Skip to content
Back to announcement

20250915_TOBA_Public Expose_31950067_lamp1.pdf

Other Text extracted TOBA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 5

Page 1 OCR 0.929
TBS Energi Utama Tbk

Treasury Tower, Level 33 Office District 8, SCBD Lot 28
J Jend Sudirman Kav.52-33, Jakarta 12190, Indonesia
Telp. #6221 5020 0353 | Fax. #6221 5020 0352

corsee@tbsenergi.com

Jakarta, 17 September 2025

Nomor 1 239/TBS/IX/2025
Lampiran 11 (satu) set
Kepada Yth.

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Jakarta, Tower |

Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53

Jakarta 12190

Up. Direktur Penilaian Perusahaan

Perihal: Laporan Hasil Paparan Publik Tahunan

Dengan hormat,

Dalam rangka memenuhi ketentuan III.3, Peraturan No. I-E sebagaimana terlampir dalam
Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia No.Kep-00066/BEI/09-2022 tanggal 30 September
2022 tentang Perubahan Peraturan Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi,
bersama ini kami sampaikan bahwa Paparan Publik Tahunan (“Paparan Publik”)
PT TBS Energi Utama Tbk (“Perseroan”) yang telah diselenggarakan melalui sarana elektronik,
dengan resume sebagai berikut:

A. Waktu dan Tempat Penyelenggaraan:

Hari/Tanggal Jumat, 12 September 2025

Waktu : | 09.05 — 09.50 WIB

Tempat : | Public Expose Live 2025 sebagaimana tercantum pada website
www.idx.co.id/

B. Perwakilan Perseroan yang Hadir:

Direksi

1. Juli Oktarina : Direktur

Panelis

1. Gita Sjahrir : MD - Investor Relations

2. Mirza R. Hippy : SVP Corporate Finance & Investor Relations

3. Nafi Achmad Sentausa . SVP Corporate Strategy & Investor Relations

Moderator
1. Perwakilan dari PT Bursa Efek Indonesia

C. Peserta yang Hadir:
Paparan Publik yang telah diselenggarakan oleh Perseroan dihadiri sebanyak total 259
peserta yang terdiri dari pihak eksternal dan karyawan Perseroan, sebagaimana terlihat dalam
lampiran daftar hadir.

www.tbsenergi.com
Page 2 OCR 0.956
8 TBS

D. Agenda Pemaparan Paparan Publik:
1. Sekilas Tentang TBS,
2. Strategi Perusahaan,
3. Ringkasan Keuangan: dan
4. Sesi Tanya Jawab.

E. Ringkasan Pelaksanaan Paparan Publik:

Acara dibuka dengan Presentasi yang dilakukan oleh Bapak Mirza R. Hippy yang
menyampaikan terkait Sekilas Tentang TBS. Dalam agenda tersebut, Bapak Mirza R. Hippy
menyampaikan mengenai bahwa terkait gambaran singkat mengenai Perseroan, Perseroan
pada awalnya berfokus pada bisnis batubara. Selanjutnya, Perseroan melakukan integrasi
vertikal melalui pengembangan PLTU, dengan total kapasitas 200 megawatt yang dibangun
di Gorontalo dan Manado. Saat ini, yang menjadi fokus kami adalah transformasi. Beliau juga
memaparkan secara ringkas langkah-langkah yang telah dijalankan hingga saat ini, serta
rencana strategis untuk 5 - 10 tahun ke depan, guna memberikan pemahaman yang lebih
komprehensif bagi para pemegang saham.

Saat ini Perseroan memiliki tambang batubara di Kalimantan Timur dengan produksi rata-rata
sekitar 2,5 hingga 3 juta ton per tahun. Saat ini, umur tambang tersebut diperkirakan masih
tersisa sekitar 2 hingga 3 tahun untuk produksi. Setelah periode tersebut berakhir, fokus
Perseroan akan beralih sepenuhnya pada kegiatan reklamasi dan revegetasi sesuai dengan
ketentuan dan peraturan yang berlaku. Selanjutnya, terkait aset PLTU kami, PT Gorontalo
Listrik Perdana (GLP) dan PT Minahasa Cahaya Lestari (MCL) keduanya telah selesai
didivestasi masing-masing pada bulan Maret 2025 dan Mei 2025. Dengan demikian, aset
tersebut saat ini tidak lagi berada dalam portofolio Perseroan. Ke depan, fokus Perseroan akan
beralih pada pengembangan Sustainability Center Future, yang berlandaskan pada tiga pilar
Utama: pertama, pengelolaan limbah (waste management), kedua, energi terbarukan
(renewable energy) dan ketiga, kendaraan listrik (electric vehicles/EV). Saat ini, Perseroan
telah beroperasi di dua negara, yaitu Indonesia dan Singapura, dengan sekitar 1.800 karyawan
yang tergabung dalam TBS Group secara konsolidasi. Nilai aset yang dikelola saat ini tercatat
kurang lebih sebesar USD800 juta.

Terkait perjalanan transformasi TBS dari waktu ke waktu, Bapak Mirza R. Hippy
menyampaikan bahwa Perseroan memulai bisnis batubara pada tahun 2007 dan
melaksanakan IPO pada tahun 2012. Hingga saat ini, ketiga tambang di Kalimantan Timur
masih beroperasi. Namun, ke depan, bisnis batubara ini akan menjadi legacy business, karena
manajemen telah menetapkan keputusan strategis untuk tidak menambah investasi baru di
sektor tersebut. Pada periode 2016 hingga 2017, Perseroan berkesempatan menandatangani
perjanjian jual beli tenaga listrik (power purchase agreement) dengan PLN untuk dua proyek,
yakni Sulut-3 di Manado dan Sulbagut-1 di Gorontalo. Pada tahun 2021, meskipun dihadapkan
pada tantangan pandemi COVID-19, Perseroan berhasil menyelesaikan pembangunan kedua
proyek yang masing-masing berkapasitas 100 MW tersebut dengan baik. Selain itu, Perseroan
juga pernah memiliki kepemilikan minoritas sebesar 596 di Python Energy, salah satu PLTU
terbesar di Indonesia dengan kapasitas 245 MW. Kepemilikan ini telah kami divestasikan pada
tahun 2021, yang sekaligus menjadi langkah awal proses transformasi TBS. Pada tahun yang
sama, kami meluncurkan inisiatif TBS 2030, sebuah komitmen menuju target netral karbon
pada tahun 2030.
Page 3 OCR 0.955
8 TBS

Seiring dengan divestasi aset MCL dan GLP, Perseroan mulai memfokuskan arah
transformasi melalui Company Standalone Sustainability Future yang berlandaskan pada tiga
pilar utama. Di bidang EV, sejak November 2021 Perseroan menjalin joint venture dengan
GoTo dan menjalankan pilot project selama dua tahun melalui Electrum. Dari inisiatif ini, telah
lahir tiga lini produk serta pengembangan jaringan stasiun penukaran baterai di Jakarta, yang
akan diperluas ke kota-kota lain. Dukungan juga datang dari Asian Development Bank (ADB)
dan PT DBS Bank Indonesia melalui blended concessional financing pada Desember 2024,
sebuah langkah strategis yang memperkuat kepercayaan regional terhadap pengembangan
ekosistem EV. Pada energi terbarukan, Perseroan berhasil mencapai Commercial Operation
Date (COD) untuk proyek PLTS 6 MW di Lampung pada Januari lalu, tengah mengembangkan
proyek floating solar berkapasitas 48 MW di Batam, serta menyiapkan pipeline proyek lainnya.

Sementara dalam waste management, pada Agustus 2023 Perseroan mengakuisisi Asia
Medical Enviro Services (AMES) di Singapura dan PT Arah Environmental Indonesia (ARAH)
pada bulan Desember 2023 yang bergerak di pengelolaan limbah medis. Langkah signifikan
lainnya adalah akuisisi Sembcorp Environment Pte. Ltd (Sembcorp Environment), pemimpin
pasar limbah domestik di Singapura dengan pangsa pasar 30-40”6, dimana saat ini sedang
melakukan rebranding menjadi Cora Environment (CORA), dengan tambahan lini bisnis
waste-to-energy melalui penjualan uap ke Sembcorp Group selama 20 tahun.

Perseroan saat ini memperkuat strategi pertumbuhan melalui struktur manajemen yang solid,
termasuk penambahan dua Komisaris Independen pada bulan April 2025, serta komitmen
pada keberagaman dengan 4296 posisi kepemimpinan yang diisi oleh perempuan. Sejalan
dengan visi transisi berkelanjutan, Perseroan fokus pada tiga pilar utama: renewable energy
dengan pipeline proyek yang sehat, waste management sebagai solusi atas isu nasional
pengelolaan sampah, dan electric vehicles (EV) dengan potensi pasar besar di Indonesia.
Dengan dukungan tren valuasi pasar global dan proses ESG re-rating yang tengah
berlangsung, TBS optimistis dapat mewujudkan transformasi jangka panjang yang bernilai
bagi para pemegang saham.

Selanjutnya pemaparan materi dilanjutkan oleh Bapak Nafi A. Sentausa.

Dalam pemaparannya Bapak Nafi A. Sentausa menyampaikan penjelasan bahwa terkait arah
strategi Perseroan, gambaran kinerja operasional untuk kedua segmen bisnis yang menjadi
fokus utama ke depan, yaitu waste management dan renewables energy. Dari sisi waste
management, saat ini Perseroan memiliki tiga anak usaha di bidang ini, yaitu CORA
(sebelumnya dikenal sebagai SembWaste) dan AMES yang melakukan kegiatan operasi di
Singapura, dan ARAH yang melakukan kegiatan operasi di Indonesia. Melalui ketiga entitas
tersebut, Perseroan sedang membangun sebuah waste management platform yang
terintegrasi, sehingga mampu memberikan solusi yang menyeluruh dan berkelanjutan di
sektor pengelolaan limbah.

Dari sisi kinerja operasional di segmen waste management, hingga 6 bulan pertama tahun
2025 Perseroan mencatat pertumbuhan yang solid. Melalui CORA, Perseroan berhasil
mengumpulkan sekitar 480 ribu ton sampah di Singapura, melayani kurang lebih 470 ribu
customer dengan dukungan armada sekitar 300 truk dan 750 karyawan. Sementara itu, AMES
di Singapura yang berfokus pada limbah medis telah mengelola sekitar 2.300 ton sampah
sepanjang periode yang sama, dengan penguasaan pasar sekitar 50x, menggunakan 11 unit
truk dan 40 karyawan. Di Indonesia, ARAH telah mengumpulkan sekitar 10 ribu ton limbah,
Page 4 OCR 0.954
8 TBS

baik domestik maupun medis, dengan dukungan 53 truk dan sekitar 300 karyawan. Melalui
tiga entitas ini, Perseroan semakin memperkuat posisi sebagai penyedia layanan pengelolaan
limbah yang terintegrasi di tingkat regional.

Untuk segmen renewable energy, kinerja operasional juga menunjukkan kemajuan penting.
Pada semester pertama 2025, Perseroan telah mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga
Minihidro (PLTM) berkapasitas 2x3 MW di Lampung Barat. Selain itu, saat ini Perseroan
sedang dalam tahap konstruksi floating solar power plant di Batam dengan kapasitas sekitar
46 MW, yang keduanya memiliki kontrak power purchase agreement dengan PLN selama 25
tahun. Di luar proyek-proyek tersebut, Perseroan terus memperluas pipeline pengembangan
renewable energy, baik di sektor surya, angin, maupun hidro, dengan target kapasitas total
sekitar 584 MW hingga tahun 2029. Mengingat potensi pengembangan renewable energy di
Indonesia yang masih sangat besar, diperkirakan mencapai 30-40 gigawatt hingga tahun
2034, Perseroan melihat ruang pertumbuhan yang sangat luas untuk memperkuat portofolio
bisnis ini di masa mendatang.

Selanjutnya Ibu Gita Sjahrir menyampaikan segmen bisnis ketiga Perseroan yaitu EV melalui
Electrum, yang berfokus pada pengembangan motor listrik yang dirancang khusus untuk
kebutuhan masyarakat Indonesia. Saat ini, Electrum telah mengoperasikan sekitar 5.400 unit
motor listrik dan memiliki kurang lebih 320 titik battery swap station (BSS) yang tersebar di
kawasan Jabodetabek. Dengan infrastruktur tersebut, Electrum telah melayani lebih dari 170
juta kilometer perjalanan, dengan rata-rata 18.500 kali penukaran baterai setiap hari. Angka
ini mencerminkan potensi pertumbuhan yang sangat besar, khususnya karena model bisnis
Electrum saat ini berbasis B2B, dengan fokus pada pengguna commuter jarak jauh,
pengemudi layanan pengantaran (gig riders), serta mitra ride-hailing.

Dengan strategi ini, Electrum memiliki peluang pasar hingga USD7 miliar per tahun, baik dari
penjualan motor listrik maupun pengelolaan infrastruktur baterai. Tidak hanya bermitra dengan
Gojek, Electrum juga bekerja sama dengan Grab, dua perusahaan ride-hailing terbesar di
Indonesia. Hingga kini, kedua platform ride-hailing tersebut telah mengoperasikan sekitar
20.000 unit motor listrik, di mana kurang lebih 2596 di antaranya merupakan motor produksi
Electrum. Pencapaian ini semakin menegaskan peran Electrum sebagai pemain kunci dalam
ekosistem kendaraan listrik roda dua di Indonesia, dengan prospek pertumbuhan yang
menjanjikan di tahun-tahun mendatang.

Selanjutnya pemaparan materi dilanjutkan oleh Ibu Juli Oktarina

Dalam pemaparannya Ibu Juli Oktarina menyampaikan bahwa pada semester pertama tahun
2025, pendapatan Perseroan tercatat sebesar USD172,2 juta, atau turun sekitar 3146
dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
harga batubara yang terus melemah. Meskipun demikian, lini bisnis baru Perseroan di sektor
waste management menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan pendapatan hingga
empat kali lipat, sehingga mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap diversifikasi
pendapatan.

Pada periode yang sama, Perseroan juga mencatat rugi akuntansi sebesar USD96,9 juta.
Kerugian ini bersifat non-kas dan hanya terjadi satu kali (one-off), sebagai dampak dari
divestasi dua aset PLTU. Namun, di sisi lain, divestasi tersebut justru memperkuat
fundamental keuangan Perseroan, karena menambah posisi kas sebesar USD123 juta. Dana
Page 5 OCR 0.939
8 TBS

ini akan digunakan untuk mempercepat realisasi pengembangan lini bisnis baru yang menjadi
fokus transformasi Perseroan ke depan.

Selanjutnya, jika dilihat berdasarkan segmen usaha, pendapatan Perseroan pada semester
pertama 2025 menunjukkan pergeseran yang signifikan. Pendapatan dari waste management
meningkat empat kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, dengan kontribusi sebesar
USD53,2 juta. Dari sisi profitabilitas, meskipun EBITDA adjusted secara keseluruhan turun
sekitar 756 akibat penurunan kontribusi dari segmen coal mining, namun bisnis waste
management telah mampu mencatatkan EBITDA positif sebesar USD7,4 juta.

Dari total kontribusi pendapatan semester pertama 2025, sekitar 3596 berasal dari waste
management, sementara segmen coal mining dan coal trading masih mendominasi dengan
kontribusi sekitar 5396. Segmen EV, meski relatif baru, sudah memberikan kontribusi positif
sebesar 2Y6, sedangkan power generation hanya mencatatkan sisa pendapatan sebelum
divestasi, dan kategori others berkontribusi sekitar 296. Perubahan komposisi ini menunjukkan
bahwa strategi transformasi Perseroan menuju tiga pilar utama merupakan langkah yang
tepat. Selain membuka ruang pertumbuhan baru, strategi ini juga secara bertahap mengurangi
ketergantungan Perseroan pada fluktuasi harga batubara yang yang tidak stabil.

Setelah presentasi, acara Paparan Publik Perseroan dilanjutnya dengan sesi tanya jawab.
Ringkasan Pertanyaan dan Jawaban Perseroan pada sesi ini akan dilampirkan dalam Lampiran
yang terpisah bersama dengan daftar hadir Peserta Paparan Publik Perseroan.

Demikian kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,
PT TBS Energi Utama Tbk

H Pingkan entot

SVP Legal & Corporate Secretary

Tembusan Yth:
- Direksi PT TBS Energi Utama Tbk

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.37 MB
Published17 Sep 2025
Pages5
Characters13,999
Text sourceOCR
OCR confidence0.947

Names mentioned 15 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org TBS Energi Utama Tbk p.1 ×10
linked person Juli Oktarina p.1 ×3
linked org Asian Development Bank p.3
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1 ×3
possible org PT DBS Bank Indonesia p.3
possible org DBS Bank p.3
possible person Gita Sjahrir p.4
unresolved person Mirza R. Hippy p.2 ×3
unresolved org PT Gorontalo Listrik Perdana p.2
unresolved org PT Minahasa Cahaya Lestari p.2
unresolved org Bank Indonesia p.3
unresolved org Sembcorp Environment Pte. Ltd p.3
unresolved person Nafi A. Sentausa. p.3 ×2
unresolved person Oktarina p.4 ×2
unresolved person H Pingkan entot · SVP Legal & Corporate Secretary p.5

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result