Skip to content
Back to announcement

20250908_BNBR_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31937907_lamp2.pdf

Other Text extracted BNBR

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 11

Page 1
                      Lampiran Surat No. S-09946/BEI.PP1/08-2025

    Tanggapan atas Permintaan Permintaan Penjelasan PT Bakrie & Brothers Tbk

Terkait dengan Rencana Transaksi yang terdiri atas beberapa transaksi sebagai berikut:
1. Penerimaan Pinjaman oleh PT Bakrie Toll Indonesia (BTI), Perusahaan Terkendali PT Bakrie
    & Brothers Tbk (Perseroan), dan Pemberian Penjaminan oleh PT Bakrie Indo Infrastructure
    (BIIN), Perusahaan Terkendali Perseroan, dan Perseroan.
2. Pemberian Pinjaman Bridging oleh BTI kepada PT Cimanggis Cibitung Tollways (“CCT”).
3. Pemberian Pinjaman Pemegang Saham Convertible oleh BTI kepada CCT.
4. Pemberian Pinjaman Pemegang Saham Operasional oleh BTI kepada CCT.
5. Pengambilalihan CCT oleh BTI.

1. Terkait dengan Transaksi Penerimaan Pinjaman oleh BTI senilai US$312.000.000 (atau setara
   dengan Rp5.148.000.000.000 dan Pemberian Penjaminan oleh BIIN dan Perseroan, Bursa
   meminta penjelasan sebagai berikut:

    a. Alasan pemilihan PT Ciptadana Sekuritas Asia sebagai penasihat transaksi (transaction
       advisor).

         Tanggapan:

         Pertimbangan utama dalam menunjuk PT Ciptadana Sekuritas Asia (“CSA”) sebagai
         penasihat transaksi adalah karena CSA merupakan salah satu perusahaan sekuritas yang
         memiliki rekam jejak yang baik di pasar modal Indonesia. Beberapa pertimbangan lain
         pemilihan CSA adalah karena memiliki pengalaman dan pengetahuan mengenai regulasi
         Pasar Modal, bukan merupakan pihak yang terafiliasi dengan pihak-pihak yang melakukan
         transaksi, sehingga memiliki independensi dalam perannya sebagai penasihat transaksi.
         Selain itu, CSA juga memiliki jaringan di kalangan investor institusi dan korporasi.
         Perseroan juga telah bekerjasama dengan CSA dalam beberapa aksi korporasi.

    b. Jelaskan lembaga jasa keuangan dan/atau pihak ketiga yang akan menjadi kreditur.

         Tanggapan:

         Sampai dengan tanggal surat tanggapan ini disampaikan, Perseroan masih dalam proses
         menandatangani kesepakatan fasilitas pinjaman dengan Lembaga Jasa Keuangan
         dan/atau pihak ketiga yang akan menjadi kreditur.

    c.   Tingkat bunga yang berlaku untuk pinjaman ini.

         Tanggapan:

         Tingkat bunga yang berlaku untuk pinjaman tersebut adalah sampai dengan 20% per
         tahun.

    d. Dasar penentuan jangka waktu pinjaman selama 7 (tujuh) tahun.

         Tanggapan:

         Jangka waktu pinjaman selama 7 tahun memberikan ruang yang memadai bagi BTI untuk
         mengelola dan memastikan fleksibilitas dalam pengembalian pinjaman. Selain itu, BTI
         memiliki hak untuk melakukan pelunasan lebih awal sebelum jatuh tempo, apabila kondisi
         keuangan memungkinkan.




                                             1
Page 2
    e. Perkiraan waktu Perseroan menandatangani perjanjian kredit dengan kreditur dan
       pinjaman tersebut menjadi efektif.

         Tanggapan:

         Perkiraan waktu penandatanganan perjanjian fasilitas pinjaman ditargetkan akan
         dilakukan BTI pada tanggal 19 September 2025 dan perkiraan pencairan kredit akan
         dilakukan pada tanggal 24 September 2025.

    f.   Dasar pemilihan BIIN dan Perseroan sebagai penjamin.

         Tanggapan:

         Sesuai dengan syarat dan ketentuan fasilitas kredit yang akan diberikan oleh lembaga
         jasa keuangan dan/atau pihak ketiga bahwa penjamin merupakan pemegang saham
         mayoritas/pengendali BTI yaitu BIIN dan Perseroan.

    g. Jelaskan analisis manajemen mengenai kemampuan BTI untuk membayar kupon dan
       pokok pinjaman tersebut.

         Tanggapan:

         Manajemen telah melakukan kajian atas proyeksi arus kas dan struktur keuangan BTI.
         Dengan kewajiban pembayaran pokok selama 7 tahun dan bunga jatuh tempo pada akhir
         periode, sehingga pinjaman tersebut memberikan waktu yang memadai bagi BTI untuk
         menyiapkan sumber pendanaan. Manajemen meyakini kemampuan untuk memenuhi
         kewajiban tersebut melalui berbagai opsi likuiditas, termasuk namun tidak terbatas pada
         rencana penerbitan obligasi atau Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek
         Terlebih Dahulu oleh BTI atau Perseroan. Dengan pertimbangan tersebut, manajemen
         menilai risiko gagal bayar berada pada tingkat yang dapat dikelola.

2. Terkait dengan Pemberian “Pinjaman Bridging” oleh BTI kepada CCT sebanyak-banyaknya
   sebesar Rp2.700.000.000.000:
    a. Jelaskan latar belakang/alasan BTI memberikan "Pinjaman Bridging" kepada CCT.

         Tanggapan:

         Sebagai syarat untuk dilakukannya pengambilalihan CCT oleh BTI dari PT Sarana Multi
         Infrastruktur (Persero) (“SMI”) dan PT Waskita Toll Road (“WTR”), maka SMI dan WTR
         meminta agar seluruh pinjaman pemegang saham CCT kepada SMI dan WTR untuk dapat
         dilunasi terlebih dahulu oleh BTI. Oleh karena itu CCT memerlukan dana dari BTI untuk
         melunasi pinjaman pemegang saham tersebut, yang selanjutnya akan di-refinancing
         menggunakan fasilitas kredit bank sindikasi baru CCT.

    b. Jelaskan apa yang dimaksud dengan "Pinjaman Bridging"?

         Tanggapan:

         Pinjaman Bridging merupakan pinjaman bersifat sementara yang akan diberikan oleh BTI
         kepada CCT. Pinjaman tersebut akan digunakan oleh CCT untuk melakukan pembayaran
         bunga Pinjaman Pemegang Saham SMI dan Pinjaman Pemegang Saham WTR serta
         sebagian pokok serta bunga Pinjaman Pemegang Saham PMN WTR. CCT akan melunasi
         pinjaman ini setelah kredit bank sindikasi baru memberikan pinjaman kepada CCT.




                                             2
Page 3
   c.   Apakah "Pinjaman Bridging" merupakan bagian dari transaksi pengambilalihan CCT oleh
        BTI? Jelaskan.

        Tanggapan:

        Pemberian Pinjaman Bridging oleh BTI merupakan bagian dari transaksi pengambilalihan
        CCT oleh BTI. Karena sebagai syarat untuk pengambilalihan saham CCT milik SMI dan
        WTR, maka SMI dan WTR meminta agar seluruh pinjaman pemegang saham CCT
        kepada SMI dan WTR untuk dilunasi terlebih dahulu.

   d. Jelaskan latar belakang CCT diharuskan untuk melakukan pembayaran bunga Perjanjian
      Pinjaman Pemegang Saham SMI dan Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham WTR dan
      pembayaran sebagian pokok serta bunga Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham PMN
      WTR.

        Tanggapan:

        Sebagai syarat untuk pengambilalihan saham CCT milik SMI dan WTR oleh BTI, maka
        SMI dan WTR meminta CCT agar seluruh pinjaman pemegang saham CCT kepada SMI
        dan WTR untuk dilunasi terlebih dahulu.

   e. Bursa meminta rincian penggunaan dana “Pinjaman Bridging” ini dengan mengisi tabel
      sebagai berikut:

                       Keterangan                                      Rincian (Rp)
         Pembayaran bunga Perjanjian Pinjaman
         Pemegang Saham SMI dan Perjanjian
         Pinjaman Pemegang Saham WTR
         Sebagian pokok Perjanjian Pinjaman
         Pemegang Saham PMN WTR
         Sebagian bunga Perjanjian Pinjaman
         Pemegang Saham PMN WTR
         Total                                                                 Rp2.700.000.000.000

        Tanggapan:

                       Keterangan                                      Rincian (Rp)
         Pembayaran bunga Perjanjian Pinjaman
         Pemegang Saham SMI dan Perjanjian                                     Rp.2.211.436.752.964
         Pinjaman Pemegang Saham WTR
         Sebagian pokok Perjanjian Pinjaman
         Pemegang Saham PMN WTR                                                  Rp264.527.000.000
         Seluruh bunga Perjanjian Pinjaman Pemegang
         Saham PMN WTR                                                           Rp224.036.247.036
         Total                                                                 Rp2.700.000.000.000

3. Terkait dengan Pemberian Pinjaman Pemegang Saham Convertible oleh BTI kepada CCT
   sebanyak-banyaknya sebesar Rp900.000.000.000:
    a. Bursa meminta rincian penggunaan dana dengan mengisi tabel sebagai berikut:

                         Keterangan                                    Rincian (Rp)
         Pelunasan sisa pokok Perjanjian Pinjaman
         Pemegang Saham PMN WTR
         Pelunasan bunga Perjanjian Pinjaman
         Pemegang Saham PMN WTR


                                           3
Page 4
         Pencadangan dana untuk debt service reserve
         account (DSRA), cash deficiency support
         (CDS) dan pembayaran biaya kredit sindikasi
         baru yang akan diterima oleh CCT
         Total                                                                                           Rp900.000.000.000

       Tanggapan:

                          Keterangan                                                         Rincian (Rp)
         Pelunasan sisa pokok Perjanjian Pinjaman
         Pemegang Saham PMN WTR                                                                           Rp358.000.000.000
         Pencadangan dana untuk debt service reserve
                                                                                                          Rp200.000.000.000
         account (DSRA)
         Cash deficiency support (CDS)                                                                    Rp342.000.000.000
         Total                                                                                            Rp900.000.000.000

    b. Jelaskan mengenai kredit sindikasi baru yang akan diterima oleh CCT, meliputi besaran kredit,
       pihak-pihak yang terlibat, tujuan penggunaan dana, dan estimasi waktu realisasi.

       Tanggapan:

       Limit Kredit                           : Maksimal sebesar Rp9.800.000.000.000
       Para Pihak                             : Debitur      : PT Cimanggis Cibitung Tollways (“CCT”)
                                                Sponsor      : PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)
                                                (“SMI”)
                                                               PT Waskita Toll Road (“WTR”)
                                                               PT Bakrie & Brothers Tbk (“Perseroan”)
                                                               PT Bakrie Toll Indonesia (“BTI”)
                                                Kreditur     : PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
                                                (“BNI”)
                                                               selaku Mandated Lead Arranger dan
                                                               Bookrunner (“MLAB”) dan Bank dan/atau
                                                               Lembaga keuangan lainnya yang diundang
                                                               oleh MLAB
       Tujuan Penggunaan                      : Tranche 1    : Pelunasan Bridging Loan dari SMI
                                                Tranche 2    : Pelunasan Bridging Loan dari BTI
       Estimasi Waktu Transaksi               : Target Penandatanganan Perjanjian Kredit tanggal 19
                                                 September 2025 dan Pencairan Kredit tanggal 26
                                                 September 2025.

4. Terkait dengan Pengambilalihan CCT oleh BTI, Bursa meminta penjelasan:
   a. Tabel perbandingan struktur permodalan CCT sebelum dan sesudah transaksi.

       Tanggapan:

       Proforma struktur permodalan dan kepemilikan saham CCT sebelum dan setelah
       Pengambilalihan CCT oleh BTI adalah sebagai berikut:

                                                                                      Proforma Posisi Struktur Modal Setelah
                                         Sebelum Pengambilalihan CCT oleh BTI
                                                                                    Pengambilalihan CCT oleh BTI dengan Nilai
                                        dengan Nilai Nominal @Rp1.000 per saham
                Keterangan                                                                Nominal @Rp1.000 per saham
                                          Jumlah        Jumlah Nilai                                  Jumlah Nilai
                                                                          %       Jumlah Saham                             %
                                          Saham           Nominal                                       Nominal
        Modal Dasar                      320.000.000   320.000.000.000               320.000.000      320.000.000.000
        Modal Ditempatkan dan
        Disetor Penuh
        PT Sarana Multi Infrastruktur     44.000.000    44.000.000.000   55,000                -                   -          -
        PT Waskita Toll Road              28.000.000    28.000.000.000   35,000                -                   -          -
        PT Bakrie & Brothers Tbk           4.000.000     4.000.000.000    5,000        4.000.000       4.000.000.000      5,000
        PT Bakrie Toll Indonesia           4.000.000     4.000.000.000    5,000       76.000.000      76.000.000.000     95,000




                                                         4
Page 5
         Jumlah Modal Ditempatkan    80.000.000    80.000.000.000   100,000    80.000.000    80.000.000.000   100,000
         dan Disetor Penuh
         Jumlah    Saham   Dalam    240.000.000   240.000.000.000             240.000.000   240.000.000.000
         Portepel


    b. Dasar nilai pengambilalihan sebesar Rp1.000.000.000.000 atas 72.000.000 saham (90%)
       dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam CCT yang dimiliki oleh
       WTR dan SMI.

        Tanggapan:

        Dasar nilai pengambilalihan sebesar Rp1.000.000.000.000 atas 72.000.000 saham adalah
        berdasarkan nilai kesepakatan antara para penjual dan pembeli, serta berdasarkan
        Laporan Penilaian yang dibuat oleh Kantor Jasa Penilai Publik Kusnanto & Rekan dengan
        laporan No. 00113/2.0162-00/BS/10/0153/1/VIII/2025 tanggal 28 Agustus 2025. Sehingga
        nilai tersebut masih dalam kisaran nilai yang wajar untuk 90% dari seluruh saham yang
        ditempatkan dan disetor penuh dalam CCT.

5. Bursa meminta penjelasan mengenai timeline seluruh rangkaian Rencana Transaksi.

   Tanggapan:

   Timeline atas masing-masing Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

   1.     Penerimaan Pinjaman oleh BTI dan Pemberian Penjaminan oleh BIIN dan
          Perseroan




   2.     Pemberian Pinjaman Bridging oleh BTI kepada CCT




   3.     Pemberian Pinjaman Pemegang Saham Convertible oleh BTI kepada CCT




                                                    5
Page 6
    4.     Pemberian Pinjaman Pemegang Saham Operasional oleh BTI kepada CCT




    5.     Pengambilalihan CCT oleh BTI




6. Dengan asumsi bahwa pinjaman sebesar Rp5.148.000.000.000,00 akan digunakan untuk rangkaian
   transaksi lainnya dalam Rencana Transaksi sebagaimana diurutkan dalam Keterbukaan Informasi, nilai
   pinjaman ini tidak akan cukup untuk membiayai seluruh rangkaian transaksi tersebut, sebagai berikut:

     Pinjaman dari kreditur                                                                                        5.148.000.000.000,00
     Penggunaan dana:
       Pemberian Pinjaman Bridging oleh BTI
                                                                            -2.700.000.000.000,00
       kepada CCT (sebanyak-banyaknya)
       Pemberian Pinjaman Pemegang Saham
                                                                              - 900.000.000.000,00
       Convertible oleh BTI kepada CCT
       Pemberian Pinjaman Pemegang Saham
                                                                              -100.000.000.000,00
       Operasional oleh BTI kepada CCT
       Pembelian 72.000.000 saham CCT dari
                                                                                -1.000.000.000.000
       WTR dan SMI
       Pembelian piutang WTR dan SMI kepada
                                                                                -2.565.335.107.890
       CCT
     Total penggunaan dana                                                                                        -7.265.335.107.890,00

     Selisih                                                                                                      -2.117.335.107.890,00

    a. Bursa meminta penjelasan atas hal ini.

         Tanggapan:

         Berikut adalah urutan transaksi yang akan dilakukan:

                     Target Tanggal
          Sequence                                               Detail Transaksi                             Dana Masuk            Dana Keluar
                        Transaksi
             1        24/09/2025 Pinjaman Dari Kreditur                                                      5.148.000.000.000
             2        24/09/2025    Pemberian Pinjaman Bridging oleh BTI kepada CCT (sebanyak-banyaknya)                         (2.700.000.000.000)
             3        24/09/2025    Pemberian Pemegang Saham Convertible oleh BTI kepada CTT                                       (900.000.000.000)
             4        24/09/2025    Pemberian Pemegang Saham Operasional kepada CCT                                                (100.000.000.000)
             5        26/09/2025 Pelunasan Pinjaman Bridging BTI oleh CCT                                    2.700.000.000.000
             6        29/09/2025    Pembelian 72.000.000 saham CCT dari WTR dan SMI                                              (1.000.000.000.000)
             7        29/09/2025    Pembelian piutang WTR dan SMI kepada CCT                                                     (2.565.335.107.890)
             8        29/09/2025    Reserved Cash dan pencadangan pembayaran agency fee dan consultant fee                         (582.664.892.110)
                                                        Total                                                7.848.000.000.000   (7.848.000.000.000)
                                                        Selisih                                                                                   0




                                                             6
Page 7
        Berdasarkan tabel di atas, dapat disampaikan bahwa setelah proses pencairan pinjaman
        dari kreditur sebesar Rp5.148.000.000.000, dana akan digunakan untuk memberikan
        pinjaman bridging kepada CCT sebesar Rp2.700.000.000.000. Pinjaman ini akan dilunasi
        oleh CCT menggunakan pencairan fasilitas kredit bank sindikasi baru, sehingga dana
        dapat digunakan kembali oleh BTI untuk menyelesaikan rangkaian transaksi sebagaimana
        telah dijelaskan dalam Keterbukaan Informasi.

    b. Sumber dana lainnya Perseroan untuk menyelesaikan seluruh rangkaian transaksi.

        Tanggapan:

        Tidak terdapat sumber dana lainnya untuk menyelesaikan seluruh rangkaian transaksi,
        sebagaimana jawaban pada nomor 6 butir a.

7. Terkait proforma laporan keuangan Perseroan sebelum dan sesudah dikonsolidasikan dengan
   CCT, Bursa meminta penjelasan:

    a. Terkait akun Hak Pengusahaan Jalan Tol – Neto, sebagai berikut:




        i.    Dasar nilai akun ini pada buku CCT senilai Rp12,27 triliun.

              Tanggapan:

              Dasar angka Hak Pengusahaan Jalan Tol sebesar Rp12,27 triliun berasal dari seluruh
              akumulasi aktual biaya yang dikeluarkan untuk pembangunan jalan tol, termasuk biaya
              bunga masa konstruksi.

        ii.   Dasar eliminasi senilai Rp3,4 triliun dan alasan eliminasi ini bersifat positif.

              Tanggapan:

              Dasar eliminasi sebesar Rp3,4 triliun berasal dari alokasi harga perolehan sehubungan
              dengan akuisisi dan bersifat positif karena nilai wajar aset hak pengusahaan jalan tol
              lebih tinggi dibandingkan dengan nilai bukunya, sehingga menghasilkan penyesuaian
              kenaikan nilai dalam alokasi harga perolehan. Dengan demikian, eliminasi positif
              tersebut mencerminkan peningkatan nilai wajar aset konsesi yang diakui dalam laporan
              keuangan konsolidasian proforma.

              Perhitungan dasar eliminasi sebagai berikut:

                                                                                          (dalam jutaan Rp)
               Hak pengusahaan jalan tol, nilai wajar berdasarkan laporan KJPP                    15.708.324
               Hak pengusahaan jalan tol, nilai buku pada tanggal 31 Maret 2025                   12.266.207
               Penyesuaian                                                                         3.442.118

  b. Terkait akun liabilitas jangka panjang – setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam satu
     tahun
       - pinjaman jangka panjang, sebagai berikut




                                                  7
Page 8
      i.    Rincian utang pada buku CCT senilai Rp7,03 triliun berdasarkan kreditur.

            Tanggapan:

                                                                                  (dalam jutaan Rp)
             Pihak Berelasi
               PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                                     3.330.194
               PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)                                      948.940
               PT Indonesia Infrastructure Finance                                          106.166
             Pihak Ketiga
               PT Bank Syariah Indonesia Tbk                                              1.299.902
               PT Bank Panin Tbk                                                            994.666
               PT Bank Pembangunan Daerah Papua                                             408.077
               PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk                                               42.441
             Total utang bank                                                             7.130.386
             Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun                             (97.588)
             Utang bank - setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam satu tahun           7.032.798

      ii.   Alasan mengapa terdapat penyesuaian Rp2,74 triliun.

            Tanggapan:

             Penyesuaian Rp2,74 triliun berasal dari:
            (i)    pemberian “Pinjaman Bridging” oleh BTI kepada CCT sebesar Rp2,70 triliun;
            (ii)   reklasifikasi utang bank jatuh tempo dalam satu tahun sebesar Rp0,04 triliun
                   sehubungan dengan penerimaan kredit sindikasi baru oleh CCT sebesar Rp9,83
                   triliun yang akan digunakan untuk melunasi utang bank Rp7,13 triliun dan “Pinjaman
                   Bridging” dari BTI sebesar Rp2,70 triliun.

c.   Terkait akun utang pihak berelasi, sebagai berikut:




      i.    Rincian utang tersebut pada buku CCT senilai Rp986,45 miliar berdasarkan kreditur

            Tanggapan:

            Utang    pihak berelasi sebesar Rp986,45 miliar merupakan utang kepada
            WTR.

      ii.   Alasan terdapat penyesuaian sebesar Rp278,63 miliar.

            Tanggapan:

            Penyesuaian sebesar Rp278,63 miliar berasal dari:
            1) Pemberian Pinjaman Pemegang Saham Convertible BTI kepada CCT sebesar
               Rp900,00 miliar;
            2) Pemberian Pinjaman Pemegang Saham Operasional BTI kepada CCT sebesar
               Rp100,00 miliar;
            3) Pembayaran utang pihak berelasi CCT kepada WTR sebesar Rp721,37 miliar.




                                               8
Page 9
     iii. Alasan terdapat eliminasi yang bernilai negatif sebesar -Rp1,07 triliun.

          Tanggapan:

          Eliminasi sebesar Rp1,07 triliun terdiri dari:
          1)     Utang pihak berelasi BTI kepada CCT sebesar Rp69.397 juta.
          2)     Utang pihak berelasi CCT kepada BTI sebesar Rp1,0 triliun.

d. Terkait akun saldo laba (defisit), agar dijelaskan dasar penyesuaian senilai
   Rp441 miliar dan emilimasi yang bernilai positif Rp1,32 triliun




   Tanggapan:

   Penyesuaian sebesar Rp441,0 miliar merupakan keuntungan dari pengukuran kembali atas
   kepentingan yang dimiliki Perseroan dan BTI sebelumnya (previously held interest) atas
   saham CCT, sehubungan dengan diperolehnya pengendalian atas CCT, sehingga CCT
   menjadi Perusahaan Anak. Sesuai dengan PSAK 103 (Kombinasi Bisnis) paragraf 42, pada
   saat pengendalian diperoleh, pihak pengakuisisi wajib mengukur kembali kepemilikan
   sebelumnya pada nilai wajar pada tanggal akuisisi. Selisih antara nilai wajar dengan nilai
   tercatat investasi sebelumnya diakui dalam laporan laba rugi periode berjalan pada pos
   Penghasilan (Beban) Lain-lain – Neto.

   Eliminasi sebesar Rp1.318.849 juta berasal dari:
   1) Eliminasi defisit CCT sebelum konsolidasi sebesar Rp827.205 juta
   2) Eliminasi goodwill negatif sebesar Rp487.750 juta
   3) Eliminasi cadangan penurunan nilai piutang pihak berelasi yang timbul pada saat
       konsolidasi CCT sebesar Rp3.894 juta. Pada saat dilakukan konsolidasi, saldo piutang
       pihak berelasi dan utang pihak berelasi antara BTI dan CCT saling eliminasi. Sebelumnya,
       CCT telah membentuk cadangan kerugian penurunan nilai atas saldo piutang tersebut.
       Pada saat konsolidasi, saldo piutang neto dan utang yang bersangkutan dilakukan
       eliminasi, maka cadangan penurunan nilai juga di eliminasi dalam laporan laba rugi
       periode berjalan pada pos Penghasilan (Beban) Lain-lain – Neto.

e. Terkait akun penghasilan dari pengukuran kembali saham CCT dan negative goodwill,




   agar dijelaskan:

     i.   Dasar angka Rp441 miliar sebagai penyesuaian pada akun penghasilan dari
          pengukuran kembali saham CCT.

          Tanggapan:

          Penyesuaian sebesar Rp441.000 juta merupakan keuntungan dari pengukuran kembali
          atas kepentingan yang dimiliki Perseroan dan BTI sebelumnya (previously held interest)
          atas saham CCT, sehubungan dengan diperolehnya pengendalian atas CCT sehingga
          CCT menjadi Perusahaan Anak. Sesuai dengan PSAK 103 (Kombinasi Bisnis) paragraf
          42, pada saat pengendalian diperoleh, pihak pengakuisisi wajib mengukur kembali
          kepemilikan sebelumnya pada nilai wajar pada tanggal akuisisi. Selisih antara nilai wajar
          dengan nilai tercatat investasi sebelumnya diakui dalam laporan laba rugi periode
          berjalan pada pos Penghasilan (Beban) Lain-Lain – Neto.



                                            9
Page 10
                                                                               Dalam jutaan Rupiah
                Investasi saham pada CCT (10%)                     BNBR               BTI               TOTAL
                  > BNBR (5%)                                          4.698                   -              4.698
                  > BTI (5%)                                               -               4.645              4.645
                Nilai tercatat investasi saham pada CCTA               4.698               4.645              9.343

                Nilai wajar CCT (10%)
                    Nilai Wajar - Aset Neto                        5.260.820          5.260.820           5.260.820
                    Liabilitas pajak tangguhan terkait         -     757.392 -          757.392 -           757.392
                    Nilai Wajar - Aset Neto yang Disesuaikan       4.503.428          4.503.428           4.503.428
                    % Kepemilikan saham 31 Maret 2025                     5%                 5%                 10%
                Nilai wajar investasi saham pada CCT B               225.171            225.171             450.343

                Keuntungan atas pengukuran kembaliC = B - A          220.473            220.527            441.000



        ii.   Dasar perhitungan negative goodwill senilai Rp487,75 miliar.

              Tanggapan:

              Dasar perhitungan goodwill negatif adalah:
                                                                               Dalam jutaan Rupiah
                Imbalan pembelian                                                                 3.565.335
                Nilai wajar aset neto diakuisisi
                   Total aset teridentifikasi                                                   15.995.189
                   Total liabilitas teridentifikasi                                            (10.734.369)
                   Aset neto teridentifikasi                                                      5.260.820
                   Liabilitas pajak tangguhan atas
                      penyesuaian nilai wajar                                                        (757.392)
                   Aset neto teridentifikasi disesuaikan                                          4.503.428
                   Persentase diakuisisi                                                                90%
                Nilai wajar aset neto teridentifikasi disesuaikan                                 4.053.086
                Goodwill negatif                                                                     (487.750)



8. Mengingat bahwa beban bunga Perseroan jika dikonsolidasikan dengan CCT akan bertambah
   sebesar Rp250,12 miliar, sebagaimana dokumen proforma, Bursa meminta penjelasan
   mengenai kesanggupan dan kesiapan Perseroan dalam pembayaran tambahan beban bunga
   tersebut. Hal ini mengingat posisi kas dan setara kas pada LK konsolidasian Perseroan per 30
   Juni 2025 adalah senilai Rp88,36 miliar, lebih rendah daripada nilai beban bunga proforma
   Perseroan ketika dikonsolidasikan dengan CCT yakni senilai Rp256,74 miliar.

    Tanggapan:

    Berdasarkan laporan proforma setelah Perseroan mengkonsolidasikan CCT akan ada tambahan
    beban bunga sebesar Rp250,12 miliar, namun beban bunga tersebut tidak akan membebani kas
    Perseroan karena sesuai rencana bahwa seluruh beban bunga dan pokok pinjaman CCT akan
    dibayar dengan menggunakan internal kas CCT yang berasal dari pendapatan operasional CCT
    sendiri. Seluruh pendapatan jalan tol merupakan pendapatan tunai, sehingga tidak ada resiko
    piutang tak tertagih, sehingga likuiditas kas dan EBITDA cukup baik.




                                                    10
Page 11
9. Informasi, fakta material atau kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi
   kelangsungan usaha perusahaan serta dapat mempengaruhi harga saham perusahaan.

    Tanggapan:

    Tidak terdapat fakta material atau kejadian penting lainnya yang material dan dapat
    mempengaruhi kelangsungan usaha Perseroan serta dapat mempengaruhi harga saham
    Perseroan.




                                           11

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.61 MB
Published8 Sep 2025
Pages11
Characters30,788
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 15 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PT Bakrie Toll Indonesia p.1 ×5
linked org PT Cimanggis Cibitung Tollways p.1 ×3
linked org PT Waskita Toll Road p.2 ×5
linked org Bank Syariah Indonesia Tbk p.8 ×2
linked org Bank Panin Dubai Syariah Tbk p.8 ×2
possible org PT Ciptadana Sekuritas Asia p.1 ×3
possible org Bank Panin Tbk p.8 ×2
unresolved org PT Bakrie p.1 ×4
unresolved org Brothers Tbk p.1 ×4
unresolved org PT Bakrie Indo Infrastructure p.1
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Kusnanto & Rekan p.5
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Kusnanto p.5
unresolved org PT Bank Pembangunan Daerah Papua p.8

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result