Skip to content
Back to announcement

20250804_GUNA_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31929746_lamp1.pdf

Other Text extracted GUNA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 8

Page 1
No: SE.17.00/GUNA-DIR/VII/2025                                            31 Juli 2025

Kepada Yth.
PT Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1 Lt. 6
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52 -53
Jakarta 12190

Up.     Bapak Adi Pramoto Aryanto
        Kepala Divisi PP2
Perihal : Permintaan Penjelasan

Dengan hormat,

Menunjuk surat dari PT Bursa Efek Indonesia No. S-08755/BEI.PP2/07-2025 mengenai
permintaan penjelasan, dengan ini kami sampaikan penjelasan sebagai berikut:

A. Bisnis Perseroan
1. Sehubungan dengan kegiatan usaha Perseroan agar dijelaskan atas kondisi terkini Perseroan:

a. Perkembangan kegiatan usaha.
Penjelasan: Perkembangan kegiatan usaha Perseroan masih stabil walaupun ada gejolak
mengenai perang tarif dan pelemahan daya beli domestik. Walaupun demikian, Perseroan terus
berinovasi mengembangkan produk-produk baru sesuai dengan permintaan dari pasar industri
domestik.

b. Prospek Usaha Perseroan ke depannya.
Penjelasan: Perseroan saat ini sedang dalam proses untuk membangun dua pabrik baru yang
berlokasi di Cikarang untuk memperbesar kapasitas produksi kacangan-kacangan, dan di Pati
khusus untuk produk fruit pure. Dengan mulai beroperasinya pabrik ini, Perseroan dapat
memenuhi permintaan pasar industri yang terus meningkat.

c. Perolehan atau pemutusan kontrak dengan supplier (jika ada).
Penjelasan: Tidak ada perolehan atau pemutusan kontrak dengan supplier.

d. Perolehan atau pemutusan kontrak dengan pelanggan (jika ada).
Penjelasan: Tidak ada perolehan atau pemutusan kontrak dengan pelanggan.

e. Modal Kerja yang dibutuhkan untuk menjalankan kegiatan operasional di tahun 2025.
Penjelasan: Perseroan membutuhkan modal kerja yang berasal dari hasil usaha dan pinjaman
bank untuk menjalankan kegiatan operasional di tahun 2025.
Page 2
f. Pemutusan hubungan kerja karyawan (jika ada).
Penjelasan: Tidak ada pemutusan hubugan kerja karyawan.

g. Kendala-kendala lainnya yang dihadapi Perseroan.
Penjelasan: Perseroan tidak mengalami kendala yang dapat mengganggu operasional
Perseroan. Karena mayoritas bahan baku Perseroan harus di impor, kendala utamanya ialah
internasional logistik yang sering mengalami keterlambatan karena faktor krisis geopolitik di
Timur Tengah.

2. Perincian atas strategi Perseroan yang telah dan akan dilakukan untuk meningkatkan kinerja
Keuangan.
Penjelasan: Strategi yang telah dan akan dilakukan Perseroan ialah:
1. Membuka pasar expor ke China. Perseroan telah mendapatkan GACC dari pemerintah China
di Semester 1, 2025, Perseroan sudah mulai melakukan expor ke China yang melakukan
pengiriman pertama dibulan Agustus 2025.
2. Mengembangkan pasar private label. Perseroan terus berinovasi untuk mengeluarkan produk-
produk baru sesuai dengan permintaan dari pasar private label.
3. Mengembangkan produk selai buah dan puree. Perseroan telah memasuki pasar baru di
produk selai buah dan puree.
4. Mengikuti dan mengadopsi secara gradual terhadap perkembangan teknologi, terutama
Artificial Intelligence yang dapat membantu untuk meningkatkan produktifitas dan kinerja
Perseroan.
5. Meningkatkan kapasitas produksi sehingga dapat memenuhi permintaan pasar yang dinamis
dan terus meningkat.

B. Penelaahan Laporan Keuangan Per 31 Maret 2025 dan 2024

3. Pada laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2024, Perseroan membukukan kas dan
setara kas sebesar 28.59 miliar untuk periode 31 Desember 2024, sedangkan pada laporan
Keuangan Perseroan per 31 Maret 2025 Perseroan membukukan kas dan setara kas sebesar
Rp58,59 miliar untuk periode 31 Maret 2025. Jika dilihat lebih jauh perbedaan ini disebabkan
oleh adanya deposito berjangka uang pada laporan Keuangan per 31 Desember 2024, deposito
ini dibukukan pada akun deposito. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:

a. Latar belakang perbedaan pencatatan akun deposito pada laporan Keuangan 31 Desember
2024 dan 31 Maret 2025.
Penjelasan: Adanya perbedaan jangka waktu penempatan deposito pada bank Panin periode 31
Maret 2025, jangka waktunya kurang dari 3 bulan. Akan kami perbaiki dilaporan periode
berikutnya.

b. Kebijakan akuntansi Perseroan dalam perhitungan arus kas terutama terkait dengan
penempatan deposito berjangka.
Penjelasan: Penempatan dan pencairan deposito untuk jangka waktu lebih dari 3 bulan akan
dicatat dalam arus kas aktivitas investasi.
Page 3
4. Pada Periode 31 Maret 2025 Perseroan membukukan piutang lain-lain dari pihak ketiga
sebesar Rp.8,17 miliar atau telah mengalami peningkatan sebesar Rp6,14 miliar (302,3%) jika
dibandingkan dengan periode 31 Desember 2024 sebesar Rp2,03 miliar. Atas hal tersebut, agar
dijelaskan:

a. Nature dari piutang lain-lain dari pihak ketiga tersebut.
Penjelasan: Tagihan Perseroan kepada pihak yang bukan merupakan transaksi usaha utama
seperti piutang karyawan atau uang muka jasa pihak ketiga.

b. Rincian dari piutang lain-lain Perseroan.

Penjelasan:
Posisi Piutang lain-lain per 31 maret 2025:
                                               31 Maret 2025          31 Desember 2024
Piutang karyawan                               Rp.1.363.214.667,-    Rp. 1.471.310.991,-
Piutang usaha yang belum
ditagih ke Konsumen                            Rp. 6.568.860.330,-            -
Piutang lain-lain                              Rp. 242.706.674,-     Rp. 560.728.766,-
Total                                          Rp. 8.174.781.671,-   Rp. 2.032.039.757,-

c. Latar belakang adanya peningkatan pada saldo piutang lain-lain per 31 Maret 2025.
Penjelasan: Pada laporan keuangan periode 31 Maret 2025 piutang usaha yang belum ditagih
ke konsumen dicatat sebagai piutang lain-lain.

d. Apakah terdapat pihak piutang tidak lancar? Agar disampaikan jumlah pihak dan daftar nama
pihak tersebut beserta dengan nilai piutang.
Penjelasan: Tidak terdapat pihak piutang yang tidak lancar.

e. Kebijakan akutansi dan upaya yang ditempuh Perseroan terhadap pihak yang memiliki piutang
tidak lancar.
Penjelasan: Piutang tidak lancar yang sudah lebih dari 90 hari jatuh tempo maka akan dibentuk
penyisihan berdasarkan penelaahan individu atau kolektif terhadap status kolektibilitas saldo
piutang. Upaya yang di tempuh Perseroan terhadap pihak yang memiliki piutang tidak lancar
ialah dilakukan penagihan secara berkala, memberikan solusi pembayaran yang lebih ringan
dengan mencicil, dan jika lebih dari 12 bulan tidak tertagih, maka akan dihapus bukukan.

f. Upaya Perseroan untuk dapat meningkatkan kolektibilitas dan meminimalisir risiko piutang tak
tertagihkan.
Penjelasan: Upaya Perseroan untuk dapat meningkatkan kolektibilitas dan meminimalisir risiko
piutang tak tertagihkan dengan melakukan penerapan kebijakan kredit yang ketat, pemantauan
dan penagihan aktif, insentif untuk pembayaran dimuka, rekonsiliasi dan konfirmasi piutang
secara berkala, penyusunan Cadangan kerugian piutang, jika diperlukan meminta bank garansi.
Page 4
5. Pada periode 31 Maret 2025, Perseroan membukukan biaya dibayar dimuka sebesar Rp5,49
miliar atau telah mengalami peningkatan sebesar Rp4,18 miliar (318,7%) jika dibandingkan
dengan periode 31 Desember 2024 yaitu sebesar Rp1,31 miliar. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:

a. Nature dari biaya dibayar dimuka Perseroan.
Penjelasan: Pengeluaran kas oleh Perseroan untuk biaya operasional yang manfaat ekonominya
akan diperoleh dimasa datang, seperti pembayaran asuransi, sewa aset, dan biaya-biaya yang
manfaatnya belum di peroleh saat pencatatan.

b. Rincian dari biaya dibayar dimuka Perseroan.
Penjelasan:
                                       31 Maret 2025                   31 Desember 2024
Asuransi dibayar di muka               Rp. 588.910.120,-       Rp.    411.523.855,-
Sewa dibayar dimuka                    Rp. 929.418.991,-       Rp.    335.069.456,-
Beban Employee (THR,Bonus,med)         Rp. 3.248.757.144,-              -
Beban lain-lain                        Rp. 730.327.726,-       Rp. 566.294.176,-
Total                                  Rp. 5.497.413.981,-     Rp. 1.312.887.487,-

c. Latar belakang peningkatan yang cukup signifikan atas biaya dibayar dimuka Perseroan.
Penjelasan:
Biaya THR dan bonus yang dibayarkan untuk tahun berjalan di amortisasi biayanya sd akhir tahun
buku.

d. Kondisi terkini atas realisasi biaya dibayar dimuka Perseroan.
Penjelasan:
Biaya yang dibayarkan sekaligus di awal selain asuransi, sewa dan atau manfaatnya belum
diperoleh langsung dibukukan sebagai biaya.

6. Berdasarkan CALK nomor 11 perihal Pinjaman Bank Jangka Pendek, Perseroan membukukan
pinjaman bank jangka pendek sebesar Rp34,09 miliar per 31 Maret 2025 atau telah mengalami
penurunan sebesar 31 miliar (47,6%) jika dibandingkan dengan saldo per 31 Desember 2024
sebesar Rp65,09 miliar. Penurunan tersebut utamanya disebabkan karena adanya penurunan
pinjaman bank kepada PT Bank KEB Hana Indonesia dan PT Bank HSBC Indonesia. Atas hal
tersebut, agar dijelaskan:

a. Latar belakang menurunnya Pinjaman Bank Jangka Pendek.
Penjelasan: Perseroan menggunakan Pinjaman Bank Jangka Pendek setiap musim panen bahan
baku kacang Almond pada setiap bulan September - October setiap tahun. Dan Perseroan akan
lakukan pembayaran Pinjaman Bank Jangka Pendek setiap mendapatkan penerimaan dari
pembayaran customer domestic maupun luar negeri.

b. Rencana Perseroan kedepannya terkait dengan struktur pembiayaan Perseroan.
Penjelasan: Perseroan berencana menggunakan pinjaman dari perbankan untuk struktur
pembiayaan ke depan.
Page 5
7. Perseroan membukukan utang lain-lain sebesar Rp19,4 miliar per 31 Maret 2025 atau telah
mengalami peningkatan sebesar Rp13,73 miliar (242,4%) jika dibandingkan dengan saldo per 31
Desember 2024 sebesar Rp5,67 miliar. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:

a. Nature dari utang lain-lain Perseroan.
Penjelasan: Kewajiban Perseroan kepada pihak ketiga yang timbul bukan dari aktivitas utama
operasional berasal dari transaksi non-rutin atau incidental yang belum dibayar.

b. Rincian utang lain-lain Perseroan.
Penjelasan:
                                               31 Maret 2025        31 Desember 2024
Utang atas pembelian yang belum ditagih        Rp. 15.471.270.622,- Rp. 2.364.140.886,-   -
Utang lain-lain                                Rp. 3.929.760.501,- Rp. 3.302.383.098,-
Total                                          Rp. 19.401.031.075,- Rp. 5.666.523.984,-

c. Latar belakang meningkatnya utang lain-lain Perseroan.
Penjelasan: Pada laporan keuangan periode 31 maret 2025 utang atas pembelian barang yang
belum di tagih dicatat sebagai utang lain-lain.


d. Kondisi terkini terkait pelunasan utang lain-lain Perseroan.
Penjelasan: Manajemen berkomitmen untuk membayar utang sesuai dengan jadwal jatuh
tempo pembayaran. Sampai saat ini perseroan selalu membayar utang-utangnya tepat waktu.

8. Berdasarkan CALK nomor 21 perihal Penjualan, penjualan Perseroan per 31 Maret 2025
sebesar Rp428,37 miliar atau telah mengalami peningkatan sebesar Rp76,54 miliar (21,8%) jika
dibandingkan dengan saldo per 31 Maret 2024 sebesar Rp351,83 miliar. Dalam CALK, Perseroan
membukukan penjualan dari tiga segmen yaitu kontrak manufaktur dan jasa maklon, penjualan
produk kacang, dan lain-lain. Ketiga segmen tersebut mengalami peningkatan pada periode 31
Maret 2025 yang didominasi oleh peningkatan pada penjualan lain-lain yaitu sebesar 30,08%.
Atas hal tersebut, agar dijelaskan:

a. Nature penjualan lain-lain Perseroan. Apakah penjualan tersebut bersifat recurring atau non-
recurring?
Penjelasan: Nature penjualan lain-lain Perseroan ialah penjualan entitas anak Perseroan, PT
Cubic Indonesia, yang dikonsolidasikan dalam Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan.
Entitas anak Perseroan ini bergerak dalam bidang cubic printing dan painting terutama untuk
industri otomotif. Penjualan entitas anak ini bersifat recurring.

b. Rincian Penjualan lain-lain tersebut.
Penjelasan:
                                     31 Maret 2025                  31 Maret 2024
Penjualan bersih PT. Cubic Indonesia Rp. 20.026.409.213.            Rp.15.395.029.059.
Page 6
c. Strategi Perseroan untuk dapat menjaga dan terus meningkatkan penjualan Perseroan di
semua segmen Penjualan Perseroan.
Penjelasan: Perseroan konsisten berinovasi mengembangkan produk baru, memasuki pasar baru
seperti pasar China, dan bekerja sama dengan customer yang existing untuk membuat produk
baru dan mencari customer baru baik domestic maupun luar negeri.

9. Berdasarkan CALK nomor 22 perihal Harga Pokok Penjualan, harga pokok penjualan Perseroan
per 31 Maret 2025 sebesar Rp370,53 miliar atau telah mengalami peningkatan sebesar Rp58,79
miliar (18,9%) jika dibandingkan dengan saldo per 31 Maret 2024 sebesar 311,74 miliar. Adapun
peningkatan harga pokok penjualan tersebut selaras dengan adanya peningkatan penjualan
pada periode 31 Maret 2025 namun peningkatan ini tidak sebesar peningkatan penjualan
Perseroan yaitu sebesar 21,8%. Agar dijelaskan:

a. Strategi Perseroan untuk menjaga dan meningkatkan efisiensi biaya pokok Penjualan
Perseroan.
Penjelasan: Perseroan meningkatan produktifitas produksi dengan memberikan pelatihan
kepada Sumber Daya Manusia (SDM) secara berkala, sehingga kualitas SDM meningkat.
Mengutamakan prinsip Kaizen (Perbaikan kecil dan berkelanjutan) yaitu focus pada perubahan
bertahap, bukan revolusi besar. Perseroan akan menggunakan teknologi seperti Artificial
Intelligence untuk membantu meningkatkan OEE (overall equipment effectiveness).

b. Strategi Perseroan dalam menjaga kualitas atau kondisi produksi Perseroan untuk
mempertahankan dan meningkatkan pendapatan Perseroan.
Penjelasan: Perseroan mengimplementasikan standar food safety internasional ISO 22000 dan
FSSC 22000, melakukan audit berkala untuk menjaga konsistensi output, melakukan predictive
maintenance dan preventive maintenance untuk menghindari downtime mendadak. Perseroan
memberikan pelatihan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) produksi secara
berkala untuk meningkatkan keterampilan teknis dan pemahaman mutu dan adopsi prinsip
Kaizen (perbaikan kecil dan berkelanjutan). Perseroan melakukan pengendalian kualitas bahan
baku dengan seleksi pemasok yang ketat dan pengujian bahan baku sebelum digunakan dalam
proses produksi. Perseroan menerapkan pengukuran OEE (Overall Equipment Effectiveness) dan
penetapan KPI produksi. Perseroan menguatkan sistem kontrol kualitas dan menambah
diversifikasi produk dan melakukan fleksibilitas produksi.

10. Perseroan membukukan arus kas dari aktivitas pendanaan Perseroan per 31 Maret 2025
sebesar negative Rp31,74 miliar atau telah mengalami penurunan sebesar Rp20,31 miliar (178%)
jika dibandingkan dengan saldo per 31 Maret 2024 sebesar negative Rp11,43 miliar. Penurunan
tersebut disebabkan karena adanya peningkatan pada pembayaran utang bank.

a. Latar belakang adanya peningkatan pembayaran pada utang bank.
Penjelasan: Perseroan berupaya melakukan pembayaran pada utang bank sehingga biaya
bunga dapat terjaga dan menjaga rasio utang terhadap equitas dalam batas optimal.
Page 7
b. Adanya penurunan pada saldo utang bank jangka pendek dan peningkatan pada pembayaran
utang bank, apakah langkah strategis Perseroan kedepannya dalam hal pembiayaan.
Penjelasan: Langkah strategis Perseroan dalam hal pembiayaan kedepannya tergantung pada
kondisi keuangan internal, proyeksi pertumbuhan usaha, serta kebutuhan ekspansi. Perseroan
akan mengoptimalkan penggunaan pendanaan internal terlebih dahulu, kemudian Perseroan
memanfaatkan fasilitas perbankan baik untuk modal kerja maupun untuk ekspansi.

C. Rasio Kinerja Perseroan

11. Rasio kinerja Perseroan per 31 Maret 2025 berada dalam kondisi yang cukup baik. Namun
jika dibandingkan dengan Perusahaan Tercatat lainnya yang berada di sub-industri yang sama
dengan Perseroan, net profit margin Perseroan masih dibawah rata-rata industri. Agar dijelaskan:

a. Bagaimana Analisa manajemen terkait hal ini?
Perjelasan: Perseroan bergerak dalam bidang B2B (bisnis ke bisnis) yang biasanya memiliki
marjin laba usaha yang lebih rendah daripada B2C (bisnis ke customer). Untuk meningkatkan net
profit margin, Perseroan akan meningkatkan penjualan produk-produk yang memiliki marjin laba
yang lebih tinggi, dan mengembangkan produk B2C (bisnis ke customer) dengan melakukan
penjualan secara darling (direct to consumer).

b. Langkah-langkah Perseroan untuk dapat menjaga keunggulan produk Perseroan agar dapat
bersaing dengan Perusahaan lainnya terutama dalam sub-industri yang sama.
Penjelasan: Perseroan melakukan inovasi produk secara berkelanjutan dengan melakukan riset
dan pengembangan untuk menciptakan produk baru yang sesuai pasar. Perseroan menjaga dan
meningkatkan kualitas produk dengan penerapan QC (Quality Control) and QA (Quality
Assurance) secara ketat di seluruh proses produksi. Perseroan terus membangun image sebagai
merek terpercaya dengan konsisten kualitas. Perseroan akan mengadopsi teknologi otomisasi
untuk mengurangi biaya dan meningkatkan kecepatan produksi tanpa mengurangi kualitas
produk. Perseroan berresponsif atas umpan balik pasar dan melakukan tindakan agile
berdasarkan masukan tersebut. Perseroan akan meningkatkan kapasitas dan skalabilitas
produksi.

c. Strategi Perseroan kedepannya dalam mengelola aset serta meningkatkan produktivitas dari
aset dan sumber daya yang dimiliki oleh Perseroan.
Penjelasan: Perseroan menggunakan metode OEE untuk mengukur efektivitas aset produksi.
Perseroan akan mengimplementasikan manajemen aset berbasis teknologi dengan
menggunakan teknologi seperti IOT dan sensor untuk predictive and preventive maintenance.
Perseroan melakukan peningkatan produktifitas SDM dengan pelatihan berkelanjutan,
penerapan KPI individu dan tim yang terukur, dan akan melakukan digitalisasi proses kerja dan
otomisasi aktivitas administrasi untuk meningkatan efisiensi tenaga kerja. Perseroan akan
meningkatan kapasitas industri dengan metode Kaizen dan Lean Manufacturing. Dan Perseroan
melakukan evaluasi Return on Asset (ROA) dan Asset Turnover untuk menilai kontribusi aset
terhadap laba dan pendapatan secara periodik.
Page 8
d. Langkah strategis Perseroan untuk dapat terus meningkatkan dan menjaga keoptimalan
struktur modal dan profitabilitas Perseroan.
Penjelasan: Perseroan akan menjaga rasio utang terhadap ekuitas yang sehat. Peningkatan
profitabilitas melalui efisiensi operasional. Meningkatan penjualan produk yang memiliki marjin
lebih tinggi. Perseroan akan meningkatkan Return on Assets (ROA) dengan memastikan aset
digunakan secara maksimal. Perseroan meningkatkan sistem manajemen risiko Keuangan.
Perseroan meningkatkan pengelolaan modal kerja yang efisien dengan menjaga Cash
Conversion Ratio yang pendek dan sehat, dan Perseroan melakukan evaluasi kinerja Keuangan
secara berkala.

Demikian penjelasan ini kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,




Ivan Cokro Saputra
Direktur Utama

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.33 MB
Published4 Aug 2025
Pages8
Characters18,682
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 8 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Bank HSBC Indonesia. p.4
linked person Ivan Cokro Saputra · Direktur Utama p.8
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1 ×3
unresolved person Adi Pramoto Aryanto Kepala Divisi PP p.1
unresolved org PT Bank HSBC Indonesia. Atas p.4
unresolved org PT Cubic Indonesia p.5
unresolved org PT. Cubic Indonesia Rp. p.5

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result