Skip to content
Back to announcement

MLIA- FS June 2026 unaudited.pdf

Financial statement Text extracted MLIA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 67

Page 1 OCR 0.944
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk
DAN ENTITAS ANAK/AND ITS SUBSIDIARY

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

PADA 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR

30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)/

AS OF JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025
AND FOR SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)
Page 2 OCR 0.923
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk
DAN ENTITAS ANAK
DAFTAR ISI

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk
AND ITS SUBSIDIARY
TABLE OF CONTENTS

SURAT PERNYATAAN DIREKSI
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN -
Pada 30 Juni 2026 (Tidak diaudit)
dan 31 Desember 2025 serta untuk periode

enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan
2025 (Tidak diaudit)

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian

Laporan Laba Rugi dan Penghasilan
Komprehensif Lain Konsolidasian

Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian
Laporan Arus Kas Konsolidasian

Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian

Halaman/
Page

DIRECTORS' STATEMENT LETTER

CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS -
As of June 30, 2026  (Unaudited)
and December 31, 2025 and For the

six-month periods ended June 30, 2026 and
2025 (Unaudited)

Consolidated Statements of Financial Position

Consolidated Statements of Profit or Loss and
Other Comprehensive Income

Consolidated Statements of Changes in Eguity
Consolidated Statements of Cash Flows

Notes to Consolidated Financial Statements
Page 3 OCR 0.928
PT MULIA INDUSTRINDO TBK

SURAT PERNYATAAN DIREKSI
TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026 DAN 2025
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025
PT MULIA INDUSTRINDO TBK DAN ENTITAS ANAK

DIRECTORS' STATEMENT LETTER
RELATING TO THE RESPONSIBILITY ON THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025
AND FOR THE YEAR ENDED DECEMBER 31, 2025
PT MULIA INDUSTRINDO TBK AND ITS SUBSIDIARY

Kami yang bertanda tangan dibawah ini:

1,  Nama/Name
Alamat Kantor/Office address

Alamat domisili sesuai KTP atau kartu identitas lain/ :
Domicile as stated in ID Card

Nomor Telepon/Phone Number

Jabatan/Position

2.  Nama/Name
Alamat Kantor/Office address

Alamat domisili sesuai KTP atau kartu identitas lain/ :
Domicile as stated in ID Card

Nomor Telepon/Phone Number
Jabatan/Position

menyatakan bahwa:
1. Bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian
laporan keuangan konsolidasian,

2. Laporan keuangan konsolidasian telah disusun dan
disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan
di Indonesia:

3. 'a. Semua informasi dalam laporan keuangan
konsolidasian telah dimuat secara lengkap dan
benar,

b. Laporan keuangan konsolidasian tidak

mengandung informasi atau fakta material yang
tidak benar, dan tidak menghilangkan informasi
atau fakta material,

4. Bertanggung jawab atas sistem pengendalian intern
dalam Perusahaan dan entitas anak.

Demikian pernyataan ini dibuat denyan sebenarnya.

We, the undersigned:

Eka Tjandranegara

Jl. Raya Tegal Gede, Lemahabang

Cikarang - Bekasi 17550

Jl. K.H. Zainul Arifin No. 45, RT 001/RW 001
Petojo Utara, Gambir, Jakarta Pusat

(62-21) 8935728

Direktur Utama/President Director

Henry Bun

Jl. Raya Tegal Gede, Lemahabang

Cikarang - Bekasi 17550

Jl. Taman Puspa 3, Blok ZE 6 No. 1

Gading Parkview, RT 009/RW O11

Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara
(62-21) 8935728

Direktur/Director

state that:

1. We are responsible for the preparation and
presentation of the consolidated financial
statements.

2. The consolidated financial statements have
been  prepared and presented in
accordance with Indonesian Financial
Accounting Standards,

3. a. All information contained in the
consolidated financial statements is
complete and correct,

b. The consolidated financial statements
do not contain misleading material
information or facts, and do not omit
material information and facts.

4. We are responsible for the Company and
its subsidiary' internal control system.

This statement letter ig made truthfully.

Jakarta, 27 Juli 2026/ July 27, 2026

Direktur Utama / President Director

Head Office:

Atrium Mulia, 8" Floor
Jalan H.R. Rasuna Said Kav. 8 10-11
Jakarta Selatan 12910 - Indonesia
Phone: (62-21) 22513000

Fax: (62-21) 25982814

( Eka Tjandranegara )

Direktur / Director

(Henry Bun)

Factory:

Mulia industry Estate

Admin Building, 2" Floor

Jalan Raya Tegal Gede, Cikarang
Bekasi 17550 - Indonesia
Phone: (62-21) 8935728

Fax: (62-21) 8935729, 8934040
Page 4 OCR 0.876
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY

LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN CONSOLIDATED STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION
30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) (Figures in tables are stated in thousands of Rupiah)
30 Juni/ 31 Desember/
Catatan/ June 30, December 31,
Notes 2026 2025

ASET ASSETS
ASET LANCAR CURRENT ASSETS
Kas dan setara kas 5s 321.737.618 508.261.730 Cash and cash eguivalents
Piutang usaha s Trade accounts receivable

Pihak berelasi 26 3.803.280 3.529.606 Related parties

Pihak ketiga 42.969.908 617.200.445 Third parties
Piutang lain-lain Other accounts receivable

Pihak berelasi 26 14.785.712 5.581.881 Related parties

Pihak ketiga 3.809.604 2.811.806 Third parties
Persediaan - bersih 7 1.185.895.489 — 1.131.567.647 — Inventories - net
Yang muka 63.372.394 94.804.674 Advances
Pajak pertambahan nilai - bersih 17.513.925 18.016.853 — Prepaid tax - value added tax
Klaim pengembalian pajak —" 24 - 6.744.177 Claim for tax refund
Biaya dibayar dimuka 20.478.750 17.531.100 Prepaid expenses
Aset keuangan lainnya 2.240.292 - Other financial asset
Jumlah Aset Lancar 2.276.606.972 — 2.407.049.919 Total Current Assets
ASET TIDAK LANCAR NON-CURRENT ASSETS

Advances for purchase of property,

Uang muka pembelian aset tetap 72.642.996 81.054.621 plant, and eguipment
Klaim pengembalian pajak 24 66.612.811 48.187.897 — Claim for tax refund
Aset pajak tangguhan - bersih 24 5.860.055 5.957.091 Deferred tax assets - net
Investasi saham 400.000 400.000 Investment in stock
Aset tetap - bersih 8 4.913.335.969 4.825.144.616 — Property, plant, and eguipment - net
Jumlah Aset Tidak Lancar 058.851.831 960.744.225 Total Non-current Assets
JUMLAH ASET 7.335.458.803 |” 7.367.794.144 TOTAL ASSETS
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan See accompanying notes to consolidated financial statements which are

bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian. an integral part of the consolidated financial statements.

Page 5 OCR 0.877
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CONSOLIDATED STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION

JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025

(Figures in tables are stated in thousands of Rupiah) - Continued

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) - Lanjutan

30 Juni/ 31 Desember/
Catatan/ June 30, December 31,
Notes 2026 2025

LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND EOUITV
LIABILITAS JANGKA PENDEK CURRENT LIABILITIES
Utang bank 12 345.198.919 243.083.759 Bank Ioans
Utang usaha kepada pihak ketiga 9 371.063.095 285.672.101 Trade accounts payable to third parties
Utang lain-lain kepada pihak ketiga 63.881.988 31.726.839 Other accounts payable

Pihak ketiga Other accounts payable to third parties
Biaya yang masih harus dibayar 10 175.894.087 176.771.346 — Accrued expenses
Utang pajak 11 6.945.185 10.855.266 — Tax payable
Uang muka penjualan 29.159.579 17.440.390 Sales advance
Utang bank jangka panjang yang jatuh

tempo dalam satu tahun 12 191.558.724 184.692.348 Current maturities of long-term bank loans
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 1.183.701.577 950.242.049 Total Current Liabilities
LIABILITAS JANGKA PANJANG NON-CURRENT LIABILITIES
Liabilitas pajak tangguhan - bersih 24 58.159.603 82.855.181 —— Deferred tax liabilities - net
Utang bank jangka panjang setelah dikurangi

bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun 12 357.659.665 462.116.965 — Long-term bank loans - net of current maturities
Liabilitas Imbalan kerja 13 496.846.238 474.784.700 Employee benefits obligation
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 912.665.506 | 1.019.756.846 — Total Non-current Liabilities
Jumlah Liabilitas 2.096.367.083 1.969.998.895 Total Liabilities
EKUITAS EGUITY
Modal saham - nilai nominal Rp 100 per saham (Capital stock - Rp 100 par value per share

Modal dasar - 25.000.000.000 saham Authorized - 25,000,000,000 shares

Modal ditempatkan dan disetor - Subscribed and paid-up -

6.615.000.000 saham 14 661.500.000 661.500.000 6,615,000,000 shares
Tambahan modal disetor - bersih 15 304.721.042 304.721.042 Additional paid-in capital - net
penghasilan komprehensif lain 17 3.511.592.144 3.511.592.144 — Other comprehensive income
Saldo laba Retained earnings

Sudah ditentukan penggunaannya 132.300.000 132.300.000 Appropriated

Tidak ditentukan penggunaannya 628.978.534 787.682.063 Unappropriated
Jumlah Ekuitas 5.239.091.720 5.397.795.249 Total Eavity

7:367.794:144

TOTAL LIABILITIES AND EGUITY

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 7:335.458.803

'See accompanying notes to consolidated financial statements which are

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
an Integral part of the consolidated financial statements.

bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.

Page 6 OCR 0.939
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK

LAPORAN LABA RUGI DAN

PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN

UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR

31 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CONSOLIDATED STATEMENTS OF PROFIT OR LOSS AND

OTHER COMPREHENSIVE INCOME
FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 31, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables are stated in thousands of Rupiah)

PENDAPATAN
BEBAN POKOK PENDAPATAN

LABA KOTOR

Beban penjualan

Beban umum dan administrasi

Beban keuangan

Keuntungan kurs mata uang asing - bersih
Keuntungan lain-lain - bersih

(RUGI) LABA SEBELUM PAJAK

MANFAAT (BEBAN) PAJAK
PENGHASILAN - BERSIH

(RUGI) LABA PERIODE BERJALAN
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN

JUMLAH (RUGI) PENGHASILAN
KOMPREHENSIF PERIODE BERJALAN

(RUGI) LABA PER SAHAM DASAR
(dalam Rupiah penuh)

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.

Catatan/ 30 Juni/June 30,

Notes 2026 2025
18,26 1.950.238.849 2.001.552.267
19 1.840.098.843 1.660.323.315
110.140.006 341.228.952
20 (145.586.203) (153.794.284)
21 (135.604.561) (136.127.397)
22 (37.508.909) (33.199.131)
23.821.307 15.641.171
23 2.200.507 5.127.735
(182.537.853) 38.877.046
24 23.834.324 (9.792.535)
(158.703.529) 29.084.511
29.084.511
25 (23,99) 4,40

REVENUE
COST OF REVENUE

GROSS PROFIT

Selling expenses

General and administrative expenses
Finance costs

Gain on foreign exhange - net

Other gains - net

(LOSS) PROFIT BEFORE TAX

INCOME TAX BENEFIT
(EXPENSE) - NET

(LOSS) PROFIT FOR THE PERIOD
OTHER COMPREHENSIVE INCOME

TOTAL COMPREHENSIVE (LOSS)
INCOME FOR THE PERIOD

BASIC (LOSSES) EARNINGS PER SHARE
(in full Rupiah)

See accompanying notes to consolidated financial statements
which are an integral part if the consolidated financial statements.
Page 7 OCR 0.831
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR

31 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CONSOLIDATED STATEMENTS OF CHANGES IN EGUITY

FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED
JUNE 31, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables are stated in thousands of Rupiah)

Penghasilan komprehensi lain/

Other comprehensive income
Pengukuran kembali

atas program
Tambahan modal imbalan pasti/ Saldo laba/Retained earnings
disetor - bersih/ Remeasurementof Ditentukan Tidak ditentukan
Cetatan/ Modal disetor/ (Additional Paid-in Surplus revaluasi/ ”—” definedbeneft — penggunaannya/ — penggunaannya/ Jumlah ekuitas/
Notes. Paid-up capital stock capital-net — Revaluation reserve obligation Appropriated Unaj lated Total eguity
Saldo per 1 Januari 2025 661.500.000 304.721.042 3.587.145.123 (165.883.325) 132.300.000 838.532.884 5.358.315.724
Laba bersih periode berjalan - - - - - 29.084.511 29.084.511
Dividen tunai 16 - - - - : 146.305.000) (46.305.000)
Saldo per 30 Juni 2025
(Tidak diaudit) 661:500.000 304.721.042 3.587.145.123 (165.883.325) 132.300.000 821.312.395 5.341.095.235
Saldo per 1 Januari 2025 661.500.000 304.721.042 3.587.145.123 (165.883.325) 132.300.000 838.532.884 5.358.315.724
Rugi bersih tahun berjalan - - - - - (4.545.821) (4.545.821)
Dividen tunai 16 - - - - - (46.305.000) (45.305.000)
Penghasilan komprehensif lain
Pengukuran kembali atas program
imbalan pasti - setelah dikurangi
pajak 13,24 - - - (15.642.745) - - (15,642,725)
Surplus revaluasi - setelah
dikurangi pajak 1 - - 105.973.091 - - - 105.973.091
Saldo per 31 Desember 2025 661.500.000 304.721.042 3.693.118.214 (181.526.070) 132.300.000 787.682.063 5.397.795.249
Rugi bersih periode berjalan - - - - - 158.703.529) (158.703.529)
Saldo per 30 Juni 2026
(Tidak diaudit) 661.500.000 304.721.042 3.693.148.214 (181.526.070) 132.300.000 528.978534 5.239.091.720

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.

Balance as of January 1, 2025

Profit for the period

Cash

idend

Balance as of June 30, 2025
(Unaudited)

Balance as of January 1, 2025
Loss forthe year
Cash dividend
(Other comprehensive income:
Remeasurement of defined
benefit obligation -

net of tax

Revaluation reserve -
netoftax

Balance as of December 31, 2025
Loss for the period
Balance as of June 30, 2026

(Unaudited)

'See accompanying notes to consolidated financial statements which are an integral

part if the consolidated financial statements.
Page 8 OCR 0.927
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK

LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN

UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR

31 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY

CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLowSs
FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED
JUNE 31, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables are stated in thousands of Rupiah)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan
Pembayaran kas kepada pemnasok dan karyawan

Kas dihasilkan dari operasi
Pembayaran beban keuangan
Pembayaran pajak penghasilan
Penerimaan restitusi pajak

Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan bunga

Hasil penjualan aset tetap

Pembayaran uang muka pembelian aset tetap
Perolehan aset tetap

Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan utang bank jangka pendek
Penerimaan utang bank jangka panjang
Penurunan utang lain-lain kepada pihak berelasi
Pembayaran utang bank jangka pendek
Pembayaran utang bank jangka panjang
Pembayaran dividen tunai

Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan

PENURUNAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS

KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE
Pengaruh perubahan kurs mata uang asing

KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.

30 Juni/June 30,

2026 2025

1.935.914.901 2.090.865.287
(1.841.267.932) — (1.903.480.414)

94.646.969
(39.675.572)
(21.213.657)

187.384.873
(32.766.411)
(57.675.389)

6.744.177
40.501.917 96.943.073
3.235.868 7.389.683
1.170.000 3.131.008
(57.130.002) (117.853.074)

(190.756.230) (195.773.309)
(243.480.364) (303.105.692)

732.241.561 288.607.271
- 104.297.642
(3.412.455)
(231.429.215)
(99.356.603)

(46.159.810)

(630.126.401)
(97.590.924)

4.524.236 12.546.830

(198.454.211) (193.615.789)

508.261.730 623.289.769
11.930.099 73.723
321.737.618 431.247.703

CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES
Cash received from customers
Cash paid to suppliers and employees

Cash generated from operations
Finance charges paid

Income taxes paid

Tax refund received

Net Cash Provided by Operating Activities

CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES
Interest received
Proceeds from sale of property, plant,
and eguipment
Payment in advance for purchase of property,
plant and eguipment
'cguisition of property, plant and eguipment

Net Cash Used in Investing Activities

(CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES
Proceeds from short-term bank loans

Proceeds from long-term bank loans

Decrease in other account payable to related party
Payments from short-term bank loans

Payments from long-term bank loans

Payments of cash dividends

Net Cash Provided by Financing Activities

NET DECREASE CASH AND CASH EOUIVALENTS

CASH AND CASH EOUIVALENTS AT
BEGINNING OF PERIOD

Effect of changes in foreign exchange rate - net

CASH AND CASH EGUIVALENTS AT
END OF PERIOD

'See accompanying notes to consolidated financial statements which are
an integral part of the consolidated financial statements.
Page 9 OCR 0.942
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025
FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)

1. UMUM
a. Pendirian dan Informasi Umum

PT Mulia Industrindo Tbk (“Perusahaan”),
didirikan berdasarkan Akta No. 15 tanggal
5 November 1986 dari Liliani Handajawati
Tamzil, S.H., Notaris di Jakarta, kemudian
diubah dengan Akta No. 7 tanggal 6 Mei 1987
dari notaris yang sama. Anggaran Dasar serta
perubahannya telah disahkan oleh Menteri
Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. C2-3936 HT.01.01.Th87 tanggal
25 Mei 1987 dan diumumkan dalam Lembaran
Berita Negara Republik Indonesia No. 40 tanggal
18 Mei 1990. Anggaran Dasar Perusahaan telah
mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
dengan Akta No. 252 tanggal 26 Mei 2023 dari
Christina Dwi Utami S.H., M.Hum., MKn.,
Notaris di Jakarta Barat, sehubungan dengan
perubahan terkait rencana kerja, tahun buku
dan laporan tahunan. Akta perubahan ini telah
didaftarkan ke Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dengan surat
No.  AHU-AH.01.03-0073240 Tahun 2023
tanggal 5 Juni 2023.

Perusahaan dan entitas anak (“Grup”)
berdomisili di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.
Kantor pusat Grup beralamat di Atrium Mulia
Lt. 8, Jl. HR. Rasuna Said Kav. B 10-11
Setiabudi, Jakarta Selatan.

Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar
Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan
meliputi perdagangan atas hasil produksi entitas
anak. Perusahaan mulai beroperasi secara
komersial pada tahun 1990.

Perusahaan tergabung dalam Grup Mulia.
Susunan pengurus Perusahaan adalah sebagai

GENERAL
a. Establishment and General Information

PT Mulia Industrindo Tbk (the “Company”) was
established based on Deed No. 15 dated
November 5, 1986 of Liliani Handajawati Tamzil,
S.H., Notary in Jakarta, as amended by Deed
No. 7 dated May 6, 1987 of the same notary. The
Articles of Association and its amendments were
approved by the Minister of Justice of the
Republic of Indonesia through Decision Letter
No. C2-3936 HT.01.01.Th87 dated May 25, 1987
and was published in State Gazette of the
Republic of Indonesia No. 40 dated May 18,
1990. The Company's Articles of Association has
been amended several times, most recentiy by
Deed No. 252 dated May 26, 2023 of Christina
Dwi Utami S.H., M.Hum., MKn., Notary in West
Jakarta, regarding of work plan, financial year
and annual report. This Deed of amendment was
registered to the Minister of Law and Human
Rights of the Republic of Indonesia through
Letter No. AHU-AH.01.03-0073420 Tahun 2023
dated June 5, 2023.

The Company and its subsidiary (“Group”) is
domiciled in Cikarang, Bekasi, West Java. The
Group's head office is located at Atrium Mulia
8" floor, Jl. HR. Rasuna Said Kav. B 10-11
Setiabudi, South Jakarta.

In accordance with article 3 of the Company's
Articles of Association, the scope of its activities
is to engage in trading of the product of its
subsidiary. The Company started its commercial
Operations in 1990.

The Company is a part of the Mulia Group.
The Company's management consists of the
following:

berikut:
30 Juni/
June 30, 2026
Komisaris Utama Osman Sitorus
Komisaris Handaya
Komisaris independen Osman Sitorus
Titus Haryanto
Direktur Utama Henry Bun
Direktur Ekson Tjandranegara
Ekman Tjandranegara
Medriyani
Linda Halim
Komite Audit
Ketua Titus Haryanto
Anggota Denyanto Tjahjadi
Christina
Internal Audit Yosef Adrianus Noerman
Sekretaris Perusahaan Henry Bun

Jumlah karyawan tetap Grup sebanyak 2.962
untuk tahun 2026 (2025: 3.007).

31 Desember/
December 31, 2025
Osman Sitorus President Commissioner
Joanne S. Tjandranegara Commissioner
Osman Sitorus Independent Commissioners
Inarto Setiadi
Eka Tjandranegara President Director
Ekson Tjandranegara Directors
Ekman Tjandranegara
Henry Bun
Medriyani
Audit Committee
Osman Sitorus Chairman
Denyanto Tjahjadi Members
Titus Haryanto
Yosef Adrianus Noerman Internal Audit
Henry Bun Corporate Secretary

The Group had 2,962 permanent employees in
2026 (2025: 3,007).
Page 10 OCR 0.920
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)
(Lanjutan)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025
FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)
(Continued)

b. Entitas anak yang dikonsolidasi b. Consolidated subsidiary
Rincian entitas anak Grup pada akhir periode Details of the Group's subsidiary at the end of the
pelaporan adalah sebagai berikut: reporting period are as follows:
Persentase Tahun operasi Jumlah aset sebelum eliminasi
kepemilikan/ komersial/ Total assets before elimination
Percentage of Start of 30 Juni7 TI Desember
Entitas Anak/ Domisili/ Jenis usaha/ ownership commercial June 30, December 31,
Subsidiary Dowmicile Nature of business 2026 dan/and 2025 operation 2026 2025
C3
PT Muliaglass (“MGL") — Cikarang Industri kaca lembaran, 99,390 1993 7.032.553.886 7.080.246.452
kaca pengaman, botol
kemasan dan glass block/
Industrial for oat glass,
safety glass, glass container,
and glass block
€C. Penawaran Umum Efek Grup c. Public Offering of the Group's Shares

Pada tanggal 22 Desember 1993, Perusahaan
memperoleh pernyataan efektif dari Ketua
Bapepam untuk melakukan penawaran umum
atas 25.000.000 saham dengan nilai nominal
Rp 1.000 per saham, dengan harga penawaran
sebesar Rp 3.800 per saham. Pada tanggal
17 Januari 1994, saham tersebut telah
dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta.

Pada tanggal 18 Januari 1995, Perusahaan
memperoleh pernyataan efektif dari Ketua
Bapepam untuk melaksanakan Penawaran
Umum Terbatas I Dengan Hak Memesan Efek
Terlebih Dahulu sebanyak 100.000.000 saham
dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham,
dengan harga penawaran sebesar Rp 3.000 per
saham. Pada tanggal 9 Februari 1995, saham
tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek
Jakarta.

Pada tanggal 7 Mei 1996, Perusahaan
memperoleh pernyataan efektif dari Ketua
Bapepam untuk melaksanakan Penawaran
Umum Terbatas II Dengan Hak Memesan Efek
Terlebih Dahulu sebanyak 189.000.000 saham
dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham,
dengan harga penawaran sebesar Kp 1./UU per
saham. Pada tanggal 29 Mei 1996, saham
tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek
Jakarta.

Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember
2025, seluruh saham Perusahaan atau
sebanyak 6.615.000.000 telah dicatatkan pada
Bursa Efek Indonesia.

On December 22, 1993, the Company obtained
the notification of effectivity of Share
Registration from the Chairman of Bapepam for
its public offering of 25,000,000 shares with
Rp 1,000 par value pershare, at an offering price
of Rp 3,800 per share. On January 17, 1994,
these shares were listed on the Jakarta Stock
Exchange.

On January 18, 1995, the Company obtained the
notification of effectivity of Share Registration
from the Chairman of Bapepam for the Limited
Public Offering I, with pre-emptive rights of
100,000,000 shares at Rp 1,000 par value per
share, at an offering price of Rp 3,000 per share.
On February 9, 1995, these shares were listed on
the Jakarta Stock Exchange.

On May 7, 1996, the Company obtained the
notification of effectivity of Share Registration
from the Chairman of Bapepam for the Limited
Public Offering II, with pre-emptive rights of
189,000,000 shares with Rp 1,000 par value per
share, at an offering price of Rp 1,700 per share.
Un May 24, 1YYb, these shares were Ilsted on
the Jakarta Stock Exchange.

As of June 30, 2026 and December 31, 2025, all
of the Company's outstanding shares totaling to
6,615,000,000 shares have been listed in the
Indonesia Stock Exchange.
Page 11 OCR 0.927
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025
FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)

(Lanjutan) (Continued)
2. PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI 2. ADOPTION OF NEW AND REVISED STATEMENTS
KEUANGAN BARU DAN REVISI STANDAR OF FINANCIAL ACCOUNTING STANDARDS

KEUANGAN (“PSAK”) (“PSAK”)

a. Amendemen/Penyesuaian dan Standar a. Amendments/Improvements and to
yang Berlaku Efektif pada Periode Berjalan Standards Effective in the Current Period
Dalam periode berjalan, Grup telah In the current period, the Group has applied a
menerapkan sejumlah amendemen/ number of amendments/improvements to PSAK
penyesuaian PSAK yang relevan dengan that are relevant to its operations and effective
operasinya dan efektif untuk periode akuntansi for accounting period beginning on or after
yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2026. January 1, 2026.

Penerapan atas amendemen/penyesuaian The  adoption of these  amendments/
tersebut tidak mengakibatkan perubahan atas improvements does not result in changes to the
kebijakan akuntansi Grup dan tidak memiliki Group's accounting policies and has no material
pengaruh signifikan atas pengungkapan atau impact to disclosures or on the amounts
jumlah yang dicatat di dalam laporan keuangan recognized in the current period and prior years
konsolidasian pada periode berjalan dan tahun- consolidated financial statements.

tahun sebelumnya.

b. Standar dan amendemen/penyesuaian €C. Standards and amendments/improvements
standar telah diterbitkan tapi belum to standards issued not yet adopted
diterapkan
Pada tanggal persetujuan laporan keuangan At the date of authorization of these consolidated
konsolidasian, standar dan  amendemen- financial statements the following standards and
amendemen atas PSAK yang relevan bagi Grup, amendments to PSAKS relevant to the Grup were
yang telah diterbitkan namun belum berlaku issued but not effective, with early application
efektif, dengan penerapan dini diijinkan, adalah permitted:
sebagai berikut:

if uni Tatel imulai la ffective for perit innin: n or r
setelah tanggal 1 Januari 2027: January 1, 2027:
«  PSAK 118 Penyajian dan Pengungkapan #  PSAK 118 Presentation and Disclosures in
Laporan Keuangan Financial Statements
Sampai dengan tanggal penerbitan laporan As of the issuance date of the consolidated
keuangan — konsolidasian, dampak dari financial statements, the effects of adopting
penerapan standar, amendemen dan these standards, amendments and
interpretasi tersebut terhadap laporan interpretations on the consolidated financial
keuangan konsolidasian tidak dapat diketahui statements are not known nor reasonably
atau diestimasi oleh manajemen. estimable by management.
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY

MATERIAL INFORMATION

a. Pernyataan Kepatuhan a. Statement of Compliance
Laporan keuangan konsolidasian Grup disusun The consolidated financial statements of the
sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Group have been prepared in accordance with
Indonesia. Indonesian Financial Accounting Standards.

b. Dasar Penyusunan b. Basis of Preparation

Dasar penyusunan laporan keuangan
konsolidasian adalah biaya historis, kecuali
properti dan instrumen keuangan tertentu yang
diukur pada jumlah revaluasian atau nilai wajar
pada setiap akhir periode pelaporan, yang
dijelaskan dalam kebijakan akuntansi di bawah
ini.

Biaya historis umumnya didasarkan pada nilai
wajar dari imbalan yang diberikan dalam
pertukaran barang dan jasa.

The consolidated financial statements have been
prepared on the historical cost basis except for
certain properties and financial instruments that
are measured at revalued amounts or fair values
at the end of each reporting period, as explained
in the accounting policies below.

Historical cost is generally based on the fair value
of the consideration given in exchange for goods
and services.
Page 12 OCR 0.938
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025
FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)

(lanjutan)

(Continued)

c.

Nilai wajar adalah harga yang akan diterima
untuk menjual suatu aset atau harga yang akan
dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas
dalam suatu transaksi teratur antara pelaku
pasar pada tanggal pengukuran, terlepas dari
apakah harga tersebut dapat diamati secara
langsung atau diestimasi menggunakan teknik
penilaian lain.

Dalam mengestimasi nilai wajar dari suatu aset
atau liabilitias, Grup memperhitungkan
karakteristik aset atau liabilitas jika pelaku
pasar akan memperhitungkan karakteristik
tersebut ketika menentukan harga aset atau
liabilitas pada tanggal pengukuran.

Nilai wajar untuk tujuan pengukuran dan/atau
pengungkapan pada laporan keuangan
konsolidasian ditentukan atas dasar tersebut,
kecuali untuk transaksi sewa yang merupakan
ruang lingkup PSAK 116 Sewa dan pengukuran
yang memiliki kemiripan dengan nilai wajar
namun bukan merupakan nilai wajar, seperti
nilai realisasi bersih dalam wPSAK 202
Persediaan atau nilai pakai dalam PSAK 236
Penurunan Nilai Aset.

Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan
menggunakan metode langsung dengan
mengelompokkan arus kas dalam aktivitas
operasi, investasi dan pendanaan.

Direksi memiliki, pada saat persetujuan laporan
keuangan, suatu ekspektasi yang memadai
bahwa Grup memiliki sumber daya yang cukup
untuk melanjutkan keberadaan operasinya
untuk di masa yang akan datang. Sehingga,
mereka melanjutkan penerapan dasar
akuntansi kelangsungan usaha — dalam
penyusunan laporan keuangan konsolidasian.

Dasar Konsolidasian

Laporan keuangan konsolidasian
menggabungkan laporan keuangan Perusahaan
dan entitas (termasuk entitas terstruktur) yang
dikendalikan oleh Perusahaan dan entitas anak.
Pengendalian tercapai jika Perusahaan memiliki
kekuasaan atas investee, eksposur atau hak
atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya

Fair value is the price that would be received to
seli an asset or paid to transfer a liability in an
orderly transaction between market participants
at the measurement date, regardless of whether
that price is directly observable or estimated
using another valuation technigue.

In estimating the fair value of an asset or a
liability, the Group takes into account the
Characteristics of the asset or liability if market
participants would take those characteristics into
account when pricing the asset or liability at the
measurement date.

Fair value for measurement and/or disclosure
purposes in these consolidated financial
statements is determined on such a basis, except
for leasing transactions that are within the scope
Of PSAK 116 Leases and measurements that
have some similarities to fair value but are not
fair value, such as net realizable value in
PSAK 202 Inventories or value in use in
PSAK 236 Impairment of Assets.

The consolidated statements of cash flows are
prepared using the direct method with
classifications of cash flows into operating,
investing and financing activities.

The Directors have, at the time of approving the
financial statements, a reasonable expectation
that the Group has adeguate resources to
continue in operational existence for the
foreseeable future. Thus, they continue to adopt
the going concern basis of accounting in
preparing the consolidated financial statements.

Basis of Consolidation

The consolidated financial statements
incorporate the financial statements of the
Company and entities (including structured
entities) controlled by the Company and its
subsidiary. Control is achieved where the
Company has the power over the investee, is
exposed, or has rights, to variable returns from

dengan investee: dan kemampuan untuk its involvement with the investee: and has the
menggunakan kekuasaannya atas investee ability to use its power to affect its returns.
untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil

investor.

Perusahaan menilai kembali apakah entitas
tersebut adalah investee jika fakta dan keadaan
yang mengindikasikan adanya perubahan
terhadap satu atau lebih dari tiga elemen
pengendalian yang disebutkan di atas.

Ketika Perusahaan memiliki hak suara kurang
dari mayoritas di-investee, ia memiliki
kekuasaan atas investee ketika hak suara
investor cukup untuk memberinya kemampuan
praktis untuk mengarahkan aktivitas relevan
secara sepihak.

The Company reassesses whether or not it
controls an investee if facts and circumstances
indicate that there are changes to one or more of
the three elements of control listed above.

When the Company has less than a majority of
the voting rights of an investee, it has power
over the investee when the voting rights are
sufficient to give it the practical ability to direct
the relevant activities of the investee
unilaterally.
Page 13 OCR 0.938
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)
(Lanjutan)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025
FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)
(Continued)

Perusahaan mempertimbangkan seluruh fakta
dan keadaan yang relevan dalam menilai
apakah hak suara Perusahaan cukup untuk
memberikan Perusahaan kekuasaan, termasuk
(i) ukuran kepemilikan hak suara Perusahaan
relatif terhadap ukuran dan penyebaran
kepemilikan pemilik hak suara lain: (ii) hak
suara potensial yang dimiliki oleh Perusahaan,
pemegang suara lain atau pihak lain: (iii) hak
yang timbul dari pengaturan kontraktual lain:
dan (iv) setiap fakta dan keadaan tambahan
apapun mengindikasikan bahwa Perusahaan
memiliki, atau tidak memiliki, kemampuan kini
untuk mengarahkan aktivitas yang relevan
pada saat keputusan perlu dibuat, termasuk
pola suara pemilikan dalam Rapat Umum
Pemegang Saham (“RUPS”) sebelumnya.

Konsolidasi entitas anak dimulai ketika
Perusahaan memperoleh pengendalian atas
entitas anak dan akan dihentikan ketika
Perusahaan kehilangan pengendalian pada
entitas anak. Secara khusus, pendapatan dan
beban entitas anak diakuisisi atau dijual selama
tahun berjalan termasuk dalam laporan laba
rugi “dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian dari tanggal diperolehnya
pengendalian Perusahaan sampai tanggal ketika
Perusahaan berhenti untuk mengendalikan
entitas anak.

Jika diperlukan, penyesuaian dapat dilakukan
terhadap laporan keuangan entitas anak agar
kebijakan akuntansi sesuai dengan kebijakan
akuntansi Grup. Seluruh aset dan liabilitas
dalam intragrup, ekuitas, pendapatan, biaya
dan arus kas yang berkaitan dengan transaksi
dalam kelompok usaha dieliminasi secara penuh
pada saat konsolidasi.

Kepentingan non-pengendali di entitas anak
diidentifikasi secara terpisah dari ekuitas Grup
yang ada. Kepentingan pemegang saham non-
pengendali yang merupakan kepentingan
kepemilikan yang memberikan pemiliknya hak
terhadap bagian proporsional aset bersih pada
saat likuidasi pada awalnya dapat diukur
sebesar nilai wajar atau bagian proporsional
kepentingan non pengendali atas nilai wajar
aset bersih teridentifikasi pihak yang diakuisisi.
Pilihan pengukuran dibuat untuk masing-
masing akuisisi. Kepentingan non-pengendali
lain awalnya diukur sebesar nilai wajar. Setelah
akuisisi, jumlah tercatat kepentingan non-
pengendali adalah jumlah kepentingan tersebut
pada pengakuan awal ditambah bagian
kepentingan non-pengendali dari perubahan
selanjutnya di ekuitas.

Laba rugi dan setiap komponen penghasilan
komprehensif lain diatribusikan kepada pemilik
entitas induk dan untuk kepentingan non-
pengendali. Perusahaan juga mengatribusikan
total laba komprehensif entitas anak kepada
pemilik entitas induk dan kepentingan non-
pengendali meskipun hal tersebut
mengakibatkan kepentingan non-pengendali
memiliki saldo defisit.

- 10 -

'The Company considers all relevant facts and
circumstances in assessing whether or not the
Company's voting rights in an investee are
sufficient to give it power, including (i) the size
of the Company's holding of voting rights relative
to the size and dispersion of holding of the other
vote holders: (ii) potential voting rights held by
the Company, other vote holders or other
partiess (iii) rights arising from other contractual
arrangements, and (iv) any additional facts and
circumstances that indicate that the Company
has, or does not have, the current ability to
direct the relevant activities at the time that
decisions need to be made, including voting
patterns at previous General Meeting of
Shareholders (“GMS”).

Consolidation of a subsidiary begins when the
Company obtains control over the subsidiary and
ceases when the Company loses control of the
subsidiary. Specifically, income and expense of a
subsidiary acguired or disposed of during the
year are included in the consolidated statement
Of profit or loss and other comprehensive income
from the date the Company gains control until
the date when the Company ceases to control
the subsidiary.

When necessary, adjustment are made to the
financial statements of subsidiary to bring their
accounting policies in line with the Group's
accounting policies. All intragroup assets and
liabilities, eguity, income, expenses and cash
flows relating to transactions between members
of the Group are eliminated in full on
consolidation.

Non-controlling interests in subsidiary are
identified separately from the Group's eguity
therein. Those interests of non-controlling
stockholders that are present ownership
interests entitling their holders to a
proportionate share of net assets upon
liguidation may initially be measured at fair value
Or at the non-controlling interests' proportionate
share of the fair value of the acguiree's
identifiable net assets. The choice of
measurement is made on an acguisition-by-
acguisition basis. Other non-controlling interests
are initially measured at fair value. Subseguent
to acguisition, the carrying amount of non-
controlling interests is the amount of those
interests at initial recognition plus the non-
controlling interests” share of subseguent
changes in eguity.

Profit or loss and each component of other
comprehensive income are attributed to the
owners of the Company and to the non-
controlling interest. Total comprehensive income
of subsidiary is attributed to the owners of the
Company and the non-controlling interest even
if this results in the non-controlling interest
having a deficit balance.
Page 14 OCR 0.940
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025
FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK

(CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)

(Lanjutan)

(Continued)

Perubahan kepemilikan Grup pada entitas anak
yang tidak — mengakibatkan kehilangan
pengendalian Grup atas entitas anak dicatat
sebagai transaksi ekuitas. Jumlah tercatat dari
kepemilikan Grup dan kepentingan non-
pengendali disesuaikan untuk mencerminkan
perubahan kepentingan relatifnya dalam
entitas anak. Selisih antara jumlah tercatat
kepentingan non-pengendali yang disesuaikan
dan nilai wajar imbalan yang dibayar atau
diterima diakui secara langsung dalam ekuitas
dan diatribusikan dengan pemilik entitas induk.

Ketika Grup kehilangan pengendalian pada
entitas anak, keuntungan atau kerugian diakui
dalam laba rugi dan dihitung sebagai perbedaan
antara (i) agregat nilai wajar pembayaran yang
diterima dan nilai wajar sisa kepemilikan dan
(ii) jumlah tercatat sebelumnya dari aset
(termasuk goodwill), dan liabilitas dari entitas
anak dan setiap kepentingan non-pengendali.

Seluruh jumlah yang diakui sebelumnya dalam
penghasilan komprehensif lain yang terkait
dengan entitas anak yang dicatat seolah-olah
Grup telah melepaskan secara langsung aset
atau liabilitas terkait entitas anak (yaitu
direklasifikasi ke laba rugi atau ditransfer ke
kategori lai dari ekuitas sebagaimana
ditentukan/diizinkan oleh standar akuntansi
yang berlaku). Nilai wajar setiap sisa investasi
pada entitas anak terdahulu pada tanggal
hilangnya pengendalian dianggap sebagai nilai

Changes in the Group's ownership interest in
subsidiary that do not result in the Group losing
control over the subsidiary are accounted for as
eguity transactions. The carrying amounts of the
Group's interest and the non-controlling interest
are adjusted to reflect the changes in their
relative interest in the subsidiary. Any difference
between the amount by which the non-
controlling interest are adjusted and the fair
value of the consideration paid or received is
recognized directly in eguity and attributed to
owners of the Company. "

When the Group losses control of a subsidiary, a
gain or loss is recognized in profit or loss and is
calculated as the difference between (i) the
aggregate of the fair value of the consideration
received and the fair value of any retained
interest and (ii) the previous carrying amount of
the assets (including goodwill), and liabilities of
the subsidiary and any non-controlling interest.

All amounts previously recognized in other
comprehensive income in relation to that
subsidiary are accounted for as if the Group had
directly disposed of the related assets or
liabilities of the subsidiary (i.e. reclassified to
profit or loss or transferred to another category
Of eguity as specified/permitted by applicable
accounting standards). The fair value of any
investment retained in the former subsidiary at
the date when control is lost is regarded as the
fair value on initial recognition for subseguent

wajar pada saat pengakuan awal untuk accounting under  PSAK 109 Financial
akuntansi berikutnya dalam PSAK 109 Instruments.
Instrumen Keuangan.

d. Transaksi dan Penjabaran Laporan d. Foreign  Currency  Transactions and
Keuangan Dalam Mata Uang Asing Translation
Laporan keuangan individu masing-masing The individual financial statements of each

entitas Grup diukur dan disajikan dalam mata
uang dari lingkungan ekonomi utama dimana
entitas beroperasi (mata uang fungsional).
Laporan keuangan konsolidasian dari Grup
disajikan dalam mata uang Rupiah yang
merupakan mata uang fungsional Perusahaan
dan mata uang penyajian untuk laporan
keuangan konsolidasian.

Dalam penyusunan laporan keuangan entitas
Grup, transaksi dalam mata uang asing selain
mata uang fungsional entitas (mata uang
asing) diakui pada kurs yang berlaku pada
tanggal transaksi. Pada setiap akhir perode
pelaporan, pos moneter dalam valuta asing
dijabarkan kembali pada kurs yang berlaku
pada tanggal tersebut. Pos-pos non-moneter
yang diukur pada nilai wajar dalam valuta asing
dijabarkan kembali pada kurs yang berlaku
pada tanggal ketika nilai wajar ditentukan. Pos
non-moneter yang diukur dalam biaya historis
dalam valuta asing tidak dijabarkan kembali.

-11-

Group entity are measured and presented in the
currency of the primary economic environment
in which the entity operates (its functional
currency). The consolidated financial statements
of the Group are presented in Indonesian
Rupiah, which is the functional currency of the
Company and the presentation currency for the
consolidated financial statements.

In preparing the financial statements of the
Group entities, transactions in currencies other
than the entity's functional currency (foreign
currencies) are recognized at the rates of
exchange prevailing at the dates of the
transactions. At the end of each reporting
period, monetary items denominated in foreign
currencies are retranslated at the rates
prevailing at that date. Non-monetary items
Carried at fair value that are denominated in
foreign currencies are retranslated at the rates
prevailing at the date when the fair value was
determined. Non-monetary items that are
measured in terms of historical cost in a foreign
currency are not retransiated.
Page 15 OCR 0.928
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025

SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)
(Lanjutan)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025

FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)
(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)
(Continued)

Selisih kurs diakui dalam laba rugi pada periode
saat terjadinya.

Transaksi Pihak-pihak Berelasi

Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas
yang terkait dengan Grup (entitas pelapor):

a. Orang atau anggota keluarga terdekat
mempunyai relasi dengan entitas pelapor
jika orang tersebut:

Ii. memiliki pengendalian atau
pengendalian bersama entitas
pelapor,

li. memiliki pengaruh signifikan terhadap
entitas pelapor, atau

iii.” merupakan personil manajemen kunci
entitas pelapor atau entitas induk dari
entitas pelapor.

b. Suatu entitas berelasi dengan entitas
pelapor jika memenuhi salah satu hal
berikut:

i. Entitas dan entitas pelapor adalah
anggota dari kelompok usaha yang
sama (artinya entitas induk, entitas
anak, dan sesama entitas anak saling
berelasi dengan entitas lainnya).

Ii. Satu entitas adalah entitas asosiasi
atau ventura bersama dari entitas lain
(atau entitas asosiasi atau ventura
bersama yang merupakan anggota
suatu kelompok usaha, yang mana
entitas — lain — tersebut — adalah
anggotanya).

il. Kedua entitas tersebut adalah ventura
bersama dari pihak ketiga yang sama.

iv. Satu entitas adalah ventura bersama
dari entitas ketiga dan entitas yang
lain adalah entitas asosiasi dari entitas
ketiga.

v. Entitas tersebut adalah suatu program
imbalan pasca kerja untuk imbalan
kerja dari salah satu entitas pelapor
atau entitas yang terkait dengan
entitas pelapor. Jika entitas pelapor
adalah entitas yang menyelenggarakan
program tersebut, maka entitas
sponsor juga berelasi dengan entitas
pelapor.

vi. Entitas yang dikendalikan atau
dikendalikan bersama oleh orang yang
diidentifikasi dalam huruf (a).

-12-

Exchange differences are recognized in profit or
loss in the period.

Transactions with Related Parties

A related party is a person or entity that is
related to the Group (the reporting entity):

a. A person ora close member of that person's
family is related to the reporting entity if
that person:

Ii. has control or joint control over the
reporting entity,

Ii. has significant influence over the
reporting entity, or

ili. isa member of the key management
personnel of the reporting entity or of a
parent of the reporting entity.

b. An entity is related to the reporting entity if
any of the following conditions applies:

i. The entity, and the reporting entity are
members of the same group (which
means that each parent, subsidiary and
fellow subsidiary is related to the
others).

Ii. One entity is an associate or joint
venture of the other entity (or an
associate or joint venture of a member
Of a group of which the other entity isa
member).

iii. Both entities are joint ventures of the
same third party.

iv. One entity is a joint venture of a third
entity and the other entity is an
associate of the third entity.

v. The entity isa post-employment benefit
plan for the benefit of employees of
either the reporting entity, or an entity
related to the reporting entity. If the
reporting entity is itself such a plan, the
sponsoring employers are also related
to the reporting entity.

vi. The entity is controlled or jointly
controlled by a person identified in (a).
Page 16 OCR 0.939
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025
FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)

(Lanjutan)

(Continued)

f.

vii. Orang yang diidentifikasi dalam huruf
(a) (Ci) memiliki pengaruh signifikan
atas entitas atau merupakan personil
manajemen kunci entitas (atau entitas
induk dari entitas).

viii. Entitas, atau anggota dari kelompok
yang mana entitas merupakan bagian
dari kelompok tersebut, menyediakan
jasa personil manajemen kunci
kepada entitas pelapor atau kepada
entitas induk dari entitas pelapor.

Transaksi signifikan yang dilakukan dengan
pihak-pihak berelasi, baik dilakukan dengan
kondisi dan persyaratan yang sama dengan
pihak ketiga maupun tidak, diungkapkan pada
laporan keuangan konsolidasian (Catatan 26).

Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui

pada laporan posisi keuangan konsolidasian
pada saat Grup menjadi salah satu pihak dalam

f.

vii. A person identified in (a) (i) has
significant influence over the entity or is
a member of the key management
personnel of the entity (or a parent of
the entity).

viii. The entity, or any member of a group of
which it is a part, provides key
management personnel services to the
reporting entity or to the parent of the
reporting entity.

Significant transactions with related parties,
whether or not made at similar terms and
conditions as those done with third parties, are
disclosed in the consolidated financial statements
(Note 26).

Financial Instruments
Financial assets and financial liabilities are

recognized on the consolidated statement of
financial position when the Group becomes a

ketentuan kontraktual instrumen tersebut. party to the contractual provisions of the
instrument.
Aset keuangan dan liabilitas keuangan pada Financial assets and financial liabilities are

awalnya diukur pada nilai wajar. Biaya
transaksi yang dapat diatrihusikan secara
langsung dengan perolehan atau penerbitan
aset keuangan dan liabilitas keuangan
ditambahkan atau dikurangkan dari nilai wajar
aset keuangan dan liabilitas keuangan, jika
diperlukan, pada pengakuan awal. Biaya
transaksi yang dapat diatribusikan secara
dengan perolehan aset keuangan dan liabilitas
keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi
diakui langsung pada laba rugi.

Semua pembelian atau penjualan reguler aset
keuangan diakui dan dihentikan pengakuannya
berdasarkan tanggal perdagangan. Pembelian
atau penjualan reguler adalah pembelian atau
penjualan aset keuangan yang memerlukan
penyerahan aset dalam jangka waktu yang
ditetapkan oleh peraturan atau konvensi di
pasar.

Semua aset keuangan yang diakui selanjutnya
diukur secara keseluruhan pada biaya
perolehan yang diamortisasi atau nilai wajar,
tergantung pada klasifikasi aset keuangan
tersebut.

Klasifikasi aset keuangan

Instrumen utang yang memenuhi persyaratan
berikut selanjutnya diukur pada biaya
perolehan diamortisasi:

e aset keuangan dikelola dalam model bisnis
yang bertujuan untuk memiliki aset
keuangan dalam rangka mendapatkan
arus kas kontraktual, dan

-13-

initially measured at fair value. Transaction costs
that are directly attributable to the acguisition or
issue of financial assets and financial liabilities
are added to or deducted from the fair value of
the financial assets and financial liabilities, as
appropriate, on initial recognition. Transaction
costs directly attributable to the acguisition of
financial assets or financial liabilities at fair value
through profit or loss are recognized immediately
in profit or loss.

All regular way purchases or sales of financial
assets are recognized and derecognized on a
trade date basis. Regular way purchases or sales
are purchases or sales of financial assets that
reguire delivery of assets within the time frame
established by regulation or convention in the
marketplace.

All recognized financial assets are measured
subseguentiy in their entirety at either amortized
Cost or fair value, depending on the classification
Of the financial assets.

Classification of financial assets

Debt instruments that meet the following
conditions are subseguently measured at
amortized cost:

«the financial asset is held within a business
model whose objective is to hold financial
assets in order to collect contractual cash
flows: and
Page 17 OCR 0.928
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025
FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)
(Continued)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)
(Lanjutan)

# persyaratan  kontraktual dari aset
keuangan menghasilkan arus kas pada
tanggal tertentu yang semata dari
pembayaran pokok dan bunga (“SPPI”)
dari jumlah pokok terutang.

Instrumen utang selanjutnya diukur pada nilai
wajar melalui penghasilan komprehensif lain
(“FVTOCI"), jika memenuhi kedua kondisi
berikut ini:

e aset keuangan dikelola dalam model bisnis
yang tujuannya akan tercapai dengan
mendapatkan arus kas kontraktual dan
menjual aset keuangan, dan

# persyaratan  kontraktual dari aset
keuangan menghasilkan arus kas pada
tanggal tertentu yang semata-mata dari
pembayaran pokok dan bunga dari jumlah
pokok terutang.

Bi: roleh:
bunga efektif

Metode suku bunga efektif adalah metode
menghitung biaya perolehan diamortisasi dari

iamortisasi dan m

instrumen utang dan mengalokasikan
pendapatan bunga selama periode yang
relevan.

Untuk instrumen keuangan selain yang dibeli
atau berasal dari aset keuangan memburuk,
suku bunga efektif adalah tingkat suku bunga
yang secara tepat mendiskontokan penerimaan
kas masa depan (termasuk semua biaya dan
poin yang dibayarkan atau diterima yang
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
suku bunga efektif, biaya transaksi dan premi
atau diskon lainnya) tidak termasuk kerugian
kredit ekspektasian, melalui umur ekspektasian
dari instrumen utang, atau, jika tepat, periode
yang lebih pendek, ke jumlah tercatat bruto
instrumen utang pada saat pengakuan awal.

Untuk aset keuangan yang dibeli atau yang
berasal dari aset keuangan memburuk, suku
bunga efektif yang disesuaikan dengan risiko
kredit dihitung dengan  mendiskontokan
estimasi arus kas masa depan, termasuk
estimasi kerugian kredit, ke biaya perolehan
diamortisasi instrumen utang pada pengakuan
awal.

Biaya perolehan diamortisasi dari aset
keuangan adalah nilai aset keuangan yang
diukur pada saat pengakuan awal dikurangi
pembayaran pokok, ditambah amortisasi
kumulatif menggunakan metode suku bunga
efektif dari selisih antara nilai awal dan nilai
jatuh temponya, disesuaikan dengan
penyisihan kerugiannya. Di sisi lain, jumlah
tercatat bruto aset keuangan adalah biaya
perolehan diamortisasi dari aset keuangan,
sebelum disesuaikan dengan penyisihan
kerugian.

-14-

e the contractual terms of the financial asset
give rise on specified dates to cash flows
that are solely payments of principal and
interest (“SPPI”) on the principal amount
outstanding.

Debt instruments that meet the following
conditions are subseguently measured at fair
value through other comprehensive income
(“FVTOCI"):

» the financial asset is held within a business
model whose objective is achieved by both
collecting contractual cash flows and selling
the financial assets, and

# the contractual terms of the financial asset
give rise on specified dates to cash flows
that are solely payments of principal and
interest on the principal — amount
outstanding.

i nd effective in!

The effective interest method is a method of
calculating the amortized cost of a debt
instrument and of allocating interest income over
the relevant period.

For financial instruments other than purchased
Or originated credit-impaired financial assets, the
effective interest rate is the rate that exactly
discounts estimated future cash receipts
(including all fees and points paid or received
that form an integral part of the effective interest
rate, transaction costs and other premiums or
discounts) excluding expected credit losses,
through the expected life of the debt instrument,
Or, where appropriate, a shorter period, to the
gross carrying amount of the debt instrument on
initial recognition.

For purchased or originated credit-impaired
financial assets, a credit adjusted effective
interest rate is calculated by discounting the
estimated future cash flows, including expected
credit losses, to the amortized cost of the debt
instrument on initial recognition.

The amortized cost of a financial asset is the
amount at which the financial asset is measured
at initial recognition minus the principal
repayments, plus the cumulative amortization
using the effective interest method of any
difference between that initial amount and the
maturity mount, adjusted for any loss
allowance. On the other hand, the gross carrying
amount of a financial asset is the amortized cost
of a financial asset before adjusting for any loss
allowance.
Page 18 OCR 0.936
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025
FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)
(Continued)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)
(Lanjutan)

Pendapatan bunga diakui dengan
menggunakan metode suku bunga efektif untuk
intrumen utang yang diukur selanjutnya pada
biaya perolehan diamortisasi dan pada FVTOCI.
Untuk instrumen keuangan lain, kecuali aset
keuangan yang dibeli atau berasal dari aset
keuangan memburuk, pendapatan bunga
dihitung dengan menerapkan suku bunga
efektif terhadap jumlah tercatat bruto aset
keuangan, kecuali aset keuangan yang
kemudian mengalami penurunan nilai kredit.

Untuk aset keuangan yang berasal dari aset
keuangan memburuk, pendapatan bunga
diakui dengan menerapkan suku bunga efektif
terhadap biaya perolehan diamortisasi dari aset
keuangan tersebut. Jika pada periode
pelaporan keuangan selanjutnya, risiko kredit
aset keuangan tersebut membaik sehingga aset
keuangan tidak lagi mengalami penurunan nilai
kredit, maka pendapatan bunga diakui dengan
menerapkan suku bunga efektif terhadap
jumlah tercatat bruto aset keuangan.

Pendapatan bunga diakui dalam laba rugi dan
dimasukkan dalam pos “Keuntungan lain-lain -
bersih”.

Pembiayaan distributor yang dimiliki oleh Grup
diklasifikasikan sebagai FVTOCI. Pembiayaan
distributor pada awalnya diukur pada nilai
wajar ditambah dengan biaya transaksi.
Selanjutnya, perubahan nilai tercatat pada
pembiayaan distributor tersebut sebagai akibat
dari keuntungan dan kerugian selisih kurs,
keuntungan atau kerugian penurunan nilai, dan
pendapatan bunga yang dihitung dengan
menggunakan metode suku bunga efektif,
diakui dalam laba rugi. Jumlah yang diakui
dalam laba rugi akan sama dengan jika
pembiayaan distributor ini diukur pada biaya
perolehan diamortisasi.

Semua perubahan lain dalam nilai tercatat dari
pembiayaan distributor diakui dalam
penghasilan komprehensif lain dan
diakumulaskan dalam cadangan revaluasi
investasi. Jika pembiayaan distributor ini
dihentikan pengakuannya, keuntungan atau
kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui
dalam penghasilan komprehensif lain akan
direklasifikasi ke laba rugi.

Instrumen ekuitas yang ditetapkan pada
FVTOCI

Pada pengakuan awal, Grup dapat membuat
pilihan yang tidak terbatalkan (atas dasar
instrumen per instrumen) untuk menetapkan
investasi dalam instrumen ekuitas pada
FVTOCI. Penetapan pada FVTOCI tidak
diizinkan jika investasi ekuitas dimiliki untuk
diperdagangkan atau jika merupakan imbalan
kontinjensi yang diakui oleh pihak pengakusisi
dalam suatu kombinasi bisnis.

-15-

Interest income is recognized using the effective
interest method for debt instruments measured
subseguently at amortized cost and at FVTOCI.
For financial instruments other than purchased
or originated credit-impaired financial assets,
interest income is calculated by applying the
effective interest rate to the gross carrying
amount of a financial asset, except for financial
assets that have subseguently become credit-
impaired.

For financial assets that have subseguently
become credit-impaired, interest income is
recognized by applying the effective interest rate
to the amortized cost of the financial asset. If, in
subseguent reporting periods, the credit risk on
the  credit-impaired financial — instrument
improves so that the financial asset is no longer
credit-impaired, interest income is recognized by
applying the effective interest rate to the gross
carrying amount of the financial asset.

Interest income is recognized in profit dr loss and
is included in the "Other gains - net" line item.

D in, me lassified a: EVTOCI

Distributor financing held by the Group are
classified as at FVTOCI. Distributor financing are
initially measured at fair value plus transaction
costs. Subseguently, changes in the carrying
amount of these distributor financing as a result
of foreign exchange gains and losses,
impairment gains or losses, and interest income
calculated using the effective interest method
are recognized in profit or loss. The amounts that
are recognized in profit or loss are the same as
the amounts that would have been recognized in
profit or loss if these listed debt securitires had
been measured at amortized cost.

All other changes in the carrying amount of these
distributor financing are recognized in other
comprehensive income and accumulated under
the heading of investments revaluation reserve.
When these distributor financing are
derecognized, the cumulative gains or losses
previously recognized in other comprehensive
income are reclassified to profit or loss.

ity Instruments desian: t FVTOCI

On initial recognition, the Group may make an
irrevocable election (on an instrument-by-
instrument basis) to designate investments in
eguity Instruments as at FVTOCI. Designation at
FVTOCI is not permitted if the eguity investment
is held for trading or if it is a contingent
consideration recognized by an acguirer in a
business combination.
Page 19 OCR 0.921
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025
FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)
(Continued)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)
(Lanjutan)

Aset keuangan tersedia untuk diperdagangkan
jika:

# diperoleh untuk tujuan dijual dalam waktu
dekat: atau

« pada pengakuan awal, merupakan bagian
dari portofolio instrumen keuangan yang
diidentifikasi dimana dikelola bersama oleh
Grup dan memiliki bukti pola pengambilan
aktual laba jangka pendek, atau

» merupakan derivatif (kecuali untuk
derivatif yang merupakan kontrak jaminan
keuangan atau instrument lindung nilai
yang ditunjuk dan efektif).

Investasi dalam instrumen ekuitas di FVTOCI
pada awalnya diukur pada nilai wajar ditambah
biaya transaksi. Selanjutnya, nilai wajar
tersebut diukur pada nilai wajar dengan
mengakui keuntungan dan kerugian yang
timbul dari perubahan nilai wajar dalam
penghasilan komprehensif lain dan diakumulasi
dalam cadangan revaluasi investasi.
Keuntungan atau kerugian kumulatif tidak
direklasifikasi ke laba rugi atas pelepasan
investasi ekuitas, melainkan dialihkan ke saldo
laba.

Dividen atas investasi pada instrumen ekuitas
tersebut diakui dalam laba rugi sesuai dengan
PSAK 109, kecuali jika dividen tersebut secara
jelas mewakili pemulihan dari sebagian biaya
investasi.

Grup menetapkan semua invesi pada
instrumen ekuitas yang tidak dimiliki untuk
diperdagangkan pada FVTOCI ketika

pengakuan awal.

Keuntune n kerugian kurs mata uang asin:
Jumlah tercatat aset keuangan dalam mata
uang asing ditentukan dalam mata uang
tersebut dan dijabarkan dengan menggunakan
kuis spul pala seliap Latiyyal pelaput ati.

Untuk aset keuangan diukur pada biaya
perolehan diamortisasi yang bukan merupakan
bagian dari hubungan lindung nilai ditetapkan,
selisih kurs diakui dalam laba rugi pada pos
“Keuntungan kurs mata uang asing - bersih”.

Lihat kebijakan akuntansi lindung nilai
mengenai pengakuan perbedaan nilai tukar
dimana komponen risiko mata uang asing dari
aset keuangan ditetapkan sebagai instrumen
lindung nilai untuk lindung nilai atas risiko mata
uang asing.

-16-

A financial asset is held for trading if:

e it has been acguired principally for the
purpose of selling it in the near term: or

# on initial recognition it is part of a portfolio
of identified financial instruments that the
Group manages together and has evidence
Of a recent actual pattern of short-term
profit-taking, or

#  itis a derivative (except for a derivative
that is a financial guarantee contract or a
designated and effective hedging instrument).

Investments in eguity instruments at FVTOCI are
initially measured at fair value plus transaction
costs. Subseguently, they are measured at fair
value with gains and losses arising from changes
in fair value recognized in other comprehensive
income and accumulated in the investments
revaluation reserve. The cumulative gain or loss
is not reclassified to profit or loss on disposal of
the eguity investments, instead, it is transferred
to retained earnings.

Dividends on these investments in eguity
instruments are recognized in profit or loss in
accordance with PSAK 109, unless the dividends
clearly represent a recovery of part of the cost of
the investment.

The Group designated all investments in eguity
instruments that are not held for trading as at
FVTOCI on initial recognition.

Foreign exchani ins and losse:

The carrying amount of financial assets that are
denominated in a foreign currency is determined
in that foreign currency and translated at the
SPUL Tale al Ure sud uf wauli tepui Liny periud.

For financial assets measured at amortized cost
that are not part of a designated hedging
relationship, exchange differences are
recognized in profit or loss in the “Gain on foreign
exchange - net” line item.

See hedge accounting policy regarding the
recognition of exchange differences where the
foreign currency risk component of a financial
asset is designated as a hedging instrument for
a hedge of foreign currency risk.
Page 20 OCR 0.940
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)
(Lanjutan)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025
FOR THE SIX-MONTH PERJIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)
(Continued)

Penurunan nilai aset keuangan

Grup mengakui penyisihan kerugian untuk
kerugian kredit ekspektasian (“ECL”) atas
piutang usaha dan piutang lain-lain dan aset
kontrak. Nilai kerugian kredit ekspektasian
diperbarui pada tanggal pelaporan untuk
mencerminkan perubahan risiko kredit sejak
pengakuan awal masing-masing instrumen
keuangan.

Grup selalu mengakui ECL sepanjang umurnya
untuk piutang usaha dan aset kontrak. Kerugian
kredit ekspektasian atas aset keuangan
diestimasi menggunakan matriks provisi
berdasarkan pengalaman kerugian kredit
historis Grup, disesuaikan untuk faktor spesifik
debitur, kondisi ekonomi umum serta penilaian
atas arah kondisi kini dan perkiraan masa depan
pada tanggal pelaporan, termasuk nilai waktu
atas uang jika tepat.

Untuk semua instrumen keuangan lainnya,
Grup mengakui ECL sepanjang umur ketika
telah ada peningkatan risiko kredit yang
signifikan sejak pengakuan awal. Jika,
sebaliknya, risiko kredit pada instrumen
keuangan tidak meningkat secara signifikan
sejak pengakuan awal, Grup mengukur
penyisihan kerugian untuk instrumen keuangan
tersebut sejumlah ECL 12 bulan.

Penilaian apakah ECL sepanjang umur harus
diakui didasarkan pada peningkatan signifikan
dalam kemungkinan terjadinya atau pada risiko
gagal bayar sejak pengakuan awal dan bukan
didasarkan pada bukti aset keuangan yang
mengalami kerugian kredit pada tanggal
pelaporan atau kejadian gagal bayar
sebenarnya.

Kerugian kredit ekspektasian sepanjang umur
merupakan kerugian kredit ekspektasian yang
timbul dari seluruh kemungkinan peristiwa
gagal bayar selama perkiraan umur instrumen
keuangan. Sebaliknya, ECL 12 bulan mewakili
porsi ECL sepanjang umur yang timbul dari
peristiwa gagal bayar pada instrumen keuangan
yang mungkin terjadi dalam 12 bulan setelah
tanggal pelaporan.

Peningkatan risiko kredit ra sianifi

Dalam menilai apakah risiko kredit pada
instrumen keuangan telah meningkat secara
signifikan sejak pengakuan awal, Grup
membandingkan risiko gagal bayar yang terjadi
pada instrumen keuangan pada tanggal
pelaporan dengan risiko gagal bayar yang
terjadi pada instrumen keuangan pada tanggal
pengakuan awal. Dalam melakukan penilaian,
Grup mempertimbangkan -baik informasi
kuantitatif maupun kualitatif yang wajar dan
medukung, termasuk pengalaman historis dan
informasi bersifat perkiraan masa depan, yang
tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan.

-417 -

Impairment of financial assets

The Group recognizes a loss allowance for
expected credit losses (“ECL”) on trade and other
accounts receivable and contract assets. The
amount of expected credit losses is updated at
each reporting date to reflect changes in credit
risk since initial recognition of the respective
financial instrument.

The Group always recognizes lifetime ECL for
trade accounts receivable and contract assets.
The expected credit losses on these financial
assets are estimated using a provision matrix
based on the Group's historical credit loss
experience, adjusted for factors that are specific
to the debtors, general economic conditions and
an assessment of both the current as well as the
forecast direction of conditions at the reporting
date, including time value of money where
appropriate.

For all other financial instruments, the Group
recognizes lifetime ECL when there has been a
significant increase in credit risk since initial
recognition. If, on the other hand, the credit risk
on the financial instrument has not increased
significantly since initial recognition, the Group
measures the loss allowance for that financial
instrument at an amount egual to 12-month ECL.

The assessment of whether lifetime ECL should
be recognized is based on significant increases in
the likelihood or risk of a default occurring since
initial recognition instead of on evidence of a
financial asset being credit impaired at the
reporting date or an actual default occurring.

Lifetime ECL represents the expected credit
losses that will result from all possible default
events over the expected life of a financial
instrument. In contrast, 12-month ECL
represents the portion of lifetime ECL that is
expected to result from default events on a
financial instrument that are possible within
12 months after the reporting date.

k

Sianificant inc i di

In assessing whether the credit risk on a financial
instrument has increased significantly since
initial recognition, the Group compares the risk
of a default occurring on the financial instrument
as at the reporting date with the risk of a default
occurring on the financial instrument as at the
date of initial recognition. In making this
assessment, the Group considers both
guantitative and gualitative information that is
reasonable and supportable, including historical
experience and forward-looking information that
is available without undue cost or effort.
Page 21 OCR 0.930
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025
FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)
(Continued)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK

(CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)
(Lanjutan)

Informasi masa depan yang dipertimbangkan
mencakup prospek masa depan industri di
mana debitur Grup beroperasi, yang diperoleh
dari laporan ahli ekonomi, analis keuangan,
badan pemerintah, lembaga terkait, dan
organisasi serupa lainnya, serta pertimbangan
berbagai sumber eksternal aktual dan prakiraan
informasi ekonomi yang terkait dengan operasi
inti Grup.

Secara khusus, informasi berikut
diperhitungkan ketika menilai apakah risiko
kredit telah meningkat secara signifikan sejak
pengakuan awal:

# penurunan yang signifikan pada indikator
pasar eksternal atas risiko kredit untuk
instrumen keuangan tertentu, contohnya
penurunan signifikan pada spread kredit,
harga swap gagal bayar kredit bagi
peminjam, atau rentang waktu atau tingkat
nilai wajar aset keuangan lebih rendah dari
biaya perolehan diamortisasinya:

«  memburuknya kondisi usaha, keuangan
atau ekonomi yang terjadi saat ini atau
prakiraan yang akan menyebabkan
penurunan signifikan atas kemampuan
peminjam untuk menyelesaikan kewajiban
utangnya,

s« terdapat penurunan yang signifikan
terhadap hasil operasi peminjam, baik
secara aktual atau yang diperkirakan akan
terjadi:

#e peningkatan risiko kredit secara signifikan
pada instrumen keuangan lainnya dari
peminjam yang sama, atau

« perubahan signifikan yang tidak
menguntungkan baik secara aktual atau
yang diperkirakan dalam lingkungan
peraturan, ekonomik, atau lingkungan
teknologi peminjam yang mengakibatkan
perubahan signifikan atas kemampuan
peminjam dalam memenuhi kewajiban
utangnya.

Terlepas dari hasil penilaian di atas, Grup
membuat praduga risiko kredit aset keuangan
telah meningkat signifikan sejak pengakuan
awal ketika pembayaran kontraktual tertunggak
lebih dari 30 hari, kecuali jika Grup memiliki
informasi yang wajar dan terdukung yang
menunjukkan hal sebaliknya.

Meskipun demikian, Grup mengasumsikan
bahwa risiko kredit pada instrumen keuangan
tidak meningkat secara signifikan sejak
pengakuan awal jika instrumen keuangan
tersebut ditetapkan memiliki risiko kredit yang
rendah pada tanggal pelaporan. Instrumen
keuangan ditentukan memiliki risiko kredit
rendah jika:

-18-

Forward-looking information considered includes
the future prospects of the Industries in which
the Group's debtors operate, obtained from
economic expert reports, financial analysts,
governmental bodies, relevant think-tanks and
other similar organizations, as well as
consideration of various external sources of
actual and forecast economic information that
relate to the Group's core operations.

In particular, the following information is taken
into account when assessing whether credit risk
has increased significantly since initial
recognition:

» significant deterioration in external market
indicators of credit risk for a particular
financial instrument, e.g. a significant
increase in the credit spread, the credit
default swap prices for the debtor, or the
length of time or the extent to which the fair
value of a financial asset has been less than
its amortized cost:

e existing or forecast adverse changes in
business, financial or economic conditions
that are expected to cause a significant
decrease in the debtor's ability to meet its
debt obligations,

«an actual or expected significant
deterioration in the operating results of the
debtor,

e significant increases in credit risk on other
financial instruments of the same debtor: or

8 an actual or expected significant adverse
change in the regulatory, economic, or
technological environment of the debtor that
results in a significant decrease in the
debtor's ability to meet its debt obligations.

Irrespective of the outcome of the above
assessment, the Group presumes that the credit
risk on @ financial asset has increased
significantly since initial recognition when
contractual payments are more than 30 days
past due, unless the Group has reasonable and
supportable information that demonstrates
otherwise.

Despite the foregoing, the Group assumes that
the credit risk on a financial instrument has not
increased significantly since initial recognition if
the financial instrument is determined to have
low credit risk at the reporting date. A financial
instrument is determined to have low credit risk
if:
Page 22 OCR 0.936
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)
(Lanjutan)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025
FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)
(Continued)

1. instrumen keuangan memiliki risiko gagal
bayar yang rendah,

2. debitur memiliki kapasitas yang kuat untuk
memenuhi kewajiban arus kas
kontraktualnya dalam waktu dekat, dan

3. memburuknya kondisi ekonomi dan bisnis
dalam jangka panjang dapat, tetapi tidak
selalu, menurunkan kemampuan peminjam
untuk memenuhi kewajiban arus kas
kontraktualnya.

Grup menganggap aset keuangan memiliki
risiko kredit rendah ketika aset memiliki
peringkat kredit eksternal 'investment grade'
sesuai dengan definisi yang dipahami secara
global atau jika peringkat eksternal tidak
tersedia, aset tersebut memiliki peringkat
internal 'performing'. Performing berarti bahwa
rekanan memiliki posisi keuangan yang kuat
dan tidak ada jumlah yang tertunggak.

Grup secara teratur memantau efektivitas
kriteria yang digunakan untuk mengidentifikasi
apakah telah terjadi peningkatan risiko kredit
yang signifikan dan merevisinya jika perlu
untuk memastikan bahwa kriteria tersebut
mampu mengidentifikasi peningkatan risiko
kredit yang signifikan sebelum jumlahnya jatuh

tempo.
Definisi gagal bayar

Grup mempertimbangkan informasi yang
dikembangkan secara internal atau diperoleh
dari sumber ekstenal menunjukkan bahwa
debitur tidak akan membayar kreditornya,
termasuk Grup, secara penuh (tanpa
memperhitungkan jaminan yang dimiliki Grup)
sebagai sebuah peristiwa yang menegaskan
peristiwa gagal bayar untuk tujuan manajemen
risiko kredit internal, karena pengalaman
historis menunjukkan bahwa aset keuangan
tersebut umumnya tidak dapat dipulihkan.

Aset keuangan meimil

Aset keuangan mengalami penurunan nilai
kredit ketika satu atau lebih peristiwa yang
memiliki dampak buruk pada estimasi arus kas
masa depan dari aset keuangan tersebut telah
terjadi. Bukti bahwa aset keuangan mengalami
penurunan nilai termasuk data yang dapat
diobservasi tentang peristiwa berikut:

# kesulitan keuangan signifikan yang dialami
penerbit atau peminjam:

# pelanggaran kontrak, seperti peristiwa
gagal bayar atau tunggakan:

-19-

1. the financial instrument has a low risk of
default,

2. the debtor has a strong capacity to meet its
contractual cash flow obligations in the near
term, and

3. adverse changes in economic and business
conditions in the longer term may, but will
not necessarily, reduce the ability of the
borrower to fulfil its contractual cash flow
obligations.

The Group considers a financial asset to have low
credit risk when the asset has external credit
rating of “investment grade' in accordance with
the globally understood definition or if an
external rating is not available, the asset has an
internal rating of 'performing'. Performing means
that the counterparty has a strong financial
position and there is no past due amounts.

The Group regularly monitors the effectiveness
of the criteria used to identify whether there has
been a significant increase in credit risk and
revises them as appropriate to ensure that the
criteria are capable of identifying significant
increase in credit risk before the amount
becomes past due.

Definition of default

The Group considers information developed
internally or obtained from external sources
indicates that the debtor is unlikely to pay its
creditors, including the Group, in full (without
taking into account any collateral held by the
Group) as constituting an event of default for
internal credit risk management purposes, as
historical experience indicates thet financial
assets are generally not recoverable.

Ir mpaired financiol o

A financial asset is credit-impaired when one or
more events that have a detrimental impact on
the estimated future cash flows of that financial
asset have occurred. Evidence that a financial
asset is credit-impaired includes observable data
about the following events:

e significant financial difficulty of the issuer or
the borrower,

ea breach of contract, such as a default or
past due event,
Page 23 OCR 0.930
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)
(Lanjutan)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025
FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)
(Continued)

« pihak pemberi pinjaman, untuk alasan
ekonomik atau kontraktual sehubungan
dengan kesulitan keuangan yang dialami
pihak peminjam, telah memberikan konsesi
pada pihak peminjam yang tidak mungkin
diberikan jika pihak peminjam tidak
mengalami kesulitan tersebut:

s terjadi kemungkinan bahwa pihak
peminjam akan dinyatakan pailit atau
melakukan reorganisasi keuangan lainnya:

e hilangnya pasar aktif untuk aset keuangan
itu akibat kesulitan keuangan.

Kebijakan penghapusan

Grup menghapuskan aset keuangan ketika ada
informasi yang menunjukkan bahwa pihak
lawan berada dalam kesulitan keuangan yang
buruk dan tidak ada prospek pemulihan yang
realistis, contoh ketika pihak lawan dalam
proses likuidasi atau telah memasuki proses
kebangkrutan. Aset keuangan yang dihapuskan
dapat menjadi subjek aktivitas paksaan dalam
prosedur pemulihan Grup, dengan
mempertimbangkan nasihat hukum yang
sesuai. Setiap pemulihan yang terjadi diakui
dalam laba rugi.

lal Tah al ngakuan kerugian
kredit ek: ian

Pengukuran kerugian kredit ekspektasian
merupakan fungsi dari probability of default,
loss given default (yaitu besarnya kerugian jika
terjadi gagal bayar) dan eksposur pada gagal
bayar, Penilaian probability of default dan loss
given default berdasarkan data historis yang
disesuaikan dengan informasi masa depan
seperti dijelaskan di atas.

Adapun eksposur atas gagal bayar, untuk aset
keuangan, diwakili oleh nilai tercatat bruto aset
pada tanggal pelaporan: untuk kontrak jaminan
keuangan, eksposur mencakup jumlah yang
ditarik pada tanggal pelaporan, ditambah
dengan jumlah yang diperkirakan akan ditarik
di masa depan sebelum tanggal gagal bayar
yang ditentukan berdasarkan tren historis,
pemahaman Grup mengenai kebutuhan
pembiayaan masa depan yang spesifik dari
debiturnya, dan informasi perkiraan masa
depan lainnya yang relevan.

Untuk aset keuangan, kerugian kredit
ekspektasian diestimasi sebagai selisih antara
seluruh arus kas kontraktual yang jatuh tempo
kepada Grup sesuai dengan kontrak dan seluruh
arus kas yang diekspektasi akan diterima oleh
Grup, didiskontokan pada suku bunga efektif
awal.

Apabila kerugian kredit ekspektasian sepanjang
umur diukur secara kolektif untuk kasus dimana
bukti kenaikan signifikan risiko kredit pada level
intrumen invidual tidak tersedia, instrumen
keuangan dikelompokkan dengan dasar sebagai
berikut:

-20 -

«the lender(s) of the borrower, for economic
or contractual reasons relating to the
borrower's financial difficulty, having
granted to the borrower a concession(s) that
the lender(s) would not otherwise consider:

# it is becoming probable that the borrower
will enter bankruptcy or other financial
reorganization,

» the disappearance of an active market for
that financial asset because of financial
difficulties.

The Group writes off a financial asset when there
is information indicating that the counterparty is
in severe financial difficulty and there is no
realistic prospect of recovery, e.g. when the
counterparty has been placed under liguidation
or has entered into bankruptcy proceedings.
Financial assets written off may still be subject to
enforcement activities under the Group's
recovery procedures, taking into account legal
advice where appropriate. Any recoveries made
are recognized in profit or loss.

ment and re nition of ex redil
losses

The measurement of expected credit losses is a
function of the probability of default, loss given
default (i.e. the magnitude of the loss if there is
a default) and the exposure at default. The
assessment of the probability of default and loss
given default is based on historical data adjusted
by forward-looking information as described
above.

As for the exposure at default, for financial
assets, this is represented by the assets" gross
carrying amount at the reporting date, for
financial guarantee contracts, the exposure
includes the amount drawn down as at the
reporting date, together with any additional
amounts expected to be drawn down in the
future by default date determined based on
historical trend, the Group's understanding of the
specific future financing needs of the debtors,
and other relevant forward-looking information.

For financial assets, the expected credit loss is
estimated as the difference between all
contractual cash flows that are due to the Group
in accordance with the contract and all the cash
flows that the Group expects to receive,
discounted at the original effective interest rate.

Where lifetime ECL is measured on a collective
basis to cater for cases where evidence of
significant increases in credit risk at the
individual instrument level may not yet be
available, the financial instruments are grouped
on the following basis:
Page 24 OCR 0.926
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)
(Lanjutan)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025
FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)
(Continued)

e# Sifat instrumen keuangan (yaitu piutang
usaha, piutang lain-lain, piutang sewa
pembiayaan dan jumlah tagihan kepada
pelanggan masing-masing dinilai sebagai
grup terpisah. Piutang pihak berelasi yang
dinilai untuk kerugian kredit ekspektasian
atas dasar individual):

# Status jatuh tempo,
# Sifat, besaran dan jenis industri debitur,

# Sifat jaminan untuk piutang sewa
pembiayaan: dan

« Peringkat kredit eksternal jika tersedia.

Pengelompokan ditelaah secara teratur oleh
manajemen untuk memastikan setiap kelompok
mempunyai karakteristik risiko yang sama.

Jika Grup telah mengukur cadangan kerugian
untuk instrumen keuangan sebesar ECL
sepanjang umurnya pada periode pelaporan
sebelumnya, tetapi menentukan pada tanggal
pelaporan kini bahwa kondisi untuk ECL
sepanjang umurnya tidak lagi terpenuhi, Grup
mengukur cadangan kerugian sejumlah
ECL 12 bulan pada tanggal pelaporan kini,
kecuali untuk aset yang menggunakan
pendekatan yang disederhanakan.

Grup mengakui keuntungan atau kerugian
penurunan nilai dalam laba rugi untuk semua
instrumen keuangan dengan penyesuaian
terkait ke jumlah tercatat melalui akun
cadangan kerugian, kecuali untuk investasi
pada instrumen hutang yang diukur pada
FVTOCI, dimana penyisihan kerugian diakui
dalam penghasilan komprehensif lain dan
diakumulasi dalam cadangan  revaluasi
investasi, dan tidak mengurangi nilai tercatat
aset keuangan pada laporan posisi keuangan
konsolidasian.

Penghentian pengakuan aset keuangan

Grup menghentikan pengakuan aset keuangan
jika dan hanya jika hak kontraktual atas arus
kas yang berasal dari aset keuangan berakhir,
atau Grup mentransfer aset keuangan dan
secara substansial mentransfer seluruh risiko
dan manfaat atas kepemilikan aset kepada
entitas lain. Jika Grup tidak mentransfer serta
tidak memiliki secara substansial seluruh risiko
dan manfaat kepemilikan serta masih
mengendalikan asset yang ditransfer, maka
Grup mengakui keterlibatan berkelanjutan atas
aset yang ditransfer dan liabilitas terkait
sebesar jumlah yang mungkin harus dibayar.
Jika Grup memiliki secara substansial seluruh
risiko dan manfaat kepemilikan aset keuangan
yang ditransfer, Grup masih mengakui asset
keuangan dan juga mengakui pinjaman yang
dijamin sebesar pinjaman yang diterima.

-21 -

s Nature of financial instruments (i.e. The
Group's trade and other receivables, finance
lease receivables and amounts due from
customers are each assessed as a separate
group. Loans to related parties are assessed
for expected credit losses on an individual
basis),

e  Past-due status,
# Nature, size and industry of debtors,

e Nature of collaterals for finance lease
receivables, and

& External credit ratings where available.

The grouping is regularly reviewed by
management to ensure the constituents of each
group continue to share similar credit risk
characteristics.

If the Group has measured the loss allowance for
a financial instrument at an amount egual to
lifetime ECL in the previous reporting period, but
determines at the current reporting date that the
conditions for lifetime ECL are no longer met, the
Group measures the loss allowance at an amount
egual to 12-month ECL at the current reporting
date, except for assets for which the simplified
approach was used.

The Group recognizes an impairment gain or loss
in profit or loss for all financial instruments with
a corresponding adjustment to their carrying
amount through a loss allowance account, except
for investments in debt instruments that are
measured at FVTOCI, for which the loss
allowance is recognized in other comprehensive
income and accumulated in the investment
revaluation reserve, and does not reduce the
carrying amount of the financial asset in the
consolidated statement of financial position.

Derecognition of financial assets

The Group derecognizes a financial asset only
when the contractual rights to the cash flows
from the asset expire, or it transfers the financial
asset and substantially all the risks and rewards
Of ownership of the asset to another entity. If the
Group neither transfers nor retains substantially
all the risks and rewards of ownership and
continues to control the transferred asset, the
Group recognizes its retained interest in the
asset and an associated liability for amounts it
may have to pay. If the Group retains
substantially all the risks and rewards of
ownership of a transferred financial asset, the
Group continues to recognize the financial asset
and also recognizes a collateralized borrowing for
the proceeds received.
Page 25 OCR 0.931
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025
FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)
(Continued)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)
(Lanjutan)

Pada penghentian pengakuan aset keuangan
yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi,
perbedaan antara nilai tercatat aset dan jumlah
imbalan yang diterima dan piutang diakui dalam
laba rugi. Selain itu, pada penghentian
pengakuan investasi dalam instrumen utang
yang diklasifikasikan sebagai FVTOCI,
keuntungan atau kerugian kumulatif yang
sebelumnya diakumulasi dalam cadangan
revaluasi investasi, direklasifikasi ke laba rugi.

Sebaliknya, pada penghentian pengakuan
investasi dalam instrumen ekuitas yang telah
dipilih Grup pada pengakuan awal untuk diukur
di FVTOCI, keuntungan atau kerugian kumulatif
yang sebelumnya diakumulasi dalam cadangan
revaluasi investasi tidak direklasifikasi ke laba
rugi, tetapi dipindahkan ke saldo laba.

Liabilitas Keuangan dan Instrumen Ekuitas
ifikasi ai liabiliti, i

Instrumen utang dan ekuitas yang diterbitkan
oleh Grup diklasifikasikan sebagai liabilitas
keuangan atau ekuitas sesuai dengan substansi
perjanjian kontraktual dan definisi liabilitas
keuangan dan instrumen ekuitas.

Instrumen ekuitas

Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang
memberikan hak residual atas aset Grup setelah
dikurangi dengan seluruh  liabilitasnya.
Instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh Grup
dicatat sebesar hasil penerimaan bersih setelah
dikurangi biaya penerbitan langsung.

Pembelian kembali instrumen — ekuitas
Perusahaan (saham treasuri) diakui dan
dikurangkan secara langsung dari ekuitas.
Keuntungan dan kerugian yang timbul dari
pembelian, penjualan, penerbitan atau
pembatalan instrumen ekuitas Perusahaan
tersebut tidak diakui dalam laba rugi.

Liabilitas keuangan

Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai
biaya perolehan diamortisasi.

Liabilitas keuangan meliputi utang usaha dan
lainnya, utang bank dan biaya yang masih
harus dibayar, pada awalnya diukur pada nilai
wajar, setelah dikurangi biaya transaksi, dan
selanjutnya diukur pada biaya perolehan yang
dia mortisasi menggunakan metode suku bunga
efektif.

-22 -

On derecognition of a financial asset measured
at amortized cost, the difference between the
asset's carrying amount and the sum of the
consideration received and receivable is
recognized in profit or loss. In addition, on
derecognition of an investment in debt
instrument classified as at FVTOCI, the
cumulative gain or loss previously accumulated
in the investment revaluation reserve is
reclassified to profit or loss.

In contrast, on derecognition of an investment in
an eguity instrument which the Group has
elected on initial recognition to measure at
FVTOCI, the cumulative gain or loss previously
accumulated in the investment revaluation
reserve is not reclassified to profit or loss, but is
transferred to retained earnings.

Financial Liabili

es and Eguity Instruments

lassification as debi

Debt and eguity instruments issued by the Group
are classified as either financial liabilities or as
eguity in accordance with the substance of the
contractual arrangements entered into and the
definitions of a financial liability and an eguity
instrument.

Eauity instrumen!

An eguity instrument is any contract that
evidences a residual interest in the assets of an
entity after deducting all of its liabilities. Eguity
instruments issued by the Group are recorded at
the proceeds received, net of direct issue costs.

Repurchase of the Company's own eguity
instruments (treasury shares) is recognized and
deducted directly in eguity. No gain or loss is
recognized in profit or loss on the purchase, sale,
issue or cancellation of the Company's own
eguity instruments.

Financial liabilities

Financial liabilities are classified as at amortized
cost.

Financial liabilities, which include trade and other
payables, bank loans and accrued expenses,
initially measured at fair value, net of transaction
costs, and subseguentiy measured at amortized
cost using the effective interest method.
Page 26 OCR 0.934
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)
(Lanjutan)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025

FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)
(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)
(Continued)

Metode suku bunga efektif

Metode suku bunga efektif adalah metode yang
digunakan untuk menghitung biaya perolehan
diamortisasi dari liabilitas keuangan dan
metode untuk mengalokasikan biaya bunga
selama periode yang relevan. Suku bunga
efektif adalah suku bunga yang secara tepat
mendiskontokan estimasi pembayaran kas
masa depan (mencakup seluruh komisi dan
bentuk lain yang dibayarkan dan diterima yang
merupakan bagian yang tak terpisahkan dari
suku bunga efektif, biaya transaksi dan
premium dan diskonto lainnya) selama
perkiraan umur liabilitas keuangan, atau (jika
lebih tepat) digunakan periode yang lebih
singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih
pada saat pengakuan awal.

Keuntungan dan kerugian k' Tai in

Untuk liabilitas keuangan dalam mata uang
asing dan diukur pada biaya perolehan
diamortisasi pada setiap tanggal pelaporan,
keuntungan atau kerugian kurs mata uang
asing ditentukan berdasarkan biaya perolehan
diamortisasi dari instrumen. Keuntungan atau
kerugian kurs mata uang asing diakui dalam
laba rugi untuk liabilitas keuangan yang tidak
merupakan bagian dari hubungan lindung nilai
ditetapkan. Untuk yang ditetapkan sebagai
instrumen lindung nilai untuk lindung nilai atas
risiko mata uang asing, keuntungan dan
kerugian selisih kurs diakui dalam penghasilan
komprehensif lain dan diakumulasikan dalam
komponen ekuitas yang terpisah.

Nilai wajar liabilitas keuangan dalam mata uang
asing ditentukan dalam mata uang asing
tersebut dan dijabarkan pada kurs yang berlaku
pada akhir periode pelaporan. Untuk liabilitas
keuangan yang diukur pada FVTPL, komponen
nilai tukar mata uang asing merupakan bagian
dari keuntungan atau kerugian nilai wajar dan
diakui dalam laba rugi untuk liabilitas keuangan
yang tidak merupakan bagian dari hubungan
lindung nilai ditetapkan.

Penghentian pengakuan liabili' uan

Grup menghentikan pengakuan  liabilitas
keuangan, jika dan hanya jika, liabilitas Grup
telah dilepaskan, dibatalkan atau kadaluarsa.
Selisih antara jumlah tercatat liabilitas
keuangan yang dihentikan pengakuannya dan
imbalan yang dibayarkan dan utang diakui
dalam laba rugi.

9. Saling hapus antar Aset Keuangan dan
Liabilitas Keuangan

Aset keuangan dan liabilitas keuangan
disalinghapuskan dan nilai netonya disajikan
dalam laporan posisi keuangan konsolidasian
jika Grup tersebut memiliki hak yang dapat
dipaksakan secara hukum untuk melakukan
saling hapus atas jumlah yang telah diakui: dan
berintensi untuk menyelesaikan secara neto
atau untuk merealisasikan aset dan
menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.

-23 -

Effective interest meti

The effective interest method is a method of
calculating the amortized cost of a financial
liability and of allocating interest expense over
the relevant period. The effective interest rate is
the rate that exactly discounts estimated future
cash payments (including all fees and points paid
or received that form an integral part of the
effective interest rate, transaction costs and
other premiums or discounts) through the
expected life of the financial liability, or (where
appropriate) a shorter period to the net carrying
amount on initial recognition.

Foreign exchange gains and losses

For financial liabilities that are denominated in a
foreign currency and are measured at amortized
cost as at each reporting date, the foreign
exchange gains and losses are determined based
on the amortized cost of the instruments. These
foreign exchange gains and losses are
recognized in profit or loss for financial liabilities
that are not part of a designated hedging
relationship. For those which are designated as a
hedging instrument for a hedge of foreign
currency risk, foreign exchange gains and losses
are recognized in other comprehensive income
and accumulated in a separate component of
eguity.

The fair value of financial liabilities denominated
ina foreign currency is determined in that foreign
currency and translated at the spot rate at the
end of the reporting period. For financial
liabilities that are measured as at FVTPL, the
foreign exchange component forms part of the
fair value gains or losses and is recognized in
profit or loss for financial liabilities that are not
part of a designated hedging relationship.

Derecognition of financial liabilities

The Group derecognizes financial liabilities when,
and only when, the Group's obligations are
discharged, cancelled or have expired. The
difference between the carrying amount of the
financial liability  derecognized and the
consideration paid and payable is recognized in
profit or loss.

Netting of Financial Assets and Financial
Liabilities

Financial assets and financial liabilities are offset
and the net amount presented in the
consolidated statement of financial position when
the Group has a legally enforceable right to set
off the recognized amounts: and intends either
to settle on a net basis, or to realise the asset
and settle the liability  simultaneously.
Page 27 OCR 0.942
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)
(Lanjutan)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025
FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)
(Continued)

Hak saling hapus dapat ada pada saat ini dari
pada bersifat kontinjen atas terjadinya suatu
peristiwa di masa depan dan harus dieksekusi
oleh pihak lawan, baik dalam situasi bisnis
normal dan dalam peristiwa gagal bayar,
peristiwa kepailitan atau kebangkrutan.

h. Kas dan Setara Kas

Untuk tujuan penyajian arus kas, kas dan setara
kas terdiri dari kas, bank dan semua investasi
yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau
kurang dari tanggal perolehannya dan yang
tidak  dijaminkan serta tidak dibatasi
penggunaannya.

i. Persediaan

Persediaan dinyatakan berdasarkan biaya
perolehan atau nilai realisasi bersih, mana yang
lebih rendah. Biaya terdiri atas bahan langsung
dan, jika berlaku, biaya tenaga kerja langsung
biaya overhead yang dikeluarkan untuk
membawa persediaan ke lokasi dan kondisinya
saat ini. Biaya perolehan ditentukan dengan
metode rata-rata tertimbang. Nilai realisasi
bersih merupakan estimasi harga jual dari
persediaan dikurangi seluruh biaya
penyelesaian dan estimasi biaya yang
diperlukan untuk melakukan penjualan.

ji. Aset Tetap - Pemilikan Langsung

Metode Revaluasi

Tanah, bangunan dan prasarana, mesin dan
peralatan yang dimiliki untuk digunakan dalam
produksi atau penyediaan barang atau jasa atau
untuk tujuan administrasif, dicatat pada jumlah
revaluasian, yaitu nilai wajar pada tanggal
revaluasi dikurangi akumulasi penyusutan dan
akumulasi rugi penurunan nilai yang terjadi
setelah tanggal revaluasi. Revaluasi dilakukan
dengan keteraturan yang cukup reguler untuk
memastikan bahwa jumlah tercatat tidak
berbeda secara material dari jumlah yang
ditentukan dengan menggunakan nilai wajar
pada akhir periode pelaporan.

Kenaikan yang berasal dari revaluasi tanah,
bangunan dan prasarana serta mesin dan
peralatan tersebut langsung dikreditkan ke
surplus revaluasi pada bagian ekuitas, kecuali
sebelumnya penurunan revaluasi atas aset yang
sama pernah diakui dalam laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian, dalam hal ini,
kenaikan revaluasi hingga sebesar penurunan
nilai aset akibat revaluasi tersebut, dikreditkan
dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian. Penurunan
jumlah tercatat yang berasal dari revaluasi
tanah, bangunan dan prasarana serta mesin dan
peralatan dibebankan dalam laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian apabila penurunan tersebut
melebihi saldo akun surplus revaluasi tanah,
bangunan dan prasarana serta mesin dan
peralatan yang berasal dari revaluasi aset
tersebut, jika ada.

-24-

A right to set-off must be available today rather
than being contingent on a future event and
must be exercisable by any of the counterparties,
both in the normal course of business and in the
event of default, insolvency or bankruptcy.

. Cash and Cash Eguivalents

For cash flow presentation purposes, cash and
cash eguivalents consist of cash on hand and in
banks and all unrestricted investments with
maturities of three months or less from the date
of placement.

Inventories

Inventories are stated at cost or net realizable
value, whichever is lower. Cost comprises direct
materials and, where applicable, direct labor
costs and those overheads that have been
incurred in bringing the inventories to their
present location and condition. Cost is
determined using the weighted average method.
Net reliazable value represents the estimated
selling price for inventories less all estimated
costs of completion and costs necessary to make
the sale.

Property, Plant, and Eguipment - Direct
Acguisition

Revaluation Method

Land, buildings and improvements, machinery
and eguipment held for use in the production or
supply of goods or service, or for administrative
purposes, are stated at their revalued amounts
being the fair value at the date of revaluation,
less any subseguent accumulated depreciation
and subseguent accumulated impairment losses.
Revaluations are performed with sufficient
regularity such that the carrying amount does
not differ materially from that which would be
determined using fair values at the end of the
reporting period.

Any evaluation increase arising on the
revaluation of such land, buildings and
improvements and machinery and eguipment are
credited to revaluation surplus in eguity, except
when it reverses a revaluation decrease, for the
same asset which was previously recognized in
consolidated statements of comprehensive
income, in which case the revaluation increase is
credited to consolidated statements and other
comprehensive income to the extent of the
decrease in revaluation previously charged. A
decrease in carrying amount arising on the
revaluation of such land, buildings and
improvements and machinery and eguipment are
charged to the consolidated statements and
other comprehensive income to the extent that it
exceeds the balance, if any, held in the assets
revaluation surplus relating to a previous
revaluation of that asset.
Page 28 OCR 0.942
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)
(Lanjutan)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025
FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)
(Continued)

Penyusutan atas nilai revaluasian bangunan dan
prasarana serta mesin dan peralatan
dibebankan ke laba rugi. Bila kemudian tanah,
bangunan dan prasarana serta mesin dan
peralatan yang telah direvaluasi dijual atau
dihentikan penggunaannya, saldo surplus
tersisa dipindahkan langsung ke saldo laba.

Metode Biaya Perolehan

Aset tetap, kecuali tanah, bangunan dan
prasarana, mesin dan peralatan, dicatat
berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi
akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian
penurunan nilai.

Penyusutan diakui dengan metode garis lurus
setelah memperhitungkan — nilai residu
berdasarkan taksiran masa aset tetap sebagai
berikut:

Bangunan dan prasarana

Mesin dan peralatan

Perlengkapan gudang

Perlengkapan teknik dan laboratorium
Peralatan kantor

Alat pengangkutan

Masa manfaat ekonomis, nilai residu dan
metode penyusutan direviu setiap akhir tahun
dan pengaruh dari setiap perubahan estimasi
tersebut berlaku prospektif.

Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan
pada laba rugi pada saat terjadinya. Biaya-biaya
lain yang terjadi selanjutnya yang timbul untuk
menambah, mengganti atau memperbaiki aset
tetap dicatat sebagai biaya perolehan aset jika
dan hanya jika besar kemungkinan manfaat
ekonomis di masa depan berkenaan dengan
aset tersebut akan mengalir ke entitas dan biaya
perolehan aset dapat diukur secara andal.

Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat
pelepasan atau ketika tidak ada manfaat
ekonomik masa depan yang diharapkan timbul
dari penggunaan aset secara berkelanjutan.
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari
pelepasan atau penghentian pengakuan suatu
aset tetap ditentukan sebagai selisih antara
hasil penjualan dan nilai tercatat aset dan diakui
dalam laba rugi.

Properti dalam proses konstruksi (“aset dalam
penyelesaian”) untuk tujuan produksi,
persediaan atau administrasi, atau tujuan yang
belum ditentukan, dicatat sebesar harga
perolehan, dikurangi kerugian penurunan nilai
yang diakui. Biaya perolehan termasuk biaya
profesional dan untuk aset kualifikasian, biaya
pinjaman yang dikapitalisasi sesuai dengan
kebijakan akuntansi grup. Penyusutan aset ini,
dengan dasar yang sama seperti aset properti
lainnya, dimulai saat aset tersebut siap untuk
digunakan sesuai dengan tujuannya.

Tahun/
Years

20 - 40
15
5

5
5
5

- 25 -

Depreciation on  revalued buildings and
improvements and machinery and eguipment are
charged to profit or loss. On subseguent sale or
retirement of a revalued land, buildings and
improvements and machinery and eguipment,
the attributable revaluation surplus remaining is
transferred directly to retained earnings.

Cost Method

Property, plant, and eguipment, except land,
building and improvements, machinery and
eguipment, are stated at cost, less accumulated
depreciation and any accumulated impairment
losses.

Depreciation is recognized so as to write-off the
cost of assets less residual values using the
straight-line method based on the estimated
useful lives of the assets as follows:

Buildings and improvements
Machinery and eguipment
Warehouse eguipment

Technical and laboratory eguipment
Office eguipment

Transportation eguipment

The estimated useful lives, residual values and
depreciation method are reviewed at each year
end, with the effect of any changes in estimate
accounted for on a prospective basis.

The cost of maintenance and repairs is charged
to operations as incurred. Other costs incurred
subseguently to add to, replace part of, or
service an item of property, plant, and
eguipment, are recognized as asset if, and only
if it is probable that future economic benefits
associated with the item will flow to the entity
and the cost of the item can be measured
reliably.

An item of property, plant, and eguipment is
derecognized upon disposal or when no future
economic benefits are expected to arise from the
continued use of the asset. Any gain or loss
arising on the disposal or retirement of an item
Of property, plant, and eguipment is determined
as the difference between the sales proceeds and
the carrying amount of the asset and is
recognized in profit or loss.

Properties in the course of construction
(“construction in progress”) for production,
supply or administrative purposes, or for
purposes not yet determined, are carried at cost,
less any recognized impairment loss. Cost
includes professional fees and, for gualifying
assets, borrowing costs capitalized in accordance
with the Group's accounting policy. Depreciation
of these assets, on the same basis as other
property assets, commences when the assets are
ready for their intended use.
Page 29 OCR 0.936
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
(CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)
(Lanjutan)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025
FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)
(Continued)

Aset yang telah disusutkan sepenuhnya yang
masih digunakan tetap termasuk dalam laporan
keuangan konsolidasian.

k. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan

Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup
menelaah nilai tercatat aset non-keuangan
untuk menentukan apakah terdapat indikasi
bahwa aset tersebut telah mengalami
penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut,
jumlah terpulihkan dari aset diestimasi untuk
menentukan tingkat kerugian penurunan nilai
(jika ada). Bila tidak memungkinkan untuk
mengestimasi jumlah terpulihkan atas suatu
aset individu, Grup mengestimasi jumlah
terpulihkan dari unit penghasil kas atas aset.

Jumlah terpulihkan adalah nilai tertinggi antara
nilai wajar dikurangi biaya pelepasan dan nilai
pakai. Dalam menilai nilai pakainya, estimasi
arus kas masa depan didiskontokan ke nilai kini
menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak
yang menggambarkan penilaian pasar kini dari
nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset
yang mana estimasi arus kas masa depan belum
disesuaikan.

Jika jumlah terpulihkan dari aset non-keuangan
(unit penghasil kas) lebih kecil dari nilai
tercatatnya, nilai tercatat aset (unit penghasil
kas) diturunkan menjadi sebesar jumlah
terpulihkan dan rugi penurunan nilai segera
diakui dalam laba rugi kecuali revaluasian aset
tersebut dicatat pada jumlah revaluasian, di
mana kerugian penurunan nilai diperlakukan
sebagai penurunan revaluasi.

Ketika penurunan nilai selanjutnya dipulihkan,
jumlah tercatat aset (atau unit penghasil kas)
ditingkatkan ke estimasi yang direvisi dari
jumlah terpulihkannya, namun kenaikan jumlah
tercatat tidak boleh melebihi jumlah tercatat
ketika kerugian penurunan nilai tidak diakui
untuk aset (atau unit penghasil kas) pada
lahui-laliun  sebeluiiya.  Pesibalikan 1uyi
penurunan nilai diakui segera dalam laba rugi,
kecuali aset yang bersangkutan dicatat pada
jumlah revaluasian, dalam hal ini pembalikan
kerugian penurunan nilai diperlakukan sebagai
kenaikan nilai revaluasi.

Kebijakan akuntansi untuk penurunan nilai aset
keuangan di jelaskan dalam Catatan 3f.

L  Provisi

Provisi diakui ketika Grup memiliki kewajiban
kini (baik bersifat hukum maupun bersifat
konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu,
kemungkinan besar Grup diharuskan
menyelesaikan kewajiban dan estimasi yang
andal mengenai jumlah kewajiban tersebut
dapat dibuat.

- 26 -

Fully depreciated assets still in use are retained
in the consolidated financial statements.

k. Impairment of Non-Financial Asset

At the end of each reporting period, the Group
reviews the carrying amount of non-financial
assets to determine whether there is any
indication that those assets have suffered an
impairment loss. If any such indication exists,
the recoverable amount of the asset is estimated
in order to determine the extent of the
impairment loss (if any). When it is not possible
to estimate the recoverable amount of an
individual asset, the Group estimates the
recoverabie amount of the cash generating unit
to which the asset belongs.

Recoverable amount is the higher of fair value
less cost to sell and value in use. In assessing
value in use, the estimated future cash flows are
discounted to their present value using a pre-tax
discount rate that reflects current market
assessments of the time value of money and the
risks specific to the asset for which the estimates
of future cash flows have not been adjusted.

If the recoverable amount of the non-financial
assets (cash generating unit) is less than its
carrying amount, the carrying amount of the
asset (cash generating unit) is reduced to its
recoverable amount and an impairment loss is
recognized immediately in the profit or loss
unless the relevant asset is carried at revaluation
amount, in which the impairment loss is treated
as revaluation decrease.

When an impairment loss subseguently reverses,
the carrying amount of the asset (or a cash-
generating unit) is increased to the revised
estimate of its recoverable amount, but so that
the increased carrying amount does not exceed
the carrying amount that would have been
determined had no impairment loss been
teLuyitized Tor Uhe asset (or cash generating
unit) in prior years. A reversal of an impairment
loss is recognized immediately in profit or loss,
unless the relevant asset is carried at a revalued
amount, in which case the reversal of the
impairment loss is treated as a revaluation
increase.

Accounting policy for impairment of financial
assets is discussed in Note 3f.

I. Provisions

Provisions are recognized when the Group has a
present obligation (legal or constructive) as a
result of a past event, it is probable that the
Group will be reguired to settle the obligation,
and a reliable estimate can be made of the
amount of the obligation.
Page 30 OCR 0.939
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)
(Lanjutan)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025

FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)
(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)
(Continued)

Jumlah yang diakui sebagai provisi adalah hasil
estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan
untuk menyelesaikan kewajiban kini pada akhir
periode pelaporan, dengan mempertimbangkan
risiko dan ketidakpastian yang meliputi
kewajibannya. Apabila suatu provisi diukur
menggunakan arus kas yang diperkirakan untuk
menyelesaikan kewajiban kini, maka nilai
tercatatnya adalah nilai kini dari arus kas.

Ketika beberapa atau seluruh manfaat ekonomi
untuk penyelesaian provisi yang diharapkan
dapat dipulihkan dari pihak ketiga, piutang
diakui sebagai aset apabila terdapat kepastian
bahwa penggantian akan diterima dan jumlah
piutang dapat diukur secara andal.

m. Pengakuan Pendapatan dan Beban

Penjualan Baran

Sesuai dengan PSAK 115, Pendapatan dari
Kontrak dengan Pelanggan, pendapatan Grup
terutama dihasilkan dari penjualan barang jadi
kepada pelanggan. Penjualan tersebut sebagian
besar terdiri dari satu elemen pengiriman dan
pendapatan diakui pada satu titik waktu
tertentu pada saat pengendalian barang telah
dialihkan kepada pelanggan. Pendapatan dari
penjualan barang diukur berdasarkan imbalan
yang menjadi haknya dalam kontrak dengan
pelanggan dan tidak termasuk jumlah yang
ditagih atas nama pihak ketiga. Untuk penjualan
barang kepada pelanggan, pendapatan diakui
ketika pengendalian atas barang telah dialihkan,
yaitu pada saat barang telah dikirim ke lokasi
spesifik pelanggan (penyerahan).

Beban
Beban diakui pada saat terjadinya.

n. Imbalan Kerja
lan @ pendek

Liabilitas diakui atas manfaat yang menjadi hak
Icaryawan sehubungan dengan upoh dan gaji,
cuti tahunan dan cuti sakit dalam periode di
mana jasa terkait diserahkan, sebesar jumlah
yang tidak didiskontokan dari pembayaran
manfaat ekspektasian sebagai imbalan atas jasa
tersebut.

Imbalan kerja program iuran pasti

Pembayaran kepada program manfaat pensiun
iuran pasti dibebankan ketika karyawan telah
menyerahkan jasa yang memberikan hak
kepada karyawan atas iuran. Pembayaran yang
dilakukan kepada skema manfaat pensiun yang
dikelola oleh negara diperlakukan sebagai
pembayaran kepada program iuran pasti, di
mana kewajiban Grup dalam program tersebut
setara dengan kewajiban yang timbul dari
program manfaat pensiun iuran pasti.

-27 -

The amount recognized as a provision is the best
estimate of the consideration reguired to settle
the present obligation at the end of the reporting
period, taking into account the risks and
uncertainties surrounding the obligation. Where
a provision is measured using the cash flows
estimated to settle the present obligation, its
carrying amount is the present value of those
cash flows.

When some or all of the economic benefits
reguired to settle a provision are expected to be
recovered from a third party, a receivable is
recognized as an asset if it is virtually certain that
reimbursement will be received and the amount
of the receivable can be measured reliably.

Revenue and Expense Recognition

Sale of goods

In accordance with PSAK 115, Revenue from
Contracts with Customers, the Group's revenue
is primarily generated from the sale of finished
products to customers. Those sales
predominantly contain a single delivery element
and revenue is recognized at a single point in
time when control has been transferred to the
customer. Revenue from sale of goods is
measured based on the consideration to which
the Group expects to be entitled in a contract
with a customer and excludes amounts collected
on behalf of third parties. For sales of goods to
the customers, revenue is recognized when
control of the goods has been transferred, being
when the goods have been shipped to the
customer's specific location (delivery).

Expenses
Expenses are recognized when incurred.
Employee Benefits

hor 1 1 nefi

A liability is recognized for benefits accruing to
cmployce9 in regpcct of wagos and dalarics,
annual leave and sick leave in the period the
related service is rendered at the undiscounted
amount of the benefit expected to be paid in
exchange for that service.

fin: ntri lang

Payments to defined contribution retirement
benefit plans are charged as an expense when
employees have rendered the services entitling
them to the contributions. Payments made to
state-managed retirement benefit schemes are
dealt with as payments to defined contribution
plans where the Group's obligations under the
plans are eguivalent to those arising in a defined
contribution retirement benefit plan.
Page 31 OCR 0.935
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)
(Lanjutan)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025
FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)
(Continued)

Imbalan pascak: rogram imbalan pasti

Grup menyelenggarakan program pensiun
imbalan pasti untuk semua karyawan tetapnya.
Grup juga membukukan imbalan pasca kerja
imbalan pasti untuk karyawan sesuai dengan
Undang-Undang Cipta Kerja (atau biasa disebut
dengan Omnibus Law) No. 11/2020 dan
Peraturan Pemerintah No. 35/2021. Grup
menghitung selisih antara imbalan yang
diterima karyawan berdasarkan undang-undang
yang berlaku dengan manfaat yang diterima
dari program pensiun untuk pensiun normal.

Biaya penyediaan imbalan ditentukan dengan
menggunakan metode projected unit credit
dengan penilaian aktuaria yang dilakukan pada
setiap akhir periode pelaporan tahunan.
Pengukuran kembali, terdiri dari keuntungan
dan kerugian aktuarial, dampak batas atas aset
(jika ada) dan dari imbal hasil atas aset program
(tidak termasuk bunga), yang tercermin
langsung dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian yang dibebankan atau dikreditkan
dalam penghasilan komprehensif lain periode
terjadinya. Pengukuran kembali diakui dalam
penghasilan komprehensif lain tercermin
sebagai pos terpisah pada penghasilan
komprehensif lain di ekuitas dan tidak akan
direklas ke laba rugi. Biaya jasa lalu diakui
dalam laba rugi pada periode amendemen
program. Bunga neto dihitung dengan
mengalikan tingkat diskonto pada awal periode
imbalan pasti dengan liabilitas atau aset imbalan
pasti neto.

Biaya imbalan pasti dibagi menjadi tiga
kategori:

# Biaya jasa (termasuk biaya jasa kini, biaya
jasa lalu serta keuntungan dan kerugian
kurtailmen dan penyelesaian).

# Beban atau pendapatan bunga neto.
« Pengukuran kembali.

Grup menyajikan dua komponen pertama dari
biaya imbalan pasti di laba rugi. Keuntungan
dan kerugian kurtailmen dicatat sebagai biaya
jasa lalu.

Kewajiban imbalan pensiun yang diakui pada
laporan posisi keuangan konsolidasian
merupakan defisit atau surplus aktual dalam
program imbalan pasti Grup. Surplus yang
dihasilkan dari perhitungan ini terbatas pada
nilai kini manfaat ekonomik yang tersedia dalam
bentuk pengembalian dana program dan
pengurangan iuran masa depan atas program.

Pesangon

Liabilitas untuk pesangon diakui mana yang
lebih awal ketika entitas tidak dapat lagi
menarik penawaran imbalan tersebut dan ketika
entitas mengakui biaya restrukturisasi terkait.

-28 -

Defined benefit plans

The Group established defined benefit pension
plan covering all the local permanent employees.
In addition, the Group also provides post-
employment benefits as reguired under Job
Creation Law (or commonly referred to as the
Omnibus Law) No. 11/2020 and Government
regulations No. 35/2021. For normal pension
scheme, the Group calculates and recognizes the
higher of the benefits under the Labor Law and
those under such pension plan.

The cost of providing benefits is determined
using the projected unit credit method, with
actuarial valuations being carried out at the end
of each annual reporting period.
Remeasurement, comprising actuarial gains and
losses, the effect of the asset ceiling (if
applicable) and the return on plan assets
(excluding interest), are recognized immediately
in the consolidated statements of financial
position with a charge or credit recognized in
other comprehensive income in the period in
which they occur. Remeasurement recognized in
other comprehensive income is reflected as a
separate item under other comprehensive
income in eguity and will not be reclassified to
profit or loss. Past service cost is recognized in
profit or loss in the period of a plan amendment.
Net interest is calculated by applying the
discount rate at the beginning of the period to
the net defined benefit liability or asset.

Defined benefit costs are into three categories:

# Service cost (including current service cost,
past service cost, as well as gains and losses
on curtailments and settlements).

«Net interest expense or income.
»  Remeasurement.

The Group presents the first two components of
defined benefit costs in profit or loss. Curtailment
gains and losses are accounted for as past
service custs.

The retirement benefit obligation recognized in
the consolidated statement of financial position
represents the actual accumulated losses or
surplus in the Group's defined benefit plans. Any
surplus resulting from this calculation is limited
to the present value of any economic benefits
available in the form of refunds from the plans or
reductions in future contributions to the plans.

Termination

A liability for a termination benefit is recognized
at the earlier of when the entity can no longer
withdraw the offer of the termination benefit and
when the entity recognizes any related
restructuring costs.
Page 32 OCR 0.935
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK

(CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)
(Lanjutan)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025
FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)
(Continued)

Oo. Pajak Penghasilan

Beban pajak penghasilan merupakan jumlah
pajak yang terhutang dan pajak tangguhan.

Pajak kini terutang berdasarkan laba kena pajak
untuk suatu tahun. Laba kena pajak berbeda
dari laba sebelum pajak seperti yang dilaporkan
dalam laporan laba rugi karena tidak
memperhitungkan penghasilan atau beban yang
dikenakan pajak atau dikurangkan pada tahun
berbeda dan pos-pos yang tidak pernah
dikenakan pajak atau tidak dapat dikurangkan.
Liabilitas Grup untuk pajak kini dihitung
berdasarkan tarif pajak yang telah berlaku pada
akhir periode pelaporan.

Provisi diakui untuk penentuan pajak yang tidak
pasti, tetapi kemungkinan besar akan
mengangkibatkan arus keluar dana kepada
otoritas pajak. Provisi diukur sebesar estimasi
terbaik atas jumlah ekspektasian yang
terhutang. Penilaian berdasarkan pada
pertimbangan professional pajak dalam Grup
yang didukung dengan pengalaman lalu atas
aktivitas tersebut dan dalam kasus tertentu
berdasarkan saran pakar pajak independen.

Pajak tangguhan diakui atas perbedaan
temporer antara jumlah tercatat aset dan
Iabililas dalam laporan keuangan konsolidasian
dengan dasar pengenaan pajak yang digunakan
dalam perhitungan laba kena pajak. Liabilitas
pajak tangguhan umumnya diakui untuk seluruh
perbedaan temporer kena pajak. Aset pajak
tangguhan umumnya diakui untuk seluruh
perbedaan temporer yang dapat dikurangkan
sepanjang kemungkinan besar bahwa laba kena
pajak akan tersedia sehingga perbedaan
temporer dapat dimanfaatkan.

Aset dan liabilitas pajak tangguhan tidak diakui
jika perbedaan temporer timbul dari pengakuan
awal dari aset dan liabilitas suatu transaksi yang
tidak mempengaruhi laba kena pajak atau laba
akuntansi. Selain itu, liabilitas pajak tangguhan
tidak diakui jika perbedaan temporer timbul dari
pengakuan awal goodwill.

Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur
dengan menggunakan tarif pajak yang
diharapkan berlaku dalam periode ketika
liabilitas diselesaikan atau aset dipulihkan
berdasarkan tarif pajak (dan peraturan pajak)
yang telah berlaku atau secara substantif telah
berlaku pada akhir periode pelaporan.

Pengukuran aset dan liabilitas pajak tangguhan
mencerminkan konsekuensi pajak yang sesuai
dengan cara Grup memperkirakan, pada akhir
periode pelaporan, untuk memulihkan atau
menyelesaikan jumlah tercatat aset dan
liabilitasnya.

- 29 -

0. Income Tax

Income tax expense represents the sum of the
tax currently payable and deferred tax.

The tax currently payable is based on taxable
profit to the year. Taxable profit differs from net
profit as reported in profit or loss because it
excludes items of income or expense that are
taxable or deductible in other years and it further
exludes items that are never taxable or
deductible. The Group's liability for current tax is
calculated using tax rates that have been
enacted or substantively enacted by the end of
the reporting period.

AA provision is recognized for those matters for
which the tax determination is uncertain but it is
considered probable that there will be a future
outflow of funds to a tax authority. The
provisions are measured at the best estimate of
the amount expected to become payable. The
assessment is based on the judgement of tax
professionals within the Group supported by
previous experience in respect of such activities
and in certain cases based on specialist
independent tax advice.

Deferred tax is recognized on temporary
differences between the carrying amounts of
assets and Ilabilitles In the torsolldated financial
statements and the corresponding tax bases
used in the computation of taxable profit.
Deferred tax liabilities are generally recognized
for all taxable temporary differences. Deferred
tax assets are generaliy recognized for all
deductible temporary differences to the extent
that is probable that taxable profits will be
available against which those deductible
temporary differences can be utilized.

Such deferred tax assets and liabilities are not
recognized if the temporary differences arises
from the initial recognition of assets and
liabilities in a transaction that affects neither the
taxable profit nor the accounting profit. In
addition, deferred tax liabilities are not
recognizcd if the temporary differences ariscs
from the initial recognition of goodwill.

Deferred tax assets and liabilities are measured
at the tax rates that are expected to apply in the
period in which the liability is settled or the asset
realized, based on the tax rates (and tax laws)
that have been enacted, or substantively
enacted, by the end of the reporting period.

The measurement of deferred tax assets and
liabilities reflects the tax conseguences that
would follow from the manner in which the Group
expects, at the end of the reporting period, to
recover or settie the carrying amount of their
assets and liabilities.
Page 33 OCR 0.940
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)
(Lanjutan)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025
FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)
(Continued)

Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah
ulang pada akhir periode pelaporan dan
dikurangi jumlah tercatatnya jika kemungkinan
besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam
jumlah yang memadai untuk mengkompensasikan
sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan
tersebut.

Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai
beban atau penghasilan dalam laba rugi
periode, kecuali sepanjang pajak penghasilan
yang timbul dari transaksi atau peristiwa yang
diakui, di luar laba rugi (baik dalam penghasilan
komprehensif lain maupun secara langsung di
ekuitas), dalam hal tersebut pajak juga diakui di
luar laba rugi.

Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus
ketika entitas memiliki hak yang dapat
dipaksakan secara hukum untuk melakukan
saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas
pajak kini dan ketika aset pajak tangguhan dan
liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak
penghasilan yang dikenakan oleh otoritas
perpajakan yang sama atas entitas kena pajak
yang sama atau entitas kena pajak yang
berbeda yang memiliki intensi — untuk
memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan
dasar neto, atau merealisasikan aset dan
menyelesaikan liabilitas secara bersamaan,
pada setiap periode masa depan dimana jumlah
signifikan atas aset atau liabilitas pajak
tangguhan diharapkan untuk diselesaikan atau
dipulihkan.

P. Laba per Saham

Laba per saham dasar dihitung dengan
membagi laba bersih yang diatribusikan kepada
pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata
tertimbang saham yang beredar pada tahun
yang bersangkutan.

g@. Informasi Segmen

Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan
laporan internal mengenai komponen dari Grup
yang secara regular direviu oleh pengambil
keputusan Operasional dalam rangka
mengalokasikan sumber daya dan menilai
kinerja segmen operasi.

Segmen operasi adalah suatu komponen dari
entitas:

a) yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang
mana memperoleh pendapatan dan
menimbulkan beban (termasuk pendapatan
dan beban terkait dengan transaksi dengan
komponen lain dari entitas yang sama):

b) yang hasil operasinya dikaji ulang secara
regular oleh pengambil keputusan
operasional untuk membuat keputusan
tentang sumber daya yang dialokasikan
pada segmen tersebut dan menilai
kinerjanya: dan

- 30 -

The carrying amount of deferred tax asset is
reviewed at the end of each reporting period and
reduced to the extent that it is no longer probable
that sufficient taxable profits will be available to
allow all or part of the asset to be recovered.

Current and deferred tax are recognized as an
expense or income in profit or loss, except when
they relate to items that are recognized outside
of profit or loss (whether in other comprehensive
income or directly in eguity), in which case the
tax is also recognized outside of profit or loss.

Deferred tax assets and liabilities are offset when
there is legally enforceable right to set off current
tax assets against current tax liabilities and when
they relate to income taxes levied by the same
taxation authority on either the same taxable
entity or different taxable entities when there is
an intention to settle its current tax assets and
current tax liabilities on a net basis, or to realize
the assets and settle the liabilities
simultaneously, in each future period in which
significant amounts of deferred tax liabilities or
assets are expected to be settied or recovered.

Pp. Earnings per Share

Basic earnings per share is computed by dividing
net income attributable to the owners of the
Company by the weighted average number of
shares outstanding during the year.

g. Segment Information

Operating segments are identified on the basis of
internal reports about components of the Group
that are regularly reviewed by the chiet operating
decision maker in order to allocate resources to
the segments and to assess their performances.

An operating segment is a component of an
entity:

a) that engages in business activities from
which it may earn revenues and incurred
expenses (including revenues and expenses
relating to the transactions with other
components of the same entity):

b) whose operating results are reviewed
regularly by the entity's chief operating
decision maker to make decision about
resources to be allocated to the segments
and assess its performance, and
Page 34 OCR 0.941
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)
(Lanjutan)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025
FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)
(Continued)

c) dimana tersedia informasi keuangan yang
dapat dipisahkan.
Informasi yang digunakan oleh pengambil

keputusan operasional dalam rangka alokasi
sumber daya dan penillaian kinerja mereka
terfokus pada kategori dari setiap produk.

4. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN

SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI

Dalam penerapan kebijakan akuntansi Grup, yang
dijelaskan dalam Catatan 3, Direksi diwajibkan untuk
membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi
tentang jumlah tercatat aset dan liabilitas yang tidak
tersedia dari sumber lain.

Estimasi dan asumsi yang terkait didasarkan pada
pengalaman historis dan faktor-faktor lain yang
dianggap relevan. Hasil aktualnya mungkin berbeda
dari estimasi tersebut.

Estimasi dan asumsi yang mendasari ditelaah secara
berkelanjutan. Revisi estimasi akuntansi diakui
dalam periode dimana estimasi tersebut direvisi jika
revisi hanya mempengaruhi periode tersebut, atau
pada periode revisi dan periode masa depan jika
revisi mempengaruhi periode saat ini dan masa

depan.

Pertimbangan Kritis dalam Penerapan
Kebijakan Akuntansi

Dalam penerapan kebijakan akuntansi, yang

dijelaskan dalam Catatan 3, manajemen tidak
membuat pertimbangan kritis atas pengaruh
signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam
laporan keuangan konsolidasian, selain yang terkait
dengan estimasi.

umber Utama Ketidak: di ii i

Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber
estimasi ketidakpastian utama lainnya pada akhir
periode pelaporan, yang memiliki risiko signifikan
yang mengakibatkan penyesuaian material terhadap
jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam periode
pelaporan berikutnya dijelaskan di bawah ini:

Penyisihan Penurunan Nilai Persediaan

Grup membuat penyisihan penurunan nilai
persediaan berdasarkan estimasi persediaan yang
digunakan pada masa mendatang.

dalam
nilai

Walaupun asumsi yang
mengestimasi penyisihan
persediaan telah sesuai dan wajar, namun
perubahan signifikan atas asumsi ini akan
berdampak material terhadap penyisihan penurunan
nilai persediaan, yang pada akhirnya akan
mempengaruhi hasil usaha Grup. Nilai tercatat
persediaan diungkapkan dalam Catatan 7.

digunakan
penurunan

4.

-31 -

c) for which discrete financial information is
available.

Information reported to the chief operating
decision maker for the purpose of resource
allocation and assessment of performance is
more specifically focused on the category of each
product.

CRITICAL ACCOUNTING JUDGMENTS AND KEY
SOURCES OF ESTIMATION UNCERTAINTY

In the application of the Group's accounting policies,
which are described in Note 3, the Directors are
reguired to make judgments, estimates and
assumptions about the carrying amounts of assets
and liabilities that are not readily apparent from other
sources.

The estimates and associated assumptions are based
on historical experience and other factors that are
considered to be relevant. Actual results may differ
from these estimates.

The estimates and underiying assumptions are
reviewed on an ongoing basis. Revisions to
accounting estimates are recognized in the period
which the estimate is revised if the revision affects
only that period, or in the period of the revision and
future periods if the revision affects both current and
future periods.

in Aj

Iying As

Policies

In the process of applying the accounting policies
described in Note 3, management has not made any
critical judgement that has a significant effect on the
amounts recognized in the consolidated financial
statements, apart from those involving estimate.

The key assumptions concerning future and other key
sources of estimation uncertainty at the end of the
reporting period, that may have a significant risk of
causing a material adjustment to the carrying
amounts of assets and liabilities within the next
financial year are discussed below:

Allowance for Decline in Value of Inventories

The Group provides allowance for decline in value of
inventories based on estimated future usage of such
inventories.

While it is believed that the assumptions used in the
estimation of the allowance for decline in value of
inventories are appropriate and reasonable,
significant changes in these assumptions may
materially affect the assessment of the allowance for
decline in value of inventories, which ultimately will
impact the result of the Group's operations. The
carrying amount of inventories is disclosed in Note 7.
Page 35 OCR 0.942
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)
(Lanjutan)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025
FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)
(Continued)

Taksiran Masa Manfaat Ekonomis Aset Tetap

Masa manfaat setiap aset tetap Grup ditentukan
berdasarkan kegunaan yang diharapkan dari aset
tersebut. Estimasi ini ditentukan berdasarkan
evaluasi teknis internal dan pengalaman atas aset
sejenis. Masa manfaat setiap aset direviu secara
periodik dan disesuaikan apabila prakiraan berbeda
dengan estimasi sebelumnya karena keausan,
keusangan teknis dan komersial, hukum atau
keterbatasan lainnya atas pemakaian aset. Namun
terdapat kemungkinan bahwa hasil operasi dimasa
mendatang dapat dipengaruhi secara signifikan oleh
perubahan atas jumlah serta periode pencatatan
biaya yang diakibatkan karena perubahan faktor
yang disebutkan di atas.

Perubahan taksiran masa manfaat aset tetap dapat
mempengaruhi jumlah biaya penyusutan yang diakui
dan penurunan nilai tercatat aset tersebut.

Nilai tercatat aset tetap diungkapkan dalam
Catatan 8.
Nilai Revaluasian Tanah, Bangunan dan

Prasarana serta Mesin dan Peralatan

Tanah, bangunan dan prasarana serta mesin dan
peralatan dicatat pada jumlah  revaluasian
berdasarkan reviu oleh manajemen dan didukung
oleh penilai independen. Dalam menentukan nilai
wajar, metode penilaian yang digunakan memerlukan
estimasi tertentu, termasuk perbandingan dengan
harga jual transaksi sejenis dari tanah, bangunan
dan prasarana serta mesin dan peralatan.

Nilai revaluasian tanah, bangunan dan prasarana
serta mesin dan peralatan diungkapkan dalam
Catatan 8.

-32-

Estimated Useful Lives of Property, Plant, and
Eguipment

The useful life of each item of the Group's property,
plant, and eguipment are estimated based on the
period over which the asset is expected to be
available for use. Such estimation is based on internal
technical evaluation and experience with similar
assets. The estimated useful life of each asset is
reviewed periodically and updated if expectations
differ from previous estimates due to physical wear
and tear, technical or commercial obsolescence and
legal or other limits on the use of the asset. It is
possible, however, that future results of operations
could be materially affected by changes in the
amounts and timing of recorded expenses brought
about by changes in the factors mentioned above.

A change in the estimated useful life of any item of
property, plant, and eguipment would affect the
recorded depreciation expense and decrease in the
carrying values of these assets.

The carrying amounts of property, plant, and
eguipment are disclosed in Note 8.
Revaluation of Land, Buildings and

Improvements and Machinery and Eguipment

Land, buildings and improvements and machinery
and eguipment recorded at their revalued amount
based on a review by management and supported by

independent professional valuer. In the
determination of fair value, the valuation method
used  reguires certain  estimates, including

comparison with similar transactions of the selling
price of land, buildings and improvements and
machinery and eguipment.

The revalued amount of land, buildings and
improvements and machinery and eguipment are
disclosed in Note 8.
Page 36 OCR 0.929
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah)
(Lanjutan) (Continued)
5. KAS DAN SETARA KAS 5. CASH AND CASH EGUIVALENTS
30 Juni/ 31 Desember/
June 30, December 31,
2026 2025
Kas 217.536 211.764 Cash on hand
Bank Cash in banks
Rupiah Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk ("BCA") 29.920.866 64.197.083 PT Bank Central Asia Tbk ("BCA")
PT Bank OCBC NISP Tbk ("OCBC") 25.157.778 41.419.684 PT Bank OCBC NISP Tbk ("OCBC")
PT Bank CIMB Niaga Tbk ("CIMB") 22.876.578 24.367.965 PT Bank CIMB Niaga Tbk ("CIMB")
Lain-lain (masing-masing Others (each below 596 of
dibawah 5Y6 dari kas dan bank) 7.188.144 5.359.362 cash on hand and in banks)
Dolar Amerika Serikat ("USD") U.S. Dollar ("USD")
BCA 76.973.991 162.166.250 BCA
OCBC 64.936.970 10.861.256 OCBC
Lain-lain (masing-masing Others (each below 596 of
dibawah 5Yo dari kas dan bank) 1.492.433 2.294.643 cash on hand and in banks)
Euro Euro
OCBC 4.327.480 498.339 OCBC
Yuan China Chinese Yuan
OCBC 1.068.173 239.524 OCBC
Poundsterling Poundsterling
OCBC 495.242 301.568 OCBC
Yen Jepang Japanese Yen
OCBC 208.620 169.774 OCBC
Dolar Australia Australian Dollar
OCBC 180.282 215.886 OCBC
Dolar Singapura Singapore Dollar
OCBC 125.525 138.632 OCBC
Jumlah 235.169.618 312.441./3U lotal
Deposito berjangka Time deposits
Rupiah Rupiah
OCBC 33.000.000 28.000.000 OCBC
USD USD
OCBC 53.568.000 167.820.000 OCBC
Jumlah 321.737.618 508.261.730, Total
Tingkat suku bunga deposito Annual interest rate on
berjangka pertahun time deposits
Rupiah 3,95Yo- 4,00Yo 4,00Y6 Rupiah
USD 3,5096 3,759 USD
6.  PIUTANG USAHA 6. TRADE ACCOUNTS RECEIVABLE
30 Juni/ 31 Desember/
June 30, December 31,
2026 2025
a. Berdasarkan pelanggan a. By debtor
Pihak berelasi (Catatan 26) 3.803.280 3.529.606 Related parties (Note 26)
Pihak ketiga Third parties
Pelanggan dalam negeri 371.420.646 440.099.853 Local debtors
Pelanggan luar negeri 271.549.262 177.100.592 Foreign debtors
Jumlah 642.969.908 617.200.445 Total
Jumlah piutang usaha 646.773.188 620.730.051 Total trade accounts receivable
b. Berdasarkan mata uang b. By currency
Rupiah 371.420.646 440.105.343 Rupiah
USD 275.352.542 180.624.708 USD
Jumlah 646.773.188 620.730.051 Total

- 33 -
Page 37 OCR 0.909
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)
(Lanjutan)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025
FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)
(Continued)

Klasifikasi piutang usaha disajikan pada
Catatan 31 atas laporan keuangan konsolidasian ini.

Jangka waktu kredit penjualan barang antara
30 - 105 hari. Tidak ada bunga yang dibebankan
pada piutang usaha.

Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025,
pelanggan terbesar Grup yang mewakili lebih dari
546 dari jumlah piutang usaha adalah sebagai

The classification of trade accounts receivable is
presented in Note 31 to these consolidated financial
statements.

Period of credit sales of goods is between 30 - 105
days. No interest is charged on trade accounts
receivable.

As of June 30, 2026 and December 31, 2025, the
Group's largest customer representing more than
596 of total trade accounts receivable are as follows:

berikut:
30 Juni/ 31 Desember/
June 30, December 31,
2026 2025
PT Multi Bintang Indonesia Tbk 69.844.603 49.182.586 PT Multi Bintang Indonesia Tbk
PT Heinz ABC Indonesia 15.158.338 114.445.126 PT Heinz ABC Indonesia
Jumlah 85.002.941 163.627.712 Total

Tidak ada pelanggan lain yang mewakili lebih dari
5Yo dari jumlah saldo piutang usaha.

Tidak ada perubahan dalam teknik estimasi atau
asumsi signifikan yang dibuat selama periode
pelaporan berjalan.

Tabel berikut merinci profil risiko piutang usaha dari
kontrak dengan pelanggan berdasarkan matriks
provisi Grup. Karena pengalaman historis kerugian
kredit mendekati nihil tidak menunjukkan pola
kerugian yang berbeda signifikan untuk segmen
pelanggan yang berbeda, ketentuan untuk
cadangan kerugian berdasarkan status masa lalu
tidak lagi dipisahkan antara basis pelanggan Grup
yang berbeda.

There are no other customers who represent more
than 596 of the total balance of trade accounts
receivable.

There has been no change in the estimation
technigues or significant assumptions made during
the current reporting period.

The following table details the risk profile of trade
accounts receivable from contracts with customers
based on the Group's provision matrix. As the
Group's historical credit loss experience, which is
close to nil does not show significantly different loss
patterns for different customer segments, the
provision for loss allowance based on past due status
is not further distinguished between the Group's
different customer base.

n ni iutang usaha berdasarkan ECL on trade accounts receivable using provision
matriks provisi matrix
30 Juni/June 30, 2026
Belum jatuh Jatuh tempo/Past due
tempo/ 1-30har/ — 31-60har/ 61-90har/ — » 90 hary Sub Jumlah/
Not past due days days days days Sub Total
Tingkat kerugian kredit ekspektasian/
Expected credit loss rate » » » 3 2
Estimasi jumlah tercatat bruto
pada saat gagal bayar/
Estimated total gross carrying
amount at default 560.388.456 — 74.685.692 — 4.799.433 — 2.914.719 3.984.888 646.773.188
ECL sepanjang umur/Lifetime ECL ig) 3 ks) 2) 2) aa
Jumlah/Total
31 Desember/December 31, 2025
Belum jatuh Jatuh tempo/Past due
tempo/ 1-30har/ —31-6Ohar/ 61-90har/ — » 90 har/ Sub Jumlah/
Not past due days days days days Sub Total
Tingkat kerugian kredit ekspektasian/
Expected credit loss rate ks) 2 » 3) 3s)
Estimasi jumlah tercatat bruto
pada saat gagal bayar/
Estimated total gross carrying
amount at default 489.688.943 120.294.631 6.779.002 1.708.674 2.258.801 620.730.051
ECL sepanjang umur/Lifetime ECL " ks) » te) 2 ——

Jumlah/Total

“#) ECL adalah minimal atau tidak material

- 34 -

620.730.051

“) ECL is minimal or immaterial
Page 38 OCR 0.938
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK

(CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)
(Lanjutan)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025
FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)
(Continued)

Manajemen berpendapat bahwa penyisihan
kerugian penurunan nilai atas piutang usaha tidak
diperlukan.

Grup memiliki kerjasama dengan BCA, CIMB,
Permata, Danamon, dan Hibank untuk mendukung
pengembangan bisnis para distributor Perusahaan
di seluruh Indonesia melalui program pembiayaan
distributor. Perjanjian ini memiliki jangka waktu
12 bulan terhitung sejak diterimanya dokumen
yang telah ditandatangani (Catatan 28).

Perjanjian ini dapat diperpanjang otomatis dan akan
dihentikan apabila salah satu pihak memberitahukan
secara tertulis kepada pihak yang lain.

Management believes that the allowance for
impairment losses on trade accounts receivable is
not necessary.

The Group entered into an agreement with BCA,
CIMB, Permata, Danamon, and Hibank to support
the business development of the Company's
distributor in Indonesia through distributor financing
program. The contract has a term of 12 months
starting on the date of the signed document
(Note 28).

The agreement can be extended automaticaliy and
may be terminated by either party at anytime by
giving written notice to the other party.

7. PERSEDIAAN 7.  INVENTORIES
30 Juni/ 31 Desember/
June 30, December 31,
2026 2025
Barang jadi 738.292.475 675.293.771  Finished goods
Barang dalam proses 76.464.430 85.147.832 Work in process
Bahan baku 233.922.570 258.885.256 Raw materials
Bahan pembantu 65.676.407 44.973.479  Indirect materials
Suku cadang 72.610.403 68.464.014 Spare parts
Jumlah 1.186.966.285 1.132.764.352 Total
Penyisihan penurunan nilai (1.070.796) (1.196.705) Allowance for decline in value
Bersih 1.185.895.489 1.131.567.647. Net
Mutasi penyisihan penurunan Changes in the allowance for
nilai persediaan: decline in value are as follows:
Saldo awal tahun 1.196.705 1.538.218 Balance at beginning of year
Pemulihan (125.909) (341.513) Reversal
Saldo akhir tahun 1.070.796. 1,196,705. Balance at end of year

Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan
penurunan nilai persediaan tersebut adalah cukup.

Persediaan milik Grup telah diasuransikan kepada
PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk terhadap special
industrial risk untuk risiko bencana alam, kebakaran
dan risiko lainnya. Manajemen berpendapat bahwa
nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi
kemungkinan kerugian yang dialami Grup.

Berikut ini adalah informasi mengenai jumlah
persediaan tercatat dan nilai pertanggungan:

Management believes that the allowance for decline
in value of inventories is adeguate.

The Group's inventory was insured with
PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk against special
industrial risk for natural disaster, fire, and other
risks. Management believes that the insurance
coverage is adeguate to cover possible losses to the
Group.

The information about the carrying amounts of
inventories and the sum insured are as follow:

30 Juni/ 31 Desember/
June 30, December 31,
2026 2025
Jumlah tercatat persediaan 1.101.035.313 1.036.784.440 Carrying amount of inventories
Nilai pertanggungan persediaan Sum insured of inventories
sebesar USD 62.000 ribu pada amounted to USD 62,000 thousand
30 Juni 2026 (31 Desember as of June 30, 2026 (December 31,
2025: USD 64.000 ribu) 1.107.072.000 1.074.048.000 2025: USD 64,000 thousand)

- 35 -
Page 39 OCR 0.448
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK

(CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)
(Lanjutan)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025
FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)
(Continued)

8. ASET TETAP 8. PROPERTY, PLANT, AND EGUIPMENT
Lamar 22m Sonsyane 20 2016
Im penambahan Perguangan/ — Retsitaa/ Remas Ane METE Ha Ron
so nana. Dota araunen Tn Gatot». Reranaton Menag
Ta 2an002am £ aa
Bangunan dan parang R2 Sanam 150000 Bung and npemerens
pesta Sinaaratsa monas W174— maega : Marine og one
Pesentagan patang Besiaaas oo ansinana Beras Ingatan 326 azas bean agnbantah
Kaum osama 101889 ino tssa9 — sussa Man
pemban lama 105321 2in0 aan 108 san ore amen
Mat enganetuan Dadang ega 2. Bayan Dean Tansrowton emtpment
Ke aham pemesan Dana mh psitoresa Danene anak : Tanu nan
saman ho73no1s7n  moamam — ssnsi Inossanagn 77491706. M02MINSaN To
Agan dn rana snaan gs. #0212 Saing: and movenests
dan penlaan ajansetasa ungasotn Sana aan anna Macan anda
ganguan Tahaoaane Mangan Telo Verma emran
elenapn tt dan Yeemea analbortoy
anta sisisas 110525 iaser sazn2sns Senen
peritan kantor Bantan AS000aa » masa aa
Mat enangaran Ben aana smnere Er Tansotaton'2nspnent
aman sae ssassa 4..snsu ascosg1n Tora
man treat sosassse Asnangsasn Net caring amount
Lancar 31 pesambe —.3Onsenbe/Ooconter2, 2025
mami, penambahan/ Penguangan/ — Rekaskas/.— Rerakas/.— Decenberah, “MADA ate Rr
.hgaton  Dedictions Recassihaon 2005 ...Cont Method». Revahuatin Metnog.
Daya peetan go rerausi testing rwatadamount
Tang Dawongann — Las622a Wasezny 2211002100 anenooaa0o “ng
Bangaran an pasaana Iaoose5387 16461015 Basssa — dakungs2—Lisneeda22 1152663122 uldngsandimpowmens
Mangan peraban Gmesesemo 151907553 assanasg mamadn arahan Gnaaaass  memeyand emo
Penangkapan gudang Dasa Ma Bosanaas sda : Waranone came
Penenkaan Iii Yan Teemiatangisbgatoy
toatam ssarao2 215356 26500 12ss0es sosro ensmow . camgnon
perstan ntr 10852Kan oo 30730at oo pa0533» angnge2n Kosngi sesat : ot basmment
Ratengangawan Sosi27n2-asaas as0g 1sc00 Ketan 30201523 : anepatatan egipment
Ak om pemaksaan Ahidasa menjaga Kama Oon Tikar aras 1 Genetuon npoges
Suman 01saeonam  mo0snn2  B01ngu oo - Ian 10700 SSISNON OA Taat
Imas penyusan Arus deprecaton
Bangun an pasaran men ssesoere sana Baking and povetens
menda peratan akeztipaan 2017706 am sesesa Macinryand armpnan
Petangagan gutng Hanna Elina nona Warese cu
penangkapan tok dan Tema aralaboatoy
Tebaru kasosar— 25n5esa 26500 P sista sera
perda kantor Bnatneun oo Tangasa Lenoan : setan te tavament
Wat pengangkatan Bsotae TENANG Sana i le 3 “aneponaton #papnent
Jamban sesasyans — gnnerona saanserasa aa
Amanteratar ganas asasi petcamyngamune

Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut:

Depreciation expense was allocated to the following:

30 Juni/June 30,
6

Biaya pabrikasi (Catatan 19) 196.373.176 157.426.015 Manufacturing expenses (Note 19)

Beban umum dan administrasi General and administrative expenses
(Catatan 21) 6.277.938 4.670.210 (Note 21)

Jumlah 202.651.114 162.096.225 Total

Penjualan aset tetap adalah sebagai berikut:

Sale of property, plant, and eguipment are as
follows:

30 Juni/June 30,
026
Proceed from sale of property, plant,
Penerimaan dari penjualan aset tetap 1.170.000 3.131.008 and eguipment
Nilai tercatat 53.970 3.145.986 Net carrying amount
Keuntungan (kerugian) penjualan Gain (loss) on sale of property, plant,
aset tetap (Catatan 23) 1.116.030 14.978) and eguipment (Note 23)

-36 -
Page 40 OCR 0.946
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK

(CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)
(Lanjutan)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025
FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)
(Continued)

Jumlah biaya perolehan aset tetap yang telah
disusutkan penuh dan masih digunakan oleh Grup
sebesar Rp 341.947.244 ribu pada tanggal
30 Juni 2026 (2025: Rp 334.863.790 ribu).

MGL memiliki beberapa bidang tanah di Cikarang
dengan Hak Guna Bangunan (“HGB”) berjangka
waktu 22 - 50 tahun, jatuh tempo antara tahun
2031 dan 2050. Manajemen berpendapat tidak
terdapat masalah dalam perpanjangan dan proses
sertifikasi hak atas tanah karena seluruh tanah
diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti
kepemilikan yang memadai.

Aset dalam penyelesaian dan uang muka pembelian
aset tetap pada tanggal 30 Juni 2026, terutama
merupakan mesin, diperkirakan selesai pada akhir
tahun 2026 dengan rata-rata nilai tercatat meliputi
68Yo dari nilai kontrak. Manajemen berpendapat
tidak ada halangan atas penyelesaian aset dalam
penyelesaian.

Mesin dan peralatan serta tanah digunakan sebagai
jaminan atas utang bank jangka panjang sejumlah
Rp 2.313.792.800 ribu pada tahun 2026 dan 2025
(Catatan 12).

Aset tetap kecuali tanah, telah diasuransikan kepada
PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk dan PT Asuransi
Umum BCA terhadap risiko kebakaran, pencurian
dan risiko lainnya. Berikut ini adalah informasi

Cost of the property, plant, and eguipment which
were fully depreciated and are still used by the
Group amounted to Rp 341,947,244 thousand as of
June 30, 2026 (2025: Rp 334,863,790 thousand).

MGL own several pieces of land located in Cikarang,
with Building Use Rights (“HGB”) with period ranging
from 22 to 50 years, which will expire between 2031
and 2050. Management believes that there are no
legal issue in the extension and certification process
of the right as the land was acguired legally and
supported by sufficient documents of ownership.

Construction in progress and advances for purchase
of property, plant, and eguipment as of
June 30, 2026, which mainly represents machinery,
are expected to be completed by the end of 2026
which average carrying value covered 68Yo of
contract value. Management believes that there is
no impediment to the completion of the construction
in progress.

Machinery and eguipment, as well as land are used
as collateral for long-term bank loans totaling to
Rp 2,313,792,800 thousand in 2026 and 2025
(Note 12).

Property, plant, and eguipment, except land, were
insured with PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk and
PT Asuransi Umum BCA against fire, theft and other
risks. The information of the net book value of

mengenai jumlah aset tercatat dan nilai property, plant, and eguipment and the related sum
pertanggungan: insured are as follows:
30 Juni/ 31 Desember/
June 30, December 31,
2026 2025

Jumlah aset tetap tercatat 2.569.332.769

Nilai pertanggungan aset tetap
Rupiah 8.186.950
USD (sebesar USD 377.756 ribu
pada 30 Juni 2026
(31 Desember 2025:
USD 377.435 ribu))

6.745.211.136

Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan
tersebut cukup untuk menutup kemungkinan
kerugian atas aset yang dipertanggungkan.

Aset tetap kecuali tanah juga diasuransikan terhadap
Business Interuption dengan jumlah pertanggungan
sebesar USD 170.400 ribu atau setara dengan
Rp 3.042.662.400 ribu pada tanggal 30 Juni 2026
(31 Desember 2025: USD 238.500 ribu atau setara
dengan Rp 4.002.507.000 ribu).

-37 -

2.481.141.416

Carrying amount of property, plant,
and eguipment

Insurance coverage of property, plant,
and eguipment

8.186.950 Rupiah
USD (amount of USD 377,756
thousand as of June 30, 2026
6.334.114.170 (December 31, 2025:

USD 377,435 thousand))

Management believes that the insurance coverage
is adeguate to cover possible losses on the assets
insured.

All property, plant, and eguipment, except land, are
also insured against Business Interuption with
insurance coverage amounted to USD 170,400
thousand or eguivalent to Rp 3,042,662,400
thousand as of June 30, 2026
(December 31, 2025: USD 238,500 thousand or
eguivalent to Rp 4,002,507,000 thousand).
Page 41 OCR 0.936
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)
(Lanjutan)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025
FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)
(Continued)

Nilai wajar tanah yang dicatat berdasarkan nilai

revaluasi telah direviu oleh manajemen dan
didukung oleh laporan penilai independen
profesional KJPP Felix Sutandar & Rekan

berdasarkan metode pendekatan pasar yang dapati

t

dibandingkan yang mencerminkan harga transaksi

terkini untuk properti serupa pada

tanggal

31 Desember 2025. Berdasarkan hierarki nilai wajar,

nilai wajar tanah dikelompokkan sebagai tingkat 2.

Nilai wajar bangunan dan prasarana serta mesin dan
peralatan yang dicatat berdasarkan nilai revaluasi
telah direviu oleh manajemen dan didukung oleh
laporan penilai independen profesional KJPP Felix
Sutandar & Rekan berdasarkan metode pendekatan

biaya (cost approach) pada tanggal 31 Desembe
2025. Berdasarkan hierarki nilai wajar, nilai wajal

r
-

bangunan dan prasarana, mesin dan peralatan

dikelompokkan sebagai tingkat 3.

Tidak ada perubahan teknik penilaian selama periode

berjalan.

Jika tanah, bangunan dan prasarana, mesin dan

peralatan diukur berdasarkan biaya maka nilai

tercatat tanah, bangunan dan prasarana serta mesin

dan peralatan akan menjadi sebagai berikut:

The fair value of the land that is Stated at their
revalued amount, had been reviewed by the
management and supported with the independent

professional appraisal report, by KJPP Felix
Sutandar & Rekan, based on the market
comparable approach that reflects recent

transaction prices for similar properties as of
December 31, 2025. Based on fair value hierarchy,
fair value of land are classified as level 2.

The fair value of buildings and improvements and
machinery and eguipment that are stated at their
revalued amount, had been reviewed by the
management and supported with the independent
professional appraisal report, by KJPP Felix
Sutandar & Rekan, using cost approach as of
December 31, 2025. Based on fair value hierarchy,
fair value of building and improvements, machinery
and eguipment are classified as level 3.

There were no changes in valuation technigues
during the period.

Had the Group's land, buildings and improvements
and machinery and eguipment been measured on
historical cost basis, their carrying amounts would
have been as follows:

30 Juni/ 31 Desember/
June 30, December 31,
2026 2025
Tanah 102.022.987 102.022.987 Land
Bangunan dan prasarana 197.559.758 201.253.771 Buildings and improvements
Mesin dan peralatan 1.475.303.481 1.511.855.592 Machinery and eguipment

Jumlah 1.774.886.226 1.815.132.350 Total
9. UTANG USAHA KEPADA PIHAK KETIGA 9. TRADE ACCOUNTS PAYABLE TO THIRD PARTIES
30 Juni/ 31 Desember/
June 30, December 31,
2026 2025
a. Berdasarkan pemasok a. By creditor
Pemasok dalam negeri 263.466.791 223.468.663 Local suppliers
Pemasok luar negeri 107.596.304 62.203.438 Foreign suppliers
Jumlah 371.063.095 285.672.101 Total
b. Berdasarkan mata uang b. By currency
Rupiah 263.466.791 223.468.663 Rupiah
USD 20.758.163 51.802.838 UsD
Euro 61.890.936 3.742.121 Euro
Lain-lain 24.947.205 6.658.479 Others
Jumlah 371.063.095 285.672.101 Total

Jangka waktu kredit yang timbul dari pembelian
bahan baku utama dan pembantu, dari pemasok
dalam dan luar negeri berkisar 30-90 hari. Tidak
ada bunga yang dibebankan pada utang usaha.

- 38 -

Purchases of raw and indirect materials, both from
local and foreign suppliers, have credit terms of
30-90 days. No interest is charged on trade accounts
payable.
Page 42 OCR 0.924
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025
FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)

(Lanjutan) (Continued)
10. BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR 10. ACCRUED EXPENSES
30 Juni/ 31 Desember/
June 30, December 31,
2026 2025
Gas 79.062.375 62.088.137 Gas
Komisi penjualan 28.763.821 48.219.511 Sales commission
Gaji dan tunjangan 19.823.975 10.938.011 Salary and allowance
Listrik 17.684.867 20.615.012 Electricity
Pengangkutan 13.903.711 13.695.302 Freight
Bunga pinjaman (Catatan 12) 11.080.424 13.247.087 Interest on loans (Note 12)
Pemasaran 2.591.627 4.711.214 Marketing
Lain-lain 2.983.287 3.257.072 Others
Jumlah 175.894.087 176.771.346 — Total
11. UTANG PAJAK 11. TAXES PAYABLE
30 Juni/ 31 Desember/
June 30, December 31,
2026 2025
Pajak penghasilan Income taxes
Pasal 4 (2) 495.938 71.206 Article 4 (2)
Pasal 15 44.628 21.800 Article 15
Pasal 21 2.651.128 6.451.271 Article 21
Pasal 22 274.247 205.954 Article 22
Pasal 23 2.614.774 977.636 Article 23
Pasal 25 # 2.024.524 Artide 25
Pasal 26 20.855 14.648 Article 26
Pajak pertambahan nilai - bersih 843.615 1.088.227 Value added tax - net
Jumlah 6.945.185 10.855.266 Total
12. UTANG BANK 12. BANK LOANS
Utang Bank Jangka Pendek Short-term Bank Loans
30 Juni/ 31 Desember/
June 30, December 31,
2026 2025
BCA 270.456.742 226.407.000 BCA
CIMB 74.742.177 16.676.759 CIMB
Jumlah 345.198.919 243.083.759 Total
BCA BCA
MGL mendapat beberapa fasilitas kredit dari BCA MGL obtained several credit facilities from BCA, as
sebagai berikut: follow:

. Fasilitas pinjaman rekening koran dengan
jumlah maksimum pinjaman sebesar
Rp 150.000.000 ribu pada tanggal

30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025.

Fasilitas time loan dengan jumlah maksimum
sebesar Rp 150.000.000 ribu pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025.

Fasilitas multi kredit berupa Trust Receipt
(“TR”) dengan jumlah maksimum sebesar

USD 30.000.000 atau setara dengan
Rp 535.680.000 ribu pada tanggal
30 Juni 2026 (31 Desember 2025:
USD 30.000.000 atau setara dengan

Rp 503.460.000 ribu).

-39 -

Overdraft loan facility with maximum amount
of Rp 150,000,000 thousand as of
June 30, 2026 and December 31, 2025.

.

Time loan facility with maximum amount of
Rp 150,000,000 thousand as of
June 30, 2026 and December 31, 2025.

Multi credit facility in the form of Trust
Receipt (“TR”) with maximum amount of

USD 30,000,000 or eguivalent to
Rp 535,680,000 thousand as of
June 30, 2026 (December 31, 2025:
USD  30,000,000 or  eguivalent to

Rp 503,460,000 thousand).
Page 43 OCR 0.932
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)
(Lanjutan)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025
FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)
(Continued)

. Fasilitas bank garansi (Standby Letter of
Credit) dengan jumlah maksimum sebesar

USD 15.000.000 atau setara dengan
Rp 267.840.000 ribu pada tanggal
30 Juni 2026 (31 Desember 2025:
USD 15.000.000 atau setara dengan

Rp 251.730.000 ribu).

. Fasilitas forex forward line (Forex) dengan
jumlah maksimal sebesar USD 5.000.000 atau
setara dengan Rp 89.280.000 ribu pada
tanggal 30 Juni 2026 (31 Desember 2025:
USD 5.000.000 atau setara dengan
Rp 83.910.000 ribu).

Fasilitas pinjaman ini dikenakan tingkat suku bunga
mengambang sebesar 7,75Y6 per tahun dan akan
jatuh tempo pada pada tanggal 25 April 2027
(31 December 2025: 7,75Y6 per tahun dan jatuh
tempo pada tanggal 25 April 2026).

CIMB

Perusahaan memperoleh fasilitas jual beli piutang
dari CIMB dengan jumlah maksimum fasilitas
sebesar Rp 100.000.000 ribu pada 30 Juni 2026 dan
31 Desember 2025. Fasilitas pinjaman ini dikenakan
tingkat diskonto 8,25Yo - 8,50Y6 per tahun dengan
menggunakan metode tingkat suku bunga
mengambang dan akan jatuh tempo pada tanggal
28 Februari 2027.

Utang Bank Jangka Panjang

Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025,
Grup mempunyai utang bank jangka panjang
sebagai berikut:

. Bank guarantee facility (Standby Letter of

Credit) with maximum amount of
USD  15,000,000 or eguivalent to
Rp 267,840,000 thousand as of
June 30, 2026 (December 31, 2025:
USD 15,000,000 or eguivalent to

Rp 251,730,000 thousand).

. Forex forward line (Forex) facility with
maximum amount of USD 5,000,000 or
eguivalent to Rp 89,280,000 thousand as of
June 30, 2026 (December 31, 2025:
USD 5,000,000 or eguivalent to Rp 83,910,000
thousand).

The credit facilities bear floating interest rate of
7.75Yo per annum and will be due on April 25, 2027
(December 31, 2025: 7.75Y6 per annum and due on
April 25, 2026).

CIMB

The Company obtained factoring facility from CIMB
with maximum facilities amount Rp 100,000,000
thousand as of June 30, 2026 and December 31,
2025. The credit facilities bear discount rate is
8.25Yo - 8.50Y6 per annum with floating interest
rates and due on February 28, 2027.

Long-term Bank Loan

As of June 30, 2026 and December 31, 2025, the
Group has long-term bank loan with details
as follows:

30 Juni/ 31 Desember/
June 30, December 31,
2026 2025
BCA 374.218.389 446.809.313 BCA
PT Bank Shinhan Indonesia PT Bank Shinhan Indonesia
("Shinhan") 175.000.000 200.000.000 (“Shinhan")
Jumlah 549.218.389 646.809.313 Total
Bagian yang jatuh tempo dalam
satu tahun (191.558.724) (184.692.348) Current maturities

Bagian utang bank jangka panjang

357.659.665

Long-term maturities of long-term

462.116.965 bank loan

Biaya perolehan diamortisasi atas pinjaman jangka
panjang yang diperoleh adalah sebagai berikut:

The amortized cost of long-term bank loan acguired
are as follows:

30 Juni/ 31 Desember/
June 30, December 31,
2026 2025
Utang bank 549.218.389 646.809.313 Bank loan
Biaya bunga yang masih
harus dibayar (Catatan 10) 11.080.424 13.247.087 Accrued interest (Note 10)
Jumlah 560.298.813 660.056.400 Total

Page 44 OCR 0.935
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)
(Lanjutan)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025
FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)
(Continued)

Jadwal pelunasan pokok pinjaman per tahun pada
tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah
sebagai berikut:

The schedule of payments of long-term bank loan as
Of June 30, 2026 and December 31, 2025 are as
follow:

30 Juni/ 31 Desember/
June 30, December 31,
2026 2025

Dalam satu tahun 191.558.724 184.692.348 — The first year
Dalam tahun kedua 154.976.567 207.044.193 The second year
Dalam tahun ketiga 94.105.244 104.779.346 — The third year
Dalam tahun keempat 58.431.142 83.431.142 The fourth year
Dalam tahun kelima 33.431.142 33.431.142 The fifth year
Setelah tahun kelima 16.715.570 33.431.142 Over than fifth year
Jumlah 549.218.389 646.809.313 Total

BCA

Pada tahun 2017, MGL mendapat fasilitas kredit
dari BCA sebesar Rp 636.065.000 ribu. Fasilitas ini
digunakan untuk pembiayaan kembali (refinancing)
pinjaman Junior. Fasilitas pinjaman ini dikenakan
tingkat bunga mengambang yang pada awalnya
ditetapkan sebesar 10Yo per tahun dengan jangka
waktu selama 8 tahun. Pada tanggal 31 Desember
2025, fasilitas pinjaman ini dikenakan tingkat
bunga mengambang sebesar 7,75Y6 per tahun.
Fasilitas ini telah dilunasi pada akhir tahun 2025.

Pada bulan Juni 2019, MGL mendapat fasilitas kredit
dari BCA dengan maksimum pinjaman sebesar
USD 25.000.000 dan USD 5.000.000 (setara
dengan Rp 347.525.000 ribu dan Rp 69.505.000
ribu), dengan jangka waktu masing-masing selama
8 tahun dan 7 tahun. Fasilitas ini digunakan untuk
pembiayaan pembelian mesin baru. Pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, fasilitas
pinjaman ini dikenakan tingkat bunga mengambang
sebesar 7,75Yo per tahun.

Pada bulan November 2022, MGL mendapat fasilitas
kredit dari BCA dengan maksimum pinjaman
sebesar USD 7.000.000 atau setara dengan
Rp 110.117.000 ribu, dengan jangka waktu selama
5 tahun. Fasilitas pinjaman ini digunakan untuk
pembelian dan instalasi mesin. Pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, fasilitas
pinjaman ini dikenakan tingkat bunga mengambang
sebesar 7,75Yo per tahun.

Pada bulan Juli 2024, MGL mendapat fasilitas kredit
dari BCA dengan maksimum pinjaman sebesar
USD 12.420.000 atau setara dengan
Rp 188.013.960 ribu, dengan jangka waktu selama
6 tahun. Fasilitas pinjaman ini digunakan untuk
pembiayaan rebuilding mesin. Pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, fasilitas
pinjaman ini dikenakan tingkat bunga
mengambang sebesar 7,75Y6 per tahun.

-41 -

BCA

In 2017, MGL obtained a credit facility from BCA
amounted to Rp 636,065,000 thousand. This facility
was used for refinancing of the Junior Loan. The loan
facility bears floating interest rate at 10Yc per annum
at the beginning with a term of 8 years. At
December 31, 2025, this loan facility bear a floating
interest rate of 7.75Yo per annum. This Facility has
been paid at the end of 2025.

On June 2019, MGL obtained a credit facility from
BCA with maximum credit amounted to
USD 25,000,000 and USD 5,000,000 (eguivalent
with Rp 347,525,000 thousand and Rp 69,505,000
thousand), with terms of 8 years and 7 years,
respectively. This loan facility is used to finance
purchase of new machinery. At June 30, 2026 and
December 31, 2025, this loan facility bear a floating
interest rate of 7.75Y4 per annum.

On November 2022, MGL obtained a credit facility
from BCA with maximum credit amounted to
USD 7,000,000 or eguivalent with Rp 110,117,000
thousand, with terms of 5 years. This loan facility is
used to finance the purchase and installation of
machineries. At June 30, 2026 and December 31,
2025, this loan facility bear a floating interest rate of
7.7599 per annum.

On July 2024, MGL obtained a credit facility from
BCA with maximum credit amounted to
USD 12,420,000 or eguivalent with Rp 188,013,960
thousand, with terms of 6 years. This loan facility is
used to finance rebuilding of machineries. At
June 30, 2026 and December 31, 2025 this loan
facility bear a floating interest rate of 7.75Y6 per
annum.
Page 45 OCR 0.935
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)
(Lanjutan)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025
FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)
(Continued)

13.

Pinjaman jangka pendek dan jangka panjang BCA
dijamin dengan:

. Sebagian sertifikat Hak Guna Bangunan
(“HGB”) atas tanah milik MGL.

. Mesin dan peralatan milik MGL.

Perjanjian kredit investasi dengan BCA mencakup
persyaratan tertentu antara lain membatasi MGL
dalam hal memperoleh pinjaman baru,
meminjamkan uang atau melakukan investasi yang
tidak berkaitan dengan kegiatan usaha debitor,
menjual atau melepaskan harta tidak bergerak,
melakukan pemisahan, peleburan, penggabungan,
pengambil 'alihan atau pembubaran usaha,
melakukan pembayaran dipercepat di luar jadwal
yang telah ditetapkan dalam perjanjian kredit
pinjaman Junior dan memastikan bahwa kreditor
pinjaman Junior tidak menyatakan MGL cidera janji
berdasarkan perjanjian kredit pinjaman Junior atau
perjanjian kredit lainnya.

MGL juga diharuskan memenuhi beberapa rasio
keuangan sebagai berikut:

e Nilai EBITDA minimal Rp 400.000.000 ribu.

8 Current ratio minimal 1 kali.

» EBITDA terhadap kewajiban pembayaran
bunga dan angsuran pokok minimal 1,1 kali.

Shinhan

Pada bulan Oktober 2025, Perusahaan memperoleh
fasilitas pinjaman korporasi dari Shinhan dengan
maksimum pinjaman sebesar Rp 200.000.000 ribu
dengan jangka waktu selama 4 tahun. Fasilitas
pinjaman ini digunakan untuk pembelian barang
untuk wholesale business. Pada tanggal 30 Juni
2026, fasilitas pinjaman ini dikenakan tingkat
bunga tetap sebesar 7,50Y6 per tahun.

Tidak ada aset yang dijaminkan atas pinjaman ini.

Fasilitas pinjaman dengan Shinhan mencakup
persyaratan keuangan seperti mempertahankan
rasio debt service coverage minimal 1,1 kali yang
dihitung berdasarkan laporan keuangan
konsolidasian.

LIABILITAS IMBALAN KERJA

Grup membukukan progam pensiun imbalan pasti
untuk karyawan sesuai dengan kebijakan Grup.
Jumlah karyawan yang berhak atas imbalan pasca
kerja tersebut adalah 2.962 dan 3.007 karyawan
masing - masing pada 30 Juni 2026 dan
31 Desember 2025.

Grup membentuk aset program yang dikelola oleh
DPLK Manulife dan DPLK Allianz Indonesia, untuk
mendanai program imbalan pasti seluruh
karyawannya.

-42-

13.

'Short-term bank loan and long-term bank loan from
BCA are secured by:

. Several certificate of Building Use Rights
(“HGB”) on land owned by MGL.

. Machineries and eguipments owned by MGL.

The investment credit agreement of BCA covered
specific reguirements such as limiting MGL in terms
Of obtaining a new loan, lending money or making
investments that are not related to business
activities of the debtor, to sell or release the
immovable property, performing — separation,
consolidation, merger, takeover or dissolution of
business, make accelerated payments beyond a
predetermined schedule of the Junior credit loan
agreement and ensure that creditors of the Junior
loan will not claim that MGL has a default under the
Junior credit loan agreement or other credit
agreements.

MGL is also reguired to comply with certain financial
ratios as follows:

« The value of EBITDA shall not less than

Rp 400,000,000 thousand.
«Current ratio is at least 1 time.

«  EBITDA to the obligation of payment interest
and principal installment is at least 1.1 times.

Shinhan

In October 2025, the Company obtained a corporate
loan facility from Shinhan with maximum credit
amounted to Rp 200,000,000 thousand, with terms
of 4 years. This loan facility is used to purchase
goods for wholesale business. At June 30, 2026, this
loan facility bear a fixed interest rate of 7.5096 per
annum.

No assets are collateralized for this loan.

The above loan facilities with Shinhan contain
financial covenants such as maintaining a minimum
debt service coverage ratio of 1.1 times, computed
based on the consolidated financial statements.

EMPLOYEE BENEFITS OBLIGATION

The Group provides defined benefit pension plan to
their employees based on their policy. The number
Of employees entitled to the benefits was 2,962 and
3,007 employees as of June 30, 2026 and December
31, 2025, respectively.

The Group established plan assets managed by DPLK
Manulife and DPLK Allianz Indonesia to fund the
defined benefit plan of its employees.
Page 46 OCR 0.937
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)
(Lanjutan)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025
FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)
(Continued)

Program imbalan pasti memberikan eksposur Grup
terhadap risiko aktuarial seperti: risiko tingkat
bunga dan risiko gaji.

a. Risiko tingkat bunga

Penurunan suku bunga obligasi akan
meningkatkan liabilitas program.

b. Risiko Gaji

Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung
dengan mengacu pada gaji masa depan
peserta program. Dengan demikian, kenaikan
gaji peserta program akan meningkatkan
liabilitas program.

Biaya periode berjalan sebesar Rp 31.025.896 ribu
(2025: Rp 24.967.233 ribu) termasuk dalam beban
umum dan administrasi (Catatan 21).

Komponen beban imbalan pasti yang diakui dalam
penghasilan komprehensif lain setelah dikurangi
pajak tangguhan adalah sebesar Rp 15.642.745
ribu untuk tahun 2025, dicatat sebagai penghasilan
komprehensif lain dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

Jumlah liabilitas imbalan kerja yang diakui dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian yang timbul
dari liabilitas imbalan kerja Grup adalah sebagai

The defined benefit plan typically exposes the Group
to actuarial risks such as: interest rate risk and
salary risk.

a. Interest raterisk

A decrease in the bond interest rate will
increase the plan liability.

b. Salary Risk

The present value of the defined benefit plan
liability is calculated by reference to the future
salaries of plan participants. As such, an
increase in the salary of the plan participants
will increase the plan's liability.

Expense for the period amounted to Rp 31,025,896
(2025: Rp 25,967,233 thousand) was included in
general and administrative expenses (Note 21).

Components of defined benefit costs recognized in
other comprehensive income net after deferred tax
amounting to Rp 15,642,745 thousand in 2025,
recorded as other comprehensive income in
consolidated statements of profit or loss and other
comprehensive income.

The amounts in consolidated statement of financial
position arising from the Group's obligation respect
of these employee benefits are as follows:

31 Desember/
December 31,

2025

berikut:
30 Juni/
June 30,
2026
Nilai kini kewajiban imbalan pasti 601.531.731

Nilai wajar aset program

(104.685.493)

602.662.281 Present value of the benefit obligation

(127.877.581) Fair value of plan assets

Liabilitas bersih

496.846.238

474.184.700. Net Liabilities

Jumlah liabilitas imbalan kerja Grup dalam laporan
posisi keuangan konsolidasian dan mutasi nilai kini
kewajiban imbalan pasti adalah sebagai berikut:

Kewajiban imbalan pasti - awal
Biaya jasa kini
Biaya jasa lalu
Biaya bunga -
Liabilitas imbalan kerja yang
dialihkan kepada pihak berelasi -
Pengukuran kembali liabilitas
imbalan pasti:
Kerugian aktuarial yang timbul
dari perubahan asumsi keuangan -
Keuntungan aktuarial yang timbul
dari penyesuaian atas
pengalaman
Pembayaran manfaat

602.662.281
03.033

(34.333.583)

The amounts in the consolidated statements of
financial position arising from the Group's obligation
and movements in the present value of the defined
benefit obligation in the current year are as follows:

623.704.081 — Opening defined benefit obligation
42.859.734 Current service cost
96.445 Past service cost
40.259.095 Interest cost
Employee benefits obligation
(1.082.242) — transferred to related party
Remeasurement of the net defined
benefit liabilities:
Actuarial loses arising from
19.737.950 changes in financial assumptions

Actuarial gains arising
(4.792.010) from experience adjustment

(118.120.772) Benefits paid

Kewajiban imbalan pasti - akhir

601.531.731

602.662.281 Closing defined benefit obligation

Page 47 OCR 0.934
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
'SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)
(Lanjutan)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025

FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED
JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)
(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)

(Continued)

Mutasi nilai wajar aset program adalah sebagai Movement in the fair value of the plan assets are as
berikut: follows:

30 Juni/ 31 Desember/

June 30, December 31,

2026 2025

Nilai wajar aset program - awal 127.877.581 220.574.558 Opening fair value of plan assets
Kontribusi pemberi kerja 4.800.000 10.300.000 Contributions from employer
Imbal hasil ekspektasian aset program 2.177.137 15.726.966  Expected retum on plan assets
Kerugian aktuarial atas aset program (5.108.861) Actuarial losses on plan assets

Pembayaran manfaat

Nilai wajar aset program - akhir

(30.169.225)

(113.615.082)

Benefits paid

104.685.493

127.877.581

Closing fair value of plan assets

Perhitungan imbalan pasca kerja dihitung oleh KKA
Indra Catarya Situmeang dan Rekan, aktuaris
independen, dengan menggunakan asumsi utama:

30 Juni/June 30, 202
1/

Usia pensiun normal (tahun)
Tingkat diskonto pertahun
Tingkat kenaikan gaji per tahun
Tingkat kematian

Asumsi aktuarial yang signifikan untuk penentuan
kewajiban imbalan pasti adalah tingkat diskonto
dan kenaikan gaji yang diharapkan. Sensitivitas

analisis di

bawah ini ditentukan berdasarkan

masing-masing perubahan asumsi yang mungkin
terjadi pada akhir periode pelaporan, dengan
semua asumsi lain konstan.

Jika tingkat diskonto lebih tinggi (lebih
rendah) 100 basis poin, kewajiban imbalan
pasti akan berkurang menjadi sebesar
Rp 568.838.502 ribu (bertambah menjadi
sebesar Rp 637.855.513 ribu) pada
30 Juni 2026 (31 December 2025: berkurang
menjadi sebesar Rp 569.969.052 ribu
(bertambah menjadi sebesar Rp 638.986.063
ribu)).

Jika pertumbuhan gaji yang diharapkan naik
(turun) menjadi 1Yo, kewajiban imbalan pasti
akan naik menjadi sebesar Rp 639.728.529
ribu (turun menjadi sebesar Rp 566.529.627
ribu) pada 30 Juni 2026 (31 Desember 2025:
naik menjadi sebesar Rp 640.859.079 ribu
(turun menjadi sebesar Rp 567.660.177 ribu)).

Seluruh aset program Grup merupakan kategori
investasi pasar uang yang diukur menggunakan
nilai wajar berdasarkan harga pasar kuotasian.

Analisis sensitivitas yang disajikan di atas mungkin
tidak mewakili perubahan yang sebenarnya dalam

kewajiban

imbalan pasti mengingat bahwa

perubahan asumsi terjadinya tidak terisolasi satu

sama

lain karena beberapa asumsi tersebut

mungkin berkorelasi.

55
6,32Yo
8Ya
TMI 2019

The cost of providing employee benefits is calculated
by KKA Indra Catarya Situmeang dan Rekan, an

independent actuary,

using the following key

assumptions:
6 dan/and

rr
Normal retirement age (years)
Discount rate per annum
Salary increment rate per annum
Mortality rate

Significant  actuarial  assumptions for the

determination of the defined obligation are discount
rate and expected salary increase. The sensitivity
analyses below have been determined based on
reasonably possible changes of the respective
assumptions occurring at the end of the reporting
period, while holding all other assumptions constant.

.

IF the discount rate is 100 basis points higher
(lower), the defined benefit obligation will
decrease to Rp 568,838,502 thousand (increase
to Rp 637,855,513 thousand) as of
June 30, 2026 (December 31, 2025: decrease
to Rp 569,969,052 thousand (increase to
Rp 638,986,063 thousand)).

If the expected salary growth increases
(decreases) 1Yh, the defined benefit obligation
will increase to Rp 639,728,529 thousand
(decrease to Rp 566,529,627 thousand) as of
June 30, 2026 (December 31, 2025: increase to
Rp 640,859,079 thousand (decrease to
Rp 567,660,177 thousand)).

All of the Group's plan assets represent money
market investment that is measured in fair value
based on guoted market price.

The sensitivity analysis presented above may not be
representative of the actual change in the defined
benefit obligation as it is unlikely that the change in
assumptions would occur in isolation of one another
as some of the assumptions may be correlated.
Page 48 OCR 0.921
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)
(Lanjutan)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025

FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)
(Continued)

Selanjutnya, dalam menyajikan analisis sensitivitas
di atas, nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung
dengan menggunakan metode projected unit credit
pada akhir periode pelaporan, yang sama dengan
yang diterapkan dalam menghitung liabilitas
manfaat pasti yang diakui dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian.

Tidak ada perubahan dalam metode asumsi yang
digunakan dalam penyusunan analisis sensitivitas
dari tahun sebelumnya.

Durasi rata-rata dari kewajiban imbalan Perusahaan
dan MGL pada tanggal 30 Juni 2026 dan
31 Desember 2025 adalah 11,11 tahun.

14. MODAL SAHAM

Sesuai dengan daftar pemegang saham yang
dikeluarkan oleh Biro Administrasi Efek (PT Raya
Saham Registra), susunan pemegang saham
Perusahaan adalah sebagai berikut:

14.

Furthermore, in presenting the above sensitivity
analysis, the present value of the defined benefit
obligation has been calculated using the projected
unit credit method at the end of the reporting period,
which is the same as that applied in calculating the
defined benefit obligation liability recognized in the
consolidated statements of financial position.

There were no changes in the methods and
assumptions used in preparing the sensitivity
analysis from prior years.

The Company and MGL's average duration of the
benefit obligation as of June 30, 2026 and December
31, 2025 are 11.11 years.

CAPITAL STOCK

According to the register of shareholders issued by
Biro Administrasi Efek (PT Raya Saham Registra),
the Company's shareholding structure are as
follows:

30 Juni/June 30, 2026 dan/and
31 Desember/December 31, 2025

Jumlah Persentase Jumlah
saham/ pemilikan/ modal disetor/
Number Percentage Total paid-up
Nama Pemegang Saham of share of ownership capital Name of Stockholders
PT Eka Gunatama Mandiri 2.741.735.320 41,45Y0 274.173.532 PT Eka Gunatama Mandiri
PT Mulia Grahapermai 1.706.693.290 25,806 170.669.329 PT Mulia Grahapermai
Masyarakat umum (masing-masing
di bawah 596) 2.166.571.390 2,75Ya 216.657.139 Public (below 596 each)
Jumlah —6.615,000.000 100,006, 561.500.000. Total

Modal ditempatkan dan disetor penuh adalah saham
biasa yang memberikan hak untuk membawa satu
suara per saham dan berpartisipasi dalam dividen.

15. TAMBAHAN MODAL DISETOR - BERSIH

Akun ini merupakan kelebihan harga jual atas nilai
nominal saham dengan rincian sebagai berikut:

15.

The shares issued and fully paid are ordinary shares
which entitle the holder to carry one vote per share
and to participate in dividends.

ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL - NET
This account represents the excess of the total

proceeds over the total par value of shares, with
details as follows:

30 Juni/June 30, 2026 dan/and
31 Desember/December 31, 2025

Penawaran umum tahun 1994, 25.000.000 saham,
norrinal Rp 1.000 per saham, harga
penawaran Rp 3.800 per saham

Penawaran umum terbatas I tahun 1995,
100.000.000 saham, norrinal Rp 1.000 per
saham harga penawaran Rp 3.000 per saham

Pembagian saham bonus, 247.500.000 saham
nominal Rp 1.000 per saham

Penawaran umum terbatas II tahun 1996,
189.000.000 saham, nominal Rp 1.000 per
saham harga penawaran Rp 1.700 per saham

Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas
sepengendali atas penjualan saham
entitas anak

Penjualan saham diperoleh kembali

Jumlah

Initial public offering in 1994, 25,000,000 shares
with Rp 1,000 par value per share at

70.000.000 an offering price of Rp 3,800 per share
Limited public offering 1 in 1995, 100,000,000
shares with Rp 1,000 par value per share
200.000.000 at an offering price of Rp 3,000 per share
Distribution of 247,500,000 bonus shares
(247.500.000) at Rp 1,000 par value per share
Limited public offering II in 1996, 189,000,000
shares with Rp 1,000 par value per share
132.300.000 at an offering price of Rp 1,700 per share
Difference in value of restructuring transactions
among entities under common control from
101.796.602 sale of subsidiary's shares
48.124.440 Sale of treasury stock
30: 2 Total

Page 49 OCR 0.939
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025
FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)
(Continued)

(Lanjutan)
Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas
sepengendali merupakan keuntungan atas

16.

17.

18.

penjualan seluruh kepemilikan saham Perusahaan
sebesar 99,9Yo atas PT Muliakeramik Indahraya
(MKIR) kepada PT Eka Gunatama Mandiri (entitas
sepengendali) pada tanggal 23 Oktober 2017.

DIVIDEN TUNAI DAN CADANGAN UMUM

Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham
Tahunan Perusahaan sebagaimana dinyatakan
dalam Akta Notaris No. 159 tanggal 23 Mei 2025,
dari Christina Dwi Utami, S.H., Mhum, MKn., Notaris
di Jakarta, telah disetujui untuk membagikan
dividen tahun buku 2024 kepada para pemegang
saham Perusahaan sebesar Rp 46.305.000 ribu
atau Rp 7 per saham.

Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025,
utang dividen kas sebesar Rp 967.690 ribu.

PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN

Akun ini meliputi penghasilan komprehensif lain
yang diakumulasikan dalam ekuitas.

30 Juni/
June 30,
2026

16.

17.

Difference in value of restructuring transactions
among entities under common control represents
gain of sale of all 99.976 of the Company ownership
over PT Muliakeramik Indahraya (MKIR) to PT Eka
Gunatama Mandiri (entity under common control) on
October 23, 2017.

CASH DIVIDENDS AND GENERAL RESERVE

Based on the minutes of the Stockholders' Annual
Meeting as stated in Notarial Deed No. 159 dated
May 23, 2025, of Christina Dwi Utami, S.H., Mhum,
MKn, Notary in Jakarta, the stockholders approved
to distribute dividends for the year 2024 to the
Company's shareholders amounting to
Rp 46,305,000 thousand or Rp 7 per share.

As of June 30, 2026 and December 31, 2025, cash
dividends payable amounted to Rp 967,690
thousand.

OTHER COMPREHENSIVE INCOME

This account comprises of other comprehensive
income that are accumulated in eguity.

31 Desember/
December 31,

2025

Surplus revaluasi 3.693.118.214

Pengukuran kembali liabilitas

3.693.118.214

181.526.070!
3.511.592.144

Revaluation reserve
Remeasurement of defined
benefits obligation

Total

imbalan pasti 81.526.070:
Jumlah 3.511.592.144
Surplus Revaluasi

30 Juni/
June 30,
026

Revaluation reserve

31 Desember/
December 31,

2025

Saldo awal tahun 3.693.118.214
Peningkatan yang timbul dari

revaluasi - bersih -
Saldo akhir tahun 3.693.118.214

3.587.145.123

105.973.091
3.693.118.214

Balance at beginning of year
Increase arising from
revaluation - net

Balance at end of year

PENDAPATAN 18. REVENUE
30 Juni/June 30,
2026 2025

Pihak berelasi (Catatan 26) 5.260.478 8.440.327 Related parties (Note 26)
Pihak ketiga Third parties

Lokal 1.164.063.524 1.112.227.263 Local

Ekspor 802.609.161 925.410.512 Export

Subjumlah 1.966.672.685 2.037.637.775 Subtotal
Jumlah 1.971.933.163 2.046.078.102 Total

Insentif kinerja (21.694.314)

Jumlah 1.950.238.849

-46 -

(44.525.835) Performance incentives
2.001.552.267 Total
Page 50 OCR 0.942
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)
(Lanjutan)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025
FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)
(Continued)

Tidak terdapat penjualan kepada satu pelanggan
yang melebihi 10Y6 dari jumlah penjualan bersih.

Grup mengakui penjualan pada waktu tertentu.

19. BEBAN POKOK PENDAPATAN

There were no sales to individual customers
representing more than 1096 of total net sales.

The Group revenue is recognized at point in time.

19. COST OF REVENUE

30 Juni/June 30,
26 2

693.435.826 Raw materials used
148.482.130 Direct labor
906.838.462 Manufacturing expenses

Bahan baku digunakan 635.149.743
Tenaga kerja langsung 144.463.255
Biaya pabrikasi 1.114.230.210
Jumlah biaya produksi 1.893.843.208

Persediaan barang dalam
proses (Catatan 7)

1.748.756.418 Total manufacturing cost

Work in process (Note 7)

Awal tahun 85.147.832 34.676.454 At beginning of year

Akhir tahun (76.464.430) (51.825.318) At end of year
Biaya pokok produksi 1.902.526.610 1.731.607.554 Cost of goods manufactured
Persediaan barang jadi Finished goods

Awal tahun (Catatan 7) 675.293.771 624.071.477 At beginning of year (Note 7)

Pembelian 570.937 1.863.738 Purchases

Akhir tahun (Catatan 7) (738.292.475) (697.219.454) At end of year (Note 7)
Beban pokok pendapatan 1.840.098.843 1.660.323.315 Cost of revenue

Biaya pabrikasi terdiri dari:

Manufacturing expenses consist of:

30 Juni/June 30,

420.729.615 Fuel
157.426.015 Depreciation (Note 8)
111.581.583 Electricity and water
111.084.547 Salaries and allowances
59.533.610 Spareparts
17.602.499 Rent
11.892.093 Repairs and maintenance
16.988.500 Others

2026 2025
Bahan bakar 577.450.777
Penyusutan (Catatan 8) 196.373.176
Listrik dan air 114.479.653
Gaji dan tunjangan 109.251.589
Suku cadang 74.818.647
Sewa 15.950.025
Perbaikan dan pemeliharaan 10.791.775
Lain-lain 15.114.568
Jumlah 1.114.230.210

906.838.462. Total

Pada 30 Juni 2026 dan 2025, tidak ada pembelian
bahan baku yang melebihi 10Y6 dari penjualan
bersih.

20. BEBAN PENJUALAN

As of June 30, 2026 and 2025, there is no purchase
Of raw materials more than 1096 of total net
revenue.

20. SELLING EXPENSES

30 Juni/June 30,

2025

135.100.421 Freight
7.476.442 Salaries and allowances
2.709.345 Travelling
4.317.294 Insurance
4.190.782 Others

2026
Pengangkutan 127.796.778
Gaji dan tunjangan 7.725.229
Perjalanan dinas 3.265.749
Asuransi 2.510.149
Lain-lain 4.288.298
Jumlah 145.586.203

-47 -

153.794.284 Total
Page 51 OCR 0.934
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025

SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)

(Lanjutan)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025
FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)
(Continued)

21.

22.

23.

24.

BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI 21.

30 Juni/June 30,

GENERAL AND ADMINISTRATIVE EXPENSES

2026 2025
Gaji dan tunjangan 74.429.920 76.786.932 Salaries and allowances
Imbalan pasca kerja (Catatan 13) 31.025.896 24.967.233 Employee benefits (Note 13)
Penyusutan (Catatan 8) 6.277.938 4.670.210  Depreciation (Note 8)
Perjalanan dinas 5.317.847 4.951.603 — Travelling
Pengepakan kembali 3.101.724 3.510.480 Repackaging
Perbaikan dan pemeliharaan 2.041.301 1.812.395 Repair and maintenance
Pelatihan dan pendidikan 1.941.611 1.570.140 Training and education
Barang pecah 671.109 7.770.628 Damage goods
Lain-lain 10.797.215 10.087.776 Others
Jumlah 135.604.561 136.127.397 Total
BEBAN KEUANGAN 22. FINANCE COSTS

30 Juni/June 30,
26

2025
Beban bunga pinjaman sesuai dengan
tingkat bunga perjanjian 34.625.311 29.829.817
Biaya bank 2.883.598 3.369.314
Jumlah 37.508.909 33.199.131
KEUNTUNGAN LAIN-LAIN - BERSIH 23. OTHER GAINS -
30 Juni/June 30,
26 2025
Penghasilan bunga 3.182.483 7.210.715
Keuntungan (kerugian) penjualan
aset tetap (Catatan 8) 1.116.030 (14.978)
Beban pajak (4.574.448) (4.677.755)
Lain-lain 2.476.442 2.609.753
Jumlah 2.200.50: 5.127.735.
PAJAK PENGHASILAN 24. INCOME TAX

(Manfaat) beban pajak Grup terdiri dari:
of the following:

30 Juni/June 30,

2026 2025
Pajak kini
Entitas anak 2 23.406.854
Jumlah & 23.406.854
Pajak tangguhan
Perusahaan 97.036 118.360
Entitas anak (24.695.578) (14.572.163)

Jumlah (24.598.542) (14.453.803)

Penyesuaian yang diakui pada tahun
berjalan sehubungan dengan pajak
badan tahun sebelumnya

Perusahaan 764.218 839.483
Jumlah 764.218 839.483
(Manfaat) beban pajak - bersih (23.834.324) 9.792.535

-48 -

Loan interest expense using
contractual rate
Bank charges

Total

NET

Interest income

Gain (loss) on sale of property,
plant, and eguipment (Note 8)

Tax expenses

Others

Total

Income tax (benefit) expense of the Group consists

Current tax
Subsidiary

Total

Deferred tax
The Company
Subsidiary

Total

Adjustment recognized in current
year related to corporate
tax of prior year
The Company

Total
Tax (benefit) expense - Net
Page 52 OCR 0.917
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)
(Lanjutan)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025
FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)
(Continued)

Pajak Kini
Rekonsiliasi antara (rugi) laba sebelum pajak
menurut laporan laba rugi dan penghasilan

komprehensif lain konsolidasian dengan (rugi) laba
fiskal adalah sebagai berikut:

Current tax

Reconciliation between (loss) profit before tax per
consolidated statements of profit or loss and other
comprehensive income and taxable (loss) profit is as
follows:

2026

30 Juni/June 30,
2025

(Rugi) laba sebelum pajak menurut
laporan laba rugi dan penghasilan

(Loss) profit before tax per consolidated
statements of profit or loss and

komprehensif lain konsolidasian (182.537.853) 38.877.046 other comprehensive income
Pendapatan dividen dari entitas anak - 47.124.000 Dividend income from subsidiary
(Rugi) laba sebelum pajak entitas anak (169.137.898) 92.803.202 (Loss) Profit before tax of subsidiary
Rugi sebelum pajak Perusahaan 13.399.955) (6.802.156) Loss before tax of the Company
Perbedaan temporer: 'Temporary differences:

Imbalan pasca kerja (194.169) (688.569) Employee benefits

Depreciation of property, plant,

Penyusutan aset tetap (246.906) 126.220 and eguipment
Jumlah (441.075) (562.349) Total
Perbedaan tetap: Permanent differences:

Jamuan dan sumbangan 55.943 106.140 Donation and representation

Beban pajak 423.370 647.762 Tax expense

Penghasilan bunga (764.764) (905.498) Interest income

Lain-lain (78.819) 2 Others
Jumlah (364.270) (151.596) Total
Rugi fiskal tahun berjalan (14.205.300) (7.516.101) Taxable loss of the Company
Rugi fiskal tahun sebelumnya (956.778) - Fiscal loss in prior year
Akumulasi rugi fiskal (15.162.078 (7.516.101)  Accumulated fiscal loss

30 Juni/June 30,

2026
Beban pajak kini 3 - Current tax expense
Dikurangi pembayaran pajak Less payment of prepaid tax
dibayar dimuka
Pasal 22 (22.759) (131.456) — Article 22
Pasal 25 2 (838.164) Articie 25

Klaim pengembalian pajak

Klaim pengembalian pajak Grup adalah sebagai
berikut:

22.159 969.62 Claims for tax refund

The Group's claims for tax refund are computed as
follows:

30 Juni/ 31 Desember/
June 30, December31,
2026 2025
Pajak penghasilan - Pasal 28A Income tax - Articie 28A
Perusahaan The Company
2026 22.759 al In 2025
2025 1.027.929 1.027.929 In 2024
Entitas anak Subsidiary
2026 18.402.155 -
2025 47.159.968 47.159.968 In 2025
2024 — 6.744.177 In 2024
Klaim pengembalian pajak 66.612.811 54.932.074. Claims for tax refund
Bagian yang jatuh tempo dalam
satu tahun 5 (6.744.177) Current maturities
Bagian klaim pengembalian pajak Long-term maturities of
jangka panjang 66.612.811 48.187.897 claims for tax refund

- 49 -
Page 53 OCR 0.862
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)
(Lanjutan)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025
FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)
(Continued)

Pada tahun 2026, MGL telah mengajukan klaim
pengembalian pajak tahun 2025.

Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (“SKPLB"

MGL mengakui klaim pengembalian pajak untuk
pajak badan tahun 2024 sebesar Rp 7.670.665 ribu
dan menerima SKPLB sebesar Rp 6.744.177 ribu
pada 31 Desember 2025. Selisih sebesar
Rp 926.488 ribu dicatat pada laporan laba rugi
tahun berjalan. Pada tanggal 5 Februari 2026, klaim
pengembalian pajak tersebut telah diterima.

Pajak Tangguhan

Rincian aset (liabilitas) pajak tangguhan - bersih
adalah sebagai berikut:

In 2026, MGL filed a claim for tax refund for the
fiscal year 2025.

Overpayment Tax Assessment Letter (“SKPLB")

MGL recognized a claim for tax refund for 2024
corporate income tax amounting to Rp 7,670,665
thousand and received SKPLB amounting to
Rp 6,744,177 thousand on December 31, 2025. The
difference amounting to Rp 926,488 thousand was
recognized in the current year's profit or loss. On
February 5, 2026, the claim for tax refund was
received.

Deferred Tax

The details of deferred tax assets (liabilities) - net
are as follows:

Dikreditkan
(dibebankan) ke
penghasilan
Dikreditkan komprehensif Dikreditkan
dibebankan) tain/ (dibebankan)
ke laba rugi/ Credited ke laba rugi/
1 Januar/ Credited — (charged)toother 31 Desember! Credited 30 Juny
Januaryi, —— (charged)to — comprehensive — December31, — (charged) to June 30,
2025 profit or loss income 2025 .profit or loss 2026
Perusahaan Ihe Company
Labiitas imbalan pasca Employee benefits
kerja 5.601.519 5.330 19.110 51625.959 (42717) 5.583.242 obiigation
Deprediation of property,
Penyusutan aset tetap 350.439 (49.307) 381.132 54.319 276.813 plant and eguipment
/Aset pajak tangguhan
- bersih 951950 113.977) 19.110 5.957.091 192.036) 51860055. — Deferred tax assets - net
Entitas anak The Subsidiary
Liabiitas imbalan pasca Employee benefits
kerja 83.086979 — 11.346.751 4.392.946 98.826.676 4.802.085 103.728.761 obigation
“Surplus revaluasi (174.381.386) 21.369.787 (30.300.580) — (189.312.179) — 19.469513 — (163.842.666) — Revaluation reserve
Depreciation of property,
Penyusutan aset tetap 1.693.445 (526.398) 1.367.047 351.680 1.718.727 plant and eguipment.
Penyisihan penurunan nilai llowance for decine in
persediaan 338.408 (75133) 263.275 (27.700) 235.575 value of inventories
Iabiltas pajak tangguhan
- bersih (69.2621558) .. 32.315.007 (25.907.638) 162.855.181) .24.695578 58.159.603) — Deferrad tax liabiities - net

Rekonsiliasi antara beban pajak dan hasil perkalian
laba akuntansi sebelum pajak dengan tarif pajak
yang berlaku adalah sebagai berikut:

Reconciliation between the tax expense and the
amounts computed by applying the effective tax
rates to income before tax are as follows:

30 Juni/June 30,

2026 2025
(Rugi) laba sebelum pajak menurut (Loss) profit before tax per consolidated
laporan laba rugi dan penghasilan statements of profit or loss and
komprehensif lain konsolidasian (182.537.853) 38.877.046 other comprehensive income
(Manfaat) beban pajak sesuai dengan
tarif efektif (40.158.328) 8.552.951 Tax (benefit) expense at effective rate
Pengaruh pajak atas beban yang tidak
dapat diperhitungkan menurut fiskal (1.811.831) (1.248.085) Tax effect of non-taxable income
Rugi fiskal tidak dapat
dimanfaatkan 17.371.617 1.648.186  Unrecognized fiscal losses
Penyesuaian yang diakui pada tahun Adjustment recognized in
berjalan sehubungan dengan pajak current year related to corporate
badan tahun sebelumnya 764.218 839.483 tax of prior year
Jumlah (manfaat) beban pajak - bersih (23.834.324) 9.792.535 Total tax (benefit) expense - net

Perusahaan tidak mengakui aset pajak tangguhan
terkait dengan rugi fiskal.

- 50 -

The Company has not recognized any deferred tax
asset in relation to the fiscal loss.
Page 54 OCR 0.931
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK

(CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025
FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)
(Continued)

(Lanjutan)
25. (RUGI) LABA PER SAHAM DASAR
Berikut ini adalah data yang digunakan untuk
perhitungan laba per saham dasar:
2026
(Rugi) laba per saham dasar
(Rugi) laba bersih tahun berjalan
yang dapat diatribusikan kepada
pemilik entitas induk (158.703.529)
Jumlah rata-rata tertimbang saham beredar
(penyebut) untuk tujuan perhitungan laba per
saham dasar adalah sebagai berikut:
30 Juni/
June 30,
2026
Sahanv/Shares
Jumlah lembar saham dengan
nominal sebesar Rp 100 per saham 6.615.000.000
Pada tanggal laporan posisi keuangan
konsolidasian, Grup tidak memiliki efek setara
saham biasa yang berpotensi dilutif.
26. SIFAT DAN TRANSAKSI PIHAK BERELASI

25.

BASIC (LOSSES) EARNINGS PER SHARE

The computation of basic earnings per share is based
on the following data:

30 Juni/June 30,

2025
Basic (losses) earnings per share
(Loss) profit for the year attributable
29,084,511 to owner of the Company

The weighted average number of outstanding shares
(denominator) for the computation of basic
earnings per share is as follows:

31 Desember/
December 31,
2025

Sifat Pihak Berelasi

a. PT Eka Gunatama Mandiri dan PT Mulia
Grahapermai merupakan pemegang saham
Grup. Bapak Eka Tjandranegara dan keluarga
merupakan pemegang saham terakhir
Perusahaan.

b. Sebagian Direksi, Komisaris dan karyawan
kunci Grup merupakan manajemen dari Mulia
Inc., Amerika Serikat, Concord Building
Materials Pte. Limited, Singapura dan
PT Muliakeramik Indahraya.

Transaksi-transaksi Pihak Berelasi

a. Dalam kegiatan usahanya, Grup melakukan
transaksi usaha dengan pihak berelasi seperti
penjualan produk sebagai berikut:

. Rincian penjualan bersih dan piutang
usaha kepada pihak berelasi adalah
sebagai berikut:

Pendapatan

26.

Saham/Shares

Number of shares with par value
6.615.000.000 amounted to Rp 100 per share
As of the date of consolidated statements of financial
position, the Group did not have any potential effect
Of dilutive shares.

NATURE OF RELATIONSHIP
TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES

AND

Nature of Relationship

a. PT Eka Gunatama Mandiri and PT Mulia
Grahapermai are the major stockholders of the
Group. Mr. Eka Tjandranegara and family is the
ultimate shareholder of the Company.

b. Several Directors, Commissioners and key
personnel of the Group are the management of
Mulia Inc., United States, Concord Building
Materials Pte. Limited, Singapore and
PT Muliakeramik Indahraya.

Transactions with Related Parties

a. In the normal course of business, the Group
entered into certain transactions with related
parties such as sales of products as follows:

» The details of net sales to and trade
accounts receivable from related parties
are as follows:

Revenue

30 Juni/June 30,
026 2

Concord Building Materials

Pte. Limited, Singapura 3.132.372
Mulia Inc., Amerika Serikat 2.128.106
Jumlah 5.260.478
Persentase dari jumlah

penjualan bersih 0,2740

- 51 -

025
Concord Building Materials
5.770.334 Pte. Limited, Singapore
2.669.993 Mulia Inc., United States
8.440.327. Total
0,42Y6 Percentage of total net sales
Page 55 OCR 0.698
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)
(Lanjutan)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025

FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)
(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)
(Continued)

Piutang usaha

Trade accounts receivable

30 Juni/ 31 Desember/
June 30, December 31,
2026 2025
Mulia Inc., Amerika Serikat 3.803.280 3.063.305 Mulia Inc., United States
Concord Building Materials Concord Building Materials
Pte. Limited, Singapura - 460.811 Pte. Limited, Singapura
PT Muliakeramik Indahraya 5 5.490 PT Muliakeramik Indahraya
Jumlah 3.803.280 3.529.606. Total
Persentase dari jumlah aset 0,05Y6 0,05Yo Percentage of total assets
b. Grup juga melakukan transaksi tertentu b. The Group also entered into certain transactions

dengan pihak berelasi, sebagai berikut:

Piutang lain-lain

Akun ini merupakan biaya yang dibayarkan
Grup terlebih dahulu sebagai berikut:

with related parties as follows:
rr nts receivabl
This account represents advance payment of

related parties expenses paid by the Group as
follows:

30 Juni/ 31 Desember/
June 30, December 31,
026 2025
PT Muliakeramik Indahraya 14.744.551 6.525.087 PT Muliakeramik Indahraya
PT Eka Gunatama Mandiri 41.161 56.794 PT Eka Gunatama Mandiri
Jumlah 14.785.712. 6.581.881. Total
27. INFORMASI SEGMEN 27. SEGMENT INFORMATION
Segmen Operasi Operating Segments
Pada 30 Juni 2026 dan 2025, Grup memiliki segmen At June 30, 2026 and 2025, the Group has business
usaha yang terdiri dari kaca lembaran, kaca segment consisting of float glass, safety glass, glass
pengaman, botol kemasan dan glass block. containers and glass block.
Berikut ini adalah analisis penjualan dan hasil Grup The following is an analysis of the Group's sales and
berdasarkan segmen yang dapat dilaporkan: results by reportable segment:
ke anda kem engan dooitracan ga ge bk/ emas aunty
Pon Satar ga Gum cot gr di pemanas ——appa
Sianine HL Than Sa To angine Tha,
aa ES 2 Pr RE 2 aa az PN 75
Petang sessna2  saunSM nak mean memes 1 usso2am 201552207 “Bram
tar men Kerinana oo MARSORO IMAM Lor oo SI ha 0d20a2 —Lesason 2 raman
Kan entpaan LIMIANG 20012 Temen
desa gkok pendapatan | se00nun — eamns Gnotwene
toatotor moxows 32892 Gompon
sen pesan assisam usman sam egans
eanumamean Gerenitn imsatatie
same (25504 sen eni
setara 501503) 1 Kemana
Sang ang aa Danar setm “Tanneta
Kamangan ben
vem amns0n 5122795. Onergons- ne
(raba setu pat ASIA AIO. Won odoetac
FN par MN La Me Ing naa IT NN Lama
2 2 NE Mae Oreo hee Dep
Mana naa sana MA

-52-

Jnsssnone — 2nesassna “ehites

Page 56 OCR 0.922
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)
(Lanjutan)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025
FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)
(Continued)

Penjualan yang dilaporkan di atas merupakan
penjualan yang dihasilkan dari pelanggan dalam
dan luar negeri.

Segmen Geografis

Grup beroperasi di satu lokasi, Provinsi Jawa Barat,
Indonesia, sedangkan produk dipasarkan ke
berbagai pasar geografis. Berikut ini adalah jumlah
penjualan konsolidasian Grup berdasarkan pasar
geografis tanpa memperhatikan tempat diproduksinya

Sales reported above represent sales generated
from local and foreign customers.

Geographical Segments

The Group's operations are located solely in the
province of West Java, while their products are
marketed into several geographical markets. The
following are the Group's consolidated sales by
geographial market, regardiess of where the goods

barang. were produced.
30 Juni/June 30,

Pasar geografis 2026 2025 Geographical market
Indonesia 1.148.890.613 1.077.125.462 Indonesia
Asia (tidak termasuk Indonesia) 669.793.965 809.721.877 Asia (exclude Indonesia)
Eropa 60.217.408 26.337.730 Europe
Amerika 35.294.981 48.567.738 America
Australia 30.154.077 36.514.261 Australia
Afrika 5.887.805 3.285.199 Africa
Jumlah 1.950.238.849 2.001.552.267 Total

Seluruh aset tetap berlokasi di Indonesia. Nilai
tercatat dan penambahan aset tetap masing-
masing sebesar Rp 4.913.335.969 ribu pada
30 Juni 2026 dan Rp 290.896.437 ribu untuk
periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
tersebut (31 December 2025: Rp 4.825.144.616
ribu dan Rp 480.061.312 ribu untuk tahun yang
berakhir pada tanggal tersebut).

28. IKATAN

a. Grup memiliki kerjasama dengan beberapa
bank dan perusahaan pembiayaan untuk
mendukung pengembangan bisnis para
distributor Perusahaan di seluruh Indonesia
melalui program pembiayaan distributor dan
fasilitas multi kredit pada 30 Juni 2026 sebagai

All property, plant, and eguipment are located in
Indonesia. The carrying value and additions of
property, plant, and eguipment are
Rp 4,913,335,969 thousand as of June 30, 2026 and
Rp 290,896,437 thousand for the six-month periods
then ended, respectively (December 31, 2025:
Rp 4,825,144,616 thousand and Rp 480,061,312
thousand for the year then ended).

28. COMMITMENT

a. The Group entered into an agreement with
several banks and finance company to support
the business development of the Company's
distributor in Indonesia through distributor
financing program and multi credit facilities as
of June 30, 2026 as follows:

berikut:
Fasilitas Fasilitas
yang telah yang belum
Fasilitas maksima/ —— digunakan/ digunakan/
Maximum facilities Used facilities — Unused facilities
Perusahaan The Company
Distributor Financing Distributor Financing
BCA Rp 350.000.000 32.423.189 317.576.811 3CA
Hibank Rp 200.000.000 - 200.000.000 Hibank
Permata Rp 180.000.000 1.316.770 178.683.230 Permata
CIMB Rp 100.000.000 636.984 99.363.016 — CIMB
Danamon Rp 100.000.000 2.160.408 97.839.592 Danamon
Entitas anak Subsidiary
Fasilitas multi kredit Multi credit facility
BCA USD (Nilai 30.000.000 2.100.333 27.899.667 BCA
penuh/Full
amount)

- 53 -
Page 57 OCR 0.912
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)
(Lanjutan)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025
FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)
(Continued)

29.

b. Pada tanggal 20 Desember 2024, MGL
mengadakan perjanjian jasa manajemen
dengan PT Xurya Daya Indonesia dan
perjanjian sewa alat perangkat pembangkit
listrik tenaga surya (PLTS) fotovoltaik dengan

b. On December 20, 2024, MGL entered into an
agreement for management services with
PT Xurya Daya Indonesia and a photovoltaic solar
power plant eguipment (PLTS) rental agreement
with PT Terang Sepanjang Masa for a period of

PT Terang Sepanjang Masa dengan jangka 15 years.
waktu 15 tahun.
ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA 29. MONETARY ASSETS AND LIABILITIES
UANG ASING DENOMINATED IN FOREIGN CURRENCIES
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, At June 30, 2026 and December 31, 2025, the Group
Grup mempunyai aset dan liabilitas moneter dalam had monetary assets and liabilities denominated in
mata uang asing sebagai berikut: foreign currencies as follows:
30 Juni/June 30, 31 Desember/December 31,
2026 2025
Mata Uang Mata Uang
Asing/ Asing/
Foreign Foreign
currencies currencies
(Nilai penuh/ Ekuivalen/ (Nilai penuh/ Ekuivalen/
Full amount) Eguivalent Fullamount)  — Eguivalent
Aset Assets
Kas dan setara kas us 11.035.104 197.042.819 20.451.035 343.209.277 Cash and cash eguivalents
EURO 212.545 4.327.480 25.228 498.339

Lainnya/

Others 2.105.454 1.091.521
Piutang usaha USD 15.420.729 10.763.003 180.624.708 Trade accounts receivable
Jumlah Aset 478.828.295 | 525.423.845 Total Assets
Liabilitas Liabilities
Utang usaha kepada Trade account payable

pihak ketiga us 1.162.532 20.758.163 3.086.809 51.802.838 — to third parties
EURO 3.039.784 61.890.936 189.443 3.742.121

Lainnya/

Others 24.947.205 6.658.479
Biaya yang masih harus

dibayar usD 496.507 8.865.620 674.520 11.319.800 Accrued expense

Lainnya/

Others :
Jumlah Liabilitas 73.523.238 Total Liabilities
Aset Bersih 451.900.607. Net Assets

Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025,
kurs konversi yang digunakan Grup adalah sebagai
berikut:

30 Juni/
June 31,
2026

At June 30, 2026 and December 31, 2025, the
conversion rates used by the Group are as follows:

31 Desember/
December 31,

2025

dalam Rupiah penuh/
in full Rupiah

Mata Uang
1 USD
1 EURO

17.856
20.360

-54-

Currencies
16.782 1 USD
19.753 1 EURO
Page 58 OCR 0.911
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)
(Lanjutan)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025
FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)
(Continued)

30. REKONSILIASI LIABILITAS YANG TIMBUL

DARI AKTIVITAS PENDANAAN

Tabel di bawah ini menjelaskan perubahan dalam
liabilitas Grup yang timbul dari aktivitas pendanaan
termasuk perubahan yang timbul dari arus kas dan
perubahan non kas. Liabilitas yang timbul dari
aktivitas pendanaan adalah liabilitas yang arus kas
masa depannya, diklasifikasikan dalam laporan arus
kas konsolidasian Grup sebagai arus kas dari
aktivitas pendanaan.

Arus kas masuk

30.

dari

RECONCILIATION OF LIABILITIES ARISING
FROM FINANCING ACTIVITIES

The table below details changes in the Group's
liabilities arising from financing activities, including
both cash and non-cash changes. Liabilities arising
from financing activities are those for which cash flows
were, or future cash flows will be, classified in the
Group's consolidated statement of cash flows as cash
flows from financing activities.

Arus kas keluar untuk

1 Januari/ aktivitas pendanaan/ aktivitas pendanaan/ 30 Juni/
January 1, Cash flows from Cash flows for June 30,
2026 financing activities — activities financing 2026
Utang bank Short-term
jangka pendek 243.083.759 732.241.561 (630.126.401) 345.198.919 — bank loans
Utang bank Long-term
jangka panjang 646.809.313 - 192.590.924) 549.218.389 — bank loan
Jumlah — 889.893.072. 32.241.561 (727.717.325) 894.417.308. Total
Arus kas masuk dari — Arus kas keluar untuk
1 Januari/ aktivitas pendanaan/ aktivitas pendanaan/ 30 Juni/
January 1, Cash flows from Cash fiows for June 30,
financing activities activities financing 2025
Utang bank Short-tem
jangka pendek 170.195.983 288.607.271 (231.429.215) 227.374.039 bank loans
Utang bank Long-term
jangka panjang 503.807.335 104.297.642 (99.356.603) 508.748.374 — bank loan
Jumlah — 624.003.318 392.904.913 330.785.818) —— 736.122.413. Total

PENGUNGKAPAN TAMBAHAN ATAS AKTIVITAS
INVESTASI NONKAS

Grup melakukan transaksi investasi yang tidak
memerlukan penggunaan kas atau setara kas dan
yang tidak termasuk dalam laporan arus kas
konsolidasian dengan perincian sebagai berikut:

SUPPLEMENTAL DISCLOSURES ON NON-CASH
INVESTING ACTIVITIES

The Group entered into the following non-cash
investing activity which are not reflected in the
consolidated statements of cash flows with detail as
follows:

30 Juni/June 30,
26 2025

Penambahan aset tetap melalui:
Uang muka pembelian

aset tetap 65.541.627
Utang lain-lain kepada pihak
ketiga 34.598.580

- 55 -

Increase in property, plant and
eguipment from:
Advance for purchase of property,

60.636.886 plant, and eguipment
Other accounts payable to third
1.813.967 parties
Page 59 OCR 0.835
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)
(Lanjutan)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025
FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)
(Continued)

31,

KATEGORI DAN KELAS INSTRUMEN KEUANGAN

30 Juni 2026
Aset Keuangan
Bank dan setara kas
Plutang usaha
Pihak berelasi
Pihak ketiga
Piutang lain-lain
Pihak berelasi
Pihak ketiga
Investasi saham

Jumlah Aset Keuangan

Liabilitas Keuangan Jangka Pendek
Utang bank jangka pendek

Utang usaha kepada pihak ketiga

Utang lin-lain kepada pihak ketiga

Blaya yang masih harus dibayar

Utang bank jangka panjang yang
jatuh tempo dalam satu tahun

Liabilitas Keuangan Jangka Panjang
Urang bank jangka panjang - setelah dikurangi
bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun

Jumlah Liablitas Keuangan

34 Desember 2025
Aset Keuangan
Bank dan setara kas
Piutang usaha
Pihak berelasi
Pihak ketiga
Piutang lain-lain
Pihak berelasi
Pihak ketiga
Investasi saham

Jumlah Aset Keuangan

Liabilitas Keuangan Jangka Pendek
Utang bank jangka pendek

Utang usaha kepada pihak ketiga

(Utang lain-lain kepada pihak ketiga

Biaya yang masih harus dibayar

Utang bank jangka panjang yang
Jatuh tempo dalam satu tahun

Labilitas Keuangan Jangka Panjang
Utang bank jangka panjang - setelah dikurangi
bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun

Jumlah Liabiitas Keuangan

Instrumen keuangan pada
biaya perolehan yang

31. CATEGORIES AND CLASSES OF FINANCIAL
INSTRUMENTS

Instrumen keuangan

diamortisasi/ pada FVTOCU
Financial Instruments at Financial Instruments Jumbah/
amortized cost at FvTOCI Total
June 30, 2026
Financial Assets
321.520.082 - 321.520.082 Cash in banks and cash eguivalents
Trade accounts receivable
3.803.280 - 3.803.280 Related parties
602.913.148 40.056.760 642.969.908 Third parties
(Other accounts receivable
14.785.712 - 14.785.712 Related parties
3.809.604 - 3.809.604 Third parties
- 400.000 400.000 Investment in shares of stock
946.831.826 40.456.760 987.288.586 Total Financial Assets
Current Financial Liabilities
345.198.919 - 345.198.919  Short-term bank loan
Trade accounts payable
371.063.095 - 371.063.095 — to third parties
Other accounts payable
63.881.988 - 63.881.988 — to third parties
175.894.087 - 175.894.087 Accrued expenses
Current maturties of long-term
191.558.724 - 191.558.724 — bank loan
Noncurrent Financial Liabi
Long-term bank loan - net of
357.659.665 - 357.659.665. — current maturitles

1.505.256.478

- 1.505.256.478 Total Financial Liabilities

Instrumen keuangan pada
biaya perolehan yang

Instrumen keuangan

diamortisasi/ pada FVTOCI/
Financial Instruments at Financial instruments Jumiah/
amortized cost at FVTOCI Total
Financial Assets
508.049.966 - 508.049.966 — Cash in banks and cash eguivalents
Trade accounts receivable
3.529.606 - 3.529.606 — Related parties
574.438.260 42.762.185 617.200.445 — Third parties
Other accounts receivable
6.581.881 - 6.581.881 Related parties
2.811.806 - 2.811.806 —— Third parties
- 400.000 400.000 Investment in shares of stock
1095,411,519 43.162.185 11138:573.704 Total Financial Assets

243.083.759

285.672.101

31.726.839
176.771.346

184.692.348

462.116.965

Current Financial Liabilities

- 243.083.759 — Short-term bank loan
Trade accounts payable

- 285.672.101 to third parties
(Other accounts payable
- 31.726.839 to third parties
- 176.771.346 — Accrued expenses
Current maturities of long-term
- 184.692.348 — bank ban

Noncurrent Financial Liabilities
Long-term bank loan - net of
- 4621161965 current maturities

1.384.063.358

2 1:384.063.358 Total Financial Liabilities

- 56 -
Page 60 OCR 0.939
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)
(Lanjutan)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025
FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)
(Continued)

Pada tanggal pelaporan, Grup tidak memiliki aset
keuangan yang dimiliki hingga jatuh tempo dan
liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi.

At reporting date, the Group did not own any
financial assets classified as held to maturity and
financial liabilities classified as fair value through
profit or loss.

32. INSTRUMEN KEUANGAN, MANAJEMEN RISIKO 32. FINANCIAL INSTRUMENT, FINANCIAL RISK AND
KEUANGAN DAN MODAL CAPITAL MANAGEMENT
a. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko a. Financial Risk Management Objectives

keuangan and Policies
Tujuan dan kebijakan manajemen risiko The Group's overall financial risk management
keuangan Grup adalah untuk memastikan and policies seek to ensure that adeguate
bahwa sumber daya keuangan yang memadai financial resources are available for operation
tersedia untuk operasi dan pengembangan and development of its business, while
bisnis, serta untuk mengelola risiko mata uang managing its exposure to foreign exchange
asing, tingkat bunga, kredit dan risiko risk, interest rate risk, credit and liguidity risks.
likuiditas. Grup beroperasi dengan pedoman The Group operates within defined guidelines
yang telah ditentukan oleh Direksi. that are approved by the Directors.

1 Manajemen risiko mata uang asing i. Foreign currency risk management
Risiko nilai tukar mata uang asing timbul Foreign currency risk arises when foreign
ketika transaksi dalam mata uang selain currency transactions in currencies other
mata uang fungsional dari Grup yang than the functional currency of the Group
terutama disebabkan karena volatilitas are mainly due to volatility or fluctuations
atau fluktuasi nilai tukar mata uang asing of that foreign currency. Part of the
tersebut. Sebagian pinjaman entitas subsidiary loans are in USD.
anak dilakukan dalam mata uang Dollar In connection with this, if there are sharp
Amerika Serikat. Sehubungan dengan fluctuations in foreign currency exchange
hal ini, apabila terjadi fluktuasi yang rate against Rupiah, it will have a
tajam pada nilai tukar mata uang asing significant influence on profit or loss and
terhadap Rupiah, maka hal tersebut financial condition of the Group.
akan memberikan pengaruh yang
signifikan pada laba rugi dan kondisi
keuangan Grup.

Grup mengelola paparan terhadap The Group manages the foreign currency
perubahan nilai tukar mata uang asing exposure by matching, as far as possible,
dengan mencocokkan, sedapat mungkin receipts and payments in each individual
penerimaan dan pembayaran dalam currency. The Groups net open foreign
masing-masing individu mata uang. currency exposure as of reporting date is
Jumlah paparan mata uang asing bersih disclosed in Note 29.
Grup pada tanggal pelaporan
diungkapkan dalam Catatan 29.
Analisis sensitivitas mata uan in Foreign currency sensitivity analysi:
Grup terutama terpapar terhadap The Group is mainly exposed to foreign
perubahan nilai tukar mata uang USD currency risk in USD and EUR.
dan EUR.
Tabel berikut merinci sensitivitas Grup This following table details the Group's
dan peningkatan atau penurunan laba sensitivity and the increase or decrease in
rugi sebagai dampak atas peningkatan profit or loss as a result on the increase or
atau penurunan Rupiah terhadap decrease in the Rupiah against the USD
masing-masing USD dan EUR. and EUR, respectively.
30 Juni/June 30, 2026 31 Desember/December 31, 2025
Persentase Efek terhadap Persentase Efek terhadap
perubahan kurs laba setelah perubahan kurs laba setelah
mata uang asing/ pajak/ mata uang asing/ pajak/
Percentage of Effect to Percentage of Effect to

change of income after change of income after

foreign currency foreign currency tax
USD 4,200 14.505.197 1,996 6.827.742 USD
EUR 4,190 (1.840.879) 9,190 (230.244) EUR

- 57 -
Page 61 OCR 0.942
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)

(Lanjutan)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025

FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED
JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)

(Continued)

Persentase di atas merupakan tingkat
sensitivitas yang digunakan ketika
melaporkan secara internal risiko mata
uang asing kepada para karyawan kunci,
dan merupakan penilaian manajemen
terhadap perubahan yang mungkin
terjadi pada nilai tukar valuta asing.
Analisis sensitivitas hanya mencakup
item mata uang asing moneter yang ada
dan menyesuaikan translasinya pada
akhir periode untuk perubahan dalam
nilai tukar mata uang asing.

Sensitivitas Grup terhadap mata uang
asing terutama disebabkan oleh
penjualan dan pembelian dalam mata
uang USD dan EUR yang telah
menghasilkan piutang dan utang usaha
dalam mata uang USD dan EUR.

Manajemen risiko tingkat bunga

Grup terpapar risiko suku bunga karena
entitas dalam Grup meminjam dana

dengan tingkat bunga tetap dan
mengambang. Risiko ini dikelola oleh
Grup dengan mempertahankan

gabungan yang tepat antara pinjaman
suku bunga tetap dan mengambang.

Paparan Grup terhadap suku bunga
dalam aset keuangan dan liabilitas
keuangan dirinci dalam bagian
manajemen risiko likuiditas pada catatan
ini.

Analisis sensitivitas suku bunga

Analisis sensitivitas di bawah ini telah
ditentukan berdasarkan paparan suku
bunga untuk instrumen non-derivatif
pada akhir periode pelaporan. Untuk
liabilitas tingkat bunga mengambang,
analisis tersebut disusun dengan asumsi
jumlah liabilitas terutang pada akhir
periode pelaporan itu terutang
sepanjang tahun.

Pada 30 Juni 2026 dan 2025, kenaikan
atau penurunan 4 dan 8 basis poin untuk
suku bunga dalam mata uang Rupiah
digunakan ketika melaporkan risiko suku
bunga secara internal kepada karyawan
kunci — dan merupakan penilaian
manajemen terhadap perubahan yang
mungkin terjadi pada suku bunga.

Jika suku bunga dalam mata Rupiah lebih
tinggi/rendah 4 dan 8 basis poin dan
semua variabel lainnya tetap konstan,
maka laba atau rugi akan turun/naik
masing-masing sebesar Rp 219.687 ribu
dan Rp 406.999 ribu untuk periode enam
bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026
dan 2025. Hal ini terutama disebabkan
oleh terpaparnya Perusahaan terhadap
suku bunga atas pinjamannya dengan
suku bunga mengambang.

- 58 -

Percentages above are the sensitivity rate
used when reporting foreign currency risk
internally to key management personnel
and represents management's assessment
of the reasonably possible change in
foreign exchange rates. The sensitivity
analysis includes only outstanding foreign
currencies denominated monetary its and
adjust their translation at the period end
for change in foreign currency rates.

The Group sensitivity to foreign currency
is mainly due to sales and purchases
denominated in USD and EUR which have
resulted accounts receivable and accounts
payable denominated in USD and EUR.

Interest rate risk management

The Group is exposed to interest rate risk
because entities in the Group borrow
funds at both fixed and floating interest
rates. The risk is managed by the Group
by maintaining an appropriate mix
between fixed and floating rate
borrowings.

The Group's exposures to interest rates on
financial assets and financial liabilities are
detailed in the liguidity risk management
section of this note.

Ir N. 1:

The sensitivity analyses below have been
determined based on the exposure to
Interest rates for both derivatives and
non-derivative instruments at the end of
the reporting period. For floating rate
liabilities, the analysis is prepared by
assuming the amount of the liability
outstanding at the end of the reporting
period was outstanding for the whole
year.

At June 30, 2026 and 2025, 4 and 8 basis
point increase or decrease for interest rate
denominated in Rupiah, is used when
reporting interest rate risk internally to
key management personnel and
represents management's assessment of
the reasonably possible change in interest
rates.

If interest rate in Rupiah had been 4 and
8 basis point higher/lower and all other
variables were held constant, then profit
or loss would decrease/increase by
Rp 219,687 thousand and Rp 406,999
thousand for the six-month periods ended
June 30, 2026 and 2025. This is mainly
attributable to the Company's exposure to
interest rates on its floating rate
borrowings.
Page 62 OCR 0.936
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)
(Lanjutan)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025

FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED
JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)

(Continued)

Paparan risiko tingkat bunga
berhubungan dengan jumlah aset atau
liabilitas dimana pergerakan pada
tingkat suku bunga dapat mempengaruhi
laba bersih. Risiko pada pendapatan
bunga bersifat terbatas karena Grup
hanya bermaksud untuk menjaga saldo
kas yang cukup untuk memenuhi
kebutuhan operasional. Dalam beban
bunga, keseimbangan optimal antara
utang dengan tingkat bunga tetap dan
mengambang ditetapkan di muka. Grup
memiliki kebijakan dalam memperoleh
pembiayaan yang akan memberikan
kombinasi yang sesuai tingkat suku
bunga mengambang dan tingkat bunga
tetap.

Persetujuan dari Direksi dan Dewan
Komisaris harus diperoleh sebelum Grup
menggunakan instrumen keuangan
tersebut untuk mengelola paparan risiko
suku bunga.

Manajemen risiko kredit

Risiko kredit mengacu pada risiko
rekanan gagal dalam memenuhi
kewajiban kontraktualnya yang
mengakibatkan kerugian keuangan bagi
Grup.

Grup memiliki kebijakan untuk
memastikan bahwa transaksi dilakukan
dengan pelanggan yang mempunyai
reputasi yang baik. Untuk aset keuangan
seperti kas dan setara kas dan dana yang
dibatasi penggunaannya, Grup
meminimalkan risiko kredit dengan
melakukan penempatan pada pihak-
pihak bereputasi.

Grup bertujuan untuk memperoleh
pertumbuhan pendapatan yang
berkelanjutan dengan meminimalkan
kerugian yang terjadi karena paparan
risiko kredit.

Karena itu, Grup memiliki kebijakan
untuk memastikan bertransaksi dengan
pelanggan yang mempunyai sejarah
atau reputasi kredit yang baik dan
memantau piutang usaha secara terus
menerus untuk mengurangi paparan
risiko kredit.

Kerangka peringkat risiko kredit kini Grup
terdiri dari kategori berikut:

- 59 -

The interest rate risk exposure relates to
the amount of the assets or liabilities
which is subject toa risk that a movement
in interest rates will adversely effect net
income. The risk on interest income is
limited as the Group only intends to keep
sufficient cash balances to meet
operational needs. On interest expense,
the optimum balance between fixed and
floating interest debt is considered
upfront. The Group has a policy of
obtaining financing that would provide an
appropriate mix of floating and fix interest
rate.

'Approvals from the Board of Directors and
Commissioners must be obtained before
committing the Group to any of the
instruments to manage the interest rate
risk exposure.

Credit risk management

Credit risk refers to the risk that a
counterparty will default on its contractual
obligation resulting in financial loss to the
Group.

The Group has policies to ensure that
transactions — are conducted — with
customers who have a good reputation.
For financial assets such as cash and cash
eguivalents and restricted cash, the Group
minimizes credit risk by doing placement
with reputable parties.

The Group's objective is to obtain
continuous revenue growth — while
minimizing losses due to credit risk
exposure.

Accordingly, the Group has policies to
ensure that transactions with customers
who have a history or good credit
reputation and monitor — accounts
receivable continuously to reduce credit
risk exposure.

The Group's current credit risk grading
framework  comprises the following
categories:
Page 63 OCR 0.864
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025
FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)

(Continued)

(Lanjutan)
Kategori/
Category Deskripsi/Description
Lancar/ Pihak lawan memiliki risiko gagal bayar yang
Performing rendah dan tidak memiliki tunggakan./
The counterparty has a low risk of default and
does not have any past-due amounts.
Dicadangkan/ Telah ada peningkatan risiko kredit yang
Doubtful signifikan sejak pengakuan awal./

Gagal bayar/

There has been a significant increase in credit
risk since initial recognition.

Ketika Perusahaan memiliki bukti relevan yang

In default mengindikasikan aset mengalami penurunan
nilai kredit./
When the Company has relevant information
indicating the asset is credit-impaired.
Penghapusan/ Ada bukti yang mengindikasikan bahwa debitur
Write-off dalam kesulitan keuangan yang buruk dan

Perusahaan tidak memiliki prospek pemulihan
yang realistis./

There is evidence indicating that the debtor is
in severe financial difficulty and the Company
has no realistic prospect of recovery.

Dasar pengakuan ECL/

Basis for recognizing ECL

ECL 12 bulan (selain
piutang usaha tanpa
komponen pembiayaan
yang signifikan dan aset
kontrak)/

12-month ECL (other than
trade receivables without
significant financing
component and contract
assets)

ECL sepanjang umur -
kredit tidak memburuk/
Lifetime ECL - not credit-
impaired

ECL sepanjang umur -
kredit memburuk/
Lifetime ECL -
impaired

credit-

Saldo dihapuskan/ Amount
is written off

Tabel di bawah merinci kualitas kredit
aset keuangan Grup serta eksposur

The table below details the credit guality of
the Group's financial assets as well as

maksimum risiko kredit menurut maximum exposure to credit risk by credit
peringkat risiko kredit: risk rating grades:
Peringkat Jumlah
Kredit tercatat umah
internal/ ruto/ tercatat
Internal ECL 12 bulan atau Gross bersty
Credit sepanjang umur/ carying Net carying
Roting. 12-month or Meime ECL mount mount
10 Juni 2026 June 30, 2026
Bank dan setara kas (Catatan 5) — Lancar/ ECL 12 bulan (risiko kredit rendah)/ 321.520.082 321.520.082 Cash in banks and
Performing 12-month ECL (low credit risk) Cash egulvakents (Note 5)
Piutang usaha (Catatan 6) @ ECL sepanjang umur (pendekatan 646.773.198 646.773.188 Trade accounts receivable (Note 6)
sederhana)
.Ufetime ECL (simplifed approach)
Putang lain-lain Lancar C1 12 bulan/12-moneh EL 18595316 18595:316 Other accounts recevable
Performing
31 Desember 2025 December 31. 2025
Bank dan setara kas (Catatan 5) — Lancar/ EC 12 bulan (risiko kredi rendah) sos.oag68—— 508.049.966 Cash In bana and
Performing 12-month ECL (low credit risk) cash eguivalents (Note 5)
Putang usaha (Catatan 6) o ECL sepanjang umur (pendekatan 620750051 620.730.051 Trade secounts recevabie (Note 6)
sederhana)
Ltetime ECL (simpliheg approach)
Piutang lin-tain Lancar EC 12 bulan/12-month ECL 9.393.687 9.399.687 Other accounts recovable
Pertoeming

(i) Grup menentukan ECL pada pos-pos
tersebut ' menggunakan matriks
provisi, yang diestimasi berdasarkan
pengalaman kerugian kredit historis
berdasarkan status utang debitur
masa lalu, yang disesuaikan dengan
kondisi saat ini dan perkiraan kondisi
ekonomi di masa depan.

Pengalaman historis kerugian kredit
Grup mendekati nihil.

- 60 -

(i) The Group determines the ECL on
these items by using a provision
matrix, estimated based on historical
credit loss experience based on the
past due status of the debtors,
adjusted as appropriate to reflect
current conditions and estimates of
future economic conditions.

loss

The Group's historical credit

experience is close to nil.
Page 64 OCR 0.897
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)

(Lanjutan)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025

FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED
JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)

(Continued)

Grup telah mengadopsi prosedur dalam
memperluas persyaratan kredit kepada
pelanggan dan dalam memantau risiko
kreditnya. Group hanya memberikan
kredit kepada pihak lawan yang layak
kredit. Kas ditempatkan pada lembaga
yang layak kredit dan memiliki kerugian
kredit yang tidak material.

Rincian lebih lanjut dari risiko kredit pada
piutang usaha diungkapkan masing-
masing pada Catatan 6.

Manajemen risiko likuiditas

Tanggung jawab utama untuk
manajemen risiko likuiditas terletak pada
direksi, yang telah membentuk kerangka
kerja manajemen risiko likuiditas yang
sesuai untuk manajemen Grup dan
pendanaan jangka pendek dan jangka
panjang dan persyaratan manajemen
likuiditas. '— Grup mengelola risiko
likuiditas dengan memelihara cadangan
yang memadai, fasilitas perbankan dan
fasilitas pinjaman cadangan, dengan
terus memantau arus kas prakiraan dan
aktual, dan dengan cara mencocokkan
Profil jatuh tempo aset dan liabilitas
keuangan.

Tabel risiko likuidit ki Tal

Tabel berikut merinci sisa jatuh tempo
kontrak untuk liabilitas keuangan non-
derivatif dengan periode pembayaran
yang disepakati Grup. Tabel telah
disusun berdasarkan arus kas yang tidak
terdiskonto dari liabilitas keuangan
berdasarkan tanggal terawal di mana
Grup dapat diminta untuk membayar.
Tabel mencakup arus kas bunga dan
pokok. Untuk liabilitas dengan bunga
tingkat mengambang, jumlah tidak
didiskontokan berasal dari kurva suku
bunga pada akhir periode pelaporan.
Jatuh tempo kontrak didasarkan pada
tanggal terawal di mana Grup mungkin
akan diminta untuk membayar.

The Group has adopted procedures in
extending credit terms to customers and
in monitoring its credit risk. The Group
only grants credit to credit worthy
counterparties. Cash is held with
creditworthy institutions and is subject to
immaterial credit loss.

Further details of credit risks on trade
accounts receivable is disclosed in
Note 6.

iv. Liguidity risk management

30 JunyJune 30, 2026

Ultimate responsibilities for liguidity risk
management rests with the Directors,
which has built an appropriate liguidity
risk management framework for the
management of the Group short, medium
and long-term fundings and liguidity
management reguirements. The Group
manages liguidity risk by maintaining
adeguate reserves, banking facilities and
reserve borrowing facilities by
continuously monitoring forecast and
actual cash flows and matching the
maturity profiles of financial assets and
liabilities.

Liguidity ri rest rate risk
The following table details the residual
maturity of the contract for non-
derivative financial liabilities with a
repayment period. The table has been
prepared based on undiscounted cash
flows of financial liabilities based on the
earliest in which the Group can be
reguired to pay. The table includes
interest and principal cash flows. For
floating rate liabilities, undiscounted
amounts are derived from the curve of
interest rates at the end of the reporting
period. Maturity of the contract based on
the earliest date on which the Group may
be reguired to pay.

Kurana dari 1
tahun/

Diatas

5 tanu
Less than 1-5 tahury Over Jumlah/
Lyear. 1-5 years years Total
Tanpa bunga Won-interest bearing
Utang usaha kepada Trade accounis payable
pihak ketiga 371.063.095 371063095 to third parties
Utang lain-lain kepada Others accoums payable
Pihak ketiga - 63.081.988 saas1988 to third pantes:
Biaya yang masih harus dibayar - 175.894.087 175894.087 — Acerued expenses
Instrumen tingkat bunga Variable interest rate
"mengambang instrument
Utang bank jangka pendek 11586 - 8,500 388.813.923 - : 34813923 Short-term bank loans
Utang bank jangka panjang 1750 169.518.938 249.369.395 17.377.693 4352661026 Long-term bank loan
Instrumen tinakat bunga tetap Fixed interest rate instrument
Utang bank Jangka panjang 715006 61.885.416 138.096.354 - 199981770 Long-term bank loan

Jumlah

2.190.057.447

387.465.749

12371693 1.594.900.889 Total

- 61 -
Page 65 OCR 0.879
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY

NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025

FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED
JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)
(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)

(Lanjutan) (Continued)
31 Oesember/Decomber 31, 202
Tingkat
@fektif rata-rata
tertimbang/ Kurang dari 1 Diatas
Welgnted tahun! S tahury
average effective Less than 128 tahuny over Jumlaty
interest rate year ISyears oo Syeprs Tata!
Tanpa bunga Non-interest bearing
saha kepada Tradi
ketiga 285.672.101 285.672.101
tang lain-lain kepada
Pihak ketiga 31.726.059 31726.839

Blaya yang masih harus dibayar 176.771.346 176771346 Accrued expenses
Instrumen tingkat bunga Variable interest rate

mengambang astrument

Utang ban jangka pendek 17510 -8,2510 245.660.002 : - 245.660.002 — Short-term bank Ioans

Utang bank jangka panjang 250 164.661.015 325.005.432 35.395.918 523.102.365 — Long-term bank loan
Instrumen tingkat bunga tetap Fixed interest rate instrument

Utang bank jangka panjang 75000 5.250.00 165.580. 232.330 Long-term bank loan
Jumlah 920:241:303 489.626:161 35305918 2.495:263.382 Total

Semua aset keuangan akan jatuh tempo
dalam waktu satu tahun sejak akhir periode
pelaporan.

Manajemen Risiko Modal

Grup mengelola risiko modal untuk
memastikan bahwa mereka akan mampu
untuk melanjutkan kelangsungan hidup,
selain memaksimalkan keuntungan para
pemegang saham melalui optimalisasi saldo
pinjaman dan ekuitas. Strategi Grup tetap
tidak berubah dari 2025. Struktur modal Grup
terdiri dari utang bank (Catatan 12), kas dan
setara kas (Catatan 5) dan ekuitas yang terdiri
dari modal saham (Catatan 14), tambahan
modal disetor - bersih (Catatan 15),
penghasilan komprehensif lain (Catatan 17)
dan laba ditahan.

Direksi Grup secara berkala melakukan reviu
struktur permodalan Grup. Sebagai bagian

b.

All financial assets are due within one year
from the end of the reporting period.

Capital Risk Management

The Group manages capital risk to ensure that
they will be able to continue as going concern,
in addition to maximizing the profits of the
shareholders through the optimization of the
balance of debt and eguity. The Group's
strategy remains unchanged from 2025. The
Group's capital structure consists of bank loans
(Note 12), cash and cash eguivalents (Note 5)
and eguity which consist of capital stock
(Note 14), additional paid-in capital - net
(Note 15), other comprehensive income
(Note 17) and retained earnings.

The Group's Directors periodically reviews
Group's capital structure. As a part of this

dari reviu ini, Direksi mempertimbangkan review, Board of Directors made consideration
biaya permodalan dan risiko yang about financing cost and related risks.
berhubungan.

Gearing ratio pada tanggal 30 Juni 2026 dan
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

Gearing ratio on June 30, 2026 and December
31, 2025 are as follows:

30 Juni/ 31 Desember/
June 30, December 31,
2026 2025
Pinjaman 894.417.308 889.893.072 Debts
Kas dan setara kas 321.737.618  ' 508.261.730 Cash and cash eguivalents
Pinjaman bersih 572.679.690 381.631.342 Net debt
Ekuitas 5.239.091.720 5.397.795.249 Eguity

Rasio pinjaman bersih
terhadap ekuitas

10,996 Z,lYo

-62-

Net debt to eguity ratio
Page 66 OCR 0.917
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)
(Lanjutan)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025
FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)
(Continued)

€C. Pengukuran Nilai Wajar

Nilai wajar instrumen keuangan yang dicatat
pada biaya perolehan diamortisasi

Manajemen menganggap bahwa nilai tercatat
aset dan liabiitas keuangan dicatat dalam
laporan keuangan konsolidasian mendekati
nilai wajarnya karena memiliki jatuh tempo
jangka pendek atau suku bunga pasar.

Hirarki pengukuran nilai waj Ta

Tabel berikut ini merangkum nilai tercatat dan
nilai wajar aset, yang dianalisis antara
keduanya serta nilai wajar didasarkan pada:

. Pengukuran nilai wajar level 1 adalah
yang berasal dari harga kuotasian (tanpa
penyesuaian) di pasar aktif untuk aset
yang identik, dimana entitas dapat
mengakses pada tanggal pengukuran:

. Pengukuran nilai wajar level 2 adalah
yang berasal dari input selain harga
kuotasian yang termasuk dalam Level 1
yang dapat diobservasi untuk aset, baik
secara langsung (misalnya harga) atau
secara tidak langsung (misalnya deviasi
dari harga): dan

. Pengukuran nilai wajar level 3 adalah
yang berasal dari teknik penilaian yang
mencakup input untuk aset yang bukan

c. Fair Value Measurements

Fair value of financial instrument carried at

Management considers that the carrying
amounts of financial assets and financial
liabilities recorded in the consolidated financial
statements approximate their fair values
because they have either short-term maturities
Or carry market rates of interest.

Fair value measurement hierarchy of the
Group's assets

The following tables summarize the carrying
amounts and fair values of the assets, analyzed
among those whose fair value is based on:

# Level 1 fair value measurements are those
derived from guoted prices (unadjusted) in
active markets for identical assets that the
entity can access at the measurement
date,

» Level 2 fair value measurements are those
derived from inputs other than guoted
prices included within Level 1 that are
observable for the asset, either directly
(ie. as prices) or indirectly (i.e. derived
from prices): and

# Level 3 fair value measurements are those
derived from valuation technigues that
include inputs for the asset that are not

berdasarkan data pasar yang dapat based on observable market data

diobservasi (input yang tidak dapat (unobservable inputs).

diobservasi).

30 Juni 2026 Level 1 Level 2 Level 3 Jumlah/Total June 30, 2026
Aset yang diukur pada nilai wajar Assets measured at fair value
Aset tetap 2.348.003.200 2.209.561.857. 4,553.565.057. Property, plant, and eguipment
31 Desember 2025 Level L Level 2 Level 3 Jumlah/Total December 31, 2025

Aset yang diukur pada nilai wajar Assets measured at fair value
Aset tetap 2.344.003.200 2,330098.717 4626101917. Property, plant, and eguipment

Tidak ada transfer antara Level 1 dan 2 pada
periode berjalan.

Nilai wajar atas aset keuangan n

diukur pada nilai wajar secara berulang

Sebagian dari aset tetap Grup diukur pada
nilai wajar pada akhir setiap periode
pelaporan. Nilai wajar tanah, bangunan dan
sarana dan mesin dan peralatan ditentukan
dengan teknik penilaian seperti yang
dijelaskan pada Catatan 8.

- 63 -

There were no transfers between Level 1 and 2
during the period.

Fair val f the Group's financial assets tha'

are measi fair v: n. il i

Some of the Group's property, plant, and
eguipment are measured at fair value at the
end of each reporting period. The fair values of
land, buildings and improvements and
machinery and eguipment by valuation
technigue as discussed in Note 8.
Page 67 OCR 0.937
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)

(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)

PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025
FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED

JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)

(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)

(Lanjutan) (Continued)

33. TANGGUNG JAWAB — MANAJEMEN DAN 33. MANAGEMENT'S RESPONSIBILITY AND
PERSETUJUAN ATAS LAPORAN KEUANGAN APPROVAL OF CONSOLIDATED FINANCIAL
KONSOLIDASIAN STATEMENTS

Penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan
konsolidasian dari halaman 1 sampai 64 merupakan
tanggung jawab manajemen, dan telah disetujui
oleh Direksi untuk diterbitkan pada tanggal 27 Juli,
2026.

The preparation and fair presentation of the
consolidated financial statements on pages 1 to 64
were the responsibilities of the management, and
were approved by the Directors and authorized for
issue on July 27, 2026.

File

File Open PDF
Source IDX
Size5.02 MB
Published27 Jul 2026
Pages67
Characters266,607
Text sourceOCR
OCR confidence0.914

Names mentioned 47 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org MULIA INDUSTRINDO Tbk p.1 ×407
linked person Osman Sitorus p.9 ×5
linked person Titus Haryanto p.9 ×3
linked person Denyanto Tjahjadi p.9 ×2
linked org Bank Central Asia Tbk p.36 ×5
linked org Bank OCBC NISP Tbk p.36 ×5
linked org Bank CIMB Niaga Tbk p.36 ×5
linked org Multi Bintang Indonesia Tbk p.37 ×5
linked org Asuransi Multi Artha Guna Tbk p.38 ×11
linked org PT Bank Shinhan Indonesia p.43 ×3
linked — Eka Gunatama p.48 ×8
possible org Negara Republik Indonesia p.9
possible org Bursa Efek Indonesia p.10
unresolved person K.H. Zainul Arifin p.3
unresolved — Henry Bun · Director p.3
unresolved org Bank Ioans Utang p.5
unresolved person Liliani Handajawati Tamzil p.9 ×2
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.9
unresolved person Christina Dwi Utami S.H. p.9 ×4
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.9
unresolved org Minister of Justice p.9
unresolved org Minister of Law and Human Rights p.9
unresolved org PT Muliaglass p.10
unresolved org Bapepam p.10 ×12
unresolved org Indonesia Stock Exchange p.10
unresolved org PT Heinz ABC Indonesia p.37 ×2
unresolved org PT Asuransi Umum BCA p.40 ×2
unresolved org KJPP Felix Sutandar & Rekan p.41 ×4
unresolved org KJPP Felix Sutandar p.41 ×4
unresolved org Bank Jangka Pendek Short-term Bank p.42
unresolved org Bank Loan As p.43
unresolved org KKA Indra Catarya Situmeang dan Rekan p.47 ×2
unresolved org PT Raya Saham Registra p.48 ×2
unresolved org PT Eka Gunatama Mandiri p.48 ×8
unresolved org PT Mulia Grahapermai p.48 ×3
unresolved org PT Mulia Grahapermai Masyarakat p.48
unresolved org PT Muliakeramik Indahraya p.49 ×6
unresolved person Mhum p.49 ×2
unresolved person Eka Tjandranegara p.54 ×2
unresolved org Mulia Inc. p.54 ×6
unresolved org Concord Building Materials Pte. Limited p.54 ×3
unresolved org PT Muliakeramik Indahraya. Transaksi-transaksi Pihak Berelasi p.54
unresolved org PT Muliakeramik Indahraya. Transactions p.54
unresolved org Pte. Limited p.54 ×2
unresolved org Concord Building Materials Concord Building Materials Pte. Limited p.55
unresolved org PT Xurya Daya Indonesia p.57 ×2
unresolved org PT Terang Sepanjang p.57 ×2

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 6

FinancialStatement-2026-II-MLIA.xlsx done
inlineXBRL.zip done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result