Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 42
Page 1
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk LAPORAN KEUANGAN INTERIM TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT) DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2025 DAN 2024 (TIDAK DIAUDIT)
Page 2
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
DAFTAR ISI
Halaman
Surat Pernyataan Direksi
Laporan Keuangan Interim
Laporan Posisi Keuangan Interim 1
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Interim 3
Laporan Perubahan Ekuitas Interim 4
Laporan Arus Kas Interim 5
Catatan atas Laporan Keuangan Interim 6
Page 3
Page 4
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
30 Juni 31 Desember
Catatan 2025 2024
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas 4 30.397.525.620 30.278.974.317
Piutang Usaha dari Pihak Ketiga 5 24.418.508.598 25.881.126.929
Piutang Lain-lain Pihak Ketiga 6 184.550.212 197.831.403
Persediaan 7 6.513.374.703 6.460.945.991
Uang Muka 8 3.355.843.556 3.418.943.556
Aset Pajak Tangguhan 12c 443.287.631 338.430.450
Jumlah Aset Lancar 65.313.090.320 66.576.252.646
ASET TIDAK LANCAR
Aset Tetap 9 3.496.252.912 3.181.593.075
Aset Hak-Guna 10 261.666.667 16.666.667
Uang Jaminan 11 20.000.000 20.000.000
Jumlah Aset Tidak Lancar 3.777.919.579 3.218.259.742
JUMLAH ASET 69.091.009.899 69.794.512.388
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Bank Jangka Pendek 17a 4.978.795.477 6.082.121.484
Utang Usaha kepada Pihak Ketiga 13 7.763.896.976 7.426.493.877
Beban Akrual 14 327.988.213 154.271.876
Uang Muka Pelanggan 15 1.143.000.000 1.864.090.987
Utang Pajak 12a.b 383.899.124 461.389.755
Bagian Lancar dari Pinjaman Jangka Panjang
Utang Pembelian Aset Tetap 16 335.857.919 698.905.606
Utang Bank 17b 80.000.004 80.000.004
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 15.013.437.713 16.767.273.589
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Pinjaman Jangka Panjang Setelah
Dikurangi Bagian Lancar
Utang Pembelian Aset Tetap 16 1.052.064.840 600.748.319
Utang Bank 17b 648.333.297 798.333.304
Liabilitas Imbalan Pascakerja 18 1.362.431.000 1.234.894.000
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 3.062.829.137 2.633.975.623
JUMLAH LIABILITAS 18.076.266.850 19.401.249.212
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
-1-
Page 5
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
30 Juni 31 Desember
Catatan 2025 2024
EKUITAS
Modal Saham - Nilai Nominal Rp 20 per Saham
30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
Modal Dasar 1.820.000.000 saham
30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
Modal Ditempatkan dan Disetor
650.008.775 saham 30 Juni 2025
dan 31 Desember 2024 19a 13.000.175.500 13.000.175.500
Tambahan Modal Disetor 19b 33.048.522.645 33.048.522.645
Penghasilan Komprehensif Lain 20 291.630.596 187.154.276
Saldo Laba
Ditentukan Penggunaannya 19c 300.000.000 200.000.000
Tidak Ditentukan Penggunaannya 19c 4.374.414.308 3.957.410.755
JUMLAH EKUITAS 51.014.743.049 50.393.263.176
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 69.091.009.899 69.794.512.388
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
-2-
Page 6
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Untuk Periode yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
2025 2024
Catatan
(Enam Bulan) (Enam Bulan)
PENJUALAN 21 32.267.828.485 37.909.133.076
BEBAN POKOK PENJUALAN 22 (16.894.716.546) (23.062.556.633)
LABA BRUTO 15.373.111.938 14.846.576.443
Beban Penjualan 23 (8.675.209.069) (8.137.763.268)
Beban Umum dan Administrasi 24 (6.169.618.930) (5.158.075.642)
Pendapatan (Beban) Lain-lain-Bersih 25 641.738.575 121.152.928
Beban Bunga dan Keuangan 26 (393.849.907) (435.555.149)
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 776.172.608 1.236.335.312
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan:
Pajak Kini 12b (334.558.557) (389.077.691)
Pajak Tangguhan 12c 75.389.502 116.246.644
LABA BERSIH TAHUN BERJALAN 517.003.553 963.504.265
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi:
Pengukuran Kembali Imbalan Pasti 20 133.944.000 (46.443.000)
Pajak Penghasilan Terkait 20 (29.467.680) 10.217.460
LABA KOMPREHENSIF TAHUN
BERJALAN 621.479.873 927.278.725
LABA PER SAHAM 27 0,80 1,48
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
- 3-
Page 7
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Untuk Periode yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Saldo Laba
Tambahan Penghasilan Ditentukan Tidak Ditentukan
Catatan Modal Saham Modal Disetor Komprehensif Lain Penggunaannya Penggunaannya Jumlah Ekuitas
Saldo per 1 Januari 2024 13.000.000.000 33.047.118.645 (27.946.620) 100.000.000 3.102.113.952 49.221.285.977
Laba Periode Berjalan - - - - 963.504.264 963.504.264
Setoran Modal melalui Pelaksanaan Warran 19 144.500 - - - - 144.500
Penerimaan Agio Saham Sehubungan
dengan Pelaksanaan Warran 19 - 1.156.000 - - 1.156.000
Cadangan Wajib 19 - - 100.000.000 (100.000.000) -
Pengukuran Kembali Imbalan Pasti 20 - - (36.225.540) - - (36.225.540)
Saldo per 30 Juni 2024 13.000.144.500 33.048.274.645 (64.172.160) 200.000.000 3.965.618.216 50.149.865.201
Saldo per 1 Januari 2024 13.000.000.000 33.047.118.645 (27.946.620) 100.000.000 3.102.113.952 49.221.285.977
Laba Tahun Berjalan 955.296.803 955.296.803
Setoran Modal melalui
Pelaksanaan Waran 19 175.500 175.500
Penerimaan Agio Saham
Sehubungan dengan Pelaksaan Warran 19 1.404.000 1.404.000
Cadangan Wajib 19 100.000.000 (100.000.000) -
Pengukuran Kembali Imbalan Pasti 20 215.100.896 215.100.896
Saldo per 31 Desember 2024 13.000.175.500 33.048.522.645 187.154.276 200.000.000 3.957.410.755 50.393.263.176
Laba Periode Berjalan 517.003.553 517.003.553
Cadangan Wajib 19 100.000.000 (100.000.000) -
Pengukuran Kembali Imbalan Pasti 20 104.476.320 104.476.320
-
Saldo per 30 Juni 2025 13.000.175.500 33.048.522.645 291.630.596 300.000.000 4.374.414.308 51.014.743.049
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
-4-
Page 8
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
LAPORAN ARUS KAS
Untuk Periode yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
2025 2024
Catatan (Enam Bulan) (Enam Bulan)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari Pelanggan 5, 15, 21 33.009.355.828 31.706.250.949
7, 8, 9, 10,12a
Pembayaran kepada Pemasok 14,15,17,18, 20 (16.213.116.235) (17.130.439.074)
Pembayaran Beban Operasional Lainnya 6, 12, 24 (9.834.478.460) (10.076.522.173)
Pembayaran kepada Karyawan 12,18,24 (4.585.532.224) (3.084.838.724)
Pembayaran Pajak Penghasilan 12 (77.490.631) (398.390.262)
Pembayaran Beban Bunga dan Keuangan 26 (393.849.907) (435.555.149)
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi 1.904.888.371 580.505.567
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan Aset Tetap 9 (181.184.292) (427.756.900)
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (181.184.292) (427.756.900)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pinjaman Bank
Penerimaan 17 - 186.524.611
Pembayaran 17 (1.173.326.010) (230.000.010)
Setoran Modal dari Pelaksanaan Waran 19a - 144.500
Penerimaan atas Agio Saham sehubungan
Dengan Pelaksanaan Waran 19b - 1.156.000
Pembayaran Utang Pembelian Aset Tetap 16 (431.826.766) (263.016.299)
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (1.605.152.776) (305.191.198)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH
KAS DAN SETARA KAS 118.551.303 (152.442.531)
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 30.278.974.317 30.288.636.358
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 30.397.525.620 30.136.193.827
- 0
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
-5-
Page 9
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
Dan Untuk Periode yang Berakhir pada 30 Juni 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
1.a. Pendirian dan Informasi Umum
PT Lupromax Pelumas Indonesia (“Perusahaan”) didirikan dengan nama PT Karya Pelumas
Indonesia berdasarkan Akta Notaris No. 42 tanggal 27 Februari 2017 dari Meissie Pholuan,
S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No. AHU-0009689.AH.01.01.Tahun
2017 tanggal 1 Maret 2017.
Pada tanggal 4 September 2017 berdasarkan Akta Notaris No. 211 dari R.F. Limpele, S.H.,
Notaris di Jakarta, Perusahaan merubah nama menjadi PT Lupromax Pelumas Indonesia dan
akta perubahan ini disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dalam Surat Keputusannya No. AHU-0018561.AH.01.02.Tahun 2017 tanggal 9 September
2017. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris No. 12 tanggal 2 Februari 2024 dari
Rosida Rajagukguk Siregar, S.H, M.Kn., di Jakarta mengenai perubahan modal dasar, modal
ditempatkan dan disetor Perusahaan. Akta perubahan ini telah disahkan oleh Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-
AH.01.03-0032692 Tahun 2024.
Perusahaan berdomisili di Ruko Graha Boulevard, Jl. Raya Gading Serpong Blok A No.15,
Desa/Kelurahan Curug Sangereng, Kec. Kelapa Dua, Kab. Tangerang, Provinsi Banten
15333.
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan
adalah di bidang perdagangan umum, jasa, pembangunan, pengangkutan, perbengkelan,
dan perindustrian. Kegiatan utama Perusahaan adalah dibidang pembuatan minyak pelumas.
Perusahaan mulai beroperasi secara komersil pada tahun 2017. Saat ini kegiatan
Perusahaan adalah menjalankan usaha dalam industrI perdagangan besar minyak pelumas,
dengan Merek “Lupromax”.
Berdasarkan surat keputusan perpanjangan jangka waktu perlindungan merek Lupromax-
Superior dengan No. pendaftaran IDM000455932 jangka waktu penggunaan Merek
Lupromax berlaku selama 10 tahun dari 24 Oktober 2022 sampai 24 Oktober 2032 dan
pemilik merek adalah Magna International Pte Ltd. Saat ini, perusahaan merupakan
distributor resmi dari pelumas dengan merek Lupromax di Indonesia yang berperan sebagai
Principle di Indonesia.
Jumlah karyawan Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2025 dan 2024 masing-masing adalah
49 dan 39 orang (tidak diaudit).
1.b. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 2024 susunan pengurus Perusahaan adalah sebagai berikut:
30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
Dewan Komisaris
Komisaris : Trisno Harnadi
Komisaris Independen : Iman Turmansah
Dewan Direksi
Direktur Utama : Kartiko Soemargono
Direktur : Sofia Tanizar
-6-
Page 10
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
Dan Untuk Periode yang Berakhir pada 30 Juni 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris PT Lupromax Pelumas Indonesia Tbk
No. 013/SK/DIR/LPI/III/2023 tanggal 27 Maret 2023, Perusahaan mengangkat Komite Audit
adalah sebagai berikut:
Komite Audit
Ketua Komite Audit : Iman Turmansah
Anggota Komite Audit : Dadang Sutra Mulyadi
Anggota Komite Audit : Yuni Andriani
Pengendali terakhir Perusahaan adalah Kartiko Soemargono.
1.c. Penawaran Umum Saham Perusahaan
Pada tanggal 20 Juli 2023 Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Dewan
Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan suratnya No. S-2053/PM.02/2023 untuk
melakukan penawaran umum perdana 195.000.000 saham kepada masyarakat.
Pada tanggal 9 Agustus 2023, 455.000.000 saham milik Pemegang Saham Pendiri telah
tercatat pada Bursa Efek Indonesia.
1.d. Penyelesaian Laporan Keuangan
Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan ini yang
telah diselesaikan dan disetujui untuk diterbitkan oleh Direksi pada tanggal 28 Juli 2025.
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
2.a. Pernyataan Kepatuhan
Laporan keuangan Perusahaan disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan
Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar
Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan/Badan
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (OJK/Bapepam-LK)
No. VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau
Perusahaan Publik.
2.b. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan
Laporan Keuangan Perusahaan, kecuali laporan arus kas, disusun berdasarkan konsep
akrual dengan menggunakan konsep biaya historis, kecuali seperti yang disebutkan dalam
catatan atas laporan keuangan yang relevan.
Laporan arus kas disajikan dengan metode langsung, menyajikan penerimaan dan
pengeluaran kas dan bank yang diklasifikasikan sebagai aktivitas operasi, investasi dan
pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan adalah Rupiah yang
merupakan mata uang fungsional Perusahaan. Seluruh angka dalam laporan keuangan ini
disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali bila dinyatakan lain.
2.c. Perubahan atas Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)
Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (“DSAK-IAI”) telah
menerbitkan amandemen dan interpretasi yang berlaku efektif mulai 1 Januari 2024 sebagai
berikut:
-7-
Page 11
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
Dan Untuk Periode yang Berakhir pada 30 Juni 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Kerangka Standar Pelaporan Keuangan Indonesia ("KSPKI") dan perubahan
nomenklatur PSAK dan ISAK dalam Standar Akuntansi Keuangan Indonesia
(sebelumnya Standar Akuntansi Keuangan), berlaku efektif tanggal 1 Januari 2024.
KSPKI mengatur pilar SAK yang berlaku di Indonesia, kriteria, dan perpindahan antar
pilar SAK, sedangkan perubahan nomenklatur mengatur ketentuan penomoran PSAK
dan ISAK yang mengacu pada IFRS Accounting Standards.
Amendemen PSAK 201: “Penyajian Laporan Keuangan” terkait klasifikasi liabilitas
sebagai jangka pendek atau jangka panjang;
Amendemen PSAK 116: “Sewa” terkait liabilitas sewa pada transaksi jual dan sewa-balik;
Amandemen PSAK 207: ”Laporan Arus Kas” dan PSAK 107: ”Instrumen Keuangan:
Pengungkapan” terkait “Pengaturan Pembiayaan Pemasok”.
Penerapan dari amandemen atas standar diatas tidak menimbulkan perubahan substansial
atas kebijakan akuntansi Perusahaan dan tidak memiliki dampak signifikan terhadap laporan
keuangan pada tahun berjalan atau tahun sebelumnya.
2.d. Instrumen Keuangan
Instrumen keuangan adalah kontrak yang menimbulkan aset keuangan bagi suatu entitas dan
liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas bagi entitas yang lain.
(i) Aset Keuangan
Pengakuan awal
Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan harus didasarkan pada bisnis model dan arus
kas kontraktual - apakah semata dari pembayaran pokok dan bunga.
Aset keuangan diklasifikasikan dalam dua kategori sebagai berikut:
1) Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi;
2) Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui
penghasilan komprehensif lain.
Perusahaan menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal dan
tidak bisa melakukan perubahan setelah penerapan awal tersebut.
Semua aset keuangan pada awalnya diakui sebesar nilai wajarnya ditambah dengan biaya-
biaya transaksi, kecuali aset keuangan dicatat pada nilai wajar melalui laba rugi.
Aset keuangan Perusahaan meliputi kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain,
dan uang jaminan. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset lancar, jika jatuh tempo
dalam waktu 12 bulan, jika tidak maka aset keuangan ini diklasifikasikan sebagai aset tidak
lancar.
Pengukuran setelah pengakuan awal
Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya
sebagai berikut:
1) Aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi selanjutnya diukur dengan
menggunakan metode suku bunga efektif (Effective Interest Rate) (“EIR”), setelah
dikurangi dengan penurunan nilai. Biaya perolehan yang diamortisasi dihitung dengan
memperhitungkan diskonto atau premi atas biaya akuisisi atau biaya yang merupakan
bagian integral dari EIR tersebut. Amortisasi EIR dicatat dalam laporan laba rugi.
Kerugian yang timbul dari penurunan nilai juga diakui pada laporan laba rugi.
-8-
Page 12
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
Dan Untuk Periode yang Berakhir pada 30 Juni 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi Perusahaan terdiri
dari kas dan setara kas, piutang usaha, dan piutang lain-lain.
2) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
komprehensif lain.
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
komprehensif lain selanjutnya disajikan dalam laporan posisi keuangan sebesar nilai
wajar, dengan perubahan nilai wajar yang diakui dalam laba rugi atau penghasilan
komprehensif lain.
Perusahaan tidak memiliki aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba
rugi atau melalui penghasilan komprehensif lain.
Penghentian pengakuan
Aset keuangan (atau mana yang berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari
kelompok aset keuangan sejenis) dihentikan pengakuannya pada saat:
1) Hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset tersebut telah berakhir; atau
2) Perusahaan telah mentransfer hak mereka untuk menerima arus kas yang berasal dari
aset atau berkewajiban untuk membayar arus kas yang diterima secara penuh tanpa
penundaan yang material kepada pihak ketiga dalam perjanjian “passthrough”, dan
salah satu diantara (a) Perusahaan telah mentransfer secara substansial seluruh
risiko dan manfaat dari aset, atau (b) Perusahaan tidak mentransfer atau
mempertahankan secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset, namun
telah mentransfer kendali atas aset tersebut.
(ii) Liabilitas Keuangan
Pengakuan awal
Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK 109 diklasifikasikan sebagai berikut:
1) Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
2) Liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui
penghasilan komprehensif lain.
Perusahaan menentukan klasifikasi liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal.
Pengukuran setelah pengakuan awal
Setelah pengakuan awal, yaitu pada nilai wajar ditambah biaya transaksi, Perusahaan
mengukur seluruh liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi dengan
menggunakan metode suku bunga efektif.
Penghentian pengakuan
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas keuangan telah berakhir.
(iii) Instrumen keuangan disaling hapus
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disaling hapus dan jumlah netonya dilaporkan pada
laporan posisi keuangan ketika terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan
saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan adanya niat untuk menyelesaikan
secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara
bersamaan. Hak yang berkekuatan hukum tidak boleh tergantung pada kejadian di masa
yang akan datang dan harus dapat dilaksanakan dalam kondisi bisnis yang normal dan
dalam keadaan lalai, tidak dapat membayar atau kebangkrutan Perusahaan atau pihak
lawan.
-9-
Page 13
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
Dan Untuk Periode yang Berakhir pada 30 Juni 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
2.e. Penurunan Nilai Aset Keuangan
Pada setiap periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah risiko kredit dari instrumen
keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan
penilaian, Perusahaan menggunakan perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi
sepanjang perkiraan usia instrumen keuangan.
Perusahaan menerapkan pendekatan umum PSAK 109 untuk mengukur kerugian kredit
ekspektasian yang menggunakan penyisihan kerugian ekspektasian sepanjang umurnya
untuk semua piutang usaha dan aset keuangan lainnya.
Dalam melakukan penilaian, Perusahaan membandingkan antara risiko gagal bayar yang
terjadi atas instrumen keuangan pada saat tanggal pelaporan dengan risiko gagal bayar yang
terjadi atas instrumen keuangan pada saat pengakuan awal dan mempertimbangkan
kewajaran serta ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa biaya atau usaha pada saat
tanggal pelaporan terkait dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan perkiraan atas
kondisi ekonomi di masa depan, yang mengindikasikan kenaikan risiko kredit sejak
pengakuan awal.
2.f. Transaksi Pihak Berelasi
Perusahaan mempunyai transaksi dengan pihak berelasi, sebagaimana yang diuraikan dalam
PSAK 224: ”Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi”.
Seluruh transaksi yang material dengan pihak berelasi telah diungkapkan dalam Catatan 32
atas laporan keuangan.
2.g. Transaksi dan Penjabaran dalam Mata Uang Asing
Mata uang fungsional dan penyajian akun - akun yang disertakan dalam laporan keuangan
Perusahaan diukur menggunakan mata uang dari lingkungan ekonomi dimana entitas
tersebut beroperasi (mata uang fungsional). Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah yang
merupakan mata uang fungsional dan penyajian.
Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan menjadi mata uang fungsional menggunakan
kurs yang berlaku pada tanggal transaksi. Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul
dari penyelesaian transaksi dalam mata uang asing dan dari penjabaran aset dan liabilitas
moneter dalam mata uang asing menggunakan kurs yang berlaku pada akhir tahun diakui
dalam laba rugi.
Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 2024, kurs yang digunakan adalah kurs tengah dari Bank
Indonesia adalah sebagai berikut:
30 Juni 31 Desember
2025 2024
Dollar Amerika Serikat (”USD”) 16.233 16.162
2.h. Persediaan
Berdasarkan PSAK 202. ”Persediaan”, persediaan dinyatakan menurut nilai terendah antara
harga perolehan dan nilai realisasi neto. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata
tertimbang.
Nilai realisasi neto adalah estimasi harga jual dalam kegiatan usaha biasa dikurangi estimasi
biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk melakukan penjualan.
Penyisihan persediaan usang ditentukan berdasarkan estimasi penggunaan atau penjualan
masing-masing jenis persediaan pada masa mendatang.
- 10 -
Page 14
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
Dan Untuk Periode yang Berakhir pada 30 Juni 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
2.i. Aset Tetap
Berdasarkan PSAK 216, “Aset Tetap”, pada saat pengakuan awal, aset tetap diukur pada
biaya perolehan yang meliputi harga pembelian, biaya pinjaman dan biaya lainnya yang dapat
diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diperlukan.
Setelah pengakuan awal, Perusahaan menggunakan model biaya dimana seluruh aset tetap
selain mesin dan peralatan diukur sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan
dan akumulasi kerugian penurunan nilai (jika ada). Biaya perolehan termasuk pengeluaran-
pengeluaran yang dapat diatribusikan secara langsung agar aset tetap tersebut siap
digunakan.
Biaya setelah perolehan awal termasuk dalam jumlah tercatat aset atau diakui sebagai aset
yang terpisah, mana yang lebih tepat, ketika terdapat kemungkinan bahwa manfaat ekonomi
di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke Perusahaan dan biaya
tersebut dapat diukur secara andal. Jumlah tercatat komponen yang diganti dihentikan
pengakuannya pada tahun dimana pada saat penggantian tersebut terjadi. Seluruh biaya
perbaikan dan pemeliharaan dibebankan ke dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain.
Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus. Untuk mencatat jumlah
penyusutan selama estimasi manfaat ekonomi aset tetap adalah sebagai berikut:
Tahun
Peralatan 4
Kendaraan 4 dan 8
Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain pada saat terjadinya, renovasi perbaikan yang signifikan dikapitalisasi.
Ketika aset tidak digunakan lagi atau dilepas, biaya dan akumulasi penyusutannya
dikeluarkan dari kelompok aset tetap dan laba atau rugi yang dihasilkan tercermin dalam
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain untuk periode tersebut.
Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomi
masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang
timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil
pelepasan dan jumlah tercatat dari aset tetap) diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain pada tahun aset tersebut itu dihentikan pengakuannya.
2.j. Transaksi Sewa
Pada tanggal permulaan kontrak, Perusahaan menilai apakah kontrak merupakan atau
mengandung sewa. Suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa jika kontrak tersebut
memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka
waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan. Perusahaan dapat memilih untuk tidak mengakui
aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk:
1. Sewa dengan masa sewa 12 bulan atau kurang dan
2. Sewa yang aset pendasarnya bernilai rendah.
Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset
identifikasian, Perusahaan harus menilai apakah:
1. Perusahaan memiliki hak untuk mendapatkan secara substansial seluruh manfaat
ekonomi dari penggunaan aset identifikasian; dan
2. Perusahaan memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian.
Perusahaan memiliki hak ini ketika Perusahaan memiliki hak untuk pengambilan
keputusan yang relevan tentang bagaimana dan untuk tujuan apa aset digunakan telah
ditentukan sebelumnya:
1. Perusahaan memiliki hak untuk mengoperasikan aset;
2. Perusahaan telah mendesain aset dengan cara menetapkan sebelumnya
- 11 -
Page 15
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
Dan Untuk Periode yang Berakhir pada 30 Juni 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
bagaimana dan untuk tujuan apa aset akan digunakan selama periode penggunaan.
Aset Hak-Guna
Berdasarkan PSAK 116, “Sewa”, aset hak-guna diakui pada tanggal dimulainya sewa (yaitu,
tanggal aset pendasar tersedia untuk digunakan). Pada pengukuran awal, aset hak-guna
diukur pada biaya perolehan yang meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa, biaya
langsung awal yang dikeluarkan, pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum
tanggal mulai dikurangi insentif sewa yang diterima dan estimasi biaya dalam membongkar
dan memindahkan aset pendasar.
Setelah pengakuan awal, aset hak-guna diukur dengan menggunakan model biaya dimana
aset hak-guna diukur sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan
akumulasi kerugian penurunan nilai.
Penyusutan dihitung menggunakan metode garis lurus untuk mencatat jumlah penyusutan
selama estimasi manfaat ekonomi aset hak-guna adalah sebagai berikut:
Jenis Aset Hak-Guna Masa Manfaat
Kantor 4 Tahun
Gudang 4 Tahun
Liabilitas Sewa
Pada tanggal dimulainya sewa, Perusahaan mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai
kini dari pembayaran sewa yang akan dilakukan selama masa sewa.
Dalam menghitung nilai sekarang dari pembayaran sewa, Perusahaan menggunakan suku
bunga pinjaman modal kerja pada tanggal dimulainya sewa. Setelah tanggal dimulainya,
jumlah kewajiban sewa ditingkatkan untuk mencerminkan pertambahan bunga dan dikurangi
untuk pembayaran sewa yang dilakukan. Selain itu, nilai tercatat kewajiban sewa diukur
kembali jika ada modifikasi, perubahan jangka waktu sewa, perubahan pembayaran sewa.
Sewa Jangka Pendek dan Sewa Aset Bernilai Rendah
Perusahaan menerapkan pengecualian pengakuan sewa jangka pendek (untuk sewa yang
memiliki jangka waktu selama 12 bulan atau kurang dari tanggal dimulainya dan tidak
mengandung opsi pembelian). Pembayaran sewa untuk sewa jangka pendek dan sewa untuk
aset bernilai rendah diakui sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
Perusahaan sebagai Pesewa
Sewa dimana Perusahaan tidak mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat
yang terkait dengan kepemilikan suatu aset diklasifikasikan sebagai sewa operasi.
Pendapatan sewa yang timbul dicatat secara garis lurus selama masa sewa dan termasuk
dalam pendapatan dalam laporan laba rugi karena sifat operasinya.
2.k. Biaya Dibayar Dimuka
Biaya dibayar dimuka, diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan
menggunakan metode garis lurus.
2.l. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Aset yang diamortisasi diuji untuk penurunan nilai apabila terdapat peristiwa atau perubahan
keadaan yang mengindikasikan bahwa jumlah tercatat aset tidak dapat diperoleh kembali.
Penurunan nilai diakui untuk jumlah dimana jumlah tercatat aset melebihi jumlah
terpulihkannya. Jumlah terpulihkan adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset
dikurangi biaya untuk menjual atau nilai pakai.
- 12 -
Page 16
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
Dan Untuk Periode yang Berakhir pada 30 Juni 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Untuk tujuan pengujian terhadap penurunan nilai, aset dikelompokkan hingga unit terkecil
yang dapat teridentifikasi dalam menghasilkan arus kas terpisah (unit penghasil kas). Aset
non-keuangan yang mengalami penurunan nilai ditelaah untuk kemungkinan pemulihan dari
penurunan nilai tersebut pada setiap tanggal pelaporan.
2.m. Imbalan Kerja
Perusahaan mencatat liabilitas imbalan kerja jangka panjang sesuai dengan Undang-Undang
No. 11 Tahun 2020 tentang Ketenagakerjaan.
Berdasarkan PSAK 219, “Imbalan Kerja”, imbalan pascakerja diakui sebesar jumlah yang
diukur dengan menggunakan dasar diskonto ketika pekerja telah memberikan jasanya
kepada Perusahaan dalam suatu periode akuntansi, liabilitas dan beban diukur dengan
menggunakan teknik aktuaria yang mencakup pula liabilitas konstruktif yang timbul dari
praktik kebiasaan Perusahaan. Dalam perhitungan liabilitas, imbalan harus didiskontokan
dengan menggunakan metode Projected Unit Credit.
Pesangon pemutusan kontrak kerja diakui jika dan hanya jika, Perusahaan berkomitmen
untuk:
a. Memberhentikan seorang atau sekelompok pekerja sebelum tanggal pensiun normal,
atau
b. Menyediakan pesangon bagi pekerja yang menerima penawaran mengundurkan diri
secara sukarela.
Perusahaan telah menerapkan panduan dalam siaran pers dan klarifikasi pengatribusian
imbalan pada periode jasa untuk program pensiun berbasis undang-undang ketenagakerjaan
atau undang-undang cipta kerja beserta peraturan pelaksanaan (UU Ketenagakerjaan) sesuai
dengan yang diterbitkan oleh DSAK-IAI pada April 2022. Tidak terdapat pendanaan yang
disisihkan oleh Perusahaan sehubungan dengan imbalan pascakerja ini.
Biaya penyediaan imbalan ditentukan dengan menggunakan metode projected unit credit
yang dihitung oleh aktuaris independen setiap tahun. Pengukuran kembali, terdiri dari
keuntungan dan kerugian aktuarial, perubahan dampak batas atas aset (jika ada) dan dari
imbal hasil atas aset program (tidak termasuk bunga), yang tercermin langsung dalam
laporan posisi keuangan yang dibebankan atau dikreditkan dalam penghasilan komprehensif
lain periode terjadinya. Pengukuran kembali diakui dalam penghasilan komprehensif lain
tercermin segera sebagai pos terpisah pada penghasilan komprehensif lain di ekuitas dan
tidak akan direklasifikasi ke laba rugi. Biaya jasa lalu diakui dalam laba rugi pada periode
amendemen program.
Bunga neto dihitung dengan mengalikan tingkat diskonto pada awal periode imbalan pasti
dengan liabilitas atau aset imbalan pasti neto. Biaya imbalan pasti dikategorikan sebagai
berikut:
Biaya jasa (termasuk biaya jasa kini, biaya jasa lalu serta keuntungan dan kerugian
kurtailmen dan penyelesaian).
Beban atau pendapatan bunga neto.
Pengukuran kembali.
Perusahaan menyajikan dua komponen pertama dari biaya imbalan pasti di laba rugi.
Keuntungan dan kerugian kurtailmen dicatat sebagai biaya jasa lalu.
Liabilitas imbalan pensiun yang diakui pada laporan posisi keuangan merupakan defisit atau
surplus aktual dalam program imbalan pasti Perusahaan. Surplus yang dihasilkan dari
perhitungan ini terbatas pada nilai kini manfaat ekonomis yang tersedia dalam bentuk
pengembalian dana program dan pengurangan iuran masa depan ke program.
- 13 -
Page 17
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
Dan Untuk Periode yang Berakhir pada 30 Juni 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
2.n. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan
Perusahaan melakukan penerapan PSAK 115 yang mensyaratkan pengakuan pendapatan
harus memenuhi 5 langkah analisa sebagai berikut:
a. Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
b. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan
janji-janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik
berbeda ke pelanggan.
c. Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak
diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang
dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu
jumlah yang bersifat variabel, maka Perusahaan membuat estimasi jumlah imbalan
tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang
atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja
jasa yang akan dibayarkan selama periode kontrak.
d. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar
harga jual berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di
kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif
diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin.
e. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan
menyerahkan barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah
memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut.
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan 2 cara, yakni:
a. Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
b. Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke (pelanggan). Untuk
kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi dalam suatu periode waktu, Perusahaan memilih
ukuran penyelesaian yang sesuai untuk penentuan jumlah pendapatan yang harus diakui
karena telah terpenuhinya kewajiban pelaksanaan.
Pembayaran harga transaksi berbeda untuk setiap kontrak. Aset kontrak diakui ketika jumlah
penerimaan dari pelanggan kurang dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi.
Kewajiban kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari pelanggan lebih dari saldo kewajiban
pelaksanaan yang telah dipenuhi. Aset kontrak disajikan dalam "Piutang usaha" dan liabilitas
kontrak disajikan dalam "Pendapatan tangguhan”.
Penjualan Barang
Perusahaan mengakui pendapatan ketika Perusahaan memenuhi kewajiban pelaksanaan
dengan mengalihkan barang atau jasa yang dijanjikan (yaitu aset) kepada pelanggan. Aset
dialihkan ketika pelanggan memperoleh pengendalian atas aset tersebut.
Beban
Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis).
2.o. Pajak Penghasilan
Pajak kini terutang berdasarkan laba kena pajak untuk suatu tahun. Laba kena pajak berbeda
dari laba sebelum pajak seperti yang dilaporkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain karena pos pendapatan atau beban yang dikenakan pajak atau
dikurangkan pada tahun berbeda dan pos-pos yang tidak pernah dikenakan pajak atau tidak
dapat dikurangkan.
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam periode yang bersangkutan
yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku. Pajak tangguhan diakui atas perbedaan
- 14 -
Page 18
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
Dan Untuk Periode yang Berakhir pada 30 Juni 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
temporer antara jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam laporan keuangan Perusahaan
dengan dasar pengenaan pajak yang digunakan dalam perhitungan laba kena pajak.
Liabilitas pajak tangguhan umumnya diakui untuk seluruh perbedaan temporer kena pajak.
Aset pajak tangguhan umumnya diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat
dikurangkan sepanjang kemungkinan besar bahwa laba kena pajak akan tersedia sehingga
perbedaan temporer dapat dimanfaatkan. Aset dan liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika
perbedaan temporer timbul dari pengakuan awal (bukan kombinasi bisnis) dari aset dan
liabilitas suatu transaksi yang tidak mempengaruhi laba kena pajak atau laba akuntansi.
Selain itu, liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika perbedaan temporer timbul dari
pengakuan awal goodwill.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang
diekspektasikan berlaku dalam periode ketika liabilitas diselesaikan atau aset dipulihkan
dengan tarif pajak (dan peraturan pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah
berlaku pada akhir periode pelaporan.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada akhir periode pelaporan dan dikurangi
jumlah tercatatnya jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah
yang memadai untuk mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan
tersebut.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika entitas memiliki hak yang dapat
dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas
pajak kini dan ketika aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak
penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama serta Perusahaan yang
berbeda yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto.
Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai beban atau penghasilan dalam laba atau rugi,
kecuali sepanjang pajak penghasilan yang berasal dari transaksi atau kejadian yang diakui,
diluar laba atau rugi (baik dalam pendapatan komprehensif lain maupun secara langsung di
ekuitas), dalam hal tersebut pajak juga diakui di luar laba atau rugi yang timbul dari akuntansi
awal untuk kombinasi bisnis. Dalam kasus kombinasi bisnis, pengaruh pajak termasuk dalam
akuntansi kombinasi bisnis.
2.p. Modal Saham
Biaya tambahan yang secara langsung dapat diatribusikan kepada penerbitan saham biasa
atau opsi disajikan pada ekuitas sebagai pengurang penerimaan, setelah dikurangi pajak.
Ketika Perusahaan membeli modal saham ekuitas Perusahaan (saham treasuri), imbalan
yang dibayar, termasuk biaya tambahan yang secara langsung dapat diatribusikan (dikurangi
pajak penghasilan) dikurangkan dari ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik ekuitas entitas
sampai saham tersebut dibatalkan atau diterbitkan kembali. Ketika saham biasa tersebut
selanjutnya diterbitkan kembali, imbalan yang diterima, dikurangi biaya tambahan transaksi
yang terkait dan dampak pajak penghasilan yang terkait dimasukkan pada ekuitas yang dapat
diatribusikan kepada pemilik ekuitas Perusahaan.
2.q. Laba Per Saham
Berdasarkan PSAK 233, “Laba per Saham”, laba per saham dasar dihitung dengan membagi
laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas dengan jumlah rata-rata tertimbang dari
saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan yang disesuaikan dengan jumlah saham
biasa yang dibeli kembali.
2.r. Biaya Emisi Saham
Biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan penerbitan modal saham Perusahaan kepada
publik dikurangkan langsung dengan hasil emisi dan disajikan sebagai pengurang akun
tambahan modal disetor dalam laporan posisi keuangan.
- 15 -
Page 19
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
Dan Untuk Periode yang Berakhir pada 30 Juni 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
3. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN ESTIMASI AKUNTANSI YANG MATERIAL
Dalam penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan, yang dijelaskan dalam Catatan 2, Dewan Direksi
diwajibkan untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi tentang jumlah tercatat aset dan
liabilitas yang tidak tersedia dari sumber lain. Estimasi dan asumsi yang terkait didasarkan pada
pengalaman historis dan faktor-faktor lain yang dianggap relevan. Hasil aktualnya mungkin berbeda
dari estimasi tersebut.
Estimasi dan asumsi yang mendasari ditelaah secara berkelanjutan. Revisi estimasi akuntansi diakui
dalam periode dimana estimasi tersebut direvisi jika revisi hanya mempengaruhi periode itu, atau
pada periode revisi dan periode masa depan jika revisi mempengaruhi kedua periode tersebut.
Pertimbangan Kritis dalam Penerapan Kebijakan Akuntansi
Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi yang dijelaskan dalam Catatan 2, tidak terdapat
pertimbangan kritis yang memiliki dampak material pada jumlah yang diakui dalam laporan
keuangan, selain dari penyajian perkiraan yang diatur dibawah ini:
Sumber Estimasi Ketidakpastian
Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber estimasi ketidakpastian utama lainnya pada akhir
periode pelaporan, yang memiliki risiko signifikan yang mengakibatkan penyesuaian material terhadap
jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya dijelaskan dibawah ini:
Penurunan Nilai Aset
Pengujian atas penurunan nilai dilakukan apabila terdapat indikasi penurunan nilai. Penentuan nilai
pakai aset memerlukan estimasi mengenai arus kas yang diharapkan untuk dihasilkan dari
penggunaan aset (unit penghasil kas) dan penjualan aset tersebut serta tingkat diskonto yang sesuai
untuk menentukan nilai sekarang.
Walaupun asumsi yang digunakan dalam mengestimasi nilai pakai aset yang tercermin dalam laporan
keuangan dianggap telah sesuai dan wajar, namun perubahan signifikan atas asumsi ini akan
berdampak material terhadap penentuan jumlah yang dapat dipulihkan dan akibatnya kerugian
penurunan nilai yang timbul akan berdampak terhadap hasil usaha.
Berdasarkan pertimbangan manajemen, tidak terdapat indikator penurunan nilai atas aset
Perusahaan.
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Piutang Usaha
Perusahaan mengevaluasi akun tertentu jika terdapat informasi bahwa pelanggan yang bersangkutan
tidak dapat memenuhi kewajiban keuangannya. Dalam hal tersebut, Perusahaan mempertimbangkan,
berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu
hubungan dengan pelanggan dan status kredit dari pelanggan berdasarkan catatan kredit dari pihak
ketiga dan faktor pasar yang telah diketahui, untuk mencatat provisi spesifik atas jumlah piutang
pelanggan guna mengurangi jumlah piutang yang diharapkan dapat diterima oleh Perusahaan. Provisi
spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima memengaruhi
jumlah cadangan kerugian penurunan nilai piutang usaha. Penjelasan lebih lanjut diungkapkan dalam
Catatan 5 atas laporan keuangan.
Imbalan Kerja
Nilai kini dari kewajiban imbalan pasti tergantung pada sejumlah faktor yang ditentukan berdasarkan
basis aktuarial dengan menggunakan sejumlah asumsi. Asumsi yang digunakan dalam menentukan
biaya untuk imbalan pascakerja termasuk tingkat diskonto dan kenaikan gaji dimasa datang. Setiap
perubahan dalam asumsi ini akan berdampak pada nilai tercatat atas kewajiban imbalan pensiun.
Perusahaan menentukan tingkat diskonto dan tingkat kenaikan gaji dimasa datang yang sesuai pada
akhir periode pelaporan. Dalam menentukan tingkat suku bunga yang sesuai, Perusahaan
- 16 -
Page 20
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
Dan Untuk Periode yang Berakhir pada 30 Juni 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
mempertimbangkan tingkat suku bunga obligasi pemerintah yang didenominasikan dalam mata uang
dimana imbalan akan dibayar dan memiliki jangka waktu yang serupa dengan jangka waktu liabilitas
terkait. Dalam menentukan tingkat kenaikan gaji masa datang, Perusahaan mengumpulkan data
historis mengenai perubahan gaji dasar pekerja dan menyesuaikan dengan perencanaan bisnis masa
mendatang.
Asumsi kunci lainnya untuk kewajiban pensiun sebagai dasar pada kondisi pasar saat ini, informasi
tambahan diungkapkan dalam Catatan 18.
Taksiran Masa Manfaat Ekonomis Aset Tetap dan Aset Hak-Guna
Masa manfaat setiap aset tetap dan aset hak-guna Perusahaan ditentukan berdasarkan kegunaan
yang diharapkan dari penggunaan aset tersebut. Estimasi ini ditentukan berdasarkan evaluasi teknis
internal dan pengalaman atas aset sejenis. Masa manfaat setiap aset direviu secara periodik dan
disesuaikan apabila perkiraan berbeda dengan estimasi sebelumnya karena keausan, keusangan
teknis dan komersial, hukum atau keterbatasan lainnya atas pemakaian aset. Namun terdapat
kemungkinan bahwa hasil operasi dimasa mendatang dapat dipengaruhi secara signifikan oleh
perubahan atas jumlah serta periode pencatatan beban yang diakibatkan karena perubahan faktor
yang disebutkan di atas.
Perubahan masa manfaat aset tetap dan aset hak-guna dapat mempengaruhi jumlah beban
penyusutan yang diakui dan penurunan nilai tercatat aset tetap dan aset hak-guna.
Nilai tercatat aset tetap dan aset hak-guna masing-masing diungkapkan dalam Catatan 9 dan 10.
4. KAS DAN SETARA KAS
30 Juni 31 Desember
2025 2024
Kas 662,300 2.225.800
Bank
Bank Central Asia 139,870,748 35,547,766
Bank Mandiri 88,367,871 93,125,792
Bank Rakyat Indonesia 82,885,010 996,687
Bank OCBC NISP 81,466,328 142,069,909
Bank Negara Indonesia 3,391,500 3,666,500
Bank Maybank Indonesia 881,863 1,341,863
Sub Jumlah 396,863,320 276.748.517
Deposito Berjangka
Bank OCBC NISP 30.000.000.000 30.000.000.000
Sub Jumlah 30.000.000.000 30.000.000.000
Jumlah 30.397.525.620 30.278.974.317
Suku Bunga Deposito Berjangka per Tahun 1% 1%
Seluruh saldo kas dan setara kas ditempatkan pada pihak ketiga dan tidak dijaminkan.
5. PIUTANG USAHA DARI PIHAK KETIGA
30 Juni 31 Desember
2025 2024
PT Golden Jaguarasia 8.700.000.001 10.875.000.001
PT Oto Jaya Distribusindo 4.084.784.920 4.328.426.062
- 17 -
Page 21
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
Dan Untuk Periode yang Berakhir pada 30 Juni 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
CV Anugerah Langkah Sejahtera 943.371.508 388.953.264
PT Bintang Timur Prima Lestari - Medan 741.317.954 -
CV Danaswara 725.511.132 472.502.050
PT Rilexindo Pelumas Perkasa 703.413.171 518.867.088
PT Surya Vesakha Pamungkas 673.812.536 241.669.573
PT Sarana Solusi Mandiri 647.987.782 527.538.870
PT Bintang Timur Prima Lestari - Padang 535.650.952 -
CV RR Auto Berkah 527.202.688 529.453.400
CV Lancar Rezeki Berkat Jaya 490.888.744 229.770.560
PT Primason Indo Baru 361.940.780 699.131.020
PT Kencana Indotama Grafika 305.991.526 1.095.214.414
CV Central Celebes Perkasa 172.653.419 813.206.541
Bengkel Putra Agung Motor - Serang 145.133.800 -
PT Wahana Putra Widodo Bantul 144.310.200 -
PT Hana Cahaya Bersama 139.998.598 188.115.663
PT Wahana Putra Widodo Wonosari 115.625.400 357.456.000
CV Hitam Manis 106.668.000 -
PT Estima Auto Berkah 106.112.400 -
CV Primarindo Otomitra Sejahtera - 624.854.736
PT Sriwijaya Andalan Sakti - 239.626.800
Bengkel Putra Agung Motor – Serang - 171.421.600
CV Sinar Rejeki Jaya - 150.000.000
Bengkel Automax - 125.056.200
Lain-Lain (Dibawah Rp 100 Juta) 4.301.688.498 3.906.236.416
Total 24.674.064.008 26.482.500.258
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (255.555.410) (601.373.329)
Jumlah – Bersih 24.418.508.598 25.881.126.929
Umur piutang usaha per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
30 Juni 31 Desember
2025 2024
Belum Jatuh Tempo 7.892.616.137 14.257.531.553
Jatuh Tempo:
1-30 hari 10.575.198.259 6.267.891.069
31-60 hari 984.681.769 1.258.664.790
61-90 hari 782.834.691 470.484.700
≥ 90 hari 4.438.733.152 4.227.928.146
Sub Jumlah 24.674.064.008 26.482.500.258
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (255.555.410) (601.373.329)
Jumlah - Bersih 24.418.508.598 25.881.126.929
Mutasi Cadangan Penurunan Nilai:
30 Juni 31 Desember
2025 2024
Saldo Awal 601.373.329 347.972.021
Penambahan Pencadangan (Catatan 24) 175.891.962 253.401.308
Pemulihan Cadangan Piutang (Catatan 25) (521.709.881) -
Jumlah 255.555.410 601.373.329
Perusahaan membentuk cadangan kerugian penurunan nilai berdasarkan kerugian kredit
ekspektasian dengan menelaah kolektibilitas saldo piutang secara kolektif dan mempertimbangkan
- 18 -
Page 22
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
Dan Untuk Periode yang Berakhir pada 30 Juni 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
informasi makro ekonomi yang berorientasi ke masa depan dan relevan.
Berdasarkan hasil penelaahan keadaan piutang masing-masing pelanggan pada akhir periode
pelaporan, manajemen berkeyakinan bahwa cadangan kerugian penurunan nilai telah memadai
untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha.
Apabila ada pembayaran atas piutang yang telah dilakukan penurunan nilai, dilakukan pemulihan
dan dicatat sebagai pendapatan lain-lain.
6. PIUTANG LAIN-LAIN DARI PIHAK KETIGA
30 Juni 31 Desember
2025 2024
Karyawan 184.550.212 197.831.403
Jumlah 184.550.212 197.831.403
7. PERSEDIAAN
30 Juni 31 Desember
2025 2024
Barang Jadi 2.587.408.907 4.492.759.280
Bahan Baku 3.352.423.567 1.888.683.889
Barang Material Promosi 573.542.229 79.502.822
Jumlah 6.513.374.703 6.460.945.991
Persediaan bahan baku merupakan persediaan yang akan digunakan dalam proses produksi berupa
minyak dasar dan bahan adiktif.
Persediaan barang jadi merupakan persediaan pelumas kendaraan yang siap untuk dijual.
Persediaan barang material promosi merupakan persediaan yang digunakan untuk promosi berupa
kanebo, kaos dan brosur.
Persediaan milik perusahaan diasuransikan kepada PT Asuransi Sinar Mas terhadap risiko
kebakaran, kerusakan, pencurian, dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan sebesar Rp
13.100.000.000.
Berdasarkan penelahaan pada akhir tahun, pihak manajemen berkeyakinan bahwa semua jenis
persediaan masih dalam kondisi baik dan masih dapat digunakan sehingga tidak diperlukan
penyisihan penurunan nilai persediaan.
8. UANG MUKA
30 Juni 31 Desember
2025 2024
Pembelian Bahan Baku 3.355.843.556 3.386.443.556
Perjalanan Dinas dan Promosi - 32.500.000
Jumlah 3.355.843.556 3.418.943.556
- 19 -
Page 23
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
Dan Untuk Periode yang Berakhir pada 30 Juni 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
9. ASET TETAP
30 Juni 2025
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Biaya Perolehan
Kendaraan 5.930.720.107 730.205.521 - 6.660.925.628
Peralatan 1.553.603.644 81.184.292 - 1.634.787.936
Jumlah 7.484.323.751 811.389.813 - 8.295.713.564
Akumulasi Penyusutan
Kendaraan 3.222.484.518 383.363.527 - 3.605.848.045
Peralatan 1.080.246.158 113.366.449 - 1.193.612.607
Jumlah 4.302.730.676 496.729.976 - 4.799.460.652
Nilai Buku 3.181.593.075 3.496.252.912
31 Desember 2024
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Biaya Perolehan
Kendaraan 4.538.451.034 1.392.269.073 - 5.930.720.107
Peralatan 1.190.647.718 362.955.926 - 1.553.603.644
Jumlah 5.729.098.752 1.755.224.999 - 7.484.323.751
Akumulasi Penyusutan
Kendaraan 2.558.143.519 664.340.999 - 3.222.484.518
Peralatan 890.398.986 189.847.172 - 1.080.246.158
Jumlah 3.448.542.505 854.188.171 - 4.302.730.676
Nilai Buku 2.280.556.247 3.181.593.075
Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut:
2025 2024
(Enam Bulan) (Enam Bulan)
Beban Pokok Penjualan (Catatan 22) 103.775.633 219.687.125
Beban Administrasi dan Umum (Catatan 24) 392.954.344 634.501.046
Jumlah 496.729.977 854.188.171
Perusahaan melakukan perpanjangan asuransi aset milik Perusahaan berupa kendaraan kepada
PT Asuransi Umum BCA terhadap risiko pencurian, tabrakan, perbuatan jahat, kebakaran, petir,
ledakan, kejatuhan pesawat terbang, asap dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan sebesar
Rp 3.082.350.000 dengan jangka waktu 16 Oktober 2024 sampai dengan tanggal 6 November 2027.
Perusahaan melakukan perpanjangan asuransi BCA Insurance atas bangunan dan perlengkapan
dengan perjanjian terakhir dimulai dari 16 Oktober 2025 sampai dengan 16 Oktober 2026 dengan
nilai pertanggungan sebesar Rp 760.000.000.
Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan tersebut dapat menutup kemungkinan kerugian
akibat risiko - risiko tersebut.
10. ASET HAK-GUNA
30 Juni 31 Desember
2025 2024
Harga Perolehan 1.280.000.000 920.000.000
Akumulasi Penyusutan (1.018.333.333) (903.333.333)
Jumlah 261.666.667 16.666.667
- 20 -
Page 24
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
Dan Untuk Periode yang Berakhir pada 30 Juni 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Beban penyusutan aset hak-guna dialokasikan sebagai berikut:
30 Juni 31 Desember
2025 2024
Beban Pokok Penjualan (Catatan 22) 130.000.000 130.000.000
Beban Administrasi dan Umum (Catatan 24) 100.000.000 100.000.000
Jumlah 230.000.000 230.000.000
Perusahaan mengadakan perjanjian sewa-menyewa ruko dengan Tn. Kartiko Soemargono pada
tanggal 1 Maret 2021 atas bangunan ruko yang terletak di Jl. Raya Gading Serpong Blok A No. 15
Kel. Curug Sangereng, Kec. Kelapa Dua, Tangerang - Banten. Sewa tersebut untuk periode
4 tahun sejak 1 Maret 2021 sampai dengan 28 Februari 2025 dengan total nilai sewa sebesar
Rp 400.000.000. Selanjutnya terdapat addendum perjanjian sewa tersebut tertanggal 17 Maret
2025 dengan perpanjangan masa sewa sejak 1 Maret 2025 sampai dengan 28 Februari 2026
dengan penambahan nilai sewa sebesar Rp 100.000.000.
Perusahaan mengadakan perjanjian sewa-menyewa dengan Holland H. Simanjuntak berdasarkan
perjanjian tanggal 28 Desember 2020 atas bangunan seluas 360 m2 dengan Sertifikat Hak Milik
No. 12.10.15.13.1.01719 atas nama Holland H. Simanjuntak yang terletak di Jl. Legok Raya KM 6
No. 77 Carang Pulang Medang Legok, Tangerang. Masa sewa ini berlaku selama 2 tahun sejak
1 Januari 2021 sampai dengan 31 Desember 2022 dengan nilai sewa sebesar Rp 260.000.000,
selanjutnya terdapat addendum perjanjian sewa tersebut tertanggal 1 Januari 2023 dengan
perpanjangan masa sewa sejak 1 Januari 2023 sampai dengan 31 Desember 2024 dengan
penambahan nilai sewa sebesar Rp 260.000.000. Perjanjian kembali diperpanjang melalui
addendum tertanggal 30 Januari 2025, dengan masa sewa diperpanjang dari 1 Januari 2025
hingga 31 Desember 2026, dan tambahan nilai sewa sebesar Rp260.000.000.
11. UANG JAMINAN
30 Juni 31 Desember
2025 2024
Jaminan Sewa 20.000.000 20.000.000
Jumlah 20.000.000 20.000.000
Merupakan deposit sewa gudang yang terletak di jalan raya Legok KM. 6 No. 77 Carang Pulang
Medang Legok, Tangerang-Banten.
12. PERPAJAKAN
a. Utang Pajak
30 Juni 31 Desember
2025 2024
Pajak Pertambahan Nilai – Bersih 238.768.107 315.431.858
Pajak Penghasilan
Pasal 4 ayat 2 883.500 85.424
Pasal 21 28.632.862 23.476.605
Pasal 23 4.147.466 1.796.471
Pasal 25 102.257.080 110.171.771
Pasal 29
Periode 30 Juni 2025 9.210.109 -
Tahun 2024 - 10.427.626
Jumlah 383.899.124 461.389.755
- 21 -
Page 25
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
Dan Untuk Periode yang Berakhir pada 30 Juni 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
b. Pajak Penghasilan Badan
Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain dengan laba fiskal adalah sebagai berikut:
30 Juni 31 Desember
2025 2024
Laba Sebelum Pajak 776.172.609 2.027.491.835
Beda Temporer:
Beban Penyisihan Penurunan Nilai Piutang 175.891.962 253.401.308
Beban Penyusutan Aset Tetap (321.019.093) (58.005.725)
Beban Imbalan Pascakerja 356.694.000 579.358.000
Pembayaran Pesangon - (34.502.000)
Beda Tetap:
Beban Pajak 13.139.069 26.489.011
Beban yang Tidak Dapat Dikurangkan Secara
Pajak - 741.565.310
Jumlah Koreksi Fiskal Bersih 866.744.124 1.508.305.904
Penghasilan Kena Pajak 1.642.916.732 3.535.797.739
Penghasilan Kena Pajak (Pembulatan) 1.642.916.732 3.535.797.000
Beban Pajak
Fasilitas 26.883.124 -
Non Fasilitas 307.675.433 777.875.340
Taksiran Beban Pajak Kini 334.558.557 777.875.340
Dikurangi pajak penghasilan
dibayar dimuka:
Pasal 22 51.325.532 164.182.463
Pasal 25 274.022.916 603.265.251
Jumlah 325.348.448 767.447.714
Taksiran Utang Pajak Penghasilan Pasal 29 9.210.109 10.427.626
Laba kena Pajak hasil rekonsiliasi menjadi dasar dalam pengisian SPT Tahunan Pajak
Penghasilan Badan.
c. Pajak Tangguhan
Dikreditkan
(dibebankan)
Dikreditkan ke Penghasilan
31 Desember (dibebankan) Komprehensif 30 Juni
2024 ke laba rugi Lain 2025
Aset Tetap (12.761.259) 70.624.200 - 57.862.941
Piutang Usaha 132.302.133 (76.079.943) - 56.222.190
Imbalan Pascakerja 218.889.576 80.845.244 29.467.680 329.202.500
Jumlah Aset Pajak
Tangguhan 338.430.450 75.389.501 29.467.680 443.287.631
Dikreditkan
ke Penghasilan
31 Desember Dikreditkan Komprehensif 31 Desember
2023 ke laba rugi Lain 2024
Aset Tetap 377.804.760 (390.566.020) - (12.761.259)
Piutang Usaha 76.553.845 55.748.288 - 132.302.133
Imbalan Pascakerja 231.178.640 40.498.040 (52.787.104) 218.889.576
Jumlah Aset Pajak
Tangguhan 685.537.245 (294.319.692) (52.787.104) 338.430.450
- 22 -
Page 26
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
Dan Untuk Periode yang Berakhir pada 30 Juni 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
13. UTANG USAHA KEPADA PIHAK KETIGA
30 Juni 31 Desember
2025 2024
Rupiah
PT Pacific Lubritama Indonesia 2.961.258.016 2.896.716.147
PT Nusaraya Putramandiri 2.193.569.739 1.272.560.992
PT Usaha Bersama Sukses 400.302.575 280.342.443
PT Surya Terang Pratama 264.744.040 149.760.063
PT Hidayat Putra Industri 160.212.960 -
PT Grafindo Jaya Pacific 131.923.500 171.671.580
PT Pura Barutama 124.281.150 -
PT Sinar Alam Abadijaya - 365.793.759
PT Dwi Prima Rezeky - 58.308.300
Lain-lain (dibawah Rp 100 Juta) 253.577.794 257.058.092
Sub Jumlah 6.489.869.773 5.452.211.376
Dolar Amerika Serikat
Lupromax International Pte Ltd 1.274.027.202 1.974.282.501
Sub Jumlah 1.274.027.202 1.974.282.501
Jumlah 7.763.896.975 7.426.493.877
Rincian umur utang usaha adalah sebagai berikut:
30 Juni 31 Desember
2025 2024
Belum Jatuh Tempo 5.295.251.806 3.836.596.575
Jatuh Tempo:
1-30 hari 1.177.487.337 -
31-60 hari - 2.543.415.168
61-90 hari 1.274.080.482 61.350.402
≥ 90 hari 17.077.350 985.131.732
Jumlah 7.763.896.975 7.426.493.877
14. BEBAN AKRUAL
30 Juni 31 Desember
2025 2024
Operasional 327.988.213 154.271.876
Jumlah 327.988.213 154.271.876
15. UANG MUKA PELANGGAN
30 Juni 31 Desember
2025 2024
PT Pulau Seroja Jaya 643.000.000 1.114.090.987
PT Golden Jaguarasia 150.000.000 750.000.000
PT Anugerah Lampung Sejahtera 350.000.000 -
Jumlah 1.143.000.000 1.864.090.987
- 23 -
Page 27
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
Dan Untuk Periode yang Berakhir pada 30 Juni 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
16. UTANG PEMBELIAN ASET TETAP
30 Juni 31 Desember
2025 2024
Rincian Utang Pembelian Aset Tetap
Berdasarkan Jatuh Tempo 335.857.919 698.905.606
Lebih dari Satu Tahun dan Kurang dari Lima Tahun 1.052.064.841 600.748.319
Nilai Sekarang Atas Pembayaran Minimum Utang
Pembiayaan 1.387.922.760 1.299.653.925
Dikurangi bagian yang jatuh Tempo Dalam Waktu Satu
Tahun 335.857.919 698.905.606
Bagian Jangka Panjang 1.052.064.841 600.748.319
Pada tanggal 6 November 2024, Perusahaan membeli 1 (satu) unit mobil Toyota Innova 2.4 G
A/T dengan memperoleh fasilitas pembiayaan dari Bank Central Asia dengan jangka waktu
fasilitas selama 3 (tiga) tahun dari periode 6 November 2024 sampai dengan 6 Oktober 2027
dengan suku bunga per tahun sebesar 2,45%.
Pada tanggal 16 Oktober 2024, Perusahaan membeli 1 (satu) unit mobil Toyota Yaris Cross
1.5 S HYBRID dengan memperoleh fasilitas pembiayaan dari Bank Central Asia dengan jangka
waktu fasilitas selama 3 (tiga) tahun dari periode 16 Oktober 2024 sampai dengan
16 September 2027 dengan suku bunga per tahun sebesar 2,45%.
Pada tanggal 1 February 2024, Perusahaan membeli 1 (satu) unit mobil Mitsubishi Canter
dengan memperoleh fasilitas pembiayaan dari Bank Central Asia dengan jangka waktu fasilitas
selama 3 (tiga) tahun dari periode 1 Februari 2024 sampai dengan 1 Juli 2027.
Pada tanggal 19 September 2022, Perusahaan membeli 1 (satu) unit mobil Toyota Calya
1.2 G A dengan memperoleh fasilitas pembiayaan dari Bank Central Asia dengan jangka waktu
fasilitas selama 3 (tiga) tahun dari periode 30 September 2022 sampai dengan 30 September
2025 dengan suku bunga per tahun sebesar 2,95%.
Pada tanggal 23 Maret 2021, Perusahaan membeli 1 (satu) unit mobil Honda HRV 1.5 SE CVT
dengan memperoleh fasilitas pembiayaan dari Bank Central Asia dengan jangka waktu fasilitas
selama 3 (tiga) tahun dari periode 30 Maret 2021 sampai dengan 30 Maret 2024 dengan suku
bunga per tahun sebesar 6,00%.
Pada bulan Maret 2021, Perusahaan membeli 1 (satu) unit mobil Toyota Calya 1.2 G AT dengan
memperoleh fasilitas pembiayaan dari Bank Central Asia dengan jangka waktu selama 3 (tiga)
tahun dari periode 31 Maret 2021 sampai dengan 29 Februari 2024 dengan suku bunga per
tahun sebesar 6,00%.
Pada bulan Mei 2021, Perusahaan membeli 1 (satu) unit mobil Toyota Hiace Premio 2.8 M/T
dengan memperoleh fasilitas pembiayaan dari Bank Central Asia dengan jangka waktu fasilitas
selama 3 (tiga) tahun dari periode 31 Mei 2021 sampai dengan 30 April 2024 dengan suku
bunga per tahun sebesar 7,09%.
Pada bulan Maret 2025, Perusahaan membeli 1 (satu) unit mobil Mitsubishi Triton dengan harga
100.000.000.
Pada bulan Maret 2025, Perusahaan membeli 1 (satu) unit mobil Toyota Avanza 1.5 G CVT
dengan memperoleh fasilitas pembiayaan dari Bank Central Asia dengan jangka waktu fasilitas
selama 3 (tiga) tahun dari periode 19 Mei 2025 sampai dengan 19 Februari 2028 dengan suku
bunga per tahun sebesar 5,78%.
Pada bulan Maret 2025, Perusahaan membeli 1 (satu) unit mobil Honda HRV 1.5 SE CVT
- 24 -
Page 28
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
Dan Untuk Periode yang Berakhir pada 30 Juni 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
dengan memperoleh fasilitas pembiayaan dari Bank Central Asia dengan jangka waktu fasilitas
selama 3 (tiga) tahun dari periode 22 Mei 2025 sampai dengan 22 Februari 2028 dengan suku
bunga per tahun sebesar 5,78%.
17. UTANG BANK
a. Utang Bank Jangka Pendek
30 Juni 31 Desember
2025 2024
Bank Central Asia 4.978.795.477 6.082.121.484
Jumlah 4.978.795.477 6.082.121.484
b. Utang Bank Jangka Panjang
30 Juni 31 Desember
2025 2024
Bank Central Asia 728.333.301 878.333.308
Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu
satu tahun: 80.000.004 80.000.004
Bagian Jangka Panjang 648.333.297 798.333.304
Rincian angsuran di masa mendatang atas utang jangka panjang dari bank adalah sebagai berikut:
Jatuh Tempo 30 Juni 31 Desember
2025 2024
2025 150.000.007 6.162.121.488
2026 4.978.795.477 80.000.004
2027 80.000.004 80.000.004
2028 498.333.290 638.333.296
Total Angsuran 5.707.128.778 6.960.454.792
a) Berdasarkan surat Perjanjian Pinjaman Kredit Nomor 00520/PPK/SYP/2022 tanggal 13 Januari
2023 sebagai berikut:
Fasilitas Pinjaman Rekening Koran 1:
Plafon : Rp 4.000.000.000.
Jenis Kredit : Kredit Lokal.
Jangka Waktu : 12 (dua belas) bulan, terhitung sejak jatuh tempo 13 Januari 2024
sampai dengan 13 Januari 2025.
Suku Bunga : 9,5% p.a.
Provisi : 1%.
Agunan : Sertifikat Hak-Guna Bangunan Nomor 08301/Curug Sangereng,
terletak dalam Provinsi Banten, Kabupaten Tangerang, Kecamatan
Kelapa Dua, setempat dikenal sebagai Blok A No.15 Ruko Graha
Boulevard Blok A No.15 , seluas 66 M2 terdaftar atas nama Kartiko
Soemargono.
Bangunan dan segala sesuatu yang telah dan atau akan didirikan,
ditanam dan ditempatkan di atas tanah tersebut yang menurut
sifatnya, peruntukkannya dan undang-undang dianggap sebagai
barang tidak bergerak, tidak ada yang dikecualikan.
Pemberi agunan berdasarkan akta jual-beli, tanggal 10-01-2023
nomor 04/2023, dibuat dihadapan Elly Puspita Sunarya, S.H,
- 25 -
Page 29
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
Dan Untuk Periode yang Berakhir pada 30 Juni 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Pejabat Pembuat Akta Tanah untuk wilayah Kabupaten Tangerang.
Berdasarkan Surat Pemberitahuan Perpanjangan Jangka Waktu (SPPJ)
No. 00157/SYP/SPPJ/2024 tanggal 25 April 2024 telah diperbaharui beberapa ketentuan menjadi
sebagai berikut:
Plafon : Rp 4.000.000.000.
Jenis Kredit : Kredit Lokal.
Jangka Waktu : 12 (dua belas) bulan, terhitung sejak jatuh tempo 5 Mei 2025 sampai
dengan 5 Mei 2026.
Suku Bunga : 10,5% p.a.
Provisi : 0,5%.
Fasilitas Pinjaman Rekening Koran 2:
Plafon : Rp 2.100.000.000.
Jenis Kredit : Kredit Lokal.
Jangka Waktu : 12 (dua belas) bulan, terhitung sejak jatuh tempo 13 Januari 2024
sampai dengan 13 Januari 2025.
Suku Bunga : 10,5% p.a.
Provisi : 0,5%.
Agunan : Sertifikat Hak-Guna Bangunan Nomor 02712, terletak dalam
Provinsi Banten, Kabupaten Tangerang, Kecamatan Serpong,
Kelurahan Cilenggang, Jl. Perumahan The Green BSD Cluster
Blossom Extension 1 Blok L.1 No. 5 seluas 66 M2 terdaftar atas
nama Evyana Soemargono.
Bangunan dan segala sesuatu yang telah dan atau akan didirikan,
ditanam dan ditempatkan di atas tanah tersebut yang menurut
sifatnya, peruntukkannya dan undang-undang dianggap sebagai
barang tidak bergerak, tidak ada yang dikecualikan.
Berdasarkan Surat Pemberitahuan Perpanjangan Jangka Waktu (SPPJ)
No. 00157/SYP/SPPJ/2024 tanggal 25 April 2024 telah diperbaharui beberapa ketentuan menjadi
sebagai berikut:
Plafon : Rp 2.100.000.000.
Jenis Kredit : Kredit Lokal.
Jangka Waktu : 12 (dua belas) bulan, terhitung sejak jatuh tempo 5 Mei 2025 sampai
dengan 5 Mei 2026.
Suku Bunga : 10,5% p.a.
Provisi : 0,5%.
b) Berdasarkan surat Perjanjian Pinjaman Kredit Nomor 00474/0980S/SPPK/2022 tanggal 31 Mei
2022 sebagai berikut:
Fasilitas Installment Loan 1:
Plafon : Rp 400.000.000.
Jenis Kredit : Kredit Modal Kerja.
Jangka Waktu : 24 (dua puluh empat) bulan, terhitung sejak jatuh tempo 22 Juni 2025
sampai dengan 22 Juni 2026.
Suku Bunga : 8,75% p.a.
Agunan : Sertifikat Hak-Guna Bangunan Nomor 02712. terletak dalam
Provinsi Banten, Kabupaten Tangerang, Kecamatan Serpong,
Kelurahan Cilenggang, setempat dikenal sebagai Blok L.1 No. 5
seluas 153 M2 terdaftar atas nama Evyana Soemargono.
Bangunan dan segala sesuatu yang telah dan atau akan didirikan.
- 26 -
Page 30
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
Dan Untuk Periode yang Berakhir pada 30 Juni 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
ditanam dan ditempatkan di atas tanah tersebut yang menurut
sifatnya. peruntukkannya dan undang-undang dianggap sebagai
barang tidak bergerak. tidak ada yang dikecualikan.
Fasilitas Pinjaman Rekening Koran 3:
Plafon : Rp 900.000.000.
Jenis Kredit : Kredit Lokal.
Jangka Waktu : 12 (dua belas) bulan, terhitung sejak jatuh tempo 13 Januari 2023
sampai dengan 13 Januari 2025.
Suku Bunga : 11.5% p.a.
Provisi : 1%.
Agunan : Sertifikat Hak-Guna Bangunan Nomor 04714/Sukamulya, terletak
dalam Provinsi Banten, Kabupaten Tangerang, Kecamatan Cikupa,
Desa Sukamulya, setempat dikenal sebagai Blok O-2 No.208 Ruko
Bizwalk Jl. Bizlink Boulevard Selatan No. 208. seluas 66 M2
terdaftar atas nama Yusuf Christiono.
Bangunan dan segala sesuatu yang telah dan atau akan didirikan,
ditanam dan ditempatkan di atas tanah tersebut yang menurut
sifatnya, peruntukkannya dan undang-undang dianggap sebagai
barang tidak bergerak, tidak ada yang dikecualikan.
Berdasarkan Surat Pemberitahuan Perpanjangan Jangka Waktu (SPPJ)
No. 00157/SYP/SPPJ/2024 tanggal 25 April 2024 telah diperbaharui beberapa ketentuan menjadi
sebagai berikut:
Plafon : Rp 900.000.000.
Jenis Kredit : Kredit Lokal.
Jangka Waktu : 12 (dua belas) bulan, terhitung sejak jatuh tempo 5 Mei 2025 sampai
dengan 5 Mei 2026.
Suku Bunga : 10.5% p.a.
Provisi : 5%.
Fasilitas Installment Loan 2:
Plafon : Rp 1.100.000.000.
Jenis Kredit : Kredit Modal Kerja.
Jangka Waktu : 24 (dua puluh empat) bulan, terhitung sejak jatuh tempo 13 Januari 2023
sampai dengan 13 Januari 2026.
Suku Bunga : 7,25% p.a.
Agunan : Sertifikat Hak-Guna Bangunan Nomor 337/Brontokusuman, terletak
dalam Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Kota Yogyakarta,
Kecamatan Mergangsan. Kelurahan Brontokusuman, seluas 84 M2
terdaftar atas nama Kartiko Soemargono.
Bangunan dan segala sesuatu yang telah dan atau akan didirikan,
ditanam dan ditempatkan di atas tanah tersebut yang menurut
sifatnya, peruntukkannya dan undang-undang dianggap sebagai
barang tidak bergerak, tidak ada yang dikecualikan.
Agunan yang diserahkan:
a. Sebidang tanah sebagaimana diuraikan dalam Sertifikat Hak-Guna Bangunan Nomor
08301/Curug Sangereng, terletak dalam Provinsi Banten, Kabupaten Tangerang, Kecamatan
Kelapa Dua, Desa Curug Sangereng, setempat dikenal sebagai Blok A. No.15. seluas 80 M2
terdaftar atas nama Kartiko Soemargono; - demikian berikut bangunan dan segala sesuatu
yang telah dan atau akan didirikan, ditanam dan ditempatkan di atas tanah tersebut yang
menurut sifatnya, peruntukkannya dan undang-undang dianggap sebagai barang tidak
bergerak, tidak ada yang dikecualikan.
- 27 -
Page 31
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
Dan Untuk Periode yang Berakhir pada 30 Juni 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
b. Sebidang tanah sebagaimana diuraikan dalam Sertifikat Hak Milik Nomor 02712/Cilenggang,
terletak dalam Provinsi Banten, Kota Tangerang Selatan, Kecamatan Serpong, Kelurahan
Cilenggang, setempat dikenal sebagai Blok: L.1 No.5. seluas 153 M2 terdaftar atas nama
Evyana Soemargono; - demikian berikut bangunan dan segala sesuatu yang telah dan atau
akan didirikan, ditanam dan ditempatkan di atas tanah tersebut yang menurut sifatnya,
peruntukkannya dan undang-undang dianggap sebagai barang tidak bergerak, tidak ada yang
dikecualikan.
c. Sebidang tanah sebagaimana diuraikan dalam Sertifikat Hak-Guna Bangunan Nomor
337/Brontokusuman, terletak dalam Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Kota Yogyakarta,
Kecamatan Mergangsan, Kelurahan Brontokusuman seluas 84 M2 terdaftar atas nama Kartiko
Soemargono; - demikian berikut bangunan dan segala sesuatu yang telah dan atau akan
didirikan ditanam dan ditempatkan di atas tanah tersebut yang menurut sifatnya,
peruntukkannya dan undang-undang dianggap sebagai barang tidak bergerak, tidak ada yang
dikecualikan.
d. Sebidang tanah sebagaimana diuraikan dalam Sertifikat Hak-Guna Bangunan Nomor
04608/Sukamulya, terletak dalam Provinsi Banten, Kabupaten Tangerang, Kecamatan
Cikupa, Desa Sukamulya setempat dikenal sebagai Blok O-2 No.208 Jl. Bizlink Boulevard
Selatan No. 208, seluas 24 M2 terdaftar atas nama Yusuf Christiono.
- Demikian berikut bangunan dan segala sesuatu yang telah dan atau akan didirikan,
ditanam dan ditempatkan di atas tanah tersebut yang menurut sifatnya, peruntukkannya
dan undang-undang dianggap sebagai barang tidak bergerak, tidak ada yang
dikecualikan.
- Satu dan lain yang telah diperoleh pemberi agunan berdasarkan akta jual-beli, tanggal 10-
01-2023 nomor 05/2023, dibuat di hadapan Elly Puspita Sunarya, S.H., Pejabat Pembuat
Akta Tanah untuk wilayah Kabupaten Tangerang.
e. Sebidang tanah sebagaiman diuraikan dalam Sertifikat Hak-Guna Bangunan Nomor
04714/Sukamulya, terletak dalam Provinsi Banten, Kabupaten Tangerang, Kecamatan
Cikupa, Desa Sukamulya, setempat dikenal sebagai Blok O-2 No.208 Jl. Bizlink Boulevard
Selatan No. 208, seluas 66 M2 terdaftar atas nama Yusuf Christiono;
- Demikian berikut bangunan dan segala sesuatu yang telah dan atau akan didirikan,
ditanam dan ditempatkan di atas tanah tersebut yang menurut sifatnya, peruntukkannya
dan undang-undang dianggap sebagai barang tidak bergerak, tidak ada yang
dikecualikan.
- Satu dan lain yang telah diperoleh pemberi agunan berdasarkan akta jual-beli, tanggal 10-
01-2023 nomor 04/2023, dibuat di hadapan Elly Puspita Sunarya, S.H., Pejabat Pembuat
Akta Tanah untuk wilayah Kabupaten Tangerang.
Hal-hal yang tidak boleh dilaksanakan Perusahaan:
Selama perusahaan belum bayar lunas utang atau batas waktu penarikan dan/atau penggunaan
fasilitas kredit belum berakhir, perusahaan tidak diperkenankan untuk melakukan hal-hal
dibawah ini, tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari BCA:
a. Memperoleh pinjaman uang/kredit baru dari pihak lain dan/ atau mengikatkan diri sebagai
penangung/ penjamin dalam bentuk dan dengan nama apa pun dan/atau mengagunkan
harta kekayaan perusahaan kepada pihak lain,
b. Meminjamkan uang, termasuk tetapi tidak terbatas kepada perusahaan afiliasinya, kecuali
dalam rangka menjalankan usaha sehari-hari. Apabila perusahaan berbentuk badan:
(i) Melakukan peleburan, penggabungan, pengambilalihan, pembubaran/likuidasi.
(ii) Mengubah status kelembagaan.
Berikut syarat dan ketentuan negative covenant:
- Tidak diperkenankan mengubah susunan pemegang saham yang menyebabkan
kepemilikan Ultimate Shareholder saat ini menjadi minoritas.
- Memberitahu secara tertulis kepada BCA setiap terdapat Corporate Action (termasuk
mengubah pemegang saham dan pengurus), kecuali atas perubahan pemegang saham
yang diakibatkan karena perdagangan saham harian dipasar modal.
- 28 -
Page 32
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
Dan Untuk Periode yang Berakhir pada 30 Juni 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Perusahaan telah memperoleh persetujuan dari Bank Central Asia melalui surat
No.011/BC/DIR/LPI/I/2023, tanggal 30 Januari 2023, sehubungan dengan persetujuan perubahan
Perusahaan menjadi Perusahaan Terbuka dan serta persetujuan anggaran dasar Perusahaan
yang meliputi perubahan modal, susuan pengurus dan/ pemegang saham, serta persetujuan
mengenai Penawaran Umum Perdana Saham (IPO).
18. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA
Besarnya imbalan kerja jangka panjang dihitung berdasarkan peraturan yang berlaku, yakni Undang-
Undang No. 11 tahun 2020 tentang “Cipta Kerja”. Tidak terdapat pendanaan khusus yang disisihkan
sehubungan dengan imbalan kerja jangka panjang tersebut. Perhitungan imbalan pascakerja dihitung
oleh aktuaris independen Kantor Konsultan Aktuaria Steven & Mourits untuk tanggal
31 Desember 2024 dengan nomor laporan 1008/ST-NM-PSAK219-LPIN/II/2025 tanggal laporan
25 Februari 2025, dan untuk tanggal 31 Desember 2023 dihitung oleh aktuaris Kantor Konsultan
Aktuaria Steven & Mourits dengan nomor laporan 0864/ST-NM-PSAK24-LPIN/II/2024 tanggal laporan
25 Februari 2024.
Jumlah karyawan yang berhak atas imbalan pascakerja tersebut adalah 49 dan 39 karyawan pada
tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024.
Program pensiun imbalan pasti memberikan eksposur Perusahaan terhadap risiko aktuarial seperti
risiko tingkat bunga, risiko harapan hidup, dan risiko gaji.
Risiko Tingkat Bunga
Penurunan suku bunga obligasi akan meningkatkan liabilitas program.
Risiko Harapan Hidup
Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan mengacu pada estimasi terbaik dari mortalitas
peserta program baik selama dan setelah kontrak kerja. Peningkatan harapan hidup peserta program
akan meningkatkan liabilitas program.
Risiko Gaji
Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan mengacu pada gaji masa depan peserta program.
Dengan demikian, kenaikan gaji peserta program akan meningkatkan liabilitas program itu.
Beban imbalan pascakerja yang diakui di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah
sebagai berikut:
30 Juni 31 Desember
2025 2024
Diakui pada Laba Rugi
Biaya Jasa Kini 325.571.000 372.729.000
Biaya Jasa Lalu (45.711.000) 76.599.000
Biaya Bunga Neto 76.834.000 65.275.000
Provisi untuk pembayaran imbalan di luar provisi yang
dihitung - -
Penyesuaian liabilitas akibat pengakuan masa kerja lalu - 64.755.000
Sub Jumlah 203.026.000 579.358.000
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti - neto:
Keuntungan (Kerugian) aktuarial yang timbul dari
- 29 -
Page 33
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
Dan Untuk Periode yang Berakhir pada 30 Juni 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
perubahan asumsi keuangan - (77.830.000)
Keuntungan (Kerugian) aktuarial yang timbul dari
penyesuaian atas pengalaman - (190.058.000)
Jumlah - (267.888.000)
Mutasi nilai kini liabilitas imbalan pasti pada tahun berjalan adalah sebagai berikut:
30 Juni 31 Desember
2025 2024
Liabilitas imbalan pasti - awal 1.234.894.000 957.926.000
Biaya Jasa Kini 325.571.000 372.729.000
Biaya Jasa Lalu (45.711.000) 76.599.000
Biaya Bunga 76.834.000 65.275.000
Provisi untuk pembayaran imbalan di luar provisi
yang dihitung - -
Pembayaran Imbalan oleh Perusahaan sesuai provisi
yang dihitung (229.157.000) (34.502.000)
Pembayaran Imbalan oleh Perusahaan di luar provisi
yang dihitung - -
Biaya Jasa Lalu atas Kurtailmen - -
Penyesuaian liabilitas akibat pengakuan masa kerja lalu - 64.755.000
Karyawan (Keuntungan) dan Kerugian Aktuarial
yang Timbul dari Perubahan Asumsi Keuangan - (77.830.000)
(Keuntungan) dan Kerugian Aktuarial yang Timbul
dari Penyesuaian atas Pengalaman - (190.058.000)
Jumlah 1.362.431.000 1.234.894.000
Perhitungan imbalan pascakerja pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 dihitung oleh
Kantor Konsultan Aktuaria Steven & Mourits dengan menggunakan metode “Projected Unit Credit”
dan mempertimbangkan beberapa asumsi sebagai berikut:
30 Juni 31 Desember
2025 2024
Tingkat diskonto per tahun - 7,15%
Tingkat kenaikan gaji per tahun - 5,00%
Tingkat pensiun normal - 58 Tahun
Tingkat kematian - TMI-2019
Asumsi aktuarial yang signifikan untuk penentuan liabilitas imbalan pasti adalah tingkat diskonto,
kenaikan gaji yang diharapkan dan mortalitas.
Tidak ada perubahan dalam metode dan asumsi yang digunakan dalam penyusunan analisis
sensitivitas dari tahun sebelumnya.
Perubahan sebesar satu persen pada tingkat diskonto akan berdampak pada nilai kini liabilitas
imbalan kerja dan biaya jasa kini:
30 Juni 31 Desember
2025 2024
Kenaikan 1%
Nilai kini - 1.131.985.000
Penurunan 1%
Nilai kini - 1.353.085.000
- 30 -
Page 34
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
Dan Untuk Periode yang Berakhir pada 30 Juni 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Perubahan sebesar satu persen pada tingkat kenaikan gaji akan berdampak pada nilai kini liabilitas
imbalan kerja dan biaya jasa kini:
30 Juni 31 Desember
2025 2024
Kenaikan 1% Nilai kini - 1.354.238.000
Penurunan 1% Nilai kini - 1.129.076.000
19. MODAL SAHAM DAN SALDO LABA
a) Modal Saham
Susunan pemegang saham pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 berdasarkan
catatan yang dibuat oleh PT Bima Registra, Biro Administrasi Efek, adalah sebagai berikut:
30 Juni 2025 dan 30 Desember 2024
Persentase Jumlah Modal
Nama Pemegang Saham Jumlah Saham Pemilikan (%) Disetor
Kartiko Soemargono 216.125.000 33,25% 4.322.500.000
Jong Anton Dwi Putro 91.000.000 14,00% 1.820.000.000
Trisno Harnadi 86.450.000 13,30% 1.729.000.000
Clarissa Calluella Haberth 61.425.000 9,45% 1.228.500.000
Masyarakat 195.008.775 30,00% 3.900.175.500
Jumlah 650.008.775 100,00% 13.000.175.500
Berdasarkan Akta No. 12 tanggal 2 Februari 2024 dari Rosida Rajagukguk Siregar, S.H, M.Kn,
Notaris di Kota Jakarta Selatan. Akta perubahan ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0032692.
Tahun 2024, tanggal 5 Februari 2024, menyetujui adanya perubahan Anggaran Dasar sebagai
berikut:
a. Menyetujui pengeluaran saham dalam simpanan (portepel) Perseroan sebanyak 195.000.000
lembar saham dari modal disetor dan ditempatkan penuh setelah penawaran umum dengan
nominal sebesar Rp 3.900.000.000, masing-masing saham bernilai nominal Rp 20,- melalui
penawaran umum perdana kepada masyarakat.
b. Modal Dasar Perusahaan berjumlah Rp 36.400.000.000 terbagi atas 1.820.000.000 lembar
saham masing-masing bernilai nominal Rp 20,-
c. Modal Dasar telah ditempatkan dan disetor sejumlah 650.000.000 lembar saham dengan nilai
nominal seluruhnya sebesar Rp 13.000.000.000 oleh pemegang saham yang telah mengambil
bagian saham dengan rincian tersebut.
Tn. Kartiko Soemargono sebanyak 216.125.000 saham atau sebesar Rp 4.322.500.000.
Tn. Jong Anton Dwi Putro sebanyak 91.000.000 saham atau sebesar Rp 1.820.000.000.
Tn. Trisno Harnadi sebanyak 86.450.000 saham atau sebesar Rp 1.729.000.000.
Ny. Clarissa Calluella Haberth sebanyak 61.425.000 saham atau sebesar
Rp 1.228.500.000.
Masyarakat sebanyak 195.008.775 saham atau sebesar Rp 3.900.175.500.
Berdasarkan Akta No. 149 tanggal 24 Maret 2023 dari Rosida Rajagukguk Siregar, S.H, M.Kn,
Notaris di Kota Jakarta Selatan. Akta perubahan ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0018457.AH.01.02
tahun 2023, tanggal 24 Maret 2023, menyetujui hal sebagai berikut:
a. Perubahan status Perusahaan dari Perusahaan tertutup menjadi Perusahaan terbuka dan
menyetujui perubahan nama Perusahaan menjadi PT Lupromax Pelumas Indonesia Tbk.
b. Menyetujui perubahan permodalan, terdiri dari peningkatan modal ditempatkan dan disetor
- 31 -
Page 35
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
Dan Untuk Periode yang Berakhir pada 30 Juni 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Perusahaan melalui pengeluaran saham baru yang dikeluarkan dari portepel Perusahaan
yaitu sebesar Rp 3.900.000.000 yang terdiri dari 195.000.000 dengan nilai nominal saham
Rp 20,- yang akan ditawarkan kepada masyarakat melalui penawaran umum.
c. Menyetujui peningkatan modal dasar Perseroan dari semula sebesar Rp 7.000.000.000
menjadi sebesar Rp 9.100.000.000 dan menyutujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan
secara keseluruhan termasuk merubah dan menyesuaikan maksud dan tujuan serta kegiatan
usaha Perseroan.
d. Menyetujui untuk merubah nilai nominal saham dari semula sebesar Rp 1.000.000 menjadi
sebesar Rp 20.
b) Tambahan Modal Disetor
30 Juni 31 Desember
2025 2024
Tambahan modal disetor dari Initial
Public Offering (IPO) Penawaran
Perdana Saham sebesar 195.000.000 saham
dengan nilai nominal Rp 20 yang ditawarkan Rp 200 35.100.000.000 35.100.000.000
Pelaksanaan Warran 1.404.000 1.404.000
Dikurangi Biaya Emisi Saham (2.052.881.355) (2.052.881.355)
Jumlah 33.048.522.645 33.048.522.645
c) Saldo Laba
Ditentukan Penggunaannya
Sesuai dengan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perusahaan Terbatas
mengharuskan setiap Perusahaan untuk membentuk cadangan wajib dari laba bersih sampai
cadangan mencapai paling sedikit 20% dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh.
Tidak terdapat batas waktu yang ditetapkan atas pemenuhan kewajiban tersebut. Perusahaan
telah membentuk cadangan wajib sampai dengan 31 Desember 2023 sebesar Rp 100.000.000
atau 0,76% dari modal saham disetor.
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham No. 196 tanggal 25 Juni 2024, Perusahaan
meningkatkan cadangan wajib menjadi Rp 200.000.000 atau 1,53% dari modal disetor.
Tidak Ditentukan Penggunaannya
Merupakan saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya oleh Perusahaan.
30 Juni 31 Desember
2025 2024
Saldo Laba 4.374.414.308 3.957.410.755
20. PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
30 Juni 31 Desember
2025 2024
Saldo Awal 187.154.276 (27.946.620)
Pengukuran Kembali atas
Kewajiban Imbalan Pasti (Catatan 18) 133.944.000 267.888.000
Pajak Penghasilan (29.467.680) (52.787.104)
Saldo Akhir 291.630.596 187.154.276
- 32 -
Page 36
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
Dan Untuk Periode yang Berakhir pada 30 Juni 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
21. PENJUALAN
2025 2024
(Enam Bulan) (Enam Bulan)
Penjualan Oli Pelumas 32.267.828.485 37.909.133.076
Jumlah 32.267.828.485 37.909.133.076
Rincian penjualan berdasarkan pelanggan adalah sebagai berikut:
2025 2024
(Enam Bulan) (Enam Bulan)
Pihak Ketiga
PT Golden Jaguarasia 7.837.837.838 10.108.108.109
CV Anugerah Langkah Sejahtera 1.925.206.245 -
PT Oto Jaya Distribusindo 1.684.087.284 1.893.872.259
PT Sarana Solusi Mandiri 1.354.360.441 1.991.644.212
PT Oto Wira Eka Nusa 1.344.510.222 -
PT Rilexindo Pelumas Perkasa 1.112.538.742 1.060.834.205
PT Bintang Timur Prima Lestari - Medan 1.046.100.548 -
CV Danaswara 1.032.483.351 879.770.950
CV Rr Auto Berkah 981.837.877 1.128.235.974
PT Surya Vesakha Pamungkas 973.761.545 -
CV Lancar Rezeki Berkat Jaya 962.781.110 697.685.532
CV Hitam Manis 700.798.919 505.416.216
PT Bintang Timur Prima Lestari - Padang 624.229.813 -
PT Pulau Seroja Jaya 619.500.000 1.078.300.000
PT Anugerah Lampung Sejahtera 373.567.227 -
PT Delta Teguh Pratama 259.314.198 -
Bengkel Auto Max 245.061.419 350.193.998
Bengkel Automekanika 242.459.459 321.526.126
Bengkel Anugerah Motor 233.970.450 180.134.054
PT Kencana Indotama Grafika 213.742.444 180.225.360
Bengkel Wizi Motor 176.769.595 1.143.466.718
Bengkel Putra Agung Motor - Serang 175.045.405 142.556.757
CV Autotama Mobil Motor 167.252.342 112.364.324
Bengkel Peeng 165.434.595 -
CV Alga Mitra Sejati 148.306.859 188.977.027
Bengkel Hasbul Auto Service 138.927.595 -
Bengkel Berlian Motor - Bsd 138.645.632 154.518.903
Bengkel Affandie Motor 137.574.054 153.780.568
Bengkel Mardiono Auto Service 136.518.670 135.699.459
PT Wahana Putra Widodo Bantul 130.009.189 278.320.000
Bengkel Solusi Anda 126.409.351 -
PT Estima Auto Berkah 124.275.784 100.250.811
CV Central Celebes Perkasa 122.150.957 -
Bengkel Bersama Maju 115.223.378 1.044.980.541
Bengkel Graha Pelumas I 112.266.486 -
Bengkel Auto Garage 111.881.081 -
Bengkel Surya Mandiri Auto Service 104.745.045 113.140.811
PT Wahana Putra Widodo Wonosari 104.167.027 -
PT Grande Bahana Nusa - 3.341.588.526
CV Primarindo Otomitra Sejahtera - 933.445.686
PT Hana Cahaya Bersama - 725.697.067
PT Sriwijaya Andalan Sakti - 679.635.529
Bengkel BBC Auto Service - 513.090.991
Bengkel Dalimo Jaya Motor - 343.701.351
- 33 -
Page 37
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
Dan Untuk Periode yang Berakhir pada 30 Juni 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
PT Selatanindo Batam Mandiri - 217.960.620
PT Aq Indonesia - 183.441.038
PT Giri Aneka Usaha - 135.468.649
Bengkel Autotama - 134.534.685
Bengkel Kilat Auto Design - 114.197.117
Bengkel Graha Pelumas - 110.653.694
UD Opex - 101.597.477
Bengkel Wisma Motor - 101.108.108
Bengkel Delta Auto Service - 100.891.892
Bengkel Dokter Mobil - 100.421.081
Lain-Lain (Dibawah Rp 100.000.000) 6.164.876.304 6.127.696.650
Jumlah 32.267.828.485 37.909.133.075
Rincian pelanggan dengan jumlah nilai penjualan yang melebihi 10% dari jumlah penjualan adalah
sebagai berikut:
2025 2024
(Enam Bulan) (Enam Bulan)
PT Golden Jaguarasa 7.837.837.838 10.108.108.109
Jumlah 7.837.837.838 10.108.108.109
22. BEBAN POKOK PENJUALAN
2025 2024
(Enam Bulan) (Enam Bulan)
Persediaan Awal 6.460.945.991 12.321.295.715
Pembelian 16.531.167.554 24.912.742.503
Persediaan Akhir (6.513.374.703) (14.789.551.924)
Sub Jumlah 16.478.738.842 22.444.486.294
Biaya Produksi
Penyusutan Aset Tetap (Catatan 9) 103.775.633 107.175.246
Tenaga Kerja Langsung 92.614.600 277.504.400
Biaya Gudang 69.208.737 30.326.742
Penyusutan Aset Hak - Guna Gudang (Catatan 10) 65.000.000 65.000.000
Listrik Gudang 42.068.793 12.792.698
Utilitas 14.693.874 14.693.878
Produksi Lainnya 13.366.800 79.199.200
Pemeliharaan 12.200.135 29.126.000
Telepon, Internet Gudang 3.049.132 2.252.175
Jumlah 16.894.716.546 23.062.556.633
23. BEBAN PENJUALAN
2025 2024
(Enam Bulan) (Enam Bulan)
Pemasaran 5.028.808.779 6.083.583.501
Biaya Angkut 790.537.342 946.346.384
Komisi 657.714.210 574.270.873
Lain-lain 2.198.148.738 533.562.510
Jumlah 8.675.209.069 8.137.763.268
- 34 -
Page 38
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
Dan Untuk Periode yang Berakhir pada 30 Juni 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
24. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
2025 2024
(Enam Bulan) (Enam Bulan)
Gaji dan Tunjangan 4.055.355.014 3.079.381.848
Penyusutan Aset Tetap (Catatan 9) 392.954.344 303.191.783
Imbalan Pascakerja (Catatan 19) 356.694.000 453.021.000
Jasa Profesional 353.502.000 171.915.487
Penurunan Nilai Piutang (Catatan 5) 175.891.962 92.208.653
Kantor 165.399.819 147.770.154
Transportasi 148.348.845 68.585.215
Perizinan 109.203.880 128.146.482
Asuransi 85.632.918 73.279.691
Pemeliharaan 61.583.594 62.851.390
Penyusutan Aset Hak - Guna Ruko (Catatan 10) 50.000.000 50.000.000
Pelatihan 32.497.051 337.989.159
Lain-lain 169.416.434 399.388.780
Jumlah 6.169.618.930 5.367.729.642
25. PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN - BERSIH
2025 2024
(Enam Bulan) (Enam Bulan)
Pendapatan Bunga 120.028.694 120.168.253
Pemulihan Cadangan Piutang (Catatan 5) 521.709.881 -
Pendapatan Lain-lain - 984.127
Jumlah 641.738.575 121.152.380
26. BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN
2025 2024
(Enam Bulan) (Enam Bulan)
Bunga dan Keuangan 341.554.849 384.033.647
Biaya Administrasi Bank 52.295.058 51.520.954
Jumlah 393.849.907 435.554.601
27. LABA PER SAHAM
2025 2024
(Enam Bulan) (Enam Bulan)
Laba untuk Perhitungan Laba Per Saham 517.003.553 963.504.264
Jumlah Saham Lembar Lembar
Jumlah Saham untuk per saham perhitungan laba 650.008.775 650.007.225
Laba Per saham Dasar 0.80 1.48
- 35 -
Page 39
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
Dan Untuk Periode yang Berakhir pada 30 Juni 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
28. PENGUNGKAPAN TAMBAHAN ATAS AKTIVITAS INVESTASI DAN PENDANAAN NON-KAS
2025 2024
(Enam Bulan) (Enam Bulan)
Penambahan Aset Tetap melalui peningkatan Utang
Pembelian Aset Tetap 630.205.521 384.859.000
29. INSTRUMEN KEUANGAN, MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN RISIKO MODAL
a. Manajemen Risiko Modal
Perusahaan mengelola risiko modal untuk memastikan bahwa mereka akan mampu untuk
melanjutkan keberlangsungan hidup, selain memaksimalkan keuntungan para pemegang saham
melalui optimalisasi saldo utang dan ekuitas.
Struktur modal Perusahaan terdiri dari kas dan setara kas dan ekuitas yang terdiri dari modal
ditempatkan dan disetor serta saldo laba (Catatan 4 dan 20).
Dewan Direksi Perusahaan secara berkala melakukan reviu struktur permodalan Perusahaan.
Sebagai bagian dari reviu ini, Dewan Direksi mempertimbangkan biaya permodalan dan risiko
yang berhubungan.
b. Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan
Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan Perusahaan adalah untuk memastikan bahwa
sumber daya keuangan yang memadai tersedia untuk operasi dan pengembangan bisnis, serta
untuk mengelola risiko tingkat bunga, risiko mata uang asing dan risiko likuiditas. Perusahaan
beroperasi dengan pedoman yang telah ditentukan oleh Dewan Direksi.
i. Manajemen Risiko Tingkat Bunga
Tingkat bunga mengacu kepada risiko pada nilai wajar atau arus kas dari instrumen
keuangan akan berfluktuasi karena perubahan di tingkat suku bunga pasar.
Perusahaan terpapar risiko suku bunga karena entitas dalam Perusahaan meminjam dana
dengan tingkat bunga mengambang.
Eksposur Perusahaan terhadap suku bunga dalam liabilitas keuangan dirinci dalam bagian
manajemen risiko likuiditas pada catatan ini.
ii. Risiko Mata Uang Asing
Risiko mata uang adalah risiko di mana nilai wajar atau arus kas masa datang dari suatu
instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan nilai tukar mata uang asing.
Eksposur Perusahaan terhadap fluktuasi nilai tukar terutama terkait dengan aset dalam mata
uang asing pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Setara dengan Setara dengan
Rupiah Dolar Rupiah Dolar
Liabilitas
Utang Usaha 1.274.027.202 78.484 1.974.282.501 122.156
Jumlah 1.274.027.202 78.484 1.974.282.501 122.156
- 36 -
Page 40
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
Dan Untuk Periode yang Berakhir pada 30 Juni 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
iii. Manajemen Risiko Likuiditas
Tanggung jawab utama manajemen risiko likuiditas terletak pada dewan direksi, yang telah
membangun kerangka manajemen risiko likuiditas yang sesuai untuk persyaratan
manajemen likuiditas dan pendanaan jangka pendek, menengah dan jangka panjang
Perusahaan. Perusahaan mengelola risiko likuiditas dengan menjaga kecukupan simpanan,
fasilitas bank dan fasilitas simpan pinjam dengan terus-menerus memonitor perkiraan dan
arus kas aktual dan mencocokkan profil jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan.
Tabel risiko likuiditas dan tingkat bunga:
Tabel berikut merinci sisa jatuh tempo kontrak untuk liabilitas keuangan non-derivatif dengan
periode pembayaran yang disepakati Perusahaan. Tabel telah disusun berdasarkan arus kas
yang didiskontokan dari liabilitas keuangan berdasarkan tanggal terawal dimana Perusahaan
dapat diminta untuk membayar. Tabel mencakup arus kas bunga dan pokok.
30 Juni 2025
Kurang dari Lebih dari
1 Tahun 1 - 2 Tahun 2 tahun Jumlah
Utang Usaha kepada
Pihak Ketiga 7.763.896.975 - - 7.763.896.975
Utang Pembelian Aset
Tetap 335.857.919 1.023.170.641 28.894.200 1.387.922.759
Utang Bank 728.333.301 - 4.978.795.477 5.707.128.778
Jumlah 8.828.088.195 1.023.170.641 5.007.689.677 14.858.948.512
31 Desember 2024
Kurang dari Lebih dari
1 Tahun 1 - 2 Tahun 2 tahun Jumlah
Utang Usaha kepada
Pihak Ketiga 7.426.493.877 - - 7.426.493.877
Utang Pembelian Aset
Tetap 698.905.606 393.668.709 207.079.610 1.299.653.925
Utang Bank 878.333.308 356.927.151 5.725.194.333 6.960.454.792
Jumlah 9.003.732.791 750.595.860 5.932.273.943 15.686.602.594
c. Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Direksi menganggap bahwa nilai tercatat aset dan liabilitas keuangan diakui dalam laporan
keuangan mendekati nilai wajarnya karena jatuh tempo dalam jangka pendek atau menggunakan
tingkat bunga pasar.
Estimasi Nilai Wajar
Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan diestimasi untuk keperluan pengakuan, pengukuran dan
pengungkapan. Nilai wajar adalah suatu jumlah dimana suatu aset dapat dipertukarkan atau
suatu liabilitas diselesaikan antara pihak yang memahami dan berkeinginan untuk melakukan
transaksi wajar.
PSAK 113 “ Pengukuran Nilai Wajar ” mensyaratkan pengungkapan atas pengukuran nilai wajar
dengan tingkat hirarki nilai wajar sebagai berikut:
Harga kuotasian (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik
(Level 1).
Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Level 1 yang dapat diobservasi untuk aset
atau liabilitas, baik secara langsung (misalnya harga) atau secara tidak langsung (misalnya
derivasi dari harga) (Level 2), dan
Input untuk aset dan liabilitas yang bukan berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi
(input yang tidak dapat diobservasi) (Level 3).
- 37 -
Page 41
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
Dan Untuk Periode yang Berakhir pada 30 Juni 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
Nilai wajar instrumen keuangan yang tidak di perdagangkan di pasar aktif ditentukan dengan
menggunakan teknik penilaian tertentu. Teknik tersebut menggunakan data pasar yang dapat
diobservasi sepanjang tersedia dan seminimal mungkin mengacu pada estimasi. Apabila seluruh
input signifikan atas nilai wajar dapat diobservasi instrumen keuangan ini termasuk dalam level 2.
Tabel berikut ini merangkum nilai wajar aset dan liabilitas:
30 Juni 2025 Tingkat 1 Tingkat 2 Tingkat 3 Jumlah
Aset yang nilai wajarnya
diungkapkan
Aset non-keuangan
Aset Tetap - 3.496.252.912 - 3.496.252.912
Jumlah - 3.496.252.912 - 3.496.252.912
Liabilitas yang nilai wajarnya
diungkapkan
Liabilitas keuangan pada
biaya perolehan diamortisasi
Utang Bank - 5.707.128.778 - 5.707.128.778
Utang Pembelian Aset Tetap - 1.387.922.759 - 1.387.922.759
Jumlah - 7.095.051.537 - 7.095.051.537
31 Desember 2024 Tingkat 1 Tingkat 2 Tingkat 3 Jumlah
Aset yang nilai wajarnya
diungkapkan
Aset non-keuangan
Aset Tetap - 3.181.593.075 - 3.181.593.075
Jumlah - 3.181.593.075 - 3.181.593.075
Liabilitas yang nilai wajarnya
diungkapkan
Liabilitas keuangan pada
biaya perolehan diamortisasi
Utang Bank - 6.960.454.792 - 6.960.454.792
Utang Pembelian Aset Tetap - 1.299.653.925 - 1.299.653.925
Jumlah - 8.260.108.717 - 8.260.108.717
30. SEGMEN GEOGRAFIS
Perusahaan melakukan usaha berupa penjualan oli pelumas berdasarkan segmen geografis berikut
ini:
2025 2024
(Enam Bulan) (Enam Bulan)
Jawa dan Bali 22.872.148.704 24.533.188.363
Sumatera 6.323.165.792 8.618.785.584
Kalimantan 2.261.262.466 3.401.709.013
Sulawesi 811.251.523 1.355.450.116
Jumlah 32.267.828.485 37.909.133.076
- 38 -
Page 42
PT LUPROMAX PELUMAS INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
Dan Untuk Periode yang Berakhir pada 30 Juni 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
31. KOMPENSASI KEPADA MANAJEMEN KUNCI
Personil manajemen kunci Perusahaan adalah pihak-pihak memiliki kewenangan dan tanggung
jawab untuk merencanakan, memimpin, dan mengendalikan aktivitas Perusahaan. Seluruh anggota
Dewan Komisaris dan Direksi merupakan manajemen kunci Perusahaan.
Kompensasi untuk manajemen kunci adalah sebagai berikut:
30 Juni 31 Desember
2025 2024
Gaji, bonus dan tunjangan 567.785.526 1.002.800.508
- 39 -
Names mentioned 62 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Karya Pelumas Indonesia
p.9
unresolved
person
Meissie Pholuan
p.9
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.9 ×5
unresolved
person
R.F. Limpele
p.9
unresolved
person
Rosida Rajagukguk Siregar
p.9 ×3
unresolved
org
Magna International Pte Ltd.
p.9
unresolved
org
Pengawas
p.10
unresolved
org
Bapepam-LK
p.10 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.13
unresolved
org
PT Golden Jaguarasia
p.20 ×3
unresolved
org
PT Oto Jaya Distribusindo
p.20 ×2
unresolved
org
PT Bintang Timur Prima Lestari
p.21 ×4
unresolved
org
PT Rilexindo Pelumas Perkasa
p.21 ×2
unresolved
org
PT Surya Vesakha Pamungkas
p.21 ×2
unresolved
org
PT Sarana Solusi Mandiri
p.21 ×2
unresolved
org
PT Primason Indo Baru
p.21
unresolved
org
PT Kencana Indotama Grafika
p.21 ×2
unresolved
org
PT Wahana Putra Widodo Bantul
p.21 ×2
unresolved
org
PT Hana Cahaya Bersama
p.21 ×2
unresolved
org
PT Wahana Putra Widodo Wonosari
p.21 ×2
unresolved
org
PT Estima Auto Berkah
p.21 ×2
unresolved
org
PT Sriwijaya Andalan Sakti
p.21 ×2
unresolved
org
PT Asuransi Sinar Mas
p.22
unresolved
org
PT Asuransi Umum BCA
p.23
unresolved
person
H. Simanjuntak
p.24 ×2
unresolved
org
Rekonsiliasi
p.25
unresolved
org
PT Pacific Lubritama Indonesia
p.26
unresolved
org
PT Nusaraya Putramandiri
p.26
unresolved
org
PT Usaha Bersama Sukses
p.26
unresolved
org
PT Surya Terang Pratama
p.26
unresolved
org
PT Hidayat Putra Industri
p.26
unresolved
org
PT Grafindo Jaya Pacific
p.26
unresolved
org
PT Pura Barutama
p.26
unresolved
org
PT Sinar Alam Abadijaya
p.26
unresolved
org
PT Dwi Prima Rezeky
p.26
unresolved
org
Dolar Amerika Serikat Lupromax International Pte Ltd
p.26
unresolved
org
PT Pulau Seroja Jaya
p.26 ×2
unresolved
org
PT Anugerah Lampung Sejahtera
p.26 ×2
unresolved
person
Elly Puspita Sunarya
p.28 ×3
unresolved
org
PT Bima Registra
p.34
unresolved
person
Clarissa Calluella Haberth
p.34 ×3
unresolved
org
PT Oto Wira Eka Nusa
p.36
unresolved
org
PT Delta Teguh Pratama
p.36
unresolved
org
PT Grande Bahana Nusa
p.36
unresolved
org
PT Selatanindo Batam Mandiri
p.37
unresolved
org
PT Aq Indonesia
p.37
unresolved
org
PT Giri Aneka
p.37
unresolved
org
PT Golden Jaguarasa
p.37
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.