Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 3
Page 1
Tanya Jawab Publix Expose Live 2025
Jakarta, 08 September 2025
1. Andre - Jakarta
Pertanyaan: Sejauh ini, apa saja kolaborasi/sinergi/kerja sama yang sudah SSIA jalin
dengan kedua grup tersebut? Waktu itu SSIA sempat menjelaskan kalau dengan Grup
Djarum sudah melakukan kerja sama strategi terkait penggunaan jaringan back bone
internet di Subang Smartpolitan. Apakah ada kerja sama lain lagi ya? Bagaimana
dengan TPIA?
Johannes Suriadjaja - SSIA: Sepertinya yang disampaikan apabila dengan Djarum
kita sudah bekerja sama selain fiber optic network, Djarum merupakan partner kami
di anak usaha kami yaitu PT Suryacipta Swadaya yang dimana mereka memiliki porsi
kepemilikan sebesar 36.5%. Selain itu, dibawah Perusahaan ini juga terdapat
beberapa Perusahaan lagi yang berupa pemilik dari pada tanah yang saat ini sedang
dikembangkan maupun utility dan infrastruktur. Sepertinya yang sudah di paparkan
oleh Ibu Erlin, SSIA berupaya untuk meningkatkan recurring income yang termasuk di
dalam Subang Smartpolitan melalui infrastruktur dan utility ini menjadi
pengembangan bisnis dari SSIA kedepannya.
Persisnya kami akan mengadakan Kerjasama tidak hanya dari sisi fiber optic tetapi
kita juga merencanakan untuk pengembangan dari power (pembangkit Listrik) yang
bagian dari utility, air dengan wastewater treatment plant maupun dengan gas. Ketiga
hal itu yang akan menjadi topik pembahasan antara sinergi dari SSIA maupun dengan
Grup Djarum.
Mengenai TPIA, dari pihak SSIA sudah bertemu dengan pihak TPIA dan sedang tahap
pembicaraan dikarenakan mereka juga tertarik dengan sisi proyek infrastruktur dan
utility. Saat ini belum ada kesepakatan konkret antara pihak SSIA dan TPIA, sehingga
kami belum bisa melakukan pemaparan apapun terkait potensi kerjasama ini. Disisi
lain, dari pihak TPIA juga menyatakan minat terhadap lahan industri, seperti yang kita
ketahui bersama bahwa mereka juga memiliki lahan industri yang dekat dengan
Pelabuhan Patimban.
2. Herman - Bogor
Pertanyaan: Sebagai salah satu pengembang kawasan industri, apakah dapat
dielaborasi, bagaimana catatan (usulan & harapan) PT Surya Semesta Internusa Tbk
(SSIA) terkait dengan regulasi kawasan industri? Seberapa urgen penataan /
penguatan regulasi bagi kawasan industri?
1
Page 2
Johannes Suriadjaja - SSIA: SSIA melihat regulasi terkait Kawasan industri ini sangat
penting terutama apabila Indonesia ingin mencapai 100 tahun Indonesia pada tahun
2045 dan SSIA percaya bahwa industrialisasi sangat penting untuk mencapai hal
tersebut. Oleh karena itu, kami melihat penting sekali adanya regulasi yang benar dan
tepat untuk menarik penanaman modal asing dan dalam negeri untuk menstimulasi
terciptanya lapangan kerja bagi Masyarakat Indonesia. Pada saat ini, kita melihat
masih ada peraturan tumpang tindih dalam regulasi Kawasan industri. Kami juga
melalui Himpunan Kawasan Industri saat ini juga sedang merancang usulan agar
terciptanya undang-undang yang lebih jelas yang menimbang undang-undang yang
sudah ada di berbagai kementrian.
Kita saat ini juga saat ini mengalami kendala terkait Subang Smartpolitan yang sudah
kami dapatkan izinnya pada tahun 2017, dimana terjadi tumpang tindih peraturan
terkait lahan pertanian. Kami harapkan kedepannya adanya peraturan yang lebih
jelas agar Kawasan industri bisa berbisnis dengan lebih nyaman lagi serta tidak ada
laginya tumpang tindih peraturan antara kementrian.
3. Vincent - Jakarta
Pertanyaan:Jika nanti Pelabuhan Patimban dan Tol akses Patimban full beroperasi,
maka akan memangkas biaya logistik berapa persen dan seperti apa kompetitifnya
kawasan Subang Smartpolitan dibandingkan kawasan industri lain? Setelah BYD
sebagai perusahaan besar dan ternama yang masuk ke Subang Smartpolitan, apakah
ada calon-calon nama besar lain yang akan menempati kawasan tersebut?
Johannes Suriadjaja - SSIA: Kami melihat efisiensi biaya logistik tergantung dari
Lokasi dan kami melihat akan memangkas sekitar 30-40% apabila berada koridor
otomotif di sebelah Timur Jakarta. Sebagai contoh apabila kita berada di Cikarang
maupun Karawang antara ke Jakarta maupun Patimban itu kedua daerah tersebut
berada di tengah-tengah. Akan tetapi, apabila mereka mengirimkan barang ke Jakarta
mungkin mereka hanya bisa melakukan satu kali perjalanan dan kalau dibandingkan
dengan Patimban mungkin mereka bisa melakukan dua kali perjalanan dalam satu
hari. Sehingga kami melihat Subang Smartpolitan ini sebagai Kawasan strategis
kedepannya terutama bagi Perusahaan yang melakukan ekspor maupun impor
secara intensif.
Saat ini kita sedang berbicara dengan beberapa Perusahaan besar dan mayoritas
masih berasal dari China. Dalam pipeline kita sektor otomotif menyumbang 60% dan
sisanya tercampur dari berbagai sektor seperti heavy equipment yang berasal dari
China dan Jepang. Selain itu, saat ini kami berupaya untuk menarik sektor konsumer
maupun teknologi untuk bisa berinvestasi dalam Subang Smartpolitan
2
Page 3
4. Anonymous User
Pertanyaan: Bagaimana progress toll Subang Patimban, untuk jatah konsorsium
apakah sudah mulai dikerjakan dan apakah NRCA mendapatkan bagian dalam
pekerjaan tersebut?
Johannes Suriadjaja - SSIA: Pada saat ini proses pengerjaan tol Patimban, dari segi
pembebasan lahan saat ini sudah terealisasi sebesar 85%. Untuk pengerjaan jalan
tol sendiri ini dibagi jadi dua antara pemerintah dan swasta. Di seksi pemerintah
sudah ada pemerintah dengan pencapaian saat ini kurang lebih 30-40%. Untuk
bagian swasta, saat ini akan dimulai tender kontrak baru dan diharapkan pada bulan
Oktober sudah muncul pemenangnya serta diharapkan bulan Oktober akan
groundbreaking supaya bisa selesai pada awal 2027. Saat ini NRCA sedang berusaha
untuk bisa memenangkan tender ini dengan usaha semaksimal mungkin dikarenakan
tender ini juga merupakan di tender secara fair.
5. Anonymous User
Pertanyaan: Bagaimana strategi SSIA untuk membuat cash flow operasi positif?
terlihat per Juni cukup banyak sekali pembayaran pemasok. apakah pembayaran-
pembayaran ini menunjang kinerja perseroan?
Johannes Suriadjaja - SSIA: Seperti yang sudah dipaparkan oleh Ibu Erlin, saat ini
kita memiliki posisi net cash positif dan kami saat ini sudah mengamankan standby
loan dari beberapa bank yang kita sudah kerja sama selama ini. Hal yang paling
penting bagi kami adalah marketing sales untuk di tahun ini sekitar 137 ha yang
Sebagian besar kami harapkan bisa kita bukukan di tahun ini mungkin di kuartal ketiga
dan keempat. Sehingga bisa disimpulkan bahwa posisi cash kita akan meningkat
signifikan pada akhir tahun ini.
Disisi lain kami juga terus berupaya untuk menciptakan peluang-peluang baru
melalui strategi “unlocking values” untuk bisa mempertahankan posisi cashflow
kami dan diharapkan juga terbentuk dengan baik.
3
Names mentioned 4 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Suryacipta Swadaya
p.1
unresolved
person
Erlin
p.1 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.