Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 9
Page 1
Public Expose Live 2025 Jumat, 12 September 2025
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Presentasi dan Tanya Jawab
PEMBICARA
Emiten : 1. Muhammad Awaluddin, Wakil Direktur Utama
2. Seno Soemadji, Direktur Strategic Business Development & Portfolio
3. Honesti Basyir, Direktur Wholesale & International Service
4. Daru Mulyawan, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel
Moderator : Prasetyo Wibowo, PT Bursa Efek Indonesia
SESI PAPARAN MATERI
Wakil Direktur Utama TelkomGroup membuka sesi pemaparan materi Public Expose 2025
dengan:
1. Memberi penjelasan dan gambaran singkat terkait profil saham TLKM di Bursa
Efek Indonesia dan New York (BEI dan NYSE), komparasi kinerja harga saham TLKM
dan IHSG, serta komposisi umum kepemilikan saham Telkom.
2. Penjelasan bagaimana Telkom Indonesia menjadi penggerak utama transformasi
digital nasional dengan membangun infrastruktur yang terintegrasi, mulai dari
satelit, Data Center, Tower, Menara BTS, hingga kabel bawah laut.
3. Selanjutnya penjelasan terkait strategi transformasi Telkom Indonesia, yang
terdiri dari 4 pilar transformasi yang terdiri dari:
1. Unlocking Value
2. Penyederhanaan Portofolio Bisnis,
3. Reposisi Strategis
4. Keunggulan Operasional dan Layanan
Paparan materi dilanjutkan oleh Direktur Strategic Business Development & Portfolio
mengenai:
1. Gambaran umum bisnis Telkom pada semester pertama tahun 2025.
2. Penjabaran singkat mengenai fokus utama bisnis Telkom Indonesia yaitu
menghadirkan layanan yang berkualitas dan memberikan nilai tambah bagi
pelanggan dengan daya jangkau yang luas.
3. Penjabaran terkait diversifikasi bisnis sehingga Telkom Indonesia tidak hanya
terbatas pada kinerja seluler, tetapi juga mencakup portofolio infrastruktur yang
lebih luas dengan mengoptimalkan aset strategis yang menopang konektivitas
digital dengan skala besar. Secara khusus, Telkom terus mengawal persiapan
konsolidasi aset fiber milik group, melalui entitas Infranexia, untuk proses
penciptaan value di masa depan.
Paparan materi dilanjutkan oleh Direktur Wholesale & International Service terkait:
1. Menyampaikan kinerja keuangan Telkom Indonesia periode semester pertama
tahun 2025. Ditengah-tengah tekanan makroekonomi, fundamental Telkom
Indonesia sebagai perusahaan telekomunikasi digital tetap solid, dan agenda
transformasi terus menunjukkan progres yang baik.
Page 2
Public Expose Live 2025 Jumat, 12 September 2025
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Presentasi dan Tanya Jawab
2. Selanjutnya menjelaskan bahwa salah satu kekuatan Telkom Indonesia adalah
kondisi keuangan yang sehat sehingga transformasi bisnis bisa terus berjalan
dengan terjaga. Telkom Indonesia memiliki ruang yang cukup untuk menyalurkan
dana baik berupa dividen maupun buyback saham, sekaligus tetap melakukan
investasi secara selektif yang memberikan nilai tambah kepada pemegang saham
dan pelanggan.
3. Paparan terkait guidance tahun 2025, yakni: 1. Pendapatan tetap, 2. Marjin
EBITDA 50%, 3. Rasio capex terhadap pendapatan sebesar 17-19%.
SESI TANYA JAWAB
1. Erman Sumirat
II. Bagaimana view TLKM terhadap trend connectivity yang margin nya mulai
menurun?
Tanggapan:
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel:
Penurunan margin di TSEL pada Juni 2025, sebagian besar di pengaruhi oleh
tekanan di sisi ekonomi makro dan transisi dari bisnis Legacy (voice + sms). Sejak
Q2 dan Q3 2025, kondisi semakin membaik, dan kami berharap pada semester 2
2025 akan ada perbaikan di sisi EBITDA.
II. Bagaimana infraco dan digitalisasi serta streamlining bisa memperbaiki kinerja
keuangan dan harga saham TLKM ke depan?
Tanggapan:
Wakil Direktur Utama:
Untuk memperkuat fundamental, Telkom Indonesia sedang melakukan
pemisahan aset fiber ke InfraNexia. Dengan cara ini, aset fiber bisa lebih optimal
digunakan, tidak hanya oleh Telkomsel tetapi juga pihak lain. Dengan demikian,
strategi ini diharapkan akan membantu meningkatkan utilisasi dan menaikkan
valuasi grup.
Selain itu, kami juga fokus ke bisnis digital. Data Center akan terus kami
kembangkan bersama mitra global, terutama di Batam dan Cikarang, sehingga
siap untuk menangkap permintaan dari Singapura dan kawasan regional. Lalu,
bisnis kabel bawah laut atau subsea, saat ini utilisasinya sudah sangat tinggi dan
menjadi andalan untuk melayani permintaan cloud dan konten global.
Page 3
Public Expose Live 2025 Jumat, 12 September 2025
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Presentasi dan Tanya Jawab
Di sisi lain, Telkom juga melakukan streamlining anak usaha. Dari lebih dari 60
anak usaha, ke depannya hanya akan ada sekitar 20 yang benar-benar strategis
akan dipertahankan. Bagi pemegang saham, artinya ke depan Telkom Indonesia
bukan lagi sekedar penyedia jasa telekomunikasi tradisional, tapi akan menjadi
holding digital infrastructure dengan margin yang lebih sehat, dividen yang
menarik, dan prospek valuasi yang lebih baik.
2. Weerada Chuncuansungkom
I. Bagaimana rencana perusahaan untuk memonetisasi dan meningkatkan nilai
dari Digital Asset seperti Data Center dan menara telekomunikasi?
Tanggapan:
Direktur Wholesale & International Service:
Telkom memiliki aset digital yang besar seperti Satelit, Fiber optic, BTS, Data
Center, kabel bawah laut dan menara telekomunikasi. Strategi kami adalah
memaksimalkan nilai dari aset tersebut melalui dua cara:
1. Pertama, untuk Data Center, kami tidak hanya membangun kapasitas di dalam
negeri, tetapi juga mencari mitra strategis global. Dengan begitu, Data Center
Telkom bisa terhubung ke ekosistem internasional, misalnya di Batam yang
dekat dengan Singapura dan Johor. Permintaan dari cloud dan konten global
sangat tinggi, sehingga dengan partner yang tepat, nilai Data Center akan naik.
2. Kedua, untuk menara telekomunikasi melalui Mitratel, fokus kami adalah
menaikkan utilisasi dengan menarik operator lain untuk menyewa. Model
tower sharing ini membuat margin tinggi dan arus kas stabil.
II. Meskipun kinerja Telkom Indonesia tetap kuat, namun pendapatan dan laba
menurun. Apa saja faktor-faktor penyebab yang mempengaruhi perusahaan?
Tanggapan:
Direktur Strategic Business Development & Portofolio:
Meskipun kinerja Telkom tetap kuat, pendapatan dan laba sempat mengalami
tekanan akibat beberapa faktor berikut ini:
1. Pertama, dari sisi selular, masih adanya pemberat kinerja akibat terus
menurun nya kontribusi bisnis dari legacy business (voice dan SMS).
2. Kedua, dari sisi IndiHome, meskipun jumlah pelanggan terus mengalami
pertumbuhan, tekanan dari sisi daya beli dan migrasi pola konsumsi dari 3P
(Fixed Line, TV, Internet) menjadi 1P (Internet) turut mempengaruhi
penurunan ARPU broadband.
3. Ketiga, secara makro, daya beli masyarakat melemah terutama di segmen
menengah ke bawah, sehingga konsumsi telekomunikasi tertahan.
Page 4
Public Expose Live 2025 Jumat, 12 September 2025
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Presentasi dan Tanya Jawab
Namun perlu kami sampaikan, semenjak paruh kedua tahun 2025, kompetisi
menjadi semakin sehat dan efisiensi biaya yang kami jalankan mulai terlihat
hasilnya dan akan terus berlanjut. Dengan langkah-langkah tersebut, kami optimis
pendapatan dan laba akan kembali tumbuh lebih sehat ke depan.
3. Andi Kurniawan
I. Terkait kompetisi pada 3Q25 sejauh ini khususnya untuk standarisasi starter
pack dan kecenderungan kenaikan ARPU serta subscriber untuk internet
mobile?
Tanggapan:
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel:
Latar belakang simplifikasi produk yang dilakukan oleh Telkomsel adalah penetrasi
selular sudah mencapai lebih dari 130%, oleh karena itu kami mencoba mengubah
kebiasaan dari pelanggan dari mencari starter pack dengan harga murah menjadi
renewal, sehingga konpetisi antar perusahaan akan menjadi lebih sehat. Akhirnya
akan meningkatkan kualitas layanan dari semua operator. Dinamika persaingan
telah membaik secara signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, dengan
konsistensi perbaikan struktur harga di sektor telekomunikasi di akhir semester 1
tahun ini dan diharapkan berlanjut. Kami berharap dengan sustainability dari
inisiatif ini, stabilisasi pada ARPU dan pelanggan dapat tercapai
II. Bagaimana kompetisi FBB business? apakah ada perubahan ASP (harga) dan
kenaikan jumlah subscriber?
Tanggapan:
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel:
Target kami adalah untuk meningkatkan penetrasi layanan Fixed
Broadband nasional yang saat ini masih di sekitar 16 % - 17% dari total household
di Inodnesia. Kami berharap melalui kombinasi produk broadband dari Indihome
dan EZnet, kami mampu mencapai target tahunan penambahan pelanggan sekitar
800rb - 1 juta tahun ini. Di mana sampai dengan Juni 2025, kami telah mencapai
total 10.4 juta pelanggan.
Page 5
Public Expose Live 2025 Jumat, 12 September 2025
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Presentasi dan Tanya Jawab
4. Ardi
I. Bagaimana prospek bisnis Data Center Telkom dan strategi ke depannya?
Tanggapan:
Direktur Wholesale & International Service:
Data Center merupakan bagian dari ekosistem infrastruktur digital Telkom Group.
Secara Group, kontribusi bisnis Data Center dengan kapasitas 48 MW dari 35 unit
data center masih terus bertumbuh dengan prospek bisnis yang menjanjikan
seiring dengan meningkatnya kebutuhan AI, digitalisasi, cloud, keamanan data,
serta regulasi yang mendorong lokalisasi data di Indonesia. Ke depannya, dengan
bantuan mitra strategis, strategi kami bukan sekadar membangun kapasitas di
dalam negeri, tapi juga menjadi bagian dari ekosistem regional, seperti di Batam
yang dekat dengan Singapura–Johor. Dengan begitu, pertumbuhan Data Center.
Kita tidak hanya akan membangung Data Center di Indonesia, sebenarnya TLKM
sudah menjalankan bisnis Data Center sebesar 17 MW di Singapura, dan kita akan
melihat peluang Data Center di regional Asia Tenggara.
Page 6
Public Expose Live 2025 Jumat, 12 September 2025
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Presentasi dan Tanya Jawab
SESI TANYA JAWAB KONFERENSI PERS
Emiten : 1. Muhammad Awaluddin, Wakil Direktur Utama
2. Seno Soemadji, Direktur Strategic Business Development & Portfolio
3. Honesti Basyir, Direktur Wholesale & International Service
4. Daru Mulyawan, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel
Moderator : Andri Herawan Sasoko, PT Telkom Indonesia
Sesi press conference dibuka oleh Bapak Andri Herawan Sasoko, VP Corporate
Communication Telkom Indonesia dengan perkenalan Direksi yang hadir, kemudian
langsung dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan media.
1. Anitana Puspa – Bisnis Indonesia
I. Bagaimana proyeksi target kinerja dari 2025 ini dengan melihat realisasinya
pada Semester I/2025? Apakah masih on track? Berapa target pertumbuhan
kinerja akhir tahun ini dan apa pendukungnya?
Tanggapan:
Wakil Direktur Utama:
Kinerja Semester I/2025 memang menunjukkan adanya beberapa tekanan,
namun secara fundamental Telkom tetap solid. Kami melihat ruang perbaikan
pada Semester II, sehingga secara keseluruhan tahun ini kami menargetkan
pertumbuhan pendapatan relatif flat dengan margin EBITDA yang diupayakan
tetap terjaga di sekitar 50%. Kami juga senantiasa mencermati dinamika pasar dan
kondisi makroekonomi, sambil mengoptimalkan pertumbuhan layanan digital,
enterprise, serta efisiensi biaya sebagai pendorong utama.
II. Selain itu bagaimana potensi dividen sampai akhir tahun ini dengan melihat laba
2025 saat ini? Apakah masih memungkinkan? Apa faktor pendorongnya?
Tanggapan:
Direktur Wholesale & International Service:
Telkom memiliki kebijakan dividen payout ratio di kisaran 60–90%, sebagaimana
tahun-tahun sebelumnya. Terkait potensi dividen, seperti biasa keputusan final
akan ditetapkan dalam RUPS tahun depan dengan mempertimbangkan realisasi
laba bersih sepanjang 2025, kebutuhan investasi, serta kondisi keuangan
perusahaan. Dengan kinerja operasional yang tetap solid, arus kas yang sehat,
serta disiplin dalam belanja modal, kami optimis kemampuan Telkom untuk
pembagian dividen tetap terjaga di level yang kompetitif bagi pemegang saham.
Page 7
Public Expose Live 2025 Jumat, 12 September 2025
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Presentasi dan Tanya Jawab
2. Sivana Zahla – Investortrust.id
I. Terkait pengembangan bisnis data center, bagaimana progressnya dan
kapasitas hingga saat ini? Adakah rencana IPO saham data center?
Tanggapan:
Direktur Wholesale & International Service:
Kapasitas terpasang saat ini sekitar ~48 MW; Secara Group, kontribusi bisnis Data
Center masih terus bertumbuh dengan prospek bisnis yang menjanjikan seiring
dengan meningkatnya kebutuhan digitalisasi, cloud, keamanan data, serta
regulasi yang mendorong lokalisasi data di Indonesia. Secara utilisasi, Data Center
Telkom juga diatas 75%. Ke depannya, dengan bantuan mitra strategis, strategi
kami bukan sekadar membangun kapasitas di dalam negeri, tapi juga menjadi
bagian dari ekosistem regional, seperti di Batam yang dekat dengan Singapura–
Johor. Kedepan Data Center akan tetap menjadi fokus perusahaan, sebagaimana
transformasi perushaan menjadi digital telco. Untuk IPO, perusahaan akan
mengkaji apakah akan melakukan IPO atau mencari strategic investment.
3. Daiz La Ode – Stockwatch.id
I. Apakah Telkom berencana membagikan dividen interim tahun ini. Jika ya kira-
berapa besar. Kemudian, kira-kira berapa persen dividen payout ratio untuk
kinerja Telkom tahun buku 2025. Apakah lebih besar dari tahun buku 2024?
Tanggapan:
Direktur Strategic Business Development & Portofolio:
Terkait dividen interim Telkom akan melihat kondisi bisnis dan aspirasi dari para
pemegang saham. Pada prinsipnya Telkom berupaya memberikan value terbaik
kepada para pemangku kepentingan dan pemegang saham, tentunya besaran
dividen akan mempertimbangkan realisasi laba bersih, kebutuhan investasi, serta
kondisi keuangan perusahaan.
Seperti yang disampaikan sebelumnya, Telkom memiliki kebijakan dividen payout
ratio di kisaran 60–90%, konsisten sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.
Dengan kinerja operasional yang tetap solid, arus kas yang sehat, serta disiplin
dalam belanja modal, kami optimis dividen tetap terjaga di level yang kompetitif
dan menarik bagi pemegang saham.
4. Hana – Katadata
I. Telkom mengungkapkan sedang melakukan proses pemisahan unit bisnis
menjadi entitas baru (spin-off) infrastruktur fiber optik miliknya. Ke depan,
Page 8
Public Expose Live 2025 Jumat, 12 September 2025
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Presentasi dan Tanya Jawab
semua infrastruktur fiber optik akan dikelola PT Telkom Infrastruktur Indonesia
Rp150 T, kapan target rampungnya? Dan bagaimana progres saat ini?
Tanggapan:
Wakil Direktur Utama:
Telkom secara bertahap mempersiapkan bisnis aset fiber melalui Infranexia,
identitas komersial dari InfraCo (PT TIF). Persiapan ini mencakup pemisahan
struktural, pengamanan finansial, serta tata kelola yang menarik bagi investor
jangka panjang. Saat ini tingkat utilisasi jaringan fiber Infranexia baru sekitar 40%,
menunjukkan potensi pertumbuhan yang signifikan.
Tahap pertama proses spin-off ditargetkan selesai pada akhir 2025, setelah
mendapatkan persetujuan pemegang saham. Transfer tahap pertama
mencakuplebih dari 50% aset infrastruktur Telkom berdasarkan book value,
termasuk access, aggregation, backbone, dan aset pendukung lainnya.
II. Di tengah turunnya laba Telkom, bagaimana komitmen perusahaan
membagikan dividen dengan mempertahankan dividen payout rasio? Mohon
kisi-kisi untuk pembagian tahun depan.
Tanggapan:
Direktur Strategic Business Development & Portofolio:
Terkait dividen, seperti biasa keputusan final akan ditetapkan dalam RUPS tahun
depan dengan mempertimbangkan realisasi laba bersih sepanjang 2025,
kebutuhan investasi, serta kondisi keuangan perusahaan.
Telkom memiliki kebijakan dividen payout ratio di kisaran 60–90%, sebagaimana
tahun-tahun sebelumnya. Dengan kinerja operasional yang tetap solid, arus kas
yang sehat, serta disiplin dalam belanja modal, kami optimis kemampuan Telkom
untuk pembagian dividen tetap terjaga di level yang kompetitif bagi pemegang
saham.
5. Adit – kumparan.com
I. Produk/Solusi AI Telkom yang akan launching di periode Q4 2025?
Tanggapan:
Wakil Direktur Utama:
Telkom baru saja meresmikan AI Center of Excellence sebagai inisiatif strategis
untuk mempercepat adopsi AI di Indonesia, mendukung digitalisasi pemerintahan,
memperkuat daya saing industri, dan memberdayakan talenta lokal.
Page 9
Public Expose Live 2025 Jumat, 12 September 2025
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Presentasi dan Tanya Jawab
AI CoE berdiri di atas empat pilar—AI Campus, AI Playground, AI Connect, dan AI
Hub—yang dirancang untuk mendorong kolaborasi lintas sektor, riset, dan
penciptaan solusi nyata berbasis AI.
Inisiatif ini akan terus dikembangkan dalam jangka panjang sebagai bagian dari
wujud komitmen Telkom menjadi akselerator utama transformasi digital nasional
dan menjadikan Indonesia lebih cerdas, inovatif, serta kompetitif di era ekonomi
digital.
Dengan kapabilitas yang dimiliki Telkom Indonesia, ditambah kolaborasi bersama
mitra strategis, dan dukungan penuh para pemangku kepentingan, Telkom yakin
AI Center of Excellence akan menjadi akselerator utama yang mendorong
keberhasilan transformasi dan digitalisasi Indonesia.
Names mentioned 12 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Bursa Efek Indonesia SESI PAPARAN MATERI
p.1
unresolved
org
PT Telkom Indonesia Sesi
p.6
unresolved
person
Andri Herawan Sasoko
p.6
unresolved
org
PT Telkom Infrastruktur Indonesia Rp
p.8
unresolved
org
PT TIF
p.8
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.