Back to announcement
Laporan Keuangan Interim 30-06-2026 Full.pdf
Financial statement Text extracted BSLTSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 111
Page 1
Page 2
AHSG w
be6ama membangun lndonesia
SURAT PERNYATAAN DIREKSI
TENTANG
TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEUANGAN
PT BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
UNTUKPERIODE YANG BER{KHIR TANGGAL 30 JUNI2026 DAN 2025
Kami yang bertanda tangan di bawah ini
Nama : Maudy Revino Pepah
Alamat Kantor : Jl. Piere Tendean No. 100
T Kompleks Marina Plaza Boulevard Manado 951 11
Jabatan : Direktur Utama
Nomor Telepon :0431-888659
Alamat Rumah : Lingkungan II Kelurahan Winangun Dua Kecamatan Malalayang
Kota Manado Sulawesi Utara
Nama Joubert Rosano Jacobus Dondokambdy
Alamat Kantor Jl. Piere Tendean No. 100
Kompleks Marina Plaza Boulevard Manado 951 l1
Jabatan Direktur Umum
Nomor Telepon 043 l -888659
Alamat Rumah Desa Paslaten laga II Kecamatan Likupang Selatan
Kabupaten Minahasa Utara - Sulawesi Utara
Menyatakan bahwa:
1. Kami bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan PT Bank Pembangunan Daerah
Sulawesi Utara Gorontalo;
2. Laporan Keuangan PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo telah disusun dan disajikan
sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia;
3, a. Semua informasi dalam Laporan Keuangan PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo
telah dimuat secara lengkap dan benar;
b. Laporan Keuangan PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Corontalo tidak mengandung
informasi atau fakta material yang tidak benar, dan tidak menghilangkan infonnasi atau fakta material;
4. Kami bertanggung jawab atas sistem pengendalian internal PT Bank Pembangunan D4erah Sulawesi Utara
Gorontalo.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.
Atas nama dan mewakili Direksi,
N1anado, 24 Jufi2026
T0l.
MAUDY REVINO PEPAH JOUBERT R. J. DONDOKAMBEY
Direktur Utama Direktur Umum r
Kantor Pusat
Jl. Piere Tendean No. 1 O0 Manado 951 1 1. lndonesia
Telp. (0431 ) 888659
www.banksulutgo.co. id
Page 3
ryp
AHSG boEma mgmbanElun lndonBla
SURAT PERNYATAAN PEJABAT EKSEKUTIF
TENTANG
INTEGRITAS PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN
PT BANK PEMBANGUNAN DAERAII SULAWESI UTARA GORONTALO
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama Firman
Tempat dan Tanggal Lahir Bogor, 17 Agustus 1979
Nomor KTP 3271061748794024
Jabatan Pernimpin Divisi Pengendalian Keuangan
Nama Bank PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo
Dengan ini rnenyatakan bahwa saya:
l. Berkomitmen untuk menjaga integritas; dan
2. Akan senantiasa mematuhi dan melaksanakan seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan,
serta perintah dan/atau keputusan Otoritas Jasa Keuangan.
Dalam setiap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab sebagai Pejabat Eksekutif Bank yang menangani
penyusunan Laporan Keuangan.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya. Apabila pernyataan di atas terbukti tidak
benar, saya bersedia untuk mempertanggungiawabkan sesuai dengan ketentuan.
Manado,24 Ju'li2026
DTVISI PENGENDALIAN KEUANGAN
T0t. ?0
24391
Pemimpin
Kantor Pusat
Jl. Piere Tendean No. 1 00 Manado 951 1 1, lndonesia
Telp. (0431 ) 888659
www.banksulutgo.co.id
Page 4
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
LAPORAN POSISI KEUANGAN
Per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dalam Rupiah)
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Catatan (Unaudited) (Audited)
ASET
Kas 4 169,190,196,300 269,239,191,000
Giro Pada Bank Indonesia 5 2,430,523,435,592 1,042,788,312,320
Giro pada Bank Lain
Setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai sebesar
6 13,916,509,772 627,049,087
masing-masing Rp. 0,- pada 30 Juni 2026 dan Rp. 0,- per 31
Desember 2025
Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai sebesar
7 - 804,468,000,000
masing-masing Rp. 0,- pada 30 Juni 2026 dan Rp. 0,- per 31
Desember 2025
Surat-Surat Berharga
Setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai sebesar
8 1,223,830,884,716 2,575,084,632,958
masing-masing Rp. 0,- pada 30 Juni 2026 dan Rp. 0,- per 31
Desember 2025
Tagihan Atas Surat Berharga Dengan Janji Untuk Dibeli Kembali
Setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai sebesar
9 1,050,000,000,000 148,722,658,207
masing-masing Rp. 0,- pada 30 Juni 2026 dan Rp. 0,- per 31
Desember 2025
Tagihan Atas Surat Berharga Dengan Janji Untuk Dijual Kembali 10
Setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai sebesar
- 1,462,269,067,500
masing-masing Rp. 0,- pada 30 Juni 2026 dan Rp. 0,- per 31
Desember 2025
Kredit Yang Diberikan
Setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai sebesar
11 16,378,349,483,014 16,544,032,147,295
masing-masing Rp. 211.385.654.259,- per 30 Juni 2026 dan Rp.
222.793.295.648,- per 31 Desember 2025
Penyertaan
Setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai sebesar
12 1,179,192,360 1,179,192,360
masing-masing Rp. 6.807.640,- pada 30 Juni 2026 dan Rp.
6.807.640,- pada 31 Desember 2025
Aset Tetap, Inventaris, dan Aktiva dalam Penyelesaian
Setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp.
13 586,612,823,377 601,407,765,830
235.929.919.237,- pada 30 Juni 2026 dan Rp. 220.530.504.264,-
pada 31 Desember 2025
Aset Tidak Berwujud
Setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp.
14 2,095,907,206 2,646,419,760
5.170.763.989,- pada 30 Juni 2026 dan Rp. 4.502.591.435,- pada
31 Desember 2025
Aset Pajak Tangguhan 15 37,645,772,120 37,645,772,120
Aset Lain-Lain 16 282,787,393,397 186,286,298,231
JUMLAH ASET 22,176,131,597,854 23,676,396,506,668
Catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
1
Page 5
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
LAPORAN POSISI KEUANGAN (Lanjutan)
Per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dalam Rupiah)
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Catatan (Unaudited) (Audited)
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Segera 17 296,981,146,766 239,492,020,120
Simpanan Nasabah 18
Giro 2,044,409,825,976 2,117,778,692,700
Tabungan 2,945,931,368,299 2,712,051,642,228
Deposito 10,344,703,619,763 13,376,987,974,919
Simpanan dari Bank Lain 19 369,552,325,908 252,459,838,966
Kewajiban Repo 20 1,001,479,090,000 149,493,600,000
Surat Berharga Yang Diterbitkan 21
Setelah dilakukan set-off dengan Biaya Emisi Obligasi Yang
749,847,962,733 749,391,850,863
Ditangguhkan sebesar Rp. 152.037.267,- pada 30 Juni 2026 dan
Rp. 608.149.137,- pada 31 Desember 2025
Pinjaman Yang Diterima 22 2,050,000,000,000 1,600,000,000,000
Hutang Pajak 23 55,669,295,491 29,564,726,733
Liabilitas Imbalan Pasca Kerja 24 171,002,160,655 171,117,146,000
Liabilitas Lainnya 25 47,494,989,072 71,881,492,132
Liabilitas Estimasi 26 143,703,227 275,870,018
JUMLAH LIABILITAS 20,077,215,487,890 21,470,494,854,679
EKUITAS
Modal Saham
Modal Dasar :
Saham jumlah 50.000.000 lembar, nominal Rp. 100.000,- per
saham pada 30 Juni 2026 dan Saham jumlah 50.000.000 lembar,
nominal Rp. 100,000,- per saham pada 31 Desember 2025
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh :
Jumlah saham 14.538.416 lembar dan 14.006.676 lembar
27 1,453,841,600,000 1,400,067,600,000
pada 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, nominal Rp. 100,000,-
Modal Disetor Lainnya 4,323,995,729 53,775,321,007
Agio Saham 28 11,965,836,253 11,965,836,253
Laba (Rugi) Komprehensif Lainnya 29 72,733,675,321 72,733,675,321
Saldo Laba
Yang Telah Ditentukan Penggunaannya 387,976,481,753 386,357,133,136
30
Yang Belum Ditentukan Penggunaannya 168,074,520,908 281,002,086,272
JUMLAH EKUITAS 2,098,916,109,965 2,205,901,651,989
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 22,176,131,597,854 23,676,396,506,668
Catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
2
Page 6
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025
(Dalam Rupiah)
30 Juni 2026 30 Juni 2025
Catatan (Unaudited) (Unaudited)
PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL
Pendapatan Bunga
Bunga 31 1,151,889,368,061 1,176,359,436,922
Jumlah Pendapatan Bunga 1,151,889,368,061 1,176,359,436,922
Beban Bunga
Beban Bunga 32 (448,785,266,503) (514,942,354,391)
Jumlah Beban Bunga (448,785,266,503) (514,942,354,391)
Jumlah Pendapatan Bunga-Bersih 703,104,101,558 661,417,082,532
BEBAN PENYISIHAN PENURUNAN NILAI ASET PRODUKTIF
DAN NON PRODUKTIF 38 (65,599,986,378) (1,989,629,661)
Jumlah Pendapatan (Beban) Non Operasional (65,599,986,378) (1,989,629,661)
PENDAPATAN (BEBAN) OPERASIONAL LAINNYA
Pendapatan Lain-Lain 33 77,412,468,193 71,903,276,702
Personalia 34 (307,118,491,135) (325,681,787,932)
Umum dan Administrasi 35 (157,043,353,719) (151,744,119,264)
Promosi 36 (3,289,911,351) (2,947,410,444)
Beban Premi Program Penjaminan Pemerintah 37 (21,833,212,550) (16,900,852,789)
Perubahan Nilai Wajar Aset Keuangan Diperdagangkan 39 - -
Pendapatan (Beban) Operasional Lainnya - Bersih (411,872,500,563) (425,370,893,728)
LABA OPERASIONAL 225,631,614,617 234,056,559,144
PENDAPATAN (BEBAN) NON OPERASIONAL
Pendapatan Non Operasional 40 1,478,165,607 2,366,793,826
Beban Non Operasional 41 (11,629,625,213) (6,425,283,122)
Jumlah Pendapatan (Beban) Non Operasional (10,151,459,606) (4,058,489,296)
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 215,480,155,010 229,998,069,848
PENGHASILAN (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN
Pajak Tangguhan - -
Pajak Kini (47,405,634,102) (50,599,575,367)
Jumlah Beban Pajak Penghasilan (47,405,634,102) (50,599,575,367)
LABA PERIODE BERJALAN 168,074,520,908 179,398,494,481
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN SETELAH PAJAK PENGHASILAN
Pos-Pos Yang Tidak Akan Direklasifikasikan Ke Laba-Rugi
Keuntungan (kerugian) Revaluasi Aset tetap - -
Keuntungan (kerugian) aktuarial program manfaat pasti - -
Pajak penghasilan terkait dengan komponen pendapatan
komprehensif lainnya - -
Jumlah Pos-Pos Yang Tidak Akan Direklasifikasikan Ke Laba-Rugi - -
Pos-Pos Yang Tidak Akan Direklasifikasikan Ke Laba-Rugi
Keuntungan (kerugian) dari aset keuangan yang diklasifikasikan
tersedia untuk dijual - -
Jumlah Pos-Pos Yang Tidak Akan Direklasifikasikan Ke Laba-Rugi - -
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN PERIODE BERJALAN
SETELAH PAJAK PENGHASILAN - -
TOTAL LABA (RUGI) KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 168,074,520,908 179,398,494,481
Catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
3
Page 7
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
LAPORAN ARUS KAS
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025
(Dalam Rupiah)
30 Juni 2026 30 Juni 2025
(Unaudited) (Unaudited)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pendapatan bunga 1,052,386,087,303 1,176,359,436,923
Pembayaran bunga (448,785,266,503) (514,942,354,391)
Pembayaran beban karyawan (276,963,521,729) (289,635,378,364)
Pembayaran beban umum dan administrasi (182,166,477,620) (171,592,382,497)
Penerimaan lainnya 28,690,062,394 81,064,986,115
Pembayaran beban lainnya (11,781,662,480) (7,489,544,129)
Pembayaran pajak (77,560,603,508) (86,645,984,934)
Arus kas sebelum perubahan aset dan liabilitas operasi 83,818,617,856 187,118,778,722
Penurunan (kenaikan) dalam aset operasi
Surat-surat berharga 1,351,253,748,242 (530,386,249,008)
Tagihan Atas Surat Berharga Dengan Janji Dibeli Kembali (901,277,341,793) 292,963,494,750
Tagihan Atas Surat Berharga Dengan Janji Dijual Kembali 1,462,269,067,500 (145,913,599,000)
Kredit yang diberikan 165,682,664,281 (58,804,111,616)
Aset lain-lain 3,610,334,730 (149,670,059,561)
Kenaikan (penurunan) dalam liabilitas operasi
Liabilitas segera (3,051,582,611) 85,194,661,318
Simpanan nasabah (2,871,773,495,810) 2,069,331,536,746
Simpanan dari bank lain 117,092,486,942 (616,792,684,202)
Kewajiban Repo 851,985,490,000 (292,412,090,000)
Pembayaran pinjaman yang diterima 450,000,000,000 (350,000,000,000)
Liabilitas lainnya 18,080,390,561 13,779,553,626
Kas Bersih yang diperoleh (digunakan) untuk Aktivitas Operasi 727,690,379,899 504,409,231,775
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap (53,959,966) (68,873,384,720)
Penyertaan - -
Kas Bersih yang diperoleh (digunakan) untuk Aktivitas Investasi (53,959,966) (68,873,384,720)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan dari obligasi yang diterbitkan - -
Agio saham - -
Biaya emisi obligasi - -
Pembayaran dividen (212,842,028,398) (222,240,118,427)
Penerimaan tambahan setoran modal 4,322,674,722 106,274,000,000
Kenaikan (Penurunan) Cadangan - -
Tanggung jawab sosial perusahaan (22,609,477,000) (8,172,470,580)
Penerbitan (Pelunasan) obligasi yang diterbitkan - -
Kas Bersih yang diperoleh (digunakan) untuk Aktivitas Pendanaan (231,128,830,676) (124,138,589,007)
KENAIKAN KAS DAN SETARA KAS 496,507,589,257 311,397,258,048
SALDO KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 2,117,122,552,407 1,842,096,468,895
SALDO KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 2,613,630,141,664 2,153,493,726,942
Kas dan Setara Kas Pada Akhir Periode Terdiri Dari :
Kas 169,190,196,300 157,672,557,850
Giro pada Bank Indonesia 2,430,523,435,592 1,281,662,570,717
Giro pada Bank Lain 13,916,509,772 14,158,598,375
Penempatan pada Bank Lain-Jangka Waktu Jatuh Tempo - 600,000,000,000
< 3 bulan dari tanggal jatuh tempo
Fasilitas Simpanan Bank Indonesia - 100,000,000,000
< 3 bulan dari tanggal jatuh tempo
2,613,630,141,664 2,153,493,726,942
4
Page 8
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dalam Rupiah)
Modal ditempatkan Modal disetor Agio Saham Keuntungan/(Kerugian) Keuntungan/(Kerugian) Keuntungan/(Kerugian) Pajak Penghasilan Saldo Laba Jumlah
Yang Belum Direalisasi Revaluasi Aktiva Tetap Aktuarial Program Terkait Keuntungan
Dari Efek-Efek Yang Manfaat Pasti Program Imbal Pasti
dan disetor lainnya Diukur pada Nilai Wajar Yangg Telah Ditentukan Penggunaannya Yang belum ditentukan ekuitas
Dalam OCI Cadangan umum Cadangan tujuan penggunaannya
Saldo 1 Januari 2025 1,327,117,600,000 14,951,321,007 11,965,836,253 - 189,192,362,563 (134,603,458,277) 23,343,702,695 384,477,151,993 - 224,120,099,570 2,040,564,615,804
Deviden - - - - - - - - - (197,240,118,427) (197,240,118,427)
Deviden Saham - - - - - - - - - - -
Pengesahan RUPS Menjadi Modal Disetor
72,950,000,000 - - - - - - - - - 72,950,000,000
Agio Saham - - - - - - - - - - -
Cadangan Umum & Tujuan - - - - - - - 1,879,981,143 - (1,879,981,143) -
Tambahan Modal Disetor - 38,824,000,000 - - - - - - - - 38,824,000,000
Dana Tanggung Jawab - - - - - - - - - - -
Sosial & Lingkungan (25,000,000,000) (25,000,000,000)
Reklasifikasi - - - - - - - - - - -
Total Laba Periode Berjalan - - - - - - - - - 281,002,086,272 281,002,086,272
Total Laba Komprehensif Tahun Berjalan - - - - - (6,665,297,000) 1,466,365,340 - - - (5,198,931,660)
-
Saldo 31 Desember 2025 1,400,067,600,000 53,775,321,007 11,965,836,253 - 189,192,362,563 (141,268,755,277) 24,810,068,035 386,357,133,136 - 281,002,086,272 2,205,901,651,989
- - - - - - - - - - -
Saldo 1 Januari 2026 1,400,067,600,000 53,775,321,007 11,965,836,253 - 189,192,362,563 (141,268,755,277) 24,810,068,035 386,357,133,136 - 281,002,086,272 2,205,901,651,989
Deviden - - - - - - - - - (212,842,028,398) (212,842,028,398)
Deviden Saham - - - - - - - - - - -
Pengesahan RUPS Menjadi
53,774,000,000 - - - - - - - - - 53,774,000,000
Modal Disetor
Agio Saham - - - - - - - - - - -
Cadangan Umum & Tujuan - - - - - - - 1,619,348,617 - (1,619,348,617) -
Tambahan Modal Disetor - (49,451,325,278) - - - - - - - - (49,451,325,278)
Dana Tanggung Jawab - - - - - - - - - (6,000,000,000) (6,000,000,000)
Sosial & Lingkungan - -
Jasa Produksi, Insentif
Kesejahteraan Pegawai, dan - - - - - - - - - (60,540,709,257) (60,540,709,257)
Tantiem
Total Laba Periode Berjalan - - - - - - - - - 168,074,520,908 168,074,520,908
Total Laba Komprehensif Tahun Berjalan
- - - - - - - - - - -
Saldo 30 Juni 2026 1,453,841,600,000 4,323,995,729 11,965,836,253 - 189,192,362,563 (141,268,755,277) 24,810,068,035 387,976,481,753 - 168,074,520,908 2,098,916,109,965
- - - - - - - - - - -
TRUE TRUE TRUE TRUE TRUE TRUE TRUE TRUE TRUE TRUE
Catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan secara keseluruhan.
FALSE FALSE FALSE TRUE TRUE TRUE TRUE FALSE TRUE TRUE
5
Page 9
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
1. UMUM
a. Pendirian Bank
PT Bank Sulut (Bank) dahulu bernama PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara didirikan dengan nama Bank Pembangunan Daerah
Sulawesi Utara Tengah berdasarkan akta No. 88 tanggal 17 Maret 1961 oleh Raden Hadiwido, S.H., Notaris pengganti dari Raden Kadiman S.H.,
Notaris di Jakarta yang diperbaiki dengan Akta Perubahan Anggaran Dasar No. 22 tanggal 4 Agustus 1961 oleh Raden Kadiman S.H., Notaris di
Jakarta dan Akta Perubahan Anggaran Dasar No. 46 tanggal 10 Oktober 1961 oleh Raden Hadiwido S.H., pengganti dari Raden Kadiman S.H.,
Notaris di Jakarta, yang telah memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan penetapan No. J.A.5/109/6 tanggal 13
Oktober 1961.
Anggaran dasar Bank telah mengalami beberapa kali perubahan, diantaranya berdasarkan Peraturan Daerah Propinsi Daerah Tingkat I Sulawesi
Utara No. 1 tahun 1999 tentang Perubahan Bentuk Badan Hukum Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara dari Perusahaan Daerah menjadi
Perseroan Terbatas (PT) yang telah disahkan dengan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 584.61-174 tanggal 11 Maret 1999, dan
diundangkan dalam Lembaran Daerah Propinsi Sulawesi Utara Seri D No. 01/1999 tanggal 12 April 1999, memutuskan hal-hal antara lain tentang
perubahan status bentuk badan hukumnya dari Perusahaan Daerah menjadi Perseroan Terbatas (PT) dan peningkatan modal dasar.
Perubahan anggaran dasar tersebut di atas telah diaktakan dengan akta No. 7 tanggal 14 April 1999 oleh Joanes Tommy Lasut, S.H., Notaris di
Manado yang telah memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia No. C-8298.HT.01.01.TH'99 tanggal 14 Mei 1999 dan
telah didaftarkan dalam daftar Perusahaan di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kotamadya Manado dengan No. 83/BH/18.05/V/1999 tanggal 21
Mei 1999, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 63 tanggal 6 Agustus 1999 dan Tambahan Berita Negara Republik
Indonesia No. 4772.
Perubahan anggaran dasar Bank berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Sulut yang diadakan tanggal 18
Mei 2009 dan dilanjutkan tanggal 27 Mei 2009, yang diaktakan melalui akta No. 67 tanggal 12 Juni 2009 oleh M.S.E. Pangemanan, S.H., Notaris
di Manado mengenai peningkatan modal dasar dari Rp 300.000.000.000,- menjadi Rp 500.000.000.000,-. Akta perubahan anggaran dasar tersebut
telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-37607. AH. 01. 02. Tahun 2009
tanggal 6 Agustus 2009.
Perubahan anggaran dasar Bank berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Sulut yang diadakan tanggal 28
September 2012 yang diaktakan melalui akta No. 6 tanggal 1 Oktober 2012 oleh M.S.E. Pangemanan, S.H., Notaris di Manado mengenai
peningkatan modal dasar dari Rp 500.000.000.000,- menjadi Rp 1.000.000.000.000,-. Akta perubahan anggaran dasar tersebut telah mendapatkan
pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-62074.AH.01.02 Tahun 2012 tanggal 5 Desember 2012.
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasarnya, Bank berusaha dalam bidang perbankan dan jasa keuangan lainnya yang dapat dilakukan oleh suatu
bank berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia.
Berdasarkan Akte RUPS No. 72 Tanggal 22 Mei 2015 menyetujui perubahan nama perseroan PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara atau
juga PT. Bank Sulut sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat 1 anggaran dasar Perseroan, diubah menjadi PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi
Utara Gorontalo atau disebut juga PT. BANK SULUTGO (BSG). Direksi perseroan telah menyampaikan perubahan nama tersebut kepada Bank
Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan, serta pihak-pihak eksternal lainnya.
Berdasarkan Surat Otoritas Jasa Keuangan No. S-215/PB.12/2015 Tanggal 28 September 2015 Perihal Penetapan Penggunaan Izin Usaha PT.
Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo dan Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan No. 17/KDK.03/2015 Tanggal
23 September 2015 Tentang Penetapan Penggunaan Izin Usaha Atas Nama PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara menjadi izin usaha
atas nama PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo, serta Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia No. AHU-0935695.AH.01.02. Tahun 2015 Tanggal 23 Mei 2015 Tentang Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas
PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo menyetujui perubahan nama perseroan yang semula PT. Bank Pembangunan Daerah
Sulawesi Utara atau juga PT. Bank Sulut diubah menjadi PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo atau disebut juga PT. BANK
SULUTGO (BSG).
Berdasarkan Akte RUPS No. 16 Tanggal 12 Oktober 2015 oleh notaris M.S.E. Pangemanan SH., Notaris di Manado menyetujui peningkatan
modal dasar perseroan dari semula Rp. 1.000.000.000.000,- (satu trilyun rupiah) menjadi Rp. 1.500.000.000.000,- (satu trilyun lima ratus milyar
rupiah). Akta perubahan anggaran dasar tersebut telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
No. AHU-0943848.AH.01.02 Tahun 2015 tangal 13 Oktober 2015. Akte RUPS No. 17 Tanggal 12 Oktober 2015 oleh notaris M.S.E. Pangemanan
SH., Notaris di Manado menyetujui penghapusan agio saham dalam setiap setoran modal. Selain itu kapitalisasi seluruh agio saham yang tersaji
dalam portofolio neraca per 31 Desember 2015 sebesar Rp. 62.917.906.000,- sebagai saham bonus dan dibagikan kepada semua pemegang saham
secara proporsional berdasarkan harga nominal saham perseroan yaitu Rp. 100.000,- untuk satu lembar saham.
Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan Terbatas PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara
Gorontalo (BANK SULUTGO) Nomor : 11 tanggal 09 Februari 2023, Edmund Lodi Mangowal, SH., Mkn, Notaris Kota Manado, para pemegang
saham menyetujui dan mengesahkan perubahan anggaran dasar Perseroan sehubungan dengan peningkatan modal dasar menjadi Rp.
5.000.000.000,- (lima triliun rupiah) yang terbagi atas 50.000.000 (lima puluh juta) lembar saham.
6
Page 10
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
b. Program Rekapitalisasi
Sejalan dengan jatuhnya industri perbankan di Indonesia pada tahun 1997, Bank menjadi salah satu Bank Pembangunan Daerah yang mengikuti
Program Rekapitalisasi karena mempunyai risiko Liabilitas Pemenuhan Modal Minimum (KPMM) lebih dari 8%. Dengan mengacu kepada
Peraturan Pemerintah No. 84 tahun 1998 tentang Program Rekapitalisasi Bank Umum serta Surat Keputusan Bersama menteri Keuangan dan
Gubernur Bank Indonesia No. 53/KMK.017/1999 dan No. 31/12/KEP/GBI tanggal 8 Februari 1999 tentang Pelaksanaan Program Rekapitalisasi
Bank Umum dan Surat Keputusan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia No. 135/KMK.017/1999 dan 32/17/KEP/GBI tanggal 9 April
1999 tentang Pelaksanaan Program Rekapitalisasi Bank Pembangunan Daerah, pada tanggal 7 Mei 1999, Bank telah menandatangani Perjanjian
Rekapitalisasi antara Pemerintah Republik Indonesia, Bank Indonesia dan Bank dengan syarat dan ketentuan antara lain sebagai berikut :
- Pemegang saham pengendali wajib melakukan setoran modal secara tunai sebesar Rp 4.621.000.000,- atau sebesar 20% dari kekurangan
modal.
- Pemegang saham Bank menyetujui keikutsertaan Pemerintah dalam permodalan Bank dengan jumlah penyertaan modal sebesar Rp
18.482.000.000,- atau sejumlah 80% dari kekurangan modal.
- Bank wajib membeli Surat Utang Pemerintah yang dimiliki oleh Bank Indonesia (Obligasi Pemerintah Republik Indonesia).
- Bank wajib mengalihkan kredit/aset secara hukum kepada Assets Management Unit (AMU) di Badan Penyehatan Perbankan Nasional
(BPPN) dengan harga nihil yaitu :
1) Kredit yang tergolong macet
2) Kredit yang semua tergolong macet namun telah direstrukturisasi
3) Aset yang sudah dihapusbukukan yang menjadi milik BPD akibat dari penyelesaian kredit.
Pada tanggal 31 Desember 2004, Pemerintah Republik Indonesia melalui Menteri Keuangan telah menjual kembali (divestasi) seluruh kepemilikan
saham di Bank Sulut dengan nilai penjualan sebesar Rp 30.916.776.697,- (tiga puluh milyar sembilan ratus enam belas juta tujuh ratus tujuh puluh
enam ribu enam ratus sembilan puluh tujuh rupiah). Bersamaan dengan penjualan saham tersebut, Pemerintah juga melunasi Surat Utang Negara
yang dibeli dalam rangka rekapitalisasi tersebut. Penjualan saham dan pelunasan obligasi tersebut dilaksanakan dengan mengacu pada Keputusan
Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 543/KMK/06/2003 tentang Divestasi Saham Negara Dalam Rangka Penyertaan Modal Negara Dan
Pelunasan Obligasi Negara Pada Bank Pembangunan Daerah Peserta Program Rekapitalisasi.
c. Dewan Komisaris, Dewan Direksi, dan Karyawan
Berdasarkan Akte Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT. Bank Sulawesi Utara Gorontalo No. 02 tanggal 09 April 2025, Notaris Hesky
Nofri Sompie, SH., MKn, Notaris berkedudukan di Minahasa dengan wilayah jabatan Provinsi Sulawesi Utara; yang dilangsungkan di Manado
tanggal 09 April 2025, para pemegang saham menetapkan pengurus (Dewan Komisaris) sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Ramoy Markus Thimotius Luntungan
Komisaris : Max Kembuan**
Komisaris : Sam Sachrul Mamonto
Komisaris : Djafar Alkatiri
Komisaris : Jaclyn Ivana Koloay
**Pengurus (Dewan Komisaris) yang baru diangkat dan Pengurus (Dewan Komisaris dan Direksi) yang tidak diberhentikan menjabat sampai
dengan akhir periode jabatan sampai dengan 18 Maret 2026 atau sampai pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham berikutnya di tahun 2026;
Dewan Direksi
Direktur Utama : Maudy Revino Pepah
Direktur Kepatuhan : Machmud Turuis
Direktur Operasional : Louisa Jeane Parengkuan
Direktur Umum : Joubert Rosano Jacobus Dondokambey
Direktur Pemasaran : Pius Sefrianto Lande Batara
Berdasarkan Akte Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT. Bank Sulawesi Utara Gorontalo No. 06 tanggal 10 Februari 2026, Notaris Hesky
Nofri Sompie, SH., MKn, Notaris berkedudukan di Minahasa dengan wilayah jabatan Provinsi Sulawesi Utara; yang dilangsungkan di Manado
tanggal 10 Februari 2026, para pemegang saham menyetujui pemberhentian dengan hormat sebagian pengurus (Dewan Komisaris dan Direksi)
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Ramoy Markus Thimotius Luntungan
Komisaris : Max Kembuan
Komisaris : Sam Sachrul Mamonto
Komisaris : Djafar Alkatiri
Komisaris : Jaclyn Ivana Koloay
Dewan Direksi
Direktur Utama : Maudy Revino Pepah
Direktur Kepatuhan : Machmud Turuis
Direktur Operasional : Louisa Jeane Parengkuan
Direktur Umum : Joubert Rosano Jacobus Dondokambey
Direktur Pemasaran : Pius Sefrianto Lande Batara
7
Page 11
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
c. Dewan Komisaris, Dewan Direksi, dan Karyawan (lanjutan)
Serta melakukan penetapan dan pengangkatan calon pengurus untuk menjabat pada periode 10-02-2026 sampai dengan 10-02-2031. Dewan
Komisaris terdiri dari 1 (satu) orang Komisaris Utama dan 5 (lima) orang Komisaris serta Direksi terdiri dari 1 (satu) orang Direktur Utama dan 5
(lima) orang Direktur, dengan rincian sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Godbless Sofcar Vicky Lumentut*
Komisaris : Jaclyn Ivana Koloay
Komisaris : Rania Riris Ismail*
Komisaris : Djafar Alkatiri
Komisaris : Diane Natalin Datuallo*
Komisaris : Max Kembuan
Dewan Direksi
Direktur Utama : Maudy Revino Pepah
Direktur Kepatuhan : Mutesa Holdin*
Direktur Umum : Joubert Rosano Jacobus Dondokambey
Direktur Operasional : Louisa Jeane Parengkuan
Direktur Dana dan Trisuri : Rudiyanto Katili*
Direktur Kredit : Esther Caesarina Rampengan*
*) Menunggu hasil Fit and Proper Test dari Otoritas Jasa Keuangan
Susunan Komite Audit, Komite Nominasi & Renumerasi, dan Sekertaris Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2026 adalah sebagai berikut:
Komite Audit
Ketua Komite Audit : Rania Riris Ismail
Anggota : Berty Wilhelmus Togas
Anggota : Galyano Marco Maramis
Anggota : Anthon Kojansow
Anggota : Natalia Megawati Roring
Anggota : Rina Ceydi Maindoka
Anggota : Oske Kaligis (Ex-Officio Pemimpin Satuan Kerja Audit Intern)
Komite Nominasi & Remunerasi
Ketua Komite R & N : Djafar Alkatiri
Anggota : Max Kembuan
Anggota : Jimmy Richard Mailangkay (Ex-Officio Pemimpin Divisi Human Capital)
Komite Pemantau Risiko
Ketua Komite Pemantau Risiko : Jaclyn Ivana Koloay
Anggota : Izaac Julius Ruryama Litaay
Anggota : Audy Endey
Anggota : Myuku Monginsidi
Anggota : Jeine Sambuaga
Anggota : Rusly Aimbu
Anggota : Sepriyono Gairudin Kadir (Ex-Officio Pemimpin Divisi Manajemen Risiko)
Sekertaris Perusahaan : Heince Jusva Rumende (Ex-Officio Pemimpin Corporate Secretary )
Susunan Komite Audit, Komite Nominasi & Renumerasi, dan Sekertaris Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Komite Audit
Ketua Komite Audit : Sam Sachrul Mamonto
Anggota : Berty Wilhelmus Togas
Anggota : Galyano Marco Maramis
Anggota : Anthon Kojansow
Anggota : Natalia Megawati Roring
Anggota : Rina Ceydi Maindoka
Anggota : Oske Kaligis (Ex-Officio Pemimpin Satuan Kerja Audit Intern)
Komite Nominasi & Remunerasi
Ketua Komite R & N : Djafar Alkatiri
Anggota : Max Kembuan
Anggota : Wenda Welly Rumambi (Ex-Officio Pemimpin Divisi Human Capital)
8
Page 12
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
c. Dewan Komisaris, Dewan Direksi, dan Karyawan (lanjutan)
Komite Pemantau Risiko
Ketua Komite Pemantau Risiko : Jaclyn Ivana Koloay
Anggota : Izaac Julius Ruryama Litaay
Anggota : Audy Endey
Anggota : Myuku Monginsidi
Anggota : Jeine Sambuaga
Anggota : Rusly Aimbu
Anggota : Sepriyono Gairudin Kadir (Ex-Officio Pemimpin Divisi Manajemen Risiko)
Sekertaris Perusahaan : Heince Jusva Rumende (Ex-Officio Pemimpin Corporate Secretary )
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, perusahaan memiliki karyawan masing-masing sejumlah 1.682 orang dan 1.711 orang. Jumlah
ini telah dikurangi karyawan PT. Bohusami Sukses Global yang merupakan perusahaan outsourcing yang pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31
Desember 2025 masing-masing sejumlah 348 orang dan 353 orang.
d. Jaringan Kantor
Pada tanggal 30 Juni 2026, PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo berkantor pusat di Jl. Piere Tendean No. 100, Kompleks
Marina Plaza Boulevard Manado, Sulawesi Utara dan mempunyai 1 kantor pusat, 1 kantor wilayah Gorontalo, 26 kantor cabang, dan 25 kantor
cabang pembantu yang tersebar di seluruh Kabupaten dan Kotamadya di Provinsi Sulawesi Utara, Provinsi Gorontalo, Provinsi DKI Jakarta, dan
Provinsi Jawa Timur.
e. Penawaran Umum Obligasi
Obligasi Bank Sulut I diterbitkan tahun 1990 dengan nilai nominal sebesar Rp 10.000.000.000,- dengan tingkat bunga tetap per tahun sebesar
17%. Obligasi ini telah jatuh tempo dan dilunasi tanggal 20 April 1995. Obligasi ini telah dilunasi.
Obligasi Bank Sulut II diterbitkan tahun 1993 dengan nilai nominal sebesar Rp 20.000.000.000,- dengan tingkat bunga tetap per tahun sebesar
15%. Obligasi ini telah jatuh tempo dan dilunasi tanggal 30 Desember 1998. Obligasi ini telah dilunasi.
Obligasi Bank Sulut III diterbitkan tanggal 29 April 2005 dengan nilai nominal sebesar Rp 200.000.000.000,- dengan tingkat bunga tetap per tahun
sebesar 12,75%. Obligasi ini memiliki jangka waktu lima periode yang berakhir pada tanggal 12 Mei 2010. Obligasi ini telah dilunasi.
Pada tanggal 30 Maret 2010, Bank telah menerbitkan Obligasi Bank Sulut IV sebesar Rp 390.000.000.000,- dengan tingkat bunga tetap per tahun
sebesar 12% dan Obligasi Subordinasi Bank Sulut I sebesar Rp 10.000.000.000,- dengan tingkat bunga tetap sebesar 12,20%. Obligasi ini memiliki
jangka waktu lima periode yang berakhir pada tanggal 9 April 2015. Obligasi ini telah dilunasi.
Bank Sulut telah menerbitkan Obligasi V efektif pada tanggal 31 Desember 2014 dengan nilai nominal sebesar Rp. 750.000.000.000,- dengan
tingkat bunga tetap sebesar 11,90%. Pembayaran bunga obligasi dilakukan setiap 3 (tiga) bulan sesuai dengan tanggal pembayaran bunga obligasi.
Pembayaran bunga obligasi pertama dilakukan pada tanggal 8 Januari 2015, sedangkan pembayaran bunga obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo
obligasi adalah pada tanggal 8 Oktober 2019. Obligasi ini telah dilunasi.
Bank SulutGo telah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I efektif pada tanggal 07 September 2021 dengan nilai nominal sebesar
Rp. 750.000.000.000,- dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,80%. Pembayaran bunga obligasi dilakukan setiap 3 (tiga) bulan sesuai dengan
tanggal pembayaran bunga obligasi. Pembayaran bunga obligasi pertama dilakukan pada tanggal 07 Desember 2021, sedangkan pembayaran bunga
obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo obligasi adalah pada tanggal 07 September 2026.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
Kebijakan-kebijakan akuntansi yang material yang diterapkan oleh Perseroan dalam penyusunan laporan keuangan diterapkan secara konsisten
dengan yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan untuk periode yang berakhir 30 Juni 2026.
a. Pernyataan Kepatuhan
Laporan Keuangan Perseroan disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) di Indonesia.
b. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan
Laporan Keuangan interim disusun berdasarkan konsep biaya historis, kecuali untuk akun-akun tertentu yang disajikan berdasarkan kebijakan
akuntansi masing-masing akun tersebut.
Laporan Keuangan Bank untuk periode yang berakhir tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 disusun sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan (SAK) yang berlaku umum di Indonesia yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), SEOJK No. 34/SEOJK.03/2021 tentang
Buku Panduan Akuntansi Perbankan bagi Bank Umum Konvensional (BPAK) yang diterbitkan atas kerjasama IAI dengan Otoritas Jasa Keuangan
dan praktek-praktek industri perbankan yang berlaku, serta peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) No.
VIII.G.7 yang merupakan lampiran Surat Keputusan Ketua BAPEPAM No. KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 tentang Pedoman Penyajian
dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.
9
Page 13
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
b. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan (lanjutan)
Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung yang dimodifikasi dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi,
investasi dan pendanaan. Untuk tujuan laporan arus kas, kas dan setara kas terdiri dari kas, giro pada Bank Indonesia, giro pada bank lain, investasi
jangka pendek likuid lainnya dengan jangka waktu tiga bulan atau kurang sejak tanggal perolehan, sepanjang tidak digunakan sebagai jaminan atas
pinjaman yang diterima serta tidak dibatasi penggunaannya.
Mata uang yang digunakan dalam laporan keuangan adalah mata uang rupiah. Angka yang disajikan dalam laporan keuangan dinyatakan dalam
rupiah penuh, kecuali bila dinyatakan secara khusus.
Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan SAK di Indonesia mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi, dan asumsi
yang mempengaruhi penerapan kebijakan akuntansi, dan jumlah aset, liabilitas, pendapatan dan beban yang dilaporkan. Walaupun estimasi ini
dibuat berdasarkan pengetahuan terbaik manajemen atas kejadian dan kegiatan saat ini, hasil aktual mungkin berbeda dengan jumlah yang
diestimasi semula.
c. Penggunaan Pertimbangan, Estimasi dan Asumsi
Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan SAK di Indonesia mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi, dan asumsi
yang mempengaruhi penerapan kebijakan akuntansi, dan jumlah aset, liabilitas, pendapatan dan beban yang dilaporkan. Walaupun estimasi ini
dibuat berdasarkan pengetahuan terbaik manajemen atas kejadian dan kegiatan saat ini, hasil aktual mungkin berbeda dengan jumlah yang
diestimasi semula.
Estimasi dan asumsi yang digunakan ditelaah secara berkesinambungan. Revisi atas taksiran akuntansi diakui pada periode dimana taksiran
tersebut direvisi dan periode-periode yang akan datang yang dipengaruhi oleh revisi estimasi tersebut.
Informasi mengenai hal-hal signifikan yang terkait dengan ketidakpastian estimasi dan pertimbangan signifikan dalam penerapan kebijakan
akuntansi yang signifikan terhadap laporan keuangan dijelaskan di catatan 3.
d. Perubahan Kebijakan Akuntansi
PSAK dan ISAK yang telah disahkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (“DSAK”), berlaku efektif sejak 1 Januari 2026 dan penerapan
dini diperkenankan:
Berikut ini adalah standar, perubahan dan interpretasi yang berlaku efektif dan mempunyai pengaruh terhadap laporan keuangan interim
a. PSAK No. 107,“Instrumen Keuangan: Pengungkapan tentang Klasifikasi dan Pengukuran”
b. PSAK No. 109, “Instrumen Keuangan”
c. PSAK No. 110, “Laporan Keuangan Konsolidasian”
d. PSAK No. 111, “Pengaturan Bersama”
e. PSAK No. 112, “Pengungkapan Kepentingan dalam Entitas Lain”
f. PSAK No. 113, “Pengukuran Nilai Wajar”
g. PSAK No. 116, “Sewa”
h. PSAK No. 201, “Penyajian Laporan Keuangan”
i. PSAK No. 212, “Pajak Penghasilan”
j. PSAK No. 219, “Imbalan Kerja”
k. PSAK No. 227, “Laporan KeuanganTersendiri”
l. PSAK No. 228, “Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama”
m. PSAK No. 236, “Penurunan Nilai Aset”
n. ISAK No. 15, “Batas Aset Imbalan Pasti, Persyaratan Pendanaan Minimum, dan Interaksinya”
PSAK No. 109, “Instrumen Keuangan”
DSAK IAI menerbitkan PSAK No. 109 tentang Instrumen Keuangan yang berlaku per 01 Januari 2020. Berikut adalah pokok-pokok pengaturan
dalam PSAK No. 109 "Instrumen Keuangan":
- Klasifikasi dan kategori pengukuran instrumen keuangan yaitu: model bisnis dalam mengelola aset keuangan dan karakteristik kontraktual
cash flow.
- Impairment (penurunan nilai) yang meliputi rugi ekspektasian (expected credit loss); Tahapan penurunan nilai: 12 months (stage 1) dan
lifetime (stage 2 dan 3); Memperhitungkan eksposur off balance sheet ; Memperhitungkan forward looking macroeconomic;
Memperhitungkan eksposur off balance sheet; Memperhitungkan forward looking macroeconomic .
- Hedge accounting yang meliputi: keterkaitan antara lindung nilai dan manajemen risiko; manajemen pengakuan keuntungan dan kerugian
dari fluktuasi pasar
10
Page 14
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
d. Perubahan Kebijakan Akuntansi (lanjutan)
PSAK No. 116, “Sewa”
DSAK IAI menerbitkan PSAK No. 116 tentang Sewa yang berlaku per 01 Januari 2020. Berikut adalah pokok-pokok pengaturan dalam PSAK No.
116:
- Unsur-unsur kontrak sewa yaitu Jangka waktu sewa > 12 bulan, Entitas menentukan masa sewa sebagai periode sewa yang tidak dapat
dibatalkan; nilai aset pendasar dari suatu kontrak sewa aset > IDR 70 juta; aset tersebut dapat di identifikasikan dengan jelas; dan adanya
hak untuk mengendalikan yang diberikan kepada penyewa.
- Jika memungkinkan, di dalam kontrak disebutkan tingkat diskonto (suku bunga implisit) selama jangka waktu sewa. Namun jika tidak,
dapat menggunakan suku bunga inkremental yaitu Suku bunga pinjaman inkremental penyewa Suku bunga yang akan dibayar oleh
penyewa untuk meminjam selama masa serupa, dan dengan jaminan yang serupa, dana yang diperlukan untuk memperoleh aset yang
memiliki nilai yang serupa dengan aset hak-guna dalam lingkungan ekonomik yang serupa.
Pada saat penerbitan laporan keuangan, bank masih mengevaluasi dampak yang mungkin timbul dari penerapan standar baru dan revisi tersebut
terhadap laporan keuangan.
e. Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Aset keuangan Perseroan terutama terdiri dari kas, giro pada Bank Indonesia, giro pada bank lain, penempatan pada Bank Indonesia dan bank-
bank lain, efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali, kredit dan tagihan lainnya.
Liabilitas keuangan Perseroan terutama terdiri dari liabilitas segera, simpanan dari nasabah, simpanan dari bank-bank lain, pinjaman yang diterima,
obligasi yang diterbitkan, dan utang subordinasi.
e.1. Klasifikasi
Sesuai dengan PSAK No. 109, Perseroan mengklasifikasikan aset keuangannya ke dalam kategori pengukuran sebagai berikut pada saat
pengakuan awal berdasarkan sifat dan tujuannya:
i Nilai wajar dalam laporan laba rugi (Fair value through profit and loss) ;
ii Nilai wajar dalam pendapatan komprehensif lainnya (Fair value through other comprehensive income) ;
iii Biaya perolehan diamortisasi (Amortized cost) ;
Liabilitas keuangan diklasifikasikan ke dalam kategori pengukuran sebagai berikut pada saat pengakuan awal berdasarkan sifat dan
tujuannya:
i Nilai wajar dalam laporan laba rugi (Fair value through profit and loss) ;
ii Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lainnya (Fair value through other comprehensive income) ;
iii Biaya perolehan diamortisasi (Amortized Cost) ;
Aset keuangan diukur pada Biaya Perolehan Diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi:
i aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas
kontraktual; dan
ii persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal tertentu atas arus kas yang semata dari
pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang (kriteria solely payments of principal and interest / SPPI).
Aset keuangan diukur pada Nilai Wajar Melalui Penghasilan Komprehensif Lain jika kedua kondisi berikut terpenuhi:
i aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset
keuangan; dan
ii persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memenuhi kriteria SPPI
Aset keuangan diukur pada Nilai Wajar Dalam Laporan Laba Rugi Aset keuangan lainnya yang tidak memenuhi persyaratan untuk
diklasifikasikan sebagai diukur pada Biaya Perolehan Diamortisasi (amortised cost) atau Nilai Wajar Melalui Penghasilan
Komprehensif Lain (Fair value through other comprehensive income) , diklasifikasikan sebagai diukur pada Nilai Wajar Melalui Laba
Rugi (Fair value through profit and loss) .
Liabilitas keuangan dapat dikategorikan sebagai:
Diukur pada Nilai Wajar melalui Laporan Laba Rugi
i Liabilitas keuangan yang memenuhi salah satu kondisi yang sama dengan kondisi penetapan aset keuangan dalam kategori
Diukur pada Nilai Wajar melalui Laporan Laba Rugi.
ii Liabilitas keuangan yang masuk kategori Diperdagangkan antara lain mencakup:
- Liabilitas derivatif yang tidak dilaporkan sebagai instrumen lindung nilai;
- Liabilitas untuk menyerahkan aset keuangan yang dipinjam oleh short seller , yaitu bank yang menjual aset keuangan yang
dipinjamnya meski belum memiliki aset tersebut;
- Liabilitas keuangan yang diterbitkan dengan suatu intensi untuk dibeli kembali dalam waktu dekat (misalnya instrumen utang yang
memiliki pasar aktif, dimana penerbitnya dapat membeli kembali instrumen tersebut dalam waktu dekat, tergantung pada perubahan
nilai wajarnya); dan
- Liabilitas keuangan yang merupakan bagian dari portofolio instrument keuangan tertentu yang dikelola bersama-sama dan atas
bagian tersebut ditemukan bukti adanya pola ambil untung jangka pendek terkini.
11
Page 15
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
e. Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan (lanjutan)
Liabilitas keuangan yang diterbitkan ditetapkan untuk Diukur pada Nilai Wajar melalui Laba Rugi meskipun tidak dimaksudkan untuk
diperjualbelikan.
Bank dapat membuat penetapan yang tidak dapat dibatalkan untuk mengukur lialibilitas keuangan yang diterbitkan pada nilai wajar melalui
laba rugi jika penetapan ini menghasilkan informasi yang lebih relevan, karena:
i Mengeliminasi atau mengurangi secara signifikan inkonsistensi pengukuran atau pengakuan (accounting mismatch) yang
timbul dari pengukuran aset atau liabilitas keuangan dengan dasar yang berbeda-beda.
ii Sekelompok liabilitas keuangan yang diterbitkan dikelola dan kinerjanya dievaluasi berdasarkan nilai wajar sesuai manajemen
risiko atau strategi investasi yang terdokumentasi.
Liabilitas lainnya
Liabilitas keuangan selain yang memenuhi kriteria Liabilitas keuangan dalam kategori Diukur pada Nilai Wajar melalui Laporan Laba Rugi.
e.2. Pengakuan
Perseroan pada awalnya mengakui kredit yang diberikan dan simpanan pada tanggal perolehan. Pembelian dan penjualan aset keuangan
yang lazim (regular) diakui pada tanggal perdagangan dimana Perseroan memiliki komitmen untuk membeli atau menjual aset tersebut.
Semua aset dan liabilitas keuangan lainnya pada awalnya diakui pada tanggal perdagangan dimana Perseroan menjadi suatu pihak dalam
ketentuan kontraktual instrumen tersebut.
Pada saat pengakuan awal, aset keuangan atau liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar ditambah (untuk instrumen keuangan yang tidak
diukur pada nilai wajar melalui laba rugi setelah pengakuan awal) biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung atas perolehan
aset keuangan atau penerbitan liabilitas keuangan. Pengukuran aset keuangan dan liabilitas keuangan setelah pengakuan awal tergantung
pada klasifikasi aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut.
Biaya transaksi hanya meliputi biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk perolehan suatu aset keuangan atau penerbitan
suatu liabilitas keuangan dan merupakan biaya tambahan yang tidak akan terjadi apabila instrumen keuangan tersebut tidak diperoleh atau
diterbitkan. Untuk aset keuangan, biaya transaksi ditambahkan pada jumlah yang diakui pada awal pengakuan aset, sedangkan untuk
liabilitas keuangan, biaya transaksi dikurangkan dari jumlah utang yang diakui pada awal pengakuan liabilitas. Biaya transaksi tersebut
diamortisasi selama umur instrumen berdasarkan metode suku bunga efektif dan dicatat sebagai bagian dari pendapatan bunga untuk biaya
transaksi sehubungan dengan aset keuangan atau sebagai bagian dari beban bunga untuk biaya transaksi sehubungan dengan liabilitas
keuangan.
e.3. Pengukuran biaya perolehan diamortisasi
Biaya perolehan diamortisasi dari Instrumen keuangan dalam kategori Biaya Perolehan Dimortisasi (Amortized Cost) pada saat pengakuan
awal diukur sebesar nilai wajar dari instrumen keuangan tersebut dikurangi/ditambah pendapatan dan/atau beban yang dapat diatribusikan
secara langsung pada saat pengakuan awal. Untuk pengukuran setelah pengakuan awal instrumen keuangan dalam kategori Biaya
Perolehan Dimortisasi (Amortized Cost) diukur sebesar biaya perolehan diamortisasi (amortized cost) , yaitu nilai pada saat pengakuan
awal ditambah/dikurangi pembayaran pokok, ditambah/dikurangi dengan amortisasi kumulatif menggunakan metode suku bunga efektif.
Tingkat suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan atau
liabilitas keuangan (atau kelompok aset keuangan atau kewajiban keuangan) dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga atau
beban bunga selama periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran
atau penerimaan kas di masa datang selama perkiraan umur dari instrumen keuangan, atau jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih
singkat untuk memperoleh jumlah tercatat netto dari aset keuangan atau liabilitas keuangan. Pada saat menghitung suku bunga efektif,
entitas mengestimasi arus kas dengan mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual dalam instrumen keuangan tersebut (seperti
pelunasan dipercepat, opsi beli (call option) dan opsi serupa lainnya), namun tidak mempertimbangkan kerugian kredit di masa datang.
Perhitungan ini mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan atau diterima oleh para pihak dalam kontrak yang merupakan
bagian tak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi, dan seluruh premi atau diskon lainnya. Secara umum arus kas dan perkiraan
umur dari kelompok instrumen keuangan yang serupa dapat diestimasi secara handal. Namun demikian, dalam kasus yang jarang
terjadi, apabila tidak mungkin mengestimasi arus kas atau perkiraan umur instrumen keuangan (atau kelompok instrumen keuangan) secara
andal, maka entitas menggunakan arus kas kontraktual selama periode kontraktual dari instrumen keuangan (atau kelompok instrumen
keuangan) tersebut.
Perhitungan suku bunga efektif mencakup biaya transaksi (Catatan 2e.2) dan seluruh imbalan/provisi dan bentuk lain yang dibayarkan atau
diterima yang merupakan bagian tak terpisahkan dari suku bunga efektif.
e.4. Pengukuran nilai wajar
Nilai Wajar Melalui Penghasilan Komprehensif Lain (FVOCI) yaitu Instrumen keuangan dalam kategori Nilai Wajar Melalui Penghasilan
Komprehensif Lain (FVOCI) pada saat pengakuan awal diukur sebesar nilai wajar dari instrumen keuangan tersebut dikurangi/ditambah
pendapatan dan/atau beban yang dapat diatribusikan secara langsung pada saat pengakuan awal. Untuk pengukuran setelah pengakuan
awal, Nilai Wajar Melalui Penghasilan Komprehensif Lain (FVOCI) diukur sebesar nilai wajar setelah ditambah/dikurangi
pembayaran pokok, ditambah/dikurangi dengan amortisasi kumulatif menggunakan metode suku bunga efektif.
Keuntungan/kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar diakui secara langsung dalam Ekuitas atau Other Comprehensive Income
(OCI).
12
Page 16
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
e. Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan (lanjutan)
e.4. Pengukuran nilai wajar (lanjutan)
Nilai Wajar Melalui Laba Rugi (FVTPL) yaitu Instrumen keuangan dalam kategori Nilai Wajar Melalui Laba Rugi (FVTPL) pada saat
pengakuan awal diukur sebesar nilai wajar dari instrumen keuangan tersebut. Pendapatan dan/atau beban yang terjadi pada saat pengakuan
awal diakui langsung sebagai pendapatan atau beban.Untuk pengukuran setelah pengakuan awal, Nilai Wajar Melalui Laba Rugi (FVTPL)
diukur sebesar nilai wajar. Sebesar nilai wajar. Keuntungan/kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar diakui secara langsung dalam
Laba/Rugi.
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas
dalam transaksi teratur (orderly transaction ) antara pelaku pasar (market participants ) pada tanggal pengukuran di pasar utama atau, jika
tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan dimana Perseroan memiliki akses pada tanggal tersebut. Nilai wajar
liabilitas mencerminkan risiko wanprestasinya.
Jika tersedia, Perseroan mengukur nilai wajar instrumen keuangan dengan menggunakan harga kuotasian di pasar aktif untuk instrumen
tersebut. Suatu pasar dianggap aktif jika transaksi atas aset dan liabilitas terjadi dengan frekuensi dan volume yang memadai untuk
menyediakan informasi penentuan harga secara berkelanjutan.
Jika harga kuotasian tidak tersedia di pasar aktif, Perseroan menggunakan teknik penilaian dengan memaksimalkan penggunaan input yang
dapat diobservasi dan relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi. Teknik penilaian yang dipilih
menggabungkan semua faktor yang diperhitungkan oleh pelaku pasar dalam penentuan harga transaksi.
Bukti terbaik atas nilai wajar instrumen keuangan pada saat pengakuan awal adalah harga transaksi, yaitu nilai wajar dari pembayaran yang
diberikan atau diterima. Jika Perseroan menetapkan bahwa nilai wajar pada pengakuan awal berbeda dengan harga transaksi dan nilai wajar
tidak dapat dibuktikan dengan harga kuotasian di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik atau berdasarkan teknik penilaian yang
hanya menggunakan data dari pasar yang dapat diobservasi, maka nilai wajar instrumen keuangan pada saat pengakuan awal disesuaikan
untuk menangguhkan perbedaan antara nilai wajar pada saat pengakuan awal dan harga transaksi. Setelah pengakuan awal, perbedaan
tersebut diakui dalam laba rugi berdasarkan umur dari instrumen tersebut namun tidak lebih lambat dari saat penilaian tersebut didukung
sepenuhnya oleh data pasar yang dapat diobservasi atau saat transaksi ditutup.
Jika aset atau liabilitas yang diukur pada nilai wajar memiliki harga penawaran dan harga permintaan, maka Perseroan mengukur aset dan
posisi long berdasarkan harga penawaran dan mengukur liabilitas dan posisi short berdasarkan harga permintaan.
Kelompok aset keuangan dan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar, yang terekspos risiko pasar dan risiko kredit yang dikelola
oleh Perseroan berdasarkan eksposur netonya baik terhadap risiko pasar ataupun risiko kredit diukur berdasarkan harga yang akan diterima
untuk menjual posisi net long (atau dibayar untuk mengalihkan posisi net short ) untuk eksposur risiko tertentu. Penyesuaian pada level
portofolio tersebut dialokasikan pada aset dan liabilitas individual berdasarkan penyesuaian risiko relatif dari masing-masing instrumen
individual di dalam portofolio.
Sebelum 01 Januari 2015, nilai wajar adalah nilai dimana suatu aset dapat dipertukarkan, atau suatu liabilitas diselesaikan antara pihak
yang memahami dan berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar (arm’s length transaction ) pada tanggal pengukuran.
Jika tersedia, Perseroan mengukur nilai wajar instrumen keuangan dengan menggunakan harga kuotasi di pasar aktif untuk instrumen
tersebut. Suatu pasar dianggap aktif jika harga kuotasi sewaktu- waktu dan secara berkala tersedia dan mencerminkan transaksi pasar yang
aktual dan aktif dalam suatu transaksi yang wajar.
Bukti terbaik atas nilai wajar instrumen keuangan pada saat pengakuan awal adalah harga transaksi, yaitu nilai wajar dari pembayaran yang
diberikan atau diterima, kecuali jika nilai wajar dari instrumen keuangan tersebut ditentukan dengan perbandingan terhadap transaksi pasar
terkini yang dapat diobservasi dari suatu instrumen yang sama (yaitu tanpa modifikasi atau pengemasan ulang) atau berdasarkan suatu
teknik penilaian yang variabelnya hanya menggunakan data dari pasar yang dapat diobservasi.
Jika harga transaksi memberikan bukti terbaik atas nilai wajar pada saat pengakuan awal, maka instrumen keuangan pada awalnya diukur
pada harga transaksi dan selisih antara harga transaksi dan nilai yang sebelumnya diperoleh dari model penilaian diakui dalam laba rugi
setelah pengakuan awal tergantung pada masing-masing fakta dan keadaan dari transaksi tersebut namun tidak lebih lambat dari saat
penilaian tersebut didukung sepenuhnya oleh data pasar yang dapat diobservasi atau saat transaksi ditutup. Nilai wajar mencerminkan risiko
kredit atas instrumen keuangan dan termasuk penyesuaian yang dilakukan untuk memasukkan risiko kredit Perseroan dan pihak lawan,
mana yang lebih sesuai. Taksiran nilai wajar yang diperoleh dari model penilaian akan disesuaikan untuk mempertimbangkan faktor-faktor
lainnya, seperti risiko likuiditas atau ketidakpastian model penilaian, sepanjang Perseroan yakin bahwa keterlibatan suatu pasar pihak ketiga
akan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut dalam penetapan harga suatu transaksi.
Aset keuangan dan posisi long diukur menggunakan harga penawaran; liabilitas keuangan dan posisi short diukur menggunakan harga
permintaan. Jika Perseroan memiliki posisi aset dan liabilitas dimana risiko pasarnya saling hapus, maka Perseroan dapat menggunakan
nilai tengah dari harga pasar sebagai dasar untuk menentukan nilai wajar posisi risiko yang saling hapus tersebut dan menerapkan
penyesuaian terhadap harga penawaran atau harga permintaan terhadap posisi terbuka bersih (net open position ), mana yang lebih sesuai.
13
Page 17
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
e. Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan (Lanjutan)
e.5. Penghentian Pengakuan
Perseroan menghentikan pengakuan aset keuangan pada saat hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut
kadaluwarsa, atau Perseroan mentransfer seluruh hak untuk menerima arus kas kontraktual dari aset keuangan dalam transaksi dimana
Perseroan secara substansial telah mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan yang ditransfer. Setiap hak atau
liabilitas atas aset keuangan yang ditransfer yang timbul atau yang masih dimiliki oleh Perseroan diakui sebagai aset atau liabilitas secara
terpisah. Perseroan menghentikan pengakuan liabilitas keuangan pada saat liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak dilepaskan atau
dibatalkan atau kadaluwarsa.
Dalam transaksi dimana Perseroan secara substansial tidak memiliki atau tidak mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan
aset keuangan, Perseroan menghentikan pengakuan aset tersebut jika Perseroan tidak lagi memiliki pengendalian atas aset tersebut. Hak
dan kewajiban yang timbul atau yang masih dimiliki dalam transfer tersebut diakui secara terpisah sebagai aset atau liabilitas. Dalam
transfer dimana pengendalian atas aset masih dimiliki, Perseroan tetap mengakui aset yang ditransfer tersebut sebesar keterlibatan
berkelanjutan, dimana tingkat keberlanjutan Perseroan dalam aset yang ditransfer adalah sebesar perubahan nilai aset yang ditransfer.
Perseroan menghapusbukukan aset keuangan dan cadangan kerugian penurunan nilai terkait, pada saat Perseroan menentukan bahwa aset
keuangan tersebut tidak dapat ditagih. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan informasi seperti telah terjadinya perubahan
signifikan pada posisi keuangan debitur/penerbit aset keuangan sehingga debitur/penerbit aset keuangan tidak lagi dapat melunasi
kewajibannya, atau hasil penjualan agunan tidak akan cukup untuk melunasi seluruh eksposur kredit yang diberikan.
e.6. Saling Hapus
Aset keuangan dan liabilitas keuangan dapat saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi keuangan jika Perseroan
memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk
menyelesaikan secara neto atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan. Pendapatan dan beban disajikan dalam
jumlah bersih hanya jika diperkenankan oleh standar akuntansi.
f. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas meliputi deposito dan investasi jangka pendek lainnya yang jatuh tempo sama atau kurang dari 3 (tiga) bulan sejak tanggal
penempatan dan tidak dijadikan jaminan.
g. Giro Pada Bank Indonesia dan Pada Bank Lain
Giro pada Bank Indonesia, BI Fast dan Giro pada Bank Lain diklasifikasikan sebagai biaya perolehan diamortisasi (amortized cost) . Giro pada
Bank lain dan Bank Indonesia dinyatakan sebesar biaya perolehan diamortisasi (amortized cost) menggunakan suku bunga efektif, dikurangi
cadangan kerugian penurunan nilai.
Giro pada Bank Indonesia telah dihitung berdasarkan PBI No. 7/29/PBI/2005 tanggal 6 September 2005 yang telah diubah dengan PBI No.
10/19/PBI/2008 tanggal 14 Oktober 2008, selanjutnya diubah dengan PBI No. 10/25/PBI/2008 tanggal 23 Oktober 2008, selanjutnya diubah
dengan PBI No. 12/19/PBI/2010 tanggal 4 Oktober 2010, diubah dengan PBI No. 15/15/PBI/2013 tanggal 24 Desember 2013, diubah dengan PBI
No. 17/11/PBI/2015 tanggal 25 Juni 2015 serta SE BI No. 17/17 DKMP tanggal 26 Juni 2015, diubah dengan PBI No. 18/14/PBI/2016, diubah
dengan PBI No.20/3/PBI/2018 tanggal 29 Maret 2018, PBI No. 22/3/PBI/2020 tanggal 24 Maret 2020 dan PBI No. 22/4/PBI/2020 tanggal 26
Maret 2020 tentang Insetif Bagi Bank Yang Memberikan Penyediaan Dana Untuk Kegiatan Ekonomi Tertentu Guna Mendukung Penanganan
Dampak Perekonomian Akibat Wabah Virus Corona, PADG No. 23/7/PADG/2021 tanggal 01 Mei 2021, dan terakhir diubah lewat PADG No
24/8/PADG/2022 tentang Perubahan Kedelapan atas PADG No. 20/10/PADG/2018. Berdasarkan peraturan tersebut GWM dalam rupiah
ditetapkan sebesar menjadi 7,5% (mulai berlaku 01 Juni 2022), dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Secara harian sebesar 0%; dan
b. Secara rata-rata untuk:
- Tahap pertama sebesar 7,5%
- Tahap kedua sebesar 9%
h. Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain, terdiri dari FASBI (Fasilitas Simpanan Bank Indonesia), Call Money , dan Term Deposit.
Penempatan pada Bank Indonesia dan pada Bank lain diklasifikasikan sebagai biaya perolehan diamortisasi (amortized cost) . Penempatan pada
Bank Indonesia dan pada Bank lain dinyatakan sebesar biaya perolehan diamortisasi menggunakan suku bunga efektif, dikurangi cadangan
kerugian penurunan nilai.
i. Surat-surat Berharga
Efek-efek atau surat berharga terdiri dari Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Obligasi Pemerintah dan Obligasi Corporate .
SBI diklasifikasikan sebagai biaya perolehan diamortisasi (amortized cost) , sedangkan Obligasi Pemerintah dan Obligasi Corporate
diklasifikasikan sebagai diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi (fair value through profit and loss) .
Surat-Surat Berharga yang diklasifikasikan sebagai diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi pada saat pengakuan awal dan setelah pengakuan
awal diakui dan diukur pada nilai wajar. Biaya transaksi yang terjadi diakui langsung pada laba rugi periode berjalan.
14
Page 18
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
i. Surat-surat Berharga (lanjutan)
Surat Berharga yang diklasifikasikan sebagai amortized cost (biaya perolehan diamortisasi) pada mulanya diukur pada nilai wajar ditambah biaya
transaksi dan setelah pengakuan awal dicatat pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi cadangan
kerugian penurunan nilai, jika ada.
j. Repo dan Reverse Repo
Tagihan atas Surat Berharga dengan Janji Dibeli Kembali (Repo) disajikan sebagai liabilitas dalam laporan posisi keuangan sebesar jumlah
pembelian kembali, dikurangi dengan bunga dibayar dimuka yang belum diamortisasi. Selisih antara harga jual dan harga beli kembali
diperlakukan sebagai bunga dibayar di muka dan diakui sebagai beban bunga selama jangka waktu sejak efek-efek tersebut dijual hingga dibeli
kembali menggunakan metode suku bunga efektif. Tagihan atas Surat Berharga dengan Janji Dibeli Kembali diklasifikasikan sebagai amortized
cost (biaya perolehan diamortisasi).
Tagihan atas Surat Berharga dengan Janji Dibeli Kembali (Repo) diklasifikasikan sebagai amortized cost (biaya perolehan diamortisasi).
Tagihan atas Surat Berharga dengan Janji Dijual Kembali (Reverse Repo) disajikan sebagai aset dalam laporan posisi keuangan sebesar jumlah
penjualan kembali, dikurangi dengan pendapatan bunga yang belum diamortisasi dan cadangan kerugian penurunan nilai. Selisih antara harga beli
dan harga jual kembali diperlakukan sebagai pendapatan bunga yang ditangguhkan, dan diakui sebagai pendapatan selama periode selama efek-
efek tersebut dibeli hingga dijual kembali menggunakan suku bunga efektif.
Tagihan atas Surat Berharga dengan Janji Dijual Kembali (Reverse Repo) diklasifikasikan sebagai amortized cost (biaya perolehan diamortisasi).
k. Kredit Yang Diberikan
Kredit yang Diberikan adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat disetarakan dengan kas, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-
meminjam dengan debitur yang mewajibkan debitur untuk melunasi hutang berikut bunganya setelah jangka waktu tertentu.
Kredit yang diberikan diklasifikasikan sebagai amortized cost (biaya perolehan diamortisasi).
Kredit yang Diberikan pada awalnya diukur pada nilai wajar ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dan merupakan
biaya tambahan untuk memperoleh aset keuangan tersebut dan setelah pengakuan awal diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan
metode suku bunga efektif dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai.
Kredit yang diberikan dalam rangka pembiayaan bersama (kredit sindikasi) dicatat sesuai dengan porsi kredit yang risikonya ditanggung oleh
Bank dinyatakan sebesar biaya perolehan diamortisasi.
Kredit yang direstrukturisasi dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah diantara nilai tercatat kredit pada tanggal restrukturisasi atau nilai tunai
penerimaan kas masa depan setelah restrukturisasi. Kerugian akibat selisih antara nilai tercatat kredit pada tanggal restrukturisasi dengan nilai
tunai penerimaan kas masa depan setelah restrukturisasi diakui dalam laporan laba rugi komprehensif. Setelah restrukturisasi, semua penerimaan
kas masa depan yang ditetapkan dalam persyaratan baru dicatat sebagai pengembalian pokok kredit dan penghasilan bunga secara proporsional.
Setelah tanggal 01 Januari 2010 saat persyaratan kredit telah dinegosiasi ulang, penurunan nilai yang ada diukur dengan menggunakan suku bunga
efektif awal yang digunakan sebelum persyaratan diubah dan kredit tidak lagi diperhitungkan sebagai menunggak. Manajemen secara
berkelanjutan mereview kredit yang restrukturisasi untuk meyakinkan terpenuhinya seluruh kriteria dan pembayaran dimasa depan. Kredit akan
terus menjadi subyek penilaian penurunan nilai individual atau kolektif, dihitung dengan menggunakan suku bunga efektif awal.
Berdasarkan Perjanjian kerjasama pembiayaan antara PT Bank SulutGo dengan kementrian UMKM Republik Indonesia dengan surat Nomor :
41/D.1.UMKM/PKP/2025 dan Nomor surat 034/PKS/KRD-KKM/DER/IV/2025 tanggal 25 April 2025.
i Plafon penyaluran tahunan KUR yang ditetapkan oleh Komite Kebijakan merupakan batas tertinggi dasar perhitungan pembayaran subsidi
bunga / subsidi marjin KUR.
ii Selisih lebih dari penyaluran KUR yang melampaui plafon penyaluran tahunan KUR tidak diberikan subsidi bunga/ subsidi marjin KUR
iii Besaran subsidi bunga/subsidi marjin KUR yang dibayarkan kepada Bank ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan yang
mengatur tentang besaran subsidi bunga / subsidi marjin untuk kredit usaha rakyat.
l. Penyertaan
Penyertaan saham merupakan penanaman dana dalam bentuk saham pada perusahaan non-publik yang bergerak di bidang jasa keuangan yang
tidak melalui pasar modal untuk tujuan jangka panjang.
Penyertaan diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang.
Untuk penyertaan saham dengan persentase kepemilikan di bawah 20% dicatat dengan metode biaya. Dengan metode ini, penyertaan saham
dicatat sebesar biaya perolehan dikurangi dengan penyisihan kerugian. Pendapatan dividen diakui pada saat keputusan pembagian dividen
diumumkan.
Bank yang mempunyai persentase kepemilikan 20% sampai dengan 50% dicatat dengan menggunakan metode ekuitas (Equity Method) . Dengan
metode ini, investasi dicatat sebesar biaya perolehan dan disesuaikan dengan bagian Bank atas laba atau rugi bersih pada masing-masing
perusahaan asosiasi sesuai dengan jumlah persentase pemilikan dan dikurangkan dengan penerimaan deviden sejak tanggal perolehan.
15
Page 19
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
l. Penyertaan (lanjutan)
Bank merencanakan untuk menjual seluruh saham pada PT BPR Prisma Dana, karena rencana Bank untuk menambah modal menjadi pemegang
saham mayoritas ditolak oleh PT BPR Prisma Dana. Sejak tahun 2012 Bank telah melakukan penjualan sebagian saham PT BPR Prisma Dana
sehingga penyertaannya menjadi dibawah 20%. Untuk itu pada laporan keuangan tahun 2012, Bank menggunakan metode biaya atas penyertaan
PT BPR Prisma Dana.
Penyertaan dalam bentuk saham dicatat berdasarkan harga perolehannya dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai. Cadangan kerugian
penurunan nilai dihitung berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 40/POJK.03/2019 tanggal 19 Desember 2019 tentang Penilaian
Kualitas Aset Bank Umum.
m. Aset Tetap
Aset Tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan. Semua aset tetap kecuali tanah dan bangunan (penyusutan
bangunan menggunakan metode garis lurus), disusutkan dengan menggunakan saldo menurun berdasarkan taksiran masa manfaat aset tetap
sebagai berikut :
Jenis Aset Presentase
Bangunan 5%
Kendaraan 25-50%
Mesin kantor 25%
Perabot kantor / rumah dinas 25-50%
Inventaris lainnya 25-50%
Hardware komputer 50%
Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi komprehensif pada saat terjadinya pemugaran dan penambahan dalam
jumlah signifikan dikapitalisasi. Nilai buku aset tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual, dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang
bersangkutan dan laba atau rugi yang terjadi dilaporkan dalam laporan laba rugi komprehensif pada tahun yang bersangkutan.
Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan disajikan sebagai bagian dari aset tetap. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan
ke akun aset tetap yang bersangkutan pada saat aset tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan.
Perubahan kebijakan akuntansi PSAK No. 216 "Aset Tetap" disahkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan-Ikatan Akuntan Indonesia, Bank
telah menerapkan metode biaya, sehingga aset tetap Bank dicatat sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi
penurunan nilai aset, jika ada.
Pada setiap tanggal pelaporan, nilai residu, masa manfaat dan metode penyusutan dikaji ulang, dan jika diperlukan, akan disesuaikan dan
diterapkan sesuai dengan ketentuan SAK yang berlaku.
Semua biaya dan beban yang terjadi sehubungan dengan perolehan hak atas tanah antara lain biaya perijinan, biaya survey dan pengukuran lokasi,
biaya notaris dan pajak yang berhubungan dengan hal tersebut, ditangguhkan dan disajikan secara terpisah dari biaya perolehan hak atas tanah.
Selain itu hak atas tanah tidak diamortisasi kecuali memenuhi kondisi-kondisi tertentu yang telah ditentukan.
Bank memiliki kebijakan kapitalisasi aset tetap dengan nilai minimum sebesar Rp 5.000.000,- (nilai penuh).
Apabila aset tetap tidak digunakan lagi atau dijual, maka nilai perolehan dan akumulasi penyusutannya dihapuskan dari akun tersebut. Keuntungan
atau kerugian yang terjadi diakui dalam Laporan Laba Rugi.
Sesuai dengan PMK 191/PMK.10/2015 Tentang Penilaian Kembali Aktiva Tetap Untuk Tujuan Perpajakan, Bank telah melaksanakan revaluasi
atas aktiva tetap oleh KJPP Toto Suharto & Rekan. Proses revaluasi dilaksanakan selama bulan Desember 2016 dan keuntungan atas revaluasi aset
tetap telah dipindahbukukan pada tanggal 30 Desember 2016.
Pada Tahun 2020 Perseroan telah melakukan perhitungan aset tanah dan bangunan melalui KJPP Teguh Hermawan Yusuf & Rekan pada laporan
nomor file 01713/2.0009-00/PI/07/0020/1/IV/2020 pada tanggal 22 April 2020 dengan nomor STTD 037/NB.122/STTD-P/2017, yang
ditandatangani oleh Teguh Hermawan SE, M.Ec.Dev., MAPPI (Cert), Tanggal efektif revaluasi adalah 5 Februari 2020, seperti yang diungkapkan
pada catatan nomor 12., sehingga mendapatkan keuntungan atas revaluasi aset tetap tersebut sebesar Rp. 4.834.893.000,-
Revaluasi Aset
Bank dapat menggunakan model revaluasi (revaluation model ) sebagai dasar kebijakan akuntansi aset tetap apabila nilai wajar aset tetap dapat
diukur dengan andal dan diterapkan konsisten untuk kelompok aset yang sejenis. Aset tetap yang diukur menggunakan model revaluasi dicatat
pada jumlah revaluasian, yaitu nilai wajar pada tanggal revaluasi dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai setelah
tanggal revaluasi. Nilai Revaluasi adalah Nilai wajar pada tanggal revaluasi dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan
setelah revaluasi.
16
Page 20
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
m. Aset Tetap (lanjutan)
Revaluasi Aset Tetap adalah Penilaian kembali aset tetap perusahaan, yang diakibatkan adanya kenaikan/penurunan nilai aset tetap tersebut di
pasaran atau karena rendahnya nilai aset tetap dalam laporan keuangan perusahaan yang disebabkan oleh devaluasi atau sebab lain, sehingga nilai
aset tetap dalam laporan keuangan tidak lagi mencerminkan nilai yang wajar. Aset tetap yang dapat direvaluasi meliputi, tanah, bangunan, dan
bukan bangunan, dengan syarat tidak dimaksudkan untuk dialihkan. Model Revaluasi Setelah pengakuan sebagai aset, aset tetap yang nilai
wajarnya dapat diukur secara andal dicatat pada jumlah revaluasian, yaitu nilai wajar pada tanggal revaluasi dikurangi akumulasi penyusutan
dan akumulasi rugi penurunan nilai setelah tanggal revaluasi. Revaluasi dilakukan dengan keteraturan yang cukup reguler untuk memastikan
bahwa jumlah tercatat tidak berbeda secara material dengan jumlah yang ditentukan dengan menggunakan nilai wajar pada akhir periode
pelaporan. Jika jumlah tercatat aset meningkat akibat revaluasi, maka kenaikan tersebut diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan
terakumulasi dalam ekuitas pada bagian surplus revaluasi. Akan tetapi, kenaikan tersebut diakui dalam laporan laba rugi hingga sebesar jumlah
penurunan nilai aset yang sama akibat revaluasi yang pernah diakui sebelumnya dalam laba rugi. Jika jumlah tercatat aset turun akibat revaluasi,
maka penurunan tersebut diakui dalam laba rugi. Akan tetapi, penurunan nilai tersebut diakui dalam penghasilan komprehensif lain sepanjang
tidak melebihi saldo surplus revaluasi untuk aset tersebut. Penurunan nilai yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain tersebut mengurangi
jumlah akumulasi dalam ekuitas pada bagian surplus revaluasi.
n. Aset Lain-Lain
Aset lease/Aset sewa
Suatu kontrak sewa merupakan, atau dapat dikategorikan mengandung sewa PSAK No. 116, “Sewa” jika kontrak tersebut
i Mempunyai jangka waktu sewa >12 bulan (PSAK No. 116, “Sewa” lampiran A Daftar Istilah “Sewa jangka pendek”), dan
ii Nilai aset pendasar dari suatu kontrak sewa aset > IDR 70 juta (IFRS USD 5000),
iii Aset tersebut dapat diidentifikasikan dengan jelas, yaitu:
- Ditetapkan secara eksplisit atau secara implisit
- Pesewa tidak dapat mengganti aset tersebut (pesewa tidak memiliki hak substitusi substantive)
- Bagian kapasitas aset secara fisik dapat dibedakan
iv Pihak penyewa diberikan hak untuk mengendalikan, di mana penyewa:
- Penyewa secara substantial mendapat manfaat ekonomik dari penggunaan aset
- Penyewa mengarahkan penggunaan aset
- Bagian kapasitas aset secara fisik dapat dibedakan
v Penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu sewa untuk dipertukarkan dengan imbalan tertentu yang disepakati.
Selain Aset lease/Aset sewa, komponen aset lain-lain terdiri dari bunga yang masih harus diterima, uang muka dan biaya dibayar dimuka, agunan
yang diambil alih, persediaan barang cetakan dan beban ditangguhkan emisi obligasi.
Agunan yang diambil alih diakui sebesar nilai bersih yang dapat direalisasi. Selisih lebih saldo kredit diatas nilai netto yang dapat direalisasi dari
Agunan yang Diambil alih dibebankan kedalam akun Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Aset. Selisih nilai agunan yang diambil alih dengan
hasil penjualannya diakui sebagai keuntungan atau kerugian pada saat agunan tersebut dijual.
o. Identifikasi dan Pengukuran Kerugian Penurunan Nilai
Aset Keuangan
Pada setiap tanggal pelaporan, Perseroan mengevaluasi apakah terdapat bukti obyektif bahwa aset keuangan yang tidak dicatat pada nilai wajar
melalui laba rugi telah mengalami penurunan nilai. Aset keuangan mengalami penurunan nilai jika bukti obyektif menunjukkan bahwa peristiwa
yang merugikan telah terjadi setelah pengakuan awal aset keuangan, dan peristiwa tersebut berdampak pada arus kas masa datang atas aset
keuangan yang dapat diestimasi secara handal.
Bukti obyektif bahwa aset keuangan mengalami penurunan nilai meliputi wanprestasi atau tunggakan pembayaran oleh debitur, restrukturisasi
kredit oleh Perseroan dengan persyaratan yang tidak mungkin diberikan jika debitur tidak mengalami kesulitan keuangan, indikasi bahwa debitur
atau penerbit akan dinyatakan pailit, hilangnya pasar aktif dari aset keuangan akibat kesulitan keuangan, atau data yang dapat diobservasi lainnya
yang terkait dengan kelompok aset keuangan seperti memburuknya status pembayaran debitur atau penerbit dalam kelompok tersebut, atau kondisi
ekonomi yang berkorelasi dengan wanprestasi atas aset dalam kelompok tersebut.
Perseroan menentukan bukti penurunan nilai atas aset keuangan secara individual dan kolektif. Evaluasi penurunan nilai secara individual
dilakukan terhadap aset keuangan yang signifikan secara individual. Semua aset keuangan yang signifikan secara individual yang tidak mengalami
penurunan nilai secara individual dievaluasi secara kolektif untuk menentukan penurunan nilai yang sudah terjadi namun belum diidentifikasi.
Aset keuangan yang tidak signifikan secara individual akan dievaluasi secara kolektif untuk menentukan penurunan nilainya dengan
mengelompokkan aset keuangan tersebut berdasarkan karakteristik risiko yang serupa. Aset keuangan yang dievaluasi secara individual untuk
penurunan nilai, dan dimana kerugian penurunan nilai diakui, tidak lagi termasuk dalam penurunan nilai secara kolektif.
Dalam mengevaluasi penurunan nilai secara kolektif, Perseroan menggunakan model statistik dari tren probability of default di masa lalu, waktu
pemulihan dan jumlah kerugian yang terjadi, yang disesuaikan dengan pertimbangan manajemen mengenai apakah kondisi ekonomi dan kondisi
kredit saat ini mungkin menyebabkan kerugian aktual lebih besar atau lebih kecil daripada yang dihasilkan oleh model statistik. Tingkat
wanprestasi, tingkat kerugian dan waktu pemulihan yang diharapkan di masa datang secara berkala dibandingkan dengan hasil aktual yang
diperoleh untuk memastikan bahwa model statistik yang digunakan masih memadai.
17
Page 21
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
o. Identifikasi dan Pengukuran Kerugian Penurunan Nilai (lanjutan)
Aset Keuangan
Kerugian penurunan nilai atas aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi diukur sebesar selisih antara nilai tercatat aset
keuangan dengan nilai kini estimasi arus kas masa datang yang didiskontokan dengan menggunakan suku bunga efektif awal dari aset keuangan
tersebut. Perhitungan nilai kini dari estimasi arus kas masa datang atas aset keuangan dengan agunan (collateralised financial asset )
mencerminkan arus kas yang dapat dihasilkan dari pengambilalihan agunan dikurangi biaya-biaya untuk memperoleh dan menjual agunan, terlepas
apakah pengambilalihan tersebut berpeluang terjadi atau tidak. Kerugian yang terjadi diakui pada laba rugi dan dicatat pada akun cadangan
kerugian atas aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi. Ketika peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai menyebabkan
jumlah kerugian penurunan nilai berkurang, kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui harus dipulihkan dan pemulihan tersebut diakui
pada laba rugi periode berjalan.
Jika persyaratan kredit, piutang atau investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo dinegosiasi ulang atau dimodifikasi karena debitur atau penerbit
mengalami kesulitan keuangan, maka penurunan nilai diukur dengan suku bunga efektif awal yang digunakan sebelum persyaratan diubah.
Sesuai dengan PSAK No. 109, konsep perhitungan kerugian kredit di masa mendatang (Expected Credit Loss , “ECL”) akan mewajibkan Bank
untuk mencadangkan adanya potensi kerugian kredit dari seluruh aset keuangan yang dimiliki.
Penyisihan kerugian kredit ekspektasian untuk aset yang diukur pada nilai amortisasi (Amortized Cost) dan Nilai Wajar melalui Penghasilan
Komprehensif Lain (FVOCI) dibagi menjadi 3, sebagai berikut:
i Stage 1
Pada stage ini, Bank mengakui kerugian kredit ekspektasian 12 bulan atas aset keuangan. Perhitungan ECL untuk aset-aset yang
diklasifikasikan sebagai biaya perolehan diamortisasi (amortized cost) ataupun nilai wajar dalam pendapatan komprehensif lainnya (fair
value through other comprehensive income) akan diklasifikasikan sebagai stage 1 apabila belum ada adanya penurunan kualitas kredit
atau hal-hal yang memicu adanya peningkatan signifikan akan risiko kredit.
ii Stage 2
Pada stage ini, mengakui kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya atas aset keuangan yang tidak memburuk.
Perhitungan ECL untuk aset-aset yang diklasifikasikan sebagai biaya perolehan diamortisasi (amortized cost) ataupun nilai wajar dalam
pendapatan komprehensif lainnya (fair value through other comprehensive income) akan diklasifikasikan sebagai stage 2 apabila
memenuhi kriteria berikut :
- Day Past Due (DPD) sudah lebih dari 30 hari dan kurang dari 90 hari,
- Perubahan antara rating saat pertama kali pengakuan aset keuangan dan pelaporan yang melebihi nilai threshold tertentu.
iii Stage 3
Pada stage ini, mengakui kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya atas aset keuangan yang memburuk.
Perhitungan ECL untuk aset-aset yang diklasifikasikan sebagai AC ataupun FVOCI akan diklasifikasikan sebagai stage 3 apabila DPD
sudah lebih dari 90 hari.
Aset Non-Keuangan
Nilai tercatat aset non-keuangan Perseroan, selain aset pajak tangguhan, dikaji pada setiap tanggal pelaporan untuk menentukan ada tidaknya
indikasi penurunan nilai. Untuk tujuan pengujian penurunan nilai, aset yang tidak dapat diuji secara individual dapat digabungkan ke dalam
kelompok aset terkecil yang menghasilkan arus kas masuk dari penggunaan berkelanjutan yang sebagian besar independen dari arus kas masuk
dari aset lainnya (Unit Penghasil Kas atau “CGU”). Jika terdapat indikasi adanya penurunan nilai tersebut, maka nilai terpulihkan aset diestimasi.
Kerugian penurunan nilai diakui jika nilai tercatat suatu aset atau CGU melebihi estimasi nilai terpulihkannya. Nilai terpulihkan suatu aset adalah
nilai yang terbesar antara nilai pakai aset atau CGU dan nilai wajar dikurangi biaya penjualan. Dalam penentuan nilai pakai aset, estimasi arus kas
masa depan didiskontokan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini atas nilai waktu dari uang dan
risiko yang terkait dengan aset yang bersangkutan.
p. Liabilitas Segera
Liabilitas segera dicatat pada saat timbulnya liabilitas atau diterima perintah dari pemberi amanat, baik dari masyarakat maupun dari bank lain.
Liabilitas segera disajikan sebesar jumlah yang akan dibayarkan atau diselesaikan.
Liabilitas segera diklasifikasikan sebagai liablitas keuangan lain dan dihitung berdasarkan biaya perolehan diamortisasi.
q. Simpanan Nasabah
Simpanan Nasabah terdiri dari Giro, Tabungan dan Deposito Berjangka.
Giro merupakan simpanan nasabah yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran, yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat melalui cek,
ATM, atau dengan cara pemindahbukuan dengan bilyet Giro atau sarana perintah pembayaran lainnya.
Tabungan merupakan simpanan berjangka yang penarikannya hanya dapat dilakukan melalui counter, perangkat mobile banking, dan ATM.
Deposito Berjangka merupakan simpanan nasabah yang penarikanya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu sesuai dengan perjanjian antara
nasabah dan bank.
Simpanan nasabah diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan lain yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku
bunga efektif.
18
Page 22
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
r. Simpanan dari Bank Lain
Simpanan dari Bank lain terdiri dari liabilitas terhadap Bank lain di dalam negeri dalam bentuk giro, tabungan, deposito berjangka dan call money .
Simpanan dari Bank lain dinyatakan sesuai jumlah liabilitas terhadap Bank lain.
Simpanan Dari Bank Lain diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan lain yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode
suku bunga efektif.
s. Pinjaman yang Diterima
Pinjaman yang diterima merupakan dana yang diterima dari bank lain dan pihak lain dengan liabilitas pembayaran kembali sesuai dengan
persyaratan perjanjian pinjaman.
Pinjaman yang Diterima diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan lain yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode
suku bunga efektif.
Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan memperhitungkan diskonto atau premi terkait dengan pengakuan awal pinjaman yang diterima dan
biaya transaksi merupakan bagian tidak terpisahkan dari metode suku bunga efektif.
t. Perpajakan
Beban pajak terdiri dari beban pajak kini dan beban pajak tanguhan. Beban pajak diakui pada laba rugi, kecuali untuk komponen yang diakui
secara langsung di ekuitas atau dalam penghasilan komprehensif lain.
Pajak kini terdiri dari estimasi utang atau restitusi pajak atas laba atau rugi kena pajak untuk periode yang bersangkutan dan penyesuaian terkait
dengan utang atau restitusi pajak tahun-tahun sebelumnya. Pajak kini diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial
telah berlaku pada tanggal pelaporan.
Pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tujuan pelaporan keuangan, dan nilai yang digunakan
untuk tujuan perpajakan. Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan untuk diterapkan atas perbedaan temporer
pada saat pembalikan, berdasarkan peraturan yang telah berlaku atau secara substantif berlaku pada tanggal pelaporan. Metode ini juga
mengharuskan pengakuan manfaat pajak masa depan, seperti kompensasi rugi fiskal, apabila besar kemungkinan manfaat pajak tersebut dapat
direalisasi.
Koreksi atas kewajiban pajak diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima, atau apabila diajukan keberatan dan atau banding, maka koreksi
diakui pada saat keputusan atas keberatan atau banding itu diterima.
Koreksi atas kewajiban pajak diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima, atau apabila diajukan keberatan dan atau banding, maka koreksi
diakui pada saat keputusan atas keberatan atau banding itu diterima.
Manajemen juga dapat membentuk pencadangan terhadap liabilitas pajak dimasa depan sebesar jumlah yang diestimasikan akan dibayarkan
kekantor pajak jika berdasarkan evaluasi pada tanggal laporan posisi keuangan terdapat risiko pajak yang probable .
u. Surat Berharga yang Diterbitkan
Surat Berharga Yang diterbitkan merupakan obligasi yang diterbitkan oleh Bank SulutGo yang terdiri dari seri I, II, III, IV, V, dan Obligasi
Berkelanjutan I Tahap I.
Surat Berharga Yang diterbitkan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan lain yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi menggunakan
metode suku bunga efektif.
Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan memperhitungkan diskonto atau premi terkait dengan pengakuan awal Surat Berharga Yang
diterbitkan dan biaya transaksi merupakan bagian tidak terpisahkan dari metode suku bunga efektif.
Biaya transaksi merupakan biaya yang terjadi sehubungan dengan penawaran emisi atau obligasi Bank dengan tingkat bunga tetap kepada
masyarakat yang harus dikurangkan langsung dari hasil emisi dalam rangka menentukan hasil emisi neto obligasi Bank yang diterima. Selisih
antara hasil emisi neto dengan nilai nominal obligasi Bank diakui sebagai diskonto atau premium dan diamortisasi selama jangka waktu obligasi
Bank tersebut dengan menggunakan metode bunga efektif.
Obligasi yang diterbitkan dicatat sebesar nilai nominal dikurangi saldo diskonto yang belum diamortisasi.
v. Imbalan Pasca Kerja
Bank menerapkan PSAK No. 219, “Imbalan Kerja”. Revisi PSAK ini antara lain mengharuskan Bank untuk menerapkan pengakuan langsung atas
keuntungan/ kerugian aktuaria yang terjadi pada tahun berjalan ke dalam penghasilan komprehensif lain.
i Imbalan kerja jangka pendek
Imbalan kerja jangka pendek seperti upah, iuran jaminan sosial, cuti jangka pendek, insentif dan imbalan non-moneter lainnya diakui
selama periode jasa diberikan. Imbalan kerja jangka pendek diukur sebesar jumlah yang tidak didiskontokan.
19
Page 23
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
v. Imbalan Pasca Kerja (lanjutan)
ii Imbalan kerja jangka panjang
Program Pensiun Pasti
luran terutang kepada dana pensiun sebesar persentase tertentu gaji pegawai yang menjadi peserta program pensiun iuran pasti Bank
dicadangkan dan diakui sebagai biaya ketika jasa tersebut telah diberikan oleh pegawai-pegawai yang memenuhi kriteria tersebut kepada
Bank. Pembayaran aktual dikurangkan dari iuran terutang. luran terutang diukur berdasarkan jumlah yang tidak didiskontokan.
Program imbalan pasti dan imbalan kerja jangka panjang lainnya
Imbalan pasca kerja dan imbalan kerja jangka panjang lainnya seperti masa persiapan pensiun, cuti besar, cuti keagamaan, uang pisah dan
penghargaan masa kerja dicadangkan dan diakui sebagai biaya ketika jasa telah diberikan oleh pegawai yang memenuhi kriteria. Imbalan
kerja ditentukan berdasarkan peraturan Bank dan persyaratan minimum UndangUndang Tenaga Kerja No. 6/2023, menggunakan nilai yang
lebih tinggi.
Bank harus mencadangkan jumlah minimal imbalan pensiun sesuai dengan Undang-Undang No. 6/2023 ("UU6"), Undang-undang No. 6 tahun
2024, mengenai uang pesangon dan uang penghargaan masa kerja, Peraturan Pemerintah No. 35/2021 ("PP35"), dan Perjaanjian kerja bersama
Perusahaan, dan imbalan jangka panjang lain ("IJPL").
Liabilitas imbalan pasca-kerja dihitung sebesar nilai kini dari estimasi jumlah liabilitas imbalan pasca- kerja di masa depan yang timbul dari jasa
yang telah diberikan oleh karyawan pada masa kini dan masa lalu, dikurangi dengan nilai wajar aset program dana pensiun. Perhitungan dilakukan
oleh aktuaris independen dengan metode projected-unit- credit .
Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto, yang diakui sebagai penghasilan komprehensif lain, terdiri atas:
i Keuntungan dan kerugian aktuarial
ii Imbal hasil atas aset program, tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto atas liabilitas (aset).
iii Setiap perubahan dampak batas aset, tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto atas liabilitas (aset).
Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto, yang diakui sebagai penghasilan komprehensif lain tidak direklasifikasi ke laba rugi
pada periode berikutnya.
Untuk imbalan kerja jangka panjang lain atas biaya jasa kini, biaya bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto, dan pengukuran kembali
liabilitas (aset) imbalan pasti neto langsung diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain tahun berjalan.
Biaya jasa lalu diakui dalam laba rugi pada tanggal yang lebih awal antara:
i Ketika amendemen atau kurtailmen program terjadi; dan
ii Ketika Bank mengakui biaya restrukturisasi terkait atau pesangon.
Sehingga biaya jasa lalu yang belum vested tidak lagi dapat ditangguhkan dan diakui selama periode vesting masa depan.
Biaya pemutusan kontrak kerja dan keuntungan/kerugian kurtailmen diakui pada periode dimana Bank menunjukkan komitmennya untuk
mengurangi secara signifikan jumlah pekerja yang ditanggung oleh program.
w. Pendapatan dan Beban Bunga
Pendapatan dan Beban Bunga untuk semua instrumen keuangan yang dikenakan suku bunga diakui dalam laporan laba rugi dengan menggunakan
suku bunga efektif.
Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau penerimaan kas di masa datang selama
perkiraan umur dari instrumen keuangan, atau jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih dari
aset keuangan atau liabilitas keuangan. Pada saat menghitung suku bunga efektif, bank mengestimasi arus kas dengan mempertimbangkan seluruh
persyaratan kontraktual dalam instrumen keuangan tersebut, namun tidak mempertimbangkan kerugian kredit di masa datang. Perhitungan ini
mencakup seluruh komisi, provisi, dan bentuk lain yang dibayarkan atau diterima oleh para pihak dalam kontrak yang merupakan bagian tak
terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi, dan seluruh premi atau diskon lainnya.
Penerimaan tunai atas kredit yang diklasifikasikan sebagai diragukan atau macet digunakan terlebih dahulu untuk mengurangi pokok kredit.
Kelebihan penerimaan dari pokok kredit diakui sebagai pendapatan bunga dalam laporan laba rugi komprehensif.
x. Pendapatan Provisi dan Komisi
Pendapatan provisi dan komisi yang berkaitan langsung dengan kegiatan pinjaman, atau pendapatan provisi dan komisi yang berhubungan dengan
jangka waktu tertentu, diamortisasi sesuai dengan jangka waktu kontrak menggunakan metode suku bunga efektif dan diklasifikasikan sebagai
bagian dari pendapatan bunga pada laporan laba rugi.
Pendapatan provisi dan komisi yang tidak berkaitan dengan kegiatan pemberian kredit atau suatu jangka waktu diakui sebagai pendapatan pada
saat terjadinya transaksi sebagai pendapatan operasional lainnya.
20
Page 24
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
y. Transaksi Dengan Pihak Berelasi
Perusahaan menerapkan PSAK No. 224, “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”. PSAK revisi ini mensyaratkan pengungkapan hubungan, transaksi
dan saldo pihak-pihak berelasi, termasuk komitmen, dalam laporan keuangan konsolidasian dan juga diterapkan terhadap laporan keuangan secara
individual. Tidak terdapat dampak signifikan dari penerapan PSAK yang direvisi tersebut terhadap laporan keuangan konsolidasian.
1. Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut :
a) Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
b) Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
c) Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
2. Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut :
a) Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari Perusahaan yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya
terkait dengan entitas lain).
b) Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan
anggota suatu Perusahaan, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya).
c) Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
d) Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga.
e) Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait
dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor.
f) Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifkasi dalam huruf (a).
g) Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil manajemen kunci entitas (atau
entitas induk dari entitas).
Semua transaksi yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi, baik yang dilakukan dengan syarat dan kondisi yang sama dengan pihak ketiga
ataupun tidak diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.
z. Laba per Saham
Berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 233 tentang "Laba Per Saham". Laba usaha dan laba bersih per saham dihitung
dengan membagi laba usaha dan laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang dari jumlah saham Bank yang beredar pada tahun yang
bersangkutan.
aa. Segmen Operasi
Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
1. Yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk pendapatan dan beban terkait
dengan transaksi dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama);
2. Hasil operasinya dikaji ulang secara reguler oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang
dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan
3. Tersedianya informasi keuangan yang dapat dipisahkan.
Sesuai dengan PSAK No. 108 tentang Segmen Operasi, Bank mengungkapkan, menyajikan, dan menjalankan segmen usaha tunggal, yaitu segmen
usaha konvensional. Pengambil keputusan operasional disesuaikan dengan BPP Kewenangan yang dimiliki oleh Bank. Pengambil keputusan
operasional tertinggi adalah Direksi Bank.
3. PENGGUNAAN ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN
a. Sumber utama atas ketidakpastian estimasi
a.1. Cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan.
Evaluasi atas kerugian penurunan nilai aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dijelaskan pada Catatan 2o.
Cadangan kerugian penurunan nilai terkait dengan pihak lawan spesifik dalam seluruh cadangan kerugian penurunan nilai dibentuk atas
tagihan yang penurunan nilainya dievaluasi secara individual berdasarkan estimasi terbaik manajemen atas nilai tunai arus kas yang
diharapkan akan diterima. Dalam mengestimasi arus kas ini, manajemen membuat pertimbangan mengenai kondisi keuangan dari pihak
lawan dan nilai bersih yang dapat direalisasi dari agunan yang diterima. Setiap aset yang mengalami penurunan nilai dievaluasi, dan strategi
penyelesaian serta estimasi arus kas yang dapat diperoleh disetujui secara independen oleh Unit Risiko.
21
Page 25
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
3. PENGGUNAAN ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN (lanjutan)
a. Sumber utama atas ketidakpastian estimasi (lanjutan)
a.1. Cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan (lanjutan).
Evaluasi cadangan kerugian penurunan nilai secara kolektif meliputi kerugian kredit yang melekat pada portofolio tagihan dengan
karakteristik ekonomi yang serupa ketika terdapat bukti obyektif bahwa telah terjadi penurunan nilai tagihan dalam portofolio tersebut
namun penurunan nilai secara individu belum dapat diidentifikasi. Dalam menentukan perlunya pembentukan cadangan kerugian
penurunan nilai kredit secara kolektif, manajemen mempertimbangkan faktor-faktor seperti kualitas kredit, besarnya portofolio, konsentrasi
kredit dan faktor-faktor ekonomi. Dalam mengestimasi cadangan yang diperlukan, asumsi-asumsi dibuat untuk menentukan model kerugian
bawaan dan untuk menentukan parameter input yang diperlukan, berdasarkan pengalaman historis dan kondisi ekonomi saat ini. Ketepatan
dari cadangan yang dihitung ini tergantung pada seberapa tepat estimasi arus kas masa depan untuk menentukan cadangan individual serta
asumsi model dan parameter yang digunakan dalam menentukan penyisihan kolektif.
a.2. Penentuan nilai wajar
Dalam menentukan nilai wajar atas aset keuangan dan liabilitas keuangan dimana tidak terdapat harga pasar yang dapat diobservasi,
Perseroan harus menggunakan teknik penilaian seperti dijelaskan pada Catatan 2e.4. Untuk instrumen keuangan yang jarang
diperdagangkan dan tidak memiliki harga yang transparan, nilai wajarnya menjadi kurang obyektif dan karenanya, membutuhkan tingkat
pertimbangan yang beragam, tergantung pada likuiditas, konsentrasi, ketidakpastian faktor pasar, asumsi penentuan harga, dan risiko
lainnya yang mempengaruhi instrumen tertentu.
b. Pertimbangan akuntansi yang penting dalam menerapkan kebijakan akuntansi Perseroan.
Pertimbangan akuntansi yang penting dalam menerapkan kebijakan akuntansi Bank meliputi:
b.1. Penilaian instrumen keuangan
Kebijakan akuntansi Perseroan untuk pengukuran nilai wajar dibahas pada Catatan 2e.4. Informasi mengenai nilai wajar dari instrumen
keuangan diungkapkan pada Catatan 34 b
b.2 Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan
Kebijakan akuntansi Perseroan memberikan keleluasaan untuk menetapkan aset dan liabilitas keuangan ke dalam berbagai kategori pada
saat pengakuan awal sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku berdasarkan kondisi tertentu:
- Dalam mengklasifikasikan aset keuangan dan liabilitas keuangan ke dalam kelompok “diperdagangkan”, Perseroan telah menetapkan
bahwa aset dan liabilitas keuangan tersebut sesuai dengan definisi aset dan liabilitas dalam kelompok diperdagangkan yang dijabarkan
pada Catatan 2e.
- Dalam mengklasifikasikan investasi pada surat berharga sebagai “diukur pada biaya perolehan”, Perseroan telah menetapkan bahwa
investasi tersebut telah memenuhi persyaratan klasifikasi sebagaimana dijabarkan dalam Catatan 2k.
22
Page 26
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
4. KAS
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Unaudited) (Audited)
Akun ini terdiri dari :
Kas 108,854,746,300 177,230,141,000
Kas pada ATM 60,335,450,000 92,009,050,000
Jumlah Kas 169,190,196,300 269,239,191,000
5. GIRO PADA BANK INDONESIA
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Unaudited) (Audited)
Akun ini terdiri dari :
Giro pada Bank Indonesia 2,359,637,477,583 1,010,341,256,069
BI FAST 70,885,958,009 32,447,056,251
Jumlah Giro Pada Bank Indonesia 2,430,523,435,592 1,042,788,312,320
Giro wajib minimum yang ditetapkan oleh Bank Indonesia pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing menggambarkan
20,79% dan 10,43% dari jumlah dana pihak ketiga yang dihimpun oleh Bank atau masing-masing sebesar Rp. 1.021.419.000.000,- dan Rp.
87.202.000.000,-
Giro Wajib Minimum Bank telah sesuai dengan PBI No. 7/29/PBI/2005 tanggal 6 September 2005 yang telah diubah dengan PBI No.
10/19/PBI/2008 tanggal 14 Oktober 2008, selanjutnya diubah dengan PBI No. 10/25/PBI/2008 tanggal 23 Oktober 2008, selanjutnya diubah
dengan PBI No. 12/19/PBI/2010 tanggal 4 Oktober 2010, diubah dengan PBI No. 15/15/PBI/2013 tanggal 24 Desember 2013, diubah dengan PBI
No. 17/11/PBI/2015 tanggal 25 Juni 2015 serta SE BI No. 17/17 DKMP tanggal 26 Juni 2015, diubah dengan PBI No. 18/14/PBI/2016, diubah
dengan PBI No.20/3/PBI/2018 tanggal 29 Maret 2018, PBI No. 22/3/PBI/2020 tanggal 24 Maret 2020 dan PBI No. 22/4/PBI/2020 tanggal 26
Maret 2020 tentang Insetif Bagi Bank Yang Memberikan Penyediaan Dana Untuk Kegiatan Ekonomi Tertentu Guna Mendukung Penanganan
Dampak Perekonomian Akibat Wabah Virus Corona, PADG No. 23/7/PADG/2021 tanggal 01 Mei 2021 dan terakhir diubah PADG No
24/3/PADG/2022 tentang Perubahan Kedelapan atas PADG No. 20/10/PADG/2018.
6. GIRO PADA BANK LAIN
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Unaudited) (Audited)
Akun ini terdiri dari :
Bank Pemerintah
PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk 13,088,721,070 121,879,090
PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk 1,000,000 970,000
PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk 168,784,472 167,779,245
PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk 291,570,497 269,990,896
Jumlah bersih 13,550,076,040 560,619,231
Bank Swasta Devisa
PT. Bank Mega, Tbk 365,040,532 64,886,656
PT. Bank Central Asia, Tbk 1,393,200 1,543,200
PT. Bank Maybank Indonesia, Tbk - -
Jumlah bersih 366,433,732 66,429,856
Dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai - -
Jumlah Giro Pada Bank Lain 13,916,509,772 627,049,087
Suku bunga rata-rata per tahun giro tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing 1,5% - 1.9%.
Seluruh giro pada bank lain tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 digolongkan sebagai lancar.
23
Page 27
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
7. PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN BANK LAIN
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Unaudited) (Audited)
Akun ini terdiri dari :
a. Klasifikasi penempatan pada bank lain berdasarkan jenis penempatan
Bank Indonesia Intervensi dan Term Deposit Bank Indonesia - 454,468,000,000
Deposito berjangka - -
Deposito on call - -
Tabungan - -
Interbank call money - 350,000,000,000
- 804,468,000,000
Dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai - -
Jumlah Penempatan Pada Bank Lain - 804,468,000,000
b. Klasifikasi penempatan pada bank lain berdasarkan bank
Deposito
Bank BPR
PT. BPR Kartika Matuari Tomohon - -
Jumlah bersih - -
Interbank Call Money
Bank Pemerintah
PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk - -
PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk - -
Bank Pembangunan Daerah
PT. Bank Jawa Timur - -
PT. Bank Sulawesi Selatan - -
Bank Swasta Devisa - -
PT. Bank CIMB Niaga, Tbk - -
PT. Bank Pan Indonesia, Tbk - 350,000,000,000
Jumlah bersih - 350,000,000,000
Deposito on call
Bank Pemerintah
PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk - -
PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk - -
PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk - -
Bank Swasta Devisa
PT. Bank Pan Indonesia, Tbk - -
PT. Bank Mayapada, Tbk - -
Jumlah bersih - -
Tabungan
Bank Pemerintah
PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk - -
Jumlah bersih - -
Dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai - -
Jumlah Penempatan Pada Bank Lain - 350,000,000,000
c. Klasifikasi penempatan pada bank lain berdasarkan kolektibilitas
Suku bunga rata-rata per tahun giro tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing 1,50%.
Seluruh penempatan pada Bank Lain tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 digolongkan sebagai lancar.
24
Page 28
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
8. SURAT-SURAT BERHARGA
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Unaudited) (Audited)
Akun ini terdiri dari :
a. Klasifikasi surat-surat berharga berdasarkan jenis penerbit
Biaya Perolehan Diamortisasi (Amortized Cost) :
Pemerintah Negara Republik Indonesia - Seri FR 074 49,474,954,462 49,454,478,093
Pemerintah Negara Republik Indonesia - Seri FR 045 9,485,245,802 9,477,405,771
Pemerintah Republik Indonesia - Seri FR 056 50,235,190,970 50,574,405,987
Pemerintah Republik Indonesia - Seri FR 058 48,861,838,989 48,975,061,535
Pemerintah Republik Indonesia - Seri FR 059 119,914,893,621 119,958,464,163
Pemerintah Republik Indonesia - Seri FR 062 31,941,448,596 31,909,791,549
Pemerintah Republik Indonesia - Seri FR 064 227,944,723,051 227,630,343,612
Pemerintah Republik Indonesia - Seri FR 081 - -
Pemerintah Republik Indonesia - Seri FR 095 98,379,916,335 49,162,091,168
Pemerintah Republik Indonesia - Seri FR 098 25,454,138,719 25,461,629,533
Pemerintah Republik Indonesia - Sukuk PBS 004 36,417,789,264 36,349,240,760
Pemerintah Republik Indonesia - PBS 005 18,538,059,182 18,524,692,280
Sekuritas Rupiah Bank Indonesia 507,182,685,725 1,907,607,028,507
1,223,830,884,716 2,575,084,632,958
Diukur Pada Nilai Wajar Dalam Pendapatan Komprehensif Lainnya (Fair Value Through Other Comprehensive Income) :
Pemerintah Republik Indonesia - FR 084 - -
Pemerintah Republik Indonesia - FR 085 - -
- -
Diukur Pada Nilai Wajar Dalam Laporan Laba Rugi (Fair Value Through Profil and Loss) :
Pemerintah Republik Indonesia - Seri FR 065 - -
Pemerintah Republik Indonesia - Seri VR 026 - -
Dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai - -
Jumlah Surat-Surat Berharga 1,223,830,884,716 2,575,084,632,958
b. Klasifikasi surat-surat berharga berdasarkan jatuh tempo dan suku bunga
Suku Bunga Tanggal
Penerbit Jenis
Per Tahun Jatuh Tempo
Biaya Perolehan Diamortisasi (Amortized Cost):
Obligasi Pemerintah Negara Republik Indonesia FR0045 9.75% 15-May-37
Obligasi Pemerintah Negara Republik Indonesia FR0074 7.50% 15-Aug-32
Obligasi Pemerintah Negara Republik Indonesia FR0058 8.25% 15-Jun-32
Obligasi Pemerintah Negara Republik Indonesia FR0059 7.00% 15-May-27
Obligasi Pemerintah Negara Republik Indonesia FR0062 6.38% 15-Apr-42
Obligasi Pemerintah Negara Republik Indonesia FR0064 6.13% 15-May-28
Obligasi Pemerintah Negara Republik Indonesia PBS004 6.10% 15-Feb-37
Obligasi Pemerintah Negara Republik Indonesia PBS005 6.75% 15-Apr-43
Obligasi Pemerintah Negara Republik Indonesia FR0098 7.12% 15-Jun-38
Obligasi Pemerintah Negara Republik Indonesia FR0081 6.50% 15-Jun-25
Obligasi Pemerintah Negara Republik Indonesia FR0056 8.37% 15-Sep-26
Obligasi Pemerintah Negara Republik Indonesia FR0095 6.37% 15-Aug-28
Obligasi Pemerintah Negara Republik Indonesia SRBI 4.67% 16-Oct-26
Obligasi Pemerintah Negara Republik Indonesia SRBI 4.66% 16-Oct-26
Obligasi Pemerintah Negara Republik Indonesia SRBI 4.65% 31-Jul-26
Obligasi Pemerintah Negara Republik Indonesia SRBI 4.66% 16-Oct-26
Obligasi Pemerintah Negara Republik Indonesia SRBI 4.80% 20-Nov-26
Obligasi Pemerintah Negara Republik Indonesia SRBI 5.25% 19-Feb-27
Obligasi Pemerintah Negara Republik Indonesia SRBI 7.75% 04-Jun-27
25
Page 29
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
b. Klasifikasi surat-surat berharga berdasarkan jatuh tempo dan suku bunga (lanjutan)
Suku Bunga Tanggal
Penerbit Jenis
Per Tahun Jatuh Tempo
Diukur Pada Nilai Wajar Dalam Pendapatan Komprehensif Lainnya (Fair Value Through Other Comprehensive Income):
c. Klasifikasi surat-surat berharga berdasarkan kolektibilitas
Seluruh penempatan pada surat-surat berharga pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 digolongkan sebagai lancar.
d. Klasifikasi surat-surat berharga berdasarkan sisa umur sampai dengan jatuh tempo
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Unaudited) (Audited)
Kurang dari 1 tahun 507,182,685,725 1,958,181,434,494
1-5 tahun 148,615,107,305 396,750,898,943
Lebih dari 5 tahun 568,033,091,686 220,152,299,521
Jumlah Surat-Surat Berharga 1,223,830,884,716 2,575,084,632,958
Dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai - -
Jumlah Surat-Surat Berharga Bersih 1,223,830,884,716 2,575,084,632,958
9. SURAT BERHARGA DENGAN JANJI UNTUK DIBELI KEMBALI (REPO)
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Unaudited) (Audited)
Akun ini terdiri dari :
a. Klasifikasi surat berharga dengan janji dibeli kembali terdiri dari:
Repo kepada Bank Indonesia 750,000,000,000 -
Repo kepada Bank Lain 300,000,000,000 148,722,658,207
Jumlah Tagihan Atas Surat Berharga Dengan Janji Untuk Dibeli Kembali 1,050,000,000,000 148,722,658,207
Dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai - -
Jumlah Tagihan Atas Surat Berharga Dengan Janji Untuk Dibeli kembali - Bersih 1,050,000,000,000 148,722,658,207
b. Klasifikasi atas surat berharga dengan janji dibeli kembali berdasarkan jatuh tempo dan suku bunga (lanjutan)
Jenis Price Haircut Price RR SUN Maturity
IDSR160427364S 6.500% 0.00% 94.930% 1 Juli 2026
IDSR160427364S 6.500% 0.00% 94.930% 1 Juli 2026
IDSR160427364S 6.500% 0.00% 94.930% 1 Juli 2026
IDSR070527364S 6.500% 0.00% 94.630% 1 Juli 2026
IDSR040627364S 6.500% 0.00% 93.220% 1 Juli 2026
IDSR040627364S 6.500% 0.00% 93.220% 1 Juli 2026
IDSR190227364S 6.500% 0.00% 95.720% 3 Juli 2026
IDSR201126364S 6.500% 0.00% 97.330% 3 Juli 2026
IDSR041226364S 7.150% 0.00% 96.927% 14 Juli 2026
IDSR201126364S 7.150% 0.00% 97.399% 14 Juli 2026
Adapun Bank Indonesia dan PT. Bank Mega (Persero), Tbk yang menjadi counterparty untuk transaksi Repo pada tanggal 30 Juni 2026
dan PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk yang menjadi counterparty untuk transaksi Repo pada tanggal 31 Desember 2025.
c. Klasifikasi Repo berdasarkan kolektibilitas
Seluruh Repo pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 digolongkan sebagai lancar.
26
Page 30
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
10. TAGIHAN ATAS SURAT BERHARGA DENGAN JANJI UNTUK DIJUAL KEMBALI (REVERSE REPO)
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Unaudited) (Audited)
Akun ini terdiri dari :
a. Klasifikasi tagihan atas surat berharga dengan janji dijual kembali terdiri dari:
FR 0102 - 293,511,204,000
FR 0056 - 205,617,566,000
FR 0082 - 153,602,157,000
FR 0059 - 152,228,455,500
FR 0103 - 502,901,830,000
FR 0056 - 154,407,855,000
FR 0101 - -
FR 0078 - -
Jumlah Tagihan Atas Surat Berharga Dengan Janji Untuk Dijual Kembali - 1,462,269,067,500
Dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai - -
Jumlah Tagihan Atas Surat Berharga Dengan Janji Untuk Dijual Kembali - Bersih - 1,462,269,067,500
b. Klasifikasi tagihan atas surat berharga dengan janji dijual kembali berdasarkan jatuh tempo dan suku bunga (lanjutan)
Jenis Price Haircut Price RR SUN Maturity
FR 0102 97.837% 7.50% 102.329% 06 Januari 2026
FR 0056 102.809% 7.50% 102.495% 06 Januari 2026
FR 0082 102.401% 2.00% 105.371% 07 Januari 2026
FR 0059 101.486% 7.50% 102.635% 05 Januari 2026
FR 0103 100.580% 7.50% 104.980% 06 Januari 2026
FR 0056 102.939% 2.00% 102.463% 06 Januari 2026
Adapun Bank Indonesia dan PT. Bank Jawa Timur Tbk, PT. Bank CIMB Niaga Tbk, PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan PT.
Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang menjadi counterparty untuk transaksi Reverse Repo pada tanggal 31 Desember 2025.
c. Klasifikasi Reverse Repo berdasarkan kolektibilitas
Seluruh penempatan pada Reverse Repo pada tanggal 31 Desember 2025 digolongkan sebagai lancar.
27
Page 31
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
11. KREDIT YANG DIBERIKAN
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Unaudited) (Audited)
Akun ini terdiri dari :
a. Menurut Jenis Kredit
Kredit Modal Kerja Biasa 102,230,612,844 99,243,192,217
Kredit Modal Kerja Mikro 115,595,180,483 120,501,909,541
Kredit Modal Kerja KUK 13,844,056,775 11,377,002,511
Kredit Modal Kerja Rekening Koran 206,019,426,501 225,383,921,855
Kredit Modal Kerja KUR 117,401,358,413 118,203,721,040
Kredit Investasi Biasa 545,587,436,311 411,381,890,532
Kredit Investasi Mikro 199,512,283,254 193,117,953,761
Kredit Investasi KUK 21,230,189,165 21,583,586,591
Kredit Investasi KUR 122,591,491,644 129,739,258,999
Kredit Konsumtif 15,118,366,859,315 15,409,217,847,006
KPR 27,356,242,569 27,075,158,889
Jumlah 16,589,735,137,273 16,766,825,442,943
Dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai (211,385,654,259) (222,793,295,648)
Jumlah Kredit Yang Diberikan 16,378,349,483,014 16,544,032,147,295
Suku bunga rata-rata per tahun Kredit yang Diberikan masing-masing sebesar 9,38% untuk tanggal 30 Juni 2026 dan 9,96% untuk tanggal 31
Desember 2025.
Kredit konsumtif merupakan kredit yang diberikan untuk Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Utara dan
Gorontalo, semua kredit tersebut dijamin oleh PT Asuransi Jiwa Askrida, PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) (Persero).
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Unaudited) (Audited)
b. Menurut Jenis Kolektibilitas
Lancar 15,696,511,281,754 15,582,537,145,693
Dalam Perhatian Khusus 243,180,436,476 686,515,476,975
Kurang Lancar 33,528,012,558 25,281,945,672
Diragukan 64,610,844,227 32,298,672,975
Macet 551,904,562,258 440,192,201,630
Jumlah 16,589,735,137,273 16,766,825,442,944
Dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai (211,385,654,259) (222,793,295,648)
Jumlah Kredit Yang Diberikan 16,378,349,483,014 16,544,032,147,296
28
Page 32
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dalam Rupiah)
11. KREDIT YANG DIBERIKAN - LANJUTAN
c. Menurut sektor ekonomi
30 Juni 2026
(Unaudited)
Dalam
Lancar Perhatian Kurang Diragukan Macet Jumlah
Khusus Lancar
Konsumtif 14,535,693,934,906 210,216,159,114 28,595,331,180 61,135,558,559 310,082,118,125 15,145,723,101,884
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (7,633,475,715) (10,643,623,764) (3,288,497,687) (7,794,209,390) (50,263,485,230) (79,623,291,786)
Diberikan
Jumlah - Bersih 14,528,060,459,191 199,572,535,350 25,306,833,493 53,341,349,169 259,818,632,895 15,066,099,810,098
Perikanan 19,259,987,208 499,245,986 121,550,591 65,578,817 765,084,472 20,711,447,074
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (138,215,515) (149,742,471) (16,440,584) (19,546,637) (230,568,108) (554,513,315)
Diberikan
Jumlah - Bersih 19,121,771,693 349,503,515 105,110,007 46,032,180 534,516,364 20,156,933,759
Pertanian 96,802,901,691 2,597,097,932 68,042,522 446,345,160 1,337,790,121 101,252,177,426
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (413,544,679) (616,704,576) (31,517,219) (134,337,622) (465,936,413) (1,662,040,509)
Diberikan
Jumlah - Bersih 96,389,357,012 1,980,393,356 36,525,303 312,007,538 871,853,708 99,590,136,917
Peternakan 54,154,544,426 2,250,072,121 30,472,765 351,919,642 333,198,182 57,120,207,136
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (689,678,391) (654,048,155) (16,049,859) (47,643,204) (183,789,442) (1,591,209,051)
Diberikan
Jumlah - Bersih 53,464,866,035 1,596,023,966 14,422,906 304,276,438 149,408,740 55,528,998,085
Pertambangan 46,644,881,014 - - 28,240,681 - 46,673,121,695
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (146,593,038) - - (28,240,680) - (174,833,718)
Diberikan
Jumlah - Bersih 46,498,287,976 - - 1 - 46,498,287,977
Industri 361,531,704,809 2,527,905,258 355,247,703 365,618,243 9,890,721,851 374,671,197,864
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (1,333,315,842) (968,127,224) (141,864,737) (42,191,248) (3,884,416,235) (6,369,915,286)
Diberikan
Jumlah - Bersih 360,198,388,967 1,559,778,034 213,382,966 323,426,995 6,006,305,616 368,301,282,578
Listrik dan Air 74,104,389,929 - - - 81,942,364 74,186,332,293
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (227,984,673) - - - (32,712,455) (260,697,128)
Diberikan
Jumlah - Bersih 73,876,405,256 - - - 49,229,909 73,925,635,165
Konstruksi 3,185,047,937 60,860,964 - 197,608,969 181,977,757,548 185,421,275,418
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (133,074,371) (32,429,482) - (79,519,391) (91,901,758,370) (92,146,781,614)
Diberikan
Jumlah - Bersih 3,051,973,566 28,431,482 - 118,089,578 90,075,999,178 93,274,493,804
Perdagangan 379,747,332,786 21,382,110,457 2,636,944,495 1,477,495,072 39,748,395,716 444,992,278,526
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (2,735,923,996) (5,189,008,505) (1,103,353,111) (392,787,477) (14,168,185,447) (23,589,258,536)
Diberikan
Jumlah - Bersih 377,011,408,790 16,193,101,952 1,533,591,384 1,084,707,595 25,580,210,269 421,403,019,990
Pengangkutan 10,642,302,177 274,413,286 - - 1,693,409,235 12,610,124,698
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (57,483,539) (61,788,983) - - (842,140,481) (961,413,003)
Diberikan
Jumlah - Bersih 10,584,818,638 212,624,303 - - 851,268,754 11,648,711,695
29
Page 33
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dalam Rupiah)
c. Menurut sektor ekonomi (lanjutan)
30 Juni 2026
(Unaudited)
Dalam
Lancar Perhatian Kurang Diragukan Macet Jumlah
Khusus Lancar
-
Jasa-jasa dunia usaha 33,052,449,654 816,495,371 1,320,296,454 346,829,693 3,114,024,682 38,650,095,854
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (188,557,961) (130,977,529) (536,235,656) (142,719,359) (1,215,133,447) (2,213,623,952)
Diberikan
Jumlah - Bersih 32,863,891,693 685,517,842 784,060,798 204,110,334 1,898,891,235 36,436,471,902
Jasa sosial masyarakat 81,691,805,218 2,556,075,987 400,126,848 195,649,392 2,880,119,964 87,723,777,409
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (498,793,564) (641,629,609) (88,690,781) (55,490,745) (953,471,662) (2,238,076,361)
Diberikan
Jumlah - Bersih 81,193,011,654 1,914,446,378 311,436,067 140,158,647 1,926,648,302 85,485,701,048
Jumlah Kredit
Yang diberikan 15,696,511,281,755 243,180,436,476 33,528,012,558 64,610,844,228 551,904,562,260 16,589,735,137,277
Jumlah Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (14,196,641,284) (19,088,080,298) (5,222,649,634) (8,736,685,753) (164,141,597,290) (211,385,654,259)
Jumlah Kredit Yang
Diberikan - Bersih 15,682,314,640,471 224,092,356,178 28,305,362,924 55,874,158,475 387,762,964,970 16,378,349,483,018
15,696,511,281,754 243,180,436,476 33,528,012,558 64,610,844,227 551,904,562,258 16,589,735,137,273
(14,196,641,284) (19,088,080,298) (5,222,649,634) (8,736,685,753) (164,141,597,290) (211,385,654,259)
15,682,314,640,470 224,092,356,178 28,305,362,924 55,874,158,474 387,762,964,968 16,378,349,483,014
1 0 0 1 2 4
1 0 0 1 2 4
TRUE TRUE TRUE TRUE TRUE # TRUE
30
Page 34
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dalam Rupiah)
c. Menurut sektor ekonomi (lanjutan)
31 Desember 2025
(Audited)
Dalam
Lancar Perhatian Kurang Diragukan Macet Jumlah
Khusus Lancar
-
Konsumtif 14,558,798,077,981 659,910,837,114 23,553,626,854 28,207,915,190 165,822,548,757 15,436,293,005,896
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (10,395,457,835) (12,451,380,403) (1,876,360,317) (3,123,496,767) (33,323,757,147) (61,170,452,469)
Diberikan
Jumlah - Bersih 14,548,402,620,146 647,459,456,711 21,677,266,537 25,084,418,423 132,498,791,610 15,375,122,553,427
Perikanan 19,501,427,428 1,220,336,863 128,969,509 97,065,949 1,921,184,110 22,868,983,859
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (118,918,700) (188,706,095) (40,747,752) (36,786,559) (681,785,419) (1,066,944,525)
Diberikan
Jumlah - Bersih 19,382,508,728 1,031,630,768 88,221,757 60,279,390 1,239,398,691 21,802,039,334
Pertanian 90,206,355,348 2,102,144,387 13,743,702 304,345,858 2,296,458,598 94,923,047,894
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (401,617,730) (294,372,691) (6,263,981) (57,399,575) (824,902,931) (1,584,556,908)
Diberikan
Jumlah - Bersih 89,804,737,618 1,807,771,696 7,479,721 246,946,283 1,471,555,667 93,338,490,986
Peternakan 53,185,284,735 1,431,780,130 15,880,328 16,044,803 2,392,308,889 57,041,298,884
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (676,280,543) (227,275,752) (6,452,998) (7,571,245) (626,710,183) (1,544,290,721)
Diberikan
Jumlah - Bersih 52,509,004,192 1,204,504,378 9,427,330 8,473,558 1,765,598,706 55,497,008,163
Pertambangan 1,113,673,473 - - 157,781,635 - 1,271,455,108
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (3,409,711) - - (70,409,236) - (73,818,947)
Diberikan
Jumlah - Bersih 1,110,263,762 - - 87,372,399 - 1,197,636,161
Industri 270,329,502,068 1,843,822,733 27,211,639 656,849,340 10,450,989,803 283,308,375,583
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (3,464,573,109) (235,817,679) (10,587,674) (144,901,124) (4,728,202,375) (8,584,081,961)
Diberikan
Jumlah - Bersih 266,864,928,959 1,608,005,054 16,623,965 511,948,216 5,722,787,428 274,724,293,622
-
Listrik dan Air 78,997,818,847 - - - 81,942,364 79,079,761,211
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (1,002,111,024) - - - (46,885,994) (1,048,997,018)
Diberikan
Jumlah - Bersih 77,995,707,823 - - - 35,056,370 78,030,764,193
Konstruksi 10,224,879,666 76,927,474 - 2,838,673 194,007,794,750 204,312,440,563
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (1,474,627,115) (46,425,723) - (1,673,581) (107,042,820,944) (108,565,547,363)
Diberikan
Jumlah - Bersih 8,750,252,551 30,501,751 - 1,165,092 86,964,973,806 95,746,893,200
Perdagangan 342,691,885,471 17,553,135,261 889,811,488 2,391,544,749 53,010,059,384 416,536,436,353
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (4,498,030,600) (2,088,792,198) (360,674,363) (1,097,968,062) (23,403,484,976) (31,448,950,199)
Diberikan
Jumlah - Bersih 338,193,854,871 15,464,343,063 529,137,125 1,293,576,687 29,606,574,408 385,087,486,154
Pengangkutan 35,922,450,537 153,920,755 34,320,310 53,512,495 2,169,950,783 38,334,154,880
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (79,495,649) (14,795,368) (14,984,770) (14,891,354) (975,983,504) (1,100,150,645)
Diberikan
Jumlah - Bersih 35,842,954,888 139,125,387 19,335,540 38,621,141 1,193,967,279 37,234,004,235
31
Page 35
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dalam Rupiah)
c. Menurut sektor ekonomi (lanjutan)
Dalam
Lancar Perhatian Kurang Diragukan Macet Jumlah
Khusus Lancar
Jasa-jasa dunia usaha 45,039,673,048 388,108,882 179,541,072 8,100,622 3,728,507,559 49,343,931,183
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (1,176,786,040) (78,076,352) (41,642,108) (8,100,622) (2,055,844,157) (3,360,449,279)
Diberikan
Jumlah - Bersih 43,862,887,008 310,032,530 137,898,964 - 1,672,663,402 45,983,481,904
Jasa sosial masyarakat 76,526,117,092 1,834,463,376 438,840,770 402,673,660 4,310,456,633 83,512,551,531
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (694,406,860) (291,452,314) (157,755,138) (221,901,609) (1,879,539,692) (3,245,055,613)
Diberikan
Jumlah - Bersih 75,831,710,232 1,543,011,062 281,085,632 180,772,051 2,430,916,941 80,267,495,918
Jumlah Kredit
Yang Diberikan 15,582,537,145,693 686,515,476,975 25,281,945,672 32,298,672,975 440,192,201,630 16,766,825,442,944
Jumlah Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (23,985,714,916) (15,917,094,575) (2,515,469,101) (4,785,099,734) (175,589,917,322) (222,793,295,648)
Jumlah Kredit Yang
Diberikan - Bersih 15,558,551,430,777 670,598,382,400 22,766,476,571 27,513,573,241 264,602,284,308 16,544,032,147,296
32
Page 36
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dalam Rupiah)
11. KREDIT YANG DIBERIKAN - LANJUTAN
d. Menurut jenis kredit
30 Juni 2026
(Unaudited)
Dalam
Lancar Perhatian Kurang Diragukan Macet Jumlah
Khusus Lancar
-
KI Biasa 484,711,885,235 11,477,216,496 1,674,953,674 - 35,602,923,853 533,466,979,258
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (1,516,445,323) (3,144,481,748) (1,033,550,349) - (8,640,104,894) (14,334,582,314)
Jumlah 483,195,439,912 8,332,734,748 641,403,325 - 26,962,818,959 519,132,396,944
KI Kredit Mitra Usaha Kecil - - - - 73,072,488 73,072,488
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai - - - - (25,175,901) (25,175,901)
Jumlah - - - - 47,896,587 47,896,587
KI KUK 13,886,979,564 2,043,637,969 830,534,805 - 1,858,671,669 18,619,824,007
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (125,223,334) (195,354,356) (161,850,690) - (348,099,952) (830,528,332)
Jumlah 13,761,756,230 1,848,283,613 668,684,115 - 1,510,571,717 17,789,295,675
KI Mikro 88,055,536 - - - - 88,055,536
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai - - - - - -
Jumlah 88,055,536 - - - - 88,055,536
KK Biasa 8,885,283,707,620 133,164,580,453 18,709,507,286 35,893,527,032 199,408,028,630 9,272,459,351,022
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (3,352,203,448) (7,426,473,039) (2,435,114,463) (5,122,097,842) (34,741,990,858) (53,077,879,650)
Jumlah 8,881,931,504,172 125,738,107,414 16,274,392,823 30,771,429,190 164,666,037,772 9,219,381,471,372
KK KPR Bank Sulut - - - - - -
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai - - - - - -
Jumlah - - - - - -
KK Lainnya 424,017,529,472 2,592,995,836 254,345,570 809,776,941 11,870,336,115 439,544,983,934
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (1,111,201,839) (756,740,004) (102,790,598) (323,696,680) (4,162,946,580) (6,457,375,701)
Jumlah 422,906,327,633 1,836,255,832 151,554,972 486,080,261 7,707,389,535 433,087,608,233
KMK Biasa 6,535,025,318 - - - 16,474,062,106 23,009,087,424
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (49,249,358) - - - (1,868,236,127) (1,917,485,485)
Jumlah 6,485,775,960 - - - 14,605,825,979 21,091,601,939
KMK KUK 11,394,940,326 530,623,862 - 316,673,110 1,601,819,477 13,844,056,775
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (41,977,603) (88,713,372) - (64,893,652) (327,168,117) (522,752,744)
Jumlah 11,352,962,723 441,910,490 - 251,779,458 1,274,651,360 13,321,304,031
KMK Mikro 118,444,395 - - 6,249,994 40,416,655 165,111,044
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (6,564,663) - - (503,794) (8,468,013) (15,536,470)
Jumlah 111,879,732 - - 5,746,200 31,948,642 149,574,574
33
Page 37
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dalam Rupiah)
d. Menurut jenis kredit (lanjutan)
30 Juni 2026
(Unaudited)
Dalam
Lancar Perhatian Kurang Diragukan Macet Jumlah
Khusus Lancar
-
Pinjaman Rekening Koran 24,859,779,824 300,000,000 - - 24,905,406,909 50,065,186,733
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (144,048,170) (18,740,164) - - (12,292,511,137) (12,455,299,471)
Jumlah 24,715,731,654 281,259,836 - - 12,612,895,772 37,609,887,262
KMK Rekening Koran Kontraktor 1,924,724,289 - 70,000,000 283,641,630 153,675,873,849 155,954,239,768
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (38,871,669) - (28,395,992) (113,929,950) (88,144,580,337) (88,325,777,948)
Jumlah 1,885,852,620 - 41,604,008 169,711,680 65,531,293,512 67,628,461,820
KMK Agunan Tunai 53,204,970,062 - - - - 53,204,970,062
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai - - - - - -
Jumlah 53,204,970,062 - - - - 53,204,970,062
KUR Mikro Investasi 38,196,929,222 2,617,096,854 333,749,336 354,294,334 1,383,260,501 42,885,330,247
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (814,512,927) (827,238,330) (145,995,022) (148,559,537) (685,503,274) (2,621,809,090)
Jumlah 37,382,416,295 1,789,858,524 187,754,314 205,734,797 697,757,227 40,263,521,157
KUR Mikro Modal Kerja 52,699,663,814 3,624,179,190 270,403,108 413,546,241 660,980,677 57,668,773,031
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (1,488,539,754) (1,474,718,736) (127,826,108) (188,974,694) (304,564,290) (3,584,623,582)
Jumlah 51,211,124,060 2,149,460,454 142,577,000 224,571,547 356,416,387 54,084,149,449
KUR Kecil Investasi 72,051,035,573 5,498,533,452 905,668,980 350,389,218 900,534,175 79,706,161,398
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (754,809,594) (1,407,812,128) (397,970,696) (169,493,719) (432,056,622) (3,162,142,759)
Jumlah 71,296,225,979 4,090,721,324 507,698,284 180,895,499 468,477,553 76,544,018,639
KUR Kecil Modal Kerja 55,760,848,636 3,161,656,984 - 322,725,910 487,353,852 59,732,585,382
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (997,600,113) (1,083,842,508) - (155,017,721) (340,938,846) (2,577,399,188)
Jumlah 54,763,248,523 2,077,814,476 - 167,708,189 146,415,006 57,155,186,194
KK Cash Collateral 2,570,313,122 - - - - 2,570,313,122
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai - - - - - -
Jumlah 2,570,313,122 - - - - 2,570,313,122
KK Pensiunan PNS 1,317,953,264,652 9,254,987,764 1,761,249,804 5,019,485,171 25,401,011,051 1,359,389,998,441
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (513,127,313) (349,848,995) (199,863,766) (572,225,518) (2,910,568,485) (4,545,634,077)
Jumlah 1,317,440,137,339 8,905,138,769 1,561,386,038 4,447,259,653 22,490,442,566 1,354,844,364,364
Kredit Konsumtif Umum 63,354,155,443 1,412,970,995 1,766,301 378,248,895 2,248,288,509 67,395,430,143
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (499,272,012) (198,457,744) (746,367) (164,367,431) (410,326,677) (1,273,170,231)
Jumlah 62,854,883,431 1,214,513,251 1,019,934 213,881,464 1,837,961,832 66,122,259,912
34
Page 38
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dalam Rupiah)
d. Menurut jenis kredit (lanjutan)
30 Juni 2026
(Unaudited)
Dalam
Lancar Perhatian Kurang Diragukan Macet Jumlah
Khusus Lancar
-
KK Pejabat Publik 263,541,554,681 12,805,075,018 - 1,823,720,515 13,082,686,203 291,253,036,417
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (428,759,315) (301,815,289) - (251,489,334) (2,283,453,562) (3,265,517,500)
Jumlah 263,112,795,366 12,503,259,729 - 1,572,231,181 10,799,232,641 287,987,518,917
KMK Mikro Sejahtera - - - - 737,087,135 737,087,135
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai - - - - (168,495,708) (168,495,708)
Jumlah - - - - 568,591,427 568,591,427
KMK Kecil Sejahtera - - - - 8,566,473 8,566,473
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai - - - - (1,472,066) (1,472,066)
Jumlah - - - - 7,094,407 7,094,407
KI Mikro Sejahtera - - - - 316,778,688 316,778,688
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai - - - - (79,035,177) (79,035,177)
Jumlah - - - - 237,743,511 237,743,511
KI Kecil Sejahtera - - - - 8,359,256 8,359,256
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai - - - - (451,701) (451,701)
Jumlah - - - - 7,907,555 7,907,555
KSU Perseorangan Umum 964,295,943 157,602,656 - - - 1,121,898,599
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (173,749,879) (31,138,352) - - - (204,888,231)
Jumlah 790,546,064 126,464,304 - - - 917,010,368
KPNS Pra Purnabakti 2,168,779,396,739 41,906,196,038 6,907,151,202 15,593,405,281 53,098,956,008 2,286,285,105,269
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (1,003,423,486) (1,226,996,581) (445,104,094) (1,171,594,634) (5,168,220,901) (9,015,339,696)
Jumlah 2,167,775,973,253 40,679,199,457 6,462,047,108 14,421,810,647 47,930,735,107 2,277,269,765,573
KPNS Pra THT 19,784,800,000 560,280,194 - 90,000,000 257,878,498 20,692,958,692
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (8,299,824) (6,303,417) - (10,828,022) (29,855,074) (55,286,337)
Jumlah 19,776,500,176 553,976,777 - 79,171,978 228,023,424 20,637,672,355
KSU Untuk Tokoh Lembaga 97,296,610,838 1,887,192,933 - 73,280,578 240,466,680 99,497,551,029
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (7,783,527) (14,471,393) - (6,785,980) (18,344,437) (47,385,337)
Jumlah 97,288,827,311 1,872,721,540 - 66,494,598 222,122,243 99,450,165,692
KMK Kredit Usaha Pegawai - - - 33,913,596 33,913,596
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai - - - (2,026,562) (2,026,562)
Jumlah - - - - 31,887,034 31,887,034
35
Page 39
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dalam Rupiah)
d. Menurut jenis kredit (lanjutan)
30 Juni 2026
(Unaudited)
Dalam
Lancar Perhatian Kurang Diragukan Macet Jumlah
Khusus Lancar
KI Agunan Tunai 2,537,292,670 - - - - 2,537,292,670
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai - - - - - -
Jumlah 2,537,292,670 - - - - 2,537,292,670
KI Kredit Mitra Pegawai 193,610,824,525 2,190,513,480 803,779,361 717,973,854 1,538,495,087 198,861,586,307
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (49,343,169) (42,238,808) (38,430,148) (26,447,158) (73,223,308) (229,682,591)
Jumlah 193,561,481,356 2,148,274,672 765,349,213 691,526,696 1,465,271,779 198,631,903,716
KPR Sejahtera FLPP 18,419,466,529 716,420,223 114,662,251 - 452,150,775 19,702,699,778
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (8,440,319) (29,062,137) (13,288,499) - (63,772,643) (114,563,598)
Jumlah 18,411,026,210 687,358,086 101,373,752 - 388,378,132 19,588,136,180
KMK Kredit Mitra Pegawai 110,767,817,575 873,544,547 43,163,381 693,642,144 1,484,176,047 113,862,343,694
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (38,008,460) (52,477,737) (14,869) (70,834,541) (130,650,307) (291,985,914)
Jumlah 110,729,809,115 821,066,810 43,148,512 622,807,603 1,353,525,740 113,570,357,780
KI Lembaga Agama 8,917,400,112 593,726,712 - - - 9,511,126,824
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (47,226,528) (100,849,130) - - - (148,075,658)
Jumlah 8,870,173,584 492,877,582 - - - 9,363,051,166
KSU THL - - - - 42,246,633 42,246,633
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai - - - - (5,433,084) (5,433,084)
Jumlah - - - - 36,813,549 36,813,549
KPBS Pra Purnabakti 29,792,222,973 - - - 362,735,922 30,154,958,895
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (12,859,425) - - - (40,054,065) (52,913,490)
Jumlah 29,779,363,548 - - - 322,681,857 30,102,045,405
KUR Super Mikro Investasi 207,185,120 22,894,527 - - 7,423,820 237,503,467
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (1,402,863) (2,143,794) - - (591,500) (4,138,157)
Jumlah 205,782,257 20,750,733 - - 6,832,320 233,365,310
KUR Super Mikro Modal Kerja 751,573,062 30,653,288 428,733 16,149,233 23,267,821 822,072,137
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (17,455,552) (5,845,723) (118,073) (3,821,597) (4,758,221) (31,999,166)
Jumlah 734,117,510 24,807,565 310,660 12,327,636 18,509,600 790,072,971
36
Page 40
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dalam Rupiah)
d. Menurut jenis kredit (lanjutan)
30 Juni 2026
(Unaudited)
Dalam
Lancar Perhatian Kurang Diragukan Macet Jumlah
Khusus Lancar
KK PPPK 1,235,749,897,840 5,757,857,005 846,648,766 1,454,114,145 3,617,333,102 1,247,425,850,857
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (510,719,698) (302,316,813) (91,589,900) (171,123,949) (428,518,864) (1,504,269,224)
Jumlah 1,235,239,178,142 5,455,540,192 755,058,866 1,282,990,196 3,188,814,238 1,245,921,581,633
KPNS PP VERTIKAL 225,238,671 - - - - 225,238,671
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (95,896) - - - - (95,896)
Jumlah 225,142,775 - - - - 225,142,775
KMK - Linkage Angsuran 24,137,641,762 - - - - 24,137,641,762
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (131,095,733) - - - - (131,095,733)
Jumlah 24,006,546,029 - - - - 24,006,546,029
KMK Properti 240,000,000 - - - - 240,000,000
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (1,273,968) - - - - (1,273,968)
Jumlah 238,726,032 - - - - 238,726,032
Kredit Holyland & Umroh 307,937,592 - - - - 307,937,592
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (130,113) - - - - (130,113)
Jumlah 307,807,479 - - - - 307,807,479
KPR MLT 3,466,452,325 - - - - 3,466,452,325
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (1,543,504) - - - - (1,543,504)
Jumlah 3,464,908,821 - - - - 3,464,908,821
PRP MLT 3,494,129,361 - - - - 3,494,129,361
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (1,557,476) - - - - (1,557,476)
Jumlah 3,492,571,885 - - - - 3,492,571,885
PUMP MLT 692,961,105 - - - - 692,961,105
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (308,641) - - - - (308,641)
Jumlah 692,652,464 - - - - 692,652,464
KMK Standby Loan Kontraktor 1,605,000,000 - - - - 1,605,000,000
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (285,079,830) - - - - (285,079,830)
Jumlah 1,319,920,170 - - - - 1,319,920,170
37
Page 41
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dalam Rupiah)
d. Menurut jenis kredit (lanjutan)
30 Juni 2026
(Unaudited)
Dalam
Lancar Perhatian Kurang Diragukan Macet Jumlah
Khusus Lancar
KPP Demand Kecil 2,609,330,229 - - - - 2,609,330,229
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (14,436,958) - - - - (14,436,958)
Jumlah 2,594,893,271 - - - - 2,594,893,271
Jumlah Kredit Diberikan 15,696,511,281,754 243,180,436,476 33,528,012,558 64,610,844,227 551,904,562,258 16,589,735,137,273
Jumlah Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (14,196,641,284) (19,088,080,298) (5,222,649,634) (8,736,685,753) (164,141,597,290) (211,385,654,259)
Diberikan - Bersih 15,682,314,640,470 224,092,356,178 28,305,362,924 55,874,158,474 387,762,964,968 16,378,349,483,014
38
Page 42
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dalam Rupiah)
d. Menurut jenis kredit
31 Desember 2025
(Audited)
Dalam
Lancar Perhatian Kurang Diragukan Macet Jumlah
Khusus Lancar
-
KI Biasa 351,687,866,244 8,596,012,446 - 666,908,295 42,108,730,382 403,059,517,367
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (4,473,805,976) (668,423,130) - (455,282,497) (12,415,035,626) (18,012,547,229)
Jumlah 347,214,060,268 7,927,589,316 - 211,625,798 29,693,694,756 385,046,970,138
KI Kredit Mitra Usaha Kecil - - - - 145,768,631 145,768,631
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai - - - - (57,230,039) (57,230,039)
Jumlah - - - - 88,538,592 88,538,592
KI KUK 15,494,999,994 297,439,878 179,541,072 - 1,883,386,281 17,855,367,225
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (219,676,786) (34,900,942) (41,642,108) - (461,242,842) (757,462,678)
Jumlah 15,275,323,208 262,538,936 137,898,964 - 1,422,143,439 17,097,904,547
KI Mikro 6,944,430 - - - - 6,944,430
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (426,323) - - - - (426,323)
Jumlah 6,518,107 - - - - 6,518,107
KK Biasa 8,790,700,444,731 499,826,953,149 13,073,908,592 13,766,586,536 99,340,204,642 9,416,708,097,651
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (4,376,318,689) (7,474,561,538) (456,643,515) (631,943,469) (19,054,135,906) (31,993,603,117)
Jumlah 8,786,324,126,042 492,352,391,611 12,617,265,077 13,134,643,067 80,286,068,736 9,384,714,494,534
KK KPR Bank Sulut - - - - 234,077,510 234,077,510
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai - - - - (191,626,001) (191,626,001)
Jumlah - - - - 42,451,509 42,451,509
KK Lainnya 448,181,995,716 371,338,341 556,590,396 2,092,364,287 10,025,084,254 461,227,372,994
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (819,432,616) (176,317,885) (240,109,562) (885,394,037) (3,909,601,388) (6,030,855,488)
Jumlah 447,362,563,100 195,020,456 316,480,834 1,206,970,250 6,115,482,866 455,196,517,506
KMK Biasa 6,837,710,143 - - - 17,834,998,940 24,672,709,083
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (1,657,604,642) - - - (2,993,582,693) (4,651,187,335)
Jumlah 5,180,105,501 - - - 14,841,416,247 20,021,521,748
KMK KUK 9,033,515,600 711,126,928 - 474,978,078 1,157,381,905 11,377,002,511
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (133,522,677) (107,156,964) - (142,735,753) (363,187,182) (746,602,576)
Jumlah 8,899,992,923 603,969,964 - 332,242,325 794,194,723 10,630,399,935
KMK Mikro 123,944,402 10,416,662 17,875,793 - 29,305,551 181,542,408
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (382,145) (3,098,373) (4,130,611) - (9,397,077) (17,008,206)
Jumlah 123,562,257 7,318,289 13,745,182 - 19,908,474 164,534,202
39
Page 43
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dalam Rupiah)
d. Menurut jenis kredit (lanjutan)
31 Desember 2025
(Audited)
Dalam
Lancar Perhatian Kurang Diragukan Macet Jumlah
Khusus Lancar
-
KMK Rekening Koran Biasa 21,194,618,671 - - - 33,808,826,002 55,003,444,673
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (499,348,381) - - - (21,501,407,912) (22,000,756,293)
Jumlah 20,695,270,290 - - - 12,307,418,090 33,002,688,380
KMK Rekening Koran Kontraktor 6,565,635,714 - - - 163,814,841,468 170,380,477,182
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (1,044,314,068) - - - (100,198,204,237) (101,242,518,305)
Jumlah 5,521,321,646 - - - 63,616,637,231 69,137,958,877
KMK Agunan Deposito 38,816,404,552 - - - - 38,816,404,552
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai - - - - - -
Jumlah 38,816,404,552 - - - - 38,816,404,552
KUR Mikro Investasi 44,294,303,224 2,582,071,489 245,182,887 574,607,927 1,709,186,486 49,405,352,013
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (683,794,154) (772,538,908) (107,012,808) (247,292,801) (884,271,637) (2,694,910,308)
Jumlah 43,610,509,070 1,809,532,581 138,170,079 327,315,126 824,914,849 46,710,441,705
KUR Mikro Modal Kerja 57,527,929,207 2,339,388,414 330,189,119 605,206,258 1,124,012,656 61,926,725,652
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (1,438,624,895) (970,871,771) (171,687,291) (299,148,831) (669,678,885) (3,550,011,673)
Jumlah 56,089,304,312 1,368,516,643 158,501,828 306,057,427 454,333,771 58,376,713,979
KUR Kecil Investasi 73,297,387,185 4,604,291,040 561,146,123 491,661,487 1,379,421,152 80,333,906,986
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (444,965,331) (531,951,427) (179,516,495) (319,593,236) (813,381,064) (2,289,407,553)
Jumlah 72,852,421,854 4,072,339,613 381,629,628 172,068,251 566,040,088 78,044,499,433
KUR Kecil Modal Kerja 52,395,006,788 2,159,334,971 392,365,112 464,212,233 866,076,284 56,276,995,388
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (973,456,595) (303,536,816) (134,153,025) (162,882,313) (294,565,627) (1,868,594,376)
Jumlah 51,421,550,193 1,855,798,155 258,212,087 301,329,920 571,510,657 54,408,401,012
KK Cash Collateral 2,586,133,318 - - - - 2,586,133,318
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai - - - - - -
Jumlah 2,586,133,318 - - - - 2,586,133,318
KK Pensiunan PNS 1,355,043,815,325 21,068,644,007 3,644,197,016 4,932,169,943 17,540,449,942 1,402,229,276,233
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (752,539,640) (997,310,736) (691,967,708) (921,996,821) (3,277,457,285) (6,641,272,190)
Jumlah 1,354,291,275,685 20,071,333,271 2,952,229,308 4,010,173,122 14,262,992,657 1,395,588,004,043
Kredit Konsumtif Umum 58,584,887,738 1,133,463,287 202,386,986 768,346,739 3,417,052,896 64,106,137,645
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (371,950,192) (137,108,480) (81,914,578) (119,588,143) (1,108,489,822) (1,819,051,215)
Jumlah 58,212,937,546 996,354,807 120,472,408 648,758,596 2,308,563,074 62,287,086,430
40
Page 44
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dalam Rupiah)
d. Menurut jenis kredit (lanjutan)
31 Desember 2025
(Audited)
Dalam
Lancar Perhatian Kurang Diragukan Macet Jumlah
Khusus Lancar
-
KK Pejabat Publik 300,631,434,269 22,702,694,837 802,045,023 844,054,734 4,519,481,606 329,499,710,469
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (875,162,261) (953,115,128) (152,140,841) (221,611,198) (1,102,267,810) (3,304,297,238)
Jumlah 299,756,272,008 21,749,579,709 649,904,182 622,443,536 3,417,213,796 326,195,413,231
KMK Mikro Sejahtera - - - - 2,205,300,501 2,205,300,501
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai - - - - (770,219,533) (770,219,533)
Jumlah - - - - 1,435,080,968 1,435,080,968
KMK Kecil Sejahtera - - - - 50,368,482 50,368,482
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai - - - - (22,623,336) (22,623,336)
Jumlah - - - - 27,745,146 27,745,146
KI Mikro Sejahtera - - - - 958,771,232 958,771,232
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai - - - - (320,707,272) (320,707,272)
Jumlah - - - - 638,063,960 638,063,960
KI Kecil Sejahtera - - - - 8,359,256 8,359,256
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai - - - - (1,674,202) (1,674,202)
Jumlah - - - - 6,685,054 6,685,054
KSU Perseorangan Umum 627,403,910 204,287,876 - - 22,966,968 854,658,754
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (64,830,104) (20,948,725) - - (2,272,079) (88,050,908)
Jumlah 562,573,806 183,339,151 - - 20,694,889 766,607,846
KPNS Pra Purnabakti 2,118,933,686,553 91,825,364,276 4,610,213,802 5,240,195,981 29,088,059,472 2,249,697,520,084
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (2,278,060,494) (2,323,953,774) (217,023,777) (307,006,572) (4,442,398,696) (9,568,443,313)
Jumlah 2,116,655,626,059 89,501,410,502 4,393,190,025 4,933,189,409 24,645,660,776 2,240,129,076,771
KPNS Pra THT 15,969,800,000 722,716,463 183,038,345 86,762,545 77,972,957 17,040,290,309
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (8,932,711) (8,038,547) (8,650,172) (5,909,204) (14,845,219) (46,375,853)
Jumlah 15,960,867,289 714,677,916 174,388,173 80,853,341 63,127,738 16,993,914,456
KSU Untuk Tokoh Lembaga 82,553,270,776 678,252,328 - - 135,634,895 83,367,157,999
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (81,925,538) (11,074,103) - - (29,370,855) (122,370,496)
Jumlah 82,471,345,238 667,178,225 - - 106,264,040 83,244,787,503
KMK Kredit Usaha Pegawai - - - 33,913,596 33,913,596
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai - - - (1,859,027) (1,859,027)
Jumlah - - - - 32,054,569 32,054,569
41
Page 45
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dalam Rupiah)
d. Menurut jenis kredit (lanjutan)
31 Desember 2025
(Audited)
Dalam
Lancar Perhatian Kurang Diragukan Macet Jumlah
Khusus Lancar
KI Agunan Tunai 3,564,076,855 18,373,880 - - - 3,582,450,735
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai - - - - - -
Jumlah 3,564,076,855 18,373,880 - - - 3,582,450,735
KI Kredit Mitra Pegawai 185,125,904,434 3,715,377,172 - 568,204,481 2,471,645,939 191,881,132,026
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (120,909,943) (17,088,205) - (11,586,220) (83,241,894) (232,826,262)
Jumlah 185,004,994,491 3,698,288,967 - 556,618,261 2,388,404,045 191,648,305,764
KPR Sejahtera FLPP 20,021,508,696 792,031,498 - 105,454,514 - 20,918,994,708
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (12,252,205) (18,709,379) - (5,239,268) - (36,200,852)
Jumlah 20,009,256,491 773,322,119 - 100,215,246 - 20,882,793,856
KMK Kredit Mitra Pegawai 112,644,481,470 1,467,590,567 - 224,998,058 2,740,037,120 117,077,107,215
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (72,296,949) (22,419,551) - (14,461,055) (382,238,399) (491,415,954)
Jumlah 112,572,184,521 1,445,171,016 - 210,537,003 2,357,798,721 116,585,691,261
KI Lembaga Agama 8,270,181,997 52,191,168 - - - 8,322,373,165
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (258,052,676) (20,701,531) - - - (278,754,207)
Jumlah 8,012,129,321 31,489,637 - - - 8,043,618,958
KSU THL - - - - 59,832,385 59,832,385
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai - - - - (10,853,142) (10,853,142)
Jumlah - - - - 48,979,243 48,979,243
KPBS Pra Purnabakti 30,493,836,479 - - - 437,374,785 30,931,211,264
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (17,579,260) - - - (39,620,958) (57,200,218)
Jumlah 30,476,257,219 - - - 397,753,827 30,874,011,046
KUR Super Mikro Investasi 236,491,583 7,169,246 804,177 6,733,020 11,548,791 262,746,817
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (2,988,150) (782,018) (151,301) (1,615,888) (3,655,012) (9,192,369)
Jumlah 233,503,433 6,387,228 652,876 5,117,132 7,893,779 253,554,448
KUR Super Mikro Modal Kerja 901,500,234 43,856,000 1,214,535 13,247,947 27,772,219 987,590,935
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (27,078,354) (12,244,536) (815,145) (7,004,373) (18,756,679) (65,899,087)
Jumlah 874,421,880 31,611,464 399,390 6,243,574 9,015,540 921,691,848
42
Page 46
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Dalam Rupiah)
d. Menurut jenis kredit (lanjutan)
31 Desember 2025
(Audited)
Dalam
Lancar Perhatian Kurang Diragukan Macet Jumlah
Khusus Lancar
KK PPPK 1,327,954,888,135 20,585,091,051 481,246,694 371,979,911 924,356,446 1,350,317,562,237
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (732,615,090) (330,242,108) (27,910,164) (24,808,055) (140,817,986) (1,256,393,403)
Jumlah 1,327,222,273,045 20,254,848,943 453,336,530 347,171,856 783,538,460 1,349,061,168,834
KPNS PP VERTIKAL 228,977,436 - - - - 228,977,436
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (130,192) - - - - (130,192)
Jumlah 228,847,244 - - - - 228,847,244
KMK - Linkage Angsuran 31,893,164,986 - - - - 31,893,164,986
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (1,021,476,532) - - - - (1,021,476,532)
Jumlah 30,871,688,454 - - - - 30,871,688,454
KMK Properti 1,727,000,000 - - - - 1,727,000,000
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (52,759,690) - - - - (52,759,690)
Jumlah 1,674,240,310 - - - - 1,674,240,310
Kredit Holyland & Umroh 363,908,227 - - - - 363,908,227
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (205,380) - - - - (205,380)
Jumlah 363,702,847 - - - - 363,702,847
KPR MLT 2,893,694,361 - - - - 2,893,694,361
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (1,721,031) - - - - (1,721,031)
Jumlah 2,891,973,330 - - - - 2,891,973,330
PRP MLT 2,374,378,731 - - - - 2,374,378,731
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (1,413,349) - - - - (1,413,349)
Jumlah 2,372,965,382 - - - - 2,372,965,382
PUMP MLT 654,013,580 - - - - 654,013,580
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (389,083) - - - - (389,083)
Jumlah 653,624,497 - - - - 653,624,497
KMK Standby Loan Kontraktor 2,100,000,000 - - - - 2,100,000,000
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (464,772,814) - - - - (464,772,814)
Jumlah 1,635,227,186 - - - - 1,635,227,186
Jumlah Kredit Diberikan 15,582,537,145,693 686,515,476,975 25,281,945,672 32,298,672,975 440,192,201,630 16,766,825,442,944
Jumlah Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (23,985,714,916) (15,917,094,575) (2,515,469,101) (4,785,099,734) (175,589,917,322) (222,793,295,648)
Diberikan - Bersih 15,558,551,430,777 670,598,382,400 22,766,476,571 27,513,573,241 264,602,284,308 16,544,032,147,296
43
Page 47
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
11. KREDIT YANG DIBERIKAN (Lanjutan)
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Unaudited) (Audited)
d. Menurut Jangka Waktu
Berdasarkan sisa umur jatuh tempo
Kurang dari 1 tahun 473,524,489,187 501,631,802,923
1 tahun hingga 2 tahun 619,141,762,798 476,602,927,080
2 tahun hingga 5 tahun 2,877,505,491,601 3,133,921,773,279
Lebih dari 5 tahun 12,619,563,393,687 12,654,668,939,663
Jumlah 16,589,735,137,273 16,766,825,442,944
Dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai (211,385,654,259) (222,793,295,648)
Jumlah Kredit Yang Diberikan 16,378,349,483,014 16,544,032,147,296
Berdasarkan Perjanjian
Kurang dari 1 tahun 150,459,499,067 282,360,553,319
1 tahun hingga 2 tahun 243,115,744,707 128,953,846,299
2 tahun hingga 5 tahun 2,675,785,352,642 2,445,568,094,226
Lebih dari 5 tahun 13,520,374,540,857 13,909,942,949,100
Jumlah 16,589,735,137,273 16,766,825,442,944
Dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai (211,385,654,259) (222,793,295,648)
Jumlah Kredit Yang Diberikan 16,378,349,483,014 16,544,032,147,296
Sesuai dengan Surat Bank Indonesia No. 22/1/Dsta/Srt/B Tanggal 03 Januari 2020 Perihal Penyesuaian Tata Cara Pengisian Laporan Bulanan Bank
Umum dan Integrasi Pelaporan BI-Anatsena terkait implementasi PSAK No. 109 dan PSAK No. 116, dan Surat Otoritas Jasa Keuangan No.
S17/PB.11/2020 Tanggal 14 Februari 2020 Hal Perlakuan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) Dalam Perhitungan ATMR Risiko Kredit
sesuai PSAK No. 109 "Instrumen Keuangan", maka:
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Tata Cara Pengisian sesuai PSAK No. 109, “Instrumen Keuangan”
Secara Individual Diisi dengan CKPN atas aset kurang baik (stage 2) dan CKPN atas aset tidak baik
(stage 3) sesuai kriteria PSAK No. 109 "Instrumen Keuangan"
Secara Kolektif Diisi dengan CKPN atas aset baik (stage 1) dan sesuai kriteria PSAK No. 109
"Instrumen Keuangan"
Kolektibilitas Lancar Dalam Perhatian Khusus Kurang Lancar Diragukan Macet
Bucket Rating 1, Rating 2 Rating 3, Rating 4 Rating 5 Rating 6, Rating 7 Rating 8
Rating 1: 0 Hari
Rating 3: 31 - 60 Hari; Rating 6: 121 - 150 Hari;
DPD Rating 2: 1 - 30 Rating 5: 91 - 120 Hari Rating 8: > 180 Hari
Rating 4: 61 - 90 Hari Rating 7: 151 - 180 Hari
Hari;
Staging Stage 1 Stage 2 Stage 3
CKPN LBU Kolektif Individual
Kredit yang diberikan dijamin dengan deposito, agunan yang diikat dengan hak tanggungan, surat kuasa untuk hipotik, atau menjual atau jaminan
jaminan yang lain yang umumnya diterima bank.
Perhitungan rasio kredit non perfoming terdiri dari kredit dengan kolektibilitas (kurang lancar, diragukan dan macet) adalah :
NPL - Gross
Jumlah 650,043,419,043 497,772,820,277
Persentase 3.92% 2.97%
NPL - Netto
Jumlah 471,942,486,366 314,882,334,120
Persentase 2.85% 1.88%
Berdasarkan pada peraturan Bank Indonesia No. 3/PBI/2001 tanggal 26 Desember 2001, rasio untuk kredit non - performing adalah setinggi-tingginya
5% dari jumlah kredit yang diberikan oleh Bank.
Bank telah membentuk tim dari Department Special Asset Management (SAM) menangani kredit bermasalah melalui SK Direksi.
44
Page 48
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
11. KREDIT YANG DIBERIKAN (Lanjutan)
Dalam upaya penanganan kredit bermasalah Bank senantiasa menjaga dan memelihara kualitas kredit serta meminimalisir resiko kredit. Untuk itu
bank melakukan upaya penyelamatan dan penyelesaian terhadap kredit-kredit bermasalah yang mencakup penagihan, restrukturisasi kredit,
pengalihan debitur atau kompensasi, pencairan agunan, pengajuan klaim kepada perusahaan asuransi kredit, penyerahan pengurusan kredit kepada
PUPN/BUPLN atau Pengadilan Negeri, hapus buku kredit dan atau cara-cara lain yang dapat ditempuh berdasarkan ketentuan perundang-
undangan yang berlaku.
12. PENYERTAAN
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Unaudited) (Audited)
Akun ini terdiri dari :
Penyertaan saham pada :
PT. BPR Prisma Dana 1,186,000,000 1,186,000,000
Harga perolehan 1,186,000,000 1,186,000,000
Dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai (6,807,640) (6,807,640)
.
Jumlah Penyertaan - Bersih 1,179,192,360 1,179,192,360
Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT. BPR Prisma Dana No. 07 Tanggal 29 April 2025, yang dibuat oleh
Notaris Yenni Kaunang, SH., M.Kn., komposisi pemegang saham PT. BPR Prisma Dana adalah sebagai berikut:
Jumlah Persentase
Nama Pemegang Saham Jumlah (Rp)
Saham Kepemilikan
Tn. Jopie Henrikus Lumintang 14,362 81.95% 28,724,000,000
Ny. Dorothea Samola 869 4.96% 1,738,000,000
Ny. Astrid Marcella Lumintang 606 3.46% 1,212,000,000
Tn. Gerald Fredrik Maynard Lumintang 606 3.46% 1,212,000,000
PT. BPD Sulawesi Utara Gorontalo 593 3.38% 1,186,000,000
Koperasi Konsumen Prisma Sulawesi Utara 198 1.13% 396,000,000
Koperasi Konsumen Kami Uman Sejahtera 57 0.33% 114,000,000
Koperasi Produsen Ayamen Esa Kombi 57 0.33% 114,000,000
Tn. Johanis Untu 52 0.30% 104,000,000
Tn. Drs. Hezky Zakaria Montong 52 0.30% 104,000,000
Tn. Drs. Patrice Just Suwu 29 0.17% 58,000,000
Tn. Drs. Bastyan Togas 23 0.13% 46,000,000
Tn. Hj. Rendra Ardi Sako 22 0.13% 44,000,000
Jumlah 17,526 100% 35,052,000,000
Sehubungan dengan adanya persetujuan penambahan modal ditempatkan dan disetor tersebut, PT Bank SulutGo tidak melakukan penambahan atas
kepemilikan saham pada PT BPR Prisma Dana sehingga mengakibatkan kepemilikan saham di perseroan ini terdelusi dari persentase kepemilikan
saham sebesar 7,59% menjadi sebesar 3,38%. PT Bank SulutGo menyatakan setuju dan tidak keberatan dengan adanya setoran tambahan tersebut.
Berdasarkan tindakan tersebut penyertaan pada PT BPR Prisma Dana tidak lagi menggunakan metode ekuitas tetapi menggunakan metode biaya
karena penyertaan yang dimiliki untuk dijual dalam jangka pendek.
45
Page 49
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
13. ASET TETAP, INVENTARIS, DAN AKTIVA DALAM PENYELESAIAN
Akun ini terdiri dari :
30 Juni 2026
(Unaudited)
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Revaluasi Reklasifikasi Saldo Akhir
Harga perolehan
Hak atas tanah 185,881,776,298 - - - - 185,881,776,298
Bangunan 420,221,195,035 - - - - 420,221,195,035
Kendaraan 3,065,171,688 - - - - 3,065,171,688
Mesin kantor 50,064,658,698 75,500,000 - - - 50,140,158,698
Perabot kantor 25,063,678,372 6,200,000 3,800,000 - 7,600,000 25,073,678,372
Inventaris lainnya 54,503,137,348 61,880,000 30,074,000 - 188,277,520 54,723,220,868
Hardware komputer 81,102,856,055 192,252,000 100,045,000 - 15,096,000 81,210,159,055
Aset dalam penyelesaian 2,035,796,600 433,195,520 30,636,000 - (210,973,520) 2,227,382,600
Jumlah 821,938,270,094 769,027,520 164,555,000 - - 822,542,742,614
Akumulasi penyusutan
Bangunan (26,127,544,608) 10,505,529,900 - - - (36,633,074,508)
Kendaraan (2,952,376,846) 37,365,301 - - - (2,989,742,147)
Mesin kantor (48,345,372,446) 458,106,275 - - - (48,803,478,721)
Perabot kantor (20,788,943,754) 935,791,379 (3,800,000) - - (21,728,535,133)
Inventaris lainnya (46,991,147,895) 1,744,026,995 (30,074,000) - - (48,765,248,890)
Hardware komputer (75,325,118,715) 1,784,766,123 100,045,000 - - (77,009,839,838)
Jumlah (220,530,504,264) 15,465,585,973 66,171,000 - - (235,929,919,237)
Nilai buku 1,042,468,774,358 586,612,823,377
31 Desember 2025
(Audited)
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Koreksi Reklasifikasi Saldo Akhir
Harga perolehan
Hak atas tanah 185,881,776,298 - - - - 185,881,776,298
Bangunan 97,209,579,303 - - - 323,011,615,732 420,221,195,035
Kendaraan 3,039,921,688 - - - 25,250,000 3,065,171,688
Mesin kantor 49,255,085,698 340,838,797 236,488,797 - 705,223,000 50,064,658,698
Perabot kantor/rumah dinas 25,308,453,849 180,510,756 1,036,796,599 - 611,510,366 25,063,678,372
Inventaris lainnya 53,613,732,713 246,087,427 1,659,374,146 - 2,302,691,354 54,503,137,348
Hardware komputer 79,633,098,825 212,792,401 1,489,748,411 - 2,746,713,240 81,102,856,055
Aset dalam penyelesaian 250,357,812,227 81,080,988,065 - - (329,403,003,692) 2,035,796,600
Jumlah 744,299,460,601 82,061,217,446 4,422,407,953 - - 821,938,270,094
Akumulasi penyusutan
Bangunan (12,061,018,189) 14,066,526,419 - - - (26,127,544,608)
Kendaraan (2,813,683,908) 138,692,938 - - - (2,952,376,846)
Mesin kantor (47,382,513,918) 897,067,965 236,488,797 - (302,279,360) (48,345,372,446)
Perabot kantor/rumah dinas (18,674,051,880) 3,151,688,473 1,036,796,599 - - (20,788,943,754)
Inventaris lainnya (44,168,551,031) 4,784,250,370 1,659,374,146 - 302,279,360 (46,991,147,895)
Hardware komputer (72,206,513,704) 4,608,353,422 1,489,748,411 - - (75,325,118,715)
Jumlah (197,306,332,630) 27,646,579,587 4,422,407,953 - - (220,530,504,264)
Nilai buku 546,993,127,971 601,407,765,830
46
Page 50
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
13. ASET TETAP, INVENTARIS, DAN AKTIVA DALAM PENYELESAIAN (Lanjutan)
Bank membukukan hasil revaluasi tanah dan bangunan atas seluruh kepemilikan tanah dan bangunan sesuai dengan hasil KJPP Dasa'at, Yudistira &
Rekan pada tanggal 21 Desember 2021 dari hasil penilaiaan perusahaan mendapatkan keuntungan atas revaluasi aset tetap tersebut sebesar Rp
27.310.760.350,-.
Bank membukukan hasil revaluasi tanah dan bangunan yang berada di Kantor Cabang Kotamobagu, sesuai dengan hasil KJPP Teguh Hermawan
Yusuf & Rekan pada laporan nomor file 01713/2.0009-00/PI/07/0020/1/IV/2020 pada tanggal 22 April 2020 dengan nomor STTD 037/NB.122/STTD-
P/2017, yang ditandatangani oleh Teguh Hermawan SE, M.Ec., Dev., MAPPI (Cert), Tanggal efektif revaluasi adalah 5 Februari 2020, dimana
pendekatan nilai yang digunakan adalah pendekatan pasar (Market Approach) dan penilaiaan biaya (Cost Approach), dimana dalam penilaiaan telah
memenuhi kesesuaian dengan peraturan No. VIII.C.4, dampak penilaiaan mendapatkan keuntungan atas revaluasi aset tetap tersebut sebesar Rp
4.834.893.000,-.
Bank membukukan hasil revaluasi tanah dan bangunan atas seluruh kepemilikan tanah dan bangunan, sesuai dengan hasil KJPP Dasa'at, Yudistira &
Rekan pada laporan nomor file 00293/2.0041-04/PI/07/0584/1/XII/2021 pada tanggal 21 Desember 2021, yang ditandatangani oleh Suhada ST,
M.Ec., Dev., MAPPI (Cert), Tanggal efektif revaluasi adalah 21 Desember 2020, dimana pendekatan nilai yang digunakan adalah pendekatan pasar
(Market Approach) dan penilaiaan biaya (Cost Approach), dimana dalam penilaiaan telah memenuhi kesesuaian dengan peraturan No. VIII.C.4,
dampak penilaiaan mendapatkan keuntungan atas revaluasi aset tetap tersebut sebesar Rp 28.528.302.151,-.
Sesuai dengan SK Direksi PT Bank Sulut No.078/SK-UMM/DIR/XI/2012 tentang panitia penghapusan dan pelelangan inventaris PT Bank Sulut
tahun 2012 memutuskan:
1. Membentuk panitia penghapusan dan pelelangan inventaris milik PT Bank Sulut dengan susunan dan personalia sebagaimana disebut dalam
lampiran.
2. Tugas panitia adalah meneliti administrasi daftar inventaris dan pembukuannya, membuat berita acara atas jurnal pembukuan inventaris yang
dihapus buku, lelang dan dimusnahkan, memeriksa dan menilai kembali aset, melakukan penyetoran atas hasil lelang ke rekening PT Bank Sulut,
menyampaikan laporan hasil penghapusbukuan dan hasil pelelangan kepada Direksi.
3. Dalam melaksanakan tugasnya, panitia penghapusan dan pelelangan bertanggung jawab kepada Direksi.
4. Tempat pelaksanaan lelang akan dilaksanakan di kantor dimana inventaris tersebut berada.
5. Segala biaya yang timbul akibat ditetapkannya keputusan Direksi ini dibebankan pada anggaran pendapatan dan biaya PT Bank Sulut.
6. Keputusan direksi ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dengan ketentuan, jika terdapat kekeliruan akan diadakan perubahan sebagaimana
mestinya.
Berikut adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan aset tetap pada 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025:
1. Tidak terdapat hambatan dalam kelanjutan penyelesaian aset, rugi penurunan nilai aset yang di akui dalam laba rugi dan ekuitas, aset tetap yang
tidak digunakan sementara, dihentikan dari penggunaan aktif dan diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual, perubahan estimasi masa guna
dan/atau metode penyusutan menurut jenis aset tetap, kondisi atau peristiwa yang menyebabkan terjadinya penurunan nilai atau pemulihan
penurunan nilai, dan aset tetap yang menjadi jaminan
2. Bank tidak memiliki aset yang dikapitalisasi dengan biaya pinjaman yang memenuhi kriteria kualifikasian, jumlah biaya selama periode tahun
berjalan, dan tarif untuk menentukan jumlah biaya pinjaman yang layak dikapitalisasi.
3. Bank masih menggunakan aset tetap yang sudah disusutkan penuh untuk menunjang operasional.
4. Bank memliki komitmen kontraktual dalam perolehan aset tetap.
5. Bank melakukan revaluasi aset tetap.
6. Tidak ada aset yang berasal dari hibah.
7. Tidak ada aset tetap yang tidak dipakai sementara dan dijaminkan oleh Bank.
8. Tidak memiliki aset tetap yang dihentikan dari penggunaan aktif dan tidak diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual.
Tidak terdapat aset tetap yang dijaminkan oleh Bank pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025.
14. ASET TAK BERWUJUD
30 Juni 2026
(Unaudited)
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Software/Peranti Lunak 7,149,011,195 117,660,000 - 7,266,671,195
Akumulasi Depresiasi (4,502,591,435) 668,172,554 - (5,170,763,989)
Nilai Buku 2,646,419,760 785,832,554 - 2,095,907,206
31 Desember 2025
(Audited)
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Software/Peranti Lunak 5,260,145,195 1,888,866,000 - 7,149,011,195
Akumulasi Depresiasi (3,136,915,811) 1,365,675,624 - (4,502,591,435)
Nilai Buku 2,123,229,384 3,254,541,624 - 2,646,419,760
47
Page 51
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
15. ASET PAJAK TANGGUHAN
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Unaudited) (Audited)
Saldo Aset Pajak Tangguhan 37,645,772,120 37,645,772,120
16. ASET LAIN-LAIN
a. Aset Sewa Guna Usaha:
30 Juni 2026
(Unaudited)
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Harga perolehan 101,691,325,379 5,904,506,885 13,301,177,857 94,294,654,407
Akumulasi Depresiasi (52,632,076,728) 17,128,948,001 (13,301,177,857) (56,459,846,872)
Nilai Buku 49,059,248,651 23,033,454,886 - 37,834,807,535
31 Desember 2025
(Audited)
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Harga perolehan 104,361,406,874 30,718,198,750 33,388,280,245 101,691,325,379
Akumulasi Depresiasi (49,630,429,453) 36,389,927,520 (33,388,280,245) (52,632,076,728)
Nilai Buku 54,730,977,421 67,108,126,270 - 49,059,248,651
b. Aset Lain-Lain:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Unaudited) (Audited)
Akun ini terdiri dari :
Bunga yang masih harus diterima :
Bunga Kredit 89,561,495,775 100,210,093,775
Bunga Antar Bank - 29,861,111
Bunga Surat Berharga 9,941,784,984 8,728,441,870
Bunga Atas Tagihan Surat Berharga Janji Dijual Kembali (ReverseRepo) - 583,879,434
Biaya dibayar dimuka :
Sewa Dibayar Dimuka & Biaya Lainnya Dibayar Dimuka 92,612,144,972 13,870,428,111
Uang Muka PPH Pasal 25 37,696,350,650 -
Lain-lain :
Persediaan barang cetakan dan Persediaan Perlengkapan Kantor 5,138,247,166 5,178,724,953
Piutang Manfaat Pensiun Pengurus Bank - -
Lain-lain 10,002,562,315 8,625,620,326
Aset terbengkalai - -
Kecurangan Internal Dalam Penyelesaian 17,959,678,279 17,954,078,079
CKPN Atas Kecurangan Internal (17,959,678,279) (17,954,078,079)
Jumlah Aset Lain-Lain 282,787,393,397 186,286,298,231
Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan Satuan Khusus Audit Intern (SKAI) PT Bank SulutGo yang dilakukan sampai dengan 31 Desember
2025, terdapat fraud yang telah terjadi di 5 (lima) Kantor Cabang yang berada di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo dengan nominal Rp.
17.797.938.079,-. Manajemen telah melakukan langkah pemblokiran rekening dan aset yang dimilikinya. sampai dengan laporan ini di terbitkan
manajemen masih menunggu hasil penyidikan dari kepolisian hingga kasus ini naik ke persidangan, dimana hasil keputusan tersebut berkekuatan
tetap (inkrah).
48
Page 52
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
17. LIABILITAS SEGERA
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Unaudited) (Audited)
Akun ini terdiri dari :
Titipan lainnya 162,956,790,013 107,141,213,019
Bunga yang masih harus dibayar 36,883,815,863 41,983,559,634
Bonus dan kesejahteraan karyawan 60,587,442,492 49,748,675,448
Liabilitas dalam rangka capital lease 24,991,446,957 34,134,237,880
Setoran angsuran pinjaman 448,239,113 109,412,446
Lain-lain 11,113,412,328 6,374,921,693
Jumlah Liabilitas Segera 296,981,146,766 239,492,020,120
Titipan Lainnya diantaranya digunakan untuk pembayaran pajak, listrik, dan telepon yang dilakukan oleh pihak ketiga melalui bank.
18. SIMPANAN NASABAH
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Unaudited) (Audited)
Giro 2,044,409,825,976 2,117,778,692,700
Tabungan 2,945,931,368,299 2,712,051,642,228
Deposito :
- Deposito 10,241,953,619,763 13,376,987,974,919
- Deposito on call 102,750,000,000 -
Jumlah Simpanan Nasabah 15,335,044,814,038 18,206,818,309,848
Tingkat suku bunga rata-rata simpanan nasabah adalah sebagai berikut :
Giro 0% - 2.25% 0% - 2.25%
Tabungan 0% - 6.50% 0% - 6.00%
Deposito :
- Deposito 3.00% - 9.65% 3.00% - 7.25%
- Deposito on call 6.00% - 9.75% -
Rincian Deposito Berjangka berdasarkan jangka waktu adalah sebagai berikut :
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Unaudited) (Audited)
1 bulan 1,830,618,972,867 2,774,784,992,867
3 bulan 1,002,521,251,392 2,554,288,951,392
6 bulan 5,044,106,935,812 4,655,511,757,812
12 bulan 2,467,456,459,692 3,392,402,272,848
10,344,703,619,763 13,376,987,974,919
49
Page 53
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
19. SIMPANAN DARI BANK LAIN
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Unaudited) (Audited)
Giro 2,372,140,904 2,084,365,074
Tabungan 37,580,185,004 102,875,473,892
Deposito :
- Deposito 29,600,000,000 47,500,000,000
- Deposito on Call - -
Interbank Call Money yang terdiri dari: 300,000,000,000 100,000,000,000
PT. Bank Jakarta, Tbk - 25,000,000,000
PT. Bank Pembangunan Daerah Bali, Tbk - 50,000,000,000
PT. Bank Jawa Barat Banten - 25,000,000,000
PT. Bank Pembangunan Daerah DIY 150,000,000,000 -
PT. Bank Pembangunan Daerah Bali, Tbk 150,000,000,000 -
Jumlah Simpanan Dari Bank Lain 369,552,325,908 252,459,838,966
Tingkat suku bunga rata-rata simpanan dari bank lain adalah sebagai berikut :
Giro 0% - 4.50% 0% - 2.25%
Tabungan 0% - 1.75% 0% - 3.50%
Deposito berjangka
- Deposito 3.00% - 4.50% 3.00% - 5.25%
- Deposito on Call - -
- Interbank Call Money 7.00% - 7.15% 4.20% - 4.30%
20. KEWAJIBAN REPO
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Unaudited) (Audited)
Akun ini terdiri dari :
Kewajiban Repo Kepada Bank Indonesia 710,225,270,000 -
Kewajiban Repo Kepada Bank Lain 291,253,820,000 149,493,600,000
Jumlah Kewajiban Repo 1,001,479,090,000 149,493,600,000
21. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Unaudited) (Audited)
Akun ini terdiri atas :
Obligasi Berkelanjutan I Tahap I PT. Bank SulutGo 750,000,000,000 750,000,000,000
Biaya emisi obligasi ditangguhkan (152,037,267) (608,149,137)
Jumlah Surat Berharga Yang Diterbitkan 749,847,962,733 749,391,850,863
Berdasarkan Akta Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan Terbatas PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara
Gorontalo (BANK SULUTGO) Nomor : 05 tanggal 18 Maret 2021, Edmund Lodi Mangowal, SH., Mkn, Notaris Kota Manado, para pemegang
saham dengan suara bulat memutuskan untuk menyetujui penyesuaian keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Tahun 2018
sebagaimana dalam Akta Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Nomor 17 tanggal 09-02-2018 (sembilan Februari dua ribu delapan belas),
Diktum keempat menjadi: "Menyetujui Penawaran Umum berkelanjutan obligasi berkelanjutan I Bank SulutGo sebanyak-banyaknya sebesar Rp.
1.000.000.000.000,- (satu triliun rupiah) dan memberikan persetujuan untuk menjaminkan sebagian maupun seluruh piutang Perseroan atas
tagihan berupa kredit yang diberikan Perseroan kepada nasabah-nasabahnya dengan kategori lancar sesuai ketentuan Bank Indonesia dan
memberikan persetujuan pada Direksi untuk melakukan segala tindakan yang diperlukan sehubungan dengan hal tersebut".
Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari jumlah Pokok Obligasi dengan tingkat bunga tetap
sebesar 7,80% (tujuh koma delapan nol persen) per tahun dan jangka waktu 5 (lima) tahun sejak Tanggal Emisi. Dimana pada tahap I, Bank telah
menerima dana Obligasi sebesar Rp. 750.000.000.000,- (tujuh ratus lima puluh miliar) rupiah. Bunga Obligasi dibayarkan setiap triwulan, dimana
Bunga Obligasi pertama akan dibayarkan pada tanggal 7 Desember 2021, sedangkan Bunga Obligasi terakhir sekaligus dengan pelunasan Obligasi
akan dibayarkan pada tanggal 7 September 2026. Pelunasan Obligasi akan dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat jatuh tempo.
Bertindak sebagai wali amanat Obligasi Berkelanjutan I Tahap I PT. Bank SulutGo adalah PT. Bank Mandiri.
50
Page 54
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
21. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (Lanjutan)
Dalam rangka penerbitan Obligasi ini, dan untuk memenuhi ketentuan Peraturan Bapepam dan LK No.IX.C.1 Lampiran Keputusan Ketua
Bapepam No. KEP-42/PM/2000 tanggal 27 Oktober 2000 tentang Pedoman Mengenai Bentuk dan Isi Pernyataan Pendaftaran Dalam Rangka
Penawaran Umum dan Peraturan Bapepam dan LK No. IX.C.11 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. KEP 712/BL/2012 tanggal 26
Desember 2012 tentang Pemeringkatan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk, Perseroan telah melakukan pemeringkatan yang dilaksanakan oleh
PT. Fitch Ratings Indonesia (“Fitch”).
Berdasarkan surat dari PT. Fitch Ratings Indonesia (“Fitch”) No. 111/DIR/RATLTR/VI/2021 tanggal 28 Juni 2021, Peringkat Nasional Jangka
Panjang 'A(idn)' untuk Program Obligasi Berkelanjutan I Bank SulutGo sejumlah maksimum IDR 1 trilun.
Berdasarkan surat dari PT. Fitch Ratings Indonesia (“Fitch”) No. 111/DIR/RATLTR/VI/2021 tanggal 28 Juni 2021, Peringkat Nasional Jangka
Panjang 'A(idn)' untuk Obligasi Berkelanjutan I Bank SulutGo Tahap I Tahun 2021 sejumlah maksimum IDR 750 miliar dengan jangka waktu
maksimum 5 tahun.
Adapun maksud dan tujuan Emisi Obligasi Berkelanjutan I adalah sebagai berikut :
1. Memenuhi kebutuhan masyarakat Sulawesi Utara dan Gorontalo dalam bidang pinjaman kredit;
2. Mobilisasi dana jangka panjang untuk ekspansi kredit serta perbaikan struktur pendanaan bank;
3. Mobilisasi dana yang bersumber dari pihak investor diluar daerah;
4. Meningkatkan performance dan image di pasar bahwa PT. Bank SulutGo turut aktif dalam kegiatan Pasar Modal;
5. Meningkatkan hubungan kerja bisnis yang saling menguntungkan dengan pihak-pihak yang terlibat dalam emisi tersebut;
6. Meningkatkan Profitabilitas bank.
Dari hasil penjelasan tersebut dan hasil analisis manajemen, maka penawaran penjualan Obligasi Berkelanjutan I dipertimbangkan karena
menguntungkan bagi Perusahaan dengan kondisi sebagi berikut :
1. Benefit & Cost Ratio dari emisi Obligasi Berkelanjutan I, dimana Ratio Simple Interst sebesar 1,27% dan Ratio Compound Interest
sebesar 1,83%. Dari masing-masing metode perhitungan pendapatan bunga (Simple dan Compound Interest ) sehingga hal ini
menyimpulkan bahwa emisi obligasi dapat memberikan profitabilitas bagi bank.
2. Mekanisme pembelian kembali (buy back ) dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan perjanjian perwaliamanatan (tidak lebih 5 % dari
nominal obligasi).
3. Proses dan mekanisme melibatkan instansi terkait yang berkompeten yakni OJK, WALIAMANAT, BEI dan KSEI.
4. Pembelian kembali dengan maksud untuk disimpan atau dijual kembali.
5. Dilaksanakan sesuai dengan teknis dan mekanisme pasar serta teknis bank yang berlaku.
Dana Obligasi tersebut akan digunakan untuk mengoptimalkan ekspansi kredit yang potensial sehingga dapat meningkatkan profitabilitas bank
namun tetap memperhatikan asas prudential banking . Emisi Obligasi Berkelanjutan I dapat menjadi salah satu sumber pendanaan jangka panjang
untuk rencana ekspansi kredit.
22. PINJAMAN YANG DITERIMA
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Unaudited) (Audited)
Akun ini terdiri dari :
a. Klasifikasi pinjaman yang diterima terdiri dari:
Pinjaman dari Pemerintah (Departemen Keuangan) - -
Pinjaman dari Bank Indonesia - -
Pinjaman dari PT. Sarana Multigriya Finansial (Persero) 1,700,000,000,000 1,100,000,000,000
Pinjaman dari Bank Lain yang terdiri dari:
PT. Bank Danamon, Tbk 350,000,000,000
PT. Bank Jakarta, Tbk - 500,000,000,000
Jumlah Pinjaman Yang Diterima 2,050,000,000,000 1,600,000,000,000
51
Page 55
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
22. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
b. Klasifikasi pinjaman yang diterima berdasarkan maturity dan suku bunga
Tanggal Tanggal Suku Bunga
Nama Kreditur
Mulai Jatuh Tempo Per Tahun
PT. Sarana Multigriya Finansial (Persero) 19 Desember 2025 19 Januari 2028 5.50%
PT. Sarana Multigriya Finansial (Persero) 26 Maret 2026 26 April 2028 5.50%
PT. Sarana Multigriya Finansial (Persero) 26 Juni 2026 26 September 2027 7.57%
PT. Bank Danamon, Tbk 30 Maret 2026 30 September 2026 5.80%
Pinjaman yang diterima dari pihak ketiga tersebut merupakan kerjasama PT. Bank SulutGo dengan PT. Sarana Multigriya Finansial (Persero) yang
merupakan Lembaga Jasa Keuangan yang memiliki tugas membangun dan mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan, yang salah
satu kegiatan usahanya adalah memberikan Fasilitas Pinjaman kepada lembaga penyalur kredit/pembiayaan sektor perumahan dan pemukiman
dengan agunan berupa hak tagih. Pinjaman yang diterima ini akan dipergunakan dalam rangka pemberian fasilitas pinjaman kredit multiguna
konsumtif.
23. PERPAJAKAN
a. Hutang Pajak
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Unaudited) (Audited)
Akun ini terdiri dari :
PPh Pasal 21 403,749,640 1,672,570,940
PPh Pasal 22 - -
PPh Pasal 23 256,562,529 465,179,931
PPh Pasal 29 Tahun 2025 - -
PPh Pasal 29 Tahun 2026 47,405,634,102 19,135,953,796
PPh Pasal 4 (2) 6,957,057,509 6,629,673,912
PPN 646,291,710 1,661,348,154
Jumlah Hutang Pajak 55,669,295,491 29,564,726,733
b. Rekonsiliasi fiskal
Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif dengan taksiran
penghasilan kena pajak (rugi pajak) untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 adalah sebagai
berikut:
30 Juni 2026 30 Juni 2025
(Unaudited) (Unaudited)
Laba sebelum manfaat (beban) pajak 215,480,155,010 229,998,069,848
Perbedaan temporer :
Jasa produksi, kesejahteraan pegawai, dan tantiem - -
Pemulihan penyisihan aset produktif yang tidak
diperkenankan oleh pajak - -
Imbalan pasca kerja - -
Jumlah perbedaan temporer : - -
52
Page 56
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
23. PERPAJAKAN (lanjutan)
b. Rekonsiliasi fiskal
Perbedaan permanen
Rapat dan pertemuan - -
Pemeliharaan rumah dinas dan kendaraan dinas - -
Sewa rumah dinas - -
Pengobatan - -
Listrik, telepon, dan air - -
Majalah dan surat kabar - -
Representasi dan jamuan - -
Pembinaan pegawai - -
Perayaan, rekreasi, dan olahraga - -
Sumbangan kepada karyawan - -
Sumbangan dan zakat - -
Pajak-pajak (sanksi administrasi, denda, bunga, dll) - -
Penyisihan penurunan nilai aset keuangan - -
Pembayaran uang lainya - -
Non operasional lainnya - -
Biaya promosi - -
PPh 21 yang ditanggung perusahaan - -
Corporate social responsibility - -
Selisih CKPN - PPAP - -
Penyusutan Bangunan Kantor - -
Biaya Operasional Lainnya - -
Koreksi negatif
Penyusutan Bangunan Kantor - -
Selisih CKPN - PPAP - -
Jumlah perbedaan permanen - -
Jumlah koreksi fiskal - -
Laba fiskal 215,480,155,010 229,998,069,848
Laba fiskal (Dibulatkan) 215,480,155,000 229,998,069,000
Taksiran penghasilan kena pajak
22% x Laba Fiskal 47,405,634,102 50,599,575,367
Jumlah taksiran pajak penghasilan 47,405,634,102 50,599,575,367
Pajak dibayar dimuka
PPh Pasal 25 - -
PPh Pasal 23 - -
Jumlah taksiran pajak penghasilan 47,405,634,102 50,599,575,367
53
Page 57
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
24. IMBALAN PASCA KERJA
Bank telah melakukan penghitungan Imbalan Kerja Untuk tahun 2025 yang dihitung oleh kantor Aktuaris Independen Steven & Mourits, dengan
laporan No. 0081/MR-NM-PSAK 219-BSGO/I/2026, pada tanggal 15 Januari 2026 dan nomor 2929/ST-NM-PSAK219-BSGO/XII/2024 pada
tanggal 30 Desember 2024 yang dihitung oleh kantor aktuaris Independen Steven & Mourits, penghitungan imbalan pascakerja ('IPK') ,
sebagaimana diatur oleh undang-undang No.6/2023 ("UU6"), peraturan Pemerintah No. 35/2021 ("PP35"), dan perjanjian kerjasama bersama
Perusahaan dan imbalan jangka panjang ("IJPL"). Jumlah karyawan yang berhak atas imbalan pasca kerja tersebut pada tanggal 30 Juni 2026 dan
31 Desember 2025 adalah 2.030 orang dan 1.711 orang.
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Unaudited) (Audited)
Saldo Liabilitas Imbalan Pasca Kerja 171,002,160,655 171,117,146,000
25. LIABILITAS LAINNYA
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Unaudited) (Audited)
Akun ini terdiri dari :
Pendapatan diterima dimuka 341,389,451 305,645,937
Setoran jaminan 536,826 15,525,476
Lain-lain 47,153,062,795 71,560,320,719
Jumlah Kewajiban Lainnya 47,494,989,072 71,881,492,132
26. LIABILITAS ESTIMASI
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Unaudited) (Audited)
Akun ini terdiri dari :
ECL atas longgar tarik kredit yang diberikan 127,157,886 220,562,958
ECL atas bank garansi 16,545,341 55,307,060
Jumlah Liabilitas Estimasi 143,703,227 275,870,018
27. MODAL SAHAM
Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan Terbatas PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo
(BANK SULUTGO) Nomor : 04 tanggal 10 Februari 2026, Hesky Nofri Sompie, SH., Mkn, Notaris berkedudukan di Kabupaten Minahasa, seluruh
pemegang saham dengan suara bulat memutuskan :
I. Laporan tahunan mengenai jalannya Perseroan selama Tahun Buku 2025 dan penjelasan tentang Rencana Bisnis Bank (RBB) Tahun 2026 - 2028,
Rencana Aksi Pemulihan dan Kebijakan Deviden.
1. Menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan mengenai jalannya Perseroan selama Tahun Buku 2025 yang telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik HLB Hadori Sugiarto Adi dan Rekan.
2. Memberikan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada Direksi Perseroan atas semua tindakan kepengurusan
dan pelaksanaan kewenangan oleh Direksi serta Dewan Komisaris Perseroan atas semua tindakan pengawasannya selama Tahun Buku
2025.
3. Menyetujui dan mengesahkan tentang Rencana Bisnis Bank (RBB) Tahun 2026 - 2028 (dua ribu dua puluh lima sampai dengan dua ribu
dua puluh delapan), Rencana Aksi Pemulihan dan kebijakan deviden Perseroan.
II. Penetapan penggunaan Laba Bersih Tahun Buku 2025.
1. Menyetujui penetapan penggunaan Laba Bersih Tahun Buku 2025 sebesar Rp. 281.002.086.387,- (dua ratus delapan puluh satu miliar dua
juta delapan puluh enam ribu tiga ratus delapan puluh tujuh rupiah) dengan rincian:
54
Page 58
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
27. MODAL SAHAM (Lanjutan)
(1) Sejumlah 74,00% dari laba bersih perseroan atau sebesar Rp. 207.941.543.926,- (dua ratus tujuh miliar sembilan ratus empat puluh
satu juta lima ratus empat puluh tiga ribu sembilan ratus dua puluh enam rupiah) dibagikan kepada Pemegang Saham sebagai Deviden
secara proporsional berdasarkan share saham per 31 Desember 2025, sebagai berikut:
- Pemerintah Propinsi Sulawesi Utara, sebesar Rp. 79.084.327.986,- (tujuh puluh sembilan miliar delapan puluh empat juta tiga ratus
dua puluh tujuh ribu sembilan ratus delapan puluh enam rupiah);
- PT. Mega Corpora, sebesar Rp. 46.485.332.145,- (empat puluh enam miliar empat ratus delapan puluh lima juta tiga ratus tiga puluh
dua ribu seratus empat puluh lima rupiah) dan kompensasi DSM sebesar Rp. 4.542.550.051,- (empat miliar lima ratus empat puluh dua
juta lima ratus lima puluh ribu lima puluh satu rupiah);
- Koperasi Karyawan Bank Sulut, sebesar Rp. 15.292.021.139,- (lima belas miliar dua ratus sembilan puluh dua juta dua puluh satu ribu
seratus tiga puluh sembilan rupiah) dan kompensasi DSM sebesar Rp. 81.655.518,- (delapan puluh satu juta enam ratus lima puluh
lima ribu lima ratus delapan belas rupiah);
- Pemerintah Propinsi Gorontalo, sebesar Rp. 11.582.343.997,- (sebelas miliar lima ratus delapan puluh dua juta tiga ratus empat puluh
tiga ribu sembilan ratus sembilan puluh tujuh rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Boalemo, sebesar Rp. 7.153.189.111,- (tujuh miliar seratus lima puluh tiga juta seratus delapan puluh sembilan
ribu seratus sebelas rupiah);
- Pemerintah Kota Manado, sebesar Rp. 5.273.397.554,- (lima miliar dua ratus tujuh puluh tiga juta tiga ratus sembilan puluh tujuh ribu
lima ratus lima puluh empat rupiah) dan kompensasi DSM sebesar Rp. 167.432.876,- (seratus enam puluh tujuh juta empat ratus tiga
puluh dua ribu delapan ratus tujuh puluh enam rupiah);
- Pemerintah Kota Gorontalo, sebesar Rp. 5.202.697.429,- (lima miliar dua ratus dua juta enam ratus sembilan puluh tujuh ribu empat
ratus dua puluh sembilan rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Minahasa, sebesar Rp. 4.073.574.846,- (empat miliar tujuh puluh tiga juta lima ratus tujuh puluh empat ribu
delapan ratus empat puluh enam rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Gorontalo, sebesar Rp. 3.838.600.901,- (tiga miliar delapan ratus tiga puluh delapan juta enam ratus ribu
sembilan ratus satu rupiah);
- Pemerintah Kota Tomohon, sebesar Rp. 3.690.962.405,- (tiga miliar enam ratus sembilan puluh juta sembilan ratus enam puluh dua
ribu empat ratus lima rupiah);
- Pemerintah Kota Bitung, sebesar Rp. 3.684.724.158,- (tiga miliar enam ratus delapan puluh empat juta tujuh ratus dua puluh empat
ribu seratus lima puluh delapan rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, sebesar Rp. 3.520.450.339,- (tiga miliar lima ratus dua puluh juta empat ratus lima puluh ribu
tiga ratus tiga puluh sembilan rupiah) dan kompensasi DSM sebesar Rp. 60.962.739,- (enam puluh juta sembilan ratus enam puluh dua
ribu tujuh ratus tiga puluh sembilan rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow, sebesar Rp. 3.480.941.445,- (tiga miliar empat ratus delapan puluh juta sembilan ratus
empat puluh satu ribu empat ratus empat puluh lima rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Pohuwato, sebesar Rp. 2.740.669.549,- (dua miliar tujuh ratus empat puluh juta enam ratus enam puluh
sembilan ribu lima ratus empat puluh sembilan rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, sebesar Rp. 2.081.494.855,- (dua miliar delapan puluh satu juta empat ratus sembilan puluh
empat ribu delapan ratus lima puluh lima rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Sangihe, sebesar Rp. 1.759.185.462,- (satu miliar tujuh ratus lima puluh sembilan juta seratus delapan puluh
lima ribu empat ratus enam puluh dua rupiah);
- Pemerintah Kota Kotamobagu, sebesar Rp. 1.522.132.102,- (satu miliar lima ratus dua puluh dua juta seratus tiga puluh dua ribu
seratus dua rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, sebesar Rp. 1.189.425.631,- (satu miliar seratus delapan puluh sembilan juta
empat ratus dua puluh lima ribu enam ratus tiga puluh satu rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, sebesar Rp. 1.145.757.907,- (satu miliar seratus empat puluh lima juta tujuh ratus lima puluh
tujuh ribu sembilan ratus tujuh rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, sebesar Rp. 1.137.440.245,- (satu miliar seratus tiga puluh tujuh juta empat ratus empat puluh
ribu dua ratus empat puluh lima rupiah) ;
- Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara, sebesar Rp. 1.114.566.675,- (satu miliar seratus empat belas juta lima ratus enam puluh
enam ribu enam ratus tujuh puluh lima rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, sebesar Rp. 894.148.639,- (delapan ratus sembilan puluh empat juta seratus empat
puluh delapan ribu enam ratus tiga puluh sembilan rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Talaud, sebesar Rp. 852.560.330,- (delapan ratus lima puluh dua juta lima ratus enam puluh ribu tiga ratus tiga
puluh rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, sebesar Rp. 590.553.985,- (lima ratus sembilan puluh juta lima ratus lima puluh
tiga ribu sembilan ratus delapan puluh lima rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), sebesar Rp. 551.045.091,- (lima ratus lima puluh satu juta empat puluh lima
ribu sembilan puluh satu rupiah) dan kompensasi DSM sebesar Rp. 48.083.288,- (empat puluh delapan juta delapan puluh tiga ribu dua
ratus delapan puluh delapan rupiah);
55
Page 59
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
27. MODAL SAHAM (Lanjutan)
(2) Sejumlah 26,00% dari Laba Bersih Perseroan atau Rp. 73.060.542.461,- (tujuh puluh tiga miliar enam puluh juta lima ratus empat
puluh dua ribu empat ratus enam puluh satu rupiah) digunakan sebagai berikut:
- Sebesar Rp. 6.000.000.000,- (enam miliar rupiah) digunakan untuk dana TJSL perseroan 2026;
- Sebesar Rp. 4.900.484.472,- (empat miliar sembilan ratus juta empat puluh empat ribu empat ratus tujuh puluh dua rupiah) digunakan
untuk membayar kompensasi Dana Setoran Modal sampai dengan tanggal tiga puluh satu Desember dua ribu dua puluh lima (31-12-
- Sebesar Rp. 60.540.709.372,- (enam puluh miliar lima ratus empat puluh juta tujuh ratus sembilan ribu tiga ratus tujuh puluh dua
rupiah) digunakan untuk Jasa Produksi, Insentif Kesejahteraan Pegawai, dan Tantiem (besaran tantiem diserahkan kepada Pemegang
- Sebesar Rp. 1.619.348.617,- (satu miliar enam ratus sembilan belas juta tiga ratus empat puluh delapan ribu enam ratus tujuh belas
rupiah)digunakan untuk menambah Cadangan Perseroan.
2. Pemberian Jasa Produksi, Kesejahteraan Pegawai dan Tantiem.
(1) Menyetujui pemberian Jasa Produksi dan Insetif Kesejahteraan Pegawai dalam keseluruhan sebesar 25% (dua puluh lima persen)
dengan rincian Jasa Produksi sebesar 10% (sepuluh persen) dan Insentif Kesejahteraan Pegawai sebesar 15% (lima belas persen)
dihitung dari Laba Bersih Tahun Buku 2025;
(2) Menyetujui pemberian Tantiem kepada Anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan dalam jumlah keseluruhan sebesar 9%
(sembilan persen) dihitung dari Laba Bersih Tahun Buku 2025 dengan komposisi Direksi 80% (delapan puluh persen) dan Komisaris
20% (dua puluh persen);
(3) Jasa Produksi, Insentif Kesejahteraan Pegawai dan Tantiem sebagian telah disisihkan dari biaya operasional tahun 2025 sedangkan
sisanya dibebankan pada Laba Bersih Tahun Buku 2025 sebagaimana penjelasan Point Agenda II poin 1.(2).C;
(4) Pembayaran Tantiem kepada Dewan Komisaris dilakukan secara proporsional mengikuti masa jabatan masing-masing Dewan
Komisaris pada tahun 2025.
III. Penetapan Dana Kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Keuangan Berkelanjutan Tahun 2026.
Menyetujui Penetapan Dana Kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Keuangan Berkelanjutan Bank SulutGo Tahun 2026 sebesar Rp.
25.000.000.000,- (dua puluh lima miliar rupiah) dengan rincian:
1. Sebesar Rp. 6.000.000.000,- (enam miliar rupiah) disisihkan dari Laba Bersih Tahun Buku 2025 sebagaimana penjelasan dalam putusan
Agenda II poin 1.(2).a;
2. Sebesar Rp. 19.000.000.000,- (sembilan belas miliar rupiah) menjadi biaya pada Tahun Buku 2026;
3. Pembagian Dana Kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Keuangan Berkelanjutan Tahun 2026 akan dibagikan kepada seluruh Pemegang
Saham secara proporsional berdasarkan share saham per 31-12-2025 (tiga puluh satu Desember dua ribu dua puluh lima).
- Pemerintah Propinsi Sulawesi Utara, sebesar Rp. 9.508.000.000,- (sembilan miliar lima ratus delapan juta rupiah);
- PT. Mega Corpora, sebesar Rp. 5.589.000.000,- (lima miliar lima ratus delapan puluh sembilan juta rupiah);
- Koperasi Karyawan Bank Sulut, sebesar Rp. 1.834.000.000,- (satu miliar delapan ratus tiga puluh empat juta rupiah);
- Pemerintah Propinsi Gorontalo, sebesar Rp. 1.393.000.000,- (satu miliar tiga ratus sembilan puluh tiga juta rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Boalemo, sebesar Rp. 860.000.000,- (delapan ratus enam puluh juta rupiah);
- Pemerintah Kota Manado, sebesar Rp. 634.000.000,- (enam ratus tiga puluh empat juta rupiah);
- Pemerintah Kota Gorontalo, sebesar Rp. 626.000.000,- (enam ratus dua puluh enam juta rupiah)
- Pemerintah Kabupaten Minahasa, sebesar Rp. 490.000.000,- (empat ratus sembilan puluh juta rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Gorontalo, sebesar Rp. 462.000.000,- (empat ratus enam puluh dua juta rupiah);
- Pemerintah Kota Tomohon, sebesar Rp. 444.000.000,- (empat ratus empat puluh empat juta rupiah);
- Pemerintah Kota Bitung, sebesar Rp. 443.000.000,- (empat ratus empat puluh tiga juta rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, sebesar Rp. 423.000.000,- (empat ratus dua puluh tiga juta rupiah) ;
- Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow, sebesar Rp. 419.000.000,- (empat ratus sembilan belas juta rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Pohuwato, sebesar Rp. 330.000.000,- (tiga ratus tiga puluh juta rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, sebesar Rp. 250.000.000,- (dua ratus lima puluh juta rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Sangihe, sebesar Rp. 212.000.000,- (dua ratus dua belas juta rupiah);
- Pemerintah Kota Kotamobagu, sebesar Rp. 183.000.000,- (seratus delapan puluh tiga juta rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, sebesar Rp. 143.000.000,- (seratus empat puluh tiga juta rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, sebesar Rp. 138.000.000,- (seratus tiga puluh delapan juta rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, sebesar Rp. 137.000.000,- (seratus tiga puluh tujuh juta rupiah) ;
- Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara, sebesar Rp. 134.000.000,- (seratus tiga puluh empat juta rupiah) ;
- Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, sebesar Rp. 108.000.000,- (seratus delapan juta rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Talaud, sebesar Rp. 103.000.000,- (seratus tiga juta rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, sebesar Rp. 71.000.000,- (tujuh puluh satu juta rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), sebesar Rp. 66.000.000,- (enam puluh enam juta rupiah);
IV. Pemberian wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik yang Akan Melakukan Audit Laporan Keuangan
Perseroan Tahun Buku 2026
Menyetujui pemberian wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik yang akan melakukan audit Laporan
Keuangan Perseroan Tahun Buku 2026 (dua ribu dua puluh enam).
56
Page 60
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
27. MODAL SAHAM (Lanjutan)
V. Pengesahan Dana Setoran Modal
1. Menyetujui dan mengesahkan Konversi Dana Setoran Modal sejumlah Rp. 53.774.000.000,- (lima puluh tiga miliar tujuh ratus tujuh puluh
empat juta rupiah) untuk disahkan menjadi Modal Disetor;
2. Menyetujui Perubahan Struktur Modal Disetor setelah konversi Dana Setoran Modal menjadi Modal Disetor.
- Pemerintah Propinsi Sulawesi Utara, sebanyak 5.324.711 (lima juta tiga ratus dua puluh empat ribu tujuh ratus sebelas) lembar saham,
dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp. 532.471.100.000,- (lima ratus tiga puluh dua miliar empat ratus tujuh puluh satu juta
seratus ribu rupiah);
- PT. Mega Corpora, sebanyak 3.604.309 (tiga juta enam ratus empat ribu tiga ratus sembilan) lembar saham, dengan nilai nominal
seluruhnya sebesar Rp. 360.430.900.000,- (tiga ratus enam puluh miliar empat ratus tiga puluh juta sembilan ratus ribu rupiah);
- Koperasi Karyawan PT. Bank Sulut, sebanyak 1.038.078 (satu juta tiga puluh delapan ribu tujuh puluh delapan) lembar saham, dengan
nilai nominal seluruhnya sebesar Rp. 103.807.800.000,- (seratus tiga miliar delapan ratus tujuh juta delapan ratus ribu rupiah);
- Pemerintah Propinsi Gorontalo, sebanyak 779.785 (tujuh ratus tujuh puluh sembilan ribu tujuh ratus delapan puluh lima) lembar
saham, dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp. 77.978.500.000,- (tujuh puluh tujuh miliar sembilan ratus tujuh puluh delapan
juta lima ratus ribu rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Boalemo, sebanyak 481.612 (empat ratus delapan puluh satu ribu enam ratus dua belas) lembar saham, dengan
nilai nominal seluruhnya sebesar Rp. 48.161.200.000,- (empat puluh delapan miliar seratus enam puluh satu juta dua ratus ribu
rupiah);
- Pemerintah Kota Manado, sebanyak 380.030 (tiga ratus delapan puluh ribu tiga puluh) lembar saham, dengan nominal seluruhnya
sebesar Rp. 38.003.000.000,- (tiga puluh delapan miliar tiga juta rupiah);
- Pemerintah Kota Gorontalo, sebanyak 350.243 (tiga ratus lima puluh ribu dua ratus empat puluh tiga) lembar saham, dengan nominal
seluruhnya sebesar Rp. 35.024.300.000,- (tiga puluh lima miliar dua puluh empat juta tiga ratus ribu rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Minahasa, sebanyak 274.336 (dua ratus tujuh puluh empat ribu tiga ratus tiga puluh enam) lembar saham,
dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp. 27.433.600.000,- (dua puluh tujuh miliar empat ratus tiga puluh tiga juta enam ratus ribu
rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Gorontalo, sebanyak 258.386 (dua ratus lima puluh delapan ribu tiga ratus delapan puluh enam) lembar saham,
dengan nilai seluruhnya sebesar Rp. 25.838.600.000,- (dua puluh lima milyar delapan ratus tiga puluh delapan juta enam ratus ribu
rupiah);
- Pemerintah Kota Tomohon, sebanyak 248.547 (dua ratus empat puluh delapan ribu lima ratus empat puluh tujuh) lembar saham,
dengan nominal seluruhnya sebesar Rp. 24.854.700.000,- (dua puluh empat miliar delapan ratus lima puluh empat juta tujuh ratus ribu
rupiah);
- Pemerintah Kota Bitung, sebanyak 248.043 (dua ratus empat puluh delapan ribu empat puluh tiga) lembar saham, dengan nilai nominal
seluruhnya sebesar Rp. 24.804.300.000,- (dua puluh empat miliar delapan ratus empat juta tiga ratus ribu rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, sebanyak 246.996 (dua ratus empat puluh enam ribu sembilan ratus sembilan puluh enam)
lembar saham, dengan nominal seluruhnya sebesar Rp. 24.699.600.000,- (dua puluh empat miliar enam ratus enam puluh sembilan juta
enam ratus ribu rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow, sebanyak 234.411 (dua ratus tiga puluh empat ribu empat ratus sebelas) lembar saham,
dengan nominal seluruhnya sebesar Rp. 23.441.100.000,- (dua puluh tiga miliar empat ratus empat puluh satu juta seratus ribu rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Pohuwato, sebanyak 184.585 (seratus delapan puluh empat ribu lima ratus delapan puluh lima) lembar saham,
dengan nominal seluruhnya sebesar Rp. 18.458.500.000,- (delapan belas miliar empat ratus lima puluh delapan juta lima ratus ribu
rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, sebanyak 140.154 (seratus empat puluh ribu seratus lima puluh empat) lembar saham, dengan
nominal seluruhnya sebesar Rp. 14.015.400.000,- (empat belas miliar lima belas juta empat ratus ribu rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Sangihe, sebanyak 118.483 (seratus delapan belas ribu empat ratus delapan puluh tiga) lembar saham, dengan
nominal seluruhnya sebesar Rp. 11.848.300.000,- (sebelas miliar delapan ratus empat puluh delapan juta tiga ratus ribu rupiah);
- Pemerintah Kota Kotamobagu, sebanyak 102.528 (seratus dua juta lima ratus dua puluh delapan) lembar saham, dengan nominal
seluruhnya sebesar Rp. 10.252.800.000,- (sepuluh miliar dua ratus lima puluh dua juta delapan ratus ribu rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, sebanyak 80.014 (delapan puluh ribu empat belas) lembar saham, dengan nilai
nominal seluruhnya sebesar Rp. 8.001.400.000,- (delapan miliar satu juta empat ratus ribu rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, sebanyak 77.102 (tujuh puluh tujuh ribu seratus dua) lembar saham, dengan nilai nominal
seluruhnya sebesar Rp. 7.710.200.000,- (tujuh miliar tujuh ratus sepuluh juta dua ratus ribu rupiah);
57
Page 61
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
27. MODAL SAHAM (Lanjutan)
- Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, sebanyak 76.578 (tujuh puluh enam ribu lima ratus tujuh puluh delapan) lembar saham,
dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp. 7.657.800.000,- (tujuh miliar enam ratus lima puluh tujuh juta delapan ratus ribu rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara, sebanyak 75.010 (tujuh puluh lima ribu sepuluh) lembar saham, dengan nilai nominal
seluruhnya sebesar Rp. 7.501.000.000,- (tujuh miliar lima ratus satu juta rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, sebanyak 60.234 (enam puluh ribu dua ratus tiga puluh empat) lembar saham,
dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp. 6.023.400.000,- (enam miliar dua puluh tiga juta empat ratus ribu rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Talaud, sebanyak 57.347 (lima puluh tujuh ribu tiga ratus empat puluh tujuh) lembar saham, dengan nilai
nominal seluruhnya sebesar Rp. 5.734.700.000,- (lima miliar tujuh ratus tiga puluh empat juta tujuh ratus ribu rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), sebanyak 57.170 (lima puluh tujuh ribu seratus tujuh puluh) lembar saham,
dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp. 5.717.000.000,- (lima miliar tujuh ratus tujuh belas juta rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, sebanyak 39.724 (tiga puluh sembilan ribu tujuh ratus dua puluh empat) lembar
saham, dengan nilai nominal sebesar sebanyak Rp. 3.972.400.000,- (tiga miliar sembilan ratus tujuh puluh dua juta empat ratus ribu
rupiah);
3. Mengubah Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahun 2025 sesuai akta Rapat Umum Pemegang Saham Nomor 02 Tahun 2025
Tentang Pemenuhan Modal Inti sebesar Rp. 3.000.000.000,- (tiga triliun rupiah) melalui setoran modal Pemegang Saham dalam jangka
waktu 8 (delapan) tahun sejak tahun 2025 serta pembentukan Cadangan Umum sebesar 30% (tiga puluh persen), sebagai berikut:
- Pemegang Saham berupaya merealisasikan setoran modal sesuai dengan kuota yang telah disepakati, namun tetap memperhatikan
kemampuan fiskal masing-masing daerah;
- Menyetujui perubahan kebijakan penyisihan Cadangan Perseroan, dari sebelumnya ditetapkan sebesar 30% (tiga puluh persen) dari
Laba Bersih setiap tahun, menjadi : "kebijakan penyisihan Cadangan disesuaikan dengan peningkatan kinerja dan Laba Bersih
Perseroan, dengan tetap mewajibkan Perseroan untuk membentuk Cadangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,
sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2027 tentang Perseroan Terbatas".
Putusan Lainnya
1. Penempatan Pemimpin Cabang dan perekrutan pegawai akan dikonsultasikan dengan Kepala Daerah setempat.
2. Dukungan pembiayaan dan layanan Bank SulutGo terhadap Koperasi dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pertambangan yang sudah
memiliki legalitas.
3. Penurunan bunga kredit kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Sulawesi Utara dan Gorontalo.
4. Laporan data pegawai yang pensiun dan yang diterima disampaikan ke Pemegang Saham setiap tahun (negative growth).
Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan Terbatas PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo
(BANK SULUTGO) Nomor : 05 tanggal 10 Februari 2026, Hesky Nofri Sompie, SH., Mkn, Notaris berkedudukan di Kabupaten Minahasa, seluruh
pemegang saham dengan suara bulat memutuskan :
I. Tindak lanjut Surat Pemerintah Kota Gorontalo No. 900/B.Keu-3/3020/IX/2025 Tanggal 25 September 2025 Perihal Penarikan Penyertaan Modal.
1. Menyetujui pemindahan hak atas saham Pemerintah Kota Gorontalo selanjutnya Pemerintah Kota Gorontalo menindaklanjuti sesuai dengan
tahapan pada ketentuan yang berlaku.
2. Menyetujui Pemegang Saham se-Provinsi Gorontalo untuk mengakuisisi saham Pemerintah Kota Gorontalo;
3. Pelaksanaan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham ini efektif berlaku setelah seluruh ketentuan terpenuhi.
II. Tindak Lanjut Keputusan RUPS Tahun 2024 Sesuai Akta Nomor 02 Tahun 2024 Tentang Perubahan Periode Jabatan Pengurus.
1. Penyelarasan antara periode kepengurusan dan hak serta fasilitas yang melekat, termasuk pada uang jasa pengabdian dan penghargaan masa
jabatan serta hak-hak normatif lainnya sesuai praktek tata kelola yang baik, sehubungan dengan adanya perubahan masa jabatan pengurus
berdasarkan Akta Nomor 02 Tahun 2024 tentang Perubahan Periode Jabatan yang berpedoman pada POJK 17 Tentang Penerapan Tata
Kelola pada Bank Umum;
2. Sehubungan dengan adanya perubahan pengurus di tahun 2025, maka Pengurus Perseroan berhak menerima uang jasa pengabdian dan
penghargaan masa jabatan tahun 2025 secara proporsional;
3. Memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menyusun ketentuan pemberian fasilitas operasional kepada pengurus (Dewan
Komisaris dan Direksi) meliputi Makan Minum, Fasilitas Perayaan dan Fasilitas Sarana Komunikasi, dengan memperhatikan aspek
kewajaran, tata kelola yang baik dan efisiensi penggunaan anggaran. Selanjutnya, realisasi pembayaran fasilitas operasional tersebut
dilaksanakan secara at cost.
58
Page 62
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
27. MODAL SAHAM (Lanjutan)
III. Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II Bank SulutGo sebesar Rp. 1 Triliun.
1. Menyetujui Penawaran Umum berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II Bank SulutGo sebanyak-banyaknya sebesar Rp. 1.000.000.000.000,-
(satu triliun rupiah);
2. Memberikan persetujuan untuk menjaminkan sebagian maupun seluruh piutang Perseroan atas tagihan berupa Kredit yang diberikan
Perseroan kepada debitur dengan kategori Lancar sesuai ketentuan regulator (Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan lain-lain) dan
memberikan persetujuan kepada Pengurus untuk melakukan segala tindakan yang diperlukan sehubungan dengan hal tersebut;
3. Pelaksanaan emisi obligasi memperhatikan kondisi pasar dan kinerja operasional Perseroan.
IV. Kenaikan Manfaat Pensiun Kepada Pensiunan Bank.
Menyetujui kenaikan manfaat pensiun kepada pensiunan Bank sebesar 5% (lima persen) dengan memperhatikan kemampuan keuangan Bank, hal
ini efektif berlaku setelah disetujui oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK),
Putusan Lainnya
Pengangkatan dan penetapan Pemimpin Divisi dan Pemimpin Cabang (yang profesional, berintegritas dan sesuai ketentuan yang berlaku)
berkoordinasi dengan Pemegang Saham dan khusus untuk Pemimpin Divisi agar mempertimbangkan keterwakilan 3 (tiga) orang dari Bolmong
Raya dan 1 (satu) orang dari Nusa Utara.
Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan Terbatas PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo
(BANK SULUTGO) Nomor : 06 tanggal 10 Februari 2026, Hesky Nofri Sompie, SH., Mkn, Notaris berkedudukan di Kabupaten Minahasa, seluruh
pemegang saham dengan suara bulat memutuskan :
1. Mencabut Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Nomor 75 Tahun 2015 tentang Pedoman Persyaratan dan Tata Cara Pemilihan serta
pengangkatan Anggota Dewan Komisaris dan Direksi Bank SulutGo;
2. Menetapkan Persyaratan, Tata Cara Pemilihan, Pengangkatan Anggota Dewan Komisaris dan Direksi serta Tata Tertib Pengurus Bank SulutGo
berpedoman pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17 Tahun 2023 tentang Penerapan Tata Kelola Bank Umum dan POJK Nomor
27/POJK.03/2026 tentang Penilaian Kemampuan dan Kepatutan Bagi Pihak Utama Lembaga Jasa Keuangan.
3. Perubahan Pengurus sehubungan dengan berakhirnya Periode Jabatan, meliputi:
(1) Pemberhentian dengan hormat pengurus (Dewan Komisaris dan Direksi) Perseroan sebagai berikut:
Dewan Komisaris
- Komisaris Utama: Tuan Doktorandus Ramoy Markus Thimotius Luntungan tersebut,-
- Komisaris Independen: Tuan Sam Sachrul Mamonto tersebut,-
- Komisaris Independen: Tuan Djafar Alkatiri tersebut,-
- Komisaris Independen: Nyonya Jaclyn Ivana Koloay tersebut,-
- Komisaris Independen: Tuan Max Kembuan, Sarjana Ekonomi, Magister Manajemen Akuntansi, tersebut,-
Direksi
- Direktur Utama: Tuan Maudy Revino Pepah tersebut,-
- Direktur Kepatuhan: Tuan Machmud Turuis tersebut,-
- Direktur Umum: Tuan Joubert Rosano Jacobus Dondokambey tersebut,-
- Direktur Operasional: Nyonya Louisa Jeane Parengkuan, Sarjana Ekonomi, tersebut,-
- Direktur Pemasaran: Tuan Pius Sefrianto Lande Batara, Sarjana Ekonomi, tersebut,-
Kepada pengurus yang diberhentikan rapat mengucapkan terima kasih selama menjabat di PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara
Gorontalo dan diberikan hak-hak yang bersangkutan sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
(2) Menyetujui dan menetapkan penambahan 1 (satu) jabatan Dewan Komisaris dan 1 (satu) jabatan Direksi, sebagai berikut:
Dewan Komisaris
1 (satu) orang Komisaris Utama dan
5 (lima) Komisaris
Total 6 (enam) orang
Direksi
1 (satu) orang Direktur Utama dan
5 (lima) Direktur, yaitu:
- Direktur Kepatuhan;
- Direktur Umum;
- Direktur Operasional;
- Direktur Dana dan Trisuri;
- Direktur Kredit;
Total 6 (enam) orang
(3) Penetapan dan pengangkatan calon Pengurus untuk menjabat pada periode 10-02-2026 (sepuluh Februari dua ribu dua puluh enam) sampai
dengan 10-02-2031 (sepuluh Februari dua ribu tiga puluh satu)
59
Page 63
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
27. MODAL SAHAM (Lanjutan)
Dewan Komisaris
- Komisaris Utama: Tuan Godbless Sofcar Vicky Lumentut, lahir di Tondano pada tanggal 08-06-1959 (delapan Juni seribu sembilan
ratus lima puluh sembilan), Wiraswasta, Warga Negara Indonesia, bertempat tinggal di Kota Manado, Kecamatan Wanea, Kelurahan
Pakowa, Lingkungan IV, pemegang Kartu Tanda Penduduk Republik Indonesia Nomor Induk Kependudukan 7171070806590001.
- Komisaris Independen: Nyonya Jaclyn Ivana Koloay, lahir di Amurang pada tanggal 12-12-1981 (dua belas Desember seribu
sembilan ratus delapan puluh satu), Wiraswasta, Warga Negara Indonesia, bertempat tinggal di Kabupaten Minahasa Selatan,
Kecamatan Tenga, Desa Tawaang, pemegang Kartu Tanda Penduduk Republik Indonesia Nomor Induk Kependudukan
7105105212810002;
- Komisaris Independen: Nyonya Rania Riris Ismail, Sarjana Manajemen, lahir di Jambi, pada tanggal 17-07-1992 (tujuh belas Juli
seribu sembilan ratus sembilan puluh dua), Warga Negara Indonesia, bertempat tinggal di Kota Gorontalo, Kecamatan Kota Utara,
Kelurahan Dulomo Selatan, Rukun Tetangga 002/Rukun Warga 002, Jalan Brigjen Piola Isa, Kartu Tanda Penduduk Republik
Indonesia Nomor Induk Kependudukan 1571025707020001;
- Komisaris Independen: Tuan Djafar Alkatiri, lahir di Manado pada tanggal 03-01-1969 (tiga Januari seribu sembilan ratus enam
puluh sembilan), Wiraswasta, Warga Negara Indonesia, bertempat tinggal di Kota Manado, Kecamatan Tuminting, Kelurahan
Maasing, Lingkungan III, pemegang Kartu Tanda Penduduk Republik Indonesia Nomor Induk Kependudukan 717102030169001;
- Komisaris: Doktoranda Diane ND, lahir di Maluku pada tanggal 26-12-1961 (dua puluh enam Desember seribu sembilan ratus enam
puluh satu), Pensiunan, Warga Negara Indonesia, bertempat tinggal di Manado, Kecamatan Sario Kelurahan Sario Tumpaan,
Lingkungan II, Jalan Ahmad Yani 20 Nomor 20, pemegang Kartu Tanda Penduduk Republik Indonesia Nomor Induk Kependudukan
3201136612610002;
- Komisaris Independen: Tuan Max Kembuan, Sarjana Ekonomi, Magister Manajemen Akuntansi, lahir di Kotamobagu pada
tanggal 12-10-1957 (dua belas Oktober seribu sembilan ratus lima puluh tujuh), Karyawan Swasta, Warga Negara Indonesia,
bertempat tinggal di Kota Makasar, Kecamatan Rappocini, Kelurahan Sallaparang, Rukun Tetangga 004/Rukun Warga003, Jalan
Timah 4, Nomor A.27, pemegang Kartu Tanda Penduduk Republik Indonesia Nomor Induk Kependudukan 7371131210570003;
Direksi
- Direktur Utama: Tuan Maudy Revino Pepah, lahir di Manado pada tanggal 22-05-1965(dua puluh dua Mei seribu sembilan ratus
enam puluh lima), Warga Negara Indonesia, bertempat tinggal di Kota Manado, Kecamatan Malalayang, Kelurahan Winangun Dua,
Lingkungan II, pemegang Kartu Tanda Penduduk Republik Indonesia Nomor Induk Kependudukan 7171092205650004.
- Direktur Kepatuhan: Tuan Mutesa Holdin, lahir di Pekalongan pada tanggal 22-06-1967 (dua puluh dua Juni seribu sembilan ratus
enam puluh tujuh), Karyawan Swasta, Warga Negara Indonesia, bertempat tinggal di Kota Tanggerang, Kecamatan Karawaci,
Kelurahan Nusa Jaya, Victoria Park Residence Blok I-3 Nomor 12, pemegang Kartu Tanda Penduduk Republik Indonesia Nomor
Induk Kependudukan 3671072206670002;
- Direktur Umum: Tuan Joubert Rosano Jacobus Dondokambey, lahir di Manado, pada tanggal 07-09-1964 (tujuh September seribu
sembilan ratus enam puluh empat), Wiraswasta, Warga Negara Indonesia, bertempat tinggal di Kabupaten Minahasa Utara, Kecamatan
Likupang Selatan, Desa Paslaten, Jaga II, Kartu Tanda Penduduk Republik Indonesia Nomor Induk Kependudukan
7106100709640001;
- Direktur Operasional: Nyonya Louisa Jeane Parengkuan, lahir di Airmadidi pada tanggal 05-08-1969 (lima Agustus seribu sembilan
ratus enam puluh sembilan), Karyawan Badan Usaha Milik Negara, Warga Negara Indonesia, bertempat tinggal di Kabupaten
Minahasa, Kecamatan Tondano Barat, Kelurahan Wawalintouan, Lingkungan V, pemegang Kartu Tanda Penduduk Republik
Indonesia Nomor Induk Kependudukan 7102014508690002;
- Direktur Dana dan Trisuri: Tuan Rudiyanto Katili, lahir di Ujung Pandang pada tanggal 18-10-1969 (delapan belas Oktober seribu
sembilan ratus enam puluh sembilan), Karyawan Badan Usaha Milik Daerah, Warga Negara Indonesia, bertempat tinggal di Kota
Gorontalo, Kecamatan Kota Timur, Kelurahan Heledulaa Utara Rukun Tetangga 002/Rukun Warga 004, Jalan Taman Surya,
pemegang Kartu Tanda Penduduk Republik Indonesia Nomor Induk Kependudukan 7571051810690001;
- Direktur Kredit: Nyonya Esther Caesarina Rampengan, lahir di Manado pada tanggal 18-09-1969 (delapan belas September seribu
sembilan ratus enam puluh sembilan), Warga Negara Indonesia, bertempat tinggal di Kota Manado, Kecamatan Malalayang,
Kelurahan Winangun Satu, Lingkungan III, Greenwood 2 Nomor 2, pemegang Kartu Tanda Penduduk Republik Indonesia Nomor
Induk Kependudukan 7171055809690001;
4. Mengingat terjadinya penambahan jumlah Anggota Dewan Komisaris dan Direksi, sehubungan dengan kebijakan efisiensi, penambahan tersebut
tidak mengakibatkan perubahan terhadap total anggaran gaji dan tunjangan Pengurus Perseroan;
5. Masa kerja pengurus 5 (lima) tahun dan setiap tahun akan dilakukan evaluasi oleh Pemegang Saham;
6. Pengurus agar seoptimal mungkin mencapai Laba Bruto Tahun 2026 sebesar Rp. 500.000.000.000,- (lima ratus miliar rupiah);
7. Pengurus yang baru diangkat dalam RUPS harus mengikuti proses penilaian kemampuan dan kepatutan (PKK) oleh Otoritas Jasa Keuangan;
60
Page 64
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
27. MODAL SAHAM (Lanjutan)
8. Pengurus yang baru diangkat, secara otomatis efektif menjalankan tindakan, tugas dan fungsinya setelah mendapatkan persetujuan dari Otoritas
Jasa Keuangan;
9. Pengurus yang baru diangkat akan menerima remunerasi sesuai ketentuan baik ketentuan internal maupun regulator (Otoritas Jasa Keuangan);
10. Pengurus yang baru diangkat dapat menerima fasilitas lainnya sesuai dengan ketentuan dalam rangka persiapan penilaian kemampuan dan
kepatutan (PKK) oleh Otoritas Jasa Keuangan;
11. Apabila terdapat penyimpangan/pelanggaran administrasi/etika jabatan dan ketentuan yang berlaku, maka sewaktu-waktu Pemegang Saham akan
melakukan evaluasi dan melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa untuk dilakukan penggantian Pengurus.
Sehubungan dengan adanya konversi dana setoran modal menjadi saham, sehingga menyusun kembali rincian para pemegang saham jumlah saham
dan nilai masing masing saham yang ditempatkan dan disetor oleh pemegang saham. Komposisi modal PT Bank SulutGo pada tanggal 30 Juni
2026 adalah sebagai berikut :
Jumlah Persentase
Nama Pemegang Saham Jumlah (Rp)
Saham Kepemilikan
Provinsi Sulawesi Utara 5,324,711 36.63% 532,471,100,000
Provinsi Gorontalo 779,785 5.36% 77,978,500,000
Pemda Kab/Kota di Sulawesi Utara
Kabupaten Minahasa 274,336 1.89% 27,433,600,000
Kabupaten Bolaang Mongondow 234,411 1.61% 23,441,100,000
Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan 39,724 0.27% 3,972,400,000
Kabupaten Bolaang Mongondow Timur 80,014 0.55% 8,001,400,000
Kabupaten Bolaang Mongondow Utara 60,234 0.41% 6,023,400,000
Kabupaten Minahasa Tenggara 75,010 0.52% 7,501,000,000
Kota Kotamobagu 102,528 0.71% 10,252,800,000
Kabupaten Sangihe 118,483 0.81% 11,848,300,000
Kabupaten Minahasa Selatan 77,102 0.53% 7,710,200,000
Kabupaten Minahasa Utara 76,578 0.53% 7,657,800,000
Kota Manado 380,030 2.61% 38,003,000,000
Kota Bitung 248,043 1.71% 24,804,300,000
Kota Tomohon 248,547 1.71% 24,854,700,000
Kabupaten Talaud 57,347 0.39% 5,734,700,000
Kabupaten Sitaro 57,170 0.39% 5,717,000,000
Pemda Kab/Kota di Gorontalo
Kota Gorontalo 350,243 2.41% 35,024,300,000
Kabupaten Gorontalo 258,386 1.78% 25,838,600,000
Kabupaten Boalemo 481,612 3.31% 48,161,200,000
Kabupaten Pohuwato 184,585 1.27% 18,458,500,000
Kabupaten Bone Bolango 140,154 0.96% 14,015,400,000
Kabupaten Gorontalo Utara 246,996 1.70% 24,699,600,000
Koperasi Karyawan PT. Bank SulutGo 1,038,078 7.14% 103,807,800,000
PT. Mega Corpora 3,604,309 24.79% 360,430,900,000
Jumlah 14,538,416 100.00% 1,453,841,600,000
Bank telah melaporkan perubahan kepemilikan dan penambahan modal disetor tersebut kepada Otoritas Jasa Keuangan pada tanggal 27 Februari
2026 lewat Surat No. 140/A/AKT/II/2026 tentang Laporan Perubahan Posisi Kepemilikan Bank.
61
Page 65
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
27. MODAL SAHAM (Lanjutan)
Sehubungan dengan adanya konversi dana setoran modal menjadi saham, sehingga menyusun kembali rincian para pemegang saham jumlah saham
dan nilai masing masing saham yang ditempatkan dan disetor oleh pemegang saham. Komposisi modal PT Bank SulutGo per 31 Desember 2025
adalah sebagai berikut :
Jumlah Persentase
Nama Pemegang Saham Jumlah (Rp)
Saham Kepemilikan
Provinsi Sulawesi Utara 5,324,711 38.03% 532,471,100,000
Provinsi Gorontalo 779,785 5.57% 77,978,500,000
Pemda Kab/Kota di Sulawesi Utara
Kabupaten Minahasa 274,336 1.96% 27,433,600,000
Kabupaten Bolaang Mongondow 234,411 1.67% 23,441,100,000
Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan 39,724 0.28% 3,972,400,000
Kabupaten Bolaang Mongondow Timur 80,014 0.57% 8,001,400,000
Kabupaten Bolaang Mongondow Utara 60,234 0.43% 6,023,400,000
Kabupaten Minahasa Tenggara 75,010 0.54% 7,501,000,000
Kota Kotamobagu 102,528 0.73% 10,252,800,000
Kabupaten Sangihe 118,483 0.85% 11,848,300,000
Kabupaten Minahasa Selatan 77,102 0.55% 7,710,200,000
Kabupaten Minahasa Utara 76,578 0.55% 7,657,800,000
Kota Manado 355,030 2.54% 35,503,000,000
Kota Bitung 248,043 1.77% 24,804,300,000
Kota Tomohon 248,547 1.78% 24,854,700,000
Kabupaten Talaud 57,347 0.41% 5,734,700,000
Kabupaten Sitaro 37,170 0.27% 3,717,000,000
Pemda Kab/Kota di Gorontalo
Kota Gorontalo 350,243 2.50% 35,024,300,000
Kabupaten Gorontalo 258,386 1.85% 25,838,600,000
Kabupaten Boalemo 481,612 3.44% 48,161,200,000
Kabupaten Pohuwato 184,585 1.32% 18,458,500,000
Kabupaten Bone Bolango 140,154 1.00% 14,015,400,000
Kabupaten Gorontalo Utara 236,996 1.69% 23,699,600,000
Koperasi Karyawan PT. Bank SulutGo 1,029,798 7.36% 102,979,800,000
PT. Mega Corpora 3,129,849 22.35% 312,984,900,000
Jumlah 14,000,676 100.00% 1,400,067,600,000
Bank telah melaporkan perubahan kepemilikan dan penambahan modal disetor tersebut kepada Otoritas Jasa Keuangan pada tanggal 25 April 2025
lewat Surat No. 271/A/AKT/DIR/IV/2025 tentang Laporan Perubahan Posisi Kepemilikan Bank. Dan telah mendapatkan persetujuan Otoritas Jasa
Keuangan lewat Surat No. S -111/KO.1631/2025 Tanggal 20 Agustus 2025 Perihal Laporan Perubahan Komposisi Kepemilikan Saham.
62
Page 66
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
27. MODAL SAHAM (Lanjutan)
Rincian Modal Disetor lainnya per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut :
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Nama Pemegang Saham (Unaudited) (Audited)
DSM - Provinsi Sulawesi Utara 68,269 68,269
DSM - Kabupaten Minahasa 37,538 37,538
DSM - Kabupaten Bolaang Mongondow 77,058 77,058
DSM - Kabupaten Gorontalo 21,613 21,613
DSM - Kota Manado 95,464 2,500,095,464
DSM - Kota Gorontalo 58,248 58,248
DSM - Kabupaten Sangihe 89,631 89,631
DSM - Kota Bitung 22,729 22,729
DSM - Kabupaten Boalemo 78,435 78,435
DSM - Kota Tomohon 9,523 9,523
DSM - Kabupaten Minahasa Selatan 24,494 24,494
DSM - Kabupaten Pohuwato 49,430 49,430
DSM - Kabupaten Minahasa Utara 86,890 86,890
DSM - Kabupaten Bone Bolango 68,057 68,057
DSM - Kabupaten Gorontalo Utara 87,964 1,000,087,964
DSM - Koperasi Karyawan Bank Sulut 1,722,774,169 828,099,447
DSM - Kabupaten Talaud 97,793 97,793
DSM - Kabupaten Siau Tagulandang Biaro 32,374 2,000,032,374
DSM - PT. Mega Corpora 2,600,029,589 47,446,029,589
DSM - Provinsi Gorontalo 64,504 64,504
DSM - Kota Kotamobagu 21,512 21,512
DSM - Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan 31,514 31,514
DSM - Kabupaten Bolaang Mongondow Timur 4,064 4,064
DSM -Kabupaten Bolaang Mongondow Utara 4,064 4,064
DSM - Kabupaten Minahasa Tenggara 60,803 60,803
Jumlah 4,323,995,729 53,775,321,007
28. AGIO SAHAM
Rincian agio saham per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut :
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Unaudited) (Audited)
Saldo Agio Saham Lama 11,965,836,253 11,965,836,253
Kapitalisasi Agio Saham Ke Modal - -
Sisa Agio Saham 11,965,836,253 11,965,836,253
Tambahan Agio Dari Deviden Saham dan DSM - -
Jumlah 11,965,836,253 11,965,836,253
63
Page 67
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
29. LABA (RUGI) KOMPREHENSIF LAINNYA
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Unaudited) (Audited)
Rincian saldo laba (rugi) lainnya adalah sebagai berikut :
Keuntungan (kerugian) dari perubahan nilai wajar aset keuangan
tersedia untuk dijual - -
Keuntungan Revaluasi Aset Tetap 189,192,362,563 189,192,362,563
Keuntungan (Kerugian) Aktuarial Program Imbal Pasti (141,268,755,277) (141,268,755,277)
Pajak penghasilan terkait dengan penghasilan komprehensif lain 24,810,068,035 24,810,068,035
Jumlah 72,733,675,321 72,733,675,321
30. SALDO LABA
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Unaudited) (Audited)
Rincian saldo laba yang ditahan adalah sebagai berikut :
Yang belum ditentukan penggunaannya
Laba bersih tahun lalu - -
Laba Ditahan - -
Laba bersih tahun berjalan 168,074,520,908 281,002,086,272
Jumlah 168,074,520,908 281,002,086,272
Yang telah ditentukan penggunaannya
Cadangan tujuan - -
Cadangan umum 387,976,481,753 386,357,133,136
Jumlah 387,976,481,753 386,357,133,136
64
Page 68
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
31. PENDAPATAN BUNGA
30 Juni 2026 30 Juni 2025
(Unaudited) (Unaudited)
Pendapatan
Akun ini terdiri
bungadari
diperoleh
: dari :
Kredit yang diberikan 1,059,563,131,500 1,069,366,925,133
Penempatan pada Bank Indonesia 6,706,394,718 9,097,286,295
Penempatan pada Surat Berharga 69,779,169,155 68,519,293,091
Penempatan pada Bank Lain 6,241,922,192 4,633,061,011
Pendapatan Bunga Lainnya 9,598,750,496 24,742,871,393
Jumlah Pendapatan Bunga 1,151,889,368,061 1,176,359,436,922
32. BEBAN BUNGA
30 Juni 2026 30 Juni 2025
(Unaudited) (Unaudited)
Beban
Akun ini
Bunga
terdiri
terdiri
dari :dari :
Giro 17,231,002,575 15,187,874,790
Tabungan 22,186,728,349 15,292,822,815
Deposito 322,840,744,522 411,828,501,348
Obligasi 29,250,000,000 29,250,000,000
Bank Lain 2,532,563,078 2,241,549,792
Pinjaman yang diterima 54,413,943,755 40,819,147,404
Beban Bunga Lainnya 330,284,224 322,458,242
Jumlah Beban Bunga 448,785,266,503 514,942,354,391
33. PENDAPATAN LAIN-LAIN
30 Juni 2026 30 Juni 2025
(Unaudited) (Unaudited)
Akun ini terdiri dari :
Provisi dan komisi lainnya 32,510,708,110 30,862,979,741
Pendapatan administrasi 44,270,579,162 40,485,191,988
Pendapatan denda 536,910,009 483,926,907
Pendapatan lainnya 94,270,912 71,178,066
Jumlah Pendapatan Operasional Lainnya 77,412,468,193 71,903,276,702
Pendapatan administrasi merupakan pendapatan yang diterima oleh Bank atas administrasi kredit, administrasi pembukaan rekening untuk tabungan
dan giro. Termasuk didalamnya fee atas jasa bank sebagai bank persepsi.
34. BEBAN PERSONALIA
30 Juni 2026 30 Juni 2025
(Unaudited) (Unaudited)
Akun ini terdiri dari :
Gaji dan upah 80,221,235,192 90,037,715,818
Tunjangan 193,466,485,725 202,876,989,000
Honorarium 7,513,309,773 9,613,625,124
Pendidikan dan latihan 4,417,460,445 6,653,457,990
Imbalan Pasca Kerja 21,500,000,000 16,500,000,000
Jumlah Beban Personalia 307,118,491,135 325,681,787,932
65
Page 69
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
35. BEBAN ADMINISTRASI DAN UMUM
30 Juni 2026 30 Juni 2025
(Unaudited) (Unaudited)
Akun ini terdiri dari :
Beban bunga capital lease 2,039,026,159 3,172,515,953
Beban amortisasi atas aset lease 17,128,948,001 18,009,260,831
Beban sewa 3,598,559,909 5,034,738,812
Beban profesional 4,648,543,643 6,461,989,534
Beban asuransi 7,014,647,890 9,568,282,795
Beban pajak kendaraan, bumi bangunan, dan lainnya 9,815,717,683 132,977,604
Beban pemeliharaan dan perbaikan 3,878,939,223 4,457,437,437
Beban penyusutan aktiva tetap dan inventaris 15,465,585,973 10,368,553,158
Beban penyusutan aktiva tidak berwujud 668,172,554 541,764,145
Beban amortisasi emisi obligasi dan lainnya 456,111,870 456,111,870
Beban barang dan jasa 68,649,906,326 70,636,539,005
Beban perjalanan dinas 10,412,969,506 8,927,717,812
Beban bank 12,861,138,202 11,591,463,431
Kerugian terkait risiko operasional 5,600,200 1,876,612,079
Beban lain-lain 399,486,580 508,154,799
Jumlah Beban Umum dan Administrasi 157,043,353,719 151,744,119,264
36. BEBAN PROMOSI
30 Juni 2026 30 Juni 2025
(Unaudited) (Unaudited)
Akun ini terdiri dari :
Beban promosi 3,289,911,351 2,947,410,444
Jumlah Biaya
BebanPremi
Promosi
Program Penjaminan Pemerintah 3,289,911,351 2,947,410,444
37. BEBAN PREMI PROGRAM PENJAMINAN PEMERINTAH
30 Juni 2026 30 Juni 2025
(Unaudited) (Unaudited)
Akun ini terdiri dari :
Premi Asuransi Penjaminan Pihak III/LPS 21,833,212,550 16,900,852,789
Jumlah Biaya
BebanPremi
PremiProgram
ProgramPenjaminan
PenjaminanPemerintah
Pemerintah 21,833,212,550 16,900,852,789
37. PENYISIHAN PENURUNAN NILAI ASET KEUANGAN
30 Juni 2026 30 Juni 2025
(Unaudited) (Unaudited)
Akun ini terdiri dari penyisihan penurunan nilai aset produktif atas:
Penempatan Antar Bank - 7,830,541
Surat Berharga - -
Kredit yang diberikan 93,341,320,826 12,835,652,735
Penyertaan - -
Transaksi Rekening Administratif - Garansi yang diberikan 161,367,071 840,455,710
Transaksi Rekening Administratif - Longgar tarik atas kredit yang diberikan 87,056,337 29,994,212
Dikurangi koreksi cadangan penurunan nilai aset produktif atas:
Penempatan Antar Bank - (9,497,519)
Surat Berharga - -
Kredit yang diberikan (27,609,167,657) (10,635,078,097)
Penyertaan - -
Transaksi Rekening Administratif - Garansi yang diberikan (200,128,790) (902,662,628)
Transaksi Rekening Administratif - Longgar tarik atas kredit yang diberikan (180,461,409) (177,065,293)
Jumlah Penyisihan Penurunan Aktiva Produktif 65,599,986,378 1,989,629,661
66
Page 70
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
39. PERUBAHAN NILAI WAJAR ASET KEUANGAN
30 Juni 2026 30 Juni 2025
(Unaudited) (Unaudited)
Akun ini terdiri dari :
Kerugian perubahan nilai wajar aset keuangan diperdagangkan - -
Dikurangi
Keuntungan perubahan nilai wajar aset keuangan diperdagangkan - -
Jumlah MTM Surat Berharga Diperdagangkan - -
PENDAPATAN (BEBAN) NON OPERASIONAL
40. PENDAPATAN NON OPERASIONAL
30 Juni 2026 30 Juni 2025
(Unaudited) (Unaudited)
Penerimaan Klaim Asuransi Kerugian Operasional - -
Sewa 77,442,026 172,909,763
Penjualan Aktiva Tetap & Inventaris - 887,594
Lain-lain 1,400,723,581 2,192,996,469
Jumlah 1,478,165,607 2,366,793,826
41. BEBAN NON OPERASIONAL
30 Juni 2026 30 Juni 2025
(Unaudited) (Unaudited)
Kerugian Penjualan Aset Tetap & Inventaris - -
Denda-denda 50,000 102,000,000
Lain-lain 11,629,575,213 6,323,283,122
Jumlah 11,629,625,213 6,425,283,122
Jumlah Pendapatan (Beban) Non Operasional (10,151,459,606) (4,058,489,296)
42. INFORMASI MENGENAI KOMITMEN DAN KONTIJENSI
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Unaudited) (Audited)
a. Komitmen
Kewajiban komitmen
Fasilitas kredit kepada nasabah yang belum digunakan 323,222,285,428 204,436,508,169
b. Kontinjensi
Tagihan kontinjensi
Pendapatan bunga dalam penyelesaian 171,630,997,120 186,368,939,874
Kewajiban kontinjensi
Garansi yang diberikan 6,319,054,859 3,581,025,931
67
Page 71
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
43. RASIO KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM
Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum pada periode yang berakhir 30 Juni 2026 dan 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut
30 Juni 2026 30 Juni 2025
(Unaudited) (Unaudited)
Komponen Modal
a Modal Inti
Modal Disetor 1,453,841,600,000 1,400,067,600,000
Cadangan tambahan modal 194,592,903,258 427,978,300,176
b Modal Pelengkap
Faktor-faktor yang memenuhi persyaratan modal pelengkap 125,643,312,500 119,881,225,000
Jumlah 1,774,077,815,758 1,947,927,125,176
Penyertaan - -
Total Modal Untuk Resiko Kredit dan Operasional 1,774,077,815,758 1,947,927,125,176
Aset Tertimbang Menurut Resiko (ATMR) Untuk
Resiko Kredit dan Operasional 10,971,060,761,714 10,360,743,628,945
Aset Tertimbang Menurut Resiko (ATMR) Untuk - -
Resiko Pasar
Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum 16.18 18.80
Untuk Resiko Kredit, Pasar & Operasional
44. INFORMASI MENGENAI RASIO KEUANGAN
30 Juni 2026 30 Juni 2025
(Unaudited) (Unaudited)
a. Rasio Kinerja
1 Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) 16.18 18.80
2 Aset produktif bermasalah dan aset non produktif bermasalah
terhadap total aset produktif dan aset non produktif 3.38 2.23
3 Aset produktif bermasalah terhadap total aset produktif 3.38 2.23
4 Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) aset keuangan
terhadap aset produktif 1.12 1.06
5 NPL gross 3.92 2.74
6 NPL net 2.85 1.62
7 Kredit Kualitas Rendah (KKR) 5.39 3.38
8 Return on Asset (ROA) 1.95 2.11
9 Return on Equity (ROE) 20.21 19.56
10 Net Interest Margin (NIM) 7.11 6.79
11 Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) 81.65 81.25
12 Cost to Income Ratio (CIR) 62.69 67.81
13 Loan to Deposit Ratio (LDR) 108.02 94.64
b. Kepatuhan (Compliance )
1 Persentase pelanggaran BMPK
i. Pihak terkait - -
ii. Pihak tidak terkait - -
Persentase pelampauan BMPK
i. Pihak terkait - -
ii. Pihak tidak terkait - -
2 Giro Wajib Minimum (GWM)
i. GWM Utama Rupiah 20.79 10.06
ii. GWM Valuta Asing - -
3 Posisi Devisa Netto (PDN) secara keseluruhan - -
68
Page 72
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
45. PERATURAN-PERATURAN BARU YANG TELAH DITERBITKAN
Peraturan-peraturan baru yang telah terbit dan dapat memberikan dampak signifikan terhadap kegiatan usaha Perseroan adalah sebagai berikut:
1 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 27 Tahun 2022 tanggal 26 Desember 2022 perihal Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum.
2 Selain KPMM berdasarkan profil risiko, bank wajib membentuk tambahan modal sebagai penyangga (buffer) sebagai berikut:
a. Bank yang tergolong sebagai Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti 2, Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti 3, dan Kelompok Bank
berdasarkan Modal Inti 4 wajib membentuk Capital Conservation Buffer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (3) huruf a.
b. Seluruh Bank wajib membentuk Countercyclical Buffer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (3) huruf b;
c. Bank yang ditetapkan sebagai Bank Sistemik wajib membentuk Capital Surcharge untuk Bank sistemik sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 3 ayat (3) huruf c.
Peraturan-peraturan baru yang telah terbit dan dapat memberikan dampak signifikan terhadap kegiatan usaha Perseroan adalah sebagai berikut:
a. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 27 Tahun 2022 tanggal 26 Desember 2022 perihal Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank
Umum. yang merupakan perubahan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 34/POJK.03/2016 tanggal 22 September 2016 perihal
Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) Bank Umum.
- Capital Conservation Buffer adalah tambahan modal yang berfungsi sebagai penyangga (buffer) apabila terjadi kerugian pada periode
krisis, ditetapkan sebesar 2,5% dari ATMR;
- Countercyclical Buffer adalah tambahan modal yang berfungsi sebagai penyangga (buffer) untuk mengantisipasi kerugian apabila
terjadi pertumbuhan kredit perbankan yang berlebihan sehingga berpotensi mengganggu stabilitas sistem keuangan. Ditetapkan dalam
kisaran sebesar 0% sampai dengan 2,5% dari ATMR, berdasarkan penetapan otoritas yang berwenang;
- Capital Surcharge untuk Domestic Systemically Important Bank adalah tambahan modal yang berfungsi mengurangi dampak negatif
terhadap stabilitas sistem keuangan dan perekonomian apabila terjadi kegagalan bank yang berdampak sistemik melalui peningkatan
kemampuan Bank dalam menyerap kerugian. Ditetapkan dalam kisaran 1% sampai dengan 2,5% dari ATMR. Otoritas Jasa Keuangan
menetapkan besarnya persentase Capital Surcharge untuk Bank sistemik.
Bank wajib menyediakan modal inti (Tier 1) paling rendah sebesar 6% dari ATMR dan modal inti utama (Common Equity Tier 1) paling
rendah sebesar 4,5% dari ATMR, baik secara individual maupun secara konsolidasi dengan entitas anak. Pemenuhan rasio modal inti dan
modal inti utama sampai dengan tanggal 31 Desember 2014 masih menggunakan komponen modal inti Indonesia No. 14/18/PBI/2012
tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum.
b. POJK No. 18 tahun 2025 dan SEOJK No. 29/SEOJK.03/2025 tanggal 26 November 2025 tentang Transparansi dan Publikasi Laporan
Bank.
Peraturan ini mengatur ketentuan mengenai penyusunan, pengumuman dan penyampaian Laporan Publikasi Bulanan, Laporan Publikasi
Triwulanan, Laporan Publikasi Tahunan dan Laporan Publikasi Lainnya. Termasuk harmonisasi penyusunan Laporan Keuangan, menjaga
integritas penyusunan Laporan Keuangan serta kompetensi petugas penyusun Laporan Keuangan.
c. Surat Edaran Bank Indonesia No.17/11/DKSP tanggal 1 Juni 2015 perihal Kewajiban Penggunaan Rupiah di Wilayah Negara Kesatuan
Republik Indonesia.
Peraturan ini mengatur penggunaan Rupiah dalam setiap transaksi yang dilakukan di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, baik
dilakukan oleh penduduk maupun bukan penduduk, transaksi tunai maupun non tunai, sepanjang dilakukan di Wilayah Negara Kesatuan
Republik Indonesia. Peraturan ini berlaku efektif pada tanggal 1 Juli 2015.
d. SEOJK No. 34/SEOJK.03/2021 Tanggal 31 Desember 2021 tentang Buku Pedoman Akuntansi bagi Bank Umum Konvensional. Termasuk
penerapan PSAK No. 109 “Instrumen Keuangan”; PSAK No. 115 "Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan; PSAK No. 116 "Sewa".
Penerapan ini untuk tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal 01 Januari 2020.
Penerapan dini diperkenankan. Jika entitas memilih untuk menerapkan dini Pernyataan ini, entitas harus mengungkapkan fakta tersebut dan
menerapkan semua persyaratan dalam Pernyataan ini pada waktu yang sama.
Entitas menerapkan Pernyataan ini secara retrospektif sesuai dengan PSAK 208 "Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan
Kesalahan".
Pernyataan ini tidak diterapkan untuk item yang telah dihentikan pengakuannya pada tanggal penerapan awal.
Ketentuan Transisi untuk Akuntansi Lindung Nilai. Ketika entitas pertama kali menerapkan Pernyataan ini, entitas dapat memilih sebagai
bagian kebijakan akuntansinya untuk menerapkan persyaratan dalam Bab 6 dari PSAK No. 109 ini atau terus menerapkan persyaratan
akuntansi lindung nilai sesuai PSAK 55 untuk seluruh hubungan lindung nilainya. Hal ini dikarenakan PSAK No. 109 belum
mengakomodir persyaratan terkait macro hedging .
e. POJK No. 12/POJK.03/2019 tanggal 04 April 2019 tentang Pelaporan Bank Umum Melalui Sistem Pelaporan Otoritas Jasa Keuangan
Bank wajib melaporkan laporannya sebagaimana yang diatur dalam POJK tersebut pada aplikasi pelaporan Otoritas Jasa Keuangan, yang
implementasinya akan dilakukan secara bertahap terhadap masing-masing laporan
f. POJK No. 31/POJK.03/2019 tanggal 02 Desember 2019 tentang Kewajiban Pemenuhan Ratio Pengungkit Bank Umum
Rasio Pengungkit atau Leverage Ratio yang selanjutnya disebut Rasio Pengungkit adalah perbandingan antara modal inti dengan total
eksposur. Bank wajib menyediakan Modal Inti yang memadai berdasarkan Total Eksposur yang tercatat pada laporan posisi keuangan serta
laporan komitmen dan kontinjensi. Bank wajib memenuhi Rasio Pengungkit sebagaimana dimaksud pada ayat (2) paling rendah sebesar 3%
(tiga persen) setiap waktu.
69
Page 73
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
45. PERATURAN-PERATURAN BARU YANG TELAH DITERBITKAN (Lanjutan)
g. SEOJK No. 6/SEOJK.03/2020 tanggal 29 April 2020 tentang Perhitungan Aset Tertimbang Menurut Risiko Untuk Risiko Operasional
Dengan Menggunakan Pendekatan Standar Bagi Bank Umum.
Perhitungan wajib dilakukan untuk posisi akhir bulan Desember 2022.
h. POJK No. 12/POJK.03/2020 tanggal 16 Maret 2020 tentang Konsolidasi Bank Umum
Konsolidasi Bank dilakukan melalui skema:
- Penggabungan, Peleburan, atau Integrasi;
- Pengambilalihan yang diikuti dengan Penggabungan, Peleburan, atau Integrasi;
- Pembentukan KUB terhadap Bank yang telah dimiliki;
- Pembentukan KUB karena Pemisahan UUS; atau
- Pembentukan KUB karena Pengambilalihan.
Bank wajib memenuhi Modal Inti minimum yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan. Modal Inti minimum sebagaimana paling sedikit
Rp3.000.000.000.000,00 (tiga triliun rupiah).
Modal Inti minimum sebagaimana dimaksud wajib dipenuhi paling lambat tanggal 31 Desember 2022. Dengan tahapan sebagai berikut:
- Rp1.000.000.000.000,00 (satu triliun rupiah) paling lambat tanggal 31 Desember 2020;.
- Rp2.000.000.000.000,00 (dua triliun rupiah) paling lambat tanggal 31 Desember 2021; dan
- Rp3.000.000.000.000,00 (tiga triliun rupiah) paling lambat tanggal 31 Desember 2022
Bagi Bank milik pemerintah daerah wajib memenuhi Modal Inti minimum paling sedikit Rp3.000.000.000.000,00 (tiga triliun rupiah)
paling lambat tanggal 31 Desember 2024.
i. SEOJK No. 24/SEOJK.03/2021 tanggal 7 Oktober 2021 tentang Perhitungan Aset Tertimbang Menurut Risiko Untuk Risiko Kredit
Dengan Menggunakan Pendekatan Standar Bagi Bank Umum.
Perhitungan wajib dilakukan untuk posisi akhir bulan Januari 2023.
j. SEOJK No. 23/SEOJK.03/2022 tanggal 7 Desember 2022 tentang Perhitungan Aset Tertimbang Menurut Risiko Untuk Risiko Pasar
Dengan Menggunakan Pendekatan Standar Bagi Bank Umum.
Perhitungan wajib dilakukan untuk posisi akhir bulan 01 Januari 2024.
k. POJK No. 15 Tahun 2024 tanggal 2 Oktober 2024 tentang Integritas Pelaporan Keuangan Bank.
POJK tersebut berlaku pada tanggal diundangkan.
46. INFORMASI TAMBAHAN PSAK No. 109, “INSTRUMEN KEUANGAN”
Berdasarkan hasil Post Implementation Review (PIR) yang telah dilakukan terhadap implementasi PSAK No. 109, “Instrumen Keuangan”, terdapat
penyempurnaan dan penyesuaian Cadangan Kerugian Kredit Ekspektasian (CKKE) sebagai berikut:
1 Penyempurnaan teknis perhitungan Cadangan Kerugian Kredit Ekspektasian (CKKE) tidak akan merubah Tarif Probability of Default , Tarif Loss
Given Default , Skala Forward Looking Adjustment serta tarif Discount Factor . Perhitungan data historis untuk mendapatkan tarif tetap
menggunakan tarif yang sama dengan saat penerapan yaitu tarif triwulan I dan akan disesuaikan jika dilakukan penyesuaian tarif dalam tahun
depan (evaluasi tahunan).
2 Pembentukan Cadangan Kerugian Kredit Ekspektasian (CKKE) 12 bulan tetap sama mengingat teknik penetapan saldo EAD adalah sama yaitu
sebesar outstanding debitur per bulan laporan.
3 Pembentukan Cadangan Kerugian Kredit Ekspektasian (CKKE) Life Time disempurnakan yaitu pada perhitungan existing "menggunakan saldo
bulan laporan dan saldo pada akhir tahun-tahun berikutnya sampai dengan jatuh tempo. Pada perhitungan penyempurnaan, pembentukan Cadangan
Kerugian Kredit Ekspektasian (CKKE) life time "menggunakan saldo cash flow pembayaran (pokok dan bunga) sampai dengan tanggal jatuh
tempo sesuai dengan kontrak pembiayaan.
4 Berdasarkan analisis, hasil perhitungan Cadangan Kerugian Kredit Ekspektasian (CKKE) life time dengan menggunakan cash flow lebih sesuai
dengan ketentuan PSAK No. 109, “Instrumen Keuangan” dan juga dinilai lebih sesuai dengan Profil Risiko kredit PT. Bank SulutGo.
5 Model penyempurnaan yang menggunakan pendekatan secara Cash Flow telah sesuai secara best practice dan juga telah diterapkan di beberapa
bank.
70
Page 74
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
46. INFORMASI TAMBAHAN (Lanjutan)
6 Menetapkan kriteria significant loan adalah sebagai berikut:
- Data terakhir selama 3 (tiga) tahun Data terakhir selama 3 (tiga) tahun/36 (tiga puluh enam) bulan;
- Baki debet lebih dari Rp. 3.000.000.000,- (tiga miliar rupiah);
- Pengelompokkan fasilitas kredit tersebut berdasarkan umur tunggakan berada dalam kondisi rating 5 sampai dengan rating 8.
7 Minimum kriteria non significant loan adalah sebagai berikut:
- Data terakhir selama 3 (tiga) tahun Data terakhir selama 3 (tiga) tahun/36 (tiga puluh enam) bulan;
- Baki debet kurang dari atau sama dengan Rp. 3.000.000.000,- (tiga miliar rupiah);
- Pengelompokkan fasilitas kredit tersebut berdasarkan umur tunggakan berada dalam kondisi rating 1 sampai dengan rating 8.
- Baki debet lebih dari Rp. 3.000.000.000,- (tiga miliar rupiah) namun berada pada kondisi rating 1 sampai dengan rating 4.
8 CKPN dibentuk dengan metode Expected Credit Loss Model yang terdiri atas 2 (dua) jenis berdasarkan signifikansi dari aset tersebut, yaitu:
a. One year (satu tahun) excpected credit loss , dengan minimun kriteria:
- Kredit dengan kualitas berada pada stage 1 (performing loan dengan DPD 0 sampai dengan 30 hari); dan
- Tidak terdapat bukti peningkatan risiko kredit secara signifikan.
b. Lifetime expected credit loss , dengan minimum kriteria:
- Kredit dengan kualitas berada pada stage 2 (under performing portofolio dengan DPD 31 sampai dengan 90 hari); dan stage 3 (non
performing portofolio dengan DPD diatas 90 hari); dan
- Terdapat bukti peningkatan risiko kredit secara signifikan.
47. REKLASIFIKASI AKUN
Laporan Keuangan 31 Desember 2025, akun tertentu direklasifikasi untuk menyesuaikan dengan penyajian Laporan Keuangan Tahun 2026, sebagai
berikut, sesuai SEOJK No. 29/SEOJK.03/2025 tanggal 26 November 2025 Tentang Transparansi & Publikasi Laporan Bank, pada pedoman
penyusunan Laporan Publikasi Keuangan dan informasi kinerja keuangan bulanan, ringkasan Laporan Posisi Keuangan.
30 Juni 2026
(Unaudited)
Sebelum Reklasifikasi Reklasifikasi Setelah Reklasifikasi
Penambahan Pengurangan
Nilai Buku Aset Tetap & Inventaris 650,467,014,481 - 49,059,248,651 601,407,765,830
Nilai Buku Aset Sewa Guna Usaha - 49,059,248,651 - 49,059,248,651
pada kelompok Aset Lainnya - - - -
Total 601,407,765,830 49,059,248,651 49,059,248,651 650,467,014,481
71
Page 75
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
48. IKATAN KELOMPOK USAHA BANK
Berdasarkan perjanjian kerjasama No. 059/PKS/REN/DIR/X/2024 dan 022/DIR-MC/X/2024 tanggal 14 Oktober 2024 antara PT. Bank SulutGo
dengan PT. Mega Corpora, para pihak sepakat dan mengikatkan diri untuk mengadakan perjanjian kerjasama tentang Kelompok Usaha Bank (KUB)
PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo bersama PT. Bank Mega, Tbk, dengan maksud dan tujuan sebagai berikut:
1 Maksud Perjanjian Kerja Sama ini adalah untuk penguatan struktur, ketahanan, daya saing perbankan di daerah.
2 Tujuan Perjanjian Kerja Sama adalah untuk mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi dengan melakukan penguatan permodalan bank dan
konsolidasi perbankan di daerah.
Objek Perjanjian Kerja Sama adalah pelaksanaan kerja sama Kelompok Usaha Bank (KUB) diantara Para Pihak untuk pemenuhan Modal Inti
Minimum (MIM) Bank SulutGo sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum.
Ruang Lingkup Perjanjian Kerja Sama ini memuat:
1 Konsolidasi Bank Umum;
2 Pembentukan KUB;
3 Pemenuhan Modal Inti Minimum bagi bank dalam skema konsolidasi dan bank milik pemerintah daerah; dan
4 Pengaturan lainnya.
Permodalan
1 Besaran kepemilikan saham Mega Corpora setelah pembentukan KUB adalah 24,9% (dua puluh empat koma sembilan persen) dengan ketentuan
sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai KUB, Mega Corpora adalah pemegang saham pengendali bersama Pemprov Sulut.
2 Pemprov Sulut dan Mega Corpora tetap menjaga kecukupan modal sesuai peraturan dan ketentuan yang berlaku bagi KUB.
3 Jika terdapat kebutuhan Modal oleh Bank SulutGo maka seluruh Pemegang Saham akan melakukan penyetoran secara proporsional sesuai dengan
bagian saham yang dimiliki.
4 Jika Pemprov Sulut dan Pemegang Saham Pemerintah Daerah lainnya pada Bank SulutGo belum mampu memenuhi kebutuhan modal tersebut
sebagaimana Point 3 di atas maka kekurangan modal sebagaimana dimaksud akan dipenuhi oleh Pemprov Sulut dan Mega Corpora dengan tetap
berpedoman pada Point 2 di atas. Setoran modal yang dilakukan Mega Corpora dalam rangka memenuhi kebutuhan modal tersebut dapat melebihi
nilai kepemilikan saham Mega Corpora di Bak SulutGo sebagaimana disebutkan pada Point 1 di atas.
5 Pemprov Sulut dan Pemegang Saham Pemerintah Daerah lainnya bersedia untuk nilai kepemilikan saham di Bank SulutGo terdelusi sebagai
konsekuensi dari setoran modal yang dilakukan oleh Mega Corpora sebagaimana dimaksud pada Point 4 yang berlaku setelah adanya Keputusan
dari RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham).
Jangka Waktu
1 Perjanjian Kerja Sama antara Bank SulutGo dan Mega Corpora tentang KUB berlaku setelah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan
(OJK).
2 Apabila Modal Inti Bank SulutGo telah mencapai Rp. 3.000.000.000.000,- (tiga triliun rupiah) sesuai POJK Nomor 12/POJK.03/2020, maka
Mega Corpora berhak atas keputusannya sendiri mengakhiri KUB dengan Bank SulutGo.
49. IKATAN
Berdasarkan perjanjian Nomor: 05/PKS-GTLO/BSG/IX/2025 tanggal 30 September 2025 antara PT Bank SulutGo Dengan PT Bank Tabungan
Negara (Persero) Cabang Gorontalo tenang Sinergi antara Bank dalam Rangka Bantuan Pemotongan Gaji Pegawai. Perjanjian kerjasama berlaku 5
(lima) tahun sejak tanggal ditandatangani perjanjian dan dapat diperpanjang sesuai dengan kesepakatan.
Berdasarkan perjanjian Nomor: 091/PKS-UMM/DIR/IX 2023 dan Nomor: 064/PKS/BM/IX/2023 tanggal 4 September 2023 antara PT Bank SulutGo
dengan PT Usaha Gedung Mandiri untuk pekerjaan Cleaning Service. Perjanjian ini berlaku selama 3 (tiga) tahun sampai dengan 9 Juli 2026. PT
Usaha Gedung Mandiri bertanggung jawab atas kegiatan dan segala aspek operasional dan pemeliharaan gedung dan seluruh fasilitas dan peralatan
demi kelancaran opersaional Bank.
Berdasarkan perjanjian No. Jan-02/C/6.1/062024 dan 033/PKS-KRD-KSF/DIR/VI/2024 tanggal 26 Juni 2024 antara PT Bank SulutGo dengan PT
Taspen (Persero) Tentang Pembayaran Tabungan Hari Tua, Pensiun, Jaminan Kecelakaan Kerja, dan Jaminan Kematian Melalui Rekening Bank.
Perjanjian ini berlaku selama 2 (dua) tahun sampai dengan 23 Juni 2026.
72
Page 76
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
49. IKATAN (lanjutan)
Berdasarkan perjanjian Nomor: 41/D.1.UMKM/PKP/2025 dan 034/PKS/KRD-KKM/DIR/IV/2025 tanggal 25 April 2025 antara PT Bank SulutGo
dengan Deputi Bidang Usaha Mikro Kementrian Usaha Mikro Kecil dan Menengah tentang Pembiayaan Skema Subsidi Bunga/Subsidi Maarjin
Kredit Usaha Rakyat. Perjanjian ini berlaku selama 3 (tiga) tahun sejak terhitung ditandatangani oleh kedua belah pihak.
Berdasarkan Addendum I perjanjian kerjasama Nomor: RS-LGL-PKS-2410-0014 dan 060/ADD-PBJ/DIR/X/2024 tanggal 21 Oktober 2024 antara
Bank dengan PT Bank Sulutgo dengan PT Rintis Sejahtera tentang Layanan Billing payment dan Pembayaran online lainnya (BPPOL).
Berdasarkan perjanjian Nomor: 250/PP/SMF-BPD.SULUTGO/XII/2025 tanggal 18 Desember 2025 antara PT Bank SulutGo dengan PT Sarana
Multigriya Finansial tentang Perjanjian Pemberian Fasilitas Pinjaman. Jangka waktu pinjaman selama 25 bulan sejak pencairan fasilitas pinjaman.
Fasilitas pinjaman berjumlah Rp. 600.000.000.000 tidak termasuk Bunga Provisi dan biaya-biaya lainnya.
Berdasarkan perjanjian Nomor: 3523/TRS/XII/2025 tanggal 19 Oktober 2025 antara PT Bank SulutGo dengan Bank Jakarta tentang Pemberian
Fasilitas Pinjaman. Jangka waktu pinjaman selama 12 bulan sejak pencairan fasilitas pinjaman. Fasilitas pinjaman berjumlah Rp500.000.000.000
dengan suku bunga 5,85% yang dihitung dari jumlah fasilitas kredit.
Berdasarkan perjanjian Nomor: 082A/PKS-DIR/UMM/2022 dan 47-PERJ/MGS-BankSulutGo/LEGAL/X/2022 tanggal 17 Oktober 2022 antara PT
Bank SukutGo dengan PT Metrocom Global Solusi untuk sewa 6 (enam) unit mesin ATM Merek Nautilus Hyosung Monimax 5600S. Perjanjian ini
berlaku selama 4 (empat) tahun terhitung sejak tanggal BAST Barang.
Berdasarkan perjanjian Nomor: 029C/PKS-DIR/UMM/III/2023 dan S1.015/III/2023 tanggal 6 Maret 2023 antara PT Bank SukutGo dengan PT
Srisindhu Informatika untuk sewa pakai 2 (dua) unit Mesin ATM CRM DN 200V. Perjanjian ini berlaku selama 4 (empat) tahun terhitung sejak
tanggal BAST Barang.
Berdasarkan perjanjian Nomor: 078B/PKS-DIR/UMM/VII/2023 dan 31.A-PERJ/MGS-BankSulutGo/LEGAL/XII/2023 tanggal 17 Juli 2023 antara
PT Bank SukutGo dengan PT Metrocom Global Solusi untuk sewa 25 unit mesin ATM Merek Nautilus Hyosung Monimax 5600S. Perjanjian ini
berlaku selama 4 (empat) tahun terhitung sejak tanggal BAST Barang.
Berdasarkan perjanjian Nomor: 078B/PKS-DIR/UMM/VII/2023 dan 31.A-PERJ/MGS-BankSulutGo/LEGAL/XII/2023 tanggal 31 Oktober 2023
antara PT Bank SukutGo dengan PT Metrocom Global Solusi untuk sewa 2 (dua) unit Mesin ATM Procash 280 FL. Perjanjian ini berlaku selama 3
(tiga) tahun terhitung sejak tanggal BAST Barang.
Berdasarkan perjanjian Nomor: 118A/PKS-UMM/DIR/X22/2023 dan 70-PKS/MGS-BankSulutGo/LEGAL/XII/2023 tanggal 29 Desember 2023
antara PT Bank SukutGo dengan PT Metrocom Global Solusi untuk sewa 18 unit Mesin ATM Procash 280 FL. Perjanjian ini berlaku selama 3 (tiga)
tahun terhitung sejak tanggal BAST Barang.
Berdasarkan perjanjian Nomor: 037/PKS/UMM/DIR/VII/2024 dan 39-PERJ/MGS-BSG/LEGAL/VII/2024 tanggal 15 Juli 2024 antara PT Bank
SukutGo dengan PT Metrocom Global Solusi untuk sewa 23 unit Mesin ATM Procash 280 FL. Perjanjian ini berlaku selama 2 (dua) tahun terhitung
sejak tanggal BAST Barang.
Berdasarkan perjanjian Nomor: 043A/PKS-UMM/DIR/V2025 dan 053A/Insan-DIR/V/2025 tanggal 9 Mei 2025 antara PT Bank SukutGo dengan PT
Insan Teknologi Semesta untuk sewa pakai 8 (delapan) unit ATM Diebold Nixdorf Type Procash 280. Perjanjian ini berlaku 1 (satu) tahun sampai
dengan 30 Mei 2026.
Berdasarkan Addendum Pertama Perjanjian Nomor: 01A/PKS.BPDSU/AJ/300/2022 dan Nomor: 007A/PKS-DIR/PB/I/2022 tanggal 28 Januari 2022
antara PT Bank SulutGo dengan PT Artajasa Pembayaran Elektronis tentang Keanggotaan Layanan Transaksi Elektronis Artajasa Dalam angka
Implementasi Gerbang Pembayaran Nasional. Kewajiban PT Artajasa menyediakan ATM Bersama Debit untuk PT Bank Sulutgo dengan ketentuan
yang diatur dalam perjanjian.
Berdasarkan Addendum Ketiga Perjanjian Kerjasama Nomor: 0246/PKS/UMM/DIR/V/2024 dan No: PKS/HFL-LGL/05-24/022/ tanggal 13 Mei
2024 antara PT Bank SulutGo dengan PT Collega Inti Pratama tentang Upgrade Teknologi Informasi Core Banking System Serta Layanan Data
Center And Disaster Recovery Center. Jangka waktu perjanjian kerja sama selama 3 (tiga) tahun sampai dengan 25 Februari 2027.
73
Page 77
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Rupiah)
49. IKATAN (lanjutan)
Ruang Lingkup:
1. Layanan penyedia Apikasi oleh PT Collega Inti Pratama untuk dapat dipergunakan oleh Bank dengan mengikuti peraturan/ketentuan dari
Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan atau peraturan perundang-undangan yang berlaku serta kebijakan Internal Bank.
2. Menyediakan Managed Service Aplikasi, Berupa:
- Penyediaan Fasilitas Data Center.
- Menyediakan Fasilutas Disaster Recover Center disertai dengan DRC plan yang akan digunakan ketika terjadi bencana maupun
kondisi-kondisi membahayakan bagi pelaksanaan layanan.
74
Page 78
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
50. Template KM1: Key metrics secara Konsolidasi
No. Deskripsi 30 Juni 2026 31 Maret 2026 31 Desember 2025 30 September 2025 30 Juni 2025
Modal yang Tersedia (nilai)
1 Modal Inti Utama (CET1) 1,648,435 1,628,297 1,853,003 1,867,834 1,828,046
1a Model Kerugian Kredit Ekspektasian sesuai PSAK No. 109, “INSTRUMEN KEUANGAN” secara Penuh N/A N/A N/A N/A N/A
2 Modal Inti (Tier 1) 1,648,435 1,628,297 1,853,003 1,867,834 1,828,046
2a Modal inti Tier 1 dengan adanya Model Kerugian Kredit Ekspektasian sesuai PSAK No. 109, “INSTRUMEN KEUANGAN” secara Penuh N/A N/A N/A N/A N/A
3 Total Modal 1,774,078 1,754,040 1,981,445 1,991,310 1,947,927
3a Total Modal dengan adanya Model Kerugian Kredit Ekspektasian sesuai PSAK No. 109, “INSTRUMEN KEUANGAN” secara Penuh N/A N/A N/A N/A N/A
Aset Tertimbang Menurut Risiko (Nilai)
4 Total Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) 10,971,061 10,979,024 11,045,620 10,648,337 10,360,744
4a Total Aset Tertimbang Menurut Risiko (pre-floor ) N/A N/A N/A N/A N/A
Rasio Modal berbasis Risiko dalam bentuk persentase dari ATMR
5 Rasio CET1 (%) 15.03% 14.83% 16.78% 17.54% 17.64%
5a CET1 dengan adanya Model Kerugian Kredit Ekspektasian sesuai PSAK No. 109, “INSTRUMEN KEUANGAN” secara Penuh (%) N/A N/A N/A N/A N/A
5b Rasio CET1 (rasio pre-floor ) (%) N/A N/A N/A N/A N/A
6 Rasio Tier 1 (%) 15.03% 14.83% 16.78% 17.54% 17.64%
6a Rasio Tier1 dengan adanya Model Kerugian Kredit Ekspektasian sesuai PSAK 71 secara Penuh (%) N/A N/A N/A N/A N/A
6b Rasio Tier 1 (rasio pre-floor ) (%) N/A N/A N/A N/A N/A
7 Rasio Total Modal (%) 16.18% 15.98% 17.94% 18.70% 18.80%
7a Rasio Total Modal dengan adanya Model Kerugian Kredit Ekspektasian sesuai PSAK 71 secara Penuh (%) N/A N/A N/A N/A N/A
7b Rasio Total Modal (ratio pre-floor ) (%) N/A N/A N/A N/A N/A
Tambahan CET1 yang berfungsi sebagai buffer dalam bentuk persentase dari ATMR
8 Capital conservation buffer (2.5% dari ATMR) (%) 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00%
9 Countercyclical Buffer (0 - 2.5% dari ATMR) (%) 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00%
10 Capital Surcharge untuk Bank Sistemik (1% - 2.5%) (%) 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00%
11 Total CET1 sebagai buffer (Baris 8 + Baris 9 + Baris 10) 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00%
12 Komponen CET1 untuk buffer
Rasio pengungkit sesuai Basel III
13 Total Eksposur 21,976,243 22,008,524 23,453,035 22,604,311 21,406,071
Nilai Rasio Pengungkit, termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam
14
rangka memenuhi ketentuan GWM (jika ada)
Nilai Rasio pengungkit sesuai dengan Basel III dengan adanya Model Kerugian Kredit Ekspektasian sesuai PSAK 71 secara Penuh. (%) (baris 2a /
14a N/A N/A N/A N/A N/A
baris13)
Nilai Rasio Pengungkit, tidak termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia
14b
dalam rangka memenuhi ketentuan GWM (jika ada)
Nilai Rasio Pengungkit, termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam
14c rangka memenuhi ketentuan GWM (jika ada), yang telah memasukkan nilai rata-rata dari nilai tercatat aset Securities Financing Transaction
(SFT) secara gross
Nilai Rasio Pengungkit, tidak termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia
14d
dalam rangka memenuhi ketentuan GWM (jika ada), yang telah memasukkan nilai rata-rata dari nilai tercatat aset SFT secara gross
Rasio Kecukupan Likuiditas (LCR)
15 Total Aset Likuid Berkualitas Tinggi (HQLA) 3,500,739 4,379,954 4,577,256 5,475,515 4,210,210
16 Total Arus Kas Keluar Bersih (net cash outflow ) 1,409,474 1,875,332 3,272,697 3,290,857 2,917,056
17 LCR (%) 248.00% 233.56% 139.86% 166.39% 144.33%
Rasio Pendanaan Stabil Bersih (NSFR)
18 Total Pendanaan Stabil yang Tersedia (ASF) 14,507,856 13,931,001 14,332,917 13,063,428 11,794,120
19 Total Pendanaan Stabil yang Diperlukan (RSF) 13,310,759 13,376,983 13,394,120 15,625,474 15,149,300
20 NSFR (%) 108.99% 104.14% 107.01% 83.60% 77.85%
Analisis Kualitatif
75
Page 79
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
51. Ikhtisar atas ATMR (OV1)
30 Juni 2026
ATMR
Posisi Modal
Posisi Triwulanan Triwulanan minimum
Pelaporan (T) Sebelumnya
(T-1)
c=a*
a b
8%
1 Risiko Kredit (tidak termasuk Counterparty Credit Risk) 9,934,210 9,879,167 794,737
2 ATMR yang dihitung berdasarkan pendekatan standar 10,051,465 10,059,428 804,117
3 ATMR yang dihitung berdasarkan pendekatan foundation internal ratings-based (F- IRB) - - -
4 ATMR yang dihitung berdasarkan pendekatan supervisory slotting - - -
5 ATMR yang dihitung berdasarkan pendekatan advanced internal ratings-based (A-IRB) - - -
6 Risiko Kredit akibat kegagalan pihak lawan (Counterparty credit risk (CCR)) - - -
Risiko Kredit akibat kegagalan pihak lawan (Counterparty credit risk (CCR)) yang dihitung
7 - - -
berdasarkan pendekatan standar
Risiko Kredit akibat kegagalan pihak lawan (Counterparty credit risk (CCR)) yang dihitung
8 - - -
berdasarkan metode internal model
Risiko Kredit akibat kegagalan pihak lawan (Counterparty credit risk (CCR)) yang dihitung
9 - - -
berdasarkan metode lain
10 Credit Valuation Adjustment (CVA) - -
Equity positions under the simple risk weight approach and the internal model method during the
11 - - -
five-year linear phase-in period
12 Investasi ekuitas dalam funds - pendekatan look-through - - -
13 Investasi ekuitas dalam funds - pendekatan berbasis mandat - - -
14 Investasi ekuitas dalam funds – pendekatan fall-back - - -
15 Risiko kredit akibat kegagalan penyelesaian (settlement risk ) - - -
16 Eksposur sekuritisasi pada banking book - - -
17 Pendekatan Rating Internal (SEC IRBA) - - -
18 Pendekatan Rating Eksternal (SEC-ERBA), termasuk pendekatan penilaian internal (IAA) - - -
19 Pendekatan Standar - - -
20 Risiko pasar - - -
21 ATMR yang dihitung berdasarkan pendekatan standar - - -
22 ATMR yang dihitung berdasarkan pendekatan model internal (IMM) - - -
23 Capital Charge dalam hal adanya reklasifikasi antara trading book dengan banking book - - -
24 Risiko Operasional 919,596 919,596 73,568
25 Jumlah di bawah ambang batas pengurang modal (dikenakan bobot risiko 250%) - - -
26 Penerapan output flooor - - -
27 Floor adjustment (before application of transitional cap) - - -
28 Floor adjustment (after application of transitional cap) - - -
Total (1 + 6 + 10 + 11 + 12 + 13 + 14 + 15 + 16 + 20 + 23 + 24 + 25 + 28) 10,853,806 10,798,763 868,304
Analisis Kualitatif
Analisis Kualitatif
76
Page 80
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
51. Ikhtisar atas ATMR (OV1)
31 Desember 2025
ATMR
Modal
Posisi minimum
Posisi Triwulanan Triwulanan
Pelaporan (T) Sebelumnya
(T-1)
c=a*
a b
8%
1 Risiko Kredit (tidak termasuk Counterparty Credit Risk) 9,919,147 9,798,366 793,532
2 ATMR yang dihitung berdasarkan pendekatan standar 10,275,374 9,878,091 822,030
3 ATMR yang dihitung berdasarkan pendekatan foundation internal ratings-based (F- IRB) - - -
4 ATMR yang dihitung berdasarkan pendekatan supervisory slotting - - -
5 ATMR yang dihitung berdasarkan pendekatan advanced internal ratings-based (A-IRB) - - -
6 Risiko Kredit akibat kegagalan pihak lawan (Counterparty credit risk (CCR)) - - -
Risiko Kredit akibat kegagalan pihak lawan (Counterparty credit risk (CCR)) yang dihitung
7 - - -
berdasarkan pendekatan standar
Risiko Kredit akibat kegagalan pihak lawan (Counterparty credit risk (CCR)) yang dihitung
8 - - -
berdasarkan metode internal model
Risiko Kredit akibat kegagalan pihak lawan (Counterparty credit risk (CCR)) yang dihitung
9 - - -
berdasarkan metode lain
10 Credit Valuation Adjustment (CVA) - - -
Equity positions under the simple risk weight approach and the internal model method during the
11 - - -
five-year linear phase-in period
12 Investasi ekuitas dalam funds - pendekatan look-through - - -
13 Investasi ekuitas dalam funds - pendekatan berbasis mandat - - -
14 Investasi ekuitas dalam funds – pendekatan fall-back - - -
15 Risiko kredit akibat kegagalan penyelesaian (settlement risk ) - - -
16 Eksposur sekuritisasi pada banking book - - -
17 Pendekatan Rating Internal (SEC IRBA) - - -
18 Pendekatan Rating Eksternal (SEC-ERBA), termasuk pendekatan penilaian internal (IAA) - - -
19 Pendekatan Standar - - -
20 Risiko pasar - - -
21 ATMR yang dihitung berdasarkan pendekatan standar - - -
22 ATMR yang dihitung berdasarkan pendekatan model internal (IMM) - - -
23 Capital Charge dalam hal adanya reklasifikasi antara trading book dengan banking book - - -
24 Risiko Operasional 770,246 770,246 61,620
25 Jumlah di bawah ambang batas pengurang modal (dikenakan bobot risiko 250%) - - -
26 Penerapan output flooor - - -
27 Floor adjustment (before application of transitional cap) - - -
28 Floor adjustment (after application of transitional cap) - - -
Total (1 + 6 + 10 + 11 + 12 + 13 + 14 + 15 + 16 + 20 + 23 + 24 + 25 + 28) 10,689,393 10,568,612 855,151
Analisis Kualitatif
Analisis Kualitatif
77
Page 81
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
52. Perbedaan Antara Cakupan Konsolidasi Dan Mapping Pada Laporan Keuangan Sesuai SAK Dengan Kategori Risiko Sesuai Dengan Ketentuan OJK Kategori Risiko
30 Juni 2026
(Unaudited)
a b c d e f g
Nilai tercatat masing-masing risiko
Tidak mengacu
pada
Nilai tercatat sebagaimana
Nilai tercatat berdasarkan Sesuai kerangka Sesuai Sesuai persyaratan
tercantum dalam publikasi Sesuai kerangka risiko
prinsip kehati-hatian counterparty credit kerangka kerangka risiko permodalan atau
laporan keuangan kredit
risk sekuritisasi pasar berdasarkan
pengurangan
modal
Indonesia
Aset
Kas 169,190 169,190 - - - - -
Penempatan pada Bank Indonesia 2,430,523 2,430,523 - - - - -
Penempatan pada bank lain 13,917 13,917 2,783 - - - -
Tagihan spot dan derivatif - - - - - - -
Surat berharga yang dimiliki 1,223,831 1,223,831 - - - - -
Repo 1,050,000 1,050,000 - - - - -
Reverse repo - - - - - - -
Tagihan akseptasi - - - - - - -
Kredit dan pinjaman yang diberikan kepada bank 24,138 24,138 11,574
Kredit dan pinjaman yang diberikan kepada pihak ketiga bukan Bank 16,565,597 16,565,597 9,240,112 - - - -
Pembiayaan syariah - - - - - - -
Penyertaan modal 1,186 1,186 2,965 - - - -
Aset keuangan lainnya - - - - - - -
Cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan -/- (211,392) (211,392) - - - - -
a. Surat berharga - - - - - - -
b. Kredit (211,386) (211,386) - - - - -
c. Lainnya (7) (7) - - - - -
Aset tidak berwujud 7,267 7,267 2,096 - - - -
Akumulasi amortisasi aset tidak berwujud -/- (5,171) (5,171) - - - - -
Aset tetap dan inventaris 820,315 820,315 584,385 - - - -
Akumulasi penyusutan aset tetap dan inventaris -/- (235,930) (235,930) - - - - -
Aset non produktif - - - - - - -
a. Properti terbengkalai - - - - - - -
b. Aset yang diambil alih - - - - - - -
c. Rekening tunda - - - - - - -
d. Aset antar kantor - - - - - - -
Aset lainnya 322,661 322,661 29,593 - - - -
Total aset 22,176,132 22,176,132 9,873,509 - - - -
Kewajiban
Giro 2,044,410 2,044,410 - - - - -
Tabungan 2,945,931 2,945,931 - - - - -
Deposito 10,344,704 10,344,704 - - - - -
Uang elektronik - - - - - - -
Liabilitas kepada Bank Indonesia - - - - - - -
Liabilitas kepada Bank Lain 369,552 369,552 - - - - -
Liabilitas spot dan derivatif/forward - - - - - - -
Liabilitas atas surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali
(repo) 1,001,479 1,001,479 - - - - -
liabilitas akseptasi - - - - - - -
Surat berharga yang diterbitkan 749,848 749,848 - - - - -
Pinjaman/pembiayaan yang diterima 2,050,000 2,050,000 - - - - -
Setoran jaminan 1 1 - - - - -
Liabilitas antar kantor - - - - - - -
Liabilitas lainnya 571,291 571,291 - - - - -
Kepentingan minoritas (minority interest) - - - - - - -
Total kewajiban 20,077,215 20,077,215 - - - - -
Ekuitas
Modal disetor 1,453,842 1,453,842 - - - - -
a. Modal dasar 5,000,000 5,000,000 - - - - -
b. Modal yang belum disetor -/- (3,546,158) (3,546,158) - - - - -
c. Saham yang dibeli kembali (treasury stock) -/- - - - - - - -
Tambahan modal disetor 16,290 16,290 - - - - -
a. Agio 11,966 11,966 - - - - -
b. Disagio -/- - - - - - - -
c. Modal sumbangan - - - - - - -
d. Dana setoran modal 4,324 4,324 - - - - -
e. Lainnya - - - - - - -
Penghasilan komprehensif lainnya 72,734 72,734 - - - - -
a. Keuntungan 214,002 214,002 - - - - -
b. Kerugian -/- (141,269) (141,269) - - - - -
Cadangan 387,976 387,976 - - - - -
a. Cadangan umum 387,976 387,976 - - - - -
b. Cadangan tujuan - - - - - - -
Laba/rugi 168,075 168,075 - - - - -
a. Tahun-tahun lalu - - - - - - -
b. Tahun berjalan 168,075 168,075 - - - - -
c. Dividen yang dibayarkan -/- - - - - - -
Total ekuitas 2,098,916 2,098,916 - - - - -
Total kewajiban dan ekuitas 22,176,132 22,176,132
Kewajiban komitmen dan kewajiban kontijensi
Kewajiban komitmen 323,222 323,222 114,873 - - - -
Kewajiban kontijensi 6,319 6,319 632 - - - -
Total kewajiban komitmen dna kontijensi 329,541 329,541 115,505 - - - -
Analisis Kualitatif
78
Page 82
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
52. Perbedaan Antara Cakupan Konsolidasi Dan Mapping Pada Laporan Keuangan Sesuai SAK Dengan Kategori Risiko Sesuai Dengan Ketentuan OJK Kategori Risiko (lanjutan)
31 Desember 2025
(Audited)
a b c d e f g
Nilai tercatat masing-masing risiko
Tidak mengacu
pada
persyaratan
permodalan atau
Nilai tercatat sebagaimana Sesuai kerangka Sesuai Sesuai berdasarkan
tercantum dalam publikasi Nilai tercatat berdasarkan Sesuai kerangka risiko counterparty credit kerangka kerangka risiko pengurangan
laporan keuangan prinsip kehati-hatian kredit risk sekuritisasi pasar modal
Indonesia
Aset
Kas 269,239 269,239 - - - - -
Penempatan pada Bank Indonesia 1,497,256 1,497,256 - - - - -
Penempatan pada bank lain 350,627 350,627 70,131 - - - -
Tagihan spot dan derivatif - - - - - - -
Surat berharga yang dimiliki 2,575,085 2,575,085 - - - - -
(Repo ) 148,723 148,723 - - - - -
(Reverse repo ) 1,462,269 1,462,269 - 292,571
Tagihan akseptasi - - - - - - -
Kredit dan pinjaman yang diberikan kepada bank 31,893 31,893 15,436
Kredit dan pinjaman yang diberikan kepada pihak ketiga bukan Bank 16,734,932 16,734,932 9,173,473 - - - -
Pembiayaan syariah - - - - - - -
Penyertaan modal 1,186 1,186 2,965 - - - -
Aset keuangan lainnya - - - - - - -
Cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan -/- (222,800) (222,800) - - - - -
a. Surat berharga - - - - - - -
b. Kredit (222,793) (222,793) - - - - -
c. Lainnya (7) (7) - - - - -
Aset tidak berwujud 7,149 7,149 2,646 - - - -
Akumulasi amortisasi aset tidak berwujud -/- (4,503) (4,503) - - - - -
Aset tetap dan inventaris 921,594 921,594 648,431 - - - -
Akumulasi penyusutan aset tetap dan inventaris -/- (273,163) (273,163) - - - - -
Aset non produktif - - - - - - -
a. Properti terbengkalai - - - - - - -
b. Aset yang diambil alih - - - - - - -
c. Rekening tunda - - - - - - -
d. Aset antar kantor - - - - - - -
Aset lainnya 176,909 176,909 6,064 - - - -
Total aset 23,676,397 23,676,397 9,919,147 292,571 - - -
Kewajiban
Giro 2,117,779 2,117,779 - - - - -
Tabungan 2,712,052 2,712,052 - - - - -
Deposito 13,376,988 13,376,988 - - - - -
Uang elektronik - - - - - - -
Liabilitas kepada Bank Indonesia - - - - - - -
Liabilitas kepada Bank Lain 252,460 252,460 - - - - -
Liabilitas spot dan derivatif/forward - - - - - - -
Liabilitas atas surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali
(repo) 149,494 149,494 - - - - -
liabilitas akseptasi - - - - - - -
Surat berharga yang diterbitkan 749,392 749,392 - - - - -
Pinjaman/pembiayaan yang diterima 1,600,000 1,600,000 - - - - -
Setoran jaminan 16 16 - - - - -
Liabilitas antar kantor - - - - - - -
Liabilitas lainnya 512,316 512,316 - - - - -
Kepentingan minoritas (minority interest) - - - - - - -
Total kewajiban 21,470,495 21,470,495 - - - - -
Ekuitas
Modal disetor 1,400,068 1,400,068 - - - - -
a. Modal dasar 5,000,000 5,000,000 - - - - -
b. Modal yang belum disetor -/- (3,599,932) (3,599,932) - - - - -
c. Saham yang dibeli kembali (treasury stock) -/- - - - - - - -
Tambahan modal disetor 65,741 65,741 - - - - -
a. Agio 11,966 11,966 - - - - -
b. Disagio -/- - - - - - - -
c. Modal sumbangan - - - - - - -
d. Dana setoran modal 53,775 53,775 - - - - -
e. Lainnya - - - - - - -
Penghasilan komprehensif lainnya 72,734 72,734 - - - - -
a. Keuntungan 214,002 214,002 - - - - -
b. Kerugian -/- (141,269) (141,269) - - - - -
Cadangan 386,357 386,357 - - - - -
a. Cadangan umum 386,357 386,357 - - - - -
b. Cadangan tujuan - - - - - - -
Laba/rugi 281,002 281,002 - - - - -
a. Tahun-tahun lalu - - - - - - -
b. Tahun berjalan 281,002 281,002 - - - - -
c. Dividen yang dibayarkan -/- - - - - - -
Total ekuitas 2,205,902 2,205,902 - - - - -
Total kewajiban dan ekuitas 23,676,397 23,676,397
Kewajiban komitmen dan kewajiban kontijensi
Kewajiban komitmen 204,437 204,437 63,298 - - - -
Kewajiban kontijensi 3,581 3,581 358 - - - -
Total kewajiban komitmen dna kontijensi 208,018 208,018 63,656 - - - -
Analisis Kualitatif
79
Page 83
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
53. Perbedaan Utama Antara Eksposur Sesuai Ketentuan Kehati-Hatian dengan carrying values sesuai standar akuntansi keuangan
30 Juni 2026
(Unaudited)
a b c d e
Item sesuai:
Kerangka
Total Kerangka
Kerangka risiko kredit Counterparty Kerangka risiko pasar
sekuritisasi
credit risk
Nilai tercatat aset sesuai dengan cakupan konsolidasi
ketentuan kehati-hatian
(sebagaimana 22,176,132 9,873,509 - - -
dilaporkan pada
template LI1)
Nilai tercatat liabilitas
sesuai lingkup
sesuai dengan cakupan konsolidasi ketentuan kehati-hatian 20,077,215 - - - -
(sebagaimana
dilaporkan pada
template LI1)
Total nilai bersih sesuai dengan cakupan konsolidasi
ketentuan kehati-hatian
Nilai rekening administratif 329,541 115,505 - - -
Perbedaan valuasi
Perbedaan antara
netting rules , selain
dari yang termasuk
pada baris 2.
Perbedaan provisi
Perbedaan
prudential filters
….
Nilai eksposur
yang dipertimbangkan, sesuai dengan cakupan
konsolidasi ketentuan kehati-hatian
Analisis Kualitatif
31 Desember 2025
(Audited)
a b c d e
Item sesuai:
Kerangka
Total Kerangka
Kerangka risiko kredit Counterparty Kerangka risiko pasar
sekuritisasi
credit risk
Nilai tercatat aset sesuai dengan cakupan konsolidasi
ketentuan kehati-hatian
(sebagaimana 23,676,397 9,919,147 - 292,571 -
dilaporkan pada
template LI1)
Nilai tercatat liabilitas
sesuai lingkup
sesuai dengan cakupan konsolidasi ketentuan kehati-hatian 21,470,495 - - - -
(sebagaimana
dilaporkan pada
template LI1)
Total nilai bersih sesuai dengan cakupan konsolidasi
ketentuan kehati-hatian
Nilai rekening administratif 208,018 63,656 - - -
Perbedaan valuasi
Perbedaan antara
netting rules , selain
dari yang termasuk
pada baris 2.
Perbedaan provisi
Perbedaan
prudential filters
….
Nilai eksposur
yang dipertimbangkan, sesuai dengan cakupan
konsolidasi ketentuan kehati-hatian
Analisis Kualitatif
80
Page 84
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
54 Laporan Total Eksposur dalam Rasio Pengungkit (LR1)
PERIODE
No Keterangan 30 Juni 2026 30 Juni 2025
Jumlah Jumlah
1 Total aset di neraca pada laporan keuangan publikasi (nilai gross sebelum dikurangi CKPN). 22,387,545 22,295,288
Penyesuaian untuk nilai penyertaan pada bank, lembaga keuangan, perusahaan asuransi, dan/atau
2 entitas lain yang berdasarkan standar akuntansi keuangan harus dikonsolidasikan namun diluar N/A N/A
cakupan konsolidasi berdasarkan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan.
Penyesuaian untuk nilai kumpulan aset keuangan atau aset syariah yang mendasari (underlying ) yang
telah dialihkan dalam sekuritisasi aset yang memenuhi persyaratan jual putus sebagaimana diatur
dalam peraturan perundang-undangan OJK mengenai Prinsip Kehati-hatian dalam Aktivitas
3 Sekuritisasi Aset bagi Bank Umum. - -
Dalam hal aset keuangan atau aset syariah yang mendasari (underlying ) tersebut telah dikurangkan
dari total aset di neraca pada laporan keuangan publikasi (baris nomor 1) maka baris ini diisi sebesar 0
(nol).
Penyesuaian terhadap pengecualian sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam
4 N/A N/A
rangka memenuhi ketentuan giro wajib minimum (jika ada).
Penyesuaian untuk aset fidusia yang diakui sebagai komponen neraca berdasarkan standar akuntansi
5 - -
keuangan namun dikeluarkan dari perhitungan total eksposur dalam Rasio Leverage .
Penyesuaian untuk nilai pembelian atau penjualan aset keuangan secara regular dengan menggunakan
6
metode akuntansi tanggal perdagangan.
Penyesuaian untuk nilai transaksi dalam fasilitas cash pooling yang memenuhi persyaratan
7
sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ini.
8 Penyesuaian untuk nilai eksposur transaksi derivatif.
Penyesuaian untuk nilai eksposur Securitities Financing Transaction (SFT) sebagai contoh transaksi
9
reverse repo.
Penyesuaian untuk nilai eksposur Transaksi Rekening Administratif (TRA) yang telah dikalikan
10 329,541 95,799
dengan Faktor Konversi Kredit (FKK).
Prudent valuation adjustments berupa faktor pengurang modal dan Cadangan Kerugian Penurunan
11 (740,843) (564,720)
Nilai (CKPN)
12 Penyesuaian lainnya (jika ada)
13 Total Eksposur dalam Perhitungan Rasio Leverage 21,976,243 21,826,367
81
Page 85
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
55 Laporan Perhitungan Rasio Pengungkit (LR2)
(dalam juta rupiah)
Periode
Keterangan
30 Juni 2026 30 Juni 2025
Eksposur Aset dalam Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Eksposur Aset dalam Laporan Posisi Keuangan (Neraca) termasuk aset jaminan yang
tercatat dalam neraca, namun tidak termasuk eksposur transaksi derivatif dan eksposur
1 22,387,545 22,295,288
SFT.
*Menggunakan nilai gross sebelum dikurangi CKPN.
Nilai penambahan kembali untuk agunan derivatif yang diserahkan kepada pihak lawan
2 dan penyediaan agunan tersebut mengakibatkan penurunan total eksposur aset dalam - -
neraca karena adanya penerapan standar akuntansi.
(Pengurangan atas piutang terkait cash variation margin yang diberikan dalam transaksi
3 - -
derivatif).
(Penyesuaian untuk surat berharga yang diterima dalam eksposur SFT yang telah dicatat
4 - -
sebagai aset dalam neraca Bank).
(Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) atas aset tersebut sesuai standar akuntansi
5 (211,405) (210,511)
yang berlaku).
(Aset yang telah diperhitungkan sebagai faktor pengurang Modal Inti (tier 1) sebagaimana
6 dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan yang mengatur mengenai kewajiban (529,295) (353,921)
penyediaan modal minimum bank umum).
Total Eksposur Aset dalam Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
7 21,646,845 21,730,857
(Penjumlahan dari baris 1 sampai dengan baris 6)
Eksposur Transaksi Derivatif
Nilai Replacement Cost (RC) untuk seluruh transaksi derivatif baik dalam hal terdapat
8 variation margin yang memenuhi syarat ataupun terdapat perjanjian saling hapus yang - -
memenuhi persyaratan tertentu.
Nilai penambahan yang merupakan Potential Futures Exposures (PFE) untuk seluruh
9
transaksi derivatif.
(pengecualian atas eksposur transaksi derivatif yang diselesaikan melalui central clearing
10 N/A N/A
counterparty (CCP))
11 Penyesuaian untuk nilai nosional efektif dari derivatif kredit
(Penyesuaian untuk nilai nosional efektif yang dilakukan saling hapus dan pengurangan
12 - -
add-on untuk transaksi penjualan kredit derivatif)
Total Eksposur Transaksi Derivatif
13 - -
(Penjumlahan baris 8 sampai dengan baris 12)
Eksposur Securities Financing Transaction (SFT)
14 Nilai Gross SFT
15 (Nilai bersih antara liabilitas kas dan tagihan kas) - -
Risiko Kredit akibat kegagalan pihak lawan terkait aset SFT yang mengacu perhitungan
16 Current Exposure sebagaimana diatur dalam Lampiran I Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan ini.
17 Eksposur sebagai agen SFT
Total Eksposur SFT
18 - -
(Penjumlahan baris 14 sampai dengan baris 17)
Eksposur Transaksi Rekening Administratif (TRA)
Nilai seluruh kewajiban komitmen atau kewajiban kontijensi.
19 329,541 95,799
*Nilai gross sebelum dikurangi CKPN
(Penyesuaian terhadap hasil perkalian antara nilai kewajiban komitmen atau kewajiban
20 - -
kontijensi dan Faktor Konversi Kredit (FKK))
(Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) atas TRA tersebut sesuai standar akuntansi
21 (144) (288)
yang berlaku).
Total Eksposur Transaksi Rekening Administratif (TRA)
22 329,398 95,511
(Penjumlahan dari baris 19 sampai dengan baris 21)
Modal dan Total Ekposur
23 Modal Inti (Tier 1) 1,648,435 1,828,046
24 Total Eksposur (Penjumlahan baris 7, 13, 18, dan 22) 21,976,243 21,826,367
Rasio Leverage
25 Nilai Rasio Leverage (Kolom 23 ÷ Kolom 24) 7.50% 8.38%
26 Nilai Minimum Rasio Leverage 3% 3%
27 Buffer terhadap nilai Rasio Leverage N/A N/A
82
Page 86
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
56. Komposisi Permodalan (CC1)
30 Juni 2026 31 Desember 2025
No Komponen
(Unaudited) (Audited)
CET 1: Instrumen dan Tambahan Modal Disetor
1 Saham biasa (termasuk stock surplus ) 1,470,131 1,465,809
2 Laba ditahan 168,075 281,002
3 Akumulasi penghasilan komprehensif lain (dan cadangan lain) 577,169 575,549
4 Modal yang termasuk phase out dari CET1 N/A N/A
5 Kepentingan Non Pengendali yang dapat diperhitungkan - -
6 CET1 sebelum regulatory adjustment 2,215,375 2,322,360
CET 1: Faktor Pengurang (Regulatory Adjustment )
7 Selisih kurang jumlah penyesuaian nilai wajar dari instrumen keuangan dalam trading book - -
8 Goodwill N/A N/A
9 Aset tidak berwujud lainnya (selain Mortgage-Servicing Rights ) - -
10 Aset pajak tangguhan yang berasal dari future profitability - -
11 Cash-flow hedge reserve - -
12 Shortfall on provisions to expected losses - -
13 Keuntungan penjualan aset dalam transaksi sekuritisasi - -
14 Peningkatan/ penurunan nilai wajar atas kewajiban keuangan (DVA) - -
15 Aset pensiun manfaat pasti - -
16 Investasi pada saham sendiri (jika belum di net dalam modal di Laporan Posisi Keuangan) - -
17 Kepemilikan silang pada instrumen CET 1 pada entitas lain - -
18 Investasi pada modal bank, entitas keuangan dan asuransi diluar cakupan konsolidasi secara - -
ketentuan, net posisi short yang diperkenankan, dimana Bank tidak memiliki lebih dari 10%
modal saham yang diterbitkan (jumlah di atas batasan 10%)
19 Investasi signifikan pada saham biasa Bank, entitas keuangan dan asuransi diluar cakupan - -
konsolidasi secara ketentuan, net posisi short yang diperkenankan (jumlah di atas batasan
10%)
20 Mortgage servicing rights - -
21 Aset pajak tangguhan yang berasal dari perbedaan temporer (jumlah di atas batasan 10%, net - -
dari kewajiban pajak)
22 Jumlah melebihi batasan 15% dari: - -
23 investasi signifikan pada saham biasa financials - -
24 mortgage servicing rights - -
25 pajak tangguhan dari perbedaan temporer - -
26 Penyesuaian berdasarkan ketentuan spesifik nasional - -
26a. Selisih PPKA dan CKPN (529,295) (431,712)
26b. PPKA non produktif - -
26c. Aset Pajak Tangguhan (37,646) (37,646)
26d. Penyertaan - -
26e. Kekurangan modal pada perusahaan anak asuransi - -
26f. Eksposur sekuritisasi - -
26g. Lainnya - -
27 Penyesuaian pada CET 1 akibat AT 1 dan Tier 2 lebih kecil daripada faktor pengurangnya - -
28 Jumlah pengurang (regulatory adjustment ) terhadap CET 1 (566,940) (469,358)
29 Jumlah CET 1 setelah faktor pengurang 1,648,435 1,853,003
Modal Inti Tambahan (AT 1): Instrumen
30 Instrumen AT 1 yang diterbitkan oleh Bank (termasuk stock surplus ) - -
31 Yang diklasifikasikan sebagai ekuitas berdasarkan standar akuntansi - -
32 Yang diklasifikasikan sebagai liabilitas berdasarkan standar akuntansi - -
33 Modal yang termasuk phase out dari AT 1 - -
34 Instrumen AT 1 yang diterbitkan oleh Entitas Anak yang diakui dalam perhitungan KPMM - -
secara konsolidasi
35 Instrumen yang diterbitkan Entitas Anak yang termasuk phase out - -
36 Jumlah AT 1 sebelum regulatory adjustment - -
83
Page 87
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
56. Komposisi Permodalan (CC1)
Modal Inti Tambahan: Faktor Pengurang (Regulatory Adjustment )
37 Investasi pada instrumen AT 1 sendiri - -
38 Kepemilikan silang pada instrumen AT 1 pada entitas lain - -
39 Investasi pada modal bank, entitas keuangan dan asuransi diluar cakupan konsolidasi secara - -
ketentuan, net posisi short yang diperkenankan, dimana Bank tidak memiliki lebih dari 10%
modal saham yang diterbitkan (jumlah di atas batasan 10%)
40 Investasi signifikan pada modal Bank, entitas keuangan dan asuransi di luar cakupan - -
konsolidasi secara ketentuan (net posisi short yang diperkenankan)
41 Penyesuaian berdasarkan ketentuan spesifik nasional - -
41a. Penempatan dana pada instrumen AT 1 pada Bank lain - -
42 Penyesuaian pada AT 1 akibat Tier 2 lebih kecil daripada faktor pengurangnya - -
43 Jumlah faktor pengurang (regulatory adjustment ) terhadap AT 1 - -
44 Jumlah AT 1 setelah faktor pengurang - -
45 Jumlah Modal Inti (Tier 1) (CET 1 + AT 1) 1,648,435 1,853,003
Modal Pelengkap (Tier 2): Instrumen dan cadangan
46 Instrumen Tier 2 yang diterbitkan oleh Bank (termasuk stock surplus ) - -
47 Modal yang yang termasuk phase out dari Tier 2 - -
48 Instrumen Tier 2 yang diterbitkan oleh Entitas Anak yang diakui dalam perhitungan KPMM - -
secara konsolidasi
49 Modal yang diterbitkan Entitas Anak yang termasuk phase out - -
50 Cadangan umum PPKA atas aset produktif yang wajib dihitung dengan jumlah paling tinggi 125,643 128,442
sebesar 1,25% dari ATMR untuk Risiko Kredit
51 Jumlah Modal Pelengkap (Tier 2 ) sebelum faktor pengurang 125,643 128,442
Modal Pelengkap (Tier 2): Faktor Pengurang (Regulatory Adjustment )
52 Investasi pada instrumen Tier 2 sendiri - -
53 Kepemilikan silang pada instrumen Tier 2 pada entitas lain - -
54 Investasi pada kewajiban TLAC modal bank, entitas keuangan dan asuransi diluar cakupan - -
konsolidasi secara ketentuan, net posisi short yang diperkenankan, dimana Bank tidak
memiliki lebih dari 10% modal saham yang diterbitkan; nilai sebelumnya ditetapkan dengan
threshold 5% namun tidak lagi memenuhi kriteria (untuk bank Sistemik)
Investasi pada kewajiban TLAC lainnya dari entitas perbankan, keuangan, dan asuransi yang - -
berada di luar lingkup konsolidasi peraturan dan, yang mana bank tidak memiliki lebih dari
10% dari saham biasa entitas yang dikeluarkan: jumlah yang sebelumnya ditunjuk untuk batas
5% tetapi yang tidak lagi memenuhi syarat (hanya untuk Bank Sistemik G-SIBs)
55 Investasi signifikan pada modal atau instrumen TLAC Bank, entitas keuangan dan asuransi di - -
luar cakupan konsolidasi secara ketentuan (net posisi short yang diperkenankan)
56 Penyesuaian berdasarkan ketentuan spesifik nasional - -
56a. Sinking fund - -
56b. Penempatan dana pada instrumen Tier 2 pada Bank lain - -
57 Jumlah faktor pengurang (regulatory adjustment ) Modal Pelengkap - -
58 Jumlah Modal Pelengkap (Tier 2) setelah regulatory adjustment 125,643 128,442
59 Total Modal (Modal Inti + Modal Pelengkap) 1,774,078 1,981,445
60 Total Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) 10,971,061 11,045,620
Rasio Kecukupan Pemenuhan Modal Minimum (KPMM) dan Tambahan Modal
(Capital Buffer )
61 Rasio CET 1 (persentase terhadap ATMR) 15.03% 16.78%
62 Rasio Modal Inti Tier 1 (persentase terhadap ATMR) 15.03% 16.78%
63 Rasio Total Modal (persentase terhadap ATMR) 16.18% 17.94%
64 Buffer ( persentase terhadap ATMR) N/A N/A
65 Capital Conservation Buffer N/A N/A
66 Countercyclical Buffer N/A N/A
67 higher loss absorbency requirement N/A N/A
68 Untuk bank umum konvensional: CET 1 yang tersedia untuk memenuhi Buffer (persentase - -
terhadap ATMR)
Untuk kantor cabang dari Bank yang berkedudukan di luar negeri: Bagian Dana Usaha yang
ditempatkan dalam CEMA (diungkapkan sebagai persentase dari ATMR) yang tersedia untuk
memenuhi Buffer .
84
Page 88
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
56. Komposisi Permodalan (CC1)
National minima (jika berbeda dari Basel 3)
69 Rasio terendah CET 1 nasional (jika berbeda dengan Basel 3) N/A N/A
70 Rasio terendah Tier 1 nasional (jika berbeda dengan Basel 3) N/A N/A
71 Rasio terendah total modal nasional (jika berbeda dengan Basel 3) N/A N/A
Jumlah di bawah batasan pengurangan (sebelum pembobotan risiko)
72 Investasi non-signifikan pada modal atau kewajiban TLAC lainnya pada entitas keuangan lain N/A N/A
73 Investasi signifikan pada saham biasa entitas keuangan N/A N/A
74 Mortgage servicing rights (net dari kewajiban pajak) N/A N/A
75 Aset pajak tangguhan yang berasal dari perbedaan temporer (net dari kewajiban pajak) N/A N/A
Cap yang dikenakan untuk provisi pada Tier 2
76 Provisi yang dapat diakui sebagai Tier 2 sesuai dengan eksposur berdasarkan pendekatan N/A N/A
standar (sebelum dikenakan cap )
77 Cap atas provisi yang diakui sebagai Tier 2 berdasarkan pendekatan standar N/A N/A
78 Provisi yang dapat diakui sebagai Tier 2 sesuai dengan eksposur berdasarkan pendekatan IRB N/A N/A
(sebelum dikenakan cap )
79 Cap atas provisi yang diakui sebagai Tier 2 berdasarkan pendekatan IRB N/A N/A
Instrumen Modal yang termasuk phase out (hanya berlaku antara 1 Jan 2018 s.d. 1 Jan
2022)
80 Cap pada CET 1 yang temasuk phase out N/A N/A
81 Jumlah yang dikecualikan dari CET 1 karena adanya cap (kelebihan di atas cap setelah N/A N/A
redemptions dan maturities )
82 Cap pada AT 1 yang temasuk phase out N/A N/A
83 Jumlah yang dikecualikan dari AT 1 karena adanya cap (kelebihan di atas cap setelah N/A N/A
redemptions dan maturities )
84 Cap pada Tier 2 yang temasuk phase out N/A N/A
85 Jumlah yang dikecualikan dari Tier 2 karena adanya cap (kelebihan di atas cap setelah N/A N/A
redemptions dan maturities )
Analisis Kualitatif
85
Page 89
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
57. Rekonsiliasi Permodalan
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Unaudited) (Audited)
Neraca Konsolidasi dengan cakupan Neraca Konsolidasi dengan cakupan
Neraca Publikasi konsolidasi berdasarkan ketentuan Neraca Publikasi konsolidasi berdasarkan ketentuan
kehati-hatian kehati-hatian
Indonesia
Aset
Kas 169,190 169,190 269,239 269,239
Penempatan pada Bank Indonesia 2,430,523 2,430,523 1,497,256 1,497,256
Penempatan pada bank lain 13,917 13,917 350,627 350,627
Tagihan spot dan derivatif - - - -
Surat berharga yang dimiliki 1,223,831 1,223,831 2,575,085 2,575,085
Repo 1,050,000 1,050,000 148,723 148,723
Reverse repo - - 1,462,269 1,462,269
Tagihan akseptasi - - - -
Kredit dan pinjaman yang diberikan kepada bank 24,138 24,138 31,893 31,893
Kredit dan pinjaman yang diberikan kepada pihak ketiga bukan Bank 16,565,597 16,565,597 16,734,932 16,734,932
Pembiayaan syariah - - - -
Penyertaan modal 1,186 1,186 1,186 1,186
Aset keuangan lainnya - - - -
Cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan -/- (211,392) (211,392) (222,800) (222,800)
a. Surat berharga - - - -
b. Kredit (211,386) (211,386) (222,793) (222,793)
c. Lainnya (7) (7) (7) (7)
Aset tidak berwujud 7,267 7,267 7,149 7,149
Akumulasi amortisasi aset tidak berwujud -/- (5,171) (5,171) (4,503) (4,503)
Aset tetap dan inventaris 820,315 820,315 921,594 921,594
Akumulasi penyusutan aset tetap dan inventaris -/- (235,930) (235,930) (273,163) (273,163)
Aset non produktif - - - -
a. Properti terbengkalai - - - -
b. Aset yang diambil alih - - - -
c. Rekening tunda - - - -
d. Aset antar kantor - - - -
Aset lainnya 322,661 322,661 176,909 176,909
Total aset 22,176,132 22,176,132 23,676,397 23,676,397
Kewajiban
Giro 2,044,410 2,044,410 2,117,779 2,117,779
Tabungan 2,945,931 2,945,931 2,712,052 2,712,052
Deposito 10,344,704 10,344,704 13,376,988 13,376,988
Uang elektronik - - - -
Liabilitas kepada Bank Indonesia - - - -
Liabilitas kepada Bank Lain 369,552 369,552 252,460 252,460
Liabilitas spot dan derivatif/forward - - - -
Liabilitas atas surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali
1,001,479
(repo) 1,001,479 149,494 149,494
liabilitas akseptasi - - - -
Surat berharga yang diterbitkan 749,848 749,848 749,392 749,392
Pinjaman/pembiayaan yang diterima 2,050,000 2,050,000 1,600,000 1,600,000
Setoran jaminan 1 1 16 16
Liabilitas antar kantor - - - -
Liabilitas lainnya 571,291 571,291 512,316 512,316
Kepentingan minoritas (minority interest) - - - -
Total kewajiban 20,077,215 20,077,215 21,470,495 21,470,495
Ekuitas
Modal disetor 1,453,842 1,453,842 1,400,068 1,400,068
a. Modal dasar 5,000,000 5,000,000 5,000,000 5,000,000
b. Modal yang belum disetor -/- (3,546,158) (3,546,158) (3,599,932) (3,599,932)
c. Saham yang dibeli kembali (treasury stock) -/- - - - -
Tambahan modal disetor 16,290 16,290 65,741 65,741
a. Agio 11,966 11,966 11,966 11,966
b. Disagio -/- - - - -
c. Modal sumbangan - - - -
d. Dana setoran modal 4,324 4,324 53,775 53,775
e. Lainnya - - - -
Penghasilan komprehensif lainnya 72,734 72,734 72,734 72,734
a. Keuntungan 214,002 214,002 214,002 214,002
b. Kerugian -/- (141,269) (141,269) (141,269) (141,269)
Cadangan 387,976 387,976 386,357 386,357
a. Cadangan umum 387,976 387,976 386,357 386,357
b. Cadangan tujuan - - - -
Laba/rugi 168,075 168,075 281,002 281,002
a. Tahun-tahun lalu - - - -
b. Tahun berjalan 168,075 168,075 281,002 281,002
c. Dividen yang dibayarkan -/- - - -
Total ekuitas 2,098,916 2,098,916 2,205,902 2,205,902
Total kewajiban dan ekuitas 22,176,132 22,176,132 23,676,397 23,676,397
Kewajiban komitmen dan kewajiban kontijensi
Kewajiban komitmen 323,222 323,222 204,437 204,437
Kewajiban kontijensi 6,319 6,319 3,581 3,581
Total kewajiban komitmen dna kontijensi 329,541 329,541 208,018 208,018
Analisis Kualitatif
86
Page 90
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
58 Template CR1: Pengungkapan Kualitas Kredit atas Aset (CR1)
1) Bank secara Individu (dalam jutaan rupiah)
30 Juni 2026
Nilai Tercatat Bruto CKPN
CKPN
CKPN (Pendekatan IRB) Nilai Bersih (a+b-c)
Tagihan yang Tagihan yang Belum Stage 2 dan Stage 3 Stage 1
Telah Jatuh Tempo Jatuh Tempo
a b c d e f g
1 Kredit 650,043 15,939,692 211,386 178,101 33,285 16,378,350
2 Surat Berharga - 1,223,831 - - - 1,223,831
3 Transaksi Rekening Administratif - 329,541 144 - 144 329,398
4 Total 650,043 17,493,064 211,529 178,101 33,428 17,931,578
2) Bank secara Konsolidasi dengan Entitas Anak (dalam jutaan rupiah)
30 Juni 2026
Nilai Tercatat Bruto CKPN
CKPN
Tagihan yang Tagihan yang Belum CKPN Stage 2 dan Stage 3 Stage 1 (Pendekatan IRB) Nilai Bersih (a+b-c)
Telah Jatuh Tempo Jatuh Tempo
a b c d e f g
1 Kredit - - - - - -
2 Surat Berharga - - - - - -
3 Transaksi Rekening Administratif - - - - - -
4 Total - - - - - -
1) Bank secara Individu (dalam jutaan rupiah)
31 Desember 2025
Nilai Tercatat Bruto CKPN
CKPN
CKPN (Pendekatan IRB) Nilai Bersih (a+b-c)
Tagihan yang Tagihan yang Belum Stage 2 dan Stage 3 Stage 1
Telah Jatuh Tempo Jatuh Tempo
a b c d e f g
1 Kredit 497,773 16,369,263 222,793 182,890 39,903 16,644,242
2 Surat Berharga - 2,583,813 - - - 2,583,813
3 Transaksi Rekening Administratif - 208,018 276 - 276 207,742
4 Total 497,773 19,161,093 223,069 182,890 40,179 19,435,797
2) Bank secara Konsolidasi dengan Entitas Anak (dalam jutaan rupiah)
31 Desember 2025
Nilai Tercatat Bruto CKPN
CKPN
Tagihan yang Tagihan yang Belum CKPN Stage 2 dan Stage 3 Stage 1 (Pendekatan IRB) Nilai Bersih (a+b-c)
Telah Jatuh Tempo Jatuh Tempo
a b c d e f g
1 Kredit - - - - - -
2 Surat Berharga - - - - - -
3 Transaksi Rekening Administratif - - - - - -
4 Total - - - - - -
3) Pengungkapan Tambahan
87
Page 91
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
59 Template CR2: Pengungkapan Mutasi Kredit dan Surat Berharga yang Telah Jatuh Tempo (CR2)
(dalam jutaan rupiah)
1) Bank secara Individu 30 Juni 2026 31 Desember 2025
1 Kredit dan Surat Berharga yang Telah Jatuh Tempo pada periode pelaporan terakhir 678,616 470,861
2 Kredit dan Surat Berharga yang Telah Jatuh Tempo sejak periode pelaporan terakhir (28,573) 207,755
3 Kredit dan Surat Berharga yang kembali menjadi tagihan yang belum jatuh tempo -
4 Nilai hapus buku
5 Perubahan lain
Kredit dan Surat Berharga yang Telah Jatuh Tempo pada akhir periode pelaporan
6 650,043 678,616
(1+2+3+4+5)
(dalam jutaan rupiah)
2) Bank secara Konsolidasi dengan Entitas Anak 30 Juni 2026 31 Desember 2025
1 Kredit dan Surat Berharga yang Telah Jatuh Tempo pada periode pelaporan terakhir
2 Kredit dan Surat Berharga yang Telah Jatuh Tempo sejak periode pelaporan terakhir
3 Kredit dan Surat Berharga yang kembali menjadi tagihan yang belum jatuh tempo
4 Nilai hapus buku
5 Perubahan lain
Kredit dan Surat Berharga yang Telah Jatuh Tempo pada akhir periode pelaporan
6 - -
(1+2+3+4+5)
88
Page 92
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
60 Template CR3: Pengungkapan Kuantitatif terkait Teknik Mitigasi Risiko Kredit (CR3)
1) Bank secara Individu Bulan Laporan
(dalam jutaan rupiah)
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Tagihan yang Tagihan yang Tagihan yang Tagihan yang Tagihan yang Tagihan yang Tagihan yang Tagihan yang
Tagihan yang Tagihan yang
Tidak Dijamin Dijamin Dijamin Dijamin dengan Tidak Dijamin Dijamin Dijamin Dijamin dengan
Dijamin dengan Dijamin dengan
dengan dengan Teknik dengan Garansi dan/atau dengan dengan Teknik dengan Garansi dan/atau
Derivatif Kredit Derivatif Kredit
Teknik MRK MRK Agunan Asuransi Kredit Teknik MRK MRK Agunan Asuransi Kredit
a b c d e a b c d e
1 Kredit 15,906,407 66,346 1 Kredit 16,329,360 31,531
2 Surat Berharga 1,223,831 2 Surat Berharga 2,583,813
3 Total 17,130,238 - 66,346 - 3 Total 18,913,173 - 31,531 -
Kredit dan Surat Kredit dan Surat
4 Berharga yang Telah 471,942 4 Berharga yang Telah 314,882
Jatuh Tempo Jatuh Tempo
2) Bank secara Konsolidasi dengan Entitas Anak Bulan Laporan
(dalam jutaan rupiah)
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Tagihan yang Tagihan yang Tagihan yang Tagihan yang Tagihan yang Tagihan yang
Tagihan yang Tagihan yang
Tagihan yang Dijamin Dijamin Dijamin dengan Tagihan yang Dijamin Dijamin Dijamin dengan
Dijamin dengan Dijamin dengan
Tidak Dijamin dengan Teknik dengan Garansi dan/atau Tidak Dijamin dengan Teknik dengan Garansi dan/atau
Derivatif Kredit Derivatif Kredit
MRK Agunan Asuransi Kredit MRK Agunan Asuransi Kredit
a b c d e a b c d e
1 Kredit 1 Kredit
2 Surat Berharga 2 Surat Berharga
3 Total 3 Total
Kredit dan Surat Kredit dan Surat
4 Berharga yang Telah 4 Berharga yang Telah
Jatuh Tempo Jatuh Tempo
89
Page 93
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
61 Template CR4: Pengungkapan Eksposur Risiko Kredit dan Dampak Teknik Mitigasi Risiko Kredit
1) Bank secara Individu
30 Juni 2026
Tagihan Bersih Sebelum Penerapan Tagihan Bersih Setelah penerapan FKK
FKK dan Teknik MRK dan Teknik MRK
Kategori Portofolio
Laporan Posisi Transaksi Rekening Laporan Posisi Transaksi Rekening
Keuangan Administratif Keuangan Administratif
a b c d
1 Tagihan kepada Pemerintah 4,451,992 - 4,451,992 -
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik 1,406 23,979 1,406 23,979
Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga
3 - - - -
Internasional
4 Tagihan Kepada Bank 486,030 - 477,315 -
Tagihan kepada Perusahaan Efek dan Lembaga Jasa Keuangan
1) - - - -
Lain
5 Tagihan berupa Covered Bond - - - -
2)
6 Tagihan kepada Korporasi - Eksposur Korporasi Umum 522,369 101,705 477,279 100,822
Tagihan kepada Perusahaan Efek dan Lembaga Jasa Keuangan
3) - - - -
Lain
4)
Eksposur Pembiayaan Khusus - - - -
Tagihan berupa Surat Berharga Subordinasi, Ekuitas, dan
7 1,186 - 1,186 -
Instrumen Modal Lainnya
8 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel 1,031,948 6,248 1,019,406 1,842
9 Kredit Beragun Properti 31,179 132 31,179 132
Kredit Beragun Properti Rumah Tinggal yang Pembayarannya
- - - -
Tidak Bergantung Secara Material pada Arus Kas Properti
Kredit Beragun Properti Rumah Tinggal yang Pembayarannya
- - - -
Bergantung Secara Material pada Arus Kas Properti
Kredit Beragun Properti Komersial yang Pembayarannya Tidak
- - - -
Bergantung Secara Material pada Arus Kas Properti
Kredit Beragun Properti Komersial yang Pembayarannya
- - - -
Bergantung Secara Material pada Arus Kas Properti
Kredit Pengadaan Tanah, Pengolahan Tanah, dan/atau
240 384 240 384
Konstruksi
10 Tagihan yang Telah Jatuh Tempo 471,942 - 471,942 -
11 Aset Lainnya 755,671 - 755,671 -
12 Kredit Pegawai atau Pensiunan 14,398,877 - 14,398,877 -
13 Total 22,152,840 132,448 22,086,493 127,159
90
Page 94
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
61 Template CR4: Pengungkapan Eksposur Risiko Kredit dan Dampak Teknik Mitigasi Risiko Kredit
1) Bank secara Individu
31 Desember 2025
Tagihan Bersih Sebelum Penerapan Tagihan Bersih Setelah penerapan FKK
FKK dan Teknik MRK dan Teknik MRK
Kategori Portofolio
Laporan Posisi Transaksi Rekening Laporan Posisi Transaksi Rekening
Keuangan Administratif Keuangan Administratif
a b c d
1 Tagihan kepada Pemerintah 4,081,069 - 4,081,069 -
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik - - - -
Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga
3 - - - -
Internasional
4 Tagihan Kepada Bank 1,875,740 - 401,557 -
Tagihan kepada Perusahaan Efek dan Lembaga Jasa Keuangan
1) - - - -
Lain
5 Tagihan berupa Covered Bond - - - -
2)
6 Tagihan kepada Korporasi - Eksposur Korporasi Umum 377,747 77,777 372,920 60,788
Tagihan kepada Perusahaan Efek dan Lembaga Jasa Keuangan
3) - - - -
Lain
4)
Eksposur Pembiayaan Khusus - - - -
Tagihan berupa Surat Berharga Subordinasi, Ekuitas, dan
7 1,186 - 1,186 -
Instrumen Modal Lainnya
8 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel 1,081,990 5,057 1,066,617 2,132
9 Kredit Beragun Properti 33,904 222 33,904 222
Kredit Beragun Properti Rumah Tinggal yang Pembayarannya
- - - -
Tidak Bergantung Secara Material pada Arus Kas Properti
Kredit Beragun Properti Rumah Tinggal yang Pembayarannya
- - - -
Bergantung Secara Material pada Arus Kas Properti
Kredit Beragun Properti Komersial yang Pembayarannya Tidak
- - - -
Bergantung Secara Material pada Arus Kas Properti
Kredit Beragun Properti Komersial yang Pembayarannya
- - - -
Bergantung Secara Material pada Arus Kas Properti
Kredit Pengadaan Tanah, Pengolahan Tanah, dan/atau
1,729 509 1,729 509
Konstruksi
10 Tagihan yang Telah Jatuh Tempo 314,882 - 314,882 -
11 Aset Lainnya 920,317 - 920,317 -
12 Kredit Pegawai atau Pensiunan 14,826,065 - 14,826,065 -
13 Total 23,514,629 83,565 22,020,245 63,651
91
Page 95
K PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
de yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
62 Pengungkapan Eksposur berdasarkan Kelas Aset dan Bobot Risiko (CR5)
30 Juni 2026
Tagihan Bersih Setelah
Kategori Portofolio Lainnya
0% 20% 50% 100% 150% FKK dan Teknik MRK
1 Tagihan kepada Pemerintah 4,491,767 4,451,992
Tagihan Bersih Setelah
Kategori Portofolio 20% 50% 100% 150% Lainnya
FKK dan Teknik MRK
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik 1,406 25,385
Tagihan Bersih Setelah
Kategori Portofolio 0% 20% 30% 50% 100% 150% Lainnya
FKK dan Teknik MRK
Tagihan Kepada Bank Pembangunan
3
Multilateral dan Lembaga Internasional
Tagihan Bersih Setelah
Kategori Portofolio 20% 30% 40% 50% 75% 100% 150% Lainnya
FKK dan Teknik MRK
4 Tagihan Kepada Bank 470,630 24,146 470,630
Tagihan kepada Perusahaan Efek dan
Lembaga Jasa Keuangan Lain1)
Tagihan Bersih Setelah
Kategori Portofolio 10% 15% 20% 25% 35% 50% 100% Lainnya
FKK dan Teknik MRK
5 Tagihan berupa Covered Bond
Tagihan Bersih Setelah
Kategori Portofolio 20% 50% 65%5) 75% 80% 85% 100% 130% 150% Lainnya
FKK dan Teknik MRK
6 Tagihan kepada Korporasi Umum2) 522,369 578,101
Tagihan Bersih Setelah
Kategori Portofolio 100% 150% 250% 400%5) Lainnya
FKK dan Teknik MRK
Tagihan berupa Surat Berharga
7 Subordinasi, Ekuitas, dan Instrumen 1,186 1,186
Modal Lainnya
Tagihan Bersih Setelah
Kategori Portofolio 45% 75% 85% 100% Lainnya
FKK dan Teknik MRK
Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha
8 629,167 402,781 1,027,935
Kecil dan Portofolio Ritel
92
Page 96
K PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
de yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
62 Pengungkapan Eksposur berdasarkan Kelas Aset dan Bobot Risiko (CR5)
Tagihan
Bersih
Setelah
Kategori Portofolio 0%5) 20% 25% 30% 35% 40% 45% 50% 60% 65%5) 70% 75% 85% 90% 100% 105% 110% 150% Lainnya
FKK dan
Teknik
MRK
9 Kredit Beragun Properti 19,317 11,862 31,311
Kredit Pengadaan Tanah, Pengolahan
240 624
Tanah, dan/atau Konstruksi5)
Tagihan Bersih Setelah
Kategori Portofolio 50% 100% 150% Lainnya
FKK dan Teknik MRK
10 Tagihan yang Telah Jatuh tempo 36,395 119,225 316,322 471,942
Tagihan Bersih Setelah
Kategori Portofolio 0% 20%5) 100% 150% 1250%5) Lainnya
FKK dan Teknik MRK
11 Aset Lainnya 169,190 586,481 755,672
Tagihan Bersih Setelah
Kategori Portofolio 50% Lainnya
FKK dan Teknik MRK
12 Kredit Pegawai atau Pensiunan 14,398,877 14,398,877
Tagihan Bersih Transaksi Rekening Administratif Tagihan Bersih
No Bobot Risiko Tagihan Bersih Laporan Posisi Keuangan Rata-Rata FKK
(sebelum pengenaan FKK) (Setelah pengenaan FKK dan Teknik MRK)
1 < 40% 5,131,587 - 48,521 5,083,066
2 40%-70% 14,436,677 23,980 0 14,460,657
3 75% 43,463 - 8,714 34,749
4 80% - - - -
5 85% 641,029 6,380 15,379 632,030
6 90%-100% 1,631,097 102,089 47,542 1,685,645
8 150% 316,322 - - 316,322
9 250% 1,186 - - 1,186
12 Total Tagihan Bersih 22,201,362 132,449 120,156 22,213,655
22,213,655 0
93
Page 97
K PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
de yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
62 Pengungkapan Eksposur berdasarkan Kelas Aset dan Bobot Risiko (CR5)
31 Desember 2025
Tagihan Bersih Setelah
Kategori Portofolio Lainnya
0% 20% 50% 100% 150% FKK dan Teknik MRK
1 Tagihan kepada Pemerintah 4,081,069 4,081,069
Tagihan Bersih Setelah
Kategori Portofolio 20% 50% 100% 150% Lainnya
FKK dan Teknik MRK
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik
Tagihan Bersih Setelah
Kategori Portofolio 0% 20% 30% 50% 100% 150% Lainnya
FKK dan Teknik MRK
Tagihan Kepada Bank Pembangunan
3
Multilateral dan Lembaga Internasional
Tagihan Bersih Setelah
Kategori Portofolio 20% 30% 40% 50% 75% 100% 150% Lainnya
FKK dan Teknik MRK
4 Tagihan Kepada Bank 1,843,829 31,911 401,557
Tagihan kepada Perusahaan Efek dan
Lembaga Jasa Keuangan Lain1)
Tagihan Bersih Setelah
Kategori Portofolio 10% 15% 20% 25% 35% 50% 100% Lainnya
FKK dan Teknik MRK
5 Tagihan berupa Covered Bond
Tagihan Bersih Setelah
Kategori Portofolio 20% 50% 65%5) 75% 80% 85% 100% 130% 150% Lainnya
FKK dan Teknik MRK
6 Tagihan kepada Korporasi Umum2) 455,524 433,708
Tagihan Bersih Setelah
Kategori Portofolio 100% 150% 250% 400%5) Lainnya
FKK dan Teknik MRK
Tagihan berupa Surat Berharga
7 Subordinasi, Ekuitas, dan Instrumen 1,186 1,186
Modal Lainnya
Tagihan Bersih Setelah
Kategori Portofolio 45% 75% 85% 100% Lainnya
FKK dan Teknik MRK
Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha
8 631,456 455,590 1,068,749
Kecil dan Portofolio Ritel
94
Page 98
K PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
de yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
62 Pengungkapan Eksposur berdasarkan Kelas Aset dan Bobot Risiko (CR5)
Tagihan
Bersih
Setelah
Kategori Portofolio 0%5) 20% 25% 30% 35% 40% 45% 50% 60% 65%5) 70% 75% 85% 90% 100% 105% 110% 150% Lainnya
FKK dan
Teknik
MRK
9 Kredit Beragun Properti 21,064 13,062 34,126
Kredit Pengadaan Tanah, Pengolahan
2,238 2,238
Tanah, dan/atau Konstruksi5)
Tagihan Bersih Setelah
Kategori Portofolio 50% 100% 150% Lainnya
FKK dan Teknik MRK
10 Tagihan yang Telah Jatuh tempo 64,808 46,249 203,825 314,882
Tagihan Bersih Setelah
Kategori Portofolio 0% 20%5) 100% 150% 1250%5) Lainnya
FKK dan Teknik MRK
11 Aset Lainnya 269,239 651,078 920,317
Tagihan Bersih Setelah
Kategori Portofolio 50% Lainnya
FKK dan Teknik MRK
12 Kredit Pegawai atau Pensiunan 14,826,065 14,826,065
Tagihan Bersih Transaksi Rekening Administratif Tagihan Bersih
No Bobot Risiko Tagihan Bersih Laporan Posisi Keuangan Rata-Rata FKK
(sebelum pengenaan FKK) (Setelah pengenaan FKK dan Teknik MRK)
1 < 40% 6,194,137 - 1,462,853 4,731,284
2 40%-70% 14,890,873 - 14,890,873
3 75% 52,975 - 11,330 41,645
6 90%-100% 1,532,392 78,287 23,636 1,587,043
7 105%-130% -
8 150% 203,825 - 203,825
9 250% 1,186 - 1,186
12 Total Tagihan Bersih 23,514,629 83,565 1,514,297 22,083,897
95
Page 99
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
`
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
63. EKSPOSUR RISIKO
Template CCR3: Eksposur CCR berdasarkan Kategori Portofolio dan Bobot Risiko
30 Juni 2026
(Unaudited)
Bobot Risiko
No Kategori Portofolio
0% 20% 50% 75% 85% 100% 150% 250% Total
(1) (2) (3) (5) (6) (8)
1. Tagihan Kepada Pemerintah 4,491,767 - - - - - 4,491,767
2. Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik - - 25,385 - - 25,385
3. Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional - - - - - - - - -
4. Tagihan Kepada Bank - 470,630 - 24,146 - - - 494,776
5. Tagihan berupa Covered Bond - - - - - - - - -
6. Tagihan kepada Perusahaan Efek dan Lembaga Keuangan Lainnya - - - - - - - - -
7. Tagihan berupa Surat Berharga/Piutang Subordinasi, Ekuitas dan Instrumen Modal Lainnya - - - - - - - 1,186 1,186
8. Kredit Beragun Rumah Tinggal - - - 19,317 10,164 - - - 29,481
9. Kredit Beragun Properti Komersial - - - - 1,830 - - - 1,830
10. Kredit untuk Pengadaan Tanah, Pengelolaan Tanah dan Konstruksi - - - - - 624 - - 624
11. Kredit Pegawai/Pensiunan - - 14,398,877 - - - - - 14,398,877
12. Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel - - - - 635,415 402,781 - - 1,038,196
13. Tagihan Kepada Korporasi - - - - - 624,074 - - 624,074
14. Tagihan Yang Telah Jatuh Tempo - - 36,395 - - 119,225 316,322 - 471,942
15. Aset Lainnya 169,190 - - - - 586,481 - - 755,672
TOTAL 4,660,957 470,630 14,460,657 43,463 647,409 1,733,186 316,322 1,186 22,333,809
96
Page 100
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
`
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
63 EKSPOSUR RISIKO
Template CCR3: Eksposur CCR berdasarkan Kategori Portofolio dan Bobot Risiko
31 Desember 2025
(Audited)
Bobot Risiko
No Kategori Portofolio
0% 20% 50% 75% 85% 100% 150% 250% Total
(1) (2) (3) (5) (6) (8)
1. Tagihan Kepada Pemerintah 4,081,069 - - - - - - - 4,081,069
2. Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik - - - - - - - - -
3. Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional - - - - - - - - -
4. Tagihan Kepada Bank - 1,843,829 - 31,911 - - - - 1,875,740
5. Tagihan berupa Covered Bond - - - - - - - - -
6. Tagihan kepada Perusahaan Efek dan Lembaga Keuangan Lainnya - - - - - - - - -
7. Tagihan berupa Surat Berharga/Piutang Subordinasi, Ekuitas dan Instrumen Modal Lainnya - - - - - - - 1,186 1,186
8. Kredit Beragun Rumah Tinggal - - - 21,064 11,638 - - - 32,702
9. Kredit Beragun Properti Komersial - - - - 1,423 - - - 1,423
10. Kredit untuk Pengadaan Tanah, Pengelolaan Tanah dan Konstruksi - - - - - 2,238 - - 2,238
11. Kredit Pegawai/Pensiunan - - 14,826,065 - - - - - 14,826,065
12. Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel - - - - 631,456 455,589 - - 1,087,046
13. Tagihan Kepada Korporasi - - - - - 455,524 - - 455,524
14. Tagihan Yang Telah Jatuh Tempo - - 64,808 - - 46,249 203,825 - 314,882
15. Aset Lainnya 269,239 - - - - 651,077 - - 920,316
TOTAL 4,350,308 1,843,829 14,890,873 52,975 644,517 1,610,677 203,825 1,186 23,598,191
97
Page 101
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
64. EKSPOSUR RISIKO
Template CCRB: Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Wilayah
30 Juni 2026
(Unaudited)
Tagihan bersih berdasarkan wilayah
No Kategori Portofolio
Manado & Minahasa Bolaang Mongondow Sangihe & Talaud Gorontalo Jawa Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1. Tagihan Kepada Pemerintah 4,491,767 - - - - 4,491,767
2. Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik 25,385 - - - - 25,385
3. Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional - - - - - -
4. Tagihan Kepada Bank 494,024 291 1 1 460 494,776
5. Tagihan berupa Covered Bond - - - - - -
6. Tagihan kepada Perusahaan Efek dan Lembaga Keuangan Lainnya - - - - - -
7. Tagihan berupa Surat Berharga/Piutang Subordinasi, Ekuitas dan Instrumen Modal Lainnya 1,186 - - - - 1,186
8. Kredit Beragun Rumah Tinggal 3,559 4,557 1,643 19,061 662 29,482
9. Kredit Beragun Properti Komersial 633 862 164 73 98 1,830
10. Kredit untuk Pengadaan Tanah, Pengelolaan Tanah dan Konstruksi 624 - - - - 624
11. Kredit Pegawai/Pensiunan 6,332,421 2,340,370 1,906,042 3,799,956 20,087 14,398,877
12. Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel 432,237 251,811 78,981 247,677 27,489 1,038,195
13. Tagihan Kepada Korporasi 13,623 - - 18,397 592,054 624,074
14. Tagihan Yang Telah Jatuh Tempo 181,620 29,636 19,042 239,989 1,655 471,942
15. Aset Lainnya 755,672 - - - - 755,672
TOTAL 12,732,750 2,627,528 2,005,874 4,325,155 642,504 22,333,811
31 Desember 2025
(Audited)
Tagihan bersih berdasarkan wilayah
No Kategori Portofolio
Manado & Minahasa Bolaang Mongondow Sangihe & Talaud Gorontalo Jawa Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1. Tagihan Kepada Pemerintah 4,081,069 - - - - 4,081,069
2. Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik - - - - - -
3. Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional - - - - - -
4. Tagihan Kepada Bank 1,866,833 835 1,008 3,640 3,425 1,875,740
5. Tagihan berupa Covered Bond - - - - - -
6. Tagihan kepada Perusahaan Efek dan Lembaga Keuangan Lainnya - - - - - -
7. Tagihan berupa Surat Berharga/Piutang Subordinasi, Ekuitas dan Instrumen Modal Lainnya 1,186 - - - - 1,186
8. Kredit Beragun Rumah Tinggal 3,445 4,850 1,702 20,588 2,117 32,702
9. Kredit Beragun Properti Komersial 147 498 339 92 347 1,423
10. Kredit untuk Pengadaan Tanah, Pengelolaan Tanah dan Konstruksi 2,238 - - - - 2,238
11. Kredit Pegawai/Pensiunan 6,417,548 2,392,970 1,922,491 4,071,753 21,303 14,826,065
12. Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel 456,535 254,965 85,165 262,804 27,577 1,087,046
13. Tagihan Kepada Korporasi 7,574 - - 18,404 429,546 455,524
14. Tagihan Yang Telah Jatuh Tempo 171,171 35,257 18,260 88,975 1,219 314,882
15. Aset Lainnya 920,316 - - - - 920,316
TOTAL 13,928,062 2,689,376 2,028,964 4,466,256 485,532 23,598,191
98
Page 102
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
`
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
64. EKSPOSUR RISIKO
Berdasarkan sisa jangka waktu kontrak
30 Juni 2026
(Unaudited)
Tagihan bersih berdasarkan sisa jangka waktu kontrak
No Kategori Portofolio
< 1 tahun > 1 tahun s.d 3 tahun > 3 tahun s.d 5 tahun > 5 tahun Non Kontraktual Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1. Tagihan Kepada Pemerintah 3,937,627 330,519 - 223,621 - 4,491,767
2. Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik - - 25,385 - - 25,385
3. Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional - - - - - -
4. Tagihan Kepada Bank 470,630 24,146 - - - 494,776
5. Tagihan berupa Covered Bond - - - - - -
6. Tagihan kepada Perusahaan Efek dan Lembaga Keuangan Lainnya - - - - - -
7. Tagihan berupa Surat Berharga/Piutang Subordinasi, Ekuitas dan Instrumen Modal Lainnya - - - - 1,186 1,186
8. Kredit Beragun Rumah Tinggal 1,357 5,418 4,804 17,902 - 29,482
9. Kredit Beragun Properti Komersial - 1,033 798 - - 1,830
10. Kredit untuk Pengadaan Tanah, Pengelolaan Tanah dan Konstruksi - 624 - - - 624
11. Kredit Pegawai/Pensiunan 122,387 1,167,109 1,383,888 11,725,494 - 14,398,877
12. Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel 68,882 517,762 167,281 284,270 - 1,038,195
13. Tagihan Kepada Korporasi 52,292 93,508 112,456 365,818 - 624,074
14. Tagihan Yang Telah Jatuh Tempo 144,392 32,254 18,914 276,383 - 471,943
15. Aset Lainnya - - - - 755,671 755,671
TOTAL 4,797,567 2,172,373 1,713,525 12,893,488 756,857 22,333,811
99
Page 103
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
`
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
64. EKSPOSUR RISIKO
Berdasarkan sisa jangka waktu kontrak
31 Desember 2025
(Audited)
Tagihan bersih berdasarkan sisa jangka waktu kontrak
No Kategori Portofolio
< 1 tahun > 1 tahun s.d 3 tahun > 3 tahun s.d 5 tahun > 5 tahun Non Kontraktual Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1. Tagihan Kepada Pemerintah 3,456,665 400,788 223,616 - - 4,081,069
2. Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik - - - - - -
3. Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional - - - - - -
4. Tagihan Kepada Bank 1,843,829 31,911 - - - 1,875,740
5. Tagihan berupa Covered Bond - - - - - -
6. Tagihan kepada Perusahaan Efek dan Lembaga Keuangan Lainnya - - - - - -
7. Tagihan berupa Surat Berharga/Piutang Subordinasi, Ekuitas dan Instrumen Modal Lainnya - - - - 1,186 1,186
8. Kredit Beragun Rumah Tinggal 930 6,805 5,038 19,929 - 32,702
9. Kredit Beragun Properti Komersial - 1,093 330 - - 1,423
10. Kredit untuk Pengadaan Tanah, Pengelolaan Tanah dan Konstruksi 1,638 600 - - - 2,238
11. Kredit Pegawai/Pensiunan 108,728 1,110,028 1,581,276 12,026,032 - 14,826,065
12. Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel 71,159 316,324 412,364 287,198 - 1,087,046
13. Tagihan Kepada Korporasi 52,797 108,575 294,152 - - 455,524
14. Tagihan Yang Telah Jatuh Tempo 140,359 28,674 12,855 132,995 - 314,882
15. Aset Lainnya - - - - 920,316 920,316
TOTAL 5,676,105 2,004,798 2,529,631 12,466,155 921,502 23,598,191
100
Page 104
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
64 EKSPOSUR RISIKO (Lanjutan)
Berdasarkan sektor ekonomi
30 Juni 2026
Berdasarkan Sektor Ekonomi
Tagihan berupa
No Tagihan Kepada Bank Tagihan kepada Surat Kredit untuk Tagihan Kepada
Kategori Portofolio / Portfolio Category Tagihan Kepada
Tagihan Kepada Pembangunan Tagihan Kepada Tagihan berupa Perusahaan Efek Berharga/Piutang Kredit Beragun Kredit Beragun Pengadaan Tanah, Kredit Pegawai / Usaha Mikro, Usaha Tagihan Kepada Tagihan Yang Telah
Entitas Sektor Aset Lainnya Total
Pemerintah Multilateral dan Bank Covered Bond dan Lembaga Subordinasi, Ekuitas Rumah Tinggal Properti Komersial Pengelolaan Tanah Pensiunan Kecil dan Portofolio Korporasi Jatuh Tempo
Publik
Lembaga Internasional Keuangan Lainnya dan Instrumen dan Konstruksi Ritel
Modal Lainnya
1. Pertanian, kehutanan, dan perikanan - - - - - - - 2,541 - - - 172,448 - 2,374 - 177,363
2. Pertambangan dan penggalian - - - - - - - - - - - 1,019 107,472 - - 108,491
3. Industri pengolahan - - - - - - - - 501 - - 39,807 358,380 6,540 - 405,227
4. Pengadaan listrik, gas, uap, dan udara dingin - - - - - - - - - - - 528 73,910 49 - 74,488
5. Pengelolaan air, limbah, dan daur ulang sampah - - - - - - - - - - - - - - - -
6. Konstruksi - - - - - - - - - - - 4,098 - 90,194 - 94,292
Perdagangan besar dan eceran; Reparasi dan perawatan
7. - - - - - - - 4,866 1,197 - - 248,162 52,292 25,627 - 332,145
mobil dan sepeda motor
8. Pengangkutan dan pergudangan - - - - - - - - - - - 10,909 - 851 - 11,760
9. Penyediaan akomodasi dan makan minum - - - - - - - 1,441 132 - - 71,165 23,676 2,571 - 98,985
10. Informasi dan komunikasi - - - - - - - - - - - 109 - 3 - 111
11 Aktivitas keuangan dan asuransi 4,491,767 - - 494,776 - - 1,186 - - - - - - - - 4,987,729
12 Real estate - - - - - - - 89 - 624 - 3,715 - 2,566 - 6,994
13 Aktivitas profesi, ilmiah, dan teknis - - - - - - - - - - - - - 2 - 2
Aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak
14 opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan, dan penunjang - - - - - - - 110 - - - 5,546 - 321 - 5,976
usaha lainnya
Administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan
15 - 25,385 - - - - - - - - - - - - - 25,385
sosial wajib
16 Pendidikan - - - - - - - - - - - 794 8,345 - - 9,139
17 Aktivitas kesehatan manusia dan sosial - - - - - - - 492 - - - 9,994 - 76 - 10,562
18 Kesenian, hiburan, dan rekreasi - - - - - - - 626 - - - 65,897 - 2,289 - 68,813
19 Jasa lain - - - - - - - - - - - - - - - -
20 Aktivitas rumah tangga sebagai pemberi kerja - - - - - - - - - - - 1,223 - 13 - 1,236
21 Aktivitas badan internasional - - - - - - - - - - - - - - - -
22 Bukan lapangan usaha - - - - - - - 19,317 - - 14,398,877 402,781 - 338,467 - 15,159,442
23 Lainnya - - - - - - - - - - - - - - 755,671 755,671
TOTAL 4,491,767 25,385 - 494,776 - - 1,186 29,482 1,830 624 14,398,877 1,038,195 624,074 471,945 755,671 22,333,812
101
Page 105
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
64 EKSPOSUR RISIKO (Lanjutan)
Berdasarkan sektor ekonomi
31 Desember 2025
Berdasarkan Sektor Ekonomi
Tagihan berupa
No Tagihan Kepada Bank Tagihan kepada Surat Kredit untuk Tagihan Kepada
Kategori Portofolio / Portfolio Category Tagihan Kepada
Tagihan Kepada Pembangunan Tagihan Kepada Tagihan berupa Perusahaan Efek Berharga/Piutang Kredit Beragun Kredit Beragun Pengadaan Tanah, Kredit Pegawai / Usaha Mikro, Usaha Tagihan Kepada Tagihan Yang Telah
Entitas Sektor Aset Lainnya Total
Pemerintah Multilateral dan Bank Covered Bond dan Lembaga Subordinasi, Ekuitas Rumah Tinggal Properti Komersial Pengelolaan Tanah Pensiunan Kecil dan Portofolio Korporasi Jatuh Tempo
Publik
Lembaga Internasional Keuangan Lainnya dan Instrumen dan Konstruksi Ritel
Modal Lainnya
1. Pertanian, kehutanan, dan perikanan - - - - - - - 2,423 - - - 165,450 - 4,897 - 172,770
2. Pertambangan dan penggalian - - - - - - - - - - - 1,123 - 87 - 1,210
3. Industri pengolahan - - - - - - - 243 - - - 35,187 298,489 6,251 - 340,171
4. Pengadaan listrik, gas, uap, dan udara dingin - - - - - - - - - - - 207 78,260 35 - 78,502
5. Pengelolaan air, limbah, dan daur ulang sampah - - - - - - - - - - - 916 - - - 916
6. Konstruksi - - - - - - - - - - - 10,872 - 86,966 - 97,838
Perdagangan besar dan eceran; Reparasi dan perawatan
7. - - - - - - - 4,865 1,072 - - 229,263 28,297 29,012 - 292,510
mobil dan sepeda motor
8. Pengangkutan dan pergudangan - - - - - - - - - - - 11,352 24,499 1,228 - 37,079
9. Penyediaan akomodasi dan makan minum - - - - - - - 2,895 351 - - 87,468 25,978 2,417 - 119,109
10. Informasi dan komunikasi - - - - - - - - - - - 521 - 24 - 544
11 Aktivitas keuangan dan asuransi 4,081,069 - - 1,875,740 - - 1,186 - - - - - - - - 5,957,995
12 Real estate - - - - - - - 121 - 2,238 - 2,808 - 1,240 - 6,407
13 Aktivitas profesi, ilmiah, dan teknis - - - - - - - - - - - 2,661 - 2 - 2,664
Aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak
14 opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan, dan penunjang - - - - - - - 238 - - - 5,957 - 568 - 6,762
usaha lainnya
Administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan
15 - - - - - - - - - - - - - - - -
sosial wajib
16 Pendidikan - - - - - - - - - - - 731 - - - 731
17 Aktivitas kesehatan manusia dan sosial - - - - - - - - - - - 9,987 - 10 - 9,997
18 Kesenian, hiburan, dan rekreasi - - - - - - - 33 - - - 11,321 - 176 - 11,530
19 Jasa lain - - - - - - - - - - - - - - - -
20 Aktivitas rumah tangga sebagai pemberi kerja - - - - - - - 820 - - - 55,633 - 2,707 - 59,160
21 Aktivitas badan internasional - - - - - - - - - - - - - - - -
22 Bukan lapangan usaha - - - - - - - 21,064 - - 14,826,065 455,589 - 179,260 - 15,481,978
23 Lainnya - - - - - - - - - - - - - - 920,316 920,316
TOTAL 4,081,069 - - 1,875,740 - - 1,186 32,702 1,423 2,238 14,826,065 1,087,046 455,524 314,882 920,316 23,598,191
102
Page 106
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
65 Pengungkapan Tagihan dan Pencadangan
Berdasarkan wilayah
30 Juni 2026
(Unaudited)
Tagihan dan Pencadangan Berdasarkan Wilayah
No Keterangan
Manado & Minahasa Bolaang Mongondow Sangihe & Talaud Gorontalo Jawa Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1. Tagihan (Non Impaired) 12,885,571 2,575,884 1,974,290 3,952,787 639,335 22,027,868
2. Tagihan Yang Mengalami Peningkatan/Pemburukan Risiko Kredit - - - - - -
a. Belum Jatuh Tempo 60,933 21,666 12,471 132,267 945 228,282
b. Telah Jatuh Tempo 181,620 29,636 19,042 239,989 1,655 471,942
3 Cadagan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) - Stage 1 5,977 2,008 1,224 3,398 1,740 14,347
4 Cadagan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) - Stage 2 8,716 1,152 1,195 7,723 302 19,088
5 Cadagan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) - Stage 3 99,654 5,697 5,785 65,467 1,498 178,101
5 Tagihan Yang Telah Dihapus Buku - - - - - -
TOTAL 13,242,472 2,636,043 2,014,008 4,401,631 645,475 22,728,093
31 Desember 2025
(Audited)
Tagihan dan Pencadangan Berdasarkan Wilayah
No Keterangan
Manado & Minahasa Bolaang Mongondow Sangihe & Talaud Gorontalo Jawa Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1. Tagihan (Non Impaired) 13,703,498 2,634,935 1,705,501 4,078,696 601,441 22,724,072
2. Tagihan Yang Mengalami Peningkatan/Pemburukan Risiko Kredit - - - - - -
a. Belum Jatuh Tempo 58,369 21,578 309,847 308,182 863 698,838
b. Telah Jatuh Tempo 278,853 46,645 25,029 144,095 3,151 497,773
3 Cadagan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) - Stage 1 10,492 2,973 1,517 4,266 5,020 24,268
4 Cadagan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) - Stage 2 3,255 875 3,345 8,243 200 15,917
5 Cadagan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) - Stage 3 107,682 11,388 6,769 55,120 1,932 182,890
6 Tagihan Yang Telah Dihapus Buku - - - - - -
TOTAL 14,162,148 2,718,394 2,052,008 4,598,601 612,607 23,920,683
103
Page 107
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
66 Pengungkapan Tagihan dan Pencadangan
Berdasarkan wilayah
30 Juni 2026
(Unaudited)
Berdasarkan Sektor Ekonomi
No Berdasarkan Sektor ekonomi Yang Mengalami Penurunan Nilai
Cadagan Kerugian Cadagan Kerugian Cadagan Kerugian
Tagihan Yang Telah Dihapus
Tagihan (Non Impaired) Penurunan Nilai (CKPN) - Penurunan Nilai (CKPN) - Penurunan Nilai (CKPN) -
Buku
Stage 1 Stage 2 Stage 3
Belum Jatuh Tempo Telah Jatuh Tempo
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
1. Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 171,013 3,975 2,374 1,241 1,420 1,146 -
2. Pertambangan dan Penggalian 108,491 - - 147 - 28 -
3. Industri pengolahan 397,089 1,598 6,540 1,331 968 4,060 -
4. Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas dan Udara Dingin 74,439 - 49 228 - 33 -
5. Pengelolaan Air, Pengelolaan Air Limbah, Pengelolaan dan Daur Ulang Sampah - - - 0 - - -
6. Konstruksi 4,069 29 90,194 133 32 91,981 -
7. Perdagangan besar dan eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor 295,725 7,633 25,627 2,109 2,288 14,322 -
8. Pengangkutan dan Pergudangan 10,694 215 851 57 62 842 -
9. Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum 87,638 8,776 2,571 627 2,901 1,343 -
10. Informasi dan Komunikasi 109 - 3 2 - 9 -
11 Aktivitas Keuangan dan Asuransi 5,385,171 - - 286 - - -
12 Real Estate 4,176 253 2,566 22 31 1,763 -
13 Aktivitas Profesi, Ilmiah, dan Teknis - - - - - - -
Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi, Ketenagakerjaan, Agen Perjalanan, dan Penunjang Usaha
14 5,207 448 321 35 100 131 -
Lainnya
15 Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib 25,385 - - - - - -
16 Pendidikan 9,139 - - 17 - - -
17 Aktivitas Kesehatan Manusia dan Aktivitas Sosial 10,485 - 76 42 - 2 -
18 Kesenian, Hiburan, dan Rekreasi 64,582 1,941 2,289 435 642 1,092 -
19 Aktivitas Jasa Lainnya - - - - - - -
20 Aktivitas Rumah Tangga sebagai Pemberi Kerja 1,223 - 13 2 - 3 -
21 Aktivitas Badan Internasional dan Badan Ekstra Internasional Lainnya - - - - - - -
22 Bukan Lapangan Usaha 14,617,562 203,414 338,467 7,633 10,644 61,346 -
23 Lainnya 755,672 - - - - - -
TOTAL 22,027,868 228,282 471,942 14,347 19,088 178,101 -
22,027,868 228,282 471,942 14,347 19,088 178,101 -
(0) - 0 (0) 0 (0) -
31 Desember 2025
(Audited)
Berdasarkan Sektor Ekonomi
No Berdasarkan Sektor ekonomi Yang Mengalami Penurunan Nilai
Cadagan Kerugian Cadagan Kerugian Cadagan Kerugian
Tagihan Yang Telah Dihapus
Tagihan (Non Impaired) Penurunan Nilai (CKPN) - Penurunan Nilai (CKPN) - Penurunan Nilai (CKPN) -
Buku
Stage 1 Stage 2 Stage 3
Belum Jatuh Tempo Telah Jatuh Tempo
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
1. Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 164,094 4,796 7,186 1,197 710 2,289 -
2. Pertambangan dan Penggalian 1,131 - 158 3 - 70 -
3. Industri pengolahan 424,205 1,867 11,135 3,465 236 4,884 -
4. Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas dan Udara Dingin 78,467 - 82 986 - 47 -
5. Pengelolaan Air, Pengelolaan Air Limbah, Pengelolaan dan Daur Ulang Sampah 916 - - 16 - - -
6. Konstruksi 11,720 78 194,011 1,475 46 107,044 -
7. Perdagangan besar dan eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor 1,208,451 5,028 51,899 3,214 889 22,887 -
8. Pengangkutan dan Pergudangan 36,120 155 2,231 77 15 1,002 -
9. Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum 105,721 12,735 4,393 919 1,200 1,975 -
10. Informasi dan Komunikasi 521 - 27 2 - 4 -
11 Aktivitas Keuangan dan Asuransi 5,037,543 - - 1,670 - - -
12 Real Estat 5,744 253 2,848 73 66 1,608 -
13 Aktivitas Profesi, Ilmiah, dan Teknis 2,651 15 12 44 5 10 -
Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi, Ketenagakerjaan, Agen Perjalanan, dan Penunjang Usaha
14 6,076 125 1,056 38 7 488
Lainnya
15 Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib - - - - - -
16 Pendidikan 731 - - 6 - -
17 Aktivitas Kesehatan Manusia dan Aktivitas Sosial 9,939 50 17 58 3 6
18 Kesenian, Hiburan, dan Rekreasi 11,305 74 352 274 25 176
19 Aktivitas Jasa Lainnya - - - - - -
20 Aktivitas Rumah Tangga sebagai Pemberi Kerja 55,178 1,733 4,783 357 264 2,077
21 Aktivitas Badan Internasional dan Badan Ekstra Internasional Lainnya - - - - - -
22 Bukan Lapangan Usaha 14,643,241 671,929 217,584 10,395 12,451 38,324
23 Lainnya 920,316 - - - - -
TOTAL 22,724,072 698,838 497,773 24,268 15,917 182,890 -
22,724,072 698,838 497,773 24,268 15,917 182,890 -
- - - - - - -
104
Page 108
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
67. Pengungkapan Aset Performing dan Non Performing
i. Bank secara Individu
(dalam jutaan rupiah)
30 Juni 2026
Non Performing
(Kualitas KL, D, M)
Performing
Tagihan yang Tidak Mengalami Penurunan Nilai
( Kualitas L dan DPK)
Tagihan yang Mengalami Penurunan Nilai
Memiliki Tunggakan > 90 Hari Memiliki Tunggakan ≤ 90 Hari
Nilai Tercatat Bruto CKPN Nilai Tercatat Bruto CKPN Nilai Tercatat Bruto CKPN Nilai Tercatat Bruto CKPN
a b c d e f g h
1 Surat Berharga 1,223,831 - - - - - - -
2 Kredit 15,939,692 33,285 650,043 178,101 - - - -
a. Korporasi 541,609 2,689 114,462 71,172 - - - -
b. Ritel 15,398,083 30,596 535,582 106,929 - - - -
3 Transaksi Rekening Administratif 329,541 144 - - - - - -
(dalam jutaan rupiah)
31 Desember 2025
Non Performing
(Kualitas KL, D, M)
Performing
Tagihan yang Tidak Mengalami Penurunan Nilai
( Kualitas L dan DPK)
Tagihan yang Mengalami Penurunan Nilai
Memiliki Tunggakan > 90 Hari Memiliki Tunggakan ≤ 90 Hari
Nilai Tercatat Bruto CKPN Nilai Tercatat Bruto CKPN Nilai Tercatat Bruto CKPN Nilai Tercatat Bruto CKPN
a b c d e f g h
1 Surat Berharga 2,575,085 - - - - - - -
2 Kredit 16,269,053 39,903 497,773 182,890 - - - -
a. Korporasi 402,763 5,929 114,966 71,172 - - - -
b. Ritel 15,866,290 33,974 382,807 111,718 - - - -
3 Transaksi Rekening Administratif 208,018 276 - - - - - -
105
Page 109
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
68. Pengungkapan Aset Restrukturisasi Performing dan Non Performing
i. Bank secara Individu
(dalam jutaan rupiah)
30 Juni 2026
Performing Non Performing
Stage 1 Stage 2 Stage 3
(Kualitas L dan DPK) (Kualitas KL, D, M)
Nilai Tercatat Bruto CKPN Nilai Tercatat Bruto CKPN Nilai Tercatat Bruto CKPN Nilai Tercatat Bruto CKPN Nilai Tercatat Bruto CKPN
a b c d e f g h i j
1 Surat Berharga - - - - - - - - - -
2 Kredit 37,408 1,165 26,450 12,233 31,046 66 6,362 1,099 26,450 12,233
a. Korporasi 24,686 1,155 - - 18,376 56 6,311 1,098 - -
b. Ritel 12,721 10 26,450 12,233 12,670 10 51 0 26,450 12,233
3 Transaksi Rekening Administratif - - - - - - - - - -
(dalam jutaan rupiah)
31 Desember 2025
Performing Non Performing
Stage 1 Stage 2 Stage 3
(Kualitas L dan DPK) (Kualitas KL, D, M)
Nilai Tercatat Bruto CKPN Nilai Tercatat Bruto CKPN Nilai Tercatat Bruto CKPN Nilai Tercatat Bruto CKPN Nilai Tercatat Bruto CKPN
a b c d e f g h i j
1 Surat Berharga - - - - - - - - - -
2 Kredit 42,178 917 32,229 17,596 33,425 248 8,752 670 32,229 17,596
a. Korporasi 26,505 893 - - 18,376 230 8,129 663 - -
b. Ritel 15,673 25 32,229 17,596 15,050 18 623 7 32,229 17,596
3 Transaksi Rekening Administratif - - - - - - - - - -
106
Page 110
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
69 Laporan Perhitungan Kewajiban Pemenuhan Rasio Kecukupan Likuiditas (LIQ1)
INDIVIDUAL KONSOLIDASIAN
30 Juni 2026 30 Juni 2025 30 Juni 2026 30 Juni 2025
Nilai HQLA setelah Nilai HQLA setelah Nilai HQLA setelah Nilai HQLA setelah
pengurangan nilai pengurangan nilai pengurangan nilai pengurangan nilai
(haircut) atau (haircut) atau (haircut) atau (haircut) atau
Nilai Outstanding Nilai Outstanding Nilai Outstanding Nilai Outstanding
outstanding kewajiban dan outstanding kewajiban dan outstanding kewajiban dan outstanding kewajiban dan
kewajiban dan komitmen dikalikan kewajiban dan komitmen dikalikan kewajiban dan komitmen dikalikan kewajiban dan komitmen dikalikan
komitmen/ tingkat penarikan komitmen/ tingkat penarikan komitmen/ tingkat penarikan komitmen/ tingkat penarikan
nilai tagihan (run-off rate) atau nilai tagihan (run-off rate) atau nilai tagihan (run-off rate) atau nilai tagihan (run-off rate) atau
kontraktual Nilai tagihan kontraktual Nilai tagihan kontraktual Nilai tagihan kontraktual Nilai tagihan
kontraktual dikalikan kontraktual dikalikan kontraktual dikalikan kontraktual dikalikan
tingkat penerimaan tingkat penerimaan tingkat penerimaan tingkat penerimaan
(inflow rate) (inflow rate) (inflow rate) (inflow rate)
30 hari 30 hari … hari … hari
Jumlah data Poin yang digunakan dalam perhitungan LCR
High-quality liquid assets (HQLA)
1 Total HQLA 3,500,739.40 4,210,210
Arus Kas Keluar (Cash outflows)
Simpanan nasabah perorangan dan Pendanaan yang berasal
2 dari nasabah Usaha 209,877.24 202,844.30
Mikro dan Usaha Kecil, terdiri dari:
3 Simpanan/pendanaan stabil 2,190,096.11 109,504.81 1,912,644 99,390.10
4 Simpanan/pendanaan kurang stabil 1,003,724.34 100,372.43 1,027,636 103,454.20
5 Pendanaan yang berasal dari nasabah korporasi, terdiri dari: 1,458,118.58 3,080,646.00
6 Simpanan operasional 1,294,154.03 157,901.89 1,277,154 130,920.80
Simpanan non operasional dan/atau kewajiban lainnya
7 142,520.96 1,300,216.69 3,220,774 2,949,725.20
yang bersifat nonoperasional
Surat berharga berupa surat utang yang diterbitkan oleh
8 - -
bank (unsecured debt)
9 Pendanaan dengan agunan (secured funding) - -
10 Arus kas keluar lainnya (additional requirement), terdiri dari: 31,973.01 22,900.90
Arus kas keluar atas peningkatan kebutuhan likuiditas
11 Arus kas keluar atas transaksi derivatif - -
12 Arus kas keluar atas kehilangan pendanaan - -
Arus kas keluar atas penarikan komitmen fasilitas kredit dan
13 206,855.43 20,643.24 57,296 12,486.05
fasilitas likuiditas
Arus kas keluar atas kewajiban kontraktual lainnya terkait
-
penyaluran dana
14 Arus kas keluar kontraktual lainnya 11,329.43 11,329.43 9,641 10,355.00
15 Arus kas keluar atas kewajiban kontijensi pendanaan lainnya 6.83 0.34 914.00 59.85
16 TOTAL ARUS KAS KELUAR (CASH OUTFLOWS) 1,699,968.83 3,306,391.20
Arus kas masuk (Cash inflows )
17 Pinjaman dengan agunan secured lending - -
Tagihan berasal dari pihak lawan (counterparty ) yang
18 285,183.07 384,576
bersifat lancar (inflows from fully performing exposures )
19 Arus kas masuk lainnya 5,311.33 4,759
20 TOTAL ARUS KAS MASUK (CASH INFLOWS ) 290,494.40 389,334.50
Total adjusted value Total adjusted value Total adjusted value Total adjusted value
21 Total HQLA 3,500,739.40 4,210,210.00
22 Total arus kas keluar bersih (net cash outflows ) 1,409,474.43 2,917,056.70
23 Liquidity Coverage Ratio (%) 248.00 144.33
107
Page 111
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
70 Laporan Pendanaan Stabil Bersih (LIQ2)
30 Juni 2026 30 Juni 2025
Nilai Tercatat Berdasarkan Sisa Jangka Waktu (Dalam Juta Rupiah) Nilai Tercatat Berdasarkan Sisa Jangka Waktu (Dalam Juta Rupiah)
Total Nilai Total Nilai
(dalam jutaan rupiah) Tanpa jangka ≥ 6 bulan - < 1 Tanpa jangka ≥ 6 bulan - < 1
< 6 bulan ≥ 1 tahun Tertimbang < 6 bulan ≥ 1 tahun Tertimbang
waktu tahun waktu tahun
a b c d e a b c d e
Komponen Pendanaan Stabil yang Tersedia (Available Stable Funding - ASF)
1 Modal: 2,098,916.00 2,098,916.00 2,335,138.00 2,335,138.00
2 Modal sesuai POJK KPMM 2,098,916.00 - - - 2,098,916.00 2,335,138.00 - - - 2,335,138.00
3 Instrumen modal lainnya - - - - -
Simpanan yang berasal dari nasabah perorangan dan Pendanaan yang berasal
4 2,285,716.00 1,093,882.00 1,062,030.00 429,553.00 4,547,963.60 2,051,017.00 947,676.00 1,332,625.00 - 3,969,667.85
dari nasabah usaha mikro dan usaha kecil:
5 Simpanan dan Pendanaan stabil 2,083,308.00 154,000.00 182,000.00 88,000.00 2,386,342.60 1,811,710.00 326,553.00 318,260.00 - 2,333,696.85
6 Simpanan dan Pendanaan kurang stabil 202,408.00 939,882.00 880,030.00 341,553.00 2,161,621.00 182,257.00 621,123.00 1,014,365.00 - 1,635,971.00
7 Pendanaan yang berasal dari nasabah korporasi: 2,744,577.00 4,170,088.00 3,982,076.00 3,738,173.00 7,636,129.00 3,107,640.00 6,701,604.00 4,159,174.00 1,250,000.00 5,356,088.50
8 Simpanan operasional 2,744,577.00 - - - 1,372,288.50 3,107,640.00 - - - 1,553,820.00
9 Pendanaan lainnya yang berasal dari nasabah korporasi - 4,170,088.00 3,982,076.00 3,738,173.00 6,263,840.50 - 6,701,604.00 4,159,174.00 1,250,000.00 3,802,268.50
10 Liabilitas yang memiliki pasangan aset yang saling bergantung
11 Liabilitas dan ekuitas lainnya: - - - - 224,847.00 - - - - 133,227.00
12 NSFR liabilitas derivatif - -
ekuitas dan liabilitas lainnya yang
13 tidak masuk dalam kategori di 536,826.00 264,039.00 164,810.00 142,442.00 224,847.00 - 277,972.00 205,584.00 30,435.00 133,227.00
atas
14 Total ASF 14,507,855.60 11,794,121.35
Pendanaan Stabil yang Diperlukan (Required Stable Funding - RSF)
15 Total HQLA dalam rangka perhitungan NSFR 35,832.00 33,358.00
16 Simpanan pada lembaga keuangan lain untuk tujuan operasional 13,917.00 - - - 6,959.00 14,167.00 7,084.00
Pinjaman dengan kategori Lancar dan Dalam Perhatian Khusus (performing )
17 1,102.00 961,871.00 1,923,354.00 13,020,079.00 12,509,680.00 72,297.00 1,251,261.00 181,841.00 15,499,918.00 13,444,074.00
dan surat berharga
18 kepada lembaga keuangan yang dijamin dengan HQLA Level 1 - - - - - - 593,519.00 - - 59,352.00
19 kepada lembaga keuangan yang dijamin bukan dengan HQLA Level 1 - - - - - - 600,000.00 - - 90,000.00
20 kepada perusahaan non-keuangan, nasabah perorangan dan nasabah 1,102.00 961,871.00 1,923,354.00 13,020,079.00 12,509,680.00 72,297.00 57,742.00 181,841.00 15,477,932.00 13,276,034.00
21 memenuhi kualifikasi untuk mendapat bobot risiko 35% atau - - - - - - - - - -
22 Kredit beragun rumah tinggal yang tidak sedang dijaminkan, yang - - - - - - - - 21,986.00 18,688.00
memenuhi kualifikasi untuk mendapat bobot risiko 35% atau
23 - - - - - - - - - -
kurang, sesuai Ketentuan OJK mengenai ATMR untuk Risiko
Surat Berharga yang tidak sedang dijaminkan, tidak gagal bayar , dan
24 tidak masuk sebagai HQLA, termasuk saham yang diperdagangkan di - - - - - - - - - -
bursa
25 Aset yang memiliki pasangan liabilitas yang saling bergantung - - - - - - - - 36,978.00 -
26 Aset lainnya: 752,326.00 244,224.00 13,165.00 372,700.00 758,288.00 330,589.00 717,100.00 225,468.00 717,086.00 1,660,299.00
27 Komoditas fisik yang diperdagangkan, termasuk emas - - - -
Kas, surat berharga dan aset lainnya yang dicatat sebagai initial margin
28 untuk kontrak derivatif dan kas atau aset lain yang diserahkan sebagai - - - -
default fund pada central counterparty (CCP)
29 NSFR aset derivatif - - - -
30 NSFR liabilitas derivatif sebelum dikurangi dengan variation margin - - - -
31 Seluruh aset lainnya yang tidak masuk dalam kategori di atas**) 752,326.00 244,224.00 13,165.00 372,700.00 758,288.00 330,589.00 717,100.00 225,468.00 717,086.00 1,660,299.00
32 Rekening Administratif 4,486.00
33 Total RSF 13,310,759.00 15,149,301.00
34 Rasio Pendanaan Stabil Bersih (Net Stable Funding Ratio (%)) 108.99 77.85
108
Names mentioned 172 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO UNTUKPERIODE
p.2
unresolved
org
PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo
p.2 ×21
unresolved
org
PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Corontalo
p.2
unresolved
person
MAUDY REVINO PEPAH
· Direktur Utama
p.2 ×3
unresolved
org
PT BANK PEMBANGUNAN DAERAII SULAWESI UTARA GORONTALO
p.3
unresolved
—
Tempat dan Tanggal Lahir
p.3
unresolved
—
KTP
p.3
unresolved
—
T0t.
p.3
unresolved
org
Bank Indonesia
p.4 ×42
unresolved
org
Bank Lain-Jangka Waktu Jatuh Tempo
p.7
unresolved
org
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO Catatan
p.9 ×66
unresolved
org
PT Bank Sulut
p.9 ×15
unresolved
org
Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Tengah
p.9
unresolved
person
Raden Hadiwido
· Notaris
p.9
unresolved
person
Raden Kadiman S.H.
· Notaris
p.9
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.9
unresolved
org
Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara
p.9 ×5
unresolved
org
Menteri Dalam Negeri
p.9
unresolved
person
Joanes Tommy Lasut
· Notaris
p.9
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia No. C-
p.9
unresolved
person
M.S.E. Pangemanan
· Notaris
p.9 ×3
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
p.9 ×4
unresolved
org
PT. BANK SULUTGO
p.9 ×24
unresolved
person
Edmund Lodi Mangowal
p.9 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia
p.10
unresolved
org
Penyehatan Perbankan Nasional
p.10
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.10 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.10
unresolved
org
Bank Pembangunan Daerah Peserta Program Rekapitalisasi.
p.10
unresolved
org
PT. Bank Sulawesi Utara Gorontalo
p.10 ×2
unresolved
person
Hesky Nofri Sompie
p.10 ×5
unresolved
—
Berty Wilhelmus Tog
· Anggota
p.11 ×2
unresolved
org
PT. Bohusami Sukses Global
p.12
unresolved
org
Bank Sulut I
p.12 ×2
unresolved
org
Bank Sulut II
p.12
unresolved
org
Bank Sulut III
p.12
unresolved
org
Bank Sulut IV
p.12
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.12
unresolved
org
BAPEPAM-LK
p.12 ×2
unresolved
org
BAPEPAM
p.12 ×9
unresolved
org
Bank Lain Giro
p.17
unresolved
org
Bank Yang Memberikan Penyediaan Dana Untuk Kegiatan Ekonomi
p.17 ×2
unresolved
org
Bank Lain Penempatan
p.17
unresolved
org
PT BPR Prisma Dana
p.19 ×8
unresolved
org
PT BPR Prisma Dana. Penyertaan
p.19
unresolved
org
KJPP Toto Suharto & Rekan
p.19
unresolved
org
KJPP Toto Suharto
p.19
unresolved
org
KJPP Teguh Hermawan Yusuf & Rekan
p.19 ×2
unresolved
org
KJPP Teguh Hermawan Yusuf
p.19 ×2
unresolved
person
Teguh Hermawan SE
p.19 ×2
unresolved
org
Bank Lain Simpanan
p.22
unresolved
org
Bank Indonesia Intervensi
p.27
unresolved
org
PT. BPR Kartika Matuari Tomohon
p.27
unresolved
org
PT. Bank Jawa Timur
p.27 ×3
unresolved
org
PT. Bank Sulawesi Selatan
p.27
unresolved
org
Bank Swasta Devisa
p.27
unresolved
org
PT. Bank Mayapada
p.27
unresolved
org
PT Asuransi Jiwa Askrida
p.31
unresolved
person
Yenni Kaunang
p.48
unresolved
person
Jopie Henrikus Lumintang
p.48
unresolved
person
Dorothea Samola
p.48
unresolved
person
Astrid Marcella Lumintang
p.48
unresolved
person
Gerald Fredrik Maynard Lumintang
p.48
unresolved
org
PT. BPD Sulawesi Utara Gorontalo
p.48
unresolved
org
Koperasi Konsumen Prisma Sulawesi Utara
p.48
unresolved
org
Koperasi Konsumen Kami Uman Sejahtera
p.48
unresolved
org
Koperasi Produsen Ayamen Esa Kombi
p.48
unresolved
person
Johanis Untu
p.48
unresolved
person
Drs. Hezky Zakaria Montong
p.48
unresolved
person
Drs. Patrice Just Suwu
p.48
unresolved
person
Drs. Bastyan Togas
p.48
unresolved
person
Hj. Rendra Ardi Sako
p.48
unresolved
org
KJPP Dasa'at
p.50 ×2
unresolved
org
Yudistira & Rekan
p.50 ×2
unresolved
person
Dev.
p.50 ×2
unresolved
person
Suhada ST
p.50
unresolved
org
PT. Bank Pembangunan Daerah Bali
p.53 ×2
unresolved
org
PT. Bank Jawa Barat Banten
p.53
unresolved
org
PT. Bank Pembangunan Daerah DIY
p.53
unresolved
org
PT. Fitch Ratings Indonesia
p.54 ×3
unresolved
org
Bank SulutGo Tahap I Tahun
p.54
unresolved
org
Departemen Keuangan
p.54
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik HLB Hadori Sugiarto Adi dan Rekan
p.57
unresolved
org
Koperasi Karyawan Bank Sulut
p.58 ×3
unresolved
org
Pemerintah Kabupaten Boalemo
p.58 ×3
unresolved
org
Pemerintah Kota Manado
p.58 ×3
unresolved
org
Pemerintah Kota Gorontalo
p.58 ×7
unresolved
org
Pemerintah Kabupaten Minahasa
p.58 ×3
unresolved
org
Pemerintah Kabupaten Gorontalo
p.58 ×3
unresolved
org
Pemerintah Kota Tomohon
p.58 ×3
unresolved
org
Pemerintah Kota Bitung
p.58 ×3
unresolved
org
Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara
p.58 ×3
unresolved
org
Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow
p.58 ×3
unresolved
org
Pemerintah Kabupaten Pohuwato
p.58 ×3
unresolved
org
Pemerintah Kabupaten Bone Bolango
p.58 ×3
unresolved
org
Pemerintah Kabupaten Sangihe
p.58 ×3
unresolved
org
Pemerintah Kota Kotamobagu
p.58 ×3
unresolved
org
Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur
p.58 ×3
unresolved
org
Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan
p.58 ×3
unresolved
org
Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara
p.58 ×3
unresolved
org
Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara
p.58 ×3
unresolved
org
Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara
p.58 ×3
unresolved
org
Pemerintah Kabupaten Talaud
p.58 ×3
unresolved
org
Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
p.58 ×3
unresolved
org
Pemerintah Kabupaten Siau Tagulandang Biaro
p.58 ×3
unresolved
org
Bank SulutGo Tahun
p.59
unresolved
org
Milik Daerah
p.61 ×2
unresolved
person
Doktorandus Ramoy Markus Thimotius Luntungan
· Komisaris Utama
p.62
unresolved
person
Sam Sachrul Mamonto
· Komisaris Independen
p.62
unresolved
person
Djafar Alkatiri
· Komisaris Independen
p.62 ×3
unresolved
person
Jaclyn Ivana Koloay
· Komisaris Independen
p.62 ×3
unresolved
person
Max Kembuan
· Komisaris Independen
p.62 ×3
unresolved
person
Machmud Turuis
· Direktur Kepatuhan
p.62
unresolved
person
Joubert Rosano Jacobus Dondokambey
· Direktur Umum
p.62 ×3
unresolved
person
Louisa Jeane Parengkuan
· Direktur Operasional
p.62 ×3
unresolved
person
Pius Sefrianto Lande Batara
· Direktur Pemasaran
p.62
unresolved
person
Godbless Sofcar Vicky Lumentut
· Komisaris Utama
p.63
unresolved
person
Rania Riris Ismail
· Komisaris Independen
p.63
unresolved
person
Doktoranda Diane ND
· Komisaris
p.63
unresolved
person
Mutesa Holdin
· Direktur Kepatuhan
p.63
unresolved
org
Milik Negara
p.63
unresolved
person
Rudiyanto Katili
p.63
unresolved
person
Esther Caesarina Rampengan
· Direktur Kredit
p.63
unresolved
—
(Unaudited)
· Nama Pemegang Saham
p.66
unresolved
org
DSM - Provinsi Sulawesi Utara
p.66
unresolved
org
DSM - Kabupaten Minahasa
p.66
unresolved
org
DSM - Kabupaten Bolaang Mongondow
p.66
unresolved
org
DSM - Kabupaten Gorontalo
p.66
unresolved
org
DSM - Kota Manado
p.66
unresolved
org
DSM - Kota Gorontalo
p.66
unresolved
org
DSM - Kabupaten Sangihe
p.66
unresolved
org
DSM - Kota Bitung
p.66
unresolved
org
DSM - Kabupaten Boalemo
p.66
unresolved
org
DSM - Kota Tomohon
p.66
unresolved
org
DSM - Kabupaten Minahasa Selatan
p.66
unresolved
org
DSM - Kabupaten Pohuwato
p.66
unresolved
org
DSM - Kabupaten Minahasa Utara
p.66
unresolved
org
DSM - Kabupaten Bone Bolango
p.66
unresolved
org
DSM - Kabupaten Gorontalo Utara
p.66
unresolved
org
DSM - Koperasi Karyawan Bank Sulut
p.66
unresolved
org
DSM - Kabupaten Talaud
p.66
unresolved
org
DSM - Kabupaten Siau Tagulandang Biaro
p.66
unresolved
—
DSM - PT. Mega Corpora
p.66
unresolved
org
DSM - Provinsi Gorontalo
p.66
unresolved
org
DSM - Kota Kotamobagu
p.66
unresolved
org
DSM - Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
p.66
unresolved
org
DSM - Kabupaten Bolaang Mongondow Timur
p.66
unresolved
org
DSM -Kabupaten Bolaang Mongondow Utara
p.66
unresolved
org
DSM - Kabupaten Minahasa Tenggara
p.66
unresolved
—
Saldo Agio Saham Lama
p.66
unresolved
—
Kapitalisasi Agio Saham Ke
p.66
unresolved
—
Sisa Agio
p.66
unresolved
—
Tambahan Agio Dari Deviden Saham dan DSM
p.66
unresolved
org
Bank Sistemik
p.72
unresolved
org
Bank Umum Rasio Pengungkit
p.72
unresolved
org
PT Collega Inti Pratama
p.77
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.