Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 3
Page 1 OCR 0.942
BTP Salah btr rian, Menara SMBC Lantai 12 CBD Mega Kuningan Jl Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Kov. 55-56 Jakarta Selatan - 12950 46221300 26 400 462 21 252 0356 Penjelasan atas Laporan Keuangan PT BANK BTPN SYARIAH Tbk. (“Bank”) Konsolidasian Posisi 30 Juni 2026 Kondisi eksternal segmen yang dilayani Bank, pasca Pandemi Covid-19 masih mengalami banyak tantangan. Bank terus berupaya untuk selektif dalam menyalurkan pembiayaan serta terus memberikan program pendampingan yang semakin intensif ke masyarakat inklusi. Disamping itu Bank juga melakukan banyak upaya perbaikan di internal dan juga penyemangatan para nasabah untuk terus melakukan 4 (empat) perilaku unggul: Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras dan Saling Bantu (BDKS). Dengan kondisi-kondisi internal dan eksternal yang disebutkan di atas, kinerja dapat terjaga dengan Total Aset PT BANK BTPN SYARIAH Tbk pada tanggal 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp 23,3 triliun, mengalami kenaikan sebesar Rp 550,6 miliar atau 2,496 dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2025 yang sebesar Rp 22,8 triliun. Adapun perubahan penting pada pos-pos neraca selama periode tersebut adalah sebagai berikut: 1. Kas Kas pada posis 30 Juni 2026 sebesar Rp 482,2 miliar mengalami penurunan sebesar Rp 145,9 miliar atau sebesar 23,244 dibandingkan posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp 628,1 miliar. Penurunan kas disebabkan adanya optimalisasi saldo kas dengan menempatkan pada aktiva produktif. 2. Giro dan Penempatan pada BI Giro dan Penempatan pada BI pada posisi 30 Juni 2026 sebesar Rp 781,8 miliar mengalami penurunan sebesar Rp 696,5 miliar atau sebesar 47,196 dibandingkan posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp 1,5 triliun. Penurunan tersebut disebabkan karena berkurangnya penempatan Fasiltas Simpanan Bank Indonesia Syariah (FASBIS) sejalan dengan penurunan Dana Syirkah Temporer. 3. Giro pada Bank Lain Giro pada bank lain pada posisi 30 Juni 2026 sebesar Rp 4 miliar mengalami penurunan sebesar Rp 3,2 miliar atau sebesar 44,74 dibandingkan posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp 7,1 miliar. Penurunan tersebut dikarenakan adanya optimalisasi nostro operasional bank sehingga dananya dapat digunakan untuk kepentingan investasi pada aktiva yang lebih produktif. 4. Piutang Murabahah Piutang murabahah gross posisi 30 Juni 2026 sebesar Rp 9,5 triliun mengalami kenaikan sebesar Rp 332,1 miliar atau sebesar 3,696.dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp 9,2 triliun. Hal ini menunjukkan hasil yang baik dari usaha Bank dalam penyaluran Pembiayaan Murabahah kepada Nasabah inklusi melalui Pembiayaan Murabahah Kelompok dengan tetap fokus pada kualitas pembiayaan dan selektif dalam memberikan pembiayaan kepada nasabah, yakni nasabah yang menunjukkan perilaku BDKS (Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras dan Saling Bantu). www.btpnsyariah.com iB)
Page 2 OCR 0.952
10. 11. btn riah, Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) Piutang Murabahah CKPN piutang murabahah posisi 30 Juni 2026 sebesar Rp 869,2 miliar mengalami penurunan Rp 12 miliar atau sebesar 1,44 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp 881,2 miliar. Hal ini sejalan dengan membaiknya kualitas pembiayaan Bank. Bank tetap memastikan kecukupan pencadangan baik untuk nasabah normal atau nasabah restrukturisasi yang terdampak bencana di Sumatra. Piutang Oardh Piutang gardh gross pada posisi 30 Juni 2026 sebesar Rp 71 juta mengalami penurunan sebesar Rp 26 juta atau sebesar 26,846 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp 97 juta. Hal ini dikarenakan adanya pembayaran dan pelunasan atas piutang Oardh tersebut. Pembiayaan Musyarakah Pembiayaan musyarakah posisi 30 Juni 2026 sebesar Rp 1,3 triliun mengalami kenaikan sebesar Rp 347,1 miliar atau 36,096 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp 963,3 miliar. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan penyaluran pembiayaan kepada Lembaga Keuangan Non-Bank (LKNB) dengan menggunakan akad Musyarakah, dengan memanfaatkan kondisi aset likuid yang memadai serta dukungan sinergi bisnis dengan Bank Induk dan Grup SMBC yang memiliki keunggulan di segmen tersebut, Bank memandang adanya peluang untuk mengoptimalkan peningkatan pendapatan. Biaya Dibayar Dimuka Biaya dibayar dimuka posisi 30 Juni 2026 sebesar Rp 159,2 miliar mengalami kenaikan sebesar Rp 123,8 miliar atau sebesar 350,1 dibandingkan 31 Desember 2025 yaitu sebesar Rp 35,4 miliar. Hal ini dikarenakan adanya pembayaran dimuka atas asuransi kesehatan untuk karyawan, tunjangan, sewa belum diamortisasi, serta pembayaran dan perpanjangan lisensi hak guna pakai. Liabilitas Segera Liabilitas segera pada 30 Juni 2026 sebesar Rp 32,8 miliar mengalami kenaikan sebesar Rp 16,6 miliar atau 102,996 dibandingkan posisi 31 Desember 2025 yaitu Rp 16,2 miliar. Hal ini disebabkan adanya kenaikan hutang project IT dan kewajiban segera lainnya. Utang Pajak Utang Pajak pada 30 Juni 2026 sebesar Rp 48,8 miliar mengalami penurunan sebesar Rp 5,8 miliar atau 10,696 dibandingkan posisi 31 Desember 2025 yaitu Rp 54,6 miliar. Hal ini disebabkan turunnya taksiran pajak penghasilan di semester I tahun 2026. Liabilitas Sewa Guna Usaha Liabilitas Sewa Guna Usaha pada 30 Juni 2026 sebesar Rp 71,1 miliar mengalami kenaikan sebesar Rp 41,6 miliar atau 141,146 dibandingkan posisi 31 Desember 2025 yaitu Rp 29,5 miliar. Hal ini disebabkan penambahan sewa atas aset perusahaan. www.btpnsyariah.com mn
Page 3 OCR 0.940
12. 13. btn rian, Dana Syirkah Temporer Dana syirkah temporer pada tanggal 30 Juni 2026 sebesar Rp 9,8 triliun mengalami penurunan sebesar Rp 129,8 miliar atau 1,395 dibandingkan posisi 31 Desember 2025 yaitu Rp 9,9 triliun. Disisi lain deposito mengalami penurunan sebesar Rp 712,7 miliar tetapi tabungan mengalami kenaikan sebesar Rp 583 miliar. Penurunan Dana Syirkah Temporer pada triwulan kedua tahun 2026, sesuai dengan strategi Bank yaitu untuk melepaskan nasabah yang sangat sensitif terhadap tingkat suku bunga, selain itu disebabkan oleh penawaran tingkat suku bunga time deposit yang lebih tinggi dari competitor. Ekuitas Ekuitas pada tanggal 30 Juni 2026 sebesar Rp 10,3 triliun mengalami kenaikan sebesar Rp 299,4 miliar atau sebesar 3,096 dibandingkan dengan periode 31 Desember 2025 sebesar Rp 10 triliun. Peningkatan ekuitas ini karena adanya pertumbuhan modal secara organik berupa penambahan laba bersih periode berjalan. www.btpnsyariah.com TN K, &
Names mentioned 5 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Kov.
p.1
unresolved
org
Bank Indonesia
p.1
unresolved
org
Bank Lain Giro
p.1
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.