Back to announcement
20250822_RUNS_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31934551_lamp2.pdf
Other Text extracted RUNSSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 27
Page 1
Lampiran
Permintaan Penjelasan
1. Merujuk tanggapan permintaan penjelasan nomor 1 tanggal 30 Januari 2025, disebutkan bahwa
berdasarkan evaluasi kinerja tahun 2023, pada tahun 2024 Perseroan memutuskan perhatian bisnis
pada penjualan yang tidak melibatkan pihak terafiliasi. Langkah ini berhasil menurunkan biaya
operasional untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 menjadi sebesar Rp9,8 Miliar
dari sebelumnya Rp12,4 Miliar pada periode yang sama tahun 2023. Melihat hasil kinerja ini,
Perseroan berencana untuk terus melanjutkan upaya akuisisi pasar dan pengendalian biaya dengan
lebih terfokus melalui Entitas Anak. Namun demikian pada Laporan Keuangan per Juni 2025,
Perseroan kembali membukukan pendapatan dari pihak berelasi. Atas hal tersebut:
a. Jelaskan perubahan haluan ini.
b. Di segmen operasi yang mana pendapatan dari entitas anak PT Mahuta Global Teknologi
dibukukan?
Referring to the response to clarification request number 1 dated January 30, 2025, it was stated
that based on the 2023 performance evaluation, in 2024 the Company decided to focus its business
on sales not involving affiliated parties. This step successfully reduced operating expenses for the
period ended June 30, 2024, to IDR 9.8 billion from IDR 12.4 billion in the same period of 2023.
Considering this performance result, the Company plans to continue its efforts in market acquisition
and cost control with a stronger focus through its Subsidiaries. However, in the Financial
Statements as of June 2025, the Company again recorded revenue from related parties. In this
regard:
a. Please explain this shift in approach.
b. In which operating segment is the revenue from the subsidiary PT Mahuta Global Teknologi
recorded?
Jawaban/Answer:
a. Jelaskan perubahan haluan ini.
Perusahaan tidak melakukan perubahan haluan atas fokus bisnis pada penjualan yang tidak
melibatkan pihak terafiliasi. Namun, Perusahaan dalam hal ini juga tidak memutuskan
kerjasama dengan pihak terafiliasi untuk aktivitas penjualan.
Pada periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 pembukuan pendapatan dari pihak
berelasi berasal dari kontrak pekerjaan tahun 2022 yang pelaksanaan pekerjaannya masih
berlangsung di tahun 2025. Terdapat pendapatan atas penyelesaian pekerjaan berdasarkan
termin proyek pada periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025.
The Company has not changed its business focus on sales not involving affiliated parties.
However, the Company has also not terminated cooperation with affiliated parties for sales
activities.
For the period ended June 30, 2025, the recognition of revenue from related parties originated
from a 2022 work contract, the execution of which is still ongoing in 2025. Revenue was
recorded from the completion of work based on project milestones during the period ended June
30, 2025.
b. Segmen operasi yang mana pendapatan dari entitas anak PT Mahuta Global Teknologi
dibukukan?
Pada periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025, belum terdapat pendapatan yang
dibukukan oleh PT Mahuta Global Teknologi. Namun beberapa leads penjualan segmen ERP
RUN System sudah melalui PT Mahuta Global Teknologi sehingga GSS fokus pada penjualan
recurring dan principal lisensi ERP.
For the period ended June 30, 2025, no revenue has yet been recorded by PT Mahuta Global
Teknologi. However, several sales leads in the RUN System ERP segment have already been
channeled through PT Mahuta Global Teknologi, allowing GSS to focus on recurring sales and
principal ERP license sales.
Page 2
2. Merujuk tanggapan permintaan penjelasan tanggal 30 Januari 2025, diketahui bahwa Perseroan
melakukan koreksi Laporan Keuangan per Juni 2024. Agar dijelaskan detail koreksi tersebut dengan
mengisi tabel berikut:
Referring to the response to the clarification request dated January 30, 2025, it is noted that the
Company made corrections to the Financial Statements as of June 2024. Please provide a detailed
explanation of such corrections by completing the following table:
No. Informasi sebelum Informasi setelah Dampak terhadap
Koreksi Koreksi Saldo Akun Utama
Apabila akibat permintaan penjelasan ini Perseroan kembali melakukan revisi atas Laporan
Keuangan per Juni 2024, agar dirincikan juga detail koreksi tersebut. Bursa meminta agar koreksi
tersebut juga diunggah pada lampiran XBRL Perseroan.
In the event that, as a result of this clarification request, the Company makes further revisions to
the Financial Statements as of June 2024, please also provide a detailed breakdown of such
corrections. The Exchange requests that these corrections be uploaded as well in the Company’s
XBRL attachment.
Jawaban/Answer:
No. Informasi sebelum Informasi setelah Dampak terhadap
Koreksi/Information Koreksi/Information Saldo Akun
Before Correction After Correction Utama/Impact on
Main Account Balance
1 Pada CALK No. 13, jumlah Pada CALK No. 13, jumlah Koreksi tidak berdampak
saldo aset tidak lancar saldo aset tidak lancar pada Saldo akun utama.
lainnya per 30 Juni 2024 lainnya per 30 Juni 2024 Koreksi dilakukan untuk
sebesar Rp8,503.974.027/In sebesar Rp140.295.369/In CALK No. 13/The
Note 13 of the Financial Note 13 of the Financial correction has no impact on
Statements, the balance of Statements, the balance of the balance of the main
other non-current assets as other non-current assets as accounts. The correction
of June 30, 2024 was IDR of June 30, 2024 was IDR was made to Note 13.
8,503,974,027. 140,295,369.
3. Merujuk tanggapan permintaan penjelasan nomor 5 tanggal 30 Januari 2025, disebutkan bahwa
terdapat Pembayaran dividen pada tahun 2024 dilakukan oleh PT Solusi Kampus Indonesia pada
bulan Maret 2024 berdasarkan keputusan Rapat Pemegang Saham PT Solusi Kampus Indonesia
tanggal 26 Februari 2024. Lebih lanjut terdapat kesalahan pencatatan pada nominal pembayaran
dividen yang disajikan pada arus kas dari aktivitas pendanaan, karena nilai Rp8,4 Miliar belum
termasuk porsi penerimaan dividen yang harus dieliminasi sebesar Rp5,1 Miliar. Perseroan belum
melakukan koreksi atas kesalahan pencatatan tersebut. Agar dijelaskan. Jelaskan juga dampaknya
pada saldo akun utama.
Referring to the response to clarification request number 5 dated January 30, 2025, it was stated
that a dividend payment in 2024 was made by PT Solusi Kampus Indonesia in March 2024 based
Page 3
on the resolution of the General Meeting of Shareholders of PT Solusi Kampus Indonesia dated February 26, 2024. Furthermore, there was an error in recording the amount of dividend payment presented in the cash flow from financing activities, as the amount of IDR 8.4 billion did not include the portion of dividend income that should have been eliminated amounting to IDR 5.1 billion. The Company has not yet made a correction to this recording error. Please provide clarification. Also, explain its impact on the balance of the main accounts Jawaban/Answer: Tidak terdapat dampak perubahan pada saldo akun utama atas kesalahan pada laporan arus kas sebagaimana disebutkan di atas. Kesalahan laporan arus kas aktivitas pendanaan pada pos penerimaan Rp8,4 Miliar dan pengeluaran dividen Rp5,1 Miliar adalah kesalahan klasifikasi pada laporan arus kas. Berikut adalah laporan arus kas sebelum dan sesudah pembetulan klasifikasi. (Lampiran 1 - Penjelasan pembetulan klasifikasi arus kas 30 Juni 2024). There is no impact on the balance of the main accounts arising from the error in the cash flow statement as mentioned above. The error in the cash flow from financing activities, specifically the recording of IDR 8.4 billion dividend income and IDR 5.1 billion dividend distribution, was a misclassification in the cash flow statement. Below is the cash flow statement before and after the reclassification adjustment. (Appendix 1 – Explanation of the reclassification adjustment of the cash flow statement as of June 30, 2024). Lampiran 1 - Penjelasan pembetulan klasifikasi arus kas 30 Juni 2024
Page 4
Perusahaan telah menyajikan koreksi pembetulan klasifikasi pada Laporan arus kas periode 30 Juni 2024 pada figur komparatif LKTT 30 Juni 2025. (Lampiran 2 - Pembetulan klasifikasi laporan arus kas 30 Juni 2024 sebagai figur komparatif pada LKTT 30 Juni 2025). Lampiran 2 - Pembetulan klasifikasi laporan arus kas 30 Juni 2024 sebagai figur komparatif pada LKTT 30 Juni 2025 The Company has presented the reclassification adjustment in the cash flow statement for the period ended June 30, 2024, as part of the comparative figures in the Interim Consolidated Financial Statements as of June 30, 2025. (Appendix 2 – Reclassification adjustment of the cash flow statement as of June 30, 2024 presented as comparative figures in the Interim Consolidated Financial Statements as of June 30, 2025).
Page 5
4. Merujuk tanggapan permintaan penjelasan nomor 6 tanggal 30 Januari 2025, diketahui bahwa PT
Solusi Kampus Indonesia membukukan laba bersih saat Perseroan membukukan rugi bersih. Agar
dijelaskan:
a. Analisa manajemen terhadap alasan perbedaan kinerja tersebut.
b. Segmen/produk apa saja yang disediakan oleh SKI?
Referring to the response to clarification request number 6 dated January 30, 2025, it is noted that
PT Solusi Kampus Indonesia recorded a net profit while the Company recorded a net loss. Please
explain:
a. Management’s analysis of the reasons for this performance difference.
b. What segments/products are provided by SKI?
Jawaban/Answer:
a. Analisa manajemen terhadap alasan perbedaan kinerja tersebut.
b. Segmen/produk apa saja yang disediakan oleh SKI?
30 Jun 2025 30 Jun 2024 Increase /
PENDAPATAN/REVENUE %
GSS GSS Decrease
Pendapatan Project
Based/Project-Based Revenue 2,177,816,000 733,575,608 1,444,240,391 196.88%
Pendapatan Services/Services
Revenue 3,741,363,563 1,493,369,800 2,247,993,763 150.53%
Pendapatan Subscription Based
Product/Subscription-Based
Product Revenue 1,285,530,485 877,350,371 408,180,113 46.52%
Total Pendapatan/Total
Revenue 7,204,710,048 3,104,295,780 4,100,414,268 132.09%
30 Jun 2025 30 Jun 2024 Increase /
PENDAPATAN %
SKI SKI Decrease
Pendapatan Project
Based/Project-Based Revenue 1,224,803,941 2,216,173,963 (991,370,022) -44.73%
Pendapatan Services/Services
Revenue 110,976,576 - 110,976,576 100.00%
Pendapatan Subscription Based
Product/Subscription-Based
Product Revenue 3,287,198,149 2,722,129,815 565,068,334 20.76%
Total Pendapatan/Total
Revenue 4,622,978,666 4,938,303,778 (315,325,112) -6.39%
Berdasarkan performansi pada periode 30 Juni 2024, Kelompok Usaha lebih lanjut menerapkan
strategi untuk meningkatkan kinerja Kelompok Usaha melalui penjualan produk dengan bisnis
model berlangganan, baik melalui distribution channel maupun penjualan langsung dan tetap
melakukan cost efficiency khususnya pada bagian operasional. Peningkatan ini khususnya untuk
pendapatan dari produk dan layanan dengan model bisnis recurring untuk Monthly Recurring
Revenue (MRR) dan model Annual Recurring Revenue (ARR) dari pendapatan Annual Technical
Support. Dampak dari hal ini sudah lebih dulu dirasakan pada PT SKI yang berakibat pada performa
laba rugi yang stabil.
Page 6
Komitmen Kelompok Usaha dalam intensifikasi usaha pada produk dengan business model
berlangganan tercermin pada jumlah pendapatan Perusahaan dari subscription based product pada
30 Juni 2025 senilai Rp1,28 miliar, atau meningkat sebesar Rp408 juta (46,52%) dari sebelumnya
Rp877 juta pada 30 Juni 2024. Hasil yang serupa juga tercermin pada pendapatan subscription based
product dari PT SKI pada 30 Juni 2025 senilai Rp3,28 miliar, atau meningkat sebesar Rp565 juta
(20,76%) dari sebelumnya Rp2,72 miliar pada 30 Juni 2024. Manajemen berkeyakinan bahwa
pendapatan dari produk dengan model bisnis berlangganan adalah salah satu kunci untuk resiliency
dan keberlanjutan performance usaha yang lebih baik.
Based on performance for the period ended June 30, 2024, the Group further implemented a strategy
to improve performance through the sale of products under a subscription-based business model,
both via distribution channels and direct sales, while continuing to carry out cost efficiency
measures, particularly in operations. This improvement was especially reflected in revenue from
products and services under a recurring business model, including Monthly Recurring Revenue
(MRR) and Annual Recurring Revenue (ARR) from Annual Technical Support income. The impact
of this has already been seen in PT SKI, resulting in stable profit and loss performance.
The Group’s commitment to intensifying efforts in subscription-based products is reflected in the
Company’s subscription-based product revenue as of June 30, 2025, which amounted to IDR 1.28
billion, an increase of IDR 408 million (46.52%) compared to IDR 877 million as of June 30, 2024.
A similar result was also reflected in PT SKI’s subscription-based product revenue as of June 30,
2025, which amounted to IDR 3.28 billion, an increase of IDR 565 million (20.76%) compared to
IDR 2.72 billion as of June 30, 2024.
Management believes that revenue from subscription-based products is one of the keys to resiliency
and improved sustainability of business performance.
5. Merujuk tanggapan permintaan penjelasan nomor 8 tanggal 30 Januari 2025, disebutkan bahwa
tingkat bagi hasil Bank Syariah Indonesia adalah tahunan. Agar diperhatikan pengungkapannya di
laporan keuangan, dengan mempertimbangkan bahwa tingkat bunga dari Bank Negara Indonesia
diungkapkan dalam tingkat bulanan.
Referring to the response to clarification request number 8 dated January 30, 2025, it was stated
that the profit-sharing rate of Bank Syariah Indonesia is on an annual basis. Please ensure its
disclosure in the financial statements, taking into consideration that the interest rate from Bank
Negara Indonesia is disclosed on a monthly basis.
Jawaban/Answer:
Nisbah Nasabah dari deposito pada PT Bank Syariah Indonesia Tbk sesuai yang tercantum pada
bilyet deposito adalah sebesar 26%. Untuk tingkat bunga dari Bank Negara Indonesia yang
tercantum pada bilyet deposito adalah sebesar 2,5% per tahun.
The profit-sharing ratio (nisbah) for customer deposits at PT Bank Syariah Indonesia Tbk, as stated
in the deposit certificate, is 26%. Meanwhile, the interest rate from Bank Negara Indonesia,
as stated in the deposit certificate, is 2.5% per annum.
6. Merujuk tanggapan permintaan penjelasan nomor 9.a tanggal 30 Januari 2025, disebutkan bahwa
Perseroan melakukan pendekatan komunikasi intensif dengan menyampaikan reminding letter
untuk meningkatkan kolektibilitas, dalam hal kewajiban Pelanggan belum diselesaikan hingga 3
kali reminding letter maka Perseroan dapat melakukan penutupan akses pada sistem aplikasi
Pelanggan. Reminding letter dan penutupan akses pada sistem aplikasi Pelanggan sebagai upaya
yang efektif untuk dilakukan mengingat beberapa faktor:
a. sebagian besar piutang usaha adalah piutang dari pihak afiliasi Perseroan.
b. proyek yang masih dalam proses penyelesaian.
c. produk masih digunakan secara aktif oleh Pengguna.
Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
a. Apabila strategi tersebut efektif, mengapa tidak terdapat peningkatan kolektibilitas khususnya
dari pihak berelasi.
b. Dengan mempertimbangkan kolektibilitas rendah dari pihak berelasi, jelaskan mengapa
Perseroan masih melakukan penjualan kepada pihak berelasi pada tahun 2025.
Page 7
Referring to the response to clarification request number 9.a dated January 30, 2025, it was stated
that the Company conducted intensive communication by sending reminding letters to improve
collectability. In cases where the Customer’s obligations remain unsettled after three reminding
letters, the Company may close the Customer’s access to the application system. The reminding
letters and closure of Customer access to the application system are considered effective measures,
taking into account several factors:
a. the majority of trade receivables consist of receivables from the Company’s affiliated parties;
b. projects are still in the process of completion;
c. the products are still being actively used by Users.
In this regard, please explain:
a. If this strategy is effective, why has there been no improvement in collectability, particularly
from related parties?
b. Considering the low collectability from related parties, please explain why the Company
continues to conduct sales to related parties in 2025.
Jawaban/Answer:
a. Apabila strategi tersebut efektif, mengapa tidak terdapat peningkatan kolektibilitas khususnya
dari pihak berelasi
b. Dengan mempertimbangkan kolektibilitas rendah dari pihak berelasi, jelaskan mengapa
Perseroan masih melakukan penjualan kepada pihak berelasi pada tahun 2025.
Piutang Perusahaan kepada pihak berelasi yang tercatat pada 30 Juni 2024, 31 Desember 2024,
30 Juni 2025 memiliki pergerakan collection sehingga Perusahaan memiliki keyakinan yang
memadai bahwa piutang tersebut tidak memiliki risiko signifikan untuk menjadi piutang tak
tertagih. (Rujukan pada Tabel 1 - Rincian mutasi piutang usaha pihak berelasi PT
Telekomunikasi Indonesia Tbk dan Tabel 2 - Rincian mutasi piutang usaha pihak berelasi
PT Metranet).
Perusahaan berdasarkan data historis berkeyakinan bahwa aktivitas penjualan pada pihak
berelasi tidak menimbulkan risiko signifikan atas piutang usaha pihak berelasi yang tidak
dapat tertagih.
The Company’s receivables from related parties recorded as of June 30, 2024, December 31,
2024, and June 30, 2025 show collection movements, providing the Company with reasonable
assurance that such receivables do not carry significant risk of becoming uncollectible. (Refer
to Table 1 – Details of movements in trade receivables from related party PT Telekomunikasi
Indonesia Tbk and Table 2 – Details of movements in trade receivables from related party PT
Metranet).
Based on historical data, the Company believes that sales activities with related parties do not
present significant risk of uncollectible trade receivables from related parties.
Tabel 1 - Rincian mutasi piutang usaha pihak berelasi PT Telekomunikasi Indonesia
Tbk/Table 1 – Details of movements in trade receivables from related party PT
Telekomunikasi Indonesia Tbk
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk
Revenue Ending
Beginning Balance (Include Tax) Collection Balance
2024 H1 13,318,795,943 - - 13,318,795,943
2024 H2 13,318,795,943 - 2,156,960,160 11,161,835,783
2025 H1 11,161,835,783 5,516,168,877 2,488,134,193 14,189,870,467
TOTAL 5,516,168,877 4,645,094,353
Page 8
Tabel 2 - Rincian mutasi piutang usaha pihak berelasi PT Metranet/Details of movements
in trade receivables from related party PT Metranet
PT Metranet
Revenue Ending
Beginning Balance (Include Tax) Collection Balance
2024 H1 2,069,981,256 - 519,898,643 1,550,082,613
2024 H2 1,550,082,613 1,509,895,786 747,701,036 2,312,277,363
2025 H1 2,312,277,363 657,334,118 719,428,470 2,250,183,011
TOTAL 2,167,229,904 1,987,028,149
7. Merujuk tanggapan permintaan penjelasan nomor 9.b tanggal 30 Januari 2025, Perseroan tidak
menjawab pertanyaan rincian pihak dan nilai piutang usaha yang telah jatuh tempo >180 hari. Agar
disampaikan informasi tersebut untuk periode 30 Juni 2024, 31 Desember 2025, dan 30 Juni 2025.
Referring to the response to clarification request number 9.b dated January 30, 2025, the Company
did not address the question regarding the details of parties and the value of trade receivables that
have been overdue for more than 180 days. Please provide this information for the periods of
June 30, 2024, December 31, 2024, and June 30, 2025.
Jawaban/Answer:
Berikut adalah rincian pihak serta nilai piutang usaha yang telah melewati jatuh tempo >180 hari
untuk periode 30 Juni 2024, 31 Desember 2024, dan 30 Juni 2025:
The following are the details of the parties and the value of trade receivables that have been overdue
for more than 180 days for the periods of June 30, 2024, December 31, 2024, and June 30, 2025:
Tabel 3 - Rincian piutang usaha dengan umur >180 hari dan persentase cadangan kerugian
piutang/Table 3 – Details of trade receivables aged over 180 days and percentage of allowance
for doubtful accounts
Umur Piutang >180
Hari/Receivables Aged Over 180 30 Jun 2024 31 Dec 2024 30 Jun 2025
Days
Pihak Berelasi/Related Parties
PT Telekomunikasi Indonesia 13,318,795,943 11,161,835,783 8,673,701,590
PT Metra-Net 1,550,082,613 802,381,577 2,250,183,011
Total Pihak Berelasi/Total
Related Parties 14,868,878,556 11,964,217,360 10,923,884,601
Cadangan kerugian
piutang/Allowance for Doubtful
Accounts 1,644,031,385 1,644,031,385 1,644,031,385
Persentase cadangan kerugian
piutang pihak berelasi/Percentage
of Allowance for Doubtful Accounts
of Related Parties 11.06% 13.74% 15.05%
Page 9
Pihak Ketiga/Third Parties PT Magnesium Gosari International 990,497,222 990,497,222 990,497,222 PT Indotama Omicron Kahar 491,492,627 500,465,601 500,465,601 PT Kusuma Sandang Mekarjaya 225,910,636 225,910,636 225,910,636 PT Kampung Jawa Folklores 189,700,001 189,700,001 189,700,001 PT Anwid Graha 68,900,800 68,900,800 68,900,800 PT Molay Satrya Indonesia 68,817,760 68,817,760 68,817,760 PT Virama Karya (Persero) 45,016,001 45,016,001 45,016,001 PT Matcha Muda Manggala 21,031,821 21,031,821 21,031,821 Total Pihak Ketiga/Total Third Parties 2,101,366,867 2,110,339,842 2,110,339,842 Cadangan kerugian piutang/Allowance for Doubtful Accounts 2,389,440,535 2,389,440,535 2,389,440,535 Persentase cadangan kerugian piutang pihak ketiga/Percentage of Allowance for Doubtful Accounts of Third Parties 113.71% 113.23% 113.23% Ringkasan total piutang dan persentase cadangan kerugian/Summary of Total Receivables and Percentage of Allowance for Doubtful Accounts Total Piutang dengan umur >180 Hari/Total Receivables Aged Over 180 Days 16,970,245,423 14,074,557,202 13,034,224,443 Total cadangan kerugian piutang/Total Allowance for Doubtful Accounts 4,033,471,920 4,033,471,920 4,033,471,920 Persentase cadangan kerugian piutang usaha/Percentage of Allowance for Trade Receivables 23.77% 28.66% 30.95%
Page 10
8. Merujuk tanggapan permintaan penjelasan nomor 9.c tanggal 30 Januari 2025, disebutkan bahwa
Perseroan menilai meskipun terdapat peningkatan saldo yang telah jatuh tempo >180 hari terhadap
piutang-piutang baru tidak ada bukti kuat bahwa piutang tersebut tidak dapat ditagih karena
pelanggan memiliki rekam jejak pembayaran yang baik dan Perseroan memiliki keyakinan bahwa
piutang akan tetap tertagih meskipun melewati batas waktu. Hal ini diperkuat oleh progres
pembayaran piutang sampai dengan tanggal 31 Desember 2024. Dengan mempertimbangkan bahwa
piutang-piutang tersebut masih belum dilunasi hingga sekarang, agar disampaikan kembali jawaban
terhadap mengapa nilai cadangan kerugian penurunan nilai relatif kecil dan tidak ada penambahan
selama tahun 2024 dan 2025.
Referring to the response to clarification request number 9.c dated January 30, 2025, it was stated
that although there was an increase in balances overdue for more than 180 days, for the new
receivables there is no strong evidence that such receivables are uncollectible, as the customers
have a good payment track record and the Company has confidence that the receivables will remain
collectible despite exceeding the due date. This was further supported by the progress of receivable
collections up to December 31, 2024. Considering that these receivables are still outstanding until
now, please restate the response as to why the allowance for impairment losses remains relatively
small and why there has been no additional allowance during 2024 and 2025.
Jawaban/Answer:
Perusahaan melakukan evaluasi atas saldo cadangan kerugian piutang berdasarkan data historis
dengan menggunakan metode perhitungan kerugian kredit ekspektasian, dengan rincian piutang
sebagaimana disajikan pada Tabel 3. Dari hasil evaluasi yang dilakukan, Perusahaan dengan prinsip
kehati-hatian meningkatkan persentase cadangan kerugian piutang usaha terhadap jumlah piutang
usaha dengan umur >180 hari dari 23,77% pada 30 Juni 2024, menjadi 28,66% pada 31 Desember
2024, dan 30,95% pada 30 Juni 2025.
The Company evaluates the balance of allowance for doubtful accounts based on historical data
using the expected credit loss calculation method, with details of receivables as presented in Table
3. From the evaluation conducted, the Company, applying the principle of prudence, increased the
percentage of allowance for trade receivables against total trade receivables aged over 180 days
from 23.77% as of June 30, 2024, to 28.66% as of December 31, 2024, and 30.95% as of June 30,
2025.
Tabel 3 - Rincian piutang usaha dengan umur >180 hari dan persentase cadangan kerugian
piutang/Table 3 – Details of trade receivables aged over 180 days and percentage of allowance
for doubtful accounts
Umur Piutang >180
Hari/Receivables Aged Over 180 30 Jun 2024 31 Dec 2024 30 Jun 2025
Days
Pihak Berelasi/Related Parties
PT Telekomunikasi Indonesia 13,318,795,943 11,161,835,783 8,673,701,590
PT Metra-Net 1,550,082,613 802,381,577 2,250,183,011
Total Pihak Berelasi/Total
Related Parties 14,868,878,556 11,964,217,360 10,923,884,601
Cadangan kerugian
piutang/Allowance for Doubtful
Accounts 1,644,031,385 1,644,031,385 1,644,031,385
Persentase cadangan kerugian
piutang pihak berelasi/Percentage
of Allowance for Doubtful Accounts
of Related Parties 11.06% 13.74% 15.05%
Page 11
Pihak Ketiga/Third Parties PT Magnesium Gosari International 990,497,222 990,497,222 990,497,222 PT Indotama Omicron Kahar 491,492,627 500,465,601 500,465,601 PT Kusuma Sandang Mekarjaya 225,910,636 225,910,636 225,910,636 PT Kampung Jawa Folklores 189,700,001 189,700,001 189,700,001 PT Anwid Graha 68,900,800 68,900,800 68,900,800 PT Molay Satrya Indonesia 68,817,760 68,817,760 68,817,760 PT Virama Karya (Persero) 45,016,001 45,016,001 45,016,001 PT Matcha Muda Manggala 21,031,821 21,031,821 21,031,821 Total Pihak Ketiga/Total Third Parties 2,101,366,867 2,110,339,842 2,110,339,842 Cadangan kerugian piutang/Allowance for Doubtful Accounts 2,389,440,535 2,389,440,535 2,389,440,535 Persentase cadangan kerugian piutang pihak ketiga/Percentage of Allowance for Doubtful Accounts of Third Parties 113.71% 113.23% 113.23%
Page 12
Umur Piutang >180
Hari/Receivables Aged Over 180 30 Jun 2024 31 Dec 2024 30 Jun 2025
Days
Ringkasan total piutang dan persentase cadangan kerugian/Summary of Total Receivables
and Percentage of Allowance for Doubtful Accounts
Total Piutang dengan umur >180
Hari/Total Receivables Aged Over
180 Days 16,970,245,423 14,074,557,202 13,034,224,443
Total cadangan kerugian
piutang/Total Allowance for
Doubtful Accounts 4,033,471,920 4,033,471,920 4,033,471,920
Persentase cadangan kerugian
piutang usaha/Percentage of
Allowance for Trade Receivables 23.77% 28.66% 30.95%
Pada tanggal 30 Juni 2024, 31 Desember 2024 dan 30 Juni 2025 piutang usaha dengan umur >180
hari terdiri dari piutang pihak berelasi masing-masing sebesar 87,62%; 85,01% dan 83,81% dari
nilai total. Untuk rincian mutasi pergerakan piutang usaha pihak berelasi dapat merujuk pada Tabel
1 dan Tabel 2.
As of June 30, 2024, December 31, 2024, and June 30, 2025, trade receivables aged over 180 days
consisted of related party receivables amounting to 87.62%, 85.01%, and 83.81% of the total value,
respectively. For details of the movements in related party trade receivables, please refer to Table
1 and Table 2.
Tabel 1 - Rincian mutasi piutang usaha pihak berelasi PT Telekomunikasi Indonesia
Tbk/Table 1 – Details of Movements in Trade Receivables from Related Party PT
Telekomunikasi Indonesia Tbk
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk
Revenue Ending
Beginning Balance (Include Tax) Collection Balance
2024 H1 13,318,795,943 - - 13,318,795,943
2024 H2 13,318,795,943 - 2,156,960,160 11,161,835,783
2025 H1 11,161,835,783 5,516,168,877 2,488,134,193 14,189,870,467
TOTAL 5,516,168,877 4,645,094,353
Tabel 2 - Rincian mutasi piutang usaha pihak berelasi PT Metranet/Table 2 – Details of
Movements in Trade Receivables from Related Party PT Metranet
PT Metranet
Revenue Ending
Beginning Balance (Include Tax) Collection Balance
2024 H1 2,069,981,256 - 519,898,643 1,550,082,613
2024 H2 1,550,082,613 1,509,895,786 747,701,036 2,312,277,363
2025 H1 2,312,277,363 657,334,118 719,428,470 2,250,183,011
TOTAL 2,167,229,904 1,987,028,149
Page 13
9. Merujuk tanggapan permintaan penjelasan nomor 10 tanggal 30 Januari 2025, disebutkan bahwa
terdapat kesalahan penyajian klasifikasi akun pada Biaya dibayar dimuka sebesar Rp131 juta yang
seharusnya adalah uang muka vendor (non-afiliasi) dan uang muka karyawan tahun 2024 yang
belum terealisasi menjadi biaya. Perseroan belum melakukan koreksi terhadap kesalahan penyajian
tersebut.
Referring to the response to clarification request number 10 dated January 30, 2025, it was stated
that there was a misclassification in the presentation of accounts under Prepaid Expenses
amounting to IDR 131 million, which should have been recorded as vendor advances (non-
affiliated) and employee advances in 2024 that had not yet been realized as expenses. The Company
has not yet corrected this presentation error.
Jawaban/Answer:
Perusahaan akan melakukan koreksi terhadap penyajian CALK Biaya dibayar di muka dan uang
muka sebagai berikut./The Company will correct the presentation in the Notes to the Financial
Statements (CALK) for Prepaid Expenses and Advances as follows.
10. Merujuk tanggapan permintaan penjelasan nomor 11 tanggal 30 Januari 2025, Perseroan belum
menyampaikan rincian biaya yang diakui dalam kapitalisasi aset tak berwujud selama semester
pertama tahun 2024. Agar disampaikan rincian beserta angkanya.
Referring to the response to the request for clarification No. 11 dated January 30, 2025, the
Company has not yet provided the details of expenses recognized in the capitalization of intangible
assets during the first semester of 2024. Please provide the breakdown along with the respective
amounts.
Page 14
Jawaban/Answer:
Penambahan kapitalisasi nilai Aset takberwujud selama semester pertama tahun 2024 terdiri dari
kapitalisasi atas biaya infrastruktur aplikasi dan kapitalisasi biaya tenaga kerja pada periode berjalan
dengan rincian pada tabel di bawah ini.
The additional capitalization of intangible assets during the first semester of 2024 consists of the
capitalization of application infrastructure costs and the capitalization of labor costs incurred
during the period, with details presented in the table below.
Total
Konsolidasi/Total
GSS SKI Consolidated
Beginning Balance
16,199,332,081 10,130,852,779 26,330,184,860
1 Januari 2024
Addition:
Kapitalisasi Biaya
Infrastruktur Pendukung
Aplikasi/Capitalization of 271,517,918 59,500,000 331,017,918
Application Support
Infrastructure Costs
Kapitalisasi Biaya Tenaga
Kerja/Capitalization of 2,489,955,221 2,911,451,913 5,401,407,134
Labor Costs
Ending Balance
18,960,805,220 13,101,804,692 32,062,609,912
30 Juni 2024
11. Merujuk tanggapan permintaan penjelasan nomor 13 tanggal 30 Januari 2025, disebutkan bahwa
terdapat kesalahan penyajian pada CALK 13 aset tidak lancar lainnya. Merujuk LKTT 2024
koreksian, akun investasi dihapuskan. Agar dijelaskan:
a. Latar belakang kesalahan tersebut.
b. Latar belakang Perseroan banyak melakukan kesalahan pelaporan keuangan.
c. Strategi perbaikan kontrol internal.
d. Agar dijelaskan saldo investasi dipindahkan kemana.
Referring to the response to clarification request number 13 dated January 30, 2025, it was stated
that there was a misstatement in Note 13 of the Financial Statements (CALK) regarding other non-
current assets. Referring to the corrected 2024 Interim Consolidated Financial Statements, the
investment account was eliminated. Please explain:
a. The background of this error.
b. The background as to why the Company has made multiple financial reporting errors.
c. The strategy for improving internal controls.
d. Please clarify where the investment balance was reclassified.
Jawaban:
Latar belakang kesalahan/Background of the error
Terdapat kesalahan penyajian pada CALK 13 aset tidak lancar lainnya, dimana kesalahan ini
disebabkan oleh ketidakselarasan laporan keuangan utama dengan rincian yang disajikan pada
CALK.
Page 15
There was a misstatement in Note 13 of the financial statements (Other Non-Current Assets), which
occurred due to a discrepancy between the figures presented in the primary financial statements
and the detailed information disclosed in the notes.
Perlu kami tegaskan bahwa kesalahan ini terjadi pada level rincian di dalam CALK 13 dan tidak
mempengaruhi total nilai 'Aset Tidak Lancar Lainnya' maupun ‘Total Aset’ yang disajikan pada
Laporan Posisi Keuangan (Neraca) utama.
We would like to emphasize that this error occurred only at the detail level in Note 13 and did not
affect the total balance of Other Non-Current Assets or Total Assets presented in the consolidated
Statement of Financial Position.
Latar belakang Perseroan banyak melakukan kesalahan pelaporan keuangan/Background of the
Company’s repeated financial reporting errors
Perusahaan mengakui bahwa telah terjadi beberapa ketidaktelitian dalam penyajian laporan
keuangan. Setelah melakukan evaluasi internal, kami mengidentifikasi bahwa akar permasalahan
dari kesalahan-kesalahan yang berulang adalah kelemahan pada proses review dan proses verifikasi
akhir untuk memastikan keselarasan 100% antara angka-angka pada laporan keuangan utama
(Neraca dan Laba Rugi) dengan setiap rincian yang disajikan di dalam CALK belum berjalan secara
optimal.
Kami memandang hal ini sebagai sebuah kekurangan yang serius dan menjadi prioritas utama
manajemen untuk diperbaiki melalui penguatan sistem kontrol internal.
The Company acknowledges that several inaccuracies have occurred in the presentation of its
financial statements. Following an internal evaluation, we identified that the root cause of these
recurring errors lies in weaknesses in the review process and the final verification process to ensure
100% consistency between the figures in the primary financial statements (Balance Sheet and
Income Statement) and the detailed disclosures in the notes to the financial statements.
We regard this as a serious shortcoming and have made it a top management priority to address
through the strengthening of internal control systems.
Strategi perbaikan kontrol internal/Internal control improvement strategies
1. Penguatan Prosedur Rekonsiliasi Wajib: Kami akan menerapkan checklist rekonsiliasi wajib
yang harus dilengkapi sebelum laporan keuangan dipublikasikan. Checklist ini mencakup
validasi silang (cross-check) antara setiap angka di laporan utama dengan rincian pendukungnya
di CALK./Strengthening mandatory reconciliation procedures: A mandatory reconciliation
checklist will be implemented and completed before the publication of financial statements. This
checklist will include cross-validation between the figures in the primary financial statements
and their supporting details in the notes.
2. Peningkatan Kompetensi Tim: Kami akan menyelenggarakan pelatihan penyegaran
(refreshment training) secara berkala bagi tim akuntansi dan keuangan mengenai Standar
Akuntansi Keuangan (SAK) terbaru dan praktik terbaik dalam penyusunan Laporan Keuangan,
khususnya CALK./Enhancing team competencies: The Company will conduct regular
refreshment training for the accounting and finance team on the latest Financial Accounting
Standards (SAK) and best practices in preparing financial statements, particularly the notes to
the financial statements.
3. Optimalisasi Peran Komite Audit: Meningkatkan keterlibatan Komite Audit dalam proses
review laporan keuangan, tidak hanya pada laporan tahunan tetapi juga laporan kuartalan,
dengan fokus khusus pada area-area yang teridentifikasi memiliki risiko kesalahan
tinggi./Optimizing the role of the Audit Committee: The involvement of the Audit Committee in
the financial statement review process will be enhanced, not only for the annual reports but also
for quarterly reports, with special focus on areas identified as having a high risk of error.
Page 16
Agar dijelaskan saldo investasi dipindahkan kemana/Reclassification of the investment balance
Saldo akun 'Investasi' yang sebelumnya disajikan pada CALK 13 aset tidak lancar lainnya adalah
murni human error dalam inputan angka aset tidak lancar lain atas investasi PT SKI sebelum
konsolidasi. Dimana seharusnya nilai investasi tersebut termasuk pada pos saldo yang dieliminasi
pada proses konsolidasian PT GSS dan PT SKI.
The balance of the Investment account previously presented in Note 13 (Other Non-Current Assets)
was purely a human error in the data entry of other non-current assets related to the investment in
PT SKI prior to consolidation. This investment balance should have been eliminated in the
consolidation process between PT GSS and PT SKI, and therefore should not have been presented
as part of other non-current assets.
12. Merujuk pada dokumen laporan keuangan Perseroan per 30 Juni 2025, diketahui bahwa Perseroan
masih terus membukukan defisit arus kas dari kegiatan operasional yang menggerus likuiditas
Perseroan hingga mencapai Rp1,2 miliar. Atas hal tersebut:
a. Agar dijelaskan lebih lanjut mengenai penyebab utama dari defisit arus kas yang terjadi dalam
kegiatan operasional Perseroan.
b. Bagaimana langkah-langkah yang telah atau akan diambil oleh Perseroan untuk mengatasi defisit
arus kas tersebut dan meningkatkan likuiditas di masa mendatang?
c. Apakah Perseroan memiliki strategi perbaikan likuiditas jangka pendek dan panjang, dan
bagaimana implementasinya?
d. Dari mana Perseroan berencana memperoleh pendanaan untuk mendukung pemulihan likuiditas,
apakah melalui penerbitan saham, pinjaman, atau sumber pendanaan lainnya?
e. Apakah defisit arus kas ini mempengaruhi rencana pengembangan bisnis Perseroan, dan jika ya,
bagaimana dampaknya terhadap kelangsungan operasional perusahaan?
Referring to the Company’s financial statements as of June 30, 2025, it is noted that the Company
continues to record a cash flow deficit from operating activities, which has eroded the Company’s
liquidity by up to IDR 1.2 billion. In relation to this matter:
a. Please provide a further explanation regarding the main causes of the cash flow deficit arising
from the Company’s operating activities.
b. What measures have been or will be taken by the Company to address the cash flow deficit and
improve liquidity going forward?
c. Does the Company have short-term and long-term liquidity improvement strategies, and how
will these be implemented?
d. From which sources does the Company plan to obtain funding to support liquidity recovery —
through share issuance, loans, or other sources of financing?
e. Does this cash flow deficit affect the Company’s business development plans and, if so, what is
the impact on the Company’s operational continuity?
Jawaban/Answer:
Agar dijelaskan lebih lanjut mengenai penyebab utama dari defisit arus kas yang terjadi dalam
kegiatan operasional Perseroan.
Please provide a further explanation regarding the main causes of the cash flow deficit arising from
the Company’s operating activities.
Perusahaan pada periode 30 Juni 2025 mengutamakan pelunasan pinjaman dari bank BSI yang
tercermin pada penurunan jumlah utang bank senilai total Rp3,46 miliar atau 24,21% dibandingkan
saldo pinjaman bank pada tanggal 31 Desember 2024. Hal ini ditujukan untuk mengurangi eksposur
pengeluaran kas atas biaya bunga pinjaman di kemudian hari.
As of June 30, 2025, the Company prioritized the repayment of loans from Bank BSI, which is
reflected in the decrease of total bank borrowings by IDR 3.46 billion or 24.21% compared to the
outstanding bank loans as of December 31, 2024. This measure was intended to reduce the
Company’s future cash outflows related to interest expenses on borrowings.
Page 17
Bagaimana langkah-langkah yang telah atau akan diambil oleh Perseroan untuk mengatasi defisit
arus kas tersebut dan meningkatkan likuiditas di masa mendatang?
1. Optimalisasi manajemen biaya: Perseroan menerapkan review penggunaan anggaran yang
dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan setiap pengeluaran memberikan nilai tambah
yang optimal bagi Perseroan./Cost management optimization: The Company implements
continuous reviews of budget utilization to ensure that every expenditure provides optimal
added value to the Company.
2. Penjualan dengan model bisnis berlangganan: Kelompok Usaha lebih lanjut menerapkan
strategi untuk meningkatkan kinerja Kelompok Usaha melalui penjualan produk dengan bisnis
model berlangganan, baik melalui distribution channel maupun penjualan
langsung./Subscription-based business model sales: The Group further applies strategies to
enhance its performance through the sale of products under a subscription-based business
model, both through distribution channels and direct sales.
Apakah Perseroan memiliki strategi perbaikan likuiditas jangka pendek dan panjang, dan
bagaimana implementasinya?
Strategi jangka pendek
Mengubah piutang usaha menjadi kas secepat mungkin melalui upaya penagihan seperti
penyampaian reminding letter kepada Pelanggan, penutupan akses atas aplikasi atas piutang long
outstanding.
Strategi jangka panjang
Mencapai profitabilitas yang berkelanjutan agar dapat menghasilkan arus kas operasional yang
positif secara konsisten melalui intensifikasi upaya pemasaran produk dan layanan dengan model
bisnis berlangganan. Pendapatan subscription based product pada periode 30 Juni 2025 meningkat
Rp973 juta atau 27,04% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024. Kami berfokus
meningkatkan pendapatan dari segmen ini yang kemudian diharapkan dapat melampaui
pertumbuhan beban dan mulai menghasilkan laba serta arus kas positif.
Short-term strategy
Converting trade receivables into cash as quickly as possible through collection efforts such as
sending reminder letters to customers and restricting access to applications for long-outstanding
receivables.
Long-term strategy
Achieving sustainable profitability to consistently generate positive operating cash flows through
intensified marketing efforts for products and services under a subscription-based business model.
Revenue from subscription-based products for the period ended June 30, 2025, increased by IDR
973 million or 27.04% compared to the same period in 2024. We are focusing on growing revenue
from this segment, which is expected to outpace expense growth and begin generating profit and
positive cash flows.
Page 18
30 Jun 2025 30 Jun 2024 Increase/
PENDAPATAN/REVENUE %
Group Group Decrease
Pendapatan Project
Based/Project-Based Revenue 3,402,619,941 2,949,749,573 452,870,368 15.35%
Pendapatan Services
Related/Services-Related
Revenue 3,852,340,140 1,493,369,800 2,358,970,340 100.00%
Pendapatan Subscription Based
Product/Subscription-Based
Product Revenue 4,572,728,634 3,599,480,187 973,248,448 27.04%
Total Pendapatan/Total
Revenue 11,827,688,715 8,042,599,559 3,785,089,155 47.06%
13. Merujuk pada dokumen laporan keuangan Perseroan per 30 Juni 2025, diketahui bahwa pada
laporan keuangan tahun 2024 tidak tercatat pendapatan dari pihak berelasi, namun pada laporan
keuangan per 30 Juni 2025, terdapat pendapatan dari pihak berelasi. Atas hal tersebut:
a. Agar dijelaskan lebih lanjut mengenai alasan tidak adanya pendapatan dari pihak berelasi pada
laporan keuangan tahun 2024?
b. Apakah ada perubahan strategi atau kebijakan yang menyebabkan tidak tercatatnya pendapatan
dari pihak berelasi pada periode tersebut?
c. Apa faktor yang menyebabkan pendapatan dari pihak berelasi kembali tercatat pada laporan
keuangan per 30 Juni 2025?
d. Apakah terdapat kontrak baru atau kesepakatan yang menyebabkan peningkatan pendapatan dari
pihak berelasi di periode ini? Jika ya, mohon dijelaskan lebih lanjut mengenai rincian kontrak
tersebut.
Referring to the Company’s financial statements as of June 30, 2025, it is noted that in the 2024
financial statements there was no revenue recorded from related parties, while in the financial
statements as of June 30, 2025, revenue from related parties was recorded. In this regard:
a. Please further explain the reasons for the absence of related-party revenue in the 2024 financial
statements.
b. Were there any changes in strategy or policy that resulted in no related-party revenue being
recorded during that period?
c. What factors contributed to the reappearance of related-party revenue in the financial
statements as of June 30, 2025?
d. Were there any new contracts or agreements that caused the increase in related-party revenue
during this period? If so, please provide further details regarding such contracts.
Jawaban/Answer:
Agar dijelaskan lebih lanjut mengenai alasan tidak adanya pendapatan dari pihak berelasi pada
laporan keuangan tahun 2024?
Perusahaan memiliki kontrak yang berjalan dengan pihak berelasi (Grup Telkom) sepanjang tahun
2024 sesuai diungkapkan pada Catatan 34b Laporan Keuangan. Perusahaan memiliki perjanjian
dengan PT Telekomunikasi Indonesia yang berlangsung dari 1 Januari 2022 hingga 31 Desember
2024.
Tidak tercatatnya pendapatan dari pihak berelasi pada periode yang berakhir 30 Juni 2024 murni
disebabkan oleh waktu pengakuan pendapatan (revenue recognition) yang didasarkan pada
penyelesaian tahapan atau milestone proyek.
Page 19
The Company had ongoing contracts with related parties (Telkom Group) throughout 2024 as disclosed in Note 34b of the Financial Statements. The Company maintained an agreement with PT Telekomunikasi Indonesia that was effective from January 1, 2022, to December 31, 2024. The absence of related-party revenue recorded for the period ended June 30, 2024, was purely due to the timing of revenue recognition, which was based on the completion of project stages or milestones. Apakah ada perubahan strategi atau kebijakan yang menyebabkan tidak tercatatnya pendapatan dari pihak berelasi pada periode tersebut? Tidak ada perubahan strategi atau kebijakan khusus terkait penjualan ke pihak berelasi pada tahun 2024. There were no specific changes in strategy or policies related to sales to related parties in 2024. Apa faktor yang menyebabkan pendapatan dari pihak berelasi kembali tercatat pada laporan keuangan per 30 Juni 2025? Tercatatnya pendapatan dari pihak berelasi secara signifikan pada periode yang berakhir 30 Juni 2025 didorong oleh pergeseran fokus strategis pada Grup Telkom untuk segmen solusi ERP bagi pelanggan B2B. The recognition of significant revenue from related parties for the period ended June 30, 2025, was driven by the strategic shift within the Telkom Group focusing on ERP solution segments for B2B customers. Apakah terdapat kontrak baru atau kesepakatan yang menyebabkan peningkatan pendapatan dari pihak berelasi di periode ini? Jika ya, mohon dijelaskan lebih lanjut mengenai rincian kontrak tersebut. Ya, terdapat kontrak baru dengan detail sebagai berikut. Pada tanggal 2 Mei 2025, Perseroan menandatangani perikatan dengan Grup Telkom dalam pekerjaan change request, layanan aplikasi, dan Annual Technical Support Enterprise Resources Planning (ERP) modul FICO & HCMS untuk Perum Perhutani. Yes, there is a new contract with the following details: On May 2, 2025, the Company entered into an engagement with the Telkom Group for change request work, application services, and Annual Technical Support for Enterprise Resource Planning (ERP) FICO & HCMS modules for Perum Perhutani.
Page 20
14. Merujuk pada ringkasan risalah RUPS tanggal 26 Juni 2025, pemegang saham telah menyetujui
perubahan nilai nominal saham Perseroan dari sebelumnya Rp4 menjadi Rp26 per saham. Atas hal
tersebut:
a. Agar dijelaskan lebih lanjut tujuan dari perubahan nilai nominal saham Perseroan ini.
b. Apa dampak yang diharapkan dari perubahan nilai nominal saham terhadap struktur modal dan
pengelolaan keuangan Perseroan?
c. Bagaimana perubahan nilai nominal ini dapat mempengaruhi kebijakan dividen atau rencana
pendanaan jangka panjang Perseroan?
d. Proforma laporan posisi keuangan per 30 Juni 2025 dengan mengasumsikan perubahan nilai
nominal telah dilaksanakan.
e. Apakah perubahan nilai nominal tersebut telah dilaksanakan? Jelaskan.
Referring to the summary of the Minutes of the GMS dated June 26, 2025, the shareholders approved
the change in the par value of the Company’s shares from Rp4 to Rp26 per share. In relation to this
matter:
a. Please further explain the objective of this change in the par value of the Company’s shares.
b. What is the expected impact of the change in par value on the Company’s capital structure and
financial management?
c. How could this change in par value affect the Company’s dividend policy or long-term funding
plans?
d. Provide a pro forma statement of financial position as of June 30, 2025, assuming the change
in par value has been implemented.
e. Has the change in par value been implemented? Please explain.
Jawaban/Answer:
Agar dijelaskan lebih lanjut tujuan dari perubahan nilai nominal saham Perseroan ini, dan Apa
dampak yang diharapkan dari perubahan nilai nominal saham terhadap struktur modal dan
pengelolaan keuangan Perseroan?
Perubahan nilai nominal saham dari Rp4 menjadi Rp26 per lembar saham disertai dengan
berubahnya jumlah modal dasar menjadi Rp100 miliar ditujukan agar perseroan terklasifikasi
menjadi perusahaan dengan modal di atas 10 miliar untuk memenuhi ketentuan keikutsertaan dalam
seleksi pengadaan yang dilakukan calon konsumen Perseroan kedepan./The change in the par value
of shares from Rp4 to Rp26 per share, accompanied by the adjustment of the authorized capital to
Rp100 billion, is intended to ensure that the Company is classified as an entity with capital above
Rp10 billion in order to meet the requirements for participation in procurement selection processes
conducted by prospective customers in the future.
Bagaimana perubahan nilai nominal ini dapat mempengaruhi kebijakan dividen atau rencana
pendanaan jangka panjang Perseroan?
Tidak terdapat perubahan kebijakan dividen dan/atau rencana pendanaan jangka panjang yang akan
diambil oleh Perusahaan./There is no change in the Company’s dividend policy and/or long-term
funding plans.
Page 21
Proforma laporan posisi keuangan per 30 Juni 2025 dengan mengasumsikan perubahan nilai
nominal telah dilaksanakan/Pro forma statement of financial position as of June 30, 2025, assuming
the change in par value has been implemented.
Sebelum
Sesudah
peningkatan
peningkatan
nilai nominal
nilai nominal Nilai Perubahan/ Keterangan/
saham/ Before
saham/ After the Change in Value Notes
the increase in
increase in par
par value of
value of shares
shares
Jumlah Saham
Beredar:/Number of Tidak berubah/No
Issued Shares: 983,557,875 983,557,875 change
Nilai Nominal per
Saham:/Par Value
per Share: 4 26 22
Modal
Saham:/Share
Capital: 3,934,231,500 25,572,504,750 21,638,273,250 Naik
Tambahan modal
disetor:/Additional
Paid-in Capital: 63,187,080,881 41,548,807,631 (21,638,273,250) Turun
Total Modal saham
dan tambahan
modal disetor:/Total
Share Capital and
Additional Paid-in Tidak berubah/No
Capital: 67,121,312,381 67,121,312,381 change
Apakah perubahan nilai nominal tersebut telah dilaksanakan? Jelaskan.
Hingga tanggal penerbitan Laporan Keuangan per 30 Juni 2025, perubahan nilai nominal tersebut
belum dilaksanakan secara efektif. Pelaksanaan perubahan nilai nominal ini berkaitan erat dengan
rencana penataan ekuitas lainnya. Untuk mendukung struktur permodalan yang baru, Perseroan
mengkaji mekanisme kapitalisasi agio saham, yaitu melakukan reklasifikasi sebagian saldo
"Tambahan Modal Disetor" menjadi "Modal Ditempatkan dan Disetor". Perusahaan sedang
mempertimbangkan untuk mengadakan RUPSLB di tahun 2025 terkait hal ini.
As of the date of issuance of the financial statements for June 30, 2025, the change in par value has
not yet been effectively implemented. The implementation of this change is closely related to other
planned equity restructuring initiatives. To support the new capital structure, the Company is
reviewing a mechanism for capitalizing share premiums, specifically by reclassifying a portion of
the “Additional Paid-in Capital” balance into “Issued and Paid-up Capital.” The Company is
considering holding an Extraordinary General Meeting of Shareholders (EGMS) in 2025 in relation
to this matter.
Page 22
15. Merujuk pada dokumen laporan keuangan Perseroan per 30 Juni 2025, diketahui bahwa piutang
usaha dari pihak berelasi tercatat sebesar Rp14,80 miliar, yang berkontribusi sebesar 89,9% terhadap
total piutang usaha Perseroan. Atas hal tersebut:
a. Agar dijelaskan lebih lanjut mengenai umur piutang dari masing-masing pihak berelasi, terutama
terkait dengan piutang yang sudah tertunda lebih dari 30 hari.
b. Apa strategi yang diterapkan oleh Perseroan dalam upaya pengumpulan piutang dari pihak
berelasi dan bagaimana efektivitas strategi tersebut?
c. Bagaimana Perseroan mengelola risiko terkait piutang berelasi yang dominan, dan apakah ada
langkah-langkah yang diambil untuk mengurangi ketergantungan terhadap piutang dari pihak
berelasi di masa depan?
d. Berdasarkan penilaian Perseroan, sejauh mana keyakinan terhadap kolektabilitas piutang dari
masing-masing pihak berelasi, dan apakah terdapat risiko yang perlu diwaspadai terkait
kolektabilitas piutang tersebut? Berikan dasar justifikasinya.
Referring to the Company’s financial statements as of June 30, 2025, it is noted that trade
receivables from related parties were recorded at IDR 14.80 billion, representing 89.9% of the
Company’s total trade receivables. In this regard:
a. Please provide further details regarding the aging of receivables from each related party,
particularly those receivables that have been overdue for more than 30 days.
b. What strategies has the Company implemented to collect receivables from related parties, and
how effective are these strategies?
c. How does the Company manage risks related to dominant related-party receivables, and are
there measures being taken to reduce dependence on receivables from related parties in the
future?
d. Based on the Company’s assessment, to what extent is there confidence in the collectability of
receivables from each related party, and are there any risks that need to be monitored regarding
the collectability of such receivables? Please provide supporting justification.
Jawaban/Answer:
a. Penjelasan terkait umur piutang dari masing-masing pihak berelasi yang tertunda lebih dari 30
hari adalah sebagai berikut : /The explanation regarding the aging of receivables from each
related party that have been overdue for more than 30 days is as follows:
Umur Piutang >180 Hari/Aging
of Receivables >180 Days 30 Jun 2024 31 Dec 2024 30 Jun 2025
Related Parties
Pihak Berelasi/Related Parties
PT Telekomunikasi Indonesia 13,318,795,943 11,161,835,783 8,673,701,590
PT Metra-Net 1,550,082,613 802,381,577 2,250,183,011
Total Pihak Berelasi/Total
Related Parties 14,868,878,556 11,964,217,360 10,923,884,601
Cadangan kerugian
piutang/Allowance for Impairment
of Receivables 1,644,031,385 1,644,031,385 1,644,031,385
Persentase cadangan kerugian
piutang pihak berelasi/Percentage
of Allowance for Impairment –
Related Parties 11.06% 13.74% 15.05%
Page 23
b. Strategi yang diterapkan oleh Perseroan dalam upaya pengumpulan piutang dari pihak
berelasi:/Strategies Implemented by the Company to Collect Receivables from Related Parties:
1. Upaya Perseroan untuk menagih yaitu melalui penyampaian reminding letter kepada
Pelanggan./The Company’s collection efforts include sending reminder letters to
customers.
2. Upaya Perseroan dalam hal piutang yang mungkin tidak tertagih adalah penutupan
akses./For receivables that may become uncollectible, the Company restricts access to
its applications.
3. Dalam hal konsumen pailit dimasukkan ke dalam pencadangan 100% terhadap nilai
piutang dan akan dilakukan upaya melalui mekanisme permintaan pembayaran
kewajiban atas perusahaan./In the case of bankrupt customers, a 100% allowance for
the receivable balance is recorded, and collection efforts will be pursued through the
company’s legal payment claim mechanisms.
c. Langkah-langkah yang diambil untuk mengurangi ketergantungan terhadap piutang dari pihak
berelasi di masa depan:/Measures Taken to Reduce Dependence on Related-Party Receivables
in the Future:
1. Berfokus meningkatkan penjualan produk dengan bisnis model berlangganan seperti
RUN System R1, Ecampus Cloud dan Accounting+;/Focusing on increasing sales of
products with a subscription-based business model, such as RUN System R1, Ecampus
Cloud, and Accounting+.
2. Perseroan melakukan peningkatan fitur product dan pengembangan business model
yang lebih fit dengan kondisi dan kebutuhan pasar;/Enhancing product features and
developing a business model better aligned with market conditions and customer needs.
3. Melakukan penambahan distribution partner dan channel penjualan baru;
dan/Expanding distribution partners and new sales channels; and
4. Penagihan piutang usaha untuk proyek yang sudah terlaksana dilakukan sesuai prosedur
dan sesuai dengan standar waktu yang disepakati./Collecting trade receivables for
completed projects in accordance with established procedures and agreed-upon
timelines.
d. Keyakinan Perseroan terhadap kolektibilitas piutang dari masing-masing pihak berelasi./The
Company’s Confidence in the Collectability of Receivables from Each Related Party:
Perseroan memiliki keyakinan yang memadai terhadap kemampuan pihak-pihak berelasi dalam
memenuhi kewajibannya. Namun, Perseroan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam
pengelolaan piutang dan secara berkala melakukan evaluasi terhadap risiko untuk menjaga
stabilitas keuangan perusahaan. Resiko yang perlu diwaspadai terkait kolektibilitas piutang
tersebut adalah sehubungan dengan kondisi internal Pelanggan, yang meliputi kondisi keuangan
Pelanggan dan proses administratif penagihan di internal pelanggan yang memerlukan waktu
yang lama.
The Company has sufficient confidence in the ability of related parties to fulfill their obligations.
However, the Company continues to apply the principle of prudence in managing receivables
and periodically evaluates risks to maintain the Company’s financial stability. The risks that
need to be monitored regarding the collectability of these receivables are related to the internal
conditions of the customers, including the customers’ financial condition and the administrative
collection processes within the customer’s organization, which may require extended time.
16. Merujuk pada dokumen laporan keuangan Perseroan per 30 Juni 2025, diketahui bahwa goodwill
tercatat sebesar Rp3,2 miliar. Atas hal tersebut:
a. Dapatkah dijelaskan lebih lanjut mengenai hasil tes impairment yang dilakukan terhadap
goodwill yang tercatat sebesar Rp3,2 miliar? Bagaimana hasil tes tersebut mempengaruhi nilai
tercatat goodwill?
b. Apakah terdapat indikasi penurunan nilai (impairment) terhadap goodwill pada periode laporan
keuangan ini? Jika ya, langkah-langkah apa yang telah diambil oleh Perseroan untuk menangani
penurunan nilai tersebut?
c. Bagaimana Perseroan memastikan bahwa nilai goodwill yang tercatat mencerminkan kondisi
ekonomi dan pasar yang realistis, serta sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku?
d. Apakah Perseroan berencana untuk melakukan tes impairment lebih lanjut di masa depan? Jika
ya, bagaimana dampaknya terhadap laporan keuangan Perseroan?
Page 24
e. Mengingat goodwill tercatat sebesar Rp3,2 miliar, dapatkah dijelaskan mengapa rincian mengenai asal-usul atau perolehan goodwill ini tidak diungkapkan dalam laporan keuangan, khususnya dengan mempertimbangkan bahwa PSAK 103 tentang Kombinasi Bisnis, Paragraf 61 menyatakan "Pihak pengakuisisi mengungkapkan informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi dampak keuangan dari penyesuaian yang diakui pada periode pelaporan berjalan yang berhubungan dengan kombinasi bisnis yang terjadi pada periode tersebut atau periode pelaporan sebelumnya." Referring to the Company’s financial statements as of June 30, 2025, it is noted that goodwill is recorded at IDR 3.2 billion. In this regard: a. Could you please provide further explanation regarding the results of the impairment test conducted on the goodwill recorded at IDR 3.2 billion? How did the results of this test affect the carrying amount of goodwill? b. Is there any indication of impairment of goodwill in this reporting period? If so, what measures has the Company taken to address the impairment? c. How does the Company ensure that the recorded goodwill reflects realistic economic and market conditions and complies with the applicable accounting standards? d. Does the Company plan to conduct further impairment tests in the future? If so, what would be the impact on the Company’s financial statements? e. Considering that goodwill is recorded at IDR 3.2 billion, could you explain why details regarding the origin or acquisition of this goodwill are not disclosed in the financial statements, particularly in light of PSAK 103 on Business Combinations, Paragraph 61, which states: “The acquirer shall disclose information that enables users of the financial statements to evaluate the financial effect of adjustments recognized in the current reporting period relating to business combinations that occurred either in the current or prior reporting periods.” Jawaban/Answer: Dapatkah dijelaskan lebih lanjut mengenai hasil tes impairment yang dilakukan terhadap goodwill yang tercatat sebesar Rp3,2 miliar? Bagaimana hasil tes tersebut mempengaruhi nilai tercatat goodwill?/Could you provide further explanation regarding the results of the impairment test conducted on the goodwill recorded at IDR 3.2 billion? How did the results affect the carrying amount of goodwill? Sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan yang diuraikan dalam Catatan 3p Laporan Keuangan, Perusahaan melakukan penelaahan atas nilai tercatat aset non-keuangan, termasuk goodwill, pada setiap akhir periode pelaporan untuk mengidentifikasi adanya indikasi penurunan nilai. Untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2025, hasil reviu atas kinerja bisnis secara umum, kinerja laba rugi dan proyeksi arus kas dari entitas anak PT Solusi Kampus Indonesia (SKI) menyimpulkan bahwa tidak terdapat indikasi penurunan nilai (impairment) atas goodwill. Oleh karena itu, tidak ada rugi penurunan nilai yang diakui pada periode ini, dan nilai tercatat goodwill tetap sebesar Rp3,2 miliar tidak berubah dari posisi 31 Desember 2024. In accordance with the Company’s accounting policy as described in Note 3p of the Financial Statements, the Company reviews the carrying amount of non-financial assets, including goodwill, at the end of each reporting period to identify any indications of impairment. For the period ended June 30, 2025, the review of overall business performance, profit and loss performance, and projected cash flows of the subsidiary PT Solusi Kampus Indonesia (SKI) concluded that there was no indication of impairment of goodwill. Therefore, no impairment loss was recognized for this period, and the carrying amount of goodwill remains at IDR 3.2 billion, unchanged from the position as of December 31, 2024.
Page 25
Apakah terdapat indikasi penurunan nilai (impairment) terhadap goodwill pada periode laporan keuangan ini? Jika ya, langkah-langkah apa yang telah diambil oleh Perseroan untuk menangani penurunan nilai tersebut?/Is there any indication of impairment of goodwill in this reporting period? If so, what steps has the Company taken to address it? Untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2025, hasil reviu atas kinerja bisnis secara umum, kinerja laba rugi dan proyeksi arus kas dari entitas anak PT Solusi Kampus Indonesia (SKI) menyimpulkan bahwa tidak terdapat indikasi penurunan nilai (impairment) atas goodwill. Oleh karena itu, tidak ada rugi penurunan nilai yang diakui pada periode ini, dan nilai tercatat goodwill tetap sebesar Rp3,2 miliar tidak berubah dari posisi 31 Desember 2024. For the period ended June 30, 2025, the review of overall business performance, profit and loss performance, and projected cash flows of the subsidiary PT Solusi Kampus Indonesia (SKI) concluded that there was no indication of impairment of goodwill. Therefore, no impairment loss was recognized for this period, and the carrying amount of goodwill remains at IDR 3.2 billion, unchanged from the position as of December 31, 2024. Bagaimana Perseroan memastikan bahwa nilai goodwill yang tercatat mencerminkan kondisi ekonomi dan pasar yang realistis, serta sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku?/How does the Company ensure that the recorded goodwill reflects realistic economic and market conditions and complies with applicable accounting standards? Uji Penurunan Nilai Tahunan sesuai PSAK Kombinasi Bisnis, Perusahaan berkomitmen untuk melakukan uji penurunan nilai (impairment test) atas goodwill setidaknya setahun sekali, atau jika terdapat indikasi penurunan nilai. The Company is committed to conducting annual impairment tests on goodwill in accordance with PSAK on Business Combinations, or whenever there is an indication of impairment. Apakah Perseroan berencana untuk melakukan tes impairment lebih lanjut di masa depan? Jika ya, bagaimana dampaknya terhadap laporan keuangan Perseroan?/Does the Company plan to conduct further impairment tests in the future? If so, what would be the impact on the Company’s financial statements? Perusahaan berencana dan wajib melakukan uji penurunan nilai (impairment test) secara berkala di masa depan, minimal satu kali dalam setahun pada akhir periode pelaporan tahunan, sesuai dengan ketentuan PSAK yang berlaku. The Company plans and is required to conduct periodic impairment tests in the future, at least once a year at the end of the annual reporting period, in accordance with the applicable PSAK requirements.
Page 26
Dapatkah dijelaskan mengapa rincian mengenai asal-usul atau perolehan goodwill ini tidak
diungkapkan dalam laporan keuangan?/Could you explain why details regarding the origin or
acquisition of goodwill are not disclosed in the financial statements?
Perusahaan menyajikan perolehan goodwill pada catatan 1f Laporan Keuangan Konsolidasian.
Dalam catatan tersebut, kami menyajikan tabel perhitungan yang menunjukkan bahwa Goodwill
sebesar Rp3.291.563.240 timbul dari selisih antara imbalan yang dialihkan sebesar
Rp9.737.214.000 dengan nilai wajar aset neto yang dapat diidentifikasi dari akuisisi PT Solusi
Kampus Indonesia (SKI).
The Company presents the acquisition of goodwill in Note 1f of the Consolidated Financial
Statements. In this note, a calculation table is provided showing that the goodwill of IDR
3,291,563,240 arose from the difference between the consideration transferred amounting to IDR
9,737,214,000 and the fair value of the identifiable net assets acquired from the acquisition of PT
Solusi Kampus Indonesia (SKI).
***
Page 27
Names mentioned 21 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Mahuta Global Teknologi
p.1 ×5
unresolved
org
PT Mahuta Global Teknologi. Namun
p.1
unresolved
org
PT Mahuta Global Teknologi. However
p.1
unresolved
org
PT SKI
p.5 ×7
unresolved
org
PT SKI’s
p.6
unresolved
org
Telekomunikasi Indonesia Tbk
p.7 ×16
unresolved
org
PT Metranet
p.7 ×6
unresolved
org
PT Metranet Revenue
p.8 ×2
unresolved
org
PT Magnesium Gosari International
p.9 ×2
unresolved
org
PT Indotama Omicron Kahar
p.9 ×2
unresolved
org
PT Kusuma Sandang Mekarjaya
p.9 ×2
unresolved
org
PT Kampung Jawa Folklores
p.9 ×2
unresolved
org
PT Anwid Graha
p.9 ×2
unresolved
org
PT Molay Satrya Indonesia
p.9 ×2
unresolved
org
PT Virama Karya (Persero)
p.9 ×2
unresolved
org
PT Matcha Muda Manggala
p.9 ×2
unresolved
org
PT GSS
p.16 ×2
unresolved
org
Bank BSI
p.16
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.