Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 5
Page 1
life.love.laughter
Laporan Hasil Paparan Publik & Konferensi Pers
PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (“Perseroan”)
Hari / Tanggal : Kamis, 11 September 2025
Waktu : 10:00 – 10:45 WIB
Tempat : IDX Public Expose Virtual & Press Conference 2025
Peserta
- Perseroan : Joyce Vidyayanti Handajani – Direktur
Aditya Widjaja – Head of Investor Relations
- Lain-lain : 43 orang investor / calon investor dan 9 Wartawan
Susunan Acara :
A. Pembukaan dan Perkenalan
B. Presentasi Paparan Publik
C. Sesi Tanya Jawab
D. Konferensi Pers
E. Penutup
Halaman 1 dari 5
Page 2
life.love.laughter
A. Pembukaan dan Perkenalan
Moderator Perseroan membuka acara dan memperkenalkan perwakilan Perseroan yang akan
menyambut dan membawakan materi presentasi Paparan Publik.
Ibu Joyce Vidyayanti Handajani selaku Direktur menyambut peserta Pubex dan mempersilahkan Bapak
Aditya Widjaja untuk membawakan materi presentasi Paparan Publik.
B. Presentasi Paparan Publik
Bapak Aditya Widjaja selaku Head of Investor Relations Perseroan memulai presentasi Paparan Publik
yang meliputi hal-hal sebagai berikut:
Bagian 1 : Sekilas Mitra Keluarga
Bagian 2 : Strategi Pertumbuhan
Bagian 3 : Update Bisnis Terbaru
Bagian 4 : Kinerja Keuangan
(Materi presentasi terlampir)
C. Sesi Tanya Jawab
1. Pertanyaan dari Bapak Aldebaran Martimo dijawab oleh Ibu Joyce V. Handajani:
1.1. Kita ketahui bersama, baru baru ini emiten RS swasta lain mulai diakuisisi oleh investor besar.
Bagaimana strategi operasional dan pelayanan perseroan dalam menghadapi persaingan dengan
RS swasta lain di Indonesia?
Industri Rumah Sakit semakin kompetitif dengan banyaknya perusahaan-perusahaan besar dengan
capital yang tinggi mulai masuk. Dengan menghadapi dinamika ini, Mitra Keluarga tetap fokus pada
kekuatan utama kami, yaitu pelayanan pasien diantaranya memberikan service terbaik dan
meningkatkan layanan-layanan unggulan kami. Kami percaya bahwa value for money tetap menjadi
faktor penting bagi pasien. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk memberikan layanan yang
berkualitas tinggi dengan biaya yang wajar, serta selalu menghadirkan layanan unggulan yang relevan
bagi masyaakat.
2. Pertanyaan dari Ibu Rilanda dijawab oleh Bapak Aditya Widjaja:
2.1. Langkah apa lagi yang akan dilakukan oleh MIKA di semester II dan tahun-tahun ke depan?
2.2. Seperti apa detail rencana Pembangunan dua rumah sakit baru di Indonesia di tahun 2026?
2.3. Berapa serapan belanja modal MIKA hingga September 2025 ini? Digunakan untuk apa saja?
Untuk semester ke-2 tahun ini, kami akan segera membuka layanan radiotherapy kami untuk
screening yaitu PET-CT dan SPECT-CT, harapannya akan segera beroperasi di semester ke-2 ini. Lalu
kami juga baru berinvestasi di layanan robotic yang telah launching di bulan Juli, dan harpannya akan
menjadi alternatif bagi pasien orthopedic untuk dapat mendapatkan layanan yang lebih
Halaman 2 dari 5
Page 3
life.love.laughter
komprehensif dan juga lebih minimal invasive, karena dengan layanan robotic ini harapannya secara
sayatan tidak terlalu besar dan dari segi harga bahkan bisa lebih terjangkau dibandingkan dengan
metode konvensional sehingga akan jauh lebih bermanfaat bagi pasien. Selanjutnya kami akan terus
meningkatkan layanan unggulan lainnya dan kami selalu merencanakan untuk menambah fasilitas
layanan unggulan yang baru setiap tahunnya.
Untuk 2 Rumah Sakit baru, yang pertama akan berlokasi di Jabodetabek dan yang kedua akan
berlokasi di Jawa Timur, rencananya kedua nya akan memliki kapasitas sejumlah 200 tempat tidur
dan akan dilengkapi dengan berbagai layanan unggulan termasuk onkologi center yang akan tersedia
di kedua rumah sakit ini.
Serapan modal kami sejumlah 359 Miliar hingga semester I ini atau sekitar 35% dari total budget
yang kami cadangkan yaitu 1 triliun.
3. Pertanyaan selanjutnya dari peserta yang namanya tidak disebutkan dijawab oleh Ibu Joyce V.
Handajani:
3.1 Bagaimana positioning MIKA dengan rumah sakit yang lain, apakah juga menangkap peluang
pasien yang berobat ke luar negeri?
Mitra Keluarga berfokus pada middle – up market segment dan kami ingin memberikan layanan yang
efisien, transparan dan konsisten. Lebih ke arah value for money dengan kualitas klinis yang terjamin.
Hal ini adalah fokus utama dan positioning dari Mitra Keluarga dibandingkan dengan Rumah Sakit
lain. Untuk menangkap peluang pasien yang berobat ke luar negeri yang kami lakukan adalah dengan
terus memberikan layanan dengan alat medis yang canggih. Kami terus berinvestasi pada alat medis
seperti PET-CT, SPECT-CT dan Robotic, hal ini merupakan salah satu langkah kami untuk memberikan
layanan berbasis teknologi dan menjadi salah satu keunggulan kami.
4. Pertanyaan dari Bapak Agus Liyanto dijawab oleh Bapak Aitya Widjaja:
4.1.Berkaitan dengan penerapan KRIS oleh BPJS, bagaimana dampak penerapan ini terhadap MIKA
Group?
Seperti yang kita ketahui KRIS ini adalah standarisasi untuk tempat tidur di rumah sakit di mana
kedepannya untuk pasien BPJS yang sebelumnya ada 3 kelas akan dijadikan 1 kelas standar dengan
maksimal 4 tempat tidur. Sejauh ini untuk MIKA Group & Kasih group yang melayani BPJS secara fisik
maupun infrastruktur kami sudah bisa memenuhi kualifikasi tersebut. Tempat tidur sudah kami
sesuaikan dengan ketentuan dari KRIS. Rencananya KRIS ini akan di imprementasikan per Desember
2026 mendatang, dari sisi rumah sakit dampak yang kami lihat sejauh ini adalah neutral karena jika
dilihat dari komposisi patient mix 50% adalah kelas 3, kelas 1 di sekitar 30% dan kelas 2 di sekitar 20%
kami melihat adanya peluang meningkatnya pasien kelas 3 secara reimbursement dan pasien kelas 1
akan ada down grading sehingga dampaknya menjadi neutral. Namun kami belum bisa melakukan
kuantifikasi secara detail atas dampaknya karena kami masih menunggu tarif dari kementrian
Kesehatan terakit reimbursement dari pasien KRIS.
5. Pertanyaan selanjutnya dari peserta yang namanya tidak disebutkan dijawab oleh Ibu Joyce V.
Handajani:
5.1. Berapa strategi pertumbuhan ke depan dari Mitra Keluarga?
Halaman 3 dari 5
Page 4
life.love.laughter
Strategi MIKA ke depannya tetap berfokus pada penguatan jaringan dan ekspansi secara strategis.
Untuk ekspansi kami masi berfokus di area Jabodetabek dan Jawa Timur (Surabaya). Kami akan terus
membangun rumah sakit, rencananya kami akan membuka 1 rumah sakit lagi di akhir tahun ini.
Untuk tahun depan kita akan membuka minimal 1 rumah sakit. Kami juga akan terus melakukan
pengembangan center of excellence dan terus melakukan investasi di alat-alat medis yang dapat
meningkatkan kualitas layanan medis kami untuk pasien dari segi akurasi yang lebih baik contohnya
dengan CT scan yang lebih dari 1000 Slices dan juga PET-CT dan SPECT-CT. Selain itu transformasi
digital dan patient experience selalu menjadi target kami untuk selalu meningkatkan layanan kami
kepada pasien.
6. Pertanyaan dari Bapak Agus Liyanto dijawab oleh Bapak Aditya Widjaja:
6.1. Apakah Mitra Keluarga juga menangkap peluang para pasien BPJS?
Mitra Keluarga saat ini memiliki 31 rumah sakit dan sekitar 19 rumah sakit telah melayani pasien
BPJS, ini merupakan salah satu upaya kami untuk memberikan layanan yang terjangkau dan
kedepannya terus bertambah seiring dengan lokasi dan demografi yang cocok dengan strategi kami.
7. Pertanyaan dari Bapak Willian Adriel dijawab oleh Ibu Joyce V. Handajani:
7.1. Berapa perbandingan antara arus kas pendanaan, investasi, dan operasional? Manakah yang
lebih diprioritaskan dalam kuartal 3 2025?
Seperti yang kita ketahui bersama bahwa arus kas operasional ini merupakan hasil dari kinerja
performance rumah sakit baik dari penjualan ataupun pembayaran dari segi biaya-biaya rumah sakit.
Prioritas utama tetap pada arus kas operasional sebagai fondasi kesehatan keuangan dan likuiditas
perusahaan, namun porsi arus investasi terus menjadi fokus kami sesuai dengan strategi kami yaitu
untuk terus menambah jumlah rumah sakit dan menambah alat medis sehingga dapat meningkatkan
atau memperlebar cakupan layan klinis kami kepada pasien.
D. Konferensi Pers
1. Pertanyaan dari peserta yang namanya tidak disebutkan dijawab oleh Bapak Aditya Widjaja:
2.1 Bagaimana update untuk penerapan INA-DRG? Bagaimana MIKA melihat penerapan ini
terhadap rumah sakit?
Untuk INA-DRG dibandingkan dengan INA-CBG terdapat perubahan secara kalkulasai koding dan
kami melihat hal ini secara positif. Namun untuk lebih detailnya belum bisa kami kuantifikasi, karena
untuk tarif BPJS sampai dengan saat ini kami belum mengetahui apakah terdapat perubahan pada
saat diterapkan, dikarenakan di Desember mendatang akan adanya penerapan KRIS dan INA-DRG
secara bersamaan. Sampai saat ini kami masih menunggu tarif yang sedang disusun oleh pemerintah
sehingga kami belum dapat kuantifikasi dampaknya.
2. Pertanyaan dari Anggi dijawab oleh Bapak Aditya Widjaja:
2.1. Dengan semakin berkembangnya medical tourism di Bali, apakah Mitra Keluarga melihat peluang
untuk masuk ke segmen tersebut? Apakah ada rencana untuk meng-capture pasien yang selama
ini berobat ke Singapore atau Malaysia?
Halaman 4 dari 5
Page 5
life.love.laughter
Salah satu langkah Mitra Keluarga untuk bisa mendapatkan pasien-pasien Indonesia yang berobat ke
luar negeri adalah dengan terus meningkatkan kompleksitas layanan di rumah sakit kami. Kami cukup
agresif di 2-3 tahun terakhir untuk meningkatkan layanan unggulan kami, sebagai contoh kami mulai
masuk ke onkologi center dimana sebelumnya kami belum mempunyai layanan ini. Harapannya
pasien-pasien kanker tidak perlu lagi berbobat ke Malaysia dan bisa berobat ke Mitra keluarga, di
layanan jantung kami juga berinvestasi pada CT Somatom yang merupakan layanan diagnostic untuk
jantung (cardiac imaging), kami juga baru saja merekrut salah satu dokter terbaik untuk layanan
Minimal invasive cardiac surgery (MICS) dimana dokter ini bisa melakukan tindakan open heart
surgery dengan minimal sayatan yang sebelumnya untuk open heart surgery kita perlu melakukan
potong tulang dada namun dengan teknik MICS ini tidak perlu dilakukan pemotongan tulang dada,
sehingga secara luka sayatan lebih kecil dan pemulihan lebih cepat. Dengan adanya layanan-layanan
ini harapannya kami dapat menarik pasien-pasien yang sebelumnya pergi ke luar negeri untuk
mendapatkan layanan ini di Mitra Keluarga.
3. Pertanyaan dari Ibu Rahma dari Bisnis dijawab oleh Bapak Aditya Widjaja:
3.1. Mengingat MIKA terlah membeli sejumlah teknologi sepanjang 2025, ada berapa CAPEX yang
diserap MIKA untuk produk-produk ini? Dan berapa persen proyeksi kontribusi alat-alat tersebut
terhadap pendapatan MIKA?
3.2. Pasien JKN sepanjang 2025 di MIKA Menurun. Apakah ada upaya MIKA memperbesar cakupan
pasien BPJS ke depannya? Adakah target dari MIKA mengenai total pendapatan dari pasien BPJS?
Untuk CAPEX di tahun ini kami mencadangkan sejumlah 1 Triliun Rupiah, dan terbagi beberapa
prioritas sebagian besar terkait pembangunan rumah sakit baru. Untuk peremajaan teknologi atau
pembelian alat-alat medis untuk layanan unggulan kami cadangkan sekitar 4%-5% dari revenue kami
atau sekitar 200 miliar Rupiah. Serapan CAPEX kami sampai dengan semester 1 2025 adalah sebesar
359 Miliar dari target kami di 1 Triliun atau sekitar 36% CAPEX yang sudah terserap di YTD Juni 2025.
Untuk kontribusi di layanan unggulan kami harapkan dapat menambah kontribusi intensitas kami
sebesar 1%-3% terhadap revenue kami dari layanan-layanan unggulan baru tersebut.
Untuk Tahun 2025 pasien BPJS mengalami penurunan disebabkan karena adanya pengetatan rujukan
ke RS, dimana BPJS memfokuskan untuk pelayanan kesehatan agar dapat dimaksimalkan untuk
dilakukan di Faskes Tingkat Pertama untuk untuk menekan defisit. Untuk cakupan BPJS, pada tanggal
26 Juni 2025 kami baru saja membuka rumah sakit kami yang ke 31 yaitu di Cirebon dengan
menggunakan brand Kasih dan rumah sakit ini akan melayani pasien BPJS. Harapan kami dengan
dibukanya rumah sakit ini dapat menambah porsi kunjungan pasien BPJS di Mitra Keluarga. Target
untuk pasien BPJS jika melihat 5 tahun terakhir range yang ada di Mitra Keluarga adalah di angka
12%-16% dari revenue.
E. Penutup
Setelah sesi tanya jawab ditutup oleh Moderator.
Jakarta, 16 September 2024
PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk
Halaman 5 dari 5
Names mentioned 10 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
—
Paparan Publik. Ibu Joyce Vidyayanti Handajani
· Direktur
p.2 ×3
unresolved
person
Aditya Widjaja
p.2 ×7
unresolved
person
Aldebaran Martimo
p.2
unresolved
person
Joyce V. Handajani
p.2 ×4
unresolved
person
Rilanda
p.2
unresolved
person
Agus Liyanto
p.3 ×2
unresolved
person
Aitya Widjaja
p.3
unresolved
person
Willian Adriel
p.4
unresolved
person
Rahma
p.5
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.