Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 67
Page 1 OCR 0.944
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK/AND ITS SUBSIDIARY LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/ CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS PADA 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)/ AS OF JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 AND FOR SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)
Page 2 OCR 0.923
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK DAFTAR ISI PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY TABLE OF CONTENTS SURAT PERNYATAAN DIREKSI LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN - Pada 30 Juni 2026 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2025 serta untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak diaudit) Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian Laporan Arus Kas Konsolidasian Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian Halaman/ Page DIRECTORS' STATEMENT LETTER CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS - As of June 30, 2026 (Unaudited) and December 31, 2025 and For the six-month periods ended June 30, 2026 and 2025 (Unaudited) Consolidated Statements of Financial Position Consolidated Statements of Profit or Loss and Other Comprehensive Income Consolidated Statements of Changes in Eguity Consolidated Statements of Cash Flows Notes to Consolidated Financial Statements
Page 3 OCR 0.928
PT MULIA INDUSTRINDO TBK SURAT PERNYATAAN DIREKSI TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026 DAN 2025 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 PT MULIA INDUSTRINDO TBK DAN ENTITAS ANAK DIRECTORS' STATEMENT LETTER RELATING TO THE RESPONSIBILITY ON THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 AND FOR THE YEAR ENDED DECEMBER 31, 2025 PT MULIA INDUSTRINDO TBK AND ITS SUBSIDIARY Kami yang bertanda tangan dibawah ini: 1, Nama/Name Alamat Kantor/Office address Alamat domisili sesuai KTP atau kartu identitas lain/ : Domicile as stated in ID Card Nomor Telepon/Phone Number Jabatan/Position 2. Nama/Name Alamat Kantor/Office address Alamat domisili sesuai KTP atau kartu identitas lain/ : Domicile as stated in ID Card Nomor Telepon/Phone Number Jabatan/Position menyatakan bahwa: 1. Bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian, 2. Laporan keuangan konsolidasian telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia: 3. 'a. Semua informasi dalam laporan keuangan konsolidasian telah dimuat secara lengkap dan benar, b. Laporan keuangan konsolidasian tidak mengandung informasi atau fakta material yang tidak benar, dan tidak menghilangkan informasi atau fakta material, 4. Bertanggung jawab atas sistem pengendalian intern dalam Perusahaan dan entitas anak. Demikian pernyataan ini dibuat denyan sebenarnya. We, the undersigned: Eka Tjandranegara Jl. Raya Tegal Gede, Lemahabang Cikarang - Bekasi 17550 Jl. K.H. Zainul Arifin No. 45, RT 001/RW 001 Petojo Utara, Gambir, Jakarta Pusat (62-21) 8935728 Direktur Utama/President Director Henry Bun Jl. Raya Tegal Gede, Lemahabang Cikarang - Bekasi 17550 Jl. Taman Puspa 3, Blok ZE 6 No. 1 Gading Parkview, RT 009/RW O11 Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara (62-21) 8935728 Direktur/Director state that: 1. We are responsible for the preparation and presentation of the consolidated financial statements. 2. The consolidated financial statements have been prepared and presented in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards, 3. a. All information contained in the consolidated financial statements is complete and correct, b. The consolidated financial statements do not contain misleading material information or facts, and do not omit material information and facts. 4. We are responsible for the Company and its subsidiary' internal control system. This statement letter ig made truthfully. Jakarta, 27 Juli 2026/ July 27, 2026 Direktur Utama / President Director Head Office: Atrium Mulia, 8" Floor Jalan H.R. Rasuna Said Kav. 8 10-11 Jakarta Selatan 12910 - Indonesia Phone: (62-21) 22513000 Fax: (62-21) 25982814 ( Eka Tjandranegara ) Direktur / Director (Henry Bun) Factory: Mulia industry Estate Admin Building, 2" Floor Jalan Raya Tegal Gede, Cikarang Bekasi 17550 - Indonesia Phone: (62-21) 8935728 Fax: (62-21) 8935729, 8934040
Page 4 OCR 0.876
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN CONSOLIDATED STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) (Figures in tables are stated in thousands of Rupiah) 30 Juni/ 31 Desember/ Catatan/ June 30, December 31, Notes 2026 2025 ASET ASSETS ASET LANCAR CURRENT ASSETS Kas dan setara kas 5s 321.737.618 508.261.730 Cash and cash eguivalents Piutang usaha s Trade accounts receivable Pihak berelasi 26 3.803.280 3.529.606 Related parties Pihak ketiga 42.969.908 617.200.445 Third parties Piutang lain-lain Other accounts receivable Pihak berelasi 26 14.785.712 5.581.881 Related parties Pihak ketiga 3.809.604 2.811.806 Third parties Persediaan - bersih 7 1.185.895.489 — 1.131.567.647 — Inventories - net Yang muka 63.372.394 94.804.674 Advances Pajak pertambahan nilai - bersih 17.513.925 18.016.853 — Prepaid tax - value added tax Klaim pengembalian pajak —" 24 - 6.744.177 Claim for tax refund Biaya dibayar dimuka 20.478.750 17.531.100 Prepaid expenses Aset keuangan lainnya 2.240.292 - Other financial asset Jumlah Aset Lancar 2.276.606.972 — 2.407.049.919 Total Current Assets ASET TIDAK LANCAR NON-CURRENT ASSETS Advances for purchase of property, Uang muka pembelian aset tetap 72.642.996 81.054.621 plant, and eguipment Klaim pengembalian pajak 24 66.612.811 48.187.897 — Claim for tax refund Aset pajak tangguhan - bersih 24 5.860.055 5.957.091 Deferred tax assets - net Investasi saham 400.000 400.000 Investment in stock Aset tetap - bersih 8 4.913.335.969 4.825.144.616 — Property, plant, and eguipment - net Jumlah Aset Tidak Lancar 058.851.831 960.744.225 Total Non-current Assets JUMLAH ASET 7.335.458.803 |” 7.367.794.144 TOTAL ASSETS Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan See accompanying notes to consolidated financial statements which are bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian. an integral part of the consolidated financial statements.
Page 5 OCR 0.877
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY CONSOLIDATED STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 (Figures in tables are stated in thousands of Rupiah) - Continued PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) - Lanjutan 30 Juni/ 31 Desember/ Catatan/ June 30, December 31, Notes 2026 2025 LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND EOUITV LIABILITAS JANGKA PENDEK CURRENT LIABILITIES Utang bank 12 345.198.919 243.083.759 Bank Ioans Utang usaha kepada pihak ketiga 9 371.063.095 285.672.101 Trade accounts payable to third parties Utang lain-lain kepada pihak ketiga 63.881.988 31.726.839 Other accounts payable Pihak ketiga Other accounts payable to third parties Biaya yang masih harus dibayar 10 175.894.087 176.771.346 — Accrued expenses Utang pajak 11 6.945.185 10.855.266 — Tax payable Uang muka penjualan 29.159.579 17.440.390 Sales advance Utang bank jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun 12 191.558.724 184.692.348 Current maturities of long-term bank loans Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 1.183.701.577 950.242.049 Total Current Liabilities LIABILITAS JANGKA PANJANG NON-CURRENT LIABILITIES Liabilitas pajak tangguhan - bersih 24 58.159.603 82.855.181 —— Deferred tax liabilities - net Utang bank jangka panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun 12 357.659.665 462.116.965 — Long-term bank loans - net of current maturities Liabilitas Imbalan kerja 13 496.846.238 474.784.700 Employee benefits obligation Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 912.665.506 | 1.019.756.846 — Total Non-current Liabilities Jumlah Liabilitas 2.096.367.083 1.969.998.895 Total Liabilities EKUITAS EGUITY Modal saham - nilai nominal Rp 100 per saham (Capital stock - Rp 100 par value per share Modal dasar - 25.000.000.000 saham Authorized - 25,000,000,000 shares Modal ditempatkan dan disetor - Subscribed and paid-up - 6.615.000.000 saham 14 661.500.000 661.500.000 6,615,000,000 shares Tambahan modal disetor - bersih 15 304.721.042 304.721.042 Additional paid-in capital - net penghasilan komprehensif lain 17 3.511.592.144 3.511.592.144 — Other comprehensive income Saldo laba Retained earnings Sudah ditentukan penggunaannya 132.300.000 132.300.000 Appropriated Tidak ditentukan penggunaannya 628.978.534 787.682.063 Unappropriated Jumlah Ekuitas 5.239.091.720 5.397.795.249 Total Eavity 7:367.794:144 TOTAL LIABILITIES AND EGUITY JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 7:335.458.803 'See accompanying notes to consolidated financial statements which are Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan an Integral part of the consolidated financial statements. bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.
Page 6 OCR 0.939
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 31 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY CONSOLIDATED STATEMENTS OF PROFIT OR LOSS AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 31, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables are stated in thousands of Rupiah) PENDAPATAN BEBAN POKOK PENDAPATAN LABA KOTOR Beban penjualan Beban umum dan administrasi Beban keuangan Keuntungan kurs mata uang asing - bersih Keuntungan lain-lain - bersih (RUGI) LABA SEBELUM PAJAK MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN - BERSIH (RUGI) LABA PERIODE BERJALAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN JUMLAH (RUGI) PENGHASILAN KOMPREHENSIF PERIODE BERJALAN (RUGI) LABA PER SAHAM DASAR (dalam Rupiah penuh) Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian. Catatan/ 30 Juni/June 30, Notes 2026 2025 18,26 1.950.238.849 2.001.552.267 19 1.840.098.843 1.660.323.315 110.140.006 341.228.952 20 (145.586.203) (153.794.284) 21 (135.604.561) (136.127.397) 22 (37.508.909) (33.199.131) 23.821.307 15.641.171 23 2.200.507 5.127.735 (182.537.853) 38.877.046 24 23.834.324 (9.792.535) (158.703.529) 29.084.511 29.084.511 25 (23,99) 4,40 REVENUE COST OF REVENUE GROSS PROFIT Selling expenses General and administrative expenses Finance costs Gain on foreign exhange - net Other gains - net (LOSS) PROFIT BEFORE TAX INCOME TAX BENEFIT (EXPENSE) - NET (LOSS) PROFIT FOR THE PERIOD OTHER COMPREHENSIVE INCOME TOTAL COMPREHENSIVE (LOSS) INCOME FOR THE PERIOD BASIC (LOSSES) EARNINGS PER SHARE (in full Rupiah) See accompanying notes to consolidated financial statements which are an integral part if the consolidated financial statements.
Page 7 OCR 0.831
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 31 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY CONSOLIDATED STATEMENTS OF CHANGES IN EGUITY FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 31, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables are stated in thousands of Rupiah) Penghasilan komprehensi lain/ Other comprehensive income Pengukuran kembali atas program Tambahan modal imbalan pasti/ Saldo laba/Retained earnings disetor - bersih/ Remeasurementof Ditentukan Tidak ditentukan Cetatan/ Modal disetor/ (Additional Paid-in Surplus revaluasi/ ”—” definedbeneft — penggunaannya/ — penggunaannya/ Jumlah ekuitas/ Notes. Paid-up capital stock capital-net — Revaluation reserve obligation Appropriated Unaj lated Total eguity Saldo per 1 Januari 2025 661.500.000 304.721.042 3.587.145.123 (165.883.325) 132.300.000 838.532.884 5.358.315.724 Laba bersih periode berjalan - - - - - 29.084.511 29.084.511 Dividen tunai 16 - - - - : 146.305.000) (46.305.000) Saldo per 30 Juni 2025 (Tidak diaudit) 661:500.000 304.721.042 3.587.145.123 (165.883.325) 132.300.000 821.312.395 5.341.095.235 Saldo per 1 Januari 2025 661.500.000 304.721.042 3.587.145.123 (165.883.325) 132.300.000 838.532.884 5.358.315.724 Rugi bersih tahun berjalan - - - - - (4.545.821) (4.545.821) Dividen tunai 16 - - - - - (46.305.000) (45.305.000) Penghasilan komprehensif lain Pengukuran kembali atas program imbalan pasti - setelah dikurangi pajak 13,24 - - - (15.642.745) - - (15,642,725) Surplus revaluasi - setelah dikurangi pajak 1 - - 105.973.091 - - - 105.973.091 Saldo per 31 Desember 2025 661.500.000 304.721.042 3.693.118.214 (181.526.070) 132.300.000 787.682.063 5.397.795.249 Rugi bersih periode berjalan - - - - - 158.703.529) (158.703.529) Saldo per 30 Juni 2026 (Tidak diaudit) 661.500.000 304.721.042 3.693.148.214 (181.526.070) 132.300.000 528.978534 5.239.091.720 Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian. Balance as of January 1, 2025 Profit for the period Cash idend Balance as of June 30, 2025 (Unaudited) Balance as of January 1, 2025 Loss forthe year Cash dividend (Other comprehensive income: Remeasurement of defined benefit obligation - net of tax Revaluation reserve - netoftax Balance as of December 31, 2025 Loss for the period Balance as of June 30, 2026 (Unaudited) 'See accompanying notes to consolidated financial statements which are an integral part if the consolidated financial statements.
Page 8 OCR 0.927
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 31 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLowSs FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 31, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables are stated in thousands of Rupiah) ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pelanggan Pembayaran kas kepada pemnasok dan karyawan Kas dihasilkan dari operasi Pembayaran beban keuangan Pembayaran pajak penghasilan Penerimaan restitusi pajak Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Penerimaan bunga Hasil penjualan aset tetap Pembayaran uang muka pembelian aset tetap Perolehan aset tetap Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penerimaan utang bank jangka pendek Penerimaan utang bank jangka panjang Penurunan utang lain-lain kepada pihak berelasi Pembayaran utang bank jangka pendek Pembayaran utang bank jangka panjang Pembayaran dividen tunai Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan PENURUNAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE Pengaruh perubahan kurs mata uang asing KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian. 30 Juni/June 30, 2026 2025 1.935.914.901 2.090.865.287 (1.841.267.932) — (1.903.480.414) 94.646.969 (39.675.572) (21.213.657) 187.384.873 (32.766.411) (57.675.389) 6.744.177 40.501.917 96.943.073 3.235.868 7.389.683 1.170.000 3.131.008 (57.130.002) (117.853.074) (190.756.230) (195.773.309) (243.480.364) (303.105.692) 732.241.561 288.607.271 - 104.297.642 (3.412.455) (231.429.215) (99.356.603) (46.159.810) (630.126.401) (97.590.924) 4.524.236 12.546.830 (198.454.211) (193.615.789) 508.261.730 623.289.769 11.930.099 73.723 321.737.618 431.247.703 CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES Cash received from customers Cash paid to suppliers and employees Cash generated from operations Finance charges paid Income taxes paid Tax refund received Net Cash Provided by Operating Activities CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES Interest received Proceeds from sale of property, plant, and eguipment Payment in advance for purchase of property, plant and eguipment 'cguisition of property, plant and eguipment Net Cash Used in Investing Activities (CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES Proceeds from short-term bank loans Proceeds from long-term bank loans Decrease in other account payable to related party Payments from short-term bank loans Payments from long-term bank loans Payments of cash dividends Net Cash Provided by Financing Activities NET DECREASE CASH AND CASH EOUIVALENTS CASH AND CASH EOUIVALENTS AT BEGINNING OF PERIOD Effect of changes in foreign exchange rate - net CASH AND CASH EGUIVALENTS AT END OF PERIOD 'See accompanying notes to consolidated financial statements which are an integral part of the consolidated financial statements.
Page 9 OCR 0.942
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) 1. UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum PT Mulia Industrindo Tbk (“Perusahaan”), didirikan berdasarkan Akta No. 15 tanggal 5 November 1986 dari Liliani Handajawati Tamzil, S.H., Notaris di Jakarta, kemudian diubah dengan Akta No. 7 tanggal 6 Mei 1987 dari notaris yang sama. Anggaran Dasar serta perubahannya telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-3936 HT.01.01.Th87 tanggal 25 Mei 1987 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara Republik Indonesia No. 40 tanggal 18 Mei 1990. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No. 252 tanggal 26 Mei 2023 dari Christina Dwi Utami S.H., M.Hum., MKn., Notaris di Jakarta Barat, sehubungan dengan perubahan terkait rencana kerja, tahun buku dan laporan tahunan. Akta perubahan ini telah didaftarkan ke Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat No. AHU-AH.01.03-0073240 Tahun 2023 tanggal 5 Juni 2023. Perusahaan dan entitas anak (“Grup”) berdomisili di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Kantor pusat Grup beralamat di Atrium Mulia Lt. 8, Jl. HR. Rasuna Said Kav. B 10-11 Setiabudi, Jakarta Selatan. Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi perdagangan atas hasil produksi entitas anak. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1990. Perusahaan tergabung dalam Grup Mulia. Susunan pengurus Perusahaan adalah sebagai GENERAL a. Establishment and General Information PT Mulia Industrindo Tbk (the “Company”) was established based on Deed No. 15 dated November 5, 1986 of Liliani Handajawati Tamzil, S.H., Notary in Jakarta, as amended by Deed No. 7 dated May 6, 1987 of the same notary. The Articles of Association and its amendments were approved by the Minister of Justice of the Republic of Indonesia through Decision Letter No. C2-3936 HT.01.01.Th87 dated May 25, 1987 and was published in State Gazette of the Republic of Indonesia No. 40 dated May 18, 1990. The Company's Articles of Association has been amended several times, most recentiy by Deed No. 252 dated May 26, 2023 of Christina Dwi Utami S.H., M.Hum., MKn., Notary in West Jakarta, regarding of work plan, financial year and annual report. This Deed of amendment was registered to the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia through Letter No. AHU-AH.01.03-0073420 Tahun 2023 dated June 5, 2023. The Company and its subsidiary (“Group”) is domiciled in Cikarang, Bekasi, West Java. The Group's head office is located at Atrium Mulia 8" floor, Jl. HR. Rasuna Said Kav. B 10-11 Setiabudi, South Jakarta. In accordance with article 3 of the Company's Articles of Association, the scope of its activities is to engage in trading of the product of its subsidiary. The Company started its commercial Operations in 1990. The Company is a part of the Mulia Group. The Company's management consists of the following: berikut: 30 Juni/ June 30, 2026 Komisaris Utama Osman Sitorus Komisaris Handaya Komisaris independen Osman Sitorus Titus Haryanto Direktur Utama Henry Bun Direktur Ekson Tjandranegara Ekman Tjandranegara Medriyani Linda Halim Komite Audit Ketua Titus Haryanto Anggota Denyanto Tjahjadi Christina Internal Audit Yosef Adrianus Noerman Sekretaris Perusahaan Henry Bun Jumlah karyawan tetap Grup sebanyak 2.962 untuk tahun 2026 (2025: 3.007). 31 Desember/ December 31, 2025 Osman Sitorus President Commissioner Joanne S. Tjandranegara Commissioner Osman Sitorus Independent Commissioners Inarto Setiadi Eka Tjandranegara President Director Ekson Tjandranegara Directors Ekman Tjandranegara Henry Bun Medriyani Audit Committee Osman Sitorus Chairman Denyanto Tjahjadi Members Titus Haryanto Yosef Adrianus Noerman Internal Audit Henry Bun Corporate Secretary The Group had 2,962 permanent employees in 2026 (2025: 3,007).
Page 10 OCR 0.920
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) (Lanjutan) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) (Continued) b. Entitas anak yang dikonsolidasi b. Consolidated subsidiary Rincian entitas anak Grup pada akhir periode Details of the Group's subsidiary at the end of the pelaporan adalah sebagai berikut: reporting period are as follows: Persentase Tahun operasi Jumlah aset sebelum eliminasi kepemilikan/ komersial/ Total assets before elimination Percentage of Start of 30 Juni7 TI Desember Entitas Anak/ Domisili/ Jenis usaha/ ownership commercial June 30, December 31, Subsidiary Dowmicile Nature of business 2026 dan/and 2025 operation 2026 2025 C3 PT Muliaglass (“MGL") — Cikarang Industri kaca lembaran, 99,390 1993 7.032.553.886 7.080.246.452 kaca pengaman, botol kemasan dan glass block/ Industrial for oat glass, safety glass, glass container, and glass block €C. Penawaran Umum Efek Grup c. Public Offering of the Group's Shares Pada tanggal 22 Desember 1993, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Bapepam untuk melakukan penawaran umum atas 25.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham, dengan harga penawaran sebesar Rp 3.800 per saham. Pada tanggal 17 Januari 1994, saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta. Pada tanggal 18 Januari 1995, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Bapepam untuk melaksanakan Penawaran Umum Terbatas I Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebanyak 100.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham, dengan harga penawaran sebesar Rp 3.000 per saham. Pada tanggal 9 Februari 1995, saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta. Pada tanggal 7 Mei 1996, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Bapepam untuk melaksanakan Penawaran Umum Terbatas II Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebanyak 189.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham, dengan harga penawaran sebesar Kp 1./UU per saham. Pada tanggal 29 Mei 1996, saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta. Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, seluruh saham Perusahaan atau sebanyak 6.615.000.000 telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia. On December 22, 1993, the Company obtained the notification of effectivity of Share Registration from the Chairman of Bapepam for its public offering of 25,000,000 shares with Rp 1,000 par value pershare, at an offering price of Rp 3,800 per share. On January 17, 1994, these shares were listed on the Jakarta Stock Exchange. On January 18, 1995, the Company obtained the notification of effectivity of Share Registration from the Chairman of Bapepam for the Limited Public Offering I, with pre-emptive rights of 100,000,000 shares at Rp 1,000 par value per share, at an offering price of Rp 3,000 per share. On February 9, 1995, these shares were listed on the Jakarta Stock Exchange. On May 7, 1996, the Company obtained the notification of effectivity of Share Registration from the Chairman of Bapepam for the Limited Public Offering II, with pre-emptive rights of 189,000,000 shares with Rp 1,000 par value per share, at an offering price of Rp 1,700 per share. Un May 24, 1YYb, these shares were Ilsted on the Jakarta Stock Exchange. As of June 30, 2026 and December 31, 2025, all of the Company's outstanding shares totaling to 6,615,000,000 shares have been listed in the Indonesia Stock Exchange.
Page 11 OCR 0.927
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) (Lanjutan) (Continued) 2. PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI 2. ADOPTION OF NEW AND REVISED STATEMENTS KEUANGAN BARU DAN REVISI STANDAR OF FINANCIAL ACCOUNTING STANDARDS KEUANGAN (“PSAK”) (“PSAK”) a. Amendemen/Penyesuaian dan Standar a. Amendments/Improvements and to yang Berlaku Efektif pada Periode Berjalan Standards Effective in the Current Period Dalam periode berjalan, Grup telah In the current period, the Group has applied a menerapkan sejumlah amendemen/ number of amendments/improvements to PSAK penyesuaian PSAK yang relevan dengan that are relevant to its operations and effective operasinya dan efektif untuk periode akuntansi for accounting period beginning on or after yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2026. January 1, 2026. Penerapan atas amendemen/penyesuaian The adoption of these amendments/ tersebut tidak mengakibatkan perubahan atas improvements does not result in changes to the kebijakan akuntansi Grup dan tidak memiliki Group's accounting policies and has no material pengaruh signifikan atas pengungkapan atau impact to disclosures or on the amounts jumlah yang dicatat di dalam laporan keuangan recognized in the current period and prior years konsolidasian pada periode berjalan dan tahun- consolidated financial statements. tahun sebelumnya. b. Standar dan amendemen/penyesuaian €C. Standards and amendments/improvements standar telah diterbitkan tapi belum to standards issued not yet adopted diterapkan Pada tanggal persetujuan laporan keuangan At the date of authorization of these consolidated konsolidasian, standar dan amendemen- financial statements the following standards and amendemen atas PSAK yang relevan bagi Grup, amendments to PSAKS relevant to the Grup were yang telah diterbitkan namun belum berlaku issued but not effective, with early application efektif, dengan penerapan dini diijinkan, adalah permitted: sebagai berikut: if uni Tatel imulai la ffective for perit innin: n or r setelah tanggal 1 Januari 2027: January 1, 2027: « PSAK 118 Penyajian dan Pengungkapan # PSAK 118 Presentation and Disclosures in Laporan Keuangan Financial Statements Sampai dengan tanggal penerbitan laporan As of the issuance date of the consolidated keuangan — konsolidasian, dampak dari financial statements, the effects of adopting penerapan standar, amendemen dan these standards, amendments and interpretasi tersebut terhadap laporan interpretations on the consolidated financial keuangan konsolidasian tidak dapat diketahui statements are not known nor reasonably atau diestimasi oleh manajemen. estimable by management. 3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY MATERIAL INFORMATION a. Pernyataan Kepatuhan a. Statement of Compliance Laporan keuangan konsolidasian Grup disusun The consolidated financial statements of the sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Group have been prepared in accordance with Indonesia. Indonesian Financial Accounting Standards. b. Dasar Penyusunan b. Basis of Preparation Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah biaya historis, kecuali properti dan instrumen keuangan tertentu yang diukur pada jumlah revaluasian atau nilai wajar pada setiap akhir periode pelaporan, yang dijelaskan dalam kebijakan akuntansi di bawah ini. Biaya historis umumnya didasarkan pada nilai wajar dari imbalan yang diberikan dalam pertukaran barang dan jasa. The consolidated financial statements have been prepared on the historical cost basis except for certain properties and financial instruments that are measured at revalued amounts or fair values at the end of each reporting period, as explained in the accounting policies below. Historical cost is generally based on the fair value of the consideration given in exchange for goods and services.
Page 12 OCR 0.938
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) (lanjutan) (Continued) c. Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam suatu transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran, terlepas dari apakah harga tersebut dapat diamati secara langsung atau diestimasi menggunakan teknik penilaian lain. Dalam mengestimasi nilai wajar dari suatu aset atau liabilitias, Grup memperhitungkan karakteristik aset atau liabilitas jika pelaku pasar akan memperhitungkan karakteristik tersebut ketika menentukan harga aset atau liabilitas pada tanggal pengukuran. Nilai wajar untuk tujuan pengukuran dan/atau pengungkapan pada laporan keuangan konsolidasian ditentukan atas dasar tersebut, kecuali untuk transaksi sewa yang merupakan ruang lingkup PSAK 116 Sewa dan pengukuran yang memiliki kemiripan dengan nilai wajar namun bukan merupakan nilai wajar, seperti nilai realisasi bersih dalam wPSAK 202 Persediaan atau nilai pakai dalam PSAK 236 Penurunan Nilai Aset. Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Direksi memiliki, pada saat persetujuan laporan keuangan, suatu ekspektasi yang memadai bahwa Grup memiliki sumber daya yang cukup untuk melanjutkan keberadaan operasinya untuk di masa yang akan datang. Sehingga, mereka melanjutkan penerapan dasar akuntansi kelangsungan usaha — dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian. Dasar Konsolidasian Laporan keuangan konsolidasian menggabungkan laporan keuangan Perusahaan dan entitas (termasuk entitas terstruktur) yang dikendalikan oleh Perusahaan dan entitas anak. Pengendalian tercapai jika Perusahaan memiliki kekuasaan atas investee, eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya Fair value is the price that would be received to seli an asset or paid to transfer a liability in an orderly transaction between market participants at the measurement date, regardless of whether that price is directly observable or estimated using another valuation technigue. In estimating the fair value of an asset or a liability, the Group takes into account the Characteristics of the asset or liability if market participants would take those characteristics into account when pricing the asset or liability at the measurement date. Fair value for measurement and/or disclosure purposes in these consolidated financial statements is determined on such a basis, except for leasing transactions that are within the scope Of PSAK 116 Leases and measurements that have some similarities to fair value but are not fair value, such as net realizable value in PSAK 202 Inventories or value in use in PSAK 236 Impairment of Assets. The consolidated statements of cash flows are prepared using the direct method with classifications of cash flows into operating, investing and financing activities. The Directors have, at the time of approving the financial statements, a reasonable expectation that the Group has adeguate resources to continue in operational existence for the foreseeable future. Thus, they continue to adopt the going concern basis of accounting in preparing the consolidated financial statements. Basis of Consolidation The consolidated financial statements incorporate the financial statements of the Company and entities (including structured entities) controlled by the Company and its subsidiary. Control is achieved where the Company has the power over the investee, is exposed, or has rights, to variable returns from dengan investee: dan kemampuan untuk its involvement with the investee: and has the menggunakan kekuasaannya atas investee ability to use its power to affect its returns. untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil investor. Perusahaan menilai kembali apakah entitas tersebut adalah investee jika fakta dan keadaan yang mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian yang disebutkan di atas. Ketika Perusahaan memiliki hak suara kurang dari mayoritas di-investee, ia memiliki kekuasaan atas investee ketika hak suara investor cukup untuk memberinya kemampuan praktis untuk mengarahkan aktivitas relevan secara sepihak. The Company reassesses whether or not it controls an investee if facts and circumstances indicate that there are changes to one or more of the three elements of control listed above. When the Company has less than a majority of the voting rights of an investee, it has power over the investee when the voting rights are sufficient to give it the practical ability to direct the relevant activities of the investee unilaterally.
Page 13 OCR 0.938
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) (Lanjutan) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) (Continued) Perusahaan mempertimbangkan seluruh fakta dan keadaan yang relevan dalam menilai apakah hak suara Perusahaan cukup untuk memberikan Perusahaan kekuasaan, termasuk (i) ukuran kepemilikan hak suara Perusahaan relatif terhadap ukuran dan penyebaran kepemilikan pemilik hak suara lain: (ii) hak suara potensial yang dimiliki oleh Perusahaan, pemegang suara lain atau pihak lain: (iii) hak yang timbul dari pengaturan kontraktual lain: dan (iv) setiap fakta dan keadaan tambahan apapun mengindikasikan bahwa Perusahaan memiliki, atau tidak memiliki, kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas yang relevan pada saat keputusan perlu dibuat, termasuk pola suara pemilikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (“RUPS”) sebelumnya. Konsolidasi entitas anak dimulai ketika Perusahaan memperoleh pengendalian atas entitas anak dan akan dihentikan ketika Perusahaan kehilangan pengendalian pada entitas anak. Secara khusus, pendapatan dan beban entitas anak diakuisisi atau dijual selama tahun berjalan termasuk dalam laporan laba rugi “dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dari tanggal diperolehnya pengendalian Perusahaan sampai tanggal ketika Perusahaan berhenti untuk mengendalikan entitas anak. Jika diperlukan, penyesuaian dapat dilakukan terhadap laporan keuangan entitas anak agar kebijakan akuntansi sesuai dengan kebijakan akuntansi Grup. Seluruh aset dan liabilitas dalam intragrup, ekuitas, pendapatan, biaya dan arus kas yang berkaitan dengan transaksi dalam kelompok usaha dieliminasi secara penuh pada saat konsolidasi. Kepentingan non-pengendali di entitas anak diidentifikasi secara terpisah dari ekuitas Grup yang ada. Kepentingan pemegang saham non- pengendali yang merupakan kepentingan kepemilikan yang memberikan pemiliknya hak terhadap bagian proporsional aset bersih pada saat likuidasi pada awalnya dapat diukur sebesar nilai wajar atau bagian proporsional kepentingan non pengendali atas nilai wajar aset bersih teridentifikasi pihak yang diakuisisi. Pilihan pengukuran dibuat untuk masing- masing akuisisi. Kepentingan non-pengendali lain awalnya diukur sebesar nilai wajar. Setelah akuisisi, jumlah tercatat kepentingan non- pengendali adalah jumlah kepentingan tersebut pada pengakuan awal ditambah bagian kepentingan non-pengendali dari perubahan selanjutnya di ekuitas. Laba rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan untuk kepentingan non- pengendali. Perusahaan juga mengatribusikan total laba komprehensif entitas anak kepada pemilik entitas induk dan kepentingan non- pengendali meskipun hal tersebut mengakibatkan kepentingan non-pengendali memiliki saldo defisit. - 10 - 'The Company considers all relevant facts and circumstances in assessing whether or not the Company's voting rights in an investee are sufficient to give it power, including (i) the size of the Company's holding of voting rights relative to the size and dispersion of holding of the other vote holders: (ii) potential voting rights held by the Company, other vote holders or other partiess (iii) rights arising from other contractual arrangements, and (iv) any additional facts and circumstances that indicate that the Company has, or does not have, the current ability to direct the relevant activities at the time that decisions need to be made, including voting patterns at previous General Meeting of Shareholders (“GMS”). Consolidation of a subsidiary begins when the Company obtains control over the subsidiary and ceases when the Company loses control of the subsidiary. Specifically, income and expense of a subsidiary acguired or disposed of during the year are included in the consolidated statement Of profit or loss and other comprehensive income from the date the Company gains control until the date when the Company ceases to control the subsidiary. When necessary, adjustment are made to the financial statements of subsidiary to bring their accounting policies in line with the Group's accounting policies. All intragroup assets and liabilities, eguity, income, expenses and cash flows relating to transactions between members of the Group are eliminated in full on consolidation. Non-controlling interests in subsidiary are identified separately from the Group's eguity therein. Those interests of non-controlling stockholders that are present ownership interests entitling their holders to a proportionate share of net assets upon liguidation may initially be measured at fair value Or at the non-controlling interests' proportionate share of the fair value of the acguiree's identifiable net assets. The choice of measurement is made on an acguisition-by- acguisition basis. Other non-controlling interests are initially measured at fair value. Subseguent to acguisition, the carrying amount of non- controlling interests is the amount of those interests at initial recognition plus the non- controlling interests” share of subseguent changes in eguity. Profit or loss and each component of other comprehensive income are attributed to the owners of the Company and to the non- controlling interest. Total comprehensive income of subsidiary is attributed to the owners of the Company and the non-controlling interest even if this results in the non-controlling interest having a deficit balance.
Page 14 OCR 0.940
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK (CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) (Lanjutan) (Continued) Perubahan kepemilikan Grup pada entitas anak yang tidak — mengakibatkan kehilangan pengendalian Grup atas entitas anak dicatat sebagai transaksi ekuitas. Jumlah tercatat dari kepemilikan Grup dan kepentingan non- pengendali disesuaikan untuk mencerminkan perubahan kepentingan relatifnya dalam entitas anak. Selisih antara jumlah tercatat kepentingan non-pengendali yang disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang dibayar atau diterima diakui secara langsung dalam ekuitas dan diatribusikan dengan pemilik entitas induk. Ketika Grup kehilangan pengendalian pada entitas anak, keuntungan atau kerugian diakui dalam laba rugi dan dihitung sebagai perbedaan antara (i) agregat nilai wajar pembayaran yang diterima dan nilai wajar sisa kepemilikan dan (ii) jumlah tercatat sebelumnya dari aset (termasuk goodwill), dan liabilitas dari entitas anak dan setiap kepentingan non-pengendali. Seluruh jumlah yang diakui sebelumnya dalam penghasilan komprehensif lain yang terkait dengan entitas anak yang dicatat seolah-olah Grup telah melepaskan secara langsung aset atau liabilitas terkait entitas anak (yaitu direklasifikasi ke laba rugi atau ditransfer ke kategori lai dari ekuitas sebagaimana ditentukan/diizinkan oleh standar akuntansi yang berlaku). Nilai wajar setiap sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada tanggal hilangnya pengendalian dianggap sebagai nilai Changes in the Group's ownership interest in subsidiary that do not result in the Group losing control over the subsidiary are accounted for as eguity transactions. The carrying amounts of the Group's interest and the non-controlling interest are adjusted to reflect the changes in their relative interest in the subsidiary. Any difference between the amount by which the non- controlling interest are adjusted and the fair value of the consideration paid or received is recognized directly in eguity and attributed to owners of the Company. " When the Group losses control of a subsidiary, a gain or loss is recognized in profit or loss and is calculated as the difference between (i) the aggregate of the fair value of the consideration received and the fair value of any retained interest and (ii) the previous carrying amount of the assets (including goodwill), and liabilities of the subsidiary and any non-controlling interest. All amounts previously recognized in other comprehensive income in relation to that subsidiary are accounted for as if the Group had directly disposed of the related assets or liabilities of the subsidiary (i.e. reclassified to profit or loss or transferred to another category Of eguity as specified/permitted by applicable accounting standards). The fair value of any investment retained in the former subsidiary at the date when control is lost is regarded as the fair value on initial recognition for subseguent wajar pada saat pengakuan awal untuk accounting under PSAK 109 Financial akuntansi berikutnya dalam PSAK 109 Instruments. Instrumen Keuangan. d. Transaksi dan Penjabaran Laporan d. Foreign Currency Transactions and Keuangan Dalam Mata Uang Asing Translation Laporan keuangan individu masing-masing The individual financial statements of each entitas Grup diukur dan disajikan dalam mata uang dari lingkungan ekonomi utama dimana entitas beroperasi (mata uang fungsional). Laporan keuangan konsolidasian dari Grup disajikan dalam mata uang Rupiah yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan dan mata uang penyajian untuk laporan keuangan konsolidasian. Dalam penyusunan laporan keuangan entitas Grup, transaksi dalam mata uang asing selain mata uang fungsional entitas (mata uang asing) diakui pada kurs yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada setiap akhir perode pelaporan, pos moneter dalam valuta asing dijabarkan kembali pada kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. Pos-pos non-moneter yang diukur pada nilai wajar dalam valuta asing dijabarkan kembali pada kurs yang berlaku pada tanggal ketika nilai wajar ditentukan. Pos non-moneter yang diukur dalam biaya historis dalam valuta asing tidak dijabarkan kembali. -11- Group entity are measured and presented in the currency of the primary economic environment in which the entity operates (its functional currency). The consolidated financial statements of the Group are presented in Indonesian Rupiah, which is the functional currency of the Company and the presentation currency for the consolidated financial statements. In preparing the financial statements of the Group entities, transactions in currencies other than the entity's functional currency (foreign currencies) are recognized at the rates of exchange prevailing at the dates of the transactions. At the end of each reporting period, monetary items denominated in foreign currencies are retranslated at the rates prevailing at that date. Non-monetary items Carried at fair value that are denominated in foreign currencies are retranslated at the rates prevailing at the date when the fair value was determined. Non-monetary items that are measured in terms of historical cost in a foreign currency are not retransiated.
Page 15 OCR 0.928
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) (Lanjutan) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) (Continued) Selisih kurs diakui dalam laba rugi pada periode saat terjadinya. Transaksi Pihak-pihak Berelasi Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Grup (entitas pelapor): a. Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut: Ii. memiliki pengendalian atau pengendalian bersama entitas pelapor, li. memiliki pengaruh signifikan terhadap entitas pelapor, atau iii.” merupakan personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk dari entitas pelapor. b. Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut: i. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, dan sesama entitas anak saling berelasi dengan entitas lainnya). Ii. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas — lain — tersebut — adalah anggotanya). il. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama. iv. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga. v. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor. vi. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf (a). -12- Exchange differences are recognized in profit or loss in the period. Transactions with Related Parties A related party is a person or entity that is related to the Group (the reporting entity): a. A person ora close member of that person's family is related to the reporting entity if that person: Ii. has control or joint control over the reporting entity, Ii. has significant influence over the reporting entity, or ili. isa member of the key management personnel of the reporting entity or of a parent of the reporting entity. b. An entity is related to the reporting entity if any of the following conditions applies: i. The entity, and the reporting entity are members of the same group (which means that each parent, subsidiary and fellow subsidiary is related to the others). Ii. One entity is an associate or joint venture of the other entity (or an associate or joint venture of a member Of a group of which the other entity isa member). iii. Both entities are joint ventures of the same third party. iv. One entity is a joint venture of a third entity and the other entity is an associate of the third entity. v. The entity isa post-employment benefit plan for the benefit of employees of either the reporting entity, or an entity related to the reporting entity. If the reporting entity is itself such a plan, the sponsoring employers are also related to the reporting entity. vi. The entity is controlled or jointly controlled by a person identified in (a).
Page 16 OCR 0.939
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) (Lanjutan) (Continued) f. vii. Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (Ci) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau merupakan personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas). viii. Entitas, atau anggota dari kelompok yang mana entitas merupakan bagian dari kelompok tersebut, menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada entitas pelapor atau kepada entitas induk dari entitas pelapor. Transaksi signifikan yang dilakukan dengan pihak-pihak berelasi, baik dilakukan dengan kondisi dan persyaratan yang sama dengan pihak ketiga maupun tidak, diungkapkan pada laporan keuangan konsolidasian (Catatan 26). Instrumen Keuangan Aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui pada laporan posisi keuangan konsolidasian pada saat Grup menjadi salah satu pihak dalam f. vii. A person identified in (a) (i) has significant influence over the entity or is a member of the key management personnel of the entity (or a parent of the entity). viii. The entity, or any member of a group of which it is a part, provides key management personnel services to the reporting entity or to the parent of the reporting entity. Significant transactions with related parties, whether or not made at similar terms and conditions as those done with third parties, are disclosed in the consolidated financial statements (Note 26). Financial Instruments Financial assets and financial liabilities are recognized on the consolidated statement of financial position when the Group becomes a ketentuan kontraktual instrumen tersebut. party to the contractual provisions of the instrument. Aset keuangan dan liabilitas keuangan pada Financial assets and financial liabilities are awalnya diukur pada nilai wajar. Biaya transaksi yang dapat diatrihusikan secara langsung dengan perolehan atau penerbitan aset keuangan dan liabilitas keuangan ditambahkan atau dikurangkan dari nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan, jika diperlukan, pada pengakuan awal. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara dengan perolehan aset keuangan dan liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi diakui langsung pada laba rugi. Semua pembelian atau penjualan reguler aset keuangan diakui dan dihentikan pengakuannya berdasarkan tanggal perdagangan. Pembelian atau penjualan reguler adalah pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam jangka waktu yang ditetapkan oleh peraturan atau konvensi di pasar. Semua aset keuangan yang diakui selanjutnya diukur secara keseluruhan pada biaya perolehan yang diamortisasi atau nilai wajar, tergantung pada klasifikasi aset keuangan tersebut. Klasifikasi aset keuangan Instrumen utang yang memenuhi persyaratan berikut selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi: e aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual, dan -13- initially measured at fair value. Transaction costs that are directly attributable to the acguisition or issue of financial assets and financial liabilities are added to or deducted from the fair value of the financial assets and financial liabilities, as appropriate, on initial recognition. Transaction costs directly attributable to the acguisition of financial assets or financial liabilities at fair value through profit or loss are recognized immediately in profit or loss. All regular way purchases or sales of financial assets are recognized and derecognized on a trade date basis. Regular way purchases or sales are purchases or sales of financial assets that reguire delivery of assets within the time frame established by regulation or convention in the marketplace. All recognized financial assets are measured subseguentiy in their entirety at either amortized Cost or fair value, depending on the classification Of the financial assets. Classification of financial assets Debt instruments that meet the following conditions are subseguently measured at amortized cost: «the financial asset is held within a business model whose objective is to hold financial assets in order to collect contractual cash flows: and
Page 17 OCR 0.928
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) (Continued) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) (Lanjutan) # persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (“SPPI”) dari jumlah pokok terutang. Instrumen utang selanjutnya diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (“FVTOCI"), jika memenuhi kedua kondisi berikut ini: e aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan tercapai dengan mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan, dan # persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang semata-mata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. Bi: roleh: bunga efektif Metode suku bunga efektif adalah metode menghitung biaya perolehan diamortisasi dari iamortisasi dan m instrumen utang dan mengalokasikan pendapatan bunga selama periode yang relevan. Untuk instrumen keuangan selain yang dibeli atau berasal dari aset keuangan memburuk, suku bunga efektif adalah tingkat suku bunga yang secara tepat mendiskontokan penerimaan kas masa depan (termasuk semua biaya dan poin yang dibayarkan atau diterima yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi dan premi atau diskon lainnya) tidak termasuk kerugian kredit ekspektasian, melalui umur ekspektasian dari instrumen utang, atau, jika tepat, periode yang lebih pendek, ke jumlah tercatat bruto instrumen utang pada saat pengakuan awal. Untuk aset keuangan yang dibeli atau yang berasal dari aset keuangan memburuk, suku bunga efektif yang disesuaikan dengan risiko kredit dihitung dengan mendiskontokan estimasi arus kas masa depan, termasuk estimasi kerugian kredit, ke biaya perolehan diamortisasi instrumen utang pada pengakuan awal. Biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan adalah nilai aset keuangan yang diukur pada saat pengakuan awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah amortisasi kumulatif menggunakan metode suku bunga efektif dari selisih antara nilai awal dan nilai jatuh temponya, disesuaikan dengan penyisihan kerugiannya. Di sisi lain, jumlah tercatat bruto aset keuangan adalah biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan, sebelum disesuaikan dengan penyisihan kerugian. -14- e the contractual terms of the financial asset give rise on specified dates to cash flows that are solely payments of principal and interest (“SPPI”) on the principal amount outstanding. Debt instruments that meet the following conditions are subseguently measured at fair value through other comprehensive income (“FVTOCI"): » the financial asset is held within a business model whose objective is achieved by both collecting contractual cash flows and selling the financial assets, and # the contractual terms of the financial asset give rise on specified dates to cash flows that are solely payments of principal and interest on the principal — amount outstanding. i nd effective in! The effective interest method is a method of calculating the amortized cost of a debt instrument and of allocating interest income over the relevant period. For financial instruments other than purchased Or originated credit-impaired financial assets, the effective interest rate is the rate that exactly discounts estimated future cash receipts (including all fees and points paid or received that form an integral part of the effective interest rate, transaction costs and other premiums or discounts) excluding expected credit losses, through the expected life of the debt instrument, Or, where appropriate, a shorter period, to the gross carrying amount of the debt instrument on initial recognition. For purchased or originated credit-impaired financial assets, a credit adjusted effective interest rate is calculated by discounting the estimated future cash flows, including expected credit losses, to the amortized cost of the debt instrument on initial recognition. The amortized cost of a financial asset is the amount at which the financial asset is measured at initial recognition minus the principal repayments, plus the cumulative amortization using the effective interest method of any difference between that initial amount and the maturity mount, adjusted for any loss allowance. On the other hand, the gross carrying amount of a financial asset is the amortized cost of a financial asset before adjusting for any loss allowance.
Page 18 OCR 0.936
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) (Continued) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) (Lanjutan) Pendapatan bunga diakui dengan menggunakan metode suku bunga efektif untuk intrumen utang yang diukur selanjutnya pada biaya perolehan diamortisasi dan pada FVTOCI. Untuk instrumen keuangan lain, kecuali aset keuangan yang dibeli atau berasal dari aset keuangan memburuk, pendapatan bunga dihitung dengan menerapkan suku bunga efektif terhadap jumlah tercatat bruto aset keuangan, kecuali aset keuangan yang kemudian mengalami penurunan nilai kredit. Untuk aset keuangan yang berasal dari aset keuangan memburuk, pendapatan bunga diakui dengan menerapkan suku bunga efektif terhadap biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan tersebut. Jika pada periode pelaporan keuangan selanjutnya, risiko kredit aset keuangan tersebut membaik sehingga aset keuangan tidak lagi mengalami penurunan nilai kredit, maka pendapatan bunga diakui dengan menerapkan suku bunga efektif terhadap jumlah tercatat bruto aset keuangan. Pendapatan bunga diakui dalam laba rugi dan dimasukkan dalam pos “Keuntungan lain-lain - bersih”. Pembiayaan distributor yang dimiliki oleh Grup diklasifikasikan sebagai FVTOCI. Pembiayaan distributor pada awalnya diukur pada nilai wajar ditambah dengan biaya transaksi. Selanjutnya, perubahan nilai tercatat pada pembiayaan distributor tersebut sebagai akibat dari keuntungan dan kerugian selisih kurs, keuntungan atau kerugian penurunan nilai, dan pendapatan bunga yang dihitung dengan menggunakan metode suku bunga efektif, diakui dalam laba rugi. Jumlah yang diakui dalam laba rugi akan sama dengan jika pembiayaan distributor ini diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Semua perubahan lain dalam nilai tercatat dari pembiayaan distributor diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan diakumulaskan dalam cadangan revaluasi investasi. Jika pembiayaan distributor ini dihentikan pengakuannya, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain akan direklasifikasi ke laba rugi. Instrumen ekuitas yang ditetapkan pada FVTOCI Pada pengakuan awal, Grup dapat membuat pilihan yang tidak terbatalkan (atas dasar instrumen per instrumen) untuk menetapkan investasi dalam instrumen ekuitas pada FVTOCI. Penetapan pada FVTOCI tidak diizinkan jika investasi ekuitas dimiliki untuk diperdagangkan atau jika merupakan imbalan kontinjensi yang diakui oleh pihak pengakusisi dalam suatu kombinasi bisnis. -15- Interest income is recognized using the effective interest method for debt instruments measured subseguently at amortized cost and at FVTOCI. For financial instruments other than purchased or originated credit-impaired financial assets, interest income is calculated by applying the effective interest rate to the gross carrying amount of a financial asset, except for financial assets that have subseguently become credit- impaired. For financial assets that have subseguently become credit-impaired, interest income is recognized by applying the effective interest rate to the amortized cost of the financial asset. If, in subseguent reporting periods, the credit risk on the credit-impaired financial — instrument improves so that the financial asset is no longer credit-impaired, interest income is recognized by applying the effective interest rate to the gross carrying amount of the financial asset. Interest income is recognized in profit dr loss and is included in the "Other gains - net" line item. D in, me lassified a: EVTOCI Distributor financing held by the Group are classified as at FVTOCI. Distributor financing are initially measured at fair value plus transaction costs. Subseguently, changes in the carrying amount of these distributor financing as a result of foreign exchange gains and losses, impairment gains or losses, and interest income calculated using the effective interest method are recognized in profit or loss. The amounts that are recognized in profit or loss are the same as the amounts that would have been recognized in profit or loss if these listed debt securitires had been measured at amortized cost. All other changes in the carrying amount of these distributor financing are recognized in other comprehensive income and accumulated under the heading of investments revaluation reserve. When these distributor financing are derecognized, the cumulative gains or losses previously recognized in other comprehensive income are reclassified to profit or loss. ity Instruments desian: t FVTOCI On initial recognition, the Group may make an irrevocable election (on an instrument-by- instrument basis) to designate investments in eguity Instruments as at FVTOCI. Designation at FVTOCI is not permitted if the eguity investment is held for trading or if it is a contingent consideration recognized by an acguirer in a business combination.
Page 19 OCR 0.921
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) (Continued) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) (Lanjutan) Aset keuangan tersedia untuk diperdagangkan jika: # diperoleh untuk tujuan dijual dalam waktu dekat: atau « pada pengakuan awal, merupakan bagian dari portofolio instrumen keuangan yang diidentifikasi dimana dikelola bersama oleh Grup dan memiliki bukti pola pengambilan aktual laba jangka pendek, atau » merupakan derivatif (kecuali untuk derivatif yang merupakan kontrak jaminan keuangan atau instrument lindung nilai yang ditunjuk dan efektif). Investasi dalam instrumen ekuitas di FVTOCI pada awalnya diukur pada nilai wajar ditambah biaya transaksi. Selanjutnya, nilai wajar tersebut diukur pada nilai wajar dengan mengakui keuntungan dan kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar dalam penghasilan komprehensif lain dan diakumulasi dalam cadangan revaluasi investasi. Keuntungan atau kerugian kumulatif tidak direklasifikasi ke laba rugi atas pelepasan investasi ekuitas, melainkan dialihkan ke saldo laba. Dividen atas investasi pada instrumen ekuitas tersebut diakui dalam laba rugi sesuai dengan PSAK 109, kecuali jika dividen tersebut secara jelas mewakili pemulihan dari sebagian biaya investasi. Grup menetapkan semua invesi pada instrumen ekuitas yang tidak dimiliki untuk diperdagangkan pada FVTOCI ketika pengakuan awal. Keuntune n kerugian kurs mata uang asin: Jumlah tercatat aset keuangan dalam mata uang asing ditentukan dalam mata uang tersebut dan dijabarkan dengan menggunakan kuis spul pala seliap Latiyyal pelaput ati. Untuk aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi yang bukan merupakan bagian dari hubungan lindung nilai ditetapkan, selisih kurs diakui dalam laba rugi pada pos “Keuntungan kurs mata uang asing - bersih”. Lihat kebijakan akuntansi lindung nilai mengenai pengakuan perbedaan nilai tukar dimana komponen risiko mata uang asing dari aset keuangan ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai untuk lindung nilai atas risiko mata uang asing. -16- A financial asset is held for trading if: e it has been acguired principally for the purpose of selling it in the near term: or # on initial recognition it is part of a portfolio of identified financial instruments that the Group manages together and has evidence Of a recent actual pattern of short-term profit-taking, or # itis a derivative (except for a derivative that is a financial guarantee contract or a designated and effective hedging instrument). Investments in eguity instruments at FVTOCI are initially measured at fair value plus transaction costs. Subseguently, they are measured at fair value with gains and losses arising from changes in fair value recognized in other comprehensive income and accumulated in the investments revaluation reserve. The cumulative gain or loss is not reclassified to profit or loss on disposal of the eguity investments, instead, it is transferred to retained earnings. Dividends on these investments in eguity instruments are recognized in profit or loss in accordance with PSAK 109, unless the dividends clearly represent a recovery of part of the cost of the investment. The Group designated all investments in eguity instruments that are not held for trading as at FVTOCI on initial recognition. Foreign exchani ins and losse: The carrying amount of financial assets that are denominated in a foreign currency is determined in that foreign currency and translated at the SPUL Tale al Ure sud uf wauli tepui Liny periud. For financial assets measured at amortized cost that are not part of a designated hedging relationship, exchange differences are recognized in profit or loss in the “Gain on foreign exchange - net” line item. See hedge accounting policy regarding the recognition of exchange differences where the foreign currency risk component of a financial asset is designated as a hedging instrument for a hedge of foreign currency risk.
Page 20 OCR 0.940
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) (Lanjutan) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERJIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) (Continued) Penurunan nilai aset keuangan Grup mengakui penyisihan kerugian untuk kerugian kredit ekspektasian (“ECL”) atas piutang usaha dan piutang lain-lain dan aset kontrak. Nilai kerugian kredit ekspektasian diperbarui pada tanggal pelaporan untuk mencerminkan perubahan risiko kredit sejak pengakuan awal masing-masing instrumen keuangan. Grup selalu mengakui ECL sepanjang umurnya untuk piutang usaha dan aset kontrak. Kerugian kredit ekspektasian atas aset keuangan diestimasi menggunakan matriks provisi berdasarkan pengalaman kerugian kredit historis Grup, disesuaikan untuk faktor spesifik debitur, kondisi ekonomi umum serta penilaian atas arah kondisi kini dan perkiraan masa depan pada tanggal pelaporan, termasuk nilai waktu atas uang jika tepat. Untuk semua instrumen keuangan lainnya, Grup mengakui ECL sepanjang umur ketika telah ada peningkatan risiko kredit yang signifikan sejak pengakuan awal. Jika, sebaliknya, risiko kredit pada instrumen keuangan tidak meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, Grup mengukur penyisihan kerugian untuk instrumen keuangan tersebut sejumlah ECL 12 bulan. Penilaian apakah ECL sepanjang umur harus diakui didasarkan pada peningkatan signifikan dalam kemungkinan terjadinya atau pada risiko gagal bayar sejak pengakuan awal dan bukan didasarkan pada bukti aset keuangan yang mengalami kerugian kredit pada tanggal pelaporan atau kejadian gagal bayar sebenarnya. Kerugian kredit ekspektasian sepanjang umur merupakan kerugian kredit ekspektasian yang timbul dari seluruh kemungkinan peristiwa gagal bayar selama perkiraan umur instrumen keuangan. Sebaliknya, ECL 12 bulan mewakili porsi ECL sepanjang umur yang timbul dari peristiwa gagal bayar pada instrumen keuangan yang mungkin terjadi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan. Peningkatan risiko kredit ra sianifi Dalam menilai apakah risiko kredit pada instrumen keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, Grup membandingkan risiko gagal bayar yang terjadi pada instrumen keuangan pada tanggal pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi pada instrumen keuangan pada tanggal pengakuan awal. Dalam melakukan penilaian, Grup mempertimbangkan -baik informasi kuantitatif maupun kualitatif yang wajar dan medukung, termasuk pengalaman historis dan informasi bersifat perkiraan masa depan, yang tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan. -417 - Impairment of financial assets The Group recognizes a loss allowance for expected credit losses (“ECL”) on trade and other accounts receivable and contract assets. The amount of expected credit losses is updated at each reporting date to reflect changes in credit risk since initial recognition of the respective financial instrument. The Group always recognizes lifetime ECL for trade accounts receivable and contract assets. The expected credit losses on these financial assets are estimated using a provision matrix based on the Group's historical credit loss experience, adjusted for factors that are specific to the debtors, general economic conditions and an assessment of both the current as well as the forecast direction of conditions at the reporting date, including time value of money where appropriate. For all other financial instruments, the Group recognizes lifetime ECL when there has been a significant increase in credit risk since initial recognition. If, on the other hand, the credit risk on the financial instrument has not increased significantly since initial recognition, the Group measures the loss allowance for that financial instrument at an amount egual to 12-month ECL. The assessment of whether lifetime ECL should be recognized is based on significant increases in the likelihood or risk of a default occurring since initial recognition instead of on evidence of a financial asset being credit impaired at the reporting date or an actual default occurring. Lifetime ECL represents the expected credit losses that will result from all possible default events over the expected life of a financial instrument. In contrast, 12-month ECL represents the portion of lifetime ECL that is expected to result from default events on a financial instrument that are possible within 12 months after the reporting date. k Sianificant inc i di In assessing whether the credit risk on a financial instrument has increased significantly since initial recognition, the Group compares the risk of a default occurring on the financial instrument as at the reporting date with the risk of a default occurring on the financial instrument as at the date of initial recognition. In making this assessment, the Group considers both guantitative and gualitative information that is reasonable and supportable, including historical experience and forward-looking information that is available without undue cost or effort.
Page 21 OCR 0.930
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) (Continued) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK (CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) (Lanjutan) Informasi masa depan yang dipertimbangkan mencakup prospek masa depan industri di mana debitur Grup beroperasi, yang diperoleh dari laporan ahli ekonomi, analis keuangan, badan pemerintah, lembaga terkait, dan organisasi serupa lainnya, serta pertimbangan berbagai sumber eksternal aktual dan prakiraan informasi ekonomi yang terkait dengan operasi inti Grup. Secara khusus, informasi berikut diperhitungkan ketika menilai apakah risiko kredit telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal: # penurunan yang signifikan pada indikator pasar eksternal atas risiko kredit untuk instrumen keuangan tertentu, contohnya penurunan signifikan pada spread kredit, harga swap gagal bayar kredit bagi peminjam, atau rentang waktu atau tingkat nilai wajar aset keuangan lebih rendah dari biaya perolehan diamortisasinya: « memburuknya kondisi usaha, keuangan atau ekonomi yang terjadi saat ini atau prakiraan yang akan menyebabkan penurunan signifikan atas kemampuan peminjam untuk menyelesaikan kewajiban utangnya, s« terdapat penurunan yang signifikan terhadap hasil operasi peminjam, baik secara aktual atau yang diperkirakan akan terjadi: #e peningkatan risiko kredit secara signifikan pada instrumen keuangan lainnya dari peminjam yang sama, atau « perubahan signifikan yang tidak menguntungkan baik secara aktual atau yang diperkirakan dalam lingkungan peraturan, ekonomik, atau lingkungan teknologi peminjam yang mengakibatkan perubahan signifikan atas kemampuan peminjam dalam memenuhi kewajiban utangnya. Terlepas dari hasil penilaian di atas, Grup membuat praduga risiko kredit aset keuangan telah meningkat signifikan sejak pengakuan awal ketika pembayaran kontraktual tertunggak lebih dari 30 hari, kecuali jika Grup memiliki informasi yang wajar dan terdukung yang menunjukkan hal sebaliknya. Meskipun demikian, Grup mengasumsikan bahwa risiko kredit pada instrumen keuangan tidak meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal jika instrumen keuangan tersebut ditetapkan memiliki risiko kredit yang rendah pada tanggal pelaporan. Instrumen keuangan ditentukan memiliki risiko kredit rendah jika: -18- Forward-looking information considered includes the future prospects of the Industries in which the Group's debtors operate, obtained from economic expert reports, financial analysts, governmental bodies, relevant think-tanks and other similar organizations, as well as consideration of various external sources of actual and forecast economic information that relate to the Group's core operations. In particular, the following information is taken into account when assessing whether credit risk has increased significantly since initial recognition: » significant deterioration in external market indicators of credit risk for a particular financial instrument, e.g. a significant increase in the credit spread, the credit default swap prices for the debtor, or the length of time or the extent to which the fair value of a financial asset has been less than its amortized cost: e existing or forecast adverse changes in business, financial or economic conditions that are expected to cause a significant decrease in the debtor's ability to meet its debt obligations, «an actual or expected significant deterioration in the operating results of the debtor, e significant increases in credit risk on other financial instruments of the same debtor: or 8 an actual or expected significant adverse change in the regulatory, economic, or technological environment of the debtor that results in a significant decrease in the debtor's ability to meet its debt obligations. Irrespective of the outcome of the above assessment, the Group presumes that the credit risk on @ financial asset has increased significantly since initial recognition when contractual payments are more than 30 days past due, unless the Group has reasonable and supportable information that demonstrates otherwise. Despite the foregoing, the Group assumes that the credit risk on a financial instrument has not increased significantly since initial recognition if the financial instrument is determined to have low credit risk at the reporting date. A financial instrument is determined to have low credit risk if:
Page 22 OCR 0.936
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) (Lanjutan) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) (Continued) 1. instrumen keuangan memiliki risiko gagal bayar yang rendah, 2. debitur memiliki kapasitas yang kuat untuk memenuhi kewajiban arus kas kontraktualnya dalam waktu dekat, dan 3. memburuknya kondisi ekonomi dan bisnis dalam jangka panjang dapat, tetapi tidak selalu, menurunkan kemampuan peminjam untuk memenuhi kewajiban arus kas kontraktualnya. Grup menganggap aset keuangan memiliki risiko kredit rendah ketika aset memiliki peringkat kredit eksternal 'investment grade' sesuai dengan definisi yang dipahami secara global atau jika peringkat eksternal tidak tersedia, aset tersebut memiliki peringkat internal 'performing'. Performing berarti bahwa rekanan memiliki posisi keuangan yang kuat dan tidak ada jumlah yang tertunggak. Grup secara teratur memantau efektivitas kriteria yang digunakan untuk mengidentifikasi apakah telah terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan dan merevisinya jika perlu untuk memastikan bahwa kriteria tersebut mampu mengidentifikasi peningkatan risiko kredit yang signifikan sebelum jumlahnya jatuh tempo. Definisi gagal bayar Grup mempertimbangkan informasi yang dikembangkan secara internal atau diperoleh dari sumber ekstenal menunjukkan bahwa debitur tidak akan membayar kreditornya, termasuk Grup, secara penuh (tanpa memperhitungkan jaminan yang dimiliki Grup) sebagai sebuah peristiwa yang menegaskan peristiwa gagal bayar untuk tujuan manajemen risiko kredit internal, karena pengalaman historis menunjukkan bahwa aset keuangan tersebut umumnya tidak dapat dipulihkan. Aset keuangan meimil Aset keuangan mengalami penurunan nilai kredit ketika satu atau lebih peristiwa yang memiliki dampak buruk pada estimasi arus kas masa depan dari aset keuangan tersebut telah terjadi. Bukti bahwa aset keuangan mengalami penurunan nilai termasuk data yang dapat diobservasi tentang peristiwa berikut: # kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau peminjam: # pelanggaran kontrak, seperti peristiwa gagal bayar atau tunggakan: -19- 1. the financial instrument has a low risk of default, 2. the debtor has a strong capacity to meet its contractual cash flow obligations in the near term, and 3. adverse changes in economic and business conditions in the longer term may, but will not necessarily, reduce the ability of the borrower to fulfil its contractual cash flow obligations. The Group considers a financial asset to have low credit risk when the asset has external credit rating of “investment grade' in accordance with the globally understood definition or if an external rating is not available, the asset has an internal rating of 'performing'. Performing means that the counterparty has a strong financial position and there is no past due amounts. The Group regularly monitors the effectiveness of the criteria used to identify whether there has been a significant increase in credit risk and revises them as appropriate to ensure that the criteria are capable of identifying significant increase in credit risk before the amount becomes past due. Definition of default The Group considers information developed internally or obtained from external sources indicates that the debtor is unlikely to pay its creditors, including the Group, in full (without taking into account any collateral held by the Group) as constituting an event of default for internal credit risk management purposes, as historical experience indicates thet financial assets are generally not recoverable. Ir mpaired financiol o A financial asset is credit-impaired when one or more events that have a detrimental impact on the estimated future cash flows of that financial asset have occurred. Evidence that a financial asset is credit-impaired includes observable data about the following events: e significant financial difficulty of the issuer or the borrower, ea breach of contract, such as a default or past due event,
Page 23 OCR 0.930
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) (Lanjutan) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) (Continued) « pihak pemberi pinjaman, untuk alasan ekonomik atau kontraktual sehubungan dengan kesulitan keuangan yang dialami pihak peminjam, telah memberikan konsesi pada pihak peminjam yang tidak mungkin diberikan jika pihak peminjam tidak mengalami kesulitan tersebut: s terjadi kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan lainnya: e hilangnya pasar aktif untuk aset keuangan itu akibat kesulitan keuangan. Kebijakan penghapusan Grup menghapuskan aset keuangan ketika ada informasi yang menunjukkan bahwa pihak lawan berada dalam kesulitan keuangan yang buruk dan tidak ada prospek pemulihan yang realistis, contoh ketika pihak lawan dalam proses likuidasi atau telah memasuki proses kebangkrutan. Aset keuangan yang dihapuskan dapat menjadi subjek aktivitas paksaan dalam prosedur pemulihan Grup, dengan mempertimbangkan nasihat hukum yang sesuai. Setiap pemulihan yang terjadi diakui dalam laba rugi. lal Tah al ngakuan kerugian kredit ek: ian Pengukuran kerugian kredit ekspektasian merupakan fungsi dari probability of default, loss given default (yaitu besarnya kerugian jika terjadi gagal bayar) dan eksposur pada gagal bayar, Penilaian probability of default dan loss given default berdasarkan data historis yang disesuaikan dengan informasi masa depan seperti dijelaskan di atas. Adapun eksposur atas gagal bayar, untuk aset keuangan, diwakili oleh nilai tercatat bruto aset pada tanggal pelaporan: untuk kontrak jaminan keuangan, eksposur mencakup jumlah yang ditarik pada tanggal pelaporan, ditambah dengan jumlah yang diperkirakan akan ditarik di masa depan sebelum tanggal gagal bayar yang ditentukan berdasarkan tren historis, pemahaman Grup mengenai kebutuhan pembiayaan masa depan yang spesifik dari debiturnya, dan informasi perkiraan masa depan lainnya yang relevan. Untuk aset keuangan, kerugian kredit ekspektasian diestimasi sebagai selisih antara seluruh arus kas kontraktual yang jatuh tempo kepada Grup sesuai dengan kontrak dan seluruh arus kas yang diekspektasi akan diterima oleh Grup, didiskontokan pada suku bunga efektif awal. Apabila kerugian kredit ekspektasian sepanjang umur diukur secara kolektif untuk kasus dimana bukti kenaikan signifikan risiko kredit pada level intrumen invidual tidak tersedia, instrumen keuangan dikelompokkan dengan dasar sebagai berikut: -20 - «the lender(s) of the borrower, for economic or contractual reasons relating to the borrower's financial difficulty, having granted to the borrower a concession(s) that the lender(s) would not otherwise consider: # it is becoming probable that the borrower will enter bankruptcy or other financial reorganization, » the disappearance of an active market for that financial asset because of financial difficulties. The Group writes off a financial asset when there is information indicating that the counterparty is in severe financial difficulty and there is no realistic prospect of recovery, e.g. when the counterparty has been placed under liguidation or has entered into bankruptcy proceedings. Financial assets written off may still be subject to enforcement activities under the Group's recovery procedures, taking into account legal advice where appropriate. Any recoveries made are recognized in profit or loss. ment and re nition of ex redil losses The measurement of expected credit losses is a function of the probability of default, loss given default (i.e. the magnitude of the loss if there is a default) and the exposure at default. The assessment of the probability of default and loss given default is based on historical data adjusted by forward-looking information as described above. As for the exposure at default, for financial assets, this is represented by the assets" gross carrying amount at the reporting date, for financial guarantee contracts, the exposure includes the amount drawn down as at the reporting date, together with any additional amounts expected to be drawn down in the future by default date determined based on historical trend, the Group's understanding of the specific future financing needs of the debtors, and other relevant forward-looking information. For financial assets, the expected credit loss is estimated as the difference between all contractual cash flows that are due to the Group in accordance with the contract and all the cash flows that the Group expects to receive, discounted at the original effective interest rate. Where lifetime ECL is measured on a collective basis to cater for cases where evidence of significant increases in credit risk at the individual instrument level may not yet be available, the financial instruments are grouped on the following basis:
Page 24 OCR 0.926
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) (Lanjutan) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) (Continued) e# Sifat instrumen keuangan (yaitu piutang usaha, piutang lain-lain, piutang sewa pembiayaan dan jumlah tagihan kepada pelanggan masing-masing dinilai sebagai grup terpisah. Piutang pihak berelasi yang dinilai untuk kerugian kredit ekspektasian atas dasar individual): # Status jatuh tempo, # Sifat, besaran dan jenis industri debitur, # Sifat jaminan untuk piutang sewa pembiayaan: dan « Peringkat kredit eksternal jika tersedia. Pengelompokan ditelaah secara teratur oleh manajemen untuk memastikan setiap kelompok mempunyai karakteristik risiko yang sama. Jika Grup telah mengukur cadangan kerugian untuk instrumen keuangan sebesar ECL sepanjang umurnya pada periode pelaporan sebelumnya, tetapi menentukan pada tanggal pelaporan kini bahwa kondisi untuk ECL sepanjang umurnya tidak lagi terpenuhi, Grup mengukur cadangan kerugian sejumlah ECL 12 bulan pada tanggal pelaporan kini, kecuali untuk aset yang menggunakan pendekatan yang disederhanakan. Grup mengakui keuntungan atau kerugian penurunan nilai dalam laba rugi untuk semua instrumen keuangan dengan penyesuaian terkait ke jumlah tercatat melalui akun cadangan kerugian, kecuali untuk investasi pada instrumen hutang yang diukur pada FVTOCI, dimana penyisihan kerugian diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan diakumulasi dalam cadangan revaluasi investasi, dan tidak mengurangi nilai tercatat aset keuangan pada laporan posisi keuangan konsolidasian. Penghentian pengakuan aset keuangan Grup menghentikan pengakuan aset keuangan jika dan hanya jika hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan berakhir, atau Grup mentransfer aset keuangan dan secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset kepada entitas lain. Jika Grup tidak mentransfer serta tidak memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan serta masih mengendalikan asset yang ditransfer, maka Grup mengakui keterlibatan berkelanjutan atas aset yang ditransfer dan liabilitas terkait sebesar jumlah yang mungkin harus dibayar. Jika Grup memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan aset keuangan yang ditransfer, Grup masih mengakui asset keuangan dan juga mengakui pinjaman yang dijamin sebesar pinjaman yang diterima. -21 - s Nature of financial instruments (i.e. The Group's trade and other receivables, finance lease receivables and amounts due from customers are each assessed as a separate group. Loans to related parties are assessed for expected credit losses on an individual basis), e Past-due status, # Nature, size and industry of debtors, e Nature of collaterals for finance lease receivables, and & External credit ratings where available. The grouping is regularly reviewed by management to ensure the constituents of each group continue to share similar credit risk characteristics. If the Group has measured the loss allowance for a financial instrument at an amount egual to lifetime ECL in the previous reporting period, but determines at the current reporting date that the conditions for lifetime ECL are no longer met, the Group measures the loss allowance at an amount egual to 12-month ECL at the current reporting date, except for assets for which the simplified approach was used. The Group recognizes an impairment gain or loss in profit or loss for all financial instruments with a corresponding adjustment to their carrying amount through a loss allowance account, except for investments in debt instruments that are measured at FVTOCI, for which the loss allowance is recognized in other comprehensive income and accumulated in the investment revaluation reserve, and does not reduce the carrying amount of the financial asset in the consolidated statement of financial position. Derecognition of financial assets The Group derecognizes a financial asset only when the contractual rights to the cash flows from the asset expire, or it transfers the financial asset and substantially all the risks and rewards Of ownership of the asset to another entity. If the Group neither transfers nor retains substantially all the risks and rewards of ownership and continues to control the transferred asset, the Group recognizes its retained interest in the asset and an associated liability for amounts it may have to pay. If the Group retains substantially all the risks and rewards of ownership of a transferred financial asset, the Group continues to recognize the financial asset and also recognizes a collateralized borrowing for the proceeds received.
Page 25 OCR 0.931
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) (Continued) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) (Lanjutan) Pada penghentian pengakuan aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, perbedaan antara nilai tercatat aset dan jumlah imbalan yang diterima dan piutang diakui dalam laba rugi. Selain itu, pada penghentian pengakuan investasi dalam instrumen utang yang diklasifikasikan sebagai FVTOCI, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakumulasi dalam cadangan revaluasi investasi, direklasifikasi ke laba rugi. Sebaliknya, pada penghentian pengakuan investasi dalam instrumen ekuitas yang telah dipilih Grup pada pengakuan awal untuk diukur di FVTOCI, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakumulasi dalam cadangan revaluasi investasi tidak direklasifikasi ke laba rugi, tetapi dipindahkan ke saldo laba. Liabilitas Keuangan dan Instrumen Ekuitas ifikasi ai liabiliti, i Instrumen utang dan ekuitas yang diterbitkan oleh Grup diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan atau ekuitas sesuai dengan substansi perjanjian kontraktual dan definisi liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas. Instrumen ekuitas Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset Grup setelah dikurangi dengan seluruh liabilitasnya. Instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh Grup dicatat sebesar hasil penerimaan bersih setelah dikurangi biaya penerbitan langsung. Pembelian kembali instrumen — ekuitas Perusahaan (saham treasuri) diakui dan dikurangkan secara langsung dari ekuitas. Keuntungan dan kerugian yang timbul dari pembelian, penjualan, penerbitan atau pembatalan instrumen ekuitas Perusahaan tersebut tidak diakui dalam laba rugi. Liabilitas keuangan Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai biaya perolehan diamortisasi. Liabilitas keuangan meliputi utang usaha dan lainnya, utang bank dan biaya yang masih harus dibayar, pada awalnya diukur pada nilai wajar, setelah dikurangi biaya transaksi, dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan yang dia mortisasi menggunakan metode suku bunga efektif. -22 - On derecognition of a financial asset measured at amortized cost, the difference between the asset's carrying amount and the sum of the consideration received and receivable is recognized in profit or loss. In addition, on derecognition of an investment in debt instrument classified as at FVTOCI, the cumulative gain or loss previously accumulated in the investment revaluation reserve is reclassified to profit or loss. In contrast, on derecognition of an investment in an eguity instrument which the Group has elected on initial recognition to measure at FVTOCI, the cumulative gain or loss previously accumulated in the investment revaluation reserve is not reclassified to profit or loss, but is transferred to retained earnings. Financial Liabili es and Eguity Instruments lassification as debi Debt and eguity instruments issued by the Group are classified as either financial liabilities or as eguity in accordance with the substance of the contractual arrangements entered into and the definitions of a financial liability and an eguity instrument. Eauity instrumen! An eguity instrument is any contract that evidences a residual interest in the assets of an entity after deducting all of its liabilities. Eguity instruments issued by the Group are recorded at the proceeds received, net of direct issue costs. Repurchase of the Company's own eguity instruments (treasury shares) is recognized and deducted directly in eguity. No gain or loss is recognized in profit or loss on the purchase, sale, issue or cancellation of the Company's own eguity instruments. Financial liabilities Financial liabilities are classified as at amortized cost. Financial liabilities, which include trade and other payables, bank loans and accrued expenses, initially measured at fair value, net of transaction costs, and subseguentiy measured at amortized cost using the effective interest method.
Page 26 OCR 0.934
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) (Lanjutan) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) (Continued) Metode suku bunga efektif Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari liabilitas keuangan dan metode untuk mengalokasikan biaya bunga selama periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran kas masa depan (mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan dan diterima yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi dan premium dan diskonto lainnya) selama perkiraan umur liabilitas keuangan, atau (jika lebih tepat) digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih pada saat pengakuan awal. Keuntungan dan kerugian k' Tai in Untuk liabilitas keuangan dalam mata uang asing dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi pada setiap tanggal pelaporan, keuntungan atau kerugian kurs mata uang asing ditentukan berdasarkan biaya perolehan diamortisasi dari instrumen. Keuntungan atau kerugian kurs mata uang asing diakui dalam laba rugi untuk liabilitas keuangan yang tidak merupakan bagian dari hubungan lindung nilai ditetapkan. Untuk yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai untuk lindung nilai atas risiko mata uang asing, keuntungan dan kerugian selisih kurs diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan diakumulasikan dalam komponen ekuitas yang terpisah. Nilai wajar liabilitas keuangan dalam mata uang asing ditentukan dalam mata uang asing tersebut dan dijabarkan pada kurs yang berlaku pada akhir periode pelaporan. Untuk liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL, komponen nilai tukar mata uang asing merupakan bagian dari keuntungan atau kerugian nilai wajar dan diakui dalam laba rugi untuk liabilitas keuangan yang tidak merupakan bagian dari hubungan lindung nilai ditetapkan. Penghentian pengakuan liabili' uan Grup menghentikan pengakuan liabilitas keuangan, jika dan hanya jika, liabilitas Grup telah dilepaskan, dibatalkan atau kadaluarsa. Selisih antara jumlah tercatat liabilitas keuangan yang dihentikan pengakuannya dan imbalan yang dibayarkan dan utang diakui dalam laba rugi. 9. Saling hapus antar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan nilai netonya disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian jika Grup tersebut memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui: dan berintensi untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan. -23 - Effective interest meti The effective interest method is a method of calculating the amortized cost of a financial liability and of allocating interest expense over the relevant period. The effective interest rate is the rate that exactly discounts estimated future cash payments (including all fees and points paid or received that form an integral part of the effective interest rate, transaction costs and other premiums or discounts) through the expected life of the financial liability, or (where appropriate) a shorter period to the net carrying amount on initial recognition. Foreign exchange gains and losses For financial liabilities that are denominated in a foreign currency and are measured at amortized cost as at each reporting date, the foreign exchange gains and losses are determined based on the amortized cost of the instruments. These foreign exchange gains and losses are recognized in profit or loss for financial liabilities that are not part of a designated hedging relationship. For those which are designated as a hedging instrument for a hedge of foreign currency risk, foreign exchange gains and losses are recognized in other comprehensive income and accumulated in a separate component of eguity. The fair value of financial liabilities denominated ina foreign currency is determined in that foreign currency and translated at the spot rate at the end of the reporting period. For financial liabilities that are measured as at FVTPL, the foreign exchange component forms part of the fair value gains or losses and is recognized in profit or loss for financial liabilities that are not part of a designated hedging relationship. Derecognition of financial liabilities The Group derecognizes financial liabilities when, and only when, the Group's obligations are discharged, cancelled or have expired. The difference between the carrying amount of the financial liability derecognized and the consideration paid and payable is recognized in profit or loss. Netting of Financial Assets and Financial Liabilities Financial assets and financial liabilities are offset and the net amount presented in the consolidated statement of financial position when the Group has a legally enforceable right to set off the recognized amounts: and intends either to settle on a net basis, or to realise the asset and settle the liability simultaneously.
Page 27 OCR 0.942
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) (Lanjutan) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) (Continued) Hak saling hapus dapat ada pada saat ini dari pada bersifat kontinjen atas terjadinya suatu peristiwa di masa depan dan harus dieksekusi oleh pihak lawan, baik dalam situasi bisnis normal dan dalam peristiwa gagal bayar, peristiwa kepailitan atau kebangkrutan. h. Kas dan Setara Kas Untuk tujuan penyajian arus kas, kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan semua investasi yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dari tanggal perolehannya dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi penggunaannya. i. Persediaan Persediaan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah. Biaya terdiri atas bahan langsung dan, jika berlaku, biaya tenaga kerja langsung biaya overhead yang dikeluarkan untuk membawa persediaan ke lokasi dan kondisinya saat ini. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang. Nilai realisasi bersih merupakan estimasi harga jual dari persediaan dikurangi seluruh biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk melakukan penjualan. ji. Aset Tetap - Pemilikan Langsung Metode Revaluasi Tanah, bangunan dan prasarana, mesin dan peralatan yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa atau untuk tujuan administrasif, dicatat pada jumlah revaluasian, yaitu nilai wajar pada tanggal revaluasi dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai yang terjadi setelah tanggal revaluasi. Revaluasi dilakukan dengan keteraturan yang cukup reguler untuk memastikan bahwa jumlah tercatat tidak berbeda secara material dari jumlah yang ditentukan dengan menggunakan nilai wajar pada akhir periode pelaporan. Kenaikan yang berasal dari revaluasi tanah, bangunan dan prasarana serta mesin dan peralatan tersebut langsung dikreditkan ke surplus revaluasi pada bagian ekuitas, kecuali sebelumnya penurunan revaluasi atas aset yang sama pernah diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian, dalam hal ini, kenaikan revaluasi hingga sebesar penurunan nilai aset akibat revaluasi tersebut, dikreditkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Penurunan jumlah tercatat yang berasal dari revaluasi tanah, bangunan dan prasarana serta mesin dan peralatan dibebankan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian apabila penurunan tersebut melebihi saldo akun surplus revaluasi tanah, bangunan dan prasarana serta mesin dan peralatan yang berasal dari revaluasi aset tersebut, jika ada. -24- A right to set-off must be available today rather than being contingent on a future event and must be exercisable by any of the counterparties, both in the normal course of business and in the event of default, insolvency or bankruptcy. . Cash and Cash Eguivalents For cash flow presentation purposes, cash and cash eguivalents consist of cash on hand and in banks and all unrestricted investments with maturities of three months or less from the date of placement. Inventories Inventories are stated at cost or net realizable value, whichever is lower. Cost comprises direct materials and, where applicable, direct labor costs and those overheads that have been incurred in bringing the inventories to their present location and condition. Cost is determined using the weighted average method. Net reliazable value represents the estimated selling price for inventories less all estimated costs of completion and costs necessary to make the sale. Property, Plant, and Eguipment - Direct Acguisition Revaluation Method Land, buildings and improvements, machinery and eguipment held for use in the production or supply of goods or service, or for administrative purposes, are stated at their revalued amounts being the fair value at the date of revaluation, less any subseguent accumulated depreciation and subseguent accumulated impairment losses. Revaluations are performed with sufficient regularity such that the carrying amount does not differ materially from that which would be determined using fair values at the end of the reporting period. Any evaluation increase arising on the revaluation of such land, buildings and improvements and machinery and eguipment are credited to revaluation surplus in eguity, except when it reverses a revaluation decrease, for the same asset which was previously recognized in consolidated statements of comprehensive income, in which case the revaluation increase is credited to consolidated statements and other comprehensive income to the extent of the decrease in revaluation previously charged. A decrease in carrying amount arising on the revaluation of such land, buildings and improvements and machinery and eguipment are charged to the consolidated statements and other comprehensive income to the extent that it exceeds the balance, if any, held in the assets revaluation surplus relating to a previous revaluation of that asset.
Page 28 OCR 0.942
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) (Lanjutan) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) (Continued) Penyusutan atas nilai revaluasian bangunan dan prasarana serta mesin dan peralatan dibebankan ke laba rugi. Bila kemudian tanah, bangunan dan prasarana serta mesin dan peralatan yang telah direvaluasi dijual atau dihentikan penggunaannya, saldo surplus tersisa dipindahkan langsung ke saldo laba. Metode Biaya Perolehan Aset tetap, kecuali tanah, bangunan dan prasarana, mesin dan peralatan, dicatat berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai. Penyusutan diakui dengan metode garis lurus setelah memperhitungkan — nilai residu berdasarkan taksiran masa aset tetap sebagai berikut: Bangunan dan prasarana Mesin dan peralatan Perlengkapan gudang Perlengkapan teknik dan laboratorium Peralatan kantor Alat pengangkutan Masa manfaat ekonomis, nilai residu dan metode penyusutan direviu setiap akhir tahun dan pengaruh dari setiap perubahan estimasi tersebut berlaku prospektif. Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laba rugi pada saat terjadinya. Biaya-biaya lain yang terjadi selanjutnya yang timbul untuk menambah, mengganti atau memperbaiki aset tetap dicatat sebagai biaya perolehan aset jika dan hanya jika besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke entitas dan biaya perolehan aset dapat diukur secara andal. Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat pelepasan atau ketika tidak ada manfaat ekonomik masa depan yang diharapkan timbul dari penggunaan aset secara berkelanjutan. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari pelepasan atau penghentian pengakuan suatu aset tetap ditentukan sebagai selisih antara hasil penjualan dan nilai tercatat aset dan diakui dalam laba rugi. Properti dalam proses konstruksi (“aset dalam penyelesaian”) untuk tujuan produksi, persediaan atau administrasi, atau tujuan yang belum ditentukan, dicatat sebesar harga perolehan, dikurangi kerugian penurunan nilai yang diakui. Biaya perolehan termasuk biaya profesional dan untuk aset kualifikasian, biaya pinjaman yang dikapitalisasi sesuai dengan kebijakan akuntansi grup. Penyusutan aset ini, dengan dasar yang sama seperti aset properti lainnya, dimulai saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai dengan tujuannya. Tahun/ Years 20 - 40 15 5 5 5 5 - 25 - Depreciation on revalued buildings and improvements and machinery and eguipment are charged to profit or loss. On subseguent sale or retirement of a revalued land, buildings and improvements and machinery and eguipment, the attributable revaluation surplus remaining is transferred directly to retained earnings. Cost Method Property, plant, and eguipment, except land, building and improvements, machinery and eguipment, are stated at cost, less accumulated depreciation and any accumulated impairment losses. Depreciation is recognized so as to write-off the cost of assets less residual values using the straight-line method based on the estimated useful lives of the assets as follows: Buildings and improvements Machinery and eguipment Warehouse eguipment Technical and laboratory eguipment Office eguipment Transportation eguipment The estimated useful lives, residual values and depreciation method are reviewed at each year end, with the effect of any changes in estimate accounted for on a prospective basis. The cost of maintenance and repairs is charged to operations as incurred. Other costs incurred subseguently to add to, replace part of, or service an item of property, plant, and eguipment, are recognized as asset if, and only if it is probable that future economic benefits associated with the item will flow to the entity and the cost of the item can be measured reliably. An item of property, plant, and eguipment is derecognized upon disposal or when no future economic benefits are expected to arise from the continued use of the asset. Any gain or loss arising on the disposal or retirement of an item Of property, plant, and eguipment is determined as the difference between the sales proceeds and the carrying amount of the asset and is recognized in profit or loss. Properties in the course of construction (“construction in progress”) for production, supply or administrative purposes, or for purposes not yet determined, are carried at cost, less any recognized impairment loss. Cost includes professional fees and, for gualifying assets, borrowing costs capitalized in accordance with the Group's accounting policy. Depreciation of these assets, on the same basis as other property assets, commences when the assets are ready for their intended use.
Page 29 OCR 0.936
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK (CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) (Lanjutan) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) (Continued) Aset yang telah disusutkan sepenuhnya yang masih digunakan tetap termasuk dalam laporan keuangan konsolidasian. k. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menelaah nilai tercatat aset non-keuangan untuk menentukan apakah terdapat indikasi bahwa aset tersebut telah mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, jumlah terpulihkan dari aset diestimasi untuk menentukan tingkat kerugian penurunan nilai (jika ada). Bila tidak memungkinkan untuk mengestimasi jumlah terpulihkan atas suatu aset individu, Grup mengestimasi jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas atas aset. Jumlah terpulihkan adalah nilai tertinggi antara nilai wajar dikurangi biaya pelepasan dan nilai pakai. Dalam menilai nilai pakainya, estimasi arus kas masa depan didiskontokan ke nilai kini menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset yang mana estimasi arus kas masa depan belum disesuaikan. Jika jumlah terpulihkan dari aset non-keuangan (unit penghasil kas) lebih kecil dari nilai tercatatnya, nilai tercatat aset (unit penghasil kas) diturunkan menjadi sebesar jumlah terpulihkan dan rugi penurunan nilai segera diakui dalam laba rugi kecuali revaluasian aset tersebut dicatat pada jumlah revaluasian, di mana kerugian penurunan nilai diperlakukan sebagai penurunan revaluasi. Ketika penurunan nilai selanjutnya dipulihkan, jumlah tercatat aset (atau unit penghasil kas) ditingkatkan ke estimasi yang direvisi dari jumlah terpulihkannya, namun kenaikan jumlah tercatat tidak boleh melebihi jumlah tercatat ketika kerugian penurunan nilai tidak diakui untuk aset (atau unit penghasil kas) pada lahui-laliun sebeluiiya. Pesibalikan 1uyi penurunan nilai diakui segera dalam laba rugi, kecuali aset yang bersangkutan dicatat pada jumlah revaluasian, dalam hal ini pembalikan kerugian penurunan nilai diperlakukan sebagai kenaikan nilai revaluasi. Kebijakan akuntansi untuk penurunan nilai aset keuangan di jelaskan dalam Catatan 3f. L Provisi Provisi diakui ketika Grup memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu, kemungkinan besar Grup diharuskan menyelesaikan kewajiban dan estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat. - 26 - Fully depreciated assets still in use are retained in the consolidated financial statements. k. Impairment of Non-Financial Asset At the end of each reporting period, the Group reviews the carrying amount of non-financial assets to determine whether there is any indication that those assets have suffered an impairment loss. If any such indication exists, the recoverable amount of the asset is estimated in order to determine the extent of the impairment loss (if any). When it is not possible to estimate the recoverable amount of an individual asset, the Group estimates the recoverabie amount of the cash generating unit to which the asset belongs. Recoverable amount is the higher of fair value less cost to sell and value in use. In assessing value in use, the estimated future cash flows are discounted to their present value using a pre-tax discount rate that reflects current market assessments of the time value of money and the risks specific to the asset for which the estimates of future cash flows have not been adjusted. If the recoverable amount of the non-financial assets (cash generating unit) is less than its carrying amount, the carrying amount of the asset (cash generating unit) is reduced to its recoverable amount and an impairment loss is recognized immediately in the profit or loss unless the relevant asset is carried at revaluation amount, in which the impairment loss is treated as revaluation decrease. When an impairment loss subseguently reverses, the carrying amount of the asset (or a cash- generating unit) is increased to the revised estimate of its recoverable amount, but so that the increased carrying amount does not exceed the carrying amount that would have been determined had no impairment loss been teLuyitized Tor Uhe asset (or cash generating unit) in prior years. A reversal of an impairment loss is recognized immediately in profit or loss, unless the relevant asset is carried at a revalued amount, in which case the reversal of the impairment loss is treated as a revaluation increase. Accounting policy for impairment of financial assets is discussed in Note 3f. I. Provisions Provisions are recognized when the Group has a present obligation (legal or constructive) as a result of a past event, it is probable that the Group will be reguired to settle the obligation, and a reliable estimate can be made of the amount of the obligation.
Page 30 OCR 0.939
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) (Lanjutan) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) (Continued) Jumlah yang diakui sebagai provisi adalah hasil estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban kini pada akhir periode pelaporan, dengan mempertimbangkan risiko dan ketidakpastian yang meliputi kewajibannya. Apabila suatu provisi diukur menggunakan arus kas yang diperkirakan untuk menyelesaikan kewajiban kini, maka nilai tercatatnya adalah nilai kini dari arus kas. Ketika beberapa atau seluruh manfaat ekonomi untuk penyelesaian provisi yang diharapkan dapat dipulihkan dari pihak ketiga, piutang diakui sebagai aset apabila terdapat kepastian bahwa penggantian akan diterima dan jumlah piutang dapat diukur secara andal. m. Pengakuan Pendapatan dan Beban Penjualan Baran Sesuai dengan PSAK 115, Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan, pendapatan Grup terutama dihasilkan dari penjualan barang jadi kepada pelanggan. Penjualan tersebut sebagian besar terdiri dari satu elemen pengiriman dan pendapatan diakui pada satu titik waktu tertentu pada saat pengendalian barang telah dialihkan kepada pelanggan. Pendapatan dari penjualan barang diukur berdasarkan imbalan yang menjadi haknya dalam kontrak dengan pelanggan dan tidak termasuk jumlah yang ditagih atas nama pihak ketiga. Untuk penjualan barang kepada pelanggan, pendapatan diakui ketika pengendalian atas barang telah dialihkan, yaitu pada saat barang telah dikirim ke lokasi spesifik pelanggan (penyerahan). Beban Beban diakui pada saat terjadinya. n. Imbalan Kerja lan @ pendek Liabilitas diakui atas manfaat yang menjadi hak Icaryawan sehubungan dengan upoh dan gaji, cuti tahunan dan cuti sakit dalam periode di mana jasa terkait diserahkan, sebesar jumlah yang tidak didiskontokan dari pembayaran manfaat ekspektasian sebagai imbalan atas jasa tersebut. Imbalan kerja program iuran pasti Pembayaran kepada program manfaat pensiun iuran pasti dibebankan ketika karyawan telah menyerahkan jasa yang memberikan hak kepada karyawan atas iuran. Pembayaran yang dilakukan kepada skema manfaat pensiun yang dikelola oleh negara diperlakukan sebagai pembayaran kepada program iuran pasti, di mana kewajiban Grup dalam program tersebut setara dengan kewajiban yang timbul dari program manfaat pensiun iuran pasti. -27 - The amount recognized as a provision is the best estimate of the consideration reguired to settle the present obligation at the end of the reporting period, taking into account the risks and uncertainties surrounding the obligation. Where a provision is measured using the cash flows estimated to settle the present obligation, its carrying amount is the present value of those cash flows. When some or all of the economic benefits reguired to settle a provision are expected to be recovered from a third party, a receivable is recognized as an asset if it is virtually certain that reimbursement will be received and the amount of the receivable can be measured reliably. Revenue and Expense Recognition Sale of goods In accordance with PSAK 115, Revenue from Contracts with Customers, the Group's revenue is primarily generated from the sale of finished products to customers. Those sales predominantly contain a single delivery element and revenue is recognized at a single point in time when control has been transferred to the customer. Revenue from sale of goods is measured based on the consideration to which the Group expects to be entitled in a contract with a customer and excludes amounts collected on behalf of third parties. For sales of goods to the customers, revenue is recognized when control of the goods has been transferred, being when the goods have been shipped to the customer's specific location (delivery). Expenses Expenses are recognized when incurred. Employee Benefits hor 1 1 nefi A liability is recognized for benefits accruing to cmployce9 in regpcct of wagos and dalarics, annual leave and sick leave in the period the related service is rendered at the undiscounted amount of the benefit expected to be paid in exchange for that service. fin: ntri lang Payments to defined contribution retirement benefit plans are charged as an expense when employees have rendered the services entitling them to the contributions. Payments made to state-managed retirement benefit schemes are dealt with as payments to defined contribution plans where the Group's obligations under the plans are eguivalent to those arising in a defined contribution retirement benefit plan.
Page 31 OCR 0.935
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) (Lanjutan) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) (Continued) Imbalan pascak: rogram imbalan pasti Grup menyelenggarakan program pensiun imbalan pasti untuk semua karyawan tetapnya. Grup juga membukukan imbalan pasca kerja imbalan pasti untuk karyawan sesuai dengan Undang-Undang Cipta Kerja (atau biasa disebut dengan Omnibus Law) No. 11/2020 dan Peraturan Pemerintah No. 35/2021. Grup menghitung selisih antara imbalan yang diterima karyawan berdasarkan undang-undang yang berlaku dengan manfaat yang diterima dari program pensiun untuk pensiun normal. Biaya penyediaan imbalan ditentukan dengan menggunakan metode projected unit credit dengan penilaian aktuaria yang dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan tahunan. Pengukuran kembali, terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, dampak batas atas aset (jika ada) dan dari imbal hasil atas aset program (tidak termasuk bunga), yang tercermin langsung dalam laporan posisi keuangan konsolidasian yang dibebankan atau dikreditkan dalam penghasilan komprehensif lain periode terjadinya. Pengukuran kembali diakui dalam penghasilan komprehensif lain tercermin sebagai pos terpisah pada penghasilan komprehensif lain di ekuitas dan tidak akan direklas ke laba rugi. Biaya jasa lalu diakui dalam laba rugi pada periode amendemen program. Bunga neto dihitung dengan mengalikan tingkat diskonto pada awal periode imbalan pasti dengan liabilitas atau aset imbalan pasti neto. Biaya imbalan pasti dibagi menjadi tiga kategori: # Biaya jasa (termasuk biaya jasa kini, biaya jasa lalu serta keuntungan dan kerugian kurtailmen dan penyelesaian). # Beban atau pendapatan bunga neto. « Pengukuran kembali. Grup menyajikan dua komponen pertama dari biaya imbalan pasti di laba rugi. Keuntungan dan kerugian kurtailmen dicatat sebagai biaya jasa lalu. Kewajiban imbalan pensiun yang diakui pada laporan posisi keuangan konsolidasian merupakan defisit atau surplus aktual dalam program imbalan pasti Grup. Surplus yang dihasilkan dari perhitungan ini terbatas pada nilai kini manfaat ekonomik yang tersedia dalam bentuk pengembalian dana program dan pengurangan iuran masa depan atas program. Pesangon Liabilitas untuk pesangon diakui mana yang lebih awal ketika entitas tidak dapat lagi menarik penawaran imbalan tersebut dan ketika entitas mengakui biaya restrukturisasi terkait. -28 - Defined benefit plans The Group established defined benefit pension plan covering all the local permanent employees. In addition, the Group also provides post- employment benefits as reguired under Job Creation Law (or commonly referred to as the Omnibus Law) No. 11/2020 and Government regulations No. 35/2021. For normal pension scheme, the Group calculates and recognizes the higher of the benefits under the Labor Law and those under such pension plan. The cost of providing benefits is determined using the projected unit credit method, with actuarial valuations being carried out at the end of each annual reporting period. Remeasurement, comprising actuarial gains and losses, the effect of the asset ceiling (if applicable) and the return on plan assets (excluding interest), are recognized immediately in the consolidated statements of financial position with a charge or credit recognized in other comprehensive income in the period in which they occur. Remeasurement recognized in other comprehensive income is reflected as a separate item under other comprehensive income in eguity and will not be reclassified to profit or loss. Past service cost is recognized in profit or loss in the period of a plan amendment. Net interest is calculated by applying the discount rate at the beginning of the period to the net defined benefit liability or asset. Defined benefit costs are into three categories: # Service cost (including current service cost, past service cost, as well as gains and losses on curtailments and settlements). «Net interest expense or income. » Remeasurement. The Group presents the first two components of defined benefit costs in profit or loss. Curtailment gains and losses are accounted for as past service custs. The retirement benefit obligation recognized in the consolidated statement of financial position represents the actual accumulated losses or surplus in the Group's defined benefit plans. Any surplus resulting from this calculation is limited to the present value of any economic benefits available in the form of refunds from the plans or reductions in future contributions to the plans. Termination A liability for a termination benefit is recognized at the earlier of when the entity can no longer withdraw the offer of the termination benefit and when the entity recognizes any related restructuring costs.
Page 32 OCR 0.935
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK (CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) (Lanjutan) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) (Continued) Oo. Pajak Penghasilan Beban pajak penghasilan merupakan jumlah pajak yang terhutang dan pajak tangguhan. Pajak kini terutang berdasarkan laba kena pajak untuk suatu tahun. Laba kena pajak berbeda dari laba sebelum pajak seperti yang dilaporkan dalam laporan laba rugi karena tidak memperhitungkan penghasilan atau beban yang dikenakan pajak atau dikurangkan pada tahun berbeda dan pos-pos yang tidak pernah dikenakan pajak atau tidak dapat dikurangkan. Liabilitas Grup untuk pajak kini dihitung berdasarkan tarif pajak yang telah berlaku pada akhir periode pelaporan. Provisi diakui untuk penentuan pajak yang tidak pasti, tetapi kemungkinan besar akan mengangkibatkan arus keluar dana kepada otoritas pajak. Provisi diukur sebesar estimasi terbaik atas jumlah ekspektasian yang terhutang. Penilaian berdasarkan pada pertimbangan professional pajak dalam Grup yang didukung dengan pengalaman lalu atas aktivitas tersebut dan dalam kasus tertentu berdasarkan saran pakar pajak independen. Pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara jumlah tercatat aset dan Iabililas dalam laporan keuangan konsolidasian dengan dasar pengenaan pajak yang digunakan dalam perhitungan laba kena pajak. Liabilitas pajak tangguhan umumnya diakui untuk seluruh perbedaan temporer kena pajak. Aset pajak tangguhan umumnya diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan sepanjang kemungkinan besar bahwa laba kena pajak akan tersedia sehingga perbedaan temporer dapat dimanfaatkan. Aset dan liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika perbedaan temporer timbul dari pengakuan awal dari aset dan liabilitas suatu transaksi yang tidak mempengaruhi laba kena pajak atau laba akuntansi. Selain itu, liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika perbedaan temporer timbul dari pengakuan awal goodwill. Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan berlaku dalam periode ketika liabilitas diselesaikan atau aset dipulihkan berdasarkan tarif pajak (dan peraturan pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada akhir periode pelaporan. Pengukuran aset dan liabilitas pajak tangguhan mencerminkan konsekuensi pajak yang sesuai dengan cara Grup memperkirakan, pada akhir periode pelaporan, untuk memulihkan atau menyelesaikan jumlah tercatat aset dan liabilitasnya. - 29 - 0. Income Tax Income tax expense represents the sum of the tax currently payable and deferred tax. The tax currently payable is based on taxable profit to the year. Taxable profit differs from net profit as reported in profit or loss because it excludes items of income or expense that are taxable or deductible in other years and it further exludes items that are never taxable or deductible. The Group's liability for current tax is calculated using tax rates that have been enacted or substantively enacted by the end of the reporting period. AA provision is recognized for those matters for which the tax determination is uncertain but it is considered probable that there will be a future outflow of funds to a tax authority. The provisions are measured at the best estimate of the amount expected to become payable. The assessment is based on the judgement of tax professionals within the Group supported by previous experience in respect of such activities and in certain cases based on specialist independent tax advice. Deferred tax is recognized on temporary differences between the carrying amounts of assets and Ilabilitles In the torsolldated financial statements and the corresponding tax bases used in the computation of taxable profit. Deferred tax liabilities are generally recognized for all taxable temporary differences. Deferred tax assets are generaliy recognized for all deductible temporary differences to the extent that is probable that taxable profits will be available against which those deductible temporary differences can be utilized. Such deferred tax assets and liabilities are not recognized if the temporary differences arises from the initial recognition of assets and liabilities in a transaction that affects neither the taxable profit nor the accounting profit. In addition, deferred tax liabilities are not recognizcd if the temporary differences ariscs from the initial recognition of goodwill. Deferred tax assets and liabilities are measured at the tax rates that are expected to apply in the period in which the liability is settled or the asset realized, based on the tax rates (and tax laws) that have been enacted, or substantively enacted, by the end of the reporting period. The measurement of deferred tax assets and liabilities reflects the tax conseguences that would follow from the manner in which the Group expects, at the end of the reporting period, to recover or settie the carrying amount of their assets and liabilities.
Page 33 OCR 0.940
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) (Lanjutan) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) (Continued) Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah ulang pada akhir periode pelaporan dan dikurangi jumlah tercatatnya jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang memadai untuk mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan tersebut. Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai beban atau penghasilan dalam laba rugi periode, kecuali sepanjang pajak penghasilan yang timbul dari transaksi atau peristiwa yang diakui, di luar laba rugi (baik dalam penghasilan komprehensif lain maupun secara langsung di ekuitas), dalam hal tersebut pajak juga diakui di luar laba rugi. Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika entitas memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan ketika aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama atas entitas kena pajak yang sama atau entitas kena pajak yang berbeda yang memiliki intensi — untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan, pada setiap periode masa depan dimana jumlah signifikan atas aset atau liabilitas pajak tangguhan diharapkan untuk diselesaikan atau dipulihkan. P. Laba per Saham Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan. g@. Informasi Segmen Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal mengenai komponen dari Grup yang secara regular direviu oleh pengambil keputusan Operasional dalam rangka mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja segmen operasi. Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas: a) yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama): b) yang hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya: dan - 30 - The carrying amount of deferred tax asset is reviewed at the end of each reporting period and reduced to the extent that it is no longer probable that sufficient taxable profits will be available to allow all or part of the asset to be recovered. Current and deferred tax are recognized as an expense or income in profit or loss, except when they relate to items that are recognized outside of profit or loss (whether in other comprehensive income or directly in eguity), in which case the tax is also recognized outside of profit or loss. Deferred tax assets and liabilities are offset when there is legally enforceable right to set off current tax assets against current tax liabilities and when they relate to income taxes levied by the same taxation authority on either the same taxable entity or different taxable entities when there is an intention to settle its current tax assets and current tax liabilities on a net basis, or to realize the assets and settle the liabilities simultaneously, in each future period in which significant amounts of deferred tax liabilities or assets are expected to be settied or recovered. Pp. Earnings per Share Basic earnings per share is computed by dividing net income attributable to the owners of the Company by the weighted average number of shares outstanding during the year. g. Segment Information Operating segments are identified on the basis of internal reports about components of the Group that are regularly reviewed by the chiet operating decision maker in order to allocate resources to the segments and to assess their performances. An operating segment is a component of an entity: a) that engages in business activities from which it may earn revenues and incurred expenses (including revenues and expenses relating to the transactions with other components of the same entity): b) whose operating results are reviewed regularly by the entity's chief operating decision maker to make decision about resources to be allocated to the segments and assess its performance, and
Page 34 OCR 0.941
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) (Lanjutan) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) (Continued) c) dimana tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan. Informasi yang digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber daya dan penillaian kinerja mereka terfokus pada kategori dari setiap produk. 4. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI Dalam penerapan kebijakan akuntansi Grup, yang dijelaskan dalam Catatan 3, Direksi diwajibkan untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi tentang jumlah tercatat aset dan liabilitas yang tidak tersedia dari sumber lain. Estimasi dan asumsi yang terkait didasarkan pada pengalaman historis dan faktor-faktor lain yang dianggap relevan. Hasil aktualnya mungkin berbeda dari estimasi tersebut. Estimasi dan asumsi yang mendasari ditelaah secara berkelanjutan. Revisi estimasi akuntansi diakui dalam periode dimana estimasi tersebut direvisi jika revisi hanya mempengaruhi periode tersebut, atau pada periode revisi dan periode masa depan jika revisi mempengaruhi periode saat ini dan masa depan. Pertimbangan Kritis dalam Penerapan Kebijakan Akuntansi Dalam penerapan kebijakan akuntansi, yang dijelaskan dalam Catatan 3, manajemen tidak membuat pertimbangan kritis atas pengaruh signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian, selain yang terkait dengan estimasi. umber Utama Ketidak: di ii i Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber estimasi ketidakpastian utama lainnya pada akhir periode pelaporan, yang memiliki risiko signifikan yang mengakibatkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya dijelaskan di bawah ini: Penyisihan Penurunan Nilai Persediaan Grup membuat penyisihan penurunan nilai persediaan berdasarkan estimasi persediaan yang digunakan pada masa mendatang. dalam nilai Walaupun asumsi yang mengestimasi penyisihan persediaan telah sesuai dan wajar, namun perubahan signifikan atas asumsi ini akan berdampak material terhadap penyisihan penurunan nilai persediaan, yang pada akhirnya akan mempengaruhi hasil usaha Grup. Nilai tercatat persediaan diungkapkan dalam Catatan 7. digunakan penurunan 4. -31 - c) for which discrete financial information is available. Information reported to the chief operating decision maker for the purpose of resource allocation and assessment of performance is more specifically focused on the category of each product. CRITICAL ACCOUNTING JUDGMENTS AND KEY SOURCES OF ESTIMATION UNCERTAINTY In the application of the Group's accounting policies, which are described in Note 3, the Directors are reguired to make judgments, estimates and assumptions about the carrying amounts of assets and liabilities that are not readily apparent from other sources. The estimates and associated assumptions are based on historical experience and other factors that are considered to be relevant. Actual results may differ from these estimates. The estimates and underiying assumptions are reviewed on an ongoing basis. Revisions to accounting estimates are recognized in the period which the estimate is revised if the revision affects only that period, or in the period of the revision and future periods if the revision affects both current and future periods. in Aj Iying As Policies In the process of applying the accounting policies described in Note 3, management has not made any critical judgement that has a significant effect on the amounts recognized in the consolidated financial statements, apart from those involving estimate. The key assumptions concerning future and other key sources of estimation uncertainty at the end of the reporting period, that may have a significant risk of causing a material adjustment to the carrying amounts of assets and liabilities within the next financial year are discussed below: Allowance for Decline in Value of Inventories The Group provides allowance for decline in value of inventories based on estimated future usage of such inventories. While it is believed that the assumptions used in the estimation of the allowance for decline in value of inventories are appropriate and reasonable, significant changes in these assumptions may materially affect the assessment of the allowance for decline in value of inventories, which ultimately will impact the result of the Group's operations. The carrying amount of inventories is disclosed in Note 7.
Page 35 OCR 0.942
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) (Lanjutan) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) (Continued) Taksiran Masa Manfaat Ekonomis Aset Tetap Masa manfaat setiap aset tetap Grup ditentukan berdasarkan kegunaan yang diharapkan dari aset tersebut. Estimasi ini ditentukan berdasarkan evaluasi teknis internal dan pengalaman atas aset sejenis. Masa manfaat setiap aset direviu secara periodik dan disesuaikan apabila prakiraan berbeda dengan estimasi sebelumnya karena keausan, keusangan teknis dan komersial, hukum atau keterbatasan lainnya atas pemakaian aset. Namun terdapat kemungkinan bahwa hasil operasi dimasa mendatang dapat dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan atas jumlah serta periode pencatatan biaya yang diakibatkan karena perubahan faktor yang disebutkan di atas. Perubahan taksiran masa manfaat aset tetap dapat mempengaruhi jumlah biaya penyusutan yang diakui dan penurunan nilai tercatat aset tersebut. Nilai tercatat aset tetap diungkapkan dalam Catatan 8. Nilai Revaluasian Tanah, Bangunan dan Prasarana serta Mesin dan Peralatan Tanah, bangunan dan prasarana serta mesin dan peralatan dicatat pada jumlah revaluasian berdasarkan reviu oleh manajemen dan didukung oleh penilai independen. Dalam menentukan nilai wajar, metode penilaian yang digunakan memerlukan estimasi tertentu, termasuk perbandingan dengan harga jual transaksi sejenis dari tanah, bangunan dan prasarana serta mesin dan peralatan. Nilai revaluasian tanah, bangunan dan prasarana serta mesin dan peralatan diungkapkan dalam Catatan 8. -32- Estimated Useful Lives of Property, Plant, and Eguipment The useful life of each item of the Group's property, plant, and eguipment are estimated based on the period over which the asset is expected to be available for use. Such estimation is based on internal technical evaluation and experience with similar assets. The estimated useful life of each asset is reviewed periodically and updated if expectations differ from previous estimates due to physical wear and tear, technical or commercial obsolescence and legal or other limits on the use of the asset. It is possible, however, that future results of operations could be materially affected by changes in the amounts and timing of recorded expenses brought about by changes in the factors mentioned above. A change in the estimated useful life of any item of property, plant, and eguipment would affect the recorded depreciation expense and decrease in the carrying values of these assets. The carrying amounts of property, plant, and eguipment are disclosed in Note 8. Revaluation of Land, Buildings and Improvements and Machinery and Eguipment Land, buildings and improvements and machinery and eguipment recorded at their revalued amount based on a review by management and supported by independent professional valuer. In the determination of fair value, the valuation method used reguires certain estimates, including comparison with similar transactions of the selling price of land, buildings and improvements and machinery and eguipment. The revalued amount of land, buildings and improvements and machinery and eguipment are disclosed in Note 8.
Page 36 OCR 0.929
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah)
(Lanjutan) (Continued)
5. KAS DAN SETARA KAS 5. CASH AND CASH EGUIVALENTS
30 Juni/ 31 Desember/
June 30, December 31,
2026 2025
Kas 217.536 211.764 Cash on hand
Bank Cash in banks
Rupiah Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk ("BCA") 29.920.866 64.197.083 PT Bank Central Asia Tbk ("BCA")
PT Bank OCBC NISP Tbk ("OCBC") 25.157.778 41.419.684 PT Bank OCBC NISP Tbk ("OCBC")
PT Bank CIMB Niaga Tbk ("CIMB") 22.876.578 24.367.965 PT Bank CIMB Niaga Tbk ("CIMB")
Lain-lain (masing-masing Others (each below 596 of
dibawah 5Y6 dari kas dan bank) 7.188.144 5.359.362 cash on hand and in banks)
Dolar Amerika Serikat ("USD") U.S. Dollar ("USD")
BCA 76.973.991 162.166.250 BCA
OCBC 64.936.970 10.861.256 OCBC
Lain-lain (masing-masing Others (each below 596 of
dibawah 5Yo dari kas dan bank) 1.492.433 2.294.643 cash on hand and in banks)
Euro Euro
OCBC 4.327.480 498.339 OCBC
Yuan China Chinese Yuan
OCBC 1.068.173 239.524 OCBC
Poundsterling Poundsterling
OCBC 495.242 301.568 OCBC
Yen Jepang Japanese Yen
OCBC 208.620 169.774 OCBC
Dolar Australia Australian Dollar
OCBC 180.282 215.886 OCBC
Dolar Singapura Singapore Dollar
OCBC 125.525 138.632 OCBC
Jumlah 235.169.618 312.441./3U lotal
Deposito berjangka Time deposits
Rupiah Rupiah
OCBC 33.000.000 28.000.000 OCBC
USD USD
OCBC 53.568.000 167.820.000 OCBC
Jumlah 321.737.618 508.261.730, Total
Tingkat suku bunga deposito Annual interest rate on
berjangka pertahun time deposits
Rupiah 3,95Yo- 4,00Yo 4,00Y6 Rupiah
USD 3,5096 3,759 USD
6. PIUTANG USAHA 6. TRADE ACCOUNTS RECEIVABLE
30 Juni/ 31 Desember/
June 30, December 31,
2026 2025
a. Berdasarkan pelanggan a. By debtor
Pihak berelasi (Catatan 26) 3.803.280 3.529.606 Related parties (Note 26)
Pihak ketiga Third parties
Pelanggan dalam negeri 371.420.646 440.099.853 Local debtors
Pelanggan luar negeri 271.549.262 177.100.592 Foreign debtors
Jumlah 642.969.908 617.200.445 Total
Jumlah piutang usaha 646.773.188 620.730.051 Total trade accounts receivable
b. Berdasarkan mata uang b. By currency
Rupiah 371.420.646 440.105.343 Rupiah
USD 275.352.542 180.624.708 USD
Jumlah 646.773.188 620.730.051 Total
- 33 -
Page 37 OCR 0.909
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) (Lanjutan) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) (Continued) Klasifikasi piutang usaha disajikan pada Catatan 31 atas laporan keuangan konsolidasian ini. Jangka waktu kredit penjualan barang antara 30 - 105 hari. Tidak ada bunga yang dibebankan pada piutang usaha. Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, pelanggan terbesar Grup yang mewakili lebih dari 546 dari jumlah piutang usaha adalah sebagai The classification of trade accounts receivable is presented in Note 31 to these consolidated financial statements. Period of credit sales of goods is between 30 - 105 days. No interest is charged on trade accounts receivable. As of June 30, 2026 and December 31, 2025, the Group's largest customer representing more than 596 of total trade accounts receivable are as follows: berikut: 30 Juni/ 31 Desember/ June 30, December 31, 2026 2025 PT Multi Bintang Indonesia Tbk 69.844.603 49.182.586 PT Multi Bintang Indonesia Tbk PT Heinz ABC Indonesia 15.158.338 114.445.126 PT Heinz ABC Indonesia Jumlah 85.002.941 163.627.712 Total Tidak ada pelanggan lain yang mewakili lebih dari 5Yo dari jumlah saldo piutang usaha. Tidak ada perubahan dalam teknik estimasi atau asumsi signifikan yang dibuat selama periode pelaporan berjalan. Tabel berikut merinci profil risiko piutang usaha dari kontrak dengan pelanggan berdasarkan matriks provisi Grup. Karena pengalaman historis kerugian kredit mendekati nihil tidak menunjukkan pola kerugian yang berbeda signifikan untuk segmen pelanggan yang berbeda, ketentuan untuk cadangan kerugian berdasarkan status masa lalu tidak lagi dipisahkan antara basis pelanggan Grup yang berbeda. There are no other customers who represent more than 596 of the total balance of trade accounts receivable. There has been no change in the estimation technigues or significant assumptions made during the current reporting period. The following table details the risk profile of trade accounts receivable from contracts with customers based on the Group's provision matrix. As the Group's historical credit loss experience, which is close to nil does not show significantly different loss patterns for different customer segments, the provision for loss allowance based on past due status is not further distinguished between the Group's different customer base. n ni iutang usaha berdasarkan ECL on trade accounts receivable using provision matriks provisi matrix 30 Juni/June 30, 2026 Belum jatuh Jatuh tempo/Past due tempo/ 1-30har/ — 31-60har/ 61-90har/ — » 90 hary Sub Jumlah/ Not past due days days days days Sub Total Tingkat kerugian kredit ekspektasian/ Expected credit loss rate » » » 3 2 Estimasi jumlah tercatat bruto pada saat gagal bayar/ Estimated total gross carrying amount at default 560.388.456 — 74.685.692 — 4.799.433 — 2.914.719 3.984.888 646.773.188 ECL sepanjang umur/Lifetime ECL ig) 3 ks) 2) 2) aa Jumlah/Total 31 Desember/December 31, 2025 Belum jatuh Jatuh tempo/Past due tempo/ 1-30har/ —31-6Ohar/ 61-90har/ — » 90 har/ Sub Jumlah/ Not past due days days days days Sub Total Tingkat kerugian kredit ekspektasian/ Expected credit loss rate ks) 2 » 3) 3s) Estimasi jumlah tercatat bruto pada saat gagal bayar/ Estimated total gross carrying amount at default 489.688.943 120.294.631 6.779.002 1.708.674 2.258.801 620.730.051 ECL sepanjang umur/Lifetime ECL " ks) » te) 2 —— Jumlah/Total “#) ECL adalah minimal atau tidak material - 34 - 620.730.051 “) ECL is minimal or immaterial
Page 38 OCR 0.938
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK (CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) (Lanjutan) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) (Continued) Manajemen berpendapat bahwa penyisihan kerugian penurunan nilai atas piutang usaha tidak diperlukan. Grup memiliki kerjasama dengan BCA, CIMB, Permata, Danamon, dan Hibank untuk mendukung pengembangan bisnis para distributor Perusahaan di seluruh Indonesia melalui program pembiayaan distributor. Perjanjian ini memiliki jangka waktu 12 bulan terhitung sejak diterimanya dokumen yang telah ditandatangani (Catatan 28). Perjanjian ini dapat diperpanjang otomatis dan akan dihentikan apabila salah satu pihak memberitahukan secara tertulis kepada pihak yang lain. Management believes that the allowance for impairment losses on trade accounts receivable is not necessary. The Group entered into an agreement with BCA, CIMB, Permata, Danamon, and Hibank to support the business development of the Company's distributor in Indonesia through distributor financing program. The contract has a term of 12 months starting on the date of the signed document (Note 28). The agreement can be extended automaticaliy and may be terminated by either party at anytime by giving written notice to the other party. 7. PERSEDIAAN 7. INVENTORIES 30 Juni/ 31 Desember/ June 30, December 31, 2026 2025 Barang jadi 738.292.475 675.293.771 Finished goods Barang dalam proses 76.464.430 85.147.832 Work in process Bahan baku 233.922.570 258.885.256 Raw materials Bahan pembantu 65.676.407 44.973.479 Indirect materials Suku cadang 72.610.403 68.464.014 Spare parts Jumlah 1.186.966.285 1.132.764.352 Total Penyisihan penurunan nilai (1.070.796) (1.196.705) Allowance for decline in value Bersih 1.185.895.489 1.131.567.647. Net Mutasi penyisihan penurunan Changes in the allowance for nilai persediaan: decline in value are as follows: Saldo awal tahun 1.196.705 1.538.218 Balance at beginning of year Pemulihan (125.909) (341.513) Reversal Saldo akhir tahun 1.070.796. 1,196,705. Balance at end of year Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan penurunan nilai persediaan tersebut adalah cukup. Persediaan milik Grup telah diasuransikan kepada PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk terhadap special industrial risk untuk risiko bencana alam, kebakaran dan risiko lainnya. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang dialami Grup. Berikut ini adalah informasi mengenai jumlah persediaan tercatat dan nilai pertanggungan: Management believes that the allowance for decline in value of inventories is adeguate. The Group's inventory was insured with PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk against special industrial risk for natural disaster, fire, and other risks. Management believes that the insurance coverage is adeguate to cover possible losses to the Group. The information about the carrying amounts of inventories and the sum insured are as follow: 30 Juni/ 31 Desember/ June 30, December 31, 2026 2025 Jumlah tercatat persediaan 1.101.035.313 1.036.784.440 Carrying amount of inventories Nilai pertanggungan persediaan Sum insured of inventories sebesar USD 62.000 ribu pada amounted to USD 62,000 thousand 30 Juni 2026 (31 Desember as of June 30, 2026 (December 31, 2025: USD 64.000 ribu) 1.107.072.000 1.074.048.000 2025: USD 64,000 thousand) - 35 -
Page 39 OCR 0.448
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK (CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) (Lanjutan) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) (Continued) 8. ASET TETAP 8. PROPERTY, PLANT, AND EGUIPMENT Lamar 22m Sonsyane 20 2016 Im penambahan Perguangan/ — Retsitaa/ Remas Ane METE Ha Ron so nana. Dota araunen Tn Gatot». Reranaton Menag Ta 2an002am £ aa Bangunan dan parang R2 Sanam 150000 Bung and npemerens pesta Sinaaratsa monas W174— maega : Marine og one Pesentagan patang Besiaaas oo ansinana Beras Ingatan 326 azas bean agnbantah Kaum osama 101889 ino tssa9 — sussa Man pemban lama 105321 2in0 aan 108 san ore amen Mat enganetuan Dadang ega 2. Bayan Dean Tansrowton emtpment Ke aham pemesan Dana mh psitoresa Danene anak : Tanu nan saman ho73no1s7n moamam — ssnsi Inossanagn 77491706. M02MINSaN To Agan dn rana snaan gs. #0212 Saing: and movenests dan penlaan ajansetasa ungasotn Sana aan anna Macan anda ganguan Tahaoaane Mangan Telo Verma emran elenapn tt dan Yeemea analbortoy anta sisisas 110525 iaser sazn2sns Senen peritan kantor Bantan AS000aa » masa aa Mat enangaran Ben aana smnere Er Tansotaton'2nspnent aman sae ssassa 4..snsu ascosg1n Tora man treat sosassse Asnangsasn Net caring amount Lancar 31 pesambe —.3Onsenbe/Ooconter2, 2025 mami, penambahan/ Penguangan/ — Rekaskas/.— Rerakas/.— Decenberah, “MADA ate Rr .hgaton Dedictions Recassihaon 2005 ...Cont Method». Revahuatin Metnog. Daya peetan go rerausi testing rwatadamount Tang Dawongann — Las622a Wasezny 2211002100 anenooaa0o “ng Bangaran an pasaana Iaoose5387 16461015 Basssa — dakungs2—Lisneeda22 1152663122 uldngsandimpowmens Mangan peraban Gmesesemo 151907553 assanasg mamadn arahan Gnaaaass memeyand emo Penangkapan gudang Dasa Ma Bosanaas sda : Waranone came Penenkaan Iii Yan Teemiatangisbgatoy toatam ssarao2 215356 26500 12ss0es sosro ensmow . camgnon perstan ntr 10852Kan oo 30730at oo pa0533» angnge2n Kosngi sesat : ot basmment Ratengangawan Sosi27n2-asaas as0g 1sc00 Ketan 30201523 : anepatatan egipment Ak om pemaksaan Ahidasa menjaga Kama Oon Tikar aras 1 Genetuon npoges Suman 01saeonam mo0snn2 B01ngu oo - Ian 10700 SSISNON OA Taat Imas penyusan Arus deprecaton Bangun an pasaran men ssesoere sana Baking and povetens menda peratan akeztipaan 2017706 am sesesa Macinryand armpnan Petangagan gutng Hanna Elina nona Warese cu penangkapan tok dan Tema aralaboatoy Tebaru kasosar— 25n5esa 26500 P sista sera perda kantor Bnatneun oo Tangasa Lenoan : setan te tavament Wat pengangkatan Bsotae TENANG Sana i le 3 “aneponaton #papnent Jamban sesasyans — gnnerona saanserasa aa Amanteratar ganas asasi petcamyngamune Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut: Depreciation expense was allocated to the following: 30 Juni/June 30, 6 Biaya pabrikasi (Catatan 19) 196.373.176 157.426.015 Manufacturing expenses (Note 19) Beban umum dan administrasi General and administrative expenses (Catatan 21) 6.277.938 4.670.210 (Note 21) Jumlah 202.651.114 162.096.225 Total Penjualan aset tetap adalah sebagai berikut: Sale of property, plant, and eguipment are as follows: 30 Juni/June 30, 026 Proceed from sale of property, plant, Penerimaan dari penjualan aset tetap 1.170.000 3.131.008 and eguipment Nilai tercatat 53.970 3.145.986 Net carrying amount Keuntungan (kerugian) penjualan Gain (loss) on sale of property, plant, aset tetap (Catatan 23) 1.116.030 14.978) and eguipment (Note 23) -36 -
Page 40 OCR 0.946
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK (CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) (Lanjutan) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) (Continued) Jumlah biaya perolehan aset tetap yang telah disusutkan penuh dan masih digunakan oleh Grup sebesar Rp 341.947.244 ribu pada tanggal 30 Juni 2026 (2025: Rp 334.863.790 ribu). MGL memiliki beberapa bidang tanah di Cikarang dengan Hak Guna Bangunan (“HGB”) berjangka waktu 22 - 50 tahun, jatuh tempo antara tahun 2031 dan 2050. Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah dalam perpanjangan dan proses sertifikasi hak atas tanah karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti kepemilikan yang memadai. Aset dalam penyelesaian dan uang muka pembelian aset tetap pada tanggal 30 Juni 2026, terutama merupakan mesin, diperkirakan selesai pada akhir tahun 2026 dengan rata-rata nilai tercatat meliputi 68Yo dari nilai kontrak. Manajemen berpendapat tidak ada halangan atas penyelesaian aset dalam penyelesaian. Mesin dan peralatan serta tanah digunakan sebagai jaminan atas utang bank jangka panjang sejumlah Rp 2.313.792.800 ribu pada tahun 2026 dan 2025 (Catatan 12). Aset tetap kecuali tanah, telah diasuransikan kepada PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk dan PT Asuransi Umum BCA terhadap risiko kebakaran, pencurian dan risiko lainnya. Berikut ini adalah informasi Cost of the property, plant, and eguipment which were fully depreciated and are still used by the Group amounted to Rp 341,947,244 thousand as of June 30, 2026 (2025: Rp 334,863,790 thousand). MGL own several pieces of land located in Cikarang, with Building Use Rights (“HGB”) with period ranging from 22 to 50 years, which will expire between 2031 and 2050. Management believes that there are no legal issue in the extension and certification process of the right as the land was acguired legally and supported by sufficient documents of ownership. Construction in progress and advances for purchase of property, plant, and eguipment as of June 30, 2026, which mainly represents machinery, are expected to be completed by the end of 2026 which average carrying value covered 68Yo of contract value. Management believes that there is no impediment to the completion of the construction in progress. Machinery and eguipment, as well as land are used as collateral for long-term bank loans totaling to Rp 2,313,792,800 thousand in 2026 and 2025 (Note 12). Property, plant, and eguipment, except land, were insured with PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk and PT Asuransi Umum BCA against fire, theft and other risks. The information of the net book value of mengenai jumlah aset tercatat dan nilai property, plant, and eguipment and the related sum pertanggungan: insured are as follows: 30 Juni/ 31 Desember/ June 30, December 31, 2026 2025 Jumlah aset tetap tercatat 2.569.332.769 Nilai pertanggungan aset tetap Rupiah 8.186.950 USD (sebesar USD 377.756 ribu pada 30 Juni 2026 (31 Desember 2025: USD 377.435 ribu)) 6.745.211.136 Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan. Aset tetap kecuali tanah juga diasuransikan terhadap Business Interuption dengan jumlah pertanggungan sebesar USD 170.400 ribu atau setara dengan Rp 3.042.662.400 ribu pada tanggal 30 Juni 2026 (31 Desember 2025: USD 238.500 ribu atau setara dengan Rp 4.002.507.000 ribu). -37 - 2.481.141.416 Carrying amount of property, plant, and eguipment Insurance coverage of property, plant, and eguipment 8.186.950 Rupiah USD (amount of USD 377,756 thousand as of June 30, 2026 6.334.114.170 (December 31, 2025: USD 377,435 thousand)) Management believes that the insurance coverage is adeguate to cover possible losses on the assets insured. All property, plant, and eguipment, except land, are also insured against Business Interuption with insurance coverage amounted to USD 170,400 thousand or eguivalent to Rp 3,042,662,400 thousand as of June 30, 2026 (December 31, 2025: USD 238,500 thousand or eguivalent to Rp 4,002,507,000 thousand).
Page 41 OCR 0.936
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) (Lanjutan) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) (Continued) Nilai wajar tanah yang dicatat berdasarkan nilai revaluasi telah direviu oleh manajemen dan didukung oleh laporan penilai independen profesional KJPP Felix Sutandar & Rekan berdasarkan metode pendekatan pasar yang dapati t dibandingkan yang mencerminkan harga transaksi terkini untuk properti serupa pada tanggal 31 Desember 2025. Berdasarkan hierarki nilai wajar, nilai wajar tanah dikelompokkan sebagai tingkat 2. Nilai wajar bangunan dan prasarana serta mesin dan peralatan yang dicatat berdasarkan nilai revaluasi telah direviu oleh manajemen dan didukung oleh laporan penilai independen profesional KJPP Felix Sutandar & Rekan berdasarkan metode pendekatan biaya (cost approach) pada tanggal 31 Desembe 2025. Berdasarkan hierarki nilai wajar, nilai wajal r - bangunan dan prasarana, mesin dan peralatan dikelompokkan sebagai tingkat 3. Tidak ada perubahan teknik penilaian selama periode berjalan. Jika tanah, bangunan dan prasarana, mesin dan peralatan diukur berdasarkan biaya maka nilai tercatat tanah, bangunan dan prasarana serta mesin dan peralatan akan menjadi sebagai berikut: The fair value of the land that is Stated at their revalued amount, had been reviewed by the management and supported with the independent professional appraisal report, by KJPP Felix Sutandar & Rekan, based on the market comparable approach that reflects recent transaction prices for similar properties as of December 31, 2025. Based on fair value hierarchy, fair value of land are classified as level 2. The fair value of buildings and improvements and machinery and eguipment that are stated at their revalued amount, had been reviewed by the management and supported with the independent professional appraisal report, by KJPP Felix Sutandar & Rekan, using cost approach as of December 31, 2025. Based on fair value hierarchy, fair value of building and improvements, machinery and eguipment are classified as level 3. There were no changes in valuation technigues during the period. Had the Group's land, buildings and improvements and machinery and eguipment been measured on historical cost basis, their carrying amounts would have been as follows: 30 Juni/ 31 Desember/ June 30, December 31, 2026 2025 Tanah 102.022.987 102.022.987 Land Bangunan dan prasarana 197.559.758 201.253.771 Buildings and improvements Mesin dan peralatan 1.475.303.481 1.511.855.592 Machinery and eguipment Jumlah 1.774.886.226 1.815.132.350 Total 9. UTANG USAHA KEPADA PIHAK KETIGA 9. TRADE ACCOUNTS PAYABLE TO THIRD PARTIES 30 Juni/ 31 Desember/ June 30, December 31, 2026 2025 a. Berdasarkan pemasok a. By creditor Pemasok dalam negeri 263.466.791 223.468.663 Local suppliers Pemasok luar negeri 107.596.304 62.203.438 Foreign suppliers Jumlah 371.063.095 285.672.101 Total b. Berdasarkan mata uang b. By currency Rupiah 263.466.791 223.468.663 Rupiah USD 20.758.163 51.802.838 UsD Euro 61.890.936 3.742.121 Euro Lain-lain 24.947.205 6.658.479 Others Jumlah 371.063.095 285.672.101 Total Jangka waktu kredit yang timbul dari pembelian bahan baku utama dan pembantu, dari pemasok dalam dan luar negeri berkisar 30-90 hari. Tidak ada bunga yang dibebankan pada utang usaha. - 38 - Purchases of raw and indirect materials, both from local and foreign suppliers, have credit terms of 30-90 days. No interest is charged on trade accounts payable.
Page 42 OCR 0.924
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) (Lanjutan) (Continued) 10. BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR 10. ACCRUED EXPENSES 30 Juni/ 31 Desember/ June 30, December 31, 2026 2025 Gas 79.062.375 62.088.137 Gas Komisi penjualan 28.763.821 48.219.511 Sales commission Gaji dan tunjangan 19.823.975 10.938.011 Salary and allowance Listrik 17.684.867 20.615.012 Electricity Pengangkutan 13.903.711 13.695.302 Freight Bunga pinjaman (Catatan 12) 11.080.424 13.247.087 Interest on loans (Note 12) Pemasaran 2.591.627 4.711.214 Marketing Lain-lain 2.983.287 3.257.072 Others Jumlah 175.894.087 176.771.346 — Total 11. UTANG PAJAK 11. TAXES PAYABLE 30 Juni/ 31 Desember/ June 30, December 31, 2026 2025 Pajak penghasilan Income taxes Pasal 4 (2) 495.938 71.206 Article 4 (2) Pasal 15 44.628 21.800 Article 15 Pasal 21 2.651.128 6.451.271 Article 21 Pasal 22 274.247 205.954 Article 22 Pasal 23 2.614.774 977.636 Article 23 Pasal 25 # 2.024.524 Artide 25 Pasal 26 20.855 14.648 Article 26 Pajak pertambahan nilai - bersih 843.615 1.088.227 Value added tax - net Jumlah 6.945.185 10.855.266 Total 12. UTANG BANK 12. BANK LOANS Utang Bank Jangka Pendek Short-term Bank Loans 30 Juni/ 31 Desember/ June 30, December 31, 2026 2025 BCA 270.456.742 226.407.000 BCA CIMB 74.742.177 16.676.759 CIMB Jumlah 345.198.919 243.083.759 Total BCA BCA MGL mendapat beberapa fasilitas kredit dari BCA MGL obtained several credit facilities from BCA, as sebagai berikut: follow: . Fasilitas pinjaman rekening koran dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp 150.000.000 ribu pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025. Fasilitas time loan dengan jumlah maksimum sebesar Rp 150.000.000 ribu pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025. Fasilitas multi kredit berupa Trust Receipt (“TR”) dengan jumlah maksimum sebesar USD 30.000.000 atau setara dengan Rp 535.680.000 ribu pada tanggal 30 Juni 2026 (31 Desember 2025: USD 30.000.000 atau setara dengan Rp 503.460.000 ribu). -39 - Overdraft loan facility with maximum amount of Rp 150,000,000 thousand as of June 30, 2026 and December 31, 2025. . Time loan facility with maximum amount of Rp 150,000,000 thousand as of June 30, 2026 and December 31, 2025. Multi credit facility in the form of Trust Receipt (“TR”) with maximum amount of USD 30,000,000 or eguivalent to Rp 535,680,000 thousand as of June 30, 2026 (December 31, 2025: USD 30,000,000 or eguivalent to Rp 503,460,000 thousand).
Page 43 OCR 0.932
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah)
(Lanjutan)
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY
NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025
FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED
JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED)
(Figures in tables stated in thousands of Rupiah)
(Continued)
. Fasilitas bank garansi (Standby Letter of
Credit) dengan jumlah maksimum sebesar
USD 15.000.000 atau setara dengan
Rp 267.840.000 ribu pada tanggal
30 Juni 2026 (31 Desember 2025:
USD 15.000.000 atau setara dengan
Rp 251.730.000 ribu).
. Fasilitas forex forward line (Forex) dengan
jumlah maksimal sebesar USD 5.000.000 atau
setara dengan Rp 89.280.000 ribu pada
tanggal 30 Juni 2026 (31 Desember 2025:
USD 5.000.000 atau setara dengan
Rp 83.910.000 ribu).
Fasilitas pinjaman ini dikenakan tingkat suku bunga
mengambang sebesar 7,75Y6 per tahun dan akan
jatuh tempo pada pada tanggal 25 April 2027
(31 December 2025: 7,75Y6 per tahun dan jatuh
tempo pada tanggal 25 April 2026).
CIMB
Perusahaan memperoleh fasilitas jual beli piutang
dari CIMB dengan jumlah maksimum fasilitas
sebesar Rp 100.000.000 ribu pada 30 Juni 2026 dan
31 Desember 2025. Fasilitas pinjaman ini dikenakan
tingkat diskonto 8,25Yo - 8,50Y6 per tahun dengan
menggunakan metode tingkat suku bunga
mengambang dan akan jatuh tempo pada tanggal
28 Februari 2027.
Utang Bank Jangka Panjang
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025,
Grup mempunyai utang bank jangka panjang
sebagai berikut:
. Bank guarantee facility (Standby Letter of
Credit) with maximum amount of
USD 15,000,000 or eguivalent to
Rp 267,840,000 thousand as of
June 30, 2026 (December 31, 2025:
USD 15,000,000 or eguivalent to
Rp 251,730,000 thousand).
. Forex forward line (Forex) facility with
maximum amount of USD 5,000,000 or
eguivalent to Rp 89,280,000 thousand as of
June 30, 2026 (December 31, 2025:
USD 5,000,000 or eguivalent to Rp 83,910,000
thousand).
The credit facilities bear floating interest rate of
7.75Yo per annum and will be due on April 25, 2027
(December 31, 2025: 7.75Y6 per annum and due on
April 25, 2026).
CIMB
The Company obtained factoring facility from CIMB
with maximum facilities amount Rp 100,000,000
thousand as of June 30, 2026 and December 31,
2025. The credit facilities bear discount rate is
8.25Yo - 8.50Y6 per annum with floating interest
rates and due on February 28, 2027.
Long-term Bank Loan
As of June 30, 2026 and December 31, 2025, the
Group has long-term bank loan with details
as follows:
30 Juni/ 31 Desember/
June 30, December 31,
2026 2025
BCA 374.218.389 446.809.313 BCA
PT Bank Shinhan Indonesia PT Bank Shinhan Indonesia
("Shinhan") 175.000.000 200.000.000 (“Shinhan")
Jumlah 549.218.389 646.809.313 Total
Bagian yang jatuh tempo dalam
satu tahun (191.558.724) (184.692.348) Current maturities
Bagian utang bank jangka panjang
357.659.665
Long-term maturities of long-term
462.116.965 bank loan
Biaya perolehan diamortisasi atas pinjaman jangka
panjang yang diperoleh adalah sebagai berikut:
The amortized cost of long-term bank loan acguired
are as follows:
30 Juni/ 31 Desember/
June 30, December 31,
2026 2025
Utang bank 549.218.389 646.809.313 Bank loan
Biaya bunga yang masih
harus dibayar (Catatan 10) 11.080.424 13.247.087 Accrued interest (Note 10)
Jumlah 560.298.813 660.056.400 Total
Page 44 OCR 0.935
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) (Lanjutan) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) (Continued) Jadwal pelunasan pokok pinjaman per tahun pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut: The schedule of payments of long-term bank loan as Of June 30, 2026 and December 31, 2025 are as follow: 30 Juni/ 31 Desember/ June 30, December 31, 2026 2025 Dalam satu tahun 191.558.724 184.692.348 — The first year Dalam tahun kedua 154.976.567 207.044.193 The second year Dalam tahun ketiga 94.105.244 104.779.346 — The third year Dalam tahun keempat 58.431.142 83.431.142 The fourth year Dalam tahun kelima 33.431.142 33.431.142 The fifth year Setelah tahun kelima 16.715.570 33.431.142 Over than fifth year Jumlah 549.218.389 646.809.313 Total BCA Pada tahun 2017, MGL mendapat fasilitas kredit dari BCA sebesar Rp 636.065.000 ribu. Fasilitas ini digunakan untuk pembiayaan kembali (refinancing) pinjaman Junior. Fasilitas pinjaman ini dikenakan tingkat bunga mengambang yang pada awalnya ditetapkan sebesar 10Yo per tahun dengan jangka waktu selama 8 tahun. Pada tanggal 31 Desember 2025, fasilitas pinjaman ini dikenakan tingkat bunga mengambang sebesar 7,75Y6 per tahun. Fasilitas ini telah dilunasi pada akhir tahun 2025. Pada bulan Juni 2019, MGL mendapat fasilitas kredit dari BCA dengan maksimum pinjaman sebesar USD 25.000.000 dan USD 5.000.000 (setara dengan Rp 347.525.000 ribu dan Rp 69.505.000 ribu), dengan jangka waktu masing-masing selama 8 tahun dan 7 tahun. Fasilitas ini digunakan untuk pembiayaan pembelian mesin baru. Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, fasilitas pinjaman ini dikenakan tingkat bunga mengambang sebesar 7,75Yo per tahun. Pada bulan November 2022, MGL mendapat fasilitas kredit dari BCA dengan maksimum pinjaman sebesar USD 7.000.000 atau setara dengan Rp 110.117.000 ribu, dengan jangka waktu selama 5 tahun. Fasilitas pinjaman ini digunakan untuk pembelian dan instalasi mesin. Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, fasilitas pinjaman ini dikenakan tingkat bunga mengambang sebesar 7,75Yo per tahun. Pada bulan Juli 2024, MGL mendapat fasilitas kredit dari BCA dengan maksimum pinjaman sebesar USD 12.420.000 atau setara dengan Rp 188.013.960 ribu, dengan jangka waktu selama 6 tahun. Fasilitas pinjaman ini digunakan untuk pembiayaan rebuilding mesin. Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, fasilitas pinjaman ini dikenakan tingkat bunga mengambang sebesar 7,75Y6 per tahun. -41 - BCA In 2017, MGL obtained a credit facility from BCA amounted to Rp 636,065,000 thousand. This facility was used for refinancing of the Junior Loan. The loan facility bears floating interest rate at 10Yc per annum at the beginning with a term of 8 years. At December 31, 2025, this loan facility bear a floating interest rate of 7.75Yo per annum. This Facility has been paid at the end of 2025. On June 2019, MGL obtained a credit facility from BCA with maximum credit amounted to USD 25,000,000 and USD 5,000,000 (eguivalent with Rp 347,525,000 thousand and Rp 69,505,000 thousand), with terms of 8 years and 7 years, respectively. This loan facility is used to finance purchase of new machinery. At June 30, 2026 and December 31, 2025, this loan facility bear a floating interest rate of 7.75Y4 per annum. On November 2022, MGL obtained a credit facility from BCA with maximum credit amounted to USD 7,000,000 or eguivalent with Rp 110,117,000 thousand, with terms of 5 years. This loan facility is used to finance the purchase and installation of machineries. At June 30, 2026 and December 31, 2025, this loan facility bear a floating interest rate of 7.7599 per annum. On July 2024, MGL obtained a credit facility from BCA with maximum credit amounted to USD 12,420,000 or eguivalent with Rp 188,013,960 thousand, with terms of 6 years. This loan facility is used to finance rebuilding of machineries. At June 30, 2026 and December 31, 2025 this loan facility bear a floating interest rate of 7.75Y6 per annum.
Page 45 OCR 0.935
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) (Lanjutan) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) (Continued) 13. Pinjaman jangka pendek dan jangka panjang BCA dijamin dengan: . Sebagian sertifikat Hak Guna Bangunan (“HGB”) atas tanah milik MGL. . Mesin dan peralatan milik MGL. Perjanjian kredit investasi dengan BCA mencakup persyaratan tertentu antara lain membatasi MGL dalam hal memperoleh pinjaman baru, meminjamkan uang atau melakukan investasi yang tidak berkaitan dengan kegiatan usaha debitor, menjual atau melepaskan harta tidak bergerak, melakukan pemisahan, peleburan, penggabungan, pengambil 'alihan atau pembubaran usaha, melakukan pembayaran dipercepat di luar jadwal yang telah ditetapkan dalam perjanjian kredit pinjaman Junior dan memastikan bahwa kreditor pinjaman Junior tidak menyatakan MGL cidera janji berdasarkan perjanjian kredit pinjaman Junior atau perjanjian kredit lainnya. MGL juga diharuskan memenuhi beberapa rasio keuangan sebagai berikut: e Nilai EBITDA minimal Rp 400.000.000 ribu. 8 Current ratio minimal 1 kali. » EBITDA terhadap kewajiban pembayaran bunga dan angsuran pokok minimal 1,1 kali. Shinhan Pada bulan Oktober 2025, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman korporasi dari Shinhan dengan maksimum pinjaman sebesar Rp 200.000.000 ribu dengan jangka waktu selama 4 tahun. Fasilitas pinjaman ini digunakan untuk pembelian barang untuk wholesale business. Pada tanggal 30 Juni 2026, fasilitas pinjaman ini dikenakan tingkat bunga tetap sebesar 7,50Y6 per tahun. Tidak ada aset yang dijaminkan atas pinjaman ini. Fasilitas pinjaman dengan Shinhan mencakup persyaratan keuangan seperti mempertahankan rasio debt service coverage minimal 1,1 kali yang dihitung berdasarkan laporan keuangan konsolidasian. LIABILITAS IMBALAN KERJA Grup membukukan progam pensiun imbalan pasti untuk karyawan sesuai dengan kebijakan Grup. Jumlah karyawan yang berhak atas imbalan pasca kerja tersebut adalah 2.962 dan 3.007 karyawan masing - masing pada 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025. Grup membentuk aset program yang dikelola oleh DPLK Manulife dan DPLK Allianz Indonesia, untuk mendanai program imbalan pasti seluruh karyawannya. -42- 13. 'Short-term bank loan and long-term bank loan from BCA are secured by: . Several certificate of Building Use Rights (“HGB”) on land owned by MGL. . Machineries and eguipments owned by MGL. The investment credit agreement of BCA covered specific reguirements such as limiting MGL in terms Of obtaining a new loan, lending money or making investments that are not related to business activities of the debtor, to sell or release the immovable property, performing — separation, consolidation, merger, takeover or dissolution of business, make accelerated payments beyond a predetermined schedule of the Junior credit loan agreement and ensure that creditors of the Junior loan will not claim that MGL has a default under the Junior credit loan agreement or other credit agreements. MGL is also reguired to comply with certain financial ratios as follows: « The value of EBITDA shall not less than Rp 400,000,000 thousand. «Current ratio is at least 1 time. « EBITDA to the obligation of payment interest and principal installment is at least 1.1 times. Shinhan In October 2025, the Company obtained a corporate loan facility from Shinhan with maximum credit amounted to Rp 200,000,000 thousand, with terms of 4 years. This loan facility is used to purchase goods for wholesale business. At June 30, 2026, this loan facility bear a fixed interest rate of 7.5096 per annum. No assets are collateralized for this loan. The above loan facilities with Shinhan contain financial covenants such as maintaining a minimum debt service coverage ratio of 1.1 times, computed based on the consolidated financial statements. EMPLOYEE BENEFITS OBLIGATION The Group provides defined benefit pension plan to their employees based on their policy. The number Of employees entitled to the benefits was 2,962 and 3,007 employees as of June 30, 2026 and December 31, 2025, respectively. The Group established plan assets managed by DPLK Manulife and DPLK Allianz Indonesia to fund the defined benefit plan of its employees.
Page 46 OCR 0.937
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) (Lanjutan) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) (Continued) Program imbalan pasti memberikan eksposur Grup terhadap risiko aktuarial seperti: risiko tingkat bunga dan risiko gaji. a. Risiko tingkat bunga Penurunan suku bunga obligasi akan meningkatkan liabilitas program. b. Risiko Gaji Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan mengacu pada gaji masa depan peserta program. Dengan demikian, kenaikan gaji peserta program akan meningkatkan liabilitas program. Biaya periode berjalan sebesar Rp 31.025.896 ribu (2025: Rp 24.967.233 ribu) termasuk dalam beban umum dan administrasi (Catatan 21). Komponen beban imbalan pasti yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain setelah dikurangi pajak tangguhan adalah sebesar Rp 15.642.745 ribu untuk tahun 2025, dicatat sebagai penghasilan komprehensif lain dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Jumlah liabilitas imbalan kerja yang diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasian yang timbul dari liabilitas imbalan kerja Grup adalah sebagai The defined benefit plan typically exposes the Group to actuarial risks such as: interest rate risk and salary risk. a. Interest raterisk A decrease in the bond interest rate will increase the plan liability. b. Salary Risk The present value of the defined benefit plan liability is calculated by reference to the future salaries of plan participants. As such, an increase in the salary of the plan participants will increase the plan's liability. Expense for the period amounted to Rp 31,025,896 (2025: Rp 25,967,233 thousand) was included in general and administrative expenses (Note 21). Components of defined benefit costs recognized in other comprehensive income net after deferred tax amounting to Rp 15,642,745 thousand in 2025, recorded as other comprehensive income in consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income. The amounts in consolidated statement of financial position arising from the Group's obligation respect of these employee benefits are as follows: 31 Desember/ December 31, 2025 berikut: 30 Juni/ June 30, 2026 Nilai kini kewajiban imbalan pasti 601.531.731 Nilai wajar aset program (104.685.493) 602.662.281 Present value of the benefit obligation (127.877.581) Fair value of plan assets Liabilitas bersih 496.846.238 474.184.700. Net Liabilities Jumlah liabilitas imbalan kerja Grup dalam laporan posisi keuangan konsolidasian dan mutasi nilai kini kewajiban imbalan pasti adalah sebagai berikut: Kewajiban imbalan pasti - awal Biaya jasa kini Biaya jasa lalu Biaya bunga - Liabilitas imbalan kerja yang dialihkan kepada pihak berelasi - Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti: Kerugian aktuarial yang timbul dari perubahan asumsi keuangan - Keuntungan aktuarial yang timbul dari penyesuaian atas pengalaman Pembayaran manfaat 602.662.281 03.033 (34.333.583) The amounts in the consolidated statements of financial position arising from the Group's obligation and movements in the present value of the defined benefit obligation in the current year are as follows: 623.704.081 — Opening defined benefit obligation 42.859.734 Current service cost 96.445 Past service cost 40.259.095 Interest cost Employee benefits obligation (1.082.242) — transferred to related party Remeasurement of the net defined benefit liabilities: Actuarial loses arising from 19.737.950 changes in financial assumptions Actuarial gains arising (4.792.010) from experience adjustment (118.120.772) Benefits paid Kewajiban imbalan pasti - akhir 601.531.731 602.662.281 Closing defined benefit obligation
Page 47 OCR 0.934
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 'SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) (Lanjutan) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) (Continued) Mutasi nilai wajar aset program adalah sebagai Movement in the fair value of the plan assets are as berikut: follows: 30 Juni/ 31 Desember/ June 30, December 31, 2026 2025 Nilai wajar aset program - awal 127.877.581 220.574.558 Opening fair value of plan assets Kontribusi pemberi kerja 4.800.000 10.300.000 Contributions from employer Imbal hasil ekspektasian aset program 2.177.137 15.726.966 Expected retum on plan assets Kerugian aktuarial atas aset program (5.108.861) Actuarial losses on plan assets Pembayaran manfaat Nilai wajar aset program - akhir (30.169.225) (113.615.082) Benefits paid 104.685.493 127.877.581 Closing fair value of plan assets Perhitungan imbalan pasca kerja dihitung oleh KKA Indra Catarya Situmeang dan Rekan, aktuaris independen, dengan menggunakan asumsi utama: 30 Juni/June 30, 202 1/ Usia pensiun normal (tahun) Tingkat diskonto pertahun Tingkat kenaikan gaji per tahun Tingkat kematian Asumsi aktuarial yang signifikan untuk penentuan kewajiban imbalan pasti adalah tingkat diskonto dan kenaikan gaji yang diharapkan. Sensitivitas analisis di bawah ini ditentukan berdasarkan masing-masing perubahan asumsi yang mungkin terjadi pada akhir periode pelaporan, dengan semua asumsi lain konstan. Jika tingkat diskonto lebih tinggi (lebih rendah) 100 basis poin, kewajiban imbalan pasti akan berkurang menjadi sebesar Rp 568.838.502 ribu (bertambah menjadi sebesar Rp 637.855.513 ribu) pada 30 Juni 2026 (31 December 2025: berkurang menjadi sebesar Rp 569.969.052 ribu (bertambah menjadi sebesar Rp 638.986.063 ribu)). Jika pertumbuhan gaji yang diharapkan naik (turun) menjadi 1Yo, kewajiban imbalan pasti akan naik menjadi sebesar Rp 639.728.529 ribu (turun menjadi sebesar Rp 566.529.627 ribu) pada 30 Juni 2026 (31 Desember 2025: naik menjadi sebesar Rp 640.859.079 ribu (turun menjadi sebesar Rp 567.660.177 ribu)). Seluruh aset program Grup merupakan kategori investasi pasar uang yang diukur menggunakan nilai wajar berdasarkan harga pasar kuotasian. Analisis sensitivitas yang disajikan di atas mungkin tidak mewakili perubahan yang sebenarnya dalam kewajiban imbalan pasti mengingat bahwa perubahan asumsi terjadinya tidak terisolasi satu sama lain karena beberapa asumsi tersebut mungkin berkorelasi. 55 6,32Yo 8Ya TMI 2019 The cost of providing employee benefits is calculated by KKA Indra Catarya Situmeang dan Rekan, an independent actuary, using the following key assumptions: 6 dan/and rr Normal retirement age (years) Discount rate per annum Salary increment rate per annum Mortality rate Significant actuarial assumptions for the determination of the defined obligation are discount rate and expected salary increase. The sensitivity analyses below have been determined based on reasonably possible changes of the respective assumptions occurring at the end of the reporting period, while holding all other assumptions constant. . IF the discount rate is 100 basis points higher (lower), the defined benefit obligation will decrease to Rp 568,838,502 thousand (increase to Rp 637,855,513 thousand) as of June 30, 2026 (December 31, 2025: decrease to Rp 569,969,052 thousand (increase to Rp 638,986,063 thousand)). If the expected salary growth increases (decreases) 1Yh, the defined benefit obligation will increase to Rp 639,728,529 thousand (decrease to Rp 566,529,627 thousand) as of June 30, 2026 (December 31, 2025: increase to Rp 640,859,079 thousand (decrease to Rp 567,660,177 thousand)). All of the Group's plan assets represent money market investment that is measured in fair value based on guoted market price. The sensitivity analysis presented above may not be representative of the actual change in the defined benefit obligation as it is unlikely that the change in assumptions would occur in isolation of one another as some of the assumptions may be correlated.
Page 48 OCR 0.921
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) (Lanjutan) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) (Continued) Selanjutnya, dalam menyajikan analisis sensitivitas di atas, nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan menggunakan metode projected unit credit pada akhir periode pelaporan, yang sama dengan yang diterapkan dalam menghitung liabilitas manfaat pasti yang diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasian. Tidak ada perubahan dalam metode asumsi yang digunakan dalam penyusunan analisis sensitivitas dari tahun sebelumnya. Durasi rata-rata dari kewajiban imbalan Perusahaan dan MGL pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah 11,11 tahun. 14. MODAL SAHAM Sesuai dengan daftar pemegang saham yang dikeluarkan oleh Biro Administrasi Efek (PT Raya Saham Registra), susunan pemegang saham Perusahaan adalah sebagai berikut: 14. Furthermore, in presenting the above sensitivity analysis, the present value of the defined benefit obligation has been calculated using the projected unit credit method at the end of the reporting period, which is the same as that applied in calculating the defined benefit obligation liability recognized in the consolidated statements of financial position. There were no changes in the methods and assumptions used in preparing the sensitivity analysis from prior years. The Company and MGL's average duration of the benefit obligation as of June 30, 2026 and December 31, 2025 are 11.11 years. CAPITAL STOCK According to the register of shareholders issued by Biro Administrasi Efek (PT Raya Saham Registra), the Company's shareholding structure are as follows: 30 Juni/June 30, 2026 dan/and 31 Desember/December 31, 2025 Jumlah Persentase Jumlah saham/ pemilikan/ modal disetor/ Number Percentage Total paid-up Nama Pemegang Saham of share of ownership capital Name of Stockholders PT Eka Gunatama Mandiri 2.741.735.320 41,45Y0 274.173.532 PT Eka Gunatama Mandiri PT Mulia Grahapermai 1.706.693.290 25,806 170.669.329 PT Mulia Grahapermai Masyarakat umum (masing-masing di bawah 596) 2.166.571.390 2,75Ya 216.657.139 Public (below 596 each) Jumlah —6.615,000.000 100,006, 561.500.000. Total Modal ditempatkan dan disetor penuh adalah saham biasa yang memberikan hak untuk membawa satu suara per saham dan berpartisipasi dalam dividen. 15. TAMBAHAN MODAL DISETOR - BERSIH Akun ini merupakan kelebihan harga jual atas nilai nominal saham dengan rincian sebagai berikut: 15. The shares issued and fully paid are ordinary shares which entitle the holder to carry one vote per share and to participate in dividends. ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL - NET This account represents the excess of the total proceeds over the total par value of shares, with details as follows: 30 Juni/June 30, 2026 dan/and 31 Desember/December 31, 2025 Penawaran umum tahun 1994, 25.000.000 saham, norrinal Rp 1.000 per saham, harga penawaran Rp 3.800 per saham Penawaran umum terbatas I tahun 1995, 100.000.000 saham, norrinal Rp 1.000 per saham harga penawaran Rp 3.000 per saham Pembagian saham bonus, 247.500.000 saham nominal Rp 1.000 per saham Penawaran umum terbatas II tahun 1996, 189.000.000 saham, nominal Rp 1.000 per saham harga penawaran Rp 1.700 per saham Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali atas penjualan saham entitas anak Penjualan saham diperoleh kembali Jumlah Initial public offering in 1994, 25,000,000 shares with Rp 1,000 par value per share at 70.000.000 an offering price of Rp 3,800 per share Limited public offering 1 in 1995, 100,000,000 shares with Rp 1,000 par value per share 200.000.000 at an offering price of Rp 3,000 per share Distribution of 247,500,000 bonus shares (247.500.000) at Rp 1,000 par value per share Limited public offering II in 1996, 189,000,000 shares with Rp 1,000 par value per share 132.300.000 at an offering price of Rp 1,700 per share Difference in value of restructuring transactions among entities under common control from 101.796.602 sale of subsidiary's shares 48.124.440 Sale of treasury stock 30: 2 Total
Page 49 OCR 0.939
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) (Continued) (Lanjutan) Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali merupakan keuntungan atas 16. 17. 18. penjualan seluruh kepemilikan saham Perusahaan sebesar 99,9Yo atas PT Muliakeramik Indahraya (MKIR) kepada PT Eka Gunatama Mandiri (entitas sepengendali) pada tanggal 23 Oktober 2017. DIVIDEN TUNAI DAN CADANGAN UMUM Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perusahaan sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris No. 159 tanggal 23 Mei 2025, dari Christina Dwi Utami, S.H., Mhum, MKn., Notaris di Jakarta, telah disetujui untuk membagikan dividen tahun buku 2024 kepada para pemegang saham Perusahaan sebesar Rp 46.305.000 ribu atau Rp 7 per saham. Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, utang dividen kas sebesar Rp 967.690 ribu. PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN Akun ini meliputi penghasilan komprehensif lain yang diakumulasikan dalam ekuitas. 30 Juni/ June 30, 2026 16. 17. Difference in value of restructuring transactions among entities under common control represents gain of sale of all 99.976 of the Company ownership over PT Muliakeramik Indahraya (MKIR) to PT Eka Gunatama Mandiri (entity under common control) on October 23, 2017. CASH DIVIDENDS AND GENERAL RESERVE Based on the minutes of the Stockholders' Annual Meeting as stated in Notarial Deed No. 159 dated May 23, 2025, of Christina Dwi Utami, S.H., Mhum, MKn, Notary in Jakarta, the stockholders approved to distribute dividends for the year 2024 to the Company's shareholders amounting to Rp 46,305,000 thousand or Rp 7 per share. As of June 30, 2026 and December 31, 2025, cash dividends payable amounted to Rp 967,690 thousand. OTHER COMPREHENSIVE INCOME This account comprises of other comprehensive income that are accumulated in eguity. 31 Desember/ December 31, 2025 Surplus revaluasi 3.693.118.214 Pengukuran kembali liabilitas 3.693.118.214 181.526.070! 3.511.592.144 Revaluation reserve Remeasurement of defined benefits obligation Total imbalan pasti 81.526.070: Jumlah 3.511.592.144 Surplus Revaluasi 30 Juni/ June 30, 026 Revaluation reserve 31 Desember/ December 31, 2025 Saldo awal tahun 3.693.118.214 Peningkatan yang timbul dari revaluasi - bersih - Saldo akhir tahun 3.693.118.214 3.587.145.123 105.973.091 3.693.118.214 Balance at beginning of year Increase arising from revaluation - net Balance at end of year PENDAPATAN 18. REVENUE 30 Juni/June 30, 2026 2025 Pihak berelasi (Catatan 26) 5.260.478 8.440.327 Related parties (Note 26) Pihak ketiga Third parties Lokal 1.164.063.524 1.112.227.263 Local Ekspor 802.609.161 925.410.512 Export Subjumlah 1.966.672.685 2.037.637.775 Subtotal Jumlah 1.971.933.163 2.046.078.102 Total Insentif kinerja (21.694.314) Jumlah 1.950.238.849 -46 - (44.525.835) Performance incentives 2.001.552.267 Total
Page 50 OCR 0.942
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) (Lanjutan) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) (Continued) Tidak terdapat penjualan kepada satu pelanggan yang melebihi 10Y6 dari jumlah penjualan bersih. Grup mengakui penjualan pada waktu tertentu. 19. BEBAN POKOK PENDAPATAN There were no sales to individual customers representing more than 1096 of total net sales. The Group revenue is recognized at point in time. 19. COST OF REVENUE 30 Juni/June 30, 26 2 693.435.826 Raw materials used 148.482.130 Direct labor 906.838.462 Manufacturing expenses Bahan baku digunakan 635.149.743 Tenaga kerja langsung 144.463.255 Biaya pabrikasi 1.114.230.210 Jumlah biaya produksi 1.893.843.208 Persediaan barang dalam proses (Catatan 7) 1.748.756.418 Total manufacturing cost Work in process (Note 7) Awal tahun 85.147.832 34.676.454 At beginning of year Akhir tahun (76.464.430) (51.825.318) At end of year Biaya pokok produksi 1.902.526.610 1.731.607.554 Cost of goods manufactured Persediaan barang jadi Finished goods Awal tahun (Catatan 7) 675.293.771 624.071.477 At beginning of year (Note 7) Pembelian 570.937 1.863.738 Purchases Akhir tahun (Catatan 7) (738.292.475) (697.219.454) At end of year (Note 7) Beban pokok pendapatan 1.840.098.843 1.660.323.315 Cost of revenue Biaya pabrikasi terdiri dari: Manufacturing expenses consist of: 30 Juni/June 30, 420.729.615 Fuel 157.426.015 Depreciation (Note 8) 111.581.583 Electricity and water 111.084.547 Salaries and allowances 59.533.610 Spareparts 17.602.499 Rent 11.892.093 Repairs and maintenance 16.988.500 Others 2026 2025 Bahan bakar 577.450.777 Penyusutan (Catatan 8) 196.373.176 Listrik dan air 114.479.653 Gaji dan tunjangan 109.251.589 Suku cadang 74.818.647 Sewa 15.950.025 Perbaikan dan pemeliharaan 10.791.775 Lain-lain 15.114.568 Jumlah 1.114.230.210 906.838.462. Total Pada 30 Juni 2026 dan 2025, tidak ada pembelian bahan baku yang melebihi 10Y6 dari penjualan bersih. 20. BEBAN PENJUALAN As of June 30, 2026 and 2025, there is no purchase Of raw materials more than 1096 of total net revenue. 20. SELLING EXPENSES 30 Juni/June 30, 2025 135.100.421 Freight 7.476.442 Salaries and allowances 2.709.345 Travelling 4.317.294 Insurance 4.190.782 Others 2026 Pengangkutan 127.796.778 Gaji dan tunjangan 7.725.229 Perjalanan dinas 3.265.749 Asuransi 2.510.149 Lain-lain 4.288.298 Jumlah 145.586.203 -47 - 153.794.284 Total
Page 51 OCR 0.934
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) (Lanjutan) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) (Continued) 21. 22. 23. 24. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI 21. 30 Juni/June 30, GENERAL AND ADMINISTRATIVE EXPENSES 2026 2025 Gaji dan tunjangan 74.429.920 76.786.932 Salaries and allowances Imbalan pasca kerja (Catatan 13) 31.025.896 24.967.233 Employee benefits (Note 13) Penyusutan (Catatan 8) 6.277.938 4.670.210 Depreciation (Note 8) Perjalanan dinas 5.317.847 4.951.603 — Travelling Pengepakan kembali 3.101.724 3.510.480 Repackaging Perbaikan dan pemeliharaan 2.041.301 1.812.395 Repair and maintenance Pelatihan dan pendidikan 1.941.611 1.570.140 Training and education Barang pecah 671.109 7.770.628 Damage goods Lain-lain 10.797.215 10.087.776 Others Jumlah 135.604.561 136.127.397 Total BEBAN KEUANGAN 22. FINANCE COSTS 30 Juni/June 30, 26 2025 Beban bunga pinjaman sesuai dengan tingkat bunga perjanjian 34.625.311 29.829.817 Biaya bank 2.883.598 3.369.314 Jumlah 37.508.909 33.199.131 KEUNTUNGAN LAIN-LAIN - BERSIH 23. OTHER GAINS - 30 Juni/June 30, 26 2025 Penghasilan bunga 3.182.483 7.210.715 Keuntungan (kerugian) penjualan aset tetap (Catatan 8) 1.116.030 (14.978) Beban pajak (4.574.448) (4.677.755) Lain-lain 2.476.442 2.609.753 Jumlah 2.200.50: 5.127.735. PAJAK PENGHASILAN 24. INCOME TAX (Manfaat) beban pajak Grup terdiri dari: of the following: 30 Juni/June 30, 2026 2025 Pajak kini Entitas anak 2 23.406.854 Jumlah & 23.406.854 Pajak tangguhan Perusahaan 97.036 118.360 Entitas anak (24.695.578) (14.572.163) Jumlah (24.598.542) (14.453.803) Penyesuaian yang diakui pada tahun berjalan sehubungan dengan pajak badan tahun sebelumnya Perusahaan 764.218 839.483 Jumlah 764.218 839.483 (Manfaat) beban pajak - bersih (23.834.324) 9.792.535 -48 - Loan interest expense using contractual rate Bank charges Total NET Interest income Gain (loss) on sale of property, plant, and eguipment (Note 8) Tax expenses Others Total Income tax (benefit) expense of the Group consists Current tax Subsidiary Total Deferred tax The Company Subsidiary Total Adjustment recognized in current year related to corporate tax of prior year The Company Total Tax (benefit) expense - Net
Page 52 OCR 0.917
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) (Lanjutan) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) (Continued) Pajak Kini Rekonsiliasi antara (rugi) laba sebelum pajak menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dengan (rugi) laba fiskal adalah sebagai berikut: Current tax Reconciliation between (loss) profit before tax per consolidated statements of profit or loss and other comprehensive income and taxable (loss) profit is as follows: 2026 30 Juni/June 30, 2025 (Rugi) laba sebelum pajak menurut laporan laba rugi dan penghasilan (Loss) profit before tax per consolidated statements of profit or loss and komprehensif lain konsolidasian (182.537.853) 38.877.046 other comprehensive income Pendapatan dividen dari entitas anak - 47.124.000 Dividend income from subsidiary (Rugi) laba sebelum pajak entitas anak (169.137.898) 92.803.202 (Loss) Profit before tax of subsidiary Rugi sebelum pajak Perusahaan 13.399.955) (6.802.156) Loss before tax of the Company Perbedaan temporer: 'Temporary differences: Imbalan pasca kerja (194.169) (688.569) Employee benefits Depreciation of property, plant, Penyusutan aset tetap (246.906) 126.220 and eguipment Jumlah (441.075) (562.349) Total Perbedaan tetap: Permanent differences: Jamuan dan sumbangan 55.943 106.140 Donation and representation Beban pajak 423.370 647.762 Tax expense Penghasilan bunga (764.764) (905.498) Interest income Lain-lain (78.819) 2 Others Jumlah (364.270) (151.596) Total Rugi fiskal tahun berjalan (14.205.300) (7.516.101) Taxable loss of the Company Rugi fiskal tahun sebelumnya (956.778) - Fiscal loss in prior year Akumulasi rugi fiskal (15.162.078 (7.516.101) Accumulated fiscal loss 30 Juni/June 30, 2026 Beban pajak kini 3 - Current tax expense Dikurangi pembayaran pajak Less payment of prepaid tax dibayar dimuka Pasal 22 (22.759) (131.456) — Article 22 Pasal 25 2 (838.164) Articie 25 Klaim pengembalian pajak Klaim pengembalian pajak Grup adalah sebagai berikut: 22.159 969.62 Claims for tax refund The Group's claims for tax refund are computed as follows: 30 Juni/ 31 Desember/ June 30, December31, 2026 2025 Pajak penghasilan - Pasal 28A Income tax - Articie 28A Perusahaan The Company 2026 22.759 al In 2025 2025 1.027.929 1.027.929 In 2024 Entitas anak Subsidiary 2026 18.402.155 - 2025 47.159.968 47.159.968 In 2025 2024 — 6.744.177 In 2024 Klaim pengembalian pajak 66.612.811 54.932.074. Claims for tax refund Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun 5 (6.744.177) Current maturities Bagian klaim pengembalian pajak Long-term maturities of jangka panjang 66.612.811 48.187.897 claims for tax refund - 49 -
Page 53 OCR 0.862
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) (Lanjutan) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) (Continued) Pada tahun 2026, MGL telah mengajukan klaim pengembalian pajak tahun 2025. Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (“SKPLB" MGL mengakui klaim pengembalian pajak untuk pajak badan tahun 2024 sebesar Rp 7.670.665 ribu dan menerima SKPLB sebesar Rp 6.744.177 ribu pada 31 Desember 2025. Selisih sebesar Rp 926.488 ribu dicatat pada laporan laba rugi tahun berjalan. Pada tanggal 5 Februari 2026, klaim pengembalian pajak tersebut telah diterima. Pajak Tangguhan Rincian aset (liabilitas) pajak tangguhan - bersih adalah sebagai berikut: In 2026, MGL filed a claim for tax refund for the fiscal year 2025. Overpayment Tax Assessment Letter (“SKPLB") MGL recognized a claim for tax refund for 2024 corporate income tax amounting to Rp 7,670,665 thousand and received SKPLB amounting to Rp 6,744,177 thousand on December 31, 2025. The difference amounting to Rp 926,488 thousand was recognized in the current year's profit or loss. On February 5, 2026, the claim for tax refund was received. Deferred Tax The details of deferred tax assets (liabilities) - net are as follows: Dikreditkan (dibebankan) ke penghasilan Dikreditkan komprehensif Dikreditkan dibebankan) tain/ (dibebankan) ke laba rugi/ Credited ke laba rugi/ 1 Januar/ Credited — (charged)toother 31 Desember! Credited 30 Juny Januaryi, —— (charged)to — comprehensive — December31, — (charged) to June 30, 2025 profit or loss income 2025 .profit or loss 2026 Perusahaan Ihe Company Labiitas imbalan pasca Employee benefits kerja 5.601.519 5.330 19.110 51625.959 (42717) 5.583.242 obiigation Deprediation of property, Penyusutan aset tetap 350.439 (49.307) 381.132 54.319 276.813 plant and eguipment /Aset pajak tangguhan - bersih 951950 113.977) 19.110 5.957.091 192.036) 51860055. — Deferred tax assets - net Entitas anak The Subsidiary Liabiitas imbalan pasca Employee benefits kerja 83.086979 — 11.346.751 4.392.946 98.826.676 4.802.085 103.728.761 obigation “Surplus revaluasi (174.381.386) 21.369.787 (30.300.580) — (189.312.179) — 19.469513 — (163.842.666) — Revaluation reserve Depreciation of property, Penyusutan aset tetap 1.693.445 (526.398) 1.367.047 351.680 1.718.727 plant and eguipment. Penyisihan penurunan nilai llowance for decine in persediaan 338.408 (75133) 263.275 (27.700) 235.575 value of inventories Iabiltas pajak tangguhan - bersih (69.2621558) .. 32.315.007 (25.907.638) 162.855.181) .24.695578 58.159.603) — Deferrad tax liabiities - net Rekonsiliasi antara beban pajak dan hasil perkalian laba akuntansi sebelum pajak dengan tarif pajak yang berlaku adalah sebagai berikut: Reconciliation between the tax expense and the amounts computed by applying the effective tax rates to income before tax are as follows: 30 Juni/June 30, 2026 2025 (Rugi) laba sebelum pajak menurut (Loss) profit before tax per consolidated laporan laba rugi dan penghasilan statements of profit or loss and komprehensif lain konsolidasian (182.537.853) 38.877.046 other comprehensive income (Manfaat) beban pajak sesuai dengan tarif efektif (40.158.328) 8.552.951 Tax (benefit) expense at effective rate Pengaruh pajak atas beban yang tidak dapat diperhitungkan menurut fiskal (1.811.831) (1.248.085) Tax effect of non-taxable income Rugi fiskal tidak dapat dimanfaatkan 17.371.617 1.648.186 Unrecognized fiscal losses Penyesuaian yang diakui pada tahun Adjustment recognized in berjalan sehubungan dengan pajak current year related to corporate badan tahun sebelumnya 764.218 839.483 tax of prior year Jumlah (manfaat) beban pajak - bersih (23.834.324) 9.792.535 Total tax (benefit) expense - net Perusahaan tidak mengakui aset pajak tangguhan terkait dengan rugi fiskal. - 50 - The Company has not recognized any deferred tax asset in relation to the fiscal loss.
Page 54 OCR 0.931
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK (CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) (Continued) (Lanjutan) 25. (RUGI) LABA PER SAHAM DASAR Berikut ini adalah data yang digunakan untuk perhitungan laba per saham dasar: 2026 (Rugi) laba per saham dasar (Rugi) laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk (158.703.529) Jumlah rata-rata tertimbang saham beredar (penyebut) untuk tujuan perhitungan laba per saham dasar adalah sebagai berikut: 30 Juni/ June 30, 2026 Sahanv/Shares Jumlah lembar saham dengan nominal sebesar Rp 100 per saham 6.615.000.000 Pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, Grup tidak memiliki efek setara saham biasa yang berpotensi dilutif. 26. SIFAT DAN TRANSAKSI PIHAK BERELASI 25. BASIC (LOSSES) EARNINGS PER SHARE The computation of basic earnings per share is based on the following data: 30 Juni/June 30, 2025 Basic (losses) earnings per share (Loss) profit for the year attributable 29,084,511 to owner of the Company The weighted average number of outstanding shares (denominator) for the computation of basic earnings per share is as follows: 31 Desember/ December 31, 2025 Sifat Pihak Berelasi a. PT Eka Gunatama Mandiri dan PT Mulia Grahapermai merupakan pemegang saham Grup. Bapak Eka Tjandranegara dan keluarga merupakan pemegang saham terakhir Perusahaan. b. Sebagian Direksi, Komisaris dan karyawan kunci Grup merupakan manajemen dari Mulia Inc., Amerika Serikat, Concord Building Materials Pte. Limited, Singapura dan PT Muliakeramik Indahraya. Transaksi-transaksi Pihak Berelasi a. Dalam kegiatan usahanya, Grup melakukan transaksi usaha dengan pihak berelasi seperti penjualan produk sebagai berikut: . Rincian penjualan bersih dan piutang usaha kepada pihak berelasi adalah sebagai berikut: Pendapatan 26. Saham/Shares Number of shares with par value 6.615.000.000 amounted to Rp 100 per share As of the date of consolidated statements of financial position, the Group did not have any potential effect Of dilutive shares. NATURE OF RELATIONSHIP TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES AND Nature of Relationship a. PT Eka Gunatama Mandiri and PT Mulia Grahapermai are the major stockholders of the Group. Mr. Eka Tjandranegara and family is the ultimate shareholder of the Company. b. Several Directors, Commissioners and key personnel of the Group are the management of Mulia Inc., United States, Concord Building Materials Pte. Limited, Singapore and PT Muliakeramik Indahraya. Transactions with Related Parties a. In the normal course of business, the Group entered into certain transactions with related parties such as sales of products as follows: » The details of net sales to and trade accounts receivable from related parties are as follows: Revenue 30 Juni/June 30, 026 2 Concord Building Materials Pte. Limited, Singapura 3.132.372 Mulia Inc., Amerika Serikat 2.128.106 Jumlah 5.260.478 Persentase dari jumlah penjualan bersih 0,2740 - 51 - 025 Concord Building Materials 5.770.334 Pte. Limited, Singapore 2.669.993 Mulia Inc., United States 8.440.327. Total 0,42Y6 Percentage of total net sales
Page 55 OCR 0.698
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) (Lanjutan) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) (Continued) Piutang usaha Trade accounts receivable 30 Juni/ 31 Desember/ June 30, December 31, 2026 2025 Mulia Inc., Amerika Serikat 3.803.280 3.063.305 Mulia Inc., United States Concord Building Materials Concord Building Materials Pte. Limited, Singapura - 460.811 Pte. Limited, Singapura PT Muliakeramik Indahraya 5 5.490 PT Muliakeramik Indahraya Jumlah 3.803.280 3.529.606. Total Persentase dari jumlah aset 0,05Y6 0,05Yo Percentage of total assets b. Grup juga melakukan transaksi tertentu b. The Group also entered into certain transactions dengan pihak berelasi, sebagai berikut: Piutang lain-lain Akun ini merupakan biaya yang dibayarkan Grup terlebih dahulu sebagai berikut: with related parties as follows: rr nts receivabl This account represents advance payment of related parties expenses paid by the Group as follows: 30 Juni/ 31 Desember/ June 30, December 31, 026 2025 PT Muliakeramik Indahraya 14.744.551 6.525.087 PT Muliakeramik Indahraya PT Eka Gunatama Mandiri 41.161 56.794 PT Eka Gunatama Mandiri Jumlah 14.785.712. 6.581.881. Total 27. INFORMASI SEGMEN 27. SEGMENT INFORMATION Segmen Operasi Operating Segments Pada 30 Juni 2026 dan 2025, Grup memiliki segmen At June 30, 2026 and 2025, the Group has business usaha yang terdiri dari kaca lembaran, kaca segment consisting of float glass, safety glass, glass pengaman, botol kemasan dan glass block. containers and glass block. Berikut ini adalah analisis penjualan dan hasil Grup The following is an analysis of the Group's sales and berdasarkan segmen yang dapat dilaporkan: results by reportable segment: ke anda kem engan dooitracan ga ge bk/ emas aunty Pon Satar ga Gum cot gr di pemanas ——appa Sianine HL Than Sa To angine Tha, aa ES 2 Pr RE 2 aa az PN 75 Petang sessna2 saunSM nak mean memes 1 usso2am 201552207 “Bram tar men Kerinana oo MARSORO IMAM Lor oo SI ha 0d20a2 —Lesason 2 raman Kan entpaan LIMIANG 20012 Temen desa gkok pendapatan | se00nun — eamns Gnotwene toatotor moxows 32892 Gompon sen pesan assisam usman sam egans eanumamean Gerenitn imsatatie same (25504 sen eni setara 501503) 1 Kemana Sang ang aa Danar setm “Tanneta Kamangan ben vem amns0n 5122795. Onergons- ne (raba setu pat ASIA AIO. Won odoetac FN par MN La Me Ing naa IT NN Lama 2 2 NE Mae Oreo hee Dep Mana naa sana MA -52- Jnsssnone — 2nesassna “ehites
Page 56 OCR 0.922
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) (Lanjutan) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) (Continued) Penjualan yang dilaporkan di atas merupakan penjualan yang dihasilkan dari pelanggan dalam dan luar negeri. Segmen Geografis Grup beroperasi di satu lokasi, Provinsi Jawa Barat, Indonesia, sedangkan produk dipasarkan ke berbagai pasar geografis. Berikut ini adalah jumlah penjualan konsolidasian Grup berdasarkan pasar geografis tanpa memperhatikan tempat diproduksinya Sales reported above represent sales generated from local and foreign customers. Geographical Segments The Group's operations are located solely in the province of West Java, while their products are marketed into several geographical markets. The following are the Group's consolidated sales by geographial market, regardiess of where the goods barang. were produced. 30 Juni/June 30, Pasar geografis 2026 2025 Geographical market Indonesia 1.148.890.613 1.077.125.462 Indonesia Asia (tidak termasuk Indonesia) 669.793.965 809.721.877 Asia (exclude Indonesia) Eropa 60.217.408 26.337.730 Europe Amerika 35.294.981 48.567.738 America Australia 30.154.077 36.514.261 Australia Afrika 5.887.805 3.285.199 Africa Jumlah 1.950.238.849 2.001.552.267 Total Seluruh aset tetap berlokasi di Indonesia. Nilai tercatat dan penambahan aset tetap masing- masing sebesar Rp 4.913.335.969 ribu pada 30 Juni 2026 dan Rp 290.896.437 ribu untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut (31 December 2025: Rp 4.825.144.616 ribu dan Rp 480.061.312 ribu untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut). 28. IKATAN a. Grup memiliki kerjasama dengan beberapa bank dan perusahaan pembiayaan untuk mendukung pengembangan bisnis para distributor Perusahaan di seluruh Indonesia melalui program pembiayaan distributor dan fasilitas multi kredit pada 30 Juni 2026 sebagai All property, plant, and eguipment are located in Indonesia. The carrying value and additions of property, plant, and eguipment are Rp 4,913,335,969 thousand as of June 30, 2026 and Rp 290,896,437 thousand for the six-month periods then ended, respectively (December 31, 2025: Rp 4,825,144,616 thousand and Rp 480,061,312 thousand for the year then ended). 28. COMMITMENT a. The Group entered into an agreement with several banks and finance company to support the business development of the Company's distributor in Indonesia through distributor financing program and multi credit facilities as of June 30, 2026 as follows: berikut: Fasilitas Fasilitas yang telah yang belum Fasilitas maksima/ —— digunakan/ digunakan/ Maximum facilities Used facilities — Unused facilities Perusahaan The Company Distributor Financing Distributor Financing BCA Rp 350.000.000 32.423.189 317.576.811 3CA Hibank Rp 200.000.000 - 200.000.000 Hibank Permata Rp 180.000.000 1.316.770 178.683.230 Permata CIMB Rp 100.000.000 636.984 99.363.016 — CIMB Danamon Rp 100.000.000 2.160.408 97.839.592 Danamon Entitas anak Subsidiary Fasilitas multi kredit Multi credit facility BCA USD (Nilai 30.000.000 2.100.333 27.899.667 BCA penuh/Full amount) - 53 -
Page 57 OCR 0.912
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) (Lanjutan) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) (Continued) 29. b. Pada tanggal 20 Desember 2024, MGL mengadakan perjanjian jasa manajemen dengan PT Xurya Daya Indonesia dan perjanjian sewa alat perangkat pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) fotovoltaik dengan b. On December 20, 2024, MGL entered into an agreement for management services with PT Xurya Daya Indonesia and a photovoltaic solar power plant eguipment (PLTS) rental agreement with PT Terang Sepanjang Masa for a period of PT Terang Sepanjang Masa dengan jangka 15 years. waktu 15 tahun. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA 29. MONETARY ASSETS AND LIABILITIES UANG ASING DENOMINATED IN FOREIGN CURRENCIES Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, At June 30, 2026 and December 31, 2025, the Group Grup mempunyai aset dan liabilitas moneter dalam had monetary assets and liabilities denominated in mata uang asing sebagai berikut: foreign currencies as follows: 30 Juni/June 30, 31 Desember/December 31, 2026 2025 Mata Uang Mata Uang Asing/ Asing/ Foreign Foreign currencies currencies (Nilai penuh/ Ekuivalen/ (Nilai penuh/ Ekuivalen/ Full amount) Eguivalent Fullamount) — Eguivalent Aset Assets Kas dan setara kas us 11.035.104 197.042.819 20.451.035 343.209.277 Cash and cash eguivalents EURO 212.545 4.327.480 25.228 498.339 Lainnya/ Others 2.105.454 1.091.521 Piutang usaha USD 15.420.729 10.763.003 180.624.708 Trade accounts receivable Jumlah Aset 478.828.295 | 525.423.845 Total Assets Liabilitas Liabilities Utang usaha kepada Trade account payable pihak ketiga us 1.162.532 20.758.163 3.086.809 51.802.838 — to third parties EURO 3.039.784 61.890.936 189.443 3.742.121 Lainnya/ Others 24.947.205 6.658.479 Biaya yang masih harus dibayar usD 496.507 8.865.620 674.520 11.319.800 Accrued expense Lainnya/ Others : Jumlah Liabilitas 73.523.238 Total Liabilities Aset Bersih 451.900.607. Net Assets Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, kurs konversi yang digunakan Grup adalah sebagai berikut: 30 Juni/ June 31, 2026 At June 30, 2026 and December 31, 2025, the conversion rates used by the Group are as follows: 31 Desember/ December 31, 2025 dalam Rupiah penuh/ in full Rupiah Mata Uang 1 USD 1 EURO 17.856 20.360 -54- Currencies 16.782 1 USD 19.753 1 EURO
Page 58 OCR 0.911
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) (Lanjutan) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) (Continued) 30. REKONSILIASI LIABILITAS YANG TIMBUL DARI AKTIVITAS PENDANAAN Tabel di bawah ini menjelaskan perubahan dalam liabilitas Grup yang timbul dari aktivitas pendanaan termasuk perubahan yang timbul dari arus kas dan perubahan non kas. Liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan adalah liabilitas yang arus kas masa depannya, diklasifikasikan dalam laporan arus kas konsolidasian Grup sebagai arus kas dari aktivitas pendanaan. Arus kas masuk 30. dari RECONCILIATION OF LIABILITIES ARISING FROM FINANCING ACTIVITIES The table below details changes in the Group's liabilities arising from financing activities, including both cash and non-cash changes. Liabilities arising from financing activities are those for which cash flows were, or future cash flows will be, classified in the Group's consolidated statement of cash flows as cash flows from financing activities. Arus kas keluar untuk 1 Januari/ aktivitas pendanaan/ aktivitas pendanaan/ 30 Juni/ January 1, Cash flows from Cash flows for June 30, 2026 financing activities — activities financing 2026 Utang bank Short-term jangka pendek 243.083.759 732.241.561 (630.126.401) 345.198.919 — bank loans Utang bank Long-term jangka panjang 646.809.313 - 192.590.924) 549.218.389 — bank loan Jumlah — 889.893.072. 32.241.561 (727.717.325) 894.417.308. Total Arus kas masuk dari — Arus kas keluar untuk 1 Januari/ aktivitas pendanaan/ aktivitas pendanaan/ 30 Juni/ January 1, Cash flows from Cash fiows for June 30, financing activities activities financing 2025 Utang bank Short-tem jangka pendek 170.195.983 288.607.271 (231.429.215) 227.374.039 bank loans Utang bank Long-term jangka panjang 503.807.335 104.297.642 (99.356.603) 508.748.374 — bank loan Jumlah — 624.003.318 392.904.913 330.785.818) —— 736.122.413. Total PENGUNGKAPAN TAMBAHAN ATAS AKTIVITAS INVESTASI NONKAS Grup melakukan transaksi investasi yang tidak memerlukan penggunaan kas atau setara kas dan yang tidak termasuk dalam laporan arus kas konsolidasian dengan perincian sebagai berikut: SUPPLEMENTAL DISCLOSURES ON NON-CASH INVESTING ACTIVITIES The Group entered into the following non-cash investing activity which are not reflected in the consolidated statements of cash flows with detail as follows: 30 Juni/June 30, 26 2025 Penambahan aset tetap melalui: Uang muka pembelian aset tetap 65.541.627 Utang lain-lain kepada pihak ketiga 34.598.580 - 55 - Increase in property, plant and eguipment from: Advance for purchase of property, 60.636.886 plant, and eguipment Other accounts payable to third 1.813.967 parties
Page 59 OCR 0.835
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) (Lanjutan) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) (Continued) 31, KATEGORI DAN KELAS INSTRUMEN KEUANGAN 30 Juni 2026 Aset Keuangan Bank dan setara kas Plutang usaha Pihak berelasi Pihak ketiga Piutang lain-lain Pihak berelasi Pihak ketiga Investasi saham Jumlah Aset Keuangan Liabilitas Keuangan Jangka Pendek Utang bank jangka pendek Utang usaha kepada pihak ketiga Utang lin-lain kepada pihak ketiga Blaya yang masih harus dibayar Utang bank jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun Liabilitas Keuangan Jangka Panjang Urang bank jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun Jumlah Liablitas Keuangan 34 Desember 2025 Aset Keuangan Bank dan setara kas Piutang usaha Pihak berelasi Pihak ketiga Piutang lain-lain Pihak berelasi Pihak ketiga Investasi saham Jumlah Aset Keuangan Liabilitas Keuangan Jangka Pendek Utang bank jangka pendek Utang usaha kepada pihak ketiga (Utang lain-lain kepada pihak ketiga Biaya yang masih harus dibayar Utang bank jangka panjang yang Jatuh tempo dalam satu tahun Labilitas Keuangan Jangka Panjang Utang bank jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun Jumlah Liabiitas Keuangan Instrumen keuangan pada biaya perolehan yang 31. CATEGORIES AND CLASSES OF FINANCIAL INSTRUMENTS Instrumen keuangan diamortisasi/ pada FVTOCU Financial Instruments at Financial Instruments Jumbah/ amortized cost at FvTOCI Total June 30, 2026 Financial Assets 321.520.082 - 321.520.082 Cash in banks and cash eguivalents Trade accounts receivable 3.803.280 - 3.803.280 Related parties 602.913.148 40.056.760 642.969.908 Third parties (Other accounts receivable 14.785.712 - 14.785.712 Related parties 3.809.604 - 3.809.604 Third parties - 400.000 400.000 Investment in shares of stock 946.831.826 40.456.760 987.288.586 Total Financial Assets Current Financial Liabilities 345.198.919 - 345.198.919 Short-term bank loan Trade accounts payable 371.063.095 - 371.063.095 — to third parties Other accounts payable 63.881.988 - 63.881.988 — to third parties 175.894.087 - 175.894.087 Accrued expenses Current maturties of long-term 191.558.724 - 191.558.724 — bank loan Noncurrent Financial Liabi Long-term bank loan - net of 357.659.665 - 357.659.665. — current maturitles 1.505.256.478 - 1.505.256.478 Total Financial Liabilities Instrumen keuangan pada biaya perolehan yang Instrumen keuangan diamortisasi/ pada FVTOCI/ Financial Instruments at Financial instruments Jumiah/ amortized cost at FVTOCI Total Financial Assets 508.049.966 - 508.049.966 — Cash in banks and cash eguivalents Trade accounts receivable 3.529.606 - 3.529.606 — Related parties 574.438.260 42.762.185 617.200.445 — Third parties Other accounts receivable 6.581.881 - 6.581.881 Related parties 2.811.806 - 2.811.806 —— Third parties - 400.000 400.000 Investment in shares of stock 1095,411,519 43.162.185 11138:573.704 Total Financial Assets 243.083.759 285.672.101 31.726.839 176.771.346 184.692.348 462.116.965 Current Financial Liabilities - 243.083.759 — Short-term bank loan Trade accounts payable - 285.672.101 to third parties (Other accounts payable - 31.726.839 to third parties - 176.771.346 — Accrued expenses Current maturities of long-term - 184.692.348 — bank ban Noncurrent Financial Liabilities Long-term bank loan - net of - 4621161965 current maturities 1.384.063.358 2 1:384.063.358 Total Financial Liabilities - 56 -
Page 60 OCR 0.939
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) (Lanjutan) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) (Continued) Pada tanggal pelaporan, Grup tidak memiliki aset keuangan yang dimiliki hingga jatuh tempo dan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. At reporting date, the Group did not own any financial assets classified as held to maturity and financial liabilities classified as fair value through profit or loss. 32. INSTRUMEN KEUANGAN, MANAJEMEN RISIKO 32. FINANCIAL INSTRUMENT, FINANCIAL RISK AND KEUANGAN DAN MODAL CAPITAL MANAGEMENT a. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko a. Financial Risk Management Objectives keuangan and Policies Tujuan dan kebijakan manajemen risiko The Group's overall financial risk management keuangan Grup adalah untuk memastikan and policies seek to ensure that adeguate bahwa sumber daya keuangan yang memadai financial resources are available for operation tersedia untuk operasi dan pengembangan and development of its business, while bisnis, serta untuk mengelola risiko mata uang managing its exposure to foreign exchange asing, tingkat bunga, kredit dan risiko risk, interest rate risk, credit and liguidity risks. likuiditas. Grup beroperasi dengan pedoman The Group operates within defined guidelines yang telah ditentukan oleh Direksi. that are approved by the Directors. 1 Manajemen risiko mata uang asing i. Foreign currency risk management Risiko nilai tukar mata uang asing timbul Foreign currency risk arises when foreign ketika transaksi dalam mata uang selain currency transactions in currencies other mata uang fungsional dari Grup yang than the functional currency of the Group terutama disebabkan karena volatilitas are mainly due to volatility or fluctuations atau fluktuasi nilai tukar mata uang asing of that foreign currency. Part of the tersebut. Sebagian pinjaman entitas subsidiary loans are in USD. anak dilakukan dalam mata uang Dollar In connection with this, if there are sharp Amerika Serikat. Sehubungan dengan fluctuations in foreign currency exchange hal ini, apabila terjadi fluktuasi yang rate against Rupiah, it will have a tajam pada nilai tukar mata uang asing significant influence on profit or loss and terhadap Rupiah, maka hal tersebut financial condition of the Group. akan memberikan pengaruh yang signifikan pada laba rugi dan kondisi keuangan Grup. Grup mengelola paparan terhadap The Group manages the foreign currency perubahan nilai tukar mata uang asing exposure by matching, as far as possible, dengan mencocokkan, sedapat mungkin receipts and payments in each individual penerimaan dan pembayaran dalam currency. The Groups net open foreign masing-masing individu mata uang. currency exposure as of reporting date is Jumlah paparan mata uang asing bersih disclosed in Note 29. Grup pada tanggal pelaporan diungkapkan dalam Catatan 29. Analisis sensitivitas mata uan in Foreign currency sensitivity analysi: Grup terutama terpapar terhadap The Group is mainly exposed to foreign perubahan nilai tukar mata uang USD currency risk in USD and EUR. dan EUR. Tabel berikut merinci sensitivitas Grup This following table details the Group's dan peningkatan atau penurunan laba sensitivity and the increase or decrease in rugi sebagai dampak atas peningkatan profit or loss as a result on the increase or atau penurunan Rupiah terhadap decrease in the Rupiah against the USD masing-masing USD dan EUR. and EUR, respectively. 30 Juni/June 30, 2026 31 Desember/December 31, 2025 Persentase Efek terhadap Persentase Efek terhadap perubahan kurs laba setelah perubahan kurs laba setelah mata uang asing/ pajak/ mata uang asing/ pajak/ Percentage of Effect to Percentage of Effect to change of income after change of income after foreign currency foreign currency tax USD 4,200 14.505.197 1,996 6.827.742 USD EUR 4,190 (1.840.879) 9,190 (230.244) EUR - 57 -
Page 61 OCR 0.942
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) (Lanjutan) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) (Continued) Persentase di atas merupakan tingkat sensitivitas yang digunakan ketika melaporkan secara internal risiko mata uang asing kepada para karyawan kunci, dan merupakan penilaian manajemen terhadap perubahan yang mungkin terjadi pada nilai tukar valuta asing. Analisis sensitivitas hanya mencakup item mata uang asing moneter yang ada dan menyesuaikan translasinya pada akhir periode untuk perubahan dalam nilai tukar mata uang asing. Sensitivitas Grup terhadap mata uang asing terutama disebabkan oleh penjualan dan pembelian dalam mata uang USD dan EUR yang telah menghasilkan piutang dan utang usaha dalam mata uang USD dan EUR. Manajemen risiko tingkat bunga Grup terpapar risiko suku bunga karena entitas dalam Grup meminjam dana dengan tingkat bunga tetap dan mengambang. Risiko ini dikelola oleh Grup dengan mempertahankan gabungan yang tepat antara pinjaman suku bunga tetap dan mengambang. Paparan Grup terhadap suku bunga dalam aset keuangan dan liabilitas keuangan dirinci dalam bagian manajemen risiko likuiditas pada catatan ini. Analisis sensitivitas suku bunga Analisis sensitivitas di bawah ini telah ditentukan berdasarkan paparan suku bunga untuk instrumen non-derivatif pada akhir periode pelaporan. Untuk liabilitas tingkat bunga mengambang, analisis tersebut disusun dengan asumsi jumlah liabilitas terutang pada akhir periode pelaporan itu terutang sepanjang tahun. Pada 30 Juni 2026 dan 2025, kenaikan atau penurunan 4 dan 8 basis poin untuk suku bunga dalam mata uang Rupiah digunakan ketika melaporkan risiko suku bunga secara internal kepada karyawan kunci — dan merupakan penilaian manajemen terhadap perubahan yang mungkin terjadi pada suku bunga. Jika suku bunga dalam mata Rupiah lebih tinggi/rendah 4 dan 8 basis poin dan semua variabel lainnya tetap konstan, maka laba atau rugi akan turun/naik masing-masing sebesar Rp 219.687 ribu dan Rp 406.999 ribu untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026 dan 2025. Hal ini terutama disebabkan oleh terpaparnya Perusahaan terhadap suku bunga atas pinjamannya dengan suku bunga mengambang. - 58 - Percentages above are the sensitivity rate used when reporting foreign currency risk internally to key management personnel and represents management's assessment of the reasonably possible change in foreign exchange rates. The sensitivity analysis includes only outstanding foreign currencies denominated monetary its and adjust their translation at the period end for change in foreign currency rates. The Group sensitivity to foreign currency is mainly due to sales and purchases denominated in USD and EUR which have resulted accounts receivable and accounts payable denominated in USD and EUR. Interest rate risk management The Group is exposed to interest rate risk because entities in the Group borrow funds at both fixed and floating interest rates. The risk is managed by the Group by maintaining an appropriate mix between fixed and floating rate borrowings. The Group's exposures to interest rates on financial assets and financial liabilities are detailed in the liguidity risk management section of this note. Ir N. 1: The sensitivity analyses below have been determined based on the exposure to Interest rates for both derivatives and non-derivative instruments at the end of the reporting period. For floating rate liabilities, the analysis is prepared by assuming the amount of the liability outstanding at the end of the reporting period was outstanding for the whole year. At June 30, 2026 and 2025, 4 and 8 basis point increase or decrease for interest rate denominated in Rupiah, is used when reporting interest rate risk internally to key management personnel and represents management's assessment of the reasonably possible change in interest rates. If interest rate in Rupiah had been 4 and 8 basis point higher/lower and all other variables were held constant, then profit or loss would decrease/increase by Rp 219,687 thousand and Rp 406,999 thousand for the six-month periods ended June 30, 2026 and 2025. This is mainly attributable to the Company's exposure to interest rates on its floating rate borrowings.
Page 62 OCR 0.936
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) (Lanjutan) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) (Continued) Paparan risiko tingkat bunga berhubungan dengan jumlah aset atau liabilitas dimana pergerakan pada tingkat suku bunga dapat mempengaruhi laba bersih. Risiko pada pendapatan bunga bersifat terbatas karena Grup hanya bermaksud untuk menjaga saldo kas yang cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional. Dalam beban bunga, keseimbangan optimal antara utang dengan tingkat bunga tetap dan mengambang ditetapkan di muka. Grup memiliki kebijakan dalam memperoleh pembiayaan yang akan memberikan kombinasi yang sesuai tingkat suku bunga mengambang dan tingkat bunga tetap. Persetujuan dari Direksi dan Dewan Komisaris harus diperoleh sebelum Grup menggunakan instrumen keuangan tersebut untuk mengelola paparan risiko suku bunga. Manajemen risiko kredit Risiko kredit mengacu pada risiko rekanan gagal dalam memenuhi kewajiban kontraktualnya yang mengakibatkan kerugian keuangan bagi Grup. Grup memiliki kebijakan untuk memastikan bahwa transaksi dilakukan dengan pelanggan yang mempunyai reputasi yang baik. Untuk aset keuangan seperti kas dan setara kas dan dana yang dibatasi penggunaannya, Grup meminimalkan risiko kredit dengan melakukan penempatan pada pihak- pihak bereputasi. Grup bertujuan untuk memperoleh pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan dengan meminimalkan kerugian yang terjadi karena paparan risiko kredit. Karena itu, Grup memiliki kebijakan untuk memastikan bertransaksi dengan pelanggan yang mempunyai sejarah atau reputasi kredit yang baik dan memantau piutang usaha secara terus menerus untuk mengurangi paparan risiko kredit. Kerangka peringkat risiko kredit kini Grup terdiri dari kategori berikut: - 59 - The interest rate risk exposure relates to the amount of the assets or liabilities which is subject toa risk that a movement in interest rates will adversely effect net income. The risk on interest income is limited as the Group only intends to keep sufficient cash balances to meet operational needs. On interest expense, the optimum balance between fixed and floating interest debt is considered upfront. The Group has a policy of obtaining financing that would provide an appropriate mix of floating and fix interest rate. 'Approvals from the Board of Directors and Commissioners must be obtained before committing the Group to any of the instruments to manage the interest rate risk exposure. Credit risk management Credit risk refers to the risk that a counterparty will default on its contractual obligation resulting in financial loss to the Group. The Group has policies to ensure that transactions — are conducted — with customers who have a good reputation. For financial assets such as cash and cash eguivalents and restricted cash, the Group minimizes credit risk by doing placement with reputable parties. The Group's objective is to obtain continuous revenue growth — while minimizing losses due to credit risk exposure. Accordingly, the Group has policies to ensure that transactions with customers who have a history or good credit reputation and monitor — accounts receivable continuously to reduce credit risk exposure. The Group's current credit risk grading framework comprises the following categories:
Page 63 OCR 0.864
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) (Continued) (Lanjutan) Kategori/ Category Deskripsi/Description Lancar/ Pihak lawan memiliki risiko gagal bayar yang Performing rendah dan tidak memiliki tunggakan./ The counterparty has a low risk of default and does not have any past-due amounts. Dicadangkan/ Telah ada peningkatan risiko kredit yang Doubtful signifikan sejak pengakuan awal./ Gagal bayar/ There has been a significant increase in credit risk since initial recognition. Ketika Perusahaan memiliki bukti relevan yang In default mengindikasikan aset mengalami penurunan nilai kredit./ When the Company has relevant information indicating the asset is credit-impaired. Penghapusan/ Ada bukti yang mengindikasikan bahwa debitur Write-off dalam kesulitan keuangan yang buruk dan Perusahaan tidak memiliki prospek pemulihan yang realistis./ There is evidence indicating that the debtor is in severe financial difficulty and the Company has no realistic prospect of recovery. Dasar pengakuan ECL/ Basis for recognizing ECL ECL 12 bulan (selain piutang usaha tanpa komponen pembiayaan yang signifikan dan aset kontrak)/ 12-month ECL (other than trade receivables without significant financing component and contract assets) ECL sepanjang umur - kredit tidak memburuk/ Lifetime ECL - not credit- impaired ECL sepanjang umur - kredit memburuk/ Lifetime ECL - impaired credit- Saldo dihapuskan/ Amount is written off Tabel di bawah merinci kualitas kredit aset keuangan Grup serta eksposur The table below details the credit guality of the Group's financial assets as well as maksimum risiko kredit menurut maximum exposure to credit risk by credit peringkat risiko kredit: risk rating grades: Peringkat Jumlah Kredit tercatat umah internal/ ruto/ tercatat Internal ECL 12 bulan atau Gross bersty Credit sepanjang umur/ carying Net carying Roting. 12-month or Meime ECL mount mount 10 Juni 2026 June 30, 2026 Bank dan setara kas (Catatan 5) — Lancar/ ECL 12 bulan (risiko kredit rendah)/ 321.520.082 321.520.082 Cash in banks and Performing 12-month ECL (low credit risk) Cash egulvakents (Note 5) Piutang usaha (Catatan 6) @ ECL sepanjang umur (pendekatan 646.773.198 646.773.188 Trade accounts receivable (Note 6) sederhana) .Ufetime ECL (simplifed approach) Putang lain-lain Lancar C1 12 bulan/12-moneh EL 18595316 18595:316 Other accounts recevable Performing 31 Desember 2025 December 31. 2025 Bank dan setara kas (Catatan 5) — Lancar/ EC 12 bulan (risiko kredi rendah) sos.oag68—— 508.049.966 Cash In bana and Performing 12-month ECL (low credit risk) cash eguivalents (Note 5) Putang usaha (Catatan 6) o ECL sepanjang umur (pendekatan 620750051 620.730.051 Trade secounts recevabie (Note 6) sederhana) Ltetime ECL (simpliheg approach) Piutang lin-tain Lancar EC 12 bulan/12-month ECL 9.393.687 9.399.687 Other accounts recovable Pertoeming (i) Grup menentukan ECL pada pos-pos tersebut ' menggunakan matriks provisi, yang diestimasi berdasarkan pengalaman kerugian kredit historis berdasarkan status utang debitur masa lalu, yang disesuaikan dengan kondisi saat ini dan perkiraan kondisi ekonomi di masa depan. Pengalaman historis kerugian kredit Grup mendekati nihil. - 60 - (i) The Group determines the ECL on these items by using a provision matrix, estimated based on historical credit loss experience based on the past due status of the debtors, adjusted as appropriate to reflect current conditions and estimates of future economic conditions. loss The Group's historical credit experience is close to nil.
Page 64 OCR 0.897
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) (Lanjutan) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) (Continued) Grup telah mengadopsi prosedur dalam memperluas persyaratan kredit kepada pelanggan dan dalam memantau risiko kreditnya. Group hanya memberikan kredit kepada pihak lawan yang layak kredit. Kas ditempatkan pada lembaga yang layak kredit dan memiliki kerugian kredit yang tidak material. Rincian lebih lanjut dari risiko kredit pada piutang usaha diungkapkan masing- masing pada Catatan 6. Manajemen risiko likuiditas Tanggung jawab utama untuk manajemen risiko likuiditas terletak pada direksi, yang telah membentuk kerangka kerja manajemen risiko likuiditas yang sesuai untuk manajemen Grup dan pendanaan jangka pendek dan jangka panjang dan persyaratan manajemen likuiditas. '— Grup mengelola risiko likuiditas dengan memelihara cadangan yang memadai, fasilitas perbankan dan fasilitas pinjaman cadangan, dengan terus memantau arus kas prakiraan dan aktual, dan dengan cara mencocokkan Profil jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan. Tabel risiko likuidit ki Tal Tabel berikut merinci sisa jatuh tempo kontrak untuk liabilitas keuangan non- derivatif dengan periode pembayaran yang disepakati Grup. Tabel telah disusun berdasarkan arus kas yang tidak terdiskonto dari liabilitas keuangan berdasarkan tanggal terawal di mana Grup dapat diminta untuk membayar. Tabel mencakup arus kas bunga dan pokok. Untuk liabilitas dengan bunga tingkat mengambang, jumlah tidak didiskontokan berasal dari kurva suku bunga pada akhir periode pelaporan. Jatuh tempo kontrak didasarkan pada tanggal terawal di mana Grup mungkin akan diminta untuk membayar. The Group has adopted procedures in extending credit terms to customers and in monitoring its credit risk. The Group only grants credit to credit worthy counterparties. Cash is held with creditworthy institutions and is subject to immaterial credit loss. Further details of credit risks on trade accounts receivable is disclosed in Note 6. iv. Liguidity risk management 30 JunyJune 30, 2026 Ultimate responsibilities for liguidity risk management rests with the Directors, which has built an appropriate liguidity risk management framework for the management of the Group short, medium and long-term fundings and liguidity management reguirements. The Group manages liguidity risk by maintaining adeguate reserves, banking facilities and reserve borrowing facilities by continuously monitoring forecast and actual cash flows and matching the maturity profiles of financial assets and liabilities. Liguidity ri rest rate risk The following table details the residual maturity of the contract for non- derivative financial liabilities with a repayment period. The table has been prepared based on undiscounted cash flows of financial liabilities based on the earliest in which the Group can be reguired to pay. The table includes interest and principal cash flows. For floating rate liabilities, undiscounted amounts are derived from the curve of interest rates at the end of the reporting period. Maturity of the contract based on the earliest date on which the Group may be reguired to pay. Kurana dari 1 tahun/ Diatas 5 tanu Less than 1-5 tahury Over Jumlah/ Lyear. 1-5 years years Total Tanpa bunga Won-interest bearing Utang usaha kepada Trade accounis payable pihak ketiga 371.063.095 371063095 to third parties Utang lain-lain kepada Others accoums payable Pihak ketiga - 63.081.988 saas1988 to third pantes: Biaya yang masih harus dibayar - 175.894.087 175894.087 — Acerued expenses Instrumen tingkat bunga Variable interest rate "mengambang instrument Utang bank jangka pendek 11586 - 8,500 388.813.923 - : 34813923 Short-term bank loans Utang bank jangka panjang 1750 169.518.938 249.369.395 17.377.693 4352661026 Long-term bank loan Instrumen tinakat bunga tetap Fixed interest rate instrument Utang bank Jangka panjang 715006 61.885.416 138.096.354 - 199981770 Long-term bank loan Jumlah 2.190.057.447 387.465.749 12371693 1.594.900.889 Total - 61 -
Page 65 OCR 0.879
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) (Lanjutan) (Continued) 31 Oesember/Decomber 31, 202 Tingkat @fektif rata-rata tertimbang/ Kurang dari 1 Diatas Welgnted tahun! S tahury average effective Less than 128 tahuny over Jumlaty interest rate year ISyears oo Syeprs Tata! Tanpa bunga Non-interest bearing saha kepada Tradi ketiga 285.672.101 285.672.101 tang lain-lain kepada Pihak ketiga 31.726.059 31726.839 Blaya yang masih harus dibayar 176.771.346 176771346 Accrued expenses Instrumen tingkat bunga Variable interest rate mengambang astrument Utang ban jangka pendek 17510 -8,2510 245.660.002 : - 245.660.002 — Short-term bank Ioans Utang bank jangka panjang 250 164.661.015 325.005.432 35.395.918 523.102.365 — Long-term bank loan Instrumen tingkat bunga tetap Fixed interest rate instrument Utang bank jangka panjang 75000 5.250.00 165.580. 232.330 Long-term bank loan Jumlah 920:241:303 489.626:161 35305918 2.495:263.382 Total Semua aset keuangan akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun sejak akhir periode pelaporan. Manajemen Risiko Modal Grup mengelola risiko modal untuk memastikan bahwa mereka akan mampu untuk melanjutkan kelangsungan hidup, selain memaksimalkan keuntungan para pemegang saham melalui optimalisasi saldo pinjaman dan ekuitas. Strategi Grup tetap tidak berubah dari 2025. Struktur modal Grup terdiri dari utang bank (Catatan 12), kas dan setara kas (Catatan 5) dan ekuitas yang terdiri dari modal saham (Catatan 14), tambahan modal disetor - bersih (Catatan 15), penghasilan komprehensif lain (Catatan 17) dan laba ditahan. Direksi Grup secara berkala melakukan reviu struktur permodalan Grup. Sebagai bagian b. All financial assets are due within one year from the end of the reporting period. Capital Risk Management The Group manages capital risk to ensure that they will be able to continue as going concern, in addition to maximizing the profits of the shareholders through the optimization of the balance of debt and eguity. The Group's strategy remains unchanged from 2025. The Group's capital structure consists of bank loans (Note 12), cash and cash eguivalents (Note 5) and eguity which consist of capital stock (Note 14), additional paid-in capital - net (Note 15), other comprehensive income (Note 17) and retained earnings. The Group's Directors periodically reviews Group's capital structure. As a part of this dari reviu ini, Direksi mempertimbangkan review, Board of Directors made consideration biaya permodalan dan risiko yang about financing cost and related risks. berhubungan. Gearing ratio pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut: Gearing ratio on June 30, 2026 and December 31, 2025 are as follows: 30 Juni/ 31 Desember/ June 30, December 31, 2026 2025 Pinjaman 894.417.308 889.893.072 Debts Kas dan setara kas 321.737.618 ' 508.261.730 Cash and cash eguivalents Pinjaman bersih 572.679.690 381.631.342 Net debt Ekuitas 5.239.091.720 5.397.795.249 Eguity Rasio pinjaman bersih terhadap ekuitas 10,996 Z,lYo -62- Net debt to eguity ratio
Page 66 OCR 0.917
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) (Lanjutan) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) (Continued) €C. Pengukuran Nilai Wajar Nilai wajar instrumen keuangan yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi Manajemen menganggap bahwa nilai tercatat aset dan liabiitas keuangan dicatat dalam laporan keuangan konsolidasian mendekati nilai wajarnya karena memiliki jatuh tempo jangka pendek atau suku bunga pasar. Hirarki pengukuran nilai waj Ta Tabel berikut ini merangkum nilai tercatat dan nilai wajar aset, yang dianalisis antara keduanya serta nilai wajar didasarkan pada: . Pengukuran nilai wajar level 1 adalah yang berasal dari harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset yang identik, dimana entitas dapat mengakses pada tanggal pengukuran: . Pengukuran nilai wajar level 2 adalah yang berasal dari input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Level 1 yang dapat diobservasi untuk aset, baik secara langsung (misalnya harga) atau secara tidak langsung (misalnya deviasi dari harga): dan . Pengukuran nilai wajar level 3 adalah yang berasal dari teknik penilaian yang mencakup input untuk aset yang bukan c. Fair Value Measurements Fair value of financial instrument carried at Management considers that the carrying amounts of financial assets and financial liabilities recorded in the consolidated financial statements approximate their fair values because they have either short-term maturities Or carry market rates of interest. Fair value measurement hierarchy of the Group's assets The following tables summarize the carrying amounts and fair values of the assets, analyzed among those whose fair value is based on: # Level 1 fair value measurements are those derived from guoted prices (unadjusted) in active markets for identical assets that the entity can access at the measurement date, » Level 2 fair value measurements are those derived from inputs other than guoted prices included within Level 1 that are observable for the asset, either directly (ie. as prices) or indirectly (i.e. derived from prices): and # Level 3 fair value measurements are those derived from valuation technigues that include inputs for the asset that are not berdasarkan data pasar yang dapat based on observable market data diobservasi (input yang tidak dapat (unobservable inputs). diobservasi). 30 Juni 2026 Level 1 Level 2 Level 3 Jumlah/Total June 30, 2026 Aset yang diukur pada nilai wajar Assets measured at fair value Aset tetap 2.348.003.200 2.209.561.857. 4,553.565.057. Property, plant, and eguipment 31 Desember 2025 Level L Level 2 Level 3 Jumlah/Total December 31, 2025 Aset yang diukur pada nilai wajar Assets measured at fair value Aset tetap 2.344.003.200 2,330098.717 4626101917. Property, plant, and eguipment Tidak ada transfer antara Level 1 dan 2 pada periode berjalan. Nilai wajar atas aset keuangan n diukur pada nilai wajar secara berulang Sebagian dari aset tetap Grup diukur pada nilai wajar pada akhir setiap periode pelaporan. Nilai wajar tanah, bangunan dan sarana dan mesin dan peralatan ditentukan dengan teknik penilaian seperti yang dijelaskan pada Catatan 8. - 63 - There were no transfers between Level 1 and 2 during the period. Fair val f the Group's financial assets tha' are measi fair v: n. il i Some of the Group's property, plant, and eguipment are measured at fair value at the end of each reporting period. The fair values of land, buildings and improvements and machinery and eguipment by valuation technigue as discussed in Note 8.
Page 67 OCR 0.937
PT MULIA INDUSTRINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2026 DAN 2025 (TIDAK DIAUDIT) (Angka dalam tabel dinyatakan dalam ribuan Rupiah) PT MULIA INDUSTRINDO Tbk AND ITS SUBSIDIARY NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS JUNE 30, 2026 (UNAUDITED) AND DECEMBER 31, 2025 FOR THE SIX-MONTH PERIODS ENDED JUNE 30, 2026 AND 2025 (UNAUDITED) (Figures in tables stated in thousands of Rupiah) (Lanjutan) (Continued) 33. TANGGUNG JAWAB — MANAJEMEN DAN 33. MANAGEMENT'S RESPONSIBILITY AND PERSETUJUAN ATAS LAPORAN KEUANGAN APPROVAL OF CONSOLIDATED FINANCIAL KONSOLIDASIAN STATEMENTS Penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan konsolidasian dari halaman 1 sampai 64 merupakan tanggung jawab manajemen, dan telah disetujui oleh Direksi untuk diterbitkan pada tanggal 27 Juli, 2026. The preparation and fair presentation of the consolidated financial statements on pages 1 to 64 were the responsibilities of the management, and were approved by the Directors and authorized for issue on July 27, 2026.
Names mentioned 47 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
K.H. Zainul Arifin
p.3
unresolved
—
Henry Bun
· Director
p.3
unresolved
org
Bank Ioans Utang
p.5
unresolved
person
Liliani Handajawati Tamzil
p.9 ×2
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.9
unresolved
person
Christina Dwi Utami S.H.
p.9 ×4
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.9
unresolved
org
Minister of Justice
p.9
unresolved
org
Minister of Law and Human Rights
p.9
unresolved
org
PT Muliaglass
p.10
unresolved
org
Bapepam
p.10 ×12
unresolved
org
Indonesia Stock Exchange
p.10
unresolved
org
PT Heinz ABC Indonesia
p.37 ×2
unresolved
org
PT Asuransi Umum BCA
p.40 ×2
unresolved
org
KJPP Felix Sutandar & Rekan
p.41 ×4
unresolved
org
KJPP Felix Sutandar
p.41 ×4
unresolved
org
Bank Jangka Pendek Short-term Bank
p.42
unresolved
org
Bank Loan As
p.43
unresolved
org
KKA Indra Catarya Situmeang dan Rekan
p.47 ×2
unresolved
org
PT Raya Saham Registra
p.48 ×2
unresolved
org
PT Eka Gunatama Mandiri
p.48 ×8
unresolved
org
PT Mulia Grahapermai
p.48 ×3
unresolved
org
PT Mulia Grahapermai Masyarakat
p.48
unresolved
org
PT Muliakeramik Indahraya
p.49 ×6
unresolved
person
Mhum
p.49 ×2
unresolved
person
Eka Tjandranegara
p.54 ×2
unresolved
org
Mulia Inc.
p.54 ×6
unresolved
org
Concord Building Materials Pte. Limited
p.54 ×3
unresolved
org
PT Muliakeramik Indahraya. Transaksi-transaksi Pihak Berelasi
p.54
unresolved
org
PT Muliakeramik Indahraya. Transactions
p.54
unresolved
org
Pte. Limited
p.54 ×2
unresolved
org
Concord Building Materials Concord Building Materials Pte. Limited
p.55
unresolved
org
PT Xurya Daya Indonesia
p.57 ×2
unresolved
org
PT Terang Sepanjang
p.57 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.