Skip to content
Back to announcement

20250815_COCO_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31933451_lamp1.pdf

Other Needs review COCO

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 18

Page 1
                                                                  Sumedang, 15 Agustus 2025

No.         : 011/WIN-IDX/VIII/2025
Perihal     : Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa
Lampiran    :-

Kepada,
PT Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia
Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53
Jakarta 12190

u.p :   Yth. Bapak I Gede Nyoman Yetna - Direktur PP1
        Yth. Ibu Vera Florida - Kepala Divisi PP1

Dengan Hormat,

Sehubungan dengan surat dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI) No. S-09239/BEI.PP1/08-2025 tanggal
12 Agustus 2025, Perihal Permintaan Penjelasan Bursa, yang diterima pada tanggal 13 Agustus 2025
melalui Sarana Pelaporan Elektronik Terintegrasi Emiten Dan Perusahaan Publik (www.idxnet.co.id),
bersama ini kami, PT Wahana Interfood Nusantara Tbk. (“Perseroan” atau “kami”), sampaikan
penjelasan dan tanggapan sebagai berikut:

1. Berdasarkan CALK nomor 4, terdapat penurunan pada Kas dan Setara Kas sebesar 71,01% dari
   sebelumnya sebesar Rp2,54 miliar per 31 Desember 2024 menjadi Rp736,04 juta per 31 Maret
   2025. Penurunan terutama berasal dari berkurangnya saldo kas pada PT Bank Sinarmas Tbk dan
   PT Bank Central Asia Tbk dari sebelumnya masing-masing sebesar Rp1,04 miliar dan Rp1,37
   miliar menjadi Rp 360,87 juta dan Rp267,67 juta. Agar dijelaskan terkait:
   a. Penyebab utama penurunan Kas dan Setara Kas sebesar 71,01% dari Rp2,54 miliar pada 31
       Desember 2024 menjadi Rp736,04 juta pada 31 Maret 2025?
       Penjelasan Perseroan
       Penurunan saldo kas dan setara kas pada 31 Maret 2025 sebesar Rp 1,80 miliar atau sebesar
       Rp 71,01% utamanya dikontribusikan untuk penggunaan kas bersih sebagai berikut:
       Kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan masing-masing
       sebesar Rp 688,45 juta dan Rp 1,28 miliar.

        Rincian dari kas bersih untuk aktivitas investasi adalah sebagai berikut:
                 Biaya yang digunakan untuk perolehan asset tetap sebesar Rp 965,93 juta.
                 Penerimaan penjualan asset tetap sebesar Rp 277,48 juta.

        Rincian dari kas bersih untuk aktivitas pendanaan adalah sebagai berikut:
                 Pembayaran pokok pinjaman Bank BCA sebesar Rp 1,26 miliar
                 Pembayaran pokok pinjaman Bank Nano Syariah sebesar Rp 3 juta
                 Pembayaran pokok pinjaman BCA Finance Rp 16.96 juta
        Selain itu, Perseroan juga kas bersih positif dari aktivitas operasi sebesar Rp161,12 juta.
        Sehingga penurunan arus kas bersihnya sebesar Rp 1.802.601.636




Jalan Raya Parakan Muncang, Dusun Cipacing, RT. 017 RW 004 Kab. Sumedang 45365, West Java,
                                         Indonesia
                Website: www.wahana-interfood.com Email: corsec@winco.co.id
Page 2
   b. Penyebab berkurangnya saldo kas pada PT Bank Sinarmas Tbk dan PT Bank Central Asia Tbk
      dari masing-masing sebesar Rp1,04 miliar dan Rp1,37 miliar menjadi Rp360,87 juta dan
      Rp267,67 juta pada periode yang sama?
      Penjelasan Perseroan
      Penurunan saldo kas di bank pada PT Bank Sinarmas Tbk dikarenakan penggunaan untuk
      pembayaran pembangunan pabrik Sumedang. Sedangkan penurunan saldo kas di bank pada PT
      Bank Central Asia Tbk utamanya dikarenakan arus kas keluar dari operasional.

   c. Pengaruh penurunan kas dan setara kas terhadap kemampuan Perseroan untuk memenuhi
      kewajiban jangka pendeknya?
      Penjelasan Perseroan
      Sejauh ini, Perseroan berpandangan masih mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya,
      baik pembayaran utang usaha ataupun pinjaman jangka pendek ke lainnya. Perseroan terus
      mengupayakan pemenuhan likuiditas pembayaran kepada pemasok dengan menjaga days of
      payable outstanding yang disetujui oleh masing-masing pemasok. Sampai dengan tanggal
      tanggapan ini disampaikan, tidak terdapat kendala yang bersifat material perihal pembayaran
      kepada pemasok.

   d. Bagaimana strategi Perseroan untuk mengelola likuiditas di tengah penurunan kas yang
      signifikan?
      Penjelasan Perseroan
      Perseroan terus meningkatkan collection atas piutang usaha yang masih outstanding kepada
      konsumen, untuk dapat menjaga likuiditas Perseroan di tengah penurunan kas yang signifikan.
      Perseroan terus menjaga komunikasi dengan konsumen, baik secara lisan ataupun tertulis untuk
      dapat meningkatkan collection terutama atas piutang usaha yang telah jatuh tempo.

   e. Apakah terdapat rencana untuk meningkatkan saldo kas dan setara kas pada akhir tahun?
      Penjelasan Perseroan
      Terdapat rencana untuk meningkatkan saldo kas dan setara kas pada akhir tahun yang rencananya
      berasal dari pendanaan PMHMETD dan peningkatan collection atas Piutang usaha Perseroan.

   f. Apakah terdapat risiko lain yang muncul dari penurunan saldo kas, seperti penurunan
      kepercayaan investor atau potensi gagal bayar utang?
      Penjelasan Perseroan
      Pada tanggal tanggapan ini disampaikan, Perseroan berpendapat tidak terdapat risiko terkait
      penurunan kepercayaan investor ataupun potensi gagal bayar utang. Perseroan berpandangan
      masih dapat membayar kewajibannya tepat waktu dan tepat nilai. Selain itu, dengan adanya
      pergantian susunan Direksi dan susunan Komisaris serta adanya aksi korporasi PMHMETD
      ini, Perseroan berharap untuk tetap bisa menjaga kepercayaan investor.


2. Terdapat peningkatan pada beban dibayar di muka sebesar 237,38% dari sebelumnya sebesar
   Rp711,22 juta per 31 Desember 2024 menjadi Rp2,40 miliar per 31 Maret 2025. Berdasarkan
   CALK 8, porsi terbesar berasal dari beban lain-lain yang jumlahnya masing-masing di bawah Rp25
   juta sebagai berikut.




Jalan Raya Parakan Muncang, Dusun Cipacing, RT. 017 RW 004 Kab. Sumedang 45365, West Java,
                                         Indonesia
                Website: www.wahana-interfood.com Email: corsec@winco.co.id
Page 3
  Agar dijelaskan terkait:
  a. Faktor utama penyebab peningkatan beban dibayar di muka sebesar 237,38% dari Rp711,22
     juta per 31 Desember 2024 menjadi Rp2,40 miliar per 31 Maret 2025.
     Penjelasan Perseroan
     Beban dibayar dimuka meningkat karena Perseroan mencatat pembayaran beban bunga MTN
     yang dibayarkan setiap 4 bulan diakui sebagai beban dibayar dimuka pada saat pembayaran
     dan akan direalisasikan setiap bulan secara proporsional. Pada periode 31 Maret 2025 tersisa
     beban dibayar dimuka atas MTN Wahana Interfood Nusantara I Tahun 2023 Tahap I sebesar
     Rp 937,5 juta yang pada periode 31 Juli 2025 sudah terealisasikan seluruhnya. Selain itu,
     terdapat juga beban dibayar dimuka atas PT Kredit Rating Indonesia sebesar Rp380 juta untuk
     deposit sehubungan dengan peringkat obligasi yang semula direncanakan untuk dikeluarkan
     pada semester 1 2025.

  b. Pengaruh peningkatan beban dibayar di muka terhadap arus kas dan likuiditas Perseroan
     selama periode yang dilaporkan.
     Penjelasan Perseroan
     Peningkatan beban dibayar di muka ini berpengaruh terhadap penurunan kas dan setara kas
     Perseroan, karena pembayaran dilakukan pada periode berjalan. Pembayaran beban dibayar
     dimuka dalam laporan arus kas disajikan sebagai pembayaran untuk beban usaha dan lainnya.

  c. Apa yang mendasari peningkatan porsi terbesar beban lain-lain dalam beban dibayar di muka?
     Penjelasan Perseroan
     Beban lain-lain dalam catatan tersebut merupakan beban lain selain asuransi yang dibayar di
     muka oleh Perseroan. Penyebab utama peningkatan porsi beban lain-lain tersebut yaitu adanya
     beban bunga MTN yang Perseroan bayarkan setiap 4 bulan diakui terlebih dahulu sebagai beban
     dibayar di muka dan dibebankan secara proporsional setiap bulannya.

  d. Nature beban lainnya yang jumlahnya masing-masing di bawah Rp25 juta tersebut.
     Penjelasan Perseroan
     Beban dibayar di muka lain-lain antara lain terdiri dari beban dibayar di muka untuk kegiatan
     operasional Perseroan, dengan pihak-pihak, antara lain sebagai berikut:
        Badan Standardisasi Dan Kebijakan Jasa Industri
        Bagea Company
        PT. Cipta Piranti Sejahtera
        Susanto Widjaja (Cucu Masnaeti)
        CV Berkat Kurnia Abadi
        CV Fahren Jaya Mandiri
        CV Java Multi Mandiri
        CV Mark Service Indonesia
        CV Surya Citra Teknik
        Dmc Furniture
        PT Dsv Transport Indonesia
        Indrawati Atmadja
        Muliani Dhamadina
        Mulyono
        Naratas Reklame
        Netzsch Feinmahltechnik Gmbh
        PT Aurora Tritunggal Dinamika
        PT Birotika Semesta

Jalan Raya Parakan Muncang, Dusun Cipacing, RT. 017 RW 004 Kab. Sumedang 45365, West Java,
                                         Indonesia
                Website: www.wahana-interfood.com Email: corsec@winco.co.id
Page 4
           PT Irva Makmur Sejati
           PT Kamira Cipta Konsultan
           PT Kredit Rating Indonesia
           PT Kustodian Sentral Efek Indonesia
           PT Sumber Aneka Karya Abadi
           PT Tuv Nord Indonesia
           PT. Smart Lab Indonesia
           Sry (Ohan Burhanudin)
           Terang Bulan (Deni Hudayana)
           Trimatra Karya (Trian Riadi)
           Oke Triyana (Gunung Agung)
           Mitra Graphia (Yohan Sucipto)
           CV Gunung Mas 138
           Aladdin Karpet Bandung
           Dodi Budianto Ir

       Beban lainnya dibayar di muka tersebut telah terealisasi sepenuhnya pada 31 Juli 2025.

   e. Apakah peningkatan beban dibayar di muka ini merupakan langkah strategis atau dipengaruhi
      oleh faktor operasional?
      Penjelasan Perseroan
      Sebagian besar peningkatan beban dibayar di muka ini dipengaruhi oleh faktor operasional.

   f. Rencana Perseroan dalam mengelola dan mengontrol peningkatan beban dibayar di muka yang
      cukup signifikan ini.
      Penjelasan Perseroan
      Perseroan mendorong realisasi atas beban dibayar di muka ini dan seluruh saldo beban dibayar
      di muka pada 31 Maret 2025 telah direalisasikan sebagai beban Perseroan.

3. Sebelumnya Bursa telah mengirimkan permintaan penjelasan kepada Perseroan melalui surat
   S-13718/BEI.PP1/12-2024 tanggal 30 Desember 2024 dan telah ditanggapi oleh Perseroan pada
   tanggal 6 Januari 2025. Pada tanggapan nomor 3, Perseroan menyatakan bahwa:
        “(1.) Uang Muka Perolehan Aset tetap sebesar 21,06 miliar adalah uang muka atas
        pembelian mesin dari PT Inti Jaya Internasional (“IJI”), berdasarkan Perjanjian Jual Beli
        tanggal 28 Januari 2019 oleh Perusahaan dan IJI.
        (2.) Uang Muka atas jasa konstruksi tersebut merupakan Perjanjian Pengerjaan Jasa
        Konstruksi yang ditandatangani oleh CV Raden Cipta Karya pada tanggal 28 Januari 2019.

        Perseroan menargetkan asset tetap dan jasa konstruksi ini bisa direalisasikan secara
        bertahap dimulai dari tahun 2025.”

     Agar dijelaskan terkait kondisi terkini dan penyelesaian atas uang muka jasa konstruksi tersebut.
    Penjelasan Perseroan
    Perseroan memutuskan untuk melakukan penurunan nilai seperti halnya amortisasi pada uang
    muka perolehan asset tetap tersebut. Kondisi terkini penurunan uang muka ini didasari oleh
    penyesuaian penurunan nilai yang dilaksanakan oleh Perseroan dengan nilai sebesar Rp755,5
    juta/bulan dengan rincian penurunan nilai atas uang muka mesin sebesar Rp622,2 juta dan uang
    muka bangunan sebesar Rp133,3 juta. Atas penurunan nilai tersebut dibebankan ke Beban
    lainnya. Perseroan mengasumsikan penurunan nilai ini akan dicatat selama 3 tahun ke depan.


Jalan Raya Parakan Muncang, Dusun Cipacing, RT. 017 RW 004 Kab. Sumedang 45365, West Java,
                                         Indonesia
                Website: www.wahana-interfood.com Email: corsec@winco.co.id
Page 5
       Realisasi periode terkini untuk periode 31 Juli 2025 sebesar Rp2,43 miliar untuk uang muka
       mesin dan Rp533,33 juta untuk uang muka bangunan. Selain itu, terdapat juga net off uang muka
       renovasi bangunan ke utang renovasi bangunan CV Kotak Kayu dan CV Pilar Kokoh Lestari
       sebesar Rp1,13 miliar.

4. Berdasarkan CALK nomor 10, Aset Tetap Perseroan mengalami penurunan dari sebelumnya
   sebesar Rp180,72 miliar menjadi Rp177,82 miliar. Pada tahun berjalan terdapat peningkatan
   signifikan atas bangunan sebesar Rp62,72 miliar. Pembebanan penyusutan aset tetap pada tahun
   berjalan mengalami peningkatan signifikan dari sebelumnya sebesar Rp1,80 miliar menjadi
   Rp3,76 miliar per 31 Maret 2025 sebagai berikut. Selain itu, pada tahun berjalan Perseroan
   mencatatkan aset dalam pembangunan sebesar Rp62,35 miliar.




        Agar dijelaskan terkait:
  a.     Penyebab peningkatan signifikan atas bangunan sebesar Rp62,72 miliar pada tahun berjalan.
         Penjelasan Perseroan
         Peningkatan tersebut terjadi karena adanya reklasifikasi Aset dalam pembangunan – Bangunan
         ke Bangunan atas Pabrik Sumedang yang sudah mulai beroperasi dan digunakan untuk proses
         produksi dari bulan Januari 2025.

  b.     Lokasi bangunan baru tersebut.
         Penjelasan Perseroan
         Jalan Raya Parakan Muncang, Dusun Cipacing, Rukun Tetangga 017, Rukun Warga 004, Desa
         Mekarbakti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Kode Pos 45365.

  c.     Progres terkini atas aset dalam pembangunan sebesar Rp62,35 miliar. Apabila pembangunan
         telah selesai, agar dijelaskan pertimbangan Perseroan menyajikan aset dalam pembangunan
         tersebut sebagai pengurangan dan tidak sebagai reklasifikasi.
         Penjelasan Perseroan
         Aset dalam pembangunan tersebut merupakan bangunan Pabrik Sumedang yang sudah selesai
         dan digunakan untuk proses produksi dari bulan Januari 2025. Terjadi penyesuaian atas
         penempatan oleh Perseroan yang seharusnya ditempatkan sebagai bagian dari reklasifikasi.
         Penempatan reklasifikasi asset dalam pembangunan tersebut telah disesuaikan oleh Perseroan
         pada Laporan Keuangan Audited periode 31 Maret 2025.

   d. Target penyelesaian atas aset dalam pembangunan tersebut.
      Penjelasan Perseroan
      Aset tersebut sudah diselesaikan dan digunakan untuk proses produksi pada bulan Januari 2025.

   e. Penyebab utama peningkatan signifikan pada pembebanan penyusutan aset tetap dari Rp1,80
      miliar menjadi Rp3,76 miliar per 31 Maret 2025?

Jalan Raya Parakan Muncang, Dusun Cipacing, RT. 017 RW 004 Kab. Sumedang 45365, West Java,
                                         Indonesia
                Website: www.wahana-interfood.com Email: corsec@winco.co.id
Page 6
       Penjelasan Perseroan
       Peningkatan tersebut utamanya terjadi karena adanya penambahan beban penyusutan
       bangunan pada periode 31 Maret 2025 atas penyusutan bangunan Pabrik Sumedang dan
       penyusutan atas mesin-mesin baru yang digunakan di Pabrik Sumedang.

   f. Bagaimana Perseroan mengelola pembebanan penyusutan aset tetap untuk menjaga stabilitas
      kinerja keuangan di masa depan?
      Jawab:
      Perseroan berusaha untuk meningkatkan kapasitas produksi dan volume penjualan sehingga
      dapat menutup beban penyusutan asset tetap Perseroan. Selain itu, Perseroan juga akan terus
      berupaya meningkatkan kapasitas mesin yang digunakan secara maksimal untuk memenuhi
      pesanan penjualan dari konsumen. Beberapa upaya dan strategi Perseroan dalam mencapai
      target kinerja yang diharapkan, antara lain:
               - Expansion on new customers; Perseroan terus memperluas jaringan distribusi dan
                  meningkatkan portofolio pelanggan
               - Regular review and gradual selling price adjustment; Perseroan melakukan
                  penyesuaian harga jual produk dalam rangka memperoleh tingkat marjin yang
                  diharapkan
               - Unlock volume of production; Perseroan terus mengoptimalkan jumlah kapasitas
                  dan output produksi produk jadi.

   g. Apakah terdapat faktor eksternal atau kebijakan baru yang mempengaruhi peningkatan
      pembebanan penyusutan aset tetap dalam tahun berjalan?
      Penjelasan Perseroan
      Perseroan berpandangan bahwa tidak terdapat faktor eksternal atau kebijakan baru yang
      bersifat material dalam memengaruhi peningkatan pembebanan penyusutan asset tetap.

5. Berdasarkan CALK nomor 11, Utang usaha Perseroan meningkat 35,85% dari sebelumnya sebesar
   Rp35,91 miliar per 31 Desember 2024 menjadi Rp48,78 miliar per 31 Maret 2025. Selain itu,
   berdasarkan umur utang usaha, terdapat peningkatan 429,9% atas utang jatuh tempo lebih dari 60
   hari dari sebelumnya sebesar Rp5,33 miliar menjadi Rp28,26 miliar per 31 Maret 2025.




     Agar dijelaskan terkait:
      a. Faktor utama penyebab peningkatan 35,85% pada utang usaha Perseroan dari Rp35,91 miliar
         per 31 Desember 2024 menjadi Rp48,78 miliar per 31 Maret 2025.
         Penjelasan Perseroan
         Terdapat reklasifikasi penempatan utang usaha pada umur utang yang disajikan pada
         Laporan Keuangan 31 Maret 2025 (Unaudited) yang seharusnya rincian sebagai berikut:




Jalan Raya Parakan Muncang, Dusun Cipacing, RT. 017 RW 004 Kab. Sumedang 45365, West Java,
                                         Indonesia
                Website: www.wahana-interfood.com Email: corsec@winco.co.id
Page 7
      Peningkatan tersebut disebabkan pada periode 31 Maret 2025 terdapat beberapa slow moving
      inventory yang bermasalah dari pemasok sehingga pembayaran kepada beberapa pemasok
      ditahan hingga permasalahan persediaan tersebut diselesaikan.

  b. Bagaimana peningkatan utang usaha ini mempengaruhi struktur keuangan dan arus kas
     Perseroan pada periode yang dilaporkan?
     Penjelasan Perseroan
     Peningkatan utang usaha ini berpengaruh terhadap arus kas Perseroan, namun Perseroan tetap
     berkomitmen untuk dapat memenuhi kewajiban Perseroan kepada pemasok.

  c. Apa yang menyebabkan peningkatan signifikan sebesar 429,9% pada utang yang jatuh tempo
     lebih dari 60 hari, dari Rp5,33 miliar menjadi Rp28,26 miliar?
     Penjelasan Perseroan
     Hal ini dikarenakan adanya penjadwalan pembayaran kepada beberapa pemasok atas beberapa
     persediaan yang akan digunakan dalam proses produksi. Pembayaran akan dilakukan setelah
     proses produksi dan utilisasi atas persediaan tersebut dilakukan. Hal tersebut telah disepakati
     antara Perseroan dengan pihak pemasok.

  d. Apakah terdapat kendala khusus atau perjanjian tertentu terkait pelunasan utang tersebut?
     Penjelasan Perseroan
     Perseroan berpandangan bahwa tidak terdapat kendala atau perjanjian khusus terkait pelunasan
     tersebut. Sampai saat ini Perseroan tetap menjaga komitmen untuk pelunasan utang tersebut.

  e. Apa langkah-langkah yang diambil oleh Perseroan untuk mengelola dan mengurangi utang
     jatuh tempo lebih dari 60 hari tersebut?
     Penjelasan Perseroan
     Perseroan berupaya untuk terus menjaga komunikasi dengan pemasok dan berkomitmen untuk
     membayar utang usaha tersebut dengan sumber dana yang berasal dari operasional, termasuk
     tetapi tidak terbatas pada collection piutang usaha yang dilakukan oleh Perseroan.

  f. Potensi litigasi/tuntutan hukum atas belum selesainya utang usaha Perseroan, terutama utang
     usaha dengan umur lebih dari 60 hari.
     Penjelasan Perseroan
     Pada tanggal tanggapan ini disampaikan, Perseroan memandang tidak terdapat potensi
     litigasi/tuntutan hukum atas penyelesaian utang usaha Perseroan tersebut.

  g. Bagaimana Perseroan berencana dalam menjaga kestabilan keuangan dan menghindari
     masalah likuiditas terkait peningkatan utang usaha ini?
     Penjelasan Perseroan
     Perseroan terus berupaya untuk meningkatkan collection atas piutang usaha dan melakukan
     aksi korporasi PMHMETD untuk menjaga kestabilan keuangan Perseroan.




Jalan Raya Parakan Muncang, Dusun Cipacing, RT. 017 RW 004 Kab. Sumedang 45365, West Java,
                                         Indonesia
                Website: www.wahana-interfood.com Email: corsec@winco.co.id
Page 8
6. Berdasarkan CALK nomor 12, Beban Akrual Perseroan menurun 38,31% dari Rp5,62 miliar
   menjadi Rp3,47 miliar. Penurunan terbesar berasal dari pos renovasi bangunan dari sebesar Rp1,13
   miliar per 31 Desember 2024 menjadi tidak terdapat saldo pada 31 Maret 2025.




   Agar dijelaskan terkait:


   a. Penyebab penurunan 38,31% pada beban akrual Perseroan, dari Rp5,62 miliar menjadi
      Rp3,47 miliar pada tahun berjalan.
      Penjelasan Perseroan
      Penurunan beban akrual pada 31 Maret 2025 sebesar 38,31% utamanya dikarenakan beberapa
      pos beban akrual yang telah dibayarkan antara lain atas transaksi renovasi bangunan, ekspedisi,
      pajak, peralatan, keamanan, dan lain-lain.

   b. Kondisi terkini renovasi bangunan yang tidak terdapat saldo pada 31 Maret 2025 dari
      sebelumnya Rp1,13 miliar pada 31 Desember 2024.
      Penjelasan Perseroan
      Atas saldo beban akrual renovasi bangunan tersebut yaitu dilakukan net off uang muka renovasi
      bangunan ke beban akrual renovasi bangunan CV Kotak Kayu dan CV Pilar Kokoh Lestari
      sebesar Rp1,13 miliar. Dilakukan offset atas uang muka dan beban akrual tersebut oleh
      Perseroan karena renovasi bangunan tidak dilanjutkan.

   c. Apakah penurunan beban akrual ini terkait dengan perubahan kebijakan atau pengelolaan
      beban operasional Perseroan?
      Penjelasan Perseroan
      Untuk penurunan yang terjadi pada beban akrual renovasi bangunan merupakan kebijakan dari
      Perseroan, sedangkan pada beban akrual lainnya merupakan pengelolaan beban operasional
      Perseroan.

   d. Bagaimana Perseroan berencana untuk mengelola beban akrual dan memastikan
      keseimbangan antara pengeluaran dan pendapatan di masa mendatang?
      Penjelasan Perseroan
      Salah satu upaya yang dilakukan Perseroan adalah dengan melakukan cost leadership melalui
      cost saving atas aktivitas non-operasional yang tidak berdampak pada nilai tambah Perseroan.


7. Berdasarkan CALK nomor 13, saldo Utang lain-lain per 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024,
   masing-masing sebesar Rp2,38 miliar dan Rp 2,37 miliar. Utang ini merupakan utang lain-lain
   kepada Direksi.

   Sebelumnya Bursa telah mengirimkan permintaan penjelasan kepada Perseroan melalui surat
   S-13718/BEI.PP1/12-2024 tanggal 30 Desember 2024 dan telah ditanggapi oleh Perseroan pada
   tanggal 6 Januari 2025. Perseroan menyatakan bahwa nature dari transaksi tersebut adalah “Utang
   lain-lain yang utamanya diperoleh dari Direksi yang merupakan milik entitas anak PT Dlanier

Jalan Raya Parakan Muncang, Dusun Cipacing, RT. 017 RW 004 Kab. Sumedang 45365, West Java,
                                         Indonesia
                Website: www.wahana-interfood.com Email: corsec@winco.co.id
Page 9
   Gaya Indonesia dari sebelum tahun 2022 yang digunakan untuk modal kerja. Kelompok usaha
   berupaya untuk memperbaiki kas operasional agar dapat menyelesaikan utang lain-lain kepada
   Direksi tersebut.”

   Agar dijelaskan terkait:
   a. Penyebab tidak terdapat perubahan signifikan atas saldo utang lain-lain kepada Direksi, yaitu
      Rp2,38 miliar pada 31 Maret 2025 dan Rp2,37 miliar pada 31 Desember 2024.
      Penjelasan Perseroan

      Pada periode 31 Maret 2025 masih dalam tahap komunikasi dengan Direksi atas utang lain-
      lain tersebut. Pada periode 31 Juli 2025 sudah ada realisasi utang lain-lain kepada Direksi
      sebesar Rp111,56 juta.

   b. Rencana untuk menyelesaikan utang lain-lain dalam waktu dekat kepada Direksi yang
      digunakan untuk modal kerja, mengingat upaya untuk memperbaiki kas operasional Perseroan.
      Penjelasan Perseroan
      Perseroan berencana untuk terus melakukan komunikasi dengan pihak terkait atas penyelesaian
      utang lain-lain ini untuk dapat segera diselesaikan.

   c. Target pelunasan utang lain-lain tersebut.
      Penjelasan Perseroan
      Pelunasan utang lain-lain tersebut ditargetkan akan diselesaikan pada akhir tahun 2025.

   d. Kondisi keuangan dan operasional terkini dari entitas anak PT Dlanier Gaya Indonesia.
      Penjelasan Perseroan
      Pada periode 31 Maret 2025, entitas anak PT Dlanier Gaya Indonesia memiliki nilai asset sebesar
      Rp 8.566.664.339, dengan total penjualan sebesar Rp 4.463.357.588 dan rugi bersih sebesar Rp
      1.248.403.021.

   e. Apakah direksi yang menjabat di entitas anak PT Dlanier Gaya Indonesia merangkap jabatan
      sebagai direksi Perseroan?
      Penjelasan Perseroan
      Pada periode 31 Maret 2025, anggota Direksi yang menjabat pada entitas anak PT Dlanier
      Gaya Indonesia merangkap sebagai anggota Direksi Perseroan. Sementara pada periode 31 Juli
      2025, anggota Direksi yang menjabat pada entitas anak PT Dlanier Gaya Indonesia tidak
      merangkap sebagai anggota Direksi Perseroan.

   f. Bagaimana dampak dari utang lain-lain kepada Direksi ini terhadap likuiditas dan kinerja
      operasional Perseroan dan entitas anak?
      Penjelasan Perseroan
      Perseroan berpandangan bahwa tidak terdapat dampak signifikan dari utang lain-lain kepada
      Direksi ini.

   g. Apa alasan dan langkah konkret yang diambil oleh Perseroan untuk memperbaiki kas
      operasional guna menyelesaikan utang lain-lain kepada Direksi?
      Penjelasan Perseroan
      Langkah konkret yang diambil Perseroan yaitu melakukan collection atas Piutang usaha
      Perseroan terutama dari entitas anak PT Dlanier Gaya Indonesia untuk menyelesaikan utang
      lain-lain ini.

8. Berdasarkan CALK nomor 14, tidak terdapat fluktuasi signifikan atas saldo Utang Bank dan
   Lembaga Keuangan Lainnnya. Saldo per 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebesar
   Rp71,11 miliar dan Rp71,68 miliar untuk porsi jangka pendek, sedangkan porsi jangka panjang

Jalan Raya Parakan Muncang, Dusun Cipacing, RT. 017 RW 004 Kab. Sumedang 45365, West Java,
                                         Indonesia
                Website: www.wahana-interfood.com Email: corsec@winco.co.id
Page 10
  sebesar Rp16,40 miliar dan Rp17,09 miliar.




  Agar dijelaskan terkait:
  a. Penyebab tidak adanya fluktuasi signifikan pada saldo utang bank dan lembaga keuangan
     lainnya antara 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2025.
     Penjelasan Perseroan
     Tidak adanya fluktuasi yang signifikan normal terjadi mengingat periode tahun berjalan yang
     baru 3 bulan. Untuk periode tersebut, terdapat pengurangan pada masing-masing pokok utang
     bank dan Lembaga keuangan tersebut.

  b. Tanggal jatuh tempo atas utang bank dan lembaga keuangan lainnya untuk porsi jangka pendek
     dan porsi jangka panjang tersebut.
     Penjelasan Perseroan
     Untuk fasilitas pinjaman Time Loan Revolving dan fasilitas rekening koran dari PT Bank
     Central Asia Tbk jatuh tempo pada tanggal 21 Juni 2025. Fasilitas IMBT dari PT Bank Nano
     Syariah jatuh tempo pada tanggal 12 Agustus 2025. Untuk fasilitas Kredit Investasi 1 dari PT
     Bank Central Asia Tbk jatuh tempo pada tanggal 4 Maret 2033.

  c. Bagaimana struktur utang jangka pendek dan jangka panjang Perseroan, yang masing-masing
     tercatat sebesar Rp71,11 miliar dan Rp16,40 miliar pada 31 Maret 2025 mempengaruhi profil
     risiko keuangan Perseroan?
     Penjelasan Perseroan
     Berikut merupakan strutktur utang Perseroan terhadap risiko keuangan Perusahaan:




  d. Apakah Perseroan berencana untuk melakukan restrukturisasi atau pembayaran utang dalam
     waktu dekat untuk mengelola utang bank dan lembaga keuangan lainnya?
     Penjelasan Perseroan




Jalan Raya Parakan Muncang, Dusun Cipacing, RT. 017 RW 004 Kab. Sumedang 45365, West Java,
                                         Indonesia
                Website: www.wahana-interfood.com Email: corsec@winco.co.id
Page 11
        Pada tanggal tanggapan ini disampaikan, tidak ada rencana restrukturisasi yang akan dilakukan
        oleh Perseroan. Namun Perseroan berencana untuk mempertimbangkan melakukan
        refinancing untuk dapat membayar utang bank tersebut.

     e. Bagaimana utang bank dan lembaga keuangan lainnya berkontribusi terhadap strategi
        pembiayaan dan pengelolaan likuiditas Perseroan?
        Penjelasan Perseroan
        Utang yang diperoleh dari bank dan lembaga keuangan lainnya merupakan bagian integral dari
        strategi pembiayaan Perseroan, yang secara langsung mendukung pengelolaan likuiditas serta
        keberlanjutan operasional dan pertumbuhan usaha. Dengan pendekatan yang hati-hati dan
        terukur, Perseroan senantiasa berupaya untuk memastikan bahwa penggunaan utang dilakukan
        secara prudent, dengan mempertimbangkan kapasitas pembayaran dan profil risiko, sehingga
        mendukung pertumbuhan berkelanjutan serta menjaga kepercayaan regulator dan lembaga
        keuangan.

     f. Bagaimana Perseroan memantau rasio pembayaran utang (debt service coverage ratio)?
        Sebagaimana diketahui operating cash flow saat ini masih negatif.
        Penjelasan Perseroan
        Perseroan berusaha untuk terus meningkatkan pencapaian EBITDA dan rasio yang
        diperkenankan dalam persyaratan perjanjian kredit. Selain dari dana operasional Perseroan
        yang bersumber dari kas dan piutang, sumber pendanaan untuk pembayaran pinjaman
        Perseroan juga berasal dari aksi korporasi penerbitan saham.

     g. Apakah Perseroan telah memenuhi semua covenant yang ditetapkan?
        Penjelasan Perseroan
        Pada tanggal tanggapan ini disampaikan, Perseroan telah memenuhi semua covenant yang
        bersifat material yang ditetapkan.

     h. Apakah ada covenant yang menghambat fleksibilitas operasional Perseroan?
        Penjelasan Perseroan
        Sepanjang pengetahuan Perseroan, tidak terdapat covenant yang menghambat fleksibilitas
        Perseroan secara signifikan.

9.   Berdasarkan CALK nomor 15, terdapat peningkatan signifikan pada utang pajak Perseroan dan
     entitas anak. Utang pajak Perseroan meningkat menjadi Rp767,34 juta dari sebelumnya sebesar
     Rp33,61 juta per 31 Desember 2024, sedangkan pada entitas anak meningkat dari sebelumnya
     sebesar Rp330,12 juta menjadi Rp1,05 miliar. Agar dijelaskan terkait:

     a. Penyebab peningkatan signifikan pada utang pajak Perseroan, dari Rp33,61 juta pada 31
        Desember 2024 menjadi Rp767,34 juta pada 31 Maret 2025.
        Penjelasan Perseroan
        Peningkatan tersebut utamanya dari kenaikan PPN, pada 31 Desember 2024 status PPN
        Perseroan adalah Lebih Bayar dan pada 31 Maret 2025 status PPN Perseroan yaitu kurang
        bayar Rp543 juta. Selain itu, adanya peningkatan pada utang PPh 21 Perseroan karena
        bersamaan dengan adanya pembayaran THR Karyawan.

     b. Faktor penyebab utang pajak entitas anak meningkat dari Rp330,12 juta menjadi Rp1,05
        miliar pada periode yang sama.
        Penjelasan Perseroan
        Utang pajak entitas anak menurun dari Rp296,51 juta menjadi Rp283,21 juta, kenaikan
        Rp330,12 juta menjadi Rp1,05 miliar tersebut terjadi untuk total utang pajak Perseroan dan
        entitas anak.



 Jalan Raya Parakan Muncang, Dusun Cipacing, RT. 017 RW 004 Kab. Sumedang 45365, West Java,
                                          Indonesia
                 Website: www.wahana-interfood.com Email: corsec@winco.co.id
Page 12
   c. Bagaimana peningkatan utang pajak ini mempengaruhi kesehatan keuangan dan arus kas
      Perseroan serta entitas anak?
      Penjelasan Perseroan
      Tidak terdapat pengaruh terhadap arus kas Perseroan, karena selama ini Perseroan dapat
      memenuhi kewajiban perpajakannya dengan tepat nilai dan tepat waktu.

   d. Apakah ada perubahan dalam kebijakan pajak atau kewajiban perpajakan yang
      mempengaruhi kenaikan utang pajak tersebut?
      Penjelasan Perseroan
      Tidak terdapat perubahan kebijakan perpajakan yang memengaruhi kenaikan utang pajak
      tersebut.

   e. Bagaimana Perseroan dan entitas anak berencana untuk mengelola dan menyelesaikan utang
      pajak yang meningkat signifikan ini?
      Penjelasan Perseroan
      Perseroan telah menyelesaikan utang pajak ini pada bulan selanjutnya yaitu bulan April 2025.

   f. Apakah peningkatan utang pajak ini terkait dengan adanya kewajiban pajak yang belum
      dibayar atau pengaruh dari audit pajak yang sedang berlangsung?
      Penjelasan Perseroan
      Tidak ada kaitan dengan pajak yang belum dibayar ataupun audit pajak yang sedang
      berlangsung. Utang pajak ini hanya merupakan utang pajak atas transaksi berjalan.




10. Perseroan kembali membukukan rugi neto pada tahun berjalan sebesar Rp18,25 miliar per 31
    Maret 2025 dari sebelumnya rugi neto sebesar Rp8,75 miliar per 31 Maret 2024. Peningkatan
    kerugian ini disebabkan oleh penurunan pendapatan periode berjalan dan peningkatan beban pokok
    penjualan. Agar dijelaskan terkait:
     a. Rencana Perseroan dan strategi spesifik dari Perseroan dalam mengurangi kerugian pada
        periode mendatang untuk mencapai profitabilitas.
        Penjelasan Perseroan
        Perseroan memproyeksikan PMHMETD ini untuk menambah modal kerja yang dapat
        meningkatkan profitabilitas Perseroan. Dengan adanya PMHMETD, saldo modal akan
        bertambah dan Perseroan akan menggunakan dana tersebut untuk meningkatkan kemampuan

Jalan Raya Parakan Muncang, Dusun Cipacing, RT. 017 RW 004 Kab. Sumedang 45365, West Java,
                                         Indonesia
                Website: www.wahana-interfood.com Email: corsec@winco.co.id
Page 13
        produksi, biaya marketing, distribusi dan meningkatkan portofolio pelanggan (target kenaikan
        60% number of existing customers), termasuk untuk pelanggan ekspor (target kenaikan diatas
        100% untuk number of existing overseas customers), melakukan penyesuaian harga jual
        produk secara periodik dalam rangka memperoleh tingkat marjin yang diharapkan (target
        marjin diatas 15%). Peningkatan penjualan yang diharapkan pada tahun 2026 adalah diatas
        130% dengan didukung oleh peningkatan kapasitas produksi. Selain itu, Beberapa upaya dan
        strategi Perseroan dalam mencapai target kinerja yang diharapkan, antara lain:
              Expansion on new customers; Perseroan terus memperluas jaringan distribusi dan
                 meningkatkan portofolio pelanggan
              Regular review and gradual selling price adjustment; Perseroan melakukan
                 penyesuaian harga jual produk dalam rangka memperoleh tingkat marjin yang
                 diharapkan
              Unlock volume of production; Perseroan terus mengoptimalkan jumlah kapasitas dan
                 output produksi produk jadi.

       b. Dampak kerugian ini terhadap arus kas perusahaan, terutama dalam memenuhi kewajiban
          jangka pendek dan jangka panjang.
          Penjelasan Perseroan
          Kerugian yang terjadi berdampak pada arus kas Perseroan, karena Piutang Usaha yang
          dapat ditagih oleh Perseroan menjadi terbatas.

       c. Bagaimana perusahaan berencana mengurangi kerugian pada periode mendatang untuk
          mencapai profitabilitas?
          Penjelasan Perseroan
          Salah satu upaya yang dilakukan Perseroan adalah dengan melakukan cost leadership
          melalui cost saving atas aktivitas non-operasional yang tidak berdampak pada nilai tambah
          Perseroan. Beberapa cost-saving dan efisiensi biaya yang telah dilakukan sepanjang 2024
          antara lain, penghentian aktivitas sewa beberapa outlet (dampak efisiensi sebesar Rp 225
          juta), penurunan aktivitas perjalanan dinas, beban akomodasi dan transportasi. dengan
          dampak penurunan biaya sebesar Rp 695 juta. Selain itu, strategi dan inisiatif strategis yang
          dilakukan Perseroan yang bertujuan meningkatkan kinerja penjualan antara lain dengan
          memperluas jaringan distribusi dan meningkatkan portofolio pelanggan (target kenaikan
          60% number of existing customers), termasuk untuk pelanggan ekspor (target kenaikan
          diatas 100% untuk number of existing overseas customers), melakukan penyesuaian harga
          jual produk secara periodik dalam rangka memperoleh tingkat marjin yang diharapkan
          (target marjin diatas 15%). Peningkatan penjualan yang diharapkan pada tahun 2026 adalah
          diatas 130% dengan didukung oleh peningkatan kapasitas produksi.

11. Berdasarkan CALK 24, Perseroan mencatatkan Penjualan sebesar Rp36,37 miliar pada 31
    Maret 2025 menurun sebesar 12,34% dibandingkan Rp41,48 miliar pada periode yang sama tahun
    2024. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh menurunnya penjualan real chocolate dan food
    and beverages compound chocolate, meskipun untuk produk cocoa powder meningkat.
    Berdasarkan penjualan kepada pelanggan dengan porsi lebih dari 10% penjualan, terdapat
    penurunan sebesar 81,35% dari Rp19,28 miliar menjadi Rp3,59 miliar atas pelanggan PT JCO
    Donut & Coffee. Agar dijelaskan terkait:
       a. Penyebab penurunan signifikan atas penjualan kepada PT JCO Donut & Coffee.
           Penjelasan Perseroan
           Penurunan terjadi karena perjanjian terbaru Perseroan dengan PT Jco Donut & Coffee masih
           dalam proses.




Jalan Raya Parakan Muncang, Dusun Cipacing, RT. 017 RW 004 Kab. Sumedang 45365, West Java,
                                         Indonesia
                Website: www.wahana-interfood.com Email: corsec@winco.co.id
Page 14
      b. Apakah ada pelanggan baru yang menggantikan kontribusi penjualan kepada PT JCO
         Donut & Coffee, mengingat kontribusinya sangat besar terhadap penjualan Perseroan pada
         tahun sebelumnya?
         Penjelasan Perseroan
         Tidak terdapat pelanggan baru dengan nilai signifikan yang menggantikan kontribusi
         penjualan kepada PT JCO Donut & Coffee, namun sebaran penjualan Perseroan menjadi
         semakin merata dan tidak menumpuk pada satu konsumen.

      c. Apakah terdapat penjajakan kontrak penjualan dengan pelanggan baru dengan jumlah
         signifikan?
         Penjelasan Perseroan
         Penjajakan kontrak penjualan yang saat ini sedang berlangsung yaitu penjajakan perjanjian
         penjualan dengan PT JCO Donut & Coffee.

      d. Apakah ada data pendukung terkini seperti tren pasar atau laporan industri yang
         menunjukkan dampak eksternal terhadap penurunan penjualan?
         Penjelasan Perseroan




      Berikut merupakan tren pasar, terlihat bahwa konsumsi coklat per kapita di Indonesia pada
      2024 dan 2025 masih sama. Penurunan penjualan utamanya bukan disebabkan oleh dampak
      eksternal.




Jalan Raya Parakan Muncang, Dusun Cipacing, RT. 017 RW 004 Kab. Sumedang 45365, West Java,
                                         Indonesia
                Website: www.wahana-interfood.com Email: corsec@winco.co.id
Page 15
      e. Analisis tren penjualan yang menunjukkan apakah penurunan ini bersifat sementara atau
         berkelanjutan?
         Penjelasan Perseroan




Jalan Raya Parakan Muncang, Dusun Cipacing, RT. 017 RW 004 Kab. Sumedang 45365, West Java,
                                         Indonesia
                Website: www.wahana-interfood.com Email: corsec@winco.co.id
Page 16
      Dari beberapa data trend konsumsi coklat yang didapatkan, penurunan ini hanya bersifat
      sementara dan tidak berkelanjutan.

      f. Apakah terdapat perubahan kebijakan Perseroan yang ada kaitannya terhadap penurunan
         pendapatan tersebut?
         Penjelasan Perseroan
         Sepanjang pengetahuan Perseroan, tidak terdapat kebijakan Perseroan yang berkaitan
         dengan penurunan pendapatan tersebut.

      g. Hambatan-hambatan atau gangguan operasional yang berhubungan dengan penurunan
         pendapatan tersebut saat ini.
         Penjelasan Perseroan
         Perseroan tidak melihat adanya hambatan atau gangguan operasional yang bersifat
         signifikan yang dimaksud.

      h. Mitigasi Risiko Perseroan atas poin a.
         Penjelasan Perseroan
         Perseroan tidak melihat adanya risiko signifikan atas hambatan atau gangguan operasional
         yang dimaksud.

      i. Apakah terdapat faktor kompetitor dan indikasi bahwa Perseroan kehilangan pangsa pasar
         terhadap pesaing?
         Penjelasan Perseroan
         Sebagai industri yang bersaing secara sempurna, kompetitor dapat masuk dan keluar
         dengan hambatan yang tidak terlalu tinggi. Perseroan saat ini termasuk ke dalam kategori
         industri yang memproduksi secara masal dengan kualitas premium, kondisi ini dapat dilihat
         dari pelanggan-pelanggan perseroan saat ini.

      j. Strategi Perseroan untuk meningkatkan dan memulihkan penjualan untuk tahun-tahun
         berikutnya.
         Penjelasan Perseroan
         Strategi dan inisiatif strategis yang dilakukan Perseroan yang bertujuan meningkatkan
         kinerja penjualan antara lain dengan memperluas jaringan distribusi dan meningkatkan
         portofolio pelanggan (target kenaikan 60% number of existing customers), termasuk untuk
         pelanggan ekspor (target kenaikan diatas 100% untuk number of existing overseas
         customers), melakukan penyesuaian harga jual produk secara periodik dalam rangka
         memperoleh tingkat marjin yang diharapkan (target marjin diatas 15%). Peningkatan

Jalan Raya Parakan Muncang, Dusun Cipacing, RT. 017 RW 004 Kab. Sumedang 45365, West Java,
                                         Indonesia
                Website: www.wahana-interfood.com Email: corsec@winco.co.id
Page 17
          penjualan yang diharapkan pada tahun 2025 adalah diatas 130% dengan didukung oleh
          peningkatan kapasitas produksi.

12. Berdasarkan CALK 25, Perseroan mencatat beban pokok penjualan sebesar Rp36,26 miliar dari
    total penjualan sebesar Rp36,36 miliar per 31 Maret 2025 atau setara dengan 99,7% dari total
    penjualan. Sedangkan per 31 Maret 2024 Perseroan mencatat beban pokok penjualan sebesar
    Rp35,74 miliar dari total penjualan sebesar Rp41,48 miliar per 31 Maret 2025 atau setara dengan
    86,15% dari total penjualan. Atas hal tersebut, Bursa meminta penjelasan:
        a. Latar belakang peningkatan signifikan atas beban tersebut.
            Penjelasan Perseroan
            Dari perbandingan beban pokok penjualan periode 31 Maret 2025 dengan 31 Maret 2024
            mengalami peningkatan Rp 527,52 juta, terutama dikarenakan adanya kenaikan beban
            penyusutan, pembayaran THR karyawan pabrik yang tercatat sebagai beban pabrikasi dan
            beban pabrikasi lainnya. Secara persentase kenaikan beban bahan baku terhadap penjualan
            juga mengalami peningkatan dikarenakan kenaikan harga komoditas kakao dan adanya
            pemusnahan persediaan bahan baku yang dibebankan ke Beban Pokok penjualan.
                Keterangan                  31 Maret 2025               30 Maret 2024
                Beban persediaan            25.084.400.128              28.007.669.443
                Beban tenaga kerja          3.270.898.246                 3.316.606.768
                Beban pabrikasi             7.911.553.663               4.415.048.699

          Di sisi lain, penjualan mengalami penurunan namun biaya tetap Perseroan harus tetap
          dibebankan, sehingga secara persentase Beban Pokok Penjualan mengalami peningkatan
          yang signifikan.

       b. Apakah terdapat dengan kenaikan harga bahan baku, penurunan efisiensi produksi, atau
          faktor lainnya?
          Penjelasan Perseroan
          Terdapat beberapa kenaikan harga bahan baku yang terjadi pada periode 31 Maret 2025.
          Selain itu, efisiensi produksi juga terpengaruh dengan adanya persiapan dan instalasi yang
          dilakukan untuk proses produksi di Pabrik Sumedang yang baru beroperasi pada Januari
          2025.

       c. Bagaimana perusahaan memastikan efisiensi produksi untuk menekan beban pokok
          penjualan di masa mendatang?
          Penjelasan Perseroan
          Perseroan terus berupaya untuk menurunkan production cost per unit dengan terus
          menambah mesin dan peralatan untuk meningkatkan kapasitas produksi Perseroan. Selain
          itu, Perseroan telah menerapkan strategi dan analisis pricing product sehingga Perseroan
          dapat mencapai tingkat marjin yang diinginkan.

       d. Apakah ada langkah-langkah yang dilakukan perusahaan untuk mengurangi ketergantungan
          pada bahan baku atau biaya proses produksi yang semakin meningkat?
          Penjelasan Perseroan
          Perseroan terus meningkatkan komunikasi dengan pemasok untuk dapat memenuhi standar
          bahan baku Perseroan dan untuk memberikan harga yang lebih kompetitif. Dengan adanya
          Pabrik baru, mesin baru, peralatan baru dan bahan baku yang berkualitas, diharapkan
          penggunaan bahan baku dan proses produksi akan lebih efisien dan output produksi
          meningkat.

13. Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek serta
    kelangsungan usaha Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.

Jalan Raya Parakan Muncang, Dusun Cipacing, RT. 017 RW 004 Kab. Sumedang 45365, West Java,
                                         Indonesia
                Website: www.wahana-interfood.com Email: corsec@winco.co.id
Page 18
   Penjelasan Perseroan
   Pada tanggal tanggapan ini disampaikan, sepanjang pengetahuan Perseroan, tidak terdapat
   informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek serta
   kelangsungan usaha Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.



Demikian kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.




Jalan Raya Parakan Muncang, Dusun Cipacing, RT. 017 RW 004 Kab. Sumedang 45365, West Java,
                                         Indonesia
                Website: www.wahana-interfood.com Email: corsec@winco.co.id

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.92 MB
Published15 Aug 2025
Pages18
Characters45,901
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 25 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Wahana Interfood Nusantara Tbk. p.1 ×3
linked org Bank Central Asia Tbk p.1 ×14
linked org Multi Mandiri p.3
linked org PT Dlanier Gaya Indonesia p.9 ×10
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1 ×3
possible org Bank Sinarmas Tbk p.1 ×6
unresolved person I Gede Nyoman Yetna p.1
unresolved person Vera Florida p.1
unresolved org Bank BCA p.1
unresolved org Bank Nano Syariah p.1 ×2
unresolved org Standardisasi Dan Kebijakan Jasa Industri p.3
unresolved org PT. Cipta Piranti Sejahtera p.3
unresolved org PT Dsv Transport Indonesia p.3
unresolved org PT Aurora Tritunggal Dinamika p.3
unresolved org PT Birotika Semesta p.3
unresolved org PT Irva Makmur Sejati p.4
unresolved org PT Kamira Cipta Konsultan p.4
unresolved org PT Kustodian Sentral Efek Indonesia p.4
unresolved org PT Sumber Aneka Karya Abadi p.4
unresolved org PT Tuv Nord Indonesia p.4
unresolved org PT. Smart Lab Indonesia p.4
unresolved org PT Inti Jaya Internasional p.4
unresolved org PT Dlanier p.8
unresolved org PT Dlanier Gaya Indonesia. Penjelasan p.9
unresolved org PT JCO Donut p.13 ×6

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.100 941 ms 12 Sep 2026 22:36

no e-reporting cover - issuer taken from the announcement

Raw output
{'announced_date': '2025-08-15',
 'changes': [],
 'event_date': None,
 'issuer_name': 'PT Wahana Interfood Nusantara Tbk',
 'issuer_ticker': '',
 'letter_number': '',
 'positions': [],
 'source_shape': 'ROSTER',
 'subject': 'Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result