban umum dan
    administrasi tidak
    dapat dialokasikan                                                                                  (1.216.715.247)
  Penghasilan lain-lain                                                                                        625.726

  Laba sebelum beban
    pajak final dan pajak
     penghasilan                                                                                         (807.293.810)
  Beban pajak penghasilan                                                                                            -
  Laba periode berjalan                                                                                  (807.293.810)



                                                              37
Page 39
                                        PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                   Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
      dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2025 (Tidak di Audit) dan 2024
                          dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
                                    (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
  Rugi komprehensif lain setelah pajak                                                                  (807.293.810)

  Laba komprehensif
    tahun berjalan                                                                                      (807.293.810)


21. SEGMEN OPERASI (lanjutan)

  Aset Segmen
  Persediaan barang jadi                   14.175.490        10.265.010           122.203                 24.440.500
  Aset tidak dapat dialokasikan                                                                       37.343.972.960
  Jumlah Aset                                                                                         37.368.413.460
  Liabilitas tidak dapat dialokasikan                                                                   689.687.935
  Jumlah Liabilitas                                                                                     689.687.935
  Penambahan aset tetap                                                                                           -
  Penyusutan                                                                                            585.948.502
  Segmen Usaha
                                                               Tanggal 30 Juni 2024
                                        Galon            Bukan Galon           Lain-lain               Jumlah


  Penjualan bersih                  1.379.804.500              991.115.984               11.781.650     2.382.702.134
  Beban pokok penjualan             (752.123.877)            (540.251.895)               47.270.595   (1.245.105.177)
  Hasil segmen (laba bruto)           627.680.623              450.864.089               59.052.245    1.137.596.957
  Beban penjualan tidak
    dapat dialokasikan                                                                                   (62.150.838)
  Beban umum dan
    administrasi tidak
    dapat dialokasikan                                                                                (1.838.168.733)
  Beban keuangan                                                                                          12.954.582
  Laba sebelum beban
    pajak final dan pajak
     penghasilan                                                                                        (749.768.031)
  Laba sebelum beban
     pajak penghasilan                                                                                  (749.768.031)
  Beban pajak penghasilan                                                                                          -
  Laba periode berjalan                                                                                 (749.768.031)
  Laba komprehensif
     tahun berjalan                                                                                     (749.768.031)
  Aset Segmen
  Persediaan barang jadi                        17.420.337       12.614.727              150.175          30.035.064
  Aset tidak dapat dialokasikan                                                                       42.493.837.945



                                                                38
Page 40
                                        PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                   Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
      dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2025 (Tidak di Audit) dan 2024
                          dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
                                    (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
  Jumlah Aset                                                                                       42.523.873.009
  Liabilitas tidak dapat dialokasikan                                                                  689.687.935
  Jumlah Liabilitas                                                                                    689.687.935
     Penambahan aset tetap                                                                           2.595.550.000
     Penyusutan                                                                                        671.332.453


21. SEGMEN OPERASI (lanjutan)

  Segmen Usaha
                                                            Tanggal 31 Desember 2023
                                        Galon            Bukan Galon         Lain-lain                Jumlah

  Penjualan bersih                   2.704.887.657             857.803.922            66.140.499       3.628.832.078
  Beban pokok penjualan            (1.562.977.910)           (495.668.860)          (38.218.274)     (2.096.865.044)
  Hasil segmen (laba bruto)          1.141.909.747             362.135.062            27.922.225      1.531.967.034
  Beban penjualan tidak
    dapat dialokasikan                                                                                  (73.861.468)
  Beban umum dan
    administrasi tidak
    dapat dialokasikan                                                                               (6.156.151.915)
  Beban keuangan                                                                                       (256.717.945)
  Lain-lain - bersih                                                                                              -
  Laba sebelum beban
    pajak final dan pajak
     penghasilan                                                                                     (4.954.764.294)
  Pajak final
  Laba sebelum beban
    pajak penghasilan                                                                                (4.954.764.294)
  Beban pajak penghasilan                                                                               920.443.872
  Laba periode berjalan                                                                              (4.034.320.422)
  Rugi komprehensif lain setelah pajak                                                                          -
  Laba komprehensif
    tahun berjalan                                                                                   (4.034.320.422)


  Aset Segmen
  Persediaan barang jadi                  126.287.294        40.049.625         3.088.004              169.424.923
  Aset tidak dapat dialokasikan                                                                     38.139.721.741
  Jumlah Aset                                                                                       38.309.146.664

  Liabilitas tidak dapat dialokasikan                                                                3.023.034.332
  Jumlah Liabilitas                                                                                  3.023.034.332



                                                                39
Page 41
                                        PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                   Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
      dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2025 (Tidak di Audit) dan 2024
                          dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
                                 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


  Penambahan aset tetap                                                                                 2.606.000.000
  Penyusutan                                                                                            1.171.897.005




21. SEGMEN OPERASI (lanjutan)

  Informasi segmen operasi menurut daerah geografis kegiatan usaha Perusahaan adalah sebagai berikut:
                                                                      Juni                          Desember
                                                           2024                   2023                2023

  Yogyakarta                                              1.066.397.305         1.521.518.870           2.607.430.711
  Jawa Tengah                                                         -           766.300.937           1.994.332.946
  Jawa Timur                                                          -            11.437.327              33.130.237
  Jakarta                                                  266.599.326             83.445.000            180.426.000
  Jumlah                                                  1.332.996.631         2.382.702.134           4.815.319.894




                                                             40

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.96 MB
Published26 Sep 2025
Pages41
Characters143,548
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 41 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org MITRA TIRTA BUWANA Tbk p.1 ×145
linked person Ardianto Wibowo · Direktur Utama p.1 ×15
linked person Andika Fazri p.6 ×2
linked org Bank Central Asia Tbk p.24 ×2
linked person Rini Anggorowati · Direktur p.29
linked person Djoko Sriyono p.29 ×3
linked person Sri Lestari. p.31 ×2
linked org PT Makna Prakarsa p.34 ×4
linked — Nindya Ayu Oktavia p.34
possible org PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) p.24 ×9
possible person Iriyanti p.29 ×2
unresolved — Domisili Sesuai KTP p.1 ×2
unresolved — Nomer HP p.1 ×2
unresolved person Akta Notaris Emanuel Retinanto p.6
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia p.6 ×2
unresolved person Rini Yulianti p.6
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.6
unresolved person Sri Jeany p.6
unresolved person Eni Mia p.6 ×2
unresolved person Achmad Taufik Hidayat p.6 ×6
unresolved org Bank Indonesia p.13
unresolved person Yulia p.24
unresolved org PT Assalaam Niaga Utama p.24
unresolved org PT PRIMISSIMA p.24
unresolved person Indra Zulfrizal p.29
unresolved person Sumono Hadi p.29
unresolved person Deasy Widya Sari p.29
unresolved person Hery Gunawan Muhamad p.29 ×2
unresolved person Ernita Wilza p.29 ×2
unresolved org Pertanahan Nasional Kantor Pertanahan Perwakilan Kabupaten Bogor p.29 ×2
unresolved org PT Darma Pringga Birama p.30
unresolved org PT Lendis Box p.30
unresolved org PT CIPLASINDO p.30
unresolved org PT Kiewell Plastic Packaging p.30
unresolved org PT Altinex p.30
unresolved org PT. MEGASATRIA HICITER p.30
unresolved person Akta Notaris Anita Kurniawati p.30
unresolved org PT Makna Prakarsa Utama p.34 ×3
unresolved person Ardiyanto Wibowo p.34 ×3
unresolved person Dr. Putri Hetriastuti p.34
unresolved org PT Bima Registra p.34

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 4

FinancialStatement-2025-II-SOUL.xlsx done
inlineXBRL.zip done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result