Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 8
Page 1
LAPORAN PELAKSANAAN PUBLIC EXPOSE Tahunan PT
HARTADINATA ABADI, Tbk
Public Expose Tahunan PT Hartadinata Abadi, Tbk (“Perseroan”) telah diselenggarakan
pada:
Hari/Tanggal : Senin, 8 September 2025
Waktu : 14.00 WIB s/d 14.45 WIB
Tempat : Public Expose Live 2025
yang tercantum pada website idx.co.id
Laporan berikut merupakan laporan pelaksanaan Public Expose Tahunan PT Hartadinata
Abadi, Tbk, dimana pada acara tersebut Perseroan diwakili oleh:
1. Manajemen Perseroan
Direktur Investor Relations : Bapak Thendra Crisnanda
Manager Investor Relations : Ibu Catherina Vincentia
2. Peserta yang hadir
Jumlah peserta yang menghadiri acara Public Expose Tahunan PT Hartadinata Abadi,
Tbk berjumlah 95 orang. Peserta yang hadir terdiri dari perwakilan media dan investor
perseorangan/ umum.
Public Expose Live PT Hartadinata Abadi, Tbk dibuka pada pukul 14.00 WIB oleh Bapak
Wicky Adrian selaku Moderator dilanjutkan dengan paparan publik mengenai Sekilas
Perseroan, Perkembangan Terkini, Pembahasan Kinerja Keuangan di 1H25 dan ditutup
dengan pemaparan Rencana Strategis Perseroan yang dibawakan oleh Investor Relation
Perseroan. Acara ditutup dengan sesi tanya jawab.
Public Expose Live ini dilakukan berdasarkan permintaan Bursa sehubungan permintaan
Bursa Efek Indonesia kepada Perseroan untuk Mengikuti Public Expose Live 2025 (“Pubex
Live 2025”) dalam Rangka 48 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia.
Page 2
1. Sesi Presentasi
Presentasi dibawakan dengan Agenda sebagai berikut:
A. Bagian I
Sekilas mengenai Perkembangan Terkini Perseroan yang dibawakan oleh Manager
Investor Relation Ibu Catherina Vincentia.
B. Bagian II
Kinerja Keuangan di FY25 yang dibawakan oleh Manager Investor Relation Ibu
Catherina Vincentia.
C. Bagian III
Peran HRTA dalam Ekosistem Bullion Bank yang dibawakan oleh Direktur Investor
Relations Bapak Thendra Crisnanda.
D. Bagian III
Rencana Strategis 2025 yang dibawakan oleh Direktur Investor Relations Bapak
Thendra Crisnanda.
Pemaparan
A. Paparan Bagian I
Mengenai Sekilas Perseroan diantaranya:
1) HRTA sebagai perusahaan perhiasan emas paling terintegrasi di
Indonesia dari Midstream hingga Downstream, terdiri dari:
(i) Upstream: HRTA bekerjasama dengan pemain upstream atau tambang lokal
untuk memperoleh raw material dengan kualitas terjamin yang kemudian
dimurnikan di fasilitas pemurnian Perseroan.
(ii) Midstream: HRTA memiliki fasilitas refinery atau pemurnian emas yang
didukung oleh PT Emas Murni Abadi (Refinery) dan manufakturing
perhiasan.
(iii) Downstream: HRTA memiliki lebih dari 1.000 point of sales melalui jaringan
ritel Perseroan yaitu toko milik sendiri, e-commerce dan juga jaringan
wholesaler. Di sisi lain, Perseroan juga memiliki bisnis Gadai Emas dengan
Merek GADAIKU dan juga anak usaha yang bergerak di komunitas dengan
nama MOMAPAN.
2) Inovasi Produk
(i) Ardore: brand perhiasan baru yang diluncurkan perusahaan di 2023 yang
menghadirkan perhiasan emas dengan 8 karat – 16 karat. Memiliki desain
yang up to date dengan tagline “embracing all beauty” yang menonjolkan
konsep ‘authenticity’ untuk para konsumen di Indonesia.
(ii) Emasku: produk emas batangan gramasi mulai dari 0,1 gram hingga 1
kilogram untuk memenuhi permintaan pasar segmen atas dan B2B. Emasku
telah memperoleh sertifikasi kesesuaian syariah dari MUI.
3) Pangsa Pasar yang Terus Bertumbuh
Pangsa pasar perseroan terus meningkat dimana hingga 1H25 Pangsa Pasar
Perseroan di Indonesia mencapai 39,93% menurut data World Gold Council.
Page 3
Pangsa pasar menurut produk yaitu perhiasan berada pada 9,60% sementara
pangsa pasar perseroan di segmen emas batangan telah mencapai 55,13% di
Indonesia seiring dengan masih tingginya permintaan emas batangan di
Indonesia.
4) Ekspansi jaringan toko milik sendiri
Jaringan toko milik sendiri Perseroan bertumbuh signifikan dari hanya 12 toko di
tahun 2017 menjadi 68 toko di tahun 2021. Hingga 1H25, Perseroan menambah
pembukaan toko menjadi 93 toko dan Perseroan menargetkan untuk mencapai
hingga 100 toko di akhir 2025.
5) Ekspansi jaringan unit gadai
HRTA saat ini juga fokus mengembangkan jaringan unit gadai milik sendiri
(Gadaiku) yang bertumbuh sangat ekspansif dari hanya 3 unit di 2018 menjadi
67 unit gadai di 2021. Hingga 1H25 Perseroan telah memiliki 114 unit gadai di
enam provinsi di Indonesia. Perseroan menargetkan untuk mencapai 125 unit
gadai hingga akhir 2025.
6) Ekosistem Omni-Channels
Perseroan fokus pada pengembangan jaringan pemasaran yang
mengkombinasikan baik toko offline maupun online. Toko online dapat
meningkatkan pengembangan jaringan, pemasaran juga akan didorong dengan
ekspansi gerai sendiri dan juga aliansi strategis.
7) Aliansi Strategis
HRTA secara aktif terus mengembangkan aliansi strategis baik dengan pemain
dalam satu industri seperti grosir,toko emas, dan juga lintas industri seperti
institusi keuangan serta jaringan minimarket. Hal ini ditujukan untuk memperluas
jaringan pasar dalam distribusi produk yang dimiliki oleh Perseroan. Beberapa
aliansi strategi yang dilakukan oleh Perseroan di tahun 2024 adalah sebagai
berikut :
i. Bullion Bank Indonesia: Bekerja sama dengan Pegadaian dalam
pengembangan ekosistem Bullion Bank di Indonesia dan Bank Syariah
Indonesia bekerja sama dengan meluncurkan BSI Gold, produk emas
batangan eksklusif dan program pembiayaan cicilan emas dengan Bank
Syariah Indonesia yang ditargetkan kepada konsumen secara umum.
ii. HRTA bekerja sama dengan beberapa partner import untuk penyediaan
bahan baku seperti METALOR, StoneX, Hua Seng Heng dan Brinks.
iii. Penyediaan bahan baku tambang emas melalui kolaborasi dengan berbagai
penambang emas legal di Indonesia, di antaranya termasuk PT Citra Palu
Minerals, Agincourt Resources, Merdeka Copper Gold dan lainnya.
B. Paparan Bagian II
Mengenai Kinerja Keuangan diantaranya:
1. Ringkasan Laporan Laba Rugi termasuk Pendapatan, Laba Kotor, Beban Umum
dan Administrasi, Laba Bersih dan Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas
induk.
Page 4
2. Ringkasan Posisi Keuangan termasuk:
Aset Lancar, Aset tidak Lancar dan Total Aset.
3. Ringkasan Liabilitas dan Ekuitas termasuk:
Liabilitas Jangka Pendek, Liabilitas Jangka Panjang, Ekuitas dan Total Liabilitas
dan Ekuitas.
4. Dalam Kinerja Keuangan ini dapat disimpulkan bahwa:
a. Mengenai Pertumbuhan Pendapatan dan Laba Bersih
Perseroan membukukan kinerja keuangan tertinggi sepanjang masa atau all-
time high performance pada Semester I-2025, dengan pertumbuhan
pendapatan signifikan sebesar 82,63% YoY, mencapai Rp15,05 triliun
dibandingkan Rp8,24 triliun pada 1H24. Seiring dengan peningkatan
penjualan, laba bersih HRTA juga berhasil tumbuh sebesar 69,49% YoY,
menjadi Rp348,51 miliar pada 1H25 dibandingkan Rp205,63 miliar pada
1H24. Dari sisi segmen usaha, kontribusi terbesar berasal dari penjualan
grosir sebesar 80,30%, diikuti oleh ritel sebesar 18,91%, gadai 0,40%, dan
ekspor 0,36%.
b. Peningkatan kinerja ini didorong oleh pertumbuhan volume penjualan emas
murni sebesar 19,38% YoY, dari 7,42 ton pada 1H24 menjadi 8,86 ton pada
1H25. Penjualan terhadap Bullion Bank Indonesia berkontribusi sebesar
51,5% terhadap total volume penjualan HRTA hingga 1H25.
c. Selain itu, harga jual rata-rata (ASP) turut mengalami kenaikan signifikan
sebesar 59,09% YoY, mencapai Rp1.691.533 pada 1H25 dibandingkan
Rp1.104.944 pada 1H24. Peningkatan dari ASP ini seiring dengan
meningkatnya harga emas global yang dipengaruhi oleh tingginya permintaan
aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik, serta masih
tingginya aktivitas pembelian emas oleh bank sentral dan juga Bullion Bank
Indonesia yang turut berkontribusi memperkuat harga emas di dalam negeri.
d. Mengenai Ringkasan Laporan Laba Rugi
● GPM dan NPM mengalami penurunan karena product mix perseroan yang
didominasi 92% oleh emas batangan yang memiliki margin yang lebih
rendah dibanding dengan perhiasan.
e. Mengenai Rasio di Semester 1 - 2025
● Return on Assets (ROA) pada level 10,24%
● Return on Equity (ROE) di 26,79%
● Rasio utang berbunga masih terkendali pada level 1,53x
f. Mengenai Dividen
● Perseroan telah membagikan dividen sebesar Rp 21/lembar saham dari
laba bersih tahun buku 2024.
● Perseroan konsisten membagikan dividen setiap tahun dengan payout
rasio di level 20% hingga 25% dan yield di 3%.
C. Paparan Bagian III
Mengenai Ekosistem Bullion Bank:
1. HRTA menjadi salah satu pemain utama dalam ekosistem bullion bank bersama PT
Pegadaian Persero dan PT Bank Syariah Indonesia. Hingga Juni 2025, penjualan
Page 5
emas terhadap dua Bullion Bank tersebut telah mencapai 51,5% terhadap total
pendapatan konsolidasi perseroan.
2. Poin Kunci Dampak Ekonomi Bullion Bank di Indonesia
Peningkatan Ekosistem Emas:
a. Peningkatan produksi emas domestik akan:
i. Meningkatkan PDB sebesar Rp 201 triliun (+1,3%)
ii. Menciptakan 800.000 lapangan kerja baru
Dampak Layanan Bullion Bank terhadap Uang Beredar:
b. Layanan seperti Gold Backed Financing, Gold Metal Loans, dan Dore
Financing akan:
i. Menambah uang beredar sebesar Rp 53 triliun (+0,75%)
ii. Memberikan dampak tambahan terhadap:
iii. PDB: Rp 22,9 triliun (+0,15%)
iv. Konsumsi: Rp 22,8 triliun (+0,28%)
v. Investasi: Rp 16,2 triliun (+0,32%)
Dampak Inflasi:
c. Bullion Bank tidak memberikan dampak signifikan terhadap inflasi
d. Hanya meningkatkan indeks harga konsumen sekitar +0,02%
3. Posisi HRTA dalam Bullion Bank sebagai perusahaan yang terintegrasi secara
midstream hingga downstream yaitu melakukan pemurnian emas, memproses
menjadi barang jadi dan distribusi melalui jaringan yang dimiliki perseroan.
D. Paparan Bagian IV
Mengenai Strategi Perusahaan diantaranya:
1. Bullion Bank Indonesia
Meningkatkan kinerja perusahaan untuk menjadi pemain utama dalam ekosistem
Bullion Bank.
2. Memperkuat Citra Merek HRTA
Meningkatkan citra merek HRTA melalui strategi pemasaran, kepercayaan, dan inovasi
untuk memperkuat pengakuan dan kepemimpinan industri.
3. Desain dan Inovasi Otentik
Meningkatkan permintaan perhiasan dengan desain dan inovasi yang otentik (seperti
produk Ardore dan Emasku).
4. Sertifikasi LBMA
Meraih sertifikasi Good Delivery dari LBMA untuk memperkuat posisi HRTA sebagai
bagian penting dari ekosistem Bullion Bank.
5. Kolaborasi dengan Penambang Lokal
Memperkuat kemitraan dengan penambang emas lokal untuk mendukung citra merek
HRTA serta mendukung keberlanjutan industri.
6. Pabrik Terintegrasi
Meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi perhiasan melalui pabrik terintegrasi
dengan standar tinggi.
Page 6
E. Sesi Tanya Jawab
1. Zetta - IDNFinancials
Pertanyaan
a. Dengan kinerja penjualan bullion yang mengalahkan perhiasan, apa ada revisi
target penjualan masing-masing segmen hingga akhir 2025?
b. Masih terkait tren bullion yang mengalahkan perhiasan, apa HRTA akan shifting
fokus dan strategi usaha kedepannya? Misalnya, memperlambat ekspansi
outlet perhiasan?
Jawaban
a. Penjualan emas batangan atau bullion berpotensi mencapai 95% terhadap total
penjualan perseroan hingga akhir 2025 mengingat masih tingginya permintaan
terhadap emas batangan khususnya dari Bullion Bank.
b. Strategi perseroan saat ini seperti yang sudah disebutkan sebelumnya akan
tetap berfokus menjadi salah satu pemain kunci dalam ekosistem Bullion Bank,
terkait ekspansi outlet perhiasan, Perseroan telah menetapkan target untuk
mencapai 100 toko hingga akhir 2025 dimana hingga kini perseroan telah
memiliki 93 toko, target tersebut masih cukup in-line dengan strategi perseroan.
2. Rilanda - Kontan
Pertanyaan
a. Berapa total penjualan emas batangan dan perhiasan HRTA hingga semester
l-2025? Berapa masing-masing porsinya terhadap total penjualan di periode
tersebut?
b. Berapa Bagaimana proyeksi penjualannya di semester ll?
c. Strategi apa yang akan dilakukan untuk mendorong penjualan?
Jawaban
a. Total penjualan emas perseroan mencapai 8,8 ton hingga Semester I- 2025,
dimana 92% dikontribusikan oleh emas batangan dan 8% dari perhiasan emas.
b. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya proyeksi penjualan emas batangan
di semester II berpotensi meningkat ke 95%.
c. Perseroan masih berfokus untuk memenuhi permintaan pasar domestik salah
satunya melalui Bullion Bank Indonesia.
Page 7
3. Rama – Bisnis Indonesia
Pertanyaan
a. Di tengah kembali menguatnya harga emas saat ini, apakah HRTA memiliki
rencana untuk merevisi target pendapatan/laba? Sebelumnya, HRTA
menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 47% per 2025
b. Pertengahan tahun lalu HRTA menargetkan penambahan 100 toko baru
sepanjang 2025, berapa yang sudah terealisasi, berapa capex yang terserap,
dan mayoritas menyasar daerah mana? Selain itu, apa ada rencana
penambahan unit gadai oleh PT Gemilang Hartadinata Abadi?
c. Berapa target penambahan kapasitas produksi refinery HRTA pada 2025
secara total?
d. HRTA ingin berkontribusi lebih terhadap Bullion Bank. Apakah kemudian upaya
HRTA untuk menambah kontribusi tersebut? Apa akan mencari pemasok emas
lainnya selain BRMS?
Jawaban
a. Target Pendapatan dan Laba Perseroan hingga akhir 2025 tetap moderat
dimana target pertumbuhan pendapatan berada di 50% hingga 60% dan target
pertumbuhan laba bersih di 30% hingga 40%.
b. Hingga Juni 2025, Perseroan telah menambah 8 Toko dari 85 toko di akhir 2024
menjadi 93 toko, dimana target pembukaan toko berada di Shopping Center di
kota – kota Tier 1 dan Tier 2. Untuk Unit GADAIKU hingga kini telah memiliki
114 Unit dengan target hingga 125 unit di akhir 2025. Hingga saat ini, capex
yang telah terserap sebesar Rp82,5 miliar atau setara dengan 55% dari total
capex yang dianggarkan sebesar 150 miliar.
c. Target penambahan kapasitas refinery hingga akhir 2025 diharapkan mencapai
30 ton dari sebelumnya 18 ton, hal ini sejalan dengan strategi integrasi pabrik
yang sedang dilakukan oleh Perseroan dimana sumber dana telah dianggarkan
dalam Capex.
d. Hartadinata telah menandatangani kerja sama dengan PT Sumbawa Jutaraya,
anak usaha PT United Tractors Tbk. (UNTR), untuk memperkuat pasokan emas
dan memperkuat posisi di ekosistem Bullion Bank.
4. Stefan - Investor Individu
Pertanyaan
Hartadinata sebelum covid memiliki margin bersih 4.5%, namun 2 tahun terakhir
margin bersih turun menjadi sekitar 2.4% karena perkembangan omset yang sangat
baik. pertanyaan saya apakah Hartadinata memiliki rencana untuk membalikan
margin bersih di sekitar 4.5% lagi? atau lebih fokus kepada peningkatan penjualan?
Jawaban
Sebelum Covid, penjualan Perseroan didominasi oleh Perhiasan yang memiliki
margin lebih tinggi, namun setelah Covid dengan adanya penjualan ekspor dan
tingginya penjualan emas batangan maka margin bersih turut menurun. Sehingga
Page 8
di tahun 2025, Hartadinata disebut akan lebih fokus pada penjualan domestik ketimbang ekspor khususnya untuk pemenuhan permintaan dari Bullion Bank. Hal ini juga disebabkan segmen perhiasan emas yang masih dipengaruhi oleh melemahnya daya beli masyarakat. Sehingga di tengah kondisi ketidakpastian yang masih tinggi dan juga ada perlambatan dari daya beli masyarakat Indonesia, secara overall, memang kontribusi dari penjualan bullion ini masih akan mendominasi penjualan di Hartadinata.
Names mentioned 19 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Thendra Crisnanda Manager Investor Relations
p.1
unresolved
person
Wicky Adrian
p.1
unresolved
person
Catherina Vincentia. B. Bagian II Kinerja
p.2
unresolved
person
Catherina Vincentia. C. Bagian III Peran HRTA
p.2 ×2
unresolved
person
Thendra Crisnanda. D. Bagian III Rencana Strategis
p.2
unresolved
person
Thendra Crisnanda. Pemaparan A. Paparan Bagian I
p.2
unresolved
org
PT Emas Murni Abadi
p.2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.3 ×5
unresolved
org
PT Citra Palu Minerals
p.3
unresolved
org
PT Bank Syariah Indonesia. Hingga
p.4
unresolved
org
PT Gemilang Hartadinata Abadi
p.7
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.