Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 2
Page 1
PT Alam Sutera Realty Tbk
Tanya Jawab Paparan Publik
Selasa, 9 September 2025
1. Berapa Realisasi capex pembelian tanah ditahun ini? Berapakah landbank yang dimiliki
Perusahaan dan bisa sustain untuk berapa lama?
Selama semester 1 di 2025 ini kami sudah menggunakan capex pembelian tanah sebesar
Rp 86 miliar. Pembelian tanah dilakukan di area Suvarna Sutera dan pengembangan sisi Utara Alam
Sutera. Setiap tahunnya kami alokasikan sekitar Rp 150 miliar – Rp 200 miliar untuk pembelian capex
tanah.
Saat ini kami memiliki landbank lebih dari 2.000ha secara konsolidasi yang kami rasa cukup untuk
lebih dari 20 tahun mendatang pengembangannya. Tetapi disisi lain kami masih mencadangkan capex
setiap tahunnya untuk mengganti /replenish tanah dari projek-projek yang kami jual.
2. Bagaimana Progress Alam Sutera 2?
Sebagai informasi Alam Sutera 2 merupakan Kawasan pengembangan sisi Utara Alam Sutera dan
kami memiliki ±260ha landbank disana. Untuk progressnya sendiri pada tahun 2024 kami telah
melakukan launching perdana supercluster Sutera Rasuna pada Bulan September 2024 melalui
2 cluster yaitu YYMA dan KOZA, produk ini mendapatkan respon positif dari konsumen.
Di bulan Juni tahun ini kami launching cluster ke-3 yaitu Cluster Vola. Jadi hingga saat ini kami telah
meluncurkan 3 cluster, rencananya kami akan melakukan launching 1 cluster lagi dalam waktu dekat.
Progress Pembangunan untuk cluster 1 dan 2 sudah dimulai dan akan selesai sesuai dengan waktu
yang dijanjikan kepada konsumen, kami akan melakukan serah terima unit perdana untuk proyek
Sutera Rasuna di tahun depan (2026).
3. Bagaimana strategi Perseroan dalam menghadapi tantangan pelemahan daya beli masyarakat?
Terdapat indikasi bahwa daya beli Masyarakat cukup melemah untuk tahun ini dan Perusahaan
melihat ini menjadi tantangan / motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dan memberikan atau
membuat produk-produk yang sesuai dengan segmentasi agar dapat diterima dengan baik. Kami
melakukan diversifikasi produk dengan range harga tertentu yaitu produk dengan harga Rp 1 miliar –
Rp 2 miliar, produk dengan harga Rp 2 miliar – 4 miliar, dan produk high-end dengan harga diatas
Rp 16 miliar. Untuk saat ini bila diperhatikan yang paling diminati adalah produk dengan harga
Rp 1 miliar – Rp 2 miliar, tetapi kami juga melihat masih terdapat pergerakan di pasar untuk produk
diatas Rp 16 miliar.
4. Bagaimana pencapaian marketing sales? Berapa target marketing sales tahun ini dan apa
rencana Perusahaan untuk mencapai target tersebut?
Hingga Juni 2025, Marketing sales sudah mencapai Rp1,4 triliun. Penjualan tersebut didominasi oleh
1. Produk residential senilai ± Rp 1 trilliun. Terdiri dari pendapatan dari Sutera Rasuna
(Rp 437 miliar), The Gramercy (Rp 164 miliar), Sutera Nexen (Rp 98 miliar), dan sisanya
adalah penjualan stok.
Page 2
2. Kavling komersial dan ruko senilai Rp 384 miliar. Pencapaian tersebut adalah 40% dari total target penjualan di tahun ini yaitu Rp 3,5 trilliun Usaha kami untuk mencapai target tersebut adalah kami akan mendorong penjualan stok dan selain itu kami juga telah mempersiapkan produk baru yang akan kami launching di kuartal ke-4 tahun ini. 5. Berapa kontribusi presales dengan insentif PPN DTP terhadap total presales Perseroan selama periode Januari - Juni 2025? Kontribusi presales dengan insentif PPn DTP adalah sejumlah Rp 150 miliar atau sekitar 11% dari total penjualan. 6. Apa keunggulan dari PT Alam Sutera Realty Tbk? Alam Sutera berdiri pada tahun 1994 dari sebuah township di Serpong dengan 3 kekuatan yang kami miliki yaitu direct access, healthy living, dan high investment returns. Kami selalu mengusahakan membangun township dengan ecological planning method. Hal tersebut bertujuan untuk membangun kawasan berkelanjutan. Kami juga mengikuti perkembangan perencanaan Pemerintah regional agar penggunaan lahan sesuai dengan peruntukkannya. Kami ingin pemangku kepentingan selalu memiliki perasaan good things happen in Alam Sutera. Kami yakin bahwa Alam Sutera tidak hanya membangun produk sebagai hunian, tetapi produk yang kami kembangkan itu adalah investasi kehidupan kita. Kita menjadikan produk Alam Sutera sebagai bagian dari kehidupan kita. Berangkat dari township, kami memiliki residential, komersial, dan fasilitas lainnya. Kami belajar untuk berkolaborasi dan mengintegrasikan semuanya menjadi elemen-elemen yang memperkuat kualitas hidup kita. Akses dan transportasi publik semakin membaik dengan berhasilnya kolaborasi kawasan kami dengan bis transjabodetabek yang mulai beroperasi sejak April tahun ini. Sampai dengan saat ini bis transjabodetabek sudah mencapai 6.000 pengguna per hari. Kami berharap setelah ini akan ada akses transportasi MRT. Kami terus berkembang, dari sebelumnya hanya memiliki satu township Alam Sutera saja menjadi memiliki tambahan township dan gedung di tempat lain serta memiliki Garuda Wisnu Kencana (GWK). Keunggulan Alam Sutera akan terus menerus ada dan akan selalu berkembang tanpa henti. 7. Pengunjung GWK naik terus, tapi kenapa pendapatan di 1H2025 pendapatannya turun dibanding 1H2024? Dari data, jumlah pengunjung GWK terus mengalami peningkatan dari 1H2024 hingga 1H2025, namun terdapat penurunan pendapatan. Hal tersebut terjadi karena di first-half tahun 2024 tepatnya pada tanggal 19 Mei 2024 terdapat acara besar yaitu The Gala Dinner World Water Forum yang diadakan di GWK sehingga itu merupakan salah satu kontribusi besar pendapatan di semester pertama tahun 2024. Menurut kami ini hanya time lag saja karena di first-half tahun 2025, belum ada acara besar yang diselenggarakan di GWK, namun akan ada beberapa event mendatang di second- half 2025. Untuk perbandingan, revenue dari penjualan tiket akan terus naik di tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya dan akan ada pendapatan dari event juga di second-half 2025, sehingga revenue dari GWK akan meningkat dibandingkan tahun lalu.
Names mentioned 1 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.