Skip to content
Back to announcement

20250917_JSMR_Public Expose_31950624_lamp2.pdf

Other Text extracted JSMR

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 12

Page 1 OCR 0.943
Laporan Pelaksanaan Public Expose Live 2025
PT Jasa Marga (Persero) Tbk

Deskripsi Umum
Publix Expose Jasa Marga 2025

Hari/Tanggal 1 Jumat, 12 September 2025
Waktu 1. 15:00 — 16:00 WIB
Tempat 1 Public Expose Live 2025

Informasi Jadwal Pubex Live 2025 dan pendaftaran peserta di website
https://pubexlive.idx.co.id/

Manajemen Perseroan yang Hadir

1. Rivan A. Purwantono — Direktur Utama

2. Pramitha Wulanjani — Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko
3. M. Agus Setiawan — Direktur Pengembangan Usaha

4. Yoga Tri Anggoro — Direktur Human Capital dan Transformasi

Acara Public Expose

1. Sesi Presentasi Public Expose
Registered & Attended: 149 & 79

2. Sesi Konferensi Pers (Press Conference)
Registered & Attended: 32

Sesi Presentasi

Presentasi disampaikan oleh Manajemen Perseroan yang hadir yaitu Rivan A.
Purwantono selaku Direktur Utama, Pramitha Wulanjani selaku Direktur Keuangan dan
Manajemen Risiko, M. Agus Setiawan setaku Direktur Pengembangan Usaha, dan Yoga
Tri Anggoro selaku Direktur Human Capital dan Transformasi dengan moderator Fajar
Wayong dari IDX Channel. Pada kesempatan tersebut dipaparkan mengenai profil,
inisiatif strategis, dan pencapaian kinerja dari Perseroan yang telah dilakukan di
sepanjang semester 1 2025 serta target yang direncanakan oleh Jasa Marga hingga
akhir tahun.

Jasa Marga merupakan Perusahaan yang bergerak di bidang pengoperasian jalan tol di
Indonesia dengan struktur kepemilikan saham 7094 dimiliki oleh Negara Republik
Indonesia dan 3006 dimiliki oleh publik. Saat ini Jasa Marga mendapatkan peringkat
kredit wAA/Stable dari Pefindo.

Halaman 1 dari 12
Page 2 OCR 0.952
Jasa Marga memiliki 3 lini bisnis yakni lini bisnis konsesi jalan tol, lini bisnis
pengoperasian jalan tol, dan lini bisnis prospektif. Pada lini bisnis konsesi jalan tol, saat
ini Jasa Marga masih menjadi market leader industri jalan tol di Indonesia dengan
pangsa pasar sebesar 429 melalui 36 konsesi jalan tol dengan total jalan tol beroperasi
sepanjang 1.294 km. Dalam lini bisnis pengoperasian jalan tol, Jasa Marga memitiki 2
anak perusahaan lainnya yang bergerak di bidang layanan pengoperasian jalan tol, PT
Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) dan PT Jasamarga Tollroad Maitenance (JMTM).
JMTO telah menyediakan layanan pengoperasian jalan tol untuk 1.481 km jalan tol di
Indonesia. Adapun JMTM, telah menyediakan layanan preservasi untuk 1.160 km jalan
tol nasional. Daiam lini bisnis prospektif, Perseroan memiliki 1 anak perusahaan yaitu
PT Jasa Marga Related Business (JMRB) yang mengelola tempat istirahat dan
pelayanan (TIP) dengan market share pengelolaan TIP sebesar 224 dan juga
pengembangan area sekitar jalan tol seperti lahan untuk iklan maupun pengelolaan
untuk gedung.

Jalan tol Jasa Marga tersebar di seluruh wilayah Indonesia dengan mayoritas jalan tol
terletak di pulau Jawa (sekitar 8596) dan sisanya berada di luar Jawa namun tetap
berada pada daerah strategis. Wilayah operasional Jasa Marga terbagi menjadi 3
regional yakni, Regional Metropolitan untuk wilayah Jabodetabek dan sekitarnya,
Regional Transjawa yang diwakili oleh PT Jasamarga Transjawa Tol untuk wilayah
Transjawa, dan Regional Nusantara untuk daerah seperti Bali, Medan, Balikpapan-
Samarinda, dan Manado-Bitung. Dari 36 konsesi jalan tol yang dimiliki Jasa Marga,
masih terdapat 3 jalan tol yang baru beroperasi sebagian dan 4 jalan tol dalam tahap
konstruksi dan pembebasan lahan.

Industri jalan tol memiliki karakteristik tersendiri dibandingkan dengan industri lainnya.
Industri ini merupakan investasi jangka panjang dengan periode konsesi jalan tol
bervariasi dari 35 hingga 50 tahun. Tahap pertama dari siklus bisnis industri jalan tol
adalah periode konstruksi yang biasanya memakan waktu selama 2-3 tahun dengan
kisaran biaya konstruksi antara Rp200-400 miliar/km. Setelah periode konstruksi
selesai, jalan tol memasuki tahap operasional. Pada awal fase ini, pendapatan dari lalu
lintas masih dalam proses bertumbuh menuju kondisi optimal, sementara kewajiban
bunga dan pokok pinjaman sudah mulai berjalan sehingga arus kas jalan tol negatif.
Umumnya, fase ini berlangsung sekitar 5-10 tahun, tergantung lokasi dan karakteristik
jalan tolnya sehingga diperlukan dukungan kekurangan kas selama periode waktu
tersebut. Setelah itu, jalan tol akan masuk ke dalam periode pengembalian modal.
Lamanya waktu bervariasi, dengan kisaran antara 15-25 tahun. Tahap terakhir dari
siklus ini adalah periode mature, atau disebut “enjoyment period” yang berlangsung
hingga akhir konsesi jalan tol. Pada fase ini, jalan tol telah menghasilkan pendapatan
optimal, stabil, dan menguntungkan, karena kewajiban pokok pinjaman sudah selesai.

Terkait skema pendanaan, semua proyek jalan tol Jasa Marga menggunakan skema
3095 penyertaan modai pemegang saham dan 7074 pendanaan eksternal, yang dalam
hal ini berasal dari perbankan maupun pasar modal. Perolehan konsesi jalan tol dapat
melalui 3 cara, yakni melalui tender investasi, baik di prakarsai oleh pemerintah maupun
oleh badan usaha, serta melalui proses akuisisi ruas jalan tol eksisting. Hampir seluruh
proyek jalan tol Jasa Marga merupakan Proyek Strategis Nasional yang diperoleh
melalui tender investasi.

Halaman 2 dari 12
Page 3 OCR 0.955
Regulasi maupun lingkungan bisnis di industri jalan tol juga sangat kondusif bagi iklim
investasi di jalan tol. Hal ini dapat dilihat dari berbagai kebijakan pemerintah untuk
memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, dan mendukung
kepentingan investor. Dalam hal pembebasan lahan, sejak UU tentang pengadaan
tanah sudah diimplementasikan dengan baik, proses pembebasan lahan meningkat
secara signifikan. Untuk Proyek Strategis Nasional (PSN), Pemerintah bertanggung
jawab atas proses dan pembayaran pembebasan lahan. Kedua, pada dasarnya seluruh
proyek jalan tol Jasa Marga layak secara komersil dengan tingkat pengembalian proyek
berkisar antara 12-13”6. Namun, Pemerintah juga dapat memberikan dukungan skema
pendanaan untuk memastikan proyek jalan tol memiliki tingkat pengembalian yang
menarik melalui skema VGF (Viability Gap Funding). Ketiga, konsesi jalan tol merupakan
kontrak jangka panjang dengan jangka waktu konsesi antara 35-50 tahun tergantung
dari karakteristik, biaya investasi, dan lokasi proyek.

Selanjutnya, sesuai dengan UU tentang jalan, tarif jalan tol akan mendapatkan
penyesuaian setiap 2 tahun yang mengikuti inflasi regional selama Standar Pelayanan
Minimum terpenuhi. Dari sisi operasional, seluruh transaksi pembayaran kini telah
berbasis nontunai sehingga layanan menjadi lebih cepat dan nyaman bagi pengguna
serta meningkatkan efisiensi biaya operasional.

Pengelolaan bisnis Jasa Marga juga didukung dengan jajaran manajemen, baik komisaris
dan juga direksi, yang memiliki pengalaman selama lebih dari 20 tahun di bidangnya
masing-masing. Manajemen berkomitmen untuk menjalankan bisnis Perseroan dengan
Tata Kelola yang baik.

Sepanjang tahun 2025, Jasa Marga telah berhasil mencatatkan sejumlah pencapaian
penting yang memperkuat posisinya sebagai pemimpin industri jalan tol di Indonesia.
Pada lini bisnis konsesi jalan tol, Perseroan berhasil merealisasikan penyesuaian tarif di
lima ruas jalan tol yaitu ruas Manado-Bitung, Bogor Outer Ring Road, Semarang ABC,
Kunciran-Serpong, dan Pandaan-Malang sesuai inflasi regional masing-masing daerah.
Selain itu, Perseroan telah memperoleh Surat Keputusan (SK) Tarif untuk
pengoperasian ruas jalan tol baru Jogja-Solo seksi Klaten-Prambanan sepanjang 7,85
km pada bulan Juni 2025 yang mana berada di kawasan segitiga emas selatan Jawa
Tengah sehingga diharapkan mampu mendorong konektivitas dan mobilitas
masyarakat. Saat ini, Jasa Marga berfokus pada penyelesaian 5 proyek jalan tol yang
seluruhnya berlokasi di pulau Jawa yaitu Jakarta-Cikampek II Selatan, Jogja-Bawen,
Jogja-Solo, Probolinggo-Banyuwangi, dan Akses Patimban. Pembangunan ini menjadi
langkah nyata Perseroan dalam memperkuat portofolio sekaligus memperluas jaringan
jalan tol dengan konektivitas yang lebih baik. Selain itu, proses pembangunan dan
pengoperasian jalan tol tersebut dilakukan secara bertahap dengan tujuan
menyeimbangkan antara kemampuan finansial dengan pengembangan bisnis jalan tol
Perseroan.

Jakarta Cikampek II Selatan menjadi satu-satunya proyek milik Perseroan yang
berlokasi di wilayah Jabodetabek. Status progres proyek ruas ini, saat ini sedang
dilakukan pembangunan untuk paket 3, 2A, dan 2B, dan Perseroan menargetkan
seluruhnya dapat diselesaikan konstruksinya di tahun depan. Untuk Jalan Tol Akses
Patimban, Jasa Marga berkewajiban untuk membangun kurang lebih 14 km jalan tol dari
keseluruhan total jalan tol akses patimban sepanjang 37 km sebagai bentuk dukungan
pemerintah melalui skema VGF (viability gap funding). Konstruksi ditargetkan dimulai

Halaman 3 dari 12
Page 4 OCR 0.945
pada akhir tahun 2025 dan dapat beroperasikan di tahun 2027. Jalan Tol Jogja-Bawen
Seksi 1 dan Seksi 6 saat ini telah memasuki fase konstruksi dengan progres lebih dari
7545 dan ditargetkan beroperasi di tahun 2026. Jalan Tol Jogja-Solo dari Kartasura-
Prambanan telah beroperasi secara komersil sejak Agustus dan tahap konstruksi tengah
berlangsung untuk paket 1.28, 2.1A, dan 2.2B dengan target pengoperasian secara
bertahap di 2026 dan 2027. Terakhir, Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi seksi
Probolinggo-Besuki sepanjang 49,68 km hampir selesai dibangun dengan progres
konstruksi setiap seksinya bervariatif antara 904-100” dan ditargetkan beroperasi di
tahun 2026.

Jasa Marga juga tengah melakukan pengembangan pada lini bisnis prospektif guna
menambah revenue stream dari usaha lain. Melalui PT JMRB, Jasa Marga mengelola
langsung 27 Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) dengan branding “Travoy”. TIP Jasa
Marga dikelola dengan berorientasi kepada pengguna jalan melalui penyediaan
berbagai fasilitas seperti toilet gratis, tempat beribadah, tempat bermain, ruang laktasi,
dan beragam area komersil dan retail lainnya. Jasa Marga juga ikut mendukung
implementasi penggunaan kendaraan bebas emisi karbon dengan menyediakan 157 titik
SPKLU di TIP seluruh Ruas Jalan Tol Jasa Marga.

Sebagai wujud inovasi dan komitmen terhadap pengguna jalan, JMRB telah
mengoperasikan executive lounge di TIP Travoy 88A yang merupakan lounge premium
dengan fasilitas VIP, serta membangun piloting project berupa fasilitas hotel di TIP
Travoy KM 379A. Penyediaan fasilitas yang dilakukan oleh Jasa Marga juga
memperhatikan tren pasar dan demand pengguna jalan dengan turut menghadirkan
berbagai tenant dan retail dari mancanegara, nasional, maupun Usaha Mikro Kecil dan
Menengah (UMKM). Atas layanan prima tersebut, sejumlah TIP Travoy berhasil
memperoleh penghargaan kategori TIP terbaik dalam ajang penilaian jalan tol
berkelanjutan oleh Kementerian PU selama 3 tahun terakhir.

Jasa Marga juga mengoptimalkan potensi usaha dan aset di ruang milik jalan tol
(Rumija) melalui pengembangan Toll Corridor Development (TCD) Taman Mini atau
“Travoy Hub” sebagai Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) Pengembangan pertama di
Indonesia yang sudah beroperasi sejak tahun 2023. Travoy Hub menjadi tempat
pemberhentian dengan interkoneksi yang menghubungkan berbagai moda transportasi
di antaranya TIP KM 05t000 Jagorawi, LRT Jabodetabek, Trans Jakarta, Jak Lingko,
serta Ojek Online hingga Mikrotrans. Pembangunan Travoy Hub sudah diperluas melalui
pembangunan Travoy Hub fase 2 dan 3 yang mencakup area komersil berupa ritel
berkonsep open space yang dilengkapi berbagai prasarana umum, serta rumah sakit
yang bekerjasama dengan Brawijaya Healthcare. Hingga saat ini okupansi Travoy Hub
sudah mencapai 82,84” pada fase 1 dan 22,23 pada fase 2 dimana akan ditargetkan
untuk beroperasi pada tahun ini.

Jasa Marga senantiasa meningkatkan kapabilitasnya dengan melakukan inovasi
berbasis teknologi guna memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pengguna jalan
tol. Pada Bidang Layanan Lalu Lintas, Jasa Marga mengembangkan Intelligent
Transport System (ITS) yang dikelola oleh Jasa Marga Tollroad Command Center
(JMTC). Layanan ini mencakup penyediaan informasi, pemantauan, dan pengelolaan
lalu lintas jalan tol secara real-time, penyediaan one cal/ center 14080, serta
penanganan gangguan di jalan tol. Seluruh layanan tersebut didukung dengan

Halaman 4 dari 12
Page 5 OCR 0.950
digitalisasi sistem lalu lintas melalui, Jasa Marga Integrated Digitalmap (JID),
Omnichanel, Dynamic Message Sign (DMS), dan aplikasi Travoy.

Pada Bidang Layanan Transaksi/Pengumpulan Tol, Jasa Marga mengimplementasikan
Automatic Vehicle Classification (AVC), Travel Time, Resi Digital, Pengembangan
Datawarehouse, mengimplementasikan sistem pembayaran tol non tunai nir henti
berbasis Single-Lane Free Flow (SLFF) dengan teknologi RFID melalui Travoy Go. Pada
Bidang Preservasi Jalan Tol, Jasa Marga mengimplementasikan Jasamarga Integrated
Maintenance Management System (JIMMS) sebagai database digital preservasi dan
SMART PJU.

Jasa Marga telah melakukan pengukuran efektivitas pada layanan operasi dan
preservasi serta pencapaian bidang Teknologi Informasi guna memastikan kinerja yang
optimal, andal, dan efektif. Pengukuran Efektivitas Layanan Operasi dan Preservasi
Jalan Tol dilakukan melalui beberapa indikator, antara lain tingkat kepuasan pelanggan
yang mendapatkan kategori “Puas”, Tingkat kepuasan layanan petugas terhadap
penanganan kendala di jalan tol dengan hasil “Puas”, dan JMTC meraih peringkat 1
dengan predikat tertinggi “ExceptionaP pada ajang Contact Center Service Excellence
Index 2024 bidang call center public service.

Jasa Marga terus berkomitmen melakukan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal
(SPM) melalui aplikasi e-SPM yang dilaporkan secara rutin setiap hari dan telah
ditindaklanjuti seluruhnya. Adapun tingkat keselamatan pengguna jalan menunjukan
perbaikan. Berdasarkan data historis tiga tahun kebelakang, Tingkat Kecelakaan Tahun
2025 sebesar 5,33 atau rata-rata turun 9,4Y tiap tahun dan Tingkat Fatalitas Tahun 2025
sebesar 0,73 atau rata-rata turun 13,544 tiap tahun.

Lebih lanjut, pencapaian bidang Teknologi Informasi dilakukan dengan menilai tingkat
kematangan teknologi informasi (IT Maturity Level) yang berhasil meraih predikat
“Managed” dengan nilai 3,46 dari skala 5. Cyber Security Maturity (CSM) nilai 4,09 dari
skala 5 dan memperoleh sertifikasi ISO 27001:2022 terkait Sistem Manajemen
Keamanan Informasi dengan lingkup data center dan aplikasi, serta Indonesia Industry
4.0 Readiness Index (INDI 4.0) mencatatkan nilai 3,10 dari skala 5 dari Badan
Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian.

Di sisi human capital, Jasa Marga senantiasa melakukan langkah-langkah yang
diperlukan untuk pengembangan kompetensi talent serta mengupayakan peningkatan
employee well-being karyawan. Perseroan menjaga komitmen dalam keberagaman
gender dan inklusi generasi, yang merupakan salah satu Key Performance Indicator,
yaitu jumlah perwakilan perempuan yang saat ini mencapai 474” dan juga jumlah
milenial Perseroan yang saat ini sebesar 78.996 dari nominated talent. Guna menjaga
keberlanjutan bisnis Perseroan, Jasa Marga melakukan rekrutmen talenta-talenta
terbaik melalui Rekrutmen Bersama BUMN (RBB). Termasuk di antaranya dalam
kategori disabilitas sebagai wujud komitmen Jasa Marga terhadap inklusi lintas generasi.
Dalam rangka mengakselerasi pengembangan kompetensi dan wawasan global, Jasa
Marga memberikan kesempatan kepada talenta-talenta terbaik untuk mendapatkan
program beasiswa S2 dan S3. Sampai dengan tahun 2025 ini, Jasa Marga telah
memberikan beasiswa pendidikan baik di dalam dan luar negeri sebanyak 99 karyawan.
Dalam mendukung employee well-being, pada Juni 2025 telah diresmikan Roadster
Sportivo (Sport, Art, Interest, Activity, & Community) berupa sarana olahraga indoor

Halaman 5 dari 12
Page 6 OCR 0.946
sebagai tempat yang representatif serta nyaman bagi karyawan untuk melakukan
aktivitas olahraga sehingga memberikan pengalaman positif bagi karyawan. Seluruh
program-program human capital ini dilaksanakan untuk menciptakan lingkungan kerja
yang sehat, nyaman, dan produktif sehingga dapat mendorong peningkatan kinerja
karyawan.

Selain itu, Jasa Marga juga berkontribusi aktif dalam pengembangan generasi muda
Indonesia dengan memberikan kesempatan melalui program Magang Generasi
Bertalenta (Magenta) dan program riset/tugas akhir. Jasa Marga termasuk dalam Top
10 kontributor Magenta dari seluruh BUMN. Pada tahun 2025, terdapat 37 mahasiswa
yang telah berpartisipasi dalam program risettugas akhir. Adapun terdapat 256
mahasiswa yang telah mengikuti program magang tersebut.

Terkait kinerja keuangan, pada semester | 2025, Jasa Marga berhasil mencatatkan
pertumbuhan pendapatan usaha di luar pendapatan konstruksi tercapai sebesar 41.
Adapun pertumbuhan ini dipengaruhi oleh volume lalu lintas dan penyesuaian tarif tol
yang telah terlaksana pada tahun 2024 dan semester I tahun 2025. Sejalan dengan
pendapatan, EBITDA Jasa Marga juga meningkat sebesar 4,1 secara YoY dan
EBITDA margin terjaga pada level 67X. Pencapaian positif ini menunjukkan komitmen
Perusahaan dalam menjaga pertumbuhan beban usaha, agar tetap lebih rendah
dibandingkan pertumbuhan pendapatan usaha. Dari sisi laba inti, Jasa Marga berhasil
mendorong pertumbuhan laba inti Perseroan sebesar 7,144 secara YoY dengan
mengeluarkan efek manfaat pajak tangguhan yang besifat non kas atas implementasi
PMK (Peraturan Menteri Keuangan) 72 pada tahun 2024. Hal ini membuktikan bahwa
inisiatif penurunan hutang atau deleveraging di level induk yang dilakukan Perseroan di
tahun sebelumnya membuahkan hasil positif dan sesuai dengan ekspektasi Perseroan,
seiring dengan adanya penurunan beban bunga sebesar 20,44 secara YoY pada
semester | ini.

Mengenai Stabilitas Kondisi Keuangan untuk Keberlangsungan Usaha, berdasarkan
rekam jejak kinerja pengelolaan rasio keuangan yang dipersyaratkan oleh kreditur,
Perseroan menjadi salah satu potret Perusahaan yang resilient, sehat, dan memiliki
stabilitas kondisi keuangan yang solid, Di tahun 2025, rasio Interest Bearing Debt to
Total Eguity saat ini berada di level 1,12x atau jauh di bawah batas covenant maksimum
5x dan Interest Coverage Ratio pada level 3,90x atau jauh di atas batas covenant
minimum 1,1x. Perseroan memastikan kedua rasio ini akan selalu menjadi fokus dan
perhatian utama Perseroan dalam menyeimbangkan antara profitabilitas dan
pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Terkait target dan Upaya Peningkatan Kinerja, pencapaian target kinerja merupakan
salah satu indikator utama keberhasilan perusahaan dalam setahun 2025, Jasa Marga
menetapkan panduan kinerja finansial yang realistis namun optimis dengan
mempertimbangkan dinamika internal dan eksternal yang mempengaruhi industri jalan
tol. Perseroan menargetkan pendapatan tol dan EBITDA tumbuh selaras pada rentang
4-64. Perseroan juga optimis dapat menjaga EBITDA Margin pada level 65-67, serta
berkomitmen untuk menjaga level Gearing Ratio di bawah 1,5x dan Interest Coverage
Ratio di atas 2,5x. Target ini mencerminkan upaya Perseroan dalam menjaga kinerja
yang sehat dan berkelanjutan di tengah tantangan bisnis yang ada.

Halaman 6 dari 12
Page 7 OCR 0.956
Perseroan juga melihat kinerja nonfinansial sebagai penggerak penguatan kinerja
finansial Jasa Marga di masa depan. Peningkatan layanan pada TIP Travoy melalui
peningkatan service level agreement (SLA) pelayanan kebersihan dan keamanan pada
TIP prioritas, serta mengoperasikan Toll Coridor Development dengan nama Travoy
Hub, yang merupakan hub pertama di Indonesia, mengintegrasikan beberapa moda
transportasi dengan layanan retail dan rumah sakit.

Di sisi lain, aspek keamanan pengguna jalan tetap menjadi prioritas utama. Melalui
pendataan kendaraan secara digital serta integrasi weigh-in-motion (WIM) dengan
sistem BLUe Kementerian Perhubungan, Jasa Marga berupaya mempercepat
terwujudnya kondisi zero ODOL. Harapannya, layanan jalan tol dapat menjadi lebih
optimal dan risiko keselamatan pengguna dapat ditekan secara signifikan. Seluruh
inisiatif ini diperkuat dengan implementasi program ESG. Perseroan akan menjaga ESG
Risk Rating berdasarkan sustainability risk rating tetap di level rendah melalui program-
program berkelanjutan seperti penanaman pohon, pembangunan nursery, serta
penyediaan SPKLU di TIP.

Jasa Marga senantiasa mengimplementasikan berbagai inisiatif strategis guna
pencapaian kinerja berkelanjutan. Salah satu fokus utama Perseroan adalah menjaga
pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dalam rangka menjamin kenyamanan
pengguna jalan dan memastikan terpenuhinya persyaratan penyesuaian tarif sesuai
ketentuan pemerintah. Di sisi tain, Perseroan terus mendorong optimalisasi pendapatan
usaha lain dengan penerapan teknologi yang tepat dan andai di seluruh rantai nilai untuk
memperluas pasar, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat daya saing Jasa Marga di
industri jalan tol nasional. Saat ini seluruh layanan tersebut hadir dalam branding
“Travoy” yang terdiri dari Travoy Rest, Travoy Go, Travoy Hub, Travoy Pay dan Travoy
Park. Selanjutnya, untuk penyelesaian 5 proyek jalan tol, Perseroan mengupayakan
optimalisasi jadwal konstruksi dan pengoperasian jalan tol baru secara bertahap guna
memastikan terjaganya kondisi finansial yang sehat di tengah penyelesaian proyek jalan
tot baru.

Di saat yang sama, Perseroan terus berupaya untuk mengendalikan beban bunga
secara terukur dan konsisten, melalui komunikasi yang aktif dengan pihak kreditur agar
tingkat suku bunga pinjaman di induk maupun anak perusahaan, tetap kompetitif.
Perseroan juga telah menerbitkan instrumen obligasi dengan mekanisme Penawaran
Umum Berkelanjutan (PUB) secara bertahap di tahun 2024 dan 2025 dengan
mempertimbangkan tren penurunan suku bunga saat ini. Perseroan juga melakukan
optimalisasi portofolio bisnisnya dengan melakukan kajian dan mengevaluasi portofolio
bisnis yang dimiliki guna mengoptimalkan kinerja dan menjaga keberlangsungan bisnis
Perseroan.

Halaman 7 dari 12
Page 8 OCR 0.626
Dokumentasi Public Expose Live 2025

pusuic
Exe
Beras

&

pusLic
hri

puBLIc
Baso

Halaman 8 dari 12
Page 9 OCR 0.953
Ss

esi Tanya Jawab dalam Public Expose Live 2025

Sesi I: Public Expose Live

1.

Aldebaran Martimo Harli

Pada masa ini banyak perusahaan kontraktor BUMN yang melakukan divestasi
Usaha jalan tol. Adakah rencana JSMR untuk melakukan kemitraan strategis
atau akuisisi untuk memperkuat posisi pasar dan meningkatkan kapasitas
perusahaan?

(Dijawab oleh Bapak Rivan A. Purwantono)

Pada prinsipnya, Jasa Marga sebagai agent of development tentunya masih akan
berpartisipasi dalam pembangunan jalan tol di Indonesia. Saat ini, strategi Jasa
Marga adalah melakukan investasi di ruas jalan tol yang terkoneksi dengan ruas
jalan tol eksisting dan masih berfokus di pulau Jawa. Apabila ada ruas jalan tol baru
lainnya yang memiliki prospek yang baik kedepannya, tentunya Jasa Marga akan
melakukan feasibility study yang diperlukan dan juga mempertimbangkan
kemampuan finansial JSMR kedepannya dalam melakukan investasi di ruas jalan tol
tersebut. JSMR juga terbuka untuk melakukan investasi dijalan tol baru dengan porsi
minoritas.

Audia
Terkait pembagian dividen untuk tahun buku 2025 Dividend Payout Ratio
(DPR) di kisaran berapa?

(Dijawab oleh Bapak Rivan A. Purwantono)

Untuk tahun buku 2025, manajemen Perseroan berkomitmen untuk dapat
mengusulkan kepada pemegang saham Dwi Warna atau Danantara untuk dapat
memberikan dividend payout ratio sebesar 25X dari core profit Perusahaan.
Manajemen akan selalu mengupayakan kesinambungan pembayaran dividen
kepada para pemegang saham sebagai bentuk komitmen untuk memberikan nilai
tambah atas kepercayaan dan dukungan yang selama ini diberikan, melalui
kebijakan yang terukur dengan tidak mengabaikan kondisi keuangan dan kondisi
ekonomi kedepan.

Halaman 9 dari 12
Page 10 OCR 0.945
Sesi II: Press Conference

1. Hariyanto - Industry.co.id
Berapa serapan capex JSMR di Semester | 2025? Sudah berapa persen dari
anggaran capex di tahun 2024? Seperti apa rincian penggunannya?

(Dijawab oleh Bapak Rivan A. Purwantono)

Untuk capex di 2025 masih berjalan sesuai rencana sampai dengan Semester |
serapan capex investasi pembangunan jalan tol sebesar Rp4,95 triliun. Adapun
serapan capex hingga akhir tahun sangat bergantung pada progres konstruksi
dari masing — masing ruas jalan tol (Jakarta-Cikampek II Selatan, Yogyakarta-
Bawen, Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo, Probolinggo-Banyuwangi, dan Akses
Patimban) dan kemajuan pembebasan lahan dari setiap proyek dimana progres
pembebasan lahan bergantung pula pada alokasi anggaran dari Pemerintah.
Kami estimasikan untuk capex sampai dengan akhir tahun adalah sekitar Rp10-
12 triliun.

2. Bani — Neraca
Pada pertengahan bulan Agustus Jasa Marga menerbitkan obligasi sebesar
4 Triliun, kebutuhan dana tersebut untuk apa?

(Dijawab oleh Bapak Rivan A. Purwantono)

Seluruh dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Obligasi ini, setelah
dikurangi dengan biaya-biaya Emisi, akan digunakan seluruhnya oleh Perseroan
untuk beberapa hal. Pertama, pembayaran penuh pokok Obligasi Berkelanjutan
IL Jasa Marga Tahap | Tahun 2020 Seri B. Kedua, sebesar Rp 250 miliar akan
digunakan untuk penyetoran modal kepada PT Jasamarga Japek Selatan (JJS)
sebesar 250.000 lembar saham sesuai dengan nilai nominal melalui peningkatan
modal. JJS merupakan afiliasi dari Perseroan akibat pengendalian secara
langsung oleh Perseroan, yang menjalankan kegiatan usaha Jalan Tol Jakarta —
Cikampek II Selatan (Jatiasih — Cipularang — Sadang). Ketiga, sebesar Rp250
miliar akan digunakan untuk penyetoran modal kepada PT Jasamarga Jogja
Bawen (JJB) sebesar 250.000 lembar saham sesuai dengan nilai nominal melalui
peningkatan modal. JJB merupakan afiliasi JSMR akibat pengendalian secara
langsung oleh Perseroan, yang menjalankan kegiatan usaha Jalan Tol
Yogyakarta - Bawen). Sisanya, akan digunakan JSMR untuk penyetoran modai
kepada PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB) sebanyak-banyaknya
sebesar 214.000 lembar saham sesuai dengan nilai nominal melalui peningkatan
modal. JPB merupakan afiliasi JSMR akibat pengendalian secara langsung oleh
Perseroan, yang menjalankan kegiatan usaha Jalan Tol Probolinggo —
Banyuwangi. Penyetoran modal kepada JPB akan dilakukan oleh perseroan
dengan menggunakan dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Obligasi
sebesar Rp 209,7 miliar dan sisanya akan menggunakan internal kas Perseroan.

Halaman 10 dari 12
Page 11 OCR 0.952
3. Adi Mihardi — Fin.co.id
Bagaimana JSMR mempertahankan kinerja di Sem II yang jumlah hari libur
sudah melandai? Berapa target pertumbuhan pendapatan di tahun 2025?

(Dijawab oleh Bapak Rivan A. Purwantono)

Sehubungan dengan jumlah hari libur yang sudah melandai pada Semester 1,
Jasa Marga konsisten melakukan sejumlah inisiatif strategis untuk
mempertahankan Kinerja tahun 2025. Dari sisi top line, Perseroan terus
mengupayakan agar pendapatan tol dapat tercapai dengan menjaga pemenuhan
Standar Pelayanan Minimal (SPM) jalan tol agar pelayanan kepada pengguna
jalan tol tetap optimal serta penyesuaian tarif jalan tol dapat terealisasi sesuai
dengan rencana. Jika dilihat dari sisi traffic, meskipun jumlah hari libur pada
Semester II melandai namun tidak berdampak signifikan khususnya pada ruas
Regional Metropolitan. Hal ini dikarenakan karakteristik jalan tol di wilayah
regional metropolitaan yang mayoritas merupakan traffic komuter dan akan
mengalami kepadatan pada hari kerja. Selain itu, Perseroan juga berkomitmen
terus menjaga EBITDA dengan mengupayakan pengendalian beban melalui
prioritisasi program kerja serta memastikan alokasi anggaran secara efektif dan
efisien selaras dengan inisiatif Perseroan dalam rangka mempetahankan Kinerja
2025.

Halaman 11 dari 12
Page 12 OCR 0.959
Pernyataan Penutup

(Disampaikan oleh Bapak Rivan A. Purwantono)

Atas nama manajemen dan seluruh Roadster Jasa Marga Group, saya ingin
menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh
investor, masyarakat publik, serta segenap pemangku kepentingan atas kepercayaan
dan dukungan yang terus mengalir kepada Jasa Marga selama ini.

Di tahun 2025 ini, Jasa Marga sebagai pemimpin di industri jalan tol nasional secara
konsisten menjaga komitmennya untuk menciptakan nilai bagi para pemangku
kepentingan dengan keberhasilan penyesuaian tarif di 5 ruas dan pengoperasian ruas
jalan tol baru Jogja-Solo Seksi Klaten-Prambanan.

Jasa Marga sebagai penggerak inovasi teknologi seluruh layanan jalan tol di Indonesia
senantiasa menghadirkan service excellence bagi pengguna jalan tol serta mendorong
digitalisasi sebagai kunci efisiensi usaha secara berkelanjutan. Melalui Travoy, Jasa
Marga hadir untuk memberikan kemudahan akses layanan bagi pelanggan, baik di jalan
tol maupun TIP, sehingga pengguna jalan selalu mendapatkan pengalaman yang positif
dan berkesan selama berpergian. Kami senantiasa mendengar dan berupaya untuk
memahami kebutuhan para pengguna jalan untuk selalu meningkatkan kualitas layanan
kami.

Perseroan percaya kunci penggerak dari seluruh bisnis ada pada talenta-talentanya.
Karena itu, implementasi inklusi generasi, pengembangan kapabilitas, dan penerapan
employee well-being menjadi perhatian kami. Dengan fondasi talenta yang kuat, kami
dapat terus menghadirkan pelayanan sesuai kebutuhan pelanggan dari waktu ke waktu.
Sebab, Jasa Marga bukan hanya sekadar operator jalan tol, tetapi juga penyokong
konektivitas antarwilayah, pelopor pembangunan infrastruktur jalan tol, serta kontributor
bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan kemajuan Indonesia.

Terlepas dari itu semua, proses bisnis yang baik akan selaras dengan performa finansial
yang baik pula. Sampai dengan tahun 2025, Jasa Marga tetap mampu bertumbuh di
tengah dinamika eksternal yang ada. Selain itu, Jasa Marga juga tetap mampu
mencatatakan perbaikan dari sisi finansial yang ditunjukkan dengan perbaikan covenant
dari hasil inisiatif strategis, berupa eguity financing sehingga fondasi pertumbuhan
jangka panjang dan keberlanjutan bisnis Perseroan semakin kuat.

Kami berharap dukungan untuk Jasa Marga tetap mengalir dan kami tetap dapat
menjaga kepercayaan seluruh pemangku kepentingan dengan memberikan kinerja
terbaik sehingga Perseroan dapat tetap andil dan turut serta membangun masa depan
Indonesia yang lebih baik. Terima kasih.

Halaman 12 dari 12

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.63 MB
Published17 Sep 2025
Pages12
Characters30,062
Text sourceOCR
OCR confidence0.924

Names mentioned 18 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Jasa Marga (Persero) Tbk p.1 ×65
linked person Pramitha Wulanjani · Direktur Keuangan p.1 ×2
linked org PT Jasamarga Jogja Bawen p.10
possible person Agus Setiawan p.1 ×2
possible org Negara Republik Indonesia p.1
unresolved person Rivan A. Purwantono · Direktur Utama p.1 ×6
unresolved — Yoga Tri Anggoro · Direktur p.1
unresolved org PT Jasamarga Tollroad Operator p.2
unresolved org PT Jasamarga Tollroad Maitenance p.2
unresolved org PT Jasa Marga Related Business p.2
unresolved org PT JMRB p.4
unresolved org Kementerian PU p.4
unresolved org Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian. Di p.5
unresolved org Menteri Keuangan p.6
unresolved org Kementerian Perhubungan p.7
unresolved org PT Jasamarga Japek Selatan p.10

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result