Back to announcement
20250819_TIRT_Rencana Transaksi Material Dengan Persetujuan RUPS_31933782_lamp3.pdf
Asset transaction Needs review TIRTSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 112
Page 1
Laporan No. 00146/2.0118-00/BS/04/0596/1/VIII/2025
File No. 060.1/IDR/DO.2/BFO/VIII/2025
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
RENCANA TRANSAKSI
PEMBELIAN KAPAL MILIK PT LIMA SRIKANDI JAYA,
PT MITRA KEMAKMURAN LINE
DAN PT ANTAR SARANA REKASA
OLEH PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES Tbk
DENGAN PENDANAAN DARI PINJAMAN PT HARITA JAYARAYA
(PEMEGANG SAHAM PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES Tbk)
KJPP ISKANDAR DAN REKAN
2025
Page 2
SURAT LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI
Laporan No. 00146/2.0118-00/BS/04/0596/1/VIII/2025
File No. 060.1/IDR/DO.2/BFO/VIII/2025 Jakarta, 13 Agustus 2025
Kepada Yth.
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES Tbk
Gapura Prima Office Tower (The Bellezza) Lt. 20
Jalan Letjen Soepono No. 34
Arteri Permata Hijau, Jakarta Selatan
Dengan hormat,
Perihal : Laporan Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pembelian Kapal Milik PT Lima
Srikandi Jaya, PT Mitra Kemakmuran Line dan PT Antar Sarana Rekasa oleh PT Tirta
Mahakam Resources Tbk dengan Pendanaan dari Pinjaman PT Harita Jayaraya
(Pemegang Saham PT Tirta Mahakam Resources Tbk)
Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (KJPP IDR atau Penilai atau Kami) telah memperoleh izin
usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No. 772/KM.1/2013 tanggal 12
November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat No. S-
774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013 dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar
Modal yang telah dilakukan pendaftaran ulang dengan No. STTD.PPB-43/PJ-1/PM.02/2023 tanggal 6
Juli 2023 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis di Pasar Modal.
Berdasarkan surat proposal/kontrak perjanjian kerja yang telah disepakati antara KJPP IDR dengan PT
Tirta Mahakam Resources Tbk No. 103.5/IDR/DO.2/Pr-BFO/VI/2025 tanggal 25 Juni 2025 dan
adendum proposal No. 126.2/IDR/DO.2/ADD-BFO/VIII/2025 tanggal 6 Agustus 2025, KJPP IDR telah
melaksanakan Penilaian untuk Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pembelian Kapal Milik PT Lima
Srikandi Jaya, PT Mitra Kemakmuran Line dan PT Antar Sarana Rekasa oleh PT Tirta Mahakam
Resources Tbk dengan Pendanaan dari Pinjaman PT Harita Jayaraya (Pemegang Saham PT Tirta
Mahakam Resources Tbk) seperti yang tertuang dalam laporan ini.
Latar Belakang
PT Tirta Mahakam Resources Tbk (selanjutnya disebut TIRT atau Perseroan atau Perusahaan)
merupakan perusahaan terbuka yang bergerak di bidang industri dan penjualan kayu lapis dan produk-
produk kayu sejenis. Namun sejak terjadinya pandemi Covid-19 pada tahun 2020 Perseroan telah
menghentikan aktivitas produksi dan penjualan kayu lapis dan Perseroan menilai bahwa industri kayu
lapis sudah tidak lagi memberikan prospek usaha yang menjanjikan. Oleh sebab itu, Perseroan
berencana melakukan transformasi bisnis dari industri kayu lapis ke industri angkutan laut dan
Perseroan meyakini bahwa industri angkutan laut memiliki potensi yang lebih menjanjikan dan dapat
memberikan nilai tambah jangka panjang bagi Perseroan.
Sebagai langkah investasi awal dalam menjalankan kegiatan usaha yang baru Perseroan berencana
untuk melakukan pembelian 10 (sepuluh) set armada kapal tunda (tugboat) dan kapal tongkang
(barge) dari pihak yang terafiliasi dengan Perseroan yaitu PT Lima Srikandi Jaya (selanjutnya disebut
i
Page 3
LSJ), PT Mitra Kemakmuran Line (selanjutnya disebut MKL) dan PT Antar Sarana Rekasa (selanjutnya disebut ASR). Sumber pendanaan Perseroan untuk pembelian kapal dan pemenuhan kebutuhan modal kerja untuk pengoperasian bisnis angkutan laut berasal dari fasilitas pinjaman pemegang saham yang telah dimiliki Perseroan. Perseroan telah memiliki fasilitas pinjaman pemegang saham dari PT Harita Jayaraya (selanjutnya disebut HJR) yang merupakan pemegang saham Perseroan. Rencana pembelian kapal milik LSJ, MKL, dan ASR oleh TIRT dengan pendanaan dari pinjaman HJR selanjutnya disebut Rencana Transaksi. Sebagai perusahaan terbuka, Perseroan wajib menaati Peraturan OJK untuk melaksanakan transaksi tersebut, terutama Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 dan No. 42/POJK.04/2020. Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut, Perseroan telah menunjuk serta menggunakan pendapat dari Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (selanjutnya disebut KJPP IDR atau Penilai atau Kami), selaku Penilai Independen yang memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi tersebut. KJPP IDR telah memperoleh izin usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No. 772/KM.1/2013 tanggal 12 November 2013 dan telah terdaftar di OJK berdasarkan Surat No. S- 774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013 dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal yang telah dilakukan pendaftaran ulang dengan No. STTD.PPB-43/PJ-1/PM.02/2023 tanggal 6 Juli 2023 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis di Pasar Modal. Objek Penilaian Objek penilaian adalah rencana transaksi pembelian kapal milik LSJ, MKL, dan ASR oleh TIRT dengan pendanaan dari pinjaman HJR (pemegang saham TIRT). Berdasarkan rencana transaksi tersebut, maka serangkaian rencana transaksi tersebut dapat dibagi menjadi 2 (dua) rencana transaksi yang tidak terpisahkan, yaitu sebagai berikut: Rencana transaksi 1: Rencana Transaksi pembelian kapal milik LSJ, MKL, dan ASR oleh TIRT. Rencana transaksi 2: Rencana Transaksi penerimaan pinjaman dari HJR oleh TIRT. Rencana transaksi tersebut merupakan suatu rangkaian transaksi yang tidak dapat dipisahkan, sehingga dalam hal salah satu transaksi tidak terlaksana maka rencana transaksi tidak dilaksanakan. Pihak-Pihak Yang Bertransaksi Pihak-pihak yang bertransaksi adalah sebagai berikut: Rencana transaksi 1: Pihak-pihak yang bertransaksi adalah TIRT, LSJ, MKL, dan ASR dimana TIRT sebagai pembeli kapal dan LSJ, MKL, dan ASR sebagai penjual yang memiliki kapal. Rencana transaksi 2: Pihak-pihak yang bertransaksi adalah TIRT dan HJR dimana TIRT sebagai penerima pinjaman dan HJR sebagai pemberi pinjaman. Maksud dan Tujuan Penilaian Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan penilaian independen atas pendapat kewajaran (Fairness Opinion) atas Rencana Transaksi dengan tujuan pelaksanaan transaksi. Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk ii
Page 4
Tanggal Penilaian Tanggal penilaian 30 Juni 2025 ditetapkan berdasarkan laporan keuangan Perseroan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh KAP S. Mannan, Ardiansyah & Rekan dan telah ditandatangani oleh Yazid M. Aleq Bawafi yang terdaftar di OJK. Asumsi dan Kondisi Pembatas • Laporan Penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion. • Penilai melakukan penelaahan atas status hukum dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penilaian. • Data dan informasi berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya. • Proyeksi keuangan yang digunakan adalah proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty), jika penilaian menggunakan proyeksi keuangan. • Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan. • Laporan Penilaian ini terbuka untuk publik kecuali informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan. • Penilai bertanggung jawab atas Laporan Penilaian dan kesimpulan nilai akhir. • Penilai memperoleh informasi atas status hukum Objek Penilaian dari pemberi tugas. • Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas lainnya diungkapkan dalam laporan. Pendekatan dan Metode Sesuai dengan ruang lingkup penilaian, pendekatan dan metode yang digunakan adalah: a. Melakukan analisis transaksi. b. Melakukan analisis kualitatif atas Rencana Transaksi. c. Melakukan analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi. d. Melakukan analisis kewajaran nilai transaksi. e. Melakukan analisis atas faktor lain yang relevan. Kejadian Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) Sejak tanggal penilaian hingga tanggal penerbitan laporan ini tidak terjadi perubahan yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian yang dapat secara signifikan mempengaruhi hasil penilaian. Bahwa pengungkapan kejadian penting setelah tanggal penilaian jika ada, tidak dimaksudkan untuk memengaruhi penentuan nilai pada tanggal penilaian, kecuali dinyatakan didalam asumsi dan asumsi khusus. Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk iii
Page 5
Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Hasil analisis atas nilai transaksi pembelian aset berupa kapal milik LSJ, MKL, dan ASR oleh TIRT lebih rendah namun masih dalam kisaran Nilai Pasarnya memberikan kesimpulan bahwa nilai transaksi adalah wajar. Besaran dana objek transaksi yang berupa penerimaan pinjaman dari HJR oleh TIRT dapat dilunasi pada saatjatuh tempo, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa besaran dana dari objek transaksi adalah wajar. Berdasarkan draft adendum kedelapan Pe rjanjian Pinjam Meminjam antara HJR dan TIRT, pinjaman tidak dikenakan bunga (tidak bersifat komersial) dan memenuhi syarat-syarat pinjaman tanpa bunga berdasarkan Pasal 12 Ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2010 sebagaimana yang telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2019 tentang Perhitungan Penghasilan Kena Pajak dan Pelunasan Pajak Penghasilan dalam Tahun Berjalan, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pinjaman tanpa bunga yang diberikan oleh HJR kepada TIRT adalah wajar. Hasil analisis atas dampak keuangan dari transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan pemegang saham memberikan kesimpulan bahwa dengan dilakukannya transaksi, Perseroan akan memperoleh nilai tambah berupa peningkatan pendapatan, laba dan profitabilitas yang akan menguntungkan Perseroan sejalan dengan kepentingan pemegang saham. Hasil analisis atas pertimbangan bisnis dari manajemen terkait dengan transaksi terhadap kepentingan pemegang saham adalah dengan perubahan kegiatan usaha, Perseroan berpotensi memperoleh sumber pendapatan dan laba dari bisnis angkutan laut yang akan menguntungkan Perseroan dan shareholder. Berdasarkan kesimpulan dari hasil analisis tersebut diatas, maka kami berpendapat bahwa rencana transaksi adalah wajar. Hormat kami, Adhi~y~~• .I.Kom., S.H., M.M., MAP PI (Cert.) Pemlmpm n Penilai Properti/ Aset dan Bisnis MAPPI No.: 11-S-03079 RMK-2017.00547 NIPP Menkeu No. P -1 .16.00463 NIPP Menkeu No. B -1.21.00596 STTO OJK No: STTO.PPB-43/PJ-1/PM.02/2023 Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk iv
Page 6
PERNYATAAN PENILAI
1. Bahwa penugasan penilaian Pendapat Kewajaran dilakukan atas Rencana Transaksi.
2. Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini Kami telah bertindak secara independen
tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, maupun pemegang saham
Perseroan ataupun pihak-pihak yang terkait dengan Perseroan tersebut. Kami juga tidak
mempunyai kepentingan ataupun keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini.
Selanjutnya, laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
atau kerugian pada pihak mana pun.
3. Bahwa perhitungan dan analisis dalam pemberian pendapat kewajaran telah dilakukan
dengan benar sebaga im ana diungkapkan dalam laporan ini.
4. Bahwa penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku .
5. Penilai menaati Kode Etik Penilai Indonesia dan penilaian dilakukan sesuai dengan Standar
Penilaian Indonesia (KEPI & SPI VII-2018)
6. Bahwa penilaian yang dihasilkan dalam penugasan penilaian professional telah disajikan sebagai
kesimpulan .
7. Bahwa lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
8. Bahwa kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran.
9. Bahwa kesimpulan penilaian telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.
10. Bahwa data ekonomi dan industri dalam laporan ini diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini
penilai dapat dipertanggungjawabkan .
Penilai Publik,
Adhitya Anindito, S.I.Kom ., S.H ., M.M ., MAPPI (Cert.)
MAPPI No. : 11-S-03079
RMK-2017.00547
NIPP Menkeu No. P -1.16.00463
NIPP Menkeu No. B -1.21.00596
STTO OJK No: STTO.PPB-43/ PJ-1/ PM.02/2 023
Reviuer,
Radithe Pramudito, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
MAPPI No.: 10-S-02670
RMK-2017.00316
Sigit E. Purnomo, S.E.
MAPPI No.: 19-T-09657
RMK-2020.03575
~.-
Penilai,
Ryan Suradireja, S.Ak.
MAPPI No.: 19-P-09941
RMK-2021 .03692
Syafika Firdausha, S.Ak.
MAPPI No. : 21-T-ll013
RMK-2022.04256
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk v
Page 7
DAFTAR ISI
SURAT LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI .......................................... i
PERNYATAAN PENILAI .................................................................................................................. v
DAFTAR ISI .................................................................................................................................. vi
DEFINISI DAN ISTILAH ............................................................................................................... viii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................................. I-1
1.1. Latar Belakang .......................................................................................................................... I-1
1.2. Identitas Pemberi Tugas ........................................................................................................... I-1
1.3. Objek Penilaian ......................................................................................................................... I-2
1.4. Maksud dan Tujuan Penilaian ................................................................................................... I-2
1.5. Tanggal Penilaian ...................................................................................................................... I-2
1.6. Ruang Lingkup Penilaian ........................................................................................................... I-2
1.7. Pendekatan dan Metode .......................................................................................................... I-3
1.8. Pihak-Pihak Yang Bertransaksi .................................................................................................. I-3
1.9. Pernyataan Independensi dan Tidak Adanya Benturan Kepentingan ....................................... I-3
1.10. Uraian Mengenai Penilai Usaha Dan/Atau Penilai Properti Serta Hasil Penilaian Oleh
Penilai Usaha Dan/Atau Penilai Properti Yang Menjadi Dasar Dalam Pemberian
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi........................................................................... I-4
1.11. Sumber Data ............................................................................................................................. I-4
1.12. Informasi Mengenai Identitas Dan Jabatan Pihak-Pihak Yang Telah Diwawancarai
Dan Hubungannya Dengan Objek Penilaian ............................................................................. I-5
1.13. Asumsi dan Kondisi Pembatas .................................................................................................. I-5
1.14. Kejadian Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) ........................................................... I-7
BAB II ANALISIS TRANSAKSI ....................................................................................................... II-1
2.1. Analisis Pengaruh Transaksi Terhadap Keuangan Perseroan ................................................... II-1
2.2. Analisis likuiditas Dari Transaksi .............................................................................................. II-1
2.3. Nilai Transaksi .......................................................................................................................... II-1
2.4. Materialitas Nilai Transaksi ...................................................................................................... II-1
2.5. Hubungan Antara Pihak-Pihak Yang Bertransaksi .................................................................... II-2
2.6. Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Telah Disepakati ..................................................... II-3
2.7. Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Transaksi.............................................................................. II-5
BAB III ANALISIS KUALITATIF .................................................................................................... III-1
3.1. Riwayat Singkat Perusahaan Dan Kegiatan Usaha .................................................................. III-1
3.2. Analisis Industri dan Lingkungan............................................................................................. III-5
3.3. Alasan Dilakukannya Transaksi ............................................................................................. III-11
3.4. Keuntungan Dan Kerugian Yang Bersifat Kualitatif Atas Transaksi Yang Akan Dilakukan ..... III-11
BAB IV ANALISIS KUANTITATIF ................................................................................................. IV-1
4.1. Penilaian Atas Potensi Pendapatan, Aset, Kewajiban dan Kondisi Keuangan ......................... IV-1
4.2. Analisis Inkremental ............................................................................................................. IV-25
BAB V ANALISIS KEWAJARAN NILAI TRANSAKSI ......................................................................... V-1
5.1. Hasil Penilaian Objek Transaksi................................................................................................ V-1
5.2. Nilai Transaksi .......................................................................................................................... V-1
5.3. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi ........................................................................................... V-1
5.4. Analisis Bahwa Nilai Transaksi Memberikan Nilai Tambah dari Transaksi Yang Dilakukan ...... V-1
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk vi
Page 8
BAB VI ANALISIS ATAS FAKTOR LAIN YANG RELEVAN ................................................................ VI-1 6.1. Analisis Ketidakpastian Rencana Pembiayaan Dalam Rencana Transaksi ............................... VI-1 6.2. Analisis Ketidakpastian Nilai Tukar Mata Uang ....................................................................... VI-1 6.3. Analisis Ketidakpastian Risiko Pasar ....................................................................................... VI-1 6.4. Analisis Faktor Lain Yang Berpengaruh ................................................................................... VI-2 BAB VII KESIMPULAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI.............................................. VII-1 LAMPIRAN Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk vii
Page 9
DEFINISI DAN ISTILAH
Arus Kas Bersih : Jumlah kas yang tersedia setelah terpenuhinya kebutuhan kas untuk kegiatan
operasional; merupakan arus kas yang tersedia bagi penyedia modal yang terdiri
dari utang dan ekuitas; dan telah bebas dari kewajiban untuk mempertahankan
operasi saat ini dan untuk mengantisipasi pertumbuhan perusahaan
Asumsi : Sesuatu yang dianggap akan terjadi termasuk fakta, syarat, atau keadaan yang
mungkin dapat mempengaruhi objek Penilaian atau pendekatan penilaian dan
kewajarannya telah dianalisis oleh Penilai Bisnis sebagai bagian dari proses
Penilaian
BEI : Bursa Efek Indonesia
Business Interest : Kepemilikan dalam perusahaan yang meliputi penyertaan dalam perusahaan,
surat berharga, aset keuangan lainnya, dan aset tak berwujud
Dasar Penilaian : Suatu penjelasan dan/atau pendefinisian tentang jenis Nilai yang sedang diteliti
berdasarkan kriteria tertentu
Diskon Likuiditas Pasar : Suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari Nilai suatu
ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya likuiditas objek Penilaian
Diskon Tanpa : Suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari Nilai suatu
Pengendalian ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya tingkat pengendalian atas objek Penilaian
Faktor Kapitalisasi : Semua jenis rasio yang digunakan untuk mengkonversi pendapatan menjadi suatu
Nilai
Holding Company : Suatu perusahaan yang sebagian besar pendapatannya atau seluruhnya berasal
dari penyertaan pada perusahaan lain
KAP : Kantor Akuntan Publik
KJPP IDR : Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan
Kapitalisasi : Pengkonversian arus kas bersih atau penghasilan bersih lain, baik yang bersifat
aktual maupun perkiraan, selama periode tertentu yang ekuivalen dengan Nilai
aset pada suatu tanggal tertentu atau pengakuan atas suatu pengeluaran modal
Kelangsungan Usaha : Suatu kondisi yang mencerminkan usaha yang sedang beroperasi atau dalam
konstruksi, atau suatu premis dalam Penilaian, dimana Penilai Bisnis menganggap
suatu perusahaan akan terus melanjutkan operasinya secara berkelanjutan
KEPI : Kode Etik Penilai Indonesia
Laporan Penilaian Bisnis : laporan tertulis yang dibuat oleh Penilai Bisnis yang memuat pendapat Penilai
Bisnis mengenai objek Penilaian serta menyajikan informasi tentang proses
Penilaian
Metode Kapitalisasi : Metode Penilaian yang mendasarkan pada suatu pendapatan yang dianggap
Pendapatan mewakili kemampuan di masa mendatang dari suatu perusahaan atau Business
Interest yang dinilai, dibagi dengan suatu tingkat kapitalisasi atau dikali dengan
Faktor Kapitalisasi, sehingga menjadi suatu indikasi Nilai dari perusahaan atau
Business Interest
Metode Penilaian : Suatu cara atau rangkaian cara tertentu dalam melakukan Penilaian
Modal Investasi : Jumlah utang jangka panjang dan ekuitas pada suatu perusahaan
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk viii
Page 10
Nilai : Perkiraan harga yang diinginkan oleh penjual dan/atau pembeli atas suatu barang
atau jasa dan merupakan jumlah manfaat ekonomi berdasarkan nilai pasar yang
akan diperoleh dari objek Penilaian pada tanggal Penilaian
Nilai Aset Bersih : Total nilai pasar aset dikurangi total nilai pasar liabilitas
Nilai Buku : Hasil kapitalisasi atas biaya perolehan aset, dikurangi akumulasi depresiasi,
deplesi, amortisasi atau penurunan nilai sebagaimana yang tercatat dalam laporan
keuangan atau selisih antara total aset dikurangi dengan total liabilitas dari
perusahaan sebagaimana tercatat dalam laporan keuangan
Nilai Pasar (OJK) : Estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau
liabilitas pada Tanggal Penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan
penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang
pemasarannya dilakukan secara layak, di mana kedua Pihak masing–masing
bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa
paksaan
Nilai Pasar (SPI) : Estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar untuk penukaran suatu
aset atau liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli
dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang
pemasarannya dilakukan secara layak, dimana kedua pihak masing-masing
bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian dan tanpa
paksaan (SPI 101 Edisi VII-2018 angka 3.1).
Nilai Terminal : Nilai dari jumlah arus kas untuk periode setelah periode waktu tetap, dimana arus
kas yang diterapkan dapat menggunakan model ekuitas atau Modal Investasi
OJK : Otoritas Jasa Keuangan
Pendapat Kewajaran : Suatu pernyataan yang diberikan oleh Penilai Bisnis untuk menyatakan bahwa
suatu transaksi yang akan dilakukan adalah wajar atau tidak wajar
Pendapat Kewajaran : Suatu pernyataan yang diberikan oleh Penilai Bisnis untuk menyatakan bahwa
atas Transaksi Pinjam- transaksi pinjam-meminjam dana dan/atau penjaminan adalah wajar atau tidak
Meminjam Dana wajar
dan/atau Penjaminan
Pendekatan Aset : Pendekatan Penilaian berdasarkan laporan keuangan historis objek Penilaian yang
telah diaudit, dengan cara menyesuaikan seluruh aset dan liabilitas menjadi Nilai
Pasar sesuai dengan Premis Nilai yang digunakan dalam Penilaian Bisnis
Pendekatan Pasar : Pendekatan Penilaian dengan cara membandingkan objek Penilaian dengan objek
lain yang sebanding dan sejenis serta telah tersedia informasi harga transaksi atau
penawaran
Pendekatan Pendapatan : Pendekatan Penilaian dengan cara mengkonversi manfaat ekonomis atau
pendapatan yang diperkirakan akan dihasilkan oleh objek Penilaian dengan tingkat
diskonto tertentu
Pendekatan Penilaian : Suatu cara untuk memperkirakan Nilai dengan menggunakan satu atau lebih
metode penilaian
Penilai : Orang perseorangan yang dengan keahliannya menjalankan kegiatan Penilaian di
pasar modal
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk ix
Page 11
Penilai Bisnis : Penilai yang melakukan kegiatan penilaian bisnis sebagaimana dimaksud dalam
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai Penilai yang melakukan kegiatan di
pasar modal
Penilai Properti : Penilai yang melakukan kegiatan Penilaian properti sebagaimana dimaksud dalam
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai Penilai yang melakukan kegiatan di
pasar modal
Penilaian : Proses pekerjaan untuk memberikan opini tertulis atas nilai ekonomi suatu objek
penilaian
Penilaian Bisnis : Proses pekerjaan untuk memberikan opini tertulis atas objek Penilaian Bisnis
sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai Penilai
yang melakukan kegiatan di pasar modal
Penugasan Penilaian : Penugasan yang diterima oleh Penilai dari pemberi penugasan untuk melakukan
Profesional Penilaian atas objek, tujuan Penilaian, dan tanggal tertentu dimana Penilai
mendasarkan opininya, yang disajikan dalam laporan Penilaian
Pihak : Orang perseorangan, perusahaan, usaha bersama, asosiasi, atau kelompok yang
terorganisasi
Premi Pengendalian : Suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan penambah dari Nilai suatu
ekuitas sebagai cerminan dari tingkat pengendalian atas objek Penilaian
Premis Nilai : Asumsi Nilai yang berhubungan dengan suatu kondisi transaksi yang dapat
digunakan pada objek Penilaian
RUPS : Rapat Umum Pemegang Saham
SPI : Standar Penilaian Indonesia
Studi Kelayakan Bisnis : Suatu Penugasan Penilaian Profesional yang diberikan oleh Penilai Bisnis berupa
pendapat untuk menyatakan kelayakan suatu usaha atau proyek
Tanggal Laporan : Tanggal ditandatanganinya Laporan Penilaian Bisnis oleh Penilai Bisnis
Penilaian Bisnis
Tanggal Penilaian : Tanggal pada saat Nilai, hasil Penilaian, atau perhitungan manfaat ekonomi
dinyatakan
Tenaga Ahli : Orang yang mempunyai keahlian dan kualifikasi pada suatu bidang tertentu di luar
ruang lingkup kegiatan Penilaian dan tidak bekerja pada kantor jasa Penilai publik
Tingkat Diskonto : Suatu Tingkat Imbal Balik untuk mengkonversikan nilai di masa depan ke nilai
sekarang yang mencerminkan nilai waktu dari uang dan ketidakpastian atas
terealisasinya pendapatan ekonomi
Tingkat Imbal Balik : Jumlah laba atau rugi dan/atau perubahan nilai yang direalisasikan atau
diharapkan dari suatu investasi yang dinyatakan dalam persentase
Tingkat Kapitalisasi : Jumlah pembagi yang digunakan untuk mengkonversi pendapatan menjadi Nilai
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk x
Page 12
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
PT Tirta Mahakam Resources Tbk (selanjutnya disebut TIRT atau Perseroan atau Perusahaan)
merupakan perusahaan terbuka yang bergerak di bidang industri dan penjualan kayu lapis dan
produk-produk kayu sejenis. Namun sejak terjadinya pandemi Covid-19 pada tahun 2020
Perseroan telah menghentikan aktivitas produksi dan penjualan kayu lapis dan Perseroan
menilai bahwa industri kayu lapis sudah tidak lagi memberikan prospek usaha yang
menjanjikan. Oleh sebab itu, Perseroan berencana melakukan transformasi bisnis dari industri
kayu lapis ke industri angkutan laut dan Perseroan meyakini bahwa industri angkutan laut
memiliki potensi yang lebih menjanjikan dan dapat memberikan nilai tambah jangka panjang
bagi Perseroan.
Sebagai langkah investasi awal dalam menjalankan kegiatan usaha yang baru Perseroan
berencana untuk melakukan pembelian 10 (sepuluh) set armada kapal tunda (tugboat) dan
kapal tongkang (barge) dari pihak yang terafiliasi dengan Perseroan yaitu PT Lima Srikandi Jaya
(selanjutnya disebut LSJ), PT Mitra Kemakmuran Line (selanjutnya disebut MKL) dan PT Antar
Sarana Rekasa (selanjutnya disebut ASR).
Sumber pendanaan Perseroan untuk pembelian kapal dan pemenuhan kebutuhan modal kerja
untuk pengoperasian bisnis angkutan laut berasal dari fasilitas pinjaman pemegang saham yang
telah dimiliki Perseroan. Perseroan telah memiliki fasilitas pinjaman pemegang saham dari PT
Harita Jayaraya (selanjutnya disebut HJR) yang merupakan pemegang saham Perseroan.
Rencana pembelian kapal milik LSJ, MKL, dan ASR oleh TIRT dengan pendanaan dari pinjaman
HJR selanjutnya disebut Rencana Transaksi.
Sebagai perusahaan terbuka, Perseroan wajib menaati Peraturan OJK untuk melaksanakan
transaksi tersebut, terutama Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 dan No. 42/POJK.04/2020.
Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut, Perseroan telah menunjuk serta
menggunakan pendapat dari Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (selanjutnya disebut
KJPP IDR atau Penilai atau Kami), selaku Penilai Independen yang memberikan pendapat
kewajaran atas Rencana Transaksi tersebut.
KJPP IDR telah memperoleh izin usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya
No. 772/KM.1/2013 tanggal 12 November 2013 dan telah terdaftar di OJK berdasarkan Surat
No. S-774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013 dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi
Penunjang Pasar Modal yang telah dilakukan pendaftaran ulang dengan No. STTD.PPB-43/PJ-
1/PM.02/2023 tanggal 6 Juli 2023 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis di Pasar Modal.
1.2. Identitas Pemberi Tugas
Nama Pemberi Tugas : PT Tirta Mahakam Resources Tbk
Bidang Usaha : Penjualan kayu lapis dan produk-produk kayu sejenis
Alamat Kantor : Gapura Prima Office Tower (The Bellezza) Lt. 20 Jalan Letjen Soepono
No. 34 Arteri Permata Hijau, Jakarta Selatan
No. Telepon/Fax : 021-25675717/021-30485593
Email : corpsecretary@tirtamahakam.com
Website : www.tirtamahakam.com
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk I-1
Page 13
1.3. Objek Penilaian
Objek penilaian adalah rencana transaksi pembelian kapal milik LSJ, MKL, dan ASR oleh TIRT
dengan pendanaan dari pinjaman HJR (pemegang saham TIRT).
Berdasarkan rencana transaksi tersebut, maka serangkaian rencana transaksi tersebut dapat
dibagi menjadi 2 (dua) rencana transaksi yang tidak terpisahkan, yaitu sebagai berikut:
Rencana transaksi 1:
Rencana Transaksi pembelian kapal milik LSJ, MKL, dan ASR oleh TIRT.
Rencana transaksi 2:
Rencana Transaksi penerimaan pinjaman dari HJR oleh TIRT.
Rencana transaksi tersebut merupakan suatu rangkaian transaksi yang tidak dapat dipisahkan,
sehingga dalam hal salah satu transaksi tidak terlaksana maka rencana transaksi tidak
dilaksanakan.
1.4. Maksud dan Tujuan Penilaian
Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan penilaian independen atas pendapat
kewajaran (Fairness Opinion) atas Rencana Transaksi dengan tujuan pelaksanaan transaksi.
1.5. Tanggal Penilaian
Tanggal penilaian 30 Juni 2025 ditetapkan berdasarkan laporan keuangan Perseroan yang
berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh KAP S. Mannan, Ardiansyah & Rekan
dan telah ditandatangani oleh Yazid M. Aleq Bawafi yang terdaftar di OJK.
1.6. Ruang Lingkup Penilaian
Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) merupakan suatu pernyataan yang diberikan oleh
Penilai Usaha untuk menyatakan bahwa suatu transaksi yang akan dilakukan adalah wajar atau
tidak wajar. Ruang lingkup penilaian, antara lain:
a. Identifikasi masalah (identifikasi asumsi dan kondisi pembatas, tujuan dan objek penilaian,
definisi penilaian dan tanggal penilaian),
b. Pengumpulan data,
c. Analisis data,
d. Estimasi nilai sesuai dengan dasar nilai dan premis nilai yang digunakan dengan
menggunakan pendekatan penilaian,
e. Penulisan laporan.
Sesuai dengan peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal, pemberian pendapat kewajaran setelah dilakukan analisis atas:
a. Nilai dari objek yang ditransaksikan.
b. Dampak keuangan dari transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan pemegang
saham.
c. Pertimbangan bisnis yang digunakan oleh manajemen perusahaan terkait dengan Rencana
Transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan pemegang saham.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk I-2
Page 14
Sifat Rencana Transaksi terkait dengan ada atau tidak adanya hubungan antara pihak-pihak yang
bertransaksi diatur sesuai dengan Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi
dan Benturan Kepentingan dan nilai materialitas Rencana Transaksi diatur sesuai dengan
Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
Sehubungan dengan peraturan-peraturan tersebut berkaitan dengan penunjukkan KJPP IDR
untuk memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, maka ruang lingkup pendapat
kewajaran berdasarkan pada analisis atas kewajaran dari Rencana Transaksi tersebut.
1.7. Pendekatan dan Metode
Sesuai dengan ruang lingkup penilaian, pendekatan dan metode yang digunakan adalah:
a. Melakukan analisis transaksi.
b. Melakukan analisis kualitatif atas Rencana Transaksi.
c. Melakukan analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi.
d. Melakukan analisis kewajaran nilai transaksi.
e. Melakukan analisis atas faktor lain yang relevan.
1.8. Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi adalah sebagai berikut:
Rencana transaksi 1:
Pihak-pihak yang bertransaksi adalah TIRT, LSJ, MKL, dan ASR dimana TIRT sebagai pembeli kapal
dan LSJ, MKL, dan ASR sebagai penjual yang memiliki kapal.
Rencana transaksi 2:
Pihak-pihak yang bertransaksi adalah TIRT dan HJR dimana TIRT sebagai penerima pinjaman dan
HJR sebagai pemberi pinjaman.
1.9. Pernyataan Independensi dan Tidak Adanya Benturan Kepentingan
1. Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini kami tidak ada benturan
kepentingan dengan Perseroan maupun pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan
transaksi yang akan dilakukan Perseroan.
2. Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini kami telah bertindak secara
independen tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, maupun
pemegang saham Perseroan ataupun pihak-pihak yang terkait dengan Perseroan tersebut.
Kami juga tidak mempunyai kepentingan ataupun keuntungan pribadi berkaitan dengan
penugasan ini. Selanjutnya, laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk
memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak manapun.
3. Tidak ada satupun dari pemilik ataupun pegawai kami yang memiliki kepentingan dalam
bentuk apapun yang dapat menghalangi kami untuk melakukan penilaian secara
independen terhadap pendapat kewajaran ini. Kompensasi dan honorarium kami tidak
bergantung kepada kejadian maupun kesimpulan yang diambil oleh Perseroan sebagai
akibat dari laporan kami ini.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk I-3
Page 15
1.10. Uraian Mengenai Penilai Usaha Dan/Atau Penilai Properti Serta Hasil Penilaian Oleh Penilai
Usaha Dan/Atau Penilai Properti Yang Menjadi Dasar Dalam Pemberian Pendapat Kewajaran
Atas Rencana Transaksi
Dalam pendapat kewajaran ini kami menggunakan hasil penilaian dari Penilai Properti yang
telah melakukan penilaian terhadap objek transaksi.
Berdasarkan Laporan Penilaian Properti No. 00145/2.0118-00/PP/04/0463/1/VIII/2025
tanggal 11 Agustus 2025 yang diterbitkan oleh KJPP Iskandar dan Rekan dan ditandatangani oleh
Penilai Publik Adhitya Anindito, menyatakan bahwa Nilai Pasar 20 (dua puluh) unit kapal milik
LSJ, MKL, dan ASR per 30 Juni 2025 adalah sejumlah Rp 165.231.000.000,- (seratus enam puluh
lima miliar dua ratus tiga puluh satu juta Rupiah).
1.11. Sumber Data
Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:
a) Copy legalitas dan perizinan TIRT.
b) Copy legalitas dan perizinan LSJ.
c) Copy legalitas dan perizinan MKL.
d) Copy legalitas dan perizinan ASR.
e) Copy legalitas dan perizinan HJR.
f) Laporan keuangan TIRT untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 yang telah
diaudit oleh KAP S. Mannan, Ardiansyah & Rekan dan telah ditandatangani oleh Yazid M.
Aleq Bawafi dengan opini tanpa modifikasian.
g) Laporan keuangan TIRT untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang
telah diaudit oleh KAP S. Mannan, Ardiansyah & Rekan dan telah ditandatangani oleh Yazid
M. Aleq Bawafi dengan opini tanpa modifikasian.
h) Laporan keuangan TIRT untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang
telah diaudit oleh KAP S. Mannan, Ardiansyah & Rekan dan telah ditandatangani oleh Yazid
M. Aleq Bawafi dengan opini tanpa modifikasian.
i) Laporan keuangan TIRT untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
telah diaudit oleh KAP S. Mannan, Ardiansyah & Rekan dan telah ditandatangani oleh Nur
Eko Saputro dengan opini tanpa modifikasian.
j) Laporan keuangan TIRT untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang
telah diaudit oleh KAP S. Mannan, Ardiansyah & Rekan dan telah ditandatangani oleh Nur
Eko Saputro dengan opini tanpa modifikasian.
k) Laporan keuangan TIRT untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang
telah diaudit oleh KAP S. Mannan, Ardiansyah & Rekan dan telah ditandatangani oleh Yazid
M. Aleq Bawafi dengan opini tanpa modifikasian.
l) Laporan keuangan proforma TIRT per 30 Juni 2025 sebelum dan setelah transaksi dari
manajemen Perseroan.
m) Perjanjian Pengikatan Jual Beli (selanjutnya disebut PPJB) kapal antara TIRT dan LSJ.
n) PPJB kapal antara TIRT dan MKL.
o) PPJB kapal antara TIRT dan ASR.
p) Surat Komitmen HJR terkait rencana pinjaman TIRT.
q) Perjanjian Pinjam Meminjam serta adendum 1 (satu) sampai dengan 7 (tujuh) antara TIRT
dengan HJR.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk I-4
Page 16
r) Draft Adendum Kedelapan Perjanjian Pinjam Meminjam antara TIRT dengan HJR.
s) Proyeksi keuangan dari manajemen Perseroan.
t) Laporan Penilaian Properti 20 (dua puluh) unit kapal milik LSJ, MKL, dan ASR per 30 Juni 2025
No. 00145/2.0118-00/PP/04/0463/1/VIII/2025 tanggal 11 Agustus 2025 yang diterbitkan
oleh KJPP Iskandar dan Rekan dan ditandatangani oleh Penilai Publik Adhitya Anindito.
u) Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan mengenai alasan, latar belakang, dan
hal-hal lain yang terkait dengan Transaksi.
1.12. Informasi Mengenai Identitas Dan Jabatan Pihak-Pihak Yang Telah Diwawancarai Dan
Hubungannya Dengan Objek Penilaian
Kami telah melakukan diskusi dan wawancara dengan manajemen Perseroan pada tanggal 7 Juli
– 8 Agustus 2025. Identitas yang kami wawancarai adalah Bapak Pohan Wijaya Po sebagai
Direktur Perseroan.
1.13. Asumsi dan Kondisi Pembatas
a) Laporan Penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion.
b) Penilai melakukan penelaahan atas status hukum dokumen-dokumen yang digunakan
dalam proses penilaian.
c) Data dan informasi berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.
d) Proyeksi keuangan yang digunakan adalah proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan
kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty), jika penilaian menggunakan proyeksi
keuangan.
e) Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan.
f) Laporan Penilaian ini terbuka untuk publik kecuali informasi yang bersifat rahasia, yang
dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
g) Penilai bertanggung jawab atas Laporan Penilaian dan kesimpulan nilai akhir.
h) Penilai memperoleh informasi atas status hukum Objek Penilaian dari pemberi tugas.
i) IDR mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan pendapat ini sampai dengan terjadinya
Transaksi tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap
Transaksi.
j) Pendapat ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan bahwa penggunaan sebagian dari
analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat
menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat
tersebut. Penyusunan pendapat ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak
dapat dilakukan melalui analisis yang tidak lengkap.
k) Pendapat Kewajaran tersebut disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan
perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah pada
tanggal Pendapat ini dikeluarkan. Penilaian Kewajaran ini hanya dilakukan terhadap
Transaksi seperti yang diuraikan diatas.
l) IDR tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapatnya
karena peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.
m) Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan prinsip integritas informasi dan data. Dalam
menyusun Pendapat Kewajaran ini, KJPP IDR melandaskan dan berdasarkan pada informasi
dan data sebagaimana diberikan manajemen Perseroan yang mana berdasarkan hakekat
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk I-5
Page 17
kewajaran adalah benar, lengkap, dapat diandalkan, serta tidak menyesatkan. KJPP IDR
tidak melakukan audit ataupun uji kepatuhan secara mendetail atas penjelasan maupun
data-data yang diberikan oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun tulisan, dan
dengan demikian KJPP IDR tidak dapat memberikan jaminan atau bertanggung-jawab
terhadap kebenaran dan kelengkapan dari informasi atau penjelasan tersebut.
n) Sebagai dasar bagi KJPP IDR untuk melakukan analisis dalam mempersiapkan Pendapat
Kewajaran atas Transaksi, KJPP IDR menggunakan data-data sebagaimana tercantum pada
Sumber Data pada laporan pendapat kewajaran sebagai bahan pertimbangan.
o) Segala perubahan terhadap data-data tersebut di atas dapat mempengaruhi hasil penilaian
KJPP IDR secara material. Oleh karena itu, KJPP IDR tidak dapat menerima tanggung jawab
atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data
tersebut.
p) Pendapat Kewajaran ini disusun hanya dengan mempertimbangkan sudut pandang
pemegang saham Perseroan dan tidak mempertimbangkan sudut pandang stakeholders
lain serta aspek-aspek lainnya.
q) IDR menganggap bahwa sejak tanggal penerbitan Laporan Pendapat Kewajaran ini sampai
dengan tanggal terjadinya Transaksi tidak terjadi perubahan yang sangat berpengaruh
secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran.
r) Dengan ini KJPP IDR menyatakan bahwa penugasan KJPP IDR tidak termasuk menganalisis
transaksi-transaksi di luar Transaksi yang mungkin tersedia bagi Perseroan serta pengaruh
dari transaksi-transaksi tersebut terhadap Transaksi.
s) IDR tidak melakukan penelitian atas keabsahan Transaksi dari segi hukum dan implikasi
aspek perpajakan dari Transaksi tersebut.
t) Mengingat bahwa adanya kemungkinan terjadinya perbedaan waktu dari tanggal laporan
ini dengan pelaksanaan Transaksi, maka kesimpulan di atas berlaku bila tidak ada
perubahan yang memiliki dampak yang signifikan terhadap nilai dari Transaksi. Perubahan
tersebut termasuk perubahan baik secara internal pada masing-masing perusahaan
maupun secara eksternal meliputi: kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan, serta peraturan pemerintah Indonesia setelah tanggal laporan ini
dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal laporan ini dikeluarkan terjadi perubahan tersebut
di atas, maka pendapat kewajaran atas Transaksi ini mungkin berbeda.
u) Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan Transaksi dan tidak
dapat dipergunakan untuk kepentingan lain maupun pihak lain.
v) Pendapat Kewajaran ini juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk
menyetujui atau tidak menyetujui Transaksi atau mengambil tindakan tertentu atas
Transaksi tersebut.
w) IDR juga berpegang kepada surat pernyataan manajemen Perseroan (management
representation letter) atas penugasan KJPP IDR untuk mempersiapkan Laporan Pendapat
Kewajaran, bahwa perseroan telah menyampaikan seluruh informasi penting dan relevan
berkenaan dengan Transaksi dan sepanjang pengetahuan manajemen Perseroan tidak ada
faktor material yang belum diungkapkan dan dapat menyesatkan.
x) Data dan informasi yang diterima Penilai dari Pemberi Tugas diasumsikan benar dan dapat
dipertanggungjawabkan, antara lain termasuk penunjukan letak lokasi tempat, spesifikasi
jenis dan jumlah asset objek penilaian dan apabila data dan informasi tersebut tidak benar
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk I-6
Page 18
maka Pemberi Tugas membebaskan Penilai dari tanggung jawab atas hasil penilaian yang
tidak tepat dikarenakan kesalahan tersebut.
y) Informasi yang telah diberikan pihak lain kepada Penilai seperti yang telah disebutkan
dalam laporan penilaian dianggap layak dan dipercaya, tetapi Penilai tidak
bertanggungjawab jika ternyata informasi yang diberikan itu terbukti tidak sesuai dengan
hal yang sesungguhnya. Tanggung jawab untuk memeriksa kembali kebenaran informasi
tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemberi Tugas.
z) Adalah bukan tugas Penilai untuk melakukan uji tuntas (due diligence) dari aspek hukum
atas catatan publik serta catatan kepemilikan.
aa) Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas dari laporan penilaian yang dibuat terpisah sebagai
satu kesatuan dari laporan ini akan dituangkan didalam laporan penilaian yang dibuat
terpisah tersebut.
bb) Laporan ini tidak sah jika tidak dibubuhi tanda tangan asli/basah Pemimpin Rekan/Rekan
dan stempel/seal perusahaan KJPP Iskandar dan Rekan serta tidak dapat
dipertanggungjawabkan bilamana Pemberi Tugas tidak melunasi imbalan jasa atas
pekerjaan penilaian ini.
cc) Jika kontrak dan/atau laporan penilaian ditulis dalam versi Bahasa Indonesia dan Bahasa
Inggris, Pemberi Tugas dan Penerima Tugas sepakat bahwa dalam hal terjadi inkonsistensi
antara versi Bahasa Indonesia dan versi Bahasa Inggris, maka versi Bahasa Indonesia yang
akan berlaku dan versi Bahasa Inggris akan dianggap telah diubah untuk menyesuaikan
dengan versi Bahasa Indonesia,
dd) Asumsi-asumsi dan kondisi pembatas ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan
(integral) dari laporan ini.
1.14. Kejadian Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)
Sejak tanggal penilaian hingga tanggal penerbitan laporan ini tidak terjadi perubahan yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian yang
dapat secara signifikan mempengaruhi hasil penilaian.
Bahwa pengungkapan kejadian penting setelah tanggal penilaian jika ada, tidak dimaksudkan
untuk memengaruhi penentuan nilai pada tanggal penilaian, kecuali dinyatakan didalam asumsi
dan asumsi khusus.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk I-7
Page 19
BAB II
ANALISIS TRANSAKSI
2.1. Analisis Pengaruh Transaksi Terhadap Keuangan Perseroan
Berdasarkan proforma dan proyeksi posisi keuangan Perseroan dengan dilakukannya transaksi
likuiditas Perseroan mengalami peningkatan.
2.2. Analisis likuiditas Dari Transaksi
Berdasarkan analisis proforma dan proyeksi posisi keuangan dengan dilakukannya transaksi
likuiditas Perseroan mengalami peningkatan.
2.3. Nilai Transaksi
Berdasarkan draft adendum kedelapan perjanjian pinjam meminjam antara TIRT dengan HJR,
TIRT berencana untuk menggunakan fasilitas pinjaman dari HJR untuk belanja modal (capital
expenditure) berupa kapal milik LSJ, MKL, dan ASR dan pemenuhan modal kerja industri
angkutan laut yang merupakan satu kesatuan rangkaian transaksi yang tidak terpisahkan.
Berdasarkan rencana transaksi tersebut, maka serangkaian rencana transaksi tersebut dapat
dibagi menjadi 2 (dua) rencana transaksi yang tidak terpisahkan, yaitu sebagai berikut:
Rencana transaksi 1:
TIRT berencana melakukan pembelian kapal milik LSJ, MKL, dan ASR dengan jumlah sebesar
Rp 162.098.000.000,-.
Rencana transaksi 2:
TIRT berencana menerima pinjaman dari HJR sebesar Rp 200.000.000.000,-.
2.4. Materialitas Nilai Transaksi
Berdasarkan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha, suatu transaksi dikategorikan sebagai Transaksi Material apabila nilai transaksi
sama dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka.
Dalam hal perusahaan terbuka memiliki ekuitas negatif transaksi dikategorikan sebagai
Transaksi Material apabila nilai transaksi sama dengan 10% atau lebih dari total aset Perusahaan
Terbuka.
Perusahaan Terbuka yang akan melakukan Transaksi Material wajib terlebih dahulu
memperoleh persetujuan RUPS dalam hal:
1. Transaksi Material lebih dari 50% terhadap ekuitas atau aset atau laba bersih atau
pendapatan usaha Perseroan.
2. Transaksi Material lebih dari 25% terhadap aset Perseroan apabila ekuitas Perseroan
negatif.
3. Laporan Penilai menyatakan bahwa Transaksi Material yang akan dilakukan tidak wajar.
Berdasarkan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha, transaksi berupa perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen
operasi dikategorikan sebagai Transaksi Material dalam hal:
a. Nilai transaksi sama dengan 20% atau lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka;
b. Total aset yang menjadi objek transaksi dibagi total aset Perusahaan Terbuka nilainya sama
dengan atau lebih dari 20%;
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk II-1
Page 20
c. Laba bersih objek transaksi dibagi dengan laba bersih Perusahaan Terbuka nilainya sama
dengan atau lebih dari 20%; atau
d. Pendapatan usaha objek transaksi dibagi dengan pendapatan usaha Perusahaan Terbuka
nilainya sama dengan atau lebih dari 20%.
Berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit KAP S. Mannan, Ardiansyah & Rekan per 30
Juni 2025, ekuitas Perseroan tercatat sebesar negatif Rp 702.128.615.767,-, sehingga
materialitas transaksi dihitung dengan membandingkan nilai transaksi dengan total aset
Perseroan.
Nilai transaksi atas Rencana Transaksi 1 sebesar Rp 162.098.000.000,- dan total aset Perseroan
berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit KAP S. Mannan, Ardiansyah & Rekan per 30
Juni 2025 adalah sebesar Rp 164.155.850.175,-, dengan demikian materialitas nilai transaksi
98,75% dari total aset Perseroan.
Nilai transaksi atas Rencana Transaksi 2 sebesar Rp 200.000.000.000,- dan total aset Perseroan
berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit KAP S. Mannan, Ardiansyah & Rekan per 30
Juni 2025 adalah sebesar Rp 164.155.850.175,-, dengan demikian materialitas nilai transaksi
121,84% dari total aset Perseroan.
Dari uraian tersebut diatas, Rencana Transaksi termasuk transaksi material dan memerlukan
persetujuan RUPS sesuai dengan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
2.5. Hubungan Antara Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi adalah sebagai berikut:
Rencana transaksi 1:
Pihak-pihak yang bertransaksi adalah TIRT, LSJ, MKL, dan ASR dimana TIRT sebagai pembeli kapal
dan LSJ, MKL, dan ASR sebagai penjual yang memiliki kapal.
Rencana transaksi 2:
Pihak-pihak yang bertransaksi adalah TIRT dan HJR dimana TIRT sebagai penerima pinjaman dan
HJR sebagai pemberi pinjaman.
Hubungan Kepemilikan Saham
HJR
73,54% 99,97%
TIRT LSJ
99,99% 99,99%
MKL ASR
Keterangan
HJR : PT Harita Jayaraya
TIRT : PT Tirta Mahakam Resources Tbk
LSJ : PT Lima Srikandi jaya
MKL : PT Mitra Kemakmuran Line
ASR : PT Antar Sarana Rekasa
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk II-2
Page 21
Berdasarkan analisis hubungan kepemilikan saham, HJR merupakan pemegang 73,54% saham
TIRT dan juga 99,97% saham LSJ, dimana LSJ merupakan pemegang 99,99% saham MKL dan
99,99% saham ASR. Dengan demikian antara HJR, TIRT, LSJ, MKL, dan ASR terdapat hubungan
kepemilikan saham.
Hubungan Kepengurusan
Hubungan kepengurusan antara Perseroan, HJR, LSJ, MKL, dan ASR adalah sebagai berikut:
No. Nama Perseroan HJR LSJ MKL ASR
1 Lim Gunardi Hariyanto PK DU
2 Hendra Surya KI
3 Djohan Surja Putra PD
4 Pohan Wijaya Po D
5 Lim Gunawan Hariyanto KU
6 Lim Lisa Rita Indriawati K
7 Willy Heriadi D
8 Ferry Kadi K K K
9 Suyatno DU DU DU
10 Alex Justinan Irawan D D D
Keterangan
PK : Presiden Komisaris
KU : Komisaris Utama
KI : Komisaris Independen
K : Komisaris
PD : Presiden Direktur
DU : Direktur Utama
D : Direktur
Berdasarkan analisis hubungan kepengurusan, Lim Gunardi Hariyanto sebagai Presiden
Komisaris Perseroan juga sebagai Direktur Utama HJR. Dengan demikian, antara Perseroan
dengan HJR terdapat hubungan kepengurusan, sedangkan antara Perseroan dengan LSJ, MKL,
dan ASR tidak terdapat hubungan kepengurusan.
Dengan demikian Rencana Transaksi termasuk Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam
Peraturan OJK No. 42 /POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan.
Uraian mengenai ada atau tidak adanya benturan kepentingan atas transaksi yang akan
dilakukan Perseroan dinyatakan dalam Surat Pernyataan Direksi dan Dewan Komisaris
Perseroan.
2.6. Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Telah Disepakati
Berdasarkan dokumen Rencana Transaksi yang kami terima, rencana transaksi yang akan
dilakukan yaitu pembelian kapal milik LSJ, MKL, dan ASR oleh TIRT dengan pendanaan dari
pinjaman HJR (pemegang saham TIRT), hasil analisis atas dokumen tersebut adalah sebagai
berikut:
1. Berdasarkan PPJB kapal antara TIRT dan LSJ tertanggal 11 Agustus 2025, hal-hal penting
dalam perjanjian tersebut adalah sebagai berikut:
a. Pihak-pihak yang bertransaksi adalah TIRT sebagai pembeli dan LSJ sebagai penjual yang
memiliki kapal.
b. TIRT berencana membeli 11 (sebelas) unit kapal milik LSJ guna kebutuhan operasional.
c. Harga yang disepakati untuk 11 (sebelas) unit kapal adalah sebesar Rp 86.308.000.000,-
yang mana harga tersebut belum termasuk PPN dan pajak-pajak yang menjadi kewajiban
masing-masing Pihak, serta biaya-biaya lainnya yang timbul berkenaan dengan
pengalihan hak atas kapal.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk II-3
Page 22
d. Pengalihan kepemilikan dilakukan jika TIRT telah melunasi seluruh pembayaran kepada
LSJ dan telah memenuhi peraturan perundang-undangan yang berkenaan dengan
penjualan dan pembelian kapal tersebut.
e. Dalam hal TIRT tidak dapat melunasi pembayaran atas kapal dan tidak terpenuhinya
syarat dalam perjanjian, maka LSJ dapat membatalkan perjanjian ini.
2. Berdasarkan PPJB kapal antara TIRT dan MKL tertanggal 11 Agustus 2025, hal-hal penting
dalam perjanjian tersebut adalah sebagai berikut:
a. Pihak-pihak yang bertransaksi adalah TIRT sebagai pembeli dan MKL sebagai penjual
yang memiliki kapal.
b. TIRT berencana membeli 3 (tiga) unit kapal milik MKL guna kebutuhan operasional.
c. Harga yang disepakati untuk 3 (tiga) unit kapal adalah sebesar Rp 39.761.000.000,- yang
mana harga tersebut belum termasuk PPN dan pajak-pajak yang menjadi kewajiban
masing-masing Pihak, serta biaya-biaya lainnya yang timbul berkenaan dengan
pengalihan hak atas kapal.
d. Pengalihan kepemilikan dilakukan jika TIRT telah melunasi seluruh pembayaran kepada
MKL dan telah memenuhi peraturan perundang-undangan yang berkenaan dengan
penjualan dan pembelian kapal tersebut.
e. Dalam hal TIRT tidak dapat melunasi pembayaran atas kapal dan tidak terpenuhinya
syarat dalam perjanjian, maka MKL dapat membatalkan perjanjian ini.
3. Berdasarkan PPJB kapal antara TIRT dan ASR tertanggal 11 Agustus 2025, hal-hal penting
dalam perjanjian tersebut adalah sebagai berikut:
a. Pihak-pihak yang bertransaksi adalah TIRT sebagai pembeli dan ASR sebagai penjual yang
memiliki kapal.
b. TIRT berencana membeli 6 (enam) unit kapal milik ASR guna kebutuhan operasional.
c. Harga yang disepakati untuk 6 (enam) unit kapal adalah sebesar Rp 36.029.000.000,-
yang mana harga tersebut belum termasuk PPN dan pajak-pajak yang menjadi kewajiban
masing-masing Pihak, serta biaya-biaya lainnya yang timbul berkenaan dengan
pengalihan hak atas kapal.
d. Pengalihan kepemilikan dilakukan jika TIRT telah melunasi seluruh pembayaran kepada
ASR dan telah memenuhi peraturan perundang-undangan yang berkenaan dengan
penjualan dan pembelian kapal tersebut.
e. Dalam hal TIRT tidak dapat melunasi pembayaran atas kapal dan tidak terpenuhinya
syarat dalam perjanjian, maka ASR dapat membatalkan perjanjian ini.
4. Berdasarkan Draft Adendum Kedelapan Perjanjian Pinjam Meminjam antara TIRT dengan
HJR, hal-hal penting dalam perjanjian tersebut adalah sebagai berikut:
a. Pihak-pihak yang bertransaksi tidak ada perubahan dari perjanjian awal tanggal 19
Maret 2009 yaitu TIRT sebagai penerima pinjaman dan HJR sebagai pemberi pinjaman.
b. Jumlah pemberian fasilitas pinjaman yang diberikan HJR pada TIRT tidak ada perubahan
dari perjanjian adendum keenam tanggal 7 September 2020 yaitu dengan pokok
setinggi-tingginya sebesar Rp 1.000.000.000.000,- (satu triliun rupiah).
c. Pinjaman yang diberikan untuk membantu TIRT dalam memenuhi modal kerja,
pembayaran beban bunga, cicilan pokok pinjaman bank serta pembelanjaan modal atau
capital expenditure dengan cara memberikan pinjaman tanpa dikenakannya bunga
(tidak bersifat komersial).
d. Jangka waktu fasilitas pinjaman adalah selama 6 (enam) tahun sampai dengan tanggal
25 September 2031.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk II-4
Page 23
e. Pelunasan pinjaman dapat dilakukan seketika, sekaligus lunas, maupun secara bertahap
berdasarkan ketersediaan dana dari TIRT tanpa dikenakan biaya apapun.
5. Berdasarkan Surat Komitmen HJR tertanggal 25 Juli 2025, disebutkan rencana pinjaman dana
yang akan diberikan HJR pada TIRT sebesar-besarnya Rp 200.000.000.000,- (dua ratus miliar
rupiah) dengan tujuan penggunaan dana sebagai berikut:
a. Sebesar-besarnya Rp180.000.000.000,- (seratus delapan puluh miliar Rupiah) akan
digunakan oleh TIRT untuk pembelian beberapa aset kapal; dan
b. Sebesar-besarnya Rp20.000.000.000,- (dua puluh miliar Rupiah) akan digunakan untuk
keperluan modal kerja TIRT.
Dokumen transaksi antara TIRT dan HJR yang ada masih berupa draft, pihak-pihak yang
bertransaksi belum memiliki perjanjian dan persyaratan tertulis yang telah disepakati dan
mengikat.
2.7. Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Transaksi
Manfaat transaksi adalah sebagai berikut:
• Dengan dilakukannya transaksi Perseroan akan kembali beroperasi dengan kegiatan usaha
angkutan laut yang dapat menghasilkan pendapatan dan laba bagi Perseroan serta
menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham.
Risiko transaksi adalah sebagai berikut:
• Risiko tidak tercapainya kinerja Perseroan seperti yang diharapkan akibat Perseroan tidak
dapat beradaptasi dengan kegiatan usaha baru dan tidak dapat mengoptimalkan aset yang
telah dibeli sehingga Perseroan mengalami kerugian, hal ini dapat diminimalisir dengan
menyediakan tenaga ahli di bidang pengangkutan laut oleh manajemen Perseroan.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk II-5
Page 24
BAB III
ANALISIS KUALITATIF
3.1. Riwayat Singkat Perusahaan Dan Kegiatan Usaha
Perseroan
a) Riwayat Singkat Perseroan
Perseroan didirikan berdasarkan akta No. 245 tanggal 22 April 1981 jo. Akta perubahan No.
14 tanggal 11 Januari 1982, keduanya dibuat dihadapan Notaris Kartini Muljadi, SH. Akta
pendirian dan perubahannya telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia
dalam Surat Keputusan No. Y.A 5/48/2 tanggal 8 Mei 1982.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta
Pernyataan Keputusan Rapat No. 68 tanggal 23 September 2021 tentang perubahan
Anggaran Dasar Perusahaan untuk disesuaikan dengan POJK Nomor 15/POJK.04/2020
tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka
jo. POJK Nomor 16/POJK.04/2020 tentang Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham
Perusahaan Terbuka secara Elektronik. Perubahan ini telah diaktakan dengan akta Notaris
Leolin Jayayanti, SH.,M.Kn No. 68 tanggal 23 September 2021 dan telah disahkan oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat No. AHU AH.01.03-
0454306 tanggal 29 September 2021.
Perseroan bergerak dalam bidang industri dan penjualan kayu lapis dan produk-produk kayu
sejenis. Perseroan memulai produksi komersialnya dibulan November 1983. Perseroan
berkedudukan di Jakarta dengan lokasi pabrik di Desa Bukuan, Samarinda, Kalimantan Timur.
b) Kegiatan Usaha
Sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan, serta kegiatan usaha
Perseroan bergerak di bidang industri dan penjualan kayu lapis dan produk-produk kayu
sejenis.
c) Susunan Pemegang Saham
Berdasarkan laporan keuangan (audit) Perseroan per 30 Juni 2025, susunan pemegang
saham Perseroan adalah sebagai berikut:
Jumlah Saham Persentase Jumlah
Pemegang Saham
(Lembar) (%) (Rp)
1 PT Harita Jayaraya 744.029.910 73,54% 93.003.738.750
2 Koperasi Karyawan PT Tirta Mahakam Pywood Industry 1.364.012 0,13% 170.501.500
3 KUD Budi Rahayu 909.332 0,09% 113.666.500
4 Masyarakat 265.471.496 26,24% 33.183.937.000
Jumlah 1.011.774.750 100,00% 126.471.843.750
d) Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan berdasarkan laporan keuangan (audit) per
30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk III-1
Page 25
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Lim Gunardi Hariyanto
Komisaris Independen : Hendra Surya
Direksi
Presiden Direktur : Djohan Surja Putra
Direktur : Pohan Wijaya Po
PT Harita Jayaraya (HJR)
a) Riwayat Singkat
HJR merupakan suatu Perseroan Terbatas yang berkedudukan di Jakarta Pusat serta
beralamat lengkap di Gedung Bank Panin Lantai 5, Jl. Jend. Sudirman No. Kavling 1, Kel.
Gelora, Kec. Tanah Abang, Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI Jakarta, 10270 dan didirikan
berdasarkan hukum negara Republik Indonesia berdasarkan Akta Pendirian No. 14 tanggal 7
Desember 1973 yang dibuat dihadapan Jony Frederik Berthold Tumbelaka Sinjal, S.H.,
Notaris di Jakarta yang telah memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik
Indonesia melalui Surat Keputusan No. Y.A.5/431/14 tanggal 29 November 1974 dengan
nama PT Buana Jaya-Raya Jakarta Mining Company yang kemudian diubah namanya menjadi
PT Harita Jayaraya pada tahun 1990. Anggaran dasar terakhir diubah dalam Akta No. 5
tanggal 6 Juli 2020 dibuat dihadapan Ida Waty Salim, S.H. M.Kn., Notaris di Jakarta yang telah
memperoleh persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU.0046554.AH.01.02.Tahun 2020 tanggal 9 Juli
2020.
b) Kegiatan Usaha
HJR bergerak dalam bidang aktivitas konsultasi manajemen lainnya, perdagangan besar,
pertambangan, aktivitas penunjang pertambangan dan real estate, dan untuk saat ini
kegiatan usaha HJR secara utama berkegiatan di aktivitas Perusahaan holding.
c) Susunan Pemegang Saham
Susunan Pemegang saham HJR berdasarkan Akta No. 21 tanggal 22 April 2025 yang dibuat
dihadapan Marichicha Puicha, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta yang telah mendapat
persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui
Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data No. AHU-AH.01.09-0202293 tanggal 23
April 2025 adalah sebagai berikut:
Jumlah Saham Persentase Jumlah
No. Pemegang Saham
(Lembar) (%) (Rp)
1 PT Harita Guna Dharma Bhakti 49.024.284 81,67% 49.024.284.000
2 Lim Hariyanto Wijaya Sarwono 4.400.000 7,33% 4.400.000.000
3 Lim Gunawan Hariyanto 3.853.752 6,42% 3.853.752.000
4 Lim Gunardi Hariyanto 2.749.250 4,58% 2.749.250.000
Jumlah 60.027.286 100,00% 60.027.286.000
d) Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Susunan pemegang dewan komisaris dan direksi HJR adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Lim Gunawan Hariyanto
Komisaris : Lim Lisa Rita Indriawati
Direksi
Direktur Utama : Lim Gunardi Hariyanto
Direktur : Willy Heriadi
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk III-2
Page 26
PT Lima Srikandi Jaya (LSJ)
a) Riwayat Singkat
LSJ merupakan suatu Perseroan Terbatas yang berkedudukan di Jakarta Pusat, didirikan
berdasarkan Akta Pendirian No. 25 tanggal 9 April 2007 jo. Akta No. 66 tanggal 9 Mei 2007,
yang keduanya dibuat di hadapan Eliwaty Tjitra, S.H., Notaris di Jakarta yang telah
memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
berdasarkan Surat Keputusan No. W7-08682 HT.01.01-TH.2007 tanggal 3 Agustus 2007.
Perubahan Anggaran Dasar LSJ terakhir adalah sebagaimana tercantum dalam Akta
Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Diluar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
No. 09 tanggal 19 Maret 2024, yang dibuat di hadapan Marichicha Puicha L. Sianturi, S.H.,
M.Kn., Notaris di Jakarta Pusat, yang telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-
0018672.AH.01.02.Tahun 2024 tanggal 22 Maret 2024, serta telah diterima dan dicatat
dalam Data Base Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat No. AHU-AH.01.03-0070174 tanggal 22
Maret 2024 perihal Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar.
b) Kegiatan Usaha
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan LSJ adalah dalam bidang
pengangkutan dan pergudangan dan pertambangan dan penggalian. Saat ini, LSJ
melaksanakan usaha dalam pengangkutan dan pergudangan dan pertambangan dan
penggalian, angkutan laut dalam negeri liner dan tramper untuk penumpang, angkutan laut
perairan pelabuhan dalam negeri untuk penumpang, angkutan laut dalam negeri perintis
untuk penumpang, angkutan laut dalam negeri untuk barang umum, angkutan laut perairan
pelabuhan dalam negeri untuk barang, angkutan laut perairan pelabuhan dalam negeri
untuk barang khusus dan kegiatan lainnya.
c) Susunan Pemegang Saham
Susunan Pemegang saham LSJ adalah sebagai berikut:
Jumlah Saham Persentase Jumlah
No. Pemegang Saham
(Lembar) (%) (Rp)
1 PT Harita Jayaraya 2.923.200 99,97% 730.800.000.000
2 Lim Gunardi Hariyanto 800 0,03% 200.000.000
Jumlah 2.924.000 100,00% 731.000.000.000
d) Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Susunan pemegang dewan komisaris dan direksi LSJ adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris : Ferry Kadi
Direksi
Direktur Utama : Suyatno
Direktur : Alex Justinan Irawan
PT Mitra Kemakmuran Line (MKL)
a) Riwayat Singkat
MKL merupakan suatu Perseroan Terbatas yang berkedudukan di Jakarta Pusat, didirikan
berdasarkan akta pendirian No. 1 tanggal 14 Maret 2008 yang dibuat di hadapan Titik Krisna
Murti WH, S.H., M.Kn., Notaris di Bekasi, yang telah memperoleh pengesahan dari Menteri
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk III-3
Page 27
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-
13078.AH.01.01.Tahun 2008 tanggal 17 Maret 2008.
Perubahan Anggaran Dasar MKL terakhir adalah sebagaimana tercantum dalam Akta
Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Diluar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
No. 2 tanggal 23 Juli 2024, yang dibuat di hadapan Yulida Vincestra, S.H., Notaris di Jakarta,
yang telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0046200.AH.01.02.Tahun 2024 tanggal 29
Juli 2024, serta telah diterima dan dicatat dalam Data Base Sistem Administrasi Badan
Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat
Nomor: AHU-AH.01.03-0176927 tanggal 29 Juli 2024 perihal Pemberitahuan Perubahan
Anggaran Dasar.
b) Kegiatan Usaha
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan MKL adalah dalam bidang
pengangkutan, pergudangan, pertambangan dan penggalian. Saat ini, MKL melaksanakan
usaha dalam pengangkutan laut dalam negeri untuk barang umum dan aktivitas penunjang
pertambangan dan penggalian lainnya.
c) Susunan Pemegang Saham
Susunan Pemegang saham MKL adalah sebagai berikut:
Jumlah Saham Persentase Jumlah
No. Pemegang Saham
(Lembar) (%) (Rp)
1 PT Lima Srikandi Jaya 174.999 100,00% 174.999.000.000
2 PT Citra Duta Jaya Makmur 1 0,00% 1.000.000
Jumlah 175.000 100,00% 175.000.000.000
d) Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Susunan pemegang dewan komisaris dan direksi MKL adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris : Ferry Kadi
Direksi
Direktur Utama : Suyatno
Direktur : Alex Justinan Irawan
PT Antar Sarana Rekasa (ASR)
a) Riwayat Singkat
ASR merupakan suatu perseroan terbatas yang berkedudukan di Jakarta Pusat, didirikan
berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas No. 17 tanggal 6 November 1990, dibuat di
hadapan Hidayat, S.H., Notaris Pengganti Adlan Yulizur, S.H., Notaris di Jakarta Juncto Akta
Perubahan Anggaran Dasar No. 43 tanggal 13 Agustus 2005, yang dibuat di hadapan Haji
Rizul Sudarmadi, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah memperoleh pengesahan dari Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C-
24543.HT.01.01.TH.2005 tanggal 6 September 2005.
Perubahan Anggaran Dasar ASR terakhir adalah sebagaimana tercantum dalam Akta
Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Di Luar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
No. 2 tanggal 29 Agustus 2024, yang dibuat di hadapan Yulida Vincestra, S.H., Notaris di
Jakarta, yang telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0070844.AH.01.02.Tahun 2024
tanggal 4 November 2024.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk III-4
Page 28
b) Kegiatan Usaha
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan ASR adalah dalam bidang
pengangkutan, pergudangan, pertambangan dan penggalian. Saat ini, ASR melaksanakan
usaha dalam bidang angkutan laut dalam negeri liner dan tramper untuk penumpang,
angkutan laut perairan pelabuhan dalam negeri untuk penumpang, angkutan laut dalam
negeri perintis untuk penumpang, angkutan laut dalam negeri untuk barang umum,
angkutan laut perairan dalam negeri untuk barang, angkutan laut dalam negeri untuk barang
khusus, angkutan laut dalam negeri perintis untuk barang dan kegiatan lainnya.
c) Susunan Pemegang Saham
Susunan Pemegang saham ASR adalah sebagai berikut:
Jumlah Saham Persentase Jumlah
No. Pemegang Saham
(Lembar) (%) (Rp)
1 PT Lima Srikandi Jaya 272.499 100,00% 272.499.000.000
2 PT Citra Duta Jaya Makmur 1 0,00% 1.000.000
Jumlah 272.500 100,00% 272.500.000.000
d) Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Susunan pemegang dewan komisaris dan direksi ASR adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris : Ferry Kadi
Direksi
Direktur Utama : Suyatno
Direktur : Alex Justinan Irawan
3.2. Analisis Industri dan Lingkungan
3.2.1. Tinjauan Makro Ekonomi
PDB Menurut Lapangan Usaha
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II-2025 Terhadap Triwulan I-2025 (Q-to-Q)
Ekonomi Indonesia triwulan II-2025 dibanding triwulan I-2025 (q-to-q) tumbuh sebesar 4,04%.
Pertumbuhan terjadi pada hampir seluruh lapangan usaha, kecuali Pengadaan Listrik dan Gas
yang terkontraksi sebesar 2,61%. Lapangan usaha yang tumbuh signifikan adalah Pertanian,
Kehutanan, dan Perikanan sebesar 13,53%; diikuti oleh Transportasi dan Pergudangan sebesar
6,58%; serta Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 6,43%. Sementara itu, Industri
Pengolahan serta Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor yang
memiliki peran dominan tumbuh masing-masing sebesar 1,38% dan 3,12%.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk III-5
Page 29
Gambar 1. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (Q-to-Q) (%),
Triwulan II-2024, Triwulan I-2025, dan Triwulan II-2025
Sumber: Badan Pusat Statistik
Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku triwulan II-2025 tidak
menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh Lapangan
Usaha Industri Pengolahan sebesar 18,67%; diikuti oleh Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
sebesar 13,83%; Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar
13,02%; Konstruksi sebesar 9,48%; serta Pertambangan dan Penggalian sebesar 8,59%. Peranan
kelima lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Indonesia mencapai 63,59%.
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II-2025 Terhadap Triwulan II-2024 (Y-on-Y)
Ekonomi Indonesia triwulan II-2025 terhadap triwulan II-2024 (y-on-y) tumbuh sebesar 5,12%.
Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha. Lapangan usaha yang tumbuh signifikan
adalah Jasa Lainnya sebesar 11,31%; diikuti oleh Jasa Perusahaan sebesar 9,31%; Transportasi
dan Pergudangan sebesar 8,52%; serta Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar
8,04%.
Gambar 2. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (Y-on-Y) (%),
Triwulan II-2024, Triwulan I-2025, dan Triwulan II-2025
Sumber: Badan Pusat Statistik
Pertumbuhan Ekonomi Semester I-2025 Terhadap Semester I-2024 (C-to-C)
Ekonomi Indonesia semester I-2025 terhadap semester I-2024 (c-to-c) tumbuh sebesar 4,99%.
Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha. Lapangan usaha yang tumbuh signifikan
adalah Jasa Lainnya sebesar 10,59%; diikuti oleh Jasa Perusahaan sebesar 9,29%; serta
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk III-6
Page 30
Transportasi dan Pergudangan sebesar 8,75%. Sementara itu, Industri Pengolahan yang
memiliki peran dominan terhadap perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,12%.
Gambar 3. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (C-to-C) (%),
Triwulan II-2024, Triwulan I-2025, dan Triwulan II-2025
Sumber: Badan Pusat Statistik
PDB Menurut Pengeluaran
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II-2025 Terhadap Triwulan I-2025 (Q-to-Q)
Ekonomi Indonesia triwulan II-2025 dibanding triwulan I-2025 (q-to-q) tumbuh sebesar 4,04%.
Pertumbuhan terjadi pada seluruh komponen pengeluaran. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada
Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) sebesar 21,05%; diikuti oleh Komponen
Ekspor Barang dan Jasa sebesar 4,85%; Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB)
sebesar 4,10%; Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 3,14%; dan
Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-
LNPRT) sebesar 0,51%. Komponen Impor Barang dan Jasa sebagai faktor pengurang juga
tumbuh sebesar 9,89%.
Gambar 4. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (Q-to-Q) (%),
Triwulan II-2024, Triwulan I-2025, dan Triwulan II-2025
Sumber: Badan Pusat Statistik
Struktur PDB Indonesia menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku pada triwulan II-2025
tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh
Komponen PK-RT yang mencakup lebih dari separuh PDB Indonesia yaitu sebesar 54,25%; diikuti
oleh Komponen PMTB sebesar 27,83%; Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 22,28%;
Komponen PK-P sebesar 6,93%; Komponen Perubahan Inventori sebesar 2,60%; dan Komponen
PK-LNPRT sebesar 1,35%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa sebagai faktor
pengurang dalam PDB Pengeluaran memiliki peran sebesar 20,66%.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk III-7
Page 31
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II-2025 Terhadap Triwulan II-2024 (Y-on-Y)
Ekonomi Indonesia triwulan II-2025 terhadap triwulan II-2024 tumbuh sebesar 5,12% (y-on-y).
Pertumbuhan terjadi pada hampir semua komponen pengeluaran, kecuali Komponen PK-P yang
terkontraksi sebesar 0,33%. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Ekspor Barang dan
Jasa sebesar 10,67%; diikuti Komponen PK-LNPRT sebesar 7,82%; Komponen PMTB sebesar
6,99%; dan Komponen PK-RT sebesar 4,97%. Komponen Impor Barang dan Jasa (yang
merupakan faktor pengurang dalam PDB menurut Pengeluaran) juga tumbuh sebesar 11,65%.
Gambar 5. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (Y-on-Y) (%),
Triwulan II-2024, Triwulan I-2025, dan Triwulan II-2025
Sumber: Badan Pusat Statistik
Pertumbuhan Ekonomi Semester I-2025 Terhadap Semester I-2024 (C-to-C)
Ekonomi Indonesia semester I-2025 terhadap semester I-2024 tumbuh sebesar 4,99% (c-to-c).
Pertumbuhan terjadi pada seluruh komponen pengeluaran, kecuali Komponen PK-P yang
terkontraksi sebesar 0,80%. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Ekspor Barang dan
Jasa sebesar 8,57%; diikuti Komponen PK-LNPRT sebesar 5,40%; Komponen PK-RT sebesar
4,96%; dan Komponen PMTB sebesar 4,55%. Komponen Impor Barang dan Jasa (yang
merupakan faktor pengurang dalam PDB menurut Pengeluaran) juga tumbuh sebesar 7,96%.
Gambar 6. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (C-to-C) (%),
Triwulan II-2024, Triwulan I-2025, dan Triwulan II-2025
Sumber: Badan Pusat Statistik
3.2.2. Perkembangan Industri
Perkembangan Industri Pengangkutan Laut di Indonesia
Dalam dunia yang semakin terkoneksi, kapal memiliki peran yang sangat vital dalam mendukung
aktivitas perdagangan internasional. Kapal-kapal ini tidak hanya menjadi sarana pengangkutan
barang, tetapi juga membentuk fondasi dari rantai pasok global yang kompleks. Pengiriman
barang melalui jalur laut dengan kapal menjadi solusi logistik utama di Indonesia, mengingat
karakteristik geografisnya sebagai negara kepulauan. Dengan kemampuannya mengangkut
berbagai jenis muatan dalam skala besar, kargo laut terus menjadi tulang punggung
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk III-8
Page 32
perekonomian dan rantai pasokan global, menghubungkan produsen dan konsumen di seluruh
dunia.
Perdagangan laut telah berkembang pesat selama puluhan tahun, dipengaruhi oleh
industrialisasi kontainer, pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang, dan perubahan
pola produksi dan konsumsi. Saat ini, digitalisasi, geopolitik, serta upaya menuju keberlanjutan
dan ketahanan iklim sedang mengubah peta industri ini. Berdasarkan data dari Badan Pusat
Statistik, jumlah barang yang diangkut selama Januari–Juni 2025 mencapai 242,1 juta ton atau
naik 22,40% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024.
Grafik 1. Transportasi Barang Angkutan Laut
Sumber: Badan Pusat Statistik
Dalam dunia logistik maritim, kapal barang memegang peranan vital sebagai tulang punggung
distribusi antar pulau maupun lintas negara. Setiap jenis kapal dirancang dengan keunikan dan
fungsi yang disesuaikan dengan karakteristik muatan yang diangkut, salah satunya yakni jenis
kapal tongkang. Kapal tongkang atau barge adalah kapal datar tanpa mesin penggerak yang
biasanya ditarik oleh kapal tunda (tugboat). Kapal ini dirancang untuk mengangkut barang
dalam volume besar. Kapal tongkang sangat efektif digunakan di perairan dangkal seperti
sungai, danau, pelabuhan, atau perairan terlindung yang tenang. Di Indonesia, kapal tongkang
banyak digunakan dalam industri pertambangan, terutama pengangkutan batu bara. Kapal ini
juga membantu mengatasi tantangan geografis Indonesia yang terdiri dari banyak pulau dan
perairan dangkal.
Grafik 2. Pemanfaatan Batu Bara Domestik 2019-2024 (Juta Ton)
Sumber: www.bloombergtechnoz.com
Sebagai pilar utama transportasi batubara, kapal tongkang memegang peran penting dalam
mendukung industri tambang Indonesia. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
mencatat, produksi batu bara dari Januari-Juni 2025 atau semester I-2025 mencapai 371,66 juta
ton. Adapun pada 2024 produksi batu bara RI tercatat mencapai 836 juta ton. Ini merupakan
rekor baru setelah pada tahun sebelumnya, 2023 produksi batu bara RI juga mencapai produksi
tertinggi hingga 775 juta ton. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan angkutan batu bara
dan mineral di Indonesiae, kebutuhan akan jenis kapal tug boat dan barge akan terus
bertumbuh.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk III-9
Page 33
3.2.3. Analisis Operasional Dan Prospek Perusahaan
TIRT mencatatkan pendapatan pada tahun 2024 sebesar Rp 73 juta dan mencatatkan laba bersih
sebesar negatif Rp 40.368 juta. Pada periode 30 Juni 2025, TIRT mencatatkan pendapatan
sebesar Rp 33 juta dan mencatatkan laba bersih sebesar negatif Rp 26.431 juta. Berdasarkan
analisis vertikal laba rugi penyesuaian periode 30 Juni 2025 tercatat proporsi beban pokok
pendapatan terhadap pendapatan sebesar -6.799,93%, proporsi laba kotor Perseroan sebesar
-6.699,93%.
Perseroan mengalami kesulitan dalam memperoleh pendapatan di industri kayu lapis
(plywood). Kondisi ini menjadi kekhawatiran manajemen terkait kelangsungan usaha Perseroan
sehingga mendorong Perseroan untuk melakukan upaya pemulihan kondisi usaha. Manajemen
Perseroan menilai industri kayu lapis sudah tidak memberikan prospek yang menjanjikan bagi
Perseroan, sehingga Perseroan berencana bertransformasi ke industri pengangkutan laut.
Letak geografis Indonesia di antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik memberikan
Indonesia potensi untuk menjadi poros maritim dunia melalui pemberdayaan industri pelayaran
nasional. Indonesia memiliki jalur pelayaran internasional strategis yang menghubungkan dua
samudera ini seperti Selat Malaka, Selat Sunda, Selat Lombok, dan Selat Makassar. Sehingga laut
Indonesia memiliki potensi yang besar untuk mendukung perdagangan internasional, di mana
90% perdagangan internasional diangkut melalui jalur laut dan 40% dari perdagangan dunia
tersebut melalui perairan Indonesia.
Di tahun 2025 ini industri perkapalan Indonesia di sektor minyak dan batu bara akan
menghadapi tantangan sekaligus peluang besar. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan
energi, baik di dalam maupun luar negeri, peran industri ini menjadi semakin strategis dalam
memastikan kelancaran eksplorasi, produksi, dan distribusi sumber daya energi nasional.
Dikutip dari laporan Indonesia Barge Fleet Market Report and Forecast 2024-2032, pasar armada
tongkang (barge) diperkirakan akan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan
(CAGR) sebesar 5,10% antara tahun 2024 dan 2032. Dikutip dari kapal.co.id, tarif sewa bulanan
kapal tongkang berkisar dari Rp 215 juta hingga lebih dari Rp 1,7 miliar, tergantung ukuran, tipe,
dan rute. Didukung oleh permintaan yang terus meningkat terutama di sektor pertambangan
dan pertanian, pasar ini diperkirakan akan tumbuh secara signifikan hingga tahun 2032.
Industri perkapalan khususnya tug boat dan barge di Indonesia menunjukkan tingkat persaingan
yang cukup tinggi, terutama di wilayah-wilayah dengan aktivitas pertambangan dan ekspor
komoditas yang padat seperti di Kalimantan dan Sumatera. Pasar ini bersifat kompetitif dengan
banyak pemain, baik skala besar maupun skala kecil-menengah. Selain itu, implementasi
kebijakan Asas Cabotage telah meningkatkan pertumbuhan armada pelayaran nasional dan
menciptakan pasar sewa kapal yang didominasi oleh perusahaan lokal. Penyedia jasa dengan
armada yang lebih efisien, akses ke pelanggan tetap, serta kemampuan menawarkan layanan
secara terpadu cenderung memiliki keunggulan bersaing.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan produksi batu bara sebesar
739 juta ton di tahun 2025. Dari target produksi batu bara tersebut, sekitar 239 juta ton akan
digunakan untuk kebutuhan dalam negeri. Artinya kebutuhan batu bara dalam negeri akan
sekitar 30,3% dari total produksi batu bara. Sepanjang semester I-2025, realisasi serapan batu
bara (DMO) dalam negeri adalah sebesar 104,59 juta ton. Menurut Asosiasi Pemasok Energi,
Mineral, dan Batubara Indonesia (Aspebindo) optimis permintaan batu bara Indonesia akan
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk III-10
Page 34
meningkat dengan rata-rata kenaikan tahunan (CAGR) sebesar 4,9% dalam tiga tahun ke depan.
Seiring dengan meningkatnya produksi dan permintaan batu bara nasional, maka pertumbuhan
permintaan atas kapal jenis barge dan tugboat cenderung stabil dan meningkat terutama dalam
mendukung rantai logistik sektor energi dan pertambangan.
3.3. Alasan Dilakukannya Transaksi
Alasan dilakukannya transaksi antara lain adalah:
− Perseroan menilai bahwa prospek bisnis plywood sudah tidak lagi menjanjikan sehingga
Perseroan berencana melakukan transformasi bisnis ke industri pengangkutan laut. Dengan
perubahan kegiatan usaha tersebut, Perseroan berpotensi memperoleh sumber
pendapatan dan laba dari bisnis angkutan laut.
3.4. Keuntungan Dan Kerugian Yang Bersifat Kualitatif Atas Transaksi Yang Akan Dilakukan
Keuntungan yang bersifat kualitatif adalah dapat beroperasi secara optimal di mana Perseroan
berencana untuk melakukan perubahan kegiatan usaha yang dimilikinya menjadi bidang industri
angkutan laut dalam negeri untuk barang umum dan barang khusus serta aktivitas penunjang
pertambangan dan penggalian lainnya, dimana jasa yang akan dijalankan oleh Perseroan yaitu jasa
pengangkutan komoditas produk tambang terutama bauksit, batubara dan tandan buah segar
(TBS), sehingga Perseroan direncanakan akan berperan dalam mendukung kegiatan operasional
entitas terafiliasi yang bergerak di sektor pertambangan maupun smelter. Melalui keterlibatan ini,
TIRT memperoleh kepastian usaha dan keberlanjutan pendapatan, karena menyediakan jasa
pengangkutan komoditas tambang kepada entitas terafiliasi.
Kerugian Perseroan yang bersifat kualitatif adalah jika tidak tercapainya proyeksi yang
direncanakan, sehingga target yang direncanakan tidak tercapai yang berakibat menurunnya
kinerja Perseroan dan Perseroan dianggap gagal mengembangkan investasinya yang dapat
berpengaruh negatif terhadap kredibilitas Perseroan terhadap shareholder.
3.5. Analisis Dampak Leverage Pada Keuangan Perseroan
Proforma dan proyeksi debt to equity ratio (DER) dan debt to asset ratio (DAR) Perseroan dengan
dan tanpa transaksi serta rata-rata industri adalah sebagai berikut:
Analisis Dampak Leverage
Historis Proyeksi
Uraian
Jun 2025 Des 2025 2026 2027 2028 2029
Setelah/Dengan Transaksi
- DER -151,86% -155,45% -157,20% -160,70% -164,37% -168,19%
- DAR 292,81% 280,34% 274,83% 264,74% 255,36% 246,64%
Sebelum/Tanpa Transaksi
- DER -123,38% -120,37% -116,43% -116,06% -115,90% -115,75%
- DAR 527,72% 590,87% 708,52% 722,70% 728,74% 734,77%
Rata-rata Industri
- DER 63,40%
- DAR 34,67%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk III-11
Page 35
Analisis Dampak Leverage
Proyeksi
Uraian
2030 2031 2032 2033 2034 2035
Setelah/Dengan Transaksi
- DER -172,19% -174,37% -184,95% -196,49% -209,09% -222,90%
- DAR 238,52% 234,46% 217,72% 203,64% 191,66% 181,37%
Sebelum/Tanpa Transaksi
- DER -115,61% -115,46% -115,32% -115,18% -115,04% -114,91%
- DAR 740,79% 746,80% 752,81% 758,81% 764,80% 770,78%
Setelah dilakukannya transaksi proforma DER dan DAR Perseroan masing-masing mengalami
perubahan dari -123,38% dan 527,72% menjadi -151,86% dan 292,81%. Perubahan ini terutama
disebabkan oleh penyesuaian struktur permodalan Perseroan sebagai dampak atas transaksi.
Meskipun terjadi penurunan nilai DER dan DAR secara persentase dibandingkan sebelum transaksi,
angka tersebut masih mencerminkan struktur permodalan dengan ekuitas negatif dan tingkat
leverage yang relatif tinggi.
3.6. Analisis Dampak Likuiditas Pada Keuangan Perseroan
Proforma dan proyeksi likuiditas berdasarkan angka current ratio (CR) yang mencerminkan
likuiditas Perseroan setelah/dengan transaksi dan sebelum/tanpa transaksi adalah sebagai berikut:
Analisis Dampak Likuiditas
Historis Proyeksi
Uraian
Jun 2025 Des 2025 2026 2027 2028 2029
Setelah/Dengan Transaksi Proforma
- CR 1.386,62% 465,93% 451,12% 483,90% 512,75% 537,58%
Sebelum/Tanpa Transaksi Historis
- CR 49,26% 45,40% 48,01% 50,75% 53,49% 56,24%
Analisis Dampak Likuiditas
Proyeksi
Uraian
2030 2031 2032 2033 2034 2035
Setelah/Dengan Transaksi
- CR 558,31% 489,77% 756,68% 1.017,62% 1.272,44% 1.521,00%
Sebelum/Tanpa Transaksi
- CR 58,98% 61,73% 64,47% 67,21% 69,96% 72,70%
Setelah transaksi proforma likuiditas adalah CR Perseroan mengalami peningkatan dibandingkan
sebelum transaksi.
Semakin besar CR suatu perusahaan maka likuiditas atau kemampuan perusahaan untuk
membayar liabilitas jangka pendeknya semakin besar.
3.7. Analisis Dampak Keuangan Perusahaan Jika Proyek Yang Dibiayai Mengalami Kegagalan
Penerimaan pinjaman dari HJR oleh TIRT untuk mendukung transformasi bisnisnya menjadi
industri pengangkutan laut dengan cara membeli kapal sehingga Perseroan dapat
mengoptimalkan kegiatan operasionalnya yang dapat memberikan kontribusi terhadap
peningkatan laba Perseroan yang akan menguntungkan Perseroan dan shareholder.
HJR sebagai pemegang saham akan dapat memahami perkembangan usaha dan kondisi keuangan
TIRT jika proyek mengalami kegagalan. Apabila saat jatuh tempo TIRT tidak dapat membayar
angsuran yang mengakibatkan terjadinya cash deficiency maka HJR sebagai kreditur juga sebagai
pemegang saham akan melakukan penundaan pembayaran hingga kas TIRT mencukupi
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk III-12
Page 36
pembayaran tersebut tanpa mengganggu kebutuhan kas untuk operasional agar kelangsungan
usaha TIRT dapat terjamin.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk III-13
Page 37
BAB IV
ANALISIS KUANTITATIF
4.1. Penilaian Atas Potensi Pendapatan, Aset, Kewajiban dan Kondisi Keuangan
4.1.1. Penilaian Kinerja Historis
Kinerja historis diperoleh dari laporan keuangan TIRT periode 31 Desember 2020 – 30 Juni 2025
(audited) oleh KAP S. Mannan, Ardiansyah & Rekan.
Laporan Laba Rugi
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES Tbk
Laba Rugi (Rp. Juta)
Tahun
Uraian Jan-Jun
2020 2021 2022 2023 2024
2025
PENDAPATAN 168.880 15.676 925 22 73 33
BEBAN POKOK PENDAPATAN (462.214) (109.440) (28.137) (29.216) (39.316) (10.449)
LABA KOTOR (293.335) (93.764) (27.212) (29.194) (39.243) (10.416)
BEBAN USAHA
Beban penjualan (17.522) (2.324) - - - -
Beban umum dan administrasi (63.394) (11.552) (6.628) (6.763) (5.447) (5.860)
LABA (RUGI) USAHA (374.251) (107.639) (33.840) (35.956) (44.690) (16.276)
Penghasilan bunga 94 59 21 9 7 3
Beban bunga (22.225) (20.008) (9.212) (1.068) - -
Laba (rugi) selisih kurs - neto (8.260) (5.289) (45.053) 9.469 (1) 9
Pendapatan (beban) lain-lain 4.377 7.261 1.990 (8.096) 422 (5.962)
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK (400.264) (125.616) (86.093) (35.641) (44.262) (22.226)
Pajak (14.134) (901) (252) 2.283 3.893 (4.205)
LABA (RUGI) BERSIH (414.398) (126.518) (86.345) (33.359) (40.368) (26.431)
Penghasilan komprehensif lain (11.871) 2.089 (797) (331) 294 (38)
LABA KOMPREHENSIF (426.269) (124.429) (87.143) (33.690) (40.075) (26.470)
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
2020-2024
Margin Laba Kotor -37.657,41% -173,69% -598,13% -2.941,32% -130.563,18% -54.010,75% -31.506,95%
Margin Laba Usaha -45.376,08% -221,61% -686,64% -3.657,76% -160.807,01% -61.507,39% -49.233,56%
Margin Laba Sebelum Pajak -46.131,94% -237,01% -801,32% -9.305,88% -159.397,29% -60.918,18% -67.232,45%
Margin Laba Bersih -43.026,80% -245,38% -807,07% -9.333,12% -149.188,86% -55.559,56% -79.952,88%
Sumber : Laporan keuangan periode 31 Desember 2020 – 30 Juni 2025 (audited)
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk IV-1
Page 38
Laporan laba rugi yang telah disesuaikan pencatatannya yang meliputi EBITDA adalah sebagai
berikut:
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES Tbk
Laba Rugi Penyesuaian (Rp.Juta)
Tahun
Uraian Jan-Jun
2020 2021 2022 2023 2024
2025
PENDAPATAN 168.880 15.676 925 22 73 33
BEBAN POKOK PENDAPATAN (439.714) (88.471) (7.958) (9.135) (19.441) (2.248)
LABA KOTOR (270.834) (72.795) (7.032) (9.113) (19.368) (2.215)
Beban penjualan (17.522) (2.324) - - - -
Beban umum dan administrasi (62.754) (11.129) (6.244) (6.405) (5.283) (5.859)
EBITDA (351.110) (86.247) (13.276) (15.518) (24.651) (8.074)
Depresiasi dan amortisasi (23.141) (21.392) (20.563) (20.439) (20.038) (8.202)
EBIT (374.251) (107.639) (33.840) (35.956) (44.690) (16.276)
Beban bunga (22.225) (20.008) (9.212) (1.068) - -
Penghasilan bunga 94 59 21 9 7 3
Laba (rugi) selisih kurs - neto (8.260) (5.289) (45.053) 9.469 (1) 9
Pendapatan (beban) lain-lain 4.377 7.261 1.990 (8.096) 422 (5.962)
EBT (400.264) (125.616) (86.093) (35.641) (44.262) (22.226)
Pajak (14.134) (901) (252) 2.283 3.893 (4.205)
LABA BERSIH (EAT) (414.398) (126.518) (86.345) (33.359) (40.368) (26.431)
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
2020-2024
EBITDA/Sales -21.104,16% -207,91% -550,18% -1.435,05% -69.399,61% -33.928,07% -24.421,80%
EBIT/Sales -45.376,08% -221,61% -686,64% -3.657,76% -160.807,01% -61.507,39% -49.233,56%
EBT/Sales -46.131,94% -237,01% -801,32% -9.305,88% -159.397,29% -60.918,18% -67.232,45%
EAT/Sales -43.026,80% -245,38% -807,07% -9.333,12% -149.188,86% -55.559,56% -79.952,88%
Analisis vertikal laporan laba rugi penyesuaian adalah sebagai berikut:
Analisis Vertikal Laba Rugi Penyesuaian
Tahun
Rata-rata
Uraian Jan-Jun
2020 2021 2022 2023 2024 2020-2024
2025
PENDAPATAN 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
BEBAN POKOK PENDAPATAN -260,37% -564,36% -860,14% -40.855,27% -26.756,78% -6.799,93% -13.859,38%
LABA KOTOR -160,37% -464,36% -760,14% -40.755,27% -26.656,78% -6.699,93% -13.759,38%
Beban penjualan -10,38% -14,82% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% -5,04%
Beban umum dan administrasi -37,16% -70,99% -674,92% -28.644,34% -7.271,29% -17.721,87% -7.339,74%
EBITDA -207,91% -550,18% -1.435,05% -69.399,61% -33.928,07% -24.421,80% -21.104,16%
Depresiasi -13,70% -136,46% -2.222,71% -91.407,39% -27.579,32% -24.811,76% -24.271,92%
EBIT -221,61% -686,64% -3.657,76% -160.807,01% -61.507,39% -49.233,56% -45.376,08%
Beban bunga -13,16% -127,63% -995,71% -4.774,25% 0,00% 0,00% -1.182,15%
Penghasilan bunga 0,06% 0,38% 2,30% 42,35% 9,45% 10,15% 10,91%
Laba (rugi) selisih kurs - neto -4,89% -33,74% -4.869,80% 42.348,91% -1,49% 25,95% 7.487,80%
Pendapatan (beban) lain-lain 2,59% 46,32% 215,09% -36.207,29% 581,25% -18.035,00% -7.072,41%
EBT -237,01% -801,32% -9.305,88% -159.397,29% -60.918,18% -67.232,45% -46.131,94%
Pajak -8,37% -5,75% -27,25% 10.208,43% 5.358,62% -12.720,43% 3.105,14%
LABA BERSIH (EAT) -245,38% -807,07% -9.333,12% -149.188,86% -55.559,56% -79.952,88% -43.026,80%
Penghasilan komprehensif lain -7,03% 13,33% -86,19% -1.481,43% 404,16% -115,47% -231,43%
LABA KOMPREHENSIF -252,41% -793,74% -9.419,31% -150.670,29% -55.155,40% -80.068,35% -43.258,23%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk IV-2
Page 39
Analisis horizontal laba rugi penyesuaian adalah sebagai berikut:
Analisis Horizontal Laba Rugi Penyesuaian
Tahun
Rata-rata
Uraian Jan-Jun
2020 2021 2022 2023 2024 2020-2024
2025
PENDAPATAN n/a -90,72% -94,10% -97,58% 224,94% -54,50% -14,36%
BEBAN POKOK PENDAPATAN n/a -79,88% -91,01% 14,80% 112,81% -88,44% -10,82%
LABA KOTOR n/a -73,12% -90,34% 29,58% 112,54% -88,56% -5,34%
Beban penjualan n/a -86,74% -100,00% n/a n/a n/a -93,37%
Beban umum dan administrasi n/a -82,27% -43,89% 2,58% -17,51% 10,89% -35,27%
EBITDA n/a -75,44% -84,61% 16,88% 58,86% -67,25% -21,08%
Depresiasi n/a -7,56% -3,87% -0,61% -1,96% -59,07% -3,50%
EBIT n/a -71,24% -68,56% 6,25% 24,29% -63,58% -27,31%
Beban bunga n/a -9,98% -53,96% -88,41% -100,00% n/a -63,09%
Penghasilan bunga n/a -37,40% -63,86% -55,59% -27,49% -51,11% -46,09%
Laba (rugi) selisih kurs - neto n/a -35,97% 751,83% -121,02% -100,01% -892,77% 123,71%
Pendapatan (beban) lain-lain n/a 65,88% -72,59% -506,85% -105,22% -1511,75% -154,70%
EBT n/a -68,62% -31,46% -58,60% 24,19% -49,78% -33,62%
Pajak n/a -93,62% -72,04% -1005,58% 70,57% -208,01% -275,17%
LABA BERSIH (EAT) n/a -69,47% -31,75% -61,37% 21,01% -34,52% -35,39%
Penghasilan komprehensif lain n/a -117,60% -138,17% -58,46% -188,65% -113,00% -125,72%
LABA KOMPREHENSIF n/a -70,81% -29,97% -61,34% 18,95% -33,95% -35,79%
Berdasarkan analisis vertikal laba rugi penyesuaian, beban pokok pendapatan terhadap
pendapatan -26.756,78% pada tahun 2024 dan -6.799,93% pada periode 30 Juni 2025. Beban
penjualan dan beban umum dan administrasi terhadap pendapatan masing-masing sebesar
0,00% dan -7.271,29% pada tahun 2024 serta 0,00% dan -17.721,87% pada periode 30 Juni 2025.
Berdasarkan analisis horizontal laba rugi penyesuaian, rata-rata pertumbuhan pendapatan
Perseroan pada periode 2020 – 2024 sebesar -14,36%. Pada tahun 2024, EBITDA Perseroan
tercatat negatif Rp 24.651 juta, EBIT tercatat negatif Rp 44.690 juta, EBT tercatat negatif Rp
44.262 juta dan EAT tercatat negatif Rp 40.368 juta. Periode 30 Juni 2025, EBITDA Perseroan
tercatat negatif Rp 8.074 juta, EBIT tercatat negatif Rp 16.276 juta, EBT tercatat negatif Rp
22.226 juta dan EAT tercatat negatif Rp 26.431 juta.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk IV-3
Page 40
Laporan Posisi Keuangan
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES Tbk
Posisi Keuangan (Rp.Juta)
Tahun
Uraian
2020 2021 2022 2023 2024 Jun 2025
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 9.049 4.121 1.996 1.184 857 841
Piutang usaha 614 - - - - -
Piutang lain-lain 540 23 163 1 1 -
Persediaan 113.929 33.980 31.880 28.422 12.495 -
Pajak dibayar dimuka 2.479 2.048 1.461 1.386 1.358 208
Uang muka dan biaya dibayar dimuka 16.782 13.247 10.797 10 41 347
Jumlah Aset Lancar 143.393 53.419 46.297 31.004 14.753 1.396
Aset Tidak Lancar
Aset keuangan lainnya 652 652 652 652 652 652
Aset tetap
Nilai perolehan 644.422 640.950 628.624 626.791 626.359 626.055
Akumulasi penyusutan 395.467 414.086 425.205 443.995 463.600 471.554
Nilai buku 248.955 226.864 203.419 182.797 162.758 154.501
Beban tanaman ditangguhkan 1.726 1.734 1.730 1.730 1.725 1.717
Aset tidak lancar lainnya - - - - - 5.891
Jumlah Aset Tidak Lancar 251.333 229.250 205.801 185.178 165.135 162.760
JUMLAH ASET 394.726 282.669 252.098 216.182 179.887 164.156
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 68.048 7.665 105 85 44 54
Utang lain-lain 2.186 715 878 164 - -
Utang pajak 285 261 39 30 5 374
Biaya yang masih harus dibayar 344 812 368 92 42 2.406
Utang bank 352.625 189.064 140.006 - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 423.487 198.517 141.396 372 90 2.834
Liabilitas Jangka Panjang
Utang pihak berelasi 74.360 81.322 90.140 88.628 55.087 55.087
Utang pemegang saham 262.000 497.084 603.296 746.494 787.998 791.580
Liabilitas pajak tangguhan 18.577 16.500 16.527 14.151 10.340 14.535
Liabilitas imbalan kerja - jangka panjang 6.624 3.997 2.634 2.122 2.031 2.249
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 361.561 598.903 712.597 851.395 855.456 863.450
JUMLAH LIABILITAS 785.048 797.421 853.993 851.767 855.546 866.284
Ekuitas
Modal saham 126.472 126.472 126.472 126.472 126.472 126.472
Tambahan modal disetor 16.239 16.239 16.239 16.239 16.239 16.239
Saldo laba (rugi) (602.596) (729.114) (815.459) (848.818) (889.186) (915.618)
Penghasilan komprehensif lain 69.562 71.651 70.854 70.523 70.816 70.778
Jumlah Ekuitas (390.323) (514.752) (601.895) (635.584) (675.659) (702.129)
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 394.726 282.669 252.098 216.182 179.887 164.156
Rata-rata
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
2020-2024
Current Ratio 4.950,49% 33,86% 26,91% 32,74% 8.343,23% 16.315,71% 49,26%
Debt to Equity Ratio -151,71% -201,13% -154,91% -141,88% -134,01% -126,62% -123,38%
Debt to Asset Ratio 337,87% 198,88% 282,10% 338,75% 394,00% 475,60% 527,72%
Sumber : Laporan keuangan periode 31 Desember 2020 – 30 Juni 2025 (audited)
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk IV-4
Page 41
Laporan Arus Kas
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES Tbk
Arus Kas (Rp. Juta)
Tahun
Uraian
2020 2021 2022 2023 2024 Jun 2025
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan 222.081 16.291 925 22 73 33
Pembayaran kas kepada:
Pemasok (134.950) (55.125) (6.949) (3.072) (1.379) (474)
Karyawan (119.101) (14.113) (10.081) (6.638) (5.257) (2.645)
Beban-beban (23.696) (6.753) (2.311) (2.197) (1.734) (847)
Pembayaran pajak penghasilan (1.997) (983) (455) (478) (424) (211)
Penerimaan pajak penghasilan 18.035 - - - - -
Penerimaan lainnya - neto 112 575 (52) 196 281 253
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Operasi (39.516) (60.109) (18.923) (12.166) (8.440) (3.891)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap (3.073) - (5) - - -
Hasil penjualan aset tetap 1.625 1.900 4.810 1.150 148 276
Pembelian tanaman (141) (8) 5 - - -
Penurunan beban tanaman ditangguhkan - - - - 5 8
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Investasi (1.589) 1.891 4.810 1.150 153 284
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran bunga (22.225) (20.008) (9.212) (1.068) - -
Penerimaan dari pemegang saham 109.812 235.488 84.065 144.163 41.504 3.582
Pembayaran kepada pihak berelasi 4.594 6.175 1.800 - (33.541) -
Penerimaan pinjaman bank 7.587 - - - - -
Pembayaran pinjaman bank (72.125) (168.369) (64.690) (132.877) - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Pendanaan 27.643 53.286 11.964 10.219 7.962 3.582
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS & SETARA KAS (13.462) (4.932) (2.150) (797) (325) (24)
KAS & SETARA KAS AWAL TAHUN 22.084 9.049 4.121 1.996 1.184 857
Dampak selisih kurs terhadap kas dan setara kas 428 3 25 (15) (2) 8
KAS & SETARA KAS AKHIR TAHUN 9.049 4.121 1.996 1.184 857 841
Sumber : Laporan keuangan periode 31 Desember 2020 – 30 Juni 2025 (audited)
Pendapatan
Pertumbuhan pendapatan periode 31 Desember 2020 – 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:
Pertumbuhan Pendapatan
Tahun
Rata-rata
Uraian Jan-Jun
2020 2021 2022 2023 2024 2020-2024
2025
(%)
Total pertumbuhan n/a -90,72% -94,10% -97,58% 224,94% n/a -14,36%
(Rp.Juta)
Total pendapatan 168.880 15.676 925 22 73 33
Tahun 2020 Perseroan mencatatkan total pendapatan sebesar Rp 168.880 juta. Tahun 2021
pertumbuhan pendapatan Perseroan menurun -90,72% menjadi Rp 15.676 juta. Tahun 2022
pertumbuhan pendapatan Perseroan kembali menurun -94,10% menjadi Rp 925 juta. Tahun
2023 pertumbuhan pendapatan Perseroan kembali mengalami penurunan -97,58% menjadi Rp
22 juta. Tahun 2024 pertumbuhan pendapatan Perseroan meningkat 224,94% menjadi Rp 73
juta. Pada periode 30 Juni 2025, tercatat total pendapatan Perseroan sebesar Rp 33 juta.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk IV-5
Page 42
Aset
Komposisi aset Perseroan periode 31 Desember 2020 – 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:
Komposisi Aset
Tahun Rata-rata
Uraian
2020 2021 2022 2023 2024 Jun 2025 2020-2024
(%)
Aset Lancar 36,33% 18,90% 18,36% 14,34% 8,20% 0,85% 19,23%
Aset Tidak Lancar 63,67% 81,10% 81,64% 85,66% 91,80% 99,15% 80,77%
Jumlah 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
(Rp.Juta)
Aset Lancar 143.393 53.419 46.297 31.004 14.753 1.396
Aset Tidak Lancar 251.333 229.250 205.801 185.178 165.135 162.760
Jumlah 394.726 282.669 252.098 216.182 179.887 164.156
Selama tahun 2020 – 2024 komposisi aset Perseroan didominasi oleh aset tidak lancar dengan
rata-rata proporsi terhadap total aset sebesar 80,77%, diikuti oleh aset lancar sebesar 19,23%.
Komposisi aset lancar terbesar adalah persediaan, sedangkan komposisi aset tidak lancar
didominasi utamanya oleh aset tetap. Pada tahun 2023, komposisi aset Perseroan terdiri dari
14,34% aset lancar dan 85,66% aset tidak lancar. Tahun 2024, komposisi aset Perseroan terdiri
dari 8,20% aset lancar dan 91,80% aset tidak lancar. Periode 30 Juni 2025, komposisi aset
Perseroan terdiri dari 0,85% aset lancar dan 99,15% aset tidak lancar.
Selanjutnya, pertumbuhan aset Perseroan disajikan sebagai berikut:
Pertumbuhan Aset
Tahun Rata-rata
Uraian
2020 2021 2022 2023 2024 Jun 2025 2020-2024
(%)
Aset Lancar n/a -62,75% -13,33% -33,03% -52,42% n/a -40,38%
Aset Tidak Lancar n/a -8,79% -10,23% -10,02% -10,82% n/a -9,96%
Jumlah n/a -28,39% -10,82% -14,25% -16,79% n/a -17,56%
Dalam tahun 2020 – 2024 pertumbuhan aset Perseroan terus menurun dengan tingkat
pertumbuhan aset rata-rata sebesar -17,56%. Tahun 2020, Perseroan membukukan total aset
sebesar Rp 394.726 juta yang terdiri dari Rp 143.393 juta aset lancar dan Rp 251.333 juta aset
tidak lancar. Pada tahun 2021, pertumbuhan aset Perseroan menurun sebesar -28,39% sehingga
aset Perseroan menjadi Rp 282.669 juta yang terdiri dari aset lancar sebesar Rp 53.419 juta dan
aset tidak lancar Rp 229.250 juta. Di tahun 2022, pertumbuhan aset Perseroan kembali menurun
-10,82% sehingga total aset Perseroan menjadi Rp 252.098 juta yang terdiri dari Rp 46.297 juta
aset lancar dan Rp 205.801 juta aset tidak lancar. Pada tahun 2023, pertumbuhan aset
Perseroan kembali mengalami penurunan -14,25% sehingga total aset Perseroan menjadi Rp
216.182 juta yang terdiri dari Rp 31.004 juta aset lancar dan Rp 185.178 juta aset tidak lancar.
Di tahun 2024, pertumbuhan aset Perseroan menurun -16,79% sehingga total aset Perseroan
menjadi Rp 179.887 juta yang terdiri dari Rp 14.753 juta aset lancar dan Rp 165.135 juta aset
tidak lancar. Periode 30 Juni 2025, total aset Perseroan menjadi Rp 164.156 juta yang terdiri dari
Rp 1.396 juta aset lancar dan Rp 162.760 juta aset tidak lancar.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk IV-6
Page 43
Liabilitas
Berdasarkan laporan posisi keuangan tahun 2020 – 2024, berikut disajikan komposisi liabilitas
Perseroan:
Komposisi Liabilitas
Tahun Rata-rata
Uraian
2020 2021 2022 2023 2024 Jun 2025 2020-2024
(%)
Liabilitas Jangka Pendek 53,94% 24,89% 16,56% 0,04% 0,01% 0,33% 19,09%
Liabilitas Jangka Panjang 46,06% 75,11% 83,44% 99,96% 99,99% 99,67% 80,91%
Jumlah 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
(Rp.Juta)
Liabilitas Jangka Pendek 423.487 198.517 141.396 372 90 2.834
Liabilitas Jangka Panjang 361.561 598.903 712.597 851.395 855.456 863.450
Jumlah 785.048 797.421 853.993 851.767 855.546 866.284
Pada tahun 2020 – 2024 komposisi liabilitas Perseroan didominasi oleh liabilitas jangka panjang
dengan proporsi terhadap total liabilitas sebesar 80,91% diikuti oleh liabilitas jangka pendek
sebesar 19,09%. Komposisi liabilitas jangka pendek terbesar utamanya berasal dari utang bank
sedangkan komposisi liabilitas jangka panjang didominasi oleh utang pemegang saham. Pada
tahun 2023, komposisi liabilitas Perseroan sebesar 0,04% liabilitas jangka pendek dan 99,96%
liabilitas jangka panjang. Di tahun 2024, komposisi liabilitas Perseroan sebesar 0,01% liabilitas
jangka pendek dan 99,99% liabilitas jangka panjang. Periode 30 Juni 2025, komposisi liabilitas
Perseroan sebesar 0,33% liabilitas jangka pendek dan 99,67% liabilitas jangka panjang.
Selanjutnya, pertumbuhan liabilitas Perseroan disajikan sebagai berikut:
Pertumbuhan Liabilitas
Tahun Rata-rata
Uraian
2020 2021 2022 2023 2024 Jun 2025 2020-2024
(%)
Liabilitas Jangka Pendek n/a -53,12% -28,77% -99,74% -75,67% n/a -64,33%
Liabilitas Jangka Panjang n/a 65,64% 18,98% 19,48% 0,48% n/a 26,15%
Jumlah n/a 1,58% 7,09% -0,26% 0,44% n/a 2,21%
Dalam tahun 2020 – 2024, pertumbuhan liabilitas Perseroan cenderung fluktuatif dengan
tingkat pertumbuhan liabilitas rata-rata sebesar 2,21%. Pada tahun 2020, Perseroan
mencatatkan total liabilitas sebesar Rp 785.048 juta yang terdiri dari Rp 423.487 juta liabilitas
jangka pendek dan Rp 361.561 juta liabilitas jangka panjang. Tahun 2021, pertumbuhan liabilitas
Perseroan meningkat 1,58% sehingga total liabilitas menjadi Rp 797.421 juta. Pada tahun 2022,
pertumbuhan liabilitas Perseroan kembali meningkat 7,09% sehingga total liabilitas menjadi Rp
853.993 juta. Di tahun 2023, pertumbuhan liabilitas Perseroan menurun -0,26% sehingga total
liabilitas menjadi Rp 851.767 juta. Di tahun 2024, pertumbuhan liabilitas Perseroan meningkat
0,44% sehingga total liabilitas menjadi Rp 855.546 juta. Periode 30 Juni 2025, tercatat liabilitas
Perseroan sebesar Rp 866.284 juta.
Penilaian Arus Kas
Pada tahun 2020, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas operasi sebesar Rp 39.519 juta
yang utamanya digunakan untuk pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan. Pada tahun
2021, Perseroan tercatat menggunakan kas untuk aktivitas operasi sebesar Rp 60.109 juta yang
utamanya digunakan untuk pembayaran kas kepada pemasok. Pada tahun 2022, Perseroan
tercatat menggunakan kas untuk aktivitas operasi sebesar Rp 18.923 juta yang utamanya
digunakan untuk pembayaran kas kepada karyawan. Di tahun 2023, Perseroan tercatat
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk IV-7
Page 44
menggunakan kas untuk aktivitas operasi sebesar Rp 12.166 juta yang utamanya digunakan
untuk pembayaran kas kepada karyawan. Tahun 2024, Perseroan tercatat menggunakan kas
untuk aktivitas operasi sebesar Rp 8.440 juta yang utamanya digunakan untuk pembayaran kas
kepada karyawan. Periode 30 Juni 2025, Perseroan tercatat menggunakan kas untuk aktivitas
operasi sebesar Rp 3.891 juta yang utamanya digunakan untuk pembayaran kas kepada
karyawan.
Selanjutnya tahun 2020, Perseroan tercatat menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar
Rp 1.589 juta yang utamanya untuk perolehan aset tetap. Di tahun 2021, Perseroan tercatat
memperoleh kas dari aktivitas investasi sebesar Rp 1.891 juta yang utamanya berasal dari hasil
penjualan aset tetap. Di tahun 2022, Perseroan tercatat memperoleh kas dari aktivitas investasi
sebesar Rp 4.810 juta yang utamanya berasal dari hasil penjualan aset tetap. Pada tahun 2023,
Perseroan tercatat memperoleh kas dari aktivitas investasi sebesar Rp 1.150 juta yang
seluruhnya berasal dari hasil penjualan aset tetap. Di tahun 2024, Perseroan tercatat
memperoleh kas dari aktivitas investasi sebesar Rp 153 juta yang utamanya diperoleh dari hasil
penjualan aset tetap. Periode 30 Juli 2025, Perseroan tercatat memperoleh kas dari aktivitas
investasi sebesar Rp 284 juta yang utamanya diperoleh dari hasil penjualan aset tetap.
Pada tahun 2020, arus kas dari aktivitas pendanaan tercatat positif sebesar Rp 27.643 juta yang
utamanya diperoleh dari penerimaan dari pemegang saham. Pada tahun 2021, arus kas dari
aktivitas pendanaan tercatat positif sebesar Rp 53.286 juta yang utamanya diperoleh dari
penerimaan dari pemegang saham. Tahun 2022, arus kas dari aktivitas pendanaan tercatat
positif sebesar Rp 11.964 juta yang utamanya diperoleh dari penerimaan dari pemegang saham.
Di tahun 2023, arus kas dari aktivitas pendanaan tercatat positif sebesar Rp 10.219 juta yang
utamanya diperoleh dari penerimaan dari pemegang saham. Pada tahun 2024, arus kas dari
aktivitas pendanaan tercatat positif sebesar Rp 7.962 juta yang utamanya diperoleh dari
penerimaan dari pemegang saham. Periode 30 Juni 2025, Perseroan tercatat memperoleh kas
dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 3.582 juta yang seluruhnya berasal dari penerimaan dari
pemegang saham.
Kas Perseroan di tahun 2020 tercatat sebesar Rp 9.049 juta. Tahun 2021, kas Perseroan
menurun -54,46% menjadi Rp 4.121 juta yang utamanya disebabkan oleh kas dari aktivitas
operasi yang tercatat negatif. Di tahun 2022 kas Perseroan kembali menurun -51,57% menjadi
Rp 1.996 juta yang utamanya disebabkan oleh kas dari aktivitas operasi yang tercatat negatif.
Pada tahun 2023 kas Perseroan menurun -40,67% menjadi Rp 1.184 juta yang utamanya
disebabkan oleh kas dari aktivitas operasi yang tercatat negatif. Tahun 2024 kas Perseroan
menurun -27,62% menjadi Rp 857 juta yang utamanya disebabkan oleh kas dari aktivitas operasi
yang tercatat negatif. Periode 30 Juni 2025, tercatat kas Perseroan sebesar Rp 841 juta.
Saldo kas pada setiap tahun selalu positif karena kebutuhan kas untuk operasi dan investasi
disesuaikan dengan pendanaannya.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk IV-8
Page 45
4.1.2. Analisis Rasio Keuangan
Rasio keuangan disajikan sebagai berikut:
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES Tbk
Analisis Rasio
Tahun
Rata-rata 2020-
Uraian Jan-Jun
2020 2021 2022 2023 2024 2024
2025
Pertumbuhan Pendapatan n/a -90,72% -94,10% -97,58% 224,94% n/a -14,36%
Rasio Profitabilitas
EBITDA/Sales -207,91% -550,18% -1.435,05% -69.399,61% -33.928,07% -24.421,80% -21.104,16%
EBIT/Sales -221,61% -686,64% -3.657,76% -160.807,01% -61.507,39% -49.233,56% -45.376,08%
EBT/Sales -237,01% -801,32% -9.305,88% -159.397,29% -60.918,18% -67.232,45% -46.131,94%
EAT/Sales -245,38% -807,07% -9.333,12% -149.188,86% -55.559,56% -79.952,88% -43.026,80%
ROE 106,17% 24,58% 14,35% 5,25% 5,97% 3,76% 31,26%
ROA -104,98% -44,76% -34,25% -15,43% -22,44% -16,10% -44,37%
Rasio Efektivitas
Perputaran Piutang Usaha 274,90x n/a n/a n/a n/a n/a 274,90x
Perputaran Persediaan 3,86x 2,60x 0,25x 0,32x 1,56x n/a 1,72x
Perputaran Aset 0,43x 0,06x 0,00x 0,00x 0,00x 0,00x 0,10x
Perputaran Utang Usaha 6,46x 11,54x 75,84x 107,51x 443,17x 41,42x 128,91x
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
Current Ratio 0,34x 0,27x 0,33x 83,43x 163,16x 0,49x 49,50x
Debt to Equity -2,01x -1,55x -1,42x -1,34x -1,27x -1,23x -1,52x
Debt to Asset 1,99x 2,82x 3,39x 3,94x 4,76x 5,28x 3,38x
Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba selama periode
tertentu dari kegiatan bisnis yang dilakukannya. Selama tahun 2020 – 2024, rasio profitabilitas
Perseroan cenderung fluktuatif. Rata-rata profitabilitas Perseroan yang diukur menggunakan
EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales, dan EAT/Sales berturut-turut adalah -21.104,16%,
-45.376,08%, -46.131,94%, dan -43.026,80%. Pada tahun 2024, EBITDA/Sales, EBIT/Sales,
EBT/Sales, dan EAT/Sales masing-masing sebesar -33.928,07%, -61.507,39%, -60.918,18%, dan
-55.559,56%. Periode 30 Juni 2025, EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales, dan EAT/Sales masing-
masing sebesar -24.421,80%, -49.233,56%, -67.232,45%, dan -79.952,88%.
Sedangkan profitabilitas Perseroan yang dikaitkan dengan pengembalian terhadap perusahaan
dan pemegang saham yang diukur dengan Return on Equity (ROE) dan Return on Asset (ROA).
Rata-rata ROE dan ROA Perseroan dalam tahun 2020 – 2024 masing-masing 31,26% dan
-44,37%. Pada tahun 2024 tercatat ROE dan ROA Perseroan masing-masing sebesar 5,97% dan
-22,44%. Periode 30 Juni 2025, tercatat ROE dan ROA Perseroan masing-masing sebesar 3,76%
dan -16,10%. ROE tidak mencatatkan laba karena ekuitas Perseroan tercatat negatif.
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek yang
harus dibayar dengan aset lancarnya. Dalam mengukur tingkat likuiditas perusahaan, digunakan
Current Ratio (CR). Semakin tinggi CR maka semakin tinggi likuiditas suatu perusahaan. Pada
tahun 2020 – 2024, pertumbuhan likuiditas Perseroan terus meningkat dengan Current Ratio
tahun 2024 sebesar 163,16x, artinya Perseroan memiliki Rp 163,16 aset lancar yang dapat
digunakan untuk memenuhi setiap Rp 1 utang lancarnya. Periode 30 Juni 2025, tercatat CR
Perseroan sebesar 0,49x.
Solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk melunasi seluruh kewajibannya ketika
dilikuidasi yang diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt to Asset Ratio (DAR). Semakin
rendah DER dan DAR maka semakin tinggi solvabilitas perusahaan. Solvabilitas Perseroan tahun
2020 – 2024 cenderung berfluktuasi, dengan DER dan DAR tahun 2024 masing-masing adalah
-1,27x dan 4,76x. Artinya, perusahaan memiliki utang -Rp 1,27 untuk setiap Rp 1 ekuitas yang
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk IV-9
Page 46
dimilikinya serta setiap Rp 1 aset perusahaan dibiayai oleh utang sebesar Rp 4,76. Periode 30
Juni 2025, tercatat DER dan DAR Perseroan masing-masing adalah -1,23x dan 5,28x.
Rasio Efektivitas
Efektivitas adalah kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan seluruh sumber daya yang
dimilikinya. Efektivitas dapat diukur dengan rasio perputaran piutang usaha, perputaran
persediaan, perputaran aset dan perputaran utang usaha.
Rasio perputaran piutang usaha tahun 2020 tercatat sebesar 274,90x. Periode 31 Desember
2021 – 30 Juni 2025, rasio perputaran piutang usaha tidak ada.
Rasio perputaran persediaan tahun 2020 – 2024 cenderung berfluktuasi dari 3,86x pada tahun
2020 menjadi 1,56x pada tahun 2024 atau selama tahun tersebut rata-rata sebesar 1,72x. Pada
tahun 2024 tingkat perputaran persediaan sebesar 1,56x, artinya dalam satu tahun Perseroan
dapat menghabiskan persediaannya selama ±235 hari. Periode 30 Juni 2025, tingkat perputaran
persediaan tidak ada.
Rasio perputaran aset dalam tahun 2020 – 2024 cenderung berfluktuasi dari 0,43x pada tahun
2020 menjadi 0,00x pada tahun 2024 atau selama tahun tersebut rata-rata sebesar 0,10x. Pada
tahun 2024 tingkat perputaran aset Perseroan sebesar 0,00x, artinya Perseroan
menginvestasikan asetnya selama lebih dari satu tahun untuk memperoleh pendapatan.
Periode 30 Juni 2025, tingkat perputaran aset sebesar 0,00x.
Rasio perputaran utang usaha dalam tahun 2020 – 2024 cenderung fluktuatif dari 6,46x pada
tahun 2020 menjadi 443,17x pada tahun 2024 atau selama tahun tersebut rata-rata sebesar
128,91x. Pada tahun 2024 tingkat perputaran utang usaha sebesar 443,17x, artinya Perseroan
dapat melunasi utang usahanya dalam waktu ±1 hari. Periode 30 Juni 2025, tingkat perputaran
utang usaha sebesar 41,42x.
4.1.3. Riwayat dan Penggunaan Pinjaman serta Analisis Yield/Suku Bunga
4.1.3.1. Riwayat Pinjaman
Riwayat penerimaan pinjaman dari HJR oleh TIRT adalah sebagai berikut:
1. Perjanjian Pinjam Meminjam tanggal 19 Maret 2009 dengan fasilitas pinjaman sebesar-
besarnya Rp 39.500.000.000,- dengan jangka waktu 3 tahun, pinjaman tidak dikenakan
bunga (tidak bersifat komersial).
2. Adendum kesatu Perjanjian Pinjam Meminjam tanggal 1 Juli 2009 dengan fasilitas
pinjaman sebesar-besarnya Rp 100.000.000.000,- dengan jangka waktu 3 tahun, pinjaman
tidak dikenakan bunga (tidak bersifat komersial).
3. Adendum kedua Perjanjian Pinjam Meminjam tanggal 27 Juni 2011 dengan fasilitas
pinjaman sebesar-besarnya Rp 150.000.000.000,- dengan jangka waktu 4 tahun, pinjaman
tidak dikenakan bunga (tidak bersifat komersial).
4. Adendum ketiga Perjanjian Pinjam Meminjam tanggal 27 Mei 2013 dengan fasilitas
pinjaman sebesar-besarnya Rp 200.000.000.000,- dengan jangka waktu 6 tahun 6 bulan,
pinjaman tidak dikenakan bunga (tidak bersifat komersial).
5. Adendum keempat Perjanjian Pinjam Meminjam tanggal 11 September 2015 dengan
fasilitas pinjaman sebesar-besarnya Rp 200.000.000.000,- dengan jangka waktu 9 tahun 6
bulan, pinjaman tidak dikenakan bunga (tidak bersifat komersial).
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk IV-10
Page 47
6. Adendum kelima Perjanjian Pinjam Meminjam tanggal 17 September 2018 dengan fasilitas
pinjaman sebesar-besarnya Rp 200.000.000.000,- dengan jangka waktu 12 tahun 6 bulan,
pinjaman tidak dikenakan bunga (tidak bersifat komersial).
7. Adendum keenam Perjanjian Pinjam Meminjam tanggal 7 September 2020 dengan fasilitas
pinjaman sebesar-besarnya Rp 1.000.000.000.000,- dengan jangka waktu 3 tahun,
pinjaman tidak dikenakan bunga (tidak bersifat komersial).
8. Adendum ketujuh Perjanjian Pinjam Meminjam tanggal 21 Agustus 2023 dengan fasilitas
pinjaman sebesar-besarnya Rp 1.000.000.000.000,- dengan jangka waktu 3 tahun,
pinjaman tidak dikenakan bunga (tidak bersifat komersial).
Pada tanggal penilaian per 30 Juni 2025, Perseroan telah menggunakan fasilitas pinjaman
pemegang saham dari HJR sebesar Rp 791.580 juta dari total fasilitas pinjaman sebesar Rp
1.000.000.000.000,-.
4.1.3.2. Penggunaan Pinjaman
Penerimaan pinjaman dari HJR oleh TIRT digunakan untuk belanja modal (capital expenditure)
yaitu pembelian kapal milik LSJ, MKL, dan ASR dan juga untuk keperluan modal kerja.
4.1.3.3. Analisis Yield/Suku Bunga
Berdasarkan draft adendum kedelapan Perjanjian Pinjam Meminjam antara HJR dan TIRT,
pinjaman tidak dikenakan bunga (tidak bersifat komersial).
Berdasarkan Pasal 12 Ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2010 sebagaimana yang
telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2019 tentang Perhitungan
Penghasilan Kena Pajak dan Pelunasan Pajak Penghasilan dalam Tahun Berjalan menekankan
bahwa pinjaman tanpa bunga dari pemegang saham yang diterima oleh Wajib Pajak
berbentuk perseroan terbatas diperkenankan, jika:
1. Pinjaman tersebut berasal dari dana milik pemegang saham itu sendiri dan bukan berasal
dari pihak lain,
2. Modal yang seharusnya disetor oleh pemegang saham pemberi pinjaman telah disetor
seluruhnya,
3. Pemegang saham pemberi pinjaman tidak dalam keadaan merugi, dan
4. Perseroan terbatas penerima pinjaman sedang mengalami kesulitan keuangan untuk
kelangsungan usahanya.
Berdasarkan laporan keuangan HJR per 30 Juni 2025, HJR tercatat mempunyai kas yang cukup
untuk memberikan pinjaman kepada TIRT, HJR telah menyetor modal seluruhnya, tidak dalam
keadaan merugi dan TIRT sebagai penerima pinjaman sedang mengalami kesulitan keuangan
untuk kelangsungan usahanya.
Dengan demikian pinjaman tanpa bunga yang diberikan oleh HJR kepada TIRT adalah wajar.
4.1.4. Analisis Laporan Keuangan Sebelum Transaksi dan Proforma Laporan Keuangan Setelah
Transaksi
Analisis dilakukan mencakup analisis dampak transaksi terhadap laporan keuangan Perseroan
yang dilakukan berdasarkan informasi keuangan proforma Perseroan sebelum dan setelah
transaksi pada tanggal 30 Juni 2025 dari manajemen Perseroan.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk IV-11
Page 48
Tujuan informasi keuangan Proforma adalah untuk memperlihatkan dampak signifikan
transaksi yang terjadi atas informasi keuangan historis. Namun, Informasi keuangan proforma
bukan merupakan petunjuk hasil usaha atau dampak yang berkaitan atas posisi keuangan
sebagai akibat dari transaksi yang telah terjadi sebelumnya. Informasi keuangan proforma
disusun dengan menggunakan asumsi-asumsi sebagai berikut:
• Laporan posisi keuangan sebelum transaksi diambil dari laporan keuangan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Yazid
M. Aleq Bawafi dari KAP S. Mannan, Ardiansyah & Rekan.
• Pelaksanaan transaksi telah berlaku efektif pada tanggal 30 Juni 2025.
• Pelaksanaan transaksi telah efektif dan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang
berlaku.
Informasi keuangan proforma tersebut adalah sebagai berikut:
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES Tbk
Posisi Keuangan Proforma (Rp.Juta)
Sebelum Setelah
Uraian Transaksi Penyesuaian Transaksi
30 Jun 2025 30 Jun 2025
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 841 200.000 **) 38.743
(162.098) *)
Piutang usaha - - -
Piutang lain-lain - - -
Persediaan - - -
Pajak dibayar dimuka 208 - 208
Uang muka dan biaya dibayar dimuka 347 - 347
Jumlah Aset Lancar 1.396 37.902 39.298
Aset Tidak Lancar
Aset keuangan lainnya 652 - 652
Aset tetap 154.501 162.098 *) 316.599
Beban tanaman ditangguhkan 1.717 - 1.717
Aset tidak lancar lainnya 5.891 - 5.891
Jumlah Aset Tidak Lancar 162.760 162.098 324.858
JUMLAH ASET 164.156 200.000 364.156
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 54 - 54
Utang lain-lain - - -
Utang pajak 374 - 374
Biaya yang masih harus dibayar 2.406 - 2.406
Utang bank - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 2.834 - 2.834
Liabilitas Jangka Panjang
Utang pihak berelasi 55.087 - 55.087
Utang pemegang saham 791.580 200.000 **) 991.580
Liabilitas pajak tangguhan 14.535 - 14.535
Liabilitas imbalan kerja - jangka panjang 2.249 - 2.249
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 863.450 200.000 1.063.450
JUMLAH LIABILITAS 866.284 200.000 1.066.284
Ekuitas
Modal saham 126.472 - 126.472
Tambahan modal disetor 16.239 - 16.239
Saldo laba (rugi) (915.618) - (915.618)
Penghasilan komprehensif lain 70.778 - 70.778
Jumlah Ekuitas (702.129) - (702.129)
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 164.156 200.000 364.156
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
Current Ratio 49,26% 1386,62%
Debt to Equity Ratio -123,38% -151,86%
Debt to Asset Ratio 527,72% 292,81%
*) Pembelian aset berupa kapal milik LSJ, MKL, dan ASR oleh TIRT
**) Penerimaan pendanaan pinjaman dari HJR oleh TIRT
Sumber: Manajemen Perseroan
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk IV-12
Page 49
Berikut adalah analisis singkat atas informasi posisi keuangan proforma Perseroan per 30 Juni
2025 atas transaksi:
• Proforma aset lancar mengalami peningkatan 2.714,82% dari Rp 1.396 juta menjadi
Rp 39.298 juta.
• Proforma aset tidak lancar mengalami peningkatan 99,59% dari Rp 162.760 juta menjadi
Rp 324.858 juta.
• Secara keseluruhan proforma aset Perseroan setelah dilakukannya Rencana Transaksi
mengalami peningkatan 121,84% dari Rp 164.156 juta menjadi Rp 364.156 juta.
• Proforma liabilitas jangka pendek tidak mengalami perubahan.
• Proforma liabilitas jangka panjang mengalami peningkatan 23,16% dari Rp 863.450 juta
menjadi Rp 1.063.450 juta.
• Secara keseluruhan proforma liabilitas Perseroan mengalami peningkatan 23,09% dari Rp
866.284 juta menjadi Rp 1.066.284 juta.
• Proforma ekuitas tidak mengalami perubahan.
• Proforma Current Ratio mengalami peningkatan dari 49,26% menjadi 1.386,62%.
• Proforma Debt to Equity Ratio dan Debt to Asset Ratio mengalami penurunan dari masing-
masing sebesar -123,38% dan 527,72% menjadi -151,86% dan 292,81%.
Berdasarkan uraian tersebut diatas dapat disimpulkan dengan dilakukannya transaksi kondisi
likuiditas Perseroan mengalami peningkatan.
Meskipun terjadi penurunan nilai DER dan DAR secara persentase dibandingkan sebelum
transaksi, angka tersebut masih mencerminkan struktur permodalan dengan ekuitas negatif dan
tingkat leverage yang relatif tinggi.
4.1.5. Penilaian Atas Proyeksi Keuangan yang Diperoleh dari Manajemen
Kami telah menerima proyeksi keuangan tanpa dan dengan transaksi dari manajemen. Proyeksi
keuangan tersebut telah kami sesuaikan. Berdasarkan penilaian kami, proyeksi keuangan
tersebut yang telah disesuaikan telah mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat
oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya. Proyeksi keuangan yang digunakan
adalah proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
a. Proyeksi Keuangan Perseroan Tanpa Transaksi
Asumsi – Asumsi
Jangka Waktu Proyeksi
Proyeksi keuangan disajikan mulai dari 1 Juli 2025 – 31 Desember 2035.
Laporan Laba (Rugi)
▪ Pendapatan diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Beban pokok pendapatan periode 1 Juli 2025 – 31 Desember 2025 diasumsikan proporsi
dari beban pokok pendapatan periode 1 Januari 2025 – 30 Juni 2025, beban pokok
pendapatan tahun 2026 diasumsikan menurun 15,00% dari beban pokok pendapatan
tahun 2025 dan selanjutnya diasumsikan tetap, sama dengan per 31 Desember 2026.
▪ Beban penjualan diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Beban umum dan administrasi periode 1 Juli 2025 – 31 Desember 2025 diasumsikan
proporsi dari beban umum dan administrasi periode 1 Januari 2025 – 30 Juni 2025,
beban umum dan administrasi tahun 2026 diasumsikan menurun 65,00% dari beban
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk IV-13
Page 50
umum dan administrasi tahun 2025 dan selanjutnya diasumsikan tetap, sama dengan
per 31 Desember 2026.
▪ Perhitungan penyusutan dan amortisasi dengan metode garis lurus dengan sisa umur
ekonomis yang wajar disajikan pada lampiran 1.
▪ Beban bunga diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Penghasilan bunga diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Laba (rugi) selisih kurs – neto diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Pendapatan (beban) lain-lain diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Tarif pajak diasumsikan sebesar 22,00% dari laba sebelum pajak dengan menerapkan tax
loss carry forward.
Laporan Posisi Keuangan
▪ Aset lancar
− Piutang usaha diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2025.
− Piutang lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2025.
− Persediaan diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2025.
− Pajak dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2025.
− Uang muka dan biaya dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni
2025.
▪ Aset tidak lancar
− Aset keuangan lainnya diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2025.
− Aset tetap
Nilai perolehan diasumsikan meningkat per tahun dari tahun sebelumnya sebagai
capex. Akumulasi penyusutan dihitung dengan menambahkan akumulasi
penyusutan tahun sebelumnya dengan penyusutan tahun berjalan disajikan pada
lampiran 1.
− Beban tanaman ditangguhkan diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2025.
− Aset tidak lancar lainnya diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2025.
▪ Liabilitas jangka pendek
− Utang usaha diasumsikan sebesar 4 hari dari beban pokok pendapatan.
− Utang lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2025.
− Utang pajak diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2025.
− Biaya yang masih harus dibayar diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2025.
− Utang bank diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2025.
▪ Liabilitas jangka panjang
− Perhitungan utang pihak berelasi disajikan pada lampiran 2.
− Perhitungan utang pemegang saham diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni
2025.
− Liabilitas pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2025.
− Liabilitas imbalan kerja – jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan per 30
Juni 2025.
▪ Ekuitas
− Modal saham diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2025.
− Tambahan modal disetor diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2025.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk IV-14
Page 51
− Saldo laba (rugi) adalah penjumlahan antara laba (rugi) bersih periode berjalan
dengan saldo (rugi) laba periode sebelumnya.
− Penghasilan komprehensif lain diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2025.
Asumsi – asumsi yang digunakan yang terkait langsung dengan kegiatan usaha dalam
proyeksi posisi keuangan adalah wajar.
Proyeksi Laba Rugi Tanpa Dilakukannya Transaksi
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES Tbk
Proyeksi Laba Rugi Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Tahun
Uraian Jan-Jun Jul-Des
2026 2027 2028 2029
2025 2025
PENDAPATAN 33 - - - - -
BEBAN POKOK PENDAPATAN (2.248) (2.248) (3.822) (3.822) (3.822) (3.822)
LABA KOTOR (2.215) (2.248) (3.822) (3.822) (3.822) (3.822)
Beban penjualan - - - - - -
Beban umum dan administrasi (5.859) (5.859) (4.101) (4.101) (4.101) (4.101)
EBITDA (8.074) (8.107) (7.923) (7.923) (7.923) (7.923)
Depresiasi dan amortisasi (8.202) (16.079) (23.512) (1.414) - -
EBIT (16.276) (24.186) (31.435) (9.336) (7.923) (7.923)
Beban bunga - - - - - -
Penghasilan bunga 3 - - - - -
Laba (rugi) selisih kurs - neto 9 - - - - -
Pendapatan (beban) lain-lain (5.962) - - - - -
EBT (22.226) (24.186) (31.435) (9.336) (7.923) (7.923)
Pajak (4.205) - - - - -
LABA BERSIH (EAT) (26.431) (24.186) (31.435) (9.336) (7.923) (7.923)
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
2026-2035
EBITDA/Sales n/a -24.421,80% n/a n/a n/a n/a n/a
EBIT/Sales n/a -49.233,56% n/a n/a n/a n/a n/a
EBT/Sales n/a -67.232,45% n/a n/a n/a n/a n/a
EAT/Sales n/a -79.952,88% n/a n/a n/a n/a n/a
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES Tbk
Proyeksi Laba Rugi Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun
Uraian
2030 2031 2032 2033 2034 2035
PENDAPATAN - - - - - -
BEBAN POKOK PENDAPATAN (3.822) (3.822) (3.822) (3.822) (3.822) (3.822)
LABA KOTOR (3.822) (3.822) (3.822) (3.822) (3.822) (3.822)
Beban penjualan - - - - - -
Beban umum dan administrasi (4.101) (4.101) (4.101) (4.101) (4.101) (4.101)
EBITDA (7.923) (7.923) (7.923) (7.923) (7.923) (7.923)
Depresiasi dan amortisasi - - - - - -
EBIT (7.923) (7.923) (7.923) (7.923) (7.923) (7.923)
Beban bunga - - - - - -
Penghasilan bunga - - - - - -
Laba (rugi) selisih kurs - neto - - - - - -
Pendapatan (beban) lain-lain - - - - - -
EBT (7.923) (7.923) (7.923) (7.923) (7.923) (7.923)
Pajak - - - - - -
LABA BERSIH (EAT) (7.923) (7.923) (7.923) (7.923) (7.923) (7.923)
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
2026-2035
EBITDA/Sales n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
EBIT/Sales n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
EBT/Sales n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
EAT/Sales n/a n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk IV-15
Page 52
Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Dilakukannya Transaksi
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES Tbk
Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
Jun 2025 Des 2025 2026 2027 2028 2029
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 841 730 800 877 954 1.032
Piutang usaha - - - - - -
Piutang lain-lain - - - - - -
Persediaan - - - - - -
Pajak dibayar dimuka 208 208 208 208 208 208
Uang muka dan biaya dibayar dimuka 347 347 347 347 347 347
Jumlah Aset Lancar 1.396 1.285 1.355 1.432 1.509 1.587
Aset Tidak Lancar
Aset keuangan lainnya 652 652 652 652 652 652
Aset tetap
Nilai perolehan 626.055 626.055 626.055 626.055 626.055 626.055
Akumulasi penyusutan 471.554 487.633 511.145 512.559 512.559 512.559
Nilai buku 154.501 138.421 114.909 113.495 113.495 113.495
Beban tanaman ditangguhkan 1.717 1.717 1.717 1.717 1.717 1.717
Aset tidak lancar lainnya 5.891 5.891 5.891 5.891 5.891 5.891
Jumlah Aset Tidak Lancar 162.760 146.681 123.168 121.755 121.755 121.755
JUMLAH ASET 164.156 147.965 124.523 123.187 123.264 123.341
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 54 49 42 42 42 42
Utang lain-lain - - - - - -
Utang pajak 374 374 374 374 374 374
Biaya yang masih harus dibayar 2.406 2.406 2.406 2.406 2.406 2.406
Utang bank - - - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 2.834 2.829 2.822 2.822 2.822 2.822
Liabilitas Jangka Panjang
Utang pihak berelasi 55.087 55.087 55.087 55.087 55.087 55.087
Utang pemegang saham 791.580 799.580 807.580 815.580 823.580 831.580
Liabilitas pajak tangguhan 14.535 14.535 14.535 14.535 14.535 14.535
Liabilitas imbalan kerja - jangka panjang 2.249 2.249 2.249 2.249 2.249 2.249
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 863.450 871.450 879.450 887.450 895.450 903.450
JUMLAH LIABILITAS 866.284 874.279 882.272 890.272 898.272 906.272
Ekuitas
Modal saham 126.472 126.472 126.472 126.472 126.472 126.472
Tambahan modal disetor 16.239 16.239 16.239 16.239 16.239 16.239
Saldo laba (rugi) (915.618) (939.803) (971.238) (980.575) (988.497) (996.420)
Penghasilan komprehensif lain 70.778 70.778 70.778 70.778 70.778 70.778
Jumlah Ekuitas (702.129) (726.314) (757.749) (767.086) (775.008) (782.931)
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 164.156 147.965 124.523 123.187 123.264 123.341
Rata-rata
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
2026-2035
Current Ratio 60,35% 49,26% 45,40% 48,01% 50,75% 53,49% 56,24%
Debt to Equity Ratio -115,57% -123,38% -120,37% -116,43% -116,06% -115,90% -115,75%
Debt to Asset Ratio 742,95% 527,72% 590,87% 708,52% 722,70% 728,74% 734,77%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk IV-16
Page 53
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES Tbk
Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian
2030 2031 2032 2033 2034 2035
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 1.109 1.187 1.264 1.342 1.419 1.496
Piutang usaha - - - - - -
Piutang lain-lain - - - - - -
Persediaan - - - - - -
Pajak dibayar dimuka 208 208 208 208 208 208
Uang muka dan biaya dibayar dimuka 347 347 347 347 347 347
Jumlah Aset Lancar 1.664 1.742 1.819 1.897 1.974 2.051
Aset Tidak Lancar
Aset keuangan lainnya 652 652 652 652 652 652
Aset tetap
Nilai perolehan 626.055 626.055 626.055 626.055 626.055 626.055
Akumulasi penyusutan 512.559 512.559 512.559 512.559 512.559 512.559
Nilai buku 113.495 113.495 113.495 113.495 113.495 113.495
Beban tanaman ditangguhkan 1.717 1.717 1.717 1.717 1.717 1.717
Aset tidak lancar lainnya 5.891 5.891 5.891 5.891 5.891 5.891
Jumlah Aset Tidak Lancar 121.755 121.755 121.755 121.755 121.755 121.755
JUMLAH ASET 123.419 123.496 123.574 123.651 123.729 123.806
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 42 42 42 42 42 42
Utang lain-lain - - - - - -
Utang pajak 374 374 374 374 374 374
Biaya yang masih harus dibayar 2.406 2.406 2.406 2.406 2.406 2.406
Utang bank - - - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 2.822 2.822 2.822 2.822 2.822 2.822
Liabilitas Jangka Panjang
Utang pihak berelasi 55.087 55.087 55.087 55.087 55.087 55.087
Utang pemegang saham 839.580 847.580 855.580 863.580 871.580 879.580
Liabilitas pajak tangguhan 14.535 14.535 14.535 14.535 14.535 14.535
Liabilitas imbalan kerja - jangka panjang 2.249 2.249 2.249 2.249 2.249 2.249
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 911.450 919.450 927.450 935.450 943.450 951.450
JUMLAH LIABILITAS 914.272 922.272 930.272 938.272 946.272 954.272
Ekuitas
Modal saham 126.472 126.472 126.472 126.472 126.472 126.472
Tambahan modal disetor 16.239 16.239 16.239 16.239 16.239 16.239
Saldo laba (rugi) (1.004.342) (1.012.265) (1.020.187) (1.028.110) (1.036.033) (1.043.955)
Penghasilan komprehensif lain 70.778 70.778 70.778 70.778 70.778 70.778
Jumlah Ekuitas (790.853) (798.776) (806.698) (814.621) (822.544) (830.466)
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 123.419 123.496 123.574 123.651 123.729 123.806
Rata-rata
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
2026-2035
Current Ratio 60,35% 58,98% 61,73% 64,47% 67,21% 69,96% 72,70%
Debt to Equity Ratio -115,57% -115,61% -115,46% -115,32% -115,18% -115,04% -114,91%
Debt to Asset Ratio 742,95% 740,79% 746,80% 752,81% 758,81% 764,80% 770,78%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk IV-17
Page 54
Proyeksi Arus Kas Tanpa Dilakukannya Transaksi
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES Tbk
Proyeksi Arus Kas Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian
Des 2025 2026 2027 2028 2029
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba Bersih (24.186) (31.435) (9.336) (7.923) (7.923)
Depresiasi dan amortisasi 16.079 23.512 1.414 - -
Perubahan Modal Kerja :
(Kenaikan) Penurunan Piutang usaha - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang lain-lain - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Persediaan - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Pajak dibayar dimuka - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Uang muka dan biaya dibayar dimuka - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset keuangan lainnya - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Beban tanaman ditangguhkan - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset tidak lancar lainnya - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang usaha (5) (7) - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang pajak - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Biaya yang masih harus dibayar - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas pajak tangguhan - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas imbalan kerja - jangka panjang - - - - -
Perubahan Modal Kerja (5) (7) - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Operasi (8.112) (7.930) (7.923) (7.923) (7.923)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
(Kenaikan) Penurunan Aset tetap (0) - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Investasi (0) - - - -
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Kenaikan (Penurunan) Utang bank - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang pihak berelasi - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang pemegang saham 8.000 8.000 8.000 8.000 8.000
Kenaikan (Penurunan) Modal saham - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Tambahan modal disetor - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Penghasilan komprehensif lain - - - - -
Penyesuaian - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Pendanaan 8.000 8.000 8.000 8.000 8.000
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN BANK (112) 70 77 77 77
KAS DAN BANK AWAL TAHUN 841 730 800 877 954
KAS DAN BANK AKHIR TAHUN 730 800 877 954 1.032
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES Tbk
Proyeksi Arus Kas Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian
2030 2031 2032 2033 2034 2035
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba Bersih (7.923) (7.923) (7.923) (7.923) (7.923) (7.923)
Depresiasi dan amortisasi - - - - - -
Perubahan Modal Kerja :
(Kenaikan) Penurunan Piutang usaha - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang lain-lain - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Persediaan - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Pajak dibayar dimuka - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Uang muka dan biaya dibayar dimuka - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset keuangan lainnya - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Beban tanaman ditangguhkan - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset tidak lancar lainnya - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang usaha - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang pajak - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Biaya yang masih harus dibayar - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas pajak tangguhan - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas imbalan kerja - jangka panjang - - - - - -
Perubahan Modal Kerja - - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Operasi (7.923) (7.923) (7.923) (7.923) (7.923) (7.923)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
(Kenaikan) Penurunan Aset tetap - - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Investasi - - - - - -
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Kenaikan (Penurunan) Utang bank - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang pihak berelasi - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang pemegang saham 8.000 8.000 8.000 8.000 8.000 8.000
Kenaikan (Penurunan) Modal saham - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Tambahan modal disetor - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Penghasilan komprehensif lain - - - - - -
Penyesuaian - - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Pendanaan 8.000 8.000 8.000 8.000 8.000 8.000
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN BANK 77 77 77 77 77 77
KAS DAN BANK AWAL TAHUN 1.032 1.109 1.187 1.264 1.342 1.419
KAS DAN BANK AKHIR TAHUN 1.109 1.187 1.264 1.342 1.419 1.496
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk IV-18
Page 55
b. Proyeksi Keuangan Perseroan Dengan Transaksi
Asumsi – Asumsi
Perseroan dengan transaksi diasumsikan menghentikan kegiatan usahanya saat ini, dan
mengganti kegiatan usahanya dibidang pengangkutan laut.
Jangka Waktu Proyeksi
Proyeksi keuangan disajikan mulai dari 1 Juli 2025 – 31 Desember 2035.
Laporan Laba (Rugi)
▪ Perhitungan pendapatan disajikan pada lampiran 3.
▪ Perhitungan beban pokok pendapatan disajikan pada lampiran 3.
▪ Beban penjualan diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Perhitungan beban umum dan administrasi disajikan pada lampiran 3.
▪ Perhitungan penyusutan dan amortisasi dengan metode garis lurus dengan sisa umur
ekonomis yang wajar disajikan pada lampiran 1.
▪ Beban bunga diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Penghasilan bunga diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Laba (rugi) selisih kurs – neto diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Pendapatan (beban) lain-lain diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Tarif pajak diasumsikan sebesar 1,20% dari pendapatan.
Laporan Posisi Keuangan
▪ Aset lancar
− Piutang usaha diasumsikan sebesar 60 hari dari pendapatan.
− Piutang lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 30 Juni 2025.
− Persediaan diasumsikan 30 hari dari beban pokok pendapatan.
− Pajak dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 30 Juni 2025.
− Uang muka dan biaya dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan proforma
per 30 Juni 2025.
▪ Aset tidak lancar
− Aset keuangan lainnya diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 30 Juni 2025.
− Berdasarkan informasi dari manajemen, aset tetap yang ada saat ini akan
direklasifikasi sebagai aset tidak lancar lainnya sehingga diasumsikan tidak
didepresiasi.
− Aset tetap (kapal)
Nilai perolehan diasumsikan meningkat per tahun dari tahun sebelumnya sebagai
capex. Akumulasi penyusutan dihitung dengan menambahkan akumulasi
penyusutan tahun sebelumnya dengan penyusutan tahun berjalan disajikan pada
lampiran 1.
− Beban tanaman ditangguhkan diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 30
Juni 2025.
− Aset tidak lancar lainnya diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 30 Juni
2025.
▪ Liabilitas jangka pendek
− Utang usaha diasumsikan sebesar 60 hari dari beban pokok pendapatan.
− Utang lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 30 Juni 2025.
− Utang pajak diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 30 Juni 2025.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk IV-19
Page 56
− Biaya yang masih harus dibayar diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 30
Juni 2025.
− Utang bank diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 30 Juni 2025.
▪ Liabilitas jangka panjang
− Perhitungan utang pihak berelasi disajikan pada lampiran 2.
− Perhitungan utang pemegang saham disajikan pada lampiran 2.
− Perhitungan utang pemegang saham (pembelian kapal) disajikan pada lampiran 2.
− Liabilitas pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 30 Juni
2025.
− Liabilitas imbalan kerja – jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan proforma
per 30 Juni 2025.
▪ Ekuitas
− Modal saham diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 30 Juni 2025.
− Tambahan modal disetor diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 30 Juni
2025.
− Saldo laba (rugi) adalah penjumlahan antara laba (rugi) bersih periode berjalan
dengan saldo (rugi) laba periode sebelumnya.
− Penghasilan komprehensif lain diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 30
Juni 2025.
Asumsi – asumsi yang digunakan yang terkait langsung dengan kegiatan usaha dalam
proyeksi posisi keuangan adalah wajar.
Proyeksi Laba Rugi Dengan Dilakukannya Transaksi
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES Tbk
Proyeksi Laba Rugi Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian Jan-Jun Jul-Des
2026 2027 2028 2029
2025 2025
PENDAPATAN 33 29.209 104.033 104.033 104.033 104.033
BEBAN POKOK PENDAPATAN (2.248) (14.751) (52.537) (52.724) (52.917) (53.116)
LABA KOTOR (2.215) 14.458 51.497 51.309 51.116 50.918
Beban penjualan - - - - - -
Beban umum dan administrasi (5.859) (2.191) (7.803) (8.037) (8.278) (8.526)
EBITDA (8.074) 12.268 43.694 43.273 42.839 42.392
Depresiasi dan amortisasi (8.202) (2.052) (8.611) (9.017) (9.422) (9.827)
EBIT (16.276) 10.216 35.083 34.256 33.417 32.565
Beban bunga - - - - - -
Penghasilan bunga 3 - - - - -
Laba (rugi) selisih kurs - neto 9 - - - - -
Pendapatan (beban) lain-lain (5.962) - - - - -
EBT (22.226) 10.216 35.083 34.256 33.417 32.565
Pajak (4.205) (351) (1.248) (1.248) (1.248) (1.248)
LABA BERSIH (EAT) (26.431) 9.866 33.834 33.008 32.168 31.316
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
2026-2035
EBITDA/Sales 40,02% -24421,80% 42,00% 42,00% 41,60% 41,18% 40,75%
EBIT/Sales 29,99% -49233,56% 34,98% 33,72% 32,93% 32,12% 31,30%
EBT/Sales 29,99% -67232,45% 34,98% 33,72% 32,93% 32,12% 31,30%
EAT/Sales 28,79% -79952,88% 33,78% 32,52% 31,73% 30,92% 30,10%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk IV-20
Page 57
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES Tbk
Proyeksi Laba Rugi Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian
2030 2031 2032 2033 2034 2035
PENDAPATAN 104.033 104.033 104.033 104.033 104.033 104.033
BEBAN POKOK PENDAPATAN (53.320) (53.531) (53.748) (53.972) (54.202) (54.439)
LABA KOTOR 50.713 50.502 50.285 50.062 49.831 49.594
Beban penjualan - - - - - -
Beban umum dan administrasi (8.782) (9.045) (9.317) (9.596) (9.884) (10.181)
EBITDA 41.931 41.457 40.969 40.466 39.947 39.414
Depresiasi dan amortisasi (10.232) (10.638) (11.043) (11.448) (11.853) (12.259)
EBIT 31.699 30.819 29.926 29.017 28.094 27.155
Beban bunga - - - - - -
Penghasilan bunga - - - - - -
Laba (rugi) selisih kurs - neto - - - - - -
Pendapatan (beban) lain-lain - - - - - -
EBT 31.699 30.819 29.926 29.017 28.094 27.155
Pajak (1.248) (1.248) (1.248) (1.248) (1.248) (1.248)
LABA BERSIH (EAT) 30.450 29.571 28.677 27.769 26.846 25.907
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
2026-2035
EBITDA/Sales 40,02% 40,31% 39,85% 39,38% 38,90% 38,40% 37,89%
EBIT/Sales 29,99% 30,47% 29,62% 28,77% 27,89% 27,00% 26,10%
EBT/Sales 29,99% 30,47% 29,62% 28,77% 27,89% 27,00% 26,10%
EAT/Sales 28,79% 29,27% 28,42% 27,57% 26,69% 25,80% 24,90%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk IV-21
Page 58
Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Dilakukannya Transaksi
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES Tbk
Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
Jun 2025 Des 2025 2026 2027 2028 2029
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 841 34.078 30.014 33.949 37.451 40.506
Piutang usaha - 19.473 17.339 17.339 17.339 17.339
Piutang lain-lain - - - - - -
Persediaan - 4.917 4.378 4.394 4.410 4.426
Pajak dibayar dimuka 208 208 208 208 208 208
Uang muka dan biaya dibayar dimuka 347 347 347 347 347 347
Jumlah Aset Lancar 1.396 59.023 52.286 56.237 59.754 62.826
Aset Tidak Lancar
Aset keuangan lainnya 652 652 652 652 652 652
Aset tetap
Nilai perolehan 626.055 626.055 626.055 626.055 626.055 626.055
Akumulasi penyusutan 471.554 471.554 471.554 471.554 471.554 471.554
Nilai buku 154.501 154.501 154.501 154.501 154.501 154.501
Aset tetap (kapal)
Nilai perolehan - 164.124 172.229 180.334 188.439 196.544
Akumulasi penyusutan - 2.052 10.663 19.680 29.102 38.929
Nilai buku - 162.073 161.566 160.654 159.337 157.615
Beban tanaman ditangguhkan 1.717 1.717 1.717 1.717 1.717 1.717
Aset tidak lancar lainnya 5.891 5.891 5.891 5.891 5.891 5.891
Jumlah Aset Tidak Lancar 162.760 324.832 324.326 323.414 322.097 320.375
JUMLAH ASET 164.156 383.855 376.612 379.651 381.851 383.201
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 54 54 54 54 54 54
Utang usaha (pengangkutan) - 9.834 8.756 8.787 8.820 8.853
Utang lain-lain - - - - - -
Utang pajak 374 374 374 374 374 374
Biaya yang masih harus dibayar 2.406 2.406 2.406 2.406 2.406 2.406
Utang bank - - - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 2.834 12.668 11.590 11.621 11.654 11.687
Liabilitas Jangka Panjang
Utang pihak berelasi 55.087 55.087 55.087 55.087 55.087 55.087
Utang pemegang saham 791.580 791.580 791.580 791.580 791.580 791.580
Utang pemegang saham (pembelian kapal) - 200.000 160.000 130.000 100.000 70.000
Liabilitas pajak tangguhan 14.535 14.535 14.535 14.535 14.535 14.535
Liabilitas imbalan kerja - jangka panjang 2.249 2.249 2.249 2.249 2.249 2.249
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 863.450 1.063.450 1.023.450 993.450 963.450 933.450
JUMLAH LIABILITAS 866.284 1.076.118 1.035.041 1.005.072 975.104 945.137
Ekuitas
Modal saham 126.472 126.472 126.472 126.472 126.472 126.472
Tambahan modal disetor 16.239 16.239 16.239 16.239 16.239 16.239
Saldo laba (rugi) (915.618) (905.752) (871.918) (838.910) (806.742) (775.426)
Penghasilan komprehensif lain 70.778 70.778 70.778 70.778 70.778 70.778
Jumlah Ekuitas (702.129) (692.263) (658.429) (625.421) (593.253) (561.937)
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 164.156 383.855 376.612 379.651 381.851 383.201
Rata-rata
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
2026-2035
Current Ratio 760,12% 49,26% 465,93% 451,12% 483,90% 512,75% 537,58%
Debt to Equity Ratio -181,05% -123,38% -155,45% -157,20% -160,70% -164,37% -168,19%
Debt to Asset Ratio 230,89% 527,72% 280,34% 274,83% 264,74% 255,36% 246,64%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk IV-22
Page 59
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES Tbk
Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian
2030 2031 2032 2033 2034 2035
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 43.101 35.222 66.856 97.986 128.600 158.680
Piutang usaha 17.339 17.339 17.339 17.339 17.339 17.339
Piutang lain-lain - - - - - -
Persediaan 4.443 4.461 4.479 4.498 4.517 4.537
Pajak dibayar dimuka 208 208 208 208 208 208
Uang muka dan biaya dibayar dimuka 347 347 347 347 347 347
Jumlah Aset Lancar 65.438 57.577 89.228 120.378 151.010 181.110
Aset Tidak Lancar
Aset keuangan lainnya 652 652 652 652 652 652
Aset tetap
Nilai perolehan 626.055 626.055 626.055 626.055 626.055 626.055
Akumulasi penyusutan 471.554 471.554 471.554 471.554 471.554 471.554
Nilai buku 154.501 154.501 154.501 154.501 154.501 154.501
Aset tetap (kapal)
Nilai perolehan 204.649 212.754 220.859 228.963 237.068 245.173
Akumulasi penyusutan 49.161 59.799 70.842 82.290 94.143 106.402
Nilai buku 155.487 152.955 150.017 146.673 142.925 138.771
Beban tanaman ditangguhkan 1.717 1.717 1.717 1.717 1.717 1.717
Aset tidak lancar lainnya 5.891 5.891 5.891 5.891 5.891 5.891
Jumlah Aset Tidak Lancar 318.247 315.714 312.776 309.433 305.685 301.531
JUMLAH ASET 383.685 373.291 402.005 429.811 456.695 482.641
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 54 54 54 54 54 54
Utang usaha (pengangkutan) 8.887 8.922 8.958 8.995 9.034 9.073
Utang lain-lain - - - - - -
Utang pajak 374 374 374 374 374 374
Biaya yang masih harus dibayar 2.406 2.406 2.406 2.406 2.406 2.406
Utang bank - - - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 11.721 11.756 11.792 11.829 11.868 11.907
Liabilitas Jangka Panjang
Utang pihak berelasi 55.087 55.087 55.087 55.087 55.087 55.087
Utang pemegang saham 791.580 791.580 791.580 791.580 791.580 791.580
Utang pemegang saham (pembelian kapal) 40.000 - - - - -
Liabilitas pajak tangguhan 14.535 14.535 14.535 14.535 14.535 14.535
Liabilitas imbalan kerja - jangka panjang 2.249 2.249 2.249 2.249 2.249 2.249
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 903.450 863.450 863.450 863.450 863.450 863.450
JUMLAH LIABILITAS 915.171 875.206 875.242 875.280 875.318 875.358
Ekuitas
Modal saham 126.472 126.472 126.472 126.472 126.472 126.472
Tambahan modal disetor 16.239 16.239 16.239 16.239 16.239 16.239
Saldo laba (rugi) (744.975) (715.404) (686.727) (658.958) (632.112) (606.206)
Penghasilan komprehensif lain 70.778 70.778 70.778 70.778 70.778 70.778
Jumlah Ekuitas (531.486) (501.915) (473.238) (445.469) (418.623) (392.717)
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 383.685 373.291 402.005 429.811 456.695 482.641
Rata-rata
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
2026-2035
Current Ratio 760,12% 558,31% 489,77% 756,68% 1017,62% 1272,44% 1521,00%
Debt to Equity Ratio -181,05% -172,19% -174,37% -184,95% -196,49% -209,09% -222,90%
Debt to Asset Ratio 230,89% 238,52% 234,46% 217,72% 203,64% 191,66% 181,37%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk IV-23
Page 60
Proyeksi Arus Kas Dengan Dilakukannya Transaksi
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES Tbk
Proyeksi Arus Kas Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian
Des 2025 2026 2027 2028 2029
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba Bersih 9.866 33.834 33.008 32.168 31.316
Depresiasi dan amortisasi 2.052 8.611 9.017 9.422 9.827
Perubahan Modal Kerja :
(Kenaikan) Penurunan Piutang usaha (19.473) 2.134 - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang lain-lain - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Persediaan (4.917) 539 (16) (16) (17)
(Kenaikan) Penurunan Pajak dibayar dimuka - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Uang muka dan biaya dibayar dimuka - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset keuangan lainnya - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Beban tanaman ditangguhkan - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset tidak lancar lainnya - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang usaha - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang usaha (pengangkutan) 9.834 (1.078) 31 32 33
Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang pajak - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Biaya yang masih harus dibayar - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas pajak tangguhan - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas imbalan kerja - jangka panjang - - - - -
Perubahan Modal Kerja (14.556) 1.595 16 16 17
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Operasi (2.639) 44.041 42.040 41.606 41.160
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
(Kenaikan) Penurunan Aset tetap - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset tetap (kapal) (164.124) (8.105) (8.105) (8.105) (8.105)
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Investasi (164.124) (8.105) (8.105) (8.105) (8.105)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Kenaikan (Penurunan) Utang bank - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang pihak berelasi - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang pemegang saham - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang pemegang saham (pembelian kapal) 200.000 (40.000) (30.000) (30.000) (30.000)
Kenaikan (Penurunan) Modal saham - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Tambahan modal disetor - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Penghasilan komprehensif lain - - - - -
Penyesuaian - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Pendanaan 200.000 (40.000) (30.000) (30.000) (30.000)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN BANK 33.237 (4.064) 3.935 3.502 3.055
KAS DAN BANK AWAL TAHUN 841 34.078 30.014 33.949 37.451
KAS DAN BANK AKHIR TAHUN 34.078 30.014 33.949 37.451 40.506
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES Tbk
Proyeksi Arus Kas Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian
2030 2031 2032 2033 2034 2035
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba Bersih 30.450 29.571 28.677 27.769 26.846 25.907
Depresiasi dan amortisasi 10.232 10.638 11.043 11.448 11.853 12.259
Perubahan Modal Kerja :
(Kenaikan) Penurunan Piutang usaha - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang lain-lain - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Persediaan (17) (18) (18) (19) (19) (20)
(Kenaikan) Penurunan Pajak dibayar dimuka - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Uang muka dan biaya dibayar dimuka - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset keuangan lainnya - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Beban tanaman ditangguhkan - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset tidak lancar lainnya - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang usaha - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang usaha (pengangkutan) 34 35 36 37 38 40
Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang pajak - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Biaya yang masih harus dibayar - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas pajak tangguhan - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas imbalan kerja - jangka panjang - - - - - -
Perubahan Modal Kerja 17 18 18 19 19 20
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Operasi 40.700 40.226 39.738 39.236 38.718 38.185
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
(Kenaikan) Penurunan Aset tetap - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset tetap (kapal) (8.105) (8.105) (8.105) (8.105) (8.105) (8.105)
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Investasi (8.105) (8.105) (8.105) (8.105) (8.105) (8.105)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Kenaikan (Penurunan) Utang bank - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang pihak berelasi - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang pemegang saham - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang pemegang saham (pembelian kapal) (30.000) (40.000) - - - -
Kenaikan (Penurunan) Modal saham - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Tambahan modal disetor - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Penghasilan komprehensif lain - - - - - -
Penyesuaian - - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Pendanaan (30.000) (40.000) - - - -
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN BANK 2.595 (7.879) 31.633 31.131 30.613 30.080
KAS DAN BANK AWAL TAHUN 40.506 43.101 35.222 66.856 97.986 128.600
KAS DAN BANK AKHIR TAHUN 43.101 35.222 66.856 97.986 128.600 158.680
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk IV-24
Page 61
Tanpa dilakukannya transaksi rata-rata EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales dan EAT/Sales
Perseroan masing-masing tidak ada karena tanpa transaksi Perseroan tidak mencatatkan
pendapatan. Sedangkan dengan dilakukannya transaksi rata-rata EBITDA/Sales, EBIT/Sales,
EBT/Sales dan EAT/Sales Perseroan setiap tahun masing-masing sebesar 40,02%, 29,99%,
29,99%, dan 28,79%. Dengan demikian dengan dilakukannya transaksi profitabilitas
Perseroan yang diukur dari EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales, dan EAT/Sales mengalami
peningkatan.
Tanpa dilakukannya transaksi likuiditas Perseroan yang diukur dengan rata-rata Current
Ratio (CR) sebesar 75,08% sedangkan dengan dilakukannya transaksi CR Perseroan menjadi
760,12%.
Tanpa dilakukannya transaksi solvabilitas Perseroan yang diukur dengan rata-rata Debt to
Equity Ratio (DER) dan Debt to Assets Ratio (DAR) masing-masing -113,87% dan 825,35%
sedangkan dengan dilakukannya transaksi DER dan DAR Perseroan menjadi -181,05% dan
230,89%.
Dengan transaksi, proyeksi posisi keuangan Perseroan menunjukan bahwa likuiditas
Perseroan mengalami peningkatan.
Dengan dan tanpa transaksi proyeksi arus kas Perseroan menunjukkan tidak ada cash
deficiency dan kelangsungan usaha Perseroan selama umur proyeksi terjamin.
4.1.6. Analisis Kelayakan Penggunaan Dana
Kelayakan investasi diukur terhadap biaya modal (Cost of Capital, WACC). Jika investasi
menghasilkan Internal Rate of Return (IRR) lebih besar atau sama dengan WACC atau Net
Present Value (NPV) positif maka usaha dan investasi tersebut layak.
4.1.6.1. Analisis Kelayakan Pembelian Kapal
Rencana transaksi adalah penerimaan pinjaman dari HJR oleh TIRT digunakan untuk
pembelian armada kapal milik LSJ, MKL, dan ASR oleh karena itu akan dilakukan analisis
kelayakan investasi TIRT.
4.1.6.1.1. Penentuan Tingkat Diskonto
Tingkat diskonto diperoleh dengan mengaplikasikan model biaya modal rata-rata
tertimbang (Weighted Average Cost Of Capital, WACC) dengan formula sebagai berikut:
WACC = Ke.We + Kd(1-T).Wd
Dimana:
WACC = Biaya modal rata-rata tertimbang
Ke = Biaya ekuitas
We = Proporsi ekuitas dalam struktur modal
Kd = Biaya utang
Wd = Proporsi utang dalam struktur modal
T = Pajak
Biaya ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capital Asset Pricing Model (CAPM).
Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas risiko ditambah premium
untuk menutup risiko sistimatis dari sekuritas saham, tambahan premi juga diperlukan untuk
dapat menarik ekuitas ke dalam suatu investasi dan untuk meliput dampak dari skala usaha
dan kondisi spesifik subjek perusahaan.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk IV-25
Page 62
Formula biaya ekuitas sebagai berikut:
Ke = Rf + ß.Rpm
Dimana:
Rf = Tingkat pendapatan bebas risiko
ß = Beta, yaitu faktor yang meliputi risiko sistematis dari suatu ekuitas
Rpm = Premi risiko ekuitas pasar
Berdasarkan uraian tersebut diatas maka biaya modal (WACC) yang merupakan tingkat
diskonto adalah sebagai berikut:
Uraian Nilai Sumber Keterangan
Harga dan Yield Obligasi Pemerintah
Penilai Harga Efek
Rf = 7,03% Republik Indonesia Tenor 30 Tahun
Indonesia
per 30 Juni 2025
RPm = 7,03% Damodaran Publikasi Juli 2025
Credit Default Spread (CDS) = 1,87% Damodaran Publikasi Juli 2025
Shipbuilding & Marine Publikasi
Unleverage Beta = 0,64 Damodaran
Januari 2025
Tax 0,00% Pajak Final
Shipbuilding & Marine Publikasi
DER Industri = 41,71% Damodaran
Januari 2025
Beta Releverage = 0,912 Hasil Perhitungan Bu x (1+((1-Tax)*DER))
Cost of Equity (Ke) = 11,56% Hasil Perhitungan (Rf+(Beta * RPm) - CDS
We = 70,57% Struktur Modal Rata-rata Industri
Wd = 29,43% Struktur Modal Rata-rata Industri
Suku bunga rata-rata pinjaman investasi Bank Pemerintah
Kd = 8,96%
dalam Rupiah Bulan Juni 2025
Tingkat Diskonto = 10,80% Hasil Perhitungan (Kd (1-T) x Wd) + (Ke x We)
Dengan demikian tingkat diskonto sebesar 10,80%.
4.1.6.1.2. Pemilihan Tingkat Pertumbuhan Perpetuitas
Nilai terminal (terminal value) diperoleh melalui kapitalisasi arus kas bersih periode kekal
dengan capitalization rate yang sesuai dengan tingkat diskonto. Dalam hal ini, asumsi yang
digunakan terhadap subjek penilaian adalah perusahaan yang bersifat going concern,
dimana perusahaan akan berjalan terus meskipun terjadi pergantian pada pemilik atau
manajemen perusahaan.
Dalam hal terdapat terminal value sebagai salah satu unsur pembentuk indikasi nilai, maka
terminal value diperoleh dengan formula:
TV = Terminal Value
FCFn = Arus kas tahun ke-n
g = Pertumbuhan perpetuitas
r = Tingkat diskonto
Dalam hal umur ekonomis objek penilaian terbatas, maka Terminal Value diganti dengan
Nilai Sisa (Residual Value) pada akhir umur ekonomis objek penilaian. Nilai sisa diperoleh
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk IV-26
Page 63
dari aset tetap ditambah dengan estimasi jumlah yang dapat direalisasikan dari modal kerja
bersih dikurangi dengan biaya-biaya yang harus dikeluarkan pada akhir periode spesifik.
Dalam perhitungan ini kami menggunakan Terminal Value dengan alasan pertimbangan
mengacu pada prinsip going concern. Kapal sebagai aset operasional memiliki umur
ekonomis terbatas namun adanya biaya capex (capital expenditure) yang dicadangkan setiap
tahun akan memperpanjang umur ekonomis kapal sehingga perusahaan dapat terus
beroperasi (going concern).
Asumsi Terminal Value yang digunakan dengan tingkat pertumbuhan sebesar 0,00%
sehingga capitalization rate yang kami gunakan adalah sebesar 10,80% - 0,00% = 10,80%.
4.1.6.1.3. Perhitungan Kelayakan Pembelian Kapal
Proyeksi keuangan TIRT dari manajemen yang telah disesuaikan adalah sebagai berikut:
Asumsi-asumsi
Proyeksi keuangan TIRT dengan dilakukannya transaksi yaitu TIRT telah memperoleh
pinjaman dari HJR untuk keperluan pembelian armada kapal, sehingga TIRT dapat beroperasi
komersial. Rincian pembelian armada kapal sebagai berikut:
Biaya Investasi
No. Nama Kapal Entitas Harga Pembelian
1 TB Bawal Mandiri I LSJ 3.000.000.000
2 TK Bawal Sejahtera I LSJ 4.300.000.000
3 TB Rita 106 LSJ 4.541.000.000
4 TK Mariam 12 ASR 6.963.000.000
5 TB Artha Sarana 58 MKL 4.390.000.000
6 TK Goldwood IV LSJ 5.298.000.000
7 TB RYL 6 MKL 17.339.000.000
8 TK Srikandi Jaya II ASR 5.298.000.000
9 TB RYL 15 MKL 18.032.000.000
10 TK Mariam 18 ASR 6.661.000.000
11 TB Mitra Jaya VII ASR 3.785.000.000
12 TK Karya 8 ASR 7.115.000.000
13 TB. RYL 9 LSJ 19.135.000.000
14 TK KC 240555 LSJ 8.175.000.000
15 TB Rita 102 LSJ 3.936.000.000
16 TK Rita 203 LSJ 9.991.000.000
17 TB Rita 109 LSJ 3.936.000.000
18 TK Mariam 6 ASR 6.207.000.000
19 TB RYL 7 LSJ 15.065.000.000
20 TK Rita 204 LSJ 8.931.000.000
Total 162.098.000.000
*) Harga pembelian tersebut belum termasuk PPN dan pajak-pajak yang menjadi kewajiban masing-masing Pihak, serta biaya-
biaya lainnya yang timbul berkenaan dengan pengalihan hak atas kapal
Jangka Waktu Proyeksi
Proyeksi keuangan disajikan mulai dari 1 Juli 2025 – 31 Desember 2035.
Laporan Laba (Rugi)
▪ Perhitungan pendapatan disajikan pada lampiran 3.
▪ Perhitungan beban pokok pendapatan disajikan pada lampiran 3.
▪ Beban penjualan diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Perhitungan beban umum dan administrasi disajikan pada lampiran 3.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk IV-27
Page 64
▪ Perhitungan penyusutan dan amortisasi dengan metode garis lurus dengan sisa umur
ekonomis yang wajar disajikan pada lampiran 1.
▪ Beban bunga diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Penghasilan bunga diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Laba (rugi) selisih kurs – neto diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Pendapatan (beban) lain-lain diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Tarif pajak diasumsikan sebesar 1,20% dari pendapatan.
Laporan Posisi Keuangan
▪ Aset lancar
− Piutang usaha diasumsikan sebesar 60 hari dari pendapatan.
− Piutang lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 30 Juni 2025.
− Persediaan diasumsikan 30 hari dari beban pokok pendapatan.
− Pajak dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 30 Juni 2025.
− Uang muka dan biaya dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan proforma
per 30 Juni 2025.
▪ Aset tidak lancar
− Aset keuangan lainnya diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 30 Juni 2025.
− Berdasarkan informasi dari manajemen, aset tetap yang ada saat ini akan
direklasifikasi sebagai aset tidak lancar lainnya sehingga diasumsikan tidak
didepresiasi.
− Aset tetap (kapal)
Nilai perolehan diasumsikan meningkat per tahun dari tahun sebelumnya sebagai
capex. Akumulasi penyusutan dihitung dengan menambahkan akumulasi
penyusutan tahun sebelumnya dengan penyusutan tahun berjalan disajikan pada
lampiran 1.
− Beban tanaman ditangguhkan diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 30
Juni 2025.
− Aset tidak lancar lainnya diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 30 Juni
2025.
▪ Liabilitas jangka pendek
− Utang usaha diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 30 Juni 2025.
− Utang usaha (pengangkutan) diasumsikan sebesar 60 hari dari beban pokok
pendapatan.
− Utang lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 30 Juni 2025.
− Utang pajak diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 30 Juni 2025.
− Biaya yang masih harus dibayar diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 30
Juni 2025.
− Utang bank diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 30 Juni 2025.
▪ Liabilitas jangka panjang
− Perhitungan utang pihak berelasi disajikan pada lampiran 2.
− Perhitungan utang pemegang saham disajikan pada lampiran 2.
− Perhitungan utang pemegang saham (pembelian kapal) disajikan pada lampiran 2.
− Liabilitas pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 30 Juni
2025.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk IV-28
Page 65
− Liabilitas imbalan kerja – jangka panjang diasumsikan tetap, sama dengan proforma
per 30 Juni 2025.
▪ Ekuitas
− Modal saham diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 30 Juni 2025.
− Tambahan modal disetor diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 30 Juni
2025.
− Saldo laba (rugi) adalah penjumlahan antara laba (rugi) bersih periode berjalan
dengan saldo (rugi) laba periode sebelumnya.
− Penghasilan komprehensif lain diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 30
Juni 2025.
Hasil Proyeksi Keuangan
Hasil proyeksi keuangan yang telah disesuaikan disajikan pada tabel berikut:
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES Tbk
Proyeksi Laba Rugi (Rp.Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian Jan-Jun Jul-Des
2026 2027 2028 2029
2025 2025
PENDAPATAN 33 29.209 104.033 104.033 104.033 104.033
BEBAN POKOK PENDAPATAN (2.248) (14.751) (52.537) (52.724) (52.917) (53.116)
LABA KOTOR (2.215) 14.458 51.497 51.309 51.116 50.918
Beban penjualan - - - - - -
Beban umum dan administrasi (5.859) (2.191) (7.803) (8.037) (8.278) (8.526)
EBITDA (8.074) 12.268 43.694 43.273 42.839 42.392
Depresiasi dan amortisasi (8.202) (2.052) (8.611) (9.017) (9.422) (9.827)
EBIT (16.276) 10.216 35.083 34.256 33.417 32.565
Beban bunga - - - - - -
Penghasilan bunga 3 - - - - -
Laba (rugi) selisih kurs - neto 9 - - - - -
Pendapatan (beban) lain-lain (5.962) - - - - -
EBT (22.226) 10.216 35.083 34.256 33.417 32.565
Pajak (4.205) (351) (1.248) (1.248) (1.248) (1.248)
LABA BERSIH (EAT) (26.431) 9.866 33.834 33.008 32.168 31.316
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
2026-2035
EBITDA/Sales 40,02% -24421,80% 42,00% 42,00% 41,60% 41,18% 40,75%
EBIT/Sales 29,99% -49233,56% 34,98% 33,72% 32,93% 32,12% 31,30%
EBT/Sales 29,99% -67232,45% 34,98% 33,72% 32,93% 32,12% 31,30%
EAT/Sales 28,79% -79952,88% 33,78% 32,52% 31,73% 30,92% 30,10%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk IV-29
Page 66
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES Tbk
Proyeksi Laba Rugi (Rp.Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian
2030 2031 2032 2033 2034 2035
PENDAPATAN 104.033 104.033 104.033 104.033 104.033 104.033
BEBAN POKOK PENDAPATAN (53.320) (53.531) (53.748) (53.972) (54.202) (54.439)
LABA KOTOR 50.713 50.502 50.285 50.062 49.831 49.594
Beban penjualan - - - - - -
Beban umum dan administrasi (8.782) (9.045) (9.317) (9.596) (9.884) (10.181)
EBITDA 41.931 41.457 40.969 40.466 39.947 39.414
Depresiasi dan amortisasi (10.232) (10.638) (11.043) (11.448) (11.853) (12.259)
EBIT 31.699 30.819 29.926 29.017 28.094 27.155
Beban bunga - - - - - -
Penghasilan bunga - - - - - -
Laba (rugi) selisih kurs - neto - - - - - -
Pendapatan (beban) lain-lain - - - - - -
EBT 31.699 30.819 29.926 29.017 28.094 27.155
Pajak (1.248) (1.248) (1.248) (1.248) (1.248) (1.248)
LABA BERSIH (EAT) 30.450 29.571 28.677 27.769 26.846 25.907
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
2026-2035
EBITDA/Sales 40,02% 40,31% 39,85% 39,38% 38,90% 38,40% 37,89%
EBIT/Sales 29,99% 30,47% 29,62% 28,77% 27,89% 27,00% 26,10%
EBT/Sales 29,99% 30,47% 29,62% 28,77% 27,89% 27,00% 26,10%
EAT/Sales 28,79% 29,27% 28,42% 27,57% 26,69% 25,80% 24,90%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk IV-30
Page 67
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES Tbk
Proyeksi Posisi Keuangan (Rp.Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
Jun 2025 Des 2025 2026 2027 2028 2029
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 841 34.078 30.014 33.949 37.451 40.506
Piutang usaha - 19.473 17.339 17.339 17.339 17.339
Piutang lain-lain - - - - - -
Persediaan - 4.917 4.378 4.394 4.410 4.426
Pajak dibayar dimuka 208 208 208 208 208 208
Uang muka dan biaya dibayar dimuka 347 347 347 347 347 347
Jumlah Aset Lancar 1.396 59.023 52.286 56.237 59.754 62.826
Aset Tidak Lancar
Aset keuangan lainnya 652 652 652 652 652 652
Aset tetap
Nilai perolehan 626.055 626.055 626.055 626.055 626.055 626.055
Akumulasi penyusutan 471.554 471.554 471.554 471.554 471.554 471.554
Nilai buku 154.501 154.501 154.501 154.501 154.501 154.501
Aset tetap (kapal)
Nilai perolehan - 164.124 172.229 180.334 188.439 196.544
Akumulasi penyusutan - 2.052 10.663 19.680 29.102 38.929
Nilai buku - 162.073 161.566 160.654 159.337 157.615
Beban tanaman ditangguhkan 1.717 1.717 1.717 1.717 1.717 1.717
Aset tidak lancar lainnya 5.891 5.891 5.891 5.891 5.891 5.891
Jumlah Aset Tidak Lancar 162.760 324.832 324.326 323.414 322.097 320.375
JUMLAH ASET 164.156 383.855 376.612 379.651 381.851 383.201
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 54 54 54 54 54 54
Utang usaha (pengangkutan) - 9.834 8.756 8.787 8.820 8.853
Utang lain-lain - - - - - -
Utang pajak 374 374 374 374 374 374
Biaya yang masih harus dibayar 2.406 2.406 2.406 2.406 2.406 2.406
Utang bank - - - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 2.834 12.668 11.590 11.621 11.654 11.687
Liabilitas Jangka Panjang
Utang pihak berelasi 55.087 55.087 55.087 55.087 55.087 55.087
Utang pemegang saham 791.580 791.580 791.580 791.580 791.580 791.580
Utang pemegang saham (pembelian kapal) - 200.000 160.000 130.000 100.000 70.000
Liabilitas pajak tangguhan 14.535 14.535 14.535 14.535 14.535 14.535
Liabilitas imbalan kerja - jangka panjang 2.249 2.249 2.249 2.249 2.249 2.249
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 863.450 1.063.450 1.023.450 993.450 963.450 933.450
JUMLAH LIABILITAS 866.284 1.076.118 1.035.041 1.005.072 975.104 945.137
Ekuitas
Modal saham 126.472 126.472 126.472 126.472 126.472 126.472
Tambahan modal disetor 16.239 16.239 16.239 16.239 16.239 16.239
Saldo laba (rugi) (915.618) (905.752) (871.918) (838.910) (806.742) (775.426)
Penghasilan komprehensif lain 70.778 70.778 70.778 70.778 70.778 70.778
Jumlah Ekuitas (702.129) (692.263) (658.429) (625.421) (593.253) (561.937)
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 164.156 383.855 376.612 379.651 381.851 383.201
Rata-rata
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
2026-2035
Current Ratio 760,12% 49,26% 465,93% 451,12% 483,90% 512,75% 537,58%
Debt to Equity Ratio -181,05% -123,38% -155,45% -157,20% -160,70% -164,37% -168,19%
Debt to Asset Ratio 230,89% 527,72% 280,34% 274,83% 264,74% 255,36% 246,64%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk IV-31
Page 68
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES Tbk
Proyeksi Posisi Keuangan (Rp.Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian
2030 2031 2032 2033 2034 2035
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 43.101 35.222 66.856 97.986 128.600 158.680
Piutang usaha 17.339 17.339 17.339 17.339 17.339 17.339
Piutang lain-lain - - - - - -
Persediaan 4.443 4.461 4.479 4.498 4.517 4.537
Pajak dibayar dimuka 208 208 208 208 208 208
Uang muka dan biaya dibayar dimuka 347 347 347 347 347 347
Jumlah Aset Lancar 65.438 57.577 89.228 120.378 151.010 181.110
Aset Tidak Lancar
Aset keuangan lainnya 652 652 652 652 652 652
Aset tetap
Nilai perolehan 626.055 626.055 626.055 626.055 626.055 626.055
Akumulasi penyusutan 471.554 471.554 471.554 471.554 471.554 471.554
Nilai buku 154.501 154.501 154.501 154.501 154.501 154.501
Aset tetap (kapal)
Nilai perolehan 204.649 212.754 220.859 228.963 237.068 245.173
Akumulasi penyusutan 49.161 59.799 70.842 82.290 94.143 106.402
Nilai buku 155.487 152.955 150.017 146.673 142.925 138.771
Beban tanaman ditangguhkan 1.717 1.717 1.717 1.717 1.717 1.717
Aset tidak lancar lainnya 5.891 5.891 5.891 5.891 5.891 5.891
Jumlah Aset Tidak Lancar 318.247 315.714 312.776 309.433 305.685 301.531
JUMLAH ASET 383.685 373.291 402.005 429.811 456.695 482.641
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 54 54 54 54 54 54
Utang usaha (pengangkutan) 8.887 8.922 8.958 8.995 9.034 9.073
Utang lain-lain - - - - - -
Utang pajak 374 374 374 374 374 374
Biaya yang masih harus dibayar 2.406 2.406 2.406 2.406 2.406 2.406
Utang bank - - - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 11.721 11.756 11.792 11.829 11.868 11.907
Liabilitas Jangka Panjang
Utang pihak berelasi 55.087 55.087 55.087 55.087 55.087 55.087
Utang pemegang saham 791.580 791.580 791.580 791.580 791.580 791.580
Utang pemegang saham (pembelian kapal) 40.000 - - - - -
Liabilitas pajak tangguhan 14.535 14.535 14.535 14.535 14.535 14.535
Liabilitas imbalan kerja - jangka panjang 2.249 2.249 2.249 2.249 2.249 2.249
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 903.450 863.450 863.450 863.450 863.450 863.450
JUMLAH LIABILITAS 915.171 875.206 875.242 875.280 875.318 875.358
Ekuitas
Modal saham 126.472 126.472 126.472 126.472 126.472 126.472
Tambahan modal disetor 16.239 16.239 16.239 16.239 16.239 16.239
Saldo laba (rugi) (744.975) (715.404) (686.727) (658.958) (632.112) (606.206)
Penghasilan komprehensif lain 70.778 70.778 70.778 70.778 70.778 70.778
Jumlah Ekuitas (531.486) (501.915) (473.238) (445.469) (418.623) (392.717)
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 383.685 373.291 402.005 429.811 456.695 482.641
Rata-rata
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
2026-2035
Current Ratio 760,12% 558,31% 489,77% 756,68% 1017,62% 1272,44% 1521,00%
Debt to Equity Ratio -181,05% -172,19% -174,37% -184,95% -196,49% -209,09% -222,90%
Debt to Asset Ratio 230,89% 238,52% 234,46% 217,72% 203,64% 191,66% 181,37%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk IV-32
Page 69
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES Tbk
Proyeksi Arus Kas (Rp.Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian
Des 2025 2026 2027 2028 2029
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba Bersih 9.866 33.834 33.008 32.168 31.316
Depresiasi dan amortisasi 2.052 8.611 9.017 9.422 9.827
Perubahan Modal Kerja :
(Kenaikan) Penurunan Piutang usaha (19.473) 2.134 - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang lain-lain - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Persediaan (4.917) 539 (16) (16) (17)
(Kenaikan) Penurunan Pajak dibayar dimuka - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Uang muka dan biaya dibayar dimuka - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset keuangan lainnya - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Beban tanaman ditangguhkan - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset tidak lancar lainnya - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang usaha - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang usaha (pengangkutan) 9.834 (1.078) 31 32 33
Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang pajak - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Biaya yang masih harus dibayar - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas pajak tangguhan - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas imbalan kerja - jangka panjang - - - - -
Perubahan Modal Kerja (14.556) 1.595 16 16 17
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Operasi (2.639) 44.041 42.040 41.606 41.160
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
(Kenaikan) Penurunan Aset tetap - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset tetap (kapal) (164.124) (8.105) (8.105) (8.105) (8.105)
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Investasi (164.124) (8.105) (8.105) (8.105) (8.105)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Kenaikan (Penurunan) Utang bank - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang pihak berelasi - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang pemegang saham - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang pemegang saham (pembelian kapal) 200.000 (40.000) (30.000) (30.000) (30.000)
Kenaikan (Penurunan) Modal saham - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Tambahan modal disetor - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Penghasilan komprehensif lain - - - - -
Penyesuaian - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Pendanaan 200.000 (40.000) (30.000) (30.000) (30.000)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN BANK 33.237 (4.064) 3.935 3.502 3.055
KAS DAN BANK AWAL TAHUN 841 34.078 30.014 33.949 37.451
KAS DAN BANK AKHIR TAHUN 34.078 30.014 33.949 37.451 40.506
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES Tbk
Proyeksi Arus Kas (Rp.Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian
2030 2031 2032 2033 2034 2035
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba Bersih 30.450 29.571 28.677 27.769 26.846 25.907
Depresiasi dan amortisasi 10.232 10.638 11.043 11.448 11.853 12.259
Perubahan Modal Kerja :
(Kenaikan) Penurunan Piutang usaha - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang lain-lain - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Persediaan (17) (18) (18) (19) (19) (20)
(Kenaikan) Penurunan Pajak dibayar dimuka - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Uang muka dan biaya dibayar dimuka - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset keuangan lainnya - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Beban tanaman ditangguhkan - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset tidak lancar lainnya - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang usaha - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang usaha (pengangkutan) 34 35 36 37 38 40
Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang pajak - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Biaya yang masih harus dibayar - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas pajak tangguhan - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Liabilitas imbalan kerja - jangka panjang - - - - - -
Perubahan Modal Kerja 17 18 18 19 19 20
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Operasi 40.700 40.226 39.738 39.236 38.718 38.185
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
(Kenaikan) Penurunan Aset tetap - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset tetap (kapal) (8.105) (8.105) (8.105) (8.105) (8.105) (8.105)
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Investasi (8.105) (8.105) (8.105) (8.105) (8.105) (8.105)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Kenaikan (Penurunan) Utang bank - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang pihak berelasi - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang pemegang saham - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang pemegang saham (pembelian kapal) (30.000) (40.000) - - - -
Kenaikan (Penurunan) Modal saham - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Tambahan modal disetor - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Penghasilan komprehensif lain - - - - - -
Penyesuaian - - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Pendanaan (30.000) (40.000) - - - -
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN BANK 2.595 (7.879) 31.633 31.131 30.613 30.080
KAS DAN BANK AWAL TAHUN 40.506 43.101 35.222 66.856 97.986 128.600
KAS DAN BANK AKHIR TAHUN 43.101 35.222 66.856 97.986 128.600 158.680
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk IV-33
Page 70
Perhitungan kelayakan pembelian kapal oleh TIRT adalah sebagai berikut:
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES Tbk
Perhitungan Kelayakan Pembelian Kapal (Rp.Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
0 1 2 3 4 5
Free Cash Flow to Firm
EAT - 9.866 33.834 33.008 32.168 31.316
(+) Penyusutan - 2.052 8.611 9.017 9.422 9.827
(+) Bunga (1-T) - - - - - -
(+/-) Perubahan Modal Kerja - (14.556) 1.595 16 16 17
(-) Capex - (164.124) (8.105) (8.105) (8.105) (8.105)
Jumlah Arus Kas Bersih - (166.763) 35.936 33.935 33.502 33.055
Terminal Value
Discount Rate 10,80%
Growth 0,00%
Terminal Caprate 10,80%
Terminal Value
Jumlah - (166.763) 35.936 33.935 33.502 33.055
Discount Rate 10,80% 10,80% 10,80% 10,80% 10,80% 10,80%
Discount Factor 1,000 0,950 0,857 0,774 0,698 0,630
Present Value - (158.429) 30.813 26.262 23.400 20.838
NPV 122.343
IRR WACC 10,80% 22,31%
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES Tbk
Perhitungan Kelayakan Pembelian Kapal (Rp.Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian
6 7 8 9 10 11
Free Cash Flow to Firm
EAT 30.450 29.571 28.677 27.769 26.846 25.907
(+) Penyusutan 10.232 10.638 11.043 11.448 11.853 12.259
(+) Bunga (1-T) - - - - - -
(+/-) Perubahan Modal Kerja 17 18 18 19 19 20
(-) Capex (8.105) (8.105) (8.105) (8.105) (8.105) (8.105)
Jumlah Arus Kas Bersih 32.595 32.121 31.633 31.131 30.613 30.080
Terminal Value
Discount Rate 10,80%
Growth 0,00%
Terminal Caprate 10,80%
Terminal Value 278.585
Jumlah 32.595 32.121 31.633 31.131 30.613 308.665
Discount Rate 10,80% 10,80% 10,80% 10,80% 10,80% 10,80%
Discount Factor 0,569 0,514 0,463 0,418 0,378 0,341
Present Value 18.545 16.495 14.661 13.022 11.558 105.178
Hasil analisis kelayakan investasi pembelian kapal oleh TIRT menunjukan bahwa investasi
adalah layak yang ditunjukan dengan nilai IRR sebesar 22,31% lebih besar dan tingkat biaya
modal sebesar 10,80% dan NPV positif sebesar Rp 122.343 juta. Dengan nilai-nilai indikator
tersebut, maka investasi adalah layak.
4.1.6.1.4. Analisis Sensitivitas Investasi
Analisis sensitivitas dilakukan terhadap adanya penurunan pendapatan dan kenaikan beban
pokok penjualan (BPP) yang berpengaruh terhadap kelayakan investasi yang digambarkan
dengan matriks sensitivitas sebagai berikut:
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk IV-34
Page 71
Analisis Sensitivitas
IRR (%) Pendapatan Menurun
BPP Meningkat 0,00% 3,35% 6,70% 10,05% 13,37% 13,38%
0,00% 22,31% 19,71% 16,96% 14,00% 10,80% 10,79%
6,35% 19,71% 16,96% 14,01% 10,77% 7,15%
12,70% 16,96% 14,01% 10,78%
19,05% 14,01% 10,78%
25,38% 10,80% 7,15%
25,39% 10,79%
Kelayakan investasi dilihat dari indikator nilai biaya modal (WACC) sebesar 10,80%, apabila
IRR > biaya modal maka investasi layak.
Berdasarkan tabel diatas, analisis sensitivitas adalah sebagai berikut:
1. Jika terjadi perubahan terhadap penurunan pendapatan dengan BPP (tetap) maka
investasi layak dengan penurunan pendapatan sampai 13,37% (IRR = 10,80%),
2. Jika pendapatan tidak berubah (tetap) maka investasi layak dengan kenaikan BPP hingga
25,38% (IRR = 10,80%),
3. Jika terjadi penurunan pendapatan dan kenaikan BPP, maka investasi layak dengan
penurunan pendapatan hingga 3,35% yang disertai dengan kenaikan BPP hingga 12,70%
(IRR = 14,01%),
4. Jika terjadi penurunan pendapatan dan kenaikan BPP, maka investasi layak dengan
penurunan pendapatan hingga 6,70% yang disertai dengan kenaikan BPP hingga 6,35%
(IRR = 14,01%).
Berdasarkan analisis sensitivitas terlihat bahwa kelayakan investasi lebih sensitif terhadap
penurunan pendapatan dibandingkan dengan kenaikan beban pokok pendapatan.
4.1.6.2. Analisis Kelayakan Pelunasan Utang
Berdasarkan analisis kemampuan keuangan TIRT untuk melunasi pinjaman pada saat jatuh
tempo dengan dilakukannya transaksi menunjukan bahwa kemampuan TIRT untuk melunasi
utang pada saat jatuh tempo cukup baik. Sumber dana TIRT untuk pembayaran utang berasal
dari arus kas aktivitas operasi.
Berdasarkan proyeksi arus kas, TIRT mampu melunasi pinjaman Rp 200.000 juta untuk
pembelian kapal dan modal kerja pada akhir tahun 2031 dengan saldo kas di akhir tahun 2031
tersebut Rp 35.222 juta dan di akhir tahun proyeksi saldo kas sebesar Rp 158.680 juta.
Berdasarkan analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa TIRT memiliki kemampuan melunasi
utang jatuh tempo atas pinjaman pembelian kapal dan modal kerja sebesar Rp 200.000 juta.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan pelunasan utang atas rencana
transaksi oleh TIRT adalah wajar.
4.1.7. Analisis Kemampuan Keuangan Untuk Melunasi Pinjaman Pada Saat Jatuh Tempo
Analisis penerimaan pinjaman dari HJR oleh TIRT dengan melakukan analisis kemampuan
keuangan TIRT untuk melunasi pinjaman saat jatuh tempo berdasarkan proyeksi keuangan
dengan transaksi dengan analisis cash management. Sumber dana TIRT untuk pembayaran
pinjaman kepada HJR berasal dari arus kas aktivitas operasi.
Proyeksi besarnya kewajiban pembayaran angsuran pokok untuk pelunasan utang selama
periode pinjaman adalah sebagai berikut:
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk IV-35
Page 72
Utang
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES Tbk
Perhitungan Pembayaran Pokok dan Bunga Utang Pemegang Saham Pembelian Kapal (Rp.Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
Jun 2025 Des 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Penarikan kredit 200.000 - - - - - -
Jumlah Utang 200.000 200.000 160.000 130.000 100.000 70.000 40.000
Bunga 0,00% - - - - - - -
Angsuran Pokok - 40.000 30.000 30.000 30.000 30.000 40.000
Saldo - 200.000 160.000 130.000 100.000 70.000 40.000 -
Catatan :
Berdasarkan informasi dari laporan keuangan, utang pemegang saham tidak dikenakan bunga
4.1.7.1. Analisis Cash Management
Analisis cash management TIRT dilakukan berdasarkan proyeksi arus kas dengan transaksi
dengan perhitungan sebagai berikut:
Analisis Cash Management (Rp.Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian
Des 2025 2026 2027 2028 2029
Kas dan bank awal tahun 841 34.078 30.014 33.949 37.451
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Operasi (2.639) 44.041 42.040 41.606 41.160
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Investasi (164.124) (8.105) (8.105) (8.105) (8.105)
Jumlah (165.922) 70.014 63.949 67.451 70.506
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Pendanaan 200.000 (40.000) (30.000) (30.000) (30.000)
Cash Surplus (deficiency) 34.078 30.014 33.949 37.451 40.506
Pendanaan untuk menutup cash deficiency - - - - -
Kas dan bank akhir tahun 34.078 30.014 33.949 37.451 40.506
Analisis Cash Management (Rp.Juta)
Tahun Proyeksi
Uraian
2030 2031 2032 2033 2034 2035
Kas dan bank awal tahun 40.506 43.101 35.222 66.856 97.986 128.600
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Operasi 40.700 40.226 39.738 39.236 38.718 38.185
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Investasi (8.105) (8.105) (8.105) (8.105) (8.105) (8.105)
Jumlah 73.101 75.222 66.856 97.986 128.600 158.680
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Pendanaan (30.000) (40.000) - - - -
Cash Surplus (deficiency) 43.101 35.222 66.856 97.986 128.600 158.680
Pendanaan untuk menutup cash deficiency - - - - - -
Kas dan bank akhir tahun 43.101 35.222 66.856 97.986 128.600 158.680
Berdasarkan analisis cash management dalam periode pinjaman dengan dilakukannya
transaksi, TIRT mampu melunasi utang jatuh tempo atas pinjaman pembelian kapal sebesar
Rp 200.000 juta dan dengan transaksi proyeksi arus kas TIRT menunjukkan tidak ada cash
deficiency.
4.2. Analisis Inkremental
Analisis inkremental untuk mengukur nilai tambah dari transaksi dengan mempertimbangkan:
− Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi dan dampaknya
terhadap proyeksi keuangan.
− Biaya dan pendapatan yang relevan.
− Informasi non keuangan yang relevan.
− Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan rencana dan nilai
transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.
− Hal-hal material lain.
4.2.1. Kontribusi Nilai Tambah
Berdasarkan proyeksi keuangan dampak dilakukannya transaksi akan meningkatkan
pendapatan dan laba Perseroan yang memberikan nilai tambah bagi Perseroan.
Analisis kontribusi nilai tambah terhadap pendapatan dan laba Perseroan dapat dihitung
sebagai berikut:
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk IV-36
Page 73
Kontribusi Nilai Tambah Terhadap Pendapatan dan Laba Perseroan (Rp.Juta)
Tahun
Uraian Jul-Des
2026 2027 2028 2029 2030
2025
Dengan Transaksi (1)
Pendapatan 29.209 104.033 104.033 104.033 104.033 104.033
EBITDA 12.268 43.694 43.273 42.839 42.392 41.931
EBIT 10.216 35.083 34.256 33.417 32.565 31.699
EBT 10.216 35.083 34.256 33.417 32.565 31.699
EAT 9.866 33.834 33.008 32.168 31.316 30.450
Tanpa Transaksi (2)
Pendapatan - - - - - -
EBITDA (8.107) (7.923) (7.923) (7.923) (7.923) (7.923)
EBIT (24.186) (31.435) (9.336) (7.923) (7.923) (7.923)
EBT (24.186) (31.435) (9.336) (7.923) (7.923) (7.923)
EAT (24.186) (31.435) (9.336) (7.923) (7.923) (7.923)
Kontribusi Nilai Tambah (1-2)
Pendapatan 29.209 104.033 104.033 104.033 104.033 104.033
EBITDA 20.374 51.617 51.195 50.761 50.314 49.854
EBIT 34.402 66.517 43.592 41.339 40.487 39.621
EBT 34.402 66.517 43.592 41.339 40.487 39.621
EAT 34.051 65.269 42.344 40.091 39.239 38.373
Kontribusi Nilai Tambah Terhadap Pendapatan dan Laba Perseroan (Rp.Juta)
Tahun
Uraian Jumlah
2031 2032 2033 2034 2035
Dengan Transaksi (1)
Pendapatan 104.033 104.033 104.033 104.033 104.033 1.069.543
EBITDA 41.457 40.969 40.466 39.947 39.414 428.649
EBIT 30.819 29.926 29.017 28.094 27.155 322.247
EBT 30.819 29.926 29.017 28.094 27.155 322.247
EAT 29.571 28.677 27.769 26.846 25.907 309.412
Tanpa Transaksi (2)
Pendapatan - - - - - -
EBITDA (7.923) (7.923) (7.923) (7.923) (7.923) (87.332)
EBIT (7.923) (7.923) (7.923) (7.923) (7.923) (128.337)
EBT (7.923) (7.923) (7.923) (7.923) (7.923) (128.337)
EAT (7.923) (7.923) (7.923) (7.923) (7.923) (128.337)
Kontribusi Nilai Tambah (1-2)
Pendapatan 104.033 104.033 104.033 104.033 104.033 1.069.543
EBITDA 49.380 48.891 48.388 47.870 47.336 515.981
EBIT 38.742 37.848 36.940 36.017 35.078 450.584
EBT 38.742 37.848 36.940 36.017 35.078 450.584
EAT 37.494 36.600 35.692 34.768 33.829 437.750
Berdasarkan hasil perhitungan, terlihat bahwa dengan dilakukannya transaksi memberikan
kontribusi nilai tambah terhadap pendapatan dan laba Perseroan. Dengan dilakukannya
transaksi, peningkatan kontribusi nilai tambah pada periode 1 Juli 2025 – 31 Desember 2035
terhadap pendapatan sebesar Rp 1.069.543 juta dan laba EBITDA, EBIT, EBT serta EAT masing-
masing sebesar Rp 515.981 juta, Rp 450.584 juta, Rp 450.584 juta, dan Rp 437.750 juta.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk IV-37
Page 74
Analisis kontribusi nilai tambah terhadap profitabilitas Perseroan dapat dihitung sebagai
berikut:
Kontribusi Nilai Tambah Terhadap Profitabilitas Perseroan
Tahun
Uraian Jul-Des
2026 2027 2028 2029 2030
2025
Dengan Transaksi (1)
EBITDA/Sales 42,00% 42,00% 41,60% 41,18% 40,75% 40,31%
EBIT/Sales 34,98% 33,72% 32,93% 32,12% 31,30% 30,47%
EBT/Sales 34,98% 33,72% 32,93% 32,12% 31,30% 30,47%
EAT/Sales 33,78% 32,52% 31,73% 30,92% 30,10% 29,27%
Tanpa Transaksi (2)
EBITDA/Sales n/a n/a n/a n/a n/a n/a
EBIT/Sales n/a n/a n/a n/a n/a n/a
EBT/Sales n/a n/a n/a n/a n/a n/a
EAT/Sales n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Kontribusi Nilai Tambah
EBITDA/Sales 42,00% 42,00% 41,60% 41,18% 40,75% 40,31%
EBIT/Sales 34,98% 33,72% 32,93% 32,12% 31,30% 30,47%
EBT/Sales 34,98% 33,72% 32,93% 32,12% 31,30% 30,47%
EAT/Sales 33,78% 32,52% 31,73% 30,92% 30,10% 29,27%
Kontribusi Nilai Tambah Terhadap Profitabilitas Perseroan
Tahun
Rata-rata
Uraian
2031 2032 2033 2034 2035 2026-2035
Dengan Transaksi (1)
EBITDA/Sales 39,85% 39,38% 38,90% 38,40% 37,89% 40,20%
EBIT/Sales 29,62% 28,77% 27,89% 27,00% 26,10% 30,45%
EBT/Sales 29,62% 28,77% 27,89% 27,00% 26,10% 30,45%
EAT/Sales 28,42% 27,57% 26,69% 25,80% 24,90% 29,25%
Tanpa Transaksi (2)
EBITDA/Sales n/a n/a n/a n/a n/a n/a
EBIT/Sales n/a n/a n/a n/a n/a n/a
EBT/Sales n/a n/a n/a n/a n/a n/a
EAT/Sales n/a n/a n/a n/a n/a n/a
Kontribusi Nilai Tambah
EBITDA/Sales 39,85% 39,38% 38,90% 38,40% 37,89% 40,20%
EBIT/Sales 29,62% 28,77% 27,89% 27,00% 26,10% 30,45%
EBT/Sales 29,62% 28,77% 27,89% 27,00% 26,10% 30,45%
EAT/Sales 28,42% 27,57% 26,69% 25,80% 24,90% 29,25%
Berdasarkan hasil perhitungan, terlihat bahwa dengan dilakukannya transaksi memberikan
konstribusi nilai tambah terhadap peningkatan profitabilitas Perseroan. Dengan dilakukannya
transaksi, kontribusi nilai tambah tahun 2026 – 2035 terhadap profitabilitas EBITDA, EBIT, EBT
dan EAT rata-rata setiap tahun masing-masing sebesar 40,20%, 30,45%, 30,45%, dan 29,25%.
Berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan dilakukannya transaksi,
Perseroan akan memperoleh nilai tambah berupa peningkatan pendapatan, laba, dan
profitabilitas yang akan menguntungkan Perseroan.
4.2.2. Biaya dan Pendapatan yang Relevan
Perseroan akan memperhatikan biaya dan pendapatan yang relevan sesuai dengan keadaan
industri dan margin laba yang diharapkan. Apabila pendapatan berkurang Perseroan akan
menurunkan biaya secara proporsional hingga margin laba yang diharapkan dapat tercapai.
Dengan demikian transaksi yang dilakukan memberikan nilai tambah bagi Perseroan.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk IV-38
Page 75
4.2.3. Informasi Non Keuangan yang Relevan
Informasi non keuangan yang relevan adalah dengan dilakukannya transaksi Perseroan memiliki
kepastian pembiayaan dengan dukungan pendanaan dari HJR untuk mendukung transformasi
bisnisnya menjadi sektor pengangkutan laut dengan cara membeli kapal sehingga Perseroan
dapat mengoptimalkan kegiatan operasionalnya yang dapat memberikan kontribusi terhadap
peningkatan laba Perseroan yang akan menguntungkan Perseroan dan shareholder.
4.2.4. Prosedur Pengambilan Keputusan Oleh Perseroan Dalam Menentukan Rencana Transaksi dan
Nilai Transaksi dengan Memperhatikan Alternatif lain
Prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dalam menentukan Rencana Transaksi dan
nilai transaksi adalah dilakukan oleh Direksi dengan persetujuan Komisaris Perseroan. Rencana
Transaksi dan nilai transaksi dengan persyaratan yang mudah, transparan dan akuntabel yang
dapat dipenuhi Perseroan sesuai dengan Peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Alternatif lain dari Rencana Transaksi apabila dilakukan dengan pihak lain tidak ada dan
Perseroan tidak mengenal pihak lain tersebut, sehingga Rencana Transaksi tidak dapat
dilaksanakan.
4.2.5. Hal-Hal Material Lainnya
Hal-hal material lainnya terkait dengan analisis inkremental dari Rencana Transaksi tidak ada.
Dengan analisis inkremental yang telah dilakukan, Penilai meyakini bahwa Rencana Transaksi
adalah wajar dan memberikan nilai tambah bagi Perseroan.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk IV-39
Page 76
BAB V
ANALISIS KEWAJARAN NILAI TRANSAKSI
Analisis kewajaran nilai transaksi meliputi :
a. Perbandingan antara nilai transaksi dengan hasil penilaian atas transaksi yang dilakukan.
b. Analisis untuk memastikan bahwa nilai transaksi memberikan nilai tambah dari transaksi yang
dilakukan.
Kewajaran nilai transaksi berdasarkan Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Pedoman
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, menyatakan bahwa batas atas dan
batas bawah pada kisaran nilai tidak melebihi 7,50% dari nilai hasil penilaian.
5.1. Hasil Penilaian Objek Transaksi
Berdasarkan Laporan Penilaian Properti No. 00145/2.0118-00/PP/04/0463/1/VIII/2025
tanggal 11 Agustus 2025 yang diterbitkan oleh KJPP Iskandar dan Rekan dan ditandatangani oleh
Penilai Publik Adhitya Anindito, menyatakan bahwa Nilai Pasar 20 (dua puluh) unit kapal milik
LSJ, MKL, dan ASR per 30 Juni 2025 adalah sejumlah Rp 165.231.000.000,- (seratus enam puluh
lima miliar dua ratus tiga puluh satu juta Rupiah).
5.2. Nilai Transaksi
Berdasarkan draft adendum kedelapan perjanjian pinjam meminjam antara TIRT dengan HJR,
TIRT berencana untuk menggunakan fasilitas pinjaman dari HJR untuk belanja modal (capital
expenditure) berupa kapal milik LSJ, MKL, dan ASR dan pemenuhan modal kerja bisnis angkutan
laut yang merupakan satu kesatuan rangkaian transaksi yang tidak terpisahkan. Berdasarkan
rencana transaksi tersebut, maka serangkaian rencana transaksi tersebut dapat dibagi menjadi
2 (dua) rencana transaksi yang tidak terpisahkan, yaitu sebagai berikut:
Rencana transaksi 1:
TIRT berencana melakukan pembelian kapal milik LSJ, MKL, dan ASR dengan jumlah sebesar
Rp 162.098.000.000,-.
Rencana transaksi 2:
TIRT berencana menerima pendanaan pinjaman dari HJR sebesar Rp 200.000.000.000,-.
5.3. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
Nilai transaksi pembelian kapal milik LSJ, MKL, dan ASR oleh TIRT adalah sebesar
Rp 162.098.000.000,- dan Nilai Pasarnya adalah Rp 165.231.000.000,- maka nilai transaksi lebih
rendah 1,90% dari Nilai Pasarnya namun masih dalam kisaran wajar. Dengan demikian kami
berpendapat bahwa nilai transaksi adalah wajar.
5.4. Analisis Besaran Dana dan Kewajaran Suku Bunga Pinjaman
Berdasarkan draft adendum kedelapan Perjanjian Pinjam Meminjam antara HJR dan TIRT,
pinjaman tidak dikenakan bunga (tidak bersifat komersial).
Berdasarkan Pasal 12 Ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2010 sebagaimana yang
telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2019 tentang Perhitungan
Penghasilan Kena Pajak dan Pelunasan Pajak Penghasilan dalam Tahun Berjalan menekankan
bahwa pinjaman tanpa bunga dari pemegang saham yang diterima oleh Wajib Pajak berbentuk
perseroan terbatas diperkenankan, jika:
1. Pinjaman tersebut berasal dari dana milik pemegang saham itu sendiri dan bukan berasal
dari pihak lain,
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk V-1
Page 77
2. Modal yang seharusnya disetor oleh pemegang saham pemberi pinjaman telah disetor
seluruhnya,
3. Pemegang saham pemberi pinjaman tidak dalam keadaan merugi, dan
4. Perseroan terbatas penerima pinjaman sedang mengalami kesulitan keuangan untuk
kelangsungan usahanya.
Berdasarkan laporan keuangan HJR per 30 Juni 2025, HJR tercatat mempunyai kas yang cukup
untuk memberikan pinjaman kepada TIRT, HJR telah menyetor modal seluruhnya, tidak dalam
keadaan merugi dan TIRT sebagai penerima pinjaman sedang mengalami kesulitan keuangan
untuk kelangsungan usahanya.
Dengan demikian pinjaman tanpa bunga yang diberikan oleh HJR kepada TIRT adalah wajar.
5.5. Analisis Kelayakan Pelunasan Utang
Berdasarkan analisis kemampuan keuangan TIRT untuk melunasi pinjaman pada saat jatuh
tempo dengan dilakukannya transaksi menunjukan bahwa kemampuan TIRT untuk melunasi
utang pada saat jatuh tempo cukup baik. Sumber dana TIRT untuk pembayaran utang adalah
dari arus kas aktivitas operasi.
Berdasarkan proyeksi arus kas, TIRT mampu melunasi pinjaman Rp 200.000 juta untuk
pembelian kapal dan modal kerja pada akhir tahun 2031 dengan saldo kas di akhir tahun 2031
tersebut Rp 35.222 juta dan di akhir tahun proyeksi saldo kas sebesar Rp 158.680 juta.
Berdasarkan analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa TIRT memiliki kemampuan melunasi
utang jatuh tempo atas pinjaman pembelian kapal dan modal kerja sebesar sebesar Rp 200.000
juta. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan pelunasan utang atas rencana
transaksi oleh TIRT adalah wajar.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan pelunasan utang atas rencana
transaksi oleh TIRT adalah wajar.
5.6. Analisis Bahwa Nilai Transaksi Memberikan Nilai Tambah dari Transaksi Yang Dilakukan
Berdasarkan hasil analisis dapat dipastikan bahwa nilai transaksi memberikan nilai tambah
sebagai berikut:
• Dengan dilakukannya transaksi, peningkatan kontribusi nilai tambah pada periode 1 Juli
2025 – 31 Desember 2035 terhadap pendapatan sebesar Rp 1.069.543 juta dan laba EBITDA,
EBIT, EBT serta EAT masing-masing sebesar Rp 515.981 juta, Rp 450.584 juta, Rp 450.584
juta, dan Rp 437.750 juta.
• Dengan dilakukannya transaksi, kontribusi nilai tambah tahun 2026 – 2035 terhadap
profitabilitas EBITDA, EBIT, EBT dan EAT rata-rata setiap tahun masing-masing sebesar
40,20%, 30,45%, 30,45%, dan 29,25%.
Berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan dilakukannya transaksi,
Perseroan akan memperoleh nilai tambah berupa peningkatan pendapatan, laba, dan
profitabilitas yang akan menguntungkan Perseroan.
Berdasarkan analisis tersebut, kami berpendapat bahwa nilai transaksi adalah wajar.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk V-2
Page 78
BAB VI
ANALISIS ATAS FAKTOR LAIN YANG RELEVAN
6.1. Analisis Ketidakpastian Rencana Pembiayaan Dalam Rencana Transaksi
Rencana transaksi merupakan pembelian kapal milik LSJ, MKL, dan ASR oleh TIRT dengan
pendanaan dari pinjaman HJR (pemegang saham TIRT).
Berdasarkan draft adendum kedelapan perjanjian pinjam meminjam dan surat komitmen antara
HJR dan TIRT, menyatakan bahwa TIRT akan menerima fasilitas pinjaman dari HJR sebanyak-
banyaknya sebesar Rp 200.000.000.000,- (dua ratus miliar Rupiah), berdasarkan surat komitmen
HJR, HJR bersedia untuk memberikan pinjaman dana tunai kepada TIRT sebesar-besarnya Rp
200.000.000.000,- (dua ratus miliar Rupiah). Dengan demikian TIRT akan menggunakan fasilitas
pinjaman dari HJR sehingga rencana transaksi pembelian kapal milik LSJ, MKL, dan ASR dapat
terpenuhi.
6.2. Analisis Ketidakpastian Nilai Tukar Mata Uang
Laporan keuangan Perseoan menggunakan Rupiah.
Analisis kemampuan uang adalah suatu proses evaluasi yang mencakup sejumlah faktor penting
yang mempengaruhi kinerja uang antara lain stabilitas nilai, likuiditas, penerimaan oleh
masyarakat, portabilitas dan kepercayaan.
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 Juni 2025 memutuskan untuk
mempertahankan BI-Rate sebesar 5,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75%, dan suku
bunga Lending Facility sebesar 6,25%. Keputusan ini sejalan dengan tetap terjaganya prakiraan
inflasi 2025 dan 2026 dalam sasaran 2,5±1%, kestabilan nilai tukar Rupiah sesuai dengan
fundamental di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi, serta perlunya untuk tetap turut
mendorong pertumbuhan ekonomi. Ke depan, Bank Indonesia akan terus mencermati ruang
penurunan BI-Rate guna mendorong pertumbuhan ekonomi, dengan tetap mempertahankan
inflasi sesuai dengan sasarannya dan stabilitas nilai tukar sesuai dengan fundamentalnya.
Sementara itu, kebijakan makroprudensial akomodatif terus dioptimalkan untuk mendukung
pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dengan berbagai strategi untuk mendorong
pertumbuhan kredit dan meningkatkan fleksibilitas pengelolaan likuiditas oleh perbankan.
Kebijakan sistem pembayaran juga diarahkan untuk turut menopang pertumbuhan ekonomi
melalui perluasan akseptasi pembayaran digital, serta penguatan infrastruktur dan konsolidasi
struktur industri sistem pembayaran.
6.3. Analisis Ketidakpastian Risiko Pasar
Berikut beberapa faktor utama yang dapat menyebabkan ketidakpastian risiko pasar dalam
industri pengangkutan laut:
1. Risiko atas Kondisi Cuaca
Kegiatan usaha Perseroan dapat dijalankan dengan lancar dalam kondisi cuaca yang
menunjang. Apabila terjadi hujan deras ataupun angin kencang yang menyebabkan gejolak
pada perairan tempat kapal Perseroan beroperasi, maka kegiatan operasional Perseroan
dapat tertunda atau terhambat. Hal ini berdampak negatif terhadap ketepatan waktu
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk VI-1
Page 79
pengiriman bauksit maupun batubara dari pelabuhan muat ke pelabuhan bongkar dan
sebaliknya. Perseroan akan melakukan mitigasi dengan cara:
a. Selalu memonitor laporan cuaca dari BMKG (team HO remind ke lapangan);
b. Dalam perjanjian angkutan laut dengan pelanggan, mencantumkan clausul force major;
c. Menerapkan SOP bahwa saat cuaca ekstrim, kapal wajib menunggu/sandar di lokasi
aman;
d. Memastikan seluruh peralatan kapal (terutama emergency) dapat berfungsi dengan
baik;
e. Selalu koordinasi dengan jetty, agen pelabuhan, mother vessel, serta pemilik kargo
untuk penyesuaian jadwal maupun meminimalisir biaya penalty/demmurage (jika ada
mother vessel demurrage)
2. Risiko Pihak Ketiga (Kecelakaan Kapal)
Wilayah atau lokasi tempat Perseroan memberikan jasa kepada pelanggannya juga
berpengaruh dalam pelaksanaan kegiatan usaha Perseroan. Di mana potensi terjadinya
kecelakaan, baik itu karena senggolan, ditabrak ataupun kandasnya kapal yang disebabkan
perairan sempit juga selalu menjadi pertimbangan dalam pemberian jasa, serta dapat
menyebabkan kapal tidak beroperasi optimal. Kecelakaan dapat saja terjadi karena
kesalahan pihak ketiga yang juga berlayar di wilayah atau lokasi perairan tersebut. Untuk
menghindari kecelakaan tersebut, Perseroan akan melakukan mitigasi dengan cara:
a. Mengasuransikan kapal Marine Hull dan Public Indemnity dengan nilai yang mencukupi;
b. Saat di perairan sempit, ataupun akan melewati pengolongan jembatan menggunakan
jasa pandu/assist;
c. Saat sandar/berthing menggunakan jasa assist;
d. Saat berada di perairan yang padat, menjaga jarak dengan kapal lain serta menjaga
batas kecepatan di RPM rendah;
e. Memastikan peta laut update, alat navigasi bekerja dengan baik, maintenance rutin atas
system kemudi utk mencegah hilangnya kendali kapal.
3. Risiko Kenaikan Harga Bahan Bakar
Risiko yang dimiliki oleh Perseroan adalah fluktuasi harga bahan bakar, namun Perseroan
akan melakukan mitigasi dengan membuat kesepakatan Rise and Fall untuk menyesuaikan
kembali harga sewa sesuai dengan fluktuasi harga bahan bakar.
6.4. Analisis Atas Jaminan Yang Terkait Dengan Transaksi
Berdasarkan dokumen Rencana Transaksi berupa Perjanjian Pinjam Meminjam antara TIRT
dengan HJR tidak dipersyaratkan adanya jaminan terkait dengan Rencana Transaksi tersebut.
6.5. Analisis Faktor Lain Yang Berpengaruh
Pendapat kewajaran ini disusun berdasarkan asumsi bahwa Transaksi yang akan dilakukan oleh
manajemen Perseroan sesuai dengan Rencana Transaksi.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk VI-2
Page 80
BAB VII
KESIMPULAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI
Hasil analisis atas nilai transaksi pembelian aset berupa kapal milik LSJ, MKL, dan ASR oleh TIRT
lebih rendah namun masih dalam kisaran Nilai Pasarnya memberikan kesimpulan bahwa nilai
transaksi adalah wajar.
Besaran dana objek transaksi yang berupa penerimaan pinjaman dari HJR oleh TIRT dapat
dilunasi pada saat jatuh tempo, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa besaran dana dari
objek transaksi adalah wajar.
Berdasarkan draft adendum kedelapan Perjanjian Pinjam Meminjam antara HJR dan TIRT,
pinjaman tidak dikenakan bunga (tidak bersifat komersial) dan memenuhi syarat-syarat
pinjaman tanpa bunga berdasarkan Pasal 12 Ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun
2010 sebagaimana yang telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2019
tentang Perhitungan Penghasilan Kena Pajak dan Pelunasan Pajak Penghasilan dalam Tahun
Berjalan, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pinjaman tanpa bunga yang diberikan oleh
HJR kepada TIRT adalah wajar.
Hasil analisis atas dampak keuangan dari transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan
pemegang saham memberikan kesimpulan bahwa dengan dilakukannya transaksi, Perseroan
akan memperoleh nilai tambah berupa peningkatan pendapatan, laba dan profitabilitas yang
akan menguntungkan Perseroan sejalan dengan kepentingan pemegang saham.
Hasil analisis atas pertimbangan bisnis dari manajemen terkait dengan transaksi terhadap
kepentingan pemegang saham adalah dengan perubahan kegiatan usaha, Perseroan berpotensi
memperoleh sumber pendapatan dan laba dari bisnis angkutan laut yang akan menguntungkan
Perseroan dan shareholder.
Berdasarkan kesimpulan dari hasil analisis tersebut diatas, maka kami berpendapat bahwa
rencana transaksi adalah wajar.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk VII-1
Page 81
LAMPIRAN Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk VII-1
Page 82
Lampiran 1
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES Tbk
Perhitungan Nilai Perolehan, Penyusutan dan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap (Rp.Juta) (Tanpa Dilakukannya Transaksi)
Umur Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
Ekonomis Jun 2025 Des 2025 2026 2027 2028 2029
ASET TETAP
A. Nilai Perolehan
Tanah 5.918 5.918 5.918 5.918 5.918 5.918
Revaluasian tanah 107.401 107.401 107.401 107.401 107.401 107.401
Bangunan dan prasarana 49.444 49.444 49.444 49.444 49.444 49.444
Mesin dan peralatan 444.947 444.947 444.947 444.947 444.947 444.947
Kendaraan 6.499 6.499 6.499 6.499 6.499 6.499
Kendaraan air 203 203 203 203 203 203
Perlengkapan kantor 11.094 11.094 11.094 11.094 11.094 11.094
Pendingin udara dan lemari es 372 372 372 372 372 372
Aset dalam pembangunan 176 176 176 176 176 176
Capex - - - - -
Akumulasi Capex - - - - -
Jumlah Nilai Perolehan 626.055 626.055 626.055 626.055 626.055 626.055
B. Penyusutan Aset Tetap
Bangunan dan prasarana 49.444 20 1.236 2.472 1.414 - -
Mesin dan peralatan 444.947 15 14.832 21.040 - - -
Kendaraan 6.499 10 - - - - -
Kendaraan air 203 10 10 0 - - -
Perlengkapan kantor 11.094 10 - - - - -
Pendingin udara dan lemari es 372 10 1 - - - -
Capex - 15 - - - - -
Jumlah Penyusutan Aset Tetap - 16.079 23.512 1.414 - -
C. Akumulasi Penyusutan
Bangunan dan prasarana 44.322 45.558 48.030 49.444 49.444 49.444
Mesin dan peralatan 409.076 423.907 444.947 444.947 444.947 444.947
Kendaraan 6.499 6.499 6.499 6.499 6.499 6.499
Kendaraan air 193 203 203 203 203 203
Perlengkapan kantor 11.094 11.094 11.094 11.094 11.094 11.094
Pendingin udara dan lemari es 371 372 372 372 372 372
Capex - - - - -
Jumlah Akumulasi Penyusutan 471.554 487.633 511.145 512.559 512.559 512.559
D. Nilai Buku
Tanah 5.918 5.918 5.918 5.918 5.918 5.918
Revaluasian tanah 107.401 107.401 107.401 107.401 107.401 107.401
Bangunan dan prasarana 5.122 3.886 1.414 - - -
Mesin dan peralatan 35.871 21.040 - - - -
Kendaraan - - - - - -
Kendaraan air 10 0 - - - -
Perlengkapan kantor - - - - - -
Pendingin udara dan lemari es 1 - - - - -
Aset dalam pembangunan 176 176 176 176 176 176
Capex - - - - - -
Jumlah Nilai Buku 154.501 138.421 114.909 113.495 113.495 113.495
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk VII-1
Page 83
Lampiran 1 (lanjutan)
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES Tbk
Perhitungan Nilai Perolehan, Penyusutan dan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap (Rp.Juta) (Tanpa Dilakukannya Transaksi)
Umur Tahun Proyeksi
Uraian
Ekonomis 2030 2031 2032 2033 2034 2035
ASET TETAP
A. Nilai Perolehan
Tanah 5.918 5.918 5.918 5.918 5.918 5.918
Revaluasian tanah 107.401 107.401 107.401 107.401 107.401 107.401
Bangunan dan prasarana 49.444 49.444 49.444 49.444 49.444 49.444
Mesin dan peralatan 444.947 444.947 444.947 444.947 444.947 444.947
Kendaraan 6.499 6.499 6.499 6.499 6.499 6.499
Kendaraan air 203 203 203 203 203 203
Perlengkapan kantor 11.094 11.094 11.094 11.094 11.094 11.094
Pendingin udara dan lemari es 372 372 372 372 372 372
Aset dalam pembangunan 176 176 176 176 176 176
Capex - - - - - -
Akumulasi Capex - - - - - -
Jumlah Nilai Perolehan 626.055 626.055 626.055 626.055 626.055 626.055
B. Penyusutan Aset Tetap
Bangunan dan prasarana 49.444 20 - - - - - -
Mesin dan peralatan 444.947 15 - - - - - -
Kendaraan 6.499 10 - - - - - -
Kendaraan air 203 10 - - - - - -
Perlengkapan kantor 11.094 10 - - - - - -
Pendingin udara dan lemari es 372 10 - - - - - -
Capex - 15 - - - - - -
Jumlah Penyusutan Aset Tetap - - - - - -
C. Akumulasi Penyusutan
Bangunan dan prasarana 49.444 49.444 49.444 49.444 49.444 49.444
Mesin dan peralatan 444.947 444.947 444.947 444.947 444.947 444.947
Kendaraan 6.499 6.499 6.499 6.499 6.499 6.499
Kendaraan air 203 203 203 203 203 203
Perlengkapan kantor 11.094 11.094 11.094 11.094 11.094 11.094
Pendingin udara dan lemari es 372 372 372 372 372 372
Capex - - - - - -
Jumlah Akumulasi Penyusutan 512.559 512.559 512.559 512.559 512.559 512.559
D. Nilai Buku
Tanah 5.918 5.918 5.918 5.918 5.918 5.918
Revaluasian tanah 107.401 107.401 107.401 107.401 107.401 107.401
Bangunan dan prasarana - - - - - -
Mesin dan peralatan - - - - - -
Kendaraan - - - - - -
Kendaraan air - - - - - -
Perlengkapan kantor - - - - - -
Pendingin udara dan lemari es - - - - - -
Aset dalam pembangunan 176 176 176 176 176 176
Capex - - - - - -
Jumlah Nilai Buku 113.495 113.495 113.495 113.495 113.495 113.495
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk VII-2
Page 84
Lampiran 1 (lanjutan)
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES Tbk
Perhitungan Nilai Perolehan, Penyusutan dan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap (Rp.Juta) (Dengan Dilakukannya Transaksi)
Umur Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
Ekonomis Jun 2025 Des 2025 2026 2027 2028 2029
ASET TETAP
A. Nilai Perolehan
Kapal 162.098 162.098 162.098 162.098 162.098 162.098
Capex 2.026 8.105 8.105 8.105 8.105
Akumulasi Capex 2.026 10.131 18.236 26.341 34.446
Jumlah Nilai Perolehan 162.098 164.124 172.229 180.334 188.439 196.544
B. Penyusutan Aset Tetap
Kapal 162.098 20 2.026 8.105 8.105 8.105 8.105
Capex - 20 25 507 912 1.317 1.722
Jumlah Penyusutan Aset Tetap - 2.052 8.611 9.017 9.422 9.827
C. Akumulasi Penyusutan
Kapal 2.026 10.131 18.236 26.341 34.446
Capex 25 532 1.444 2.761 4.483
Jumlah Akumulasi Penyusutan - 2.052 10.663 19.680 29.102 38.929
D. Nilai Buku
Kapal 162.098 160.072 151.967 143.862 135.757 127.652
Capex - 2.001 9.599 16.792 23.580 29.963
Jumlah Nilai Buku 162.098 162.073 161.566 160.654 159.337 157.615
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES Tbk
Perhitungan Nilai Perolehan, Penyusutan dan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap (Rp.Juta) (Dengan Dilakukannya Transaksi)
Umur Tahun Proyeksi
Uraian
Ekonomis 2030 2031 2032 2033 2034 2035
ASET TETAP
A. Nilai Perolehan
Kapal 162.098 162.098 162.098 162.098 162.098 162.098
Capex 8.105 8.105 8.105 8.105 8.105 8.105
Akumulasi Capex 42.551 50.656 58.761 66.865 74.970 83.075
Jumlah Nilai Perolehan 204.649 212.754 220.859 228.963 237.068 245.173
B. Penyusutan Aset Tetap
Kapal 162.098 20 8.105 8.105 8.105 8.105 8.105 8.105
Capex - 20 2.128 2.533 2.938 3.343 3.749 4.154
Jumlah Penyusutan Aset Tetap 10.232 10.638 11.043 11.448 11.853 12.259
C. Akumulasi Penyusutan
Kapal 42.551 50.656 58.761 66.865 74.970 83.075
Capex 6.611 9.143 12.081 15.425 19.173 23.327
Jumlah Akumulasi Penyusutan 49.161 59.799 70.842 82.290 94.143 106.402
D. Nilai Buku
Kapal 119.547 111.442 103.337 95.233 87.128 79.023
Capex 35.940 41.512 46.679 51.441 55.797 59.748
Jumlah Nilai Buku 155.487 152.955 150.017 146.673 142.925 138.771
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk VII-3
Page 85
Lampiran 2
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES Tbk
Perhitungan Pembayaran Pokok dan Bunga Utang Pihak Berelasi (Rp.Juta) (Tanpa Transaksi)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
Jun 2025 Des 2025 2026 2027 2028 2029
Penarikan kredit
Jumlah Utang 55.087 55.087 55.087 55.087 55.087
Bunga 0,00% - - - - -
Angsuran Pokok - - - - -
Saldo 55.087 55.087 55.087 55.087 55.087 55.087
Catatan :
Berdasarkan informasi dari laporan keuangan, utang pihak berelasi tidak dikenakan bunga
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES Tbk
Perhitungan Pembayaran Pokok dan Bunga Utang Pihak Berelasi (Rp.Juta) (Tanpa Transaksi)
Tahun Proyeksi
Uraian
2030 2031 2032 2033 2034 2035
Penarikan kredit
Jumlah Utang 55.087 55.087 55.087 55.087 55.087 55.087
Bunga 0,00% - - - - - -
Angsuran Pokok - - - - - -
Saldo 55.087 55.087 55.087 55.087 55.087 55.087
Catatan :
Berdasarkan informasi dari laporan keuangan, utang pihak berelasi tidak dikenakan bunga
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES Tbk
Perhitungan Pembayaran Pokok dan Bunga Utang Pemegang Saham (Rp.Juta) (Tanpa Transaksi)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
Jun 2025 Des 2025 2026 2027 2028 2029
Penarikan kredit 8.000 8.000 8.000 8.000 8.000
Jumlah Utang 799.580 807.580 815.580 823.580 831.580
Bunga 0,00% - - - - -
Angsuran Pokok
Saldo 791.580 799.580 807.580 815.580 823.580 831.580
Catatan :
Berdasarkan informasi dari laporan keuangan, utang pemegang saham tidak dikenakan bunga
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES Tbk
Perhitungan Pembayaran Pokok dan Bunga Utang Pemegang Saham (Rp.Juta) (Tanpa Transaksi)
Tahun Proyeksi
Uraian
2030 2031 2032 2033 2034 2035
Penarikan kredit 8.000 8.000 8.000 8.000 8.000 8.000
Jumlah Utang 839.580 847.580 855.580 863.580 871.580 879.580
Bunga 0,00% - - - - - -
Angsuran Pokok
Saldo 839.580 847.580 855.580 863.580 871.580 879.580
Catatan :
Berdasarkan informasi dari laporan keuangan, utang pemegang saham tidak dikenakan bunga
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk VII-4
Page 86
Lampiran 2 (lanjutan)
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES Tbk
Perhitungan Pembayaran Pokok dan Bunga Utang Pihak Berelasi (Rp.Juta) (Dengan Transaksi)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
Jun 2025 Des 2025 2026 2027 2028 2029
Penarikan kredit - - - - -
Jumlah Utang 55.087 55.087 55.087 55.087 55.087
Bunga 0,00% - - - - -
Angsuran Pokok
Saldo 55.087 55.087 55.087 55.087 55.087 55.087
Catatan :
Berdasarkan informasi dari laporan keuangan, utang pihak berelasi tidak dikenakan bunga
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES Tbk
Perhitungan Pembayaran Pokok dan Bunga Utang Pihak Berelasi (Rp.Juta) (Dengan Transaksi)
Tahun Proyeksi
Uraian
2030 2031 2032 2033 2034 2035
Penarikan kredit - - - - - -
Jumlah Utang 55.087 55.087 55.087 55.087 55.087 55.087
Bunga 0,00% - - - - - -
Angsuran Pokok
Saldo 55.087 55.087 55.087 55.087 55.087 55.087
Catatan :
Berdasarkan informasi dari laporan keuangan, utang pihak berelasi tidak dikenakan bunga
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES Tbk
Perhitungan Pembayaran Pokok dan Bunga Utang Pemegang Saham (Rp.Juta) (Dengan Transaksi)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
Jun 2025 Des 2025 2026 2027 2028 2029
Penarikan kredit - - - - -
Jumlah Utang 791.580 791.580 791.580 791.580 791.580
Bunga 0,00% - - - - -
Angsuran Pokok
Saldo 791.580 791.580 791.580 791.580 791.580 791.580
Catatan :
Berdasarkan informasi dari laporan keuangan, utang pemegang saham tidak dikenakan bunga
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES Tbk
Perhitungan Pembayaran Pokok dan Bunga Utang Pemegang Saham (Rp.Juta) (Dengan Transaksi)
Tahun Proyeksi
Uraian
2030 2031 2032 2033 2034 2035
Penarikan kredit - - - - - -
Jumlah Utang 791.580 791.580 791.580 791.580 791.580 791.580
Bunga 0,00% - - - - - -
Angsuran Pokok
Saldo 791.580 791.580 791.580 791.580 791.580 791.580
Catatan :
Berdasarkan informasi dari laporan keuangan, utang pemegang saham tidak dikenakan bunga
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk VII-5
Page 87
Lampiran 2 (lanjutan)
PT TIRTA MAHAKAM RESOURCES Tbk
Perhitungan Pembayaran Pokok dan Bunga Utang Pemegang Saham Pembelian Kapal (Rp.Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
Jun 2025 Des 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031
Penarikan kredit 200.000 - - - - - -
Jumlah Utang 200.000 200.000 160.000 130.000 100.000 70.000 40.000
Bunga 0,00% - - - - - - -
Angsuran Pokok - 40.000 30.000 30.000 30.000 30.000 40.000
Saldo - 200.000 160.000 130.000 100.000 70.000 40.000 -
Catatan :
Berdasarkan informasi dari laporan keuangan, utang pemegang saham tidak dikenakan bunga
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk VII-6
Page 88
Lampiran 3
Proyeksi Pendapatan (Rp.000)
Tahun Tahun Proyeksi
No. Uraian Satuan 0 1 2 3 4 5
Jan-Jun 2025 Jul-Des 2025 2026 2027 2028 2029
1 TB Bawal Mandiri I & TK Bawal Sejahtera I
Time Charter
Jumlah pasangan kapal Unit 1 1 1 1 1
Jumlah bulan Bulan 6 12 12 12 12
Jumlah bulan operasi Bulan 3 11 11 11 11
Tingkat okupansi (%) 50,00% 91,67% 91,67% 91,67% 91,67%
Kenaikan tarif sewa (%) 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Tarif sewa Rp.000/Bulan 250.000 250.000 250.000 250.000 250.000
Pendapatan Rp.000 1.250.000 750.000 2.750.000 2.750.000 2.750.000 2.750.000
2 TB Rita 106 & TK Mariam 12
Freight Charter
Jumlah pasangan kapal Unit 1 1 1 1 1 1
Kapasitas muatan MT 3.500 3.500 3.500 3.500 3.500 3.500
Tingkat okupansi muatan (%) 0,03% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Jumlah trip Trip 19,00 10,00 27,00 27,00 27,00 27,00
Muatan MT 19 35.000 94.500 94.500 94.500 94.500
Kenaikan tarif sewa (%) 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Tarif sewa Rp.000/MT 3,52 56,82 56,82 56,82 56,82 56,82
Pendapatan Rp.000 67 1.988.543 5.369.065 5.369.065 5.369.065 5.369.065
3 TB Artha Sarana 58 & TK Goldwood IV
Freight Charter
Jumlah pasangan kapal Unit 1 1 1 1 1 1
Kapasitas muatan MT 2.500 2.500 2.500 2.500 2.500 2.500
Tingkat okupansi muatan (%) 0,04% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Jumlah trip Trip 20,00 10,00 27,00 27,00 27,00 27,00
Muatan MT 20 25.000 67.500 67.500 67.500 67.500
Kenaikan tarif sewa (%) 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Tarif sewa Rp.000/MT 2,46 56,82 56,82 56,82 56,82 56,82
Pendapatan Rp.000 49 1.420.388 3.835.046 3.835.046 3.835.046 3.835.046
4 TB RYL 6 & TK Srikandi Jaya II
Freight Charter
Jumlah pasangan kapal Unit 1 1 1 1 1 1
Kapasitas muatan MT 3.500 3.500 3.500 3.500 3.500 3.500
Tingkat okupansi muatan (%) 0,03% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Jumlah trip Trip 18,00 9,00 27,00 27,00 27,00 27,00
Muatan MT 18 31.500 94.500 94.500 94.500 94.500
Kenaikan tarif sewa (%) 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Tarif sewa Rp.000/MT 3,40 56,82 56,82 56,82 56,82 56,82
Pendapatan Rp.000 61 1.789.688 5.369.065 5.369.065 5.369.065 5.369.065
5 TB RYL 15 & TK Mariam 18
Freight Charter
Jumlah pasangan kapal Unit 1 1 1 1 1 1
Kapasitas muatan MT 3.300 3.300 3.300 3.300 3.300 3.300
Tingkat okupansi muatan (%) 0,03% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Jumlah trip Trip 9,00 5,00 27,00 27,00 27,00 27,00
Muatan MT 9 16.500 89.100 89.100 89.100 89.100
Kenaikan tarif sewa (%) 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Tarif sewa Rp.000/MT 3,38 56,82 56,82 56,82 56,82 56,82
Pendapatan Rp.000 30 937.456 5.062.261 5.062.261 5.062.261 5.062.261
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk VII-7
Page 89
Lampiran 3 (lanjutan)
Proyeksi Pendapatan (Rp.000)
Tahun Tahun Proyeksi
No. Uraian Satuan 0 1 2 3 4 5
Jan-Jun 2025 Jul-Des 2025 2026 2027 2028 2029
6 TB Mitra Jaya VII & TK Karya 8
Freight Charter
Jumlah pasangan kapal Unit 1 1 1 1 1 1
Kapasitas muatan MT 4.500 4.500 4.500 4.500 4.500 4.500
Tingkat okupansi muatan (%) 0,02% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Jumlah trip Trip 23,00 12,00 36,00 36,00 36,00 36,00
Muatan MT 23 54.000 162.000 162.000 162.000 162.000
Kenaikan tarif sewa (%) 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Tarif sewa Rp.000/MT 4,50 105,00 105,00 105,00 105,00 105,00
Pendapatan Rp.000 103 5.670.000 17.010.000 17.010.000 17.010.000 17.010.000
7 TB RYL 9 & TK KC 240555
Freight Charter
Jumlah pasangan kapal Unit 1 1 1 1 1 1
Kapasitas muatan MT 4.500 4.500 4.500 4.500 4.500 4.500
Tingkat okupansi muatan (%) 0,02% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Jumlah trip Trip 15,00 8,00 36,00 36,00 36,00 36,00
Muatan MT 15 36.000 162.000 162.000 162.000 162.000
Kenaikan tarif sewa (%) 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Tarif sewa Rp.000/MT 4,49 105,00 105,00 105,00 105,00 105,00
Pendapatan Rp.000 67 3.780.000 17.010.000 17.010.000 17.010.000 17.010.000
8 TB Rita 102 & TK Rita 203
Freight Charter
Jumlah pasangan kapal Unit 1 1 1 1 1 1
Kapasitas muatan MT 4.700 4.700 4.700 4.700 4.700 4.700
Tingkat okupansi muatan (%) 0,02% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Jumlah trip Trip 22,00 11,00 36,00 36,00 36,00 36,00
Muatan MT 22 51.700 169.200 169.200 169.200 169.200
Kenaikan tarif sewa (%) 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Tarif sewa Rp.000/MT 4,75 105,00 105,00 105,00 105,00 105,00
Pendapatan Rp.000 104 5.428.500 17.766.000 17.766.000 17.766.000 17.766.000
9 TB Rita 109 & TK Mariam 6
Freight Charter
Jumlah pasangan kapal Unit 1 1 1 1 1 1
Kapasitas muatan MT 3.200 3.200 3.200 3.200 3.200 3.200
Tingkat okupansi muatan (%) 0,03% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Jumlah trip Trip 12,00 6,00 36,00 36,00 36,00 36,00
Muatan MT 12 19.200 115.200 115.200 115.200 115.200
Kenaikan tarif sewa (%) 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Tarif sewa Rp.000/MT 3,17 105,00 105,00 105,00 105,00 105,00
Pendapatan Rp.000 38 2.016.000 12.096.000 12.096.000 12.096.000 12.096.000
10 TB RYL 7 & TK Rita 204
Freight Charter
Jumlah pasangan kapal Unit 1 1 1 1 1 1
Kapasitas muatan MT 4.700 4.700 4.700 4.700 4.700 4.700
Tingkat okupansi muatan (%) 0,02% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Jumlah trip Trip 21,00 11,00 36,00 36,00 36,00 36,00
Muatan MT 21 51.700 169.200 169.200 169.200 169.200
Kenaikan tarif sewa (%) 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Tarif sewa Rp.000/MT 4,66 105,00 105,00 105,00 105,00 105,00
Pendapatan Rp.000 98 5.428.500 17.766.000 17.766.000 17.766.000 17.766.000
TOTAL PENDAPATAN Rp.000 1.250.619 29.209.074 104.033.437 104.033.437 104.033.437 104.033.437
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk VII-8
Page 90
Lampiran 3 (lanjutan)
Proyeksi Pendapatan (Rp.000)
Tahun Proyeksi
No. Uraian Satuan 6 7 8 9 10 11
2030 2031 2032 2033 2034 2035
1 TB Bawal Mandiri I & TK Bawal Sejahtera I
Time Charter
Jumlah pasangan kapal Unit 1 1 1 1 1 1
Jumlah bulan Bulan 12 12 12 12 12 12
Jumlah bulan operasi Bulan 11 11 11 11 11 11
Tingkat okupansi (%) 91,67% 91,67% 91,67% 91,67% 91,67% 91,67%
Kenaikan tarif sewa (%) 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Tarif sewa Rp.000/Bulan 250.000 250.000 250.000 250.000 250.000 250.000
Pendapatan Rp.000 2.750.000 2.750.000 2.750.000 2.750.000 2.750.000 2.750.000
2 TB Rita 106 & TK Mariam 12
Freight Charter
Jumlah pasangan kapal Unit 1 1 1 1 1 1
Kapasitas muatan MT 3.500 3.500 3.500 3.500 3.500 3.500
Tingkat okupansi muatan (%) 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Jumlah trip Trip 27,00 27,00 27,00 27,00 27,00 27,00
Muatan MT 94.500 94.500 94.500 94.500 94.500 94.500
Kenaikan tarif sewa (%) 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Tarif sewa Rp.000/MT 56,82 56,82 56,82 56,82 56,82 56,82
Pendapatan Rp.000 5.369.065 5.369.065 5.369.065 5.369.065 5.369.065 5.369.065
3 TB Artha Sarana 58 & TK Goldwood IV
Freight Charter
Jumlah pasangan kapal Unit 1 1 1 1 1 1
Kapasitas muatan MT 2.500 2.500 2.500 2.500 2.500 2.500
Tingkat okupansi muatan (%) 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Jumlah trip Trip 27,00 27,00 27,00 27,00 27,00 27,00
Muatan MT 67.500 67.500 67.500 67.500 67.500 67.500
Kenaikan tarif sewa (%) 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Tarif sewa Rp.000/MT 56,82 56,82 56,82 56,82 56,82 56,82
Pendapatan Rp.000 3.835.046 3.835.046 3.835.046 3.835.046 3.835.046 3.835.046
4 TB RYL 6 & TK Srikandi Jaya II
Freight Charter
Jumlah pasangan kapal Unit 1 1 1 1 1 1
Kapasitas muatan MT 3.500 3.500 3.500 3.500 3.500 3.500
Tingkat okupansi muatan (%) 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Jumlah trip Trip 27,00 27,00 27,00 27,00 27,00 27,00
Muatan MT 94.500 94.500 94.500 94.500 94.500 94.500
Kenaikan tarif sewa (%) 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Tarif sewa Rp.000/MT 56,82 56,82 56,82 56,82 56,82 56,82
Pendapatan Rp.000 5.369.065 5.369.065 5.369.065 5.369.065 5.369.065 5.369.065
5 TB RYL 15 & TK Mariam 18
Freight Charter
Jumlah pasangan kapal Unit 1 1 1 1 1 1
Kapasitas muatan MT 3.300 3.300 3.300 3.300 3.300 3.300
Tingkat okupansi muatan (%) 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Jumlah trip Trip 27,00 27,00 27,00 27,00 27,00 27,00
Muatan MT 89.100 89.100 89.100 89.100 89.100 89.100
Kenaikan tarif sewa (%) 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Tarif sewa Rp.000/MT 56,82 56,82 56,82 56,82 56,82 56,82
Pendapatan Rp.000 5.062.261 5.062.261 5.062.261 5.062.261 5.062.261 5.062.261
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk VII-9
Page 91
Lampiran 3 (lanjutan)
Proyeksi Pendapatan (Rp.000)
Tahun Proyeksi
No. Uraian Satuan 6 7 8 9 10 11
2030 2031 2032 2033 2034 2035
6 TB Mitra Jaya VII & TK Karya 8
Freight Charter
Jumlah pasangan kapal Unit 1 1 1 1 1 1
Kapasitas muatan MT 4.500 4.500 4.500 4.500 4.500 4.500
Tingkat okupansi muatan (%) 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Jumlah trip Trip 36,00 36,00 36,00 36,00 36,00 36,00
Muatan MT 162.000 162.000 162.000 162.000 162.000 162.000
Kenaikan tarif sewa (%) 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Tarif sewa Rp.000/MT 105,00 105,00 105,00 105,00 105,00 105,00
Pendapatan Rp.000 17.010.000 17.010.000 17.010.000 17.010.000 17.010.000 17.010.000
7 TB RYL 9 & TK KC 240555
Freight Charter
Jumlah pasangan kapal Unit 1 1 1 1 1 1
Kapasitas muatan MT 4.500 4.500 4.500 4.500 4.500 4.500
Tingkat okupansi muatan (%) 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Jumlah trip Trip 36,00 36,00 36,00 36,00 36,00 36,00
Muatan MT 162.000 162.000 162.000 162.000 162.000 162.000
Kenaikan tarif sewa (%) 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Tarif sewa Rp.000/MT 105,00 105,00 105,00 105,00 105,00 105,00
Pendapatan Rp.000 17.010.000 17.010.000 17.010.000 17.010.000 17.010.000 17.010.000
8 TB Rita 102 & TK Rita 203
Freight Charter
Jumlah pasangan kapal Unit 1 1 1 1 1 1
Kapasitas muatan MT 4.700 4.700 4.700 4.700 4.700 4.700
Tingkat okupansi muatan (%) 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Jumlah trip Trip 36,00 36,00 36,00 36,00 36,00 36,00
Muatan MT 169.200 169.200 169.200 169.200 169.200 169.200
Kenaikan tarif sewa (%) 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Tarif sewa Rp.000/MT 105,00 105,00 105,00 105,00 105,00 105,00
Pendapatan Rp.000 17.766.000 17.766.000 17.766.000 17.766.000 17.766.000 17.766.000
9 TB Rita 109 & TK Mariam 6
Freight Charter
Jumlah pasangan kapal Unit 1 1 1 1 1 1
Kapasitas muatan MT 3.200 3.200 3.200 3.200 3.200 3.200
Tingkat okupansi muatan (%) 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Jumlah trip Trip 36,00 36,00 36,00 36,00 36,00 36,00
Muatan MT 115.200 115.200 115.200 115.200 115.200 115.200
Kenaikan tarif sewa (%) 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Tarif sewa Rp.000/MT 105,00 105,00 105,00 105,00 105,00 105,00
Pendapatan Rp.000 12.096.000 12.096.000 12.096.000 12.096.000 12.096.000 12.096.000
10 TB RYL 7 & TK Rita 204
Freight Charter
Jumlah pasangan kapal Unit 1 1 1 1 1 1
Kapasitas muatan MT 4.700 4.700 4.700 4.700 4.700 4.700
Tingkat okupansi muatan (%) 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Jumlah trip Trip 36,00 36,00 36,00 36,00 36,00 36,00
Muatan MT 169.200 169.200 169.200 169.200 169.200 169.200
Kenaikan tarif sewa (%) 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Tarif sewa Rp.000/MT 105,00 105,00 105,00 105,00 105,00 105,00
Pendapatan Rp.000 17.766.000 17.766.000 17.766.000 17.766.000 17.766.000 17.766.000
TOTAL PENDAPATAN Rp.000 104.033.437 104.033.437 104.033.437 104.033.437 104.033.437 104.033.437
Proyeksi Beban Pokok Pendapatan
(Rp.000)
Tahun Proyeksi
Uraian 1 2 3 4 5
Jul-Des 2025 2026 2027 2028 2029
Kenaikan salaries & allowances 3,00% 3,00% 3,00%
Salaries & allowances 6,00% Terhadap pendapatan 1.752.544 6.242.006 6.429.266 6.622.144 6.820.809
Fuel cost 25,00% Terhadap pendapatan 7.302.269 26.008.359 26.008.359 26.008.359 26.008.359
Other cost (incl. biaya agen, asuransi kapal, perbaikan) 19,50% Terhadap pendapatan 5.695.769 20.286.520 20.286.520 20.286.520 20.286.520
Beban Pokok Pendapatan 14.750.582 52.536.886 52.724.146 52.917.024 53.115.688
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk VII-10
Page 92
Lampiran 3 (lanjutan)
Proyeksi Beban Pokok Pendapatan
(Rp.000)
Tahun Proyeksi
Uraian 6 7 8 9 10 11
2030 2031 2032 2033 2034 2035
Kenaikan salaries & allowances 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00%
Salaries & allowances 6,00% Terhadap pendapatan 7.025.433 7.236.196 7.453.282 7.676.880 7.907.187 8.144.402
Fuel cost 25,00% Terhadap pendapatan 26.008.359 26.008.359 26.008.359 26.008.359 26.008.359 26.008.359
Other cost (incl. biaya agen, asuransi kapal, perbaikan) 19,50% Terhadap pendapatan 20.286.520 20.286.520 20.286.520 20.286.520 20.286.520 20.286.520
Beban Pokok Pendapatan 53.320.312 53.531.075 53.748.161 53.971.760 54.202.066 54.439.282
Proyeksi Beban Umum dan Administrasi
(Rp.000)
Tahun Proyeksi
Uraian 1 2 3 4 5
Jul-Des 2025 2026 2027 2028 2029
Kenaikan beban umum dan administrasi 3,00% 0,00% 3,00% 3,00% 3,00%
Proporsi beban beban umum dan administrasi 7,50% terhadap pendapatan 2.190.681 7.802.508 8.036.583 8.277.680 8.526.011
Beban umum dan administrasi 2.190.681 7.802.508 8.036.583 8.277.680 8.526.011
Proyeksi Beban Umum dan Administrasi
(Rp.000)
Tahun Proyeksi
Uraian 6 7 8 9 10 11
2030 2031 2032 2033 2034 2035
Kenaikan beban umum dan administrasi 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00%
Proporsi beban beban umum dan administrasi 7,50% terhadap pendapatan 8.781.791 9.045.245 9.316.602 9.596.100 9.883.983 10.180.503
Beban umum dan administrasi 8.781.791 9.045.245 9.316.602 9.596.100 9.883.983 10.180.503
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Tirta Mahakam Resources Tbk VII-11
Page 93
Page 94
Page 95
Page 96
Page 97
Page 98
Page 99
Page 100
Page 101
Page 102
Page 103
Page 104
Page 105
Page 106
Page 107
Page 108
Page 109
Page 110
Page 111
Page 112
Names mentioned 64 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT LIMA SRIKANDI JAYA
p.1 ×8
unresolved
org
PT MITRA KEMAKMURAN LINE
p.1 ×6
unresolved
org
PT ANTAR SARANA REKASA OLEH
p.1
unresolved
org
KJPP ISKANDAR DAN REKAN
p.1 ×5
unresolved
org
PT Antar Sarana Rekasa
p.2 ×5
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan
p.2 ×4
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar
p.2 ×4
unresolved
org
KJPP IDR
p.2 ×18
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.2 ×3
unresolved
org
S. Mannan
p.4 ×13
unresolved
org
Ardiansyah & Rekan
p.4 ×13
unresolved
person
Radithe Pramudito
p.6
unresolved
person
Sigit E. Purnomo
p.6
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik KJPP IDR
p.9
unresolved
org
PT Harita Jayaraya TIRT
p.20
unresolved
org
PT Lima Srikandi
p.20
unresolved
org
PT Mitra Kemakmuran Line ASR
p.20
unresolved
org
PT Antar Sarana Rekasa Pendapat Kewajaran
p.20
unresolved
person
Kartini Muljadi
p.24
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.24 ×2
unresolved
person
Leolin Jayayanti
p.24
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.24 ×6
unresolved
org
PT Tirta Mahakam Pywood Industry
p.24
unresolved
person
Jony Frederik Berthold Tumbelaka Sinjal
· Notaris
p.25
unresolved
org
PT Buana Jaya-Raya Jakarta Mining
p.25
unresolved
person
Ida Waty Salim
p.25
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.25 ×4
unresolved
org
PT Harita Guna Dharma Bhakti
p.25
unresolved
—
: Lim Lisa Rita Indriawati
p.25
unresolved
—
: Willy Heriadi
p.25
unresolved
—
III-2
p.25
unresolved
person
Eliwaty Tjitra
· Notaris
p.26
unresolved
person
Marichicha Puicha L. Sianturi
· Notaris
p.26 ×2
unresolved
—
: Ferry Kadi
p.26 ×3
unresolved
—
: Suyatno
p.26 ×3
unresolved
—
: Alex Justinan Irawan
p.26 ×3
unresolved
person
Titik Krisna Murti WH
· Notaris
p.26 ×2
unresolved
org
Menteri Pendapat Kewajaran
p.26
unresolved
—
III-3
p.26
unresolved
person
Yulida Vincestra
· Notaris
p.27 ×3
unresolved
org
PT Citra Duta Jaya Makmur
p.27 ×2
unresolved
person
Hidayat
· Notaris
p.27
unresolved
person
Pengganti Adlan Yulizur
p.27
unresolved
person
Haji Rizul Sudarmadi
· Notaris
p.27
unresolved
—
III-4
p.27
unresolved
—
III-5
p.28
unresolved
org
Pusat Statistik Struktur PDB Indonesia
p.29 ×2
unresolved
org
Pusat Statistik Pertumbuhan Ekonomi Semester I-
p.29 ×2
unresolved
org
Pusat Statistik
p.31 ×3
unresolved
org
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
p.32 ×2
unresolved
org
Bank Pemerintah Kd
p.62
unresolved
org
Bank Indonesia
p.78 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.364
19389 ms
12 Sep 2026 22:36
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [{'area_sqm': None,
'category': 'LOAN',
'description': 'yang berupa penerimaan pinjaman dari HJR oleh '
'TIRT dapat dilunasi pada'}],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': 'yang berupa penerimaan pinjaman dari HJR oleh TIRT dapat '
'dilunasi pada',
'object_truncated': True,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}